Issuu on Google+

CMYK

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal 20 HALAMAN - Rp. 2.500,-

SABTU, 13 MARET 2010

INDEKS

SejumlahInsidenWarnaiPemakaman HAL. PEMALANG

161 Guru PAI Belum Sertifikasi HAL. METROPOLIS

Warga Gelar Aksi Tabur Bunga HAL. BREBES DAN BUMIAYU

Break Dance Tertinggi, Hip Hop Kedua HAL. XPRESI DIAN EMSACI/RAKYAT ACEH

APA MANING...

TEWAS - Dua jenazah korban kontak tembak di Leupung, Kecamatan Leupung, Aceh Besar, yang diklaim kepolisian sebagai kelompok teroris, diangkut ke Rumah Sakit Bhayangkari Polda Aceh. Sementara salah seorang anggota jaringan teroris yang tertangkap dalam razia di Leupung, Aceh Besar, kemarin, dikawal petugas.

Penembak Boas Ditembak Mati Delapan Instruktur Latihan Ditangkap

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

MASIH LEMAH - Petugas Polhut KPH Balapulang Kusyanto, yang sempat dibacok samurai oleh pelaku, hingga kini masih dalam perawatan intensif RSUD dr Soeselo Slawi.

Sergap Pencuri Kayu, Polhut Kena Bacok MARGASARI - Apes nian nasib Kusyanto (37), Polisi Perhutani (Polhut) KPH Balapulang. Pasalnya, muka dan tangan bapak dua anak ini dibacok saat hendak menangkap pencuri kayu jati di petak Desa Karangdawa Margasari. Dia akhirnya dirawat di RSUD dr Soeselo Slawi. Diperoleh informasi, aksi perlawanan pencuri kayu jati terhadap petugas ini bermula pada Jumat (12/3) sekitar pukul 02.00 WIB, empat personil dari KPH Balapulang berpatroli di areal hutan Margasari. Langkah empat Polhut tersebut terhenti saat melihat tiga pemuda yang tengah berada di areal hutan masuk Desa Karangdawa Margasari. ke hal 19 kol 4

JAKARTA - Darah dibayar darah. Itulah tampaknya yang dilakukan oleh personel pemburu teroris di Nanggroe Aceh Darussalam. Sniper (penembak jitu) yang menewaskan anggota Densus 88 Boas Woisiri kemarin berhasil dilumpuhkan. Kapolri Jendral Bambang Hen-

darso Danuri menjelaskan senjata yang digunakan almarhum Boas memang sudah ditemukan. “Glock milik Boas sudah kem bali,” ujar Bambang di Mabes Polri kemarin . Orang nomor satu di korps Bhayangkara itu menyebut ada dua orang teroris yang tewas karena melawan. “Delapan orang ditangkap hidup,” kata Bambang. Polri berencana membawa delapan orang yang hidup itu ke

Jakarta untuk diinterogasi lebih lanjut. Berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini, Boas ditembak oleh Abu Aiman alias Encang Kurnia. Encang yang beralamat di Bandung Selatan itu kemarin tertembus peluru panas aparat di lapangan. Menurut Kapolri, serangkaian operasi lain sedang berjalan. “Minggu depan akan dijelaskan semuanya. Insya Allah,” kata

ngi dari Jakarta kemarin. Perwira menengah yang masih berada di Leupeung, Aceh Besar itu memastikan Encang adalah orang yang menembak mati Boas. “Pistol Glock disimpan di balik pinggangnya. Ada juga kalung id mendiang Boas,” katanya dengan nada pelan. Operasi Jumat menjelang salat Jumat itu terbilang durian runtuh untuk tim pemburu di Aceh. ke hal 19 kol 4

Hesham-Rafat Terancam Hukuman Mati

SAKSI AHLI Emha Ainun Nadjib Budayawan menjadi Saksi Ahli MKRI memberikan keterangan saat pengujian UU No 1 Tahun 1965 tentang Penyalahgunaan dan/ atau penodaan agama di MK Jakarta, Jum’at (12/3).

Senin Depan, Sidang In Absentia

AGUNG RAHMADIANSYAH/Radar Surabaya

Cak Nun: UU PNPS Tidak Saleh JAKARTA - Budayawan Emha Ainun Najib menilai UU Nomor 1/ PNPS/1965 tentang penodaan dan atau penistaan agama belum bisa dikatakan aturan perundangan

Bambang seraya tersenyum. Termasuk, penangkapan teroris di Solo dan beberapa orang yang lain di Jawa Barat. Secara terpisah, sumber Jawa Pos di lapangan menjelaskan Encang dan temannya Sudarma alias Hanzolah berusaha melarikan diri sembari melepaskan tembakan pada aparat. “Dia berusaha menembak tiga kali, selain itu ada senjata AK 47 dan M-16,” katanya saat dihubu-

yang saleh. Ini karena masih ada dampak negatif akibat pemberlakuan aturan yang diterbitkan di akhir era Orde Lama itu. “Pasal yang saleh adalah ketika

pihak yang disakiti sangat minimal, mudaratnya paling kecil. Uji materi membuktikan UU itu belum saleh, karena ada yang merasa ke hal 19 kol 4

JAKARTA - Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) memberikan ancaman pidana hukuman mati dalam dakwaan dua mantan pemilik Bank Century Hesham Al Waraq dan Rafat Ali Rizki. Dua warganegara asing itu dinilai melakukan tindak pidana korupsi pada saat negara dilanda krisis global. Hal itu diungkapkan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Marwan Effendy di Kejagung, kemarin (12/3). “Perbuatan Hesham dan Rafat dijerat pasal 2 ayat 1 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dalam pasal tersebut,

DOK.RATEG

Robert Tantular

terdakwa diancam hukuman mati, karena tindakan keduanya dilaksanakan dalam keadaan negara sedang krisis global,” ungkap Marwan. Namun, Kejagung, lanjut Marke hal 19 kol 1

Nok Slentik Penembak Boas Ditembak Mati * Darah dibayar darah rupane! Hesham-Rafat Terancam Hukuman Mati * Kiye korupsi dibayar nyawa?

CMYK


WACANA

2

SABTU 13 MARET 2010

RADAR TEGAL

Perang Melawan Teror Oleh: Muh. Abduh SIJI Maning tokoh kakap jaringan penebar teror tewas di tangan Densus 88. Dulmatin, 40, pria asal Pemalang yang disebut sangat piawai merangkai bom itu mengembuskan napas terakhir bersama kedua anak buahnya. Aparat Indonesia dan dunia internasional bersukacita karena Dulmatin termasuk salah satu target yang paling diburu sejumlah negara, termasuk Filipina, Malaysia, Australia, dan Amerika Serikat. “Dina wingi kiye Dulmatin dimakamkan wa! Nang Pemalang. Sampeyan ora nonton wa?” ujar Panjul, sepulang dari Pemalang. Dia ingin melihat langsung pemakaman Dulmatin. Katanya pengin mencium bau jenazah Dulmatin, yang katanya mambune esih wangi. Katanya pula itu bertanda syahid. Kesyahidan tersebut seperti yang diungkapkan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Sang Ustadz menyakini bahwa Dulmatin bukanlah seorang teroris yang selama ini diburu polisi dengan ditandai bau wangi jenazah Dulmatin. “Kalau teroris lima menit setelah mati pasti busuk.” Demikian kata Ba’asyir seperti yang dilansir di beberapa media. “Toli sampeyan, krasa ora mambune?” kata Dalipan. “Aku nonton pemakamane seka kadohan wa.” Terlepas dari syahid tidaknya Dulmatin, kematian Joko Pitono itu bukan akhir dari jaringan kelompok ini. Mereka juga memegang semboyan mati satu, tumbuh seribu. Buktinya, setelah Azhari Husin dan Noordin M. Top tewas, banyak yang menduga sel teroris ini melemah. Banyak yang menduga para anak buah Noordin M. Top sudah tiarap seiring dengan tewasnya panglima mereka. Ternyata, dugaan itu keliru, karena masih ada yang lain, seperti Dulmatin, yang melengkapi diri dengan senjata api dan bom berbahaya. “Berarti jaringan mereka rapi ya wa!” Sosok-sosok yang mempunyai teknik tinggi dalam merangkai bom dan merekrut kader masih berkeliaran. Sebut saja Umar Patek, juga salah satu arsitek bom Bali, yang mempunyai kapasitas sama dengan Dulmatin atau Noordin M. Top. Juga masih ada Zulkarnaen, yang pernah menjabat panglima Askari, salah satu sayap militer kelompok tersebut. “Mereka bisa merayap ke mana-mana!” Bukti bahwa jaringan ini masih kuat adalah banyaknya anak muda yang siap menjadi “pengantin’’. Kata pengantin ini adalah istilah untuk mereka yang bersedia menjadi martir bom bunuh diri dalam operasi peledakan bom. Seperti yang dilakukan Asmar Latin Sani dalam peledakan JW Marriot satu atau Heri Gulun yang tewas bersama bom yang dibawa di depan Kedubes Australia, Kuningan Jakarta. “Kowen gelem dadi pengantin?” Pelaku bom bunuh diri terbuai dengan propaganda jaringan tersebut. Para “pengantin” rela mati karena dijanjikan surga setelah kematian. Padahal, bom bunuh diri yang mereka lakukan juga membuat sejumlah orang tak berdosa menjadi korban. Sebelum tewas pun Dulmatin yang mempunyai dua pengawal itu juga pasti mencari pengantin. Melihat pola rekrutmen organisasi ini, pemberantasan organisasi penebar teror harus dilakukan secara menyeluruh. Tak hanya lewat operasi senjata seperti yang dilakukan Densus 88 dan kesatuan militer lain. Juga harus ada operasi sosial ekonomi. Banyaknya anak muda yang bersedia menjadi pengantin karena mereka kehilangan orientasi hidup. Bisa jadi mereka kehilangan harapan untuk hidup lebih baik karena merasa sulit mendapat pekerjaan layak. Bisa juga mereka dibelit persoalan sosial. Operasi sosial dan ekonomi ini memang terkesan absurd. Tapi, pemerintah dan aparat juga harus mencari upaya-upaya di luar operasi senjata untuk mempesempit ruang gerak para pentolan pelaku teror dalam merekrut pengantin. Tugas ini tak hanya dilakukan pemerintah. Masyarakat juga harus menjadi bagian dari upaya ini agar generasi muda tak tergoda menjadi pengantin. Perang dengan teror memang belum selesai. “Sampeyan pan melu perang?”(*)

Harian Pertama Kebanggaan Wong Tegal Pendiri: H. Mahtum Mastoem (Alm), Komisaris Utama: HM Alwi Hamu, Komisaris: Lukman Setiawan, Dwi Nurmawan, Direktur Utama: Yanto S. Utomo, Direktur : Moh. Sukron Pemimpin Umum: Moh. Sukron. Pemimpin Redaksi: M. Abduh. Wakil Pemimpin Redaksi: Wawan Setiawan. Redaktur Pelaksana: Suyuti Abdul Ghofir. Redaktur: Hesti Prastyani, Zuhlifar Arrisandy, M. Riza Pahlevi. Sekretaris Redaksi/Persh: Kharisma Dewi. Kota Tegal: Hermas Purwadi, M Saekhun, Laela Nurchayati, Rohman Gunawan. Brebes: Abidin Abror. Bumiayu: Teguh Supriyanto. Slawi: Iman Teguh Supriyono (Kepala Perwakilan), Agus Wibowo, Khikmah Wati, Arief Nur Rahardian Sidiq, Pemalang: Embong Sriyadi (Kepala Perwakilan), Ali Basara, Moh. Khasanudin. Pekalongan: Ade Asep Syarifuddin. Pracetak: Feri Setiawan (Koordinator), Dian Prayudi Aji, M Yahya, Dedy Irawan, Dwi Nanda P. Desain Iklan: A.Sekhudin. Iklan: Moch. Arifin (Manajer Tegal), Yully Trieyani, Arifudin Yunianto, Riyanto Harjo, Teguh Widodo Nawawi, Agus Mutaalimin, Indani Dwi Oktina, Wahyudi. Pemasaran: Umaman Sahareka, Yuyuk Darwati, Muslih, Zaenal Muttaqin, Sunarjo. Keuangan: Yela Rahmadiah, Lita Rahmiati, Dwi Titi Lestari, Mubin, Djuhaeri Effendi, Moh. Erlin, Imron Rosyadi. Promosi (Off Print): Taufiq Ismail. Alamat Redaksi/Pemasaran/Tata Usaha: Jl. Perintis Kemerdekaan Tegal telp. (0283) 340900 (hunting), Fax (0283) 340004. Pekalongan: Jl. Irian No 10 telp (0285) 432.234. Semarang: Anang Bastomi. Jakarta: Samsu Rijal, Ferdinan Syah, Azwir AR, Arif Badi K, Eko Suprihatmoko. Alamat: Komp. Widuri Indah Blok A-3 Jl. Palmerah Barat No 353, Jakarta 12210 Telp (021) 5330976, 5333321 Fax: (021) 5322629. Eceran: Rp 2.500/eks. Percetakan: PT Wahana Java Semesta Intermedia Kompleks LIK Dampyak -Tegal.

Tarif Iklan: Umum/Display: Rp 22.000/mm kolom, Sosial/ Keluarga: Rp 15.000/mm kolom, Iklan Baris Laris: Rp 15.000/baris, Iklan Colour: Rp 33.000/mm kolom, Iklan halaman 1 (depan): Tarif + 200%, Creative ad: Tarif + 50% NPWP No: 01.994.052.7-501.000. Bank: Bank Mandiri Cab. Tegal a.n. PT Wahana Semesta Tegal No. Rek: 139.0002152787. Bank Jateng Cab. Tegal No. Rek: 1.004.02598.5 a.n. PT Wahana Semesta Tegal

Semua wartawan Radar Tegal dilengkapi tanda pengenal/surat tugas dan tidak dibenarkan meminta/menerima imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber.

Terorisme dan Keniscayaan Pluralisme Oleh: Ahmad Zayyadi MUNCULNYA komplotan teroris di Aceh yang diduga terkait kelompok Jamaah Islamiyah (JI) dan penyergapan terhadap Dulmatin di Pamulang mengindikasikan bahwa terorisme masih menjadi ancaman nyata bagi Indonesia. Kenyataan itu kembali membangkitkan rasa takut masyarakat terhadap terorisme pasca kematian Noordin M. Top. Terorisme di Aceh dan fenomena Dulmatin membuktikan bahwa sistem regenerasi dalam jaringan terorisme bukan hanya merancang bom dan meledakkan bom bunuh diri. Jauh lebih penting dari itu adalah penanaman ideologi otoritarianisme yang menganggap hanya ijtihad pribadinya yang benar, menganut tafsir tunggal, dan menganggap semua aliran, tafsir, serta pemahaman orang lain adalah salah dan sesat. Andai kata jaringan terorisme di Aceh yang saat ini diburu Densus 88 bukan termasuk komplotan mendiang Noordin M. Top, pandangan politik dan keagamaan mereka tetap sama. Demikian juga Dulmatin, tokoh teroris yang konon menjabat koordinator terorisme di Asia Tenggara. Sekalipun peran dia jauh di atas Noordin M. Top, landasan ‘’mazhabnya’’ juga sama. Yaitu, landasan otori-

tarianisme yang tidak mengakui keberagaman, menganggap semua penganut agama selain agamanya adalah calon penghuni neraka (baca: sesat) yang harus diperangi. Mungkin saatnya kita memanifestasikan tesis Basam Tibi. Dalam bukunya, The Challenges of Fundamentalist Political Islam in The Newworld Disorder (l998), dia mengatakan bahwa untuk memberantas kekerasan atas nama agama adalah dengan pluralisme. Yaitu, penerapan demokrasi yang menghentikan segala bentuk kekerasan, menegakkan hak asasi tanpa pandang bulu, serta menghargai dan menghormati antarsesama. Sayangnya, dalam konteks Indonesia, tidak muncul political wiil untuk ‘memazhabkan’’ pluralisme karena masih dianggap tabu. Memisahkan antara negara dan agama sering dianggap sebagai ‘’antek’’ neoliberalis. Padahal, bila hal tersebut dilaksanakan, lambat laun otoritarianisme sebagai pintu terorisme akan lenyap. Pluralisme Munculnya jaringan terorisme di Aceh dan penyergapan mematikan terhadap Dulmatin menunjukkan bahwa suburnya terorisme di Indonesia bukan karena pengaruh Al Qaidah. Itu

juga bukan karena sepak terjang tokoh teroris sekaliber Imam Samudera, Amrozi, Muklas, Dr Azhari, Noordin M. Top, Syafiudin Zuhri, ataupun Dulmatin. Tetapi, doktrin otoritarianisme yang menyebabkan seseorang menjelma menjadi teroris, menganggap dirinya mujahid, hingga menjerumuskan kepada ‘’tindakan konyol’’ untuk mencapai ambisinya. Marx Juersgensmeyer mengatakan dalam bukunya, Teror in Mind of God: The Global Rise of Religious Violence (2002), bahwa otoritarianisme agama adalah pemicu utama kesengsaraan, malapetaka, serta berbagai macam aksi kekerasan yang menghalalkan segala cara. Karena itu, sebuah keniscayaan bagi kita untuk membumikan pluralisme sebagai strategi menghapus paham otoritarianisme. Pluralisme menekankan kepada persamaan hak, mengakui, dan menghormati keberagaman tafsir dalam sekte-sekte agama, perbedaan keyakinan, dan menyingkirkan identitas tunggal dalam segala aspek. Pluralisme pula yang akan menghapus otoritarianisme yang menyebabkan seseorang terjebak pada sikap menghalalkan tindak kekerasan, seperti pe-

ladakan bom bunuh diri yang diyakini sebagai jihad fi sabilillah. Otoritarianisme bisa muncul di mana saja dan kapan pun. Misalnya, sekolah-sekolah, perguruan tinggi, lingkungan sosial kemasyarakatan, pondok pesantren, didikan kedua orang tua dalam keluarga, kelompok-kelompok kecil seperti pengajian, organisasi kemasyarakatan, peraturan perundang-undangan yang tidak mengakui asas keberagaman, bahkan dari sosok pemimpin yang otoriter. Atas dasar itu, membumikan pluralisme guna menghilangkan paham otoritarianisme adalah tugas semua pihak. Para pemuka agama, para orang tua, para guru dan dosen, serta para aktivis organisasi sosial kemasyarakatan memiliki peran vital dalam mempersempit lahirnya terorisme dengan cara menanamkan pendidikan pluralisme. Apabila doktrin otoritarianisme masih tertanam, jangan heran apabila masih muncul terorisme. KESENJANGAN SOSIAL Di sisi lain, selain penekanan keamanan yang dilakukan institusi Polri, pemerintah juga harus menghapus kesenjangan sosial, seperti kemiskinan, tingginya angka pengangguran,

Kalah Karo Sing Dodol

Betah Ra Betah Kudu Betah ASS. Kepada Bpk Pemerentah Kab Tegal, jarene kota sing mbetahi Lan ngAngeni? Tapi kOk esih ya sing gawe wong liya rA betah, cOntohe neng pinggir dalan sing arep neng AAS, dudu mukhrim tapi kok pada gendonggendongan, kuwe sing bener-bener kudu ditindakkake... 085842258XXX

Ana Aturan Sing Baku Apa Ora! AKU tah bingung ndeleng seragam sekolah saiki sing wadon wis melu2 roke pada mlorot klambine sacuil nemen, Bapak Ibu guru, tulung dielingna muride ari ngganggo pakaian 085642544XXX

Hilangkan Kesan Maksiat ASS.. Tegal Moncer Kotane Dadi Kudu Maju Wisatane. Ben warga Kabupaten/Kota liyane Pada Ngunjungi PAI Wis Apik Tempate, tapi Tolong Hilangkan Kesan Maksiat? Nuwun. +6285642726XXX

Sering Padam KAYONG mumet nggo mangan bae kurang, listrik pan manjat regane, listrike sering padam duh… 087830179XXX

Ban Motore Keciliken

Nyala Ijone Bareng-Bareng

Kabel Dicolong Maling ENYONG pelanggan telp no 6145944 kudu kepriben ya.. Tiap wadul telepon rusak, jawabe Telkom kabel dicolong maling. Enyong kadang enek nemen, telepon rong dina bener, sawulan ndlaspong. . . 08157777XXX

Disdik Gawene Ribut Bae PRIBEN Disdik ka gaweane ribut bae sih, tes masalah seleksi kepala sekolah trus masalah gol 4b aspal, kye saiki masalah guru-guru SMP sing pan sertifikasi ana wis tereliminasi ana ditarik maning lah kayong keder temen, piben donge ngarti aturan beleh sih? +6283861385XXX

Lesehan Neng PLN Diatur TOLONG leng wa, lesehan neng PLN kae diatur, pasange tenda aja sakepenake boyoke dewek, ora pantes oh separo jalan dienggo pasang tenda, angger ana mobil/motor lewat susahe nemen, apa nunggu ana kecelakaan? Apa petugase wis disumpel, ingat kepentingan wong akeh oh. Matur nuwun. 0283896755XXX

Ahmad Zayyadi, peneliti senior di The Annoqoyyah Institute, dosen IAI Nurul Jadid

nang alun-alun, kiye nang tengahtengah dimai lampu penerangan eben aja katon remeng-remeng, anger bengi inyong weruh dewek ka, kanggo tempat mesum wis ngarepe masjid pisan, inyong sing dadi wong Tegal isin dewek, mbok yao di razia, terus wong ngemis, wong gembel-gembel tak deleng kayong ngisin-ngisina, wis arane apik Tegal mocer kotane padang dalane, maksiat jorna bae kepibe kaya kue....! +6281902051XXX

KAYANE videotron sing neng alun alun Tegal eman-eman disetel, suara promosine kalah seru karo seng dodol vcd nang ngingsore! +6281911565XXX

AKU melu ngresula, lampu bangjo Kardinah karo sing pan maring Karanganyar bisane yen nyala ijo bareng-bareng donge piben sih? Polisine pada bisa ngatur beli dongen, aja cuma turu karo mbadog tok ya kenao, bisane cuma mung nilang tah pinter.. suwun . +6281803900XXX

dan kebodohan. Sebab, terorisme di Indonesia juga identik dengan persoalan kesenjangan sosial di tengah masyarakat. Karena kemiskinan dan kebodohan, generasi bangsa mudah dicuci otaknya sehingga terjerembab pada pemahaman otoritarianisme. Menurut Martin E. Marty dan R. Scott Appleby dalam Fundamentalisms Observed (Chicago dan London, 1991), otoritarianisme dalam agama merupakan mekanisme pertahanan yang muncul sebagai reaksi atas krisis yang mengancam, seperti persoalan krisis ekonomi dan politik. Kondisi semacam itu akan melahirkan gerakan ekstrem seperti terorisme. Karen Armstrong (2000) juga menyatakan bahwa otoritarianisme agama seperti terorisme yang berkembang pada masa kini mempunyai hubungan erat dengan modernitas. Artinya, kelalaian pemerintah dalam mengatasi problem kemiskinan, pendidikan, pengangguran, bahkan maraknya korupsi akan menjadi celah munculnya terorisme. (*)

Korbane Kurang Akeh?

Aja Asal Matikna Tok!

YTH Bapak Bupati Pemalang, piben donge dalan Beji pemalang dikeruki deneng ora dibenerne? Podo mangan korban akeh, wis 26 wong apa kurang akeh utowo nunggu korbane keluargane sampean baru tembe didandani? +6285226827XXX

KANGGO PLN Tegal kudune nek arep matini listrik! Kuwe dimein ngerti ndisit! Aja asal matikna tok! bisa2 tivi, karo barang2 elektronik liyane bisa rusak gara2 langsug mati! Terus nek bisa aja bengi2!!! Tegal Hawane panas!!! Ora pada bisa turu kyeh! Kringete nggrojos kaya bar bal-balan... +628986530XXX

Kasihan Sama Anak Istrinya BARU sekali ngelanggar malah dipalak polisine. Minta sidang malah di widen-wedeni. Aku cuma kasihan aja ama anak istrinya polisi yang dikasih nafkah dari uang yang gak ikhlas. 085642804XXX

Ayo Galakkan Penghijauan PANAS... panas... JAraNg... jaraNg... tandurane. aYO donk galakkan penghijauan kembali!!! Biar kota bahari ini jadi ADeM. 085741869XXX

Nyambet Gawe Sing Bener JARE wakile rakyat, daning akeh ngedoli proyek aspirasi? Ari ana apaapa dinase sing tanggng jawab, tolong anggota dewan terhormat ari nyambet gawe sing bener, mbiyen janji kampanyene pimen? 02833374XXX

AQ muter-muter sadawane Tegal gal dina ora papa, barang maring Pasar Banjaran ditilang STNK, SIM ana kabeh monine ban motore aku keciliken, aku njaluk sidang kongkone motore ditinggal, kayong lagi luruh-luruh duit, akhire tak wei 30.000, arane duit nitip sidang jarene.. +6285726929XXX

Aja Go Lia-Liane ASLM Pak Bupati, kae deleng akeh motor plat merah, sing nganggoni pakaian preman, tulung domongi kue motor kusus go dines ,aja go lia-line, tulung Pak… 085742073XXX

Pan Dijorna Bae? NUN sewu Pak, dalan neng sedawane pasar kewan curug akeh bolongane, malah wis ana sing mati gara-gara bolongan kue. Pan dijorna bae? +6287885681XXX

Kapan Diaspal PAK Bupati Pemalang, kapan dalan maring Desa Gongseng gunung Gajah diaspal? Soale diliwati gawe mules, laka sing kena dipilih. +6285742491XXX

Murube Suwe Nemen PIBE kie Kota Tegal? Mati lampu sekota Tegal murube suwe nemen, wis peteng, sumuk akeh nyamuke.. sebenere ana apa kie bisa ana acara mati lampu ana keding? 0818288XXX

Priben Bapane? BAPANE, tulung jalan utama Desa Gembongdadi Suradadi kaya blumbang, wis puluan taun, priben bapane? +6281325539XXX

PENGIRIM SMS Saatnya Tambah Gerbong YANG BERUNTUNG TEGAL ARUM, sudah saatnya kamu

nambah gerbong... kalo tidak, akan terjadi PEMBUNUHAN MASAL... siapa yang akan bertanggung jawab? kalo sampai terjadì... +6285642862XXX

Dimei Lampu Nang Tengah INYONG pan njaluk tulung dongene

1. 2. 3.

081391981555 081904308210 085842258591

Anda mendapatkan Hadiah masingmasing 1 dus Susu Bubuk Kedelai AFIS, hadiah dapat diambil di Harian Pagi Radar Tegal dengan melampirkan fotokopi KTP dan menunjukan no HP anda.

Anda pernah merasa tidak puas dengan pelayanan publik? Anda pernah kecewa karena mendapatkan pelayanan yang tidak semestinya dari instansi tertentu? Layangkan perasaan anda ke rubrik Ngresula ini, via SMS 08159440722, Kota Tegal SMS ke (0283) 9136789, email rateg2000@yahoo.com, surat ke Radar Tegal Jalan Perintis Kemerdekaan No. 32 Tegal. Tulis dengan bahasa yang sopan dan bisa menggunakan bahasa Tegal. Bagi tiga pengirim Ngresula yang beruntung masing-masing mendapatkan satu dus (200 gr) susu bubuk kedelai produk AFIS Tiap Harinya. Produk tersebut dapat diambil di Kantor Radar Tegal dengan menyerahkan fotocopy KTP dan menunjukan no HP anda.


CMYK

SABTU, 13 MARET 2010

METROPOLIS RADAR TEGAL

3

Eko: Saya Sudah Ingatkan Satori Hasil Klarifikasi BK DPRD GLADI BERSIH - Rektor UPS Prof. Dr. H Tri Jaka Kartana, MSi memimpin rapat senat terbuka dalam gladi bersih jelang wisuda, kemarin.

HERMAS PURWADI/RATEG

Tigapuluh Tahun Universitas Pancasakti

Berpijak pada

AGAR mendapatkan secara gamblang dan obyektif Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Tegal Jumat (12/3) kemarin, sekitar pukul 10.00 WIB, mendatangi Kantor DPC Partai Demokrat. Ketua DPC Partai Demokrat Eko Kusonomo menyatakan, pihaknya selaku ketua partai telah mengingatkan kepada A Satori SE sebanyak dua kali. Pasalnya, walaupun belum ada bukti pihaknya telah mendapat informasi kalau Satori menggunakan ‘barang’ tersebut.

LIMA KESAKTIAN BERTEPATAN dengan 30 tahun usia Universitas Pancasakti, Sabtu (13/3) ini, wisuda periode I tahun 2010 digelar. Ibarat manusia, usia tersebut merupakan usia yang penuh dengan gelora, dinamis, dan harus mampu memahami diri sebagai ins-

titusi yang bertangung jawab untuk masa depan bangsa dan negara, khususnya dalam mempersiapkan intelektual muda bermartabat dan berkepribadian. Hal itu dilontarkan rektor Universitas Pancasakti Prof. Dr. H. Tri Jaka Kartana MSi di sela-sela gladi bersih Wi-

“Kami selaku pribadi maupun ketua partai sudah melakukan komunikasi dengan Pak Satori, saat ada informasi kalau dia (Satori, red) sebagai pemakai narkoba. Bahkan bukan cuma sekali, tapi sudah dua kali,” kata Eko. Eko menjelaskan, pihaknya tahu kalau Satori ditangkap polisi malam itu juga, namun pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. Karena tertangkap tangan aparat kepolisian, yang mendatangi salah satu rumah di Kelurahan Debong Lor. Atas kejadian tersebut, pihaknya juga telah melaporkan ke DPD Partai Demokrat Jateng dan DPP Partai Demokrat. ke hal 9 kol 1

suda Sarjana ke 43 dan Diploma III ke 24 di audotorium kampus Jalan Halmahera, Jumat (12/3) kemarin. Dia juga menyatakan Perguruan Tinggi sebagai bentuk institusi Pendidikan Tinggi merupakan kekuatan moral. ke hal 9 kol 5 M SAEKHUN/RATEG

TRANSPORTASI

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

MENINGKAT – Jumlah penumpang dan tiket yang dipesan di Stasiun Besar Tegal meningkat menjelang liburan.

PesananTiketKAMeningkat MEMASUKI libur nasional, Selasa (16), bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, pemesanan tiket Kereta Api (KA) di Stasiun Besar Tegal meningkat dibandingkan kondisi normal. Sejumlah calon penumpang hingga Jumat (12/3) mulai memesan sejumlah jadual keberangkatan mulai Sabtu hingga Minggu ke berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota besar lainnya. Kepala Stasiun Besar Tegal Joko Mardi Utomo mengatakan, libur nasional pada Selasa mendatang banyak dimanfatkan masyarakat untuk berkunjung ke rumah saudara atau pulang kampung. Kereta api favorit seperti Cireks, Argo Muria dan Argo Sindoro, Harina dan sebagainya jauh-jauh hari sudah dipesan. ke hal 9 kol 1

Kondisi Hutan Kota Tegal Tak Terawat dan Sangat Minim HUTAN kota yang berada di kawasan proyek Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) Kota Tegal, yang seharusnya bisa menjadi percontohan kawasan ruang terbuka hijau (RTH), ternyata kondisinya sangat memprihatinkan. Selain lahan hutan kota yang minim, keberadaan pohon dan lingkungannya juga tidak dirawat. Buktinya, hampir setiap hari pemandangan jemuran baju ada di kawasaan hutan kota tersebut. Perhatian terhadap hutan kota lemah, sebagai aspek terpenting RTH, karena sampai saat ini Kota Tegal belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang mengaturnya. ke hal 9 kol 1

BERDIALOG - Ketua dan anggota BK DPRD Kota Tegal berdialog dengan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tegal Eko Kusnomo, saat klarifikasi soal kasus A Satori SE.

Pemeriksaan Video Kekerasan Terkendala Sejumlah Siswa Sedang PKL MEMASUKI hari ketiga upaya pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik Polresta kepada sejumlah siswa SMK Maa’rif, terkait beredarnya rekaman video kekerasan

ke hal 9 kol 5

M SAEKHUN/RATEG

KUMUH - Keberadaan hutan kota di kawasan Jalingkut Kota Tegal kumuh dan tak terawat, selain untuk jemur baju juga digunakan untuk parkir truk.

Status Tanah Harus Jelas Untuk Akses Jalan Pasar Kimpling AGAR tidak ada masalah di kemudian hari, status tanah yang akan digunakan untuk akses jalan pintu belakang atau blok C Pasar Kimpling harus jelas. Pasalnya, tanah tersebut milik Pemkot. Sedangkan untuk mengatasi masalah pedagang, Pemerintah Kota

(Pemkot) melalui dinas terkait harus membuat nota kesepahaman atau MoU. Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal Hendria Priatmana SE mengatakan, melihat situasi dan kondisi Pasar Kimpling, pihaknya sangat mendukung usulan pembuatan pintu belakang. Bukan cuma pintu saja, Pemkot juga harus memikirkan akses jalan untuk aktivitas keluar masuk pedagang

dan pembeli. Namun karena tanah yang akan digunakan akses jalan buakan milik Pemkot, walaupun sesuai informasi pemilik mempersilahkan untuk dipinjamkan. “Status tanah harus jelas, kalau memang dibeli yang Pemkot harus menganggarkan pembeliannya. Namun kalau hanya dipinjam, agar ke depan tidak ada masalah harus dibuatkan MoU,” tutur dia. ke hal 9 kol 5

HERMAS PURWADI/RATEG

KOREK KETERANGAN - KBO Reskrim Iptu Heriyanto menyimak pengakuan salah satu siswa kelas XII SMK Maa’rif yang sedang diperiksa tim penyidik reskrim Polresta, kemarin.

iklan julia pake film CMYK

mengalami kendala. Ini terkait waktu pemeriksaan yang bersamaan dengan jadwal Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang dilakukan siswa kelas XI yang menjadi korban kekerasan kakak kelasnya. Sampai Jumat (12/3) kemarin, dari 12 korban kekerasan,


PEMALANG

4

SABTU 13 MARET 2010

RADAR TEGAL

Sejumlah Insiden Warnai Pemakaman

PEMERINTAHAN PNS Harus Netral

Puluhan Mujahidin Kawal Dulmatin

PEGAWAI Negeri Sipil (PNS) sebagai salah satu pilar birokrasi mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Yaitu sebagai unsur aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat. Dalam kedudukan tersebut, seorang PNS harus netral, profesional dan tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan, yaitu bebas dari unsur-unsur politis, suku, agama dan ras. Demikian disampaikan Bupati Pemalang DOK RADAR PEMALANG HM Machroes SH dalam acara penyerahan Machroes SK CPNS Formasi Tahun 2009 dari pelamar umum di pendopo setempat, Jumat (12/3) kemarin. “Netralitas PNS bukan berarti apatis terhadap kehidupan politik yang merupakan hak dasar setiap warga negara. Netralitas dalam kehidupan politik berarti ikut berpatisipasi aktif dalam kehidupan politik, dalam rangka membangun sendi-sendi demokrasi di Indonesia ,” katanya. Sebagai PNS dalam melaksanakan kehidupan politik, lanjut Bupati harus mematuhi ketentuan perudang-undangan yang berlaku dan harus selalu menjaga agar tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. ”Perlu dicermati bahwa perbedaan afiliasi politik, rasa kedaerahan yang sempit, rasialisme kesukuan yang berlebihan dan perbedaan agama seringkali menimbulkan perpecahan. Oleh karena itu saya ingatkan kembali bahwa kewajiban PNS adalah memelihara dan meningkatkan keutuhan, kekompakan, persatuan dan kesatuan Korp Pegawai Negeri Sipil,” ujar Machroes. Dalam kesempatan itu, Machroes juga menegaskan sebagai PNS jangan mudah dipecah belah. “Mari kita satukan langkah dan rapatkan barisan Korp Pegawai Negeri Sipil, satukan visi-misi dalam membangun Pemalang,” tandasnya. (mg1) ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

DIUSUNG - Jenazah Dulmatin saat diusung menuju pemakaman di komplkes TPU Makam Dowo.

Tujuh Perahu Nelayan Mojo Hanyut

AGUS P/RADAR PEMALANG

IKAN ASIN – Seorang pengrajin ikan asin sedang melakukan produksi dengan menjemur sebagai bagian dari proses produksinya.

Relokasi Pengrajin Ikan Asin PEMALANG – Banyaknya tempat usaha pengrajin ikan asin di seputar Obyek Wisata Pantai Widuri perlu direlokasi kembali. Alasannya cukup menganggu lingkungan obyek wisata, karena menimbulkan bau tidak sedap akibat sulitnya pengolahan limbah. “Kami memandang perlu adanya relokasi kembali tempattempat usaha pengrajin ikan asin yang ada di lingkungan Obyek Wisata Pantai Widuri Pemalang. Sebab keberadaannya cukup mengganggu, disamping itu juga sulitnya untuk melakukan pengolahan limbahnya,” kata Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang Ir Mugiyatno M.Si melalui Kasi Pengendalian dan Pengolahan Limbah Raharjo SIP Jumat (12/3) kemarin. Untuk bisa melakukan relokasi tersebut, kata Raharjo perlu adanya upaya secara terpadu, dengan bekerja sama dengan pihak terkait lainnya, yaitu Dinas Kelautan dan Perikanan dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat. Beberapa hal yang menjadi pemikiran, yakni melakukan penataan tempat-tempat usaha pengrajin ikan asin yang ada di

seputar obyek wisata itu. Menurut Raharjo untuk memperindah dan kebersihan tempat wisata, dan juga sebagai upaya untuk memberikan kenyamanan baik bagi pengusaha ikan asin dan kepada pengunjung. (mg1)

ULUJAMI – Hujan deras disertai mati lampu yang mengguyur Pemalang dan sekitarnya pada Jumat (12/3) pagi menghanyutkan 7 perahu sopek milik nelayan di Dukuh Karangsambung Desa Mojo Kecamatan Ulujami. Dari tujuh perahu yang hanyut, empat di antaranya tenggelam dan diketemukan nelayan di pacer atau muara laut. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB tersebut, kali pertama diketahui salah satu nelayan, Wartono (35) yang hendak pulang setelah miyang di tengah laut. Dia kemudian melaporkan ke pemiliknya Kasmali (48), mengenai hanyutnya perahu yang diterjang arus Sungai Kali Comal. “Bapak lagi bantu mengangkat perahu yang teng-

gelam,” terang Casmini (44), istri Kasmali kepada Radar di rumahnya Jumat (12/3) kemarin. Ketujuh perahu yang tenggelam dan masih dalam pengangkatan oleh nelayan, yakni milik Wajem (56) 2 perahu, Rohani alias Rewel (50), dan perahu milik Ranto (48). Sedang tiga perahu sopek yang tidak tenggelam milik Caro (51), Rohman (58), dan Kasmali (48). Begitu mendapati laporan itu, setidaknya 50-an nelayan turut membantu proses pengangkatan perahu di muara (pertemuan sungai dan laut). Dengan alat-alat seadanya, seperti drumdrum solar dan tambang, mereka mengevakuasi “jasad” perahu yang terbenam di bawah sungai. Hingga pukul 12.00 WIB kemarin, nelayan baru bisa

mengangkat satu perahu milik Wajem. Sedang tiga perahu lainnya masih dalam proses pengangkatan. Perahu milik Wajem sendiri diangkat sudah tidak berbentuk, karena kayukayu dan peralatannya diketemukan sudah dalam bentuk keping-kepingan. (cw2)

PEMALANG - Jazad teroris Dulmatin akhirnya dikuburkan di tanah milik orang tuanya di dekat kompleks Tempat Pemakaman Umum (TPU) Makam Dowo Desa Loning Kecamatan Petarukan Jumat (12/3) kemarin. Ribuan pelayat mengiringi keranda yang mulai meninggalkan rumah ibu kandungnya Hj Masniyati pukul 07.00 WIB. Jenazah sendiri tiba di Jl Pasar Utara No 24 pada dini hari pukul 03.20 WIB dengan pengawalan polisi. Di rumah duka sempat terjadi insinden akibat tindakan over akting dari orang tak dikenal. Dia seorang diri mengusir sejumlah wartawan yang hendak mendekat ke ke rumah Hj Masniyati. Sejumlah wartawan memilih menahan diri dan tidak melakukan protes. Sementara sejumlah orang yang ikut takziyah dan beratribut seperti Mujahidin malah nampak tenang dan tidak bereaksi melihat aksi tersebut. Saat di rumah duka jenazah Dulmatin banyak dikunjungi tetangganya. Keluarga mengizinkan untuk melihat dari dekat dengan tertib dan antri. Keluarga juga mengizinkan wartawan ikut masuk, namun tidak diperkenankan membawa kamera. Simuh (38) saat dikonfirmasi mengemukakan dirinya sudah melihat langsung dari dekat wajah Dulmatin. “Wajahnya bagus, bersih tidak lebamlebam seperti dalam foto yang ditayang di tv-tv,” kata dia. Warga lainnya Nurali (50) mengemukakan meski jenazah sudah tiga hari sejak ditembak, namun tidak menebarkan bau

apa pun. “Bahkan wajahnya nampak segar,” tegasnya. Hingga pukul 06.30 WIB para tetangga masih diperkenankan untuk mengantri melihat jenazah Dulmatin. Setenghah jam kemudian Dulmatin sudah dimasukkan ke keranda dan keluar dari rumah duka dengan dipikul para Mujahidin. Jenazah dipanggul setengah berlari menuju ke Masjid Jami Kauman Petarukan yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah duka untuk dishalatkan. Ada insinden kecil di lorong menuju masjid tersebut, selain Mujahidin membentuk pagar betis, orang berkepala botak yang tidak diketahui identitasnya menyeret seorang wartawan agar keluar dari masjid. Tak ada prosesi apapun selain shalat mayit dan selanjutnya diangkut dengan kendaraan bak terbuka menuju TPU Makam Dowo di Desa Loning, yang berjarak sekitar lima kilometer. Saat keluar dari masjid banyak warga yang menengadahkan kepalanya ke langit untuk melihat awan. Mereka menilai awan yang kebetulan langitnya hari itu cerah membentuk lafad Allah. Meski kejadian ini tak berlangsung lama, namun menjadi perbincangan pelayat. Sepanjang perjalanan Mujahidin meneriakkan yel-yel yang berisi hujatan bagi Densus 88. Mereka meneriaki detasemen tersebut sebagai kafir. Yel-yel ini oleh masyarakat dinilai tak simpatik, karena tidak sesuai dengan kebiasaan saat mengantarkan jenazah ke kubur. Memasuki TPU yel-yel semakin keras bersautan, namun saat prosesi pemakaman yel-yel berubah menjadi teriakan slogan Mujahidin. (ali)


METROPOLIS

SABTU 13 MARET 2010

5

RADAR TEGAL

TELEPON PENTING Hotel Bahari Inn Tegal Hotel Karlita

(0283) 343399 (0283) 358050

161 Guru PAI Belum Sertifikasi Kuota 2010 Belum Turun

POPDA Kontingen Tegal Timur Memimpin KONTINGEN dari Kecamatan Tegal Timur sementara memimpin dan mendominasi dalam kejuaranan Pekan Olah Raga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Kota Tegal 2010. Dari 13 cabang olah raga yang dipertandingkan, hampir semuanya dikuasai oleh sekolah-sekolah yang berlokasi di kecamatan tersebut. Koordinator Lapangan Popda Drs Erik Jonet S. mengatakan, peringkat pertama, sementara di duduki kontingen Tegal Timur. Namun demikian, perolehan kejuaraan masih bisa berubah lagi. Karena masih banyak cabang lainnya yang belum selesai dipertandingkan. ’’Tegal Timur sudah mengantongi beberapa medali dari 13 cabang yang dipertandingkan. Di antaranya volly mini tingkat SD, bola volly tingkat SMA, pencak silat tingkat SD. Kemudian sepakbola tingkat SD, tenis lapangan tingkat SD, SMP, dan SMA serta renang tingkat SD hingga SMA. Untuk jumlah pastinya belum bisa disebutkan. Sebab, belum direkap secara rinci,” jelas Erik. Sejauh ini, sudah ada beberapa cabang yang telah selesai pertandingannya. Antara lain, renang, tenis lapangan, sepakbola tingkat SD. Selanjutnya, senam, pencak silat tingkat SD, volly mini, dan bola volly. Menurutnya, dalam perhitungan medali emas, perak dan perunggu yang dilakukan itu harus sesuai dengan prosedur dan ketentuan diberlakukan. Seperti, medali emas tersebut dihitung lima poin, perak tiga poin, dan perunggu dua poin. ’’Dari jumlah itu nantinya akan ditentukan juara umum, yang akan mengikuti dan mewakili daerah ke tingkat karesidenan maupun provinsi,”jelasnya. Ditambahkan Erik, cabang olahraga Popda lainnya seperti basket, karate, dan sepakbola tingkat SMP/SMA akan dipertandingkan Jumat (12/3). Sementara, cabang olah raga selain tiga yang disebutkan, akan diselesaikan sore kemarin. ’’Para atlet yang menjadi juara, akan mendapatkan hadiah berupa piagam dan uang pembinaan. Sedangkan atlet yang dinobatkan sebagai juara umum akan mendapatkan piala bergilir dan berhak mewakili Kota Tegal di tingkat provinsi,” katanya. (adi)

SOSIAL Pengemis dan Pengamen Meresahkan KEBERADAAN pengemis dan pengamen di sekitar Alun-Alun Kota Tegal semakin meresahkan. Pengunjung -khususnya pada malam hari- mulai mengeluh dengan banyaknya pengamn yang terkadang meminta dengan sedikit memaksa. Belum lagi kehadiran pengemis yang baru mau pergi setelah diberi sedekah. Umiyati (43), warga yang tengah bersantai di Alun-Alun mengatakan, keberadaan pengamen dan pengemis sebetulnya selalu terjadi di setiap keramaian. Tetapi, jika jumlahnya semakin banyak maka kenyamanan dan keamanan pengunjung akan terganggu. Meski belum satu jam dia duduk bersama keluarga menikmati mie ayam, sudah dua kali pengamen dan pengemis mendatanginya. Jika tidak diberi, pengamen tidak mau pergi dan terus bernyayi dengan nada keras. Kepala seksi (Kasi) Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi M. Yusuf mengatakan, sebagian besar pengemis yang beroperasi di alun-alun dan sejumlah keramaian berasal dari luar kota. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan jumlah pengemis maupun pengamen, tetapi tetap saja muncul karena merupakan fenomena sosial. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP dan aparat Kepolisian untuk melakukan razia sehingga mampu menekan jumlah pengemis dan pengamen, terutama yang meminta secara paksa kepada masyarakat. Kasi Penegakan Perda Satpol PP Indardi SH menuturkan, pengemis yang datang ke Kota Tegal biasanya dikoordinir oleh pihak tertentu sehingga mereka mengetahui waktu-waktu yang tepat untuk beroperasi. Untuk melakukan razia, dijelaskan Indardi, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait sehingga persoalan pengemis maupun pengamen di sekitar Alun-Alun maupun titik lainnya bisa segera diatasi. (gun)

RATUSAN guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di wilayah Kota Tegal belum mendapat sertifikasi. Ini dikarenakan kuota yang diberikan Kementrian Agama (Kemenag) pusat jumlahnya sangat terbatas. Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha (TU) Kantor Kemenag Kota Tegal Drs Tohari MPd melalui Kepala Seksi (Kasi) Mapenda Muhsonah SPdI mengatakan, jumlah total guru PAI yang S1 di Kota Tegal mencapai 207 orang. Dari jumlah tersebut yang sudah mendapatkan sertifikasi hanya 46 guru. Dengan rincian, guru PAI PNS sebanyak 32 orang dan non PNS hanya 14 orang. Ini dari mulai tingkat SD hingga SMA. Angka-angka tersebut adalah guru yang lulus sertifikasi mulai tahun 2007 hingga 2009. ’’Masih banyaknya guru yang belum bersertifikasi karena kuota yang diberikan sangat terbatas. Jadi, dari Kantor Kemenag Kota hanya mengirimkan data ke pusat saja melalui provinsi. Baru kemudian dari pusat menurunkan kuota atau jatah guru yang akan disertifikasi. Kriteria yang akan mendapatkan pun yang menentukan langsung dari pusat. Dari sini hanya menampung saja,” jelasnya saat ditemui di ruang

kerjanya Jumat (12/3). Untuk tahun 2009 lalu, lanjut Muhsonah, Kota Tegal hanya mendapatkan kuota 14 guru, baik itu dari negeri dan swasta. Dari jumlah tersebut lulus seluruhnya dan hanya tinggal menunggu SK dari Dirjen Pendidikan. Sertifikasi ini diberikan pada guru PAI sekolah umum, baik itu NIP dari Depag, Dinas Pendidikan, dan pemda. ’’Sertifikasi tidak hanya diperuntukkan bagi guru agama Islam. Namun, guru non Islam pun mendapatkannya. Hanya saja, yang mengurus bukan Kantor Kemenag kota. Tetapi langsung Kantor Kemenag wilayah Jawa Tengah di Semarang. Untuk syarat-syaratnya sama persis dengan sertifikasi guru yang ditangani Dinas Pendidikan,” terangnya. Ditambahkannya, untuk kuota tahun 2010, dia belum tahu persis berapa jumlahnya. Sebab, sampai dengan saat ini belum ada pemberitahuan dari pusat. Termasuk menyangkut kapan pelaksanaannya. Jadi, lanjutnya, pihaknya hanya menunggu surat resmi dari pusat. ’’Kalau yang sudah lulus bisa mencairkan tunjangannya satu tahun kemudian. Jadi, misalkan, lulus tahun 2009 maka tunjangan baru bisa dinikmati pada tahun 2010. Memang aturannya dari pusat seperti itu. Selain itu, tunjangan juga dibayar apabila jam mengajarnya minimal 24 jam dalam satu minggu,” jelasnya. (adi)

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

BERSANDAR – Ombak besar membuat nelayan memilih menyandarkan kapalnya daripada melaut.

Ombak Tinggi Hambat Nelayan Melaut SEJUMLAH nelayan terpaksa mengurungkan niatnya untuk beraktivitas seperti biasa, karena cuaca buruk disertai angin kencang serta gelombang tinggi kembali mengancam. Padahal, baru beberapa hari nelayan telah memulai aktivitas melautnya setelah lama tertahan di darat akibat cuaca buruk. Kondisi tersebut didukung prakiraan BMKG Tegal yang meminta agar nelayan tetap waspada di tengah perubahan musim, yang membuat cuaca bisa berubah setiap saat. Budi (36), ABK KM Putra Bahari ketika ditemui Radar membenarkan jika cuaca saat ini kembali memburuk setelah beberapa hari membaik. Padahal,

dia dan ABK lainnya telah mempersiapkan berbagai kebutuhan melaut hingga sepekan. Setelah berada di laut selama tiga hari, cuaca buruk serta ombak tinggi membuat nahkoda membalikkan arah kapal dan kembali ke darat. Imbasnya, hasil tangkapan sangat terbatas sehingga penghasilannya menurun drastis. Dalam kondisi normal, sekali melaut dia bisa mendapatkan sekitar Rp 350 ribu - 400 ribu. Kini dia hanya mengantongi Rp 150 ribu. ’’Karena faktor cuaca, maka kami tidak bisa berbuat banyak selain menunggu,” katanya. Nelayan lainnya Anwari (40) menuturkan, gelombang tinggi serta angin kencang yang kembali terjadi membuat aktivitas

sebagian besar nelayan tertunda. Faktor keselamatan masih menjadi pertimbangan utama sebelum melaut. Apalagi perubahan cuaca yang ekstrem seperti sekarang berpotensi membuat gelombang laut di atas dua meter. Jika ada nelayan atau kapal yang berangkat, maka radius tangkapnya sangat terbatas atau di sekitar pantai. Imbasnya, hasil tangkapan menurun drastis sehingga mempengaruhi penghasilan serta harga jual ikan saat lelang. ’’Perubahan musim yang tidak menentu membuat kami harus selalu waspada dan memperhatikan berbagai peringatan yang diberikan,” terangnya. (gun)

YPP Segera Pemkot Antisipasi Pergerakan Teroris Kos Bakal Bangun Rusunawa Rumah Dirazia

UPAYA melengkapi sarana untuk kegiatan Pusat Kegiatan Mahasiswa bakal direalisasi Yayasan Pendidikan Pancasakti (YPP) dengan mendirikan bangunan di atas tanah yang dibelinya, di lokasi sebelah barat gedung FKIP. Selebihnya, YPP juga akan merealisasi pembangunan sarana rumah susun sewa ( rusunawa) untuk mahasiswa, yang anggarannya diperoleh dari Kementrian Perumahan Rakyat melalui pemkot. Hal ini disampaikan Ketua YPP H Imawan Sugiharto SH MH di ruang kerjanya Jumat (12/3). ’’Yayasan menginginkan agar universitas yang telah berumur 30 tahun ini bisa tampil sebagai PTS handal yang menjunjung tingi integritas serta profesionalisme, punya kepemimpinan berwawasan ke depan dan berorientasi pada stakeholders, dan berfokus pada mutu,” jelasnya. Dia juga berharap keinginan itu perlu dikonsepsi, digerakkan, dan divalidasi dengan semangat juang keswastaan,

yaitu membantu pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan. Menurutnya, daya juang keswastaan adalah kemandirian, dan tidak selalu menengadahkan tangan berharap belas kasih atau ‘pasrah bongkokan’ kepada pemerintah. ’’Kami ingin bukan karena belas kasih bila pemerintah mengucurkan bantuan dan berbagai hibah yang bernilai miliaran rupiah kepada PTS. Tetapi, karena kegigihannya memperjuangkan dan memajukan prestasi PTS, sehingga tidak diragukan oleh pemerintah dan rakyat,” paparnya. Hal senada juga disampaikan Sekretaris YPP Eddhie Praptono SH MH. Dia menyatakan, usai mendapat dana hibah dari Dikti untuk peningkatan kualitas proses pembelajaran dengan melengkapi ruang pembelajaran menggunakan multimedia dan ICT, pihaknya juga berupaya melengkapi gedung laboratorium terpadu yang akan diwujudkan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang ada. (her)

SENTERNYA kabar tentang banyaknya teroris yang bersembunyi di rumah kos atau kos-kosan di seluruh wilayah Indonesia ditanggapi serius Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal. Dalam waktu dekat pemkot bakal merazia seluruh koskosan yang ada di wilayahnya. Selain itu, pemkot juga mewajibkan tamu yang menginap 1 x 24 jam untuk melapor ke RT/ RW. Semua ini dilakukan guna mengantisipasi adanya teroris yang masuk ke Kota Tegal. Wakil Walikota Tegal Habib Ali Zaenal Abidin SE mengatakan, Jumat (12/3) dia dan kepala Kesbangpolinmas serta pihak terkait lainnya telah mengadakan rapat koordinasi terkait hal tersebut. Dalam rapat itu menghasilkan beberapa agenda yang secepatnya akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

’’Ini dalam rangka program pemkot yakni Gerakan Perangi Kemaksiatan. Agendanya akan menggelar oprasi gabungan pada tempat-tempat hiburan dan lesehan yang diketahui telah beralih fungsi,’’ tandasnya usai rapat di ruang kerjanya. ’’Selain itu, juga akan merazia kos-kosan yang ada di Kota Tegal. Ini untuk mengantisipasi adanya teroris yang berkeliaran disini. Sebab, bukan suatu hal yang mustahil jika kos-kosan dijadikan tempat persembunyian teroris. Hasil dari rapat ini akan dilaporkan kepada walikota, sesuai dengan perintahnya.’’ Tim razia terdiri dari beberapa unsur antara lain, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Kesbangpolinmas, Satpol PP, Kepolisian, dan Denpom. Operasi yang bakal digelar tersebut juga dalam rangka penegakan Peraturan Daerah (Perda) No. 4 Tahun 2006 tentang Larangan Pelacuran. Dalam BAB II menerangkan ada 6 hal yang dilarang. Di

antaranya, dilarang melacurkan diri, melakukan praktik pelacuran, serta menyelenggarakan tempat pelacuran. Selain itu, juga bertindak sebagai germo, bertindak sebagai perantara dan pengguna jasa pelacuran, dan bertindak sebagi pelindung pelacuran. ’’Sebenarnya, pada tahun kemarin sudah digiatkan. Namun, tahun ini akan lebih dioptimalkan dan untuk mengefektifkannya perlu adanya Peraturan Walikota (Perwalkot) yang mengatur secara teknis. Dalam Perda tersebut juga mengatur tentang kos-kosan harus mempunyai izin,” jelas Habib. Dalam pelaksanaan nanti, lanjut Habib, juga akan memeriksa perizinan tempat-tempat hiburan, lesehan, panti pijat, dan lainnya. Sebab, banyak tempat usaha semacam ini yang belum memiliki izin. Jika saat razia ditemukan adanya alih fungsi yang dilakukan pemilik, maka akan dikenai sanksi tegas. Yakni, pencabutan izin yang sudah dimiliki. (adi)


BREBES & BUMIAYU

6

SABTU 13 MARET 2010

RADAR TEGAL

TELEPON PENTING RSUD Brebes RSU Bhakti Asih

(0283) 671431 (0283) 671279 / 673481

Warga Gelar Aksi Tabur Bunga Peringati 7 Tahun Pembayaran Tanah Eks Pegadaian

KRIMINAL Nama Pejabat Dicatut untuk Menipu BREBES - Aksi penipuan dengan modus mencatut nama pejabat kembali marak di Kabupaten Brebes. Penipuan melalui SMS maupun telepon ke calon korban meminta sejumlah uang dan nomor rekening bank, dengan dalih kompensasi jasa dari bantuan dana, kenaikan pangkat hingga janji beasiswa pendidikan. Selain kepala BKD, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes adalah nama yang sering dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggungjawab. ’’Jangan percaya jika ada yang mengatasnamakan saya untuk keperluan yang tidak jelas. Nama saya sering dicatut untuk aksi penipuan yang ujung-ujung duit,” kata Dr Muntoha Nasuha MPd, kepala Dinas Pendidikan Jumat (12/3). Dikatakannya, sudah puluhan orang -kebanyakan kepala sekolah- dihubungi oleh nomor 081211612xxx, 081322031xxx, dan 081322365xxx. (cw1)

PEMERINTAHAN

BREBES - Puluhan orang melalukan aksi tabur bunga dan tertawa bersama di lokasi tanah eks Pegadaian Brebes (sekarang Pujasera, Red) kemarin (12/3). Aksi simpatik ini merupakan bentuk refleksi memperingati 7 tahun pembayaran tanah eksPegadaian pada 12 Maret 2003 lalu. ’’Tujuh tahun yang lalu telah terjadi pembayaran tanah eksPegadaian, yang berujung kasus korupsi berjamaah di Kabupaten Brebes sebesar Rp 4,5 miliar,” tandas Koordinator Aksi M. Subhan. Aksi yang dimulai sekira pukul 14.00 WIB itu menjadi perhatian masyarakat sekitar dan tukang becak, hingga mereka turut serta menaburkan bunga sebagai simbol keprihatinan atas kasus korupsi pengadaan tanah yang berujung ditetapkannya Bupati Brebes Indra Kusuma sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Subhan mengatakan, pembayaran tanah oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes untuk pembebasan tanah eks Pegadaian dengan harga Rp 5 juta per meter dinilai terlalu lucu dan pantas ditertawakan. Karena, menurutnya, harga tersebut tidak rasional. Mereka kemudian melakukan aksi tertawa bersama-sama

ISMAIL FUAD/RATEG

TABUR BUNGA – Warga turut ambil bagian dalam aksi tabor bunga dan tertawa bersama di lokasi tanah eks Pegadaian Brebes yang sekarang dirikan Pujasera Jumat (12/3).

sebagai simbol kebodohan Pemkab Brebes. ’’Tanah di sini adalah tanah yang termahal di Indonesia karena per meternya seharga Rp juta. Mari kita tertawa untuk

kedunguan ini,” katanya sambil tertawa. Dengan ditahanya Indra di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta, menurut dia, patut menjadi keprihatinan

bersama. Meski demikian, lanjut Subhan, pihaknya menuntut keadilan agar KPK menangkap pula dalangnya. ’’Kita berdoa untuk kejujuran dan kebenaran,” lanjutnya.

Aksi yang berlangsung sekitar 10 menit itu diakhiri dengan pertunjukan teatrikal yang menggambarkan transaksi pembayaran tanah pegadaian Rp 4,5 miliar. (cw1)

Kisah Unik Penjual Sepeda Antik Kaligangsa di Belanda ISMAIL FUAD/RATEG

DILANTIK - Wakil Bupati Brebes Agung Widyantoro menggantikan Bupati Indra Kusuma saat melantik 585 pejabat kemarin (12/3).

585 Pejabat Dilantik BREBES - Sebanyak 585 orang terdiri dari pejabat eselon II dan kepala sekolah di lingkungan Pemkab Brebes diambil sumpah jabatan oleh Bupati Brebes Indra Kusuma melalui Wakil Bupati Agung Widyantoro di Pendopo Kabupaten Brebes Jumat (12/3). Mereka masing-masing 3 orang pejabat struktural eselon II Ir Daryono sekarang menjabat kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Sedangkan posisi Daryono sebagai Asisten III Sekda Brebes digantikan Drs Athoilah. Sementara, Ir Nono Setiawan yang semula menjadi pejabat ymt, kini telah definitif menjadi Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Brebes. Di samping itu, dilantik pula kepala SD sebanyak 559 orang, SMP 3 orang, dan SMA 3 orang. ’’Selamat memangku jabatan baru, semoga amanat yang diemban dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan disiplin yang tinggi, sehingga mampu menjadi pendukung dalam memajukan pembangunan di kabupaten Brebes,” ungkap Agung dalam sambutan. Pelantikan dan mutasi pejabat ini juga menjawab keraguan sejumlah pihak tentang kewenangan dan masa jabatan bupati Brebes paska ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta, terkait status tersangka yang disandangnya dalam dugaan kasus korupsi pengadaan tanah. (cw1)

Di Belanda Penghargaan Kemanusiaan Sangat Tinggi Mendapat menantu warga Negara Belanda membuat Jarkasih (62), pedagang sepeda antik asal Banjarnyar, dapat rasakan nikmatnya berlibur di Negeri Kincir Angin. Bagaimana pengalaman di sana? LAPORAN: ABIDIN ABROR JODOH, rejeki, dan mati memang rahasia Tuhan. Dalam hal perjodohan, Jarkasih yang seharinya berjualan sepeda antik di rumahnya di Jalan Raya Kaligangsa, Brebes, sedikitpun tidak ada impian bakal mendapatkan menantu dari Belanda. Jan Peater, pria bule tersebut

ABIDIN ABROR/RATEG

BARANG ANTIK - Penjual sepeda antik Jarkasih saat menunggu konsumen memborong sepeda antik, barang dagangannya.

telah mempersunting putri keduanya, Ritasih. Pertemuan pertama mereka terjadi saat Ritasih bekerja di salah satu

perusahaan di Jakarta. Kini Ritasih mengikuti suaminya menetap di Belanda. Hingga akhirnya Jarkasih berkesem-

patan menikmati liburan panjang di Belanja. ’’Sebuah kenyataan yang tidak saya duga-duga sebelumnya. Melihat Waduk Malahayu atau Owabong saja saya belum pernah, tapi ini harus terbang ke Belanda,’’ kisahnya penuh semangat. Tawaran berlibur dari sang anak pun disambutnya dengan suka cita. ’’Anak saya tinggalnya di Rotterdam. Kalau suami bekerjanya di Abu Dhabi. Kerjanya di kapal. Cuaca di sana sangat dingin. Saya tidak kuat. Tidak kuatnya karena dinginnya itu,” kata Jarkasih. Selama tinggal di sana, dia banyak mengunjungi kota-kota di Belanda. Termasuk berkunjung di jalanan kota yang terkenal dengan arsitektur kunonya. ’’Sangat indah,” kenang Jar-

kasih. Pengalaman menarik saat menyebrang jalan raya. Karena tanpa disangka semua kendaraan yang hendak melintas berhenti saat dia menyeberang. Selanjutnya, para pengemudi kendaraan tersebut mempersilakan pejalan kaki asal Kota Bawang ini lewat. ’’Penghargaan terhadap kemanusian orang Belanda sangatlah tinggi. Bayangkan saja, untuk menyeberang jalan saja sampai semua kendaraan itu berhenti. Kalau di sini (Brebes, Red)? Yang terjadi sebaliknya, nunggu jalanan sepi baru lewat,” tutur Jarkasih. Penghargaan ini tidak hanya untuk pejalan kaki. Dalam segala aspek kehidupan, lanjut Jarkasih, juga ada penghargaannya sama. (*)


BREBES & BUMIAYU

SABTU 13 MARET 2010

7

RADAR TEGAL

KRIMINAL

Krisis Air Bersih Landa Kaligadung

ISMAIL FUAD/RATEG

DIMALING - Pemilik counter (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan terkait aksi dua pemuda yang membobol counter handphone ini.

BUMIAYU - Sebanyak 200 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Dukuh Kaligadung, Desa Penggarutan, Kecamatan Bumiayu, kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk mendapatkan air, warga terpaksa mencari ke sebuah sumber mata air yang bernama Tuk Sidik, yang jaraknya hampir 1 kilometer lebih dari pemukiman penduduk. ’’Kondisi seperti ini tidak hanya terjadi saat musim kemarau saja, tapi juga di musim penghujan seperti sekarang ini. Kalau hujan lebat maka air di sumur keruh, sehingga terpaksa kami mencari ke sumber mataa

air,” beber Tohirin (38), warga setempat. Dikatakan Tohirin, warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih semuanya berasal dari delapan RT yang meliputi RW 03 dan RW 04. Bagi warga yang memiliki penghasilan memadai, lanjutnya, mereka dapat membeli air seharga Rp 2.000 per jarigen berisi 20 liter air. Sementara, bagi warga yang berpenghasilan pas-pasan, terpaksa harus berjalan kaki memanggul air setiap harinya. ’’Saat ini, kami benar-benar mengandalkan Tuk Sidik sebagai sumber mata air. Sebab,

sumur-sumur di rumah sudah mengering,” lanjut Tohirin. Hal senada juga disampaikan Khamidah (32), ibu rumah tangga yang setiap hari harus mengeluarkan biaya lebih untuk mendapatkan air bersih. ’’Di sini memang sulit sekali mencari sumber air. Kalau mau menggali sumur diperlukan kedalaman 20-25 meter. Itu juga belum tentu ada airnya. Sebab, saya sendiri pernah membuat sumur sampai dua kali tapi tidak keluar air,” jelas Khamidah. Dengan kondisi tersebut, warga mengharapkan adanya pembangunan sarana air bersih dengan jalan pembuatan bak

Tiga Tahun Tanpa Ada Penanganan

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

MENGBAHAYAKAN - Tebing setinggi 10 meter yang berada persis di belakang rumah warga mengancam keselamatan belasan warga dan bangunan SD.

Dampak Krisis Ekonomi Bagi Sektor Usaha Kecil

Harga Bahan Baku Melangit, Perajin Tahu dan Tempe Gigit Jari Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, dikenal sebagai salah satu desa penghasil tahu putih di wilayah Kecamatan Bumiayu. Namun, dari lima pabrik yang pernah ada, saat ini hanya tinggal dua yang mampu untuk bertahan. Mengapa? LAPORAN: TEGUH S. SALAH satu dari dua salah pabrik tahu itu adalah milik Darsono (39), warga Dukuh Krajan II. Berkurangnya perajin tahu di desa tersebut seiring dengan melonjaknya harga kedelai yang pernah terjadi sebelumnya, serta diikuti de-

TEGUH SUPRIYANTO/RATEG

BERTAHAN – Seorang pekerja saat memproduksi tahu. Saat ini harga bahan baku produksi tergolong mahal, namun mereka tetap berproduksi.

ngan naiknya harga minyak gorang dan kebutuhan pendukung lain yang digunakan dalam pembuatan tahu. ’’Dengan kondisi seperti se-

kata Khamdo (52), tokoh masyarakat Penggarutan. Kepala Desa (Kades) Penggarutan Sodik ketika dikonfirmasi membenarkan kondisi yang terjadi di desa ini. Dia mengakui, sudah sejak lama warganya mengharapkan pembangunan bak penampung di sekitar Pedukuhan Kaligadung. ’’Dengan dibangunnya bak penampung di Dukuh Kaligadung, warga tidak lagi harus berjalan jauh untuk mencari air bersih. Tuk Sidik dan Tuk Sarpin sangat memadai untuk kebutuhan air warga. Tapi, saat ini kami masih mendapat kesulitan anggaran.’’ (pri)

Tebing Sungkup Ancam Pemukiman Warga

Curi Handphone, Dihakimi Warga BREBES - Seorang pemuda babak belur dihajar massa setelah beraksi mencuri handphone dari counter Tiara Cell, Jalan Ahmad Yani, Brebes, Kamis (11/3). Pemuda yang belum diketahui identitasnya itu tertangkap tangan oleh pemilik counter saat hendak membawa lari dua unit handphone di counter dan diteriaki maling. Sontak warga yang berada di sekitar segera menghakimi maling itu beramai-ramai. Novi (19), seorang penjaga counter menuturkan, pelaku aksi pencurian dilakukan oleh dua orang pemuda yang berpura-pura hendak membeli handphone Nokia dengan type N70 dan N3500. ’’Setelah tawar menawar, dia katanya mau memeriksa. Tapi, belum dibayar malah dibawa lari kabur,” tutur Novi. Melihat gelagat yang janggal, Novi lalu meneriaki kedua pemuda tersebut hingga membuat warga yang mendengar mengejar mereka yang melarikan ke arah Pasar Induk Brebes. Banyaknya warga yang mengejar membuat kedua pemuda ini tak berkutik dan kemudian berpencar. Salah satu dari mereka tertangkap hingga kemudian dihakimi massa sampai babak belur. Sedangkan satu pelaku lainnya berhasil kabur dan selamat dari amukan massa. Beruntung, petugas dari Polres Brebes segera datang dan mengamankan pelaku dari bogem mentah massa. Pelaku digiring ke Polres Brebes beserta dengan barang bukti untuk dilakukan tindakan lebih lanjut. Salah satu petugas jaga di Polsek Brebes mengatakan, pelaku sudah dibawa oleh petugas ke Polres Brebes. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan belum diketahui identitas pelaku. (cw1)

penampung di Dukuh Kaligadung. Di Desa Penggarutan, hingga saat ini terdapat dua sumber mata air yakni Tuk Sidik dan Tuk Sarpin. Keduanya memang mampu mencukupi kebutuhan warga desa. Hanya saja, keberadaan sumber mata air tersebut belum dapat dirasakan manfaatnya secara merata oleh seluruh warga. ’’Bak penampungan memang sangat diharapkan keberadaannya oleh warga di Dukuh Kaligadung. Sebab, selama ini mereka merasa kewalahan jika harus berjalan kaki mengangkut air di lokasi yang cukup jauh,”

karang ini, untuk dapat bertahan saja sudah untung. Terlebih, sejak kenaikan harga minyak goreng yang sebelumnya pernah terjadi dan hingga

sekarang belum turun. Karena rata-rata tahu buatan daerah sini setelah dibuat langsung digoreng baru dipasarkan,” papar Darsono yang memiliki enam orang pekerja ini. Menurut Darsono,s untuk menaikan harga jual bukanlah hal yang mudah. Mengingat tahu sudah terlanjur dikenal sebagai makanan murah di tengah masyarakat. Karenanya, untuk mensiasati kondisi tersebut, Darsono memilih untuk memperkecil ukuran tahu produksinya. Darsono juga telah menjual salah satu mesin penggilingan kedelai miliknya untuk dapat bertahan dalam menjalankan roda usahanya ini. Kondisi serupa juga dialami para perajin tempe yang berada di Dukuh Bandung Indah,

Desa Bumiayu, Kecamatan Bumiayu. Tidak berbeda dengan para perajin tahu yang juga dihadapkan pada naiknya harga minyak goreng, para perajin tempe juga mengalami hal serupa. Alfiah (41), seorang perajin tempe. ’’Sebenarnya, kami sudah mensiasati dengan menggunakan kayu bakar, namun saat ini harga kayu bakar juga ikut naik. Sebelumnya harga kayu bakar Rp 50.000/kubik, tapi saat ini mencapai Rp 70.000/kubik. Ini sangat memberatkan bagi pembuat tempe. Malah ada yang sudah berhenti memproduksi tempe.’’ Darsono dan Alfiah memilih sikap bertahan. Saat ini, harga kedelai dari Kopti Rp 6.000/ kilogram. (*)

SALEM - Tebing setinggi lebih kurang 10 meter yang berada di Blok Dukuh Sungkup, Desa Wanoja, Kecamatan Salem, dalam kondisi menghawatirkan. Sejak terjadi longsor pada akhir tahun 2007 lalu, hingga ini belum mendapat penanganan maksimal. Keberadaan tebing yang berlokasi di RT 02 RW 01 Dukuh Sungup tersebut membuat kekhawatiran 17 jiwa penghuni 3 unit rumah, yang berada tepat di bawahnya. Termasuk banguan SD Wanoja 01, yang berada tepat di atasnya. Saat longsor tahun 2007 lalu, terjadi kerusakan di bagian belakang rumah milik Risyanto (39), Jenal Abidin (37), dan Suhendi (43). Meskipun tidak merenggut korban jiwa, namun musibah tersebut menyebabkan kerusakan terparah di ru-

mah Jenal. Dia terpaksa kehilangan ruangan dapur serta seluruh perlengkapannya. Saat ini, di bawah tebing dipasangi karung berisi pasir sepanjang 15 meter dengan tinggi 2 meter. Kepala Desa (Kades) Wanoja Salyo Pranoto saat dikonfrmasi mengatakan, pihaknya telah berulang kali mengajukan bantuan pembangunan talud sebagai penahan tebing yang berhadapan langsung dengan pemukman warga. ’’Sejak terjadinya bencana alam, pemerintah desa telah mengajukannya. Namun, hingga saat ini belum terlaksana.’’ Sementara, Camat Salem H Mochammad Adnan SIP mengatakan, usulan yang disampaikan pemerintah desa telah diajukan ke tingkat kabupaten. ’’Usulan telah kami sampaikan ke tingat kabupaten. Namun, merealisasikannya belum dapat memastikan, sebab berada di luar kewenangan kami.’’ (pri)

Aneka Produk PNPM Perkotaan Dipamerkan BREBES - Produk home industri dari 9 Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) PNPM Mandiri Perkotaan di Kecamatan Brebes dipamerkan melalui bazar Perencanaan Jangka Menengah Program Penanggulangan Kemiskinan (PJM Pronangkis) di Kantor Kelurahan Brebes Kamis (11/3). Produk yang dipamerkan antara lain, telur asin, konde (sanggul), aneka makanan, serta aneka pernak-pernik asesoris. Ketua Panitia Bazar Warsan SE SPd mengatakan, produk kerajinan tangan yang dipamerkan merupakan hasil dari pengembangan ekonomi

masyarakat, sebagai bagian dari program penanggulangan kemiskinan di wilayah perkotaan. Sedangkan BKM yang berpartisipasi adalah Kelurahan Brebes, Pasarbatang, Limbangan Kulon, Limbangan Wetan, Kaligangsa, Banjaranyar, Gandasuli, dan Tengki. Dengan dipamerkannya produk hasil BKM-BKM ini, dia berharap, agar mata masyarakat menjadi terbuka dan bersama-sama menanggulangi kemiskinan masyarakat. ’’Selama ini, masyarakat masih sedikit yang respek dengan program PNPM Mandiri. Padahal, niatnya mulia.’’ (cw1)


SLAWI METROPOLIS

8

SABTU 13 MARET 2010

RADAR TEGAL

Sekolah Padatkan Pelajaran Jadwal Ujian Nasional Diajukan

SLAWI Mulai Dilirik Pemerintah BATIK Pengabean yang sebelumnya sempat punah, kini sudah kembali mendapat angin segar. Pasalnya Pemkab Tegal mulai melirik hasil kerajinan khas Desa Pengabean Kecamatan Dukuhturi tersebut. Bahkan berbagai pembinaan kini mulai dilakukan, baik oleh pihak Desa maupun Kecamatan. Kepala Desa Pengabean Kecamatan Dukuhturi, Farikhi saat ditemui di rumahnya Jumat (13/ 3) kemarin menuturkan, kini pihaknya mulai melakukan pengembangan terhadap kerajinan batik di desanya. Bahkan berbagai pelatihan batik sudah mulai DOK.RATEG direncanakan. Farikhi “Ini merupakan angin segar bagi kerajinan batik khas Pengabean. Beberapa pejabat, baik ditingkat kabupaten maupun kecamatan sudah mulai melirik keberadaan kerajinan batik Pengabean,” tuturnya. Bahkan, tambah Farikhi, untuk saat ini sudah dibentuk paguyuban batik Pengabean. Diharapkan dengan adanya paguyuban tersebut, keberadaan batik Pengabean lambat laun akan kembali dikenal masyarakat. Tidak hanya itu, sejak tiga tahun yang lalu, batik Pengabean juga sudah mulai dipamerkan di tingkat kabupaten. “Hasilnya memang cukup memuaskan, dari pameran tersebut, beberapa pejabat mulai berminat untuk membeli dan mengenakan kain batik khas pengabean,” tambahnya. Bahkan beberapa waktu lalu, beberapa Pejabat di tingkat kabupaten dan kecamatan datang langsung untuk menyaksikan proses pembuatan batik Pengabean. (cw3)

AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

TANYA JAWAB – Usai melakukan salat Subuh Kapolres Tegal juga melakukan tanya jawab bersama lingkungan sekitar.

Waspada! Jika Ada Penghuni Asing Antisipasi Teroris, Giatkan Safari Subuh dan Jumat AKSI teror yang kini mulai marak di sejumlah daerah oleh jajaran Polres Tegal langsung disikapi dengan serius. Bahkan, guna meminimalisir masuknya para teroris di wilayah hukumnya, Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo juga terus menggiatkan hubungan langsung kepada masyarakat. Yakni dengan melakukan kegiatan safari Subuh dan safari Jumat yang hingga kini masih terus berlangsung. ‘’Pada ceramah kami di masjid Desa Mejasem Kramat, kami juga terus mengingatkan kepada masyarakat setempat agar selalu waspada terhadap lingkungan.

Termasuk, bila adanya tetangga baru yang asing dan tidak mau bergaul dengan masyarakat perlu dicurigai,’’ kata Wahyu Handoyo, usai melakukan safari Jumat. Menurutnya, tidak hanya keberadaan orang asing yang mencurigakan yang perlu diwaspadai oleh lingkungan. Seperti kegiatan-kegiatan yang tertutup yang dilakukan oleh sekelompok orang juga perlu dicurigai akan perkumpulan tersebut. Sebab jangan sampai, kegiatan tertutup tersebut termasuk keberadaan orang asing nantinya bisa membawa petaka. ‘’Karenanya dalam ceramah kami di masjid tersebut, kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk bisa segera melaporkan kecurigaan tersebut kepada aparat kepolisian terdekat. Sehingga, keberadaan orang asing termasuk

kegiatan tertutup tersebut bisa langsung diatasi tanpa ada tindakan anarkis,’’ jelas Kapolres Tegal. Mantan Kapolresta Magelang ini juga menambahkan sejak adanya kabar pelaku teror terus merebak, pihaknya bersama dengan jajarannya juga terus melakukan kegiatan pendekatan kepada masyarakat, termasuk melakukan operasi di jalan dan pendataan kepada lingkungan masyarakat. ‘’Tidak hanya itu, sejumlah wilayah perbatasan kami juga hingga kini sudah kami perketat keamanannya. Dan hingga kini ops gabungan empat polsek dengan sasaran pengendara asing dan mencurigakan juga masih diterapkan. Termasuk kegiatan kami, dalam safari subuh dan jumat juga masih kami lakukan,’’ pungkasnya. (gus)

Agama Melarang, Darah Tak Pernah Diperjualbelikan DARAH manusia yang dipergunakan untuk keperluan transfusi darah, dilarang keras diperjualbelikan. Pelarangan praktek jual beli darah, sangat dilarang keras baik oleh agama, negara, maupun etika sosial. Adapun biaya yang diterapkan oleh PMI saat ini, merupakan Service Cost atau Biaya Penggantian Pengolahan Darah (BP PD). Untuk besaran BPPD saat ini, mengacu pada Surat Keputusan (SK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Propvinsi Jawa Tengah nomor 468/4621/2009/5.2 tentang BPPD pada Unit Transfusi Darah (UTD) Daerah/Cabang PMI di provinsi Jawa Tengah. Total nominal BPPD yang ditentukan itu yakni sebesar Rp 250 Ribu Biaya tersebut dipungut dari pasien pemakai darah, sebagai pengganti biaya pengolahan

CMYK

darah dan menjaga kesinambungan pelayanan darah oleh Pal2ang Merah Indonesia (PMI) tanpa mencari keuntungan. Hal itu dijelaskan Kepala Markas PMI Cabang Kabupaten Tegal2, Mahmudin, saat menanggapi sejumlah keluhan dari warga terkait adanya biaya saat warga terutama pasien membutuhkan darah transfusi Menurut Mahmudin, aturan pelarangan memperjualbelikan darah diantaranya seperti yang termaktub dalam PP nomor 18 tahun 1980 Bab III pasal 3, yang isinya antara lain menjelaskan bahwa semua produk darah tidak boleh diperjualbelikan dengan dalih apapun dan darah yang diberikan harus secara suka rela. Selain itu, diatur pula dalam UU nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan, Bab V pasal 33, yang

isinya antara lain menerangkan bahwa transfusi darah sebagai upaya penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan, dilarang untuk tujuan komersial. ‘’Semua agama juga secara jelas mengharamkan segala bentuk jual beli darah, termasuk perilaku sebagai calo darah. Selain dilarang oleh agama, jual beli darah juga dilarang oleh undangundang, peraturan pemerintah, serta norma maupun nilai-nilai sosial di masyarakat,” terang Mahmudin. Sementara biaya yang dikenakan kepada pasien yang membutuhkan darah transfusi, lanjut Mahmudin, merupakan biaya pengganti pengolahan darah, yang nilainya sebesar Rp 250 Ribu. Biaya tersebut dipergunakan untuk biaya kelompok jasa, administrasi, pemeliharaan, pe-

nyusutan, dan pengembangan yang nilainya Rp 75.200. Serta untuk biaya kelompok habis pakai yang totalnya sebesar Rp 174.800, terdiri dari untuk biaya pembelian kantong darah (Rp 51.750), tes golongan darah Rh dan HB (Rp 8.625), Reagensia cross match (Rp 26.450), HBsAg (Rp 15.525), anti HCH (Rp 41.400), VDRL (Rp 10.925), HIV (15.525), dan bahan penunjang (Rp 4.600). ‘’Masyarakat hendaknya memahami, bahwa PMI tidak pernah sama sekali memperjualbelikan darah, kami hanya mengenakan biaya pengolahan darah. Peraturan pengenaan biaya pengelolaan darah ini berlaku bagi setiap pasien yang membutuhkan darah transfusi, baik menyediakan donor darah pengganti maupun tidak. Adapun besarannya, sesuai dengan yang diatur

dalam SK Dinkes Provinsi Jawa Tengah,” terang Mahmudin. Diakui Mahmudin, selama ini muncul persepsi keliru pada masyarakat awam bahwa service cost yang dikenakan kepada pasien oleh UTD PMI, disamakan dengan kegiatan jual beli darah. Padahal, service cost yang harus digantikan oleh pihak keluarga pasien sesungguhnya hanyalah pengganti jasa layanan dan hany sebagian kecil dari biaya yang diperlukan untuk komponen kegiatan pengadaan dan pengolahan darah. Komponen kegiatan pengadaan dan pengolahan darah itu diantaranya pemeriksaan darah dari berbagai penyakit menular lewat darah, pengolahan darah, pendistribusian darah, pembinaan donor, administrasi cetak, serta pemakaian bahan. (aan)

KEBIJAKAN pemerintah pusat yang memajukan jadwal pelaksanaan Ujian Nasional (UN), lebih cepat 2 bulan dari masa pembelajaran siswa, berdampak pada minimnya kesiapan para siswa dalam menghadai UN tahun 2010 mendatang. Hal tersebut juga berdampak pada perubahan pola pembelajaran yang diterapkan oleh setiap sekolah, yakni dengan lebih memadatkan waktu pembelajaran. Sejumlah metode pemadatan mata pelajaran pun ditempuh oleh masing-masing sekolah. Diantaranya dengan penerapan metode memperbanyak tugas-tugas dan memanfaatkan waktu pembelajaran untuk pembahasan materi soal-soal latihan, juga dengan menerapkan jam tambahan khusus bagi mata pelajaran UN. Hal tersebut diakui Kepala Sekolah SMAN 3 Slawi, Sussono Hadi. Menurutnya, langkah pemadatan dan pemberian jam tambahan pelajaran bagi mata pelajaran UN tersebut terpaksa dilakukan demi menyiasati minimnya waktu pembelajaran bagi siswa. ‘’Kabar pengajuan jadwal UN ini sudah lama kami terima, sejak pertengahan semester I. Sehingga kami menempuh upaya antisipasi untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi UN, dengan cara pemadatan,” ungkap Sussono Hadi. Diakui Sussono Hadi, minimnya waktu yang tersedia bagi guru untuk menyelesaikan mata pelajaran sesuai dengan standar kurikulum yang sudah ditentukan, memaksa para guru untuk mengubah pola pembelajaran. Yakni diantaranya dengan cara memperbanyak tugas-tugas rumah dan memanfaatkan waktu tatap muka untuk pembahasan. ‘’Karena bersifat pemadatan, maka waktu yang tersedia bagi para guru untuk menjelaskan mata pelajaran juga otomatis berkurang. Sehingga, metodenya pun dirubah dengan lebih meperbanyak tugas-tugas latihan di rumah, yang kemudian akan dibahas saat tatap muka,” terang Sussono Hadi. Selain upaya tersebut, lanjut Sussono Hadi, sejak pertengahan bulan Januari 2010 lalu, pihaknya juga mulai memberikan alokasi penambahan jam pelajaran khusus mata pelajaran UN. Penambahan jam pelajaran itu diberlakukan sebanyak 3 kali dalam setiap minggunya. Dalam setiap pertemuan jam tambahan, yang dilaksanakan setiap hari Selasa, Rabu dan Jum’at, pihaknya mengalokasikan tambahan untuk pembelajaran 2 mata pelajaran UN. ‘’Untuk setiap mata pelajaran UN, kami mengalokasikan waktu tambahan selama 2 jam. Selain itu, selama 10 hari menjelang pelaksanaan UN, setiap jam pelajaran reguler, khusus diisi dengan mata pelajaran UN.” Secara terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Wakhidin, menyayangkan adanya kebijakan dari pemerintah pusat yang mempercepat masa pembelajaran siswa. Kebijakan itu, dinilainya, dapat merugikan siswa peserta UN, karena minimnya waktu pembelajaran yang diterima. ‘’Memang kabar pengajuan sudah disosialisasikan sejak pertengahan semester I, berdasarkan keterangan para guru karena adanya jadwal UN ulang Namun demikian, mestinya pemerintah dapat mempertimbangkan pengeluaran kebijakan secara matang, sehingga tidak selalu mengorbankan siswa,” ujar Wakhidin. Ditambahkan Wakhidin, pihaknya berharap, ke depan pemerintah pusat dapat lebih aspiratif dalam menerapkan kebijakan, khususnya terkait jadwal pelaksanaan UN. Sehingga, kebijakan tersebut dapat dilaksanakan sepenuhnya dengan tidak merugikan salah satu pihak. ‘’Kedepan kami berharap agar pemerintah pusat dapat melakukan kajian secara komprehensif, sebelum mengeluarkan kebijakan.” (aan)


ENTERTAINMENT

SABTU 13 MARET 2010

9

RADAR TEGAL

Juwita Bahar

Disambut Annisa dengan Air Mata SUDAH dua hari ini, Juwita Bahar kabur dari rumah ayahnya, Memo Sanjaya. Ketika bertemu dengan Juwita, Anissa Bahar pun langsung berurai air mata. Hal itu terjadi ketika Juwita menggelar jumpa pers di Jl. KH. Wahid Hasyim no. 80, Jakarta, Jumat (12/3). Anissa yang datang terlambat, langsung menangis dan memeluk Juwita. “Aku kaget banget dia kabur dari rumah. Dari kemarin aku sempat syok mencari dia,” ujar Anissa. Anissa mengaku terakhir bertemu Juwita dua tahun lalu. Saat itu, mereka kebetulan mengisi sebuah acara televisi yang sama. “Kita pernah saling tukar nomor handphone tapi setelah itu nomor Juwi diganti lagi. Jadi kita lose contact,” jelasnya. Lalu bagaimana kisah pelariannya? Gadis 14 tahun itu berangkat dari rumah ayahnya menuju sekolahnya SMP Negeri 24 di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (10/3) pagi. Saat itu, ia diantar oleh supir. Begitu tiba di sekolah, pelantun ‘Goyang Gasing’ itu memilih tidak masuk sekolah. Ia memutuskan menghubungi kakaknya, Jelita Bahar. Saat itu, Juwita memutuskan kabur dari Memo.

Rabu (12/3) itu jadi puncak keberanian Juwita untuk meninggalkan Memo yang selama ini sudah beberapa kali menyakitinya secara fisik dan psikis. ”Kalau lagi benar-benar marah pernah main pukul, kata-kata kasar juga pernah keluar,” jelas dara yang pernah terkena kanker otak itu. Saat dihubungi Juwita, Jelita tentu kaget. Ia pun langsung mendatangi Juwita yang sudah menunggu di depan sekolah. Anak pertama Annisa dari pernikahannya dengan Memo itu langsung membawa sang adik ke rumahnya di kawasan Bekasi. Pada Rabu (12/3) siang, Jelita pun menghubungi pamannya, Joel Bahar. Jelita dan Juwita kemudian mendatangi Joel di kantornya di Jl. KH. Wahid Hasyim no. 80, Jakarta Pusat. Saat itu juga, Joel meminta Juwita untuk menceritakan duduk perkara yang sebenarnya. ”Dia bicara sama saya, sudah tidak kuat lagi hidup dengan papanya, minta dimediasi untuk sama ibunya,” tutur Joel saat dihubungi Jumat (12/3) malam. Perbincangannya dengan Juwita itu direkam dan divideokan oleh Joel. Juwita juga menuliskan kisahnya pada dua lembar kertas. ”Itu semua buat pegangan saya kalau kasus ini sampai masuk ke ranah hukum.” Pada Joel, sebenarnya Juwita sudah minta untuk dipertemukan dengan ibunya Annisa. Namun anak pertama dari keluarga Bahar itu memilih menundanya, menunggu sampai Juwita tenang. Kamis (11/3) malam, Joel akhirnya menelepon Annisa. Ia memberitahu kalau Juwita kabur dan kini ada bersamanya. Namun karena hari sudah cukup malam, Annisa tidak memutuskan langsung menemui Juwita. (eny/eny)

MANOHARA

Siap Ladeni Tengku Fakhry TERKAIT dengan hasil putusan Pengadilan Negeri Malaysia yang memenangkan pihak tergugat, Tengku Fakhry. Pihak Pangeran Kelantan tersebut berencana akan menuntut Manohara Odelia Pinot di Pengadilan Negeri Jakarta atas dasar putusan Pengadilan Negeri Malaysia. Namun, ketika dikonfirmasikan hal tersebut kepada pihak Manohara, manajer Manohara, Glen mengungkapkan bahwa dari dulu Fakhry yang berbicara saja dan tidak pernah ada realisasinya. “Kan ngomongnya dari dulu gitu, Fakhry mau ke Indonesia tapi nggak pernah ada,” ujar Glen saat dihubungi melalui ponselnya. Menanggapi tuntutan Fakhry di Jakarta tersebut, Manohara mengaku sudah siap meladeni mantan suaminya itu. Lebih lanjut, Glen menyebutkan, sampai saat ini pihak Manohara belum mendapat salinan tembusan dari pihak Pengadilan Malaysia dan Manohara hanya tahu dari beritanya saja. “Mano siap-siap aja karena di pihak Mano belum dapat tembusan apa-apa dari pihak Malaysia dan emang engga pernah dapat,” terang Glen. (kpl/buj/dka)

HERMAN FELANI

Penuhi Panggilan KPK AKTOR senior tanah air Herman Felani terlihat mendatangi gedung KPK Jumat (12/ 3) siang. Rupanya, Herman ditunjuk sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi yang melibatkan pihak Pemprov DKI Jakarta. Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa aktor Herman Felani sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek iklan di Pemprov DKI Jakarta. “Saya datang untuk memenuhi panggilan KPK,” kata Herman ketika tiba di Gedung KPK, Jakarta. Herman sendiri tiba di Gedung KPK sekitar pukul 11.00 WIB dengan didampingi sejumlah pengacaranya. Pria yang pernah membintangi sejumlah film itu membenarkan dirinya

diperiksa dalam kasus di Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta. Herman menegaskan, dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus itu. Alamsyah Hanafiah, pengacara Herman mengatakan, klien-

nya adalah Direktur Utama PT Global Vision, sebuah perusahaan penyalur iklan ke sejumlah stasiun televisi. “Jadi perusahaan ini cuma penyalur produk iklan, bukan rekanan proyek pembuatan iklan,” katanya. Menurut Alamsyah, proyek itu dikerjakan oleh Pemprov DKI Jakarta dan perusahaan rekanan lain. Oleh karena itu, kata Alamsyah, kliennya tidak tahu menahu tentang dugaan korupsi dalam proyek pembuatan iklan itu. Kasus itu telah menjerat mantan Kepala Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta, Journal Effendy Siahaan (JES). Dia diduga menarik bayaran 10 persen dari proyek yang bernilai Rp5,6 miliar tersebut. (ant/npy)

Eko: Saya Sudah Ingatkan Satori dari halaman 3 Hasilnya, sikap partai akan menunggu putusan pengadilan. “Sebenarnya kurang tepat kalau Pak Satori sebagai tersangka, karena sebenarnya korban. Namun sebagai warga negara, kami akan tunduk dan taat kepada aparat kepolisian yang masih melakukan proses penyidikan,” jelasnya.

Saat ditanya apakah partai akan menyiapkan pengacara, untuk kasus yang menimpa A Satori SE? Eko menegaskan, dari awal, pihaknya telah menyiapkan pengacara untuk mendampingi. Namun semua kembali pada Satori dan keluarga. Kalau diijinkan dan diminta maka pengacara partai akan mendampingi proses penyidikan, dan persidangan.

“Soal langkah BK, kami tidak akan turut campur. Bahkan kami menghargai langkah BK yang melakuan klarifikasi, verifikasi dan penyelidikan atas kasus yang menimpa Pak Satori,” tegasnya. Ketua BK DPRD Kota Tegal Drs H Darni Imadudin mengungkapkan, sesuai rencana awal, untuk proses penyelidikan, klarifikasi dan verifikasi atas kasus yang menimpa Ketua

Fraksi Partai Demokrat A Satori SE, pihaknya akan melakukan klarifikasi ke berbagai pihak, salah satunya pada minggu ini fokusnya ke DPC Partai Demokrat dan keluarga Pak Satori. “Sebenarnya klarifikasi kepada keluarga, kami lakukan kemarin karena kondisi yang ada, maka ditunda, dan klarifikasi awal kami lakukan ke DPC Partai Demokrat,” ungkap Darni. (hun)

Pesanan Tiket KA Meningkat dari halaman 3 “Kenaikan diprediksi bisa di atas 10 persen karena banyak yang menganggap hari Senin sebagai hari kejepit sehingga masyarakat mulai menggunakan jasa KA mulai Jumat hingga Minggu,” ujarnya. Sementara arus balik diperkirakan terjadi pada Selasa. Meskipun demikian, tidak ada perubahan jadual pemberangkatan ataupun kereta tambahan kare-

na kereta regular yang ada masih bisa menampung penumpang yang ada. “Pesanan tiket sudah terasa sejak beberapa hari silam dan akan mencapai puncak akhir pekan ini,” katanya. Slamet (52) mengaku sengaja memesan tiket agar bisa mendapatkan tempat duduk untuk tujuan Jakarta Gambir. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, pesanan tiket akan mengalami lonjakan saat liburan tiba

karena banyak warga yang bepergian menggunakan jasa kereta api. Untuk itu, dia membeli tiket pulang-pergi sekaligus untuk keberangkatan Sabtu pagi dan pulang pada Selasa siang. “Kalau tidak cepat, kami bisa kehabisan tempat duduk,” terangnya. Hal senada diungkapkan Nurito (44). Menurutnya, meningkatnya pesanan tiket KA saat liburan tiba bisa diantisi-

pasi dengan memesan jauhjauh hari. Apalgi penumpang bisa memanfaatkan sistem online yang memudahkan pembelian sesuai tujuan dan jadual keberangkatan. Kali ini, dia memesan tiket KA Sindoro yang berangkat Sabtu pagi untuk tujuan Jakarta. “Sekarang saja kursi sudah banyak dipesan, jika membeli saat jadual keberangkatan, kami bisa tidak kebagian,” tukasnya. (gun)

Kondisi Hutan Kota Tegal Tak Terawat dan ... dari halaman 3 Ke depan, agar hutan kota bisa lebih diperhatikan, dan mendapat porsi yang cukup sebagai sarana mengurangi polusi udara dan menambah kadar air tanah serta menambah keindahan kota, Pemkot harus menyiapkan draf Raperda untuk bisa diterapkan menjadi Perda. Keberadaan hutan kota tersebut sangat perlu. Apalagi kemampuan hutan dalam menyerap gas, akibat luasan hutan yang kian kecil, perlu dibangun hutan kota untuk membantu mengatasi penurunan fungsi hutan tersebut. Pembuatan hutan kota harus disesuaikan kondisi. Kalau dibangun pada areal pemukiman dengan tujuan utama untuk pengelolaan lingkungan pemukiman, maka yang harus dibangun adalah hutan kota dengan tipe pemukiman. Hutan kota tipe ini lebih dititikberatkan kepada keindahan, penyejukan, penyediaan habitat satwa, khususnya burung, dan tempat bermain dan bersantai. Kalau kawasan industri yang memiliki kebisingan tinggi dan udaranya tercemar, maka harus dibangun hutan kota dengan tipe kawasan industri yang berfungsi sebagai penyerap pencemar, tempat istirahat bagi pekerja, tempat parkir kendaraan dan keindahan. Sementara bagi kota yang memiliki kuantitas air tanah yang sedikit dan atau terancam masalah intrusi air laut, maka fungsi hutan yang harus diper-

hatikan adalah sebagai penyerap, penyimpan dan pemasok air, maka hutan yang cocok adalah hutan lindung di daerah tangkapan airnya. Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejatera (PKS) DPRD Kota Tegal Rofii Ali mengatakan, memperbanyak ruang terbuka hijau dan hutan kota merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan Pemkot untuk menunjang program Tegal Sehat 2010. Hutan kota akan membantu mengurangi polusi udara dan menambah kadar air tanah serta menambah keindahan kota. Mengingat pentingnya hal tersebut, lanjut Rofi’i, Pemkot harus mengoptimalkan lahanlahan terbuka yang ada di Kota Tegal untuk hutan kota. Karena itu, perlu Perda tentang ruang terbuka hijau dan hutan kota. Sehingga keberadaannya memiliki dasar hukum, dan harus dilaksanakan Pemkot, dinas terkait dan elemen masyarakat wajib menjaga keberadaannya. “Kami yakin, dengan adanya Perda, luasan hutan kota bisa disesuaikan kebutuhan. Dan yang terpenting keberadaanya akan terawat dan tidak kumuh, seperti hutan kota yang ada di kawasan Jalingkut. Dengan adanya Perda secara otomatis ruang terbuka tidak bisa dijadikan tempat jualan, tempat mangkal para gelandangan, dan jadi tempat jemuran baju,” kata Rofi’i. Selain itu, menurut Rofi’i Pemkot juga perlu meningkatkan program sanitasi masyarakat baik kualitas maupun kuan-

titasnya. Hal itu perlu ditekankan karena air sungai dan air tanah di Kota Tegal sudah tercemar bakteri colly akibat pembuatan septitank yang tidak benar. Karena itu, instansi terkait harus melakukan tindakan tegas. “Kami juga menekankan agar masyarakat meningkatkan kesadaran untuk tidak membuang sampah di saluran air termasuk sungai. Untuk itu, juga perlu dibuat Perda tentang pengaturan larangan pembuangan sampah ke sungai dan saluran air,” tuturnya. Sekretaris Fraksi PKB DPRD Kota Tegal Heri Budiaman mengungkapkan, sesuai amanah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 63 Tahun 2002 pasal 8 ayat 3, prosentase luas hutan kota paling sedikit 20 persen dari wilayah perkotaan dan atau disesuaikan dengan kondisi setempat. Kalau melihat PP tersebut, maka kondisi dan luasan hutan kota di Kota Tegal sangat tidak layak. Karena itu, pihaknya minta ke depan Pemkot untuk memikirkan pembangunan hutan kota agar bisa melaksanakan amanah PP tersebut. Belum lagi masalah perawatan hutan kota, yang terkesan tak ada perhatian sama sekali. Hal ini harus jadi perhatian serius dinas terkait agar keberadaan hutan kota yang sangat sempit di kawasan Jalingkut benar-benar sesuai dengan standar. Bukan untuk jadi tempat mangkal truk atau jemuran baju, tapi lebih dijadikan RTH untuk

menekan pencemaran polusi di Kota Tegal. “Selain sebagai aspek penting dalam ruang terbuka hijau, kami rasa hutan kota bisa menjadi salah satu sarana untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Karena hutan kota bisa dijadikan pusat pelestarian keanekaragaman hayati, dan yang terpenting RTH mampu menciptakan iklim mikro guna menjaga kesimbangan ekosistem. Hutan kota, juga digunakan menjadi pusat pendidikan berbasis lingkungan yang lestari serta sarana berekreasi,” ungkap Heri. Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Tegal Sugeng Suwaryo SSos membenarkan kalau luasan hutan kota di Kota Tegal masih minim, dan belum memenuhi amanah PP nomor 63 tahun 2002. Namun untuk menekan polusi udara, serta pemanasan global yang sangat dirasakan masyarakat Kota Tegal, pihaknya membuat program satu orang satu pohon. “Ini berlaku pada semua masyarakat, perusahaan yang ada. Sehingga penghijauan di Kota Tegal ke depan bisa maksimal,” cetusnya. Selain penghijauan, tambah dia, ke depan pihaknya juga memiliki inisiatif penambahan lahan hutan kota. Dengan cara, memanfaatkan lahan milik Pemkot yang tidak produktif untuk hutan kota. Sehingga luasan hutan kota bisa sesuai dengan PP, yakni paling sedikit 20 persen dari wilayah yang ada. (m saekhun)

Status Tanah Harus Jelas dari halaman 3 “Karena sifatnya sudah cukup mendesak, kami minta masalah ini harus secepatnya dicarikan solusinya. Sehingga protes yang dilakukan para pedagang tidak terus berlanjut, karena itu sangat merugikan pedagang dan Pemkot sendiri,” ujarnya lebih lanjut. Menurut Hendria, agar bisa dilakukan penataan secepatnya, pihaknya menghimbau ke-

pada para pedagang yang kembali ke pasar lama untuk kembali ke lokasi pasar yang baru. Sebab, tidak mungkin ada dua pasar. Apalagi secara resmi pasar lama sudah direlokasi. Bahkan dalam proses relokasi, sampai pada penempatan baru tidak ada protes dari pedagang. “Kami rasa pedagang juga harus menyadari. Kalau saat ini sepi mungkin karena lokasi pasar baru, sehingga harus sabar dan bertahap,” tuturnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Tegal Joko Triatmojo mengungkapkan, pihaknya akan melakukan negosiasi dengan pemiliki tanah, sehingga nantinya usulan para pedagang ini bisa segera terealisasi. “Kami akan terus berupaya agar pembangunan pintu belakang dan akses jalan keluar masuk bisa cepat terealisasikan,” ungkapnya. (hun)

Pemeriksaan Video Kekerasan ... dari halaman 3 baru ada sekitar 5 siswa yang berhasil digali keterangannya oleh tim penyidik dan sisanya masih berada di Kepulauan Bawen untuk mengikuti PKL. Kapolresta AKBP Drs Ahmad Husni didampingi KBO Reskrim Iptu Heriyanto SH menyatakan, pemeriksaan akan dilakukan secara tuntas dengan meminta keterangan dari kedua belah pihak, baik yang menjadi korban maupun yang melakukan aksi kekerasan. “Masih banyak yang belum kita periksa, karena sebagian telah mengikuti agenda sekolah.

Kami tidak bisa menyimpulkan terlalu dini sebelum melakukan pemeriksaan secara menyeluruh,” ujarnya. Dia juga menyatakan usai tahap pemeriksaan rampung, baru bisa ditindaklanjuti dengan upaya penyidikan. Dari hasil pemeriksaan sementara terkuak aksi kekerasan siswa kelas XII kepada adik kelasnya itu dilakukan pada tanggal 2 November 2009 pada pukul 11.30 WIB. Para siswa kelas XII sempat berdalih aksi itu dilakukan tidak secara sungguh-sungguh hanya sandiwara belaka sebagai kenang-kenangan kelulusan. Namun alasan ini

dinilai kurang masuk akal, mengingat ada beberapa korban yang sempat mengalami trauma akibat insiden tersebut. Kelima korban yang sempat dimintai keterangan oleh tim penyidik tercatat Rido, Subur, M Ibrahin, Suwono, dan Muhajirin yang kesemuanya masih duduk dibangku kelas XI. “Menurut keterangan sementara, aksi ini dilakukan kakak kelas terhadap adik kelas sebagai bentuk upaya pembinaan. Namun hal ini akan kita dalami. Tidak dibenarkan melakukan pembinaan dengan cara kekerasan di dunia pendidikan,” ujarnya. (her)

Berpijak pada Lima Kesaktian dari halaman 3 “Memasuki era yang serba kompetitif diperlukan daya saing yang tinggi. Paradigma baru Perguruan Tinggi untuk mencapai kualitas pengelolaannya diarahkan untuk memperhatikan peran dan fungsi otonomi, akuntabilitas, akreditasi, evaluasi, dan peningkatan kualitas akademik yang berkelanjutan,” ujarnya. Dia mengakui institusi yang dipimpinnya dari tahun ketahun telah mampu menunjukkan jati diri sebagai sebuah lembaga yang independen dan kritis. “Dengan status terakreditasi dan laporan Evaluasi Program Studi Berbasis Evaluasi Dini ( EPSBED) pada program studi, menunjukkan, Universitas Pancasakti secara kelembagaan telah berupaya melaksanakan persyaratan penyelenggaraan suatu lembaga pendidikan tinggi. Hal ini diindikasikan bahwa UPS tergolong PTS sehat oleh Kopertis VI Jawa Tengah,” tegasnya. Berpijak dari kebijakan rektor ‘Sentralisasi administrasi di tingkat universitas dan desentralisasi akademik di tingkat fakultas’, maka optimalisasi seluruh potensi setiap unit dalam

sistem kelembagaan secara terpadu akan sangat mendukung ketercapaian visi UPS, yakni terwujudkan universitas yang unggul dan terdepan dalam penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi. “Lima kesaktian (Pancasakti) universitas tetap menjadi pijakan kami. Kesaktian itu adalah sehat, kreatif, inovatif, mandiri, dan adaptif. Insyaallah akan memicu peningkatan civitas akademika UPS khususnya, dan seluruh pengguna pada umumnya,” ujarnya. Pada hari ini, Universitas Pancasakti mewisuda 339 orang, yang terdiri dari 335 wisudawan Program Sarjana dan 4 wisudawan Program Diploma III. Jumlah tersebut terinci Fa-

kultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebanyak 151 orang, Fakultas Perikanan 10 orang, Fakultas Ekonomi 41 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 43 orang, Fakultas Hukum 77 orang, dan Fakultas Teknologi Industri 17 orang. Dengan demikian, sampai hari ini tercatat Univeristas Pancasakti telah meluluskan 10.541 orang Sarjana Strata Satu dan 603 orang Ahli Madya. “Kami berharap dengan bekal kemampuan akademik dan profesi, para wisudawan segera mampu bertindak sebagai inovator pembangunan yang kreatif, mandiri, adaptif dengan penuh tangung jawab di tengahtengah kehidupan masyarakat,” terangnya. (her)


CMYK

10

SABTU, 13 MARET 2010

RADAR TEGAL

PROFIL

ADENIUM, Makin Segar di Musim Hujan LAELA NURCHAYATI/RATEG

NOVAN

Koleksi Ratusan Adenium KEINDAHAN dan kecantikan bungan tak hanya dikagumi kaum hawa saja. Banyak pria yang juga mengoleksi tanaman hias, adenium misalnya. Hal ini diakui Novan, kolektor adenium yang saat ini punya ratusan koleksi dari berbagai jenis tanaman asal gurun ini. Bahkan, kecintaannya akan bunga yang lebih dikenal dengan kamboja jepang ini mengalahkan studinya sebagai mahasiswa Fakultas hukum di Universitas Janabadra Yogyakarta. ‘’Dulu pulang kuliah bukannya bawa ijasah malah bawa bunga,’’ kenangnya. Diakui Novan, awalnya hanya tahu kamboja yang ada di pemakaman saja. Demikian halnya dengan kamboja jepang yang tak lain adalah adenium. Namun sejak temannya membawa adenium jenis eye storm, Novan mulai berubah pikiran. Karyawan di salah satu hotel berbintang 3 ini semakin tertarik dengan kecantikan bunga dan bentuk batang serta bonggolnya. Akhirnya, dia mulai mengoleksi dengan membeli 10 tanaman adenium sekaligus saat ada pameran bunga di Kota Tegal sekitar tahun 2000. Ternyata modal cinta dan tertarik pada tanaman hias tidaklah cukup. Minimnya pengetahuan cara merawat tanaman ini

membuat sebagian adenium yang dibelinya mati. ‘’Ada yang mati, ada juga yang berbunga tapi hanya lokal tidak sesuai dengan yang diharapkan,’’ ungkap Novan. Namun hal itu tidak menjadi penghalang Novan untuk memiliki adenium yang cantik dan sehat. Dengan menimba ilmu pada teman dan buku serta internet, Novan mulai berupaya merawat dan mengembangkan tanaman hias ini. Ternyata untuk mendapatkan adenium yang indah, harus di grafting dulu. Seni mempercantik adenium ini semakin dikuasainya hingga saat ini telah memiliki ratusan koleksi yang indah-indah. Bahkan dirinya berkeinginan untuk mengikuti kontes adenium di Solo yang rencananya dilaksanakan tanggal 25 Maret 2010 mendatang. ‘’Kebetulan ada satu tanaman yang cukup diandalkan, tapi belum tahu juga pasti atau tidak,’’ tambahnya. Sebab, pekerjaan di sini tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Selain menyalurkan hobi, kecintaannya akan adenium ini ternyata bisa dijadikan ajang usaha. Yaitu dengan jual beli tanaman hias, atau sekedar jasa grafting bagi pehobi yang tidak menguasainya. ‘’Lumayan buat tambahan pemasukan,’’ pungkasnya. (ela)

INTENSITAS hujan yang tinggi akhir-akhir ini tidak hanya diwaspadai manusia saja karena renta menimbulkan penyakit. Hujan yang kerap mengguyur beberapa hari terakhir juga sedikit mengancam kecantikan dan kesehatan tanaman hias kita. Salah satunya adalah adenium. Sebab, kandungan asam yang tinggi pada air hujan bisa menyebabkan tanaman asal gurun pasir tersebut rontok, daun menguning dan batang layu. Kemungkinan hal ini ini dikarenakan pembusukan akar hingga bonggol karena banyaknya pasokan air yang masuk dan menggenang. ‘’Bila media tanam basah dan terlalu banyak menyimpan air yang berlebihan, kemungkinan tanaman akan menjadi busuk,’’ ungkap Wawan. Pemilik Banyu Biru Flower di Jalan Tentara Pelajar ini menjelaskan, bila terjadi pembusukan pada akar sampai bonggol harus segera dilakukan tindakan. Sehingga tidak akan menyebar ke semua bagian tanaman hingga akhirnya mati. “Tak heran dengan datangnya musim hujan berarti menambah pekerjaan kita. Di antaranya dengan sering mengontrol tanaman, apabila ada yang busuk langsung dipotong. Atau dengan membersihkan dan mengoleskan fungisida pada bagian bonggol yang busuk,” ujarnya. Apabila pembusukan akar hingga bonggol sudah cukup parah, tidak usah panik dan langsung membuangnya. Masih ada cara penyelamatan sehingga tanaman kesayangan kita ini akan tetap menghiasi halaman rumah kita. ‘’Pertama cabut adenium dari potnya, lalu bersihkan dari tanah atau media yang menempel dengan dicuci pada air yang mengalir,’’ jelasnya. Selanjutnya, bonggol yang membusuk dipotong hingga habis semua bagian yang busuk. Biasanya bonggol busuk ditandai dengan berair lebih banyak serta warna kusam hingga hitam. Setelah dipotong, bila ada celup larutan fungisida

LAELA NURCHAYATI/RATEG

TERBATAS - Penyiraman pada adenium harus dibatasi karena dapat menyebabkan kebusukan pada akar apabila kandungan air terlalu berlebih, bisa dilakukan langsung di media tanam atau disemprot.

dan dikeringkan dengan cara digantung serta terkena sinar matahari penuh selama 2 hingga 4 hari hingga bekas sayatan menjadi kering dan mengeras. Apabila sudah kering dan mengeras serta tidak mengeluarkan air lagi, lanjut Wawan, tanam kembali pada media kering sampai 2 hari di tempat teduh. Dan setelah 2 hingga 4 hari, siram media tanam dengan air secukupnya. ‘’Sementara ditempatkan di tempat yang terkena sinar matahari secara tidak langsung,’’

CMYK

Membuat Adenium Rajin Berbunga

LAELA NURCHAYATI/RATEG

pembesarannya. Pemupukan juga penting saat memperbesar bonggol adenium. Yaitu dengan menggunakan urea, namun dosisnya juga harus dibatasi karena apabila terlalu banyak akan menyebabkan tanaman mati. Pembesaran bonggol ini sebaiknya dilakukan pada tanaman adenium yang sehat. Selain sehat, syarat lain adalah pertumbuhan tanaman harus bagus. Itu ditandai dengan adanya guratan di sekitar bonggol yang menandakan pertumbuhannya cepat. Supaya penampilan terlihat cantik dan unik, gunakan bonggol sehat dan bercabang banyak. Tidak ada syarat khusus untuk ukuran tanaman. Baik kecil bisa dipermak menjadi

besar. Jika digunakan bonggol bercabang banyak, ketika besar sosok tanaman akan terlihat eksklusif. Setelah tamanan adenium tersedia dan siap dilakukan pemolesan dengan mencabut tanaman dari pot perlahan-lahan dengan cara menggoyang-goyangkan agar bonggol dan akar merenggang. Tujuannya agar akar tidak putus. Kalau perlu dilakukan perendaman menggunakan air melalui selang air dimasukan ke dalam media, sehingga tanah gembur. ‘’Perlahan tanaman di angkat dan akar tetap utuh,’’ kata Agus. Selanjutnya, tanaman letakkan tanaman di atas kertas atau talenan dan potong tanaman tepat di bagian yang paling besar dari bonggol. Lakukan

Bila tunas-tunas baru telah muncul, berarti tanaman telah siap untuk ditempatkan kembali pada area yang bisa langsung terkena sinar matahari penuh. Wawan menambahkan, pembusukan akar ini bisa dicegah. Di antaranya dengan menabur media dengan kapur pertanian (dolomit) untuk mengurangi keasaman PH tanah. Sebab, air hujan mengandung asam yang cukup tinggi. Selain itu periksa lubang drainase pot, pastikan sisa air bisa cepat terbuang habis setelah disiram atau

TIPS

Memperbesar Bonggol Adenium SELAIN dari bunga dan batangnya, keindahan adenium juga terlihat dari bonggolnya. Selain secara alamiah, bentuk dan ukuran bonggol tanaman cantik ini juga bisa kita ciptakan sesuai keinginan kita. Namun yang pastinya tidak melenceng jauh dari bentuk aslinya. Layaknya manusia, adenium dalam berkembangbiaknya tergantung dari gen indukan. Kelangkaan bonggol bagus membuat beberapa penggemar bereksperimen merancang bonggol sejak tanaman masih berumur muda. Bonggol muda berukuran 4 sampai 5 cm sudah dapat dibentuk. Dari sisa umbi masih bisa tumbuh akar, bahkan bentuknya lebih rapi karena akar muncul serempak dari pinggir bonggol yang menganga. Memaksa bonggol untuk tumbuh besar memang relatif sulit. Salah potong dan penanganan tidak tepat membuat tanaman merana dan mati. ‘’Kalau belum mengekspos akar, bisa ditanam di pot yang besar,’’ ungkap Agus, pemilik Jembrong nursery. Penggunaan pot ini lebih disarankan untuk membatasi pergerakan akar tanaman. Sebab, jika dipindah ke tanah pekarangan dikhawatirkan akan menjalar kemana-mana. Sehingga hasilnya tidak bagus. Kalaupun dilakukan di tanah biasa, diberi pembatas bata untuk membatasi ruang geraknya. Kendati lebih cepat pembesaran akarnya, namun beresiko terjadi pembusukan akar. Hal ini dikarenakan banyaknya cacing pada tanah serta penyakit atau hama lain yang bisa menyerang. Dengan media pot besar ini, setidaknya diperlukan waktu satu tahun untuk pembesaran bonggol. Sementara jika sudah diekspos atau diangkat, lebih sulit dan lama lagi. Karena akar yang sudah terkena angin, setidaknya membutuhkan waktu hingga 4 sampai 5 tahun untuk

kata Wawan. Setelah tanaman ditanam kembali jangan bingung bila adenium akan rontok daunnya. Bahkan kadang hampir seluruh daun akan menguning dan rontok. Tak jarang juga tanaman tersebut akan muncul bunga pada ujung batang. Hal ini sudah biasa, sebab penyiraman hanya bersifat memancing metabolisme. Pada waktu itu tanaman dalam masa masa penyesuaian dan pemulihan. ‘’Jadi jangan berlebihan air,’’ tegasnya.

setelah hujan, tambahkan lubang pot bila perlu. Kocor dan semprot secara berkala 1 sampai 2 bulan sekali dengan insektisida, fungisida, dan bakterisida secara bergilir. “Bisa menggunakan dosis minimal kalau tidak ada serangan hama dan penyakit cair. Yaitu sekitar 1 cc per liter air atau jika mengunakan bubuk sekitar 1 gr per liter air,” ungkapnya. Cacing sebagai penggembur tanah yang biasanya muncul saat musim hujan justru menjadi musuh bagi adenium. Keberadaan hewan melata tersebut bisa dicegah dengan menaburkan furadan pada media tanam. Untuk pupuk seperti biasanya. ‘’Yang terpenting adalah penyiangan dan pengamatan,’’ ungkap Wawan. Sebab, semakin cepat diketahui semakin tanggap pula pengobatannya. Menurutnya, secara umum merawat adenium terbilang mudah. Jika media tanam adalah poros, cukup dengan penyiraman dan pemupukan saja. Itupun tidak dilakukan setiap hari. Penyiraman setidaknya dua kali dalam seminggu, yang terpenting media tanam basah. Sedangkan pemupukan jangan terlalu banyak karena ini justru akan mematikan adenium itu sendiri. Adenium merupakan tanaman sukulen yang berumur panjang. Tanaman ini berasal dari daerah tropis, meski ditemukan di gurun pasir. Terlebih lagi telah terjadi domestikasi sehingga hanya anakan yang tahan terhadap air-lah yang mampu bertahan dalam kondisi yang basah. Anakan tersebut lebih tidak senang terhadap kekeringan daripada yang ada di alam. Adenium akan mati saat terjadi kombinasi dari keadaan dingin dan basah ataupun dengan terlalu banyak menyiram pada media yang lengket dan drainase-nya tidak bagus. Dari jenisnya sendiri, banyak macam adenium. Di antaranya jenis arabicum dan obesum. Masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. ‘’Untuk Arabicum bonggolnya melebar dan membesar,’’ ungkap Wawan. (laela nurchayati)

perlahan-lahan supaya bonggol tidak retak. Setelah itu celupkan batang yang sudah dipotong ke dalam larutan fungisida selama 6 sampai 10 menit. Selanjutnya angkat dan keringkan di tempat teduh selama 30 sampai 60 menit. Olesi dengan zat perangang akar, rooton F atau atonik untuk memacu pertumbuhan akar. Supaya bekas potongan seteril, olesi luka dengan bawang putih. ‘’Bawang putih bukan untuk memacu pertumbuhan, tetapi mensterilkan luka,’’ tambahnya. Lalu kering-anginkan di tempat teduh selama 5 sampai 10 menit dan tanam kembali serta simpan ditempat teduh. ‘’Tinggal menunggu saja sampai besar sendiri,’’ pungkasnya. (ela)

BENTUK adenium memang unik. Apalagi jika berbunga, cantik sekali. Kini banyak silangan adenium yang menampilkan bunga dengan bermacam warna. Tapi sayangnya jika sekali berbunga, ditunggutunggu yang selanjutnya lama baru kembali berbunga. Padahal, adenium bisa dibuat berbunga sepanjang waktu. Berikut ini tipsnya agar tanaman asal gurun pasir itu rajin berbunga. Menurut Wawan dari Banyu Biru Flower, kuncinya adalah pemangkasan. Batang adenium yang tumbuh memanjang akan memberi kesan berantakan. Pemangkasan batang utama bisa dilakukan sesuai dengan keinginan kita. “Kalau mau yang bentuknya tinggi maka batang yang dipotong juga agak tinggi pula,” kata dia. Selain batang utama, pemangkasan cabang juga dilakukan. Tujuannya agar tampil rimbun. Pemangkasan cabang tersebut, juga bisa memutus siklus hidup hama dan penyakit, serta kunci utama untuk membungakan adenium secara serempak di tiap cabangnya. “Pe m a n g k a s a n i t u a k a n m e n g hasilkan tunas-tunas baru di tiap cabang yang dipangkas,” terangnya. Dari tunas baru inilah, nanti bakal keluar bunga. Tapi yang harus diperhatikan sebelum melakukan penggundulan, lanjutnya, pastikan tanaman itu sehat dan media tanamnya subur. Pemberian pupuk slow release atau NPK sebaiknya dua minggu sebelum ”eksekusi” itu. Wawan menambahkan yang jarang diperhatikan oleh pehobi adalah kesterilan alat pemotong. Gunting atau pisau yang dipakai sering kali kotor. Peralatan yang tidak steril seringkali menyebabkan kegagalan. Se-

LAELA NURCHAYATI/RATEG

bab bekas irisannya menjadi busuk yang bisa merembet ke bagian lain. Akibatnya, harapan untuk memperoleh adenium yang indah, sirna karena kecerobohan. Sebaiknya pemangkasan di-

lakukan di pagi hari agar bekas potongan bisa cepat kering. Tidak disarankan penggundulan itu dilakukan di musim hujan, sebab batang yang baru terpotong bila terkena air akan membusuk. (ela)


CMYK

SABTU, 13 MARET 2010

OLAHRAGA RADAR TEGAL

11

REBUT LAGI LONDON - Chelsea merelakan puncak klasemen Premier League direbut Manchester United pekan lalu (6/3). Garagaranya Chelsea harus melakoni perempat final Piala FA lawan Stoke City (7/ 3). Nah, Chelsea punya kesempatan mendaki puncak lagi asalkan memenangi derby London kontra West Ham United di Stamford Bridge malam nanti (siaran langsung ESPN pukul 21.55 WIB). Saat ini, Chelsea tertinggal dua poin dari United (61-63), tapi memainkan satu laga lebih sedikit (28-29) dibandingkan rivalnya itu. Berarti, tiga poin atas West Ham bakal mengembalikan klub berjuluk The Blues itu di atas United. Mampukah Chelsea “ Di atas kertas, Chelsea semestinya mampu kendati dalam pertemuan pertama di kandang West Ham hanya bermain imbang 1-1. Itu karena skuad Carlo Ancelotti sangat butuh kemenangan tidak sekadar demi memuncaki klasemen liga. Chelsea sekaligus butuh modal bagus saat menjamu Inter Milan di second leg babak 16 besar Liga Champions (16/3). Chelsea yang kalah 1-2 di Giuseppe Meazza di pertemuan pertama (24/2), harus menang dengan margin dua gol untuk melangkah ke babak berikutnya. “Dua laga ke depan kami sangat penting dan berkaitan erat,” kata John Terry, kapten sekaligus defender Chelsea, kepada Sky Sports. “Jika kami meraih hasil positif lawan West Ham, kami memiliki kepercayaan diri tinggi menghadapi Inter. Liga (Premier League) dan Liga Champions beserta Piala FA merupakan tiga ajang yang menjadi target gelar Chelsea,” tambah Terry yang menyumbang satu gol saat Chelsea menang 2-0 atas Stoke. Chelsea masih belum diperkuat Petr Cech di bawah mistar karena masih bergelut dengan cedera betis. Alhasil, Henrique Hilario bakal kembali dipercaya. Sedangkan pengganti Ashley Cole di sektor bek kiri bakal sengit diperebutkan antara Florent Malouda, Paulo Ferreira, hingga Yuri Zhirkov yang mulai pulih dari cedera betis. Persaingan ketat terjadi pula untuk partner Terry di jantung pertahanan. Ricardo Carvalho yang biasanya menjadi pilihan utama mendapat saingan berat dari Alex. “Penampilan Alex luar biasa saat kami mengalahkan Stoke. Saya kira pelatih akan sulit memilih antara Ri ccy (sapaan akrab Carvalho) dan Alex,” tutur Terry. Ba g a i m a n a r e s pons West Ham? Gelandang Valon Behrami me-

ngatakan timnya kini menghadapi masalah mental. Yakni setelah The Hammers (sebutan West Ham) kalah 1-2 dari Bolton Wanderers di kandang sendiri pekan lalu (6/3). Kekalahan itu merupakan yang pertama dalam lima home terakhir. “Ketika Anda mengalami kesalahan teknis, Anda masih bisa memperbaikinya asalkan terus berusaha keras. Tapi, sebuah masalah besar apabila itu menyangkut mental. Itulah yang tengah kami atasi,” kata bintang Swiss itu kepada The Evening Standard. West Ham sejauh ini belum aman dari jerat degradasi. Tim asuhan Gianfranco Zola itu dua tingkat dari zona merah plus selisih hanya tiga poin. “Waktu tersisa bagi kami tetap bertahan di Premier League semakin menipis. Kami tahu kami harus mengubah situasi yang tidak bagus saat ini dengan setiap pemain terus mengerahkan kemampuan seratus persen di setiap laga. Apabila ada satu pemain hanya memberikan 80 persen, kami tidak akan meraih kemenangan,” papar Behrami. (dns/zul/jpnn)

GETTY IMAGES

TERBAIK – Sukses membawa pantai gading ke level dunia, menjadikan nilai lebih Didier Drogba.

Drogba Terbaik Afrika 2010

PERKIRAAN PEMAIN:

AKRA - Didier Drogba gagal mengantarkan Pantai Gading meraih juara Piala Afrika 2010 dua bulan lalu. Tapi, itu tidak menghalangi penahbisan Drogba sebagai pemain terbaik Afrika 2009 di Akra, Ghana, kemarin (12/3). Gelar itu menjadi kado ultah Drogba yang genap 32 tahun sehari sebelumnya. Seperti diumumkan CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika), Drogba menjadi yang terbaik setelah meraup 92 poin. Bomber Chelsea itu mengungguli striker Kamerun dan Inter Milan Samuel Eto’o yang hanya meraup 69 poin. Rekan setim Drogba di Chelsea sekaligus bintang Ghana Michael Essien berada di peringkat ketiga (43 poin). Gelar pemain terbaik Afrika sudah dua kali diterima Drogba. Sebelumnya diraih Drogba pada 2006. Kala itu, dia juga mengungguli Eto?o dan Essien. ?Drogba terpilih karena peran besarnya meloloskan Pantai Gading ke Piala Dunia 2010,? demikian sebagaimana dilansir CAF di situs resmi mereka. “Dia juga mencetak lima gol dan membuat timnya tak terkalahkan sepanjang kualifikasi,” tambah CAF. Penghargaan pemain terbaik Afrika yang sebenarnya dipilih setiap pelatih tim nasional negara-negara Afrika. Namun, pilihan akhir tetap diberikan kepada CAF sebagai penyelenggara sejak 1994. Sebelumnya atau sejak 1970, penghargaan masih diotaki majalah Prancis France Football. Dalam kesempatan terpisah, Drogba tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya terpilih sebagai pemain terbaik Afrika. “Saya masih memiliki gairah terus mengejar medali. Saya ingin terus mencetak gol selama tidak diganggu cedera,” tuturnya di situs resmi Chelsea. “Sekalipun kini 32 tahun, saya merasa seperti anak kecil ketika berada di lapangan. Jadi, kadang Carlo Ancelotti harus menarik saya keluar,” tambahnya. (dns/zul/jpnn)

CHELSEA (4-3-3): 40-Hilario (g); 2-Ivanovic, 26-Terry?, 33-Alex, 15-Malouda; 13-Ballack, 12Mikel, 8-Lampard; 21-Kalou, 11-Drogba, 39-Anelka PELATIH: CARLO ANCELOTTI

WEST HAM (4-4-2): 1-Green (g); 20-Faubert, 15-Upson, 30Tomkins, 18-Spector; 21-Behrami, 14Kovac, 8-Parker, 32-Diamanti; 10Franco, 12-Cole PELATIH: GIANFRANCO ZOLA

IKON DERBY Frank Lampard (kiri) selalu menjadi ikon penting derby London saat Chelsea menghadapi West Ham.

Benitez versus Big Sam

GETTY IMAGES

DISOROT – Gaya kepemimpinan Rafael Benitez (kanan) mulai disorot, lntaran performa labil Liverpool.

CMYK

PELATIH Liverpool Rafael Benitez punya musuh baru. Disaat Liverpool takluk dari Lille di Prancis kemarin, dirinya menuai “serangan” di dalam negeri. Serangan itu dilancarkan pelatih Blackburn Rovers Sam Allardyce atau yang akrab disapa Big Sam. Big Sam rupanya menyimpan amarah terkait pernyataan Benitez saat Liverpool mengalahkan Blackburn 2-1 di ajang Premier League dua pekan lalu (28/2). Dalam laga di Anfield itu, Benitez mengritik Blackburn sengaja memeragakan permainan kasar. Big Sam sebagai juru strategi Blackburn tentu saja menjadi sasaran utama kritik. “Sudah bertahun-tahun dia menyerang saya. Itu sebabnya saya tidak duka kepadanya dan rasa tidak suka itu sepertinya saling berbalas,” kata Big Sam

dengan nada dongkol sebagaimana dilansir Daily Telegraph. Big Sam pun siap melakoni permusuhan abadi dengan Benitez apabila pelatih berkebangsaan Spanyol itu mengcounter pernyataannya. “Saya tidak berniat mengkritiknya secara personal. Perseteruan dengannya merupakan bagian dari sepak bola. Tapi, perseteruan bakal terus berlangsung sampai salah satu dari kami tidak lagi menjadi pelatih Premier League,” tandasnya. Kekalahan Liverpool dari Lille menjadi momen tepat Big Sam menyindir Benitez. “Kali terakhir tim berlabel “big four” tidak finis empat besar adalah Liverpool. Kini mereka terancam tidak berlaga di Liga Champions musim depan karena untuk finis empat besar musim ini pun

tampaknya sulit. Liverpool harus menanti tim lain terpeleset,” tutur pelatih yang menjalani operasi memperlebar pembuluh darah jantung akhir November tahunn lalu itu. Lalu, bagaimana respons Benitez terhadap pernyataan Big Sam. Mantan pelatih Valencia itu memilih cuek. “Siapa? No comment. Tidak ada yang harus saya ungkapkan kepada publik tentang dirinya,” ucap Benitez ketus sebagaimana dikutip Sky Sports. Sejak menangani Liverpool per 16 Juni 2004, Benitez beberapa kali terlibat perseteruan dengan sejumlah pelatih Premier League. Mulai arsitek Manchester United Sir Alex Ferguson, Arsene Wenger, hingga Mourinho semasa masih menangani Chelsea. (dns/zul/jpnn)


ALL SPORTS

12

RADAR TEGAL

MAKIN TERTEKAN

SEPAK POJOK

GETTY IMAGES

PELUANG TERSISA - Mauro Camoranesi (kiri) harus bisa memanfaatkan peluang terakhir juara kompetisi Eropa musim ini.

Asa Terakhir Tetap Terjaga TURIN - Peluang Juventus mengakhiri musim ini dengan gelar juara masih terbuka. Mereka membuka peluang menembus perempat final Europa League. Itu menyusul kemenangan 3-1 (3-1) atas Fulham pada first leg babak 16 besar di Olimpico, Turin, kemarin dini hari (12/ 3). Dengan begitu Bianconeri (julukan Juve) hanya butuh seri atau kalah tak lebih dari dua gol saat melakoni second leg di Craven Cottage, kandang Fulham, 18 Maret mendatang. Memang bukan tugas ringan buat Juve, tapi peluang itu terbuka. “Kami akan memberikan perhatian khusus pada second leg di Craven Cottage. Fulham memiliki catatan sulit dikalahkan saat menjadi tuan rumah. Karena itu, ini merupakan keunggulan yang penting bagi kami,” ujar pelatih Juve Alberto Zaccheroni, seperti dikutip Football Italia. Seiring dengan grafik performa naik turun yang ditampilkan Juve di musim ini, membuat mereka tersingkir dari Liga Champions, Coppa Italia, dan terlempar dari perburuan scudetto di Serie A Liga Italia. Peluang gelar tersisa di Europa League. Saat meladeni Fulham, kemarin dini hari, Juve tidak bisa memainkan Gianluigi Buffon, Amauri, dan Giorgio Chiellini, yang cedera serta Felipe Melo yang terkena sanksi. Meski begitu, Juve tetap mampu menguasai laga melawan Fulham. Juve langsung menggebrak sejak awal pertandingan. Hasilnya, baru sembilan menit laga berjalan, defender Nicola Legrottaglie membuat Juve unggul 1-0. Kemudian disusul Jonathan Zebina (25’) dan David Trezeguet (45’). Satu gol Fulham diceploskan Dickson Etuhu (36’). “Menyaksikan bagaimana tim saya bermain, saya kecewa karena tidak menang besar. Kami akan berangkat ke London menghadapi mereka dengan kondisi yang sulit diprediksi. Namun, saya gembira lantaran tim ini lebih menyatu,” papar Zaccheroni. Di sisi lain, kubu Fulham menilai performa mereka tidak terlampau buruk. “Kami mampu menunjukkan perlawanan. Kami tidak bisa dianggap memalukan. Kesalahan kami adalah membuat gol ketiga terjadi,” ujar Roy Hodgson, manajer Fulham. Menurut dia, jika saja mampu mempertahankan skor 2-1, maka akan memudahkan kerja mereka pada second leg. Meski begitu, Hodgson punya keyakinan Fulham mampu mengatasi Juve saat bermain pada second leg di Craven Cottage. (ham/zul/jpnn)

LILLE - Liverpool terancam tanpa gelar musim ini. Europa League yang diplot sebagai ajang penyelamat muka rentan lepas menyusul Liga Champions, Premier League, Piala FA, dan Piala Carling. Itu seiring kekalahan 0-1 dari Lille dalam first leg babak 16 besar di Stadium Lille Metropole kemarin dini hari (12/3). Hasil negatif itu memberi tekanan berat Liverpool dalam leg kedua di Anfield pekan depan (18/3). The Reds (sebutan Liverpool) dituntut menang dengan margin minimal dua gol. Padahal, dari empat laga home di Eropa musim ini, Liverpool dua kali dipermalukan di depan pendukungnya sendiri. Dua kekalahan diderita dari Olympique Lyon (20/9/2009) dan Fiorentina (9/12/2009) di fase grup E Liga Champions. Keduanya sama-sama dengan skor 1-2. Pelatih Liverpool Rafael Benitez telah mengakui jika dua kekalahan home itu sebagai biang tersingkirnya The Reds dari Liga Champions. Tapi, seorang pelatih klub besar tentu tidak akan mengumbar pesimisme tim asuhannya sendiri. Itulah yang dilakukan Benitez. “Lille merupakan tim bagus dengan pemain bagus dan sangat berbahaya. Kami akan menjalani laga sulit di Anfield, namun kami memiliki kepercayaan diri tinggi bisa mengalahkan mereka,” terangnya sebagaimana dilansir Reu-

ters. “Selama bukan masalah ketidakberuntungan, saya yakin kami bisa mengalahkan tim manapun di Anfield. Fans kami akan memegang peranan karena mereka akan berada di belakangkami,” sambung Benitez. Gol semata wayang yang menaklukkan Liverpool kemarin dicetak Eden Hazard pada menit ke-84. Free kick remaja Belgia yang masih berusia 19 tahun itu gagal diantisipasi kiper Pepe Reina. Gawang Liverpool nyaris kebobolan kali kedua di pengujung pertandingan. Sayang, tendangan Pierre-Emerick Aubameyang masih membentur tiang kendati Reina sudah mati langkah. Liverpool yang turun dengan kekuatan terbaik sejatinya memiliki sejumlah peluang. Kendati kalah dalam penguasaan bola, serbuan Steven Gerrard dkk lebih efektif. “Saya tidak menyalahkan pemain atau Reina karena gol itu. Para pemain telah bermain bagus,” terang Benitez. Kekalahan 0-1 adalah kali kedua Liverpool dalam empat hari terakhir. (dns/zul/jpnn)

GOL TUNGGAL Gelandang Lille, Eden Hazard (kiri), mampu merepotkan pertahanan Liverpool yang diglang Emiliano Insua (tengah) dkk.

SABTU 13 MARET 2010


ALL SPORTS

SABTU 13 MARET 2010

13

RADAR TEGAL

SIAPKAN KEJUTAN

TINJU

DALLAS - Tak banyak lagi waktu persiapan bagi Joshua Clottey untuk menghadapi Manny ‘Pacman’ Pacquiao. Keduanya bakal saling berhadapan dalam pertarungan perebutan sabuk juara kelas welter versi WBO, di Cowboys Stadium, Arlington, Texas, besok WIB. Clottey berstatus sebagai penantang untuk laga itu. Bisa

DOK./RATEG

ADAPTASI – Daud “Cino” Yordan (kiri) akan lebih awal terbang ke Amerika Serikat, untuk beradaptasi dengan lingkungannya.

Cino Tunggu Persyaratan Administrasi JAKARTA - Daud “Cino” Yordan tak hanya harus mengurusi persiapan teknis sebelum bertarung melawan Celestine Caballero di Amerika Serikat (AS). Tapi, sederet persyaratan administrasi harus dipenuhinya sebelum turun dalam duel perebutan gelar juara kelas bulu (57,1 kg) versi WBA itu. Pertarungan itu dijadwalkan dihelat di Sun Drive, Florida, pada 10 April tersebut. Cino menyatakan, saat ini, dia serius menempa dirinya di Kayong Utara, Kalimantan Barat. Sedangkan mengenai persyaratan administrasi diserahkan kepada manajernya, Pino Bahari dari Daniel Bahari Promotions. (DBP). ‘Nanti saya baru ke Jakarta untuk wawancara saja dengan Kedutaan Besar AS. Saya masih belum tahu kapan. Tapi, pasti dalam waktu dekat ini,’ papar Cino ketika dihubungi kemarin (12/3). Di kesempatan lain, Pino menyatakan, saat ini dirinya sedang mengurus persyaratan bagi keberangkatan Cino. Mantan petinju nasional itu menuturkan satu atau dua pekan lagi, visa Cino akan jadi. Visa yang digunakan Cino adalah Visa P1. Visa tersebut tidak dibuat di Kedutaan Besar Amerika di Jakarta, melainkan dibuat langsung di AS, baru dikirim ke Jakarta. “Cino sudah sempat ke Jakarta, tapi belum bisa interview, karena dokumennya ada yang belum lengkap. Jadi, kalau sudah dilengkapi, dia akan kembali untuk interview,” jelas putra Daniel Bahari itu. Dia menambahkan, kemungkinan Cino akan datang pekan depan. Dia yakin, pihaknya tidak akan menemui kesulitan untuk mendapatkan visa. Sebab, sebelumnnya Cino pernah bertarung di Amerika. Apalagi, Cino berangkat ke Negeri Paman Sam, julukan AS, itu untuk mewakili negara. Cino bertarung di San Jose, AS, Maret tahun lalu melawan Robert Guererro. Pino menuturkan, Cino berangkat ke Jakarta tak hanya untuk wawancara. Tapi, dia juga melakukan persiapan terakhir di tanah air sebelum berangkat ke AS. Rencananya, begitu visa didapat, Cino akan langsung bertolak ke AS. Dalam rombongan Cino, selain dia hanya ada Pino, serta Damianus Yordan, kakak sekaligus pelatih Cino. “Di Amerika nanti, Cino akan berlatih lagi untuk menyesuaikan diri dengan jam dan cuaca di sana,” paparnya. Sedangkan gym tempat Cino berlatih di sana, akan dicarikan oleh Golden Boy Promotions (GBP), pemegang hak tarung internasional Cino. (nar/diq/jpnn)

CMYK

dipastikan Pacman begitu diunggulkan untuk bisa mempertahankan gelarnya. Namun, Clottey sudah menyiapkan kejutan besar terhadap petinju Filipina yang meraih rekor mendapatkan gelar juara di tujuh kelas berbeda itu. Clottey sesumbar peluang untuk mendapatkan kemenangan justru lebih besar ada padanya. “Saya tidak terlalu memikirkan pertandingan ini,” ujar Clottey.”Saya merasa ini seperti berkah dari Tuhan. Dia (Pacquiao) adalah petinju unggulan. Jika saya mengalahkannya, saya akan berada di puncak dunia. Pertandingan itu akan sangat penting bagi masyarakat di negara saya (Ghana) dan itu juga p e n ting dalam hidup saya,” lanjutnya. Nama Clottey mencuat di dunia tinju setelah memberikan perlawanan sengit terhadap Miguel Cotto tahun lalu. Meski akhirnya Clottey kalah, dia mampu menunjukkan diri sebagai petinju tangguh. Clottey memiliki catatan 35 kali menang dan 3 kali kalah. Clottey menjadi lawan Pacman setelah duel Pacquiao menghadapi Floyd Mayweather Jr batal digelar karena ketidaksepakatan soal tes darah sebelum tanding. Mayweather sendiri bakal bertarung melawan Shane Mosley pada 1 Mei di Las Vegas. Clottey beralasan, pe-

luangnya bisa menang justru karena tak diunggulkan. Dia yakin, Pacman memiliki banyak pikiran menjelang duel tersebut. Pacman masih diganggu oleh pembatalan pertarungan melawan Mayweather juga persiapannya menjelang pemilihan anggoa kongres yang diikutinya di Filipina. “Dia punya tiga pikiran besar saat ini. Melawan saya, Mayweather, dan juga politik yang harus dimenangkannya,” terangnya. “Saya siap menghadapi Manny Pacquiao. Duel itu tidak mudah bagi saya dan itu juga tidak akan mudah bagi Manny Pacquiao. Sebab, saya akan berjuang melawan petinju yang dibilang orang sebagai yang terbaik,” sambung Clottey. Pacman sendiri dianggap sebagai petinju pound-for-pound terbaik setelah mendominasi di empat kelas dalam lima tahun terakhir. Pacman mengalahkan Cotto, petinju yang mengalahkan Clottey, pada November lalu lewat pertarungan 12 ronde. “Joshua Clottey adalah petarung yang sangat berbahaya. Benar-benar tak bisa meremehkannya dan harus tetap fokus,” kata Pacman.

Dengan popularitas Pacman yang meroket di Amerika Serikat, promotor Bob Arum memindahkan tempat duel tersebut dari Las Vegas ke Cowboys Stadium. Stadion berkapasitas 85 ribu kursi tersebut akan menyediakan 45 ribu kursi untuk duel Pacquiao melawan Clottey. “Saya merasa Cowboys Stadium akan menjadi tempat yang bagus untuk duel ini,” lanjut Arum. (ady/diq)

GETTY IMAGES

OPTIMIS - Joshua Clottey (kanan) siap memberikan kejutan yng tak terlupakan , Minggu (14/3) besok.

Hadapi Clottey, Jaminan Bersih dari Pelatih KUBU Manny ‘Pacman’ Pacquiao tak bia menutupi kemarahannya atas tuduhan doping yang pernah diletupkan Floyd Mayweather Jr. Berbagai bantahan sudah dirilis petinju asal Filipina itu. Tak mau konsentrasi menghadapi Joshua Clottey terpecah, pelatih Pacquiao, Freddie Roach mengeluarkan jaminan bahwa petinjunya itu bersih dari zat-zat terlarang. Sebelumnya, pertarungan besok (14/3) WIB sedianya diatur untuk mempertemukan Pacman dengan Mayweather. Namun, pertarungan terpaksa dibatalkan karena tak tercapai kesepakatan untuk tes doping sebelum pertarungan. Kubu Pacman pun meradang, ketika ada tuduhan yang dilontarkan ayah Mayweather, Floyd Mayweather Sr yang menyebutkan Pacquiao memakai obat-obatan perangsang performa. Pacman tak lelah menerangkan bahwa dirinya bersih dari tuduhan itu. Roach yang sudah melatih Pacman dalam delapan tahun terakhir juga gerah dengan tuduhan tersebut.

GETTY IMAGES

HANYA ISU - Freddie Roach (kanan) menjamin anak asuhnya brsih dari doping.

“Tak satu pun obat-obatan dari Filipina yang mampu mendongkrak

penampilan sedahsyat itu. Saya tak setuju dengan zat semacam itu

dalam olahraga ini,” ujar Roach. Setelah munculnya tuduhan dari kubu Mayweather tersebut, Roach mengakui dirinya sempat merasa tak tenang. Dia berinisiatif melakukan pembicaraan empat mata dengan Pacman, selanjutnya dengan pelatih yang bertanggung jawab meningkatkan kekuatan petinjunya itu, Alex Ariza. “Setelah tuduhan itu, saya berbicara pada mereka. Manny mengaku tak memakainya dan hanya tahu sedikit tentang steroid yang dituduhkan,” kata Roach. “ S e d a n g k a n A le x , te m a n sa y a sejak lama. Reputasi saya berada di tangannya, juga sebaliknya. Dia menjamin seratus persen tak ada hal ilegal saat keduanya berlatih,” terangnya. Satu lagi yang diungkapkan oleh Roach adalah hasil-hasil tes terdahulu yang dilakukan oleh Pacman. Tes-tes tersebut didapatnya usai laga yang dilakoni. “Dia tak pernah kedapatan “kotor”. Tes itu pasti dilakukan diambil untuk sebuah alasan,” kata Roach. (ady/diq/jpnn)


CMYK

18

SABTU, 13 MARET 2010

RADAR TEGAL

GITA MARCHING BAND

Pernah Jadi yang Terbaik SEBAGAI salah satu ekstra kurikuler (ekskul) yang banyak diminati siswa, prestasi Gita Marching Band MTs Assalafiyah Kota Tegal yang berdiri sekitar tahun 1983 patut diacungi jempol. Ekskul ini pernah berhasil memboyong Juara terbaik I tingkat Remaja di Karnaval HUT RI pada tahun 2008 lalu. Personil marching band ini diantaranya Arifatul Khikmah, Nadiyah, Himmatun, Balkis, Maulina (marching), Triatma, Indah L, Murniasih, Sri Sulasih (balera), M. Aziz MR, M. Fajar Irawan, Dimas Dwi (rolling), M. Wawan, M. Krisdianto, Amin Fauzi, Safrudin (senar drum), dan Zulfikri (trio). Marching band ini dilatih Ali Mawardi dan Bambang Subegjo. Latihan digelar seminggu sekali yaitu setiap Rabu pukul 15.30 WIB. “Mereka suka memainkan alat musik sehingga dapat menyalurkan bakatnya di kegiatan ini,” terang Arifatul Khikmah, siswi kelas VIII MTs Assalafiah Kota Tegal yang aktif di kegiatan ini. (anam)

Pengumuman Kamu mahasiswa aktif dan energik yang suka menulis? Pintar bagi waktu? Bisa bekerja dalam tim? Menyukai tantangan? Dapatkan kesempatan untuk bergabung sebagai anggota Tim Xpresi Radar Tegal. Segera kirim data diri kamu beserta lamaran ke Kantor Harian Pagi Radar Tegal dengan alamat Jalan Perintis Kemerdekaan No. 32 Tegal atau email ke xpresiradar@yahoo.com. Paling lambat seminggu setelah pengumuman ini ditayangkan. Ditunggu ya... Salam, Tim Xpresi

Break Dance Tertinggi, Hip Hop Kedua MUSIK dinamis menghentak dari sound sysyang didi kiri gung.

tem pasang kanan pangDengan kostum warna warni, beberapa penari menyeruak ke atas panggung sambil bergerak lincah mengikuti irama. Ilustrasi tersebut tentu bukan hal yang asing dalam tiap pementasan di sekolah. Sajian tari modern atau modern dance kini makin akrab di kalangan remaja. Ini seperti diakui 57,14 persen ResponX y a n g

mengakui hal itu. Dewi Khuzaimah, siswi Kelas XI IPS SMA Muhammadiyah Kota Tegal mendefinisikan tari modern sebagai jenis tarian baru kerap dibawakan remaja-remaja, baik cowok ataupun cewek. Tapi nggak semuanya sependapat dengan dia, 14,29 persen ResponX justru mengaku bingung. Mereka yang nggak tau juga ada. Prosentasenya mencapai 23,81 persen. Sementara 9,52 persen menganggap hal itu nggak penting. Dan dari beberapa jenis tari modern, rupanya penyuka break dance mencapai prosentase tertinggi yakni hingga 23,81 persen. Abdul Latif, siswa XII Logam SMK

Negeri 2 Adiwerna Kabupaten Tegal mewakili angka ini. Menurutnya, tarian itu membuatnya semakin pede. Sebanyak 9,52 persen ResponX lainnya tertarik pada R and B dance, 19,05 persen melirik Hip Hop, 4,76 persen suka pada robot dance dan 9,52 persen mengaku lebih suka pada free style dance. Dan saat disandingkan dengan tari tradisional, 42,86 persen ResponX mengaku menyukai keduanya. Nur Fasikhah, siswi kelas IX SMP Negeri 5 Kota Tegal salah satunya. ”Aku suka keduanya karena menurutku keduanya bagus semua, jadi tak masalah kalo keduanya ada,” ucapnya. Sementara 4,76 persen ResponX lainnya mengaku lebih menyukai tarian

tradisional serta 28,57 persen cenderung pada tarian modern. Nurul

Educati, siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Adiwerna Kabupaten Tegal mengaku lebih menyukai tarian modern karena lebih dinamis. Sedangkan Eni, siswi SMP Negeri 14 Kota Tegal lebih menyukai tarian tradisional karena gerakannya lembut. Meski begitu, hampir semua ResponX sepakat jika tari modern tak bisa sepenuhnya menggantikan keberadaan tari tradisional (tim)

TIM XPRESI KOORDINATOR : Khikmah Wati ANGGOTA : Balkis Arifiani, Nur Irma Rahmawati, M Khaerul Anam

PROFIL USIA :

JUMLAH :

13 - 17 tahun

21 ResponX di Kota/ Kabupaten Tegal ILUSTRASI: DNP

JENIS KELAMIN : PENDIDIKAN : Cewek 50 persen Cowok 50 persen

SMP 50 Persen SMA 50 Persen Metode : Random sampling

SKJ ST12

[intro] C Am F G 2x C Am Baru sebentar saja F G Kau bergegas meninggalkanku C Am Rasa rindu padamu F G Kini bersarang di benakku

BERAWAL dari iseng, membawakan tarian modern atau modern dance bagi Shely Parditia, siswi kelas XI IPS 2 SMA Negeri 4 Kota Tegal kini menjadi sesuatu yang menyenangkan. Bahkan, salah satu anggota grup dancer populer ini mengaku sudah ketagihan dengan kegiatannya itu. “Awalnya memang cuma iseng, tapi akhirnya aku ketagihan. Dan sekarang berhasil meraih banyak prestasi di sini,” kata Shely, personil SMZ Crew ini. Cewek yang beralamat di Asrama Polisi (Aspol) Suprapto F-37 Kota Tegal ini membagi beberapa tipstipsnya, diantaranya: 1. Jadikan menari sebagai hobi. Dengan begitu semua akan terasa mudah saat melakukannya 2. Ikuti latihannya, terutama latihan dasar. Tanpa latihan da-

Shely Parditia Siswi SMA Negeri 4 Kota Tegal

sar, kamu pasti akan mengalami kesulitan 3. Usahakan jaga selalu kekompakan diantara personil grupmu 4. Kamu harus lincah dan gesit agar cepat bisa 4. Kamu harus punya keinginan yang kuat. Bakat tanpa didasari keinginan yang kuat bisa bikin kamu kesulitan menguasai tarianmu. 5. Harus bisa tampil percaya diri 6. Tanamkan semangat pada diri kamu 7. Dan jangan cepat menyerah serta putus asa. (anam)

C Cinta itu anugrah yang tak mungkin mudah Am Ku melepaskannya F Em Dm Walau seribu rintangan C Tak gentar ku untuk G Menjalani semua denganmu [chorus] F Dengarkanlah aku yang setia di hatimu C Kehadiranmu sungguh berharga bagiku Dm Maka jangan terlalu lama engkau jauh Am Jauh di pandangan mataku F Semua rasa curigaku terhadapmu C Semata karena ku takut kehilanganmu Dm Maka jangan coba tuk berpaling dariku Am G Berpaling mengkhianatiku [interlude] F C Dm Am F C Dm Em Am G

CMYK

ARSY UZDAH Nabila, siswi SMP Muhammadiyah 2 Kota Tegal yang sekarang duduk di kelas VII belum lama ini berhasil meraih Juara I Pencak Silat Putri dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kota Tegal tahun 2010. “Seneng banget akhirnya aku berhasil menyabet Juara 1. Bisa mengharumkan nama sekolah dan yang pasti bisa banggain ortu,” tutur cewek kelahiran 2 Maret 1996

ini. Putri guru SD ini mengaku hobi dengan pencak silat. Cita-citanya pun tak jauh dari hobinya. “Aku pengin jadi pendekar putri,” ucapnya sambil tersenyum manis. Setelah meraih Juara I di tingkat daerah, Aci, begitu panggilan akrabnya juga berharap bisa mengikuti Pekan Olahraga Daerah (Porda) selanjutnya. Senin, Rabu dan Sabtu sore merupakan jadwalnya

untuk latihan rutin di lapangan sekolah. Arum Riyono selaku pelatih mengatakan, pihak sekolah sangat bangga karena masih bisa berprestasi di cabang pencak silat. Dia merasa puas karena selama ini kerja kerasnya dalam satu bulan melatih terbayar. “Sekolah biasanya memberikan penghargaan khusus pada siswa yang berprestasi,” tambahnya. (balkis)


NASIONAL

SABTU 13 MARET 2010

19

RADAR TEGAL

Wacana Boikot Sri Mulyani Kian Luas DPR-Presiden Harus Bertemu JAKARTA - Semakin luasnya wacana memboikot Sri Mulyani di DPR merupakan indikasi deadlock atau kebuntuan politik antara eksekutif dan legislatif. Padahal, bila benar-benar terjadi, itu akan membuat problem pengelolaan pemerintah. “Skema sistem politik kita itu sistem presidensial berbasis multipartai. Tanpa lobi dan negosiasi, akan terjadi kebuntuan politik,” kata pengamat politik dari LIPI Syamsuddin Haris dalam diskusi hubungan pemerintahan dengan parlemen pasca Pansus Hak Angket Cen-

tury di gedung DPD, kompleks parlemen, Senayan, kemarin (12/3). Syamsuddin mengingatkan bahwa konstitusi menyebut DPR dan presiden merupakan pembentuk undang-undang. Karena itu, segala potensi kebuntuan politik harus dihindari. “Tapi, sekarang ini tandatanda deadlock mulai muncul di balik wacana boikot Sri Mulyani,” ujarnya. Menurut Syamsuddin, sebenarnya ada mekanisme lobi formal yang belum digunakan, yakni rapat konsultasi DPR dan presiden. Awalnya, rapat konsultasi itu hanya semacam konvensi. Tapi, sekarang sudah diakomodasi dalam tatib. Dalam catatan Syamsuddin,

sepanjang 2004-2009 terdapat setidaknya 12 kali rapat konsultasi antara presiden dan pimpinan dewan. Rapat tersebut juga dihadiri para ketua fraksi, komisi, dan ketua alat kelengkapan yang lain. “Pada umumnya, rapat konsultasi ini dilakukan setelah ada ketegangan politik atau konflik antara presiden dan DPR,” jelasnya. Syamsuddin mengakui, di balik lobi, negosiasi, atau rapat konsultasi tersimpan potensi politik transaksional. “Apabila lobi dan negosiasi untuk kepentingan jangka pendek, itu yang harus ditolak. Tugas media dan civil society mengawal itu,” tegas Syamsuddin.

Pemberangus Serikat Pekerja Tercancam Pidana JAKARTA - Maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak oleh pengusaha mulai disikapi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans). Tim investigasi Kemenakertrans mengungkapkan daya tawar buruh saat menghadapi PHK sepihak oleh perusahaan sangat lemah. “Temuan itu mengejutkan dan segera ditindaklanjuti,” ujar Menteri Tenaga Kerja dan

Transmigrasi Muhaimin Iskandar di Jakarta kemarin (12/3). Menurut dia, kasus-kasus PHK banyak yang diikuti dengan pemberangusan serikat pekerja. Antara lain terjadi dalam PHK Hotel Papandayan, Hotel Grand Aquila, Indosiar, Angkasa Pura I, harian Suara Pembaruan, dan sejumlah perusahaan lokal. Mantan wakil ketua DPR itu mengingatkan agar pengusaha tidak bertindak

sepihak karena melanggar UU Ketenagakerjaan.“Saya perlu menegaskan bahwa union busting (pemberangusan serikat pekerja) itu melanggar UU Ketenagakerjaan dan bersifat kriminal. Saya akan bawa kasuskasus seperti ini ke ranah hukum,” ancam Muhaimin. Dia menambahkan, kerja sama Kemenakertrans dengan lembaga hukum akan diintensifkan. (zul/oki)

Hesham-Rafat Terancam Hukuman ... dari halaman 1 wan juga mempertimbangkan ancaman hukuman mati tersebut. Pasalnya, aset negara terancam tidak kembali, jika hukuman mati dilakukan. “Itu juga yang kita pikirkan,” ujarnya. Di samping itu, pengadilan tinggi negara Guernsey mengungkapkan siap membantu, dengan satu syarat. “Yakni, keduanya tidak diancam hukuman mati,” imbuh Marwan. Soal aset negara, kata Marwan, Kejagung mengincar uang negara senilai lebih dari Rp 3 triliun yang berada di luar negeri, diantaranya Hongkong dan Swiss. Kejagung sudah memiliki bukti terkait keberadaan aset di negaranegara tersebut. Untuk keamanan, sudah dilakukan pemblokiran. “Kita tidak tahu adanya intervensi dari pihak lain. Yang jelas kita punya bukti tentang aset tersebut, tim interdep juga sudah kesana (Hongkong dan Swiss),” tuturnya. Pihak luar negeri sudah diminta mengamankan dana ne-

gara tersebut. Namun, penarikan hanya bisa dilakukan, jika digelar sidang In Absentia untuk kedua terdakwa tersebut. Karena itu, sidang In Absentia (tanpa dihadiri kedua terdakwa) akan digelar Senin, 18 Maret mendatang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dua terdakwa akan disidang In Absentia dengan No.Perkara 399/ pid.b/2010/PN JKT PST. Sidang tersebut akan dipimpin oleh Hakim Ketua Marsudin Nainggolan. “Sidang itu memang digelar untuk mengembalikan kerugian negara,” katanya. Untuk menghindari ancaman hukuman mati, Kejagung akan mencabut dakwaan hukuman mati dalam penuntutan. “Yang terpenting sekarang uang negara dikembalikan. Kalau dua orang itu tidak bisa dihukum, orangnya di ujung langit, ujung dunia antah berantah,” tegas Marwan. Sementara itu, sesama pemegang saham bank Century, Robert Tantular kembali dijerat pidana atas pasal pencucian uang. Namun, berkas Robert belum lengkap. Karena itu,

pihak Kejagung mengembalikan berkas pemeriksaan kepada penyidik kepolisian. Jaksa Agung Muda Pidana Umum yang menangani kasus Robert, Kamal Sofyan menuturkan, pihaknya menginginkan berkas pemeriksaan yang lengkap. “Ketika dikembalikan kepada kami dari pihak penyidik, berkasnya belum lengkap. Karena itu, kita berikan lagi ke mereka (pihak penyidik),” ujarnya di Kejagung, kemarin. Lebih lanjut, jaksa penyelidik Supandi, yang menangani berkas pemeriksaan Robert tersebut mengungkapkan, terdapat data yang kurang. Dari berkas pemeriksaan kasus money laundry atau pencucian uang itu terdapat prolog yang berisi adanya 10 perusahaan atau debitur yang mengajukan permohonan Letter of Credit (LoC), sementara yang terdaftar hanya empat. “Karena itu, kita mau ungkap kesepuluh perusahaan itu, termasuk penggunaan semua LoC itu apakah sudah sesuai dengan Standard Operational Procedure (SOP) yang ada,” kata Supandi. (ken/oki)

Di tempat yang sama, mantan Wakil Ketua Pansus Angket Century di DPR Mahfudz Siddiq mengatakan, ancaman boikot baru sebatas pernyataan. Serius tidaknya baru akan terbukti setelah DPR kembali bersidang pada 4 Maret mendatang. Saat ini DPR masih reses. “Lihat saja saat DPR sudah aktif lagi. Misalnya, dalam pembahasan komisi XI dengan Kemenkeu atau pembahasan APBN Perubahan 2010,” kata Mahfudz. Kalau memang muncul ketegangan, dia menyarankan pemerintah mengalah dengan mengutus pihak lain. “Saya kira itu jalan tengahnya,” ujar legislator PKS itu.

Menurut Mahfudz, bisa saja rapat kerja kementerian dengan DPR sementera diwakili Sekjen atau pejabat-pejabat yang lain. Asalkan, DPR tidak keberatan. “Jangan sampai hubungan kemitraan kedua lembaga, DPR dan pemerintah, khususnya Kemenkeu, terganggu,” tandasnya. Dengan menjadikan agenda pembahasan APBNP 2010 sebagai indikator, Direktur INDEF Ikhsan Mojo menilai, ancaman boikot terhadap Menkeu tidak efektif dan tidak elegan. Disebut tidak efektif karena pembahasan APBNP tergolong “remehtemeh”. APBNP tidak akan mengubah total strategi kebijakan dan fiskal. Meski begitu, APBNP kali

ini tetap penting dibahas. Terutama terkait masalah subsidi listrik dan investasi PLN. “Kalau keputusan berlarut, keputusan investasi tertunda, penambahan kapasitas listrik juga tertunda, ini berdampak bagi semua,” katanya. Ikhsan sependapat bila pembahasan APBN tidak harus ditangani Menkeu. “Bisa (mengangkat, Red) Wakil Menteri atau mengutus Eselon I di Depkeu untuk membahas dan mengambil keputusan masalah ini,” kata Ikhsan. Meski begitu, Ikhsan juga menilai ancaman boikot tidak elegan. Sebab, DPR sudah keluar dari rel konstitusi. Dewan seharusnya tetap me-

ngedepankan prinsip praduga tak bersalah hingga ada keputusan hukum terhadap Sri Mulyani. “Paling baik mempercepat proses hukum,” tandasnya. Rencana beberapa fraksi untuk memboikot kedatangan Menkeu Sri Mulyani dianggap bukan langkah politik strategis. Koordinator Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang menilai, sikap tersebut justru akan memberikan dampak negatif kepada DPR. “Aksi boikot malah akan memancing kontroversi di masyarakat terhadap citra DPR,” ujar Sebastian di gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin. (pri/ dyn)

Sergap Pencuri Kayu, Polhut Kena Bacok dari halaman 1 Dengan terus mengintai, empat petugas KPH Balapulang akhirnya langsung menyergap tiga pemuda itu. Namun dua pemuda yang baru saja menebang satu batang kayu jati langsung tancap gas dengan menggunakan sepeda motor. Tapi, salah satu dari pelaku tertinggal. Dua petugas melakukan pengejaran. Dua orang lagi langsung berupaya menangkap satu pelaku yang tertinggal. Namun langkah dua personil disambut sabetan samurai oleh pemuda yang diketahui bernama Juri (19) warga Desa Kedawung Marga-

sari. Lantaran jarak terlalu dekat, Kusyanto salah satu personil KPH Balapulang langsung terkena sabetan samurai pada bagian muka. Saat hendak disabet lagi, Kusyanto spontanitas menangkis dengan tangannya hingga tangan kanan terluka. Rekan Kusyanto juga sempat tersayat bagian tangan terkena sabetan samurai pelaku. Setelah terus berusaha melawan, pelaku yang memiliki tubuh tegap tersebut akhirnya berhasil digulung dua personil. Kini, tersangka pencuri kayu jati tersebut juga langsung diamankan ke kantor KPH Bala-

pulang hingga akhirnya diserahkan ke mapolsek terdekat. ‘’Meski tergolong masih anak-anak, namun Juri memiliki tubuh yang tinggi tegap. Termasuk tenaganya yang cukup kuat. Dia membawa sebilah samurai yang tiba-tiba saja langsung disabetkan ke wajah saya,’’ kata Kusyanto saat berada di ruang Cempaka RS UD dr Soeselo Slawi, kemarin. Ditemani istri, Kusyanto yang masih menahan rasa kesakitan menambahkan, kali pertama, dirinya terkena samurai pada bagian muka. Kemudian, pelaku mencoba menyerang lagi, namun langsung ditangkisnya. Dan ketiga, samu-

rai tersebut mengena pada bagian lengan kanannya. ‘’Ya, Juri dan dua orang rekannya yang berhasil kabur memang sudah Target Operasi (TO) kami. Mereka kerap menebang pohon jati. Setelah diintai, kami langsung menyergapnya. Namun rupanya salah satu pelaku berhasil melawan,’’ jelasnya. Terpisah Kabim KPH Balapulang AKP Suwarno menambahkan kini pelaku yang sempat melawan petugas langsung diamankan dan sudah diserahkan ke mapolsek setempat. Sedangkan dua pelaku lainnya yang kabur langsung dilakukan pengejaran. (gus)

Cak Nun: UU PNPS Tidak Saleh dari halaman 1 tersakiti dan terancam,” ujar Cak Nun ketika menjadi ahli dalam sidang uji materi di Mahkamah Konstitusi kemarin (12/ 3). Karena itu, Cak Nun menyarankan agar undang-undang tersebut dicabut. Namun, sebelumnya, harus dibuat aturan yang lebih baik dan diterima oleh semua kalangan. “Silakan dicabut, tapi bikin dulu aturan yang lebih soleh. Jadi silakan dipikirkan, dicabut dulu atau direvisi dulu,” tuturnya.

Berbeda dengan Cak Nun, tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla menilai UU PNPS harus dicabut karena tidak seusai dengan konteks perubahan zaman. Ulil juga menilai kekhawatiran umat Islam bahwa pencabutan akan menimbulkan konflik tidak beralasan. “Karena lembaga fatwa masih berhak melansir fatwa apakah satu pandangan itu sesat atau tidak,” terangnya. Ulil menilai, masyarakat membutuhkan panduan untuk bisa mengatakan satu ajaran sesat atau tidak. Panduan itu berasal

dari organisasi Islam. Namun, negara tidak perlu campur tangan untuk membela fatwa yang dikeluarkan organisasi Islam. “Posisi yang adil adalah umat perlu panduan, bisa dari NU, MUI, Muhammadiyah dan sebagainya, tapi negara tidak perlu membela fatwa dari NU, MUI, atau Muhammadiyah,” katanya. Ketua Komnas Perempuan Yunianti Chuzzifah menambahkan, pemberlakuan UU PN PS menyebabkan banyak kelompok di luar enam pokok ajaran agama yang diakui peme-

rintah didiskriminasikan hakhaknya. Tidak sedikit tindak diskriminatif yang berakibat pada ancaman pelecehan seksual dan ancaman perkosaan. “Karena dianggap di luar dari enam keyakinan yang diakui pemerintah, dia dianggap tidak layak hidup di Indonesia. Itu menyebabkan diskriminasi. Pelecehan seksual, ancaman perkosaan, anak-anaknya tidak boleh bersekolah, raportnya dibedakan, ujiannya dibedakan, guru dikeluarkan di sekolah, itu catatan kami berdasarkan pemantauan kami atas pengaduan,” tambahnya. (noe/oki)

Penembak Boas Ditembak Mati dari halaman 1 Meskipun Densus 88 memang menargetkan mengepung dan bisa melumpuhkan seluruh pelapis Dulmatin di Aceh dalam dua hari ini (JP 12/03) tapi penyergapan Leupeung tidak direncanakan.

“Mereka berusaha lari dari kepungan, kami berterimakasih atas bantuan Polda dan TNI dalam hal ini Danramil setempat,” kata sumber itu. Delapan orang yang tertangkap juga merupakan orangorang penting dalam jaringan Dulmatin. Mereka menjadi in-

struktur dalam tadrib askari (pelatihan militer) di Aceh Besar. “Orang-orang ini bertahan lebih lama karena kemampuan survival dan militer mereka lebih hebat dari yang lain,” kata perwira menengah itu. Dalam dua hari ke depan, tim inti Densus 88 Mabes Polri akan

bergeser dari Aceh untuk membekuk target lain yang cukup besar. Menurut perwira yang pernah kursus anti teror di luar negeri itu, tokoh itu sudah berada dalam radar korps burung hantu. “Dengan izin Allah, semoga bisa segera tertangkap,” katanya. (rdl)

Tetap produktif di usia lanjut karena Urin lancar lagi FAKTOR usia, boleh jadi tak mampu menghalangi semangat berkarya, namun kondisi kesehatan sangat berpengaruh terhadap kemampuan berkarya seseorang. Hal diatas juga dialami oleh Tukiyem (84th),warga dusun Tanjung Kejawen, Desa Totokaton Kecamatan Punggur, Lampung Tengah-Lampung yang tetap berkarya sebagai dukun beranak dan pemijat bayi. Namun, dengan bertambahnya usia beberapa gangguan kesehatan mulai datang. Pertama adalah pusing kepala yang bila menyerang membuat konsentrasi kerja rusak. Kedua adalah rasa panas dan pegal di punggung. Ketiga, dan ini yang paling mengganggu adalah rasa nyeri saat buang air kecil. “..setiap buang air kecil rasanya sakit dan hanya sedikit yang keluar “ keluh Tukiyem. Dirinya sudah berobat ke dokter dan mencoba banyak obat dan jamu namun hasilnya tak sesuai dengan harapan. Beruntung suatu hari sang anak memintanya mencoba Gentong Mas. Kurang lebih dua minggu setelah rutin minum Gentong Mas, Tukiyem mulai merasakan manfaatnya. Buang air kecil menjadi lancar dan tak nyeri lagi. “ ..geger (punggung) yang panas dan pegal berangsur reda..dan

mumet (pusing) juga tak datang lagi “ jelas Tukiyem ber-syukur. Lantaran sudah membuktikan sendiri, kini Tukiyem rutin minum Gen-tong Mas tiap pagi dan sore. “...selain banyak manfaatnya, Gentong Mas juga enak rasanya “ ujar Tukiyem menutup pembi-caraan. Gentong Mas adalah asupan kesehatan dengan bahan utama Gula Aren

dan Nigella Sativa (Habbatussauda) yang terbukti banyak khasiatnya. Menurut James A Duke dalam bukunya “handbook of Nuts (2000)” kandungan Ascorbic Acid dan Kalsium pada Gula Aren berfungsi memperlancar peredaran darah, mencegah Oestoporosis dan memperkokoh tulang. Sedangkan menurut MS Al Ghamdi, farmakolog dari King Faisal University, Nigella Sativa , yang menjadi bahan Gentong Mas, mengandung unsur analgesic yang berguna meredakan sakit kepala dan migrain. Selain

itu zat Arginine pada Nigella Sativa ber-fungsi sebagai diuretic atau memperlancar bu-ang air kecil. Meski demikian, pola hidup sehat yaitu olahraga teratur, mengurangi rokok dan banyak minum air putih juga perlu apalagi seiring dengan bertambahnya usia. Gentong Mas dibuat dari bahan murni pilihan dan diproses alami tanpa campuran bahan kimia dan pengawet. Menurut Ridwan Alawi, Eksekutif Marketing PD Gentong Mas, semakin banyaknya masyarakat yang merasakan manfaat Gentong Mas membuat tingkat permintaan selalu meningkat secara signifikan. Untuk informasi lebih lanjut hubungi : 081313322669 / / 08156406404/ Tegal 081990879809, Apt. Medika Farma Ks. Tubun Tegal, Kabupaten Tegal : Apt.Ayu Farma 1 Jl. Raya Singkil Adiwerna,Apt. Ayu Farma Jl. Dr Sutomo Slawi, Apt Duta Sehat Jl. Raya Pagongan, Apt. kaliratu Jl. Raya Timur Banjaran. Apt. Adiwerna, Jl. Raya Adiwerna. Pemalang: Apotik Sari Waras, Jl. Jend. Sudirman No. 143. Telp. (0284) 321197, Apotik Hikmah, Jl. Jend. Sudirman No. 275, Telp. (0284) 321116 P-IRT No. 812320501114 www.gentongmas.com


KOMBIS

SABTU, 13 MARET 2010

20

RADAR TEGAL

Holcim Luncurkan Gala Bola JAKARTA - PT Holcim Indonesia Tbk (Holcim Indonesia) meluncurkan Gala Bola, 10 Maret lalu di Manchester United Café Jakarta. Gala Bola adalah liga sepak bola bagi para ahli bangunan. “Kegiatan ini merupakan salah satu cara kami memberikan apresiasi atas dukungan yang telah diberikan oleh para ahli bangunan kepada Holcim Indonesia,” ungkap Direktur Marketing & Innovation Holcim Indonesia, Patrick Waiser. Selain itu, tambah Patrick, Holcim sudah rutin mengadakan pelatihan melalui Akademi Ahli Bangunan. Tujuannya, guna membantu mening-

katkan keterampilan mereka. “Melalui acara mudik bersama misalnya, kami membantu para ahli bangunan agar bisa merayakan Idul Fitri bersama keluarga mereka tahun lalu. Kali ini, kami juga ingin memberikan peluang bagi mereka untuk menunjukan kepiawaian mereka di bidang olah raga,” papar dia. Gala Bola mulai digelar 27 Maret di 32 kota di Jawa. Di setiap kota, akan ada 32 tim yang bertanding untuk memperebutkan gelar juara di kota tadi. Lalu, 1 Mei para juara akan bertarung untuk menentukan siapa yang akan menjadi kampiun Gala Bola. Tim yang menjadi juara Gala

Bola, tmbah dia, berkesempatan menyaksikan salah satu perhelatan sepak bola terbesar di dunia tahun ini di Afrika Selatan. Setiap tim terdiri dari 15 pemain dan bisa mendaftar dengan mengirimkan formulir yang bisa didapat di tok-toko bangunan. “Melalui kegiatan ini, kami berharap para ahli bangunan bisa bergembira bersama, sambil menguji keterampilan bermain sepak bolanya dan memperebutkan hadiah yang sangat istimewa bagi para penggemar sepak bola,” ungkap Group Brand & Marketing Manager Holcim, Apsara Herman. (*/zul)

DOK./RATEG

TRY OUT – Sejumlah siswa SMA antusias mengikuti uji coba Ujian Akhir Nasional (UAN) sebagai persiapan pelaksanaan sesungguhnya.

Cara Telkomsel Ikut Sukseskan Ujian Akhir Nasional Gelar Try Out

Grow with Character (49/100) Series by Hermawan Kartajaya

Inspirasi “Circular” (Bukan Linear) dari Peter Senge DALAM menulis konsepkonsep marketing, terutama pada saat awal, saya banyak terpengaruh pemikiran Peter Senge. Buku Peter yang terkenal adalah The Learning Organization. Di antaranya dia menyatakan bahwa organisasi yang tidak “belajar” terusmenerus akan habis! Dalam model saya, kalau situasi persaingan berubah dari 2C ke 4C, strategi bersaing sebuah perusahaan juga harus “bergeser”. Tapi, pergeseran kan tidak semudah yang dibayangkan. Yang namanya change pasti susah karena memerlukan seorang strong leader yang berani mengajak orang lain untuk berubah pula. Selain itu, semua orang yang terlibat dalam change harus “menguasai” kompetensi baru. Belum tentu kompetensi lamanya bisa dipakai. Kalau mau terus dipakai, bahkan bisa menimbulkan kegagalan. Jadi, pengetahuan masa lalu yang mendasari kompetensi lama bukan jadi asset lagi. Bahkan, bisa jadi liability. Karenanya, orang-orang itu perlu “belajar” terus supaya tidak ketinggalan. Kalau bisa, malah belajar “lebih cepat” dari yang diharuskan. Supaya “lebih siap” menghadapi perubahan yang makin cepat saja. Nah, organisasi yang mendorong hal-hal seperti itulah yang oleh Peter Senge disebut the learning organization. Proses belajar tersebut harus terjadi terus-menerus seperti suatu “lingkaran”. Sebab, Peter jelas memihak pada model “circular” dari pada “linear”. Sederhananya begini. Kalau Anda menjalankan PDCA ( plan, do, check, action), kan memang ya harus berputar terus. Tidak hanya bisa sekali selesai. Begitu ada corrective action, kita membuat new plan. Tapi, setelah new plan diekse-

CMYK

kusi (do), ya harus di-check lagi. Kemudian, ada corrective action lagi. Dan seterusnya dan seterusnya! Begitu juga dengan why, what, how yang saya jelaskan kemarin. Dalam Konsep Marketing 2000 yang versi 1.0 atau yang asli, saya menggambarkan

tiga kata kunci itu sebagai suatu lingkaran dengan anak panah dua arah. Karena kebetulan hanya ada tiga kata, maknanya bisa fleksibel. Walaupun setelah sistematik sebaiknya mulai cari reasoning dulu (why), baru menetapkan strategi (what), baru ke taktik (how), di lapangan bisa lain terjadinya. Kadang-kadang, Anda mendapati suatu situasi yang urgent, sehingga harus cepat ada tindakan. Dalam model seventh habit, ada yang disebut urgent but not important. Itu yang bahaya! Sebab, kita “terpaksa” melakukan suatu tindakan yang tidak penting. Misalnya, mengangkat panggilan handphone di suatu rapat yang serius. Ternyata, yang diomongin hanya masalah sepele. Itu masih lumayan. Gimana kalau target Anda menjelang akhir bulan “jauh” dari tercapai, tapi kompetitor mendadak “banting harga?” Kalau tidak ikut “banting harga”, target bulan itu tidak tercapai. Kalau banting

harga, mungkin tidak akan terlalu “kalah” di lapangan. Tapi, bisa merusak citra jangka panjang. Karena itu, suatu how yang harus diputusin harus “dikembalikan” ke why dan what. Alasan cukup kuat untuk melakukan hal itu (why)” Apakah tidak off track dari strategi (what)? Kalaupun ada suatu keputusan taktikal (how) yang sudah dilaksanakan, tetap harus dilakukan analisisnya (why) dan direview ke-in-line-annya dengan strategi yang ada (what). Supaya ada tindakan lain (how) yang bisa menetralisasi (kalau off track) atau memperkuat (kalau sudah on track). Di kasus lain lagi, seorang entrepreneur langsung menentukan strategi (what) begitu saja tanpa analisis mendalam (why). Para entrepreneur malah biasanya bisa langsung ke how. Salah? Ya kalau menurut sistematika, harusnya why dulu, baru what dan how. Tapi, entrepreneur kan gak pernah berpikir “serial” atau “linear” seperti itu. Mereka lebih suka bergaya “paralel” dan “circular”. Artinya? Bisa melakukan dua atau tiga tindakan sekaligus (paralel) dan bisa gampang “balik” bila perlu (circular). Seorang entrepreneur punya sense sangat kuat dan biasanya langsung bertindak (how). Tapi, jangan lupa, belum tentu dia tidak melakukan analisis (why). Karena dia biasanya live with his business, analisis itu terjadi secara “alamiah”. Begitu juga, belum tentu apa yang dilakukan tidak in-line dengan strategi (what). Semua sudah ada di backmind dia. Karena itu, sadar atau tidak, apa yang dilakukan sudah di dalam kerangka strategi yang ada. Itu cara berpikir circular pada aplikasi the rule of three why, what, how. (*)

MAKIN dekatnya pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN), ditindaklanjuti Telkomsel dengan kembali menggelar Try Out UAN. Tujuannya, guna mempersiapkan siswa-siswi dalam menghadapi evaluasi belajar tingkat akhir nasionalitu. Uji coba UAN ini mengikutsertakan 15.000 pelajar SMU di 10 kota secara nasional. Yakni mulai Banda Aceh, Padang, Jambi, Serang, Cirebon, Semarang, Kediri, Mataram, Palangkaraya, hingga Kendari. GM Customer Retention Management Telkomsel, Helmi Wahidi, mengatakan, program Try Out UAN ini diselenggarakan Telkomsel sejak 2007. menurutnya, ini merupakan bentuk apresiasi Telkomsel atas loyalitas anggota Telkomsel School

Community, sekaligus merupakan salah satu upaya Telkomsel mendukung kemajuan pendidikan nasional yang dicanangkan pemerintah. “Dengan mengikuti uji coba UAN, kami harapkan para pelajar SMU memperoleh bekal persiapan yang matang sebelum menghadapi ujian sesungguhnya,” pinta Helmi. Try Out UAN yang digelar di 14 lokasi di 10 kota terbagi dalam 3 periode. Periode pertama berlangsung 28 Februari di Purwodadi. Selanjutnya, periode kedua 7 Maret di Banda Aceh, Padang, Jambi, Serang, Cirebon, Indramayu, Jepara, Kediri, Palangkaraya, dan Kendari. Periode terakhir Try Out UAN, hadir 14 Maret di Mataram, Sampit, dan Bau-bau. Dalam kegiatan Try Out UAN ini, Telkomsel menggandeng mitra bimbing-

an belajar yang ada di tiap kota. Telkomsel juga menghadirkan pengajar yang akan memberi tips dan trik kepada peserta, agar siap menghadapi ujian. Pelajar yang mendapatkan nilai terbaik, akan mendapatkan penghraggan dan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel School Community merupakan komunitas sekolah pertama dan terbesar di Indonesia. Kini, anggota yang tercatat terdaftar hingga 6 juta siswa dari sekitar 7.000 sekolah di seluruh Indonesia. Program yang dihadirkan bagi para anggota komunitas, berfokus pada kegiatan berkonsep edukasi tanpa melupakan sisi entertainmennya. Sekolah yang ingin bergabung ke dalam Telkomsel School Community dapat menghubungi kantor GraPARI Telkomsel terdekat. (zuhlifar arrisandy)

Extra Joss Gelar Gerakan Anti Bolos

SEMARANG - Extra Joss kembali menggelar Gerakan Anti Bolos memfasilitasi para pekerja dengan jaket hujan dan produk gratis di Semarang. Aksi ini merupakan kelanjutan dari rangkaian program dalam rangka memperingati 16 tahun Extra Joss yang bertema besar 'Extra Joss Stamina Untuk Negeri.' "Pada ulang tahun ke-16 ini kami terus berkomitmen meningkatkan produktivitas anak bangsa dengan menggelar kembali 'GERAKAN ANTI BOLOS'di Kota Semarang, dengan mengajak kita semua, terutama para pekerja agar senantiasa terus produktif dan berprestasi meskipun harus menghadapi tantangan musim hujan. Jadi, hujan jangan bolos, hadapi dengan Extra Joss!" Ungkap Eko Swastoto selaku Area Manager Jateng PT Bintang Toedjoe dalam konferensi persnya. Acara Gerakan Anto Bolos kali ini juga dihadiri oleh kalangan jurnalis dan beberapa perwakilan pekerja (kurir, tukang ojek dan sebagainya), sangat mendukung gerakan tersebut. Mengingat bangsa Indonesia saat ini harus mampu menghadapi tantangan global. "Kita sebagai bangsa harus terus-me-

nerus meningkatkan produktivitas agar mampu bersaing serta memanfaatkan berbagai peluang yang muncul dalam era globalisasi yang mau tidak mau harus kita hadapi ini," paparnya. Lebih lanjut Eko Swastoto menyatakan bahwa Extra Joss sebagai produk minuman energi dapat menjadi 'teman' para pekerja dalam menghadapi tantangan tersebut. Sebab Extra Joss bisa membantu meningkatkan stamina. "Extra Joss mempunyai kandungan 7 vitamin B, jauh lebih banyak dibanding minuman energi lainnya. Stamina bandel, dompet jadi tebel!" Sekadar diketahui, ratusan jas hujan dibagikan gratis pada para pengendara motor di berbagai persimpanan jalan utama pada waktu kehujanan. Jas hujan diberikan terutama kepada pengendara motor

yang tidak memilikinya, sehingga mereka tetap bisa sampai tempat kerja tepat waktu. Pembagian dilakukan secara serentak di 4 kota di Jawa Tengah, antara lain Kudus, Semarang, Pekalongan, dan Tegal. Kegiatan tersebut sebagai langkah nyata Extra Joss dalam mendorong peningkatan produktivitas anak bangsa, sekaligus bentuk rasa terima kasih Extra Joss kepada jutaan orang yang selama 16 tahun setia menggunakan Extra Joss sebagai minuman energi. Extra Joss merupakan minuman energi pertama karya asli anak bangsa yang diproduksi sesuai standar internasional. Disamping itu, Extra Joss juga cocok untuk segala lapisan masyarakat, karena telah dinyatakan aman untuk dokonsumsi oleh BPOM dan mendapat sertifikat halal dari MUI. (adv/ari)


CMYK

RADAR SLAWI

BERLANGGANAN (0283) 340 900 / SMS ke 0815.5643.6843

SABTU, 13 MARET 2010

Sekolah Padatkan Pelajaran

BALANENYONG Mulai Dilirik Pemerintah BATIK Pengabean yang sebelumnya sempat punah, kini sudah kembali mendapat angin segar. Pasalnya Pemkab Tegal mulai melirik hasil kerajinan khas Desa Pengabean Kecamatan Dukuhturi tersebut. Bahkan berbagai pembinaan kini mulai dilakukan, baik oleh pihak Desa mauDOK.RATEG pun Kecamatan. Farikhi Kepala Desa Pengabean Kecamatan Dukuhturi, Farikhi saat ditemui di rumahnya Jumat (13/3) kemarin menuturkan, kini pihaknya mulai melakukan pengembangan terhadap kerajinan batik di desanya. Bahkan berbagai pelatihan batik sudah mulai direncanakan. “Ini merupakan angin segar bagi kerajinan batik khas Pengabean. Beberapa pejabat, baik ditingkat kabupaten maupun kecamatan sudah mulai melirik keberadaan kerajinan batik Pengabean,” tuturnya. Bahkan, tambah Farikhi, untuk saat ini sudah dibentuk paguyuban batik Pengabean. Diharapkan dengan adanya paguyuban tersebut, keberadaan batik Pengabean lambat laun akan kembali dikenal masyarakat. Tidak hanya itu, sejak tiga tahun yang lalu, batik Pengabean juga sudah mulai dipamerkan di tingkat kabupaten. “Hasilnya memang cukup memuaskan, dari pameran tersebut, beberapa

Jadwal Ujian Nasional Diajukan KEBIJAKAN pemerintah pusat yang memajukan jadwal pelaksanaan Ujian Nasional (UN), lebih cepat 2 bulan dari masa pembelajaran siswa, berdampak pada minimnya kesiapan para siswa dalam menghadai UN tahun 2010 mendatang. Hal tersebut juga berdampak pada perubahan pola pembelajaran yang diterapkan oleh setiap sekolah, yakni dengan lebih memadatkan waktu pembelajaran. Sejumlah metode pemadatan mata pelajaran pun ditempuh oleh masing-masing sekolah. Diantaranya dengan penerapan metode memperbanyak tugas-tugas dan memanfaatkan waktu pembelajaran untuk pembahasan materi soal-soal latihan, juga dengan menerapkan jam tambahan khusus bagi mata pelajaran ke hal 9 kol 4 UN.

ke hal 9 kol 1 AGUS WIBOWO/RADAR SLAWI

KIYEH LIKUH

TANYA JAWAB – Usai melakukan salat Subuh Kapolres Tegal juga melakukan tanya jawab bersama lingkungan sekitar.

Antisipasi Teroris, Giatkan Safari Subuh dan Jumat

WASPADA!

Jika Ada Penghuni Asing ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

PEMANTAPAN – Acara pembentukan dan pemantapan FKDM yang digelar oleh Kantor Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Tegal.

FKDM Dibentuk untuk Antisipasi Bencana DEMI mewujudkan ketentraman, ketertiban, dan perlindungan masyarakat serta sebagai sarana untuk mengantisipasi keadaan wilayah yang rawan bencana, Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Tegal, membentuk Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). Sebagai upaya tindak lanjut terhadap pembentukan FKDM tersebut, Kamis (11/3) kemarin, Kantor Kesatuan Kebangsaan Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Kabupaten Tegal menggelar acara pembentukan dan pemantapan FKDM. Acara digelar di aula gedung PKK Kabupaten Tegal, dihadiri sedikitnya 70 orang dari sejumlah unsur. Diantaranya tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh ormas dan pemuda, anggota Satlinmas, aparat keamanan, unsur Badan penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, serta unsur lembaga pendidikan dan perguruan tinggi. Kepala Kantor Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Tegal, Bambang Puji Waluyo, yang dalam kesempatan itu diwakili oleh Kasi Politik dan Hubungan antar Lembaga Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Tegal, Bimo Asihanto, menjelaskan, maksud dan tujuan utama penyeke hal 9 kol 4

AKSI teror yang kini mulai marak di sejumlah daerah oleh jajaran Polres Tegal langsung disikapi dengan serius. Bahkan, guna meminimalisir masuknya para teroris di wilayah hukumnya, Kapolres Tegal AKBP Wahyu Handoyo juga terus menggiatkan hubungan langsung kepada masyarakat. Yakni dengan melakukan kegiatan safari Subuh dan safari Jumat yang hingga kini masih terus berlangsung. ‘’Pada ceramah kami di masjid Desa Mejasem Kramat, kami juga terus mengingatkan kepada ma-

syarakat setempat agar selalu waspada terhadap lingkungan. Termasuk, bila adanya tetangga baru yang asing dan tidak mau bergaul dengan masyarakat perlu

dicurigai,’’ kata Wahyu Handoyo, usai melakukan safari Jumat. Menurutnya, tidak hanya keberadaan orang asing yang mencurigakan yang perlu diwaspadai oleh lingkungan. Seperti kegiatan-kegiatan yang tertutup yang dilakukan oleh sekelompok orang juga perlu dicurigai akan perkumpulan tersebut. Sebab jangan sampai, kegiatan tertutup tersebut termasuk keberadaan orang asing nantinya bisa membawa petaka. ‘’Karenanya dalam ceramah ke hal 9 kol 4

Ngamuk, Pria Berambut Cepak Menganiaya Enam Warga KEDUNGBANTENG - Lingkungan warga Desa Karanganyar Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal, Kamis (11/3) malam, sempat mencekam. Ini menyusul adanya dua pria berambut cepat yang mengamuk tanpa sebab. Sedangkan atas kejadian ini, sedikitnya enam warga mengalami luka cukup parah akibat dianiaya oleh pelaku. Demikian pula dengan satu anggota aparat yang sempat menjadi korban saat hendak melerai aksi anarkis oleh pria yang tak jelas identitasnya. Tidak ada korban jiwa dalam aksi brutal yang dilakukan oleh dua pria berambut cepak. Namun memang,

atas kejadian ini diantaranya Siswo Pranoto (27), Prayitno (39), Dahuri (26), dan Prasetyo (30) semuanya warga setempat mengalami luka yang cukup parah. Demikian pula dengan dua orang warga asal Desa Lebakwangi Jatinegara yakni Aminudin (17) dan Karyo (28) yang malam kemarin tengah berteduh menjadi sasaran amukan pria berambut cepak. Sementara selain warga sipil, salah satu aparat setempat yang hendak mencoba melerai juga malah justru menjadai sasaran amukan. Bahkan, aparat tersebut sempat mengalami luka sayatan. Sedangkan aksi brutal yang dilakukan oleh dua pria berambut

Darah Tak Pernah Diperjualbelikan Biaya Penggantian Pengolahan Darah Berdasarkan SK DARAH manusia yang dipergunakan untuk keperluan transfusi darah, dilarang keras diperjualbelikan. Pelarangan praktek jual beli darah, sangat dilarang keras baik oleh agama, negara, maupun etika sosial. Adapun biaya yang diterapkan oleh PMI saat ini, merupakan Service Cost atau Biaya Penggantian Pengolahan Darah (BPPD). Untuk besaran BPPD saat ini, mengacu pada Surat Keputusan (SK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Propvinsi Jawa Tengah nomor 468/ 4621/2009/5.2 tentang BPPD pada Unit Transfusi Darah ke hal 9 kol 1

Tabel Biaya Pengganti

cepak, dan diduga hanya persoalan merusak motor saja, kini kasus tindak pengrusakan dan penganiyaan tersebut sudah ditangani oleh pihak berwenang. Demikian pula dengan dua pelakunya yang kini sudah berurusan dengan proses hukum yang menghadangnya. ‘’Tidak tua tidak muda, warga yang terlihat di lingkungan langsung dibabat habis oleh dua pria berambut cepak tersebut. Termasuk dua orang warga Jatinegara yang tengah berteduh lantaran sedang hujan lebat juga ikut menjadi sasaran aksi ngamuk dua pria itu,’’ kata Limin saksi mata di ke hal 9 kol 4

iklan julia pake film CMYK

DOK.RADAR SLAWI

SERIUS - Sejumlah SMA siswa sedang serius mengerjakan soal UN tahun kemarin.

Pengolahan Darah A. KELOMPOK JASA, ADMINISTRASI, PEMELIHARAAN, PENYUSUTAN, DAN PENGEMBANGAN Rp 75.200. B. KELOMPOK HABIS PAKAI, TERDIRI DARI : 1. Biaya pembelian kantong darah Rp 2. Tes golongan darah, Rh dan HB Rp 3. Reagensia cross match/uji cocok serasi Rp 4. HBsAg (mendeteksi Hepatitis B) Rp 5. Anti HCV (mendeteksi Hepatitis C) Rp 6. VDRL (mendeteksi Siphilis) Rp 7. HIV (mendeteksi HIV/AIDS) Rp 8. Bahan Penunjang Rp JUMLAH

Rp

51.750 8.625 26.450 15.525 41.400 10.925 15.525 4.600 174.800


PEMALANG

4

SABTU 13 MARET 2010

RADAR TEGAL

Sejumlah Insiden Warnai Pemakaman

PEMERINTAHAN PNS Harus Netral

Puluhan Mujahidin Kawal Dulmatin

PEGAWAI Negeri Sipil (PNS) sebagai salah satu pilar birokrasi mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Yaitu sebagai unsur aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat. Dalam kedudukan tersebut, seorang PNS harus netral, profesional dan tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan, yaitu bebas dari unsur-unsur politis, suku, agama dan ras. Demikian disampaikan Bupati Pemalang DOK RADAR PEMALANG HM Machroes SH dalam acara penyerahan Machroes SK CPNS Formasi Tahun 2009 dari pelamar umum di pendopo setempat, Jumat (12/3) kemarin. “Netralitas PNS bukan berarti apatis terhadap kehidupan politik yang merupakan hak dasar setiap warga negara. Netralitas dalam kehidupan politik berarti ikut berpatisipasi aktif dalam kehidupan politik, dalam rangka membangun sendi-sendi demokrasi di Indonesia ,” katanya. Sebagai PNS dalam melaksanakan kehidupan politik, lanjut Bupati harus mematuhi ketentuan perudang-undangan yang berlaku dan harus selalu menjaga agar tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. ”Perlu dicermati bahwa perbedaan afiliasi politik, rasa kedaerahan yang sempit, rasialisme kesukuan yang berlebihan dan perbedaan agama seringkali menimbulkan perpecahan. Oleh karena itu saya ingatkan kembali bahwa kewajiban PNS adalah memelihara dan meningkatkan keutuhan, kekompakan, persatuan dan kesatuan Korp Pegawai Negeri Sipil,” ujar Machroes. Dalam kesempatan itu, Machroes juga menegaskan sebagai PNS jangan mudah dipecah belah. “Mari kita satukan langkah dan rapatkan barisan Korp Pegawai Negeri Sipil, satukan visi-misi dalam membangun Pemalang,” tandasnya. (mg1) ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

DIUSUNG - Jenazah Dulmatin saat diusung menuju pemakaman di komplkes TPU Makam Dowo.

Tujuh Perahu Nelayan Mojo Hanyut

AGUS P/RADAR PEMALANG

IKAN ASIN – Seorang pengrajin ikan asin sedang melakukan produksi dengan menjemur sebagai bagian dari proses produksinya.

Relokasi Pengrajin Ikan Asin PEMALANG – Banyaknya tempat usaha pengrajin ikan asin di seputar Obyek Wisata Pantai Widuri perlu direlokasi kembali. Alasannya cukup menganggu lingkungan obyek wisata, karena menimbulkan bau tidak sedap akibat sulitnya pengolahan limbah. “Kami memandang perlu adanya relokasi kembali tempattempat usaha pengrajin ikan asin yang ada di lingkungan Obyek Wisata Pantai Widuri Pemalang. Sebab keberadaannya cukup mengganggu, disamping itu juga sulitnya untuk melakukan pengolahan limbahnya,” kata Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang Ir Mugiyatno M.Si melalui Kasi Pengendalian dan Pengolahan Limbah Raharjo SIP Jumat (12/3) kemarin. Untuk bisa melakukan relokasi tersebut, kata Raharjo perlu adanya upaya secara terpadu, dengan bekerja sama dengan pihak terkait lainnya, yaitu Dinas Kelautan dan Perikanan dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat. Beberapa hal yang menjadi pemikiran, yakni melakukan penataan tempat-tempat usaha pengrajin ikan asin yang ada di

seputar obyek wisata itu. Menurut Raharjo untuk memperindah dan kebersihan tempat wisata, dan juga sebagai upaya untuk memberikan kenyamanan baik bagi pengusaha ikan asin dan kepada pengunjung. (mg1)

ULUJAMI – Hujan deras disertai mati lampu yang mengguyur Pemalang dan sekitarnya pada Jumat (12/3) pagi menghanyutkan 7 perahu sopek milik nelayan di Dukuh Karangsambung Desa Mojo Kecamatan Ulujami. Dari tujuh perahu yang hanyut, empat di antaranya tenggelam dan diketemukan nelayan di pacer atau muara laut. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB tersebut, kali pertama diketahui salah satu nelayan, Wartono (35) yang hendak pulang setelah miyang di tengah laut. Dia kemudian melaporkan ke pemiliknya Kasmali (48), mengenai hanyutnya perahu yang diterjang arus Sungai Kali Comal. “Bapak lagi bantu mengangkat perahu yang teng-

gelam,” terang Casmini (44), istri Kasmali kepada Radar di rumahnya Jumat (12/3) kemarin. Ketujuh perahu yang tenggelam dan masih dalam pengangkatan oleh nelayan, yakni milik Wajem (56) 2 perahu, Rohani alias Rewel (50), dan perahu milik Ranto (48). Sedang tiga perahu sopek yang tidak tenggelam milik Caro (51), Rohman (58), dan Kasmali (48). Begitu mendapati laporan itu, setidaknya 50-an nelayan turut membantu proses pengangkatan perahu di muara (pertemuan sungai dan laut). Dengan alat-alat seadanya, seperti drumdrum solar dan tambang, mereka mengevakuasi “jasad” perahu yang terbenam di bawah sungai. Hingga pukul 12.00 WIB kemarin, nelayan baru bisa

mengangkat satu perahu milik Wajem. Sedang tiga perahu lainnya masih dalam proses pengangkatan. Perahu milik Wajem sendiri diangkat sudah tidak berbentuk, karena kayukayu dan peralatannya diketemukan sudah dalam bentuk keping-kepingan. (cw2)

PEMALANG - Jazad teroris Dulmatin akhirnya dikuburkan di tanah milik orang tuanya di dekat kompleks Tempat Pemakaman Umum (TPU) Makam Dowo Desa Loning Kecamatan Petarukan Jumat (12/3) kemarin. Ribuan pelayat mengiringi keranda yang mulai meninggalkan rumah ibu kandungnya Hj Masniyati pukul 07.00 WIB. Jenazah sendiri tiba di Jl Pasar Utara No 24 pada dini hari pukul 03.20 WIB dengan pengawalan polisi. Di rumah duka sempat terjadi insinden akibat tindakan over akting dari orang tak dikenal. Dia seorang diri mengusir sejumlah wartawan yang hendak mendekat ke ke rumah Hj Masniyati. Sejumlah wartawan memilih menahan diri dan tidak melakukan protes. Sementara sejumlah orang yang ikut takziyah dan beratribut seperti Mujahidin malah nampak tenang dan tidak bereaksi melihat aksi tersebut. Saat di rumah duka jenazah Dulmatin banyak dikunjungi tetangganya. Keluarga mengizinkan untuk melihat dari dekat dengan tertib dan antri. Keluarga juga mengizinkan wartawan ikut masuk, namun tidak diperkenankan membawa kamera. Simuh (38) saat dikonfirmasi mengemukakan dirinya sudah melihat langsung dari dekat wajah Dulmatin. “Wajahnya bagus, bersih tidak lebamlebam seperti dalam foto yang ditayang di tv-tv,” kata dia. Warga lainnya Nurali (50) mengemukakan meski jenazah sudah tiga hari sejak ditembak, namun tidak menebarkan bau

apa pun. “Bahkan wajahnya nampak segar,” tegasnya. Hingga pukul 06.30 WIB para tetangga masih diperkenankan untuk mengantri melihat jenazah Dulmatin. Setenghah jam kemudian Dulmatin sudah dimasukkan ke keranda dan keluar dari rumah duka dengan dipikul para Mujahidin. Jenazah dipanggul setengah berlari menuju ke Masjid Jami Kauman Petarukan yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah duka untuk dishalatkan. Ada insinden kecil di lorong menuju masjid tersebut, selain Mujahidin membentuk pagar betis, orang berkepala botak yang tidak diketahui identitasnya menyeret seorang wartawan agar keluar dari masjid. Tak ada prosesi apapun selain shalat mayit dan selanjutnya diangkut dengan kendaraan bak terbuka menuju TPU Makam Dowo di Desa Loning, yang berjarak sekitar lima kilometer. Saat keluar dari masjid banyak warga yang menengadahkan kepalanya ke langit untuk melihat awan. Mereka menilai awan yang kebetulan langitnya hari itu cerah membentuk lafad Allah. Meski kejadian ini tak berlangsung lama, namun menjadi perbincangan pelayat. Sepanjang perjalanan Mujahidin meneriakkan yel-yel yang berisi hujatan bagi Densus 88. Mereka meneriaki detasemen tersebut sebagai kafir. Yel-yel ini oleh masyarakat dinilai tak simpatik, karena tidak sesuai dengan kebiasaan saat mengantarkan jenazah ke kubur. Memasuki TPU yel-yel semakin keras bersautan, namun saat prosesi pemakaman yel-yel berubah menjadi teriakan slogan Mujahidin. (ali)


KABUPATEN TEGAL

8

SABTU 13 MARET 2010

RADAR TEGAL

Wujudkan Prestasi, Implementasikan Program SDN 01 Bumijawa TIADA hari tanpa prestasi dan budi pekerti luhur berdasarkan iman dan taqwa, merupakan moto penunjang dari sebuah visi misi kerja kepala sekolah dan para guru di lingkungan SDN 01 Bumijawa Kecamatan Bumijawa. Hal itu untuk mewujudkan peningkatan prestasi siswa-siswi baik di bidang akademik maupun non akademik secara berjenjang dan berkelanjutan, sebagai

BUMIJAWA

bentuk implementasi program peningkatan mutu pendidikan yang tengah digulirkan pemerintah pusat dan daerah. “Hal itu untuk merealisasikan citacita mulia. Yakni menciptakan generasi muda berprestangi tinggi, bermoral dan memiliki wawasan luas, agar mampu berkompetisi di segala tingkatan baik berskala nasional hingga internasional,” ujar Kepala SDN 01 Bumijawa Muanis SPd, kepada Radar Jumat (12/3) kemarin.

Menurutnya, visi sekolah yang mengutamakan selalu unggul di bidang prestasi dan luhur berbudi pekerti tetapi tetap dalam bingkai ketaqwaan serta budaya bangsa ini, memang menuntut semua guru dan pihak terkait lainnya untuk selalu profesional dalam bekerja. Karena makna visi itu sendiri sangat tinggi. Di mana unggul prestasi termasuk kepandaian dan kecerdasan anak didik dibidang akademik serta non akademi

harus lebih daripada yang lain. Begitu juga dengan berbudi pekerti luhur. “Makna dalam visi sekolah ini sangat dalam . Kenyataan itu, tentunya menuntut saya dan para guru untuk selalu bekerja keras dalam mengoptimalkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang berhasil dan b e r d a y a g u n a , ” k a t a Muanis. Dan optimalnya KBM dimaksud, lanjut Muanis, supaya dapat menumbuhkem-

bangkan sikap keunggulan dan kompetitif kepada siswasiswi secara terus menerus. Yang nantinya bermuara pada kondusivitas lingkugan sekolah. “Kondusif di sini tercapainya kerjasama baik antara guru, kepala sekolah, siswa-siswi, masyarakat dan pemerintah. Artinya, semua saling memiliki dan memahami kebutuhan serta keinginan masing-masing untuk satu kesepahaman,” tandasnya. (k1)

Kontingen Pesta Siaga Kwaran Pagerbarang Dilepas YANVERA/RADAR SLAWI

POSE BERSAMA- Kepala Sekolah SDN 01 Bumijawa Muanis SPd saat berpose bersama dengan segenap jajaran guru.

Guru-Guru Mampu Ciptakan Terobosan BUMIJAWA - Kerja keras guru dan kepala sekolah memang sebuah keharusan. Sehingga, setiap hari guru-guru selalu menciptakan terobosan-terobosan baru di bidang pemberian metode pembelajaran kepada para siswa-siswi. “Kemandirian dan profesionalitas guru serta kepala sekolah dalam mengimplementasikan program peningkatan mutu pendidikan, tergantung dari misi dan visi itu sendiri,” ucap guru SDN 01 Bumijawa, Ruswanto kepada Radar, kemarin. Dia menambahkan, moto tiada hari tanpa prestasi yang sejauh ini sudah menjadi jargon kebanggaan pihak sekolah, bisa dikata dapat dipahami semua guru-guru di sekolah ini dengan baik. Terbukti sejumlah prestasi siswa di bidang akademi maupun non akademik telah banyak didapat seperti, juara 1 nyanyi tunggal tingkat Kabupaten Tegal dan finalis tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan untuk bidang akademik siswa di sekolah ini menjadi juara 1 siswa teladan tingkat kabupaten serta juara IV tingkat Jawa Tengah. “Dilihat dari kenyataan ini, kerja keras guru sudah sangat membanggakan, tapi itu semua bukan akhir dari tujuannya. Lantaran masih banyak kekurangan yang masih perlu ditambah serta diperbaiki dengan baik, demi kepentingan masa depan para siswa -siswi di sekolah ini,” pungkasnya. (k1)

ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

DONOR DARAH - Kegiatan donor darah sukarela sebagai salah satu wujud pelayanan kesehatan kepada warga. (Berita selengkapnya baca hal depan)

KONTINGEN Pesta Siaga utusan Kwartir Ranting Pagerbarang, dilepas secara resmi, Jumat (12/3). Upacara pelepasan dilakukan di halaman kantor Kecamatan Pagerbarang, dengan inspektur upacara Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) yang juga Camat Pagerbarang, MA Christianto. Kontingen pesta Siaga Kwaran Pagerbarang diwakili oleh 1 barung putra dari Gudep SDN Rajegwesi 02, serta 1 barung putri dari Gudep SDN Srengseng 03. Kedua barung tersebut berhak mewakili kontingen Pesta Siaga Kwaran Dukuhwaru setelah beberapa waktu lalu berhasil terpilih sebagai barung tergiat dalam ajang Pesta siaga tingkat Kwaran Pagerbarang. Sementara itu dalam amanatnya, Camat Pagerbarang selaku Ka Mabiran, MA Christianto, menyatakan bahwa saat ini Gerakan Pramuka tengah melakukan proses revitalisasi seperti yang dicanangkan oleh Presiden SBY. Untuk itu, diharapkan seluruh anggota Gerakan Pramuka mampu meninggalkan pola pikir lama yang kurang bermanfaat atau menciptakan kegiatan yang kurang menarik dan dapat menghambat gerakan Pramuka. ‘’Karenanya Gerakan Pramuka sebagai bagian dari gerakan global, harus dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun dunia yang lebih baik. Melalui revitalisasi, diharapkan Gerakan Pramuka dapat menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda agar menjadi generasi muda yang cerdas, terampil, memiliki budi pekerti luhur, berakhlak mulia, dan mampu menjadi kader pembaharuan pembangunan bangsa,” papar MA Christianto. Ditekankan MA Christianto, dalam Pesta Siaga tingkat Kwartir Cabang

ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

PELEPASAN – Suasana upacara pelepasan kontingen Pesta Siaga Kwaran Pagerbarang yang berlangsung hidmat di halaman kantor Kecamatan Pagerbarang.

(Kwarcab) 11.28 Kabupaten Tegal nantinya, diharapkan setiap anggota Pramuka Siaga kontingen Kwaran Pagerbarang dapat mengikuti seluruh kegiatan dengan bersemangat dan bergembira. Setiap anggota kontingen Kwaran Pagerbarang diharapkan dapat bersaing secara sehat dalam Pesta siaga tingkat Kwarcab Kabupaten Tegal.

‘’menjadi juara bukan satu-satunya tujuan. Yang terpenting adalah anakanakku semua agar dapat menjalin persahabatan dengan barung lain serta mendapatkan pengalaman yang paling berharga dibandingkan lainnya. Pengalaman inilah yang kelak akan membesarkan dirimu dan menolong dirimu dalam menjalani kehidupan

kelak,” tandas MA Christianto. Rencananya, kontingen pesta Siaga Kwaran Pagerbarang akan diberangkatkan untuk mengikuti Pesta siaga tingkat Kwarcab Kabupaten Tegal, yang akan digelar Minggu (14/ 3) besok. Rencananya, kegiatan Pesta siaga tingkat Kwarcab Kabupaten Tegal itu akan digelar di lapangan Kecamatan Bumijawa. (aan)


ENTERTAINMENT

SABTU 13 MARET 2010

9

RADAR TEGAL

Disambut Annissa dengan Air Mata

MANOHARA

Siap Ladeni Tengku Fakhry di Jakarta TERKAIT dengan hasil putusan Pengadilan Negeri Malaysia yang memenangkan pihak tergugat, Tengku Fakhry. Pihak Pangeran Kelantan tersebut berencana akan menuntut Manohara Odelia Pinot di Pengadilan Negeri Jakarta atas dasar putusan Pengadilan Negeri Malaysia. Namun, ketika dikonfirmasikan hal tersebut kepada pihak Manohara, manajer Manohara, Glen mengungkapkan bahwa dari dulu Fakhry yang berbicara saja dan tidak pernah ada realisasinya. “Kan ngomongnya dari dulu gitu, Fakhry mau ke Indonesia tapi nggak

pernah ada,” ujar Glen saat dihubungi melalui ponselnya. Menanggapi tuntutan Fakhry di Jakarta tersebut, Manohara mengaku sudah siap meladeni mantan suaminya itu. Lebih lanjut, Glen menyebutkan, sampai saat ini pihak Manohara belum mendapat salinan tembusan dari pihak Pengadilan Malaysia dan Manohara hanya tahu dari beritanya saja. “Mano siap-siap aja karena di pihak Mano belum dapat tembusan apa-apa dari pihak Malaysia dan emang engga pernah dapat, dan Mano hanya tahu dari beritaberita aja,” terang Glen. (kpl/buj/dka)

Mulai Dilirik Pemerintah dari halaman 3 pejabat mulai berminat untuk membeli dan mengenakan kain

batik khas pengabean,” tambahnya. Bahkan beberapa waktu lalu, beberapa Pejabat di tingkat kabupaten dan ke-

camatan datang langsung untuk menyaksikan proses pembuatan batik Pengabean. (cw3)

Darah Tak Pernah Diperjualbelikan dari halaman 3 (UTD) Daerah/Cabang PMI di provinsi Jawa Tengah. Total nominal BPPD yang ditentukan itu yakni sebesar Rp 250 Ribu Biaya tersebut dipungut dari pasien pemakai darah, sebagai pengganti biaya pengolahan darah dan menjaga kesinambungan pelayanan darah oleh Palang Merah Indonesia (PMI) tanpa mencari keuntungan. Hal itu dijelaskan Kepala Markas PMI Cabang Kabupaten Tegal, Mahmudin, saat menaggapi sejumlah keluhan dari warga terkait adanya biaya saat warga terutama pasien membutuhkan darah transfusi Menurut Mahmudin, aturan pelarangan memperjualbelikan darah diantaranya seperti yang termaktub dalam PP nomor 18 tahun 1980 Bab III pasal 3, yang isinya antara lain menjelaskan bahwa semua produk darah tidak boleh diperjualbelikan dengan dalih apapun dan darah yang diberikan harus secara suka rela. Selain itu, diatur pula dalam UU nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan, Bab V pasal 33, yang isinya antara lain menerangkan bahwa transfusi darah sebagai upaya penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan, dilarang untuk tujuan komersial. ‘’Semua agama juga secara jelas mengharamkan segala bentuk jual beli darah, termasuk perilaku sebagai calo darah. Selain dilarang oleh agama, jual beli darah juga dilarang oleh undang-undang, peraturan pemerintah, serta norma maupun nilai-nilai sosial di masyarakat,” terang Mahmudin. Sementara biaya yang dikenakan kepada pasien yang membutuhkan darah transfusi, lanjut Mahmudin, merupakan biaya pengganti pengolahan darah, yang nilainya sebesar Rp 250 Ribu. Biaya tersebut dipergunakan untuk biaya kelompok jasa, administrasi, pemeliharaan, penyusutan, dan pengembangan yang nilainya Rp 75.200. Serta untuk biaya kelompok habis pakai yang totalnya sebesar Rp 174.800, terdiri dari untuk biaya pembelian kantong darah (Rp 51.750), tes golongan darah Rh dan HB (Rp 8.625),

Reagensia cross match (Rp 26.450), HBsAg (Rp 15.525), anti HCH (Rp 41.400), VDRL (Rp 10.925), HIV (15.525), dan bahan penunjang (Rp 4.600). ‘’Masyarakat hendaknya memahami, bahwa PMI tidak pernah sama sekali memperjualbelikan darah, kami hanya mengenakan biaya pengolahan darah. Peraturan pengenaan biaya pengelolaan darah ini berlaku bagi setiap pasien yang membutuhkan darah transfusi, baik menyediakan donor darah pengganti maupun tidak. Adapun besarannya, sesuai dengan yang diatur dalam SK Dinkes Provinsi Jawa Tengah,” terang Mahmudin. Diakui Mahmudin, selama ini muncul persepsi keliru pada masyarakat awam bahwa service cost yang dikenakan kepada pasien oleh UTD PMI, disamakan dengan kegiatan jual beli darah. Padahal, service cost yang harus digantikan oleh pihak keluarga pasien sesungguhnya hanyalah pengganti jasa layanan dan hany sebagian kecil dari biaya yang diperlukan untuk komponen kegiatan pengadaan dan pengolahan darah. Komponen kegiatan pengadaan dan pengolahan darah itu diantaranya pemeriksaan darah dari berbagai penyakit menular lewat darah, pengolahan darah, pendistribusian darah, pembinaan donor, administrasi cetak, serta pemakaian bahan/alat habis pakai seperti kantong darah, cairan reagen, dan lain-lain. ‘’Sesungguhnya, darah yang telah diolah oleh PMI adalah gratis. Service cost dikenakan sebagai biaya pengganti pengolahan darah,” tandas Mahmudin. Ditambahkan Mahmudin, khusus untuk pasien penerima Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), tidak dikenakan biaya pengganti pengolahan darah sepeserpun alias gratis. Pasalnya, untuk pasien Jamkesmas, biayanya ditanggung oleh pemerintah sebesar Rp 120 Ribu per kantong darah transfusi, sedangkan sisanya sebesar Rp 130 Ribu menjadi tanggungan anggaran PMI. ‘’Hingga saat ini, kebutuhan darah untuk pasien Jamkesmas mencapai 40 persen dari total

kebutuhan darah yang ada. Perlu diingat, meskipun ditanggung oleh pemerintah, dalam hal ini oleh Rumah Sakit, namun pembayarannya tidak serta merta dapat langsung dilunasi. Berdasarkan catatan kami, sejak Maret 2009 hingga Januari 2010, Rumah sakit masih menunggak pembayaran service cost kepada PMI sekitar Rp 161 Juta, dari jumlah tersebut hingga saat ini baru terbayar sekitar Rp 38 juta,” terang Mahmudin. Sementara itu, secara terpisah Ketua PMI Cabang Kabupaten Tegal, dr H Bimo Bayu Adji mengungkapkan, hingga kini pihaknya masih menunggu penerapan Undang-undang (UU) nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Di mana salah satu pasal dalam UU tersebut tertulis ‘’Pemerintah menjamin pembiayaan dalam penyelenggaraan pelayanan transfusi darah’’. Dengan diterapkannya UU nomor 36 tahun 2009 tersebut, lanjutnya, diharapkan nantinya biaya pengganti pengolahan darah yang saat ini sebesar Rp 250 Ribu per kantong, tidak lagi dibebankan kepada pasien melainkan dapat ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. ‘’Kita sama-sama menunggu realisasinya. Sehingga masyarakat tidak lagi terbebani dengan biaya pengganti pengolahan darah,” ujarnya. PMI berharap agar warga masyarakat dapat memahami pembebanan biaya yang dikenakan kepada pasien pengguna darah transfusi. Ke depan diharapkan tidak lagi terjadi kesalahan persepsi terkait pemberlakuan aturan tentang tariff service cost tersebut. Namun demikian, PMI juga mengharapkan agar pemerintah pusat dapat segera merealisasikan pemberlakuan UU nomor 36 tahun 2009. Sehingga biaya penggunaan darah transfuse dapat ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Selain pengalokasian anggaran untuk biaya pengganti pengolahan darah, ke depan diharapkan pemerintah dapat pula mengalokasikan anggaran bagi pengadaan alat pengolahan darah di setiap UTD PMI Cabang Kabupaten/ Kota. (aan)

SUDAH dua hari ini, Juwita Bahar kabur dari rumah ayahnya, Memo Sanjaya. Ketika bertemu dengan Juwita, Anissa Bahar pun langsung berurai air mata. Hal itu terjadi ketika Juwita menggelar jumpa pers di Jl. KH. Wahid Hasyim no. 80, Jakarta, Jumat (12/3). Anissa yang datang terlambat, langsung menangis dan memeluk Juwita. “Aku kaget banget dia kabur dari rumah. Dari kemarin aku sempat syok mencari dia.” Anissa mengaku terakhir bertemu Juwita dua tahun lalu. Saat itu, mereka kebetulan mengisi sebuah acara televisi yang sama. “Kita pernah saling tukar nomor handphone tapi setelah itu nomor Juwi diganti lagi. Jadi kita lose contact,” jelasnya. Lalu bagaimana kisah pelariannya? Gadis 14 tahun itu berangkat dari rumah ayahnya menuju sekolahnya SMP Negeri 24 di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (10/ 3) pagi. Saat itu, ia diantar oleh supir. Begitu tiba di sekolah, pelantun ‘Goyang Gasing’ itu memilih tidak masuk sekolah. Ia memutuskan menghubungi kakaknya, Jelita Bahar. Saat itu, Juwita memutuskan kabur dari Memo. Rabu (12/3) itu jadi puncak keberanian Juwita untuk meninggalkan Memo yang selama ini sudah beberapa kali menyakitinya secara fisik dan psikis. ”Kalau lagi benar-benar marah pernah main pukul, kata-kata kasar juga pernah keluar,” jelas dara yang pernah terkena kanker otak itu. Saat dihubungi Juwita, Jelita tentu kaget. Ia pun langsung mendatangi Juwita yang sudah menunggu di depan sekolah. Anak pertama Annisa dari pernikahannya dengan Memo itu langsung membawa sang adik ke rumahnya di kawasan Bekasi. Pada Rabu (12/3) siang, Jelita pun menghubungi pamannya, Joel Bahar. Jelita dan Juwita kemudian mendatangi Joel di kantornya di Jl. KH. Wahid Hasyim no. 80, Jakarta Pusat. Saat itu juga, Joel meminta Juwita untuk menceritakan duduk perkara yang sebenarnya. ”Dia bicara sama saya, sudah tidak kuat lagi hidup dengan papanya, minta dimediasi untuk sama ibunya,” tutur Joel saat dihubungi Jumat (12/3) malam. Perbincangannya dengan Juwita itu direkam dan divideokan oleh Joel. Juwita juga menuliskan kisahnya pada dua lembar kertas. ”Itu semua buat pegangan saya kalau kasus ini sampai masuk ke ranah hukum.”

Pada Joel, sebenarnya Juwita sudah minta untuk dipertemukan dengan ibunya Annisa. Namun anak pertama dari keluarga Bahar itu memilih menundanya, menunggu sampai Juwita tenang. Kamis (11/3) malam, Joel akhirnya menelepon Annisa. Ia memberitahu kalau Juwita kabur dan kini ada bersamanya. Namun karena hari sudah cukup malam, Annisa tidak memutuskan langsung menemui Juwita. Setelah berpisah selama sekian lama, pertemuan pertama ibu dan anak perempuannya itu, terjadi Jumat (12/3). (eny/eny)

Juwita Bahar

Kabur dari Ayah

Sekolah Padatkan Pelajaran dari halaman 3 Hal tersebut diakui Kepala Sekolah SMAN 3 Slawi, Sussono Hadi. Menurutnya, langkah pemadatan dan pemberian jam tambahan pelajaran bagi mata pelajaran UN tersebut terpaksa dilakukan demi menyiasati minimnya waktu pembelajaran bagi siswa. ‘’Kabar pengajuan jadwal UN ini sudah lama kami terima, sejak pertengahan semester I. Sehingga kami menempuh upaya antisipasi untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi UN, dengan cara pemadatan,” ungkap Sussono Hadi. Diakui Sussono Hadi, minimnya waktu yang tersedia bagi guru untuk menyelesaikan mata pelajaran sesuai dengan standar kurikulum yang sudah ditentukan, memaksa para guru untuk mengubah pola pembelajaran. Yakni diantaranya dengan cara memperbanyak tugas-tugas rumah dan meman-

faatkan waktu tatap muka untuk pembahasan. ‘’Karena bersifat pemadatan, maka waktu yang tersedia bagi para guru untuk menjelaskan mata pelajaran juga otomatis berkurang. Sehingga, metodenya pun dirubah dengan lebih meperbanyak tugas-tugas latihan di rumah, yang kemudian akan dibahas saat tatap muka,” terang Sussono Hadi. Selain upaya tersebut, lanjut Sussono Hadi, sejak pertengahan bulan Januari 2010 lalu, pihaknya juga mulai memberikan alokasi penambahan jam pelajaran khusus mata pelajaran UN. Penambahan jam pelajaran itu diberlakukan sebanyak 3 kali dalam setiap minggunya. Dalam setiap pertemuan jam tambahan, yang dilaksanakan setiap hari Selasa, Rabu dan Jum’at, pihaknya mengalokasikan tambahan untuk pembelajaran 2 mata pelajaran UN. ‘’Untuk setiap mata pelajaran UN, kami mengalokasikan wak-

tu tambahan selama 2 jam. Selain itu, selama 10 hari menjelang pelaksanaan UN (dimulai kamis (11/3) – red), setiap jam pelajaran reguler, khusus diisi dengan mata pelajaran UN,” jelas Sussono Hadi. Secara terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Wakhidin, menyayangkan adanya kebijakan dari pemerintah pusat yang mempercepat masa pembelajaran siswa. Kebijakan itu, dinilainya, dapat merugikan siswa peserta UN, karena minimnya waktu pembelajaran yang diterima. ‘’Memang kabar pengajuan sudah disosialisasikan sejak pertengahan semester I, berdasarkan keterangan para guru karena adanya jadwal UN ulang Namun demikian, mestinya pemerintah dapat mempertimbangkan pengeluaran kebijakan secara matang, sehingga tidak selalu mengorbankan siswa,” ujar Wakhidin. Ditambahkan Wakhidin, pi-

haknya berharap, ke depan pemerintah pusat dapat lebih aspiratif dalam menerapkan kebijakan, khususnya terkait jadwal pelaksanaan UN. Sehingga, kebijakan tersebut dapat dilaksanakan sepenuhnya dengan tidak merugikan salah satu pihak. ‘’Ke depan kami berharap agar pemerintah pusat dapat melakukan kajian secara komprehensif, sebelum mengeluarkan kebijakan. Kajian itu juga diharapkan dapat sekaligus menyerap aspirasi elemenelemen pendidikan, termasuk dari para siswa dan guru,” imbuh Wakhidin. Sejumlah siswa mengeluhkan minimnya waktu pembelajaran, akibat dimajukannya jadwal pelaksanaan UN tahun 2010. Ke depan diharapkan pemerintah pusat dapat lebih mempertimbangkan kesiapan para siswa, dengan merencanakan waktu pelaksanaan UN dan UN susulan sebaik mungkin. (aan)

Ngamuk, Pria Berambut Cepak Mengniaya Enam ... dari halaman 3 lokasi kejadian. Menurutnya, para korban diantaranya Siswo Pranoto (27), Prayitno (39), Dahuri (26), dan Prasetyo (30) semuanya warga setempat mengalami luka yang cukup parah. Demikian pula

dengan dua orang warga asal Desa Lebakwangi Jatinegara yakni Aminudin (17) dan Karyo (28) yang kini sempat linglung akibat kepalanya dibenturbenturkan di tembok. Hal sama juga dikatakan beberapa warga lainnya yang sempat menjelaskan ke-

pada Radar. Mereka mengaku tindakan anarkis oleh dua pria berambut cepak tersebut benar-benar brutal. Terlebih warga yang tidak tahu duduk persoalannya juga ikut dihajar habis-habisan tanpa ampun. ‘’Parahnya lagi, pria beram-

but cepak tersebut juga berani melawan aparat yang hendak melerai. Jadi, memang perbuatan pria berambut cepak yang diduga katanya marah garagara motornya dirusak benarbenar membuat kampung kami sempat mencekam,’’ pungkasnya. (gus)

FKDM Dibentuk untuk Antisipasi Bencana dari halaman 3 lenggaraan kegiatan antara lain untuk mengawal pelaksanaan otonomi daerah. Terutama yang terkait dengan upaya mewujudkan ketentraman, ketertiban dan perlindungan masyarakat,

yang menjadi tanggung jawab Pemkab Tegal. Selain itu juga sebagai sarana untuk mengantisipasi keadaan wilayah yang rawan bencana di Kabupaten Tegal. ‘’Kegiatan ini juga dalam rangka antisipasi kebebasan

masyarakat sejak era reformasi, yang seringkali berlebihan Sehingga mengakibatkan masyarakat yang mudah bergejolak serta tumbuh suburnya konflik sosial yang dapat mengancam kerukunan masyarakat,” terang Bimo

Asihanto. Dalam kesempatan tersebut, Kantor Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Tegal menghadirkan sejumlah pemateri yang difasilitasi oleh Kantor kesbangpol dan Linmas Provinsi Jawa Tengah. (aan)

Waspada!Jika Ada Penghuni Asing dari halaman 3 kami di masjid tersebut, kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk bisa segera melaporkan kecurigaan tersebut kepada aparat kepolisian terdekat. Sehingga, keberadaan orang asing termasuk kegiatan

tertutup tersebut bisa langsung diatasi tanpa ada tindakan anarkis,’’ jelas Kapolres Tegal. Mantan Kapolresta Magelang ini juga menambahkan sejak adanya kabar pelaku teror terus merebak, pihaknya bersama dengan jajarannya

juga terus melakukan kegiatan pendekatan kepada masyarakat, termasuk melakukan operasi di jalan dan pendataan kepada lingkungan masyarakat. ‘’Tidak hanya itu, sejumlah wilayah perbatasan kami juga hingga kini sudah kami perke-

tat keamanannya. Dan hingga kini ops gabungan empat polsek dengan sasaran pengendara asing dan mencurigakan juga masih diterapkan. Termasuk kegiatan kami, dalam safari subuh dan jumat juga masih kami lakukan,’’ pungkasnya. (gus)


CMYK

SABTU, 13 MARET 2010

METRO SLAWI

10

RADAR TEGAL

YANVERA/RADAR SLAWI

MEGAH- Gedung SDN 01 Bumijawa terlihat megah.

Metode Pembelajaran Perlu Ditambah

YANVERA/RADAR SLAWI

BERI PELAJARAN - Salah seorang guru sedang memberi mata pelajaran yang diujikan untuk UASBN.

Guru Siap Sukseskan UASBN TARGET sukses Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN), yang sudah dibebankan pihak sekolah jauh-jauh hari tidak membuat para guru di lingkungan SDN 01 Bumijawa Kecamatan Bumijawa gentar maupun pasrah. Melainkan merasa senang dan tertantang untuk membuktikan kerja kerasnya selama ini. “Kami senang sekali dengan target ini. Sebab, kami sudah mempersiapkan segala keperluan para siswa jauh-jauh hari dengan cara memberikan tambahan pelajaran maupun lest,” tandas

Wali Kelas 6 SDN 01 Bumijawa Sumarmanto kepada Radar Jumat (12/3) kemarin, usai mengikuti rapat internal sekolah. Menurut Sumarmanto, kesiapan para siswa kelas 6 sudah matang. Sebab, para guru secara bergantian memberikan tambahan pelajaran di luar jam pelajaran rutin. Hal ini, guna membentuk kematangan pemahaman siswa di bidang pelajaran. Selain itu juga untuk mentalitas baja dalam diri para siswa itu sendiri. “Secara persiapan, kami sudah matang.

Walau masih diperlukan penambahan maupun terobosan,” katanya. Hal senada diungkapkan guru wali kelas V Sutardi. Menurutnya, target sukseskan UASBN bukan merupakan sebuah halangan atau beban. Namun menitik beratkan pada kerja keras guru dibidang pemberian kesiapan siswa-siswi. Karena pada dasarnya kecerdasan siswa bisa dibentuk sejak dini, walaupun didasari dari tingakatan daya serap siswa itu sendiri. Akan tetapi, jika semua guru mampu menerapkan me-

tode pembelajaran sesuai keinginan siswa, kemungkinan besar target sukses bukan suatu masalah besar. “Pada dasarnya tujuan siswa-siswi bersekolah hanya untuk memiliki prestasi. Dan kondisi itu sudah dipahami oleh para guru. Sehingga persiapan dari mulai kelas 1 hingga kelas 6 sudah diberikan secara benar. Lantaran lulus UASBN merupakan puncak prestasi sekolah,” tandasnya. Dia menambahkan, kerja keras tanpa henti merupakan tugas pokok sebagai seorang

guru. Maka dari itu, tidak ada kata cukup dalam kamus guru untuk memberikan pemahaman ilmu kepada para siswa-siswi. Artinya, setiap hari harus selalu menciptakan peningkatan kecerdasan dan prestasi anak didik. Sebagai bentuk tanggungjawab besar seorang pahlawan bangsa di bidang pendidikan. “Ditarget atau pun tidak, para guru harus mampu mensukeskan UASBN atau ulang-ulangan pelajaran lainnya. Sebab, itu merupakan indikator keberhasilan seorang guru,” pungkasnya. (k1)

PIALA maupun piagam kejuaraan yang diraih siswa-siswi dalam setiap kejuaraan, bukan merupakan salah satu indikator keberhasilan peningkatan prestasi anak di segala bidang. Tapi itu adalah imbas baiknya. Sebab, makna dari peningkatan prestasi anak sesuai program peningkatan mutu pendidikan lebih mengutamakan hasil prestasi global baik akademi maupun non akademik. Artinya, harus ada keseimbangan prestasi yang bagus diantara keduanya, mulai dari nilai pendidikan dan lainnya sesuai dari potensinya masingmasing anak. “Peningkatan nilai belajar adalah tujuan utamanya. Tetapi akan leih indah lagi kalau di iringi dengan raihan prestasi dibidang lain semacam olah raga, seni dan budaya dan seterusnya,” tutur Ketua Komite SDN 01 Bumijawa Yoso Santoso. Menurut Yoso, disini para guru, kepala sekolah dan pihakpihak terkait yang berkecimpung di dunia pendidikan harus jeli dalam memaknai konsep pembelajaran ini Lantaran disini mengutamakan profesionalitas kerja dalam mendidik para generasi penerus bangsa. “Memfokuskan keseimbangan prestasi anak didik bisa dikata prioritas utama daripada lainnya. Untuk itu, sudah selayaknya terobosan metode pembelajaran yang digulirkan para guru dan kepala sekolah harus mengacu

pada kebutuhan dan keinginan anak-anak didik,” katanya. Memang semua itu, masih kata Yoso, memerlukan kerjasama kompak antara satu sama lainnya. Pasalnya, konsep peningkatan prestasi anak sesuai dari jargon andalan disekolah ini, tidak menitik beratkan pada kepandaian individual guru atau kepala sekolah semata. Namun, menuntut kerja keras bersama-sama untuk satu kesepahaman. “Dari pengamatan saya metode pembelajaran disekolah ini sudah sangat baik. Tapi masih memerlukan kerjasama baik antar semua pihak, termasuk masyarakat sekitar. Guna meningkatkan kembali hasil dari metode tersebut,” tandasnya. Hal senada diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Tegal dari FPAN Helmi Amruloh, kalau ditilik dari kaca mata prestasi sekolah tersebut memang layak dikatakan favorit. Sebab, semua guru dan pihak terkait lainnya mampu mengimlementasikan program pemerintah dengan baik. “Saya rasa penerapan metode pembelajaran disekolah itu layah dipertahankan. Walaupun masih dipertajam lagi, tapi setidaknya prestasi anak didiknya patut dijadikan acuan oleh sekolah-sekolah lainnya diwilayah Kecamatan Bumijawa ini,” pungkas Helmi yang merupakan putra terbaik Bumijawa. (k1)

DESANE ENYONG Batik Pengabean Bertahan dengan Keterbatasan Modal

Dikenal Punya Kualitas Unggul DESA Pengabean Kecamatan Dukuhturi yang letak wilayahnya berbatasan langsung dengan Kota Tegal ternyata menyimpan potensi kerajinan unggulan. Batik Pengabean, yang pada era 70-an sempat menjadi kerajinan unggulan, lambat laun mulai terkikis. Bahkan saat ini, nama Batik Pengabean sudah jarang terdengar. Namun demikian, beberapa warga desa tersebut yang masih mempertahankan identitas Jawa masih terus berkreasi untuk tetap memproduksi batik Pengabean. Salah satunya, Sofiyah (70) warga RT 5 RW 2. Meski sudah berusia lanjut, namun semangat untuk melestarikan kerajinan budaya batik pengabean masih terus dilakukan. Bahkan ia kerap mengembangkan corak batik baru, namun tetap berpegang pada kekhasan batik Pengabean. Sofiyah, saat ditemui di kediamannya Jumat (13/ 3) kemarin menceritakan, kerajinan batik Pengabean muncul

sejak puluhan tahun yang lalu. Bahkan ia mulai menekuni kerajinan tersebut sejak tahun 1970an. Pada era tersebut, batik Pengabean menjadi kerajinan tangan yang banyak digemari masyarakat. Hal itu menyebabkan banyak warga Desa Pengabean menggeluti usaha batik. Namun kondisi tersebut ternyata tidak bisa bertahan lama. Diakui Sofiyah, memudarnya penggemar batik Pengabean menyebabkan warga tidak mau lagi untuk membatik. Bahkan hanya tinggal sekitar 12 orang yang masih terus membatik di lingkungan sekitar rumahnya. “Faktor lain yang menyebabkan batik Pengabean punah juga lantaran banyak warga yang kurang ulet dalam membatik,” terangnya. Dikatakan, batik Pengabean memang dikenal memiliki kualitas yang unggul dibandingkan dengan batik dari daerah lain. Tingginya kualitas tersebut, menjadikan batik Pengabean

dijual dengan harga yang cukup tinggi di pasaran. Untuk satu potong kain batik, pihaknya menjual kepada pembeli dengan harga sekitar Rp 300 ribu. “Meskipun mahal, namun sampai saat ini batik Pengabean masih tetap diminati oleh kalangan tertentu, ini lantaran kualitasnya yang sangat bagus,” tutur Sofiyah. Ia mengaku, untuk menentukan motif, pihaknya kerap memilih corak yang menarik dan tidak lekang. Motif tersebut diantaranya, galaran kotak, manggaram, putihan, beras mawur dan jenis motif lainnya. Motif-motif tersebut memang memiliki tingkat kerumitan yang tinggi, sehingga untuk bisa menyelesaikan satu kain batik, Sofiyah membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan. Sementara untuk memasarkan batik yang telah selesai dibuat, ia dibantu anak lelakinya. Beberapa batik yang telah jadi selalu dibawa untuk di tawarkan kepada para peja-

bat maupun guru. Bahkan beberapa diantaranya sering di bawa ke luar kota seperti Yokjakarta dan Jakarta. Kasmudi (41), Ketua RT 5 RW 2 menuturkan, pengrajin batik di lingkungan RT-nya hanya tinggal 12 orang. Mereka ratarata hanya mampu membuat satu kain batik per bulannya. Minimnya jumlah produksi kain batik di lingkungannya menjadikan batik khas Pengabean sulit untuk didapat di pasaran. Meski demikian, pihaknya berharap kedepan akan lebih banyak lagi warga yang kembali menekuni kerajinan batik. Disamping itu, untuk bisa mempertahankan kerajinan batik di daerahnya, Pemkab diharap bisa menyalurkan bantuan permodalan bagi para pengrajin. “Harapan kami selaku Ketua RT, semoga kedepan Pemerintah bisa memberikan bantuan bagi para pengrajin, ini agar produksi batik di Desa Pengabean bisa semakin meningkat,”pintanya. (cw3)

HARVIYANTO/RADAR SLAWI

MEMBATIK - Safiyah bersama anaknya terlihat sedang membatik di dapur rumahnya meski kondisi usia makin senja.

Butuh Bantuan Modal KEPALA Desa Pengabean, Farikhi saat ditemui di rumahnya Jumat (13/3) kemarin menyatakan, kerajinan batik khas Pengabean, kini diperhatikan pemkab. Sehingga batik Pengabean mempunyai prospek ke depannya. “Saya berharap batik Pengabean menjadi batik yang benar-benar diperhitungkan di luar daerah, bahkan Indonesia. Apalagi pemkab gencar ikut mempromosikan batik khas Pengabean ini,” tandasnya. Dia juga menyatakan, bahkan beberapa waktu lalu, beberapa pejabat di tingkat kabupaten dan kecamatan datang langsung untuk menyaksikan proses pembuatan batik Pengabean. “Saat kunjungan tersebut, beberapa pejabat sempat mengutarakan kalau kedepan, keberadaan batik Pengabean akan terus diperhatikan, mereka juga akan mengupayakan untuk bisa mencarikan bantuan modal bagi para pengrajin,” tandasnya Farikhi mengaku, untuk saat ini tingkat produksi batik Pengabean memang masih minim. Tiap bulannya hanya mampu menghasilkan sekitar 20 buah kain batik. Hal tersebut lantaran jumlah pengrajin batik di desanya masih sangat sedikit. Dari sekian ribu jiwa warga desanya, hanya 20 orang yang saat ini masih menekuni kerajinan tersebut. Meksi demikian, pihaknya tidak pesimis terhadap kondisi tersebut. Dengan adanya pelatihan-pelatihan yang akan di selenggarakan nanti, kedepan jumlah pengrajin batik di desanya makin meningkat. Disamping pelatihan, kedepan diharapkan pemkab akan bisa mengucurkan bantuan modal kepada para pengrajin. Bantuan tersebut mutlak diperlukan pengrajin untuk bisa meningkatkan produksi bantik. “Memang sampai saat ini pengrajin batik di desa saya

belum pernah mendapatkan bantuan modal dari pemkab. Tidak adanya bantuan tersebut

membuat tingkat produksi batik di desa saya masih sangat minim,” terangnya. (cw3)

YANVERA/RADAR SLAWI

MEMBATIK - Seorang perajin sedang membatik dengan penuh kesabaran dan teliti.


CMYK

RADAR PEMALANG

BERLANGGANAN (0284) 323575 / SMS ke 0815.4801.5578

SABTU, 13 MARET 2010

Sejumlah Insiden Warnai Pemakaman

TELP PENTING RSUD Dr. M. Ashari (0284) 32161 RSU Santa Maria Pemalang (0284) 321251 / 5862051 (IGD)

NGENDONG

Puluhan Mujahidin Kawal Dulmatin

PNS Harus Netral PEGAWAI Negeri Sipil (PNS) sebagai salah satu pilar birokrasi mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Yaitu sebagai unsur aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat. Dalam kedudukan tersebut, seorang PNS harus neDOK RADAR PEMALANG tral, profesional dan HM Machroes SH tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan, yaitu bebas dari unsurunsur politis, suku, agama dan ras. Demikian disampaikan Bupati Pemalang HM Machroes SH dalam acara penyerahan SK CPNS Formasi Tahun 2009 dari pelamar umum di pendopo setempat, Jumat (12/3) kemarin. “Netralitas PNS bukan berarti apatis terhadap kehidupan politik yang merupakan hak dasar setiap warga negara. Netralitas dalam kehidupan politik berarti ikut berpatisipasi aktif dalam kehidupan politik, dalam rangka membangun sendi-sendi demokrasi di Indonesia ,” katanya. Sebagai PNS dalam melaksanakan kehidupan politik, lanjut Bupati harus mematuhi ketentuan perudang-undangan yang berlaku dan harus selalu menjaga agar tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. ”Perlu dicermati bahwa perbedaan afiliasi politik, rasa kedaerahan yang sempit, rasialisme kesukuan yang berlebihan dan perbedaan agama seringkali menimbulkan perpecahan. ke hal 9 kol 1

PENTOL RAH...

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

DIUSUNG - Jenazah Dulmatin saat diusung menuju pemakaman di komplkes TPU Makam Dowo.

SEPAK terjang Dulmatin akhirnya berhasil dilumpuhkan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Dulmatin tewas diterjang peluru dalam sebuah penyergapan di daerah Pamulang, Tangerang, Jawa Barat. Kepala Dulmatin pun diharga $ 10 juta oleh Amerika, karena dianggap sebagai teroris paling dicari di Asia Tenggara. Pemerintah Indonesia pun harus bekerja keras selama bertahun-tahun untuk menangkap para pelaku terror, yang sering membuat kerusakan dengan bomnya dan tewasnya puluhan warga yang tidak berdosa. Sebelumnya Mabes Polri mellaui Densus 88 berhasil menewaskan Dr Azhari, kemudian Noordin M Top, dan terakhir Dulmatin. Tewasnya Dulmatin ini menambah daftar prestasi Densus 88 yang dibentuk khusus memburu para teroris. Kematian para teroris tersebut selalu menimbulkan kontroversi, baik di mata masyarakat umum maupun simpatisan gerakan para teroris tersebut. Termasuk kematian Dulmatin, yang di mata kawan-kawan dekatnya sebagai syuhada. Mereka menganggap itu berdasarkan pada fakta-fakta yang melingkupi kematiannya, mulai dari tanda-tanda alam hingga kondisi mayatnya. Selain itu kondisi masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya, yang menerima penguburan Duilmatin dengan ikhlas semakin menguatkan pendapat mereka. Salah satu kawan sekaligus tetangga Dulmatin

PEMALANG - Jazad teroris Dulmatin akhirnya dikuburkan di tanah milik orang tuanya di dekat kompleks Tempat Pemakaman Umum (TPU) Makam

Dowo Desa Loning Kecamatan Petarukan Jumat (12/3) kemarin. Ribuan pelayat mengiringi keranda yang mulai meninggalkan rumah ibu kandungnya Hj Masniyati pukul 07.00 WIB. Jenazah sendiri tiba di Jl Pasar Utara No 24 pada dini hari pukul 03.20 WIB dengan pengawalan

polisi. Di rumah duka sempat terjadi insinden akibat tindakan over akting dari orang tak dikenal. Dia seorang diri mengusir sejumlah wartawan yang hendak mendekat ke ke rumah Hj Masniyati. Sejumlah wartawan meke hal 9 kol 1

Dari Pemakaman Dulmatin di Petarukan

Teroris Atau

MATI SYAHID?

ke hal 9 kol 4

AGUS P/RADAR PEMALANG

IKAN ASIN – Seorang pengrajin ikan asin sedang melakukan produksi dengan menjemur sebagai bagian dari proses produksinya.

Relokasi Pengrajin Ikan Asin PEMALANG – Banyaknya tempat usaha pengrajin ikan asin di seputar Obyek Wisata Pantai Widuri perlu direlokasi kembali. Alasannya cukup menganggu lingkungan obyek wisata, karena menimbulkan bau tidak sedap akibat sulitnya pengolahan limbah. “Kami memandang perlu adanya relokasi kembali tempat-tempat usaha pengrajin ikan asin yang ada di lingkungan Obyek Wisata Pantai Widuri Pemalang. Sebab keberadaannya cukup mengganggu, disamping itu juga sulitnya untuk melakukan pengolahan limbahnya,” kata Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang Ir Mugiyatno M.Si melalui Kasi Pengendalian dan Pengolahan Limbah Raharjo SIP Jumat (12/3) kemarin. Untuk bisa melakukan relokasi tersebut, kata Raharjo perlu adanya upaya secara terpadu, dengan bekerja sama dengan pihak terkait lainnya, yaitu Dinas Kelautan dan Perikanan dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat. Beberapa hal yang menjadi pemikiran, yakni melakukan penataan tempat-tempat usaha pengrajin ikan asin yang ada di seputar obyek ke hal 9 kol 4

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

ALI BASARAH/RADAR PEMALANG

JENAZAH - Jenazah Dulmatin saat hendak dimasukkan ke dalam liang lahat.

BUKAN TERORIS - Front Umat Islam (FUI) Solo memasang spanduk Amar bukan teroris di tenda depan rumah ibunda Dulmatin Hj Masniyati.

Tujuh Perahu Nelayan Mojo Hanyut ULUJAMI – Hujan deras disertai mati lampu yang mengguyur Pemalang dan sekitarnya pada Jumat (12/3) pagi menghanyutkan 7 perahu sopek milik nelayan di Dukuh Karangsambung Desa Mojo Kecamatan Ulujami. Dari tujuh perahu yang hanyut, empat di antaranya tenggelam dan diketemukan nelayan di pacer atau muara laut. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB tersebut, kali pertama diketahui salah satu nelayan, Wartono (35) yang hendak pulang setelah miyang di tengah laut. Dia kemudian melaporkan ke pemiliknya Kasmali (48), mengenai hanyutnya perahu yang diterjang arus Sungai Kali Comal.

“Bapak lagi bantu mengangkat perahu yang tenggelam,” terang Casmini (44), istri Kasmali kepada Radar di rumahnya Jumat (12/3) kemarin. Ketujuh perahu yang tenggelam dan masih dalam pengangkatan oleh nelayan, yakni milik Wajem (56) 2 perahu, Rohani alias Rewel (50), dan perahu milik Ranto (48). Sedang tiga perahu sopek yang tidak tenggelam milik Caro (51), Rohman (58), dan Kasmali (48). Begitu mendapati laporan itu, setidaknya 50-an nelayan turut membantu proses pengangkatan perahu di muara (pertemuan sungai dan laut). Dengan alat-alat seadanya, seperti drum-drum solar

dan tambang, mereka mengevakuasi “jasad” perahu yang terbenam di bawah sungai. Hingga pukul 12.00 WIB kemarin, nelayan baru bisa mengangkat satu perahu milik Wajem. Sedang tiga perahu lainnya masih dalam proses pengangkatan. Perahu milik Wajem sendiri diangkat sudah tidak berbentuk, karena kayu-kayu dan peralatannya diketemukan sudah dalam bentuk keping-kepingan. Muji (45), pemilik warung dekat Jamban Karangsambung menyesalkan kejadian tersebut. Karena sejatinya tidak terjadi, andai nelayan dalam menambatkan perahunya dilakukan ke pohon-pohon ke hal 9 kol 1

iklan julia pake film CMYK

SUMITRO/RADAR PEMALANG

KOSONG – Penambatan perahu sopek milik nelayan di Dukuh Karangsambung Desa Mojo, kosong setelah beberapa perahu hanyut dan tenggelam.


METRO TEGAL

4

SABTU 13 MARET 2010

RADAR TEGAL

TRANSPORTASI

ROCHMAN GUNAWAN / RATEG

MENINGKAT – Jumlah penumpang dan tiket yang dipesan di Stasiun Besar Tegal meningkat menjelang liburan.

Pesanan Tiket KA Meningkat MEMASUKI libur nasional, Selasa (16), bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, pemesanan tiket Kereta Api (KA) di Stasiun Besar Tegal meningkat dibandingkan kondisi normal. Sejumlah calon penumpang hingga Jumat (12/3) mulai memesan sejumlah jadual keberangkatan mulai Sabtu hingga Minggu ke berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota besar lainnya. Kepala Stasiun Besar Tegal Joko Mardi Utomo mengatakan, libur nasional pada Selasa mendatang banyak dimanfatkan masyarakat untuk berkunjung ke rumah saudara atau pulang kampung. Kereta api favorit seperti Cireks, Argo Muria dan Argo Sindoro, Harina dan sebagainya jauh-jauh hari sudah dipesan. “Kenaikan diprediksi bisa di atas 10 persen karena banyak yang menganggap hari Senin sebagai hari kejepit sehingga masyarakat mulai menggunakan jasa KA mulai Jumat hingga Minggu,” ujarnya. Sementara arus balik diperkirakan terjadi pada Selasa. Meskipun demikian, tidak ada perubahan jadual pemberangkatan ataupun kereta tambahan karena kereta regular yang ada masih bisa menampung penumpang yang ada. “Pesanan tiket sudah terasa sejak beberapa hari silam dan akan mencapai puncak akhir pekan ini,” katanya. Slamet (52) mengaku sengaja memesan tiket agar bisa mendapatkan tempat duduk untuk tujuan Jakarta Gambir. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, pesanan tiket akan mengalami lonjakan saat liburan tiba karena banyak warga yang bepergian menggunakan jasa kereta api. Untuk itu, dia membeli tiket pulang-pergi sekaligus untuk keberangkatan Sabtu pagi dan pulang pada Selasa siang. (gun)

PERADILAN Pemeriksaan Aksi Video Kekerasan Terkendala MEMASUKI hari ketiga upaya pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik Polresta kepada sejumlah siswa SMK Maa’rif, terkait beredarnya rekaman video kekerasan mengalami kendala. Ini terkait waktu pemeriksaan yang bersamaan dengan jadwal Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang dilakukan siswa kelas XI yang menjadi korban kekerasan kakak kelasnya. Sampai Jumat (12/3) kemarin, dari 12 korban kekerasan, baru ada sekitar 5 siswa yang berhasil digali keterangannya oleh tim penyidik dan sisanya masih berada di Kepulauan Bawen untuk mengikuti PKL. Kapolresta AKBP Drs Ahmad Husni didampingi KBO Reskrim Iptu Heriyanto SH menyatakan, pemeriksaan akan dilakukan secara tuntas dengan meminta keterangan dari kedua belah pihak, baik yang menjadi korban maupun yang melakukan aksi kekerasan. “Masih banyak yang belum kita periksa, karena sebagian telah mengikuti agenda sekolah. Kami tidak bisa menyimpulkan terlalu dini sebelum pemeriksaan menyeluruh,” ujarnya. Dia juga menyatakan usai tahap pemeriksaan rampung, baru bisa ditindaklanjuti dengan upaya penyidikan. Dari hasil pemeriksaan sementara terkuak aksi kekerasan siswa kelas XII kepada adik kelasnya itu dilakukan pada tanggal 2 November 2009 pada pukul 11.30 WIB. Para siswa kelas XII sempat berdalih aksi itu dilakukan tidak secara sungguh-sungguh hanya sandiwara belaka sebagai kenang-kenangan kelulusan. Namun alasan ini dinilai kurang masuk akal, mengingat ada beberapa korban yang trauma. (her)

Eko: Saya Sudah Ingatkan Satori Hasil Klarifikasi BK DPRD AGAR mendapatkan secara gamblang dan obyektif Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Tegal Jumat (12/3) kemarin, sekitar pukul 10.00 WIB, mendatangi Kantor DPC Partai Demokrat. Ketua DPC Partai Demokrat Eko Kusonomo menyatakan, pihaknya selaku ketua partai telah mengingatkan kepada A Satori SE sebanyak dua kali. Pasalnya, walaupun belum ada bukti pihaknya telah mendapat informasi kalau Satori menggunakan ‘barang’ tersebut. “Kami selaku pribadi maupun ketua partai sudah melakukan komunikasi dengan Pak Satori, saat ada informasi kalau dia (Satori, red) sebagai pemakai narkoba. Bahkan bukan cuma sekali, tapi sudah dua kali,” kata Eko. Eko menjelaskan, pihaknya tahu kalau Satori ditangkap polisi malam itu juga, namun pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. Karena tertangkap tangan aparat kepolisian, yang mendatangi salah satu rumah di Kelurahan Debong Lor. Atas kejadian tersebut, pihaknya juga telah melaporkan ke DPD Partai Demokrat Jateng dan DPP Partai Demokrat. Hasilnya, sikap partai akan menunggu putusan pengadilan. “Sebenarnya kurang tepat kalau Pak Satori sebagai tersangka, karena sebenarnya korban. Namun sebagai warga negara, kami akan tunduk dan taat kepada aparat kepolisian yang masih melakukan proses

HERMAS PURWADI/RATEG

GLADI BERSIH - Rektor UPS Prof. Dr. H Tri Jaka Kartana, MSi memimpin rapat senat terbuka dalam gladi bersih jelang wisuda, kemarin.

Berpijak pada Lima Kesaktian

DOK.RATEG

Eko Kusonomo

penyidikan,” jelasnya. Saat ditanya apakah partai akan menyiapkan pengacara, untuk kasus yang menimpa A Satori SE? Eko menegaskan, dari awal, pihaknya telah menyiapkan pengacara untuk mendampingi. Namun semua kembali pada Satori dan keluarga. Kalau diijinkan dan diminta maka pengacara partai akan mendampingi proses penyidikan, dan persidangan. “Soal langkah BK, kami tidak akan turut campur. Bahkan kami menghargai langkah BK yang melakuan klarifikasi, verifikasi dan penyelidikan atas kasus yang menimpa Pak Satori.” Ketua BK DPRD Kota Tegal Drs H Darni Imadudin mengungkapkan, sesuai rencana awal, untuk proses penyelidikan, klarifikasi dan verifikasi atas kasus yang menimpa Ketua Fraksi Partai Demokrat A Satori SE, pihaknya akan melakukan klarifikasi ke berbagai pihak, salah satunya pada minggu ini fokusnya ke DPC Partai Demokrat dan keluarga Satori. (hun)

BERTEPATAN dengan 30 tahun usia Universitas Pancasakti, Sabtu (13/3) ini, wisuda periode I tahun 2010 digelar. Ibarat manusia, usia tersebut merupakan usia yang penuh dengan gelora, dinamis, dan harus mampu memahami diri sebagai institusi yang bertangung jawab untuk masa depan bangsa dan negara, khususnya dalam mempersiapkan intelektual muda bermartabat dan berkepribadian. Hal itu dilontarkan rektor Universitas Pancasakti Prof. Dr. H. Tri Jaka Kartana MSi di selasela gladi bersih Wisuda Sarjana ke 43 dan Diploma III ke 24 di audotorium kampus Jalan Halmahera, Jumat (12/3) kemarin. Dia juga menyatakan Perguruan Tinggi sebagai bentuk institusi Pendidikan Tinggi merupakan kekuatan moral. “Memasuki era yang serba

kompetitif diperlukan daya saing yang tinggi. Paradigma baru Perguruan Tinggi untuk mencapai kualitas pengelolaannya diarahkan untuk memperhatikan peran dan fungsi otonomi, akuntabilitas, akreditasi, evaluasi, dan peningkatan kualitas akademik yang berkelanjutan,” ujarnya. Dia mengakui institusi yang dipimpinnya dari tahun ketahun telah mampu menunjukkan jati diri sebagai sebuah lembaga yang independen dan kritis. Berpijak dari kebijakan rektor ‘Sentralisasi administrasi di tingkat universitas dan desentralisasi akademik di tingkat fakultas’, maka optimalisasi seluruh potensi setiap unit dalam sistem kelembagaan secara terpadu akan sangat mendukung ketercapaian visi UPS, yakni terwujudkan universitas

yang unggul dan terdepan dalam penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi. “Lima kesaktian (Pancasakti) universitas tetap menjadi pijakan kami. Kesaktian itu adalah sehat, kreatif, inovatif, mandiri, dan adaptif. Insyaallah akan memicu peningkatan civitas akademika UPS khususnya, dan seluruh pengguna pada umumnya,” ujarnya. Pada hari ini, Universitas Pancasakti mewisuda 339 orang, yang terdiri dari 335 wisudawan Program Sarjana dan 4 wisudawan Program Diploma III. Jumlah tersebut terinci Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebanyak 151 orang, Fakultas Perikanan 10 orang, Fakultas Ekonomi 41 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 43 orang, Fak. Hukum 77 orang, dan Fakultas Teknologi Industri 17 orang. (her)


KABUPATEN TEGAL

8

SABTU 13 MARET 2010

RADAR TEGAL

Wujudkan Prestasi, Implementasikan Program SDN 01 Bumijawa TIADA hari tanpa prestasi dan budi pekerti luhur berdasarkan iman dan taqwa, merupakan moto penunjang dari sebuah visi misi kerja kepala sekolah dan para guru di lingkungan SDN 01 Bumijawa Kecamatan Bumijawa. Hal itu untuk mewujudkan peningkatan prestasi siswa-siswi baik di bidang akademik maupun non akademik secara berjenjang dan berkelanjutan, sebagai

BUMIJAWA

bentuk implementasi program peningkatan mutu pendidikan yang tengah digulirkan pemerintah pusat dan daerah. “Hal itu untuk merealisasikan citacita mulia. Yakni menciptakan generasi muda berprestangi tinggi, bermoral dan memiliki wawasan luas, agar mampu berkompetisi di segala tingkatan baik berskala nasional hingga internasional,” ujar Kepala SDN 01 Bumijawa Muanis SPd, kepada Radar Jumat (12/3) kemarin.

Menurutnya, visi sekolah yang mengutamakan selalu unggul di bidang prestasi dan luhur berbudi pekerti tetapi tetap dalam bingkai ketaqwaan serta budaya bangsa ini, memang menuntut semua guru dan pihak terkait lainnya untuk selalu profesional dalam bekerja. Karena makna visi itu sendiri sangat tinggi. Di mana unggul prestasi termasuk kepandaian dan kecerdasan anak didik dibidang akademik serta non akademi

harus lebih daripada yang lain. Begitu juga dengan berbudi pekerti luhur. “Makna dalam visi sekolah ini sangat dalam . Kenyataan itu, tentunya menuntut saya dan para guru untuk selalu bekerja keras dalam mengoptimalkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang berhasil dan b e r d a y a g u n a , ” k a t a Muanis. Dan optimalnya KBM dimaksud, lanjut Muanis, supaya dapat menumbuhkem-

bangkan sikap keunggulan dan kompetitif kepada siswasiswi secara terus menerus. Yang nantinya bermuara pada kondusivitas lingkugan sekolah. “Kondusif di sini tercapainya kerjasama baik antara guru, kepala sekolah, siswa-siswi, masyarakat dan pemerintah. Artinya, semua saling memiliki dan memahami kebutuhan serta keinginan masing-masing untuk satu kesepahaman,” tandasnya. (k1)

Kontingen Pesta Siaga Kwaran Pagerbarang Dilepas YANVERA/RADAR SLAWI

POSE BERSAMA- Kepala Sekolah SDN 01 Bumijawa Muanis SPd saat berpose bersama dengan segenap jajaran guru.

Guru-Guru Mampu Ciptakan Terobosan BUMIJAWA - Kerja keras guru dan kepala sekolah memang sebuah keharusan. Sehingga, setiap hari guru-guru selalu menciptakan terobosan-terobosan baru di bidang pemberian metode pembelajaran kepada para siswa-siswi. “Kemandirian dan profesionalitas guru serta kepala sekolah dalam mengimplementasikan program peningkatan mutu pendidikan, tergantung dari misi dan visi itu sendiri,” ucap guru SDN 01 Bumijawa, Ruswanto kepada Radar, kemarin. Dia menambahkan, moto tiada hari tanpa prestasi yang sejauh ini sudah menjadi jargon kebanggaan pihak sekolah, bisa dikata dapat dipahami semua guru-guru di sekolah ini dengan baik. Terbukti sejumlah prestasi siswa di bidang akademi maupun non akademik telah banyak didapat seperti, juara 1 nyanyi tunggal tingkat Kabupaten Tegal dan finalis tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan untuk bidang akademik siswa di sekolah ini menjadi juara 1 siswa teladan tingkat kabupaten serta juara IV tingkat Jawa Tengah. “Dilihat dari kenyataan ini, kerja keras guru sudah sangat membanggakan, tapi itu semua bukan akhir dari tujuannya. Lantaran masih banyak kekurangan yang masih perlu ditambah serta diperbaiki dengan baik, demi kepentingan masa depan para siswa -siswi di sekolah ini,” pungkasnya. (k1)

ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

DONOR DARAH - Kegiatan donor darah sukarela sebagai salah satu wujud pelayanan kesehatan kepada warga. (Berita selengkapnya baca hal depan)

KONTINGEN Pesta Siaga utusan Kwartir Ranting Pagerbarang, dilepas secara resmi, Jumat (12/3). Upacara pelepasan dilakukan di halaman kantor Kecamatan Pagerbarang, dengan inspektur upacara Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) yang juga Camat Pagerbarang, MA Christianto. Kontingen pesta Siaga Kwaran Pagerbarang diwakili oleh 1 barung putra dari Gudep SDN Rajegwesi 02, serta 1 barung putri dari Gudep SDN Srengseng 03. Kedua barung tersebut berhak mewakili kontingen Pesta Siaga Kwaran Dukuhwaru setelah beberapa waktu lalu berhasil terpilih sebagai barung tergiat dalam ajang Pesta siaga tingkat Kwaran Pagerbarang. Sementara itu dalam amanatnya, Camat Pagerbarang selaku Ka Mabiran, MA Christianto, menyatakan bahwa saat ini Gerakan Pramuka tengah melakukan proses revitalisasi seperti yang dicanangkan oleh Presiden SBY. Untuk itu, diharapkan seluruh anggota Gerakan Pramuka mampu meninggalkan pola pikir lama yang kurang bermanfaat atau menciptakan kegiatan yang kurang menarik dan dapat menghambat gerakan Pramuka. ‘’Karenanya Gerakan Pramuka sebagai bagian dari gerakan global, harus dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun dunia yang lebih baik. Melalui revitalisasi, diharapkan Gerakan Pramuka dapat menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda agar menjadi generasi muda yang cerdas, terampil, memiliki budi pekerti luhur, berakhlak mulia, dan mampu menjadi kader pembaharuan pembangunan bangsa,” papar MA Christianto. Ditekankan MA Christianto, dalam Pesta Siaga tingkat Kwartir Cabang

ARIEF NUR RS/RADAR SLAWI

PELEPASAN – Suasana upacara pelepasan kontingen Pesta Siaga Kwaran Pagerbarang yang berlangsung hidmat di halaman kantor Kecamatan Pagerbarang.

(Kwarcab) 11.28 Kabupaten Tegal nantinya, diharapkan setiap anggota Pramuka Siaga kontingen Kwaran Pagerbarang dapat mengikuti seluruh kegiatan dengan bersemangat dan bergembira. Setiap anggota kontingen Kwaran Pagerbarang diharapkan dapat bersaing secara sehat dalam Pesta siaga tingkat Kwarcab Kabupaten Tegal.

‘’menjadi juara bukan satu-satunya tujuan. Yang terpenting adalah anakanakku semua agar dapat menjalin persahabatan dengan barung lain serta mendapatkan pengalaman yang paling berharga dibandingkan lainnya. Pengalaman inilah yang kelak akan membesarkan dirimu dan menolong dirimu dalam menjalani kehidupan

kelak,” tandas MA Christianto. Rencananya, kontingen pesta Siaga Kwaran Pagerbarang akan diberangkatkan untuk mengikuti Pesta siaga tingkat Kwarcab Kabupaten Tegal, yang akan digelar Minggu (14/ 3) besok. Rencananya, kegiatan Pesta siaga tingkat Kwarcab Kabupaten Tegal itu akan digelar di lapangan Kecamatan Bumijawa. (aan)


SAMBUNGAN

SABTU 13 MARET 2010

9

RADAR TEGAL

KPU Seleksi Berkas Calon Panwaslu PEMALANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pemalang memasuki tahapan penelitian administrasi dari berkas-berkas pendaftar Panitia Pengawas Pemilu Umum (Panwaslu) Kabupaten dan Kecamatan. Rencananya, penelitian administrasi ini berlangsung hingga 17 Maret mendatang, sebelum akhirnya diumumkan hasilnya pada 18 Maret mendatang. “Pendaftar yang namanya tercantum pada pengumuman, nantinya mengikuti tahapan selanjutnya yakni tahapan seleksi,” terang Ketua KPU Kabupaten Pemalang melalui Divisi Sosialisasi Safrudin SIp kepada Radar Jumat (12/3) kemarin. Dijelaskan dia, perekrutan Panwaslu Kabupaten dan Kecamatan tersebut berlangsung

sejak 4 hingga 10 Maret 2010. Dimana untuk Panwaslu Kabupaten sampai dengan penutupan, ada 6 pendaftar. Adapun Panwaslu Kecamatan yang tersebar di 14 kecamatan, ratarata terdapat 3 hingga 4 pendaftar. Pengecualian di Kecamatan Taman dan Pemalang yang pendaftarnya mencapai 6 orang. Pihaknya kini masih menunggu informasi dari salah satu pendaftar dari Kecamatan Belik, karena hingga waktu yang telah ditentukan ternyata belum melengkapi berkas-berkas persyaratan. Berkas persyaratan lanjut Safrudin, sebenarnya sudah dikumpulkan oleh pendaftar, namun belum lengkap. “Panwaslu Kabupaten akan merekrut 3 orang, sama dengan jumlah Panwaslu di masing-

masing kecamatan, yakni 3 orang,” ungkap dia. Pihaknya sendiri masih memberikan toleransi bagi pendaftar dari Kecamatan Belik tersebut untuk melengkapinya, karena jumlah pendaftarnya hanya 3 orang saja. Rencananya, pendaftar yang lolos penelitian administrasi dan diumumkan hasilnya, akan mengikuti test seleksi secara tertulis, yakni antara tanggal 19 hingga 23 Maret. Pelaksanaan seleksi ini dilaksanakan secara bersama-sama di Pendopo KPU Kab Pemalang. Baik rekrutmen 3 Panwaslu Kabupaten dan 3 Panwaslu di masing-masing kecamatan. “Test seleksi dilakukan bersama-sama, antara tanggal 19 hingga 23 Maret,” imbuh Safrudin kepada Radar. (cw2) SUMITRO/RADAR PEMALANG

Libatkan Gemara dalam RMCC AMPELGADING - Proyek Rural Rearing Multiplication Center (RRMC) yang diambil alih oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pemalang, akhirnya diaktifkan kembali. Enam lokal gedung Proyek RMCC yang terletak di Desa Cibiyuk Kecamatan Ampelgading tersebut, kini tiga diantaranya mulai difungsikan untuk pengembangan dan budidaya ayam buras. “Difungsikan kembali secara bertahap, untuk tahap awal ini

tiga lokal dulu,” terang Kepala BPN Kabupaten Pemalang Ken Permono kepada Radar. Dikatakan dia, RMCC pada awalnya adalah Kawasan Pengembangan dan Budidaya Ayam Buras. Pada saat memulai usaha ini, awalnya berjalan lancar. Namun karena suatu alasan, pengusaha tersebut tidak mau lagi melanjutkannya. Sehingga gedung yang meliputi 6 lokal itu, mangkrak setidaknya dalam 7 tahun terakhir. BPN Pemalang sendiri nantinya

akan dibantu oleh Gerakan Masyarakat Reforma Agraria (Gemara) yang dibentuknya beberapa bulan lalu. “Gemara nantinya akan dilibatkan, sambil menunggu kesiapan tiga lokal gedung lainnya,” kata dia. Dengan difungsikannya kembali Proyek RMCC yang menempati lahan seluas 5.000 meter persegi, diharapkan nantinya dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan dunia usaha di Pemalang. (cw2)

PNS Harus Netral dari halaman 9 Oleh karena itu saya ingatkan kembali bahwa kewajiban PNS adalah memelihara dan meningkatkan keutuhan, kekom-

pakan, persatuan dan kesatuan Korp Pegawai Negeri Sipil,” ujar Machroes. Dalam kesempatan itu, Machroes juga menegaskan sebagai PNS jangan mudah dipecah

belah. “Mari kita satukan langkah dan rapatkan barisan Korp Pegawai Negeri Sipil, satukan visi-misi dalam membangun Pemalang,” tandasnya. (mg1)

Tujuh Perahu Nelayan Mojo Hanyut dari halaman 9 besar atau penambat lain yang letaknya di atas tanggul. Sehingga naik atau tidaknya air sungai tidak berpengaruh pada sandaran perahu. “Penambatnya sangat pendek, padahal tambang dilingkarkan saja. Begitu air kali naik perahu bisa lepas,” ungkapnya

kepada Radar sambil menunjuk penambat perahu. Perahu yang tenggelam lanjut Muji, kebutuhannya selama miyang biasanya berhutang dulu ke warungnya. Bukan hanya solar sebagai kebutuhan mesin perahu, tetapi juga kebutuhan lain seperti es balok, rokok, persediaan makanan, dan lain-lainnya. Nelayan tetap

akan membayarnya, namun karena mengalami musibah tersebut, pembayarannya jadi memakan waktu. Padahal modal yang dipinjam tersebut nilainya cukup besar, yakni sekitar Rp 3 hingga Rp 4 juta. “Ya bisa kembali, tapi saya gak bisa muterin lagi uangnya, kan jadi lama mengembalikannya,” keluh Muji. (cw2)

Sejumlah Insiden Warnai Pemakaman dari halaman 9 milih menahan diri dan tidak melakukan protes. Sementara sejumlah orang yang ikut takziyah dan beratribut seperti Mujahidin malah nampak tenang dan tidak bereaksi melihat aksi tersebut. Saat dirumah duka jenazah Dulmatin banyak dikunjungi tetangganya. Keluarga mengizinkan untuk melihat dari dekat dengan tertib dan antri. Keluarga juga mengizinkan wartawan ikut masuk, namun tidak diperkenankan membawa kamera. Simuh (38) saat dikonfirmasi mengemukakan dirinya sudah melihat langsung dari dekat wajah Dulmatin. “Wajahnya bagus, bersih tidak lebam-lebam seperti dalam foto yang ditayang di tv-tv,” kata dia. Warga lainnya Nurali (50) mengemukakan meski jenazah sudah tiga hari sejak ditembak, namun tidak menebarkan bau apa pun. “Bahkan wajahnya nampak segar,” tegasnya. Hingga pukul 06.30 WIB para tetangga masih diperkenankan untuk mengantri melihat jenazah Dulmatin. Setenghah jam kemudian Dulmatin sudah dimasukkan ke keranda dan keluar dari rumah duka dengan dipikul para Mujahidin. Jenazah dengan dipanggul setengah berlari menuju ke Masjid Jami Kauman Petarukan

yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah duka untuk dishalatkan. Ada insinden kecil di lorong menuju masjid tersebut, selain Mujahidin membentuk pagar betis, orang berkepala botak yang tidak diketahui identitasnya menyeret seorang wartawan agar keluar dari masjid. Tak ada prosesi apapun selain shalat mayit dan selanjutnya diangkut dengan kendaraan bak terbuka menuju TPU Makam Dowo di Desa Loning, yang berjarak sekitar lima kilometer. Saat keluar dari masjid banyak warga yang menengadahkan kepalanya ke langit untuk melihat awan. Mereka menilai awan yang kebetulan langitnya hari itu cerah membentuk lafad Allah. Meski kejadian ini tak berlangsung lama, namun menjadi perbincangan ribuan pelayat. Sepanjang perjalanan Mujahidin meneriakkan yel-yel yang berisi hujatan bagi Densus 88. Mereka meneriaki detasemen tersebut sebagai kafir. Yel-yel ini oleh masyarakat dinilai tak simpatik, karena tidak sesuai dengan kebiasaan saat mengantarkan jenazah ke kubur. Memasuki TPU yel-yel semakin keras bersautan, namun saat prosesi pemakaman yel-yel berubah menjadi teriakan slogan mujahidin. Sabiluna-sabiluna, teriak salah satu Mujahidin dan dijawab oleh re-

kannya Sahidan-sahidan. Slogan lainnya adalah Asykarasykar dan dijawab dengan Al Jihad-Al Jihad. Sementara warga yang ikut melayat hanya terdiam menyaksikan semangat para Mujahidin ini yang terus berteriak hingga penguburan selesai. Selama proses penguburan ini sejumlah insinden kecil juga terjadi, di antaranya pengusiran polisi yang bertugas mengamankan di sekitar liang lahat oleh Mujahidin. Sempat terjadi ketegangan, karena satu Mujahidin meneriaki tiga polisi dengan sebutan kafir namun diredam oleh warga. Baru reda dari ketegangan ini, dua warga Desa Loning yang berjenis kelamin wanita menyeruak masuk untuk menyaksikan penguburan, kontan saja wanita yang hanya mengenakan celana pendek dan kaos ini diteriaki dan diusir. Selain itu dua anak lakilaki Dulmatin, Usamah Muhammad dan Haidar Khotob yang ingin menyaksikan ayahnya dikubur juga nyaris diusir Mujahidin sebelum akhirnya dijelaskan oleh Mujahid lainnya kalau kedua bocah tersebut adalah anaknya. (ali) IAN COMP: Mbthkn karywn /krywti usia min 20 Thn,Dom Pemalang & sktrnya,Lmrn dikrm ke Jl. Raya Ds. Losari No. 106 Ampelgading Pemalang. Jam 9-11 Wib 15.3

HITUNG MUNDUR – Papan penghitungan waktu mundur menuju pelaksanaan Pilkada Pemalang 31 Oktober mendatang.

Satpol PP Tertibkan PKL Alun-Alun PEMALANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang melalui Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan sejumlah pedagang di alun-alun Pemalang. Penertiban terpaksa dilakukan dengan menyita sejumlah tenda dan gerobak yang ditinggalkan pedagang setelah semalam berjualan. Penertinban yang dilakukan pagi hari itu tidak diketahui pemiliknya. Kepala Satpol PP Cipto

Leksono SIP melalui Kasi Penertiban Sri Subiyakto SH MSi mengemukakan adanya operasi penertiban tersebut. “Kita sudah melakukan sosiliasisasi ke PKL alun-alun untuk menjaga ketertiban, surat peringatan sudah dikirim tapi masih ada yang bandel. Sehingga kami sita barang-barangnya yang ditinggalkan,” kata dia saat dikonfirmasi Jumat (12/3) kemarin. Dalam operasi penertiban tersebut, terdapat sembilan

tenda dan gerobak yang ditinggalkan PKL di alunalun begitu saja. Padahal Satpol PP sudah menghimbau mereka dengan mengizinkan berjualan di alun-alun, namun menjaga ketertiban dengan tidak meninggalkan barang-barang atau sarana berjualan lainnya di lokasi jualan. “Silakan berjualan di alunalun, tapi pagi harinya harus bersih semua,” tandas Subiyakto. Pedagang yang disita alat-

alatnya ini akhirnya mendatangi Satpol PP untuk mengambil. Namun demikian sebelumnya mereka harus menandatangani pernyataan untuk tidak mengulangi tindakannya. Penertiban terhadap PKL bandel ini tidak hanya dilakukan di alun-alun saja, karena mulai Senin lusa akan dilakukan di sepanjang Jalan Sudirman. Sejauh ini di jalan tersebut sudah dilakukan sosialisasi ketertiban oleh Satpol PP. (ali)

Relokasi Pengrajin Ikan Asin dari halaman 9 wisata itu. Menurut Raharjo untuk memperindah dan kebersihan tempat wisata, dan juga sebagai upaya untuk memberikan kenyamanan baik bagi pengusaha ikan asin juga kepada para pengunjung obyek wisata tersebut.

“Kondisi sekarang pengolahan limbahnya itu sulit untuk dilakukan, karena tanahnya mengandung air laut sehingga untuk dibuatkan Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) tidak mungkin dilakukan. Sebab air limbah sisa pembuangan cucian tidak bisa ditampung. Sehingga dibuang sembarang-

an dan cukup berdampak pada lingkungan,” ujarnya. Dari hasil pemantauannya, pengrajin ikan asin yang ada cukup porduktif, dalam sehari mampu memproduksi antara 5 hingga 15 ton. Dan pada saat proses produksi untuk pencucian ikan membutuhkan air yang cukup ba-

nyak. Dengan perkiraan untuk produksi 5 ton, air yang dibutuhan mencapai 5 meter kubik. Sedangkan pembuangan air limbahnya susah, akibatnya banyak yang dibuang di saluran-saluran air, yang akhirnya menyebabkan bau tidak sedap sebagai dampak pencemaran lingkungan. (mg1)

BERKAHNYA BAGI PEDAGANG Sementara itu, kalau hari Jumat aktivitas perdagangan di Pasar Petarukan tidak seperti hari lainnya, cenderung lebih sepi. Hal ini karena ada sebagian pedagang yang memilih libur, tidak berjualan pada hari itu. Namun pada Jumat (12/3) kemarin Pasar Petarukan menjadi ramai, sebagai imbas dari kedatangan jenazah Dulmatin. Casriyati, salah satu pedagang sayuran mengemukakan biasanya kalau hari Jumat omzetnya tidak seberapa. “Tapi karena di tv-tv banyak siaran yang gambarnya Pasar Petarukan, saya memilih tidak libur

bahkan menambah omzet sayuran,” kata dia. Strategi wanita setenagh tua ini nampaknya berhasil, meski hanya berjualan sayuran, pada Jumat pagi banyak masyarakat yang mengunjungni lapaknya untuk membeli. “Mereka ke pasar kan belanja sekalian mampir ke rumah Bu Yati untuk takziyah,” sergah pedagang lainnya Watni (41). Kehadiran ribuan pelayat, baik yang warga biasa atau laskar Mujahidin tidak membuat mereka takut akan terjadi insinden. Bahkan situasi pasar kemarin relatif tertib meski tingkat keramiannya melebihi hari biasa. (ali basarah)

Teroris Atau Mati Syahid? dari halaman 9 di Kebondalem Pemalang, Nasir Effendi BcHk berkeyakinan matinya Dulmatin sebagai mati syahid. “Saya yakin dia mati syahid, meskipun oleh pemerintah disebut teroris. Bagi saya dia adalah syuhada, karena membela hak-hak orang muslim dan yang dimusuhi adalah Amerika,” kata dia usai melayat Dulmatin Jumat (12/3) kemarin. Menurutnya, ada tanda-tanda seorang muslim dinyatakan mati syahid. Di antaranya adalah sebelum dikubur diwarnai dengan turunnya hujan. Pada Kamis malam kemarin saat jenazah Dulmatin dalam perjalanan dari RS Polri Kramatjati, Kabupaten Pemalang diguyur Hujan sejak sore hingga tengah malam. “Orang yang mati syahid biasanya dikuburkan bertepatan pada hari Jumat, mesKOMPUTER IAN COMP-Termurah!!! Hp. 081803977939.Jual-BeliService-Upgrade Komputer /LapTop/Monitor/Printer Dll. Antar-Jemput.Garansi

kipun tidak direncanakan. Dan meskipun Dulamtin meninggal hari Selasa, tanpa perencanaan apa-apa dia bisa dikubur pada Jumat,” ujarnya menambahkan. Sementara tanda-tanda alam lainnya adalah adanya awan di langit cerah yang berkumpul dan menyerupai lafaz Allah. Meskipun tanda-tanda awan ini hanya sebagai utak-atik, namun banyak warga yang menyaksikan dan meyakininya. Sementara jazad Dulmatin menurut beberapa warga yang mendekat, tidak menimbulkan bau apa-apa meskipun sudah meninggal selama tiga hari, bahkan lainnya malah mencium bau wangi.

SOKA 31 CELL Bagi yang berminat bisnis PPOB u/ tranaksi tagihan listrik, telepon, speedy,FIF, Adira, isi pulsa dll. jual perdana, voucher & HP flexi/Tsel htt//WWW.kartu pulsa.com kode aktivasi 2234561589. Hub : (0284) 5803000 / 081326873333


CMYK

SABTU, 13 MARET 2010

MENUJU

G1-G2

RADAR TEGAL

10

Mesin Politik dan Manajemen Tentukan Kemenangan Cabup

AGUS P/RADAR PEMALANG

NETRALITAS PNS – Bupati Pemalang HM Machroes SH saat menyerahkan SK CPNS di pendopo. Dalam kesempatan itu Bupati mengingatkan tentang netralitas PNS.

Pilkada Tentukan Nasib Lima Tahun ke Depan PEMALANG – Bupati Pemalang HM Machroes SH mengungkapkan tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan Pemilihan Umum Bupati dan wakil Bupati Pemalang tahun 2010 sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pemalang. Namun demikian tahapan tersebut hendaknya harus diketahui jajaran birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang. Sehingga pada saat pelaksanaannya nanti saat pemilihan, tidak ada lagi jajaran

birokrasi yang tidak ikut memilih. “Terkait dengan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) yang akan datang, hendaknya jajaran birokrasi tetap bersatu dan selalu mengedepankan profesionalisme, ” katanya dalam pada acara penyerahan SK CPNS, di pendopo setempat, Jumat (12/3) kemarin. Lebih lanjut Bupati mengatakan Pemilihan Umum Kepala Daerah merupakan momentum yang sangat menentukan masa depan Kabupaten Pemalang,

khususnya untuk lima tahun ke depan. “Oleh karena itu munculnya beberapa bursa calon bupati dan wakil bupati, baik dari kalangan umum maupun birokrasi hendaknya harus disikapi dengan bijaksana,” tandanya. Namun dia juga mengingatkan agar PNS sebagai abdi Negara untuk bersikap netral. Meskipun sebagai warga Negara, PNS tetap memiliki hak untuk memilih. Namun dalam pelaksanaan-

nya, pilihan itu harus tetap dirahasiakan. Tidak boleh ditunjukan, apalagi menjadi pendukung salah satu calon bupati secara terang-terangan. “Netralitas PNS bukan berarti apatis terhadap kehidupan politik yang merupakan hak dasar setiap warga negara. Netralitas dalam kehidupan politik berarti ikut berpatisipasi aktif dalam kehidupan politik, dalam rangka membangun sendi-sendi demokrasi di Indonesia ,” katanya mengingatkan. (mg1)

Bekali Ketrampilan Remaja Produktif ULUJAMI – Bertempat di Balai Desa Kaliprau, belum lama ini Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Ulujami menggelar pelatihan menjahit. Kegiatan yang diikuti 20-an peserta se-Kecamatan Ulujami tersebut diselenggarakan untuk memberikan bekal ketrampilan bagi remaja-remaja produktif. Khususnya mereka yang berasal dari keluarga yang kurang beruntung secara ekonomi. Ketua TKSK Ulujami Nur Bejo kepada Radar Kamis (11/3) menuturkan, pelatihan yang digelar selama tiga hari pada awal Maret itu, diapresiasi Camat Ulujami Herry Waluyo SE. Yakni sebagai sarana memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan remaja tidak mampu dalam memasuki dunia kerja. “Di Kecamatan Ulujami banyak sentra konveksi, hal ini tentu menjadi peluang bagi remaja-remaja produktif untuk bersumbangsih bagi diri dan keluarga serta Kabupaten Pemalang pada umumnya,” terang Bejo menirukan ucapan Camat. TKSK Ulujami sendiri sebagaimana dikemukakan dia, akan terus berupaya memberikan bekal ketrampilan bagi remaja-remaja dan penyandang cacat. Hal ini dilakukan agar mereka dapat mendayagunakan potensi dan bakatnya melalui bidang-bidang tertentu. “Koordinasi dengan Dinas Sosial sering kami lakukan agar di Kecamatan Ulujami untuk pemberdayaan remaja dan penyandang cacar,” kata Bejo menambahkan. (cw2)

CMYK

MENJAHIT Seorang remaja putri tengah belajar menjahit yang diselenggaran lembaga kursus ketrampilan di Pemalang.

dok/RADAR PEMALANG

PEMALANG – Isu gender yang sengaja dimunculkan dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Pemalang tahun 2010 ternyata tidak membuat pimpinan partai bergeming. Bahkan merasa waswas terhadap munculnya isu tersebut akan berpengaruhi terhadap pasangan balon bupati yang diusungnya. Tetapi justru dengan isu itu menambah rasa percaya diri, bagi kalangan partai. Sebab penentu kemenangan Pilkada bukan karena munculnya gender, tetapi mesin politik dan menejemen partai yang lebih utama. Ketua DPC PPP Kabupaten Pemalang Muntoha SH MHum menegaskan pasangan balon bupati dan wakil bupati untuk meraih kesuksesan itu ditentukan oleh beberapa faktor. Hanya saja faktor yang cukup dominan dan cukup menentukan adalah bekerjanya mesin politik dan manajemen tim kemenangan Pilkada. Bukan faktor gender atau pasangan balon bupati dari kalangan kaum perempuan, seperti yang sekarang ini se-

dok/radar pemalang

Muntoha SH MHum

dang digulirkan wacana gender yang dinilai banyak berpeluang untuk memenangkan Pilkada. “Pasangan balon bupati dari kalangan gender itu bukan sebagai penentu untuk meriah kemenangan dalam Pilkada, dan wacana tersebut jangan digeneralisasikan seperti halnya kemenangan Gubernur Jawa Tengah pasangang Bibit-Rustriningsih yang banyak orang menilai akibat munculnya kalangan gender. Tetapi keberhasilan itu karena mesin poiltik dan manajemen

partai pengusungnya yang cukup baik. Disamping itu juga karena Jawa Tengah sebagai basis merah,” katanya. Disisi lain bukti adanya kelemahan gender dalam pemilihan, juga dialami Megawati dalam pemilihan presiden yang lalu hingga dua kali mengalami kekalahan. Sebab mesin politiknya tidak berjalan dengan baik dan ternyata isu gender saat itu tidak mampu untuk merubah citra dan peta kekuatan politik. Meskipun beberapa daerah ada yang menang. Namun itu semua kembali kepada persoalan gerakan mesin politik dan manajemen partai, yang tentunya mampu untuk memenangkannya. Disamping kekuatan besar rakyat juga sebagai penentu utama. Karena itu, kata Muntoha dengan diusungnya pasangan balon bupati Junaedi-Agung oleh PDIP dan ketiga partai pendukung lainya PPP, Partai Demokrat dan PKB, mudahmudahan Pemalang sebagai basis merah nantinya akan dapat meraih kemenangan dan bekerjanya mesin politik. (mg1)

Petani Diminta Waspadai Kresek PEMALANG - Cuaca yang masih belum menentu, ditambah lagi dengan terlambatnya memasuki musim tanam (MT) pertama, petani diminta untuk mewaspadai hama kresek. Padahal sebelumnya diberitakan ada serangan hama wereng coklat di 60 hektar sawah dekat Kota Pemalang. Dinas sendiri telah melakukan antisipasi munculnya hama wereng coklat tersebut. Antara lain dengan memeriksa sampelnya di laboratorium. Dengan langkah itu diiharapkan akan mencegah kasus itu. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah melalui Kepala Laboratorium Penelitian Hama dan Penyakit (HPH) Ir Sapto Darmono mengemukakan perlunya mewaspadai serangan hama kresek. “Sawah saat ini yang sudah terserang hama wereng ini sekitar 60 hektar, sementara dari penelitian kami hama kresek juga perlu diwaspadai,” kata dia Jumat (12/3) kemarin. Sapto menambahkan hama kresek penyebanya adalah kondisi alam, di mana berakibat musim tanam pertama mundur. Curah hujan yang kurang, meskipun debit irigasi menyukupi, namun musim panen tidak bisa lagi tepat waktu. Panen MT pertama ini dilakukan pada masa MT kedua dan saat sekarang sudah ada beberapa bagian sa wah yang memulainya. Sedangkan sawah yang belum memasuki musim panen terancam hama ini. (ali)

DOK/RADAR PEMALANG

MENCANGKUL – Seorang petani tengah mencangkuli sawahnya setelah masa tanam berjalan.


Radar Tegal 13 Maret 2010