Page 1

#07 Pusat Kekuasaan Ketiga Dr. Armein Z. R. Langi hal. 10

Open Government Indonesia Demokrasi Butuh Partisipasi hal. 13

Gratis!

9

772302 465009

Kamar Mandi

Cheonggyecheon

Melihat Gambaran Besar dari Kamar Kecil

Aliran Arus Terbuka di Jantung Kota

hal. 6

hal. 31


Halaman ini sengaja dikosongkan supaya kamu melihat tulisan ini dan tahu bahwa SoC menyediakan ruang iklan. Talitha Marcia Farid - 0856 9146 3502


YANG MUDA YANG TEPERCAYA JANGAN SEKALIPUN ORANG MERENDAHKAN KITA

KARENA USIA JADILAH TELADAN

BAGI SESAMA

Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

1 2 3

Pertama Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kedua Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Ketiga Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.


Daftar Isi

13 Open Government Indonesia: Demokrasi Butuh Partisipasi Pemerintah kita memberikan janji baru untuk menyelenggarakan pemerintahan yang lebih baik: keterbukaan. Sebelum mereka meminta data dari kita, mintalah data dari mereka.

10 Dr. Armein Langi Masyarakat Cendekia sebagai Pusat Kekuasaan Ketiga Selain pemerintah dan penguasa, kaum cendekia, khususnya mahasiswa, juga punya peluang untuk menjadi penguasa negara.

31 Cheonggyecheon, Jalur Aorta di Kota Seoul Di balik keindahannya sekarang, sungai ini punya masa lalu yang tidak begitu menyenangkan, mirip dengan sungai-sungai di Indonesia saat ini.

22 Mata Air di Babakan Siliwangi Untuk menjaga mutu kawasan bergelar “Hutan Kota Pertama di Dunia� ini, Ganesha Hijau memberikan perawatan kelas-dunia kepada satu-satunya mata air yang tersisa di sana.

36 Sajak dalam Lagu, Masih Adakah? Makin hari, lagu yang memiliki nilai majas makin sulit ditemui; mereka tergantikan dengan musik yang bersajak lugas.

26 Sisi Lain Nasionalisasi 6 Kita dan Kamar Mandi Kalau ingin menilai adab seseorang, lihat kamar mandinya. Kalau ingin menilai peradaban sebuah bangsa, lihat fasilitas sanitasi publiknya.

Perubahan status dari aset partikelir menjadi aset pemerintah punya dampak dan latar belakang lain.

29 Bandung, Masalahnya, dan Hadiah dari Warganya Dengan usia lebih dari dua ratus tahun, metropolis ini masih dihujani beragam masalah.

43 Gondjang Gandjing Cisitu Panggung rakyat yang digelar oleh KM-ITB.

39 Kelola Waktu: Hindari dan Lakukan Saat orang senewen, itu karena mereka punya banyak hal yang dipikirkan dan tidak ada hal yang dilakukan. Berikut adalah kiat dan siasat untuk menghindarinya lewat manajemen waktu. 4

Soul of Campus

38 Tesaurus 12 Terselip


Salam Redaksi

Katebelece Okihita H. Sihaloho | IF’09 Pemimpin Redaksi

Selamat bertemu lagi! Sebuah kehormatan untuk bisa menemani massa kampus sekalian, mulai dari yang ada di kampus ini karena sungguh-sungguh ingin menggali ilmu hingga yang sekadar berusaha bertahan hidup di jurusan masing-masing.

mencari orang yang bisa ditanyai lebih lanjut. Di edisi ini, ada cerita tentang sebuah saluran limbah yang dijantur menjadi lokasi tamasya. Ada juga analisis sejarah dan psikologi tentang kamar mandi, ruangan yang dikunjungi tiap hari, namun tidak pernah benar-benar diamati.

Seorang teman saya bersikukuh mengatakan, “Indonesia belum siap untuk demokrasi! Rakyat negeri ini masih belum sepenuhnya lepas dari budaya feodal, dengan mental terima-jadi ketika menanggapi apapun yang dilakukan pemimpin.� Akhirnya, salah seorang penulis edisi ini yang penasaran ingin mengkaji pemikiran tersebut mampir ke Kompleks Istana Kepresidenan untuk

Untuk kegiatan intrakabinet sendiri, Ganesha Hijau sedang serius menggarap rehabilitasi mata air di Babakan Siliwangi, sebuah kawasan hutan kota yang dikenal dunia, tapi masih jarang dikunjungi orang di sekitarnya. Jangan-jangan, kamu juga belum pernah ke sana? Tabik!

Angkatan III Okihita H. Sihaloho Chieftain, Rectoversifier, Glyph Artisan, Hypertexter Talitha Marcia Farid Foreseer, Socialite Sheyka Nugrahani Daguerreotypist Ali Akbar Septiandri Grammarian Nuel Pratama Sitanggang Wordsmith: Jungler Prianka Adi Iradati Wordsmith: Tower

Majalah Soul of Campus adalah publikasi milik Biro Depkominfo KM-ITB. Jangkau kami di: Sekretariat KM-ITB Gedung CC Barat lt. 2, Kampus Ganesha ITB Jl. Ganesha 10, Bandung 40132 Atau, gunakan internet dan sampaikan pesan kepada okihita@kampusganesha.com

Iotalaseria Putu Wordsmith: Number

Oktober-November 2012

5


Fitur

THE PSYCHOLOGIST

Kita dan Kamar Mandi

Kalau ingin menilai adab seseorang, lihat kamar mandinya. Kalau ingin menilai peradaban sebuah bangsa, lihat fasilitas sanitasi publiknya.

6

Soul of Campus

Kenapa kamar mandi? Karena bangsa yang selalu menyanjung hal-hal besar seperti Indonesia seringkali remeh terhadap hal-hal (yang menurut mereka) kecil, seperti kamar mandi. Padahal lewat kamar mandi, kita tidak hanya bisa menilai kelas sosial seseorang, tapi juga kesehatan, pendidikan, kebudayaan, dan kondisi perekonomiannya.


P

bermuara ke satu tempat saja. Citra kamar mandi stagnan selama bertahun-tahun dan selama itu pulalah kita nyaman menggunakan idiom ‘ke belakang’.

Ketika perlahan-lahan kamar mandi berubah menjadi bagian permanen rumah pun, orang cenderung mempertahankan posisinya, bersama dapur dan sumur, di belakang. Mungkin maksudnya untuk memudahkan pengaturan saluran pembuangan, baik air, tinja, ataupun sampah. Hasilnya? Hingga kini, ketiga saluran ini malah sering bercampur tidak karuan dan

Yang tidak pernah kita sadari (atau sadar, tapi pura-pura tidak?) kebiasaan ‘pribadi’ ini lambat laun muncul menjadi masalah dalam ranah publik, terutama ketika kota-kota muncul dan kita dipaksa untuk menghabiskan lebih dari tiga perempat waktu kita di luar rumah, tujuh hari dalam seminggu. Secara keseluruhan, kamar mandi umum di negeri ini jauh dari memadai, baik dari segi kualitas dan kuantitas. Hal ini tidak hanya kita dapati di daerah tapi juga di kota-kota besar di seluruh Indonesia. Kamar mandi yang kondisinya mengenaskan tidak hanya kita temui di pasar atau terminal, tapi juga di mal dan gedung perkantoran.

ertama-tama, satu pertanyaan harus dilontarkan. Kenapa? Kenapa kamar mandi harus diasosiasikan dengan ‘belakang’? Kenapa letaknya memang selalu terpencil di belakang? Hal ini berhubungan dengan kondisi sanitasi kita di masa lalu. Nenek moyang kita memang tidak punya pilihan lain selain menempatkan kamar mandi di area belakang rumah yang seringkali berdekatan dengan sungai atau sawah.

LATRINALIA.ORG

Corat-Coret di Toilet

Coretan toilet disebut juga latrinalia, secara harafiah berarti “yang tertulis pada latrine”. Para psikolog menjadikan kamar mandi sebagai laboratorium, mempelajari hubungan antara jenis kelamin dengan kecenderungan perbedaan bentuk dan isi dari coret-coretan ini. Alfred Kinsey adalah salah satu peneliti pertama yang memasuki bidang ini; dia menyurvei lebih dari 300 kamar mandi di Eropa pada awal tahun ‘50-an. Dia menemukan lebih banyak coretan bertema erotis di toilet pria dan lebih banyak coretan bertema romantis di toilet wanita.

Penelitian selanjutnya menghasilkan fakta bahwa coretan di toilet pria cenderung bernada makian, berbentuk gambar, dan bukan merupakan respon dari coretan lain yang sudah ada sebelumnya. Saat ini, jumlah coretan toilet mengalami penurunan. Salah satu alasan yang masuk akal adalah karena internet. Buat apa menuliskan hal-hal tabu di toilet yang cuma akan terbaca oleh beberapa orang, kalau kamu bisa menulis komentar yang tidak kalah vulgarnya, secara anonim juga, di forum internet? Oktober-November 2012

7


Fenomena Kamar Mandi Umum

K

alau punya waktu untuk berbincang sejenak dengan beberapa pengelola gedung ibukota, keluhan utama mereka pastilah melibatkan kamar mandi. Pemeliharaannya sulit dan butuh biaya yang tidak sedikit. Memastikan tiap pipa berjalan lancar dan tidak buntu membutuhkan kerja yang rutin dan berkala. Menjaga agar daerah kamar mandi tetap kering dan bersih adalah usaha tak kenal lelah sepanjang hari. Namun yang paling susah adalah mendidik pengguna untuk sadar bahwa kamar mandi umum adalah milik bersama, pun kita sudah membayar. Kamar mandi adalah ruang tertutup dimana orang (biasanya) menggunakannya seorang diri. Yang menarik, perilaku manusia cenderung berubah bergantung dengan besaran ruangan dan jumlah orang di sekitarnya. Ketika berada di suatu ruangan tertutup seorang diri, orang cenderung berprilaku menurut naluri alaminya dan merasa tidak perlu mempertimbangkan aspek-aspek sosial, karena merasa ruangan tersebut menjadi area privatnya. Mungkin itu sebabnya, orang-orang yang tampak bersih dan sopan di ranah publik pun bisa menggunakan kamar mandi umum dengan serampangan. Ada perasaan ‘seenaknya’ yang menguat ketika kita merasa tidak sedang diawasi siapa-siapa. Justru karena sifatnya yang terlalu privat, kamar mandi jadi mudah disepelekan dan diperlakukan semena-mena. Di negara-negara maju, kesadaran tentang hal ini tengah diupayakan dalam berbagai cara. Ada

pendidikan dasar tentang menggunakan toilet yang baik dan benar untuk anak-anak. Ada pula gerakan penggalangan dana untuk memelihara toilet-toilet umum. Sementara itu para desainer mencoba mengubah takdir kamar mandi lewat gubahan ruang dan teknologi.

Ada perasaan ‘seenaknya’ yang menguat ketika kita merasa tidak sedang diawasi siapa-siapa. Akhir tahun lalu, beberapa toilet umum di Eropa dan Amerika diganti menjadi boks kaca satu arah. Pengguna toilet bisa melihat sekitarnya, sementara orang-orang di taman tidak bisa melihat si pengguna. Fungsinya? Sederhana, menanamkan persepsi ‘diawasi’ pada pikiran pengguna. Dengan begitu, pengguna bisa sadar kalau dia tidak sendirian di ruang privat itu. Benar begitu? Kecenderungannya begitu. Tapi anomali selalu terjadi. Di Jepang, tingkat kebersihan kamar mandi umum selalu di atas rata-rata. Bahkan di daerah-daerah kumuh, kamar mandi mereka cukup bersih, meskipun toiletnya usang dan letaknya terpencil. Kenapa? Rupanya ini berkaitan dengan kepribadian nasional. Orang Jepang, rata-rata sangat tertutup. Begitu tertutup hingga di kamar mandi pun, mereka sedapat mungkin berusaha meninggalkan kamar mandi persis seperti mereka datang, sehingga orang lain tidak dapat menebak apa yang mereka lakukan sebelumnya.

Sebuah pameran seni, menampilkan toilet berbentuk kubus berdinding kaca satuarah yang terletak di London's Tate Britain Museum. Orang di dalam dapat melihat pejalan kaki, sementara orang dari luar tidak dapat melihat orang di dalam. MSNBC

8

Soul of Campus


Menikmati Kamar Mandi Kita Vertebrae, “kamar mandi� yang punya berbagai modul untuk memfasilitasi berbagai kegiatan kamar mandi. Tempat sempit sekarang bukan alasan untuk tidak mandi. DESIGN ODYSSEY

D

alam desain hunian modern, idiom ‘belakang’ pada kamar mandi nampaknya patut dihapus, bersamaan dengan konotasi lain tentang kamar mandi. Kamar mandi modern kita hari ini adalah ruangan kecil yang kompak dan efisien, nyaris tanpa corak kotak-kotak di dinding dan lantai (Ya, nat kamar mandi sudah terbukti menyimpan kotoran lebih banyak di banding bagian kamar mandi lainnya). Kotak pancuran yang menghemat pengeluaran air hingga 80% dan dilengkapi dengan empat tipe pancuran yang dapat disesuaikan dengan mood-mu. Letaknya? Di lantai atas rumahmu, penuh kaca di satu sisinya sehingga cahaya matahari bisa membawa angin segar, suasana riang, dan mencegah kelembaban berlebihan. Tentu saja segala fasilitas mutakhir akan sia-sia tanpa perlakuan sepantasnya dari si pengguna. Dan perilaku yang pantas di kamar mandi selalu dimulai dari kesadaran tentang sanitasi. Kesadaran tentang sanitasi adalah kesadaran yang bisa dan harus dibentuk. Benar bahwa pengetahuan, kebiasaan, kebudayaan, tata krama, dan peraturan yang ketat dapat memperbaiki kualitas sanitasi kita, tapi lebih jauh lagi, masalah sanitasi punya hulu yang lebih dalam lagi: kesadaran diri.

Saya yakin lewat pengetahuan, kita semua tahu apa yang baik dan buruk bagi diri kita. Saya yakin lewat empati, dan sedikit bekal pelajaran kewarganegaraan, kita tahu apa yang baik dan buruk bagi orang lain. Tapi tanpa kesadaran, tiap pengetahuan hanya jadi ingatan, dan tiap empati hanya jadi ketidakpedulian. Masyarakat harus sadar akan kemanusiaannya sendiri. Bahwa tiap orang ada, secara nyata di dunia ini, dan tidak peduli sekecil dan selemah apapun mereka, membuat perubahan di dunia ini. Bahwa manusia bukan penghuni bumi satusatunya. Sepanjang hidup ia berbagi, tidak hanya kepada sesama manusia tapi juga dengan segala isi bumi. Bahwa sepanjang tindak tanduk kita, selalu ada orang lain yang harus dipikirkan. Selalu ada hal lain yang harus dipertimbangkan. Selalu ada masa depan yang harus diwujudkan. Bahkan di tempat sesederhana kamar mandi. Kesadaran akan kemanusiaan kita sendiri lah yang menuntun perilaku kita, dimanapun, dengan atau tanpa pengawasan yang lain. Kesadaran akan kemanusiaan juga lah yang menentukan seberapa manusia kita dan manusia seperti apa kita. Dan bukankah tiap kesadaran diri adalah awal dari peradaban suatu bangsa? Talitha Marcia Farid Oktober-November 2012

9


Dua Sen

Kaum Cendekia sebagai Pusat Kekuasaan Ketiga Wawancara Soul of Campus dengan Armein Z. R. Langi, dosen STEI ITB

Selain pemerintah sebagai pusat kekuasan pertama dan pengusaha sebagai pusat kekuasaan kedua, ada sebuah pusat kekuasaan lagi yang tidak kasat mata, namun punya pengaruh yang besar bagi rakyat sebuah negara. Apa dasar Bapak dalam membuat makalah ini? Salah satunya adalah akumulasi pengalaman saya. Saya juga khawatir dengan masa depan Indonesia. Kalau pusat-kekuasaan-ketiga ini tidak maju, akan muncul kaum elite yang menguasai Indonesia. Demokrasi tidak akan jalan. Rakyat hanya akan dibutuhkan untuk kartu-suara dan uang-pajaknya saja. Dengan sistem tiga kekuasaan ini, Indonesia ideal seperti apa yang Bapak impikan? Saya mendambakan tidak ada warga Indonesia yang tertinggal dalam excitement, kegairahan dalam kehidupan di republik ini. Kalaupun ekonomi maju, kemajuan itu harus dilakukan oleh seluruh kalangan masyarakat. Tiap orang, selain mendapatkan retribusi, juga harus memberikan kontribusi. Itu yang saya maksud dengan kekuatan ketiga. Wah, itu cocok sekali dengan isi kuliah Kewargaan Negara saya kemarin: Pancasila sebagai Ideologi Negara. Ya, bahkan esensi itu sudah dipikirkan oleh para bapak pendiri negara kita. Beliau-beliau ingin 10

Soul of Campus

“kehidupan bangsa yang cerdas”, bukan “kekuatan pemerintah” maupun “kemajuan pengusaha”. Intinya, jangan sampai Indonesia yang cantik ini dimiliki oleh segelintir orang. Dan segelintir orang itu adalah? Pucuk dari piramida penguasa dan pengusaha. Dalam sistem penguasa dan pengusaha, hanya sedikit yang bisa menjadi menteri atau direktur perusahaan. Sedangkan, kubu yang ketiga ini—kaum cendekia—berbentuk silinder. Tiap orang bisa unggul dalam bidang yang dia pilih. Dalam makalah, Bapak menyebutkan bahwa bentuk kekayaan abad ini adalah sistem produk-layanan-nilai. Apa maksudnya, Pak? Sebuah barang yang sama punya tiga cara pandang: product, service, dan value. Misalnya, ponsel. Ponsel punya massa; dia bisa dilihat oleh mata. Ponsel punya layanan; dia bisa digunakan untuk menelepon. Ponsel juga punya nilai, harga jual, rupiah; kalau ada yang mencuri ponsel, dia bukan menginginkan product maupun service dari ponsel itu, melainkan valuenya, untuk akhirnya dijual kembali.


Dan kesadaran tentang konsep kemakmuran ini harus dimiliki oleh masyarakat kita? Benar. Pusat-kekuasaan-ketiga inilah yang harus mencerdaskan masyarakat kita terkait sistem kemakmuran ini. Orang-orang dari dunia pendidikanlah yang harus menaikkan nilai ini. LSM seperti karang teruna dan komunitas pendukung ODHA tergolong yang mana, Pak? Yang ketiga. Mereka berbasis pengetahuan dan keilmuan. Namun, tetap saja, mahasiswa punya potensi yang lebih besar ketimbang LSM. Kekuatan pertama, pemerintahan, memiliki legal power yang didukung oleh senjata; kalau kamu melanggar hukum, kamu akan berhadapan dengan peluru. Kekuatan kedua didukung oleh finansial; semua hal yang bisa dibeli ada dalam jangkauannya, termasuk politik dan media. Kekuatan ketiga, yaitu kita, memiliki pengetahuan dan keluhuran nilai. Mahasiswa memiliki kekuatan ketiga ini; kita berkuasa karena kita lebih tahu dari orang lain. Bisakah pusat kekuasaan ketiga ini menang dari kekuasaan pertama dan kedua? Tentu. Misalnya, dulu, kekuasaan-pertama itu baru berhasil kalau kekuatan senjatanya kuat. Kekuasaan-ketiga bisa saja membuat sebuah senjata pamungkas berupa bom nuklir supaya bisa mengalahkan pemerintah. Contoh lain, manipulasi nilai uang; sekelompok orang yang mengerti sistem ekonomi bisa saja melakukan rekayasa ekonomi negara, sehingga kekuasaankedua, yaitu pengusaha, bangkrut. Orang seperti Yusril, dengan kekayaan ilmunya sebagai profesor hukum tata negara, tidak akan pernah bisa ditangkap oleh pemerintah. Dikejar-kejar pun, dia akan selalu bisa lolos karena ilmunya. Jadi, kekuasan-ketiga ini harus lebih berkuasa ketimbang dua pusat kekuasaan lainnya? Tidak. Walaupun kekuasaan-ketiga ini harusnya memimpin arah gerak ketiganya, ketiganya harus seimbang. Saya tidak ingin piramida pertama dan kedua ambruk. Mereka punya peran yang besar untuk negara. Tanpa hukum, perlindungan hak masyarakat akan porak poranda. Tanpa ekonomi, kelaparan akan merajalela; ketersediaan sumber daya dan kebutuhan manusia akan tidak merata. Namun, pilar ketiga inilah yang membuat kehidupan rakyat menjadi lebih manusiawi. Apa itu artinya negara tanpa kekuasaan-ketiga akan menjadi lebih... tidak manusiawi?

Lihat Korea Utara. Rakyat di sana bisa makan tiap hari. Tidak pernah ada pencurian di rumahrumah. Akan tetapi, tidak ada orang yang ingin imigrasi ke Korut. Tidak ada orang yang tenggelam di perairan Korea Utara karena ingin menjadi imigran gelap. Itu artinya, negara gagal. Indonesia juga termasuk negara gagal karena tidak ada orang dari negara lain yang mau masuk ke sini. Bayangkan, pernah ada kasus pengungsi dari Iran yang kabur lewat Indonesia untuk menuju Australia. Di kasus ini, ada tiga negara yang bego. Pertama, Iran; negara macam apa Iran itu, sehingga ada yang ingin kabur ke Australia? Kedua, Indonesia; negara macam apa Indonesia ini, sehingga imigran yang sudah kabur pun tidak mau tinggal di sini, malah menyewa perahu untuk bisa pergi? Ketiga, Australia; kenapa mereka mengunci perbatasan mereka sehingga orang luar tidak bisa masuk? Apa yang membuat negara-negara itu jadi gagal, Pak? Negara-negara gagal ini adalah negara yang gagal membangun kekuatan ketiga, sehingga masyarakat tidak merasa menjadi bagian dari negara itu. Negara yang sukses adalah negara yang rakyatnya tidak mau keluar dari negara itu, karena dia merasa: “Saya punya bagian di negara ini. Saya mewarisi negara ini.� Apakah peran kami sebagai kaum-cendekia hanya bisa dilakukan sesudah kami lulus atau bisa dimulai dari sekarang? Harus mulai dari sekarang. Masyarakat kampus harus menjadi model dari masyarakat-ketiga itu. Bentuk nyatanya adalah membangun kemandirian kampus. Pikirkan ini: bagaimana cara supaya dosen-dosen dan mahasiswa di ITB bisa membuat ITB tidak bergantung pada penguasa dan pengusaha? Kita harus bisa! Kita memegang ilmunya. Ada pesan untuk mahasiswa ITB, Pak? Saya percaya tiap mahasiswa ITB sudah dibekali dengan talenta berupa pengetahuan mentah. Uniknya pemegang kekuasaan-ketiga adalah: mereka tidak menonjol. Dalam bahasa saya, mereka adalah garam dan terang dunia; orangorang cuma tahu ada rasa asin, tapi tidak tahu dari mana asalnya. Pemegang-kekuasaan ketiga ini berkontribusi tanpa pencitraan. Jadi, lakukanlah tugasmu sebagai penguasa dengan sebaik-baiknya dan tanpa pamrih. Oktober-November 2012

11


Terselip

Mengenal Karakter Lewat Buku Dengan perkembangan ilmu psikologi saat ini, kita bisa tahu kepribadian orang berdasar macam-macam perilakunya—mulai dari cara makan, cara tidur, hingga cara buang angin. Melalui artikel ini, kita akan menganalisis 40 sifat manusia berdasar caranya memperlakukan buku. Orang bodoh Orang haus-wawasan Orang Facebooker Orang misterius Orang introvert Orang malas Orang percaya mitos Orang modus Orang ramah Orang utan

orang yang tidak tahu bagaimana cara membaca buku orang yang menyediakan rak majalah di samping kloset kamar mandi orang yang menutupi muka dengan buku saat tidur maupun kuliah orang yang, kalau sedang baca buku, tidak diketahui oleh seorang pun orang yang kalau baca buku selalu sembunyi orang yang membaca satu halaman berulang kali karena malas membalik orang yang menyeduh abu buku pelajaran untuk minumannya orang yang memukulkan buku tanpa alasan ke teman yang ditaksirnya orang yang acap kali menyapa orang lain yang sedang membaca buku orang yang dengan polosnya menggigit buku dengan gambar-sampul buah

Orang-orangan sawah Orang pelit Orang jujur Orang atletis Orang punk Orang cermat Orang penghipnosis Orang penyayang Orang malang Orang pemalu

orang yang diam saja walaupun ada buku di depannya orang yang rela berdiri berjam-jam dan cuek dipelototin satpam toko buku orang yang mengaku pada orang di sebelahnya dia sedang baca buku apa orang yang menenteng 4 buku tebal ke kampus untuk melatih bisepnya orang yang menghias buku dengan stiker tato tribal dan pushpin orang yang mencari kesalahan tanda-baca dan tata-bahasa pada buku orang yang membalik halaman buku dengan tatapan mata orang yang selalu membawa buku dengan cara memeluknya orang yang tidak punya buku orang yang mukanya memerah tiap kali membaca buku

Orang sakit Orang buta Orang bingung Orang beruntung Orang pedalaman Orang kurang-lucu Orang apatis Orang penunda Orang idealis Orang praktis

orang yang baca buku 3x sehari, dengan resep dokter orang yang menikmati meraba-raba dan mengelus-elus buku orang yang memutar buku di atas jari, lalu lupa kenapa dia melakukannya orang yang sekali buka buku langsung ketemu halaman yang diinginkan orang yang merebus buku menjadi bubur dan memakannya sesuku orang yang tanya, "Buku apa yang sering disebut oleh ayam? Bukuruyuuk.� orang yang tidak peduli bahwa dia sedang menduduki buku orang lain orang yang tiap awal minggu bilang, “Minggu depan saja baca bukunya.� orang yang tidak mau baca buku yang bukan dikarang orang terkenal orang yang mengerti isi buku hanya dengan baca resensi

Orang pelupa Orang kolektor Orang pemulung Orang hemat Orang artistik Orang penakut Orang suka-astrologi Orang caper Orang optimis Mahasiswa

orang yang beli banyak pembatas buku, tapi lupa menggunakannya orang yang mengeluarkan 50 ribu untuk membeli buku seharga 25 ribu orang yang tidak teltawa maupun beleksplesi saat membaca buku humol orang yang membeli majalah edisi bundel yang terbit 3 tahun lalu orang yang menumpuk buku: yang kecil di bawah, makin atas makin besar orang yang baca novel horor sambil memejamkan mata dan gemetaran orang yang mengoleksi buku primbon Jawa sampai primbon Yunani orang yang memasukkan buku yang belum pernah dibaca ke Goodreads orang yang yakin bisa jadi chef hanya dengan membaca buku resep orang yang merasa sudah aman saat punya e-book materi kuliah

12

Soul of Campus


Cerita Sampul

Bahkan logo Open Government Indonesia ini pun dibuat oleh relawan yang bersedia meluangkan waktu dan pikirannya untuk mendukung pemerintahan. Dengan metafora balon-kata, lambang ini bermakna bahwa kini masyarakat dapat bebas memberi masukan mereka pada pemerintah. Simak sepak terjang gerakan Open Government dalam mendukung pemerintahan yang lejas.


Cerita Sampul

Keterbukaan Adalah Awal Pemulihan Pembukaan data kepada publik akan mendorong pertumbuhan pemerintahan. Kelejasan akan memberi solusi bagi ketidakberesan layanan publik, serta memungkinkan warga dan media untuk berkontribusi dalam membantu pemerintahnya.

S

eptember 2011, Indonesia menjadi salah satu dari delapan negara yang mendirikan Open Goverment Partnership, sebuah organisasi kemitraan internasional yang bertujuan menggalakan kelejasan dan keterbukaan pemerintahan. Tahun ini, Indonesia memegang jabatan sebagai ketua gerakan global yang sekarang beranggotakan sepertiga populasi dunia ini. Ketua tahun lalu, Amerika Serikat dan Brazil, telah menyetir gerakan ini dengan sukses, memberi momentum dan ilham bagi perkembangan selanjutnya. Sekarang, sebagai ketua bersama dengan Inggris, Indonesia akan berjuang menumpu negara-negara anggota OGP. 46 negara telah membuat 300 komitmen keterbukaan untuk dilaksanakan; sisanya masih mengembangkan rencana.

menjadi langkah awal nyata yang diambil Open Government Indonesia dalam mempercepat keterbukaan informasi di negeri ini. Jika Open Government Indonesia ini adalah gerakan yang akan memengaruhi pemerintahan secara luas, kenapa hingga saat ini dengungnya belum sampai ke telinga kita? “Baru di 2013 kami akan menggencarkan publikasi kepada masyarakat luas,� ungkap Penanggung Jawab Open Government Indonesia kepada Soul of Campus saat ditemui di kantor Unit Kerja Presiden, awal Oktober lalu, “Saat ini OGI sedang fokus merancang apa saja yang akan kami lakukan selama beberapa tahun ke depan.�

Sebagai ketua, Indonesia sendiri akan menjadi teladan bagi negara lain. Setidaknya dua situs, SatuLayanan.net dan SatuPemerintah.net, telah

Revolusi kelejasan data memberi dampak yang nyata dan terukur dalam layanan publik di Indonesia. Sebagai contoh, saat ini Polda Metro Jaya memberikan layanan publik yang memungkinkan penduduk untuk melaporkan kejadian secara langsung melalui nomor 1717. LIPI, yang awalnya tidak memiliki data peneliti

Fasa Terobosan

Fasa Pemutakhiran

Tahap 1 Inisiasi Open Government

Tahap 2 Inovasi dan terobosan

Tahap 3 Perluasan dan pendaftaran keikutsertaan publik

Tahap 4 Penguatan fondasi menuju fase 2

2011

2012

2013

2014

Tahun Pembelajaran

Tahun Pelibatan

Tahun Penargetan

Tahun Pemantapan

Dimulai dengan program yang ada untuk menggulirkan bola dan memelajari strategi OG yang tepat.

Mulai mendorong terlibatnya institusi secara luas dalam OG dan memacu upaya-upaya kreatif.

Mulai menargetkan berbagai indikator inter/nasional melalui inisiatif OG.

Perumusan strategi komunikasi dan aksi OG yang tepat untuk memindahkan tongkat estafet ke fase berikutnya.

14

Soul of Campus

s.d. 2019


Wanita-wanita Kairo menggunakan sebuah situs bernama Harass Map, yang dibuat dengan platform sumberterbuka Ushahidi, untuk melaporkan pelecehan seksual yang mereka temui. Laporan bisa diberikan dalam bentuk SMS, surel, atau tweet, yang kemudian akan diintegrasikan ke dalam sebuah kompendium yang terus berkembang dan dapat dilihat oleh masyarakat umum.

Indonesia, kini membuka akses bagi seluruh peneliti Indonesia untuk memperbarui data mereka masing-masing dan melihat data diri serta makalah dan publikasi dari peneliti lain. Kelejasan data pemerintahan tidak hanya melulu soal ekonomi dan pengeluaran pejabat. Kita bisa mengakses data apa pun yang kita butuhkan, jika nantinya pemerintahan terbuka ini sudah terlaksana dengan sempurna. Data adalah bahan baku yang paling penting di abad ini, sebuah sumber daya untuk generasi baru. Bahkan, di negara-negara yang belum bergabung dengan Open Government Partnership-pun, muncul berbagai revolusi teknologi untuk mendukung penyebaran data yang menyangkut asas hidup orang banyak. Di Mesir, pelecehan seksual dapat dipetakan dan dijadikan pedoman agar wanita lebih hati-hati

saat berada di daerah rawan. Di India, yang jajaran kepolisiannya sekorup Indonesia, ada sebuah situs yang mendokumentasikan kisahkisah orang-orang dalam menanggapi “rayuan damai� dari pejabat pemerintahan maupun perusahaan. Gerakan kelejasan pemerintahan telah membuka Kotak Pandora. Gerakan global ini mengubah dunia menjadi lebih baik. Sekali gerakan ini dimulai, tidak ada jalan kembali. Tetapi, kalaupun kita bisa menghentikan gerakan ini... kenapa kita harus melakukannya? Bagaimanapun, gerakan keterbukaan pemerintahan ini akan menjadi percuma jika warga negara tidak acuh terhadap keberadaan gerakan ini. Jadi, sebagai mahasiswa yang berulang kali berteriak menggadangkan demokrasi, ayo kita ikut peduli.

Di India, tempat korupsi merajalela, gerakan keterbukaan yang diembelembeli dengan nama pemerintah akan mendapat respon skeptis. Hal ini tidak lantas menyurutkan semangat sekelompok pejuang keterbukaan untuk menggunakan alat modern dalam mengatasi masalah lama. Situs ipaidabribe.com mengumpulkan laporan dari seantero negeri terkait intimidasi dari pejabat pemerintahan dalam pemungutan biaya liar.

Oktober-November 2012

15


Cerita Sampul

Berawal Janji, Berujung Aksi Komitmen Indonesia untuk menjadi negara model yang menggelorakan keterbukaan pemerintah bukan hanya sekadar pepesan kosong. OGI menyelenggaraan Kompetisi OG, sebuah lomba yang diikuti oleh puluhan kementerian dan lembaga di Indonesia, mendorong mereka untuk mengembangkan layanan publik agar memiliki semangat pemerintahan-terbuka.

O

pen Government Indonesia berusaha memenuhi misinya di tahun 2012 dengan mulai memperkenalkan gerakan mereka kepada kemeterian dan lembaga layanan publik. Bertepatan dengan peluncuran program OGI, sebuah lomba yang ditujukan kepada kementerian dan lembaga publik diluncurkan. Lomba ini diselenggarakan oleh UKP4 (Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan). Kepala UKP4, Kuntoro Mangkusubroto, menekankan betapa pentingnya acara ini dalam usaha meningkatkan mutu transparansi, partisipasi, dan inovasi sebagai tiga pilar utama dari sebuah pemerintahan-terbuka.

REUTERS/Jason Reed

Lomba ini menarik 62 unit layanan publik dari 34 kementerian dan lembaga yang mendaftar secara sukarela. Penilaian dalam lembaga ini dilakukan oleh para orang tercakap di bidangnya, yaitu Danang Girindrawardana (Ketua Ombudsman), Erry Riyana (Ketua Tim Independen Reformasi Birokrasi), Yoris Sebastian (Pendiri Oh My Goodness Agency), Kemal Gani (Pemimpin Redaksi Majalah SWA), dan Ermina Yuliarti (Managing Director Marketing Research Indonesia).

Kita harus memusatkan diri pada masarakat dan menerima bahwa aliran informasi yang lebih besar dan cepat menjadikan transparansi tidak lagi menjadi suatu pilihan, tapi keharusan. Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato pada Asia Pacific SEO Summit, November 2011 16

Soul of Campus

Ke-62 satuan layanan publik tersebut dinilai secara profesional dan setengah-tersembunyi oleh para dewan juri untuk kemudian dikerucutkan menjadi 20 peserta teratas. Setelah 20 peserta terpilih, masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam memilih layanan favoritnya melalui situs lomba ini: http://KompetisiOG.com. Pada 18 Juli 2012 lalu, kompetisi ini, melalui akun Twitter @OpenGovIndo, juga memberitakan secara langsung presentasi 20 peserta teratas di perlombaan ini, dengan tagar #KompetisiOG. Orang-orang yang mengikuti siaran langsung ini merespon dengan positif semangat satuan layanan publik Indonesia dalam menyajikan kemajuan lembaga mereka. Dari sini, kita bisa tahu bahwa masyarakat kita optimis pemerintahan Indonesia bisa bergerak ke arah yang lebih baik.


Cerita Sampul

10 Satuan Layanan Publik Paling Progresif Versi Penilaian Dewan Juri dalam Kompetisi OG 2012 Pihak pemerintahan tidak kalah bersemangatnya dalam mendukung pemerintahan yang terbuka. Masing-masing satuan melaporkan kemajuan pesat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Berikut 10-teratas kemajuan layanan publik versi kompetisi OG: #10 Kantor Pertanahan Jabar #9 Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi #8 Polda Metro Jaya

Waktu pelayanan yang sebelumnya mencapai 2 minggu, kini dipangkas menjadi hanya 5 hari kerja. Selain telah memulai layanan-satu-hari, satuan ini bekerja sama dengan Bank Mandiri untuk mempermudah pembayaran. Tender menjadi jauh lebih transparan, proyek-proyek yang ditenderkan beserta nilainya sudah bisa dijejak secara daring (dalam jaringan), pengendalian proyek pascatender pun telah bisa diakses oleh publik. Dulu, masyarakat yang menggunakan layanan ini selalu mengeluhkan calo, tidak transparannya materi, dan tidak jelasnya nilai. Kini, calo dikikis habis, materi bisa dilihat daring, dan nilai muncul di monitor secara langsung.

#7 Penilaian Keamanan Pangan

Sebelumnya, hanya 400 berkas yang terdaftarkan tiap bulan, dengan tingkat penyelesaian tepat waktu 84%; kini, telah lebih dari 2600 pendaftaran dilakukan, dengan tingkat penyelesaian tepat waktu 99%.

#6 Notifikasi Kosmetika

Layanan ini, yang sebelumnya sama sekali tidak memiliki media sosialisasi, saat ini telah memiliki 5 jenis media sosialisasi. Jumlah produk yang berhasil diverifikasi meningkat dari 50 menjadi 120 produk per hari.

#5 Polda Metro Jaya

Unit layanan ini tidak hanya meningkatkan, tapi juga melipatgandakan frekuensi dan intensitas informasi yang disampaikan, baik itu melalui SMS, twitter, radio, dan TV.

#4 Perizinan Frekuensi Radio

Dulu, penghitungan tarif penyediaan frekuensi dilakukan secara tertutup. Kini telah disediakan fasilitas simulasi penghitungan tarif, sehingga pelanggan bisa memperhitungkan sendiri perkiraan tarif secara daring.

#3 Bidik Misi

Pengunjung situs layanan ini naik 350% dibanding tahun lalu. Persentase pendaftar beasiswa juga meningkat sebanyak 76%. Beasiswa yang diberikan meningkat dari 20,000 tahun lalu menjadi 50,000 tahun ini.

#2 Sistem Penerbitan Paspor

#1 Inatrade

Layanan ini membuat terobosan dengan sistem pendaftaran daring. Setelah proses pendaftaran selesai, paspor bisa langsung dikirim ke rumah pendaftar secara gratis, sehingga konsumen hanya perlu datang satu kali. Selama Kompetisi OG berlangsung, 65 jenis perizinan berhasil dibuat online dari sebelumnya hanya 25 jenis perizinan. Waktu pembuatan izin juga dipangkas dari sebelumnya 5 hari kerja menjadi hanya 2 hari saja. Oktober-November 2012

17


Cerita Sampul

Penggiatgunaan Teknologi

W

eb 2.0, yang disebut juga dengan perpetual beta karena sifatnya yang selalu berkembang tanpa akhir, adalah versi baru dari penerapan teknologi internet. Web 2.0 tidak merujuk pada perubahan spesifikasi internet, tetapi lebih memandang perubahan cara masyarakat—termasuk pembuat situs—dalam menggunakan jaringan ini. Sebuah situs Web 2.0 memungkinkan pengunjung untuk saling berinteraksi melalui

media sosial, berbeda dengan situs tradisional yang memberikan informasi satu arah yang membuat pengunjung tidak bisa memberi tanggapan. Contoh Web 2.0 adalah jejaring sosial, blog, wiki, dan situs berbagi video. Pada situs tradisional seluruh isi disediakan oleh pemilik situs atau perusahaan, sementara pada situs modern pengguna dapat ikut serta dalam pembuatan isi situs; hal itu disebut dengan crowdsourcing.

Demokrasi di Sini, Demokrasi di Sana

Kolaborasi crowdsourcing telah merubah pandangan industri game terhadap keikutsertaan gamer dalam pembuatan game. Counter-Strike adalah contoh utamanya. Ada sebuah komunitas yang membuat modifikasi terhadap game Half-Life dan menamai versi modifikasi itu dengan Counter-Strike; malah, CS jadi lebih terkenal ketimbang Half-Life. Populernya versi modifikasi ini membuat Valve, produsen Half-Life, menawarkan kontrak kepada komunitas tersebut dan menjadikan Counter-Strike sebagai bagian dari waralaba Half-Life pada tahun 1999. Hingga sekarang, 10 juta produk berlabel CounterStrike telah terjual dan memperpanjang siklus hidup Half-Life.

Kesuksesan ini menarik banyak produsen game untuk berusaha lebih dalam membuat toolkit modifikasi game. Produsen bahkan menyebarluaskan kode sumber game kepada khalayak umum, memungkinkan siapa pun untuk memodifikasi game kesayangan mereka hingga ke tingkat baris-baris dalam kode. Blizzard melakukan hal yang sama pada Warcraft III, dengan memberikan sebuah map editor agar gamer dapat memodifikasi seluruh aspek permainan. Dari map editor inilah, pada tahun 2003, DotA lahir sebagai versi alternatif permainan Warcraft. Dengan cara ini, gamer mulai membuat versi modifikasi mereka sendiri, dan membuat Blizzard tetap mendapatkan pemasukan.


Peluncuran lunak SatuLayanan.net pada di Binus Senayan yang dihadiri perwakilan Kemdikbud, Bapak Robi Baskoro; perwakilan dari PT. KAI, Bapak Agus Komarudin; serta undangan dari berbagai kampus. Di pojok kanan atas, salah satu pemrogram situs SatuLayanan.net sedang berusaha nge-tweet. DOKUMENTASI OGI

9GAG, sebuah situs yang tidak-produktif, menghabiskan waktu, dan tidak mendidik—namun saya kunjungi tiap hari—adalah salah satu situs yang menerapkan crowdsourcing. Seluruh isi situs ini merupakan kiriman dari penggunanya, yang kemudian akan dinilai oleh penggunanya juga untuk menentukan isi mana yang layak ditampilkan di halaman utama.

*

Khalayak umum dapat mendapatkan dan memberikan berita di sebuah wiki, situs yang dibuat dan disunting oleh penggunanya. Wikipedia adalah salah satu contohnya. Diksi wiki berasal dari bahasa Hawaii yang berarti “cepat”.

Open Government Indonesia juga berprakarsa untuk membuat situs serupa. SatuLayanan.net adalah produk OGI, sebuah situs portal yang memungkinkan berbagai satuan layanan publik memasukkan informasi terkait layanan mereka.

Masyarakat sekarang tidak akan lagi bingung mencari informasi yang terbaru dan akurat. Situs ini akan berupa wiki*. Nantinya, bukan OGI yang akan mengisi informasi di situs ini, melainkan lembaga dan kementerian. Isi dari situs ini akan berfokus pada layanan publik yang belum diketahui secara luas oleh masyarakat. Misalnya... Apakah kamu tahu bahwa pemesanan tiket kereta api bisa dilakukan secara rombongan? Kalau ingin ke luar negeri untuk ikut lomba, apa saja yang harus diurus selain paspor dan visa? “Isi dalam situs ini akan dapat lebih dipercaya ketimbang hasil yang ditampilkan oleh mesin pencari, karena isi dalam situs ini dibuat langsung oleh penyedia layanan publik itu sendiri,” ujar Pak Prayoga Wiradisuria dalam peluncuran situs SatuLayanan.net pada 30 Agustus 2012 lalu. Situs serupa, SatuPemerintah.net, juga akan digunakan sebagai portal informasi anggaran dan kinerja pemerintah. Masyarakat akan dapat dengan mudah melihat dan menilai kinerja pihak pemerintahan, baik pusat maupun daerah.

SatuLayanan.net , situs yang memastikan kamu tidak akan salah informasi tentang layanan publik di Indonesia. Nantinya, situs ini bahkan dapat diisi oleh masyarakat. SUITMEDIA

Oktober-November 2012

19


Cerita Sampul

Demokrasi Butuh Partisipasi

S

ecara etimologis, “demos” berarti rakyat dan “kratos” berarti kekuasaan. Istilah demokrasi singkatnya berarti “rakyat berkuasa”. Pada abad ke-6 di Yunani, "demokrasi" menjadi kata yang digunakan untuk menggambarkan keadaan Athena. Saat itu, Athena menjadi kota di Eropa yang paling memungkinkan rakyatnya untuk memengaruhi pengambilan keputusan dalam pemerintahan. Warga kota tidak mengangkat wakil, melainkan memberikan suara untuk legislasi dan pengambilan kebijakan secara langsung, tanpa memandang status sosial-ekonomi. Gagasan demokrasi Yunani kuno lenyap ketika Romawi dikalahkan oleh Eropa Barat dan Benua Eropa memasuki Abad Pertengahan (600-1400). Pada 1215, demokrasi bangkit lagi, ditandai oleh lahirnya Magna Charta. Dari piagam tersebut, ada dua prinsip dasar: pertama, kekuasaan raja harus dibatasi; kedua, hak asasi manusia lebih penting daripada kedaulatan dan keputusan raja. Dalam International Encyclopedia of the Social Sciences, Herbert McClosky (1968, 252) mengatakan bahwa partisipasi politik adalah “those voluntary activities by which members of a society share in the selection of rulers and, directly or indirectly, in the formation of public policy”. Jelas, demokrasi tidak sekadar memilih pemimpin, tetapi juga mengawasi, memberi masukan, membantu, dan menilai penyelenggaraan pemerintahan.

Di Indonesia, partisipasi politik terjamin dan tercantum dalam UUD 1945 pasal 28 — “kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang”. Undang-undang tersebut kemudian diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 mengenai jaminan hak-hak sipil dan politik. Tertulis, hak yang harus dilindungi oleh negara antara lain mencakup hak berpendapat, hak berserikat, hak memilih dan dipilih, hak sama dihadapan hukum dan pemerintahan, dan hak mendapatkan keadilan.

Di grup kajian kampus, banyak yang mendiskusikan, sambil setengah tidak percaya, bagaimana internet bisa membuka gerbang Indonesia menuju demokrasi yang seutuhnya. Pelaksanaan demokrasi indonesia saat ini sedang berjalan menuju demokrasi yang dewasa; peran rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi tampak terlihat jelas. Partisipasi masyarakat dalam politik menunjukkan bahawa demokrasi semakin tampak di indonesia. Hari ini, semua orang punya kemampuan untuk ikut serta dalam kancah politik dan pemerintahan, dengan cara yang selama ini cuma bisa dimimpikan oleh mahasiswa senior angkatan '90-an dulu.

Adegan dalam video parodi yang mendukung salah satu pasangan calon. Menariknya, video ini dibuat oleh simpatisan, bukan tim sukses dari pasangan tersebut. Hal ini menunjukkan keikutsertaan yang sangat besar dalam proses demokrasi. CAMEO PROJECT

20

Soul of Campus


perubahan terbesar sejak revolusi '98.

Salah satu kasus studi demokrasi Indonesia yang menjadi perhatian dunia di tahun ini adalah Pilkada Jakarta. Yang sangat menarik dari pemilihan Pilkada Jakarta tahun ini bukan salah satu calon dari kalangan akar-rumput yang melawan calon dari kalangan elite, melainkan betapa ramai dan banyaknya partisipasi warga dalam usaha saling memengaruhi warga lain untuk memilih calon tertentu, melalui kiriman dan tanggapan di berbagai media.

Sebenarnya, sejak 2004 pun para calon pemimpin politik telah menggunakan internet untuk menggalang dana dan menjangkau simpatisan. Orang-orang pun sudah menulis di blog pribadi mereka. Bedanya dengan sekarang, masyarakat saat ini lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mendapatkan dan memberikan informasi secara daring.

Awalnya saya sendiri netral dan tidak begitu tertarik dengan hiruk-pikuk demokrasi Jakarta. Berhubung linimasa Twitter dan Facebook ramai menanggapinya, saya pun penasaran. Akhirnya, di video Jokowi dan Basuki yang mendukung salah satu calon pasangan, saya mendapat kehormatan untuk menjadi kontributor dalam pembuatan liriknya.

Hasil pencarian "sby boediono" pada rentang 2004-awal hingga 2004-akhir hanya menghasilkan 970 lema tulisan; sementara, pencarian "jokowi basuki" di kuartal kedua dan ketiga 2012 menghasilkan 285.000 lema. Hal tersebut mengindikasikan 300 kali lipat kenaikan penggunaan internet sebagai media komunikasi pemerintahan dan politik.

Video parodi dari lagu What Makes You Beautiful ini mendapat lebih dari satu juta kunjungan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Bahkan, dengan memberi komentar di YouTube tentang hal yang terlihat remeh seperti ini, seorang mahasiswa biasa pun dapat memengaruhi sikap politik sebagian besar warga Jakarta.

Di sinilah mahasiswa, sebagai kaum intelektual, berperan besar. Jangan karena kita tidak paham politik dan tidak percaya dengan semua calon yang ada, kita lantas bersikap tidak acuh dalam tata negara. Jika tidak ada partisipasi politik dari warga negara, walaupun negara itu mengaku demokratis, sebenarnya negara itu berezim diktator. Untuk menghindari rezim diktator ini, kitalah yang menjadi harapan bagi masyarakat Indonesia dalam pemilihan pemimpin dan pengambilan kebijakan negara.

Blog pribadi, milis, dan media sosial adalah ruang publik bagi keikutsertaan masyarakat. Orang hanya perlu internet supaya bisa menjadi bagian aktif dari proses politik—atau setidaknya, supaya tidak ketinggalan berita. Di grup kajian kampus banyak yang mendiskusikan, sambil setengah tidak percaya, bagaimana internet bisa membuka gerbang Indonesia menuju demokrasi yang seutuhnya.

Kita, mahasiswa, punya dasar-dasar ilmiahnya; kita tahu dan mengerti apa yang seharusnya jadi landasan berpikir dalam pengembangan kebijakan pemerintah. Dengan murahnya akses internet di Indonesia, serta tingginya kepemilikan ponsel yang punya fitur peramban, orang-orang kelas-bawah pun saat ini bisa memengaruhi proses politik, baik dalam pemilihan pemimpin maupun—di masa depan—penyelenggaraan pemerintahan itu sendiri. Teknologi internet mengubah wajah demokrasi di Indonesia, menjadikannya

Jika tidak ada partisipasi politik dari warga negara, walaupun negara itu mengaku demokratis, sebenarnya negara itu berezim diktator. Melalui catatan kita di media sosial dan blog, kita mampu mencerdaskan orang lain dan membuat mereka tahu bagaimana seharusnya mereka ikut serta dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kita, mahasiswa, punya dasardasar ilmiahnya; kita mengerti apa yang seharusnya jadi landasan berpikir dalam pengembangan kebijakan. Kita tahu bagaimana seharusnya sebuah program kerja pemerintah dikaji, direncanakan, dilakukan, dan dinilai. Kalau bukan kita yang terjun dalam demokrasi, rakyat akan terus dibohongi, negara akan susah terkendali, dan kita pun jadi merugi. Okihita H. Sihaloho Oktober-November 2012

21


GOOGLE

Ganesha Hijau

Mata Air Terakhir di Babakan Siliwangi Wilma Zulianti – Kementerian Ganesha Hijau KM-ITB

Sudah sejak 27 September 2011 lalu Babakan Siliwangi, hutan seluas 3,8 hektar yang membentang di pusat kota Bandung, dikukuhkan sebagai hutan kota pertama di dunia. Untuk menjaga denyut hutan yang diakui dunia ini, diperlukan perawatan tingkat dunia.

22

Soul of Campus

B

abakan Siliwangi merupakan salah satu Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung. Hutan yang terletak di antara jalan Tamansari dan Jalan Sangkuriang ini memiliki hubungan yang kental dengan masyarakat sekitar. Sejarah kawasan ini sendiri berawal ketika daerah ini masih terhitung sebagai bagian dari Kawasan Lebak Siliwangi. Sejak zaman Belanda, kawasan ini merupakan green belt kota Bandung berupa area persawahan. Semasa pemerintahan Jepang, Baksil sempat direncanakan sebagai tempat pembangunan museum, namun proyek tersebut tidak terealisasi.


UU 26/2007 PENATAAN RUANG RTH adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam.

Ń°

Meski memegang gelar Hutan Kota Pertama di Dunia yang diresmikan oleh PBB dalam ajang TUNZA tahun lalu, Babakan Siliwangi dengan luas yang hanya 0.05% dari total kebutuhan RTH kota Bandung terkesan menjadi lahan kosong yang tidak diperhatikan dan dikelola dengan sepatutnya, baik oleh pemerintah kota maupun masyarakat.

KEPRIBADIAN MASYARAKAT KOTA

Aktivitas ruang publik bercerita secara gamblang seberapa pesat dinamika kehidupan sosial suatu masyarakat. Tanpa ruang publik, masyarakat yang terbentuk adalah jenis maverick nonkonformisindividualis-asosial, yang anggotaanggotanya tidak mampu berinteraksi apalagi bekerja sama satu sama lain. Agar sangkil sebagai mimbar, ruang publik haruslah netral. Ruang publik harus bisa dicapai setiap penghuni kota. Tidak ada satu pun pihak yang berhak mengklaim diri sebagai pemilik dan membatasi akses ke ruang publik sebagai sebuah kancah politik.

Padahal, jika ditata dengan baik, Babakan Siliwangi dapat menjadi alternatif lahan piknik, tempat belajar, maupun sarana sosial bagi penghuni kota Bandung.

Oktober-November 2012

23


Ganesha Hijau

D

i daerah Babakan Siliwangi, pada awalnya tersimpan tujuh mata air yang menjadi sumber air bagi daerah sekitar. Seiring dengan perkembangan daerah Babakan Siliwangi, enam mata air digunakan untuk memasok kebutuhan Sasana Budaya Ganesha, balairung milik ITB. Kini, tinggallah satu mata air di tebing bagian timur laut. Miris, mata air yang tinggal satu-satunya itu pun sekarang berada dalam keadaan memprihatinkan. Mata air tersisa tersebut bahkan digunakan oleh para gelandangan dan pengemis dari sekitar Dago untuk melakukan MCK (Mandi Cuci Kakus). Air tersebut terus mengalir menuju sebuah kolam genangan limbah dan sedikit demi sedikit terbuang ke sebuah selokan kecil yang mengalir ke sungai Cikapundung. Berangkat dari beragam keluhan dan pertanyaan di atas, Ganesha Hijau, sebagai komunitas cendekiawan hijau terdekat dengan Baksil, di bawah koordinasi dengan kabinet KM-ITB, berprakarsa membantu pelestarian Ruang Terbuka Hijau yang menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia. Di semester ini, misi

istimewa yang diangkat oleh GH adalah penghidupan kembali mata air Babakan Siliwangi. Untuk merumuskan sebuah ide penghidupan kembali mata air, Ganesha Hijau bekerja sama dengan para Agent of Ecocampus dari berbagai himpunan, antara lain Nymphaea (Biologi), GEA (Teknik Geologi), HMTL (Teknik Lingkungan), IMA-G (Arsitektur) dan HIMATEK (Teknik Kimia). Gagasan yang akan dianalisis, diuji, dan diterapkan oleh Ganesha Hijau kali ini adalah fitoremediasi, pengembalian keseimbangan dan perawatan lingkungan melalui penggunaan tanaman. Untuk menyembuhkan alam, kita harus menggunakan cara yang alami, bukan? Tanaman katalis yang digunakan dalam fitoremediasi mampu menampung, menguraikan, bahkan melenyapkan logam, pestisida, minyak dan produk turunannya, serta berbagai senyawa kontaminan lainnya. Hingga menteri Ganesha Hijau menulis cerita ini, rancangan gagasan yang disusun di awal semester ini sudah dalam proses pengerjaan.

DOK. GANESHA HIJAU

Mata air terakhir di Babakan Siliwangi, dalam kondisi yang tidak terawat.

24

Soul of Campus


Ganesha Hijau berulang kali mengadakan pertemuan dengan masyarakat sekitar Babakan Siliwangi, mengajak mereka untuk ikut serta menyukseskan program kepedulian Ganesha Hijau. Tidak ingin bekerja sendirian dan eksklusif, beberapa waktu yang lalu Ganesha Hijau menggandeng komunitas hijau di Bandung yang turut peduli terhadap isu Babakan Siliwangi, antara lain Hayu Ulin di Baksil dan Greeneration Indonesia. Nantinya, masih ada komunitas hijau yang akan turut diundang untuk berperan dalam upaya penghidupan paru-paru kota Bandung ini. Tak hanya komunitas hijau saja, Ganesha Hijau juga sangat mengundang partisipasi dari masyarakat Bandung untuk kembali membuka mata dengan permasalahan yang ada di lingkungan kita. Melalui berbagai pertemuan dan publikasi, Ganesha Hijau juga berusaha merangkul massa dari kampus-kampus Bandung untuk ikut memberi ide dan tenaga. Mari kita kawal Hutan Kota Babakan Siliwangi tetap pada tempatnya sebagai ruang terbuka hijau. Kelak ketika kawasan ini lestari dan kian estetik, semua orang akan menghargai dan melindungi keberadaan Hutan Kota Babakan Siliwangi. Karena kalau bukan kita yang menyelamatkan, siapa lagi?

Lima langkah remediasi yang akan dilakukan oleh Ganesha Hijau selama kepengurusan ini. Selama pelaksanaannya, Ganesha Hijau juga akan meminta bantuan dari penduduk sekitar Babakan Siliwangi GANESHA HIJAU

Ilustrasi pendayagunaan mata air di Babakan Siliwangi sebagai hiasan ruang publik. Dengan fitoremediasi yang baik dan sosialisasi yang memadai, penduduk kota Bandung diharapkan dapat menikmati serta menjaga keberadaan mata air ini. DOK. GANESHA HIJAU

Oktober-November 2012

25


Kebijakan Nasional

Sisi Lain Nasionalisasi Ratna Nataliani – Kementerian Kebijakan Naisonal KM-ITB

H

ari ini nasionalisasi dianggap salah satu kata kunci dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Nasionalisasi merupakan suatu langkah strategis yang dipercaya mampu mengobati penyakit-penyakit akibat euforia globalisasi beserta turunanturunannya. Kini, perbincangan tentang nasionalisasi telah sampai pada tataran penargetan renegosiasi aset, bahkan hal yang lebih jauh seperti kesiapan instrumen negara dalam mengelola aset tersebut. Sebelum berbicara lebih jauh tentang ini, mari sedikit lebih dalam mengenal nasionalisasi. Nasionalisasi merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini diharapkan mampu merepresentasikan keinginan rakyat dalam hal menguasai kekayaan yang seharusnya menjadi milik negara. Beberapa dasawarsa terakhir, langkah nasionalisasi dijadikan sebagai solusi dalam permasalahan nasional, baik dalam kerangka ekonomi maupun politik. Langkah ini menjadi langkah pamungkas yang ditujukan mengamankan kedaulatan negara. Seperti halnya yang dilakukan oleh Hugo Chavez dan Evo Morales, menasionalisasi industri migas nasional demi melepaskan belenggu kapitalisme pasar bebas. Adam Smith, seorang pencetus kapitalisme modern menulis manfaat sampingan yang dapat dipetik oleh masyarakat dari kerakusan individu dalam The Wealth of Nations (1776), “Dengan mengarahkan industri itu sedemikian sehingga hasilnya mendatangkan manfaat sebesar-besarnya, tujuannya hanya untuk keuntungannya sendiri, dan ia dalam hal ini, 26

Soul of Campus

seperti dalam banyak kasus lain, dituntun oleh sebuah tangan yang tidak kelihatan untuk menuju ke suatu tempat yang bukan bagian dari kehendaknya.� Mereka para penganut kapitalisme murni atau kapitalisme tanpa campur tangan pemerintah (laissez-faire capitalism) percaya bahwa the invisible hand itu harus mendatangkan keajaibannya. Pemerintah yang mengarahkan kegiatan-kegiatannya hanya akan membebani pasar dan menyebabkan cara kerja alami pasar terdistorsi. Mereka berpendapat bahwa sebaiknya pemerintah memikirkan urusannya saja sementara para penjual dan pembeli melakukan kegiatan jual-beli, di luar tugas menegakkan kontrak dan melindungi hak cipta dalam kehidupan pasar.

...pasar-bebas menghasilkan kemakmuran yang lebih besar; kemakmuran menghasilkan kelas menengah; kelas menengah menuntut pemerintahan yang lebih baik. Seiring waktu, ilmuwan politik, ekonom, dan ahli sosiologi melihat kecenderungan di Eropa dan Amerika kemudian menyatakan bahwa pasar bebas menghasilkan kemakmuran yang lebih besar; kemakmuran menghasilkan kelas menengah; kelas menengah menuntut pemerintahan yang lebih baik. Saya tidak bisa beropini apakah pandangan ini benar atau salah,


namun saya merasa fenomena yang terjadi di sekitar memang begitulah adanya. Jumlah kelas menengah semakin besar dan berbagai kritik pun melayang kepada pemerintah.

Pada dasarnya, nasionalisasi bukanlah tindakan penyitaan atau pengambilalihan secara radikal (ekspropriasi) atas aset yang dikuasai kapitalis, untuk dikuasai oleh kelas pekerja. Namun seperti yang telah ditulis di atas, kapitalisme pasar bebas memiliki dampak buruk sehingga kepala negara berbagai negara seperti negara-negara BRIC (Brazil, Russia, India, China) mengambil ketegasan dengan mengintervensi perekonomian negaranya dengan berbagai kebijakan politik dalam rangka menyelamatkan bangsanya dari kemerosotan akibat pasar bebas. Suatu artikel dari Businessweek.com menceritakan bahwa sejak 2004 hingga 2009, 120 BUMN membuat debut mereka pada daftar Forbes dari perusahaan terbesar di dunia, sedangkan 250 perusahaan swasta jatuh. Perusahaan negara kini menguasai sekitar 90% dari minyak dunia dan persentase besar dari sumber lainnya, yang jauh dari masa lalu ketika BP dan ExxonMobil bisa mendikte ketentuan untuk dunia.

terbantahkan dalam politik dunia menyusul Revolusi Bolshevik pada Oktober 1917. Masih kontradiktif dengan tindakan nasionalisasi yang dipopulerkan oleh Venezuela, tak sedikit pula pendapat yang sejalan dengan pandangan Liebknecht yang telah meninggal pada tahun 1920-an tersebut. “Kita menggelar revolusi atas nama kelas pekerja,” kata salah satu tokoh Bolshevik kala itu, “Jika sekarang negara yang menjalankan ekonomi baru, tidaklah kelas pekerja hanya mendapat majikan baru?” Kapitalisme Negara merupakan suatu istilah celaan yang disukai oleh mereka yang khawatir bahwa kaum Bolshevik yang memimpin mereka tidak cukup komunis. Begitu pula di sekitar awal 1922, ekonom Austria Ludwig von Mises, yang belakangan menjadi pahlawan gerakan libertarian, mengangkat dan menyerang penggunaan frasa Kapitalisme Negara: “Gerakan Sosialis bersusah payah dan tanpa kenal lelah menyebarkan labellabel baru untuk Negara ideal bentukan mereka. Tiap label yang sudah usang segera diganti dengan label lain yang membangkitkan harapan soal solusi akhir bagi masalah dasar Sosialisme yang tak pernah terpecahkan---sampai menjadi jelas bahwa tidak ada yang berubah kecuali nama. Slogan yang paling baru adalah ‘Kapitalisme Negara’.” WIKIMEDIA

Brazil mungkin adalah contoh terbaik saat ini tentang membangun industri yang inovatif dengan sistem negara kapitalis. Berturut-turut pemerintah Brazil telah melakukan intervensi—baik dengan insentif, pinjaman maupun subsidi—untuk mempromosikan industri yang dinyatakan akan dibutuhkan dalam investasi jangka panjang swasta untuk bersaing dengan rival AS dan Eropa. Inilah salah satu bentuk Kapitalisme Negara. Istilah kapitalisme negara belum dipakai oleh banyak orang, namun ia bukanlah suatu hal yang baru. Dalam bukunya yang berjudul The End of Free Market, Ian Bremmer bercerita tentang istilah kapitalisme negara yang barangkali muncul pertama kali dalam sebuah pidato oleh Wilhelm Liebknecht, seorang pendiri demokrasi sosial Jerman pada Agustus 1896. Sebelum Marxisme mendapatkan tempat tak Oktober-November 2012

27


Pada dasarnya, nasionalisasi bukanlah tindakan penyitaan atau pengambilalihan secara radikal (ekspropriasi) atas aset yang dikuasai kapitalis, untuk dikuasai oleh kelas pekerja. Nasionalisasi melainkan hanyalah mengubah status kepemilikan swasta atau privat menjadi kepemilikan negara. Maka tidak ada pula yang dapat menjamin, bahwa pascanasionalisasi aset, negara mampu melahirkan suatu angin segar yang berujung pada kesejahteraan rakyat. Tidak pula ada jaminan, bahwa usaha yang dikeluarkan untuk nasionalisasi dapat lebih kecil dari hasil yang akan dipetik di masa depan. Hal seperti ini pernah terjadi di India. Untuk satu sektor yang sukses karena kapitalisme negara, terdapat sepuluh sektor yang gagal. Brazil adalah contoh keberhasilan dalam melaksanakan Kapitalisme Negara di sektor minyak, tapi pemutusan dan implementasi kebijakan yang terjadi di India adalah bencana yang lengkap di sektor minyak. Jadi tindakan nasionalisasi pun perlu disesuaikan dengan berbagai faktor strategis.

Nasionalisasi tetap harus dilakukan dengan tujuan mereduksi represi asing. Persoalan pemimpin yang masih menjadi PR besar negara ini haruslah diselesaikan secara paralel dengan berbagai agenda penguatan kedaulatan negara. Dalam suatu esai berjudul Nasionalisasi Migas ala Indonesia, Pri Agung Rakhmanto, seorang peneliti LP3ES sekaligus Alumni Program Ekonomi Pertambangan Colorado School of Mines, menyatakan bahwa ada beberapa langkah nasionalisasi migas ala Indonesia yang rasanya cukup realistis dan sangat perlu untuk segera diwujudkan. Pertama, nasionalisasi dalam bentuk penghematan cost recovery migas yang pada 2006 lalu jumlahnya tak kurang dari US$7,5 miliar (hampir Rp. 70 trilyun!) dan terindikasi sangat tidak efisien. Kedua, nasionalisasi dalam 28

Soul of Campus

bentuk mengubah kebijakan ekspor-impor minyak mentah yang selama ini diindikasikan sarat dengan aktivitas perburuan rente oleh segelintir elite di dalamnya. Ekspor minyak semestinya hanya dilakukan setelah kebutuhan domestik terpenuhi, sehingga kita tidak perlu mengimpor minyak mentah dengan biaya yang lebih mahal. Ketiga, nasionalisasi dalam bentuk kontrol dan perhitungan yang lebih akurat dalam penentuan besarnya subsidi BBM, yang dalam tiga tahun terakhir ini jumlahnya selalu melebihi Rp 60 triliun dan sebenarnya sangat terbuka kemungkinannya untuk dapat ditekan. Berdasar gagasan Mas Pri, kalau saja ketiga bentuk nasionalisasi migas ala Indonesia ini dapat dilakukan secara jujur dan konsisten, sangat mungkin akan ada 'suntikan' puluhan triliun rupiah uang negara yang sebenarnya dapat digunakan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat. Tentu masih banyak lagi bentuk nasionalisasi migas lain yang mestinya dapat kita dilakukan, termasuk pilihan untuk melakukan renegosiasi terhadap kontrak-kontrak migas yang ada. Tetapi jika ketiga contoh sederhana itu saja tidak mampu dan tidak berani dilakukan, tak usahlah kita berharap akan ada peningkatan kesejahteraan rakyat dari sektor migas, pun ketika nasionalisasi migas ala Bolivia dan Venezuela diterapkan di Indonesia. Jadi, nasionalisasi pun merupakan bagian dari agenda kapitalisme. Hanya saja, kapitalisme ini dijalankan oleh negara dan pemerintah sebagai representasinya. Jika kita kembali kepada sosoksosok pemimpin kita yang tentu saja belum sekelas Vladimir Putin atau Hugo Chavez, perlu kita cermati kembali langkah-langkah nasionalisasi kita. Namun ini bukanlah suatu hal yang linear. Nasionalisasi tetap harus dilakukan dengan tujuan mereduksi represi asing. Persoalan pemimpin yang masih menjadi PR besar negara ini haruslah diselesaikan secara paralel dengan berbagai agenda penguatan kedaulatan negara. Sehingga opini saya, tidak sebaiknya kita melihat nasionalisasi sebagai suatu momentum tanpa tedeng aling-aling. Nasionalisasi merupakan suatu tipping point dari berbagai tindakan-tindakan “nasionalisasi kecil� yang membentuknya menjadi suatu proses nasionalisasi yang integratif.


Kebijakan Daerah

WIKIMEDIA

Bandung, Masalahnya, dan Hadiah dari Warganya Ibrahim Ukrin – Kementerian Kebijakan Daerah KM-ITB

B

andung, salah satu kota Indonesia yang telah ada sejak sebelum kemerdekaan Indonesia, telah berusia genap 202 tahun pada tanggal 25 September 2012 lalu. Kota yang saat ini berpenduduk 2.420.146 jiwa ini terus berkembang, baik secara ukuran, jumlah penduduk maupun ekonomi—jauh lebih berkembang dibandingkan saat ia ditetapkan sebagai kota di tahun 1810 oleh Gubernur Jenderal pemerintahan kolonial Hindia-Belanda saat itu, Herman Willem Daendels. Berbagai masalah muncul, mulai dari masalah pedagang kaki lima yang menjamur di manamana hingga masalah persampahan. Namun, itulah konsekuensi sebuah ibukota provinsi yang berkembang di berbagai bidang. Dilihat dari jumlah penduduk, Bandung adalah kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Sebagai kota yang terus berkembang, kesempatan-kesempatan baru terus terbuka di kota Bandung. Orang dari berbagai golongan berbondong-bondong mencoba peruntungan mereka di kota ini. Ada yang berhasil dengan menjadi pedagang, pekerja kantoran, maupun buruh pabrik. Namun, tidak semuanya ternyata telah bekerja dengan nyaman dan di bawah perlindungan hukum, mereka inilah yang bekerja di sektor informal. Pedagang kaki lima merupakan salah satu contoh pekerja sektor informal. Mereka identik

dengan "pengganggu kenyamanan dan keindahan". Bagi pejalan kaki, mereka mengganggu karena membuka lapak di trotoar; bagi pengendara mobil dan motor, mereka memusingkan karena berjualan di bahu jalan. Di satu ada sisi kerugian bertubi, sementara di sisi lain, sektor ini juga punya fungsi: menyediakan lapangan kerja dan menyediakan barang dengan harga murah. Akhirnya, dikeluarkanlah peraturan mengenai pedagang kaki lima di kota Bandung, yaitu Peraturan Daerah No. 4 tahun 2011. Walau peraturan tersebut telah ditetapkan, rincian teknis peraturan yang harusnya tercantum pada peraturan walikota tak kunjung selesai. Penerapan undang-undang ini menjadi pincang. Walaupun telah dibuat peraturan seperti "di lokasi seperti apa PKL dapat berjualan", tidak ditetapkan mana saja lokasi tersebut ataupun bagaimana PKL mendapat izin berjualan di situ. Parahnya, sampai saat ini belum ada badan yang khusus mengurus hal tersebut. Selain pedagang kaki lima, masalah klasik lainnya di kota Bandung adalah sampah. Pada tahun 2005, penumpukan sampah di kota Bandung secara besar-besaran pernah terjadi. Hal tersebut terjadi karena longsor di TPA Leuwigajah. Menurut Koordiantor Informasi Bencana Alam dan Bantuan, Ir. Senoadji, longsor tersebut berawal dari ledakan yang diakibatkan oleh gas metana dari timbunan sampah. Matinya Oktober-November 2012

29


TPA Leuwigajah ini menyebabkan jalan-jalan di kota Bandung penuh dengan sampah selama beberapa bulan. Pada saat ini memang tidak terjadi kejadian seperti tahun 2005, namun pemerintah kini sedang berupaya membangun sebuah fasilitas pengelolahan sampah. Fasilitas itu merupakan sebuah alat bernama PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah). Fasilitas ini berupa sebuah insinerator, tungku raksasa untuk pembakaran sampah, yang diharapkan mampu mengurangi volume sampah kota Bandung. Memang alat ini mampu menghasilkan listrik, namun listrik yang dihasilkan tidak seberapa, hanya 12-15 Megawatt saja, dan mempertegas lagi bahwa utamanya PLTSA adalah fasilitas pembakaran sampah. Pro kontra sempat terjadi dalam pembangunannya yang tertunda sejak tahun 2006 diwacanakan. Pro kontra ini mulai dari pembangunannya yang dekat dengan kawasan pemukiman, ketepatan dalam memilih teknologi—mengingat jumlah sampah Bandung yang 60% organik dan lebih baik diolah dengan menggunakan metode pengomposan, hingga asap pembakaran yang berbahaya karena mampu menghasilkan dioksin serta sisa pembakaran lainnya yang merupakan limbah Bahan Beracun Berbahaya. Kini tender pelaksanaan PLTSA sedang berjalan, dan tinggal ditunggu saja siapa yang akan menjalankan pembangunan PLTSA tersebut. Kira-kira itulah dua dari berbagai masalah yang ada di kota Bandung. Tulisan ini bukan bertujuan untuk menunjukkan sikap antipati terhadap semua kebijakan pemerintah kota Bandung dan benci kepada segala tindakan pengurus kota kita. Tulisan ini dibuat karena, sebagai warga Bandung yang telah memberi kepercayaan kepada para pemimpin kita, ada baiknya kita bertindak ketika ada yang kita rasa tidak sesuai atau kurang diperhatikan oleh yang berkuasa. Saat ini kepedulian warga terhadap kota Bandung, terutama para pemudanya, telah mendorong prakarsa terbentuknya berbagai gerakan. Misalnya, gerakan Hayu Ulin di Baksil yang mengajak warga bermain di kawasan Babakan Siliwangi untuk menjaga kelestarian hutan kota Baksil yang seringkali rawan konflik; Komunitas Aleut yang mengajak warganya untuk berkeliling kota Bandung dan berdiskusi tentang sejarah Bandung demi menimbulkan rasa cinta 30

Soul of Campus

pada kota; serta berbagai komunitas lainnya yang mengajak untuk menyelesaikan persoalan kecil tapi nyata. Selain gerakan pemuda dalam bentuk komunitas, lembaga swadaya masyarakat dan organisasi mahasiswa juga tidak lepas bersuara di setiap kejadian tidak baik yang menimpa kota Bandung. Mulai dari mereka yang bersuara mengenai masalah pembangunan kawasan Punclut di bandung utara yang dianggap merusak lingkungan, hingga mereka yang membantu PKL secara pengetahuan hukum ataupun strategi dalam menghadapi penertiban.

Sebagai penduduk yang mencintai Bandung, atau paling tidak menjadi bagian darinya, ayo kita berikan “hadiah� kita. Sekecil apapun hadiah itu, pasti akan bermakna. Sebagian besar dari kita yang membaca artikel ini mungkin memang merupakan pendatang dan perantau dari luar kota Bandung. Akan tetapi, tidak ada salahnya untuk peduli walaupun pada akhirnya kita akan kembali ke kota masingmasing setelah kuliah usai. Pembelajaran bisa dipetik, kita bisa menjadi lebih peka dan terlatih untuk nanti pada giilirannya membenahi kampung halaman kita sendiri, atau mungkin yang lebih besar lagi: Indonesia. Kita bisa mengikuti gerakan-gerakan komunitas pemuda, atau bisa ikut membantu LSM dan organisasi mahasiswa yang menyuarakan pendapatnya demi kota Bandung yang lebih baik, atau mungkin kita sendiri yang memprakarsai suatu gerakan untuk kota Bandung. Lebih dari dua ratus tahun kini telah dilewati Bandung. Penghuninya yang berbeda-beda telah meninggalkan cerita yang berbeda-beda juga. Masalah demi masalah timbul tenggelam dalam sejarah Kota Kembang ini, baik terselesaikan atau berlarut-larut hingga tidak terselesaikan dan pada akhirnya terlupakan. Sebagai penduduk yang mencintai Bandung, atau paling tidak menjadi bagian darinya, ayo kita berikan “hadiah� kita. Sekecil apapun hadiah itu, pasti akan bermakna. Tanpa ada warga yang mau menunjukan rasa cinta terhadap kota ini, maka usia 202 tahun bagi kota ini akan hampa. Apa artinya sebuah kota tanpa ada warganya yang peduli tentang statusnya sebagai warga kota tersebut?


Fitur

Cheonggyecheon Jalur Aorta di Jantung Kota Seoul DAILY KOREAN Pemandangan sehari-hari di Cheonggye Plaza. Orang-orang dapat dengan bebas duduk di puluhan gazebo yang mengelilingi air mancur ini, atau sekadar menikmati suara gemericik air dari pancuran.

K

orea Selatan mungkin terkenal akan permintaan-maaf-yang-berkali-kali, Gee, sampai Oppa Gangnam Style (yang bila diterjemahkan menjadi Aa’ Gaya Gangnam*)

*

Secara harafiah, Gang berarti sungai dan Nam berarti Selatan. Gangnam, atau biasa disebut Gangnam-gu, merupakan nama daerah di Seoul, Korea Selatan, yang letaknya berada di selatan sungai Han. Gangnam-gu terkenal sebagai lingkungan terkaya di Seoul.

Setelah puas(?) menjelajahi seluruh potensinya di dunia hiburan—yang mungkin sudah sejak dahulu direncanakan—Korea Selatan kini juga merambah ke dunia pariwisata. Visit Korea

berdengung di mana-mana, mulai dari iklan televisi lima-menitan, artikel situs yang ditulis oleh para narablog profesional, hingga berita dari akun Twitter dan halaman Facebook yang diperbarui tiap hari. Tiap tahunnya, Korean Tourism Organization juga membuka konferensi pers di berbagai kota di Indonesia, mencoba menarik media massa, agen travel, dan para petinggi untuk mengunjungi Negeri Ginseng ini. Dalam usahanya mengeruk pendapatan dari sektor pariwisata, Korea Selatan punya banyak tempat jalan-jalan yang pantas untuk dikunjungi. Selain Oppa Gangnam Style-nya, Korea Selatan juga memukau penduduk dunia melalui lingkungan kotanya. Korea Selatan mampu mencampurkan alam, kebudayaan, sejarah, dan teknologi dengan menyenangkan, meleburnya menjadi satu. Bahkan di kota metropolitan seperti Seoul pun, pemandangan berupa gunung-gunung dengan lebatnya pohon masih dapat terlihat—sebuah pemandangan yang dirindukan di Jakarta. Oktober-November 2012

31


Cheonggyecheon pada tahun 1904. Pada masa ini, Cheonggyecheon menjadi tidak terawat—airnya bau, septik, kotor, dan terkontaminasi sampah. DAILY KOREAN

Namun, Korea Selatan sendiri bukan tiba-tiba langsung jadi negara yang tertata baik. Di balik semua gula-gula mata yang dimiliki saat ini, mereka punya rekam jejak sepak terjang yang penuh perjuangan. Korea mengalami perang saudara pada tahun 1950-1953 karena perpecahan politik pasca-Perang Dunia II. Kondisi Korsel terseok hingga tahun 1970, dengan keterpurukan ekonomi dan sosial. Namun, setelah masa kritis itu, perkembangan Korsel melesat naik hingga saat ini. Sebuah bagian kecil dari Korea Selatan mengalami hal serupa: Sungai Cheonggyecheon. Cheonggyecheon terletak di antara gedunggedung tinggi di pusat Kota Seoul. Tempat ini menjadi alternatif tempat rekreasi yang

Pemukiman kumuh di sepanjang sungai Cheonggyecheon. Banyaknya orang dari daerah yang bermigrasi ke Seoul membuat kota saat itu menjadi padat. PRESERVENET 32

Soul of Campus

menyenangkan dan murah. Airnya yang bersih dan arsitektur yang menarik dari bantaran sungai ini meresap semua keresahan dan kepenatan pengunjungnya. Tempat ini juga menjadi lokasi (maaf kepada para jomblo) pacaran bagi anak muda. Semua orang bisa duduk di tepian sungai ini tanpa khawatir dipelototin pramusaji karena tidak kunjung memesan makanan, bisa mencelupkan kaki ke air tanpa takut ada hal-hal tertentu yang mengambang, serta bisa makan bekal sembari menyaksikan anak-anak berkeliaran. Tak sedikit, pegawai dengan pakaian kantor menyempatkan diri untuk makan siang di kawasan ini. Bahkan, bagi mahasiswa, ini adalah tempat rapat yang menyegarkan!


Pada masa kependudukan Jepang sejak tahun 1910 hingga akhir Perang Dunia II, Gyecheon diubah namanya menjadi Cheonggyecheon (clear open stream). Keadaan tidak bertambah baik setelah Perang Korea. Sungai menjadi tempat para ibu rumah tangga mencuci baju serta tempat orang-orang membuang *****.

Setiap negara punya masa lalu masing-masing. Cheonggyecheon pun pernah mengalir saat masa kelam. Pada mulanya, Cheonggyecheon disebut sebagai Gyecheon (open stream). Proyek perbaikan pertamanya dilakukan pada masa kepemimpinan Dinasti Joseon. Sejak awal, sungai ini sudah menjadi bagian penting bagi Kota Seoul. Pada masa itu, para raja gemar mengadakan festival di jembatan sungai pada saat bulan purnama.

Principles

Comfortable

Melihat keadaan itu, pemerintah akhirnya memutuskan untuk menutup sungai dengan

Outcomes

Comfortable + welcoming

Attributes

    

Vibrant

Vibrant, with people around

   

Safe

Feels safe

  

Walkable

Enjoyable + easy to walk + bicycle around

   

It feels comfortable to walk through, sit, stand, play, talk, read, or just relax and contemplate It is not too exposed to unpleasant noise, wind, heat, rain, traffic or pollution You can freely use the place, or at least part of it, without having to pay You can be yourself and feel included as part of the community It caters for people with various physical capabilities, the old and the young You can see that there are other people around People are enjoying each other's company There are places to meet and interact, play, explore, recreate and unwind It is a place you want to visit, experience, or live in Safe and secure, even at night or on your own There aren't signs of decay such as graffiti, rubbish, weeds or derelict buildings and places Roads and paths are safe for adults and children to walk or ride their bikes It prioritises pedestrians & riders before vehicles It is easy to get around on foot, bike, wheelchair, pushing a pram or wheeling luggage Buildings and streets feel like they're the right size and type for that place It encourages physical activity and social interaction, and promotes a healthy lifestyle

Diambil dari “Creating Place for People: An Urban Design Protocol for Australian Cities” Buku tersebut adalah kumpulan protokol yang digarap selama dua tahun bersama dengan kalangan industri, komunitas, pemerintah daerah, dan pemerintah nasional. Materi lengkap dari buku ini dapat diunduh gratis dari www.urbandesign.gov.au dan telah digunakan secara luas di Australia sebagai dasar pengembangan kota. Oktober-November 2012

33


Peta daerah aliran sungai Cheonggyecheon yang memiliki beberapa situs untuk dikunjungi. Sepanjang bantaran, pohon-pohon dan bunga aromatik musiman ditanam agar dapat memberikan nuansa yang berbeda di tiap musim. VISIT SEOUL

jalan raya. Pembangunan jalan raya berlangsung dari tahun 1958 hingga 1971. Pada tahun 2003, walikota Seoul saat itu akhirnya membongkar kembali jalan raya yang telah dibangun. Proyek ini memakan dana hingga 900 juta USD. Pada mulanya, banyak pihak yang menentang proyek tersebut. Namun, protes tidak berlangsung lama. Ketika Cheonggyecheon kembali dibuka untuk umum pada September 2005, sungai ini langsung menarik perhatian warga dan turis. Revitalisasi Sungai Cheonggyecheon secara signifikan meningkatkan mutu lingkungan di pusat Seoul. Berdasarkan Urban Design Protocols for Australian Cities, kualitas dari perancangan kota menghasilkan kontribusi yang berharga untuk perekonomian, alam, lingkungan terbangun, dan livability dari suatu kota. Lingkungan dan kota yang baik bahkan mampu membantu usaha lokal berkembang. Selain itu, suasana menyenangkan dari lingkungan itu juga menarik warga hingga turis untuk berkunjung, tinggal, dan bahkan bekerja di lingkungan tersebut. Pengaruh lingkungan perkotaan sangat besar terhadap kesehatan fisik maupun mental warganya. Desain yang baik dari suatu lingkungan akan membuka kesempatan interaksi sosial di dalamnya. Desain lingkungan menjadi faktor yang menentukan bagaimana 34

Soul of Campus

orang-orang memanfaatkan tempat-tempat dalam sebuah kota dan bagaimana mereka berpindah dari satu titik ke tempat lain. Ketika penduduk suatu kota lebih senang jalanjalan naik mobil, mungkin rancangan tata kota di sana berkorelasi dengan jalanan yang nyaman bagi kendaraaan. Bayangkan bila sebuah kota dirancang dengan trotoar sempit tanpa pohon yang meneduhkan di sepanjang trotoar. Siapa yang mau jalan di sana, apalagi siang-siang? Urban Design Protocols memiliki lima pilar, yaitu produktivitas, keberlanjutan, livability, kepemimpinan, dan design excellence. Kelimanya harus dicapai secara terintegrasi untuk mencapai tujuan keseluruhan Mengutip lagi dari Urban Design Protocol, tujuan yang telah disebutkan dan juga harus dicapai dalam perancangan kota adalah livability. Prinsip-prinsip yang harus dipegang untuk mencapai tujuan tersebut adalah comfortable, vibrant, safe, dan walkable. Pada butir comfortable, masyarakat harus dapat merasa nyaman untuk berjalan, duduk, bermain, berbincang, membaca, dan beristirahat di sana dan tempat itu bisa mencakup semua orang tanpa pandang usia dan kemampuan fisik. Tempat tersebut juga tidak terpapar kebisingan, angin yang mengganggu, panas, hujan, lalu lintas, maupun polusi. Masyarakat pun harus


bisa menggunakan tempat tersebut tanpa harus membayar. (Oke, sebenarnya masyarakat tetap harus bayar melalui pajak kota. Tapi, tetap saja.) Vibrant penting karena lingkungan harus bisa menjadi tempat yang diinginkan untuk sekedar disinggahi maupun ditinggali dan terdapat tempat-tempat untuk interaksi sosial, rekreasi, bermain, dan sekedar beristirahat. Lingkungan harus menjadi hidup oleh kegiatan di dalamnya. Disebutkan juga bahwa lingkungan harus aman, bahkan di malam hari sekalipun. Jalanan pun harus aman untuk dijalani maupun dikendarai. Tidak ada lubang-lubang yang bisa menyebabkan cedera pergelangan kaki dan penyakit-penyakit pebasket lainnya. Yang terakhir, namun sangat penting, adalah walkable. Lingkungan harus memprioritaskan pejalan kaki dan pengendara sepeda dibandingkan kendaraan bermotor. Para pejalan kaki dan pengendara sepeda pun harus merasa mudah di lingkungan, bahkan bagi pengguna kursi roda maupun orang-orang yang membawa koper-koper besar. Selain itu, secara psikologis lingkungan juga harus dapat mendorong adanya aktivitas olahraga dan interaksi sosial. Secara umum, Korea Selatan sudah mampu menghadirkan keempat poin tadi dalam atmosfer sehari-hari, khususnya di kota Seoul. Alam di sana terawat dan menyatu dengan masyarakat. Sungai-sungai di sana bersih dan jernih; di samping kanan dan kiri sungai dibangun jalan untuk pejalan kaki dan pesepeda, sementara sisa tanahnya dibiarkan lapang dan diisi dengan hamparan rumput dan bunga-bungaan bunga sungguhan.

Untuk mencapai tempat-tempat di sana, banyak moda transportasi tersedia; bus, subway, taksi, dan jalan kaki. Berjalan kaki bukanlah pilihan terakhir yang dihindari, lingkungan begitu mendukung penduduk untuk berjalan kaki sambil menikmati udara dan vista kota. Cheonggyecheon memenuhi semua kriteria di atas dan menjadi prasarana interaksi sosial yang sempurna. Udara yang mengalir sejuk, pemandangan yang memanjakan mata, air mancur yang megah, orang-orang yang saling menebar senyum, serta gemericik air menjadi obat penenang yang sangkil. Sungai ini adalah tempat hiburan yang murah bagi masyarakat sekitar. Korea Selatan, khususnya Seoul, telah berhasil memanfaatkan alam dan potensinya untuk kehidupan yang lebih baik bagi masyarakatnya. Masa lalu Cheonggyecheon sepertinya masih bisa dilihat di sungai-sungai Indonesia. Ciliwung, Cikapundung, Citarum, sebutkan saja. Dulu, sering rasanya memikirkan putus asa sungai-sungai itu, yang rasanya tidak akan bisa diperbaiki. Namun ternyata, Cheonggyecheon yang pernah memiliki saat-saat yang suramnya begitu pekat, kini sudah menjadi tempat menarik yang ada di dunia. Tidak hanya sungai, Indonesia, pada khususnya Bandung, memiliki potensi keindahan alam yang sangaaat banyak. Haruskah mereka ditutupi dengan aspal dan beton serta dibiarkan menjadi kecantikan yang terpendam? Ketimbang melamun melihat rumput tetangga yang lebih hijau, yuk menghijaukan rumput sendiri. Prianka Adi Iradati Oktober-November 2012

35


Sastra

Lihat yang mulus (belok) Lihat yang bening (belok) Sampai yang di sebelah gak ditengok Cakep dikit deketin Bohai dikit jalanin Hatiku kamu terus yang mainin

M

erasa kenal dengan lirik di atas? Lirik tersebut berasal dari salah satu lagu yang dinyanyikan oleh grup vokal wanita 7 Icons berjudul “Playboy”. Dalam industri musik saat ini, rasanya lirik yang lugas dan mudah dicerna seperti contoh tersebut telah menjadi komoditas dagang yang laku keras. Kebutuhan musik pasar sepertinya sudah mulai bergeser ke arah lagu-lagu cinta yang sederhana, tak bermajas, bahkan tak berima. Fenomena ini sebetulnya tidak begitu mengherankan. Pasar yang mirip dengan ini pernah muncul di Indonesia pada era 1970-an saat Koes Plus berjaya dan mengisi penuh laci orang tua kita dengan kaset lagu. Kebanyakan lirik dalam lagu Koes Plus dan penyanyi lain di masa itu juga menggunakan bahasa yang nisbi sederhana dan mudah dimengerti. Simak contoh berikut ini. 36

Soul of Campus

Betapa hatiku bersedih Mengenang kasih dan sayangmu Setulus pesanmu kepadaku Engkau kan menunggu Penggalan lirik tersebut diambil dari lagu “Andaikan Kau Datang” dari Koes Plus. Diksi dari lagu tersebut memang tidak sulit dicerna, meski terkesan ada maksud tersirat di dalamnya. Pasar di Indonesia memang tidak mudah ditebak. Masa akhir ‘90-an dan awal ‘00 justru menjadi masa-masa jaya bagi kelompok musik seperti Sheila on 7, Dewa 19, Padi, dan secara umum kelompok musik yang mengisi lagu mereka dengan kata yang berbunga-bunga. Di masa itu, keindahan untaian kata justru menjadi salah satu kekuatan dalam memanjakan para pendengar. Silakan tengok lirik dari lagu “Sahabat Sejati” dari Sheila on 7 berikut. Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu di hari kita saling berbagi? Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu Kuperlihatkan semua hartaku


THE JAKARTA POST/AHMAD J.

Bagi sebagian orang, seperti itulah sebuah lagu seharusnya. Lagu itu merupakan sebuah sajak yang dinyanyikan. Sebagaimana halnya sajak, perlu dua-tiga kali membacanya untuk dapat dimengerti artinya, karena bahasa sajak merupakan bahasa tingkat dua, yang berusaha menceritakan apa yang tidak terlihat oleh mata.

Apakah perasaan akan lebih tersentuh dengan sesuatu yang lugas? Atau mungkin kita hanya terlalu lelah dan malas untuk mencerna sajak dalam lagu? Sajak dibuat untuk memberi bentuk pada dunia. Ketika manusia harus mengungkapkan kata “cinta” yang sebetulnya tidak ada bentuk fisiknya, sajak menjadi sarana yang tepat untuk mengungkapkan dengan berbagai ungkapan yang konkret. Sebagai contoh, dalam sajak “Aku Ingin”, seorang guru besar sastra Indonesia, Sapardi Djoko Damono, memberi bentuk fisik kepada “cinta” dengan cara mengungkapkannya melalui perumpamaan berikut ini. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Dari pemaparan sebelumnya, jelaslah terlihat bahwa memang akan berbeda ketika membuat lirik lagu laiknya sebuah sajak. Ada manipulasi kata-kata di dalamnya. Namun, bisa jadi sebenarnya lirik yang ada dalam lagu-lagu zaman sekarang merupakan suatu bentuk sajak kontemporer. Mungkin saja lirik tersebut muncul sebagai buah karya pola pikir masyarakat yang memilih untuk lebih gamblang dalam menyampaikan sesuatu.

Sapardi Djoko Damono (lahir 20 Maret 1940) adalah seorang penulis puisi kenamaan Indonesia. Beliau dijuluki sebagai pelopor puisi lirik, puisi yang berima dan dibuat khusus untuk dilantunkan bersama dengan musik. Karya-karya beliau mendapatkan penghargaan internasional, termasuk South East Asia Literary Award pada 1986 di Bangkok. Selain menulis puisi dan cerpen, beliau juga menerjemahkan karya T. S. Elliot, Khalil Gibran, dan Jalaludin Rumi ke dalam bahasa Indonesia. Terjemahan beliau untuk The Old Man and the Sea milik Ernest Hemingway diakui sebagai terjemahan bahasa Indonesia terbaik. Karya beliau yang dikenal luas antara lain Hujan Bulan Juni dan Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari. Beliau saat ini mengajar di Fakultas Sastra UI.

Dengan rutinitas kehidupan masyarakat yang semakin tinggi, bukankah hal yang gamblang akan lebih mudah ditangkap? Pertanyaannya sekarang: apakah perasaan akan lebih tersentuh dengan sesuatu yang lugas? Atau mungkin kita hanya terlalu lelah dan malas untuk mencerna sajak dalam lagu? Ali Akbar Septiandri Oktober-November 2012

37


Sastra !!!

Tesaurus

KOSAKATA ZAMAN PURBA

miris [a] was-was; risau; cemas Contoh salah: Ibu sedang miris bawang di dapur. Contoh benar: Ali tidak pulang sejak kemarin, ibu menjadi miris.

ajek [n] tetap; teratur; tidak berubah; konsisten Contoh salah: Ibu sedang miris bawang di dapur. Contoh benar: Ali tidak pulang sejak kemarin, ibu menjadi miris.

buset [n] kata makian lembut untuk menyatakan umpatan, keheranan, dsb Contoh benar: Contoh salah: Buset!

anjir [n] terusan, saluran (air); kanal Contoh salah: Anjir, banjir akan memangsa beberapa rumah warga! Contoh benar: Anjir banjir akan memangsa beberapa rumah warga

bangsat [n] kepinding; kutu busuk

kampret [n] kelelawar kecil pemakan serangga, hidungnya berlipat-lipat; Microchiroptera

Contoh salah: Bangsat lu! Contoh benar: Eh, bangsat (Bang Satrio - red), apa kabar?

Contoh salah: Kampret lu, mangga gue dimakan sembarangan! Contoh benar: Wah, ada kampret sedang mencicip mangga.

Access outstanding STM content with sophisticated search tools Login with your AI3 on UPT Perpustakaan Pusat ITB to access millions of researches, references, and protocols

T VISI Y A D TO


Kiat & Siasat

Mengelola Waktu dengan Buruk

U

ntuk kamu yang sudah mengambil kuliah manajemen, pasti tahu bahwa manajemen proyek adalah seni dan sains untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dengan sumber daya yang terbatas. Hidup manusia adalah sebuah proyek, dan sumber daya yang kita miliki adalah waktu. Berikut adalah beberapa jenis orang yang dapat dikategorikan orang yang tidak pandai mengatur waktu, menurut The Entrepreneur’s Guidebook Series TM, Hak Cipta 2001 oleh Patsula Media.

Si Berjuang Keras Jenis orang ini biasanya selalu meminta pendapat orang lain tentang kesempurnaan hasil pekerjaannya. Kalimat yang sering terlontar dari mereka adalah: “Yang ini udah bagus belum?”, “Gimana? Udah sempurna?”, “Liatin deh kerjaan gw, ada yang kurang ato salah ga?”, “Cek deh ini, periksain dong, siapa tau ada yang salah”. Diakui atau tidak, di tengah kesibukan, orang ini kadang sangat mengesalkan, kadang mereka mengatakan hal-hal di atas tanpa peduli apakah kita sedang sibuk atau tidak.

1

2

3 Si Selalu Sibuk

Si Penggila Waktu Tipe orang ini selalu mencari cara agar lebih menghemat waktu karena mereka tidak ingin membuang waktu walau hanya semenit. Mereka umumnya mengetahui cara-cara melakukan banyak hal dengan cepat. Namun sayangnya tipe orang ini kadang mengambil jalan pintas yang berakibat mereka harus membuang waktu.

Tipe orang ini biasanya dimanapun terlihat sedang mengerjakan sesuatu tetapi jarang mengambil nilai atau esensi dari apapun yang dikerjakannya. Efek langsungnya adalah tipe orang ini kebanyakan hanya menyelesaikan rencanarencaya yang prioritasnya rendah.

Oktober-November 2012

39


Hidup manusia adalah proyek; sumber daya yang kita punya adalah waktu.

4

Si Banyak Rencana

n

kerjaa

Tipe orang ini biasanya sangat merasa puas saat merencanakan suatu hal, bahkan mereka merasa senang saat merencanakan sesuatu. Jenis pengguna-waktu buruk seperti ini akan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk berencana dan tidak mempunyai cukup waktu untuk mengerjakan segala rencananya.

5

Si Penunda Kerja Tipe orang ini hampir selalu menunda-nunda pekerjaan sampai benar-benar pada saat-saat terakhir yang memungkinkan. Akibatnya, mereka sering merasa sangat panik atau duduk diam pasrah di saat akhir penyelesaian pekerjaan.

f

Si Pemuas Orang

6

Tipe orang ini ingin memuaskan semua orang dan sering terlalu bertanggungjawab.

Udah, gue aja.

7 Si Sangat Mandiri Tipe orang ini biasanya terlalu tidak percaya dengan kapasitas orang lain untuk membantu menyelesaikan permasalahannya. Mereka secara kontinu memperlihatkan bahwa mereka sangat independen untuk mempertinggi harga diri mereka.

40

Soul of Campus

8

=0%

x

Si Mau Sempurna Tipe perfeksionis biasanya menghabiskan banyak waktu untuk hal yang detil yang kadang kurang penting, sehingga melupakan hal-hal utama yang harus dikerjakan selanjutnya.


Kiat & Siasat

Mengelola Waktu dengan Baik

T

idak perlu merenung sedih kalau kamu termasuk salah satu dari delapan jenis orang yang ada di halaman sebelumnya. Dengan asumsi bahwa harapan hidup orang Indonesia adalah 70,76 tahun, kamu masih punya sekitar setengah abad untuk mengatur hidupmu. Tidak jauh-jauh dari perencanaan teknik, pengelolaan waktu juga punya siklus hidup dengan tahap-tahap seperti requirement analysis, design, implementation, controlling, serta evaluation and maintenance. Berikut yang bisa kamu lakukan untuk mengelola waktumu dengan lebih baik.

Langkah Pertama:

Kaji Pertama, tulis sebanyak-banyaknya tujuan, fokus, kebutuhan, keinginan, mimpi, dan strategi yang akan membuatmu lebih bahagia. Kedua, pilih 10 hal paling penting. Kedua, menggunakan metode bubble sort, urutkan mulai dari yang terpenting hingga yang tidak terlalu penting, kemudian hilangkan 3 prioritas terbawah dari 10 prioritas itu, karena seiring berjalannya waktu mungkin kamu tidak mengingat hal itu lagi. Kemudian ubah 7 hal itu menjadi hasil yang ingin dicapai, misalnya, jangan menuliskan “aku ingin kaya”; tuliskanlah “aku ingin mempunyai aset 1 milyar sebelum aku berusia 30 tahun”, jangan tuliskan “aku ingin menjadi pemusik terkenal”; tuliskanlah “5 tahun lagi aku harus sudah menciptakan 30 buah lagu yang aku mainkan dengan gitarku”. Bubble Sort Cara pakai: mulai dari bagian awal daftar, bandingkan tiap angka yang bersandingan; tukar kalau tidak sesuai urutan.

Ketiga, tuliskan keinginan ke-8 yang merupakan inti dari keseluruhan keinginanmu. Dan hal itulah keseluruhan strategi untuk kebahagiaan dan kesuksesan hidupmu.

Langkah Kedua:

Rancang Tiap hari tulis maksimal 8 hal yang ingin kamu capai pada hari itu. Telah ditemukan bahwa orang yang menulis rencananya tiap hari mempunyai kesempatan lebih besar untuk sukses daripada orang yang tidak berencana tiap harinya. Jadi, awali harimu dengan menuliskan beberapa rencana pada selembar kertas atau apapun. Selanjutnya, jika ingin lebih sistematis, gunakan day planner book. Tetap berpikir bahwa jika kamu merencanakan harimu tiap harinya, kamu akan cenderung lebih teratur, fokus, dan menuju ke kualitas diri yang lebih baik. Kemudian otak akan refleks mencari jalan keluar atau jalan pintas untuk menyelesaikan masalah sebelum kamu mulai bertindak apapun. Oktober-November 2012

41


Langkah Ketiga:

Lakukan

no! try not! Do or do not, there is no try. Jangan menulis rencana yang terlalu banyak. Hal itu akan menyebabkan dirimu lebih cepat lelah dan jenuh. Yang kemudian kejenuhan akan sangat mengurangi motivasi dan tenaga untuk mencapai tujuan-tujuan.

Percuma membuat rencana yang bagus kalau pada akhirnya rencana itu tidak dilaksanakan. Langkah Keempat:

Kendalikan Prioritaskan hal mana yang harus dikerjakan lebih dahulu, hal mana yang benar-benar penting. Pastikan rencana harian tetap fokus, relevan, dan berorientasi-hasil. Saat menulis rencana, pastikan rencana itu berkaitan dengan salah satu atau seluruh tujuan hidupmu. Kegiatan sehari-harimu juga harus sesuai dan berkaitan dengan minimal salah satu dari tujuan hidup yang telah ditulis pada langkah pertama tadi. Dengan begitu, berkali-kali kegiatan sehariharimu akan selalu berkaitan dan sesuai dengan tujuan hidupmu, sehingga sebagaimana mengesalkan pun hari yang kamu jalani, kamu akan tetap mendekati perwujudnyataan tujuan hidup dan mimpi-mimpimu.

Langkah Kelima:

Evaluasi Pikirkan kembali tujuan-tujuanmu jika hal-hal itu mengganggu produktivitasmu. Jika kamu melakukan hal yang sama terus menerus setiap hari, cepat atau lambat kamu akan bosan bosan, segala sesuatu yang kamu kerjakan dengan rasa bosan menjadi tak berarti dan produktivitasmu juga akan terganggu. Jika hal tersebut terjadi, pikirkan kembali tujuantujuan dan rencana-rencana yang sudah kamu susun. Iotalaseria Putu 42

Soul of Campus


Liputan

DOK. ASRAMA BUMI GANESHA/REDA GALIH

Gondjang-Gandjing Cisitu Karena besar hanya terjadi ketika kita bersama, bukan sendirian! 6 Oktober lalu, Kementerian Seni Budaya KM ITB berkolaborasi dengan Kementerian Pengabdian Masyarakat KM ITB menyelenggarakan GondjangGandjing Cisitu, sebuah panggung rakyat untuk kolaborasi seni dan budaya mahasiswa. Acara ini bertujuan untuk mendekatkan masyarakat Cisitu dengan Mahasiswa ITB, khususnya yang tinggal di Cisitu. Bertemakan �Dari Mahasiswa untuk Cisitu�, acara ini dimeriahkan dengan bazar makanan dari ibu-ibu Cisitu, kolaborasi dari unit-unit seni budaya yang ada di ITB, penampilan kesenian dari anakanak dan pemuda Cisitu, serta video dokumentasi Pengabdian Masyarakat dari mahasiswa Cisitu. Acara dimulai dengan penampilan tembang Sunda dari Ibu TjeTje selaku ibu negara di RW 10, kemudian sambutan oleh Anjar Dimara Sakti, Presiden KM ITB. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Bapak Wahyu selaku Ketua RW 10 dan Bapak Anwar, seorang sesepuh Cisitu. Puncak acara ini adalah penampilan dari kolaborasi unitunit seni budaya mahasiswa ITB. Sepuluh unit dengan elegan menyajikan kemampuan mereka dalam memukau penonton. Pada pukul 10 malam, acara ini ditutup dengan sorak-sorai meriah dari seluruh penonton. Disadur dari liputan Deputi ITB untuk Sekitar Kementerian Pengabdian Masyarakat KM ITB, Ridwan Dharmawan, di situs Asrama Bumi Ganesha, bg.itb.ac.id.


2012/2013

#07 Okt-Nov 2012  

Majalah dwibulanan publikasi Biro Kominfo ITB

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you