Page 1

FAJAR BALI Aktual, Tajam, dan Dinamis

Kamis, 6 maret 2014 | TAHUN XIV

Harga Eceran Rp. 3.000,-

Usir ‘Roh Jahat’, Polda Bali Dibawakan Baleganjur Tiga Anggota Jalak Sidakarya Akhirnya Ditahan

Dipastikan Limbah Indonesia Power Tak Merembet ke Tahura

Ratusan warga dari Elemen Masyarakat Gianyar melakukan aksi demonstrasi di halaman Mapolda Bali, Rabu (5/3) kemarin. Para pendemo datang dengan mengusung Gong Baleganjur yang bertujuan untuk mengusir ‘roh-roh jahat’–aktor intelektual pemasangan spanduk ancam Gubernur–yang katanya masuk di lingkungan Polda Bali.

DENPASAR-Fajar Bali Kebocoran pipa BBM milik PT. Indonesia Power sejak tanggal 25 Januari 2014 diyakini tak merembet hingga ke Taman Hutan Raya (Tahura). Rabu (5/3) kemarin, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Bali menegaskan pihaknya sudah mengambil tindakan terkait masalah tersebut. Termasuk mengadakan koordinasi dengan PT. Indonesia Power terkait penanggulangan pasca kebocoran pipa. Kasubid Konservasi Lahan dan Air, BLH Provinsi Bali, Putu Suhariadi menyampaikan, PT. Indonesia

DENPASAR-Fajar Bali Aksi damai ratusan pendemo berlangsung sekitar pukul 11.00 Wita. Para pendemo itu

ke hal. 11

Pak Gubernur

ke hal. 11

FB/IST

Elemen masyarakat dari Kabupaten Gianyar melakukan aksi demonstrasi di Polda Bali Rabu (5/3). Mereka mendesak Polda Bali mengungkap aktor intelektual pemasangan spanduk ancam Gubernur secepatnya.

Gudang Amunisi Kopaska Meledak, Satu Orang Tewas FB/ARTAYASA

Karyana di rumahnya yang tak layak huni.

Berharap Miliki Rumah Layak Huni

Salah seorang warga dari Banjar Teruna, Blahbatuh, Gianyar bernama Wayan Karyana (32) hidup memprihatinkan. Ia hanya sebagai kuli bangunan yang tak memiliki penghasilan tetap. “Kalau bekerja saya mendapatkan upah ke hal. 11

Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan Periode 15 Jan 2014 s/d 14 Mei 2014 Sumber : PRESS-002/LPS/I/2014 Bank Umum

sebelumnya berkumpul di GOR Ngurah Rai dan berjalan kaki menuju Polda Bali. Setelah tiba

BPR

Rupiah

Valuta Asing

Rupiah

7,50%

1,50%

10,00%

JAKARTA-Fajar Bali Gudang amunisi TNI AL di Tanjung Priok, Jakarta Utara meledak Rabu (5/3) kemarin. Ledakan dahsyat itu dirasakan hingga radius seratus meter. Bahkan menurut anggota TNI M Bachrul – yang juga jadi korban – ledakan tersebut bak ledakan pesawat. Bachrul, yang berada sekitar 200 meter dari titik ledakan, mengaku terpental hingga 10 meter. “Keras sekali ledakannya kayak diledakin dari pesawat, saya mental sampai sekitar 10 meter,” ujarnya di RS Port Medical Center, Jakarta Utara, Rabu (5/3). Akibat kejadian itu, Bachrul menderita luka sobek di bagian pelipis sebelah kanan. Beberapa bagian tubuhnya juga memar. Kendati demikian, ia diperbolehkan kembali ke rumah setelah mendapatkan perawatan medis. Sementara Kepala Pusat Pen-

Kondisi bangunan dengan sejumlah genteng hancur diduga akibat ledakan gudang amunisi milik TNI AL di Pondok Dayung Tanjung Priok, Jakarta Rabu (5/3)

erangan TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul menyatakan satu orang tewas akibat ledakan yang terjadi di Pondok Dayung, Jakarta Utara, Rabu (5/3). “Korban men-

inggal Sertu Iman dari Fasharkan (Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan) Lantamal III Jakarta,” kata Iskandar di RSAL Dr Mintohardjo. ke hal. 11

014/VI/KTR

Teneng Bantah Aksi Pemukulan Jurnalis DENPASAR-Fajar Bali Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali Drs. I Ketut Teneng, M.Si membantah keras terjadinya pemukulan terhadap Yoyo Raharyo, seorang jurnalis Radar Bali pada acara dialog terbuka yang digelar Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Ruang Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Minggu (2/3) lalu. Bantahan ini disampaikannya Rabu (5/3) kemarin menyusul berkembangnya berita Ketut Teneng pemukulan terhadap jurnalis yang dimuat di sejumlah media cetak dan online.

FB/DOK

ke hal. 11

Dispenda Didesak Terapkan Pajak Progresif Kendaraan Bermotor di Bali

514/I/BGS

Bali Permata Tours TIRTAYATRA KE INDIA

BRKT: MARET, APRIL, JUNI, AGUSTUS, SEPTEMBER SINGAPORE - MALAYSIA 4H/3M AUSTRALIA, JEPANG, KOREA, VIETNAM

SINGAPORE 3 H/2M GUNUNGSALAK 2H/1M BANGKOK-PATTAYA 4H/3M JOGYAKARTA 3H/2M HONGKONG 4H/3M BEIJING 4H/3M KUTAI 3H/2M PAKET TOUR KE KAPAL PESIAR - CARIBBEAN CRUISE - HOLLAND AMERICA LINE

BOOKING TICKET PESAWAT & HOTEL

HUB: 0361-7807850 / 7426100, 0361-264915, 08123900846, KETUT SUDIARSA, SE 026/VI/W-020

Gubernur: Tingkatkan PAD, Ada 20 Ribu Rumah Tak Layak yang Mesti Dibedah DENPASAR-Fajar Bali Gubernur Bali Made Mangku Pastika mendesak Forum Perencanaan Pendapatan Daerah yang dihadiri oleh unit kerja penghasil di lingkungan Pemprov Bali bekerja keras untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali. Meski untuk menggaji pegawai anggaran Pemprov masih cukup, tapi Pemprov masih menyimpan tugas besar untuk mensejahterakan masyarakat. “Ada 20.000 rumah

FB/DIAH

Gubernur Pastika saat membuka Forum Perencanaan Pendapatan Daerah Provinsi Bali.

tidak layak huni yang harus dibedah dan dibangun kembali biar layak. Berarti harus ada duit, cari segera itu sehingga dengan uang itu kita bisa memperluas cakupan JKBM, peningkatan bantuan desa pakraman/subak dan program lainnya, “ ujar Gubernur Pastika saat membuka Forum Perencanaan Pendapatan Daerah Provinsi Bali Tahun 2015 bertempat di Hotel Mercure, Jalan By Pass Ngurah Rai, Tuban, Badung, Rabu (5/3). Menurut Gubernur Pastika, pendapatan Pemprov hanya mengandalkan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Di sisi ke hal. 11

444/XII/BGS

ONLINE: www.fajarbali.com

Layouter: Kasturie

join facebook.com/fajar.bali


METROKOTA

2

Musisi Konsumsi Setengah Kilogram Ganja Kering

Berbelit-Belit, Chris Akhirnya Mengaku DENPASAR–Fajar Bali Sidang kasus dugaan korupsi parkir Bandara Ngurah Rai akhirnya terungkap fakta baru. Meski sidang kemarin masih dengan agenda pemeriksaan saksi, dengan terdakwa Indrapura Barnoza. Namun dalam sidang ini akhirnya terungkap fakta baru, yaitu adanya pemotongan dana parkir tiap harinya sebelum masuk ke PT Angkasa Pura yang pada akhirnya merugikan negara hingga Rp 28 miliar lebih. Sidang kemarin dipimpin oleh Hakim Ketua Nusryam, sedangkan terdakwa Barnoza didampingi kuasa hukumnya Pitriadin. Saksi pertama adalah Chris Wisnu Sridana (terdakwa dalam berkas terpisah). Jaksa awalnya mengejar terkait dana masuk ke PT Angkasa Pura, apakah sudah dipotong atau tidak. Chris malah menjawab tidak menahu soal adanya pemotongan itu. Menariknya lagi, ketika ditanya struktur perusahaan Chris menyebutkan bahwa Agung Prianta yang adalah Direkrtur merangkap komisaris. Sikap ini akhirnya membuat hakim jengkel setengah mati. Hakim lantas mengatakan jika saksi sudah berbohong. "Jangan kira kami bertanya seperti tidak tahu, kami sudah memeriksa saksi lain. Kok bisa Direktur Utama merangkap Komisaris disebut Agung Prianta,” cetus Hakim Nursyam, sambil meminta Chris mendekat ke mejanya dan meminta untuk membaca struktur perusahaan. Setelah itu Chris diminta

duduk, dan diminta menjelaskan. Kali ini baru Chris mengakui dirinya memang Direktur Utama, Direktur adalah Gusti Drestajumena dan Agung Prianta Komisaris. “Ya pak itu yang benar,” jawab Chris mulai lesu. “Makanya anda itu, jangan menutupi jejak kejahatan dengan mengait – ngaitkan orang lain,” cetus hakim. Namun Chris sepertinya tidak kapok, sidang dilanjutkan kembali jawabannya berbelit – belit. Misalnya menuding kalau Barnoza membangkang, namun ketika dicecar ternyata Barnoza tunduk terhadap dirinya. Sampai akhirnya hakim mulai memburu pemotongan dana. Pertanyaan menjurus pada aturan perjanjian terkait pola pemungutan dan penyetoran dana parkir ke Bandara. Chris menyebut bila aturanya dana yang dipungut semuanya masuk ke PT Angkasa Pura. Jawaban itu akhirnya dijadikan kunci hakim mengorek lebih lanjut. Karena ketika ditanya oleh Hakim, apakah sudah semua disetor. Chris awalnya menjawab bahwa semua sudah disetor. “Kalau semua disetor, berarti tidak ada dong kasus ini. Anda tidak jadi terdakwa,” ujar hakim. Chris menyatakan ada memotong Rp 650 juta. Hingga akhirnya terus dikorek, bahkan Hakim atas sikap plin – plan Chris dikatakan seperti anak SD yang tidak lulus. “Anda S2 lhoo, kok bisa jawabannya kayak tidak lulus ujian SD,” sentil hakim Nursyam. Akhirnya Chris mengakui ka-

lau yang dipotong setiap hari sekitar Rp 8 juta perhari, sedangkan yang disetor sekitar Rp 14 juta. Tetapi hakim belum puas, hakim mengungkap lagi fakta bahwa yang disetor ke Angkasa Pura lebih sedikit dari yang diambil. Hakim bahkan membuka, orang yang mengambil uang yang dipotong itu adalah Manager Keuangan Silvy. Karena itu hakim meminta agar Silvy dihadirkan untuk memastikan barapa besarnya uang yang disetor dan dipotong. "Kalau tidak mau datang, paksa suruh datang,"kata Hakim Nursyam. Kemudian Hakim mengatakan, sebenarnya fakta semua sudah tahu. Hakim mengaku awalnya tidak percaya atas kasus ini, kalau dikendalikan Chris. Namun Hakim meminta saksi IB Marawana untuk mem print server pemotongan. Akhirnya terungkap memang dipotong setiap hari. Hakim kemudian meminta agar Chris melihat data sebenarnya. Setelah dilihat adalah pemotongan setiap hari, yang memang lebih besar diambil Chris ketimbang ke PT Angkasa Pura. Bahkan sempat menyatakan mencabut BAP, namun hakim mengatakan kalau Chris sebelumnya mengakui BAP. “Anda sudah berbohong. Dalam satu menit pertanyaan sama anda jawab beda," sodok Hakim. Sedangkan saksi dari terdakwa Manager Operasional Mekhael Maksi juga akhirnya mengungkap bahwa Chris yang memerintahkan melakukan pemotongan. W-007

DENPASAR-Fajar Bali Kasus yang satu ini nampaknya cukup mendapat perhatian bagi majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Bagaimana tidak, kasus yang terbilang ecek-ecek ini yaitu hanya kasus pencurian, nampaknya cukup membuat majelis Hakim untuk menjatuhkan putusan. Dua kakak beradik, Abdul Haris Bin Umar Husain dan Karlina Haryanto Binti Umar Husain (26) yang menjadi terdakwa dalam kasus pencurian sebuah mobil CRV. Majelis Hakim pimpinan Cening Budiana harus menunda dua kali hanya untuk menjatuhkan vonis. Penudaan pertama atau tepatnya seminggu lalu, dengan alasan hakim belum siap putusan. Pada Rabu (5/3) kemarin kembali sidang ditunda dengan alasan Hakim Ketua, Cening Budiana sakit. Padahal jaksa penuntut

umum (JPU) Lumisensi, sudah menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara selama 3,5 tahun sejak 3 pekan lalu. "Sidang kembali ditunda karena pak Cening sakit,"kata salah satu jaksa yang enggan namanya dikorankan kemarin. Kasus ini memang terlihat sepele, yaitu pencurian. Tapi yang luar biasa adalah korbannya, yaitu H. Mohamad Suryono Haryanto. Kabarnya, pria yang disebutsebut oleh Karlina (salah satu terdakwa) adalah suaminya itu pernah tinggal di Jalan Cendana, Jakarta. Diketahui, di jalan Cendana Jakarta terdapat pula kediaman keluarga besar mantan Presiden RI, Soharto. Seperti diketahui, pada sidang sebelumnya kedua terdakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lumisensi dihadapan majelis

hakim pimpinan Cening Budiana, dinyatakan terbukti bersalah melakukan tidak pidana pencurian dan menuntut keduanya dengan pidana penjara selama 3,5 tahun. Dalam amar tuntutnya, jaksa menyatakan, kedua terdakwa yang merupakan residivis itu terbukti membawa kabur mobil Honda CRV milik korban, H. Mohamad Suryono Haryanto. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 363 KUHP. W-007

FAJA R BALI

Kamis, 6 Maret 2014, Tahun XIV

DENPASAR-Fajar Bali Jajaran Sat Narkoba Polresta Denpasar menahan satu tersangka pelaku penyalahgunaan narkoba bernama Nanda Mardiano (45). Laki laki asal Acel ini ditangkap dalam sebuah pengerebekan di rumahnya di Jalan Lingkar Udayana, Banjar Perarudan, Desa Jimbaran Kuta Selatan, pada Sabtu (01/03) malam lalu. Sebanyak 516.06 gram ganja kering yang dikemas dalam beberapa plastik besar disita sebagai barang bukti. Ganja tersebut kata tersangka dibeli dari seorang pengedar narkoba yang identitasnya masih dikejar jajaran Sat Narkoba Polresta Denpasar. Menurut Kasat Narkoba Polresta Denpasar Kompol Agus Tri Waluyo, tersangka Nanda Mardiano ditangkap setelah pihaknya menerima informasi adanya orang yang mengedar-

kan narkoba di Jalan Lingkar Udayana Banjar Perarudan Desa Jimbaran Kuta Selatan. Bahkan dari hasil penyelidikan, petugas yang melakukan pemantauan dari pagi hingga sore dan malam sering melihat orang hilir mudik di rumahnya tersangka. Dalam pengerebekan Sabtu (01/03) sekitar pukul 18.45 Wita, petugas menangkap tersangka tanpa perlawanan dan hasil penggeledahan, ditemukan ganja kering yang dikemas dalam plastik besar. “Ada 516,06 gram ganja kering yang kami ditemukan di rumahnya,” ujar Kompol Agus. Sementara ini pihak kepolisian memasang pasal pengguna terhadap tersangka Nanda Mardiano dengan alasan penyidik tidak menemukan adanya unsur jual beli dari kepemilikan setengah kilogram ganja tersebut. Sehingga penyidik mengenakan Pasal 127 Undang-

undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika ancaman 4 tahun penjara. “Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi saksi dan melakukan pendalaman, tidak menemukan indikasi ganja tersebut dijual oleh tersangka. Dia pemakai,” bebernya. Sementara tersangka Nanda Mardiano mengakui ganja yang ditemukan polisi sebesar Rp 516,06 gram dipakai sendiri. Tersangka Nanda asal Aceh yang sudah 20 tahunan tinggal di Bali ini mengatakan, ganja tersebut dibelinya dari seseorang seharga Rp 500.000 pergaris atau sama dengan 100 gram. Ganja itu sudah tiga bulan lalu dibelinya dan dipakainya sendiri. Kadang dalam sehari, dia bisa mengkomsumsi 3 paket ganja. “Saya dulu pemakai heroin, kalau tidak suntik yahh diisap. Sampai sekarang saya masih

Kisruh Bali Carpenter, Mu'adz Tuding Gugatan Akal-akalan

FB/DOK

Hakim Tunda Sidang Maling Sampai 2 Kali

Kasus ambil alih Bali Carpenter di Jalan Sun Set Road Kuta terus berlanjut dan kedua belah pihak yang bersengketa, sama sama klaim benar.

DENPASAR-Fajar Bali Keributan yang sempat terjadi di Bali Carpenter (BC) nampaknya tidak akan berakhir dengan damai. Pasalnya, kedua

belah pihak Afif Bukarman dan Salim Awad sama-sama ngotot untuk mempertahankan asetnya. Setelah sebelumnya pihak Salim Awad yang berkoar-koar

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) BALI KEPMENDIKNAS NO. 58/D/O/2005

1. Program S1 Keperawatan No. : 923/D/T/2007 2. Program D III Keperawatan No. : 924/D/T/2007 3. Program D III Kebidanan No. : 3039/D/T/2007 MENERIMA MAHASISWA BARU TAHUN AKADEMIK 2014/2015 JALUR PMDK UNTUK : PROGRAM SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS (S1 KEPERAWATAN NERS) PROGRAM D III KEPERAWATAN (AKADEMIK KEPERAWATAN) PROGRAM D III KEBIDANAN (AKADEMI KEBIDANAN) PERSYARATAN : 1. Untuk Program Sarjana (S1) Keperawatan Ners a. Lulusan SMA Jurusan IPA b. Lulusan SMK Jurusan Kesehatan 2. Program Diploma III Keperawatan a. Lulusan SMA Jurusan IPA & IPS b. Lulusan SMK Jurusan Kesehatan 3. Program Diploma III Kebidanan a. Lulusan SMA Jurusan IPA & IPS b. Lulusan SMK Jurusan Kesehatan c. Khusus untuk D III Kebidanan hanya menerima perempuan saja

600/III/KTR

4. Persyaratan Administrasi: a. Fotocopy raport Semester I s.d V yang telah dilegalisir sebanyak 2 rangkap b. Surat rekomendasi dari Kepala Sekolah masing-masing c. Membawa raport asli d. Pas foto 3 x 4 = 4 lembar (berwarna/ hitam putih) e. Usia maksimal 26 tahun f. Tinggi badan sekurang-kurangnya 1) Pria = 155 cm 2) Wanita = 150 cm 5. Jadwal Pendaftaran : a. Tanggal : 15 Januari s/d 14 April 2014 b. Tempat : Kampus II STIKES Bali (Jln. Tukad Balian No.180 Renon Denpasar) c. Waktu : Pkl. 08.30 – 12.30 Wita 6. Biaya Pendaftaran : a. Program S1 Keperawatan b. Program Diploma c. Pilihan 2 Program Studi

579/II/KTR

menggunakan obat metadon (obat yang menetralisir zat adiktif dalam tubuh, red).,” jelasnya. Tersangka Nanda mengaku terpaksa menggunakan ganja kering karena jenis narkoba tersebut tidak terlalu tinggi dosisnya. Bahkan ganja kering itu bisa membuatnya fresh, membersihkan paru. “Kalau ganja fly-nya bisa lima menit, kalau heroin bisa berjam-jam dan berakibat buruk,”ungkap Nanda. Dia juga mengaku tidak berniat menjual ganja kering tersebut dan hanya untuk dikomsumsi sendiri. Bahkan, dia sudah berkali kali membeli ganja tersebut dari seorang pengedar dengan takaran, 100 gram seharga Rp 500 ribu. Pembelian ganja kering ini, kata pengemar music jazz ini sudah dilakukan tiga sampai empat kali. R-005

: Rp. 300.000 : Rp. 250.000 : Rp. 500.000

7. Fasilitas : a. Gedung milik sendiri b. Laboratorium Keperawatan dan Kebidanan c. Laboratorium Biomedik d. Laboratorium Bahasa Inggris e. Lab Komputer & Internet Hotspot 24 Jam f. Perpustakaan Digital g. Asrama (wajib bagi mahasiswa putri D III Keperawatan, sedangkan bagi mahasiswa putri S1 Keperawatan Ners dan D III Kebidanan disesuaikan dengan kapasitas asrama) h. Parkir luas, photocopy center & kantin i. Telah melakukan pertukaran mahasiswa dan dosen dengan BCNNV Thailand, Saint Louis College Thailand dan Curtin University of Technology Australia j. Telah melakukan kerjasama dengan Yayasan Jepang Bina Mandiri Asean untuk penyaluran tenaga kerja ke luar negeri. k. Lulusan Stikes Bali dipersiapkan untuk bekerja di luar negeri

dikoran, kini giliran Afif Bakarman yang angat bicara. Afif melalui kuasa hukumnya, Mu'adz angkat bicara. Mu'adz kepada wartawan membantah semua pernyataan pihak Salim. Dikatakannya, urusan peralihan hak sewa, tidak ada kaitanya dengan hutang piutang seperti dikatakan pihak Salim melalui kuasa hukumnya, Zahir Rusyad. "Urusan dalam Akta No. 11 yang dibuat dihadapan Nataris Josef Sunar Wibosono sama sekali tidak ada kaitanya dengan utang piutang seperti yang dituturkan pihak Zahir,"kata Mu'adz, Selasa (5/3) diruang kerjanya. Dijelaskannya, kronologis perjalanan kasus hingga adanya peralihan hak atas BC tidak seperti yang sudah diterangkan oleh pihak Salim. Dijelaskan Mu'adz sejatinya pihaknya sudah mengambil alih hak sewa atas bangunan dan beserta isinya yang terletak dia-

tas lahan seluar 50 hektar itu. "Sesuai dalam perjanjian, sudah berakhir lama. Tapi karena pertimbangan kemanusian, maka diberi waktu hingga Juni 2013,"jelas Mu'adz. Tidak hanya itu saja, setelah bulan Juni, ternyata pihak Salim Awad meminta perpanjangan hingga 31 Desember 2013. "Kami sempat masuk dan berkantor di bulan November 2013 lalu. Tapi hanya 2 minggu karena pihak Salim tiba-tiba datang dan menggembok pagar hingga klien kami tidak bisa masuk," jelas Mu'adz lagi. Soal peralihan hak sewa, kata Mu'adz klienya juga sudah membayar ganti rugi sebesar Rp 30 miliar kepada Salim. "Uang ganti rugi itu juga sudah ditempuh oleh pihak pertama (Salim Awad) dan sudah dilengkapi dengan tanda pemerimanya dalam akta yang sudah dibuat dihadapan notaris itu," tegas pengacara berdarah Arab itu. Tapi apa yang terjadi, pihal Salim Awad malah mengajukan gugatan ke PN Denpasar untuk membatalkan akta No. 11 yang sudah dibuat itu. Nah menanggapi hal itu, Mu'adz dengan keras menyebut bahwa itu adalah akal-akalan. "Gugatan ini akal-akalan. Mereka mengajukan gugatan karena ingin agar status obyek sengketa ini menjadi status quo," tandasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, upaya paksa pengambilalihan Bali Carpenter di Jalan Sun Set Road Kuta, Senin (3/2) berlangsung tegang. Kedua bela pihak yang bersengketa, Salim Awad dengan Afif Bakarman saling mengklaim paling benar. W-007

Pengumuman Hasil PMDK tanggal: 21 April 2014 8. Untuk Pendaftaran Jalur Reguler & Konversi melalui Tes Tulis : Dimulai tanggal 21 April s/d 12 Juli 2014 9. Informasi lebih lanjut : a. Telp. : (0361) 895 6208 b. Website : www.Stikes-Bali.ac.id Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bali Ketua, Ttd Drs. I Ketut Widia, BN.Stud.,MM NIP. 195109041979031001 601/III/KTR

 Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: IGMA Wisnu Mataram  Pemimpin Redaksi: Emanuel Dewata Oja  Redaktur Pelaksana & Koordinator Liputan: Agung Paramita (Penanggung Jawab Hal. Utama)  Redaktur: Gde Carmyaka (Penanggung Jawab Hal. Daerah), Hence Silalahi (Penanggung Jawab Hal. Otomotif & Metrokota), Blasius Besu (Penanggung Jawab Hal. Pendidikan), Supriyono (Penanggung Jawab Hal. Ekonomi & Kesehatan), I.B. Putu Bagus (Penanggung Jawab Hal. Kota Plus & Politik)  Desain Grafis/Tata Letak: Kasturi, Somayasa, Wiadnyana, Baiq Sohra  Staf Redaksi: Eliazar Patun, Heru Prasetyo, Hery Subagyo, Rony P Bagus, Destya Aryanti, Ketut Suarja, A.A. Gede Agung, I.G.A. Diah Niti (Pemprov Bali)  Manajer Administrasi & Sekretaris Redaksi: IGKA Mertha Yoga  Daerah: Putu Puspa Artayasa (Gianyar), Gede Sarjana (Klungkung), Made Doni Darmawan (Tabanan), Wayan Sumertha (Bangli), Ketut Budiasa (Karangasem), IB. Wisnaya (Buleleng), Pramono (Negara)  Direktris: IGA Galuh Ardhaningrat  Keuangan: IGPA Putri Juliawati  Manajer Pemasaran dan Sirkulasi : IB. Sudarsana  Rekening: Bank BPD Bali Cabang Mangupura No.: 009.01.11.000160, Bank BRI KCP Gatot Subroto Denpasar No.: 0572-01-000064-30-0 a/n PT. ARTHA MEDIA FAJAR BALI UTAMA PRESS  Alamat Redaksi Sirkulasi/Iklan: Jl. Indrajaya No. 8, Ubung Kaja, Denpasar. Telepon: (0361) 411283 (hunting), Fax.: (0361) 411283, e-mail: berita_fajar@yahoo.co.id, berita_fajar@fajarbali.co.id. Tarif Iklan: Umum BW: Rp. 35.000 mm/klm, Umum FC: Rp. 55.000 mm/klm, Keluarga/Sosial: Rp. 20.000 mm/klm, Iklan Lelang/Neraca: Rp 15.000,-/mmk, Advertorial: Rp. 15.000 mm/klm, Baris: Rp. 20.000/baris, Tarif Iklan Jaket (Coat Ad): Rp 225.000/mmk.  Penerbit: PT. Artha Media Fajar Bali Utama Press  Percetakan: PT. Temprina

WARTAWAN FAJAR BALI DALAM MELAKUKAN KEGIATAN JURNALISTIK SELALU DIBEKALI KARTU PENGENAL DIRI, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN. Layouter: Soma


KOTAPLUS

FAJA R BALI

Kamis, 6 Maret 2014, Tahun XIV

3

BNN Sasar Tiara Dewata 55 Karyawan Dites Urine, 1 Positif Mengandung Obat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar kini merambah perusahaan swasta untuk mengetahui persebaran penggunaan narkotika di tengah masyarakat. Kali ini 55 karyawan level menengah ke atas di Tiara Dewata dites urine, Rabu (5/3) kemarin yang dimulai pukul 09.00 hingga pukul 10.00. DENPASAR-Fajar Bali Dari 55 karyawan yang dites, seorang karyawan urinenya positif mengandung obat. Setelah ditelusuri oleh BNN selam 1 jam penuh, ternyata karyawan yang terbukti positif itu sedang meng-

konsumsi obat dokter. Kasi Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Denpasar, Agung Putra Wijaya, mengakui, pada 2014 ini, Tiara Dewata menjadi perusahaan swasta pertama yang disasar oleh BNN Kota.

“Nanti kami akan terus cari perusahaan swasta yang ada di Denpasar. Terutama akan mencari TO yang ada di perusahaan swasta di daerah Denpasar Selatan,” ungkap Agung Putra Wijaya, usai melangsungkan tes urine, kemarin. Dari 55 karyawan, ditemukan satu karyawan yang mencurigakan. “Satu karyawan positif dan urine yang bersangkutan mengandung zat BZO. Usai dites BNN langsung melakukan pengecekan terhadap karyawan yang positif,” terangnya. Kroscek terhadap karyawan yang positif cukup memakan waktu, sampai 1 jam. Ternyata

dari hasil pengecekan, karyawan tersebut sedang sakit. “Dia juga sudah memperlihatkan resep dokter dan obat yang dikonsumsi,” ungkapnya. Memang karyawan Tiara Dewata berjumlah ratusan orang, namun yang menjadi bidikan adalah 55 orang saja. “Mereka ini karyawan yang punya kedudukan di sini. Kalangan seperti itulah yang punya uang dan bisa membeli narkoba,” ungkapnya. Ditambahkan, pada 2014 ini, BNN memberikan pengampunan kepada para pecandu berat narkoba. Apalagi mereka yang memiliki barang hanya seberat

nol koma sekian. “Tahun 2014 merupakan tahun pengampunan bagi pecandu narkoba. Karena pecandu harus direhab, dia kami anggap korban,” ungkapnya. Para pecandu yang direhabilitasi tidak akan kena hukuman namun harus menjalani rehabilitasi di tempat yang sudah ditentukan pemerintah. “Biaya rehabilitasi di tanggung BNN,” ungkapnya. Berbeda dengan mereka yang sudah ditangkap oleh kepolisian maka merupakan ranah kepolisian. “Kalau yang sudah ditangkap polisi itu beda. Itu namanya pengedar,” pungkasnya. R-004

Membandel, Motor Pelajar Dirantai

Dinas Perhubungan Kota Denpasar menertibkan pelanggar parkir di atas trotoar di kawasan Jalan Kamboja

DENPASAR-Fajar Bali Dinas Perhubungan Kota Denpasar kembali menemukan pelanggaran parkir kendaraan di kawasan Jalan Kamboja, baik pelanggar yang memarkir kendaran di atas trotoar maupun

parkir berjejer dua, Rabu (5/3) kemarin. Dishub pun terpaksa bertindak tegas. Motor yang dipakai pelajar dan parkir di depan sekolah SMA Dwijendra tersebut dirantai sekaligus digembok petugas.

Selan menindak tegas kendaraan roda dua yang parkir di atas trotoar, kendaraan roda empat yang parkir berjejer dua dan parkir di tempat larangan parkir juga digembok. Kendaraan roda dua yang dirantai petugas ini

karena pasti akan ada konvoi kendaraan. Untuk itu sebaiknya, di kawasan wisata bebas dari kampanye, karena akan mengganggu kenyamanan wisatawan,” ujar anggota Komisi C ini. Bagian lain, ia sepakat dengan jadwal kampanye satu hari satu parpol. Hal ini untuk mengantisipasi gesekan antar pendukung. Namun demikian, potensi konflik tetap harus diwaspadai bersama. Peran para elit politik dan peserta pemilu sangat penting untuk menjaga para konstituennya tidak berbuat anarkis yang dapat mengganggu kondusifitas.  Untuk sekedar diketahui, KPU Badung telah menetapkan jadwal kampanye.  Sesuai jadwal dari KPU, kampanye terbuka parpol akan dimulai 15 Maret  sampai pada tanggal 3 April. Kampanye ini bakal ditutup dengan sembahyang bersama pada 5 April sebelum memasuki masa tenang. W-006

MANGUPURA-Fajar Bali Masa jabatan anggota dewan akan berakhir Agustus 2014. Namun, dengan sisa waktu tinggal 6 bulan ini, masih banyak ‘PR’ yang harus diselesaikan. Setidaknya ada 4 pansus yang masih bekerja di DPRD Badung, yakni pansus Penyertaan Modal, pansus LKPJ, pansus RPJMD, dan pansus RDTR. Sayangnya, akhirakhir ini tingkat kehadiran anggota dewan dalam setiap pembahasan ranperda atau rapat-rapat lainnya cukup minim. Dalam dua bulan ke depan ini (Maret-April), agenda dewan cukup padat. Selain pembahasan Ranperda, ada jadwal kunjungan kerja pansus ke luar daerah. Diantara sekian pansus, pansus penyertaan modal yang paling repot, karena membahas 3 Ranperda sekaligus, yakni Ranperda penyertaan modal PDAM, penyertaan modal PD Pasar dan penyertaan modal Jamkrida. Sementara untuk agenda kunker

Hindari Kampanye di Kawasan Wisata

MANGUPURA-Fajar Bali Meski KPU telah menetapkan jadwal kampanye satu hari untuk satu partai politik (parpol), namun zona kampanye sebaiknya dibatasi khususnya untuk wilayah yang merupakan kawasan wisata. Ini penting karena dikhawatirkan bisa mengganggu kenyamanan wisatawan. Demikian disampaikan anggota DPRD Badung IGN Jelantik Trinaya, kemarin. Jelantik meminta KPU memberikan batasan-batasan wilayah berkampanye khususnya untuk kampanye dengan mengerahkan banyak massa seperti misalnya konvoi kendaraan. Menurut politisi dari Abiansemal ini, sebaiknya untuk jalur yang memasuki kawasan pariwisata dibebaskan dari kampanye, khususnya kampanye terbuka. “Kampanye terbuka pasti akan mengerahkan banyak massa, ini akan memicu kemacetan

didominasi pelajar SMP. Petugas penegak Perda larangan parkir di Kota Denpasar ini mulai menyusuri kawasan Jl. Kamboja sejak pukul 10.00. Petugas mendapati kendaraan roda dua dan roda

Jelang Akhir Masa Jabatan, ‘PR’ Dewan Numpuk

Wayan Puspa Negara

FB/DOK

FB/CAR

empat yang melanggar rambu larangan parkir. Karenanya, petugas pun bertindak dengan merantai kendaraan roda dua yang parkir di atas trotoar di depan SMA Dwijendra, dan menggembok kendaraan roda empat yang parkir berjejer dua dan parkir di tikungan jalan. Koordinator Bidang Dal Ops, Nengah Jana Ariawan, SH, didampingi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Bidang Dal Ops, Made Joni, S.Ip., dan Kabid Dal Ops LLAJ Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Ketut Sriawan, SE., mengatakan, dari penertiban di kawasan Jl. Kamboja ini, tim penertiban merantai sekaligus menilang 12 pemilik kendaraan roda dua, dan menilang serta menggembok 5 kendaraan roda empat. ‘’Pelanggaran yang dilakukan yaitu pelanggaran parkir roda dua di atas trotoar dan pelanggaran parkir kendaran roda empat yang berjejer dua dan di tikungan di Jl. Kamboja,’’ ungkap Jana Ariawan, di sela-sela penertiban. Penertiban seperti ini, lanjutnya, rutin dilakukan. “Untuk penertiban kendaraan yang melanggar parkir itu, kami melibatkan POM, TNI, Kepolisian, Babinsa dengan jumlah tim 35 orang,’’ ucapnya. R-004

ke luar daerah, Selasa 4 Maret7 Maret adalah jadwal kunker Pansus LKPJ, lantas dilanjutkan dengan kunker Pansus RPJMD Rabu 12 Maret – Sabtu 15 Maret.kemudian agenda kunker kembali dilakukan pada Minggu 23 Maret – Rabu 26 Maret kali ini dengan agenda kunjungan komisi-komisi. Pada bulan April setelah Pi-

leg agenda kunker luar daerah kembali digenjot. Giliran Pansus RDTR yang bakal keluar kota Rabu 16 April – Sabtu 19 April. Barulah tanggal 29 April diagendakan sidang paripurna pengambilan keputusan terhadap 4 Ranperda, yaitu 3 Ranperda Penyertaan Modal dan Ranperda RPJMD. Ketua Banleg I Wayan Puspa Negara mengakui jadwal kegiatan dewan menjelang purna tugas tetap padat. Hal ini membuktikan kinerja dewan cukup baik, meskipun sudah memasuki akhir masa tugas. Apakah optimis semuanya terselesaikan? “Kita harus optimis, tapi kalau memang ada yang belum bisa dituntaskan tentu anggota DPRD yang terpilih nanti yang harus melanjutkan,”kata Puspa Negara seraya menandaskan, ia bersama anggota dewan lainnya akan bekerja semaksimal mungkin untuk menyelesaikan tugastugas ini. W-006

Proyek Break Water Rp 20 M Ditenderkan

Dewan Minta Amdal Dikaji Mendalam MANGUPURA-Fajar Bali Dermaga Kedonganan kembali mendapat kucuran dana sebesar Rp20 miliar untuk membangun break water atau pemecah ombak. Proyek miliaran tersebut saat ini sudah mulai ditenderkan. Proyek ini pun menjadi perhatian khusus Komisi B DPRD Badung yang membidangi pembangunan. Ketua Komisi B DPRD Badung I Made Sumerta meminta sebelum dibangun analisis FB/DOK mengenai dampak lingkunMade Sumerta gan (amdal) harus dikaji lebih dalam. Hal ini untuk meminimalisir dampak buruk yang akan ditimbulkan. “Sebelum dibangun harus dikaji dulu dampak lingkungannya agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi sekitarnya. Akibat dari pembangunan pasti ada dampak baik buruknya, tapi bagaimana caranya dampak buruk itu bisa diminimalisir seminim mungkin agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujar legislator dari Pecatu ini, Rabu (5/3). Selain itu, ditambahkan, dalam pembangunan juga harus memperhatikan unsur estitika. Selanjutnya untuk diketahui, proyek break water ini sudah masuk dalam proses lelang di ULP (Unit Layanan Pengadaan). “ Baru kemarin (Selasa, red) didaftarkan. Sekarang masih proses administrasinya oleh panitia. Kurang lebih 22 hari ke depan baru ada calon pemenangnya,” ungkap Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakanlut) Kabupaten Badung I Made Badra, Rabu (5/3). Diungkapkan, selama proses lelang berlangsung, dana tersebut saat ini masih tersimpan di rekening pusat. Setelah ada kepastian dari pemenang lelang, baru dana Rp 20 miliar dapat dikucurkan. “Kalau sekarang belum cair. Dana bisa cair bila kontrak sudah ditandatangani,” tandasnya. Sebelumnya, Badra mengatakan, penataan kawasan Kedonganan tidak selesai pada membangun dermaga dan pembangunan break water. Pavingisasi, misalnya, adalah hal lain yang sedang direncanakan pada tahun 2014 ini. Termasuk rencana pembangunan pabrik es. Menurut Badra, soal rencana pembangunan pabrik es tersebut, pusat juga berencana akan menyiapkan dananya sebesar Rp 2,3 miliar. “Tahun ini juga kita dapat bantuan Rp 2,3 miliar lagi untuk pembangunan pabrik es di sana. Kemudian direncanakan pula akan dibangun pengelolaan limbah, baru tahun depan jalannya kita paving semua,” jelas Badra. Berkaitan dengan gencarnya penataan ini, imbuh Badra, sengaja digenjot karena sematamata menyiapkan kawasan Kedonganan menjadi percontohan kawasan minapolitan yang ada di Bali. Makanya, dibilang rancangan penataan yang juga disiapkan adalah pengelolan limbah, dan pavingisasi. Sebelumnya, pemerintah pusat telah menggelontorkan Rp 13,2 miliar untuk membangun dermaga. W-006

Sosialisasikan Pileg, KPU Gandeng BEM Unud DENPASAR-Fajar Bali Kerja keras serta berbagai upaya kini dilakukaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar, untuk mengajak warga berpartisipasi dalam ajang Pileg (pemilihan legislatif) pada 9 April mendatang. Utuk menekan terjadinya golongan putih (golput), KPU menggandeng kalangan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana (Unud) guna melakukan sosialisasi pemilu. Sosialisasi yang digelar Rabu (5/3) pukul. 16.00 sore menyasar lokasi areal simpang empat atau bundaran patug Catur Muka -Lapangan Puputan Badung, Pasar Badung serta Pasar Kumbasari. “Sosialisasi pemilu kali ini kami menggandeng BEM Unud, agar lebih maksimal,” ungkap Ketua KPU Kota Denpasar, I Gede John Darmawan, di sela- sosialisasi kemarin sore. John menyebut sosialisasi ini juga sebagai upaya untuk menekan terjadinya golongan putih (golput) alias tidak memilih dalam pileg nanti. Upaya untuk menekan angka golput ini terus dilakukan KPU, dengan menggandeng sejumlah elemen masyarakat termasuk para disabilitas (penyandang cacat/tuna rungu). “Jadi sosialisasi akan terus kami lalukan sampai hari H (pemilihan). Selain turun langsung ke lapangan, sosialisasi mengajak masyarakat untuk tidak golput juga dilakukan dengan memasang alat peraga seperti baliho dan spanduk. Termasuk sosialisasi di media massa,” jelasnya. Menyinggung pelipatan surat suara, John mengaku, sementara ini masih terus berjalan.  Hingga Rabu kemarin, para relawan sudah menuntaskan melipat untuk pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Sejak Kamis (27/2) lalu hingga Rabu (5/3) kemarin, jumlah surat suara yang rusak sebanyak 929 lembar. Dikatakan, pelipatan untuk DPD ini sengaja didahulukan, mengingat kondisi logistiknya yang rumit dan ukuran surat suaranya pun lebih besar dibandingkan yang lain seperti untuk pemilihan DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kota. “Untuk DPD sudah selesai. Sekarang baru memasuki pelipatan untuk Dapil 5 (densel). Yang DPD memang membutuhkan waktu cukup lama makanya kami dahulukan itu. Soalnya lebih rumit, ukurannya juga lebih besar,” aku John. R-004

Program dan Kegiatan, Hasilnya Harus Dapat Dipertanggungjawabkan

MANGUPURA–Fajar Bali Pemerintah Kabupaten Badung mempunyai komitmen yang kuat untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan dan akuntabel. Adapun langkah-langkah yang telah dilakukan diantaranya melakukan review terhadap dokumen SAKIP ( Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) seperti Indicator Kinerja Utama (IKU) dan RENSTRA SKPD yang difasilitasi oleh KemenPAN-RB (Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi). “Akuntabilitas merupakan aspek penting yang harus mendapatkan perhatian serius dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance),” kata Plh. Bupati Badung, Kompyang R. Swandika serangkaian Asistensi Penyusunan Dokumen SAKIP di

Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung yang dilaksanakan di Ruang Krya Gosana,pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Rabu (5/3) kemarin. Ditambahkan pula, nilai LAKIP B bukan merupakan tujuan akhir semata-mata, m.elainkan yang utama adalah bagaimana menciptakan landasan yang kuat untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel dan berorientasi pada hasil (result oriented government). “Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas akuntabilitas kinerja seperti melakukan review secara berkala,bimbingan teknis dan mengkaji pemanfaatan system aplikasi berbasis teknologi informasi guna mendukung pengumpulan data pendukung akuntabilitas kinerja yang akurat dan dapat diandalkan, “tambah Kompyang R. Swandika.

Sementara itu Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan KeMenPan-RB, Muhamad Yusuf Ateh memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang tidak henti-hentinya melakukan inovasi guna mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik (good governance). Dalam paparannya Muhamad Yusuf Ateh mengatakan, tata kelola pemerintahan yang baik dapat diwujudkan dengan reformasi birokrasi. Reformasi birokrasi ini akan dapat mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, meningkatkan kualitas pelayanan publik serta meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi. “Makna asas akuntabilitas disini adalah setiap program dan kegiatan

dari penyelenggaraan Negara harus dapat dipertanggungjawabkan hasilnya,” lanjutnya. Lebih lanjut dikatakan, untuk dapat meningkatkan akuntabilitas kinerja diperlukan perubahan pola pikir atau paradigma yang berorientasi pada kinerja dan komitmen seluruh jajaran organisasi terutama pimpinan untuk menerapkan manajemen kinerja, peningkatan kompetensi SDM dan pengembangan data kinerja (IT based) serta yang terpenting adanya kejelasan obyek tentang hasil yang akan dicapai nantinya. Hadir dalam pengarahan ini, Asisten Deputi Kementerian PAN dan RB Republik Indonesia Ronald Andrea Annas, Wakil DPRD Badung Made Sunarta, pimpinan SKPD di lingkungan pemerintahan Kabupaten Badung. W-014*

FB/HERY

Swandika : Akuntabilitas Aspek Penting Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Plh. Bupati Badung Kompyang R. Swandika memberikan cinderamata kepada Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan KeMenPan-RB, Muhamad Yusuf Ateh saat acara Asistensi Penyusunan Dokumen SAKIP di Puspem Badung. Layouter: Zohra


DAERAH

FB/SARJANA

SEMARAPURA-Fajar Bali Rapat dengar pendapat antara Dewan Klungkung dengan Perusahaan Daerah Nusa Kerta Kosala (PDNKK), batal digelar karena sejumlah pimpinan dewan berhalangan hadir. “ Ya , p e r t e m u a n d i batalkan. Unsur pimpinan mendadak ada kesibukan dan ada yang berhalangan sakit,” terang Sekda Klungkung, Ketut Janapria yang rencananya hadir dalam dengar pendapat tersebut, Rabu (6/3) kemarin. Lebih jauh, Janapria Anak Agung Gede Anom menjelaskan bahwa rapat kerja dengan perusahaan daerah milik Pemkab Klungkung tersebut untuk membicarakan substansi terkait keberatan dengan surat edaran Bupati Klungkung yang isinya menghimbau agar seluruh instansi di Pemkab Klungkung agar membeli ATK di PDNKK. “Raker ini agenda utamanya membahas terkait demo oleh 12 pengusaha photo copy yang keberatan dengan surat edaran bupati,” terang Janapria. Hanya disebutkannya lagi bahwa raker tersebut ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan. Janapria juga mengatakan bahwa dirinya sudah didampingi oleh Plt Direktur PDNKK, Wayan Sukadana untuk menjelaskan terkait isu seputar PDNKK. Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Gede Anom menjelaskan bahwa dirinya sudah mendisposisikan kepada dua Wakil Ketua untuk menghadiri rapat kerja tersebut. Sedangkan dirinya berhalangan mengikuti raker karena ada keperluan mendadak di DPC PDIP. Dijelaskannya Wakil Ketua baik AA Anom Sarjana dan Putu Tika Winawan berhalangan hadir karena ada acara mendadak. “Disposisi lalu turun ke Ketua Komisi C, Wayan Misna. Namun yang bersangkutan lagi sakit,” terang Gung Anom. Gung Anom juga menjelaskan bahwa untuk membangkitkan PDNKK sebaiknya Pemkab Klungkung harus menyiapkan SDM dan peralatannya dulu. “Dulu PDNKK kan mau dipailitkan, nah sekarang kalau mau dibangkitkan harus dibangun dulu SDM dan peralatannya,” terang Gung Anom. Hal itu penting karena, sejak dibangunnya PDNKK dan disupport anggaran dari Pemkab melalui APBD selalu merugi. Bahkan mengingat bupatinya dalam visinya ingin membangkitkan ekonomi kerakyatan, maka menghidupkan kembali PDNKK adalah penting. Sedangkan terkait pertemuan yang batal tersebut, Gung Anom akan membicarakannya terlebih dulu dengan unsur pimpinan dan selanjutnya diagendakan lagi. W-010

FB/ARTAYASA

Lomba Penyuluhan Hasilkan Tenaga Handal

Lomba Penyuluhan Keluarga Berencana (KB) untuk PKB /PLKB se-Kabupaten Gianyar

GIANYAR-Fajar Bali Lomba Penyuluhan Keluarga Berencana (KB) untuk PKB / PLKB se-Kabupaten Gianyar yang digagas Badan PP dan KB Gianyar, mampu menghasilkan tenaga penyuluh lapangan yang handal. Pada hari kedua lomba di Ruang Sidang Kantor Bupati Gianyar, Rabu (5/3), para peserta juga menampilkan materi lomba yang sama. Lomba Penyuluhan Keluarga Berencana berlangsung selama 2 hari (4-5 Maret) diikuti oleh tenaga PLKB Magang yang ada di 7 kecamatan di Gianyar. Para peserta diberikan waktu sekitar 15 menit untuk memaparkan tentang penggunaan alat kontrasepsi IUD, dimana dengan metoda kontrasepsi jangka panjang (MKJP) ini diharapkan mampu mengatur jarak kelahiran. Didepan juri yang terdiri dari I Nyoman Karyawan SE dari IPeKB Provinsi Bali, I.B Rawisnu kabid Kelembagaan Data dan Informasi , dan I Putu Ambara Putra,SH Kasubid Kelembagaan, para peserta dengan gayanya tersendiri berusaha memikat perhatian dewan juri. Salah satu peserta Komang Sri Titin Agustina (23 ) asal Banjar Bedil Sukawati Gianyar, tampil dengan gaya komunikatif. PLKB magang di Desa Ketewel Sukawati ini, tampak fasih memaparkan alat-alat kontrasepsi (IUD) dan sesekali melemparkan joke ringan untuk menambah point penilaian juri. Sebagai tenaga PLKB, lomba semacam ini sangat membantu rasa percaya dirinya untuk bekerja dilapangan. Karena pekerjaannya mengharuskan dia untuk tampil berhadapan dengan banyak orang dan harus mampu memberikan motivasi pada ibu-ibu untuk mau ikut ber-KB. “ Meskipun saya tamatan kebidanan, masih banyak ilmu tentang kepenyuluhan yang belum saya kuasai. Jadi lewat lomba inilah saya banyak belajar,” jelas Titin. Kepala Badan PP dan KB Kabupaten Gianyar, I.A. Putu Sri Ambari, mengatakan, saat ini Kabupaten Gianyar baru memiliki 40 orang tenaga PLKB sementara ada 70 desa. Idealnya 1 orang tenaga penyuluh untuk satu desa. Lewat lomba ini diharapkan mampu menghasilkan tenaga PLKB magang yang handal yang mampu membantu tugas – tugas PLKB di desa. Sekdakab. Gianyar I.B. Gaga adi Saputra yang berkesempatan hadir pada hari kedua lomba, sangat berharap lomba ini bisa menghasilkan tenaga PLKB yang berkualitas dan professional. Dan juga tidak lupa I.B. Gaga Adi Saputra mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tinggi atas semangat para PLKB magang ini. Meski belum mendapat imbalan yang setimpal, namun tetap mau bekerja dan mengabdikan diri bagi kepentingan suksesnya program kependudukan di Kabupaten Gianyar. Untuk kedepannya, I.B. Gaga Adi Saputra berharap para PLKB magang ini tetap bertugas dengan semangat, karena keberhasilan pembangunan di mulai dari keluarga. Setelah melawati penjurian terpilih, Pande Putu Sri Warna Putri PLKB magang dari Kecamatan Tampaksiring terpilih sebagai juara 1, Sang Ayu Nyoman Diantarai PLKN magang dari Kecamatan Tampaksiring jauar 2 dan juara 3 diraih oleh Pande Putu Galuh Mas Putri PLKB magang dari Kecamatan Tegallalang. W-005

Dewan Minta Hapus Retribusi di Kintamani DPRD Bangli harapkan pemungutan retribusi di Kintamani oleh Pemkab Bangli ditiadakan alias dihapus. Karena hasilnya tidak begitu besar. Sementara banyak hal negatif yang ditimbulkan karena pemungutan tersebut berpotensi pelanggaran hukum, dan secara tidak langsung hal itu membuat kawasan menjadi kumuh, mencoreng citra Kintamani. BANGLI-Fajar Bali Hal itu dikatakan anggota DPRD Bangli, Ida Bagus Made Santosa, ketika menyikapi soal kawasan Kintamani yang belum luput dari citra negatif itu. Anggota DPRD Bangli asal Desa Demulih, Susut yang vocal ini malah menuding Pemkab Bangli sebatas pintar memungut (melakukan pungutan) tetapi tak pintar mengelola. “Pemkab hanya pintar memungut tapi

tak pintar mengelola, apa yang dilakukan Pemkab Bangli dalam kaitan retribusi itu”, ujar calon anggota DPRD Bali dari PKPI ini. Sebaiknya Pemkab melakukan pemungutan dengan caracara yang cerdas.Tidak seperti halnya pemungutan retribusi di kawasan Penelokan, hanya bisa memungut. Dia membandingkan ketika masuk ke Ubud, turis tak dikenakan pungutan, ketika masuk Kuta, turis juga tak

AMLAPURA-Fajar Bali Untuk menggerakkan ekomoni rakyat sebagai salah satu cara mengentaskan kemiskinan di Karangasem yakni dengan menggenjot pertumbuhan ekomoni dan pemerataan ekomoni kerakyatan. Untuk itu, Pemkab Karangasem berupaya menggenjot sector tersebut dengan cara melakukan revitalisasi Pasar Tradisional. Hal itu dikatakan Kabag Ekomoni Setda Karangasem, I Nengah Mindra, Rabu (5/3) kemarin. Menurutnya, menggerakkan sektor perekomoniam kerakyatan adalah melalui sector pengembangan pasar-pasar tradisional. Selain pasar tradisional merupakan sentra potensi ekomoni,khususnya daerah-daerah terpencil. Pasar tradisional juga sebagai denyut nadi perekomomian kerakyatan yang dapat mengekspoler ekatifitaskegiatan ekomoni kerakyatan. Untuk itu, pihaknya berupaya terus melakukan revitalisasi sejumlah pasar tradisional sebagai perluasan kapasitas,transaksi bisnis serta temaga kerja. “Dengan menata pasar tradisinal menjadi lebih baik dengan melakuka revitalisasi maka nilai tambah

pasar didamping secara tradidional menjadi potensi khas Karangasem dibidang ekonomi juga bisa mejadi daya tarik wisata,” ungkap Mindra. Program revitalisasi yang sudah dijalankan selama ini, yakni dengan melakukan revitalisasi delapan pasar tradisional diantaranya, Pasar Rendang, Selat, Pesangkan, Bebandem, Mangsul, Rubaya, Tukad Ling, Belatung, sementara sisanya seperti Pasar Tradisional Amlapura Barat, Karangsokong sedang persiapan kegiatan DED-nya. Diakui Mindra, program revitalisasi itu kini telah banyak manfaat yang bisa diperoleh oleh masyarakat pasca revitalisasi Pasar Tradisional. Dimana produktifnya pasar kini mendapat pemerataan, aman dan nyaman serta lebih membuka peluang penigkatan kapasitas transaksi dengan adanya penambahan pedagang. “Salah satunya Pasar Amlapura Timur yang sudah berhasil direvitalisasi kini mampu menampung 1000 pedagang dan menumbuhkan Pasar Karangsokong sebagai Pasar Tradisional karena adanya memecah diri pedagang menjadi dua, tetap di Karangsokong dan berjualan

IBM. Santosa

dikenakan pungutan, mengapa kalau masuk Kintamani kena pungutan”, tambahnya. Harapan dia bagimana Pemk-

ab Bangli bisa merubah citra Kintamani menjadi lebih baik. Sementara ini diakui citra masih belum pulih. Dia menangkap bahwa Kintamani masih belum menjadi tempat kunjungan yang mendapat rekomendasi pihak travel. ”Citra Kintamani masih belum baik dimata wisatawan”, tambah Santosa. Menyinggung masih belum optimalnya dolar bisa dinikmati masyarakat Bangli, dia mengatakan perlunya perubahan arus lalulintas pariwisata. Kalau selama ini arusnya dari barat menuju penelokan dan balik lagi kea rah barat, Santosa harapkan saat balik sebaiknya kea rah selatan (melintasi kota Bangli). Dengan demikian di jalur arah selatan juga bisa lebih bergairah. Lantas untuk menggai-

rahkan transaksi bagi erajinan Bangli, dia harap ada etalase (tempat bertransaski) mengenai hsil kerajinan Bangli.Kerajinan Bangli dia nilai masih kalah dipemasaran,karena tak punya etalase. Beda dengan kabupaten lain seperti Gianyar, memiliki tempat-tempat penjualan hasil kerajinan yang memadai. Hasil kerajinan Bangli diakui tak dapat berkembang, padahal dari sisi kemampuan pengerajin sangat lumayan. Produks kerajinan Bangli beragaram, kreatif dan malah inovatif.Tetapi keuntungan besar justeru dipetik oleh pebisnis luar.”Kita Bangli punya barang tapi tak punya nama”, ujar santosa mengkaitkan dengan ketiadaan etalase dimaksud, dan mengatakan perlunya ada titiktitik etalase di daerah-daerah tujuan wisata. W-002*

Revitalisasi Pasar, Gerakkan Ekomoni Rakyat

FB/BUDIASA

Pasar Amlapura Timur seusai direvitalisasi, kini telah dibuka

baru di Pasar pasca revitalisasi,” ungkapnya. Untuk program revitalisasi Pasar Timur Amlapura, pemkab Karangasem memperoleh dana pinjaman yang digunakan membangun Pasar Amlapura Timur

dari PIP sudah mulai dilakukan pencicilan setiap tiga bulan sejumlah kurang lebih 3 milyar selama 5 tahun dengan bunga relatif rendah hanya 7,75% per tahun. “karena menguntungkan skema dalam peminjaman in-

vestasi tersebut nantinya bakal dikembangka bagi sektor-sektor produktif untuk terus memacu perekonomian daerah, mengatasi kemiskinan dan memajukan pembangunan daerah,” Pungkasnya. M-005

AMLAPURA-Fajar Bali Tiga orang pemancing, masin g- masin g I Nen gah Sudarta (45) asal Jembrana,I Ketut Suasta (35),asal Dusun Pancoran, Desa Mundeh, Selemadeg, Tabanan,dan I Made Selamet (45) asal Dusun Baler Pasar, Desa Rendang, Karangasem ditemukan selamat setelah sempat dihantam ombak saat memancing di Pantai Bugbug,Kecamatan Karangasem, Karangasem, Rabu (5/3) kemarin. Ketiga korban yang mempunyai hoby memancing ini mulai melakukan aktivitas memancing pada Selasa (4/3) sekitar pukul 21.00 WITA, ketiganya lantas memilih tempat memancing di atas Batu Karang di pantai Bugbug. Namun naas, belum sempat korban mendapatkan hasil, sekitar pukul 22.00 WITA tiba-tiba ombak besar datang dan menghantam ketiga korban. Akibatnya, dua orang korban sempat terseret arus hingga ke tengah, masingmasing I Ketut Selamet dan I Ketut Suasta. Sedangkan I Nengah Sudarta berhasil menghindar dari hantaman ombak.

Begitu juga dengan I Ketut Selamet, berhasil bereneng ketepian, sedangkan satunya I Ketut Suasta terseret ombak ke tengah laut. Mengetahui kedua temannya terseret arus, I Nengah Sudarta lantas berupaya mencari kedua temannya itu dengan mempergunakan senter yang dibawanya. Ternyata keduanya masih hidup, dengan posisi, satu masih berada ditengah laut, sedangkan satunya lagi telah berada di atas karang. Mengetahui hal itu, Sudarta lantas berupaya mencari pertolongan di gelapnya malam kepada warga sekitar. Selain itu, warga juga melaporkannya ke Pos SAR Karangasem. “Baru sejam memancing, tiba-tiba ombak besar datang dan menghantam tempat memancing. Saya sendiri berhasil menghindar, namun kedua teman saya terkena hantaman ombak, saat dicari satunya telah berhasil kembali ke karang, yang satunya masih berada dilaut,” ungkap I Nengah Sudarta,yang mengaku berasal dari Dusun Baler, Bale Agung, Jembrana. M-005

Pedagang Pasar Protes Pedagang Bermobil Terseret Arus, Tiga Pemancing Selamat

SEMARAPURA-Fajar Bali Setelah sebelumnya pedagang bermobil protes terhadap waktu berjualan yang disebutnya tidak efektif untuk berjualan, kini pedagang yang berada di dalam Pasar Galiran protes terhadap pedagang bermobil. Protes pedagang yang berada di dalam pasar ini sangat beralasan, mengingat bila pedagang bermobil dibiarkan berdagang pada jam yang sama, maka pedagang didalam pasar tidak akan laku jualannya. Kadisperindagkop UKM, Komang Dharma Suyasa didampingi Kepala UPT Pasar Semarapura, Komang Widyasa Putra menyebutkan bahwa sekitar 127 pedagang janur, bunga dan peralatan upacara agama memprotes bila pedagang bermobil diberikan waktu berjualan sama dengan pedagang di Pasar Galiran antara jam 04.00-17.00 wita. “Pedagang dalam pasar keberatan dan ini bukan mengada-ada. 127 pedagang dalam pasar menolak bila pedagang bermobil berjualan pada jam yang sama. Alasannya pembeli biar masuk ke pasar,” terang Dharma Suyasa. Sedangkan pedagang bermobil sudah diberikan kesempatan berjualan dari jam 17.00 sampai pukul 03.00 wita. Disebutkannya pada awal-awal pasar buka selalu ada permasalahan terkait dengan waktu berjualan pada pasar. Hal itu lumrah terjadi mengingat pasar yang baru dibuka selalu menyesuaikan diri antara penjual dengan pedagangnya. “Nanti lama kelamaan akan terbiasa, dimana pembeli sudah tahu jam berapa ada yang jual apa, ini kita kan masih penyesuaian,” terangnya lagi. Sehingga dengan kondisi tersebut, Dharma Suyasa

FB/SARJANA

Rapat Kerja Dewan PDNKK Batal

FAJA R BALI

Kamis, 6 Maret 2014, Tahun XIV

FB/SUMERTA

4

Pedagang dalam Pasar Galiran memprotes pedagang bermobil yang bisa eceran diluar pasar

mengatakan bahwa perlu penyesuaian antara pembeli dan pedagang. Sedangkan pedagang bermobil yang jumlahnya 21 unit, harap mengerti kondisi yang dialami oleh pedagang di dalam pasar. Terkait pedagang bermobil yang ada di pintu masuk Pasar Galiran dan areal Terminal Semarapura, Dharma Suyasa mengatakan pedagang itu bukan wilayah kewenangannya untuk mengatur dagang tersebut. “Yang kita atur adalah pedagang yang ada di dalam Pasar Galiran, sedangkan yang berada di wilayah terminal termasuk di areal trotoar adalah ranah Dinas Perhubungan untuk mengatur,” tambahnya. Sedangkan untuk penertibannya, diakui olehnya sudah diberi tenggat waktu sampai tanggal 23 Maret, “Bila sampai waktu itu pedagang bermobil tidak bersedia masuk areal pasar dan tidak menepati waktu berjualan, maka Disperindag akan bersurat ke Tim Yustisi untuk dilakukan penertiban. W-010

Terhimpit Kebutuhan Perut, BSM Digunakan Beli Beras

BANGLI-Fajar Bali Terhimpit kebutuhan perut, bea siswa miskin (BSM) yang mesti diarahkan penggunannya untuk kebutuhan sekolah, tetapi diperuntukkan isi perut alias beli beras. Potret itu yang jelas terjadi pada daerah-daerah miskin di kintamani , terutama di daerah balik bukit. Meski Disdikpora Bangli berupaya untuk pencairan BSM untuk peningkatan kualitaspendidikan anak, namun tuntutan perut mengalahkannya peruntukkan ke yang lain. Pendidikan di balik bukit, Kintamani tampaknya tidak seindah yang di kota.

Pasalnya, banyak hal yang mesti perlu dibenahi. Selain sarana-prasarana, mental orang tua siswa juga masih perlu ditempasehingga mereka lebih berpikir untuk kemajuan pendidikan anak-anaknya, ketimbang kepentingan yang lainnya. Selama ini, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga ( Disdikpora ) Bangli telah berupaya keras untuk memotivasi warga untuk menjadikan sektor pendidikan sebagai bagian terpenting dalam pembangunan, namun belum mendfapatkan respon maksimal dari orang tua siswa. Ini bisa dilihat masih banyak orang tua siswa yang menggunakan dana Bea Siswa Miskin

( BSM) yang diberikan oleh pemerintah untuk kepentingan putra-putri mereka, malah ada yang digunakan untuk pemenuhan kebutuah sehari-hari, seperti untuk membeli beras. Hal ini memang tidak lepas dari himpitan ekonomi masyarakat, yang membuat mereka berpikir pendek agar perut mereka tidak keroncongan. Kepala SMPN Satu Atap (Satap) 3 di Banjar Peradi, Kintamani I Ketut Manca, S.Pd., dikonfirmasi Rabu ( 5/3), tidak menampik realita itu. Sejatinya, pihaknya telah berupaya maksimal untuk mengubah pola pikir warga. Namun sejauh ini apa yang dilakukan

belum mendapatkan tanggapan yang maksimal. “Kita akan terus berupaya untuk menyadarkan orang tua siswa. Dimana, kemajuan pendidikan anak-anak mereka nanti akan bisa mengubah kehiduapan mereka nantinya,”jelasnya. Namun demikian, lanjut dia, masih banyak orang tua siswa yang menggunakan BSM untuk membeli beras. “Kita telah terus menghimbau orang tua siswa, namun belum mempan. Malahan ada oknum orang tua siswa yang merelakan anaknya untuk putus sekolah, bila BSM tidak bisa dibelikan beras. “Sejatinya animo siswa un-

tuk melanjutkan sekolah cukup tinggi, namun sayang belum didukung pemahaman orang tua mereka,”papar Manca. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Bangli Drs. I Nyoman Sumantra, M.Ag , berharap agar para kepala sekolah dan guru-guru di balik bukit terus berupaya untuk mengubah pola pikir para orang tua tentang arti penting pendidikan. “Setiap pertemuan dengan orang tua siswa kita selalu menghimbau agar beasiswa untuk anak mereka agar digunakan untuk kelangsuangan pendidikan anak-anaknya sehingga tidak lagi ada angka putus sekolah,”terangnya. W-002 Layouter: Soma


DAERAH

FAJA R BALI

Kamis, 6 Maret 2014, Tahun XIV

5

Ukur Kinerja dan Prestasi SKPD Gaya Agus Suradnyana

POTRET FAJAR BULELENG

Ajak Pimpinan SKPD Bertukar Posisi Evaluasi kinerja mingguan yang dikemas dengan kegiatan coffee morning memasuki pekan ketiga. Suasana ruang rapat Kantor Bupati Buleleng sejak pukul 7.30 pagi kemarin telah penuh dihadiri seluruh pimpinan SKPD beserta Camat, Rabu (5/3) merupakan agenda rutin mingguan yang digagas Bupati Putu Agus Suradnyana guna mengukur progress kinerja di masing-masing SKPD. Suasana cair terlihat ketika Bupati Putu Agus Suradnyana mulai memimpin rapat.

FB/Agus

Penilaian lomba Desa Sangalangit, Kecamatan Gertokgak

kebersihan di masing-masing kelurahan. Dinas Perhubungan melalui Kepala Dinasnya Arya Sukerta yang mendapatkan tanggungjwab di Kelurahan Penarukan mengatakan ada dua lingkungan yang menjadi fokusnya yakni Lingkungan Jarak dan Lingkungan Yeh Taluh. Karena menurut Arya Sukerta di kedua lingkungan tersebeut paling tinggi volume sampahnya. Terlebih sungai yang berada di lingkungan tersebut kondisinya sudah memprihatinkan. Menjawab kompleksnya masalah sampah dan pertamanan di Buleleng, Bupati Agus Suradnyana mengaku telah menyiapkan kejutan yang dalam waktu dekat akan digulirkan.”Kita sudah sipakan kejutan. Dan ini secepatnya akan kita sampaikan dan lakukan untuk menjawab permasalahan sampah dan per-

Pemerintah Buleleng Komitmen Bangun Pedesaan Seperti Kota

FB/Agus

SINGARAJA – Fajar Bali Dengan guyonannya, Bupati murah senyum ini memulai pembahasan dengan mengajak seluruh pimpinan SKPD berani bicara di media menginformasikan dan mensosialisasi setiap kebijakan dan program kerjanya di masing-masing instansi. ”Saya harapkan nanti dalam rapat mendatang saya mau tukar kursi. Saya duduk di salah satu kursi SKPD dan salah satu dari Bapak dan Ibu duduk di depan sebagai Bupati. Ini penting untuk melatih mental, memanage dan leadership,” harapnya kepada seluruh SKPD. Bahkan Bupati Suradnyana kembali menyampaikan masalah sampah yang kembali tak luput dari pembahasan. Satu persatu pimpinan SKPD diminta menjelaskan sejauh mana program pendampingan

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana bertatap muka dengan seluruh SKPD di Loby Kantor Bupati

di pusat dan provinsi. Misalnya masalah kemiskinan dan lingkungan. Jadi diharapkan seluruh SKPD harus menyiapkan program dan usulan yang nantinya diberikan ke pemerintah diatasnya. Sebut saja bantuan alat berat loader di Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk sampah bisa dikonsultasikan ke Provinsi secepatnya sebelum Musren-

tamanan. Yang pasti kejutan ini adalah wujud sinergitas seluruh komponen masyarakat Buleleng,” katanya. Penekanan berikutnya seluruh pimpinan SKPD diminta rajin konsultasi dan kordinasi dengan pemerintah pusat di Kementerian dan juga di Pemerintah Provinsi. “Kita harus bisa membaca dan menganalisis program unggulan

Safari Pemilu Damai Berlanjut

bang Provinsi,” tuturnya, sembari menyebut ini dilakukan karena anggaran yang dimiliki daerah belum cukup mengcover seluruh permasalahan. ”Pak Wakil Bupati itu bolak balik Singaraja-Jakarta agar dapat bantuan dari Pusat. Hasilnya Pusat mensetujui anggaran 60 Miliar untuk pembangunan IRD di RSUD Buleleng,” katanya. W-008

KPU dan Panwaslu Diminta Netral NEGARA- Fajar Bali Safari pemilu aman dan damai dilanjutkan kembali ke tiga sekretariatan partai politik. Kunjungan yang dilakukan Kapolres Jembraba, AKBP Harry Hariyadi tersebut, ke Sekretariatan DPC PDIP Jembrana, Sekretariat DPD II Partai Golkar Jembrana dan Sekretariat Partai Gerindra Jembrana, Rabu (5/3) kemarin. Selain kapolres, juga didampingi Ketua KPU Jembrana IGN Agus Dharmasanjaya, Ketua Panwaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan dan Kakankesbangpol IGN Dharma Putra, langsung bertatap muka dengan sejumlah caleg. Para calegpun berkesempatan menyoroti KPU Jembrana dan Panwaslu, supaya dalam pemilu legeslatif ini, tetap netral dan bersikap adil. Di sekretariat Partai Golkar Jembrana, Komang Dekritase salah satu caleg Golkar menyampaikan bercermin dari tahun 2004 lalu, dirinya yang kembali nyalon sebagai dewan, semestinya melenggang kembali duduk di DPRD Jembrana, tetapi karena diduga digagalkan oleh oknum KPU, akhirnya gagal. Masalah itu berlanjut sampai ke MK. Dia sangat berharap supaya KPU tetap netral. Khusus untuk para caleg, diharap tetap memperhatikan soal-soal kecil, karena masalah sekecil apapun tetap harus diperhatikan, supaya jangan sampai di mainkan oleh oknum-oknum tertentu. “Kami berharap jangan sampai ada kecurangan,” harapnya.

FB/PRAMONO

Safari Pemilu Damai ke Sekretariat DPC PDIP Jembrana, Rabu (5/3).

Mengenai hal itu, Ketua Panwaslu Jembrana, Pande Made Ady Muliawan mengatakan sekarang ini diperkirakan potensi adanya kecurangan di TPS. Karena patut dikhawatirkan akan terjadi jual beli formulir C6 atau panggilan untuk memilih di TPS. “Hal ini yang harus diterus diawasi,” ujarnya. Selain itu kata Pande, para saksi

jangan sampai menandatangani berita acara di awal atau sebelum dilakukan pemungutan suara. Ini dimaksud untuk mengantispasi kecurangan. Bilamana hal seperti itu terjadi, maka diharaapkan untuk secepatnya ke Panwaslu. Di tempat terpisah, Sekretaris DPC PDIP Jembrana, Ketut Sugiasa berharap supaya KPU Jembrana,

untuk selalu aktif melakukan sosialisasi yang berkaitan dengan aturan pemilu. Ini disebabkan, karena ternyata masih banyak caleg atau parpol yang belum paham aturan. “Kami harap, surat keputusan KPU disosialisasi atau disebar, supaya KPU dapat bersinergi dengan parpol,” harapnya. Sementara, Ketua KPU Jembra-

Rabies Kembali ‘Gemparkan’ Buleleng

na, Gusti Ngurah Darmasanjaya berkomitmen untuk selalu netral dalam menjalan tugasnya, terutama pada pemilu legeslatif ini. Selanjutnya Kapolres Jembrana, AKBP Harry Hariyadi meminta kepada para pendukung caleg termasuk tim suksesnya,supaya selalu menjaga keamanan dan ketertiban di Jembrana. W-003

SINGARAJA – Fajar Bali Kasus anjing gila (Rabies) kembali menggemparkan Kabupaten Buleleng. Hal tersebut diakibatkan setelah sembilan orang warga digigit anjing yang diduga terinveksi rabies. Informasi yang dikumpulkan Fajar Bali, Rabu (5/3) kemarin, dari laporan yang telah masuk ke dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) kabupaten buleleng sembilan warga masyarakat yang ada di buleleng tergigit oleh anjing yang dipastikan mengidap rabies. Kesembilan warga buleleng yang tergigit oleh anjing rabies itu empat diantaranya warga masyarakat Dusun Yadnya Kerti, Desa Ularan, Kecamatan Seririt dan lima orang lainnya warga masyarakat Banjar Dinas Ngis, Desa Tembok, Kecamatan Tejekula. Kesembilan warga masyarakat yang telah tergigit oleh anjing yang diduga positif rabies itu kini telah mendapatkan suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR) yang didapatkan di masing-masing puskesmas. Bahkan dalam laporan di Distanak dimana warga masyarakat yang ada di Banjar Dinas Ngis, Desa Tembok tergigit pada tanggal 26 Februari 2014 lalu oleh anjing warga ma-

syarakat setempat. Anjing milik Sadiarta itu telah menggigit Nyoman Resi, Ketut Pas, dan Wayan Gambir. Anjing liar itu yang berhasil menggigit empat orang dalam kurun waktu dua hari yakni tanggal 22 Februari hingga 23 Februari lalu. Dengan adanya hal itu, warga masyarakat segera melaporkan ke camat setempat kemudian dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Distanak Buleleng langsung turun dan melakukan penangkapan terhadap anjing dimaksud. Sampel anjing tersebut kemudian diuji di Balai Besar Veteriner (B-Bvet) Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Bali. Hasil uji lab tersebut menunjukkan anjing milik Sadiarta dinyatakan positif tertular rabies. Kini anjing tersebut sudah dieleminasi untuk menghindari jatuhnya korban gigitan yang lain. Tak hanya di Desa Tembok, warga Dusun Yadnya Kerti, Desa Ularan, Kecamatan Seririt juga resah menyusul banyaknya warga yang digigit oleh anjing milik Ketut Sudimba, warga setempat. Empat warga di dusun ini termasuk pemiliknya Sudimba digigit oleh anjing peleiharaanya pada (1/3) lalu. Sementara tiga

tetangganya maisng-masing Nengah Triasih digigit pada tangan, Gusti Kadek terluka akibat gigitan anjing pada telapak tangan, dan Ibu Jro Made terluka pada jari tangannya. Korban gigitan anjing ini juga sudah mendapat suntikan VAR di puskemas terdekat. Bahkan setelah dilakukan eliminasi terhadap anjing tersebut ternyata diketahui positif mengidap rabies. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadistanak) Nyoman Swatantra didampingi Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Drh. Wayan Susila ketika dimintai konfirmasi membenarkan kasus gigitan anjing positif rabies terjadi di Desa Tembok dan Desa Ularan tersebut. Dikatakan, petugas kini masih mengobservasi pasca gigitan anjing positif rabies di dua desa terpisah tersebut. Distanak sudah melakukan eleminasi menyasar anjing-anjing milik warga yang diduga sudah tertular rabies.”KIta terima laporan dan sudah melakukan penanganan sesuai SOP dan status di desa tersebut masih kita pantau, dan khusus di Ularan itu dalam minggu ini anjing liar milik warga akan kita akan vaksin lagi,”katanya. W – 008

FB/Doni

Sembilan Warga Buleleng Digigit Anjing Rabies

TFK foto bersama usai menyerahkan bantuan dana amal ke Yayasan Kupu-Kupu.

TFK Sumbangkan Hasil Hunting ke Yayasan Kupu-Kupu TABANAN-Fajar Bali Tukang Foto Keliling (TFK) menggelar aksi sosial, menyerahkan hasil hunting foto kepada Yayasan Kupu-Kupu ( Panti Cacat) yang berada di wilayah Kabupaten Bangli. Ketua TFK, Aris Satya Kencana, Rabu (5/3) kemarin mengatakan aksi sosial dengan menyumbangkan dana amal sebesar Rp 8 Juta kepada Yayasan Kupu-Kupu ( Panti Cacat) . Dana amal itu terkumpul, saat digelarnya hunting foto besama yang bertajuk Art Of Kebaya. “Kegiatan yang kami gelar di Desa Penglipuran, Bangli akhir Febru-

ari lalu berhasil mengumpulkan dana Rp 9 Juta,” tandasnya. Dari hasil hunting foto, itu sebesar Rp 1 Juta disumbangkan ke Desa Wisata Penglipuran- Bangli dan sisanya Rp 8 Juta disumbangkan ke Yayasan Kupu-Kupu. “ Kami sumbangkan berupa barang yang nilainya Rp 8 Juta,” tambahnya. Kegiatan amal itu diikuti sekitar 300 fotografer dan beberapa model. “Kegiatan amal ini juga berkaitan dengan HUT TFK yang ke-3. Dan kami berharap kegiatan ini berkelanjutan,” pungkasnya. W-004

Lomba desa terpadu putaran ke tiga Desa Sanggalangit Kecamatan Gerokgak dinilai tim kabupaten, Rabu (5/3). Desa Sanggalangit berada di bagian barat bali utara dengan batas wilayah sebelah timur Desa Gerokgak, bagian barat Desa Musi, bagian Selatan Hutan Negara dan bagian Utara Pantai. Nyoman Dana yang sebagai Perbekel Desa Sanggalangit dalam laporannya mengatakan masyarakat Desa Sanggalangit mayoritas beragama hindu, dan mayoritas pekerjaan masyarakat Desa Sanggalangi adalah sebagai petani, buruh dan nelayan. Lebih lanjut Nyoman Dana mengatakan bahwa pisang, jagung dan ketela pohon adalah hasil pertanian unggulan yang ada Di Desa Sanggalangit, selain hasil pertanian Desa Sanggalangit juga menghasilkan berbagai kerajinan seperti ingka yang terbuat dari lidi (tulang daun kelapa), dulang dan kerajinan mute. Bupati Buleleng yang di wakili Oleh Sekda Kabupaten Buleleng dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen untuk membangun pedesaan dengan pembangunan perkotaan agar tercipta pemerataan penyebaran pembangunan kegiatan pembangunan, hal ini diupayakan agar Pemerintah Daerah menumbuhkan partisipasi masyarakat Desa Sanggalangit melalui kegiatan dan program atau pemberian bantuan langsung. W-008

Kunjungan ke Tanah Lot Terus Melonjak

TABANAN-Fajar Bali Kunjungan ke Daya Tarik Wisata Tanah Lot terus melonjak di bulan Januari sampai Februari awal tahun 2014. Jika dibandingkan dengan kunjungan tahun lalu 2013, pada bulan Januari dan Februari 2014 ini mengalami peningkatan sebanyak 91.501 pengunjung. Hal itu ditegaskan Manajer DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana, Rabu ( 5/3) kemarin. Dikatakan, peningkatan kunjungan ke DTW Tanah Lot di awal tahun yang cukup signifikan. Jika dibandingkan dengan tahun lalu dibulan Januari dan Februari terjadi peningkatakan sebanyak 91.501 pengunjung. Dijelaskan, musibah tewasnya wisatawan cina saat berlibur di DTW Tanah Lot tidak mempengaruhi jumlah kunjungan ke DTW yang mengandalkan panorama keindahan Pura Tanah Lot. “ Sejauh ini tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke Tanah Lot,” tandasnya. Terkait factor keamanan pengunjung, pihaknya terus berupaya meningkatakan pelayanan keamanan. Termasuk menambah petugas life guard yang kini sudah ada. “ Rencananya kita menambah petugas life guard lagi 3 orang dari 7 petugas yang sudah ada,” jelas Toya. Namun rencana itu mesti diajukan terlebih dulu ke Badan Pengelola, karena harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu. Upaya lain yang telah dilakukan pasca musibah yang menimpa wisatawan cina, pihaknya menggelar upacara pecaruan menyucikan secara niskala tempat dimana terjadinya musibah tersebut. “Kami juga telah melalukan upaya niskala, menggelar upacara pecaruan di lokasi kejadian,” tandas Toya Adnyana. Kunjungan wisatawan ke Tanah Lot dari bulan Januari sampai Februari 2014, masih didomonasi wisatawan domestik. Untuk bulan Januari wisatawan domestik dewasanya 169.686, anak-anak 8.928. Sedangkan wisatawan asing dewasanya 90.296, anak-anak 5.203. Sedangkan di bulan Februari wisatawan domestic dewasa 115.008, anak-anak 2.822, wisatawan asing dewasanya 113.871, anak-anak 5.133. “ Total jumlah kunjungan bulan Januari –Februari 510947, sedangkan jumlah kunjungan di bulan Januari –Februari di tahun 2013 hanya 419446,” tandas Toya Adnyana. W-004

Pembunuh Dadong Kerti Dituntut 15 Tahun

NEGARA- Fajar Bali Dua terdakwa kasus pembunuhan dadong Ni Ketut Kerti (71), juragan cengkih di Banjar Yehbuah, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, mendapat tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang yang digelar di PN Negara, Rabu (5/3). Dalam sidang tersebut, JPU Deny Wicaksono dan Reza Prasetya menuntut Indrawan sebagai otak pembunuhan selama 15 tahun penjara. Sedangkan Nuryadi alias Adi (23) asal Yehsumbul, Mendoyo dituntut hukuman selama satu tahun dan delapan bulan penjara. JPU menyampaikan terdakwa Indrawan dijerat pasal 339 KUHP, karena terbukti telah melakukan tindak pidana yang mengakibatkan kematian dadong Kerti, pada Senin (30/9) sekitar pukul 09.30 wita. Kasus ini terjadi di rumah dadong Kerti, yang mengakibatkan kematian. Mulanya terdakwa Indrawan berkeinginan beli cengkeh kering dari dadong Kerti, Kamis (26/9) lalu. Tetapi dadong tersebut tak mengijinkannya,karena harus menunggu anaknya. Setelah itu, terdakwa Indrawan kembali datang ke rumha korban dengan mobil APV warna hitam. Saat itu, terdakwa tak bawa uang dan belum ada kesepakatan harga. Terdakwa kembali pulang, karena belum ada kesepakatan. Beberapa hari kemudian,Senin (30/9 2013 pagi lalu, terdakwa datang lagi ke rumah dadong itu dan juga tak bawa uang. Bahkan terdakwa berpura-pura beli cengkeh. Terdakwa tak mau sendiri ke sana, lalu mengajak Nuryadi ke rumah dadong Kerti. Setelah berpura-pura menawar pala,lalu disepakati harganya. Korban masuk ke dalam gudang mengambil timbangan. Saat masuk ke dalam gudang, Indrawan ambil batu kali yang ada di halaman rumah, kemudian memukul pelipis kanan korban dengan batu dan kembali memukul korban dengan batu sebanyak tiga kali ke bagian kepala, sampai korban tewas. Setelah korban tewas, lima karung cengkeh kering milik korban diangkut ke dalam mobil APV lalu Indrawan dan Nuryadi pergi. Sedangkan batu untuk memukul, Indrawan masukan ke dalam tas pinggangnya. Lima karung cengkeh kering itu, dibawa ke Busung Biu, Buleleng dijual seharga Rp 30,960 juta. Atas perbuatan itu, Indrawan diancam pasal 339 KUHP. Sementara Nuryadi diancam pasal 480 ayat 2 KUHP. W-003 Layouter: Soma


kamis, 6 maret 2014 | TAHUN XIV

Di Tengah Gempuran Perkembangan Pariwisata W Kecamatan Kuta Utara Berupaya Meminimalisir Dampak Sosial

ilayah Kecamatan Kuta Utara memiliki banyak potensi, beberapa potensi yang kini terus mengalami perkembangan diantaranya adalah potensi di bidang kepariwisataan, dengan berdirinya hotel-hotel, villa dan UMKM. Namun demikian, harus diakui bahwa potensi tersebut tidak hanya menimbulkan dampak positif dengan tingginya serapan tenaga kerja, meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan berkembangnya UMKM. Namun juga  berdampak negative juga menimbulkan suatu permasalahan yaitu  tingginya laju pertumbuhan penduduk dengan tingkat perkembangan yang sangat signifikan. Bukti riil dampak dari pertumbuhan penduduk dapat dilihat dari angka 75.033 jiwa di tahun 2012, meningkat menjadi 84.742 jiwa tahun 2013. Angka itu merupakan pertumbuhan penduduk tertinggi ke-2 diKabupaten Badung yaitu 12,93%, setelah Kecamatan Kuta Selatan yang berada di posisi pertama dalam jumlah pertumbuhan penduduk. Dan bila kemudian berbicara angka pertumbuhan penduduk, maka tentunya Kecamatan Kuta Utara pun dituntut harus bisa menyiapkan strategi, agar dampak dari persoalan itu, yakni kerawanan sosial di bidang keamanan dan ketertiban wilayah, bisa diminimalisir. Tidak hanya sampai disitu saja, karena yang kemudian jadi pertanyaan berikutnya adalah, dengan seiring pesatnya pertumbuhan investasi di wilayah Kuta Utara yang diimbangi dengan pertumbuhan penduduk. Maka bagaimana dengan langkah Kecamatan Kuta Utara, untuk menyelaraskan Tema Pembangunan Kabupaten Badung, dengan program yang ada di Kecamatan Kuta Utara. U n tuk mengulasnya, berikut wawancara tim Fajar Mangupura b e r s a m a Camat Kuta Utara, Dra. AA Putu Yuyun Hanura Eny, Msi   Tema Pembangunan Pemkab Badung, lebih menekankan Peningkatan Partisipasi

FB/HERY

Masyarakat dalam Pengelolaan Potensi Daerah. Pertanyaanya, langkah apa yang akan dilakukan Kecamatan Kuta Utara untuk menyelaraskan tema tersebut, dengan perkembangan yang ada di wilayah Anda? Tentunya kami akan sesuaikan tema pemban-

gunan pemerintah tersebut, dengan perkembangan yang ada di wilayah kami. Salah satu contoh mekanisme sudah tertuang melalui Musrenbang. Dalam Musrenbang tersebut, sudah kita arahkan dari tema per tema sesuai dengan prioritas pembangunannya, diaman disana ada  9 item. Termasuk juga untuk jenis kegiatan dan anggaraanya, kita selaraskan den g a n k eb ij ak an p em erin t ah. Dan untuk di wilayah Kecamatan Kuta Utara, salah satu contoh yang menjadi prioritas berkaitan dengan tema pengentasan pengangguran dan peningkatan kegiatan UMKM.   Melihat laju pembangunan sangat tinggi, yang kemudian juga diimbangi dengan pertumbuhan penduduk di Kuta Utara. Maka tantangan kedepannya diprediksi akan seperti apa? M e m a n g b e n a r, b a h w a k i t a (wilayah Kuta Utara) sudah berkembang dan bahkan perkembangannya sangat luar biasa. Bahkan dari data kependudukan, kita nomor 2 di Kabupaten Badung setelah Kuta Selatan. Kemudian perkembangan lainnya yang juga luar biasa meningkat di Kuta Utara, adalah berkaitan dengan investasi akomodasi wisata, hotel dan villa juga tak kalah luar biasa maraknya disini. Tentunya itu memang menjadi tantangan kita, karena dengan makin meningkatnya laju penduduk serta perkembangan pembangunannya, maka dampak sosialnya pun juga tak

dapat dihindari. Dan persoalan inilah yang saat ini terus kita atensi, dengan mengambil langkah rajin menggelar penertiban penduduk. Artinya, kita meminimalisir agar jangan sampai

Camat Kuta Utara, Dra. AA Putu Yuyun Hanura Eny, Msi

penduduk pendatang, justru tidak menjadi daya dukung pembangunan yang positif. Namun juga perlu di ingat pula, dengan meningkatnya pertumbuhan pembangunan yang ada di wilayah kami, juga tidak sebatas menimbulkan dampak negative. Karena dampak positif yang juga sudah dirasakan masyarakat Kuta Utara, bisa terlihat dari meningkatnya taraf hidup. Bagaimana dengan antisipasi alih fungsi lahannya? Untuk persoalan alih fungsi lahan, kami yakin Pemkab Badung sudah sangat maksimal untuk berupaya menekan persoalan itu. Artinya, kalau memang diketemukan adanya pelanggaran berkaitan alih fungsi lahan, sudah barang tentu akan ada penindakannya. Sementara bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Badung dengan persoalan alih fungsi lahan, perlu diingat bahwa pembahasan terkait tata ruang sudah disosialisasikan ke masing-masing kecamatan termasuk di Kecamatan Kuta Utara. Jika nantinya RDTR tersebut sudah diundangkan, maka kita di Kecamatan pun akan mengikuti aturan dari rujukan tata ruang yang terbaru tersebut.   Selain sektor Pariwisata, potensi apa saja yang dimiliki Kuta Utara dan bagaimana dengan kesiapan SDM nya? Masyarakat kita lebih banyak berkecimpung di sektor pariwisata dan jasa, disamping juga ada pula yang menjadi pengusaha dan bergerak di bidang UMKM. Bahkan untuk sektor UMKM, banyak masyarakat kita yang skala usahanya sudah

sampai ke level eksportir. Artinya disini, pelaku UMKM kita sudah banyak yang mampu menjawab tantangan kebutuhan pariwisata, karena mereka sudah tahu pangsa pasarnya. Kemudian jika bersinggungan dengan kesiapan SDM-nya, maka dapat saya pastikan masyarakat kita sudah bisa menyesuaikan diri dengan apa perkembangan potensi di wilayahnya. Hal itu bisa dilihat ketika masyarakat lokal kita, juga sudah bisa mengambil bagian dari perkembangan yang terjadi saat ini.  Masyarakat sudah lebih pa-

ham, tidak mau menjadi penonton di wilayahnya sendiri, selain pola pikir terus berkembang, peningkatkan SDMnya juga meningkat berjalan seiring perkembangan pembangunan yang ada. Bagaimana dengan sektor pertaniannya? Kita patut bersyukur, karena sektor pertanian masih bisa masih eksis ditengah perkembangan sektor pariwisata yang ada saat ini. Bahkan khusus untuk sektor pertanian, barubaru ini Wakil Menteri Pertanian Tionghua justru datang ke salah satu Subak kami. Selain memberikan bantuan bibit padi hibrida, Wakil Menteri Pertanian tersebut juga memberikan ilmu teknis penanaman moder. Bahkan pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pertanian Tionghua tersebut juga kagum dengan keberadaan pertanian kita. Disampaikan oleh beliau, pertanian di Kuta Utara mampu bertahan dan bahkan menjadi daya dukung pariwisata, ditengah gempuran maraknya pariwisata yang ada di wilayah kami. Intinya, mereka tertarik sekali dengan pertanian kita. Kemudian jika berbicara untuk tataran masyarakat lokal kita, mereka sangat mendukung agar kedepannya Pemerintah dapat menekan angka alih fungsi lahan. Hal tersebut disampaikan oleh hampir seluruh pekaseh yang ada di wilayah kami, mereka berharap keberadaan sawah yang ada di wilayah Kuta Utara dapat terus dipertahankan.   Pertanyaan terakhir, menyinggung penyisihan anggaran PHR untuk Desa, dimana masingmasing mendapat anggaran Rp 3 miliar lebih. Apakah ada arahan dari Kecamatan, untuk penyerapan anggaran tersebut? Kita di Kecamatan Kuta Utara ada 3 Desa, yakni Desa Dalung, Desa Canggu dan Desa Tibubeneng.  Mengingat infrastruktur, sarana dan prasarana sudah dibangun oleh pemerintah Kabupaten Badung. Maka sudah barang tentu, angka Rp 3 miliar tersebut, kita harapkan dapat diarahkan ke hal-hal yang menjadi prioritas program pemerintah, seiring dengan kebutuhan yang ada di masing-masing Desa tersebut. Maksudnya, jangan sampai anggaran tersebut justru tidak dimanfaatkan atau terserap dengan baik, dan tentunya kedepannya agar bisa disesuaikan apa yang menjadi aturan tataran pemerintah Kabupaten Badung. Dan tentunya kami di Kecamatan, memang berusaha untuk mengintervensi ke arah positif berkaitan dengan anggaran tersebut. Intinya, kami intervensi agar jangan sampai penyerapan a n g g a ra n i t u keluar dari arah kebijakan pembangunan daerah. Sehingga betul-betul bisa nyambung dengan apa yang diinginkan Pemkab Badung. Seandainya pun Desa kurang paham, kitalah yang berperan untuk mengarahkan ke arah yang benar. Harapan kita, anggaran tersebut bisa untuk membangun kelompok-kelompok UMKM, program-program pengentasan kemiskinan disesuaikan dengan apa yang menjadi permasalahan di wilayahnya sendiri. Desa bisa lebih luwes menggunakan anggaran tersebut, tentunya juga harus terlebih dahulu memahami permasalahan yang ada di desa masingmasing. Dan jujur kembali saya katakana, saya intervensi langsung untuk itu, kita ajak Sekdesnya untuk pola perancangannya, dan polanya juga agar nyambung dengan pemerintah. Demikian juga untuk ekspos programnya, harus ditempelkan di kantor desa masingmasing agar masyarakatnya juga tahu.  W-014

Inovasi Pelaya Membuka Pelayanan Sampai Jam 10 Malam Dibawah komando Dra. AA Putu Yuyun Hanura Eny, MSi, Kantor Kecamatan Kuta Utara memiliki inovasi yang belum dimiliki Kantor Kecamatan lainnya. Inovasi yang kini masih dalam uji coba tersebut adalah, memberikan pelayanan ekstra yakni dengan membuka pelayanan public sampai jam 10 malam. “Memang baru sebatas hari Jumat saja, karena ini juga baru uji coba dan baru kita mulai dari awal tahun lalu. Namun demikian, masyarakat sangat an-

tusias memanfaatkan pelayanan publik yang kita miliki sekarang ini,” jelas Putu Yuyun. Pertimbangan Kecamatan Kuta Utara membuka pelayanan public di hari Jumat hingga pukul 10 malam, lebih dikarenakan melihat dari kondisi masyarakat Kuta Utara sendiri, yang sangat sibuk dengan pekerjaannya. “Masyarakat kita sangat heterogen, dengan mobilitas yang juga cukup tinggi. Kami melihat masyarakat kami juga sangat sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Maka ketika kami membuka layanan public hingga pukul 10 malam, masyarakat sangat antusias sekali, terlebih lagi mereka

Gedung Pelayanan publik Kecamatan Kuta Utara

ya tra m pa ter

pe ha Ju tid Ke bu m Ha sih de un gia

FB/HERY

FB/HERY

Kelola Potensi Ekonomi L

Ke lam to sa ny Dw Sw Pu ian se Ke

m ka M ya da ke pr laa m ca se pe ba ba lin ca PP Gu te se

Kepala Bappeda Litbang Badung, I Wayan Suambara saat menghadiri sekaligus membuka Musrenbang RKPD Kecamatan Kuta Utara, di Ruang Pertemuan Kantor Camat Kuta Utara Pemerintah kabupaten badung berkomitmen untuk memberdayakan potensi ekonomi lokal masyarakat. Salah satunya dengan menyiapkan ruang yang seluasluasnya kepada masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dan berinovasi dalam pengelolaan potensi daerah guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. “dalam upaya mendorong partisi-

pasi masyarakat untuk melakukan pengelolaan potensi ekonomi ini, pemerintah kabupaten badung telah mengalokasikan dana yang cukup besar kepada desa maupun kelurahan. Dana ini untuk melakukan perkuatan kapasitas ekonomi masyarakat dan pengelolaan potensi UMKM. « ungkap Kepala Bappeda Litbang, I Wayan Suambara saat membuka MUSRENBANG RKPD

Konsultasi Publik

Sosialisasi Rancangan Re Mewujudkan Kecamatan Kuta Utara sebagai penyangga kawasan perkotaan Sarbagita yang aman, lestari, produktif didukung pelayanan kegiatan perkotaan, pariwisata, pedagangan dan jasa dan terintegrasi dengan kawasan pertanian pangan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Badung melaksanakan sosialisasi rancangan rencana tata ruang (RDTR) yang diprakarsai Bappeda dan Litbang Kabupaten Badung. Bertempat di ruang pertemuan Camat Kuta Utara Badung. Acara yang dihadiri oleh Camat Kuta Utara Yuyun Hanura Enny, Kabid Fisik Sarana Prasarana pada Bappeda dan Litbang Kabupaten Badung Agus Aryawan, SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, Para Lurah, Kades SeKecamatan Kuta Utara, LSM serta komponen masyarakat Pemerintah Kabupaten Badung yang berkomitmen membangun di segala bidang tidak hanya

pembangunan fisik maupun non fisik rancang dan penetaan ruang kawasan dipandang sangat perlu dengan perkembangan pembangunan pemukiman begitu pesat yang harus didukung oleh pembanguan sarana prasarana untuk menunjang kelancaran aktivitas masyarakat  di Kuta Utara maupun di Kabupaten  Badung. Dalam konsultasi public Perda 26 tahun 2013 tentang RTRW Kabupaten Badung di pandang sangat penting bagi masyarakat dalam pembangunan serta untuk menjaring dan mendapatkan masukan dari masyarakat serta stik . Sesuai pedoman Keputusan Mentri Pekerjaan Umum No. 20/ prt/m/2011 yang meliputi penataan ruas kawasan, kebijakan dan strategi penataan ruang kawasan, rencana struktur ruang kawasan yang meliputi rencana pusat pelayanan,rencana system pergerakan,rencana system infrastruktur kawasan juga sangat

FB/HERY

6

Ca Ba Re

di wa zo su pe


kamis, 6 maret 2014 | TAHUN XIV

anan Publik Kuta Utara

ang tidak bisa mengurus adminisasi kependudukan di siang hari, mereka kini bisa melakukannya ada malam hari di hari jumat rsebut,” terangnya. Lantas apakah kedepannya elayanan public hingga malam, anya sebatas dibuka pada hari umat saja? Menurut Putu Yuyun, dak menutup kemungkinan ecamatan Kuta Utara akan memuka pelayanan public hingga malam di hari-hari kerja lainnya. anya saja, semuanya itu juga mah akan dikoordinasikan kembali engan Pemkab Badung, dimana ntuk kebutuhan staf untuk baan pelayanannya tentunya juga

harus ada penambahan. “Kita lihat dulu perkembangannya, jika kedepan didukung Pemkab Badung, tentunya tidak menutup kemungkinan bisa dilaksanakan tiap hari. Untuk diketahui saja, untuk staf yang melayani masyarakat di tiap hari Jumat malam, kami siapkan sebanyak 6 staf,” jelasnya. Tidak hanya pelayanan public di hari jumat malam, pada kesempatan ini Putu Yuyun juga menyampaikan inovasi atau terobosan pelayanan jemput bola ke seluruh Desa yang ada di Kecamatan Kuta Utara. Inovasi tersebut, lanjut Yuyun, sudah berjalan 4 bulan terkhir, dan bahkan sampai jemput

7

bola ke masing-masing banjar/ lingkungan. “Intinya, semua wajib tersentuh oleh pelayanan kita. Semua itu kita lakukan, mengingat heterogennya masyarakat kita yang juga agak sedikit sudah meluangkan waktunya. Untuk itulah, kitalah yang harus aktif untuk mendatangi mereka,” tutup Camat Kuta Utara sembari menambahkan, dalam waktu dekat ini Kantor Kecamatan Kuta Utara bakal segera membuat website untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi tentang peraturan dan aturan, bahkan juga pelayanan yang dimiliki Kantor Kecamatan Kuta Utara. W-014

FB/HERY

Camat Kuta Utara AA Yuyun Hanura Eny Saat Deklarasi Pemilu Damai Bersama Caleg Se-Kuta Utara

Dipelopori Camat Kuta Utara

Caleg Se-Kuta Utara Deklarasikan Pemilu Damai

FB/HERY

FB/HERY

FB/HERY

Lokal, Tingkatkan Daya Saing Daerah

ecamatan Kuta Utara, belum ma ini di ruang pertemuan Kanor Camat Kuta Utara. Hadir pada aat itu Ketua Dekranasda Badung yonya Ratna Gde Agung, Ketua wp Badung Nyonya Kompyang R wandika, Camat Kuta Utara A.A. utu Yuyun Hanura Eny Ketua Harn WHDI Nyonya Dartini Sutama erta Kepala Desa dan Lurah Se ecamatan Kuta Utara. Dibagian lainnya suambara menegaskan, Musrenbang buanlah suatu kegiatan rutin. usrenbang merupakan media ang sangat penting dan strategis alam merumuskan kebijakanebijakan yang menjadi skala rioritas, dalam upaya pengeloan potensi local daerah. Guna mewujudkan dokumen perenanaan yang akuntabel. “Oleh ebab itu tahapan-tahapan dalam erencanaan, mulai dari musrenang desa, kelurahan, kecamatan ahkan sampai kabupaten harus nier dengan dokumen perenanaan berikutnya seperti KUA PAS hingga rancangan APBD. una menyelaraskan dokumen ersebut, tema pembangunan erta prioritas pembangunan

menjadi acuan dalam pembahasan substansi dalam musrenbang ini,” tegas suambara. Lebih lanjut Suambara menjelaskan, kawasan kuta utara memiliki potensi pembangunan kepariwisataan. Potensi ini satu sisinya memberikan peluang kesempatan kerja bagi masyarakatnya akan tetapi sisi lainnya dapat memberikan ekses negatip akibat terjadinya migrasi penduduk yang meningkat. Peningkatan migrasi penduduk ini yang tidak didukung oleh sdm tentu dapat berpotensi terjadinya peningkatan kemiskinan. “Kepala Desa dan Lurah agar melakukan upaya cegah secara dini migrasi penduduk tanpa dokumen resmi,” jelas Suambara. Sementara itu Camat Kuta Utara, A.A. Putu Yuyun Hanura Eny, melaporkan usulan kegiatan Musrenbang ini sebanyak 465 usulan dengan total nilai Rp. 166,1 milyar lebih. Rincian usulan ini sesuai dengan 9 prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan di tahun 2015 yakni penanggulangan kemiskinan dan pengangguran jumlah usulan 12 dengan nilai Rp. 928,5 juta lebih,

peningkatan dan perluasan akses layanan kesehatan jumlah usulan 53 dengan nilai Rp. 3,7 milyar lebih. Penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan peningkatan kecakapan hidup jumlah usulan 45 dengan nilai Rp. 15 milyar lebih. Peningkatan tata kelola birokrasi, penegakan hukum dan pelayanan publik jumlah usulan 74 dengan nilai Rp. 4,7 milyar lebih. Pengelolaan lingkungan hidup dan penanganan kebencanaan serta keamanan jumlah usulan 5 dengan nilai Rp. 146,5 juta. Peningkatan mutu infrastruktur wilayah dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi sebanyak 195 usulan dengan nilai Rp. 133,4 milyar lebih. Revitalisasi usaha ekonomi kreatif skala mikro, kecil dan menengah sebanyak 19 usulan dengan nilai sebesar Rp. 1,5 milyar lebih. Peningkatan produktivitas, kualitas dan pemasaran hasil pertanian dalam arti luas sebanyak 56 usulan dengan nilai Rp. 6,2 milyar lebih serta pengembangan kepariwisataan berkualitas dan pelestarian budaya Bali jumlah usulan 7 dengan nilai Rp. 257 juta. W-014

encana Detail Tata Ruang (RDTR)

amat Kuta Utara Yuyun Hanura Enny, Kabid Pisik Sarana Prasarana appeda dan Litbang Kab. Badung Agus Aryawan Sosialisasi Rancangan encana Tata Ruang, di Ruang Pertemuan Camat Kuta Utara Badung.

i perlukan rencana zonasi kaasan untuk zona lindung dan ona budidaya disamping rencana ub. Kawasan yg diprioritaskan enanganan yang benar benar

tertata serta pemeanfaatan ruang kawasan dan peraturan zonasi kawasan. Laju pertumbuhan penduduk serta perkembangan pembangu-

nan pemukiman yang menjadi alih pungsi kawasan pertanian menjadi kawasan pemukiman serta perluasan kawasan perumahan dan menjamurnya pembangunan villa-villa di wilayah Kuta Utara menjadikan tata ruang di Kecamatan Kuta Utara dan di Badung menjadi pekerjaan yang serius bagi pemerintah Kabupaten Badung. Kabid. Pisik sarana prasarana pada Bappeda dan Litbang Kabupaten Badung menjelaskan” dengan perda 26 tahun 2013 dan konsultasi public serta paparan tentang  RDTR yang berdasarkan arah, kondisi dan analis pengembangan kawasan sebagai dasar penetapan tujuan penataan ruang kawasan. Diharapkan sosialisai dan paparan yang dilaksanakan di Camat Kuta Utara dan akan dilanjut di semua kecamatan di Kabupaten Badung sebagai pedoman yang dapat menjadi acuan untuk pembangunan di Kabupaten Badung,” tegasnya. W-014

agar saat pemilu dan pasca pemilu di wilayah Kuta Utara kondusif. «Deklarasi bersama ini untuk mengingatkan bahwa semua caleg adalah saudara dalam satu wilayah. Kami tidak ingin terjadi perselisiahan antar saudara kami, jadi deklarasi ini penting dilakukan agar para caleg di Kuta Utara dapat mentaati dan melaksanakan naskah kesepakatan bersama pemilu 2014 yang telah dibuat ditingkat Kabupaten,» terangnya. Selain menggelar deklarasii pemilu damai, pihak kecamatan juga melakukan rapat koordinasi menindaklanjuti kesepakatan para parpol untuk membersihkan alat peraga kampanye mulai h-1 upacara melasti sampai dengan masa tenggang dalam rangka menyambut hari suci nyepi caka 1936. “Pada

tanggal 7 februari 2014 lalu para Parpol di Kuta Utara telah menyepakati penurunan alat peraga menjelang hari nyepi, kami mohonkan hal itu ditaati,” tegasnya. Sebagaimana dijelaskan Camat Kuta Utara ini, untuk di Kuta Utara, ada sebanyak 64 caleg yang akan bertarung pada Pileg mendatang. Terdiri dari, satu caleg DPR RI, tiga  calon DPD, 8 caleg DPRD Provinsi dan 52 untuk caleg DPRD Kabupaten Badung. Sementara kuota kursi di Kecamatan Kuta Utara untuk DPRD Kabupaten Badung hanya  sebanyak 6 kursi. Sedangkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Kuta Utara mencapai 55.954 pemilih. Tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak 135 tempat dan jumlah kpps sebanyak 945 orang. W-014

Infrastruktur di Wilayah Kuta Utara Sudah Semakin Bagus

Harus disadari bersama bahwa aspek pembangunan yang harus mendapat penanganan pemerintah cakupannya  amat luas dan tidak terbatas, namun pada sisi lain kemampuan sumber daya yang ada, baik sumber daya manusia maupun sumber dana yang dimiliki masih sangat terbatas. Atas dasar itulah pelaksanaan pembangunan daerah tahun 2015 senantiasa harus mengacu pada skala prioritas yang telah dimuat dalam RPJMD Kabupaten Badung tahun 2010 – 2015 dan rencana kerja pembangunan daerah tahun 2015. Dalam musyawarah perencanaan pembangunan tahun 2014 ini, Kecamatan Kuta Utara telah mengarah pada tema pembangunan daerah Kabupaten Badung tahun 2015, yakni

“PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN POTENSI DAERAH UNTUK MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN DAERAH YANG BERKELANJUTAN“                           Dengan 9 (sembilan) prioritas pembangunan, yaitu : 1) Penanggulangan kemiskinan dan pengangguran; 2) Peningkatan dan perluasan akses layanan kesehatan; 3) Penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan peningkatan kecakapan hidup; 4) Peningkatan tata kelola birokrasi, penegakan hukum dan pelayanan publik; 5) Pengelolaan lingkungan hidup dan penanganan kebencanaan serta keamanan; 6) Peningkatan mutu infrastruktur wilayah dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi; 7) Revitalisasi usaha ekonomi kreatif skala mikro, kecil dan menengah; 8) Peningkatan produktivitas, kualitas dan pemasaran hasil pertanian dalam arti

FB/HERY

Pelayanan publik Kecamatan Kuta Utara

setelah pencoblosan,» ujarnya. Dengan pertemuan tersebut, dirinya sangat berharap Kuta Utara benar-benar bisa melaksanakan ajang demokrasi dengan lancar tanpa adanya gesekan-gesekan. Apalagi Pileg tahun ini sangat berdekatan dengan hari suci Nyepi. “Berdekatan dengan hari Raya Nyepi, umat jangan sampai terganggu oleh kepentingan politik yang berbeda. Berbeda boleh, tapi tidak boleh bermusuhan,» kata Yuyun. Lebih lanjut ditegaskan bahwa deklarasi pemilu damai ini dilaksanakan sejak jumat (28/2) lalu di Kantor Camat Kuta Utara.  Kegiatan ini sebagai bentuk koordinasi Pemkab Badung ditingkat kecamatan dengan para Caleg serta pihak kepolisian, Satpol PP dan TNI untuk ikut bersama-sama  menjaga keamanan

Para petinggi partai politik (Parpol) dan calon legislatif (Caleg) di Kecamatan Kuta Utara, Badung sepakat menggelar pemilu damai. Dibawah komando Camat Kuta Utara Dra. AA Putu Yuyun Hanura Eny, MSi, sepuluh petinggi Parpol dan ratusan caleg yang «bertarung» pada Pileg 9 April mendatang telah mendeklarasikan agar Kuta Utara tetap aman dan kondusif menjelang dan setelah pencoblosan. Dan Putu Yuyun Hanura menjelaskan, bahwa sudah menjadi kesepakatan seluruh Parpol dan Caleg di Kuta Utara menjaga keamanan dan kondusifitas menjelang dan setelah Pileg 9 april mendatang. “Intinya, kami bersama pimpinan Parpol dan para Caleg di Kuta Utara sudah sepakat menciptakan pemilu damai, baik sebelum maupun

Sekcam Kuta Utara, Putu Eka bersama Kasi Pelayanan Publik Kecamatan Kuta Utara luas; 9) Pengembangan kepariwisataan berkualitas dan pelestarian budaya bali. Sehubungan dengan hal tersebut, sebelum digelarnya Musrenbang di Kecamatan Utara di gelar, telah pula  dilaksanakan atau diawali dengan musrenbang di masingmasing desa dan kelurahan, dengan tujuan dapat tersusunnya prioritas kegiatan pembangunan dan menetapkan pendanaan baik yang didanai oleh swadaya murni masyarakat, maupun yang dibiayai dari apbd dengan mengusulkan melalui musrenbang kecamatan dan dari PNPM-P2KP dalam rangka penanggulangan kemiskinan. Mengarah kepada tema, usulan kegiatan yang mendukung  prioritas pembangunan daerah di Kecamatan Kuta Utara pada tahun 2015 adalah sebanyak 465 usulan dengan nilai sebesar  166.132.732.260,-  Dengan rincian sebagai berikut : 1. Penanggulangan kemiskinan dan pengangguran jumlah usulan 12, dengan nilai sebesar Rp. 928.540.275,- (sembilan ratus  dua puluh delapan juta lima ratus empat puluh ribu dua ratus tujuh puluh lima rupiah ); 2. Peningkatan dan perluasan akses layanan kes-

ehatan jumlah usulan  53, dengan nilai sebesar Rp. 3.799.650.000,- (tiga milyard, tujuh ratus sembilan puluh sembilan juta, enam ratus lima puluh ribu rupiah ); 3. Penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan peningkatan kecakapan hidup , jumlah usulan  45, dengan nilai sebesar Rp. 15.024.000.000,- (lima belas milyard, dua puluh empat juta rupiah ); 4. Peningkatan tata kelola birokrasi, penegakan hukum dan pelayanan publik, jumlah usulan 74, dengan nilai sebesar Rp. 4.742.832.485( empat milyard tujuh ratus empat puluh dua juta delapan  ratus tiga puluh dua ribu empat ratus delapan puluh lima rupiah ); 5. Pengelolaan lingkungan hidup dan penanganan kebencanaan serta keamanan jumlah usulan lima, dengan nilai sebesar Rp.146.500.000,- (seratus empat puluh enam juta lima ratus ribu rupiah); 6. Peningkatan mutu infrastruktur wilayah dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi jumlah usulan 195, dengan nilai sebesar Rp. 133.485.247.000,- (seratus tiga puluh tiga milyard, empat ratus delapan puluh lima juta, dua ratus empat puluh tujuh ribu rupiah ); 7. Revitalisasi usaha ekonomi kreatif skala mikro,

kecil dan menengah jumlah usulan 19, dengan nilai sebesar Rp. 1.539.500.000,- ( satu milyard lima ratus tiga puluh sembilan juta lima ratus ribu rupiah ); 8. Peningkatan produktivitas, kualitas dan pemasaran hasil pertanian dalam arti luas jumlah usulan 56, dengan nilai sebesar Rp.6.209.462.500,- (enam milyard, dua ratus sembilan juta, empat ratus enam puluh dua ribu lima ratus rupiah); Pengembangan kepariwisataan berkualitas dan pelestarian budaya Bali, jumlah usulan 7, dengan nilai sebesar Rp. 257.000.000,- ( dua ratus lima puluh tujuh juta rupiah ). Sementara untuk serapan dana APBD dalam tahun anggaran 2014 ini khususnya inprastruktur, di Kecamatan Kuta Utara sebesar Rp.  77.558.701.785, mengalami penurunan sebesar 21,09%. Dari tahun 2013 yang sebesar Rp. 98.284.634.375, dan ini berarti infrastruktur di wilayah Kuta Utara sudah semakin bagus. Sebagaimana diketahui, salah satu potensi yang ada di wilayah Kecamatan Kuta Utara adalah di bidang ke p a r iw i s a t a a n , d e n ga n berdirinya hotel-hotel, villa dan UMKM. Potensi ini menimbulkan dampak positif : tingginya serapan tenaga kerja, meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan berkembangnya UMKM. Disamping dampak positif juga menimbulkan suatu permasalahan yaitu : tingginya laju pertumbuhan penduduk dengan tingkat perkembangan yang sangat signifikan dari 75.033 jiwa di tahun 2012 meningkat menjadi 84.742 jiwa tahun 2013 dan merupakan pertumbuhan penduduk tertinggi ke dua di Kabupaten yaitu 12,93%. Hal ini berdampak pada kerawanan sosial di bidang keamanan dan ketertiban wilayah. W-014 Layouter: Wiadnyana


Pendidikan

8 Pelaksanaan UAS Berjalan Lancar

Calon peserta UN sedang mengikuti UAS

FB/budiasa

AMLAPURA-Fajar Bali Sambil menunggu pengumuman hasil try out provinsi Bali, pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS) di SMA Negeri 1 Karangasem yang diikuti 219 calon peserta UN, berlangsung lancar dan tertib. UAS juga ikut menentukan siswa lulus atau tidak, karena hasil UAS akan dikolaborasikan dengan hasil Ujian Nasional (UN), untuk memperoleh nila akhir. UAS yang digelar sejak Senin (3/3) di SMA Negeri 1 Karangasem, dihadiri seluruh siswa kelas XII. Kepala SMA Negeri 1 Karangasem, I Wayan Sugiana, S.Pd., kepada Fajar mengatakan, institusinya tetap optimis akan kembali meraih 100 persen. Hal senada juga dikatakan Kepala SMA Negeri 1 Rendang, I Wayan Jani Arta. Menurut Jani Arta, sebelum dilaksanakan UAS, pihaknya telah menyelenggarakan try out yang diadakan provinsi. Untuk hasil try out, pihaknya juga masih menunggu hasil dari provinsi. Selain itu, siswa juga dilatih mengerjakan soalsoal yang bekerjasama dengan salah satu lembaga pendidikan di Karangasem. Tujuannya , untuk mempersiapkan calon peserta UN, sebelum UN digelar. Peserta UN SMA Negeri 1 Rendang, 194 siswa ini, dilatih dalam pengayaan soal –soal sehingga target lulus 100 persen bisa tercapai,” ujarnya. Begitu juga dikatakan Kepala SMA N 2 Amlapura, I Nengah Miasa, dari 221 pesrta UAS semuanya hadir , dengan tertib dan lancar. Sementara untuk melakukan evaluasi hasil dari try out provinsi, pihaknya masih menunggu hasil dari provinsi, yang kemungkinan akan diumumkan 7 Maret mendatang. “Target kami tetap 100 persen lulus,selain itu menjelang UN nanti, kami tetap akan melakukan evaluasi hasil try out,” ungkapnya. M-005

Realisasikan Hasil Work Shop

Dewan Pendidikan Desak Disdikmudpora TABANAN-Fajar Bali Hasil work shop yang digelar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikmudpora) Tabanan ke seluruh kecamatan mengawali tahun 2014 lalu, hendaknya segera direaliasikan. Dewan Pendidikan yang saat itu juga dilibatkan dalam work shop tersebut, mendesak agar poin-poin hasil work shop dilaksanakan. Sehingga kesan pelaksanaan work shop tidak mubazir dan membuang-buang anggaran. Desakan itu dilontarkan oleh Ketua Dewan Pendidikan Tabanan I Wayan Madra Suartana, Rabu (5/3) kepada koran in.i Dikatakan, banyak hal yang bisa diserap dari pelaksanaan work shop pendidikan yang digelar awal tahun 2014. Salah satunya permintaan dari beberapa sekolah mengenai penegasan standar biaya pendidikan untuk semua tingkatan. Mengingat tahun ajaran baru sudah dekat di ambang pintu. “Banyak sekolah, terutama sekolah swasata baik itu ditingkat SMA maupun SMP meminta ditetapkanya standar biaya pendidikan,” tandas Suartana. Karena menurut Suartana, standar biaya pendidikan harus ditetapkan agar tidak terjadi pungutan-pungutan di luar biaya pendidikan yang justru memberatkan orang tua murid. “Hal ini juga dimaksudkan untuk mencegah pungutan tidak resmi yang tidak melibatkan orang tua murid,” jelas Suartana. Ia pun me-warning kepada pihak sekolah untuk tidak bermain-main dalam hal melakukan pungutan di sekolah. “Jangan main-main karena sekarang banyak lembaga yang mengawasi,” tegas Suartana. Terlebih bagi para kepala sekolah harus ekstra hati-hati dalam membuat kebijakan mengenai pungutan-pungutan. Selain masalah standar biaya sekolah, pihaknya juga meminta hasil lain work shop seperti pemerataan guru untuk kawasan terpencil sangat diperlukan. “Hasil work shop harus segera direalisasikan, agar dana yang dikeluarkan untuk menggelar kegiatan itu tidak sia-sia,” tandasnya lagi. W-004

FAJA R BALI

Kamis, 6 Maret 2014, Tahun XIV

FKIK Semakin Cerah ke Depan

Butuh Sponsor, Rektor Unwar Berencana akan Bangun RS di Gianyar Rektor Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar, Prof. Dr. I Made Sukarsa, MS., berencana akan membangun Rumah Sakit (RS) di Gianyar, namun sangat membutuhkan sponsor. Unwar sudah memiliki lahan seluas 1 ha untuk pembangunan RS tersebut, dan mudahmudahan 2 tahun ke depan sudah bisa di bangun. Pembagunan RS ini untuk melayani kebutuhan masyarakat serta perkembangan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unwar akan semakin cerah ke depan.

DENPASAR-Fajar Bali Rencana Unwar membangun RS di Gianyar, dijelaskan Rektor Unwar, I Made Sukarsa, kepada koran ini di ruang kerjanya Rabu (5/3). Sukarsa mengatakan, rencana pembagunan RS di Gianyar, agar RS tidak hanya menumpuk di Denpasar, sementara jarak Gianyar dan Depasar juga dekat. Selain itu kebutuhan masyarakat yang kabupatennya berdekatan dengan Gianyar juga dapat dilayani. Selain tentang rencana pembangunan RS, Sukarsa juga mengemukakan tentang FKIK Unwar. Minat masyarakat

menggunakan FKIK Unwar tiap tahun terus mengalami peningkatan. Kendati peminatnya melonjak, namun Unwar masih menerima sesuai kuota hanya untuk 60 mahasiswa baru pada tahun akademik 2014/2015. Dikatakan demikian, karena FKIK Unwar sangat membutuhkan kualitas, sehingga ke depan FKIK Unwar mampu berkompetitif. Selain upaya meningkatkan kualitas, juga penambahan sarana dan prasarana, serta SDM dosen. Saat ini FKIK Unwar telah memiliki laboratorium yang lengkap, dan sudah menerima hibah

FB/blas

I Made Sukarsa

laboratorium klinik dari gubernur Bali. Jumlah mahasiswa FKIK Unwar saat ini, 320 orang, secara rinci, 226 orang tahap sarjana dan 52 orang tahap mengikuti profesi dokter. Khusus tenaga dosen di FKIK Unwar, dosen tetap 39 orang dan dosen tidak tetap 38 orang. Direncanakan akan menambah tenaga dosen, namun sesuai perkembangan, ujar Sukarsa yang juga telah

berjasa membangun FKIK ini. Sedangkan kerjasama yang telah dirintis, yakni kerjasama dengan RS Sanjiwani Gianyar sebagai RS pendidikan utama. FK Unud, RSUP Sanglah dan RS daerah seluruh Bali, termasuk RS Puri Raharja serta Puskes di Denpasar. Kualitas, kerjasama, sarana prasarana dan dosen, sesuai dengan pendidikan di FKIK Unwar bertujuan, untuk menghasilkan dokter lay-

Cegah Maraknya Joged Pornoakasi

anan kesehatan primer yang berkualitas, kompeten, profesional dan sadar terhadap lingkungan dalam melaksanakan profesinya. Pendaftaran gelombang pertama untuk FKIK Unwar telah diberlakukan sejak 10 Pebruari 2014 dan seusai penerimaan mahasiswa baru untuk FKIK, akan diikuti penerimaan mahasiswa baru untuk 6 fakultas lainya. Keenam fakultas itu, Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Sastra (Faksas), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Pertanian (Faperta). Sukarsa juga menguraikan, khusus untuk melayani proses belajar mengajar Pascasarjana, saat ini sedang di bangun gedung Pascasarjana 4 lantai dilengkapi lift. Pascasarjana Unwar yakni, Master Hukum, Ekonomi, Fisip dan Satra. Untuk mengeksiskan Unwar, isntitusi tersebut telah menjalin kerjasama dengan dunia internasional, di antaranya dengan Timor Leste. Selain mempersipakan diri menerima mahasiswa baru, Unwar juga mempersiapkan diri serangkaian akan digelar wisuda 5 April mendatang. R-008

Disbud Road Show ke Kabupaten/Kota

Joged bumbung yang sering tampil pada di PKB DENPASAR–Fajar Bali Untuk mencegah maraknya joged pornoaksi, maka Dinas Kebudayaan (Disbud) Balimelakukan rad show ke-

504/I/KTR

kabupaten/kota se- Bali, jelang Pesta Kesenian Bali (PKB). Oleh karenanya pada road show, joged bumbung juga mendapat perhatian khusus. Pasalnya, joged yang menjadi salah satu primadona dalam PKB, disisi lain banyak disalahgunakan/ tampil ‘mengguncang, yang belakangan lalu menjadi sorotan tajam dari masyarakat,seniman joged hingga pengamat. Dalam upaya menyikapi fenomena itulah, Disbud Bali secara kolektif mulai “turun gunung” untuk meningkatkan proses pembinaan terhadap

FB/heru

sekaa joged bumbung di seluruh pelosok Bali. Upaya itu dilakukan dengan mengadakan kegiatan road-show ke setiap kabupaten/kota di Bali, seperti belum lama ini. Kegiatan tersebut meliputi proses pendataan jumlah sekaa dan penari joged se-Bali, serta sekaligus memberikan penyuluhan terkait upaya penegakan supremasi hukum bagi pelaku seni budaya terutama penari joged bumbung yang melanggar nilai dan norma sosial serta tatanan adiluhung nilai dari kekuatan ruh dan taksu kebudayaan bangsa.

Guna memproteksi maraknya perilaku penyimpangan yang terjadi di tengah kehidupan masyarakat kekinian. Kepada koran ini, Ni Wayan Sulastriani, Kasi Promosi dan Pementasan Budaya Disbud Bali, mengatakan, kegiatan road show ke setiap kabupaten/kota di Bali terkait pembinaan sekaa joged bumbung ini, merupakan bagian dari upaya strategis dalam proses pembinaan seni budaya yang bersifat balihbalihan atau tontonan wisata atau hiburan publik sekaligus menindaklanjuti pengaduan masyarakat terhadap fenomena maraknya pagelaran joged jaruh/vulgar atau pornoaksi yang terjadi selama ini. Diakuinya, pagelaran joged jaruh/vulgar atau pornoaksinya terkesan sudah menjadi sesuatu budaya kebaruaan yang dianggap biasa dan lumrah di tengah kehidupan masyarakat global kekinian. “Hal ini tentunya sudah sangat meresahkan dan sangat memprihatinkan bagi upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan bangsa dengan kekuatan ruh dan taksu dari nilai adiluhung yang berbasis kearifan lokal khas Bali di masa datang,” ungkapnya. Baginya, langkah strategis dalam mengatasi persoalan maraknya pagelaran joged jaruh/vulgar atau pornoaksi memang harus mendapatkan perhatian lebih serius dan bersama-sama baik negara maupun para juru moral, sehingga proses hegemoni terhadap penelanjangan tubuh perempuan di depan publik atas dalil kepentingan modal ekonomi tidak terus menerus

terjadi sebagai budaya salah kaprah dan cacat moral. “sanksi hukum harus ditegakkan, dan seluruh lapisan masyarakat pun harus turut serta aktif dalam mencegah terjadinya upaya penyimpangan perilaku terhadap pertunjukan seni budaya di depan publik,” tegasnya. Menurutnya, sanksi hukum baik perdata mau pun pidana ini nantinya tidak hanya dikenakan kepada pihak penyelenggara pertunjukan seni budaya semata, melainkan juga termasuk para pelaku seni mulai dari para penabuh dan penari serta sekaa yang terlibat. Dengan begitu azas keadilan demi penegakan supremasi hukum dapat berjalan dengan lebih baik. “Sehingga, tidak terjadi adanya upaya pembiaran (joged jaruh/vulgar atau pornoaksi) oleh pejabat maupun masyarakat di desa pekraman terutama di tingkat banjar,” ujarnya. Dijelaskannya, selama proses pembinaan hingga saat ini telah terdata bahwa jumlah sekaa joged bumbung di seluruh Bali mencapai sekitar 102 sekaa lebih dengan melibatkan seniman sekitar 1.000 orang lebih. Dari jumlah itu, terbanyak terdapat di Buleleng dengan jumlah sekaa mencapai 32 sekaa dengan melibatkan senimannya sekitar 500 orang lebih. Disusul, Tabanan dengan 21 sekaa dengan jumlah seniman sekitar 500 orang lebih. Kemudian, Badung dengan 17 sekaa, Gianyar 11 sekaa, dan Bangli 10 sekaa, serta Karangasem 6 sekaa dan Kota Denpasar 5 sekaa. Sedangkan, Klungkung, dan Jembrana masih proses pendataan.W-017

459/II/blas

Layouter: Wiadnyana


pariwara

FAJA R BALI

Kamis, 6 Maret 2014, Tahun XIV

9

MATAHARI AUTO GALERY

HERIKY Computer

SERVICE & SELL Laptop, Komputer, Printer, Hardware, Software

NEW WRANGLLER JK Sport 2013 (hitam) WRANGLLER JK Sport 2011

hitam asli DK Velg R 26, km 16 ribu, samsat bulan 10 NEW LEXUS RX 270 (hitam & putih) Land Cruiser bensin 2009 (hitam)

New Alphard 2012 (putih) Hubnngi : New Vellfire 2013 (hitam) (0361) 7893104 AVANZA G 2010 Alamat: Jl. Bypass Ngurah Rai no. 18, Tohpati-Denpasar 555/II/WS

419/XI/AGN

237/VII/IGR

Hp: 085 638 466 12 / 087 860 885 964 E-mail: erikhoki6@gmail.com Jl. Pasekan Batuaji, Batubulan Kangin-Sukawati

524/I/TTV

Melayani : dijamin LPS ♦KREDIT ♦DEPOSITO ♦TABUNGAN BERJANGKA ♦TABUNGAN EKSEKUTIF (Bung a h arian ) ♦TABUNGAN GISAWA Hubungi Segera : Kantor P usat Jl.Raya Kerobokan No. 8B Kuta-Badung Telp.(0361) 423740, 9003231 Kantor Cabang Jl.Sudirman No.10 Negara Telp.( 0365) 44386, 44387

517/I/IGR

518/I/IGR

587/II/BGS

160/VI/FB/GLH

229/VII/IGR

227/VI/FB/AG

7 018/I/FB/KTR

166/VI/FB/IGR

505/I/KTR

453/XII/AGN

Dapatkan Koran FAJAR BALI disini!!! DENPASAR-BADUNG

NO Nama kios Alamat 1 Kios Laken (Wr. Lawar Kuwir) Jl. Kebo Iwa 88 (samping SPBU) (01338348576-Nyoman Laken) 2 Kios Aloha Jl. Gunung Batu Karu, Barat Tiara Monang-Maning (0817569887-Bapak Ersad) 3 Kios Dharma Indah Jl. Gunung Batukaru, (Timur tiara Monag-Maning, Ujung Gang II) (081916121733-Ibu Dewi) 4 Kios Angga Jl. Gunung Sanyang No 3 (Timur Lampu Merah Kerobokan) (087861827220-Ibu Angga) 5 Kios Gunung Seputan Jl G Soputan No 1 (Barat Lampu Merah Abian Timbul) (081999172485-Ketut Wardana) 6 Kios angkuban Prahu Jl. Tangkuban Parahu Barat (depan LP) (081999172485) 7 Kios Mahadamar Jl. Imam Bonjol 429, Samping Pasar Abian Timbul (081916624879-Made Merdika) 8 Kios Agung Jl. GunungSangyang(baratSPBUGunungSangyang/TimurPoltabes)(IbuAgung) 9 Kios Apotik Lily Medika Jl. Cokroaminoto (pertigaan Kebo Iwa) 10 Kios Toufik Depan terminal Dalung permai (081916402569) Supermarket HR Perumahan dalung permai 11 Kios HR 12 Kios Padang Luwih Jl. Padang Luwih Dalung (082147025034) 13 Kios Edy/Kios Gunung Agung Jl. Gunung Agung, Depan SMP 2 Denpasar (0361-8812761) 14 Kios Agasta Jl. Kepundung Dps 15 Kios Kawan Jl. Pulau Kawe Dps 16 Kios Shanti Jl. Kamboja , Timur Pasar Kreneg 17 Kios Buda Jl. Raya Sesetan 18 Kios Rama Jl. H. Wuruk Dps 19 Kios Akasia Jl. Akasia Dps 20 Kios Anugerah Jl. Patimura, Depan Apotik Anugrah, 21 Kios Bintang Terang Jl. WR Supratman, Dps

22 Kios Korsika Jl. Sumatra Dps 23 Kios Suci Pererempatan Suci Dps 24 Kios Kedondong Jl. Kedondong 10 Dps 25 Kios Krisna Jl. Padang Luwih Dalung 26 Kios Utara Mas Utara Masjid Ubung 27 Kios Budijaya Jl. Hayam Wuruk Dps 28 Kios Warung Baru 35 Jl. Hayam Wuruk. Timur Perepatan Ratna Dps 29 Kios suweca Timur Puri Kesiman Dps 30 Kios Sri Ratih Jl. WR Supratman, Dps 31 Kios Wedasari Utara kantor Camat Kuta 32 Kios Rapuh Jl. Raya Jimbaran Kuta 33 Kios Alfa Depan Krisna Oleh-Oleh Kuta 34 Kios pecatu Pecatu 35 Kios Pancing Jl Raya Uluwatu Kedonganan 36 Kios Kuat Jl Raya Uluwatu, Jimbaran 37 Kios Putra jaya Jl Raya Uluwatu (Depan Ktr Lurah Jimbaran 38 Kios Varis Jl. Raya Kapal Badung 39 Kios Nasi Lukluk Jl Raya Lukluk, Dps 40 Kios Abudewata Barat RSU Badung 41 Kios Krisna Pertigan Buduk, Badung

GIANYAR

42 Kios Teja Abadi Jl Pudak Gianyar 43 Kios Gandapura Jl Kedewatan, Ubud Gianyar 44 Kios Bendas Utara pasar seni, Sukawati

BANGLI

45 Toko Buku Guna Agung Bangli

BULELENG

46 Agen Melati Toko Buku , Melati seririt 47 Agen Rika Jl A Yani Singaraja 48 agen guna agung JL Sutomo Singaraja 49 Kios veteran Jl Veteran Singaraja 50 Kios Poto Copy Jl Veteran Singaraja 51 Kios Surya Jl Udayana, Depan PLN

TABANAN

52 Kios Jaya Kerti Jl. Raya Kediri, Depan Supermarket Jayakerti Kediri 53 Kios Mario RSUD TAbanan

KLUNGKUNG

54 Kios Sari Dewata Jl Untung Surapati Klungkung 55 Kios Mutiara Photo Jl Diponegoro 1 Klungkung 56 Toko Riang Jl Diponegoro 3 Klungkung 57 Agen Sugiana Klungkung KARANGSEM 58 Sambas Poto Copy Ulakan 59 Kios Cahya Dewata Manggis 60 Agen Rahayu Jl Gajah Mada Karangasem

NEGARA 61 Agen Agus

Depan SMA 1 Negara

Layouter: Wiadnyana


10 Rumah Murah Terancam Punah JAKARTA-Fajar Bali Real Estate Indonesia (REI) mengakui naiknya harga jual tanah membuat para pengembang rumah murah gulung tikar. Pasalnya, para pengembang merugi dengan harga yang dipatok pemerintah. Ketua Umum REI, Eddy Hussy, menyatakan untuk bertahan setidaknya para pengembang harus bekerja keras mencari lahan yang sekiranya bisa menghasilkan keuntungan. Kebanyakan, oara pengembang rumah murah kini mulai beralih ke rumah komersil. “Banyak pengembang KPR untuk rumah murah yang tidak bisa bertahan lama. Hilang PT mereka, dan sulit membangun lagi. Tapi mereka kembali lagi meski harus merubah aliran ke pembangunan komersial, menengah dan rumah besar,” ujarnya saat acara ‘Proses Bisnis Industri Realestat’ di Jakarta, Rabu (5/3) kemarin. Selain itu, menurutnya, keberadaan lahan yang kian menyusut turut menjadi sebab kenaikan harga tanah. Minimal para pengembang rumah murah saat ini hanya mampu membeli lahan seluas satu sampai lima hektare (ha). “Ini juga karena tanah hanya dikuasai segelintir orang sehingga pengembang hanya bisa untung 20-30 persen, itu juga sudah sangat bagus,” ungkapnya. Untuk itu, lanjutnya, REI meminta dibentuk suatu badan pengontrol harga lahan. “Yang tadinya Rp 7 juta per meter persegi, pengembang tidak bisa beli lagi karena harganya sudah naik dua sampai tiga kali lipat. Makanya harus ada yang mengontrol harga tanah, karena ketersediaannya tinggal sedikit dan menjadi rebutan,” jelas dia.NT

PU ‘Tendang’ 6 Kontraktor Asing dari Indonesia

JAKARTA-Fajar Bali Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) mengaku telah membekukan izin usaha dari enam kontraktor asing. Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Hediyanto mengatakan, keenam kontraktor asing yang telah dideportasi sepanjang 2013 ini sudah tidak memenuhi persyaratan beroperasi di Indonesia. “(Kontraktor) Dari Korea Selatan dan China,” kata Hediyanto di Kantor Pusat KemenPU, Jakarta, Rabu (5/3) Kemarin. Hediyanto menjelaskan bahwa setiap kontraktor asing mempunyai jangka waktu tiga tahun untuk memperpanjang izin usaha kontruksi di Indonesia. Dalam jangka waktu tiga tahun tersebut kontraktor asing harus memiliki proyek yang jelas digarap di Indonesia. “Mereka kan sudah habis masa berlakunya, kemudian dalam waktu 3 tahun mereka tidak mendapatkan pekerjaan apa-apa, sehingga ketika mau memperpanjang ya ga bisa, akhirnya dibekukan,” jelas Hediyanto. Hediyanto menilai bahwa pasar kontruksi Indonesia memang semakin menggiurkan bagi pengusaha konstruksi asing. Tercatat sebanyak 302 jumlah Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing (BUJKA) yang beroperasi di Indonesia sepanjang 2013 atau meningkat dari 275 BUJKA sepanjang 2012. Dari total 302 BUJKA tersebut, sebanyak 16 merupakan BUJKA asal negara-negara ASEAN yang pada 2012 sebanyak 13, selebihnya sebanyak 286 BUJKA non-ASEAN yang pada 2012 berjumlah 275.NT

602/II/KTR

602/II/KTR

EKONOMI

FAJA R BALI

Kamis, 6 Maret 2014, Tahun XIV

Komitmen OJK Lindungi Nasabah Dipertanyakan Nasabah PT Bank Perkreditan Rakyat Restu Artha Makmur di Semarang yang bersindikasi dengan BPR Restu Mandiri Makmur di Yogyakarta atas nama Hendro Rahtomo dan istrinya Ranggoaini Jahja mempertanyakan perlindungan nasabah ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). JAKARTA-Fajar Bali Nike, panggilan Ringgoaini, menuturkan dirinya mempertanyakan bagaimana OJK melindungi nasabah bila dirugikan dalam hal ini oleh perbankan. “Saya menanyakan mekanisme perlindungan nasabah. Banyak korban dengan modus sama, hal sama. BPR yang sama,” kata Nike di Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Rabu (5/3) kemarin. Pihak Nike menduga ada praktik tipu daya perjanjian pinjam meminjam yang diubah menjadi jual beli secara sepihak oleh pihak BPR terhadap aset korban yang menjadi jaminan utang. Sebelumnya dia mengajukan kredit kepada BPR Restu Artha Makmur pada tahun 2011 sebesar Rp 1 miliar, dengan rincian BPR Restu Artha Makmur sebesar Rp 800 juta dan BPR Restu Mandiri Makmur Rp 200 juta. “Ada 9 kasus sama. Saya harus bicara supaya korban lain berani menyuarakan. BPR itu ambil keuntungan lebih besar dengan mengambil aset.

Modus itu jadi umum. BPR harus diawasi karena jumlahnya ratusan,” ujarnya. Nike menjelaskan pihaknya telah mengadukan dugaan tersebut ke OJK Semarang. Pihak OJK Semarang merespon, akan tapi hasilnya tidak disampaikan karena hasilnya rahasia. “Saya berharap dengan OJK karena kita tidak punya tempat mengadu. Saya kagum dengan banner OJK di Yogyakarta tentang perlindungan nasabah,” jelasnya. Nike menyayangkan pihak OJK yang memberikan jawaban yang menurutnya normatif akan menginvestigasi kasus tersebut, akan tetapi hasilnya rahasia. Karena tidak memperoleh jawaban memuaskan dari OJK Semarang, dirinya mengadukan dugaan tersebut ke OJK Pusat di Jakarta. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempelajari pengaduan nasabah PT Bank Perkreditan Rakyat Restu Artha Makmur yang berkedudukan di Semarang yang bersindikasi dengan BPR Restu Mandiri Makmur di Yogyakarta atas nama Hendro Rahtomo dan istrinya Rang-

FB/IST

goaini Jahja. Pelapor menduga ada praktik tipu daya perjanjian pinjam meminjam yang diubah menjadi jual beli secara sepihak oleh pihak BPR atas jaminan aset korban. Deputi Direktur Direktorat Pelayanan Konsumen OJK Eko Arianto di Jakarta mengatakan pihaknya akan pelajari materi yang disampaikan oleh pengadu. Langkah awal memeriksa kelengkapan dokumen yang diajukan pelapor. Dalam pemeriksaan dokumen, bila dokumen yang diserahkam pelapor tak lengkap, OJK memberikan waktu setidaknya 20 hari untuk melengkapi dokumen. “Sebenarnya yang diajukan

Info

oleh nasabah yang kami pelajari itu adalah pengaduan atas dugaan praktik yang dilakukan oleh salah satu BPR,” jelas Eko. N a m u n d e m i k i a n , E ko mengungkapkan OJK belum bisa memastikan BPR yang dilaporkan bersalah atau tidak. OJK saat ini masih akan mempelajari materi pengaduan. Meskipun demikian, ia mengatakan sanksi paling ringan adalah memberikan surat peringatan kepada pihak terlapor. “Yang pasti tidak langsung pada tindakan. Kita akan panggil dulu pihak BPR Kami dari pihak edukasi dan perlindungan konsumen akan berkoordinasi dengan pihak

PERBARINDO

pengawasan,” paparnya. Seperti diberitakan, Nike, panggilan Ringgoaini, mengajukan kredit kepada BPR Restu Artha Makmur pada tahun 2011 sebesar Rp 1 miliar, dengan rincian BPR Restu Artha Makmur sebesar Rp 800 juta dan BPR Restu Mandiri Makmur Rp 200 juta. Jaminan berupa sebidang tanah seluas 721 meter persegi. Adapun jatuh tempo kredit diseb u t ka n p a da t a n g ga l 12 Desember 2012, setahun setelah pengajuan. Akan tetapi, Nike mengungkapkan pihak BPR diduga melakukan tipu daya kegiatan pinjammeminjam yang ternyata diubah menjadi jual beli aset secara sepihak.KP

Sinergi Antar LKM adalah Keniscayaan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) pada tulisan ini adalah lembaga keuangan yang core business (bisnis utamanya) adalah nasabah mikro dan kecil antara lain: Koperasi Simpan Pinjam (KSP), Lembaga Perkreditan Desa (LPD) dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Mengapa KSP, kenapa juga LPD? bukankah UU No 1/2013 mengecualikan LPD dari LKM dan kenapa juga BPR? sedangkan BPR itu masuk dalam lembaga perbankan (UU No.10/1998). Mengapa ketiga lembaga keuangan tersebut dikategorikan kedalam LKM? alasannya adalah karena hampir semua nasabah KSP, LPD dan juga nasabah BPR adalah nasabah UKM (Usaha mikro dan kecil). Tidak ada maksud mengklasifikasikan BPR dan LPD kedalam LKM, kecuali karena satu alasan yang sama yaitu bahwa nasabah LPD dan nasabah BPR adalah sama, yaitu sama-sama membiayai nasabah mikro dan kecil. Dari paragraf diatas praktis hanya koperasi (KSP) saja yang benar-benar sejalan dengan regulasi LKM. Walau koperasi “tunduk” dengan UU LKM bukan berarti nasabah mikro dan kecil hanya menjadi milik dan pasarnya KSP semata, bukan hanya KSP yang boleh membiayai UMK. Selain karena alasan pelayanan dan kesamaan hak berusaha tentu karena ada alasan keuntungan disitu, tidak saja KSP tapi juga LPD, BPR dan bahkan Bank umum sekalipun masih “megarang” keuntungan di pasar UMK. Hadirnya Bank Umum (tak terkecuali bank plat merah) yang turut berebut pasar UMK dikarenakan adanya regulasi yang menghendakinya demikian, minimum 20% pembiayaannya harus disalurkan kepada UMKM (Usaha mikro, kecil dan menengah), artinya masih banyak pasar mikro dan kecil yang tidak mampu dijangkau oleh LKM yang ada. Namun pada saat yang sama tidak sedikit koperasi (KSP) dan LPD, karena kemampuan permodalan dan tidak adanya regulasi yang mengatur, yang mestinya fokus membiayai UMK malah sebaliknya turut mengambil pangsa pasar yang tidak lagi tergolong UMK. Ada juga beberapa BPR yang mempunyai

permodalan besar tidak lagi fokus membiayai segmen mikro kecil dan bersaing dengan bank umum untuk merebut pasar nasabah kelas menengah ke atas. Adakah yang salah disini?, kondisi ini adalah praktek pasar sempurna dengan “pertandingan bebas” yang kurang sehat. Disebut kurang sehat karena alasan “arena pertandingannya” sama sama UMK, tetapi regulasi dan “wasitnya” berbeda-beda. Kenyataannya sampai saat ini rasanya belum ada regulasi yang mampu mengatur dengan tegas mengenai “batas wilayah” mana pasar garapan bank umum mana untuk LKM. Mudah-mudahan dengan lahirnya OJK (UU no 21 /2011) yang mulai beroperasi awal tahun 2014, mampu mengambil alih tugas ini, karena salah satu tujuan kelahiran OJK adalah sebagai penyelenggara sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan. Tapi rasanya pengaturan semacam itu sulit dilakukan. Tulisan pendek ini tidak membahas persaingan itu, tetapi sebaliknya membahas mengenai sinergitas (kerjasama) antar sesama LKM. Ke r j a s a m a d i a n t a ra L K M adalah sebuah kebutuhan dan keniscayaan. Era informasi dan teknologi dewasa ini rasanya sulit menghindari arus informasi yang sangat cepat, tak terkecuali bagi lembaga keuangan. Lembaga keuangan dituntut transparan, akuntable dan tentu diminta tumbuh bersaing secara sehat dan kuat. Kerjasama, sinergitas antara lembaga keuangan satu dengan yang lainnya menjadi kebutuhan. Diperlukan sinergi satu dengan yang lainnya, contohnya Koperasi bersinergi dengan Bank, LPD dengan Bank; demikian juga LPD bersinergi dengan koperasi, atau sesama lembaga keuangan sejenis: KSP dengan KSP; LPD dengan LPD; BPR dengan BPR dan seterusnya. Pandangan sebagian kecil masyarakat bila mendapati ada sinergi sesama lembaga keuangan mungkin diberi komentar “jeruk minum jeruk” padahal sejatinya kerjasama diantara mereka banyak manfaatnya. Disadari

I D.G.M.Darmawijaya Dirut BPR Sari Jaya Sedana

atau tidak, baik langsung atau tidak langsung mereka para pelaku (LKM) saling membutuhkan dan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Kata sinergi diatas tidak semata masalah likuiditas atau pembiayaan, tetapi juga dalam bentuk lainnya seperti gerakan bersama untuk membangun industri, atau karena alasan keunggulan diperlukan kerjasama untuk pendampingan manajemen serta bimbingan teknis lainnya. Sinergi antar LKM itu terjadi karena berbagai alasan berikut: 1) Alasan ekonomis (keuntungan). Alasan ini sangat mendasar, mengapa sinergi itu menjadi penting bagi lembaga keuangan, karena dengan sinergi diharapkan mendapat bagian keuntungan contohnya linkage. dengan likage akan terjadi profit sharing (pembagian keuntungan) untuk kedua lembaga keuangan tersebut. Linkage dengan Lembaga keuangan dipilih untuk menawar kesenjangan antara banyaknya permintaan pinjaman dengan kurangya pasokan (mobilisasi) dana. Dari kerjasama model ini kedua LKM mendapat manfaat. Bagi lembaga keuangan pemberi linkage mendapat kemudahan jangkauan dan cakupan layanan yang lebih luas karena diambil peran oleh LKM penerima linkage, tanpa harus turun langsung sendiri menanganinya. Bagi penerima linkage tidak perlu susah-susah dan biaya mahal mencari dana masyarakat, ada konsep win-win solution. Tentang uang tunai, sebagai dana likuiditas juga mirip, jumlah uang tunai yang biasa dijaga setiap saat di kantor (LKM) sendiri, biasanya

tersimpan dalam jumlah sedikit (optimal) tidak kurang dan tidak juga idle (jumlah berlebih). Jika uang tunai yang tersimpan di LKM dalam jumlah banyak hal ini disamping ada risiko penyimpanan juga tidak produktif karena tidak mendatangkan keuntungan dibandingkan dengan jika disimpan di LKM lain. 2) Alasan pelayanan dan keamanan. Kecil kemungkinan lembaga keuangan seperti Koperasi, LPD, BPR, bankan Bank besar sekalipun menyimpan seluruh harta (uang tunainya) di simpan di brankasnya (kantor) sendiri, pastilah mereka akan menyimpan sebagian uangnya di lembaga keuangan yang lain, sementara sebagian kecil lainnya tersimpan di kantor sendiri untuk likuiditas. selain alasan layanan, LKM juga mempertimbangkan alasan keamanan. Uang kas yang tersimpan di LKM sendiri tentu mengandung risiko atas kehilangan; tempat penyimpanan dan juga risiko operasional seperti terjadi selisih dan perlu waktu yang tidak sedikit untuk menghitungnya. Sementara kalau disimpan di LKM lain tentu akan lebih praktis dan risiko kehilangan bisa beralih kepada LKM lain (tentu yang dijamin sesuai peraturan). Dalam hal layanan juga demikian, sering kali LKM melayani nasabah dengan tempat tinggal jauh dari kantor operasional, sehingga kurang aman dan tidak praktis kalau membawa uang dalam jumlah banyak, dan fungsi layanan ini bisa dibantu oleh LKM lainnya dengan kita menempatkan dana di LKM yang dekat dengan lokasi tempat tinggal nasabah. 3) Alasan keunggulan komparatif. Satu contoh, ada LKM yang mempunyai keuggulan dalam funding (pengupulan dana pihak ketiga) sebaliknya ada LKM yang mempunyai keunggulan lending (menyalurkan kredit) atau sebaliknya. Keunggulan komparatif ini sedikit banyak dipengaruhi oleh kondisi geografis, kondisi ekonomi dan sosial budaya masyarakatnya, daerah agraris tentu beda dengan daerah industri, demikian daerah perkotaan beda dengan pedesaan. Sinergi dengan alasan ini akan sangat efektif mening-

katkan fungsi intermediasi pada kedua lembaga keuangan dimaksud, dan tentu juga sangat bermanfaat bagi masyarakat di kedua lembaga keuangan dimana mereka berada. 4) Alasan regulasi, alasan ini lebih banyak karena kepentingan dan kebijakan pemerintah (pusat atau daerah). Sebagai regulator pemerintah berkepentingan untuk dapat menjangkau masyarakat seluas mungkin (inclusif ). Atau karena alasan konsentrasi (titik berat) pembangunan misalnya pemberdayaan UMKM, akhirnya ada kebijakan pemerintah kepada bank-bank umum untuk memberikan pembiayaan kredit mikro kecil minimum 20% dari porto folio kreditnya. kebijakan ini akan mendorong bank-bank besar untuk bekerjasama dengan bankbank kecil (BPR); LKM dan termasuk LPD. Untuk alasan regulasi ini penulis punya catatan lain, bahwa masih ada (dirasakan) kebijakan yang seolah memberi kuasa khusus kepada Lembaga Keuangan tertentu untuk membiayai segment tertentu sehingga terkesan terjadi monopoli . 5) Sinergi untuk penguatan industri, disadari atau tidak, apabila lembaga keuangan yang satu menghadapi masalah, secara langsung atau tidak langsung akan berdampak kepada lembaga keuangan lainnya. Disinilah diperlukan peran penting lembaga keuangan untuk bisa tumbuh sehat secara sediri-sendiri dan tumbuh secara industri (bersama) sehingga akan tumbuh kepercayaan masyarakat kepada LKM secara lebih luas. Model kerjasama ini dapat dilihat pada lembaga keuangan sejenis seperti halnya BPR membentuk asosiasi Perbarindo (Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia). Demikian juga halnya LPD dengan BKS-nya dan Koperasi dengan gerakan koperasinya. Sinergi diantara lembaga keuangan tidak bisa dihindari dan menjadi kebutuhan untuk tujuan penguatan masingmasing lembaga keuangan sekaligus penguatan secara industri yang pada akhirnya bermuara kepada penguatan pilar ekonomi nasional (daerah).KJS Layouter: Zohra


FAJA R BALI

Kamis, 6 Maret 2014, Tahun XIV

NASIONAL

Usir ‘Roh Jahat’, Polda Bali Dibawakan Baleganjur DARI HALAMAN 1 di Polda Bali, ratusan pendemo disambut pengamanan ketat ratusan aparat kepolisian Polda Bali dan jajaran Polsek Dentim. Sempat terjadi dialog dengan Wadirreskrimum Polda Bali AKBP Bonar Sitinjak dan akhirnya para pendemo dipersilakan masuk ke halaman Polda Bali. Sebelum berorasi, para pendemo sempat mengelilingi halaman Polda sambil menabuh Gong Baleganjur. Wayan ‘Lanang’ Sudira Ketua GASOS Bali yang bertindak sebagai korlap Elemen Masyarakat Gianyar mengatakan, mereka datang mengusung Gong Baleganjur ke Polda Bali untuk mengusir roh-roh jahat khususnya di Polda Bali. “Jumlah kami 115 orang. Kami datang membawa Gong Baleganjur untuk mengusir roh-roh jahat di Polda Bali,” ujarnya kemarin. Secara niskala, Lanang Sudira percaya adanya roh jahat yang sudah masuk ke Polda Bali. Roh jahat itu ada yang berasal dari aktor politik dan media terbesar di Bali. Bahkan roh-roh jahat itu bisa melepaskan tiga tersangka anggota Jalak Sidakarya yang sebelumnya menjalani pemeriksaan di Dit Reskrimum Polda Bali. “Dari penerawangan saya, roh–roh jahat ini sudah bisa mempengaruhi penyidik yang memeriksa kasus yang dilaporkan oleh Gubernur Bali dan melepaskan tiga tersangka,” ungkapnya. Saat ini katanya Gong Baleganjur masih mencari siapa aktor intelektual yang berada di balik spanduk “Penggal Kepala Mangku P”. Dia mengatakan, aktor intelektual itu kini disembunyikan wong samar.

“Mitosnya, kalau orang Hindu di Bali hilang biasanya disembunyikan wong samar. Masyarakat pasti berduyunduyun mencari. Begitulah yang terjadi terhadap kasus Gubernur sekarang ini, ada aktor intelektual yang berada dibalik spanduk penggal kepala Mangku P dan sekarang disembunyikan wong samar,” ujarnya. “Siapa aktor intelektual yang masih disembunyikan wong samar itu? Yahh inilah yang masih dicari Gong Baleganjur,” lanjut Lanang. Ia menghimbau kepada aparat kepolisian di Polda Bali untuk segera mengungkap dan cepat mempublikasikan siapa aktor intelektual terkait pemasangan spanduk itu ke media massa. “Polisi harus ungkap itu ke media massa, siapa, dari partai mana. Kalau yang pasang spanduk itu tidak tahu apa-apa tapi harus dicari siapa yang suruh dan siapa yang membayar,” terangnya. Lanang tak habis pikir, mengapa kasus ini tidak bisa di usut tuntas sampai ke akar-akarnya. Padahal saat zaman Kapolda Bali I Made Mangku Pastika (sekarang Gubernur, red) bisa mengusut kasus bom Bali 1 dan menangkap para teroris hingga tuntas. “Gubernur dulu bisa menangkap para pelaku teroris seperti Imam Samudera, Abdul Aziz, Muklas dan Ali Imron. Masak kasus begini polisi tidak bisa,” tandas Lanang. Setelah berorasi dan beratraksi di Polda Bali, ratusan pendemo “Elemen Masyarakat Gianyar” membubarkan diri sekitar pukul 12.30 Wita. Tiga Anggota Jalak Ditahan

Jajaran Dit Reskrimum Polda Bali tampaknya mulai mengam-

bil sikap tegas. Tiga dari empat tersangka yang sebelumnya sempat tidak ditahan dan dipulangkan ke rumahnya, akhirnya menjalani penahanan sejak Rabu (5/3) kemarin. Tiga warga yang juga mahasiswa itu masing masing I Made Adi Jaya Nata (24), Kadek Mudana (25) dan Wayan Sani Yasa (22). Mereka mulai ditahan sejak pukul 15.00 Wita, usai menjalani pemeriksaan tambahan penyidik Dit Reskrimum Polda Bali. Ketiganya bergabung satu sel dengan I Wayan Tirtayasa yang sebelumnya sudah ditahan sejak Jumat (28/2) lalu. Menurut Kuasa Hukum I Made Suardana dalam pemeriksaan terhadap tiga kliennya tadi siang, materi pertanyaan yang disampaikan penyidik sama dengan sebelumnya dan tidak ada perubahan. Tiga tersangka tetap menjawab bahwa mereka tidak pernah membuat spanduk itu. “Mereka tidak pernah membuat spanduk itu dan hanya memasang. Tindakan pemasangan itu dilakukan agar Gubernur melihat langsung reaksi atau sikap masyarakat terhadap penolakan reklamasi. Mereka juga sudah menerangkan bahwa tidak ada maksud apapun dan tidak ada tindakan apapun untuk mengancam dan mereka tidak memiliki niat karena mereka adalah mahasiswa biasa,” beber mantan IKADIN Denpasar ini. Made Suardana yang akrab dipanggil Kentul itu mengatakan, sekarang ini penyidik Dit Reskrimum Polda Bali sudah melakukan langkah penahanan terhadap ketiga orang kliennya. “Mereka hari ini ditahan dan sejak awal mereka siap ditahan.

Tidak ada keraguan dan kesedihan dari mereka dan mereka sudah merasa ini adalah bagian dari perjuangan terhadap reklamasi dan lingkungan hidup,” tegasnya. Ditanya apa alasan polisi menahan tiga tersangka setelah sebelumnya mengklaim tiga tersangka tidak ditahan? Suardana mengatakan, itu merupakan kewenangan polisi untuk melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. “Penahanan itu adalah kewenangan penyidik,” ucap Suardana yang berkantor di seputaran Sidakarya itu. Menurutnya saat ini mereka masih mempelajari upaya h u ku m u n t u k m el akukan pembelaan terhadap tiga tersangka. Secara normatif u p aya h u ku m i t u a d a l a h mengajukan penangguhan penahanan. “Tapi kami masih mempertimbangkan pengajuan penahanan ini. Masih kami pelajari,” ucapnya. Benarkah ada aktor intelektual yang menyuruh para tersangka untuk melakukan kejahatan seperti yang ditudingkan? Ditanya seperti itu, Suardana langsung cepat membantahnya. “Saya kira soal pidana, itu tidak dikenal aktor intelektual siapa yang menyuruh dan siapa yang disuruh. Di dalam BAP, para tersangka sudah menjelaskan semua. Biarlah penyidik yang mendalami proses hukum ini,” sebutnya. Sementara itu Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hariadi membenarkan bahwa tiga mahasiswa anggota Jalak Sidakarya tersebut ditahan. “Mereka sudah ditahan menyusul surat perintah penahanan sudah keluar,” jelasnya kemarin. R-005

Gudang Amunisi Kopaska Meledak, Satu Orang Tewas DARI HALAMAN 1 Iskandar menjelaskan, pihaknya belum mengetahui penyebab meninggalnya Sertu Iman. Ia mengatakan, pihaknya masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kematian Iman. Sementara itu, satu orang korban juga dalam kondisi kritis dan kini dirawat di ruang ICU RSAL Mintohardjo. Korban diketahui bernama Midi dengan pangkat Sersan Kepala (Serka). “Kita harap korban (meninggal)

tidak bertambah,” tuturnya. Sementara, untuk jumlah korban keseluruhan, Iskandar mengungkapkan ada 87 korban. Dari 87 korban tersebut, 15 orang sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan, sedangkan sisanya dirawat di sejumlah rumah sakit. “Kalau yang lukanya cukup parah kita bawa kesini (RSAL Dr Mintohardjo). Tujuh puluh dua orang masih dirawat,” ucapnya. Tentara Nasional Indonesia

membantah adanya sabotase yang melatarbelakangi insiden ledakan di gudang amunisi Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Peristiwa itu diduga terjadi akibat hubungan pendek arus listrik. “Tidak ada sabotase, tidak ada hal negatif tentang meledaknya gudang amunisi Komando Pasukan Katak,” kata Laksamana Muda Iskandar Sitompul. Iskandar menjelaskan, ledakan diduga berawal dari api

yang muncul akibat hubungan pendek arus listrik sehingga memicu terjadinya kebakaran. Dari sana, amunisi di gudang itu tersambar hingga meledak. “Amunisi apabila kena panas (api) dan arus pendek akan meledak,” ujar Iskandar. Meski demikian, Iskandar menyatakan bahwa TNI sedang menginvestigasi penyebab pasti ledakan tersebut. Investigasi akan melibatkan TNI, Polisi Militer TNI AL, dan Pangkalan Utama Angkatan Laut Armada Barat TNI AL. KP

asih membuat jejahitan sarana babantenan. Walaupun hasilnya tidak seberapa, namun ia mensyukuri bisa mencari tambahan uang untuk meringankan beban suaminya. “Saya kasihan melihat suami kerja pontang-panting,” sebutnya seraya meraba rambutnya. Dari penghasilan yang didapatkan Karyana dan istrinya digunakan untuk biaya sekolah anak dan hidup sehari-hari. Penghasilan dari pasangan suami istri ini sejatinya tidak cukup untuk biaya makan, apalagi ditambah biaya sekolah anakanaknya. “Kalau urunan banjar, saya sering minta tempo dan membayarnya dengan mencicil,” ungkapnya. Selama ini, Karyana mengaku kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah, memang ia mendapatkan bantuan beras Raskin, hanya saja datangnya tidak menentu. “Terakhir saya terima bulan Desember 2013 lalu, sekarang saya belum terima lagi,” ceritanya. Yang lebih memprihatinkan, Karyana saat ini tak memiliki tempat tinggal. Saat ini ia ting-

gal di rumah pamannya dengan menempati kamar seukuran 2x3 meter. “Kamar itu saya tempati berenam. Mau gimana lagi, syukur paman saya mau meminjamkan kamarnya untuk tempat tinggal,” cetusnya, seraya mengaku kadang tidur di teras saking sumpeknya. Dari hasil penelusuran Fajar Bali di lapangan, ternyata memang benar Karyana tinggal di rumah pamannya. Bale Daja yang ada di tempat tersebut adalah milik sepupunya, rumah itupun sudah tidak layak huni. Karena atapnya sudah bocor, dan temboknya juga sudah pecah. Karena tidak mempunyai biaya untuk memperbaiki, rumah itu dibiarkan kosong. Sedangkan Bale Dangin yang biasa digunakan untuk upacara adat, hanyalah pondasi dengan lantai tanah yang berisi tiang beton yang sudah keropos tanpa atap. Kalau ada kegiatan adat, bale danginnya diberi atap menggunakan terpal pinjaman dari tetangganya. Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Bala Batu, Desa Blahbatuh, Putu Giri

Adi Putra mengaku prihatin melihat keadaan keluarga Karyana yang kebetulan tetangganya tersebut. Hanya saja ia tidak bisa membantu. Giri Adi Putra mengaku akan berusaha mencarikan bantuan agar Karyana dan keluarganya bisa mendapatkan bantuan bedah rumah. “Paling tidak pemerintah peduli dengan masyarakat kurang mampu,” harapnya. Menurutnya, di wilayah Kabupaten Gianyar masih ada ribuan keluarga miskin yang semestinya mendapatkan perhatian dari pemerintah, tetapi kenyataannya mereka itu luput dari perhatian pemerintah. “Sering bantuan dari pemerintah tidak tepat sasaran, yang semestinya dapat bantuan tidak mendapatkan bantuan,” tegasnya. Apalagi, lanjutnya, kalau disusupi kepentingan politik, maka sudah pasti yang akan mendapatkan bantuan adalah pendukungnya, sedangkan lawan politiknya tidak akan mendapatkan perhatian. “Semestinya pemerintah berlaku adil,” tutupnya.W-005

Tidak Ada Sabotase

Berharap Miliki Rumah Layak Huni DARI HALAMAN 1 60 ribu rupiah sehari,” terangnya ketika ditemui Rabu (5/3) kemarin. Itupun kalau diajak oleh teman-temannya. Dengan penghasilan Rp 60 ribu sehari, membuat Karyana kewalahan menangung kehidupan keluarganya. Bapak dari empat orang anak ini mengaku dalam sebulan, tidak sepenuhnya ia bekerja. Kadang sama sekali tidak bekerja, ia sangat tergantung dari kasihan rekan-rekannya yang mengajak bekerja menjadi ‘pengayah’ tukang. “Hasil dari bekerja itu saya kumpulkan, dan gunakan sehemat mungkin agar bisa memberi makan keluarga,” jelasnya. Mengetahui suaminya pontang panting mencari kerja untuk bisa memberi makan keluarga, istrinya, Nyoman Budiasih (30) turut berusaha mencari pekerjaan agar bisa meringankan beban suaminya. Budiasih kadang kala ke tegalan mencari kayu bakar. “Siapa tahu dapat kelapa jatuh, bisa saya jual dan belikan makan anak-anak,” desahnya. Dalam kesehariannya, Budi-

11

Menteri Mulai Ajukan Cuti Kampanye JAKARTA-Fajar Bali Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II mulai mengajukan cuti untuk melakukan kampanye terbuka yang akan dimulai pada 16 Maret. Izin cuti ini sudah diinformasikan juga kepada Sekretaris Kabinet Dipo Alam. “Saya enggak ingat, tapi sudah ada 2 atau 3 menteri. Kan sudah ada aturannya, biasa kok ini,” ujar Dipo Selasa (5/3). Dipo enggan membeberkan identitas menterimenteri yang sudah mengajukan izin cuti kampanye itu. Ia menyebutkan, tidak a d a p e r u b a h a n a t u ra n dalam pemberian izin cuti bagi para menteri yang ikut kampanye. Presiden tetap menerapkan batas maksimal jumlah cuti. Terkait Surat Edaran dari Sekretaris Kabinet yang berisi anjuran Presiden agar seluruh menteri berada di Jakarta setiap Selasa hingga Kamis, Dipo menyatakan untuk kampanye terbuka akan diterapkan aturan lain.

Dipo Alam Dalam Kabinet Indonesia Bersatu II, terdapat 18 menteri dari partai politik, yakni Partai Demokrat (5 orang), Golkar (3 orang), Partai Keadilan Sejahtera (3 orang), Partai Amanat Nasional (3 orang), Partai Persatuan Pembangunan (2 orang), dan Partai Kebangkitan Bangsa (2 orang). Di antara seluruh menteri ini, ada tiga menteri yang menjadi ketua umum partai, yakni Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Agama Suryadharma Ali,

dan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. Prosedur pengajuan cuti menteri diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2013. Dalam Pasal 11 ayat 3, disebutkan bahwa pejabat negara melaksanakan cuti selama 2 hari kerja dalam 1 minggu pada kampanye pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD, selama kampanye rapat umum sampai dengan dimulainya masa tenang. Adapun hari libur adalah hari bebas untuk melakukan kampanye. Izin cuti menteri diajukan kepada Menteri Sekretaris Negara. Mensesneg kemudian memproses pengajuan izin cuti para menteri untuk melaksanakan kampanye, lalu melaporkannya kepada Presiden. Mensesneg menyampaikan persetujuan pemberian cuti sebagaimana dimaksud krpada menteri dan Komisi Pemilihan Umum paling lambat 4 hari sebelum menteri dan pejabat setingkat menteri yang bersangkutan memulai kampanye pemilu. KP

Dipastikan Limbah Indonesia Power Tak Merembet ke Tahura DARI HALAMAN 1 Power UBPOH Bali pada tanggal 28 Februari 2014 mengirimkan surat undangan ke BLH Bali. Dalam surat undangan nomor 072/0721/UBPOHBLI/2014/ tersebut PT. Indonesia Power berharap BLH Bali dapat mengikuti rapat koordinasi penanggulangan kebocoran pipa BBM yang terjadi di hutan mangrove. Nah, sebagai pihak yang mewakili BLH, Suhariadi memastikan PT. Indonesia Power telah menyanggupi untuk menangani seluruh kerusakan yang diakibatkan oleh perusahaan mereka. Ditegaskan pula, aliran minyak dari PT. Indonesia Power tidak akan mencemari Tahura Bali. Hal itu dipastikan saat pemasangan tapal batas yang dilakukan selama pengecekan. Menurut Suhariadi yang did-

ampingi oleh Kabid Konservasi dan SDA, IB Badraka, UPT. Tahura Ngurah Rai juga sudah memastikan hal tersebut. “Kerusakan tidak sampai ke Tahura, kerusakan hanya terjadi di kawasan Pelindo. UPT. Tahura Ngurah Rai juga sudah memastikan, kan sudah dicek batasbatasnya,” terang Suhariadi. Lebih lanjut dijelaskan, kebocoran pipa BBM tidak luas, hanya merusak 30 batang mangrove dan kurang 2 hektar. Di samping itu, PT. Indonesia Power juga dikatakan sudah pro aktif untuk menanggulangi kerusakan yang diakibatkan oleh kebocoran pipa tersebut. “Kebocoran hanya mengakibatkan kerusakan 30 pohon saja. Kalau kemungkinan mati rasanya tidak, karena sudah diantisipasi. Di samping itu, vegetasi di sekitar kawasan itu juga tidak rusak,” jelasnya

seraya menyarankan awak media untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak BLH Kodya Denpasar. Sebagai tindak lanjut, IB Badraka memastikan PT. Indonesia Power sudah menyanggupi untuk melakukan tindakan cepat. Di antaranya, membersihkan bekas minyak dan sampah, penggantian media, serta rehabilitasi atau peremajaan mangrove. Meski sudah ada kesepakatan demikian, BLH juga menyarankan agar PT Indonesia Power mengambil langkah-langkah antisipasi. Seperti, menyiapkan SOP jika terjadi kebocoran, segera melakukan lokalisir dengan oilboom agar kebocoran tidak meluas dan menyemprot dengan dispersan atau sabun diterjen. Di samping itu, perusahaan juga diharapkan mengecek pipa setiap 2 jam dan mengganti pipa yang sudah berumur. W-019

kekerasan seperti itu. Jadi, jika kemudian ada yang mengatakan terjadi pemukulan, kemungkinan itu hanya halusinasi yang bersangkutan semata. Teneng juga menyayangkan pemberitaan yang dibuat berlebihan dengan kata ‘dibogem’ dan ‘dipukul’. Padahal faktanya, hal itu tak terjadi sama sekali. Untuk itu, Karo Humas berharap agar media tak mengembangkan berita tanpa bukti-bukti yang kuat dan mendasar. Karena, hal itu hanya akan memperkeruh

suasana Bali yang saat ini dalam keadaan kondusif. Dalam kesempatan itu, Teneng kembali mengajak kalangan media untuk ikut mengambil peran dalam membangun Bali melalui pemberitaan yang berimbang, proporsional dan tidak provokatif. “Saya berharap kalangan jurnalis mengedepankan profesionalisme dengan tetap berpegang pada kode etik dalam melakukan peliputan dan pemberitaan,” pungkasnya. W-019

Teneng Bantah Aksi Pemukulan Jurnalis DARI HALAMAN 1 “Saya bisa pastikan tak ada pemukulan pada rekan jurnalis karena saya ada di sana saat Bapak Gubernur diwawancarai,” jelasnya. Selain dia, jurnalis lain juga banyak dan ikut mewawancarai Gubernur saat itu. “Bisa dicek ke rekan-rekan pers yang lain,” tambahnya. Menurut Teneng, mana mungkin sebuah acara yang bertujuan untuk mewujudkan kedamaian diwarnai oleh tindakan

Dispenda Didesak Terapkan Pajak Progresif Kendaraan Bermotor di Bali DARI HALAMAN 1 lain Pemprov akan merancang zero growth pertumbuhan kendaraan bermotor di Bali yang kondisinya krodit dan macet sehingga harus memutar otak untuk mencari sumber-sumber pendapatan lainnya. “Kalau perlu segera kaji revisi Pergub atau Perda tentang retribusi dalam meningkatkan pendapatan ini. Saya kira pendapatan dari retribusi sangat kecil kontribusinya kepada PAD kita, seperti Ijin Penangkapan Ikan dan yang lain. Bila perlu kita terapkan Pajak Progresif Kendaraan Bermotor di Bali karena mereka memakai jalan lebih banyak, memakai bensin lebih banyak. Jadi harus

dibahas pada forum ini”, imbuhnya. Lebih lanjut Pastika mengurai, selain meningkatkan pendapatan, cara lainnya harus menekan pengeluaran yang tidak perlu melalui pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien. “Misalnya forum semacam ini jangan lagi diselenggarakan di hotel berbintang, cukup dikantor saja, biayanya gratis”, ujarnya. Juga pemanfaatan aset harus efektif dan efisien. Barangbarang daerah yang sudah semi rusak dan rusak dihapus saja sehingga tidak membebani anggaran. Bila perlu SKPD terkait di merger sehingga dapat menekan biaya operasional. “Intinya kita cari sumber se-

banyak-banyaknya untuk dapat mensejahterakan masyarakat. Jangan cepat berpuas diri, tidak ada yang mudah. Semua perlu kerja keras dan tidak akan berhenti sampai disini, sehingga dengan demikian uang tadi benar-benar untuk mempercepat program-program pengentasan kemiskinan menuju Bali Mandara, Bali yang Maju, Aman, Damai dan Sejahtera,” tambahnya. Sementara Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Bali I Wayan Suarjana menyampaikan, forum ini bertujuan menggali potensi dalam rangka membuat target Pendapatan Tahun 2015 secara maksimal dan realistis. “Semakin besar pendapatan yang mampu digali tentu diharapkan

dapat lebih mensejahterakan masyarakat”, ujarnya. Mengenai penerapan pajak progresif yang diminta Bapak Gubernur segera akan dilaksanakan. Sistemnya akan disusun dulu dan masih dalam proses pengerjaan. Apabila pajak ini diberlakukan diharapkan mampu menambah pendapatan sekitar 5 s/d 7 Persen. Forum Perencanaan Pendapatan Daerah Provinsi Bali Tahun 2015 berlangsung dari tanggal 5 s/d 7 Maret 2013 yang diikuti oleh unit kerja selaku penghasil di lingkungan Pemprov. Bali, PT. Bank Pembangunan Daerah Bali, RSU Puri Raharja, RS. Indra, RS Jiwa dan Perusahaan daerah lainnya. W-019

026/VI/FB/MHM

Layouter: Kasturie


S

POLITIK

12

FAJA R BALI

Kamis, 6 Maret 2014, Tahun XIV

Tahun Politik, Bupati Ingatkan Parpol dan Caleg Jaga Kerukunan

FB/IST

Prabowo Subianto di sela-sela makan siang bersama Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok beberapa waktu lalu

PDI-P Siap Bersaing Lawan Duet Prabowo-Basuki

Ketua DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait tidak mempermasalahkan jika Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjadi calon wakil presiden mendampingi Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Menurutnya, Basuki memiliki hak penuh untuk maju sebagai cawapres bersama pimpinan partainya. JAKARTA-Fajar Bali “PDI-P tidak akan campur-campurlah dengan partai lain. Kalau Ahok (Basuki) mau jadi wakilnya Prabowo, ya monggo. Itu kan hak mereka. Kita bersaing sportif saja. Itu bagus karena ada persaingan dalam demokrasi,” kata Maruarar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/3) siang. Maruarar mengatakan, Basuki berhak untuk memilih apa yang dia inginkan. Terlebih lagi, sikap Basuki yang terkenal keras juga akan sulit untuk dilarang. Demikian pula dengan Prabowo, yang berhak memilih siapa pun untuk mendampinginya di pemilihan presiden. Maruarar menilai tidak akan ada masalah besar jika Basuki dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo itu maju dalam pemilihan presiden. “Kita harus yakin ya segala sesuatu, DKI itu bukan punya Jokowi dan Ahok. Kita yakin kalau dengan bijaksana kita harus berpikir positif bagaimana cara membenahi sistem. Yang penting ke depannya itu adalah jangan sampai rakyat dirugikan,” ujarnya. Pada kesempatan sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai Basuki memiliki potensi untuk diusung menjadi cawapres mendampingi Prabowo. Menurut Fadli, gaya kepemimpinan Basuki tegas serta kinerjanya pun baik. “Dibutuhkan orang seperti itu untuk mewujudkan perubahan,” kata Fadli. Terhadap wacana pencalonan dirinya sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto pada Pemilu Presiden 2014, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan siap dengan catatan, Gerindra dapat melewati ambang batas persentase dukungan partai politik untuk pengajuan calon presiden (presidential threshold) sebesar 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional. “Kalau Pak Prabowo dengan saya kan, Gerindra harus (memeroleh) 20 persen. Ya saya siap saja. Sama kayak saya ditanya siap enggak jadi gubernur? Jadi presiden saja siap, masa wapres tidak siap,” kata Basuki. Meskipun begitu, Basuki mengatakan, wacana Prabowo-Basuki pada Pemilu Presiden 2014

hanya satu dari sekian skenario yang direncanakan Gerindra. Saat ini, Gerindra belum memutuskan apa pun. “Pak Prabowo saja kalau tidak dapat 20 persen belum tentu bisa nyapres, gimana mau ngajak saya,” ujar dia. Basuki sendiri enggan menanggapi tentang kemungkinan bersaingnya Gubernur DKI Jakarta Joko “Jokowi” Widodo dan Prabowo pada Pemilu Presiden 2014. “Politik kan susah ditebak. Prinsip pemilu kan langsung, bebas, umum, dan rahasia,” ujar dia. Sementara itu, wacana menduetkan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai calon presiden dan wakil presiden dinilai sebagai manuver politik belaka. Diduga, wacana ini hanya untuk menjegal Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo maju menjadi calon presiden pada Pemilu 2014. “Kalau Jokowi dan Ahok sama-sama maju (dalam pemilu presiden), maka DKI Jakarta akan dianggap ada vacuum of power atau kekosongan kekuasaan,” kata pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Zaki Mubarok. Menurut Zaki, kekosongan kekuasaan akan merugikan kedua pimpinan Ibu Kota tersebut. Keduanya, kata Zaki, akan dianggap sebagai pemimpin yang mengejar kepentingan politik pribadi atau kelompoknya, dan melepas tanggung jawab mengurus Jakarta. “Intinya, Gerindra mau ngomong, baiknya Jokowi dan Ahok urus Jakarta saja,” ujar dia. Apabila Prabowo benar-benar mengusung Basuki, yang juga Ketua DPP Bidang Dalam Negeri Partai Gerindra ini, maka hal tersebut, menurut Zaki, memperlihatkan bahwa Prabowo sedang berupaya meraup suara secara maksimal dari kelompok minoritas keturunan Tionghoa dan Kristen, yang jumlahnya cukup besar. “Kalau Ahok maju, meski menjadi cawapres, maka (dia) menjadi non-Muslim pertama dalam kepemimpinan nasional. Akan muncul pro dan kontra. Namun, ini juga menunjukkan bahwa su-

ara minoritas semakin signifikan di politik Indonesia, dalam hal demokrasi elektoral,” papar Zaki. Meski begitu, Zaki mengatakan bahwa ia tak terlalu yakin jika Partai Gerindra akan mengusung Basuki. Ketidakyakinannya ini berdasarkan perhitungan kebutuhan dukungan suara minimal untuk dapat mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden. Bila Prabowo dipasangkan dengan Basuki, maka ruang koalisi dengan partai lain untuk memenuhi syarat ambang batas minimal tersebut akan semakin sempit. “Jadi, kemungkinan besar, wacana mengusung Ahok lebih ditujukan untuk menghantam pencalonan Jokowi secara tidak langsung. Lebih mudah mengalahkan Mega (Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri) dibanding bila Jokowi maju (dari PDI-P). Prabowo berkepentingan supaya Jokowi tidak maju,” urai Zaki. Menanggapi tudingan bahwa partai Gerindra disebut hendak menjegal Joko Widodo alias Jokowi maju sebagai calon presiden 2014 dengan berencana menduetkan Prabowo Subianto-Basuki Tjahaja Purnama dibantah oleh Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat. Menurut Martin, partainya tidak mungkin melakukan penjegalan terhadap Jokowi. Pasalnya, kata dia, mantan Wali Kota Surakarta itu juga merupakan bagian dari Gerindra. “Jokowi kita yang menjadikan gubernur, untuk apa dijegal. Tidak mungkinlah. Kita yang mengusungnya, kita tetap jaga supaya Jokowi berhasil,” kata Martin di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (5/3). Seperti diketahui, meski belum diusung secara resmi, Jokowi yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sudah masuk dalam skenario pencapresan PDI-P. Martin mengatakan, satusatunya alasan Gerindra mempertimbangkan Basuki sebagai kandidat calon wakil presiden adalah untuk mengapresiasi prestasi Basuki selama menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta. “Jadi kalau berprestasi kita pertimbangkan, kita apresiasi, apalagi dia masih muda,” ujarnya. Namun, Martin juga mengingatkan bahwa pengusungan Basuki hanya salah satu wacana dari sekian banyak tokoh yang dipertimbangkan. Keputusan pencapresan, tambah dia, juga masih menunggu perolehan suara Gerindra dalam pemilu legislatif mendatang. KP C

M

Y

SINGARAJA – Fajar Bali Di tahun politik 2014 ini, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menghimbau kepada seluruh partai politik peserta pemilu, caleg dan tokoh masyarakat untuk tetap menjunjung asas demokrasi serta taat terhadap aturan yang berlaku, agar pesta demokrasi Pileg maupun Pilpres dapat berjalan damai dan lancar. Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Agus Suradnyana saat membuka kegiatan Forum Komunikasi dan Konsolidasi partai politik dengan melibatkan LSM, Ormas dan tokoh masyarakat di Hotel Banyualit, Rabu (5/3) kemarin. Agus Suradnyana menyatakan, sebagai kepala daerah, Bupati yang dibantu oleh Kepolisian dan TNI memiliki tanggung jawab untuk menjaga kondusifitas wilayah dalam perhelatan pemilu legislatif dan Pilpres. Hal tersebut sesuai Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2013 tentang penanganan gangguan keamanan dalam negeri. Inpres ini menjadi penting mengingat sistem pemilihan langsung dikhawatirkan akan menimbulkan gesekan antar pendukung partai politik.”Inpres tersebut mewajibkan kepala daerah bersama Muspida berkoordinasi untuk menjaga kondusifitas wilayah. Kami tentunya berharap di Buleleng tidak ada konflik yang terjadi,” kata Bupati yang berbadan subur itu. fajar bali.pdf

1

3/5/14

8:49 AM

Bupati Agus Suradnyana ketika membuka kegiatan Forum Komunikasi dan Konsolidasi partai politik dengan melibatkan LSM, Ormas dan tokoh masyarakat di Hotel Banyualit FB/AGUS

Sebagai mantan Anggota DPRD Provinsi Bali, Agus Suradnyana pun berpesan agar dalam kegiatan kampanye para Caleg mampu memberikan pembelajaran politik yang cerdas kepada pemilih sehingga mampu terdidik dan tidak berpikir negatif terhadap kegiatan politik.”Idealnya para caleg harus menunjukan kualitasnya pada saat kampanye sehingga darisana pemilih bisa menilai kualitas dari calon. Berkualitas atau tidak untuk mewakili suara masyarakat,” imbuh Bupati. Di sisi lain, Kapolres Buleleng AKBP

Benny Arjanto yang juga menjadi narasumber kegiatan menyatakan, pihaknya saat ini sudah memetakan daerah rawan konflik di Kabupaten Buleleng. Mantan Kapolres Badung ini berharap langkah preventif seperti kegiatan Forkomkon antar Partai Politik mampu menekan potensi konflik.”Kita sudah polakan sistem pengamanan terpadu untuk menciptakan pesta politik yang sehat. Besar harapan kita partai politik dan Caleg mampu saling menjaga simpatisannya agar tidak memunculkan konfik,”tegasnya. W - 008

powered by:

B

A

L

I

Setiap perusahaan sudah pasti ingin mencapai service excellence dan melayani pelanggannya sebaik mungkin. Tapi service excellence hanya mampu membuat pelanggan mengatakan bahwa "servicenya OK!". Di tengah persaingan yang semakin dahsyat, OK! service tidak cukup untuk menciptakan loyalitas. Loyalitas hanya bisa dicapai melalui pengalaman yang membuat pelanggan berkata "AHA!". Namun, lebih dari itu, untuk menciptakan pelanggan yang tidak saja loyal, tapi juga sukarela menjadi advocate, perusahaan harus bisa menciptakan service yang "WOW!"

CM

MY

CY

CMY

K

Dalam acara seminar ini, Iwan Setiawan, Chief Knowledge Officer MarkPlus, Inc. akan memaparkan faktor-faktor apa saja yang diperlukan untuk menciptakan WOW Service di perusahaan Anda. Iwan Setiawan akan menjelaskan bagaimana menggunakan service blueprint untuk menciptakan pengalaman yang melebihi ekspektasi dan persepsi (expectations & perceptions) pelanggan. Lalu akan ditunjukkan pula bagaimana values-based principles dapat menjawab kegelisahan dan hasrat terdalam (anxieties & desires) konsumen, sehingga mereka bisa mengatakan "WOW!". Featuring : Iwan Setiawan Chief Knowledge Officer MarkPlus, Inc.

DENPASAR Rama Sita Room at Inna Grand Bali Beach Kamis, 27 Mar 2014 ,14.00 - 17.00 WITA INFORMATION: Anita - 081337322832 Tiket dapat diperoleh di Gramedia Nikita, Duta Plaza, Mall Bali Galeria Media Partner:

Iwan Setiawan

Chief Knowledge Officer MarkPlus, Inc.

SEMINAR FEE:

Rp 500.000 per peserta (termasuk: Materi Seminar, Sertifikat, Coffee Break dan majalah Marketeers edisi terbaru) Rp 3.200.000 per table untuk 8 orang peserta (termasuk : Materi Seminar, Sertifikat, Coffee Break dan majalah Marketeers edisi terbaru)

Inspired by:

Sponsored by:

SERV I CE CREATING

CUSTOMER ADVOCATE

THROUGH

CARE PENULIS:

HERMAWAN KARTAJAYA BAYU ASMARA

594/III/IGR

580/II/IGR

Layouter: Kasturie

FAJAR BALI EDISI 6 MARET 2014  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you