Page 1

Koran Edents

LPM Edents

Dinamika Intelektual Mahasiswa Edisi 25 April - 8 Mei 2017

Dari Redaksi

Tumbuhkan Gaya Hidup Sehat, FEPALA Selenggarakan Donor Darah doc. Edents

Kegiatan kaderisasi menjadi suatu hal yang pokok dilakukan di tiap perguruan tinggi dan bertujuan untuk menciptakan pemimpin yang kompeten. Tahun ini, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali melaksaksanakan kegiatan LKMMD yang telah berlangsung selama tiga tahun. Dengan mengangkat tema “Semangat Diponegoro Menuju Indonesia Emas”, kegiatan LKMMD diselenggarakan dari tanggal 1 April hingga 21 Mei 2017 dan dilaksanakan setiap akhir pekan. Koran edisi kali ini juga membahas tentang perubahan nama Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) FEB Undip menjadi Management Student Assosiation atau yang disingkat MSA. Perubahan nama ini berawal dari berubahnya status Universitas Diponegoro (Undip) dari Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) dan adanya International Undergraduate Program (IUP) di dalam Departemen Manajemen. Kabar kampus kali ini datang dari FEPALA yang kembali mengadakan kegiatan donor darah. Acara yang mengusung tema ‘Setetes Darah, Sejuta Asa’ ini diadakan dalam rangka HUT FEPALA yang ke-27. Kabar prestasi datang dari Mahasiswa IESP 2015 yang meraih juara III pada Kejuaraan Nasional Pecak Silat Tapak Suci AntarPerguruan Tinggi di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Terakhir, kami dari redaksi mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan berita. Kritik dan saran selalu kami harapkan dari para sahabat Edents. Selamat membaca!

FEB Undip (17/4) - Bertempat di Selasar Gedung PKM FEB, Mahasiswa Pecinta Alam (FEPALA) FEB Undip menyelenggarakan kegiatan Donor Darah. Acara yang mengusung tema ‘Setetes Darah, Sejuta Asa’ ini diadakan dalam rangka HUT ke-27 FEPALA. Adapun kegiatan Donor Darah ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian FEPALA kepada masyarakat. Muhammad Wakhid, selaku ketua panitia, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya donor darah. Tujuan lainnya yaitu untuk membantu PMI agar memiliki lebih banyak persediaan darah. Dalam penyelenggaraan acara ini, FEPALA bekerjasama dengan Korps Sukarela (KSR) Undip dan PMI Kota Semarang. Donor darah ini menjadi wadah bagi mahasiswa, akademisi, dan siapapun yang ingin mendonorkan darahnya. Terdapat beberapa persyaratan yang harus dikuti pendonor sebelum mendonorkan darahnya. Persyaratan tersebut yakni pendonor darah dilarang mengonsumsi obat-obatan selama seminggu terakhir, minimal berat badan 45 kg, mengonsumsi banyak cairan sehari hingga 3 jam sebelum donor, tidur minimal 5 jam sebelum donor, dan

mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Adapun persyaratan lainnya yaitu pendonor darah harus menjalani beberapa tes terlebih dahulu sebelum donor, meliputi tes tensi darah, golongan darah, berat badan, dan tes lainnya. Jika dinyatakan lolos tes, maka pendonor dapat langsung diambil darahnya dengan bantuan medis dari PMI. Setelah itu, pendonor harus banyak mengonsumsi air putih untuk mengisi cairan yang hilang. Pendonor juga dianjurkan untuk menghindari aktivitas fisik yang berat, mengonsumsi makanan berprotein, dan istirahat yang cukup. FEPALA menargetkan 100 kantong darah dalam kegiatan ini. Kantong darah ini nantinya akan diserahkan ke PMI Kota Semarang dan akan disalurkan kepada orang yang membutuhkan. Kendala dalam kegiatan ini antara lain masih banyak mahasiswa yang menganggap donor darah itu sakit dan anggapan keliru bahwa donor darah membuat badan menjadi lemas. Anggapan tersebut membuat tingkat antusiasme peserta menurun. Wakhid berharap kegiatan ini dapat meningkatkan antusiasme mahasiswa, terutama mahasiswa FEB akan pentingnya donor darah.“Harapannya ya semoga berkelanjutan dan berkembang, untuk FEPALA semoga semakin banyak program yang ditujukan kepada masyarakat dan sosial,” pungkas Wakhid. Muhammad Azan, salah satu panitia kegiatan ini juga ikut berpartisipasi menjadi pendonor darah. Azan sudah rutin mengikuti donor darah selama 3 bulan sekali dan mengungkapkan bahwa donor darah membuat badan menjadi sehat. Tia, salah satu pendonor darah mengaku senang mengikuti acara ini.“Senang bisa ikut acara ini, karena kan donor darah bikin badan jadi sehat, lalu menambah kekebalan tubuh, dan yang lebih pentingnya sih bisa membantu sesama,” tutup mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) 2014 ini. (SDW)

Volume

04

Pekan ini di lpmedents.com Public Hearing 1 Bahas Isu Seputar Sekolah Vokasi FEB Undip (20/4) – Senat Mahasiswa FEB Universitas Diponegoro menyelenggarakan Public Hearing 1 di Gedung Serbaguna, Magister Akuntansi Pleburan. Acara ini merupakan sarana untuk menjembatani mahasiswa dengan Dekan FEB Undip. Pada Public Hearing 1 kali ini membahas mengenai pendirian Sekolah Vokasi.

Diseminasi Penelitian, FEB Undip Paparkan Skripsi hingga Disertasi Terbaik FEB UNDIP (18/4) – Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (HMD IESP) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro menyelenggarakan diseminasi penelitian yang merupakan rangkaian acara Dies Natalis ke-57 FEB. Sosialisasi PMW, Ciptakan Lulusan Berjiwa Wirausaha UNDIP (17/4) – Kementerian Ekonomi Kreatif Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro bersama Bagian Kemahasiswaan Universitas Diponegoro menyelenggarakan Sosialisasi Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2017 di Gedung Prof. Soedarto, S.H.

Kabar Prestasi

Mahasiswa FEB Raih Juara III Kejuaraan Nasional Pecak Silat Antar-Perguruan Tinggi

Kordents Volume 4 Edisi 25 April - 8 Mei 2017 Diterbitkan Oleh Lembaga Pers Mahasiswa Edents

Suci Undip mengirimkan perwakilan sebanyak 5 orang. Masingmasing yaitu kategori kelas A Putra, kelas B Putra, kelas D Putra, kelas I Putra untuk kategori tanding serta kategori Seni Tunggal Putri untuk kategori seni. Pada kelas tanding, peserta harus mengalahkan lawan untuk mencapai kemenangan. Ada yang mengalami cidera ringan, berat, sampai patah tulang tangan. Hal itu membuat Kanzul sedikit ketakutan, namun ia bersyukur karena tak terjadi hal yang tidak diinginkannya. “Jadi sebelum tanding aku rada was-was, takut kenapa-kenapa. Tapi alhamdulillah ga sampai cidera berat, paling cuma lebam,” pungkasnya. Undip harus puas dengan satu kemenangan, yakni juara III kategori kelas I Putra yang diraih oleh Kanzul. Juara I dan II masing-masing diraih oleh Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dan UNS. Juara umum diraih UNS selaku tuan rumah,. Meskipun hanya juara ke III, Kanzul tetap bangga karena dalam lomba tersebut ia mendapat banyak pengalaman berharga seperti bertemu banyak relasi baru. Dengan adanya ajang ini juga memunculkan wacana untuk melakukan kunjungan UKM Tapak Suci Perguruan Tinggi lain. “Pengalamannya tuh bisa bertemu teman-teman baru dan jadi relasi baru juga, lalu kita ada wacana untuk melakukan kunjungan ke UKM Tapak Suci perguruan tinggi lain seperti UNS dan UNJ karena udah dapat kontaknya juga,” tutup Mahasiswa asal Tegal ini. (SDW)

Pemimpin Umum : Adhevyo Reza; Pemimpin Redaksi : Akhmad Sadewa S; Pemimpin Artistik : Henty Eka Palupy; Editor : Fana Mustika Insanu; Reporter : Arvita Kusuma, Fanny Dinda, Haritz Faiz, Nisa Nurokhati, Sekar Anggit, dan Aditya Milla; Ilustator : Asma; Layouting : Aradeya T P. Sekretariat : Gedung PKM Lt. 1 FEB Undip, Tembalang Edents Call Center : 024-91181513

doc. pribadi

Kejuaraan Nasional Pecak Silat Tapak Suci Antar-Perguruan Tinggi kembali diselenggarakan di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Digelar selama 4 hari, yakni pada Rabu (29/3) hingga Sabtu (1/4), kejuaraan tahunan ini menerapkan sistem gugur. Salah satu mahasiswa Undip berhasil meraih juara III dalam lomba tersebut, yakni Muhammad Kanzul Fikri. Kanzul diikutsertakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci Undip mewakili kelas I Putra (untuk bobot 85-90 kg). Mencari pengalaman adalah motivasi terbesar Kanzul dalam mengikuti kejuaraan ini. Ia tidak menyangka bahwa pengalaman ini berbuah prestasi. Ini merupakan prestasi pertamanya setelah menggeluti dunia beladiri, khususnya persilatan semenjak SMA. Menurutnya, membutuhkan banyak latihan dan persiapan karena untuk mencetak prestasi ini tidaklah mudah. Banyak kendala yang dihadapi seperti susah mengatur waktu dan risiko cidera parah. “Kendalanya ya susah mengatur waktu latihan sama kuliah biar nggak keteteran dan juga takut jika terjadi cidera yang parah,” ujar Mahasiswa IESP 2015 ini. Namun, semua itu dapat ditangani dengan baik. UKM Tapak Suci membutuhkan persiapan selama sebulan dalam menghadapi kejuaraan ini. Pelatihnya pun tidak main-main, yaitu seorang tentara dari KODIM Diponegoro yang juga seorang pendekar. Latihan rutin yang biasanya dilakukan hanya pada hari Senin dan Kamis kini lebih intens dilakukan menjadi setiap hari kecuali Sabtu dan Minggu. Dalam kejuaraan tersebut, UKM Tapak


Kunjungi !

Kordents Vol. 4 Edisi 25 April - 8 Mei 2017

w w w.lpmedents.com

Management Student Association: Branding Anyar bagi HMJM

“Harapannya terutama untuk mahasiswa manajemen sendiri paham bahwa nama HMJM sudah berganti jadi MSA, teman-teman tahu bahwa jurusan manajemen sudah berganti nama jadi departemen manajemen karena status PTN-BH Undip.” -Mochamad Ramli Nur, Ketua MSA Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) FEB Undip kini mulai menggunakan nama baru dalam mengarungi kiprahnya. Management Student Assosiation atau yang biasa disingkat MSA merupakan nama baru yang digunakan HMJM untuk melakukan branding. MSA hanya digunakan sebagai media untuk promosi, sedangkan nama Himpunan Mahasiswa Departemen Manajemen (HMDM) tetap digunakan untuk urusan birokrasi.

Status Undip menjadi PTN-BH dan Program IUP Adapun pergantian nama ini bukan tanpa alasan. Perubahan nama ini berawal dari berubahnya status Universitas Diponegoro (Undip) dari Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Ketua MSA, Mochamad Ramli Nur, mengatakan bahwa perubahan nama HMJM menjadi MSA ini bermula ketika adanya International Undergraduate Program (IUP) di dalam Departemen Manajemen. Adanya program IUP tersebut berimbas pada munculnya pemikiran untuk menggunakan doc. MSA bahasa Inggris dalam penamaan himpunan. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat menghimpun setiap lapisan baik dari Manajemen kelas reguler hingga Manajemen kelas IUP secara bersamaan. Ramli memaparkan bahwa perubahan nama menjadi MSA juga telah dikoordinasikan dengan Kepala Departemen Manajemen FEB UNDIP, Harjum Muharam. Harjum menghimbau agar seluruh kelas di dalam manajemen dapat terhimpun dengan baik, dari kelas reguler hingga kelas IUP. Ramli mengatakan bahwa pihak dekanat telah meminta bantuan kepada Senat Mahasiswa dan seluruh ketua himpunan agar logo dan nama yang masih tercantum kata ‘jurusan’ diganti menjadi ‘departemen’. “Dari Pak Anis sendiri (Wakil Dekan – Akademik dan Bidang Kemahasiswaan) meminta agar logo dan nama yang masih tercantum kata ‘jurusan’ diganti dengan ‘departemen’ yaitu HMDM (untuk manajemen) dalam penggunaan nama

Laporan Utama

dalam bahasa Indonesianya,” pungkas Ramli. Namun, menurut Ramli, melakukan perubahan logo sebuah instansi tidaklah mudah. Hal itu menyebabkan untuk penggunaan logo MSA masih menggunakan logo yang sebelumnya. HMJM juga diminta untuk menyediakan satu nama dalam bahasa Inggris sebagai branding ke luar (publik). Usulan pun datang dari alumni, yakni Management Student Association (MSA). Selain pengusulan dari alumni, penamaan MSA ini juga melibatkan mahasiswa aktif dengan cara penyebaran kuisioner. Hal ini dilakukan sebagai langkah demokratis dalam penyampaian suara/vote dalam penentuan nama HMJM ke depan. Perubahan nama juga dilakukan karena sudah banyak himpunan yang memakai nama bahasa Inggris dalam branding produknya ke publik. Alasan lainnya yakni mahasiswa manajemen, Kepala Departemen, Wakil Dekan, serta pihak dekanat yang sudah memberi ‘lampu hijau’. Setelah itu, dipilihlah nama Management Student Association (MSA) sebagai branding baru menggantikan HMJM. Nama MSA resmi menjadi brand atau nama baru Himpunan Manajemen setelah pelantikan kepengurusan ormawa, yang bertempat di Auditorium Laboratorium Kewirausahaan FEB UNDIP, pada Sabtu (11/3) 2017 silam. “Jadi memang itu menunggu pelantikan juga, karena dari awal pun kami sudah pengen ganti cuma memang dari senatnya sendiri kalau bisa tunggu pada saat pelantikan pengurus ormawa,” ungkap Ramli. Perbedaan antara Branding dan Birokrasi Branding nama MSA agar dikenal publik ini juga memiliki pertimbangan dalam kematangan dan kelayakan sebelum dilakukannya branding ke luar. Branding ini dilakukan dengan perubahan dari hal yang kecil seperti perubahan nama dan tagline himpunan. Perubahan ini dilakukan di sosial media, agar mudah dilihat dan dibaca secara publik. “Mulai dari hal yang kecil dulu yang sekiranya mudah diliat orang dan mudah diperhatikan oleh orang,” tutur Ramli.

Pergantian nama himpunan di tubuh Departemen Manajemen sendiri menemui kendala. Kendala ini yakni ketidakbiasaan dalam pengucapan, menjadi hal yang tidak dapat dihindari di awal pergantian nama. Pengucapan HMJM telah menjadi kebiasaan sebelumnya di lingkungan departemen. Namun, seiring berjalannya waktu, kendala tersebut dapat teratasi. Ia berharap seluruh masyarakat/mahasiswa manajemen bisa menyebut nama HMDM dan MSA, baik di dalam komunikasi sesama masyarakat/mahasiswa manajemen maupun di luar departemen manajemen. Namun, dalam proses birokrasi MSA itu sendiri masih menggunakan logo lama (HMJM). Hal ini terjadi karena pengusulan nama baru sebelumnya sudah disetujui oleh Senat Mahasiswa (SEMA FEB) namun sempat ditolak karena tidak sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Rektor yang berlaku. Ramli mengatakan bahwa nantinya akan dibuat SK Rektor baru yang isinya memperbolehkan MSA untuk menggunakan nama dan logo baru. Nama dan logo baru tersebut digunakan MSA untuk urusan birokrasi yang resmi selambat-lambatnya ketika pergantian kepengurusan berikutnya. Perubahan Nama Himpunan Memang Sudah Seharusnya Dilakukan Perubahan nama himpunan ini turut mendatangkan berbagai tanggapan dari himpunan lain. Muhammad Naufal Lazuardi, Ketua Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam (HMEI) FEB Undip, mengatakan bahwa adanya perubahan nama himpunan jurusan menjadi himpunan departemen secara teknis memang sesudah seharusnya dilakukan. Hal ini dilakukan seiring dengan berubahnya status PTN-BH di Undip. Menurut Naufal, penggunaan istilah dalam bahasa Inggris sebagai nama himpunan tergantung kebutuhan branding dari himpunan itu sendiri. Sedangkan untuk HMEI yang saat ini dipimpin oleh Naufal, tidak mengubah namanya dan masih konsisten sejak kali pertama berdiri hingga sekarang, yaitu Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam (HMEI). “Nah kalau Ekonomi Islam sendiri karena dia masih program studi, jadi ya kita masih menggunakan nama Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPSI) dan namanya tetap HMEI, belum ada perubahan nama,” tutup Naufal. (SDW)

LKMMD FEB 2017: Siap Ciptakan Pemimpin yang Fungsionaris

doc. LKMMD

Kegiatan kaderisasi menjadi suatu hal yang pokok dilakukan di tiap perguruan tinggi dan bertujuan untuk menciptakan pemimpin yang kompeten. Di Universitas Diponegoro (Undip), Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa tingkat Dasar (LKMMD) diadakan setiap tahun sebagai salah satu sistem kaderisasi yang ada. Kegiatan ini merupakan kegiatan pelatihan

“Tujuan dari LKMMD kan untuk menciptakan pemimpin, pemimpin terbaik. Dan diharapkan nanti teman-teman LKMMD ini mau berkontribusi aktif di tingkat FEB, UNDIP, maupun tingkat nasional.” –Samuel Petra, ketua LKMMD FEB 2017

keterampilan mahasiswa yang diselenggarakan oleh setiap fakultas yang ada di Undip. Tahun ini, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) kembali melaksanakan kegiatan LKMMD yang telah berlangsung selama tiga tahun Kegiatan LKMMD sebagai program kerja dari Departemen Keorganisasian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) BEM FEB. Penyampaian materi lebih ditekankan pada manajemen organisasi. Dengan mengangkat tema “Semangat Diponegoro Menuju Indonesia Emas”, LKMMD diselenggarakan mulai tanggal 1 April hingga 21 Mei 2017 dan dilaksanakan setiap akhir pekan. Maksud dari tema ini adalah ingin menjadikan peserta LKMMD FEB tidak hanya sebatas organisatoris yang andal, tetapi juga diharapkan nantinya bisa mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

LPM Edents FEB Undip

Berbeda dengan Fakultas Lain, LKMMD yang diselenggarakan di FEB berbeda dengan LKMMD di fakultas lain. Meski demikian, untuk penyampaian materinya sama dengan LKMMD fakultas lain karena sudah berpedoman pada “buku biru”, yakni pedoman kaderisasi yang ada di UNDIP. Perbedaan ini terletak dari segi budaya serta konsep materi yang disampaikan. Karena disesuaikan dengan disiplin ilmu fakultas, maka LKMMD FEB menggunakan konsep yang berkaitan dengan ekonomi. Alur kegiatan LKMMD terdiri dari sembilan tahap yang dimulai dengan pengumpulan berkas hingga tahapan akhir. Tahap akhir berupa kegiatan pasca LKMMD tanggal 21 Mei 2017. LKMMD FEB sendiri ditujukan untuk mahasiswa aktif UNDIP pada umumnya dan FEB pada khususnya, terutama angkatan 2015 dan 2016. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kuota peserta tahun ini sebanyak seratus orang termasuk penambahan kuota 10 peserta dari luar FEB. Tiap organisasi mahasiswa (ormawa) FEB juga diimbau untuk mengirimkan delegasi mereka dikarenakan LKMMD berperan penting untuk kaderisasi ormawa. “Buat wajib atau nggak untuk mendelegasikan peserta, kita nggak mewajibkan. Cuma mengimbau saja semua ormawa mengirim delegasi untuk ikut,” tutur Samuel Petra Novianto selaku ketua LKMMD 2017. Menumbuhkan jiwa kepemimpinan Sebagai kegiatan kaderisasi, kegiatan LKMMD pastinya mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Diantaranya memberikan pengetahuan tentang tata kelola organisasi secara profesional, menumbuhkan jiwa kepemimpinan mahasiswa dalam organisasi, serta menumbuhkan sikap kritis pada mahasiswa. Memberikan kemampuan untuk bisa me-manage dirinya serta orang lain, dan menciptakan pemimpin yang berkontribusi aktif. “Tujuan dari LKMMD kan untuk menciptakan pemimpin, pemimpin terbaik. Dan diharapkan nanti teman-teman LKMMD ini mau berkontribusi aktif di tingkat FEB, UNDIP, maupun tingkat nasional,” ujar Mahasiswa IESP 2014 ini Rifka Ayu Annisa, peserta yang lolos seleksi LKMMD FEB 2017, menuturkan bahwa LKMMD juga berfungsi sebagai fasilitator mahasiswa UNDIP untuk mengembangkan jiwa kemimpinannya. “Bagi mahasiswa atau pemuda jiwa kemimpinan itu sangat penting, karena kita sebagai generasi muda yang akan menggantikan pemimpin sekarang untuk masa yang akan datang. Saya mengikuti kegiatan LKMMD ini

lpmedents.com

karena saya ingin meningkatkan jiwa kemimpinan saya dan ingin mengetahui kemimpinan yang baik itu seperti apa dan bagaimana cara mengkoordinir sesuatu dengan baik,” ujarnya. Ingin menambah relasi dan jaringan juga menjadi motivasi Rifka mengikuti LKMMD FEB. Setelah membaca testimoni dari alumni LKMMD, ia merasa LKMMD dapat membantunya dalam perkuliahan dan karir.

Ciptakan Kaderisasi yang Baik Iklim kaderisasi yang baik merupakan tujuan utama LKMMD. Adanya kontribusi dari peserta LKMMD pada ormawa masingmasing juga menjadi harapan dari kegiatan ini. “Harapannya semoga dari pesertanya bisa menjadi fungsionaris untuk ormawaormawa yang dia delegasikan serta untuk lebih mengabdi lagi ke fakultasnya. Terlebih ke fungsionaris dari ormawanya masingmasing sih. Dan semoga di tahun depan tidak terjadi aklamasi lagi seperti tahun lalu,” terang Fitri Nur Aisyah selaku Kepala Departemen PSDM BEM FEB 2017. Setiap orang lahir sebagai pemimpin, setidaknya bagi diri mereka sendiri. Pemimpin yang baik harus diciptakan dan dilatih. Salah satu cara untuk untuk menciptakannya yakni dengan belajar jiwa kepemimpinan di LKMMD. “Nah di sini harapan kita dapat belajar kepemimpinan yang baik dan ilmu yang didapat dari LKMMD tingkat fakultas itu lebih banyak manfaatnya. Karena di situ kita bakalan belajar lebih open minded lagi serta dapat link lagi dari orang lain dan kita bisa saling kenal antara satu dengan yang lain,” ujar Mahasiswa asal Jakarta ini. Alumni LKMMD juga diharapkan untuk dapat mengimplementasikan ilmu yang sudah didapat dalam masing-masing ormawa yang diikuti, baik di lingkup fakultas maupun universitas. “Diharapkan sesuai dengan tema esai yakni Percepatan Ekonomi Indonesia menuju 2045. Pada tahun 2045 dimana usia produktif sedang besar besarnya mereka bisa menjadi pemimpin-pemimpin yang hebat,” ujar Petra. Rifka berharap agar materi yang diberikan selama mengikuti LKMMD dapat berguna untuk dirinya dan orang di sekitarnya. Ia pun berharap agar semakin banyak mahasiswa yang mengikuti kegiatan positif seperti ini. “Dan saya harap makin banyak generasi muda yang mengikuti acara pelatihan kemimpinan seperti ini. Sehingga, jiwa kemimpinan para pemuda menjadi lebih baik dan pemuda akan berkontribusi banyak pada indonesia ke depannya,” tutup Rifka. (SDW)

@tbv2341m

@lpmedents

Kordentsempat  
Kordentsempat  

Telah terbit Koran Edents (Kordents) volume 3 dengan laporan utama penyelerenggaraan LKMMD FEB 2017 dan branding baru Himpunan Mahasiswa Jur...

Advertisement