Page 1

Koran Edents

LPM Edents

Dinamika Intelektual Mahasiswa Edisi 14 - 28 Maret 2017

BEM Undip Jadi Koordinator Isu ESDM Nasional

Dari Redaksi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip kembali diamanahkan sebagai koordinator isu tingkat nasional. Kali ini, BEM Undip diamanahkan sebagai Koordinator Isu Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang dilaksanakan pada tanggal 23 – 29 Januari 2017 oleh BEM Seluruh Indonesia. BEM Undip sebagai Koordinator Isu ESDM mempunyai tugas untuk mengawal kedaulatan energi di Indonesia. Pengawalan BEM Undip terhadap kedaulatan energi mencakup permasalahan politik, penegakan hukum, dan sosial yang berhubungan dengan ESDM. Koran edisi kali ini juga membahas tentang perubahan struktur organisasi di Kabinet Progresif BEM FEB Undip 2017. Perubahan yang dilakukan tentunya dengan tujuan agar efisiensi dan optimalisasi kinerja dapat terwujud, sehingga seluruh warga FEB dapat merasakan manfaat dari BEM FEB sebagai lembaga eksekutif. Kabar kampus kali ini datang dari Senat Mahasiswa FEB yang menggelar seminar reformasi pajak. Seminar ini juga sebagai ajang peresmian rangkaian dies natalis ke-57 FEB Undip. Simak pula pengalaman Rifki Hanif Juniardi, salah satu delegasi Undip dalam ajang London International Model United Nations (LIMUN) di Imperial College London Terakhir, kami dari redaksi mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan berita. Kritik dan saran selalu kami harapkan dari para sahabat Edents. Selamat membaca!

Kabar Prestasi

“Kalau kita mau belajar nggak ada lampu bagaimana? Mungkin kita yang tinggal di pulau Jawa santai-santai saja karena pasokan listrik tercukupi, tapi bagaimana dengan daerahdaerah lain di luar pulau Jawa?” –Jadug Trimulyo Ainul Amri, Ketua BEM Undip 2017 Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) BEM Undip Sebagai Koordinator Isu ESDM kembali mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) yang BEM Undip sebagai Koordinator Isu ESDM mempunyai tugas dilaksanakan pada tanggal 23 – 29 Januari 2017. Munas untuk mengawal kedaulatan energi di Indonesia. Pengawalan ke-10 ini mengusung tema ‘Gelorakan Perjuangan sebagai BEM Undip terhadap kedaulatan energi mencakup Aktualisasi Peran Mahasiswa untuk Perbaikan Indonesia’. permasalahan politik, penegakan hukum, dan sosial yang Munas yang berlangsung di Universitas Mulawarman, berhubungan dengan ESDM. Pengawalan ini memiliki Kalimantan Timur, ini diawali dengan pengertian bahwa BEM Undip ikut laporan pertanggungjawaban mencermati dan mengamati isu-isu dari kepengurusan BEM-SI tahun ESDM yang ada di Indonesia. Jadug sebelumnya dan dilanjutkan menambahkan bahwa BEM Undip dengan pemilihan Koordinator akan mendukung pemerintah, Pusat (Korpus), Koordinator selama pemerintah memutuskan Wilayah (Korwil), Koordinator Isu kebijakan yang prorakyat. Akan (Korsu), Koordinator Forum tetapi, jika pemerintah Perempuan, dan Koordinator memutuskan kebijakan yang Media BEM-SI untuk tahun dinilai merugikan rakyat, maka 2017. Setelah pemilihan BEM Undip akan membela Koordinator Pusat rakyat dengan turun ke jalan. dilaksanakan, tiap wilayah berkumpul untuk menentukan Perihal Polemik Freeport Koordinator Wilayah yang Dalam rangka mengemban kemudian dilanjutkan dengan amanahnya sebagai koordinator doc. Edents pemilihan Koordinator Isu. Isu ESDM, BEM Undip telah Pemilihan Koordinator Isu dimulai memiliki beberapa program dengan sidang komisi untuk menentukan kerja, diantaranya adalah kajian rutin dan jumlah isu yang akan menjadi fokus utama dan kemudian seminar nasional mengenai isu ESDM. Kajian rutin berupa wakil dari masing-masing BEM Perguruan Tinggi diskusi terbuka yang telah berlangsung dua kali pada menentukan isu apa yang akan mereka ikuti. tanggal 28 Febuari dan 1 Maret 2017 silam, berkontribusi Dalam Munas kali ini Badan Eksekutif Mahasiswa dalam membangun eskalasi gerakan untuk merumuskan Universitas Diponegoro (BEM Undip) mendapat amanah pernyataan sikap mahasiswa Undip terhadap polemik sebagai Koordinator Isu Energi dan Sumber Daya Mineral Freeport. Pada diskusi terbuka tersebut, BEM Undip (ESDM). Terdapat 10 perwakilan dari berbagai perguruan berhasil merumuskan empat poin pernyataan sikapnya tinggi yang masuk dalam komisi ESDM, dengan Universitas sebagai Koordinator Isu ESDM terkait polemik Freeport dan Diponegoro sebagai koordinator isu dan 9 lainnya menjadi mengadakan konferensi pers pada tanggal 3 Maret 2017 di anggota komisi. Pada tahun 2017, jumlah isu yang difokuskan Kantor Dinas ESDM Jawa Tengah. Kedatangan BEM Undip bertambah dibandingkan dengan tahun lalu. Jadug Trimulyo tersebut dalam rangka membacakan surat terbuka yang Ainul Amri, selaku ketua BEM Undip mengatakan bahwa isinya mendukung pemerintah dalam melawan Freeport. tahun ini terdapat dua isu baru, yaitu isu infrastruktur dan Menurut Jadug apa yang telah dilakukan Freeport jelas isu penegakan hukum. “Penambahan isu tersebut dilakukan merugikan negara. karena kita menilai terdapat banyak permasalahan di dalam kedua isu tersebut,” pungkas Jadug. (Bersambung ke halaman 2)

Volume

02

Pekan ini di lpmedents.com Berbagi Pengalaman Bersama Alumni Undip (7/3)- Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam (HMEI) beserta Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi (IKAFE) Universitas Diponegoro menyelenggarakan acara seminar alumni berbagi, sebagai salah satu rangkaian acara Dies Natalis FEB Undip ke-57. Bertempat di Hall Gedung C FEB Undip, acara ini dihadiri oleh mahasiswa dan alumni FEB Undip.

Surat Terbuka BEM Undip: Tetapkan Status IUPK untuk PT. Freeport Indonesia! Semarang (3/3)– Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro selaku Koordinator Isu bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan audiensi sekaligus menyatakan sikap terhadap status PT. Freeport Indonesia. Pimpinan dan Pengurus Ormawa se-FEB Resmi Dilantik FEB (12/3)- Pemimpin dan jajaran pengurus organisasi mahasiswa (ormawa) FEB Undip telah resmi dilantik hari ini. Prosesi yang diselenggarakan di Gedung Laboratorium Kewirausahaan FEB Undip ini turut dihadiri oleh Suharnomo selaku Dekan FEB Undip dan Anis Chariri selaku Wakil Dekan I.

Dua Mahasiswa FEB Harumkan Nama Undip di Kancah Internasional “Bertemu dengan orangorang hebat di dunia adalah pengalaman yang luar biasa bagi kami.” Rifki Hanif Juniardi, Delegasi Undip untuk LIMUN Akhir Februari 2017, Undip mengirimkan lima delegasinya doc. BEM Undip untuk mengikuti London International Model United Nations (LIMUN) di Imperial College London. Dua diantaranya merupakan mahasiswa FEB, yakni Rifki Hanif Juniardi (IESP 2014) dan Levana Tiopei (Akuntansi 2014). Model United Nation (MUN) merupakan simulasi dari sidang PBB, sedangkan LIMUN sendiri adalah MUN terbesar se-Eropa yang terdiri dari beberapa council. Terdapat 1.600 delegasi dari berbagai universitas yang ada di dunia yang berpartisipasi dalam LIMUN tahun ini. Dari 1.600 delegasi tersebut kemudian dibagi menjadi 26 chamber. Pendaftaran delegasi secara terbuka dilakukan sejak Maret 2016, kemudian para pendaftar diberi tugas untuk membuat esai mengenai MUN. Setetah itu, terdapat proses seleksi berkas yang dilanjutkan dengan simulasi MUN. Rifki sebagai salah seorang delegasi, menjelaskan bahwa pada awalnya ada sekitar 200 pendaftar yang lolos, kemudian dikerucutkan menjadi 100, Kordents Volume 2 Edisi 14 - 28 Maret 2017 Diterbitkan Oleh Lembaga Pers Mahasiswa Edents

diseleksi lagi hingga menyisakan 50 calon. Dari 50 calon delegasi tersebut masih harus dikerucutkan lagi hingga tersisa 26, diseleksi ke angka 21, hingga yang terakhir tersisa 15 mahasiswa yang menjadi delegasi Undip untuk MUN. Delegasi tersebut kemudian dibagi menjadi 3 cluster. Lima delegasi mengikuti Harvard National Model United Nations (HNMUN), lima delegasi lagi ke Maastricht Belanda, dan yang terakhir menjadi delegasi Undip untuk LIMUN. Rifki memaparkan bahwa persiapan untuk mengikuti LIMUN ini yang paling penting adalah melakukan riset. Rifki menceritakan bahwa di chumber-nya, ada dua permasalahan pokok yang dibicarakan. Pertama adalah bagaimana menciptakan negara independen yang merdeka bagi masyarakat Kurdish yang merupakan kaum minoritas terbesar di dunia. Kedua adalah tentang situasi di Libya, yakni membicarakan situasi terkini di Libya selepas Muhammad Gaddafi turun dari pemerintahannya. LIMUN terdiri dari beberapa rangkaian acara, salah satunya yaitu kongres. Kongres dimulai dari pukul 9 pagi hingga 6 sore waktu setempat. Terkait masalah pembiayaan, Rifki mengaku hal itu bukan menjadi kendala. Ia dan keempat rekannya berhasil mencari sponsor hingga memperoleh angka 140 juta rupiah. Menurutnya, yang menjadi tantangan adalah tahap persiapan,

karena kelima delegasi Undip untuk LIMUN harus berlatih selama hampir satu tahun dan memakan waktu 14 jam dalam seminggu. Bertemu orang-orang yang hebat adalah satu dari banyak hal yang menarik baginya saat mengikuti LIMUN. “Sudah menjadi tradisi dalam LIMUN untuk selalu mengundang notable speakers. Dan tahun ini notable speakers-nya adalah mantan presiden Slovania, kemudian ada aktivis Human Right dan masih banyak lagi. Bertemu dengan orang-orang yang hebat di dunia adalah pengalaman yang luar biasa bagi kami. Dengan notable speakers itu kita membicarakan banyak tentang masalah HAM,” tutur Rifki. Berbicara mengenai tantangan yang dihadapi olehnya dan keempat delegasi lainnya, ia menuturkan jika tantangan yang terbesar bukan dengan universitas-universitas yang ada di Eropa, tetapi justru dengan universitas yang ada di Indonesia. “Jadi kecenderungan kompetisi kita adalah membawa nama baik Undip terhadap delegasi Indonesia dari universitas yang lain, bagaimana Undip bisa terlihat di antara Unpad, Unair, ITB, UI,” ungkapnya. Rifki berharap agar ke depannya lebih banyak mahasiswa FEB yang dapat berkontribusi dan membawa nama Undip tidak hanya dalam kancah nasional, namun juga internasional. “Untuk ke depannya tentu aku berharap lebih banyak lagi delegasi dari FEB yang membawa nama baik FEB ke luar sana bahkan bisa dapat award disana karena memang LIMUN merupakan acara bergensi untuk tingkat mahasiswa. Aku berharap ada penerusku dan Levana, salah satu delegasi Undip untuk LIMUN yang juga merupakan mahasiswi FEB juga,” tutup Rifki. (SDW)

Pemimpin Umum : Adhevyo Reza; Pemimpin Redaksi : Akhmad Sadewa S; Pemimpin Artistik : Henty Eka Palupy; Editor : Fana Mustika Insanu; Reporter : Fendiawan, Alyani, Arsenio, Farah, Wakhidatun, dan Julian; Ilustator : Hesti Hardana Sekretariat : Gedung PKM Lt. 1 FEB Undip, Tembalang Edents Call Center : 024-91181513


Kunjungi !

Kordents Vol. 2 Edisi 14 - 28 Maret 2017

w w w.lpmedents.com

Kepengurusan Baru, BEM FEB Rombak Struktur Organisasi

doc. Edents

tahun ini BEM FEB menambah satu bidang tambahan. “Kalau sekarang, ada Akademik Penalaran, Minat & Bakat, Pengabdian Masyarakat, lalu ada Advokasi Kebijakan Publik (AKP), Humas & Media Informasi, Keorganisasian & Pengembangan Sumber Daya Manusia, dan Ekobis,” pungkas Alfa.

“Kita Harapkan tahun ini BEM FEB memiliki barometer yang jelas, pasti, dan tegas dalam menanggapi sikap dan juga turut aktif dalam pergerakan isu yang ada disekitar.” –Muhammad Yusuf Alfatha, Ketua BEM FEB Undip 2017 Menyambut kepengurusan baru, BEM FEB 2017 melakukan sejumlah perubahan struktur organisasi yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Mulai dari penambahan jumlah departemen, peleburan departemen, hingga kembali tersedianya wadah ‘pergerakan’, menjadi warna dan harapan untuk kepengurusan yang baru. Perubahan yang dilakukan tentunya dengan tujuan agar efisiensi dan optimalisasi kinerja dapat terwujud, sehingga seluruh warga FEB dapat merasakan manfaat dari BEM FEB sebagai lembaga eksekutif.

Perombakan di beberapa Bidang Berbeda dengan kepengurusan tahun sebelumnya, Muhammad Yusuf Alfatha selaku Ketua BEM FEB 2017 melakukan perubahan dengan langkah penambahan jumlah departemen di struktur internal BEM FEB itu sendiri. Jika pada tahun sebelumnya terdapat enam bidang dalam struktur kepengurusan BEM FEB 2016,

Kabar Kampus

Departemen Advokasi dan Kebijakan Publik (AKP) Salah satu bidang yang menjadi sorotan adalah Advokasi dan Kebijakan Publik (AKP). Departemen yang merupakan peleburan dari bidang Kegiatan sosial & politik (sospol) dengan Kesejahteraan Mahasiswa (Kesma) ini menjadi perhatian khusus karena pada kepengurusan sebelumnya tidak terdapat bidang yang menjadi wadah untuk kegiatan sosial politik. Ketiadaan wadah tersebut pada tahun lalu diiringi dengan rumor munculnya Surat Keputusan (SK) yang muncul dari pihak dekanat terkait larangan kegiatan sospol di FEB. Menanggapi rumor tersebut, Alfa pun menegaskan bahwa SK yang dikeluarkan oleh dekanat sifatnya masih berupa rumor. “Dari yang kami terima, kabar yang masih bersifat isu ya belum terbukti ada SK-nya atau tidak, sejauh ini saya sudah melakukan konfirmasi dengan Wakil Dekan I dan dekannya sendiri, Suharnomo,” tambah Alfa. Keberadaan departemen baru ini menimbulkan pertanyaan, yakni perihal alasan Departemen Kesma yang tahun ini dirombak menjadi sebuah divisi yang merupakan bagian dari Departemen AKP. Menanggapi hal ini, Alfa kembali memberikan pernyataan kuat mengenai dasar dari kebijakan yang diambil olehnya dengan mengatakan bahwa BEM FEB ingin Kesma menaruh fokus yang lebih, tetapi di sisi lain juga ingin meningkatkan efektivitas. Ia khawatir apabila membuka satu departemen lagi maka akan membuat koordinasinya menjadi lambat dan sulit. “Jadi, kita masukkan ke advokasi kebijakan publik. Di departemen AKP ini fokusnya adalah melayani masyarakat secara keseluruhan,

Seminar Reformasi Pajak Buka Rangkaian Dies Natalis ke-57 FEB Undip doc. Edents

Bertempat di Hall Gedung C lantai 4 FEB Undip, Senat Mahasiswa FEB Undip gelar Seminar Nasional, pada Rabu (1/3) silam. Seminar yang juga merupakan pembukaan dari serangkaian acara Dies Natalis FEB Undip ke-57 ini mengangkat tema "Reformasi Pajak dalam Perubahan Lanskap Perpajakan Domestik dan Internasional". Seminar yang dimoderatori oleh Zulaikha, salah satu akademisi FEB Undip, ini dimulai dengan penyampaian materi oleh Suryo Utomo selaku Staf Ahli Kepatuhan Pajak Kementrian Keuangan RI. Suryo menekankan perlunya reformasi dalam dunia perpajakan Indonesia yang sejatinya telah dilakukan sejak tahun 1983. Tujuan diadakannya reformasi tersebut antara lain mendorong reformasi pajak menuju sistem perpajakan yang lebih berkeadilan dan mewujudkan suatu lembaga perpajakan yang kuat, kredibel, dan akuntabel Berbicara tentang reformasi, tentunya ada banyak aspek yang memerlukan perubahan maupun perbaikan. Terdapat lima pilar yang harus dilakukan untuk melaksanakan reformasi ini, yaitu organisasi, sumber daya manusia, teknologi informasi dan basis data, proses bisnis, serta peraturan perundang-undangan. “Penguatan lima pilar tersebut utamanya adalah untuk optimaslisasi penerimaan pajak,” tutur Suryo. Pajak merupakan kontribusi wajib yang harus diberikan oleh seseorang kepada negaranya untuk pemerataan kesempatan kerja, keadilan, dan mengurangi kesenjangan. Sebanyak 85% penerimaan negara Indonesia berasal dari pajak dan sumber penerimaan dana tersebut diantaranya berasal dari Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak

LPM Edents FEB Undip

Bumi dan Bangunan (PBB), dan lain-lain. "Tidak hanya mengawasi dari sisi pengumpulan penerimaan pajak, tetapi juga melakukan pengawasan dalam penggunaan pajak itu sendiri", ungkap Suryo. Belanjut ke materi kedua disampaikan oleh Darussalam selaku Managing Partner Danny Darussalam Tax Center (DDTC). DDTC merupakan kantor konsultan pajak berbasis knowledge yang berdiri sejak tahun 2007. Dalam proses pengembangannya, DDTC memberikan fasilitas bagi karyawannya berupa pendidikan. ”Sampai saat ini, bagi karyawan yang berprestasi, itu kita berikan pendidikan S-2 dan bebas tanpa ikatan dinas,” tutur Darussalam. Darussalam memaparkan hal-hal yang mempersulit negara dalam pengumpulan uang pajak di tengah ketatnya persaingan globalisasi. Hal-hal yang mempersulit tersebut diantaranya adanya kebocoran-kebocoran pajak baik dalam konteks domestik maupun internasional. Kebocoran pajak yang dimaksud adalah kompetisi pajak antarnegara terutama dalam hal perang tarif. Kedua, banyak Warga Negara Indonesia yang memilih menyimpan kekayaannya di negara lain yang memberikan fasilitas lebih baik. Fasilitas tersebut antara lain tarif pajak yang rendah dan juga tingkat kerahasiaan tinggi. Terakhir, isu penggerusan basis pajak dan pengalihan laba ke negara-negara yang memberikan fasilitas lebih baik tersebut. "Aktivitas mengalihkan laba ke negara lain rata-rata dapat menggerus 4-10% total PPh yang seharusnya diterima oleh Indonesia.” ujar Darussalam. Acara ini ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Fakultas Ekonomika dan Bisnis dengan Danny Darussalam Tax Center (DDTC). Penandatanganan MoU tersebut dalam rangka peresmian Tax Center di lingkungan Undip. Kerja sama dalam hal pengembangan pendidikan ini dharapkan dapat menguntungkan baik untuk pihak Undip sendiri maupun DDTC. Seminar ini mengundang antusiasme mahasiswa, salah satunya M. Naufal Lazuardi. Mahasiswa Ekonomi Islam ini mengungkapkan bahwa acara ini sangat bermanfaat dan membuat pikiran mahasiswa terbuka khususnya perihal kondisi perpajakan di Indonesia. "Acaranya Alhamdulillah bagus, pematerinya juga bagus, membuat pemikiran kita terbuka tentang kondisi pajak Indonesia dan rencana pemerintah kedepannya untuk meningkatkan penerimaan pajak." tutup Naufal (SDW)

lpmedents.com

kita melayani mahasiswa mulai dari kajiannya, isu-isu strategis, dilanjutkan dengan adanya advokasi dan juga aksi serta adanya kesejahteraan mahasiswa,” ungkapnya. Agar keberadaannya bisa semakin nyata terasa bagi seluruh mahasiswa FEB, Departemen AKP memiliki beberapa program kerja yang disusun dari masing-masing divisi di dalamnya. “Adapun proker (program kerja -red) yang disusun oleh divisi kajian strategis meliputi, kajian komprehensif lingkup ormawa yang akan diselenggarakan pada tanggal 31 Maret. Kemudian ada lagi kajian ngobrol asik dan santai (kang sate). Isinya nanti ini adalah proker dari kastrat (kajian dan aksi strategis -red) yang mengundang elemen mahasiswa baik di dalam maupun di luar kampus,” tutur mahasiswa Manajemen 2014 ini. Ia menambahkan, Divisi Advokasi & Jaringan akan melakukan aksi damai dan aksi kreatif pada saat peringatan hari buruh dan tidak menutup kemungkinan bahwa ke depannya BEM FEB akan mengundang Sospol dari BEM Undip dan BEM seluruh fakultas untuk melakukan diskusi dan menjalin silaturahmi. Alfa juga menungkapkan bahwa dari Divisi Kesma terdapat dua program kerja unggulan, yaitu sharing beasiswa dan job interview.

Departemen AKP sebagai Wadah Kepekaan Isu Perihal pembentukan Departemen AKP yang usianya masih seumur jagung, Alfa menaruh harapan agar Departemen AKP bisa menjadi wadah bagi mahasiswa untuk aktif dan peka terhadap isu yang terjadi di sekitar. “Untuk departemen AKP sendiri merupakan elemen dari tujuan akhir dari BEM FEB 2017 nya sendiri karena dengan adanya AKP ini, kita berharap bahwa di BEM FEB ini memiliki arah angin yang jelas, pasti dan tegas dalam menanggapi sikap dan juga turut aktif dalam pergerakan isu yang ada di sekitar,” terangnya. Ia juga menaruh harapan pada seluruh komponen BEM FEB agar berperan aktif dalam mencapai target yang telah ditentukan. Target utama salah satunya yaitu sukses menyelenggarakan forum mahasiswa ekonomi Indonesia antar-BEM seluruh Indonesia pada Oktober 2017 mendatang. Ia juga berharap agar FEB bisa menjuarai Olimpiade Diponegoro. “Dalam bidang akademik kita juga ingin melakukan peningkatan sehingga nanti efeknya adalah fakultas kita meningkat prestasinya dan juga bisa dicintai oleh seluruh masyarakat FEB,” tutup Alfa. (SDW)

BEM Undip Jadi Koordinator Isu ESDM Nasional (sambungan Halaman 1) Hasil diskusi terbuka yang ada dalam surat terbuka tersebut diantaranya mendesak pemerintah untuk secara tegas menerapkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) terhadap Freeport, serta mendesak pemerintah Indonesia untuk menjamin hak para pekerjanya. Terkait IUPK harus diterapkan adalah karena saat Freeport melaksanakan Kontrak Kerja (KK), mereka tidak memenuhi salah satu persyaratan yaitu belum membangun smelter sesuai dengan ketentuan UU no. 4 tahun 2009 tentang pertambangan. Jadug menekankan bahwa harus ada tindakan tegas dari pemerintah dalam menghadapi persoalan ini.

Ihwal Keputusan untuk Masuk ke Komisi Energi Jadug mengatakan bahwa BEM Undip memilih masuk ke komisi energi karena teman-teman menyadari bahwa energi adalah salah satu faktor penting yang berperan dalam kemajuan suatu negara. Jadug mengutip kutipan dari seorang tokoh dunia, Vladimir Lenin bahwa awal dari segalanya adalah elektrifikasi seluruh negeri. “Kalau kita ingin memajukan negara, membuat Indonesia menjadi negara maju, pendidikannya harus maju. Pendidikan harus maju itu membutuhkan listrik. Kalau kita mau belajar nggak ada lampu bagaimana? Mungkin kita yang tinggal di pulau jawa santai-santai saja karena pasokan listrik tercukupi, tapi bagaimana dengan daerah-daerah lain di luar pulau Jawa?” ujar mahasiswa FISIP ini. Jadug menambahkan, tidak tersedianya infrastruktur energi yang memadai menyebabkan ekonomi tidak bisa berjalan dengan maksimal. Minerba (mineral dan batu bara), Migas (minyak dan gas), kelistrikan dan Energi Baru Terbarukan merupakan bagian dari ESDM yang langsung menyentuh hajat hidup masyarakat banyak. Energi itu penting untuk kemajuan suatu negara, dan tidak terkecuali Indonesia. Jadug menekankan, pentingnya menyalurkan aspirasi dan menyadari bahwa negara ini tidak sedang baik-baik saja. Terakhir, Jadug berharap dengan dipilihnya BEM Undip sebagai koordinator Isu ESDM maka kedepannya dapat berkontribusi untuk memajukan negara melalui berbagai program kerja yang dilakukan. “Harapannya semoga kedepannya BEM Undip bisa turut menumbuhkan kesadaran dan mencerdaskan teman-teman mahasiswa dan mengingatkan bahwa negara kita tidak sedang baik-baik saja. Harus sadar bahwa negara ini membutuhkan dukungan mahasiswa untuk menuju kesejahteraan masyarakatnya.” Tutup Jadug. (SDW)

@tbv2341m

@lpmedents

Kordentsdua  

Telah terbit Koran Edents (Kordents) Volume 2 edisi 14-28 Maret 2017 dengan laporan utama BEM Undip yang diamanahi menjadi koordinator isu E...

Kordentsdua  

Telah terbit Koran Edents (Kordents) Volume 2 edisi 14-28 Maret 2017 dengan laporan utama BEM Undip yang diamanahi menjadi koordinator isu E...

Advertisement