Page 1


SUARA PELAJAR INDONESIA Untuk Indonesia Pintar, Sehat, Hijau, Kreatif dan Peduli Oleh : Forum Pelajar Indonesia


SUARA PELAJAR INDONESIA Untuk Indonesia Pintar, Sehat, Hijau, Kreatif dan Peduli Oleh : Forum Pelajar Indonesia Copyrigth Š 2011 by Indonesia Student and Youth Forum (ISYF) ___________________________________________________ Desain Sampul : Irfan Amalee Desain Isi : Erfan Zainuri Tim Editor : A. Fajar Kurniawan, M.Si, Dinnur Garista, Deni Murdiani, Fikri Ibadurrahman, Nabilel Karamy, Fikri Mochammad

_____________________________________________________ Diterbitkan oleh : Indonesia Student and Youth Forum (ISYF) Gria Jakarta, Blok B9 No. 18 Pamulang Barat Tangerang Selatan 14517

Email: isyf.office@gmail.com Face Book: Indonesia Student Youth Forum Twitter: @isyf_supporter


Daftar isi: Kata Pengantar - 5 Membangun Generasi Muda Seutuhnya - 7 Hal Kecil Yang Pelajar Lakukan Akan Berdampak Besar Bagi Perubahan - 11 Peran Dan Program Nyata Pelajar Untuk Indonesia Hijau - 14 Sebuah Kemandirian Yang Tertanam - 20 English Is Important - 22 Program Keterampilan Hidup Dalam Mengembangkan Kreatifitas Pelajar - 24 Peran Dan Program Nyata Pelajar Untuk Indonesia Kreatif (1) - 28 Pustaka Kecil Untuk Negeri - 31 Peran Dan Program Nyata Pelajar Untuk Indonesia Kreatif (2) - 34 Wujudkan Indonesia Pintar Melalui ProSes Pembelajaran Dan Perpustakaan Kecil Untuk Teman-Teman Yang Tidak Bersekolah - 40 Cerdaskan Pelajar Desa Yang Haus Ilmu Dengan Satu Buku Bermanfaat Sebelum Lulus Sekolah - 44 Mandiri Lewat Kreatif - 48 Dari Kreativitas Menuju Generasi Unggul - 52 Melangkah Menuju Kreatif Indonesia - 55 Menumbuhkan Generasi Muda Gemar Membaca - 60 Persembahan Pelajar Untuk Indonesia Kreatif - 64 Mengembangkan Usaha Industri Untuk Mewujudkan Indonesia Kreatif, Mandiri, Dan Bangga Produk Dalam Negeri - 67 Pelajar Yang Kreatif Dihari Ini, Adalah Pemimpin Yang Kreatif Dihari Esok - 72 Peran Dan Program Nyata Pelajar Untuk Indonesia Kreatif (3) - 78 Kreatif Itu Unik, Kreatif Itu Berbeda - 84 Peran Nyata Pelajar Dalam Memasyarakatkan Belajar - 87 Peran Dan Program Nyata Pelajar Untuk Indonesia Pintar (1) - 92 Program Indonesia Pintar - 96 Pelajar Belajar Untuk Indonesia - 99 Membentuk Indonesia Kreatif Dan Berkembang Bersama Life Skill -103 Peran Dan Progran Nyata Pelajar Untuk Indonesia Pintar (2) - 106 “Repromanjur� Obat Mujarab Untuk Menyembuhkan Sakit KreatIfitas 112 Peran Kami Untuk Indonesia Pintar - 118


Peran Dan Program Nyata Pelajar Untuk Indonesia Kreatif (5) - 124 Langkah Sederhana Menuju Indonesia Kreatif - 128 Kita Kreator Bangsa - 131 Peran Dan Program Nyata Pelajar Untuk Indonesia Pintar (3) - 138 Peran Dan Program Nyata Pelajar Untuk Indonesia Kreatif (6) - 142 Mengembalikan Kembali Kebudayaan Indonesia Dengan Ide Kreatif, Dan Mengevaluasi Program Terdahulunya Agar Kebudayaan Indonesia Tetap Terjaga - 144 Peran Dan Program Nyata Pelajar Untuk Indonesia Kreatif (7) - 150 Tutor Sebaya Belajar Asyik Tanpa Guru - 155 Peran Dan Perogram Nyata Pelajar Untuk Indonesia Pintar (4) - 161 Peran Dan Program Nyata Pelajar Untuk Indonesia Kreatif (8) - 165 Menuju Indonesia Kreatif - 171 Peran Dan Program Nyata Pelajar Untuk Indonesia Pintar (5) - 176 Pintar Generasiku Pintar Bangsa - 180 Teknologi Kreatif Di Era Globalisasi - 185 Menuju Indonesia Kreatif - 192 Membangun Karakter Bangsa Di Kalangan Pelajar Dengan Landasan Pembelajaran Sejarah - 192 Peran Dan Prorgam Nyata Pelajar Untuk Indonesia Pintar (6) - 199 Pesta Putih Hitam, Wadah Kreativitas Seni Siswa Sma Plus Negeri 17 Palembang - 203

______________


kata PENGANTAR

Salam Hormat,

S

ebuah pencapaian yang tidak pernah kami bayangkan, bahwa kegiatan Forum Pelajar (FOR) Indonesia yang menghadirkan peserta tingkat SMA, SMK, MA dan sederajat telah berjalan tiga tahun. Sejak kelahirannya tahun 2009, banyak harapan dan cita-cita diusianya yang ketiga baik dari para alumni, penyelenggara, mitra, sponsor, pemerintah dan pihak lainnya yang mengharapkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya terbatas pada pertemuan antara pelajar dari berbagai provinsi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman; pertemuan pelajar dengan para pemegang kebijakan; kunjungan perusahaan, penanaman pohon, pentas seni nusantara, beragam wokshop dan sebagainya. Hal yang banyak diharapkan adalah bagaimana kegiatan tersebut menjadi media bagi para pelajar untuk melakukan kegiatan setelahnya (follow up action). Sebagai lembaga penyelenggara Indonesia Student and Youth Forum (ISYF) mencoba melakukan terobosan baru pada forum pelajar Indonesia 2011. Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan pemaknaan terhadap tema-tema sebelumnya. Satukan Aksi untuk Negeri dan Pelajar Indonesia Suarakan Aspirasimu, 2010 mengandung makna yang dalam dan harus diimplementasikan dalam bentuk kerja-kerjanyanya. Generasi forum pelajar Indonesia tidak mau menjadi kelompok atau komunitas yang sering dikatakan kelompok NATO (No Action, Talk Only). Selanjutnya ISYF meneguhkan diri bahwa untuk kegiatan FOR Indonesia 2011 mengambil tema Ekpresi Pelajar untuk Indonesia. Tema tersebut kemudian diintegrasikan secara komprehensif bentuk kegiatan, proses seleksi peserta sampai pada rencana keberlajutannya.


Forum Pelajar Indonesia Ada hal yang berbeda pada proses seleksi peserta FOR 2011. Disamping persyaratan administrasi, ISYF menetapkan bahwa syarat utama dari kualifikasi peserta adalah karya esai yang ditulis oleh para calon peserta. Harapannya adalah banyak gagasan, aspirasi, dan tawaran-tawaran kegiatan yang tidak sedikit dapat menjadi solusi alternatf bagi problem mereka sendiri, bahkan bagi bangsa dan negara. Banyak gagasan dan harapan dari para pelajar Indonesia yang mengekspresikan suara mereka untuk Indonesia. Atas dasar tersebut, ISYF meyakini bahwa ide dan gagasan mereka adalah aset yang tidak ternilai. Oleh karena itu ISYF mempublikasikan karya-karya mereka menjadi sebuah kompilasi buku serial, walaupun singkat banyak makna yang dapat menjadi inspirasi bagi semua untuk mewujudkan Indonesia Emas: PIntar, Sehat, Hijau, Kreatif dan Peduli.

Forum Pelajar Indonesia: “Simple Actions Make Big Differences�, Yves Carcelle

A. Fajar Kurniawan Director of Indonesia Student and Youth Forum


Suara Pelajar Indonesia

Membangun Generasi Muda Seutuhnya

G

enerasi penerus bangsa yang pintar adalah dambaan setiap kita semua. Hal ini dikarenakan dengan majunya generasi penerus bangsa sebagai sumber daya manusia dapat memberikan dampak yang bagus bagi kemajuan bangsa. Oleh karena itu, saya mengambil tema ini untuk sekedar sharring atau bertukar pengalaman sekaligus mengajak para generasi muda penerus bangsa untuk bersama-sama mewujudkan generasi yang pintar, baik secara intelektual, emosional, maupun spiritual. Sesungguhnya menjadi generasi muda Indonesia yang pintar itu bukanlah hal yang sulit. Semua sebenarnya tergantung pada diri kita sendiri. Mau atau tidak untuk menjadi generasi dambaan yang pintar, cerdas, dan bertanggung jawab. Persoalan yang sering muncul adalah terkadang kita tidak peduli dan merasa itu terlalu penting. Padahal, justru dari sinilah kunci menuju generasi yang berkualitas. Hal ini bisa diwujudkan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan belajar. Mengapa? Karena dengan belajar, kita bisa mengetahui apa saja yang belum pernah kita ketahui, dari yang belum bisa menjadi bisa, dan dari yang belum mengerti menjadi mengerti. Belajar tidak harus dilakukan di sekolah, tetapi belajar juga bisa dilakukan dimana saja. Terkadang, pasti kita sering merasakan bosan saat belajar atau jenuh saat belajar. Padahal,untuk menghilangkan rasa jenuh ataupun bosan, kita bisa melakukannya di berbagai tempat yang kita sukai seperti di taman, di bawah pohon yang rindang ataupun kita bisa melakukannya sambil memasak ataupun menonton televisi. Selain itu, untuk meningkatkan kecerdasan otak kita, kita bisa melakukan hal-hal yang bernilai positif yang bisa kita

7


Forum Pelajar Indonesia ambil manfaatnya, contohnya ialah bermain catur, selain dapat meningkatkan tingkat IQ kita, catur juga bisa membuat kita untuk berfikir logis dan melatih kita untuk membuat strategi yang matang dan konkret. Sebetulnya, banyak hal yang dapat dilakukan untuk menjadikan generasi penerus bangsa ini menjadi generasi muda yang pintar. Diantaranya adalah dengan cara : • Membuat program pembelajaran yang bersifat menarik, seperti matematika itu asyik, bersenang-senang dengan fisika, dan bereksperimen dengan kimia. • Membuat permainan yang bersifat mendidik dan • Membuat program pembelajaran yang terjun langsung ke lapangan • Membuat taman bacaaan untuk membiasakan diri kita untuk gemar membaca Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus bangsa yang baik, seharusnya kita melatih diri kita sejak dini dengan melakukan hal-hal yang benilai positif dan bermanfaat bagi diri kita. Selain itu, untuk menjadikan kita sebagai generasi penerus bangsa yang berkualitas, kita seharusnya tidak hanya mengedepankan tingkat kecerdasan kita, akan tetapi, kita juga harus pintar mengolah diri kita didalam segi emosional, seperti saat mengendarai kendaraan, kita di haruskan untuk bersikap tenang, atau saat kita sedang berada di lingkungan orang lain, kita dituntut untuk bisa berbaur dengan linkungan tersebut dengan cara mengambil hal yang bernilai positif dari lingkungan tersebut. Dari beberapa contoh yang telah diuraikan bahwa memiliki kemampuan emosional didalam diri seseorang itu adalah penting. Selain untuk meningkatkan cara berpikir kita agar kita bisa berpikir lebih maju, kita juga bisa mengkondisikan diri kita dalam situasi maupun kondisi apapun. Oleh sebab itu, penting sekali bagi kita untuk mempelajari kemampuan yang ada di dalam diri kita sendiri.

8


Suara Pelajar Indonesia Selain itu, dengan kita memiliki “Kecerdasan Emosional” yang tinggi biasanya kita bisa lebih baik dalam mengendalikan dorongan hati dan membuat keputusan yang lebih bijaksana dalam memecahkan masalah, oleh karena itu ada beberapa hal yang dapat meningkatkan kecerdasan emosional kita, diantaranya adalah : • Mengasah kepekaan kita terhadap sekitar • Mampu mengendalikan diri sendiri • Berfikir sebelum bertindak • Memahami diri sendiri dan orang lain. Jadi, kita sebagai generasi muda hendaknya memiliki kecerdasan emosional yang baik agar antara kecerdasan intelektual dan emosional itu seimbang. Selain dari kedua kecerdasan tersebut, ada satu lagi kecerdasan yang paling penting dan paling pokok yang harus di miliki oleh generasi muda seperti kita, yaitu kecerdasan spiritual. Karena dengan kecerdasan tersebut kita mampu untuk memahami segala kenyataan yang ada didalam kehidupan kita. Selain itu, dengan kita mampu mengolah kecerdasan spiritual kita, kita akan terbiasa dalam menghadapi persoalan yang akan kita hadapi walaupun sesulit apapun persoalan tersebut. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kecerdasan spiritual kita, yaitu dengan cara : • Selalu mendekatkan diri kepada Tuhan. • Sering-seringlah kita mengintrospeksi diri sendiri. • Membiasakan untuk bertanggung jawab terhadap sesuatu. • Membiasakan diri untuk selalu mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang kita hadapi. • Belajar untuk menjadi orang yang rendah hati.

9


Forum Pelajar Indonesia • Menumbuhkan sikap peduli dan rasa kasih sayang terhadap sesama. Oleh karena itu, saya memiliki program untuk memajukan generasi muda, minimal yang bisa saya lakukan untuk berpartisipasi mewujudkan Indonesia pintar, antara lain: • Rajin mencari informasi yang bermanfaat, seperti di surat kabar, televisi, internet dan media komunikasi lainnya yang mampu menambah wawasan kita. • Mencari atau membuat komunitas cinta ilmu, baik itu dengan media milis, facebook, twitter, dan sebagainya. • Mengumpulkan artikel-artikel yang bermanfaat dalam bentuk kliping, cd, dll. • Membuat perpustakan kecil-kecilan di rumah • Rajin mengikuti kegiatan-kegiatan positif, seperti training ESQ, Spiritual Building Training, Achievment Motivation Training, dll Membuat kata-kata motivasi yang bisa meningkatkan motivasi diri menjadi lebih baik yang bisa di letakkan di kamar atau tempattempat strategis yang bisa kita lihat. Jadi, kita sebagai generasi muda Indonesia yang berkualitas hendaknya harus mampu mengolah semuanya dengan baik (intelektual, emosional, dan spiritual) agar kita bisa menjadi generasi muda Indonesia yang seutuhnya yang memiliki wawasan luas, kepribadian mulia, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mari kita bersama mewujudkannya!

Chairunnisya Eka Putri, SMA LTI IGM PALEMBANG

10


Suara Pelajar Indonesia

Hal Kecil Yang Pelajar Lakukan Akan Berdampak Besar Bagi Perubahan

Indonesia merupakan salah satu Negara kepulauan terbesar didu-

nia. Yang memiliki lebih dari 70.000 buah pulau besar maupun kecil. Sebagai Negara bahari atau kepulauan tentu saja wisata bahari merupakan salah satu andalan penghasil devisa Negara saat ini. Banyak turis-turis asing dari berbagai belahaan dunia datang keindonesia untuk berwisata. Apakah hanya sekedar untuk berjemur dibawah panas matahari didaerah tropis, menikmati keindahan pantai yang mempesona, ataupun keindahaan bawah lautnya. Keindahan bawah laut suatu daerah tentu saja tak lepas dari keadaan terumbu karangnya. Jika terumbu karangnya sehat dan beragam jenisnya tentu saja hal itu akan menambah minat para wisatawan untuk menyelam. Akan tetapi, kondisi terumbu karang saat ini dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Padahal, terumbu karang mempunyai berbagai macam manfaat bagi manusia. Baik itu dari segi ekologi maupun ekonomi. Contohnya, peran terumbu karang dari segi ekologi: sebagai peredam ombak, pencegah abrasi pantai, dan sebagai tempat tinggal, tempat pemijahan, tempat perlindungan bagi berbagai macam makhluk hidup. Sedangkan peran terumbu karang dari segi ekonomi: sebagai tempat mencari makan ikan-ikan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, tempat rekreasi bawah laut, dan lainya. Akan tetapi terumbu karang yang mempunyai begitu banyak manfaat itu sangat renta dengan kerusakan. Apakah kerusakan secara langsung mau pun tidak langsung. Contoh kerusakan secara langsung yaitu, menginjak terumbu karang, menggunakan alat tang-

11


Forum Pelajar Indonesia kap ikan yang tidak ramah lingkungan(penggunaan bubu, pukat harimau, jaring muro-ami, bahan peledak seperti bom, dan racun potassium sianida), wisata bahari yang tidak ramah lingkungan (memegang dan mengambil terumbu karang sebagai cinderamata atau oleholeh). Dan contoh kerusakan secara tidak langsung yaitu, membuang sampah anorganik kelaut, membuang limbah rumah tangga maupun limbah pabrik yang beracun. Pada hal terumbu karang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk bisa kembali tumbuh seperti sediakala. Sebaiknya kita sebagai pelajar dan remaja yang perduli dengan lingkungan laut harus berperan untuk melindungi terumbu karang dari berbagai kerusakan. Seperti membentuk club pencinta pesisir dan laut disekolah kita. Dengan membentuk club seperti ini kita bisa mengkoordinir teman-teman kita untuk turut serta menjaga lingkungan pesisir dan laut. Contohnya, seperti club pencinta terumbu karang yang bernama “Morning Star Team� yang ada di SMA YPK 2 Biak, Papua(sekolah saya). Kami membuat lomba mengumpulkan sampah anorganik dipesisir pantai yang diikuti oleh semua siswa SMA YPK 2. Sehingga hasil yang didapat dari lomba tersebut yaitu, mengurangi sampah yang ada dipantai serta menumbuhkan sikap siswa yang peduli terhadap lingkungannya. Memang hal seperti ini sangat kecil, tetapi setidaknya kita bisa membuat sedikit perubahan pola pikir, dan gaya hidup orang-orang disekitar kita. Karena perubahan itu bukanlah perubahan sampai terjadi perubahan tetapi bagaimana kita sebagai pelajar dan remaja Indonesia bisa membuat sedikit perubahan yang berdampak besar sehingga terjadi perubahan yang besar dan nyata. Saya dan teman-teman yang tergabung dalam Morning Star Team berusaha menyadarkan banyak orang, tapi banyak orang itu belum tentu menyadarkan orang lain. Saya berharap dengan mengikutsertakan diri saya dalam forum pelajar Indonesia 2011 (FOR III) ini semoga teman-teman berprestasi yang tergabung dalam forum

12


Suara Pelajar Indonesia pelajar dapat ‘menularkan virus’ yang baik kepada semua pelajar Indonesia di daerahnya masing-masing. Saya mempunyai kerinduan untuk bergabung dalam forum ini. Mendengar cerita pengalaman teman yang mengikuti FOR II 2010 membuat saya juga ingin berpartisipasi memberikan yang terbaik untuk negeri. Marcelino Novianto, SMA YPK 2 Biak

13


Forum Pelajar Indonesia

Peran Dan Program Nyata Pelajar Untuk Indonesia Hijau

P

erlindungan lingkungan hidup adalah salah satu permasalahan mendesak yang dihadapi umat manusia hingga saat ini. Semua ilmuan didunia menunjukkan tanda-tanda serius dampak kerusakan alam atas lingkungan hidup manusia, binatang, dan tumbuhan. Untuk membangkitkan semangat dan kesadaran manusia terhadap lingkungan, proses yang paling penting adalah dengan penyentuhan hati agar semua manusia sadar akan kondisi alam semesta ini. Dulu Indonesia adalah Negara yang hijau, hijau dengan berbagai pepohonan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, sehingga negara kita di sebut negara yang kaya akan sumber daya alam, oksigen ( O2 ) yang di hirup segar, suhu udara sejuk, air yang kita konsumsi bersih, serta terjaga dari gejala pemanasan global. Pokoknya negara kita terbebas dari pencemaran udara yang berbahaya terhadap pernafasan manusia. Tetapi sekarang negara kita Indonesia tercinta mengalami perubahan buruk, mulai dari banjir, kebakaran hutan, longsor, erosi, suhu udara menjadi panas, kurangnya oksigen bersih, pergeseran ekosistem memberi dampak pada penyebaran penyakit, meningkatnya demam berdarah karena munculnya ekosistem baru untuk nyamuk berkembang biak, peningkatan kasus penyakit tertentu seperti ISPA (kemarau panjang / kebakaran hutan dengan musim hujan tidak menentu), gradasi lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai, yang kesemuanya itu disebabkan akibat dari penebangan pohon secara liar yang dilakukan manusia. Kita semua tahu dengan gejala pemanasan global, gejala yang merupakan peristiwa paling mengancam manusia di seluruh

14


Suara Pelajar Indonesia dunia, kutub-kutub di utara dan selatan menjadi cair, dan salah satu akibat yang utama dari gejala tersebut adalah efek dari tidak adanya pepohohonan, sehingga polusi udara yang timbul dari kendarankendaraan dan berbagai pabrik industri tersebut tidak terserap oleh pepohonan, akan tetapi langsung berhembus ke atas, lalu menipiskan lapisan ozon di atmosfir, akibatnya sinar ultraviolet yang masuk ke bumi tidak dapat tercegah lagi oleh lapisan ozon di atmosfir, tetapi langsung masuk ke bumi kita, dan menjadikan bumi kita menjadi panas. Kegiatan pembangunan yang makin meningkat juga mengandung risiko pencemaran dan perusakan lingkungan hidup sehingga struktur dan fungsi dasar ekosistem yang menjadi penunjang kehidupan rusak. Hal demikian perlu kita cegah secepatnya, baik pemerintah sebagai peran utama dalam pemberdayaan dan pelestarian lingkung-an hidup, maupun kita sebagai pelajar yang peduli terhadap lingkungan, agar dapat tetap menjadi sumber dan penunjang hidup bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Melalui Pendidikan Lingkungan Hidup yang dimulai sejak dini yang merupakan suatu proses untuk membangun populasi manusia di dunia yang sadar dan peduli terhadap lingkungan, khususnya untuk pelajar Indonesia dalam mewujudkan sekolah berbudaya lingkungan. Lingkungan hidup Indonesia yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa kepada rakyat dan bangsa Indonesia merupakan karunia dan rahmat-Nya yang wajib dilestarikan dan dikembangkan kemampuannya untuk generasi masa kini dan generasi masa depan. Pelaksanaan pembangunan berkelanjutan diupayakan dengan mengedepankan kaidah-kaidah pembangunan yang berwawasan lingkungan hidup. Peran pelajarlah yang menjadi pilar utama pengembangan sumber daya manusia melalui kegiatan pendidikan formal maupun nonformal dipertaruhkan dalam menyelamatkan masa depan kehi-

15


Forum Pelajar Indonesia dupan umat manusia, sangat strategis dalam mencegah kerusakan lingkungan hidup yang semakin parah, karena perubahan lingkungan yang terjadi bersumber pada perilaku sebagian besar masyarakat dunia yang mengabaikan azas kelestarian lingkungan hidup. Sekarang Kementrian Lingkungan Hidup berupaya mendorong dan menyadarkan kepada pelajar Indonesia tentang pentingnya Indonesia hijau. Hal itu didorong dengan adanya perlombaan Adiwiyata antara warga sekolah seluruh Indonesia. Dalam pelaksanaan Adiwiyata pelajar juga turut serta dalam kegiatan tersebut, misalnya untuk membuat sekolah yang menjadi peserta menang dalam kompetisi tersebut, pelajar diberi pengetahuan tentang pentingnya Indonesia hijau, dan melakukan sosialisasi tentang ancaman Global Warming. Dari sosialisasi tersebut awalnya pelajar hanya mengetahui akibat Global Warming adalah tingkat polusi di dunia semakin tinggi, sekarang mereka juga mengetahui akibat Global Warming itu bukan hanya polusi akan tetapi juga dikarenakan oleh naiknya konsentrasi gas-gas rumah kaca, semakin sedikitnya pohon-pohon besar didunia, dan semakin banyaknya rumah industri.Dengan adanya pengetahuan pelajar tentang bahaya Global warming pelajar akan sukarela menanam pohon untuk kepentingan bersama. dengan menanam pohon dapat mengurangi zat karbon di bumi. Pohon yang muda dan pertumbuhannya cepat akan menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahkan melalui fotosintesis dan menyimpan karbon dalam kayunya. Sehingga semakin banyak menanam pohon, semakin berkurang zat karbon dibumi. Peran nyata pelajar untuk Indonesia hijau adalah dengan adanya pengetahuan yang cukup pelajar akan menyadari betapa bahayanya apabila didunia tidak memiliki pohon terutama di Indonesia tempat mereka berdiri. Sehingga pelajar memiliki peranan penting untuk Indonesia hijau. Pelajar dapat ikut serta dalam pelaksanaan

16


Suara Pelajar Indonesia Indonesia hijau dan pelajar juga dapat menginformasikan kepada masyarakat betapa bahayanya jika Indonesia tercinta ini tidak memiliki pohon tempat mereka berlindung. Pelajar juga dapat menghindari Global Warming tersebut. Disamping itu pelajar juga mengetahui bagaimana cara-cara mengurangi emisi bumi, antara lain adalah menggunakan energi nuklir, mengurangi produksi gas rumah kaca dan tidak lupa pula dengan menanam pohon dalam program sekolah hijau. Dengan program sekolah hijau ini, setiap pelajar melakukan penanaman pohon hitung saja, jika saat ini jumlah siswa sekolah ratarata mencapai 200 orang, berarti setiap sekolah ada 200 pohon yang ditanam. Itu baru satu sekolah belum lagi sekolah yang lainnya. juga bisa mengajak orang tuanya, saudara, bahkan masyarakat di lingkungan tempat tinggal untuk menanam pohon satu orang satu pohon sehingga masalah global warming atau lingkungan hidup bisa segera teratasi. Jadi, hijau sekolahku, hijau lingkunganku, dan hijaulah bumiku. Program sekolah hijau ini bakal didapatkan hasilnya beberapa tahun mendatang saat pohon itu tumbuh besar, guna menghijaukan Negara kita lagi, agar oksigen yang kita hirup benar-benar bersih dan segar. Salah satu peran sederhana yang lain tetapi memberikan dampak nyata bagi kita dan bukan sekadar ikut-ikutan tren, tetapi sekolah bisa menjadi pelopor gaya hidup yang ramah lingkungan dengan tindakan sederhana, menghemat penggunaan air, tidak boros listrik, sebisa mungkin mengurangi penggunaan kantong plastik dan menghemat kertas, pemilahan sampah, pemanfaatan taman/kebun, toga, flora/fauna langka daerah , pembibitan, rumah kaca sebagai laboratorium alam untuk pembelajaran tentang keanekaragaman hayati Program nyata pelajar untuk Indonesia hijau adalah pelajar dapat juga membentuk beberapa kelompok yang bisa disebut dengan Kelompok Pelajar Pecinta Lingkungan. Dimana kelompok terse-

17


Forum Pelajar Indonesia but menjaga, merawat, melestarikan lingkungan yang ada di daerah pelajar masing-masing. Misalnya menjaga tumbuhan langka untuk dilestarikan agar tumbuhan tersebut tidak punah, bukan hanya tumbuhan, tetapi hewan juga dilestarikan agar hewan-hewan tersebut tetap terjaga meskipun bukan dihabitat aslinya. Juga melarang terjadinya perusakan hutan secara ilegal untuk penambangan timah, melalui Kelompok Pelajar Pecinta Lingkungan dengan adanya surat izin dinas setempat. Misalnya Kerusakan alam di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung lebih banyak disebabkan oleh kegiatan pertambangan. Kegiatan pertambangan dapat berdampak pada perubahan/rusaknya ekosistem. Kerusakan ini tidak hanya terjadi di darat tetapi juga dilaut. Aktivitas penambangan di darat menyebabkan hilangnya vegetasi tumbuhan yang bisa menyerap air. Sedangkan penambangan di laut menyebabkan rusaknya terumbu karang serta kekeruhan meningkat. Meningkatnya kekeruhan akan menghalangi sinar matahari masuk kedalam laut sehingga proses fotosintesis terganggu, hingga pada akhirnya juga akan mengganggu keseimbangan ekosistem di laut. Dalam bidang Pengembangan kurikulum pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup dapat dilaksanakan secara : • Integrasi adalah menyisipkan materi lingkungan hidup ke dalam struktur kurikulum sesuai jenjang pendidikan seperti mata pelajaran wajib, muatan lokal (selain Pendidikan Lingkungan Hidup) dan pengembangan diri yang relevan. • Monolitik adalah mengajarkan materi pendidikan lingkungan hidup yang dialokasikan pada jam pelajaran khusus dan berdiri sendiri sebagai mata pelajaran, misalnya sebagai mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup dalam muatan lokal. Pengembangan materi Pendidikan Lingkungan Hidup berdasarkan isu lokal yang dimaksud adalah isu lingkungan hidup yang ada di wilayah sekitar, baik yang merupakan potensi maupun yang memberi dampak negatif/

18


Suara Pelajar Indonesia positif terhadap masyarakat, misalnya: pelestarian fauna/flora, kekayaan sumber daya hayati, kearifan budaya lokal, penge-lolaan sampah, kekeringan, pencemaran air/udara/tanah, krisis Sumber Daya Air, penggundulan hutan, kabut asap, bencana alam dll. Program nyata yang lainnya antara lain, kegiatan lingkungan hidup yang diprakarsai oleh pihak luar (instansi pemerintah, pihak swasta dan lembaga swadaya masyarakat) seperti: penelitian lingkungan hidup, lomba sekolah sehat (UKS), lomba kebersihan sekolah, lomba menggambar bertema lingkungan hidup, lomba cipta lagu lingkungan hidup, lomba debat/pidato/orasi bertema lingkungan hidup dan aksi-aksi lingkungan hidup lainnya. Kegiatan ini dapat dilakukan oleh kelompok/individu, dapat diselingi juga dengan melakukan jum’at bersih di lingkungan sekitar, menjadi Sekolah Adiwiyata, pengelolaan sampah, kegiatan pengomposan, penanaman pohon/penghijauan, kampanye lingkungan hidup dan ikut serta lomba-lomba lingkungan lainnya. Marilah kita selaku generasi muda, penerus pahlawan bangsa, sebagai motivator bangsa dan seyogyanya sebagai manusia, dimana napasku bumi ku pijak, yang diberikan amanat oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk menjaga bumi ini sebaik-baiknya, menjaga keindahan alam dan melestarikan serta menghijaukan lingkungan hidup, supaya negara kita menjadi negara yang bisa di sebut negara paling kaya dengan sumber daya alam yang kita miliki, dan terbebas dari gejala pemanasan global yang merugikan dan mengancam manusia di dunia ini, khususnya negara kita sendiri yaitu Indonesia tercinta. Dyrnanda Virgonesiara Pramudhika, SMA Setia Budi Sungailiat

19


Forum Pelajar Indonesia

Sebuah Kemandirian yang Tertanam

K

antin kejujuran atau yang disingkat kanjur adalah kantin dimana pembeli tidak membayar barang yang dibelinya kepada penjual di kantin, sebagaimana umum terjadi. Tetapi, para pembeli/konsumen membayar barang yang mereka beli dengan cara memasukan uang sesuai dengan harga barang yang mereka beli ke dalam box/kotak uang. Salah satu sekolah yang memiliki kanjur (kantin kejujuran) adalah SMAN 42 Jakarta. Sebuah sekolah menengah atas yang mungkin tidak terlalu terkenal dimata publik tetapi memiliki segudang cara belajar yang bisa dibilang memenuhi hasrat seorang murid untuk bersekolah. Kanjur di sekolah ini terbilang berjalan lancar tiap harinya. Kebutuhan-kebutuhan pelajar hampir dapat di penuhi di kanjur ini. Tentu saja, terdapat makanan minuman yang dapat di beli saat istirahat. Kanjur ini di kelola oleh guru serta para murid. Masingmasing mempunyai peranan sendiri. Guru memberikan arahan kepada muridnya dan sang muridlah yang mengelola kanjur. Setiap murid yang bertugas mengelola kanjur di wajibkan untuk memproduksi makanan sendiri. Misalnya saja kelompok Ani yang bertugas untuk mengelola kanjur pada esok hari. Kelompok Ani harus memproduksi sebagian makanan kecil seperti spagetti, puding, risol dsb untuk dijual kembali. Hal ini diterapkan supaya para murid memiliki bekal yang cukup untuk berwirausaha sendiri di kemudian hari. Sudah pasti dengan adanya kantin kejujuran ini, para siswa dapat menumbuhkan rasa jujur, kemandirian, serta kreativitas mereka. Menurut saya untuk membentuk pelajar yang kreatif dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti banyak melakukan praktek

20


Suara Pelajar Indonesia daripada teori didalam jam pelajaran, melalui kompetisi-kompetisi, banyak melihat suatu hal yang baru/ turun langsung ke lapangan, hal ini dilakukan agar dapat terbentuk pelajar yang kreatif, mandiri, juga berpengalaman . Sebuah pelajaran kecil yang didapat sejak dini yang bermanfaat dan bermutu dapat kita lihat dari cerita kantin kejujuran tadi. Da-pat disimpulkan bahwa sebuah kemandirian, kejujuran serta kreativitas yang telah diasah dan tertanam sejak dini, tentu saja akan menambah bekal seseorang untuk menghadapi persaingan di masadepan.

Tiorys Immanuella, SMAN 42 JAKARTA

21


Forum Pelajar Indonesia

English Is Important (Memorize Ten Words In English Everyday)

Saya mengibaratkan bahwa, bahasa merupakan udara yang akan

memberikan kehidupan bagi setiap makhluk yang bernafas. Mengapa saya katakan demikian? Karena bahasa ialah suatu perantara antara jalan hidup seseorang dengan diri seseorang itu. Seseorang yang memiliki pengetahuan dan skill menggunakan bahasa yang baik tentu dapat menggenggam dunia ini dengan mudah. Pada awalnya, kita hanya cukup menguasai satu bahasa yaitu bahasa Indonesia. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman seperti sekarang ini, kita juga harus menguasai satu bahasa lagi. Bahasa itu adalah bahasa internasional atau sering disebut dengan bahasa inggris. Hampir setiap barang-barang pada zaman sekarang ini menggunakan bahasa inggris sebagai petunjuk penggunaan barang tersebut. Internet yang sekarang ini sudah berkembang dan dapat diakses oleh setiap orang di dunia juga hampir semuanya berbahasa inggris. Sehingga, kita sangat perlu menguasai bahasa inggris. Sebagai pelajar, saya sering mendengar keluhan dari temanteman seperjuangan saya tentang susahnya berbahasa inggris. Namun, saya menanggapi keluhan mereka dengan senyuman, saya mengatakan kepada mereka bahwa kesulitan berbahasa itu hanyalah satu, yaitu kosa kata (vocabularry). Melihat kejadian ini, saya mempunyai satu program yaitu Memorize Ten words in English Every Day. Program ini bertujuan untuk mengajak orang-orang untuk menghafal dan memahami sepuluh kata bahasa inggris setiap hari. Program ini telah terbukti kefektifannya. Saya telah menerapkan program ini pada diri saya sendiri selama sebulan terakhir. Hasilnya, saya sudah mampu berbahasa inggris aktif. Program ini, akan semakin baik apabila dilakukan oleh seseorang yang telah mengerti grammar dalam bahasa

22


Suara Pelajar Indonesia inggris dan mempunyai keberanian dan teman untuk berbicara dalam bahasa inggris. Hal ini yang akan menjadikan kalian seseorang yang berbahasa inggris secara aktif. Langkah awal yang akan saya lakukan untuk program ini adalah mensosialisasikannya ke teman-teman sekelas saya. Kemudian, saya akan mengenalkan program ini kepada rekan-rekan saya yang tergabung dalam ekstra kulikuler ECC (English Conversation Club). Sebelumnya saya telah mendiskusikan program ini kepada mereka dalam rapat ekstra kulikuler ECC ini. Mereka menanggapi program ini dengan respon yang positif. Program ini juga mulai akan diberlakukan sebagai program tambahan pada minggu depan. Saya juga akan membuat selebaran yang isinya ajakan untuk mengajak siswa-siswi di sekolah saya untuk mulai menerapkan program ini.

Agia Dimandili, SMA MODEL NEGERI 1 PAGARALAM

23


Forum Pelajar Indonesia

Program Keterampilan Hidup Dalam Mengembangkan Kreatifitas Pelajar

P

rogram Keterampilan Hidup dalam mengembangkan kreatifitas pelajar antara lain melalui pengetahuan dan pemanfaatan teknologi informatika yang sudah bukan barang aneh bagi pelajar masa kini, terutama pelajar yang tinggal di kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Palembang dan lain-lain. Oleh karena itu saya membuat karangan ini karena ingin memberikan buah fikiran saya dalam peningkatan kreatifitas pelajar Indonesia dengan cara memanfaatkan kecanggihan teknologi era reformasi sehingga mereka dapat memiliki keterampilan hidup (life skill). Bagamimanakah caranya? Berikut pembahasannya. Di era teknologi masa kini, pelajar diwajibkan untuk mengerti bagaimana pentingnya kecanggihan yang telah di alami Indonesia. Contohnya saja di sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas teknologi yang tinggi. Mereka sangat mementingkan peranan program life skill untuk memajukan kreatifitas pelajar mengenai kecanggihan teknologi masa kini. Program yang akan saya kemukakan saat ini adalah beberapa program aplikasi yang dapat membantu kita dalam berkreasi, misalnya mengaplikasikan program Photoshop yang gunanya untuk merekayasa tampilan foto menjadi lebih menarik. Sebuah foto bisa dibuat lebih menarik dengan menambahkan animasi-animasi yang lucu. Selain itu kita juga dapat menggunakan program Microsoft Office Visio yang gunanya mendesain sebuah denah rumah yang kita inginkan. Jadi kita tidak perlu mengeluarkan biaya yang lebih besar dengan menggunakan jasa para arsitek. Pada program aplikasi ini memang diperlukan pengetahuan kreatifitas kita dalam perancangan suatu model rumah. Program yang say kemu-

24


Suara Pelajar Indonesia kakan ini dapat membantu rekan-rekan pelajar untuk lebih mengetahui teknologi informatika memacu kreatifitasnya lebih dalam. Dengan adanya kecanggihan ini pelajar diharpkan untuk bisa mengembangkannya ke manca Negara. Semua aktifitas kehidupan manusia dapat menjadi lebih mudah dilakukan dengan bantuan teknologi. Teknologi dapat membantu manusia mempermudah suatu hal yang terasa sulit, membuat efisiensi waktu dan biaya seperti suatu hal yang mahal bisa menjadi lebih murah serta lebih cepat. Setiap pelajar paling tidak bisa membuat suatu produk yang nantinya akan berguna dan bisa dipakai di seluruh dunia. Untuk bisa menciptakan suatu produk atau program tidak perlu dari hal yang besar melainkan dapat dimulai dari hal yang kecil. Misalnya, membuat sebuah blog yang berisikan berbagai macam informasi tentang kesenian dan kebudayaan serta keanekaragaman kuliner dari berbagai macam daerah di Indonesia. Kemudian setalah kita dapat menguasai blog secare expert kita dapat mengembangkan blog yang kita miliki menjadi sebuah web sehingga didalamnya terdapat berbagai macam aplikasi yang lebih menarik dari yang sebelumnya. Apabila kita telah mempelajarai bahasa pemrograman web seperti Bahasa Java, Php, dan sebagainya kita bisa membuat suatu web jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan lain-lain. Sebagai contoh nyatanya, ada seorang pemuda bernama Yahya. Dia membantu sebuah situs jejaring sosial yang bernama Salingsapa.com yang telah di buka di 52 negara. Dia telah mempelajari komputer sejak usia 3 tahun. Saati itu, ia mengotak-atik komputer sang ayah. Karena minatnya yang besar, Yahya pun ikut beberapa les komputer, termasuk les di Komlab ITB yang pesertanya kebanyakan mahasiswa. Salingsapa.com adalah sebuah situs yang dibuat atas dasar bersilaturahmi menurut kewajiban Islam. Sepintas jejaring sosial ini mirip Facebook karena ide awal pembuatan situs ini dari berita dan Yahya ingin mem-

25


Forum Pelajar Indonesia buat yang lebih baik dari Facebook. Ini membuktikan bahwa salah satu pelajar Indonesia yang baru berusia sekitar 13 tahun dapat membuat suatu web yang menurut para pakar teknologi merupakan suatu kemampuan yang luar biasa dalam memajukan Indonesia kreatif. Sebagai sarana canggih, komputer adalah bagian dari teknologi yang memiliki multifungsi untuk membantu mempermudah aktifitas kehidupan manusia. Di Negara maju seperti Amerika Serikat, para ahli teknologi komputer telah banyak menciptakan teknologi secara komputersisasi yang kemampuannya bisa melebihi kemampuan manusia. Bahkan kendaraan perang sudah dibuat secara komputerisasi dimana peralatan di dalam kendaraan perang tersebut menggunkan teknologi komputerisasi secara otomatis. Di bidang lain seperti seni misalnya, pelajar Indonesia sudah dikenalkan dengan pemanfaatan barang-barang bekas (bahan organic dan non-organik) menjadi sesuatu yang berguna dan menarik yang berbeda dengan barang-barang yang ada di Negara-negara lain di Eropa dan Amerika. Pemanfaatan barang-barang organik atai nonorganik ini dilakukan dengan bantuan komputer sebagai sarana bantu dalam merancang desain seni yang diinginkan. Misalnya, membuat atau menggambar desain tas di komputer untuk pola-pola tas tangan wanita yang bahannya terbuat dari bungkus bekas bubuk deterjen. Dengan menggunkan perangkat lunak yang ada di komputer, pola-pola desain yang diinginkan akan lebih mudah dilakukan dari pada kalau mendesain pola-pola tersebut secara manual menggunakan tangan. Demikian juga untuk berhitung, mesin teknologi komputer memiliki daya ketelitian yang cukup tinggi dibandingkan daya hitung manusia itu sendiri. Selain cepat, manusia tidak perlu menghabiskan waktu dengan membuat perhitungan berkali-kali untuk memastikan bahwa perhitungan yang dilakukan sudah tepat. Dalam hal ini sudah jelas bahwa, kreatifitas manusia dapat lebih berkembang denga bantuan teknologi komputer.

26


Suara Pelajar Indonesia Kreatifitas pelajar dapat lebih berkembang dan maju dengan bantuan teknologi komputer. Pada pelajaran Bahasa Inggris misalnya, teknologi komputer dapat membantu pelajar menambah pengetahuan kosakata Bahasa Inggris. Caranya mudah saja, kita cukup menginstal dua Program Bahasa Inggris di komputer atau laptop kita. Yang pertama installah software trans tool atau penerjemah Bahasa Inggris. Lalu selanjutnya instal perangkat lunak (software) Kamus Indict dalam komputer kita. Perangkat lunak ini dapat diunduh dari internet secara cuma-cuma. Saat ini telah ada dua program utama untuk belajar Bahasa Inggris secara pasif. Kamus dan layanan penerjemah kalimat. Dua software ini akan memudahkan pelajar saat berkomunikasi di dunia maya dengan orang-orang yang menggunakan Bahasa Inggris. Mereka yang tidak mahir berbahasa Inggris akan sangat terbantu dengan dua software ini. Kreatifitas dalam belajar berbahasa Inggris menjadi lebih mudah berkembang dan berdampak positif bagi para pelajar dalam mengembangkan pengetahuan mereka. Keterampilan hidup, dalam hal ini pengetahuan tentang teknologi komputer, sangat berguna di dalam pengembangan kreatifitas pelajar dalam proses belajar-mengajar di kelas dan di kehidupan sehari-hari. Dengan memiliki keterampilan hidup, pelajar dapat menapak masa depannya dengan lebih baik dan percaya diri.

Debitri Primasheila, SMA LTI IGM PALEMBANG

27


Forum Pelajar Indonesia

Peran dan Program Nyata Pelajar Untuk Indonesia KREATIF (1)

S

ekarang hampir setiap orang mulai dari orang awam, pemimpin lembaga pendidikan, manajer perusahaan sampai dengan pejabat pemerintah berbicara tentang pentingnya kreativitas dikembangkan di sekolah, dituntut dalam pekerjaan, dan diperlukan untuk pembangunan. Apa itu kreatif? Harus diakui bahwa memang sukar untuk menentukan satu definisi yang operasional dari kreatifitas, karena kreatifitas merupakan konsep yang majemuk dan multi dimensional. Kreatif adalah kemampuan untuk mengkombinasikan, memecahkan/ menjawab masalah, dan cerminan kemampuan operasional anak kreatif (Utami Munandar, 1992). Kreatif itu juga mengkombinasikan hal yang sederhana menjadi sesuatu yang baru, yang berguna, dan mudah dimengerti. Kepandaian, sehebat apapun itu, tanpa sisi kreatifitas, hanya akan menjadi mesin yang akan dikendalikan oleh pihak lain. Kebanyakan dari orang indonesia menjadi pihak yang dikendalikan pihak lain, sehingga terlihat seperti sudah melekat dan membudaya di indonesia ini. Tujuan utama kreatif adalah “to create�. Combine (menggabungkan), Reserve (membalikkan), Eliminate (menghilangkan), Alternatif (kemungkinan), Twist (memutar), Elaborate (memerinci). Indonesia mempunyai faktor sumber daya manusia dan sumber daya alam yang berlimpah. Ditambah lagi dengan adanya berbagai macam kebudayaan di indonesia. Tapi, Lambat laun, kebudayaan ini semakin memudar. Contohnya saja, seni budaya melayu yang ada di batam, dulu budaya melayu yang ada di kota ini sangat kental sekali.Seperti layaknya di riau, di kepulauan riau ada mata pelajaran arab melayu, tetapi rata rata murid menganggap sebelah mata

28


Suara Pelajar Indonesia pelajaran ini. Memang pada kenyataannya, ini bukan pelajaran yang sangat penting untuk “Ujian Nasional�. Tapi, setidaknya apabila kita cerna lagi, pelajaran arab melayu ini sangat penting sebagai identitas bahwa kota ini punya budaya. Bukan kota batam yang menyesuaikan diri dengan pendatang, tetapi merekalah yang menyesuaikan diri dengan kota batam. Sebelum datangnya para pendatang yang berasal dari luar kota. Memang, budaya melayu itu tetap ada, tapi perkembangannya tidak sehebat dulu. Kalau ditanya alasannya mengapa? Orang-orang hanya menjawab ini faktor zaman, zaman sudah modern. Ini satu lagi anggapan yang salah. bukan berarti budaya melayu itu tidak modern, justru disinilah butuh kreatifitas untuk memodifikasi budaya melayu yang modern sehingga masyarakat tertarik untuk ambil bagian mempromosikan budaya melayu atau setidaknya mengerti tentang budaya melayu. Dari contoh diatas, bisa kita ambil intinya yaitu apabila suatu budaya tidak dikembangkan dengan kreatif. Maka budaya tersebut sedikit demi sedikit akan hilang. Dan juga, peran generasi muda sangat penting dalam hal mengembangkan kreatifitas budaya, mengapa? Karena generasi muda adalah penerus bangsa. Untuk itu, penerus bangsa yang baik, adalah orang yang kreatif dan cerdas. Generasi muda yang didominasi oleh pelajar tentunya sangat berperan dalam melestarikan budaya indonesia, untuk itu pelajar harus membuat suatu program seperti pentas seni tentang budaya indonesia. Tujuannya ini adalah, seperti kita tahu, pelajar sangat suka sekali dengan pentas seni, pentas seni ini dari pelajar untuk pelajar. Selain itu, dari pentas ini, bisa terjalin “teamwork� atau kerjasama. Sehingga bisa membantu generasi muda belajar menjadi pemimpin yang kreatif. Program yang kedua yaitu membuat kerajinan tangan khas daerah dari barang bekas. Ini juga dari pelajar untuk pelajar. Generasi muda zaman sekarang ini, sangat menyukai hal unik, ini juga ter-

29


Forum Pelajar Indonesia masuk membantu dalam proses pengenalan budaya untuk generasi mudaya, tidaka hanya itu, tapi bisa juga untuk khalayak ramai. Program yang ketiga yaitu bisa juga pengenalan budaya melalui lomba di bidang olahraga. Ini merupakan hal yang sangat mudah dan ekonomis, atau mungkin malah gratis. Setiap supporter tim yang sedang berlomba, yel yel yang digunakan bisa berupa lagu daerah. pengenalan budaya ini sangat baik sekali, karena rata rata pelajar sangat menyukai olahraga. Program yang keempat yaitu dengan membuat software tentang budaya. Seperti kita tahu, banyak sekali pelajar yang sudah tidak awam lagi dengan teknoologi. Malahan, mayoritas pelajar mempunyai gadget. Siapa yang membuat software ini? tentunya murid, selain mengasah kreatifitas, berdasarkan kenyataan yang ada, dengan adanya software, daya tangkap seseorang semakin cepat. Dari keempat program yang telah dikemukakan diatas, permasalahannya adalah apakah generasi muda itu bisa? Tentu bisa, asal ada niat, konsisten, dan waktu. Program yang dikemukakan di atas, itu bisa diusulkan ke OSIS sekolah masing masing. Itulah gunanya OSIS untuk mengapresiasikan kreatifitas murid. Tentang membuat software, kita tahu, bahwa disekolah sudah tinggi pelajaran teknologinya. Misalkan sangat sulit membuatnya, pelajar yang kreatif pasti akan bertanya. Untuk itu konsep program program ini sangat penting. Sehingga tujuan utama kreatif sebagai “to create� itu dapat tercapai.

Annisa Rizkyandita Maysarah, SMA N 3 BATAM

30


Suara Pelajar Indonesia

Pustaka Kecil untuk Negeri

S

alah satu permasalahan di Indonesia yang masih belum bisa diselesaikan adalah tingginya angka buta aksara. Permasalahan ini bukanlah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi sebagai rakyat, kita juga ikut andil dalam upaya “pemberantasan� buta aksara ini. Membuat perpustakaan kecil merupakan upaya sederhana yang dapat dengan mudah dilaksanakan terutama bagi pelajar untuk membantu mengurangi angka buta aksara. Menurut Basuki Sulistyo, perpustakaan adalah sebuah ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku atau terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca, bukan untuk dijual. (Sulistyo, Basuki: 1991) Jumlah perpustakaan di Indonesia memanglah sudah banyak. Di samping perpustakaan di sekolah-sekolah dan perpustakaan daerah, pemerintah juga sudah menggalakkan program perpustakaan keliling. Tetapi pada kenyataannya, jumlah ini belum mencukupi. Apalagi untuk para warga desa. Padahal kebanyakan penderita buta aksara berasal dari daerah terpencil termasuk desa-desa. Untuk itu pembangunan perpustakaan kecil sangat dibutuhkan. Para pelajar sendiri dapat mengisi waktu luang sekaligus memanfaatkan bukubuku yang tidak digunakan lagi. Banyak diantara pelajar yang hanya menumpuk buku-bukunya di gudang atau meloakkannya setelah masa semester berakhir. Padahal akan lebih baik jika dapat memanfaatkannya untuk orang di sekitar kita. Hal yang dilakukan sebagai langkah awal pembentukan perpustakaan kecil yaitu, pertama, mengumpulkan buku-buku. Bantuan dari teman-teman, terutama teman pelajar, sangat dibutuhkan untuk menambah koleksi buku. Kedua, membuat ruangan. Tidak memerlu-

31


Forum Pelajar Indonesia kan ruangan yang besar seperti perpustakaan lainnya, hanya ruang kecil atau teras pun cukup untuk membuat perpustakaan. Ketiga yaitu mengatur jadwal pembukaan dan penutupan perpustakaan yang dapat disesuaikan dengan schedule kita. Ini bertujuan agar tidak mengganggu jam belajar kita. Beberapa program tambahan juga dibutuhkan, terutama untuk menambah minat warga sekitar, yaitu: 1. Program Baca-Tulis Diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan, seperti orang yang ingin bisa membaca dan menulis atau penderita buta aksara. Biasanya bagi orang lanjut usia, anak-anak, dan anak yang putus sekolah atau tidak dapat bersekolah. 2. Program Handmade Di program ini kita dapat membimbing dan memberi tahu beberapa cara memanfaatkan barang di sekitar untuk dijadikan barang yang berguna bagi kebutuhan sehari-hari atau bahkan dapat bernilai ekonomis. Sebagai contoh: a. Pemanfaatan limbah pembungkus sabun, baik sabun mandi atau sabun cuci yang dapat dijadikan tas, dompet, taplak meja, dan bingkai foto. b. Botol-botol air mineral yang dapat dijadikan vas bunga, bunga, dan hiasan jendela. c. Sedotan untuk dibuat bunga Pendirian perpustakaan kecil ini memiliki banyak fungsi dan tujuan. Tujuan utama pastilah untuk membantu mengurangi tingginya angka buta aksara. Perpustakaan ini juga dapat digunakan sebagai

32


Suara Pelajar Indonesia tempat bertukar pikiran sesama pelajar, tempat belajar kelompok, dan tempat untuk mengasah pikiran kita untuk ide-ide baru yang akan diajarkan kepada masyarakat luas. Selain itu, dengan adanya program tambahan dapat berfungsi untuk menjaga lingkungan hidup dari limbah-limbah, mengurangi pengangguran, serta menambah lapangan pekerjaan. Jadi, program perpustakaan kecil ini dapat mengurangi jumlah buta aksara di Indonesia. Dengan adanya program tambahan dan penataan, baik penataan ruang maupun waktu secara efektif dan efisien akan membantu memperlancar program ini.

Aufa Maulida Fitrianingrum, SMA NEGERI 1 UNGARAN

33


Forum Pelajar Indonesia

Peran dan Program Nyata Pelajar Untuk Indonesia KREATIF (2)

Indonesia adalah negara yang mempunyai banyak generasi muda

yang mempunyai banyak mimpi. Mimpi para generasi muda Indonesia sekarang ini adalah ingin mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang bukan hanya memiliki sumber daya alam yang berlimpah tetapi sumber daya manusia yang unggul pula. Visi tersebut dikenal dengan sebutan 5 pilar yaitu Indonesia Pintar, Indonesia Sehat, Indonesia Hijau, Indonesia Kreatif dan Indonesia Peduli. Visi Indonesia Pintar ini sebetulnya sudah lama menjadi cita-cita bangsa Indonesia. Visi atau tujuan negara Indonesia tersebut dapat kita lihat dalam alinea ke-IV Pembukaan UUD 1945, yang berbunyi demikian �untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial�. Pintar adalah suatu sifat manusia yang dapat dilihat atau diukur dari sisi intelektual dan emosional seorang anak. Untuk mewujudkan visi sebagai negara yang pintar, generasi muda Indonesia harus mempunyai suatu tekad dan cita-cita serta semangat yang tinggi untuk dapat mewujudkan visi ini. Sehingga akan terwujud suatu bangsa yang mempunyai generasi muda yang pintar dan dapat meraih prestasi serta dapat menjadi pelajar yang kompetitif dan berguna bagi keluarga, bangsa dan negara. Dewasa ini, banyak sekali isu-isu yang membahas tentang Indonesia Pintar. Untuk mewujudkannya dibutuhkan peran dari pemerintah, sekolah dan orang tua serta organisasi-organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan. Generasi muda yang dimaksud adalah

34


Suara Pelajar Indonesia para pelajar dari tingkat SD, SMP dan SMA serta para mahasiswa di perguruan tinggi. Para pelajar dan para mahasiswa dituntut untuk dapat mengolah dan mengembangkan dirinya untuk dapat berguna serta dapat mewujudkan nilai-nilai yang didapat dalam proses belajar di sekolah maupun perguruan tinggi. Indonesia memilik banyak sekali pelajar yang berprestasi baik di kancah Internasional maupun dalam negeri. Sikap para pelajar untuk mendukung Indonesia Pintar sudah banyak dibuktikan. Dengan adanya kompetisi-kompetisi di tingkat daerah, provinsi hingga nasional. Itu membuktikan bahwa pelajar Indonesia sudah mempunyai suatu tekad dan keinginan untuk menambah wawasan dan dapat bersaing secara kompetitif. Salah satu bukti nyata lainnya adalah para pelajar Indonesia yang mengikuti dan berhasil mengharumkan nama Indonesia dalam Olimpiade Internasional. George Saa adalah pemenang Olimpiade Fisika Internasional pertama yang berasal dari negara Indonesia dan berasal dari wilayah paling timur Indonesia, Irian Jaya. Irian Jaya terkenal sebagai provinsi yang kaya akan sumber daya alamnya yang melimpah. Tetapi disana masih belum ada pembangunan yang berarti dan masih kurangnya pemanfaatan sumber daya manusia yang baik. Irian Jaya adalah sebuah provinsi yang termasuk 10 besar provinsi termiskin di Indonesia. Tetapi itu semua tidak menyurutkan semangat George Saa untuk dapat berprestasi di tingkat Nasional hingga Internasional. Dengan prestasi yang diukir George Saa itu menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia dapat bersaing juga dalam bidang pendidikan di kancah Internasional. Peran serta Pemerintah sangat diperlukan dalam hal ini. Karena pemerintah adalah sebagai patokan dan tonggak utama yang diperlukan untuk mewujudkan visi Indonesia Pintar. Sebagaimana yang sudah diketahui oleh sebagian besar rakyat Indonesia bahwa pemerintah sudah memberikan fasilitas dan sarana yang menunjang

35


Forum Pelajar Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Pintar. Contohnya adalah mobil pintar, motor pintar, hingga rumah pintar. Mobil pintar biasanya dioperasikan bagi anak-anak jalanan maupun anak-anak di desa-desa. Motor pintar biasanya beroperasi di desa-desa terpencil dan dikhususkan bagi anak-anak yang susah merasakan pendidikan di sekolah formal. Sedangkan Rumah Pintar adalah rumah yang sengaja dibangun baik itu di kota dan di desa bagi anak-anak miskin dan anak-anak jalanan. Rumah ini memiliki tujuan untuk dapat membuat para generasi muda Indonesia dapat merasakan proses belajar yang baik seperti halnya di sekolah tetapi dalam suatu rumah yang berisi buku-buku dan pengajar. Pemerintah Indonesia tidak berhenti di situ saja, tetapi pemerintah juga memberikan santunan dana berupa beasiswa bagi para pelajar Indonesia yang berprestasi di tingkat daerah, provinsi hingga nasional. Dan beasiswa ini juga ada yang ditujukan kepada anakanak dari golongan keluarga yang tidak mampu. Bantuan yang lain adalah dengan adanya BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang selalu dikucurkan pemerintah setiap tahunnya. Anggaran yang diberikan pemerintah dalam bidang pendidikan juga sudah cukup baik yaitu 20 % dari APBN dan APBD. Pemerintah juga memberikan beberapa pelatihan khusus dalam bidang pendidikan di Indonesia. Pemerintah juga sudah mengatur masalah pendidikan di Indonesia dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dengan adanya upaya tersebut, menunjukkan bahwa adanya keseriusan pemerintah untuk membangun generasi muda yang kompetitif dan sebaiknya para pelajar Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik mungkin. Peran setiap orang tua dan keluarga di Indonesia juga sangat dibutuhkan. Karena masih banyak ditemukan beberapa orang tua yang berpikir bahwa sekolah hanya membuang-buang uang dan tidak ada hasilnya. Diperlukan adanya suatu pelatihan untuk para orang tua

36


Suara Pelajar Indonesia bahwa pendidikan dalam era globalisasi ini sangatlah penting untuk perjalanan hidup anak-anaknya kelak. Dan juga dukungan penuh dari orang tua kepada anak-anak dalam pendidikan dan perkembangan pribadi melalui ekstrakulikuler yang diikuti di sekolah. Peran sekolah dalam mewujudkan Indonesia Pintar juga sangat diperlukan. Sekolah-sekolah yang ada di Indonesia memiliki guruguru yang mempunyai kualitas mengajar yang baik. Akan tetapi, hal tersebut masih belum diseimbangi dengan infrastruktur, fasilitas dan sarana yang memadai. Sekolah harus dapat memberikan pelayanan yang baik bagi murid-muridnya agar termotivasi dan terpacu untuk berprestasi. Selain itu, sekolah juga dapat memberikan pelayanan di bidang keolahragaan, kesenian dan ekstrakulikuler serta bidang kerohanian. Sehingga pribadi murid-murid juga dapat berkembang sekaligus dengan perkembangan intelektualnya. Karena dengan itu semua, para pelajar dapat memiliki bekal untuk masa depannya kelak. Peran organisasi-organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan pun juga penting dan bermanfaat baik. Dalam PBB, terdapat suatu organisasi internasional yang mengurusi masalah pendidikan, sosial dan kebudayaan dunia. Organisasi tersebut bernama UNESCO. Organisasi-organisasi pendidikan di Indonesia juga harus dapat mengambil contoh dari apa saja yang dilakukan oleh UNESCO untuk pendidikan bagi anak-anak di belahan dunia. Karena di Indonesia banyak sekali organisasi-organisasi pendidikan, tetapi hanya aktif dalam moment-moment tertentu. Diperlukan adanya keaktifan organisasi tersebut, agar terus menjalankan organisasinya dan tetap dapat memberikan pendidikan yang baik bagi para anak-anak di jalanan dan para pelajar di sekolah. Program nyata yang dapat dilakukan oleh para pelajar demi membantu terwujudnya Indonesia Pintar adalah dengan cara melakukan pertemuan para pelajar dari berbagai sekolah di daerah masingmasing, untuk dapat berkumpul dan membahas bagaimana mewu-

37


Forum Pelajar Indonesia judkan Indonesia Pintar yang seutuhnya. Dengan adanya rencana tersebut akan menimbulkan inisiatif untuk membuat suatu organisasi pelajar yang bergerak dalam bidang peningkatan mutu pendidikan pelajar. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengajaran kepada anak-anak jalanan, anak-anak yang keterbelakangan mental, dan panti asuhan. Hal lainnya adalah dengan melakukan suatu kompetisi antar sekolah, sehingga dapat melatih pribadi generasi muda menjadi lebih kompetitif. Serta melakukan suatu ajang seminar pendidikan bagi semua kalangan bahwa pendidikan itu penting untuk menumbuhkan kepribadian yang baik, sosial yang baik dan intelektual yang tinggi. Oleh karena itu, para pelajar Indonesia harus dapat mengambil dan menentukan perannya sebagai pelajar. Peran yang dapat dilakukan oleh pelajar agar dapat mewujudkan Indonesia Pintar adalah dengan giat belajar, berkarya dan berdoa. Belajar berarti membuka diri untuk menuju perubahan dalam hal menambah wawasan. Berkarya berarti menerapkan apa yang sudah didapat dari belajar dalam bentuk karya-karya yang yang dihasilkan. Sehingga memberi nilai tambah terhadap potensi diri. Berdoa adalah bentuk pengharapan dan terimakasih kepada Tuhan karena telah memberi pencerahan dalam hati. Sehingga apa yang telah dilakukan dapat bermanfaat bagi orang lain. Serta dengan membuat ide atau gagasan untuk membentuk suatu komunitas pelajar yang bisa melakukan kegiatan belajar bersama dan juga menyebarkan ilmunya ke anak-anak jalanan. Daripada hanya meluangkan waktu akhir pekan dengan menghabiskan uang di mall untuk bersenang-senang. Lebih baik uang yang biasanya dipakai untuk bersenang-senang dapat kita gunakan dalam komunitas tersebut. Sehingga dengan adanya uang yang memadai, komunitas tersebut dapat menggalakkan visi Indonesia Pintar dengan membuat kampanye tentang pentingnya sekolah dan juga memberikan buku-buku dan pengajaran kepada anak-anak jalanan. Dengan adanya hal tersebut,

38


Suara Pelajar Indonesia anak-anak jalanan juga dapat mendapatkan ilmu dan juga akan terjalin suatu interaksi sosial yang baik antara komunitas pelajar tersebut dengan anak-anak jalanan. Upaya yang lainnya adalah diperlukan adanya sebuah kesadaran bahwa belajar itu penting, bukan hanya untuk menjadi pandai atau pintar tetapi juga dapat menjadi pribadi yang baik dan sikap sosial yang tinggi. Para pelajar juga harus dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Bukan hanya mengikuti proses belajar di sekolah, tetapi juga harus dapat membangun relasi dengan orangorang di luar lingkungan sekolah. Dengan cara mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dan kegiatan lainnya seperti membuat komunitas belajar bersama dengan teman-teman dari berbagai sekolah dalam satu kota. Dan dengan adanya komunitas tersebut, para pelajar dapat berdiskusi dan berbagi ilmu bersama. Sehingga visi Indonesia Pintar dapat terwujud di setiap anak-anak Indonesia. Jadi dengan itu semua, cita-cita bangsa Indonesia yang dibuat oleh Presiden Soekarno dalam Pembukaan UUD 1945 pada alinea ke-IV yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dapat terwujud dan diaplikasikan oleh generasi muda dalam era globalisasi ini. Dengan terwujudnya Indonesia Pintar, bangsa kita dapat menunjukkan kepada dunia bahwa negara Indonesia adalah negara yang bukan hanya kaya akan Sumber Daya Alam tetapi juga memilik Sumber Daya Manusia yang unggul serta dapat mempunyai potensi untuk meraih lebih banyak prestasi di tingkat Dunia.

Brantianus Yakobus Sibarani, SMAN 5 BALIKPAPAN (RSBI)

39


Forum Pelajar Indonesia

Wujudkan Indonesia Pintar Melalui Proses Pembelajaran dan Perpustakaan Kecil untuk Teman-Teman yang Tidak Bersekolah

P

intar adalah sebuah kata yang tidak asing ladi terdengar di telinga kita. Pintar adalah suatu keadaan dimana seseorang sudah mempunyai pengetahuan yang cukup mendalam mengenai suatu hal atau kemampuan untuk belajar suatu hal dengan cepat . Dari definisi di atas , terdapat kata “ belajar�. Jadi jika seseorang dikatakan cerdas tanpa belajar darimana kita tahu dia merupakan orang yang cerdas atau pintar? Kecerdasan dan proses pembelajaran merupakan hal yang berkaitan erat karena proses pembelajaran itu merupakan suatu interaksi yang mempelajari mengenai suatu hal yang dapat membentuk mental serta daya ingat individu atau kelompok menuju kesuksesan atau kepintaran. Proses pembelajaran tersendiri tentunya berkaitan pula dengan ilmu pengetahuan. Seperti yang kita tahu, ilmu pengetahuan merupakan bekal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Dengan ilmu pengetahuan kita bisa merubah diri dari kehidupan. Sehingga kita mampu menciptakan perubahan yang positif terhadap kemajuan teknologi sehingga bias meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jadi ilmu pengetahuan itu sangatlah penting untuk ditingkatkan. Namun kenyataannya dalam dunia pendidikan, ilmu pengetahuan kadang-kadang tidak dihiraukan. Sering kita temui para pelajar datang ke sekolah hanya untuk bermain-main saja . pasti ada me-

40


Suara Pelajar Indonesia landasi hal itu bisa terjadi. Apa itu? Saya selaku pelajar sebenarnya pernah mengeluh dan kadang-kadang sangat malas untuk belajar. Menurut saya hal tersebut terjadi karena ada berbagai hal yang tidak mendukung rasa semangat para siswa untuk mengikuti pelajaran di sekolah. Seperti dalam pembelajaran di kelas, penggunaan model pembelajaran yang bervariatif masih sangat rendah, para siswa biasanya hanya duduk mendengarkan penjelasan guru. Kadangkala penjelasan tersebut bisa dikatakan pidato, dan itu membuat para pelajar ngantuk dan bosan kalau lagi belajar. Menurut saya hal itu bisa dicegah dengan menggunakan metode pembelajaran yang lebih menarik yang disertai dengan media pendukung lainnya yang bisa membantu para pelajar untuk memahami materi di sekolah. Mengapa media pendukung sangat berpengaruh? suatu ruangan yang tidak dilengkapi fasilitas itu membuat para pelajar jenuh dan bosan. Andai saja, suatu ruangan tersebut dilengkapi dengan fasilitas dan media pendukung pastinya membuat para pelajar mempunyai rasa semangat untuk mengikuti proses pembelajaran dari awal sampai akhir. Misalnya : pada ruang fisika, kita tahu bahwa fisika itu merupakan pelajaran yang sangat menarik dan menyenangkan sekali untuk dipelajari. Tapi mengapa sering kita temui para siswa mengatakan bahwa fisika itu membosankan mereka sering mengeluh dengan kalimat seperti ini “fisika itu rumus-rumus-dan selalu rumus�. Memang kita akui bahwa dimana ada fisika pasti disana juga ada rumus. Kalau kita kaji lebih dalam , ilmu fisika itu sangat banyak bukan? berbagai macam teori-teori para ahli pasti ada disana. Nah, para ahli tersebut pastinya menemukan suatu teori tersebut tentunya mereka harus melakukan suatu penelitian. Mengapa di dalam proses pembelajaran fisika sekarang kita tidak menerapkan sepeti apa yang para ahli lakukan sebelumnya, para siswa diajak langsung terjun ke lapangan , bukankah hal tersebut sangat asyik dan menyenangkan

41


Forum Pelajar Indonesia kalau kita terapkan, para pelajar bisa langsung menggunakan alat peraga yang mendukung materi yang ingin dipelajari sehingga dapat membantu mereka untuk mengingat, memahami, serta mempelajari materi tersebut dengan lebih mudah. Hal ini bukan hanya diterapkan di dalam mata pelajaran fisika saja tetapi juga mata pelajaran yang lain. Selain itu juga, kita jarang menemui sekolah-sekolah di Indonesia yang dalam proses pembelajarannya itu menambahkan mata pelajaran proses pembuatan teknologi misalnya Robot atau teknologi yang lain seperti yang dilakukan oleh sekolah-sekolah yang ada di Negara maju. Sesungguhnya hal itu sangat menarik dan bagus khusunya untuk mengembangkan imajinasi dan kreatifitas para pelajar. Disamping itu juga bisa hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk merefresh otak para siswa yang biasanya selalu monoton terhadap buku-buku pelajaran. Alangkah gembiranya para pelajar yang ada di Negara kita ini jika sekolah-sekolah mereka difasilitasi oleh pemerintah untuk mendukung proses pembuatan teknologi yang telah dilakukan oleh para pelajar yagh berada di Negara maju sana. Mengapa pemerintah sangat dibutuhkan? Kita tahu bahwa alat-alat untuk merakit berbagai macam teknologi tersebut pastilah sangat mahal, oleh karena itu alangkah baiknya jika pemerintah bisa turut berpartisipasi untuk memfasilitasi atau memyumbangkan alat-alat yang diperlukan untuk membuat teknologi tersebut. Jika semua yang telah diuraikan diatas bisa terlaksana dengan baik, insyaAllah pelajar Indonesia nantinya bisa lebih semangat dalam bersekolah, sehingga tidak terjadi prinsip “ main-main untuk ke sekolah�lagi. Disamping itu juga, bukan hanya para pelajar yang ingin pintar lewat proses pembelajaran di sekolah. Bagimana dengan anak-

42


Suara Pelajar Indonesia anak yang tidak bersekolah? Bagaimana mereka bisa pintar jika mereka tidak bersekolah? Hal ini kerap sekali menjadi perbincangan dalam dunia pendidikan. Ada anak yang ingin bersekolah tetapi karena kondisi ekonomi orang tuanya yang tidak mendukung akhirnya mereka tidak bisa bersekolah. Sungguh menyedihkan bukan ! Hal ini sebenarnya bisa kita atasi, kita sebagai para pelajar sesungguhnya bisa berpartisipasi langsung untuk menolong teman-teman kita yang tidak bersekolah itu. Dengan cara menggumpulkan buku-buku bekas yang jarang kita baca. Kita bisa membuat perpustakaan kecil yang buku-bukunya tersebut kita dapatkan dari sumbangan buku-buku bekas kita serta teman-teman kita yang lain. Meraka(teman-teman yang tidak bersekolah) nantinya dapat meluangkan waktu mereka untuk belajar di perpustakaan kecil itu, Dengan begitu, kita dapat membantu teman-teman kita yang tidak bersekolah ataupun yang bersekolah untuk bisa meraih cita-cita mereka untuk menjadi anak bangsa yang pintar penuh kreatifitas dan berguna bagi nusa dan bangsa. AMIN !!

Dita Mawista, SMA MODEL NEGERI 1 PAGARALAM

43


Forum Pelajar Indonesia

Cerdaskan Pelajar Desa Yang Haus Ilmu Dengan Satu Buku Bermanfaat Sebelum Lulus Sekolah

Daerah-daerah pedesaan selalu mengalami ketertinggalan dalam

berbagai hal. Pemerintah yang selalu memprioritaskan daerah-daerah pusat dibandingkan daerah pinggiran menyebabkan pembangunan antara desa dan kota menjadi tidak rata. Daerah yang letaknya berada dipusat kota selalu lebih maju dibandingkan dari daerah-daerah pinggiran. Pembangunan yang tidak setara ini menyebabkan daerah pedesaan slalu mengalami ketertinggalan. Ketertinggaan yang paling menonjol terlihat pada bidang pendidikan, akibatnya pelajar yang tiggal didesa akan mengalami ketertinggalan juga dalam menerima pendidikannya. Tentunya pengetahuan antara pelajar yang ada dipedesaan akan sangat jauh berbeda dengan pelajar yang tinggal diperkotaan. Pola pikirpun pasti tidaklah sama. Dari proses belajarpun sudah terlihat perbedaannya. Di daerah perkotaan, guru selalu membuat siswanya berfikir dengan kritis, inovatif dan eksploratif. Siswa-siswi si daerah perkotaan tidak bersifat pasif. Mereka tidak ingin menerima pengetahuan hanya dari guru mereka sendiri, namun mereka sangat aktif untuk lebih mencari berbagai ilmu pengetahuan dari sumbersumber yang ada. Bahkan sering kali terjadi debat antara siswa dan gurunya, karena adanya perbedaan pendapat antara sudut pandang siswa dan gurunya tersebut. Hal ini sangat bertolak belakang dengan proses belajar di daerah pedesaan, pelajar yang ada didesa sering kali berfikir monoton. Guru didaerah pedesaan bersifat Otoriter terhadap siswa/ siswinya, sehingga mereka cenderung bersifat pasif. Sumber penge-

44


Suara Pelajar Indonesia tahuan mereka hanyalah guru mereka sendiri. Untuk mencari ilmu pengetahuan lebih luas, mereka tidak dapat aktif layaknya pelajar yang tingal dikota. Jangankan untuk mencari ilmu pengetahuan lebih luas, untuk mencari buku sumber mata pelajaran pun sangatlah sulit bagi mereka. Kita semua tentu sudah tahu, minimnya tingkat perekonomian didesapun menjadi hambatan bagi mereka untuk membeli buku pelajaran. Bayangkan, untuk melaksanakan proses belajarpun mereka tidak memiliki buku pelajaran. Guru-guru pun pasti akan megalami kesulitan untuk melaksanakan KBM disekolah. Jadi pelajar yang tinggal dipedesaan bersifat monoton bukan karena mereka pasif atau tidak ingin mencari ilmu pengetahuan sendiri, namun itu semua dikarenakan keadaan mereka yang sulit untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Fasilitas yang dapat digunakan untuk mengakses berbagai pengetahuan untuk kalangan pedesaan pun masih sangat rendah. Jarang sekali kita dapat menemukan Perpustakaan di sekolah-sekolah pinggiran. Meskipun ada, pasti perpustakaan itu masih jauh dari pada yang kita harapkan. Pelajar yang ada dipedesaan pasti akan kesulitan untuk mencari ilmu pengetahuan apalagi buku sumber untuk proses belajar mereka. Meskipun sekarang pemerintah telah mengadakan program perpuskakaan keliling, tidak menutup kemungkinan perpustaaan keliling tersebut tidak memasuki kawasan yang ada dipinggiran atau dipedesaan. Kita sebagai pelajar memiliki peran penting untuk masa depan Negara Indonesia yang kita cintai ini. Sebagai pelajar, kita memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Mengapa? Karena pelajar adalah tulang punggung Negara ini. Masa depan Negara ini berada di tangan kita. Selain itu, Kita juga harus dapat membawa perubahan besar bagi Negara kita ini. Untuk memajukan Negara Indonesia yang kita cintai ini bukanlah hal yang mudah, kita sebagai penerus bangsa harus dapat berpikir kritis, pandai, dan satu hal yang terpenting adalah kita harus dapat menjadi pelajar yang cerdas, karena Indonesia

45


Forum Pelajar Indonesia masih membutuhkan aspirasi dan berbagai ide-ide segar yang nantinya akan bermanfaat bagi kemajuan negri kita ini. Oleh karena itu, kita harus menjadi benih-benih unggulan yang nantinya akan membawa Indonesia menjadi lebih baik lagi. Kita harus ikut prihatin dengan keadaan pelajar-pelajar yang tinggal di pedesaan tersebut. Kita sebagai pelajar yang cinta pada tanah air tidak boleh tinggal diam. Kita harus ikut mencerdaskan pelajar-pelajar yang ada dipedesaan tersebut. Karena seperti yang telah dikatakan tadi kita harus dapat memberikan ide-ide segar agar Indonesia dapat lebih maju daripada sekarang ini. Mereka pelajar yang ada dipedesaan harus tetap menjadi penerus bangsa yang cerdas. Karena pelajar yang ada dipedesaan juga tidak berbeda dari pelajar yang tinggal diperkotaan, mereka juga memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama. Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk ikut mencerdaskan mereka? Kita sebagai pelajar Indonesia harus menunjukan aksi kita sebagai pelajar yang peduli akan kemajuan Negara kita ini. Untuk membantu saudara kita yang haus akan ilmu-ilmu pengetahuan maka bagi siswa mapuun siswi kelas XII yang akan mengambil STTB atau ijazah diwajibkan untuk menyumbangkan satu buku bermanfaat yang nantinya akan disumbangkan pada sekolah-sekolah yang ada di pedesaan, terutama sekolah-sekolah yang masih belum dapat memfasilitasi siswanya untuk menyediakan berbagai pengetahuan, terutama buku-buku sumber pelajaran. Mungkin dirumah pun sangat banyak buku-buku bekas yang sudah tidak kita baca lagi yang akhirnya buku-buku tersebut hanya membuat rumah menjadi sumpek dan berantakan. Daripada bukubuku tersebut dibuang atau dijual, akan lebih baik apabila buku-buku tersebut disumbangkan kepada sekolah-sekolah yang masih membutuhkan berbagai buku sumber untuk proses belajar siswa/siswinya.

46


Suara Pelajar Indonesia Dengan ikut menjalankan program tsb, kita telah ikut mencerdaskan bangsa Indonesia. Mengapa? Karena dengan ide kecil itu, kita telah ikut membantu mereka untuk mendapatkan ilmu-ilmu yang lebih luas lagi. Bila kita hanya menyumbangkan 1 buku saja mungkin itu sangat mudah untuk dilakukan, namun dengan aksi kecil yang kita lakukan itu, kita telah ikut mencerdaskan bangsa ini. Apabila satu angkatan terdiri dari 7 kelas dan 1 kelasnya terdiri dari 36 orang. Bayangkan, kita dapat mengumpulkan 252 buku dalam satu angkatan. Hanya dengan 1 buku tersebut kita dapat membantu saudara-saudara kita itu tersenyum bahagia karena mereka dapat menimba ilmu lebih jauh lagi. Mereka dapat lebih eksploritif dalam belajar. Selain kita ikut mencerdaskan pelajar-pelajar di desa, kita juga dapat ikut membantu Indonesia agar menjadi Negara yang lebih maju lagi dan satu hal yang paling penting, kita dapat memuaskan rasa haus mereka akan ilmu-ilmu pengetahuan yang telah lama mereka inginkan selama ini.

Doris Debby Cintia Sitompul, SMAN 2 CIAMIS

47


Forum Pelajar Indonesia

Mandiri Lewat Kreatif

P

ada lembaran yang saya tulis ini adalah sebuah motivasi dan cara untuk membangun karakter seseorang terkhusus di Indonesia dalam Mandiri Lewat Kreatif. Kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada. Dari sudut pandang keilmuan, hasil dari pemikiran kreatif ( kadang disebut pemiikiran divergen ) biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan. Sebagai alternatif, konsepsi sehari – hari dari kreativitas adalah tindakan membuat sesuatu yang baru. Kreatifitas dalam kemasakinian sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain adalah faktor keturunan dari lingkungan, contohnya diforum ini bisa dikatakan berbagai unsur – unsur kreatif ditampilkan baik dalam seni dan yang lainnya. Mengapa harus kreatif ? papakah mau mengabaikan manfaat kreatif yang luar biasa ini ? Banyak orang yang mengabaikan kreatifitas sebab dia tidak menyadari manfaat dari kreativitas. Oleh karena itu, saya memberi tahu mengapa kita harus kreatif. Hidup selalu berhadapan dengan masalah, perlu ide – ide untuk mengatasi masalah tersebut. Harus kreatif mencari ide – ide untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Persaingan tidak pernah berhenti. Sebagai ulasan, kita akan menghadapi produk yang sama dengan uang dijual. Kita harus kreatif mengahsilkan ide – ide untuk membuat dan memperbaiki produk agar tetap unggul. Seringkali, yang membedakan kita dengan karyawan lain ialah kreatifitas dalam mencari solusi, mengahilkan ide – ide terobosan dan dalam menjalankan tugas. Orang kreatif tidak pernah menyerah karena selalu memiliki solusi alternative dan masih banyak manfaat lainnya. Inilah alasan saya mengapa mengambil judul “ Mandiri Lewat Kreatif “ yang bertemakan program

48


Suara Pelajar Indonesia dan peran pelajar dalam Indonesia kreatif untuk meningkatkan kualitas para pelajar tanpa menyalin ide orang lain, karena sudah banyak pelajar yang terjurumus dan tidak berpikir panjang terhadap apa dampaknya. Agar berpikir kreatif, para pelajar harus berperan dalam motivasi, mengambil resiko dan rileks. Inilah sikap–sikap yang harus dikembangkan pelajar agar kreatif. Krativitas ditentukan sejauh mana pelajar menginginkan hal–hal yang baru. Motivasi ini dilandasi sejauh mana pelajar menginginkan perbaikan dalam hidup atau sejauh mana pelajar sedang mengalami kesulitan. Pertanyaan yang sangat penting ialah sejauh mana pelajar menginginkan hal yang baru? Temukan motivator tersebut dan tetapkan dalam pikiran. Saya sering mendapatkan ide justru pada saat sedang rileks ketimbang berfikir serius. Jadi saat ingin meyelesaikan masalah, atau ingin mencari sesuatu ide baru coba saj untuk rileks. Namun sebelum rileks, perlu menyatakan apa yang kita cari, katakan berulang – ulang sampai meresap kedalam pikiran bawah sadar, kemudian rileks. Kita akan takjub dengan teknik sederhana ini, ide–ide atau solusi akan muncul pada saat–saat yang tidak terduga. Takut terhadap resiko yang terdapat pada ide justru akan mengahmbat jalan keluar ide. Setiap gagasan atau solusi mungkin akan mengandung resiko, tetapi jika ingin kreatif harus berani mengambil resikonya. Kreativitas adalah inti kegairahan hidup akan berasa bergairah jika kita kreatif. Perlu mengetahui teknik – teknik dalam meenggali ide. Ada puluhan teknik yang perlu dipelajari dan dipraktekan untuk memudahkan menggali ide tersebut. Semakin kretif, semakin tinggi juga tingkat stimulasinya, dan kegairahan juga semakin tercipta, maka semakin besar kesempatan untuk memperoleh hasil yang sukses. Kesuksesan dan kreativitas saling mendukung satu sama lain. Mereka yang paling itulah biasanya yang paling sukses. Jika ingin meningkatkan peluang sukses, maka tingkatkanlah kreativitas. Miliki

49


Forum Pelajar Indonesia rasa percaya diri, kreatifitas dan gairah, kemudian nyatakan keyakinan anda kepada dunia dan masa depan anda akan menjadi gilang –gemilang. Indonesia memiliki berjuta pelajar yang kreatif. Mereka sangat mudah untuk menemukan ide – ide yang cemerlang untuk melakukan sesuatu. Seperti halnya di kota saya Palembang, sering kali setiap SMA mengaadakan lomba – lomba untuk memacu kreativitas dari setiap siswa SMA di kota Palembang yang merupakan mandiri lewat kreatif secara tidak langsung. Program Mandiri Lewat Kreatif akan membagun kepribadian seseorang untuk lebih percaya diri lagi. Kesuksesan dan keberhasilan akan hadir dengan kreatif. Disamping itu, kesadaran pribadi menjadi bangkit, untuk tidak lagi melakukan hal yang tidak ada manfaatnya. Hal – hal yuang dapat dilakukan oleh para pelajar untuk menju Indonesia kreatif dengan cara yang sederhan selain seperti yang diatas dan dapat dilakukan dalam kehidupan seorang pelajar setiap harinya adalah dengan tidak melihat 100 % dari informasi. Contoh kecilnya yakni jikalau ibu guru memberikan pertanyaan kepada kita, cobalah untuk tidak melihat buku, cobalah untuk menggali ide – ide kita sendiri dan seperti yang sudah dikatak sebelumnya untuk tetap rileks. Dari kegiatan ini, manfaat yang didapat sangat besar daripada melihat sumber informasi, kita akan dianggap orang yang sangat kreatif dan mempunyai kemandirian yang sangat tinggi. Mandiri itu penting, seadainya anak kecil yang masih menysui sampai umur dua tahundan sang ibu tidak menyapihnya maka kemungkina besar anak tersebut akan menyusu sampai usia remaja, hal tersebut tidak mustahil bisa terjadi. Dari sini perlu peranan seorang ibu untuk menyapih anaknya kemudian mengajarkannya kepada hal yang lebih menambah sikap kemandirian si anak, misalnya membuat susu sendiri, mengambil makan sendiri dan makan sendiri hal tersebut perlu dicontohkan dan diajarkan oleh orang tua, agar

50


Suara Pelajar Indonesia si anak dalam perkembangannya bisa menentukan sikap dan bisa mandiri. Orang tua mana yang tidak mau melihat anaknya tumbuh menjadi anak yang mandiri. Tampaknya memang itulah salah satu tujuan yang ingin dicapai orang tua dalam mendidik anak – anaknya. Sebetulnya sikap mmandiri sudah dapat dibiasakan sejak anak masih kecil, dimulai dari hal – hal yand sederhana, misalnya memakai pakaian sendiri, dan bermacam pekerjaan “kecil” sehari – hari lainnya. Kedengarannya mudah, namun dalam praktiknya pembiasaan ini banyak hambatannya. Memang masalah yang dihadapi anak sehari – hari dapat dengan mudah diatasi dengan adanya campur tangan orang tua. Namun, cara ini tentunya tidak akan membantu anak untuk menjadi mandiri. Ia akan terbiasa “lari” kepada orang tua apabila mengahadapi persoalan, dengan perkataan lain ia terbiasa tergantung kepada orang lain, untuk hal – hal kecil sekalipun. Mari kita gunakan program Mandiri Lewat Kreatif.

Ahmad Dayrobi, SMA LTI IGM PALEMBANG

51


Forum Pelajar Indonesia

Dari Kreativitas Menuju Generasi Unggul

Dewasa ini kreatifitas sangat dibtuthkan untuk menunjang masa

depan yang cerah. Apalagi untuk kita sekarang ini, sebagai pelajar SMA kepintaran bukan faktor utama untuk kita sukses tetapi juga harus ada dasar potensi kreatifitas yang mendasari dalam diri kita untuk memacu kita sebagai generasi muda yang pintar dan kreatif. Tetapi, potensi kreatif didalam generasi muda sekarang terutama khususnya para pelajar sangat kurang. Mereka tidak terlalu memikirkan dan mementingkan kreatifitas didalam diri mereka masing – masing. Saya memilih tema ini karena saya ingin memacu generasi muda untuk lebih mengembangkan potensi kreatifitas didalam dirinya. Bukan hanya mengembangkan kepintaran saja. Di Indonesia ini sudah banya para pelajar penerus bangsa yang sangat kreatif tetapi kurang dikembangkan, jadi bagaimana caranya kita mengembangkan potensi kreatifitas didalam diri kita masing – masing agar terciptalah anak – anak penerus bangsa yang pintar dan kreatif. Sebetulnya banyak yang bisa kita kreatifkan. Seperti menggunakan skill, mengolah bahan – bahan yang dapat di daur ulang dan menjadikannya barang yang berguna untuk masyarakat. Contohnya : mendaur ulang sebuah barang bekas, seperti plastik – plastik snack, botol – botol minuman dan juga bisa menggunakan daun – daun kering. Ada juga kreatif yag telah mendalam dalam diri seseorang tersebut misalnya kreatifitas memainkan musik. Banyak para pelajar muda yang pintar memainkan musik tetapi tidak dikembangkannya. Memainkan musik adalah salah satu mendorong potensi untuk mengembangkan kratifitas di dalam diri kita. Dan juga kreatifitas menggunakan waktu dengan sebaik –

52


Suara Pelajar Indonesia baiknya. Bangganya negeri ini bisa mempunyai generasi muda yang pintar dan kreatif. Kreatif dalam menciptakan sesuatu yang berguna (memiliki skill ), kreatif dalam mengembagkan potensi yang sudah ada dalam dirinya, kreatif dalam menggunakan waktu. Sebagai generasi muda yang kreatif hendakny kita bisa membuat suatu barang yang dapat dimanfaatkan untuk orang banyak. Salah satu contoh kreatifitas yang dirasakan sekarang. Kreatifitas menggunakan waktu dengan sebaik – baiknya. Para pelajar sering kali membuang waktu dengan percuma, seharusnya waktu yang sangat berguna itu dapat dimanfaatkan dengan tidak percuma. Banyak pelajar menggunakan waktunya hanya untuk main game dan malas – malasan. Mengapa tidak agar kreatifas dalm menggunakan waktu tidak sia – sia, kreatifitas tersebut dapat dijadikan sebagai kreatifitas yang bisa mempengaruhi kehidupan kita dan orang banyak, seperti halnya membuat salah satu program kerja atau memacu yang lainnya agar memanfaatkan apa yang ada untuk membuat barang yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan kita semua. Pertama, agar bangsa ini tidak di stigma sebagai bangsa yang kotor kita dapat memanfaatkannya. Dengan mendaur ulang plastik – palstik snack menjadi tas, tas tersebut juga dapat dijual di masyarakat. Dengan begitu kita tidak hanya mengurangi dan memanfaatkan barang bekas tetapi juga mengajari kita untuk kreatif dalam mengelola barang tersebut. Semua orang dapat berperan dalam program ini bukan hanya pelajar SMA, SMP dan SD.. bahkan orang tua sekali pun, karena program ini harus membutuhkan kerja sama yang baik dari setiap orang. Mengapa demikian ? jelas tentu setiap orang bisa berperan disini. Para pelajar SMA,SMP dan SD dapat meluangkan waktunya agar tidak sia – sia untuk mengumpulkan bahan – bahan organik dari mana saj bahkan bahan organik hasil jajanannya sendiri. Demikian juga para orang tua dapat mengumpulkan bahan organik dari hasil memasaknya di dapur bahkan hasil bungkus – bungkus jajanan dari hasil anak balita mereka para orang tua juga dapat menga-

53


Forum Pelajar Indonesia jarkan kepada anak balitanya agar tidak membuang bungkus bahan organik sembarangan mereka juga terlatih untuk tidak membuang dan memilih disimpan. Kemudian dijadikan barang yang bisa digunakan masyarakat banyak. Dengan demikian bukan hanya dapat tercipta pelajar Indonesia penerus bangsa pintar dan kreatif tetapi juga bangsa yang indah dan bersih. Dengan menanamkan kreatifitas di dalam diri kita, kita dapat merasakan hasil dari program ini tidak terbuang percuma dan mendapatkan nikmat dari ini semua. Kedaua, sebagai pelajar kreatif bukan hanya dari skill, kita dapat mengembangkan kreatifitas dari dalam potensi diri kita. Memainkan musik ini salah satu contohnya, memainkan musik dapat membantu mengembangkan kreatifitas dalam diri seseorang. Gali kreatifitas lain dalam dirimu. Kreatifitas dari dalam diri bukan hanya memainkan musik, dapat juga melukis. Alangkah indahnya negeri ini mempunyai penerus bangsa yang memiliki kreatifitas yang terpendam dan dapat di eksplornya. Mendapatkan prestasi dari even – even bukan hanya dari dalam negeri tetapi dari luar negeri. Dapat menunjukan bahwa pelajar bukan hanya bisa memiliki potensi tersebut tapi dapat dikembangkan dengan baik dan benar. Membawa nama baik para pelajar indonesia agar di stigma negara lain bahwa negara Indonesia bukan negara yang generasi mudanya haya bisa bikin onar dan rusak negara sendiri tetapi adalah negara generasi muda yang maju dan sukses dalam segi kemampuan dan potensi. Marilah para pelajar Indonesia ! kita adalah dmbaan negeri yang amat kita cintai ini. Generasi muda penerus bangsa. Buat mereka semua bangga dengan apa yang kita punya sekarang tunjukan kepada merak kita BISA! BISA menjadikan bangsa ini lebih maju dari sekarang.

Ayu Mariza Aprilianti, SMA LTI IGM Palembang

54


Suara Pelajar Indonesia

Melangkah Menuju Kreatif Indonesia

K

etika kita mendengar kata kreatif, maka yang terpikir adalah karya – karya dari seseorang yang bisa mengikat para penikmatnya, atau dapat diartikan juga sebagai usah kita dalam mencapai sesuatu keunikan atau bahkan belum dimiliki orang lain. Dalam membuat sebuah karya yang dapat memikat banyak orang, kita mesti tahu peluang yang kita milikidan melatih agar lebih kreatif dalam membuat karya tersebut. Jika seseorang tersebut dapat merasa bangga dengan karyanya, belum tentu orang yang menilai karya tersebut sependapat dengan si pembuat karya tadi. Namun, jika orang tersebut sudah berhasil dalam menciptakan kreatifitas yang bernilai tinggi, maka hasil karyanya bisa menjadi daya pikat tersendiri terhadap masyarakat. Saya memilih Indonesia kreatif, karena saya melihat potensi besar yang dimiliki oleh anak – anak penerus bangsa, sehinggga saya ingin mengajak kita semua lebih memahami keunggulan apa saja yang negara kita miliki. Sungguh amat disayangkan jika kita sendiri tidak mengetahui potensi apa saja yang ada dalam diri kita , karena sebenarnya negara kita ini merupakan negara yang kaya akan kretifitas yang tumbuh secara alamiah. Potensi ini merupakan modal besar bagi negara kita untuk lebih maju dalam segala hal, sebab pada dasarnya, negara kita jauh lebih unggul dari negara lain karena bakat dan potensi yang negara kita miliki sudah ada sejak turun temurun dan terus dilestarikan keberaannya karena kita tak kalah bersaing dengan negara lain yang mengandalkan kecanggihan teknologi mereka tanpa mengembangkan bakat alamiah mereka. Bagaimana nilai kreatif negara kita? Kita tahu negara Indonesia kaya akan budaya Nusantara, karya Indonesia tak kala bersaing dengan negara lain. Satu demi satu karya anak Indonesia tertuang perlahan dan pasti. Karya mereka bukan hanya menjadi perbincang-

55


Forum Pelajar Indonesia an yang khas di Negara kita namun sudah mencapai dunia. Beragam jenis karya yang mereka ciptakan bernilai jual tinggi baik teknologi modern maupun tradisional. Seperti halnya kain batik. Sebuah karya seni Indonesia yang memilki nilai jual tinggi yang sudah ada sejak turun temurun membuktikan bahwa sejak dahulu negara kita sudah tak kalah unggul dari negara lain. Pengaruh batik di belahan dunia sangat signifikan, bahkan kain ini sempat menjadi kontoversi di negara tetangga. Sebenarnya jika masalah ini kita kaitkan dengan nilai kreatifitas kita, kita patut merasa bangga karena apabila sebuah karya yangsudah kita akui milik kita kemudian mendapat klaim dari negara lain., berarti mereka yang mengklain karya tersebut sudah mngerti kualitas tinggi hasil karya negara Indonesia , meraka tak ingin kalah dengan negara kita. Sebenarnya, satu hal sepele ini sudah menjadi bukti nyata seberapa pengaruh nilai kreatifitas Indonesia terhadap negara lain. Inilah yang semestinya kita manfaatkan sebagai pemacu dalam berkarya dan terus membuat karya yang lebih baik. Kita sebagai anak penerus bangsa juga harus menjaga dan melestarikan budaya penting ini karena apabila lengah sedikti saja, karay – karya berharga milik Indonesia akan hilang seketika yang lebih tragisnya bisa menjadi milik negara lain. Bagaimana cara kita menyikapinya ? salah satu caranya adalah dengan terus mewariskan budaya tersebut. Dalam masalah perlindungan terhadapa hasil kreatifitas Indonesia juga perlu dukungan dari program – program penunjang, salah satu contohnya seperti membuat rumah budaya Indonesia atau mebangun gedung budaya Indonesia, sehingga karya yang kita miliki bisa terjaga kelestariannya agar tidak sirna begitu saja. Beragam kreatifitas yang nampak di negara kita, tak hanya kain batik namun masih banyak lagi kain – kain dari provinsi Indonesia yang tak kalah unik serta memiliki nilai jual tinggi. Jika kita teliti lebih jauh sebagian masyarakat Indonesia yang sangat kreati rata – rata berasal dari keluarga berkucukupan menegah kebawah dari

56


Suara Pelajar Indonesia daerah pedesaan, mreka yang mini denga suasana kota dan sedikit pengetahuan tentan kemajuan teknologi, sudah bisa mencari peluang dengan memanfaatkan hari – harinya dengan terus berkarya, mereka tak sadar dengan karya mereka buat sudah memilki nilai kreatifitas yang tinggi. Anak – anak pedesaan yang mampu menciptakan permainan yang unik, mainan unik seperti gasing, kicir – kicir, mobil – mobilan dari kayu dan masih banyak lagi. Pola pikir mereka sebenarnya sudah cerdas karena, seseorang bisanya tanpa pengetahuan yang tinggi sulit menciptakan kreatifitas, sementar anak Indonesia sudh mampu mencapainya dengan hasil yang sangat baik. Bisanya ide – ide tersebut sudah turun – temurun sejak zaman nenek moyang kita dahulu. Sekali lagi ini membuktikan keunggulan lebih kita dalam berkarya yang sudah ada sejak zaman dahulu. Dari hasil kreatifitas anak bangsa itu, apabila sudah mendapat nilai positif dari masyarakat dunia, ini dapat menambah citra positif Negara Indonesia di mata dunia mereka mengakui kualitas kita, mereka menghargai karya kita bahkan memberi nilai harga jual tinggi terhadap karya kita. Dalam bidang karya seni musik, tentunya kita tak kalah dengan negara lain, banyak musisi negara kita yang sudah go international. Karyanya diakui berbagai negara. Musisi – musisi Indonesia juga sering menjuarai ajang penghargaan musik di Negara lain misalnya Krisdayanti yang mendapat dua penghargaan sekaligus di Malaysia dalam ajang Anugerah Industri Musik ( AIM ). Tak diragukan lagi kualitas para musisi Indonesia, ini juga berkat dukungan program masyarakat dalam menari kreatifitas, contohnya mengadakan lomba musik band, paduan suara, dan program pencari baka lainnya. Bagaimana jika kita bandingkan dengan teknologi modern yang berpengaruh di Indonesia dalam berkreatifitas ? sebenarnya hal ini bukan menjadi masalah besar Indonesia. Banyak karya – karya kita yang sudah menggunakan teknologi modern. Seperti anak SMK yang mampu membuat mobil dengan bahan bakar tenaga surya dan hanya menggunakan batrei dan yang lebih menakjubkan lagi Indo-

57


Forum Pelajar Indonesia nesia pernah menyabet medali emas di ajang “ Robo Games 2010 “ Robo games merupakan kompetisi beskala international tahunan yang di ikuti oleh peserta dari berbagai negara. Dalam penyelenggaran tahun ini, kompetisi di ikuti oleh 14 peserta. Yusrila Y Kerlooza dan Rodi Hartono adalah 2 orang mahasiswa Universitas Komputer Indonesia yang berhasil mendapat mendali emas di ajag tersebut. Tentunya ini menjadi kebanggaan tersendiri tersendiri terhadap nilai kreatifitas Negara kita. Saya pernah berfikir dalam benak saya. Sebenarnya pola fikri anak Indonesia dalam berkreatifitas sudah sangat tiggi namun karena masih ada kurangnya sarana dan prasarana pendukung dalam kemajuan kreatifitas. Contohnya pada sekolah – sekolah yang belum menerapkan pola kreatifitas dalam materi pembelajaran terhadap siswanya. Kreatifitas anak bangsa merupakan suatu yang harus dikembangkan, apabila kita ingin menjadi bangsa yang memiliki keunggulan kompetitif. Juga akan tercipta dengan adanya manusia – manusia yang kreatif. Manusia kreatif adalah mereka yang mampu membuat hal – hal baru secara monumental. Kita sebagai pelajar, patut berpartisipasi dalam mengembangkan kreatifitas anak bangsa. Bagaimana kita melakukannya ? saya disni ingin mengajukan suatu program yang dapat berdampak positif terhadap kreatifitas anak bangsa yaitu “ Optimis Kunci Kreatif “. Kita tahu seorang pelajar selalu menemui kesulitan apabila disuruh mengekspresikan kreatifitasnya, satu hal, kenapa ? percay diri. Ba-nyak diantara mereka yang merasa kurang percaya diri akan karyanya padahal, sebenarnya mereka mempunyai potensi yang besar atas hadil karyanya. Kalimat inilah yang semestinya diutamakan dalam mencapai kesempurnaan berkreatifitas. Saya mengajak kita semua sebagai potensi bangsa untuk bisa lebih mengenali potensi yang kita miliki. Cukup hanya dengan mengekspresikan potensi besar apa yang ka-

58


Suara Pelajar Indonesia lian miliki. Kita bisa menerapkan program ini di lingkungan kita sehari – hari, bagaimana cara melakukannya? Kita hanya cukup mengekspresikan bakat dan potensi yang kita miliki setiap hari, misalnya kalian punya bakat di dunia seni rupa, sempatkan diri kalian untuk mengekspresikannya cukup beberapa menit saja dalam sehari karena semakin sering kita mengasah potensi kita, semakin dekat pula harapan kita untuk menjadi seseorang yang memiliki pola fikir kreatif. Kita sebagai pelajar bisa melakukannya dilingkungan sekolah kita. Siapa sangka, setiap aktivitas yang kita lakukan di lingkungan sekolah merupakan bagian dari kreatifitas kita, kita menulis dengan huruf dan gaya kita sendiri, kita berbicara bercanda dengan gaya bahasa kita sendiri, kita pergi ke kantin lalu memilih menu yang pas dengan selera kita, menghias makanan itu secantik mungkin demi kenyamanan kita dalam menyantapnya, itu semua bagian dari kreatifitas yang tanpa kita sadari. Namun , berkaitan dengan program yang saya ajukan, ada satu buah kalimat yang merupakan inti dari potensi yang kita ingin capai yaitu percaya diri , Mengapa? Karena tanpa ras percaya diri semua hal yang kita lakukan dengan susah payah akan terbuang sia –sia, bisa diibaratkan sperti seekor burung elang yang tidak ingin mengepakan sayapnya karena malu dengan seekor ayam yang memiliki tubuh besar darinya padahal seekor elang jauh lebih unggul dari seekor ayam tersebut. Dengan adanya kemampuan berfikir yang kreatif pada generasi penerus bangsa. Maka akan lebih banyak alternatif pemecahan masalah yang diharapkan akan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Oleh karena itu, selain mengembangkan aspek kognitif, afektif dan psikomotor dalam pendidikan, marilah kita kembangkan juga aspek kreatifitas dalam pendidikan karena aspek kreatifitas merupakan aspek penunjang dari kemampuan berfikir seseorang dalam berkarya, ditambah dengan rasa percaya diri yang tinggi ebagai penunjang kreatifitas kita. Sabda Dwi Qurbani, SMA LTI IGM PALEMBANG

59


Forum Pelajar Indonesia

Menumbuhkan Generasi Muda Gemar Membaca

S

ebagaimana kita ketahui kegiatan mebac dapat membuat kita pintar. Sayangnya, hal ini tidak dapat perhatian khusus oleh para pelajar. Padahal kita tahu bahwa membaca sangat banyak manfaatnya bagi kita selaku pelajar, terkait menjadikan Indonesia Cerdas. Para Pelajar Indonesia cenderung malas untuk membaca, alasan mereka adalah “ Buku itu membosankan! Kami juaga kurang mengerti!� alasan ini sering didengar dikalangan masyarakat pelajar Indonesia. Harus kita akui bahwa hal tersebut benar adanya, jika buku yang dibuat oleh para pengarang manapun apabila menggunakan kosa kata yang sulit bagi mereka mengartikannya, maka buku tersebut akan cenderung sia –sia tak bermanfaat. Karena apa? Karena mereka cenderung malas membaca bacaan seperti itu. Mereka lebih menyukai bacaan seperti majalah atau novel yang kosakatanya ringan dari pada buku pelajaran. Setelah melakukan survey ternyata benar adanya jika para pelajar atau remaj di Indonesia lebih memilih novel dan majalah untuk bacaannya, daripada buku pelajaran yang membosankan akibat kosa kata yang sulit. Kesimpulannya adalah apbila buku pelajaran dibuat dengan kata – kata yang menarik, mudah dimengerti seperti halnya majalh ataupun novel pastilah para remaja akan dengan mudah mengerti maksud dari proses pembelajaran yang ada didalam buku. Oleh karena itu, saya memiliki program antara lain : Pertama , menyumbangkan buku yang terdir dari buku pelajaran sekolah, buku umum, serta majalah. Mengapa say mengembangkan program ini ? Karena, sebagia dari pelajar Indonesia kurang mampu untuk membeli buku, bagaiman mereka mau pintar? Apabila

60


Suara Pelajar Indonesia tidak mempunyai sumber informasi seperti buku? Walaupun sumber informasi bukan hanya dari buku, tetapi menurut saya hal terpenting dalam proses pembelajaran adalah buku. Tidak cukup dari buku, informasi juga berperan dalam proses pembelajaran, seperti ada istilah “kuper� ( kurang pergaulan ) “ biasanya akibat tidak menguasai perkembangan informasi global. Dari hal tersebut saja kita telah dapat menyimpulkan bahwa informasi itu penting dalam proses pembelajaran, apalgi dalam kalangan pelajar. Tetapi sebagian besar dari pelajar Indonesia menganggap informasi dari kalangan mereka lebih penting, daripada mengikuti perkembangan informasi untuk proses pembelajaran. Mereka lebih memlih informasi global yang bersifat negatif, seperti pelajar yang menggunakan informasi untuk keperluan pribadi mereka, misal “ menggunakan internet hanya untuk membuka account pribadi, membuka situs game online, ataupun situs – situs negatif lainnya “. Maka dari itu untuk mengarahkan para pelajar agar mencari informasi ketingkat yang lebih baik dan bersifat positif, dibutuhkan mentor atau peran orang tua dalam pengarahan anak. Tetapi apabila pelajar menyalahgunakan yang tidak sesuai, biasanya orang tua atau pun mentor cenderung melarang dan memarahi, bukannya menasehati atupun menjelaskannya. Harus kita ketahui bahwa sebagian pelajar yang apabila dilarang mereka akan semakin memberontak, karena mereka bingung denga apa yang dilarang oleh orang tuanya dan akhirnya membuat mereka menjadi pemberontak. Seharusnya para orang tua dan mentor tidak melarang paaara pelajar untuk melakukan sesuatu, tetapi mengarahkan dan memberi penjelasan dengan apa yang baik utnutk mereka lakukan, dengan begitu mereka akan merespon dengan sifat positif sehingga informasi yang mereka dapatkan berguna untuk proses pembelajarannya. Kedua , memberikan motivasi untuk para pelajar Indonesia dari para Motivator manapun. Karena adanya motivasi dapat meningkatkan semangat belajar yang tinggi. Sebaiknya motivasi diberikan oleh orang – orang yang telah ahli dalam bidang tersebut. Kita dapat mengambil contoh dari public figure yang terbaik di Indonesia yaitu

61


Forum Pelajar Indonesia “Mari Teguh�, karena banyak orang telah termotivasi dan terpacu semangatnya setelah mendengar kata – kata dari beliau, apalagi para pelajar yang masih bisa diarahkan kearah yang lebih abaik. Motivasi tidak harus dari public figure yang terkenal, tetapi dari orang tua pun dapat melakukanya. Misalnya memuji setiap keberhasilan yang didapat anaknya, para pelajar yang selalu dipuji akan terus menerus melakukan hal yang positif agar dapat terus dipuji. Dari hal sekecil ini dapat berpengaruh besar terhadap proses pembelajaran, misalnya “si A, selalu tidak peduli terhadap nilai dan prose pembelajarannya. Suatu hari, dengan tidak sengaja dia mendapatkan nilai sempurna untuk suatu mata pelajaran, sehingga si A dipuji oleh guru dan teannya. Dan diapun menjadi bagga dengan prestasinya tersebut, sehinga dia bertekad akan mempertahankan nilainya�. Kesimpulannya adalah seseorang yang dipujia akibat kesuksesannya dalam mendapatkan sesuatu yang dianggapnya sangat baik, mak dia akan mempertahankan tingkat prestasinya. Mereka melakukan itu karena telah termotivasi, maka dari itu motivasi penting dalam proses pembelajaran karena memacu seseorng untuk mempertahankan prestasinya. Ketiga, mengenalkan iptek pada proses pembelajaran, iptek sangatlah penting untuk mendukung proses pembelajaran. Seperti SMA LTI IGM Palembang yang menjadi contoh sekolah pertama di Palembang yang menerapkan sistem TI (Teknologi Informatika) pada proses pembelajaranya, banyak TI yang ditrapkan dalam sistem pembelajarannya yakni, aplikasi program, sistem operasi komputer jaringan, sistem struktur perangkat komputer, elektronika terpadu, dan teknologi informatika terpadu dan teknologi informatika komputer. Kemudian ekstra kulikulernya juga mendukung karena menggunakan teknologi informatika seperti robotik, web desain, olimpiade komputer, sehingga siswa dapat mengenal dan mengembangkan bakat dan minat mereka dalam bidang TI. Tujuan mengenalkan TI kepada seluruh pelajar Indonesia adalah agar mereka dapat membuat Indonesia menjadi pintar dan

62


Suara Pelajar Indonesia mungkin menjadikan negara kita sebagai Negara maju berikutnya. Dapat membuat siswa memiliki soft skill dalam hal teknologi informasi. Hal tersebut pasti membuat Indonesia menjadi pintar, karena adanya para penerus bangsa yang cerdas, termasuk saya dan pelajar lainnya yang ada di Indonesia. Oleh karena itu marilah kita bersama membangun Indonesia pintar mulai dari diri sendiri melalui program donasi buku, pengenalan TI dan motivasi – motivasi yang berguna . Bertujuan untuk menambah sumber informasi dalam proses pembelajaran dan memacu semangat mereka, kemudian untuk donasi buku bagi pelajar yang kurang mampu dengan cara mensosialisasikan program ini kepada seluruh masyarakat Indonesia, dan apabila telah mencukupi donasi buku yang ada mari kita buat taman bacaan agar buku yang telah di donasikan berguna untuk para pelajar yang kurang mampu. Kesimpulan dari essai ini adalah untuk membuat Indonesia pintar yakni dengan memperhatikan dan mengetahui kelebihan ataupun kekurangan yang ada dalam diri masyarakat Indonesia. Para pelajar yang malas seharusnya tidak dibedakan, tetapi diberi penjelasan dan perhatian khusus agar mereka mengerti. Karena masyarakat Indonesia cenderung cepat merasa putus asa, mereka selalu menanamkan motivasi yang buruk seperti “saya bodoh, saya tidak bisa”. Padahal seharusnya masyarakat dan para penerus bangsa menanamkan dalam diri mereka ialah kata – kata yang termotivasi, contoh singkat “saya pasti bisa!” denga begitu apapun yag mereka hadapi pastilah dapat mereka atasi karena telah adanya motivasi dalam diri mereka. Semoga dengan program ini kita dapat menciptakan para penerus bangsa yang cerdas dan dapat mengubah Indonesia menjadi Negara maju. Indah Permata, SMA LTI IGM PALEMBANG

63


Forum Pelajar Indonesia

Persembahan Pelajar Untuk Indonesia Kreatif

K

reatif merupakan istilah dalam bahasa Indonesia yang berarti memiliki daya cipta atau memiliki kemampuan untuk menciptakan. Jadi dapat dikatakan Indonesia kreatif adalah rakyat Indonesia yang telah memiliki kemampuan untuk menciptakan.Sesungguhnya Indonesia memanglah negeri yang kreatif.Bahkan kekreativitasan rakyat Indonesia sudah menjadi budaya.Hal ini dapat dilihat dari keanekaragaman budayanya.Dimulai dari hal-hal penting,seperti:beragamnya bentuk rumah adat dan banyaknya jenis kegiatan upacara sakral tiap suku sampai pada hal-hal kecil,seperti:permainan tradisional,makanan tradisional, dan lain-lain.Allah SWT telah menjanjikan pada umat-Nya bahwa segala sesuatu yang telah,sedang,dan akan diciptakan tidaklah ada yang sia-sia.Namun ini memerlukan kekreativitasan manusia itu sendiri. Bagaimana mungkin manusia dapat memanfaatkan alam tanpa mengetahui caranya.Terutama di Indonesia.Allah SWT telah menciptakan alam Indonesia begitu menawan dengan jutaan spesies flora dan fauna didalamnya.Bahkan tidak sedikit yang merupakan spesies endemik atau spesies yang hanya ada diwilayah geografis tertentu.Oleh karena itu rakyat Indonesia harulah lebih kreatif daripada bangsa lain untuk memanfaatkan kondisi tersebut tanpa harus merusaknya. Â Akan tetapi pada kenyataanya hanya segelintir masyarakat saja yang masih memegang budaya kreatif.Selebihnya masyarakat Indonesia hanya dapat menjadi konsumen yang baik.Segalanya hanya dapat diperoleh dengan cara membeli,membayar,dan sebagainya.Karena sedikitnya pencipta barang dan bahan baku yang ma-

64


Suara Pelajar Indonesia hal harganya yang berimbas pada mahalnya ongkos produksi dan tingginya harga penjualan maka para konsumen tersebut lebih menyukai barang impor yang padahal dari segi kualitas jauh tertinggal dengan produk dalam negeri.Sebagai contoh:konsumen batik kalangan menengah kebawah lebih sering membeli batik impor daripada batik anak bangsa.Itu hanya sebagian contoh kecil dari maraknya barang impor.Tetapi jika kebijakan pemerintah tidak terealisasikan,tentu masyarakat selalu menyalahkan pemerintah.Padahal pemerintah tidak sepenuhnya bersalah.Jika dilihat kembali maka masyarakat sebagai konsumen juga menyumbangkan kesalahan. Pemerintah telah menghimbau untuk menggunakan produk dalam negeri lewat peraturan-peraturannya.Seperti:Instruksi Presiden nomor 2 tahun 2009,untuk menekankan program peningkatan penggunaan produk dalam negeri(P3DM) lebih terkoordinir sehingga penerapannya mampu memberikan dampak yang lebih positif bagi industri dalam negeri dan pada akhirnya bagi kemajuan ekonomi nasional.Pemerintah juga telah mewajibkan seluruh pegawai negeri sipil memakai sepatu produk lokal.Dan pemerintah juga telah merencanakan akan mewajibkan penggunaan 456 jenis produk dalam proyekproyek pengadaan barang/jasa dilingkungan pemerintah yang terbagi menjadi 21 kelompok subindustri.Serta produk-produk tersebut harus memiliki tingkat kandungan komponen 20% sampai 90%.Dan pemerintah mempunyai upaya untuk membicarakan tentang ASEAN China Free Trade Agreement (ACFTA) dengan Menteri Perdagangan China.Itu merupakan keseriusan pemerintah untuk melindungi produk dalam negeri. Disanalah peran pelajar sebagai intelek tahun  muda dengan sejuta ide segarnya untuk menjadi pelopor produsen dalam negeri yang melahirkan produk-produk baru yang inovatif dengan harga bersaing namun dari segi kualitas dapat diperhitungkan.Ini dapat direalisasikan dengan cara mangadakan program daur ulang bahan baku yang akan dibuat suatu produk.Dengan catatan bahan yang akan

65


Forum Pelajar Indonesia didaur ulang memiliki kualitas yang sama dengan bahan baku asli. Hali ini bertujuan untuk meminimalisirkan ongkos produksi agar harga dapat besaing dengan produk impor namun dengan kualitas yang baik.Untuk contoh:kain batik produksi Cina jauh lebih murah daripada batik produksi dalam negeri.Karena masyarakat lebih mengutamakan kuantitas daripada kualitas maka pelajar dapat memanfaatkan gabungan kain perca batik produksi dalam negeri dan dapat membuatnya menjadi pakaian yang justru akan lebih unik. Disamping itu pelajar juga dapat berperan aktif untuk mempromosikan akan produk dalam negeri yang berkualitas dan mengajak masyarakat untuk membeli produk anak bangsa melalui kegiatan sehari-hari dengan selalu mengenakan produk dalam negeri serta dapat pula dengan membuat barang-barang tradisional dengan kemasan berbeda.Maka jika setiap pelajar menjalankan peran dan programnya secara nyata dan benar,dapat dibayangkan berapa banyak usaha produksi anak bangsa yang memproduksi barang-barang tradisonal yang tertolong.Ini juga akan berdampak pada banyaknya lowongan kerja yang terbuka,berapa banyak masyarakat miskin yang dapat memperoleh penghasilan kembali.Dengan berkurangnya pengangguran maka kejahatan pun akan semakin berkurang.Pelajar juga akan berjasa dalam mencerdaskan Indonesia karena mereka anakanak miskin tak harus bekerja kembali. Dari hal kecil yang dapat dilakukan apabila secara bersama dan serentak akan menghasilkan perubahan besar untuk menjadikan Indonesia kreatif,mandiri,cerdas dan masyarakat yang sejahtera. Kita tidak boleh menyia-nyiakan anugerah Allah SWT yang telah dikaruniakan kepada bangsa Indonesia.Persembahan kecil dari seorang pelajar menuju Indonesia kreatif.

Eka Nurhayati, SMAN 1 CIKARANG BARAT

66


Suara Pelajar Indonesia

Mengembangkan Usaha Industri untuk Mewujudkan Indonesia Kreatif, Mandiri, dan Bangga Produk dalam Negeri.

Dalam era globalisasi, kita sering mendengar istilah “Ekonomi Kre-

atif” dan “Industry Kreatif”. Ekonomi kreatif merupakan era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan stock of knowledge  dari sumber daya manusianya sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Sedangkan industry kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan memberdayakan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. *Departemen Perdagangan 2009* Mengapa ekonomi kreatif? Dan mengapa industry kreatif? Karena dengan ekonomi kreatif kita dapat memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan, menciptakan iklim bisnis yang positif, membangun citra dan identitas bangsa, berbasis pada sumber daya yang terbarukan, menciptakan inovasi dan kreativitas yang merupakan  keunggulan kompetitif suatu bangsa, serta memberikan dampak sosial yang positif. Ekonomi kreatif melalui industry kreatif yang berasal dari ide manusia yang berbasis pengetahuan dan kreativitas serta membutuhkan modal yang relatif kecil serta dengan kreatifitas dan teknologi yang semakin murah, bisa dihasilkan produk kreatif bernilai tinggi. Permintaan terus meningkat, pasar meluas, teknologi semakin murah. Apresiasi masyarakat terhadap industri kreatif di Indonesia meningkat, sehingga Indonesia merupakan pasar yang besar bagi pelaku kreatif.

67


Forum Pelajar Indonesia Siapa pelaku kreatif di Indonesia? Hampir setengah dari total jumlah penduduk Indonesia adalah dari kalangan kaum muda. Sedangkan hampir seperempat dari total jumlah penduduk Indonesia adalah penduduk yang termasuk angkatan kerja. Kita bisa mulai dari sector pendidikan, yaitu dari kaum pelajar. Kita yang masih muda punya potensi yang sangat besar untuk memajukan Indonesia. Sering kali kita sebagai kaum pelajar di remehkan, tugas pelajar adalah belajar, dan belajar adalah proses menaiki tanggatangga kesuksesan. Jika kita tidak bisa mencapai puncaknya, kita susah untuk menggapai yang namanya kesuksesan. Padahal, kita yang sedang dalam proses pun tidak mustahil dapat lebih sukses, lebih kreatif, bahkan lebih cerdas daripada orang-orang yang sudah mendapat gelar sarjana. Zaman sekarang, terutama di Indonesia sangat banyak pengangguran bertebaran di mana-mana. Beribu-ribu orang berlombalomba untuk mendapat status pegawai negeri. Ini lah fenomena yang ada Indonesia, dan menjadi salah satu permasalahan yang sampai sekarang belum bisa di atasi secara tuntas. Ternyata pintar pun tak cukup menjadi modal untuk mendapat status dari pekerjaan. Fakta-nya di Indonesia orang pintar dan mempunyai gelar pun susah mendapat pekerjaan, apalagi mereka yang tidak tamat sekolah. Padahal kita selalu membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup, apalagi sekarang teknologi semakin maju, tingkat konsumsi masyarakat selalu meningkat dari tahun ke tahun. Jadi, apakah cukup hanya dengan modal kepintaran? Mungkin bagi mereka yang beruntung itu cukup, sedangkan bagi mereka yang kurang beruntung jelas itu tak cukup. Kita sebagai generasi muda harus punya kreativitas. Mengapa? Karena dengan kreativitas itu lah yang akan menjadi jembatan untuk menggapai kesuksesan. Mulai lah untuk mengembangkan kreativitas itu sedini mungkin, mulai lah dengan menciptakan ide-ide kecil yang kemudian kita terapkan di kehidupan

68


Suara Pelajar Indonesia sehari-hari. Jangan menunggu mendapat gelar untuk berpikir belajar mencari kerja, mulai lah semenjak kita duduk di bangku sekolah. Mungkin dari SD,SMP,SMA/SMK,dll terapkan lah sedini mungkin. Mengapa harus di terapkan sedini mungkin? Karena dengan kreativitas kita dapat membuka lapangan pekerjaan nanti nya dan dapat menyumbang devisa negara. Inilah yang menjadi kekuatan utama dari industri kreatif di mana manusia menjadi sangat berperan penting dan menjadi modal utama untuk membuat aktivitas ekonomi untuk menghasilkan satu industri baru. Dari proses kreativitas berpikir, kreativitas bertindak, dan dilandasi pengetahuan ekonomi yang baik maka akan lahir generasi kreatif yang bisa membuat dan menghasilkan produk/ jasa kreatif yang memiliki value atau benefit untuk masyarakat. Mari buktikan bersama masyarakat Indonesia itu kreatif. Dan tentunya membuat Indonesia kreatif tak lepas dari peran pelajar. Pelajar tentu sangat berperan dalam menentukan nasib bangsa. Kualitas pelajar juga menjadi indicator dalam menentukan kemajuan suatu bangsa. Tuntutan atas intensifikasi imajinasi dan kreativitas pada kegiatan ekonomi, bisnis, pendidikan di masa depan semakin besar. Jadilah pelajar yang cerdas dan kreatif, mulailah dengan mencoba mengembangkan industry kreatif di lingkungan terdekat seperti sekolah. Dengan industry kreatif yang berbasis pengetahuan dan kreativitas serta membutuhkan modal yang relative kecil kita dapat menciptakan suatu produk kreatif yang bernilai tinggi. Sehingga kita sebagai pelajar dapat berperan menjadi kan Indonesia sebagai negara yang kreatif, mandiri,dan bangga produk dalam negeri. Indonesia mempunyai 14 industri kreatif yang sekarang sedang di galakkan oleh kementrian perdagangan. Kita sebagai pelajar mulai lah dengan 1 bidang industry kreatif yang sederhana, yang mana ke depan nya bisa menciptakan atau mengembangkan bidang industri kreatif lainnya. 14 industri kreatif itu adalah :

69


Forum Pelajar Indonesia Singkat, saya ingin memberikan contoh usaha industry kreatif yang telah di kembangkan oleh sekolah-sekolah kreatif dan bisa di tiru untuk sekolah atau pelajar yang lain. • Siswa/i SMAN 7 Banjarmasin, akhir-akhir ini baru mengadakan pameran lukisan dari kanvas dan kaca yang mana pameran nya terbuka untuk umum, banyak masyarakat yang berminat untuk membeli. Selain itu, mereka juga membuat boneka bantal dari handuk, tanaman hias dari kacang, tas plastic dari bungkus plastic bekas, dll. Uang yang di dapat dari penjualan itu di sumbangkan untuk anak jalanan yang tidak mampu. Di sekolah ini juga ada ekskul listograph (journalist, photographer, and desain grafis) yang juga sering memenangkan lomba fotografi, dan tentunya dengan keterampilan yang di miliki siswa/i dapat mendatangkan banyak manfaat salah satunya mereka dapat membuka lapangan pekerjaan nantinya. • Siswa/i SMKN 1 Banjarmasin, mereka membuat kerajinan seperti tas, sandal, gantungan kunci, dll dari eceng gondok atau biasa disebut “ilung”, mereka bahkan pernah juara 1 se Indonesia dalam lomba industry sekolah kreatif. Kerajinan itu, mereka jual di tokotoko dan bekerja sama dengan pihak hotel untuk mempromosikan produk mereka. • Siswa/i SMA Labshool Rawamangun Jakarta, mereka mengembangkan seni rupa daur ulang berupa topeng, becak, lukisan, bingkai, dan tas dengan materi daur ulang karton, plastic, kaca dan kain perca. Salah satu materi pelajaran Seni Rupa yang masuk pada kurikulum utama adalah menggambar ilustrasi, salah satunya adalah pembuatan komik yang pada perkembangannya terkenal dengan istilah animasi, karena poses kreatifnya sudah menggunakan teknologi. Bahkan beberapa karya komik dari siswa/i Labschool sudah sampai ke Jepang.

70


Suara Pelajar Indonesia Masih banyak sekali contoh-contoh industry kreatif sekolah, mari kita kembangkan dan tingkatkan. Jadilah pelajar yang kreatif, mandiri, dan bangga produk dalam negeri.

Not just function but also... DESIGN, Not just argument but also … STORY Not just focus but also… SYMPHONY, Not just logic but also … EMPHATY Not just seriousness but also… PLAY, Not just accumulation but also … MEANING

Elsa Kurniati, SMA NEGERI 7 BANJARMASIN

Pelajar Yang Kreatif Dihari Ini, Adalah

71


Forum Pelajar Indonesia

Pemimpin Yang Kreatif Dihari Esok

S

aat ini dunia menjalani era globalisasi dan industri, industri yang menempatkan kreativitas dan inovasi sebagai penggerak pertumbuhan perekonomian bangsa. Produk yang kreatif dan inovatif tersebutlah yang akan tetap bertahan di era perdagangan bebas. Sifat kreatif dan inovatif ini tidak hanya perlu bagi pelaku bisnis tapi juga bagi kalangan tertentu, seperti pelajar. Kreatifitas pelajar tidak hanya untuk mata pelajaran kesenian. Tapi kreatifitas nantinya juga bisa menghasilkan pendapatan atau penghasilan yang sedikit banyak akan membantu keuangan keluarga. Contohnya yang paling potensial adalah Industri kreatif berupa clothing dan distro. Kenapa clothing dan distro ? karena remaja khususnya pelajar sekarang adalah penganut ajaran stylish untuk urusan berpakaian. Kalau selama ini pelajar hanya sebagai konsumen untuk urusan berpakaian, kenapa sekarang tidak mencoba untuk menjadi seorang produsen. Salah seorang teman saya telah mencoba melakukan inovasi tersebut. Memang belum menjadi produsen seutuhnya, tapi setidaknya kreatifitas yang ia miliki bisa tersalurkan disana. Dia memiliki usaha clothing dengan design dan sablon yang ia rancang sendiri. Dari pantauan saya, dia juga menerima kreatifitaskreatifitas dari teman-teman untuk disalurkan menjadi sebuah t-shirt. Hasilnya bisa kita pakai sehari-hari, sebuah t-shirt eksklusif yang mungkin tidak bisa ditemui di toko manapun. Hasil dari kreatifitas kita sendiri. Untuk pemasaran memang belum terlalu luas, bahkan bisa di bilang masih dalam lingkup kelas sebelas ipa saja. Tapi jika ditekuni, dipasarkan secara luas, dan kreatifitas lebih digali lagi saya yakin

72


Suara Pelajar Indonesia usahanya bisa berkembang. Kreatifitas lain dibidang pendidikan yang mungkin bisa diterapkan disekolah adalah penggantian nada bel pertukaran jam atau bel istirahat. Nada bel yang biasanya berbunyi standar seperti “teeet” bisa diganti dengan kata-kata “ siswa-siswi dan guru-guru, jam pelajaran pertama telah selesai, saatnya jam pelajaran kedua dimulai” atau untuk bel istirahat, “jam pelajaran telah selesai, saatnya siswasiswi dan guru-guru untuk istirahat” atau bisa disesuaikan dengan kebutuhan di sekolah masing-masing. Program ini sedang saya rencanakan untuk diterapkan di sekolah saya. Untuk kreatifitas dalam proses belajar dan mengajar, bisa di berlakukan cara-cara yang dapat membuat para siswa agar tidak bosan dengan cara belajar yang itu-itu saja. Apalagi khususnya pelajar SMA yang memiliki jadwal lebih padat dalam belajar. Cara itu bisa berupa games-games kecil yang dilakukan oleh siswa-siswi untuk mengasah otak kanan agar kreatifitas bisa lebih tergali. Selain itu untuk menghilangkan kepenatan dalam belajar, siswa bisa membuat acara musik atau pementasan seni tiap bulannya. Acara musik atau pementasan teater disekolah biasanya hanya jika guru kesenian memberi tugas yang demikian, namun kali ini kenapa tidak siswa duluan yang memulai. Siapa yang tidak suka musik ? Siswa bisa membuat acara kecil-kecilan dengan musik sebagai penampilan utama, mungkin di sela-sela acara juga bisa disuguhi kuis berhadiah, atau dengan memilih pembawa acara yang kocak agar penonton tidak bosan dan mau duduk berlama-lama untuk menonton acara yang dibuat teman-temannya sendiri. Untuk siswa-siswi yang memiliki hobi dibidang design grafis, kenapa tidak mencoba untuk mendirikan ekskul design grafis. Kegiatannya bisa berupa pembuatan majalah sekolah, pin sekolah atau pin osis dan organisasi lain di sekolah, serta pembuatan buku tahunan.

73


Forum Pelajar Indonesia Designnya bisa dirancang sendiri sesuai inovasi, kreatifitas, dan kebutuhan masing-masing. Isinya juga bisa dikreasikan lebih lagi. Kalau bisanya buku tahunan hanya berisi foto formal dan salam-salam dari siswa kelas tiga, kita bisa buat yang lebih kreatif lagi. Contohnya mengabadikan suasana di kelas selama satu tahun belajar dengan memfoto secara diam-diam moment yang dianggap penting dan sangat sayang kalau di lupakan begitu saja, dicantumkan dengan dihiasi dengan kata-kata kocak yang menghibur dan membuat moment itu makin sulit untuk dilupakan Selain itu, perlunya perbaikan kurikulum di jajaran sekolah meningkat keatas maupun kejuruan. Kurikulum yang berbasis kreatifitas guna menggali potensi siswa yang dimiliki dalam bidang kerajinan. Seperti halnya pemberlakuan pelajaran merajut atau menjahit, hal ini sangat bisa menggali kreatifitas seorang siswa karena motif satu rajutan dengan rajutan yang lain tidak mungkin sama, sesuai kreatifitas perajutnya, dalam hal ini adalah siswa. Banyak teman-teman dan ada dari kalangan penulis terkenal menyebut saya orang yang kreatif. Sebetulnya tidak sulit untuk menjadi kreatif. Yang terpenting kita harus punya 3 modal awal, jika telah memiliki modal awal tersebut, maka kreatifitas akan segera menghampiri kita. Karena manurut saya kreatifitas bukan bakat dari lahir, tapi kita sendiri yang harus menjadikan diri kita menjadi seorang yang kreatif. 3 hal penting itu adalah : 1. Banyak belajar dari orang yang lebih kreatif. 2. Berpikir sesuatu yang belum atau jarang dipikirkan den dilakukan oleh orang biasa, dan 3. Memiliki keyakinan bahwa kita adalah seorang yang kreatif. Sebenarnya tak sulit untuk menemukan dan belajar bersama orang kreatif di Indonesia. Banyak industri kreatif di Indonesia yang

74


Suara Pelajar Indonesia dimotori oleh anak-anak muda. Bahkan sudah ada yang terkenal sampai keluar negeri, seperti industri pernak-pernik khas budaya dan kerajinan tangan pemuda Indonesia, serta yang modern ada industri clothing dari pemuda bandung yang di beri nama Peter Says Denim. Peter membuat usaha clothing itu dengan kejeliannya memanfaatkan situasi. Denim adalah bahan yang kurang terkenal untuk digunakan dalam pembuatan celana, tapi Peter berani mengambil resiko, dan hasilnya sekarang sangat memuaskan. Selain itu beberapa alat-alat inovasi hasil kreatifitas para pemuda Indonesia juga dapat kita lihat pada kontes Black Inovation Award. Mereka memanfaatkan barang barang yang dianggap biasa menjadi lebih berguna dan memiliki nilai jual lebih. Kita sebagai pelajar bisa mencontoh mereka. Kita ciptakan alat-alat di sekolah yang sudah biasa kita gunakan menjadi lebih menarik dengan adanya sentuhan inovasi dan kreatifitas kita. Pena, pensil, dan correction pen contohnya, itu adalah benda paling penting untuk proses belajar dan mengajar. Untuk membuatnya lebih menarik bisa kita satukan ketiganya menjadi satu alat. Bentuknya mungkin mirip pisau lipat yang punya banyak mata pisau, tapi mata pisau kali ini kita ganti dengan pena, pensil, dan correction pen. Lebih praktis dan lebih menarik. Selain itu tas ransel juga bisa di beri sentuhan kreatifitas. Tidak hanya di bagian style, tapi juga di bagian lain. Seperti menambahkan sesuatu yang biasanya tidak terdapat di tas, speaker untuk MP3 atau charger handphone mungkin bisa jadi pilihan untuk ditambahkan. Agar tas tidak hanya menjadi barang pengangkut buku, tapi memiliki nilai fungsi lebih. Dan kita bisa sebagai inovatornya. Sebenarnya sekolah adalah ladang yang sangat subur untuk mengembangkan kreatifitas siswa. Mading bisa menjadi salah satu pilihan yang terbaik. Biasanya mading terbuat dari kayu untuk bing-

75


Forum Pelajar Indonesia kainya, dan gabus atau triplek sebagai medianya, sekarang kita bisa membuat mading yang lebih ramah lingkungan. Banyak barang-barang bekas yang bisa dimanfaatkan dan digunkan lagi sebagai media untuk membuat mading. Selain lebih ramah linkungan, mading yang kita buat punya bentuk yang lebih bagus dan menarik. Pelajar bisa memanfaatkan barang-barang bekas sekitar sekolah, seperti rantingranting pohon sebagai bingkainya, dan anyaman dari daun kelapa sebagai medianya. Memang tidak bertahan lama, tapi dengan itu kita bisa membuat mading yang berbeda setiap edisinya. Tiap edisi, tidak hanya materi dari mading yang berbubah, tapi bentuk fisik dari mading juga berubah. Sehingga banyak pembaca mading yang penasaran, apa model selanjutnya untuk mading edisi berikutnya. Selain pada mading, berkreatifitas juga bisa dengan membuat karya ilmiah. Pada karya ilmiah, kita bisa mebuat barang-barang yang tidak terpakai menjadi lebih berguna. Yang pernah saya buat adalah, rak buku dari limbah sikat gigi bekas. Banyak yang berpikir bagaimana bentuk dan pembuatannya, tapi disinilah kreatifitas sangat dibutuhkan. Walupun tidak seutuhnya menggunakan sikat gigi bekas, tapi unsur sikat gigi bekas pada sebuah rak buku menjadikannya lebih menarik. Pemaparan saya tadi hanya sebagian kecil dari tentang apa peran dan program pelajar untuk menjadikan Indonesia Kreatif. Jika semua pelajar Indonesia sadar bahwa kita adalah bangsa yang kreatif atau sudah memiliki tiga hal penting untuk menjadi kreatif, saya yakin dikemudian hari bangsa kita bisa lebih maju dengan kreatifitas para pelajarnya. Karena saya ingat sebuah kata bijak berkata “pelajar dihari ini adalah pemimpin dihari esok�. Dengan ini saya bisa bayangkan betapa cerahnya masa depan bangsa Indonesia jika semua pelajar dan pemimpinnya adalah orang-orang yang kreatif dalam berpikir dan berbuat. Dan semua itu diawali dari pelajar-pelajar di sekolah masiong-masing.

76


Suara Pelajar Indonesia Selain itu hendaknya para kaum guru lebih banyak membantu untuk mengarahkan dan meningkatkan kreatifitas siswa di sekolah. Serta peran pemerintah dengan cara menyusun sistem pendidikan untuk menggali kreatifitas, untuk lebih diarahkan sebagai pendidikan eksplorasi diri.

Febrian Fikri Fernando, SMA NEGERI 9 PADANG

77


Forum Pelajar Indonesia

Peran Dan Program Nyata Pelajar Untuk Indonesia Kreatif (3)

I

ndonesia merupakan Negara yang memiliki populasi penduduk yang majemuk. Kondisi Indonesia yang mejemuk ini pasti banyak masyarakat terutama pelajar yang memiliki ide kreatif untuk menciptakan hal-hal yang baru dan modern. Kreatif sendiri memiliki pengertian yaitu kemampuan seseorang untuk menciptakan hal-hal baru yang berbeda dan diakui oleh orang lain atas ide kreatifnya. Menurut gingin siswa XI IPA SMA N 23 bandung kreatif itu adalah kemampuan yang tumbuh dalam dirinya dari buah hasil pemikiran seseorang tentang ide-ide baru dan tidak meniru yang mampu menciptakan suatu hal yang unik. Indonesia kreatif merupakan salah satu acuan bagi warga Indonesia untuk mengasah ide kreatifnya dalam berbagai kegiatan. Banyak sekali manfaat yang diperoleh dari sikap kreatif yang muncul dalam diri kita. Beberapa manfaat kreatif dalam kehidupan yaitu memudahkan dalam memecahkan masalah yang rumit menjadi mudah, mengembangkan perekonomian bangsa dengan banyaknya inovasi baru dalam produksi bahan pangan; sandang; dan papan, menjadikan orang sukses atas ide yang ia sumbangkan demi kemajuan bangsa, diakui masyarakat luas atas ide kreatifnya, dan dengan ide kreatif pendidikan akan mampu menjadi lebih modern dan maju. Banyak fenomena kreatif di sekeliling kita yang sering kita lihat. Contoh kasus yaitu pada bulan April tanggal 15 dan 16 tahun 2011 lalu, siswa kelompok peduli lingkungan ECC(Environment Care Community)dengan OSIS SMAN 23 Bandung melakukan penanaman di sekitar lingkungan sekolah serta penggantian pot rusak dengan yang baru. Hal tersebut dilakukan guna menambah ruang hijau sekolah dan membantu alam untuk mengurangi kadar karbon dioksida di udara. Tindakan siswa ini sudah termasuk dalam tindakan

78


Suara Pelajar Indonesia yang kreatif meskipun dalam konteks yang tidak luas. Kemudian pada tanggal 23 Maret 2011, 40 siswa mewakili SMAN 23 mengikuti lomba pawai obor Bandung Lautan Api(BLA). Acara BLA diperingati setiap tahun di Bandung dan akhirnya perwakilan siswa SMAN 23 menang juara utama 3 dalam lomba pawai obor tersebut. Pada saat pawai lagu semangat kelompok dinyanyikan dan dibagi menjadi kelompok penjajah dan terjajah. Kelompok penjajah seperti biasa memakai seragam gaya Belanda dan Jepang. Tetapi berbeda dengan kelompok terjajah pakaian yang digunakan yaitu bernuansa entik Papua dan Bandung. Dua perpaduan budaya ini yang menjadi nilai positif bagi kelompok SMAN 23 untuk menang. Hal itu sudah menjadikan pelajar berpikir kreatif, selain untuk mengenang pahlawan juga dituntut untuk berkreasi busana sesuai tema lomba. Selain itu fenomena kreatif juga ada pada seorang anak bernama M.Alfatih Ridha yang berumur 12 tahun menjuarai kompetisi desain dan programming video game di National Science Technology Engineering Math pada bulan Maret dengan judul Zuff’s Adventures. Hal yang dilakukan M.Alfatih Ridha sudah sangat luar biasa karena dengan kemampuan berpikir kreatif dia mampu menjuarai lomba yang berskala internasional. Yang dilakukannya sudah menjadi contoh kreatif seorang pelajar dalam pengembangan ide kreatif dengan kemajuan teknologi yang semakin modern. Fenomena lain yaitu seorang anak bernama Nining sariningsih yang belum lama ditinggal ibunya pergi. Banyak sikap kreatif Nining dan sikap tegar dalam dirinya untuk menjalani kehidupan yang sangat patut diteladani oleh para pelajar. Nining adalah siswa SMAN 23 yang pintar. Dia selalu juara kelas sejak ia SD, SMP dan kini di bangku SMA kelas X. Nining bukanlah anak yang terlahir dari keluarga yang serba ada tapi sebaliknya, Nining hidup dengan serba keterbatasan. Tapi Nining tidak pernah menyerah dengan keadaannya, Nining selalu tegar dalam menjalani kehidupan. Ia sangat ingin membelikan rumah untuk keluarganya

79


Forum Pelajar Indonesia tinggal. Sebab sudah sejak lahir Nining dan keluarganya tinggal di kontrakan yang kumuh. Namun ia terus berusaha belajar demi mempertahankan beasiswa agar ia bisa bersekolah tanpa biaya. Sikap Nining selalu tersenyum dalam menyikapi segala hal. Meskipun hidupnya serba kurang tapi dia selalu berkata bahwa hidup harus dibawa enjoy aja. Nining juga selain belajar demi cita-citanya, dia juga membantu pekerjaan dirumah karena Nining adalah anak perempuan kedua di keluarganya. Sehingga Nining pun harus menggantikan posisi seorang ibu dirumahnya. Dari kehidupan seorang Nining sudah bisa kita ambil banyak pelajaran serta ide kreatif yang dilakukan Nining untuk menjalankan kehidupannya tanpa seorang ibu. Sungguh sangat hebat sosok Nining dalam menjalani kehidupan tanpa seorang ibu disisinya. Hal yang patut dicontoh oleh semua pelajar untuk terus berusaha mencapai cita-cita dengan usaha dan tekad yang baik dari pemikiran yang kreatif. Fenomena kreatif lain juga ada diantanya ketika tim SMAN 23 Bandung mengikuti Lomba Inovasi Lingkungan Hidup di Universitas Parahyangan Bandung pada 29 April 2010. Disana mereka bersaing untuk menciptakan ide baru untuk mengatasi masalah lingkungan. Tim 23 membuat recycle senter capung dengan desain unik serta efisiensi energi yang baik, kemudian SMAN 2 Bandung membuat instalasi Bio-Gas dari kotoran sapi, kemudian SMA Yahya membuat kincir pengangkat sampah dengan penggunaan barang bekas pada replika kincir, SMA Santa Angela membuat inovasi karung goni yang tebal dan kasar dirubah menjadi tas unik dan tekstur halus, kemudian SMA Santa Maria membuat koper rekreasi praktis dari dus bekas dan bungkus detergen bekas. Kegiatan tersebut merupakan hasil ide-ide kreatif pelajar Indonesia khususnya Bandung dalam berinovasi demi terciptanya halhal baru dan unik serta memiliki nilai guna bagi kehidupan. Banyak kegunaan yang bisa dilakukan dengan ide kreatif yang kita miliki.

80


Suara Pelajar Indonesia Apalagi idenya mampu mengatasi masalah lingkungan seperti sampah rumah tangga yang tidak terpakai kemudian di recycle menjadi barang yang berguna, unik dan memiliki nilai guna serta nilai jual di masyarakat. Pasti orang tidak akan susah mencari pekerjaan dengan ide kreatifnya. Malah orang yang berpikir kretif tinggi akan bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain yang membutuhkan pekerjaan dan menganggur serta bagi orang yang berpendidikan rendah. Banyak sekali manfaat atau kegunaan dari ide-ide kreatif, karena dengan modal kreatif saja banyak orang menjadi sukses dan memberikan peluang usaha pada orang lain. Bahkan di kalangan pelajar pun banyak yang bisa membiayai sekolahnya hanya dengan kemampuannya dalam menciptakan hal baru yang memiliki nilai jual di masyarakat. Ide kreatif harus muncul dalam diri setiap orang. Ide kreatif bukan berarti membajak karya orang lain, tetapi kita harus mampu menciptakan karya kita sendiri. Seorang pelajar SMA di bandung Nisrina Nur Aini membuat makanan yang biasa digemari pelajar. Kemudian dia menjual makanannya kepada teman-temannya dikelas. Usaha yang ia lakukan mendapat dorongan positif dari orang tuanya. Nisrina anak yang berprestasi di kelasnya. Meskipun ia berkecukupan tapi ia tidak bergantung pada orang tuanya. Anis menjual makanan gehu pedas dan bola coklat. Makanan yang tak aneh dan murah dia jual kepada teman-temannya dengan harga yang terjangkau. Hasil penjualan ia dedikasikan untuk ibunya sebagian dan sebagian ia tabung. Ia mampu berkreasi dan berwirausaha sekaligus mendapat kentungan yang lumayan. Tindakan Anis bisa menjadi teladan bagi pelajar lain. Terbukti dengan tindakan dan sikapnya, Anis mendapat pujian dari guru dan teman-teman dikelasnya. Fenomena kreatif yang terjadi di sekitar kita sangatlah banyak. Mungkin jauh lebih banyak dengan kondisi Indonesia yang padat penduduk ini. Ide-ide kreatif

81


Forum Pelajar Indonesia tidak akan pernah habis sampai kapan pun selama kita hidup dan selama kemajuan teknologi yang semakin modern. Ide kreatif juga akan sangat menjadi lebih maju dengan apabila dikembangkan secara maksimal dalam kehidupan. Di dunia global ini teknologi sangat mendominasi dalam pengembangan ide kreatif di suatu Negara. Buktinya banyak Negara maju yang berawal dari pemikiran orang-orang kreatif demi kemajuan perekonomi di suatu Negara. Seperti contoh negara-negara maju saat ini yaitu Jepang dan Amerika. Selain itu kemajuan pendidikan juga menjadi sangat cepat karena saat ini semakin banyak pemikiran kreatif dalam metoda pembelajaran baik di sekolah formal maupun informal. Ide kreatif mampu dikembangkan dan diasah dari sejak dini. Sebab biasanya daya khayal anak lebih tinggi saat di masih usia dini ketimbang saat dia sudah beranjak dewasa. Semua orang pasti mampu berpikir kreatif, karena setiap manusia kodratnya terlahir dengan kemampuan berpikir yang luar biasa dan memiliki ide beragam yang nantinya akan membawa pengaruh baik untuk kehidupannya kelak. Setiap pelajar harus mampu berpikir kreatif dalam strategi belajarnya menjadi lebih unik dan keatif agar mereka nyaman dengan metoda belajar yang mereka buat. Selain itu pelajar juga harus mampu berpikir kreatif untuk masalah lingkungan seperti masalah penanggulangan sampah dan polusi. Kemudian pelajar juga harus mampu bertindak kreatif yang mampu memberikan manfaat yang sangat besar pada orang lain tidak hanya untuk dirinya dan keluarga tapi juga untuk masyarakat luas. Karena tidak hanya dengan pemikiran yang baik saja, namun sikap mereka juga harus mendukung ide-ide baiknya dengan sikap yang baik pada semua orang yang dia kenal. Kemampuan kreatifnya harus membawa dampak positif juga terhadap teman-temannya di kalangan pelajar, karena dengan ide kreatif yang baik bisa mambawa pelajar pada sesuatu hal yang baik di lingkungan sekolah dan di hadapan semua guru-guru di sekolahnya. Seorang pelajar yang baik

82


Suara Pelajar Indonesia harus mampu mengatur waktu, keuangan, pola hidup yang baik untuk dirinya agar tetap sehat sehingga mampu mengeluarkan ide-idenya yang kreatif untuk menjalani kehidupannya. Dan hal terpenting yaitu bahwa seorang pelajar harus terus berkreasi dan berpikir yang terbaik demi tercapai cita-citanya dan demi terciptanya pelajar Indonesia yang kreatif dalam segala hal. Dan hal yang terpenting bagi seorang pelajar agar terus berusaha dengan hasil ide kreatifnya dan terus menggali serta mengembangkan ide kreatifnya. Dan pelajar juga harus mampu mengaplikasikan ide kreatifnya dalam kehidupan, baik bagi dirinya dan juga bagi orang lain yang ia kenal.

Gingin Ginanjar, SMA NEGERI 23 BANDUNG

83


Forum Pelajar Indonesia

Kreatif Itu Unik, Kreatif Itu Berbeda

Menjadi kreatif di zaman modern saat ini sudah menjadi sebuah ke-

wajiban. Suatu negara tentu akan menghadapi banyak masalah jika negara tersebut kurang memberdayakan sumber daya manusianya untuk bisa menjadi kreatif. Menjadi kreatif itu luas maknanya. Kreatif dalam berkarya, kreatif dalam berpikir bahkan berkreatif dalam menyelesaikan masalah. Â Pelajar adalah bagian dari masyarakat yang ingin terus maju dalam segala halangan dan tantangan yang ada.Dengan kreativitas yang dimiliki, pelajar dapat berkarya dan menghasilkan sesuatu yang berguna. Di masa sekarang peran pelajar sangat diperlukan untuk membangun dan mengubah dunia salah satunya adalah kreatifitas pelajar. Kreatifitas seorang pelajar ditentukan sejauh mana pelajar menginginkan perubahan dan perbaikan dalam hidup.Hidup selalu berhadapan dengan masalah dan masalah butuh ide untuk dibatasi.

Di Indonesia,pelajar merupakan harapan bangsa.Tidak terlepas dari itu,untuk kemajuan dan pembangunan bangsa,dibutuhkan pelajar-pelajar yang kreatif dan mempunyai semangat.Oleh karena itu,pelajar dituntut untuk selalu berkreatif.Sekarang hampir setiap orang,dari orang awam,pemimpin lembaga pendidikan,CEO perusahaan sampai dengan pejabat pemerintah berbicara tentang pentingnya kreatifitas dikembangkan disekolah. Dimulai dengan melihat benda-benda di sekeliling kita.Adakah benda yang dapat dikembangkan ? Jangan berpikir pada suatu kreatifitas yang bernilai mahal atau canggih.Hasil kreatifitas itu bisa saja sederhana dan tetapi berguna bagi hidup kita dan kehidupan bangsa.

84


Suara Pelajar Indonesia Fokus pada peluang yang ada dan selalu melihat segala sesuatu dari berbagai sudut pandang yang berbeda.Apapun yang ada didepan kita,bisa mencetuskan ide-ide kreatif.Saat kita memiliki ide,kita mencobanya,dan jika kita gagal,berusahalah untuk menemukan kesalahannya dan belajar dari kesalahan tersebut.Kesalahan dapat menghasilkan suatu ide yang lebih baik dan lebih kreatif. Dalam dunia pendidikan,pelajar selalu berperan sebagai objek.Namun,sebenarnya pelajar harus berperan sebagai subjek atau pelaku. Strategi-strategi sederhana yang dapat dilakukan pelajar untuk mengembangkan kreatifitasnya adalah: • Berperan aktif dan kreatif dalam proses belajar mengajar.Pelajar tidak hanya sebagai pendengar,tapi mau terlibat secara aktif. Misalnya,bertanya tentang sesuatu yang belum dimengerti atau dipahami. • Membentuk kelompok diskusi.Disini pelajar diharapkan untuk berani mengeluarkan pendapat atau ide-ide kreatif dan saling bekerja sama dalam kelompok untuk mewujudkan ide-ide tersebut. • Belajar dengan menggunakan peralatan bantu,seperti computer, ebook dan peralatan multimedia untuk membangkitkan kreatifitas pelajar • Melakukan moving class(pindah kelas) agar tidak jenuh dan bosan terhadap kelas yang sama,sehingga dapat membangkitkan semangat untuk belajar dan berkreatif • Menghubungkan pelajaran dengan konteks kehidupan nyata. Menemukan contoh dalam kehidupan nyata untuk membuktikan apa yang telah dipelajari dan menghubungkan apa yang dipelajari dengan berbagai pengalaman hidup.

85


Forum Pelajar Indonesia • Mengembangkan rasa percaya diri dan mengurangi rasa takut Sikap kreatif dapat membuat seorang menjadi lebih kuat.Seorang kreatif memiliki hobby bermimpi,namun tidak semua hal dalam hidup berjalan sesuai rencana.Namun,sang pemimpi selalu berusaha mencari jalan lain,untuk menempuh mimpinya.Zaman sekarang pelajar Indonesia,tidak hanya membutuhkan kerja keras,tapi juga kreatifitas,karena kreatif itu unik dan berbeda.Orang kreatif bertindak sebelum orang lain memikirkannya. Kreatif,mimpi dan inovasi bukan merupakan sebuah kebutuhan,tapi adalah sebuah tuntutan bagi siapa saja,termasuk generasi yang ingin menjadi revolusioner dan pencetak sejarah.

Juitaria Saly Inya Lupu, SMA Kristen Mercusuar Kupang

86


Suara Pelajar Indonesia

Peran Nyata Pelajar dalam Memasyarakatkan Belajar

P

elajar adalah orang yang pekerjaan utamanya belajar, sesuai namanya. Tetapi yang terjadi sekarang ini pembelajaran di sekolah berjalan kurang efektif, dengan sebagian besar pembelajaran di kelas dengan situasi guru menerangkan, sementara para siswanya sibuk sendiri dan tidak mendengarkan. Belajar memang tidak harus selalu di dalam ruang kelas, tetapi pembelajaran di sekolah adalah salah satu media terpenting untuk mendapatkan dasar pendidikan yang dibutuhkan untuk mempersiapkan siswa menjadi orang-orang yang mandiri dan bertanggung jawab terhadap hidupnya sendiri kelak. Ketika pelajar ditanya, “Mengapa sering mengabaikan guru di kelas?� Jawaban yang sering terdengar adalah, “bosan.� Hal ini yang harus dicermati oleh para pendidik negeri ini. Proses belajar semestinya adalah proses yang menyenangkan, di mana pelajar bersemangat untuk menerima pelajaran dengan guru yang juga mengajarkan mereka dengan sepenuh hati. Tapi terkadang metode mengajar yang diterapkan guru di sekolah tidak diterima dengan baik oleh murid-muridnya dan dianggap membosankan. Karena itu yang terpenting agar proses belajar berjalan dengan baik, dipahami, bukan hanya sekadar dihafal, adalah digunakan cara belajar yang disetujui pelajar itu sendiri. Sehingga belajar menjadi dari dan untuk pelajar. Bagaimana peran nyata pelajar untuk memasyarakatkan belajar, adalah suatu hal yang krusial. Tetapi sebelum seorang pelajar dapat mewujudkan aspirasinya tentang apa yang baik bagi diri dan pelajar-pelajar lainnya, terlebih dulu pelajar harus memahami tentang fungsi otak. Karena pada dasarnya belajar selalu menggunakan otak, selain faktor emosi yang

87


Forum Pelajar Indonesia mempengaruhi hasil belajar seseorang. Otak kanan berfungsi dalam perkembangan EQ (Emotional Quotient), seperti hal persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna. Daya ingat otak kanan bersifat panjang (long term memory). Bila terjadi kerusakan otak kanan misalnya pada penyakit stroke atau tumor otak, maka fungsi otak yang terganggu adalah kemampuan visual dan emosi misalnya. Otak kiri berfungsi sebagai pengendali IQ (Intelligence Quotient) seperti hal perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan dan logika. Daya ingat otak kiri bersifat jangka pendek (short term memory). Bila terjadi kerusakan pada otak kiri maka akan terjadi gangguan dalam hal fungsi berbicara, berbahasa dan matematika. Setiap manusia memiliki kecenderungannya masing-masing dalam penggunaan otak kanan atau otak kiri, baik sadar ataupun dibawah sadarnya.  Hal ini bergantung pada banyak faktor yang mempengaruhinya sejak masih kecil bahkan sejak dalam kandungan.  Kecenderungan berpikir dengan otak kanan ataupun   kiri merupakan hasil dari suatu proses yang sangat panjang dan yang tak boleh kita lupakan adalah kecenderungan ini adalah suatu berkah ciptaan Sang Maha Pencipta. Berdasarkan kekuatan fungsi masing-masing, berarti, kedua fungsi otak manusia itu sangat diperlukan dalam menghadapi hidup. Begitu pula, bagi siswa, pembiasaan penggunaan kedua fungsi otak itu sangat bermanfaat dalam perjalanan dirinya menuju kedewasaan. Dengan begitu, guru/dosen/trainer dalam mengajar di kelas, metode apapun yang digunakan, sebaiknya berbasis otak kanan dan kiri. • Yang perlu diketahui otak sangat suka sesuatu yang: • Menarik

88


Suara Pelajar Indonesia • Penuh warna • Bentuk unik • Menantang • Dapat menjadi sebuah rangkaian cerita Dengan kata lain, otak menyukai sesuatu yang tidak biasa, di mana suatu hal yang tidak biasa itu akan lebih lama tersimpan dalam memori otak kita. Begitu pula dengan belajar, para pelajar sebaiknya menggunakan metode yang unik agar materi pelajaran tidak hanya diingat selama ujian dan dilupakan setelah ujian selesai. Hal yang penting dalam belajar adalah memahami, bukan sekedar menghafal. Dengan hanya hanya menghafal kita akan mendapatkan ijazah, tapi tidak pendidikannya. Beberapa hal yang harus dipersiapkan pelajar sebelum melakukan program memasyarakatkan belajar adalah: Pertama, niat. Niat yang ikhlas untuk membuat sesama pelajar di Indonesia menjadi pintar. Pintar bersama, win-win solution. Kedua, komunikasi yang baik. Komunikasi dengan cara yang baik terhadap guru, orangtua, dan pihak-pihak yang berwenang lainnya agar ide-ide kita dapat diterima dengan baik pula. Ketiga, kerjasama sesama pelajar. Ajak sebanyak-banyak teman untuk ikut berpartisipasi dalam program yang kita buat. Semakin banyak orang yang terlibat, semakin besar lingkup program yang dapat dibuat. Manfaatkan keikutsertaan di organisasi sekolah seperti OSIS, dan lain-lain. Setelah hal-hal diatas telah berjalan baik, maka pelajar dapat mulai merencanakan bentuk konkrit program memasyarakatkan belajar tersebut, seperti; • Mengusulkan pada guru untuk belajar dengan cara active learn-

89


Forum Pelajar Indonesia ing, dimana setiap siwa diberi satu materi pelajaran yang harus ia pelajari lalu menjelaskannya di depan kelas. Cara ini membuat semua siwa harus aktif belajar dan tidak dapat sibuk mengobrol ketika guru menerangkan. • Sesekali mengadakan games saat belajar di kelas. • Membuat perpustakaan keliling. Hal ini dapat dilakukan di daerah sekitar sekolah, atau di tempat di mana terdapat banyak perumahan dengan bekerjasama dengan RT setempat. • Menyelenggarakan seminar di sekolah, seperti “Cara Belajar Efektif” atau “Cara Memaksimalkan Fungsi Otak” yang akan menambah wawasan kita tentang pembelajaran yang baik. • Mengadakan lomba kesenian, seperti lukis, tari, dan lain-lain dengan mengundang sekolah lain • Membuat lomba cerdas cermat yang lingkupnya besar, misalnya se-Jawa Barat. Dan masih banyak acara lain yang dapat pelajar buat untuk memasyarakatkan belajar. Kuncinya, buatlah sebuah program yang berbasis otak kiri dan otak kanan, di mana seni dan logika ikut berperan. Dan dalam membuat suatu program, kita harus masuk akal. Jangan sampai pelajar merencanakan sebuah program yang besar, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana. Memulai dari hal-hal kecil terkadang bisa membuat sebuah perbedaan besar. Dan untuk sukses dengan program belajar, kita harus melakukan sesuatu yang berbeda. Unsur sukses menurut Albert E. Gray : “Semua orang sukses punya kebiasaan melakukan hal-hal yang tidak suka dilakukan oleh para pecundang. Sebenarnya me-

90


Suara Pelajar Indonesia reka sendiri tidak suka melakukannya, tapi ketidaksukaan mereka itu ditaklukkan pada kekuatan tujuan mereka.�

Khonza Hanifa, SMA Islam Terpadu Reflesia

91


Forum Pelajar Indonesia

Peran dan Program Nyata Pelajar Untuk Indonesia Pintar (1)

“Mencerdaskan Kehidupan bangsa“ Cita-cita luhur ini dengan

jelas tertuang di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar tahun 1945. Hal ini tentu saja tertulis tanpa maksud, melainkan karena para pejuang dan pendiri bangsa ini sungguh menyadari bahwa kecerdasan/ kepintaran merupakan salah satu faktor terpenting untuk menciptakan suatu bangsa yang besar dan berkualitas. Berbagai upaya telah ditempuh para pemimpin bangsa ini untuk mewujudkan citacita tersebut khususnya dalam lingkup pendidikan formal yang lebih kita kenal dengan istilah Sekolah. Usaha-usaha tersebut antara lain pembebasan biaya pendidikan bagi para pelajar berprestasi namun kurang beruntung dalam bidang finansial, hal ini dimaksudkan mengingat tingkat kemiskinan yang masih tinggi tetapi demi meningkatkan kualitas hidup setiap orang rela berjerih lelah untuk tetap mengenyam dunia pendidikan. Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai seorang pelajar untuk bersama-sama mewujudkan “ mimpi “ itu? Apakah hanya dengan datang, duduk, diam, dengar, dan kemudian pulang kembali kerumah dengan tidak membawa manfaat sedikit pun yang kita dapatkan di bangku sekolah? Tentu tidak kawan, banyak hal yang bisa kita lakukan agar kita tidak terus bermimpi. Karena sungguh masa depan bangsa ada di tangan kita selaku generasi penerus. Sekolah merupakan lingkungan pendidikan formal terbaik yang difasilitasi pemerintah untuk masyarakat khususnya dalam mencetak siswa berprestasi, namun hal tersebut juga sangat tergantung kepada para pelajar yang ada serta fasilitas penunjang yang ada di dalamnya yang dapat membuat siswa bisa dan terbiasa belajar dengan baik karena sesungguhnya sinergi antara pelajar dengan fasilitas yang ada di sekolah akan berbuah prestasi bagi pelajar dan

92


Suara Pelajar Indonesia kinerja yang baik bagi sekolah. Apa dan bagaimana peran pelajar untuk bangsa tercinta ini?. Keberhasilan dan kelangsungan nasib bangsa ini ada ditangan kita para pelajar yang sedang mengeyam bangku pendidikan, usaha dan segala kerja keras kita upayakan dalam masa itu sangat menentukan eksistensi dari bangsa ini. Bayangkan saja, bagaimana perbedaan dari seorang pelajar yang kesehariannya hanya di isi dengan sesuatu yang tidak berguna saat berada di sekolah misalnya pelajar yang menghabiskan waktunya dengan bermain game jika dibandingkan dengan pelajar yang mengisi jam-jam produktifnya dengan membaca? Tentu akan terlihat perbedaan yang signifikan menjurus kepada kualitas intelektual dan sudut pandang dari pelajar tersebut dalam menghadapi berbagai situasi dan permasalahan dalam kehidupan. Oleh karena itu sebagai insan yang peduli terhadap nasib bangsa ini marilah kita bersama-sama memberantas kebodohan yang memang akan membawa bangsa kita untuk menjadi yang terbelakang. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan citacita bangsa ini antara lain dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita terhadap TUHAN yang maha esa, meningkatkan kecerdasan intelektual dan peningkatan mutu kehidupan sosial kita. Mengapa demikian? Tidaklah rumit untuk menjawabnya, alasan meng-apa kita perlu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan yaitu karena bangsa ini mendambakan sosok calon pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual melainkan juga bertaqwa kepada TUHAN-nya, Karena kecerdasan yang tidak di imbangi dengan keimanan akan menghasilkan suatu pemikiran yang sia-sia dan bangsa Indonesia yang merupakan negara yang mengakui adanya TUHAN tidak membutuhkan sosok semacam itu. Contoh konkrit /program nyata yang dapat diterapkan dalam lingkungan sekolah yaitu:

93


Forum Pelajar Indonesia • Peningkatan keimanan dan ketaqwaan Dalam rangka peningkatan iman dan taqwa dilingkungan sekolah dapat dilakukan dengan pemanfaatan jam pelajaran AGAMA (Islam, Kristen, Hindu, Budha, Katholik) secara efektif, kemudian dapat juga di dukung dengan pemanfaatan hari besar umat beragama untuk menghimpun segenap pelajar dalam menghayatinya. • Peningkatan kecerdasan intelektual Banyak hal yang dapat kita lakukan dalam rangka peningkatan kecerdasan intelektual ini antara lain yaitu: 1. menanamkan kedisiplinan dalam diri masing-masing pelajar. Orang bijak mengatakan “Disiplin adalah kunci kesuksesan“. Contoh konkrit yang dapat dilakukan yaitu dengan membiasakan diri untuk tidak terlambat datang kesekolah, dan juga berupaya semaksimal mungkin untuk mematuhi segala peraturan yang telah ditetapkan oleh sekolah. Karena dengan membiasakan disiplin pada diri kita akan membawa kita untuk hidup dengan teratur, dan orang yang teratur dalam hidupnya pasti dapat mencegah segala kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. 2. Memanfaatkan segala fasilitas yang disediakan oleh pihak sekolah dengan baik dan bertanggung jawab. Contohnya Perpustakaan dan fasilitas wireless untuk koneksi internet. pelajar yang senang dan sering memanfaatkan perpustakaan dan internet sebagai penyedia jasa informasi dan ilmu pengetahuan akan sangat terbantu dalam mewujudkan prestasi dan cita-cita pendidikannya. Karena dengan membaca dan memanfaatkan fasilitas internet kita menjadi kaya akan wawasan, ilmu pengetahuan, informasi, dan juga tidak akan menjadi siswa yang gagap terhadap perkembangan teknologi serta menjadi siswa yang pintar dan penuh dengan segudang prestasi.

94


Suara Pelajar Indonesia 3. Peningkatan kecerdasan intelektual juga tidak hanya dapat dilatih dengan berbagai kegiatan akademis sepertti membaca tapi juga dapat dilatih dengan dengan memanfaatkan alam sebagai sahabat kita. Misalnya melakukan kegiatan Outbond yang dapat melatih kita dalam menentukan sikap dalam waktu yang singkat dan terdesak dan bagaimana cara untuk berinteraksi dengan hal lain diluar diri kita. Contoh lainnya yaitu dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga maupun seni. Dunia olahraga melatih setiap orang untuk menjadi pribadi yang tangguh dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas, sedangkan dunia seni melatih jiwa setiap pelakon seni untuk menjadi insan yang jujur dan santun.

Kesemua hal tersebut di atas dapat dilatih dalam rangka mening-katkan kualitas kita selaku pelajar karena jika setiap pelajar memiliki kualitas yang memadai tidak menutup kemungkinan bahwa bangsa Indonesia boleh berbangga diri di kancah dunia. Namun semua itu tidak lepas dari tanggung jawab Guru dan seluruh staff pengajar dalam membina kita selaku generasi penerus bangsa. Nasib bangsa kita ada di tangan kita semua, apakah kita akan membuatnya tersenyum atau bersedih semua itu adalah pilihan kita.

Martin Alexander, SMA SATRIA KENDARI

95


Forum Pelajar Indonesia

Program Indonesia Pintar Abstraksi

Menjelaskan tentang program pemerintah untuk membuat Indone-

sia menjadi pintar. Dimana pendidikan Indonesia semakin tertinggal oleh Negara-negara lain. Padahal Negara Indonesia sudah sangat berkembang untuk itu lah Indonesia perlu membuat program Indonesia pintar agar tidak tertinggal dengan Negara-negara yang lain.

Latar Belakang Masalah Negara Indonesia semakin tertinggal dengan Negara-negara lain khususnya di bidang pendidikan. Hal ini sangat memperhatinkan sebab Indonesia merupakan Negara yang sudah mulai di perhitungkan namun pendidikannya masih tertinggal dari negar-negara lain.

Pembatasan Masalah Ketertinggalan pendidikan di Indonesia disebabkan kurangnya pembangunan sekolah di daerah-daerah terpencil sehingga banyak anak-anak di daerah tersebut tidak bersekolah, selain masalah itu nada masalah yang paling penting khususnya bagi anak-anak yang tidak mampuh karena mereka tidak mempunyai biaya untuk sekolah sehingga mereka hanya bekerja atau mengamen.

Tujuan Agar pemerintah mngetahui bahwa pendidikan di Indonesia tertinggal dari Negara-negara lain. Dan perduli terhadap anak-anak yang tidak mampuh serta membangun sekolah-sekolah di daerahdaerah terpencil yang ada di Indonesia serta mengetahui masih ada

96


Suara Pelajar Indonesia anak-anak yang tidak seberuntung kita.

Manfaat Agar kita mengetahui bahwa pendidikan Negara kita sendiri tertinggal oleh Negara-negara lain dan masih ada anak-anak yang tidak bersekolah,serta beruntung seperti kita. Pemerintah juga bisa mengetahui daerah mana yang belum memiliki sekolah .

Pembahasan Negara yang mempunyai warga Negara terbanyak ketiga di dunia ini masih tertinggal pendidikannya dari Negara lainnya. Padahal presiden sudah terganti sebanyak 6 kali tapi masih belum terselesaikan masalah pendidikan di Negara ini. Pemerintah juga harus mengetahui bahwa masih banyak daerah-daerah yang ada di Indonesia yang belum memiliki sekolah. Padahal untuk menjadi Negara yang maju diperlukan masyarakat-masyarakat yang pintar serta cerdas.

Dampak Banyak orang di Indonesia tertipu oleh orang-orang luar karena tidak tahu membaca surat yang dikasih oleh orang-orang tersebut sehingga banyak orang yang tertipu.

Daerah-daerah yang belum memiliki sekolah Yaitu daerah-daerah yang terpencil dan belum terjamah oleh hal-hal modern serta belum diketahui oleh orang banyak. Daerah tersebut juga banyak dihuni oleh orang-orang yang tidak mampuh sehingga banyak anak-anak mereka tidak sekolah dan hanya kerja membantu orang tuanya .

97


Forum Pelajar Indonesia

Saran Sebaiknya pemerintah mulai memerogram program Indonesia pintar seperti memberi biaya gratis hingga 12 tahun agar Indonesia tidak tertinggal pendidikannya dengan Negara-negara lain serta memperhatikan daerah-daerah kecil yang belum mempunyai sekolah agar anak-anak di daerah tersebut dapat bersekolah dan Indonesia dapat menjadi Negara pintar . Sehingga Negara berpenduduk terbanyak ke tiga ini tidak tertinggal pendidikanya.

Kesimpulan Negara ini dapat berkembang jika pemerintahannya memperhatikan rakyat yang ada di daerah-daerah terpencil yang belum mempunyai sekolah agar anak-anak disana dapat mengenyam pendidikan serta pemerintah harus mengratiskan biaya pendidikan sampai 12 tahun agar rakyat yang kecil tidak terbebani biaya pendidikan tersebut Agar Indonesia menjadi negar pintar/ Indonesia pintar dan tidak tertinggal pendidikannya dari Negara lain . Demikian karya ilmiah ini

Muhammad Aldiansyah, SMAN 2 PALU

98


Suara Pelajar Indonesia

Pelajar Belajar Untuk Indonesia

Dalam perkembangan teknologi yang semakin maju menjadi daya

tarik bagi pelajar untuk selalu mencoba hal yang baru. Apalagi ada sekolah membuat program keterampilan sore. Dengan adanya kegiatan itu, dapat menjadi daya tarik untuk meraih calon-calon siswa baru. Misalnya, ada sebuah MAN yang menyelenggarakan program keterampilan sore, seperti keterampilan komputer, tata busana, tata boga, otomotif dan elektronik. Sekolah itu menjadi terkenal karena adanya keterampilan tersebut. Tidak heran jika sekolah itu tidak pernah kekurangan murid. Setiap pelajar dapat mengikuti kegiatan tersebut sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing. Selain itu disekolah tersebut juga ada ekstrakurikuler KIR ( Kelompok Ilmiah Remaja ). Adanya program tersebut, dapat memberikan manfaat lebih bagi pelajar yang mengikutinya. Dengan adanya minat dan bakat, pelajar mampu menciptakan sebuah karya. Hanya dengan memanfaatkan barang bekas kita dapat membuat boneka, figura, tas, kotak pensil dan sebagainya. Barang yang awalnya tidak bernilai dapat berubah menjadi barang yang bernilai.

Kebanyakan orang mengabaikan barang bekas dan membuangnya ditumpukkan sampah, padahal barang bekas itu dapat menjadi barang yang bernilai tinggi jika mereka kreatif dalam memanfaatkannya. Karena sedikitnya orang-orang yang kreatif maka semakin banyak pula sampah ataupun limbah rumah tangga yang menumpuk. Sehingga petugas kebersihan kewalahan dalam menanganinya. Sebagai pelajar kita harus membantu mereka dalam menangani masalah sampah. Kita dapat memulainya dari hal kecil, seperti

99


Forum Pelajar Indonesia tidak membuang sampah permen sembarangan. Sering kali kita melihat para pelajar yang membuang bungkus permen milik mereka di sembarang tempat. Meraka tidak peduli dengan hal tersebut karena mereka menganggap bungkusan permen itu hanyalah sampah kecil yang tidak terlalu bermasalah. Sayangnya mereka tidak menyadari bahwa sampah permen itu bila dibiarkan terus-menerus akan menjadi banyak dan menimbulkan masalah. Buanglah sampah pada tempatnya!!. Baik sampah yang ukurannya kecil maupun yang besar. Jika tidak ada tempat sampah di dekat kita maka sebaiknya kita simpan sampah tersebut dalam kantong kita. Bukan berarti menyimpannya untuk mengkoleksi sampah, akan tetapi kita menyimpan sampah tersebut hingga kita menemukan tempat sampah untuk membuangnya. Mengapa kita harus merepotkan diri dengan satu sampah permen saja??? Alasan yang paling tepat ialah bungkus permen itu tidak dapat didaur ulang, karena terbuat dari plastik yang tidak akan hancur meskipun kita kubur dalam tanah selama bertahun-tahun. Solusi yang dapat kita gunakan dalam permasalahan ini adalah mendaur ulangnya menjadi barang yang lebih bermanfaat. Salah satu contohnya dibuat kotak pensil, di sini pelajar dapat mengajak teman sebanyak-banyaknya untuk berkarya. Apalagi salah satu teman yang kita ajak adalah seorang yang kreatif dalam memanfaatkan barang bekas menjadi barang-barang yang berjual nilai tinggi. Disekolah banyak kita jumpai sampah-sampah baik yang organik maupun nonorganik. Terutama sehabis istirahat, pasti banyak sisa bungkusan-bungkusan makanan, minuman, permen, maupun kardus. Dari barang-barang tersebut yang dilihat tidak memiliki manfaat dapat kita buat menjadi benda yang berguna dan mempunyai nilai jual, seperti figura. Kita menggunakan kardus sebagai alas figura dan memanfaatkan tutup-tutup botol sebagai bingkai, lalu kita tambahkan bungkus permen untuk hiasan figura tersebut. Selain benda di atas kita dapat membuat barang kerajinan yang lainnya dengan meman-

100


Suara Pelajar Indonesia faakan sampah sesuai dengan kreatifitas kita masing-masing. Semua akan terasa mudah jika kita mau mencobanya, meskipun sebelum berhasil kita akan menemui yang namanya kegagalan. Baik gagal dalam hal mensosialisasikannya kepada keluarga, teman-teman, ataupun masyarakat di lingkungan tempat tinggal kita. Maupun gagal dalam mendaur ulang sampah, tidak berhasil mempertahankan konsep kita. Jika kita dapat membuat sebuah karya, dan menyelesaikannya, itu akan menjadi kepuasan tersendiri menggunakan hasil karya kita sendiri maupun memberikannya untuk orang lain. Adanya hasil karya yang baik dan bagus dapat lebih mudah menarik dan mengajak pelajar-pelajar lain untuk mengikuti apa yang kita lakukan. Menjadi pelajar yang peduli terhadap lingkungan dengan memanfaatkan barang-barang bekas terutama yang ada di sekolah. Sebagai Negara yang jumlah penduduknya terbesar keempat di dunia Indonesia sudah selayaknya mempunyai generasi-generasi yang kreatif. Agar Indonesia tidak hanya dikenal dari segi besarnya jumlah penduduk tetapi juga dikenal dari segi besarnya kemampuan. Apalagi kita mengetahui Negara Singapura adalah Negara yang maju. Padahal dari segi penduduk mereka lebih sedikit dibandingkan Indonesia. Tetapi mereka mempunyai kemampuan yang luar biasa. Jadi dari kenyataan tersebut hendaknya kita dapat mencontoh kemajuan yang dimiliki Negara Singapura. Sebagai pelajar kita harus menanamkan semangat untuk memajukan Negara ini dan kita juga dapat menghimbau para pelajar untuk mewujudkan Indonesia kearah yang lebih baik. Kita dapat meningkatkannya melalui kemampuan intelektual. Para pelajar harus memperbanyak membaca buku, tidak hanya buku pelajaran tetapi juga buku yang memberikan manfaat. Jangan pernah malas untuk membaca jika kita ingin memajukan Negara kita. Membaca dapat

101


Forum Pelajar Indonesia menambah wawasasan kita hingga kita dapat menciptakan ide-ide baru untuk mewujudkan Indonesia kearah yang lebih baik. Dengan kemampuan intelektual yang baik kita dapat memanfaatkan apa saja yang ada di sekitar kita. Membuatnya menjadi benda yang bernilai, dari sini kita dapat memulai usaha kecil-kecilan hingga nanti dapat berkembang menjadi besar dan dapat memperkenalkan produk yang kita buat ke luar negeri. Agar usaha kita dapat berkembang kita harus berani membuat sesuatu yang baru, tidak hanya dilihat dari segi kuantitasnya tetapi juga dari segi kualitasnya. Dengan adanya barang yang berkualitas kita dapat menarik kepercayaan konsumen dan mereka akan semakin tertarik. Sehingga Indonesia dapat terus mengekspor produk-produknya. Dari sinilah kita dapat mengusahakan perubahan untuk Indonesia yang lebih baik. Di sekolah pelajar juga dapat berbagi ide dengan pelajar yang lainnya. Dengan ide-ide tersebut dapat dikembangkan untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Banyak manfaat yang didapatkan dari sini, salah satunya pelajar dapat mengetahui sejauh mana bakatnya. Yang terpenting “Jangan pernah takut untuk membuat hal baru sebelum anda mencobanya.�

Netty Fajriati, MAN 2 MODEL BANJARMASIN

102


Suara Pelajar Indonesia

Membentuk Indonesia Kreatif dan Berkembang Bersama Life Skill

S

ebelum memulai essay, saya ingin bertanya Apa yang anda ketahui tentang kreatif??? Saya sendiri sebelumnya tidak begitu mengerti tentang arti dari kreatif. Menjadikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, buat kita menjadi survive, bukan menjadi follower dan lain-lain. Begitu lah menurut beberapa orang yang saya tanya. Setelah bertanya saya dapat menyimpulkan bahwa arti kreatif adalah pemikiran yang luas untuk menciptakan sesuatu hal dari barang yang tidak berguna menjadi berguna. Membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Contoh yang sering kita dengar adalah mendaur ulang. Seperti suatu saat kita melihat kertas, Koran atau majalah di pojok kamar. Jika kita berfikir secara biasa kita tidak akan menghiraukan kertas atau Koran tersebut. Lain halnya apabila kita berpikir secara kreatif. Kita akan ambil kertas-kertas tersebut dan berfikir akan jadi apa kertas ini berikutnya. Setelah kita sulap barang-barang tersebut dengan menggunakan alat- alat lainnya, yang terlihat saat itu adalah benda-benda yang berguna seperti frame foto, gelang, tempat aksesoris atau kita juga bias membuat kliping dari Koran dan majalah tentang hal yang kita sukai. Barang-barang tersebut juga dapat kita jual kembali. Saat ini banyak sekali pekerjaan yang menuntut kreatifitas para pekerjanya. Hal itu di sebabkan agar perusahaan tersebut memiliki konsep yang berbeda dengan perusahaan lainnya. Dengan imajinasi yang tinggi dan kreatifitas kita juga dapat membuat suatu film kartun atau game untuk di internet.

103


Forum Pelajar Indonesia Kita sebagai pelajar juga dituntut untuk kreatif dalam berfikir. Jika kita para pelajar tidak memiliki pemikiran kreatif, hidup kita tidak akan berwarna, orangnya kuper, susah mencari lapangan kerja, kurang dapat bersosialisasi dengan yang lainnya dan masih banyak lagi. Menurut kabar dari internet yang pernah saya baca ada beberapa cara untuk membangun pemikiran kreatif dalam diri kita, yaitu: 1. Membangun rasa percaya diri yang tinggi. 2. Berfikir semua yang kita lakukan bisa terjadi. 3. Jangan berfikir konservatif. Pola berpikir konservatif ditandai dengan kekhawatiran untuk menerima perubahan, meski perubahan itu menguntungkan. Karena ingin mempertahankan gaya konservatif, perubahan ditanggapi secara dingin, bahkan dipersepsikan sebagai ancaman. Karena merasa nyaman atau diuntungkan dengan cara konservatif, ketika dituntut untuk mengubah pola pikir, kita takut akan mengalami kerugian. Hendaknya disadari, cara berpikir konservatif memasung pemikiran kreatif karena pikiran dibekukan oleh sesuatu yang statis. Padahal dalam berpikir kreatif unsure statis semestinya dihilangkan. Mulailah berpikir dinamis, dengan terus mengolah pemikiran untuk menemukan pola pikir efektif. Ada tiga cara mengurangi atau menghilangkan pola berpikir konservatif. Pertama, terbuka terhadap masukan. Masukan adalah bahan mentah sangat berharga. Lalu, kita mengolahnya menjadi “barang jadi� lewat pemikiran kreatif. Jadi, jangan takut dengan ide, usulan, bahkan kritik. Karena semua itu merangsang kita berpikir kreatif. Kedua, mencoba pekerjaan atau hal di luar bidang kita. Untuk �memperkaya� diri, pola pikir juga perlu menghadapi sesuatu yang

104


Suara Pelajar Indonesia berbeda dari biasanya. Ketiga, harus proaktif. Kita dituntut ”menjemput bola” dalam menghadapi sesuatu, dan bukan ”menunggu bola”. Bertindak proaktif berarti membuat diri bebas memilih tindakan, tentu berdasarkan perhitungan matang. Ini bisa terjadi kalau kita mempunyai kreativitas berpikir. Salah satu program untuk membangun pelajar indonesia menjadi lebih kreatif adalah menjadikan life skill sebagai salah satu kurikulum di sekolah. Life skill itu sendiri adalah keterampilan. Keterampilan kita dalam membuat suatu inovasi baru dengan barang – barang yang telah disediakan dari sekolah. Sekolah juga harus mendukung para siswanya untuk berkreatif dalam hal positif. Disekolah tempat saya telah menerapkannya. Kemarin saya dan teman – teman saya diberikan benang wol untuk merajut dan untuk para siswa mereka diberikan tanah liat untuk mereka bentuk sendiri. “Kreatif” hanyalah sebuah kata pendek dan sederhana. Namun, berkat pemikiran kreatif, kesuksesan besar, semisal kemajuan teknologi, industri, dan bidang lain, terjadi. Tidak berlebihan bila dikatakan, berpikir kreatif merupakan kunci keberhasilan.

Nur Azizah Handayani, SMA Islam Terpadu Reflesia

105


Forum Pelajar Indonesia

Peran Dan Progran Nyata Pelajar Untuk Indonesia Pintar (2)

P

embangunan yang telah, sedang, dan akan dilaksanakan oleh bangsa dan negara kita berorientasi kepada kepentingan rakyat banyak. Dan rakyat banyak itu bermukim di daerah pedesaan. Data statistik (2000) menunjukkan, kurang dari 20% penduduk Indonesia bertempat tinggal di kota-kota, sedangkan selebihnya, atau lebih dari 80% hidup di daerah pedesaan. Mengingat demikian besarnya sumber daya manusia desa ini, ditambah dengan potensi sumber daya alam sebagian terbesar ada di kawasan pedesaan, serta dilihat dari strategi pertahanan dan keamanan nasional, maka sesungguhnya basis pembangunan nasional adalah dipedesaan. Keberhasilan pembangunan pedesaan pada gilirannya berarti keberhasilan pembangunan nasional. Sebaliknya, ketidakberhasilan pembangunan pedesaan berarti pula ketidakberhasilan pembangunan nasional. Apabila pembangunan nasional digambarkan sebagai suatu titik, maka titik pusat dari lingkaran tersebut adalah pembangunan pedesaan. Menyadari betapa pentingnya pembangunan pedesaan dalam konteks pembangunan nasional, mengharuskan perlunya perhatian istimewa diberikan untuk pembangunan desa. Meskipun begitu, pembangunan pedesaan tidak dapat dipacu seirama dengan laju pembangunan di sektor-sektor lain. Kalau laju pembangunan di bidang-bidang lain dapat berjalan cepat, bahkan sudah “lari-lari anjing”, maka pembangunan pedesaan masih “merangkak” tak ubahnya orang sakit encok yang baru mulai latihan berjalan. Dengan demikian, maka sasaran pokok pembangunan pedesaan adalah “membangun manusia pedesaan” itu sendiri. Hal ini sesuai dengan hakikat pembangunan nasional, yakni “pembangunan

106


Suara Pelajar Indonesia manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia�. Seiring dengan itu, pembangunan pun menghendaki keikutsertaan dari seluruh warga negara tanpa terkecuali. Karena selama ini kita menganggap, pembangunan adalah semata-mata tugas pemerintah. Ini keliru. Sebab kalau dianalisis, peranan pemerintah dalam pembangunan manusia. Pembangunan manusia merupakan titik sentral pembangunan pedesaan dan pembangunan nasional. Dalam kerangka analisis demikian, peranan pemerintah di samping mengarahkan dan mendorong pembangunan nasional-yang di dalamnya tercakup pembangunan pedesaan-, diusahakan pula agar secara langsung mampu menyentuh manusianya. Berdasarkan pemikiran di atas, maka partisipasi aktif segenap lapisan masyarakat dalam pembangunan harus makin meluas dan merata. Untuk itu perlu diciptakan suasana kemasyarakatan yang mendukung cita-cita pembangunan, serta terwujudnya kreativitas dan otoaktivitas di kalangan rakyat.Jadi, kunci utama keberhasilan pembangunan sesungguhnya terletak pada para pelakunya, yaitu seluruh warga masyarakat. Karena pada dasarnya manusia Indonesia itulah yang harus mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur, harus mempertahankan kemerdekaan, kedaulatan dan kesatuan, harus mengusahakan perikehidupan bangsa yang aman, tenteram, tertib dan dinamis serta mengupayakan lingkungan pergaulan dunia yang penuh persahabatan dan perdamaian. Pemilihan “guru desa� ini dilakukan dengan dua pertimbangan pokok. Pertama, setiap warga negara Indonesia digugat untuk berpartisipasi aktif sesuai dengan kapasitasnya masing-masing dalam pembangunan. Kedua, para guru yang bertugas di pedesaan lebih banyak daripada yang bertugas di kota-kota, dan mereka merupakan kelompok yang berpengaruh bagi masyarakat desa, sehingga amatlah menarik untuk diangkat ke permukaan peranan yang dapat mereka mainkan dalam pembangunan desa. Guna mengetahui betapa besarnya peranan yang dapat dimainkan guru desa bagi pembangu-

107


Forum Pelajar Indonesia nan, terlebih dulu kita harus membuat semacam komparasi antara guru desa dan guru kota. Dari sini kita bisa memperoleh gambaran tentang besar-kecilnya peranan mereka terhadap pembangunan. Sebab meskipun sama-sama berprofesi “guru�, tetapi peran dan peranan yang dapat dilakoni oleh keduanya tidaklah serupa. Perbedaan ini di antaranya ditandai oleh status kedinasan, status sosial, dan kondisi ekonominya.

a. Status Kedinasan Para guru di pedesaan sebagian terbesar berdinas di SD, dan sedikit saja yang bekerja di SMP atau SMA/SMK/MA. Keadaan ini antara lain ditimbulkan oleh adanya SD-SD Inpres yang merambah ke segenap pelosok tanah air, di sepanjang pesisir pantai hingga ke puncak-puncak bukit pegunungan. Sedangkan pendirian SMP biasanya berlokasi di ibukota kecamatan dan kehadiran SMA/SMK/MA umumnya di tingkat ibukota kewedanaan. Wajarlah, andaikan jumlah guru SD yang bertuga di pedesaan jauh melampaui guru SMP dan SMA/SMK/MA, sehingga guru desa acapkali dikonotasikan sebagai guru SD. Di daerah perkotaan, para guru merata menyebar dari mulai SD hingga SMA/SMK/MA. Heterogenitas dinas guru kota ini mengakibatkan tidak adanya konotasi seragam untuk menyebutkan siapakah guru kota itu. Yang dimaksud dengan guru kota itu, ya guru SD, guru SMP, dan guru SMA/SMK/MA. Dari sudut kepegawaian, guru desa umumnya berstatus pegawai negeri sedangkan guru kota beranekaragam, ada yang berstatus pegawai negeri dan ada pula yang bukan pegawai negeri.

b. Status Sosial Berlainan dengan rekannya sesama guru yang bertugas di kota, guru desa mempunyai status yang relatif “istimewa� dalam lingkungan masyarakatnya, masyarakat desa. Sebab kedudukan guru

108


Suara Pelajar Indonesia desa menempati strata sosial yang setara dengan tokoh-tokoh formal dan informal yang berada di desa. Guru merupakan kelompok intelektual pada masyarakat desa. Sehingga tidaklah mengherankan bila lembaga kemasyarakatan di tingkat desa sampai dengan organisasi politik, banyak dipimpin dan digerakkan oleh para guru. Bahkan pada desa-desa yang terisolasi dan terpencil jauh dari jalan raya atau daerah-daerah sekitarnya, guru itu benar-benar “digugu� dan “ditiru�, gurulah nara sumber utama bagi masyarakat desa tersebut. Tak berlebihan kiranya jika keadaan seperti itu tidak diperoleh rekan-rekannya yang bertugas di daerah perkotaan. Meskipun guru kota merupakan kelompok intelektual juga di masyarakatnya, namun kedudukan mereka sebagai anggota kelompok ini di kota, terlebih lagi di kota-kota besar, tidaklah kentara atau samar-samar. Karena kedudukan intelektual kota lazimnya diraih oleh para mahasiswa, sarjana, atau kaum cerdik cendekia lainnya yang non-guru seperti budayawan, politisi, birokrat, dan sebagainya. Sehingga boleh jadi guru kota bisa terlihat menonjol statusnya di tingkat RT atau RW belaka.

c. Kondisi Ekonomi Oleh karena guru desa itu kebanyakan guru SD, sedangkan guru kota itu bervariasi antara guru SD, SLTP, dan SLTA serta kalau diambil rata-rata penghasilan mereka per bulan, maka tentu saja pendapatan guru kota cenderung akan lebih besar daripada guru desa. Akan tetapi, bila dikaitkan dengan kondisi riil sehari-hari, ternyata biaya kebutuhan hidup di kota relatif lebih tinggi daripada di desa. Maka besarnya jumlah penghasilan seorang guru kota itu tidaklah berarti banyak dalam menopang kehidupan ekonominya, yakni dikaitkan dengan kebutuhan hidup yang bertubi-tubi datangnya. Kondisi seperti inilah antara lainnya mendorong beberapa orang guru untuk mencari penghasilan tambahan di luar kegiatan mengajarnya. Walaupun mereka sudah memperoleh tambahan penghasilan, namun kondisi ekonomi mereka tetap saja bukan yang paling baik dibanding-

109


Forum Pelajar Indonesia kan dengan warga masyarakat lainnya. Rasa-rasanya belum pernah terdengar berita, mayoritas penghuni perumahan mewah/real estate atau kawasan elite suatu kota ditinggali oleh para guru. Paling banter mereka cuma bermukim di rumah-rumah Perumnas/BTN atau bukan di kawasan elite suatu kota. Agaknya nasib guru desa masih mendingan dibandingkan dengan guru kota. Kendatipun penghasilan mereka tidak lebih besar daripada guru kota bahkan cenderung lebih kecil, tetapi “alam” pedesaan masih bersikap “ramah” terhadap mereka. Sebab alam pedesaan masih mencerminkan suasana kehidupan yang cenderung bersahaja. Kalaupun terdapat gaya hidup konsumerisme, ini akibat pengaruh dari luar desa dan biasanya datang dari kota. Andaikan para guru yang bertugas di desa mau menyelaraskan gaya hidupnya dengan masyarakat desa lainnya, niscaya penghasilannya selama sebulan itu akan dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Apalagi bila mereka mau bertani, bercocok tanam atau beternak seperti kebanyakan warga desa lainnya, maka pendapatannya sebagai guru bisa mereka tabung untuk menyongsong hari tua. Dengan menyimak kondisi ekonomi guru desa tadi, tidaklah mustahil kalau kehidupan mereka ternyata dapat lebih baik daripada warga desa umumnya. Setiap individu yang berperanserta dalam pembangunan desa dituntut untuk dapat berperan sebagai komunikator, motivator, pelopor, dan dinamisator masyarakat desa. Demikian pula guru desa, ia pun dituntut untuk dapat berperan seperti itu. Pada guru, paling tidak, terdapat dua potensi : internal dan eksternal. Potensi internal ini meliputi minat, bakat, dan kemampuan guru desa untuk berkiprah dalam pembangunan desa. Potensi eksternal mencakup status kedinasan, status sosial, dan kondisi ekonomi guru desa yang “khas”. Menyikapi hal di atas, saya sebagai Pelajar SMK Negeri 1 Bungku Barat, berperan penting untuk mengubah paradigma pendidi-

110


Suara Pelajar Indonesia kan saat ini menjadi lebih baik. Saya akan bertemu dengan pihak terkait untuk mensosialisasikan program saya nantinya, dalam hal ini Bapak Presiden RI, Kementrian Pendidikan Nasional dan Lembaga Pendidikan lainnya. Pemerataan Pendidikan di Bumi Nusantara Indonesia akan mengembalikan Citra dan Mutu Bangsa Indonesia sebagai Bangsa yang Madani.

Nur Handayani, SMK NEGERI 1 BUNGKU BARAT

111


Forum Pelajar Indonesia

ìREPROMANJURî Obat Mujarab untuk Menyembuhkan Sakit Kreatifitas

K

aum remaja yang menjadi generasi penerus bangsa mendapat peran penting dalam mewujudkan bangsa yang besar. Kaum remaja diibaratkan sebuah noktah yang akan menempuh suatu puncak dari suatu tebing yang tinggi sementara kaum dewasa dan manula diibaratkan noktah yang sedang menuruni suatu tebing menuju ke tempat terakhir. Jadi masa remaja merupakan masa yang memberikan kesempatan yang luas bagi seseorang untuk membentuk karakter agar kelak dapat menjadi individu yang bermanfaat Dewasa kini, bangsa Indonesia pada umumnya dan kaum remaja pada khususnya hampir sebagian besar mengalami degradasi moral. Hal ini tentu berdampak pada kualitas dan produktivitas remaja dalam berkreasi, berkarya, dan berprestasi. Padahal dengan potensi penduduk dan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia tidak mustahil negeri ini akan menjadi negeri yang ‘super’ kata Pak Mario Teguh bilang dengan catatan kualitas sumber daya manusianya juga baik. Negara yang besar dan maju tidak terlepas dari peran remajanya yang memiliki karakter yang berkualitas. Mari kita menengok Jepang, negeri sakura ini sangat terkenal karena masyarakatnya yang memiliki etos kerja yang baik. Jepang ini betul-betul memperhatikan pendidikan, prinsip-prinsip hidup orang Jepang selalu ditanamkan betul-betul sejak dini hingga menjadi budaya yang terus mengakar. Alhasil Jepang menjadi Negara ‘super’. Begitu pula dengan Negara lainnya seperti di Negara-negara Eropa dan Amerika. Misalnya saja yang paling terkenal dewasa kini adalah lahirnya pengusaha muda yang kaya raya bernama Mark Zuckerberg, pendiri sekaligus CEO

112


Suara Pelajar Indonesia dari facebook yang keuntungannya sungguh luar biasa. Bagaimana dengan Indonesia ? Indonesia juga memiliki kaum muda yang berprestasi seperti di Negara maju namun sayang sekali presentasenya masih kecil dari sekian banyak kaum muda di Indonesia. Lantas mengapa ini bisa terjadi ? Perlu diketahui bahwasannya bangsa Indonesia khususnya kaum remaja bukanlah orang-orang yang bodoh dan bukan pula orang-orang yang malas apalagi orang-orang yang tak terdidik tapi sebenarnya kaum remaja Indonesia kini sedang sakit. Kita tentu tahu bagaimana keadaan orang sakit. Ya, letih, lesu, lemah, tak bisa melakukan banyak kegiatan dan yang membedakan orang sakit dan orang sehat adalah action-nya. Orang sakit hanya tidak bisa melakukan banyak aktivitas karena ada sesuatu yang menghalanginya yakni penyakitnya sementara orang sehat dapat menjalankan aktivitas yang bebas di luar sana karena tidak ada yang membelenggu dirinya sehingga dengan aktivitas yang berjalan lancar maka menghasilkan hasil yang memuaskan. Maka dari itu sebagian besar kaum remaja Indonesia kini sedang mengalami sakit, bukan berarti sakit dalam makna fisik namun sakit dalam hal kreatifitas. Sakit kreatifitas ini dapat disebabkan dari beberapa faktor, pertama kurangnya asupan spiritual. Sebagai makhluk yang beragama kita pasti mempunyai aturan-aturan dalam agama yang dapat menjadi pedoman bagi setiap langkah yang kita ambil agar kita selalu berada dijalan yang benar dan diridhoi oleh Sang Maha Kuasa. Jika asupan agama kita kurang maka sakitlah kreatifitas kita. Kedua karena kurangnya latihan dan mengasah kemampuan diri. Latihan dan mengasah kemampuan diri sangatlah perlu dilakukan secara sistematis. Kebanyakan kaum remaja melakukannya secara sporadis maksudnya tidak dilakukan secara bertahap dan kontinyu atau boleh dikatakan mencapai sesuatu itu inginya instant. Inilah

113


Forum Pelajar Indonesia salah satu hal yang membuat kita justru menjadi tidak produktif. Karena sesuatu yang produktif itu haruslah dilakukan secara sistematis atau bertahap. Misalnya ketika akan menghadapi ujian besok lantas kita melakukan belajar secara SKS (Sistem Kebut Semalam) maka kualitas yang diperoleh dari ujian ini sangatlah rendah daripada siswa yang belajarnya secara bertahap dengan cara belajar satu jam tiap hari. Ketiga, sakit ini disebabkan karena kaum remaja yang masih menggantungkan segala-galanya kepada orangtuanya. Tidak sedikit remaja yang hanya ingin dikasih uang jajan dari orangtuanya. Masih banyak kaum remja yang notabene orangtuanya ‘financially secure’ tidak merasakan bagaimana susahnya mencari pundi-pundi rupiah seenaknya menggunakan kemampuan finansial orangtuanya untuk hal-hal yang kurang bahkan tidak ada manfaatnya sama sekali. Misalnya pergi ‘dugem’ , mabuk-mabukan, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, dll. Sungguh fenomena ini masih dapat kita temui di Indonesia dengan kasus yang mencapai angka fantastis setiap tahunnya. Yang terakhir dan yang paling memprihatinkan dari sekian banyak penyebab adalah adanya syndrom kedustaan. Orang-orang yang jujur kini menjadi barang langka. Berjamurnya para koruptor di berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta kini makin merajalela. Fenomena syndrom kedustaan juga banyak dialami para pelajar ketika menghadapi ujian, dengan berbagai metode yang bervariasi para pelajar sangat lihai dalam mencontek bahkan yang sangat disayangkan ini telah menjadi budaya. Sungguh sangat memprihatinkan. Padahal kita ketahui bahwa eksistensi para pelajar ini sangat penting dalam mewujudkan bangsa yang besar dan maju. Sebagai bangsa yang bermoral dan berbudaya sudah sepantasnyalah kita mengkritisi hal ini. Ingat, kebanyakan kaum remaja itu bukan bodoh ataupun malas tetapi sakit. Maka dari itu kita harus melakukan action untuk menyembuhkan sakit kreatifitas ini. Dalam

114


Suara Pelajar Indonesia hal ini, saya menawarkan solusi untuk mengatasi hal ini yaitu menggunakan obat mujarab yang bernama “Repromanjur�. Repromanjur ini merupakan akronim dari Re – Pro – Man – Jur . Religius, Produktif, Mandiri, dan Jujur. Repromanjur sebagai obat haruslah dikonsumsi setiap saat di kehidupan kita. Bilamana nantinya kita telah sehat obat ini haruslah dikonsumsi setiap saat sebagai suplemen bagi diri kita. Lalu bagaimana penggunaan Repromanjur ini ?

Religius Kita ketahui bahwa penyebab penyakit pertama karena diri kita kekurangan asupan spiritual. Maka dari itu setiap hari kita harus selalu mendapatkan tausyiah atau santapan rohani. Disamping melakukan ibadah setiap hari, tausyiah atau santapan rohani dapat dilaksanakan di sekolah setiap pagi sebelum pelajaran pertama dimulai dan sebelum pulang sekolah. Semakin banyak tausyiah yang didapat setiap harinya semakin kebal diri kita dari penyakit- penyakit rohani. Alhasil kita dapat memperkuat benteng iman kita sehingga kita selalu melangkah pada koridor yang benar. Sehingga apabila kita akan berkreasi kita dapat melakukannya di jalan yang benar sesuai tuntutan agama.

Produktif Bangsa yang berkualitas adalah bangsa yang memiliki produktivitas yang tinggi. Hal ini ditunjukan dengan adanya kredibilitas dan life skill individu yang bermutu tinggi. Untuk memiliki produktivitas yang tinggi ini diperlukan adanya latihan dan kemampuan yang terus diasah secara sistematis. Semakin banyak kita berlatih dan mengasah kemampuan semakin baik produktivitas yang ingin dicapai. Disini kita dituntut untuk bersabar dalam melakukan proses yang panjang lagi berliku dan tentu saja tidak mudah namun bukan berarti tidak

115


Forum Pelajar Indonesia mungkin diupayakan. Langkah nyata yang dapat kita lakukan untuk menghasilkan produktivitas yang tinggi adalah dengan melakukan aktivitas yang kita tekuni secara menyeluruh, utuh, dan sistematis. Contohnya jika kita menyenangi ilmu komputer maka teruslah kita berlatih secara sistematis dan bersabarlah dalam menempuh proses belajar. Jika diri kita telah produktif, kita akan mudah untuk berkrasi dan berkarya menciptakan sesuatu atau terobosan yang menguntungkan.

Mandiri Sebagai makhluk sosial kita memang membutuhkan orang lain tapi bukan berarti kita harus bergantung pada orang lain. Kita harus menjadi pribadi yang mandiri dalam artian kita dapat mengatur sesuatu yang kita butuhkan dengan menggunakan inisiatif sendiri. Ini berkaitan dengan orisinalitas dalam berkarya. Orang yang mandiri akan memiliki karya yang orisinil, ia akan mudah menempatkan dirinya dalam berbagai situasi karena dirinya terbiasa selalu mandiri. Melatih jiwa mandiri dapat dilakukan dengan cara belajar menjadi wiraswasta kecil-kecilan. Di sekolah, kita bisa menjual makanan ringan kepada teman-teman kita, menyuplai barang-barang tertentu ke warung-warung, atau bahkan bekerja sambilan. Hal ini akan membantu diri kita agar menjadi kaum muda yang mandiri.

Jujur Kejujuran ini merupakan obat dari syndrom kedustaan. Orang yang jujur akan mudah dipercaya oleh siapapun. Suatu kreatifitas akan dihasilkan dari seorang individu yang jujur pada dirinya sendiri bahwa ia mampu atau tidak mampu dalam melakukan suatu hal sehingga ia dapat menentukan sikap yang tepat. Kreatifitas yang berasal dari sebuah kejujuran tidak dapat diapresiasikan dengan materi namun lebih dari itu. Karena kejujuran akan menghasilkan sesuatu yang paling berharga dalam suatu karya atau hasil yaitu kesempurnaan

116


Suara Pelajar Indonesia (excellence). Untuk melatih kejujuran dapat dilakukan dengan cara membuat warung kejujuran. Sekolah seharusnya membuat warung kejujuran dan siswa sebagai pembeli melakukan transaksi sendiri, hal ini akan melatih tingkat kejujuran individu. Dengan adanya obat mujarab Repromanjur ini jika dilakukan dengan cara yang benar, maka kaum muda khusunya yang tengah mengalami sakit kreatifitas akan sembuh dan dapat berkreasi dan berprestasi sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas individu untuk mewujudkan negera yang besar dan maju.

Nurul Nurmala, SMA NEGERI 2 CIAMIS

117


Forum Pelajar Indonesia

Peran Kami Untuk Indonesia Pintar

Negara Jepang

termasuk salah satu negara berpenduduk terpadat di dunia. Gempa bumi berkekuatan rendah dan sesekali letusan gunung berapi sering dialami Jepang karena letaknya di atas Lingkaran Api Pasifik di pertemuan tiga lempeng tektonik. Tetapi dengan keadaan yang seperti itu, tidak membuat negara Jepang menjadi tidak maju atau berkembang. Bahkan sudah menjadi rahasia umum bahwa negara sakura ini memiliki banyak sekali kemajuan dalam bidang pendidikan dan teknologi. Ketika bom atom nuklir meluluh lantahkan Jepang di kota Hirosima dan Nagasaki dan memakan korban, pemerintah Jepang tidak menanyakan berapa jumlah rakyat yang selamat, melainkan berapa jumlah guru yang selamat. Hal ini membuktikan bahwa Jepang sangat memprioritaskan masalah pendidikan. Selain Jepang, masih banyak negara yang mengalami kemajuan diberbagai bidang yang juga didukung oleh kemajuan pendidikannya. Salah satunya adalah Jerman, banyak sekali ilmuwan yang berasal dari negara ini seperti Albert Einstein yang sudah tersohor di seantero dunia dengan teori relativitasnya, kemudian ada pula Carl Zeiss yang telah mendedikasikan ilmu pengetahuannya dengan menciptakan lensa optik yang dapat digunakan dalam berbagai bidang. Lalu bagaimana dengan negara Indonesia? Sudahkah negara kita ini mencapai standar pendidikan yang baik dan mampu berkompetisi dengan negara lain? Berbagai macam faktor dapat mempengaruhi kualitas pendidikan di negeri kita. paradigma masyarakat awam yang menganggap pendidikan kurang begitu penting, mereka hanya akan menyekolahkan anak lakilakinya saja, karena mereka menganggap anak laki-laki akan bertanggung jawab sebagai kepala keluarga dan menjadi tulang punggung

118


Suara Pelajar Indonesia keluarga, sedangkan anak perempuan mereka hanya diberi kesempatan untuk mengurus kepentingan rumah tangga saja. Pada era globalisasi seperti sekarang ini, tidak ada perbedaan gender ataupun status sosial dalam pendidikan. Karena setiap manusia memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pendidikan dan menerima informasi Selain itu kurangnya perhatian pemerintah akan pentingnya pendidikan juga dapat menjadi salah satu faktor penghambat perkembangan pendidikan di Indonesia. Mereka lebih sibuk memperhatikan kepentingan pribadi mereka daripada mengurus masyarakat. Masih banyak sekolah-sekolah yang minim fasilitas dan sarana pembelajaran, gedung sekolah yang jauh dari standar kelayakan, serta kesejahteraan guru yang kurang diperhatikan membuat sistem pendidikan di Indonesia menjadi tidak maksimal dan tidak efektif. Berbicara masalah peranan pelajar dalam usaha mencerdaskan bangsa Indonesia, sudah banyak yang dilakukan para generasi muda untuk bangsa ini. Sebenarnya Indonesia adalah negara yang memiliki potensi besar, termasuk dalam bidang akademiknya. Hanya saja, karena kurangnya eksplorasi membuat potensi besar yang dapat menjadi aset bangsa tersebut menjadi kurang maksimal. Namun terlepas dari semua itu, generasi muda bangsa Indonesia telah banyak mengharumkan nama Indonesia, tidak hanya dalam kompetisi dalam negeri atau setingkat nasional tetapi mereka mampu bersaing di kancah internasional. Adapun prestasi – prestasi yang telah di raih oleh pelajar Indonesia selama tahun 2010, diantaranya: • Indonesia Juara AFF Futsal Championship 2010 • Indonesia Juara Umum Karate Indonesia Terbuka di Bali • Tiga Anak Indonesia juara Kompetisi Seniman Internasional 2010

119


Forum Pelajar Indonesia • Indonesia Juara 2 Festival Kebudayaan Kota Frankfurt 2010 • Indonesia berhasil menjuarai turnamen dalam rangkaian The All Star Team Milan Junior Camp • Indonesia Juara Umum 17th International Conference of Young Scientists (ICYS) 2010 • Indonesia Juara Olimpiade Bahasa Jerman • Anak Indonesia Juara Olimpiade Fisika • Anak SMP Juara Olimpiade Matematika Tingkat Dunia • Tim Indonesia Juara di Olimpiade Robot Dunia

Itulah prestasi yang bisa membuat bangga dan menjadi motivator pelajar– pelajar lain untuk melakukan inovasi. Dan masih banyak program nyata lainnya yang pelajar bisa lakukan untuk membuat indonesia pintar, salah satunya adalah: Para pelajar di salah satu sekolah melakukan kegiatan mengumpulkan buku–buku bekas yang masih layak baca untuk di sumbangkan kepada suatu yayasan pendidikan atau memberikan langsung kepada anak anak yang kurang mampu. Kegiatan tersebut bisa di lakukan dengan cara mengkoordinasi seluruh murid dalam satu sekolah untuk mengumpulkan buku bekas yang masih layak pakai. Buku–buku tersebut ada yang disumbangkan ke perpustakaan sekolah dan sebagiannya lagi di sumbangkan kepada pelajar yang putus sekolah. Kemudian di kelola oleh siswa dan di harapkan dapat membantu mencerdaskan seluruh anak Indonesia.

120


Suara Pelajar Indonesia Selain merupakan media penyambung ilmu yang sangat efektif bagi para pembaca. Buku juga sebagai media transformasi dan penyebarluasan ilmu yang dapat menembus batas-batas geografis suatu negara, sehingga ilmu pengetahuan dapat dikomunikasikan dan digunakan dengan cepat di berbagai belahan dunia. Semakin banyak membaca buku, semakin bertambah wawasan kita terhadap permasalahan di dunia. Karena itulah buku disebut sebagai jendela dunia. Pepatah bijak juga mengatakan “Bacalah buku, maka kamu akan bertambah bijak dan mendapatkan jutaan ilmu”. Kegiatan ini bermanfaat untuk menumbuhkan minat baca pada anak. Dan siswa pastinya akan banyak bergelut dengan buku saat mengikuti pelajara. Membaca juga salah satu keterampilan berbahasa yang diperoleh setelah seseorang dilahirkan dan bukan keterampilan bawaan. Oleh karena itu, kebiasaan membaca dapat dipupuk, dibina dan dikembangkan. Di negara berkembang membaca dimanfaatkan untuk memenuhi tuntutan kurikulum sekolah atau perguruan tinggi. Dan membaca juga suatu proses untuk mengenal kata dan memadukan arti kata dalam kalimat dan struktur bacaan. Hasil akhir dari proses membaca adalah seseorang mampu membuat intisari dari bacaan. Kita juga bisa melakukan 10 Langkah Pasti Meningkatkan Minat Baca para siswa agar tidak jenuh dan semangat untuk membacanya, diantaranya adalah : •

Menempatkan perpustakaan ke tempat paling strategis.

Menambah dan mengoptimalkan pemanfaatan jam istirahat untuk pelayanan.

Memperluas dan merehab perpustakaan.

Melayani dan memfasilitasi pembelajaran PPMB.

121


Forum Pelajar Indonesia •

Mengirimkan pengelola perpustakaan pada pelatihan pengolahan informasi dan forum peningkatan profesionalisme para pustakawan.

Menambah koleksi perpustakaan dengan buku-buku pemicu minat baca.

Melakukan promosi dengan memberikan hadiah dan penghargaan kepada siswa yang aktif memanfaatkan layanan perpustakaan.

Meningkatkan kenyamanan ruangan dengan pemasangan AC

Melakukan komputerisasi perpustakaan.

Meningkatkan mutu pelayanan

Ada pun juga Jangka panjang dan jangka pendek yang akan saya lakukan, agar membantu mencerdaskan siswa / siswi sekolah supaya pintar, jangka pendek Diantaranya : •

Mengumpulkan buku–buku pelajaran yang masih layak baca untuk di sumbangkan ke perpustakaan sekolah, agar bisa di baca oleh siswa – siswi lainnya.

Mengembangkan majalah dinding yang berada di sekolah agar bisa memberikan informasi yang bermanfaat kepada seluruh warga sekolah khususnya para pelajar.

Membuat kata–kata mutiara yang biasa membangun anak atau siswa agar menjadi semangat belajar, untuk di tempelkan di setiap sudut sekolah.

122


Suara Pelajar Indonesia •

Jangka panjang, di antaranya:

•

Saya akan bekerja sama dengan sekolah lain untuk memberikan pengajaran gratis kepada anak– anak yang putus sekolah akibat faktor ekonomi keluarga keluarga yang kurang mampu.

•

Saya akan bekerjasama dengan sekolah lain untuk membuat sebuah organisasi yang salah satu kegiatan acaranya adalah penyuluhan ke sekolah Dasar untuk membentuuk cara pandang mereka dalam suatu hal positif.

Itu lah program nyata yang dapat di lakukan untuk mencerdaskan Indonesia pintar, Semoga dengan adanya kegiatan program nyata ini, minat dan budaya baca para siswa dapat meningkat sesuai yang diharapkan.

Raidatussyaifah, SMAIT RAFLESIA

123


Forum Pelajar Indonesia

Peran dan Program Nyata Pelajar Untuk Indonesia Kreatif (4)

K

etika saya membaca tema diatas, saya merasa tertarik untuk memakainya sebagai tema essay saya. Kreatif? Menurut saya kata itu sangat “Indonesia banget�. Indonesia adalah negara pluralisme yang kental budaya. Bayangkan saja, di Indonesia ada ratusan bahasa, berbagai macam tarian dan kebudayaan. Jadi sejak jaman nenek moyang kita, masyarakat Indonesia sudah kreatif. Yang saya tangkap dari judul diatas adalah saya harus membuat (setidaknya merencanakan) program-program yang cocok untuk dilakukan pelajar agar Indonesia menjadi negara yang kreatif. Baiklah, kalau begitu saya harus tahu definisi kreatif terlebih dahulu. Sekarang saya akan googling dulu. Saya juga butuh referensi. Menurut Wikipedia, kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep yang sudah ada. Sebagai alternatif, konsepsi sehari-hari dari kreativitas adalah tindakan membuat sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru. Manusia haus akan inovasi! tanpa sesuatu yang baru, Indonesia tidak akan berkembang menjadi lebih maju. Nah, kreativitas adalah suatu jalan untuk membuka hal-hal baru! Maka jika Indonesia membutuhkan inovasi untuk maju, itu berarti Indonesia juga membutuhkan masyarakat yang kreatif. Sekarang permasalahannya; bagaimana caranya agar masyarakat Indonesia menjadi kreatif? Sekarang jawabannya; ya bina, dong! pelajar-pelajar Indonesia yang merupakan manusia-manusia calon pemimpin masa depan yang akan membangun negeri. Apalagi dengan usia pelajar yang relatif muda, dan otak yang masih

124


Suara Pelajar Indonesia fresh sehingga dapat berpikir lebih kreatif. Lalu, bagaimana cara membinanya? Oke saya punya beberapa program. Yang pertama adalah, mari kita sambut. 1. Kreatif Kere-Aktif Dalam program ini, pelajar dapat berkumpul di sekolah untuk berlomba membuat kerajinan tangan tanpa biaya satu rupiahpun. Bahan-bahan untuk lomba harus tidak terpakai dan dicari sendiri oleh peserta di lingkungan sekolah. Nah, dengan lomba ini, disamping dapat melatih kreativitas, lomba ini juga hemat biaya, Karena memang kriteria penilaiannya adalah membuat kerajinan tangan seunik mungkin dengan biaya nol. Lomba ini diikuti perkelompok. Bisa perkelas, atau membentuk kelompok sesuka hati. Mengapa harus tanpa biaya? Karena Kere-aktif ini adalah cerminan dari bangsa Indonesia, walaupun bangsa Indonesia kere (tidak punya uang), tapi harus tetap aktif membangun kreativitas, kan? Nah, disini peserta ditempatkan pada posisi seolah-olah tidak punya uang samasekali. Dengan keterbatasan tersebut, peserta harus mampu membuat sesuatu. Lagipula, Menurut saya, kreativitas mengalir lebih kuat ketika kita dalam keadaan keterbatasan biaya. Ketika kita dalam keadaan seperti itu, ide-ide akan mengalir untuk mengatasi keadaan kita. Lomba diikuti secara berkelompok karena ide-ide gila datang lebih banyak ketika kita bersama dengan teman-teman. Mudah untuk menyelenggarakannya karena diselenggarakan disekolah. Lomba ini Juga tidak butuh banyak biaya. Cukup hadiah untuk juara pertama, kedua, dan ketiga.

125


Forum Pelajar Indonesia 2. Amplas Kelas Kegiatan ini bukan kegiatan menghaluskan kelas sehingga serabutnya hilang (memangnya kelapa?), Melainkan kegiatan memodifikasi kelas hingga sesuai dengan yang penghuni kelas kehendaki. Kelas dapat dicat dan ditambahkan pelengkap apa saja sesuai dengan imajinasi pelajar, misalnya replika teropong bintang. Aturan mainnya untuk properti pelengkap, biaya dibatasi. Tidak boleh lebih dari biaya yang telah ditentukan. Untuk cat, panitia hanya membolehkan setiap kelas membeli satu warna cat tembok. Tetapi dalam kegiatannya, tiap kelas boleh saling bertukar. Pencampuran warna yang terjadi, dan suasana riuh akibat bertukar cat dengan kelas lain akan menarik dan memicu kreativitas. Dapat ditebak. Kegiatan ini diikuti perkelas. kelas yang dimodif adalah kelas masing-masing peserta. Menghias kelas sesuka hati disamping dapat memicu kreativitas, juga dapat memotivasi pelajar dalam proses KBM. Biaya yang diperlukan untuk kegiatan ini hanya untuk hadiah-hadiah sederhana yang akan diberikan untuk kelaskelas yang modifikasinya kreatif. Masih banyak program yang dapat dilakukan dari pelajar, oleh pelajar, untuk pelajar. Misalnya: •

Mengadakan senam otak bagi pelajar

•

Membuat pentas seni disekolah

•

Mengadakan bakti sosial yang perwujudannya adalah pembuatan kerajinan tangan massal, yang akan dijual, dan hasilnya akan diberikan pada masyarakat kurang mampu.

126


Suara Pelajar Indonesia Oke. Sekiranya sampai disini saja essay saya. Saya harap essay ini dapat bermanfaat, setidaknya bermanfaat untuk saya dalam bergabung dalam FOR. Mohon maaf bila agak nyeleneh. Wassalammualaikum wr wb.

Reggy Khairunisa Ramadhani, SMAN 1 Cikarang Utara

127


Forum Pelajar Indonesia

Langkah Sederhana Menuju Indonesia Kreatif

S

ekolah merupakan tempat utama untuk belajar secara formal, selain itu sekolah juga sebagai tempat untuk menyalurkan segala kreasi dan apresiasi jiwa muda. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya kegiatan yang dibuat oleh para siswa sebagai generasi muda dalam mewujudkan Indonesia kreatif. Dalam mewujudkan Indonesia yang kreatif, pelajar SMA Plus Negeri 17 Palembang menyelenggarakan beberapa program yang dapat meningkatkan olah pikir dalam berkreasi dan berprestasi, selain itu juga ikut memacu dan memotivasi agar siswa bersikap partisipatif dalam suatu kegiatan. Program tersebut diantaranya pentas seni atau pesta putih hitam (PPH), festival teater (FD), tukar ekskul (TUKAS), dan Extracurricular competition (X.Com). Pesta Putih Hitam (PPH) merupakan salah satu program unggulan yang ada di SMA Plus Negeri 17 Palembang. PPH adalah lomba antar kelas dalam bidang seni musik, tari modern dan jingle antar kelas. Sesuai dengan namanya, Pesta Putih Hitam, tema kegiatan adalah hitam dan putih. Kegiatan tersebut mewajibkan peserta mengenakan busana dan aksesoris yang berwarna hitam dan putih. Dalam lomba jingle antar kelas, setiap siswa berkreasi menetapkan jingle khusus yang diiringi untuk konfigurasi gerakan siswa anggota kelas tersebut. Selain itu setiap siswa harus turut berperan serta dalam kegiatan PPH agar siswa tidak memiliki sifat apatis atau tidak peduli terhadap kekompakan kelas mereka masing-masing. Pada bidang seni musik dan tari modern, siswa mampu menunjukkan penampilan yang terbaik dari setiap kelasnya. Peserta

128


Suara Pelajar Indonesia lomba kegiatan tesebut yaitu siswa perwakilan dari setiap kelas. Penilaian dalam perlombaan seni musik dan tari modern dilakukan oleh para juri. Biasanya juri yang diundang memiliki prestasi dalam bidang seni, dan telah menang ditingkat nasional sehingga dalam pemilihan juara dapat ditentukan sesuai dengan kriteria penampilan terbaik. Peranan dari kegiatan PPH yaitu menghilangkan rasa tidak percaya diri dan mampu meningkatkan daya kreatif bagi setiap siswa. FD singkatan dari Festival Drama merupakan festival antar kelas. Siswa SMA Plus Negeri 17 Palembang biasanya diberikan waktu untuk menyelesaikan teks naskah. Setelah itu siswa akan menampilkannya saat perlombaan antar kelas dimulai. FD dimainkan oleh semua siswa di kelas ada yang menjadi pemainnya, mengatur latar, lighting atau cahaya, dan sounds, jadi pada kegiatan FD ini setiap siswa diharapkan ikut berpartisipasi dalam kegiatan. TUKAS atau Tukar Ekskul adalah lomba antar ekstrakulikuler yang melibatkan setiap ekstrakulikuler di SMA Plus Negeri 17. Kegiatan yang dilakukan yaitu saling bertukar ekstrakulikuler contohnya ekstrakulikuler kelompok ilmiah remaja (KIR) dengan palang merah remaja (PMR), siswa-siswa PMR akan menempatkan diri di ekstrakulikuler KIR dan sebaliknya, kemudian mereka akan menunjukkan kelebihan ekstrakulikuler tersebut di depan juri. Tujuan dari kegiatan ini agar siswa-siswa dapat mengenal kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler lain, dan mengaplikasikannya dalam sebuah pertunjukan agar siswasiswa yang berbeda ekstrakulikuler tersebut dapat saling menghargai keberadaan setiap ekstrakulikuler di lingkungan sekolah. Selain ketiga program tersebut, SMA Plus Negeri 17 Palembang tidak hanya melibatkan perlombaan di dalam sekolah tetapi juga di luar sekolah. X.Com atau Extracurricular Competition merupakan program yang mengikutsertakan pelajar-pelajar SMA se-Sumatera Selatan untuk mengikuti lomba-lomba yang diselenggarakan oleh beberapa ekstrakulikuler di SMA Plus Negeri 17. Dengan kegiatan

129


Forum Pelajar Indonesia tersebut diharapkan dapat menjalin tali silaturahmi antarsekolah seSumatera Selatan. Program X.Com merupakan program dua tahunan, sedangkan selebihnya diselenggarakan sekali dalam setahun. Program ini melibatkan siswa-siswa untuk turut berperan dalam menjaga ketertiban pelaksanaan lomba. Bagi siswa yang tidak ikut menjadi panitia perlombaan, biasanya mendirikan stan-stan untuk menjual makanan, minuman, dan aksesoris bagi siswa lain, baik anggota sekolah yang bersangkutan maupun siswa lainnya. Kegiatan ini juga dapat memupuk kreativitas siswa menjadi entreprener muda. Berdasarkan keempat program tersebut dapat disimpulkan, bahwa dari setiap kegiatan membutuhkan kreativitas dari setiap pelajar, dan kegiatan tersebut merupakan bagian kecil yang dapat membuat Indonesia menghasilkan penerus bangsa yang kreatif dan inovatif. Hal ini juga didasarkan dengan terus berkembangnya ide-ide dari setiap pelajar. Dengan adanya suatu kegiatan yang bermanfaat tersebut diharapkan dapat memupuk dan menampung segala apresiasi, kreativitas dan kelebihan pelajar-pelajar di Indonesia.

Rizki Nurul Fatimah, SMA PLUS NEGERI 17 PALEMBANG

130


Suara Pelajar Indonesia

Kita Kreator Bangsa

Maha suci tuhan YME, telah menciptakan sebuah bangsa yang telah bersatu dalam payung Negara Kesatuan Republik Indonesia. Negara yang memiliki sejarah panjang dan berjuta pesona. Kearifan, keuletan, dan kegigihan telah menghantarkan negara yang kaya akan pesona alam dan budayanya ini menjadi negara yang terus berkembang maju menuju kesuksesan yang selalu diimpikan.

Sebuah negara yang tersusun oleh berjuta ras, bahasa, budaya dan kepercayaan yang melebur dalam suatu kekeluargaan yang memiliki ciri khas tersendiri. Keindahan alam yang tiada banding menjadi simbol kekuatan bangsa yang terus menghasilkan banyak anak negeri yang berprestasi dalam kanca internasional. Sejarah telah mencatat torehan prestasi dari anak negeri yang terus berkreasi untuk terus memberi konstribusi terbaik dalam kemajuan bangsanya. Tak memandang perbedaan yang ada “Bhineka Tunggal Ika� menjadi pemersatu dari perbedaaan tersebut. perbedaan yang dahulu terasa hambar, telah menjadi sebuah anugerah yang sangat berharga. Keajaiban duniapun tak luput dari kekayaan bangsa ini, Borobudur menjadi simbol peradaban dunia yang akan selalu dikenang sepanjang masa. Pulau komodo menjadi bukti kehijauan bangsa yang terus lestari di antara potongan zaman yang perlahan tersingkir dan Burung Cendrawasih yang menjadi tolak ukur keindahan bangsa ini. Begitu juga dengan pulau dewata yang menjadi kiblat wisata dunia. Serta masih banyak kekayaan alam yang tak akan lekang dimakan zaman. Sebagai anak bangsa yang senantiasa belajar dari sejarah, perjuangan para pendahulu yang berusaha dan bertawakal kepada maha kuasa selama tiga setengah abad merupakan hal yang tidak

131


Forum Pelajar Indonesia bisa dilupakan begitu saja. Karena disanalah arti kehidupan bangsa ini tersimpan. Kebersamaan, keberanian, kesetiaan, dan cinta menjadi pelajaran berharga bagi para penerus untuk kreatif menggali dan memelihara potensi bumi peartiwi. Tentu bukan hal mudah untuk membentuk negara yang sempurna, baik dimata pemerintah maupun dimata rakyatnya sendiri. Sebuah kreatifitaslah yang akan menjadi kunci sukses untuk mencapai semua itu. Berjuta maha karya telah tersugu dari hasil kreatifitas anak bangsa yang selalu menjadi kebanggaan kita semua. Alm. Gesang, Rhoma Irama, Iwan Fals, Crisye, menjadi maestro musik yang selalu berfikir kreatif dalam bidang tarik suara. Mereka berusaha keras untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia di pentas musik dunia. Chairil Anwar, Ws Rendra, dan taufik ismail, tiga sastrawan yang menyajikan karya satra yang selalu mengundang kekaguman pada siapapun yang menikmatinya. Begitu juga bj. Habibie yang menyajikan sebuah kreatifitas intelektual yang membuat nama Indonesia disanjung dalam bidang teknologi internasional. Serta berjuta anak bangsa lainya yang menorehkan kretifitasnya untuk mengharumkan nama bangsa. Edukasi menjadi hal yang paling berpengaruh dalam pembentukan anak bangsa yang dapat bertarung di dunia internasiaonal (seni budaya, teknologi, sains, dan sosial). Karena dengan edukasi kekayaan intelektual, kekayaan moral, dan kekayaan nilai kebudayaan dan seni akan tergali pada diri anak bangsa yang memiliki potensi-potensi tersebut. Karena 37% penduduk Indonesia adalah para pelajar yang akan menjadi tulang punggung negara di kemudian hari. Oleh sebab itu penggalian kreatifitas para pelajar merupakan hal yang sangat diperlukan agar negara ini dapat berkembang sesuai keinginan. Seperti pemecahan batu oleh air hujan yang melalui proses yang panjang, pembentukan anak bangsa, khususnya para pelajar

132


Suara Pelajar Indonesia tidak bisa dilakukan secara instan dan spekulasi belaka. Perlu proses yang cukup panjang, apalagi di tengah keadaan negeri yang masih labil belakangan ini. Kemiskinan, korupsi, serta penyimpanan sosial menjadi faktor penghambat perkembangan kreatifitas pada anak bangasa. Hal itulah yang perlu disiasati dengan jeli. Masalah tersebut sesungguhnya menuntut para pemimpin negeri berfikir kreatif membuat negara ini menjadi lebih kondusif. Tetapi, pada dasarnya hal ini bukanlah permasalahan yang perlu ditakutkan dan sesalkan oleh kita semua baik pelajar maupun pemerintah. Justru permasalahan ini bisa menjadi sebuah pemacu dan pemicu kreativtas yang baik bagi para pelajar dan kaum intelektual untuk memberi kontribusi lebih bagi negeri ini. Dengan keadaan demikian, para pelajar seharusnya memiliki kemauan yang tinggi untuk belajar dan selalu berfikir kreatif, untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air yang mulai menjadi hal yang tabu untuk diperbincangkan. Apalagi di era globalisasi yang selalu berlomba dalam pengembangan teknologi. Sesungguhnya Ini bisa menjadi momentum yang baik untuk para pelajar untuk mengembangkan kreativitasnya. Tidak perlu mengeluh dengan fasilitas yang tak terpenuhi, para pelajar bisa langsung turun kemasyarakat dan belajar dari kehiduan sehari-hari. Karena kreatifitas itu tidak didapat dari hasil teori belaka tetapi diproleh dari proses dan hasil pemikiran mereka sendiri. 12 Februari 2011, sebuah prestasi baru telah ditorehkan dari dua orang bersaudara yang tercatat sebagai pelajar yang duduk di sekolah menengah pertama dan sekolah dasar. Hasil pemikiran, latihan, dan proses mengahantarkan mereka dalam kreasi pada bidang teknologi. Mereka tercatat sebagai pembuat software termuda di dunia. Hal ini sesungguhya menjadi contoh yang sangat baik bagi para pelajar yang lain untuk berkreasi dalam bidangnya masing-masing sesuai dengan kemampuan. Sehingga perkembangan negara ini akan lebih cepat dan tepat.

133


Forum Pelajar Indonesia Dari segelintir contoh yang telah mendeskripsikan keadaan bangsa ini, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa peran para pelajar yang akan menjadi tulang punggung negara ini ialah sebagai orang yang menginspirasi dan orang terinspirasi dari kreasi-kreasinya sendiri. Dengan kata lain merekalah yang merencanakan, memikirkan, menjalankan, memutuskan, dan memnikmati hasil kreasinya. Sehingga dapat menyadarkan saudara-saudara yang lain untuk selalu berfikir kreatif, dan membuka pemikiran mereka untuk berkreasi sesuai kebutuhan. Kreatif, yakni menuangkan hasil fikiran mereka dalam bidang atau keahlianya masing-masing. Sungguh lumrah ketika kita membentuk organisasi, bukan hal yang sulit tapi bukan juga hal yang mudah, tapi inilah gerbang dari kreatifitas itu. Tanpa adanya sebuah tempat untuk menuangkan semua kreatifitas, semua itu akan terbuang percuma. Salah satu contoh nyata, yaitu memulai sebuah trobosan yang real dan bukan spekulasi belaka. Seperti mengikuti pameran dan menampilkan hasil kreatifitas yang dikembangkan dari hasil belajar di sekolah, membuat sebuah forum untuk berkumpul satu sama lain, dan mengadakan sebuah kompetisi yang bertujuan menggali dan mengasah kreatifitas kita. Dengan kondisi tersebut seluruh faktor yang berpengaruh dalam kehidupan bernegara akan terpenuhi sehingga membuat bangsa ini menjadi bangsa yang berdedikasi tinggi, peduli terhadap lingkungan, serta menghargai sesama. Hal itulah yang sebenarnya menjadi tugas dan tunggung jawab para pelajar yang sesugguhnya, tetapi tanpa disertai kontribusi yang nyata dari pengajar perkembangan kratifitas bangsa tak akan terjadi. Edukasi lah yang menjadi stimulus kreativitas para pelajar. Jadi untuk membentuk Indonesia kreatif, para pelajar yang telah memiliki kapasitas untuk berkreatifitas, sedangkan para pengajar yang mengarahkan dan menuntunnya untuk lebih peka. “practice make perfect� kalimat ini telah mengilhami kita bahwa para pelajar harus melatih potensi dan mengembangkannya untuk mendapatkan kteatifitasnya untuk membentuk Indonesia kreatif.

134


Suara Pelajar Indonesia Perlu diketahui dan ditelaah sebelumnya, Kreatif bukan hanya membuat suatu mahakarya yang akan di hargai dunia. tetapi kreatif, khususnya bagi para pelajar yaitu bagaimana mereka memaksimalkan semuanya dalam keadaan minimal. Contoh kongkritnya, memanfaatkan limbah di sekitar kita. Di Pagaralam, khususnya Anak-anak SMA Negeri 1 memanfaatkan ampas kopi, padi, dan daun jati menjadi sebuah pupuk kompos. Yang sampai saat ini menjadi sebuah lumbung penghasilan mereka. Hal ini tentunya dapat disesuaikan dengan keadaan lingkungan masing-masing. Ini sebuah bukti, kreatifitas bukan semata sebuah maha karya tetapi bagaimana kita memaksimalkan sesuatu dalam keadaan minimal. Dengan demikian sebuah loyalitas anak negeri terhadap bangsanya akan terbukti. Bukan hanya mencintai negerinya saja, tetapi mencintai seluruh komponen yang ada dalam negeri itu. Dalam konteks pelajar, masalah pendidikan tidak bisa di pisahkan begtu juga peran pemerintah. Jadi sebuah forum diskusi, perlombaaan, pekumpulan antar pelajar serta hal-hal berbau edukasi dari pemerintah sangat berpengaruh. Karena disanalah kreatifitas itu akan tumbuh, berkembang, dan menjadi hal yang berguna di masyarakat. Hal itulah yang akan menginspirasi para pelajar yang lain , masyarakat, dan pemerintah untuk selalu berfikir kreatif. Bukan hanya sekardar omongan yang yang habis oleh waktu, para pelajar seharusnya membawa diri mereka lebih kreatif dalam kehidupannya. Mereka bisa mengadakan suatu perlombaan yang berfungsi untuk menggali dan memelihara potensi yang ada. Seper-ti perlombaaan kesenian yang dipadukan dengan unsur edukatif. Tetapi ang lebih penting para siswa harus menggalakan kesadaran sosial di kalangan terpelajar, dan tidak terpelajar. Sbagai contoh para pelajar bisa mengadakan suatu forum yang menanungi mereka dalam pembentukan kreatifitas. Mengadakan bakti sosial, mengadakan forum sejuta buku bagi anak indonesia, mengadakan hari membaca di lingkungannya, serta banyak sekali program yang dapat menggali po-

135


Forum Pelajar Indonesia tensi tersebut. Tetapi, kemauan dan tekat yang kuatlah yang menjadi modal dari keberhasilan itu. Oleh karena wadah atau organisasi yang menjadi tempat pencurahan kreatifitas mereka harus didukung. Begitu juga fungsi jangka panjang yang harus di pertimbangkan. Salah satu cara paling mudah untuk membentuk kratifitas para pelajar ialah dengan berorganisasi. Hal yang sangat penting untuk kita ketahui, Para pelajar menjadi aktor utama untuk membangun Indonesia kreatif, karena merekalah yang menginspirasi dan orang yang terinspirasi, semua kreatifitas itu dilakukan dari keinginan mereka, oleh jerih payah mereka, dan untuk kepentingan mereka juga. Kreatif bukan hanya membuat suatu kreasi baru tetapi menjaga warisan kreasi yang telah ada dan memanfaatkannya dengan sebaik baiknya . karena itu semestinya peran edukasi harus ditingkatkan sebaik baiknya, bukan hanya berlombalomba mencapai angka kelulusan yang kian melambung. Tetapi kita harus mengetahui dan mengamalkan prinsip bangsa ini yang selalu menjadi pedman yaitu pengembangan ilmu pengetahuan jauh lebih berguna daripada pengembangan nilai kelulusan. Oleh karena itu pelajarlah yang dapat menginspirasi bangsa ini menjadi bangsa yang kreatif , dengan kreasi-kreasi yang mereka ciptakan dibalik semua itu, keinginan para pelajar untuk membaca, menulis, mendengarkan dan berinovasi merupakan kunci dari kreatifitas mereka. Oleh karena itu program yang mendukung keinginan mereka untuk kreatif harus di tumbuhkan sejak dini. Begitu juga pelajar, kemauan dan keinginan akan membaca, menilis, mendengarkan dan berinovasi harus dipelihara sedini mungkin untuk indonesia kreatif. Tetapi kita harus menyadari “ knowladge is power but characteristic is more� pengetahuan (kreatifitas) merupakan sebuah kekuatan tetapi dibalik semua itu kreatifitas anak bangsa dari segi moral harus lebih ditingkatkan. Sehingga relasi antara keduanya dapat membentuk kesinambungan yang menghasilkan suatu hasil yang maksimal.

136


Suara Pelajar Indonesia Jauh lebih kasat di mata, kita harus menyadari sebuah loyalitas dari pemimpin negeri yang kian hari kian menurun. Kekacauan di kalangan para wakil rakyat yang tersenyum diatas penderitaan rakyat, serta kesenjangan sosial yang dewasa ini telah membentuk kolong langit sebagai pembatasnya. Hal inilah yang patut kita cermati dan kita renungkan. Bahwa semua ini merupakan stimulus bagi pelajar unruk terus berkreasi secara langsung maupun secara tidak langsung untuk membentuk Indonesia menjadi lebih baik dan kteatif di hari esok.

Rozi Gunawansyah, SMA Negeri 1 Pagar Alam

137


Forum Pelajar Indonesia

Peran dan Program Nyata Pelajar untuk Indonesia Pintar (3) Manusia merupakan makhluk paling sempurna yang diciptakan oleh Tuhan. Karena manusia dibekali dengan akal, pikiran, dan perasaan sejak mereka dilahirkan. Hal tersebut berguna dalam kehidupan mereka kelak, baik dalam menjalani kehidupan di dunia manupun untuk mencapai kebahagiaan di akhirat. Untuk bisa memenuhi kebutuhan di dunia dengan baik dan sukses dalam kehidupan, manusia harus mampu dalam menghasilkan ataupun berguna bagi sesama. Hal ini membutuhkan suatu kepintaran dan kecerdasan otak dalam melakukan suatu kegiatan. Pintar merupakan suatu kata yang biasanya identik untuk menunjukkan bahwa seorang anak selalu mendapat nilai seratus dan juara satu di kelasnya. Ataupun hal yang sering diucapkan oleh orang tua ketika anak melakukan suatu hal yang benar. Disini kata pintar dapat diartikan sebagai kata yang digunakan untuk menunjukkan system hasil kinerja otak yang baik yang diaplikasikan dalam bentuk kegiatan ataupun pemikiran yang berkualitas. Hal ini berhubungan erat dengan kecerdasan seseorang. Kepintaran dan kecerdasan dapat ditemukan dan diasah sejak mereka masih anak-anak. Hal inilah yang terus diusahakan di seluruh dunia dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Menjadikan manusia yang mampu bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, bangsa dan negara. Di duniapun pengapresiasian kepintaran dan kecerdasan anak dilakukan dengan berbagai macam kegiatan pendidikan. Salah satunya adalah olimpiade di bidang berbagai pelajaran. Indonesia merupakan salah satu negara dengan prestasi olimpiade yang membanggakan di mata dunia Internasional. Negara kita telah banyak menampilkan bibit-bibit yang berkualitas yang mampu bersaing dalam kancah dunia pendidikan internasional. Pelajar Indonesia bahkan

138


Suara Pelajar Indonesia telah mampu menciptakan berbagai benda yang berguna bagi kehidupan manusia. seperti pembuatan mobil hemat bahan bakar, laptop, berbagai software edukasi, bahkan robot. Penemuan-penemuan ini terus dikembangkan dan di konteskan di berbagai dunia. Namun ironisnya, di tengah derasnya persaingan global, besarnya kemampuan anak Indonesia dalam mencapai prestasi yang besar dan menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, kemiskinan tetap saja masih merajarela di pelosok nusantara. Masih banyak keluarga yang tidak mendapatkan kehidupan yang layak. Masih banyak anak Indonesia yang tidak bisa memperlihatkan potensi kecerdasan mereka karena kurangnya sarana dan prasarana di sekitarnya. Mereka hanya berfikir untuk bisa bertahan hidup dan mendapatkan sesuap nasi dengan menjadi tulang punggung keluarga. Rendahnya tingkat pendidikan anak di Indonesia inilah yang masih diperbincangkan di dalam pemerintahan Indonesia. Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya agar anak Indonesia mampu mengenyam pendidikan. Berbagai kebijakan telah dikeluarkan dan direalisasikan. Tetapi tetap saja masih banyak anak Indonesia yang tidak mampu untuk bersekolah. Dengan bersekolah anak bisa mengasah kepintarannya dan memunculkan kecerdasannya di berbagai bidang. Sehingga bisa menciptakan manusia yang berkependidikan. Mereka yang tidak bisa bersekolah juga seorang pelajar seperti kita. Namun status pelajar mereka dianggap remeh bahkan di anggap sebagai suatu hal yang tidak mungkin oleh banyak orang. Kita sebagai pelajar Indonesia harusnya peduli. Peduli dengan teman-teman kita yang memiliki potensi kepintaran dan tingkat keinginan yang tinggi untuk bisa mengenyam pendidikan. Peduli untuk bisa menjadikan anak-anak Indonesia menjadi anak Indonesia pintar. Kecerdasan seseorang tidak hanya bisa dilihat dari kecerdasan secara edukasi saja namun juga bisa dalam berbagai bentuk dalam mengoptimalkan system kinerja otak agar menjadi manusia yang pintar. Berdasarkan motode Multiple Intelligent (MI), kecerdasan

139


Forum Pelajar Indonesia anak bisa dibagi dalam berbagai aspek, seperti kecerdasan visual, kinestetik, maupun audiotori. Jadi sebenarnya setiap anak memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda. Hal inilah yang dapat diaplikasikan dalam bentuk program menuju anak Indonesia pintar. Di dalam essay ini saya akan menyampaikan pendapat saya dalam pembuatan program untuk Indonesia pintar. Adapun dasar pemikiran dalam pembuatan program ini adalah mengikutsertakan pelajar menjadi pelajar yang pintar dan memanfaatkan kepintarannya untuk dibagikan ke pelajar lainnya. Program ini bertujuan menciptakan pelajar yang terampil, pintar, dan aktif dalam berbagai usaha dalam menciptakan anak Indonesia pintar. Selain itu aktif dalam berbagai kegiatan yang dapat mengasah kecerdasan dan kepintaran berdasarkan Multiple Intelligent (MI). Program ini saya namakan dengan program “Pelajar Terpadu”. Nama program ini memiliki makna dan kepanjangan menjadi “Pelajar TERampil Pintar dan Aktif Dalam Usaha”. Program ini dilaksanakan dari, oleh, dan untuk pelajar Indonesia. Beranggotakan pelajar tingkat SMP/SMA atau Mahasiswa. Yang akan dipimpin oleh pelajar yang memiliki integritas yang tinggi, memiliki jiwa kepemimpinan, pintar dan cerdas, dan memiliki tingkat kepedulian yang tinggi untuk pelajar. Adapun beberapa jenis dari kegiatan program ini adalah: •

Membuka berbagai jenis diskusi tentang seputar kehidupan yang memberikan peluang untuk bisa menyampaikan aspirasi dan ideide kreatif dari pelajar cerdas

Mengumpulkan dana dan buku-buku bekas yang bermanfaat agar bisa dibaca untuk anak jalanan dan anak kurang mampu

Terjun langsung dalam memberikan pengajaran dan ilmu kepada anak-anak jalanan

140


Suara Pelajar Indonesia •

Membuka peluang untuk pelajar dan anak asuh (anak jalanan dan kurang mampu) untuk bersama-sama membuat berbagai macam kreasi

•

Membuka berbagai pameran yang merupakan hasil dari pelajar maupun anak jalanan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi belajar untuk anak-anak jalanan

•

Dan lain-lain

Kegiatan ini masih bisa diperluas demi mewujudkan anak Indonesia pintar. Tidak hanya di kalangan pelajar saja, namun juga anak-anak yang tidak bisa bersekolah bisa memiliki pengetahuan dan ilmu yang luas dari para pelajar. Sehingga potensi kecerdasan dan kepintaran anak indonesia bisa terbuka lebar. Selain itu program ini juga meningkatkan kreativitas dan kepedulian kepada sesame anak Indonesia dan pelajar. Program ini bisa direalisasikan dalam bentuk ekstrakulikuler di sekolah ataupun organisasi lainya seperti karang taruna remaja. Harapan saya dalam mengikuti FOR adalah supaya saya bisa menyampaikan pendapat saya kepada seluruh pelajar di Indonesia. Menyampaikan bahwa kita harus peduli kepada sesama dan untuk menciptakan bibit-bibit Indonesia yang pintar dan cerdas. Karena bukan saatnya mementingkan ego dan egoisme saat ini. Kita yang memiliki bangsa ini dan kita jugalah yang harus merubahnya agar menjadi lebih baik.

Safitriani, SMAN 1 Kabupaten Bekasi

141


Forum Pelajar Indonesia

Peran dan Program Nyata Pelajar Untuk Indonesia Kreatif (5)

K

reativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik itu berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan yang ada sebelumnya. Kreativitas merupakan salah satu ciri dari jiwa wirausaha. Jiwa ini sudah ada sejak manusia dilahirkan di muka bumi, kemungkinannya ada dua yaitu kreatif atau tidak kreatif. Saya yakin setiap manusia memiliki kreativitas masingmasing sesuai cara mereka mengekspresikannya. Kemampuan untuk melakukan kreativitas ini bergantung pada keinginan manusia untuk mengembangkannya. Kreativitas sudah kita miliki sejak kecil. Misalnya saja ketika kita masih kecil dan menginginkan sesuatu kemudian orang tua kita tidak menghiraukan maka kita cenderung akan menangis. Sikap ini sebenarnya kreativitas anak kecil agar orang tuanya perhatian terhadap keinginannya. Saya sebagai salah satu pelajar di Indonesia banyak mendapatkan informasi tentang beberapa kreativitas yang dimiliki oleh warga negara Indonesia baik dari media cetak, elektronik, maupun lingkungan sekitar. Kreativitas terdapat dalam berbagai bidang. Bidang-bidang tersebut mencakup pendidikan, seni, budaya, dan lainnya. Banyak dari beberapa kreativitas tersebut yang terhambat hanya karena mereka susah untuk mengembangkannya. Inilah realitas yang terjadi di Indonesia. Sungguh memprihatinkan saat mengetahuinya. Kreativitas yang ada pada diri manusia harus dikembangkan sesuai dengan kemampuan manusia tersebut. Tetapi sayangnya wadah untuk mengembangkan kreativitas itu tidak cukup untuk menampung seluruh kreativitas yang ada di tanah air tercinta. Sehingga banyak orang-orang hebat di luar sana yang menyalahgunakan

142


Suara Pelajar Indonesia kreativitas yang mereka miliki ataupun hanya memendam kreativitasnya di dalam fikirannya saja. Saya sangat ingin mengajak teman-teman pelajar maupun non-pelajar yang memiliki berbagai kreativitas terpendam untuk menggalinya lebih dalam lagi. Melalui wadah yang sesuai dengan kreativitas yang kami miliki. Misalnya, seorang murid yang memiliki keahlian dalam menciptakan aplikasi-aplikasi terbaru dalam dunia teknologi kemudian murid tersebut tidak mengetahui bagaimana cara agar keahliannya dapat disampaikan kepada khalayak ramai, akibatnya murid tersebut akan memutuskan untuk menyimpan kembali keahlian itu dalam fikirannya sendiri. Hal tersebut akan terus terjadi apabila di Indonesia tidak mengalami perubahan pola fikir dari generasi mudanya dan dukungan dari beberapa aspek pendukung. Aspek-aspeknya yaitu lingkungan keluarga, sekolah, dan pertemanan. Menurut saya untuk mencapai suatu keberhasilan seseorang harus memiliki inisiatif dari dalam dirinya agar dapat menghasilkan inovasi-inovasi terbaru agar terciptanya Indonesia kreatif. Jika kita hanya menunggu uluran tangan dari orang lain, suatu ide kreatif dan inovatif tidak akan tercipta. Apabila seluruh warga Indonesia dapat berinisiatif dari setiap hal yang ada maka pengangguran dan kemiskinan tidak akan ada di Indonesia. Misalnya, seseorang memiliki kebun pisang lalu orang tersebut berinisiatif menjual pisang goreng dari hasil panen buah pisang yang beliau miliki kemudian beliau berinisiatif lagi untuk membuat tepung dari bahan dasar pisang dengan bantuan teknologi yang telah canggih saat ini. Dengan ketekunan dan keseriusan beliau akan menghasilkan kreativitas yang dapat dirasakan manfaatnya oleh khalayak ramai di Indonesia bahkan hingga keluar negeri. Dengan demikian hal tersebut dapat menekan tingkat pengangguran dan kemiskinan yang ada di Indonesia. Saya sangat berharap agar Indonesia mengalami masa revolusi, masa perubahan menjadi lebih baik lagi dari saat ini. Baik dalam segala hal. Seprina Yana Alidha, SMA LABORATORIUM UNSYIA BANDA ACEH

143


Forum Pelajar Indonesia

Mengembalikan Kembali Kebudayaan Indonesia Dengan Ide Kreatif, Dan Mengevaluasi Program Terdahulunya Agar Kebudayaan Indonesia Tetap Terjaga

Pemerintah dalam upaya memperkenalkan Indonesia ke dunia in-

ternasional telah melakuan berbagai program, salah satu diantaranya yang sangat populer di kuping kita yaitu “student exchange”. Program ini tentunya melibatkan peran pelajar dan merupakan hal yang begitu diidamkan oleh setiap pelajar. Tidak bisa kita pungkiri apabila mendengar kata “Student Exchange” bisa di pastikan kita akan memandang bahwa hal itu adalah program yang sangat bergengsi, terlebih lagi jika kita bisa memperolehnya dan tentu saja anak-anak remaja seperti kita sudah melayangkan imaginasi dengan berbagai macam khayalan indah di mana akan di tempatkan di negeri orang dengan biaya gratis yang ditanggung oleh Negara. Namun di satu sisi, misi yang seharusnya diemban melalui program ini tampaknya dibelokkan peserta-peserta tersebut ke orientasi yang lain, bisikan-bisikan kecil yang menggentayangi pikiran mereka “waw..bisa jalan-jalan sepuasnya nih dan bisa foto-foto, terus upload ke facebook”. Walaupun mereka memang adalah orang-orang terpilih yang sudah mengikuti berbagai macam tes dan dinyatakan layak mendapatkannya. Apa sih Student Exchange itu? Anak-anak remaja seperti kita pasti berfikir bahwa student exchange sangat bergengsi di mana anak-anak remaja tingkat sekolah menengah atas akan dikirim ke negara-negara maju untuk tinggal di sana dalam janngka waktu tertentu. “All students exchange programme will carry the same mis-

144


Suara Pelajar Indonesia sion, world peace and introduce Indonesia cultures� tapi dibalik itu semua muncullah berbagai pertanyaan diantaranya, dari manakah biaya yang dikeluarkan untuk membiayai banyaknya pertukaran pelajar setiap tahunnya? dan apa saja keuntungannya? Bisa dipastikan menurut kebanyakan orang beranggapan bahwa melalui program pertukaran pelajar ini akan membawa kebudayaan Indonesia menjadi lebih dikenal oleh Negara lain. Benarkah melalui pertukaran pelajar benar-benar membuat Indonesia lebih dikenal oleh Negara lain? Saya pikir memperkenalkan budaya Indonesia dengan media pertukaran pelajar itu kurang valid, dalam artian disini kurang memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kebudayaan Indonesia di mata dunia. Kita lihat saja memang melalui program pertukaran pelajar akan diperoleh banyak keuntungan, diantaranya dapat menambah pengetahuan dan pengalaman untuk para siswa tapi sebenarnya yang diharapkan adalah tujuan utama yaitu bagaimana cara untuk memperkaya kemampuan generasi selanjutnya untuk membangun Indonesia yang lebih baik lagi. Namun sayangnya kalau benar-benar kita lihat sebenarnya mereka lebih memikirkan kepentingan pribadi mereka sendiri dan melupakan tujuan awal di utusnya mereka. Dengan setiap tahunnya pemerintah mengeluarkan dana yang cukup besar hanya untuk membiayai beberapa pelajar mengikuti Student Exchange. Coba kita pikirkan dengan dana yang besar itu kita bisa mengembangkan suatu program yang saya pikir bisa memberikan ruang bagi anak-anak kurang mampu untuk sekolah. Tidakkah terdengar lebih baik jika kita mengalihkan anggaran progam pertukaran pelajar tersebut untuk meratakan kompetensi seluruh anak negeri di Indonesia yang kurang mampu agar memiliki kesempatan yang sama seperti anak yang lainnya. Sebelumnya saya pernah melihat tidak jauh dari sekolah saya, peserta-peserta yang mengikuti program Student Exchange itu adalah anak-anak para petinggi yang sangat berada. Yaa..memang kalau kita pikir itu adalah sebuah penghargaan karena hasil kerja keras mereka, lalu bagaimana dengan mereka yang pada dasarnya memiliki kemampuan atau bahkan lebih

145


Forum Pelajar Indonesia kompeten ketimbang peserta-peserta tersebut namun hanya karena biaya untuk masuk sekolah menengah atas cukup menguras kantong sehingga keinginan mereka belum dapat tersalurkan. Mari kita analisa, apakah selama ini melalui program Student Exchange kebudayaan Indonesia sudah dikenal oleh negara lain? Kalau sudah dikenal mengapa masih ada negara yang mengklaim kebudayaan Indonesia menjadi kebudayaan negara mereka? Artinya ada yang salah dalam hal ini. Bisa ditarik kesimpulan jika kebudayaan Indonesia sekarang ini sudah sangat dilupakan oleh orang-orang Indonesia sendiri, padahal dengan adanya program Student Exchange bukankah juga bermaksud untuk mengenalkan kebudayaan kita ke negara lain. Kenapa kita mesti marah ketika kebudayaan kita diklaim oleh negara lain? Apakah program tersebut kurang efektif sehingga banyak negara yang merasa bahwa kebudayaan tersebut adalah milik mereka? Tidak tahukah mereka bahwa kebudayaan-kebudayaan tersebut setidaknya sudah diperkenalkan oleh anak-anak bangsa melalui program Students Exchange?! Lihat saja pemerintah sekarang ini sudah sangat sibuk dengan PR mereka dan seakan-akan tidak peduli dengan hal penting mendasar yang merupakan harta/ aset Indonesia sebagai citra bangsa. Begitu juga halnya dengan rakyatnya, so what should we do? Sadarkah pemerintah telah mengeluarkan banyak sekali anggaran untuk memfasilitasi pendidikan di Indonesia? Seandainya pemerintah benar-benar merealisasikannya dengan jujur dan tentunya memberikan kesempatan kepada “seluruh� anak-anak bangsa (tanpa terkecuali) untuk mendapatkan fasilitas yang layak. Maka akan bermunculan generasi-generasi muda yang berkualitas dan dapat dipastikan mereka bisa membuat suatu ide kreatif yang bermanfaat untuk Indonesia dikarenakan dipenuhinya kebutuhan mereka, dan memiliki media/sarana penyaluran kreatifitasnya.

146


Suara Pelajar Indonesia Pelajar sangatlah berperan dalam menentukan nasib bangsa. Kualitas pelajar juga menjadi indikator dalam menentukan kemajuan suatu bangsa. Tuntutan atas intensifikasi imajinasi dan kreativitas pada kegiatan ekonomi, bisnis, pendidikan di masa depan semakin besar. Menghadapi hal ini kita harus menjadi pelajar yang cerdas dan kreatif, mulailah dengan mencoba mengembangkan industri kreatif di lingkungan terdekat seperti sekolah. Dengan industri kreatif yang berbasis kemampuan dan kreatifitas. Dalam era globalisasi sekarang ini, kemajuan teknologi berkembang semakin pesat. Mengapa sistem modernisasi itu tidak kita satu padukan saja dengan kebudayaan kita yang pasti kreatif dan inofatif. Tidak sembarang orang bisa sampai berpikir ke sana. Dan penggabungan item ini dapat kita gunakan sebagai media memperkenalkan kebudayaan Indonesia. Here we go... Contohnya, pasti kita mengetahui Ring BackTones bukan? Apalagi sekarang ini sedang maraknya di kalangan anak remaja tingkat SMA, menurut mereka tidak keren jika tidak menggunakan Ringbacktones untuk melengkapi fitur hape kesayangannya. Namun sayangnya belum ada Ringbacktones yang mampu mengembalikan ingatan orang untuk peduli terhadap kebudayaan Indonesia yang sudah hampir sangatsangat dilupakan. Indonesia itu banyak memiliki provinsi dan masing-masing provinsi pasti mempunyai lagu daerah, kenapa kita tidak mencoba untuk membuat Ringbacktones lagu daerah kita dengan memadupadan-kan musiknya,sehingga terdengar lebih modern. Anak-anak seusia kita pun bisa mencoba bekerja sama dengan teman-teman meraka sendiri yang memiliki skill dalam bidang musik yang cukup bagus dan kreatif untuk meminta bantuan instrument yang indah dari permainan musik mereka yang tentu saja akan membuatnya menjadi unik dan menarik di mata masyarakat,contohnya: angklung, biola, oboe,dan sasando. Alat musik yang dipilih dalam bentuk modern dan tradisional,seperti alat musik tiup, gesek, petik, pukul, dll ini tentunya

147


Forum Pelajar Indonesia pasti akan terdengar lebih menarik karena sudah di kemas sedemikian rupa dan pada akhirnya menghasilkan musik yang sangat indah. Tidak lupa juga kerja sama dengan perusahaan-perusahaan kartu prabayar. Bisa kita terawang orang pasti akan perpikir kembali untuk mulai peduli dengan kebudayaan kita. Sekolah pun biasanya juga akan mendukung kegiatan kreatif siswa untuk mengembalikan perhatian masyarakat Indonesia terhadap kebudayaannya sendiri. Program ini sangat kreatif dan pastinya banyak mendatangkan manfaat dan keuntungan. Saya pribadi sangat menyayangkan kenapa cindra mata atau souvenir yang di buat untuk memperkenalkan yang namanya ini loh mascot Indonesia itu Cuma monas? Dan jujur sangat di sayangkan kenapa bentuk dari souvenir itu terlihat kurang menarik,orang Indonesia saja mengatakan hal itu. So,gimana dengan wisatawan asing? Pelajar yang bisa memanfaatkan seluruh kemampuan meraka untuk berkarya dan menyalurkannya pasti sangat-sangat menguntungkan. Provinsi Indonesia juga punya banyak baju daerah kan. Kenapa kita tidak mencoba hal baru dengan membuat karya seni berupa boneka kayu dengan ukuran segenggaman tangan dan di hias dengan lukisan baju daerah yang sangat beragam dengan sedikit penggabungan moderenisasi yang bisa kita bayangkan hasilnya pasti akan sangat unik dan indah. Hal ini selain bermanfaat mengembalikan kebudayaan Indonesia,hal ini juga bisa kita sebut sebagai industry kreatif yang dapat dilaksanakan disekolah dan di kelola oleh siswa,dengan memanfaatkan bahan daur ulang dan tidak perlu modal yang besar kita sudah bisa merealisasikannya. Keuntungannya pun bisa digunakan untuk membuat suatu program yang bermanfaat lagi,dan ini sedikit contoh gambaran/sketsa souvenir hasil karya imaginatife dan kreatif dari siswa Tentu saja ide kreatif ini bisa membuat Indonesia lebih di kenal dan

148


Suara Pelajar Indonesia menarik wisatawan asing untuk lebih mengenal indonesia. Dan tentunya pemerintah juga harus mengevaluasi program sebelumnya,dan pemerintah bisa menegaskan tujuan dari program Student Exchange agar tujuan sebenarnya itu tidak lagi dibelokan oleh para pelajar. Dan mari mulai dari sekarang kita peduli dengan kebudayaan kita sendiri,dan mencoba hal-hal baru dengan mengandalkan kemampuan generasi muda kita yang ada di Indonesia. Bukan hanya masyarakat,tapi di harapkan pemerintah juga menyadarinya dan sekiranya berkenan untuk mengembangkan ide dan pendapat anak bangsa.

Syahda Gema Vidya, SMA Negeri 7 Banjarmasin

149


Forum Pelajar Indonesia

Peran dan Program Nyata Pelajar untuk Indonesia Kreatif (6)

Dewasa ini perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi se-

makin berkembang dengan pesat. Perkembangan tersebut merupakan suatu inovasi yang terlahir dari orang-orang yang memiliki sifat kreatif yang tinggi sehingga darisana terciptalah buah karya bagi bangsa dan Negara. Kreatifitas merupakan kemampuan atau kecakapan seseorang yang melahirkan suatu karya atau suatu hal yang dapat berguna bagi orang lain serta memiliki nilai apresiasi yang tinggi. Kreatifitas terlahir dari potensi atau bakat seseorang yang diasah dan dikembangkan untuk menghasilkan suatu hal yang bernilai tinggi. Pada umumnya, sifat kreatif dimiliki oleh generasi-generasi muda karena pada usia tersebut, biasanya menghasilkan ide-ide yang cemerlang. Tak ayal, generasi muda selalu disoroti oleh masa karena mampu mendongkrak dunia menuju arah yang lebih maju. Kendati demikian, di era globalisasi ini budaya kreatif semakin menipis karena lambat laun generasi muda mulai terpengaruh dengan budaya hendonisme sehingga sebagian orang vakum dan cenderung menikmati fasilitas yang ada tanpa berusaha melahirkan kembali inovasi-inovasi baru. Disamping itu, dengan menyempitnya wahana kreatifitas, membuat kreatifitas generasi muda menjadi terhambat. Untuk itu perlu adanya suatu pemikiran dan langkah konkret untuk meningkatkan serta menanamkan sifat kreatif dalam benak generasi muda. Dan sebaiknya pula upaya tersebut lahir dari generasi muda yang peduli terhadap masa depan bangsa dan Negara Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, perlu adanya peran dan program konkret yag harus dilakukan oleh para pelajar Indonesia sebagai generasi muda penerus

150


Suara Pelajar Indonesia masa depan bangsa. Peran dan program tersebut, akan saya kemas dalam suatu tema yaitu Peran dan Program Nyata Pelajar untuk Indonesia Kreatif. Secara garis besar, kreativitas selalu dihubungkan dengan inovasi. Akan tetapi, sebenarnya pengertian dari kreatifitas tidak hanya menghasilkan inovasi semata. Kepekaan terhadap lingkungan serta kemampuan dalam memecahkan masalah pun merupakan pengertian dari kreativitas. Tidak semua orang memiliki sifat kreatif. Akan tetapi, jika kondisi serta lingkungan sekitar mendukung seseorang untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya maka orang tersebut akan mampu berkreativitas. Dalam ilmu Biologi, orang yang memiliki sifat kreatif yang tinggi cenderung mengandalkan otak kanan dibandingkan dengan otak kiri. Otak kanan memiliki memori yang sangat luas sehingga membantu manusia dalam berimajinasi. Disamping itu, kecerdasan emosional dan sosial pun menjadi penunjang dalam berkreativitas. Pada awalnya, seseorang yang berkreativitas selalu berimajinasi untuk menciptakan suatu hal. Setelah orang tersebut berimajinasi maka ia akan terdorong untuk melakukan hal yang sebelumnya ia bayangkan. Keinginan dan sikap optimis yang kuat mampu mengantarkan orang tersebut berhasil dalam melakukan hal yang sebelumnya ia fikirkan. Hal yang demikian merupakan proses dari kreativitas. Dewasa ini, sebenarnya banyak peluang seseorang untuk berkreativitas. Apalagi dengan maraknya berbagai fasilitas di internet dapat membantu seseorang untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Baru-baru ini, Indonesia dihebohkan dengan video Briptu Norman Kamaru yang membuat live sing lagu India di dunia maya. Briptu Norman Kamaru yang notabennya adalah seorang polisi mampu berinovasi sehingga dari hasil inovasinya tersebut dapat dinikmati oleh khalayak sebagai media hiburan. Bahkan dari karyanya tersebut, mampu mengantarkan seorang polisi yang berasal dari Goron-

151


Forum Pelajar Indonesia talo itu menuju gerbang popularitas. Keunikannya dalam menirukan aksi seorang aktor Bolywood mendapat respon dan apresiasi yang tinggi dari publik. Hal demikian merupakan contoh orang yang memiliki jiwa kreativitas yang tinggi. kreativitas tidak hanya cenderung dari aspek kesenian saja. Kita dapat berinovasi pula dalam bidang kesehatan, Sains, sosial, keagamaan dan sebagainya. Sebagai contoh, sekelompok mahasiswa yang membuat sebuah perlombaan karya tulis ilmiah untuk tingkat sekolah menengah atas. Jika kita tinjau dari hal tersebut, menunjukkan bahwa bidang untuk berkreatifitas tidak hanya dari bidang seni saja tetapi dapat dari bidang lainnya. Sebagai seorang pelajar, kita dituntut untuk dapat berkreativitas demi mengaharumkan nama bangsa dan Negara. Tak ayal, peran pelajar dalam berkreativitas menempati persentasi yang cukup tinggi dibandingkan dengan yang lainnya. Secara umum, peran pelajar untuk menciptakan suatu inovasi baru adalah sebagai pelopor muda yang kedepannya mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungannnya, seperti lingkungan sekolah, lingkungan keorganisasiannya sampai merambah ke lingkungan yang luas yakni lingkungan masyarakat. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh para pelajar untuk berkreativitas diberbagai bidang. Bahkan ada beberapa program yang dapat meningkatkan sifat kreatif dalam benak generasi mudu khususnya pelajar Indonesia. Program-program tersebut adalah : 1. Menciptakan suatu komunitas kecil dalam lingkup sekolah untuk berkreativitas. Dengan dibentuknya suatu komunitas maka akan termotivasi untuk berkreativitas. Contohnya membuat suatu perlombaan, mendaur ulang sampah menjadi hiasan kelas dan sebagainya.

152


Suara Pelajar Indonesia 2. Membuat acara tahunan yang bertujuan untuk mengembangkan kreasi para pelajar disekolah. Dengan adanya acara tahunan, maka para pelajar akan terbiasa dalam mengembangkan kemampuannya dalam berkreativitas. Acara tahunan tersebut dapat bersifat internal dan external. Acara tahunan yang bersifat internal artinya hanya lingkup sekolah saja, misalnya lomba kesenian antar kelas, lomba membuat poster antar kelas dan sebagainya. sedangkan acara yang bersifat external artinya mencangkup lingkungan luar sekolah, seperti membuat suatu pentas seni, pensi yang dapat ditonton oleh para pelajar dari sekolah lain dan sebagainya. 3. Melakukan kunjungan ke tempat-tempat yang berbau dengan hasil kreativitas orang lain. Dengan melakukan kunjungan ke tempat-tempat tersebut maka orang tersebut akan termotivasi serta menambah wawasan untuk mencoba menciptakan inovasi-inovasi baru. Disamping itu pula, akan memberikan inspirasi dalam berkreativitas. Contohnya mengunjungi sangar seni, mengunjungi tempat kerajinan bambu dan sebagainya.

Dengan adanya program-program tersebut, para pelajar akan semakin meningkatkan kemampuan yang dimilikinya untuk berkreativitas. Sehingga darisana akan terlahir zigot kreativitas yang dapat menghasilkan embrio-embrio yang unggul dan memiliki penghargaan yang tinggi dari khalayak. Disamping itu, perlu adanya dukungan moriil maupun materiil dari berbagai elemen guna menunjang berbagai instrument untuk mengembangkan kreativitas tersebut. Namun yang paling penting adalah dukungan mental dari orang tua karena dukungan tersebut mampu memberikan kepercayaan diri yang tinggi bagi para pelajar. Tak lepas dari itu pula, pantauan orang tua

153


Forum Pelajar Indonesia pun menjadi inti yang pokok karena dengan mengetahui potensi anak sejak dini maka orang tua akan mudah mengarahkan anak tersebut untuk mengembangkan potensinya sehingga anak tersebut dapat berkreativitas. Semua upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak semoga dapat menciptakan para pelajar Indonesia menjadi pelajar yang menjungjung tinggi kreativitas dalam negeri. Dan dengan adanya pemaparan tentang peran pelajar dan program yang harus dilakukan untuk menciptakan para pelajar Indonesia yang berkreativitas diharapkan dapat menjadi acuan pokok dan terealisasikan oleh cikal bakal Indonesia yakni para pelopor muda Indonesia khususnya para pelajar di Nusantara.

Vera Yuliyati, SMAN 11 GARUT

154


Suara Pelajar Indonesia

Tutor Sebaya Belajar Asyik Tanpa Guru

B

elajar adalah pekerjaan lumrah yang dilakukan oleh setiap manusia untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Sekolah adalah tempat untuk melangsungkannya proses belajar tersebut. Meskipun banyaknya sekolah yang disediakan pemerintah maupun swasta, dimana sarana dan prasarananya begitu nyaman dan layak untuk kelangsungan proses belajar mengajar. Laboratorium untuk bereksperimen, teknologi yang canggih, ruang kelas plus AC, serta guru-guru pilihan yang didatangkan dari dalam maupun luar negeri. Meskipun tidak semua sekolah memiliki sarana dan prasarana lengkap seperti ini, tapi rata-rata sekolah di Indonesia sudah dikatakan layak untuk sebuah sarana pendidikan. Sarana dan prasarana telah tersedia, akan tetapi masih saja kita temui para siswa yang menggap sekolah adalah suatu tempat yang buruk. Mengapa demikian? Banyak kita dengar anggapan dari siswa-siswa tentang sekolah mereka, mereka menganggap bahwa sekolah itu membosankan, menjenuhkan, dan tidak menarik sama sekali, sehingga siswa-siswa tersebut mencari keasyikan tersendiri di dalam dan di luar sekolah. Mereka punya seribu alasan terhadap prilaku dan sikap mereka yang keterlaluan selama ini, salah satunya adalah karena rasa ketidakpuasan mereka dan kegagalan yang dicapai di sekolah, apalagi jika sekolah tersebut memiliki peraturan yang sangat ketat yang membatasi ruang gerak siswa-siswa di sekolah itu, akibatnya malah menuai pemberontakan dan pelanggaran yang luar biasa seperti terjadinya tindakan kriminalitas, pemakain narkoba, tawuran antar pelajar, bersikap ugal-ugalan, sering cabut dan suka merusak sarana dan prasarana sekolah. Sementara yang sering kena imbas akibat perbuatan siswa-siswa tersebut adalah sekolah dan guru-guru terutama yang salah satunya adalah dari masyarakat.

155


Forum Pelajar Indonesia Masyarakat menganggap bahwa guru-guru kurang bijaksana dalam menyikapi tingkahlaku peserta didiknya. Bahkan para wali muridpun juga ikut-ikutan membenarkan tudingan tersebut dan menganggap kesalah anak mereka adalah akibat dari keteledoran guruguru. Saat memperoleh hasil belajar yang tidak memuaskan, siswasiswa ini malah menyalahkan guru sebagai penyebab kegagalan mereka dengan alasan metode pengajaran yang digunakan tidak sesuai yang diinginkan. Ada yang menganggap kegagalan mereka karena gurunya yang pilih kasih, takut pada guru-guru killer dan materi yang diajarkan sering jalan di tempat. Apakah kita akan terus seperti ini? Bagaimana perasaan kita jika kita yang berada di posisi guru-guru tersebut? Pastinya kita akan merasa sangat sedih karena dinilai tidak becus mendidik siswa-siswa kita. Begitujuga dengan perasaan mereka, padahal mereka telah berusaha semampunya untuk memberikan yang terbaik dari apa yang mereka miliki. Seharusnya kita hapus anggapan dan pola belajar yang seperti ini dengan tidak selalu berpangku tangan pada guru. Suatu metode yang dapat memudahkan kita menjadi pintar dengan cara belajar kita sendiri. Saya akan memberikan sedikit masukan mengenai cara belajar yang cocok untuk para pelajar di seluruh Indonesia. Kenapa saya katakana demikian? Karena sistem belajar seperti ini sangat efektif untuk kalangan pelajar. Saya yang kini masih duduk di bangku sekolah SMA Negeri Unggul Aceh Selatan kelas XI, terdorong untuk ikut serta membawa perubahan yang tidak hanya untuk diri saya saja, tapi juga untuk teman-teman saya yang ada di seluruh Indonesia. Karena sesuai dengan tujuan kegiatan ini tentunya tentang peran dan program nyata yang cocok dilakukan dari, oleh dan untuk pelajar. Tujuan itu saya coba seiringkan dengan tujuan saya yakni untuk berbagi pengalaman mengenai peran dan program nyata yang kami terapkan di sekolah yang memang dari, oleh dan untuk pelajar itu sendiri dengan tema yang saya pilih tentang peran dan program nyata pelajar

156


Suara Pelajar Indonesia untuk Indonesia pintar. Berpijak dari itu, saya akan memulainya terlebih dahulu dari lingkungan sekolah yang di dalamnya terdapat siswa-siswa dengan berbagai macam karakter. Diantara mereka ada yang kecerdasannya luar biasa, standar dan yang berada di bawah standar. Kita yang salah satu bagian dari mereka, cobalah untuk memikirkan apa yang dapat kita lakukan bersama mereka. Tentunya suatu hal yang bermanfaat daripada terus-terusan membuang waktu dan melarutkan diri dalam kebosanan terhadap sekolah. Contohnya dengan belajar bersama teman-teman dalam kelompok belajar tertentu karena hal itu akan lebih berguna bagi kita. Apakah kelompok belajar tersebut sama dengan kelompok belajar yang sering kita jumpai di kalangan siswa? Saya rasa bolehboleh saja atau kita bisa membuat suatu kelompok belajar yang sedikit berbeda dari kelompok belajar kebanyakannya. Kita tetap belajar seperti biasa di dalam kelas bersama “guru� tapi tidak terlibat guru disini, karena pelaksanaan sepenuhnya adalah siswa-siswa itu sendiri. Percayakanlah salah satu teman kita untuk memaparkan materi seperti seorang guru, hal ini akan membuat suasana belajar lebih mengasyikkan dan santai. Tidak ada lagi ketegangan, kejenuhan, dan kebosanan. Yang ada hanya canda tawa yang membuat suasana lebih menyenangkan. Pemaparan materinyapun akan lebih mudah kita terima karena menggunakan bahasa pergaulan seharihari. Daripada kita harus mengeluarkan banyak uang untuk les, sedangkan pelajaran yang kita dapatkan sedikit sekali. Bagi siswa yang hidupnya berkecupan tidak menjadi sebuah kendala, apalagi jika sudah berbicara masalah uang. Tapi bagi mereka yang keadaan ekonominya pas-pasan, kegiatan les ini tentunya kurang cocok untuk mereka, apalagi pelajaran yang mereka dapatkan di sekolah belum tentu cukup. Dengan adanya kelompok belajar seperti ini, setidaknya kita sudah menunjukkan solidaritas kita terhadap teman.

157


Forum Pelajar Indonesia Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya mengenai kelompok belajar ini, dimana kegiatan ini telah lebih dahulu kami terapkan di sekolah kami beberapa tahun setelah sekolah kami diberi nama SMA Negeri Unggul Aceh Selatan melalui inisiatif dari salah satu siswa yang kini telah menjadi alumni. Kegiatan bertujuan untuk merubah cara belajar yang kaku dalam jam pelajaran sekolah menjadi suasana belajar yang menyenangkan di luar jam pelajaran sekolah bersam teman-teman. Kegiatan ini adalah kegiatan belajar bersama yang kami sebut dengan “Tutor Sebaya� Karena yang melakukan kegiatan tersebut adalah siswa-siswa sebaya. Mungkin di sekolah lain juga ada kegiatan semacam ini dan mungkin saja ada juga nama berbeda yang mereka berikan. Melalui tutor sebaya ini, kami merasa kami dapat memecahkan apa saja kendala yang kami temui saat belajar di sekolah dan hasil belajarnya juga cukup memuaskan. Kami mempercayai beberapa dari teman kami yang lebih mampu dalam mata pelajaran tertentu untuk mengajarkan siswasiswa lain yang kami panggil dengan tutor (guru). Merekalah yang memaparkan materi kepada teman-teman lain sesuai bidang yang ditekuninya, terkadang kami juga membuat kelompok-kelompok kecil di dalamnya dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat persaingan dan kekompakan kelompok. Dalam kegiatan tersebut kami bisa bertanya apa yang tidak kami mengerti. Terkadang juga diselipkan lelucon, games dan lain sebagainya yang membuat suasana belajar lebih asyik dan enjoy. Kegiatan tutor sebaya ini kami laksanakan pada malam-malam tertentu saat belajar mandiri di kelas (BMK). Kegiatan ini sangat mudah kami terapkan apalagi didukung dengan kondisi sekolah kami yang boarding school. Jadi kegiatan tutor sebaya ini sangat tepat diterapkan di sekolah-sekolah yang boarding school. Apakah tutor sebaya bisa diterapkan di sekolah-sekolah yang bukan boarding school? Lalu bagaimana cara penerapannya? Tentu saja bisa, sekolah-sekolah yang kegiatan belajarnya hanya sampai siang hari bisa memanfaatkan sore harinya untuk kegiatan ini di

158


Suara Pelajar Indonesia kelas. Saya rasa guru-guru juga tidak keberatan asalkan berjalan sesuai prosedur dan tata tertib sekolah. Tidak butuh waktu yang lama, kita bisa membahas materi per materi asalkan pelaksanaannya rutin. Bagi sekolah yang kegiatan belajar mengajarnya sampai sore hari bisa memanfaatkan malam harinya untuk kegiatan ini. Misalkan dengan memilih salah satu tempat favourite atau rumah teman, disamping kita bisa mengerjakan pekerjaan rumah (PR) secara bersamasama. Kegiatan tutor sebaya ini sangatlah bermanfaat bagi kami, sehingga kami bisa melatih diri untuk belajar menjadi seorang guru, memupuk kekompakan dan membina persaudaraan. Kami bisa merasakan bagaimana menumbuhkan sikap peduli terhadap teman dengan saling mengisi, mengajari dan berbagi. Sehingga yang pintar bukan hanya satu atau dua orang saja, tapi semuanya menjadi pintar. Apa hasil yang didapatkan dari tutor sebaya ini? Saya telah mewawancarai beberapa dari adik kelas, kakak kelas dan temanteman saya. Mereka mengaku mengalami banyak kemajuan dalam belajar, merasa lebih percaya diri, lebih aktif dan hasil yang didapatkan juga cukup memuaskan. Tutor sebaya kami terapkan bukan saja pada bidang akademis tetapi juga bidang nonakademis seperti karya tulis dan olimpiade sains, dimana keduanya memperlihatkan hasil yang sangat memuaskan. Tetapi yang berperan sebagai tutor disini kebanyakan dari mereka yang sudah berpengalaman dan pernah lolos ke tingkat nasional dalam ajang bergengsi ini. Sehingga sekolah kami mampu mengirimkan peserta olimpiade ke tingkat nasional dan sebanyak 90% dari peserta yang ikut di tingkat kabupaten bisa tembus ke tingkat provinsi. Begitu juga dengan karya tulis, alhamdulillah juga bisa memboyong juara setiap tahunnya. Tahun 2010 sebanyak 4 orang peserta olimpiade sekolah kami lolos ke tingkat nasional dan 20 orang sebelumnya mengikuti olimpiade di tingkat provinsi. Kami berharap tahun ini bisa memperoleh

159


Forum Pelajar Indonesia hal sama atau bahkan lebih banyak lagi dari sebelumnya. Tentunya semua ini bisa dicapai berkat kemauan, tekad, dan ketekunan siswa dan suport dari kakak pembina dan dewan guru. Nah sudah jelaskan bagaimana bermanfaatnya belajar dengan tutor sebaya ini, jadi tidak ada alasan bagi kita untuk terus menyalahkan guru hanya karena metode belajar yang digunakan tidak sesuai dengan kehendak kita. Saya harap kegiatan ini juga bisa diterapkan oleh siswa-siswa lain yang ada di Indonesia sehingga dapat membawa perubahan untuk siswa-siswa Indonesia menjadi lebih pintar dan berkompeten. Agar kita semua bisa menjadi penerus bangsa yang cerdas dan mampu mengemban amanat kepemimpinan ini dengan baik ke depannya. Amin.

Yasmanijar, SMA Negeri Unggul Aceh Selatan

160


Suara Pelajar Indonesia

Peran dan perogram nyata pelajar untuk indonesia pintar (4)

B

icara tentang indonesia pintar, tentu yang pertama sekali terpikirkan adalah kondisi dari pendidikan di indonesia itu sendiri. Ketika pendidikan sudah menjadi tolak ukur suatu negara dapat dikatakan pintar, maka sosok pelajar yang menjadi subyek pendidikan tersebutlah yang akan memegang peran penting disini. Ketika suatu pemerintahan ingin membentuk karakter pintar pada suatu negaranya. maka pengendali yang pertama kali perlu diperhatikan adalah pendidiknya, materi pendidikan yang akan diajarkan, sistem kurikulum pendidikan yang di gunakan, dan yang terakhir tentu pelajarnya. berdasarkan pemikiran tersebut, jelas bahwa pelajar sangat berperan menuju indonesia pintar. Pertanyaannya, bisakah seorang atau sekelompok pelajar melakukan peran penting dan membuat suatu program nyata untuk Indonesia pintar ? Banyak anggapan-anggapan sebagian orang bahwa pelajar sangat jarang memikirkan perubahan sistem pendidikan ke arah yang lebih baik apalagi membuat suatu program nyata untuk mewujutkan indonesia pintar. Ini sekiranya sangat menyudutkan Identitas pelajar itu sendiri, karena tidak semua pelajar bersikap ‘masa bodoh’ dengan sistem pendidikan. Ketika pelajar hadir sebagai icon pendidikan, lalu paradigma masa mengklaim pelajar baik yang peduli maupun yang non-peduli sebagai sosok yang apatis dengan pendidikan, maka dalam kondisi ini bisa terjadi penerapan teori labeling pada jati diri pelajar. Sehingga pelajar yang tadinya peduli mengalami penurunan motivasi dan ber-

161


Forum Pelajar Indonesia akibat pada tindakan tidak acuh. Dan tentu saja ini yang seharusnya diantisipasi. Hanya karena berstatus pelajar yang di cap masih minim pengetahuan dan keterbatasan hal yang dapat di lakukan. Bukan berarti seorang pelajar tidak bisa berperan penting dalam mewujudkan program nyata menuju Indonesia pintar. Bahkan sebaliknya, sejauh ini banyak program-program sederhana yang dapat dilakukan seseorang atau sekelompok pelajar untuk meningkatkan minat pendidikan, menjadi motivasi penyemangat pendidikan yang bertujuan untuk mencapai Indonesia pintar. Mencari bukti tentang program nyata yang dilakoni oleh pelajar untuk Indonesia pintar, saya mengambil beberapa contoh sederhana yang terjadi di kota Batam. Tak perlu mencari jauh, di tempat saya bersekolah, sekelompok pelajar yang tergabung dalam forum Organisasi Siswa Intra Sekolah, ternyata juga memikirkan tindakan apa yang akan dilakukan untuk berpartisipasi dalam membangun Indonesia pintar. Sekelompok pelajar tersebut membentik suatu even atau pelombaan dalam bidang pendidikan dengan fokus ilmu bahasa inggris yang di era globalisasi ini tergolong penting. Pada even itu mereka membentuk tiga perlombaan bahasa inggris seperti Pidato, Mengeja kata, dan Debat singkat yang semuanya dilakukan dengan berbahasa inggris dan di ikuti oleh pelajar dari seluruh sekolah tingkat Menengah Atas / kejuruan yang ada di kota tersebut. Dengan tujuan dasar meningkatkan kepedulian serta memotivasi pelajar lain untuk mau lebih belajar dan sekaligus menjadi media apresiasi bagi si peserta lomba, sekelompok pelajar penyelenggara even ini mampu membuat satu program nyata Indonesia pintar. Tak selesai melihat even kecil sekelompok pelajar tersebut, seorang pelajar lain di salah satu SMA di Batam membuka bimbingan belajar khusus untuk anak jalanan. Ketika ia mendapatkan kesempatan mengikuti even pemerintah “Indonesian Youth Leadership

162


Suara Pelajar Indonesia Program� dan mendapat kesempatan belajar tentang kepemimpinan di Amerika Serikat, setiap peserta diwajibkan untuk membuat suatu program apa saja ketika ia kembali ke negara asalnya. Dan dari sekian banyak program yang bisa dilakukan, ia memilih membagun suatu program Pintar sekaligus Peduli untuk membantu anak jalanan mengerti dunia sekarang. Dengan konsep kecil ia menginginkan anak jalanan yang tidak mampu untuk sekolah bisa mengenal baca tulis, memberi pengetahuan umum, dan juga mencoba mengenalkan anak anak tersebut tentang media elektronik yang sekarang sangat mendominasi dunia pendidikan dan remaja seperti komputer dan tentu saja internet. Dan sekali lagi terbukti bahwa pelajar juga berfikir tentang bagaimana menigkatkan mutu perkembangan pendidikan Indonesia menuju pintar yang menyeluruh. Haruskah si pembuat program tersebut seorang pelajar yang berprestasi? Tentu tidak. Kita ambil contoh seorang blogger (dominasi pelajar) yang sangat suka menulis informasi tentang apa saja yang ia ketahui, atau blogger yang senang menceritakan sebagian pengalamannya. Sekilas mungkin tak begitu ada keterkaitan antara contoh tersebut dengan program menuju Indonesia pintar, namun dilihat dari sudut pandang berbeda, ini merupakan salah satu program sederhana dari pelajar untuk pelajar saling bertukar Informasi umum, saling menjadi motivator sebaya dengan cerita pengalaman mereka sendiri, dan dapat diartikan bahwa pintar tak sekedar pendidikan akademis, namun bisa dalam bentuk pendidikan apapun. Lalu cukupkah itu? Lagi lagi jawabannya tidak. Indonesia masih tertinggal jauh dari negara lainnya, Indonesia masih harus membangun dunia pendidikan yang lebih baik dari pada hari ini. Pelajar Indonesia masih harus meneruskan, mencetuskan, dan merancang program lain yang bertujuan besar untuk mencapai Indonesia pintar. Banyak hal yang bisa dilakukan pelajar sebagai agen penting kesuksesan suatu negara. Dimulai dari hal kecil seperti pembenahan dan penanaman Motivasi, Sikap, dan Pandangan yang terlanjur

163


Forum Pelajar Indonesia di klaim apatis oleh sebagian orang. Pembentukan pola pikir pelajar bahwa pintar itu bukanlah sebuah tuntutan, bukan sebuah beban, bukan keharusan tetapi sebagian dari jati diri. Karena pada dasarnya pintar itu dimiliki oleh semua manusia, jadi siapapun mampu dan wajib mewujudkan Indonesia pintar melalui tindakan apapun, bidang apapun dan dalam konteks positif. Wujudkan Program sederhana dari Pelajar untuk Pelajar.

Yuliani Sari, SMA N 3 BATAM

164


Suara Pelajar Indonesia

Peran dan Program Nyata Pelajar Untuk Indonesia KREATIF (7) Salam sejahtera ,

P

ertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada panitia Forum Pelajar Indonesia yang telah mengirim brosurnya sampai pada saya, sehingga saya mempunyai kesempatan untuk mendaftarkan diri mengikuti kegiatan ini. Tema Esai yang saya ambil adalah “peran dan program nyata pelajar untuk Indonesia KREATIF� . sebelum saya mulai menulis Esai ini saya ingin menyampaikan Tujuan saya ingin mengikuti kegiatan FOR ini supaya pemahaman saya semakin terasah mengenai peran dan program kerja nyata pelajar yang kreatif, dan membuat saya dapat menjadi salah satu pelajar Indonesia Kreatif. Sukses selalu untuk Forum Pelajar Indonesia. Saya berharap Esai yang saya buat ini dapat diterima dan dapat bermanfaat . Pelajar mempunyai peran yang sangat penting bagi bangsa dan negara Indonesia. Karena pelajar adalah generasi muda yang akan melanjutkan cita-cita bangsa Indonesia. Memajukan bangsa Indonesia menuju negara yang lebih baik dari hari demi hari. Di Indonesia sudah melahirkan sangat banyak pelajar berprestasi diberbagai bidang. Tentunya dalam proses menuju suatu negara yang lebih baik di butuhkan generasi muda yang kreatif, berbakat dan pastinya pekerja keras. Karya/ide kreatif tidak lahir begitu saja, tetapi di butuhkan niat dan komitmen yang kuat dari dalam diri pelajar tersebut bagaimana mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya menjadi sesuatu yang berguna bagi dirinya dan orang-orang disekitanya bahkan bagi

165


Forum Pelajar Indonesia Indonesia. Dan yang paling utama bagaimana proses tersebut dapat berkenan di mata Tuhan dan dapat memuliakan Nama Tuhan Yang Maha Esa . Rutinitas yang dijalani setiap pelajar di masing-masing sekolah jelas sangat bervariasi, peran serta programnya pun bermacammacam. Ada yang mampu membangkitkan semangat serta kreativitas pelajar dan ada pula yang sebaliknya justru menimbulkan efek jenuh bagi para pelajar itu sendiri. Peran serta kreativitas dari para pelajar sangat dituntut atau dibutuhkan untuk menciptakan atau memikirkan tentang sesuatu dalam cara yang baru dan tidak biasanya, serta untuk mendapatkan solusi-solusi yang unik. Karena kreativitas sejatinya merupakan kemampuan untuk memberikan gagasan–gagasan baru dalam cara yang baru dan menerapkannya dalam pemecahan masalah atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah pernah ada sebelumnya. Kreativitas seseorang tidak dapat dipaksakan, tetapi harus dikembangkan dan dilatih terus menerus. Bibit unggul memerlukan pupuk yang memungkinkan bibit tersebut mengembangkan sendiri potensinya. Agar kreativitas seseorang dapat terwujud, maka dibutuhkan adanya dorongan dari dalam diri individu (motivasi instrinsik) itu sendiri, maupun dorongan dari lingkungan (motivasi ekstrinsik) disekitarnya. Motivasi instrinsik adalah kecenderungan atau dorongan dari dalam diri sendiri untuk mewujudkan potensi dirinya, serta dorongan untuk berkembang dan menjadi matang baik secara fisik maupun mental. Juga dorongan untuk mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasitas seseorang. Dorongan ini merupakan motivasi primer untuk kreativitas seseorang ketika orang tersebut membentuk hubungan-hubungan baru dengan lingkungannya dalam upaya menjadi diri

166


Suara Pelajar Indonesia sendiri sepenuhnya. Dorongan ini ada pada setiap orang dan sifatnya internal namun membutuhkan suatu kondisi yang tepat untuk diekpresikan. Selain itu para pelajar juga dituntut untuk mampu membaca keadaan serta trend positif yang tengah berkembang di dalam masyarakat, sehingga program yang telah direncanakan tidaklah menjadi sia-sia atau mubazir. Dalam hal ini para pelajar harus mampu mengekspouse segala kemampuan serta kreativitas yang dimiliki dalam suatu wadah yang telah ditata sedemikian rupa, sehingga mampu membangkitkan animo serta partisipasi nyata dari para pelajar itu sendiri serta kalangan masyarakat untuk turut mengambil bagian dalam program-program yang telah dibuat atau diupayakan. Salah satu contoh peran dan program kerja nyata pelajar, misalnya dengan mengadakan turnamen futsal antar pelajar dengan tema “memupuk persaudaraan, kreativitas dan sportivitas antar pelajar sekota Kupang�. Dengan adanya turnamen tersebut setidaknya berbagai pelajar dari masing-masing sekolah yang ada dikota Kupang yang telah mengikuti kegiatan ini secara tidak langsung telah turut mengambil bagian dalam upaya mempererat tali persaudaraan, kreativitas dan sportivitas. Ada 3 faktor yang turut menentukan kreativitas seseorang, yaitu motivasi atau komitmen yang tinggi, keterampilan dalam membaca situasi dan kondisi, serta kecakapan kreatif. Apabila seorang pelajar sudah memiliki ketiga faktor tersebut, maka pelajar tersebut dapat dikatakan pelajar yang kreatif. Dan tinggal bagaimana pelajar tersebut dapat nyatakan kreativitas yang ada pada dirinya dalam wujud nyata. Bukti atau peran nyata pelajar yang harus dilakukan para pelajar dalam upaya membangkitkan kreativitas tidak hanya aktif dalam pelajaran di sekolah, tetapi juga dapat berorganisasi, ikut mengambil

167


Forum Pelajar Indonesia bagian dalam kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolah masingmasing, dan bagaimana pelajar tersebut pandai bergaul dengan lingkungan sekitar. Suatu pelajar yang dapat bergorganisasi misalnya bergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Kegiatan ini dapat melatih seorang pelajar agar dapat berkembang dalam hal mental, melatih pola pikir pelajar tersebut, mengasah keberanian siswa bagaimana berbicara didepan banyak orang, belajar untuk menghargai pendapat orang lain, dan bagaimana menghargai suatu kebersamaan yang ada di OSIS sehingga tidak ada rasa mau menang sendiri, dan belajar untuk membangun organisasi yang bersifat transparan sehingga tidak ada kecurigaan antar anggota OSIS dan seluruh siswa. Semua hal tersebut tentu dapat mempengaruhi kreativitas seorang pelajar yang aktif dalam organisasi yang dijalaninya. Sehingga dengan demikian dalam hal ini para siswa/pelajar sendiri telah melatih diri untuk mampu berkomitmen setia dalam organisasi. Komitmen adalah kesepakatan /janji untuk melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan yang disertai dengan loyalitas dan totalitas berdasarkan kesamaan nilai / visi pribadi dengan visi organisasi. Suatu pelajar yang turut mengambil bagian dalam kegiatan ekstrakulikuler sekolah tentu sangat berpengaruh dalam mengembangkan minat dan bakat semua pelajar. Tuhan telah memberikan setiap manusia ciptaan-Nya dengan talenta yang berbeda-beda, sekarang bagaimana kita mengembangkan talenta tersebut. Dan inilah kegunaan diadakan kegiatan ekstrakulikuler sekolah untuk mendorong setiap siswanya dapat mengembangkan bakat yang ada dalam dirinya. Agar seseorang dapat mengetahui sampai dimana kemampuannya maka perlu diadakan suatu kompetisi bakat agar dapat menumbuhkan rasa daya saing antar pelajar sehingga mendorong mereka untuk terus belajar dan mengenali kekurangan masing-masing.

168


Suara Pelajar Indonesia Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan misalnya dengan mengadakan lomba band bagi yang mempunyai bakat music atau mengadakan lomba basket, bagi yang mempunyai bakat dalam bermain basket. Dan lomba ini tidak hanya terbuka untuk pelajar melainkan juga untuk umum. Hal ini jelas dapat mengundang simpati masyarakat dalam berbagai kalangan masyarakat yang turut berpartisipasi didalamnya. Namun agar lebih menarik apabila pelajar sendiri yang menyelenggarakan kegiatan tersebut, dengan tujuan melatih pelajar tersebut dapat membuat dan mengatur suatu acara. Apabila pelajar yang menyelanggarakan kegiatan ini bekerja dengan keras, bagaimana agar kegiatan ini menjadi menarik bagi semua pihak yang telibat, pastilah kegiatan ini akan mendapat banyak sponsor dan bantuan dana dari berbagai pihak, dan kegiatan ini dapat berjalan lancar. Agar kegiatan ini menjadi lebih bermanfaat, bagi para penonton yang hadir harus membayar tiket masuk, dengan tujuan hasil yang diperoleh dari tiket masuk tersebut dapat disumbangkan. Dan bagi pemenang lomba atau peserta lomba dapat diberikan bingkisan/hadiah berupa hasil kerajinan tangan pelajar yang menyelanggaran kegiatan tersebut. Dengan demikian kreativitas pelajar dapat dinikmati banyak orang. Sehingga dengan demikian kegiatan yang diselenggarakan tidak saja menghasilkan band-band dan pemain basket yang berkualitas, melainkan juga dana yang diperoleh dapat dialokasikan untuk para korban bancana alam, atau bisa juga dana tersebut disumbangkan untuk menanggulangi masalah air bersih di daerah-daerah terpencil. Walaupun sedikit, tentu bantuan tersebut sangat besar nilainya bagi mereka yang membutuhkan. Maka dengan demikian para pelajar secara tidak langsung telah menyumbangkan kreativitas mereka untuk berpartisipasi dalam salah satu program pemerintah, yakni menanggulangi masalah air bersih. Selain itu, para pelajar tersebut telah berhasil menumbuhkan bibit-bibit yang memiliki karakter dalam pengembangan kreativitas atau potensi dari masing-masing individu.

169


Forum Pelajar Indonesia Contoh lain misalnya dengan mengadakan kegiatan Pentas Seni (Pensi) pelajar bagi seluruh pelajar. Melalui kegiatan ini seluruh pelajar dapat mengambil bagian turut serta dalam kegiatan ini, dengan demikian kesenian yang ada pada diri pelajar tersebut dapat di apresiasikan secara nyata. Seorang pelajar kreatif juga pastinya pandai bergaul dengan lingkungan disekitarnya. Bagaimana memilih pergaulan yang dapat membangun dan bagaimana pergaulan yang dapat menjatuhkan. Dapat memilih pergaulan yang harus di ikuti dan pergaulan yang harus di jauhi. Tetapi pada dasarnya, apabila pelajar tersebut memiliki nilai etika yang tinggi dan memiliki kreativitas dalam dirinya, tentu pelajar tersebut dapat menjadi pengaruh yang positif bagi pergaulannya dan dapat membuat sesuatu yang berbeda dalam hal yang positif, sehingga dalam pergaulannya menjadi lebih menarik dan tentunya dapat menjadi motivasi bagi dirinya untuk terus belajar. Karena orang-orang yang kreatif adalah orang yang mampu membiasakan diri untuk bersikap terbuka terhadap sesuatu yang baru, fokus kepada kekuatan yang dimiliki, menyukai tantangan dan berani mencoba, mengerjakan sesuatu dengan cara yang berbeda, imaginative dan antusias. Orang kreatif adalah orang yang mampu melahirkan proses kreatif dan proses yang kreatif lazimnya menghasilkan suatu produk yang kreatif pula. Demikian Esai yang saya buat menurut pemikiran saya sendiri. Sekian dan Terima kasih .

Rambu Y.R.W Puspitasari, SMA KRISTEN MERCUSUAR KUPANG

170


Suara Pelajar Indonesia

Menuju Indonesia Kreatif

Menjadi manusia yang kreatif tidaklah mudah. Perlu perjuangan,

pengorbanan, ketekunan, dan proses yang panjang. Juga dibutuhkan usaha keras untuk menjadi pribadi yang kreatif. Kreativitas hendaknya dipupuk sejak dini, agar kita terbiasa melatih kemampuan untuk berpikir dan berkreasi. Pembelajaran dan pengalaman tersebut menjadikan kita terbiasa membuat hasil karya, mengikuti kompetisi, bahkan melatih mental dan karakter. Sesungguhnya bagi orang kreatif, kesuksesan pasti menjadi miliknya suatu saat kelak, hal ini dikarenakan, orang yang kreatif akan dapat memenangkan persaingan didalam kehidupannya. Proses menjadi manusia kreatif adalah hal yang tak akan pernah berakhir dalam kehidupan manusia. Kreativitas dapat dipupuk melalui kegiatan berkesenian, karena dengan kesenian, kita dapat dengan leluasa membebaskan ekspresi. Contohnya melalui seni musik, seni rupa, seni tari, seni peran, dan sebagainya. Selain melalui kegiatan berkesenian, kreativitas juga dapat dipupuk melalui hubungan sosial, salah satunya melalui kegiatan berorganisasi. Bagi remaja di sekolah, kegiatan organisasi yang dapat diikuti adalah OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Penulis juga ingin sekali berbagi pengalaman, di mana ketika kita mengikuti banyak kegiatan dalam organisasi, maka dengan sendirinya kita melatih kepemimpinan, kerja sama, kemampuan bersosialisasi, dan kreativitas dalam menyelesaikan masalah. Saat ini kita hidup di negara Indonesia yang kaya dengan berbagai budaya dan harus dipertahankan dan dikembangkan. Kebudayaan daerah, baik berupa adat kebiasaan maupun kesenian merupakan keunggulan bangsa kita. Hal ini dibuktikan dengan respon positif dari masyarakat dunia terhadap pariwisata dan kebudayaan Indonesia.

171


Forum Pelajar Indonesia Perlu disadari bahwa kebudayaan tersebut sampai saat ini berkembang karena peran dari setiap masyarakat dan budayawan yang menghargai pentingnya budaya daerah. Untuk mengembangkan hasil kebudayaan tentulah dibutuhkan perhatian serta tindakan nyata pemerintah dan masyarakat yang dilakukan dengan penuh kreativitas. Tidak hanya meneruskan budaya yang sudah ada, tetapi dikembangkan sedemikian rupa sehingga menjadi suatu karya yang dinamis sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga budaya daerah tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang ketinggalan zaman, khususnya di kalangan generasi muda. Bukan suatu hal yang mustahil jika Indonesia dikenal dan dihargai dunia dengan kebudayaan dan karya seninya. Kreativitas anak bangsa sudah memberi andil besar bagi kemajuan bangsa ini, bahkan diyakini dapat menjadi pelopor kemajuan bangsa. Merupakan suatu kesempatan emas jika generasi muda dapat ikut ambil bagian dalam pengembangan kreativitas demi kemajuan bangsa. Salah satu potensi yang dimiliki remaja adalah pemikiran yang kreatif, penuh inisiatif dan aktif. Menuangkan ide dan kreativitas tentulah harus dipupuk dan diasah sejak dibangku sekolah, sehingga generasi penerus memiliki pedoman dalam berkreativitas. Dapat dilihat bahwa banyak sekali sarana di sekolah yang dapat dijadikan alat untuk memupuk kreativitas, seperti kegiatan organisasi (OSIS), kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan kesenian. Hal yang perlu diperhatikan, untuk berhasil, tidak hanya dibutuhkan kepintaran, karena setiap generasi muda dituntut untuk berbuat kreatif dalam menciptakan sesuatu dan melakukan inovasi. Terkadang kita sebagai pelajar lebih mementingkan bagaimana mendapat nilai tertinggi dengan banyak membaca, tetapi justru hal yang tak kalah pentingnya yaitu bagaimana kita mempraktikkan ilmu tersebut untuk kebaikan dan kemajuan.

172


Suara Pelajar Indonesia Melalui kegiatan berorganisasi, setiap siswa dituntut untuk kreatif dalam merancang program yang diadakan sekolah, bagaimana membuat program baru semenarik mungkin, dan untuk memecahkan setiap permasalahan dalam kegiatan berorganisasi. Dengan kegiatan ekstrakurikuler, setiap siswa diajarkan untuk mengembangkan minat dan bakatnya, misalnya bagaimana mengembangkan bakat memainkan peran dalam drama, mengasah kemampuan menggambar dalam ekstrakurikuler senirupa, mengasah kemampuan dan melatih diri dalam memainkan alat musik, dan sebagainya. Dengan berbagai kegiatan sekolah, misalnya perlombaan kesenian, pekan ilmiah, dan pentas seni, setiap siswa dilatih untuk berperan aktif dalam mengembangkan kreativitasnya. Sebab sekolah yang baik tidak hanya memaksakan siswanya untuk pintar dalam menuntut ilmu pengetahuan, tetapi siswanya dapat mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan dalam kehidupannya sehari-hari. Karena hal itulah yang dibutuhkan ketika siswa sudah memasuki persaingan dalam dunia kerja. Generasi muda yang kreatif dapat bersaing secara positif dalam mengembangkan diri. Tentunya menjadi kreatif haruslah dibatasi dengan pedoman. Menjadi kreatif haruslah dalam hal positif, karena jika digunakan secara semena-mena, maka akan merugikan orang lain. Salah satunya adalah bagaimana generasi muda mengembangkan budaya bangsanya. Memang bukan hal mudah bagi beberapa remaja untuk memahami budayanya, tetapi tetaplah budaya harus dilestarikan karena itulah warisan bangsa. Budaya dapat dijadikan sebagai sarana dalam mengembangkan kreativitas anak bangsa. Salah satunya adalah mengadakan kegiatan pentas seni tradisional di sekolah. Atau mengadakan berbagai perlombaan permainan tradisional pada acara perayaan kemerdekaan 17 Agustus. Atau dapat juga mengembangkan kemampuan kewirausahaan dengan menjual berbagai hasil karya tradisional dan

173


Forum Pelajar Indonesia makanan tradisional. Selain mengembangkan budaya, hasil karya kreatif dapat juga disisipi teknologi. Dengan berbekal pengetahuan yang semakin maju, generasi penerus dapat difasilitasi untuk mengembangkan kreativitasnya dalam membuat penemuan baru seperti alat untuk menguraikan sampah dengan bakteri pengurai, bagaimana melakukan cloning dan bioteknologi lainnya. Atau membuat rancangan bangunan tahan gempa dan ramah lingkungan dengan harga terjangkau untuk masyarakat kurang mampu. Tentu apabila kita membicarakan kreativitas, maka akan luas sekali. Untuk menjadi kreatif dibutuhkan keuletan, dasar pengetahuan, moral yang baik, dan pengalaman. Dibutuhkan keuletan karena untuk menjadi kreatif dan mencapai hasil yang maksimal dibutuhkan proses yang panjang dan bangsa Indonesia harus belajar agar tidak terlena dengan hal yang bersifat instan. Kadang-kadang kita menjadi malas dan cenderung untuk mudah meminta bantuan pihak luar. Untuk menjadi berhasil maka sifat seperti itu selayaknya dibuang. Karena dalam mencoba hal baru, tidak akan langsung menemui keberhasilan, melainkan akan menjumpai kegagalan. Jadikanlah kegagalan tersebut sebagai guru yang baik. Dengan pengalaman yang semakin banyak, setiap pribadi menjadi semakin mahir dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Pengalaman akan membawa kita pada kedewasaan mental. Dasar pengetahuan juga sangat dibutuhkan, karena dengan pengetahuan, maka kita semakin banyak mengetahui perkembangan teknologi dan kebudayaan di luar sana. Dan dengan pengetahuan, maka setiap pribadi mempunyai dasar dan gambaran akan apa yang dapat dikembangkan. Moral adalah hal yang tidak kalah pentingnya karena percuma saja jika kepintaran tidak didasari oleh moral yang baik dan agama. Hal itu akan menimbulkan dampak negatif bagi kita semua. Salah satu contohnya adalah kreatif merakit bom, tentu sang-

174


Suara Pelajar Indonesia at merugikan bangsa kita sendiri jika berdampak buruk bagi orang lain. Indonesia adalah negara yang memiliki anak bangsa yang kreatif. Berikanlah kebebasan kepada generasi penerus untuk berkreasi, mengembangkan minatnya, dan menjadi apa yang mereka ingini. Bimbing pelajar dalam ketaatan moral dan ketaatan kepada Tuhan. Kepada pemerintah, tunjukkanlah keteladanan yang baik pada generasi muda agar turut termotivasi untuk membangun dan memajukan negara. Dengan demikian, bangsa kita akan menjadi lebih maju, dengan generasi penerus bangsa yang dapat dibanggakan.

Priska Ivena, SMA K 1 BPK PENABUR

175


Forum Pelajar Indonesia

Peran Dan Program Nyata Pelajar Untuk Indonesia Pintar (5)

P

intar adalah takdir, begitu menurut sebagian orang. Kita sering menjumpai orang-orang yang rendah diri berkata pada orang yang lebih pintar, “Kamu pintar,sih. Makanya bisa ngerjain ini itu. Kalau aku nggak bisa.� Wah, kalau sudah begini bagaimana,ya? Pada akhirnya orang yang rendah diri tersebut tetap saja mempertahankan pendapat mereka tentang diri mereka sendiri, yaitu “tidak pintar�, seakanakan pasrah oleh keadaan yang menjadikan mereka seperti itu. Tapi pintar bukan takdir. Pintar adalah saat kita bisa melawan kebodohan dalam diri kita. Pintar adalah saat kita punya kemauan untuk berubah menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Karena setiap manusia terlahir sama, dengan kapasitas otak yang sama dan kemampuan yang sama. Yang membedakan hanyalah bagaimana manusia itu mengembangkan dirinya saat perlahan tumbuh besar. Pintar tidak bisa dipisahkan dari yang namanya pendidikan. Pendidikan sangat penting dalam proses pembelajaran dan menjadi kunci keberhasilan menuju pintar. Namun pendidikan di Indonesia sampai saat ini masih memiliki problem berat. Antara lain kurangnya pemerataan kesempatan pendidikan. Kita sering jumpai dalam kehidupan sehari-hari anak-anak yang berlalu-lalang di jalanan mengamen, menjadi pedagang asongan, tukang semir sepatu, penjual koran, dan bahkan menjadi pengemis. Sungguh hal yang sangat miris. Pendidikan akan berjalan dengan baik apabila semua pihak saling bekerja sama meningkatkan mutu dan kualitas. Antara lain pemerintah, guru, wali murid, dan siswa itu sendiri. Pemerintah harus bertanggung jawab dalam memberikan sarana dan prasarana yang memadai. Guru yang berperan sebagai pemberi ilmu, bukan hanya

176


Suara Pelajar Indonesia sekedar mengajar materi saja, tetapi juga mendidik siswa sehingga bisa menjadi pribadi yang baik dan bermartabat. Wali murid atau orang tua juga tidak semata-mata sekedar “menitipkan� anaknya bersekolah, tetapi harus ikut mendukung setiap program positif yang diadakan di sekolah. Selanjutnya adalah siswa itu sendiri. Siswa harus mampu bereksplorasi dan mengembangkan dirinya, bukan hanya datang ke sekolah dan menunggu diberi materi pelajaran oleh guru. Terlebih lagi di era globalisasi, saat teknologi dan ilmu pengetahuan berkembang sangat pesat. Indonesia tidak boleh ketinggalan begitu saja, sementara negara-negara lain saling bersaing mendapatkan hasil yang terbaik. Sudah cukup Indonesia dijajah bangsa lain selama 3,5 abad lebih, dan itu tidak boleh berlanjut. Kita harus membuktikan bahwa Indonesia bisa. Indonesia mampu. Jangan hanya unjuk gigi setelah hasil budaya kita diklaim oleh bangsa lain. Jangan hanya unjuk gigi saat kebudayaan kita direbut. Karena masih banyak yang perlu dilakukan untuk bangsa ini, dan ujung tombaknya adalah para generasi muda, yaitu para pelajar. Indonesia pernah dijuluki sebagai Macan Asia. Kita pernah berjaya di masa lalu. Yang sekarang menjadi tugas para generasi muda adalah mengembalikan kejayaan itu kembali. Untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang pintar, harus dimulai dari sekarang. Para pelajar bisa mendongkraknya dengan cara mengembangkan diri melalui prestasi. Secara tidak langsung ini bisa meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan dan sebagai bukti keberhasilan. Bukan hanya di tingkat nasional, tetapi hingga ke tingkat internasional. Kita, para pelajar, bisa memulainya dari diri sendiri. Pertama, belajar dengan rajin dan tekun, mengerjakan tugas dan mengumpulkannya tepat waktu, aktif di kelas, menjaga sopan santun terhadap guru, dan bersikap ramah kepada semua orang. Pelajar juga bisa mengembangkan diri melalui kegiatan ekstrakuri-

177


Forum Pelajar Indonesia kuler, sehingga tidak melulu belajar dan berkutat dengan buku-buku. Kedua, pelajar juga bisa ikut berpartisipasi dalam lomba-lomba yang diadakan di sekolah, di tingkat Kabupaten, Provinsi, bahkan Nasional. Hal itu akan mengajarkan kita untuk berkompetisi, tentunya secara sehat. Selain itu, kita juga bisa mengukur tingkat kemampuan kita dalam menuntut ilmu selama ini, sekaligus bersosialisasi dengan para peserta dari sekolah lain. Ketiga, berinovasi menciptakan hal-hal baru. Menjadi generasi yang mempunyai spirit dan keterampilan untuk membuat terobosan-terobosan. Tidak sekedar mengulangi apa yang dikerjakan generasi sebelumnya, tetapi juga menghasilkan ide-ide dan inovasi baru yang bisa diterima oleh masyarakat. Keempat dan yang terpenting, jangan lupa berdo’a kepada Tuhan. Hal itu akan menenangkan diri kita dan senantiasa percaya diri. Orang-orang bijak sering berkata bahwa usaha dan do’a adalah yang terbaik. Para pelajar juga bisa ikut berperan membantu meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, yaitu dengan cara meningkatkan keterampilan, kecakapan dan kemampuan individu masing-masing agar memiliki bekal yang cukup untuk berkompetisi dan mampu membaca peluang serta memberikan kontribusi berupa saran maupun kritikan yang sifatnya membangun. Peran serta para pelajar sebagai kontrol sosial sangat diperlukan demi majunya suatu negara. Marilah kita mulai berpikir yang kritis, kreatif, inovatif untuk memaksimalkan peran serta generasi muda dalam pendidikan. Partisipasi yang dapat dilakukan siswa antara lain misalnya dengan mengadakan program berikut: 1. Klub pelajar untuk saling berbagi ilmu, bertukar informasi, ide-ide dan pendapat-pendapat, atau sekedar sharing untuk menghilangkan kejenuhan.

178


Suara Pelajar Indonesia 2. Pameran sains teknologi hasil karya pelajar, misalnya robot, notebook mini, software, dan game yang berlabel “made in Indonesia�, untuk mengembangkan kreatifitas pelajar. 3. Olimpiade dan turnamen antar sekolah sebagai ajang kompetisi yang sehat. 4. Pekan Budaya Indonesia, yaitu memperkenalkan budaya Indonesia seperti pakaian adat, makanan tradisional, tarian daerah. Tujuannya adalah agar para pelajar mengenali dan mencintai negaranya sendiri dan melestarikannya di kemudian hari. 5. Galeri eksperimen, untuk memamerkan eksperimen pelajar dan karya ilmiah mereka. Ini bisa merangsang rasa ingin tahu pelajar dan memotivasi pelajar lain untuk ikut serta. 6. Ikut serta dalam penyuluhan yang diadakan oleh pemerintah, misalnya seputar narkoba dan peredarannya. Setelah ikut penyuluhan, pelajar diharapkan mampu menyebarkannya lagi kepada teman-temannya dan bahkan ke sekolah-sekolah lain. Satu hal yang harus diingat adalah jangan diam, tetap aktif dan kreatif. Pesan terakhir adalah tetaplah mencintai bangsa sendiri dan selalu menggali diri menjadi pribadi yang lebih baik. Karena Indonesia butuh generasi muda sebagai penerus bangsa. Untuk menjadi bangsa yang hebat, dibutuhkan generasi muda yang hebat dan pintar. Perubahan tetap harus dilakukan, dan perubahan itu dimulai dari diri sendiri, agar tercipta generasi muda yang bukan cuma pintar tetapi juga cerdas. Cerdas dalam belajar, cerdas dalam berperilaku, cerdas dalam perkataan dan selalu taat kepada Sang Pencipta. Semoga hal tersebut bisa terwujud di masa depan.

Ratna Eka Saputri, SMAN 1 BLITAR

179


Forum Pelajar Indonesia

Pintar Generasiku Pintar Bangsa

Coba kita merenung sejenak membayangkan bagaimana segerom-

bol lebah madu dapat membangun rumah sebagai sarangnya serta tempat menempatkan madu yang begitu rumit. Bahkan, manusia saja tak bisa menirunya. Yang menjadi pertanyaan kali ini, dengan apakah semua kerumitan tersebut dapat dipecahkan????Lalu, disisi lain bagaimana seorang Issac Newton, anak yang terlahir prematur dapat dikenal oleh negara dibelahan dunia karena hanya sebuah apel yang tak sengaja menjatuhinya???? Dari cuplikan diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa manusia adalah makhluk yang paling sempurna diantara berbagai makhluk. Kita bukanlah seperti lebah madu yang dimana kita dapat menciptakan sesuatu yang rumit tapi tak dapat mengembangkannya karena tak punya otak. Tapi, kita adalah manusia yang terlahir pintar dan mempunyai Inteligensia serta mempunyai otak untuk berfikir. Alloh menciptakan manusia tak berlabel BODOH tapi berlabel PINTAR. BODOH hanyalah sebuah label bagi orang yang belum menemukan bakat terpendam dalam dirinya dan kekurangan pelatihan saja. Mencetak generasi pintar bukanlah sebuah asa pati bagi bangsa ini tapi asa yang perlu ditindaki lebih lanjut sesuai program pendidikan yang sudah dijalankan. Pintar bukan berarti seperti Aristoteles, Ibnu Sina, bahkan Albert Eisten. Tapi pintar adalah karunia yang diberikan pada kita sejak lahir asal kita mau mengasahnya kita pasti bisa. Sebagaimana kita tau, bangsa ini begitu banyak dikarunia anak yang pintar hanya saja banyak hambatan yang terjadi seperti gizi,pendidikan yang kurang merata dan masalah ekonomi terutama yang menghambat penambangan anak pintar di Indonesia bisa ter-

180


Suara Pelajar Indonesia bilang sulit. Sehingga layak saja ada seseorang berkata, “ Harga secuil ilmu melambung mengimbangi nilai harga cabe ”. Biaya sekolah yang terbilang semakin mahal, membuat para orang tua malas untuk menyekolahkan anaknya. Mereka lebih berfikir, “Lebih baik anakku menjadi tulang punggung keluarga daripada menjadi beban keluarga.”Sesungguhnya bila kita renungi kata EKONOMI dan PENDIDIKAN dapat kita teorikan “Pendidikan tercukupi maka Ekonomi bisa diganyang”. Maksudnya orang yang bependidikan cenderung dapat berkompetisi di era global seperti saat ini, hal ini dapat memudahkannya dalam mencari pekerjaan sehingga yang sekiranya ekonominya terpuruk dapat diperbaiki. Selain itu pula gizi, gizi sangat berpengaruh untuk kepintaran otak. Bukankah bila gizi terpenuhi maka otak dapat berkembang dengan normal???. Perbaikkan gizi bagi anak balita sangat diperlukan karena pada masa inilah masa emas pembentukan generasi yang pintar. Berbicara mengenai pendidikan di Indonesia memang tidak akan ada habisnya, sebagaimana kita lihat di media cetak bahkan media massa. Banyak daerah yang terpencil minim akan sekolah atau bahkan sekolah yang tak layak dipakai masih juga dipakai atau juga munculnya program SBI di berbagai sekoah yang biayanya terbilang mencekik leher, sehingga hanya pelajar yang tergolong mampu yang dapat menikmatinya.Program SBI ini sendiri juga lebih menekankan pelajar untuk menguasai materi dalam bentuk Bahasa Inggris. Pintar bahasa asing itu bagus, tapi bukankah alangkah baiknya bila pendidikan ini lebih menekankan pada Bahasa Indonesia, bahasa pemersatu negara tercinta kita ini. Inilah secuplik fenomena pendidikan di Indonesia yang kian menjadi bahan pikiran untuk Indonesia lebih maju. Sebenarnya tak ada yang salah dengan program pendidikan di Indonesia hanya saja dalam menjalankan program ini pemerintah

181


Forum Pelajar Indonesia kurang bijak dan selalu terjadi hambatan apalagi negara ini banyak akan kasus korupsi dan salah penggunaan wewenang, ditambah lagi kesadaran masyarakat serta pelajar akan pendidikan masih kurang. Sehingga inilah yang menjadi kesenjangan pemerintah dalam menjalankan programnya. Karena masyarakat sendiri sulit disadarkan dan diajak kerja sama. Sedangkan Pelajar pada zaman sekarang menganggap bahwa sekolah hanyalah suatu kewajiban saja. Dan tak hanya itu pula, pendidikan di Indonesia lebih menekankan pelajar pada penguasan teori daripada praktek sehingga untuk prakteknya NOL BESAR, inilah yang menjadi tugas para generasi bangsa untuk mengimbangai antara teori dan praktek. Sehingga negara ini dapat mencetak generasi pintar interprener berwawasan global. Berikut suara pelajar pintar Indonesia mengenai pendidiakan di Indonesia: 1. Deasy Rizky Amalia (SMAN I BLITAR,X-3) “Pendidikan di Indonesia masih mahal daripada pendidikan di negara-negara lain. Di negara maju, biaya pendidikan tidak menjadi beban berat bagi warganya selagi memiliki kemampuan dan pemikiran cemerlang untuk menekuni dunia pendidikan sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki. Di Indonesia biaya pendidikan mahal, alternatif untuk solusi dana pendidikan sulit. Ditambah lagi dengan masalah lapangan pekerjaan yang belum tersedia. Saya harap, pendidikan di Indonesia tidak terlalu membebani warganya, sehingga anak-anak Indonesia yang kurang beruntung dapat merasakan pendidikan.’’ 2. Layli Puspitasari (SMAN I BLITAR, X-3) “Pendidikan di Indonesia sebenarnya sudah baik, tetapi kurang rasa nasionalisme karena adanya individualisme.” 3. Rizka Permatasari (SMAN 1 BLITAR, X-3)

182


Suara Pelajar Indonesia “Tidak fokus dan terarah. Sistem pendidikan di Indonesia, tidak mencetak orang Ahli di bidangnya tetapi pintar dalam hal teori tapi aplikasi dalam kehidupanya nol besar.Inilah seklumit persoalan pendidikan di Indonesia yang sulit dirubah sehingga menyebabkan bangsa ini tetap terpuruk dalam kebodohan atau kemiskinan. Untuk apa kita (pelajar) harus menguasai seluruh ilmu yang tidak sesuai dengan kemampuan kita? Capek tau, nggak ada gunanya. Harusnya kita itu fokus belajar pada kemampuan yang kita miliki sejak kecil sehingga kita akan menjadi seorang yang benar-benar ahli dibidang kita masing-masing.” 4. Soling Nilam Sari (SMAN 1 BLITAR, X-1) “Keadaan pendidikan di Indonesia semrawut, karena tiap ganti menteri pendidikan ganti pula sistem yang berlaku sehingga sistem lama dirombak dan memulai sistem baru. Hal ini membuat APBN untuk pendidikan terbuang sia-sia. Seharusnya pemerintah melanjutkan apa yang ada sebelumnya dan merombak seperlunya agar sistem pendidikan tidak seperti saat ini.” 5. Sarah Dwi Hapsari (SMAN 1 BLITAR,X-4) “Pendidikan di Indonesia seharusnya pemerintah lebih menetapkan sistem seperti Amerika yang mengkhususkan anak-anak yang memiliki bakat di 1 bidang, dapat terus menekuni itu dari mulai SMP. Dan memilih itu mata pelajarannya sendiri.” 6. Ulfatun Ni’mah (SMAN 1 BLITAR, XI IA) “Pendidikan di Indonesia harus diperbaiki dan ditingkatkan. Khususnya masalah model pengajaran guru, seharusnya semua guru diberi kenyataan keadaa siswa sekarang. Intinya bukan hanya mengajar tapi juga mendidik. Kalau untuk materi di Indonesia terbukti lebih bagus dari negara maju sekalipun, yang mesti ditingkatkan adalah materi logika dan pengembangan diri. Di situlah kelemahan kita.”

183


Forum Pelajar Indonesia 7. Nurevien Diama Arkham (SMAN 1 BLITAR, X-3) “Saya berharap kebijakan pemerintah untuk meningkatkan mutu tidak membebani pelajar dengan pelajaran yang begitu sulit tidak seperti di negara maju lainnya . Mereka bebas memilih pelajaran yang disukai sehingga mereka nyaman mengikuti pelajaran tersebut. Lalu, pelajar juga harus dikembangkan kreatifitasnya. Jadi , mohon diperhatikan!!” 8. Fajar Agung Mustofa (SMAN 1 BLITAR, X-3) “Kualitas pendidikan di Indonesia memang sudah baik tetapi masalah pembiayaan, terlebih tingkat perguruan tinggi masih cukup tinggi. Padaha lulusan dari perguruan tinggi yang menghabiskan banyak biaya tersebut belum tentu mendapatkan pekerjaan sesuai pendidikanya. Apresiasi terhadap siswa berprestasi kurang tepat sasaran.” 9. Rifka Rosita Noviyana (SMAN 1 BLITAR,X-3) “ Menurut saya pemerintah harus memberikan layanan pendidikan khusus bagi anak-anak yang kurang mampu dalam meraih atau memenuhi kebutuhannya dalam pendidikan. Selain itu, pemerintah juga harus mengawasi program-programnya tersebut agar tidak disalah gunakan oleh pihak-pihak tertentu.” 10. Dyah Nurulita (SMAN 1 BLITAR, X-3) “ Saya berharap , pemerintah dapat bertindak dalam hal pemerataan, pemberian, maupaun pemenuhan fasilitas pendidikan di Indonesia. Karena kenyataannya saat ini, yang mendapat pendidikan secara optimal hanyalah orang-orang yang kaya saja.”

Afriana Maharani Puteri, SMAN 1 CIKARANG UTARA

184


Suara Pelajar Indonesia

Teknologi Kreatif di era Globalisasi

Tidak dapat dipungkiri, di era globalisasi ini kita tidak dapat terpi-

sahkan oleh sebuah Teknologi. Teknologi berkembang sangat pesat dari waktu ke waktu. Kemajuan perkembangan Teknologi ini, “memaksa� kita berkembang secara evolutif menyesuaikan diri dengan perkembangan kekinian. Sudah cukup banyak ditemukan berbagai perangkat elektronik yang dimanfaatkan memfasilitasi berbagai fasilitas pendidikan; tidak hanya di Universitas, namun juga pada tingkat Sekolah Menengah Atas. Bahkan pendidikan di Taman Kanak-kanak pun telah terfasilitasi oleh barang elektronik yang merupakan kemajuan dari Teknologi. Perkembangan Teknologi yang pesat di Dunia ini saling bersaing dan menginspirasi lahirnya produk-produk teknologi kreatif yang tidak terbayangkan sebelumnya. Sejarah mencatat bahwa tak lama setelah mail ditemukan bermunculanlah teknologi-teknologi yang sangat menarik, Sebagai contoh, Facebook yang diperkenalkan oleh Mark Zuckerberg seorang mahasiswa di Harvard University sebagai sebuah jejaring sosial menyusul Twitter lalu Blackberry Mesenger dan masih banyak lagi yang belakangan ini menjadi trendsetter dan mengubah secara dramatis cara manusia berkomunikasi. Untuk dapat memanfaatkan dan memaksimalkan aplikasi teknologi tersebut secara nyata dalam berbagai hal termasuk pendidikan, dibutuhkan suatu kreatifitas untuk dapat unggul dalam persaingan perkembangan Teknologi itu sendiri. “Mampukah Indonesia bersaing dalam Perkembangan Teknologi?� jika dilihat dari posisi dan perannya di era Globalisasi perkembangan teknologi ini. Menurut World Competitiveness Report dalam kancah persaingan global, Indonesia menempati urutan ke-45 atau terendah dari seluruh negara yang diteliti, di bawah Singapura

185


Forum Pelajar Indonesia (8), Malaysia (34), Cina (35), Filipina (38), dan Thailand (40). Dilihat dari segi perkembangan yang ada sekarang, Indonesia belum memperlihatkan daya saingnya dibanding Negara Maju lainnya bahkan di tingkat ASEAN sekalipun. Hal itu dikarenakan oleh kurangnya aspek penguasaan Teknologi dan Informasi, serta terbatasnya Sumber daya Manusia (SDM) yang merupakan salah satu faktor kunci dalam persaingan global. Menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk menciptakan SDM yang berkualitas dan memiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi dalam persaingan global perkembangan teknologi. Dalam globalisasi yang menyangkut hubungan intra-regional dan internasional akan terjadi persaingan antar negara. Bangsa Indonesia tidak bisa menghindar dan pasti akan berhadapan dengan globalisasi ini, untuk itu dituntut adanya efisiensi, orisinalitas dan kreatifitas yang tinggi dari anak-anak bangsa untuk dapat tetap survive dan unggul dalam persaingan yang ada. Untuk dapat menciptakan SDM yang berkualitas yang dapat bersaing dalam perkembangan teknologi, sangatlah dibutuhkan Pendidikan yang berkualitas pula. Berbicara mengenai pendidikan tidak akan luput dari masalah pemberdayaan teknologi informatika. Pendidikan di era global sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, terutama teknologi komputer dan internet. SDM yang sangat berperan penting dalam peningkatan Teknologi dan Informasi adalah Pelajar. Kehadiran berbagai perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi jika tidak disikapi dengan baik dan benar akan dapat menggeser peran dominan sekolah dalam proses belajar. Keberadaan teknologi ini memungkinkan setiap orang untuk belajar apa saja, kapan saja dan dimana saja, tanpa harus ke sekolah. Peluang Ini memungkinkan pelajar untuk dapat berkreatifitas secara bebas dan bertanggung-jawab tanpa ada tekanan dari pihak manapun. Pelajar dapat memikirkan suatu inspirasi yang akan mereka tuangkan menjadi suatu karya yang berguna bagi masa depan

186


Suara Pelajar Indonesia Masyarakat, Bangsa dan Negara. Dengan melihat situasi dan kondisi Indonesia hari ini, para Pelajar tertantang untuk dapat memanfaatkan teknologi yang tersedia untuk melahirkan sebuah kreatifitas teknologi. a. Kita mulai dengan diri kita sendiri dengan memikirkan apa yang ada dibenak kita jika dihadapkan pada situasi Indonesia semacam ini. b. Lalu kita amati apa yang sedang menjadi tren dan digandrungi masyarakat Indonesia saat ini? c. Dapatkah kita sebagai Pelajar memanfaatkan potensi yang ada dengan mengolah hasil pengamatan itu dan mengubahnya menjadi suatu bentuk karya kreatifitas teknologi? d. Apakah hasil karya tersebut berguna dan dapat diterima masyarakat khususnya pelajar? Berdasarkan Point-point tersebut di atas, penulis mencoba merumuskan pokok-pokok pikiran yang diharapkan akan mampu menjadikan Indonesia Kreatif khususnya dalam bidang perkembangan teknologi sebagai berikut :

1. Pemanfaatan Teknologi untuk berkreasi Facebook  saat ini merupakan media jejaring sosial (social network) terbesar jumlah penggunanya di Indonesia. Sementara penggemar Twitter dari Indonesia, berada di urutan ke-6 sedunia. Dengan mencermati besarnya potensi pelajar yang telah menggunakan facebook ataupun twitter, para pelajar dapat memanfaatkan teknologi jejaring sosial ini bukan hanya sebagai wadah untuk mendapatkan teman baru dan menciptakan suatu komunikasi namun juga sebagai media mencari dan membentuk klub kreatif yang memiliki

187


Forum Pelajar Indonesia persamaan hobi. Kita juga dapat berkreasi memanfaatkan fasilitas yang ada pada Facebook/ Twitter/ Blog sebagai ajang mengekpresikaan diri menyalurkan bakat/ kegemaran menulis. Kita dapat menulis sebuah novel misalnya di Blog, lalu membagikan linknya kepada orang-orang yang berada di Facebook maupun Twitter. Para penggemar novel pun dapat membaca secara online kapan saja dan dimana saja tanpa perlu ke toko buku. Selain Novel, kita bisa juga menkreasi teknologi tersebut untuk menunjang proses belajar/ pendidikan kita dengan cara sharing pengetahuan dengan teman-teman secara interaktif. Blog juga dapat difungsikan sebagai ajang sarana promosi potensi diri. Kehadiran Blog/ Facebook/ Twitter dengan tampilan masing-masing akan dengan sendirinya menjadi sumber inspirasi bagi mereka-mereka yang mengaksesnya dan pada gilirannya akan melahirkan sebuah kreativitas baru secara berkesinambungan. Hal ini sejalan dengan apa yang dituliskan oleh Afifa, 2007 :� salah satu faktor yang mendorong tumbuhnya kreativitas, adalah “Akses terhadap bidang (Acces to a field)�. Selain Facebook/ Twitter dan Blog, ada juga YouTube yang merupakan situs web video sharing (berbagi video) popular. Disini, pelajar bukanlah menyanyi lipsinc seperti Keong Racun ataupun video Briptu Norman yang sedang naik daun. Melainkan membuat video kreatif dengan citra seni yang berkualitas. Seperti halnya kreativitas yang ditunjukkan oleh Aulia Rizsa Wirizqi, seorang pelajar yang bercita-cita sebagai Sutradara pada Link http://www.youtube.com/4ulia. Melalui Link ini kita dapat melihat berbagai karya video lipsinc yang telah dibuat oleh seorang Aulia. Banyak pengunjung pada situs link ini yang dibuat terkagum-kagum dengan karya yang telah dihasilkan. Sayangnya, Aulia tidak seberuntung Keoang Racun, Chayya chayya ataupun Andai Aku Gayus Tamnbunan. Karya Aulia mengalir begitu saja tanpa ada kontroversional pada masyarakat yang bisa melambungkan karya kreatfitas seorang Aulia. Padahal, seorang Sutradara sekelas Joko Anwar pun terkesima melihat video yang telah dibuat oleh Aulia ini. Meski Video yang dihasilkan hanya menggunakan ba-

188


Suara Pelajar Indonesia rang yang tidak terlalu mahal sebagai properti, pemerannyapun diambil dari teman yang berbakat akting untuk dijadikan model, dan dengan memanfaatkan barang-barang teknologi sederhana yang dapat digunakan untuk merekam, terciptalah sebuah Video yang sungguh sangat membanggakan bagi seorang pemula amatir sekelas pelajar Aulia.

2. Pemanfaatan barang Teknologi untuk Kreativitas Barang-barang elektronik yang termasuk kategori barang teknologi sebenarnya dapat dikreasi menjadi sebuah barang unik dan bercita rasa seni. Misalnya kaset tape yang sudah tidak layak pakai dapat kita kumpulkan, lalu kita daur ulang dengan mendesain barang tersebut sebagaimana barang yang diinginkan sesuai selera. Kaset tape tersebut dengan sentuhan kreatifitas dapat disulap menjadi tempat pensil, bingkai foto, dll. Bisa juga kita berkreasi dengan layar komputer yang sudah tidak layak guna dan sangat banyak di barang loakan, Dengan sedikit kreasi, barang-barang teknologi ini dapat dimodifikasi menjadi sebuah bentuk yang unik dan dapat menjadi penghias taman-taman kita sebagai sebuah pot bunga misalnya. Cukup dengan membongkar seluruh rangkaian layar computer, jadilah ia menjadi sebuah Pot Bunga antik mempesona. Bahkan baterai-baterai yang telah habis energinya dapat kita fungsikan kembali dengan mengisi ulang energinya dengan cara menjemurnya di terik matahari seharian, Meski menjemur baterai di bawah terik matahari energinya hanya sebentar dan sementara karena hanya mengeringkan karbon yang mulai lembab. Bukan hanya baterai AA atau AAA, baterai hape pun dapat dijemur. Walau tidak sepenuhnya terisi tetapi, itu dapat menghemat pembelian baterai dan juga hemat listrik serta membantu penghematan anggaran bila jumlahnya banyak. Dan apabila baterai tersebut benar benar sudah tidak dapat dicharge kembali dan sudah tidak layak digunakan, maka kita masih dapat merangkainya menjadi sebagai tempat pensil yang

189


Forum Pelajar Indonesia menawan. Perlu dicatat dan diingat dengan baik agar jangan pernah membuang sampah baterai sembarangan, karena apabila baterai dibuang di tanah dan terkena hujan, maka racun pada baterai akan menyerap di tanah. Tanahpun menjadi tercemar racun dan pada akhirnya dapat mencemari makanan maupun minuman dilingkungan sekitar kita, seperti apa yang diajarkan pada Fisika.

Menuju Indonesia Kreatif Pada masa sekolah, para pelajar hendaknya dapat memanfaatkan anugerah Otak yang diberikan oleh Sang Pencipta. Otak sebagai pusat kreatifitas haruslah dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk menghasilkan karya-karya. Untuk dapat memanfaatkan kemampuan otak secara maksimal, maka kita harus senantiasa mengasah dan memacu kinerja otak. Salah satu upaya mengasah dan memacu kinerja otak adalah dengan berkompetisi mengikuti lomba. Lomba akan meningkatkan adrenalin di otak kita untuk menjadi yang terbaik. Seperti misalnya yang ditunjukkan oleh Kontingen Indonesia saar berhasil menjuarai kompetisi robot Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest di Hartford, Connecticut, AS, 9-10 April 2011. Tiga robot buatan mahasiswa UNIKOM, Bandung, yang mewakili Indonesia untuk kategori RoboWaiter menang pada hari pertama. Robot DU99 RWE juara pertama untuk level advanced serta juara pertama dan meraih posisi kedua pada level standar. Sementara itu, dua robot buatan mahasiswa UGM yang mewakili Indonesia di kategori Senior Wheeled Robot juga meraih juara. Dua robot beroda yang diberi nama Koplax dan Iron masing-masing juara pertama dan meraih posisi kedua. Ini membuktikan bahwa jika ada keinginan dan diberi jalan dan kesempatan, pelajar-pelajar Indonesia bisa juga berkarya dan berkreasi memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Para pelajar dapat menjadi sumber utama SDM yang memacu kreativitas anak bangsa menuju Indonesia yang Kreatif.

190


Suara Pelajar Indonesia

Kesimpulan Teknologi informasi sudah masuk dalam segala aspek kehidupan di masyarakat. Kehadiran teknologi informasi menjadi tantangan sekaligus sebuah jalur bagi pelajar yang memiliki ide-ide kreatif, Melalui kreativitas kita dapat mewujudkan sebuah ide sederhana dengan memanfaatkan teknologi sederhana menjadi sebuah karya atau prodak yang dapat bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya dan kaum pelajar pada khususnya. Salah satu upaya memacu kreativitas para pelajar untuk lebih bereksplorasi dalam hal skill dan taktis adalah melalui lomba/ kompetisi. http://emperordeva.wordpress.com/about/sdm-indonesia-dalampersaingan-global/ http://tyaset4.blog.com/2010/02/15/definisi-kreativitas/

Fadhilah Putri Wulandari, SMA N 2 MAKASSAR

191


Forum Pelajar Indonesia

Menuju Indonesia Kreatif: Membangun Karakter Bangsa Di Kalangan Pelajar Dengan Landasan Pembelajaran Sejarah

Akhir-akhir ini, bangsa kita tidak henti-hentinya ditimpa masalah

yang datang silih berganti. Sejak dari musibah yang disebabkan oleh fenomena alam maupun oleh ulah manusia itu sendiri, hal ini telah memporakporandakan infrastruktur bangsa baik secara fisik maupun nonfisik. Sementara itu, dilihat dari perubahan kebudayaan material. Bangsa ini sudah mulai kehilangan alat vital bangsanya, hal tersebut diakibatkan oleh arus globalisasi, yang mau tidak mau, suka atau tidak suka harus dihadapi oleh bangsa ini. Acapkali generasi muda yang belum memahami identitas kebangsaannya senantiasa ikut terpengaruh oleh arus globalisasi tersebut. Oleh karena itu, sangat diperlukan suatu filter sebagai benteng bagi bangsa ini untuk mewujudkan identitas kebangsaan yang berasal dari nilai-nilai sejarah, etika, moralitas, norma-norma serta nilai-nilai kearifan lokal untuk diwariskan kepada generasi muda, penerus bangsa. Wadah yang paling strategis dan efektif untuk mewujudkan hal tersebut adalah dunia pendidikan, dalam hal ini sekolah. Sekolah dengan komponen-komponen yang ada di dalamnya, baik guru maupun siswa, memiliki tanggung jawab dalam upaya pembangunan karakter. Salah satu titik tekan adalah mempertajam pendidikan sejarah di kalangan para siswa sebagai pendidikan yang utuh untuk membangun peradaban bangsa. Bagi sebagian orang, termasuk di dalamnya adalah kalangan

192


Suara Pelajar Indonesia siswa/pelajar di sekolah, pelajaran sejarah dianggap sebagai pelajaran hapalan tentang nama-nama tokoh, angka tahun, peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi, yang tidak akan pernah terulang kembali. Sebagai suatu peristiwa yang telah selesai berhenti sampai saat dan di tempat itu saja. Dalam interaksi sehari-hari, sering kali kita mendengar, “yang lalu biarlah berlalu, lupakan saja”, untuk apa dikaji dan dipelajari. Hal ini berdampak, pelajaran sejarah menjadi pelajaran yang membosankan, sering kali membuat para siswa tidur lelap di ruangan kelas, mendengar cerita usang yang tidak menarik. Seakanakan peristiwa-peristiwa masa lalu dalam rangkaian sejarah yang sudah terjadi itu berlalu begitu saja. Tidakkah apa yang pernah terjadi, tidak terjadi tanpa arti dan makna? Bagi kita yang menganut keyakinan agama, dengan penghayatan penuh pada pedoman kitab suci, tentulah kita harus dapat menempatkan sejarah sebagai sesuatu yang utama. Cobalah simak dan kaji kitab-kitab suci yang kita pegang, baik Islam, Kristiani, Hindu, Budha atau lainnya. Semua pasti sependapat, bahwa hampir separuh dari isi kitab-kitab suci tersebut berkisah tentang masa lalu. Al Quran dan Injil hampir senada menceritakan Adam, Nuh, Ibrahim, dan lainnya. Semua adalah bagian dari masa lalu. Pertanyaan kemudian muncul, kenapa Tuhan menukilkan masa lalu/sejarah dalam kitab suci yang menjadi pedoman umat. Salah satunya Al Quran memberikan jawaban, Allah berfirman: “Perhatikanlah sejarahmu untuk masa depanmu” (Q.S. Al-Hasyr ayat 18). Merupakan konsep dasar, tentang tiga dimensi waktu yang selalu berkaitan. Masa depan tidak akan ada bila tidak ada masa kini dan masa kini tidak akan pernah ada tanpa adanya masa lalu. Dengan melihat masa lalu, kita akan menemukan informasi pengalaman yang telah teruji. Garis lurus ke arah yang selalu lebih baik. “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini” (Sabda Rasulullah Muhammad SAW). Perlu juga kita melihat pendapat Proklamator Republik Indonesia, Ir. Sukarno dalam pidatonya pada hari ulang tahun Proklamasi

193


Forum Pelajar Indonesia yang ke-6, seperti yang dikutip dari buku Menemukan Sejarah karya Ahmad Mansur Suryanegara (1998:20): “Seorang penulis berkata, “mempelajari sejarah adalah omong kosong. “History is bunk”, katanya. Penulis ini tidak benar. Sejarah adalah berguna sekali. Dari mempelajari sejarah orang bisa menemukan hukum-hukum yang menguasai kehidupan manusia. Salah satu hukum itu ialah, bahwa tidak ada bangsa bisa menjadi besar “zonder” kerja. Terbukti dalam sejarah segala zaman, bahwa kebesaran bangsa dan kemakmuran tidak pernah jatuh gratis dari langit. Kebesaran bangsa dan kemakmuran selalu “kristalisasi” keringat. Ini adalah hukum, yang kita temukan dari mempelajari sejarah. Bangsa Indonesia, tariklah moral dari hukum ini!”. Dalam pidatonya yang lain, Sukarno mengingatkan pentingnya sejarah, dengan sebuah istilah “Jasmerah” (Jangan sekali-kali melupakan sejarah). Dengan begitu, kita bisa menilai dan menimbang betapa utamanya kita, dalam hal ini para siswa untuk lebih memperdalam pelajaran sejarah, baik sejarah dalam kaca mata lokal, nasional maupun universal. Salah satunya, dapat menjadi jawaban untuk menghadapi ancaman keterpurukan bangsa dalam krisis moral dan identitas. Bagi kita sebagai siswa ada beberapa gagasan yang dipandang perlu untuk membuat pembelajaran sejarah yang dikembangkan di sekolah dapat menjadi lebih menarik, tentunya merubah paradigma lama yang cenderung negatif dalam pengembangan belajar sejarah. Beberapa gagasan yang ingin dicoba dikembangkan antara lain: pengembangan belajar sejarah melalui internet, menghidupkan museum sebagai sumber belajar sejarah, pemberdayaan laboratorium sejarah di sekolah, lawatan objek studi sejarah dan “History Study Club” sebagai wadah organisasi siswa.

Pengembangan Belajar Sejarah Melalui Internet Memperluas wawasan tidak hanya diartikan sebagai menambah pengetahuan, melainkan juga menyangkut persoalan solusi ter-

194


Suara Pelajar Indonesia hadap tantangan pembaharuan (up to dates). Materi pembelajaran sejarah diarahkan pula untuk mengembangkan pola berpikir siswa melalui jaringan internet, dengan cara seperti ini belajar akan menjadi hal yang menyenangkan bagi siswa. Pasalnya, informasi yang diperoleh tidak satu arah yakni dari guru kepada siswa, tetapi juga bisa diperluas sendiri oleh siswa melalui situs-situs sejarah di internet. Sebagai contoh, peristiwa sejarah G.30.S.1965 dan penumpasannya dapat diperkaya dengan berkembangnya isu kontroversial melalui berbagai situs yang berisikan pendapat, opini, ataupun berita resmi pemerintah yang ada di internet. Dengan begitu, pemahaman siswa tidak hanya fakta, tetapi diperkaya dengan pandangan yang bersifat kontroversial. Melalui situs-situs internet yang bersifat mendidik, dapat memudahkan dan mengefektifkan belajar siswa. Para siswa dapat memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin canggih ini untuk memperluas wawasan pengetahuan sejarahnya. Dalam internet, berbagai tulisan dan artikel dapat diakses oleh siswa dalam kepentingan perluasan wawasan kesejarahannya. Dengan demikian, internet tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi dapat juga digunakan sebagai sumber informasi untuk belajar sejarah.

Menghidupkan Museum Sebagai Sumber Belajar Sejarah Tahun 2010 yang lalu, Kementerian Pariwisata, Seni dan Budaya mencanangkan “Tahun Kunjungan Museum�, dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa peran museum sebagai salah satu wahana pendidikan alternatif bagi masyarakat masih belum tercapai. Masyarakat, termasuk di dalamnya kalangan pelajar masih menganggap museum sebagai tempat yang tidak menarik untuk dikunjungi. Ada kesan bahwa museum adalah gudang tempat menampung benda-benda mati yang membosankan, ada juga yang berpendapat museum sebagai

195


Forum Pelajar Indonesia tempat menyimpan barang rongsokan yang tak bernilai guna. Kesan ini harus dihilangkan dan tidak seharusnya ada. Perlu kita ketahui, bahwa di dalam museum tersimpan kisah panjang perjalanan sejarah. Museum juga mengisahkan kejayaan, kegemilangan dan masa keemasan bangsa. Bahkan mengisahkan pula cerita penderitaan, kepedihan, keruntuhan serta keterpurukan suatu bangsa. Hal yang terakhir disebutkan bukan hal untuk diratapi, melainkan sebaliknya dijadikan momentum untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik. Kegiatan kunjungan museum dapat diprogramkan di sekolah sebagai upaya untuk menjadikannya sebagai sumber belajar. Para siswa diharapkan dapat lebih mengenal cerminan sejarah, alam, kebudayaan, ilmu pengetahuan, seni dan kebudayaan yang dipamerkan di museum, menjadi sarana pendidikan dengan nilai edukasi tinggi bagi para siswa.

Pemberdayaan Laboratorium Sejarah Keberadaan sebuah laboratorium sejarah di sekolah, dapat dikatakan terdengar asing di telinga kita. Umumnya di setiap sekolah di Indonesia, laboratorium yang biasanya ada adalah laboratoriumlaboratorium fisika, kimia, biologi, komputer dan bahasa. Kita bermimpi, seperti halnya di beberapa negara Eropa Barat, sekolah tidak hanya memiliki laboratorium sains tetapi juga memiliki laboratorium ilmu sosial, salah satunya sejarah. Dalam perkembangan selanjutnya, laboratorium ini dapat diisi dengan beberapa koleksi benda-benda yang berhubungan dengan pembelajaran sejarah bisa berupa miniatur dari bangunan-bangunan bersejarah, arca, poto-poto, peta dan dokumen sejarah. Benda-benda ini dapat diperoleh dengan pembelian oleh pihak sekolah atau sumbangan dan penugasan kepada siswa. Tidak hanya itu, karya-karya siswa dalam bentuk karya ilmiah kesejarahan pun menjadi bahanbahan yang menarik untuk dikaji di laboratorium sejarah.

196


Suara Pelajar Indonesia

Lawatan Objek Studi Sejarah Program lawatan objek studi sejarah, seperti halnya kunjungan museum bisa diprogramkan di sekolah, misalnya saja dalam satu tahun dilakukan dua kali, jadi setiap semester. Tempat-tempat yang dikunjungi tidak hanya objek-objek studi sejarah yang sudah dikenal umum, Seperti yang terletak di Yogyakarta, Bandung, Cirebon, Banten atau lainnya. Tetapi juga, objek-objek studi sejarah yang berada di sekitar sekolah dalam hal ini mengacu pada sejarah lokal. Dengan cara belajar seperti ini, siswa akan dihadapkan dengan data dan fakta sejarah secara langsung di lapangan. Pengalaman ini akan menambah ketertarikan siswa untuk mendalami sejarah bangsanya, dimulai dengan mengenal sejarah bersifat lokal. Selain itu, program ini juga bisa menjadi suatu acuan untuk meningkatkan kepedulian siswa terhadap warisan budaya sejarah bangsa.

ìHistory Study Clubî Sebagai Wadah Organisasi Siswa Organisasi ini menjadi sebuah komunitas yang mewadahi kegiatan dan aspirasi siswa dalam mengembangkan rasa cinta pada sejarah bangsanya. Seperti halnya organisasi olahraga, seni dan pecinta alam atau lainnya, “History Study Club” (HSC) dapat mewarnai kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah. Program-program yang dilakukan untuk lebih meningkatkan ketertarikan siswa untuk mengkaji sejarah, dilahirkan dalam wadah HSC. Seperti lawatan objek studi sejarah, museum, pemberdayaan laboratorium sejarah di sekolah dan menyelenggarakan “event-event” bernuansa sejarah di sekolah. Misalnya, pameran sejarah, lomba cerdas cermat sejarah, lomba karya tulis ilmiah sejarah, peringatan hari-hari besar nasional dan lainnya.

197


Forum Pelajar Indonesia Dengan HSC, para siswa diarahkan untuk kreatif dalam belajar berorganisasi secara profesional. Belajar melahirkan ide dan gagasan, melaksanakannya dengan kegiatan-kegiatan, mengevaluasi untuk perbaikan ke depan dan hasil manfaat baik yang didapatkan oleh para siswa. Sehingga peranannya, dari, oleh dan untuk siswa akan tampak terlihat dan terealisasikan. Dalam hal ini, kembali kepada kepentingan pembelajaran, sejarah diposisikan sebagai bagian pembentukan sikap dan karakter pribadi. Melalui kisah/cerita sejarah diharapkan siswa mampu mengenal sejarah bangsanya dan mengambil nilai-nilai positif yang dapat membentuk karakter pribadinya. Siswa/pelajar adalah ujung tombak, generasi penerus yang akan memimpin bangsa kelak di masa depan. Kita harus siap untuk bersama-sama membangun dan membangkitkan kembali kejayaan bangsa, yang kaya dengan perjalanan panjang sejarahnya. Bercermin dari sejarah untuk kebaikan pada masa kini dan masa datang. Kita, para pelajar harus berkomitmen untuk menatap hari esok dengan gemilang dengan karakter bangsa yang unggul demi membangun bangsa Indonesia yang lebih maju.

Zia Ulhaq Nurrohim, SMA Plus Astha Hannas Binong Subang Jawa Barat

198


Suara Pelajar Indonesia

Peran dan Prorgam Nyata Pelajar Untuk Indonesia Pintar (6) Republik Indonesia disingkat RI adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada diantara Benua Asia dan Australia serta antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Dengan populasi sebesar 240 juta jiwa pada tahun 2010, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempar di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung. Walaupun Indonesia Negara yang besar dan berpenduduk padat, namun di Indonesia masih banyak anak-anak yang belum bersekolah karena himpitan ekonomi. Pada Harian Pos Kota diberitakan sedikitnya ada 12 juta anak Indonesia usia SMA yang tidak bersekolah. Sementara 29 juta anak usia pendidikan anak usia dini dan 41 juta wajib belajar sembilan tahun juga tidak bersekolah (www.poskota .co.id). Melihat kondisi tersebut sebagai generasi muda yang berkesempatan untuk merasakan pendidikan formal di sekolah, saya perlu ikut mengambil langkah nyata untuk membantu kawan-kawan yang tidak mempunyai kesempatan untuk bersekolah. Peran nyata yang saya lakukan untuk membuat Indonesia menjadi pintar adalah dengan berusaha mengembangkan potensi anak-anak Indonesia. Sesungguhnya anak-anak Indonesia banyak yang memiliki kreatifitas dan potensi yang besar untuk meraih kesuksesan mereka. Anak-anak Indonesia juga cerdas dan tidak pantang menyerah. Se-

199


Forum Pelajar Indonesia bagai contoh kita telah ketahui bersama anak Indonesia sudah ada yang mampu membuat robot, menciptakan kendaraan seperti mobil hema dan telah mampu juga memenangi olimpiade tingkat dunia serta prestasi-prestasi lainnya. Peran pemerintah dalam menciptakan Indonesia pintar dengan menuyediakan searana fisik sebagai tempat belajar berlangsung, seperti memperbaiki sekolah-sekolah yang ada di pedalaman, membangun fasilitas untuk pembelajaran anak, membuat siswa-siswi mampu mengembangkan ide mereka untuk sesuatu hal yang berguna bagi para anak Indonesia. Pemerintah juga harus memberikan pengajaran berupa bekal kehlian seperti penguasaan komputer terhadap siswa dan guru-guru agar mereka tidak kalah pintarnya dengan siswa dan penambahan sarana dan pra sarana. Mobil pintar juga sangat memfasilitasi Indonesia pintar, pelayanan secara ggratis, menyerahkan buku-buku kepada anak-anak kurang mampu, memberikan penyuluhan tantang pendidikan. Peran orang tua juga penting dalam membuat anak menjadi pintar dan menjadi generasi emas yang akan datang. Salah satu cara saya masih sebagai pelajar saya akan membuat sepeda pintar. Sepeda pintar adalah sepeda dengan dihiasi pernak-pernik merah putih dan diisi dengan buku-buku untuk dibaca oleh anak-anak di daerah pedalaman. Pada bagian-bagian sepeda tersebut buku diletakan dibelakang seperti tukang pos, buku-buku yang ada antara lain buku bacaan untuk anak-anak kecil sampai remaja, baik berupa buku pelajaran, buku pengetahuan mengenai Ikmu Pengetahuan Alam (IPA), Ikmu Pengetahuan Sosial (IPS), buku yang membuat anak senang membaca, mulai dari komik, buku gambar dan buku cerita. Buku-buku yang ada berasal dari sumbangan-sumbangan donator, dari buku-buku teman-teman, serta buku yang dibeli dengan

200


Suara Pelajar Indonesia modal. Pengumpulan modal dilakukan dengan membuat proposal permohonan bantuan kepada para donatur untuk membantu Sepeda Pintar ini. Sepedanya kami gunakan sepeda Fixie. Manfaat menggunakan sepeda ada dua keuntungan yang pertama sehat, yang kedua irit tidak pakai minyak tidak membutuhkan biaya operasional dan juga mengurangi polusi karena pemanasan global yang begitu memprihatinkan. Agar lebih menarik akan kami hias dengan bahan-bahan bekas misalnya dari koran. Selain itu, dari Sepeda Pintar ini juga kami dapat memberi contoh terhadap anak-anak di daerah pedalaman tersebut untuk memanfaatkan barang bekas yang biasa digunakan. Nama kelompok sepeda pintar yaitu Smart With Bicycle. Persiapan yang dilakukan sebelum keliling-keliling pagi kami mulai dengan breifing, sarapan, pembagian tugas. Dalam pembagian tugas ini nantinya salah satu dari kami saat berada di perkampungan yang dituju akan berkeliling dan yang satu lagi menjaga di pos. Kami juga membicarakan rute perjalanan. Smart With Bicycle mempunyai jadwal keliling setiap hari Sabtu dan Minggu, dimulai dari pukul 10.00 – 16.00 WIB. Rute keliling yang ditempuh ke kampung-kampung, ke sekolah, ke rumah penduduk. Selain berkeliling dengan sepeda kami juga membuat pos dengan meja dan kursi agar anak-anak mendapat suasana lain saat membaca. Di pos itu juga kami meletakkan buku agar anak-anak bisa memilih karena jika di sepeda saja buku yang ada pasti sedikit. Untuk anak-anak yang rumahnya dekat boleh langsung ke pos, jika rumahnya jauh kami bisa keliling-keliling naik sepeda. Di pos juga boleh meminjam buku untuk dibawa ke ruma, namun harus dikembalikan sebelum pukul 16.00 WIB. Di pos yang ada dua orang dari kami berperan menjadi pembimbing. Di tempat itu anak-anak dapat membuat kelompok belajar

201


Forum Pelajar Indonesia antara anak yang mengerti dan anak yang kurang mengerti. Mereka dapat bertukar informasi dengan membaca cerita-cerita di buku dan saling bertanya dengan pembimbing yang ada. Di pos anak-anak juga dapat bercerita tentang cita-cita mereka, pembimbing dapat memberi motivasi agar cita-cita mereka dapat tercapai. Misalnya, dengan belajar yang giat pasti semua cita-cita tercapai. Saya ingin membuat kelompok sepeda pintar ini di seluruh Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke, hal ini akan terwujud dengan cara saya akan membuat grup di jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan My Space. Orang-orang akan bisa masuk ke grup ini dengan nama “Sepeda Pintar Smart With Bicycle�. Saya berharap Indonesia akan memiliki 20.000 Sepeda Pintar. Dengan memiliki Sepeda Pintar sebanyak itu maka Indonesia bisa menjadi benar-benar pintar. Target dari sepeda pintar atau yang lebih dikenal dengan Smart With Bicycle selama 3 tahun ke depan dapat tercipta anak-anak Indonesia yang pintar, mempunyai wawasan luas. Serta dapat menjadi pemimpin bangsa kelak.

Fariz Azhari, SMA RSBIM Shafiyyatul Amamliyah

202


Suara Pelajar Indonesia

Pesta Putih Hitam, Wadah Kreativitas Seni Siswa SMA Plus Negeri 17 Palembang Kreativitas dan Wadah Pengembangannya Kreativitas merupakan sebuah kemampuan yang dimiliki oleh semua orang yang telah dianugerahkan oleh Tuhan bersamaan dengan kehidupan yang diberikan-Nya. Tapi terkadang kita tidak mampu untuk mengetahui atau bahakan mengenalinya. Hal tersebut dapat dikarenakan berbagai faktor yang mereka alami. Seperti halnya cara berpikir yang terlalu sempit, kurangnya kemampuan seseorang untuk mengenali dirinya sendiri, ataupun kurangnya wadah bagi mereka untuk mengembangkan kreativitas tersebut. Dalam mengembangkan kemampuan kita memang tidak hanya membutuhkan kemauan yang besar, namun juga sebuah wadah bagi diri kita untuk mampu menempatkan kita ke tempat yang sesuai dengan arahan yang akan membimbing kita sesuai keinginan. Tidak hanya kemampuan kreativitas, namun berbagai kemampuan lainnya, seperti kemampuan kecerdasan, kemampuan untuk ahli dalam bidang tertentu, dan beberapa kemampuan lainnya. Sebagai contoh kecil namun merupakan hal besar adalah pengembangan kemampuan kecerdasan seseorang. Tentunya telah disadari bahwa kecerdasan seseorang tidak serta-merta begitu saja didapatkan oleh semua orang. Kemampuan tersebut memerlukan wadah untuk menampung mereka dan membimbing mereka untuk mampu meraih kemampuan kecerdasan seperti yang mereka inginkan. Begitu halnya dengan kemampuan kreativitas dan kemampuan lainnya. Sebuah wadah merupakan hal vital yang mutlak dibutuhkan.

203


Forum Pelajar Indonesia Terlebih dalam pengembangan kemampuan kreativitas seseorang. Banyak orang mungkin memiliki bakat istimewa dalam hal kemampuan kreativitas. Namun hal tersebut tidak mampu menjamin kemampuan tersebut akan mampu lebih berkembang dan digunakan sebagaimana mestinya. Disinlah wadah berperan dalam membantu pengembangan kemampuan tersebut. Untuk mampu meraih generasi penerus bangsa yang memiliki kemampuan kreativitas yang berkualitas, dukungan berbagai pihak yang berkaitan dengan pengembangan kreativitas menjadi hal yang teramat penting. Salah satu pihak yang memiliki bagian paling besar dalam menyediakan wadah bagi pengembangan kemampuan kreativitas para generasi penerus bangsa ini adalah sekolah. Sekolah harus mampu menyediakan berbgai saranan yang mampu untuk mengembakan kemampuan siswa, tidak hanya kemampuan intelektual dalam hal akademik, namun juga kemampuan kreativitas siswanya. Salah satu contoh nyata yang merupakan wadah bagi pengembangan kemampuan kreativitas siswa adalah kegiatan Pesta Putih Hitam yang terdapat di SMA Plus Negeri 17 Palembang. Kegiatan tidaklah menjadi sebuah kesempatan untuk siswa berhura-hura, namun lebih kepada sebuah wadah yang disediakan oleh sekolah sebagai wadah pengembangan kemampuan kreativitas siswa.

Pesta Putih Hitam, mengedepankan kekompakan kelas demi pengembangan kreativitas Sudah menjadi sebuah keharusan bagi sebuah sekolah untuk mampu memfasilitasi siswanya untuk mampu mengembangkan berba-gai kemampuan yang mereka miliki. Seperti halnya SMA Plus Negeri 17 Palembang yang memiliki berbagai kegiatan yang mampu menunjang berbagai kemampuan yang dimiliki siswanya. Salah satu yang merupakan kegiatan tahunan yang terdapat di sekolah ini yang

204


Suara Pelajar Indonesia juga merupakan wadah khusu yang disediakan bagi siswa untuk mampu mengembangkan kreativitasnya adalah Pesta Putih Hitam. Kegiatan tahunan ini diusung khusus bagi siswa untuk mampu menampilkan kreatvitas mereka dalam beberapa bidang khusus. Kegiatan ini biasa dilaksanakan pada akhir tahun yang juga dilaksanakan untuk mengisi waktu kosong siswa setelah berakhirnya ujian semester. Bidang-bidang yang terdapat dalam kegiatan Pesta Putih Hitam atau yang sering dikenal dengan PPH ini meliputi bidang festival band antar kelas, modern dance competition antar kelas, dan juga yang paling memerlukan kreativitas siswa yaitu jingle antar kelas. Festival band antar kelas merupakan salah satu ajang yang dilombakan di dalam Pesta Putih Hitam. Festival band yang terdapat di dalam Pesta Putih Hitam ini merupakan perlombaan band yang diadakan antar kelas. Setiap kelas hanya diperbolehkan mengirimkan satu band yang akan tampil untuk turut berkompetisi serta memeriahkan acara Pesta Putih Hitam. Di dalam festival band ini, para peserta lomba band harus membawakan lagu sesuai dengan tema Pesta Putih Hitam yang ditentukan oleh panitia. Seperti halnya Pesta Putih Hitam yang dilaksanakan akhir tahun lalu yang memiliki tema western. Dengan ditentukannya tema ini, para peserta lomba wajib membawakan satu lagu yang mengusung tema western dan satu lagu bertemakan bebas. Dalam festival band ini, siswa mampu berperan dalam mengeksplorasi berbagai macama lagu yang mereka inginkan dan siswa mampu untuk dapat berperan serta menampilkan kemampuan yang mereka miliki. Kegiatan lain yang terdapat dalam Pesta Putih Hitam yaitu modern dance competition. Dalam kegiatan ini siswa diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka beraksi di atas panggung dan menampilkan berbagai kreativitas mereka dalam hal tarian modern. Kegiatan ini tidak hanya dapat diikuti oleh siswa perempuan antar kelas saja, namun siswa laki-laki juga mampu turut serta menampilkan kemampuan mereka mengolah tubuh sesuai

205


Forum Pelajar Indonesia deng-an tema yang diberikan pada kegiatan Pesta Putih Hitam. Selain itu, kemampuan siswa untuk mengkreasikan berbagai kombinasi lagu-lagu dan gerakan merupakan kunci untuk mampu meraih hasil terbaik dalam kegiatan ini. Kemudian kegiatan terakhir yang terdapat dalam kegiatan Pesta Putih Hitam di SMA Plus Negeri 17 Palembang, yaitu lomba jingle antar kelas. Kegiatan lomba jingle antar kelas ini mengusung kekompakan seluruh anggota kelas untuk mampu membuat jingle mereka sendiri, menyanyikan jingle yang telah mereka berbuat, serta menari diatas panggung bersama dengan seluruh anggota kelas. Dalam kegiatan ini yang paling diutamakan adalah kreativitas seluruh anggota kelas untuk mampu menyatukan pikiran seluruh anggota kelas menjadi satu, kemudian meracik semua hasil pemikiran tersebut agar mampu menghasilkan yang terbaik bagi kelas tersebut. Dalam kegiatan jingle antar kelas ini, yang menentukan pemenangnya bukanlah kualitas suara setiap anggota kelas, kemewahan yang ditampilkan oleh anggota kelas, namun kreativitas yang mereka ciptakan serta kekompakan mereka dalam menunjukkan kreativitas yang merek semua miliki. Jadi dalam kegiatan jingle kelas ini, kemampuan sebuah kelas untuk saling menyatu satu sama lainnya dalam menghasilkan kreativitas serta kekompakanlah yang diharapkan mampu dihadirkan oleh semua kelas sehingga mereka mampu untuk bekerja sama untuk menampilkan yang terbaik. Dengan berbagai rentetan kegiatan yang terdapat dalam Pesta Putih Hitam, sekolah dalam hal ini OSIS menghadirkan sebuah kesempatan bagi seluruh siswa untuk mampu mengeksplorasi kreativitas yang mereka miliki sehingga mereka mampu menyatukan semua kemampuan yang terdapat dalam diri seluruh anggota kelas agar menghasilkan sebuah kreasi tersendiri yang tentunya bukanlah hal mudah. Namun jika sebuah kelas mampu menghadirkannya, merupakan sebuah kebanggan tersendiri bagi seluruh siswa yang terlibat karena mereka mampu mengembangkan kreativitas yang ada dalam

206


Suara Pelajar Indonesia diri mereka dengan leluasa. Kegiatan ini merupakan satu pembuktian nyata bahwa sekolah merupakan pihak yang berperan penting dalam pengembangan kreativitas siswa dengan menghadirkan sebuah kegiatan yang tidak menyebabkan siswa merasa jenuh terkait kegiatan yang mereka lakukan. Jika sekolah telah mampu untuk menghadirkan kegiatan seperti in, tidak menutup kemungkinan bagi pihak-pihak lainnya untuk dapat mengembangkan kegiatan seperti ini agar mampu menciptakan sebuah wadah khusus berskala besar dalam pembangunan serta pengembangan kreativitas siswa yang merupakan generasi penerus bangsa yang kreatif.

Fathony Rizky Andriyansyah, SMA Plus Negeri 17 Palembang

207


Profile for Indonesia Student & Youth Forum

Suara pelajar indonesia kreatif  

Suara pelajar indonesia kreatif  

Profile for isyf
Advertisement