Page 1

S.H.A.U. Esa Sampoerna National Hospital Jimmy Priatman Ar+otel Surabaya Sentra Ikan Bulak issue 05. 2013 ISSN 2089-0656


indesign

people places PRODUCTS events

CRAFT FOR SPACE Dengan bakat dan keahlian, sekitar seratus delapan puluh pengrajin dan seniman mengisi 1.024 m2 stan di ajang Maison & Objet 2013 tahun ini. Salah satunya yang menarik perhatian adalah karya Anne Sophie Gruwez. Ia menghadirkan nuansa tradisi yang juga membawa bentuk-bentuk yang mengekspresikan inovasi dan imajinasi yang kuat. Dengan memanfaatkan berbagai material, Anne menghadirkan sebuah ornamen yang secara visual terlihat seperti sebuah puisi dalam karya. Komposisi, detail, dan warnanya tidak langsung membuat orang menyukai, tetapi ada tahapan yang perlahan membuat karya ini menarik dan membawa siapa pun yang melihatnya ikut berimajinasi. Setiap bagiannya merupakan hasil karya langsung dengan tangan yang membuat keseluruhannya juga ikut menjadi media untuk menceritakan perasaan sang seniman pengrajin. [Teks: Sunthy Sunowo] Maison Objet + 33 (0)1 44 29 03 88 maison-objet.com indesignlive.ASIA

13


14

evolveindesign

I Love Architecture Awal tahun lalu, arsitek ternama mengontribusikan karya seni untuk I Love Architecture, acara penggalangan dana untuk Architecture for Humanity. Arsitek-arsitek tersebut termasuk Frank Gehry, Richard Meier, Steven Holl, Paolo Soleri (karya pada gambar), dan arsitek Australia, Chris Bosse. Karyanya beragam, dari sketsa dan lukisan hingga kolase dan denah. [Teks: Mandi Keighran]

Architecture for Humanity (1 415) 963 3511 architectureforhumanity.org

Beer Culture Confidant Dio The Finest meluncurkan koleksi Les Confidents berupa enam pasang flute glass dan tumbler ntuk menikmati bir. Salah satunya adalah seri Les Tenebreux, gelas tumbler bergurat emas seekor kambing dan gelas flute bergambar seekor angsa emas sedang digantung oleh sang kambing dan meneteskan darah emas. Kambing telah lama diasosiasikan dengan sesuatu yang diabolical, jahil dan juga nama minuman bir di Jerman. Konsep playful dan absurd ini terinspirasi oleh puisi nirjudul Prancis abad 19 yang dimulai dengan kalimat Je suis Le Tenebreux (I am the Dark One). [Teks: AJ]

Dio The Finest (62)21 319 90190 diocommunity.com

BLack on Black Awalnya adalah ‘1%’, proyek oleh praktisi desain Jepang, nendo, yang mana setiap 100 produk yang diproduksi, pemilik diberi kesempatan untuk “mengalami kegembiraan mempunyai kepemilikan 1%”. Kini ada K%—‘The Black&Black Collection’ dari nendo untuk merek Singapura, K%. “Koleksi yang diluncurkan di Milan tahun ini dirancang untuk memberi sebuah momen ‘!’ kecil,” kata nendo. Karya desainer yang fungsional dengan harga terjangkau, setiap produk dirancang hanya dengan elemen paling fundamental dari objek. Koleksi beragam dan meliputi penyimpanan buku yang menahan buku dengan garis, meja rendah dengan proporsi yang tidak seimbang, dan sebuah kursi yang terlihat meleleh. ‘Brace’ (pada gambar) adalah unit ruang simpan diperkuat dengan penahan segitiga yang mengingatkan pada sudut foto yang digunakan untuk mengamankan foto dalam album. Firma desain Singapura, Studio JuJu dan Exit Design, masing-masing berkontribusi dengan satu objek. [Teks: MK]

K% info@kpercent.com kpercent.com Nendo (81 3) 6661 3750 nendo.jp


evolveindesign

Feathered Light Memenangkan Program internship di Jepang berbuah manis bagi desainer lighting muda Indonesia, Nindya Nareswari. Salah satu karya hasil berkolaborasi dengan Sakai Design Associate yang diberi nama Plume Lamp mendapatkan apresiasi dari FLAMES. Produsen ini memilih karya Nindya ini untuk diproduksi secara massal dan didistribusikan bebas di Jepang. Desainnya yang simpel dan sederhana ini memiliki karakter fleksibel dan ringan dari bulu burung yang lembut, ringan, dan dinamis. Untuk lampu ini Nindya memanfaatkan material kayu yang berupa lembar-lembar kayu dipuntir di sekeliling trio bohlam dengan kuncian di akhir yang mengingatkan kita pada sambungan batang kipas oriental. Selubung kayu dan celah-celah di antara ruasnya menciptakan permainan cahaya dan bayangan yang menarik. [Teks: AJ] Nindya Nareswari coroflot.com/ninndya Sakai Design Associate (+831) 6441 2721 sakaidesign.com

One Light Only ‘One Light Only’ adalah perhiasan cahaya oleh Lee Broom. Cangkang interior berwarna putih matte kontras dengan facete eksterior emas. Lampu ini tersedia dalam ukuran besar (pada gambar) atau kecil, dan sempurna untuk interior yang membutuhkan sentuhan glamor. ‘One Light Only’ tersedia di Australia melalui Café Culture. [Teks: MK]

Lee Broom (44 207) 820 0742 leebroom.com Café Culture (61 2) 9699 8577 cafeculture.com.au

Armour ‘Armour’ adalah partisi terbaru dari ahli logam, Korban/Flaubert. Karya ini melanjutkan eksplorasi mereka ke dalam properti logam, dengan berfokus pada soliditas dan kemilau material. Lembar baja nirkarat solid ditekuk dan bentuk perulangan saling memotong, membentuk sebuah irama ritmis. Permainan cahaya dari arah berbeda ada partisi berhasil mengaburkan bentuknya yang solid. [Teks: MK]

Korban/Flaubert (61 2) 9557 6136 korbanflaubert.com.au indesignlive.ASIA

15


16

evolveindesign

CELEBRATED COMFORT Valentine lalu, Designclopedia merilis Husk Armchair, kursi dari B&B italia dengan kenyamanan setara sofa. Husk terdiri dari dua elemen utama yaitu rangka yang terbuat dari plastik serta bantalan customized. Rangka plastiknya memiliki putaran yang dapat dikunci sementara bantalannya terdiri dari tiga ukuran. Tersedia pula ottoman sebagai pelengkap set. Husk didesain dengan material ramah lingkungan dan dapat dibongkar untuk memudakan proses daur ulang. [Teks: AJ] Designclopedia designclopedia.com B&B Italia bebitalia.it

ORGANIC ELEMENT Verde Profilo, konsultan lanskap dari Italia yang didirikan oleh Stefano Laprocina dan Giusi Ferone, dalam beberapa tahun belakangan meluncurkan Moss Design, rangkain furnitur yang memiliki fitur tanaman lumut hidup low maintenance yang dapat hidup asalkan lingkungannya dijaga agar memiliki kelembapan yang cukup. Produk-produk Moss Design merupakan karya kolaborasi dengan berbagai desainer ternama, salah satunya adalah Coffee Table karya De-Signum Studio Lab yang diberi nama Sinkhole ini, yang juga berfungsi sebagai rak majalah. [Teks: AJ]

Moss Design themossdesign.com De-signum Studio Lab designum.com

SECOND ENLIGHTMENT Art Deco, aliran seni yang berkembang di abad ke-20 dan disebut-sebut sebagai pencerahan di masanya, kini dihadirkan kembali oleh Rolls-Royce Motor Cars dalam lini terbatasnya, Art Deco Collection, yang terdiri dari seri Phantom dan Ghost. Seri yang pertama kali diproduksi di masa Art Deco kini telah berevolusi dengan tetap mempertahankan Pantheon Grill dengan ‘Spirit of Ecstasy’, maskot Rolls-Royce. Didukung dengan material berkelas dan detail hand-made, seperti cashmere dan kulit yang melapisi interior dan lapisan mother of pearl yang mengingatkan pada lemari mewah era Art Deco, Phantom dan Ghost tak hanya menghadirkan kualitas namun menangkap sejarah dalam setiap detail dengan konteks kekinian yang kental. Mewakili kejayaan Rolls-Royce di abad kejayaan Art Deco, kedua seri ini bak pencerahan kedua di masa kini. Koleksi ini hanya diproduksi sebanyak 35 buah di seluruh dunia dan salah satunya, seri Phantom, baru-baru ini dipamerkan di Ciputra World Jakarta. [Teks: Bernadetta Tya]

Rolls-Royce Motor Cars (62) 21 725 9000 rolls-roycemotorcars-jakarta.com


evolveindesign

abstract opera Latar untuk produksi terbaru Don Giovanni oleh LA Philharmonic terlihat berserakan seperti tumpukan tisu raksasa, yang abstrak dengan kotak-kotak putih di antaranya. Ini hanya mungkin dikerjakan oleh Frank Gehry, yang berkesempatan mendesain latar pertunjukan opera di dalam Walt Disney Concert Hall, yang juga didesain oleh arsitek ternama. Jumlah konstruksi latar sebanyak model rancangan Gehry—dari kertas kusut—walaupun dalam skala yang jauh lebih besar, objek setinggi tiga meter membutuhkan level keahlian teknis tinggi untuk menjaga bentuknya. Rancangan Gehry, bersama dengan kostum dari rumah mode Rodarte (dari Black Swan yang populer), membawa opera naratif Mozart ke abad 21. Gehry adalah yang pertama dari tiga starchitects yang digandeng LA Philharmonic, selain Jean Nouvel dan Zaha Hadid yang juga akan berkolaborasi di tahun ini. [Teks: MK]

FOGA (1 310) 482 3000 foga.com

Natural Filter Tradisi, nostalgia, dan tensi antara pandangan populer arang sebagai sumber polusi dan kemungkinannya digunakan sebagai metode pemurnian. Inilah yang ingin disampaikan duo desainer Italia, Formafantasma, dalam karya terbaru mereka untuk Vitra Design Museum. Berkolaborasi dengan seniman kaca tiup, pemahat kayu, dan Doris Wicki, satu dari sedikit orang yang paham dengan produksi arang melalui pembakaran kayu perlahan, Formafantasma telah merancang satu seri (vessels) kaca dengan filter karbon. Pada pembukaan pameran, para tamu disuguhi roti arang dan air murni untuk mengingatkan pada penggunaan asli arang. [Teks: MK]

Formafantasma (31) 616 295 171 formafantasma.com Vitra Design Museum (49 7621) 702 3200 design-museum.de

indesignlive.ASIA

17


18

evolveindesign

Quiet Time Ruang kerja soliter ‘Parcs’ yang dirancang oleh Pearson Llyod untuk Bene adalah solusi terbaik untuk kantor terbuka yang gaduh. Dirancang sebagai ruang temporer untuk pekerja modern, ide Pearson Lloyd merespons perubahan dinamis kantor dan menghadirkan solusi yang menjaga produktivitas, pertukaran ide-ide, dan kerja sama. ‘Parcs’ juga memfasilitasi ruang terpisah bagi yang bekerja lebih baik dalam kondisi soliter, meyakini bahwa ruang kerja perlu mengakomodasi berbagai gaya kerja. Bene dikenal dari fokus yang kuat pada intimasi antara desain ruang kerja dan keberhasilan organisasi, dan sistem ‘Parcs’ memimpin sebagai produk inovatif untuk desain ruang kerja yang sukses. Dinding pembatas dilapisi felt halus dan sistem tersedia dalam empat konfigurasi dan warna. [Teks: Alicia Sciberras]

Bene (61 2) 8218 2132 bene.com

Local retreat Interface (sebelumnya dengan InterfaceFLOR) selalu menjadikan keberlanjutan sebagai jantung bisnisnya dan dengan diluncurkannya rangkaian ‘Urban Retreat’, mereka mengambil pendekatan keberlanjutan lebih jauh hingga pada komitmen penggunaan manufaktur dan distribusi lokal. Dirancang oleh David Oakley, ‘Urban Retreat’ terinspirasi dari insting kecintaan manusia terhadap alam—biophilia. Koleksi ini memiliki kandungan material daur ulang 79—81 persen. “Tugas saya,” ujar Oakley, “untuk membuat sampah-sintetis-indah. Koleksi ‘Urban Retreat’ menjadi contoh mengubah ‘sampah’ menjadi ‘indah’. Dan koleksi ini menjadikan satu langkah lebih dekat ke realisasi Mission Zero oleh Ray Anderson untuk mengurangi akibat negatif perusahaan pada lingkungan di tahun 2020. [Teks: MK]

Interface (61 2) 8332 2400 interfaceflor.com.au

TABLESCAPE ACCENT Hasil kolaborasi Diesel dan Foscarini, lampu Pett merupakan ekspresi pop culture kontemporer yang terbuat dari baja nirkarat dan polikarbonat. Tersedia dalam 4 warna: Fuchsia, Neon Light Blue, Black dan White, Pett menghadirkan aksen cerah pada permukaan meja. Di Jakarta produk ini dapat diperoleh di Designclopedia. [Teks: AJ]

Designclopedia designclopedia. Diesel with Foscarini diesel.foscarini.com


evolveindesign

From Venice to New York Pameran Glasstress didatangkan dari Venesia ke New York. Pameran yang menampilkan ‘klise seni kaca hancur’ pada dua Venice Biennales terakhir, dibuka di New York pada Februari tahun lalu. Glasstress New York: New Art from the Venice Biennales memamerkan karya dari Jaime Hayon, Jan Fabre, dan Patricia Urquiola di Museum Seni dan Desain. Sebagai bagian dari pameran, studio desain dan seni asal UK, El Ultimo Grito menampilkan Imaginary Venice, sebuah investigasi berbagai tipologi bangunan. Setiap karya terdiri atas tabung, corong, dan undakan kaca yang merepresentasikan bermacam tipe bangunan di Venesia dan diciptakan dalam kolaborasi dengan pakar glassblower Italia. Kerja sama berlanjut dari investigasi sebelumnya, berjudul Imaginary Architectures. El Ultimo Grito didirikan tahun 1997 oleh Rosario Hurtado dan Roberto Feo asal Spanyol. Mereka telah bekerja dengan beragam klien, seperti Magis, British Airways, dan Museum Albert dan Victoria. [Teks: MK] El Ultimo Grito eugstudio.com Glasstress (39 412) 41 3 189 glasstress.org

Fresh Ideas, Small Editions Hal baik hadir dalam edisi terbatas—inilah pemikiran di balik manufaktur Belgia, Labt. Desain kolektif ini hasil kerja sama dengan para kreatif dari beragam industri dan manufaktur yang menghasilkan furnitur dan aksesori dalam edisi kecil. Mereka tidak bekerja berdasarkan deadline tetapi mengutamakan pada waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah proyek. Kolaborasi terbaru dengan desainer grafis berbasis di Ghent, Jan en Randoald, menghasilkan ‘The Trolley’ yang penuh warna dan tekstur. Pengisi modular dan sistem penyimpanan memungkinkan untuk mengombinasikan beragam komponen sesuai kebutuhan. Pola dan material menjadi kunci proyek ini, dengan beberapa permukaan berwarna cerah, pola lain, dan sisanya dalam skema natural. Dasar tiap penyimpanan tertanam pada roda, menjadikan ‘The Trolley’ kian fleksibel. “Tak ada media yang seefisien karya grafis karena di sana segalanya dapat dikombinasikan,” ujar desainer. “Untuk alat cetak, grafis is crossover; mencetak di cetakan awal. Sebagai contoh the trunk of a tree. Pertama adalah veneer lathe; yang mengungkap interior pohon sebagai pola pada lembar kayu. Seperti halaman pada buku, lembaran ini ditumpuk untuk membentuk papan plywood. Di buku ini kita mencetak sampul.” [Teks: MK]

Labt (32) 473 61 37 08 labt.be Jan en Randoald janenrandoald.be indesignlive.ASIA

19


20

evolveindesign

Digital art Instalasi dinding impresif yang melewati batas seni dan desain, ‘Digital Projects’ Maharam serupa dengan karya seni berskala besar. Fokusnya ada pada satu bagian yang berinteraksi dengan keseluruhan ruang dan menjadi focal point untuk menarik pengunjung. Sedikit perbedaan dari karya tekstil tipikal Maharam, rangkaian ‘Digital Projects’ adalah evolusi brand yang menarik, memperlihatkan proyek tipikalnya yang diperluas dengan kolaborasi interdisiplin bersama artis, fotografer, ilustrator, desainer fashion, dan grafis baru dan mapan. The Long Passage Towards Night (pada gambar) diciptakan oleh Jacob Hashimoto, seniman asal New York dan Verona, yang dikomposisikan dari ratusan kertas beras dan layangan bambu buatan tangan. Menggunakan monofilamen hitam, layang-layang tersebut ditata serupa permadani yang melayang dan membentuk kumpulan 64 fotografi yang tidak terlihat. [Teks: AS] Kvadrat Maharam (61 2) 9212 4277 kvadratmaharam.com

MILKY WHITE

Total Eclipse Bayangkan Anda sedang menyusuri jalan-jalan di Filipina (atau mana saja) di belakang angkong yang dirancang oleh Kenneth Cobonpue ini. Bagaikan siluet tradisional metode transportasi umum, adaptasi menawan ini dibuat dari aluminium dan anyaman polyethylene daur ulang. Diberi nama ‘Eclipse’, desain modern moda transportasi tradisional ini menyediakan dudukan iPod, pengeras suara, tempat minum, kipas pendingin, dan panel keliling yang dapat ditutup – beberapa fitur yang terbatas di angkong klasik ini. [Teks: AS]

Kenneth Cobonpue (63 32) 233 4045 kennethcobonpue.com

Bentuk yang menarik dari produk Blom karya Andreas Engesvik ini membuat lampu dengan warna milky white terlihat begitu ekspresif dengan dudukan dan petal yang hadir dengan pilihan warna yang menawan. Petal dari bahan polikarbonat berada di atas dudukan dari aluminium yang dicat sesuai dengan pilihan warna yang nantinya cukup kuat menghadirkan aksentuasi dalam ruang atau memberikan sentuhan dekorasi dalam tatanan interior. Dengan menggerakkan petal yang terdiri dari empat pilihan warna, diffused light emission bisa disesuaikan. Kehadirannya sederhana tapi menarik dengan pilihan warna ruby red, silk grey, pale green, dan yellow. [Teks: SS]

The Bridge8 (8621) 61379371 fontanaarte.com


evolveindesign

history box Dibuat dari contoh hardboard Masonite berumur 80 tahun oleh desainer Swedia, Folkform, untuk merek interior Swedia, Svenskt Tenn, proyek ‘Masonite: Memorium’ adalah interpretasi elegan akan sejarah yang inheren dengan material. Material yang digunakan adalah kombinasi Masonite buatan tahun 1992 dengan beberapa lembar buatan manufaktur Masonite Swedia, yang tutup tahun 2011. “Ketika manufaktur Masonite di Rundvik tutup, berakhirlah produksinya. Kami ingin membantu dengan menjaga produksi domestik sejauh kami mampu dan memperlihatkan kualitas keahlian pada pameran kami,” kata Thommy Bindefeld, manajer pemasaran di Svenskt Tenn. Kaninet hardboard, dengan material yang sarat sejarah, ditampilkan sebagai bagian dari pameran di toko Svenskt Tenn. [Teks: AS]

Folkform (46) 737 67 55 45 folkform.se Svenskt Tenn (46 8)670 16 00 svenskttenn.se

HEAVY DUTY MICRO Jangan tertipu ukurannya yang mungil! Pendingin ruangan terbaru dari produsen asal Jepang, Mitsubishi Heavy Industries ini berukuran 614x262x210 mm dan telah dilengkapi berbagai fitur mutakhir serta hemat energi. Teknologi Jet Flow memungkinkan embusan udara sejauh 11 meter dengan fitur single swing yang menjadikan aliran udara lebih merata. Ukurannya yang kompak memungkinkan penghematan tempat dan fleksibel dalam penginstalannya. Segala keunggulan itu didukung pula dengan casing yang dapat dibongkar pasang sehingga mudah dibersihkan. Sebuah produk yang mungil ini ternyata memiliki banyak kelebihan dan fitur unggul yang cukup ramah bagi detail desain dan ramah lingkungan. Varian CM dan CMP yang baru-baru ini diluncurkan dapat diperoleh dengan kisaran harga Rp 2 juta—Rp 3 juta. [Teks: BT]

PT Graha Berkat Trading (6221) 265 38515 mhiac-gbt.co.id

Stream Line Objek pencahayaan yang surreal dan ilusif yang berasal dari perusahaan Portugis, OWN, dalam kolaborasinya dengan desainer Miguel Flores Soeiro ini menjadi pernyataan sempurna di berbagai ruang untuk menghasilkan faktor ‘wow’. Kesederhanaan garis pada koleksi ‘Stream’ menciptakan siluet dramatis, dan struktur yang berpendar ini tersedia dalam tiga gaya dan ukuran. Pemikiran utama Flores Soeiro untuk koleksi ini adalah menciptakan ilusi acak dan memberi ‘jiwa’ pada pencahayaan. Hasilnya, neon dengan bentuk organik membentuk tampilan yang kuat dalam ruang. [Teks: AS]

OWN (35 1) 917 665 437 own.pt

indesignlive.ASIA

21


22

evolveindesign

optimize workspace Akhir 2012 lalu perusahaan manufaktur furnitur Indovickers meluncurkan rangkaian produk workstation baru yang diberi nama Oblique Desking System. Oblique memiliki banyak seri dengan beragam bentuk unit meja kerja, mulai dari unit linear dan back to back standar hingga konfigurasi melengkung 120 derajat dan 180 derajat sehingga memungkinkan penataan ruang kerja yang lebih fleksibel dan kreatif. [Teks: AJ] Indovickers indovickers.com

Shadow, Shade, Nuances

Flexibility in furniture ‘Experimental – Hybrid Furniture’ oleh desainer Hungaria, Kata Monus, menyerupai organisme hidup. Struktur rajut tergantung longgar, sementara struktur kayu yang kokoh menjadi kontras yang kuat. Monus telah menemukan cara mengintegrasikan studi formal pada desain tekstil dengan keahlian membuat furnitur. Hasilnya adalah objek desain pesanan khusus dengan estetika pasca-apokaliptik. [Teks: AS]

Kata Monus katamonus.blogspot.hu

Dinamai sesuai dengan istilah Jepang untuk ‘bayangan, naungan, dan nuansa’, desainer fashion Jepang, Issey Miyake, telah merancang rangkaian sembilan naungan tekstil lipat untuk Artemide—‘IN’EI’. Lampu berdesain flat-pack ini dapat dilipat dengan mudah ke dalam bentuk 3-D yang rumit. Koleksi ini adalah kelanjutan riset desain fashion lipat di laboratorium nyata Miyake. Tekstil khusus dari botol PET daur ulang dan teknologi dimanfaatkan untuk menghasilkan material hemat energi dan emisi CO2 hingga 80% dibanding material baru lainnya. Bentuk geometris dan (extent) bayangan dihasilkan oleh prinsip-prinsip matematis. [Teks: MK]

Issey Miyake isseymiyake.com Artemide (61 2) 9699 8472 artemide.com.au


35

Investigating the latest trends and products in lighting

André Tammes, editor pencahayaaan Indesign, mempersembahkan masa depan pencahayaan LED.

Terdapat beberapa pihak yang tidak menyadari keberadaan LED—Light Emitting Diode. LED memulai penampilan perdananya pada 1960-an dalam bentuk indikator cahaya merah pada produkproduk elektronik dan peralatan rumah tangga. Sejak itu, LED menjadi bagian penting dari pencahayaan arsitektural dan hiburan serta layar display di berbagai industri di dunia. Bentuk asli LED sebelumnya ada dalam warna merah, hijau, biru, dan amber, namun tahun 1996 mulai tersedia produk LED dengan cahaya putih. Hal tersebut

memberikan perubahan besar dalam desain dan produksi fixture pencahayaan arsitektur yang kerap berlanjut hingga hari ini. Subjek pencahayaan LED adalah sebuah kompleksitas karena hal tersebut berdasarkan ada sebuah komponen elektronik sensitif yang bergantung pada kondisi operasional yang ketat. Saat ini upaya yang besar sedang diciptakan, bagaimanapun, untuk menyederhanakan proses spesifikasi LED sekaligus memastikan keuntungan inheren dari teknologi terbatas pada usia produk.

Pada edisi ini, FUSE, ahli pencahayaan asal Amerika, Craig DiLouie, mengusut revolusi LED dalam beberapa detail. Ia memberikan sebuah pandangan mengenai teknologi LED yang merujuk secara general sebagai ‘Solid State Lighting’, yang hadir akhir-akhir ini dan sepertinya akan membawa kita ke masa depan. André Tammes adalah Founding Director Lighting Design Partnership.

indesignlive.ASIA


Craig DiLouie menggambarkan peran cahaya dalam industri yang dipenuhi LED dan melihat keuntungan serta tantangannya.

ada tahun-tahun selanjutnya, teknologi solid-state-lighting (SSL) mendominasi perhelatan pameran pencahayaan Light+Build (Frankfurt, Jerman) dan LIGHTFAIR International (Las Vegas, AS). Di LIGHTFAIR, hampir sulit menemukan luminaries dengan teknologi lain dalam display. Walaupun terdapat bukti langkah penting yang tak terlalu banyak dalam inovasi tahun ini, produk-produk terus berkembang dan meningkat—dengan banyaknya produk luminer yang dipasarkan pada konsumen sebagai produk konvensional, yang mungkin dapat menekan harga ke bawah. Teknologi pencahayaan LED menyediakan beberapa keuntungan utama, seperti hemat energi, umur panjang, kontrol optis, produk pencahayaan yang lebih kompak, keakraban dengan kontrol switching dan dimming, me­ narik dengan pilihan warna, tidak ter-

P

dapat merkuri dalam produk, tidak ada radiasi langsung, dan tahan terhadap guncangan dan getaran. Saat banyak produk LED mengikuti bentuk dan fungsi pencahayaan tradisional karena pendekatannya mudah dan cepat terhadap konsumen, sejumlah produk baru dengan signifikan mengambil keuntungan dari karakter unik sumber cahaya ini. LED tidak hanya sebuah permainan. Sumber cahaya lain se­perti plasma dan LED organik (OLED) kini sedang dikomersialisasi dan diharapkan dapat mendapatkan pasar mereka sendiri. Saat ini, bagaimanapun juga, LED adalah pemain utama. Berdasarkan Departemen Energi AS (USDOE), LED masih memiliki penetrasi kecil secara keseluruhan, namun keinginan pasar melampaui batas sumber-sumber konvensionalnya. Faktanya, jika USDOE bisa dipercaya, teknologi pencahayaan konvensional sudah mendekati fase kemerosotan setidaknya pada beberapa pasar terkait pertumbuhan permintaan teknologi LED. USDOE memprediksi penjualan LED akan meningkat hingga 10% pada 2015, 36% pada 2020, dan 74% pada 2030, dengan kenaikan pada produkproduk outdoor dan penggantian lampu di rumah tinggal. Pola yang mirip se­ pertinya akan terjadi di Australia. Pertumbuhan ini akan dipenuhi dengan melanjutkan pengembangan pada efektivitas, usia, dan biaya. Menanggapi pencahayaan putih LED dalam ruang, USDOE memprediksikan efektivitas rata-rata akan mencapai lebih dari dua kali hingga 145 lumen per watt; usianya akan naik hingga 44.000 jam; dan biaya akan turun hingga 42 dolar per kilolumen pada 2015—hanya beberapa tahun dari sekarang. Di samping keuntungan yang kian tumbuh dari teknologi LED dan optimisme dalam adopsinya, teknologi LED masih sangat muda dan tidak terhindar dari hadirnya beberapa risiko. Hal pertama, teknologi dasar yang harus di­ ketahui para desainer adalah mencoba beberapa produk dan mengalaminya serta memahami kemiripan dan perbedaan dalam performanya. Contohnya, tidak seperti pencahayaan konvensi­ onal, biasanya dibuat dari sumber cahaya standar (seperti flourescent, halogen, atau metal halide), LED dengan integrasi tinggi, alat yang dibuat berdasarkan tujuan sehingga mesin dalam lampu ini ­tidak mudah diakses dan digantikan. Hal tersebut perlahan me­ ngubah strategi manufaktur untuk juga menawarkan perawatan­— dan upgrade

ATAS Water Droplet di VIVID Sydney oleh Destiny Paris dan Aurecon KANAN Koda Lighting menyuplai pencahayaan LED untuk National Institute of Dramatic Art, Sydney


FUSEindesign

37

teks Craig DiLouie ALIH BAHASA Anindita Taufani

LED... masih merupakan teknologi baru dan dengan demikian menghadirkan beberapa risiko Craig DiLouie

indesignlive.ASIA


atas kiri Lampu LED

berskala manusia ‘Horizon’ telah diterima di MoMA dan The Smithsonian Atas kanan Pancaran sistem linear ‘3D LED Flex’ dapat digunakan saat pencahayaan linear harus mengikuti bentuk kurva yang kompleks

yang mudah, mulai memproduksi spesifikasi yang memungkinkan kemudahan perakitan komponen LED. Produk-produk LED juga sangat sensitif dengan kondisi panas ling­ kungan, membutuhkan desain suhu udara yang baik untuk mengalirkan panas dari LED dan dengan demikian menjaga kualitas cahaya yang keluar dan, lebih jauh, umur produk tersebut. Biasanya perawatan produk-produk LED berada pada perawatan output lumennya karena biasanya produk LED adalah produk yang tidak gagal, namun hanya memproduksi cahaya yang kian berkurang seiring waktu. Usia pencahayaan komersial biasanya digolongkan pada 70-lumen maintenance (L70). Hal tersebut akan membutuhkan desain yang dapat mengakomodasi 30 persen penyusutan lampu pecahayaan, dan faktanya tidak ada tanda-tanda yang pasti akan ujung usianya. Berbagai program standar dan pe­ ngakuan kini telah menyediakan alat bagi para desainer yang lebih jauh mengidentifikasi, mengevaluasi, dan membandingkan kualitas produk. Di Amerika Utara, sejumlah standar dan metode telah dikembangkan oleh Illuminating Engineering Society. LM79-08 memberikan sebuah standar percobaan untuk memproduksi total cahaya yang keluar, temperatur warna, dan karakteristik lainnya. LM-80-2008

menyediakan sebuah metode untuk menguji penyusutan cahaya pada paket LED, modul-modul dan dengan kisaran 6.000 hingga 10.000 jam, dan TM-212011 memberikan prosedur detail untuk menggunakan data ini untuk meramalkan kemungkinan output cahaya dan batas waktu hidupnya. Lighting Council Australia telah memperkenalkan sebuah skema berdasarkan program di Amerika Utara. Ini adalah skema sukarela industri yang menawarkan kepercayaan kepada pasar bahwa pencahayaan membawa pelabelan skema tersebut cocok dengan klaim performa tertentu yang dibuat oleh pemasok. SSL Quality Scheme akhir-akhir ini memiliki 18 anggota manufaktur yang diwajibkan untuk memberi label produk-produk dengan informasi detail mengenai efisiensi pencahayaan, output cahaya, listrik yang dibutuhkan, temperatur warna, dan indeks render warna. Lighting Facts, sebuah program labelisasi produk berbasis di AS, juga memberikan sebuah format yang konsisten untuk menyajikan data performa produk LED terverifikasi berdasarkan pengujian standarisasi. ENERGY STAR, program lainnya asal AS yang dikelola oleh AS Environmental Protection Agency, menyadari bahwa produkproduk LED sebagai kategori substitusi dalam pencahayaan tampil sebaik teknologi konvensional, yang butuh

digantikan keberadaannya untuk menghemat energi. Qualified Products List, diproduksi oleh Design Lights Consortium, melampaui ENERGY STAR untuk mengenali kualitas produk dalam ka­ tegori-kategori tambahan. Kompetisi desain seperti Lighting for Tomorrow, sebuah kompetisi hunian, dan Next Generation Luminaries Design Competition, sebuah kompetisi komersial, menghargai desain terbaik, atraktif, dan produk yang efisien dalam penggunaan energi di pasaran, dan sebagai alat penting dalam mengarahkan inovasi kompetitif. Teknologi LED terus berkembang dan menawarkan keuntungan signifikan yang menghadirkan pilihan produk yang tak henti tumbuh. Desainer harus meminimalisasi risiko dengan pengam­ bilan sampel teknologi, dan membiasakan diri mereka sendiri dengan berbagai alat yang dapat membantu mereka mengidentifikasi dan meng­ evaluasi kualitas produk-produk.

Craig DeLouie adalah pengajar, jurnalis, dan spesialis marketing yang sudah bekerja di bidang industri pencahayaan di Amerika Serikat selama hampir 20 tahun.


FUSEindesign

Reggiani ‘Comma’

Ansorg ‘Bop’

Hoffmeister ‘Lo.nely’

Fabbian ‘Kwark’

Didesain oleh Bruno Gecchelin untuk reggiani, ‘Comma’ adalah lampu dengan desain sedehana dan siluet yang elegan. Lampu ini memiliki sambungan segala arah sehingga dapat disesuaikan sesuai kebutuhan, produk yang sesuai dengan namanya. ‘Comma’ adalah salah satu produk pencahayaan yang memungkinkan akses mudah pada sumber cahaya LED-nya.

‘BOP’ adalah sebuah spotlight kompak yang pertama kali diperkenalkan pada Light+Build di Frankfurt. ‘BOP’ menawarkan pilihan HIT dan LED sebagai teknologi pencahayaan hemat energi. Lampu ini bekerja pada kecerdasan dasar, reflektor berkualitas tinggi yang meminimalisasi penyebaran cahaya.

Lampu sorot LED kecil ini memaksimalisasi output dengan konsumsi energi minimal. Pengaturan panas pasif terintegrasi dengan desainnya, membentuk sisi belakang lampu ini. Teknologi LED-nya mencapai 2.000 lm dengan sebuah lampu 24 W (sesuai dengan output pada sistem 28 W) atau 2.650 lm dengan lampu 38 W (sesuai dengan output pada sistem 41 W).

Desain retikuler tak biasa karya Karim Rashid untuk Fabbian menampilkan sebuah panel belakang yang merefleksikan cahaya LED, menghasilkan sebuah lampu yang memproduksi efek cahaya volumetrik luar biasa. Produk berseni ini dapat dipasang sendiri atau berkelompok, dan hanya memakan 26 W. ‘Kwark’ tersedia dalam pilihan natural atau lapis aluminium diecast.

Pierlight (61 2) 9794 9300 pierlight.com.au

Beacon Lighting Commercial (61 3) 9368 1000 beaconlightingcommercial.com.au

Euroluce (61 2) 9380 6222 euroluce.com.au

Radiant Lighting 1300 438 609 lcrl.com.au

indesignlive.ASIA

39


40

FUSeindesign

ERco ‘logotec’ Rangkaian lampu sorot ‘Logotec’ menggunakan teknik inovatif Spherolit, yang menghasilkan sebuah berkas cahaya seragam dengan rasio cahaya tinggi dan halus di tepinya. Didesain dan dikembangkan in-house, sebuah lensa pengumpul cahaya sebagai lensa sekunder, membentuk hubungan antara lensa LED pada setakan papan sirkuit dan lensa Spherolit sebagai lensa tersier yang dapat diganti.

Philips ‘lumiblade oled panel gl350’ OLED ‘Lumiblade’ Philips adalah sebuah sumber chaya difusi untuk area besar, yang menghasilkan cahaya dengan menghantarkan listrik melalui layar tipis material semikonduktor organik. Pencahayaan OLED sebagai cahaya fungsional pada ‘OLED Panel GL350’. Pada 124,5 mm x 124,5 mm dan dengan 120 lumen fluks cahaya yang cukup kuat untuk digunakan dalam lampu meja atau pencahayaan fungsional lainnya.

Erco (61 2) 9004 8801 erco.com Philips (61 2) 8338 9899 philips.com.au indesignlive.ASIA

Artemide ‘Cata’ Didesain oleh Carlotta de Bevilacqua untuk Artemide Architectural, ‘Gata’ adalah proyektor LED yang hadir dari riset cermat pada aksentuasi pencahayaan. Umumnya digunakan di museum, ‘Cata’ juga dapat digunakan di toko atau hospitality. Memberikan efisiensi energi yang tinggi, peningkatan intensitas cahaya pada aksisnya, dan berkas cahaya yang dapat terkonsentrasi atau terdifusi. Artemide 1300 135 709 artemide.com.au

Intense lighting ‘MBW2’ Pemenang penghargaan ‘MBW2’ adalah sebuah lampu wash LED vertikal degan rel dinding. Dua output LED yang tinggi memberikan pencahayaan yang kuat. ‘MBW2’ mencapai 1.300 lm dengan output 24 W, 1.800 lm dengan output 32 W, 2.400 lm dengan output 42 W, atau 3.000 lm dengan output 54 W. Relex Illumination (65) 6285 3633 relex.com.sg


JIMMY PRIATMAN JAUH SEBELUM TOPIK ‘GREEN BUILDING’ MENGEMUKA DI INDONESIA, JIMMY PRIATMAN TELAH MENGAPLIKASIKANNYA SEJAK TIGA PULUH DUA TAHUN YANG LALU


luminaryindesign

teks Bernadetta Tya pORTRAIT REZA SYATHIR

indesignlive.ASIA

43


“e nergi adalah pemberi bentuk arsitektur dengan langgam tersendiri ( form follows energy)” Jimmy priatman

Paling ATAS Graha

Pangeran Surabaya, gedung pertama di Indonesia yang memperoleh ASEAN Energy Awards Atas Atas Gedung Fakultas Seni dan Desain Universitas Kristen Petra Surabaya, hasil kolaborasi Jimmy Priatman dengan Ivan Priatman, putranya, dan Prof. Prasasto Satwiko, arsitek asal Yogyakarta HALAMAN SEBELAH ATAS KANAN-KIRI Aksonometri

dan interior salah satu rancangan Jimmy Priatman, Graha Bethany, Surabaya HALAMAN SEBELAH BAWAH Grha Wonokoyo

Surabaya mengantarkan Jimmy Priatman meraih ASEAN Energy Awards kedua kalinya

ama Jimmy Priatman identik dengan green building. Terlebih di Surabaya, tempat kelahirannya, ia juga dikenal sebagai pengajar di Fakultas Arsitektur Universitas Kristen Petra dan salah satu prinsipal PT Archimetrich. Kembali ke masa kanak-kanak, Jimmy yang duduk di bangku kelas 6 SD terpukau ketika melewati sebuah gedung tertinggi di Surabaya. “Gedung yang paling berkesan yaitu gedung BRI di Jalan Pemuda. Selain karena tinggi, proporsinya dan tampilan arsitekturnya baik. Pada waktu itu saya mikir ‘kok bisa ya membuat gedung tinggi?’. Ini pasti ada sekolahnya,” kenang Jimmy. “Pada saat itu, arsitek belum jadi kebutuhan, artinya kita bisa menimbulkan kebutuhan itu,” alasan Jimmy yang memantapkannya menempuh studi arsitektur di Universitas Kristen Petra Surabaya. Di tahun kedua, Jimmy diterima di jurusan yang sama di Universitas Katholik Parahyangan Bandung dan sempat menjalani prakuliah selama dua bulan. Ia terpaksa berhenti karena kedua orangtuanya berpulang sehingga tanggung jawab sebagai anak tertua menuntutnya kembali ke Surabaya. Ini sekaligus menjadi titik balik kehidupan seorang Jimmy Priatman. Selepas kembali ke Surabaya, Jimmy menjalani hi­ dup dengan kesibukan tinggi. Pagi hari dihabiskannya

N

bekerja di sebuah konsultan. Siang hari, ia kuliah dan setelahnya ia kembali bekerja hingga larut di perusahaan yang berbeda. Disadari kini, gemblengan semasa kuliah membuatnya makin kaya dengan lebih memahami teori yang diterimanya dalam perkuliahan dan aplikasi riil di lapangan. Jimmy sempat mengikuti sebuah kuliah dari dosen tamu asal Jerman. Dalam kuliah ini, ia belajar mengenai solar collector. Inilah perkenalan pertamanya de­ ngan bidang energi yang kemudian memunculkan ide untuk membuat tugas akhir dengan judul “Pusat Riset Tenaga Surya”. Ada cerita menarik mengenai tugas akhir ini. “Sebelum mengambil Tugas Akhir, saya cuti satu tahun untuk keliling kampus arsitek seluruh Indonesia. Semua saya datangi, termasuk Perpustakaan LIPI di Gatot Subroto Jakarta. Di UGM (Universitas Gadjah Mada), saya bertemu dengan pakar tenaga surya, Profesor Sastroamidjojo, MSA, DR., dari Jurusan Teknik Fisika. Saya tertarik bagaimana ia memanfaatkan matahari untuk membuat air panas dan listrik. Saya di­ajari bikinnya dan saya terkagum-kagum. Pengetahuan se­ perti ini ‘kan bisa dipakai di bangunan. Selama dua bulan magang, saya mendapat pengetahuan yang tidak saya dapat dari dosen-dosen di kampus,” kisahnya dengan dialek Jawa Timur yang kental. Kerja kerasnya pun membuahkan hasil nilai tertinggi di antara rekanrekannya, nilai A sempurna. Jimmy kemudian fokus berpraktik hingga tahun 1988, bersama ketiga rekannya, salah satunya, Ratna Alifen, yang lalu menjadi istrinya, mendirikan PT Archimetric, konsultan perencana dan pengawas yang tahun ini berusia 25 tahun, sembari mengajar di kampus almamater. Sebagai pengajar, ia mendapat satu kesempatan untuk studi lanjut. Hingga setelah penundaan yang kelima kali, tawaran tersebut akhirnya ia ambil. Ia kemudian mendalami perancangan bangunan pencakar langit di Departemen Arsitektur di Illinois Institute of Technology, Chicago, Amerika Serikat, tepatnya di gedung Crown Hall, rancangan Mies van de Rohe, tokoh arsitektur modern Amerika. Tesisnya yang berjudul “Energy Efficient Mixed-Use Skyscraper – THE CITYFRONT TOWER – at Chicago” adalah sebuah studi proyek riil yang akan segera dibangun. Sembari menyelesaikan tesis, ia mendalami arsitektur Chicago dan mengambil studi mengenai Manajemen dan Pengembangan Real Estate di MIT, Boston. “Jujur saja, mata kuliah yang dulu saya paling nggak suka itu sejarah arsitektur,” candanya. Pendapat itu seketika berubah setelah ia mengalami langsung arsitektur di kota cikal bakal arsitektur modern ini dan terpukau karya-karya Louis Sullivan, Mies van de Rohe, SOM, Helmut Jahn, dan Frank Lloyd Wright. “Di Chicago saya merasa kembali ke habitat arsitektur,” ungkap arsitek yang gemar travelling ini. Kini Jimmy memetik hasil atas perjuangannya. Jimmy Priatman dengan PT Archimetric-nya dikenal


luminaryindesign

karena konsep efisiensi energinya yang visioner, sebut saja Graha Pangeran, Grha Wonokoyo, dan Holy Stadium yang kesemuanya mendapat ASEAN Ener­ gy Awards. Ia juga dipercaya sebagai salah satu ahli dalam penyusunan draf panduan hemat energi untuk bangunan gedung di Indonesia oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, kerja sama dengan Pemerintah Denmark. Ketika ditanya mengenai makna profesi yang dijalaninya, ia berujar, “Arsitek adalah profesi yang hidup, bukan sekadar tukang gambar. Lebih dari itu, arsitektur itu bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang. Bagi saya, itulah keberhasilan yang sejati. Boleh saja arsitek itu menciptakan karya seni. Tetapi ketika ia tidak mau tahu mengenai lingkungan, maka ia bukan arsitek yang baik,” tegas Ketua Pusat Studi Energi Bangunan Universitas Kristen Petra ini. Pesatnya perkembangan teknologi kini membuat Jimmy yakin dapat mewujudkan mimpi dan visinya, salah satunya adalah Solar Village. Ini adalah proyek

swasembada energi dalam lingkup klaster yang telah ia uji coba bersama dengan anak didiknya. Klaster ini dapat dikembangkan untuk fungsi komersial bahkan pemerintahan. “Jika dipikirkan dengan satu konsep yang holistik, saya kira akan bermanfaat hingga lingkup kota dan saya yakin bisa diwujudkan karena ge­ nerasi ini punya potensi itu,” ucapnya bersemangat. “Bagi saya, energi adalah pemberi bentuk ( form giver) arsitektur dengan langgam tersendiri, form follows energy, dan tatanan kota tersendiri karena tata bangunannya itu harus diatur untuk mendapat akses matahari langsung dan tidak saling membayangi. Itu obsesi saya,” tutupnya.

PT Archimetric Architects & Engineers (62) 31 5946980

jimmy priatman TIMELINE 1972–81 1982–93 1988 1994-96 1996 2002 2006 2008- kini 2009 2009- kini 2011-13 2012

Studi Strata 1 Arsitektur di Universitas Kristen Petra, Surabaya. Berpraktik arsitektur dan sebagai dosen di Universitas Kristen Petra, Surabaya. Mendirikan PT Archimetric bersama empat rekan prinsipal di Surabaya. Studi Program Master Arsitektur di Departemen Arsitektur, Institut Teknologi Illinois, Chicago, Amerika Serikat dengan judul tesis: “Energy Efficient Mixed-Use Skyscraper – THE CITYFRONT TOWER – at Chicago”. Menempuh studi dan menerima Sertifikat Manajemen dan Pengembangan Real Estate di Institut Teknologi Massachusetts, Cambridge, Boston, Amerika Serikat. Menerima penghargaan ASEAN Energy Awards untuk karyanya Graha Pangeran Penerima Kalyanakretya Utama Award dari Presiden Republik Indonesia dan Kementerian Riset dan Teknologi karena dedikasinya pada teknologi arsitektur. Menerima penghargaan ASEAN Energy Awards ke dua kalinya untuk karyanya Grha Wonokoyo. Ketua Pusat Studi Energi Bangunan Universitas Kristen Petra. Menerima penghargaan ASEAN Energy Awards ke tiga kalinya untuk karyanya Holy Stadium. Pengurus Daerah IAI Jawa Timur Salah satu Juri dalam Green Building Competition ASIA FUTURARC Prize. Tim Penulis Energy Efficiency Guidelines for Building Design in Indonesia. indesignlive.ASIA

45


50

Surabaya Special Geliat Kota Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia, tidak hanya terlihat dari perkembangan ekonominya semata, namun juga dari hadirnya karya-karya arsitektural dengan desain apik, mulai dari bangunan privat komersial hingga fasilitas dari pemerintah daerah. Berikut beberapa karya pilihan istimewa dari Kota Pahlawan ini


focusindesign

51

w

indesignlive.ASIA


52


focusindesign

TEKS ASIH JENIE fotografi Hubert Januar Arsitek ARA Studio Lokasi Surabaya | INA ProYeK Sentra Ikan Bulak

A BOLD INITIATIVE menjadi langkah berani bangunan fasilitas umum milik pemerintah menuju desain yang lebih baik

urabaya, kota kedua terbesar di Indonesia ini memiliki banyak gelar; kota pahlawan dan kota industri adalah sebutan yang pa­ ling sering terdengar. Namun urusan desain dan seni, kota ini jarang sekali tersebut. Sementara nama-nama kota lain yang lebih popuer terus muncul dalam diskusi-diskusi desain dan arsitektur, diamdiam Surabaya pun menggeliat. Kota ini pun semakin hijau, cantik dan teratur, dengan ruang-ruang publik seperti taman-taman kota direnovasi dan diberikan program agar hidup dan terpakai. Industri perikanan Kota Surabaya cukup dikenal di Indonesia. Bandeng asap dan bandeng presto kerap menjadi buah tangan yang diburu. Sayangnya olahan hasil laut di Surabaya—atau lebih luas lagi di Indonesia—belum menggunakan teknologi dan fasilitas berskala lebih besar yang dapat mendongkrak industri ini lebih dari sekadar industri kecil. Proses pengolahan ikan dan hasil tangkapan laut lainnya masih dilakukan secara tradisional, di tempat-tempat yang diragukan higienitas dan legalitasnya. Imaji yang keba­ nyakan masyarakat bayangkan ketika mendengar kata ‘pasar ikan’ masihlah berupa pasar tradisional dengan kios-kios non-permanen yang kotor, basah dan rawan kejahatan serta penyakit. Menyadari hal ini, pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pertanian yang membawahi industri peri-

S halaman ini Tampak

depan Sentra Ikan Bulak, langkah inisiatif pemerintah Kota Surabaya yang cukup berani

halaman sebelumnya

Suasana open space Sentra Ikan Bulak pada malam hari, diharapkan nantinya dihidupkan oleh para pelancong kuliner

indesignlive.ASIA

53


54

“...proyek ini dapat dikatakan sebagai suatu langkah inisiatif yang baik dalam hal eksekusi desain� Hermawan Dasmanto

Atas Ruang sirkulasi yang sengaja dirancang dengan ramp memudahkan mobilisasi antarlantai bila membawa beban berat Kiri Atap membran menghadirkan bentuk atraktif pada bangunan ini, sekaligus menjadi penanda

kanan mengadakan rencana untuk mulai mengembangkan industri tersebut, dimulai dengan memberikan fasilitas yang baik dalam wujud sebuah pasar UKM modern yang diharapkan akan menjadi ikon wisata belanja dan kuliner hasil perikanan dan kelautan yang terjangkau, bersih, higienis, serta aman dan nyaman di pesisir Kota Surabaya. Pasar ini berlokasi di daerah Kenjeran tepatnya di Jalan Bulak Tinjang, lokasi yang seiring dengan perkembangan Kota Surabaya di masa depan akan berkembang menjadi sangat strategis karena dekat dengan lokasi rencana stasiun monorail Surabaya Utara, Jembatan Suramadu, dan jalan tol menuju kawasan pesisir. Di lain sisi, lokasi strategis ini pun memiliki tantangan tersendiri, antara lain budaya dan kebiasaan masyarakat yang cukup berbeda dari daerah tengah kota, kondisi iklim dan cuaca yang lebih ekstrem pun membutuhkan pertimbangan-pertimbangan khusus. Setelah sebelumnya menangani beberapa desain ba­ ngunan sekolah dan peremajaan taman kota, biro arsitektur studio ARA yang digawangi oleh arsitek Hermawan Dasmanto terpilih sebagai konsultan perancang. Studi yang dilakukan untuk mendapatakan data yang cukup untuk memulai proses desain memakan waktu empat tahun yang meliputi proses survei, studi banding, serta penelitian tentang target audiens yaitu pedagang ikan. “Tantangan terbesar dalam merancang bangunan ini adalah iklim mikro pantai dan kondisi sosial budaya masyarakat pesisir, serta memahami cara jual dan persiapan barang dagangan mereka,� ujar Hermawan, yang akrab disapa Iwan. Selain tantangan tersebut, tentu saja juga terdapat keterbatasan dana, yang disiasati dengan desain yang low-maintenance dan material heavy duty yang berketahanan tinggi. Fungsi utama bangunan adalah mewadahi kegiatan empat jenis pedagang produk industri perikanan yaitu makanan kering, ikan basah, ikan asap, dan produk kerajinan hasil laut. Alur kerja keempat jenis


focusindesign

indesignlive.ASIA

55


56

pedagang produk ini dianalisis dan diterjemahkan menjadi daftar kebutuhan kios sehingga pada akhirnya terdapat empat jenis desain kios dengan fasilitas berbeda untuk mewadahi setiap produk tersebut, yaitu 96 unit kios untuk produk makanan kering dengan fasilitas storage, 40 unit kios fitur grill dan cookerhood untuk proses peng­asapan, 20 unit kios beretalase dan rak display untuk produk kerajinan, serta 16 unit kios dengan akses sanitasi air bersih, cool storage, dan greasetrap untuk produk ikan basah. Selain meawadahi kegiatan perdagangan tersebut, Sentra olahan ikan ini juga diharapkan dapat menjadi objek wisata kuliner, maka fungsi bangunan ditambah dengan fungsi pujasera dengan 40 unit kios dan ruang komunal terbuka. Desain bangunan berkapasitas total 212 unit ini terdiri dari tiga massa utama dengan tinggi dua lantai. Lantai satu diperuntukkan bagi kios keempat jenis pedagang sedangkan lantai dua diperuntukkan bagi kegiatan wisata kuliner, yang berupa deretan warung dengan kios serta open space yang menghadap view ke laut lepas. Area di antara ketiga massa ini diberi penghijauan yang bertindak sebagai buffer angin pesisir laut yang

mengandung garam yang dapat membuat material bangunan cepat aus dan berkarat, sementara area parkir diberi perkerasan berupa grassblock. Sirkulasi vertikal utama berupa ramp landai selebar kurang lebih dua meter untuk mengakomodasi bongkar muat produk. Arsitek dan pelaku desain memiliki pesimisme yang telah mendarah daging jika berhadapan dengan klien instansi pemerintahan, desain yang dihasilkan begitu jauh dari yang ideal akibat budget dan penyesuaian di lapangan yang tak terduga, ditambah pro­ses birokrasi dan administrasi memakan porsi waktu dan tenaga yang cukup banyak. Namun dari segi desain, proyek ini dapat dikatakan sebagai suatu langkah inisiatif yang baik dalam hal eksekusi desain. Area yang ingin ‘dijual’ kepada masyarakat terbangun de­ngan desain cukup menarik. Open space yang diharapkan hidup oleh kegiatan wisatawan kuliner di lantai atas bangunan di­teduhi oleh kanopi yang terbuat dari membran heavy duty berlapis finishing antisinar ultraviolet. Membran tarik berbahan PVC dengan teknik pre-constraint serat ini memiliki tulangan di membran yang terlebih dahulu ditarik sebelum dicor menjadi bahan membran. Hal ini dimaksudkan agar tahan tekanan—kemudian


focusindesign

Paling Kiri Kios-kios

untuk produk makanan kering, terdapat 4 jenis kios yang didesain sesuai dengan kebutuhan pedagang Kiri Panorama ke laut lepas tersaji dari area open space di lantai atas Atas Deretan kios pujasera saat malam hari, terdapat total 212 kios pada bangunan

menjadi fitur utama—yang memahkotai bangunan, yang sengaja tidak sengaja memiliki bentuk yang mengingatkan kita pada layar kapal. Membran bergaransi 5­ hingga 10 tahun ini bertindak sebagai peneduh terik matahari pada siang hari serta penahan angin yang dingin pada malam hari— selain juga menjadi sebuah objek foto yang menarik untuk menjadi latar belakang kegiatan lancong kuliner para pengunjungnya. Selain buffer tanaman yang masih perlu dibuat lebih ­r imbun, arsitek mengaku cukup puas de­ngan bangunan terbangun, “Harapan saya Sentra Ikan Bulak di masa depan dapat dijalankan dengan sistem manajemen modern yang profesional karena sebenarnya bangunan fisik tidak dapat berfungsi baik tanpa sistem manajemen yang baik pula,” pungkasnya.

Asih Jenie adalah Senior Editor Indesign Indonesia.

Sentra Ikan Bulak Klien Dinas Pertanian Surabaya Arsitek Hermawan Dasmanto, Lima Arsitek, ARA Studio Manager Proyek Cahyo Hadi Prabowo Desainer Interior Hermawan Dasmanto, Lima Arsitek, Ara Studio Arsitek Lanskap Hermawan†Dasmanto, Lima Arsitek, Ara Studio Kontraktor Pembanguan PT Handaru, Kontraktor PEKERJAAN BESI PT Panzof Karya Konsultan Struktur Pudji, Heru Setyawan MEP Widayanto dan rekan Fixed & Fitted menggunakan spek teknis tipe 402 dan tipe 502. Finish PVDF Coated (pelapis membrane anti UV) Struktur dan plat membrane dengan galvanis finis cat. Penguat tepi membrane menggunakan kabel sling galvanis. Dinas Pertanian Surabaya Jl. Pagesangan II/56 Surabaya (62) 31 828 2328 Pemerintah Kota Surabaya surabaya.go.id PT. Handaru PT Panzof Karya (62)31 828 490 1 Lima Arsitek limaarsitek@yahoo.com indesignlive.ASIA

57


OUT OF THE BOX

BBC North adalah rumah bagi campuran ekspresif ruang yang menginspirasi kreativitas.


portfolioindesign

83

TEks LUCY BULLIVANT fotografi Will Pryce Alih Bahasa ANINDITA TAUFANI Desainer Interior SHEPPARD ROBSON ID:SR LOkasi SALFORD | UK PROyek BBC NORTH

ebuah pusat produksi televisi seharusnya tidak lusuh. Sebaliknya, haruslah meningkatkan kemampuan kerja orangorang dan menjadi fungsional seperti lingkungan teknologi informasi terbaru yang memungkinkan operasi secara global. Tentu saja tepat seperti apa yang telah didesain divisi desain interior Sheppard Robson, ID:SR, menghadirkan BBC North sebuah rumah untuk komunitas kreatif yang terlibat dalam pembuatan konten BBC. Tempat kerja baru ini berlokasi di dalam tiga gedung baru dan sebuah ruang studio bersama di MediaCityUK baru, sebuah konversi serbaguna lahan terbengkalai di kanal Salford Quays. Lokasi tersebut dipilih karena ketika 25 persen pemegang biaya lisensi BBC tinggal di utara Inggris, hanya delapan persen dari program mereka diproduksi di luar London, dan BBC ingin kembali menyeimbangkan situasi ini. Yang dapat dikatakan sebagai penghubung industri kreatif di sini ialah BBC bersama ITN, stasiun televisi ternama lain di Inggris, dan University of Salford. Lokasi ini menghadap Imperial War Museum North oleh Daniel Libeskind dan set opera sabun ternama, Coronation Street, sehingga memberikan anggukan kepada kekuatan ikonis televisi populer. Sebelum mengembangkan konsep untuk BBC North, ID:SR mengawali dengan masa pendekatan pengguna selama lebih dari tujuh bulan dengan BBC melalui wawancara karyawan, sesi timbal balik, memprofilkan orang-orang, workshop, dan sesi ‘menunjukkan dan memberi tahu’ serta ‘lihat dan rasakan’. Hasilnya, perencanaannya merespons 7 model kolaboratif BBC berdasarkan aktivitasnya. Dalam pengarahan, mereka juga diminta mempersiapkan fit-out untuk mengantisipasi ekspansi jumlah karyawan, yang pada awalnya berjumlah 2.300 karyawan dari 37 departemen diharapkan bertambah sebanyak 1.000 karyawan pada 5 atau 10 tahun ke depan. Karyawan juga menjelaskan hal terakhir yang mereka inginkan, yakni sebuah gedung yang hambar. Karena itu, ID:SR merespons dengan menciptakan

S

indesignlive.com


portfolioindesign

BBC North adalah susunan urban, ‘kota dinamis’ yang disengaja... dengan keragaman dan tekstur menyenangkan Lucy Bullivant

Halaman sebelumnya

Pemandangan area lobi dari atas saat waktu istirahat Kiri Meeting pod dan ruang santai berjajar di atrium, secara visual merujuk pada pixel digital Atas kiri Pemandangan dari sisi atrium ke beragamnya ruang-ruang kerja dan meeting pod Atas kanan Loker karyawan diperlukan untuk pengaturan ruang kerja (fotografi: Gareth Gardner)

sebuah ruang variatif yang penuh semangat yang dikendalikan oleh aktivitas di dalamnya. Impresi awal adalah sebuah ruang dengan paduan ekspresif, dengan dinamika berbeda di tiap lantai. Ruang formal berada bersebelahan dengan ruang yang lebih informal, yang cukup domestik tempo aktivitasnya, dan kantongkantong studio, ruang rapat, dan ruang temu santai dapat ditemukan sepanjang koridor. Sekat-sekat ruang rapat berbaris di sepanjang atrium (hanya satu gedung yang memiliki atrium), mengacu pixel digital dan sebagai simbol BBC North dalam pendekatan kerja— terbuka, kolaboratif, dan dengan keragaman yang sesuai dengan perbedaan kebutuhan dan suasana hati. Lantai kelima adalah sebuah perpustakaan di mana karyawan dapat menikmati ‘hari’ dalam kampus. Pada tiap lantai, penanda dan petunjuk arah membuat pencapaian ke tiap ruang oleh pengguna gedung termasuk pengunjung, karyawan teknis, jurnalis, editor, presenter, dan karyawan administratif menjadi mudah. Desain kerpet juga berperan sebagai permadani digital dan mempermudah pencarian area tertentu, serta memecah skala pelat lantai. Pemberian sewa gedung oleh BBC kepada BBC North membuat konsep fit-out berdasarkan pada sebuah kit bagian-bagian, dengan rangkaian sambungan yang terhubung berada pada struktur dasar bangunan. Didesain dengan velcro dan rodaroda, ruangan-ruangan tersebut memiliki kesan seperti sebuah set panggung, dan mudah untuk dikonfigurasi ulang, memungkinkan pengurangan dan pergerakan orang sebaik evolusi dalam pola kerja. indesignlive.ASIA

85


Student Life

Akomodasi baru untuk mahasiswa sebagai acuan hunian terjangkau


portfolioindesign

Teks Paul McGillick Fotografi John Gollings Alih Bahasa Asih Jenie arsitek BVN ARCHITECTURE lokasi MELBourne | VIC PROyek MONASH UNIVERSITY STUDENT HOUSING

indesignlive.ASIA

91


ni seperti mimpi dalam setiap proyek arsitektur. Kami bertemu mahasiswa di dalam lift kompleks baru Monash University Students Housing dan membeberkan bahwa Richard Middleton, yang telah menunjukkan kami kompleks ini, merupakan salah satu desainer yang terlibat. “Ini sangat fantastis dibandingkan dengan asrama sebelumnya,” ujarnya. “Kami sangat senang berada di sini. Seolah seperti seseorang benar-benar berpikir apa yang dibutuhkan para mahasiswa.” Faktanya, ini ialah salah satu proyek yang berbeda yaitu sebuah fokus pada kualitas pengalaman untuk para mahasiswa yang tinggal di dalam. Fokus ini mencerminkan konsentrasi administrasi kampus pada kesejahteraan penghuni, dicontohkan melalui staf pendukung yang turut tinggal di sana. Mungkin tidak ada penggambaran yang lebih baik daripada pilihan yang ditawarkan untuk kegiatan makan dan bersosialisasi. Mahasiswa memiliki dapur dalam ruangan mereka sendiri, atau mereka dapat pergi ke ruang komunal besar yang juga memiliki dapur— terdapat total 600 kamar terbagi ke dalam kelompok yang terdiri dari 30 unit kamar, masing-masing dilengkapi ruang bersama yang berada di tengah tiap bangunan untuk memancing interaksi dan mengurangi kebisingan. Penambahan fasilitas tersebut merupakan sebuah strategi dalam memaksimalisasi transparansi visual dan rasa keterhubungan yang dapat Anda rasakan dengan konstan terhadap lingkup yang lebih besar tanpa mengorbankan privasi individual.

I

Semua ini bermuara pada sebuah strategi bangunan komunitas yang berawal dari cara dua blok memutar pada dua bentuk bumerang yang berlawanan, menghasilkan sebuah halaman taman, yang diamati Middleton, sebagai sebuah ruang sosial yang sangat aktif. Membagi bentuk bangunan sepanjang 150 meter dan mengartikulasi fasade dengan komposisi zig-zag atau kegunaan bentukan persegi sebagai screen Spotted Gum yang rendah perawatan, kaca dan beton ramping memberikan kesan bahwa ini adalah sebuah desa kecil dengan seluruh irama natural yang tersirat. Tujuannya mematahkan berbagai hal dan membangkitkan banyak aktivitas dan pergerakan di sekitar ruangan, juga menjaga privasi kamar-kamar di lantai dasar dengan area lewat pecahan batu. Komposisi kedua bangunan telah memberikan keuntungan optimalisasi pemandangan dan pencahayaan alami. Ruang luar—baik yang menghadap lapangan olahraga atau danau pada sisi timur laut—memiliki pemandangan terbaik. Namun, sebagaimana ditekankan Middleton, bahkan ruang yang menghadap ke dalam menikmati aktivitas sosial dan penghijauan di halaman. Kompleks ini merupakan proyek pertama oleh kampus yang dibangun di bawah National Rental Affordability Scheme (NRAS). Di luar dari persyaratan semua studio apartemen disewakan setidaknya 20% dari harga pasaran, NRAS juga menghendaki tiap apartemen memiliki luas 20 m2 dan sudah dilengkapi dengan kamar tidur dan dapur. Setiap lantai dari

Sebelumnya Komposisi memutar bangunan dan elevasi persegi pada bangunan memberi pergerakan pada halamannya Atas kiri Interior ruang bersama Atas Ruang bersama berlapis screen kayu


portfolioindesign

S ebuah rasa keterhubungan konstan... tanpa mengorbankan privasi individual Paul McGillick

indesignlive.ASIA

93


106


portfolioindesign 107

teks anindita taufani fotografi William, Suyoun so Desainer Alvin T lokasi jakarta | ina proyek AlvinT Studio

The Open Kitchen AlvinT mempersembahkan suguhan kontemporer asli Indonesia pada studio barunya di Kemang

Halaman Sebelah Di

balik instalasi ini terdapat studio dan beberapa koleksi AlvinT lainnya KAnan AlvinT mempersembahkan suguhan kontemporer asli Indonesia pada studio barunya di Kemang

ebagai penggiat desain, setiap hal yang dilihat dan dirasakan dapat menjadi inspirasi, bahkan menjadi sebuah inovasi dan lompatan desain yang tak terkira sebelumnya. Hal tersebut biasanya dijunjung tinggi para desainer yang mengedepankan idealismenya. Begitu pentingnya meluangkan waktu untuk sekadar bersandar dan merenungkan ide-ide mereka walau berada di tengah kesibukan pasar desain yang kian tinggi. Mungkin sekilas tidak banyak pilihan desain yang dapat dikembangkan dalam menempati ruko untuk sebuah kantor. Apakah memberi sekat-sekat ruang dan memisahkan tiap hierarki kedudukan dalam sebuah perusahaan, kemudian akan menyelesaikan masalah desain ruang tersebut? Bagaimana jika desain merupakan produk yang perusahaan Anda tawarkan kepada masyarakat? Bukankah hal ini juga membutuhkan sebuah pencitraan? Menempati sebuah ruko di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Alvin Tjitrowirjo sebagai pendiri studio AlvinT memindahkan lokasi studio lama yang sebelumnya berlokasi di kawasan Cirendeu, Tangerang

S

indesignlive.ASIA


119

profiling the life and work of creators around the globe 119 Shau 122 ZANUN NURANGGA 124 Wang Shu 126 Okamura

Memberikan pengaruh positif pada lingkungan dan masyarakat menjadi prinsip utama SHAU dalam setiap proyek yang mereka kerjakan

indesignlive.ASIA


ama Studio for Hope in Architecture and Urbanism menjadi kepanjangan dari SHAU yang terbentuk tahun 2008 oleh Daliana Suryawinata dan Florian Heinzelmann—di Rotterdam, Belanda—setelah mereka menyelesaikan pendidikan di The Berlage Institute. Dalam bahasa Jerman, shau berarti “lihat” atau “memamerkan”. Sejak awal biro arsitek ini berusaha untuk menghasilkan karya arsitektur dan perencanaan urban yang memberikan kontribusi positif kepada lingkungan secara ekologi dan sekitarnya secara sosial. Memilih Rotterdam sebagai pusat operasional biro ini merupakan pilihan yang mempertimbangkan suasana dan iklim berarsitektur yang sangat mendukung untuk tumbuhnya sebuah biro arsitek. Berada di antara firma arsitek ternama seperti OMA (Rem Koolhaas), MVRDV (Winy Maas), UN Studio (Ben Van Berkel), dan lainnya memberikan iklim kondusif untuk bisa mendapatkan kesempatan bekerja sama atau berkolaborasi sebagai ener­g i kreatif yang akan membuat SHAU menghasilkan karya yang jauh lebih baik. Sejalan dengan waktu, bergabungnya Tobias Hofmann di 2009 dan Yogi Ferdinand di 2012 memungkinkan SHAU untuk mengembangkan jangkauan mereka di Munich dan Jakarta. Dua kota besar ini memang sangat familier karena merupakan kota asal Florian dan Daliana. SHAU memang dibentuk bukan karena kesamaan dalam selera atau hobi. Meskipun keduanya sama-sama tidak memiliki idola arsitek secara khusus, mereka mengagumi karya arsitek ternama. Daliana sendiri merasa bahwa sudut pandangnya melihat arsitektur cukup ekstrem, inovatif, dan menantang setelah mengalami bekerja sama dengan Rem Koolhas, Winy Maas, dan Adrian Geuze. “Saya tidak punya idola arsitek. Dahulu ketika masih kuliah saya suka Frank Gehry dan Zaha Hadid, karena mereka menunjukkan kemungkinan menarik dari apa yang bisa diwujudkan oleh arsitektur dan dibangun. Mengagumkan, tetapi saya

N

tidak mau mengikuti gaya mereka,” cerita Daliana. Sementara itu, Florian memiliki sudut pandang yang berbeda. Ia tidak mengidolakan arsitek secara personal tetapi lebih ke karya mereka yang menarik perhatiannya. “Arsitek yang saya kagumi pada waktu kuliah sudah tidak lagi relevan sekarang. Hal seperti ini jelas berubah sejalan dengan waktu,” jelas Florian. Bangunan seperti Eye Museum di Amsterdam karya Delugan Meissel adalah salah satunya. Seattle Library karya OMA secara konseptual menarik perhatiannya, berikut juga dengan The Pilgrimage Church karya Gotfried Boehm. “Saya menyukai bentuk organik dan fragmen dengan sudut tajam untuk bangunan,” Florian menambahkan. Dalam berkarya, SHAU memiliki sikap yang cukup lugas dalam menjaga kualitas karya mereka. Kata ‘mediocrity’ adalah satu hal yang berusaha mereka hindari dengan selalu menghadirkan desain yang outstanding dan extraordinary. Dalam hal ini, brief awal dari klien dan karakter mereka menjadi

aspek penting yang sangat diperhatikan dan menjadi titik tolak dari proses kreatif mereka. “Kami selalu ingin memberikan desain arsitektur atau urban sebaik mungkin. Desain yang tanpa harus melawan norma yang ada, tetapi hadir dari cara berpikir yang berbeda dan melampaui hal yang biasa kita temui,” Daliana menekankan. Meskipun begitu, Daliana dan Florian merasa bahwa setiap karya arsitektur harus memberikan kontribusi pada alam dan masyarakat sekitar. Seperti ide ‘Creative Kampungs’ dari kolaborasi dengan The Why Factory, Berlage Institute, Tarumanegara University, KRUPUC, Future Cities Lab, National University of Singapore, ETH Zurich, dan lainnya. Ide ini mengembangkan kampung sesuai dengan potensi yang dimiliki. Proyek yang didukung oleh The Indonesian Diaspora Network ini bertujuan mendukung program pengembangan Kota Jakarta. Selain sebagai salah satu pendiri SHAU, Daliana juga menjadi pendiri IAI Europe Chapter dengan

kanan Karya Instalasi Daliana yang dipamerkan di Galeri Nasional, Jakarta, beberapa waktu lalu halaman seberang

Instalasi dan landmark karya SHAU


pulseindesign 121

tekS Sunthy Sunowo FOTOGRAFi Dokumentasi SHAU

penunjukan langsung oleh Endy Soebijono yang waktu itu menjabat sebagai Ketua IAI Nasional. Dengan jenis keanggotaan yang berbeda dengan IAI pada umumnya Daliana membawa kegiatan IAI Europe Chapter menjadi lebih mengutamakan dialog antaranggota dan dengan arsitek di Eropa. “Kami memiliki 40 anggota network yang memiliki keanggotaan yang berbeda dengan IAI pada umumnya,” Daliana menjelaskan. Pertemuan dalam bentuk gathering atau meeting lunch untuk menghubungkan arsitek Indonesia dan arsitek Eropa menjadi kegiatan rutin yang diselenggarakan menyusul beberapa lecture oleh arsitek Eropa yang cukup dikenal di Indonesia. Selain itu, ada juga pameran seperti The Indonesian Architecture Public Exhibition 2012 di Den Haag yang kemudian disusul dengan pameran The Dutch Way of Housing The Crowd di Jakarta. “Untuk 2013 ini, kami merencanakan beberapa program yang berkisar dari riset, pendanaan

desain untuk arsitek pemula, workshop, dan beberapa pameran,” Daliana menambahkan. Keterlibatan SHAU dalam proyek-proyek urban dan arsitektur selalu menjadi barometer bagi karya mereka sendiri untuk dapat memberikan pengaruh positif lebih banyak ke lingkungan dan masyarakat sekitar. Bagi Florian dan Daliana kesuksesan adalah bila sudah mampu mendapatkan proyek yang menarik lalu membangunnya tanpa kehilangan konsep desain yang vital selama proses tersebut. Dalam hal ini, Florian dan Daliana menekankan, “Di waktu yang bersamaan proyek tersebut harus berguna bagi masyarakat dan memberikan preseden baru untuk masa depan arsitektur.”

Sunthy Sunowo adalah Senior Editor Indesign Indonesia.

Daliana Shau domisili Rotterdam, Belanda profesi Arsitek Studi The Berlage Institute di Rotterdam Karya terakhir ‘Microlibraries’ yang dipresentasikan pada The Indonesian Diaspora Network Netherlands (IDN-NL) kontak info@shau.nl

shau.nl indesignlive.ASIA


129

ISSUES AND IDEAS AROUND DESIGN AND ARCHITECTURE 130 let’s go to the park? 132 Building on water? 134 Unlocking Human Promise?

indesignlive.ASIA


LET’S GO TO THE PARK?

erada di iklim tropis dengan dua musim dan kelembapan yang tinggi membuat aktivitas ruang luar dalam kebudayaan dan kebiasaan kita tidak terlalu tinggi. Seberapa sering seseorang memutuskan untuk berjalan kaki di sekitar huniannya untuk menyegarkan pikiran? Atau kekhawatiran orangtua tentang ruang bermain yang aman untuk buah hatinya? Di negara-negara maju mungkin memiliki peraturan dan perencanaan kota yang lebih komprehensif dengan memperhitungkan kebutuhan ruang hijau terbuka di antaranya taman kota untuk kesehatan dan kualitas hidup di setiap kawasan. Namun, di Asia atau Indonesia terjadi fenomena yang sangat berbeda. Kehadiran taman kota lebih sering tidak didukung oleh pengaturan dan perawatan yang baik. Hasilnya banyak taman yang terbengkalai atau kemudian mengalami penyalahgunaan fungsi. Seberapa besar kebutuhan taman di sebuah kota sebenarnya tidak sepenuhnya disadari kebanyakan orang. Ruang kota di Indonesia lebih banyak dianggap jauh lebih berguna dimanfaatkan untuk bangunan daripada ruang terbuka hijau. Sikap terhadap kebutuhan ruang terbuka hijau ini kemudian sedikit demi sedikit bergeser dengan keberanian beberapa pemerintah

B

daerah untuk mengembalikan fungsi taman pada beberapa bagian kota yang telah berubah fungsi. Keberhasilan ini bisa dirasakan di Kota Surabaya yang tetap berkembang menjadi kota metropolitan dengan tetap berhasil menyisipkan kehadiran taman kota di antara perkembangan bangunan baru. Kesadaran dan visi yang jelas dari pemerintah kota memberi ruang bagi hadirnya taman publik yang berkualitas. Tidak hanya mewadahi beragam vegetasi yang menyegarkan udara, tetapi juga memberikan fasilitas publik berupa arena bermain, bertemu, berinteraksi, dan bersosialisasi. Di ruang-ruang ini juga mewadahi aktivitas komunitas-komunitas yang menggerakkan dinamika warga kota dengan kegiatan mereka. Situasi di mana keluhan dari ruang-ruang publik pada umumnya bisa dikurangi. Pemikiran tentang taman yang dimanfaatkan oleh gelandangan, kriminalitas, dan tindakan-tindakan asusila di taman kota memang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan profesional di bidang perencanaan perkotaan. Efek negatif dari kehadiran ruang terbuka hijau yang dahulunya begitu dihindari dan menyebabkan ruang-ruang ini dihilangkan sudah semestinya dicarikan solusi dan pendekatan desain yang tepat. Ruang terbuka yang terang di malam hari mungkin menjadi alternatif solusi untuk mengurangi kriminalitas dan aktivitas negatif lainnya. Namun, aspek desain yang memperhatikan detail juga ikut berperan dalam mewujudkan kondisi ideal sebuah taman kota. Taman kota sebagai bagian dari ruang terbuka hijau tidak hanya terdiri dari sekumpulan vegetasi hijau yang memiliki fungsi ekologi, tetapi juga sosial dan edukasi. Kehadiran taman kota juga secara langsung membuat kota tersebut memiliki ruang luar yang bisa dinikmati dengan baik. Taman juga menjadi jeda yang membuat kota tersebut bisa dinikmati dari skala pejalan kaki. Fungsinya

secara ekologi tidak hanya menjadi penghasil oksigen atau udara segar, tetapi juga menjadi area resapan air, menurunkan suhu mikro lingkungan, dan mengurangi debu. Perubahan yang mungkin kecil tetapi penting dan sangat dibutuhkan untuk mewujudkan lingkungan yang berkualitas. Sementara itu, fungsi sosial juga harus diwadahi oleh sebuah taman kota karena menjadi tempat bertemunya warga kota dan berinteraksi. Kepen­ tingan orang untuk datang ke taman kota memang beragam. Ada yang hanya ingin duduk, beristirahat sejenak, dan menghirup udara segar. Ada juga yang memanfaatkan taman kota sebagai tempat untuk bertemu dan beraktivitas komunitasnya. Kisaran umur juga tidak ada batasan. Kehadiran vegetasi juga kemudian didukung oleh kombinasi tekstur yang didesain dengan baik. Di pagi hari, banyak yang membutuhkan olahraga dan memanfaatkan tekstur bebatuan dan hamparan rumput untuk efek refleksiologi. Selain itu, taman kota sering menjadi tempat bermain anak-anak beragam umur yang membutuhkan setting lingkungan yang baik untuk membuat mereka belajar dalam bermain. Fasilitas lain seperti koneksi internet nirkabel juga mendukung atmosfer taman menjadi lebih edukatif dan positif. Kompleksitas fungsi sebuah taman sebagai ruang terbuka hijau di sebuah kota menjadi sebuah tantangan untuk pemerintah, tetapi inisiasi dari warga sekitarnya untuk merawat dan memanfaatkan area tersebut seoptimal mungkin juga menjadi kunci dari keberlanjutan niat baik menghadirkan taman kota.

Sunthy Sunowo memiliki latar belakang pendidikan arsitektur dan kini bekerja sebagai Senior Editor majalah Indesign Indonesia.


zoneindesign 131

teks Sunthy Soenowo FOTOGRAFiI Asih Jenie

Keberhasilan pemerintah Kota Surabaya untuk menghadirkan taman kota yang mampu mewadahi kegiatan masyarakat kota dan menumbuhkan ruang-ruang publik yang positif. Contoh: Taman Bungkul, Taman Dalog dan Taman Jayengrono.

indesignlive.ASIA


135

sustainable practices indesign 136 Orchid Inspirations 138 Substance Beneath the Surface

indesignlive.ASIA


ORCHID INSPIRATIONS Menggulung keluar dari bumi, pusat informasi pengunjung baru di Vandusen Botanical Garden di Vancouver telah diperbandingkan dengan bukaan kepak sayap burung atau pecahan ombak. Sesungguhnya desain tersebut berasal dari bentuk anggrek asli Kanada

nspirasi untuk pusat informasi baru di VanDusen Botanical Garden di Vancouver adalah sebuah foto hitam putih tua helaian daun anggrek dalam buku Art Forms of Nature oleh Karl Blossveldt. Foto itu ditemukan pada suatu sore oleh arsitek lanskap legendaris Cornelia Hahn Oberlander dan Harley Grusko, seorang desainer proyek di Perkins + Will. Keduanya memutuskan bentuk tersebut ialah simbol yang tepat untuk pusat informasi beratap hijau, yang harus dapat mengedukasi dan merangsang rasa ingin tahu pengunjung pada dunia tanaman dan mendemonstrasikan pemeliharaan lingkungan yang terbaik. Pihak Vancouver Board of Parks and Recreation ingin­ visibilitas lebih pada taman-taman. “Karenanya kami butuh sesuatu yang dramatis dan sangat organik,” ujar Jim Huffman, desainer ketua untuk proyek ini dari Perkins + Will. “Kami telah melihat bentukan tanaman. Figur ini membantu memastikan arah kami.”

I

Atap bergelombang berbentuk daun bunga memancarkan cahaya dari pusat bangunan, skylight yang mengerucut. Skylight itu menyinari atrium, yang merupakan pusat kegiatan bangunan dan juga pintu masuk ke taman. Pusat informasi ini terdiri dari perpustakaan, ruang pameran dan ruang-ruang kelas, toko dan kafe. Huffman menunjukkan sebuah ‘penangkap cahaya matahari’ emas berupa aluminium tabung berlubang, menggulung pada sisi dalam skylight. Adalah sebuah sink tenaga surya yang memanas pada musim panas, mengalirkan udara panas keluar melalui jendela-jendela di skylight. “Bangunan ini bekerja se­perti tanaman,” ujar Huffman, menjelaskan bahwa bangunan ini memanen cahaya matahari dan mengumpulkan serta menyimpan seluruh air dan energi yang dibutuhkan. Didesain untuk melampaui sertifikasi platinum Leadership in Energy and Enviromental Design (LEED), bangunan ini juga terbentang melalui lanskapnya.

Menghabiskan energi nihil dan air yang dipanaskan dan didinginkan secara natural. Tabung surya untuk air panas pada atap digunakan untuk kebutuhan air panas dan penghangat di bawah lantai. Air panas disimpan dalam sumur bor 58 geotermal, sedalam 60 meter di bawah bumi, dan dipompa ke atas saat dibutuhkan. Air hujan dikumpulkan dari atap dan digunakan sebagai greywater, sedangkan air kotor diperlakukan dalam bioreaktor yang kemudian digunakan untuk pengairan taman. Hasil inisiatif ini, sang arsitek ingin mendaftarkan bangunan dalam sertifikasi Living Building Challenge (LBC), yang membutuhkan pendekatan holistik terhadap keberlanjutan dan berdasarkan performa bangunan pada lebih dari 12 bulan. Hampir semua material berasal dari lokal. Selama masa konstruksi, LBC tidak akan menerima Pinus yang diberi antirayap dalam kate­ gori sustainable, maka arsitek menggunakan kayu rekla­ masi maupun kayu tersertifikasi FSC sebagai gantinya.


sustainindesign 137

Teks LINDA VERGNANI Fotografi Nic Lehoux Alih Bahasa Anindita Taufani arsitek PERKINS + WILL Arsitek Lansekap SHARP & DIAMOND WITH CORNELIA HAHN OBERLANDER loKasi VANCOUVER | CAN PROyek VANDUSEN Visitor centre

Huffman mengatakan bahwa mereka memilih tapak dekat dengan jalan sehingga bangunan istimewa ini dapat menarik pengunjung. Jajaran dinding yang diberi warna seperti batu pasir alami, melindungi bangunan dari kebisingan jalan raya. Di sisi lain bangunan ini, dinding kaca besar terbuka ke sisi taman. Atap berbentuk kelopak tampak mengambang di atas dinding, sebuah ilusi yang tercipta oleh rangkaian jendela-jendela tinggi. Beberapa bagian atap rumput tertanam ke permukaan bumi sehingga binatang seper­ti tupai dapat menjelajahi sisi atas dan menikmati semangkuk salad. Atap naungan di atas pintu masuk menukik seperti sayap­, ditopang oleh kolom laminasi Douglas Fir. Setiap 70 panel atap telah jadi dan dibawa ke lokasi dengan insulasi, langit-langit, dan pencahayaan yang telah selesai terpasang. Langit-langit dilapisi oleh papan kayu yang bergelombang di atas atrium dan beberapa rungan lain. “Hal ini bagi saya seperti sisi bawah jamur chanterelle,” ujar Oberlander yang kini berusia 90 tahun. “Dengan memiliki warna kekuningan yang sempurna.” Mengenai palet tanaman yang mengelilingi pusat informasi ini, Oberlander memilih daftar tanaman British Columbia oleh seorang naturalis Archibald Menzies, yang mendampingi Kapten George Vancouver pada penjelajahan pesisirnya. Atap tersebut diberi rumput turf eco, sebuah campuran rumput lokal diselingi lili liar. Desain lanskapnya meliputi sebuah taman tadah hujan yang menyaring limpasan air dari tempat penyimpanan asalnya, dan dialirkan melalui tanaman di lahan basah ke sebuah aliran air berbatu menuju sebuah kolam ornamental eksisting. “Tempat ini menakjubkan,” Dari berbagai sisi, bangunan ini cukup unik dan melampaui batas,” ujar Huffman.

Linda Vergnani adalah penulis lepas di bidang arsitektur dan desain.

halaman sebelumnya

Atap hijau dengan skylight kerucut yang menjorok 13,5 meter di atas bangunan kiri Atap yang luas menutupi pintu masuk Atas Sebuah jalur menuju pintu masuk

VANDUSEN VISITOR CENTRE kLIEN Vancouver Board of Parks and Recreation ARsITEk Perkins + Will ARsITEk lanskap Sharp & Diamond with Cornelia Hahn Oberlander kONTRAkTOR general Ledcor Construction insinyur STRUkTUrAL Fast and Epp insinyur MEkANIkAL & ELEkTRIkal Cobalt Engineering insinyur sIpIL R.F. Binnie & Associates kONSULTAN kode B.R. Thorson kONSULTAN envelope Morrison Hershfield agen kOMISI KD Engineering kONSULTAN biaya BTY Group kONSULTAN akustik BKL Consultants desain pencahayaan Total Lighting Solutions waktu penyelesaian 5 tahun luas total area 17.000 m 2 anggaran $2.082.044 PERKINS + WILL (604) 684 5446 perkinswill.com

FURNITUR Custom by builder. FINISHing Coating dan sealant dari Bohle Adhesives. Karpet dari Bentley Prince Street, tersedia di Australia dari Whitecliffe Imports. Cladding dari Whitewater Concrete. Dinding gorden dari Columbia Skylights. Flooring dari Retroplate Systems. Masonry dan batu dari Ocean Concrete. FIXED & FITTED Kaca dari PPG. Insulasi ialah ‘Walltite Eco’ dari BASF. Millwork from Pacific Woodworking. Tenaga surya dari Sunda Solar Tubes, dan panel surya dari Sharp USA. Sistem air limbah bio-reaktor dari Ecofluid. Roofing from Soprema dan ZinCo. Sistem struktur besi dari Clearbrook. Struktur kayu prefabrikasi dari Structurecraft. pencahayaan Seluruh sistem kontrol pencahayaan dari Douglas Lighting Controls. Pencahayaan keseluruhan dari Selux, Alights, Ledalite, MP Lighting, Times Square, dan BK Lighting.

Sharp & Diamond (604) 681 3303 sharpdiamond.com Alights (1 866) 727 6627 alights.com BASF 1800 891 0671 walltite.basf.ca Bentley Prince Street bentleyprincestreet.com BK Lighting (1 559) 438 5800 bklighting.com Bohle Adhesives (1 704) 247 8400 bohleamerica.com Clearbrook (1 604) 852 2131 cliron.com Columbia Skylights (1 604) 437 3377 columbiaskylights.com Douglas Lighting Controls (1 877) 873 2797 douglaslightingcontrol.com Ecofluid (1 604) 662 4544 ecofluid.com Ledalite (1 604) 888 6811 ledalite.com MP Lighting (1 604) 708 1184 mplighting.com Ocean Concrete (1 604) 261 2211 oceanconcrete.com Pacific Woodworking (1 604) 294 3444 pacificwoodworking.com PPG (1 888) 774 4332 ppg.com Retroplate Systems (1 801) 812 3420 retroplatesystem.com Selux  (61 7) 3876 8880 selux.com Sharp USA 1800 237 4277 sharpusa.com Soprema (1 604) 576 3633 soprema.ca Structurecraft (1 604) 940 8889 structurecraft.com Sunda Solar Tubes (86 316) 371 0597 sundasolar. com Times Square (1 845) 947 3034 tslight.com Whitecliffe Imports (61 2) 8595 1111 whitecliffe.com.au Whitewater Concrete (1 604) 464 9111 whitewaterconcrete.com ZinCo (1 905) 690 1661 zinco.ca indesignlive.ASIA

Indesign Indonesia #5  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you