Issuu on Google+

Harian Umum MEDIA GROUP

I klan 0751 4488700 Berlangganan 08116666333 Pengaduan 082388441221

KAMIS

13 DESEMBER 2012 M /29 MUHARRAM 1434 H

TERBIT 36 HALAMAN 071 TAHUN KE 65

Harga Eceran Rp3.500/eks, Harga Langganan Rp78.000/bulan (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat BENTROK WARGA DI TIKU

54 Motor dan 3 Pospam Dibakar Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan.

DUA kelompok warga bentrok di Tiku. Akibatnya, 54 sepeda motor dan 3 Pospam dibakar massa. Polres Agam pun harus minta bantuan dari Polres Padang Pariaman, Polres Pasaman Barat dan Polda Sumbar untuk mengamankan situasi.

(QS An Nisaa' Ayat 7)

04.45

12.14

15.40

18.19

19.34

TIKU, HALUAN — Bentrok antarwarga terjadi di Tiku, Kecamatan

KHAS

Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Rabu (12/12) dini hari. Bentrokan tersebut, mengakibatkan 54 sepeda motor dan 3 pos pengamanan (Pospam) hangus dibakar massa. Selain itu terdapat dua korban

luka akibat lemparan batu serta senapan angin. Suasana setelah bentrok masih mencekam, sejumlah warga terlihat bersiaga dengan mempersenjatai dirinya dengan pisau, parang dan tombak.

>> 54 MOTOR hal 07

Sentra Percetakan di Kampung Jawa Dalam PADANG,HALUAN — Kebutuhan terhadap jasa percetakan dewasa ini terus meningkat. Hal tersebut setidaknya ditandai dengan tumbuh suburnya industri percetakan. Tidak terkecuali di Kota Padang. Usaha percetakan yang kian menjamur, berbanding lurus dengan kebutuhan masyarakat terhadap jasa percetakan itu sendiri. Bicara soal percetakan, sablon, pembuatan stempel dan bisnis sejenis di Kota Padang, pikiran orang akan tertuju ke Kampung Jawa Dalam, Keluarahan Belakang Olo, Kecamatan Padang Barat.

>> SENTRA PERCETAKAN hal 07

SIAGA — Sejumlah warga membawa senjata tajam untuk bersiaga saat bentrok di Kawasan Sawit PT Mutiara Agam, Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Rabu (12/12).Terdapat 54 motor yang dibakar massa saat bentrok antara Anak Nagari Tiku dengan Anak Nagari Tanjung manggopoh atau Yayasan Tanjung Manggopoh. RIVO SEPTI ANDRIES

Tragedi Andi

UNJUK BUDAYA WARNAI UPACARA PEMBUKAAN PORPROV XII

Oleh Jeffrie Geovanie

Dari Silat Harimau Sampai Batik

Sekretaris Majelis Nasional Partai NasDem BAGI saya, penetapan Andi Alifian Mallarangeng sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan tragedi. Tragedi bagi seorang intelektual. Tragedi bagi seorang aktivis politik. Saya mengenal Andi sebagai inteketual muda yang berwawasan luas. Popularitasnya mulai menanjak pada tahun 1997 setelah pulang dari tugas belajar di Northern Illinois University, Amerika Serikat.

>> TRAGEDI hal 07

Acara pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII di GOR Singa Harau Kabupaten 50 Kota, Rabu (12/ 12), menampilkan kesenian tradisional yang disuguhkan oleh siswa-siswi seKabupaten 50 Kota. HASWANDI

PEMBERANTASAN KORUPSI

Pernyataan SBY Preseden Buruk JAKARTA, HALUAN — Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyebut bahwa kasus korupsi terjadi karena ketidakpahaman pejabat bahwa apa yang dilakukan keliru sehingga negara wajib menyelamatkan mereka, dapat menciptakan

preseden yang buruk di masa depan. Hal itu dikatakan Ketua Umum DPP Partai NasDem Patrice Rio Capela. Menurut Patrice, hukum tidak menunggu pejabat untuk paham karena pejabat yang sudah ditunjuk memimpin maka dia harus sudah

paham hukum yang menjadi domainnya. Pemimpin bersentuhan langsung dengan kebijakan, jika lembaga yang dipimpin mengeluarkan kebijakan tapi pemimpinnya tidak tahu dan

>> PERNYATAAN SBY hal 07

Laporan : Rakhmatul Akbar AROMA “persaingan” mewarnai upacara Pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII di Kabupaten Limapuluh Kota. Dari 19 kabupaten/kota peserta pesta olahraga terbesar di Sumbar ini, beberapa di antaranya mencoba tampil beda. Jika kebanyakan peserta defile tampil dengan barisan atlet, ofisial dan pimpinan kontingen, dan melambaikan tangan saat \ melangkah di

depan tribun utama, beberapa daerah seperti Kabupaten Sijunjung menampilkan kesenian daerahnya di depan barisan defile. Juga ada Kabupaten Padang Pariaman yang menampilkan duplikat tabuiknya pada upacara pembukaan yang berlangsung, Rabu (12/12) mulai pukul 15.00 WIB hingga jelang maghrib.

>> DARI SILAT hal 07

70 Pelajar Diseberangkan dengan Perahu Karet PASBAR, HALUAN — Pasca ambruknya jembatan Batang Batahan, sekitar 70 anak sekolah di lima Kejorongan Nagari Batahan, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, dievakuasi oleh tim SAR Pasaman untuk menyeberang Sungai Batahan. “Benar kita menggunakan dua perahu karet membawa

anak sekolah itu menyeberang sungai untuk pergi sekolah karena jembatan sepanjang 65 meter itu ambruk. Kita mulai membawa siswa sejak pukul 06.00 pagi,”kata Koordinator Pos SAR Pasaman, Akmal, ketika dihubungi Haluan, Rabu (12/12). Akmal menyebut pihaknya memakai satu perahu karet

dari SAR dan satu perahu karet dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Evakuasi juga melibatkan pihak kecamatan, BPBD, kepolisian dan masyarakat sekitarnya. Menurutnya, 70 pelajar itu masing-masing 30 murid SD, 20 siswa SMP sederajat dan 20 siswa SMA sederajat.

Mereka dibawa menyeberangi sungai untuk pergi sekolah dan saat pulang nanti. “Kita akan menempatkan perahu karet untuk membantu siswa menyeberangi sungai karena saat ini siswa sedang melakukan ujian. Mudah-mudahan dengan

>> 70 PELAJAR hal 07

Kelahiran dan Pernikahan 12-12-12 PADANG, HALUAN — Tanggal 12, bulan 12, tahun 2012 banyak masyarakat yang menjadikannya sebagai momen yang sangat penting seperti melahirkan bayi bahkan melakukan pernikahan. Salah satunya di Rumah Sakit M. Djamil Padang, hingga berita ini diturunkan, sedikit-

nya 3 bayi lahir pada tanggal, Rabu kemarin yaitu 12-12-12 melalui persalinan. Ketiga bayi mungil yang lahir pada tanggal cantik tersebut, tidak lahir berdasarkan permintaan dari keluarga, melainkan lahir karena sudah waktunya.

>> KELAHIRAN DAN hal 07

Mendikbud Dinilai Menyalahi UU................>> 02 Makelar Batu Bara Tersudut........................>> 04 Harga Emas Naik.............................................>> 15 >> Editor : Ismet Fanany MD, Syamsu Rizal

>> Penata Halaman : David Fernanda


2 UTAMA KILAS Penyebar Film Anti-Islam Dipenjara 3 Tahun MESIR, HALUAN- Pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman penjara selama tiga tahun kepada seorang blogger Kristen Koptik dalam kasus penghujatan agama setelah dia menyebarkan film anti-Islam di situs jejaring sosial. Vonis dijatuhkan pengadilan pada Rabu (12/12) kepada Alber Saber, 27, seorang mahasiswa lulusan ilmu komputer. Alber Saber ditangkap pada 13 September setelah para tetangganya mengadukan bahwa ia menyebarkan film amatir Innocence of Muslims lewat Facebook. Saber dapat mengajukan banding setelah menyerahkan jaminan 1.000 pound Mesir atau sekitar Rp1,5 juta. Jaksa penuntut menuduh Saber memuat berbagai halaman di Facebook yang berisi seruan ateisme, penghinaan terhadap Islam, Kristen dan mempertanyakan keyakinan beragama. Kasus ini merupakan salah satu kasus yang dianggap oleh kalangan aktivis hak asasi manusia sebagai upaya terus menerus yang digalang kelompok-kelompok berhaluan Islam ultrakonservatif guna mengekang kebebasan berekspresi. (h/bbc)

Soal LKPD, DPRD Belum Sependapat PADANG, H ALUAN - Pembahasan Ranperda Lembaga Penjamin Kredit Daerah (LPKD) sudah tuntas dibahas di DPRD Sumbar. Demikian dikatakan Wakil Ketua Pansus Ranperda LPKD Asril Kasoema. Namun, dalam pembahasan terakhir yang dilaksanakan di Bukittingi Senin (10/12) lalu, kepala daerah menyayangkan belum adanya sosialisasi terkait LPKD ini. “Dalam pertemuan tersebut hanya 3 orang kepala daerah yang hadir. Sementara yang lainnya hanya diwakili kepala dinas. Jadi, belum ada sikap yang jelas dari kepala daerah tentang LPKD ini,” katanya, Rabu (12/12) kemarin. Kepala daerah yang menghadiri pembahasan ini adalah Bupati Tanah Datar, Bupati Agam, dan Bupati Limapuluh Kota. Sementara perbankan yang turut hadir seperti Bank Nagari, BRI, dan lainnya, kata Asril, menyambut baik LPKD ini. Melihat masih adanya fraksi yang tidak setuju dengan lahirnya LPKD ini, menurutnya bisa diselesaikan nanti saat sidang paripurna, meskipun melalui voting. Dirinya sendiri berharap, semua fraksi bisa menyetujui LPKD ini. Alasannya, ini membantu masyarakat mendapatkan bantuan modal untuk mengembangkan usaha. Selama ini mereka banyak kesulitan mendapatkan batuan karena tidak ada agunan. Jika disahkan, dalam penerapannya nanti, Asril berharap LPKD ini memberikan jaminan bagi orang yang layak berdasarkan kreteria yang sudah diatur. Misalnya memiliki prospek, usaha tersebut sedang berjalan, dan lainnya. Sementara selama ini, dalam program KUR yang dimiliki pemerintah, meskipun memiliki prospek, bank masih belum memberikan kredit, karena tidak ada agunan. Padahal usulan yang diberikan oleh rakyat di bawah Rp20 juta. Sementara ketika LPKD ini berdiri sebagai perseroan terbatas, Asril berharap DPRD ikut menentukan komisariatnya. Berbeda dengan hal di atas, anggota Komisi IV DPRD Sumbar, Rizanto Algamar menentang lahirnya LKPD ini. Katanya, berdirinya LKPD ini tidak menjadi jaminan bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya petani. Dikatakan Rizanto, dengan wilayah Sumatera Barat yang mayoritas petani, seharusnya banyak layanan kredit alat-alat pertanian. Melihat kondisi sekarang, layanan kredit didominasi untuk barang elektronik, keperluan rumah tangga, tidak untuk alat pertanian. “Sementara yang dibutuhkan masyarakat adalah alat-alat pertanian,” katanya. (h/cw-eni/met)

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

KURIKULUM 2013

Mendikbud Dinilai Salahi UU PADANG, HALUAN — Perubahan kurikulum yang direncanakan berlaku 2013 mendatang, dinilai belum waktunya oleh pakar pendidikan dari LPMP Sumatera Barat, Zulkarnaini Diran. Saat ini masih banyak guru yang belum mengenal kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).

PEMEKARAN DAERAH DITUNDA — Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi menghadiri rapat pleno pengambilan keputusan atas usulan 14 pemekaran daerah otonomi baru dengan Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, (12/12). Rapat yang sedianya melakukan pengambilan keputusan pemekaran daerah otonomi baru ditunda karena perlu ada pembahasan lebih lanjut antara Mendagri dengan Presiden. inilah.com/Ardhy Fernando

SI GULAMBAI NGAMUK LAGI

12-12-12, Teti Berduka PADANG PANJANG, HALUAN — Oleh sebagian orang, angka cantik 12-12-12, dianggap sebagai perpaduan angka yang diharapkan bisa membawa hoki dan peruntungan. Namun, tidak halnya bagi Teti, warga Kelurahan Tanah Hitam, Kota Padang Panjang. Rabu 12-12-12, adalah hari naas yang tak akan terlupakan seumur hidupnya. Hari itu sekitar pukul 15.15 WIB, rumah miliknya luluh lantak akibat dimamah si gulambai. Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun kerugian yang diderita Teti ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sejumlah barang-barang berharga yang tak sempat diselamatkan korban, ikut menjadi

abu dan menyisakan puing. Beny, salah seorang tetangga korban mengatakan, dari pengakuan sejumlah saksi mata yang melihat langsung kejadian itu, api diduga kuat berasal dari bagian belakang rumah korban. Dalam sekejap, kobaran api yang terus membesar, mulai merambat dan menjilati sampai ke bagian tengah dan depan bangunan rumah permanen itu. “Oleh warga, kejadian itu langsung dilaporkan kepada pihak pemadam kebakaran, sembari terus berusaha untuk memadamkan api,” kata Beny. Kepala UPT Pemadam Kebakaran Jhoni Aldo membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan, dua unit armada pemadam, sampai

di lokasi selang beberapa menit setelah kejadian. Jhoni menyebutkan, upaya pemadaman berlangsung sekitar setengah jam. “Dibantu masyarakat, api baru bisa dijinakkan selang setengah jam kemudian. Beruntung kobaran api tidak sampai merembet ke rumah sekitarnya,” ujar Jhoni. Kapolres Kota Padang Panjang AKBP Sofyan Hidayat menyebutkan, hingga saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran yang menghanguskan rumah warga Tanah Hitam tersebut. “Kita masih melakukan penyelidikan, guna mengungkap penyebab musibah kebakaran itu,” kata Sofyan.(h/yan)

Dan sekarang masuk lagi kurikulum baru yang bertema tematik integratif. “Jika dinilai secara yuridis, teoritis, dan empiris, kurikulum baru ini banyak kelemahan,” ujarnya, Selasa (11/12). Secara yuridis, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dinilai menyalahi UU. Dikatakan Zulkarnaini, berdasarkan UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 38, disebutkan kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan. “Sementara pengembangan kurikulum yang berjalan saat ini, tidak melibatkan komite. Yang terdiri dari wakil pemerintah, praktisi pendidikan,” ujar pria yang pernah menjadi tim perekayasa kurikulum Provinsi Sumatera Barat ini. Sementara secara empiris, masih banyak guru yang belum mengetahui kurikulum KTSP, tetapi sudah diperkenalkan lagi kurikulum baru. Lainnya, yang menjadi kelemahan yaitu terkait administrasi tenaga pendidik. Selama ini para guru harus membuat silabus yang sesuai dengan acuan standar pendidikan nasional. Sementara, dinas pendidikan yang merupakan tenaga pendidik, tidak memberitahukan adanya

perubahan-perubahan tentang pendidikan kepada guru. Sementara dinas pendidikan ini, memilki banyak pengetahuan yang didapat dari materi yang diberikan dalam pertemuan di tingkat nasional. Terkait adanya tema kurikulum baru, tematik intergratif, menurut Zulkarnaini, tidak efektif jika diterapkan. “Hal ini berdasarkan, pengalaman penerapan kurikulum pada tahun 1975. Di mana muatan lokal diintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain. Namun tidak banyak guru yang menerapkan. Begitu juga, keadaan kurikulum saat ini, di mana semua mata pelajaran diintegrasikan sampai kelas III SD. Tetapi tidak banyak guru yang menerapkan,” ujarnya. Sementara, tahun 1994, dengan berdirinya muatan lokal sebagai suatu mata pelajaran, lebih banyak manfaatnya. Terkait buku pelajaran, yang rencananya disediakan oleh pusat, hal ini juga menyalahi aturan, kata Zulkarnaini. Karena kurikulum pendidikan memberikan ruang bagi budaya lokal untuk ditempatkan. Jika ditetapkan oleh pusat, tentu budaya lokal daerah tertentu tidak menjadi unggulan dalam buku pelajaran. “Jika dibuat oleh Kemendikbud, tentu akan banyak cerita Tangkuban Perahu dan cerita lainnya yang bernada sama,” ucapnya. (h/cw-eni)

Kasus Pembunuhan Siswa SMA PGRI 2 Masih di Jaksa PADANG, HALUAN - Berkas kasus pembunuhan Oldi Saputra (16), siswa SMA PGRI 2 Padang yang dilakukan oleh tersangka Deby Syahputra (25), warga Pampangan, Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg) Padang, hingga saat ini masih di tangan Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Sampai sekarang kami masih menunggu jawaban dari kejaksaan apakah berkas tersebut telah dinyatakan lengkap atau belum,” kata Kapolresta Padang Kombes Pol. Moch Seno Putro melalui

Kapolsek Lubeg Kompol Yuli Kurnianto, Rabu (12/12). Dikatakannya, pihaknya telah mengirim berkas pembunuhan tersebut ke jaksa seminggu yang lalu untuk dipelajarinya. Namun hingga sekarang belum mendapat pemberitahuan dari kejaksaan terkait kasus tersebut. “Mudahanmudahan berkas pembunuhan ini dinyatakan lengkap oleh jaksa. Apabila nantinya jaksa mengatakan berkas tersebut belum lengkap, maka kami akan melengkapinya dan menyerahkannya

kembali,” jelasnya. Berita sebelumnya, pelaku pembunuhan terhadap siswa SMA PGRI 2 Padang, Oldi Saputra terungkap. Tersangkanya adalah Deby Syahputra alias Bojes, warga Pampangan. Bojes berhasil ditangkap Tim Reskrim Polsek Lubuk Begalung (Lubeg) di daerah Kiliranjao, Kabupaten Sijunjung, Sabtu (20/10) sekitar pukul 17.30 WIB. Sebelum melakukan pembunuhan, tersangka terlebih dahulu menghubungi korban pada hari Rabu (17/10), sepulang

sekolah untuk janjian pergi jalanjalan. Saat itu Oldi menerima tawaran tersangka. Korban tidak tahu rencana tersangka akan membunuhnya. Korban menerima tawaran Bojes, karena Bojes berjanji akan menanggung bensin motornya. Tersangka ternyata juga telah menyiapkan peralatan yakni kawat untuk mengikat korban. Setelah itu sekitar pukul 18.00 WIB korban keluar dari rumahnya di Sarang Gagak, Keluarahan Anduring, Kecamatan Kuranji.

Kemudian sekitar pukul 21.00 WIB, korban bertemu dengan tersangka di kawasan Banda Bakali, Parak Kopi dan kemudian keduanya pergi jalan-jalan. Setibanya di lokasi kejadian sekitar pukul 23.00 WIB, Bojes meminta agar korban menghentikan kendaraannya. Alasannya ingin buang air kecil. Saat korban lengah, tersangka lalu membunuh korban dengan cara menjerat leher dan mengikat tangannya dengan menggunakan sebuah kawat. (h/nas/met)

Dirjen Keuangan dan Dirjen Otonomi Daerah ini, dibahas berbagai isu seperti Surat Keputusan Bersama (SKB) 5 Menteri tentang pendidikan, Persiapan Unit Layanan Pengadaan (ULP), pengawasan BPK dan Inspektorat untuk mencapai target Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan berbagai masalah terkait KTP elektronik. Untuk mengurangi kegiatan tambang ilegal kabupaten/kota dapat mengeluarkan izin tambang rakyat. Izin tersebut juga harus memiliki analisa dampak lingkungan dan tidak di hutan lindung. Perda Tambang Rakyat Gubernur Irwan Prayitno meminta kabupaten/kota untuk menyiapkan peraturan daerahnya (perda). Karena tambang rakyat tersebut dapat diakomodir oleh UU No 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Batu Bara dan Mineral. “Sekarang kita dapat memanfaatkan UU No 4 tahun 2009 sebagai landasan mengeluarkan izin tambang rakyat. Rekomendasi itu segera kita keluarkan,” sebut Gubernur Irwan Prayitno. Ada dua manfaat ketika kabupaten/kota dapat mengeluarkan izin pertambangan rakyat. Pertama rakyat setempat dapat mengelola potensi tambang yang ada di daerah mereka. Kedua pemerintah daerah juga bisa mengelola pendapatan asli daerah (PAD) dari pengeluaran izin tersebut. Di lain pihak katanya, selama ini masyarakat yang melakukan penambangan ilegal merasa tak nyaman, sekarang dapat diarahkan dengan baik. Bahkan, pem-

berian izin tambang rakyat itu juga akan berdampak mengurangi illegal mining. “Ini dapat mengurangi illegal mining, sebab mereka yang selama ini melakukan penambangan dengan ilegal sudah kita resmikan. Kemudian mereka juga dapat diarahkan pada daerah yang lebih baik untuk menambang,”ujarnya. Menurutnya dampak yang paling besar ada peluang mengeluarkan izin tambang rakyat tersebut adalah tidak ada lagi investor dari daerah lain yang melakukan penambangan ilegal di Sumbar. “Kadang mereka yang datang melakukan penambangan itu malah investasi dari miliaran sampai triliunan di sini, tapi mereka ilegal,” ujarnya. Teknis izin tambang rakyat itu nantinya dikeluarkan oleh kabupaten/kota yang bersangkutan. Proses perizinan juga tergantung dengan kabupaten/ kota yang dibuat dengan perda. Sementara provinsi hanya memberikan rekomendasi. “Kita nanti posisinya hanya memberikan rekomendasi saja, ”ujar Irwan. Anjuran tersebut disampaikannya menyusul belakangan ini maraknya tambang ilegal di Sumbar. Bahkan, sempat terjadi bentrok antara petugas kepolisian dan masyarakat, seperti di Dharmasraya. Disisi lain, di Solok Selatan sekarang juga ratusan alat berat beroperasi melakukan aksi tambang liar. Pemerintah Kabupaten Solok Selatan juga sudah angkat tangan dengan hal itu. (h/dla/met)

RAKOR BUPATI DAN WALIKOTA

Otonomi Daerah Belum Mantap PADANG, HALUAN — Meski sudah dilaksanakan sejak tahun 1999, sistem Otonomi Daerah (Otoda) masih belum berjalan maksimal dalam menggenjot percepatan pembangunan. Hal ini menjadi sorotan dalam rapat koordinasi (Rakor) Bupati dan Walikota se Sumbar, Selasa (11/12). Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam sambutannya menyoroti sejumlah pola pikir yang belum sejalan antara pemerintah pusat, provinsi, kota/ kabupaten dan instansi vertikal. “Kita masih belum memiliki mindset yang sama terkait

perubahan undang-undang. Permendagri yang sudah berlaku tidak sepenuhnya dilaksanakan di lapangan. Misalnya ketika Pemprov ingin membantu daerah dalam pembangunan fisik seperti infrastruktur pendidikan, namun kemudian ternyata malah menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ini salah satu bukti belum pasnya sinergi antar instansi vertikal,” papar gubernur. Pernyataan gubernur ini, terkait dengan ekspos sejumlah media beberapa waktu lalu yang menyoroti kurangnya sarana transportasi jembatan di salah

satu nagari di Kabupaten Pesisir Selatan. “Ekspos media tentang jembatan di daerah Lambuang Bukik Pessel, yang menonjolkan kurangnya infratsruktur, dalam hal ini jembatan, salah satu contohnya. Jembatan itu sudah dianggarkan dalam APBD Provinsi untuk dibangun pada tahun 2012. Namun karena ada temuan BPK terkait salah penganggaran dan tidak adanya kewenangan provinsi, maka pembangunannya ditunda. Nah, saat itulah media lokal dan nasional menyorot,” tutur Irwan. Ini, katanya merupakan contoh konkrit belum mantapnya pelaksanaan otonomi daerah. Akibatnya sebanyak Rp227 miliar dana APBD provinsi tidak bisa dicairkan saat itu. “Keadaan ini kemudian membuat kepala daerah, termasuk bupati/ walikota bingung. Jika dibebankan ke daerah, APBD kota/ kabupaten tidak sanggup. Provinsi yang dananya cukup banyak dan ingin membantu, ternyata juga tidak bisa karena dinilai tidak punya kewenangan,” tambahnya. Selain itu, dalam rakor yang mendatangkan tiga Dirjen dari Kementerian Dalam Negeri yakni Dirjen Pemerintahan Umum,

>> Editor : Ismet Fanany MD, Syamsu Rizal

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

Masyarakat Pessel Kesulitan Kayu PAINAN, HALUAN — Masyarakat kabupaten Pesisir Selatan mengeluh akibat sulitnya mendapatkan kayu untuk kebutuhan bahan bangunan. Ketersediaan kayu semakin hari terus menipis. Hal ini menimbulkan gangguan bagi masyarakat untuk melaksanakan pembangunan maupun untuk usaha mobiler dan lainnya. “Faktor penyebabkan kayu semakin langka tidak terlepas ulah prilaku masyarakat yang enggan melakukan peremajaan kayu setelah ditebang. Bila peremajaan lahan tidak dilakukan sejak dini dikuatirkan Pessel akan mengalami krisis kayu dimasa mendatang,” kata Kabid Produksi dan Rehabilitasi Lahan Dinas Kehutan dan ESDM Pessel, Yulinazra kepada Haluan, Rabu (12/12). Lebih lanjut, katanya, kebutuhan kayu yang berasal dari hutan rakyat di Pessel tidak bisa dielakkan. Maka untuk mengantisipasi kelangkaan kayu tentu membutuhkan kepedulian masyarakat untuk menghijaukan kembali lahan yang ada dengan kayu yang dapat digunakan untuk sebagai bahan bangunan. Pada tahun 2009 telah dicadangkan kawasan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) di Pessel seluas 2795 hektar dengan rincian kecamatan Lingggo Saribaganti Pessel seluas 990 hektar, kecamatan Basa Ampek Balai Tapan 310 hektar, kecamatan Pancung Soial seluas 5450 hektar termasuk 130 hektar sudah ada izinnya dari bupati Pessel. Kepala Dinas Kehutanan dan ESDM Maswar Dedi mengakui, daerah Pessel yang memiliki kawasan hutan yang cukup luas kerap menjadi sasaran pelaku illegal logging. “Para pelaku yang terbukti membabat hutan untuk mengambil kayu tanpa izin akan berhadap dengan hukum yang berlaku,” tambahnya. Hutan lindung, lanjutnya, perlu dilestarikan yang menuntut kepedulian semua pihak ikut proaktif memelihara dan menjaganya dari gangguan oknum masyarakat untuk keuntungan individu maupun kelompok. Kerusakan hutan akan mengundang bencana alam banjir dan longsor serta merugikan masyarakat, pemerintah dan pembangunan daerah. Sistim pengelolaan HTR melalui badan layanan umum pusat pengembangan kehutanan Kementerian Kehutanan RI, bagi masyarakat yang tidak mampu akan mendapat pinjaman sebesar Rp7 hingga Rp8juta per hektar untuk pengelolaan hutan berbasis masyarakat.(h/mjn)

Solsel Berpotensi Mekarkan 6 Nagari

SUMBAR 3

SOLSEL, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Solok Selatan berpotensi untuk memekarkan enam nagari lagi. Kini, sudah ada dua nagari yang sudah mengajukan proposal pemekaran.

Pemimpin Redaksi Haluan bersama Koordinator Liputan Rudi Antono menyambut Chairul Darwis Datuk Rangkayo Mangkuto Alam di kantor Haluan, Komplek Bandara Tabing Padang, Rabu (12/12). PARWIS

Chairul Janji Tak Main Politik Uang PADANG, HALUAN — Bakal Calon Walikota Pariaman dari Partai Golongan Karya (Golkar) Chairul Darwis Datuk Rangkayo Mangkuto Alam berjanji tidak akan menggunakan money politics (politik uang) untuk memenangkan Pilkada Pariaman, 4 September 2013 mendatang. Politisi yang juga mantan pamong senior ini mengembalikan formulir pendaftaran ke DPD Golkar Kota Pariaman pada momentum, Rabu 12-12-2012 pukul 12.12 WIB. “Saya tidak akan menggunakan money politics untuk Pemilukada nanti. Karena, saya beranggapan money politik itu

tidak akan menjamin mendapat suara banyak. Salain itu, perbuatan yang demikian adalah pebuatan yang akan menyesatkan masyarakat, dan mengajari masyarakat untuk tidak jujur dalam berbuat,” ujar Darwis saat berkunjung ke Kantor Haluan, Rabu (12/12). Saat berkunjung, Chairul Darwis diterima Pemimpin Redaksi Haluan Yon Erizon, dan Koordinator Liputan Rudi Antono. Dikatakan, selain tidak menggunakan money politics, ia juga mengatakan tidak akan maju menjadi calon kalau dirinya tidak diminati oleh publik. Karena, seorang calon itu harus menjadi

tauladan dan panutan bagi masyarakatnya. “Kalau hasil survei nanti sudah keluar, dan hasilnya tidak seperti yang diharapkan, maka saya pun akan bersedia mengundurkan diri sebagai calon,” katanya. Jumlah pengambil formulir DPD Partai Golkar Kota Pariaman cukup banyak, mencapai 18 orang. Namun yang telah mengembalikan formulir baru 14 orang. “Meskipun banyak calon dari Golkar, namun kami saling menghargai, dan tidak akan terpecahkan. Karena, niat dan tujuan kami sama yaitu untuk melakukan pengabdian bagi masyarakat Pariaman,” terangnya. (h/cw-wis)

Dua nagari baru yang diusulkan untuk dimekarkan adalah Nagari Abai Utara dan Nagari Pakan Rabaa Selatan. Usulan dari dua masyarakat nagari itu direncanakan dibahas usai moratorium pemekaran nagari dicabut. Kepala Bagian Pemerintahan Nagari Setdakab Solsel Weddy Syafnir kepada Haluan, Rabu (12/12) mengatakan, urusan pembahasan pemekaran nagari untuk sementara dihentikan (moratorium). “Ada surat dari Mendagri bahwa adanya pelarangan pemekaran nagari sampai Undang-Undang Tentang Pemerintahan Desa disahkan,” katanya. Ia mengatakan, dalam surat pemerintahan Provinsi Sumatera Barat nomor 140/ 565/Pem-2012 tentang Moratorium Pemekaran Nagari, Desa, dan Keluruhan, tertanggal 16 April 2012. “Dalam surat itu dikatakan bahwa moratorium pemekaran nagari sampai RUU

tentang Desa disahkan,” ujar Weddy Syafnir. Pemprov Sumbar juga mengingatkan agar ke depannya pemekaran nagari, desa, dan kelurahan harus diefektifkan dengan memperhatikan kesulitan geografis dan manajerial melaksanakan pelayanan kepada masyarakat disebabkan kesulitan akses transportasi. Untuk pemekaran nagari, menurut Weddy, Solsel masih melakukan konsultasi ke Pemprov Sumbar melalui Biro Pemerintahan. “Untuk pemekaran nagari ada banyak syarat, di antaranya jumlah penduduk 2500 jiwa kecuali daerah yang memang bermasalah akses transportasi sehingga melambankan pelayanan terhadap masyarakat,” terangnya. Selain itu, pemekaran nagari harus memenuhi jumlah jorong. Minimal, satu nagari berjumlah empat jorong. Ia melanjutkan, pembahasan pemekaran nagari yang sudah mengajukan proposal akan dilanjutkan seusai moratorium pemekaran itu dicabut. “Kita tetap mendorong upaya masyarakat untuk pemekaran, dan harus disesuaikan dengan aturan yang berlaku. Bagi nagari yang sudah mengajukan proposal pemekaran diharap bersabar. Bagi daerah yang belum, bisa merancang persyaratan administrasi pemekaran,” pungkasnya. (h/col).

PARLEMENTARIA DISEPAKATI RP590,9 MILIAR

RAPBD Dharmasraya Ketok Palu

WAKIL Ketua DPRD H Rahmanizar menandatangani nota kesepakatan RAPBD Dharmasraya tahun anggaran 2013 menjelang akhir sidang Paripurna DPRD, Rabu (12/12) di Pulau Punjung.

Suasana Sidang Istimewa DPRD penyampaian pendapat masing-masing fraksi. Tampak di bagian depan H Amrizal Dt Rajo Medan dan Sahrul Furqan, Rabu (12/12).

Sekwan Yaswirno, SH bersama Kabag Persidangan dan Risalah, Berlian, S.Sos dan Kabag Humas dan Protokoler DPRD Dharmasraya saat mengikuti sidang.

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dharmasraya menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian pendapat akhir fraksi tentang Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Dharmasraya tahun anggaran 2013, di ruang sidang DPRD, Rabu, (12/12). Dari tujuh fraksi yang menyampaikan pendapat akhirnya, seluruhnya menerima dan menyetujui RAPBD Kabupaten Dharmasraya tahun 2013 untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah. DPRD Kabupaten Dharmasraya sepakat bahwa RAPBD 2013 disetujui dan diharapkan pada awal tahun depan disahkan menjadi perda. Dalam rapat gabungan Komisi dengan TAPD serta Kepala SKPD, disepakati besaran belanja daerah tahun anggaran 2013 sebesar Rp590,9 milyar “Kami mengajak kita bersama untuk menyikapi, mendalami dan mempelajari kembali bentuk konstruksi anggaran yang sulit ini dan tentunya kita harus memperoleh kesepakatan tentang kebijakan yang akan diambil agar tidak menimbulkan persoalan baru bagi daerah kedepan. Fraksi Golkar berharap pelaksanaan APBD 2013 bisa lebih dipercepat, terutama program-program pembangunan infrastruktur,” ungkap juru bicara fraksi Golkar H. Agus Salim saat menyampaikan pendapat fraksinya di hadapan sidang. Sementara itu, Fraksi Bintang Reformasi melalui juru bicaranya Pariyanto, berharap arah APBD 2013 ini dapat mengurangi permasalahan dan menjawab isu strategis daerah khususnya dalam mencapai sasaran RPJMD Dharmasraya 2011-2015. Sasaran Rencana Kerja Pemda (RKPD) ditujukan untuk mewujudkan masyarakat Dharmasraya yang sehat, cerdas, aman berbudaya, adil dan sejahtera. Disisi lain, Fraksi Hanura, berharap agar defisit anggaran sebesar Rp35 milyar itu menjadi perhatian bagi dinas-dinas

terkait agar lebih jeli untuk meningkatkan PAD kedepannya. “Kami Fraksi Hanura berharap agar capaian target PAD dengan peningkatan retribusi pada SKPDSKPD yang ada, dan peningkatan pelayanan publik. Agar proyek yang terbengkalai, terutama penuntasan pembangunan jalan yang terdapat di ruas jalan Siluluak - Pinang Makmur bisa segera diselesaikan karena telah memakan anggaran yang cukup banyak sementara belum bisa dimanfaatkan,” harap H. Amrizal Dt Rajo Medan. Fraksi PAN, dalam notanya, menekankan kembali kepada Pemda agar dalam penyusunan APBD dan realisasi pelaksanaannya selalu dan tetap mengindahkan dokumen perencanaan yang telah menjadi kesepakatan bersama. “Harapan Fraksi PAN agar pengawasan pembangunan infrastruktru dimaksimalkan lagi serta penuntasan proyek-proyek sebelumnya dan pengawasan dana BOS agar benar-benar tersalur kepada anak didik kitayang membutuhkan dan jangan salah sasaran,” sebut H. Sahrul Furqan, SKM. Tak hanya itu, Fraksi Demokrat juga berharap agar kinerja di seluruh SKPD dapat dimaksimalkan, agar masyarakat bisa menikmati pembangunan lebih dini. “Kami berpendapat, rendahnya PAD diharapkan keseriusan dan dinas terkait untuk menggenjot pendapatan ini, sehingga potensi yang ada dapat tergarap. Kami meyakini dengan potensi daerah yang begitu besar dinas terkait bisa merealisasikannya. Ketegasan kepala daerah untuk meningkatkan kinerja aparatur sangat diharapkan,” harap Mulyadi dalam penyampaian pendapat akhir fraksi. Fraksi PDI-P juga berharap masyarakat, terhadap program kerja dan kegiatan tahun 2013, dapat memberikan warna baru dan memberikan kontribusi signifikan menyokong kepentingan masyarakat. “Hal yang menjadi tantangan bagi Pemda dan

DPRD untuk dapat mewujudkan mimpi-mimpi masyarakat yang semakin maju pola pikir dan analisis terhadap program pemerintah. Agar terwujud anggaran daerah yang berorientasi pada kepentingan publik, maka APBD harus disusun dengan pendekatan kinerja, adanya keterkaitan yang erat antara pengmabil kebijakan di DPRD dengan perencanaan operasional oleh Pemda dan penganggaran di unit-unit kerja,” ungkap Kapidis Rasyid tatkala menyampaikan pendapat fraksi PDI-P Pendapat Fraksi Gerindra Pelopor Keadilan Sejahtera (GPKS) agar pemanfaatan APBD yang efektif dan efisien, sehingga setiap angka rupiah yang mengalir untuk pembelanjaan benar-benar dirasakan masyarakat dan memiliki multiplier effect. “F-GPKS berpendapat satu prinsip dasar arus pendapa-

tan adalah bagaimana Pemda mampu untuk menggali sumbersumber pendapatan secara luas sehingga pendapatan daerah terkumpul secara maksimal, namun upaya menggali penerimaan tersebut juga harus memperhatikan beban sosial ekonomi masyarakat. Dalam pengelolaan keuangan daerah yang cukup besar ini hendaknya mencerminkan suatu prinsip dasar penegakan tansparansi dan akuntabilitas publik dalam semua tahapannya baik pada saat perencanaan, pelaksanaan, pengawasan maupun pertanggungjawabannya,” harap Syafri Anwar yang tampil sebagai juru bicara Fraksi GPKS. (h/*)

KETUA DPRD Kabupaten Dharmasraya H Rudi Hartono, S.Sos. >> Editor : Della Syahni

>> Penata Halaman : Rahmi


4 SUMBAR

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

REGIONALISASI RUJUKAN JAMKES

LINGKAR Pilih Ketua OSIS Ditanggal Cantik PASAMAN, HALUAN — Momentum serba dua belas (12/12/12) yakni tepatnya jam dua belas tanggal 12, bulan dua belas dan tahun dua ribu dua belas menjadi hari bersejarah bagi prosesi kepemimpinan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMPN I Padang Gelugur. Karena pada saat itu dijadikan mereka (OSIS SMPN I Panti) waktu penghitungan suara pemilihan ketua OSIS sekolah tersebut. Ketua penitia pemilihan yang juga ketua OSIS yang lama, Fahrunnisa didampingi pembinannya Joni Helmi, S.Pd kepada Haluan mengatakan bahwa momen ini merupakan hasil rapat panitia pemilihan untuk melakukan prosesi pemilihan ketos (Ketua OSIS) yang baru di SMPN I Padang Gelugur dalam masa kepengurusan satu tahun kedepan. “Alhamdulillah, pemilihan yang direncanakan hari ini berjalan lancar,” ungkap Fahrunnisa. Fahrunnisa menambahkan dari 750 hak suara yang ada, hanya terpakai 689 suara saja, artinya suara tersebut hangus sebanyak 61 buah. Masing-masing suara itu didapatkan oleh Muzayan Br Depari sebanyak 264 suara. 171 suara didapatkan oleh Afifurrahman, sedangkan Risky Hasanuddin mendapat 93 suara, Indriani mendapat 71 suara, Miranda Meiyuliana Gulto 59 suara dan terakhir Lukmanul Hakim mendapat suara 31. Dari hasil penghitungan tersebut maka ketos terpilih adalah Muzayan Br Depari. Sebelum pemilihan kata Fahrunnisa, masing-masing calon melakukan hal yang sama layak seorang calon kepala daerah. Mereka (calon ketos) juga menyampaikan visi-misi dan melakukan penjaringan kepada teman-temannya yang akan memilih mereka. Sementara itu, kepala sekolah Yusar, S.Pd menilai prosesi pemilihan OSIS yang diselenggarakan oleh siswanya merupakan proses pembelajaran yang baik. Ia menilai dengan mampu dan beraninya para calon untuk mengikuti prosesiny pemilihan baik dari pendaftaran, penyampaian visi misi dan mengikuti pemilihan berarti berbagai kecakapan sudah mereka miliki. Baik kognitifnya, psikomotornya maupun afektinya. Hal itu bisa dilihat bagaimana para calon mampu menyiapkan visi misinya dan mengkomuniaksikan dengan baik kepada temantemanya dan saling menjaga kebersamaan. Kedepan para calon-calon ini diharapkan terlatih dalam berorganisasi baik ditingkat sekolah maupun di masyarakat. (h/ndi)

Ridwan Dituntut 4 Tahun PADANG, HALUAN — Sidang lanjutan dugaan korupsi pembangunan Kebun Bibit Rakyat (KBR) Kabupaten Sijunjung tahun 2010 dengan terdakwa Ridwan S.Hut kembali digelar di Pengadilan Tipikor Padang dengan agenda tuntutan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zaldi Akri dalam nokta tuntutan yang dibacakannya akhirnya menuntut terdakwa telah melakukan pelanggaran terhadap pasal 3 ayat (1) jo pasal 18 (1) huruf (b) UU pemberantasan Tipikor dengan hukuman pidana selama 4 tahun dikurangi masa tahanan, denda sebanyak Rp 50 juta rupiah serta subsider 6 bulan kurungan. Tidak hanya itu, JPU juga menuntut terdakwa untuk mengganti kerugian negara sebesar Rp10,5 juta. Jika terdakwa tidak bisa mengganti kerugian negara tersebut, hukuman tersebut diganti dengan kurungan selama 18 bulan. Atas tuntutan yang dibacakan JPU ini, terdakwa yang tidak didampingi oleh Penasehat Hukum (PH) tersebut, akan melakukan pembelaan atau pledoi yang kan disampaikan di sidang selanjutnya, Rabu, (19/12) depan. “Saya akan mengajukan pledoi majelis hakim, pledoi tersebut akan langsung saya bacakan pada sidang minggu depan,” katanya dihadapan persidangan yang dipimpin oleh Hakim Sapta Diharja dan beranggotakan M. Takdir dan Zaleka. Sebagaimana diketahui, program ini dianggarkan dalam DIPA Balai Pengelolaan Daerah Sungai (BPDAS) Indragiri Rokan untuk pembuatan KBR di Kabupaten Sijunjung pada tahun 2010. Dari dana Rp 900 juta yang dianggarkan, akan digunakan untuk 18 unit KBR dengan pendistribusian dana sebesar Rp 50 juta per kelompok yang digunakan untuk pembibitan 50 ribu batang. Dalam pelaksanaannya, bibit yang seharusnya dibuat oleh KBR ini ternyata tidak dapat dilakukan karena alasan waktu yang terlalu mendesak. (h/hel)

Terlanjur ke RSUP, Pasien ‘Dikembalikan’ ke RSUD PADANG, HALUAN—PT Askes (Persero) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Sumbar dan kabupaten/kota melakukan pembenahan sistem rujukan pelayanan kesehatan berjenjang (regionalisasi rujukan) bagi pemegang jaminan kesehatan.

PERBAIKAN REl KERETA API — Sejumlah pekerja tengah melakukan penebaran krekel di rel kreta api, kecamtan batang anai, Kabupaten pariaman. Penebaran krekel ini bertujuan untuk menstabilkan lintasan rel. AMIR

DIDAKWA GELAPKAN MOBIL RENTAL

Guru SMA Dituntut 1,5 Tahun Penjara PADANG, HALUAN — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Padang akhirnya menuntut Mukni (56), guru salah satu SMA Negeri di Kota Padang dengan hukuman 1,5 tahun penjara. JPU menilai Mukni sudah melakukan penipuan yang membuat mobil Toyota Avanza BA1043 BR milik Osfiati hilang. Dalam tuntutannya, JPU Irawati menyebut kalau Mkni sudah melanggar Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. “Terdakwa bersalah karena telah membuat mobil milik Osfiati tidak ditemukan,” ungkap JPU Irawati dalam

tuntutannya, Rabu (12/12). Dugaan penipuan terjadi pada 30 April lalu bertempat di rumah terdakwa. Awalnya Osfianti, menerima telepon dari suaminya, Hasmal memintanya mengantarkan mobil Avanza tersebut ke rumah terdakwa. Mobil itu rencananya dipinjam terdakwa kepada Hednrianto, anak angkatnya yang bekerja di BNI. Tiga hari kemudian, Osfianti menelepon terdakwa menanyakan tentang mobil tersebut. Terdakwa mengatakan belum ada kabar. Selanjutnya pada tanggal 3 Mei, terdakwa menelepon Hasmal dan

menyuruhnya datang kerumah. Di rumahnya, terdakwa menjelaskan jika mobil tersebut sudah hilang. Hasmal meminta agar terdakwa bertanggungjawab. Namun terdakwa mengaku tidak sanggup menanggungnya sendiri. Karena tidak ada penyelesaian, akhirnya Osfianti melapor ke Polsek Kototangah. Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian sekitar Rp175,6 juta. Hal yang memberatkan terdakwa dikarenakan selama persidangan sering memberikan keterangan yang berbelit. Perbuatannya juga merugikan orang lain.(h/hel)

DIDAKWA ANIAYA ANAK DAN ISTRI

Anggota DPRD Padang Terancam di Penjara PADANG, HALUAN — Anggota DPRD Padang Musni Zen, untuk kedua kalinya duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Padang, Rabu (12/12). Musni yang merupakan politisi Partai Gerindra, didakwa telah melakukan penganiayaan terhadap anak dan istrinya. Dia terancam hukuman empat bulan penjara dan denda Rp5 juta. Musni Zen didakwa memelintir tangan dan melempar anak kandungnya Flori Zelvia (16) dengan ember. Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Elly Roza juga disebutkan jika Musni mencekik istrinya Jusniati (40). Sebab itulah, JPU menjeratnya dengan Pasal 44 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Dugaan penganiayaan yang dilakukan Musni Zen pada 25 Maret lalu, di rumahnya Komplek Perumahan Bumi Minang 1, Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. “Terdakwa melakukan penganiayaan terhadap anak kandung dan istrinya,” sebut Elly Roza. Dakwaan penganiayaan yang membuat Musni jadi pesakitan berawal saat

Musni menyuruh anaknya Flori Zelvia (16), untuk meminta uang Rp500 ribu kepada Jusniati yang merupakan istrinya. Namun, Flori menolak. Dia tidak mau mengikuti perintah ayah kandungnya itu. Keduanya sempat bertengkar. Lalu Flori masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu. Ketika itu, terdakwa mengaku ingin buang air kecil dan meminta Flori membuka pintu. Tapi, Flori tidak mau membukanya, sehingga terjadi tarik-menarik, sehingga tangan Flori terkilir. Mendapat kekerasan dari ayahnya, Flori menangis. Musni juga sempat melemparnya dengan ember. Usai insiden itu, Jusniati datang dan menanyakan kepada Musni, kepada dirinya tega memelintir tangan anak kandungnya. Akan tetapi, bukannya jawaban yang didapat, Jusniati malah dicekik. Dia juga terjatuh karena didorong dengan keras. “Terdakwa juga melempar korbannya dengan kerekel serta memecahkan kaca jendela,” sebut Elly Roza seperti yang tertulis dalam dakwaan. Tidak terima, Jusniati dan Flori akhirnya melapor ke polisi. Dalam visum

yang dilakukan oleh Dr Sri Hartati dan dikeluarkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Rasidin terungkap kalau leher Jusniati mengalami memar, tangannya juga terluka dan mengeluarkan darah. Sedangkan Flori mengalami luka memar di pergelangan tangan dan terluka di jari manis. Atas dasar itu, penyidik di Polsekta Kuranji melakukan penyidikan dan akhirnya menetapkan Musni Zen sebagai tersangka. Kasus ini dilimpahkan ke Kejari Padang dan akhirnya sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Padang. Sementara, Musni Zen sendiri membantah telah memelintir tangan Flori. Tapi, jaksa bersikukuh kalau apa yang dituangkan dalam dakwaan, sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kedua korban dan beberapa saksi. “Keterangan itu sesuai BAP dan diucapkan di bawah sumpah. Semuanya akan dibuktikan nantinya dalam persidangan,” tegas Elly Roza. Kasus ini masih terus berjalan. Rencananya, pekan depan majelis hakim akan mengeluarkan putusan sela atas pembelaan terdakwa dan jawaban dari JPU. (h/hel)

Ini dilakukan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pasien seiring tujuan dibentuknya Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai perubahan dari PT Askes mulai Januari 2014 nanti. Kepala Bidang Operasional, PT Askes Regional II, Elfa Netti kepada wartawan di sela-sela Seminar Regionalisasi Rujukan di Hotel Pangeran Beach Padang, Rabu (12/12) mengatakan, rujukan berjenjang itu berawal dari dokter keluarga atau Puskesmas, baru ke rumah sakit daerah. Setelah itu baru ke rumah sakit pusat seperti RSUP M. Djamil di Padang. Kecuali dalam keadaan darurat bisa langsung RSUD atau RSUP. Seandainya ada pasien berulah dengan langsung saja ke RSUP M. Djamil Padang tanpa rujukan dari daerah, sementara penyakitnya ringan atau bisa ditangani RSUD, atau bahkan Puskesmas, apakah pihak RSUP boleh menolak? Elfa Netti menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien. “Jika terjadi pasien langsung ke RSUP tanpa rujukan dari jenjang pelayanan sebelumnya, pasien itu tetap dilayani, tapi setelah itu akan dirujuk kembali ke daerahnya,” kata Elfa pada seminar yang dihadiri seluruh kepala dinas kesehatan dan kepala rumah sakit daerah seluruh kabupaten/ kota di Sumbar. Menurutnya, prosedur rujukan berjenjang itu sebenarnya sudah lama dilaksanakan, namun belum maksimal, sehingga rumah sakit pusat seperti RSUP M. Djamil Padang seperti Puskesmas besar. Padahal, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD dan Puskesmas tersebar di seluruh daerah. Dampkanya dengan membludaknya pasien tersebut, pelayanan kesehatan jadi tak maksimal. Pasien atau keluarga pasien bisa kesal karena pelayanan dokter rumah sakit lamban. Tapi sebenarnya yang terjadi karena pasien yang terlalu banyak. “Nah, ke depan seiring terbentuknya BPJS Kesehatan sesuai UU No.24 tahun 2011, prosedur rujukan ini yang harus kita terapkan bekerjasama dengan pemerintah provinsi dan kabupaten kota. Prosedur rujukan itu juga sudah jelas. Bahkan, Gubernur Sumbar sudah mengeluarkan peraturan gubernur no.6 tahun 2012 tentang pelaksanaan rujukan berjenjang tersebut,” tambahnya. “Inti dari rujukan ini adalah tidak dibenarkan lagi pasien atau masyarakat yang menginginkan pelayanan kesehatan langsung ke rumah sakit daerah atau ke rumah sakit pusat. Mereka harus mengikuti prosesdur rujukan secara berjenjang mulai dari dokter keluarga/Puskesmas, RSUD baru ke RSUP,” tambahnya. Seiring dengan regionalisasi rujukan tersebut, Elfa juga meminta seluruh daerah membenahi dan melengkapi fasilitas pelayanan kesehatan sesuai standarisasi tingkatan pelayanan rujukan tersebut. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Rosnini Savitri yang membuka kegiatan seminar tersebut menambahkan, kendala lain dari sistem rujukan bagi jaminan kesehatan itu adalah masih sulitnya kabupaten/kota memenuhi kesepakatan dana Jamkes yakni 70 persen kabupaten/kota dan 30 persen provinsi. Pada 2013 nanti, provinsi membantu dimana gubernur menyetujui pendanaan 40 persen dari provinsi dan 60 persen dari kabupaten kota. Hadir pada seminar tersebut Wakil Ketua Umum IDI, Prof. DR. I Oetama Marsis SPoG dan Kasubid RS Khusus dan Puskesmas, Dirjen BUK Kemnekes, Dr. Cut Putri Ariyani sebagai nara sumber. (h/vid)

MAKELAR BATUBARA TERSUDUT

Hakim Nilai Terdakwa Berbohong PADANG, HALUAN — Makelar batubara, Jasra Yosrizal, 28, mengaku mengiming-imingi korbannya keuntungan besar jika mau berinvestasi batubara.Tapi bukan keuntungan yang didapat korbannya, Engla Farma dan Barta kurnia, justru buntung yang dia dapat. Karena ulahnya itulah Jasra Yosrizal menjadi terdakwa. Dia didakwa telah melakukan penggelapan. “Saya janjikan kepada mereka (korban_red) keuntungan sebesar Rp 4 juta di bulan pertama kalau mereka mau menanamkan modalnya Rp 10 juta. Bulan kedua saya janjikan juga keuntungan Rp 5 juta,” kata Jasra Yosrizal dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Padang kemarin (12/12). Dia mengaku, bahwa dirinya tidak pernah menawarkan bisnis itu kepada korban. Tapi korban sendirilah yang bernisiatif ingin bekerjasama

dengannya. “Yang niat menanam modal itu bukan saya, tapi korban langsung. Karena korban punya kemauan, makanya kami membuat kerjasama,” aku Jasra Yosrizal. Dia menyebutkan, setelah dilakukan perjanjian kerjasama itu dirinya selanjutnya menerima uang dari korban. Dari Engla Farma sebanyak 2 kali, pertama sebesar Rp 10 juta dan kedua sebesar Rp 13,5 juta. Sedangkan dari Barta Kurni sebanyak satu kali yakni sebesar Rp 10 juta. “Hingga kasus ini diproses di persidangan, saya belum dapat mengembalikan modal dari korban tersebut,” ujarnya. Diakuinya, keseluruhan uang tersebut telah dibelikan batubara sebanyak 65 ton dari penambangan rakyat di daerah Talawi, Sawahlunto. Uang tersebut tidak saja uang dari korban, tapi juga ditambah uangnya sendiri. “ Modal saya juga ada sebanyak Rp

50 juta. Semua uang itu untuk beli batubara. Saya beli yang kalorinya 6.000. Harga perton Rp 490 ribu,” ucapnya. Dia menegaskan, dalam bisnis itu dirinya juga bekerjasama dengan makelar lain bernama Zul. Bisnis itu katanya telah dimulainya sejak Desember 2011 lalu. Selama itu dia sudah berhasil menjual belikan batubara beberapa kali. “Salah satunya pernah saya jual di daerah Medan,” terangnya. Hakim tak begitu saja mempercayai keterangannya. Justru hakim menilai Jasra Yosrizal telah berbohong. Hakim anggota Jamaluddin, menyangsikan keterangannya karena menurutnya prosedur yang dilalui untuk bisa berbisnis batubara tentu tidak semudah itu. Disampingi tu, tentunya untuk berbisnis batubara juga membutuhkan modal yang besar. “Masa kamu modal Cuma sedikit bisa beli batubara. Jangan berbohong kamu,

seperti orang tidak bersalah saja,” kata hakim ketus. Kendati demikian, Jasra Yosrizal tetap bersikukuh jika dirinya berkata jujur. Karena dia mengaku sudah pernah menjual batubara beberapa kali.Seperti diketahui, penggelapan yang dilakukan terdakwa bermula ketika terdakwa menemui Engla Farma di tokonya di kawasan Kelurahan Air Tawar, Kecamatan Padang Utara pada tanggal 2 Maret lalu.Seperti yang disampaikan JPU dalam dakwaannya, terdakwa yang merupakan warga Lubukbuaya, Kecamatan Kototangah, ini menemui Engla Farma dengan maksud untuk mengajaknya berinvestasi batubara. Kepada Engla Farma, terdakwa menjanjikan akan memberikan keuntungan Rp 4 juta pada bulan pertama jika Engla Farma mau menginvestasikan uangnya Rp 10 juta. Tak hanya itu, terdakwa juga menjanjikan akan menanggung denda Rp 500 ribu perhari jika

terdakwa terlambat memberikan keuntungan kepada Engla Farma. Karena tergiur jumlah uang yang bakal diterimanya, akhirnya Engla Farma mau menginvestasikan uangnya melalui terdakwa. Kemudian pada tanggal 6 Maret, Engla Farma menyerahkan uangnya sebesar Rp 10 juta kepada terdakwa. Bulan selanjutnya tepatnya tanggal 4 April terdakwa menepati janjinya. Terdakwa memberikan uang sebesar Rp 4 juta kepada Engla Farma sebagai bentuk keuntungan yang dijanjikan oleh terdakwa. Lebih dari seminggu berikutnya, terdakwa mendatangi Engla Farma. Dia menyampaikan maksudnya, ada perubahan dari besaran keuntungan investasi batubara tersebut. Besaran fee dirubah dari Rp 4 juta menjadi Rp 3,2 juta. Dengan perubahan itu, Engla Farma tidak keberatan. Malah Engla Farma m-

enambah investasinya kepada terdakwa sebesar Rp 13,5 juta. Total keseluruhan investasi Engla Farma kepada terdakwa menjadi Rp 23,5 juta. Dengan total investasi itu, ada kewajiban dari terdakwa untuk memberikan keuntungan setiap bulan sebesar Rp 7,5 juta. Kemudian tanggal 6 Mei, lagi-lagi terdakwa menepati janjinya. Terdakwa memberikan uang sebesar Rp 5 juta sebagai bentuk keuntungan dari investasi batubara tersebut. Tak itu saja, terdakwa juga memberikan uang sebesar Rp 7,5 juta pada tanggal 12 Mei. Uang itu merupakan denda atas keterlambatan pembayaran keuntungan perharinya. Namun dibulan berikutnya, Engla Farma tak lagi menerima keuntungan seperti yang dijanjikan terdakwa sebelumnya. Tak sampai disitu, dalam investasi batubara ini, terdak-

wa juga mengajak orang lain bernama Barta Kurnia. Tanggal 20 Mei terdakwa menemui Barta Kurnia dan menyampaikan maksudnya terkait investasi ini. Juga karena tergiur keuntungan, Barta Kurnia akhirnya menginvestasikan uangnya Rp 10 juta tanggal 22 Mei. Tak seperti korban Engla Farma, untuk Barta Kurnia, terdakwa tidak pernah memberikan sedikitpun keuntungan yang telah dia janjikan sebelumnya. Uang tersebut malah digunakan terdakwa untuk membayar hutangnya kepada Riski Hidayat. Terdakwa tidak pernah menggunakan uang tersebut untuk investasi batubara. Untuk meyakinkan korban agar percaya jika terdakwa benar-benar bekerja di bidang investasi batubara, terdakwa memperlihatkan slip gaji dari PT Guguk Tinggi yang bergerak dalam bidang investasi batubara. Terdakwa diancam pidana dalam Pasal 372 KUHP.(h/hel)

>> Editor : Della Syahni

>> Penata Halaman: Syamsul Hidayat


OPINI 5

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

MANDAT HATTA KE SYAFRUDDIN PRAWIRANEGARA

Putusan PK Jadi Bom Waktu PUTUSAN Peninjauan Kembali (PK) oleh Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan Suku Tanjung Manggopoh, Agam atas lahan perkebunan kelapa sawit seluas 2.500 hektare yang digarap PT Mutiara Agam (PT Minang Agro) benar-benar terbukti menjadi bom waktu. Eksekusi atas lahan tersebut justru berujung bentrok antarwarga Manggopoh, Kecamatan Lubukbasung dengan warga Tiku, Limo Jorong, Kecamatan Tanjungmutiara. Bentrokan tersebut, mengakibatkan 54 sepeda motor dan 3 pos pengamanan (Pospam) hangus dibakar massa. Selain itu terdapat dua korban luka akibat lemparan batu serta senapan angin. Warga Tiku menilai keputusan MA membingungkan karena lahan yang akan dieksekusi justru berada di Tiku Limo Jorong. Bukan berada di Kenagarian Manggopoh, Kecamatan Lubukbasung. MA mengabulkan upaya PK yang diajukan warga Suku Tanjung. Suku Tanjung dinyatakan sebagai pemilik sah lahan yang digarap PT Mutiara Agam (PT Minang Agro). Putusan MA No. 749 PK/Pdt/2011 tersebut sekaligus membatalkan putusan tingkat kasasi No. 1263 K/PDT/ 2010 tanggal 27 Oktober 2010, dan putusan tingkat banding No. 131/PDT/2009/PT.PDG tanggal 13 Januari 2010 yang mengalahkan warga Suku Tanjung sebelumnya, dan menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Basung Nomor. 14/Pdt.G/2008/PN.LB.BS tanggal 10 Agustus 2009. Selain itu, hakim juga menghukum PT Mutiara Agam membayar ganti rugi kepada Suku Tanjung berupa kerugian materil Rp 203.704.200.000, dan kerugian inmateril Rp1 miliar. Kemarin setelah bentrok, suasana masih mencekam. Sejumlah warga terlihat bersiaga dengan mempersenjatai dirinya dengan pisau, parang dan tombak. Petugas kepolisian juga bersiaga penuh, memakai rompi dan senjata lengkap. Kapolres Agam AKBP Asep Ruswanda menyatakan bentrokan terjadi ketika pendukung dari Yayasan Tanjung Manggopoh yang terletak di wilayah Nagari Manggopoh, menduduki kawasan PT Mutiara Agam yang masuk wilayah Tiku, menyusul keluarnya PK dari MA yang memenangkan Kaum Suku Tanjung Manggopoh atau Yayasan Tanjung Manggopoh (YTM). Jumlah massa YTM yang menduduki lahan tersebut lebih kurang sebanyak 500 orang. Mereka sebagian datang dengan sepeda motor. Warga Tiku yang tinggal di sekitar kawasan PT Mutiara Agam tak terima lahan yang ada nagari mereka diduduki oleh orang-orang dari Manggopoh. Mereka pun melakukan perlawanan. Karena jumlah warga Tiku lebih banyak, warga Manggopoh lari tunggang langgang meninggalkan lahan perkebunan PT Mutiara Agam. Sepeda motor mereka pun banyak yang ditinggal. Karena emosi sepeda motor itu pun dibakar warga setempat. Tidak hanya itu, tiga pos pengamanan pun tak luput dari aksi pembakaran. Bentrok itu terjadi dini hari. Untuk mengamankan situasi, polisi pun langsung diturunkan. Karena ribuan warga yang terlibat maka Polres Agam mendapat bantuan dari Polres Pariaman, Polres Pasaman Barat, Brimob, dan Polda Sumbar. Ada 500 personel yang bersiaga di lokasi guna mengantisipasi berbagai kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Sementara warga masih bersiap siaga mengantisipasi jika ada serangan balik. Sebagian warga mempersenjatai diri dengan senjata tajam. Putusan PK ini memang jadi dilema. Namun karena sudah memiliki kukuatan hukum yang ingkrah, maka pemerintah dan penegak hukum harus melaksanakannya. Tapi tentunya harus tetap berhati-hati, karena jika terus dilakukan upaya paksa, tidak tertutup kemungkinan konflik horizontal ini akan berlarut-larut dan kian membesar, bak bola salju. Seyogyanya ditempuh jalan yang terbaik lagi. Cukup banyak putusan MA yang telah berkekuatan hukum tetapi tidak bisa dieksekusi. Tentu sangat ironis. Seharusnya, pemerintah sebagai pelaksana harus menghormati semua putusan hukum yang dibuat oleh lembaga peradilan. Seperti diketahui banyak putusan MA yang tidak bisa dieksekusi karena ada perlawanan dari para pihak atau pemerintah yang diam. Contohnya kasus GKI Taman Yasmin Bogor, kasus Susu Formula Berbakteri, kasus kepengurusan Kampus Trisakti dan kasus penyerobotan lahan warga oleh TNI AL di Kelapa Gading. Dalam kasus lahan perkebunan sakit di Manggopoh dan Tiku ini kita sangat berharap agar konfliknya tidak membesar. **

„ 54 Motor dan 3 Pospam Dibakar „ Aparat kalah sigap… „ Pernyataan SBY Preseden Buruk „ Presiden galau 12-12-2012

PEMBERITAHUAN SETIAP artikel/opini yang dikirim ke Redaksi Haluan, panjang tulisan minimal 1.000 words (kata) dan maksimal 1.350 words (kata). Hendaknya artikel tak dikirim secara bersamaan ke media lain yang terbit di Kota Padang. Setelah 15 hari jika artikel tak dimuat, maka tulisan tersebut kami nilai tak layak muat. Terima kasih.

Terbit Sejak 1948 Pendiri H. Kasoema

Penerbit: PT Haluan Sumbar Mandiri (Haluan Media Group). SIUPP No 014.SK.Menpen.SIUPP A.7 1985 tanggal 19 November 1985.

Memaknai PDRI (1) Oleh : TASRIF Guru Sejarah Kebudayaan Islam di MTsN Model Padusunan Kota Pariaman ANGSA yang kuat adalah bangsa yang mengetahui dan memahami sejarahnya. Dalam bahasa Soekarno, jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sejarah bangsa Indonesia sangat panjang terutama sekali di saat bangsa Indonesia berusaha merebut sekaligus mempertahankan kemerdekaannya yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Begitu banyak tetesan darah yang dikorbankan demi merebut Indonesia yang merdeka, yang bebas dari penjajahan. Namun, sangat disayangkan generasi kita saat ini banyak yang melupakan sejarah perjuangan bangsa, khususnya disaat Belanda melakukan agresi militer yang ingin menguasai kembali wilayah Indonesia pada tanggal 21 Juli 1947. Sampaisampai tokoh founding father bangsa, Soekarno dan Hatta, ditangkap dan diasingkan, sehingga Belanda mengatakan kepada dunia bahwasanya Indonesia sudah hancur karena tidak ada pemimpinnya. Ternyata tidak, berdirinya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi oleh Syafruddin Prawiranegara menandakan Indonesia masih ada. Mengapa generasi kita tidak memahami akan PDRI sebagai pejuang bangsa yang tanpa pamrih menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik

B

Indonesia?

PDRI dalam bingkai NKRI Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 yang dibacakan oleh Soekarno dan Hatta. Sejak saat itu bangsa Indonesia telah menjadi bangsa yang merdeka. Meskipun Indonesia sudah diproklamasikan, masih banyak masalah yang belum selesai dan harus dihadapi. Pada tanggal 18 Agustus, PPKI bersidang kembali. Dalam persidangan tersebut ditetapkan dan disepakati beberapa hal yaitu UUD Negara yang dinamakan UUD 45, bentuk negara yaitu republik dan presiden serta wakil presiden, Ir. Soekarno dan Muhammad Hatta. Disisi lain, Jepang tidak mau mengakui kemerdekaan Indonesia. Sedangkan Belanda sangat berkeinginan kuat untuk kembali menjajah Indonesia. Rakyat mulai bertindak. Mereka melucuti tentara Jepang sehingga dibeberapa tempat terjadi pertempuran. Tentara Inggris juga sudah mulai memasuki beberapa kota di Indonesia. Mereka datang atas nama tentara sekutu. Di dalamnya juga ikut serta tentara Belanda. Mereka mengatakan mengakui kemerdekaan Indonesia dan tidak mau mencampuri urusan bangsa Indonesia. Tetapi dengan pihak Belanda, Inggris

ternyata juga berjanji untuk membantu mereka dalam menguasai kembali Indonesia. Setiap kota dan daerah yang mereka kuasai, mereka serahkan kepada Belanda. Agar posisi Belanda di daerah-daerah tersebut terjamin maka Inggris mendesak Indonesia untuk berunding dengan Belanda. Tetapi Belanda memanfaatkan waktu perundingan tersebut untuk mendatangkan tentaranya sebanyak-banyaknya ke Indonesia. Sikap Inggris ini diketahui oleh rakyat Indonesia. Akibatnya terjadilah pertempuran sengit antara Indonesia melawan sekutu. Pertempuran yang paling heroik terjadi di Surabaya pada tanggal 10 November 1945 yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan. Untuk menyelesaikan konflik yang berlarut-larut, diadakanlah perundingan antara Indonesia dengan Belanda, tetapi selalu mengalami kegagalan. Pada November 1946 misalnya diadakan perundingan Linggarjati, Kuningan Jawa Barat. Dalam perundingan itu berhasil dibuat beberapa kesepakatan seperti Belanda mengakui kedaulatan Indonesia di Jawa, Madura dan Sumatera (Amrin Imran, 1991: 72-73). Perjanjian itu harus diisahkan oleh masing-masing pemerintah. Bagi pemerintah Indonesia, hal ini harus disetujui dulu oleh KNIP (DPR sekarang). Tetapi ketika masalah ini dibahas di KNIP bulan Februari 1947, terjadilah perbedaan tajam. Partai Ma-

syumi dan PNI menyatakan menolak karena perjanjian tersebut jelas-jelas merugikan Indonesia. Melihat kedua partai tersebut memiliki anggota yang cukup banyak di KNIP, dan kalau kedua partai besar itu menghambat rencana tersebut maka perjanjian yang dibuat akan menjadi berantakan. Hatta lalu berusaha meyakinkan anggota sidang, tetapi mendapat penolakan yang cukup keras dari anggota kedua partai. Akhirnya Hatta berkata “… Kalau saudara-saudara tetap menolak, maka saya dan Soekarno akan mengundurkan diri sebagi wakil presiden dan presiden. Saudara-saudara saya persilahkan memilih presiden dan wakil presiden yang baru ( Amrin Imran, 1991: 73 ) Melihat sikap keras dari Hatta tersebut, anggota KNIP mengalah. Perjanjian Linggarjati ditandatangai pada 25 Maret 1947. Sayangnya perjanjian itu tidak berumur panjang karena Belanda melanggarnya. Belanda meminta supaya tentara mereka diperbolehkan menjaga keamanan di wilayah RI. Hal itu tentu saja tidak bisa diterima oleh pemerintah RI karena merendahkan martabat dan mengurangi kedaulatan RI. Disamping itu yang menyinggung hati dan perasaan bangsa Indonesia adalah tindakan pemerintah Belanda mendirikan pula beberapa negara di daerah yang dikuasainya. Negara-negara itu disebut negara federal dan berada di bawah kekuasaan

Belanda. Pada Juli 1947, Hatta berkunjung ke Sumatera. Di sana dia menjelaskan kepada rakyat tentang situasi negara dalam keadaan bahaya karena Belanda sudah siap hendak menyerang. Untuk itu Hatta meminta rakyat agar bersatu. Dan kepada para pejabat pemerintah dan militer, Hatta memberikan pengarahan tentang hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dan dilakukan. Tatkala Hatta berada di Bukittinggi, dia mendapat telegram dari Soekarno. Soekarno meminta Hatta untuk pergi ke India bertemu dengan Jawaharlal Nehru guna meminta bantuan senjata. Untuk kelancaran misinya tersebut, Soekarno telah mempersiapkan segala sesuatunya. Kepergian Hatta menurut Soekarno harus dirahasiakan. Karena kalau diketahui oleh Belanda, maka tentu akan berbahaya. Sehingga dalam paspor yang disiapkan Soekarno, nama Hatta diganti dengan Abdullah. Jabatannya adalah co-pilot. Di India, Hatta berunding dengan Jawaharlal Nehru. Dia juga bertemu dengan Mahatma Gandhi. Tetapi Gandhi tidak tahu bahwa orang yang menemuinya itu adalah Hatta karena memang kedatangannya dirahasiakan. Nehru mengatakan India tidak dapat memberikan bantuan senjata karena India masih di bawah kendali Inggris. Tetapi Nehru berjanji untuk memberi dukungan politik dan membela perjuangan bangsa Indonesia di forum internasional. (bersambung)

082390765000

Murid SMAN 16 Wajib Beli Kalender Yth Bapak Kepala Diknas Kota Padang. Mengenai SMAN 16 Padang yang mewajibkan muridnya membeli kalender 2013 seharga Rp15 ribu, mungkin terlalu kecil. Sekalian saja Rp50 ribu biar lebih banyak dapat dananya untuk para guru SMAN 16 dan berapa setoran ke Diknas. +6282174870***

Tertibkan Guru Yang Berjudi Setiap Malam Yth Bapak Bupati Sijunjung. Kami masyarakat meminta kepada bapak untuk menertibkan guru SMP 8 yang setiap malam berjudi di kedai-kedai di Koto Padang Laweh sehingga setiap pagi terlambat dinas ke sekolah. Terimakasih atas tanggapannya. +6285355605*** JAWABAN : Menyikapi aspirasi lewat Suara Rakyat, terkait guru SMPN 8 yang berjudi, kita akan cek ke lapangan cq dinas pendidikan. Apabila memang ternyata ada oknum guru atau PNS yang berjudi, maka akan diberikan teguran atau peringatan. Dan untuk selanjutnya bila tidak berubah, pasti akan ditindak . Terimakasih. Bupati Sijunjung Yuswir Arifin melalui Pengawas Pendidikan SMP/SMA Ruswanon,S.Pd. MM

Wujudkan Kabupaten Agam Timur Ayo tokoh-tokoh Agam timur, bergeraklah untuk mewujudkan pembentukan Kabupaten Agam Timur,karena wilayah kita layak jadi kabupaten baru. Terlalu jauh berurusan ke Lubuk Basung. +6285274080***

Penghinaan Terhadap Mantan Presiden Habibie Pungutan Rp500 Ribu di SD 06 Lapai

Sikap mantan pejabat di Malaysia yang secara terang-terangan menghina mantan presiden BJ Habibie jelas sangat menyakitkan. Sebagai sebuah bangsa, kasus kali ini bisa dijadikan momentum untuk menunjukkan kepada Malaysia bahwa mereka sangat tidak patut menghina pemimpin-pemimpin bangsa kita. Pemerintahan SBY harus tegas. +6285376151***

Ketua Komite SDN 06 lapai, Jangan Berpihak ke Kepsek

Ass. Pak Wawako. Kami para wali murid SD 06 Lapai, murid kelas 1 diminta uang Rp500.000 permurid untuk membuat pagar. Jika ada murid 100 orang, dikali Rp500.000, cukup banyak juga tu Pak! Dan mengenai LKS yg dibeli dua kali, tolong pulangkan uangnya lagi. Trims.

Yth Bapak Ketua Komite SDN 06 Lapai. Tolonglah berpihak kepada kami wali murid. Jangan hanya kepada kepsek yang melakukan pungutan di SD itu. Tks.

+6282390726***

+6283907262***

Kabupaten Renah Indojati Kabupaten Renah Indojati. Daerah tingkek duo nan ka 20 akan muncul di Sumbar,banamo “Renah Indojati”. Pemakaran baru dari Kabupaten Pessel, kini sadang diajukan ka Mendagri. Ado nan sanang, ado nan dangki. Nan pantiang jan rakyaik sampai indak bapitih

.+6283881144 ***

Pemimpin Umum: H. Basrizal Koto, Wakil Pemimpin Umum/Penanggungjawab: Zul Effendi, Pemimpin Redaksi: Yon Erizon, Pemimpin Perusahaan: Syafarudin Ariansyah. Dewan Redaksi : H. Basrizal Koto, H. Desfandri, H. Hasril Chaniago, Zul Effendi, Yon Erizon, Syafarudin Ariansyah, Ismet Fanany MD, Eko Yanche Edrie, Syamsu Rizal, Redaktur Pelaksana: Ismet Fanany MD, Syamsu Rizal, Koordinator Minggu: David Ramadian, Litbang dan Online Media: Eko Yanche Edrie, Sekretaris Redaksi: Silvia Oktarice, Koordinator Liputan: Rudi Antono, Redaktur: Afrianita, Atviarni, Dodi Nurja, Nova Anggraini, Rahmatul Akbar. Asisten Redaktur: Devi Diani, Meidella Syahni, Reporter Padang: Ade Budi Kurniati, Nasrizal, Perwakilan Bukittinggi: Haswandi (Plt Kepala) Jon Indra (Non-Aktif), Syamsuardi S, Ridwan, Pariaman/Padang Pariaman: Dedi Salim, Trisnaldi, Payakumbuh/Limapuluh Kota: Zulkifli, Syafril Nita, Sri Mulyati, M Siebert, Pasaman:Atos Indria, Ahdi Susanto, Welina, Agam: Miazuddin, Kasra Scorpi, Padang Panjang: Iwan DN, Rian Syair, Tanah Datar: Yuldaveri, Emrizal, Aldoys, Pasaman Barat: M. Junir, Gusmizar, Pesisir Selatan: Sabrul Bayang, M. Joni, Haridman, Kabupaten Solok/Kota Solok: Syamsuardi Hasan, Riswan Jaya, Alfian, Almito, Marnus Chaniago, Solok Selatan: Icol Dianto, Sawahlunto: Fadilla Jusman, Sijunjung: Azneldi, Dharmasraya: Maryadi, Ferry Maulana, Biro Jakarta: Syafril Amir, Jamalis Jamin, Surya, Biro Riau: Moralis, Biro Kepri: M Sahdan Tim Kerja Usaha: Efri Hanter (Kabag Sirkulasi), Yursil Masri (Manajer Keuangan), Andiyanto (Koord Asongan), Yunasbi (Kabag Iklan), Tata Letak/Desain: David Fernanda, Nurfandri, Rahmi, Syamsul Hidayat, Jefli, HRD : Desmasari, Umum : Nurmi, Kasir : Desy, TI : Teguh. Manajer Cetak: Mardius Caniago, Pra Cetak : Sawal Marjuni HRP, Mai Hendri, Cetak : Mardianto (Koordinator), Afandi, Rudi Kurniawan, Jecky Jekcson. Haluan Media Group: CEO H.Basrizal Koto, Direktur: H Desfandri. Kantor Jakarta: Graha Basko, Jln. Kebun Kacang XXIX No.2A Jakarta Pusat 10240. Telp. (021) 3161472, 3161056 Fax. (021) 3915790, Iklan dan Sirkulasi: (0751) 4488700, Alamat Redaksi/Bisnis: Komplek Bandara Tabing, Jl Hamka Padang. Telp. (0751)4488700, 4488701, 4488702, 4488703, Fax (0751) 4488704 Email: haluanpadang@gmail.com, redaksi_haluan@yahoo.com, website: http/harianhaluan.com, Harga Langganan/iklan: Harga langganan bulanan dalam kota Padang Rp57.000, Harga eceran Rp2.500,- Tarif iklan: Tarif Iklan: Display FC halaman satu: Rp50.000/mm kolom, Display BW halaman satu: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam FC: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam BW: Rp17.500/mm kolom, Iklan SC :Rp25.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat FC: Rp15.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat BW: Rp10.000/mm kolom, Dukacita: Rp10.000/mm kolom, Iklan kolom (maks 300 mmk) FC: Rp15.000, Iklan Kolom (maks 300 mmk) BW: Rp10.000, Advertorial FC: Rp40.000/mm kolom, Advertorial BW: Rp25.000/mm kolom Bank: BRI Cabang Padang Rek No: 0058-01-001430-30-8, Bank Nagari Cabang Utama Padang Rek No: 1008.0103.00009.1 PT Haluan Sumbar Mandiri Dicetak oleh Unit Percetakan PT Haluan Sumbar Mandiri Padang. Klik http://www.harianhaluan.com >> Editor : Syamsu Rizal

>> Penata Halaman : David Fernanda


6 NASIONAL

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

NOTES

PADA 13 Desember 1937, Soemanang, A.M. Sipahoetar, Sugondo Djojopuspito, Pandoe Kartawagoena, dan Adam Malik mendirikan kantor berita ANTARA. Kini Perusahaan Umum Lembaga Kantor Berita Nasional Antara (atau disingkat Perum LKBN Antara) merupakan kantor berita di Indonesia, yang dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Perum LKBN Antara merupakan BUMN yang diberikan tugas oleh Pemerintah untuk melakukan peliputan dan penyebarluasan informasi yang cepat, akurat, dan penting, ke seluruh wilayah Indonesia dan dunia internasional. ( h/wki)

NIKAH ISTIMEWA 12-12 — Penghulu menyerahkan buku nikah tepat pada pukul 12:12 kepada pasangan Sudi Utomo dan Tuminah dalam acara “Nikah Bareng Istimewa” di kompleks Pabrik Gula Madubaru, kelurahan Madukismo, kecamatan Kasihan, kabupaten Bantul, Yogyakarta (12/12). TEMPO

LINGKAR Anggota DPR Mampir ke NASA JAKARTA, HALUAN — Tujuh anggota Komisi VII DPR melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Amerika Serikat. Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VII DPR Ahmad Fahrial itu mencari formula tambahan untuk penyempurnaan Rancangan Undang-undang Kedirgantaraan. “Saya sedang di USA untuk buat UU kedirgantaraan,” kata anggota Komisi VII DPR Alimin Abdullah saat dihubungi, Rabu (12/12). Alimin menjelaskan, selama masa kunker satu pekan, rombongan akan mengunjungi sejumlah lembaga pemerintahan atau swasta di AS yang memiliki keterkaitan dengan dirgantara. Tempat-tempat yang akan dikunjungi itu antara lain, Boeing Satelite Systems International, Jet Propulsion Laboratory, Geospatial Innovation Facility, NASA Ames Research Center, NASA Ames Inrelligent Systems Division, Aerospaces & Marine International, US House of Representatives. Juga pertemuan di Embassy of Indonesia dan di dua Konsulat Indonesia yang di LA dan yang di SF (San Francisco),” terang Alimin. Dalam rombongan itu ikut pula empat tim ahli dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Selain ke AS, rombongan lain dari Komisi VII melakukan kunker ke Brasil. Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana itu berjumlah 13 anggota Komisi VII, dua staf ahli, dan empat orang dari LAPAN. Di Brasil mereka mencari formula tambahan materi untuk Rancangan Undang-undang Keantariksaan. (h/mdk)

Puluhan Tewas Diterjang Puting Beliung JAKARTA, HALUAN — Terjangan angin puting beliung menjadi sumber bencana yang kian banyak menelan korban di Indonesia. Sudah seharusnya Pemda dan jajaran BPBD di daerah, bekerja lebih serius lagi dalam meminimalisir jatuhnya korban dan kerugian harta benda. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), puting beliung merupakan jenis bencana terbanyak yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2012.Tercatat 36 orang meninggal, 27.254 orang mengungsi,

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada Haluan, Rabu (12/12) menyebutkan, hingga kemarin tercatat 259 kejadian puting beliung atau 36 persen dari total 729 kejadian bencana yang ada di Indonesia.

DISUDUTKAN UTUSAN

Habibie Cuek Saja JAKARTA, HALUAN — Mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainudin Maidin membuat ulah. Dia menyebut Presiden RI Ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie sebagai pengkhianatan bangsa. Tudingan ini dia tuliskan dalam tajuk rencana koran Utusan Malaysia. Tulisan Zainudin Maidin juga dimuat dalam laman internet harian berpengaruh di negeri Jiran itu, Senin (10/ 12) kemarin. Dalam tulisannya, Maidin menyebut bila BJ Habibie tercatat sebagai Presiden Indonesia paling singkat dalam sejarah. Maidin menuding Habibie tersingkir karena berkhianat terhadap bangsanya. Dalam kolom editorial berjudul ‘Persamaan BJ Habibie dengan Anwar Ibrahim’, Maidin menyebut mantan Menristek itu disingkirkan setelah menjadi Presiden Indonesia hanya selama 1 tahun 5 bulan karena setuju dengan desakan Barat agar mengadakan referendum di Timor Timur. Hal ini menyebabkan Timor Timur keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tahun 1999. “Beliau

mengakhiri jawatan dalam kehinaan setelah menjadi presiden sejak 20 Oktober 1999,” tulis Maidin seperti dikutip dari Utusan.com, kemaren. Maidin juga menuding Habibie adalah penyebab perpecahan bagi rakyat Indonesia. Saat Habibie memimpin, Indonesia memiliki 48 partai politik yang dinilai Maidin adalah sebagai bentuk perpecahan politik. Lalu, bagaimana tanggapan pria asal Pare-pare, Sulawesi Selatan tersebut? Habibie hanya tertawa disebut Maidin sebagai pengkhianat bangsa. “Bapak kemarin sudah baca, dan beliau hanya tertawa saja,” ujar Sekretaris BJ Habibie, Rubijanto seperti dikutip merdeka.com, Selasa. Rubijanto menyatakan, BJ Habibie tidak mempermasalahkan tulisan Zainudin Maidin. Habibie juga tidak akan menempuh jalur hukum atas tudingan miring itu. “Biarkan saja, kalau dikomentari malah ramai nanti. Tidak masalah, biarkan saja, lupakan saja,” imbuhnya. Reaksi keras datang dari Tanah Air. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bahkan akan

melakukan protes terhadap Malaysia atas tudingan yang diterima oleh tokoh yang sangat dihormati bangsa ini. Menurut anggota Komisi V DPR Teguh Juwarno, perkataan Zainudin yang menyebut Habibie ‘dog of imperialism’ adalah sebuah penghinaan besar bagi bangsa Indonesia. “Menurut saya, kalimat yang tidak senonoh yang disampaikan seorang menteri apalagi menteri penerangan. Sungguh tidak elok,” jelas Teguh di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/12). Politisi PAN ini mengungkapkan, sungguh tidak etis jika persoalan politik lokal berdampak pada penghinaan mantan kepala negara lain. “Keputusan paripurna, jika betul (terbukti), maka DPR akan melakukan protes yang ditujukan kepada Perdana Menteri Malaysia,” imbuhnya. Teguh juga berharap, presiden memiliki keberanian untuk menegur bahkan mengusir duta besar Malaysia di Indonesia saat ini. “Saya pribadi usulannya adalah usir duta besar Malaysia, tapi ini tergantung keberanian kepala negara kita untuk lakukan itu,” ujarnya. (h/dn/mdk)

Dampak yang ditimbulkan pun juga cukup besar. Tercatat 36 orang meninggal, 27.254 orang mengungsi, 3.885 rumah rusak berat, 1.968 rumah rusak sedang, dan 12.737 rumah rusak ringan. “Dipastikan jumlah ini akan bertambah hingga akhir tahun 2012. Sebab, masih banyak data yang di berbagai institusi dan BPBD yang belum dilaporkan ke BNPB. Selain itu juga kejadian puting beliung diperkirakan masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah,” kata Sutopo. Dijelaskan, dalam 3 hari terakhir, puting beliung terjadi di 12 wilayah. Pada Minggu (9/

12) puting beliung terjadi di Kab. Mojokerto, Gunung Kidul, Pinrang, dan Purbalingga. Kemudian, Senin (10/12), kejadian puting beliung menerjang 4 wilayah yaitu Kab. Bandung, Jombang, Malang, dan Wonogiri. Selasa (11/12), puting beliung juga menerjang 4 wilayah di Kab. Cilacap, Bintan, Tabanan, dan Tuban. Saat ini BPBD masih melakukan pendataan. Total kerusakan yang terjadi di 12 wilayah tersebut meliputi 26 rumah roboh, 33 rumah rusak berat, 23 rumah rusak sedang dan 333 rumah rusak ringan. Sejak tahun 2002, puting beliung merupakan bencana yang

paling atraktif karena kejadiannya meningkat luar bisa. Dalam sepuluh tahun terakhir, puting beliung naik 28 kali lipat. Jika tahun 2002 kejadian hanya 14 kali, pada tahun 2006 terjadi 84 kejadian, tahun 2010 ada 402 kejadian, dan tahun 2011 terjadi 285 kejadian. “Fenomena ini sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim global dan perubahan penggunaan lahan,” kata Sutopo. Namun demikian sambung Sutopo, riset dan antisipasi terhadap puting beliung masih sangat terbatas. Sedangkan sistem peringatan dini terhadap puting beliung saat ini belum ada. (h/sam)

Sayembara Menulis Esai Novel “Lauh Mahfuz” Digelar JAKARTA, HALUAN — Upaya membangkitkan kembali budaya menulis esai yang membahas karya sastra kreatif Indonesia, Anugerah Sastra Pena Kencana (ASPK) menggelar Sayembara Menulis Esai Lauh Mahfuz. Lewat sayembara mengulas novel karya Nugroho Suksmanto terbitan Gramedia Pustaka Utama, diharapkan mampu merangsang dan meningkatkan kreativitas esais dalam penulisai esai. “Di masa datang, ASPK berharap kembali lahir esai-esai bernas dan cerdas. Karenanya kami mengajak para wartawan dan penulis dari seluruh Indonesia terutama Padang dan sekitarnya untuk mengikuti sayembara menulis Esai Novel Lauh Mahfuz berhadiah menarik,” ajak Triyanto Triwikromo, Direktur Program ASPK di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, baru-baru ini. Triyanto didampingi Nugroho Suksmanto – penulis Novel Lauh Mahfuz memaparkan, ketentuan umum naskah esai peserta boleh dipublikasikan dalam bentuk apapun, baik sebagian maupun seluruhnya. Serta dapat mengirimkan lebih dari satu naskah. Untuk wartawan, naskah harus sudah di muat di media cetak atau online dan tidak sedang diikutkan dalam sayembara serupa. “Naskah Esai yang ikut sayembara merupakan karya asli, bukan saduran apalagi jiplakan dan harus ditulis dalam bahasa Indonesia

NUGROHO Suksmanto dan Triyono Triwikromo - penulis dan editor Novel Lauh Mahfuz. yang baik dan benar. Panjang naskah peserta umum, mimimal 20 halaman, maksimal 25 halaman A4, spasi 1,5 Times New Roman, ukuran 12. Untuk wartawan cukup 5-10 halaman dan semua peserta menyertakan biodata dan alamat lengkap di lembar tersendiri di luara naskah,” terangnya. Triyono yang juga editor novel Lauh Mahfuz menambahkan, empat salinan naskahi untuk umum yang diketik dan dijilid serta dalam bentuk CD, dikirim ke Panitia Sayembara Menulis Esai Lauh Mahfuz untuk Umum ke ASPK, d/a; Triyanto Triwikromo, Suara Merdeka Jalan Raya Kaligawe Km 5, Semarang. Imel Triwikromo@yahoo.com.

Sedangkan empat salinanan naskah untuk Wartawan yang diketik dan dijilid serta dalam bentuk CD plus bukti pemuatan, dikirim ke Panitia Sayembara Menulis Esai Lauh Mahfuz untuk Wartawan ASPK, atau ke Edy A. Effendy jalan Suryo No 2, Senopati, Kebayoran Baru, Jaksel 12160, Asbakide @gmail.com. Dengan batas pengiriman naskah 15 Januri 2012, cap pos. “Pengumuman pemenang pada Februari 2013. Pemenang utama wartawan dan umum, masing-masing mendapat hadiah Rp10 juta. Serta Sembilan unggulan wartawan dan umum, mendapat hadiah @ Rp2 juta,” tandasnya. (h/atv/*)

Lansek Manih FM (LANIS FM) Frequensi (FM) 93,6 MHz (FM) Power Suport 1000 Watt ( Blues 30 NV) Alamat Studio/Office : Jl.Sudirman No.191 Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Telp. ( 0754) 20173-20553 Fax. 0754.20158 Email : lansekmanihfm@yahoo.co.id LANSEK MANIH FM “ Penyampai Informasi Pembangunan dan Penyejuk Hati Anak Nagari” >> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman : Irvand


SAMBUNGAN 7

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

54 Motor ....................... Dari Halaman. 1 Kelahiran dan ................. Dari Halaman. 1 Petugas kepolisian juga bersiaga penuh, memakai rompi dan senjata lengkap. “Ambo basamo kawankawan lainnyo memang harus siaga, sebab tadi malam pukul 03.30 WIB, kami diserang, tapi untuang anak nagari selalu siaga di sekitar kawasan iko,” ujar Man (30), warga Tiku yang tinggal di kawasan sawit PT Mutiara Agam. Menurut Kapolres Agam AKBP Asep Ruswanda, bentrokan terjadi ketika pendukung dari Yayasan Tanjung Manggopoh yang terletak di wilayah Nagari Manggopoh, menduduki kawasan PT Mutiara Agam yang masuk wilayah Tiku, menyusul keluarnya Peninjauan Kembali (PK) dari Mahkamah Agung yang memenangkan Kaum Suku Tanjung Manggopoh atau Yayasan Tanjung Manggopoh (YTM). “Karena tidak terima wilayahnya diduduki oleh pendukung

YTM yang berjumlah kurang lebih 500 orang, maka warga dari anak nagari Tiku yang tinggal di kawasan PT Mutiara Agam itu, membalas dan mengejar sehingga terjadi pembakaran sejumlah sepeda motor milik pendukung YTM yang ditinggalkan begitu saja. Saat ini terdapat 54 sepeda motor yang hangus terbakar dan 3 pos pengamanan ludes dibakar warga,” ucap Asep. Dia menambahkan, ketika bentrok terjadi, pihak kepolisian langsung mengamankan lokasi, namun karena warga yang bentrok begitu banyak, maka Polres Agam mendapat bantuan dari Polres Pariaman, Polres Pasaman Barat, Brimob, dan Polda Sumbar. “Untuk saat ini terdapat 500 personel yang bersiaga di lokasi, sedangkan sampai kapan penempatan personil ini, kami belum bisa menentukannya jika kondisi sudah

mulai kondusif, maka kami akan menariknya kembali,”terangnya. Pantauan Haluan, warga Tiku yang tinggal di kawasan PT Mutiara Agam masih bersiaga dan berpatroli sambil memegang senjata tajam. Sejumlah kerangka motor yang hangus terbakar masih mengeluarkan asap, di sekelilingnya dipasang garis polisi. Beberapa orang warga juga terlihat mengambil sisa-sisa pembakaran sepeda motor untuk dimanfaatkan. Pada September lalu, tim Pengadilan Negeri Lubuk Basung yang ingin mengeksekusi lahan seluas 2.500 hektare menyusul keluarnya Peninjauan Kembali (PK) dari Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan Kaum Suku Tanjung Manggopoh atau Yayasan Tanjung Manggopoh gagal karena dihadang oleh warga Tiku yang tidak menginginkan eksekusi. (h/rvo/met)

Humas RS. M. Djamil Padang Gustavianof, menjelaskan, 1 dari 3 bayi yang lahir pada tanggal cantik ini sudah dilahirkan melalui operasi caesar. Sedangkan dua lainnya lahir secara normal. Di ruang kebidanan lantai 3 RS. M. Djamil Padang, pasangan suami istri Dedi, (32) dan Helen (24) merasa sangat bahagia dengan kelahiran putra pertama mereka pada tanggal 12-12-12 ini. Meski tidak menjadwalkan kelahiran, mereka berharap dengan kelahiran pada tanggal cantik ini, putra pertama mereka yang belum diberi nama ini bisa menjadi orang yang berguna nantinya. “Kami tidak pernah menjadwalkan kelahiran putra kami pada tanggal 12-12-

12 ini, ini terjadi begitu saja,” ujar pasangan yang mengaku berasal dari Siberut Utara, Kabupaten Mentawai ini kepada Haluan. Putra pasangan ini lahir pada pukul 01.45 WIB dengan berat 3.932 gram dan panjang 49 cm. Bayi ini lahir dengan kondisi sehat dan sempurna. Bayi lainnya yang beruntung mengawali kehidupannya di dunia ini pada tanggal cantik tersebut adalah putri dari Rita Novia, yang merupakan pasien lainnya di RS M. Djamil Padang. Rita melahirkan bayi perempuan dengan berat 3.200 gram dan panjang 47 cm dengan cara caesar. Putrinya dilahirkan pada pukul 01.00 Wib dihari istimewa ini. Dari data lainnya yang dida-

70 Pelajar ..................... Dari Halaman. 1 adanya perahu karet ini akan bisa membantu masyarakat sekitar, ”ujar Akmal. Disamping itu, sebut Akmal, pihaknya juga membantu warga yang ada di sekitar untuk menyeberang. Tidak kurang sekitar 200 orang warga sudah dibantu dalam menyeberang sungai itu. Sementara itu, Wali Nagari Batahan, Syamsir Alam, menambahkan, mobil L300 yang dikemudikan Pernandes juga telah berhasil dikeluarkan dari dalam sungai. Selain itu jalan alternatif juga telah mulai dikerjakan menggunakan alat berat milik PT Sago Nauli Pasaman sepanjang 3,5 kilometer. “Kita masih membutuhkan dua exavator, empat unit dumtiper untuk membawa pasir batu untuk memperbaki jalan alternatif itu. Serta

mobil gardan dua untuk membawa anak-anak sekolah,”kata dia. Jembatan Sungai Batahan itu ambruk pada Selasa (11/12) sekitar pukul 14.00 WIB. Akibatnya sekitar 2.000 jiwa terisolasi karena jalan transportasi putus total. Satu Unit Mobil L300 yang sedang melintas jembatan ikut jatuh kedalam sungai. Wali Nagari Batahan, Syamsir Alam mengatakan mengatakan, akibat ambruknya jembatan itu arus transportasi ke lima kejorongan putus total. Sekitar 2.000 atau 600 kepala keluarga terisolasi karena jalan menuju kampung mereka putus. Lima Kejorongan yang terisolasi itu yakni Jorong Paraman Sawah, Jorong Taming Tengah, Jorong Taming Julu, Jorong Silayang Mudik

dan Jorong Tanjung Larangan Beruntung supir L300, Pernandes, selamat dan memperoleh perawatan intensif di rumah sakit setempat. Menurutnya, jembatan itu ambruk karena sudah berumur tua disertai dengan aliran air sungai yang selalu besar ketika hujan datang. Akibatnya, jembatan yang panjangnya 65 meter dengan tinggi 17 meter dan lebar sekitar 2 meter itu putus yang mengakibatkan jalur transportasi putus total. “Saat ini warga yang ingin pergi kekampungnya terpaksa menempuh jalur alternatif sejauh 14 kilometer. Itupun tidak bisa ditempuh jika musim hujan karena menggunakan jalan tanah dalam perkebunan yang licin dan berbahaya,”katanya. (h/ nir/met)

Pernyataan SBY ............... Dari Halaman. 1 tidak paham berarti ada yang salah dalam perekrutan pemimpin itu. “Timbul pertanyaan berarti apakah Presiden telah salah memilih pejabat. Kenapa dipilih pejabat di posisi tinggi tapi tidak memahami posisinya?” tanyanya di Gedung DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta, Rabu (12/12). Jika pernyataan itu ditelan mentah-mentah oleh masyarakat Indonesia yang pemahamannya terhadap masalah kurang, maka akan menimbulkan suatu hal yang buruk yaitu masyarakat menerima, memahami, dan memaklumi bahwa para pejabat melakukan korupsi dengan alasan ketidaktahuannya. “Akhirnya, tujuan pemberantasan korupsi yang digembor-gemborkan pemerintahan tidak tercapai. Oleh karena itu. kurang tepat pernyatan Presiden yang menimbulkan permakluman terhadap pejabat korup yang tidak paham,” ungkapnya. Menurut pakar hukum senior yang juga Dewan Pembina DPP Badan Advokasi Hukum Partai NasDem serta Dewan Pertimbangan DPP Partai NasDem, Otto Cornelis Kaligis, pernyataan Presiden tersebut sangat berbahaya karena akan menjadi senjata pembelaan para pemimpin untuk minta maaf atau diampuni dengan alasan tidak

mengerti hukum. Padahal, dalam UUD 1945 Pasal 1 ayat 3 diatur bahwa ada kepastian hukum terhadap semua orang dan sama di depan hukum “Jika itu terjadi mau dikemanakan landasan negara hukum ini? Pernyataan ini kurang tepat diucapkan Presiden. Saya melihat kesalahan terletak di para penasehat presiden yang kurang memahami hukum sehingga memberikan masukan seperti itu ke Presiden. Padahal Indonesia memiliki pakar hukum, kenapa harus mereka yang digunakan?” ungkapnya. Tak Menghapus Pidana Terpisah, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, juga menyatakan tidak sepakat dengan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait pejabat negara yang tak paham penggunaan anggaran harus dilepas dari jeratan hukum. “Bahwa ada ketidaktahuan, tapi bukan berarti ketidaktahuan itu menghapuskan pertanggungjawaban pidana. Karena dalam teori hukum pidana, ketidaktahuan bukan berarti menghapuskan pertanggungjawaban hukum pidananya,” ujar Abraham Samad. Menurut pria asli Makassar ini, seorang pejabat negara dituntut

harus cerdas dan paham dalam menggunakan anggaran. Hal itu agar sang pejabat tak salah dalam menggunakan dan mengalokasikan anggaran. “Oleh karena itu pemimpin dituntut harus cerdas, kalau ada pemimpin mengatakan tidak tahu kalau telah terjadi korupsi, ya tidak usah memimpin,” tegasnya. Sebelumnya, SBY menilai maraknya kasus korupsi salah satunya diakibatkan oleh tidak pahamnya pejabat negara mengenai anggaran negara. Dari ketidakpahaman itu bisa mengakibatkan seorang pejabat negara menjadi pelaku korupsi. “Ada juga kasuskasus korupsi terjadi karena ketidakpahaman pejabat yang dilakukan terkategori korupsi,” ujar SBY dalam pidatonya di Puncak Peringatan Hari Antikorupsi seDunia di Istana Negara. Oleh karenanya, sambung SBY, maka negara wajib menyelamatkan mereka-mereka yang tidak punya niat melakukan korupsi, namun salah di dalam mengemban tugasnya. Kadang kala, diperlukan kecepatan dalam pengambilan keputusan untuk mengalokasikan anggaran, untuk kasus yang demikian menurutnya tak perlu dinyatakan bersalah dan masuk dalam kategori tindak pidana korupsi. (h/dn/mi/okz)

Daerah ini memang telah dikenal sebagai sentra jasa percetakan. Jumlah kios atau tempat usaha jasa percetakan di lokasi ini sebanyak 75 unit. Kios-kios tersebut melayani jasa sablon, percetakan, undangan pernikahan, kartu nama, pembuatan stempel, neon box, spanduk, baliho, dan berbagai macam kebutuhan percetakan lainnya bagi para pelanggan perorangan hingga koorporat. Tidak terlalu sulit mencapai lokasi sentra percetakan ini. Jika menggunakan kendaraan pribadi, arahkan saja mobil atau sepeda motor Anda menuju jalan kecil di depan Hotel Rocky, Jalan Permindo atau bisa juga melalui simpang jalan yang berada di samping Bank Syariah Mandiri yang berlokasi di kawasan Belakang Olo, Patimura. Nah, sentra percetakan ini terletak persis di dalam persimpangan tersebut. Masing-masing kios dan toko mempunyai merek sendiri, dan pemilik toko juga aktif menyebarkan brosur kepada para pelanggan yang ada sehingga konsumen tidak hanya sebatas kota Padang saja tetapi sudah mencangkup wilayah Pariaman, Pasaman, Bukittinggi, Payakumbuh, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Solok, Dharmasraya, Solok Selatan dan daerah lainnya. Bahkan tidak hanya kota dan kabupaten yang ada di Sumbar saja, tetapi para pelanggan dari Provinsi Riau juga menggunakan jasa usaha percetakan di Kampung Jawa Dalam ini. Salah satu pemilik percetakan dengan nama Multi Cetak, Nasir

mengatakan bahwa Kawasan Kampung Jawa Dalam ini merupakan daerah yang sering dikunjungi pelanggan. Ketika para pelanggan tidak menyukai tempat yang satunya, akan sangat mudah beralih ke tempat lain yang ada di kewasan tersebut. Ketika tempat terpencar-pencar lanjut Nasir, akan sangat sulit untuk menentukan pilihan bagi para konsumen terang Nasir. Sentral percetakan di kawasan Kampung Jawa ini, juga dianggap oleh sebagian pembeli sebagai usaha untuk mengompakkan para pedagang. Ada kesepakatan hati antara pengusaha sablon sehingga kesepakatan harga bisa diatasi secara bersama bagi mereka yang memilih lokasi di Kampung Jawa Dalam. Ia mengisahkan, tempat ini mulai ramai sejak empat tahun belakangan. Kios /ruko ini juga disewakan kepada masyarakat, tidak langsung jadi hingga yang terlihat seperti sekarang. Pada awalnya hanya ada empat kios yang ditawarkan bagi para penawar jasa percetakan yang ada di Kampung Jawa dalam ini. “Satu jalur kios mulai berjalan lancar, maka si pemilik toko mencoba menambah petak lagi hingga menjadi banyak seperti sekarang. “Kebetulan sekali orang yang membeli dan menyewa juga orang yang sama kegiatan usahanya,” kata Nasir, Rabu (12/12). Nasir, pada awalnya melakoni usaha percetakannya di kawasan Tarandam. Alasannya pindah tempat usaha ke kawasan Kampung Jawa Dalam, merupakan permintaan

teman-temannya. Ia yang mempunyai mesin potong dan cetak ini, diharapkan bisa membantu teman-temannya sesama pengusaha percetakan yang hanya menjual jasa. Di kawasan ini, ada tiga pedagang yang mempunyai mesin sendiri. Tiap harinya ia mampu meraup omset dengan target minimal Rp300 ribu. Ketika keadaan sedang ramai pembeli, ia mampu meraih omset hingga Rp5 juta per hari. Pemiliki usaha Wedding Galerry Erbai, Nasrul Azwar telah melakoni usaha percetakan selama satu tahun belakangan di Kampung Jawa Dalam. Ia memilih lokasi di kawasan ini dikarenakan di lokasi ini banyak percetakan. Selain itu, pemilik tanah yang juga menambah untuk pendirian petak-petak toko.. Dengan banyaknya tempat, para konsumen boleh memilih dimana saja ia akan menyewa jasa. Sehingga jadilah kawasan ini sentra percetakan di kota Padang. “Sebenarnya melihat perkembangan pada awalnya tidak sebanyak ini, karena peminat percetakan sangat banyak, kawan-kawan mencoba mengambil tempat di kawasan Kampung Jawa Dalam dan berkembanglah kawasan ini menjadi sentra percetakan,” begitu jelasnya. Persaingan usaha di lokasi ini cukup sehat. Harga yang ditawarkan juga tidak terlalu mahal, sehingga masyarakat bisa memilih. “Perkembangan harga semakin hari ada sedikit mengalami peningkatan sehingga konsumen mencari harga yang agak murah, walau murah tapi tidak menjatuhkan kualitas,” begitu ujarnya. (h/cw-dra)

Putra Mentawai yang lahir tanggal 12-12-12.

patkan dari RS Yos Sudarso Padang, juga ditemui adanya 3 orang bayi yang lahir pada tanggal istimewa tersebut. Ketiga bayi ini lahir dengan kondisi sehat dan sempurna. Sementara itu, pada angka 1212-12 ini juga banyak pasangan yang melakukan pernikahan. Dari data yang diperoleh kantor Kemenag Padang, tercatat 30 pasangan yang melangsungkan pernikahan pada hari Rabu, (12/12). Kepala Kantor Kemenag Padang Yetrizal Khatib, mengatakan bahwa data yang diterima dari kantor KUA yang ada di Kota Padang. 30 pasangan akan melangsungan pernikahan pada tanggal 12 bulan 12 tahun 2012 ini, padahal, hari ini (kemarin, red) bukanlah hari yang lazim digunakan masyarakat untuk melangsungkan pernikahan. Dari data yang diperoleh kantor Kemenag Padang, dari KUA Padang Barat tercatat 2 pasangan yang melakukan pernikahan, KUA Padang Timur 4 pasangan, KUA Padang Utara 2 Pasangan, KUA Padang Selatan 3 Pasangan, KUA Pauh 1 pasangan, KUA Lubeg 3 pasangan, KUA kuranji 1 pasangan, KUA Bungus 1 Pasangan, KUA koto Tangah 7 Pasangan dan KUA Nanggalo 6 pasangan. “Jika dijumlahkan, total pasangan yang telah terdaftar untuk melakukan pernikahan di hari ini, (kemarin, red) 30 pasangan,” pungkasnya. (hel/met)

Dari Silat ...................... Dari Halaman. 1 Alhasil, mereka mendapat tepukan paling meriah dari 3000-an warga yang hadir di GOR Azis Haily Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota dan Kepala daerah se-Sumbar, termasuk Gubernur Irwan Prayitno dan Wagub Muslim Kasim yang mendampingi Deputi V Bidang Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Menko Kesra, Sugi Hartatmo. Pada defile yang dipimpin Kapolres setempat, AKBP Sugeng Riyadi itu, kontingen Sijunjung menampilkan sajian silat harimau. Mereka terdiri atas tiga orang berpakaian harimau dan dua wanita paroh baya berpakaian silat. Saat mulai lintasan defile kontingen, mereka mulai memainkan aksi. Meliuk memainkan jurus silat. Kelompok silat harimau ini tak sendirian. Saat memainkan jurus itu, alunan musik tradisional kelompok Randai Sinar Tampalo dari Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung seolah mengisi gerak lima pesilat tersebut. Sebelumnya, Padang Pariaman juga menampilkan budaya khasnya, tabuik. Kontingen dengan jaket berwarna hijau lumut ini memberikan hormat di penonton yang berjubel hingga ke lintasan lapangan dan di depan panggung kehormatan dengan bergoyang, bak tengah “ma-oyak tabuik”. Tapi bukan tabuik sebenarnya yang

mereka hoyak, melainkan sebuah miniatur tabuik yang dibawa oleh seorang peserta defile. Sementara, jika tabuik sebenarnya yang dihoyak, memerlukan puluhan orang yang memeganginya. Kabupaten Agam, juga punya cara sendiri berdefile. Diiringi dengan seorang berpakaian ijuk, barisan gandang tasa, maoyak kontingen yang tak berpakaian training olahraga. Barisan kontingen Agam justru berpakaian batik. Mereka mendapat aplus, bahkan Indra Catri, sang bupati, ikut lari ke depan panggung kehormatan sambil “berdadahdadah” dengan kontingen yang berjalan di lintasan lapangan. Penampilan kesenian khas masing-masing daerah seakan menjadi bumbu penyedap pada pembukaan yang sempat dikhawatirkan akan diguyur hujan. Sejak pukul 13.00 WIB, awak hitam terlihat mulai menggumpal di atas langit Luak nan Bungsu ini. Kekhawatiranpun mulai menggelayut. Ternyata, apa yang dikhawatirkan itupun terbukti. Jelang pukul 14.00 WIB, hujan-pun turun. Cukup lebat. Wajah-wajah gelisah mulai terlihat. Tapi untungnya, ini tak berlangsung lama. Kurang dari 30 menit, langit di sekitar Sarilamak kembali cerah. Awan-awan hitam seperti terkuak. Beredarlah kisah pawang hujan di antara kalangan wartawan peliput Porprov. “Kabar yang bere-

dar, ada 47 pawang hujan yang dikerahkan,”sebut seorang wartawan, Jonres Marianto. Namun, menurut Ketua Media Center, Saiful hal itu tidak benar. Kata Sekretaris Dinas Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Limapuluh Kota ini, hanya ada satu pawang panas yang terjun di ajang ini. Namun ia mengelak untuk menyebut identitas pawang panas tersebut. “Ndak usahlah pakai namo,”kata Saiful. Dari pengamatan Haluan saat mengikuti rangkaian defile di stadion yang pernah runtuh pada dekade 1990-an ini, gumpalan awan hitam itu terlihat seperti terhenti bergerak.Tepat di atas stadion, langit terlihat cerah, sementara di seputarannya, malah gelap. Suasana yang cerah ini menyebabkan penonton makin antusias. Seorang pengunjung asal Nagari Galugua, Fitri, yang belabelain menonton pembukaan, merasa bersyukur usahanya menempuh perjalanan yang jauh dari kampungnya tak sia-sia. “Untuang ndak jadi hujan da. Awak lah jauah-jauah dari kampuang ka mari (stadion),”katanya. Menurut salah seorang warta wan di Kabupaten Limapuluh Kota, M.Bayu Veski, nagari itu berjarak sekitar 100 km dari pusat acara dan 10 km di antaranya merupakan jalan yang terjal. „

Sentra Percetakan ............ Dari Halaman. 1 Tragedi Andi .................. Dari Halaman. 1 Andi membawa angin segar dalam wacana politik nasional. Pemikiran dan ide-idenya cukup inspiratif. Maklum, latar belakang studinya memang pas dengan kebutuhan bangsa pada saat itu. Karenanya, dimana pun ia berada akan memberi warna tersendiri. Disertasinya tentang analisis kontektual atas budaya pemilu di Indonesia menjadi alasan kuat yang mengantarkan Andi menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat menjelang Pemilu 1999 –Pemilu pertama pasca gerakan reformasi. Meskipun posisinya bukan ketua, gagasan-gagasan Andi tampak sangat dominan sehingga tak heran jika ada yang menyebut tatacara pemungutan dan penghitungan suara, pengawasan, dan lain-lain yang diterapkan dalam Pemilu 1999 sebagai “Mallarangeng System” Lepas dari KPU, Andi dipercaya menjadi staf ahli Menteri Otonomi Daerah yang dijabat seniornya yang sama-sama dari Bugis, Ryaas Rasyid. Setelah banyak terlibat merumuskan dan mengimplementasikan otonomi daerah, pada 23 Juli 2002, Andi dan Ryaas mendirikan Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK). Di partai inilah, Andi untuk pertama kalinya terjun ke dunia politik praktis dengan harapan bisa berkiprah secara maksimal dalam menghadirkan pemerintahan yang baik, membangun negara Indonesia seutuhnya demi menyejahterakan seluruh rakyat, serta keadilan bagi setiap rakyat Indonesia. Sayang, cita-cita luhur itu tak bisa direalisasikan secara maksimal karena pada Pemilu 2004

PPDK tidak mendapatkan dukungan yang cukup untuk mengantarkan wakil-wakilnya duduk di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) –lembaga tempat gagasan-gagasan untuk membangun Indonesia dirancang dan diputuskan. Meskipun partainya gagal memenuhi electoral threshold (ET), sebagai intelektual, nama Andi tetap menjulang. Melihat potensi besar Andi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun menariknya ke istana negara dan diangkat menjadi Juru Bicara Kepresidenan. Sebagai juru bicara presiden, nama dan wajahnya selalu muncul di media baik cetak maupun elektronik. Gaya bicaranya tetap penuh semangat dan lugas, walaupun ia harus berbicara atas nama kepala negara. Kesibukannya menjadi juru bicara orang nomor satu di Indonesia tak membuat Andi berhenti berkarya. Sejak 29 Mei 2006, kolomkolomnya muncul setiap hari Senin dalam rubrik “Dari Kilometer 0,0” di Harian Jurnal Nasional yang saat itu dipimpin Ramadan Pohan. Dari kolom-kolom yang sudah dibukukan dengan judul yang sama dengan rubriknya inilah kita tahu integritas Andi sebagai intelektual tetap terjaga meskipun telah menjadi “penghuni” istana. Pada saat ada sekelompok orang yang mengusulkan agar Presiden SBY mengeluarkan Dekrit untuk kembali ke UUD 1945 yang asli –karena sejak diamandemen dianggap sudah tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia—Andi dengan tegas menolak. Upaya itu dianggapnya sama saja dengan mundur ke belakang dan seperti

>> Editor : Ismet Fanany MD, Syamsu Rizal

ingin memutar balik jarum jam dan kembali ke pemerintahan masa lalu yang tidak demokratis. Padahal, jika Andi menyetujui gagasan itu, dalam arti benar-benar kembali ke UUD 1945 seperti sebelum diamandemen, yang diuntungkan adalah presiden SBY dan tentu saja beserta orang-orang yang ada di sekelilingnya termasuk Andi. Dianggap sukses menjadi juru bicara, pasca Pemilu 2009, Andi dipercaya Presiden SBY menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Dan pada saat Partai Demokrat menggelar Kongres di Bandung tahun 2010, Andi mendapat dukungan penuh dari SBY untuk menjadi calon ketua umum yang ditandai dengan keberadaan Edhi Baskoro Yudhoyono (Ibas) dalam barisan tim suksesnya. Namun justru kongres inilah yang menjadi awal mula tragedi. Selain gagal merebut kursi ketua umum, pada kongres ini pula —sebagaimana kesaksian terdakwa mantan bendahara umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin— Andi ditengarai mendapatkan aliran dana dari hasil korupsi proyek Hambalang yang kini disangkakan padanya. Sangkaan korupsi ini memang belum tentu benar, masih perlu ada pembuktian yang benar-benar objektif dan adil dalam proses pengadilan. Namun, jika sudah jadi tersangka di KPK, rasanya pintu penjara sudah di depan mata. Karena sejauh ini, belum ada koruptor yang dijerat KPK berhasil selamat dan divonis bebas murni dari ancaman jeruji besi. Wallahu a’lam! >> Penata Halaman : David Fernanda


8

RABU, 12 DESEMBER 2012 M 28 MUHARRAM 1434 H

API PORPROV DARI NAGARI TUO PARIANGAN TANAH DATAR

WABUP HENDRI ARNIS SERAHKAN API PORPROV XII KEPADA WAGUB MUSLIM KASIM

“Spirit Berjuang Raih Prestasi” Api Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat ke12 tahun 2012 telah diambil dari Nagari Tuo Pariangan Kabupaten Tanah Datar, selasa (11/12). Api dari nagari tertua di Ranah Minang ini langsung dibawa ke Kabupaten Limapuluh Kota untuk disulut selama Porprov XII berlansung di GOR Singa Harau Limapuluh Kota sebagai lokasi pembukaan dan penutupan. Pengambilan Api Porprov dilaksanakan dengan upacara prosesi adat dan tradisi tata cara pengambilan Api Porprov yang telah menjadi ketetapan dalam setiap pelaksanaan Porprov. Pengambilan Api sebagai lambang semangat dan motivasi dalam berolahraga, biasanya dibawa kirab oleh pasukan pembawa obor api Porprov dan di sulut di lokasi acara pembukaan. Wakil Bupati Tanah Datar, H. Hendri Arnis atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tanah Datar menyerahkan obor berisikan api asal Nagari Tuo Pariangan Kabupaten Tanah Datar kepada Wakil Gubernur Sumatera Barat, Muslim Kasim untuk diserahkan kepada pimpinan daerah Kabupaten Limapuluh Kota selaku tuan rumah penyelenggara Porprov XII yang diwakili Sekda Limapuluh Kota, H. Hendri Thomas. Sebelumnya Api diambil dari tungku pusat api Porprov yang berlokasi di Lapangan Nagari Pariangan oleh Wali

Nagari, Ketua KAN dan Ketua BPRN. Setelah mendapat persetujuan niniak mamak Nagari Pariangan yang melalui sambah kato sebagai cara orang Minangkabau bermusyawarah untuk memperoleh api untuk untuk disulut di arena Porprov. Wakil Bupati Tanah Datar, H. Hendri Arnis pada acara tersebut mengatakan kalau Nagari Tuo Pariangan merupakan nagari asal orang Minangkabau, menurut Tambo, asa niniak kito dari puncak gunuang Marapi, digalundi nan baselo, di talang sarumpun kuniang, sawah gadang satampang baniah. Bukti-bukti sejarah banyak ditemui di Pariangan ini seperti sawah gadang, satampang baniah, lurah nan indak barangin, galundi nan baselo, Batu Tigo Luhak dan banyak lagi yang lain berupa manuskrip, tambo dan bendabenda bersejarah. “Oleh sebab sebab itu, maka keberadaan Pariangan sebagai nagari tuo tidak kita ragukan lagi dan akan terus kita kita jaga kelestariannya,” Nagari Tuo Pariangan adalah kebanggaan kita semua masyarakat Minangkabau, justru itulah Gubernur Sumatera Barat menetapkan pengambilan api Porprov setiap 2 tahun sekali” ungkap Hendri Arnis. Wakil Gubernur Sumatera Barat, Muslim Kasim dalam sambutannya menjelaskan, bicara api obor olahraga dengan berbagai makna, akan tetapi yang jelas maknanya adalah satu saja, yaitu “spirit yang menggetarkan hati manusia untuk berjuang meraih prestasi” tutur Wagub. Kilas balik sejarah Porprov yang dulu dikenal dengan Porda, sejak tahun 1986 sampai denga Porprov ke XII tahun 2012 ini, semua ke-

WAKIL Bupati Tanah Datar, H. Hendri Arnis menyerahkan Api Porprov XII Sumbar kepada Wagup Muslim Kasim di Nagari Tuo Pariangan giatan tersebut diawali dengan pengambilan api di Nagari Tuo Pariangan. Hal ini menegaskan kepada semua kalangan, bahwa dari nagari tuo itu spirit yang menggetarkan hati tersebut mulai ditabuh oleh seluruh atlet terbaik daerah Kabupaten/kota untuk menjadi yang terbaik di Sumatera Barat. Dikatakan, Api ini merupakan simbol berkobarnya gelora dan semangat untuk berprestasi. Semangat untuk menjadi yang terbaik, semangat untuk bertarung dalam nilai-nilai luhur dari olahraga yang menjunjung tinggi sportifitas di atas kepentingan lainnya. Ditambahkan Wagub, semangat dan jiwa heroic, pantang menyerah, mengakui keunggulan lawan, fair play juga tetap hidup di dada atletatlet Sumatera Barat. Seperti api di Nagari Tuo Pariangan yang selalu hidup dan membara dalam setiap prosesi pelaksanaan Porprov di Sumatera Barat. (h/adv)

WAGUB Muslim Kasim serahkan Api Nagari Tuo kepada Sekda Limapuluh Kota, H. Hendri Thomas untuk di sulut pada Kaldron pusat Porprov XII Sumbar di Limapuluh Kota

FOTO bersama Wagub Muslim Kasim bersama Wabup Tanah Datar, H. Hendri Arnis, Sekda Kabupaten Limapuluh Kota, H. Hendri Thomas, Ketua KONI Tanah Datar, Ir. Asrul Nurhasan dan Pejabat dari Provinsi Sumatera Barat.

>> Editor : David Ramadian

>> Penata Halaman : Irvand


KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

9

INPRES III DAN IV BELUM DIBANGUN

Pedagang Bertahan di Kios Darurat PADANG, HALUAN — Pedagang Pasar Inpres III dan IV yang menempati kios darurat sejak gempa 30 September 2009 lalu, masih akan tetap berada di kios darurat sampai 2013 nanti. Pasalnya, dana sebesar Rp64 milyar untuk pembangunan Pasar Inpres II, III dan IV, telah habis terpakai untuk pembangunan Inpres I dan II. “Dana sebesar Rp64 milyar itu, telah dipergunakan untuk pembangunan Pasar Onpres

I dan II. Untuk pembangunan Inpres III dan IV, kami akan kembali mengajukan proposal bantuan dana ke pusat sebesar Rp143 milyar pada tahun 2013 nanti. Karena dalam APBD Padang tidak dianggarkan untuk pembangunan Pasar

Inpres tersebut,” ujar Kepala Dinas Pasar Tasril Tasar kepada Haluan, Rabu (12/12). Dikatakan, Pasar Inpres II itu dibangun tiga lantai dan ditargetkan siap pada akhir Desember 2012. Ia juga menyinggung dana untuk pembangunan fisik, setiap satu unit bangunan Pasar Inpres menghabiskan dana Rp42 milyar. “Dana Rp42 milyar itu hanya bisa membangun fisik bangunan saja, untuk akomodasinya masih diperlukan penambahan dana yang cukup

besar pula,” katanya. Dengan keterbatasan dana itu, ia berharap adanya peran investor dalam pembangunan Pasar Inpres tersebut. Selain itu, ia berharap, keterlibatan berbagai pihak untuk mendukung terealisasinya pembangunan Pasar Inpres tersebut. “Kami sangat berharap ada investor yang ingin membatu. Karena, apabila hanya mengandalkan dana dari pusat, pembangunannya tidak akan berjalan maksimal,” ungkapnya. (h/wis)

PERBAIKAN — Beberapa orang pekerja tengah memperbaiki kabel Telkom yang ditanam di dalam tanah, Rabu (12/12). Sebagai pemberitahuan pada pemakai jalan, dipasang papan pengumuman. Perbaikan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas jaringan dan kelancaran telekomunikasi. PARWIS

>> Editor : Devi Diany

>> Penata Halaman :Syahrizal


10 PADANG

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

PUNGLI DI SDN 06 LAPAI

Pagar Diminta pada Wali Murid Besok, Pelantikan 7 Camat PADANG, HALUAN— Kekosongan camat pada tujuh kecamatan di Kota Padang masingmasing Kuranji, Pauh Limau Manis, Lubuk Begalung, Nanggalo, Padang Timur, Bungus Teluk Kabung dan Padang Selatan, bakal segera terisi. “Tujuh kecamatan yang kosong selama ini, bakal segera terisi. Kalau tidak ada aral melintang, pelantikan tujuh camat itu akan dilakukan Jumat (14/12) besok dan Senin (17/ 12),” kata Asisten 1 Pemko Padang Yosefriawan kepada Haluan, Rabu (12/12). Ia juga mengatakan, mereka yang akan menjabat sebagai camat itu untuk mengisi kekosongan kecamatan itu sudah berdasarkan hasil evaluasi dan kinerja. Dan diharapkan tujuh camat itu dapat bekerja lebih baik serta mampu mengembangkan kecamatannya menjadi lebih maju. Sementara itu, untuk setiap kelurahan percontohan di setiap kecamatan telah dialokasikan anggaran sebesar Rp150 juta pada APBD 2013 mendatang. Dengan anggaran sebesar itu, camat dapat mengingatkan lurahnya untuk memanfaatkan anggaran itu sebaik-baiknya sehingga kelurahan di Kota Padang makin berkembang. “Selain itu, anggaran yang baru dialokasikan tahun 2013 ini hendaknya berpihak pada kepentingan masyarakat banyak. Termasuk juga, untuk Sumber Daya Manusia (SDM) di kelurahan itu harus benar-benar berkualitas sehingga dapat membantu pertumbuhan Kota Padang,” tegasnya. Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kota Padang Budiman mengatakan, kekosongan jabatan camat di tujuh kecamatan harus segera diisi. Hendaknya Walikota segera melantik pengganti para camat yang mayoritas mutasi sebagai kepala bagian tersebut. Ia mengharapkan, dalam pekan ini juga atau paling lambat pekan depan, harus dilakukan pengisian dan pelantikan camat baru. Karena, dengan hanya mengandalkan sekretaris camat (Sekcam) meski tanda tangan camat lama masih berlaku, tetap tidak efektif. (h/ade)

Andre Rosiade Dukung Pansus Zakat PADANG, HALUAN — Tokoh muda Kota Padang Andre Rosiade mendukung DPRD Padang yang tengah menggalang pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Zakat. Menurutnya, sebagai lembaga yang mengelola dana publik, seharusnya Baznas Padang melaporkan pengelolaan anggaran ke masyarakat. “DPRD Padang sudah bertindak tepat, karena menduga Baznas Kota Padang menyalahi Perda No 2 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Zakat. Hal ini perlu dorongan dari semua pihak, agar terselesaikannya satu masalah yang menjadi buah bibir warga kota saat ini,” kata Andre Rosiade, Rabu (12/12), dalam keterangan persnya. Menurutnya, sesuai dengan amanah Perda (Pasal 21) harus diterapkan, yang mewajibkan lembaga BAZ (Badan Amil Zakat) dan LAZ (Lembaga Amil Zakat) yang berada di Padang untuk memberikan laporan. Karena, setiap penggunaan dana masyarakat, baik pemotongan gaji PNS ataupun non PNS harus dipertanggungjawabkan secara penuh. “Apalagi, zakat yang dikumpulkan mayoritas berasal dari PNS Pemko Padang yang gaji mereka dipotong 2,5 persen setiap bulannya. Jumlahnya miliaran rupiah. Mereka wajib mengetahui, ke mana dana tersebut mengalir,” kata Andre yang juga Ketua Gerakan Ayo Jadi Pengusaha pada BPD Hipmi Sumbar ini. Khusus masyarakat, sebutnya, juga harus berperan aktif dalam mengawasi Baznas tersebut. Karena, Perda 2 Tahun 2010 juga telah mengatur hal itu, terutama di Pasal 22. Jangan sampai, masyarakat tidak dilibatkan, dalam pengawasan lembaga yang saat ini mulai menjadi tumpuan pemerataan ekonomi ini. “Kami juga sangat menyayangkan, pendapat yang seolah menyatakan tidak perlu laporan pengelolaan Baznas ke masyarakat. Ini merupakan pernyataan yang bertolak belakang dengan semangat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan. Padahal ini menjadi pencapai utama reformasi birokrasi,” kata Andre, alumni SMA 2 Padang ini. Wako Padang diharapkan dapat mengambil sikap kooperatif, dan memberikan laporan pertanggungjawaban Baznas, sehingga tidak menimbulkan kesan yang tidak baik di akhir masa jabatan. Sebagai warga, Andre mengaku kecewa, jika tidak ada transparansi dalam pengelolaan dana zakat. (h/atv)

PADANG, HALUAN— Beberapa minggu terakhir, media cetak dipenuhi dengan short message service (sms) dari wali murid SDN 06 Lapai yang kecewa dengan pungutan liar yang dilakukan pihak sekolah.

Tidak hanya itu, Lembar Kerja Siswa (LKS) yang beredar di sekolah pun turut menjadi sorotan. Salah seorang wali murid yang enggan namanya ditulis menyatakan, dirinya kecewa dengan sikap kepala sekolah yang tidak merespon keinginan orang tua murid. Jumlah sumbangan senilai Rp500 ribu untuk pagar itu, dinilai memberatkan bagi wali murid yang umumnya bukan keluarga mampu. “Bagi wali murid yang mampu tentu tidak masalah, namun bagi

kami terasa berat. Meskipun bisa dicicil. Tetapi kami ingin tahu, kemana saja uang sumbangan tersebut diperuntukkan,” katanya, Rabu (12/12) kemarin. Selain itu, terkait adanya sumbangan yang sudah ditentukan melalui kesepakatan, menurutnya tidak benar. Karena dari sekitar 160 orang tua siswa kelas I, hanya sekitar 48 orang wali murid yang menghadiri rapat pada Oktober lalu. Wali murid ini mengaku, mereka tidak masalah jika harus

BELAJAR— Siswa SD 06 Lapai ini tengah belajar dengan semangat. Harapan orang tuanya kelak mereka bisa menjadi orang hebat. Tetapi pungutan demi pungutan yang memberatkan orang tua, nyaris memupus harapan itu, seperti sumbangan pembangunan pagar dan pembayaran LKS. NET

menyumbang untuk keperluan sekolah. Namun sesuai dengan kemampuan, tetapi tidak disamaratakan dan tidak dipaksa. Mestinya, SD tidak melakukan pungutan uang pembangunan. Karena sekolah sudah mendapatkan dana BOS. Terkait LKS, dikatakan dalam satu semester siswa harus membeli 2 LKS. Harganya pun berbeda, ada yang Rp65 ribu dan Rp75 ribu. Wali murid pun kembali keberatan, karena LKS yang kedua kalinya diberikan dalam waktu yang cukup singkat sebelum semester berakhir. Para orang tua siswa ini minta kejelasan penggunaan uang sumbangan tersebut. Katanya juga akan memberikan baju muslim, tetapi sampai saat ini belum juga diterima siswa. Begitu juga dengan buku paket dan alat tulis siswa. “Sampai saat ini kami menyepakati tidak akan membayar uang sumbangan ini dulu. Kami pun menginginkan, kepala sekolah mengundurkan diri dari jabatannya,” ujarnya. Sementara Kepala SDN 06 Kampung Lapai, Setnawarni menyebutkan sumbangan Rp500 ribu untuk pembangunan pagar ini, sudah sesuai kesepakatan wali murid dengan Komite Sekolah sewaktu rapat bersama orang tua murid dan Komite Sekolah, didampingi kepala sekolah pada Oktober dulu. Sewaktu rapat, tidak ada orang tua yang merasa keberatan. Munculnya ide pengumpulan sumbangan ini, menurut Setnawarni sesuai dengan persetujuan komite. Bangunan SDN 06 Lapai yang tidak mempunyai pagar di bagian belakang sekolah, membuat sekolah tidak aman. Terkait LKS yang beredar dua kali dalam satu semester, katanya jumlah LKS yang ditawarkan

ke siswa mencapai 5 buah. Namun tidak dipaksakan bagi siswa untuk membeli, hanya diletakkan di koperasi sekolah. “Karena ada salah seorang siswa yang membeli LKS sampai 2 buah, tentu siswa lainnya pun meminta kepada orang tua. Hal inilah mungkin yang disebut orang tua,” jelasnya. Dikatakan Setnawarni, kebanyakan wali murid di sekolah ini sebagian besar berasal dari kalangan menengah ke atas. “Jadi, mencari siswa miskin di sekolah ini memang sulit sekali. Bahkan ada wali murid yang mengembalikan baju seragam kepada sekolah, karena merasa mampu. Juga, ada yang berniat memasang AC di tempat anaknya belajar,” katanya. Melihat kemampuan orang tua seperti itu, dirinya juga merasa kaget ketika ada wali murid yang merasa keberatan. Jika ada wali murid yang memang tidak mampu, akan dibantu oleh pihak sekolah. Ada beasiswa untuk siswa tidak mampu sebesar Rp200 ribu per bulan. Beasiswa ini berasal dari BOS dan Baznas Kota Padang. Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Indang Dewata yang ditemui terpisah menyebutkan, tim inspektorat sudah turun ke sekolah tersebut untuk melakukan pemeriksaan. “Kita tunggu saja hasil dari tim inspektorat ini. Beberapa waktu lalu sudah turun pula Wawako Padang bersama Kadisdik ke sekolah tersebut,” katanya. Soal sumbangan yang diberikan oleh wali murid tidak melanggar aturan, jika tidak ada paksaan oleh pihak sekolah bagi yang tidak mampu. (h/cw-eni)

nian, sosial budaya, olah raga, ekonomi, pariwisata dan tenaga kerja. “Dari sekian banyak kerjasama tersebut, saat ini kami melaksanakan kerjasama bidang pendidikan, yaitu pelaksanaan Program Sister School. Dalam kerjasama nanti, pelajar dari Sumbar, yaitu SMA N 3 Padang akan mencicipi pendidikan di Negeri Sembilan, begitu juga sebaliknya,” ungkapnya. Presiden Majelis Belia Puan Wan Salwati Binti Hj Abdullah

mengatakan, sangat bahagia berada di Indonesia. Dikatakan selain kunjungan kerja, rombongan akan memanfaatkan waktu dengan memahami berbagai aspek, mulai dari sosial budaya, dan pariwisata yang ada di wilayah Sumbar. “Kami sangat bahagia berada di sini. Apalagi waktu kami cukup lama yaitu selama lima hari. dengan waktu tersebut, kami akan banyak mendapatkan pengalaman di Sumbar,” katanya. (h/cw-wis)

KUNJUNGAN MAJELIS BELIA NEGERI NEGERI SEMBILAN MALAYSIA

Jalin Kerja Sama Sister School PADANG, HALUAN — Rombongan Presiden Majelis Belia Negri Negeri Sembilan Malaysia, Puan Wan Salwati Binti Hj Abdullah PMC PJk BMC bersama rombongan ke Sumatera Barat, disambut Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Barat Adib Alfikri di Auditorium Gubernuran, Selasa (11/12) malam. Dalam kesempatan itu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno

mengucapkan berterima kasih atas kunjungan Majelis Belia tersebut. Karena sebagai negara serumpun, Indonesia dan Malaysia harus terus memperkokoh tali persaudaraan dan bekerjasama untuk mencapai suatu kemajuan. “Kunjungan Majelis Belia ini adalah suatu kehormatan bagi Sumbar. Karena dengan kunjungan ini, hubungan antara kedua belah pihak akan semakin erat. Saya berharap, kerjasama ini adalah awal

dari perubahan yang baik,” ujarnya. Sementara itu, Ketua KNPI Sumbar Adib Alfikri yang juga Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar mengatakan, kunjungan Majelis Belia itu untuk menindaklanjuti hasil MoU yang telah ditandatangani DPD KNPI Sumbar dan Majelis Belia di Kota Seremban pada 19 April 2012 lalu. Dimana, KNPI dengan Majelis Belia menyepakati kerjasama di bidang pendidikan, bidang kese-

PROFIL KELURAHAN

Kelurahan Perhatikan Nasib Nelayan

Kantor Lurah Ulak Karang Selatan PADANG, HALUAN — Tingkat konsumsi ikan masyarakat harus ditingkatkan. Ikan itu mestinya dikonsumsi setiap hari, terutama bagi anak usia dini. Sebab protein ikan yang mengandung Omega 3 sangat baik bagi per-

tumbuhan otaknya yang sedang berkembang pesat. Hal ini pula yang mendorong Kelurahan Ulak Karang Selatan untuk memperhatikan kehidupan nelayannya. Karena profesi sebagai nelayan merupakan

mata percaharian utama yang paling banyak digeluti warga Kelurahan Ulak Karang Selatan atau sekitar 27 persen. “Mata pencaharin warga Ulak Karang Selatan adalah nelayan. Sebagian besar nelayan tersebut memangkap ikan masih dengan cara tradisional. Kalaupun ada yang memakai teknologi, jumlahnya tidak banyak. Saat ini nelayan Ulak Karang dibantu oleh Dinas Perikanan dalam bidang perlengkapan mencari ikan,” ungkap Nazir. R, Sekretaris Lurah Ulak Karang Selatan. Selain berprofesi sebagai nelayan, masyarakat Ulak Karang Selatan ada juga yang bekerja sebagai Pegawai Negeri

Sipil (PNS) sebanyak 25 persen, wiraswasta sekita 15 persen, polisi 1 persen dan selebihnya nelayan. Jumlah penduduk Ulak Karang Selatan sebanyak 9.400 jiwa dengan 3.201 Kepala Keluarga (KK). Mereka dibagi dalam 43 Rukun Tetangga (RT) serta 13 Rukun Warga (RW). Untuk kebersihan lingkungan, masyarakat selalu rajin gotong rotong. Hanya saja goro ini kadang diserahkan kepada RT masing-masing. Terkait dengan kesejahteraan masyarakat, seperti Beras Miskin (Raskin), Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jaskesmas) serta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), maka masalah

>> Editor : Devi Diany

raskin cukup menonjol. Dari 464 KK yang diusulkan hanya 324 yang terealisasi. Dengan pengurangan 30 persen ini, pihak kelurahan terpaksa mensiasatinya dengan sistim bagi rata. Semua warga yang diusulkan tetap mendapatkan jatah raskin, dengan mengurangi jatah mereka yang mendapat raskin. Misalnya, biasanya mendapat 15 kg sekarang mendapat 10 kg. Batas wilayah Ulak Karang Selatan dengan Samudra Hindia di sebelah barat, rel kereta api di Kelurahan Gunung Pangilun sebelah timur, sebelah utara dengan Jalan Joni Anwar dan sebelah selatan dengan Lolong Belanti. (h/cw-oos)

>> Penata Halaman: Syahrizal


DARI NAGARI KE NAGARI 11

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

TINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYRAKAT

Anggaran PNPM Pasaman Barat Naik Jadi Rp18,8 Miliar PASBAR, HALUAN— Alokasi anggaran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kabupaten Pasaman Barat tahun 2013 mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Dari Rp14,8 miliar pada tahun 2012, naik menjadi Rp18,8 miliar. Angaran itu berasal dari dana APBD Pasbar dan dana APBN. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPM-KB) Kabupaten Pasaman Barat, Hendri Tanjung di kantornya kemarin kepada Haluan. Hendri menjelaskan, dengan dana alokasi PNPM ini diharap-

Tim Catur Pasbar siap meraih medali emas. ANDIKA

Inilah kontingen Pasbar yang diiringi dengan penampilan etnis dan budaya yang ada di Pasbar. ANDIKA

kan akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pembangunan yang dilakukan PNPM. Terutama untuk daerahdaerah pelosok yang mendapat kucuran dana itu. Ia katakan, PNPM selama ini terbukti dirasakan masyarakat keuntungannya. Selain program ini swadaya masyarakat, juga dilaksanakan pembangunan atas usulan masyarakat dan bersifat prioritas dan efektif. Penentuan lokasi tujuan berawal dari usulan masyarakat dan disetujui oleh pusat. “Yang menentukan lokasi pembangunan PNPM adalah pusat atas usulan masyarakat sebelumnya,” katanya. Ia juga mengatakan, PNPM merupakan program nasional. Penyaluran dananya lansung ke rekening kelompok dan tidak berada di instansi pemerintah daerah. Sehingga dengan demikian, program ini akan lebih terjamin transparansinya. Kendati demikian, tetap diharapkan pengawasan dari masyarakat ataupun pemerintahan di tingkat nagari dan jorong. Hal ini dimaksudkan agar tercipta pembangunan yang berkualitas seusuai kebutuhan masyarakat dan meminimlisir penyimpangan. Kesadaran Tinggi Secara terpisah, Asisten III setda. Pasbar, Hj. Evita Murni mengatakan, sejauh ini pelaksanaan PNPM di Pasbar cukup bagus. Hal ini didasari oleh kelompok dan masyarakat yang konsisten dan memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Kesadaran penduduk untuk sama-sama merasa bertanggung jawab dan mengawal setiap pembangunan yang dilakukan cukup tinggi. Sehingga pembangunan yang sehat dan maksimal, terutama pada PNPM tercipta di Pasbar. (h/dka)

KONTINGEN— Bupati H. Baharuddin R dan Wakil Bupati Syahrul Dt. Marajo berbaur dengan kontingen Pasbar saat devile kontingan pada pembukaan Porprov. ANDIKA

Bupati H. Baharuddin R dan Wakil Bupati Syahrul Dt. Marajo berbaur dengan kontingen Pasbar saat devile kontingan pada pembukaan Porprov. ANDIKA

=

Bupati H. Baharuddin R dan Wakil Bupati Syahrul Dt. Marajo mengunjungi mes kontingen Pasbar. ANDIKA

RUMAH

DIJUAL RUMAH LT 165 M2, LB 88 M2, 3 KT (2 KAMAR 4X4M, 1 KAMAR 3X3), 2 KAMAR MANDI, GARASI, HALAMAN, PLN, PDAM. KOMPLEKS GRAHA AGUNG PERDANA F.40 KEL. B ATIPUH. LEBIH KURANG 20M DARI JLN RAYA BYPASS. (TANPA PERANTARA) 085219005301081363360613

BPKB MOTOR HONDA / NF 125 TD. WARNA HITAM SILVER DENGAN NOMOR POLISI BA 6560 SW ATAS NAMA ARNIS SALEH. BAGI YANG MENEMUKAN HARAP LAPOR KE POS POLISI TERDEKAT

>> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman : Jefli


12 PAYAKUMBUH DAN LIMAPULUH KOTA

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

KILAS Riza Bakar Semangat Atlet Payakumbuh PAYKUMBUH, HALUAN —Berkekuatan 460 atlet, pelatih dan ofisial, kontingen Payakumbuh dilepas Walikota H. Riza Falepi menuju medan laga Porprov Sumbar XII/2012, di Kabupaten Limapuluh Kota, 12-20 Desember 2012. Pelepasan kontingen berbendera biru itu, berlangsung di pelataran parkir Medan nan Bapaneh Taman Wisata Ngalau Indah Payakumbuh yang ditandai dengan penyerahan bendera kontingen oleh walikota kepada pimpinan kontingen Wawako H. Suwandel Muchtar. Di depan ratusan atlet, Ketua Umum KONI Drs. Yunir Yalri, Sekdako H. Irwandi, Wakil Ketua DPRD H. Sudirman, Kajari Try Karyono, SH, MH, sejumlah anggota DPRD dan pimpinan SKPD serta pengurus cabor, Walikota Riza Falepi, membakar semangat atlet, pelatih dan ofisial serta pengurus cabor dan KONI, agar membulatkan tekad menjadi yang terbaik dalam iven olahraga dua tahunan itu. “Saya sengaja membawa pelatih tim nasional PSSI, Nil Maizar, untuk melepas keberangkatan kontingen Payakumbuh menuju medan laga Porprov Sumbar. Agar seluruh atlet Payakumbub mampu mengukir prestasi emas dalam Porprov nanti. Untuk menjadi yang terbaik, kalahkan rasa malas dengan semangat juang tinggi. Obat malas tak ada, kecuali melawannya dengan semangat yang tinggi dan membara. Karena itu, mari kita sama-sama berkomitmen merebut emas dalam Porprov nanti,” tegas Riza. Menurut walikota, kerja keras dan semangat Nil Maizar di dunia olahraga, dari pemain sepakbola nasional PSSI Garuda, hingga dipercaya menukangi timnas pada Piala AFF 2012 baru lalu, pantas diteladani atlet Payakumbuh”Mudah-mudahan, kehadiran Nilmaizar menjadi pendorong seluruh atlet merebut kemenangan demi kemenangan,” ucap Riza. Pada Porprov Sumbar nanti, dilaporkan Wawako Suwandel Muchtar, Payakumbuh akan ikut serta pada 26 cabang olahraga, dengan target memperbaiki peringkat dari 10 besar pada Porprov dua tahun lalu, menjadi peringkat lima besar. Untuk mewujudksan ambisi itu, Payakumbuh akan berusaha keras merebut 15 emas dari cabang-cabang andalannya. Di antaranya dari cabang judo, taekwondo, karate, tinju, silat, atletik, renang, menembak, bola basket, bola voli, sepakbola, senam dan kempo. Ke-26 cabang yang disertakan dalam Porprov itu, masing-masing angkat berat dengan 12atlet, 4 pelatih/ofisial, atletik (18/5), balap sepeda (3/4), balap motor (4/4), bola basket (24/ 4), bola voli (32/10), bulutangkis (10/4), catur (9/3), futsal (12/4), judo (22/4), karate (16/5), kempo (14/5), menembak (16/2), panjat tebing (6/4), renang (9/4), senam (17/9), sepakbola (19/6), sepak takraw (17/5), silat (22/7), taekwondo (6/3), tarung derajat (10/6), tenis (10/4), tenis meja (8/4), terbang layang (7/3), tinju (8/4) dan wushu (12/4). (h/smt)

POTENSI PERTANIAN — Areal pertanian terhampar luas di Nagari Sungai Rimbang, kecamatan Suliki. Para petani sudah menerapan pola tanam serentak untuk meminimalisir serangan hama dan dampak perubahan iklim. DN

APBD 2013 KETOK PALU

Devisit Rp33,1Miliar Lebih PAYAKUMBUH, HALUAN — APBD Kota Payakumbuh tahun 2013 devisit mencapai Rp33.121.690.242, Pendapatan sebesar Rp521.444.414.617, sedangkan belanja mencapai Rp554.566.104.859, dalam sidang paripurna pengambilan keputusan terhadap Ranperda APBD menjadi Perda, Rabu (12/12), di ruang sidang paripurna DPRD kota ini. Rapat dipimpin Ketua DPRD Wilman Singkuan, didampingi Wakil Ketua H.Sudirman Rusma dan H.Suhaimi Birran,BA dan Walikota Riza Falepi dan Wakil Walikota Payakumbuh Suwandel Mukhtar. Wako dan Wawako serta Pimpinan DPRD, akhirnya menandatangani kesepakatan persetujuan pengesahan ranperda APBD 2013 menjadi perda, disaksikan Muspida Plus, pimpinan SKPD serta undangan lainnya. Sebelum mengambil persetujuan bersama, DPRD Kota Payakumbuh terlebih dilaporkan hasil pembicaraan tingkat II terhadap

pembahasan ranperda tentang APBD 2013 yang disampaikan juru bicara DPRD H.Maharnis Zul. Seluruh fraksi menyetujui Ranperda APBD 2013 untuk ditetapkan menjadi Perda. Namun fraksi-fraksi tetap memberikan pendapat serta saran dan hal-hal lainnya yang mesti menjadi pertimbangan bersama demi kesempurnaan APBD Kota Payakumbuh ke depan. Dalam laporan yang disampaikan juru bicara DPRD Maharnis Zul, rencana pelebaran jalan Jenderal Sudirman menjadi salah satu focus perhatian DPRD

terhadap Pemko. Pagu anggaran disesuaikan dengan kebutuhan, sisa dan yang ada dialokasi pada kegiatan fisik yang lain seperti prioritas drainase. Sementara itu fraksi Partai Amanat Nasional menyampaikan terkait masalah PAD pada APBD TA 2013 disepakati sebesar Rp. 51.417.824.850. Fraksi PAN menilai jumlah tersebut masih bisa lagi tingkatkan kalau disetiap SKPD lebih serius dan mekanisme pengelolaan yang tepat serta tidak terjadi kebocoran-kebocoran seperti berbagai objek retribusi daerah yang cukup potensial diantaranya retribusi parkir. Sementara Fraksi Golkar berpendapat setelah APBD TA 2013 disyahkan, gerak cepat untuk langkah selanjutnya harus dilakukan Pemko beserta jajarannya. Sehingga segala kegiatan yang berkaitan dengan APBD 2013 ini nantinya tidak ada yang terkendala. Golkar juga menyarankan pembangunan stadion olahraga yang menelan biaya 1,7 M mestinya merupakan sarana olahraga terpadu dan difokuskan

KETUA DPRD Wilman Singkuan, Wako Riza Falepi dan Wawako Suwandel Mukhtar bersama Pimpinan DPRD Kota Payakumbmensahkan APBD 2013. ZULKIFLI

di Kubu Gadang Kecamatan Payakumbuh Utara. Fraksi Partai Demokrat, Fraksi PBR, Fraksi PKS dan PPP kata juru bicara DPRD Mahnizul, mereka memberikan gambaran terhadap pola pemberantasan dan penanggulangan Pekat di Kota Payakumbuh. Juga memberikan masukan serta saran untuk menaikkan kelas Rumah Sakit

Samsat Payakumbuh Berkontribusi untuk Sumbar PAYAKUMBUH, HLUAN — Lima unit kerja di Sumatera Barat, satu di antaranya UPTD Pelayanan Pendapatan (Samsat) Provinsi Sumatera Barat di Payakumbuh, kemaren, menjadi objek penilaian tim penilai pusat untuk mendapatkan penghargaan pelayanan publik di tingkat nasional bagi Provinsi Sumatera Barat. Tim penilai pusat dipimpin M. Sitorus itu berkunjung ke Payakumbuh. Tim berjumlah empat personil berasal dari Kemenpan Reformasi Birokrasi, Badan Pemeriksa Keuangan dan

Pembangunan (BPKP), dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Sebelum turun ke lapangan, tim diterima Walikota Payakumbuh diwakili Asisten I Setdako Yoherman, SH, Sos dan Kepala Biro Organisasi Setdako Provinsi Sumbar, On Krisno, di aula balaikota, dalam rangka mendengar ekspose Kepala Samsat Payakumbuh Hendi Yulfian, SH. Dalam pertemuan ini hadir pimpinan SKPD di jajaran pemko, sejumlah pejabat Jasa Raharja dan LSM Payakumbuh. Walikota menyampaikan,

keberadaan Samsat di Payakumbuh, bukan sekedar memenuhi tuntutan penerimaan PKB dan BNPKB, tapi lebih dari itu, mampu memberikan kepuasaan kepada public yang berurusan. Pemko boleh dikatakan, tak pernah mendengar keluhan pelayanan di Samsat. Tahun 2012 ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, akan menetapkan provinsi, kota dan kabupaten di Indonesia, yang pantas menerima Citra Bhakti Abdi Negara (CBAN)

dan Citra Pelayanan Prima (CPP) Tingkat Pembina. Untuk mendapatkan penghargaan tersebut, lima unit kerja di Sumbar, masingmasing UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Sumbar di Bukittinggi, RSJ HB. Saanin, Layanan Perpustakaan Badan Arsip Sumbar dan Pelayanan Satu Pintu dan Penanaman Modal Sumbar ketiganya di Padang, serta UPTD Samsat Payakumbuh disigi dari dekat oleh tim. Kepala Samsat Payakumbuh, Hendi Yulfian, dalam eksposenya di depan

tim penilai, memaparkan standar pelayanan dan maklumat pelayanan di Samsat. Sistem pelayanan public yang telah online di Samsat, dikatakan, mampu memberi kepuasan bagi masyarakat atau objek pajak. Malahan, Samsat Payakumbuh telah melakukan kegiatan yang sifatnya jemput bola dalam meningkatkan pelayanan. Kerjasama dengan mitra kerja serta stakeholders lainnya berjalan lancar, dalam peningkatan pelayanan excellent. (h/smt)

Dr. Adnaan WD Payakumbuh ke tingkat Kelas B demi pelayanan lebih baik kepada warga Kota Payakumbuh. Walikota Payakumbuh Riza Falepi dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas telah disepakatinya Ranperda APBD Kota Payakumbuh TA 2013 menjadi Perda. (h/zkf)

Payakumbuh World Music Festival Ditutup PAYAKUMBUH, HALUAN — Payakumbuh World Music Festival yang digelar Disparpora , di Medan nan Bapaneh Taman Wisata Ngalau Indah, berakhir Rabu tengah malam. Warga kota pencinta seni benar-benar terhibur, meski iven perdana berkelas dunia ini, sempat terganggu akibat guyuran hujan. Gelar acara Payakumbuh World Music Festival, diharapkan pasangan Walikota H. Falepi dan Wawako H. Suwandel Muchtar, awal dari kebangkitan kesenian dan kebudadayaan Kota Batiah. Sinergisitas Disparpora dengan Dewan Kesenian Kota Payakumbuh dalam menggelar Payakumbuh World Music Festival, dalam rangkaian HUT Kota Payakumbuh ke42, juga diapresiasi Ketua DPRD Payakumbuh Wilman Singkuan, S. Sos, yang ikut menyaksikan penampilan grup musik dari Semananjung Malaysia, Sawahlunto dan Payakumbuh, pada hari terakhir pagelaran. Sebelumnya, juga tampil musisi dari Swiss dan dari Australia dan Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Paduan seni tradisional dan modern yang dibawakan musisi, telah membuka mata publik Payakumbuh. Musik tradisi itu memang enak dilihat dan didengar, jika dikalaborasikan dengan musik modern. “Saya senang melihatnya,” ucap Wilman didampingi Asisten I Setdako Yoherman, SH, S. Sos, Kadisparpora Drs. Rida Ananda, dan anggota DPRD Trivenindra, SE serta sejumlah pimpinan SKPD lainnya. Ketua Dewan Kesenian Payakumbuh Iyut Fitria, mengungkapkan, pihaknya siap menciptakan insan seni yang berkualitas. Tidak hanya menelorkan musisi berbakat, tapi juga seniman-seniman lainnya. Di Luak Limopuluah ini, banyak seniman dan budayawan yang berpotensi. Hanya saja, selama ini mereka kurang difasilitasi serta tak mendapat dorongan yang kuat dari pemerintah. (h/smt)

>> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman : Irvand


BUKITTINGGI DAN AGAM 13

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

Pol PP Jangan Over Acting AGAM, HALUAN — Gebrakan Satpol Agam melakukan penertiban terhadap pegawai yang berkeliaran saat jam kantor disambut positif banyak kalangan asal tindakannya tidak over akting.

BERBAHAYA — Jalan yang runtuh di Sungai Jariang Kecamatan Ampek Koto sebulan lalu masih membahayakan bagi pengendara yang lewat karena belum ada pengaman pada sisi yang runtuh. KASRA SCORPI

LINGKAR 87 Persen Pupuk Sudah Didistribusikan AGAM, HALUAN — Sampai Desember 2012 ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Agam, telah mendistribusikan 87 persen pupuk dari jatah yang tersedia kepada petani. Menurut Kasi Pupuk dan Pestisida dinas tersebut, Yenidawati, pupuk yang didistribusikan itu pupuk keperluan tanaman pangan terdiri dari urea sebanyak 5.644.15 ton, SP 36 sebanyak 1.899,25 ton, ZA sebanyak 993,30 ton, NPK 4810,60 ton organik 1.664,68 ton. Untuk kebutuhan holtikultural urea sebanyak 883,40 ton, SP 36 sebanyak 168,15 ton, Za sebanyak 424,25 ton, NPK 813 ton, organik 250 ton. Untuk perkebunan kebutuhan urea sebanyak 2.151 ton, SP 36 sebanyak 856 ton, ZA sebanyak 769 ton, NPK 2.346 ton organik 437 ton. Selain itu, kebutuhan perikanan urea sebanyak 200 ton, SP 36 sebanyak 130 ton, organik sebanyak 50 ton. Untuk peternakan dibutuhkan urea sebanyak 22 ton, organik sebanyak 10,55 ton. Juga dikatakan Yenidawati, keluhan para petani mengenai pendistribusian semakin berkurang karena kondisi panyaluran cukup terkendali sampai ke tangan petani. (h/ks)

Anggota DPRD Agam dari Partai Golkar Arman J Piliang misalnya, sangat mengapresiasi tindakan Satpol PP itu, tapi Arman meminta agar tindakan dilakukan secara adil, dilakukan terhadap semua pegawai tanpa pandang bulu, baik dia pemegang eselon maupun staf biasa. ”Contoh disiplin kerja memang harus diberikan oleh kalangan pegawai, oleh karena itu mereka juga harus disiplin duluan, jadi wajar kalau mereka diawasi melalui tinda-

GUNAKAN DANA PNPM-MP

Sekolah dan Sarana Kesehatan Dibangun AGAM, HALUAN — Dalam tahun 2012 ini Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) di Agam telah membangun 13 unit gedung terdiri dari 9 gedung sekolah dan 4 gedung sarana kesehatan. Demikian dikatakan Kepala Bidang Kelembagaan Masyarakat dan Pembangunan Partisipatif Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagari (BPMPN) Kabupaten Agam Villa Erdi di Lubuk Basung Selasa(11/12)

kemarin. Dikatakannya, lokasi gedung yang dibangun itu tersebar di 16 kecamatan yang ada di Agam. Gedung yang dibangun itu antara lain, di Jorong Ujung Labung Timur Kenagarian Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara satu unit TK dengan dana Rp156 juta. Lalu di Jorong Sianok Nagari Sianok Kecamatan IV Koto satu SD dengan biaya Rp224 juta, di Jorong Surau Pinang Nagari Ampang Gadang Kecamatan Ampek

Angkek satu unit gedung kesehatan dengan biaya Rp209 juta. Lalu, di Jorong Kubu Baru Panyinggahan Kenagarian Maninjau Kecamatan Tanjung Raya tiga unit gedung SD dengan dana Rp349 juta, di Kecamatan Palupuh 2 unit gedung kesehatan dengan biaya sebanyak Rp577 juta. ”Keberhasilan pembangunan itu berkat dukungan masyarakat, untuk memeliharanya juga diharapkan partisipasi bersama,” kata Villa Erdi. (h/ks)

kan nyata seperti yang dilakukan Satpol PP,” kata Arman. Aksi razia terhadap pegawai yang berkeliaran saat jam kantor diintensifkan sejak 1 Desember 2012 dan sebelumnya Bupati Agam juga telah mengirimkan surat ke seluruh SKPD bahwa akan ada penertiban oleh Sapol PP. Sejak itu telah 17 orang pegawai yang terjaring razia karena berkeliaran saat jam kantor, umumnya mereka kedapatan sedang minum di warung kopi. Menurut Kasatpol PP Agam, Olkawendi, pegawai yang terjaring razia dibuatkan berita acaranya, lalu di kirim ke BKD dan Inspektorat untuk proses selanjutnya. Pada Selasa, (11/12) lalu tiga orang PNS eselon III masing-masing Kabag Hukum Syahril, Kabag Humas Monisfar dan Kabag Umum Refnal terjaring razia Satpol PP saat minum di sebuah cafe KPN di samping kantor bupati. Namun Kabag Humas Monisfar menyangkal bahwa dia berkeliaran, dia bersama Kabag lain minum di kafe itu membawa tamu dan mereka mengantongi surat izin keluar

dan surat izin itu telah di kirim ke kantor Satpol PP. Sementara itu Kepala BKD Agam Dafrines mengatakan, setiap pegawai yang berdinas ke luar atau ada keperluan saat jam dinas harus meminta surat izin keluar, agar tidak terjaring razia Satpol PP dan setiap kantor telah dibekali dengan blanko surat izin untuk diberikan kepada yang berdinas luar. Namun para pegawai staf juga banyak yang melontarkan kritikan terhadap aksis Satpol PP itu karena yang terkena jaring pada umumnya pegawai bawahan, yang hanya sekedar minum kopi di warung dekat kantor. ”Kalau razia hanya di warung kopi dekat kantor itu over akting, yang akan terjaring kami-kami pegawai rendahan ini, sebab bapakbapak yang pakai mobil dinas minumnya ke tempat yang jauh dan luput dari razia Pol PP,” kata seorang pegawai staf di lingkungan kantor bupati Agam. ”Lagi pula ketidakdisiplinan banyak dilakukan oleh pegawai yang di dalam kantor sendiri seperti mereka yang memanfaatkan komputer untuk main game, membuka internet, membuak facebook, chating dan sebagainya, apakah hal itu ada dirazia pol PP,” tambah pegawai itu. (h/ks)

Heler dan Wali Nagari Kemalingan BUKITTINGGI, HALUAN — Jelang akhir tahun, kawanan pencuri kembali mengganas. Kali ini, heler (penggilingan padi) milik Kelompok Tani Baruah Pakan di Jorong Sungai Janiah, Kenagarian Tabek Panjang, Kecamatan Baso, Agam yang jadi sasarannya, Selasa (11/12) dini hari. Asnimar (60), warga Sungai Janiah. Wanita paruh baya ini, kehilangan sekitar 420 kilogram beras dagangannya (1 kilogram = Rp.

8.500). Beras milik Asnimar semula ada di heler, dan siap dipasarkan ke Pasar Bawah Bukittinggi pada Rabu (12/12) kemarin. Tapi apa mau dikata, bukannya untung malah buntung. Beras itu telah pergi bersama kawanan pencuri. Seperti diceritakan oleh Rahman (22) salah seoarang pengelola heler padi itu, pencuri membawa 30 karung padi (1 karung = 35 kilogram = Rp 150 ribu per karung) miliknya. Sedangkan 14 karung beras yang diambilnya, adalah beras milik seorang pedagang yang menumbuk

padinya di tempat Rahman. Kejadian ini sama sekali tidak pernah diduga oleh Rahman. Soalnya, selama ini aman-aman saja. Anehnya, satu unit mobil L 300 milik Rahman yang parkir didalam heler tidak ikut diambil. Padahal mobil tidak dikunci. Kunci kontaknya juga tergantung saja di setir mobil. Atas musibah itu, Rahman dan Asnimar mengalami kerugian senilai total Rp9 juta. Dari kronologisnya, pencuri cukup berani dan diperkirakan hafal daerah. Pasalnya, lokasi heler terletak diujung kampung dan berjalan buntu.

Diperkirakan juga, aksi pencurian ini dilakoni berkelompok. Terpisah, pada malam yang sama, kantor Walinagari Tabek Panjang yang terletak di sebelah Pasar Baso juga dibobol maling. Maling berhasil membawa kabur satu unit laptop merek Thosiba. Diperkirakan kerugian sekitar Rp5 juta. Walinagari Tabek Panjang Anwar Maksum mengatakan, pencuri masuk lewat jendela belakang. Dia mencongkel terali besi jendela. Ruangan diacak-acak. Jendela ruangan kerjanya yang terletak dibagian samping kantor juga dirusak. Laptop itu sendiri

>> Editor : Afrianita

ditaruh diruang tengah, tempat para stafnya bekerja. Sementara, Kapolsek Baso AKP. Abdurokhman saat ditemui Haluan Rabu (12/12) mengatakan, Pihaknya telah menerima laporan dari korban. Sekarang masih olah tempat perkara kejadian (TKP). Dia menghimbau pada masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan. Poskamling digiatkan lagi. Bila ada kejanggalan, jangan sungkan lapor ke polisi. Menurut dia, walaupun sudah patroli setiap malam, tanpa peran serta masyarakat pihaknya juga tidak berdaya.(h/aur)

>> Penata Halaman : Syahrizal


14 WANITA DAN KELUARGA

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

Kesalahan dalam Merias Wajah

Resep

Tumis Kangkung Bahan-bahan: 2 ikat kangkung 100 gr udang kecil kupas 3 siung bawang putih 4 butir bawang merah diiris tipis 1/2 buah tomat dipotong panjang 2 buah cabai merah dipotong serong 4 sdm air 3 sdm minyak Ebi secukupnya 1/2 sdt gula pasir Garam secukupnya Cara memasak: Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum Tambahkan udang kemudian masak hingga berubah warna Tambahkan cabai Masukkan kangkung, ebi, gula, garam dan air secukupnya. Tambahkan tomat kemudian masak dengan api besar selama 1 menit hingga layu. Angkat dan sajikan ***

TIPS

Kosmetik bukan jaminan untuk cantik. Pemakaian yang salah justru akan membuat wajah Anda jauh dari menarik. Berikut ini 8 kesalahan yang harus Anda hindari dalam merias wajah. Coba dicek, apakah Anda termasuk pelaku ‘pelanggaran’ ini? 1. Menggunduli alis Banyak wanita yang rajin mencabut alis, baik sendiri maupun di salon, untuk membentuknya jadi lebih menarik. Tak ada salahnya dengan merapikan bentuk alis, asal jangan mencukurnya habis dan menggambar alis dengan pensil alis. Percayalah, alis yang licin dan palsu tanpa rambut hanya akan membuat Anda terlihat galak dan mengerikan. 2. Lipstik terlalu gelap Kecuali Anda memang personel band beraliran goth, sebaiknya hindari lipstik warna coklat tua, ungu, merah gelap, atau hitam. Warna-warna ini akan membuat Anda terlihat tua. Tapi jika Anda memang ingin mencobanya, pilihlah lipgloss berwarna atau lipstik jenis sheer agar warnanya tak terlalu kentara. 3. Memakai foundation hanya di wajah Pernahkah Anda melihat

seorang wanita dengan wajah dan leher beda warna? Konyol bukan? Padahal hal ini bisa dihindari dengan mengoles foundation bukan hanya di wajah, tapi juga di leher. Ratakan agar warna leher dan wajah tak belang. 4. Salah warna foundation Jika kulit Anda berwarna sawo matang, jangan memaksakan membeli foundation berwarna kuning gading. Memang betul Anda akan terlihat lebih putih, tapi Anda juga akan seperti memakai topeng. Minta bantuan pramuniaga untuk memilih

warna foundation yang cocok dengan warna kulit Anda. 5. Menor Cara termudah untuk menghindari dandanan menor alias berlebihan adalah, pilih satu bagian yang ingin Anda tonjolkan: mata atau bibir? Jika riasan mata Anda cukup berat (smoky eyes, misalnya), pilihlah warna lipstik yang lembut dan mendekati warna kulit. Namun jika Anda ingin memakai lipstik merah menyala, pastikan bagian lain di wajah dirias dengan natural.

6. Maskara belepotan Ciri maskara yang jelek adalah: (1) menggumpal di bulu mata Anda, (2) luntur dan membuat noda di sekitar mata setelah dipakai beberapa jam. Jika Anda mengalami masalah seperti ini, waktunya buang maskara Anda dan ganti dengan yang baru. 7. Glitter Jika usia Anda sudah lebih dari 12 tahun, sebaiknya tak usah lah memakai glitter di wajah. Pilihlah eye shadow dengan efek shimmer sebagai gantinya.

Utusan DWP Tanah Datar Jadi Juara Menggunakan Maskara 1. Mulailah pengaplikasian maskara di akhir tata rias, saat semua riasan sudah selesai. 2. Pulaskan maskara di deretan bulu mata bagian atas salah satu mata sebanyak dua kali dengan gaya lurus keluar (tidak zig-zag). Mulai dari ujung terdekat dengan tumbuhnya bulu mata, lalu tarik ke arah luar mata. 3. Lalu pindah ke bagian bulu mata bagian bawah dari mata yang sama. Pulaskan dengan cara lurus dari bagian terdalam ke arah luar. 4. Kemudian pindah ke deretan bulu mata atas kelopak mata yang sebelah, juga dua kali pulasan dengan gerakan lurus keluar, lalu pindah ke deretan bulu mata bagian bawahnya. 5. Kembali ke bulu mata bagian atas kelopak yang pertama, pulaskan satu kali lagi.

DEWI OKTAVIANI utusan Dharmawanita Persatuan Kabupaten Tanah Datar berhasil meraih juara I lomba Mars Dharmawanita dan Solo antar DWP Kabupaten dan Kota se-Sumatera Barat yang diselenggarakan DWP Propinsi Sumatera Barat, Rabu (5/12)

Fungsinya, menunggu maskara pulasan yang pertama kering, lalu ditumpuk dengan pulasan yang kedua. Aplikasi lurus ke arah luar dan tidak dengan zig-zag untuk menghindari bulu mata menumpuk atau terbelit karena ditarik sana-sini. Saat akan mengaplikasikan maskara, pastikan Anda tidak mengocok atau menarik keluar-masuk kuas maskara dari botolnya karena bisa memasukkan angin ke dalam botol maskara yang bisa membuat cairan maskara cepat kering. Hindari penyimpanan di tempat yang panas, simpan di tempat yang sejuk. ***

TANAH DATAR, HALUAN — Dewi Oktaviani utusan Dharmawanita Persatuan Kabupaten Tanah Datar berhasil meraih juara I lomba Mars Dharmawanita dan Solo antar DWP Kabupaten dan Kota se-Sumatera Barat yang diselenggarakan DWP Propinsi Sumatera Barat, Rabu (5/12) lalu di Aula RRI Padang. Lomba Mars Dharmawanita dan Solo tersebut diselenggarakan DWP Propinsi Sumatera Barat

dalam rangka memperingati Dirgahayu Dharmawanita Persatuan ke-13 DWP Provinsi Sumatera Barat. Dharmawanita Persatuan Kabupaten Tanah Datar turut berpartisipasi dalam kegiatan lomba tersebut dengan menampilkan anggota Dharmawanita Persatuan Tanah datar, Dewi Oktaviani yang selama ini menjadi andalan Kabupaten Tanah Datar dalam soal nyanyi dam lagu.

Rombongan DWP Kabupaten Tanah Datar dibawah pimpinan Ny. Maria Hendri Arnis dan Ketua DWP Tanah Datar, Ny. Wang Muzwar ternyata bertangan dingan, pada lomba tersebut berhasil membawa juara I lomba Mars Dharmawanita dan Solo tingkat Provinsi Sumatera Barat. Dari hasil kegiatan tersebut juara I diraih utusan DWP Kabupaten Tanah Datar, juara II diperoleh DWP Pesesisir Selatan, juara III DWP Kabupaten Agam. Sedangkan juara Harapan I diperoleh DWP Kabupaten Solok, Juara Harapan II DWP Kota Padang dan juara Harapan III diperoleh DWP Kota Solok. Pimpinan Rombongan DWP Kabupaten Tanah Datar, Ny. Maria Hendri menyetakan senang dan bangga, karena DWP Kabupaten Tanah Datar berhasil menjadi juara pertama lomba Mars dan Solo antar DWP Tingkat Sumatera Barat. Hal itu tentu tidak terlepas dari semangat kebersamaan semua rombongan yang telah mempersiapkan diri untuk ikut lomba ini dan keseriusan serta semangat yang melekat dari Dewi Oktavia yang tampil prima dan meyakinkan menyanyikan lagu Solo teruskanlah yang dinyanyikan selama ini oleh Agnes Monica (h/ hms)

Merawat Kecantikan Tubuh SETIAP perempuan pasti ingin terlihat cantik terutama untuk menyenangkan pasangannya. Kecantikan memang bisa diperoleh dengan riasan wajah yang tepat dan cocok dengan tipe wajah, akan tetapi yang paling penting adalah merawat kecantikan wajah alami agar wajah tetap terlihat cantik walaupun tanpa riasan/make-up. Namun, apapun jenis perawatannya, ada beberapa hal yang bisa dijadikan panduan untuk merawat kecantikan alami: Tidak perlu kosmetik mahal Mungkin kita hanya memerlukan krim wajah seharga lima puluh ribu rupiah, misalnya, untuk pemakaian seharihari agar kelembaban kulit wajah tetap terjaga. Namun, jika kita sudah berusia lanjut dan memerlukan perawatan ekstra, misalnya agar wajah tidak terlihat keriput dan kita membutuhkan serum seharga dua ratus ribu rupiah, jangan pelit-pelit pada kebutuhan diri sendiri. Yang perlu diperhatikan adalah faktor prioritas; jika memang perlu dana lebih untuk perawatan, jangan ragu-ragu, toh itu untuk kepentingan kita sendiri. Menjaga kebersihan kulit wajah dan tubuh Kebersihan adalah suatu keharusan dalam perawatan kecantikan. Kosmetik wajib

yang harus selalu digunakan oleh perempuan di segala usia adalah pelembab dan pembersih wajah. Tentu saja pelembab dan pembersih wajah ini banyak sekali macamnya, dan kita harus menggunakan kosmetik yang cocok untuk kulit kita. Mungkin ada perempuan yang tidak bisa menggunakan sabun wajah sebagai pembersih dan lebih memilih memakai cleansing milk dan toner; ada juga yang berkulit sensitif dan lebih memilih menggunakan facial foam. Begitu juga dengan kulit tubuh. Mungkin ada yang memilih menggunakan sabun

cair dengan pelembab sebagai pembersih tubuh, dan mungkin ada yang lebih suka menggunakan soap bar untuk membersihkan kulit tubuh. Apapun pilihannya, intinya adalah menjaga kebersihan kulit. Berikut ini tips perawatan kulit: · Bersihkan wajah dengan pembersih dan penyegar yang cocok dengan jenis kulit setiap pagi dan malam hari · Bubuhkan pelembab. Untuk perempuan yang telah berusia lanjut mungkin dapat diikuti dengan penggunaan serum dan eye cream agar kulit tidak tampak berkerut. Sebaiknya pelembab tidak hanya

digunakan pada pagi hari saja, tapi juga pada malam hari, misalnya dengan night cream. · Bubuhkan bedak tabur untuk wajah setelah menggunakan pelembab. Gunakan foundation dan compact powder hanya pada saat-saat tertentu saja, misalkan untuk riasan ke undangan atau acaraacara formal lainnya. Hindarkan penggunaan alas bedak untuk riasan sehari-hari agar pori-pori kulit tetap terawat. · Lakukan perawatan masker wajah paling tidak seminggu sekali dan scrub wajah paling tidak sebulan sekali. Hal ini penting untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan

menjaga kelembaban kulit serta merawat pori-pori. · Selalu membersihkan wajah sebelum tidur, baik dengan cleansing milk ataupun facial wash. Hal ini untuk mencegah timbulnya jerawat di wajah. · Gunakan body lotion atau body cream ke seluruh tubuh setiap sehabis mandi agar kelembaban kulit tetap terjaga. Untuk yang sering beraktifitas di bawah sinar matahari, jangan lupa kenakan pelembab dengan SPF dan UV filter. · Mandilah minimal 2 kali sehari, atau setiap kali setelah beraktifitas yang menguras keringat. Gunakan sabun yang cocok dengan jenis kulit Berolahraga untuk menjaga kecantikan diri. Berolahraga Kecantikan tidak hanya diperoleh dari perawatan dengan kosmetik yang tepat, tapi juga dari kebugaran tubuh. Kecantikan alami akan lebih terjaga jika kita rajin berolah raga. Tidak perlu olah raga berat untuk menjaga kebugaran tubuh, yang penting adalah tubuh diberi kesempatan untuk bergerak agar otot-otot tubuh tergerakkan. Jangan lupa untuk selalu melakukan pemanasan sebelum berolah raga agar tidak terjadi cedera.(h/mds)

8. Kulit tak terawat Seterampil apa pun Anda memakai make-up, tak akan bagus hasilnya jika kulit Anda tak sehat. Merokok, tidur larut malam, dan tak memakai pelembab yang mengandung SPF adalah contoh kebiasaan buruk yang membuat kulit kusam, kasar, dan membuat kosmetik sulit ‘menempel’. Jadi, meski Anda sudah berinvestasi dengan produk kosmetik yang terbaik dan termahal, jangan lupa juga lakukan perawatan pada kulit. Jika perlu, rutin kunjungi dermatologis. (h/vvn)

Memulihkan Efek Sengatan Matahari BEBERAPA di antara kita mungkin tak menganggap penting penggunaan krim tabir surya, atau hari ini kita memang lupa untuk menggunakan pelindung wajah dari paparan sinar ultraviolet itu. Apapun alasannya, paparan sinar ultraviolet cukup kuat untuk membuat kulit kita menjadi merah. Apalagi bila sudah diikuti dengan rasa perih. Itu artinya, kulit kita benar-benar tak kuat dengan sinar ultraviolet yang memaksa masuk hingga ke sel-sel kulit. Jika ini yang kita rasakan, biasanya kita justru lari ke kamar mandi dan mencuci muka. Air yang membasuh wajah kita, efeknya hanya untuk mengusap rasa panas yang menempel di wajah, tapi tidak secara sempurna mendinginkan kulit kita. Penasaran apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan wajah dari sengatan matahari? 1. Olesi wajah dengan losion yang mengandung aloe vera. Menurut Lynne C. David, ND, neuropatik dari Center for Integrative Medicine George Washington University Medical Center, aloe vera (lidah buaya) adalah tumbuhan yang paling efektif mendinginkan wajah setelah dipapar sinar matahari. Karena tumbuhan ini memang bersifat menyejukkan jaringan-jaringan kulit kita. Tetapi David mengingatkan kita agar tidak memilih losion yang diberikan tambahan wangi-wangian. Zat pewangi yang ditambahkan justru bisa menimbulkan alergi pada kulit kita. 2. Kompres dengan susu. Rendam handuk kecil pada susu cair yang dingin, lalu tempatkan handuk itu pada area wajah yang terbakar sinar matahari. “Diamkan handuk selama 20 menit,” ucap Hadley C.King, MD, ahli dermatologi dari Weill Cornell Medical College di New York. Lemak yang ada di dalam susu akan melembutkan kulit kita yang sudah kering terbakar. Kompres ulang setiap 2 atau 4 jam sekali. 3. Jangan lupa untuk minum air putih. “Dehidrasi adalah efek samping yang ditimbulkan dari terbakar sinar matahari,” ucap Andrea Donsky, pendiri situs natural organik Naturallysavvy.com. Dan bagi kulit wajah, air putih yang kita minum akan mengairi selsel kulit sehingga pori-pori bisa kembali tertutup dan mengeluarkan minyak. 4. Oleskan madu. Peradangan pada kulit sebenarnya sangat mudah dideteksi. Jika warna kulit kita berubah menjadi merah seperti kepiting rebus, maka sel-sel kulit sudah mengalami peradangan. Dan oleh sel-sel saraf, peradangan itu ditunjukkan dengan rasa nyeri yang kita rasakan. Agar kulit kembali normal, oleskan madu, khususnya pada bagian kulit yang terbakar. Tetapi pilih madu alami yang tanpa diberi tambahan rasa, warna, atau aroma. Madu memiliki khasiat menekan peradangan, ucap Donsky. 5. Minum vitamin. Selain menyelamatkan kulit dari luar, kita juga harus menambah asupan antioksidan dari dalam. King menyarankan, selama beberapa hari setelah terbakar matahari, kita sebaiknya mengonsumsi suplemen 1.000 mg vitamin C, 400 IU vitamin E, 15 mg beta karotin, dan dua sendok makan minyak biji rami atau flaxseed oil. Semua itu adalah antioksidan alami yang dapat mempercepat pembentukan antioksidan dalam tubuh untuk melawan radikal bebas dari sinar ultraviolet yang masuk ke melalui kulit. Selain dalam bentuk suplemen, kita juga bisa menikmati semua antioksidan itu dengan mengonsumsi wortel, bayam, sayuran hijau, alpukat, dan kacang almon. Lima trik ini sebenarnya tak hanya akan membebaskan kita dari tampilan wajah yang memerah, tapi juga mengembalikan rantairantai antioksidan yang bekerja melindungi dan merawat kulit. Selamat mencoba! (h/kcm)

>> Editor : Atviarni

>> Penata Halaman: Rahmi


EKONOMI BISNIS 15

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

DINAS PETERNAKAN

Stok Daging Sumbar Aman PADANG,HALUAN— Kepala Dinas Peternakan Sumatera Barat, Edwardi, mengatakan, stok daging sapi di Sumbar saat ini masih aman.

Hal itu didasarkan pada pantauan yang dilakukan pihaknya pada daerah-daerah sentra produksi sapi di Sumbar seperti Payakumbuh dan Solok. “Bahkan, hingga saat ini Sumbar masih melakukan ekspor daging sapi ke provinsi tetangga seperti Riau,” terangnya.

Dikatakannya, stok sapi potong di daerah ini sebanyak 349.001 ekor. Sementara itu untuk kerbau sebanyak 108.073 ekor. Sedangkan kebutuhan sapi hingga tahun 2012 ini hanya sebanyak 58.693 ekor. Untuk pemotongan sepanjang tahun ini hanya sebesar 96.081 ekor.

“Jadi tidak mungkin terjadi kelangkaan daging sapi di daerah ini. Namun untuk tahun 2013, diperkirakan kita minus sapi sebanyak 6.810 ekor. Sedangkan untuk kerbau, kita surplus sebanyak 14.000 ekor,” tuturnya. Bahkan, dalam upaya

swasembada daging di tahun 2014, Sumbar didaulat oleh pemerintah pusat berkontribusi sebesar tiga persen. Kontribusi ini cukup besar jika dibagi dengan 33 provinsi yang ada di Indonesia. Saat ini, total impor da ging sapi di Indonesia men-

EKONOMI SEKILAS

Laba Bank Syariah Melonjak 76 Persen

Harga Emas Naik PADANG, HALUAN- Berdasarkan pengamatan Haluan di Pasar Raya Padang, Rabu (12/12), harga emas mengalami kenaikan menjelang hari natal dibandingkan dengan minggu yang lalu. Salah satu toko mas yang berada di Pasar Raya Padang, toko Mas Murni menjual mas untuk perhiasan seharga Rp1.270.000/emas, naik dari minggu lalu seharga Rp1.260.000. Akan tetapi, walaupun harga emas mengalami kenaikan pengunjung masih tetap ramai. Salah satu pegawai toko Andi mengatakan (28) walaupun harga emas naik, tapi pengunjung tetap ramai. Dikatakannya sifat emas yang mudah dicairkan dan juga sarana untuk investasi, membuat emas tak pernah kehilangan peminatnya. Sementara di toko emas Sumatera Jaya menjual seharga Rp1.330.000 untuk emas batangan. Pada minggu yang lalu mereka menjual seharga Rp1.300.000. “Sebenarnya kalau soal harga emas ini tidak terlalau memusingkan warga. Berbeda dengan sembako. Emas kalaupun naik masih ada juga yang membeli, kalaupun turun paling tidak kami yang membeli. Emas ini dijadikan acuan untuk mengukur nilai uang sama masyarakat. Lagi pula yang membeli emas biasanya orang yang punya uang,” ungkap Dino, salah satu karyawan Sumatera Jaya.(h/cw-oos)

LPS Pertahankan Suku Bunga Simpanan JAKARTA, HALUAN- Setelah melakukan evaluasi, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk mempertahankan tingkat bunga penjamin simpanan. LPS menilai tingkat bunga simpanan saat ini masih sejalan dengan kondisi perekonomian dan perbankan, sehingga tingkat bunga penjaminan simpananperiode 15 Desember 2012 sampai 14 Januari 2013 untuk bank umummasih dipertahankan, yakni di 5,5% untuk rupiah dan 1% untuk valuta asing. Sementara untuk BPR 8% dengan jenis simpanan rupiah. “Penetapan tingkat bunga simpanan didasari beberapa pertimbangan atau kondisi,” kata Pgs Direktur Penjaminan dan Manajemen Risiko LPS, Budi Santoso dalam siaran persnya, Rabu (12/12). Ditambahkan, sesuai ketentuan LPS, bila tingkat bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dan nasabah penyimpan melebihi tingkat bunga penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud tidak akan dijamin.(h/inl)

capai 17 persen. kemudian tahun 2013, ditargetkan sebesar 13 persen. “Nah, tahun 2014 itu hanya 10 persen. Angka itu merupakan standar dari Food Agricultural Organization (FAO) untuk swasembada daging sapi,” tutup Edwardi. (h/dra)

EMAS NAIK— Salah satu toko mas yang berada di Pasar Raya Padang, toko Mas Murni menjual mas untuk perhiasan seharga Rp1.270.000/emas ,naik dari minggu lalu seharga Rp1.260.000.

JAKARTA, HALUAN- Hingga Oktober 2012, perbankan syariah berhasil membukukan kinerja nan menawan. Dari sisi dana pihak ketiga (DPK) dan pembiayaan, masingmasing tumbuh 32 persen dan 40 persen. Laba bersih lebih kinclong lagi, melonjak 76,93 persen menjadi Rp 2,33 triliun. Achmad K Permana, Sekretaris Jenderal Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), menuturkan sektor usaha kecil dan menengah (UKM) menjadi faktor utama pendongrak pertumbuhan. Tengok saja, pembiayaan UKM hingga sepuluh bulan ini mendominasi lebih dari 62 persen atau berkisar Rp 83,09 triliun. Sisanya mengalir ke pembiayaan non-UKM. UKM masih akan menjadi motor utama pertumbuhan bisnis perbankan syariah di 2013. “Mengingat, pembiayaan korporasi akan terganjal perlambatan dunia, berarti UKM masih akan berkontribusi besar pada bisnis tahun depan,” ujarnya, Selasa (11/12). Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, pembiayaan perbankan syariah masih didominasi sektor jasa dan lain-lain. Diikuti perdagangan, restoran, dan hotel. Sedangkan, perkebunan dan kehutanan masih minim, yakni Rp 2,56 triliun. Begitu pula manufaktur dan transportasi, masing-masing sebesar Rp 4,15 triliun dan Rp 4,14 triliun. Dari sisi penggunaan, porsi pembiayaan konsumsi mencapai Rp 59,21 triliun. Sementara, pembiayaan modal kerja dan investasi masing-masing sebesar Rp 52,11 triliun dan Rp 24,25 triliun. Kualitas pembiayaan tercatat membaik, tecermin lewat non performing finance (NPF), yaitu dari 3,11 persen di Oktober 2011, menjadi 2,58 persen pada Oktober 2012. Bankir optimistis, pencapaian tahun ini bakal terulang lagi tahun depan atau bahkan lebih cerah, dengan pertumbuhan sekitar 40 persen. Bukan apaapa, pangsa pasar perbankan syariah saat ini memang masih minim, yakni 4,32 persen. Artinya ruang bertumbuh masih terbuka. Di sisi lain, aturanloan to value di KPR Syariah dan kendaraan juga tak banyak berpengaruh. Nasirwan, Divisi Riset Perbankan Syariah BI, memprediksi dengan kondisi saat ini, tahun depan pangsa pasar perbankan syariah bakal mencapai 5 persen. “Dengan catatan pertumbuhan tahun depan bisa menyamai atau melampaui tahun ini,” imbuh dia.(h/kcm)

Harga Sembako Stabil PADANG, HALUAN— Jelang Natal dan akhir tahun, harga sembako belum mengalami kenaikan yang signifikan. Anton (44) salah satu pedagang sembako yang berjualan di bawah Matahari Padang pada Haluan, Rabu (12/12) mengatakan

harga sembako masih stabil. Harga cabai misalnya saat ini Rp16.000/kg pada minggu sebelumnya seharga Rp14.000/ kg. Sedangkan bawang merah Rp18.000/kg sama dengan minggu sebelumnya. “Harga sembako belum mengalami lonjakan.

Pengunjungpun tidak mengalami perubahan apa-apa. Masih biasabiasa saja, “ungkap Andi (26), pedagang sembako Etizal. Pedagang sembako yang bernama Ani (45) menuturkan, ada sembako yang mengalami kenaikan dan ada yang bertahan.

Ia Saat ini menjual kentang seharga RP6.000/kg minggu yang lalu RP5.000/kg. Sedangkan cabai dijual Rp 17.000/kg. Tidak jauh berbeda dengan Didi (50) pemilik kios sembako di Pasar Raya. Dia mengakui belum ada gejolak harga hingga

penghujung tahun. Harga minyak goreng masih stabil. Ia menjual Rp10.000/kg hingga Rp11.500/kg. begitu juga dengan harga gula, ia menjual di harga Rp14.000/ kg, tepung terigu masih stabil berkisar Rp12.000 sama dengan minggu yang lalu. (h/cw-oos)

Asuransi PELAKU ASURANSI TETAP OPTIMIS

Pertumbuhan Asuransi Jiwa di Bawah Target JAKARTA, HALUAN- Para pelaku industri asuransi jiwa menyuarakan optimismenya terhadap nasib sektor ini di masa depan. Tapi beberapa fakta justru mengungkapkan hal sebaliknya. Misalkan saja data pertumbuhan industri asuransi jiwa tahun ini yang jauh di bawah target semula yang dipatok di angka 25%. Sementara pada semester pertama 2012 lalu, industri ini hanya bisa membukukan pertumbuhan premi 16,7% menjadi Rp49,7 triliun.

Pertumbuhan premi asuransi pada kuartal tiga, ternyata juga hanya tumbuh sebesar 12% menjadi Rp75,1 triliun dibanding periode yang sama 2011 sebesar Rp67 triliun. Bahkan sumbangan premi dari produk unitlink terlihat mulai merosot. Pada kuartal tiga 2012, premi unitlink ini turun 4%, setelah pada kuartal sebelumnya, terlihat penurunan hingga 6%. Sungguh kondisi yang memprihatinkan. Meski demikian, para pelaku industri asuransi masih tetap yakin

sektor ini masih mampu mencatatkan pertumbuhan di atas 20%. Benny Waworuntu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) salah satunya. Ia mengatakan, pertumbuhan premi masih berpeluang tumbuh seperti tahun sebelumnya di angka 28%, meski pada 2012 target hanya dipatok 25%. Benny menegaskan, target itu masih optimistis meski perkembangan ekonomi makro dan pasar saham masih akan banyak mempengaruhi.

“Pertumbuhan sektor asuransi juga cenderung mengikuti perkembangan ekonomi makro,” tuturnya. Sedangkan Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim mengatakan, membaiknya kinerja pasar modal dibanding tahun lalu, akan membuat unitlink akan kembali menjadi salah satu pilihan menarik bagi masyarakat yang mencari kemudahan dalam proteksi yang terkait investasi jangka panjang. Beberapa pelaku industri asuransi sudah mulai bingung meng-

hadapi kondisi yang terjadi. Namun, mereka pun tidak hilang akal. Di Asuransi Jiwa Sequis Life misalnya, sudah mulai menyiasati strategi baru di produk unitlink ini dengan membuat porsi proteksinya lebih besar dari investasinya. “Kalau investasinya lebih besar, itu kan bisa dicairkan sewaktuwaktu oleh nasabah,” tutur Presiden Direktur Sequislife Tatang Widjaja. Menurutnya, strategi tersebut dilakukan dengan melihat kenyataan di lapangan bahwa telah

terjadi penurunan di produk asuransi unitlink ini. Tidak hanya Sequis Life saja, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) juga menyikapi hal yang sama. Corporate Marketing and Communication Director PT Prudential Life Assurance Nini Sumohandoyo, yang juga Kepala Departemen Komunikasi AAJI, menjelaskan, melemahnya unit link lebih disebabkan oleh penurunan di single premium.(h/inl)

BERYL COPY CENTRE Grosir & Retail Sales, Service, Spare Part & Rental Mesin dari USA Menyediakan Mesin Foto Copy Bermacam Tipe : BARU DATANG MESIN CANON IR 5000 & CANON IR 6000 DARI JEPANG DRUM BARU HARGA NEGO

AN PERSEDIA S A T A B R E T CANON IR 8500 = Rp.

28 juta

BERYL COPY CENTRE

Hubungi : Jl. Veteran No. 50 Padang Telp. (0751) 32666 Jl. Nangka No. 40 Pekanbaru Telp. (0761) 61360 Jl. Sutan Agung No.07 Jambi Telp. (0741) 32495

>> Editor : Afrianita

>> Penata Halaman : Jefli


16

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

TELEKOMUNIKASI

AXIS Hadirkan Layan Pinjam Pulsa JAKARTA, HALUAN- Tingginya kebutuhan pelanggan akan sambungan layanan komunikasi selular mendorong AXIS untuk terus berupaya dalam menghadirkan produk dan layanan yanginovatif. Untuk itu AXIS sangat bangga memperkenalkan layanan ”Pinjam Pulsa”,i n o v a s i l a i n d a r i A X I S bagi industri telekomunikasi Indonesia. Melalui layanan ini, AXIS memberikan pinjaman pulsa kepada pelanggan ketika mereka sedang kehabisan pulsa. Melalui layanan terbaru ini, pelanggan dapat dengan mudah menelepon ke *911# dan pulsa senilai Rp2.000 akan langsung ditransfer ke pulsa pelanggan. Berkomentar mengenai layanan terbaru ini, Daniel Horan, Chief Marketing Officer AXIS mengatakan, “AXIS selalu berinovasi dan kali ini sangat bangga dapat menghadirkan inovasi baru bagi pasar telekomunikasi selular Indonesia, y a i t u ‘Pinjam Pulsa’. Dengan layan a n ‘Pinjam Pulsa’ dari AXIS ini, kami menghilangkan kesulitan-kesulitan itu dan memungkinkan pelanggan untuk terusberkomunikasi melalui ‘Pinjam Pulsa’. Layanan ini sangat mudah digunakan dan sekarang hanya pelanggan AXIS yang dapat terus-menerus terhubung,”katanya. Untuk menikmati layanan‘Pinjam Pulsa’, pelanggan hanya perlu mengirimkan permintaan melalui *911#. Pulsa senilai Rp2.000 akan secara otomatis ditransfer ke dalam pulsa pelanggan yang dapat digunakan untuk menelepon, mengirim SMS, maupun akses ke internet. (h/rel)

TERCANGGIH DI KELASNYA

Ford Pajang Focus di Tee Box PADANG, HALUAN— Mobil super canggih All-New Ford Focus yang sarat dengan fitur modern mulai ditampilkan Ford Padang di Tee Box Community Center Padang. “Kalau iklan di TV mungkin sudah banyak yang lihat. Kali ini kami hadirkan mobilnya di

Padang,” ujar Noverry Darwin Sales Supervisor Ford Padang yang memajang Focus warna candy red

bersama teamnya, Rabu (12/12). Diungkapkan Noverry bahwa inilah mobil tercanggih di kelasnya. Focus hadir dengan dua model yakni hatchback 5 pintu) dan sedan (4 pintu), masing-masing dengan dua pilihan mesin yakni 1.600 cc dan 2.000 cc. “Semuanya pakai transmisi automatic dengan harga mulai

FOCUS DIPAJANG— Mobil super canggih All-New Ford Focus yang sarat dengan fitur modern mulai ditampilkan Ford Padang di Tee Box Community Center Padang. PARWIS

dari Rp341,2 juta sampai tipe tertinggi Rp398,3 Juta. Sudah bisa indent dari sekarang, minimal Rp10 Juta. Bagi yang ingin kredit tersedia banyak pilihan uang muka mulai dari 15 persen dengan tenor sampai dengan 6 tahun,” ulas Noverry sambil menyebut nomor 082170095533 sebagai layanan konsumen 24 jam. “Kecanggihan Ford Focus dibuktikan dengan meraih prediket ICOTY ( Indonesia Car of The Year) 2012 dengan dua award sekaligus ,” tambah Muina Englo , Branch Manager Ford Padang yang buka showroom di Jalan Veteran No.41 ABC. Seperti yang telah banyak diulas media, All-New Focus merupakan mobil yang sarat dengan fitur canggih yang diedarkan FMI saat ini. Mulai dari fitur Active Park Assist, dimana mobil bisa parkir sendiri secara paralel karena dilengkapi sensor otomatis. “Ini merupakan teknologi yang membantu pengemudi untuk memarkirkan mobilnya secara paralel. Pengemudi cukup mengaktifkan mode tersebut dan hanya mengatur kecepatan serta perpindahan transmisi. Jadi tinggal injak gas dan rem saat sensor berbunyi, lalu pindahkan transmisinya untuk merapikan posisi

mobil,” beber Muina Englo. Selain itu, fitur active city stop yang membantu pengemudi untuk menghentikan laju mobil saat berkendara di dalam kota. “Bisa saja ada pengemudi yang perhatiannya teralih dan tiba-tiba mobil di depannya berhenti, maka mobil akan mengerem dengan sendirinya,” jelas wanita yang sering disapa Meme ini. Lainnya, dilengkapi fitur Ford Sync untuk membantu mengatur penyetelan musik yang diinginkan. Fitur ini juga bisa membantu pengemudi untuk menelepon seseorang melalui perintah suara. Artinya, dengan fitur ini semua tinggal diperintah menggunakan suara. Satu lagi, auto wiper dimana secara otomatis penghapus kaca bekerja ketika hujan mulai turun. Focus sangat menjamin keselamatan penggunanya dengan penggunaan baja sebanyak 55 persen pada rangka badan mobil. Penggunaan rangka baja itu telah memenuhi standar keamanan di seluruh pasar dunia untuk peraturan keselamatan tabarakan. Bahan ini juga canggih karena meminimalisir bobot kendaraan yang membuat konsumsi bahan bakar lebih hemat.(h/ita)

Pengiriman Barang Meningkat di JNE Padang PADANG, HALUAN – Menjelang akhir tahun, arus pengiriman barang melalui perusahaan pengiriman meningkat. Demikian pula halnya di JNE Padang Jalan Nipah No.42 C Padang. Menurut Kepala Cabang JNE Padang, Yusran pada

Haluan, Rabu (12/12), Jelang akhir tahun ini, presentase pengiriman meningkat hingga 30% untuk Jakarta ke Padang Sedangkan, dari Padang ke J a k a r t a meningkat hampir 100%. Sementara itu, untuk total pengirimannya, dari Jakarta

lebih banyak dibanding Padang. “Peningkatan pengiriman barang pada tahun ini terjadi pada tiga periode yaitu Idul Fitri, Idul Adha, dan akhir tahun seperti saat ini,” jelasnya. Ia menambahkan, JNE Padang lebih banyak melayani pengiriman perseorangan. “Makanan dan online shop mendominasi pengiriman pada saat ini,” tambahnya.

Dikatakan dia lagi, JNE Cabang Padang biasanya melayani pengiriman di hari biasa sekitar 200-300 kg per hari. Pada lebaran haji lalu, sekitar 1 ton 600 kg per hari, dan jelang akhir tahun ini kurang lebih 500 kg per harinya. Ia mengungkapkan bahwa JNE cabang Padang baru berjalan sekitar 5 bulan. Oleh karena itu, ia menyadari masyarakat Padang banyak

yang belum mengenal perusahaan pengiriman ini. “JNE cabang Padang ini masih baru, karena sebelumnya JNE dimiliki oleh perseorangan. Untuk yang sekarang sudah menjadi milik pusat sejak Juli lalu,” tuturnya. Terdapat beberapa service yang dihadirkan JNE mulai dari pelayanan tertinggi sampai yang biasa. Pelayanan tertinggi yaitu jenis diplomat.

Kemudian diiringi dengan pelayanan jenis special service, YES (Yakin Esok Sampai) , regular service (estimasi pengirimannya dari 1-3 hari) , dan biaya ekonomis (estimasi pengirimannya sampai 7 hari). Untuk biaya pengiriman yang ditetapkan JNE sendiri tergantung dengan jarak pengirimannya. “ Biaya tergantung dengan jarak pengirimannya, contohnya

>> Editor : Afrianita

pengiriman ke Jakarta pasti berbeda dengan ke Ujung Pandang” tutur Yusran. Sampai saat ini, JNE sudah tersebar di 3000 titik di Indonesia. JNE menghadirkan beberapa keunggulan, salah satunya yaitu pelayanan online. “Melalui fasilitas online tersebut, pelanggan bisa mengecek secara online status barang yang ia kirim,” ungkap Yusran. (h/cw/ncv)

>> Penata Halaman: Jefli


KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

17

MENKO KESRA URUNG BUKA PORPROV

Nil Maizar Nyalakan Api Porprov SARILAMAK, HALUAN – Pelatih Timnas Nil Maizar didampingi dua atlet muda Kabupaten Limapuluh Kota, Aprilia Kartina dan M.Hafidz menyulut api Porprov di Kaldron Stadion Aziz Haily, Sarilamak, Rabu (12/12).

OBOR PORPROV — Pelatih PSSI Nil Maizar, menyulut api obor pada acara pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII di GOR Singa Harau Kabupaten 50 Kota, Rabu (12/12). Pembukaan Porprov yang meriah ini juga dipadati oleh ribuan warga setempat. HASWANDI

Begitu api obor itu dinyalakan ke sumbu kaldron, stadion itu menjadi bergemuruh dengan tepuk tangan warga dan pejabat yang hadir. Mantan pelatih klub Semen Padang itu menyulut Porprov didampingi dua atlet Sumbar yang juga pelari nasional yakni Aprilia Kartika dan Muhammad Havid atlet nasional dari cabang aero sport. Ditunjuknya Nil Maizar menjadi penyulut api pesta olahraga dua tahunan Sumbar itu kata Ketua Pelaksana pembukaan Porprov Husin Daruhan, berdasarkan prestasi yang diukir putra yang lahir di Payakumbuh 42 tahun silam itu pada tingkat na-

sional dengan menjadi pelatih Timnas Indonesia di piala AFF 2012. “Nil Maizar selama ini menjadi salah satu tokoh olahraga Sumbar, dengan segala prestasi yang diraihnya termasuk menjadi pelatih Timnas Indonesia,” katanya di Sarilamak, Rabu. Ia mengatakan, selain menjadi pelatih Timnas Indonesia, Nil Maizar juga sukses mengantarkan Semen Padang menjadi salah satu tim terkuat di Liga Indonesia. Selain itu katanya, Nil Maizar merupakan peraih penghargaan Pemuda Payakumbuh Award dan duta olahraga dari Kota Payakumbuh.

PENYISIHAN GRUP E

nimal 1-0. Jika ini terwujud, maka Kota Padang berada pada peringkat kedua klasemen grup E, karena unggul selisih gol atas Kota Solok yakni 2-2, sedangkan Agam 2-3,” ujar Sekum PSSI Padang, N Nofi Sastera, Rabu (12/12). Target kemenangan tersebut, bisa dikatakan sulit untuk terwujud, pasalnya lawan Oky Febriansyah dan kawan-kawan cukup berat yakni Payakumbuh. Selain punya kemampuan, Kota Payakubuh juga akan mendapat dukungan penuh dari penonton. “Laga terakhir ini, memang

berat, namun kami optimistis anak-anak bisa melewati tantangan itu,” terang Nofi. Sementara hari pada ketiga pelaksanaan cabor sepakbola, Rabu (12/12), hanya mempertandingkan dua laga. Pasaman melawan Sijunjung dan Dharmasaraya vs Solsel. Pada laga tersebut, Pasaman sukses mengatasi perlawanan Sijunjung 1-0 dan Dharmasraya berhasil mengatasi perlawanan Solsel 2-1. Pasaman untuk sementara memimpin klasemen grup D. Sedangkan Dharmasraya berada di posisi kedua. Laga

di grup D ini, berlangsung ketat. Empat tim yg berlaga mampu memberikan tontonan yg manarik bagi masyarakat Limapuluh Kota. “Pertandingan di grup D ini berlangsung sangat menarik pertandingan berlangsung sangat ketat, penonton sangat puas dengan dua pertandingan di hari ketiga ini,” jelas panitia sepakbola Nursyirwan Zakariah. Pada laga antara Pasaman dengan Sijunjung. Sejak pertandingan dimulai kedua tim silih berganti melakukan tekanan. Namum dengan semangat juang

tinggi, Pasaman sukses mengatasi perlawanan Sijunjung beberapa menit jelang pertandingan berakhir. Begitu juga laga kedua antara Dharmasraya dengan Solsel. Kedua tim juga mampu memperagakan permainan menarik. Namun, Dharmasraya mampu menguasai jalanya pertandingan di menit-menit akhir, itu dibuktikan dengan kemenangan 2-1 atas Solsel. “Pasaman dan Dharmasraya pantas memenangkan laga ini, karena penampilannya sangat memuaskan,” tukas Nursyirwan. (h/rio)

mengahadapi Pariaman. Karena, hanya dengan hasil maksimal itulah Padang Panjang bisa lolos ke babak selanjutnya. Bisa dikatakan, laga melawan Pariaman, adalah pertandingan hidup mati,” tandas manejer Tim Pengcab PSSI Padang Panjang, Batlimus yang dihubungi Haluan Rabu (12/12).

Dengan sedikit merubah pola permainan, Batlimus optimis jika kesebelasan Padang Panjang akan mampu meraih kemenangan saat berhadapan melawan Pariaman, siang ini. Namun demikian, dirinya tetap meminta agar seluruh pemain dapat memberikan permainan terbaik mereka. (h/yan)

HADAPI PARIAMAN

Padang Panjang Butuh Tiga Gol LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Hasil seri dari dua kali pertandingan saat berhadapan dengan kesebelasan Mentawai dan Pasaman Barat (Pasbar), membuat kesebelasan Padang Panjang harus bekerja keras. Setidaknya, target menang dengan membukukan tiga gol pada laga menghadapi Pariaman,

Kamis (13/12), pukul 14.00 WIB besok, harus dipenuhi untuk bisa lolos dari babak penyisihan di Grup C cabang sepak bola Porprov XII 2012. Target menang maksimal saat menghadapi Kota Tabuik, merupakan harga mati bagi kesebelasan Padang Panjang. Karena dua rivalnya, yakni Mentawai dan Pasbar,

sama-sama telah mengantongi 4 poin setelah berhasil menundukkan Kota Pariaman di laga perdana. Padang Panjang sendiri dengan mengantongi 2 poin setelah dua kali seri, sangat tergantung atas hasil laga seri dua pimpinan klasemen sementara tersebut. “Kita harus menang 3-0

dua tahunan Sumbar itu, atraksi senam masal dengan 1.000 peserta dari guru-guru di daerah itu juga mewarnai pembukaan ajang tersebut. Porprov yang dibuka oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan didampingi oleh Deputi V Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora) bidang kordinasi budaya pariwisata dan olahraga Sugi Hartatmo. Sugi sendiri hadir pada pembukaan ini menggantikan Menko Kesra Agung Laksono yang sebelumnya dijadwalkan hadir. Namun, Agung Laksono tak jadi hadir karena harus menghadiri kegiatan kepresidenan bersama SBY di Bali. Mempertandingkan 30 cabang olahraga dan diikuti 19 kabupaten/kota se Sumbar. Dengan total atlet yang mengikuti pertandingan sebanyak 7.555 orang. Dijadwalkan iven itu berlangsung selama 10 hari dari 12 sampai 22 Desember. (h/mat)

TUAN RUMAH GAGAL RAIH EMAS PERDANA

Padang Wajib Menang PADANG, HALUAN — Tim sepakbola Porprov Kota Padang, harus mampu meraih angka penuh pada laga terakhir penyisihan grup E, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII-2012 Limapuluh Kota cabang sepakbola. Skuad asuhan Tri Gustian tersebut, akan berhadapan dengan Kota Payakumbuh Kamis (13/12) sore ini di Lapangan Situjuah. Jika hanya meraih hasil seri ataupun kalah, maka sudah dipastikan langkah Kota Padang untuk mewujudkan medali, akan terhenti. “Kami wajib menang, mi-

“Ditunjuknya Nil Maizar dalam penyelenggaraan Porprov Sumbar merupakan apresiasi dan kebanggaan masyarakat Payakumbuh dan Sumbar atas prestasinya selama ini,” katanya. Selain mendatangkan Nil Maizar dalam pembukaan Porprov tersebut, berbagai atraksi juga mewarnai pesta olahraga dua tahunan itu. Salah satu atraksi seni yang ditampilkan dalam pembukaan itu berhasil masuk dalam Museum Rekor Indonesia (MURI). Atraksi tersebut yakni, talempong pacik dengan 1.000 orang peserta. Peserta yang berasal dari siswa/siswi diseluruh Kabupaten Limapuluh Kota tersebut selain memainkan alat musik juga mengiringi lagu minang yang berasal dari daerah tersebut dengan judul mudiak harau. Selain memainkan kesenian talempong pacik, pada pembukaan pesta olahraga

Padang Juara Umum Karate TANJUNG PATI, HALUAN — Karateka Kota Padang memastikan diri sebagai juara umum cabang karate setelah menjadi pengumpul medali emas terbanyak di salah satu cabang body contact yang dipertandingkan di Porprov XII ini. Padang mengoleksi 4 medali emas, 2 perak dan satu perunggu. Sementara, tuan rumah Kabupaten Limapuluh Kota gagal meraih emas perdananya setelah di final nomor kumite beregu putra dikalahkan tim Kabupaten Mentawai. Nomor ini sendiri dilangsungkan, Rabu (12/12) malam di GOR Politani Unand, Tanjung Pati. Empat medali emas tim Kota Padang ini dihasilkan dari nomor kata beregu putri yang terdiri atas karateka Yayuk Delia Safitri dan si kembar Mega Dwijayanti dan Megi Dwijayanti. Lalu di nomor kata perorangan putri, giliran Puti Masturan Wardani yang menyumbang medali emas. Lalu, di nomor Kumite Perorangan Putra kelas di bawah 75 Kg, karateka Padang lainnya Auliyandra Ismael memupus harapan karate Mentawai Rompis Tatubeket untuk merebut medali emas. Dan emas terakhir Padang di cabang karate ini dihasilnya karateka putri yang turun di kelas di bawah 50 Kg, Indri Konela Putri. Pesaing terberat tim karate Kota Padang datang dari Agam yang memperoleh 3 emas, 3 perak dan 2 perunggu, disusul Bukittinggi yang memperoleh 2 emas dan 3 perunggu. Ketua Bidang pertandingan cabang karate, Mukhtar Anwar, SH menyebutkan cabang ini pada Porprov XII memperebutkan 19 medali emas, 19 perak dan 38 perunggu. Ketua Forki Padang Firdaus Ilyas mengaku bangga dengan hasil yang dicapai tim Karate Padang. “Mereka telah berjuang sepenuh hati dan hasilnya kami tampil sebagai juara umum cabang karate,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kota Padang ini. (h/mat)

Pembukaan Porprov Masuk Rekor MURI LIMAPULUHKOTA, HALUAN — Antusias masyarakat Kabupaten 50 Kota dan sekitarnya dalam memeriahkan pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Provinsi) XII patut diacungi jempol. Meski sempat diguyur hujan beberapa menit sebelum acara pembukaan, namun sebagai tuan rumah, mereka tak patah semangat untuk melihat langsung perhelatan olahraga bergengsi tingkat Sumbar. Antusias masyarakat itu mulai tampak dua jam sebelum acara pembukaan. Meski acara pembukaan diagendakan pukul 14.00 WIB, namun warga telah mulai berdatangan sekitar pukul 12.00 WIB di Stadion Singa Harau Kabupaten 50 Kota, tempat berlangsungnya acara seremonial Porprov 2012. Di dalam stadion, lagi-lagi ribuan warga yang hadir menunjukan kesabaran yang tinggi dalam menyukseskan

pembukaan Porprov, karena harus berdiri selama tiga jam. Maklum tempat duduk di tribun tertutup ditempati oleh para pejabat dan diblokir untuk masyarakat umum. Begitu juga untuk tribun terbuka, ditempati oleh seribu siswa se-Kabupaten 50 Kota yang berperan sebagai pengisi acara, dalam memainkan alat musik talempong. Kondisi ini memaksa ribuan warga untuk berdiri, jika ingin melihat semarak seremonial itu. Meski tak semegah dan se-eksklusif pembukaan setingkat Pekan Olahraga Nasional (PON), namun semarak pembukaan Porprov kali ini cukup memuaskan berbagai kalangan. “Sekali-kali acaranya di 50 Kota ini, jadi tak ada salahnya berdiri lama untuk melihat acara meriah ini. Saya senang dan puas dengan pertunjukan yang meriah,” ujar Meri (29), salah seorang pengunjung dari warga

sekitar. Tak hanya dari kalangan masyarakat, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno juga mengakui kekagumannya dalam seremonial pembukaan Porprov kali ini. “Saya puas. Pembukaanya sungguh sangat meriah dan semarak. Ini membuktikan bahwa kepedulian pemerintah dan masyarakat terhadap Porprov ini sangat tinggi,” ujar Irwan Prayitno. Seremonial pembukaan Porprov itu sendiri diawali dengan penampilan seribu siswa se-Kabupaten 50 Kota, yang menyuguhkan kepiawaiannya dalam memainkan alat musik tradisional talempong. Tampil sekitar 20 menit, aksi ini langsung mendapat rekor baru dari Museum Rekor Indonesia (Muri), dengan kategori pagelaran talempong dengan peserta terbanyak di seluruh Indonesia. “MURI adalah lembaga swadaya masyarakat yang

mengabdikan diri di bidang penghargaan atas karsa dan karya rekor superlatif bangsa Indonesia. Muri akan mencatat segala prestasi dan sesuatu yang unik, serta pertama kali dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang. Untuk pemain talempong terbanyak, ini baru pertama kalinya. Sebelumnya tidak ada yang mendapat rekor pada kategori ini,” ujar Manager Muri Yusuf Ngadri. Tak hanya penampilan seribu siswa yang mendapat tepuk tangan pengunjung, tapi seribu ibu-ibu juga tak mau kalah, dan tampil semangat dalam penampilan senam massal. Namun sayangnya, penampilan senam ini tidak mendapat rekor Muri. Selain itu, durasi senam yang relatif lama membuat acara sedikit monoton. Setelah itu, para kontingen dari berbagai daerah mulai bermunculan dalam defile. Tim kesenian dari Institut Seni

Indonesia (ISI) Padangpanjang yang menabuh gendang tasa disertai tiupan terompet dan kesenian lainnya, diberi kehormatan untuk tampil pada barisan depan. Di belakangnya, Kontingen Kota Pariaman muncul sambil menggotong tabuik berukuran mini, sebagai ikon kota tersebut, disusul Kontingen Kota Payakumbuh, Bukittinggi serta kontingen lainnya. Menariknya, beberapa daerah saling menonjolkan kostum dan atribut yang unik. Seperti Kontingen Sijunjung yang beberapa diantaranya mengenakan kostum harimau, sebagai promosi silat harimau yang berkembang di daerah itu. Kontingen Kabupaten Agam juga tak mau kalah, dan sengaja berhenti saat di depan tribun tertutup, hanya untuk menampilkan atraksi silat, dengan kostum yang unik. Kontingen dari Kabupaten Pasaman memberi kejutan

disaat defile. Secara tak diduga, Bupati Pasaman menyerahkan sekarung Bupati Pasaman kepada Gubernur Sumbar. Sambil berguyon Ia berharap pemerintah tingkat provinsi dan masyarakat Sumbar mencoba beras Pasaman, serta mengkonsumsinya setiap hari.

Seremonial Porprov 2012 kali ini juga dimeriahkan oleh live music dengan sentuhan musik orkestra yang disusun secara apik. Mendekati penghujung acara, Pelatih Timnas Nil Maizar diberi kepercayaan untuk menyulutkan api obor. (h/wan/dil)

Seribu siswa-siswi se-Kabupaten 50 Kota, menampilkan kesenian tradisional talempong pada acara pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII di GOR Singa Harau Kabupaten 50 Kota, Rabu (12/12). Pembukaan Porprov yang meriah ini juga dipadati oleh ribuan warga setempat. HASWANDI >> Editor : Rio Surya Wijianto

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


18 OLAHRAGA

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

PEROLEHAN MEDALI SEMENTARA PORPROV XII-KAB.LIMAPULUH KOTA

No Daerah

E

P Pr

Total

1. PADANG 2. AGAM 3. BUKITTINGGI 4. PASAMAN 5. SAWAHLUNTO 6. MENTAWAI 7. KT. PARIAMAN 8. PDG PANJANG 9. TN. DATAR 10.PD. PARIAMAN 11.KOTA SOLOK 12.PAYAKUMBUH 13.50 KOTA 14.KAB. SOLOK 15.PAS.BARAT 16.PESSEL 17.DHARMASRAYA 18.SOL. SELATAN 19.SIJUNJUNG

4 3 2 2 2 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0

2 3 0 0 0 4 2 1 0 0 0 2 2 1 1 1 0 0 0

7 8 5 4 3 8 5 7 3 2 1 6 4 7 4 2 0 0 0

1 2 3 2 1 3 2 5 2 1 0 4 2 6 3 1 0 0 0

POJOK ARENA

SIAP — A1-Ring yang kini sudah berganti nama jadi Red Bull Ring siap untuk masuk kalender musim 2013 F1. NET

JELANG MUSIM 2013 F1

Transfer Sneijder Belah PSG PRANCIS, HALUAN — Paris Saint-Germain disebut terbelah mengenai rencana pembelian Wesley Sneijder dari Internazionale. Beberapa petinggi PSG berbeda pendapat mengenai layak atau tidaknya klub membeli gelandang serang asal Belanda itu. Direktur Olahraga PSG Leonardo sangat ingin melihat Sneijder bermain di Parc de Princes. Ia bahkan dikabarkan sudah membuat skema transfer untuk memboyong mantan pemain real madrid itu Januari nanti. Keinginan Leonardo ini mendapat tentangan justru dari pelatih PSG sendiri, Carlo Ancelotti. kehadiran Sneijder dinilai hanya akan menjadi masalah baru bagi PSG yang sudah memiliki banyak gelandang kreatif. Ancelotti mengatakan bahwa PSG masih akan kedatangan Lucas Moura Januari nanti. Selain itu, stok pemain tengah mereka juga sudah melimpah dan belum sepenuhnya dipakai dengan maksimal. Leonardo kabarnya siap menaikkan gaji Sneijder andainya transfer nanti terwujud. Inter juga akan dengan senang hati merelakan Sneijder pergi karena gaji besarnya dianggap membebani keuangan klub saat ini. (h/net)

Red Bull Ring Siap Masuk Kalender Casillas Rela Barca Juara La Liga MADRID, HALUAN — Kiper dan kapten Real Madrid, Iker Casillas, mengisyaratkan bahwa prioritas utamanya musim ini adalah Eropa, bukan La Liga. Di ajang liga, Madrid sedang tertinggal 11 angka di bela-

kang Barcelona. Ambisi untuk mempertahankan gelar juara pun sepertinya sulit diwujudkan. Namun, Los Merengues masih berpeluang meraih La Decima, trofi European Cup atau Liga Champions kesepuluhnya.

PSSI dan KPSI Harus Bersatu JAKARTA, HALUAN – Indonesia terancam sanksi FIFA, PSSI dan KPSI harus bersatu demi rakyat Indonesia. Demikian yang disampaikan oleh Pangeran Ali, anggota Exco AFC dari Yordania. Menurut Pangeran Ali, setelah kedua kubu (PSSI dan KPSI) gagal mencapai titik temu hingga tenggat waktu 10 Desember, maka sanksi FIFA menjadi ancaman serius. Karena itu Pangeran Ali meminta PSSI dan KPSI menyatukan perbedaan demi masa depan sepak bola Indonesia. “Saya pikir semua orang harus segera sadar jika ingin melayani rakyat Indonesia maka mereka harus segera menyatukan perbedaan. Kami kemudian akan membicarakannya pada rapat Exco FIFA di Tokyo,” ucap Pangeran Ali seperti dilansir euronews.com. “Sudah saatnya semua serius memikirkan hal ini. Karena jelas yang akan menjadi korban adalah orang-orang yang mencintai olah raga ini,” pungkas Pangeran Ali. FIFA memberikan batas waktu 10 Desember kepada Indonesia untuk menyelesaikan konflik sepak bola. Namun pada kenyataannya dua kubu yang sedang bertikai, PSSI dan KPSI gagal mencapai kata sepakat dan memilih untuk menggelar kongres masing-masing. PSSI menggelar KLB di Palangkaraya, sementara KPSI menggelar kongres di Jakarta. (h/net)

SPIELBERG, HALUAN – Satu seri balapan dalam kalender F1 musim depan masih belum dipastikan. Bukan tak mungkin balapan nanti akan digelar di A1-Ring yang kini sudah berganti nama jadi Red Bull Ring.

DEMI LA DECIMA

“Liga atau Decima? Pasti Decima,” tegas Casillas kepada La Sexta. “Meski Barcelona akhirnya finis dengan keunggulan 25 angka, saya takkan keberatan asalkan kami memenangi European Cup yang kesepuluh,” lanjutnya. Casillas memang memprioritaskan Eropa, tapi dia juga tak mau jika nanti sang seteru abadi menjuarai liga dengan keunggulan mutlak, seperti 25 angka yang disebutkannya di atas. “Itu skenario yang tidak kami harapkan,” pungkasnya. Terakhir kali Madrid menjadi raja Eropa dengan raihan trofi yang kesembilan adalah musim 2001/ 02 silam. Sudah lebih dari sepuluh tahun mereka menunggu hadirnya trofi kesepuluh. Melihat pernyataan Casillas, sepertinya Madrid serius ingin mewujudkan La Decima mereka musim ini. (h/net)

Dari kalender F1 musim 2013 yang telah dirilis FIA, masih ada satu balapan pada tanggal 21 Juli yang belum ditentukan tempatnya, kendatipun sudah diumumkan bakal digelar di Eropa. Pada awalnya, Prancis disebut-sebut sebagai favorit tetapi perkara dana ternyata jadi kendala. Selain itu, Istanbul Park di Turki pun digadang-gadang sedang dipertimbangkan. Kini, Penasihat Red Bull Helmut Marko menyatakan bahwa Sirkuit Red Bull Ring, yang dibuka ulang pada tahun 2011 dan sebelumnya bernama A1-Ring, siap dijadikan alternatif dan kembali meng-

Rossi: MotoGP Kini Terlalu Serius

Family Fun Bike Semen Padang di Jambi Semarak JAMBI, HALUAN — Acara “Family Fun Bike PT Semen Padang” di Jambi Minggu lalu, berlangsung semarak. Sekitar 2.000 pecinta olahraga sepeda mengikuti kegiatan dengan hadiah utama sepeda motor tersebut. Rute fun bike bergerak dari depan kantor Gubernur Jambi, Telanaipura yang dilepas Direktur Utama PT Semen Padang, Munadi Arifin didampingi Direktur Pemasaran PT Semen Padang, Benny Wendry. Lalu, peserta melewati kawasan Sungai Kambang, di Simpang Masjid Nurdin Hasanah peserta mengarah ke Sipin hingga ke Simpang Pulai. Di kawasan

Murni, sebelum sampai lampu merah Museum Perjuangan, belok kiri menuju Broni dan peserta kembali menuju perkantoran gubernur, Telanaipura. Peserta fun bike ini tidak dipungut biaya sepeserpun. Selain gratis, peserta yang beruntung juga akan menerima banyak hadiah hiburan dan hadiah doorprize. Untuk hadiah utama doorprize berupa satu unit sepeda motor. “Ini gratis, persembahan dari Semen Padang yang memang akan berbagi dengan warga Jambi,” ujar Munadi. Munadi Arifin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk apresiasi terhadap masya-

rakat Jambi yang selalu setia menggunakan Semen Padang dalam setiap proses pembangunan yang dilakukan. Diungkapkannya, pangsa pasar Semen Padang di Jambi mencapai 75 persen. “Kami berharap Jambi dan Semen Padang terus menjalin kebersamaan dan saling dukung mendukung. Semoga Semen Padang bisa terus berperan dalam kemajuan dan pembangunan di Jambi,” katanya. Acara tersebut juga dibarengi kegiatan donor darah gratis. Seusai acara, jajaran PT Semen Padang langsung bersilaturahmi mengungjungi kediaman dinas Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar. (h/vid/rel)

SSB Sentral Remaja Terapkan Sistem Rapor PADANG, HALUAN – Sekolah Sepakbola (SSB) Sentral Remaja terapkan sistem rapor, untuk melakukan penilaian terhadap para murid-murid yang menimba ilmu, di Lapangan PJKA Sawahan tersebut. Hal ini diungkapkan Kepala SSB Sen- ROBBI tral Remaja, Robbi Malvinas, kepada Haluan Rabu (12/12) di Padang. Dikatakan Robbi rapor tersebut akan dibagikan terhadap seluruh

pemain, setiap semester. “Sistem penilaian tersebut, telah mulai kami laksanakan pada semester ke-2 tahun 2012 ini. Nantinya pada akhir Desember, seluruh pemain akan MALVINAS mendapatkan penilaian mereka selama enam bulan menjalani latihan bersama,” terangnya. Penilaian yang akan diberikan kepada sebanyak 80

pemain dari empat kelompok umur yang menimba ilmu di SSB Sentral Remaja tersebut yakni, teknik (fundamental skill) yang meliputi penguasaan bola, cara menggiring bola, passing, dan lain-lain. Selanjutnya penilaian terhadap kondisi fisik, yang meliputi, daya tahan, kecepatan, kelincahan, dan lainlain. Penilaian terhadap taktik, baik individu, maupun bersama tim. Jiwa kebersamaan, serta penilaian tentang pengembangan diri, juga

dengan masalah kehadiran. Sebanyak 80 pemain tersebut, terdiri dari masingmasing kelompok umur, 20 pemain usia sembilan tahun (kelahiran 2003-2004), 20 pemain usia 11 tahun (kelahiran 2001-2002), 20 pemain usia 13 tahun (kelahiran 1999-2000), serta 20 pemain usia 16 tahun (kelahiran 1996-1998). “Nantinya usai penerimaan Laporan Hasil Pendidikan dan Latihan (LHPL) JuliDesember 2012, seluruh siswa

gelar balapan F1 setelah sirkuit di Austria itu kali terakhir melakukannya pada tahun 2003 silam. “Kami telah menginformasikan FIA bahwa kami memiliki sebuah lintasan dengan lisensi penuh F1,” kata Marko di Autosport. Dengab Red Bull juga telah merenovasi hotel di sekitar lintasan, ditambah dengan adanya jalan bebas hambatan ke kota Graz, Marko pun yakin akomodasi takkan jadi masalah. “Tak ada masalah pada tahun 1970-an dan 1980-an. Dan kami juga punya hotel yang cukup di Graz,” lugasnya. (h/net)

ROMA, HALUAN — Pada beberapa tahun terakhir telah terjadi banyak perubahan di MotoGP. Dalam pandangan seorang Valentino Rossi, perubahan yang terjadi membuat olahraga tersebut menjadi terlalu serius. Demikian diungkapkan Rossi saat dimintai pendapatnya soal perkembangan MotoGP baik dari sisi aturan maupun kompetisi yang terjadi antara pebalap. Jika dulu MotoGP lebih soal nyali di atas lintasan, kini banyak rider mempersiapkan diri dengan jauh lebih baik sebelum balapan. Rossi bisa memaklumi kondisi tersebut. Namun dia juga mengingatkan kalau para pebalap harus juga bisa menikati hidupnya dan tetap

bersenang-senang dengan segala aktivitas di dalam maupun luar lintasan. “Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga ini telah menjadi terlalu serius, begitu juga dengan para pebalapnya,” sahut Rossi seperti dikutip dari Crash. “Di masa lalu, ini hanya soal keberanian tapi kini semua orang lebih serius dan sangat atletis. Mereka melakukan diet dan banyak berlatih dan tak menjalani kehidupan dengan normal. Saya pikir itu penting untuk bisa juga bersenang-senang,” lanjut rider 33 tahun itu. Rossi akan kembali memperkuat Yamaha musim depan, setelah selama dua musim terakhir memperkuat Ducati. (h/net)

atau pemain diwajibkan untuk mendaftar ulang untuk menimba ilmu pada semester selanjutnya Januari-Juni 2013, dengan mengisi pendaftaran ulang. Dengan demikian kami bisa mengetahui pemain mana yang masih aktif atau terdaftar,” tukasnya. Sistem penilaian dengan menggunakan rapor tersebut, menjadikan SSB yang dipimpin oleh Nofiardi tersebut, sebagai SSB pertama yang menerapkan sistem itu. (h/rio) >> Editor : Rio Surya Wijianto

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


LUAR NEGERI 19

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

NOTES

AS Akui Koalisi Oposisi Suriah yang Baru WASHINGTON, HALUAN — Presiden Barack Obama mengatakan Amerika sekarang mengakui koalisi kelompok-kelompok oposisi Suriah yang baru terbentuk sebuah langkah yang bertujuan untuk menekan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Ibukota Israel Pindah 13 DESEMBER 1949 — Ibu kota Israel berpindah ke Yerusalem. Yerusalem adalah kota di Timur Tengah yang merupakan kota suci bagi agama Yahudi, Kristen dan Islam. Kota ini diklaim sebagai ibukota Israel, meskipun tidak diakui secara internasional, maupun bagian dari Palestina. Secara de facto kota ini dikuasai oleh Israel. Para elit Israel menganggap kota suci ini adalah bagian dari negaranya dan itu adalah bentuk ideologi “Zionisme”. Dari semua negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, hanya Kosta Rika dan El Salvador saja yang menempatkan kedutaan mereka di Yerusalem. Lainnya di Tel Aviv, karena menurut PBB, Yerusalem akan dijadikan Kota Internasional. Oleh orang-orang Palestina, Yerusalem juga dianggap sebagai ibu kota Palestina. Kota historis Yerusalem adalah sebuah warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO mulai tahun 1981. Kota ini memiliki penduduk sebesar 724.000 jiwa dan luas 123 km2. Sepanjang sejarahnya, Yerusalem telah dihancurkan dua kali, dikepung 23 kali, diserang 52 kali, dan dikuasai/dikuasai ulang 44 kali. (h/wkp)

LINGKAR Selingkuh, Ketua DPR Singapura Mundur SINGAPURA, HALUAN — S i n g a p u r a diguncang skandal menghebohkan. Ketua DPR Singapura Michael Palmer mengumumkan pengunduran dirinya, Rabu (12/12/2012) siang sekitar pukul 13.00 waktu setempat. H a r i a n The Straits Times melaporkan Palmer mengaku bersalah melakukan hubungan yang “tidak pantas” dengan salah seorang pegawai di People’s Association (PA). PA merupakan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab mempromosikan keharmonisan sosial dan agama. Palmer yang juga merupakan anggota parlemen yang mewakili konstituen Punggol East menyampaikan penyesalan dan permohonan maafnya yang sangat mendalam atas kasus memalukan ini. “Saya memutuskan mundur untuk menghindari hal yang lebih memalukan lagi dan saya bertanggung jawab penuh atas kesalahan ini,” kata Palmer, politisi muda berumur 44 tahun, menolak berkomentar terkait pengaruh skandal ini kepada keluarga dan masa depan pernikahannya. Palmer yang sebelumnya berprofesi sebagai pengacara ini telah menjabat sebagai anggota parlemen sejak 2006. Jabatan ketua DPR atau parlemen diembannya sejak tahun lalu. Perdana Menteri Lee Hsien Loong lewat akun Facebook-nya dengan berat hati dan sedih menerima pengunduran diri Palmer. PM Lee menambahkan setiap anggota parlemen berkewajiban menjaga integritasnya dengan berperilaku tidak tercela. Wakil Ketua DPR Charles Chong akan menjabat sebagai pelaksana tugas (plt) sampai PM Lee menunjuk pengganti Palmer. Sementara itu, kursi Palmer yang kosong kemungkinan besar akan diisi melalui pemilu sela. Skandal Palmer menambah deretan skandal yang mengguncang para pejabat Pemerintah Singapura sepanjang tahun 2012 ini. Sebelumnya, anggota parlemen dari partai oposisi, Partai Buruh, Yaw Shin Leong, mengundurkan diri awal tahun ini juga karena perselingkuhan. (h/kcm)

Presiden Obama, yang berbicara Selasa (11/12) lewat televisi, mengatakan koalisi baru sekarang cukup mewakili populasi Suriah sehingga dapat dipandang sebagai “wakil sah” rakyat Suriah “yang beroposisi dengan rezim Assad.” Langkah yang diharapkan secara luas itu bertujuan untuk memperkuat pemberontak yang berusaha menggulingkan Presiden Assad. Tapi langkah itu tidak sampai memberikan komitmen untuk mempersenjatai oposisi, yang menurut pemerintah termasuk partisipasi teroris. Dalam wawancara televisi ABC, Presiden mengatakan ada “unsur kecil” dalam koalisi oposisi yang, dalam kata-katanya, “berafiliasi dengan al-Qaida di Irak, dan kami telah memasukkan mereka, al-Nusra, sebagai organisasi teroris.” Beberapa jam sebelumnya, Departemen Luar Negeri Amerika secara resmi menyatakan Jabhat al-Nusra sebagai organisasi teroris – sebuah langkah yang membekukan aset organisasi itu. Departemen Luar Negeri juga mengumumkan sanksi terhadap dua kelompok milisi bersenjata yang mendukung presiden Suriah. Para pengamat mengatakan al-Nusra telah menjadi kelompok paling efektif di antara kelompok-kelompok pemberontak yang melawan Presiden Assad. Efektivitas itu telah menimbulkan keprihatinan Amerika bahwa ekstremis garis keras itu akan membajak pergolakan yang telah berlangsung selama 21 bulan itu. (h/bbc)

ROKET — Rezim otoriter Korea Utara mengungkapkan rasa bangga setelah berhasil meluncurkan roket ke luar angkasa Rabu (12/12) pagi waktu setempat. Sejumlah petugas mempersiapkan peluncuran Roket Unha-3. REUTERS

RI Siap Bantu Mesir Muluskan Demokrasi JAKARTA, HALUAN — Wakil Presiden RI Boediono menerima kunjungan Duta Besar baru Mesir untuk Indonesia, Bahaaeldeen Bahgat Ibrahim Dessouki, di Jakarta hari ini. Mereka membahas perkembangan situasi dan kondisi politik Mesir saat ini, yang akan melangsungkan referendum konstitusi baru pada 15 Desember 2012. “Situasi di Mesir sedang dalam proses transformasi menuju demokrasi. Tentu saja kami mencoba untuk membangun institusi kami sekarang di Mesir,” ujar Dessouki. Kini Pemerintah Mesir, lanjut Dessouki, bersama dengan lembaga legislatif tengah mencoba untuk mem-

bangun konstitusi baru di Mesir. Konstitusi ini butuh persetujuan dari rakyat melalui suatu referendum akhir pekan ini. “Persiapannya mulai dari hari ini sampai Jumat,” ungkapnya. Oleh karena itu, menurut Dessouki, sangat tepat bagi dia untuk bertukar pikiran dengan pemerintah Indonesia, yang juga pernah menghadapi situasi politik seperti di Mesir pada 1998. Apalagi Mesir juga memandang Indonesia sebagai negara sahabat yang memiliki kesamaan sejarah, serta hubungan kerjasama bilateral antara Mesir dan Indonesia selama ini berjalan baik. “Antara Mesir dan Indonesia memiliki hubungan yang sangat kuat.

HSBC Layani Transfer Uang Para Bandar Narkoba

Bank HSBC WASHINGTON DC, HALUAN — Pemerintah AS mengatakan “praktik-praktik berbahaya” di HSBC memungkinkan bank itu mentransfer uang kepada “bandar narkoba dan negara-negara berbahaya,” serta mendenda HSBC sebesar 1,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp18,3 triliun. HSBC bersedia membayar denda itu. Penyelidikan Senat AS mengatakan bank berbasis di Inggris itu telah menjadi alat bandar narkoba besar dan negaranegara seperti Iran yang dikenakan sanksi sehingga berbisnis dengan atau di Iran dinyatakan sebagai

pelanggaran. HSBC mengakui mereka memiliki kendali pencucian uang yang lemah dan meminta maaf. Pencucian uang adalah proses menyamarkan dana yang didapat dari transaksi kriminal sehingga uang tidak itu bisa dikaitkan dengan pelanggaran apa pun. Asisten Jaksa Agung AS lanny Breuer mengatakan dalam sebuah pernyataan, “HSBC bertanggungjawab atas pelanggaran luar biasa dan lebih buruk lagi bank mengizinkan pedagang narkotika dan penjahat lainnya untuk mencuci ratusan juta dolar melalui cabang-cabang HSBC.

Seorang pejabat lainnya mengatakan pelanggaran itu terimplikasi dalam praktik-praktik “yang disengaja dan berbahaya.” Menyesal “Kami menerima tanggung jawab atas kesalahan-kesalahan kami di masa lalu,” kata direktur eksekutif HSBC Stuart Gulliverin dalam sebuah pernyataan. “Kami telah mengatakan kami sangat menyesal dan kami akan mengatakannya lagi.” Bank itu mengatakan mereka telah menginvestasikan 290 juta dollar AS untuk meningkatkan sistem pencegahan pencucian uang dan menarik kembali sejumlah bonus yang diberikan pada eksekutif-eksekutif senior di masa lalu. HSBC juga mengatakan mereka berharap dapat mencapai kesepakatan dengan Otoritas Layanan Finansial Inggris dalam waktu dekat. Tahun lalu HSBC mengumumkan penyisihan 1,5 miliar dollar AS untuk membayar kerugian atau denda. Kabar itu menyusul pengumuman akan denda lebih kecil yang dikenakan pada bank Standard Chartered di Inggris, yang harus membayar denda 300 juta dollar AS karena melanggar sanksi Amerika. Kedua kasus tersebut dinilai sebagai bagian dari pemberantasan pencucian uang dan sanksi atas pelanggaran yang dipimpin oleh kantor-kantor pemerintah federal dan otoritas negara bagian New York. (h/kcm)

Hubungan historis yang kuat antara Mesir dan Indonesia terjalin sejak 1945, kami membahas semua hubungan baik dan bagaimana meningkatkan antara dua negara,” katanya. Dessouki menambahkan, Wapres Boediono pun menanggapi situasi politik di Mesir dengan optimistis. Pemerintah Indonesia memberikan dukungan kepada proses transformasi demokrasi di negara tersebut. “Wapres Boediono menyampaikan keinginannya untuk kami bahwa Insya Allah transformasi berjalan aman bagi demokrasi. Dan ia meyakinkan kami bahwa Indonesia dalam posisi siap membantu kami,” tandasnya. (h/vvn)

Presiden Hugo Chavez Sukses Operasi Kanker KARAKAS, HALUAN — Operasi kanker Presiden Venezuela Hugo Chavez berlangsung sukses, kata Wakil Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Dalam pidato resminya, Maduro mengatakan operasi tersebut berjalan dengan baik dan berhasil. Sebelumnya pada Selasa, Menteri Komunikasi dan Informasi Venezuela, Ernesto Villegas, mengatakan tim medis yang menangani Chavez telah menyampaikan optimismenya terkait operasi dan proses penyembuhan presiden Venezuela itu. Villegas mengatakan Chavez terlihat percaya diri dalam menghadapi tantangan yang menghampiri masamasa sulit dalam kehidupannya. Dia juga mengatakan pemerintah akan terus menginformasikan perkembangan terkini pemulihan Chavez. Chavez, yang telah menjalani empat kali operasi di Kuba sejak pertama kali didiagnoas mengidap kanker pada 2011, tiba di Kuba pada Senin setelah mengumumkan dirinya akan menjalani operasi kanker mendadak yang bisa saja membuatnya harus menyerahkan tampuk kepemimpinan pemerintahan. Pemimpin Venezuela itu telah menerima dukungan dan simpati dari berbagai pemerintahan dan pemimpin Amerika Latin. Presiden Ekuador, Rafael Correa, yang terbang ke Havana pada Senin untuk mendukung Chavez, menegaskan kembali solidaritasnya terhadap pemimpin Venezuela itu. “Hugo Chavez tidak sendirian dalam menghadapi masalah ini, kami datang ke sini untuk memberikan dukungan mewakili rakyat Ekuador. Dia adalah presiden bersejarah dan sahabat Ekuador,” kata Correa kepada wartawan sebelum kembali ke negaranya, Selasa. Lewat tulisan di jejaring sosial Twitter, dia juga menulis “Chavez memiliki semangat yang tinggi, dia memberikan kekuatan bagi semua!” (h/ans)

Tuntut Naik Gaji, Pramugari Cathay Pacific Mogok Senyum

PRAMUGARI maskapai Cathay Pacific

NEW YORK, HALUAN — Serikat Pramugari Cathay Pacific (FAU) menyatakan akan melakukan mogok performa menyusul negosiasi kenaikan gaji yang tidak memenuhi harapan mereka. Dengan mogok ini, para pramugari akan mengurangi kualitas layanan, termasuk meniadakan senyum. Diberitakan CNN, Selasa 11 Desember 2012, FAU mengatakan mogok performa ini akan menyebabkan penerbangan Cathay terlambat atau pelayanan memburuk. Kendati demikian, mereka mengatakan tidak akan melakukan mogok total selama masa

liburan Natal. Sekretaris Jenderal FAU, Tsang Kwok-fung, mengatakan walaupun mogok, para pramugari tetap akan mengedepankan keamanan penumpang, termasuk memenuhi standar keselamatan yang diatur oleh Departemen Penerbangan Sipil. “Tugas dasar pramugari adalah memastikan keselamatan penerbangan dan membawa penumpang ke tempat tujuan dengan aman,” kata Tsang. Pramugari akan tetap menyajikan minuman dan snack, namun mereka tidak akan melayani permintaan

kacang dan alkohol. Mereka juga akan berhenti senyum dan menyajikan pelayanan dengan muka masam. Mogok ini dilakukan menyusul keputusan perusahaan yang menolak tuntutan mereka menaikkan gaji 5 persen untuk tahun depan, jumlah yang sama seperti tahun ini. Perusahaan pada 30 November lalu mengumumkan hanya mampu menaikkan gaji 2 persen untuk tahun depan. Dalam pernyataannya, Cathay mengatakan bahwa kenaikan dua persen saja sudah membuat perusahaan merugi. “Kenaikan dua persen saja membuat keuntungan >> Editor : Nova Anggraini

perusahaan berkurang lebih dari HK$900 juta dalam setengah tahun pertama tahun ini,” ujar pernyataan Cathay yang bermarkas di Hong Kong. Tsang membantahnya. Dia mengatakan, kenaikan dua persen pada 2013 tidak beralasan. Menurutnya, kenaikan sebesar itu hanya berlaku untuk situasi krisis, seperti saat penyebaran penyakit SARS dan krisis finansial global. FAU beranggotakan 6.000 orang, sekitar dua pertiga dari kru kabin Cathay. Mogok terakhir FAU dilakukan selama 17 hari pada tahun 1993 saat liburan Tahun Baru China. (h/vvn) >> Penata Halaman : Jefli


20

TANAH DATAR

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

Luhak nan Tuo

LINGKAR BARANG MILIK DAERAH

Estimasi Aset Jangan Persulit Proses Rekonsiliasi BUKITTINGGI, HALUAN — Rekonsiliasi barang milik daerah merupakan hal penting dalam menyamakan daftar asset yang ada dalam buku inventaris barang dan memasukan ke dalam sistem, proses rekonsiliasi memerlukan estimasi atau perkiraan seperti tahun pembelian dan harga, namun estimasi jangan persulit proses rekonsiliasi. Hal ini disampaikan Asisten III Setda Tanah Datar Ali Nursal Noer pada saat rekonsiliasi barang milik daerah di Parai Resort Hotel Bukittinggi Jum’at (7/12). Rekonsiliasi barang milik daerah yang dilaksanakan selama 3 hari tersebut diikuti oleh pemegang barang dan pembantu pemegang barang lingkungan sekretariat daerah kabupaten tanah datar. Ali Nursal Noer dalam arahannya harapkan agar proses ini dapat berjalan dengan baik sehingga asset milik daerah dapat terdata dan disamakan antara buku inventaris dengan sistim komputerisasi (Simda Asset) sehingga keberadaan barang pada bagian-bagian dapat dilacak. Asisten III menjelaskan asset yang tidak terkelola dengan baik akan menjadi temuan oleh BPK, seperti belanja modal pada bagian-bagian tidak laporkan pada bagian umum, dan pada bagian yang mengadakan barang tersebut juga tidak dicatat. Ke depan Asisten III mengharapkan pada bagian-bagian tidak adalagi pengadaan atau belanja modal semua akan dikelola oleh bagian umum dan perlengkapan dan akan didistribusikan pada bagian-bagian yang ada di sekretariat daerah. Pendataan asset ini tidak hanya pada sekretariat daerah saja namun seluruh SKPD dilingkungan pemkab tanah datar. Kepada penanggungjawab barang dan pembantu penanggungjawab barang Asisten III mengharapkan agar dapat merekon asset dengan baik sehingga tidak menjadi temuan oleh BPK. Acara rekonsiliasi barang milik pemerintah daerah tersebut juga dihadiri Kabag Umum Sekretariat Daerah. (h/hms)

Tanah Datar Mulai Dulang Medali Porprov BATUSANGKAR, HALUAN — Hasil terakhir perolehan medali Kontingen Porprov Kabupaten Tanah Datar berdasarkan pemantauan Rabu (12/ 12) Kontingen abupaten Tanah Datar meraih 1 medali emas dan 3 perunggu. Satu medali emas diraih dari Cabang Karate, oleh Lola Manurizal pada kelas Min 61 Tahun Putri, 2 perunggu diraih Atlet Karate atas nama Jayanti pada kelas Diatas 60 Kg Putri dan Lola Manurizal pada kelas Bebas Putri, sedangkan 1 lagi medali perunggu diraih oleh Lovita Rama Nasution dari cabang Panjat tebing spied perorangan putrd) Pada cabang lain, sepak bola Tanah Datar terdepak dikalahkan Kabupaten Agam denga angka akhir 0-5 yang bertanding selasa sore kemaren di Lapangan Tanjuang Jati, Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota. Sebelumnya Tim Sepakbola Tanah Datar juga ditahan imbang oleh Kota Sawahlunto pada tempat yang sama, sehingga kesebelasan Tanah Datar harus berjuang untuk mencari menang lawan Bukitinggi kamis besok, dengan catatan Kota Sawahlunto kalah lawan Kabupaten Agam, Pada acara pembukaan Porprov XII di Gedung Olahraga Singa Harau Kabupaten Lima Puluh Kota, barisan Kontingen Porprov Kabupaten Tanah Datar yang berpakaian uniforom Kuning Hitam ini mendapat sambutan meriah dari pengunjung. (h/ydv)

IRIGASI JEBOL — Saluran irigasi jebol luapan air menyapu puluhan hektar lahan sawah di Jorong Lingkuang Kawek Kecamatan Tanjung Emas. EMRIZAL.

CUACA EKSTREM

Irigasi di Nagari Sungaijambu Jebol BATUSANGKAR, HALUAN — Cuaca ekstrem berupa hujan yang turun dengan kapasitas cukup deras dengan durasi cukup lama, telah menimbulkan sejumlah malapetaka berupa bencana banjir, tanah longsor yang menyapu lahan pertanian warga bahkan mengancam keutuhan bangunan rumah warga serta harta benda lainnya. Masyarakat wilayah Nagari Taluak Kecamatan Lintau Buo mengalami bencana rusaknya puluhan kincir air yang selama ini difungsikan untuk menaikkan aliran air sungai ke lahan persawahan warga. Walinagari Taluak Masrul kepada Haluan Selasa (11/12) menyebutkan, bahwa kincir air yang hilang dan rusak binasa akibat meluapnya sejumlah aliran

sungai , telah menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi para petani pemilik lahan sawah. “Untuk satu kincir air menurut Masrul memerlukan biaya untuk pembuatannya sebesar Rp12 juta, bila tidak secepatnya diperbaiki, lahan sawah warga terancam kekeringan”, tuturnya. Di wilayah Nagari Sungaijambu Kecamatan Pariangan, tepatnya di Jorong Batur, saluran

irigasi dihondoh longsor, sehingga untuk mengatasi aliran air sementara, para petani memasang saluran darurat berupa paralon terbuka . Bencana terbesar akibat curah hujan yang cukup tinggi selama seminggu terakhir ini, dialami oleh warga Nagari Tanjung Barulak Kecamatan Tanjung Emas.Tanah longsor menghambat akses ruas jalan, sehingga sarana transportasi menuju Jorong Balaibaru menjadi putus total. Saluran irugasi banyak yang tertimbun dan jebol, luapan air yang cukup besar merambah lahan sawah warga.Padi yang baru saja ditanam menjadi tertimbun material yang dibawa arus air yang cukup besar. Rumah warga di Jorong Lingkuang Kawek Nagari Tanjung Barulah Kecamatan Tanjung

Emas Tanah Datar, juga banyak yang terendam air, bahkan tumpukan padi yang sedang disusun menjelang digiling di penggilan padi banyak yang hanyut dan berserakan. Dua unit jembatan permanen di Jorong Saruaso Barat Nagari Saruaso, juga mengalami kerusakan cukup parah, tidak bias dilalui secara total, karena lantai jempatan patah dan masuk ke dasar sungai. “Kita secepatnya mendata sejumlah kerusakan yang diakibatkan bencana banjir dan longsor, untuk selanjutnya akan diusulkan untuk perbaikan, sehingga sarana transportasi masyarakat seperti jembatan yang hancur dapat diperbaiki secepatnya,”, tutur Walinagari Saruaso Suardi. Sebanyak dua keluarga pada

malam Minggu yang lalu juga sempat diungsikan ke rumah tetangganya di Jorong Saruaso Barat, karena tinggi air yang masuk ke ruangan rumah mereka mencapai setinggi pinggang orang dewasa. Camat Tanjung Emas Ashadi yang turun langsung mendata rumah dan harta benda warga yang rusak binasa akibat sapuan banjir dan longsor hari Minggu lalu menyatakan bahwa akibat bencana itu telah menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi sejumlah warga di Jorong Balaibaru, Lingkuang Kawek dan Saruaso. Saluran irigasi di wilayah Nagari Pasie Laweh Kecamatan Sungaitarab, juga mengalami kerusakan, hari Selasa (11/12) lalu juga telah disurvey oleh petugas dari BPBD bersama Dinas PU Tanah Datar. (h/emz)

Gapoktan Setia Usaha Raih Juara Nasional BATUSANGKAR, HALUAN — Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Setia Usaha Jorong Koto Nyiur Nagari Tanjung Bonai Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar berhasil meraih gelar Gapoktan Berprestasi tingkat Nasional tahun 2012, dan diundang ke Istana Negara oleh Presiden SBY. Kepala Dina Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Datar Edi Arman didampingi Wali Nagari Tanjung Bonai Utama Johar menyebutkan, berdasarkan surat keputusan (SK) Menteri Pertanian selaku ketua harian dewan ketahaann pangan nomor 5993/Kpts/Kp.450/11/2012, Keltan Setia Usaha berhak menjadi jura I Nasional.

“Penghargaan ini diberikan kepada Keltan Setia Usaha karena berhasil meningkatkan produktifitas dan produksi padi melalui pemetaan yang terintegritas dengan tetap memperhatikan budaya dan kearifan lokal, dan berhak mengunjungi Istana Negara sesuai dengan undangan presiden SBY,” ungkap Edi Arman. Selain itu katanya, keltan binaan nagari Tanjung Bonai ini juga berhasil menyeimbangkan usaha peternakan sapi dan menjadi kelompok tani satu satunya di pulau sumatera yang berhasil meraih juara Nasional. “Dengan kebulatan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan cara kerja pertanian yang baik, maka tidak

salah jika kelompok tani ini menjadi nomor I di Indonesia,” tutur Edi Arman. Sementara itu, Wali Nagari Tanjung Bonai Utama Johar menyebutkan, jika keltan Setia Usaha ini berdiri sejak 12 Pebruari 2002 lalu dengan jumlah anggota saat ini 31 orang. Luas lahan sawah yang diolah seluas 30 ha dan lahan kering 175 ha. “Dengan penerapan program Padi Tanam Sabatang (PTS) mampu menghasilkan panen padi sebanyak 9 ton/ha. Selain usaha tanam padi keltan Seia Usaha juga mengembangkan usaha peternakan sapi, itik dan ayam, saat ini sudah ada sebanyak 35 ekor sapi milik kelompok,” sebut Utama Johar. (h/doy)

KELTAN Setia Usaha Jorong koto Nyiur Tanjung Bonai ketika dinilai tim penilai Nasional beberapa waktu lalu.

P2TP2A Solok Kunjungi Tanah Datar

P2TP2A — Ketua P2TP2A kabupaten tanah datar Dra. Hj. Mursidah menerima cendera mata dari pimpinan rombongan studi banding P2TP2A Kota Sokok. YULDAVERI

BATUSANGKAR, HALUAN — Pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) Kabupaten Tanah Datar dikunjungi oleh P2TP2A Kota Solok dalam rangka study banding mengenai program kerja dan teknis dalam menjalankan fungsinya untuk pemberdayaan perempuan dan anak di gedung PKK Kabupaten Tanah Datar, Senin (10/12). Dalam study banding tersebut ketua P2TP2A Kabupaten Tanah Datar Dra. Hj. Mursidah menjelaskan program dan teknis dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang timbul di kabupaten tanah datar seperti kasus KDRT, pelecehan seksual/ pencabulan serta pemer-

kosaan. P2TP2A kabupaten tanah datar yang berkerjasama dengan PMKB, PPA Polres tanah datar, dinas pendidikan , dinas sosial serta organisasi masyarakat lainya. P2TPD2A Kabupaten Tanah Datar telah menyelesaikan 41 kasus pada tahun 2011 dan 22 kasus untuk tahun 2012, sebuah kinerja yang cukup membanggakan dalam rangka pemberdayaan perempuan dan anak di Kabupaten Tanah Datar, hal ini terbukti dengan menjadi terbaik 1 dalam pengelolaan untuk tingkat Sumatera Barat. P2TP2A Luhak Nan Tuo di bentuk oleh pemerintah daerah pada tahun 2004 dan didukung oeleh organisasi perempuan dan organisasi

kemasyarakatan lainnya serta kalangan masyarakat yang peduli perempuan yang dilandasi atas kesadaran adanya banyak peristiwa tentang pelanggaran hak azazi manusia (HAM) bagi perempuan dan anak., “Hal ini sejalan dengan falsafah Minangkabau “adat basandi sarak sarak basandi kitabullah”. Dalam visi P2TP2A terlihat yakni terwujudnya kesetaraan gender melalui pengembangan berbagai kegiatan pelayannan terpadu bagi peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak,” ungkap Hj.Mursidah P2TP2A Kota Solok sangat antusias dan tertarik dengan program-program yang telah dijalankan P2TP2A Luhak Nan >> Editor : Atviarni

Tuo setelah mengikuti arahan dan beberapa materi yang disampaikan pengurus P2TP2A tanah datar, P2TP2A Kota Solok langsung menuju secretariat P2TP2A tanah datar dan bertanya mengenai program dan teknis dalam pelaksanaan P2TP2A untuk memperjuangkan serta melindungi hak perempuan dan anak. Dalam kesempatan itu P2TP2A kota solok menyempatkan bertukar cendramata dengan P2TP2A luhak nan tuo, semoga dengan bersinerginya P2TP2A di Sumatera Barat dapat menjaga hak perempuan dan anak serta dapat meminimalisis tindak-tindak kekerasan bagi perempuan dan anak di Sumatera Barat khususnya. (h/ydv) >> Penata Halaman: Rahmi


FIGURA 21

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

Pesona Jazz Latin Rio Moreno

TAK sia-sia pianis Rio Moreno Rusadi (42 th) sejak remaja gigih dan konsisten menekuni jalur musik Jazz Latin. Didukung jam terbang memadai di panggung-panggung Jazz sejak akhir 1980-an lewat panji band Los Morenos, Los Morenitos hingga Cherokee dan sempat tampil menghibur di depan empat Presiden RI dari era Soeharto, Habibie, Megawati serta Gus Dur, kini

pria berdarah Sumda kelahiran 4 Desember 1970 ini, menjadi pianis Jazz Latin paling handal.Dan solo album perdananya bertajuk “El Muntuno”, dinilai biang musik Jazz Indonesia Ireng Maulana sangat mempesona. “Selain penampilan dan karya-karya terbarunya di album El Muntuno sangat mempesona. Boleh dibilang Rio Moreno merupakan pianis

Jazz Latin paling handal di tanah air saat ini,” papar Ireng Maulana selepas peluncuran album Rio Moreno di Jakarta, baru-baru ini. Menurut penggagas festival Jak Jazz ini, di Indonesia tak banyak musisi Jazz generasi muda yang konsisten berbasah-basan di jalur Latin dan cenderung lebih nge-pop. “Latin merupakan pakem musik Jazz dengan

ARSUKMAN EDI t i n g k a t kesulitan tinggi yang j u g a dimainkan di Indonesia. Di negara asalnya Amerika Latin, Jazz tak ubahnya seperti musik Keroncong di tanah air,” jelas Ireng seraya memuji karya Rio tanpa lirik berjudul “Someone is You” dan “Inner Handsome” yang luar biasa dan sangat sejalan dengan makna judul album El Muntuno yakni nama teknik bermain Piano Latin yang sangat khas dan berkarakter. Didukung formasi band solid, Rio (piano), Iwan Wiradz (perkusi), Zoltan Reinaldi (bass), Demas Narawangsa (drum) dan Tanya Ditaputri (vokal), putra musisi jazz latin kawakan Rudi Rusadi ini berharap album “El Muntuno” dipasarkan di dalam dan luar negeri. “Karenanya, delapan track solo album perdana saya yang dipersiapkan sejak sepuluh tahun silam ini semuanya berjudul Inggris,” kilahnya Rio – pengagum pianis Latin Jazz – Michael Camilo yang sempat berguru intens dengan musisi Elfa Secoria, Idang Rasyidi dan Devian Daudsjah itu. (h/atv/ *)

Perjuangkan Hak Pekerja KETUA Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sumbar Arsukman Edi menilai, melindungi dan memperjuangkan hak pekerja adalah kewajiban bersama, di mana pekerja merupakan kaum lemah yang harus disejahterkan dan diangkat derajatnya dari ketertindasan. “Banyak masalah para pekerja yang harus diperjuangkan, di tengah prinsip para pengusaha yang mencari untung sebesarbesarnya, mengakibatkan terabaikannya hak dan kesejahteraan para pekerja,” katanya kepada Haluan, Selasa

(11/12). Bagi Direktur PT Andalan Manpower Tri Konsultan tersebut, SPSI merupakan suatu wadah dan lahan untuk beribadah dan mengabdi kepada masyarakat. Bagi dia, pekerja yang dalam posisi lemah, harus diperjuangkan sesuai dengan ketentuan dan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku, hingga tidak adanya hak pekerja yang tertindas. Menurut suami dari Wartini tersebut, kehadiran SPSI bukanlah musuh bagi perusahaan, dan bukan pengadilan yang menentukan benar atau salahnya suatu perusahaan. Tetapi SPSI adalah organisasi mitra suatu perusahaan dalam menyejahterakan tenaga kerja, hingga terciptanya kondisi yang dinamis dan berkeadilan.(h/amr)

ATIQAH HASIHOLAN

Hindari Operasi Plastik PARAS cantik merupakan dambaan bagi setiap kaum Hawa, termasuk Atiqah Hasiholan. Inilah rahasia cantik Atiqah. Bintang film Hello Goodbye ini rupanya menjaga betul keaslian atau sifat alami dari tubuhnya, sehingga ia sangat menghindari operasi plastik yang akhir-akhir ini marak dilakukan oleh kalangan selebritis. “Alhamdulillah sebisa mungkin mempertahankan keaslian agar terlihat prima, menjaganya, merawatnya, aku milih yang sifatnya alami,” katanya di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (11/12). Selain menjaga sifat alami tubuh dan wajah, kekasih Rio Dewanto ini juga tidak pernah ketinggalan merawat dengan cara sederhana. “Aku selalu bersih dan sehat. Buat aku ketika terlihat bersih, semakin percaya diri, penting banget apalagi aku hidup di zaman modern, penampilan terus

meningkat jadi penting sekali,” terang perempuan kelahiran 3 Januari 1982 ini tersenyum. Tak

dipungkiri, sebagai publik figur Atiqah dituntut tampil cantik dan menarik. Namun, ia sangat menghindari cara instan untuk mengubah bentuk tubuh dan wajahnya, salah satunya melalui operasi plastik. “Aku nggak mau bilang, aku nggak mau mengubah karena sudah perfect, cuma untuk perempuan penting menerima kekurangan dengan merawat kekurangan itu. Aku tipe orang yang kalau untuk perawatan sebisa mungkin melakukannya di rumah, apalagi dengan banyak kesibukan yang aku jalani,” tuturnya. (h/inl)

Krisdayanti Lahirkan Kellen Alexander Lemos KEINGINAN Krisdayanti melahirkan di tanggal cantik terkabul. Rabu (12/12) siang, istri Raul Lemos itu melahirkan bayi laki-laki melalui operasi caesar di RS Mitra Kemayoran. “Alhamdulillah telah lahir

putra kami jam 9 pagi, 121212, sehat. Berat 3,590 kg, panjangnya masih belum diketahui,” ungkap Raul di RS Mitra Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (12/12). Bayi kedua dari pasangan KD dan Raul itupun langsung

>> Editor : Nova Anggraini

diberi nama yang sudah dipersiapkan sejak lama. Raul pun mengaku sangat bahagia dengan kehadiran anggota keluarga baru di rumahnya. “Puas banget dan happy tentunya. Namanya Kellen Alexander Lemos,” ujarnya. (h/inl)

>> Penata Halaman: Rahmi


22

PADANG PARIAMAN

LINGKAR 60 Walinagari Dapat Sepeda Motor Dinas PADANG PARIAMAN, HALUAN — Untuk kelancaran pelayanan terhadap masyarakat, Pemerintah Padang Pariaman, berikan tambahan sepeda motor sebagai kendaraan dinas 60 Walinagari di Padang Pariaman. “Kendaraan dinas roda dua ini untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat dan kendaraan lama tidak akan ditarek,” ujar Bupati Padang Pariaman, H. Ali Mukhni pada acara penyerahan kendaraan untuk Walinagari se Padang Pariaman, senin (10/12) di halaman kantor Bupati di Parit Malintang. Dengan adanya tambahan kendaraan dinas ini, diharapkan Bupati, para Walinagari akan lebih mampu mencabarkan program program pembangunan digulirkan pemerintah yang lebih tinggi ke nagari. Sehingga program program tersebut dapat langsung menyentuh masyarakat. “Mudah-mudahan dengan adanya kendaraan baru ini, akan semakin memotifasi para walinagari dalam bekerja,” ujar Ali Mukhni.

Pemekaran Nagari Dipersiapkan PADANG PARIAMAN, HALUAN — Setelah cukup lama terkatung katung untuk pemekaran nagari akhirnya Pemerintah Padang Pariaman, persiapan 43 nagari untuk menjadi Pemerintah Nagari Persiapan. “Saat ini kami sedang mempersiapkan pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda)nya,” kata Kepala bagian Pemerintahan Nagari dan Kemasyarakat Padang Pariaman, Hendri Satria pada Haluan, Senin (10/12) di Parit Malintang. Munculnya pemekaran nagari ini aku Hendri, telah cukup lama diproses dan merupakan kehendak dari masyarakat nagari itu sendiri. Timbulnya rencana pemekaran tersebut, karena luas wilayah kerja pemerintah nagari, sehingga timbulnya kelemahan dalam pelayanan terhadap masyarakat nagari itu sendiri. Untuk itu para tokoh tokoh nagari berharap pada pemerintah kabupaten untuk memberi kesempatan terhadap pemekaran tersebut. Menurut Hendri, usulan pemekaran tersebut telah diproses setahun yang lalu sesui dengan kententuan UU yang ada. Namun proses tersebut tertunda, karena adanya edaran dari Gubernur untuk menunda proses pemekaran nagari, hingga UU tentang pemerintahan desa ditetapkan oleh DPR-RI. “Kehendak masyarakat tersebut terus disampaikan pada Gubernur, sehingga Gubernur menyarankan, sebelum UU tentang desa itu terbentuk boleh dibentuk nagari persiapan,” katanya. (h/ded)

Dinas Kesehatan Bangun Kantor Baru PADANG PARIAMAN, HALUAN — Menyikapi kepindahan Ibu Kota Kabupaten (IKK) Padang Pariaman, ke Parit Malintang, dinas Kesehatan Padang Pariaman mulai membangun kantor baru di lokasi IKK tersebut. Kantor dinas yang dibangun ini diperkirakan akan menjadi kantor Dinas termegah dengan dana pembangunan sekitar Rp13 miliar. Menurut kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman, Zunirman pada Haluan, Minggu (9/12) dana pembangunan kantor tersebut bersumber dari bantuan bank dunia yakni dari Decentralisasi Health Center (DHC) Menurut Zunirman dana DHC untuk Padang Pariaman tahun 2012 ini Rp28 miliar. Di samping untuk pembangunan kantor Dinas juga ada 43 item kegiatan yang akan didanai dengan dana bantuan Bank Dunia tersebut. Pembangunan Kantor Dinas Kesehatan yang baru di Ibukota Kabupaten, Parik Malintang, diharapkan selesai dalam beberapa bulan ke depan. “Dan, Insya Allah, bulan Mei 2013, sudah bisa ditempati,” harap Kadinas Kesehatan. Menurut Zunirman, jika terwujud, Kantor Dinas Kesehatan di Parik Malintang adalah Kantor Dinas Kesehatan termegah di Indoensia. Kenapa tidak, Puskesmas Pauh Kambah atau Kampuang Dalam saja, yang dibangun dengan dana Rp5 miliar, sudah terlihat begitu megah. Selain membangun Kantor Dinas dan 42 macam sarana fisik lainnya dengan dana DHC II Bank Dunia, Dinas Kesehatan Padang Pariaman tahun ini juga membangun sebuah Puskesmas di Sikucua, Kecamatan V Koto Kampuang Dalam dengan dana DAK, senilai Rp1,4 miliar. Kemudian Gudang Farmasi di Parik Malintang, Kecamatan Enam Lingkuang, juga senilai Rp1,4 miliar. Di samping itu, juga membangun Puskesri di Rimbo Karanggo, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, rumah dinas dokter Puskesmas Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur dan merehab rumah dinas dokter Puskesmas Patamuan dan Kampuang Dalam. Disebutkan, untuk pembangunan Puskesri Rimbo Karanggo, itu dananya dari APBD, senilai Rp300 juta dan, untuk rumah dinas dokter Puskesmas Padang Alai, Rp230 juta. (h/ded)

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

Saiyo Sakato

RAPBD 2013 Mulai Dibahas PADANG PARIAMAN — Setelah Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2013 disepakati oleh DPRD Padang Pariaman dan Bupati Rabu (5/ 12), DPRD kembali berpacu melakukan pembahasan RAPBD 2013. Menurut Sekretaris DPRD, dari jadwal sebelumnya yang sudah ditetapkan oleh Bamus RAPBD Tahun 2013 direncanakan ditetapkan pada tanggal 29 Oktober 2012. Akan tetapi hal tersebut tidak bisa dilaksanakan karena terlambatnya penetapan DAU/DAK oleh Pemerintah Pusat sehingga jadwal pembahasan RAPBD direschedul kembali oleh Bamus DPRD. Berselang 2 hari (7/12), rapat dilanjutkan dengan membahas RAPBD 2013 dilanjutkan sampai tanggal 14/12 sebagai target penetapan RAPBD menjadi APBD 2013. Percepatan pembahasan APBD 2013 ini sangat diapresiasi Bupati Padang Pariaman. Ali Mukhni sangat mengharapkan percepatan ini dapat memberikan dampak kepada masyarakat Padang Pariaman. “Jangan terjadi lagi APBD terlambat dicairkan dan kegunaannya untuk masyarakat juga terlambat dinikmati”, ujarnya. Senada dengan Bupati, wakil ketua DPRD, Desril Yani Pasha menyatakan bahwa Program pemerintah tahun 2013 harus pro rakyat, seperti Program jamkesda, jampersal harus menjadi prioritas. “Masing-masing SKPD dalam membuat program harus pro rakyat, bagi yg tidak anggarannya dicoret saja”, ungkapnya tegas. Jumlah RAPBD 2013 yg diusulkan eksekutif diproyeksikan dengan jumlah Rp902.296.273.328. (h/ded)

Batang Anai Rawan Maksiat PADANG PARIAMAN, HALUAN — Sebagai wilayah yang terletak di perbatasan antara Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman, Kecamatan Batang Anai sangat rawan berbagai hal. Mulai dari perbuatan maksiat, narkoba dan kafe liar. Apalagi sejak beroperasinya fly over di Kasang, membuat anak muda-mudi merajut cinta dan asmara di atasnya. Bagi banyak orang yang sering melewati jalan demikian, agaknya menjadi pemandangan yang sangat mencolok. Anggota Komisi III DPRD Padang Pariaman, Bagindo Rosman merasa prihatin melihat kondisi dimaksud. Baginya, perbuatan mudamudi di atas jalan layang itu harus dihentikan. Kurang elok hal itu dibuat di lokasi tersebut. Ada indikasi nagari itu tidak punya tuan. Untuk ini, pihak terkait harus menggencarkan razia dan patroli di sepanjang kawasan itu. “Kita masih ingat, beberapa hari yang lewat terjadi pemerkosaan oleh oknum sopir angkot di lokasi itu. Ini tentunya menjadi pekerjaan rumah tersendiri oleh kita bersama. Baik pihak nagari, apalagi Pemkab Padang Pariaman, dalam melihat arti penting pemberatasan maksiat di daerah ini,” ujar Rosman kepada Haluan. Untuk kawasan itu, ujar Rosman lagi, Satpol PP tak perlu menunggu laporan masyarakat. Semua orang sudah tahu dan melihat, betapa jalan layang itu penuh dengan acara muda-mudi ketika sore. Untuk ini, disamping adanya tugas yang berkesinambungan dari Satpol PP, juga adanya aturan Nagari Kasang yang memberantas perbuatan demikian. Selaku anggota dewan yang berasal dari wilayah itu, Rosman minta kepada tokoh masyarakat Kasang untuk memberlakukan adat salingka nagari. Penerapan hukum ini akan membuat jera para pelakunya. Apalagi, muda-mudi yang ngumpul setiap sore itu tidak banyak orang Kasang. Mereka banyak yang berasal dari Kota Padang. Ini tentu dengan sangat mudahnya menerapkan hukum adat salingka nagari. Rosman khawatir, kalau perbuatan itu dibiarkan berkembang, akan membuat daerah ini kembali jadi incaran bencana. “Kita tahu, sebagian besar bencana alam itu timbul dari akibat ulah tangan manusia kurang ajar, yang berbuat maksiat seenak perutnya saja,” tegas Wakil Ketua Fraksi Bersatu ini. (h/cw bus)

JEMBATAN — Jembatan penghubung antara Nagari Kayu Tanam dengan Nagari Anduring rusak dengan kondisinya miring sebelah, bagi masyarakat yang melewati harus hati-hati. BUSTANUL ARIFIN

Jembatan Penghubung Kayu Tanam-Anduring Rusak PADANG PARIAMAN, HALUAN — Semenjak tiga tahun yang lalu, jembatan penghubung antara Nagari Kayu Tanam dengan Nagari Anduring Kecamatan 2 X II Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman masih mengalami kerusakan. Jembatan itu rusak akibat dihantam banjir tiga tahun yang lalu, pada saat ini untuk kendaraan roda empat susah melewati, karena jembatan tersebut kondisinya miring. “Jembatan ini rusak akibat dihantam banjir pada tiga tahun yang lalu, pada sekarang ini untuk kendaraan roda dua bisa lewat, tapi untuk kendaraan roda empat harus

hati-hati, karena posisi jembatan itu miring,” terang salah seorang tokoh masyarakat setempat Akhiruddin kepada Haluan Rabu (5/12). Dikatakannya, jembatan ini rusak ketika akan melakukan pemilihan Bupati dan wakil bupati yang menjabat sekarang. Dan Bupati terpilih tersebut pernah mengatakan dan berjanji akan memperbaiki, tapi sampai sekarang hanya tinggal janji. “Bupati yang menjabat sekarang ini pernah berjanji untuk memperbaiki. Dan itu dikatakannya sewaktu kampanye sebelum pemilihannya,” ujarnya. Sementara itu, Wali Nagari Anduring Ahmad Basri mengatakan,

jembatan ini rusak akibat dihondoh banjir pada tahun 2010 yang lalu. Akibat dari hantaman banjir, sekarang kondisi jembatan tersebut miring bagian ujung sebelah barat. “Saya sangat mengharapkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Padangpariaman untuk memperbaiki jembatan ini, karena masyarakat sangat membutuhkannya. Bagi masyarakat yang membawa hasil taninya, harus melewati jembatan tersebut menuju pasar kecataman, kalau dibiarkan begini, masyarakat ragu melewati jembatan apalagi ketika membawa hasil taninya,” ulas Ahmad basri. (h/cw bus)

PBB Belum Dibayarkan Sepenuhnya PADANG PARIAMAN, HALUAN — Masyarakat Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2 X II Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman masih belum bisa membayarkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sepenuhnya pada tahun 2012. Hal itu disebabkan lemahnya ekonomi masyarakat setelah gempa bumi tahun 2009 yang lalu. “Sampai saat ini masyarakat belum bisa sepenuhnya untuk membayar PBB, dan ini berkemungkinan lemahnya ekonomi masyarakat. Dan untuk tahun 2011 yang lalu, inisiatif masyarakat masih tinggi untuk membayarkan PBB,

tapi sekarang masih kurang” ujar Sekretaris Nagari Kapalo Hilalang Sudirman kepada Haluan Rabu (5/12). Katanya, sudah bermacam cara dilakukan pihak nagari agar masyarakat sadar akan membayar PBB, akan tetapi hal itu juga tidak dihiraukan masyarakat. “Dikampung ini tanah adat yang banyak, hasil tanaman dalam lokasi tanah diambil oleh mamak adat, sedangkan dalam SPPT nama kemenakan, tentu kemenakan tidak mau membayar PBB,” jelasnya. Kemudian katanya, setiap pengurusan surat menyurat dikantor,

diminta surat tanda lunas PBB, kalau tidak ada tanda lunas PBB surat menyurat tidak akan dilayani, tapi masyarakat masih enggan juga untuk melunasi PBB. “Meski kebanyakan masyarakat enggan untuk membayar PBB, kita dari pihak nagari tetap melakukan sosialisasi dan menjelaskan kepada masyarakat pentingnya membayar PBB, dengan adanya arahan yang diberikan kepada masyarakat semoga untuk masa yang akan datang semua masyarakat di sini sadar dan mau membayar PBB,” terang Sudirman. (h/cw bus)

UNTUK JADI WAKIL RAKYAT

PBB Berikan Kesempatan Pada Masyarakat P A D A N G PARIAMAN, HALUAN — Sistem perolehan suara terbanyak yang diamanahkan dalam UU Pemilu 2014 memberikan KOMI CHANIAGO kesempatan yang luas terhadap masyarakat luas untuk ikut berkompetisi sebagai wakil rakyat. Karena dengan sistem tersebut Partai Politik (Parpol) bekejaran mencari tokoh yang mampu mendulang suara dalam

Pemilu tersebut. Hal itupun dilakukan oleh Partai Bulan Bintang (PBB), dengan memberikan kesempatan yang sama pada pengurus, kader Parpol dan masyarakat. “Kami membuka kesempatan yang seluas luasnya bagi masyarakat untuk maju sebagai wakil rakyat pada Pemilu 2014,” ujar Ketua Dewan Pempinan Cabang (DPC) PBB Padang Pariaman, Komi Chaniago pada Haluan, Senin (10/ 12). Menurut Komi, pihaknya memberikan kesempatan yang sama antara

kader partai dengan masyarakat. Asalkan membenuhi syarat pencalonan dan mampu memegang amanah marwah partai. Dikatakan Komi, PBB merupakan salah satu dari 16 partai yang telah melalui proses verifikasi vaktual oleh Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) yang saat ini menunggu pengumuman sebagai peserta Pemilu 2014. Komi mengungkapkan, dibukanya pendaftaran pada masyarakat sebagai calon anggota legeslatif melalui PBB, karena PBB terbuka dan merupakan milik masyarakat. (h/ded)

DAK2 Diserahkan ke KPUD PADANG PARIAMAN, HALUAN — Wakil Bupati Padang Pariaman, H. Damsuar secara resmi menyerahkan Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) kepada Ketua KPUD Kabupaten Padang Pariaman, Suhatri Bur, Jumat lalu di Kantor KPUD. Penyerahan DAK2 tersebut merupakan tahapan yang mendasar dalam proses pemilihan umum anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman sebagaimana yang diamanatkan oleh UndangUndang Nomor 28 Tahun 2012 yang mengamanatkan bahwa

Pemerintah dan Pemerintah Daerah menyediakan data kependudukan dxalam bentuk DAK2 sebagai bahan bagi KPUD untuk menyusun daerah pemilihan DPRD kabupaten. DAK2 yang diserahkan oleh Wakil Bupati Padang Pariaman kepada ketua KPUD Kabupaten Padang Pariaman bersumber dari database kependudukan yang sudah dimutakhirkan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sampai dengan tanggal 20 November 2012 serta telah diintegrasikan dengan hasil perekaman data e-KTP sampai

dengan tanggal 26 November 2012 oleh Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. Wakil Bupati menyampaikan, jika seandainya terjadi perbedaan database kependudukan Kabupaten Padang Pariaman dengan DAK2 yang diserahkan tersebut, masih akan terus diintegrasikan untuk keperluan selanjutnya termasuk untuk penyiapan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4). “DAK2 yang diserahkan kepada KPUD hari ini dengan jumlah penduduk 475.057 jiwa yang

tersebar di 17 kecamatan yang ada di wiliyah Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman”, tegas Wakil Bupati Padang Pariaman. Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, M.Fadhly, menjelaskan bahwa data penduduk ini bersifat dinamis seiring dengan peristiwa kependudukan seperti kelahiran, kematian , perpindahan ataupun kedatangan penduduk. Oleh sebab itu, kepada masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam melaporkan peristiwa kependudukan tersebut

mulai dari tingkat korong, nagari, dan bahkan kecamatan. Hal ini dilakukan untuk menjaga akurasi data kependudukan. Sementara itu, pemerintah kabupaten Padang Pariaman juga menghimbau kepada penduduk Padang Pariaman yang belum melakukan perekaman data eKTP, untuk segera melakukan perekaman data eKTP di Kantor Camat setempat agar yang bersangkutan bisa terdata sebagai penduduk potensial yang kemudian memiliki hak suara yang sah di pemilu yang akan datang. (h/ded)

>> Editor : Atviarni

>> Penata Halaman: Rahmi


RIAU DAN KEPRI 23

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

KILAS PAD Lingga Ditingkatkan LINGGA, HALUAN — Sekertaris Daerah Kabupaten Lingga, Kamarudin dukung langkah Dinas Pendapatan, Pengelolaan dan Aset Daerah (DP2KA) meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui pajak bumi dan bangunan (PBB). Dukungan ini diperkuat dengan mengeluarkan intruksi kepada setiap kepala desa untuk melakukan pendataan kembali pada sektor ini. “Sekda mengeluarkan surat intruksi agar PBB benar-banar ditata dan didata ulang. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan PAD Lingga ke depanya,” kata Kabid Pendatapatn di DP2KA Kabupaten Lingga, Mulkan Azima, kemarin. Sebelumnya DP2KA bagian pendapatan daerah telah melakukan langkah dengan mengumpulkan seluruh kepala desa, lurah dan camat di Kabupaten Lingga untuk mengikuti pelatihan kepada petugas yang akan melakukan pemungutan PBB. “Kegiatan ini perkuat dengan intruksi Sekertaris Daerah. Dan selanjutnya, disosialisasikan kepada seluruh desa. Kami yakin dengan sosialisasi ini nanti PBB kita ke depan akan meningkat dari sektor penerimaan PBB,” ujarnya. Mulkan mengakui pendapatan PBB kurang tepat sasaran. Bahkan hasilnya juga kurang memuaskan. “Sebelumnya, petugas bekerja berdasarkan data dari pusat. Terkadang data yang ada dengan kondisi di lapangan tidak singkron. Hal inilah yang akan dibenahi,” ujarnya. Seperti di Singkep, katanya mencontohkan, sebuah potensi yang besar untuk penerimaan PBB. Dan masih banyak tanah dan bangunan lainnya yang belum terdata. “Makanya akan kita data ulang. Hal ini penting mengingat tahun 2014 mendatang, PBB akan langsung di pungut oleh daerah masing-masing, tidak lagi sperti dahulu,” tandasnya. (h/hk)

UMRI Ajak Perangi HIV/AIDS PEKANBARU, HALUAN — Pembantu Rektor (PR) II Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Dr Agustedi mengatakan, mahasiswa dan pelajar sebagai generasi muda penerus bangsa harus dapat memerangi dan memberantas HIV/ AIDS. Selain karena generasi muda rawan akan terinfeksi virus HIV/AIDS, hal ini juga mengingat bahaya yang akan ditimbulkan dari virus mematikan tersebut. “HIV/ AIDS harus dicegah dan dilawan. Mari kita perangi HIV dan berantas penularan HIV dengan cara hidup sehat. Hindari perilaku seks bebas, berolahraga dan jauhi narkoba,” ujarnya ketika membuka seminar Memperingati Hari HIV/AIDS se Dunia yang digelar oleh mahasiswa UMRI, Rabu (12/12) pagi. Dia menerangkan, pelajar dan mahasiswa apalagi jurusan keperawatan diharapkan bisa menjadi ujung tombak di tengah masyarakat untuk memberikan pemahaman dan pengertian kepada masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS. “Virus berbahaya ini sangat sulit untuk diberantas. Bahkan jumlah pengidap virus ini setiap tahunnya semakin meningkat. Oleh karena itu, generasi muda kita harapkan harus peduli untuk memerangi HIV/AIDS,” tambahnya. Sementara itu, nara sumber perwakilan PT Chevron Pasific, Hasnidar mengungkapkan, dalam kasus HIV/AIDS terbesar di Indonesia, Provinsi Riau merupakan salah satu yang masuk dalam kategori 10 besar nasional tingkat banyaknya penderita HIV/AIDS. Menurutnya, kondisi ini membuktikan bahwa jumlah peningkatan HIV sudah sangat mengkhawatirkan.”Karena pentingnya memberantas dan memerangi HIV, maka kita dari PT Chevron sangat peduli dan membantu agar seminar ini bisa dilaksanakan dan bermanfaat bagi kita semua. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini penularan HIV di Riau bisa semakin berkurang,” ucapnya. (h/hr)

Pasar Cik Puan Kembali Dibicarakan PEKANBARU, HALUAN — Meskipun kelanjutan pembangunan Pasar Cik Puan tidak dimasukkan dalan RAPBD tahun 2013, Pemerintah kota Pekanbaru tetap mencari solusi solusi untuk kelanjutan pembangunan pasar tersebut, yaitu dengan melakukan rapat lagi dengan pihak Pemprov Riau. Hal ini disampaikn Firdaus MT, Walikota Pekanbaru, Rabu(12/12). Saat ini, pihaknya sadang mencarikan solusi untuk kelanjutan pembangunan pasar Cik Puan, dan ingin mengkordinasikannya dengan pemerintah provinsi terkait status lahan dan pengerjaanya. “Kita harus bahas kembali untung ruginya, karena yang kita mau semua harus untung, baik itu pemko, masyarakat maupun pihak ketiga,” jelasnya. Lebih lanjut, Ia juga mengatakan, setelah melakukan rapat nanti pihaknya ingin pasar tersebut diserahkan pada pihak ketiga, dengan catatan tidak ada yang dirugikan. “Hal ini dapat kita lihat, pada pasar Rumbai yang murni dikelola olah APBD kota pekanbaru, namun hasilnya nihil malahan kota Pekanbaru harus mensubsidi 500 juta per tahun,” jelasnya lagi. Maka dari itu, pihaknya akan mengkaji lagi bagaimana baiknya kelanjutan pembangunan Pasar Cik Puan tersebut. Namun pihaknya tetap akan melimpahkanya pada pihak ketiga. Selain lebih cepat, juga dapat memelihara dan menjaga pasar dengan baik. “Dengan catatan, tidak memberatkan masyarakat dan pedagang-pedagang kecil,” tambahnya. (h/hr)

UNTUK PALESTINA — Mahasiswa di Kepri menggalang dana untuk Palestina, menunjukan kepedulian akan nasib yang dialami oleh negara yang baru diakui oleh PBB itu sebagai negara, kemarin. HK

5 Persen Lahan Relang untuk Industri BATAM, HALUAN — Lima persen lahan di Pulau RempangGalang (Relang) diperuntukkan sebagai kawasan industri, sisanya untuk kawasan wisata dan pendukungnya. Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 87 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Bebas, Batam, Bintan, dan Karimun. Kasubdit Humas dan Pu-

blikasi BP Batam, Ilham Eka Hartawan mengatakan, lima persen luas peruntukan lahan Relang yang rencananya dijadikan kawasan industri, pihaknya akan meminta penjelasan kepada pemerintah pusat. “Padahal Pulau Batam yang peruntukan lahan untuk industri sudah overload atau sudah terbatas. Dengan alasan itu, kami sudah mengirimkan surat ke lima instansi pemerintah pusat, seperti Direktur Penataan Ruang Wilayah, Kemenko Perekonomian, Kemendagri, Bappenas, dan Direktur Perencanaan Kawasan Hutan,” kata Ilham, ditemui di ruang kerjanya, kemarin. Kata Ilham, dengan mengirimkan surat tersebut, diharapkan

saat acara sosialisasi Perpres nomor 87 tahun 2011 yang digelar BP Batam pada Kamis (13/12) nanti di gedung IT Centre, akan mendapat jawaban mengenai peruntukkannya. Sebab, saat ini kawasan industri yang ada di Pulau Batam sangat terbatas. Kendati peraturan pemerintah pusat hanya memberikan lima persen peruntukan lahan di Relang, Ilham yakin peraturan tersebut pasti memiliki alasan tersendiri. Tapi sebaliknya pusat juga perlu mengetahui keberadaan lahan di Pulau Batam yang semakin terbatas. “Kawasan industri sudah overload. Kita harapkan lahan di Pulau Relang menjadi kawasan pengembangan industri berikutnya.

Ini akan kita tanyakan di pusat. Kenapa Rempang dan Galang peruntukannya dominan wisata. Dan untuk diketahui, lahan lima persen di Relang itu semua terletak di pinggir laut. Logikanya kalau di pinggir laut biasanya untuk galangan kapal,” kata Ilham. Selain mempertanyakan akan hal itu, pihaknya juga meminta kejelasan tugas antara BP Batam, Pemerintah daerah (Kepri dan Batam) dan Pemerintah Pusat, baik mengenai tata ruang yang merencanakan siapa dan mengendalikan siapa?. Dengan demikian, perluasan lahan zona industri di Batam bisa mengarah di Rempang Galang. Saat ini lanjut Ilham, untuk Pulau Batam, setidaknya terda-

pat 21 kawasan industri, di luar perusahaan yang tidak berada di dalam satu kawasan industri galangan kapal, yang tersebar di sepanjang pantai Pulau Batam. Disinggung mengenai sisa lahan untuk industri di Pulau Batam, Ilham tidak menyebutkan angka pasti, namun yang jelas, lahan siap pakai untuk industri sudah semakin sempit. Dalam sosialisasi nanti, selain dihadiri seluruh instansi pemerintah daerah baik Kepri maupun Batam, juga dihadiri Asosiasi Profesi seperti Kadin dan lain sebagainya. “Ya tujuannya mempercepat pembangunn Batam. Karena sebagai kawasan strategi menjadi kepentingan secara nasional,” tutup Ilham. (h/hk)

Jembatan 1 Dompak Terbengkalai

PEMERINTAH Provinsi Kepulauan Riau melalui Biro Administarasi Pemerintahan Kepri menggelar bimbingan teknis manajemen dan administrasi bagi Kelurahan se-Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (27/6) sampai dengan Jum’at (29/6) lalu. Terlihat Sekdaprov Kepri Suhajar Diantoro membuka kegiatan Bimtek tersebut. HK

KORUPSI BANK RIAU KEPRI

Dua Pimpinan Divonis Setahun TANJUNGPINANG, HALUAN — Dua mantan pimpinan Bank Riau Kepri cabang Batam, Khaharuddin Menteng (kepala) dan Subowo (wakil) divonis masing-masing satu tahun, denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan. Vonis itu disampaikan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang dalam sidang, Selasa (11/12). Keduanya dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi, merugikan keuangan negera dengan memperkaya orang lain melalui penggelembungan kredit kepemilikan rumah di Bank Riau Kepri Cabang Batam senilai Rp487.3334.074 juta, dari total plafon hutang debitur sebesar Rp800.000.000. Hal itu didasari hasil executive summory laporan hasil audit khusus pinjaman debitur atas nama Faly Kartini (DPO) pada Bank Riau Kepri tersebut tahun 2012 Nomor 05/PW.03/WAS/ 2012 tanggal 13 Maret 2012. Dalam vonis tersebut, hakim juga menyatakan bahwa terdakwa tidak terbukti bersalah melanggar pasal primer, pasal 2 tentang tindak pidana korupsi untuk menguntungan diri sendiri. Namun akibat perbuatan terdakwa melainkan telah menguntungkan orang

lain (debitur). “Berdasarkan fakta dan memperhatikan barang bukti serta keterangan sejumlah saksi dalam persidangan, menyatakan terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam pasal dakwaan subsider melanggar pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke1 KUHP,” kata Ketua Majelis Hakim Jarihat Simarmata SH MH. Vonis kedua mantan pimpinan Bank Riau Kepri tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendri Yluianto SH sebelumnya selama 1 tahun 6 bulan penjara, denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan. Atas vonis tersebut, kedua terdakwa maupun JPU sama-sama menyatakankan pikir-pikir. “Saya pikir-pikir dulu Pak Hakim,” ucap kedua terdakwa. Sidang vonis kedua terdakwa dilakukan secara terpisah (split) dalam ruangan sidang majelis hakim yang sama, yakni Jarihat

Simarmata SH MH, Edi Junaedi SH Mh dan Ernawati SH MH, termasuk JPU yang sama, yakni Hendri Yulianto SH. Dalam sidang terungkap, dugaan kasus korupsi ini terjadi setelah adanya temuan dugaan agunan sebagai jaminan salah seorang debitur Faly Kartini (DPO) ke Bank Riau Kepri untuk pengajuaan kredit kepemilikan rumah (KPR) secara perorangan. Nilai dalam tafsiran riil hanya berkisar Rp400 juta, namun kredit yang diperoleh mencapai Rp800 juta melalui jaminan kredit berupa satu unit rumah di Jalan Bunga Raya blok D Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam. Beberapa kali pembayaran angsuran kredit oleh debitur, kemudian terjadi kemacetan berupa tunggakan bunga yang dihitung sejak 20 April 2009 hingga 6 Juni 2012, dengan suku bunga pertahun. Jika dihitung per hari, maka suku bunga flat sebesar 8 persen dikali 360 hari sama dengan 0,02 persen atau Rp177.777. “Potensi kerugian negara adalah baki debet ditambah tunggakan bunga, dikurangi nilai taksasi ulang anggunan. Sehingga potensi kerugian terhitung hingga 6 Juni 2012 sebesar Rp487.334.074,” kata hakim. (h/hk)

TANJUNGPINANG, HALUAN — Kelanjutan proyek Jembatan 1 Dompak semakin tak jelas. Itu lantaran pendanaan proyek jembatan yang menghubungkan Pulau Bintan dengan Pulau Dompak itu besar kemungkinan tidak dimasukkan dalam APBD 2013. “Belum ada kepastian terkait penganggaran kelanjutan pembangunan Jembatan 1 Dompak. Kita masih mengecek dengan SKPD (satuan kerja perangkat daerah) terkait. Tapi sepertinya untuk 2013 kita tidak menganggarkannya,” kata Ketua DPRD Kepri Nur Syafriadi, kemarin di Tanjungpinang. Menurut Nur, DPRD Kepri belum memutuskan “Ibarat beli baju, kebijakan anggaran untuk jika sudah lanjutan Jembatan 1 Dompak. Jika proyek dipotong tapi tersebut dilanjutkan, belum dijahit dan dikhawatirkan akan salah dan bisa menjadi temuan. tidak bisa bisa Karena ditemukannya digunakan maka unsur pelanggaran atau korupsi. Kalau tidak tentunya akan dilanjutkan bisa lebih menimbulkan salah lagi. Karena dikhawatirkan kekuatan kerugian yang kontruksinya sudah tidak jelas menimbulkan bisa digunakan lagi. “Ibarat beli baju, jika unsur korupsi,” sudah dipotong tapi belum dijahit dan tidak bisa bisa digunakan maka tentunya akan menimbulkan kerugian yang jelas menimbulkan unsur korupsi,” ujarnya. Kata Nur, jika nantinya konsultan peneliti mengatakan bahwa konstruksi jembatan yang ada akan sangat sulit disambung, maka yang salah diperencanaan dan manajemen konstruksi bangunan jembatan itu. Yang perlu diketahui oleh semua pihak, bahwa dalam Undang Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), aspek perencanaan yang salah sudah masuk kategori korupsi. “Kita akan cek dulu bagaimana hasil penelitian konsultan ini sebenarnya, karena kita tidak mengawasi sampai masuk ke masalah teknis,” imbuhnya. Ketua Fraksi PAN DPRD Kepri, Yudi Carsana mengatakan, lambat laun dugaan penyelewengan anggaran di proyek Jembatan 1 Dompak akan terbongkar. “DPRD harus hati-hati mengambil keputusan terkait hal ini, sebab bentuk fisik dari dugaan kerugian negara itu terlihat jelas. Seandainya pemerintah mau buat baru, mau dikemanain jembatan yang ada sekarang. Duit negara ratusan miliar sudah habis di situ,” ucap Yudi. Menurut Ketua Komisi III DPRD Kepri Joko Nugroho, progres Jembatan 1 Dompak yang saat ini masih sekitar 30 persen tetap harus menunggu keputusan PTUN di mana PT Tropsindo kontraktor pelaksana yang telah melayangkan gugatan kepada Pemprov Kepri terhadap sisa pembayaran yang belum dibayarkan. “Seharusnya memang menunggu keputusan PTUN terkait gugatan kontraktor pelaksana. Tapi kalau harus menunggu berapa lama lagi, tapi mau bagaimana tahapan tersebut juga harus dilalui,” katanya. (h/hk) >> Editor : Rudi Antono

>> Penata Halaman : Irvand


24

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

Sukma S.Sos,

Ir H Edwin Sp

Dengan Agama, Perangi Narkoba AK dapat dipungkiri, kejahatan narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba), seperti telah menjadi persoalan serius yang tengah dihadapi bangsa. Tingginya angka kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba, tidak lagi terkonsentrasi dan mendominasi di kota-kota besar. Namun juga telah merambah hingga ke pelosok daerah. Hampir setiap hari, masyarakat selalu disuguhkan pemberitaan tentang berbagai bentuk kejahatan narkoba yang seperti tak ada habisnya. Mulai dari penangkapan pelaku, pengedar, pemakai, hingga penggerebekan gedung atau rumah-rumah yang disulap menjadi lokasi untuk memproduksi berbagai jenis narkoba. Miris memang. Apalagi objek yang dipertontonkan sebagai pelaku kejahatan narkoba itu, tidak lagi mengenal batasan usia, status dan kedudukan. Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) Padang Panjang, Ir H Edwin kepada Haluan, kemarin, mengatakan, virus narkoba memang tengah berjangkit di berbagai lapisan masyarakat. Baik di kota-kota besar, maupun di desa-desa terpencil sekalipun. Tidak hanya kalangan orang dewasa, para pelaku kejahatan narkoba juga mulai didominasi anak-anak usia remaja, pelajar, mahasiswa, hingga ibuibu rumah tangga. “Bahkan oleh sebagian pihak, narkoba seperti telah menjadi komoditas dan sumber ekonomi baru untuk menunjang kehidupan mereka. Kondisi ini tentu menjadi momok dan ancaman paling menakutkan bagi masa depan bangsa,” kata Edwin. Di Kota Padang Panjang kata Edwin, pemerintah daerah bersama-sama dengan segenap stakeholder dan instansi terkait, telah bertekad untuk menjadikan narkoba sebagai musuh bersama. Pemko, BNK, Polres dan seluruh lapisan masyarakat jelasnya, juga telah berkomitmen untuk terlibat aktif

T

dalam mengikis dan memberantas habis peredaran dan berbagai bentuk penyalahgunaan narkoba di Bumi Serambi Mekkah. “Kita tidak menginginkan narkoba menjadi kasus besar di Kota Padang Panjang. Mulai dari sekarang dan seterusnya, marilah bersamasama kita teriakkan perang melawan narkoba dengan terus membentengi diri dengan agama,” seru Edwin. Edwin menyebutkan, pemberantasan narkoba merupakan tanggungjawab bersama yang harus terus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba, juga harus dilakukan secara komprehensif dan dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan tempat tinggal dan di tengahtengah masyarakat secara luas. “Padang Panjang harus bersih dari segala bentuk penyalahgunaan narkoba. Karena narkoba tidak hanya merugikan terhadap kesehatan, namun juga berdampak terhadap stabilitas keamanan, ketertiban dan ketentraman umum. Bersama-sama, mari kita sepakati bahwa generasi yang sehat adalah generasi tanpa narkoba. Dan hidup yang sehat, adalah hidup tanpa narkoba,” terang Edwin. Sekretaris BNK Padang Panjang, Sukma S.Sos menambahkan, sepanjang 2012, BNK Padang Panjang telah melaksanakan serangkaian kegiatan, yang melibatkan seluruh komponen masyarakat di daerah. Mulai dari sosialisasi bahaya narkoba bagi warga binaan di Lapas Kelas IIb Padang Panjang, hingga pengkaderan anti narkoba terhadap pengurus OSIS, mahasiswa dan guru pendamping tingkat SLTA se Kota Padang Panjang. “Selain menggelar berbagai bentuk kegiatan penyuluhan dan sosialisasi bahaya narkoba, secara rutin kita juga melakukan tes urine dan razia pemakaian narkoba di pelajar tingkat SLTA dan seluruh PNS di lingkungan Pemko Padang Panjang,” ujar Sukma. (h/adv)

BROSUR dan selebaran perang terhadap narkoba, dibagi-bagikan kepada para pengguna jalan.

Pemusnahan Barang Bukti Narkoba

RANGKAIAN KEGIATAN BADAN NARKOTIKA KOTA (BNK) PADANG PANJANG 2012 : 1. Sosialisasi bahaya narkoba terhadap 66 orang warga binaan di rumah tahanan kelas IIb Kota Padang Panjang, 21 Juni 2012. 2. Pengkaderan anti narkoba bagi pengurus OSIS dan guru pendamping SLTA, serta mahasiswaa/i se Kota Padang Panjang, 16 Juli 2012. 3. Rapat dan diskusi BNK Padang Panjang, 10 Agustus dan 24 September 2012. 4. Penyuluhan pencegahan dan penyalahgunaan narkoba bagi siswa/ i se Kota Padang Panjang, bekerjasama dengan Polres, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan MUI Padang Panjang, 1 Oktober 2012. 5. Dialog interaktif melaluia radio swasta non pemerintah, 2 Oktober 2012. 6. Tes urine dan razia pemakaian narkoba dengan sasaran pelajar SLTA se Kota Padang Panjang, dengan melibatkan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, 1-4 Oktober 2012. 7. Apel Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tingkat Kota Padang Panjang, 4 Oktober 2012. KIRAB sebagai bentuk pernyataan perang dan kampanye anti narkoba, diikuti ratusan pelajar, mahasiswa dan segenap unsur Muspida.

8. Pemusnahan barang bukti (BB) kejahatan narkoba serta pawai/ kirab keliling kota, diikuti seluruh unsur Muspida, pengurus BNK, mahasiswa, SKPD, TNI, Polri dan organisasi pemuda, 4 Oktober 2012. (Sumber BNK Padang Panjang, 2012)

KAPOLRES Padang Panjang Sofyan Hidayat menerima reward sebagai salah satu bentuk penghargaan BNK atas kinerja kepolisian dalam memberantas narkoba.

SALAH seorang siswi SLTA tengah menyerahkan urinenya untuk diperiksa petugas kesehatan.

PELAJAR salah satu SLTA di Kota Padang Panjang diberikan penyuluhan dan pemahaman tentang dampak dan bahaya narkoba..

SEKRETARIS BNK Padang Panjang, Sukma, saat memberikan arahan pada sosialisasi bahaya narkoba di Lapas Kelas IIb Kota Padang Panjang. >> Editor : Nova Anggraini

>> Penata Halaman: Rahmi


25

67 TAHUN PU MEMBANGUN RANAH MINANG

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

Menghapus Tangis dengan Infrastruktur

Jalan Sicincin Malalak tengah dikerjakan, rakyat pun senang LEBIH dari tiga tahun sejak tragedi gempa dahsyat Sumatera Barat yang terjadi pada 30 September 2009, trauma keseraman bencana itu masih ada. Setidaktidaknya berdampak pada psikologis dan ekonomi masyarakat. 30 September 2009, sebuah senja yang kelam dan amat pahit bagi Sumatera Barat. Gempa melanda dan merusak seluruh kota Padang dan sekitarnya, bahkan getaran gempa sampai ke Jambi dan Bengkulu. Guncangannya memorakporandakan negeri Minangkabau ini yang kemudian menimbulkan simpati yang besar dari masyarakat perantau di seluruh dunia serta dunia internasional. Musibah gempa dua tahun lalu yang berantai sejak tsunami Aceh 2004 semakin menegaskan bahwa Indonesia berada di atas tanah labil yang rentan gempa, tsunami, dan gunung meletus. Setelah gempa 30 September 2009 itu, Pemerintah Provinsi Sumbar masih fokus pada pembangunan rumah warga yang rusak, baik rusak berat maupun yang rusak sedang. Akibatnya, pembangunan kembali infrastrukrur publik yang rusak maupun menambah infrastruktur baru

terpaksa belum bisa dipercepat. Data yang ada menyebutkan dari 249 ribu total rumah yang rusak, 181 ribu rumah diantaranya mengalami rusak berat dan rusak sedang. Dari jumlah 181 ribu itu, baru 147 ribu rumah warga yang telah dibantu. Sisanya 34 ribu rumah belum mendapatkan bantuan. “Jadi itu salah satu sebab kenapa sejauh ini pemerintah lebih mementingkan pembangunan rumah masyarakat, baik yang rusak berat maupun yang sedang. Gedung pemerintah baru setahun belakangan mulai dibangun lagi. Bahkan Gubernur masih belum bisa berkantoir di kantor Gubernur,” ujar Gubernur Irwan Prayitno kepada pers belum lama ini. Dinas teknis seperti Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman serta Dinas Pengendalian Sumber Daya Air menjadi dinas teknis garda depan dalam membuat kondisi infrastruktur Sumbar jadi pulih dan dapat meyakinkan investor datang kembali ke daerah ini. Maka pada 2012 sudah mulai melakukan berbagai kegiatan untuk melengkapi kembali infrastruktur publik. Jalan-jalan yang rusak, gedung pemerintah, irigasi besar, drainase, perbaikan

pengaman pantai hingga infrastruktur berbiaya tahun jamak seperti Kelok Sembilan dan Irigasi Sinamar makin diintensifkan. Efek gempa besar 2009 itu memang dahsyat sehingga memerlukan anggaran yang besar juga bagi pemulihan infrastrukrur. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dari total Rp6,4 triliun kerugian dan kebutuhan untuk tahap rehab rekon, Sumbar baru mendapatkan bantuan dan telah merealisasikannnya sebesar Rp5 triliun. Bantuan Rp5 triliun itu tidak saja direalisasikan untuk bantuan rumah korban gempa, tapi juga digunakan untuk pembangunan lainnya, seperti pembangunan infrastruktur jalan, rumah sakit dan fasilitas umum lainnya. Ramah Investasi Dengan memperbanyak proyekproyek infrastruktur baik memperbaiki yang rusak maupun membuat yang baru setelah gempa, akan menjadi nilai tambah bagi Sumatera Barat untuk meyakinkan investor. “Infrastruktur terutama jalanjalan yang cukup dan layak serta berkualitas yang dibangun akan menambah keyakinan investor untuk berdatangan ke daerah ini.

Karena itu kita konsentrasikan segala daya dan upaya untuk infrastruktur ini,” tutur Kepala Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman Sumatera Barat, Soeprapto. Akibat gempa membuat segala infrastruktur ekonomi maupun infrastruktur sosial rusak parah. Diperlukan waktu yang lama dan dana yang besar untuk memulihkannya seperti sediakala. Ambil contoh di Kota Padang, Pasar Raya sebagai pusat ekonomi yang lama menjadi kebanggaan Padang dan Sumatera Barat kini lumpuh. Pedagang berdagang di petak-petak penampungan bahkan banyak yang sudah pindah ke luar kota. Pusat-pusat pelayanan publik seperti perkantoran yang berantakan pascagempa menimbulkan kesulitan bagi pemerintah untuk mengkonsolidasikan pegawai. Salah satu diantaranya adalah membangun kantor gubernur sekaligus berfungsi sebagau shelter atau escape building. Upaya Dinas Prasjal Tarkim untuk menyegerakan pembangunan kantor-kantor pemerintah dengan memanfaatkan dana hibah BNPB menurut Ketua DPD RI, Irman Gusman ketika ditanya media saat berkunjung ke Sumatera Barat belum lama ini sangat membantu terciptanya suasana kerja yang nyaman dalam birokrasi Sumatera Barat. Jalan dan Jembatan Memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak maupun membuat jalan baru setelah gempa, Sumatera Barat jadi tertolong oleh program nasional. Kementerian PU sudah menginstruksikan pada 2013 pengerjaan jalan nasional di Sumatera sudah harus tuntas. Tentu saja di dalamnya termasuk jalan nasional di Sumbar sebagai sub sistem jalan nasional Sumatera. Dalam sistem Sumatera inilah, Dinas Prasjal Tarkim Sumbar mencoba memperbaiki jalan-jalan yang menjadi akses lintas barat, tengah dan timur. Untuk jalur Padang – Batas Jambi misalnya terdapat konsentrasi pekerjaan perbaikan ruas Padang – Solok via Sitinjau Laut, Solok – Sijunjung – SijunjungDharmasraya. Konsentrasi untuk memperbaiki jalur vital Padang – Solok memang

3 DESEMBER 1945

Padang Panjang membuat masyaadalah jalur yang rakat agak tergangjuga sering bikin gu, tapi apa boleh kepala jadi pusing buat. “Masyarakat pabila kita kita minta melewatinya. Kemabersabar karena cetan di ruas Padang kalau tidak kita Panjang – Bukitselesaikan sekatinggi dan kerawanan rang, kapan lagi?” Lembah Anai kata Kepala Dinas m e m b u a t Prasjal Soeprapto. pemerintah mesti Tahun 2013, pemembuat jalur kerjaan jalan di alternatif. Selama ini Sitinjau Laut itu sudah pernah digamasih akan dilangas jalur baru Kayu jutkan karena haTanam – Jaho rus mempertimtetapi terkendala bangkan mobilitas dengan hutan logistik masyarakat lindung. Sama pula. Jadi jalan itu halnya dengan jalur dilakukan bukaalternatif Padang – tutup. Bisa saja Paninggahan via Lulebih cepat pekerbuk Minturun dan jaannya asal ditujalur bypass Kamtup selama 8 bulan, bang – Muaralabuh. tapi tentu ini sangat buruk efeknya Karena itu ruas bagi perekonomian. baru yang dibangun Tahun depan sejak zaman Guberproyek-proyek pernur Gamawan Fauzi baikan jalan ini yakni Sicincin – MaSOEPRAPTO akan terus bergulir lalak menjadi haradi Sumbar dengan pan. Tahun 2012 ini, memanfaatkan APBN sebesar dialokasikan anggaran Rp12,5 Rp1,2 triliun. Bandingkan dengan miliar untuk penggantian 7 unit anggaran perbaikan jalan yang jembatan lama dari 11 jembatan dibiayai oleh APBD Sumbar yang yang ada. Jembatan yang diganti hanya Rp200 miliar. itu masing-masing Jembatan Koto Upaya memperbaiki infraMambang, Jembatan Sungai struktur terutama jalan juga terdapat Paman, Jembatan Sungai Nabu, di Kota Padang. Balai Besar Jalan Jembatan Kelok I, Jembatan Kelok Nasional kini tengah memulai II, Jembatan Sungai Janiah dan pengerjaan jalur dua di jalan Padang Jembatan Malalak. bypass. Ganti rugi akan diselesaikan Sisanya 4 jembatan lagi akan dalam waktu dekat ini. diganti tahun anggaran 2013 Yang juga agak mendesak dengan alokasi dana Rp100 miliar, adalah perbaikan jembatan Sungai bersamaan dengan penuntasan Betung Dharmasraya. Jembatan pembebasan lahan untuk badan itu sempat membikin marah jalan dan pelebaran jalan di pengusaha truk karena jembatan kawasan Batu Apit. darurat hanya untuk kapasitas 15 “Saat ini, pengguna jalan harus ton. “Hanya soal sosialisasi saja hati-hati bila melewati rute ini, yang jadi masalah. Kalau saja karena masih ada penyempitan diberitahu lebih awal, maka kami badan jalan dan kemudian masuk akan mengantisipasinya dengan ke jembatan lama,” kata Kepala cara jalan berputar atau meminta Dinas Prasjal Tarkim Sumbar tambahan biaya angkutan kepaSuparapto didampingi Pejabat da pemilik barang,” kata Darmawi, Pembuat Komitmen (PPK) Wilayah sopir truk yang biasa membawa Padang Panjang dan sekitarnya barang dari Jakarta ke Padang. BBPJN II, Ir. Desman. Tapi begitulah, apabila pihak PU Begitulah, tangis sehabis gempa tidak segera memperbaiki jembatan memang masih terdengar. Tapi itu, apa yang bisa dilakukan? Sumatera Barat mencoba mengPadang – Bukittinggi via hapusnya dengan pemulihan infrastruktur. Di situ Dinas Prasjal Tarkim berdiri di garda depannya.***

Tujuh Orang PU Jadi Martir ISTILAH “Pekerjaan Umum” adalah terjemahan Akibat dari keinginan Pemerintahan Belanda ini, dari istilah bahasa Belanda Openbare Werken terjadilah pertentangan fisik dengan Pemuda Indonesia yang pada zaman Hindia Belanda disebut yang ingin mempertahankan tanah air berikut gedungWaterstaat swerken. Di lingkungan Pusat gedung yang telah didudukinya, antara lain “Gedung Pemerintahan dibina oleh Dep.Van Verkeer & Sate” yang telah menjadi Gedung Departemen Waterstaat (Dep.V&W), yang sebelumnya terdiri Pekerjaan Umum pada waktu itu (peristiwa dari 2 Dept.Van Guovernements bersejarah itu dikenal dengan Bedri jven dan Dept.Van peristiwa “3 Desember 19453 ). Burgewrlijke Openbare Werken. Jam 11.00 pagi, sepasukan Dep. V dan W dikepalai oleh tentara Sekutu/Belanda dengan seorang Direktur, yang membawahi persenjataan yang berat dan beberapa Afdelingen dan Diensten modern menyerang gedung. Para sesuai dengan tugas/wewenang pegawai mengadakan perlawanan Depertemen ini. mati-matian dengan segala Era Jepang kekuatan yang dimiliki tetap Dibidang Pekerjaan Umum pada mempertahankan kantor yang akan tiap-tiap wilayah organisasi Pemedirebutnya itu. rintahan Militer Jepang tersebut Pertempuran ini baru berakhir diatas, diperlukan organisasi zaman pada pukul 14.00 WIB. Dalam Didi H. Kamarga Hindia Belanda dan disesuaikan pertempuran tersebut diketahui dari Muchtaruddin dengan ketentuan-ketentuan dari 21 orang pemuda 7 diantaranya Soehodo fihak jepang,kantor pusat “V & W”. hilang. Satu orang luka-luka berat di Bandung, dinamakan “Kotubu dan beberapa orang lainnya lukaRio Soesilo Bunsitsu”, sejak saat itu istilah luka ringan. Mereka yang hilang Soebengat “Pekerjaan Oemoem” (P.O), Oeroesan itu adalah Didi Hardianto Kamarga, Ranu Pekerjaan Oemoem (O.P.O), “PekerMuchtaruddin, Soehodo, Rio Soesilo, jaan Umum” (PU), disampinmg Soebengat, Ranu dan Soerjono. Soerjono. “Doboku” lazim dipergunakan. Pada tanggal 3 Desember 1951 Sesudah Pemerintahan Indonesia oleh Menteri Pekerjaan Umum membentuk Kabinet yang pertama, maka pada pada waktu itu, Ir. Ukar Bratakusuma, ketujuh Menteri mulai menyusun organisasi serta sifatnya. pemuda pahlawan tersebut dinyatakan dan dihormati Pekerjaan Umum pada waktu itu (1945) berpusat sebagai “PEMUDA YANG BERJASA” dan tanda di Bandung, dengan mengambil tempat bekas gedung penghargaan itu telah pula disampaikan pada para V.&W. (dikenal dengan nama “Gedung Sate”). keluarga mereka yang ditinggalkan. Dan peristiwa Ketika Belanda ingin mengembalikan kekuasaaan 3 Desember itu diabadikan sebagai Hari Bakti PU pemerintahan di Hindia Belanda sebelum perang, hingga sekarang.*** datang mengikuti Tentara Sekutu masuk ke Indonesia. (berbagai sumber)

SAPTA TARUNA PU

Kantor Gubernur yang baru, berfungsi sebagai escape building

“Sumatera Barat masih membutuhkan anggaran Rp3,4 triliun untuk pembangunan kembali infrastruktur fasilitas publik yang rusak akibat bencana gempa. Rinciannya Rp1,1 triliun untuk pembangunan kembali gedung-gedung pemerintah provinsi, dan sisanya untuk shelter serta jalan evakuasi. Gedung-gedung yang sedang dan akan dilanjutkan pembangunannya adalah: Gedung Dispasjal dan Tarkim di Padang Baru, Gedung Bapedda, Dinas Peternakan, Gedung Kejaksaan Tinggi Sumbar, Gedung Mapolda dan Pasar Raya. Yang lain adalah RSUP Dr. M Djamil dan lanjutan kantor gubernur (main building). Di luar itu yang dibangun oleh instansi vertikal adalah BPKP dan sejumlah gedung swasta. Semuanya secara perlahan akan menjadi penambah keyakinan investor bahwa Sumatera Barat memang tetap layak didatangi dan ditanami modal” (Soeprapto, Kadis Prasjal/Tarkim Sumbar)

Rencana Perbaikan dan Kebutuhan Infrastruktur Sumatera Barat PIHAK Bappeda Sumatera Barat merumuskan sejumlah proyek infrastruktur yang dapat mendorong makin tumbuhnya kepercayaan investor tentang Sumatera Barat yang mesti mendapat dukungan bersama. Baik dukungan masyarakat maupun dukungan pendanaan oleh pemerintah pusat. 1. Pembangunan Gedung Pemerintahan dan Rusunawa yang dapat difungsikan sebagai Shelter Evakuasi Tsunami dengan ruang lingkup kegiatan: Pembangunan Gedung Pemerintah Provinsi dan Instansi Vertikal 20 Gedung ‹ Pembangunan Gedung Pemerintah Kab/Kota (Shelter Evakuasi) 20 Gedung ‹ Rusunawa (Shelter Evakuasi) Kota Padang (3 unit) ‹ Rusunawa (Shelter Evakuasi) Kab. Pesisir Selatan (3 unit) ‹ Rusunawa (Shelter Evakuasi) Kab. Padang Pariaman (2 unit) ‹ Rusunawa (Shelter Evakuasi) Kota Pariaman (1 unit) ‹ Rusunawa (Shelter Evakuasi) Kab. Agam (1 unit) ‹ Rusunawa (Shelter Evakuasi) Kab. Pasaman Barat (2 unit) Tujuan proyek ini adalah untuk percontohan bangunan anti gempa dan shelter dari bencana tsunami, mitigasi bencana alam gempa dan tsunami serta rekonstruksi bangunan-bangunan yang runtuh akibat bencana gempa 30 September 2009. Diperkirakan kebutuhan pendanaan : US$ 131.000.000

2. Pembangunan Jalan Alternatif dari Jalan Lintas Sumatera Menuju Teluk Bayur Kota Padang (Kiliran Jao – Alahan Panjang – Pasar Baru – Mandeh – Bungus – Teluk Bayur) / Bagian dari Jalan Evakuasi Bencana (Pasar Baru – Alahan Panjang) dengan lingkup kegiatan: ‹ Pembangunan Jalan 328 Km ‹ Pembangunan Jembatan 1480 m ‹ Pembangunan Terowongan 8 Km Tujuan proyek ini adalah mengatasi kamacetan jalan poros Padang – Solok– Muara Labuh–Batas Jambi. Lalu juga untuk mempersingkat jarak dan waktu tempuh perjalanan dari Jalan Lintas Sumatera ke Kota Padang (Pelabuhan Teluk Bayur). Tujuan lainnya adalah memperlancar pengangkutan hasil pertambangan, perkebunan dan pertanian dari daerah timur dan selatan Sumatera Barat maupun dari Provinsi Riau bagian selatan, Provinsi Jambi dan Provinsi Bengkulu. Diperkirakan kebutuhan pendanaan : US$ 462.000.000 3. Pembangunan Jalur Kereta Api Short Cut Padang – Solok Pembangunan trase sepanjang 37 km, yang terdiri atas 25 km terowongan dan 12 trase luar. Tujuan pembangunan meningkatkan aksesibilitas jalur Padang – Solok, efisiensi waktu dan jarak tempuh Padang – Solok, pengurangan dampak kerusakan jalan eksisting dan mengakomodir peningkatan arus barang serta komoditas

pertambangan dan perkebunan menuju dan ke pelabuhan Teluk Bayur. Kebutuhan pendanaan: US$ 6.000.000.000 4. Pembangunan Jalan Tol Padang – Batas Riau sebagai bagian dari Trans Sumatera untuk mempercepat waktu tempuh perjalanan Padang – Bukittinggi – Pekanbaru dan mengurangi kepadatan lalu lintas. Kemudian jugta untuk mendukung percepatan pertumbuhan wilayah pembangunan baik pada sektor pariwisata, sektor perekonomian, sektor pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat Provinsi Sumatera Barat. Serta untuk memaksimalkan manfaat pembangunan jembatan Kelok 9 dan Rencana pembangunan Jembatan Ngarai Sianok yang menghubungkan Provinsi Sumbar dengan Provinsi Riau. Jalan Tol ini juga akan memperlancar akses transportasi darat bagi Kabupaten/ Kota se-Sumatera Barat menuju jalur transportasi Lintas Timur yang berada di Wilayah Provinsi Riau sebagai Koridor Lintas Pulau Sumatera. Membuka peluang pasar yang ada di Provinsi Riau dan daerah-daerah sepanjang Selat Malaka yang menjadi Kawasan Perdagangan Internasional. Proyek ini juga akan meringankan beban dana Pemerintah melalui partisipasi pengguna jalan. Diperkirakan kebutuhan anggarannya Pembiayaan Segmen I (Padang/ByPass – Sicincin (27,19 km) : Rp. 1.349.611.000,(sumber Bappeda Sumatera Barat) >> Editor : Eko Yanche

>> Penata Halaman :Syahrizal


67 TAHUN PU MEMBANGUN RANAH MINANG

26

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

PERLINDUNGAN DAN PENGAMANAN PANTAI

BWSS V, Melawan Abrasi di Pantai Barat SUMATERA Barat memiliki garis pantai daratan sepanjang 540 km. Namun sebagian besar kondisinya kini mengalami kerusakan akibat abrasi, gelombang pasang, disamping ulah manusia sendiri. Bahkan garis pantai ikut tergerus mundur hingga 125 meter, seperti yang terjadi di Padang, pesisir Pariaman, Tiku (Agam), Painan dan Surantih (Pesisir Selatan), Air Bangis dan Sasak (Pasaman Barat). Sebagai antisipasi, PSDA Sumbar bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS V) telah membangun sejumlah groyne dan sea wall (tembok laut) pada sejumlah lokasi. Namun ancaman masih akan terjadi sejalan dengan dinamika alam. Masyarakat pun diminta tidak bermukim terlalu dekat dengan bibir pantai. Tahun anggaran 2012, kegiatan pengamanan pantai di Sumbar ada beberapa paket. Namun yang menonjol adalah pengamanan pantai Aia Bangih dan pantai Sasak Ranah Pesisir di Pasaman Barat, pantai Pasia Nan Tigo (Padang) dan pantai Pasir Putih Kambang (Pesisir Selatan). Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar Ali Musri didampingi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai, Syafril Daus menjelaskan, pengamanan pantai Aia Bangih memanfaatkan dana APBD Sumbar 2011 dengan pagu dana Rp13,39 miliar. Selain itu juga dibantu pendanaan dari APBN sebesar Rp10,9 miliar. “Sampai saat ini, dana APBD yang terserap sekitar Rp8,9 miliar. Targetnya pertengahan tahun depan proyek ini selesai. Pantai Aia Bangih mengalami abrasi sekitar

50 meter hingga 70 meter ke daratan, sehingga fasilitas umum dan jalan raya di daerah itu mengalami kerusakan,” katanya. Dana APBD digunakan untuk membuat pengamanan pantai mencapai 1.000 m, terdiri dari 6 unit groyne dan pembangunan sea wall sepanjang 100 meter. Sea wall ini gunanya untuk mengamankan tebing pantai. Pembangunan sea wall sudah selesai. Masyarakat pun sudah memanfaatkannya sebagai lokasi wisata. Apalagi seekor ikan lumbalumba sering pula muncul dan bermain di ujung jetty (groyne yang dibangun di muara sungai). Sedangkan dana APBN Rp10,9 miliar digunakan untuk pembangunan jetty sepanjang 370 meter dan sea wall 460 meter. Untuk menarik minat wisatawan berkunjung, akan dibangun pula kawasan wisata model T, groyne dipasang sepanjang tebing pantai. Pengamanan pantai Sasak sepanjang 2,2, km juga dibantu APBN sebesar Rp8,635 miliar yang digunakan untuk membangun 7 unit grone. Sedangkan APBD Sumbar membangun 4 groyne. Groyne yang merupakan tumpukan batu besar disusun sedemikian rupa menjorok ke tengah laut ini, berfungsi tidak hanya sebagai pemecah ombak tetapi juga menangkap pasir. Menurut Kepala SNVT PJSA meliputi Sungai Pantai dan Konservasi BWSS V, Asmelita didampingi PPK Sungai Pantai II, Yasrimal, pengamanan pantai Sasak ditargetkan selesai akhir tahun 2012 ini. Saat ini pekerja tengah memasang groyne terakhir dengan jarak antar groyne sekitar 200 meter. Pantai Sasak yang cukup padat

penduduknya, membutuhkan tambahan sekitar 50 unit groyne lagi. Selain itu, untuk optimalisasi pemecah ombak, jarak groyne mestinya 100 meter. Tetapi anggaran yang terbatas, sehingga dibuat jaraknya 200 meter. Meski demikian bila ada tambahan anggaran, bisa diselipkan satu groyne diantara groyne yang telah terpasang. “Pemasangan groin itu dimaksudkan untuk menyelamatkan penduduk yang bermukim di sekitar pantai. Namun groyne yang dipasang masih sedikit, dan dibutuhkan tambahan hingga 50 unit lagi,” terang Yasrimal. Pengamanan pantai Pasia Nan Tigo, Kota Padang, juga mendapat anggaran dari APBN 2012 sebesar Rp4,675 miliar. Pekerjaan ini sudah selesai September 2012 lalu. Namun dalam pelaksanaannya di lapangan, cukup menguras energi karena tidak semua masyarakat memahami pentingnya kegiatan pengamanan pantai itu. “Groyne yang kita pasang tidak banyak di lokasi ini, sekitar 5 unit groyne dengan panjang sekitar 36 meter. Namun tidak semua masyarakat mendukung kegiatan ini. Dengan berbagai pendekatan dan upaya memberikan pemahaman akhirnya kendala ini dapat diatasi dengan kegiatan tersebut dapat dituntaskan,” katanya. Sedangkan pengamanan pantai Pasir Putih Kambang (Pesisir Selatan), sepenuhnya dibiayai dana APBN dengan pagu dana Rp69 miliar. Asmelita, pekerjaan ini dimulai Mei 2012 lalu dan targetnya Desember 2012 ini selesai. Untuk mengamankan pantai Pasir Putih, dibangun 2 unit jetty di muara Sungai Kambang bagian

Pantai Sasak, Pasaman Barat yang sudah dipasangi pengaman, terasa keindahannya saat rembang petang.

kiri dan kanannya. Di sepanjang pantai juga dipasang groyne 17 unit dengan panjang bervariasi antara 35 meter hingga 40 meter. Selanjutnya dilakukan perbaikan alur sungai dan dinding sungai. Lalu sejajar dengan pantai juga

disusun batu besar (horisontal pantai). “Pekerjaan kita sudah hampir rampung. Jika tak ada halangan maka PHO pekerjaan akan dilakukan 14 desember mendatang,” terang Asmelita.

Pekerjaan berjalan dengan lancar, karena memang masyarakat memberikan dukungannya dan sangat mengharapkan pengamanan di pantai itu selesai secepatnya. Dan lokasi itu dapat dikembangkan sebagai tujuan wisata. (***)

Pantai Padang yang terus digerus oleh abrasi, PSDA tertantang untuk menyelamatkannya.

Beginilah bentuk bantuan BNPB pusat untuk nelayan korban abrasi pantai Sasak, segera siap dihuni.

Pantai Kambang yang indah di Pessel, perlu diselamatkan dari terjangan ombak

Abrasi Pantai Sasak Direspon oleh PSDA AKIBAT abrasi pantai Sasak yang kian menjadi-jadi, ratusan rumah warga di Jorong Pasa Lamo, Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) terancam ambruk. Begitu juga dengan sejumlah pekuburan yang sekarang jaraknya hanya tinggal sekitar dua meter lagi dari bibir pantai. Ancaman abrasi kali ini mulai terjadi sejak Agustus lalu yang membuat warga jadi cemas.

Salah seorang warga setempat, Yasnimar (49), yang juga pemilik kedai yang roboh tersebut menyampaikan, warga Jorong Pasa Lamo memang sudah gelisah akibat abrasi pantai semakin menjadi-jadi di lokasi setempat. Sekarang, katanya, jarak bibir pantai dari rumah warga setempat hanya tinggal sekitar 10 meter lagi. Dan jarak dengan lokasi pandam pekuburan yang ada di kampung itu bahkan

hanya tinggal sekitar dua meter lagi. Jelas akan sangat memilukan kalau tulang-tulang dari lokasi pandam pekuburan itu nantinya sudah berenang ke tengah lautan luas itu. Selain itu, sebut Yasnimar, melihat kondisi perkampungan Jorong Pondok, kalau abrasi pantai tersebut berlanjut dalam beberapa hari ke depan, maka Pasa Lamo akan terendam air laut. Sebab jika abrasi terus terjadi hingga sekitar 10 meter lagi, maka akan

ambruklah puluhan rumah penduduk. Bahkan ratusan rumah warga lainnya juga akan terendam air laut. Wali Nagari Sasak, Arman, membenarkan adanya abrasi pantai itu. Dan Ia berjanji akan selalu memantau setiap perkembangan yang terjadi pada warganya yang tinggal di bibir pantai Sasak. Sebagai wali nagari, Ia mengaku tidak bisa berbuat banyak. Hanya saja, Ia sangat berharap kepada pihak pemerintah, segera

membangun batu grip pemecah ombak sesuai dengan janji gubernur pada 11 titik yang telah direncanakan. Tapi itulah yang segera direspon Dinas PSDA. Pengamanan pantai Sasak sepanjang 2,2, km dibantu APBN sebesar Rp8,635 miliar yang digunakan untuk membangun 7 unit grone. Sedangkan APBD Sumbar membangun 4 groyne. Groyne yang merupakan tumpukan batu besar disusun sedemikian rupa

menjorok ke tengah laut ini, berfungsi tidak hanya sebagai pemecah ombak tetapi juga menangkap pasir. Menurut Kepala SNVT PJSA meliputi Sungai Pantai dan Konservasi BWSS V, Asmelita didampingi PPK Sungai Pantai II, Yasrimal, pengamanan pantai Sasak ditargetkan selesai akhir tahun 2012 ini. Saat ini pekerja tengah memasang groyne terakhir dengan jarak antar groyne sekitar 200 meter.

>> Editor : Devi Diany

>> Penata Halaman: Jefli


67 TAHUN PU MEMBANGUN RANAH MINANG

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

27

PENGARUH MACET SITINJAU LAUIK

Pedagang Mulai Mengeluh DAMPAK lain kemacetan adalah kepusingan pedagang. Dengan tidak ada atau belum adanya jalan tol, poros Padang - Solok-Muaro Bungo yang lebih cepat tentu ke Sitinjau Lauik. Tapi apa daya, kini jalan tersebut sedang diperbaiki pula, akibatnya kemacetan tiada henti pun terjadi. Sistim buka tutup yang diterapkan di jalan Sitinjau Lauik, sangat besar pengaruhnya, Ipun (30) salah seorang sopir travel DharmasrayaPadang mengaku, karena biasaya ia bisa tiga trip setiap harinya, yaitu DharmasrayaPadang, Padang-Dharmasraya dan kembali ke Padang. Dengan macetnya di Sitinjau yang mencapai 3-4 jam, maka untuk mencapai dua trip saja sudah sulit, artinya dari segi penghasilan cukup jauh menurun, untung saja mobil milik saya sendiri, sedangkan kalau mobil orang lain, maka pemilik mobil akan kewalahan untuk membayar kredit. Kalau dapat satu trip, itu hanya utuk membayar kredit mobil dan biaya perjalanan, kalau seandainya sistim buka tutup berlangsung lama, jelas akan berpengaruh besar. Lain lagi Kunek (35) warga Gunung Medan, sopir truk angkutan batubara, dalam satu bulan biasanya ia dapat

membawa batubara dari Muaro Bungo tujuan Padang, dapat sekitar 25 trip dengan penghasilan sekitar Rp 4juta sampai Rp 5 juta, namun sekarang unhtuk mencapai 20 trip saja sudah sulit, artinya penghasilannya setiap bulan tidak mencapai Rp 3 juta. Untung saja kata Kunek yang sudah lama berprovesi sebagai sopir truk, isterinya dirumah punya warung kecil yang menjual kebutuhan sehari-hari warga Perumnas Lawai. Begitu pula Agus (40), ia sehari-hari membawa bus trayek Dharmasraya-Padang, biasanya ia berangkat pagi dari Dharmasraya menuju Padang dan siangnya kembali ke Dharmasraya, tapi semenjak antri di Sitinjau mencapai tiga jam, terkadang ia tidak sampai ke Padang dan hanya sampai Kota Solok dan kembali ke Dharmasraya. Karena katanya apabila ia terus ke Kota Padang, waktu tempuh cukup lama dan tidak dapat kembali ke Dharmasraya, akibatnya jangan setoran, untuk gaji sehariharinya tidak cukup. “Jadi sebaiknya dibuat sajalah jalan tol Pak, biar membayar lebih pun kami mau asal tidak terlantar tak menentu seperti sekarang ini,” kata Agus.“ ***

SITINJAU Lauik yang selalu mengundang macet lantaran topografinya yang curam

Jalan Tol Sumbar, Sudah di Bibir

PASAR Padang Luar yang tak pernah tidak macet, membuat mobilitas jadi terlambat

Gagasan jalan tol Sumatera Barat itu sudah dimulai sejak zaman Gamawan Fauzi kemudian dipertegas lagi oleh Gubernur Irwan Prayitno. Tadinya Wapres Jusuf Kalla menghitung-hitung pada 2008 itu belum layak Sumatera Barat memiliki jalan tol mengingat jumlah kendaraan di jalan yang ada belum signifikan kepadatannya.

Organda Dukung Rencana Jalan Tol Sumbar-Riau MACET terutama di ruas PadangPanjang Bukittingi dan Payakumbuh sepanjang waktu sungguh menjadi masalah perlalu-lintasan di daerah ini sejak sepuluh tahun terakhir ini. Apalagi jika musim libur atau lebaran datang, banyak pemilik kendaraan memilih berdiam diri saja di rumah daripada bermacetmacet ke Padang Panjang atau ke Bukittinggi. “Bagi Sumbar ini bisa menjadi masalah kalau tidak segera ada solusi yang tepat. Selain jalan alternatif, maka gagasan jalan tol dari Padang ke batas Riau menjadi sebuah keniscayaan,” kata Gamawan Fauzi beberapa bulan ketika dia hendak melepas jabatan sebagai Gubernur Sumatera Barat. Di ruas Padang-PadangpanjangBu-kit-tinggi, Bukittinggi-Payakumbuh, Padangpanjang-Solok, SolokPadang, Padang-Pesisir Selatan, Padang-Kerinci pada musim-musim libur semakin terasa kemacetannya. Padang-Bukittinggi yang bisanya hanya setengah jam bisa-bisa molor jadi lima sam-pai tujuh jam perjalanan. “Ini sangat menyiksa sekali, tolonglah menjadi perhatian bagi pemerintah. Jika jalan tol belum akan dibangun, setidaknya ada solusi yang bisa memperkecil keterlambatan kita di jalan,” kata Eka, seorang pekerja Migas di Riau yang tiap sebulan sekali mudik ke kampungnya di Padang Panjang. Dulu, kata dia, jika dia mudik ke Padang Panjang, biasanya dia kembali ke Duri Minggu siang, dan bisa masuk malam di Duri. Tapi belakangan dia harus berjudi dengan nasib karena ada saja yang membuat jalanan terhambat dan macet. Ke-macetan nampaknya terjadi

lantaran populasi kendaraan yang tidak pernah berhenti peningkatannya. Sedang panjang jalan segitu-gitu saja. Pembangunan jalan tol memang sudah tak mungkin ditunda lagi. “Tak ada jalan lain selain tol,” kata Meneg BUMN Dahlan Iskan. Maka tentu saja kabar akan dibangunnya tol itu disambut gembira berbagai kalangan. Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Sumbar mendukung penuh hadirnya jalan tol di Sumbar. Dan tentunya juga diharapkan dukungan masyarakat luas karena ujungujungnya akan berkaitan dengan masalah lahan masyarakat yang terkena pembangunannya. Begitu pula pemerintah daerah, hendaknya segera dapat mengantisipasi berbagai kendala yang diperkirakan akan muncul selama pekerjaan pembangunan jalan tol, seperti masalah hutan lindung dan juga pembebasan lahan masyarakat. Ketua DPD Organda Sumbar, Sengaja Budi Syukur dalam satu kesempatan menyebutkan, kehadiran jalan tol ini memang sudah mendesak, terutama untuk ruas jalan Padang-Bukittinggi yang semakin padat dengan kemacetan yang luar biasa. Selain itu, jalan tol identik dengan standar jalan Kelas I dengan Muatan Sumbu Terberat (MST) 10 ton, yang tentunya memberi ruang dari kendaraan barang untuk melintas dengan leluasa. Tidak terkendala lagi dengan pembatasan tonase. Keuntungan lainnya, melewati jalan tol dapat mempersingkat jarak dan waktu tempuh serta biaya yang dikeluarkan juga lebih murah. Dari hitung-hitungannya, walau lewat tol mesti bayar tetapi dengan waktu

tempuh yang lebih singkat tentunya biaya yang dikeluarkan lebih sedikit. “Padang-Bukittinggi luar biasa macetnya. Waktu tempuh menjadi 5 jam. Bila ada tol tentu bisa ditempuh hanya 1,5 jam. Walau mesti bayar tol tetapi menurut kita tetap saja lebih untung ,” kata Budi Syukur. Realisasi jalan tol itu tentunya tak terlepas dari dukungan seluruh pihak terkait. Masyarakat pemilik lahan yang terkena pembangunan jalan tol diminta dapat berunding dengan damai. Pemerintah daerah juga diminta pro aktif untuk menyelesaikan status hutan lindung bagi lokasi yang bakal terkena pembangunan. Pada intinya, berikan kenyamanan pada investor yang akan menanamkan sahamnya. Data di Dinas Perhubungan dan Kominfo Sumbar, akhir tahun 2010, volume kendaraan yang melintas pada ruas jalan Padang-Bukittinggi mencapai 18.000/hari sedangkan untuk ruas jalan BukittinggiPekanbaru sekitar 13.000/hari. Ditilik dari jumlah tersebut, sebenarnya daya tampung jalan tersebut masih memadai. Hanya saja pada titik-titik tertentu terjadi kemacetan akut yang sulit diurai. Akibatnya waktu tempuh menjadi lebih lama, bahkan hingga 3 kali lipat. Untuk itu kehadiran jalan tol bakal menjawab keluhan-keluhan masyarakat yang selalu terjebak dalam kemacetan. Kepadatan di jalan akan semakin berkurang. Kabar ini juga menggembirakan bagi kendaraan barang yang selama ini dibatasi muatannya. Sebab jalan tol adalah jalan Kelas I, kendaraan dengan MST 10 dapat melewatinya. ***

Tapi kondisinya jadi berbeda setelah gempa, justru jadi memungkinkan. Sehingga Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum sendiri menyatakan akan memberi bantuan teknis untuk rencana pembangunan jalan tol di wilayah Sumatera Barat. Bantuan teknis akan diberikan terkait persiapan penyusunan investasi infrastruktur, inisiasi, dan perumusan bussiness plan di wilayah tersebut. Seperti dikutip pers, Kepala BP Konstruksi Bambang Goeritno mengatakan bantuan teknis ditujukan agar penyusunan rencana dan pelaksanaan kegiatan pembangunan dapat terarah, dan target pembangunan dapat terealisasi sesuai rencana. “Bantuan teknis dimulai dari kajian rencana proyek, rencana kebutuhan investasi, dan kualitas konstruksi tentunya. Agar produknya berkualitas memuaskan,” ujar Bambang. Bantuan teknis ditujukan sebagai salah satu upaya untuk percepatan pembangunan proyek tol, di Sumatera Barat tersebut. Apalagi, kawasan itu membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, untuk perbaikan dan peningkatan ekonomi lokal. Bak sudah dibibir tepi cawan untuk menikmati jalan tol ini ketika gagasan jalan tol Sumbar ini pun direspon oleh Meneg BUMN Dahlan Iskan. Ketika hadir memperingati HUT PT Jasa Marga bulan Maret lalu, Dahlan menyinggung soal jalan tol Sumatera Barat itu. “Tahun

ini harus dimulai,” kata Dahlan Iskan optimis menjawab pers ketika itu. Yang dimaksud oleh Dahlan tahun ini dimulai itu adalah persiapan teknisnya, feasibility Study dan penyiapan Amdalnya. Termasuk merancang suprastruktur tentang bagaimana pola kemitraan yang akan dilaksanakan antara PT Jasa Marga dengan Pemprov masing-masing (Dahlan bicara dalam konteks jalan tol Sumatera) Dirut PT Jasa Marga Tbk, Adityawarman menyambut baik tantangan itu. “Dengan beberapa gubernur, kami sudah tandatangani MoU,” tuturnya. Sejumlah pemda itu, lanjutnya, antara lain, Sumatera Selatan, Pekanbaru, Sumbar, Sumatera Utara dan Lampung. Sementara Gubernur Irwan Prayitno mengatakan total anggaran rencana pembangunan jalan tol di wilayah Sumbar sampai perbatasan Provinsi Riau sekitar Rp10 triliun. Dari jumlah itu sebesar Rp400 miliar akan digunakan sebagai anggaran pembebasan lahan diperkirakan menghabiskan anggaran Rp400 miliar. Tapi karena membangun jalan tol tidak bisa hanya jalan saja tapi perlu ada kawasan komersialnya, maka masih diperlukan Rp800 miliar bagi pembelian kawasan komersial. Tahap awal konsorsium akan membuat analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan Studi Kelayakan (Feasibility Study/FS) yang

KAWASAN Aur Kuning yang macetnya bisa membikin stress

dibiayai dengan anggaran PT. Jasa Marga, artinya tanpa memerlukan sumber dari APBD provinsi. PT Jasa Marga Sumbar (JMS), konsorsium antara PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memplot lima proyek jalan tol di wilayah Sumatera Barat. Menurut Direktur Operasional Jasa Marga, Hassanudin, untuk identifikasi awal, baru Padang-Sicincin yang paling siap untuk , sehingga konsorsiumnya lebih dulu dibentuk. Empat lainnya masih terganjal lahan dan viability-nya,” kata Hassanudin. Lima ruas yang telah diidentifikasi konsorsium yaitu Padang-Sicincin sepanjang 28 kilometer (km), Sicincin-Padang Panjang 23 km, Padang Panjang-Bukit Tinggi 33 km, Bukit TinggiPayakumbuh 28 km, dan Payakumbuh-Riau 93 km. Menurutnya, ruas PadangSicincin dianggap paling siap menyusul ketersediaan lahan maupun anggaran pembebasan tanah dari Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten dan Kota. Selain itu, proyek tol tersebut dinilai memiliki tingkat kelayakan finansial yang memadai. “Dengan perhitungan ratarata lalu lintas harian di jalan arteri sebesar 28.000-33.000, jika 45% di antaranya saja masuk ke tol, dari sisi kelayakan finansial itu bisa masuk ke medium feasibility,” jelasnya.***


67 TAHUN PU MEMBANGUN RANAH MINANG

28 SECARA prinsip, irigasi dibangun dimaksudkan untuk mengantarkan air dari sumbernya ke lahan pertanian masyarakat. Irigasi berfungsi mendukung produktifitas usaha tani, terutama untuk persawahan menuju ketahanan pangan nasional. Perannya sangat vital, karena sekitar 81,4 persen produksi padi nasional bersumber dari daerah irigasi. Bagi Sumbar sendiri, fokus kegiatan Dinas PSDA pada pembangunan daerah diharapkan dapat menunjang program nasional surplus beras 10 juta ton pada 2014. Karena Sumbar ditargetkan menyumbang surplus beras 895.441 ton. Tahun 2012, Sumbar mendapatkan sejumlah paket pembangunan Daerah Irigasi (DI). Khusus yang penanganannya merupakan kewenangan pusat dan menjadi harapan masyarakat untuk segera dituntaskan adalah DI Batang Sinamar dan DI Batang Anai II. Kepala SNVT PJPA terkait Irigasi Rawa BWSS V, Surya Darma Hasyim menyebutkan, pembangunan Daerah Irigasi Batang Sinamar yang mulai dikerjakan tahun 2009, diperkirakan menelan anggaran Rp220 miliar. Pembangunan Tahap I periode 2009-2010 menghabiskan anggaran Rp67,5 miliar yang digunakan untuk pembuatan bendung induk. Sedangkan Tahap II dimulai 2011 dengan alokasi dana sebesar Rp150 miliar, digunakan untuk pembangunan saluran induk 1,6 km dan sekunder sepanjang 64,4 km serta 10 unit bangunan air. Pembebasan lahan dilakukan bertahap. Namun sampai saat ini lahan yang dapat dibebaskan baru sepanjang 5 km. Akibatnya pekerjaan terkendala pada 2012 ini. Kendala pembebasan lahan itu bukan berkaitan dengan masyarakat seperti yang umumnya terjadi selama ini. Sebab masyarakat cukup koopertarif. Masalahnya adalah UU No.2 tahun 2012 tentang pembebasan lahan untuk kepentingan umum yang tidak tegas. “Pekerjaan ini dikerjakan pada tahun jamak mulai 2009. Lahan pun dibebaskan secara bertahap setiap tahunnya. Bila bebas tahun ini, langsung kita usulkan anggaran pekerjaan fisik tahun depan. Tetapi untuk pembebasan bertahap ini, apakah dikategorikan baru melakukan proses pembebasan lahan atau sudah lama. Sebab UU membedakan antara proses pembebasan blahan baru dan yang lama. Ini yang belum duduk,” ujar Surya. Dikatakan, proyek irigasi ini mampu mengairi sawah masyarakat pada daerah irigasi seluas 3.200 hektar, yang berada pada dua kabupaten, masing-masing 2.900 hektar di Tanah Datar dan sisanya sekitar 300 hektar di Sijunjung. Begitu pula kelanjutan DI Batang Anai II. Dalam kasus ini murni

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

IRIGASI BATANG ANAI II

Bendungan Selesai, Lahan Terbengkalai

Bendungan Batang Anai, selain bermanfaat untuk pertanian juga bisa jadi obyek wisata yang menyejukkan pertentangan dengan masyarakat setempat tentang kepemilikan lahannya. Bahkan kasusnya bergulir di pengadilan. Meski putusan pengadilan sudah keluar, namun para pekerja belum berani memulai pekerjaan karena khawatir mendapat tantangan. “Proyek DI Batang Anai II terkendala akibat adanya sengketa kepemilikan lahan. Pengadilan sudah mengeluarkan putusannya, tetapi pekerjaan belum bisa

dilanjutkan karena pekerja khawatir adanya gangguan di lapangan. Sedangkan uang pembayaran ganti rugi dititipkan saja di pengadilan,” terang Surya. Pembangunan Irigasi Anai II dimulai tahun 2010 memanfaatkan loan Jepang Rp83 miliar. Kontrak kerjanya berakhir April 2013 mendatang. Rencananya pekerjaan ini dilanjutkan dengan memanfaatkan dana APBN 2013 hingga APBN 2015 dengan pagu Rp98 miliar.

“Bendung induk sudah selesai dikerjakan. Namun pembebasan lahan yang belum tuntas menyebabkan pekerjaan saluran induk dan saluran sekunder masih tertunda. Kita berharap, persoalan lahan ini cepat selesai sehingga pekerjaan dapat dilanjutkan,” katanya. Irigasi Anai II merupakan lanjutan dari Irigasi Anai I. Pembangunan Irigasi Anai I yang mampu mengairi sawah 6.764 hektar, sudah rampung tahun 1997 silam. Irigasi

Anai II akan mengairi sawah masyarakat seluas 6.840 hektar, yang sebagian besar merupakan sawah tadah hujan luas 3.739 hektar. Jika irigasi ini tuntas maka petani bisa turun ke sawah 2-3 kali setahun. Sumber airnya berasal dari Sungai Batang Anai dengan debit andalam 42 m3/detik, terdiri dari air Batang Anai sendiri 12 m3/detik dan outlet PLTA Singkarak 30 m3/detik. (***)

Perkara Jangan Terlantarkan Irigasi

Saluran irigasi Batang Anai II sedang dikerjakan

Berkat Irigasi, Padi Menjadi KEADAAN Topografi Kabupaten Padang Pariaman berupa daratan seluas 714,47 km2 atau 59,57 persen dari wilayah daratan merupakan daratan rendah dengan ketinggian antara 0 - 100 meter dari permukaan air laut, sedangkan yang lainnya merupakan daerah bergelombang dan berbukit yaitu dengan ketinggian 100 m sampai 1500 meter dari permukaan air laut. Daerah dataran rendah terletak pada bagian barat yang mendekati pantai, sedangkan daerah bergelombang dan dataran tinggi pada bagian timur dan sebagian bagian utara, dimana pada daerah perbatasan dengan Kabupaten Solok, Tanah Datar, dan Agam adalah merupakan daerah gugusan Bukit Barisan yang membujur sepanjang bagian barat Pulau Sumatera. Kawasan Kecamatan Batang Anai adalah sebagian besar yang akan menerima manfaat dari kehadiran irigasi Batang Anai. Padang Pariaman tercatat memiliki lahan sawah seluas 24.269 hektar di tahun 2010. Sebanyak 77,34 persen dari total luas lahan sawah tersebut sudah menggunakan irigasi sebagai sistem pengairan, sedangkan sisanya masih merupakan sawah non irigasi. Dengan jumlah lahan sawah seluas 24.269 hektar tersebut, data BPS dua tahun

silam mencatat bahwa produksi padi di daerah ini mencapai sebanyak 255.208,85 ton. Angka produksi ini menurun sebesar 4,48 persen dibanding tahun sebelumnya. Penurunan tersebut disebabkan turunnya rata-rata produksi padi dibanding tahun 2009 dari 5,27 ton perhektar pada tahun 2009 menjadi 4,93 ton perhektar pada tahun 2010, padahal luas panen mengalami peningkatan dari 49.774 ha pada tahun 2009 menjadi 51.735 hektar pada tahun 2010. Produksi tanaman palawija lain selama tahun 2010 mengalami peningkatan. Produksi jagung mengalami peningkatan sebesar 5,16 persen dibanding tahun 2009. Produksi Ubi kayu meningkat sebesar 14,38 persen, ubi jalar meningkat sebesar 171,97 persen, kacang kedelai meningkat sebesar 1,93 persen, kacang hijau meningkat sebesar 114,29 persen dan kacang tanah meningkat sebesar 21,73 persen. “Kami sangat terbantu dengan adanya irigasi ini, sehingga kami hanya memikirkan bagaimana mengatur pola tanam, bisa belajar teknologi pertanian untuk meningkatkan hasil tani ,” tutur Ali Nurdin petani di Lubuk Alung. Ayah empat anak itu meyakini bahwa kehadiran sebuah irigasi tidak dimaksudkan untuk merugikan masyarakat tetapi sebaliknya. “Jadi kalau ada yang mengatakan mengalami kerugian karena

DALAM sebuah kesempatan berkunjung ke irigasi ini, Ketua Komisi III DPRD Sumbar, HM. Nurnas, meminta Pemkab Padang Pariaman dan masyarakat pengguna (petani) memperhatikan dan mengawasi irigasi ini, sehingga nantinya tidak cepat hancur dan tidak membuat rakyat di daerahnya tidak sensara. Dan keinginan menjadikan daerah tersebut jadi lumbung pangan jadi tak tercapai. “Kita itu minta keseriusan Bupati Padang Pariaman mengawasi setiap proyek strategis yang ada di daerahnya,” ucap Ketua Komisi III DPRD Sumbar HM. Nurnas, ST didampingi Saidal Masfiyuddin, SH, Zulkifli Jailani, SH, H. Buzarman Budi, ST serta bebrapa pejabat dinas PSDA Sumbar, dan Balai Bendungan Ditjen PSDA Kementerian Pekerjaan Umum perwakilan Sumbar, saat meninjau bendungan irigasi batang anai II di jorong Asam Pulau Kenagarian Pasie Laweh, Kecamatan Lubuh Alung itu belum lama ini. Nurnas menyebutkan hal itu lantaran ketika berkunjung ke sana pada pertengahan 2012 dalam areal irigasi melihat masyarakat juga menambang pasir dan batu. Mestinya kata Nurnas, dalam areal irigasi tidak boleh ada kegiatan seperti itu. Tapi kemudian oleh Bupati Padang Pariaman langsung diantisipasi dengan cara menurunkan Satpol PP mengawasi irigasi itu agar masyarakat tidak melakukan pengerukan pasir dalam areal irigasi. DPRD merespon juga laporan bahwa ada kendala dalam pelaksanaan proyek irigasi besar ini yakni perkara tanah yang bersengketa. karena ada sekitar 200 Meter aliran bendung yang akan dilewati masih bermasalah dan perkaranya masih bersekenta di pengadilan waktu itu. “Kalau berperkara silahkan saja, tapi saya harap bendungan yang dibangun untuk masyarakat ini hendaknya jangan terkendala pula. Silahkan berperkara tapi biarkanlah pekerjaan bendungan terus dilaksanakan. Karena bila nanti perkaranya selesai, silahkan uang ganti ruginya yang akan dititipkan di pengadilan diambil uang nya sudah kok, jangan sampai kembali pula ke pusat,” tutur M. Nurnas. Untuk itu, Nurnas juga minta Wali Nagari dan Bupati Padang Pariaman bisa duduk bersama dengan masyarakat setempat guna menyeleseikan kisruh 200 Meter tersebut, sehingga pekerjaan menyelesaikan proyek tersebut berjalan lancar. Pada beberapa daerah semangat untuk menjaga infrastruktur publik yang sudah itu memang masih ada yang lemah. Akibatnya pisik proyek jadi cepat rusak, bahkan terpaksa direhab belum pada waktunya. “Ini tentu merugikan negara,”

Talang air irigasi Batang Anai II tengah dibangun

PROFIL IRIGASI BATANG ANAI Daerah Irigasi Batang Anai terletak di Kabupaten Padang Pariaman berjarak + 35 km ke arah utara Kota Padang, meliputi Kecamatan Lubuk Alung dan Kecamatan Batang Anai. Dan di Kota Pariaman, yaitu Kec. Sintuk Toboh Gadang, Ulakan Tapakis, Nan Sabaris dan Pariaman Selatan. ‰ Bendung 1 unit (00 38’ 19,74" LS; 1000 20’ 13,84" BT) ‰ Saluran Induk 8.430 m ‰ Saluran Sekunder 50.784 m ‰ Saluran Pembuang 33.594 m

Menteri PU Joko Kirmanto saat berkunjung ke irigasi Batang Anai >> Editor : Eko Yanche

>> Penata Halaman : Syahrizal


67 TAHUN PU MEMBANGUN RANAH MINANG

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

29

PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN

Menggandeng PKK untuk Rumah Sehat PERUMAHAN menjadi persoalan pokok dalam hidup manusia. Namun tidak semua orang beruntung bisa memiliki rumah sendiri. Meski telah menikah, namun mereka masih tetap menumpang di rumah mertua atau orang tua. Tidak ada yang janggal bila wanita Minang yang sudah bekeluarga menetap di rumah orang tuanya. Tetapi jamaknya dewasa ini, setiap orang yang sudah menikah apalagi sudah memiliki anak, mereka akan berupaya hidup mandiri dan tinggal di rumah sendiri. Meski kadang rumah yang ditinggali itu tidak layak disebut sebagai rumah, seperti tidak punya pintu kamar, tidak punya jendela, atap dan dinding bocor dan kekurangan lainnya. “Berdasarkan data yang kita miliki, sedikitnya 200.000 rumah di Sumbar tidak layak huni. Selain tidak memenuhi unsur kesehatan seperti tidak punya jendela, pintu dan lainnya juga luas rumah tidak sebanding dengan jumlah penghuninya karena sangat sempit,” kata Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman Dinas Prasjal Tarkim Sumbar, Ir.Fachruddin. Pemprov Sumbar pun meluncurkan program perbaikan rumah tidak layak huni ini. Tahun 2012, melalui APBD Sumbar dialokasikan dana Rp3 miliar untuk perbaikan 500 unit rumah, tersebar di seluruh kabupaten/

kota di Sumbar, kecuali Mentawai. Diharapkan dengan program ini, tingkat kemiskinan dapat diturunkan. Dinas Prasjal Tarkim sebagai pelaksana kegiatan menggandeng PKK Sumbar dan berbagai instansi lainnya. Sebab kaum ibu ini memiliki basis massa di tingkat akar rumput yang tahu persis siapa saja masyarakat yang rumahnya tidak layak huni dan patut mendapat bantuan. Mereka pun mengusulkan calon penerima bantuan. Selain itu, usulan perbaikan rumah juga disampaikan RT, RW, Lurah dan secara berjenjang akan diteruskan ke pihak kabupaten dan provinsi. Usulan ini kemudian diverifikasi untuk menilai layak atau tidak untuk mendapatkan bantuan. Nilai bantuan untuk perbaikan rumah tidak layak huni ini nilainya memang tidak besar, hanya Rp6 juta/unit. Bantuan ini sifatnya sebagai dana stimulan yang diharapkan akan ada tambahan dari partisipasi dan swadaya sanak keluarga penerima bantuan. Biasanya, ketika perbaikan selesai nominal yang ditelan untuk perbaikan itu lebih dari Rp10 juta. “Bantuan yang kita berikan tidak banyak, hanya Rp6 juta/unit karena memang sifatnya stimulan. Tetapi kita mengharapkan swadaya dari keluarga besar penerima bantuan,” katanya.

Perbaikan rumah yang dilakukan difokuskan pada atap, lantai dan dinding. Para pekerja sering menyebutnya ALADIN. Sedangkan kriteria rumah yang diperbaiki harus memenuhi unsur kecukupan luas. Setiap orang itu membutuhkan ruang rumah minimal 9 m2. Bila anggota keluarga 4 orang, maka minimal rumahnya adalah tipe 36 m2. Selain itu rumah yang diperbaiki juga memenuhi kecukupan kualitas dengan arti, bahan bangunan dan cara mengerjakannya sesuai dengan standar pekerjaan yang ditetapkan. Terakhir, rumah itu harus memenuhi syarat kesehatan, memiliki pintu, jendela dan kamar atau ruang pembatas. “Kita sering menemukan rumah itu tidak memiliki pintu. Warga antusias menerima bantuan jalan lingkungan Hanya selembar kain pintu saja pembatas ruang itu. Hal ini sangat tidak baik bagi perkembangan anggota keluarga,” katanya. Tahun 2013, nilai bantuan sedikit meningkat menjadi Rp7,5 juta/unit. Program ini juga didukung dengan dana APBN 2012 melalui Kementerian Pekerjaan Umum untuk 2.000 rumah tersebar di Dharmasraya, Padang Panjang, Pesisir Selatan dan Kabupaten Solok. Sedangkan tahun 2013, APBN mengalokasikan dana untuk perbaikan 6.000 unit rumah tidak layak huni di Sumbar.*** TP PKK SUmbar meninjau rumah yang akan dibantu di Pariaman

Infrastuktur juga Ditingkatkan BAGI masyarakat di pedesaan yang minim infrastuktur, juga mengalir bantuan untuk perbaikan taraf hidup mereka, seperti jalan lingkung, drainase, MCK dan air bersih. Begitu pula untuk kawasan pemukiman potensial, seperti kawasan wisata dan kawasan tertinggal perbatasan. “Kawasan yang menjadi

sentra produksi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan lainnya juga kita bantu perbaikan infrastukturnya. Sehingga produksi pertanian dan lainnya itu dapat diangkut dengan kendaraan roda empat ke pasar. Biaya yang dikeluarkan puntentu lebih murah,” terang Fachruddin. Program ini juga bertu-

juan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan. Anggaran yang diplot untuk peningkatan infrastuktur pemukiman potensial ini pada APBD Sumbar 2012 sebesar Rp41 miliar dengan 104 titik lokasi. Minimnya infrastuktur di pedesaan menjadi salah satu kendala bagi perbaikan

Calon penerima bantuan rumah sehat yang akan dibangun bersama TP PKK

ekonomi masyarakat setempat. Meski hasil bumi melimpah, namun bagaimana cara mengangkutnya ke pasar. Bila sampai di pasar, maka biaya angkut yang dieluarkan cukup besar menyebabkan petani tak bisa menikmati keuntungan. Salah satunya adalah kawasan Sungai Janiah, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam. Lokasi ini merupakan kawasan wisata potensial. Namun akses menuju lokasi amat terbatas. Promosi wisata pun tak kan bisa mendongkrak tingkat kunjungan wisata. “Sungai Janiah terkenal dengan ikan saktinya. Tetapi akses jalan menuju lokasi wisata ini amat minim. Bila ingin mendongkrak kunjungan Ketua TP PKK Sumbar bersama warga setelah meninjau calon wisata, maka jalan menuju penerima bantuan perumahan ke sana harus ditingkatkan,” katanya. Selain kawasan potensial, peningkatan jalan lingkung dan drainase pemukiman juga mendapat perhatian. Tetapi dengan catatan, masyarakat miskin yang ada di kawasan itu menjadi penerima manfaat. (***)

Jalan lingkungan di komplek Grya Elok yang dibangun Bidang Perumahan Pemukiman.

Infrastruktur berupa jalan lingkungan di Sungai Janiah Agam

TIM PENYAJI SUPLEMEN HARBAK PU KE-67: EKO YANCHE EDRIE (PROJECT OFFICER) SYAMSU RIZAL, DEVI DIANI, MARYADI, SRIMULYATI, ICOL, & HARIDMAN >> Editor : Afrianita

>> Penata Halaman : Jefli


67 TAHUN PU MEMBANGUN RANAH MINANG

30

DAK, Perbaiki Irigasi Rusak A

GAKNYA paket pekerjaan irigasi yang memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2012 lebih beruntung dibanding yang lainnya. Sebab pekerjaan berjalan lancar dan sudah terealisasi 100 persen. Tahun 2012, tersedia DAK Rp11 miliar untuk rehab. Diantara pekerjaan rehab yang menonjol adalah DI Bandar Pekonina dan DI Suliti (Solok Selatan), DI Batang Selo (Tanah Datar), DI Sangkir Garagahan dan DI Gumarang (Agam) dan DI Banda Gadang (Kabupaten Solok). Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar Ali Musri didampingi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) DAK 2012 Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi Rawa dan Pengairan lainnya Yenwar menjelaskan, irigasi yang direhab itu umumnya mengalami kerusakan baik rusak berat maupun rusak sedang. Kerusakan ini terjadi karena letak irigasi ini yang berada di kaki perbukitan dan rawan longsor. Sebagian besar saluran airnya masih saluran tanah, sehingga air yang dialirkan tidak optimal sampai ke sawah. Untuk itu perlu dibuatkan saluran permanen. Sebagian lagi saluran irigasinya sudah tua, bagian

bawahnya keropos dan bocor sehingga sebagian air hilang terserap tanah dan tidak optimal sampai ke sawah. Irigasi ini sangat dibutuhkan masyarakat, karena sebagian sawah besar sawah disekitarnya merupakan sawah tadah hujan. Dengan adanya irigasi ini maka petani bisa turun ke sawah 2-3 kali setahun. Seperti Irigasi Bandar Pekonina yang direhab dengan pagu anggaran Rp1,9 miliar. Daerah irigasi yang diairinya 1.250 hektar. Tetapi saluran airnya masih berupa saluran tanah. Agar air lancar mengalir ke sawah dan tidak diserap tanah maka perlu dibuat saluran permanen. “Namun belum semua saluran bisa dibuat permanen karena terbatasnya alokasi anggaran. Tahun 2013, pekerjaan rehab masih akan dilanjutkan pada saluran yang belum diberi pasangan,” kata Yenwar. Sedangkan DI Batang Suliti dengan pagu dana Rp1,8 miliar, bagian bawah salurannya sudah bocor dan keropos dimakan usia. Secara bertahap dibuatkan saluran permanen. Namun sebagian lagi masih saluran tanah. Secara bertahap, seluruh saluran tanah itu akan ditingkatkan menjadi saluran per-

manen. Tahun 2012, sisi kiri dan kanan saluran dipermanenkan sepanjang 6 km pada sisi kanan dan 6 km pada sisi kiri. Sisanya akan dilanjutkan pada anggaran 2013. “Pekerjaan juga masih akan berlanjut tahun depan, karena pasangan saluran itu dilakukan pada titik-titik tertentu mengingat sulitnya medan, karena salurannya berada di tebing bukit. Irigasi Batang Suliti ini mampu mengairi DI 1.450 hektar,” katanya. Selanjutnya rehab DI Batang Selo dengan pagu dana Rp1,8 miliar. Panjang salurannya mencapai 37 km. Sama seperti DI lainnya, sebagian besar saluran masih berupa saluran tanah dengan medan yang sulit. Tahun 2012, rehab dilakukan untuk pembuatan saluran permanen sepanjang 870 meter. Sisanya akan dilanjutkan tahun depan dengan alokasi anggaran Rp3,8 miliar. Nasib yang nyaris sama juga dialami irigasi Sangkir Garagahan dengan DI luas 1.031 hektar, irigasi Gumarang dengan DI luas 1.195 hektar dan irigasi Banda Gadang dengan DI 1.525 hektar. Irigasi ini mengalami kerusakan baik ruska berat hingga sedang. (***)

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

Tahun 2012, tersedia DAK Rp11 miliar untuk rehab. Diantara pekerjaan rehab yang menonjol adalah DI Bandar Pekonina dan DI Suliti (Solok Selatan), DI Batang Selo (Tanah Datar), DI Sangkir Garagahan dan DI Gumarang (Agam) dan DI Banda Gadang (Kabupaten Solok). Ini saluran-saluran irigasi yang direhab dengan menggunakan dana alokasi khusus tersebut, sangat membantu bagi petani di nagari-nagari

IRIGASI BATANG LIKI

Membantu Petani Solok Selatan KEHADIRAN irigasi Batang Liki di Jorong Kampung Baru Nagari Alam Pauh Duo sangat membantu masyarakat tani di nagari setempat. Irigasi yang dibangun melalui program provinsi ini mampu mengairi 800 ha sawah. Kehadiran irigasi bagi petani merupakan kebutuhan yang prioritas. Hal itu disampaikan Juliadi, Ketua Kelompok Tani Tunas Harapan I di jorong setempat menyebutkan, sejak adanya irigasi di jorongnya dapat meningkatkan perilaku turun ke sawah ditingkatkan. “Kami biasanya turun ke sawah dua kali setahun, tetapi itu tidak begitu lancar karena kekurangan air,” kata Juliadi. Ia menceritakan, sebelum ada irigasi Batang Liki Pekonina itu, masyarakat kesulitan mengairi sawah karena menunggu musim penghujan. Walaupun demikian, area sawah masyarakat tidak pernah menganggur. “Dulu, masyarakat tani di sini menunggu musim hujan untuk

turun ke sawah. Ada irigasi tradisional tetapi tidan mencukupi. Akibatnya, sawah yang tidak terairi ditanami tanaman kacang goreng atau tanaman lainnya. Pokoknya, tidak ada lahan yang nganggur, karena memang masyarakat di sini adalah petani,” ungkapnya. Ia mengatakan, kelompok tani yang diketuainya memiliki 450 ha sawah yang akan diairi dengan irigasi tersebut. Dengan adanya irigasi itu, poktan Tunas Harapan I berencana mengembangkan pengusaha tani. “Pertanian di sini sudah lancar, kami turun ke sawah tiga kali setahun. Oleh karena itu, kami berencana mengembangkan usaha pertanian. Jadi, poktan kami tidak hanya menjadi petani, tetapi lebih dari itu, pengusaha tani,” terangnya. Walinagari Alam Pauh Duo Zainal Abidin mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sumbar dan DPRD Provinsi sudah memperhatikan keadaan masyarakat tani

yang ada di nagarinya. Ia berharap, lebih banyak lagi proyek dari provinsi untuk nagarinya, umumnya Kabupaten Solok Selatan. Ia mengatakan, ada tiga jorong yang akan diairi dengan irigasi itu. Yaitu, Jorong Pekonina, Kampung Baru, dan Sapan Sari, dengan total lahan pertanian mencapai 800 ha. Untuk kelancaran pemanfaatan irigasi itu, ada yang perlu diperbaiki sekitar 300 meter dengan anggaran sekitar Rp150 juta lagi. “Ada tali bandar yang perlu diperbaiki sepanjang 300 meter. Dikhawatirkan airnya akan terhalang karena tanjakan diujung bandar irigasi yang dibangun. Kalau bisa, dianggarkan kembali dengan anggaran paling tidak menghabiskan Rp150 juta. Selain irigasi Batang Liki, Pemprov Sumbar juga membangun irigasi Ulu Suliti. Pembangunan dua irigasi ini diharapkan dapat meningkatkan perilaku panen sehingga hasil panen dapat ditingkatkan.***

>> Editor : Eko Yanche

>> Penata Halaman: Syahrizal


67 TAHUN PU MEMBANGUN RANAH MINANG

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

31

Para sopir alat berat mengikuti training, agar safe

Di daerah bencana, alat berat Prasjal Tarkim juga siaga

PERALATAN DAN BAHAN JALAN

Siaga Penuh 24 Jam

Kabid Peralatan & Bahan Jalan Riswijaya diantara alat-alat PU JALAN milik provinsi yang panjangnya 1.150 km perlu dipelihara secara rutin agar dapat tidak cepat rusak dan bisa digunakan sesuai usianya. Biaya pemeliharaan rutin ini pun tidak murah, mencapai Rp50 juta/km. Sumbar sendiri secara bertahap terus meningkatkan alokasi biaya pemeliharaan rutin ini. Bila sebelumnya dialokasikan Rp19 juta/ km, maka untuk tahun 2013 mendatang dianggarkan dalam APBD Sumbar sebesar Rp30 juta/km. Untuk menunjang kegiatan pemeliharaan yang dilakukan, kelengkapan peralatan pun disiagakan. Peremajaan peralatan juga terus dilakukan agar tersedia peralatan sesuai kebutuhan. Masa-masa sulit pernah dirasakan ketika peralatan sudah tua dan tidak lengkap. Mereka harus meminjamnya ke Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional . “Meminjam peralatan itu harus antri pula karena mereka di wilayah balai juga menggunakannya, sementara kita juga harus segera bekerja. Itu problem yang dulu kami alami. Sekarang tidak lagi, karena alat kita sudah lengkap dan sudah pula diremajakan,” kata Kepala Bidang Peralatan dan Bahan Jalan, Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman Sumbar Ir.Riswijaya. Saat ini Dinas Prasjal Tarkim

memiliki sejumlah peralatan untuk Unit Pemeliharaan Rutin (UPR) dan alat berat lainnya, seperti 2 unit Motor Grader, 3 unit Wheel Loader, 3 unit Dump Truck, 9 unit Compressor, 2 unit Backhoe Loader, Loader 2 unit, Buldozer 1 unit dan Exavator 1 unit. Tahun depan, diperoleh pula tambahan 5 unit Dump Truck dan Truck Crane 5 unit. Sedangkan bahan jalan yang tersedia 8 unit jembatan panel, 4,5 unit diantaranya sedang dipakai. Jembatan panel ini merupakan bantuan BNPB untuk mengantisipasi bencana alam yang menyebabkan jembatan rusak. Jembatan darurat yang bisa dibongkar pasang ini akan digunakan jelang jembatan permanen selesai diperbaiki, sehingga akses masyarakat dengan dunia luar tidak terputus. Begitu pula keberadaan peralatan jalan, tidak hanya digunakan untuk kegiatan rutin pemeliharaan saja. Tetapi alat ini juga disiagakan untuk penanganan bencana alam berkoordinasi dengan instansi terkiat, alat segera dikerahkan memulihkan situasi darurat. “Semua kegiatan itu kita lakukan swakelola. Artinya, seluruh personil di Bidang Peralatan dan Bahan Jalan ini mesti siaga. Bahkan ditetapkan 12 petugas untuk selalu siaga 24 jam. Tenaga mereka sangat dibutuhkan untuk mengoperasikan seluruh peralatan

itu. Karena itu pula, selalu ada petugas piket yang siap terjun ke lapangan,” terang Riswijaya. Dikatakan, dengan pekerjaan swakelola, pihaknya tidak tergantung lagi pada kontraktor. Namun kemampuan sumber daya manusia (SDM) harus terus ditingkatkan. Sebab mereka harus bisa mengoperasikan seluruh peralatan itu. Khusus alat berat, sebagian sudah dilengkapi dengan teknologi informasi, seperti GPS. Sehingga keberadaan alat berat itu dapat dideteksi setiap saat. Pemeliharaan rutin jalan provinsi itu dikerjakan oleh 9 Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Setiap PPTK bertanggung jawab mengerjakan 100-120 km. Ketangkasan petugas swakelola ini mendapat apresiasi dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI saat menangani pemeliharaan rute Tour

de Singkarak (TdS) dan penghargaan dari Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Selain pemeliharaan rutin, Bidang Jalan juga menangani pemeliharaan berkala. Jalan provinsi yang mengalami rusak sedang tidak bisa lagi diatasi dengan pemeliharaan rutin. Untuk tahun 2013, diusulkan pemeliharaan berkala untuk ruas jalan PantiSimpang Empat (Pasa-man), SulikiKoto Tinggi (Lima-puluh Kota), Lubuk Selasih-Surian (Kabupaten Solok) dan Tanjung AmpaluSitangkai (Tanah Datar). “Kita dapat alokasi anggaran untuk pemeliharaan berkala pada APBD 2013 sebesar Rp9 miliar, yang kita bagi dalam 2 paket wilayah kerja masing-masing Wilayah I Pasaman-Limapuluh Kota dan Wilayah II Tanah DatarKabupaten Solok,” katanya. (***)

Jembatan panel seperti ini bagian dari keseharian Bidang Peralatan dan Bahan Jalan, siaga terus 24 jam

RUAS JALAN PROVINSI SK.Gubernur No: 620-285-2007

NO NO RUAS 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54.

007 008 008.11K 008.12K 010 011 012 014.1 014.2 014.3 018 020 025 028 031 033 034 035 035.K 035.11K 035.12K 036 036.11K 037 037.11K 037.12K 038.1 038.11K 038.21K 038.2 039 040 044.11K 044.12K 044 054.1 055 056 068 069.11K 069.12K 069 070 070.11K 070.12K 071.K 071 072 073 074 075 076 078 079

NAMA RUAS Simancung-Tj.Ampalu Tj.Ampalu-Bts.Kota Sijunjung Jln.Imam Bonjol (Sijunjung) Jln.M.Yamin (Sijunjung) Simp.Sikabau-Simp.Koto Baru Simp.Koto Baru-Tj.Simalidu Simp.Koto Baru-Junction Lbk.Selasih-Surian Surian-Simp.Pdg.Aro Simp.Pdg.Aro-Bts.Jambi Inderapura-Ma.Sakai Tapan-Bts.Jambi Manggopoh-Pdg.Luar Sicincin-Kurai Taji Panti-Simp.Empat Simp.Empat-Sasak Air Balam-Air Bangis Kb Kerambil-Bts.Bt.Sangkar Batas Kota-Bt.Sangkar Jln.A.Yani/S.Hatta (Bt.Sangkar) Jln.Sudirman (Bt.Sangkar) Baso-Bts.Kota Bt.Sangkar Jln.Hamka (Bt.Sangkar) Bts.Bt.Sangkar-Guguk Cino Jln.Suprapto, Benteng, Sutoyo (Bt.Sangkar) Jln.Malaka-Bts.Bt.Sangkar Guguk Cino-Bts.Sawahlunto Jln.M.Yamin (Sawahlunto) Jln.Sawahlunto-M.Kalaban Guguk Cino-Sitangkai Sitangkai-Tj.Ampalu Jln.A.Yani (Payakumbuh) Jln.M.Yamin (Payakumbuh Bts.Payakumbuh-Sitangkai Junction-Abai Siat Sijunjung-Tnh.Badantung Simp.Pdg.Aro-Lbk.Gadang Pdg.Sawah-Kumpulan Jln.Veteran (Payakumbuh) Jln.Tan Malaka (Payakumbuh) Bts.P’kumbuh-Suliki-Kt Tinggi Bt.Sangkar-Ombilin Jln.Imam Bonjol (Bt.Sangkar) Jln.Lintas Ke Ombilin Jln.Dt.P.Nan Sabatang (Solok) Bts.Kota Solok-Alahan Panjang Lubuk Basung-Sungai Limau Psr.Baru-Alahan Panjang Teluk Air Putih-Talao-Abai Siat Simp.Duku -Bts.Kota-Pariaman Pkl Koto Baru-Sialang-Gelugur Simp.Koto Mambang-Balingka

Total Panjang Jalan Provinsi >> Editor : Eko Yanche

PANJANG (km) 10,94 14,06 2,65 4,24 29,45 12,23 5,45 62,58 65,22 34,05 7,50 25,4 69,43 16,44 74,23 20,60 12,60 15,71 5,50 2,05 4,00 34,41 5,00 10,41 0,85 3,95 9,10 15,35 5,45 2,18 14,97 18,50 1,40 3,49 43,96 12,28 4,46 18,91 36,50 0,80 3,70 42,35 12,88 1,60 4,10 1,30 48,16 31,10 50,00 89,50 29,55 50,30 42,20 10,90 1.153,94 >> Penata Halaman : Syahrizal


32

67 TAHUN PU MEMBANGUN RANAH MINANG

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

PENGENDALIAN BANJIR

Menjinakkan Sungai dengan Normalisasi

T

opografi Sumatera Barat yang berbukit dan memiliki banyak gunung api aktif, menyebabkan Sumbar rentan dilanda banjir, tanah longsor atau galodo, gempa bumi dan tsunami maupun abrasi pantai. Pemerintah telah berupaya maksimal untuk meminimalisir dampak bencana yang timbul dengan penangananan yang terintegrasi, antara konstruksi fisik maupun non fisik. Kepala Dinas PSDA Sumbar Ali Musri didampingi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai, Syafril Daus menjelaskan, khusus penanganan fisik pengendalian banjir tahun anggaran 2012, ada beberapa paket kegiatan, diantaranya pengendalian banjir Batang Maransi-Banda Lurus (Padang), pengendalian banjir Batang Tiku-Antokan (Agam), pengendalian banjir Batang Mangor (Padang Pariaman), pengendalian banjir Batang Tampunik dan pengendalian banjir Batang Sumpur (Pasaman). Pengendalian Banjir Banda Lurus dan Batang Maransi Normalisasi Banda Lurus (Padang), mulai dikerjakan Desember 2012 dengan pagu dana Rp35 miliar. Tahun 2012 dialokasikan dana Rp2 miliar, untuk pekerjaan yang dimulai dari jembatan By Pass Aia Pacah hingga bagian

hilir Kantor Camat Naggalo. Untuk menghubungkan Banda Lurus dengan sungai Batang Balimbiang, maka dibuat sungai buatan sepanjang 600 meter. Pekerjaan ini ditargetkan selesai 2014 . Sehingga pusat pemerintahan Kota Padang dan pemukiman di kawasan Aia Pacah tidak akan banjir lagi karena air diserap Banda Lurus. Sungai ini akan dilebarkan hingga 30 meter dengan panjangnya hingga 2,2 km. Pada sisi kiri dan kanan sungai akan dibuat jalan inspeksi untuk memudahkan akses masyarakat ke berbagai tempat. “Normalisasi Banda Lurus ini adalah jawaban dari keluhan masyarakat setempat yang sering kebanjiran. Banda Lurus tak mampu lagi menampung air di saat hujan lebat. Lebar sungai ini hanya 4-5 meter, sementara daerah resapan air terus saja berkurang karena semakin banyaknya perumahan di sekitar Air Pacah,” katanya. Berbarengan dengan itu, normalisasi Batang Maransi atau Batang Latung sepanjang 3,5 km juga akan dikerjakan. Anggarannya memanfaatkan dana APBN 2013. Sungai ini akan dilebarkan hingga 25 meter, dimulai dari aliran sungai dekat Universitas Baiturrahmah hingga ke Tunggul Hitam. Aliran Banda Lurus dan Batang Maransi ini nanti akan samasama menyatu dengan Batang Balimbiang.

PENGENDALIAN Batang Mangor “Kegiatan normalisasi Batang Maransi juga untuk mengurai banjir yang selalu meresahkan masyarakat setempat,” katanya. Karena itu pihaknya minta dukungan seluruh pihak terkait terutama masyarakat setempat, agar normalisasi

Banda Lurus dan normalisasi Batang Maransi berjalan lancar, tidak ada hambatan. Pengendalian Banjir Batang Tampunik Pengendalian banjir ini tepatnya berada di lokasi timbunan longsor Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman.

Akibat gempa 2009 silam, sungai tertimbun hingga 2 km panjangnya begitu pula 3 unit irigasi masing-masing Daerah Irigasi (DI) Bandar Baru I dan II luas 300 hektar dan DI Cumanak 75 hektar. Pekerjaan dimulai tahun 2010 silam dengan dana APBD

BATANG Tampunik ketika masih ‘jinak’

JIKA sungai sudah dikendalikan, bisa jadi obyek wisata

BANTARAN Batang Mangor mulai dibangun

PENGENDALIAN Batang Tampunik

Sumbar sebesar Rp11 miliar. Proyek dengan pagu dana Rp18,6 miliar ini ditargetkan akhir Desember 2012 selesai. Yang pasti, lokasi yang dulunya sangat menyeramkan itu, kini telah berubah menjadi sangat indah. “Lokasi ini pun menjadi kawasan wisata baru bagi

masyarakat. Mereka memanfaatkan air sungai yang jernih itu sebagai tempat pemandian. Seperti menyambut bulan puasa, masyarakat menjadikannya sebagai salah satu lokasi balimau .Dan yang paling penting, masyarakat sudah bisa ke sawah lagi dan ke ladang,” katanya.

>> Penata Halaman: Syamsul Hidayat


67 TAHUN PU MEMBANGUN RANAH MINANG

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

33

PSDA, Air untuk Rakyat

BENDUNG Batang Sinamar memberikan harapan baru bagi masyarakat di Lintau dan sekitarnya

P

ERGERAKAN di sektor pertanian, perikanan, peternakan dan perkebunan bahkan kehutanan tidak bisa dilepaskan dari peranan penting pembangunan infrastruktur yang terkait dengan Pengendalian Sumber Daya Air (PSDA). Di situ dengan terang benderang diketahui pentingnya irigasi, pengenadilan sungai, pengadaan air bersih dan seterusnya. Menyadari ini Dinas Pemberdayaan Sumber Daya Air (PSDA) di bawah pimpinan Ali Musri, terus membangun beberapa bendungan dan saluran irigasi, embung, chekdam dan pengendalian banjir serta normalisasi sungai di berbagai daerah di Sumatera Barat selama lima tahun belakangan. Pembangunan irigasi itu antara lain, Irigasi Batang Tongar Kabupaten Pasaman Barat yang mengariri sawah seluas 6.644 rampung dibangun tahun 2009 dengan biaya Rp 103 milyar. Irigasi Batang Hari, Kabupaten Dharmasraya mengairi sawah hampir 10 ribu hektare telah selesai tahun 2008 dengan biaya Rp 1.095 milyar. Penyempurnaan

daerah irigasi Panti Rao Kabupaten Pasaman yang mengairi sawah seluas 8.300 hektare pada tahun 2009 dengan biaya Rp. 160 milyar. Tahun 2010 juga dikerjakan proyek daerah irigasi (DI) Batang Anai II, Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman untuk mengairi sawah seluas 6.840 hektare, dengan plafon biaya tahun 2010 sebesar Rp. 18 milyar. Kemudian pembangunan bendungan dan irigasi Batang Sinamar Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, untuk mengairi sawah seluas 3.600 hektare. Terdiri dari sebuah bendungan, saluran primer 1,6 kilometer, dan beberapa bangunan pendukung. Disamping itu sejak tahun 2005 telah dilakukan perbaikan jaringan irigasi di 30 daerah irigasi lintas kabupaten kota mencapai 10.576 hektare, kemudian diikuti pemelirahaan jaringan irigasi seluas 35.541 hektare. Dengan perbaikan itu sawah hasil panen sawh rakyat meningkatkan antara 4 dan 4,5 ton/ hekatare atau menghasilkan beras sekitar 200 ribu ton tiap musim tanam. Program-program yang sangat intensif dilaksanakan sejak 2006 itu

telah mencapai peningkatan, perbaikan dan pemeliharaan jaringan irigasi lintas kabupaten kota (irigasi wewenang provinsi) pada 3 daerah irigasi dengan total luas 50.875 hektare dengan produksi rata-rata 4,5 ton/ hektare atau total 228.938 ton pada setiap musim tanam. Selama Tahun 2007 dilakukan penambahan jaringan irigasi teknis sepanjang 1.500 m dan perbaikan fungsi jaringan sepanjang 7.593 meter antara lain di daerah irigasi Batang Anai untuk 6.840 hektare sawah. Kemudian dilakukan peningkatan debit air jadi 1 (satu) liter/ detik perhekatare di beberapa daerah irigasi 35.541 hektare sehingga mampu mengairi 46.889 hektare sawah dengan produksi 211.001 ton beras. Sukses ini menempatkan

NASIB IRIGASI BATANG HARI

Bendung Rampung, ke Sawahpun Urung

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono bersama ibu negara Ani Yudhoyono menanam padi di Pulau Punjung saat peresmian bendung Batang Hari 13 Desember 2008. Sayangnya semangat bertani padi tidak terlalu mengusik petani setempat, mereka lebih suka berkebun TAPI ternyata tidak semua fungsifungsi irigasi di daerah maksimal dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bertani padi. Persoalannya terletak pada sosialisasi dan penyuluan di luar sektor PU. Ambil contoh misalnya irigasi Batanghari yang mampu mengairi sedikitnya 18.000 hektar sawah rakyat, namun masyarakat Dharmasraya ternyata tidak banyak tertarik menggarap sawahnya. Mereka lebih berminat berkebun sawit yang diperkirakan lebih menguntungkan secara ekonomi. Padahal, irigasi megah tersebut dibangun sesuai dengan keinginan masyarakat setempat yang saat itu sangat membutuhkan air untuk mengairi sawahnya. Dan irigasi ini mulai dibangun secara bertahap sejak 1998 hingga selesai dan diresmikan pemakaiannya pada 2008 silam oleh Presiden Yudhoyono. Kata Kepala Dinas PSDA Ali Musri, Dinas yang dipimpinnya tak dapat berbuat banyak bila akhirnya irigasi tersebut tidak dapat dimanfaatkan dengan optimal. Apalagi pengelolaan irigasi tersebut kini langsung ditangani

pemerintah pusat bersama Pemkab Dharmasraya, sedangkan Pemprov Sumbar hanya berperan dalam monitoring saja. Dikatakan, pemerintah terus berupaya agar keberadaan irigasi tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. Dan upaya untuk mencetak sawah juga terus dilakukan. Namun masyarakat tetap tidak tidak berminat

Kelompok P3A Kuranji Sepakat DI. Gunung Nago, Kec. Kuranji, Kota Padang, juara II P3A Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2007 di Bandung. Perbaikan dan peningkatan fungsi jaringan irigasi terus dilakukan tiap t a h u n . Perbaikan dan pemeliharaan jaringan irigasi pada 40 daerah irigasi seluas 62. 000 hektare dan 35.541 hektare tahun 2009 berdampak pada peningkatan produksi padi di Sumatera barat sehingga mampu mencapai angka 2.060.220 ton. Masuk akal jika tahun 2010 lalu target produksi padi Sumatera Barat sudah mencapai 2,2 juta ton. Dalam usaha peningkatan pendapatan petani pula sejak tahun

untuk menggarap sawahnya. “Saya lebih suka berkebun, karena dari dulu memang terbiasa berkebun,” kata Amran (51) warga di sekitar bendung Batang Hari itu. Saat ini irigasi Batanghari hanya mengairi sawah seluas 7.800 hektar, dan 1.000 hektar diantaranya berada di provinsi Jambi. Sedangkan debit airnya cukup banyak mencapai 80 m3/ detik, tetapi yang digunakan untuk kegiatan pengairan hanya sekitar 25,6 m3/detik. Dan untuk saat ini optimaliasi pemanfaatan irigasi Batanghari diarahkan untuk kegiatan perikanan. Padahal pembangunan irigasi Batanghari itu berawal dari keinginan masyarakat setempat yang kala itu sangat membutuhkan air untuk mengairi sawahnya. Di daerah itu terdapat sedikitnya 4.000 hektar sawah masyarakat yang butuh pengairan. Untuk mengairi sawah, masyarakat sangat mengandalkan keberadaan sebuah pompanisasi. Pompa ini dibangun tahun 1978 silam dan hanya mampu beroperasi maksimal selama 15 tahun. Karena itu, keberadaan sebuah irigasi yang permanen sangat dibutuhkan masyarakat. Namun seiring perjalanan waktu, mata pencaharian masyarakat setempat mulai bergeser. Awalnya mereka sangat tergantung pada hasil pertanian terutama bercocok tanam padi maka mereka mulai melirik pekerjaan lain seperti berkebun sawit atau bekerja sebagai buruh sawit. Akibatnya, saat pembangunannya rampung dan diresmikan pemakaiannya tahun 2008, keberadaan irigasi ini sudah tidak menjadi kebutuhan lagi. ***

Bendung Batang Hari di Kabupaten Dharmasraya yang diresmikan Presiden pada tahun 2008 yang silam.

2006 hingga tahun 2009 Dinas PSDA juga membangun 19 bangunan penampung air, semacam waduk yang menampung air dari celah perbukitan yang disebut embung. Selain berfungsi sebagai sumber air pertanian dan sumber penduduk embung juga juga berguna menahan ledakan air di perbukitan yang sering menimbulkan galodo. Daya tampung embung beriksar antara 5 ribu hingga 150 ribu meter kubik air. Embung itu tersebar di Kabupaten Pesisir Selatan , Agam, Tanah Datar, Limapuluh Kota, Sijunjung, Dharmasraya dan Kabupaten Solok. Total daya tapung seluruh embung mencapai 810.850 meter kubik air. Masih untuk menyelamatkan areal pertanian dan pemiman penduduk dari banjir dan galodo tahun 2009 dan 2010 juga telah dibangun chakdam Batang Tampo Kabupaten Tanah Datar dengan biaya Rp 6,043 milyar, chekdam Batang Lumpo, Kabupaten Pesisir Selatan dengan biaya Rp 4,554 milyar. Dalam waktu yang bersamaan dibangun pula pengendalian banjir dan normalisasi aliran sungai dan pengamanan pantai. Misalnya pengendalian banjir Batang Tiku Tahap II, Kabupaten Agam dengan biaya 10,27 milyar. Di Kabupaten Padang Pariaman dibangun pengendalian banjir Batang Gasan, senilai Rp 11,373 milyar dan Pengendalian Banjir Batang Kamumuan senilai Rp 5 milyar. Pembangunan banjir kanal Batang Painan Kabupaten Pesisir Selatan senilai Rp 7,643 milyar. Bagi Sumbar sendiri, fokus kegiatan Dinas PSDA pada pembangunan daerah diharapkan dapat menunjang program nasional surplus beras 10 juta ton pada 2014. Karena Sumbar ditargetkan menyumbang surplus beras 895.441 ton. Tahun 2012, Sumbar mendapatkan sejumlah paket pembangunan Daerah Irigasi (DI). Khusus yang penanganannya merupakan kewenangan pusat dan menjadi harapan masyarakat untuk segera dituntaskan adalah DI Batang Sinamar dan DI Batang Anai II. Menurut Kepala Dinas PSDA, Ali Musri, pembangunan Daerah Irigasi Batang Sinamar yang mulai dikerjakan tahun 2009, diperkirakan menelan anggaran Rp220 miliar. Pembangunan Tahap I periode

2009-2010 menghabiskan anggaran Rp67,5 miliar yang digunakan untuk pembuatan bendung induk. Sementara tahun ini juga tersedia DAK Rp11 miliar untuk rehab. Diantara pekerjaan rehab yang menonjol adalah DI Bandar Pekonina dan DI Suliti (Solok Selatan), DI Batang Selo (Tanah Datar), DI Sangkir Garagahan dan DI Gumarang (Agam) dan DI Banda Gadang (Kabupaten Solok). “Irigasi yang direhab itu umumnya mengalami kerusakan baik rusak berat maupun rusak sedang,” kata Ali Musri didampingi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) DAK 2012 Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi Rawa dan Pengairan lainnya Yenwar. Tapi tidak semua proyek lancar saja di lapangan. “Ada juga kendalanya, terutama soal lahan yang masih bermasalah dan belum dituntaskan oleh Pemda setempat,” ujar Ali. Ia mencontohkan kendala pada dua paket proyek irigasi tahun jamak. Keduanya adalah rehab Daerah Irigasi Gunung Nago (Padang) dan rehab bendung dan jaringan DI Batang Dareh (Limapuluh Kota) Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Tahun Jamak Dinas PSDA Sumbar tahun anggaran 2012, Amrinas,ST dan PPTK Wilayah Utara Nurman, mengatakan Irigasi Gunung Nago ini mampu mengairi 2.097 hektar sawah masyarakat di sekitarnya. Perbaikannya mulai dikerjakan Agustus 2011 pada tahun jamak dengan anggaran mencapai Rp23 miliar. Sepanjang ruas jalan itu, ada satu titik lokasi sepanjang 30 meter yang hingga kini belum dibebaskan Pemko Padang karena belum tercapai kesepakatan nilai ganti ruginya. Akibatnya di lokasi ini saluran irigasinya terpaksa terhubung kembali ke saluran yang lama. Sementara rehab bendung dan jaringan DI Batang Dareh (Limapuluh Kota), juga terkenda lahan. Pembuatan bendung baru di Limapuluh Kota tidak bisa direalisasikan karena lahan belum bebas. Pemkab Limapuluh Kota berdalih tidak ada dana untuk pembebasan lahan. DI Batang Dareh mulai dibangun September 2011 lalu dan ditargetkan selesai 31 Desember 2014 mendatang dengan anggaran Rp11, 996 miliar. ***

IRIGASI Batang Anai ketika masih dikerjakan pada kondisi September 2012

Lewat Irigasi Rezeki Mengalir BAGAIMANA ‘membaca’ succes story peranan PSDA? Tidak cukup hanya dengan melihat pisik proyek irigasinya saja. Tetapi mesti dilihat dari dampak langsung pembangunan irigasi dan proyek-proyek pengairan lainnya. Sepanjang dua tahun terakhir perekonomian Sumatera Barat bangkit kembali setelah dilanda gempa. Sebenarnya efek gempa tidak terlalu mempengaruhi produksi, karena umumnya pusat produksi itu ada di bagian tengah Sumbar, bukan di daerah pantai yang banyak dilanda gempa. Pasar-pasar di pelosok provinisi ini hampir semua kebutuhan pangan bisa didapatkan. Beras misalnya, jumlahnya melimpah dalam berbagai jenis dan kualitas. Begitu juga jagung, sayur-mayur, kacang-kacangan dan umbiumbian. Tak heran jika kini nyaris tak terdengar lagi keluhan kekurangan bahan pangan. Padahal sebagian besar produk pertanian itu mengalir ke pasar-pasar di provinsi tetangga. Peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat memang bertumpu pada pertanian. Maklum 60% dari 4,456 juta

penduduk Sumatera Barat, atau 639.700 kepala keluarga (KK) dari 1.052.100 KK adalah keluarga petani. Diantaranya, terhimpun dalam 7.887 kelompok tani menggarap 238.342 hektare lahan padi sawah. Selama lima tahun terakhir petani terus dibina, dibekali pengetahuan dan keterampilan disamping dukungan teknologi dan perlatanan mesin pertanian, bantuan pupuk, dan penyediaan benih. Mereka didampingi 1.726 tenaga penyuluh, 176 pengamat hama penyakit, 28 orang pengawas benih dan 157 mantri pertanian. Kemudian dilengkapi lima unit laboratorium dan empat unit brigade pelindung tanaman dengan bebergai perlatan dan 108 balai peenyuluh pertanian. Dan tentu saja, kehadiran irigasi teknis dan non-teknis sangat berperan sekali dalam rangka meningkatkan produksi pertanian tersebut. Daerah yang tadinya tidak produktif menjadi produktif seperti di daerah irigasi Panti Rao dan Batang Hari yang terasa sekali manfaatnya oleh masyarakat. Ambil contoh saja produksi jagung Sumatera Barat yang mengalami peningkatan. >> Editor : Eko yance

Tahun 2006 produksi 202.298 ton, dua tahun berikutnya meningkat jadi 223.233 ton dan 351.843 ton. Tahun 2009 sudah mencapai 410.090 ton. Tahun 2010 mencapai 453.878 ton. Daerah penghasil utama jagung adalah Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Pasaman Barat. Hasil tanaman pertanian lainnya juga mengalami kemajuan yang cukup besar. Kacang tanah misalnya, rata-rata setiap tahun Sumatera Barat menghasilkan lebih 10 ribu ton, kacang hijau sekitar 11 ribu ton, sekitar 114 ton, ubi jalan sekitar 150 ribu ton, pisang sekitar 75 ton, manggis sekitar 21 ribu ton, jeruk sekitar 26 ribu ton, salak sekitar 3 tonm, markisa sekitar 60 rtibu ton, kentang 35 ribu ton, tomat sekitar rata-rata 28 ribu ton, bawah merah 20 ribu ton, wortel sekitar 12 ribu ton, kubis 80 ribu ton, produksi cabe rata-rata 37 ribu ton setahun. Panjang ceritanya untuk melihat dampak dari kehadiran berbagai irigasi yang dibangun oleh Dinas PSDA di berbagai daerah. Yang jelas, hasilnya adalah irigasi tak sekedar mengalirkan air tetapi mengalirkan rezeki petani.*** >> Penata Halaman: Irvand


34

67 TAHUN PU MEMBANGUN RANAH MINANG

JALUR ALTERNATIF DI LINTAS TENGAH

Sicincin - Malalak, tak Satu Jalan Bukittinggi

PEKERJA tengah mengaspal jalan disaksikan penduduk setempat

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

JALAN Sicincin-Malalak terus dibenahi, agar pengguna jalan nyaman melintas di jalur alternatif ini. Sehingga kepadatan arus lalu lintas PadangBukittinggi lewat Lembah Anai, dapat dikurangi. Namun pada beberapa titik badan jalan ini belum dilebarkan. Begitu pula penggantian jembatan belum seluruhnya dilakukan. Tahun 2012 ini, dialokasikan anggaran Rp12,5 miliar untuk penggantian 7 unit jembatan lama dari 11 jembatan yang ada. Jembatan yang diganti itu masingmasing Jembatan Koto Mambang, Jembatan Sungai Paman, Jembatan Sungai Nabu, Jembatan Kelok I, Jembatan Kelok II, Jembatan Sungai Janiah dan Jembatan Malalak. Sisanya 4 jembatan lagi akan diganti tahun anggaran 2013 dengan alokasi dana Rp100 miliar, bersamaan dengan penuntasan pembebasan lahan untuk badan jalan dan pelebaran jalan di kawasan Batu Apit. “Saat ini, pengguna jalan harus hati-hati bila melewati rute ini, karena masih ada penyempitan badan jalan dan kemudian masuk ke jembatan lama,” kata Kepala Dinas Prasjal Tarkim Sumbar Suparapto didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wilayah Padang Panjang dan sekitarnya BBPJN II, Ir. Desman. Persoalan pembebasan lahan masih mewarnai pembangunan 7 unit jembatan ini. Meski berat, akhirnya ketujuh jembatan tersebut bisa diselesaikan dan pengguna jalan sudah dapat memanfaatkan jembatan dengan lebar 9 meter termasuk trotoar. “Untuk penggantian 4 jembatan lagi, telah diusulkan untuk dikerjakan tahun 2013 dengan alokasi dana sekitar Rp5 miliar. Tahun 2013 juga akan dikerjakan pelebaran Bukit Apit yang rawan longsor dengan meratakan bukit,”

ujar Desman. Pembangunan Sicincin-Malalak telah dimulai sejak 2006 silam dengan panjang mencapai 40 km. Namun sampai kini belun juga selesai. Alasan utamanya adalah pembebasan lahan. Pemkab Agam dan Pemkab Padang Pariaman kewalahan mengupayakan pembebasan lahannya. Dana sebesar Rp2,5 miliar yang tidak terserap hingga akhir tahun anggaran 2011 lalu, terpaksa kembali ke pusat. Padahal jalan ini sangat besar manfaatnya. Tiga kali lebaran, tahun 2010, 2011 dan 2012, jalan ini menjadi pilihan untuk mengurai kemacetan Padang-Bukittinggi lewat Lembah Anai. Badan jalan Sicincin-Malalak sangat mulus. Perkuatan sisi kiri kanan jalan terutama di Kawasan Batu Apik dengan betonisasi setinggi 30 cm, sudah selesai dikerjakan. Alam sekitarnya masih asri, tak kalah dengan suasana di kawasan Lembah Anai. Apalagi bila kawasan peristirahatan (rest area) di KM 21 Sicincin-Malalak sudah direalisasikan, perjalanan yang menyenangkan. Bila ruas jalan Sicincin-Malalak selesai dikerjakan, pembangunannya bakal dilanjutkan dengan ruas jalan Balingka-Ngarai Sianok yang juga penuh dengan pemandangan alam mengagumkan. Apalagi kedua daerah itu akan dihubungkan dengan sebuah jembatan indah yang panjangnya mencapai 500 m. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam beberapa kesempatan mengatakan, pelebaran jalan alternatif Sicincin-Malalak tetap akan dilanjutkan walau tidak ada lagi alokasi dana dari APBN. Meski demikian tetap diupayakan bisa menggaet APBN. Ruas jalan itu sangat strategis untuk mengurai kemacetan Padang-Bukittinggi di kawasan Lembah Anai. Tetapi yang lebih penting bukan soal angarannya melainkan pembebasan lahannya harus dituntaskan dulu. “Kita akan lanjutkan pelabaran jalan Sicincin-Malalak. Bila pusat tidak menganggarkan lagi, kita akan biayai dengan APBD Sumbar. Tapi yang terpenting saat ini adalah pembebasan lahannya dituntaskan dulu,” katanya.

Masyarakat: Percepatlah Jalan ini Pak! MAYORITAS masyarakat kecamatan mencapai ratusan juta rupiah pada satu Malalak meminta agar pembangunan titik, kan terlalu mahal, namun jalan lintas Sicincin-Malalak-Balingka pemerintah terus melakukan negosiasi (Simaka) dipercepat karena mereka untuk menyelesaikan masalah tersesudah terlalu lama menunggu, padahal but” kata Bambang. banyak diantara mereka yang telah Disebutkan lagi oleh Bambang, konmenyerahkan tanahya untuk pem- disi jalan Simaka saat ini secara umum bangunan jalan tersebut. cukup baik, hanya ada beberapa baMenurut salah seorang tokoh gian yang sempit, beralas tanah dan masyarakat Malalak Drs. Sabir, jalan sejumlah jembatan sedang dalam peSimaka merupakan impian warga 4 ngerjaan dinas PU provinsi Sumbar. Wanagari yang ada di kecamatan Malalak lau masih ada kendala di sejumlah titik, sejak dulu, karena jalan tersebut pengerjaan jalan itu terus berlangsung. diharapkan dapat membuka keteri”Pada awal-awal pembukaannya soliran daerah itu. Sementara pemba- dulu memang banyak bagian tebing ngunannya berjalan lamban dan pada ruas jalan itu yang labil, tersendat-sendat. sehingga sering terjadi longsor, tetapi ”Memang masih ada kendala dalam pembangunananya yaitu belum tuntasnya uang penggantian terhadap sejumlah warga yang tanahnya terpakai untuk jalan, tetapi kalau warga itu dan pemerintah sama-sama memahami bahwa keberadaan jalan Simaka akan membawa dampak positif terhadap kemajuan sosial ekonomi Malalak maupun Agam bahkan Sumbar sekalipun dan penyelesaiannya dilakukan dengan BELUM disepakati penggantian serius pasti dapat disetanah yang ada mushalla. lesaikan, tidak ada kusut yang tidak akan selesai di negeri ini” kata Sabir. Ditambahkannya, masyarakat kini kondisinya semakin membaik, Malalak pada umumnya bermata bahkan dalam musim hujan sekarang pencaharian sebagai petani sawah dan tidak ada bencana longsor pada ruas kebun kulit manis, sekarang dengan jalan tersebut, mungkin dulu itu telah dibukanya jalan Simaka dan tebingnya baru dikeruk tentu lakian ramai dilalui kendaraan, maka bil”ungkap Bambang. telah banyak warga yang membuka Jalan Simaka yang melewati usaha warung pada tempat tertentu, wilayah Agam meliputi kecamatan warga petanipun semakin mudah Malalak dan Ampek Koto yakni dari membawa hasil taninya ke pasar. Tandikek ke Balingka sepanjang 30,9 ”Setelah jalan itu selesai seluruh- km, sekitar 11 km lagi melewati nya Malalak juga berpotensi dikem- kabupaten Padang Pariaman. bangkan sebagi daerah wisata karena Menurut camat Ampek Koto Drs. memiliki pemandangan alam yang Herman, dengan kondisi sekarang, indah dengan udara gunung Singgalang walaupun pembangunan jalan itu yang sejuk” sebut tokoh itu yang juga belum tuntas, telah banyak kendaraan seorang guru. yang melewatinya, sehingga membawa Sementara itu mantan camat dampak positif terhadap masyarakat Malalak yang kini Kepala Badan di pintu gerbang Simaka di Balingka, Penanggulangan Bencana Daerah Agam, dimana makin ramai bertumbuhan Drs. Bambang Warsito kepada Haluan warung-warung sebagai tempat perSelasa(11/12)mengatakan, masalah singgahan bagi pengguna jalan. penggantian tanah yang megganjal Bagi lalu lintas Padang-Bukitkelancaran pembangunan jalan Simaka tinggi, jalan Simaka merupakan jalan terdapat pada sekitar 9 titik. akternatif yang memperpendek hu”Persoalannya warga pemilik tanah bungan dan merupakan jakan altermematok harga penggantian terlalu natif jika ada bencana dan kemacetan tinggi, ada yang meminta penggantian di sekitar lembah anai.

JALAN yang telah dilebarkan tetapi masih sempit pada bagian jembatan yang belum diganti

GUBERNUR Sumbar Irwan Prayitno saat meninjau jalan Sicincin-Malalak terkesima dengan pemandangan alamnya yang indah >> Editor : Eko Yance

>> Penata Halaman: David Fernanda


KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

67 TAHUN PU MEMBANGUN RANAH MINANG

Sumbar Bangkit, Gedung Baru Dibangun Lagi Satu persatu gedung pemerintah yang rubuh akibat gempa 2009, dibangun kembali. Sebagian dibangun memanfaatkan dana APBD Sumbar dan sebagian lagi dengan dana BNPB. Pembangunan dilakukan bertahap sejak 2010, diawali pembuatan Detail Engineering Desaign (DED). Sedangkan pekerjaan fisik dimulai 2011. Akhir 2012 ini, ditargetkan penyelesaian pembangunan kembali 10 unit gedung. Gedung yang tengah dikebut pengerjaannya itu adalah gedung Dinas Prasjal Tarkim, Escape Building Kantor Gubernur Sumbar, gedung Bappeda Sumbar, gedung Kejaksaan Tinggi, gedung Dinas Peternakan, gedung Perpustakaan di Jalan Diponegoro, Mapolda Sumbar, Pasar Raya Padang, RS M.Djamil Padang serta gedung Satkorlak PB Sumbar. Rumah sakit Dr. M.Djamil merupakan salah satu prioritas mengingat fungsinya sebagai rumah sakit rujukan. “Bagaimana pun apabila terjadi gempa, rumah sakit itu pasti menjadi tempat yang paling dicari untuk mendapatkan pertolongan medis bagi korban bencana. Jadi rumah sakit itu mesti jadi prioritas kita untuk menyelesaikannya. KOnstruksinya harus dibuat sedmikian rupa,” kata Gubernur Irwan Prayitno. Rumah sakit diperlukan untuk melayani para korban yang sudah dievakuasi. Di banyak peristiwa gempa di dunia, rumah sakit adalah titik paling banyak jadi perhatian beberapa saat setelah gempa terjadi. Bangunanbangunan rumah sakit yang dibuat dengan konstruksi prima biasanya selamat dari guncangan, tetapi yang konstruksinya tidak kuat maka akan mengalami banyak kerusakan. Ini berdampak pada pasien yang sedang di rawat di sana dan untuk calon pasien yang berasal dari

wilayah evakuasi. Tak jarang kemudian tenda-tenda menjadi pilihan bagi rumah sakit untuk menampung pasienpasiennya pada pascagempa itu. Itulah sebabnya RS M. Djamil masuk dalam prioritas 1 untuk rehabilitasi gedunggedung penting di Sumatera Barat. Kepala Dinas Prasjal Tarkim Sumbar Suprapto didampingi Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Lingkungan Firman Dalil menjelaskan, perbaikan dan pembangunan kembali gedung pemerintah yang rusak akibat gempa 2009 diawali dengan memanfaatkan dana APBD Sumbar sebesar Rp50 miliar dan BNPB Rp32,5 miliar. Secara resmi, pembangunan fisik gedung pemerintah di launching bertepatan dengan 2 tahun gempa 2011 lalu, dimulai dengan pembangunan gedung Dinas Prasarana Jalan dan Tata Ruang Sumbar dan Bappeda Sumbar. Saat bersamaan juga dibangun 6 gedung lainnya yaitu Mapolda Sumbar, Kejaksaan Tinggi Sumbar, RSUP M Djamil Padang dan Pasar Raya Padang. Pembangunan 6 gedung ini memanfaatkan bantuan Arab Saudi Rp394 miliar. “Secara bertahap gedung pemerintah yang rusak akibat gempa 2009 sudah kita bangun kembali. Saat ini masih tersisa 18 gedung lagi yang akan diperbaiki,” terang Suprapto. Gedung yang belum dibangun itu diantaranya DPKD, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pendidikan, Badan Ketahanan Pangan, Dinas Perkebunan, Badan Kesbang Linmas Dinas Pertanian dan Kantor Gubernur Baru (main building), UPTP Dinas Prasjal Tarkim, Badan Perpustakaan dan Arsip, Asrama Diklat Padang Besi dan Crisis Center BPBD. Sedangkan Kantor Gubernur Rumah Bagonjong, Dinas ESDM, Gedung Wanita, gedung KPU dan LKAAM Sumbar akan dilakukan perkuatan (retrofitting). “Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan dan perbaikan itu diperkirakan mencapai Rp484 miliar. Anggarannya kita usulkan untuk ditampung di APBN 2013,” katanya. ***

35

Gedung PU yang runtuh akibat gempa 2009, Dinas Prasjal akan berusaha membangunnya kembali

PRESIDEN SBY ketika mengunjung RSUP M Djamil setelah gempa 2009 menekankan agar rehabilitasi gedung rumah sakit ini diprioritaskan.

Escape Building, Gedung Percontohan Ramah Gempa

GUBERNUR Irwan Prayitno ketika meresmikan pemakaian Escape Building, berharap agar para pegawai kantor gubernur bisa memanfaatkan dan merawat gedung ini dengan sebaik-bainya.

SALAH satu gedung yang tengah dikerjakan saat ini adalah Escape Building, disamping Kantor Gubernur Sumbar. Pembangunannya dimulai 2011 lalu dengan total dana Rp66 miliar. Ditargetkan awal 2013 gedung ini sudah bisa digunakan. Lantai 1, 2 dan 3 digunakan sebagai perkantoran sedangkan lantai 4 dan atap sebagai selter yang dilengkapi helipad. Sejak Oktober tahun ini para pegawai di kantor Gubernur mulai agak lega setelah selama dua tahun duduk bersempit-sempit lantaran berada di kantor darurat. Maklum setelah gempa, banyak ruangan di kantor gubernur itu yang tidak layak dipakai. Pada puncak bangunan dibiarkan lepas begitu saja. “Itu untuk tempat evakuasi apabila warga dan pegawai tidak bisa berlari ke tempat yang lebih tinggi di kawasan Kuranji,” kata Soeprapto. Gedung Bappeda Sumbar juga sedang dikerjakan dengan dana Rp24 miliar dari BNPB. Selanjutnya pembangunan kantor Kejaksaan Tinggi Sumbar Rp47 miliar dari dana BNPB, pembangunan gedung Dinas Peternakan Sumbar Rp19 miliar dari APBD Sumbar serta gedung rawat jalan dan poliklinik RS M Djamil Rp67 miliar dari BNPB. Keempat bangunan ini ditargetkan selesai akhir 2012. “RS M Djamil juga akan selesai akhir tahun ini. Poliklinik dan ruang rawat jalan

ESCAPE building ketika masih dalam tahap penyelesaian itu dapat digunakan awal tahun depan,” tambah Firman. Pembangunan Pasar Raya Padang Rp64,5 miliar, juga tuntas akhir tahun ini. Namun gedung Polda Sumbar agaknya masih tertunda penyelesaiannya karena dana yang dialokasikan Rp50 miliar, tidak cukup. Masih dibutuhkan tambahan dana Rp56 miliar lagi. Usulan ini juga sudah diajukan ke APBN 2013. Sedangkan gedung Perpustakaan di Jalan Diponegoro direncanakan selesai 2013. Pembangunannya dengan sistim tahun jamak menggunakan APBD Sumbar Rp24 miliar. Kantor Satkorlak PB Sumbar dengan anggaran Rp7 miliar, juga ditargetkan selesai tahun depan. Pembangunannya dimulai tahun ini dengan dana Rp2 miliar.

Gedung Dinas Prasjal Tarkim juga dibangun bertahap mulai 2010. Untuk penyelesaian pembangunannya dibutuhkan anggaran sedikitnya Rp70 miliar. APBD Sumbar pada tahun jamak 2010 dan 2011 telah mengalokasikan dana Rp35,5 miliar. Gedung ini menggunakan pondasi khusus isolator (seismic base isolation) dan dirancang mampu menerima goncangan gempa berkekuatan 10 SR. Di saat gedung lain sudah rubuh diterjang gempa maka gedung ini menjadi satusatunya yang masih berdiri. “Diperkirakan gedung PU ini selesai akhir 2013 mendatang. Sebab pembangunannya dirancang mampu menerima goncangan gempa berkekuatan 10 SR,” terang Suprapto. (***)

>> Editor : Atviarni

>> Penata Halaman: Rahmi


67 TAHUN PU MEMBANGUN RANAH MINANG

36

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

Kelok Sembilan sebelum (kiri) dibangun jembatan layang dan Kelok Sembilan (kanan) setelah dibangun jembatan layang

Kelok Sembilan, Landmark di Timur Sumbar Jalan berliku di Kelok Sembilan menjadi kenangan bagi siapa saja yang dari dulu hingga kini senantiasa melintas di kedua provinsi Sumbar - Riau. Eksotik dan mengesan, tapi kini lebih cantik lagi. KELOK Sembilan lebih dari sekedar infrastruktur, tetapi ia juga boleh dibilang sebagai landmark Sumatera Barat. Dalam berbagai dokumen promosi wisata, pemandangan di jalan yang memiliki sembilan bengkolan itu senantiasa disertakan. Tetapi belakangan faktor desakan ekonomi membuat sekedar

indah saja saja tak cukup, jalur di lintas provinsi (Sumbar-Riau) itu dianggap memperlambat mobilitas orang, barang dan jasa. Karenanya perlu diringkaskan tanpa membuang keindahan. “Kita hanya memperindah dengan jalan alternatif yang juga tak kalah indahnya,” kata Kepala Dinas Prasjal Tarkim, Soprapto didampingi Yohanes. Itulah sebabnya sejak zaman Kepala PU Sumbar Sabri Zakaria yang diinspirasi oleh Gubernur Hasan Basri Durin ketika itu, kelok sembilan perlu direvitalisasi. Ia harus menjadi bagian dari penambahan dan pemudahan akses jalan ke timur dalam rangka ‘menoleh ke timur’ sebab pergerakan ekonomi Sumatera ini memang menuju ke arah timur. Pembangunan jalan itu diteruskan oleh Hedyanto W Husaini, Dody Ruswandi dan

sekarang oleh Soeprapto. Kolomnis dan wartawan senior, Fachrul Rasyid pernah menukilkan dalam tulisannya bahwa ketika Belanda belum dapat memasuki Pangkalan, mereka mencoba mengusai jalur perdagangan Sarilamak - Pangkalan, Taratak Buluh, Palalawan dan pelabuhan sungai sepanjang Batang Kampar. Tapi tak mudah. Pasukannya kesulitan menembus hutan belantara dan jalur sungai yang berliku-liku dan berhutan lebat. Maka, sekitar tahun 1932 Belanda membangun jalan raya Sarilamak – Pangkalan melintasi Kelok Sembilan melalui rodi atau kerja paksa. Dari Pangkalan Belanda terus membangun jalan dan terowongan Rantau Berangin di bibir Batang Kampar, (disebut lubang kalam, sejak tahun 1996 ditenggelamkan waduk PLTA Koto Panjang). Kemudian dilanjutkan ke

KELOK SEMBILAN

Mempercepat Mobilitas Menuju Asia Pasifik

Pra pejabat Sumatera Barat diajak oleh Kepala Dinas Prasjal Tarkim Soeprapto meninjau kondisi terakhir Kelok Sembilan menjelang dioperasionalkan JEMBATAN layang Kelok 9 sudah direncanakan sejak 1995 saat Kepala Kanwil Pekerjaan Proyek Kelok Sembilan mempekerjakan sekitar 1.000 buruh harian, tanpa melibatkan tenaga ahli asing. Rancang bangunnya dikerjakan tim ahli pimpinan pakar jembatan Dr. Muntasir Nasir dari Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Konsultan teknik jembatan dikepalai Ir. Sarmayenti Sail, alumni Fakultas Teknik Universitas Andalas Padang tahun 1988, dari PT Virama Karya, Jakarta. Hingga rampung, jembatan Kelok 9 menghabiskan biaya sekitar Rp 225 milyar. Jalan layang itu di topang 30 pilar ukuran 3 x 10 meter dengan tinggi 6 hingga 50 meter. Ini adalah pilar tertinggi diantara jembatan

yang ada di Indonesia. Untuk menghindari ancaman gaya guling digunakan jangkar tanah berdiameter 15 meter yang dicor hingga menyatu dengan cadas pada dinding tebing. Berfungsinya jembatan K-9 secara tak sengaja akan mendorong perkembangan Kota Sarilamak, yang disiapkan Bupati 50 Kota dr. Alis Marajo sebagai ibukabupaten 50 Kota pengganti Payakumbuh. Bupati dr. Alis Marajo telah merintis pembangunan ibukabupaten baru itu sejak tahun 2003. Jika rampung, Kota Sarilamak akan menjadi kota Sumatera Barat pertama ditemui dari arah Riau. Sarilamak akan berpotensi untuk berkembang karena bertetangga langsung dengan objek

wisata alam Lembah Harau dan Lembah Lubuk Bangku. Jembatan Kelok 9 juga diharapkan memotivasi Pangkalan Kotobaru menjadi kota satelit yang paling dekat dengan perbatasan Riau. Apalagi Pangkalan Kotobaru terletak di persimpangan jalan ke Kecamatan Kapur IX menuju Kabupaten Rokan Hulu dan jalan ke Kuntu Darussalam, Kabupaten Palalawan, provinsi Riau, yang juga telah dirintis Bupati dr. Alis Marajo. Terletak di bibir Danau PLTA Kotopanjang, Pengkalan berpotensi jadi pelabuhan wisata dan olahraga dayung, lomba perahu, perhau layar, olahraga memancing. Dengan demikian, Pangkalan Kotobaru bisa berkembang jadi kota transit angkutan darat dengan

Taratak Buluh sampai ke Logas, daerah yang dikenal sebagai tempat pembuangan. Usaha itu membuahkan hasil. Sejak terbukanya jalan raya Payakumbuh- Sarilamak, ke Pangkalan yang kemudian diteruskan ke Pekanbaru, Riau, hampir semua pelabuhan sungai dari Pangkalan Kotobaru- ke Palalawan hingga ke Kuala Kampar di pinggir Selat Makala jadi lumpuh. Belanda kemudian mengalihkan perdagangan dari aliran Sungai Kampar ke Sungai Siak yang berpusat di Pekanbaru. Melalui jalur darat inilah Pekanbaru kemudian berkembang sehingga dijadikan Belanda sebagai kota perdagangan ke Selat Malaka. Sejak itu peran jalan Kelok 9 semakin penting bagi perekonomian Minangkabau dan Sumatera Barat ke Riau. Arus lalulintas kendaraan dan

jumlah angkutan barang dan orang antara Sumatera Barat dan Riau terus meningkat dari tahun ketahun. Menurut penelitian Dinas Pemukiman dan Prasarana Jalan Sumatera Barat tahun 2002 jumlah kendaraan yang melintasi Kelok 9 pada hari-hari biasa mencapai 6.800 unit dan pada hari libur meningkat hingga 11.350 unit. Tiap tahunnya sekitar 28,5 juta ton barang Sumatera Barat, lebih dari 50% adalah hasil pertanian dan peternakan di angkut ke Riau lewat Kelok Sembilan. Dan, sekitar 15,8 juta orang setahun melintas di sana. Padahal jalan Kelok 9 peninggalan Belanda belum mengalami peningkatan Lebarnya cuma 5 meter dan jari-jari tikungan hanya 7,5 hingga 20 meter. Dan, tak mungkin diperlebar lagi karena jalan di perbukitan setinggi 80

meter dan rentang lurus sepanjang 300 meter itu persis terletak di antara dinding bukit dan jurang. Karena itulah sejak tahun 1990 jalan Kelok Sembilan yang melintasi Cagar Alam Air Putih dan Lubuk Bangku itu dinyatakan sebagai salah biang kemacetan yang sulit dilewati truk semi trailer atau bus ukuran besar. Untuk mengatasi kemacetan lalulintas di Kelok 9, maka sejak Oktober 2003 – 2009 dibangun jembatan layang sepanjang 5 kilometer. Terdiri dari enam ruas jembatan sepanjang 964 meter dan lebar antara 12,5 hingga 14 meter, diselang-selingi jalan layang sepanjang 4,4 kilometer dan empat tingkungan utama dengan jari-jari sekitar 50 meter sehingga mudah dilewati kendaraan truk triler dan bus ukuran besar berkecepatan 30 hingga 40 kilometer sejam.***

ratusan truk yang selama ini telah dimiliki pengusaha Pangkalan Kotobaru. Tahun Depan Pengerjaan tahap I Jembatan Kelok-9 (Sembilan) yang menghubungkan Sumatera Barat dan Riau telah diselesaikan sejak tahun 2011lalu, dan sudah bisa difungsikan. Namun Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto masih mempertimbangkan pemakaian keempat jembatan yang telah rampung tersebut. “Saya lebih cenderung untuk menyelesaikan terlebih dulu semuanya (keseluruhan pembangunan-red), tapi banyak pihak minta agar sebagian jembatan yang bisa difungsikan agar dipakai, nanti akan saya pertimbangkan,” kata Djoko pertengahan tahun ini saat mengunjungi Kelok Sembilan. Tahap I yang telah rampung tersebut meliputi 4 jembatan dengan total panjang 720 m Box Culvent 3x3 18 m 2 unit dan jalan sepanjang 1950 m (2 jalur dan 2 arah). Sedangkan Tahap II yang saat ini sedang dalam pengerjaan meliputi pembangunan Jembatan sepanjang 250 m dan jalan sepanjang 1000 m (2 jalur dan 2 arah). Djoko Kirmanto minta agar pembangunan tahap II ini dapat diselesaikan pada bulan Desember 2012, meskipun ada tender-tender yang di sanggah. “Akhir tahun ini kan ada tendertender kita yang disanggah, jadi mungkin penyelesaiannya agak mundur, tapi saya tetap kejar Kepala Balai, satker (Satuan Kerja), PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) agar selesai bulan Desember 2012, tapi jalau tidak selesai awal tahun (2013) kita resmikan,” tambah Djoko Kirmanto.*** Sejak tahun ini, Kelok Sembilan sudah bisa dilewati dan pada minggu-minggu pertama digunakan, fly over itu agak macet karena banyak pengemudi berfoto-foto di jalan dengan view yang cantik itu. Tentu saja hal ini disambut gembira oleh para pengguna jalan. Sebelumnya dengan adanya PLTA Koto Panjang dan dibangunnya jalan baru di situ telah membuat waktu yang terpakai melintas Sumbar-Riau makin berkurang. “Kalau sekarang justru semakin kurang lagi, penumpang saya suka minta berhenti dulu di Kelok Sembilan untuk berfoto apabila saya lewat di sana pada siang hari,” tutur Dasmon (35) sopir angkutan antar-jemput yang tiap hari lalulalang melintasi wilayah SumbarRiau ini. Manfaat Jalan Layang Kelok

9 menurut Ketua Organda Lima Puluh Kota, Syamsul Mikar, banyak sekali, antara lain yang paling penting dapat memperlancar lalulintas. Badan jalan yang besar berpotensi menghindari kemacetan, serta dapat menurunkan tingkat kecelakaan lalu-lintas. Sementara itu, Harmi seorang pengusaha angkutan, mengatakan, jalan Layang Kelok 9 yang memiliki badan jalan lebar dapat memper-

cepat waktu tempuh bagi kendaraan, dan mengurangi tingkat kecelakaan. Sedangkan salah seorang tokoh masyarakat Harau, Lima Puluh Kota, Marhaenis mengungkapkan, selain berpotensi menghindari kemacetan dan mengurangi tingkat kecelakaan, Jalan Layang Kelok 9 juga berpotensi sebagai objek wisata. Pemandangan alam di Kelok 9 semakin indah dilihat dari jalan layang.***

Kukuh, kesan yang terlihat dari konstruksi jembatannya

Santai sejenak untuk berfoto, nampaknya merupakan kecenderungan baru pelintas Sumbar-Riau di Kelok Sembilan >> Editor : Eko Yanche

>> Penata Halaman : Syahrizal


Haluan 13 Desember 2012