Page 1

Indonesian Scholars

Newsletter

VOLUME 02. FEBRUARI 2014

Indonesian Scholars Journal

02

@ISJournals

http://isjournal.org

edisi LIFE SCIENCE

HIGHLIGHT

TAHUKAH ANDA

ARTIKEL PILIHAN IS JOURNAL

Kunyit Sebagai Penghambat Masuknya Genotipe Hepatitis C Kedalam Sel Kulit

‘’Removal Organic Contaminants on 33 Aquaculture Using Ultrafiltration Membranes " oleh Gregorius R Harvianto, I Nyoman Widiasa, dan Heru Susanto. Dalam edisi kali ini, kami menampilkan artikel “Removal Organic Contaminants on Aquaculture Using Ultrafiltration Membranes� yang ditulis oleh Gregorius R. Harvianto. Artikel ini menyajikan sebuah studi mengenai penggunaan membran ultrafiltrasi untuk meningkatkan jumlah hasil produksi akuakultur. Beberapa studi dan eksperimen lapangan mengindikasikan penggunaan membran ultrafiltrasi sebagai teknologi yang berpotensi cukup baik untuk digunakan dalam sistem akuakultur. Studi ini mempelajari karakteristik berbagai tipe membran ultrafiltrasi untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam studi ini didapatkan hasil Polysulfone Hydrophobic (PSH) 100 kDa sebagai membran terbaik untuk digunakan dalam sistem akuakultur karena mampu menyaring seluruh kontaminan namun tetap memiliki aliran penetrasi yang tinggi. Artikel ini merupakan hasil penelitian yang baik karena mempelajari secara lebih mendalam teknologi yang cukup potensial digunakan dalam sistem akuakultur untuk mendapatkan hasil produksi yang maksimal. (teks oleh Nurul Aufa)

Semua

Kunyit mungkin tidak bisa dipisahkan dari bumbu dapur, terutama di Indonesia. Di balik rasanya yang dapat memberikan citarasa tersendiri, kunyit sudah digunakan sejak dari dulu sebagai bagian dari obat-obatan tradisional, jamu, untuk mengatasi gangguan pencernaan. Di balik warna kuningnya, terdapat pigmen pemberi warna yang bernama kurkumin. Senyawa tersebut telah lama diteliti karena ternyata menyimpan banyak potensi untuk digunakan sebagai zat aktif obat. Salah satu penelitian dilakukan baru-baru ini di lembaga riset Twincore, Jerman, menemukan potensi penggunaan kurkumin sebagai penghambat infeksi virus hepatitis-C. Ada sekitar 170 juta pengidap penyakit hepatitis-C di seluruh dunia. Virus ini merupakan penyebab radang hati yang hingga kini belum ada vaksin pencegahnya. Di Indonesia, angkanya berkisar antara 5-7 juta orang. Virus Hepatitis C menular umumnya di antara kalangan pengguna narkoba yang mana mereka sering menggunakan jarum suntik atau (bersambung di halaman 2 : Kasiat Kunyit)


(sambungan : Khasiat Kunyit)

benda-benda lain yang bisa melukai tubuh untuk dipakai secara bergantian. Pengobatan untuk hepatitis C masih sangat terbatas dan harganya tidak terjangkau orang kebanyakan. Padahal jika tidak diobati, 80 persen infeksi hepatitis C berkembang menjadi kronis, memicu sirosis atau pengerasan hati dengan berbagai komplikasi termasuk kematian akibat kanker hati. Salah satu bentuk pengobatan terminal yang biasa orang lakukan ketika infeksi ini mencapai tahap akhir adalah dengan menggunakan transplantasi hati. Akan tetapi organ hati yang baru ini akan dengan cepat dilahap oleh virus yang bersirkulasi di dalam darah, oleh karena itu untuk menghambat proses re-infeksi ini adalah suatu tantangan utama dalam terapi ini. Harapan baru bagi para pengidap hepatitis C lahir ketika kurkumin ditemukan dapat penghambat virus hepatitis-C untuk dapat memasuki sel target mereka. Kurkumin bekerja dengan cara mengubah flexibilitas dari envelope si virus sehingga virus tersebut tidak dapat menyatukan dirinya dengan sel target mereka yaitu sel-sel hati. Selain itu kurkumin juga efektif dapat meningkatkan potensi dari obat-obatan yang sudah umum digunakan untuk mengobati penderita hepatitis-C. Akan tetapi, untuk dapat segera digunakan sebagai pengobatan tampaknya kurkumin masih harus dikaji ulang dari sisi bioavaibilitas. Senyawa ini juga ternyata dapat terdegradasi dengan cepat di dalam tubuh manusia. Oleh karena itu, banyak penelitian dengan kurkumin akhir-akhir ini difokuskan untuk meningkatkan bioavaibilitas kurkumin. Salah satunya dengan memformulasikan kurkumin dalam bentuk sediaan nano-partikel. Hasilnya ternyata dapat dengan efektif meningkatkan bioavaibilitas dari kurkumin di dalam darah. (teks oleh Anggakusuma, Colpitts CC, Schang LM, Rachmawati H, Frentzen A, Pfaender S, Behrendt P, Brown RJ, Bankwitz D, Steinmann J, Ott M, Meuleman P, Rice CM, Ploss A, Pietschmann T, Steinmann E) Publikasi: Gut. 2013 Jul 31. doi: 10.1136/gutjnl-2012-304299. [Epub ahead of print] Turmeric curcumin inhibits entry of all hepatitis C virus genotypes into human liver cells.

PROFIL EiC IS JOURNAL

Fatwa Firdaus Abdi telah menyelesaikan studi S1 (B.Eng) di Nanyang Technological University (NTU), Singapura pada tahun 2005 di jurusan Materials Science and Engineering dengan Business minor sebelum ia mendapatkan beasiswa dari Singapore-MIT Alliance untuk menyelesaikan program Master of Engineering (M.Eng) bidang Materials Science and Engineering di Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat dan Master of Science (S.M.) di National University of Singapore, Singapura pada tahun 2006. Setelah bekerja selama satu tahun sebagai peneliti di NTU, Singapura dan satu tahun sebagai process engineer di Intel Micron Flash Technology, Utah, ia menempuh studi doktoral di grup Materials for Energy Conversion and Storage, Delft University of Technology, Belanda pada tahun 2009. Ia meraih gelar doktor (cum laude) pada tahun 2013, dengan judul tesis "Towards Highly Efficient Bias-free Solar Water Splitting", di bawah bimbingan Prof. dr. Roel van de Krol dan Prof. dr. Bernard Dam. Sejak 2013 lalu, Fatwa bekerja sebagai peneliti posdoktoral di Institute for Solar Fuels, Helmholtz-Zentrum Berlin, Jerman. Bidang penelitiannya adalah modifikasi material semikonduktor (khususnya semikonduktor metal oksida) dan aplikasinya sebagai foto-katalis dalam proses konversi energi matahari ke energi kimia (reduksi-oksidasi air, karbon dioksida, dll). Hasil penelitiannya telah dipublikasikan di berbagai jurnal ilmiah internasional, antara lain Nature Communications, Journal of Physical Chemistry, dan ChemCatChem. Ia juga aktif sebagai peer-reviewer untuk berbagai jurnal ilmiah internasional tersebut. Fatwa merupakan anggota komunitas peneliti internasional (Materials Research Society, International Society of Electrochemistry, dan The Electrochemical Society), dan aktif berkolaborasi dengan konsorsium riset di Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Singapura. Ia juga tergabung dalam program kerja 'Renewable Hydrogen' di International Energy Agency-Hydrogen Implementation Agreement (IEA-HIA) bersama para peneliti mancanegara lainnya. "It is often more difficult to formulate a good scientific question than to answer one."


TIPS DAN TRIK Mendapatkan beasiswa luar negeri oleh I Made Andi Arsana

Anda mungkin satu dari sekian banyak orang yang bermimpi sekolah di negara maju tetapi tidak memiliki dukungan finansial yang memadai. Impian Anda tidak harus kandas karena ada beasiswa. Beasiswa umumnya untuk S2 atau S3 meskipun ada juga untuk S1. Silakan simak salah satu cara meraih beasiswa pada diagram berikut peserta penjelasannya. @madeandi I madeandi.com

MULAI Tertarik mendapatkan beasiswa luar negeri X

Lengkapi dokumen persyaratan

Mencari informasi dari sumber resmi dan komunitas alumni

Penjajagan ke Universitas/Professor

T

Lengkapi ! (GMAT,GRE, dll)

T

Y

Menyerahkan Berkas Lamaran Lengkap

Kontak Universitas Y untuk mendaftar

T

T

Lolos Berkas

Y

Y

T

Belajar

Tes Selanjutnya [bahasa, wawancara, presentasi, dll]

1

Segalanya dimulai dari ketertarikan. Jika Anda tertarik maka anda akan melakukan pencarian.

2

Mendapatkan informasi dari sumber resmi adalah kuncinya. Setiap beasiswa luar negeri pasti memiliki website resmi. Gunakan itu sebagai acuan utama. Tidak tahu? Gunakan mesin pencari atau ikuti forum komunitas dan alumni beasiswa. Saya sarankan ikut milis beasiswa@yahoogroups.com.

3

Persiapan Berangkat (PDT/EAP/Briefing)

Perlu Syarat Khusus?

Diterima

T

Y

Perlu LoA

Bahasa OK?

Lolos

Dengan mempelajari informasi dari sumber resmi Anda akan tahu apakah untuk mendapatkan beasiswa tertentu Anda harus diterima dulu di universitas yang dinginkan. Jika ya, maka Anda wajib mendapatkan surat penerimaan yang disebut Letter of Acceptance (LoA). Ini bisa didapatkan dengan menghubungi universitas dan melengkapi persyaratan lewat internet.

Dokumen Perjalanan (passpor, visa, dll)

Berangkat ke Negara Tujuan

+

Selesai

4

Ada juga beasiswa yang tidak membutuhkan LoA, yang penting Anda paham mau masuk universitas dan jurusan tertentu di sebuah negara. Contohnya Australia Awards Scholarship (AAS) untuk S2 atau S3 ke Australia.

5

Perhatikan kemampuan bahasa asing yg disyaratkan (TOEFL, IELTS, dll). Belum memenuhi? Silakan belajar dulu sampai memenuhi syarat.

6

Siapkan dokumen persyaratan lain seperti ijazah, transkrip nilai, kartu indentitas, rekomendasi dan lain-lain. Jika dikehendaki dokumen berbahasa asing maka dokumen asli perlu diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah dan/atau perlu dilegalisir oleh notaris.


7

8

9

Penjajagan ke universitas dan professor tetap perlu meskipun bukan untuk mendapatkan LoA. Jika Anda akan belajar S3 atau S2 dengan basis penelitian (master by research) wajib membuat proposal sehingga perlu kontak calon pembimbing/profesor. Ini bisa dilakukan bersamaan dengan menyiapkan persyaratan lainnya. Jika perlu syarat khusus seperti GMAT, GRE, silakan disiapkan dan dilengkapi. Untuk berbagai syarat ini mungkin Anda perlu kursus dan juga mengikuti ujian yang tentunya tidak gratis. Menabunglah bila perlu. Formulir pendaftaran harus diisi lengkap dan hati-hati, sebaik mungkin yang Anda bisa. Lengkapi juga dengan dokumen penunjang baik itu yang wajib maupun yang tidak tetapi kira-kira mendukung seperti piagam prestasi, penghargaan, dan lain-lain.

10

Berkas lengkap itu kemudian dikirimkan ke alamat yang sudah ditetapkan. Perhatikan tenggat waktu, jangan sampai tidak lolos hanya gara-gara terlambat menyerahkan berkas lamaran.

11

Tahap selanjutnya adalah seleksi berkas. Anda akan diundang untuk ujian berikutnya jika lolos seleksi berkas.

12

Tes lanjutannya biasanya berupa tes kemampuan bahasa, wawancara motivasi dan kesiapan serta proposal penelitian jika

memang ada rencana penelitiannya. Ingat, tidak semua S2 di luar negeri menggunakan penelitian. Ada juga yang S2 berbasis kuliah saja tanpa tesis.

13

Jika Anda lolos maka Anda akan mengikuti proses persiapan. Masing-masing beasiswa berbeda-beda prosedurnya. Ada persiapan hanya berupa briefing sehari, ada juga yang berupa kursus serius berbulan-bulan. Selama persiapan Anda harus ikut terus dan terbebas dari beban kerja rutin.

14

Selanjutnya Anda harus mengurus dokumen perjalanan seperti paspor dan visa. Perhatikan jenis paspor dan visa yang harus dipakai dan lengkapi syaratnya dengan baik. Biasanya pengurusan paspor dilakukan sendiri atau dibantu institusi tempat Anda bernaung dan urusan visa dibantu oleh pemberi beasiswa.

15

Tiba saatnya Anda berangkat ke negara yang dituju. Perjuangan sesungguhnya dimulai. Di negara tujuan Anda tidak hanya akan besenang-senang bermain di hamparan salju dan berfoto di depan bunga-bunga cantik saat musim semi. Sekolah adalah juga proses berdarah-darah dan berkeringat yang mungkin tidak Anda lihat di Facebook dan Twitter teman-teman selama ini.

16

Akhir kata, saya ucapkan selamat bersiap-siap. Beasiswa luar negeri diperebutkan oleh ribuan orang yang memenuhi syarat. Coba tanyakan secara serius pada diri sendiri “mengapa saya yang harus dapat?” Selamat berjuang meraih mimpi.

PROFIL PENULIS I Made Andi Arsana adalah dosen di almamaternya, Teknik Geodesi dan Geomatika UGM Yogyakarta. Andi menamatkan S2 di University of New South Wales (UNSW), Australia dengan beasiswa Australian Development Scholarship (ADS) dan baru menyelesaikan tesis S3 di University of Wollongong dengan Australian Leadership Awards Scholarship. Andi juga pernah meraih United Nations-Nippon Foundation Fellowship untuk melakukan riset dan magang di Australian National Centre for Ocean Resources and Security, University of Wollongong dan Division for Ocean Affairs and the Law of the Sea (DOALOS), United Nations di New York. Terkait bidang yang dipelajarinya, batas maritim dan aspek teknis hukum laut, Andi telah memaparkan hasil penelitiannya di Australia, Amerika, Eropa, Asia dan Afrika. Publikasinya berupa buku, jurnal, artikel ilmiah-populer, dan prosiding berjumlah sekitar 200 buah diterbitkan dalam Bahasa Inggris dan Indonesia. Selain buku ilimah/teks, Andi juga menulis buku populer tentang beasiswa dan perjalanan ke luar negeri terkait pendidikan. Dua buku terakhirnya adalah “Berguru ke Negeri Kangguru” dan “Anak Dusun Keliling Dunia”. Tulisan populernya tentang isu batas maritim Indonesia bisa ditemui di opini The Jakarta Post sejak tahun 2005.


PENCAPAIAN DAN MILESTONES IS JOURNAL PENCAPAIAN IS JOURNAL IS Journal Editorial System (IES) IES memungkinkan penulis untuk mengirimkan naskah mereka, reviewer untuk meneliti naskah, dan editor untuk mengelola proses peer-review online serta mengelola keseluruhan proses dari awal pengiriman artikel sampai tahap akhir publikasi. ISSN dan penerbitan Edisi 1 IS Journal telah melakukan proses pendaftaran ISSN untuk versi cetak dan versi elektronik. Jumlah manuskrip yang sudah dipublikasi dalam edisi pertama IS Journal sebanyak 21 manuskrip yang tersebar dalam 4 disiplin ilmu yang berbeda. Partner Conferences Dalam satu tahun terakhir, IS Journal telah bekerjasama dengan beberapa organisasi maupun institusi dalam rangka menyediakan pilihan kegiatan keilimiahan, yaitu konferensi. Campus Representatives Perwakilan IS Journal ini, yang kami sebut sebagai campus representative, akan berfungsi sebagai duta IS Journal dalam mendorong budaya ilmiah di kampusnya masing-masing.

2013

Website dan IED ISSN Jurnal Edisi 1 Campus Representatives Partner Conferences

2014 Jurnal Edisi 2, Jurnal Edisi 3 Collaboration Learning Centre Indonesian Scholars Publisher

2015 Difersifikasi ISJ dibidang Life Science dan Social Science Akreditasi Nasional

TARGET IS JOURNAL Collaboration Learning System Program online learning dan workshop dari IS Journal yang memfokuskan diri pada tema akademik, seperti pembuatan jurnal ilmiah. Indonesian Scholars Publisher ISP merupakan badan penerbit yang ke depannya diproyeksikan akan menjadi salah satu penerbit buku dan jurnal di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Diversifikasi Jurnal Proses diversifikasi merupakan salah satu target IS Journal di tahun 2015. Dua bidang yang saat ini terlihat bisa untuk dimekarkan adalah bidang medicine and life science dan social and behavioral science. Akreditasi Nasional Proses akreditasi sebuah jurnal memiliki tantangan tersendiri. Dimulai dari konsistensi dan kontinuitas terbitan dan kualitas artikel, sampai kontribusi penulis dan badan editor.

REKRUITMEN ANGGOTA IS JOURNAL EDITORIAL BOARD Associate Editor on Social and Behavioral Science (1 orang, diutamakan bidang sosial budaya). Associate Editor on Physical Science (1 orang, diutamakan bidang kimia murni ).

ÎŁ

Associate Editor on Mathematis and Engineering (1 orang).

Associate Editor on Life Science and Medicine (1 orang, diutamakan bidang biologi ).

IT SUPPORT OFFICER 2 orang, diutamakan memiliki pengalaman membuat dan mengelola sistem IT dan website


UPCOMING ACTIVITIES INDONESIAN SCHOLARS TALK Apa?

Siapa?

merupakan kumpulan artikel dari peserta terkait penelitian yang sedang atau telah dilakukan yang disusun menjadi chapter sebuah buku sesuai dengan kelompok ilmu

Kami mengharapkan partisipasi dari semua mahasiswa Indonesia dengan syarat minimal sudah menyelesaikan program master dan berusia maksimal 35 tahun per 31 Desember 2014

Tujuan: sebagai panduan untuk pelajar SMA, mahasiswa S1 dan S2 dalam menentukan bidang riset yang akan dilakukan, serta memberikan wawasan dan informasi tambahan mengenai riset yang sedang berkembang dan populer saat ini. Bidang Ilmu : rekayasa dan matematika, kedokteran dan biologi, ilmu pengetahuan alam, dan ilmu pengetahuan sosial Syarat dan Ketentuan : - panjang artikel 10-15 halaman A4, spasi single, font: Times New Roman 12, dan ditulis dalam Bahasa Indonesia. Artikel dikirim dalam bentuk file Latex - atau format Word Menggunakan bahasa Indonesia yang mudah dimengerti dengan tautan - referensi yang baik

Bagaimana? Kontributor harus mengirimkan dua file yang berbeda: File 1. Biodata peserta yang terdiri dari: nama, tanggal lahir, pekerjaan, email, alamat rumah tetap, daftar penghargaan yang pernah dicapai, serta daftar publikasi. File 2. Ringkasan artikel yang terdiri dari 500 – 1000 kata pada halaman pertama, dan diikuti dengan isi artikel yang meliputi setidaknya :

Kapan? Artikel diterima paling lambat tanggal 31 Agustus 2014 melalui email publisher@isjournal.org Artikel terpilih akan diumumkan pada tanggal 01 November 2014 melalui pemberitahuan email kepada peserta dan akan diterbitkan pada awal tahun 2015 melalui ‘’Indonesian Scholars Publisher ( IS Publisher )’’.

Reward : Juri akan memilih 15 artikel terbaik dari tiap kelompok ilmu dan akan memberikan reward berupa uang tunai

Definisi Riset: Apa topik penelitian Anda dan bagaimana Anda mempertimbangkan bahwa hal ini menarik dan mudah dipahami? Apa saja cakupan dari penelitian yang dilakukan? Apa saja jenis masalah yang akan diselesaikan? serta apa skil/keterampilan yang diperlukan untuk menunjang penelitian Anda? Tren Riset: Apakah pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan penelitian Anda? Bagaimana implemantasi dari riset yang anda lakukan agar dapat mudah diterapkan, khususnya di Indonesia? Serta seberapa pentingnya riset Anda dan bagaimana anda melihat perkembangan riset Anda di masa depan?

IS JOURNAL WORKSHOP ON SCIENTIFIC WRITING Tujuan

Target Peserta

Persyaratan

Membantu siswa menulis artikel ilmiah /laporan akademik lebih efektif

mahasiswa Indonesia (Campus Representatives)

Peserta harus sudah memiliki hasil penelitian (contoh : tugas akhir, hasil praktikum) yang ingin ditulis dan dipublikasikan.

Jadwal

Caranya

Workshop 1: Mempublikasikan karya ilmiah (23 Maret 2014) Workshop 2: Pendahuluan (13 April 2014) Workshop 3: Metoda/Langkah-langkah percobaan (4 Mei 2014) Workshop 4: Hasil dan Diskusi (25 Mei 2014) Workshop 5: Kesimpulan dan abstrak (15 Juni 2014)

Kirim ke email info@isjournal.org dengan subject : Daftar Workshop, format isi : [nama] [kampus] [jurusan] [semester] [email] [hp], lampirkan CV dan abstrak hasil penelitian

Tempat

Fatwa Firdaus Abdi (Peneliti Postdoc di Helmholtz-Zentrum Berlin, Jerman) Junaedy Yunus (Mahasiswa S3 di Kobe University, Jepang) Hadi Teguh Yudistira (Mahasiswa S3 di Sungkyunkwan University, Korea Selatan)

Workshop akan diadakan via Google Hangout Workshop

CONTACT INFO Official Website http://isjournal.org Information

info@isjournal.org

Editor-In-Chief: editorinchief@isjournal.org

Pembicara

SUPPORTED BY

MITI MASYARAKAT ILMUWAN DAN TEKNOLOGI

INDONESIA


IS Newsletter - 02  

Second IS Journal's Newsletter

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you