Issuu on Google+

Alamat Redaksi : Jl Setunggal Blok B no 3 Perumahan Griya Mutiara Baru (belakang YPAC) Kelurahan Sukamaju Sako Kenten Palembang Hp: 0815 385 6628 | Fax: 0711 823 875 E-Mail : Jurnalsumatra@yahoo.co.id

Independent Newspaper

Wahana Wanita Tour & Travel Alamat: Ruko Hawaian Blok A no 26 City Resort, Outer Ring Road Kamal Raya Cengkareng

Phone :+6221 290 20 710 atau +6221 290 20 720

EDISI 303

Senin 2 Juni 2014

Jl Setunggal Blok B no 3 Perumahan Griya Mutiara Baru (belakang YPAC) Kelurahan Sukamaju Sako Kenten Palembang Hp: 0813 67 228 345, | Fax: 0711 823 875 TELP : 08212550343 | E-Mail : lovitabassar@yahoo.co.id

Terbit 12 Halaman Harga Rp. 3.000,-

www.jurnalsumatra.com

Murti Penderita Penyakit Tumor

Terbaring Lemah Digubuk Selama 4 Tahun foto:marthin/jurnalsumatra

Crew Jurnal Sumatra saat di Gedung Dewan Pers

Dewan Pers Keberatan Pemasangan Alat Peraga Kampanye Kelakar Wak JuSu + Murti Penderita Penyakit Tumor - Berobanyo gratis tapi ngantrenyo sampe 1 taun.... + Dewan Pers Keberatan Pemasangan Alat Peraga Kampanye - Kasih surat edaran dong pak....

Jakarta, jurnalsumatra. com – Dewan Pers menyatakan keberatan dengan pemasangan alat peraga kampanye seperti spanduk pada bangunan Gedung Dewan Pers di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, karena hal itu melanggar independensi Dewan Pers dalam Pemilu. “Tindakan itu dapat merusak citra dan fungsi Dewan Pers seperti yang diamanatkan oleh UU Pers,” kata Ketua Dewan Pers Bagir Manan dalam keterangan pers yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

Lahat, Jurnal Sumatra--Malang dialami Murti (54) Warga Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat. Wanita pengidap penyakit tumor di kepala ini terbaring lemas disebuah gubuk selama empat tahun. Murti awalnya sama seperti wanita-wanita lainnya, namun, dikarena menderita penyakit tumor di kepala sebesar dua kapalan tangan orang dewasa, sehingga menyebabkan dirinya harus tetap berada dan terbaring di tempat tidur hingga empat tahun. Camat Kota Agung, Fauzan Khoiri Denin AP MM didampingi Kepala Desa (Kades) Tanjung Beringin, Epnawan menuturkan, ketika mendapatkan laporan dari masyarakat, langsung melakukan pengecekan menuju ke kediaman Murti, dan benar didapati wanita itu terbaring lemah tak berdaya diatas kasur.

Bersambung ke hal 11

Pembangunan Stadion Olahraga Martapura Dimulai “Pembangunan stadion ini merupakan komitmen pemerintah dalam mendukung semangat olahraga masyarakat supaya lebih baik lagi,” kata Bupati Herman Deru Bupati OKU Timur H. Herman Deru, SH, MM secara resmi memulai pembangunan Stadion Olahraga Martapura yang ditandai Pembangunan secara simbolis ditandai dengan peletakan batu pertama pada 22 Mei 2014 Dalam sambutannya pada peletakan batu pertama yang dilaksanakan di lapangan Desa Tebat Sari Kec. Martapura (22/5) Bupati Herman Deru mengharapkan kehadiran stadion dapat meningkatkan semangat olahraga masyarakat “Pembangunan stadion ini merupakan komitmen pemerintah dalam mendukung semangat olahraga masyarakat supaya lebih baik lagi,” kata Bupati Herman Deru Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten OKU Timur Ir. Herwan, MM mengatakan, rencananya pembangunan stadion yang berlokasi di lapangan desa Tebat Sari kecamatan Martapura itu akan rampung dalam 7 bulan. Untuk tahap pertama ini berupa pembangunan Tribun yang akan menghabiskan dana lebih Rp 5 Miliar. “Tahap kedua nanti membangu fasilitas di seputar stadion, seperti lapangan sepak bola dan fasilitas ahtletik, sarana parkir dan lainnya yang diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp 2 Miliar. “Jadi pembangunan stadion mini akan menghabiskan dana Rp 7 miliar lebih,” kata Herwan.(adv/yunizar)

“Jika pers merugikan, jangan main hakim sendiri, gunakan hak jawab atau adukan ke Dewan Pers.” (Pesan ini disampaikan oleh SKI Jurnal Sumatra / Jurnalsumatra.com dan Dewan Pers)


2

• Jurnal Sumatra | Edisi 303 | Senin 2 Juni 2014

Umum

KPK Tidak Lagi Perang-Perangan oleh : Bambang Soesatyo, Anggota Komisi III DPR RI - Fraksi Partai Golkar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menghadirkan dua wakil presiden RI dan Direktur Pelaksana Bank Dunia sebagai saksi persidangan skandal Bank Century di Pengadilan Tipikor Jakarta. Inilah penanda perang sesungguhnya terhadap komunitas koruptor di negara ini. Dua hari berturut-turut, Kamis (08/05) dan Jumat (09/05), jaksa penuntut umum (JPU) KPK bisa menghadirkan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Wakil Presiden Boediono sebagai saksi untuk terdakwa Budi Mulya. Sepekan sebelumnya, Jumat (02/05), para JPU KPK juga berhasil menghadirkan mantan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani. Fakta ini spesial, karena sosok saksi yang satu ini masih menjabat Direktur Pelaksana Bank Dunia. Dia harus meninggalkan kantornya di Washington DC, Amerika Serikat, dengan agenda utama menjawab pertanyaan JPU, kuasa hukum terdakwa, dan majelis Hakim di ruang pengadilan Tipikor Jakarta. Menghadirkan fakta persidangan seperti ini tidak mudah. Bahkan, banyak kalangan membayangkan KPK akan mengalami kesulitan, khususnya untuk menghadirkan Boediono. Selain karena aspek protokoler, sempat juga muncul pertimbangan tentang pantastidak pantasnya menghadirkan Wapres di ruang Pengadilan Tipikor, sekali pun sekadar sebagai saksi. Apalagi, saat memeriksa Boediono tempo hari, para penyidik KPK tidak melaksanakannya di gedung KPK, melainkan di kantor Wapres. Namun, karena kebutuhan akan kesaksian Boediono di pengadilan tak terhindarkan, panggilan kepada Wapres untuk bersaksi harus dibuat. Dan, kesediaan Boediono, Yusuf Kalla serta Sri Mulyani hadir di Pengadilan Tipikor tak hanya disyukuri, tetapi juga diapresiasi masyarakat. Dengan menghadirkan tiga sosok penting itu di Pengadilan Tipikor, KPK sudah menembus hambatan atau rintangan psikologis dalam mencari kebenaran atau fakta hukum dari sebuah kasus. Artinya, KPK telah menegaskan sekaligus membuktikan bahwa demi mendapatkan fakta hukum dan kebenaran, jabatan seseorang tidak boleh menjadi faktor penghalang untuk memberi keterangan atau kesaksian di muka pengadilan. Lebih dari itu, institusi KPK bersama tiga sosok penting itu sudah menunjukan contoh tentang kesamaan semua orang di muka hukum. Itulah pesan yang secara tidak langsung ingin disampaikan KPK kepada siapa saja, terutama mereka

yang masih tergabung dalam melayangkan panggilan kepada presiden komunitas koruptor di negara ini. KPK guna didengarkan kesaksiannya dalam juga memberi sinyal tentang eskalasi sebuah pemeriksaan oleh petugas perang melawan kekuatan koruptor. penyidik. Alasannya adalah perilaku Bukan lagi perang-perangan melawan ewuh pakewuh itu tadi. Sejak dulu, korupsi, tetapi serangan sapu bersih. tindakan seperti yang dilakukan KPK Tidak ada lagi alasan untuk melakukan itu justru dinilai lancang, karena para tebang pilih, pejabat negara karena hambatan t e r l a n j u r psikologis, memosisikan terutama ketika presiden sebagai menghadapi the king can do kekuasaan atau wrong. Lagi-lagi, pejabat tinggi KPK menghapus negara, sudah salah kaprah ditembus. itu. Selama ini, Efek Jera muncul anggapan K a l a u bahwa institusi rintangan atau penegak hukum, h a m b a t a n termasuk KPK, psikologis ewuh pakewuh, menghadapipara sungkan, bahkan elit pemimpin cenderung permisif sudah ditembus, terhadap oknum praktis tidak ada penguasa atau hambatan lagi oknum pejabat bagi KPK untuk tinggi yang diduga menghadapi terlibat kasus atau menyergap korupsi. Jangankan para pejabat m e n d a k w a , di bawahnya. Rangkaian memeriksa oknum pejabat Kalau para elit hanya peristiwa hasil tinggi terduga koruptor dihadirkan sebagai pun terkesan tidak berani. tangkapan KPK saksi, dalam rentang Belakangan, persepsi yang sama di itu menjadi bukti waktu publik mulai berubah, penghujung April apalagi ketika KPK mulai belum tumbuhnya hingga pekan kedua berani mendakwa oknum efek jera. Artinya, Mei 2014 ini, KPK menteri, sejumlah pejabat menjaring sejumlah tinggi, termasuk para kendati KPK sudah tersangka. Benar-benar politisi. periode yang sibuk menunjukan Bahkan, setelah dengan tangkapan menghadirkan Boediono sikap sangat lumayan besar. dan Jusuf Kalla di tegas dalam dua Kejutan pertama Pengadilan Tipikor, KPK adalah menetapkan pun telah melayangkan tahun terakhir ini, mantan Ketua Badan surat panggilan kepada efek jera untuk Pemeriksa Keuangan Presiden Susilo Bambang (BPK) Hadi Poernomo Yudhoyono dan menghindari sebagai tersangka putranya, Edhie Baskoro tindak pidana kasus dugaan suap Yudhoyono alias Ibas. terkait permohonan Keduanya perlu memberi korupsi belum keberatan pajak yang keterangan kepada merata. diajukan Bank Central penyidik KPK sebagai Asia (BCA). Hadi dijerat saksi meringankan dalam kapasitasnya untuk Anas Urbaningrum, tersangka sebagai Direktur Jenderal Pajak periode kasus dugaan korupsi dan pencucian 2002-2004. uang proyek Hambalang. Panggilan Setelah itu, giliran mantan Sekretaris kepada SBY dan Ibas itu sejalan Jenderal Kementerian Energi dan dengan permintaan Anas. Dia berhak Sumber Daya Mineral (ESDM) Waryono mengajukan permohonan agar KPK Karno yang ditetapkan sebagai tersangka memanggil pihak-pihak dapat menjadi oleh KPK untuk kasus dugaan korupsi saksi meringankan. penggunana dana di Kesetjenan ESDM Langkah KPK yang satu ini pun tahun anggaran (TA) 2012. terbilang spesial. Sebab, hingga kini, Tak berhenti sampai di situ, KPK tidak atau bahkan belum terbayangkan kembali menjaring Ilham Arief Sirajuddin bahwa para pemimpin dari sebuah di hari terakhir masa jabatannya sebagai institusi penegak hukum berani Walikota Makassar, Sulawesi Selatan. Dia

ditetapkan sebagai tersangka korupsi dalam proyek kerjasama kelola dan transfer PDAM Kota Makassar tahun 2006-2012. Dan, di tengah ingar bingar isu tentang koalisi partai politik menuju Pilpres 2014, KPK menyergap dan menetapkan Bupati Bogor Rachmat Yasin sebagai tersangka kasus korupsi, karena diduga menerima suap Rp 4,5 milyar. Di gedung KPK pun muncul pemandangan menarik. Menteri Agama Suryadharma Ali dimintai keterangan berkait dengan proses penyelidikan kasus dugaan korupsi penyelenggaraan haji 2012-2013 di Kementerian Agama. Sementara itu, menyusul penetapan Waryono Karno sebagai tersangka, KPK mulai membidik Menteri ESDM Jero Wacik. Rangkaian peristiwa hasil tangkapan KPK itu menjadi bukti belum tumbuhnya efek jera. Artinya, kendati KPK sudah menunjukan sikap sangat tegas dalam dua tahun terakhir ini, efek jera untuk menghindari tindak pidana korupsi belum merata. Memang, di berbagai kesempatan di ruang publik, terdengar percakapan mengenai rasa takut melakukan korupsi setelah menyimak sepak terjang KPK. Namun, baru sekadar rasa takut, bukan kesadaran untuk menghindar dari perilaku korup. Takut sesaat itu akan hilang dengan sendirinya ketika ada kesempatan untuk korup. Takut sesaat itu akan mendorong calon koruptor untuk berbuat ekstra hatihati. Pasca penetapan tersangka atas Bupati Bogor Rahmat Yasin, Ketua KPK Abraham Samad langsung membuat pernyataan yang mengingatkan semua pejabat negara maupun daerah untuk berhenti korupsi. Apakah pernyataan Ketua KPK itu didengar atau tidak, itu persoalan lain. Terpenting, Ketua KPK sudah melaksanakan kewajibannya untuk mengingatkan dan mencegah PNS melakukan korupsi. Fakta persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, yang menghadirkan dua wakil presiden RI dan Direktur Pelaksana Bank Dunia sebagai saksi kasus Century semestinya bisa menumbuhkan efek jera. Fakta persidangan ini menjelaskan bahwa KPK tak akan pernah lelah, takut atau sungkan untuk mencari bukti. Perang yang dilancarkan KPK sekarang ini bukan lagi perang-perangan dengan pedang-pedangan. Tapi perang betulan dengan pedang hukum tanpa pandang bulu. Kalau kemarin KPK telah menyentuh wakil presiden, kedepan bukan tidak mungkin KPK juga akan menyentuh presiden. Siapa takut? (***)

Revolusi, Reformasi, dan Renovasi Indonesia REFORMASI merupakan salah satu buah dari pohon revolusi panjang Indonesia. Revolusi yang dilakukan oleh Bung Karno dalam rangka menjaga kedaulatan Indonesia digulirkan kembali dalam reformasi 1998. Pergantian pucuk pimpinan negara menjadi agenda yang telah dicapai pada waktu itu. Akan tetapi, apakah reformasi pada 1998 sudah cukup menyelesaikan permasalahan Indonesia terlebih yang sudah mengakar secara sistemik? Tentu saja dibutuhkan waktu lebih panjang dari satu generasi untuk melihat keberhasilan fase-fase historis seperti reformasi 1998. Bercokolnya kembali nama-nama lama dalam pemerintahan serta kehipokrit-an aktivis reformasi seakan memudarkan semangat perubahan nasional. Hal ini juga diperparah dengan kondisi sosial, politik, hukum hingga ekonomi yang seakan lamban meningkat kalau tidak mau disebut jalan ditempat. Apakah ada yang salah dengan reformasi kita? Demokrasi masih prosedural Reformasi 1998 merupakan salah

satu upaya rakyat untuk menghidupkan semangat demokras, namun sayangnya demokrasi yang terlaksana bahkan hingga saat ini masih dinilai prosedural dan belum terlalu substansial. Pemilihan umum yang dilaksanakan sejak 1999 hingga 2014 memang suatu kemajuan yang lebih humanis dibanding pemilhan di Orde Baru. Akan tetapi penyelenggaraannya yang banyak bermasalah hingga angka golput yang besar seakan menunjukkan substansi demokrasi belum merasuk baik di sanubari pejabat maupun rakyat secara keseluruhan. Demokrasi masih dianggap alat untuk mencapai kekuasaan. Amerika Serikat sendiri harus melalui ratusan tahun untuk mencapai demokrasinya sekarang. Tidak jarang Indonesia secara prosedural sering dijadikan acuan dan bahan kajian akselerasi demokrasi dunia internasional. Akan tetapi hal ini juga masih menyisakan tantangan dari dalam, apakah memang layak Indonesia dikatakan sebagai negara demokratis secara substansial? Indonesia mampu menjadi negara demokrasi substansial jika setidaknya

pejabat dan rakyat berkolaborasi secara adil dan bertanggungjawab dalam menyelenggarakan pemilihan umum. Minimalisasi kecurangan hingga kenihilan konflik kekerasan merupakan hal yang diidamkan dalam negara yang demokratis. Kepentingan yang besar yakni nasional memang perlu didahulukan dari kepentingan pribadi dan golongan. Renovasi sebagai lanjutan reformasi Pasca pergantian dan perubahan formasi kepemimpinan, negara ini membutuhkan renovasi. Layaknya suatu bangunan, Indonesia selama puluhan tahun diterpa banyak masalah yang bisa jadi melemahkan bahkan merobohkan dirinya. Renovasi pondasi hingga atap diperlukan untuk terus menjaga bangunan Indonesia tetap kokoh berdiri menaungi rakyatnya. Sebut saja renovasi sistem pendidikan sebagai salah satu tugas besar negara agar sumber daya manusia nasional mampu menjadi pilihan pertama di Komunitas ASEAN. Renovasi energi sebagai bentuk penjagaan kedaulatan sekaligus pelayanan

kepada rakyat agar Sumber Daya Alam nasional benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah renovasi kelembagaan negara. Penguatan KPK sebagai ujung tombak pemusnahan korupsi, apresiasi pada TNI agar menjadi lebih profesional hingga pencerdasan DPR guna menyaring suara murni rakyat merupakan beberapa agenda nasional yang menjadi tanggungjawab komunal baik bagi pejabat maupun rakyat, untuk mewujudkan Indonesia yang jauh lebih baik dan bermartabat.

H. M. I. El Hakim Mahasiswa Fakultas Hukum UA (Universitas Airlangga) Pemerhati Hukum dan Sosial Masyarakat Yuris Muda Airlangga

Redaksi Jurnal Sumatra membuka kesempatan kepada elemen masyarakat untuk menyampaikan problem yang dihadapi. Kirim via email: Jurnalsumatra@yahoo.co.id, SMS ke No : 0815 385 6628, atau 0816 3225 8686 Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

SalJu Berobat Gratis Belum Menyentuh Rakyat Miskin Berobat Gratis mungkin tidak asing lagi terdengar di telinga kita, namun tiada daya dan upaya yang terjadi di kabupaten Lahat yang dialami oleh salah seorang masyarakat yang terkena penyakit tumor di kepalanya selama empat tahun dan belum tersentuh pengobatan, kini masyarakat mulai bosan dengan tipu daya yang dilakukan Pemerintah dengan dalih berobat gratis yang terkesan membohongi rakyat. Sejak diluncurkanya berbagi program pemerintah pro terhadap rakyat miskin alias semua serba gratis bagi rakyat yang tidak mampu, namun itu tidak sebanding dengan yang dirasakan oleh masyarakat yang tidak bisa merasakanya program yang diluncurkanya oleh Pemerintah yang berkuasa. Bukan hanya itu saja namun banyak persoalan yang selalu menipa masyarakat tapi upaya yang dilakukan pemerintah tidak sebanding apa yang dirasakan oleh rakyat semakin hari semakin menerita. Berbeda halnya jika penderita penyakit berat ini diketahui pada saat Pilgub atau pilbup tentunya para kandidat akan berebut untuk mengobatinya, demi meraih simpati. Ironisnya Murti, diketemukan usai pesta demokrasi pilbup dan pilgub. Siapa salah? Murti atau penyelenggara berobat gratis yang telalu sulit untuk melaksanakan pengobatan. B a h k a n m e s k i p u n masyarakat telah mencukupi persyaratannamun mereka tetap lamban dilayani.

Jurnal Dakwah

Pentingnya Memperingati Isra’ Mi’raj Rasululloh SAW Pada bulan Rajab kita senantiasa mengingat kembali peristiwa yang sangat besar, dimana dalam peristiwa isra’ mi’raj itulah Rasululloh Saw menerima perintah sholat lima waktu yang asal mulanya lima puluh waktu dalam sehari semalam. Adapun yang dimaksud dengan isra’ dalam arti bahasa adalah perjalanan dimalam hari. Namun yang dimaksud dalam agama islam adalah perjalanan Rasulullah saw. dimalam hari dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha yang penuh berkah disekelilingnya. Hal tersebut sudah difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’anul Karrim surat Al Isra’ ayat satu yang berbunyi : Maha Suci Allah, yang Telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang Telah kami berkahi sekelilingnya[847] agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. Maksudnya: Al Masjidil Aqsha dan daerahdaerah sekitarnya dapat berkat dari Allah dengan diturunkan nabi-nabi di negeri itu dan kesuburan tanahnya. Setelah kita perhatikan sejenak, tentang ayat Al-Qur’an tersebut, maka kita bisa ambil kesimpulan, bahwa apa yang difirmankan oleh Allah tersebut telah terbukti seperti kita saksikan pada zaman sekarang ini, yakni disekeliling Masjidil Haram benar-benar diberkati dengan rizki yang melimpah serta kewibawaan yang luar biasa sehingga setiap tahun berduyun-duyun orang mengunjungi untuk menunaikan ibadah haji sebagaimana yang kita saksikan sekarang ini. Adapun yang dimaksud dengan mi’raj menurut arti bahasa adalah naik keatas dengan menggunakan tangga, namun yang dimaksud menurut syari’at agama islam adalah Allah menaikan Rasulullah saw, dari Masjidil Aqsha sampai Sidratil Muntaha, yaitu suatu tempat yang paling tinggi yang tak akan mampu manusia manapun, sekalipun menggunakan alat-alat canggih dalam kemajuan teknologi yang serba canggih ini, selain Rasulullah saw, yang telah dikehendaki oleh Allah SWT. Disanalah beliau menerima perintah shalat lima waktu yang semula lima puluh waktu dalam sehari semalam, namun dengan kemurahan Allah dimohon keringanannya hingga tinggal lima waktu, yang tidak mengurangi pahalanya lima puluh kali tersebut, yang wajib dikerjakan oleh beliau beserta segenap umat beliau. Tepat peristiwa Isra’ dan Mi’raj nabi besar Muhammad saw. terjadi dengan kehendak Allah swt. pada malam dua puluh tujuh Rajab tahun 11 Hijriyah (setelah beliau diangkat menjadi Rasul (utusan Allah). Adapun hikmah dari peristiwa tersebut adalah menanamkan kekuatan batin beliau Rasulullah saw. atas cobaan atau musibah Bersambung hal 11

Diterbitkan oleh: PT Teras Jaya Jurnal Sumatra, SK Menkumham RI NO : AHU-10.00795.PENDIRIAN-PT.2014 | SITU: No 2008/SITU/2008, | SIUP : No 1011/KPTS/SIUPPK/2008, | NPWP: 02.779.796.8-301.000, Perintis: Adriyaneka Aviv Bassar SSos, Sulton Napasir SE, Idham Syarief |

Alamat Redaksi : Jl Setunggal Blok B no 3 Perumahan Griya Mutiara Baru (belakang YPAC) Kelurahan Sukamaju Sako Kenten Palembang Hp: 0815 385 6628 | Fax: 0711 823 875 E-Mail : Jurnalsumatra@yahoo.co.id www.jurnalsumatra.com

Pemimpin Umum/Perusahaan/Redaksi/Penanggung Jawab : Adriyaneka Aviv Bassar SSos, | Wakil Pemimpin Redaksi I / Penanggung Jawab : Idham Syarief | Wakil Pemimpin Redaksi II / Penanggung Jawab : Elan Aryansyah, SE | Wakil Pemimpin Perusahaan: Bihassani Bassar | Redaktur Pelaksana: Elan Redaktur: Ata | Sekertaris Redaksi: | Bagian Keuangan: Rodiah, | Bagian Umum: Sulton Nafasir SE, | Desain Grafis/Pracetak: Ata, Budi Penasehat Hukum: Edy Siswanto SH, Sudirman SH | Pelindung: H Syamsuri (Sam Ompong), | Dewan Redaksi: Adriyaneka Aviv Bassar, Tupado Panggabean, Idham Syarief | Staf Redaksi: Eko Saputra, | Fotografer : Hadumuk | Sirkulasi: Sanul, Marthin Situmorang, Jonathan Sitinjak Biro-biro: DKI Jakarta: Tupado Panggabean, Lovita, Dedi | Palembang : Habibi, Ari Wahyudi | Bangka Belitung : Atanjung | Ogan Komering Ilir: Ata Idham Syarief, Lilis Suryani, Eko Saputra, Herianto WS, Markoni | Ogan Ilir: Ata, Jumadi, Eko Saputra, Edi Lestari | Prabumulih: Ali Hanafiah, Dahari Sukari | Musi Banyuasin : Nurdin | Banyuasin: Herianto | Muara Enim: Taufik Firdaus | Lahat: Musdin | OKU Selatan: Taruna, Jonpek | OKU: Adwinandy JB, Herman, Achmad Husni Pratama | OKU Timur: Nizar | Pagaralam: Farkazi Gumay, Vanroyen | Lubuk Linggau: Iman Santoso | Musirawas : Iman Santoso | Nurul Hilmi | Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Irzan, Septa | Bank BCA Rekening No: 1150 3711 35. Bank Sumsel Rekening No: 1400 9400 29 An. Adriyaneka Aviv Bassar. Wartawan Jurnal Sumatra tercantum dalam Box Redaksi dan dibekali ID Card dalam melaksanakan tugas. Percetakan: PT. Sumeks Intermedia, Isi diluar tanggung jawab percetakan


• Jurnal Sumatra | Edisi 303 | Senin 2 Juni 2014

3

Palembang

Seluruh Peserta MTQ Internasional Menginap di Aryaduta Palembang, Jurnal Sumatra- Peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional di Palembang September 2014, seluruhnya akan diinapkan di hotel Aryaduta. Asisten Kesra Provinsi Sumsel Ahmad Najib kepada wartawan di Palembang, Jumat mengatakan, peserta MTQ menginapnya disatukan di hotel. Hal ini untuk menciptakan kebersamaan sesama kalangan umat Islam yang sedang mengikuti MTQ Internasional tersebut, kata dia. Panitia sudah menyiapkan tempat untuk peserta yang akan mengikuti lomba membaca dan menghafal Al Quran tersebut. MTQ internasional itu direncanakan diikuti utusan 53 negara dan kemungkinan bisa bertambah. Sementara lomba yang akan dilaksanakan dalam MTQ nanti diantaranya hafal Al Quran 30 juz dan seni membaca Al Quran. Mengenai pelaksanaan MTQ sendiri di Palembang Sport Convention Center karena lokasinya cukup strategis. Sehubungan itu MTQ tingkat dunia tersebut harus didukung bersama sehingga berlangsung sukses. Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Sumsel Kiyai Nawawi Dencik juga membenarkan, peserta MTQ nanti akan menginap di hotel. Pihaknya sudah memesan hotel untuk peserta yang akan mengikuti MTQ tingkat internasional tersebut. (Anjas)

Pemprov Minta Pejabat Keluar Negeri Jangan Mendadak Palembang, Jurnal Sumatra- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan minta kepada seluruh pejabat termasuk di kabupaten dan kota bila ingin keluar negeri jangan mendadak. Hal ini karena semua pejabat yang akan keluar negeri harus ada izin dari Menteri Dalam Negeri, kata Sekda Provinsi Sumsel Mukti Sulaiman di Palembang, Kamis. Menurut dia, jadi izin tersebut harus diurus secara berjenjang mulai dari Pemerintah Provinsi selanjutnya diajukan ke Mendagri. Jadi bila mendadak maka pengurusan izinnya juga buru-buru sehingga dikhawatirkan belum keluar dari Mendagri, ujar dia. Sehubungan itu bila ingin keluar negeri untuk melaksanakan perjalanan dinas pemberitahuannya jangan sampai mendadak. Minimal seminggu sebelum berangkat sudah diajukan ke Pemerintah Provinsi Sumsel selanjutnya akan disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri, kata dia. Menurut dia, memang setiap pejabat yang akan keluar negeri harus ada izin dari Mendagri, termasuk anggota legislatif karena itu sudah ada aturannya. Bahkan, lanjut dia, pihaknya terus mensosialisasikan perjalanan dinas keluar negeri tersebut supaya tidak menyalahi aturan. Selain itu beberapa waktu lalu pihaknya juga membahas aturan tentang perjalanan dinas keluar negeri tersebut sehingga tidak menyalahi. Namun, yang penting perjalanan keluar negeri juga ada tujuan seperti kerja sama di berbagai bidang. (anjas)

Polda Sumsel Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Pilpres Palembang, Jurnal Sumatra- Polda Sumatera Selatan bersama seluruh jajarannya meningkatkan kewaspadaan mengantisipasi tindak kejahatan menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden 2014 Kegiatan rutin terus dimaksimalkan untuk mengantisipasi berbagai permasalahan yang mungkin terjadi, kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova kepada wartawan di Palembang, Senin.

Kegiatan rutin antara lain patroli daerah rawan akan dimaksimalkan, ujar dia. Razia gabungan dengan sasaran senja tajam dan senjata api akan dilaksanakan diseluruh jajaran Polres se-Sumsel, kata dia.

Menurut dia, kesemuanya itu dilakukan supaya keamanan di wilah hukum Polda Sumsel semakin kondusif. Apalagi menjelang pelaksanaan Pemilu Presiden nanti suasana kondusif harus selalu terjaga sehingga pesta demokrasi lima tahunan tersebut berjalan lancar. Namun, lanjut dia, kesemuanya itu tidak terlepas dari dukungan seluruh lapisan masyarakat terutama dalam menjaga ketertiban dilingkungan masing-masing. Memang, ujar dia, pada

triwulan pertama lalu ada beberapa kasus yang mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Kasus yang mengalami penurunan itu antara lain pencurian dengan menggunakan senjata api dan itu harus terus ditekan. Namun, ada juga mengalami peningkatan yakni kekerasan terhadap perempuan seperti pemerkosaan meningkat dibanding tahun sebelumnya pada triwulan pertama. Oleh karena itu ia mengajak. (anjas)

Menpan : Kinerja PNS Terus Dimaksimalkan Palembang, Jurnal Sumatra- Menteri Pedayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar mengatakan, kinerja pegawai negeri sipil (PNS) terus dimaksimalkan dengan melaksanakan reformasi birokrasi. “Kinerja PNS harus ditingkatkan dengan melaksanakan reformasi birokrasi,” kata Menteri dalam acara sosialisasi reformasi birokrasi di Palembang, Rabu. Dia mengatakan, dalam berbagai kegiatan PNS harus bebas dari KKN dan itu harus didukung bersama. Menurut dia sekarang ada undang undang pengawasan intern pemerintah dalam meningkatkan kinerja tersebut. “Dengan adanya pengawasan tersebut maka kenerja pemerintahan diharapkan akan semakin meningkat dan pengawasan akan lebih independen sehingga kinerja akan semakin maksimal,” kata dia. Dia menambahkan PNS dalam melaksanakan program kerja harus terukur dan tepat sasaran. Dalam kesempatan itu menteri juga berharap agar pemerintah kabupaten dan kota memiliki sistem komputerisasi yang telah memiliki akses dan jaringan terutama ke pemerintah pusat. “Kesemuanya itu untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat sehingga semua kegiatan terhadap publik semakin lancar,” ujar dia. Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki mengatakan, diharapkan PNS tidak lagi ikut pola lama dengan adanya reformasi birokrasi tersebut. Selain itu semua kegiatan harus dilaksanakan secara transparan supaya semua kegiatan berjalan sesuai aturan.Budi Suyanto. (anjas)

Komunitas Pecinta Al Quran Palembang Ngaji Bareng Palembang, Jurnal SumatraKomunitas pecinta Al Quran “One Day One Juz” menggelar Ngaji bareng satu hari satu juz di Kambang Iwak Park Palembang, Kamis. Para peserta duduk di beberapa sudut Kambang Iwak Park kawasan yang hanya berjarak puluhan meter dari rumah dinas Wali Kota Palembang itu sembari membaca ayat suci Al quran. Kegiatan yang serentak dilaksanakan di 16 kota besar di Indonesia ini diramaikan oleh peserta asal Palembang. Komunitas menargetkan tilawah satu juz per hari atau One Day One Juz (ODOJ). Koordinator pelaksana

Sumatera Selatan Agus Sutisna yang memimpin gelaran menerangkan bahwa kegiatan tersebut juga serangkaian menyambung tali silahturahmi peserta asal Sumsel khususnya Palembang. “Kita pilih hari libur dan Kambang Iwak di pagi hari, karena waktu dan tempat itu selalu ramai dikunjungi warga,” katanya. Dengan keramaian, ia dan panitia penyelenggara ingin menjadikan momen tersebut sebagai cara menularkan semangat membaca Al Quran. “Kalau yang muda melihat yang sebaya baca Al Quran di pinggiran kambang iwak atau yang tua melihat

yang seumuran melakukan aktivitas ini mereka bisa jadi tergerak untuk melakukan hal saman”, kata Agus Sutisna. Hari itu peserta yang datang di gelaran tersebut dipaparkan berasal dari berbagai latar belakang umur, sosial, dan profesi. “Ada yang guru mengajak serta murid, atau karyawan mengajak teman kerja,” kata dia. Ke depan Komunitas ODOJ di Palembang berencana untuk mengadakan tarhib atau pawai menyambut Ramadhan di pusat keramaian Benteng Kuto Besak, kawasan Bundaran Air Mancur Masjid Agung. (anjas)

MK Hentikan 8 Berkas Gugatan dari Sumsel PALEMBANG, Jurnal Sumatra -- Terkait dihentikannya 196 permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan calon anggota DPD dan calon anggota legislatif oleh Mahkamah Konstitusi (MK), ada delapan gugatan dari Sumsel yang ikut dihentikan. Menurut Kabag Hukum, Teknis dan Hupmas KPU Sumsel Agus Heri Pramono SH MSi kepada wartawan, ada dua klasifikasi berkas gugatan “Ada yang tidak dari peserta pemilu asal Sumsel yang dikembalikan Mahkamah Konstitusi (MK) memenuhi RI ini. “Ada yang tidak memenuhi syarat syarat formil formil permohonan dan ada yang ditarik permohonan pemohon. Sejauh ini memasuki tahap penyampaian alat bukti. Di MK itu dibagi dan ada yang ditarik pemohon. 3 panel. Untuk Sumsel masuk di panel 3,” ungkap Agus, Jumat (30/5/2014). Sejauh ini Berkas gugatan yang dihentikan itu memasuki tahap antara lain PKB untuk DPR RI Sumsel 1, Demokrat untuk perseorangan DPRD penyampaian Kabupaten Banyuasin dapil 4, PPP untuk alat bukti. Di perseorangan DPRD Provinsi Dapil Sumsel 8, PBB untuk DPR RI Sumsel1, Hanura MK itu dibagi untuk DPRD Provinsi Dapil Sumsel1, 2, 3, 3 panel. Untuk 7, 8 dan DPRD kabupaten Mura 1, Gerindra Sumsel masuk di untuk perseorangan DPRD Kabupaten panel 3,” ungkap Muba 4, PPP untuk perseorangan DPRD Sumsel 8, dan DPRD Kota Palembang 3, Agus, Jumat PBB untuk DPR RI Sumsel 1 dan 2. (30/5/2014). Dikatakannya untuk penanganannya sekarang ini basis provinsi, tidak lagi dipilah dengan basis partai. “Sampai sekarang untuk Sumsel belum ada jadwal untuk sidangnya. Saat ini baru ada jadwal hari ini untuk Provinsi Jabar dan Kalsel. Mungkin untuk Sumsel baru Senin mendatang. Sampai sekarang belum dapat jadwal kita,” terang Agus. KPU Provinsi tengah menyiapkan bersama KPU kabupaten/kota untuk persiapan saksi untuk bersaksi pada sidang MK. “Hari ini kita bersama KPU Kabupaten/Kota sedang menginventarisir pembatasan 3 saksi setiap dapil harus disiapkan untuk memberikan keterangan. Karena mahalnya biaya untuk hadir, maka akan dilakukan teleconference di kampus Fakultas Hukum Unsri Inderalaya. Kita akan memilih-milih saksi yang benar-benar kompeten,” jelas Agus. Dikatakannya, KPU Sumsel berencana berkoordinasi dengan pengacara KPU, Adnan Buyung Nasution persiapan saksi untuk menghadapi sidang MK. “Minggu ini rencana KPU Sumsel akan bertemu dengan pengacara Adnan Buyung Nasution membawa daftar nama-nama saksi. Harus dijelaskan yang akan hadir supaya saksi yang mendukung, menguatkan kita, KPU. Kalau tidak kompeten akan dicoret. Dikoordinasikan. Prinsip kita berkeinginan betul-betul menghadirkan saksi yang berkompeten,” pungkasnya. (sripoku)

Wagub Sumsel Minta Penyaluran Raskin Tepat Waktu Palembang, Jurnal Sumatra Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki meminta kepada kabupaten dan kota dalam penyaluran beras untuk keluarga miskin dilaksanakan tepat waktu. “Hal ini karena program tersebut tidak lain untuk membantu masyarakat kurang mampu, namun juga untuk menstabilkan harga,” katanya di Palembang, Sabtu. Memang, lanjut dia, penyaluran beras untuk keluarga miskin tahun

sebelumnya sudah rampung dan diharapkan 2014 juga tepat waktu. Bahkan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan kabupaten dan kota dalam penyaluran beras bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah tersebut. Selain itu, pihaknya juga rutin melaksanakan sosialisasi tentang beras bantuan pemerintah tersebut. Sebelumnya, Kepala Divre III Perum Bulog Sumsel Bambang

Napitapulu dalam sosialisasi beberapa waktu lalu mengatakan penerima beras untuk keluarga miskin tahun 2014 sama dengan tahun sebelumnya. Berdasarkan data jumlah beras yang akan disalurkan untuk masyarakat kurang mampu itu 75.524.220 kilogram. Mengenai penyaluran sendiri pihaknya hanya bertanggung jawab pada titik distribusi di kabupaten dan kota. (anjas)

Pendaftar SBMPTN melonjak Jakarta, Jurnal Sumatra - Jumlah pendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) melonjak usai pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). “Terjadi peningkatan jumlah pendaftar, sekitar 10.000 dalam satu hari,” ujar Ketua SBMPTN, Ganjar Kurnia, di Jakarta, Rabu. Padahal, pada Senin jumlah pendaftar SBMPTN masih sekitar 130.000 siswa. “Diperkirakan akan semakin melonjak hingga 6 Juni nanti,” kata. Ganjar memperkirakan SBMPTN 2014 akan diikuti oleh 800.000 peserta. SNMPTN merupakan seleksi penerimaan mahasiswa berdasarkan nilai rapor, nilai ujian nasional (UN) dan indeks sekolah. Panitia mengumumkan hasilnya pada 27 Mei lalu. “Ada yang menarik, kalau SNMPTN lebih banyak perempuan yang lolos seleksi, sementara SBMPTN hasilnya fifty-fifty,” jelas dia. Hal itu menunjukkan anak perempuan lebih rajin belajar terbukti melalui seleksi dengan nilai rapor, sementara anak laki-laki justru lebih menyukai ujian tulis. SBMPTN merupakan pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama oleh PTN dalam satu sistem terpadu dan diselenggarakan secara serentak melalui ujian tulis. Pendaftaran SBMPTN dimulai 12 Mei hingga 6 Juni. Kegiatan seleksi dilangsungkan 17 Juni. Berbeda dengan tahun lalu, biaya pendaftaran jurusan saintek, soshum, dan campuran sebesar Rp100.000. Tahun lalu biayanya mencapai Rp200.000. “Kita dapat subsidi dari pemerintah sekitar Rp100 miliar, sehingga biaya bisa lebih murah,” ujar dia. Calon peserta harus mendaftarkan dulu ke panitia SBMPTN untuk mendapatkan pin dan baru bisa melakukan pembayaran ke bank yang ditunjuk.(anjas)


4

Jurnal Sumsel

DKI Jaya Raih Juara Umum Lahat, Jurnal Sumatra---Tim Kejurnas Tinju Amatir Elite Piala Wakil Presiden Cup RI III DKI Jaya keluar sebagai juara umum dengan meraih 50 poin. Kejurnas sendiri telah ditutup pada Sabtu pekan lalu. Salah satu petinju dari DKI Jaya, Aldom Sugura yang juga meraih sebagai petinju terbaik dalam ajang yang di gelar di Gedung Bukit Telunjuk, Lahat tersebut menggungkapkan rasa bangganya atas raihan yang dicapai baik secara individu maupun kontingen DKI Jaya. “Event yang diadakan di Kabupaten Lahat ini, akan menjadi catatan sejarah manis bagi saya. Karena, dari 416 peserta, saya bisa membawa nama baik Provinsi DKI Jaya. Terima kasih seluruh panitia yang telah melayani kami selama disini,” ungkap dia. Sementara, Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Riva’I SE melalui Sekda Lahat Nasrun Aswari SE, saat menutup Kejurnas Tinju yang digelar 18 hingga 24 Mei 2014 tersebut menyampaikan apresiasinya kepada semua atlet yang telah berlaga di ring Bukit Telunjuk Kabupaten Lahat. Diharapkanya, apa yang diinginkan dari ajang tersebut yakni terjalinya rasa persaudaraan diantara anak bangsa. Tak hanya even tahunan tersebut diharapkan akan melahirkan atlit atlit profesional yang akan mengharumkan nama bangsa Indonesis di kanca dunia. “Kejurnas tinju di Lahat ini juga kita harapkan akan menjadi sarana evaluasi bagi Pertina sehingga dikejuaaraan selanjutnya Indonesia bisa berbuat banyak. Kami mengucapkan selamat atas atlet yang telah berprestasi dan bagi yang belum jangan berputus asa masih banyak kesempatan untuk meraih kesuksesan,” Sementara, dalam penetapan gelar petinju, pelatih, wasit, kontingen dan juara umum untuk katagori petinju terbaik putra kelas 52 KG diraih Aldom Sagaro. Sementara untuk terbaik putri kelas 48 KG di raih Betarik Suguro asal Kalimantan Selatan. Petinju Harapan terbaik putra diraih Ari Agustian asal Kalimantan Barat. Petinju harapan putri diraih kristina jimbai asal Papua Barat. Kemudian untuk petinju terfavorit putra Mario Kali dari Kabupaten Belu, favorit putri Warni Halawa dari Riau A. “Sementara untuk wasit terbaik di raih Alfred Kayoi asa Papua. Untuk pelatih terbaik dari DKI Jaya sementara Sulawesi Selatan menjadi kontingen terbaik. Nah untuk juara umum sendiri diraih DKI Jaya,” Ferli Sumarno Ketua III, Koni Lahat. Ia mengatakan sebelumnya, mengatakan untuk juara umum akan mendapatkan satu unit motor ditambah uang pembinaan Rp5 juta, trophy tetap dan bergilir. Kemudian masing masing satu unit untuk petinju terbaik putra dan putri ditambah uang pembinaan Rp3,5 juta serta trophy tetap. Kemudian untuk petinju putra putri favorit masing masing satu unit ditambah uang pembinaan masing masing Rp3 juta. “Selain itu, kita juga akan memberikan masing masing satu unit untuk petinju putra dan putri harapan serta uang Rp2 juta ditambah trophy tetap, termasuk kita juga akan berikan masing masing satu unit untuk pelatih terbaik, wasit terbaik dan kontingen terpopuler namun, mereka tidak mendapatkan uang dan trophy,” tutur Ferli lagi. (Din)

Modal Semangat, Untuk Besarkan Nama Lahat “Memang, untuk kelas slalom dan kelas down river race kita gagal. Namun, sebatas itulah kemampuan tim demi untuk membesarkan nama Kabupaten Lahat, hanya dengan modal semangat kita bisa meraih juara umum III,” ujar Viky, kemarin. Lahat, Jurnal Sumatra--- Prestasi menjulang nan membanggakan ditorehkan Tim Lahat Rafting, pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram Menpora Cup di Sungai Cimanuk Garut, Provinsi Jawa Barat. Atlet Lahat Rafting ini berhasil meraih peringkat III. Kalah dari Provinsi Banten yang menduduki juara umum dan Jawa Barat diposisi peringkat II. Manajer Lahat Rafting, Viky Sanjaya mengakui, tim Lahat Rafting berhasil meraih peringkat 1 di kelas sprint dan berhasil meraih peringkat 3 di kelas Head to head dari 28 peserta. “Memang, untuk kelas slalom dan kelas down river race kita gagal. Namun, sebatas itulah kemampuan tim demi untuk membesarkan nama Kabupaten Lahat, hanya dengan modal semangat kita bisa meraih juara umum III,” ujar Viky, kemarin. Ia menjelaskan, jika melihat peta persaingan tingkat nasional, Lahat Rafting bisa bersaing dengan daerah lain dan tak menutup kemungkinan menjadi yang terbaik diskala Nasional. Apalagi kabupaten Lahat sendiri memiliki SDA yang baik untuk terus meningkatkan prestasi olahraga ini. “Terus terang untuk SDM kita ada. Lokasi arung jeram mumpuni. Tapi perhatian Pemerintah harus lebih utama dalam memfasilitasi perkembangan olahraga ini. Sulit atlit akan berprestasi kalau hanya modal semangat saja. Terus terang saja kita ini dana untuk latihan sangat minim. Pelatih profesional kita tidak ada. Sementara di daerah lain kebutuhan tersebut difasilitasi oleh Pemerintah,” tambahnya. Kendati demikian, tidak menyurutkan tim yang ada, malahan tim bertekad untuk terus berlatih dan berjuang mencetak atlit atlit arung jeram di Lahat yang akan mampu bersaing di level nasional bahkan internasional. “Yang jelas, apabila perhatian dan dukungan Pemirintah bisa dirasakan, jelas akan membawak harap besar kedepan bagi tim yang ada. Untuk itu, dukungan dari Pemkab sangatlah kami harapkan. Meski demikian kita akan tetap berlatih dan berjuang berprestasi untuk membesarkan nama Kabupaten Lahat,” tutur Viky lagi. Sementara itu, Ketua Lahat Rafting, Brawijaya mengungkapkan 2015 mendatang, Kabupaten Lahat akan menjadi tuan rumah dalam kejuaraan serupa. Namun sekali lagi hal tersebut bisa terwujud bila ada dukungan serius dari Pemkab Lahat. “Jelas dong, kita sangat menyayangkan jika tidak adanya dukungan dari Federasi Arung jeram indonesia (FAJI) Pengcab Lahat, terhadap event yang baru saja kita ikuti tersebut,” pungkas Brawijaya. (Din)

• Jurnal Sumatra | Edisi 303 | Senin 2 Juni 2014

Kinerja Kepala SKPD Dievaluasi PAGARALAM, Jurnal Sumatra – Walikota Pagaralam dr. Hj. Ida Fitriati Mkes menngatakan, pihaknya akan mengevaluasi seluruh kinerja kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dilingkungan Pemkot Pagaralam, terutama yang sering mengatasnamakan Walikota Pagaralam. Demikian diungkapkan Ida, Sabtu (30/5) “Segala sesuatu selalu mengatasnamakan Walikota, ini tentunya tidak baik. Saat ini informasi sangat terbuka, pejabat seharusnya bekerja untuk amal dengan profesional,” tegasnya. Sementara itu, Kepala BKD Kota Pagaralam Imam Pasli SSTP, MSi mengungkapkan, adanya mutasi atau rolling pejabat struktural di lingkungan Pemkot Pagaralam merupakan hal wajar dan dipandang perlu dalam rangka meregenerasi, sekalgus bentuk evaluasi kinerja pejabat, agar dalam menjalankan program yang direncanakan pemerintah, dapat terlaksana dengan baik dan tepat sasaran dalam rangka menyejahterakan masyarakat Pagaralam. “Mutasi atau rolling dalam lingkungan Pemerintah Kota Pagaralam merupakan hal biasa, tentunya dilakukan sesuai mekanisme aturan prosedur yang berlaku berdasarkan evaluasi kinerja, apalagi dilakukan dalam rangka peningkatan kinerja pejabat,” terangnya. Diterangkan Imam, mutasi atau rolling tidak dilakukan sembarangan, pastinya melalui tahapan penyaringan terlebih dahulu, melalui Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), kemudian baru ditindaklanjuti Walikota Pagaralam untuk diputuskan. (asa)

Seluruh Kepsek Dipungut Rp 300 Ribu Lahat, Jurnal Sumatra---Isu penggalangan dana sebagai aksi solidaritas terhadap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lahat Drs Cholil Mansyur MM yang kini mendekam ditahanan karena tersandung kasus dugaan korupsi, kian santer, informasinya setiap kepala sekolah dipungut uang sebesar Rp 300 ribu. Isu pungli itu, juga terjadi di seluruh Sekolah Kecamatan Pagar Gunung (Pagun), dimana, seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) dipungut uang yang diduga diakomudir oleh Kepala UPTD Kecamatan Pagun, sebagai bentuk aksi solidaritas terhadap Drs Cholil Mansyur MM yang hingga saat ini masih menjebat Kadisdik Kabupaten Lahat, dan masih meringkuk di sel tahanan Kejati Sumsel. Salah satu Kepsek di Kota Lahat yang enggan menyebut namanya mengaku, beberapa waktu lalu saat diminta menghadiri rapat di Disdik Lahat, salah satu oknum memintanya untuk menyumbangkan dana sebesar Rp.300 ribu, sebagai aksi solidaritas terhadap kepala Disdik yang saat ini sedang ditahan Kejati Sumsel. “Pada waktu itu saya tidak membawak uang, saya hanya menyanggupi memberi uang sebesar Rp150 ribu. Jika untuk urusan dinas tentu kami tidak keberatan, tapi jika untuk aksi solidaritas, tentu harus ada kejelasan terlebih dahulu. Terutama dana yang diminta,” kata sumber. Menurutnya, saat ini mungkin belum banyak Kepsek yang memberi sumbangan. Untuk itu, pihaknya mewakili Kepsek lain sangat berharap agar Pemkab Lahat segera menelusuri aksi ini karena ditakutkan akan dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. “Terus terang jika memang perintahnya atas nama Dinas tentu kami tidak bisa menolak. Pemkab Lahat harus menelusuri kasus ini agar tidak disalah gunakan oleh oknum yang mau mencari keuntungan untuk diri sendiri,”tutur sumber. Menanggapi itu, Kabid Dikmen Disdik Lahat Sukaryo,MPd mengaku, Disdik Lahat tidak pernah meminta sejumlah uang dari Kepsek. Terlebih lagi dengan alas an sebagai aksi solidaritas terhadap Kepala Disdik Lahat seperti yang diisukan. Pihaknya berjanji akan mencari kebenaran isu tersebut. “Kami tidak pernah meminta sejumlah uang kepada seluruh Kepsek yang ada di Kabupaten Lahat. jika memang ada Kepsek atau pegawai lain yang memiliki bukti telah dimintai sumbangan, silakan melapor kepada kami,” imbuh Sukaryo, ketika dikonfirmasi. (Din)

FOTO/RICO - Jurnalsumatra.com

Bupati OKI, Iskandar SE menyerahkan surat keputusan alokasi dana desa (ADD) sebesar Rp 32 Miliyar kepada 18 orang camat dan 18 orang perwakilan kepala desa untuk melanjutkan pembangunan OKI.

Siapkan Rp 23 Miliar Untuk Bangun Desa Kayuagung, Jurnal Sumatra– Sebanyak 321 desa/kelurahan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), menerima surat keputusan bupati OKI tentang besaran alokasi dana desa (ADD) dan dana bagi hasil pajak daerah, retribusi daerah, pajak bumi dan bangunan (PBB) serta hasil lelang lebak lebung (L3) tahun anggaran 2014. Surat keputusan tersebut diserahkan secara simbolis kepada 18 orang camat dan 18 orang kepala desa (Kades), yang mewakili dari 321 kepala desa seKabupaten OKI, dan penyerahan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati OKI, Iskandar SE, Rabu (28/5/2014) di rumah dinas / pendopoan Kabupaten OKI. Bupati OKI, Iskandar SE dalam sambutan dan arahannya mengatakan, pada tahun 2014 ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI telah menyediakan dana senilai Rp 23 Miliyar sebagai dana ADD dan dana senilai Rp 3.929.287.244, sebagai dana bagi hasil pajak daerah,

retribusi daerah, PBB serta lelang lebak lebung (L3) tahun anggaran 2014, yang akan diserahkan kepada 321 desa dan kelurahan dalam wilayah Bumi Bende Seguguk. Menurut adik kandung Calon Wakil Presiden Republik Indonesia, HM Hatta Rajasa mengatakan, demi percepatan pembangunan desa dan besaran dana masing-masing desa disesuaikan dengan kondisi dan potensi masing-masing, yang dihitung berdasarkan rumusan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2007 tentang pengelolaan keuangan desa yang mana setiap desa telah menerima besaran dana tersebut. “Dana ADD ini, dalam rangka perencanaan, pengelolaan dan pertanggung jawaban dana ADD sebagai nafas dalam mewujudkan kepemerintahan yang baik, sehingga terwujud pelaksanaan yang transparan, perencanaan yang matang dan pertanggung jawaban yang akun tabel,” tutur Iskandar. Masih kata Iskandar, untuk itu

kami berharap pemerintah desa, segera mungkin untuk menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dengan melibatkan seluruh lembagalembaga yang ada seperti LPMD, BPD, Lembaga Adat, Organisasi Kepemudaan, PKK dan Kader Pemberdayaan Masyarakat. “Saya harap semua perencanaan pembangunan benar-benar dimusyawarahkan dalam Musrenbangdes, sehingga hasil musyawarah tersebut dapat dituangkan dalam Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes), dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes),” harap Iskandar seraya berucap para camat harus turun kelapangan dan jangan hanya menerima laporan di atas meja. Dia meminta kepada seluruh kades dan camat untuk bertanggung jawab atas semua kegiatan yang dibiayai dari alokasi dana desa baik dari aspek teknis, aspek keuangan, administrasi maupun aspek hukum. (RICO)

Diduga Kades Sukajadi Selewengkan Dana Bangub INDRALAYA, Jurnal SumatraDiduga Kepala Desa (Kades ) Sukajadi, Kecamatan Muarakuang, Kabupaten Ogan Ilir ( OI ) menyelewengkan dana Bantuan Gubernur (Bangub) Sumsel tahun anggaran 2012 lalu. Terbongkarnya dugaan penyelewengan yang dilakukan Sudarmin, sang kepala desa ini berawal dari pemberhentian Samsi, Sekretaris Desa (sekdes ) Sukajadi yang di pecat secara tidak langsung oleh Sudarnmin beberapa minggu lalu. Menurut Samsi untuk dana bantuan gubernur sumsel pada tahun 2012 lalu, tidak ada yang direalisasikan oleh Sudarmin seprti untuk bangunan fisik 0 % kemudian ada beberapa pos lain diantaranya

pos BPD dan karang taruna’ juga tidak pernah diberikan ole Sudarmin. Ironisnya lagi pada tahun 2012 lalu juga ada bantuan Bupati / Dinkesra untuk disumbangkan ke masjid Baiturahim sebesar Rp5 juta. Namun hingga saat ini uang tersebut belum juga diserahkan oleh Sudarmin kepada pengurus masjid. “Yang menjadi pertanyaan kami ADD/Bangub itu sebenarnya apa, untuk siapa, dan bagaimana pertanggungjawabannya? Dan jika itu untuk masyarakat mengapa kami tak pernah tahu?,” ujar salah seorang warga Desa Sukajadi, Kecamatan Muarakuang yang enggan namanya ditulis dalam pemberitaan ini. Hal senada juga diungkapkan Poniadi (47) warga lainnya, ia

berharap agar Kades terbuka masalah penggunaan dan pertanggungjawaban anggaran desa, karena ini hak masyarakat. Informasi yang dihimpun menyebutkan, anggaran dana Desa (ADD) dan Bangub di desa Sukajadi diduga telah di salahgunakan oleh Sudarmin, Kepala Desa Sukajadi untuk kepentingan pribadi. Ketika tudingan dikonfirmasikan kepada Sudarmin, dia menyangkal semua tuduhan itu. “Semua itu tidak benar pak, setiap anggaran dana desa yang saya terima, saya bangunkan untuk desa kami ini , begitu juga Bangub. Laporan warga itu semuanya tak benar, mungkin orang itu hanya iri saja kepada saya,” katanya. ( Jumadi )

Siswa SMA di OKI Dilatihan Kepemimpinan Kayuagung, Jurnal Sumatra Pengurus Bersama Ikatan Latihan Kepemimpinan Siswa (PB IKA LKS ) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) angkatan 13, menggelar latihan kepemimpinan siswa yang diikuti oleh SMA se-Kabupaten OKI. Acara yang berlangsung selama 3 hari ini dilaksanakan di Gedung Olah Raga (GOR) Biduk kajang Kayuagung, dibuka oleh Asisten III Setda OKI di Aula Bende Seguguk II Pemkab OKI,

Senin (26/52014). Dalam sambutannya Asisten III Setda OKI, Drs Zulkarnain MM mengatakan, PB IKA LKS ini sangat baik dalam pembentukan pelajar yang profesional, bermartabat, berwibawa dan berkarakter. Guna meningkatkan sumber daya manusia (SDM) generasi muda untuk berperan aktif dan kreatif agar menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas. Sementara itu, Ketua PB IKA LKS

Sumatera Selatan (Sumsel), Bobby Desyanta SH, didampingi PB LKS Kabupaten OKI, Predi Catur Putra, mengucapkan banyak terimah kasih atas partisipasi Pemkab OKI dalam mendukung pelaksanaan kegiatan ini. “Kami banyak mengucapkan terimah kasih kepada Pemkab OKI yang telah mendukung Organisasi IKA LKS, sehingga kegiatan latihan kepemimpinan siswa ini dapat terlaksana,” ungkapnya. (RICO)

11 Qori dan Qori’ah Asal OKI Wakili Sumsel Kayuagung, Jurnal Sumatra – Setidaknya 11 Qori dan Qori’ah terbaik asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) akan mewakili Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada loma Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional 9 Juni hingga 16 Juni 2014 mendatang di Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Bupati OKI, Iskandar SE melalui Kabag Kesra, Muktaqid ST mengatakan, para qori dan qori’ah asal Kabupaten OKI telah mengikuti MTQ ke XXVI tingkat Provinsi Sumatera Selatan pada 8 hingga 16 Mei 2014 di Sekayu, Muba, dan para qori dan qoriah telah memberikan kebanggaan kepada masyarakat OKI, karena mampu mengumpulkan 7 medali emas dan keluar sebagai

juara umum 4. Ia menambahkan, walaupun qori dan qori’ah Kabupaten OKI hanya meraih juara umum 4 pada MTQ tingkat Provinsi. Namun, ada 11 qori dan qori’ah yang akan ikut mewakili Sumatera Selatan untuk tingkat nasional. Adapun qori dan qori’ah tersebut, M Maulana Aba Najwa, yang merupakan peringkat satu cabang 1 Juz Tilawah dan Sarah Safitri, peringkat dua cabang 1 Juz Tilawah. Abi Quhafa, peringkat pertama cabang 5 Juz Tilawah dan Nike Tiramonica, peringkat ke-3 cabang 5 Juz Tilawah. Untuk cabang 10 Juz Faris Markida mendapatkan peringkat ke-3 dan Zulva Huri’in,

mendapat peringkat ke-2. Sedangkan untuk cabang 20 Juz, atas nama Muhaimin, mendapatkan peringkat ke-2 dan cabang 30 Juz atas nama Kurniawan, mendapat peringkat ke-3 dan Fatimatulailiyah peringkat ke-2. Cabang Tafsir Bahasa Arab atas nama Izmawati, berhasil meraih peringkat pertama. Untuk cabang Tafsir Bahasa Indonesia, M Rizki Zaki As’Ary, juga berhasil meraih peringkat pertama dan Ainun Jairiyah, juga berhasil meraih peringkat pertama cabang Khotitil Mushaf. Selanjutnya, Maidarti, juga berhasil meraih peringkat Pertama cabang Khottil Naska dan Asni Laila juga meraih peringkat pertama. (RICO)


• Jurnal Sumatra | Edisi 303 | Senin 2 Juni 2014

5

Jurnal Sumsel

OKU Optimistis Raih Penghargaan Wahana Tata Nugraha Baturaja, Jurnal Sumatra- Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, melalui Dinas Perhubungan setempat, 2014 optimistis meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha di bidang perhubungan layaknya kabupaten/kota lainnya di Indonesia. “Kita harus optimistis dapat meraih piala Wahana Tata Nugraha pada tahun ini, sebab semua prasarana sudah kita lengkapi,” kata Kepala Dinas Perhubungan Ogan Komering Ulu (OKU), Firmasyah di Baturaja, Selasa. Dia mengatakan, pihaknya mensyukuri penilaian bidang lalu lintas dan angkutan kota, karena dari ratusan daerah di Indonesia hanya 170 kabupaten/kota yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti penilaian bidang lalu lintas. “Kita salah satunya yang memenuhi persyaratan,” katanya. Dia mengemukakan, selama tiga tahun terakhir sejak 20112013, Kabupaten OKU baru sebatas menerima piagam penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) bidang lalu lintas dengan melakukan persiapan yang matang. “Selama tiga tahun Kabupaten OKU meraih piagam WTN, sudah tentu kita optimistis tahun ini piala tertinggi di bidang perhubungan itu akan diraih,” ucapnya. Ia menjelaskan, untuk titik yang dinilai tim dalam penilaian lomba tertib lalu lintas terdiri atas terminal angkutan umum, permukaan jalan, marka jalan, parkir, halte, trotoar dan titik lainnya yang berkenaan dengan lalu lintas di OKU serta komitmen pemerintah daerah terhadap ketertiban lalu lintas. “Tim dari pusat sudah datang ke OKU pada Jumat (23/5) untuk melakukan penilaian. Hasil penilaian akan dipaparkan guna dilakukan pembenahan atau perbaikan apa bila terdapat sarana lalu lintas yang dianggap masih belum layak,” ujarnya. (Anjas)

Ratusan Warga Lahat Padati Sungai Lematang Lahat, Jurnal Sumatra--- Ratusan warga Kabupaten Lahat memenuhi Sungai lematang, Minggu (25/5). Antusiasme warga mengikuti lomba rakit tradisional yang digelar Pemkab Lahat itu merupakan salah rangkaian kegiatan HUT Kabupaten Lahat ke 145. Cuaca terik mampu dikalahkan oleh rasa kebersamaan dan indahnya panorama sepanjang sungai. Lomba rakit tradisional ini mengambil start dari Desa Tanjung Mulak Kecamatan Pulau Pinang, menuju Desa Banjar Negara kawasan Benteng di Kota Lahat. Sedangkan Beranyutan dimulai dari Desa Penarang Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat. Dengan menggunakan rakit dari bambu, ratusan peserta dari berbagai instansi bahkan luar daerah diwajibkan penyusuri sungai Lematang sekitar 8 KM yang mempunyai medan yang cukup berat lantaran batu besar dan cadas tersebar di sungai. Dalam satu rakit, hanya ada dua orang peserta yang menjadi satu tim. Mereka dipersenjatai sebatang bambu sebagai alat pengendali rakit. Jarak tempuh dari garis star hingga garis finish, memakan waktu sekitar 2 jam. Bagi yang paling cepat tiba di garis finis, tim itulah yang menjadi juara. Tak pelak, sungai lematang saat itu bak lautan manusia. Tak hanya itu, ribuan penonton juga memadati jembatan dan tepian sungai. Bupati Lahat H Saifudin Aswari Rivai, melalui Sekda Nasrun Aswari SE MM, memberikan apresiasi tinggi terhadap ratusan peserta. Menurutnya, lomba rakit dan beranyutan ini telah digelar 20 kali. Tujuannya, memberikan hiburan kepada rakyat sekaligus meningkatkan potensi pariwisata Kabupaten Lahat. “Ingat..! jagalah sportifitas dan terus menjunjung rasa kebersamaan guna mempererat tali persaudaraan. Ini even tahunan dan kegiatan khas yang hanya dimiliki Bumi Seganti Setungguan,” kata Nasrun. (Din)

Jalan Lingkar Berubah Status Jadi Jalan Negara PRABUMULIH, Jurnal Sumatra - Jalan lingkar atau ring road yang saat ini statusnya jalan kota dengan tekanan sumbu 5 ton, diperkirakan Oktober 2014 akan berubah status menjadi jalan negara, sehingga semua kendaraan bebas melintas. Diharapkan nantinya kepadatan atau kemacetan yang sering terjadi di jalan Jendral Sudirman dapat diminimalisir. Demikian dikatakan Kadis Perhubungan Kota Prabumulih , Drs H Syarifuddin.AK.MM kepada wartawan dikantornya Rabu (28/5). Dijejaskan mantan Kadis Penerangan Provinsi Babel ini,

selama ini usulan tukar guling jalan Sudirman dengan Jalan Lingkar ditolak Menteri PU dengan alasan tidak ada aturan tukar guling aset pemerintah .Oleh karenanya usulan diperbaharui yakni meningkatkan status jalan lingkar menjadi jalan Negara. sedangkan status jalan Jendral Sudirman tetap sebagai jalan Negara. “Pemerintah pusat tidak bisa

mengabulkan kalau tukar guling . Akan tetapi kalau peningkatan status memang diatur. Makanya aset Pemkot berupa jalan lingkar akan diberi nama, termasuk terminal juga akan diberi nama guna memudahkan administrasi,” kata dia Masih kata Kadishub, dengan perubahan tersebut nantinya kendaraan angkutan pedesaan dilarang masuk kota akan tetapi harus ngetem di terminal penyangga di Cambai dan di Prabumulih Utara , Sukaraja. Kemudian untuk angkot direncanakan ada bus printis. Kepala Dinas PU Prabumulih ,H. Ardi Supratman sebelumnya pernah menjelaskan dengan perubahan status jalan lingkar

KNPI Stakeholder Dalam Membangun OKI

Kepala SDN 2 Lubuk Keliat Harapkan Lulus 100 Persen INDRALAYA jurnal sumatra- Menghadapi Ujian Nasional ( UN/ UNAS )Ditingkat Sekolah Dasar (SD) 2 Lubuk Keliat, Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir (OI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Kepala SDN 2 Lubuk Keliat Bedraidah S.Pd, berharap muridnya mampu mengikuti UN dan lulus 100 persen. “Ujian Nasional ( UN/UNAS ) merupakan tolak ukur Kelulusan siswa disekolah dan menjadi target serta harapan bersama agar para murid peserta UN tersebut dapat lulus 100% dan melanjutkan kejenjang sekolah lanjutan ( SMP ),” Ujarnya. Menurut data valid yang berhasil dihimpun oleh Jurnal Sumatra di Lapangan Jumlah peserta UN Tingkat Sekolah Dasar (SD) dikecamatan lubuk keliat adalah 358 Siswa , kecamatan muara kuang berjumlah 390 siswa , kecamatan rambang kuang sebanyak 418 siswa , kemudian di kecamatan tanjung batu berjumlah 932 dan di kecamatan rantau alai sebanyak 192 siswa. ( JUMADI )

22 Pejabat Eselon II OKI Dikukuhkan Kayuagung, Jurnal SUmatra–Sebanyak 22 pejabat setingkat Eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), yang sebelumnya hanya pelaksana tugas, dikukuhkan menjadi pejabat defenitif oleh Bupati OKI, Iskandar SE, Jumat (30/5/2014), di Ruang Rapat Bende Seguguk I. Iskandar mengatakan, pengukuhan para pejabat ini dalam rangka mengoptimalkan peran pejabat eselon II dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. “Dengan dikukuhkan Saudara-saudara pada hari ini, saya berharap Saudara-Saudara dapat lebih optimal dalam tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Iskandar. Menurut Iskandar yang berhak menilai kinerja pejabat adalah masyarakat.” Yang memilih saudara-saudara adalah masyarakat. Jika masyarakat merasa terlayani atau kecewa dengan pelayanan saudara mereka yang menentukan,” katanya. Adapun 22 orang pejabat esolan II yang dikukuhkan sesuai dengan Surat Keputusan Bupati OKI Nomor: 821/193/KEPBKD/2014. (RICO) Listiadi Martin, S.Sos, MM (Pj. Asisten I Setda Kabupaten OKI) Drs. Fauzi, MM (Pj. Sekertaris DPRD Kabupaten OKI) H. M Lubis, M. Kes (Pj. Kepala Dinas Kesehatan) Syaripudin, SP, M.Si (Pj. Kepala Dinas Pertanian) Ir. Nurfirman (Pj. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan) Daud, S.IP, MM (Pj. Kepala Badan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah) Drs. MHD. Dahlan, MM (Pj. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika) H. Ahmad, S.Sos, MM (Pj. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga) Drs. Ishak Idrus, SE, M.Si (Pj. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) Herry Susanto, S. Sos (Pj. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi) Ir. Ifna Nurlela (Pj. Kepala Dinas Tata Kota dan Pertamanan) Novi Herlambang, SE, M.Si (Pj. Kepala Dinas Sosial) Drs. H. Imam Sahuri, M.Pd (Pj. Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat) Makruf CM, S.IP, MM (Pj. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Drs. H. Nasir Saharo (Pj. Kepala BKKBN) Nursula, S.Sos (Pj. Kepala Badan Lingkungan Hidup) H. Sucipto, S.IP, M.Si (Pj. Kepala Badan Ketahanan Pangan) Drs. Fahrurrozi, AW (Pj. Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Linmas) Tohir Yanto, S.Sos (Pj. Kepala Badan Pengelolaan Pasar dan Kebersihan) Azhar, SE (Pj. Kepala Unsur Pelaksanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Ir. Imlan Kairum, M.Si (Pj. Kepala BP4K) M. Amin, S.Pd, MM (Pj. Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika).

menjadi jalan Negara akan memudahkan perawatan, karena dibiayai APBN dan yang berwenang memperbaikinya adalah PU BM Provinsi Sumsel. Perubahan status jalan tersebut disambut posotif warga kota Seinggok Sepemunyian, seperti dikatakan warga Kelurahan Gunung Ibul , Tarno dan Basaruddin . Menurut keduanya apa yang dilkukan Pemkot Prabumulih sudah tepat sebab seandainya jalan lingkar merupakan jalan kota maka sangat berat untuk memikul biaya perawatan yang dibebabkan melalui APBD kota sementara kendaraan yang melintas kebanyakan kendaraan luar provinsi yang tonasenya sampai 20 ton bahkan lebih.(dahari)

Tinjau Kantor - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Ahmad SSos (kiri) didampingi Sekertaris PWI OKI Idham Syarief (tengah), dan Wakil Sekertaris PWI Irfan Arahman, saat serah terima pinjaman ruangan di Gedung Olah Raga (GOR) OKI untuk kantor PWI OKI.

Dispora Pinjamkan Kantor Untuk PWI OKI Kayuagung, Jurnalsumatra – Untuk mendukung tugas jurnalis yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Pemerintah Kabupaten OKI melalui Dinas Pemuda Dan Olahraga meminjamkan salah satu ruangan yang ada di Gedung Olah Raga (GOR) depan Segi Tiga Emas agar dapat dijadikan Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) OKI. Kepala Dinas Pemuda Dan Olah Raga Kabupaten OKI, Ahmad SSos, mengatakan, pihaknya mendukung kegiatan pers yang ada di OKI, maka itu pihaknya meminjamkan salah satu ruangan yang ada di GOR yang kosong agar bisa dimanfaatkan oleh rekan pers untuk dijadikan kantor PWI. Menurutnya, ruangan yang ada di GOR tersebut masih kosong sehingga mubazir jika tidak dimanfaatkan, jadi atas petunjuk Bupati OKI, agar ruangan tersebut

“Kami sangat senang atas dukungan, pemerintah Kabupaten OKI, baik kepada Dinas Pemuda dan Olahraga yang telah meminjamkan ruangan untuk kantor PWI OKI, serta Humas dan Protokol yang telah membantu penuh atas kegiatan sebelumnya yakni pengukuhan PWI OKI di rumah dinas bupati,” ucap Idham Syarief, yang akrab disapa Ata. dapat dijadikan Kantor PWI OKI. “Ini semua tentunya atas

persetujuan Bupati OKI Iskandar SE, yang sangat mengapresiasi serta menyambut baik pers yang ada di OKI, serta menyambut kepengurusan PWI OKI,” jelas Ahmad ketika menyerahkan kunci kepada Sekertaris PWI OKI Idham Syarief didampingi wakil sekertaris Irfan Arahman Kamis (29/5). Ketua PWI OKI Endri Irawan SH, melalui Sekertaris PWI OKI Idham Syarief, didampingi Irfan Arahman mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih atas dukungan oleh pemerintah Kabupaten OKI. “Kamisangatsenangatasdukungan, pemerintah Kabupaten OKI, baik kepada Dinas Pemuda dan Olahraga yang telah meminjamkan ruangan untuk kantor PWI OKI, serta Humas dan Protokol yang telah membantu penuh atas kegiatan sebelumnya yakni pengukuhan PWI OKI di rumah dinas bupati,” ucap Idham Syarief, yang akrab disapa Ata. (lilis)

Warga Miskin Dapat Subsidi Rp40 Ribu PRABUMULIH, Jurnal Sumatra– Pemerintah kota (Pemkot) Prabumulih berencana akan memberikan subsidi iuran pembayaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebesar Rp.40 ribu perorang. Hal ini diungkapkan Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM belum lama ini kepada awak media Menurut Ridho, dengan adanya subsidi tersebut nantinya warga miskin akan mendapat perawatan di kelas I. “Jadi kalau saat ini mereka telah mendaftar untuk kelas III, nantinya akan kita berikan subsidi sehingga dapat perawatan kelas I, lebih nyaman sama dengan para kepala dinas. Di kelas 1 tidak lagi berdesak-desakan,” ungkap suami Ngesti Rahayu ini Masih kata dia , untuk tahap awal ini pihaknya hanya akan memberikan subsidi bagi 150 orang

warga miskin yang telah terdata. “Tahun ini kita memberikan subsidi bagi 150 orang, nantinya tahun depan rencananya seluruh warga tak mampu akan kita berikan subsidi sehingga semuanya mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama,” ujarnya Ketika disinggung berapa subsidi yang akan ditanggung oleh pemerintah, secara lugas adik kandung Bupati Ogan Ilir Mawardi Yahya ini menjelaskan, untuk kenaikan kelas perawatan kesehatan itu pemerintah menanggung subsidi sebesar Rp40 ribu per orangnya. “Jika saat ini untuk kelas III itu Rp20 ribu sementara kelas I Rp60 ribu berarti yang ditanggung oleh pemerintah Rp40 ribu,” bebernya. Rencana pemerintah memberikan subsidi dalam pembayaran iuran BPJS, mendapat dukungan dari sejumlah elemenmasyarakat.“Selamatujuannya

untuk kepentingan masyarakat, serta tidak menyalahi aturan tentunya kami akan mendukung program pemerintah ini,” ujar Tono (47) warga Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, Kamis. Dikatakannya, langkah pemerintah itu sudah sepatutnya mendapat dukungan dari masyarakatnya. “Kebijakan itu patut dihargai, karena membuat warga miskin merasa dihargai dan langkah itu sudah tepat sekali,” tukasnya. Senada dikatakan Hendra (36), warga Wonosari, Kecamatan Prabumulih Utara. Pria yang seharihari bekerja sebagai tukang ojek ini sangat setuju dengan langkah pemerintah tersebut. “Senang nian kami kalu pemerintah memberikan subsidi, jadi kami biso merasakan jugo pelayanan yang baik,” ujarnya, dengan nada gembira.(dahari)

Kayuagung, Jurnal Sumatra– Bupati OKI, Iskandar SE mengatakan, pemerintah tidak bisa lepas dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sebagai stakeholder dalam pembangunan di kabupaten yang berjuluk Bumi Bende Seguguk ini. “OKI tidak bisa lepas dari KNPI, berbagai program yang digagas oleh Pemerintah tanpa didukung oleh KNPI dan Stakeholder yang lainnya tidak akan bisa berhasil dengan baik, karena Pemuda sebagai salah satu pelopor, penggerak dalam pembangunan,” kata Bupati OKI Iskandar SE saat menerima pengurus DPD KNPI OKI di rumah dinasnya, Senin (26/5/2014). Iskandar meminta kepada KNPI untuk dapat berperan aktif dalam dalam mengawal berbagai langkah yang dilakukan pemerintah demi terwujudnya masyarakat Kabupaten OKI mandiri, sejahtera berlandaskan iman dan taqwa. “Pemuda adalah asset, dan nantinya akan melanjutkan tongkat estafet pembangunan, karena itu asset yang ada saat ini harus dijaga dengan baik,” katanya. Untuk itu, menurut Iskandar, Pemkab OKI siap untuk mendukung dan mensupport berbagai hal yang diperlukan pemuda terkait implementasi peranannya ditengahtengah masyarakat terutama di Kabupaten OKI. Pemerintah meminta KNPI dapat mengawal berbagai kebijakan pemerintah saat ini hingga 5 tahun kedepan, jika pemuda memiliki ide gagasan dan masukan tentu pemerintah siap untuk mewujudkannya. “Jika ada yang kurang dari pemerintah silahkan dikritik yang bersifat konstruktif sampaikan kepada saya, kita perbaiki bersama dan jangan sungkan-sungkan, jangan dari belakang, sebab nanti justru menambah persoalan,” tuturnya. Sementara itu, Ketua KNPI OKI, Herdi Apriansyah SSTP MSi mengatakan, sebagai induk organisasi kepemudaan yang terdiri dari berbagai elemen didalamnya, siap untuk mendukung dan mengawal berbagai kebijakan Pemerintah Kabupaten OKI sepanjang itu berpihak kepada masyarakat. “Kita siap, tentu kita berharap sinergitas antara pemuda dan jajaran Pemerintah OKI tetap terjalin dengan baik,” kata Herdi. Ditambahkan Herdi, pertemuan dengan bupati ini selain silaturahmi juga untuk menyampaikan langkah strategis yang akan dilakukan guna mensinergikan program kerja KNPI dengan Program Pemkab OKI. “Kita akan laksanakan Rakerkab yang akan menyusun program kerja dalam waktu dekat ini, pesertanya seluruh OKP dan PK KNPI sekabupaten OKI, disini juga kita akan memutuskan berbagai rekomendasi termusuk rekomendasi politik,” tandasnya. (RICO)


6

jurnal sumsel

• Jurnal Sumatra | Edisi 303 | Senin 2 Juni 2014

Oknum BPD OKU Diduga Menjual Aset Desa Baturaja, Jurnal Sumatra- Oknum Badan Permusyawaratan Desa di Kecamatan Sinar Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan diduga menjual beberapa aset desa seperti sapi bantuan gubernur, tanah pasar dan tanah kaplingan di desa setempat. Tokoh masyarakat Desa Marga Mulya Ogan Komering Ulu (OKU), Sadar (61) di Baturaja, Kamis mengatakan bahwa oknum BPD diduga menjual aset desa tersebut sebanyak 12 orang, antara lain Sub menjabat Kaur Desa masih aktif, mantan Plt Kades lama DI, Su mantan Ketua BPD, Nur dan Sug. “Sapi Bantuan Gubernur (Bangub) pada 2011-2012 sebanyak enam ekor diduga telah dijual oknum pelaku menjelang masa akhir jabatan,” katanya saat rapat pertemuan membahas masalah aset desa di Balai Pertemuan Desa Marga Mulya Baturaja, Kamis. Penjualan sapi seharusnya untuk pengembangan desa tersebu. Pelaku hanya mengadakan pertemuan secara diam-diam dan laporan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) diserahkan kepada Kepala Desa (Kades) yang baru, Sunandar. “Waktu serah terima jabatan kades yang baru, oknum BPD Sub menyerahkan uang penjualan sapi sebesar Rp31 juta, namun tidak diterima karena SPJ penjualan tidak jelas,” ujarnya. Selain itu, para oknum BPD itu juga diduga telah menjual tanah pasar yang telah berdiri sejak 1989 seluas 50x50 meter dengan harga Rp50 juta kepada Putut, warga setempat. “Penjualan tanah tersebut tidak ada penjelasan tentang program kegunaan atau penggantinya. Yang tanda tangan surat penjualan tanah pasar 12 orang oknum BPD tersebut tanpa ada musyawarah kepada masyarakat,” ujarnya. Kirman (60), tokoh masyarakat lainnya menambahkan para oknum BPD tersebut juga diduga telah menjual tanah kaplingan di desa itu sebanyak 40 kapling dengan harga total lebih dari Rp400 juta untuk kepentingan pribadi. “Tanah di Blok G2 sudah dijual tanpa ada musyawarah terlebih dahulu dengan masyarakat desa kami,” ujarnya. Sementara, Kades Marga Mulya Sunandar saat rapat musyawarah menyatakan pada 15 Januari 2014 saat serah terima jabatan kades baru dengan yang lama dipinta para pelaku untuk menerima beberapa uang hasil menjual aset desa, antara lain uang hasil penjualan sapi sebesar Rp31.400.000 dan uang kas desa Rp625.459 serta uang sisa penjualan tanah kapling blok G2 sebesar Rp997.000. “Namun belum saya terima karena laporan SPJ tidak jelas dan warga menyatakan tidak pernah ada musyawarah saat penjualan aset desa baik sapi maupun yang lain,” katanya. (anjas)

Korban Penipuan Masuk PNS Melapor ke Polisi Baturaja, Jurnal Sumatra- Seorang warga Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan melaporkan Wel ke Polres setempat, karena diduga menipu menjanjikan diterima menjadi Pegawai Negeri Sipil dengan memberikan uang Rp125 juta kepada tersangka. “Korban bernama Wanda warga Perumahan Helindo Baturaja, telah melaporkan kasus dugaan penipuan tersebut,” kata Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) AKBP Mulyadi di Baturaja, Kamis. Dikatakannya, menurut keterangan korban kasus tersebut bermula dari keinginannya untuk menjadi PNS di wilayah setempat dan sanggup memberikan imbalan uang Rp125 juta bila tersangka Wel bisa masukannya jadi PNS. Sementara, tersangka pelaku menjanjikan bisa meloloskan korban untuk menjadi PNS di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) OKU, ternyata setelah uang diserahkan dan mengikuti tes, begitu pengumuman tidak berhasil terima jadi pegawai,” katanya. “Kasus ini sedang kami selidiki. Kita juga selalu mengimbau kepada masyarakat agar tidak percaya dengan janji-janji manis para calo PNS yang mengaku bisa meloloskan menjadi pegawai,” ujar Kapolres. Sementara Wanda menuturkan, pelaku yang dikenalnya melalui salah seorang sahabatnya itu mengaku bisa meloloskan untuk menjadi PNS di Pemkab OKU. “Pada 7 Mei 2013 sekitar pukul 13.00 WIB tersangka ke rumah saya membicarakan hal tersebut dan kami sepakat dengan uang Rp125 juta yang saya berikan dapat meloloskan menjadi PNS, “kata Wanda. Setelah membayar uang tersebut, lanjut dia, pelaku menjanjikan kalau nama korban akan keluar pada pengumuman kelulusan PNS, namun hal tersebut ternyata hanya janji belaka. “Saya langsung menanyakan hal tersebut kepada pelaku tapi tetap tidak mau mengembalikan uang saya, sehingga melaporkan kasus penipuan itu ke Polres setempat,” ungkapnya. (anjas)

Warga Bunglai OKU Dapat Layanan KB Gratis Baturaja, Jurnal Sumatra- Puluhan warga Desa Bunglai Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mendapat layanan kontrasepsi secara gratis yang digelar oleh Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan wilayah setempat. “Pelayanan keluarga berencana (KB) gratis ini sudah kita mulai sejak 28 Mei 2014,” kata Sekretaris Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Pemkab Ogan Komering Ulu (OKU) Zaharuddin didampingi Kabid IKAP Jhoni Herawan di Baturaja, Kamis. Dikemukakannya beberapa program layanan yang diberikan bekerja sama dengan Puskesmas itu meliputi pelayanan suntikan, Implant, IUD, PIL serta pemberian kondom. Dikatakan Jhoni pelayanan mitra jaringan KB gratis yang dilakukan kali ini diberikan untuk masyarakat OKU khususnya di pedesaan salah satunya Desa Bunglai. Ia berharap dengan pelayanan yang diberikan secara gratis ini mayarakat bisa memanfaatkan secara baik. Bukan hanya pemberian obat-obatan tapi juga dijadikan sebagai wadah masyarakat khususnya yang sudah bekeluarga untuk tanya jawab dan diskusi. “Ini kegiatan rutin kita, dengan harapan masyarakat bisa memanfaatkan dengan baik,” ujar Jhoni. (anjas)

Baturaja Kebanjiran Akibat Saluran Tak Berfungsi Baturaja, Jurnal Sumatra - Pusat Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan dilanda banjir diduga akibat saluran air di depan Kantor Pos wilayah setempat tidak berfungsi karena tersumbat. Pantauan di lapangan, hujan deras “Seingat saya menguyur Kota Baturaja sejak Selasa siang hingga sore membuat Jalan A Yani di baru dua depan Kantor Pos setempat dan taman kota kali jalan ini kebanjiran hingga mengganggu pengguna tergenang jalan yang melintas di jalan tersebut. banjir Banjir dengan ketinggian mencapai 20 yakni sejak cm hingga 30 cm tersebut diduga disebabkan saluran air atau gorong-gorong yang berada banyaknya bangunan baru di sekitar jalan tidak berpungsi hingga air tak mengalir semestinya. atau rumah Andi (31) salah satu warga yang melintas toko di sini,” di jalan A Yani menyatakan terjadinya banjir ini diperkirakan disebabkan karena bangunan katanya. baru yang berdiri di sekitar jalan tersebut pemiliknya kurang melakukan perawatan saluran air. “Seingat saya baru dua kali jalan ini tergenang banjir yakni sejak banyaknya bangunan baru atau rumah toko di sini,” katanya. Hal senanda diungkapkan, Putra (28), yang juga mengharapkan agar dinas terkait bisa mengatasi hal ini sedini mungkin, sebab bukan tidak mungkin ketika turun hujan deras cukup lama banjir di Kota Baturaja akan semakin meluas. “Harusnya pemerintah bisa mengatasi hal ini segera,” katanya. (anjas)

Jembatan Gantung Pagar Batu Butuh Perbaikan Lahat, Jurnal Sumatra--- Jembatan gantung sepanjang 300 meter, yang terbentang di Desa Pagar Batu, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, butuhperbaikan. Karena sudah kurang layak untuk dilewati, akibat makan usia. Ratusan Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di desa tersebut mengharapkan uluran tangan dari p Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Lahat, agar segera melakukan renovasi terhadap jembatan gantung satu-satunya akses jalan menuju desa mereka. Warga menilai papan jembatan yang ada saat ini dikhawatirkan tidak mampu lagi menanggung beban berat, karenakan sudah dimakan usia. “Harapan kami ada uluran tangan dari Pemkab Lahat, guna melakukan renovasi terhadap jembatan yang panjangnya mencapai 300 meter itu,” kata Kepala Desa

(Kades) Pagar Batu, Sepriadi. Diakuinya, pihaknya membutuh papan jembatan baru untuk merenovasi jembatan. Karena, jembatan gantung saat ini kondisinya banyak yang lapuk dimakan usia. Jika tidak segera direnovasi dikhawatirkan akan terjadi kerusakan pada papan jembatan. “Bupati Lahat, Saifudin Aswari Rivai memang baru beberapa kali datang ke Desa kami. Kami harap ada tindak lanjutnya agar kegiatan kegiatan desa kedepannya bisa lebih maksimal,” pintanya. Lokasi desa yang berada sekitar

10 kilometer dari pusat Kota Lahat ini memang sedikit memperihatinkan. Meski desa berada di pinggir ruas Jalan lintas provinsi Lahat-Pagaralam, namun 300 kepala keluarga (KK) yang berada di desa ini harus menyeberangi jembatan gantung sepanjang 300 meter untuk menuju rumah mereka. Meski dituntut hati hati dan waspada saat melintas jembatan yang dibawahnya terdapat Sungai Lematang, warga setempat tidak menunjukkan rasa takut saat melintas. Bahkan, sesekali warga mengendarai motornya saat melalui jembatan selebar 1 meter ini. “Tidak ada akses jalan lainnya. Sehingga, warga desa harus melalui jembatan jika ingin membawa hasil produksi tanaman dari kebun mereka, apalagi kalau ingin bangun rumah, biaya material dan biaya angkut semakin mahal,” cetus Sepriadi lagi. Menanggapi usulan warga desa

tersebut, Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Rivai SE mengaku, siap menampungnya. “Kita sarankan agar segera diusulkan. Apabila ada usulan baik, dari warga maupun kades Insya Allah, Pemkab Lahat akan menindak lanjutinya,” ujar Aswari. Mengapa demikian, sambung Aswari, pihaknya tetap memprioritaskan desa desa yang memiliki jembatan gantung yang memerlukan perbaikan. Banyaknya desa yang harus melalui Sungai Lematang diharap Aswari agar masyarakat turun berpartisipasi memberikan laporan secara berkala. “Tidak mungkin kita akan periksa satu persatu tiap desa. Nah, kalau ada usulan seperti ini jelas akan ditindak lanjuti. Karena, akses jalan hanya satu-satunya melalui jembatan itu, dan ini sifatnya untuk kepentingan masyarakat banyak,” imbuh orang nomor satu pemimpin Lahat. (Din)

Bupati Jadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Muba Mulai MUARA ENIM.Jurnal Sumatrayang bukan pengusung diyakini Sumsel. Terlebih, menurutnya, Tertibkan Orang nomor satu dan dua di bisa mendongkrak suara Prabowo – langkah strategis sebagai putra Bumi Serasan Sekundang, Ir H Hatta hingga mencapai 75 %. Sumsel, Hatta telah merencanakan Hutan Muzakir Sai Sohar dan H Nurul “Kami yakin Prabowo-Hatta bisa salah satu wilayah di Sumsel, yakni Aman SH dipercaya menjadi ketua menang pada pemilihan presiden. Kabupaten PALI, untuk menjadi Kawasan dan wakil ketua tim pemenangan Capres dan cawapres RI pasangan Prabowo-Hatta yang maju pada pemilihan presiden RI pada 9 Juli mendatang. Tim pemenangan Prabowo menargetkan perolehan suara untuk Muaraenim sebesar 75%. Muzakir menghimbau kepada seluruh masyarakat Sumatera Selatan, untuk bersama – sama mendukung putra terbaik Bumi Sriwijaya, Hatta Rajasa yang maju sebagai Cawapres Prabowo. Muzakir merinci di Bumi Serasan Sekundang sokongan kemenangan suara untuk Prabowo – Hatta dengan hitung – hitungan dari partai pengusung sekitar 53 %, berasal dari suara partai Golkar, PPP, PAN, PBB, dan Gerindra. Selain itu kata dia, sokongan dari suara partai

Dengan hitungan disokong partai pengusung, ditambah suara dari partai diluar partai pengusung, 75 % persen suara bisa kita raih. Dengan demikian Prabowo-Hatta menang di Kabupaten Muara Enim,” tukas Ketua DPD Partai Golkar Muara Enim, Ir Muzakir Sai Sohar, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pemenangan pasangan PrabowoHatta Kabupaten Muara Enim. “Siapa lagi yang mau mendukung orang Sumsel, kalau bukan kita orang Sumsel” ucap Muzakir yang juga memangku jabatan sebagai Bupati Muara Enim ini. Dirinya berharap dengan terpilihnya Hatta Rajasa sebagai Wakil Presiden RI 2014-2019 mendatang bisa membawa angin segar untuk kemajuan Provinsi

wilayah ekonomi khusus. “Rencananya, besok kita akan merapatkan barisan dan menyatukan visi untuk kemenangan Prabowo– Hatta dengan mendeklarasikan tim kemengan Prabowo – Hatta,” tandasnya, Terpisah, Nurul Aman, Wakil Ketua Tim Pemenangan PrabowoHatta, mengaku optimis pasangan yang diusungnya akan menjadi pemenang pada pilpres 9 Juli mendatang. “Kemenangan bisa diraih dengan catatan mesin partai semua bergerak. Saya yakin Prabowo-Hatta akan menjadi presiden dan wakil presiden untuk periode lima tahun mendatang,” kata Ketua DPC PPP Muara Enim sekaligus Wakil Bupati Muara Enim (Cacon)

Harus Rela Dicopot Jika Enam Bulan tak Berhasil MUARA ENIM, Jurnal SumatraBupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar, melantik Ir H Kani MM sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura menggantikan pejabat lama yang masuk pensiun Ir H Mubri Ahmad. Hadir dalam pelantikan itu, Wakil Bupati H Nurul Aman SH, Sekda H Taufik Rahman SH dan sejumlah kepala SKPD. Pada kesempatan itu , Ir Kani juga menandatangani fakta integritas yang intinya tidak akan melakukan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) dan bekerja secara professional dan penuh tanggung jawab. Saat menyampaikan pesan, Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar meminta Ir Kani MM untuk bekerja semaksimal mungkin memajukan pertanian di Kabupaten Muara Enim, sebab hampir 65 persen wilayah Muara Enim adalah lahan agraria.

“Bekerja harus maju kedepan, jangan mundur. Pertanian di Kabupaten Muara Enim harus dikembangkan semaksimal mungkin, “ pesan bupati. Lebih jauh Muzakir Sai Sohar memaparkan, bahwa jabatan adalah amanah yang harus ditunaikan secara baik. Selaku bupati, ia memberikan waktu selama enam bulan untuk dievaluasi bekerja maksimal sesuai harapan Pemkab Muara Enim, di mana pertanian di Muara Enim harus maju. “Setelah dievaluasi, jika dalam bulan tidak berhasil dan tidak sesuai harapan. Maka harus rela dicopot, pernyataan ini juga berlaku untuk kepala SKPD lain agar bekerja maksimal dan penuh tanggung jawab. Saya akan selalu senantiasa melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pejabat yang ada,” tegas Muzakir Sai Sohar. Masih kata bupati,

setiap tahunnya alokasi anggaran pertanian terus ditingkatkan. Nah, pesan ini sambung bupati agar bisa diterjemahkan secara menyeluruh kepada dinas yang baru, jangan sedikit-sedikit. “Kalau di kantor ada bawahan yang tidak sejalan dengan atasan, silakan disingkirkan. Bagaimana caranya bisa berkoordinasi dengan bawahan yang baik, agar bisa bekerja secara maksimal,” urai bupati. “Pesan saya kepada semua pejabat di Pemkab Muara Enim untuk amanah dalam menjalan tugas yang ada dan bekerja secara maksimal. Silakan koordinasi dengan segala stakeholder demi kemajuan Kabupaten Muara Enim. Kalau kurang paham, silakan konsultasikan dengan mantan pejabat yang ada atau mencari ideide lain yang bisa memajukan Muara Enim kedepan,” pungkas Muzakir Sai Sohar. (Cacon)

SEKAYU, Jurnal Sumatra – Banyaknya masyarakat di beberapa Kecamatan Musi Banyuasin (Muba) yang bergantung hidup dengan merambah hasil hutan dikhawatirkan lambat laun akan berdampak langsung terhadap kelestarian hutan produksi dan hutan konserpasi di Muba. Guna membahas masalah ini, Pemkab Muba dipimpin Sekretaris Daerah Muba, H Sohan Majid, beserta jajaran SKPD di lingkungan Muba mengadakan rapat kordinasi. Rabu (28/5/2014). Dalam rapat Sohan Majid mengatakan, kawasan hutan sudah banyak dirambah masyarakat yang mempertahankan hidupnya dari hutan. Rapat pada siang ini bertujuan untuk melakukan kordinasi agar pola yang dilakukan masyarakat yang tinggal di kawasan hutan ini, tidak terbentur dengan peraturan yang dibuat pemerintah,” nya. Kepala Dinas Kehutanan Kab. Muba, Bustanul, mengatakan, “untuk menyikapi kerusakan hutan di muba pihaknya akan terus melakukan inventarisis trayek batas kawasan hutan, dan membentuk tim tapal batas yang menjaga batas kawasan hutan.“Selain menginvetarisir kita juga membentuk tim yang akan melakukan sosialisasi serta memberikan penjelasan dan pemahaman kepada masyarakat.” ungkapnya.(Nurdin)


• Jurnal Sumatra | Edisi 303 | Senin 2 Juni 2014

7

jurnal Peristiwa & kriminal

Perampok Toko Naga Mas Berhasil Diamankan Sempat Gondol Empat Untai Gelang Mas

Tanpa Dua Unit Mobil Dump Truk Milik Perusahaan Sawit Apta Pregel Yang Secara Brutal Dibakar Massa.

Dump Truck Batubara Kembali Menelan Korban Jiwa *Hendak Mencari Suami, PNS Disnakertrans Lahat Tewas Lahat ,Jurnal Sumatra---Malang dialami Sukmawati (50) salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kantor Disnakertrans Lahat. Kenapa tidak, saat sedang kebingungan mencari sang suami yang telah empat hari tidak pulang kerumah, sepeda motor Honda Spacy BG 3726 ET yang dikendarainya bersama rekan, menabrak bak belakang mobil dumptruck, hingga menewaskan dirinya. Peristiwa naas itu terjadi di Desa Sirah Pulau Kecamatan Merapi Barat, Lahat, sekiar pukul 11.00 WIB, Kamis (29/5). Warga Gang Pentasan Kelurahan Pagar Agung Kecamatan Lahat ini, akhirnya tidak terselamatkan, karena mengalami luka di tangan, bahu, paha, punggung kaki, dan wajah bagian kanan remuk. Sementara rekannya yang membonceng Eva (48), warga yang sama, mengalami patah kaki kanan dan tangan kanan, serta luka dipelipis mata kanan. Sementara, Mobil Dump truck Toyota Dyna BG 8562 UN, yang disopiri oleh Koswara alias Rosin (33) mengaku, sebelum kecelakaan terjadi ia sedang mengendarai kendaraannya dengan pelan. Namun tiba-tiba dirinya melihat dari kaca spion, korban bersama rekannya hendak menyalip sambil mengobrol. Tak pelak, tiba-tiba mereka menabrak ban belakang sebelah kanan mobilnya. “Lambat saat itu aku bawak mobilnya, kecepatan dibawah 40Km, aku tidak tahu tiba-tiba mereka nyalip truk aku, aku teriak sambil bunyi klakson, aku mencoba menghindar kekiri, ada mobil yang mogok, lalu korban keburu nabrak. Aku mau nolong tapi aku dipukulin, kepala dijedorin ke bak mobil, dan diamankan. Aku tau didaerah itu rawan kecelakaan makanya aku lambat,” ujar Koswara, saat diwawancarai. Kasatlantas Polres Lahat AKP Agung Adhitya Sik, melalui Kanit Laka Aipda Amrin Prabu menjelaskan, awalnya korban Sukmawati bersama rekannya Eva, hendak mencari suami di daerah Merapi Area. Namun, diperjalanan tepatnya di Desa Sirah Pulau Kecamatan Merapi Barat, sepeda motor yang dikendarai korban bersama rekannya menabrak ban belakang sebelah kanan dari mobil dump truk yang dikendarai oleh Koswara. “Awalnya sepeda motor yang dikendarai korban hendak menyalip mobil yang berada didepannya. Namun, menurut keterangan dari sang sopir mobil dump truk, saat hendak mendahului kendaraan yang ada didepannya, korban menoleh kesebelah kiri sambil bercengkrama bersama rekannya. Diduga sepeda motor korban menabrak ban belakang sebelah kanan mobil dump truk itu, dan kepala korban menabrak bak belakang sebelah kanan,” terang Amrin. Pihak Satlantas Polres Lahat sendiri telah mengamankan sopir beserta barang bukti dump truk, dan sepeda motor milik korban. Saat ini sopir beserta saksi mata di lokasi, masih dimintai keterangan. “Baik mobil dump truck, berikut motor korban sudah kita amankan. Sedangkan, sang sopir masih diperiksa, termasuk saksi mata yang melihat kejadian dilokasi,” pungkasnya. (Din)

Petugas pemadam kebakaran beserta warga berusaha memadamkan api

Rumah Kontrakan Hangus Terbakar Lahat, Jurnal Sumatra--- Rumah kontrakan yang dihuni pasangan Dodi Hermansyah dan Nopriyanti, di jalan Komala Sari Talang Banten, Kelurahan Talang Jawa Selatan, Kecamatan Lahat, nyaris habis di lalap sijago merah. Peristiwa yang menghebohkan warga sekitar lokasi kebakaran ini, terjadi sekitar pukul 20. 00 WIB, Sabtu (24/5) malam. Dimana, saat api melahap rumah kontrakan tersebut, pemilik rumah beserta keluarga sedang asik nonton pasar malam. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dodi beserta Nopriyanti ini pada malam itu pergi ke pasar malam bersama anak dan ibunya. namun berselang waktu dalam perjalanan menuju kepasar malam, Norpiyanti mendapatkan kabar bahwa rumahnya telah terbakar. Nopriyanti pun langsung bergegas pulang kerumahnya, setelah tahu bahwa kondisi rumahnya dilalap si jago merah, Nopriyanti jatuh pingsan. Meskipun demikian, dua unit pemadam kebakaran Pemkab Lahat dan dua unit tangki air PDAM Tirta Lematang beserta warga berhasil memadamkan api. Salah satu warga Talang Jawa Selatan Wati Suratman mengatakan, api diduga berasal dari dapur hingga langsung membesar sampai kebagian depan rumah. Melihat adanya api dirinya langsung berteriak minta bantuan untuk memadamkan api. “Aku jingok nian api tu dari dapur mulonyo, tapi dak tahu dari mano api tu pacak besak tu,” ungkapnya, ketika dibincangi disekitar lokasi kejadian. Sementara itu, Camat Kota Lahat Drs Aries Farhan M Si didampingi Lurah Talang Jawa Selatan Zulkipli HS mengatakan, rumah yang ditempati oleh keluarga Dodi itu merupakan rumah kontrakan milik dari Zainal Arifin yang menetap di Desa Selawi Kecamatan Lahat. “Motor milik korban tidak bisa diamankan lagi, begitu juga dengan perabotan rumah tangga lainnya seperti televise juga ikut dilalap si jago merah. Kerugian ditafsikan mencapai puluhan juta rupiah,” ungkapnya. Untuk penyebab kebakaran, pihaknya belum mengetahui secara persis dari mana api berasal bahkan tetangga sekitar juga belum tahu dari mana asal api, namun yang jelas api bermula dari arah dapur. “Api bisa dijinakkan berkat bantuan bantuan dari warga sekitar dan petugas Pemadam Kebakaran Pemkab Lahat. Nah, saat api membumbung besar bisa dipadamkan, sehingga rumah milik warga lainnya bisa diselamatkan,” ujar Aries. (Din)

Lahat, Jurnal Sumatra--Jakaria Yanto (46), warga Desa Lawang Agung Lama, Kecamatan Muara Payang Kabupaten Lahat, berhasil ditangkap anggota Polisi Resort (Polres) Lahat, lantaran melakukan perampokan terhadap toko Naga Mas di Jalan Mayor Ruslan 2 No. 79 depan Pasar Lematang Lahat, Kecamatan Kota, Lahat, Rabu (28/5), sekitar pukul 12.00 Wib. Resedivis era tahun 80-an ini diamankan oleh salah seorang petugas yang melakukan pengamanan diseputaran Simpang Empat Kelurahan Pasar Baru, Lahat. Pada aksinya itu pelaku berhasil menggondol empat untai gelang emas dan sempat membuat barang bukti tersebut, aksi pelaku diketahui oleh Eliana yang merupakan adik kandung dari pemilik toko yaitu Yanto alias Amen. Eliana (69) yang merupakan adik kandung dari pemilik Toko Naga Mas Yanto alias Amen menerangkan, pada saat itu dirinya sedang melayani pembeli yang hendak membeli emas ditoko milik kakaknya, dan dirinya hendak menerima uang dari sang pembeli serta mau membuat nota pembelian, tiba-tiba pelaku langsung membuka etalase dan meraup emas. “Ketika pelaku melakukan aksinya saya langsung berteriak, dan memukul etalase, lalu berteriak meminta pertolongan. Mendengar jeritan saya pelaku melarikan diri kearah Pasar Lematang,” kata Eliana Ia menjelaskan, pelaku berhasil menggondol diantaranya, empat buah gelang yang graman, tapi emas 24 karat, jumlahnya lebih kurang 2,5 suku dengan kisaran harga Rp.6.300.000. Karena harga emas sekarang turun perhari, satu

Tersangka Kiri, Ketita Diamankan Oleh Anggota Buser Polres Lahat. sukunya Rp.3.150.000. tutur dia. Sementara itu, Kapolres Lahat AKBP Budi Suryanto didampingi Kasatreskrim AKP Hidayat Amin SH melalui KBO Reskrim IPDA Freddy Rajaguguk dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian perampokan toko Mas Naga. Diterangkan Freddy, peristiwa tersebut terjadi Rabu (28/5), sekitar pukul 12.00 Wib. Awalnya, tersangka berhasil membawak kabur berupa empat untai gelang emas. Namun, aksi pelaku berhasil

dihentikan oleh salah satu anggota, yang melakukan pengamanan diseputaran Simpang Empat Kelurahan Pasar Baru, Lahat. “Modus pelaku dengan berpurapura melihat-lihat emas. Saat korban sibuk sedang melayani pembeli, pelaku langsung membuka etalase dan mengambil emas yang tertata dietalase itu, dimana pelaku berhasil mengambil empat untai gelang emas. Korban langsung berteriak minta tolong, dan pelaku berlari dan membuang barang bukti

Humas PT GH EMMI Tertutup Bagi Pers PRABUMULIH, Jurnal Sumatra Humas PT.GH EMMI yang berlokasi di Desa Gunung Raja Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim dinilai tertutup bagi wartawan. Seperti yang terjadi baru baru ini ketika Awak media dari Harian Suara Nusantara , SKU Wali Nusantara dan wartawan koran ini akan melakukan konfirmasi seputar tuntutan warga Desa Gunung Kemalo, Kecamatan Prabumulih Barat yang mengaku kalau kebun karet miliknya dan sungai penimur di Kelurahan Gunung Raja terkena pencemaran limbah tambang batu bara milik perusahaan PMA tersebut. Kedua pejabat Humas perusahaan tersebut enggan menerima wartawan dengan alasan sibuk. “ Kami heran ngapo Humas PT.GH EMMI ini dak mau dikonfirmasi , padahal kami tidak ada niat macam macam semata mata minta keterangan agar berita yang akan kami buat berimbang (balance) . Kami yang menjalankan tugas jurnalis ado beban sesuai hati nurani seperti didalam KEJ.PWI Bab .Ii Pasal 5 “ Wartawan menyajikan berita secara berimbang dan adil “ tapi kalau tidak ada keterangan bagaimana kita bisa melakukan itu ,” kata Andi Fatra yang menyesalkan tindakan humas perusahaan itu,

Senin ( 26/5). Lebih lanjut kata wartawan harian Nusantara ini dia sudah dua kali mencoba minta konfirmasi namun selalu gagal . Sebenarnya kalau pihak Humas enggan bertemu bisa saja saat dikontak via telephon selulernya diangkat jadi bisa berkomunikasi , ini semuanya tidak dilayani ,” kata Andi. Kata keduanya , Andi dan Basarrudin , kalau terus dihalangi maka jangan salahkan Pers kalau beritanya tak berimbang, dan kalau memang disengaja menghalangihalangi tugas wartawan, maka Humas bisa dikenakan UU.RI No.40 tahun 1999 tentang Pers. Ketika dimintai keterangan dengan petugas security yang minta namanya tidak ditulis membenarkan kalau staf Humas, Icon dan Wanda sangat sulit dihubungi. “ Memang Humas PT GHEMMI agak sulit dihubungi wartawan. Bukannya bapak betigo ini bae tapi lah sering . Nah no HP pak Wanda dak tau , dak pernah ngasihkan no HPnyo . Man kami dak salah lagi , siapo yang nak ngadap kami catat dan minta KTP kemudian kami sampaikan ke humas, tapi tetap dak biso, alasannyo sibuk,” kata sumber ini. Ketua PWI Sumsel, H. Ocktaf Riyadi. SH ketika dimintai kementarnya seputar tertutupmya

bagian Humas PT.GH EMM, menyayangkan sikap humas perusahaan tersebut . Karena menurut dia humas yang merupakan penghubung antara perusahaan dan masyarakat seyogyanya memberikan informasi yang dibutuhkan warga , khususnya Pers , manakala berita yang dibuat media tidak berimbang maka perusahaan tidak dapat menyalahkan wartawan atau medianya sebab sudah melakukan konfirmasi tetapi tidak mendapatkan penjelasan dari perusahaan. “ Sebaiknya Humas perusahaan PT.GH EMMI membuka pintu dan memberikan keterangan , bukan malah tertutup , Sebab pers itu netral dan dituntut beritanya objectiv edukatif , balance dan memberikan solusi agar peran pers sebagai pendidik dan mencerdaskan anak bangsa itu berfungsi . Jadi kejadian ini sangat saya sesalkan,” ucap Oktav Wakil Bupati Muara Enim , H.Nurul Aman,SH ketika dikonfirmasi adanya pencemaran limbah debu dan serpihan batu bara yang mengalir ke sungai penimur dan kebun warga belum bisa memberikan keterangan karena belum mengetahuinya , belum ada laporan warga , katanya via telephon selulernya ketika dihubungi koran ini Sabtu. ( dahari)

Pemkab Muratara Tertibkan Ratusan Penambang Liar Musirawas Utara, Jurnal Sumatra -Pemerintah Kabupaten Musirawas Utara, Sumatera Selatan, akan menertibkan ratusan penambang liar dalam wilayah perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Dwinad Nusantara Sejahtera karena mengganggu operasional perusahaan tersebut. Pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk menghentikan aktivitas penambang golongan galian C tanpa izin dalam Kecamatan Karang Jaya, kata Penjabat Bupati Musirawas Utara (Muratara) H Akisropi Ayub melalui Kabag Humas Sunardin, Kamis. “Kita terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat penambang, terutama bagi dampak tambang liar itu sebelum ada musibah masyarakat diimbau untuk menghentikan aktivitasnya,” ujarnya. Selain itu bagi warga yang melakukan penambangan secara liar bisa diberikan sanksi pidana penjara sepuluh tahun denda Rp 10 juta, jika tidak ingin menghentikan

aktivitasnya sesuai dengan UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Ia menjelaskan jumlah warga yang melakukan penambangan pasir dan batu dalam wilayah areal perkebunan PT Dwinad Nusantara Sejahtera (DNS) tercatat 320 orang, namun setelah dilakukan sosialasi jumlahnya turun menjadi 140 orang. Dampak penambang liar itu, kata dia baru-baru ini sudah lima orang meninggal akibat tertimbun tanah karena mengeruk matrial secara tradisional. Ia menjamin bagi penambang yang ingin menghentikan kegitannya berpeluang dipekerjakan di perusahaan perkebunan tersebut, sehingga bisa mendapatkan kenyamanan dan keamanan dalam bekerja dan mencari nafkah. “Pemerintah daerah akan memberikan waktu bagi masyarakat yang akan meninggalkan lokasi tambangnya, tapi bila jadwal yang diberikan tidak diindahkan, maka penambang akan diberikan

peringatan hingga penutupan paksa demi keselamatan jiwa manusia,” tandasnya. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muratara H Mohd Isa Sigit mengatakan pemerintah daerah sudah memfasilitasi pertemuan para penambang dengan perusahaan karena keberadaan mereka sudah meresahkan. General Manger PT DNS Sahabudin Umar mengatakan keberadaan para penambang liar tersebut telah mengganggu operasional perusahaan, bahkan dampaknya merusak lingkungan sekitarnya. “Kita tidak bisa melakukan pencegahan karena takut diancam pihak penambang liar tersebut dan perusahaan hanya melaporkan kegiatan itu kepada pemerintah daerah untuk mencarikan jalan keluarnya,” ujarnya. Perusahaan menawarkan kepada para penambang untuk bergabung dan dipekerjakan di perusahaan tersebut, bila sudah meninggalkan lokasi galian tambangnya, tambahnya. (anjas)

itu,” ujar Freddy. Diakui Freddy, pada saat itu kebetulan di TKP ada anggota kepolisian Lahat yang berjaga dan melakukan pengamanan disekitar lokasi, dan akhirnya tersangka berhasil diamankan ketika melarikan diri ke arah Pasar Lematang. “Pelaku masih kita periksa dan dijerat pasal 363 karena mengandung unsur pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” tukas dia. (Din)

Dishut Musirawas Selamatkan Puluhan Ekor Trenggiling Musirawas, Jurnal SumatraDinas Kehutanan Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan sejak beberapa tahun terakhir telah menyelamatkan puluhan ekor hewan dilindungi jenis trenggiling yang akan diperjual belikan ke luar daerah. Selama kurun waktu 2013-2014 telah diselamatkan sekitar 20 ekor trenggiling (Manis javanica) yang disita dari pedagang pengumpul di wilayah itu, kata Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Musirawas Agus Stiono. Jumat. Ia menjelaskan, pada tahun 2013 diamankan 17 ekor trenggiling dan pada tahun ini hingga Maret 2014 diselamatkan tiga ekor. “Kami mensinyalir Kabupaten Musirawas selain sebagai habitat trenggiling juga dijadikan sindikat jual beli binatang langka yang dilindungi tersebut,” ujarnya. Para pedagang pengumpul tak resmi itu datang dari provinsi tetangga antara lain Bengkulu dan Jambi, mereka pengumpulkan trenggiling pemburu gelap di Musirawas kemudian dijual ke pedagang di wilayah Sumatera Utara. “Kami akan memperketat peredaran dan transaksi trenggiling antara provinsi itu dan kerja sama dengan Polres Musirawas, sedangkan tersangkanya hingga saat ini sudah puluhan orang diamankan,” ujarnya. Polisi Kehutanan Dinas Kehutanan Musirawas Aidil Fitri membenarkan bahwa wilayah itu menjadi transaksi trenggiling tak resmi antara provinsi dan bisa diselamatkan hanya 20-an ekor. Sedangkan jumlah trenggiling yang lolos diperkirakan puluhan ekor bersma hewan langka lainnya seperti jenis ular dan lainnya. Kapolres Musirawas AKBP Chaidir mengatakan, selama 2014 polisi mengamankan tiga ekor trenggiling yang disita dari salah seorang pedagang di Desa setempat. Hewan langka yang diselamatkan itu sudah dilepasliarkan bersama petugas Balai Konservasi Sumer Daya Alam (BKSDA) ke kawasan hutan Bukit Cogong, dengan harapan hewan tersebut bisa hidup bebas dan berkembang biak. Sedangkan perlakunya sudah diproses hukum dan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kota Lubuklinggau untuk disidang di Pengadilan Negeri setempat, ujarnya. (anjas)


Jurnal Nusantara 8

• Jurnal Sumatra | Edisi 303 | Senin 2 Juni 2014

Polres Musirawas Amankan Truk Pengangkut Minyak Curian Musirawas, Jurnal SumatraJajaran Reskrim Polres Musirawas, Sumatera Selatan, mengaman satu unit truk bermuatan minyak mentah sebanyak 15 ton atau senilai ratusan juta rupiah yang diduga hasil curian. Minyak mentah itu diduga hasil curian karena pengemudinya Ras (56) dan kawan-kawan tidak bisa menunjukkan dokumen barang yang diangkutnya itu, kata Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Musirawas AKBP Chaidir, Kamis. Sopir truk bersama rekanrekannya ditangkap polisi di rumah makan Bugilamo, Kecamatan Muara Beliti, setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa truk Fuso itu membawa minyak mentah. Setelah petugas memeriksa kelengkapan dokumen minyak mentah yang diangkut truk asal Sumatera Barat plat BA 9714 JA itu, pengemudinya tidak bisa menunjukkan legal lintasnya dan akhirnya truk bersama sopir serta beberapa rekannya digiring ke Mapolres Musirawas untuk diproses. Ia mengatakan pencurian minyak mentah dari beberapa prusahaan pertambangan minyak dan gas bumi di wilayah itu sering terjadi karena pengamanan pipa minyak perusahaan di wilayah tersebut kurang baik. Mestinya pipa minyak dari sumur ke lokasi penampungan ditanam di dalam tanah, sehingga lebih aman dari pencurian namun nyatanya pipa minyak itu berada di pinggir jalan lalu lalang masyarakat dan sangat berpotensi untuk dibocorkan. Selaian itu selama ini diduga masih ada pengambilan minyak mentah

dari sumur-sumur tua yang dilakukan oknum masyarakat meskipun sebagian besar sudah ditertibkan, ujarnya. Kasat Reskrim Polres Musirawas AKP Teddy Ardian mengatakan sebelumnya jajaran Reskrim Polres juga berhasil mengamankan tiga tersangka pencuri minyak mentah milik PT Midco di wilayah setempat dengan nilai kerugian sekitar Rp55 juta. Ketiga tersangka itu adalah Rudi (34) sopir truk, Irul (34) dan Tan Tanaka (40) sebagai pengawal semuanya warga Kabupaten Musi Bayuasin. Ia menjelaskan penangkapan itu dilakukan, Sabtu (10/5) sekitar pukul 23.00 WIB saat anggota Polsek Bulang Tengah Suku (BTS) Ulu melakukan patroli rutin. Anggota mencurigai sebuah truk col diesel membawa tanki modifikasi melintas dengan cepat, saat dicegat dan tidak bisa menunjukkan surat minyak mentah tersebut. Dalam proses pengembangan malam itu, diketahui dua tersangka menggunakan mobil Avanza sudah menunggu sekitar 10 kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP) yakni Irul dan Tan Tanaka. Modus operandi pelaku diduga melakukan pencurian dengan cara memasang klam di pipa minyak mentah PT Midco, kemudian dipasang selang untuk mengalirkan minyak ke mobil mereka. Jumlah Minyak yang ada dalam tanki mobil itu sekitar 8.000 liter atau dengan nilai sekitar Rp55 juta, sedangkan tersangka sudah diamankan di Mapolres Musirawas untuk diproses lebih lanjut, ujarnya. (Anjas)

Wartawan Terduga Penipu Janjikan Proyek RP39 Miliar Jayapura, Jurnal Sumatra- Jean Paul Kabey, korban kasus penipuan miliaran rupiah, mengungkapkan oknum wartawan di Kota Jayapura, Papua, berinisial LDS, menjanjikan proyek jalan Yeti, Ubrub dan Oksibil senilai Rp39,9 miliar untuk tahun anggaran 2014. “Jadi, LDS tawarkan saya untuk proyek jalan senilai Rp39,9 miliar pada akhir tahun lalu. Hanya saja saya harus siapkan dana untuk memenangkan proyek tersebut,” kata Jean Paul Kabey kepada wartawan di Jayapura, Papua, Rabu. Pemberian uang kepada LDS, kata Jean, dilakukan secara bertahap melaui SMS Banking, ATM dan uang tuani senilai Rp1 miliar. “Pada Desember tahun lalu itu saya transfer uang ke rekening LDS sebanyak empat kali dengan jumlah bervariasi. Dan terakhi diawal tahun ini, LDS meminta Rp1 miliar, saya memberikannya dengan harapan proyek jalan yang dijanjikan bisa didapatkan,” katanya. Namun, proyek jalan dengan dana APBN tersebut diumumkan, lanjut Jean, perusahaannya yang diurus oleh LDS tidak memenangkan tender proyek tersebut, sehingga dirinya menagih janji agar uang sebanyak Rp1 miliar lebih itu dikembalikan. “Karena sebelumnya kami sudah buat kesepakatan jika proyek tidak

dimenangkan, maka uang saya dikembalikan. Saya coba meminta ke LDS tetapi hal ini tidak ditanggapi,” katanya. Sehingga pada Rabu (21/5) pekan kemarin, kata Kabey, dirinya melaporkan dugaan kasus penipuan itu ke Reskrim Polres Jayapura Kota. “Saya suruh proses hukum, biar uang tidak kembali, saya tetap proses. Total keseluruhan Rp1,281 miliar. Ini karena LDS tidak koperatif menangani proyek yang ditawarkannya, jadi saya lapor polisi saja, dan pada tanggal 29 Januari kemarin uang Rp 1 miliar di ambil oleh LDS,” katanya. Jean juga mengatakan jika siang tadi dirinya dipanggil oleh penyidik Reskrim Polres Jayapura Kota untuk meminta ketrangan lebih lanjut terkait dugaan kasus penipuan yang dilakukan oleh LDS yang juga seorang wartawan dan menjabat sebagai Sekertaris PWI Papua. Seperti diberitakan sebelumnya, kasus dugaan penipuan milyaran rupiah itu heboh dikalangan wartawan dan media di ibu Kota Provinsi Papua itu, kasus tersebut sudah didalami oleh penyidik Polres Jayapura Kota dengan meminta ketrangan kepada dua orang saksi berinisial S dan T. “Kasus ini dalam penyelidikan dan masih dalam tahap meminta keterangan kepada sejumlah saksi,” kata Kasat Reskrim Polres Jayapura Kota, AKP Steyven J Manopo. (anjas)

Wartawan Jayapura Diminta Sajikan Berita Berimbang Jayapura, Jurnal SumatraSekertaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Papua Leo Dapot Siahaan meminta jurnalis yang ada di Kota Jayapura dan sekitarnya dalam menyajikan berita harus berimbang. “Saya minta dan anjurkan agar para wartawan atau pun jurnalis di Kota Jayapura atau di Papua untuk membuat berita yang berimbang. Selalu lakukan cek dan ricek, atau meminta konfirmasi dari pihak yang diberitakan sehingga beritanya tidak sekedar mengejar deadline atau kecepatan,” kata Leo Dapot Siahaan di Jayapura, Papua, Selasa. Pernyataan ini disampaikan menyusul pemberitaan dirinya yang diduga melakukan tindak penipuan senilai Rp1,5 miliar terhadap seorang pengusaha pada awal tahun ini. “Saya menyayangkan sekali dengan rekan wartawan yang menulis berita tentang pribadi saya dan mengkaitkan dengan profesi atau jabatan saya di PWI Papua,” katanya. Seharusnya, kata Leo, seorang wartawan lebih mengutamakan coverboth side, konfirmasi kebenaran isu atau berita yang akan dibuat untuk dikonsumsi publik. “Jangan setelah berita naik, sudah terlanjur di cap jelek oleh publik baru konfirmasi. Itu bukan cara kerja koran, mungkin kalau berita on line bisa terjadi, tetapi pasti

langsung di cek lagin” katanya. Sebelumnya, sejumlah koran lokal Jayapura pada Senin (26/5) dan pekan kemarin memuat berita tentang dirinya yang diduga melakukan tindak penipuan terhadap Jean Paul Kabey, salah seorang pengusaha asal Sentani, Kabupaten Jayapura. Pemberitaan itu sontak saja menjadi perbincangan hangat diantara kelompok wartawan di Kota Jayapura dan sekitarnya. Ketika ditanya bagaimana sikapnya menghadapi aduan tersebut, Leo sampaikan jika dirinya akan hadir jika dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. “Sebagai warga negara yang baik dan taat hukum. Saya akan hadir jika dipanggil untuk menjelaskan kasus yang dituduhkan kepada saya. Selebihnya nanti saya konsultasi dengan pengacara saya,” jawabnya. Saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh Reskrim Polres Jayapura Kota. “Kasus dugaan penipuan itu sedang didalami oleh penyidik,” kata Kapolres Jayapura Kota AKBP Alfred Papare. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jayapura Kota AKP Steyven J. Manopo kepada Antara mengatakan sudah dua orang saksi yang dimintai keterangan selain saksi pelapor. “Hingga kemarin sudah dua orang saksi yang dimintai keterangan yakni S dan T. Penyidik juga masih akan memanggil dua orang saksi lainnya,” katanya. (anjas)

Bumi Makmur Wakili OKI Lomba Desa Tingkat Provinsi Kayuagung, jurnal Sumatra - Tim Pengerak PKK Provinsi Sumatera Selatan(Sumsel) memberikan Penilaian kepada Desa Bumi Makmur Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dalam ajang lomba desa tingkat Provinsi Sumatera Selatan 2014, Rabu(28/4)belum lama ini. Kades Bumi Makmur (G2) Sofian mengungkapkan, dirinya sangat senang sekaligus bangga jika desa yang dipimpinnya berhasil meraih juara 1 lomba Desa Tingkat Kabupaten OKI tahun 2014 ini, artinya kinerja kami selama ini membuahkan hasil yang baik. Dirinya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada bimbingan Camat Mesuji Raya bapak Mgs Zaenal Arifin, beserta jajarannya yang telah pengarahan serta semua pihak terkait yang

telah memberikan dukungannya sehingga Desa Bumi Makmur ini meraih juara pertama tingkat kabupaten OKI tahun ini, terlebih mohon do’a dan dukungannya kembali untuk pada penilaian lomba desa tingkat provinsi pada hari ini yang mana membawa nama kabupaten OKI. Sofian juga berharap, jika Desa Bumi Makmur(G2) ini kedepanya bisa mengatasi desa-desa lain yang menjadi perwakilan tingkat kabupaten lainya sehingga bisa mewakili provinsi Sumatera selatan di kancah nasional. Camat Mesuji raya Mgs. Zaenal Arifin dalam kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya akan bekerja semaksimal mungkin untuk dapat memberikan yang terbaik untuk desa Bumi makmur ini, karena katanya desa Bumi Makmur ini

sudah Mewakili Kabupaten OKI artinya kita siap memberikan ide yang cemerlang serta bantuanbantuan yang mendukung supaya desa Bumi Makmur(G2) ini untuk meraih predikat desa terbaik pada tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Dia juga mengingatkan,jika pada ajang lomba desa ini buka semata-mata untuk meraih predikat saja,akan tetapi di harapkan kedepannya untuk membentuk jati diri terlebih untuk memenuhi kebutuhan warganya dari segala aspek demi mendukung program pemerintahan kabupaten OKI pada mendatangnya. Hadir dalam kegiatan tersebut,Para SKPD,Kepala Desa Se-Mesuji raya,Unsur Tripika,tokoh masyarakat dan para undangan lainnya yang memadati halaman kantor desa setempat.(Heri)

Kapolres Bangka Tengah Mediasi Kasus Wartawan Koba, Jurnal Sumatra- Kapala Polisi Resor Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung AKBP M Zainul akan melakukan mediasi untuk menyelesaikan kasus percekcokan mulut antara wartawan dengan oknum anggotanya. “Saya ingin masalah ini diselesaikan secara baik-baik, ambil jalan damai saja dan saya siap melakukan mediasi karena kebetulan oknum polisi itu anggota saya,” katanya di Koba, Senin. Hal itu dikemukakannya menyikapi kasus perselisihan antara wartawan harian lokal Rian dan Reza dengan seorang oknum polisi Riski yang bertugas di Mapolres Bangka Tengah yang menimbulkan reaksi dari kalangan pers di Bangka Belitung. Peristiwa itu berawal Rian dan Reza menabrak mobil milik Riski dari belakang dan kemudian sepakat menyelesaikannya secara baik-

baik, namun sampai di kantor polisi terjadi pertengkaran dua kubu yang berselisih sehingga anggota polisi itu mengeluarkan kata-kata kotor kepada dua wartawan tersebut. “Saya mendengar penjelasan dari anggota saya bahwa perkataan kotor itu keluar dalam keadaan emosi, namun saya tidak melihat siapa yang salah dan benar karena yang terpenting dipertemukan mereka yang berselisih dan diselesaikan secara baik-baik,” ujarnya. Ia menegaskan secara institusi pihaknya tetap akan memproses oknum polisi yang sudah berprilaku kasar tersebut, namun secara hubungan kemitraan dengan kalangan pers dirinya tetap menginginkan masalah ini diselesaikan dengan damai saja. “Saya selama ini sangat terbuka dengan wartawan, keberadaan pers dibutuhkan dalam menjalankan tugas

penyampaian informasi maka dengan ada kasus ini sangat disayangkan, namun saya siap melakukan mediasi,” katanya. Secara institusi, dirinya meminta maaf kepada lembaga tempat wartawan tersebut bekerja karena perbuatan anggota sudah melanggar etika sopan santun. “Saya minta maaf secara institusi, kepada wartawan yang berselisih dengan anggota juga sudah saya telepon untuk menyelesaikan masalah ini dengan damai, tanpa harus dibesarbesarkan,” ujarnya. Iamenyatakan,selamainihubungan kemitraan antara polisi dan wartawan khususnya di Bangka Tengah berjalan cukup baik sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. “Maka saya terkejut mendengar ada anggota saya berselisih dengan wartawan, jelas ini tidak saya inginkan,” katanya. (anjas)

Polres bangka Tengah Gencarkan Kegiatan Sambang Duka Koba, Jurnal SumatraKepolisian Resor Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggencarkan sambang duka yaitu membantu warga yang anggota keluarganya meninggal dunia di antaranya dengan mengaturkan lalu lintas jalan ke permakaman, dan menyediakan mobil jenazah. “Sambang duka ini merupakan bentuk kepedulian sosial polisi kepada warga. Sudah saya perintahkan semua Polsek menggencarkan kegiatan seperti ini,” kata Kapolres Bangka Tengah AKBP M Zainul di Koba, Kamis. Ia berpendata sambang duka juga bentuk wujud perilaku humanis polisi kepada warga. “Dengan pendekatan secara persuasif, masyarakat akan melihat polisi tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya. Ia menjelaskan, ini program

“Sambang duka ini merupakan bentuk kepedulian sosial polisi kepada warga. Sudah saya perintahkan semua Polsek menggencarkan kegiatan seperti ini,” kata Kapolres Bangka Tengah AKBP M Zainul di Koba, Kamis. baru yang dilakukan Polres Bangka Tengah agar polisi benar-benar dirasakan membaur dengan warga. “Selama ini mungkin polisi

dianggap berfungsi untuk menjaga ketertiban dan keamanan, maka dengan kegiatan ini diharapkan warga merasakan polisi juga bagian dari masyarakat,” ujarnya. Selain itu kata dia, kegiatan sambang duka juga membangun citra kepolisian dalam mengayom warga setempat. “Polisi itu bagian dari masyarakat, tugas mereka tidak hanya menjaga situasi yang aman dan kondusif tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan di tengah warga, juga memiliki kepedulian sosial tinggi,” ujarnya. Ia mengatakan, polisi tanpa diminta akan menyambangi anggota keluarga yang meninggal dunia dan ikut dalam melakukan penyelenggaraan jenazah dari awal sampai akhir. “Itu sudah dilakukan, seperti baru-baru ini oleh Polsek Lubuk Besar,” ujarnya. (anjas)

Polres Musirawas Terus Berupaya Persempit Peredaran Narkoba Musirawas, Jurnal SumatraJajaran Polres Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, terus berupaya mempersempit peredaran narkoba di Kabupaten Musirawas dan Musirawas Utara dengan melakukan koordinasi dengan sejumlah polres di kabupaten dan provinsi setempat. “Kita sudah berkoordinasi dengan sejumlah polres di kabupaten dan provinsi untuk mengantisipasi masuknya narkoba ke wilayah yang ditengarahi berpotensi terjadi peredaran narkoba antarprovinsi,” kata Kepala Polisi Resor (Kapolres) Musirawas AKBP Chaidir, Rabu. Ia mengatakan sejak JanuariMei 2014 sudah puluhan tersangka pengedar dan pemakai narkoba dibekuk pilisi wilayah Polres Musirawas, Polres Kota Lubuklinggau dan Badan Narkotika Nasional (BNN) setempat. Terakhir diamankan tiga tersangka pengedar pil diduga extacy dilokasi berbeda dengan barang bukti 159,5 butir pil ekstasi dan dua paket sabu. Tiga tersangka yang dibekuk jajaran Reskrim Polres Musirawas yakni AF (19), warga Desa Karang Dapo, Kabupaten Musirawas Utara dan Ag (31) serta Fr (27), keduanya asalk Kota Palembang. Ag dan Fr merupakan resedivis dalam kasus yang sama, ketiga tersangka itu diamankan di Desa Alai, rumah paman AF, di Kabupaten Musirawas Utara. Di lokasi yang berbeda tersangka narkoba EP (28) dibekuk anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Lubuklinggau di rumahnya, Jumat (23/5), sekitar pukul 14.00 WIB. Dari tersangka, petugas mengamankan 59,5 butir pil diduga ekstasi logo Toyota warna krim, oranye dan kuning. Semua barang bukti itu dimasukkan dalam bungkus palstik senilai Rp17,7 juta, jelasnya. Kasat Reserse Narkoba Polres Musirawas AKP Ahmad Fauzi membenarkan adanya penangkapan tiga tersangka di Kabupaten Musirawas Utara dan dua tersangka yang sengaja mengantar narkoba itu ke calon pelanggan di Kabupaten Musirawas Uatara. Barang haram itu rencananya akan dijual pada pengedar atas nama RO yang saat ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Musirawas. “Kita memperkirakan mereka ini jaringan narkoba antarkabupaten/kota dan akan dilakukan pengembangan termasuk dari mana asal barang itu diambil dari Palembang,” jelasnya. (anjas)

Pemkab Rejanglebong Kembangkan Usaha Pembuatan Pupuk Bokashi Rejanglebong, Jurnal SumatraPemerintah Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu, saat ini tengah mengembangkan usaha pembuatan pupuk bokashi guna memenuhi kebutuhan petani di daerah itu. “Saat ini pengembangan usaha pembuatan pupuk bokashi sudah dilakukan oleh kelompok tani di Kecamatan Selupu Rejang, Sindang Dataran, Bermani Ulu dan di Kecamatan Curup Selatan,” kata Kepala Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perikanan dan Perkebunan (BP4K) Rejanglebong Zulkarnain di Rejanglebong, Selasa. Usaha pembuatan pupuk bokashi di daerah tersebut dalam setiap lokasinya mampu menghasilkan pupuk hingga satu ton lebih. Pupuk sejenis organik itu selanjutnya dipasarkan ke sejumlah wilayah di Rejanglebong dan bisa dimanfaatkan untuk segala macam tanaman, dimana pupuk ini jadikan pupuk dasar di lahan yang akan diolah petani. Pemanfaatan pupuk bokashi itu sendiri, lanjutnya, sangat dianjurkan pemerintah karena manfaatnya sangat besar, selain dapat menyuburkan tanah, ramah lingkungan dan harganya sangat murah. Adapun kandungan hara pupuk ini terdiri dari N2, 35 persen kemudian P3, 58 persen dan K0, 96 persen. Untuk membuat pupuk bokashi ini, kalangan petani dapat memanfaatkan berbagai bahan-bahan yang ada di desa misalnya ampas kelapa, ampas tahu, kotoran ternak, sekam kopi, sekam padi, tepung ikan, sisa buah-buahan, gundukan tanah dan bahan-bahan lainnya yang mudah didapatkan. Pengembangan usaha pembuatan pupuk organik tersebut kata dia, dilakukan pemerintah daerah setempat guna membantu kalangan petani agar tidak bergantung dengan penggunaan pupuk kimia yang jika digunakan terus menerus bisa merusak kesuburan tanah dan harganya mahal, selain itu tanaman yang dihasilkan dari pemupukan bahan kimia tidak aman bagi kesehatan sehingga petani dianjurkan beralih ke penggunaan pupuk organik. (anjas)


Hiburan Kito 9

• Jurnal Sumatra | Edisi 303 | Senin 2 Juni 2014

Queency Sexy Dancer Anjurkan Selalu Berfikir Positip

Palembang, jurnalsumatra. com-Menjadi sexy dancer tidak selalu merupakan pilihan untuk bisa mendapatkan penghasilan, banyak godaan yang sering didapatkan para penari ini, dan peran serta koordinatorpun disini sagat dibutukan. Hal tersebut diungkapkan Dezta yang sudah lama mengenal dunia dancer dan mengkoordinir 10 orang dancer dalam pengawasannya kepada media ini “Peran saya kepada mereka tak lain untuk bisa mengawasi dan melarang mereka melakukan hal yang bisa

merugikan dirinya sendiri dan juga melihat bentuk perjanjian dari tempat dimana mereka tampil, intinya bisa menjaga mereka dari orang-orang yang iseng dan mengoda” bebernya. B’Nice Luxury Club & Karaoke yang terletak di Gedung Paragon (ex. Hero) Komplek Ilir Permai Barat Jl. Letkol Iskandar Palembang menghadirkan Queency Sexy Dancer yang terdiri empat personil Andini, Abhel, Intan dan Rini serta didampingi Dezta untuk penampilan selama sebulan kedepan. Andini yang kelahiran Bogor,

18 Juli 1993 mengatakan bahwa ia sebelumnya pernah kuliah di LP3I mengambil jurusan sekretaris dan akhirnya terjun menjadi penari longtrip “Pada tahun 2009 saya tidak melanjutkan kuliah dan menjadi penari modern (sexy dancer) yang telah ditekuni waktu masih disekolah, dari menari ini saya sudah ke Pekanbaru, Balikpapan, Ambon dan Palembang” ungkapnya. (30/05). “Kota Palembang ini cukup bagus juga anak-anaknya baik-baik, tapi saya tidak selalu ingin sebagai penari, suatu saat nanti bisa buka usaha” tambahnya. Begitupun Abhel anak Jakarta kelahiran 8 Januari 1993 yang dari kecil suka dengan tarian ini dan sempat bercita-cita bisa menari Hip Hop dan suka kalau lagi menari bisa ditonton orang banyak. “Saya menjadi Sexy Dancer diajak seorang teman, pinginnya sich menjadi orang sukses dan bisa kerja sendiri buka usaha” paparnya dengan lugas. Menurut saya lanjutnya lagi “Intinya semua kerjaan itu sama, tapi bagaimana melakukannya dan jangan dengarkan kata orang lain, jadilah diri sendiri serta selalu berfikir yang positip” Mengawali menjadi Sales Promotion Girl (SPG) di Bogor itulah yang pernah dilakukan Intan cewek kelahiran Bogor, 30 Oktober

1993 sebelum terjun sebagai Sexy Dancer pada tahun 2010 dan sudah beberapa tempat didatanginya seperti Lombok, Kalimatan, Bangka dan Palembang. ”Keinginan saya tak banyak hanya ingin menjadi orang sukses dengan bekerja keras dan orang yang berguna bisa membahagiakan orang tua, menjadi lebih baik dari sebelumnya” ungkapnya lirih. “Saya sebelumnya menyangka mau mendapat pekerjaan sebagai karyawan restoran, eh enggak taunya teman mengajak untuk menjadi sexy dancer, yaa dari pada dirumah aja selama ini, akhirnya saya menjadi sexy dancer” ungkap Rini anak Banten kelahiran 22 Desember 1990 ini. Dari dancer lanjutnya lagi, “Saya bisa ke Lombok, Kalimatan, Bangka dan Palembang. Biar baru pertama kali ke Palembang, namun saya sangat menyukainya, apalagi dengan jembatan Amperanya terus makanan khas Palembang dari pempeknya yang sangat saya sukai banget dari kecil di Banten apalagi ini asli dari Palembang” “Ingin suatu saat bisa mendapatkan suami yang baik dan juga yang senang dengan musik karena semenjak menjadi dancer suka sekali dengan music, kalau sedang dengarin music badan ini serasa ingin langsung menari” pungkasnya. (edchan)

TheVenus Tampilkan Nueve Indonesia Band Palembang, jurnal sumatra. com-Band yang terbentuk di Jakarta pada tahun 2009 yang menamakan group bandnya Nueve Indonesia Band ini, tampil setiap hari di theVenus untuk memberikan hiburan kepada pengujung tempat hiburan malam yang berada di Jl. R. Soekamto Palembang. Nueve Indonesia Band yang mempunyai 8 personil ini, terdiri dari kumpulan anak-anak muda dari beberapa kota Indonesia yang bertemu di Ibu Kota Jakarta, terdiri dari tiga vokal cewek yang antara lain Merry, Ayu dan Mini serta Oni selaku vocal cowok yang di iringi oleh Anto sebagai pemegang Drum, Deni di Gitar dan Eko di Bass serta Yudi selaku leader dari band ini bermain di keyboard. Dikemukakan Yudi selaku leader saat dibincangi oleh media ini, mengatakan “Para personil band ini dari beberapa daerah seperti Makasar, Medan dan Jawa namun base came kita di Jakarta” paparnya. (28/05) “Terbentuknya dari pertemuan

saya dengan Anto yang bermain dialat music drum, yang pada saat itu dia habis selesai kontrak dengan Mayor Label di Jakarta yaitu Naga Swara yang pada saat itu, ikut Band The Quila, dari pertemuan itulah akhirnya kami berdua membentuk grup band ini” jelas Yudi Dikatakanya setelah terbentuk band yang menamakan grup Nueve Indonesia Band, dengan mengawali bermain di beberapa club hiburan di Jakarta. “Pada awal tahun 2010 kami keluar dari Jakarta dan bermain diluar pulau Jawa pertama kali di Batam kemudian Makasar, Samarindah dan Tanjung Pinang kemudian Palembang ini” Diakuinya sebagian dari personilnya sudah pernah ke Palembang yang menurutnya kota Palembang asik dan juga macet, tempat hiburan malamnya selalu ramai dan seru juga senang bisa merasakan makanan yang terkenal dengan Pempeknya dan bisa merasakan aroma yang aslinya. Ketika ditanya keinginan kedepan bandnya mau dibawa

kemana, dengan lugas dijawabnya “Pada saat ini kami masih bermain dikafe-kafe namun dengan ada pengalaman di mayor label, punya keinginan untuk masuk dapur rekaman ditahun depan, yang pada saat ini masih mengemasi lagulagu terlebih dahulu, tapi belum dipastikan, karena tantangannya lebih berat bernyanyi di kafe dan berharap eksis, bisa berhasil

menghibur dimanapun tempat kita bernyanyi” ungkapnya. “Seperti di theVenus ini tempatnya bagus, orangnya ramah dan baik-baik selalu mereques lagu-lagu baru dan lama, jadi kami tertantang untuk bisa membawakan semua lagu yang menjadi kesukaan para pengujung agar bisa dibawakan dan diiringi” pungkasnya (edchan)

PC Club & Lounge Tampilkan Screen Play Dancer Palembang, jurnalsumatra.com-Tempat hiburan yang berada di Komplek Ilir Barat Permai dalam areal bungkusan Hotel Princess Jl. Letkol Iskandar Palembang tampilkan sexy dancer terbarunya untuk para pengujung setia dan pengemar hiburan malam yang tak luput dengan dunia gemerlap (dugem). Screen Play Dancer yang mempunyai tiga personil Yana, Meisya dan Tyas yang sudah lama berkecipung didunia tarian modern yang lebih beken dikenal Sexy Dancer, tak juga mempunyai dasar tari nanum keuletan dan kegigihan mereka pun bisa melakukannya dan juga bisa memberikan penampilan terbaiknya untuk para pengujung setia PC Club & Lounge. Saat ditemui ketiga personil ini sedang berada di terase hotel princes yang digunakan, tempat nongkrong dan bermain billyar serta menghilangkan penat sehabis aktifitas dikantor, sambil mendengarkan alunan music santai yang banyak digandrungi para executive muda Palembang. “Setelah tamat sekolah, saya mengisi aktifitas dengan mencoba-coba menjadi sexy dancer dari tahun 2008 sampai dengan 2010, karena pada tahun 2010 saya mendapatkan jodoh dan menikah, namun setelah berjalan 2 tahun mengarungi batera rumah tangga dan mempunyai satu anak, ternyata berakhir pula kehidupan rumah tangga saya” jelas Yana cewek kelahiran Makasar, 2 Januari 1988, menjelaskan kenapa sekarang dia menjalani profesi sebagai penari kembali, yang dimulainya pada tahun 2012. “Sebelum ke Palembang, kota yang pernah saya kunjungi Balikpapan, Brau, Samarindah, Ambon, Palu. Saya rencana juga mau berhenti kembali menjadi dancer setelah lebaran dan perform di Jayapura sampai akhir tahun, karena tepat pada tanggal 1 Januari 2015 saya akan melangsungkan pernikahan kembali” jelasnya. Dan diakuinya selama dia menjadi sexy dancer kedua orang tuanya tidak tahu, hanya kakak dan calon suaminya yang tahu, entah nanti kedepannya saya tetap menjadi sexy dancer atau tidak lagi. “Kalau saya sendiri sebelumnya sebagai Sales Promotion Girl (SPG) di Mall-Mall Kota Solo dan Jogyakarta sambil juga menjadi marketing cathering, kemudian bekerja di kantor Konsultan Pajak di Jogyakarta selama 6 bulan, menggantiin teman yang lagi cuti hamil” papar Meisya cewek kelahiran Jogyakarta, 1 Mei 1989 menceritakan sebelum dia menjadi seorang penari yang lulusan dari SMK jurusan Akuntansi. Dikatakanya menjadi dancer ini, karena senang dengan hiburan, “Inginnya sich membuka usaha sendiri dan sekarang ini sedang mengumpuli modal dan menghidupkan seorang anak seorang diri karena sudah pisah dengan suami. orang tuapun tidak melarang dan mendukung menjadi dancer, asal tahu batasannya” tambahnya. Tyas salah personil yang sudah pernah ke Palembang berucap “Saya merasa senang bisa ke Kota Palembang lagi, enggak tau kenapa yaa kalau sudah pernah ke Palembang, bawaan nya kepingin lagi untuk mengujunginya, apa lagi sudah mempunyai banyak teman di Palembang:” jelas cewek kelahiran Bandung, 1 Oktober 1992. “Keinginan saya nanti bisa membuka usaha boutique dan mendapatkan suami yang bisa mengertiin dan membahagiain akunya” pungkasnya sambil melemparkan senyuman manisnya. (edchan)


10

Jurnal Puspen TNI

• Jurnal Sumatra | Edisi 303 | Senin 2 Juni 2014

Prajurit TNI Latihan Menembak di Lebanon

Lebanon-Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) POM TNI Kontingen Garuda (Konga) XXV-F/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) di bawah pimpinan Letkol Cpm Andri Gunawan selaku Komadan Satgas (Dansatgas), melaksanakan latihan menembak untuk Perwira, Bintara dan Tamtama dengan senjata pistol dan SS-1 di Lapangan tembak Saqi Myra Sector East Unifil, Ebel El Saqi, Lebanon Selatan, Jumat pagi (30/5/2014). Latihan menembak yang berlangsung dalam cuaca yang cukup panas dengan suhu mencapai 30 derajat celcius ini, dibagi dalam tiga sikap antara lain sikap tiarap, sikap duduk/jongkok dan sikap berdiri. Menembak dengan senjata SS-1 dengan jarak 200 meter untuk Perwira, Bintara dan Tamtama,

masing-masing penembak diberi 3 butir koreksi dan 30 butir peluru untuk penilaian. Selain dengan SS-I untuk Perwira melaksanakan menembak pistol dengan 3 butir koreksi dan 10 butir untuk penilaian dengan jarak 20 meter. Perwira Seksi Operasi Kapten Pom Deddy Setya Wijaya selaku Komandan latihan menyampaikan bahwa, sebelum melaksanakan menembak minta kepada seluruh anggota untuk betul-betul memperhatikan faktor keamanan personel maupun material. Menembak dengan senjata SS-I dan pistol ini merupakan tahap pertama selama melaksanakan tugas di Lebanon. Pada kesempatan ini Dansatgas POM TNI Konga XXV-F/ UNIFIL Letkol Cpm Andri Gunawan hadir secara langsung menyaksikan latihan menembak tersebut dan

juga ikut melaksanakan latihan menembak bersama anggota Satgas POM TNI dengan menggunakan senjata laras panjang SS-1. Sementara itu, Letkol Cpm Andri Gunawan mengatakan, kegiatan latihan ini merupakan sarana untuk mengasah keterampilan menembak yang wajib dimiliki oleh seluruh personel Satgas POM TNI apalagi sebagai Internasional Military Police (IMP), sehingga ketika ada kegiatan/event lomba menembak bisa mengikuti dengan hasil yang memuaskan. “Latihan ini adalah untuk mengasah kemampuan personel Satgas POM TNI dan perhatikan faktor keselamatan dan material selama di lapangan tembak agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak kita inginkan�, ujar Dansatgas. (puspen TNI)

Panglima TNI Resmikan Media Center Puspen TNI Jakarta, Jurnal Sumatra Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko meresmikan penggunaan Media Center Puspen TNI yang berada di dalam Komplek Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Peresmian tersebut ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Jenderal TNI Moeldoko disaksikan para Pejabat Teras Mabes TNI, Pemimpin Redaksi dan Wartawan dari Media Cetak dan Elektronik, Rabu (28/5/2014). Diresmikannya Media Center Puspen TNI adalah untuk mendukung pelaksanaan tugastugas Pusat Penerangan TNI di dalam mentransformasikan informasi penerangan TNI, baik ke dalam maupun ke luar institusi TNI. Disamping itu, Media Center ini sebagai wahana pelayanan informasi terkait dengan kebijakankebijakan TNI yang berbasiskan teknologi informasi dan komunikasi serta tempat berkumpulnya mitra kerja berbagai kalangan media dalam rangka penyerapan maupun penyebaran informasi kegiatan TNI. Dalam sambutannya Panglima TNI mengatakan, berangkat dari derasnya pengaruh global, pandangan, tinjauan realitas, peran dan tugas, terbetik dalam pikiran Panglima TNI, dan mungkin mimpi ditengah harapan bila TNI memiliki kemampuan media. Mimpi itu baru dapat direalisasikan oleh Kapuspen TNI, sebatas dengan dibangunnya Media Center Puspen TNI, dengan empat

pungsi didalamnya yaitu Media Monitoring, Media Analysis, Perpustakaan dan Press Room. Panglima TNI berangan-angan bahwa mimpi itu menjadi harapan

bila Media Center Puspen TNI TNI dapat dikolaborasikan dengan jajaran media se-Indonesia, menjadi suatu kekuatan social struggle bangsa Indonesia dalam

perjuangan memenangkan wacana. Media massa Indonesia harus mampu menentukan atau to define realitas, melalui pemakaian katakata yang terpilih dalam military

campaigne, untuk menjaga dan memelihara stabilitas, serta kedaulatan NKRI, khususnya diperbatasan negara. Fasilitas yang tersedia di ruangan

Media Center tersebut antara lain : Media Monitoring, digunakan memonitor pemberitaan media elektronik/TV berkaitan dengan kegiatan TNI. Media Analysis, sebagai sarana memonitor dan menganalisis isi pemberitaan (content analysis) dilengkapi dengan Website TNI, Website Media Monitoring TNI, Website Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) serta aplikasi media sosial baik Twitter, Youtube dan Facebook. Perpustakaan, dilengkapi bukubuku umum dan media massa yang dapat diakses anggota TNI maupun wartawan serta dilengkapi dengan e-book yang dapat diakses melalui komputer dan saat ini sudah tersedia 5.000 e-book. Press room, dilengkapi dengan telephone, Fax, Komputer dan Printer serta fasilitas Wifi untuk mengirimkan berita melalui internet. Press Room ini dapat digunakan oleh rekan-rekan wartawan untuk membuat berita, baik pada saat meliput kegiatan di Mabes TNI maupun di luar kegiatan TNI sehari-hari. Dengan tersedianya sarana dan prasarana Media Center tersebut, diharapkan dapat dijadikan sebagai wahana untuk menyerap informasi dari berbagai kalangan, mengolah data dan selanjutnya dilakukan analisa dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI. Tidak kalah penting adalah sebagai upaya pembangunan opini positif TNI, sehingga dapat terus terpelihara dengan baik. (Puspen TNI)


Sambungan

• Jurnal Sumatra | Edisi 303 | Senin 2 Juni 2014

11 << dari hal 1

Pemkab Muratara Imbau Perusahaan Kendali Limbah Sawit

Dewan Pers Keberatan Pemasangan Alat Peraga Kampanye

Musirawas Utara, Jurnal SumatraPemerintah Kabupaten Musirawas Utara, Sumatera Selatan, mengimbau kepada seluruh perusahaan perkebunan agar limbah pengolahan buah kelapa sawit dikendalikan agar tidak mencemari lingkungan masyarakat apa lagi kalau dibuang ke sungai. “Kami mendapat laporan dari warga tiga desa di sepanjang Sungai Rawas bahwa mereka meresahkan limbah cair pengolahan buah kelapa sawit mencemari sungai tersebut dan masyarakat tak bisa memanfaatkan sungai itu untuk mandi dan cuci,” kata Penjabat Bupati Musirawas Utara (Muratara) H Akisropi Ayub, Rabu. Berdasarkan laporan tersebut pemerintah daerah menurunkan tim dari Badan Lingkungan Hidup setempat untuk mengecek kekeruhan air sungai tersebut dan hasilnya akan diketahui beberapa hari ke depan. Ia mengatakan setiap perusahaan perkebunan dan pertambangan harus mematuhi Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) yang tertera dalam perizinan yang dimiliki. Bila hal itu dilanggar atau diabaikan akan dikenakan sanksi hukum, untuk mengantisipasinya perusahaan betulbetul serius mengendalikan limbahnya termasuk limbah kapal motor mengangkut minyak kelapa sawit tersebut, ujarnya. Di Kabupaten Muratara terdapat puluhan perusahaan perkebunan besar yang memiliki pabrik pengolahan kelapa sawit dan dalam waktu dekat akan dievaluasi penggunaan limbah di masingmasing pabriknya. “Kami akan tindak tegas perusahaan yang tidak mengendalikan limbahnya apa lagi kalau limbah dari pabrik langsung dibuang ke sungai karena sungai masih dijadikan tempat mandi dan cuci masyarakat setempat,’ tandasnya. Salah seorang warga Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir Sumardi mengatakan beberapa hari lalu Sungai Rawas tidak bisa digunakan untuk mandi dan cuci karena digenangi minyak kelapa sawit diduga dari kapal ponton pengangkut minyak kelapa sawit. Kapal ponton itu lalu lalang mengangkut minyak kelapa sawit perusahaan setempat, namun saat mau melewati salah satu jembatan gantung yang posisinya sangat rendah dari permukaan air, kapal itu tak bisa lewat karena nyangkut pada jembatan tersebut. Kapten kapal ponton itu terpaksa mengambil inisiatif mengisi ponton itu dengan air sungai, sehingga bisa melewatinya setelah berada dibagian hulu dan akan memuat minyak kelapa sawit air bercampur minyak sawit itu dibuang ke sungai. Hal itu dilakukan setiap minggu, sehingga masyarakat dari beberapa desa yang berada di tepian sungai itu tidak bisa menggunakan air sungai tersebut. “Kami mandi dan cuci mencari anak sungai lain yang lokasinya sangat jauh dari desa padahal sejak nenek moyang dulu sungai Rawas menjadi tempat mandi dan airnya dibuat untuk masak dan minum, ujarnya. (anjas)

Menurut dia, tindakan pemasangan alat peraga kampanye di Gedung Dewan Pers juga dinilai berlawanan dengan semangat menjaga independensi yang terdapat dalam Kode Etik Jurnalistik. Pernyataan Ketua Dewan Pers itu keluar setelah beberapa hari sebelumnya terdapat spanduk yang mendukung pasangan caprescawapres Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa di Gedung Dewan Pers. Pemasangan spanduk yang mendukung Prabowo-Hatta itu juga dilakukan tanpa meminta izin kepada Sekretariat Dewan Pers. Mengetahui hal tersebut, Dewan Pers segera menurunkan spanduk tersebut pada Senin (26/5) sekitar pukul 08.00 WIB. Bagir juga menegaskan bahwa penyewa Gedung Dewan Pers juga diminta tidak menyalahgunakan tempat dan izin penggunaan gedung yang dapat merusak fungsi Dewan Pers. Apalagi, ia mengingatkan bahwa pemasangan alat peraga kampanye dan pendirian posko kampanye pemilu di gedung milik pemerintah adalah tindakan yang melanggar UU Pemilu.(anjas)

<< dari hal 2

Pentingnya Memperingati Isra’ Mi’raj Rasululloh SAW yang menimpa pada beliau sepeninggalan paman, kakek serta istri beliau yang tercinta yang semasa hidup mereka sebagai benteng terhadap serangan musuh-musuh beliau yang berusaha menghentikan perjuangan beliau. Selain menanamkan kekuatan batin terhadap beliau, juga memberikan ujian terhadap segenap umat islam baik dizaman Rasulullah maupun dizaman sekarang. Dengan peristiwa Isra’ Mi’raj tersebut akan nampak bagi siapa yang beriman secara murni, maka akan lebih tebal imannya dengan peristiwa tersebut, karena peristiwa yang sehebat bagaimanapun tidak aka nada kesulitan apabila dikehendaki Allah SWT. Dan bagi orang yang imannya tipis akan berubah menjadi murtad, karena tidak percaya dengan peristiwa isra’ mi’raj tersebut apabila dipikir dengan akal. Dengan demikian marilah kita pandaipandai mengambil I’tibar (contoh) yang baik, yaitu mempertebal keimanan kita dengan mengembalikan semua kejadian yang sehebat manpun akan mudah terjadi dengan kehendak serta kekuasaan Allah SWT. Adapun sebagai perwujudan bahwa shalat itu merupakan kewajiban pokok bagi umat islam selaku umat Muhammad, maka bisa kita perhatikan lewat sabda beliau yang artinya “Shalat itu merupakan tiang agama (islam), maka barang siapa yang (telah) mendirikan shalat, maka dia (termasuk orang) yang telah mendirikan (membangun) agama, dan barang siapa yang meninggalkan shalat, maka dia (termasuk orang) yang sungguh-sungguh merobohkan agama (islam)”. Setelah kita perhatikan isi hadits tersebut, maka kita bisa menyimpulkan bahwa siapapun orangnya tidak boleh seenaknya meninggalkan kewajiban shalat, karena akibatnya merugikan diri kita sendiri, yakni akan menjadi orang yang menyesal selama-lamanya diakhirat kelak jika tidak secepatnya bertaubat (kembali) kepada Allah. Karena dianggap sebagai orang yang telah merobohkan agama Allah (agama islam) untuk itu marilah kita berusaha sebaik mungkin dalam menunaikan kewajiban shalat sehari-hari dengan tulus ikhlas hanya mengharap keridhoan Allah semata

Terbaring Lemah Digubuk Selama 4 Tahun “Memang awalnya ada mengendap seperti benjolan di leher. Lalu, dilakukan operasi ke Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, dan hilang. Namun, dalam kurun tidak lama kemudian, muncul bencolan serupa di kepala,’ tuturnya, ditemua Selasa (27/5). Menurut Murti, saat benjolan serupa muncul di kepala, dirinya hanya bisa pasrah. Sebab, tak memiliki biaya lagi untuk melakukan operasi, sehingga

benjolan terus membesar. “Murti sudah sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat, setelah diperiksa secara intensif, dokter menyatakan tidak sanggup melakukan pembedahan, dikarenakan terlalu beresiko. Karena tumor yang menjangkit dikepalanya itu berhubungan langsung dengan syarat di kepala,” jelas Fauzan. “Temuan ini langsung diberitahukan kepada Pemerintah Kabupaten Lahat dan Dinas Kesehatan (Kadinkes).Setelah

saya berkoordinasi dengan dinas terkait, tidak lama kemudian, Wakil Bupati (Wabup) Marwan Mansyur SH MM turun ke lapangan untuk melihat dari dekat dan menginstruksikan agar dirujuk ke RSUD kalaupun tak sanggup langsung di bawa ke RSMH Palembang, supaya mendapatkan perawatan secara intensif,” imbuh dia. Sementara itu, Wabup Lahat Marwan Mansyur SH MM didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dr Rasyidi

<< dari hal 1

Amri MT MKM menyampaikan, pihaknya langsung menginstruksikan kepada Dinkes melalu Puskesmas Kota Agung untuk dibawa ke RSUD Lahat. “Untuk bantuan pembedahan sudah ada program jaminan sosial kesehatan (jamsoskes) sedangkan untuk biaya tambahan lainnya akan ada bantuan dari Pemda Kabupaten Lahat, sehingga penanganannya jangan sampai terlambat dan segera di lakukan operasi,”ungkap Marwan. (Din)

Polres Musirawas Lepas Trenggiling Hasil Tangkapan Harga Cabai Diprediksi Musirawas, Jurnal Sumatra- polisi. Tahun lalu jajaran Polres Musirawas Akan Naik Sebelum Lebaran Jajaran Polres Musirawas, Sumatera Tersangka Een saat itu langsung juga menggagalkan penjualan berbagai PAGARALAM, Jurnal Sumatra - Penurunan harga cabai di dalam pasar Kota Pagaralam nampaknya tak akan berlangsung l a m a . Diprediksi, harga salah satu komuditi pertanian utama yang akrab disebut dengan “Si Pedas” akan mengalami kenaikan j e l a n g lebaran. “Biasanya kalau jelang Lebaran kan, banyak yang mencari cabai. Nah, kemungkinan harganya mengalami kenaikan,”ucap Marda (45), salah satu agen sayuran di bilangan Pasar Sub Terminal Agrobisnis (STA) Nendagung Kelurahan Nendagung Kecamatan Pagaralam Selatan, Sabtu (30/5) Saat ini aku dia, harga cabai merah maupun hijau masih jauh dari harapan para petani. Penurunan harga tersebut katanya sudah berlangsung cukup lama yakni sekitar 4 bulan lamanya. Para petani katanya sudah tentu cukup mengeluhkan tentang harga itu. Harga cabai merah disebutkannya kini berada dikisaran Rp 6 ribu- Rp 6500 per kilogram (Kg), jauh dari harga sebelumnya yakni Rp 15 ribu per Kg. Harga cabai hijau juga mengalami nasih yang sama yakni berada dikisaran Rp 2 ribu-2500 per kg, sedangkan harga sebelumnya adalah Rp

17 ribu per Kg Meskipun terjadi penurunan harga itu, menurut Marda, para petani masih terus menjual cabai hasil panennya. Marda sendiri mengambil cabai merah langsung dari para petani di dalam Kota Pagaralam. Setelah itu, cabai itu akan dijual kembali ke berbagai daerah luar Kota Pagaralam seperti Pekan Baru Lebih lanjut dirinya mengungkapkan banyak faktor yang menjadikan harga cabai mengalami penurunan seperti waktu panen yang serentak hingga menyebkan membludaknya cabai di pasar. “Panen cabai saat ini bukan hanya ada di Pagaralam namun juga sedang berlangsung di beberapa daerah seperti Lampung dan Curup. Ketika berada di pasar, cabai menjadi sangat banyak. Hukum ekonomi pun berlaku, banyaknya barang membuat harga menjadi turun,”bebernya Sementara itu, Tedi (37) salah satu petani cabai di Dusun Kerinjing Kelurahan Agung Lawangan Kecamatan Dempo Utara berharap, harga cabai secepatnya dapat naik. Katanya, dengan harga yang rendah membuat modal tak sepenuhnya bisa kembali. “Sudah lama turun, saya kira sudah saatnya naik. Kan, kasihan dengan para petani yang sudah bersusah payah untuk menanam dan merawatnya,”tuturnya. (asa)

“Biasanya kalau jelang Lebaran kan, banyak yang mencari cabai. Nah, kemungkinan harganya mengalami kenaikan,”

Selatan, melepas seekor trenggiling hasil tangkapan ke kawasan hutan di wilayah Bukit Cogong Desa Sumber Harta, Kabupaten Musirawas, agar bisa hidup bebas dan berkembang biak. “Kami bersama pejabat Dinas Kehutanan Musirawas melepas seekor trenggiling betina yang sebelumnya merupakan barang bukti hasil tangkapan 13 Februari 2014 yang akan diperjualbelikan oleh oknum masyarakat,” kata Kepala Kepolisian Resor Musirawas AKBP Chaidir, Kamis. Sedangkan pelaku yang akan memperdagangankan hewan langka itu Een (45) masih diproses hukum dan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Lubuklinggau menunggu jadwal sidang di Pengadilan Negeri setempat. Ia mengatakan hewan langka itu rencananya diperdagangkan ke luar Lubuklinggau, namun belum sempat dibawa pelakunya sudah diciduk

diamankan di Mapolres, Selasa (13/5) sekitar pukul 23.00 WIB di Desa Pedagang, Kabupaten Musirawas untuk diproses lebih lanjut. Sebelum tersangka ditangkap, polisi mendapat informasi dari masyarakat bahwa kegiatan seharihari Een hanya memperjualbelikan trenggiling yang dibeli dari masyarakat. Setelah diperiksa ternyata tersangka salah seorang resedivis pada kasus yang sama, namun belum pernah tertangkap karena aparat sulit untuk membuktikan hasil kegiatan sehari-harinya. Penyidik terus mengembangkan penyelidikan untuk mencari jaringan dan tersangka lain karena keberadaan hewan dilindungi itu nyaris punah di wilayah Kabupaten Musirawas. Ia mengimbau kepada masyarakat bila menemukan indikasi perdagangan hewan yang dilindungi itu harap melaporkan ke polisi agar pelakunya bisa dibekuk dan dihukum.

jenis ular dari wilayah Bengkulu menuju Provinsi Jambi. Wilayah Kabupaten Musirawas sangat potensi menjadi perlintasan pedagangan hewan langka karena beradapadaporosjalanLintasSumatera, dengan demikian pengamanan terus ditingkatkan, katanya. Kepala Seksi II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lahat, Didik Suprijono mengatakan sudah mendapat informasi bahwa jajaran Polres Musirawas berhasil membekuk tersangka penjualan trenggiling. “Kami sangat berterima kasih atas keberhasilan jajaran Polres Musirawas tersebut, supaya keberadaan hewan dilindungi di wilayah itu bisa menambah polulasi yang saat ini nyaris punah,” tandasnya. Bila hewan langka itu sudah dilepas diharapkan populasinya akan bertambah dan masyarakat sekitarnya ikut menjaga keamanan hewan langka tersebut, ujarnya. (anjas)

Dishubkominfo Pasang Spanduk dan Buat Garis Kejut Lahat, Jurnal Sumatra---Saat setelah mendapatkan laporan Bus AKAP ALS jurusan JakartaMedan diseret Kereta Api (KA) dipintu perlintasan, Desa Manggul, Kecamatan Kota Lahat, Senin (26/5), sekitar pukul 14.00 WIB,Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Kadishubkominfo) Kabupaten Lahat, secara mendadak memasang spanduk di dua sisi dengan tulisan AWAS KERETA API, lihat kanan kiri sebelum melintas, serta memasang garis kejut. “Sesaat menerima laporan adanya bahwa Bus AKAP ALS jurusan Jakarta-Medan diseret Kereta Api (KA) di pintu perlintasan, Desa Manggul, Kecamatan Kota Lahat, kita langsung turun ke lapangan dan memasang spanduk di dua sisi dengan tulisan AWAS KERETA API, lihat kanan kiri

sebelum melintas maupun garis kejut, guna untuk menginggatkan bagi pengendara lainnya,” terang Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Kadishubkominfo) Kabupaten Lahat, H M Eduar Kohar SE MM, Selasa. Menurut Eduar, tujuan pemasangan spanduk di dua sisi dengan tulisan AWAS KERETA API, lihat kanan kiri sebelum melintas maupun garis kejut yang ada, agar setiap kendaraan yang hendak melewati pintu perlintasan KA, terlebih dahulu untuk mengurangi kecepatan kendaraannya, kemudian, menoleh kanan maupun kiri, apabila aman barulah mereka dipekenankan melintas, sehingga tidak terjadi hal-hal serupa dan membahayakan nyawa penumpang. Sedangkan, sambungnya,

untuk pintu perlintasan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dalam pemasangannya, sedangkan Dishubkominfo sebatas pemasangan rambu-rambu di jalan maupun pengamanan berada di pinggir jalan. “Tanggungjawab kita, hanya sebatas melakukan pemasangan rambu-rambu jalan maupun pengamanan yang berada dipinggir jalan saja. Maka dari itu, kita menginginkan jalur-jalur jalan darat maupun rel KA aman, tentunya dengan mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang, ” katanya. Terkait dengan pintu perlintasan KA, Dishubkominfo dalam waktu dekat akan melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan instansi terkait, sehingga dapat direalisasikan. (Din).

Jalin Kemitraan, RS Siti Khadijah Sambangi Pemkot PAGARALAM, Jurnal Sumatra – Sebanyak 67 orang rombongan Yayasan Islam bersama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Siti Khadijah Palembang menyambangi Pemerintah Kota Pagaralam, Selasa (30/5). Rombongan disambut langsung Walikota Pagaralam Dr Hj Ida Fitriati Mkes didampingi Sekda Kota Pagaralam Drs H Safrudi Msi, dibalut dalam acara audensi promosi dan sosialisasi RS Siti Khadijah di ruang rapat besemah 1. Diakhir pertemuan dilakukan pemberian plakat atau cendra mata antara kedua belah pihak. Turut dalam rombongan Yayasan Islam Siti Khadijah, dalam hal ini Ketua Pembina Yayasan Islam Siti Khadijah Drs H Kafrawi Rahim, Sekretaris Pengurus Yayasan dr H

Asri Latif gumay, Direktur Utama RSI Siti Khadijah dr Hj Romayana Amran, dan Ketua STIKES Siti Khadijah dr H Alimad Ridwan serta sejumlah kepala SKPD dilingkungan Pemkot Pagaralam. Walikota Pagaralam dr Hj Ida Fitriati Mkes didampingi Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Pagaralam Mastullah mengungkapkan sangat merespon positif kunjungan yang dilakukan rombongan Yasayan Silam dan STIKES Siti Khadijah Palembang. “Kunjungan mereka ini tidak lain bertujuan untuk mensosialisasikan dan promosi pengembangan RS Siti khadijah yang saat ini dinilai layak menjadi salah satu rumah sakit rujukan terpercaya, serta keberadaan STIKES Siti Khadijah,” katanya.

Selain itu sambung Wako, melalui kunjungan seperti ini kedepan dapat dibangun kerjasama yang saling menguntungkan antara RS Siti khadijah dan RSUD Besemah dalam bersama-sama membangun pelayanan kesehatan kepada masyarakat menjadi lebih baik dan maju. Sementara itu Sekretaris Pengurus Yayasan Islam Siti khadijah dr H Asri Latif Gumay didampingi Direktur Utama RSI Siti Khadijah drg Hj Romayana mengungkapkan, kunjungan yang dilakukan kepada Pemerintah Kota Pagaralam kali ini, bagian dari bentuk promosi dan sosialisasi mengenai program-program apa saja yang dimiliki RS Siti khadijah dan STIKES Siti Khadijah, sekaligus meminta masukan

yang sifatnya membangun agar kedepan dapat membenahi tatanan pelayanan lebih baik.“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan sangat baik di Kota Pagaralam khususnya kepada Walikota Pagaralam, berharap jalinan kemitraan kedepan akan terus terbangun demi kemajuan bersama,” tukasnya. Turut dalam rombongan Yayasan Islam Siti Khadijah, dalam hal ini Ketua Pembina Yayasan Islam Siti Khadijah Drs H Kafrawi Rahim, Sekretaris Pengurus Yayasan dr H Asri Latif gumay, Direktur Utama RSI Siti Khadijah dr Hj Romayana Amran, dan Ketua STIKES Siti Khadijah dr H Alimad Ridwan serta sejumlah kepala SKPD dilingkungan Pemkot Pagaralam.(asa)


Karunia Motor

Halaman 12

Jual Beli Mobil Baru dan Bekas Audio Mobil - Leather Seat - Auto Accessories

Jl. Veteran No. 1036 Telp. 0711 312923 Palembang

• Jurnal Sumatra | Edisi 303 | Senin 2 Juni 2014

Hengky

Pemkab OKU Timur Raih WTP

Kabupaten OKU Timur kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pengelolaan keuangan daerah tahun 2013. Kali ini, OKU Timur meraih opini WTP dengan keberhasilan menyusun dan menyajikan laporan keuangan tahun 2013 sebesar 97 persen. Penghargaan ini Opini WTP diterima Bupati OKU Timur H Herman Deru SH MM dari kepala BPK Sumsel berlangsung di Kantor BPK Sumsel, Senin (26/5/2014). Ketua BPK Sumsel Novi Palenkahu, Ketika dikonfirmasi melalui telpon selular mengatakan, angka 97 persen yang diperoleh OKU Timur dalam mengelola keuangan daerah merupakan angka yang sangat bagus dan hendaknya tetap dipertahankan. Angka tersebut kata dia, bisa jadi merupakan angka tertinggi di Sumsel bahkan untuk Indonesia. “Opini ini harus diwaspadai karena Opini WTP BPK bukan sesuatu yang tetap tapi bisa saja menurun,” katanya. Sementara Bupati OKU Timur H Herman Deru ketika dikonfirmasi usai menerima opini WTP mengatakan, pencapaian angka 97 persen dalam pengelolaan keuangan daerah merupakan suatu keberhasilan yang patut dipertahankan.

“Dari seluruh penerima WTP hari ini, angka 97 persen yang diperoleh OKU Timur merupakan angka tertinggi dalam penyelesaian masalah,” katanya. Untuk di Provinsi Sumatera Selatan kata dia, OKU Timur merupakan Kabupaten termuda yang menerima Opini WTP dengan angka yang sangat memuaskan. Keberhasilan OKU Timur memperoleh opini WTP karena komitmen dari jajaran pemerintah daerah. “WTP ini bisa saja berubah jika tidak memiliki komitmen yang baik dalam pengelolaan dan penyusuanan keuangan daerah,” ujarnya. Deru berharap, diperolehnya WTP dengan angka penyelesaian masalah sebesar 97 persen tersebut membuat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan lebih tinggi, sehingga tingkat partisipasi dalam membayar pajak bisa semakin meningkat. “Dengan diterimanya WTP ini, menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar mengelola uang masyarakat dengan baik dan tidak sembarangan. Artinya apa yang telah diberikan oleh masyarakat benar-benar dikelola untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” jelasnya. (adv)

MUARA ENIM, Jurnal Sumatra Pemkab Muara Enim Untuk yang pertama kalinya, mendapatkan predikat terbaik opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan Pemerintah Daerah 2013. Predikat WTP ini diterima Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar di Palembang pada Senin (26/5), yang diserahkan langsung ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Sumsel. Turut mendampingi Bupati Ir H Muzakir Sai Sohar, wakil ketua II DPRD Muara Enim H Akwam Spdi, Kepala BPKAD Drs H Armeli Mendri AK dan staf. WTP Menuju Good Governance Tata kelola pemerintahan akan berjalan dengan baik dengan ditunjang laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) yang terbaik pula Demikian disampaikan oleh Kepala

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Novy G A Pelenkahu. Menurut opini BPK, laporan keuangan Pemkab Muara Enim disampaikan secara wajar, dalam semua hal yang material. Posisi keuangan Pemkab Muara Enim tanggal 31 Desember 2013 dan realisasi anggaran serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah. Oleh karena itu BPK RI Provinsi Sumsel memberikan opini atas LKPD Pemkab Muara Enim tahun 2013 yaitu dengan predikat terbaik Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Disamping itu prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan. Dia berharap dengan hasil pemeriksaan BPK RI atas LKPD

Untuk Pertama Kali Pemkab Muara Enim Raih Opini WTP Tahun 2013 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim dapat memberikan manfaat bagi DPRD Muara Enim dalam pengambilan keputusan. Dan juga bisa sebagai bahan evaluasi bagi Bupati Muara Enim dan jajarannya dalam mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan kinerja Ir H Muzakir Sai Sohar atas nama Pemkab Muara Enim menyampaikan apresiasi tertinggi kepada BPK Perwakilan Sumsel, yang selama ini melakukan pembinaan-pembinaan. Sehingga laporan keuangan Pemkab Muara Enim mendapatkan penilaian dengan predikat opini terbaik. Bupati juga menyampaikan penghargaan yang sama kepada Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) khususnya kepada Kepala

Perwakilan BPKP Propinsi Sumsel, yang telah banyak membantu dalam kegiatan sosialisasi, asistensi, bimbingan teknis pengelolaan keuangan aset daerah, penyedian program aplikasi keuangan dan aset daerah. Serta, kesediaan BPKP untuk mempekerjakan dua orang pegawai BPKP di Pemkab Muara Enim. Pada kesempatan itu pula, Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar mengungkapkan predikat WTP ini, patut menjadi kebanggan tersendiri bagi Pemkab Muara Enim, karena pada tahun-tahun sebelumnya, Pemkab Muara Enim hanya memperoleh opini “Wajar Dengan Pengenjualian” (WDP). Terlebih lagi, bertepatan dengan tahun pertama pada masa jabatan Bupati periode kedua 2013-2018. Lanjut Muzakir Sai Sohar, kenapa penghargaan itu bisa

diraih, karena pengelolaan keungan Pemkab Muara Enim bisa dikatakan transparan, akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan dengan baik dan full disclosure, serta telah disajikan sesuai dengan prinsipprinsip serta standar akuntansi pemerintahan yang berlaku dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). “Penghargaan ini harus dipertahankan dan semaksimalnya dapat ditingkatkan pada tahun mendatang. Kepada seluruh pejabat dan pegawai untuk menjaga pengelolaan keuangan dan aset daerah, dalam posisi yang dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan peraturan berlaku,” tandas Muzakir Sai Sohar. Muzakir Sai Sohar menambahkan, perjuangan ke depan untuk mempertahankan predikat terbaik

tidak mudah. Diperlukan langkahlangkah strategis, kemauan, budaya kerja yang disiplin dan berkesinambungan dalam pengelolaan keuangan daerah dan aset daerah oleh seluruh SKPD Pemkab Muara Enim. Terlebihlagiakandiberlakukannya standar akuntansi pemerintahan berbasis akrual mulai 2015 yang akan datang, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 63 Tahun 2013 tentang penerapan standar akuntansi pemerintah berbasis akrual pada pemerintah daerah. “Pemkab Muara Enim sangat berharap ditahun 2014, laporan keuangan Pemkab Muara Enim juga mendapatkan predikat WTP,” harap Muzakir Sai Sohar. (ADV/Cacon)


Jurnalsumatracetak 303