Page 1


THINK BEYOND MECHANICAL Think Beyond Mechanical (TBM) Magazine menjadi sarana utama bagi KASTRAT IMM FTUI 2017 dalam menyalurkan aspirasi dan ide-ide melalui tulisan-tulisan yang dekat, berintegritas, dan professional. Pada setiap edisinya, TBM Magazine selalu menghadirkan isu-isu terbaik dari dalam dan luar negeri seputar teknologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan. Hal ini menjadi salah satu cara kami dalam mengamalkan salah satu poin dalam Kode Etik Ikatan Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (IKM FTUI). Energi Terbarukan (Renewable Energy) menjadi tema besar kami pada edisi kali ini. Energi Terbarukan saat ini tengah divokalkan secara luas di berbagai belahan dunia sebagai respon atas pemanasan global yang semakin memburuk setiap harinya. Melalui ini kami mencoba mengajak mahasiswa untuk lebih peka terhadap isu global ini dan juga sadar akan potensi Indonesia di bidang Energi Terbarukan. Mahasiswa adalah penggerak perubahan. Maka akan salah bagi kami untuk tidak melakukan kajian terhadap isu yang secara langsung menyangkut kehidupan perkuliahan di Indonesia. Melalui TBM Magazine edisi ini kami mengajak pembaca untuk melirik kepada perspektif lain perguruan tinggi di Indonesia. Perspektif yang mungkin mahasiswa sendiri belum pernah mendengar seluk beluknya atau bahkan tabu untuk bahkan dibahas. Beyond Mechanical menjadi branding kami yang berarti akan berbohong jika kami tidak mengajak pembaca keluar dari dunia kampus, engineering¸dan sains. Politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan dan keamanan kami coba kemas dalam bahasan ringan namun mendalam. Bidang-bidang yang memang bukan sebagai core competence kita sebagai mahasiswa teknik, namun tak dapat dipungkiri akan sangat berpengaruh pada kehidupan kita sebagai makhluk social. Besar harapan kami agar Think Beyond Mechanical Magazine ini dan edisi-edisi berikutnya dapat menjadi salah satu sumber informasi yang dikenal professional dan terpercaya oleh khalayak umum. Bersama dengan itu juga, kami juga mengharapkan majalah ini tidak akan hanya menjadi sumber bagi pembaca untuk sekedar tahu isu-isu apa yang harus dipikirkan, melainkan menjadi sumber bagi pembaca untuk paham mengenai bagaimana untuk memikirkan jalan keluar bagi sebuah isu.

Reza Edriawan K.17


K.8 Davigara D Primayandi

K.7 Dhimas Andianto

K.10 Rayhan Ammarsyah

K.11 Salsabil Dwikusuma

K.12 Chandra Pratama

K.13 Gilang Fauzan

K.14 Giska Pramesti

K.15 Ramandika Garindra

K.16 Rachman Setiawan

K.17 Reza Edriawan

K.18 Romy Dzaky

K.19 M. Yusuf Raihan

K.20 Anandirizki Naufal Winardi

K.21 Ahmad Yusuf Ismail

Kastrat is a division in Ikatan Mahasiswa Mesin that assesses Politics, Social, Culture, Defense, Security, and Technology issues all around the World, especially Indonesia. From these issues, Kastrat wants to encourage student of Mechanical Engineering University of Indonesia to be more critical and sensitive about their surroundings.


table of content 6.Mutiara di Pedalaman Kanekes

8.Fitra Eri

06

10.Sengkarut Liberalisasi Menara Gading

14.Menelisik Elegi Negeri Sejuta Energi

18.ERS (Use of Wasted Energy)

20.Artificial Intelligence

18 20 30

33


10 14

08 23

23.Li-Fi (The Future of Wi-Fi)

24

24.Brave New Mode of Transportation 30.Ideologi Pemersatu Bangsa

33.Korea Utara

36.Isthmus Kra

38 36 TBM Magazine Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia Depok, Indonesia May, 2017

38.Berbisnis Berbasis Riset


ALL AROUND US

Mutiara di Pedalaman Kanekes

Oleh Muhammad Akbar B. T. Teknologi Bioproses UI 2015

A

pa yang ada dibenak kita saat mendengar kata “Suku Baduy?” Mungkin yang terlintas adalah kehidupan yang jauh dari modernisasi, hidup di hutan, hidup dengan aturan-aturan adat, serta orang-orang yang menyeramkan. Tampaknya kita perlu menyelami lebih dalam. Membuka tabir perspektif negatif tentang Suku Baduy untuk mendapatkan mutiara-mutiara indah dari salah satu suku yang merupakan kekayaan bangsa Indonesia ini. Sensus penduduk tahun 2010 menunjukkan populasi dari Suku Baduy berkisar antara 5000 hingga 8000 orang. Orang-orang Baduy lebih senang dipanggil dengan sebutan “Urang Kanekes,” sesuai dengan nama wilayah mereka tinggal yaitu di kaki pegunungan Kendeng di desa Kanekes, Rangkas Belitung, Banten. Sebutan “Baduy” merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat tersebut, berawal dari sebutan para peneliti Belanda yang menyamakan mereka dengan kelompok Arab Badawi, salah satu kelompok masyarakat yang hidup nomaden. Kemungkinan lain penyebutan suku “Baduy” adalah karena adanya Sungai Baduy dan Gunung Baduy di bagian utara wilayah tersebut. Suku Baduy terbagi menjadi dua macam, yaitu Suku Baduy luar dan Suku Baduy dalam. Secara budaya, Suku Baduy dalam lebih teguh memegang adat istiadat

06/ TBM MAY 2017


suku mereka, sedangkan Baduy luar sudah mulai terpengaruh dengan budaya dari luar. Persamaan dari kedua suku tersebut terletak pada pantangan untuk menggunakan alas kaki, teknologi modern, dan transportasi modern.

“Jadikan setiap tempat sebagai sekolah dan jadikanlah setiap orang sebagai guru� “Jadikan setiap tempat sebagai sekolah dan jadikanlah setiap orang sebagai guru.� Begitulah seruan khas Ki Hajar Dewantara, Menteri Pengajaran Indonesia pertama. Ternyata ada banyak pelajaran yang dapat kita petik dari keunikan Suku Baduy ini. Tradisi kehidupan suku Baduy yang tidak memperbolehkan masyarakatnya menggunakan kendaraan untuk sarana transportasi, tidak boleh menggunakan alas kaki, tidak boleh menggunakan alat elektronik, pakaian mereka yang hanya berwarna hitam atau putih dengan ditenun atau dijahit dengan tangan, dan tidak boleh mandi menggunakan bahan-bahan kimia seperti sabun dan pasta gigi mempunyai suatu makna tersendiri bagi suku tersebut. Tidak seperti orang yang tinggal di kota pada umumnya, memiliki rumah besar selalu identik dengan orang kaya, berpangkat tinggi, dan dipandang banyak orang. Lain halnya dengan Suku Baduy Dalam yang bentuk rumahnya hampir serupa satu sama lainnya. Hal yang membedakan status kekayaan mereka hanyalah tembikar yang dibuat dari kuningan yang disimpan di dalam rumah. Semakin banyak tembikar yang disimpan, maka menandakan bahwa status keluarga tersebut semakin tinggi dan dipandang orang. Walaupun mungkin kita tidak dapat menjalankan aturan tersebut, namun tetap ada hal positif yang dapat diambil. Pelajaran pertama yang Suku Baduy berikan adalah tentang hidup sederhana. Suku Baduy mengajarkan kita untuk leb-

ih cermat dalam mengelola kebutuhan dengan berperilaku hemat. Hidup sederhana dengan tidak berlebihan di setiap aktivitas yang dilakukan. Tapi itu semua memang karena segala sesuatu yang berlebihan tidak baik. Salah satu ciri khas lain dari Suku Baduy adalah berjalan kaki. Suku Baduy selalu berjalan kaki kemana pun mereka pergi. Bahkan apabila ingin mengunjungi kerabatnya yang tinggal di kota besar untuk bertamu maupun berjualan hasil ladang dan kerajinan, mereka tetap berjalan kaki. Pelajaran selanjutnya yang diberikan oleh Urang Kanekes adalah tentang hidup sehat. Suku Baduy mengajarkan kita untuk hidup sehat dengan membiasakan berjalan kaki. Karena kini kita lebih sering menggunakan kendaraan apabila ingin berpergian padahal tempat yang kita tuju hanya beberapa puluh meter dari rumah kita. Selain menghemat bahan bakar, berjalan kaki dapat membuat hidup kita lebih sehat.

mencarinya kemana-mana. Padahal kebahagiaan itu sederhana dan terdapat di sekeliling kita. Dengan menyelami lebih dalam tentang Suku Baduy, maka akan mengantarkan kita untuk menemukan mutiara-mutiara kehidupan yang ada pada Suku Baduy, yaitu tentang hidup sederhana, sehat, bergotong royong, dan hidup bahagia. Sampai saat ini Suku Baduy tetap mempertahankan kehidupan mereka yang terisolasi dari dunia luar. Menjaga tradisi mereka dan menjaga amanat dari nenek moyang mereka untuk selalu menjaga alam. Tidak merusak alam terlebih tidak mengganggu kehidupan mereka dengan masyarakat luar. Mereka hidup rukun dan saling menghormati. Suku Baduy adalah warisan budaya Indonesia yang harus tetap dipertahankan dan diperkenalkan kepada dunia luas agar dunia tahu bahwa Indonesia adalah negeri yang memiliki kekayaan budaya yang melimpah.

Sebagai suku nomaden (tidak memiliki tempat tetap) dan menganut sistem ladang terbuka, Suku Baduy hidup saling membantu. Pelajaran berikutnya adalah tentang bergotong-royong. Sifat gotong royong yang selalu diterapkan oleh Suku Baduy dapat dilihat saat mereka harus berpindah tempat dari satu wilayah ke wilayah lain yang lebih subur. Sebagai makhluk sosial, sudah sepantasnya kita untuk saling tolong-menolong pada sesama karena kini semangat untuk bergotong-royong telah mulai pudar. Kepedulian mulai berkurang dengan masyarakat yang sudah lebih individualis. Tidak banyak aktivitas yang bisa dilakukan Suku Baduy pada malam hari karena keterbatasan cahaya. Biasanya alat musik seperti kecapi yang menemani malam-malam Suku Baduy sambil mengobrol dengan sesamanya. Dengan cara seperti ini, Suku Baduy sudah merasakan kebahagiaan. Pelajaran terakhir yang Suku Baduy berikan adalah tentang hidup bahagia. Dengan segala keterbatasannya, Suku Baduy tetap dapat merasakan kebahagiaan yang mungkin terkadang sulit kita dapatkan walau sudah

07/ TBM MAY 2017


FITRA ERI From A Mechanical Engineer to A Journalist Oleh Dhimas Andianto

I

lmu Teknik Mesin dan Jurnalistik adalah kedua hal yang sangat berbeda. Dari awal saja kedua bidang ini tidak ada korelasinya sama sekali. Teknik Mesin berdasarkan ilmu sains sedangkan Jurnalistik berdasarkan ilmu bahasa dan sosial. Tetapi, apa jadinya ketika seorang lulusan Teknik Mesin memilih jalan karirnya untuk bekerja sebagai seorang Jurnalis ? Itulah yang dilakukan oleh Fitra Eri, seorang Alumni Teknik Mesin Universitas Indonesia yang memilih jalan hidupnya sebagai Jurnalis. Awal mula beliau terjun di bidang jurnalistik adalah ketika beliau menemukan lowongan sebagai reporter di Tabloid Otomotif. Pada saat itu beliau sama sekali tidak mengerti apa itu reporter. Beliau membayangkan pekerjaan adalah mencoba mobil baru kemudian mengulas mobil tersebut.

08/ TBM MAY 2017

Ternyata apa yang akan beliau kerjakan diluar dugaannya dan pekerjaan tersebut pada awalnya sangat berat. Ia harus mencari berita dan sumber kesana-kemari. Seiring berjalannya waktu beliau paham bahwa pekerjaan yang paling cocok untuknya adalah bukan sebagai jurnalis yang memaparkan berita otomotif melainkan jurnalis yang memberikan ulasannya terhadap mobil-mobil baru. Pada setahun pertama, beliau melihat teman-teman yang lain sudah bekerja di industri lepas pantai (offshore) dan ada juga di industri manufaktur dan sektor lainnya dengan gaji yang cukup besar. Beliau dulu tidak yakin apakah pekerjaan beliau ini akan bisa menghasilkan uang sebanyak mereka atau tidak. Pada akhirnya beliau berpikir bahwa daripada beliau bekerja di industri menjadi “tukang� untuk perusahaan perakit mobil, lebih baik beliau menjadi penilai hasil kerja mereka, yaitu melalui profesi beliau sebagai jurnalis. Ilmu teknik mesin yang beliau miliki juga sangat membantu pekerjaan beliau untuk memberikan informasi yang lebih


detail kepada pembaca. Menurut beliau yang terpenting dari suatu pekerjaan adalah apakah pekerjaan tersebut sesuai dengan passion atau tidak dan apakah anda yakin bahwa anda bisa menjadi yang terbaik di pekerjaan tersebut. Pada tahun 2003, beliau diminta oleh Gramedia, perusahaan tempat beliau bekerja, untuk merintis majalah Auto Bild Indonesia. Setelah majalah tersebut berkembang menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia, pada tahu 2012 beliau memutuskan untuk membuat inovasi baru yaitu merepresentasikan ulasan mobil tidak hanya melalui majalah melainkan melalui video. Setelah 14 tahun lamanya mengabdi untuk Gramedia, beliau memutuskan untuk resign untuk mencari tantangan baru dan mengembangkan diri. Setelah resign, beliau membuat media otomotif berbasis website dan channel YouTube bernama Oto Driver. Setelah berjalan 1,5 tahun, beliau mengklaim bahwa Oto Driver sudah dapat mengungguli Auto Bild dari sisi popularitas. Menurut beliau, dalam dunia Car Review yang terpenting adalah figur dari reviewer bukan dari brand perusahaannya. Seperti halnya yang terjadi saat Jeremy Clarkson, James May, dan Richard Hammond hengkang dari Top Gear untuk membuat acara sendiri bernama The Grand Tour. Di musim selanjutnya rating Top Gear jatuh seketika akibat kehilangan figur yang ada dalam diri ketiga orang tersebut. Selain menjadi jurnalis, beliau juga menekuni profesi sebagai pembalap. Beliau memulai karir balapnya pada tahun 1997 setelah lulus kuliah di cabang Drag Race dengan masih menggunakan mobil orang tua. Setelah Drag Race, beliau mulai mengikuti ajang balap Timor One Make Race menggunakan mobil sendiri dan biaya sendiri sampai akhirnya pada tahun 2001 mulai mendapatkan sponsor. Dalam dunia balap, untuk mendapatkan sponsor harus menunjukkan prestasi yang bagus sehingga menarik perhatian media. Beliau menganggap bahwa balap hanya perkerjaan sampingan saja dan sebagai hobi. Saat ini beliau masih aktif balap di Indonesia dan Malaysia. Terakhir, beliau mengikuti ajang Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISSOM) dan meraih juara 1 di kelas Honda Jazz OMR dan juara 2 di kelas Indonesia Touring Car Championship (ITCC).

Wawancara bersama Fitra Eri (Reza, Gilang, Fitra Eri, Dhimas, Davigara)

Ketika ditanyakan mengenai rutinitas pekerjaan, ternyata waktu yang beliau miliki sangat fleksibel. Beliau tidak harus ke kantor setiap hari dan bekerja mengikuti jam kerja yang teratur. Beliau bisa bekerja kapan saja dan dimana saja asalkan target yang ditetapkan tiap pekannya harus tercapai dan hal tersebut beliau terapkan juga kepada para bawahannya. Dalam dunia yang beliau tekuni, yang terpenting adalah passion terlebih dahulu. Perusahaan media akan lebih memilih orang yang memiliki passion di bidang tertentu daripada orang yang memiliki kemampuan menulis. Karena passion tidak ada yang bisa mengajari. Kemampuan menulis, desain, videografi, dan lain-lain hanyalah tools yang bisa dipelajari demi menyampaikan gagasan yang ada di otak kita. Menurut beliau, jangan bekerja untuk uang karena kita akan bosan, tapi biarkan uang yang mengejar kita melalui pekerjaan yang kita lakukan bahkan sampai kita rela untuk membayar demi bisa melakukan pekerjaan kita.

09/ TBM MAY 2017


ALL AROUND US

S

erbuan arus liberalisme yang semakin besar menguasai dinamika pospos strategis di dunia, memang menjadi perbincangan hangat di kalangan intelektual.

mahasiswa geram akan keputusan dari pihak universitas? Serta apa yang menyebabkan berbagai macam gerakan terjadi untuk menentang liberalisasi ini?

Seperti bunyi Undang-Undang Dasar republik ini, bahwa salah satu tugas Negara ialah mencerdaskan kehidupan bangsanya. Diingatnya terus menerus kata per Terlepas dari kata, hingga geram semua itu, kali ini melihat realisasi liberalisasi muncul yang tak kunjung pada objek yang tiba. Dalam konteks berbeda namun ini, Negara harus sangat strategis menjamin akses dan dalam membangun pendidikan yang sebuah peradaban berkualitas bagi yang baik dan rakyat Indonesia. produktif, dunia Menjamin lembaga pendidikan. pendidikan yang Liberalisasi demokratis dan pendidikan di bervisi kerakyatan. perguruan tinggi Oleh Giska Pramesti Namun, persoalan negeri menarik memang sedang perhatian beberapa sangat kronis. Melalui proses liberalisasi kalangan setelah munculnya isu sistem baru pendidikan nasional, praktik-praktik biaya pendidikan, tidak adanya demokratisasi komersialisasi, diskriminasi, serta kampus, dan pembedaan status badan perampasan kebebasan akademik seakan hukum bagi perguruan tinggi negeri. Isu ini menjadi legal untuk dilakukan birokrasi membuat mahasiswa Indonesia geram dan kampus. Imbasnya, perguruan tinggi negeri mencari akar permasalahannya. terkooptasi ke borjuasi-borjuasi dan pemilik modal, swastanisasi pendidikan menjadi massif dan makin menjamur. Dengan dalih Lalu seberapa besarkah urgensi dari otonomi kampus, biaya kuliah dinaikkan atau permasalahan ini sehingga membuat

Sengkarut Liberalisasi Menara Gading

10/ TBM MAY 2017


dibuat logika subsidi silang seperti mekanisme Uang Kuliah Tunggal. Negara menjadi lepas tangan untuk memberikan akses pendidikan bagi rakyat dan dibiarkan sepenuhnya sesuai kebutuhan rakyat. Pembedaan status badan hukum di perguruan tinggi negeri menimbulkan berbagai macam presepsi di kalangan mahasiswa, apakah sebuah bentuk kemandirian atau komersialisasi? Pada dasarnya pengelolaan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dibedakan ke dalam tiga jenis, yaitu PTN dengan pengelolaan satuan kerja (PTN-SATKER), PTN dengan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PTN-BLU) dan PTN Badan Hukum (PTNBH). Yang menjadi sorotan pada pembedaan status badan hukum PTN ini terletak pada PTN-BH. Universitas yang menyandang status PTN-BH diberikan kewenangan otonomi untuk mengembangkan dirinya secara luas. Termasuk organisasi, ketenagakerjaan, kemahasiswaan, keuangan, serta sarana prasarana. Adanya PTNBH diharapkan mampu menjawab tantangan kompetisi, karena apabila PTN mandiri maka manajemen akan terkelola secara kompetitif. Selain hal tersebut, PTN-BH dianggap mampu mendorong terciptanya institusi yang lebih independen sehingga tidak bergantung penuh pada pemerintah. Tapi di sisi lain, PTNBH mengakibatkan diskriminasi, elitisasi, komersialisasi, serta mudahnya akses universitas untuk menaikkan biaya kuliah dengan berbagai alasan seperti peningkatan layanan dengan adanya otonomi tersebut. Apabila biaya kuliah naik secara pesat, maka akan menjadi beban bagi mahasiswa. PTN-BH dinilai keluar dari pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa menjadi pihak yang merasakan perubahan status PTN-BH. Hal itu dapat terlihat dari pengeluaran operasional dan kebutuhan infrastruktur yang disesuaikan dengan kebijakan para

petinggi kampus. Realita sederhana, kenaikan biaya kuliah tiap tahunnya. Bila melihat dari segi undangundang, universitas adalah sebuah penyelenggara atau stakeholder pendidikan yang memenuhi kebutuhan pendidikannya dari tiga sumber. Pertama adalah dari Negara disebut sebagai BO-PTN yang tiaptiap universitas mendapat dana yang berbeda-beda sesuai dengan matriks tertentu. Kedua adalah dari ventura, yaitu pendanaan mandiri dari universitasnya sendiri. Ketiga adalah dari mahasiswa. Bagian ideal untuk sumber dana ini adalah sekitar 1/3 dari masing masing sumber tersebut tergantung dari Student Unit Cost (Biaya operasional yang menyeluruh) di fakultas masingmasing. Melihat dari sumber dana yang didapat oleh pihak universitas, suatu bentuk dari diskriminasi pendidikan terpampang di sistem ini, BOPP adalah bentuk dari kenaikan uang kuliah dengan sedikit penggubahan kata, diperhalus dengan adanya kata “pilihan� yang berarti tidak wajib. Narasi awal yang dipahami oleh pihak mahasiswa tentang BOPP ini adalah sebuah pilihan dan bentuk kepedulian dari mahasiswa ke universitas. Tapi realitanya adalah propaganda dari BOPP ini sangat menarik, setelah dikaji bahasa yang digunakan untuk BOPP dan sistem biaya sebelumnya dalam sosialisasi sangatlah berbeda dan syarat-syarat yang harus dilengkapi juga berbeda. Propaganda yang dimanfaatkan oleh birokrasi kampus dalam konteks BOPP ini adalah psikologis dari orang tua mahasiswa baru yang merasa senang anaknya telah masuk perguruan tinggi negeri. Beberapa pikiran orang tua mahasiswa baru yang memilih BOPP memang karena tingkat finansial yang lebih dari cukup dan tidak mau direpotkan untuk mengurus

11/ TBM MAY 2017


11 PTN dengan Status Badan Hukum (PTN-BH)

Institut Teknologi Sepuluh November Universitas Hasanuddin Universitas Diponegoro Universitas Padjadjaran Universitas Airlangga Universitas Sumatera Utara Universitas Pendidikan Indonesia Universitas Indonesia Universitas Gadjah Mada Institut Pertanian Bogor Institut Teknologi Bandung 12/ TBM MAY 2017

berkas persyaratan. Terjebak dalam hal yang simplistik adalah kondisi yang cocok digambarkan untuk kasus ini meskipun itu adalah hak bagi semua mahasiswanya untuk memilihnya. Sementara itu, demokratisasi di kebanyakan kampus juga masih ada yang dirampas, kebebasan akademik menjadi tidak terjamin. Imbasnya, diskriminasi terjadi, pemberangusan kajian, kegiatan mahasiswa, pemberangusan kebebasan pers, bahkan kriminalisasi menjadi tontonan eksklusif di kampus. Kasus-kasus ini banyak terjadi pada mahasiswa atau tenaga pendidik. Berbagai persoalan dari sistem biaya baru, pembedaan status badan hukum, dan tidak adanya demokratisasi kampus memang buah dari langgengnya proses liberalisasi didalam pendidikan ini. Akar masalahnya adalah kapitalisme yang menjerat Negara kita. Kuasa elit politik, kaum borjuasi, bahkan birokrasi kampus saat ini tunduk pada mekanisme kerja kapital sehingga rakyat menjadi korban. Sistem biaya baru, pembedaan status badan hukum, dan tidak adanya demokratisasi kampus adalah riakriak kecil dari kondisi pendidikan yang kapitalistik. Melawannya secara normatif bak melawan riakriak kecilnya. Karenanya, rakyat yang tereksploitasi dengan hak pendidikan harus mampu melakukan pengorganisiran dengan bersatu dengan elemen rakyat lainnya. Semua dilakukan dalam memobilisasi kekuatan melawan kelas dominan borjuasi. Mengawal kebijakan yang telah diputuskan oleh birokrasi kampus juga perlu dilakukan. Semua untuk memperjuangkan hak pendidikan bagi rakyat.


ALL AROUND US

TIMOR TIMUR

TIMOR LESTE Oleh Ahmad Yusuf Ismail

Timor Leste adalah nama pemberian Portugis yang berarti “Tanah Matahari Terbit”

Francisco Guterres Lu-Olo

SEJARAH ABAD 16 Timor Leste dijajah Portugis dengan nama Timor Portugis

1975 Timor Portugis memproklamasikan kemerdekaan dari Portugis dan bergabung dengan Indonesia menjadi Timor Timur

1999, 30 AGUSTUS Masyarakat Timor Timur memilih berdaulat

2002, 20 MEI

KEADAAN EKONOMI

BAHASA

APA YANG MEMBEDAKAN KEDUANYA? TIMOR TIMUR

TIMOR LESTE

Bahasa Indonesia

Bahasa Portugis

Bahasa Tetun

Mengikuti perkembangan ekonomi Indonesia

Bahasa Tetun Pengangguran 80% barang impor dari Indonesia Kemiskinan

PEMILU TIMOR LESTE 2017

Timor Timur resmi berdulat dan berpisah dengan Indonesia menjadi Timor Leste

KANDIDAT FRANCISO GUTERRES LU-OLO ANTONIO MAHER FATUK MUTIN ANTONIO DA CONCEICAO JOSE LUIS GUTERRES ANGELA FREITAS LUIS TILMAN ANICETO DAS NEVES 13/ TBM MAY 2017


TECHNOCRUNCH

Oleh: Giska Pramesti

14/ TBM MAY 2017


15/ TBM MAY 2017


17/ TBM MAY 2017


ERS TECHNOCRUNCH

oleh : Anandirizki Naufal Winardi

“Use of Wasted Energy�

S

elama ini citra yang ditangkap orang awam mengenai mobil balap adalah mahal dan boros bahan bakar. Dahulu, kedua hal tersebut mungkin memang benar adanya. Tetapi dalam kurang lebih satu dekade terakhir industri otomotif berusaha merubah citra tersebut. Terutama dalam hal pemakaian bahan bakar. Pabrikan otomotif di seluruh dunia, terutama mereka yang berkompetisi di Formula 1 (F1) dan World Endurance Championship, berlomba-lomba untuk melakukan riset demi mengurangi pemakaian bahan bakar tanpa mengurangi kecepatan mobil balap itu sendiri. Akhirnya pada tahun 2009 muncul sebuah terobosan baru di dunia balap yaitu, Kinetic Energy Recovery System (KERS), yang dikembangkan oleh beberapa tim F1. Bagaimana sistem tersebut bekerja dan bagaimana dampaknya baik terhadap lingkungan maupun dunia balap itu sendiri?

18/ TBM MAY 2017

Munculnya KERS dimulai pada tahun 2006 ketika Presiden FIA saat itu, Max Mosley, menginkan adanya teknologi pada mobil F1 yang dapat menyimpan energi terbuang dari pengereman . Sejak saat itu mulai dilakukan pengembangkan sistem tersebut dan pada tahun 2008 beberapa tim mulai melakukan uji coba pada mobil mereka. Pada tahun 2009, FIA memperbolehkan penggunaan KERS yang menghasilkan tenaga tambahan sebesar 60 kW yang dapat disalurkan dengan menekan tombol di setir. Tetapi pada tahun tersebut hanya 4 tim yang mau menggunakannya karena tim lain beralasan KERS hanya akan mengacaukan distribusi berat mobil. Pada tahun 2011, hanya tinggal 3 tim yang tidak menggunakan KERS.


Pada tahun 2014, Formula 1 mengalami perubahan regulasi besar, yaitu dimulainya penggunaan mesin V6 dengan Turbocharger dengan kapasitas 1600cc dan sistem Hybrid. Perubahan regulasi ini bertujuan untuk merubah Formula 1 menjadi ajang balap yang ramah lingkungan dan tetap bergengsi. Mulai tahun tersebut KERS yang mulai disebut sebagai ERS memegang peranan yang jauh lebih penting daripada sebelumnya. Tenaga tambahan yang dihasilkan akan bertambah dua kali lipat menjadi 120 kW setiap lap-nya. Tenaga tersebut disalurkan secara otomatis dengan pengaturan komputerisasi yang rumit. Proses pengumpulan energy (Harvesting) dilakukan oleh dua perangkat yaitu MGU-K, dari hasil pengereman, dan MGU-H, dari energi sisa pembakaran. Terobosan teknologi ini sangat membantu mengurangi konsumsi bahan bakar di ajang balap paling bergengsi ini. Sayangnya, kehadiran ERS ini juga disesalkan oleh beberapa pihak. Diantaranya adalah para penggemar berat Formula 1 yang merasa ERS membuat olahraga ini tidak se-menarik tahun-tahun sebelumnya. Mesin V6 Turbo Hybrid menghasilkan suara yang sangat berbeda dengan mesin V8 dan V10 yang sebelumnya digunakan. Baik mesin V8 maupun V10 menghasilkan suara ganas menderu-deru yang sejak awal menjadi ciri khas Formula 1 dan memiliki tempat tersendiri di hati para penggemar. Selain itu ERS membuat olahraga ini tidak “murah� seperti dekade sebelumnya. Mesin V6 Turbo Hybrid yang sangat canggih membuat budget setiap tim membengkak. Sokongan finansial menjadi hal yang sangat krusial di Formula 1. Jika sokongan dana yang dimiliki tidak cukup kuat, bukan tidak mungkin akan mengakibatkan tim tersebut gulung tikar seperti yang terjadi pada Manor Racing, mantan tim Rio Haryanto.

Sistem yang sama juga dipakai di ajang balap ketahanan World Endurance Championship (WEC) di kelas LMP-1. 3 tim besar yaitu Porsche, Audi, dan Toyota berlomba-lomba melakukan riset demi meraih hasil maksimal. Penggunaan ERS semakin meluas tidak hanya di kancah dunia balap saja tetapi mulai merambah ke ranah produsen mobil jalanan. Porsche, McLaren, dan Ferrari sudah membuat mobil yang memiliki ERS sebagai salah satu fitur utamanya. Ketiga mobil tersebut adalah Porsche 918 Hybrid, McLaren P1, dan Ferrari LaFerrari. Ketiganya digadang-gadang sebagai Supercar terbaik saat ini dengan julukan The Holy Trinity. Kehadiran ERS membuktikan bahwa teknologi ini sangat revolusioner dalam riset pengembagan baik mobil balap maupun mobil jalanan.

‘Hadirnya ERS dapat menjembatani antara mobil dengan mesin berbahan bakar fosil konvensional dengan mobil berbahan bakar listrik.’ Kehadiran teknologi Energy Recovery System sangat revolusioner dalam bidang otomotif secara keseluruhan mengingat dampak positifnya pada lingkungan dan penerapannya pada mobil jalanan. Hadirnya ERS mengubah citra mobil sport yang dikenal boros bahan bakar menjadi mobil yang hemat dan sangat efisien dalam penggunaan bahan bakar. Sayangnya, teknologi ini memerlukan biaya yang cukup besar. Jika bisa diproduksi dengan biaya yang cukup terjangkau, bukan tidak mungkin ERS dapat diaplikasikan ke semua tipe mobil yakni mulai dari mobil sport hingga mobil perkotaan. Hadirnya ERS dapat menjembatani antara mobil dengan mesin berbahan bakar fosil konvensional dengan mobil berbahan bakar listrik.

19/ TBM MAY 2017


ARTIFICIAL TECHNOCRUNCH

INTELLIGEN P

erkembangan kecerdasan buatan sering kali membuat kita berpikir, dapatkah kehidupan manusia berubah sedemikian drastis? Banyak yang takut pekerjaannya diambil oleh sebuah mesin, terutama profesi pekerja kasar atau buruh. Hal ini menandakan bahwa standar mendapatkan pekerjaan meningkat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Namun, kita sebagai insan terpelajar tak perlu khawatir karena hanya para buruh yang akan tergantikan posisinya oleh mesin di dunia kerja. Tapi, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana apabila suatu saat kecerdasan buatan yang kita buat sudah terlalu pintar, mereka menjadi sadar, dan menjadi jahat? Namun tenang saja, sejahat-jahatnya mereka, mereka hanyalah program, mereka tidak bisa mengontrol manusia. Bagaimanapun juga, kita harus siap menghadapi mereka karena sekitar tahun 2100 mereka diperkirakan akan lahir. Paragraf diatas merupakan kumpulan miskonsepsi yang terjadi pada masyarakat umum. Banyaknya kesalahpahaman yang terjadi membuat kasus kecerdasan buatan ini menjadi suatu hal yang viral di masyarakat. Kecerdasan buatan bukanlah hal main-main. Butuh persiapan yang tepat dalam menghadapinya. Apabila terdapat banyak miskonsepsi, bagaimana kita bisa mempersiapkan hal yang tepat? Ditambah lagi dengan kesalahan perkiraan perkembangan kecerdasan buatan yang dianggap berjalan dengan lambat tapi ternyata lebih cepat dari perkiraan para ahli. Maka dapat dipastikan bahwa era kecerdasan buatan akan semakin dekat dengan kita. Untuk itu kita perlu tahu seperti apa kecerdasan buatan yang dapat dikembangkan di masa

20/ TBM MAY 2017

depan agar dapat mempersiapkannya secara matang dan tepat. Saat ini sudah banyak sekali penerapan kecerdasan buatan. Mesin kini sudah menjadi buruh yang terbaik. Mereka selalu tepat dalam melaksanakan perintah dari pembuatnya. Tak hanya itu, kini perkembangan kecerdasan buatan sudah jauh melampaui perkiraan. Jika selama ini kecerdasan buatan membutuhkan suatu perintah khusus untuk melakukan suatu pekerjaan, maka sekarang program bisa “belajar” sendiri hanya dengan diberi input beberapa data. Program tersebut dikenal dengan nama Machine Learning.

‘Jika selama ini kecerdasan buatan membutuhkan suatu perintah khusus untuk melakukan suatu pekerjaan, maka sekarang program bisa “belajar” sendiri.’ Machine Learning adalah jenis dari kecerdasan buatan yang memungkinkan terciptanya data atau perintah baru tanpa membuat program khusus untuk menghasilkan data atau perintah tersebut. Program ini berfokus pada perkembangan data yang diberikan, dengan membaca pola dari data tersebut, sehingga dapat menghasilkan data atau perintah baru

dari pola yang didapat. Program ini bertujuan untuk memperoleh prediksi yang lebih akurat sehingga membantu dalam menentukan keputusan tanpa campur tangan manusia. Pengembangan jangka panjang dari Machine Learning sering disebut dengan Strong A.I yang bertujuan untuk melampaui kemampuan manusia dalam segala bidang kognitif, berbeda dengan program biasa yang umumnya dibuat hanya untuk melakukan tugas yang spesifik. Program biasa ini sering disebut sebagai Narrow A.I / Weak A.I Contoh sederhana dari penerapan Machine Learning yang sering kita jumpai adalah online recommendation pada situs-situs seperti Netflix, Youtube, Amazon, dll. Contoh lainnya adalah feeds pada facebook, ketika anda sering berhenti meng-scroll feeds anda ketika menekan like, atau mengomentari post milik teman anda, maka Facebook akan mulai menampilkan post teman anda terlebih dahulu. Saat ini sudah ada program yang dapat melakukan hal-hal menarik seperti pewarnaan gambar hitam putih secara otomatis, menambahkan suara pada film bisu, penerjemahan visual instan, klasifikasi objek pada gambar, penulisan tangan otomatis, penulisan judul gambar otomatis, dan memainkan game. Belakangan ini produk DeepMind milik Google yang bernama AlphaGo berhasil mengalahkan juara dunia permainan Go dengan kemenangan 4-1. Kemampuan Strong A.I untuk melampaui manusia dalam setiap hal bersifat kognitif menimbulkan perhatian tersendiri. Permasalahan utama dari Strong A.I adalah sang programmer tidak tahu persis


L

NCE oleh : M. Yusuf Raihan

bagaimana cara programnya mendapatkan hasil. Karena kemampuannya dalam hal kognitif dan pembuatan Strong A.I sendiri adalah pekerjaan kognitif, maka akan memungkinkan terjadinya self-improvement pada Strong A.I yang sangat cepat. Self-improvement ini akan mengarahkan pada fenomena bernama Intelligence Explosion, dimana A.I berkembang sangat cepat hingga mencapai kondisi bernama Technological Singularity. Hal tersebut memiliki sisi positif dan sisi negatifnya masing-masing. Technological Singularity adalah kondisi dimana kecerdasan A.I jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kecerdasan semua manusia digabungkan. Kecerdasan ini akan mulai meradiasi keluar bumi, memenuhi alam semesta. Pada titik ini A.I mulai dapat menyatu dengan otak manusia, menyebabkan manusia melampaui batas biologisnya. Penjelasan mengenai Technological Singularity dipaparkan oleh ahli bernama Ray Kurzweil. Ia mengatakan bahwa fenomena ini akan mengoptimalkan kemampuan manusia, membuat evolusi manusia mengarah kepada konsep ketuhanan. Ia memprediksi

fenomena ini akan mulai terjadi pada tahun 2045. Terjadinya self-improvement pada Strong A.I menyebabkan perkembangan kompetensi dari program tersebut melaju sangat pesat. Tingkat kompetensi yang tinggi ini menyebabkan segala hal yang dapat dilakukan sebuah A.I menjadi lebih optimal. Perkembangan A.I akan berbanding lurus dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Semakin advanced sebuah A.I, semakin maju ilmu pengetahuan dan teknologi di era tersebut. Namun fenomena self-improvement ini memiliki dampak buruknya tersendiri. Walaupun ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan jauh lebih cepat, namun proses yang dilewati jauh berbeda. Fenomena ini mengubah budaya sains. Jika sains biasanya dilakukan dengan memahami suatu proses sehingga menghasilkan penemuan baru, sains yang dilakukan oleh A.I tidak dapat diketahui prosesnya mengingat sang programmer sendiri tidak tahu pasti bagaimana cara A.I mendapatkan sebuah jawaban.

Apakah A.I berbahaya? Banyak orang membayangkan A.I berbahaya ketika A.I menjadi sadar dan mulai mencoba untuk mengambil alih dunia. Sosok fisik berbadan logam, bermata merah, dan berbentuk humanoid masih sering muncul di pikiran masyarakat ketika diminta berpikir ancaman oleh A.I. Kasus tersebut adalah contoh miskonsepsi pertama yang sering terjadi pada masyarakat. Pada kenyataannya, yang para ahli takutkan dari A.I adalah tujuan A.I yang melenceng dari tujuan umat manusia, bukan karena A.I menjadi jahat. Contohnya, kita tidak jahat terhadap semut, tapi ketika kita ingin membuat saluran air bawah tanah pada suatu tempat, dan terdapat sarang semut disana, maka kita akan tetap menggali tempat itu. Yang ditakuti para ahli adalah posisi manusia yang berada di posisi semut pada kasus tersebut.

21/ TBM MAY 2017


A.I juga dapat menjadi berbahaya ketika berada di tangan yang salah. Kemampuan A.I yang sangat tinggi sangat memungkinkan terbentuknya senjata pemusnah massal yang kita tidak tahu persis bagaimana cara kerjanya. Sebuah A.I juga berbahaya apabila tujuannya benar namun caranya yang salah. Ketika mobil kemudi otomatis diminta untuk mencapai tujuan secepat mungkin, kemungkinan isi mobil akan penuh dengan muntah dan mobil dikejar-kejar polisi. Bila sebuah program dipakai untuk proyek pertambangan dan diminta untuk mengambil hasil sebanyak-banyaknya, bayangkan apa yang akan terjadi. Miskonsepsi kedua yang sering terjadi pada masyarakat umum adalah anggapan bahwa hanya pekerja kasar yang akan tergantikan oleh A.I. Mengingat konsep

22/ TBM MAY 2017

Strong A.I yang bertujuan untuk melampaui manusia dalam segala aspek kognitif, maka hampir semua lapisan pekerjaan akan terancam. Bahkan pekerjaan programmer juga akan terancam dikarenakan kemampuan A.I untuk melakukan self-improvement. Miskonsepsi ketiga berkaitan dengan pertanyaan mungkinkah A.I mengkontrol manusia? Jika ada yang berpikiran A.I tidak dapat mengkontrol manusia karena mereka hanyalah sebuah program, dan selama mereka tidak memiliki bentuk fisik yang jelas maka kita tidak terancam, maka perlu diingat bahwa kita “menjinakkan� macan bukan dengan fisik kita yang lebih kuat, cepat ataupun besar, melainkan kita lebih pintar. Faktanya, sebuah A.I tidak membutuhkan tubuh, yang dibutuhkan hanya koneksi internet.

Karena kompetensi A.I yang sangat tinggi maka teknologi A.I akan sangat menguntungkan manusia jika dikembangkan dengan benar. Penelitian tentang A.I harus terus dilakukan. Namun kita perlu sadar akan bahaya yang dapat ditimbulkan A.I ketika tidak ditangani secara benar. Maka dari itu, penelitian tentang keamanan A.I sama pentingnya dengan penelitian tentang A.I itu sendiri. Kita tidak tahu kapan era Strong A.I akan datang. Banyak ahli yang berpendapat bahwa A.I tinggal beberapa dekade lagi, tapi yang berpendapat bahwa era itu masih jauh lebih lama lagi tidak kalah banyaknya. Kapanpun era itu datang, kita sudah harus siap menghadapinya. Karena kecerdasan buatan seharusnya menjadi bukti seberapa kuat kecerdasan pembuatnya.


Oleh : Rayhan Ammarsyah

.

23/ TBM MAY 2017


TECHNOCRUNCH

BRAVE NEW MODE OF TRANSPORTATION Oleh : Reza Edriawan

24/ TBM MAY 2017

760kph inside a tube


Saat ini dunia bergerak hanya dengan empat moda, mobil di atas jalan, kapal di atas air, pesawat di udara, dan kereta yang bergerak di atas sebuah rel. Masing-masing memiliki kelebihan serta kekurangan yang berbeda. Namun pada hakikatnya, dunia masih menanti sebuah moda yang jauh lebih efisien, nyaman, dan aman sekaligus.

25/ TBM MAY 2017


P

enantian seluruh dunia akan sesuatu yang baru seolah-olah menjadi sebuah kalimat yang menyulut semangat The Real-Life Iron Man, Elon Musk. Persis seperti saat mengguncang dunia dengan Roket Falcon 9 yang dapat digunakan berulang, kali ini Elon Musk bersama timnya dari SpaceX dan Tesla Motors memperkenalkan kepada dunia sebuah moda transportasi baru yang bertajuk “Hyperloop Alpha.” Elon Musk menyebutkan bahwa Hyperloop adalah moda transportasi yang tidak dapat disamakan dengan keempat moda sebelumnya. CEO Solar City itu juga mengutarakan bahwa Hyperloop dapat bergerak dengan kecepatan 760 km/jam atau 90% kecepatan suara. Kemudian, Elon juga mengutarakan bahwa biaya pembangunannya jauh lebih murah dibanding kereta hingga1 berbanding 10. Terakhir, founder PayPal itu mengatakan bahwa Hyperloop masih dapat berkembang lebih jauh. Lalu bagaimana sebenarnya sebuah karya terbaru dari Elon Musk ini dan bagaimana ia membuatnya berkembang lebih jauh lagi?

CEPAT, AMAN, DAN NYAMAN Layaknya Tesla Model S dan Falcon 9, Elon membuat konsep Hyperloop menjadi moda transportasi yang mudah, efisien, serta ramah lingkungan. Pria kelahiran Afrika Selatan itu bersama timnya pertama kali mempublikasikan konsep Hyperloop dalam sebuah tulisan berjudul “Hyperloop Alpha” sepanjang 57 halaman yang diunggah pada situs resmi SpaceX. Jika kita merujuk kepada tulisan itu, kita dapat menganalisis empat komponen utama dalam Hyperloop yang membuatnya bekerja. Seorang fisikawan ternama bernama Arthur Kantrowitz menyatakan bahwa ketika sesuatu bergerak dalam sebuah tabung, fluida bertekanan tinggi akan terbentuk tepat di depan benda, kemudian jika jarak antara benda dan tabung tidak cukup besar, fluida tersebut akan menghambat jalannya benda. Konsep ini dikenal dengan nama Kantrowitz Limit. Elon Musk dalam Hyperloop secara cerdas menanggulangi Kantrowitz Limit dengan memasang sebuah kipas kompresor besar yang akan menghisap fluida bertekanan tinggi tersebut. Fluida yang dihisap tersebut kemudian akan dialirkan ke belakang atau ke bagian bawah Hyperloop yang akan menjadi bantalan udara agar badan Hyperloop terangkat sedikit dari dasar tabung. Konsep bantalan udara tersebut sama seperti yang diaplikasikan dalam permainan hoki udara (air hockey). Konsep kipas kom-

26/ TBM MAY 2017

presor ini menghilangkan hambatan fluida dan membuat Hyperloop dapat melesat hingga 90% kecepatan suara.

‘Konsep kipas kompresor ini menghilangkan hambatan fluida dan membuat Hyperloop dapat melesat hingga 90% kecepatan suara.’ Mesikipun sudah mampu mengatasi hambatan udara, sesuatu tidak mungkin bergerak tanpa ada gaya yang mempengaruhi benda tersebut. Untuk itu, Elon Musk memanfaatkan teknologi yang sudah pernah ia kembangkan di mobil Tesla Model S, yaitu induksi elektromagnetik. Hyperloop memanfaatkan induksi elektromagnetik untuk bergerak dengan meletakkan stator setiap suatu jarak tertentu sehingga, menurut hukum Faraday dan hukum Lenz, induksi magnetik akan terbentuk yang kemudian akan menghasilkan gaya yang menyebabkan Hyperloop dapat bergerak.

Sebagaimana disebutkan, elektromagnetik membutuhkan arus listrik dalam menciptakan gaya magnet. Dalam hal ini, Elon Musk dan timnya memanfaatkan teknologi yang juga telah ia kembangkan di Solar City, yaitu panel surya. Panel surya diletakkan di beberapa titik sepanjang tabung tempat Hyperloop berjalan. Menurut perhitungan yang dimuat dalam “Hyperloop Alpha,” energi yang dihasilkan oleh panel-panel surya tersebut sudah cukup bahkan melebihi kebutuhan energi Hyperloop itu sendiri selama tidak digunakan untuk berakselerasi. Namun, karena Hyperloop menggunakan stator-stator untuk bergerak, maka tidak dibutuhkan energi untuk menggerakan Hyperloop. Komponen terakhir yang membuat Hyperloop lebih baik dibandingkan empat moda transportasi lainnya adalah ketika Elon Musk benar-benar memikirkan aspek keselamatan penumpang. Elon bersama timnya mendesain Hyperloop untuk rute Los Angeles menuju California, dimana sepanjang jalur tersebut rawan terjadi gempa bumi. Oleh karena itu, Elon Musk mendesain pilar-pilar yang mendirikan tabung jalur Hyperloop sedemikian rupa agar dapat bergerak ketika terjadi gempa bumi tetapi tabung-tabung yang menjadi jalur Hyperloop masih dalam keadaan utuh tidak berpindah.


HYPERLOOP POD COMPETITION Elon Musk menggunakan perusahaannya, SpaceX, untuk memberikan kemudahan bagi insinyur dan mahasiswa dari seluruh dunia untuk mengembangkan Hyperloop. Cara yang dipilih Elon Musk adalah dengan membangun sebuah sistem sesungguhnya dari Hyperloop di markas SpaceX di Hawthorne, California. Sistem Hyperloop tersebut berbentuk tabung dengan panjang 1 mil (1.6 km) dan diameter 6 kaki (1.83 m), kurang lebih sesuai seperti gambaran jalur Hyperloop yang sesungguhnya. Sistem Hyperloop yang dibuat ini digunakan sebagai sarana dalam menyelenggarakan “Hyperloop Pod Competition.� Lalu apa sebenarnya Hyperloop Pod Competition?

Empat komponen utama dari moda transportasi Hyperloop ini menjadi sesuatu yang benar-benar baru dan orisinil dari Elon Musk dan timnya. Tidak berhenti sampai situ, Elon Musk mengatakan bahwa konsep ini masih dapat dikembangkan lebih jauh lagi oleh orang lain. Karena itulah Elon Musk mempublikasikan Hyperloop ini di situs resmi yang ia kelola.

Hyperloop Pod Competition merujuk kepada sebuah kompetisi yang diselenggarakan SpaceX dan terbuka bagi insinyur dan mahasiswa dari seluruh dunia untuk mengembangkan Hyperloop lebih jauh lagi. Peserta diharuskan untuk mendesain dan membuat prototype Hyperloop yang kemudian dipresentasikan dan dilombakan. Pada gelaran Hyperloop Pod Competition I, 27 tim dari seluruh dunia turut serta dengan desain yang berbeda-beda. Meskipun terdapat 27 tim yang bersaing, hanya tiga tim yang berhasil lolos seleksi untuk dapat mencoba prototypeyang telah dibuat dalam system Hyper-

loop sesungguhnya. Ketiga tim tersebut adalah tim dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Delft Team dari Delft University of Technology, dan Warr Team dari Technical University of Munich. Pada malam penghargaan, ketiga tim mendapatkan penghargaan untuk Most Safety and Reliability, Overall Score, dan Fastest Run, secara berturut-turut. Berjalannya Hyperloop Pod Competition I pada Januari kemarin yang dipenuhi dengan antusiasme tinggi dari seluruh dunia membuat SpaceX berencana untuk mengadakan Hyperloop Pod Competition II. Persyaratan dan peraturan kompetisi telah dirilis melalui situs resmi SpaceX pada Agustus 2016 lalu dan saat ini seleksi oleh panitia tengah berjalan. Rencananya, kompetisi dengan menggunakan prototype dan system Hyperloop akan dilaksanakan pada musim panas 2017. Namun sayangnya, meskipun antusiasme dari peserta dan penyelenggara begitu besar, Elon Musk dan SpaceX tidak memberikan informasi yang pasti mengenai keluaran dari Hyperloop Pod Competition ini. Dengan kata lain, belum ada masa depan yang jelas bagi para peserta dan pemenang Hyperloop Pod Competition ini.

27/ TBM MAY 2017


HYPERLOOP DAN INDONESIA but langsung mengomentari soal rencana Hyperloop di Indonesia ini kepada media. Budi menyampaikan bahwa saat ini Hyperloop di Indonesia masih sebatas riset dan pengkajian terhadap segala aspeknya. Budi juga masih belum berani untuk menyebutkan soal kapan Hyperloop akan memulai pembangunan dan beroperasi di Indonesia. SingkatnHyperloop Transportation Technologies, ya, Hyperloop di Indonesia masih jauh Inc (HTT) menjadi perusahaan yang dari kata nyata bagi pemerintah. mencoba untuk membangun system Hyperloop pertama di Asia Tenggara. Berlawanan dengan komentar KementriCEO HTT, Bibop Gresta, bahkan telah an Perhubungan, HTT bergerak begitu mengunjungi Indonesia untuk meny- cepat dalam mengembangkan Hyperloop osialisasikan moda transportasi ini ke di Indonesia. HTT bahkan telah membenmasyarakat Indonesia. Selain itu, Bibop tuk sebuah perusahaan resmi di Indonesia juga dikabarkan telah menandatangani untuk melegalkan Hyperloop ini. Perusasebuah persetujuan kontrak dengan haan itu adalah PT. Hyperloop Transtek sebuah perusahaan swasta untuk mel- Indonesia yang dikepalai oleh Dwi Puakukan studi kelayakan dan membangun tranto Sulaksono. Menurut HTT,pemHyperloop di Indonesia pada tanggal 8 bangunan Hyperloop di Indonesia tidak Maret lalu. Kontrak tersebut diberitakan membutuhkan birokrasi yang lama karebernilai sebesar 2.5 Juta Dollar Amerika. na pembangunannya hanya membutuhkan tanah yang sedikit untuk pilar-pilar. Pemerintah melalui Menteri Perhubu- Sisanya dibangun diatas tanah. Menurut ngan, Budi Karya Sumadi, lima hari Chairman PT. Hyperloop Transtek In setelah penandatanganan kontrak terseHyperloop telah menjadi sebuah fenomena di dunia internasional. Sejak white paper “Hyperloop Alpha� dirilis, animo positif begitu banyak bermunculan dari para insinyur dan investor terbaik dunia. Mereka berlomba untuk mengembangkan dan membangun Hyperloop di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia.

28/ TBM MAY 2017

donesia, saat ini telah ada beberapa rencana rute Hyperloop. Pembangunan akan dimulai dari Pulau Jawa dengan menghubungkan Kota Tangerang, Bandar Udara Soekarno-Hatta, serta Jakarta. Bandara Soekarno-Hatta dan Ibu Kota Negara dijanjikan akan dapat ditempuh dalam waktu lima menit saja. Kemunculan Hyperloop telah menjadi sebuah kejadian yang menggugah dunia. Tidak hanya mengagumkan secara teknologi, fakta bahwa Hyperloop juga sesuai dengan kebutuhan masyarakat dunia secara social ekonomi menjadikan moda transportasi baru ini begitu ditunggu masyarakat dunia. Hyperloop saat ini juga terus mengalami perkembangan yang signifikan atas usaha riset oleh mahasiswa internasional dan perusahan-perusahaan swasta. Moda transportasi kelima yang dapat bergerak dengan kecepatan 0.9 Mach dalam sebuah tabung ini kemudian menjadi sumbangsih Elon Musk yang kesekian kalinya bagi umat manusia.


DOOMSDAY CLOCK Dua Setengah Menit menuju kiamat Penulis: Romy Dzaky

T

eknologi seringkali membantu manusia dalam berbagai hal. Tetapi, sadar atau tidak teknologi memiliki sisi kelam yang menempatkan umat manusia dalam bahaya. Konyol bukan? Teknologi yang semulanya diciptakan untuk memudahkan pekerjaan manusia dapat berbalik menjadi senjata makan tuan yang justru menyulitkan manusia. Sebuah jurnal akademik berjudul The Bulletin of the Atomic Scientists, dalam cetakan pertamanya, pernah memuat sebuah terobosan terkenal bernama Doomsday Clock. Doomsday Clock adalah suatu jam tak nyata yang diakui secara internasional untuk menunjukkan kepada manusia seberapa dekatnya mereka dengan kehancuran atau kiamat. Jam ini awalnya dibuat sebagai respon atas penggunaan nuklir besar-besaran pada perang dingin kala itu. Maksud awalnya adalah untuk mengingatkan manusia akan bahaya kehancuran akibat ketamakan dalam penggunaan nuklir. Seirin berjalannya waktu, Doomsday Clock justru semakin meluas cakupannya. Doomsday Clock kini menjadi salah satu ikon pengingat manusia akan kehancuran akibat ciptaannya sendiri, yaitu teknologi.

Pada awal tahun 2017 kemarin, The Bulletin of the Atomic Scientists telah merilis dalam websitenya bahwa waktu yang tersisa pada Doomsday Clock hanyalah dua setengah menit. Penggunaan dan pengembangan senjata nuklir, makin parahnya climate change, dan perkembangan teknologi merupakan berbagai penyebab dari makin dekatnya Doomsday clock dengan kehancuran atau dalam Doomsday Clock lebih dikenal dengan “Midnight�. Bahkan dalam websitenya, The Bulletin of the Atomic Scientists mengemukakan bahwa disahkannya Donald Trump sebagai presiden AS baru-baru ini juga menjadi salah satu penyebab makin berkurangnya waktu yang tersisa. Ini disebabkan cuitan Trump

dalam twitternya yang menyatakan akan mengalokasikan dana besar-besaran dalam sektor persenjataan. Doomsday Clock bukan hanya kali ini saja mengalami kritis dan menyentuh angka dua menit. Doomsday Clock menunjukkan angka terendahnya, yaitu dua menit pada tahun 1953. Tahun 1953 merupakan catatan kelam dalam catatan sejarah manusia. Amerika Serikat pada saat itu sedang menyetujui pembuatan Hydrogen Bomb, dimana bom ini lebih kuat dari bom atom manapun. Dan pada saat itu juga Amerika Serikat menguji coba bom tersebut di lautan pasifik. Belum pernah ada di dunia ini teknologi dengan efisiensi sempurna, pastilah memiliki harga yang harus dibayar. Doomsday Clock merupakan salah satu upaya yang dilakukan ilmuwan untuk mengingatkan manusia bahwa teknologi sudah sepatutnya kita gunakan secara bijaksana. Nasib dunia sekarang ada di tangan kita, sikap kita saat ini menentukan keadaan dunia kita kedepannya. Be wise or be gone.

29/ TBM MAY 2017


BEYOND MECHANICAL

IDEOLOGI PEMERSATU BANGSA Oleh Reza Edriawan

Indonesia, dengan 17.504 pulau, 1340 lebih suku, dan 1211 Bahasa, telah dikenal sebagai negara yang begitu kaya. Tapi apakah kekayaan Indonesia terbatas dari geografis dan etnis saja? Bagaimana dengan pemikiran-pemikiran rakyat Indonesia? Apakah kurang kaya dan beragam?

K

urang lebih 350 tahun dijajah oleh bangsa lain, berarti 350 tahun perubahan yang dinamis di Indonesia tentang melawan dan kalah, sebelum akhirnya menang. Perubahan yang dinamis itu membuat banyak paham-paham atau ideologi juga tumbuh secara dinamis di setiap hati rakyat Indonesia. Lalu apa sajakah ideologi yang pernah tumbuh dan berkembang di Indonesia? Serta bagaimana rakyat Indonesia pada akhirnya dapat membuat keberagaman pemikiran tersebut sebagai sebuah pemersatu bangsa, dan justru tidak memecah belah persatuan? Bayangkan anda dan seseorang lain adalah dua orang pengusaha yang hidup dalam negara yang tidak memiliki peraturan perdagangan. Kemudian, pada suatu hari, bisnis yang anda jalankan meraup keuntungan yang sangat besar, sementara lawan bisnis anda justru mengalami kerugian. Apa yang anda rasakan? Bangga? Atau justru khawatir lawan bisnis anda akan berbuat sesuatu yang akan merugikan anda karena rasa iri? Sekarang bagaimana jika kita perbesar skalanya menjadi 100.000 pengusaha dan anda menjadi satu-satunya orang dalam angka tersebut yang meraup keuntungan saat 99.999 lainnya hampir bangkrut. Cukup takut sekarang? Lalu apa yang akan anda lakukan sekarang? Terpikirkah untuk meminta bantuan keamanan dari selain 99.999 pengusaha lain? Jika ya, maka selamat anda telah mereplikasi sejarah lebih dari 2 abad silam, yang pada waktu itu melahirkan suatu paham bernama liberalisme. Sesuai dengan analogy diatas, paham liberalisme menyatakan bahwa negara atau pemerintah hanyalah sebagai sebuah instrument atau alat yang fungsinya hanyalah mengawasi perekonomian agar kegiatan perdagangan dan segala hal milik pribadi berjalan sesuai jalurnya.

30/ TBM MAY 2017


Ideologi liberalisme ini pertama kali dicetuskan oleh penulis amerika, Adam smith, dalam bukunya “Wealth of Nation” pada tahun 1776. Walaupun lahir dan berkembang di amerika, paham ini juga digunakan oleh bangsa-bangsa eropa yang akhirnya mendorong bangsa eropa untuk mengembangkan bisnisnya sebesarbesarnya hingga terjadilah penjelajahan samurdra yang akhirnya mengawali penjajahan eropa di negara-negara asia, khusunya Indonesia. Lalu bagaimana ketika eropa telah masuk ke negara-negara asia, khususnya saat Belanda mulai menduduki Indonesia? Apakah konsep liberalisme pula yang diterapkan? Jawabannya adalah tidak. Liberalisme yang menjunjung tinggi kebebasan (liberty) bagi rakyatnya tidaklah cocok untuk diimplementasikan di Indonesia oleh Belanda yang ingin menguras seluruh sumber daya alam Indonesia. Lalu ideologi apa yang digunakan Belanda saat itu? Kita dan dunia mengenalnya dengan Kapitalisme atau Imperialisme. Telah banyak kita mendengar kata kapitalisme, tapi apa sebenernya kapitalisme itu? Menurut presiden pertama RI, Ir. Soekarno, system kapitalisme berjalan dengan memisahkan alat produksi dengan buruh. Alat produksi yang dimiliki Indonesia saat itu adalah tanah yang subur, sementara buruhnya adalah rakyat Indonesia sendiri. Belanda memisahkan keduanya dengan menjadikan setiap tanah nusantara hak milik Belanda dan membuat rakyat Indonesia hanya menjadi buruh di tanah-tanah tersebut. Sistem tersebut membuat segala keuntungan hanya sang pemilik tanah yang mengetahui besarnya, sehingga Belanda dapat meraup semua keuntungan tersebut atau memberikan kepada para buruh sebagai upah yang sangat sedikit dengan dalih bahwa memang sebesar itulah keuntungan yang ada. Sistem tersebut diimplementasikan di Indonesia selama kurang lebih 350 tahun yang menyengsarakan.

Adam smith, pencetus paham liberalisme dalam bukunya “Wealth of Nation” tahun 1776

Kehadiran kapitalisme yang keji dan menyengsarakan, membuat bermunculan ideologiideologi baru yang bertujuan menggulingkan capital dan membuat rakyat hidup layak kembali. Salah satu ideologi yang tumbuh di Indonesia melalui kesengsaraan rakyat saat itu adalah Komunisme. Paham komunis, yang pertama kali lahir pada 1848 melalui buku “The Communist Manifesto” karya Karl Marx dan Friedrich Engels, masuk ke Indonesia pada awal abad 21 melalui beberapa mahasiswa Belanda yang masuk ke Indonesia saat itu. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud Komunisme dan mengapa Komunsime dianggap dapat menghapuskan kapitalisme di Indonesia? Setiap orang yang memiliki paham komunis menganggap bahwa terdapat dua kelompok masyarakat dalam kehidupan kapitalis. Dua kelompok itu adalah kaum burjois dan kaum proletary. Kaum burjois sebagai orang-orang pemilik atau penguasa sumber daya alam dan alat produksi, sementara kaum proletary adalah sebagai buruh-buruh pekerja (sesuai dengan definisi Ir. Soekarno).

Karl Marx dan Friedrich Engels, pencetus paham komunisme dalam buku mereka “The Communist Manifesto” tahun 1848

31/ TBM MAY 2017


Sesuai dengan define Kapitalisme sebelumnya, perbedaan kedua kelompok kaum inilah yang menghidupkan kapitalisme, sehingga harus segera dihapuskan untuk menghapuskan kapitalisme. Bagaimana caranya? Cara yang diajukan oleh orang-orang komunis sangat mudah, dengan mempersatukan kaum proletary atau buruh untuk menggulingkan kekuasaan kaum burjois atas alat produksi, dan yang terakhir adalah dengan membuat kaum proletary memiliki kekuatan politik. Jika hal tersebut telah terlaksana, maka dalam negara tersebut semua warganya akan dianggap sama dalam hal apapun, dan kemudian semua proses produksi menggunakan alat produksi milik negara akan dipergunakan hanya untuk memenuhi kebutuhan semua warganya, bukan untuk diperdagangkan secara bebas kembali. Cara tersebut terbukti berhasil membantu menjatuhkan kapitalisme, terutama di Indonesia, diperkuat dengan berdirinya Partai Komunis Indonesia (PKI) pada Mei 1914. Kemudian apakah komunisme menjadi satu-satunya ideologi yang berkembang untuk meghapuskan Kapitalisme di Indonesia? Tentu saja tidak. Pada awal abad 21, sebuah paham baru mulai dikenal di kalangan rakyat Indonesia, dengan nama Nasionalisme. Nasionalisme saat ini bukan menjadi sesuatu hal yang baru bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Tetapi apa sebenarnya makna dari ideologi yang dianut oleh tokoh-tokoh besar pejuang proklamasi Indonesia seperti Ir. Soekarno, Dr. Tjipto Mangunkusumo, dan M. Hatta? Serta bagaimana Nasionalisme dapat membantu Indonesia keluar dari Kapitalisme yang menggerahkan?

Ir. Soekarno sebagai pemimpin PNI tahun 1927

Nasionalisme berdasarkan pada persamaan senasib setiap individunya. Dalam konteks Indonesia, Nasionalisme, terumata melalui Partai Nasional Indonesia (PNI), bertujuan untuk menyadarkan setiap rakyat Indonesia, bahwa setiap rakyat telah mengalami kesulitan yang sama dibawah Kapital Belanda. Para nasionalis percaya, bahwa jika perasaan senasib tersebut telah tumbuh dalam setiap individunya, dengan sendirinya rakyat Indonesia akan bersatu untuk kemudian mengusahakan kemerdekaan Indonesia. Terbukti cara tersebut telah berhasil mendatangkan kemerdakaan Indonesia, dengan para tokoh PNI sebagai tokoh-tokoh utama dalam prokalamasi tersebut. Liberalisme, Kapitalisme, Komunisme, dan Nasionalisme, telah silih berganti menjadi ideologi yang mempengaruhi jalannya negeri ini. Tetapi itu semua ketika Indonesia berjalan dibawah penjajahan, bagaimana setelah penjajahan? Para tokoh-tokoh pendiri bangsa ini telah secara jeli melihat bahwa keberagaman pemikiran atau ideologi yang dimiliki rakyat Indonesia, akan menjadi senjata terbaik untuk memecah belah bangsa yang akan merdeka saat itu. Kemudian dengan sangat baik, para tokoh tersebut memberikan sebuah solusi yaitu dengan membentuk sebuah dasar negara baru, yang ekskulisif bagi Indonesia. Dasar negara tersebut kita semua mengenal sebagai Pancasila. Ini berarti, Pancasila tidak hanya sebagai dasar atau ideologi negara, tetapi juga sebagai bentuk pertahanan bangsa Indonesia, terhadap paham-paham lain dari luar dan dalam negeri yang dapat memecah belah bangsa Indonesia.

32/ TBM MAY 2017


KOREA UTARA

‘The military might of a country represents its national strength. Only when it builds up its military might in every way can it develop into a thriving country.’ - Kim Jong Un

Oleh : Salsabil Dwikusuma

33/ TBM MAY 2017


Korea Utara, secara resmi disebut Republik Demokratik Rakyat Korea adalah sebuah negara di Asia Timur, yang meliputi sebagian utara Semenanjung Korea. Ibu kota dan kota terbesarnya adalah Pyongyang. Korea Utara memiliki beberapa fakta unik diantaranya:

1 2 3 4

Juche, ideologi yang pertama kali dicetuskan oleh Kim Il-sung pada tahun 1955, mengandung prinsip: “manusia menguasai segala sesuatu dan memutuskan segala sesuatu�.

Memiliki stadium terbesar di dunia yaitu Stadion Hari Buruh Rungrado

Pria hanya memiliki 10 pilihan potongan rambut. Tapi model rambut yang dimiliki Kim Jong-un bukanlah salah satu yang diperbolehkan. Sementara, pilihan bagi perempuan lebih banyak: 18 model.

Lautan Serdadu Lautan Serdadu adalah jumlah serdadu yang menjadikan militer Korea Utara sebagai salah satu kekuatan militer yang paling disegani di Asia. Setiap saat Kim Jong Un bisa memerintahkan 1.2 juta pasukan infanteri, ditambah 7.7 juta prajurit cadangan, untuk menyerbu jirannya di Selatan.

Angkatan Darat Pasukan darat Korea Utara masih menjadi kekuatan utama negara ini. Hampir 70% pasukan darat ditempatkan hanya pada jarak 100 kilometer (62 mil) dari perbatasan Korea Selatan. Pasukan darat terdiri dari campuran korps infanteri yang didominasi terdiri dari unit infanteri biasa dan ringan. Secara umum, kekuatankekuatan ini disimpan di fasilitas bawah tanah dan menghadap ke Korea Selatan.

Angkatan Udara Korea Utara melarang warganya untuk mengenakan busana jeans karena dianggap simbol Amerika Serikat.

Ternyata dibalik fakta-fakta yang unik, Korea Utara menyimpan sesuatu yang sangat mematikan yaitu alutsista.

34/ TBM MAY 2017

Cabang militer terbesar kedua Korea Utara adalah angkatan udara. Seperti pasukan darat Pyongyang, sebagian besar kekuatan mereka disiapkan untuk menghadapi Korea Selatan. Sebanyak 50% angkatan udara Korea Utara ada dalam jarak 62 mil dari perbatasan Korea Selatan.


Angkatan Laut Cabang terkecil adalah Angkatan Laut. Sebanyak 50% aset angkatan laut berjarak 62 mil dari perbatasan. Aset angkatan laut sebagian besar terdiri dari kapal patroli penuaan, kapal selam, hovercraft, serta kapal amfibi. Hampir semuanya adalah platform tua. Dari berbagai aset ini, armada kapal selam Korea Utara adalah yang paling berpotensi memunculkan ancaman.

Satuan Elit Tidak semua serdadu Korea Utara bisa dianggap enteng. Pasalnya saat ini negeri komunis itu tercatat memiliki jumlah pasukan elit terbesar di dunia, yakni sekitar 200.000 serdadu. Mereka yang mengenyam pelatihan khusus biasanya ditempatkan di satu an pengintaian tempur dan penembak jitu yang disebar di kawasan perbatasan.

hampir semua anggotanya mahir memakai senjata runduk mematikan itu. Meskipun lihai dalam pengintaian, bukan berarti kemampuan Reconnaissance Brigades hanya itu saja. Satuan ini juga bisa diterjunkan dalam misi-misi serbu langsung dan bidang intelijen.

Light Infantry Light Infantry ini secara umum hampir mirip dengan Kopaska karena kemampuan amphibi mereka. Jadi, mereka tak hanya mematikan di darat, tapi juga laut. Kemampuan utama para anggota Light Infantry sendiri adalah melakukan infiltrasi kilat dengan pergerakan cepat. Soal misi, mereka dituntut untuk mampu menaklukkan skenario tak masuk akal. Seperti menguasai markas besar musuh dengan cepat sampai menghancurkan pusat-pusat pengembangan nuklir. Pasukan ini konon yang paling dimanjakan Korut dengan berbagai peralatan tempur yang sangat canggih.

senjata artileri berat jarak jauh yang sebagian besar berdaya jelajah tinggi dan mampu mencapai ibukota Korsel, Seoul.

Meriam Api Sistem persenjataan artileri darat menjadi tulang punggung kemampuan tempur militer Korut. Salah satunya adalah meriam Koksan berdiameter 170mm yang kini mendominasi sistem persenjataan berat negeri Komunis itu.

Rudal Nuklir Terlepas dari jumlah serdadu dan artileri, ancaman terbesar yang dimiliki militer Korut adalah sistem peluru kendali berhulu ledak nuklir. Dikembangkan sejak dekade 1970an dengan mengandalkan desain rudal Scud, Korut kini memiliki tiga tipe peluru kendali yang salah satunya berdaya jelajah 8000 kilometer.

Gas Pembunuh Massal Lembaga pemantau nuklir, Nuclear Threat Initiative, pernah merilis laporan yang menyebut Korea Utara sebagai negara dengan cadangan senjata kimia terbesar ketiga di dunia. NTI memperkirakan saat ini Pyongyang menyimpan hingga 5000 ton agen kimia. Jika terancam, Korut diyakini bisa memproduksi 12.000 unit senjata kimia, antara lain berupa gas syaraf dan senyawa beracun, Sarin.

Airborne

Maritime

Detail kualifikasi dan juga kemampuan pasukan elit udara ini tak pernah diketahui secara mendalam. Hanya hal-hal umum saja yang bisa digali. Misalnya, kemampuan para anggotanya mengendarai pesawat-pesawat besar macam Antonov, sampai kemampuan mereka meluncurkan paratrooper di tempat yang pas.

Alasan kenapa AS segan merapatkan kapal induknya ke negara ini adalah karena laut Korut dijaga oleh pasukan khusus bernama Maritime. Bagaimana tak segan, kemampuan para anggota Maritime ini memang sangar. Mereka dibekali dengan kemampuan serang taktis dalam mengoperasikan kendaraankendaraan laut seperti kapal tempur sampai dengan kapal selam kelas menengah

Reconnaissance Brigades Dalam angkatan darat Korut ada sebuah divisi yang bernama Reconnaissance Brigades. Diketahui, satuan ini hanya berisi orang-orang pilihan dengan kemampuan gila. Tak hanya fisik saja, tapi juga dalam penggunaan senjata-senjata, khususnya sniper. Pasukan ini juga biasa disebut Sniper Brigade karena

Alutsista Korut Artileri Barat Salah satu ancaman terbesar dari militer Korut adalah sistem persenjataan konvensional seperti artileri. Saat ini negeri komunis itu memiliki 21.000

Rudal Balistik Rudal balistik adalah Rudal yang terbang dalam ketinggian sub-orbit melalui jalur balistik. Rudal balistik pertama adalah roket V-2 yang dikembangkan oleh Nazi Jerman antara 1930-an dan 1940-an. Rudal balistik dapat diluncurkan dari lokasi tetap atau kendaraan peluncur (TEL, kapal, pesawat dan kapal selam). Tahap peluncuran dapat berkisar dari sekian puluh detik sampai beberapa menit dan dapat terdiri atas tiga tingkat roket. Ketika berada di sub-orbit dan tidak ada lagi dorongan, rudal memasuki tahap terbang bebas. Untuk mencapai jangkauan yang jauh, rudal balistik umumnya diluncurkan sampai ke sub-orbit. Rudal balistik antar benua dapat mencapai ketinggian sekitar 1.200 km.

35/ TBM MAY 2017


ISTHMUS KRA Ancaman Persaingan Sesungguhnya atau Wacana Belaka?

Oleh Chandra Pratama Rinaldi

A

khir-akhir ini, banyak kabar yang berhembus bahwa megaproyek milik Thailand, yaitu Terusan Kra (atau Kanal Kra) akan mengguncang persaingan ekonomi Selat Malaka. Banyak pihak yang sudah “panas kuping”, khususnya Malaysia, Indonesia dan Singapura. Disebut-sebut bahwa megaproyek Terusan Kra akan memudahkan jalur perdagangan China, serta menguntungkan Thailand, meninggalkan negara tetangganya di atas angin. Namun, sebelum itu, Terusan Kra ini masih sebatas wacana, bahkan sejak lama.

36/ TBM MAY 2017

Sejarah Proyek Kisah megaproyek ini berawal dari tahun 1677, ketika raja Thailand pada masa itu, Raja Narai meminta insinyur berkebangsaan Prancis, de Lamar untuk melihat potensi pembangunan terusan air (waterway) yang dinamakan “Kra Isthmus”. Tujuannya adalah membangun sebuah koneksi antara Songkhla dengan Marid (sekarang Myanmar). Namun, ide tersebut tidak dijalankan karena keterbatasan teknologi pada masa itu. Pada 1793, ide tersebut muncul kembali, kali ini saudara dari Raja Chakri (Rama I) menyarankan bahwa patroli pesisir serta pengawalan kapal dagang akan lebih mudah jika dibuat sebuah terusan. Kemudian, pada abad ke-19, perusahaan dagang Britania Raya yaitu East Indies Company mulai menaruh minat pada ide kanal tersebut. Tetapi, setelah Burma (Myanmar) menjadi koloni EIC, Britania Raya dan Thailand sepakat untuk tidak merealisasikan “Kra Isthmus”. Ala-

sannya adalah koloni Britania Raya pada saat itu, Singapura, menjadi pelabuhan primadona bagi kapal-kapal dagang yang akan bersandar di Selat Malaka. Britania Raya ingin agar dominasi pelabuhan Singapura tetap terjaga.

Rencana yang Muncul Kembali Pada tahun 1930an, sebenarnya Kanal Kra sudah diajukan kembali, namun karena masalah lingkungan dan biaya, ide ini tidak pernah dijalankan. Pemerintah Thailand menetapkan beberapa daerah sebagai pilihan lokasi kanal. Rute selatan Thailand yang menghubungkan Teluk Bandon dekat Surat Thani dengan Phang Nga. Lokasi lainnya adalah seberang provinsi Nakhon Si Tammarat dan provinsi Trang. Jika selesai, harapan besar bahwa ekonomi pada daerah kanal akan meningkat, otomatis akan menguntungkan perekonomian Thailand.


ma sendiri merupakan proyek termahal yang pernah dibiayai oleh Amerika Serikat. Selain itu, dibutuhkan waktu hingga lebih dari 10 tahun dalam pembangunan kanal. Sementara, pada saat ini Singapura sendiri masih menjadi destinasi utama dalam transit perdagangan. Di Pelabuhan Singapura sendiri menangani 91.000 kontainer dan 60 kapal setiap harinya, dan sebanyak 5-6% kontainer perdagangan kapal masuk ke Singapura sebagai destinasi akhir.

Kesimpulan: Pasang-Surut Realisasi Kanal Keuntungan Thailand Dalam perspektif pro, terdapat beberapa hal yang membuat pembangunan Kanal Kra menjadi menggiurkan. Pertama, Selat Malaka yang panjangnya hanya 1.000 kilometer (620 mil), dengan jarak terpendek hanya 2,5 kilometer (1,6 mil), dan kedalaman terdangkalnya hanya 25 meter (82 kaki). Jalur Selat Malaka banyak dilalui oleh kapal jenis oil tanker, bulk carrier, dan kapal container. Diperkirakan sekitar 80% suplai minyak dan gas Jepang dan Korea Selatan berasal dari kapal yang melalui jalur Selat Malaka. Sebuah kanal di Thailand berarti rute perdagangan dapat melewati India dan China, tanpa harus melewati Selat Malaka. Kanal Kra sebagai rute alternatif dapat memperpendek transit perdagangan minyak dan gas ke Jepang dan China sejauh 1.200 kilometer. China sendiri beranggapan bahwa kanal yang menghubungkan antara Laut Andaman dan Semenanjung Thailand sebagai “Jalur Sutera abad ke-21”. Kanal tersebut diyakini dapat mengembangkan perdagangan laut Thailand, mirip seperti Terusan Panama dan Terusan Suez. Ditambah, momok utama dalam rute Selat Malaka adalah kegiatan bajak laut serta aksi terorisme. Para pembajak seringkali menduduki kapal dagang yang lewat, meminta uang tebusan. Kemudian, kondisi geografis Thailand yang unik memungkinkan adanya pembangunan terusan. Jika terusan tersebut terwujud, kapal dagang yang melintas dapat memperpendek jarak tempuh hingga 1.400 kilometer, atau 2-3 hari pelayaran.

Operasi ini dapat menghemat biaya hingga ratusan juta baht. Sebagai contoh, kapal berukuran 5.000 TEUs (twenty-foot equivalent units) menghabiskan 20 juta baht setiap harinya. Terusan ini dapat menyediakan jutaan lapangan kerja bagi masyarakat Thailand. Tidak hanya itu, konsumsi bahan bakar dapat ditekan hingga miliaran barel setiap tahunnya.

Permasalahan Realisasi Kanal Bagaimanapun, ada pertentangan tentang pembangunan Kra Isthmus. Pertama, kanal akan ‘membelah’ negara tersebut secara harfiah (secara fisik), sehingga memunculkan resiko pertahanan dan keamanan. Kedua, hal yang paling ditakutkan adalah permintaan untuk transit/sandar tidak sesuai dengan ekspektasi. Ketiga, jenis tanah yang akan digali menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pembangunan, dan yang terakhir, yaitu permasalahan lingkungan. Selain itu, ketika pembangunan kanal terealisasi, maka akan membelah empat provinsi paling selatan di Thailand, sehingga berpotensi menimbulkan gerakan separatisme.

Niat China untuk membiayai pembangunan kanal belum sepenuhnya bulat. China sendiri menggunakan rute Selat Malaka sebagai rute utama dalam perdagangan energi, sebanyak 80%. Para kalangan ahli strategi mengungkapkan kebingungan China sebagai “The Malacca Dilemma”, mengutip pernyataan Presiden Hu Jintao pada 2003. Kemudian, perlu dilihat kembali aktivitas ekonomi pada sepanjang lintasan yang kelak akan menjadi realisasi kanal. Jika aktivitas ekonomi tidak menggairahkan, kanal tersebut hanya akan menguntungkan jika hanya sebatas perlintasan rute kapal. Thailand, sebagai “host country” tentunya akan mendapat keuntungan dalam bentuk canal fees. Bagaimana dengan reaksi negara lain? Singapura, Malaysia, Indonesia, dan juga negara-negara Asia Tenggara memilki strategi dan ‘kartu truf ’nya masing-masing, demi memenangkan persaingan dagang Selat Malaka. Memang, megaproyek Kanal Kra akan menjadi ‘game changer’nya Thailand, namun, membereskan masalah-masalah yang menghadang tentunya menjadi pekerjaan besar. Dan yang terpenting, dapatkah kanal tersebut terealisasi, sebelum negara-negara lainnya ‘memainkan kartu trufnya’ terlebih dahulu, sebelum semuanya terlambat?

Kemudian, diperlukan biaya yang besar untuk membangun kanal. Sebagai perbandingan, pembangunan Terusan Panama didanai oleh Amerika Serikat memerlukan $375.000.000.000, diantaranya $100.000.000 dibayarkan untuk membayar Panama dan $40.000.000 untuk perusahaan Prancis. Ditambah dengan penguatan struktur yang menelan biaya sekitar $12.000.000. Terusan Pana-

37/ TBM MAY 2017


“Berbisnis itu bukan cara anda mencari duit, tapi cara anda membantu orang lain sehingga impact nya anda dapatkan sendiri dari cara yang tak disangka-sangka�

I

tulah yang dikatakan oleh Yusuf Donner yang saya temui ketika berdiskusi hangat sambil melahap bebek goreng di warung sekitar Kukusan Teknik, Depok. Beliau ,merupakan salah satu pendiri Lapak Sampah Indonesia, sebuah perusahaan pengelolahan sampah menjadi suatu material yang bernilai di pasar industri. Dunia sangatlah cepat berubah, pola pemikran dan peradaban manusia yang sangat maju dan intelektual, menjadikan hal ini sebagai tonggak ukur manusia. Indonesia, merupakan salah satu negara dengan kekayaan yang sangat belimpah, dari segi kekayaan alam, suku, budaya, agama, dan menjadi potensi besar. Salah satu contoh membangun potensi besar itu semua yaitu

38/ TBM MAY 2017

Oleh Rachman Setiawan

BERBISNIS BERBASIS RISET

dalam bidang Bisnis yang dikembangkan melalui riset atau penelitian. Cara berbisnis ini dapat kita analogikan seperti kita membeli lampu, jikalau kita membeli lampu, bandingkanlah antara lampu LED yang harganya cukup mahal dan lampu murah yang dijual kurang dari Rp.10.000, pasti orang cerdas akan membeli lampu LED. Walaupun memerlukan biaya yang sedikit lebih mahal, namun energi yang jauh digunakan jauh lebih efisien dibandingkan jenis lampu lainnya. Sehingga keuntungan didapatkan lebih banyak daripada lampu murah namun jangka waktunya sangat pendek. Negara ini bisa melakukan perubahan besar. Selama ini, inovasi yang dilakukan perusahaan dinilai baru sebatas sisi pengemasan dan desain produk saja. Oleh karena itu, inovasi dari pengembangan hasil riset atau penelitian lokal masih jarang dilakukan.

Kemudian, bagaimana cara mengembangkan bisnis berbasis riset? Cara mengambangkan bisnis ini ada 2 tahapan, pertama, Riset keteknikan kita ubah menjadi bisnis. Namun tidak berhenti disitu saja, bisnis yang dikembangkan harus diriset lagi, Kenapa?, karena kita harus meneliti apa pangsa pasar yang strategis untuk bidang riset yang kita kembangkan. Analogikan mudahnya misalkan seorang penjual nasi goreng yang berada


Contoh lainnya yaitu PT Langgar Nanotek Indonesia, atau populer disebut Lanoxid yang didirikan oleh bang Faldo Maldini. Lanoxid adalah perusahaan pertama buatan anak bangsa yang memperoduksi pigmen anorganik besi oksida untuk berbagai aplikasi. Sekilas, Lanoxid merupakan suatu potensi kebutuhan pasar global, selain kebutuhan pada bidang industri, Lanoxid juga memiliki keuntungan yang ramah lingkungan karena tidak merusak alam. Jika diambil dari negara-negara tetangga yang tidak jauh dari kita, seperti Australia, mereka akan menghabiskan dana $ 1,1 miliar (sekitar Rp 1 triliun lebih) selama empat tahun ke depan guna mempromosikan bisnis berbasis riset, pengembangan dan inovasi. Kiri : Muhammad Yusuf Donnerthama Kanan : Rachman Setiawan Wawancara bersama Bang Donner mengenai Bisnis Berbasis Riset

di suatu perumahan, sebut saja namanya X, permasalahan awal yaitu kebutuhan warga akan memenuhi pangannya(red:makan), lalu si X membuat riset ala “teknik�nya bagaimana bisa memenuhi pangan warga, maka dilahirkanlah suatu riset yaitu makanan yang enak dan disukai semua kalangan, dibuatlah usaha nasi goreng ala Mr.X sebagai solusi awal permasalahan ini. Namun, setelah membangun usaha ini, si X tak hanya berjualan usaha, X berfikir bagaimana makanan yang dibuat cepat selesai, tempat strategis untuk berjualan, hingga bahan-bahan yang baik dan efisien agar usaha mendapatkan profit yang besar.

Saat ini, sudah ada perusahaan maupun industri yang sukses melakukan riset sebagai bagian dari strategi mereka untuk memenangkan persaingan dalam dunia bisnis. Salah satunya, PT Caprifarmindo Laboratories yang aktif berinovasi dalam seluruh vaksin ternak baik unggas, sapi, kerbau. Bahkan di Departemen Teknik Mesin UI sudah ada teknologi Flat Hull yang dikembangkan Bapak Hadi Tresno Wibowo yang sudah dapat dikomersilkan secara bebas.

jukan untuk menumbuhkembangkan kewirausahaan yang berbasis teknologi. Program IBT diwujudkan dalam bentuk instrumen kegiatan berupa pendanaan, pelatihan, dan asistensi bagi inkubator dan tenant (perusahaan pemula) yang dilaksanakan melalui sistem kompetisi/ seleksi. Selain itu dari segi pendidikan, terutama pada civitas pendidikan sendiri, Universitas Indonesia sudah mengembangkan Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis (DIIB UI) sejak tahun 2015, hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi seluruh mahasiswa untuk mengembangkan karya dan ide inovasi serta mamberikan kesempatan ini kepada para investor untuk dibisniskan.

Hukum mengenai kepailitan juga akan diperbaiki terutama bagi perusahaan baru yang mengalami kegagalan. Masa tidak boleh berbisnis lagi diperpendek dari semula tiga tahun menjadi satu tahun.

Disisi lain pengembangan bisnis basis riset banyak terjadi hambatan, biaya yang besar dan tidak ekonomis, proses inkubator bisnis yang lumayan memakan waktu, hingga resiko kegagalan bisnis yang cukup besar merupakan racun mematikan bagi investor bisnis untuk mengembangkan basis ini.

“Siapkah anda mengembangkan bisnis untuk memajukan bangsa kita?�

Dari semua hal ini, dapat dipastikan bahwa lebih banyak keuntungan dari berbisnis riset dibandingkan ancamannya, tinggal kita dan stakeholder terkait bagaimana cara mengembangkan ini, agar kedepannya bangsa akan menjadi panutan dan acuan semua negara di belahan dunia manapun untuk mengembangkan peradaban manusia yang lebih baik.

Dari contoh ini, hal ini akan menjadi ancaman bagi bangsa kita jika tidak adanya suatu dorongan untuk melakukan hal yang sama, karena ini merupakan suatu potensi yang besar agar kemajuan bangsa bisa berjalan dalam beberapa aspek sekaligus, dan ini merupakan hal yang memiliki peranan penting pada suatu negara.

Mahasiswa pun punya peluang besar untuk mulai bisnis riset, banyak sekali badan-badan inkubasi local maupun internasional yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide dan pengetahuan sehingga hasilnya memiliki harga tinggi yang mampu dijual ke masyarakat luas.

Indonesia tidak hanya diam, sudah beberapa upaya dilakukan dan salah satunya adalah Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT). Proyek ini merupakan program yang dikelola oleh Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi pada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Program ini ditu-

39/ TBM MAY 2017


‘KNOWING HOW TO YOU FAR BEYOND T ONLY WHAT TO THI


O THINK EMPOWERS THOSE WHO KNOW INK’ -Neil deGrasse Tyson


TBM Magazine May 2017  

Our third edition of TBM, assess how renewable enery can change Indonesia and The World

TBM Magazine May 2017  

Our third edition of TBM, assess how renewable enery can change Indonesia and The World

Advertisement