Issuu on Google+

email: redaksi_haluan@yahoo.com EDISI : 330 TAHUN LXII

Jumat

HARI INI TERBIT 24 HALAMAN HARGA ECERAN

10 DESEMBER 2010 M / 4 MUHARRAM1432 H

Rp.2500

SEJARAH MENCATAT, HALUAN TERBIT SEJAK 1948 DAN MENJADI TUAN RUMAH DI NEGERI SENDIRI Jika mereka bertaubat, mendirikan salat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudarasaudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayatayat itu bagi kaum yang mengetahui. (Surat Attubah ayat 9)

SUBUH ZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA

04.45 WIB 12.10 WIB 15.35 WIB 18.12 WIB 19.27 WIB

KORUPSI Seorang pengunjuk rasa menempatkan beberapa kardus di depan gerbang Kantor Kejati Sumbar yang bertuliskan sindiran bagi Kejati Sumbar yang dinilai tak berdaya menuntaskan berbagai kasus korupsi, Kamis (9/12).

YULVIADI sukses berwiraswasta di usaha digital printing.

Berhenti dari Pegawai untuk Berwirausaha PADANG, HALUAN — Sekitar 70 ribu orang orang mendaftar jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) 2010 di Sumatera Barat. Hanya 4003 di antaranya yang diterima. Melihat fakta itu, Yulviadi—akrab disapa Abang Adek—teringat tahun 2006. Ia nyaris tidak percaya telah melakukannya: ia justru menanggalkan status kepegawaiannya. Di tahun itu, ia berhenti menjadi pegawai honorer di salah satu instansi pemerintahan. Ia menekuni industri kreatifnya, yang mulai ia rintis di tahun 2004, namun belum berkembang dengan baik.  bersambung ke halaman 11

Hak Anak dan Gencetan PADA 10 Desember 2010 kita memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM). Dalam momen tersebut ada baiknya kita merenungkan hak anak. Hak mereka sering dilanggar oleh orang dewasa. Ironisnya, hal ini jarang dibahas ketika memperingati Hari HAM. Hak Anak-anak sering tergencet. Bahkan, HENDRIZAL Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, Dr Seto Mulyadi, menyatakan, setiap tahun jumlah anak yang kehilangan haknya selalu bertambah. Diperkirakan 60% sampai 70% anak kehilangan haknya, dari 90 juta jumlah anak di Indonesia. Menurut Kak Seto, hilangnya hak anak itu tidak lagi terjadi pada tingkat keluarga, namun sudah berada di tingkat sekolah, instansi,  bersambung ke halaman 11

Pilkada Diusulkan Tunggal JAKARTA, HALUAN — Kementerian Dalam Negeri mengusulkan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilihan Kepala Daerah, bahwa Pilkada akan dilakukan secara tunggal. Di masa mendatang, pemilihan bupati, walikota dan gubernur tidak lagi dipaket dengan calon wakilnya. Dirjen Otonomi Daerah Kemdagri, Djohermansyah Djohan dalam seminar PPRA Angkatan 45 Lemhanas di Jakarta, kemarin, menjelaskan bahwa dasar pengusulan dihapusnya sistem paket tersebut karena selama  bersambung ke halaman 11

HASWANDI

TIGA DOKTER LULUS DI DUA DAERAH BERBEDA

CPNS ‘Siluman’ Lulus Tanpa Tes Diduga ada peserta siluman dalam tes CPNS di Sumatera Barat kali ini: mereka tidak ikut tes, tapi lulus. Soalnya, ada tiga dokter bisa lulus masingmasing di dua daerah berbeda, padahal ujiannya dilakukan pada waktu dan hari yang sama tapi pada tempat berbeda. Keteledoran atau kesengajaan?

PADANG,HALUAN – Pembaca yang jeli bisa menemukan keganjilan dalam lembaran-lembaran pengumuman hasil ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di semua daerah Sumatera Barat yang dimuat di koran-koran terbitan Padang, Rabu (8/12) lalu.

TAK MAIN-MAIN BERANTAS KORUPSI

Kejati Izin Periksa Bupati Mentawai PADANG, HALUAN — Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar Bagindo Fachmi menegaskan, tidak akan main-main dalam penanganan kasus korupsi. Satu dari lima kasus korupsi yang diduga melibatkan kepala daerah, yakni Bupati Mentawai, kini pihaknya sedang mengajukan izin pemeriksaan ke Presiden.

Hal itu disampaikan Fachmi, dalam acara Media Gathering yang diadakan Kejati Sumbar dalam rangka Hari Antikorupsi se-Dunia, Kamis (9/12). Sebelumnya, hal itu juga disampaikannya, saat berdialog dengan Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK) Sumbar yang menggelar aksi demo di halaman Kantor

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar kemarin. (berita demo baca di halaman 14). Sedangkan untuk kasus yang diduga melibatkan kepala daerah, seperti diberitakan sebelumnya tentang adanya lima kepala daerah yang dibidik kejaksaan,  bersambung ke halaman 11

KASUS PEMBUNUHAN DI SOLOK

Setelah Disodomi, Korban Dicekik SOLOK, HALUAN — Kasus pembunuhan Mirawati (11) murid SD yang ditemukan sudah jadi mayat di dalam karung Rabu (8/12) lalu terungkap. Dalam waktu kurang dari 24 jam, jajaran Polres Solok berhasil menangkap tersangka Tura Putra Nanda (18) di Aripan, Kecamatan X Koto Singkarak. Tersangka yang hanya mengenyam pendidikan hingga kelas 5 SD ini diringkus Tim Gabungan Buru Sergap Polres Solok di bawah komando Kapolres AKBP Ali Absar RISWAN JAYA

TERSANGKA Tura Putra Nanda (tengah) diapit Kapolres AKBP Ali Absar Said (kiri) dan Wakapolres Kompol Asmar Yunus (kanan) dan Kasat Reskrim Iptu J Tampubolon (2 kanan) kemarin.

 bersambung ke halaman 11

Pembaca tersebutlah yang memberikan informasi kepada redaksi Haluan, Kamis (9/12) kemarin. Ternyata, ada tiga nama peserta tes yang lulus masing-masing di dua tempat berbeda. Padahal, tes diadakan pada waktu dan hari yang sama, yakni Minggu 6

Desember 2010, tapi di tempat berbeda. Bisakah satu orang mengikuti tes di dua tempat, dan keduanya berhasil lulus. Ketiga peserta yang diumumkan lulus tes di dua kabupaten/  bersambung ke halaman 11

IKMR Dukung SKM di Padang PADANG, HALUAN kongres ke seminar, — Ketua Umum kami bahagia sekali. Ikatan Keluarga MiHarapan kita, tennang Riau (IKMR) tulah dengan keH Basrizal Koto putusan ini suasana menanggapi positif akan lebih sejuk dan kegiatan Seminar tenang. Kami berKebudayaan Minangsama jajaran IKMR kabau (SKM) yang Riau dan Kepri diselenggarakan Gemendukung dan inBASRIZAL KOTO bu Minang tanggal sya Allah, hadir da12 dan 13 Desember lam kegiatan ternanti di Padang. sebut," kata Basrizal kepada "Setelah melihat langkah Haluan, tadi malam. bijak penyelenggara yang bersedia mengubah kegiatan dari  bersambung ke halaman 11

Wakasat Brimob Terancam Sanksi PADANG, HALUAN — Wakil Kepala Satuan Brimob Polda Sumbar Kompol Slamet terancam dikenai saksi karena diduga lalai, sehingga senjata jenis revolver yang biasa dibawanya diembat maling di parkir halaman Masjid Jihadu Waali Daina, Bukit Surungan, Padang Panjang, Senin (6/12). “Dari satu sisi ia korban pencurian. Di sisi lain ada dugaan kelalaian, sehingga terjadi pencu-

rian itu,”kata Kepala Bidang Humas Polda Sumbar AB Kawedar yang dikonfirmasi kemarin Sesuai aturan katanya, setiap anggota Polri berkewajiban memelihara dan merawat inventaris dinas yang dipinjampakaikan kepada yang bersangkutan. “Senjata itu seharusnya melekat pada yang bersangkutan, bukan ditinggal di mobil,”lanjut Kawedar  bersambung ke halaman 11


JUMAT, 10 DESEMBER 2010 M 4 MUHARRAM 1432 H

Utama Kepala Daerah Harus Lepaskan Baju Partai

2

Kilas Utama

Wako Mukhlis Jemput Jemaah Haji Pariaman

PARIAMAN,HALUAN — Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menyambut langsung jemaah haji Kota Pariaman Kloter 14 di Bandara Internasional Minangkabau. Pesawat Garuda GA 3614 tiba di BIM tepat pukul 10.40 WIB setelah kurang lebih 10 jam menempuh perjalanan Jeddah-BIM. Wako Mukhlis didampingi Ny. Reni Mukhlis serta Kabag Humas Jose Rizal langsung menyongsong jemaah yang baru turun dari Pesawat. Tamu Allah asal Kota Pariaman yang tiba sejumlah 97 orang, dari sebelumnya terdaftar untuk berangkat adalah 100 orang, namun 1 orang meninggal sebelum berangkat, 1 orang pulang duluan karena sakit dan seorang meninggal ketika melakukan ibadah haji. Usai menyambut jemaah haji di BIM, Walikota Pariaman melakukan serah terima jemaah di Asrama Haji Padang. Turut hadir Kepala Dinkes Dra. Djusnaini Apt, Kabag Kesos Rasmi Andalas dan Kepala Kementerian Agama Yosef khairul. (h/ded)

Pengguna Narkoba Diberi Layanan JSS PADANG, HALUAN — Meski dinilai tak lazim dan bahkan tidak memiliki payung hukum, namun upaya pencegahan penyebaran virus penyakit mematikan HIV-AIDS di Sumbar melalui Layanan Jarum Suntik Steril (LJSS) bakal dimulai. LJSS akan diberikan khusus untuk pengguna narkotika dan obat berbahaya dengan jarum suntik (penasum) yang ada di daerah ini. Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sumbar, Dr.Aminul Azwar kepada Haluan kemarin di Padang menjelaskan, program LJSS adalah program nasional yang seharusnya telah dilaksanakan di Sumbar sejak 1 Juli 2010. Namun hal itu belum dapat dilakukan. Dan yang jelas, upaya ini mendapat penolakan dari berbagai kalangan terutama para ulama dan juga sasaran empuk aparat hukum. “Program ini memuat aturan yang melanggar UU, yaitu memberikan pelayanan kepada pemakai narkotika berupa jarum suntik steril. Sedangkan menurut UU pemakai narkotika harus dihukum atau menjalani rehabilitasi,” terang Aminul. (h/vie)

JAKARTA, HALUAN — Untuk mengindari standar ganda (double standard) dalam kebijakan otonomi daerah dan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada), bagi kader partai yang terpilih menjadi kepala daerah harus melepaskan baju partainya. “Harus ada aturan supaya setiap pemimpin yang terpilih dalam pemilukada meninggalkan jabatannya sebagai pimpinan partai dan melepaskan baju partainya supaya tidak terjadi double standard,” kata anggota Komisi DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Gamari Sutrisno dalam diskusi bertajuk ‘Mencari Format Ideal Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur’ di gedung DPR, Kamis (9/12). Jika tidak ada pengaturan yang diwujudkan dalam UU, kata Gamari, maka double standard tidak akan pernah terhenti. Karena kepentingan yang diwakili kepala daerah skalanya nasional dan lebih luas, bukan skala untuk kepentingan partai. “Jadi, pengaturan ini harus diwujudkan dalam UU supaya cita-cita untuk menyejahterakan masyarakat bisa bisa dicapai “ ujar politisi PKS itu. Peneliti Utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, penyeleng-

ADVERTORIAL

Kini, Ia Merasa Telah Fit Kembali

garaan Pilkada yang kerap menuai masalah perlu ditata ulang. Menurutnya, pada hakekatnya maksud diselenggarakannya pemilukada adalah sebagai cara memilih kepala daerah secara demokratis, bebas dan fair agar terpilih pemimpin yang memiliki integritas, paham terhadap daerahnya, dan memiliki kapabilitas dan profesionalitas. “Namun yang terjadi akhir-akhir ini adalah pilkada telah menimbulkan sejumlah masalah, bahkan telah memunculkan gugatan publik,” ujar Siti Zuhro. Zuhro memaparkan sejumlah masalah Pilkada yang terjadi itu, seperti terjadinya politik transaksional, menimbulkan pragmatisme dan oportunisme, menimbulkan pemerintah daerah yang tidak efektif dan koruptif, dan memunculkan politik kekerabatan, terjadinya multiplikasi aktor dan bukan pluralisme aktor. “Pilkada belum bisa menjadi wahana bagi proses pendalaman demokrasi. Pilkada belum bisa menjadi wahana bagi proses pendalaman demokrasi (deepening democracy/democratic consolidation), dan cenderung dimaknai semata-mata sebagai sarana perebutan kekuasaan saja,” ujarnya. Maka dari itu,

Dengan kesibukannya sebagai pengusaha dan di dan penyakit mampir adalah sistem imun yang kegiatan sosial-keagamaan, tentu saja Haji rendah. Dalam hal ini, isoflavon sangat berperan Chairuddin Mofa merasa cukup terganggu bila dalam meningkatkan sistem imun itu. Karena itu tubuhnya gampang lelah dan napasnya mudah setiap orang, berapa pun umurnya, harus rajin sesak. Maka, ketika ia mengalami hal itu sekitar dua memelihara kesehatannya. Selain mengandung tahun yang lalu, ia memeriksakan dirinya ke dokter. protein, serat, karbohidrat, dan isoflavon, susu kedelai Dari hasil tes darah, ternyata diketahui kadar gula juga merupakan sumber vitamin B1, B6, dan E, dan kolesterol darah lelaki berusia 61 tahun ini agak mineral magnesium dan seng, serta asam amnino tinggi. Untuk itu, tentu saja ia mesti triptofan. Di dalam buku Susu Kedelai, membatasi makanan yang Susu Nabati yang Menyehatkan dikonsumsinya selain memerlukan dikatakan, senyawa-senyawa dan zat-zat penanganan. Ternyata, dalam hal ini ia tersebut mampu menambah vitalitas, punya prinsip tersendiri. Apa itu? tenaga, dan kualitas tidur seseorang. “Daripada minum obat, mending cari Meskipun demikian, selain minum New solusi lain,” ujarnya. Secara kebetulan, Mandala 525, konsumen tetap tidak begitu lama setelah itu ia dianjurkan untuk menjaga pola hidup mengenal New Mandala 525 dari yang sehat, seperti berolahraga secara pemberitaan beberapa koran yang teratur, beristirahat dengan cukup, dibacanya. Maka, ayah ima orang anak menjaga pola makan dengan baik, H.Chairuddin ini lalu mengonsumsi produk itu secara meminum air putih dengan cukup, dan rutin setiap hari. Ternyata lelaki yang tinggal di Jalan lain-lain. Pedang, Sekip Ujung, Palembang, Sumatera Selatan, New Mandala 525 sangat laku di seluruh wilayah ini merasa cocok dengan produk tersebut. Setelah pemasaran karena manfaatnya yang nyata dan tiga bulan mengonsumsi kedelai bubuk instan produknya yang diolah secara higienis. Ini amat produksi Jawa Barat itu, kakek empat cucu asal ditunjang oleh mulai tumbuhnya kesadaran Muara Enim, Sumsel, ini pun merasa badannya fit masyarakat masa kini untuk beralih ke bahan-bahan kembali. Karena itu, untuk menjaga tubuhnya agar nabati dalam memelihara kesehatan. Produk ini tetap bugar, ia terus saja mengonsumsi produk bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk tersebut. keluarga. New Mandala 525 sekarang sudah tersedia Usia yang merambat tua memang membuat tubuh di Apotik/T.O terkemuka di kota anda atau ingin tahu kian rentan terhadap penyakit. Penyebabnya lebih jauh, hubungi perwakilan kami untuk wilayah biasanya adalah proses metabolisme di dalam tubuh Sumbar : (0751) 7854443 atau Distributor wilayah : yang tak lagi lancar akibat adanya gangguan di sana- Padang Panjang 081266713023, Bukittinggi (0752) sini. Untuk itu, memang diperlukan asupan makanan 34189, Payakumbuh (0752) 92813, Batusangkar atau minuman yang sarat gizi serta zat bioaktif. Dan (0752) 73498, 081374366690, Pariaman (0751) salah satu senyawa bioaktif gizi yang mampu 9009875, Padang Pariaman 081363143179, Lb membantu kebugaran tubuh adalah isoflavon. Di Basung 081374505630, Pasaman Barat 0813 antara fungsi isoflavon yang terkandung dalam 14285681, Lb Sikaping 081363978162, Painan (0756) kedelai bubuk adalah untuk melancarkan 21314, Solok (0755) 20327, Sawahlunto metabolisme sehingga penyerapan zat gizi akan 081374643868, Muaro Sijunjung (0754) 20397 / diseimbangkannya dengan sistem pengeluaran. Dan 08126627221, Dharmasraya 085274678529, Muaro bila terjadi toksifikasi atau peracunan di dalam Labuah (0755) 70342. tubuh, kandungan karoten susu kedelai akan DINKES: PIRT No. 815320503590 menetralisirnya. Selain itu, penyebab badan tidak fit

lanjutnya, Indonesia perlu menata ulang desentralisasi, otonomi daerah dan pemilukada dalam konteks demokrasi untuk memajukan daerah dan memberdayakan masyarakatnya. Hal senada juga dilontarkan pengamat dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli mengatakan bahwa Perlu ada kajian yang mendalam jika pemilihan umum kepala daerah gubernur dipilih oleh DPRD. “Gubernur atau kepala daerah yang dipilih oleh DPRD ini tidak menjamin akan terjadinya pemerintahan yang baik. Fakta-

nya juga tetap korupsi meski walikota dipilih DPRD, seperti yang terjadi di Bogor,” ujarnya. Menurut Lili, mekanisme pemilihan pemilukada secara langsung jauh lebih baik dan demokratis ketimbang pemilihan dilakukan oleh DPRD. “Janganlah kita menghukum pemilihan langsung. Dan jangan mudah melakukan bongkar pasang mekanisme pemilihan dan melakukan revisi sebelum kita melakukan kajian mendalam,” ujarnya. Dengan mekanisme pemilihan langsung, lanjutnya, masyarakat akan banyak mendapatkan keuntungan. Pertama,

dengan pemilukada langsung seorang kepala daerah akan mendapat legitimasi yang kuat karena telah dipilih langsung oleh rakyat yang berarti secara langsung rakyat ikut berpartisipasi menentukan pemimpinnya. Kedua, dengan mekanisme pemilihan langsung masyarakat di daerah bisa menentukan siapa calon pemimpin yang mereka anggap mampu menyelesaikan persoalan di daerahnya. Terakhir, dengan pemilihan langsung rakyat ikut terlibat dalam memilih pemimpinnya berarti turut menumbuhkan demokratisasi di tingkat lokal. (h/sam)

HASWANDI

ANTRE — Sejumlah angkot biru rute Pasar Raya Padang-Bungus Teluk Kabung tampak antre menunggu penumpang di Jalan M Yamin Padang. Minimnya penumpang ke Bungus membuat angkot rute ini terpaksa antre hingga berjam-jam.

Tersangka Penculik Anak Dibebaskan PADANG PARIAMAN, HALUAN — Karena bukti tidak kuat, Edison (57) yang diduga melakukan percobaan penculikan terhadap empat orang anak yang terjadi Senin (6/12) dikeluarkan dari tahanan Polsek Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Untuk sementara diharuskan melapor satu kali dalam seminggu. Menurut kapolres Padang Pariaman melalui Kapolsek Lubuk Alung AKP.Amral, dikeluarkannya tersangka tersebut, karena bukti dan sangkaan sangat lemah untuk menjerat

tersangka. “Karena tersangka belum membawa anak anak tersebut pergi”, kata Amral. Sesuai pengakuan korban, bahwa dia diajak untuk pergi oleh seseorang dengan kereta api setelah pulang sekolah dan orang tersebut menunggu di stasiun Lubuk Alung. Sebelum pergi anak anak tersebut, memberitahu pada orang tuanya, bahwa dia diajak oleh seseorang untuk naik kerata api. Dijelaskan Amral, mendapat informasi para orang tua korban ini langsung menuju ke

stasiun Lubuk Alung dan langsung memberitahu pada warga lainya bahwa tersangka pelaku penculikan anak. “Kasus penculikan ini belum terjadi,setelah koordinasi dengan Kapolres dan pihak kejakasaan kasus ini lemah”, katanya. Oleh sebab itu tersangka dipulangkan pada keluarganya, namun tersangka diwajibkan lapor 1 x seminggu. “Namun kita tetap mempelajari kasus ini, dan kalau ada perkembangan baru serta bukti bukti yang lebih kuat, tersangka akan

dipanggil kembali,” ujar Amral Seperti yang diberitakan Haluan edisi Rabu (8/12), bahwa Empat orang bocah yang nyaris dibawa kabur pelaku tersebut merupakan murid kelas V Sekolah Dasar (SD) negeri 20 Lubuk Alung. Para korban tersebut diantaranya, Aisyah (10) alamat Pasa Gadang Lubuk Alung, Elsa Emalia Ekasuci (11) alamat Pasa Gadang Lubuk Alung, Siti Aisyah (10), dan Aumi Sahara (10) yang keduanya beralamat Teluk Belibis Lubuk Alung.(h/ded)

SBY tidak Konsisten Berantas Korupsi JAKARTA, HALUAN — Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo menilai pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak konsisten dalam memberantas korupsi. Ketidak konsistenan pemerintaan SBY dalam memberantas korupsi itu dicontohkan Bambang seperti pemberian remisi terhadap koruptor. “Praktik korupsi di Indonesia semakin meningkat karena sikap pemerintah yang tidak konsisten,” tegas Bambang saat menyampaikan keterangan pers sehubungan dengan Hari Anti Korupsi, di

gedung DPR, Kamis (9/12). Ketidak konsistenan pemerintah dalam memberantas korupsi itu dincontohkannya dengan pemeberian remisi bagi koruptor. “Memberikan hukuman ringan dan pemberian remisi bagi koruptor tidak memberikan efek jera terhadap pelaku korupsi, sehingga praktik korupsi akan terus terjadi dan tidak akan pernah berhenti. Dengan kondisi seperti ini, mendirikan 100 KPK sekalipun sulit memberantas praktik korupsi,” tegas Bambang. Bambang juga mencontohkan ketika terjadi konflik

antarlembaga penegak hukum terjadi upaya kriminalisasi terhadap pimpinan KPK sehingga melemahkan fungsi KPK. Sikap tidak konsisten pemerintah dalam memberantas korupsi juga terlihat dalam kasus Bank Century dimana pemerintah memberikan dana talangan sebesar Rp6,7 triliun pada Bank Century. Menurut dia, pemerintah menunjukkan sikap tidak peduli, sedangkan lembaga penegak hukum terkesan tidak berani menindaklanjutinya. “Dalam kasus suap pada saat pemilihan Deputi Gubernur

Senior Bank Indonesia, Miranda Goeltom pada 2004 lalu, Kejaksaan telah menetapkan sejumlah tersangka penerima cek pelawat tapi tidak ada tersangka pemberinya. Menurut Bambang, pemberantasan korupsi di Indonesia tidak sepenuhnya berdasarkan keputusan hukum tapin juga berdasarkan kemauan politik pemerintah. “Pemerintah tidak memiliki kemauan politik yang kuat dalam pemberantasan korupsi. Jika tidak mempunyai kemauan politik seperti ini maka sulit memberantas praktik korupsi di negeri ini,” tegasnya. (h/sam)


JUMAT, 10 DESEMBER 2010 M 4 MUHARRAM 1432 H

Nasional Harus Dimulai dari Istana PEMBERANTASAN KORUPSI

Lintas Nasional

Lambung Garuda Bocor JAKARTA, HALUAN—Corporate Secretary PT Angkasa Pura II (Persero) RP Hari Cahyono, Kamis (9/12) kepada SP mengirim rilis kronologis tertabraknya Pesawat Garuda Indonesia GA 128. Seperti diberitakan, pesawat ditabrak oleh pushback car. Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi di area parking stand E21 Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta (BSH), pukul 09.46 WIB. Kejadian berlangsung ketika pesawat tengah melakukan proses persiapan on board. ”Jadi, ketika tow bar (besi pendorong) sedang dalam proses pemasangan oleh petugas ground handling , mobil pushback car terus melaju sehingga menabrak lambung pesawat,” jelas Corporate Secretary PT Angkasa Pura II RP Hari Cahyono di Jakarta, Kamis (9/12). Akibat peristiwa tersebut, roda depan pesawat beregistrasi PK-GWO itu berputar 90 derajat, dan lambung depan persis di bawah kokpit mengalami robek. Selain itu, seorang petugas ground handling PT Gapura Angkasa yang tengah menjalani tugasnya juga terluka akibat terkena serpihan tow bar yang patah ditabrak push back car. Hari menjelaskan, terkait kejadian ini, PT Angkasa Pura II selaku pengelola BSH melakukan sejumlah langkah yang menjadi kewenangan perusahaan. ”Pertama, melaporkan kepada pejabat terkait, dalam hal ini Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Adbandara Soekarno-Hatta, serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT),” jelas Hari. Selain itu, perusahaan juga langsung melakukan proses identifikasi kejadian dan melarang dilakukannya proses pemindahan pesawat oleh pihak operator untuk kepentingan investigasi. Tidak hanya pesawat, seluruh ground support equipment yang berada di lokasi kejadian juga dilarang untuk dipindahkan. ”Kita juga melakukan pendampingan terhadap tim investigasi saat melaksanakan tugas, serta mengawasi dan mengatur pihak-pihak yang dapat memasuki area airside. Saat ini, tim investigasi dari KNKT sudah berada di lokasi,” pungkas Hari. [sp]

Prabukusumo Hengkang dari Demokrat YOGYAKARTA, HALUAN—Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat DIY Gusti Bendoro Pangeran Haryo Prabukusumo resmi menyerahkan Kartu Tanda Anggota Partai Demokrat kepada partai di Kantor DPD Partai Demokrat DIY, Kamis. Bersamaan dengan penyerahan kartu tanda anggota (KTA), GBPH Prabukusumo juga menyerahkan surat pernyataan tentang pengunduran diri serta penyerahan kewenangan ke sesepuh DPD Partai Demokrat DIY yaitu Sukardi, Joko Suwidi dan KRT Harsadiningrat. "Sesepuh DPD Partai Demokrat tersebut akan bertanggung jawab terhadap partai. Keputusan mundur ini adalah untuk menjaga harga diri dan saya tidak dicap sebagai anak durhaka," kata Prabukusumo di Yogyakarta. Menurut dia, dengan tidak menjadi anggota Partai Demokrat, maka langkahnya untuk memperjuangkan keistimewaan DIY, khususnya dalam hal penetapan gubernur dan wakil gubernur akan semakin leluasa. Keputusan untuk mundur dari DPD Partai Demokrat tersebut adalah untuk memperjuangkan Amanat 5 September 1945 yakni menyerahkan kekuasaan nagari dalem ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Yang ikut NKRI bukan keraton saja tetapi juga seluruh rakyatnya. Jika tidak mencantumkan itu (penetapan) maka rakyat akan bingung," katanya. Prabukusumo mengatakan, dirinya menyadari secara penuh akan ada pihak-pihak yang merasa panas dengan keputusannya keluar dari partai tersebut. "Saya siap menerima cacian, nanti masyarakat yang akan menilainya sendiri," lanjutnya. Ia mengatakan, tidak akan mengajak anggota partai untuk mengikuti jejaknya meninggalkan partai. "Jika memang mundur, ya, silahkan saja. Tetapi harus mengetahui resikonya," lanjutnya. Langkah GBPH Prabukusumo yang mundur dari kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat DIY diikuti oleh dua orang anggota lainnya, yaitu Faraz Umaya dan Lulu Budiharjo. Faraz Umaya sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang IX Sosial dan Bencana Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat (PD) DIY, sedang Lulu Budiharjo menjabat sebagai Sekretaris Bidang IX DPD PD DIY. "Saya menyatakan mundur dari DPD Partai Demokrat DIY karena kebijakan DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai Demokrat tidak sejalan dengan hati nurani. Keputusan ini tidak ada paksaan dari manapun," kata Faraz. Ia menilai, petinggi DPP Partai Demokrat terlalu naif apabila tidak memahami sejarah DIY dan melupakan sejarah DIY sama halnya dengan melupakan sejarah di Indonesia.m "Petinggi Partai Demokrat sebenarnya mengerti betul sejarah keistimewaan DIY, tetapi sayangnya mereka tidak melihat dengan hati nurani," katanya. Kedua anggota tersebut menyatakan secara resmi mengundurkan diri dari DPD Partai Demokrat DIY dengan menyerahkan kembali kartu tanda anggota (KTA). Sementara itu, Joko Suwidi mengatakan, pihaknya menerima penyerahan KTA tersebut meskipun secara pribadi terkejut dengan keputusan tersebut. "Pengunduran diri ini bertepatan dengan kesiapan Partai Demokrat untuk menyiapkan Musyawarah Daerah pada 22 Desember nanti. Peristiwa ini benar-benar peristiwa bersejarah," katanya. Sebagai presidium, lanjut dia, akan mengeluarkan seluruh kemampuan untuk bisa menyelenggarakan musyawarah daerah dengan sebaik-baiknya. (ant)

3

JAKARTA, HALUAN—”Pemerintah inkonsisten dengan komitmen pemberantasan korupsi, begitu juga penegak hukum. Kalau serius, pemberantasan korupsi harus dimulai dari Istana. Anggota Komisi Hukum DPR, Bambang Soesatyo, mengatakan, komitmen pemerintah memberantas korupsi harus dibuktikan dengan membongkar dan menuntaskan kasus-kasus besar. Salah satunya kasus Bank Century. Ia mengungkapkan, pemberantasan korupsi harus dimulai dari Istana. “Pemberantasan korupsi tidak akan berubah banyak kalau sikap pemerintah begini-begini saja. Pemerintah inkonsisten dengan komitmennya, begitu juga penegak hukum. Kalau serius, harus dimulai dari Istana,” kata Bambang dalam jumpa pers Fraksi Partai Golkar di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/12/ 2010). Dalam kasus Bank Century, penegak hukum dinilainya masih tebang pilih. Penuntasan kasus ini juga berimbas pada setengah hatinya penanganan kasus yang lain. “Misal, dalam kasus suap Deputi Gubernur BI. Penerima suap sudah jadi tersangka, pemberi yang punya motif, Miranda, justru belum diapa-apakan. Saya yakin ini ada kaitannya dengan Bank Century. Miranda mungkin punya kartu truf yang kalau dia jadi tersangka akan bongkar semua yang dia tahu,” papar mantan anggota Pansus Kasus Bank Century ini. Sedangkan Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto menyatakan, selain kasus Bank Century dan kasus suap Dewan Gubernur BI, satu kasus lagi yang menurutnya harus dituntaskan adalah kasus penyelewengan pajak yang melibatkan pegawai Ditjen Pajak, Gayus Halomoan Tambunan. “Kita bukannya tidak masuk, tapi belum masuk. Karena belum apa-apa sudah direkayasa, sudah direject,” kata Samad Rianto. Bagi Bibit, penolakan itu

masih terasa terutama dari tiga unsur masyarakat yang tidak menginginkan perbaikan, yakni para politisi hitam, pengusaha hitam, dan para penegak hukum hitam. “Susah kita mau melakukan perbaikan. Dengan pimpinannya saja sulit berkomunikasi,” tegasnya. Bibit berharap dengan terpilihnya Kapolri baru Jenderal Timur Pradopo dan Jaksa Agung Basrief Arief, ada harapan baru dalam pemberantasan korupsi di lembaga penegak hukum. “Pak Kapolri dan Jaksa Agung sudah bilang mau welcome. Oke, mari kita dandanin barengbareng,” kata dia. Secara umum, Bibit menilai upaya pemberantasan korupsi belum bisa dilakukan secara maksimal. Koruptor dianggap masih belum jera, meski sudah dijerat dengan berbagai hukuman. “Yang jelas, kita rasakan koruptor masih belum kapok. Malah KPK-nya direkayasa,” kata Bibit. Klaim lebih baik Sementara itu, sepanjang tahun 2010 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan tindakan pencegahan dan penindakan terhadap pelaku korupsi. KPK klaim kinerja mereka di tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu. “Setiap tahun kita memiliki target yang harus dicapai. Dan tahun ini lebih baik dari tahun 2009,” ujar Pimpinan KPK M Jasin dikutip detikcom, Kamis (9/12). Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan ini memaparkan, secara kuantitas lebih banyak orang yang diproses oleh KPK. Di samping itu, KPK juga tidak pandang bulu dalam menetapkan tersangka. “Mana pernah sebelumnya ada yang menersangkakan 26 anggota dewan. Kita juga menyeret

Di Hari Antikorupsi Sedunia gedung KPK menjadi sasaran demonstrasi, Kamis (9/12). Selain berorasi, massa juga memampang pamflet serta g menggelar aksi teaterikal di depan Gedung KPK, Jakarta. (int)

hakim, pegawai pajak, bupati dan pegawai BPK,” sebutnya. Jasin juga menampik adanya tudingan yang menyebut kinerja KPK menurun akhirakhir ini. Indikatornya, lanjut Jasin, tersangka yang diajukan ke meja hijau, sampai saat ini

Mahfud Batal Mundur JAKARTA,HALUAN—Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD batal mundur karena tiga dugaan kasus yang dibeberkan oleh Refly Harun di harian Kompas, 25 Oktober lalu, tidak terbukti setelah tim investigasi internal turun ke lapangan. Mahfud menyatakan, janjinya untuk mundur gugur karena tak ada hakim yang terbukti menerima suap atau melakukan pemerasan seperti yang dibeberkan Refly. “Jadi pernyataan saya untuk mundur dari kasus ini menjadi gugur, tetapi karena ada temuan

orang mengaku, akan saya bawa ke KPK dalam lima hari ke depan,” ungkapnya di Gedung MK, Kamis (9/12). Mahfud menegaskan, dengan berakhirnya kinerja tim ini dan ada hasil temuannya, dirinya bisa memastikan hakim MK masih dinilai bersih. Untuk pegawai yang bertindak sebagai mafia perkara, Mahfud mengaku akan segera melaporkannya ke kepolisian seperti yang dilakukannya sebelumnya. “Temuan baru di luar itu, tim ini temukan suatu yang bermanfaat bagi MK. Ternyata ada seorang panitera pengganti,

tukang ketik naskah, menangani juga kasusnya Refly yang jadi kuasa hukum Dirwan Mahmud. Keterpilihannya dibatalkan oleh MK, lalu dia kasih ke si panitera itu, namanya Mahfud, sampai Rp 58 juta. Katanya untuk hakim. Menjelang vonis, Mahfud itu akhirnya juga dikasih sertifikat tanah,” paparnya. “Ternyata setelah vonis, kalah, karena panitera memang tak punya akses ke hakim. Jadi orang-orang yang beperkara itu membayar orang-orang bawah, tukang parkir, tukang pendaftaran, banyak di sini,” tandasnya kemudian. (h/*)

GUBERNUR UTAMA?

Memangnya Perusahaan JAKARTA, HALUAN—Istri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, akhirnya buka suara soal draf Rancangan Undang-undang Keistimewaan Yogyakarta yang mencantumkan posisi Sultan sebagai Gubernur Utama DIY yang terpisah dari jabatan Gubernur. Gubernur Utama ditetapkan, sementara Gubernur ditentukan berdasarkan pemilihan. "Adanya Gubernur Utama seolah-olah mau bikin perusahaan saja -- seperti Direktur Utama," kata Hemas menyindir bocoran draf RUUK DIY yang sempat dibeberkan oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi minggu lalu. Ketika ditanya soal aspirasi masyarakat Yogya, apakah menghendaki Sultan otomatis ditetapkan sebagai Gubernur DIY, atau apakah Gubernur ditentukan melalui

Ratu Hemas

pemilihan kepala daerah, Hemas menjawab singkat. "Kalau rakyat Yogya sih finefine saja dengan pilihan Sultan, yang di sini ini (ibukota) yang nggak fine," ujarnya di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Kamis 9 Desember 2010. Hemas yang juga Senator DPD dari Yogyakarta, sore ini memang menggelar konferensi pers guna menanggapi sejumlah isu terkait RUUK DIY yang rencananya akan segera diajukan pemerintah kepada

DPR. Ia tidak sendiri, melainkan didampingi sejumlah senator lain dari berbagai daerah. Mereka menyatakan mendukung penuh keistimewaan Yogyakarta dalam NKRI. "Ke-33 propinsi di Indonesia kompak menyatakan bahwa Sultan Yogya adalah Sultan yang berkuasa. Jangan diobrak-abrik lagi," kata Jack Ospara, anggota DPD asal Maluku. Ospara meminta, pemerintah menghargai peran historis Sultan. "Ketika Republik kocar-kacir, Sultan yang mengeluarkan dana. Ingat, orang yang menghargai sejarah adalah beradab, dan orang yang tidak menghargai sejarah adalah biadab," ujarnya. Sementara itu, I Wayan Sudirta, anggota DPD asal Bali, menegaskan bahwa keistimewaan Yogyakarta selayaknya tidak dikurangi, melainkan ditambah. (h/vv)

belum ada yang beba. “Setiap kasus yang kita gulirkan ke pengadilan, sampai saat ini belum ada yang bebas tersangkanya, itu kan bukti KPK profesional dalam mengumpulkan barang bukti,” jelas Jasin. Sedangkan terkait adanya

komentar tentang kurang sigapnya KPK dalam mengusut kasus besar, salah satunya kasus Suap DGS BI yang sampai saat ini, pihak penyuapnya belum diusut, Jasin menyebut hal tersebut didasari barang bukti. (dn/dtc)

Pernyataan SBY Bumerang JAKARTA, HALUAN-Pendiri Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Prof Dr Suhardiman SE menilaiPernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal Daerah Istimewa Yogyakarta akan menjadi bumerang bagi SBY sendiri. , kasus itu sebagai bencana politik SBY. “Ini sebuah bencana politik yang dimunculkan Presiden kita yang tercinta SBY dan bisa berbahaya. Namanya prediksi, bisa meleset, tetapi saya memperkirakan dengan bencana politik ini, SBY tidak sampai tahun 2014. Mungkin hanya sampai 2012 saja,” kata Suhardiman yang dikenal sebagai dukun politik di zaman Orde Baru tersebut dalam pidatonya seusai pelantikan dr Kris Parinsi sebagai Ketua Umum Badan Koordinasi Nasional Badan Kesehatan dan Penanggulangan Bencana (Bakesguna) SOKSI di Jakarta, Kamis (9/12). Suhardiman yang akan berulangtahun ke-86 pada 16 Desember 2010 medantang ketika ditanya wartawan mengatakan, mungkin maksud Presiden SBY baik, tetapi caranya keliru. Bisa saja SBY mendapat input-input yang salah dari orang-orang di sekitarnya, sehingga keluarlah ucapan yang kontraversial itu. Kekeliruan SBY yang dinilai sebagai bencana politik itu, lanjut Suhardiman, membuat rakyat Yogyakarta marah. Kemarahan rakyat Yogyakarta itu bisa saja menjalar ke rakyat Jawa lainnya. Ditambahkan, yang terbaik untuk DIY adalah gubernurnya ditetapkan, bukan dipilih. “Jadi,

istimewanya adalah Sultan Hamengkubuwono langsung ditetapkan sebagai gubernur dan Paku Alam sebagai Wakil Gubernur DIY,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar Ade Komarudin yang juga Ketua Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI mengatakan, partainya akan berjuang keras untuk memenuhi aspirasi rakyat Yogyakarta sesuai dinamika demokrasi dalam pembahasan rancangan undang-undang (RUU) Keistimewaan Yogyakarta. Karena itu, Golkar akan menghadapi siapa pun yang menghambat aspirasi rakyat Yogyakarta yang memiliki peran besar sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR itu mengingatkan, siapa pun tidak boleh melupakan sejarah masa lalu, apalagi menyangkut sejarah kebesaran dan kearifan kesultanan Yogyakarta. Dikatakan, apa pun akan dilakukan Golkar untuk memperjuangkan aspirasi rakyat Golkar, tetapi patokannya adalah perjuangan itu tidak bertentangan dengan konstitusi Indonesia sendiri, yakni UUD 1945. (h/sp)


JUMAT, 10 DESEMBER 2010 M 4 MUHARRAM 1432 H

Opini 4

Haluan Kita Seminar, Silakan! KALAU pihak Gerakan Ekonomi dan Budaya (Gebu) Minang sudah mengalah, dan bersedia mengubah helat Kongres Kebudayaan Minangkabau (KKM) menjadi Seminar Kebudayaan Minangkabau (SKM), tak ada alasan lagi untuk menolaknya. Dengan SKM, berarti Gebu Minang hanya ingin mengadakan hajatan yang hasilnya nanti akan disumbangkan kepada pemerintah daerah dan masyarakat Sumatera Barat. Soal hasil seminar itu akan diterima dan dimanfaatkan –jika memang baik dan berguna—tentu terserah pihak yang menerima pemberian. Suratkabar kita ini sejak dulu jelas sikapnya. Kita tidak dalam posisi menolak atau menerima KKM. Tetapi hanya dalam posisi ingin mendudukkan segala sesuatu sesuai dengan porsinya (proporsional). Alasan kita, kalau kongres, sesuai dengan makna katanya, harus diikuti oleh pemangku kepentingan (stakeholder) yang jelas. Dalam hal ini stakeholder kebudayaan Minang, yaitu unsur-unsur ninik mamak pemangku adat (LKAAM), alim ulama (MUI) dan cerdik pandai (kalangan perguruan tinggi, birokrat dan lain-lain). Bagaimana pula mau ber-kongres bila para stakeholder itu tidak setuju atau tidak ikut serta. Dalam perkembangan terakhir, sebagaimana diberitakan berbagai media terbitan Padang hari Kamis (9/12), pihak Gebu Minang sudah menerima saran Walikota Padang Fauzi Bahar untuk mengubah rencana Kongres menjadi Seminar yang akan diadakan di Padang tanggal 12 dan 13 Desember lusa. Bila memang demikian keadaan, tidak perlu lagi dipermasalahkan. Berbeda dengan kongres yang lazimnya melahirkan keputusan yang mengkat (kongres partai, organisasi, dll), seminar artinya adalah sebuah pertemuan atau persidangan untuk membahas suatu masalah. Dan hasilnya, bukanlah keputusan yang mengikat. Melainkan, biasanya melahirkan kesimpulan dan rekomendasi (anjuran atau saran). Jadi, dari sudut pengertian bahasa, tak satu pun alasan untuk menentang atau menolak sebuah acara seminar. Apalagi, konstitusi kita menjamin hak dan kemerdekaan setiap orang untuk mengeluarkan pendapat secara lisan maupun tulisan. Atas dasar itu, bila Gebu Minang atau kepanitiaan yang dibentuknya, hendak melakukan seminar tentang kebudayaan Minangkabau, juga tidak perlu lagi dipersoalkan dan menjadi bahan kontroversi. Dalam pengertian yang lebih luas, jangankan Gebu Minang yang jelas-jelas berasal dari orang-orang yang mengaku mencintai (kebudayaan) Minangkabau, pihak manapun sebenarnya boleh saja melakukan seminar mengenai kebudayaan Minangkabau. Bahkan, kalau ada sebuah lembaga atau universitas dari luar negeri sekalipun ingin menggelar seminar mengenai kebudayaan Minangkabau, harus kita terima dan beri aspresiasi. Apalagi kalau seminar tersebut dilakukan di Sumatera Barat. Selain kita menjadi lebih dekat untuk mengetahui apa saja yang diseminarkan, kedatangan orang luar ke Sumatera Barat juga kita butuhkan untuk mempromosikan daerah dan kebudayaan kita. Di luar soal kongres atau seminar, dalam konsep ekonomi global, kedatangan penduduk luar ke suatu daerah –apalagi yang datang orang-orang terpandang dan punya uang—akan menguntungkan daerah yang didatangi. Karena itu, berbagai negara dan daerah di muka bumi ini selalu berlomba mempromosikan diri agar banyak dikunjungi para wisatawan. Dengan kedatangan para tamu itu, berarti sedikit-banyak akan memberikan sumbangan kepada kegiatan ekonomi setempat. Dalam hal ini, ekonomi rakyat Sumatera Barat. (*)

Haluan Demokrasi Dari KKM ke SKM Amril Amir, Dosen FBSS UNP DARI sisi linguistik, ada perbedaan antara kongres dan seminar. Kongres, sifatnya, lebih besar dari seminar. Kongres membicarakan hal-hal kekinian. Tapi, kongres sifatnya mengikat. Dalam artian, kongres melahirkan aturan-aturan yang kemudian mengikat untuk dilaksanakan. Persoalannya, budaya adalah sesuatu yang terus berkembang. Sementara aturan sifatnya lebih kaku. Pada prinsipnya, aturan semestinya mengikuti perkembangan. Bila melaksanakan kongres, ini mesti dipikirkan betul. Sementara seminar fokusnya kepada teori-teori ilmiah. Dalam sebuah seminar, apapun topiknya, yang dibahas adalah teori-teori. Kalau bisa, seminar dapat pula melahirkan teori-teori baru. Saya lebih setuju diadakan simposium daripada kongres, seperti Kongres Kebudayaan Minangkabau. Simposium tujuannya mengangkat fenomena-fenomena yang ada, lalu dicarikan jalan keluanya. Ditemukan solusi penyelesaian. Ini sejalan dengan idiom Minangkabau yang terkenal yaitu musyawarah untuk mufakat. Bulek aia dek pambuluah, bulek kato dek mufakaik. Yang paling dekat dengan idiom tersebut adalah simposium, yaitu mencari pemecahan masalah, yang kemudian dimusyawarahkan. (h/adk)

 Kajati tak main-main berantas korupsi - Bermain-main? Seganlah awak  Kepala daerah harus lepaskan baju partai - Setuju, asal jangan lepas baju benaran

Terbit Sejak 1948 Pendiri H. Kasoema

Penerbit: PT Haluan Sumbar Mandiri (Basko Media Group). SIUPP No 014.SK.Menpen.SIUPP A.7 1985 tanggal 19 November 1985.

Islam dan Penegakan HAM Tanpa Diskriminasi Oleh Eko Kurniawan Pimpinan Umum Lembaga Pers Mahasiswa Gema Justisia Fakultas Hukum Unand

TANGGAL 10 Desember 2010, hari instimewa. Kita harus tahu akan pentingnya keadilan untuk kemanusiaan. Bebaskan diskriminasi terhadap korban dan pelaku G30S PKI. Bukan saja urusan para aktivis peduli hak asasi manusia (HAM). Tapi lebih pada semua lapisan masyarakat peduli dengan kehidupan baik pelaku maupun korban Gerakan 30 September 1965. Sungguh persolan HAM untuk para korban dan pelaku tragedi September perlu diungkap tuntas. Bangsa ini jangan sampai melupakan saja sejarah kelam di tahun 1965. Kita negara hukum, mengapa persoalan masa lalu seperti kasus 1965 seolah-olah ditutupi? Awal masalah ini akan dapat hendaknya selesai jika kita punya bukti dan saksi jujur, berkeinginan untuk membuka tabir sejarah bangsa. Manakala ini tak kita bisa keluar dari krisis penegakan HAM, maka pandangan dunia internasional, akan semakin menekan ke pemerintah untuk selalu pro pada keadilan dan HAM. Pemerintah sekarang, bukan hanya melakukan dengan cara mendirikan beberapa lembaga fokus HAM. Seperti Komisi Nasional (Komnas) HAM dan lain-lain. Lebih dari itu, coba kita berpikir untuk lebih jernih ke depan, bagaimana urusan HAM bukan lagi persoalan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (HAM), dan lembaga milik pemerintah focus isu HAM. Permasalahan HAM tak akan berhenti dengan adanya para lembaga tersbut. Persoalan penegakan HAM akan selalu mucul dan butuh perhatian khsuss penaganaannya. Dengan mengenal HAM menurut Islam, kita bisa tahu mencari krisis HAM di Indonesia. Pengertian HAM sudah ada sejak deklarasi Hari HAM 10 Desember 1948. Hak asasi manusia atau biasa disingkat HAM merupakan sebuah hal yang menjadi keharusan dari sebuah negara untuk menjaminnya dalam konstitusinya. Melalui deklarasi universal HAM 10 Desember 1948 merupakan tonggak bersejarah berlakunya penjaminan hak mengenai manusia sebagai manusia. Sejarah HAM dimulai dari magna charta di Inggris pada tahun 1252 yang kemudian kemudian berlanjut pada Bill of Rights dan kemudian berpangkal pada DUHAM PBB. Dalam konteks keindonesiaan penegakan HAM masih bisa dibilang kurang memuaskan. Banyak faktor yang menyebabkan penegakan HAM di Indonesia terhambat seperti problem politik, dualisme peradilan dan prosedural acara (Kontras, 2004;160). HAM dan Islam Islam sebagai agama bagi pengikutnya meyakini konsep Islam adalah sebagai way of life yang berarti pandangan hidup. Islam menurut para penganutnya merupakan konsep yang lengkap mengatur segala aspek kehidupan manusia. Begitu juga dalam pengaturan mengenai hak asasi manusia Islam pun mengatur mengenai hak asasi manusia. Islam adalah agama rahmatan lil alamin yang berarti agama rahmat bagi seluruh alam. Bahkan dalam ketidakadilan sosial sekalipun

Islam pun mengatur mengenai konsep kaum mustadhafin yang harus dibela. Dalam Islam, konsep mengenai HAM sebenarnya telah mempunyai tempat tersendiri dalam pemikiran Islam. Perkembangan wacana demokrasi dengan Islam sebenarnya yang telah mendorong adanya wacana HAM dalam Islam. Karena dalam demokrasi, pengakuan terhadap hak asasi manusia mendapat tempat yang spesial. Berbagai macam pemikiran tentang demokrasi dapat dengan mudah kita temukan di dalamnya konsep tentang penegakan HAM. Pentingnya hak-hak untuk dihormati dan dilindungi. Pada 1628, kaum bangsawan menuntut hak-hak mereka kepada raja. Mereka mencetuskan Petition Of Right. Yang menuntut sebuah negara yang konstitusional, termasuk didalamnya fungsi parlemen dan fungsi pengadilan. Jhon Locke (1632-1704) bersama Lord Ashley merumuskan tuntutan bagi toleransi beragama. Selain itu, juga menyatakan bahwa semua orang diciptakan sama dan memiliki hak-hak alamiah yang tidak data dicabut seperti hak untuk hidup, kemerdekaan hak milik dan hak untuk meraih kebahagiaan. Salah satu karya Locke yang terkenal ialah second treaties on civil government yang berisi mengenai negara atau pemerintah harus berfungsi untuk melindungi hak milik pribadi. Pemerintah dibentuk guna menjamin kehidupan, harta benda dan kesejahteraan rakyat. Gagasan locke ini sesuai dengan perkembangan didalam masyarakat inggris yang mulai berubah dari nehgara kerajaan yang absolut menuju kerajaan yang konstitusional. Pada 1653 instrument of government berhasil didesakkan. Pembatasan kekuasaan raja semakin dikukuhkan dengan lahirnya Habeas Corpus Act pada Mei 1679. Lonceng kebebasan terus berdentang dan pada 16 desember 1689Bill Of Rights lahir. Mereka tidak hanya berhasil membebaskan diri dari kesewenangan raja. Dan mereka juga berhasil membentuk parlemen yang mempunyai kewenangan untuk mengontrol kekuasaan raja. Itulah sekilas sejarah awal dari HAM yang berkembang di Barat khususnya yang berkembang di wilayah Inggris. Ada tiga prinsip utama dalam pandangan normatif hak asasi manusia, yaitu berlaku secara universal, bersifat nondiskriminasi dan imparsial. Prinsip keuniversalan ini dimaksudkan agar gagasan dan norma-norma HAM telah diakui dan diharapkan dapat diberlakukan secara universal atau internasional. Prinsip ini didasarkan atas keyakinan bahwa umat manusia berada dimana-mana,disetiap bagian dunia baik di pusat-pusat kota

maupun di pelosok pelosok bumi yang terpencil. Berdasar hal itu ham tidak bisa didasarkan secara partikular yang hanya diakui kedaerahahan dan diakui secara lokal. Prinsip kedua dalam norma HAM adalah sifatnya yang nondiskriminasi. Prinsip ini bersumber dari pandangan bahwa semua manusia setara (all human being are equal). Pandangan ini dipetik dari salah satu semboyan Revolusi Prancis, yakni persamaan (egalite). Setiap orang harus diperlakukan setara. Seseorang tidak boleh dibedabedakan antara satu dengan yang lainnya. Akan tetapi latar belakang kebudayaan sosial dan tradisi setiap manusia diwilayahnya berbeda-beda. Hal ini tidak bisa dipandang sebagai suatu hal yang negatif, melainkan harus dipandang sebagai kekayaan umat manusia. Karena manusia berasal dari keanekaragaman warna kulit seperti kulit putih,hitam, kuning dan lainnya. Keanekaragam kebangsaan dan suku bangsa atau etnisitas. Kenekaragaman agama juga merupakan sesuatu hal yang mendapat tempat dalam sifat non-diskriminasi ini. Pembatasan sesorang dalam beragama merupakan sebuah pelanggaran HAM. Prinsip ketiga ialah imparsialitas. Maksud dari prinsip ini penyelesaian sengketa tidak memihak pada suatu pihak atau golongan tertentu dalam masyarakat. Umat manusia mempunyai beragam latar belakang sosial aupun latar belakang kultur yang berbeda antara satu dengan yang lain hal ini merupakan sebuah keniscayaan. Prinsip imparsial ini diimaksudkan agar hukum tidak memihak pada suatu golongan. Prinsip ini juga dimaksudkan agar pengadilan sebuah kasus diselesaikan secara adil atau tidak meihak pada salah satu pihak. Pemihakan hanyalah pada norma-norma HAM itu sendiri. Terdapat dua garis besar pembagian hak asasi manusia yaitu hak negatif dan hak positif. Pembagian hak-hak ini berhubungan dengan dengan ukuran keterlibatan negara dalam pemenuhan hak asasi manusia. Pembagian ini tidak berdasarkan baik atau buruk dalam hak yang terkandung di dalamnya. Mengenai hak negatif adalah hak meminimalkan peran campur tangan negara, maka semakin terpenuhi pula hakhak sipil dan politik. Sebaliknya, bila negara terlalu banyak melakukan campur tangan, maka semakin terhambat pula pelaksanaan hak-hak sipil politik warganya. Pertanyaan adakah ham dalam Islam harus dirunut secara sejarah dialektika HAM dalam Islam. Menurut Anas Urbaningrum hak asasi manusia atau lebih dikenal manusia modern sebagai HAM, telah lebih dahulu diwacanakan oleh Islam sejak empat belas abad silam. Hal ini memberi kepastian bahwa pandangan Islam yang khas tentang HAM sebenarnya telah hadir sebelum deklarasi universal HAM PBB pada 18 Shafar 1369 Hijriyah atau bertepatan dengan 10 Desember 1948 Masehi (Anas, 2004;91). Secara internasional umat Islam yang terlembagakan dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) pada 5 Agustus 1990 mengeluarkan deklarasi tentang HAM dari perspektif Islam. Deklarasi yang juga dikenal sebagai “Deklarasi Kairo” mengandung prinsip dan ketentuan tentang HAM berdasarkan syari’ah (Azra).

HAM dalam Islam telah dibicarakan sejak empat belas tahun yang lalu. Ini dibuktikan oleh adanya Piagam Madinah (mitsaq Al-Madinah) yang terjadi pada saat Nabi Muhammad berhijrah ke Kota Madinah. Dalam Dokumen Madinah atau Piagam Madinah itu berisi antara lain pengakuan dan penegasan bahwa semua kelompok di kota Nabi itu, baik umat Yahudi, umat Nasrani maupun umat Islam sendiri, adalah merupakan satu bangsa (Idris, 2004;102). Dari pengakuan terhadap semua pihak untuk bekerja sama sebagai satu bangsa, di dalam piagam itu terdapat pengakuan mengenai HAM bagi masing-masing pihak yang bersepakat dalam piagam itu. Secara langsung dapat kita lihat bahwa dalam piagam madinah itu HAM sudah mendapatkan pengakuan oleh Islam Memang, terdapat prinsipprinsip HAM yang universal; sama dengan adanya perspektif Islam universal tentang HAM

(huqul al-insan), yang dalam banyak hal kompatibel dengan Deklarasi Universal HAM (DUHAM). Tetapi juga harus diakui, terdapat upaya-upaya di kalangan sarjana Muslim dan negara Islam di Timur Tengah untuk lebih mengkontekstualisasikan DUHAM dengan interpretasi tertentu dalam Islam dan bahkan dengan lingkungan sosial dan budaya masyarakat muslim tertentu pula. Islam sebagai agama universal membuka wacana signifikan bagi HAM. Tema-tema HAM dalam Islam, sesungguhnya merupakan tema yang senantiasa muncul, terutama jika dikaitkan dengan sejarah panjang penegakan agama Islam. Menurut Syekh Syaukat Hussain yang diambil dari bukunya Anas Urbaningrum, HAM dikategotrikan dalam dua klasifikasi. Pertama, HAM yang didasarkan oleh Islam bagi seseorang sebagai manusia. Dan kedua, HAM yang diserahkan kepada seseorang atau kelompok tertentu yang berbeda. 

Haluan Aspirasi KKM Suatu Keharusan KONGRES Kebudayaan Minangkabau (KKM) adalah suatu keharusan. Kapan ABS-SBK akan tegak jika adat kita masih campur dengan lainnya. KKM adalah jihad untuk menjadikan adat yang islami. Kami pemangku adat yang siap membanntu mengkampanyekan pada umat Islam di Sumatra Barat. +6281374621***

SKM Bukan di UPI PAK Wali Fauzi Bahar yang terhormat, sebentar ini (kemarinred) Pak Herman Nawas menyatakan tempat seminar bukan di UPI Lubuak Bagaluang. “Tidak ada itu. Mereka belum bayar, dan harus bayar 10 hari lebih awal. Saya minta berita dan iklan itu diralat!” ujar Herman Nawas dengan nada pasti. +62153512***

Hapuskan SMA untuk Kurangi Pengangguran PAK Kepala Dinas Pendidikan, sebaiknya SMA dibubarkan saja karena hanya menambah penggangguran. Kemudian SMK ditambah karena mereka sudah punya keterampilan. Di samping itu mereka dibenarkan melanjutkan ke perguruan tinggi masing-masing. Ini tujuannya untuk mengungi pengangguran saat sekarang dan juga saat mendatang. Ironisnya, tamatan SMA kalau tidak melanjutkan ke PT sewaktu jadi pegawai di instansi pemerintah hanya bisa dimanfaatkan menjadi tukang ketik, administrasi, pengantar surat, paket dan lain-lain karena belum punya keterampilan khusus, tapi kalau SMK sudah ada keterampilan khusus. +627518224***

Ngerit di SPBU BAPAK Kacab Pertamina UPPDN I, tolong tertibkan beberapa SPBU di Kabupaten 50 Kota tiap malam mengisi puluhan mobil pick up yang penuh dengan diriken sehingga bensin di SPBU sian hari habis! 081363509***

Berita Kurang Lengkap MENCERMATI berita MUI Pesisir Selatan pada Haluan (4/12), bahwa LDII termasuk aliran yang sesat dan menyesatkan sehingga masyarakat resah, demo dan menolaknya. Sering kami membaca berita aliran yang dinyatakan sesat, tetapi tidak diikuti jabaran dimana letak sesatnya sehingga masyarakat jadi bingung. Penjelasan ini bagian untuk mengerem bagi mereka yang mungkin simpatik. Kami menghimbau kepada para wartawan maupun MUI bila akan memberitakan aliran sesat lengkap dengan jabarannya apa yang dianggap sesat, bukan rumahnya yang tak mendapat izin, atau hanya berita meresahkan masyarakat setempat dan lain-lain. Jabarkan dan tunjukkan apa yang menyesatkan dan menyimpang dari Islam. Dengan demikian, masyarakat akan mendapat penilaian yang objektif bagi masyarakat luas. +621266844***

Kecurangan CPNS Solok Selatan YTH Redaksi Haluan, mohon ditelusuri kecurangan hasil tes CPNS Solok Selatan. Diduga keras hasilnya tidak sama dengan yang dimiliki Demografi UI. Mungkin bisa dengan cara kros cek ke lembaga ini. Pers tentu lebih berkompeten dari kami, masyarakat badarai ini. +625278264***

Kirimkan keluhan, komplain, dan juga tentang pelayan publik, atau informasi yang terkait penyalahgunaan wewenang atau dugaan korupsi ke nomor 0816 325 3248 atau ke e-mail: opinihaluan@gmail.com, atau berupa surat ke alamat Redaksi Haluan Komplek Bandara Tabing Jalan Hamka Padang

Pemimpin Umum: H. Basrizal Koto. Konsultan Pengembangan Media: H. Hasril Chaniago, Pemimpin Redaksi: Zul Effendi, Pemimpin Perusahaan: Irvan Jasri, Dewan Redaksi: H. Hasril Chaniago (Ketua), Zul Effendi, H. Fachrul Rasyid H.F., H. Dheni Kurnia, Tun Akhyar, Eko Yanche Edrie. Tim Kerja Redaksi: Eko Yanche Edrie (Koordinator), Ismet Fanany MD, Nasrul Azwar, Atviarni, Dodi Nurja, Syamsu Rizal, Afrianita, Gusni Yenti Putri, David Ramadian, Nova Anggraini, Aci Indrawadi, Perdana Putra, Ahmad Kharisma, Rahmatul Akbar, Gustedria, Reporter: Andika Destika Khagen, Ade Budi Kurniati, Suswinda Ningsih, Rio Fitra SY, Mice Angelasari, Rudi Antono, Haswandi, Koresponden: Syamsuardi S, Jon Indra, Ridwan (Bukittinggi), Dedi Salim (Pariaman), Zulkifli, Syafril Nita (Payakumbuh), Atos Indria (Lubuk Sikaping), Miazuddin, Kasra Scorpi (Lubuk Basung), Iwan DN, Darwin Danin (Padang Panjang), Yuldaveri, Emrizal (Batusangkar), M.Junir, Gusmizar (Pasaman Barat), Sabrul Bayang, M.Joni, Haridman (Painan), Syamsuardi Hasan, Riswan Jaya, Alfian, Almito (Solok), Marnus Chaniago (Solok Selatan), Alamsyah Halim, Fadilla Jusman (Sawahlunto), Azneldi (Sijunjung), Maryadi (Dharmasraya), Biro Jakarta: Syafruddin Al (Koordinator), Syafril Amir, Jamalis Jamin, Surya, Biro Riau: Hasan Basril Biro Kepri: Yon Erizon Tim Kerja Usaha: Isbadri Bakri (Koordinator Sirkulasi), Budi Syahrial (Koordinator Iklan), Alfarino Ikhsan (Koordinator Promosi), Koordinator Pracetak: Handrus Rusdi. Alamat Redaksi/Bisnis: Komplek Bandara Tabing, Jl Hamka Padang. Telp. (0751)4488700, 4488701, 4488702, 4488703, Fax (0751) 4488704 Email: redaksi_haluan@yahoo.com Harga Langganan/iklan: Harga langganan bulanan dalam kota Padang Rp57.000, Harga eceran Rp2.500,- Tarif iklan: Iklan umum Rp6.500,./mmk, Iklan mini max 1 kolomx100mm Rp100.000,-/kolom, Iklan baris Rp6.500,-/baris, Iklan 2 warna Rp9.000,-/mmk, Iklan full color Rp12.000,-/mmk. Bank: BRI Cabang Padang Rek No: 0058-01-001430-30-8, PT Haluan Sumbar Mandiri Dicetak oleh Unit Percetakan PT Haluan Sumbar Mandiri Padang

Haluan Aspirasi


5

JUMAT, 10 DESEMBER 2010 1432HH 12 NOVEMBER 2010MM/ 45 MUHARRAM ZULHIJJAH 1431

KLASEMEN LIGA CHAMPIONS Grup A 01. Tottenham 02. Inter 03. Twente 04. Bremen

MADRID, HALUAN — Real Madrid masih memegang rekor juara Eropa sebanyak sembilan kali. Mereka juga tercatat sebagai tim yang paling sering mencetak gol di kompetisi kasta tertinggi antarklub Eropa tersebut. Seusai menekuk Auxerre 4-0 di pertandingan terakhirnya di fase grup musim ini Kamis (9/12) dinihari WIB, Madrid menjadi tim pertama yang mampu membukukan 300 gol di kompetisi Eropa sejak format baru diimplementasikan di musim 1992/1993 — dengan nama Liga Champions. Persisnya, 303 gol. Situs resmi klub Spanyol ini menulis, Ivan Zamorano adalah pencetak gol pertama mereka di LC pada 27 September 1995 melawan Grasshopper. Lima musim kemudian, pada 25 Oktober 2000, Savio menorehkan gol ke-100 Madrid saat menghadapi Sporting Lisbon. Striker Brasil Ronaldo adalah orang yang mengukir gol ke-200 El Real di kompetisi ini pada 26 November

MANCHESTER, HALUAN — Menurunnya penampilan Chelsea yang dibarengi dengan meningkatnya performa Arsenal, membuat Nani berpikir kini justru The Gunners lah pesaing terkuat timnya saat ini, bukan The Blues. Setelah sempat berlari di awal musim dan meninggalkan jauh para pesaingnya, dalam sebulan belakangan Chelsea seperti terjun bebas. Sejak kekalahan 0-2 dari Liverpool, Chelsea cuma meraih satu kemenangan, dua seri dan dua kalah dari lima laga terakhirnya. Alhasil mereka pun kini harus dilewati oleh Manchester United dan juga Arsenal. Posisi pasukan Carlo Ancelotti itu berada di peringkat ketiga dengan 30 poin dari 16 laganya, selisih satu dari MU di peringkat kedua namun masih punya satu laga tersisa. Dari Arsenal yang ada di puncak mereka kini berjarak dua poin. Tentu ini bukan tren yang bagus bagi Chelsea yang begitu digdaya musim lalu dengan torehan dua gelarnya. Boleh jadi

konflik di manajemen dengan keluarnya Ray Wilkins serta cedera yang silih berganti menimpa pemain inti membuat mereka tak mampu tampil maksimal. Maka tak salah jika winger MU Nani menilai Arsenal-lah justru yang saat ini harus lebih diwaspadai The Red Devils. Sebabnya adalah penampilan anak asuh Arsene Wenger tengah naik. Meski tak stabil di kandang sendiri, namun Arsenal justru garang saat bermain tandang. “Arsenal kini adalah ancaman terbesar, bukan Chelsea,” tegas Nani di ESPN Star. “Chelsea kalah dan seri di beberapa laga terakhirnya. Sepertinya kepercayaan diri mereka tengah menurun saat ini,” sambungnya. “Namun Arsenal justru tengah mereguk kemenangan dan berada di puncak klasemen memberimu kepercayaan diri yang sangat besar. Arsenal telah tampil baik sejauh ini. Mereka tampil seperti yang seharusnya mereka tampilkan,” Selain karena mulai membaiknya penampilan Arsenal, Nani melihat sosok Samir Nasri sebagai kunci dibalik ini semua. Meski kerap kehilangan Cesc Fabregas namun Nasri mampu membayar kepercayaan Wenger untuk jadi muara serangan tim. “Nasri adalah pemain terpenting di tim Arsenal saat ini. Dia adalah ancaman berbahaya bagi kami dan kami harus mewaspadainya,” tuntas Nani. Ya, Arsenal dan MU akan saling beradu di pekan ke17 di Emirates Stadium, Selasa (13/12) dinihari WIB. Siapa pemenangnya?(h/dtc/pp)

Benzema Sejajar dengan Raul dan Ronaldo MARSEILLLE, HALUAN — Tiga gol dibuat oleh Karim Benzema ke gawang Auxerre. Meski masih kesulitan jadi pilihan pertama di Real Madrid, hat-trick itu setidaknya sudah bikin Benzema masuk buku rekor El Real. Direkrut Madrid dari Lyon pada musim panas 2009, Benzema diprediksi akan jadi mesin gol baru klub raksasa Spanyol tersebut. Nyatanya tidak tepat demikian. Sampai dengan saat ini, setelah satu musim setengah berjalan, peran si penyerang asal Prancis di Madrid pun belum terlalu menonjol sete-

lah musim lalu juga kesulitan dapat tempat di tim inti. Bak ingin menunjukkan kualitas dirinya, Benzema menggebrak di laga matchday 6 Liga Champions, Kamis (9/12) dinihari WIB. Menjamu Auxerre, penyerang berusia 22 tahun tersebut tiga kali menjebol gawang lawan untuk membantu Madrid menang 4-0. Laga tersebut boleh jadi tidak berpengaruh besar terhadap Madrid yang memang sudah memastikan diri lolos ke babak 16 besar sebagai juara grup. Tapi jelas punya peran signifikan terhadap ke-

percayaan diri Benzema. “Ini mungkin pertandingan terbaikku bersama Real Madrid karena tiga gol yang aku cetak. Aku harus terus main seperti ini untuk membangun kepercayaan diri. Aku jadi merasa sebagai penyerang penting untuk tim ini,” tuturnya ceria di situs resmi Madrid. Selain itu, keberhasilan Benzema mencatatkan hat-trick juga membuatnya pantas berdampingan dengan dua mantan pemain depan ternama Madrid, Ronaldo Luis Nazario de Lima dan Raul Gonzalez Blanco. Dicatat oleh Infostrada, Benzema kini sudah resmi menjadi pemain ketiga Madrid yang bisa menyarangkan tiga gol ke gawang lawan di format Liga Champions saat ini, setelah Ronaldo (23 April 2003) dan Raul (18 Oktober 1995).(dtc/pp)

Ada Apa dengan Chelsea? LONDON, HALUAN — Kekalahan yang diterima dari Olympique Marseille memang tak berpengaruh apapun buat Chelsea. Akan tetapi hasil ini kian memerpanjang rentetan hasil kurang memuaskan yang dipetik The Blues. Chelsea ditekuk 0-1 saat bertamu ke Stadion Velodrome, Kamis (9/12) dinihari WIB. Hasil ini tampak sedikit mengejutkan karena klub berlambang Singa Biru ini melewati Marseille dengan mudah di perjumpaannya yang pertama dengan skor 2-0. Meski kalah, hasil itu pun tak menentukan lagi buat skuad arahan Carlo Ancelotti itu. Laga ini cuma sekedar formalitas saja karena yang bersangkutan telah lebih dahulu mengamankan tiket lolos ke babak knock out

dan status juara grup. Akan tetapi ini menggagalkan Chelsea untuk mempertahankan rekor kemenangan 100 persen di fase grup. Pasalnya, mereka selalu berhasil menang di lima laga sebelumnya. Kekalahan itu pun menjadi hasil buruk untuk kesekian kalinya buat ‘Si Biru’. Dengan ini berarti Chelsea cuma berhasil mendulang dua poin dari kemungkinan sembilan poin dalam tiga laganya. Kekalahan ini merupakan kekalahan kedua dalam lima laga terakhirnya. Dula laga lainnya berakhir imbang sedangkan satu lagi berakhir menang. Kemenangan terakhirnya diraih saat mengalahkan MSK Zilina, 24 November silam. Sementara kemenangan terakhir yang dirasakan Chelsea

adalah saat menang tipis 1-0 dari Fulham, medio November. Hasil ini sangat kontras jika dibandingkan start kencang yang sukses dilakukan Chelsea pada awal musim ini. Juara bertahan Liga Inggris itu sempat meraih enam kemenangan beruntun plus skor yang meyakinkan. Chelsea mau tak mau harus segera berbenah demi bukan cuma demi meraih trofi Liga Champions yang menjadi buruan utamanya musim ini. Melainkan juga demi mental dan kepercayaan diri pemain yang kelihatannya mulai menurun. “Kami kehilangan kepercayaan diri di lini depan, kami jadi takut bermain sepakbola. Kami harus terus maju, tetap kompak dan bersiap untuk laga selanjutnya,” ujar Ancelotti selepas laga melawan Marseille. (h/dtc/pp)

Ashley Cole

Samir Nasri

Arsenal Rival MU Sekarang

2003 melawan Marseille, sedangkan Karim Benzema adalah pemain yang mendonasikan gol ke-300. Meskipun Los Blancos sudah mengoleksi total 308 gol di Piala Eropa sejak 1992, tapi lima gol yang dibuat di babak kualifikasi melawan Wisla Krakow di musim 2004/2005 tidak dihitung dalam statistik Liga Champions oleh UEFA. Tapi itu dihitung di ststistik Piala Eropa secara keseluruhan. Total, selama mengikuti turnamen tertinggi antarklub Eropa ini, Madrid sudah mendulang 709 gol. Jose Mourinho dikontrak Real Madrid dengan target utama menjuarai kembali Liga Champions. Sejauh ini kinerjanya luar biasa, karena Los Merengues belum pernah lolos ke fase knock out dengan hasil sebaik musim ini. Tambahan tiga poin dari laga melawan Auxerre mem-

buat total nilai yang dimiliki Cristiano Ronaldo cs menjadi berjumlah 16. Dari enam pertandingan di fase grup Madrid meraih lima kemenangan, cuma AC Milan yang ‘menodai’ kesempurnaan Los Merengues saat bermain imbang 2-2 di San Siro. Seperti dikutip dari Opta, ini adalah jumlah poin terbanyak yang pernah dicatatkan Madrid di fase grup Liga Champions sejak kompetisi antarklub terbaik Eropa tersebut berubah format di tahun 1992. Raihan luar biasa Madrid masih ditambah dengan agregat gol yang juga mencatatkan rekor terbanyak: +13. Dalam 15 keikutsertaan Madrid di Liga Champions sejak tahun 1992 sampai musim 2009/2010, poin terbayak yang pernah didapat Los Merengues adalah 14 pada musim 2003/04. Sementara selisih gol terbaik yang didapat sebelumnya adalah +11 pada musim 1998–99. Adakah hasil bagus ini sebuah pertanda kalau Mourinho akan menyudahi puasa juara Madrid di Liga Champions yang sudah bertahan sejak tahun 2002? (h/dtc/pp)

6 6 6 6

3 3 1 1

2 1 3 2

1 2 2 3

(18-11) (12-11) (9-11) (6-12)

11 10 6 2

6 6 6 6

4 3 2 1

1 1 0 2

1 2 4 3

(10-3) (11-10) (7-12) (7-10)

13 10 6 5

6 6 6 6

4 3 1 0

2 2 3 1

0 1 2 5

(7-1) (15-4) (3-6) (2-16)

14 11 6 0

4 3 1 0

2 1 3 2

0 2 2 4

(14-3) (7-5) (2-4) (2-13)

14 10 6 2

Hasil Rabu (8/12) dini hari Bremen vs Inter: 3-0 Twente vs Tottenham: 3-3 Grup B 01. Schalke 02. Lyon 03. Benfica 08. Hapoel Hasil Rabu (8/12) dini hari Lyon vs Hapoel: 2-2 Benfica vs Schalke: 1-2 Grup C 01. Man. Unietd 02. Valencia 03. Rangers 04. Bursaspor

Hasil Rabu (8/12) dini hari Man. United vs Valencia: 1-1 Bursaspor vs Rangers: 1-1 Grup D 01. Barcelona 02. Copenhagen 03. Rubin Kazan 04. Panathinaikos

6 6 6 6

Hasil Rabu (8/12) dini hari Barcelona vs Rubin: 2-0 Copenhagen vs Panathinaikos: 3-1 Grup E 01. Munchen 02. Roma 03. Basel 04. Cluj

6 6 6 6

5 3 2 1

0 1 1 2 0 4 1 4

(16-6) (10-11) (8-11) (6-12)

15 10 6 4

6 6 6 6

5 4 3 0

0 0 0 0

1 2 3 6

(14-4) (12-3) (7-10) (3-19)

15 12 9 0

6 6 6 6

5 2 2 1

1 2 1 0

0 2 3 5

(15-2) (7-7) (6-10) (3-12)

16 8 7 3

6 6 6 6

5 4 3 0

0 0 0 0

1 2 3 6

(12-6) (18-7) (5-11) (2-13)

15 12 9 0

Hasil Kamis (9/12) dini hari Munchen vs Basel: 3-0 Cluj vs Roma: 1-1 Grup F 01. Chelsea 02. Marseille 03. Spartak 04. Zilina Hasil Kamis (9/12) dini hari Marseile vs Chelsea: 1-0 Zilina vs Spartak: 1-2 Grup G 01. Madrid 02. Milan 03. Ajax 04. Auxerre Hasil Kamis (9/12) dini hari Madrid vs Auxerre: 4-0 Milan vs Ajax: 0-2 Grup H 01. Shaktar 02. Arsenal 03. Braga 04. Partizan

Hasil Kamis (9/12) dini hari Arsenal vs Partizan: 3-1 Shaktar vs Braga: 2-0


JUMAT, 10 DESEMBER 2010 M 4 MUHARRAM 1432 H

Olahraga 7

PEROLEHAN MEDALI PORPROV

Eksebisi Irwan/Icuk Melawan Joko /Edwin

Padang Semakin Menjauh PADANG, HALUAN — Perolehan medali kontingen Kota Padang semakin menjauhi pesaing-pesaingnya. Berdasarkan data dari sekretariat Porprov XI Sumbar 2010 di Gedung Serba Guna KONI Sumbar Kompleks GOR Haji Agus Salim Padang hingga pukul 21.30 WIB, Kota Padang mengumpulkan 58 emas, 32 perak dan 39 perunggu. Sementara di bawah Padang ada Bukittinggi dengan 19 emas, 15 perak dan 10 perunggu disusul Tanah Datar dengan 14 emas, 15 perak dan 23 perunggu. Kemudian Pasaman dengan 14 emas, 11 perak dan 18 perunggu, Kabupaten Solok dengan 12 emas, 14 perak dan 12 perunggu. Data perolehan medali di sekretariat Porprov ini memang berbeda jika dibandingkan dengan data dari masing-masing kontingen yang direkap. Contohnya, Kabupaten Pasaman mengklaim sudah mendapatkan 23 emas, 19 perak dan 25 perunggu. “Kami merekap semua data hasil pertandingan yang masuk ke sekretariat dan hasilnya sudah kami informasikan itu. Soal ada perbedaan dengan data dari kontingen lain, mungkin disebabkan karena masih banyak panitia yang belum melaporkan hasil pertandingan yang sudah selesai. Kami sangat berharap panitia dapat melaporkan setiap hasil pertandingan yang sudah berakhir sehingga data yang ada di sekretariat merupakan data terakhir,” ujar salah seorang petugas sekretariaran Porprov kepada Haluan. Pada Kamis kemarin sejumlah cabang telah menyelesaikan pertandingan. Dari cabang aerosport di Pesisir Selatan, tuan rumah berhasil meraih tiga dari empat nomor yang telah diselesaikan. Tiga emas Pessel dihasilkan di nomor kecepatan mendarat putri, beregu putra dan beregu putri. Satu nomor yang lepas yaitu di nomor kecepatan mendarat putra yang diraih Kota Padang. Di nomor kecepatan mendarat putra, perak diraih tuan rumah Pessel dan perunggu Limapuluh Kota. Di nomor kecepatan mendarat putri medali emas dan perak diraih Pessel dan perunggu Limapuluh Kota. Di nomor beregu putra, Pessel meraih emas, Padang perak dan Limapuluh Kota perunggu. Di bagian putri, Pessel kembali berjaya disusul Limapuluh Kota dan Padang. Dari cabang kempo, Padang dan Padang Panjang berbagi emas di nbomor embu bereugu. Untuk embu beregu putra diraih Padang Panjang disusul Kabupaten Solok dan Padang yang harus puas meraih medali perak dan perunggu. Sedangkan di nomor embu beregu putri, Padang meraih emas, Sawahlunto meraih perak dan Padang Pariaman meraih perunggu. Sementara dari cabang balap sepeda nomor MTB cross country 15 kilometer yang berlangsung di Batusangkar, Tanah Datar, pembalap Kota Solok mempecundangi pembalap tuan rumah. Medali emas diraiah Rido Chandra dari Kota Solok dengan catatan waktu 52.23.07 disusul pembalap tuan rumah, Teguh Mintarga dengan waktu 52.35.32 yang meraih perak dan Rolan Plano dari Kota Solok dengan waktu 54.17.32 meraih medali perunggu.Dari arena pencak silat, Padang dan Agam berbagi dua emas dari empat nomor pertandingan. Padang meraih emas di nomor ganda putra dan putri sedangkan Agam meraih emas di nomor tunggal putra dan putri. Di nomor tunggal putra, Novri Nanda Putra (Agam) meraih emas disusul Nico Sanjaya (Bukittinggi) dan Edo Ikhlas (Sawahlunto). Di tunggal putri, Nadya SY (Agam) meraih emas, disusul Nofriyanti (Padang Panjang) dan Danty Utami Denta (Padang). Sementara di nomor ganda putra, emas diraih Padang, perak diraih Pariaman dan perunggu diraih Mentawai. Kemudian di nomor ganda putri, emas diraih Padang, perak diraih Tanah Datar dan perunggu diraih Mentawai. Hanya saja, empat nomor silat ini belum masuk datanya ke sekretariat Porprov Sumbar sehingga data terakhir di sekretariat Porprov, Mentawai masih meraih satu perak dan satu perunggu. (pp)

EMAS DIHARGAI RP10 JUTA

Pessel Siap Jatuh Bangun PAINAN, HALUAN — Janji yang terucap dari mulut bupati Pesisir Selatan H. Nasrul Abit menjadi pemacu semangat para atlet kabupaten tersebut untuk tampil prima di arena Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat ke XI. Nasrul Abit menjanjikan bonus lumayan besar bagi peraih medali, baik per orangan maupun beregu. Seperti disampaikan kepada Haluan, kemarin, Nasrul Abit menjanjikan bonus Rp10 juta bagi peraih medali emas dan Rp5 juta bagi peraih medali perak sedangkan peraih medali perunggu bakal dibonus Rp2,5 juta. "Peraih medali emas akan diberikan bonus sebesar Rp10 juta, perak Rp5 juta dan perunggu sebesar Rp2,5 juta," janji Nasrul.Nasrul menambahkan khusus untuk cabang olahraga beregu alokasi bonus yang disediakan lebih besar lagi meskipun tidak menyebut besaran jumlah yang bakal diterima. Menyikapi janji tersebut, beberapa atlet dan pelatih dari berbagai cabang olahraga menyambut baik namun mereka juga berharap janji itu bukan sekedar janji kosong. "Kalau memang seperti itu kami akan berupaya agar para atlet binaan tampil lebih maksimal lagi agar bisa meraih medali tapi jangan hanya sekedar janji kosong yang tidak ada realisasinya," kata Gusrizal, pelatih kepala cabang bulutangkis mewakili atlet binaannya. Gusrizal mengaku sampai hari ke empat pertandingan, cabang bulutangkis baru mampu mempersembahkan satu medali perunggu bagi Pesisir Selatan. Sejauh ini Pesisir Selatan baru berhasil mengantongi sebanyak 10 medali emas, 9 medali perak dan 13 medali perunggu. Medali tersebut antara lain dipersembahkan dari cabang gulat, dayung, judo, balap sepeda, tarung drajat, sepak takraw, voli pantai, taekwondo dan bulu tangkis.Berdasarkan informasi mengenai perolehan medali, sementara ini Pesisir Selatan yang merupakan pemegang runner up Porprov tiga kali berturut-turut ini masih belum berhasil masuk ke posisi lima besar. (har)

pp

GUBERNUR SUMBAR Irwan Prayitno (empat dari kiri depan) bersama dengan juara Taekwondo di GOR UNP kemarin

Padang Masih Raja Taekwondo PADANG, HALUAN — Kota Padang berhasil menjadi juara umum di cabang taekwondo yang berakhir, Kamis (9/12) di GOR Universitas Negeri Padang. Padang mengumpulkan setengah total medali emas yang disediakan di cabang ini yaitu 10 emas, tiga perak dan dua perunggu. Kontingen di bawah Padang adalah Padang Pariaman yang mengumpulkan tiga emas, satu perak dan dua perunggu disusul Pasaman dengan dua emas, dua perak dan tiga perunggu. Setelah itu ada Dharmasraya dengan dua emas, satu perak dan tiga perunggu. Tiga emas lainnya di cabang ini diraih Bukittinggi, Kabupaten Solok dan Tanah Datar. Sepuluh emas Padang disumbangkan oleh Eko Prasetya di nomor poomsae perorangan putra, poomsae beregu putra melalui Eko Prasetya, Andi Putra dan Sean Ansari Darman, Gerry Sugandhi di nomor under 63 kg putra, Ridho Putra H (under 80 kg putra), Taufik Hidayat

(under 58 kg putra), Ochkirani Martha (under 49 kg putri), Ramon Satria (under 68 kg putra), Fitri Ramadhani (under 62 kg putri), Dian Novita (under 53 kg putri) dan Nofika Akhiarti (over 73 kg putri). Sementara tiga emas Padang Pariaman dihasilkan Endang Purwanti (under 67 kg putri), Delva Rezky (under 73 kg putri) dan Alkadri (under 87 kg putra). Dua emas Pasaman dihasilkan Awal Nurdin (under 54 kg putra) dan dari nomor poomsae berpasangan atas nama M. Ibnu Rafky dan Annisa Ul Hasanah. Sementara Dharmasraya menghasilkan emas melalui Wirahuda Kesario (iver 87 kg putra) dan Ayu Halijah Arifin (under 46 putri). Tiga emas lainnya dihasilkan Tanah Datar melalui Suci Dwi Mutiara di nomor under 57 kg putri, Bukittinggi di nomor poomsae perorangan putri melalui Endang Mulyani dan Kabupaten Solok melalui M. Alharis di nomor under 74 kg putra.

Pertandingan taekwondo di hari terakhir, Kamis kemarin dihadiri Ketua DPRD Sumbar, Yul Tekhnil dan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. Yul Tekhnil datang lebih dahulu dan melakukan pengalungan medali. Setelah Yul Tekhnil meninggalkan arena, giliran Irwan Prayitno yang datang. Irwan mendapat kesempatan melakukan pengalungan medali terakhir untuk Endang Purwanti yang meraih emas di nomor under 67 kg putri. “Peta kekuatan taekwondo masih didominasi oleh Kota Padang. Hal itu dibuktikan setengah dari emas yang disediakan di cabang ini diambil kontingen Padang. Kami berharap daerahdaerah lain seperti Padang Pariaman, Bukittinggi, Dharmasraya dan Tanah Datar segera mempersiapkan diri agar bisa menjadi salah satu kekuatan tekwondo di Sumbar,” ujar Ketua Harian Taekwondo Indonesia (TI) Sumbar, Handrianto usai pertandingan. (pp)

Dharmasraya Tantang Padang di Babak 8 Besar Voli DHARMASRAYA, HALUAN — Babak penyisihan pertama cabor bola voli indoor putra dan putri sudah selesai digelar, kemudian delapan tim putra dan putri akan memasuki babak penyisihan kedua untuk masuk ke babak semifinal dan final. Delapan tim putri yang sudah memastikan lolos ke delapan besar adalah Padang (juara grup A), Bukittinggi (runner up A), Payakumbuh (juara grup B), Dharmasraya (runner up B), Limapuluh Kota (juara grup C), Tanah Datar (runner up B), Pesisir Selatan (juara grup D) dan Kabupaten

Solok (runner up D). Di babak delapan besar menggunakan sistim silang, Padang bertemu Dharmasraya, Bukittinggi vs Payakumbuh, Liampuluh Kota vs Kabupaten Solok dan Tanah Datar vs Pesisir Selatan. Pada babak penyisihan terakhir, Kamis (9/12), Bupati Dharmasraya H.Adi Gunawan, Wakil Bupati H.Syafruddin R dan Ketua TP PKK Hj.Zaksai Kasni, langsung jadi sporter tuan rumah. Pada hari itu, tuan rumah pada nomor putra mengalami kekalahan, berarti untuk bola

voli indoor putra, tuan rumah gagal melaju ke babak selanjutnya. Sedangkan pada nomor putri, tuan rumah melaju ke babak penyisihan kedua sebagai runner up pool mendampingi Kota Payakumbuh, setelah mengalahkan Mentawai 3-0. Selanjutnya tim putri Dharmasraya akan berhadapan dengan Kota Padang sebagai juara grup A, dan ini cukup berat bagi tim tuan rumah.Namun para pemain sangat berharap dukungan dan sporter dari masyarakat Dharmasraya ketika tim tuan rumah bertanding.(yad)

PADANG, HALUAN — Cabang bulutangkis akan dimeriahkan dengan pertandingan eksebisi antara pasangan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dengan Icuk Sugiarto melawan pasangan Joko Suprianto dengan Wakil Walikota Padang Panjang, Edwin. Pertandingan eksebisi ini digelar sebelum partai final nomor perorangan, Jumat ini di Padang Panjang. “Untuk memeriahkan pertandingan bulutangkis ini, kami menggelar pertandingan eksebisi antara pasangan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dengan Icuk Sugiarto melawan pasangan Wakil Walikota Padang Panjang, Edwin dengan Joko Supriyanto,” ujar Ketua Umum PBSI Sumbar, Syafrizal Ucok kepada Haluan kemarin di Padang. Selain pertandingan eksebisi itu, juga akan bertemu antara pasangan juara ganda putra perorangan dengan pasangan Icuk/Joko. Pertandingan ini digelar setelah partai ganda putra perorangan telah selesai digelar. Menurut Syafrizal Ucok, saat ini cabang bulutangkis yang digelar di Padang Panjang telah memasuki babak perempatfinal nomor perorangan. Sementara untuk nomor beregu telah selesai dilaksanakan.“Mudah-mudahan dengan adanya pertandingan eksebisi ini akan bisa menyedot penonton semakin ramai menyaksikan pertandingan bulutangkis Porprov ini,” ujarnya. (pp)

SEPAKBOLA PORPROV

Tanah Datar Melaju ke Semifinal PARIAMAN, HALUAN—Tim Kabupaten Tanah Datar berhasil maju ke babak semifinal cabang Sepakbola Porprov XI Sumatera Barat, setelah berhasil menang tipis lawan Padang Panjang 10 pada babak delapan besar, Kamis kemaren. Bermain dengan pola yang berbeda, Tanah Datar bermain lebih agresif, sementara Padang Panjang bermain lebih tenang, menjadikan suasana lapangan Manunggal Pauah Kamba, Padang Pariaman tegang. Kedua kesebelasan bermain bagaikan kakak beradik, sering ribut dilapangan, karena sering terjadi pelanggaran, tetapi masih

01. 02. 03. 04. 05. 06. 07. 08. 09. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19.

tetap menjaga sportivitas. Babak kedua, menit ke 62, Striker Tanah Datar, Rudi Arianto gegerkan gawang Padang Panjang dengan tendangan kerasnya menciptakan gol pertama pada pertandingan yang bermain semakin keras. Tim Kabupaten Tanah Datar yang bermain disaksikan lansung Bupati, M. Shadiq semakin percaya diri dengan gol yang diciptakan rudi sehingga terus menggempur pertahanan barisan belakang Padang Panjang. Pertandingan Juara Pool D Tanah Datar dengan Runer up Pool C, Padang Panjang berakhir dengan dimenangkan Tanah Datar dengan 1-0. (ydv)

Padang Bukittinggi Tanah Datar Pasaman Kabupaten Solok Padang Panjang Pesisir Selatan Sawahlunto Payakumbuh Limapuluh Kota Kota Solok Padang Pariaman Sijunjung Dharmasraya Agam Kota Pariaman Solok Selatan Pasaman Barat Mentawai

58 19 14 14 12 10 10 10 7 6 5 4 4 4 3 2 1 1 0

32 15 15 11 14 11 9 6 13 13 4 9 7 3 12 2 5 1 1

39 10 23 18 12 19 13 7 16 14 9 25 6 15 6 4 1 0 1

*Sumber Sekretariat Porprov

SEPAKBOLA KE SEMIFINAL

Pasaman Sudah Kumpulkan 23 Emas PASAMAN, HALUAN — Hingga memasuki hari ke lima pada iven Porprov XI, kontingen Kabupaten Pasaman perlahanlahan dan pasti mulai mendulang beberapa medali emas di sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan di PORPROV XI Sumbar tersebut. Dari informasi sementara yang dihimpun Haluan di sekretariat KONI Pasaman, Kamis (912) di Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman telah mengumpulkan 67 medali yakni 23 medali emas 19 perak dan 25 perunggu. (hingga

pukul 19.00 WIB) Informasi perolehan medali yang ditorehkan oleh Pasaman dibenarkan oleh Ketua Harian Koni Pasaman Isman AP, malah tambah dia bukan tidak mungkin Kabupaten Pasaman akan kembali menambah pundi-pundi medali emas dari cabang catur yang hingga berita ini turun Masih dalam bertanding. Sementara dari lapangan bola Sungai Sarik Padang Pariaman, tim sepakbola yang dtukangi Drs. Yusri, maju ke babak semifinal, setelah Kamis

kemarin berhasil menjungkalkan tim sepakbola Kota Padang dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang anak-anak ranah Pasaman Saiyo itu, dicetak oleh Nofrizaldi nomor punggung 15 pada babak pertama di menit ke 18.Pertandingan yang berjalan ketat itu, disaksikan oleh Bupati Pasaman H. Benny Utama,SH,MM dan Ketua Konida Drs. Deswar Hardani.MM dan ribuan pendukung baik yang ada diperantauan maupun yang datang langsung ke Padang Pariaman. Sejarah yang ditorehkan

dengan tampilnya tim sepakbola Kabupaten Pasaman di babak semifinal, mendapat sanjungan dan euforia dari seluruh masyarakat Kabupaten Pasaman. Bahkan sejak awal target yang diusung bagaimana untuk cabang sepakbola dapat meraih yang terbaik bagi Kabupaten Pasaman di ivent Porprov XI. Bahkan hadirnya orang nomor satu Pasaman itu, memberikan sopport dan motivasi yang kuat bagi semua pemain yang larut dalam kegembiraan. Bahkan Bupati Pasaman setelah pluit akhir dibunyikan

wasit, langsung menghampiri dan memeluk semua pemain kesebelasan Kabupaten Pasaman. “Kemenangan yang dicapai oleh anak-anak Pasaman adalah kemenangan untuk masyarakat Kabupaten Pasaman, yang jelas kita jangan terlena dengan kemenangan ini,”pungkas Benny Utama yang pernah menjabat Wakil Ketua Pengda PSSI Sumbar. Dengan kepastian tim sepakbola Pasaman ke babak semifinal, tinggal lagi menunggu siapa lawan yang dihadapi nanti. (tos)


8

JUMAT, 10 DESEMBER 2010 M 4 MUHARRAM 1432 H

INFO SIGAB Tips Siaga Gempa 1. Menentukan tempat-tempat berlindung yang aman jika terjadi gempa bumi. Tempat berlindung yang aman adalah tempat yang yang dapat melindungi Anda dari benda-benda yang jatuh atau mebel yang ambruk, misalnya di bawah meja. 2. Menyediakan air minum untuk keperluan darurat. Bekas botol air mineral dapat digunakan untuk menyimpan air minum. Kebutuhan air minum biasanya 2 sampai 3 liter sehari untuk satu orang.

DPRD Sumbar Dorong Perda Perlindungan Masyarakat

3. Menyiapkan tas ransel yang berisi (atau dapat diisi) barang-barang yang sangat dibutuhkan di tempat pengungsian. Barang-barang yang sangat diperlukan dalam keadaan darurat misalnya, lampu senter berikut baterai cadangannya, air minum, kotak P3K berisi obat menghilangkan rasa sakit, plester, pembalut dan sebagainya, makanan yang tahan lama seperti biskuit, sejumlah uang tunai, buku tabungan, korek api, lilin, pakaian dalam, dll. 4. Mengencangkan mebel yang mudah rubuh (seperti lemari pakaian) dengan langit-langit atau dinding dengan menggunakan logam berbentuk siku atau sekrup agar tidak mudah rubuh saat terjadi gempa bumi

ZULKIFLI JAILANI

5. Mencegah kaca jendela atau kaca lemari pakaian agar tidak pecah berantakan di saat gempa bumi dengan memilih kaca yang kalau pecah tidak berserakan dan melukai orang Safety Glass) atau dengan menempelkan kaca film 6. Mencari tahu lokasi tempat evakuasi dan rumah sakit yang terdekat. Jika pemerintah setempat tidak mempunyai tempat evakuasi, pastikan anda tidak pergi ke tempat yang lebih rendah atau tempat yang dekat dengan pinggir laut/sungai untuk menghindari tsunami.

SARAN SIGAB

P

embaca yang budiman. Mulai hari ini, kami mengajak Anda untuk berpartisipasi dan terlibat aktif menyampaikan usul, saran, tanggapan atau pertanyaan seputar masalah kesiapsiagaan menghadapi bencana di negeri ini. Materi bisa disampaikan melalui SMS ke nomor 08127039027-085274240037 atau email ke zufdi@yahoo.com, secara singkat, padat dan lugas. Terimakasih.

Bangunan Tahan Gempa DI WILAYAH rawan bencana, saya menyarankan agar pemerintah konsen mensosialisikan dan membuat aturan pembangunan rumah, kantor atau gedung yang tahan gempa. Bagi rumah dan bangunan yang sudah ada, sebaiknya didata daya tahannya dan diberikan rekomendasi apakah layak huni atau perlu perbaikan. Mhd Rezki 082169200***

RW-RT Siaga KAMI usul agar setiap RW dan RT yang berada di wilayah rawan bencana, membentuk kelompokkelompok warga atau anak-anak muda atau karang taruna yang paham dengan ilmu kebencanaan dan siaga menghadapi berbagai situasi terburuk. Syafa 081363401***

UBH Tawarkan Gedungnya Sebagai Shelter PASCA gempa 7.9 SR yang melanda Sumatera Barat 30 September 2009 lalu, disusul puluhan gempa-gempa lainnya, Universitas Bung Hatta (UBH) membentuk tim investigasi (rapid assesment) bangunan. Tim ini bekerja keras memeriksa semua gedung-gedung yang ada di kampus UBH. Tim ini berasal dari ahli-ahli Fakultas Teknik Sipil UBH dan ahli-ahli konstruksi dari ITB. Tim tersebut diketuai oleh Indra Farni, dengan anggota Khadavi, NH Kresna dan Hendri Warman. Juga dilibatkan relawanrelawan dari mahasiswa Teknik Sipil dan Perancanaan UBH maupun dari Teknik Industri, khusus untuk bidang arus listrik. Berdasarkan laporan tim tersebut, semua gedung kuliah UBH termasuk kedalam level hijau dan aman untuk digunakan. Berdasarkan itu juga Wakil Rektor I UBH Dr Ir Eko Alvares Z, MSA menyebutkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait keterlibatan UBH dalam mitigasi bencana. “Dua gedung yang akan diperkuat dan dijadikan shelter tsunami adalah gedung G (Laboratorium Teknik Sipil) dan gedung Perpustakaan, dan di bekas bangunan Gedung D yang telah dirobohkan akan

dibangun gedung baru, sekaligus sebagai shelter,” katanya. Gedung G terdiri dari empat lantai dengan atap dak beton dan struktur bangunan beton bertulang ekspos. Luas setiap lantainya 600 meter persegi dan lantai bagian atas berada 15 meter dari permukaan laut. Sehari-hari, gedung ini tetap digunakan sebagai laboratorium Teknik Sipil, laboratorium dan jurusan arsitektur, dan labor komputer serta studio arsitektur. Sedangkan gedung perpustakaan terdiri dari empat lantai juga, dengan struktur beton bertulang dengan luas setiap lantai 1.200 meter persegi. Lantai paling atas berada di ketinggian 18 meter dari permukaan laut. Sehari-hari digunakan sebagai bank, perpustakaan dan ruang kuliah. “Kedua gedung itu sangat memungkinkan untuk diperkuat sehingga bangunan bisa berfungsi ganda sebagai sarana dan prasarana pendidikan, sekaligus lokasi evakuasi jika terjadi bencana (tsunami),” jelas Eko Alvares. Lokasinya mudah diakses, baik oleh mahasiswa, dosen dan karyawan di kampus UBH maupun warga di sekitarnya. “Kedua gedung itu, diperkirakan bisa menampung sekitar 6 ribu orang,” katanya.(*/rel)

PADANG, HALUAN — Pada gempa-gempa sebelum nya, hal yang begitu mengkuatirkan masyarakat cepat panik. Ini dapat dimaklumi, tersebab dua hal, kurangnya pengetahuan, dan tidak adanya jaminan terhadap keselamatan masyarakat.

Banyak himbauan dan pemberitahuan agar masyarakat tidak mudah panik. Banyak ahli yang mengemukakan untuk tetap tenang ketika gempa terjadi. Tergesa-gesa justru akan menimbulkan persoalan baru. Namun, himbaun seperti ini, tampaknya tidak begitu berpengaruh. Pengalaman pada gempa 3 Desember lalu, jalurjalur evakuasi macet seketika. Menyikapi ketakutan masyarakat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar, berencana membuat Perda tentang perlindungan terhadap masyarakat. Perda tersebut diajukan pada 2011. Hal tersebut dikemukakan oleh Anggota DPRD Sumbar, Zulkifli Jailani. Menurutnya, ke depan, mesti ada aturan-aturan dan kepastian untuk daerah yang ada di zona merah. Karena Sumbar merupakan daerah yang rawan bencana, ada pula tindakan-tindakan yang mesti dilakukan, hak masyarakat, dan kewajiban pemerintah. "Konkritnya, Perda tersebut mengatur segala hal yang berhubungan dengan perlindungan terhadap masyarakat," tutur Zulkifli. Perda tersebut, dalam pandangan Zulkifli, memungkinkan

untuk menenangkan situasi. Orang tahu tindakan apa yang mesti diambil, penyelamatan yang mungkin dilakukan, dan hak-hak masyarakat dalam bencana. Bila Perda tersebut terlaksana, Zulkifli yakin, akan memberikan ketenangan terhadap masyarakat. Dampak lainnya, investasi bisa diharapkan, sebab situasi kondusif akan tercipta. Namun, untuk mewujudkan Perda tersebut, harus dibicarakan secara holistik. Holistik dalam pengertian, memberikan pelayanan tidak hanya secara fisik, tapi juga mental, spritual, dan sosial. "Kita sudah minta Pemda untuk melakukan itu," lanjutnya. Sementara, hal berbeda disampaikan oleh anggota DPRD Sumbar Dody Edwar. Menurutnya, untuk penanggulangan bencana ia mengacu kepada program pemerintah, yaitu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Menurutnya, ia belum melihat sinkronisasi antara BNPB dan BPBD. Padahal hal tersebut penting jika ingin melahirkan aturan-aturan. "Buat apa buat peraturanperaturan, kalau BNPB dan BPBD saja belum sinkron?" Ujar Dody sembari balik bertanya. (h/adk)

Bencana dalam Al-Qur'an Fathuddin Jafar Sistem Allah terkait dengan imbalan (pahala) dan hukuman (punishment) bukan hanya terjadi di akhirat, melainkan sudah Allah terapkan sejak kita hidup di dunia. Setiap kebaikan yang dibangun di atas dasar iman pada Allah dan ketaatan padaNya dan Rasul-Nya akan berakibat keberkahan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat. Sebaliknya, setiap pelanggaran sistem Allah yang terkait dengan keimanan, syari’ah, akhlak, sunnatullah dan sebabgainya akan berakibat kepada tidakan Allah melalui berbagai bencana yang Allah timpakan kepada manusia. Mari kita renungkan firman Allah dalam Surat Al-A'raf/ 7 : 96-99) berikut ini: "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka menolak (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa

aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negerinegeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi."


JUMAT, 10 DESEMBER 2010 M 4 MUHARRAM 1432 H

Luar Negeri BDF Giring Dua Korea Damai

9

LINTAS DUNIA

Setianya Seorang Tukang Cukur

ANCHORAGE, HALUAN—Sebuah kendaraan menabrak dan menerobos sebuah kios pangkas rambut. Kejadian di sebuah sudut kota, Anchorage, Alaska itu hampir-hampir merenggut nyawa pemilik kios, Heng Song, dan dua pelanggannya. Heng Song terperangah ketika melihat dengan mata kepalanya sebuah mobil menabrak kiosnya ketika dia sedang asyik memotong rambut seorang pelanggan. ”Baru separuh potong rambut dan bummm…,” demikianlah warga asli Korea Selatan berusia 35 tahun itu menggambarkan kejadian tersebut, pada Rabu. Drama tersebut sempat terekam kamera dan di dalam rekaman itu tergambarkan mobil tersebut berada di dalam toko. Waktu seolah terhenti ketika kejadian itu berlangsung dengan cepat. Ketika melihat rekaman tersebut, Heng Song teringat pelanggannya yang belum tuntas dicukur. Hari berikutnya, setelah menyingkirkan reruntuhan dari kiosnya, dia memutuskan untuk pergi ke rumah pelanggannya dan menuntaskan pekerjaannya. Ini benar-benar ungkapan kesetiaan seorang tukang cukur pada pelanggannya.(h/ap)

Perempuan dalam Kepungan Babi TOULOUSE, HALUAN—Seorang perempuan Perancis berusia 30 tahun, berjalan-jalan seorang diri di sebuah lembah di hutan pinggiran kota kecil Bagneres-de-Luchon, barat daya Perancis. Tiba-tiba dia melihat segerombolan babi liar mendekatinya. Dengan rasa takut luar biasa, dia kemudian memanjat pohon dan mencoba bertahan di sana dengan harapan gerombolan babi liar itu segera pergi meninggalkannya. Namun, gerombolan babi itu ternyata juga bertahan dan mengepungnya di bawah pohon. Demikian kata polisi setempat, Rabu. pada saat yang menegangkan itu, dia bahkan terjatuh. Petugas pertolongan pun tiba ke lokasi. Melihat gerombolan babi liar itu, mereka memutuskan memanggil helikopter untuk menyelamatkan korban “Ia menggigil dan sedikit menderita hipotermia, tetapi tak mengalami patah tulang atau cedera lain,” kata seorang petugas pertolongan. (h/*)

BALI, HALUAN—Demokrasi bukan hanya sebuah konsep suatu negara belaka. Akan tetapi, juga konsep antarnegara yang bisa mendorong penyelesaian konflik secara damai. Semangat demokrasi yang menghormati hubungan antarnegara, sebenarnya bisa digunakan untuk menyelesaikan perseturuan Korea Selatan dengan Korea Utara yang kini terjadi.

Untuk itulah, Bali Demokrasi Forum (BDF) yang ketiga dilaksanakan dengan tema demokrasi sebagai upaya pencegahan dan penyelesaian konflik. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan demokrasi yang dijalankan dengan benar tak akan membuka ruang bagi terjadinya praktik-praktik korupsi. Pernyataan tersebut di-katakan Presiden saat membuka Bali Democracy Forum III di Nusa Dua, Kamis. Ia juga menekankan pentingnya berbagi pengalaman berdemokrasi di antara para peserta dan menjadikan Bali sebagai ikon demokrasi Asia. Ia menyampaikan pesan khusus pada pembukaan BDF III yang bertepatan dengan Hari Antikorupsi Dunia. Katanya, “Demokrasi yang dijalankan dengan benar tidak akan membuka ruang bagi terjadinya praktik-praktik korupsi.” Forum ini membahas hubungan antara demokrasi dan perdamaian serta bagaimana pembangunan dapat mendo-rong proses perdamaian. BDF III mengusung tema “Demo-cracy and the Promotion of Peace and Stability”. Pembukaan forum ini juga dihadiri tiga kepala pemerintahan, yakni Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak, Sul-tan

Brunei Hassanal Bolkiah, dan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao. Lee mendampingi SBY sebagai ketua kegiatan ini. “Bali menjadi sejarah bagi tekad dan komitmen kita ber-sama untuk berbagi pengalam-an berdemokrasi. Bali akan men-jadi ikon nilai demokrasi Asia, melengkapi citra Bali yang terkenal dengan kearifan ma-sya-rakatnya,” kata Yudhoyono. Ia mengatakan, Bali menjadi sejarah bagi tekad dan komitmen bersama untuk berbagi pengalaman berdemokrasi. Bali akan menjadi ikon nilai demokrasi Asia, meleng-kapi citra Bali yang terkenal dengan kearifan masyarakatnya. “Demokrasi dan upaya mendorong perdamaian dan stabilitas, saya nilai tepat dan relevan. Tepat karena salah satu tantangan adalah mencapai stabilitas untuk mencapai pertumbuhan yang diinginkan masyarakat kita. Relevan karena setiap negara punya caranya sendiri dan berimbas ke kawasan,” lanjut Presiden. SBY mencontohkan pengalaman Indonesia berdemokrasi setelah melewati perubahan setelah reformasi 1998-1999. Perubahan itu antara lain dengan diselenggarakannya pemilihan langsung untuk menentukan kepala negara dan

UNIVERSITAS INDONESIA

PUSAT PENELITIAN SAINS DAN TEKNOLOGI SCIENCE AND TECHNOLOGY RESEARCH CENTER Gd. Engineering Center Lt. 3 Fak. Teknik Universitas Indonesia, Kampus UI Depok 16424 Telp. (62-21) 7270171, 78880331, fax. (62-21) 78880331, E-mail : ppst@eng.ui,ac.id

Depok, 8 Desember 2010 Kepada Yth, Bapak Bupati Padang Pariaman up. Kepala BKD Kabupaten Padang Pariaman di PARIAMAN

Dengan hormat, Bersama ini kami susulkan hasil scoring untuk kekurangan pada Formasi Guru Penjaskes SD Kabupaten Padang Pariaman (terlampir). Demikian, kami sampaikan mohon maaf atas keterlambatan ini. Atas kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

Pusat Penelitian Sains dan Teknologi Universitas Indonesia Project Manager,

Ir. Muhammad Thariq Manti

BILATERAL-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Korsel Lee Myungbak di The Westin Resort, Nusadua, Kamis (9/12). (satpres)

kepala daerah. Menurutnya, demokrasi juga dapat mendorong penyelesaian konflik domestik dan internasional. Contohnya ada-lah penyelesaian konflik Aceh atau pembinaan hubungan an-tara Indonesia dan Timor Leste. Dia juga memaparkan tiga aspek penting demokrasi. Pertama, demokrasi memberikan ruang bagi seluruh elemen bangsa untuk berdialog dan menyelesaikan masalah de-ngan cara damai. Kedua, de-mo-krasi memungkinkan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dan pendapat. Ketiga, alam demokrasi menuntut berfungsinya semua pilar demokrasi. Berbagi Pengalaman Sebelumnya, Menlu Marty Natalegawa mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab Indonesia me-

nyampaikan nilai-nilai luhur demokrasi.“Forum ini akan menggali lebih dalam bagaimana demokrasi dapat dapat dilaksanakan dengan sistematis untuk mendorong rasa aman dan tenteram,” katanya. BDF III dihadiri 68 negara yang terdiri atas 42 negara peserta dan 26 negara peninjau. Terjadi peningkatan peserta ketimbang dua ajang sebelumnya. BDF I (2008) dihadiri 40 negara peserta dan peninjau, dan BDF II (2009) dihadiri 48 negara peserta dan peninjau. Presiden Lee mengatakan BDF telah memberikan peluang yang baik bagi negara-negara di Asia Pasifik untuk saling berbagi pengalaman. Seperti SBY, Lee juga memandang tema DBF kali ini amat relevan. “Demokrasi adalah ide politik terbuka di antara berbagai perbedaan, serta mendorong

peran masyarakat dalam mencapai stabilitas. Dalam demokrasi, pelaksanaan pembangunan sebuah negara dilakukan dalam pengawasan masyarakat,” katanya. Lee juga memuji keberhasilan demokratisasi di Indonesia. “Indonesia hanya butuh waktu sekitar 10 tahun untuk berubah dari negara otoriter menjadi sebuah negara demokrasi yang besar,” ujarnya. Bagi Korea Selatan, demokratisasi juga sudah membuahkan hasil. Menurut Lee, sejak benarbenar menjalankan demokrasi pascaperang Korea, perekonomian Korea Selatan tumbuh pesat hingga lebih dari 30 kali lipat. “Korea Selatan kini bukan lagi negara penerima sumbangan, tapi sudah menjadi donor untuk negara lain. Semua itu tercapai berkat stabilitas yang berdasarkan demokrasi,” tambahnya. (h/dn/ant)


JUMAT, 10 DESEMBER 2010 M 4 MUHARRAM 1432 H

Ekonomi Bisnis 10

Kilas Ekonomi

SELAMA PENGIRIMAN LAMARAN CPNS

Pajak Warteg Bukan Pajak Pusat

Pendapatan Pos Capai Rp1,6 Miliar

JAKARTA, HALUAN—Direktorat Jenderal Pajak menyampaikan penegasan bahwa pajak warung tegal (warteg) bukan merupakan pajak pusat tetapi merupakan pajak daerah. “Pajak warteg bukanlah pajak pusat yang dikelola oleh pemerintah pusat cq Direktorat Jenderal Pajak, akan tetapi merupakan pajak daerah (bagian dari pajak restoran) yang dikelola oleh pemerintah daerah,” kata Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak M Iqbal Alamsyah di Jakarta, Kamis. Ia menjelaskan, pajak pusat adalah jenis pajak yang dikelola Ditjen Pajak Kemenkeu. Yang tergolong sebagai jenis pajak pusat adalah Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN dan PPnBM), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan atas Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB), dan Bea Materai. Seluruh penerimaan jenis pajak pusat masuk dalam APBN. Sedangkan pajak daerah adalah jenis pajak yang dikelola oleh pemerintah daerah. Yang tergolong sebagai jenis pajak daerah antara lain pajak restoran, pajak hotel, pajak hiburan, pajak reklame, pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, pajak penerangan jalan. Seluruh penerimaan jenis pajak daerah masuk dalam APBD daerah yang bersangkutan. Namun terhitung mulai 1 Januari 2011, jenis pajak BPHTB akan dikelola oleh pemerintah daerah, sedangkan untuk jenis pajak PBB sektor perdesaan dan perkotaan akan dikelola oleh pemerintah daerah paling lambat 31 Desember 2013, Ini sesuai dengan amanat UU nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. “Masyarakat perlu tahu mana yang dimaksud pajak pusat dan mana yang termasuk pajak daerah. Harapannya agar mereka dapat memberikan masukan, saran dan pertimbangan ke tempat yang seharusnya,” kata Iqbal. (ant)

PADANG, HALUAN — Selama proses pengiriman berkas lamaran Calon Pengawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD), PT Pos, Divre II Sumbar, Riau dan Kepri berhasil meraup pendapatan sebesar Rp1,6 miliar. Pendapatan sebesar itu, didapatkan di tiga daerah provinsi yang memang masuk wilayah kerja Divre II. Sebagian besar dari pendapatan itu berasal dari Sumbar. “Pengiriman berkas CPNSD itu memang banyak terjadi di Sumbar, diikuti oleh Kepri dan Riau,” kata General Affair PT Pos Divre II Sumbar, Riau dan Kepri, Ade Rudi Kusdiantara, pada Haluan Kamis (9/12) di kantornya. Dalam pengiriman berkas,

Sumbar melayani sebanyak 87.529 pucuk surat lamaran, Riau sebanyak 63.525 pucuk, dan Kepri sebanyak 18.283 pucuk surat lamaran. Total pelayanan yang dilakukan berkaitan dengan CPNSD, yakni sebanyak 149.337 pucuk surat lamaran. Masing-masing surat pembiayaannya ditetapkan sebesar Rp12.000 “Jumlahnya itu mencapai Rp1,6 miliar. Pembiayaan itu sepenuhnya dibebankan pada pengirim lamaran, sedangkan surat panggilan lamaran dari pemda tidak dipungut biaya. Sebab biaya sebesar Rp12.000 itu sudah termasuk biaya untuk pemanggilan dari pemda,” katanya. Ia juga mengatakan, kalau pengiriman surat saat ini, lebih banyak terjadi antara corporate dengan cooporate (perusahan), atau perusahaan dengan personal, dan sebaliknya. Untuk pengiriman surat antar personal, kondisinya cenderung turun. “Karena berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Informasi dari jauh mudah didapat, tanpa melalui surat. Akan tetap cukup lewat SMS, atau telepon tangan,” katanya.

Perkembangan teknologi itu, menurutnya tidak perlu ditolak. Melainkan harus dijadikan sebagai tantangan, bagaimana pos

dapat membuat program, dengan coor bisni yang lebih menarik. “Tidak perlu dilawan perkembangan teknologi itu, melainkan

harus dijadikan sebagai peluang untuk membuat coor bisnis baru. Dengan kata lain harus ada inovasi,” ujarnya. (h/rud)

BANTUAN GEMPA CAIR

Toko Bangunan Panen

Haswandi

TOKO BANGUNAN— Dana gempa 2009 telah dicairkan. Banyak masyarakat mulai membangun kembali rumahnya, toko bangunan panen

PADANG, HALUAN — Telah cairnya bantuan gempa 2009 membuat masyarakat kini mulai banyak yang membangun kembali rumahnya. Permintaan material bangunan meningkat, sehingga penjualan toko bangunan juga melonjak.

Menurut Al, penjaga tokoRona Bangunan di Perumnas Belimbing Kuranji Padang, penjualannya naik sekitar 20 persen. Namun, penjualan yang naik hanya pada material bata dan pasir saja. Al juga menuturkan bahwa harga bata dan pasir juga naik sekitar 20 persen. “Harga memang sudah naik dari pemasoknya. Sebab, pesanannya meningkat. Sedangkan harga material lain masih relatif normal,”tambahnya. Biasanya toko Rona Bangunan membeli pasir sebanyak 35 kubik, sekarang tidak lagi. Hanya bisa beli kurang dari 35 kubik. Sebab, toko-toko lain bertambah banyak memesan. “Jadi kami tidak kebagian lebih banyak,” tutur Al. Sementara itu, toko Rona Bangunan tidak berani memberikan bon pada warga yang akan memperbaiki rumah. Meskipun, dijanjikan akan dibayar

setelah dana bantuan gempa cair. Al beralasan bahwa dana bantuan gempa itu tidak jelas akan turun atau tidak. “Saya tidak berani kasih bon. Dana itu kan tidak ada kejelasannya,” ungkap Al. Di tempat berbeda, salah satu toko penjual material bangunan di kawasan Banuaran, Toko Man Bangunan, tidak mengalami peningkatan penjualan yang pesat. Meskipun, warga setempat mulai memperbaiki rumah setelah bantuan gempa cair. “Mungkin karena kami di sini tidak menjual material yang dibutuhkan saat ini,” ujar si pemilik yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya, sebagian warga sudah mendapatkan dana bantuan gempa. Namun sebagian lain belum menerima dana tersebut. Jadi, penjualan masih relatif sama dari sebelumnya. (h/rio)

SEMARAK 20 LG

Berhadiah Produk LG Selama 20 Tahun PADANG, HALUAN—Sebagai wujud apresiasi atau penghargaan LG Electronics Indonesia pada konsumen di tanah air, LGEIN dalam rangka ulang tahunnya yang ke20 mengumumkan peluncuran program promosi menarik bagi konsumen bertajuk “Semarak 20 LG”. Disamping memberikan banyak hadiah, program promosi ini memberikan kesempatan bagi pemenang pertama untuk mendapatkan satu set produk LG secara cuma-cuma setiap tahunnya selama 20 tahun ke depan. “Pemenang pertama akan mendapatkan 1 set produk LG dengan total nilai lebih dari Rp52 Juta, setiap tahun selama 20 tahun,” ujar Branch Manager PT LGEIN Cabang Padang, Wijaya Chandra pada Haluan di kantornya, Jl. Ujung Gurun No. 157 Padang, Kamis ( 9/12). Menurut Wijaya, satu set produk LG untuk pemenang pertama tersebut terdiri atas 42" LG LED TV, lemari es New Side By Side, Mesin cuci Front Load 7 kg, ponsel LG Optimus One, AC Inverter 1 PK dan Home Theater Blu Ray. “Hanya dengan berbelanja Rp1 juta untuk semua jenis produk LG selama periode 15 November-10 Desember 2010 , konsumen akan mendapatkan kupon yang bisa diisi dengan data diri kemudian dimasukkan ke dalam drop box yang telah tersedia di toko elektronik tersebut. Pengundian akan

dilaksanakan pada tanggl 27 Januari 2011. Sedangkan bagi konsumen LG yang berhasil memenangkan undian, akan diumumkan tanggal 11 Februari 2011 mendatang. Jadi buruan manfaatkan kesempatan ini,”tuturnya. Dikatakan Wijaya lagi, selain hadiah utama juga diundi hadiah untuk 440 pemenang. Berupa 20 set hadiah Platinum untuk 20 orang, 20 set hadiah gold, 200 set hadiah silver dan 200 set hadiah bronze. Satu set hadiah platinum berisikan LED TV LG 42 inch, lemari es new side by side, mesin cuci front load 7 kg, ponsel LG optimus one, AC inverter 1 PK dan home theather blue-ray, total nilai hadiah platinum ini mencapai Rp 52 juta. “Untuk 20 set hadiah Gold

yang terdiri dari LCD TV LG 42 inch, lemari es 2 pintu besar, mesin cuci front load 2 kg, AC terminator 1 PK, ponsel LG GW300 dan home theater DVD dengan total nilai Rp 34 juta. Ditambahkannya, untuk hadiah lainnya berupa 200 set hadiah silver, untuk satu setnya terdiri dari LCD TV LG 32 inch dan home theater DVD, total nilai per set Rp 9 juta. Sementara itu untuk 200 set hadiah bronze yang terdiri dari lemari es 2 pintu (silkroad), mesin cuci fully automatic dan ponsel LG GW300, total nilai per set Rp 8 juta. “Selain itu juga akan diberikan diskon 20 persen, bagi masyarakat yang melakukan servis produk LG dan sparepart LG selama periode tersebut,” katanya lagi. (h/ita)

( Net) MELAMAR CPNS — Masyarakat berebut melamar CPNS

PRESENTASE INSTALASI TLO KECIL

Kinerja Kontraktor Listrik Mulai Membaik PADANG, HALUAN — Persentase instalasi tidak layak operasi (TLO) yang dikeluarkan Komite Nasional Keselamatan Untuk Instalasi Listrik (Konsuil) Sumatera Barat cendrung kecil, hal itu menunjukkan jika kinerja kontraktor listrik rumahan mulai menunjukkan grafik membaik. “Ini menunjukkan mulai pahamnya kontraktor listrik terhadap prasayarat pemasangan listrik sesuai ketentuan peraturan umum instalasi listrik (PUIL) 2000,´ ujar Kepala Wilayah BP Konsuil Wilayah Sumbar, Djamil Baridjambek, kemarin (9/12). Data BP Konsuil Wilayah Sumbar tertanggal 28 September3 Desember 2010 menunjukkan, jumlah pemasangan instalasi listrik khusus Kota Bukittinggi mencapai 2.593 unit. Dari pemasangan itu,

hanya 7 unit instalasi diyatakan TLO. Sedangkan Padang hanya 5 dari 2.268 unit instalasi TLO Dari dua daerah itu, tambah Djamil, menunjukkan persentase instalasi TLO hanya berkisar antara 0,22 dan 0,26 persen. Artinya, kontraktor pemasangan listrik sudah mulai menunjukkan tanggung jawabnya dalam menjalankan peranannya. “Ini pertanda baik bagi pemenuhan standar keamanan jaringan listrik di rumah warga,” katanya. Namun menurutnya, di Solok persentase TLO tergolong masih tinggi. Dalam kurun waktu sama, dari 3.197 unit instalasi dipasang, terdapat 435 unit instalasi dinilai TLO atau persentasenya 13,36 persen. Terkait instalasi TLO, menurut Djamil, langsung diperintahkan untuk dilakukan perbaikan. Setelah itu,

Konsuil memeriksa lagi pekerjaan konstraktor dan mengeluarkan sertifikat layak operasi (SLO). Barulah setelah itu, PLN akan memasangan sambungan listrik ke rumah atau gedung tersebut. “Kita berharap masyarakat proaktif juga mengawasi pemasangan instalasi listrik di rumahnya. Di samping memastikan jaringan benar-benar sesuai standar, juga memberikan kepastian terhadap standar keamanan jaringan listrik di bangunan tersebut,” kata Djamil. Konsuil sendiri merupakan lembaga nirlaba dan independen bertugas memantau dan memeriksa instalasi listrik sebelum PLN memasukan jaringan. Lembaga berdiri sesuai aturan perundangundangan ini mendapat dukungan penuh dari PT PLN Wilayah Sumatra Barat (WSB). (h/ita)

Harga Kelapa Masih Stabil PADANG, HALUAN — Harga kelapa di Rasar Raya Padang masih stabil sekitar Rp4 ribu per butirnya. Sebelum lebaran Idul Adha lalu, harga kelapa berada di kisaran Rp2 ribu sampai Rp3 ribu, tergantung besar dan jenis kelapa itu sendiri. Sedangkan jenis Kelapa Pariaman masih jadi idola. “Selain kualitasnya bagus untuk pasaran harga kepala “Ajo dan Uniang” ini masih tergolong murah. Meski kelapanya kecil, namun isinya tebal dan bersantan. Untuk harga sendiri tidak ada perbedaan dengan kepala dari Bukitinggi, Payakumbuh atau Batusangkar,” ujar Dodi, salah satu agen kelapa di Pasar Raya Padang pada Haluan (9/11). Menurut Dodi, Untuk kelapa

Pariaman yang dibeli pedagang di dapat di pasar tradisional yang ada di Kabupaten Pariaman seperti Pasar Sicincin, Sungai Sarik dan pasar tradisional lainnnya di Pariaman dengan sistem borongan tersebut. Kemudian baru dipasarkan lagi di Bukitinggi, Padang, bahkan sampai ke Jambi dan ke Propinsi Riau. Di Pariaman kelapa diambil dengan harga Rp1000 sampai Rp2 ribu perbutir. Minimal dalam satu minggu dia mampu menjual 5 ribu butir sampai 7 ribu butir. Untuk kelapa dari Painan dan Pasaman, diakuinya harganya sama saja, namun untuk ukuran kelapa Painan dan kelapa Pasaman lebih besar. “Biasanya konsumen memilih dari ukuran besarnya sebuah kelapa.

Untuk kelapa Painan dan Pasaman, Dodi mampu menjual 5 ribu butir hingga 8 ribu butir perminggunya. Biasanya langganan rumah makan selalu memesan kelapa asli dari Pariaman karena kualitas lebih baik. Kelapa Pariaman, bentuknya lebih kecil, kulitnya agak tebal dan isinya atau daging kelapanya lebih tebal juga,” katanya lagi. (h/win)


JUMAT, 10 DESEMBER 2010 M 4 MUHARRAM 1432 H

11

CPNS ‘Siluman’............dari Hal.1 kota berbeda itu kebetulan untuk kualifikasi yang sama, yakni Bidang Tenaga Kesehatan untuk klasifikasi Dokter Umum. Pertama, atas nama dr. Febriandi, lulus di Kabupaten 50 Kota dan Kabupaten Padang Pariaman. Nama dokter tersebut mempunyai nomor peserta ujian berbeda, di 50 Kota menggunakan nomor 02010004 dan di Padang Pariaman dengan nomor 201010001. Kedua, atas nama dr. Lola Fitria Muska, di Padang Pariaman lulus dengan nomor peserta 201010007, dan di Kota Pariaman lulus menggunakan nomor peserta 201010012. Dan yang ketiga, atas nama dr. Muhammad Jhon Abrahim, lulus di Kabupaten Pesisir Selatan dengan nomor peserta 022040008 dan di Padang Pariaman dengan nomor peserta 201010029. Fakta pada pengumuman hasil tes CPNS yang diadakan serentak itu tentu saja menimbulkan tanda tanya besar. Bagaimana mungkin satu orang bisa mengikuti tes di dua tempat berbeda dalam waktu bersamaan. “Apa punya ilmu siluman orang itu, pada waktu yang sama bisa ikut tes di Padang Pariaman dan di Pesisir Selatan,” kata sumber Haluan mempertanyakan. Fakta ini tentu saja memang mengundang kecurigaan, siapa yang bermain dalam tes CPNS ini? Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumatera Barat Jayadisman yang dihubungi berkalikali, telepon genggamnya tidak mengangkat. Namun seorang staf BKD Sumbar yang ditemui Haluan kemarin mengakui sudah mengetahui informasi mengenai adanya kejanggalan dalam pengumuman hasil tes CPNS di Kabupaten Padang Pariaman, Pesisir Selatan, 50 Kota dan Kota Pariaman itu. “Masalah itu tadi (kemarin,Red) sudah dibahas di BKD Sumbar, kejadian ini memang mencurigakan,” kata staf yang tak bersedia disebutkan namanya. Namun staf BKD Sumbar itu buru-buru menambahkan, bahwa daerah kabupaten/kota yang terjadi keganjilan itu tidak termasuk daerah yang sistem penerimaan CPNS-nya berkoordinasi dengan BKD Provinsi Sumatera Barat. Daerah yang sistem penerimaan CPNS-nya bekerjasama dengan BKD provinsi adalah Kota

Payakumbuh, Sawahlunto, Padang Panjang, Bukittinggi, Kabupaten Agam, Dharmasraya, dan Sijunjung. “Meskipun bukan di bawah koordinasi provinsi, tetapi kejadian di Padang Pariaman, 50 Kota, Pesisir Selatan, dan Kota Pariaman itu sudah dilaporkan oleh Kepala BKD kepada Gubernur Sumbar,” kata staf itu memastikan. Lulus Tanpa Tes Setelah memperoleh informasi dan melakukan pencocokan pada lembaran pengumuman yang dimuat di suratkabar, kemarin wartawan Haluan berusaha menghubungi kepala BKD di keempat kabupaten/ kota. Namun hanya dua kepala BKD yang berhasil dihubungi, yakni Kepala BKD Kota Pariaman Indra Sakti dan Kepala BKD Padang Pariaman Muhadek Salman. Kepala BKD Kota Pariaman Indra Sakti yang ditemui Haluan, Kamis (9/12) di kediamannya, memastikan bahwa peserta atas nama dr. Lola Fitria Muska yang lulus di Kota Pariaman memang mengikuti tes di daerah itu. “Pada saat pemeriksaan absen, saya sangat yakin dia ikut tes di Kota Pariaman, dan hasil pemeriksaan ujian oleh tim ia dinyatakan lulus,” kata Indra Sakti. Ditanya bagaimana mungkin Lola Fitria juga ikut ujian di Kabupaten Pariaman dan lulus pula, padahal ujiannya dilaksanakan pada waktu yang sama di tempat berbeda, Indra tak bisa menjelaskannya. “Silakan tanya ke Pemkab Padang Pariaman atau hubungi pihak UI yang menyelenggarakan tes ini,” katanya. Pada tempat terpisah Kepala BKD Padang Pariaman, Muhadek Salman, membenarkan bahwa dr. Lola Fitria Muska termasuk dalam daftar peserta yang diumumkan lulus tes CPNS untuk Kabupaten Padang Pariaman untuk formasi Tenaga Kesehatan bidang Dokter Umum. Setelah memeriksa berkas pendaftaran, Muhadek memastikan peserta ini memang mendaftar di Padang Pariaman dan mendapat nomor peserta ujian sesuai yang diumumkan. Tapi dr. Lola ternyata tidak ada mengikuti ujian di Padang Pariaman. “Di daftar absensi kami tidak ada daftar hadirnya,” kata Muhadek, sambil memperlihatkan absen Lola

Wakasat Brimob............dari Hal.1 yang tidak ditanda-tangani. Dalam daftar absen itu tercatat ada 20 nama peserta tes untuk bidang Dokter Umum. Namun dari 20 nama tersebut, lima orang di antaranya tidak membubuhkan tanda tangan sebagai bukti kehadirannya. Berarti dr. Lola Fitria Muska tidak mengikuti tes yang dilaksanakan pada lokal I SD Istiqamah Sicincin. Bingung dengan keadaan itu, tidak ikut tes tapi diumumkan lulus, Muhadek menduga mungkin terjadi kesalahan pada sistem yang ada dari penyelenggara tes. Sekda Padang Pariaman Yuen Karnova yang ditanya Haluan juga mengaku menemukan keganjilan itu, dan kemarin sudah meminta klarifikasi kepada pihak Universitas Indonesia (UI) sebagai pelaksana. Hasilnya? “UI yang salah catat,” kata Yuen enteng. Kita asumsikan benar apa yang dikatakan Yuen Karnova, bagaimana dengan nama yang juga melenceng sampai ke Pesisir Selatan dan Kabupaten 50 Kota? Sayangnya, kedua Kepala BKD daerah tersebut tak bisa dihubungi karena telepon genggamnya on-aktif. Demikian pula ketika dicoba menghubungi Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit, telepon yang bersangkutan juga mati. “Para bupati sejak kemarin memang susah dihubungi, karena banyak sekali yang mengadu masalah penerimaan CPNS ini. Daripada banyak urusan tiap sebentar ditelepon, lebih baik off-kan saja telepon sementara,” kata seorang pegawai di BKD Sumbar yang juga mengaku kesulitan menghubungi para kepala daerah. Tapi apapun, kasus peserta ujian lulus ganda ini tidak bisa dianggap sederhana, hanya keteledoran penyelenggara. Soalnya, kalau di tempat yang sama, bisa saja. Tapi bagaimana mungkin orang yang tes di Pariaman lalu lulus pula di Pesisir Selatan dan 50 Kota. “Kalau satu kasus, bisa dianggap salah teknis. Kalau tiga, itu sudah patut diinvestigasi, janganjangan justru lebih banyak lagi,” komentarnya. Soalnya, kasus ini bisa meruntuhkan kepercayaan publik pada sistem penerimaan CPNS yang beberapa tahun belakangan di Sumatera Barat sudah berlangsung secara fair dan terbuka. (mce/ded)

Setelah Disodomi ............dari Hal.1 Said, Rabu (8/12) malam. Selain bertetangga, Tura yang masih ada hubungan tali keluarga dengan korban Mirawati ini, dicokok petugas di sebuah lokasi pembuatan batu bata, Keberhasilan petugas Polres Solok mengungkap kasus dan menangkap tersangka,berkat kejelian petugas, melakukan pengembangan pemeriksaan kasus pembunuhan yang menggemparkan warga Kampung Batu Dalam Kecamatan Danau Kembar itu di lapangan. Kepada Haluan di Mapolres Solok Kamis (9/12) siang tersangka mengaku sebelum membunuh korban dia menyodomi korban satu kali. Perbuatan itu dilakukan tersangka, di salah satu ruangan di rumah tersangka. “Awak umbuak korban jo pitih untuk mambali rokok pak, sampai didalam rumah korban langsung awak sodomi pak !” papar Tura dalam logat Minang Menurut pengakuan tersangka, usai korban disodomi ternyata di bagian dubur korban terlihat mengeluarkan tetesan darah. Melihat darah menetes itu, Tura pun panik. Dia takut perbuatannya diketahui warga lain. Makanya tersangka langsung mencekik leher

korban hingga tewas. Kemudian tersangka memasukkan mayat korban yang pelajar pelajar kelas 3 SD Negeri 12 Kampung Batu Dalam ini ke dalam karung dan dibuang di semak belukar. Kapolres Solok AKBP Ali Absar Said didampingi Waka;polres Kompol Asar Yunus dan Kapolsek Danau Kembar kepada Haluan mengatakan, modus pembunuhan korban murni kasus sodomi. “Kasus ini tak ada hubunganya sama sekali dengan isu kasus-kasus penculikan anak yang kemarin sempat merebak !” tukas Ali Absar. Kabur ke Padang Dalam wawancara khusus dengan Haluan di ruang Data Mapolres Solok Kamis siang, tersangka yang mengaku pernah menikahi seorang wanita muda berusia 13 tahun setahun silam itu, setelah membunuh Miarawati, langsung kabur ke Kota Padang untuk menghilangkan jejak. Tersangka yang mengaku kelainan seks memang suka menyodomi isterinya. Karena itu, istrinya sendiri kemudian meminta cerai. Habis magrib, tersangka kembali ke kampung Batu Dalam guna memantau situasi dan mendengar cerita yang berkembang di tengah masyarakat setelah aksi pembunuhan

yang dilakukanya. Dari Kampung Batu Dalam lalu tersangka pergi ke sebuah lokasi di daerah Aripan Kecamatan X Koto Singkarak untuk bersembunyi di sebuah lokasi pembuatan batu bata. Dia katanya juga sempat mempreteli anting-anting emas yang dipakai korban, lalu dijualnya di Pasar Solok untuk ongkos dalam pelarianya menghilangkan jejak. Ternyata yang busuk itu terbau juga. Berkat pengembangan pemeriksaan dari TKP dan koordinasi yang baik antara jajaran Sat Reskrim Polres Solok dengan Polsek Danau Kembar dan Polsek Lembah Gumanti, petugas berhasil mengungkap kasus pembunuhan tersebut. Skenario penangkapan tersangka pun segera disusun, melibatkan petugas Sat Reskrim, Polsek Danau Kembar dan Polsek Lembah Gumanti. Alhasil pada Rabu (8/12) malam sekitar pukul 11.30 wib, tersangka berhasil diringkus petugas tanpa melakukan perlawanan sedikitpun. “Sejuah ini kita masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka terkait kasi pembunuhan yang dilakukanya “ kata Kapolres Al Absar. (h/ris)

Berhenti dari............dari Hal.1 “Saya ingin fokus. Saya tidak akan pernah maju bila memilih keduanya. Saya memilih industri ini,” tuturnya. Usaha Abang Adek, di tahun ia mulai, belum banyak yang melirik. Ia membuat kokarde dan melayani jasa print A3. Ketika itu, yang baru tumbuh hanya usaha settingan dan offset. Abang Adek memasuki rumah ke rumah, kantor ke kantor, menawarkan jasanya. Enam bulan lamanya, ia tak dilirik. Modalnya cekek. Sementara, orang belum mulai melirik apa yang ia buat. Andai saja, tuturnya, ia bergiat dan lebih gigih menjadi pegawai, barangkali suatu hari ia bisa berubah status menjadi pegawai tetap. Tapi, keputusan telah ia buat. Dan, ia tak ingin menariknya. Ia bersemangat. Tiap detiknya adalah tantangan, juga pelajaran. Ia mencatat dengan cermat, apa yang dibutuhkan pelanggan. Lalu, ia coba penuhi. Bila pelanggan meminta sebuah desain, ia semaksimal mungkin memenuhinya. Prosesnya cukup panjang. Abang

Adek tidak ingat kapan usahanya mulai berkembang. Ia hanya menikmati setiap proses yang ia lewati. “Pelajarannya saya kira, bagaimana saya bertahan,” ujarnya lagi. Bertahan, kemudian berinovasi, sesuatu yang terus dilakukan Abang Adek. Inovasi ia lakukan, misalnya, ketika pelanggan membutuhkan kecepatan dalam membuat spanduk, Abang Adek membeli mesin printer outdoor. Mesin itu mampu mencetak spanduk 80 meter per jam. Di tahun 2010, ia berinovasi lagi. Ia membuka sekolah desain, pertama di Sumatera. Kini, sekolah tersebut telah memiliki 13 orang pelajar. “Sekolah ini, saya harap mampu melahirkan orang-orang yang kreatif,” lanjutnya. Lain halnya dengan Adjie. Semestinya, latar belakang pendidikannya memungkinkan ia untuk jadi pegawai. Ia menamatkan kuliah di salah satu lembaga pendidikan di Kota Padang. Namun, Adjie tak memilih menjadi pegawai negeri. Ia mengembangkan

bakatnya yang lain: desain baju. Bila sesekali dari Pasar Raya menuju Tabing, di simpang empat Ulak Karang, terpampang papan nama besar, latar belakang hitam, bertuliskan Tangkelek. Distro Tangkelek—begitu disebut—akan berbeda dari toko-toko yang berada di sebelahnya. Semuanya dicat hitam. Di sanalah dunia kreatif Adjie. Ia menuangkan kreatifitasnya ke dalam helai demi helai baju. Lambang S untuk Superman misalnya, ia ganti menjadi Sumatera Barat. Kreasi lain, logo Djarum Black, ia kreasikan menjadi Djarian Busuak, dengan huruf yang mirip. “Bekerja saya kira adalah menurut kesenangan, keahlian, bukan apa yang banyak dicari orang,” ujarnya sedikit berfilosofi. Meski begitu, Adjie, maupun Abang Adek, tak menganggap usaha yang ia rintis adalah kesuksesan. Mereka tak mau terbuai dengan label tersebut. Mereka hanya percaya bahwa, kreatifitas adalah nafas mereka. Nah! (andika destika khagen)

Slamet katanya sudah di panggil atasannya Kepala Satuan Brimob Polda Sumbar untuk mengklarifikasi hilangnya revolver merek Colt itu. “Dansat Brimob yang akan melaporkan kasus ini ke Propam Polda untuk penyelidikan lebih lanjut,”tutur mantan Wakapoltabes Padang ini. Atas dasar laporan komandan satuannya itu, Slamet akan diproses dan diperiksa pihak Propam Polda sebelum diajukan ke sidang kode etik. “Sanksinya itu tergantung tingkat

kesalahannya. Ada peringatan, penundaan kenaikan pangkat hingga diberhentikan,”tambahnya. Sementara itu Jajaran Satuan Rekrim Polres Padang Panjang belum bisa mengungkap pelaku pencurian tersebut. “Masih kita selidiki, mudah-mudahan segera terungkap,”kata Kapolres Padang Panjang AKBP Rudi Harianto melalui telepon genggamnya. Dalam mengungkap kasus ini, pihaknya sudah meminta keterangan

tiga saksi. Selain korban, juga diperiksa sopirnya dan seorang tukang parkir di halaman masjid yang berada di Jalan Soekarno Hatta, Padang Panjang itu. Sebelumnya Senin siang senjata milik Slamet raib dari mobil Innova miliknya yang parkir di halaman Masjid Jihadu Waali Daina. Pelaku pencurian mengambilnya dengan memecahkan kaca pintu mobil. Selain senjata, ponsel dan dompet yang ada di dalamnya ikut digasak pelaku. (h/aci)

Kejati Izin............dari Hal.1 Fachmi menjelaskan satu persatu. Dari lima kepala daerah tersebut, hanya satu kasus dugaan korupsi yang telah ada kepastiannya, yakni kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Pemko Padang. Menurut Fachmi, kasus PJU yang telah selesai proses penyelidikannya itu tidak dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan, karena tidak cukup bukti. “Untuk itu kita telah menghentikan penyelidikannya,” ujar Fachmi. Sementara untuk kasus dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (TPK) dalam Penggunaan dana PSDH pada tahun 2005 pada Dinas Kehutanan Kabupaten Kepulauan Mentawai dan pengadaan alat berat di Kepulauan Mentawai, Fachmi menyatakan, setelah dipelajarinya, memang ada indikasi keterlibatan Bupati Mentawai. “Untuk itu, kita akan mintakan izin Presiden untuk pemeriksaannya,” ujarnya. Untuk kasus dugaan korupsi dalam proses pengalihan hak atas tanah negara di Kabupaten Solok. yang diduga melibatkan mantan Bupati Solok Gusmal, Fachmi menyatakan, saat ini kasusnya memang masih dalam penyidikan. Dia berjanji akan memberikan jawaban dalam waktu satu bulan.

“Saat ini tim kita telah melakukan supervisi ke daerah,” ujarnya. Sedangkan untuk kasus pengadaan tanah untuk pembangunan kantor DPRD dan pool kendaraan Sub Kebersihan dan Pertamanan Kota Bukittinggi, yang merugikan keuangan negara senilai Rp 1,2 miliar dengan tersangka mantan Walikota Bukittinggi Djufri, Kajati menyatakan, masih menunggu salinan vonis Mahkamah Agung terhadap kasasi yang diajukan Kejaksaan Negeri Bukittinggi dengan tersangka lainnya yang divonis lepas oleh Pengadilan Negeri Bukittinggi . Dari pemberitaan di media online disebutkan telah ada vonis MA terhadap tiga tersangka yakni, Drs. Anderman, M.Si (mantan Camat Mandiangin Koto Selayan), Drs. Dharma Putra (Mantan Lurah Manggih Gantiang Kecamatan MKS), serta Erwansyah (Mantan Lurah Talao Kecamatan MKS) Bukittinggi yang divonis masing-masing 1 tahun penjara dan denda sebanyak Rp200 juta atau subsider selama 6 bulan kurungan. Namun, menurut Kajati, tentunya kejaksaan belum bisa menentukan menindaklanjutinya, karena salinan vonis sebagai salah satu syarat pelaksanaan vonis belum diterima dari PN Bukittinggi. “ Selain

itu dari salinan vonis itu nantinya juga akan dilihat sejauh mana keterlibatan walikota,” ujar mantan jaksa kasus Adelis ini. Untuk kasus korupsi pengadaan 450 ribu batang bibit kakao senilai Rp900 juta pada APBD 2005, di Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Sawahlunto yang diduga melibatkan walikotanya, Fachmi menyatakan, kasusnya akan diekspos kembali. Dia minta waktu dua minggu lagi untuk menjawabnya. Pada kesempatan yang sama, Kajati juga mengungkapkan, saat ini dua kasus baru telah ditingkatkan ke penyidikan, yakni kasus pembebasan lahan proyek PLTU Teluk Sirih dengan tersangka Dt. Rajo Nan Sati dan kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) dalam Pengelolaan Keuangan pada Sekretariat Daerah Kabupaen Solok Selatan (Solsel) tahun anggaran 2008 dengan tersangka Jhoni Hasan Basri. Kajati juga menyampaikan, dalam tahun 2010, dia telah menangani delapan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang baru. , dengan nilai total kerugian negara sekitar Rp15 miliar. Sedangkan uang negara yang telah berhasil diselamatkan kejaksaan selama tahun 2010, nilainya sekitar Rp371 juta. (h/ynt)

Hak Anak............dari Hal.1 masyarakat, hingga kepada negara. Bentuk kehilangan hak anak pun terjadi dalam berbagai hal, yaitu kekerasan, proses diskriminasi, seksual, politik dan kesejahteraan. Jejak panjang kekerasan di Nusantara juga telah banyak menyisakan duka mendalam di dada anak-anak. Bahkan kekerasan ini telah mencapai tingkat yang tidak bisa ditolelir (the most intoleriable form). Dari sini kemudian memicu banyak pihak yang peduli terhadap anak untuk mencoba membela mereka, baik di level nasional maupun internasional (PBB melalui UNICEF), yang akhirnya menghasilkan undang-undang berupa Konvensi Hak Anak (KHA). Namun, gambaran ideal sebagaimana tertera dalam KHA masih jauh dari kenyataan. Indonesia merupakan salah satu dari 190 negara dunia yang meratifikasi

konvensi PBB tentang hak anak (Convention on the Right of the Children) pada 1990. Artinya, Indonesia terikat secara yuridis dan politis pada hukum internasional untuk mengambil kebijakan dalam melindungi hak-hak anak tanpa diskriminasi di seluruh pelosok Nusantara. Sudah terlalu banyak kasus yang menjadikan anak-anak sebagai korban kekerasan. Baik kekerasan fisik yang berupa penderaan, pemukulan dan pelecehan seksual; maupun kekerasan mental (psikologis) seperti ancaman, tekanan, pembatasan yang berlebihan, pengucilan, dan bentuk pengendalian serta pemaksaan lainnya. Ini masih ditambah kekerasan sosial-ekonomi di mana anakanak dianggap rendah dan dihargai sebagai tenaga kerja murah, kontrol terhadap hak pribadi anak, perdagangan dan pelacuran anak.

Mengenai bentuk pengendalian dan pemaksaan oleh negara dan orang dewasa, beberapa waktu lalu bahkan ada pengadilan terhadap anak yang tidak sewajarnya, yakni dalam kasus Raju. Dalam kasus ini tampak sekali hilangnya hak anak yang diakibatkan oleh negara. Raju terbelit kasus hukum, dan hukum itu berasal dari negara. Dari kasus ini, sebaiknya pemerintah segera merealisasikan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Anak menjadi Peraturan Pemerintah, yang kemudian bisa digunakan sebagai salah satu penjelasan dari undang-undang yang menyangkut tentang anak. Setidaknya payung hukum yang menyangkut hak anak akan bisa mendekati sempurna. Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan harus kita terapkan secara konsisten.

IKMR Dukung ............dari Hal.1 Basko, panggilan akrab pemilik Basko Media Group ini, berpendapat, sesungguhnya antara masyarakat Minang rantau dengan masyarakat Minang di kampung, tidak ada hal yang mesti dipertentangkan. "Orang rantau perlu orang kampung, sebaliknya orang kampung perlu orang rantau. Yang perlu dikembangkan tentulah perasaan, bahwa antara rantau dan kampung, tidak ada yang lebih tinggi, lebih hebat. Rantau-kampung sama. Duduk sama rendah, tegak sama tinggi," kata Basko. Secara umum, Basko melihat, polemik rencana Kongres Kebudayaan Minangkabau (KKM) yang mencuat beberapa waktu belakangan, sebenarnya terletak pada kemasan yang sekaligus juga berpengaruh pada proses. "Kalau toh pada akhirnya Seminar ini nanti merekomendasikan

Kongres, saya pikir itu hal yang wajar. Tapi prosesnya, tentu sudah melibatkan berbagai komponen baik rantau maupun kampung," kata Ketua Forum Silaturahim Saudagar Minang (FSSM) ini. Basko juga memberi apresiasi kepada Walikota Padang Fauzi Bahar yang terbuka mau menerima panitia sekaligus membangun komunikasi untuk mencari jalan tengah dengan menawarkan pergantian nama dari kongres ke seminar. "Sikap terbuka dan bisa berkomunikasi dengan baik itu, kita perlukan untuk membangun Kota Padang yang sejak tiga tahun terakhir sering dilanda bencana. Agar kota ini tetap ramai, agar Saudara-saudara kita di rantau sering pulang ke kampung dan ikut berpartisipasi mencarikan jalan keluar terhadap masalah kampung halaman," kata Basko.

Positif Dari pihak penyelenggara, tadi malam diperoleh informasi, bahwa kegiatan SKM positif dilaksanakan tanggal 12 dan 13 Desember di Basko Hotel, Padang. "Kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, termasuk penginapan untuk peserta yang datang dari berbagai daerah," kata Ketua OC Gebu Minang Zulhendri Chaniago. Sehari sebelumnya, Saafroeddin Bahar, Steering Committee, menyampaikan terima kasihnya kepada Walikota Padang Fauzi Bahar yang menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ini di Padang. "Setelah mempertimbangkan dengan matang usulan Walikota, kami menerima dengan baik perubahan nama dari kongres menjadi seminar. Kami bertanggung jawab atas perubahan nama ini," kata Saafroeddin. (h/sal/ze)

Pilkada Diusulkan............dari Hal.1 ini hanya 6 persen saja kepala daerah dan wakil kepala daerah yang langgeng akhir masa jabatan. Sebanyak 94 persen lagi selalu ‘pacah kongsi’ dalam perjalanan pemerintahannya. Menurut dia, wakil kepala daerah nantinya diusulkan oleh kepala daerah terpilih dari PNS kepada DPRD. Jabatan ini disetarakan dengan eselon IA. Selain alasan tak efektif, tak semua daerah pula harus memiliki wakil kepala daerah karena hanya akan memboroskan anggaran. Daerah yang penduduknya sedikit, bisa saja tak pakai wakil kepala daerah. Sedang daerah yang penduduknya banyak, seperti Jakarta, mungkin tak cukup hanya dengan satu wakil kepala daerah. Selain menjelaskan soal Pilkada Tunggal ini, Djohermansyah juga menjelaskan bahwa Sekretaris Daerah juga diusulkan jadi pembina PNS,

bukan lagi kepala daerah. Karena itu, nantinya, penetapan Sekda dilakukan dengan sistem terbalik. Sekda provinsi diusulkan oleh Mendagri kepada Gubernur, sedang Sekda kabupaten dan kota diusulkan oleh gubernur. Pada kesempatan itu, Djohermansyah juga menjelaskan bahwa Kemdagri juga memastikan Gubernur dipilih oleh DPRD saja, karena gubernur memiliki kewenangan yang terbatas dan hanya sebagai koordinator dan menjadi wakil pemerintah pusat di daerah. Ketua DPD RI Irman Gusman yang ikut menjadi pembicara, mengusulkan sebaiknya otonomi daerah titik beratnya ke provinsi saja agar rentang kendali oleh pusat menjadi lebih pendek ketimbang ke daerah tingkat II. Didukung Lemhanas

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Muladi, mendukung pemilihan gubernur melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah saja agar tidak terjadi penghamburan biaya yang sia-sia karena gubernur memiliki kewenangan terbatas dan hanya sebagai perwakilan pemerintah pusat. “Kalau hanya sebagai perwakilan pemerintah pusat dan menghamburkan biaya yang besar, untuk apa pemilihan gubernur secara langsung. Lebih baik, pemilihan gubernur oleh DPRD,” kata Muladi usai acara seminar. Muladi mengaku, sebenarnya apa yang dipaparkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) soal RUU Pilkada, yang salah satunya berisi soal pemilihan gubernur oleh DPR dalam seminar itu, merupakan konsep dari Lemhannas. (h/sal)


JUMAT, 10 DESEMBER 2010 M 4 MUHARRAM 1432 H

Parlementaria DPRD Sumbar Komisi IV DPRD Sumbar

12

Ir. Yultekhnil

H. Leonardy Harmainy

HM. Asli Chaidir

Trinda Farhan Satria

Membangun Infrastruktur Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Perhatian pemerintah provinsi (Pemprov) Sumbar terhadap peningkatan kualitas pendidikan, terus didorong oleh Komisi IV DPRD Sumbar. Terutama dalam penyediaan anggaran, dan dari aspek kebijakan. Dari sisi anggaran, urusan pendidikan tetap menjadi prioritas di tahun 2011. Berbagai program strategis pendidikan, tetap dilanjutkan. Salah satunya kelanjutan pembangunan Sekolah Berstandar Internasional (SBI) "SEBAGAI daerah berbasiskan Sumber Daya Manusia (SDM), pendidikan mutlak untuk terus dikembangkan, dan ditingkatkan kualitasnya. Termasuk melanjutkan pembangunan SBI," kata Ketua Komisi IV DPRD Sumbar Muslim M. Yatim. Dari sisi kebijakan, katanya terlihat dari Rencana Pembagunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Sumbar, yang juga menitikberatkan pada sumber daya manusia. Pencapaian dari butir-butir RPJPD tersebt, mesti didukung dengan program strategis. "Baik itu dalam bentuk fisik, maupun non fisik. Fisik misalnya dengan meneruskan pembangunan SBI," ujarnya. Pada tahun 2011, direncakan kelanjutan pembangunan pada tiga daerah, yakni Kota Padang Panjang, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Solok. Pelaksanaan pembangunan SBI itu tetap dilakukan secara bertahap. Untuk Padang Panjang, sudah dibangun 18 ruang kelas, 2 unit laboratorium, 1 unit kantor, 1 unit aula dan 1 unit perpustakaan. Sedangkan Kabupaten Solok, pembangunannya dimulai sejak tahun 2009, dan sudah dibangun sebanyak 5 ruang kelas, dan 1 unit kantor. Sementara Pasaman, pada tahun 2009 telah dimulai pembangunan kantor. Tahun 2010 tidak dilanjutkan, karena ada masalah lahan. Setelah ada penuntasan masalah lahan, saat ini sudah ada permintaan dilanjutkan pembangunannya. Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumbar Dedy Edward, pembangunan fisik menjadi prioritas, disamping pengembangan, dan peningkatan kualitas pendidikan. "Pembangunan infrastrusktur pendidikan ini, tidak hanya terfokus pada SBI. Namun juga untuk sekolah lainnya," ujarnya. Ia juga mengatakan akan pentingnya dukungan anggaran, dalam peningkatan kualitas pendidikan. Amanat undang-undang 20 persen anggaran pendidikan, tetap harus jadi perhatian Sementara anggota Komisi IV DPRD Sumbar Sitti Izzati Aziz mengatakan, peningkatan kualitas pendidikan harus dilakukan secara bersamaan, dan menyeluruh. "Kualitas dari tenaga pengajar juga menjadi perhatian. Jika tenaga pengajar berkualitas, imbasnya yang diajar setelah tamat juga berkualitas," ujarnya.***

BERSAMA— anggota Komisi IV DPRD Sumbar menyempatkan diri poto bersama, saat melakukan kunjungan kerja ke luar daerah

PERTEMUAN — Anggota Komisi IV DPRD Sumbar, saat melakukan pertemuan

DENGARKAN — Anggota Komisi IV DPRD Sumbar mendengarkan keterangan mitra kerja, terkait pembangunan sarana pendidikan, beberapa waktu lalu

MATA — Wakil ketua Komisi IV DPRD Sumbar Dedy Edward, serah terima cenderamata dengan pimpinan DPRD Jawa Barat

Muslim M. Yatim

Hartati

SEKOLAH — Anggota Komisi IV DPRD Sumbar saat meninjau sekolah di Solok

Dedy Edward

Sitti Izzati Aziz

Abel Tasman

Zahara Asni

PERHATIKAN — Anggota Komisi IV DPRD Sumbar serius, saat mengikuti suatu pertemuan

Suwirpen Suib

Syahrial, Bsc

Sukriadi Syukur

Ermawati Tanjung

Irdinansyah Tarmizi

Aswan, BE

supardi


13

JUMAT, 10 DESEMBER 2010 M / 4 MUHARRAM 1432

Selingkar Kota Galakkan Ronda Malam PADANG, HALUAN — Ketua DPRD Kota Padang, Wahyu Iramana Putra mengajak semua elemen masyarakat kembali menggerakan kegiatan ronda malam dan gotong royong di pemukiman masing-masing. Hal itu disampaikan terkait tingginya tingkat kriminal di Kota Padang akhir-akhir ini. Menurutnya, selama ini ronda-ronda malam dalam masyarakat sudah tidak mebudaya lagi. Sifat individual masyarakat makin tinggi. “Sehingga mudah terjadinya tindakan kriminal di masyarakat,”kata Wahyu di sela menyerahkan bantuan biaya pengobatan untuk korban perampokan di jalan Delima V Blok A no 94 Belimbing, Yusrizal (56) , Kamis (9/12). Bantuan diterima Asmidar istri Yusrizal, di ruang ICU Rumah Sakit Yosudarso. Warga asal Tanah Datar tersebut berterima kasih atas bantuan pengobatan yang diberikan Partai Golkar. Sebelumnya, telah terjadi perampokan terhadap terhadap Yusrizal. Semula Yusrizal hendak melakukan sholat sunat tahajud. Tiba-tiba ada yang mengetok pintu, ditengah kondisi yang belum stabil, pelaku masuk ke rumah langsung membacok Yusrizal. (h/ita)

Terlibat Judi Togel, 3 Perempuan Ditangkap PADANG, HALUAN — Tiga perempuan paruhbaya yang diduga sebagai penjual dan pemasang judi jenis toto gelap (togel) ditangkap Tim Reskrim Polsekta Padang Timur di Jalan Aur Duri Gobah, Kelurahan Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur Kota Padang sekitar pukul 15.30 WIB, Rabu (8/12). Ketiga tersangka judi togel itu yakni, Syafriani Panggilan Cong, 38, Rita Panggilan Eki, 41, dan Sriyanti alias Tek Man, 48. Salah seorang tersangka yakni Tek Man ternyata sudah resedivis, dalam kasus judi song. Dari tangan ketiga tersangka di dapat barang bukti berupa uang tunai Rp10 ribu yang diduga sebagai taruhan dan kertas rekap togel 9 lembar. Kapolsek Padang Timur Kompol Herman mengatakan, penangkapan ketiga tersangka berawal dari laporan warga, bahwa di lokasi rumah Tek Man ada permainan judi jenis togel. Setelah dilakukan penyelidikan dan pengintaian, ternyata laporan tersebut benar dan petugas langsung menangkap tersangka. Saat ini ketiga ibu rumah tangga itu mendekam di sel tahanan Polsek Padang Timur. Mereka akan dijerat dengan pasal 303 dengan ancaman maksimal lima tahun penjara. (h/nas)

DAPAT SUNTIKAN DANA RP3,5 MILIAR

DPRD Targetkan PDAM Bisa Berikan PAD 2011 PADANG,HALUAN — Keberadaan perusahaan daerah yang diharapkan mampu menambah pendapatan asli dareah (PAD) ternyata belum juga bisa direalisasikan PDAM Padang. Bahkan, satu-satunya perusahaan daerah pengelola air bersih masyarakat ini kambali ‘menyusu’ tambahan dana sebesar Rp3,5 miliar tahun 2011 dari Pemko Padang AGAR tak disubsidi terus, Komisi IV DPRD Kota Padang memberikan target kepada PDAM bisa meningkatkan cakupan pelayanan pelanggan menjadi 80% pada 2011 nanti. Dengan demikian, perusahaan daerah diharapkan tidak ‘menyusu’ lagi, tetapi sudah bisa memberikan kontribusi terhadap Pemko Padang. Saat ini cakupan pelanggan PDAM baru sekitar 64%, atau dengan jumlah pelanggan sekitar 72.000. “PDAM ini baru bisa memberikan kontribusi untuk PAD jika cakupan pelangganmnya sudah mencapai 80%. Makanya, kita minta jajaran PDAM bekerja serius meningkatkan layanan cakupan pelanggan ini,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang Azwar Siry saat rapat kerja dengan PDAM Kota Padang, Kamis (9/12). Menurutnya, selama ini perusahaan kebanggaan daerah Kota Padang ini belum memberikan

kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Sebab, di daerah lain saja PDAM nya sudah dapat memberikan kontribusi kepada pemerintahnya. “Jika, tidak diberikan target kepada PDAM untuk memberikan kontribusi maka PDAM akan terus menyusu kepada pemko padang,” kata kader partai democrat ini. Dia mengatakan, tahun 2011 PDAM disubsidi lagi oleh pemko padang sebesar Rp3,5 miliar dan tahun 2010 sebesar Rp300 juta. Jika penyertaan modal Pemko Padang sebesar Rp3,5 miliar ini pada tahun 2011 tercapai. Maka, diharapkan PDAM lebih memfokuskan pada kegiatan berupa pengembangan jaringan pipa PDAM yang selama ini dinilai tidak tercapai secara keseluruhan. Berdasarkan data yang ada penyertaan modal Pemko Padang kepada PDAM telah mencapai Rp12,445 miliar. Diantaranya, kekayaan yang berasal dari APBD Kota Padang Rp1.99

HASWANDI

PERBAIKAN JARINGAN—Kerusakan jaringan PDAM merupakan salah satu kendala perusahaan daerah ini dalam meningkatkan pelayanan, karena banyak pipa jaringan yang sudah tua. Tahun 2011, PDAM ditargetkan bisa meningkatkan cakupan pelayanan 80%, sehingga bisa memberikan kontribusi terhadap PAD Padang.

miliar, bantuan proyek PPSAB sampai tahun 1997 Rp739,473 juta, pengalihan kepada Pemko Padang oleh Menteri Muda Keuangan RI Rp1,07 miliar. Pembuatan IPA Sungai Latung bulan Februari 2004 Rp 672,340 juta, penjualan sumur bor Sawahan bulan Februari 2004 Rp77 juta, setoran modal Pemko Padang yang berasal dari pinjaman pemerintah pusat Rp3,324 miliar, penyediaan sarana dan prasarana air bersih di Padang Sarai Rp396 juta dan tambahan

RUAS JALAN BARU MENINGKAT

DPU Anggarkan Dana Pemeliharaan Rp7,1 M PADANG, HALUAN — Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Padang menganggarkan dana Rp7,1 miliar pada RAPBD 2011 yang akan disahkan menjelang akhir tahun ini. Dana tersebut khusus untuk program rehabilitasi dan pemeliharaan jalan dan jembatan. “Kami berharap sekali dana yang diajukan ini disahkan saat penetapan APBD 2011 nanti. Sebab, tahun lalu sangat minim yakni Rp2,4 miliar,” kata Kepala Bidang Bina Marga DPU Padang, Rusdi kepada Haluan di ruang kerjanya, kemarin (9/12). Perincian anggaran pemeliharaan jalan yang diajukan tersebut yaitu rehabilitasi dan pemeliharaan Rp3,5 miliar, operasional pemeliharaan jalan

Cuaca di Sumatera Barat cerah berawan dan berpeluang hujan pada malam hari. Suhu udara 21-32 derajat celcius. Udara 61-91%. Angin bergerak dari barat laut dengan kecepatan 10-12 km/jam. Tinggi gelombang air laut 2 meter.

dan jembatan Rp2,4 miliar, rehabilitasi trotoar Rp1,2 miliar. Kemudian untuk pembangunan jalan dan jembatan alternative Rp20,3 miliar, pemeliharaan jembatan Rp225 juta, penggantian jembatan Rp7,5 miliar, lanjutan pendamping jembatan Rp2,5 miliar dan pembangunan jalan Rp1,15 miliar. Menurutnya, peningkatan anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan penting sekali. Apalagi pascagempa, peningkatan kualitas jalan seperti pelebaran dan pemeliharaan menjadi program utama. Sementara itu, dari evaluasi perkembangan jalan sejak 4 tahun terakhir terjadi peningkatan sekitar 200%. Pertumbuhan jalan ini disebabkan banyaknya jalan baru di wilayah pemu-

REKAPITUASLI PENGANANAN JALAN KOTA PADANG 2006-2009 Kecamatan 1. Padang Barat 2. Padang Timur 3. Padang Utara 4. Padang Selatan 5. Kuranji 6. Pauh 7. Nanggalo 8. Lubuk Kilangan 9. Koto Tangah 10.Lubuk Begalung 11.Bungtekab JUMLAH

Jln. Kolektor (km) (2006) 61,870 61,835 93,614 33,814 109,940 49,630 70,164 33,455 194,527 49,030 32,960 837,939

kiman masyarakat, baik dari program manunggal maupun kompleks perumahan. Di samping itu, peningkatan jalan juga ada beberapa ruas jalan provinsi dan nasional yang berubah status menjadi jalan kota. Dari data yang dikeluarkan

Jln. Terdata (km) (2009)3 106.613 123,897 122,287 64,223 166,849 104,494 104,968 133,868 514,072 127,521 79,284 1.648,589

Ruas Jalan 397 544 588 238 739 330 581 293 2054 742 136 6642

provinsi 2006 lalu tercatat panjang jalan kolektor di Kota Padang 837.939 km. Sementara setelah didata ulang kembali 2009 oleh DPU dengan melibatkan konsultan tercatat panjang jalan 1.648,589 km dengan jumlah ruas 6642 ruas. (h/vid)

penyertaan modal Rp3,5 miliar. Direktur Umum (Dirum) PDAM Kota Padang Amriyono mengatakan, dengan adanya penyertaan modal dari pemko padang ke PDAM tahun 2011 sebesar Rp3,5 miliar, diharapkan target memberikan PAD kepada Pemko Padang bisa diwujudkan. “Namun, karena kondisi PDAM yang selama ini masih belum kondusif. Sehingga, belum dapat memberikan PAD ke Pemko Padang,” katanya. Menurutnya, selama ini

PDAM telah memberikan kontribusi kepada pemko padang berupa retribusi sampah yang dimasukkan dalam setiap pembayaran air PDAM. Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Keuandan dan Aset (DPKA) Kota Padang Corry Saidan mengatakan, dengan adanya penyertaan modal sebesar Rp3,5 miliar kepada PDAM diharapkan DPRD dapat melakukan pengawasan, kemana saja uang Rp3,5 miliar itu dialokasikan. (h/ade)

KELURAHAN TABING BANDA GADANG

Kawasan Mahasiswanya Nanggalo PADANG, HALUAN — Kawasan mahasiswa ternyata tidak hanya di kenal di Air Tawar dengan Kampus Universitas Negeri Padang (UNP) dan Andalas dengan Kampus Unand, tetapi juga di Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo. Bahkan, Zulfahmi sekitar 20% dari 60% warganya yang merupakan pendatang merupakan mahasiswa. “Ya, daerah kami merupakan kawasan pendidikan. Banyak perguruan tinggi, SLTA, SLTP dan juga TK. Diantaranya seperti STKIP PGRI, Akbid dan sebagainya. Di samping itu, juga perkantoran. Makanya, daerah ini juga dikenal kompleks mahasiswa,” kata Zulfahmi, Lurah Tabing Banda Gadang, kepada Haluan di ruang kerjanya, kemarin (9/12). Poisisi geografis kelurahan ini juga berada di posisi yang strategis, karena tidak terlalu jauh dari pusat kota dan dekat dari lokasi evakuasi tsunami, yakni Gunung Pangilun. Meski kampus beridiri di luar wilayah, namun mahasiswa tinggal di dalam wilayah kelurahan ini. Dengan lokasi stratgeis dan potensi daerah mahasiswa tersebut langsung dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian mereka. Sebab, dengan daerah mahasiswa dan perkantoran jelas banyak kebutuhan dan layanan jasa yang dibutuhkan. “Salah satunya yaitu banyak warga mendirikan rumah kos-kosan, sekaligus

membuka usaha kedai nasi hingga catering ala mahasiswa. Bahkan, sejak beberapa waktu terakhir juga berkembang usaha laundry atau cucian,” katanya lagi. Meskipun warganya bercampur antara warga asli dan pendatang, namun kehidupan masyarakat di kelurahan ini tetap harmonis dan menjunjung nilai kekeluargaan. Hal ini terlihat dengan kegiatan gotong royong serta kegiatan masyarakat lainnya. Seperti gotong royong sekali sebulan membersihkan bandar, pengurus masjid, kegiatan tujuh belas agustusan, melibatkan mahasiswa-mahasiswa tersebut. “Mereka (pendatang-red) kaum intelektual. Ide-idenya bisa dimanfaatkan untuk kemajuan kelurahan ini,” turturnya. Dia mengakui, di satu sisi, kawasan mahasiswa sangat menguntungkan bagi perekonomian masyarakat. Namun disisi lain, kawasan mahasiswa yang juga identik dengan pendatang yang juga bisa menimbulkan kekhawatiran. Misalnya pengaruh budaya luar seperti pergaulan yang tak beraturan serta ancaman penyusupan oleh oknum-oknum yang berniat jahat, seperti perampok dan sebagainya. Mengantisipasi hal tersebut, Zulfahmi mengaktifkan peranan RT/RW dan pemuda untuk meningkatkan Profil Kelurahan Tabing Bandar Gadang pengawasan Kecamatan Nanggalo : 4600 KK kepada setiap Jumlah penduduk RW :3 p e n d a t a n g . RT : 15 “Tamu wajib Ibadah lapor terlak- Sarana Jumlah Masjid : 3 buah sana di kelu- Jumlah Mushalla : 5 buah rahan ini,” Sarana Penduduk t a m b a h n y a Jumlah TK : 1 buah Jumlah SD : 1 buah lagi. Jumlah Puskesmas : 1 buah (h/adk)


JUMAT, 10 DESEMBER 2010 M 4 MUHARRAM 1432 H

Sentral Kota Demo Warnai Hari Antikorupsi di Padang

14

Kilas Kota Telepon Penting Polresta

0751-22317/840186

Damkar

0751-28558

PDAM

0751-22789

BPBD

0751-7893079

BMKG

0751-819105

RSUD M Djamil

0751-32373

PLN

123

Dunia KerjaTampung Penyandang Cacat PADANG, HALUAN— Keberadaan penyandang cacat (disabilitas) di tengah masyarakat, selama ini masih dianggap sebagai beban keluarga. Padahal sebenarnya, kelompok ini di tengah keterbatasannya juga memiliki berbagai kelebihan. Saat ini dunia usaha, bahkan siap menampung penyandang disabilitas untuk mengisi pos-pos tertentu. Untuk itu masyarakat harus memberdayakan kelompok ini secara maksimal dan tidak menjadikan mereka sebagai kalangan yang terus menerus harus dilindungi, karena meragukan kemampuan mereka. Hal tersebut mengemuka dalam seminar sehari di Hotel Edotel Padang, Kamis (9/12). Seminar tersebut diadakan dalam rangka hari internasional penyandang cacat (Hipenca) 2010. Kepala Dinas Sosial Sumbar, Kafrawi Bakhtiar dalam sambutannya mengatakan, penetapan 3 Desember sebagai hari Hipenca melalui sebuah resolusi PBB dengan nomor 47/3 tahun 1992. “Artinya, eksistensi penyandang cacat telah mendapat pengakuan resmi dari dunia internasional. Tujuannya jelas yaitu untuk meningkatkan kesadaran berbagai pihak untuk memperhatikan dan melindungi hak-hak penyandang cacat,” katanya. Kafrawi menambahkan, peringatan Hipenca juga merupakan bagian integral dalam pengimplementasian UU No 4/1997 tentang penyandang cacat terutama berkaitan dengan hak dan kesempatan yang sama bagi penyandang cacat dalam berbagai aspek kehidupan termasuk di dalamnya dunia kerja. Di Sumatera Barat saat ini, kata Kafrawi, terdapat sedikitnya 25.008 jiwa penyandang cacat yang harus mendapat perhatian pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk dibina, didampingi dan dijadikan mitra agar hak mereka sebagai warga negara tetap terjaga secara baik. Asep Ahmad Sopandi selaku pembicara utama dalam seminar tersebut mengemukakan, para penyandang cacat juga memiliki sejumlah potensi diantaranya potensi individual, potensi sosial, potensi emosional dan potensi spiritual. Dengan potensi tersebut, maka penyandang cacat diberikan pembinaan berupa pendidikan yang diharapkan dapat mengembangkan potensi diri mereka. ‘Pendidikan Inklusi yang diberikan pemerintah melalui para tutor, yang tidak membedakan peserta didik atas cacat yang dideritanya akan mampu membangkitkan potensi yang mereka miliki itu,” kata dia yang diamini seluruh peserta seminar baik dari kalangan tutor maupun penyandang cacat itu sendiri. Dengan mengembangkan pendidikan inklusi, diharapkan seluruh potensi yang dimiliki penyandang disabilitas bisa muncul secara maksimal. Untuk itu, metode ini kata dia, perlu dimaksimalkan pelaksanaannya.Secara umum kata Asep, ada empat falsafah utama dalam pendidikan inklusi. Yaitu pendidikan untuk semua, belajar hidup bersama masyarakat dan bersosialisasi, integrasi pada lingkungan serta penerimaan terhadap sebuah perbedaan. Kepala seksi (Kasi) PPC Dinas Sosial Sumbar, Suyanto selaku pelaksana Hipenca 2010 menambahkan, program pemberdayaan bagi penyandang cacat telah dilakukan secara maksimal. Tak hanya itu, Dinas Sosial kata dia juga telah menjembatani potensi yang dimiliki penyandang cacat untuk terlibat dalam dunia kerja.(h/ted)

RALAT Berita bantuan Bank Muamalat edisi Rabu (8/12), tertulis bantuan Rp500 miliar. Seharusnya, Rp500 juta. Atas Kekeliruan tersebut kami mohon maaf.(redaksi)

PADANG HALUAN— Puluhan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK) Sumbar menggelar aksi demo di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar, Kamis (9/12). Dalam aksi yang dilakukan sekaitan Hari Antikorupsi Se Dunia ini, Kepala Kejati Sumbar Fachmi tampak terpancing emosi, sehingga sempat mengeluarkan pernyataan yang akhirnya jadi bahan ejekan bagi para pendemo. Di saat berhadapan dengan puluhan pengunjukrasa itu, Fachmi awalnya mengaku tidak tahu menahu dan belum mendapat laporan adanya kasus 4 kepala daerah di Sumbar. Fachmi bahkan meminta berkas pemeriksaan keempat kasus itu kepada mahasiswa. Tindakan ini tentu saja membuat mahasiswa tertawa, karena baru sekali ini mereka diminta memberikan berkas pemeriksaan oleh kejaksaan. Terkait kasus mantan Bukittinggi Djufri, Fachmi dengan lantang menjawab masih menunggu putusan Mahkamah Agung (MA). Pengunjukrasa kembali marah, karena putusan itu telah dikeluarkan MA sebelumnya. Saat ini sempat terjadi tanyajawab seperti debat kusir yang tak ada ujungnya natara Kajati dan para pendemo. Suara celetukan dan ejekan tak henti-hentinya ditujukan kepada kejaksaan. Dalam aksinya, mahasiswa juga memberikan penghargaan kepada Kajati Sumbar berupa ayam betina mati sebagai simbol tak berdayanya kejaksaan mengusut kasus korupsi yang dilakukan para pejabat. Hadiah dari para pendemo ini tak diterima Kajati, karena menurutnya itu tidak perlu. Setelah sempat berhadaphadapan dengan pendemo sekitar

15 menit, Kajati kembali masuk ke ruangannya. Namun para pendemo kembali minta bertemu Kajati. Mereka bahkan menyatakan, jika Kajati tidak keluar, maka mereka yang akan masuk. Untuk mengatasi suasana yang kurang kondusif, Wakil Kajati M Kohar berusaha menenagkan pendemo. "Jika saudara bisa tenang, maka Kajati akan keluar," ujarnya. M Kohar juga bersedia menerima hadiah ayam betina mati dari pendemo. Setelah suasana tenang, Kajati kembali keluar dan memberikan penjelasan. Kajati menyatakan, akan menuntaskan kasus-kasus yang terbengkali dalam waktu dua bulan. Aksi unjukrasa ini juga sempat ricuh, saat pengunjukrasa bertekad menurunkan bendera merah putih setengah tiang yang berada di halaman Kejati Sumbar. Di depan gerbang Kejati Sumbar, aksi teatrikal pengunjukrasa juga menarik perhatian sejumlah masyarakat dan anakanak yang melintas Jalan Raden Saleh. Dalam teatrikal itu para pengunjukrasa membuat suatu kafe yang menjual berbagai kasus dengan harga bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga miliaran rupiah. “Telah tiga kali hari anti korupsi kami kesini memberikan ayam betina kepada Kejati, tapi sampai saat ini belum ada juga tindaklanjutnya. Sebaiknya kejaksaan dihapuskan saja dan pengurusan korupsi dipercayakan pada KPK,” ujar Roni Syahputra, salah seorang pengunjukrasa.(h/wan)

Haswandi

AYAM BETINA - Seorang pengunjukrasa membawa penghargaan ayam betina sebagai simbol ketidakberdayaan Kejati Sumbar dalam menuntaskan korupsi di Sumbar, Kamis (9/12).

Alokasi Rumah Bantuan Cina PADANG, HALUAN—Rumah aman gempa bantuan dari Cina hendaknya tidak dialokasikan di satu kecamatan saja, karena dapat memicu kecemburuan sosial. Hal itu disampaikan anggota Komisi Osman Ayub kepada Haluan, Kamis (9/12). “Bantuan rumah dari Guanzhou China itu dapat memicu kecemburuan sosial. Masalahnya, Pemko Padang sudah menetapkan lokasi pembangunan rumah tersebut di Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah. Sementara kor-

ban gempa tersebar di sejumlah kecamatan,” ujar Osman Ayub. Menurutnya, dewan menyambut baik, adanya bantuan tersebut. Namun sebaiknya Pemko Padang lebih arif dalam mendistribusikan. “Hendaknya bantuan rumah tersebut didistribusikan secara merata di seluruh kecamatan. Jika hanya di Lubuk Buaya saja, takutnya akan muncul konflik,” kata kader Partai Hanura ini. Apalagi, tambah Osman, saat ini Pemko Padang sendiri tidak menyosialisasikan bantuan tersebut ke masyarakat. “Tiba-

tiba saja Pemko Padang sudah memiliki daftar nama penerima bantuan. Sedangkan DPRD sama sekali tidak dilibatkan dalam menentukan warga penerima bantuan. Apa indikator penerima bantuan rumah, kami tidak tahu,” ujarnya. Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kota Padang Budiman yang ikut ke Cina menjemput bantuan itu mengatakan, pelaksanaan teknis memang diserahkan langsung ke Pemko Padang untuk menanggani distribusi rumah tersebut. (ade)

SATE DANGUANG-DANGUANG DI RESTORAN INDIANA DI SIMPANG KINOL

Ada Juga yang Pesan untuk Dibawa ke Singapura

PADANG,HALUAN—“Pisahkan dagingnya, Pak,” ujar seorang pelanggan memesan sate danguang-danguang. Mendengar suara itu, Safei, 47, dengan sigap langsung mengambil lima buah piring, lalu mengalasinya dengan daun pisang.

Agaknya tangan Safei telah hafal apa yang mesti diperbuat. Ia mengisi piring itu dengan ketupat yang sudah dipotongpotong. Lantas menyiramnya dengan kuah yang tampak berwarna kekuning-kuningan. Rupanya, warna kuah inilah yang sangat membedakan sate danguang-danguang dengan sate Padang biasanya. Sate danguangdanguang ini memiliki kuah berwarna agak kekuning-kuningan. Justru itu salah satu ciri khasnya, karena bumbu yang berbeda, salah satunya menggunakan santan. Tak lama Safei menghidangkan lima piring ketupat yang berkuah. Sekilas kemudian ia taruh puluhan tusuk sate di sebuah piring. Pelanggan tadi

mulai menikmati sate danguangdanguang itu dengan lahap. Itu salah satu pemandangan yang dapat dilihat di Restoran Indiana di Simpang Kinol Kawasan Pondok Kota Padang. Sate danguang-danguang merupakan menu andalannya, serta salah satu menu favorit pelanggan. Mulai pukul 15.00 WIB, di restoran tersebut telah tampak beberapa orang karyawan membereskan bangku, meja, dan perkakas lainnya. Sekitar pukul 16.00 baru datang kuah dan sate danguangdanguang yang dibawa dari rumah pemiliknya, yakni M. Yusuf. Restoran itu sendiri, saat ini dipimpin Fauzi, 30, anak M. Yusuf. Restoran tersebut telah berada di Simpang Kinol sejak dua tahun, tepatnya pada akhir

KEHILANGAN

DIJUAL RUKO

BPKB B 2471 JI, a/n. YENITA. Hilang sekitar RS Yarsi Bukittinggi. Bagi yang menemukan harap lapor pos polisi terdekat

3 Tingkat, 4 Lantai, @ 512 m2, Strategis, Sertifikat Hak Milik. Lokasi : Pasar Bawah Jenjang 40 Bukittinggi. Peminat Serius Hub : 081384875311

KEHILANGAN

KEHILANGAN

Satu BPKB, BA 5384 EB, a.n RUDI ANSYAH. Hilang dari Balai Tangah menuju Tepi Selo. Bagi yg menemukan harap lapor pos polisi terdekat

STNK BA 5013 EY, a.n. ALAN WIJAYA. Hilang antara Padang Panjang - Kubu Karambia ke Batipuh. Bagi yg menemukan harap lapor pos polisi terdekat

2007 lalu. Hingga sekarang, restoran itu selalu ramai dikunjungi pelanggan. Menurut Fauzi, puncak keramaiannya, sekitar pukul 19.30 WIB. Pengunjungnya terdiri dari keluarga, rombongan dari suatu kantor, dan anak-anak muda. Fauzi menjelaskan, dalam sehari bisa habis 1.300 tusuk sate dan 500 buah ketupat. Tak lama berselang, seorang pelanggan tampak kembali memanggil Safei. “Pak, tolong tambah lontongnya.” Kemudian terdengar lagi seorang pelanggan lain berkata, “Pak, tolong tambah kuahnya.” Tanpa kehilangan kesigapannya, Safei melayani permintaan pelanggan. Permintaan tambah kuah, menurut Fauzi, sama sekali

Furniture

Supplied by : CV. KAMTUMI JEPARA

Kami Siap Melayani Pesanan Interior & Eksterior Anda KUALITAS NO. 1 Harga Bersaing, Boleh Dibandingkan Jl. Pemuda No 25 Padang T. 0751 33471 20463, 812044 Fax. 0751 25782

GAMA 2000

AUTO SERVICE CUCI GOMOK - GANTI OLI SUKU CADANG - REPARASI ACCESORIES & SALON MOBIL Jl. Gajah Mada No. 20 A Telp. (0751) 7058999

diberikan tanpa tambah bayaran. Harga sate di sini Rp5.000 sampai Rp.20.000. Restoran ini juga sering dikunjungi pejabatpejabat, seperti Irwan Prayitno dan Mentri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono. “Bahkan ada yang memesan untuk dibungkus dan dibawa ke Singapura,” Kata fauzi. Sate danguang-danguang di restoran Indiana ini dibuat kakak ipar Fauzi, bernama Hendri, 38. Sesuai namanya, sate danguang-danguang memang berasal dari nama suatu tempat bernama Danguang-danguang di Payakumbuh. Setelah itu Hendri membuat sate danguang-danguang sendiri di Padang, bekerjasama dengan keluarga M. Yusuf. (h/Rio Fitra SY)

D5 DELIMA JAYA STATIONERY

DELIMA JAYA STATIONERY

Jl. Gajah Mada No. 8 C Gunung Pangilun Telp. 0751 40729 - Padang

CAHAYA MANDIRI

PENGOBATAN REFLEKSI PRIA & WANITA PENGOBATAN TRADISIONAL, melayani Pijat Kesehatan Lulur Bersama Mandi Susu Ibu NENENG (Khusus Wanita) Buka Jam 08.00 - 19.00 WIB Jl. Ujung Belakang Olo No 29 Padang


JUMAT, 10 DESEMBER 2010 M 4 MUHARRAM 1432 H

Satelit Kota Disdukcapil Telah Terbitkan 15.708 Akta Kelahiran

15

Dari Kelurahan Trotoar Jalan

Padatnya arus lalu lintas dan aktivitas warga di Kelurahan Kampung Olo Kecamatan Nanggalo harusnya mendapat perhatian penuh pemerintah daerah dengan membangun trotoar jalan di kawasan tersebut tepatnya dari pertigaan STKIP PGRI Padang hingga jalan masuk ke Perguruan Darul Maarif.“Kalau dibiarkan terus, bisa membahayakan masyarakat,” kata Devi, warga setempat pada Haluan. Menurut Devi, dengan ketiadaan trotoar di ruas jalan sepanjang hampir 1 KM itu, maka pejalan kaki harus lebih berhati-hati agar tak tersenggol kendaraan bermotor. Kejadian seperti itu, kata dia, sudah sangat sering terjadi. “Seharusnya, diminta atau tidak, pemerintah segera membangun trotoar jalan. Keberadaan sarana ini, sangat diperlukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” katanya.Kenyamanan pejalan kaki harus mendapat perhatian pemerintah, karena itu hak mereka berjalan di tempat seharusnya dalam hal ini trotoar harus segera direspon.(h/ted)

Bangun Bak Sampah Warga di Kelurahan Batipuah Panjang Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, meminta Pemko Padang melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk membangun bak sampah di wilayah tersebut. Karena saat ini, untuk membuang sampah rumah tangga, warga harus membawanya ke tempat lain yang cukup jauh dari wilayah tersebut. Salah seorang warga Batipuah Panjang, Rahmad, kepada Haluan menyebutkan keberadaan bak sampah sangat dibutuhkan masyarakat. Apalagi produksi sampah rumah tangga sangat tinggi seiring bertambahnya jumlah warga di daerah itu.“Masalah sampah adalah masalah krusial, karenanya jangan dianggap sepele. Kalau dibiarkan, tentu akan menimbulkan masalah baru,” katanya. Rahmad mengatakan, karena kebiasaan membawa sampah ke tempat pembuangan sementara (TPS) sampah terdekat, tak jarang justru sampah tersebut terbawa hingga ke kantornya.Hal ini kata dia tak perlu terjadi kalau bak sampah dibangun di kawasan tersebut. “Semakin cepat bak sampah dibangun, akan semakin baik,” katanya berharap.(h/ted)

PADANG, HALUAN—Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padang, dalam rentang waktu sembilan bulan sejak Januari hingga September 2010 telah menerbitkan sebanyak 15.708 akta kelahiran. Dari jumlah tersebut, ratarata setiap hari instansi kependudukan ini menerbitkan 70 buah akta kelahiran. Dari jumlah tersebut, 34 akta kelahiran diterbitkan untuk keluarga yang mengadopsi dan mengangkat anak. Kadis Dukcapil Kota Padang, Vidal Triza kepada Haluan, kemarin mengatakan, jumlah akta yang diterbitkan setiap harinya tidaklah sama. Bahkan di waktu tertentu, jumlah yang diterbitkan mencapai lebih dari 100 lembar akta. “Jumlah masyarakat yang mengurus akta kelahiran setiap harinya tidak sama atau tentatif. Di saat-saat tertentu saat ada penerimaan CPNS, jumlah warga yang mengurus akta bisa lebih dari 100 orang,” katanya. Masyarakat yang mengurus akta kelahiran anggota keluarga

mereka, kata Vidal tak perlu menunggu lama. Begitu data diisi dan permohonan diajukan, maka petugas akan langsung membuatkan akta bagi yang bersangkutan. “Prinsipnya pelayanan yang diberikan tepat, cepat dan pasti,” kata Vidal pula. Kabid Pelayanan Catatan Sipil pada Disdukcapil, Hermansyah menambahkan warga yang mengurus akta kelahiran anggota keluarga mereka, datang dari seluruh penjuru Kota Padang. “Mereka tak datang dari satu wilayah, namun dari seluruh wilayah,” jelasnya. Tingkat kesadaran warga mengurus akta kelahiran anggota keluarga mereka, kata Hermansyah sangat tinggi sekali. Ini dibuktikan dari jumlah akta yang diterbitkan setiap harinya.(h/ted)

Panitia Pembangunan Wisma Warta III Diminta Berkoordinasi PADANG, HALUAN—Lurah Korong Gadang Kecamatan Kuranji, Salisma, mengharapkan panitia pembangunan Perumahan Wisma Warta III selalu berkoordinasi dengan unsur pemuka masyarakat, seperti pemuda, ninik mamak, pengurus rukun tetangga maupun rukun warga sekitar areal tanah perumahan tersebut. Dia mengemukakan hal itu dalam pertemuan dengan tim kerja pembangunan Wisma Warta III di kantor PWI Cabang Sumatera Barat Jalan Bagindo Azis Chan, Padang baru-baru ini. Pertemuan yang dipimpin langsung Ketua PWI Sumbar, Basril Basyar itu juga dihadiri Sekcam Kuranji, Suryadi, yang mewakili camat. Salisma menyebut, pihaknya menyambut baik pembangunan Wisma Warta III di Korong Gadang. Untuk itu, katanya, peningkatan kerja sama antara pemuka masyarakat dengan PWI perlu

terus dilakukan. “Meski selama ini tidak ada hambatan dalam setiap tahapan kerja yang dilakukan PWI, namun untuk masa mendatang dengan dibangunnya perumahan ini jelas membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat, terutama sekali kalangan pemuda yang berprofesi sebagai tukang atau buruh bangunan,” ujarnya. Dia menambahkan, PWI tidak perlu ragu memanfaatkan tenaga kerja putra daerah. Sebab selama ini pemuda Korong Gadang dan sekitarnya selalu aktif mendorong seluruh program pembangunan di kawasan ini. “Yang penting mari kita selalu ‘baiyo batido’ melaksanakan pekerjaan,” lanjut Salisma.Suryadi yang hadir menggantikan camat, mengharapkan agar PWI selalu bekerja sama dengan aparat pemerintah, termasuk persyaratan izin mendirikan bangunan (IMB) dan lain sebagainya.

Apa yang disampaikan Lurah Korong Gadang dan Sekcam Kuranji, ditanggapi positif Basril Basyar. Dia mengatakan pendekatan antara PWI dengan aparat pemerintahan dan pemuka masyarakat selalu jadi perhatian PWI. Hanya dengan kerja sama yang baik, semua persoalan bisa diselesaikan. “Kami juga mengharapkan pada jajaran pemerintahan dan pemuka masyarakat membantu untuk menyosialisasikan akan dibangunnya Wisma Warta III di Jalan Tampak Durian, Kuranji,” katanya. Tanah Wisma Warta III sudah dibeli oleh sekitar 83 wartawan tahun 1998 lalu. Sekarang pengerjaan penyelesaian perumahan itu tengah dilakukan bersamaan dengan seringnya Padang dihantam gempa dan isu tsunami yang menghantui warga, termasuk kalangan wartawan yang banyak bermukim di ‘jalur merah’. (h/mad)

ANTRI-Warga masyarakat harus antri menunggu giliran untuk dilayani petugas dalam mengurus akta kelahiran anggota keluarga mereka. Selama Januari-September 2010, Disdukcapil Kota Padang telah keluarkan 15.708 lembar akta kelahiran Teddy baru.

AKTA KELAHIRAN YANG DITERBITKAN DISDUKCAPIL SELAMA 2010 Januari : 1.990 lembar Februari : 1.545 lembar Maret : 1.971 lembar April : 2.654 lembar Mei : 1.732 lembar Juni : 1.872 lembar Juli : 1.516 lembar Agustus : 1.389 lembar September : 1.039 lembar Total : 15.708 lembar

Akta untuk Adopsi Januari : Februari : 2 lembar Maret : 2 lembar April : 2 lembar Mei : 1 lembar Juni : Juli : 2 lembar Agustus : September : Total : 9 lembar

Akta untuk Pengangkatan Anak : Januari : 2 lembar Februari : 1 lembar Maret : 1 lembar April : 2 lembar Mei : Juni : 1 lembar Juli : 8 lembar Agustus : 7 lembar September : 3 lembar Total : 25 lembar

Sumber Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Padang

Umat Islam Jangan Percaya Ramalam PADANG, HALUAN—Makna Hijrah adalah berpindah. Khusus dalam kegiatan Islam, memperingati masuknya tahun baru Hijriah 1432, diharapkan umat Islam benar-benar pindah dari yang tidak baik ke usaha yang terpuji. Pindah dari sifat tercela, dibumbui percaya pada ramalan, percaya pada isu ke jiwa beriman berlandaskan ajaran agama Islam. Begitu disampaikan ustadz Djanuis dalam ceramahnya pada peringatan tahun baru Hijriah 1432 di Mushala Muhsinin Kelurahan Flamboyan Baru, Rabu malam kemarin.“Jangan lagi percaya pada isu

dan ramalan-ramalan berkaitan dengan akan datangnya bencana gempa. Sebab, ramalan dan isu termasuk perbuatan syirik yang bertentangan dengan ajaran Islam. Jauhilah ramal-meramal dan penyebaran isu. Hal itu adalah pekerjaan setan yang selalu mengharapkan umat resah dan senantiasa diliputi rasa bimbang dan takut,” katanya di hadapan jemaah yang memenuhi musala Muhsinin. Dia juga berpesan agar umat selalu tegar, terus berusaha sesuai dengan perintah Allah SWT. Jemaah terlihat antusias mendengarkan siraman rohani yang disampaikan Djanuis, meski keadaan musala

masih dalam tahap perbaikan yang baru sekitar 60 persen setelah ambruk dihantam gempa tahun lalu. Berkat kerja keras pengurus musala bersama anggota masyarakat, musala yang berusia sekitar 100 tahun itu sudah dapat dimanfaatkan untuk menyelenggarakan kegiatan keagamaan dan ibadah seperti wirid pengajian, TPA, dan muzakarah berkaitan dengan kemasyarakatn. Dalam acara peringatan tahun baru 1432 H itu berhasil dikumpulkan infak dari jemaah yang sedikit banyaknya dapat digunakan untuk kelanjutan pembangunan rumah ibadah itu. (h/mad)

Tes Urine Pegawai Terkendala Dana PADANG, HALUAN—Keinginan Pemko Padang untuk memastikan pegawainya bersih atau tidak dari narkotika, ternyata belum juga terlaksana. Walau Wali Kota Padang, Fauzi Bahar telah menegaskan rencana tersebut, namun hingga hari ini, belum satu pegawai pun yang di tes urine mereka.“Kegiatan itu belum bisa dilakukan karena ketiadaan anggaran,” kata Wakil Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah pada Haluan, kemarin. Mantan wakil ketua DPRD Sumbar ini menyebutkan, biaya yang dibutuhkan untuk mentes urine seorang pegawai cukup besar yaitu sebesar Rp100.000.

Saat ini, anggaran untuk kegiatan itu belum terakomodir dalam APBD Kota Padang, sehingga apa yang direncanakan tersebut belum bisa direalisasikan. Selaku ketua BNK Kota Padang, Mahyeldi mengatakan, walau tes urine pegawai belum bisa dilakukan saat ini, namun ke depan apa yang direncanakan wali kota tersebut akan tetap dilaksanakan. “Jika anggaran ada, tes urine bagi pegawai segera dilakukan,” katanya. Anggota DPRD Kota Padang, Panji Alam sat dihubungi Haluan mengatakan, Pemko Padang belum pernah sama sekali mengajukan anggaran untuk tes urine

pegawai. Kalau memang diajukan, tentu dewan akan membahasnya. Selaku wakil rakyat, Panji Alam sangat setuju dengan tes urine pegawai. Karena hal ini bisa menangkis sak wasangka akan keterlibatan seorang pegawai dengan narkotika.“Tentu kami mendukung tes urine pegawai, karena ini akan memastikan bersih tidaknya seorang pegawai dalam dunia tersebut,” katanya. Menyangkut besaran biaya untuk tes urine yang dikatakan Mahyeldi mencapai Rp100.000 untuk setiap pegawai, Panji Alam mengatakan nilai itu belum tentu sebesar yang disebutkan. Semuanya akan diketahui dari keterangan tim medis.(h/ted)


JUMAT, 10 DESEMBER 2010 M 4 MUHARRAM 1432 H

Rantau 16

Lintas Rantau Ratusan Truk Tertahan di Bakauheni BAKAUHENI, HA0LUAN — Ratusan truk tertahan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung akibat cuaca buruk di perairan Selat Sunda “Hari ini (kemarin-red) lebih buruk dari hari sebelumnya karena hembusan angin lebih kencang, dan mendung yang disertai hujan sejak pagi menyelimuti perairan,” kata Perwira Jaga Administrator Pelabuhan Bakauheni, Syamsul Rizal di Bakauheni, Kamis Penumpukan kendaraan masih terjadi karena kedatangan kapal roll on-roll off (ro-ro) lebih lama sebab perjalanan terganggu cuaca buruk tersebut. Sementara kendaraan truk terus mengalir dari jalan lintas Sumatera. Sementara kapal cepat masih belum beroperasi sejak beberapa hari lalu, apalagi saat ini kondisi perairan lebih memburuk dengan kekencangan angin di atas rata-rata disertai hujan yang mengurangi jarak pandang nahkoda kapal. Pihaknya telah berkordinasi dengan Adpel Merak untuk melarang kapal cepat masih beroperasi dan kedua kapal cepat tersebut masih angker atau parkir di Pelabuhan Merak. Manajer Operasional PT Angkutan Sungai Danau dan Perairan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Zailis Anas, menyatakan penumpukan tersebut memang karena kondisi perairan meningkat hingga perjalanan kapal terhambat. Selain cuaca buruk, penumpukan terjadi karena dermaga empat tidak dapat dioperasikan maksimal karena jalan menuju dermaga tersebut dalam proses pembangunan. “ASDP mengoperasikan sebanyak 20 armada kapal roro untuk melayani penyeberangan,” kata dia. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan ketinggian gelombang di Selat Sunda bagian utara antara 0,4 hingga 0,8 meter dengan kecepatan angin 05 sampai 10 knot yang bertiup dari selatan ke arah barat daya dengan kondisi cuaca hujan. Sedangkan Selat Sunda bagian selatan, ketinggian gelombang antara 2,0 sampai 2,5 meter dengan kecepatan angin 05 sampai 15 knot, yang bertiup dari selatan ke barat daya dengan kondisi cuaca cenderung hujan. (ant)

Masyarakat Minang Jabodetabek akan Zikir Akbar JAKARTA, HALUAN–Kantor Penghubung Provinsi Sumatra Barat bekerjasama dengan Badan Koordinasi Kemasyarakatan dan Kebudayaan Alam Minangkabau (BK3AM) Jakarta Raya, akan menggelar zikir akbar bersama dengan masyarakat Minang Jabodetabek di Masjid Istiqlal, Jakarta 1 Januari 2011. Kepala Kantor Penghubung Sumatra Barat di Jakarta, Nadiar menjelaskan, acara ini digelar untuk berserah diri kepada Allah SWT menyambut tahun baru 2011. Beberapa tahun belakangan Sumatra Barat selalu dirundung bencana alam seperti gempa

bumi 2009 dan gempa bumi 2010 di Mentawai yang disertai oleh tsunami. “Belakangan Sumbar i selalu dirundung musibah dan banyak isu yang bersileweran tentang gempa besar yang membuat warga kita di ranah dan di rantau

YUSMAN YUSBAR

NADIAR

menjadi gelisah. Obatnya hanya ada satu, yaitu berserah diri kepada Yang Maha Kuasa,” kata

Nanang, panggilan Nadiar. Ia menambahkan, takdir itu ada di tangan Allah SWT. “Apa pun yang kita rencanakan, Allah SWT jualah yang menentukan. Jadi, kita pulangkan kepadaNya,” tambahnya. Acara ini ditargetkan dihadiri sekitar 200 ribu warga Minang di DKI dan Jabodetabek, termasuk akan dihadiri para elit Minang, termasuk para menteri asal Minang dan Ketua DPD RI Irman Gusman. Menterimenteri yang diharapkan hadir dan mendukung acara ini adalah Mendagri Gamawan Fauzi, Menkumham Patrialis Akbar, Menkominfo Tifatul Sembiring, Menneg PP dan Perlindungan Anak Linda Amalia Agung Gumelar, Menneg BUMN Mustafa Abubakar, Menneg PPN dan Ketua Bappenas Armida Alisyahbana, Sekretaris Kabinet Dipo Alam dan Jaksa Agung Basrief Arief. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sendiri juga akan hadir khusus bersama sejumlah pejabat dari kantor gubernur. ”Mudah-mudahan, dengan zikir dan doa bersama seluruh

Calon Pengantin di Aceh Wajib Bersertifikasi BANDA ACEH, HALUAN — Sebanyak 150 orang calon pengantin dari Kota Banda Aceh mengikuti kursus pranikah untuk mendapatkan sertifikasi penilaian layak menikah. Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Banda Aceh Aiyub Ahmad saat memberikan materi manajemen rumah tangga bagi para calon pengantin di Banda Aceh, Kamis, mengatakan, pendidikan pranikah ini menjadi sangat penting sebagai bekal bagi calon pengantin untuk menjalani kehidupan yang baru. “Mereka akan menjalani kehidupan yang berbeda dari sebelumnya, kalau dulu sendiri, sekarang berdua bahkan lebih, jadi perlu kesiapan mental dan psikologis. Menikah bukan hanya didorong oleh keinginan dan nafsu tapi lebih mengutamakan nilai ibadahnya,” jelasnya. Senada dengan itu, Kepala BKKBN Aceh Nasrullah Jakfar MA mengatakan, tujuan sertifikasi tersebut untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan prilaku positif calon pengantin dalam membangun bahtera rumah tangga, baik secara agama maupun kesehatan. “Jika tidak mengikuti sertifikasi, calon pengantin tidak bisa menjalani pernikahan, sedangkan yang ikut sertifikasi, nantinya akan diberi sertifikat setelah mengikuti kursus singkat tersebut,” jelas Nasrullah. Seorang peserta kursus pranikah, Harni (28), warga Kabupaten Aceh Tengah bersama pasangannya Khairil (30), yang akan menikah 14 Desember 2010 mengatakan senang mengikuti pendidikan pranikah tersebut, meskipun keduanya tidak mendapat fasilitas khusus, karena keduanya adalah pasangan cacat tuna netra. “Fasilitas khusus maksudnya adalah buku saku dan lembar ujian post test dengan huruf braile, jadi kami tidak bisa membaca buku saku yang diberikan, tapi tidak mengapa karena sudah mengikuti penyajian materi dari para narasumber yang ada,” ujar Harni. Pemerintah Aceh membantu anggaran Rp500 juta kepada BKKBN Aceh untuk melaksanakan program tersebut yang dananya bersumber dari APBA 2010. Dana tersebut, kata Nasrullah, diperuntukkan kepada 1.000 calon pengantin atau yang sering disebut calon “linto” (mempelai laki-laki) dan “dara baro” (mempelai wanita) atau calinda. Sementara, di Aceh ada 25.000 calinda yang menikah setiap tahunnya. (ant)

Harga Cabai Terus Melambung TANJUNGPINANG, HALUAN — Harga cabai di Tanjungpinang, kepri terus melambung tinggi. Selama satu pekan laju kenaikan cabai tak bisa tertahan dari Rp 29 ribu per kilogram kini telah mencapai Rp 39 ribu per kilogramnya. “Kenaikannya bertahap hingga mencapai Rp 10 ribu sampai hari ini,” kata Atak,36 tahun, salah seorang pedagang sayuran di Pasar Baru, Tanjungpinang kemarin Menurut Atak, kenaikan harga ini dipicu kurangnya pasokan sayuran dari para petani yang ada di pulau Jawa. Akibatnya persediaan barang di tingkat pedagang kian menipis serta harga dari pedagang sayur mayur yang ada juga naik, “Kami terpaksa menaikkan harga, karena harga dari pusat penghasilnya juga naik dan stok pun terbatas,” katanya. Selain harga cabai, sejumlah komoditi sayuran di Pasar Baru juga mengalami peningkatan harga. Berdasarkan data di pasar Baru kenaikan harga untuk pekan ini diantaranya, cabai rawit yang awalnya Rp30.000 per kilogram kini menjadi Rp36.000 per kilogram, cabai merah dari Rp29.000 menjadi Rp39.000, kol yang tadinya Rp4.000 menjadi Rp8.000, kentang dari Rp5.000 menjadi Rp8.000 dan bawang putih yang tadinya Rp22.000 naik menjadi Rp 24.000 per kilogram. “ Menurut pengalaman saya, Harga kalau sudah naik, susah untuk turun kembali, kalau kayak gini terus keadaannya, akan naik terus. (hk/40)

hk

RAZIA — Dinas Kependudukan Kota Tanjungpinang bekerja sama dengan Satpol PP setempat melakukan razia terhadap masyarakat yang tidak memiliki kartu identitas.

Dermaga Sekupang Digenangi Air SEKUPANG, HALUAN — Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), Batam, Kepri yang biasa digunakan sebagai akses transportasi anta pulau di wilayah Kepri, sejak awal Desember digenangi air laut. Hal itu terjadi karena gelombang pasang yang kerap terjadi setiap akhir tahun. Pemantauan Haluan Kepri kemarin, dinding dermaga tidak mampu menahan tekanan arus air sehingga air tersebut tumpah ke daratan Gelombang pasang tidak saja menggenangi halaman depan pelabuhan, tetapi saluran drainase juga dipenuhi air laut hingga ke area pelataran depan. Bahkan air tersebut merembes ke lantai sehingga petugas kebersihan secara rutin harus mengurasnya berkali-kali. Akibatnya halaman depan pelabuhan tersebut dipenuhi air laut hingga mencapai kurang lebih 30 sentimeter. “Ini masih mending tadi pagi mencapai 50 sentimeter,” ujar Bambang, Kapten Kapal MV Nathalia ditemui saat mengurus Surat Izin Berlayar (SIB) kemarin. Petugas Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang, Erwin Syafrizal saat dikonfirmasi peristiwa tersebut mengatakan, hal seperti itu kerap terjadi di setiap bulan Desember hingga awal tahun karena faktor cuaca.

“Sudah biasa setiap akhir tahun seperti ini, karena gelombang pasang tinggi. Ini belum seberapa biasanya pelantar juga terendam air laut,” ujarnya. (hk/ts) Sementara itu Satuan Polisi Air (Satpolair) Polresta Barelang, Rabu (8/12) menggelar inspeksi mendadak di pelabuhan itu. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan laut akibat buruknya cuaca Para aparat berwenang dalam otoritas pelayaran di Batam dan Kepri umumnya seperti Polair, KPLP dan Syahbandar secara berkesinambungan akan memantau perkembangan cuaca di peraiaran ini. “Kita memberikan pemahaman terhadap para pengguna jasa pelayaran, dalam hal ini jasa angkutan laut untuk mentaati aturan yang ditentukan, demi menjaga keselamatan dan keamanan para pengguna jasa angkutan laut,” ujar Kasatpolair Polresta Barelang saat Sidak di PDS. Menurut teguh, secara rutin Satpolair bekerjasama dengan Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam, akan terus melaporkan tentang perkembangan cuaca setiap harinya. Para pengguna jasa pelayaran dalam hal ini nahkoda atau kapten kapal bisa secara langsung mengetahui perkembangan cuaca

yang akan terjadi. “Kita akan pasang infi cuaca di pelabuhan ini, agar kapal-kapal yang akan berlayar bisa mengaksesnya secara langsung. Ini penting bagi keselamatannya, karena itu harus dicermati,” ujarnya. Dia juga mengatakan, kejadian naas seperti tahun lalu yang dialamai Dumai Ekpress di wilayah perairan Karimun tujuan Dumai-Batam dan beberapa wilayah perairan di Indonesia lainnya agar tidak terjadi lagi. “Ini yang kita antisipasi, dengan kewaspadaan sejak dini diharapkan hal-hal yang membahayakan keselamatan di laut tidak terjadi lagi,” harapnya. Dia juga memnghimbau agar para nahkoda yang akan berlayar diminta untuk mempersiapkan berbagai kelengkapan berlayar, baik secara teknis maupun non teknis. Tentunya kelengkapan alat keselamatan penumpang menjadi perhatian yang sangat penting. “Ikuti petunjuk dan peraturan yang ada, jaga keselamatan dan keamanan penumpang merupakan hal terpenting,” himbaunya. Senada juga dikatakan Erwin Syafrizal, petugas Syahbandar PDS. Pihaknya akan terus memonitor lalulintas pelayaran. “Kita akan monitor setiap pelayaran,” katanya. (hk/ts)

masyarakat Minang di Jabodetabek itu, kampung kita di ranah dan Indonesia terhindar dari mala petaka dan siap menghadapi tahun baru 1432 Hijriah dan tahun baru 2011 dengan semangat baru pula,” tutur Nadiar. Zikir Akbar ini direncanakan akan dipimpin oleh ustazd Arifin Ilham dan Tausiahnya direncanakan Ustazd Jefrie Al Bukhary. “Keduanya memang masih tentatif,” tukuknya. Malam Renungan: Kepala UPTD Anjungan Sumbar di TMII, Yusman Yusbar menambahkan, menyambut tahun baru 2011 dan untuk berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa itu, pihaknya akan menggelar malam renungan di Anjungan Taman Mini. ”Kita ingin mengevaluasi apa yang sudah kita lakukan dan kita perbuat selama setahun belakangan, dan apa target dan harapan kita di masa depan. Kita akan meminta petunjuk dan lindunganNya,” kata Yusman. Ia menyebutkan, rangkaian kegiatan menyambut tahun baru dengan tajuk “Sumarak Rumah Gadang”, akan didahului dengan festival Gandang Tasa dari siang hingga sore hari dan malamnya dimulai dengan menggelar atraksi kesenian Minang, seperti Rabab, Saluang, dan musik Talempong yang mampu menggugah perasaan kita untuk selalu senasib sepenanggungan dalam bentuk apapun. Menjelang malam penggantian tahun baru, kata Yusman, akan diadakan Tausiah Islam. “Pembicaranya sedang kita konfirmasi,” sebutnya.(h/sal)

KASUS MOBIL MEWAH

Polisi tak Tetapkan Batas Waktu Titip Rawat NONGSA, HALUAN — Polisi tidak memberikan batas waktu titip rawat kepada 93 pemilik mobil mewah yang sempat disita karena menggunakan dokumen yang diduga palsu. “Ini masih dalam proses. Memang ada batas waktunya. Kita lihat saja dulu prosesnya,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Kepri, AKBP Hartono kepada wartawan kemarin. Sejauh ini lanjut Hartono, kasus itu masih dalam penyelidikan.”Proses hukum ada beberapa tahapan. Saat ini proses ini masih di tingkat kepolisian. Kami masih berkordinasi dengan kejaksaan. Nanti jika dinyatakan lengkap, kasus ini menjadi kewenangan jaksa penuntut umum (JPU),” ujarnya menjelaskan.Titip rawat yang diberikan kepolisian ini tergantung dari JPU nantinya. Bahkan untuk keputusan selanjutnya.”Ada beberapa tahapannya. Dan saat ini masih di kepolisian,” katanya. Sementara itu, pascadikeluarkannya 93 unit mobil mewah dari 104 yang diamankan tim gabungan, sebanyak 23 unit mobil yang tersisa di parkir di halaman Mapolda Kepri tanpa penjagaan dari brimob. Dari pantauan di lapangan, ada sebanyak 23 unit mobil mewah yang masih diamankan di Mapolda Kepri. Dari ke-23 unit ini yakni empat unit mobil yang diamankan Polda Kepri. Sedangkan yang 19 unit mobil ini sitaan Bareskrim Mabes polri. Beberapa unit mobil mewah yang diamankan Bareskrim yang belum ambil pemiliknya ini terlihat seperti tidak terawat. Bahkan sebagian ada beberapa ban yang sudah kempes. Selain itu mobil-mobil ini tidak lagi terpakir rapi seperti sebelum-sebelum nya. Berbeda dengan empat unit mobil mewah yang diamankan Polda Kepri. Empat unit mobil mewah ber plat B ini diparkir dengan rapi tepat di belakang satuan Direktorat Reskrim polda Kepri. Dan 19 unit lagi, terpencar-pencar tanpa disusun dengan rapi. Selain tanpa penjagaan dari tim Brimob ini, garis polisi yang melingkari sekeliling lapangan Mapolda Kepri itu sudah tidak utuh lagi. Bahkan Tidak tampak lagi fungsinya sebagai garis polisi yang membatasi warga sipil dan aparat untuk memasuki wilayah itu sendiri. “Jadi siapa saja boleh mendekat dan boleh melihat-lihat mobil yang diamankan tersebut. Karena penjaga tidak ada, garis polisi juga tidak jelas wilayah larangannya ini,” ujar seorang sumber yang tak ingin disebutkan namanya di Mapolda Kepri kemarin.(hk/ed)

Bensin Capai Rp10 Ribu Per Liter BENGKULU, HALUAN — Sejumlah warga di Provinsi Bengkulu mengaku resah terhadap ulah pedagang di sejumlah daerah yang menjual premium Rp10.000 per liter, akibat sulitnya memperoleh BBM di stasiun Pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU). Tabrani (45) salah seorang sopir angkutan umum di daerah itu di Bengkulu, Selasa, mengatakan, harga bensin eceran yang paling mahal terdapat di Kabupaten Seluma yakni wilayah Kecamatan Semidang Alas

Maras dan Kecamatan Semidang Alas (SA). Kedua kecamatan ini merupakan wilayah yang paling jauh dengan SPBU Tais maupun SPBU Sukaraja. “Saya sangat terbebani dengan penetapan harga yang ditetapkan pedagang eceran di daerah itu meskipun terpaksa harus membeli namun dengan berat hati,” katanya. Mahalnya harga BBM di daerah itu disebabkan lokasi yang jauh dari SPBU sehingga pedagang semaunya menetap-

kan harga apalagi pembeli adalah warga pendatang dan kebutuhan yang mendesak. “Kenaikan harga BBM itu terjadi sejak tiga hari lalu. Kalau begini terus kita semua resah,” ujarnya dan meminta pemerintah turun tangan menstabilkan harga bensin itu. Di wilayah lainnya, harga bensin eceran masih bervariasi antara Rp6.000,00 sampai Rp8.000,00 per liter. Sementara untuk mendapat BBM baik jenis premium maupun solar di SPBU sangat sulit.

Desran (31) warga Kelurahan Kandang Kota Bengkulu mengaku resah dengan harga bensin yang ‘melangit‘ itu. Karena selama ini, di sekitar tempat tinggalnya, bila akan membeli bensin untuk kendaraan roda dua selalu memebeli eceran. Karena jarak SPBU Pagar Dewa cukup memakan waktu dan sering antrean panjang, sehingga masih menguntungkan dengan membeli eceran, tetapi dengan meningkatnya harga BBM sejak sebulan terakhir maka selalu membeli di eceran.

Sementara itu, salah seorang pengendara roda empat yang mengaku bernama Mardi(42) ketika di SPBU Kampung BAli Kota Bengkulu, kemarin, mengaku heran dengan pengelolaan SPBU di daerah ini. Jika sore kondisi SPBU selalu tutup tidak tersedia lagi BBM hingga menjelang subuh namun terdapat beberapa stasiun pengisian BBM yang beraktivitas melayani pembelian jirigen, peristiwa tersebut dialami masyarakat daerah ini sejak tiga pekan lalu. (ant)


JUMAT, 10 DESEMBER 2010 M 4 MUHARRAM 1432 H

Sumatera Barat 17

Lintas Sumbar

SMS PENCULIKAN

Islam Fundamental Diseminarkan BUKITTINGGI, HALUAN — Untuk menyingkap pemahaman masyarakat tentang hakikat fundamentalisme Islam dan meluruskan pemahaman, bahwa organisasi sosial (ormas) Islam dianggap sebagai pencetak kaum militan yang menjadi kelompok fundamental atau garis keras, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi akan menggelar seminar international tentang "Fundamentalisme Islam dan Akar Sejarahnya", Sabtu (11/12), di Aula Istana Bung Hatta. Direncanakan, akan tampil sebagai pembicara, Prof DR Azyumardi Azra, MA, Prof DR Mestika Zed, Prof DR Amin Abdullah, dan lain-lain dari Perguruan Tinggi ternama di Indonesia seperti UIN Jakarta. Dan acara yang akan berlangsung sehari ini juga akan dihadiri seluruh Bupati dan Walikota se Sumbar civitas akademika STAIN beserta para dosen dan Mahasiswa dan karyawan, dosen PTAIN se Sumbar, serta Rektor dan Ketua PTAIN se Indonesia. Humas STAIN Sjech M Djamil Djambek M Taufiq, M Ag kepada Haluan menjelaskan, acara ini penting dilaksanakan, agar pemahaman masyarakat terhadap faham fundamentalisme Islam tidak rancu. Sebab selama ini, asal ada ormas Islam yang berbau fundamentalis, maka akan dianggap teroris dan perongrong negara. Menurut dia, selama ini kebanyakan tokohtokoh fundamentalis itu berasal dari Jawa, maka dengan kehadiran bapak Mestika Zed diharapkan, mampu menjelaskan tentang keminangkabauan dan tentu dengan harapan generasi penerus Minangkabau tidak menjadi kelompok militan yang berfaham fundamental berpayung di balik kalimat "Jihad". (h/jon)

Kasus Masrigi vs Karjo Sudah P21 DHARMASRAYA, HALUAN — Kasus pemukulan anggota DPRD Kabupaten Dharmasraya Masrigi Rajo Lelo oleh rekannya sendiri di gedung dewan beberapa waktu lalu, saat ini sudah P21. "Kalau tidak salah sudah saya tanda tangani P21 nya kasus tersebut,"ucap Kajari Pulau Punjung Nurman,SH ketika menjawab Haluan di sela-sela acara Pemkab Dharmasraya, tanpa menyebutkan kapan ia tanda tangani. Ia juga tidak menjelaskan kapan kasus tersebut akan diserahkan ke pihak Pengadilan Muaro Sijunjung, karena kalau sudah P21 berkas penyidikan, maka berkas tersebut sudah dapat diserahkan pada pengadilan untuk disidangkan. Kasus pemukulan anggota DPRD Masrigi Rajo Lelo oleh rekannya anggota DPRD Karjo, terjadi Oktober lalu usai rapat penggantian sekwan. Sehabis rapat, masih dalam ruang sidang, Masrigi berseloroh terhadap Karjo, Karjo merasa dilecehkan, dan langsung memukul Masrigi yang juga Ketua DPC Demokrat. Akhirnya Masrigi melaporkan kejadian tersebut kepada aparat Kepolisian dengan bukti visum serta saksi-saksi, dan pada saat ini kasus tersebut sudah lengkap atau P21 dan siap untuk diluncurkan ke pengadilan. (h/yad)

Orangtua Tak Izinkan Anak Pergi Sekolah BUKITTINGGI, HALUAN — Isu penculikan anak yang marak beredar melalui pesan singkat SMS di wilayah Bukittinggi-Agam dalam beberapa pekan terakhir, telah meresahkan masyarakat. Tragisnya, sebagian orang tua kini mulai enggan mengizinkan anaknya pergi sekolah karena takut diculik. Aparat kepolisian diminta segera mengusut pelaku teror SMS yang meresahkan ini, begitu pula para orang tua diminta untuk tidak menanggapi isu-isu yang tidak bertanggung jawab tersebut. Demikian disampaikan Wakil Walikota Bukittinggi Harma Zaldi kepada Haluan, Kamis siang. Menurut dia, sejak isu penculikan anak itu beredar ke mana-mana melalui SMS, sampai hari ini belum ada terdengar kasus mutilasi anak yang konon katanya, anak yang diculik akan diambil jantung atau organ tubuhnya untuk diperjualbelikan. Begitu pula tukuk Harma Zaldi, hingga kini belum ada pihak kepolisian yang menangkap pelaku penculikan anak. "Jadi saya minta warga tidak usah cemas dengan isu-isu seperti itu," katanya. Hal senada juga disampaikan Ketua DPRD Bukittinggi Rachmat Aris kepada Haluan, bahwa isu penculikan anak itu telah meresahkan dan berakibat terhadap dunia pendidikan terutama pendidikan Play Group, TK dan SD. "Sehingga para orang tua ada yang enggan mengantarkan anaknya ke sekolah karena takut akan diculik. Ini kan sudah bahaya," kata Aris. Menurut Aris, ada atau tidak ada isu penculikan anak ini, semua orang tua harus memperhatikan anak-anaknya. Karena anak adalah amanah Tuhan yang harus dijaga. "Tapi kalau isu penculikan anak ini, sampai hari ini kita belum ada melihat dan mendengar kasus yang terjadi. Maka kita minta masyarakat untuk tidak percaya dengan isu-isu seperti itu," pinta Aris. Pantauan Haluan di beberapa Sekolah Dasar (SD) di kota itu, sebagian gurunya mengaku agak cemas ketika jam istirahat dan pulang akibat isu penculikan anak selama pekan ini. "Saya sampai mendampingi anak-anak pada jam istirahat hingga pulang sekolah," kata Isna guru SD Guguk Bulek kepada Haluan. (h/jon)

SEPI — Becak ini melintas di kawasan Sentral Elektronik Jalan Pemuda Padang. Tidak seperti di Pasar Raya Padang yang telah padat, kawasan ini masih tetap sepi sejak isu gempa tsunami mengapung di Kota Padang. HASWANDI

10 Gapoktan Terima Bantuan Alat Pertanian SIJUNJUNG, HALUAN — Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Sijunjung telah menyetujui permohonan bantuan handtractor dan mesin pompa air yang diajukan 10 Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Kabupaten Sijunjung, sehingga mereka kini tidak perlu lagi menyewa peralatan itu untuk mengolah dan mengairi lahan pertanian mereka. Penyerahan alat pertanian dan pompa air tersebut diserahkan langsung oleh wakil Bupati Sijunjung Muchlis Anwar, Kamis (9/12) kemarin. Tak banyak kata yang ke luar dari mulut perwakilan Gapoktan yang menerima bantuan tersebut. Mereka hanya berharap, dinas terkait selalu memberikan pembinaan dan mendampingi dalam menghadapi persoalan sehingga hasil pertanian mereka

Pemahaman Konsep Gender Masih Rendah PADANG, HALUAN — Pelaksanaan pengarusutamaan gender (PUG) di Indonesia belum maksimal sehingga kesenjangan gender di berbagai bidang masih tinggi. PUG belum dilaksanakan sepenuh hati oleh berbagai pemangku kepentingan karena keterbatasan pengertian dan pemahaman tentang konsep gender dan aplikasinya. "Masih banyak pihak yang belum memahami pengarusutamaan gender. Gender masih diwacanakan sebagai perempuan, padahal gender itu bukan hanya perempuan. Gender menyangkut laki-laki dan perempuan, dan PUG itu terkait kesetaraan antara peran lakilaki dan perempuan," ujar Asisten II Bidang Kesra Setdaprov Sumbar Syafrial S, kemarin, di Padang. Hal itu disampaikannya di sela kegiatan pelatihan Analisis Gender bagi Komponen Perencana SKPD Provinsi dan Kabupaten/Kota se Sumbar yang

diselenggarakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) Sumbar. Di tingkat Pemprov Sumbar sendiri, pelaksanaan PUG masuk ke dalam salah satu agenda pembangunan provinsi, yaitu melalui peningkatan partisipasi perempuan dan keluarga. "Pemerintah daerah wajib menyusun kebijakan, program dan kegiatan pembangunan berperspektif gender. Para komponen perencana di setiap SKPD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota bertanggung jawab melakukan analisa gender dalam menyusun perencanaan dan penganggaran pembangunan," kata Syafrial. Selama ini, perencanaan dan penganggaran program pembangunan di Sumbar sudah responsif gender, namun belum maksimal. " Masih perlu ditingkatkan. Jangan dikira persoalan gender ini hanya menjadi urusan Badan Pemberdayaan

Perempuan, tapi tersangkut dengan semua dinas, badan dan instansi pemerintahan, sehinggga semua harus mendukung agar perempuan juga berdaya dan mempunyai kesempatan yang sama dengan kaum laki-laki," kata Syafrial didampingi Kepala BP2KB Sumbar Afrizalty. Sementara itu Kabid Advokasi dan Fasilitasi PUG Dalam Hukum Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Iwan Gunawan Rachman, mengatakan, program pembangunan di pusat dan daerah mestinya harus bisa menjawab aspirasi setiap warga negara, baik laki-laki maupun perempuan. "Kendalanya, selama ini kepedulian terhadap gender ini, yaitu kesetaraan laki-laki dan perempuan, masih belum maksimal. PUG selama ini selalu dianggap program, sehingga sulit untuk diaplikasikan," ujarnya. (h/nov)

terus meningkat. "Kami berharap dinas terkait, terutama sekali penyuluh pertanian, selalu membina dan mendampingi kami dalam menghadapi persoalan dilapangan," ujar ketua Gapoktan Tunas Muda, J.Katik Bandaro kepada wartawan, usai menerima bantuan tersebut. Wakil Bupati Muchlis Anwar, usai menyerahkan bantuan tersebut berharap, agar para petani yang menerima bantuan itu memanfaatkannya semaksimal mungkin. "Manfaatkanlah bantuan dengan baik, jika tidak bantuan ini akan siasia. Kita mengetahui banyak kelompok lain yang juga membutuhkan, namun pada kesempatan ini belum bisa mendapatkannya," ucap Muchlis. Mantan Kepala Bappeda Sijunjung

ini, juga mengingatkan, anggota Gapoktan tidak menyalahgunakan bantuan yang diberikan. "Jangan sampai mesin pompa air digunakan untuk mesin kapal penyedot emas ilegal. Kalau itu yang terjadi, maka bantuan selanjutnya dari pemerintah tentu saja akan sulit didapatkan lagi," ingatnya. Sejalan dengan itu, dalam upaya meningkatkan sekaligus pengamanan produksi dihadapkan pada sejumlah tantangan.Di antaranya banyaknya terjadi alih fungsi lahan, serta terjadinya degradasi lahan dan air. Untuk mengatasi tantangan dan sekaligus upaya mempertahankan produksi tanaman pangan, sebut Muchlis, adalah melalui penerapan inovasi teknologi alat dan mesin pertanian. (h/azn)

Kasus Korupsi Jadi Prioritas BATUSANGKAR, HALUAN — Pihak Kejaksaan Negeri Batusangkar memprioritaskan penyidikan sejumlah kasus korupsi, seperti kasus proyek pembangunan ruas jalan lingkar di komplek Istano Basa Pagaruyung, dugaan korupsi proyek pembangunan Balai Adat Budi Caniago dan beberapa kasus tindak pidana yang merugikan keuangan negara lainya. "Kita akan kejar dan melakukan penyidikan, bila ada laporan yang masuk ke Kejaksaan Negeri Batusangkar yang berindikasi merugikan keuangan Negara, apakah itu bentuk proyek pembangunan ataupun penyalahgunaan kekuasaan," tutur Kajari

Batusangkar Yuyu Ayomsari, SH,MH kepada Haluan di ruangan kerjanya, Kamis 9/12 kemarin. Menurut Yuyu, saat ini memang tengah dikejar perbuatan yang mengarah kepada indikasi tindak pidana korupsi di jajaran Kementerian Agama Tanahdatar, namun masih dalam pengumpulan barang bukti dan saksi yang akan didengar keterangannya. Kajari Yuyu Ayomsari, SH,MH didampingi Kasi Pidana Khusus ( Pidsus ) Endi Arfa,SH,MH dan Kasi Pidana Umum ( Pidum ) Ikhsan Fernandi,SH,MH mennjelaskan, bahwa target kasus tindak pidana khusus yang

menjadi beban jajaran Kejaksaan Batusangkar tahun ini perlu dituntaskan. "Dalam proses peradilan tindak pidana khusus yang mengarah kepada perbuatan yang merugikan keangan Negara, kita perlu memperhatikan upaya untuk penyelamatan uang Negara, selain tersangka bias dipidanakan, jumalah uang Negara yang dikorupsi hendaknya bias diselamatkan", tuturnya. Yuyu juga mengatakan,saat ini juga tengah dilakukan upaya mengeksekusi keuangan Negara yang diselewengkan oleh oknum pimpinan salah satu SMK di Batusangkar yang merugikan keuangan milik sekolah.(h/emz)

Kecelakaan Lalin Renggut Nyawa Antonius dan Ali SIJUNJUNG, HALUAN — Dua kecelakaan lalu lintas (lalin) kembali terjadi di wilayah hukum Polres Sijunjung, Rabu (8/12). Korbannya Antonius Steven (22) warga Koto Panjang Nagari Limo Koto Kercamatan Koto VII dan Ali Mawar (42) warga Parawang Pekan Baru Provinsi Riau. Kedua korban tewas dengan tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda. Kasat Lantas Polres Sijunjung, AKP Agustober didampingi Kasubag Humas Iptu, Zubirman dan Kanit Laka Aiptu Agus Soetrisno kepada Haluan di ruang kerjanya, Kamis (9/12), mengatakan, kasus kecelakaan pertama yang menewaskan, Antonius Steven, terjadi, Rabu (8/12) sekitar pukul 11.15 WIB di ruas jalan provinsi yang membentang di Koto Panjang Nagari Limo Koto Kecamatan Koto VII. Siang itu, ulas Kasat Lantas, korban Antonius Steven yang mengendarai sepeda motor jenis RX King BA 6426 PL meluncur dari arah Simancung menuju Tanjung Ampalu. Saat memasuki TKP, ulasnya, korban yang diduga me-

ngendarai motornya dengan kecepatan tinggi, mengambil jalur kanan. Tanpa diduga dari arah berlawanan datang sepeda motor BA 4650 KE yang dikendarai Hedison (46). Kecelakaan pun terjadi. Korban yang mengendarai sepeda motor tanpa memakai helm terpental ke aspal dan mengalami luka serius pada bagian kepala. Warga sekitar yang mengetahui adanya kasus kecelakaan, langsung memberikan pertolongan, dan membawa korban ke Puskesmas Tanjung Ampalu. Namun Tuhan berkehendak lain, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Sementara kasus kedua, sambung Kasubag Humas

Polres, terjadi di ruas jalan lintas Sumatera (jalinsum), tepatnya di Jorong Kiliran Jao Nagari Muaro Takung Kecamatan Kamang Baru, kilometer 165+400 dari arah Padang, Rabu (8/12) sekitar pukul 15.30 WIB. Korban Ali Mawar bersama rekannya, Damri (24), yang baru saja istirahat di terminal Kiliran Jao, hendak melanjutkan perjalanan menuju arah Solok dengan sepeda motor BM 5225 M. Saat melintasi jalan, ujarnya, korban diduga tidak memperhatikan arus lalu lintas di jalinsum tersebut. Dari arah Solok datang Bus ALS BK 7154 DK yang dikemudikan Ibrahim, akhirnya korban tertabrak, dan tewas di TKP. “Korban baru saja istirahat di terminal bermaksud menyeberang. Saat menyeberang, korban diduga tidak memperhatikan arus lalu lintas, akhirnya korban tertabrak,” jelasnya. Guna penyelidikan lebih lanjut, kedua kasus kecelakaan ini kini ditangani Sat Lantas Polres Sijunjung.(h/azn)


JUMAT, 10 DESEMBER 2010 M 4 MUHARRAM 1432 H

Sumatera Barat 18

Lintas Sumbar

KASUS PEMBACOKAN

Pancasila dan UUD 1945 Disosialisasikan

Terpidana Divonis Lima Tahun Penjara

PAYAKUMBUH, HALUAN — Anggota MPR RI Syamsul Bachri mendukung penuh sosialisasi Pancasila dan UUD 1945 bagi guru PKN Kota Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi perubahan perubahan yang cukup mendasar dan banyak dalam tatanan kehidupan bernegara sejak reformasi. "Perubahan tersebut, melingkupi lembagalembaga negara, amandemen UUD 1945 serta perubahan lainnya, juga NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan ketetapan MPR RI," ungkap Syamsul Bachri, seusai memberikan ceramah kepada guru PKN di Aula SMKN 1, kemarin. Selain Syamsul Bahri, narasumber lainnya, Yusyus Kuswandana, SH, Ir. H. M. Lukman Edi, M.Si. Disamping itu, pada pembukaan dihadiri Ketua DPRD, Wilman Singkuan, Muspida, Ka. Disdik, Edvianus, Ketua PGRI Sumbar, H. Zainal Aqil, Ketua PGRI Payakumbuh, Syahnadel Khairi, serta sejumlah kepala SKPD dan guru. Wakil Walikota Payakumbuh menilai, guru adalah ujung tombak penyelenggara pendidikan, harus menjadi suri tauladan bagi murid muridnya. Selain itu, tugas guru melakukan pembentukan karakter bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Guru diharapkannya mampu menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah, sekaligus memberikan masukan positif, terhadap langkahlangkah efektif dalam memperkuat NKRI. Sosialisasi sehari merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara MPR RI dengan PB PGRI Kota Payakumbuh. Menurut ketua panitia, Zetriwardi, sosialisasi ini diikuti kurang lebih 300 orang peserta, di antaranya guru PKN, kepala sekolah, pengawas, pengurus PGRI dua daerah Payakumbuh dann Limapuluh Kota. Sosialisasi bagi peserta diberikan materi berupa sejumlah modul yang telah disiapkan oleh MPR RI dan kepada mereka diberikan sertifikat. (h/zkf)

PASBAR, HALUAN — Pengadilan Negeri Simpang Empat Pasaman Barat (Pasbar), memvonis terdakwa kasus pembacokan Yusrital (Terdakwa I), Amran (terdakwa II) dan Daswin (terdakwa III), masing -masing kurungan selama lima tahun penjara (langsung masuk) dalam sidang amar putusan hakim di PN setempat, Kamis (9/12).

Proyek Pemerintah Tak Dilengkapi Papan Nama LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Rekanan Pemkab Limapuluh Kota yang melaksanakan pekerjaan proyek yang dibiayai APBD daerah itu, tak melengkapi pengerjaan proyeknya dengan papan nama proyek. Contoh kasus, beberapa proyek fisik dan tanaman hutan rakyat yang pekerjaanya tengah berlangsung di Maek Kecamatan Bukik Barisan yang tidak berpapan nama, yaitu tanaman hutan rakyat, pembangunan jalan kebun, pembangunan jembatan dan pembangunan pembangkit listrik tenaga air mini. Warga setempat menyebut beberapa proyek itu proyek "siluman". Herannya lagi, pihak yang bertanggungjawab terhadap pekerjaan dalam proyek tersebut, terkesan merestui. Buktinya, meski pekerjaan proyek itu tanpa papan nama, rekanan tak merasa takut. Padahal pemasangan papan nama proyek telah diatur dalam Keppres Nomor 80 tahun 2003 dan perubahannya. Anggota DPRD Limapuluh Kota Alisman, kemarin, gusar bermunculannya proyek "siluman" ini. "SKPD terkait harus melakukan pemeriksaan ke lapangan. Termasuk proyek tanaman hutan rakyat, bibit tanaman banyak yang mati karena terlalu cepat dipindahkan ke lahan. Saya tidak tahu secara teknis SKPD mana yang bertanggung jawab," ujar Alisman. (h/zkf)

HASWANDI

RUTE EVAKUASI — Inilah peta rute evakuasi yang dipajang di persimpangan Jalan Kayu Kalek Lubuk Buaya Padang. Pemerintah dan pihak terkait perlu memberi pendidikan ke masyarakat untuk membaca peta tersebut, agar masyarakat bisa memahami petunjuk-petunjuk yang terkandung dalam peta itu.

PPWI Gelar Seminar Internasional "Guru Menulis" PADANG PANJANG, HALUAN — Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno direncanakan membuka Seminar Internasional bertema "Saatnya Guru Menulis" yang diselenggarakan Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Cabang Padang Panjang, Minggu (12/12), di Graha Pondok Pesantren Serambi Mekah Padang Panjang. Kehadiran gubernur pilihan rakyat yang juga seorang penulis itu sangat besar artinya khususnya guna memotivasi peserta seminar yang terdiri dari kalangan guru, dosen, mahasiswa dan pelajar. Hingga Kamis (9/12) siang, peserta yang mendaftar mengikuti seminar spektakuler ini terus berdatangan dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Antusias peserta cukup besar dan mereka berharap dari materi yang diberikan pemakalah yang terdiri dari para professor dan doktor itu nan-

tinya dapat memotivasi mereka untuk lebih giat menulis. Ketua DPC PPWI Padang Panjang Musriadi Musanif, S.Th.I menyebutkan, keempat narasumber telah memastikan diri untuk hadir menjadi pembicara dalam seminar tersebut, dan makalah narasumber telah diterima panitia dengan baik. Mereka adalah Prof. Dr. J. Philip, Ph.D (Penasehat Kongres dan Dosen pada berbagai Universitas Terkemuka di Amerika Serikat), DR. Taufiq Ismail (Sastrawan/ Penyair Nasional), Prof. Dr. M. Zaim, M. Hum (Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Sumatera Barat), dan Ruslan Andy Chandra, Dipl.PR PR (Aust) (Sekjen PPWI Nasional), dan Keynote Speaker Prof. Dr. H. Mahdi Bahar, S.Kar, M.Hum (Guru Besar Institut Seni Indonesia Kota Padang Panjang) Sementara Ketua Panitia Seminar Internasional, Mu-

hammad Subhan menyebutkan, diselenggarakannya Seminar Internasional "Saatnya Guru Menulis" ini, juga dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Kota Serambi Mekah Padang Panjang ke-220. Sebagai Kota Pendidikan, di masa mendatang Padang Panjang diharapkan dapat melahirkan penulis-penulis handal baik di tingkat Nasional maupun Internasional. Menurut Subhan, pada pembukaan Seminar Internasional itu nantinya, juga akan diserahkan piagam penghargaan dari PPWI Nasional kepada penulis-penulis Padang Panjang yang telah menerbitkan buku, diantaranya Irzen Hawer (Penulis Novel Cinta di Kota Serambi), Ahmad Rifa'i (Penulis Buku 29 Tokoh Ulama Minangkabau), Qurrota Aini (Penulis 10 Buku Best Seller dan pemecah rekor MURI, santri kelas 2 MTsN Diniyyah Puteri), dan Ustaz Ridho

(Penulis dari Diniyyah Puteri Padang Panjang). Ditambahkan Ketua DPC PPWI Padang Panjang Musriadi Musanif, menggelar Seminar Nasional maupun Seminar Internasional merupakan salah satu kegiatan yang diagendakan pengurus PPWI Padang Panjang dalam rangka meningkatkan potensi SDM masyarakat. Program lainnya yang diagendakan ke depan, di antaranya menggelar berbagai lomba kepenulisan, kompetisi blog untuk siswa dan mahasiswa, penerbitan buku, hingga pengumpulan bantuan untuk korban bencana alam dan gerakan penghijauan. "Kami harapkan dengan kegiatan-kegiatan tersebut PPWI semakin dekat dan akrab dengan masyarakat, serta memiliki rasa tanggung jawab moral untuk bersamasama mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara," ulasnya. (h/jon)

Sidang pembacaan vonis itu langsung di pimpin oleh Hakim Ketua Sarjiman SH. MH, Hakim Anggota, Hanifzar dan Sackrar Ritongga yang mendebarkan dan dinanti-nanti pihak keluarga korban itu, terkait kasus pembacokan korban Syafrizar (60), warga Kampung Padang Nagari Kajai Kecamatan Talamau, Pasbar. Kejadian pembacokan itu terjadi sekitar bulan Agustus tahun 2010 ini. Korban bersimbah darah, tapi untung nyawanya masih terselamatkan berkat pertolongan warga. Dan dalam waktu tidak berapa lama, kemudian pemberkasan kasusnya sudah bisa diajukan kepersidangan dan divonis dengan hukuman berat. Putusan hakim tersebut sebenarnya, lebih tinggi dari pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU),Toton Rasyd SH dan Fauzal, yakni masing masing kurungan selama tiga tahun enam bulan. Menurut Sarjiman, pihaknya menilai bahwa pembelaan yang diungkapkan oleh para terdakwa pada sidang sebelumnya tidak cukup bukti untuk membebaskan diri dari tuntuan jaksa. Dari saksi yang dihadirkan terdakwa keterangannya berbeda dengan keterangan saksi yang berada di tempat Kejadian Peristiwa (TKP). Disamping banyak hal-hal yang memberatkan ketiga terdakwa, mereka terdakwa juga tidak mengakui segala perbuatanya serta merasa tidak meyesal akibat perbuatan yang telah mereka lakukan

terhadap Korban Syafrizar (60). "Ketika persidangan sebelumnya ketiga terdakwa ini selalu memberikan keterangan yang berbeda-beda serta berbelit-belit dan bertele-tele. Seakan-akan mereka ini tidak mengetahui serta tidak pernah berbuat tindakan kekerasan tersebut," terang Sarjiman. Seperti yang diberitakan sebelumnya, JPU Toton Rasyd SH dan Fauzal, menuntut ketiga terdakwa ini, masing masing kurungan selama 3 tahun 6 bulan. "Sebab para terdakwa berdasarkan saksi dan bukti-bukti melakukan tindak pidana secara terangterangan dengan tenaga bersama-sama melakukan kekerasan yang mengakibatkan orang lain mengalami luka berat," kata Toton. Selain itu juga, mereka ini telah memberikan keterangan yang tidak benar dengan menghadirkan saksi Farida (kakak Kandung salah satu terdakwa), yang mengatakan bahwa adiknya tidak ada pada saat kejadian itu berlangsung. "Pada hal ketiga orang tersangka itu memang ikut melakukan pembacokan terhadap korban Rizal," ujar Toton. Maka dari itu, ketiga terdakwa ini, dituntut dengan Pasal 170 ayat 12 Ke 2 KUHP tentang tindakan kekerasan dengan bersama-sama,"ungkapnya. Terkait dengan vonis hakim itu ketiga terpidana terlihat hanya diam, tertunduk. Tidak diketahui apakah akan melakukan upaya banding atau tidak. (h/nir)

Kasus Korupsi Pembangunan Balai Adat Disidangkan BATUSANGKAR, HALUAN — Pengadilan Negeri Batusangkar Kamis (9/12) mulai menyidangkan kasus korupsi proyek pembangunan Balai Adat Budi Caniago di komplek Istano Basa Pagaruyung, yang didirikan pada tahun 2008 lalu, dengan total anggaran dari dana APBN sebesar Rp370 juta lebih. Anggota tim jaksa yang dipersiapkan oleh Kejaksaan Negeri Batusangkar yang terdiri dari Ikhsan Fernandi,SH,MH, Endi Arofa,SH,MH dan Afridel,SH mengajukan para terdakwa ke meja hijau PN Batusangkar sebanyak tiga orang, yang dibagi dalam tiga berkas terpisah. Untuk terdakwa Dr.Ir.Sy.A diajukan oleh jaksa Ikhsan Fernandi,SH,MH, ke depan majelis hakim yang dipimpin oleh Deni Ikhwan,SH,MH, dimana dalam pelaksanaan rproyek pembangunan Balai Adat Budi Caniago tersebut

terdakwa dipercayakan sebagai tenaga konsultan pengawas. Dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan Balai Adat tersebut, terdakwa bersama terdakwa lain AU sebagai pelaksana pekerjaan (kontraktor) dan Part sebagai pejabat pembuat komitmen, mengakibatkan pekerjaan pembangunan yang dilakukan ternyata tidak sesuai dengan ketentuan yang ada dalam kontrak kerja yang disepakati sebelumnya. Sebelum siding dimulai dengan pembacaan dakwaan dari tim jaksa, ketua majelis Deni Ikhwan,SH,MH menetapkan terdakwa Dr.Ir.Sy.A untuk ditahan di Rutan Batusangkar, karena sebelumnya selama penyidikan di Kejaksaan Negeri Batusangkar tidak dilakukan penahanan dengan alasan terdakwa sudah tua. Dari berkas dakwaan yang dibacakan tim jaksa setebal ratusan halaman itu menye-

butkan, bahwa tindakan para terdakwa yang dipercayakan untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan Balai Adat Budi Caniago tersebut, ternyata cukup banyak menyalahi ketentuan, terutama dalam pengadaan bahan yang digunakan untuk pembuatan bangunan, yang konstruksinya secara dominasi dari bahan kayu. Untuk jenis kayu yang seharusnya dipakai adalah jenis baneo, namun untuk mengurangi dana yang seharusnya dikeluarkan bahan kayu yang terkenal berkwalitas bagus itu diganti dengan kayu jenis madang. Sehingga dari hasil pemeriksaan dan audit BPK yang turun langsung ke lokasi proyek, maka ditemukan sejumlah tindak pidana korupsi, dan melimpahkan kasus tersebut ke pihak Kejaksaan Negeri Batusangkar, hingga diajukan ke sidang PN Batusangkar saat ini. (h/emz)

PERINGATAN HARI ANTIKORUPSI

Tahun 2010, Kejari Pasbar Selamatkan Rp137 Juta PASBAR, HALUAN — Kejaksaaan Negeri Pasbar bertegastegas untuk memberantas korupsi di daerah itu. Dari beberapa kasus yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasbar tahun 2010 ini, sudah Rp105 juta uang negara terselamatkan, dari Rp137 juta kerugian negara, akibat korupsi. "Kita tak akan pandang bulu kalau soal memberangus korupsi di negeri ini," ujar Kajari Pasbar Herry SH, kepada Haluan, di sela-sela

peringatan Hari Anti Korupsi se Dunia, Kamis (9/12) kemarin, di Simpang Empat. Herry yang didampingi Kasi Pidsus Erwan SH dan Kasi Pidum Toton Rasyid SH menyebutkan bahwa sejak berdirinya Kejaksaan Negeri Simpang Empat tahun 2008 lalu, setidaknya sudah sembilan kasus korupsi yang dilimpahkan ke PN Simpang Empat untuk diadili. "Tahun ini setidaknya sudah lima kasus korupsi yang kita

tangani dan sedang kita tangani. Untuk itu perlu dukungan semua pihak untuk memberantas korupsi, dalam rangka menyelamatkan keuangan negara serta memciptakan pemerintahan yang bersih," kata Herry. Menurut Herry, kejaksaan akan sangat terbuka terhadap publik dalam mengangani kasus korupsi, apalagi sekarang sudah ada UU Keterbukaan Publik. Khusus dalam penangani kasus tahun 2010 ini

sudah ada empat kasus korupsi yang ditangani di antaranya, yakni kasus tahap Kasasi mantan Kepala Dinas PU Pasaman Barat, atas nama Fauzi Kanos dkk, kasus korupsi UUDP DPRD, mantan Sekwan Pasbar Kasim Bakri, yang tahap persidangan. Begitu juga kasus PDAM, atas nama Japri, kasus pisang di Talu pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura sudah siap pemberkasan, dan beberapa kasus

lainnya yang dalam penyelidikan. Setidaknya, dari beberapa kasus yang ditangani Kejaksaan Negeri Pasbar, kata Herry sudah Rp105 juta uang negara terselamatkan dari Rp.137 juta kerugian negara akibat korupsi dimaksud pada tahun 2010 ini. Herry mengakui bahwa untuk memberantas korupsi, agak spesifik dengan kasus pidana umum. Untuk itu diperlukan kejelian dan profesioanalisme jaksa dalam mengangani

kasus yang melibatkan keuangan negara,karena pelakunya umumnya adalah kaum intelektual dan cerdik. "Artinya, kalau pelaku korupsi pintar, maka jaksa haruslah lebih pintar lagi untuk menjerat pelaku korupsi yang sering berkilah untuk bebas dari tuntutan jaksa," kata Herry, mencontohkan. Namun demikian, penyidik Adiyaksa itu, ulasnya, tak akan pernah membiarkan pelaku korupsi itu melenggang bebas, selakipun

ke lubang semut akan dikejar demi penegakkan hukum di tanah mekar tersebut. "Pada hari Anti Korupsi ini, diharapkan sokongan masyarakat dan semua pihak, termasuk rekan-rekan wartawan agar kami bisa bekerjasama memberantas korupsi dengan penyelamatan keuangan negara, sehingga uang negara tidak digerogoti oleh pelaku korupsi. Koruspi lebih berbahaya sekali, untuk kelangsungan hidup negara," tukas Herry. (h/nir)


JUMAT, 10 DESEMBER 2010 M 4 MUHARRAM 1432 H

Riau Kepri 19

LINTAS Tanjungpinang Gelar Festival Kuliner TANJUNGPINANG, HALUAN — Malam ini, Jumat, (10/12) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tanjungpinang, Kepri menggelar Festival Kuliner dan Fashion di tepi laut Anjung Cahaya. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempromosikan kuliner dan fashion yang bercirikan khas Kota Gurindam. “Kegiatan ini bertujuan untuk menampilkan dan sekaligus mempromosikan makanan dan pakaian khas kota Tanjungpinang. Sedangkan pesertanya berasal dari Kube dan penjaja makanan khas Kota Tanjungpinang. Pada Festival ini mereka bisa langsung menjual produk mereka,” kata Effiyar M Amin Kepala Disperindag Kota Tanjungpinang, Kamis, (9/12). Menurut dia, sebanyak 46 stand yang berasal dari Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan penjaja makanan khas Kota Tanjungpinang sudah memastikan diri ikut ambil bagian dalam Festival tersebut. Dan pihaknya masih membuka kesempatan bagi pelaku UKM lain yang ingin ambil bagian dalam festival tersebut. “46 stand sudah memastikan diri ikut ambil bagian dan kita masih membuka kesempatan bagi yang ingin ikut ambil bagian karena total stand yang kita siapkan sebanyak 50 stand,” ujarnya. Sementara Ketua Pelaksana Kegiatan, Raja Hardiansyah menambahkan dari 46 stand yang sudah memastikan diri ikut ambil bagian terdiri dari 37 stand kuliner dan 9 stand fasion. Dikatakannya, dengan mengusung tema gaya dan cita rasa Tanjungpinang kegiatan tersebut akan dimulai pada Jumat sore dan dilanjutkan pada malam harinya. “Berbagai kegiatan akan mengisi festival kuliner tersebut, diantaranya, lomba makan lakse yang merupakan makanan khas melayu, lomba fasion khas Melayu, dan juga akan ada pemilihan stand terbaik dan sanggar terbaik,” ucap Hardiansyah. Diantara undangan yang akan hadir pada hajatan tersebut, adalah Muspida Kota Tanjungpinang, Pelaku pariwisata dan perhotelan, IWAPI, dan juga sanggarsanggar seni yang ada dikota Tanjungpinang.(hk/36)

Pengadilan Perikanan Tanjungpinang Mulai Difungsikan TANJUNGPINANG, HALUAN — Pengadilan Perikanan Tanjungpinang, Kamis mulai difungsikan, ditandai pelantikan tujuh hakim ad hoc bidang perikanan di pengadilan setempat. Humas Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Joko Saptono, mengatakan, lima dari tujuh hakim ad hoc bidang perikanan di Pengadilan Tanjungpinang merupakan hakim baru, sedangkan dua hakim lain berasal dari Pengadilan Tual dan Bitung. “Pengadilan Perikanan Tanjungpinang mulai hari ini difungsikan,” ujar Joko. Sementara hakim karir bidang perikanan di Tanjungpinang sebanyak empat orang yaitu Marbun, Rustiono, Morgan dan Faren. Mereka selama ini bertugas sebagai hakim yang menangani perkara pidana dan perdata di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Keempat hakim itu telah beberapa hari mengikuti pelatihan menangani perkara perikanan di Jakarta. Pekan depan, mereka akan kembali bertugas di Tanjungpinang. “Jadi Tanjungpinang memiliki 11 hakim perikanan,” ungkapnya. Saat ini, kata dia, belum ada perkara pidana perikanan yang dilimpahkan pihak Kejaksaan Negeri Tanjungpinang. Namun selama ini jumlah kasus perikanan yang ditangani Pengadilan Negeri Tanjungpinang cukup banyak. Menurutnya, perkara pencurian ikan yang dilakukan warga asing cukup menonjol terjadi perairan Kabupaten Bintan, Natuna dan Anambas. Perkara pencurian ikan di Natuna akan ditangani langsung oleh pengadilan khusus perikanan setempat. “Pengadilan Tanjungpinang pernah mengadili ratusan nelayan asal Thailand, Vietnam dan Malaysia yang mencuri ikan di perairan Bintan, Natuna dan Anambas,” ujarnya. (hk/ant)

Sawah di Rokan Hulu Terendam PASIR PENGARAIAN, HALUAN — Puluhan hektare tanaman padi sawah di Desa Masda Makmur, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, terendam banjir. Banjir terjadi setelah hujan yang mengguyur deras selama sekitar empat jam. Sehingga, parit persawahan di sekitar pemukiman warga itu tidak mampu mengalirkan debit air begitu banyak. Menurut seorang warga dan juga petani di Desa Masda Makmur, Jazuli mengatakan, tingginya genangan air di persawahan berlangung sangat cepat, sehingga dikhawatirkan tanaman padi yang berumur sekitar 15 hari itu akan mati terendam air. Katanya banjir yang diakibatkan derasnya hujan itu, membuat sebagian warga segera membersihkan parit yang menjadi aliran air menuju sungai. “Memang parit sudah kami bersihkan saat itu juga, tapi karena memang hujannya sangat lebat, sehingga parit dan sungai tidak mampu lagi menampung air hujan itu,” tuturnya. Sementara, warga lainnya Giran mengatakan peristiwa banjir itu sudah biasa terjadi, saat hujan lebat dalam waktu yang lama. Menurut dia, sebenarnya masih bisa dilakukan untuk menghindari banjir yang selalu terjadi, namun keterbatasan dana dari petani maka hal tersebut tidak bisa dilakukan. “Untuk mencegah banjir itu masih bisa dilakukan dangan memperlebar parit dan anak sungai sekitar persawahan, sehingga air bisa dengan cepat mengalir di sungai yang besar,” kata Giran. Akibat banjir di persawahannya itu, ia mengaku khawatir jika terjadi dalam waktu yang lama, sebab hujan tanaman padi bisa mati terendam. Ia menjelaskan, luas tanaman padi di Desa Masda Makmur, Kecamatan Ramabah Samo, Kabupaten Rohul mencapai sekitar 40 hektare dan hampir seluruhnya sudah terendam banjir. “Mudah-mudahan besok pagi air sudah surut, jadi tanaman padi kami masih bisa selamat,” harapnya.

PEMERIKSAAN PESINETRON RS RAMPUNG

Berkas Perkara Pencabulan Segera Dilimpahkan BATAM, HALUAN — Polisi segera melimpahkan berkas perkara dugaan pencabulan dengan tersangka pesinetron RS (27) ke pihak kejaksaan.

hr

DIPERCANTIK-Kota Pekanbaru, Riau terus dipercantik. Terlihat beberapa pekerja tengah melakukan pengecatan di Jalan Basuki, Pekanbaru.

HARI ANTI KORUPSI

Polisi-Pendemo di Batam Bentrok BATAM CENTRE, HALUAN — Demo anti korupsi memperingati hari anti korupsi se-dunia yang dilakukan sejumlah organisasi mahasiswa dan LSM di Kantor Walikota Batam, DPRD Batam dan Kantor Kejaksaan Negeri Batam diwarnai dengan aksi bentrok antara polisi dengan pendemo, Kamis (91/12). Bentrok antara pendemo dengan polisi terjadi saat aksi unjuk rasa LSM Gerakan Gelombang Rakyat (GGer) mencoba masuk Kantor Walikota Batam. Aksi demo G-Ger dengan jumlah belasan orang ke Kantor Walikota Batam ini dimulai sekitar pukul 14.00 WIB setelah melakukan aksinya ke DPRD Batam. Para pendemo membawa beberapa bendera G-Ger dengan tongkat yang cukup panjang, sejumlah poster dan spanduk. Para pendemo dari G-Ger ini sebagian besar juga mencoret wajah mereka dengan aneka warna-warni, mulai dari merah, hitam dan kuning. Saat mendatangi kantor walikota itu, pendemo yang mengatasnamakan kelompok GGer yang di dalamnya juga terdapat sebagian mahasiswa berpakaian almamater langsung menghampiri pintu masuk kantor, karena gerbang di kantor halaman sedang terbuka. Di depan pintu masuk itu, puluhan polisi dan satuan polisi pamong pradja (Satpol PP) langung mengawasi jalannya orasi dari pendemo. Namun saat orasi yang mengecam Pemerintah Kota (Pemko) Batam banyak melakukan praktik korupsi, mulai dari bantuan dana sosial (bansos) dan swatanisasi sampah menjadikan situasi jadi memanas. Para pendemo mencoba masuk kantor walikota dan ketika

itu polisi yang berada di bagian depan mencoba mendorong pendemo keluar. Tapi, saat dorong-dorongan itu, terjadi bentrok yang mengakibatkan polisi melakukan penghalauan dengan pemukulan pentungan ke para pendemo. Aksi ini semakin panas, karena pendemo pun langsung membalas dengan memukul polisi menggunakan tongkat bendera G-Ger yang dimiliki. Koordinator demo G-Ger, Hazhari dengan penuh coretan yang terlibat dalam bentrokan itu sempat ditarik polisi ke arah kerumunan polisi yang cukup banyak. Saat ditarik itu, Azhari langsung disekap dengan ungkapan kata seorang polisi ‘mampus kau’ di sini. Untung, jumlah pendemo lebih sedikit dibanding pengaman yang akhirnya situasi bisa diamankan setelah sekitar 15 menit ricuh. Meski ada luka di pelipis yang terlibat bentrok, baik polisi dan pendemo, namun tidak tidak parah. Setelah situasi agak reda dan bisa diamankan polisi dan satpol PP, pendemo dari G-Ger yang diketahui bernama Aulia tidak puas atas pengamanan yang dilakukan polisi. Salah seorang pendemo itu pun akhirnya menaiki salah satu mobil dinas yang ada di halaman “Ayo polisi, satu lawan satu kita, jangan main keroyokan’ terhadap orang-orang yang menyuarakan kebenaran terkait korupsi di Batam. Saya tidak takut mati, di atas ada langit di bawah ada tanah. Ayo kalau berani ke sini,”katanya. Saat mau meninggalkan kantor walikota, pendemo juga membakar tumpukan kertas di depan salah satu pos Satpol PP dekat pinggiran jalan. Polisi dan

Satpol PP yang belum lega mengamankan akhirnya terpkasa mengejar pendemo, karena sempat sebelumnya dipikiran mereka yang dibakar itu kendaraan. Pendemo akhirnya menghilang dari kejaran polisi yang menjadikan situasi benarbenar kondusif kembali. Kapolres Barelang, Kombes Eka Yudha.S saat di lokasi demo mengatakan, aksi demo anti korupsi di Kantor Walikota Batam berjalan tidak sesuai aturan. Para pendemo mencoba masuk ke kantor walikota untuk memaksakan kehendaknya dalam menyampaikan orasi. “Kita mencoba mengamankan aksi demo agar tidak terjadi anarkis. Jangan sampai meluas ke mana-mana,”kata Eka. Ia mengatakan, penanggung jawab dari G-Ger dan koordinator di lapangan akan diminta pertanggungjawaban karena tidak patuhi aturan dalam aksi demo. Polres Barelang akan memanggil orang itu untuk dimintai keterangan dan kejelasaan demo ke Pemko Batam yang akhirnya berlangsung ricuh ini. Paginya, sekitar pukul 10.00 WIB,. LSM Gerakan Bersama Rakyat (Gebrak) juga melakukan aksi demo ke Kantor Walikota Batam dengan jumlah belasan orang. Siangnya, puluhan mahasiswa Politeknik Batam juga melakukan aksi di DPRD Batam. Saat aksi demo di pemko, Ta’in Komari salah seorang orator Gebrak mengatakan, aparat hukum, Kejaksaan Negeri Batam, legislatif lemah dalam menangani kasus sejumlah korupsi di Batam. “Kasus bansos dan sampah tidak selesai hingga sekarang. Korupsi telah menyengsarakan rakyat,”katanya.(hk/rl)

“Kita tinggal menunggu saksi Kamil yang saat itu bertugas sebagai supir (mobil yang ditumpangi) pelaku dan korban. Saat ini Kamil masih berada di Kota Tanjungpinang. Setelah dia diperiksa kita akan segera limpahkan kasus Robby dalam minggu-minggu ini,” kata Kapolresta Barelang, Kombes Eka Yudha Satriawan, Rabu (8/10). Menurut Eka Yudha, penyidik telah melanjutkan pemeriksaan pelaku dengan didampingi pengacara. Sedangkan mengenai permintaan pihak tersangka untuk melakukan visum ulang terhadap korban Kapolres menyatakan permintaan itu tidak mungkin untuk dipenuhi. “Visum mana mungkin kita ulang lagi, karena itu merupakan hasil pemeriksaan dokter bukan kita,” ujarnya. Sementara itu Parulian Situmeang pengacara tersangka Robby mengatakan pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa bila memang pihak kepolisian tidak bisa mengabulkan permintaan untuk visum ulang. “Kalau tidak bisa diulang mana mungkin kita paksa,” kata Parulian saat dikonfirmasi melalui telepon. Terkait adanya pemeriksaan lanjutan Parulian mengatakan dalam pemeriksaan tersebut kliennya hanya menandatangani pernyataan menolak untuk diperiksa ulang. Karena dari awal kliennya menilai pihak kepolisian telah menyalahi prosedur pemeriksaan. “Seperti tidak adanya dampingan pengacara saat klien

saya diperiksa waktu pertama kali. Padahal aturan menyebutkan bahwa kasus yang ancamannya lebih dari 15 tahun harus didampingi pengacara. Kalaupun pelaku tidak mempunyai uang untuk mnyewa pengacara, polisi bahkan diwajibkan untuk menghadirkannya,” ujarnya. Namun untuk kasus Robby pihak kepolsian tetap memaksakan untuk memeriksanya walaupun tanpa didampingi pengacara. “Sehingga klien saya menolak untuk diperiksa kembali. Pernyataan itulah yang ditandatangani klien saya dalam pemeriksaan lanjutan,” ujarnya Sementara itu keluarga RS, Jefri Gill yang didampingi Parulian dan Nasib Siahaan mengatakan, Robby tidak mengetahui kalau CO model yang bertugas mendampinginya masih di bawah umur. Mereka juga heran kalau memang CO masih di bawah umur, kenapa direkrut oleh Parfi atau pun dibiarkan lolos masuk ke tempat hiburan malam Noname di Hotel Harmoni, Nagoya, Batam. Karena itu pihaknya menilai Parfi harus turut bertanggungjawab dalam masalah ini. LSM Komite Anti Trafficking dan Hak Azasi Manusia (KAT dan HAM) beserta keluarga Robby, Jefri Gill di Batam Centre melakukan pertemuan. Masing-masing pihak menyampaikan hasil investigasi dalam menelusuri kasus ini. “Robby tidak mengetahui jika CO ini anak di bawah umur,” ujar Jefri. (/dh/ed)

hr

MANCING — Sejumlah anak memanfaatkan waktu luang dengan memncing di pinggir Perairan Tanjungpinang.

PERAYAAN TAHUN BARU

Enam Jalan di Batam Ditutup BALOI, HALUAN — Sebanyak enam titik jalan di Batam akan ditutup pada malam pergantian tahun Baru, miasng-masing Jalan ke Ocarina, Harbouy Bay, Engku Putri, Bukit Senyum dan Jembatan Barelang. “Mengingat tahun kemarin jalan tersebut macet total, sehingga dipastikan jalan tersebut akan ditutup. Kami akan berlakukan jalan satu arah, agar tidak terjadi kemacetan yang parah,” ujar Kasat Lantas Poltabes Barelang Kompol Darmeswara, Kamis (09/10) Dikatakan Darmes bukan hanya untuk jalan saja, lokasi parkir juga diatur agar tidak terjadi penumpukan kendaraan. Di Batam Centre misalnya hanya diperbolehkan parkir di sekitar Gedung Garaha Pena, Gedung OB, Gedung Sumatera Expo, Gedung DPRD serta Gedung Penko Batam untuk parkir

VIP.”Selain tempat itu tidak dibenarkan kendaraan parkir maupun berhenti di daerah Batam Centre,”ujarnya. Begitupun di jembatan Barelang, pengendara tidak diperbolehkan memarkirkan motornya dijembatan.”Kita ijinkan pengendara parkir sebelum atau sesudah jembatan,” ujarnya. Sementara itu di Ajalan menuju ke Bukit Senyum diberlakukan jalan satu arah. Untuk menghindari adanya poertemuan arus kendaraan yang menyebabkan kemacetan.”Karena ditempat tersebut tidak ada tempat parkir makanya kita terapkan jalur satu arah,” ujarnya lagi. Polisi akan menurunkan 710 personil untuk menjaga kemanan ditahun baru dan gereja yang akan menjalankan misa pada malam tersebut. Dimana 433 personil gabungan Polda, Poltabes, Kodim, Batalion 134 dan

Denpom mejaga kemanan tahun baru. Sementara sisanya 277 personil menjaga gereja umat kristiani yang akan menjalankan misa. Sementara itu permintaan tiket pesawat di sejumlah penerbanggan menjelang Natal dan Tahun Baru 2011 terjadi peningkatan. Diperkirakan lonjakan permintaan ini, dua kali dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Beberapa daerah yang mengalami peningkatan permintaan tiketnya yakni tujuan Medan dan Jakarta. Seminggu menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2011 mendatang, sudah hampir 70 persen tiketnya terjual. “Sudah biasa. Menjelang hari Natal, dan Tahun Baru tentunya ada peningkatan permintaan tiket pesawat drastis,” ujar seorang petugas tiketing Batavia Air yang tidak menyebutkan namanya

kepada wartawan, kemarin. Menurutnya, peningkatan permintaan jasa transportasi udara ini masih menjadi primadona di tengah-tengah masyarakat. “Masyarakat lebih senang melakukan perjalanan melalui udara, karena perjalanan cepat dan efisien, dibandingkan melalui jalur darat dan laut,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan, Masrum, distrik manager Sriwijaya Air. menurut Masrum, permintaan tiket pesawat melonjak hingga dua kali dari biasanya, karena ada Natal dan Tahun Baru. Biasanya banyak yang memesan tiket pesawat, tambahnya, untuk mengisi liburan dan pulang kampung. Dikatakannya, saat ini permintaan tiket pesawat tujuan Medan sudah habis terjual sekitar 50 persen. Sedang kan tujuan Jakarta sudah terjual sekitar 70 persen. Tiket pesawat yang sudah

mulai di boking masyarakat ini mulai dari tanggal 16 hingga 24 Desember. Sedangkan harga tiket dengan tujuan Jakarta yang ditawarkan ke masyarkat dengan harga terendah sekitar Rp 400 ribu dan harga tertinggi Rp1.280.000. Saat ini katanya, permintaan tiket pesawat didominasi tujuan Jakarta sebanyak 70 persen. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ta,mbahnya, permintaan tiket dalam menyambut Natal dan tahun baru 2011 agak menurun. Untuk antisipasi kedepan, katanya lebih jauh, tinggi nya permintaan tiket menjelang Natal dan tahun baru tidak menutup kemungkinan nanti Sriwijaya Air menyediakan pesawat exstra fligh. “Kita lihat permintaan mendatang. Jika memang tinggi kita akan menyediakan extra Fligh,” ujarnya menegaskan.(hk/ed/dh)


Reportase Klakson Motor Pak Pos yang tak Lagi Terdengar JUMAT, 10 DESEMBER 2010 M 4 MUHARRAM 1432 H

20

PAK POS, begitu masyarakat memanggilnya. Sebutan Pak Pos, demikian melegenda di negeri ini. Era 1980-an merupakan masamasa jayanya. Kedatangannya yang biasanya diiringi dengan ‘jerit’ klakson motornya begitu dinanti-natikan. Kala itu, bunyi deru sepeda motor Pak Pos membuat orang-orang melongokkan kepala ke luar jendela, berharap Pak Pos berhenti di muka rumah dan menyerahkan selembat surat balasan yang ditunggu-tunggu. Sekarang kejayaan itu telah surut seiring perkembangan teknologi komunikasi. Namun demikian, Pak Pos itu masih ada. Begitu kata Account Officer Supervisor Pos Kota Padang, Aswin Marzuki. Buktinya, di kantor Pos Pusat Kota Padang, lelaki-lelaki berseragam oranye itu tetap sibuk. Ada yang sedang memilah-milah surat berdasarkan alamat tujuan, ada yang sedang memeriksa paket barang, ada yang sedang mengangkat paket ke atas mobil, dan ada pula yang siap mengirimkan surat dengan motor. Dahulu surat merupakan satu-satunya alat komunikasi jarak jauh. Hampir semua orang memanfaatkan surat untuk berkomunikasi dengan keluarga, saudara, teman, dan rekan yang jauh. Misalnya, seorang pemuda merantau. Maka sang ibu, atau sanak saudara di kampung sangat menanti-nantikan kabar melalui surat darinya. Jasa Pak Pos ini sangat membantu kerinduan mereka. Tidak heran jika panggilan Pak Pos begitu melegenda. Itu dulu, sekarang hubungan emosional Pak Pos dengan masyarakat mulai bergeser. Sebab, surat bukan lagi sarana satu-satunya untuk berkomunikasi jarak jauh. Sekarang sudah ada penyeranta yang dapat mengirimkan kabar dalam waktu detik, yaitu, apa yang disebut dengan SMS. Yang lebih mutakhir adalah internet. Orang-orang dapat berkirim surat dengan surat elektronik atau melalui jejaring sosial seperti facebook atau twitter. Namun, bukan serta-merta peran Pak Pos menjadi tak diperlukan lagi. Aswin Marzuki mengakui bahwa surat memang telah tersaingi oleh SMS dan surat elektronik. “Pengiriman surat pribadi hampir tidak ada lagi. Kalaupun ada, biasanya berisi dokumen-dokumen penting yang dikirim dari seseorang ke seseorang lain. Namun, surat yang sifatnya pribadi seperti dulu, hampir tidak ada,” tuturnya. Di samping itu, pengiriman surat pribadi dan kartu pos di Pos Kota Padang hanya tinggal sekitar lima persen. “Masa jaya surat antar personal itu terakhir adalah tahun 2000,” tambahnya. Menurut Aswin, Peran Pos Indonesia masih bertahan adalah karena surat-surat resmi dan dokumen-dokumen penting tidak dapat digantikan oleh SMS dan internet. Makanya, pengiriman surat sekarang pada umunya merupakan pengiriman surat-surat resmi dan paket barang. Seiring perkembangan teknologi komunikasi, jasa Pos juga menyesuaikan diri. Di Pos sudah dapat melakukan pengiriman uang secepat SMS. “Citra, layanan, dan sistem sudah lebih rapi dan baik,” ujar asisten Supervisor Delivery, Angga Sukmana. (h/Rio Fitra SY)

CATATAN SEORANG PAK POS

“Ada Surat untuk Saya, Pak…?” RATEN, 42, teringat pada suatu hari saat musim durian di tahun 1980-an. Kala itu ia bekerja sebagai pengantar surat, yang lebih dikenal dengan Pak Pos. Dari pagi ia sudah melaju dengan motor Pos berwarna oranye, dari kampung ke kampung. “Ada sebelas kelurahan yang menjadi wilayah tugas saya. Salah satunya sebagian kelurahan yang ada di Kecamatan Koto Tangah,” ujarnya. Setelah memberikan surat kiriman itu ia diberi buah durian oleh si penerima surat. Maka sepulang dari mengantar surat, kantong surat di motornya pun penuh dengan buah durian. “Kalau musim rambutan, saya juga bawa rambutan saat pulang,” kenangnya sambil tertawa. Ada hubungan emosional yang terjalin antara Pak Pos dengan masyarakat waktu itu. Jika sudah datang Pak Pos ke rumah warga, warga berkerumun. Wajah-wajah mereka tampak cerah. “Ada surat untuk saya, Pak?” “Surat saya kenapa belum dibalas, Pak?” “Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering terlontar,” ujar Raten berkisah. Raten yang mulai jadi Pak Pos sejak umur 21 tahun ini mengaku juga memiliki duka saat jadi Pak Pos. “Kalau hujan, apalagi seharian, sudah dapat dipastikan kita tidak bisa mengantar surat. surat terlambat itu membuat masyarakat komplain. Ya, mau bagaimana. Kita memang bisa basah, tapi surat jangan sampai basah, bukan? Karena itulah kerja Pak Pos itu tak kenal waktu. Kadang hujan baru berhenti malam hari. Ya, malam hari itu kita antar suratnya,” ungkap Raten. Menariknya, menurut Raten, dahulu mengantar surat itu lebih mudah daripada sekarang. Sebab, semua orang di suatu kelurahan itu saling kenal. Jadi, Pak Pos hanya perlu sebut nama orang yang hendak dituju, dan tanyakan pada salah seorang di kelurahan itu. Kalau sekarang, menurut Raten, susah cari rumah. “Sebab ketika ditanya ke seseorang di kelurahan itu, tak ada yang tahu. Terpaksa kita cari sendiri,” tuturnya. Sebagai penutup, tak ada salahnya dikutip sepenggal lirik dari lagu Mr Postman yang dipopulerkan oleh band legendaris asal Inggris, the Beatles.Please Mr. Postman (Pak Pos tolonglah) Mr. postman look and see (Pak Pos lihatlah) You got a letter in your bag for me (Apakah ada surat untukku di dalam tasmu) I’ve been waiting such a long time (Aku telah menunggu terlalu lama) (h/Rio Fitra SY)

FOTO-FOTO: RIO FITRA SY


JUMAT, 10 DESEMBER 2010 M 4 MUHARRAM 1432 H

Kota Solok

Bareh Tanamo 21

Lintas Solok

UPAYA BAWASDA TEKAN PENYIMPANGAN

Peluang Usaha Sapi Potong Terbuka Lebar SOLOK, HALUAN — Peluang usaha sapi potong di Kota Solok masih terbuka lebar. Saat ini, kebutuhan sapi potong untuk memenuhi pasokan daging bagi masyarakat di Kota Solok masih banyak didatangkan dari Propinsi Lampung. Jika diperhatikan, tiap minggu puluhan ekor sapi diangkut oleh pedagang ternak dari Lampung untuk di potong di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Solok, ujar salah seorang sumber Haluan pada Dinas Pertanian Perikanan Kehutanan Kota Solok Rabu (8/12). Banyaknya sapi asal Lampung yang masuk ke Kota Solok lantaran tidak terpenuhinya kebutuhan sapi untuk dipotong setiap minggunya. Dilain pihak, tingkat konsumsi daging masyarakat cukup tinggi. Akibatnya pedagang ternak terpaksa mendatangkan sapi dari Lampung. “Ini merupakan tantangan bagi pemerintah dan petani di Kota Solok untuk bisa menggalakkan penggemukan sapi. Pasalnya tiap minggu sedikitnya 90 ekor sapi di potong di RPH untuk dijual ke pasar Solok. Sapi yang dipotong itu bukanlah sapi lokal yang dibeli dari petani, melainkan sapi dari Lampung," jelas sumber tadi. Banyaknya sapi asal Lampung yang masuk ke Kota Solok, selain sangat menguntungkan dari sisi pemenuhan pengadaan atau pasokan daging, juga menyebabkan menurunkan biaya pemotongan. Persoalannya, untuk restribusi pemotongan bukan berdasarkan hitungan berat daging, tapi berdasarkan jumlah sapi yang dipotong, tambah sumber tadi. Berat daging sapi Lampung memang jauh berbeda dengan berat daging sapi lokal. Dibanding sapi lokal, rata-rata berat daging berbeda sekita 50 persen. Selain itu harga sapinya juga tidak mencekik, tutur pedagang seperti ditirukan sumber tadi. (h/alf)

ALFIAN

SEKDA Kota Solok Suryadi Nurdal memasangkan tanda peserta dimulainya pelatihan internet bagi aparatur di Pemda Kota Solok beberapa hari lalu.

Dinkes Gelar Seminar Bahaya Kanker Payudara SOLOK, HALUAN — Sekitar dua ratus orang kaum ibu dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi di Kota Solok memadati gedung Kubuang Tigo Baleh Kantor Balai Kota Solok guna mengikuti seminar tentang bahaya kanker payudara dan kanker leher rahim. Seminar diselenggarakan Dinas Kesehatan Kota Solok, Kamis (9/12). Seminar sehari dengan menampilkan nara sumber Melina Farikha dari Kementerian kesehatan Republik Indonesia dan DR Helwi Nofira, S.POG dari Rumah Sakit Umum Kota Solok mendapat sambutan yang sangat baik dari kaum ibu karena menyangkut masalah kesehatan. Bukti dapat dukungan dari kaum ibu, kegiatan yang sedianya dilaksanakan pukul 10.00, ternyata sejam sebelum dimulai, ruangan gedung Kubuang Tigo Baleh sudah dipadati peserta dari berbagai organisasi. "Berdasarkan absensi yang ada pada panitia, tercatat 198 orang peserta yang hadir," ujar Ketua pelaksana Dr. Ambun Kadri, M.KN usai pembukaan oleh Walikota Solok yang diwakili Staf Ahli Walikota Kota Solok Syafrizal Adris. Pelaksanaan seminar bahaya kanker payudara dan kanker leher rahim, bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kota Solok itu dimaksudkan untuk menambah pengetahuan kaum ibu agar mereka lebih paham dan mengerti tentang gejala awal dan upaya pencegahan penyakit mematikan itu. Kota Solok, kata Ambun dan Eva Murgana, memang tidak termasuk daerah endemis penyakit kanker leher rahim dan kanker payudara. Bahkan yang terserang penyakit itu mungkin hanya 1-2 orang saja. Namun penyakit itu perlu diwaspadai oleh kaum ibu agar kaum ibu terhindar dari penyakit tersebut. Salah satunya dengan cara memberikan pengetahuan pada kaum ibu. Karena itu panitia melibatkan kaum ibu dari dinas/instansi, organisasi PKK dan GOW serta organisasi perempuan yang ada di kelurahan. Mereka yang mengikuti seminar itu bisa pula memberitahu rekan-rekannya yang lain sekembali dari seminar. Jika memang ditemukan gejala awal tentang kanker leher rahim dan kanker payudara, Dinas Kesehatan Kota Solok sudah menunjuk 4 Puskesmas tempat konseling dan pemeriksaan, masing-masing di Puskesmas Tanjung Paku, Puskesmas Tanah Garam, Puskesmas Nan Balimo dan Puskesmas KTK. (h/alf)

Awasi Pengunaan Anggaran Tiap Semester SOLOK, HALUAN — Menekan kemungkinan terjadinya penyimpangan anggaran oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), pengawasan terhadap penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Solok tetap dilakukan Badan Pengawasan Daerah (Bawasda) Kota Solok setiap semester Kepala Bawasda Kota Solok, Drs. H. Sabran di Balai Kota Solok Rabu (8/12) mengatakan, pengawasan terhadap pengguna anggaran selain tugas pokok bagi Bawasda juga untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih. Dalam pengawasan yang dilaksanakan tiap semester itu, Bawasda selalu berpedoman pada acuan yang ada dan nota APBD yang sudah disyahkan bersama DPRD. Pengawasan tidak akan keluar dari koridor yang ditentukan. Apalagi sampai mencari-cari kesalahan seseorang untuk maksud tertentu. Dalam pengawasan yang dilaksanakan tiap semester itu, Bawasda selalu memperoleh temuan dalam pemakaian anggaran. Namun temuan yang diperoleh itu masih berkisar karena kekurang pahaman aparat terhadap manajemen keuangan sehingga permasalahan dalam pengeluaran dana di SKPD bersangkutan terkesan campur aduk. Melihat dari temuan itu, Bawasda selalu memberikan pembinaan. "Kita kan lembaga pengawasa daerah. Jika dite-

mukan kesalahan, wajib melakukan pembinaan, dan bukan memberikan hukuman. Apalagi proses hukum. Jika ada kerugian negara, wajib diganti oleh bendaharan pengeluaran sesuai dengan jumlah kerugian yang terjadi. Menyangkut upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi bendaharawan pengeluaran di SKPD yang ada, tambah Sabran, mereka tetap diberi bimbingan termasuk pelatihan bendaharawan yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Setiap tahun dilaksanakan pelatihan untuk menambah skill dan kemampuan bendaharawan sehingga dalam pelaksanaan tugas sehari-hari memberikan out put yang baik bagi pemerintah daerah. Hanya saja diakui Sabran, banyak bendaharawan yang sudah cakap dalam melaksanakan tugas kemudian buruburu dipindahkan ke instansi lain. Idealnya, pimpinan SKPD mempertahankan mereka agar tidak hijrah ke tempat tugas baru supaya tugas selaku bendaharawan dapat dikerjakan dengan baik. (h/alf)

KUD Saiyo Makmur Bangkit Kembali SOLOK, HALUAN — Akibat salah urus, sejumlah unit usaha yang terdapat pada Koperasi Unit Desa (KUD) Saiyo Makmur Kota Solok gulung tikar. Kini, setelah tertidur lebih kurang selama lima tahun, koperasi tersebut mencoba bangkit kembali. Ketua KUD Saiyo Makmur Sawal Abbas, Rabu (8/12) di kantor Balai Kota Solok Rabu mengakui, KUD yang dipimpinnya kembali mencoba merintis unit usaha baru dan mengaktifkan unit usaha lama yang vakum akibat kelalaian pengurus lama. Upaya mengaktifkan unit usaha itu dilakukan dengan jalan mengevaluasi persoalanpersoalan yang terjadi. KUD Saiyo Makmur merupakan satu-satunya koperasi yang tumbuh di Kota Solok dan mendapat predikat KUD Mandiri dari Menteri Koperasi. Namun sejak pergantian pengurus lima tahun lalu, KUD yang keanggotaannya terdiri dari para petani di Kota Solok, perjalanannya sempat terseokseok yang pada gilirannya terjadi stagnasi. Setelah dilakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) akhir tahun 2009 lalu, dan anggota mempercayakan dirinya kembali memimpin KUD tersebut, pengurus kembali menginventarisir kekayaan yang ada, termasuk keanggotaan. Sampai

saat ini sudah tercatat 100 orang anggota KUD Saiyo Makmur. Sejalan dengan kegiatan inventarisasi anggota, juga diaktifkan kembali beberapa unit usaha. Diantaranya Resmiling Umum (RMU), pembayaran rekening listrik dan telepon. Saat ini juga sedang dijajaki pembayaran rekening air bersih. Khusus untuk pembayaran rekening air bersih, pengurus sedikit kesulitan karena ketiadaan modal awal. Untuk pelayanan pembayaran rekening listrik, dibantu oleh Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Sumatera Barat, karena besarnya biaya yang dibutuhkan, terutama komputer dan jaringan online. Sebab jasa pembayaran rekening listrik harus bisa diakses di tempattempat lain karena jaringannya sudah on line, jelas Sawal Abbas. Bantuan Puskud Sumbar selain diarahkan untuk jasa pembayaran listrik, juga diarahkan untuk keperluan perbaikan RMU milik KUD yang berada di Taratak Tanah Garam. RMU yang merupakan aset KUD itu perlu direnovasi, baik gedung maupun lantai jemuran. Agar RMU itu betul-betul berfungsi seperti sebelumnya, pengurus masih mencari tambahan dana karena diperkirakan masih butuh dana Rp50 juta, terang Sawal Abbas. (h/alf)

ALFIAN

TANAM POHON — Walikota Solok Irzal Ilyas menanam pohon di puncak Payo Kelurahan Tanah Garam Rabu. Penanaman pohon untuk reboisasi merupakan puncak peringatan penanaman sejuta pohon di Indonesia.

DPRD BUKAN LAGI TUKANG STEMPEL

Anggota Dewan Harus Profesional SOLOK, HALUAN — Dalam proses penyusunan anggaran maupun kebijakan lain, anggota DPRD Kota Solok harus mampu berfikir logis dan bersikap profesional. Tidak masanya lagi anggota DPRD bisa diutak-atik oleh eksekutif, karena peranan DPRD saat ini bukan lagi tukang stempel seperti era sebelumnya. "Sesuai ketentuan undangundang, fungsi dan peranan DPRD sekarang sangat dominan. Tinggal sejauhmana anggota legislatif itu bisa menunjukkan kemampuannya," ujar salah seorang tokoh masyarakat Kota Solok Zulmasri, Selasa (7/ 12). Zulmasri mengingatkan pentingnya melakukan pengawasan, baik pengawasan kebijakan mau-

pun anggaran. Yang perlu diawasi dan dipertanyakan itu antara lain hal-hal yang menyangkut dengan masalah anggaran. Bukan masalah tetek bengek yang sebenarnya bukan urusan legislatif. "Kadang kala saya membaca di surat kabar, ada pula oknum anggota legislatif yang mengawasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang statusnya hanyalah staf. Kalau masalah pengawasan pegawai, itu bukan urusan legislatif. Apalagi sampai memeriksa absensi. Karena pegawai ada induk semangnya. UU tentang kepegawaian berikut sanksi-sanksinya juga ada," ujar mantan anggota DPRD Kota Solok itu. Melihat dari peranan dan

fungsinya itu, legislatif jangan mau dikendalikan eksekutif. Apalagi neko-neko yang ada umpan baliknya. DPRD sudah punya anggaran sendiri dan tidak seperti era orde baru dulu. Makanya tunjukkan fungsi dan peranan. Jangan pula saling berpacu menghabiskan anggaran. Dalam penyusunan anggaran daerah, DPRD harus mampu mengkritisasi setiap item yang diajukan. Kapan perlu lakukan pantauan lapangan sebelum mensyahkan suatu anggaran sehingga draf yang diajukan tidak diterima begitu saja. Anggota DPRD harus mampu berfikir logis dan profesional, harap Wakil Ketua DPC Hanura Kota Solok itu. (h/alf)

Sinergikan Kebijakan Pembangunan SOLOK, HALUAN — Kebijakan pembangunan yang dirancang dan dilahirkan di Kota Solok haruslah disinergikan dengan Kabupaten Solok. Bagaimanapun, pertumbuhan ekonomi Kota Solok tidak bisa dilepaskan dari Kabupaten Solok. Penegasan tersebut disampaikan Zulmasri, salah seorang tokoh masyarakat Kota Solok, dalam suatu percakapan dengan Haluan di Kota Solok Selasa (7/12). Mantan anggota DPRD itu mengatakan, perlunya bersinergi dengan Kabupaten Solok supaya kebijakan pembangunan maupun ekonomi yang dilahirkan juga ada manfaatnya bagi Kota Solok. Sampai saat ini, pembangunan yang bersinergi itu baru terjadi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dimana sumber air minum untuk memenuhi kebutuhan Kota Solok dipasok dari Kabupaten Solok. Kendati Kota Solok yang membangun dan ditujukan untuk kebutuhan Kota Solok, namun masyarakat Kabupaten Solok juga bisa menikmati air bersih itu, terutama bagi mereka yang bermukim disepanjang pipa transmisinya. Begitu juga disektor lain, jika ingin membangun suatu fasilitas

untuk kepentingan masyarakat harus melakukan kajian dulu dengan Kabupaten Solok agar tidak terjadi benturan kepentingan. Dan jangan sekali-kali berlomba membangun sesuatu, kecuali dengan daerah lain secara sehat. Menyikapi arah pembangunan Kota Solok disektor jasa dan perdagangan yang dihembuskan Irzal Ilyas dan Zul Elfian selaku Walikota dan Wakil Walikota Solok, kata Zulmasri, sangatlah baik karena posisi Kota Solok memang sangat tepat. Di era pemerintahan sebelumnya, juga sudah dimulai membangun infrastrukturnya. Saat ini Irzal / Zul Elfian tinggal memantapkan dan melanjutkannya saja. Untuk menggerakan ke sektor jasa dan perdagangan, sudah ada Pasar Solok. Jalan-jalan sudah dibangun dari berbagai penjuru untuk masuk ke Kota Solok. Begitu juga Terminal Bareh Solok sebagai pendukung sudah ada. Sekarang tinggal bagaimana mempercepat pembangunan sektor jasa dan perdagangan. Di Kota Solok saat ini hanya memiliki satu pasar saja yang diandalkan. Idealnya harus ada pasar-pasar penyangga atau pasar satelit. Dengan demikian, orang

tidak lagi tertumpu ke Pasar Solok semata. Pasar Solok yang ada sekarang sangat sempit. Disisi lain, jumlah pedagang terus meningkat sesuai perkembangan zaman, sementara luas areal pasar masih terbatas seperti yang ada saat ini. Munculnya pasar satelit akan mampu menjawab persoalan pasar yang ada sekarang. Para produsen dan konsumen bisa memanfaatkan pasar satelit sebagai sarana transaksi. Dengan demikian keramaian Kota Solok itu tidak hanya terpusat di Pasar Solok, terang Zulmasri, yang juga dipercaya menjadi Wakil Ketua DPC Hanura Kota Solok itu. Sejalan dengan kehadiran pasar satelit, upaya memfungsikan Terminal Bareh Solok haruslah menjadi skala prioritas untuk mengatasi terminal bayangan. Jadikan kawasan terminal sebagai gula, maka semut akan datang. Kongkritnya, harus ada usaha lain yang dibangun di kawasan Terminal Bareh Solok. Dengan demikian, orang banyak datang mencari kebutuhan ke lokasi terminal. Dengan sendirinya terminal banyak dimanfaatkan orang lain untuk berangkat ke tempat tujuannya. (h/alf)

STUDI BANDING P3A BANDA TANGAH KE JATENG & JATIM

Dari Lumpur Lapindo Sampai Istana Negara SOLOK, HALUAN — 17 orang anggota kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Banda Tangah Kota Solok melakukan studi banding ke Jawa Tengah dan Jawa Timur akhir November lalu.

ALFIAN

ROMBONGAN kelompok P3A Bandar Tangah Kota Solok selain melakukan study banding ke Jawa Tengah dan Jawa Timur juga berkesempatan mampir ke istana negara.

Studi banding para petani dari organisasi P3A itu dilaksanakan sebagai bentuk reward dari Pemerintah Kota Solok karena setelah dilakukan penilaian bulan Oktober lalu, P3A Bandar Tangah masuk nominasi lima besar

tingkat nasional. Selain para petani, studi banding itu juga mengikutkan anggota DPRD Kota Solok Nasril In, pejabat Dinas Pertanian dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Salah satu agenda studi banding adalah mengadakan tatap muka dengan kelompok P3A di Jawa Tengah dan Jawa Timur, tepatnya di Blitar. Kemudian menengok perkebunan apel serta strawberry di Malang dan menengok lumpur Lapindo, ujar Nasril In di Kota Solok, Senin (6/12). Ditambahkan Nasril In, usaha pertanian di Jawa tengah dan Jawa Timur memang jauh berbeda dengan pertanian di Kota Solok. Disamping tanahnya yang sangat mendukung, petani di

ujung Pulau Jawa itu cukup ulet dan serius. Ketika mengunjungi perkebunan apel dan strawberry di Malang, petani Kota Solok banyak yang kagum akan keuletan rekan-rekannya di Malang itu. Malahan, usaha pertanian sudah menjadi kebutuhan pokok. Petani tidak hanya bisa memproduksi melainkan sudah berorientasi pasar (market oriented), terang Nasril In. Ada suatu hal yang sangat mengembirakan dari rangkaiaan

studi banding P3A Bandar Tangah. Selain mengunjungi kelompok P3A di Jawa Tengah dan Jawa Timur, rombongan juga sempat mampir ke Istana Negara. Hanya saja waktu itu tidak sempat berjumpa dengan Presiden Susilo Bambang Yudoyono karena pada waktu bersamaan ada acara lain yang diikuti presiden. Namun yang jelas, petani dari P3A Bandar Tangah memiliki kebanggaan khusus karena sudah bisa menginjakan kaki ke istana presiden. (h/alf)


JUMAT, 10 DESEMBER 2010 M 4 MUHARRAM 1432 H

Pasaman STIE dan STIH Yappas Wisuda 126 Lulusan Ranah Saiyo

22

Lingkar Pasaman

Pemilihan Walinagari Panti Dimulai

PASAMAN, HALUAN — Proses pemilihan walinagari Panti, Kecamatan Panti sudah dimulai. Beberapa tahap yang sudah terlaksana diantaranya adalah tahap pendaftaran yakni tanggal 22 sampai 28 November 2010. Dari proses pendaftaran diterima tujuh orang calon. Setelah dilakukan penyeleksian oleh BAMUS maka ditetapkan lima calon yang bisa mengikuti pemilihan. Diantaranya nomor satu Yefri Aldi, SP, nomor dua Ir. Rajo Kuamang, nomor tiga Idris, SH, nomor empat Khalidi dan nomor lima Jon Maidi. Tahap penyampaian visi dan misi para calon tersebut diadakan di aula Kantor Camat Panti Minggu (5/12) pukul 11.00. Penyampaian visi misi tersebut diawali oleh calon nomor 1 yakni Yefri Aldi. Saat penyampaian visi misi tersebut tergambar bahwa calon nomor satu Yefri Aldi lebih arif dan berpengalaman dalam memahami visi dan misinya. Yefri Aldi memaparkan visi dan misi yang terukur dan bisa direalisasikan dalam program skala prioritas. Visi misi yang disampaikannya adalah terciptanya nagari nan tentram, mandiri dan berprestasi (TMB). Tentram artinya tertib aman lancar dan sejahtera. Mandiri artinya mampu merencanakan, membuat dan melaksanakan program nagari dengan baik sehingga tercapai kesejahteraan masyarakatnya. Sedangkan berprestasi yakni berhasil melaksanakan program nagari, pemerintah daerah dan pusat dengan hasil yang memuaskan serta mempunyai nilai lebih. Misinya antara lain menjaga stabilitas nagari melalui peningkatan peran pemuda dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban nagari. Selanjutnya menjalin sinergisitas dan singkronisasi antar unsur lembaga horizontal dan vertikal di nagari dan luar nagari (kabupaten, provinsi dan pusat). Selain itu menjalin hubungan baik antara pemerintah dengan masyarakat melalui peningkatan pelayanan yang sesuai dengan standar pelayanan prima. (h/tos/ndi)

Pemuda Kauman Sambut 1 Muharram 1432 H PASAMAN, HALUAN — Peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1432 Hijriah di Jorong Kauman, Nagari Tanjung Betung Rao Selatan disambut dengan gema rebana, kasidah, perlombaan santri MDA, lantunan ayat suci Alquran dan pengayaan pengetahuan agama Islam. Penyambutan 1 Muharam tersebut diselenggarakan oleh pemuda/ i Kauman dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat seperti santri MDA, Rawiya, BKMT, Pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh adat dan tokoh agama. Penyambutan tahun baru Islam tersebut dihadiri Bupati Pasaman yang diwakili Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Asrizal, Camat dan KUA Rao Selatan, pengurus LPTQ Pasaman H. Syafrizal,SF,S.IQ,M.Ag,MPd, wali dan dai Nagari Tanjung Betung, pucuak adat Rajo nan Bumi, tokoh masyarakat, anggota wirid Yasin, grup rebana dan santri MDA se Kecamatan Rao Selatan. Kegiatan yang dipusatkan di Pasar Kauman tersebut mengangkat berbagai agenda diantaranya lomba antar santri MDA dengan berbagai cabang lomba, penampilan rebana dan tablik akbar. Pada kesempatan tersebut Camat Rao Selatan, Darlius menyatakan sangat mendukung pelaksanaan acara itu. Darlius bersama wali nagari dan jorong selalu hadir mendampingi masyarakat sejak siang sampai tengah malam. Darlius memaparkan bahwa ia merasa bangga dengan pemuda Kauman yang sudah mengangkat acara tersebut. "Sekarang para pemuda Islam sudah banyak melupakan tahun barunya sendiri. Alhamdulillah pemuda Kauman tampil sebagai satu-satunya pemuda yang menyelenggarakan ajang religi ini di Pasaman," ungkapnya. Sebagai camat, ia juga sangat mendukung dan tetap akan mendampingi seluruh lapisan masyarakatnya untuk selalau beraktifitas dan menumbuhkan ilmu pengetahuan di tengah masyarakatnya. Walinagari Tanjung Betung Abdul Haris dengan semangat Islaminya menunjukkan dukungan kepada pemuda dengan tetap hadir sejak acara dimulai pagi hari sampai selesainya acara. Abdul Haris memberikan bantuan sebanyak Rp200 ribu untuk kelancaran acara tersebut. Ia berharap dengan adanya agenda penyambutan tahun baru Islam ini, hendaknya meningkat pula aplikasi ajaran agama ditengah-tengah masyarakat, sehingga acara tersebut mampu membawa perubahan yang berarti bagi pemuda dan masyarakat untuk menjalankan ajaran agama Islam.(h/tos/ndi)

LUBUK SIKAPING, HALUAN — STIE dan STIH Yappas Lubuk Sikaping mewisuda 126 orang lulusan dalam acara Wisuda Sarjana ke XX Yappas Lubuk Sikaping. Acara tersebut berlangsung di GOR Tuanku Rao Lubuk Sikaping, Rabu (8/12). Bupati Pasaman H. Benny Utama, SH, MM dalam sambutannya pada acara wisuda tersebut mengungkapkan bahwa Pemkab Pasaman melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, telah berupaya mensinergikan program pembangunan pendidikan di Kabupaten Pasaman sejalan dengan pilar-pilar kebijakan pembangunan pendidikan nasional. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek rencana dan program, baik dari segi besaran anggaran yang dialokasikan maupun dari segi skala prioritas yang ditetapkan. Namun dibalik itu disadari bahwa pemerintah memiliki keterbatasan dalam penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, terutama pendidikan perguruan tinggi. Oleh karena itu, peran perguruan tinggi swasta sangat disambut keberadaannya. Sepanjang perguruan tinggi swasta tersebut mampu memperhatikan kualitas lulusannya sesuai dengan amanat UU Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003. Ketua Yappas Pasaman mengatakan, Perguruan Tinggi Yappas kembali melakukan Wisuda Angkatan XX dengan mewisuda 66 orang mahasiswa STIE dan 60 orang mahasiswa STIH. Sehingga total jumlah

alumni Perguruan Tinggi Yappas sebanyak 1.164 orang yang terdiri dari STIE sebanyak 393 orang dan STIH sebanyak 1.036 orang. Hingga saat ini, para alumni telah tersebar di berbagai instansi pemerintahan, Polri dan swasta. Hal ini menunjukkan bahwa Perguruan Tinggi Yappas sebagai mitra dari pemerintah daerah, telah ikut serta dalam upaya mensukseskan program pembangunan di segala bidang. Hasil yang telah dicapai Perguruan Tinggi Yappas tersebut, tidak terlepas dari perkembangan sarana dan prasarana yang selalu dipacu untuk meningkatkan kualitas alumni. Semua ini tidak terlepas dari perhatian pemerintah daerah, masyarakat dan semua pihak yang tiada hentinya memberikan bantuan moril dan materil. Dibagian lain dikatakan, tanggal 17 Mei 2008 STIE Yappas telah terakreditasi. Kemudian tanggal 20 Juni 2008 disusul pula dengan Akreditasi STIH. Ini berarti Perguruan Tinggi YAPPAS telah mempersiapkan diri dan berbenah untuk menjawab tantangan global yang dikehendaki oleh institusi dunia kerja, dan telah menjawab keragu-raguan masyarakat terhadap masalah legalitas Yappas

atos indria

UCAPAN SELAMAT — Bupati Pasaman H. Benny Utama memberikan ucapan selamat kepada salah seorang wisudawati

sesuai tuntutan dunia pendidikan dewasa ini. Untuk meningkatkan mutu pendidikan STIE-STIH Yappas, pihak yayasan melakukan kerjasama dengan pemerintah dan perguruan tinggi lainnya. Serta memberikan dispensasi atau bantuan bagi karyawan dan dosen yang ingin melanjutkan kuliah baik strata 1, strata 2 dan strata 3. Dan untuk memotivasi mahasiswa guna mencapai tujuan akhir, mahasiswa juga berpeluang mendapatkan beasiswa dari yayasan, Kopertis dan juga pemerintah. Disamping itu, saat ini

STIE Yappas berencana akan membuka program studi akuntansi yang sekarang ini sedang dalam proses perizinan. Agar tercapainya kualitas pendidikan di Perguruan Tinggi Yappas, pihak yayasan melengkapi sarana dan pra sarana penunjang aktifitas kampus. Seperti gedung perkuliahan, perpustakaan, sarana olah raga, mushalla dan fasilitas media pembelajaran. Pihak yayasan juga menyadari bahwa fasilitas yang tersedia masih jauh dari kebutuhan yang diharapkan. Oleh sebab itu, yayasan berharap bantuan dari segala pihak, baik moril maupun materil, sehingga visi dan misi

Perguruan Tinggi Yappas dapat tercapai. Dari usaha yang telah dilakukan di atas, maka kepercayaan masyarakat terhadap Yappas ikut meningkat. Hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun. Saat ini, jumlah mahasiswa STIE dan STIH lebih kurang 1.300 orang. Sebelumnya dilakukan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Rektor ITI Denpasar Dr. HM. Busrizalti, SH, MH dengan judul Menggugat Sistem Demokrasi Demi Keadilan dan Kesejahteraan. (h/tos/wel)

Kepengurusan Forkappas Dilantik LUBUK SIKAPING, HALUAN — Bupati Pasaman diwakili Sekretaris Bappeda Pasaman Drs. Mul Yatmin, melantik pengurus Forum Kabupaten Pasaman Sehat Saiyo (Forkappass) di aula Dinkes Pasaman, Rabu (8/12). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pasaman melalui Kepala

Dinas Kesehatan Dra. Hj.Yusnimar,A.Pt menyampaikan, forum yang terbentuk itu adalah dalam rangka mensukseskan Pasaman Sehat 2014. Sebelumnya sejak tahun 1997 lalu, kegiatan yang berskala dengan mengaktifkan forum telah berjaan, Namun tahun 2003 baru terbentuk untuk Kabupaten

Pasaman. Kegiatan yang terlaksana mencakup tercapainya program kabupaten sehat yang dimulai dari pelaksanaan percontohkan ditingkat nagari, seterusnya pembinaan berkelanjutan terhadap daerah-daerah percontohan sebagai pilot project untuk program kabupaten sehat.

Kepengurusan Forum Kabupaten Pasaman Sehat Saiyo (Forkappas) yang baru bertekad mensukseskan Pasaman Sehat 2014 atos indria

“Jadi mereka yang terlibat didalam forum adalah yang peduli dengan masalah kesehatan, yang sifatnya sosial, dan juga memiliki komitmen dan independensi,” terang Yusnimar. Pihaknya juga berharap agar pengurus yang telah dilantik bisa eksis. Lahirnya Forkappass adalah sebagai wujud kebersamaan. Dengan terbentuknya forum tersebut, diharapkan mampu menjalin kerjasama antar masyarakat, pemda dan pihak swasta, serta dapat menampung aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah secara seimbang dan berkelanjutan dalam mewujudkan sinergi pembangunan. Selanjutnya kata Yusnimar, terwujudnya kondisi yang kondusif bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas sehingga mampu meningkatkan kehidupan masyarakat. Hal yang sama juga dikemukakan Ketua Fokappass melalui Sekretaris Atos Indria, S.Pd. Dalam laporannya Atos menyebutkan, sejak terbentuk tahun 2003

lalu hingga terbentuknya kepengurusan yang baru ini, ke depan program Forkappass diharapkan dapat dilanjutkan bahkan ditingkatkan kembali. Sampai saat ini sudah 10 kecamatan yang sudah membentuk Forum Nagari Sehat. Artinya, tinggal dua kecamatan yakni Duo Koto dan Mapattungul Selatan yang belum membentuk Forum Nagari Sehat sebagai ujung tombak dalam tercapainya indikator kabupaten sehat. Dalam kegiatan yang dihadiri seluruh pengurus baru itu, juga dipaparkan tentang pedoman penyelenggaraan kabupaten sehat dengan pemateri dari tim pembina yakni Sekretaris Bappeda Drs. Mul Yatmin. Seterusnya dilakukan dialog dan diskusi yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Berikut susunan pengurus Forkappass Ketua Drs.Syafrilal, Wakil Ketua Rusma Azwar, BSc, Sekretaris Atos Indria, S.Pd, Wakil Sekretaris Fauziah N, A.Md, Bendahara Hj. Asmaili Kasuma. (h/tos/wel)

Alternatif Wisata di Kota Lubuk Sikaping Oleh : Ade Yandra Tarigan S.Sos

Rimbo Panti, salah satu objek wisata yang terdapat di Kabupaten Pasaman.

PERNAHKAH ANDA berpikir, kalau datang ke Lubuk Sikaping kemana akan pergi berwisata? Banyak potensi pariwisata yang hemat penulis terdapat di Kota Lubuk Sikaping sebagai ibu kota Kabupaten Pasaman. Salah satunya menyusuri jalan alternatif di belahan barat Kota Lubuk Sikaping. Inilah potensi pariwisata Lubuk Sikaping yang bagi penulis cukup menarik untuk ditelusuri. Perjalanan diawali dari Kampuang Jambak yang berjarak kurang

net

lebih 3 kilometer dari Kota Lubuk Sikaping. Di Jambak ini lebih dahulu anda harus menikmati kesejukan di Lubuk Mutiara yang terletak di ujung kampung ini. Dijamin akan memberikan nuansa berbeda pada pengunjungnya. Lubuk Mutiara yang jernih mengundang kita untuk menikmati kesejukan airnya dengan memanjakan diri berendam di air Lubuk Mutiara yang jernih. Nuansa segar akan terasa ketika kita keluar dari lubuk yang ten-

ang ini. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri jalan yang setengah beraspal menuju kampung Padang Sarai. Hutan yang lumayan asri, kebun rakyat dan mata air panas alami adalah panorama yang akan membuat mata dan kepala menjadi dingin. Dari jalan ini kita akan dapat menikmati Kota Lubuk Sikaping dari jauh. Dengan liku-liku Batang Sumpur, Anang, dan Panapa yang menambah indahnya bagian bumi sebelah utara Sumatera Barat ini. Belum lagi suara kicau burung dan suara binatang liar yang menambah nuansa alam kian terasa. Sekitar 10 kilometer menempuh perjalanan, kita akan bertemu kampung asri yang bernama Padang Sarai. Pemukiman yang konon adalah penduduk asli masyarakat Lubuk Sikaping ini tertata rapi dengan ruas jalan yang teratur membelah kampung. Sebuah tata ruang kampung yang cukup memikat. Menyusuri lagi jalan tembus yang belum beraspal beton secara penuh ini, kita akan dibawa ke Kampung Tengah dan

Kampung Padang yang tidak kalah dengan Padang Sarai dan Jambak. Nuansa Kampung amat terasa ketika kita berinteraksi dengan masyarakat setempat. Nikmatilah pesona Pasaman dari sisi ini. Kita akan mengerti bahwa Pasaman tidak segarang namanya. Masih menuju utara, kita nanti akan bertemu dengan persimpangan jalan, satu menuju Talu dan satunya lagi menuju Dalik. Apabila kita menyusuri jalan tembus menuju Talu, maka akan dijumpai panorama yang luar biasa. Jalan yang akan dilewati memang lumayan berbelok dan bergelombang. Namun, jerih akan terbayar ketika kita sampai disalah satu pendakian yang cukup curam. Kembali akan terlihat pemandangan Kota Lubuk Sikaping dan sekitarnya dari sudut yang lain. Semakin terasa bahwa, negeri ini menyimpan pesona yang luar biasa. Hamparan sawah yang sangat luas dan pemandangan kaki bukit barisan seolah-olah menginjakkan kakinya di Kota Lubuk Sikaping. Sangar namun anggun untuk dinikmati.

Masih berminat? Telusuri lagi jalan ini, kita akan menikmati flora fauna Pasaman yang beragam seperti burung Anggang, Murai, Elang dan mungkin juga carnifora liar yang sewaktu-waktu memperlihatkan dirinya. Belum lagi hutan yang relatif perawan yang diselingi ladang penduduk yang masih terlihat tetap memperhatikan aspek lingkungan yang terjaga. Dalam perjalan kita akan bertemu juga dengan pemukiman masyarakat Kampa yang terletak di pinggir jalan. Masyarakat yang masih terisolasi ini relatif ramah dan terbuka pada pendatang. Kehidupan mereka begitu sederhana. Rumah-rumah sebagian besar masih terbuat dari kayu. Tanpa listrik apalagi teknologi, mereka hidup begitu bersahaja. Jangan heran apabila anda mendapatkan cara mandi mereka yang masih tidak mempertimbangkan unsur kesopanan dan hanya dilakukan di bandar ditepi jalan. Inilah bagian lain dari

masyarakat kita yang butuh perhatian dari masyarakat yang lebih modern. Apabila anda masih penasaran, lanjutkan terus perjalanan. Kira-kira pada kilometer 12 kita akan menemukan hamparan kebun teh yang berada dipuncak bukit. Perkebunan peninggalan Belanda ini masih terlihat rapi dan terjaga. Sebuah pemandangan buatan manusia yang cukup membuat lelah dalam perjalanan yang lumayan jauh ini. Apabila ditelusuri terus, maka kita akan bertemu dengan nagari tetangga Pasaman yaitu Talu yang sudah masuk ke Pasaman Barat. Apabila anda ingin kembali ke Lubuk Sikaping lagi maka disarankan melewati persimpangan di Kampung Padang tadi. Tembus menuju Kampung Dalik yang akan membawa kita kembali ke jalan Lintas Sumatera. Inilah alternatif wisata di Kota Lubuk Sikaping, murah meriah dan cukup memuaskan jiwa petualang para penikmat alam yang rindu dengan nuansa alami. Jadi siapa bilang Lubuk Sikaping tidak memiliki tempat Pariwisata. (***)


JUMAT, 10 DESEMBER 2010 M 4 MUHARRAM 1432 H

Gaya dan Hiburan Krim Tabir Surya Cegah Melanoma

23

Rambut Sehat Bebas Ketombe

Penggunaan krim tabir surya secara teratur dapat mencegah melanoma pada orang dewasa, demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Queensland di Australia. SEPERTI dikutip dari Zee News, penelitian ini melibatkan 1.621 warga Australia yang dipilih secara acak dan kemudian dibagi menjadi dua bagian. Bagian

pertama dari peserta tersebut diwajibkan untuk memakai krim tabir surya setiap harinya dan bagian lainnya tidak diwajibkan. Setelah 15 tahun ditemukan mereka yang menderita melanoma berasal dari peserta penelitian yang tidak menggunakan krim tabir surya setiap harinya. “Penelitian ini memberikan jaminan kepada para profesional di bidang medis mengenai penerapan metode pencegahan melanoma menggunakan krim tabir surya.

Walaupun tak dapat dijadikan solusi utama dalam pencegahan melanoma, hasil penelitian ini,” kata Adele Green, Pimpinan Penelitian Universitas Queensland. Diketahui dari beberapa sumber, Melanoma adalah sejenis kanker kulit berbahaya yang bersifat agresif dan menyebar dengan cepat. Kanker ini timbul di sel-sel yang memproduksi pigmen melanin, yaitu pemberi warna pada kulit. Melanoma lebih mematikan jika muncul di area kulit kepala atau leher. Seringkali melanoma agak sulit dibedakan dengan luka biasa yang bukan kanker. Namun jika bisa didiagnosis sejak dini, maka risiko yang diakibatkan bisa diminimalisasi. (h/atv/*)

Ruang Sempit Berkesan Luas SALAH satu cara untuk memanfaatkan ruang sempit untuk ruang keluarga adalah dengan memberikan kesan luas. Desain simple dan modern sangat cocok untuk memberikan kesan luas pada ruangan yang sempit. Kesan luas tersebut, dapat dilakukan dengan beberapa cara. Antara lain, memberikan warna cerah pada dinding. Anda bisa menggunakan warnawarna pastel dan usahakan hanya satu warna, sehingga tidak terkesan terkotak-kotak sehingga malah memberikan kesan sempit. Menghindari aksesoris berkebihan pada ruangan keluarga Anda, terutama pada dinding Anda. Memasang foto keluarga atau lukisan boleh saja asal tidak berlebihan, yang jelas kesan ramai hanya akan memberikan kesan sempit, kesan kosong memberikan kesan luas. Untuk lighting ruangan sebisa mungkin mendapatkan pencahayaan yang cukup, semakin terang semakin memberikan kesan luas, tapi untuk lighting tergantung selera aja

untuk anda yang berjiwa romantis, sedikit meredupkan pencahayaan boleh saja asal tidak terlalu redup sehingga ruangan terkesan sempit. Dan yang terakhir dan yang paling terpenting adalah pemilihan furniture dan barang elektronik untuk ruang keluarga anda untuk mendukung desain simple dan modern dan memberikan kesan luas, furniture anda harus simple dan sebisa mungkin disesuaikan proporsinya dengan ukuran ruang keluarga anda, dianjurkan untuk memakai custom furniture sehingga akan sangat cocok dengan keadaan ruang keluarga anda. Untuk barang elektronik usahakan untuk memilih yang tidak terlalu banyak memakan ruang dan sesuai dengan tema ruang keluarga yang simple dan modern. Anda juga tidak usah ragu untuk memodifikasi warna, furniture, corak, dari design interior ruangan tiap-tiap sudut rumah Anda. Anda dapat menginspi-

rasikan pikiran Anda untuk dituangkan ke dalam interior rumah Anda yang tidak terlalu luas. Misalnya Anda bosan dengan dinding yang memang sudah diberi cat dengan warna yang lembut dan cerah teta-

pi pada semua sisi dinding polos. Selain itu Anda tidak perlu ragu untuk memasangkan wallpaper yang bercorak tidak terlalu ramai dan berwarna soft atau lembut , yang dipasangkan pada satu sisi dinding saja, tidak

Siti Izzati Azis

Keluarga dan Politik Sama Penting MESKI berkecimpung di kancah politik Ranah Minang, dan kini telah menjadi wakil rakyat di gedung DPRD Sumbar, namun Siti Izzati Aziz tetap seorang ibu yang selalu menyediakan waktu bagi suami dan keempat anaknya. Pandai mengatur waktu, dan selalu menuntaskan urusan keluarga sebelum terjun ke masya-

rakat, menjadi komitmennya. Putri H.Abdul Aziz Shaleh Tuanku Mudo pendiri NU di Sumbar ini, memang selalu menomorsatukan keluarga. Agar tugasnya sebagai wakil rakyat tidak terganggu, maka Siti selalu mengatur jadwal hariannya. Waktu harus diatur dengan ketat, katanya Alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Unand tahun 1993 ini. “Keluarga dan politik, sama-sama penting dalam kehidupan saya. Namun, bagaimana pun sibuknya, keluarga tetap nomor satu,” begitu komitmennya. Walau demikian, tak pula dapat dipungkiri bila istri Ir.Nurman ini kadang kala harus meninggalkan keluarga untuk waktu beberapa lama.

Sebagai wakil rakyat, tentunya dia harus menyerap aspirasi yang disampaikan. Tak cukup menerimanya di gedung dewan, tetapi juga langsung turun ke lapangan. Dan semuanya dapat berjalan lancar karena suami dan anak-anaknya memberikan dukungannya. Menurut Anggota Komisi IV DPRD Sumbar ini, wanita yang aktif atau wanita karir itu adalah wanita yang dapat memberikan waktu dan energinya secara seimbang antara keluarga dan masyarakat. Jangan pula karena karir keluarga menjadi berantakan, atau sebaliknya lebih memilih di rumah saja mengurus keluarga dan tidak terlibat dengan aktifitas kemasyarakatan. Menurut Ibunda dari Ahmad Iqbal Mughni (17), Ahmad Istiqlal Ahlunnazak (15), Ahmad Irsyad Shiddiq (12) dan Ahmad Imron Hidayat (10) ini, kaum perempuan harus meningkatkan kemampuan dirinya. Sebab semua perempuan memiliki potensi yang besar dalam dirinya yang dapat dikembangkan. Walau bukan publik figur, tetapi perempuan adalah teladan bagi keluarganya, bagi anak-anaknya, apapun jenis

kesemua sisi dinding ruangan. Hal ini untuk membuat ruangan tersebut tidak terlihat tambah sempit tetapi juga tidak terlihat terlalu monoton karena dinding ruangan terlihat polos. (h/atv/*)

pekerjaan yang digelutinya. Lihat saja kaum perempuan yang berjibaku di Pasar Raya Padang. Belum lagi adzan Subuh berkumandang, perempuan perkasa itu sudah ada di pasar, mengais rezeki, berdagang segala macam jenis dagangan.Mereka melakoni emansipasi wanita yang melampaui batas-batas kemampuannya sebagai perempuan. Semuanya demi kelangsungan hidup, demi anak-anak dan demi masa depannya. Tiba-tiba Siti termenung. Ada hal lain yang mengusik hatinya. Kaum perempuan yang menggeluti pekerjaan sektor informal ini, tidak mendapat perlindungan hukum. Imbalan yang diterima tak sebanding dengan waktu dan tenaga yang dikeluarkan. Sistem pengupahan sektor informal masih rendah, tidak terjamah aturan. Sementara mereka yang berhasil menembus pekerjaan sektor formal, tak banyak. Karena itu pula kenaikan Upah Minimum Propinsi (UMP) Sumbar tahun 2011 yang kini menembus angka Rp1 juta/ bulan, tidak akan dapat mereka nikmati. Selain itu, ancaman kekerasan juga kerap menginggahinya. Dia telah berupaya memperjuangkan nasib mereka yang berkecimpung di sektor ini. Salah satunya memberikan penyadaran agar mereka tak terjebak perlakukan kekerasan terhadap perempuan. Hal lain yang juga menam-

SERPIHAN putih di kepala atau ketombe bisa sangat merusak penampilan. Gangguan kulit kepala ini merupakan salah satu penanda adanya ketidakseimbangan dalam tubuh. Bila tak diatasi, ketombe menimbulkan gangguan lebih parah seperti kerontokan rambut atau luka di kulit kepala. Cara mengatasi ketombe yang paling tepat menurut Times of India, adalah mengatur pola makan. Makan menu seimbang dengan kandungan seng, asam lemak omega-3, vitamin E dan B membantu menguatkan kulit kepala dan mencegah ketombe. Batasi pula makanan yang mengandung ragi dan gula. Minyak dalam rambut tak selamanya buruk. Bila kadar minyak dalam rambut normal, rambut akan bebas ketombe. Sehingga disarankan tidak mencuci rambut setiap hari. Hal lain untuk menghindari ketombe adalah penggunaan produk kecantikan seperti hairspray, mousse dan gel yang bisa menyebabkan kulit kepala kering, gatal dan mengelupas. Gunakan sampo anti-ketombe, tetapi pastikan Anda tahu apa yang ‘bahan aktif’ di dalamnya. Bila ingin mencoba pencuci rambut yang lebih alami, bahan dengan kandungan asam seperti jus lemon, baking soda, daun teh atau cuka sari apel juga dapat digunakan. Namun sebaiknya berkonsultasi dengan ahli kecantikan atau dokter sebelum menggunakan perawatan alami yang sesuai dengan kondisi kulit kepala. (h/atv/*)

Jika si Kecil Suka Ngompol Penyebab masih ngompol anak biasanya diakibatkan oleh toilet training yang terlalu dini, karena ternyata melatih si kecil toilet training teratur terlalu dini membuat anak memiliki kebiasaan mengompol di kemudian hari. Atau juga, mengabaikan toilet training. Jika anak tidak dilatih untuk buang air kecil karena kurangnya perhatian orang tua akan membuat si kecil untuk pipis sembarangan alias mengompol. Dengan mengompol si anak akan mendapat perhatian orang tua walau sebentar. Perhatian yang berupa amarah atau mengurusnya sering kali dinikmati sang anak karena biasanya ia tidak diperhatikan. Coba dekati anak anda dengan berbicara baik-baik dan tidak memaksa, tapi mengingatkan si kecil untuk buang air kecil. Ingat, orang tua yang memaksa dan mengingatkan sangat berbeda dan efeknya juga akan berbeda pada psikologis anak. Bersabarlah. Kebiasaan ngompol juga bisa disebabkan gangguan emosional. Biasanya anak-anak yang mengalami gangguan emosional yang muncul di rumah atau di lingkungannya akan memicu anak untuk mengompol. Biasanya anak-anak yang mengalami ketegangan, ketakutan dan stress mengalami hal ini. Jika anak anda mengalaminya, segera cari tahu masalahnya dan tenangkan dirinya. Hindari anak untuk merasa stress. Faktor organik dalam tubuh, juga berkaitan dengan organ tubuh si anak, terutama saluran kencingnya, ada anak yang saluran kemihnya gampang sekali terangsang sehingga sebentar sebentar ia bisa buang air kecil dalam jarak waktu yang berdekatan. Kurang cepatnya si anak untuk pergi ke toilet dapat menyebabkan ia gampang sekali mengompol. Untuk mengatasinya, Anda bisa menerapkan beberapa hal. Antara lain, tidak mengabaikan toilet training, jangan menghukum atau memarahi si anak karena akan membuat si kecil merasa bersalah dan tegang, hindari keinginan untuk menghukum si kecil sejauh mungkin. Atau, mengajaknya bicara, katakan mengompol bukanlah suatu penyakit, tapi sebuah kebiasaan, jadi ia bisa terbebas dari masalah mengompol jika si kecil mau lebih berusaha.Komunikasikan hal ini dengan penuh kasih saying, sehingga anak memiliki hasrat yang kuat untuk keluar dari kebiasaan yang satu itu. (h/atv/*)

bah tingkat keprihatinannya adalah penyebaran virus mematikan HIV AIDS di Sumbar yang cendrung meningkat. Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumbar inisemakin gusar, ketika mengetahui virus mematikan tersebut ternyata sudah merambah seluruh kabupaten/kota di Sumbar dan kaum perempuan rentan tertular. “Kaum perempuan terutama para ibu harus betul-betul membentengi keluarganya dengan agama. Hanya dengan mengamalkan ajaran Islam kita dapat terhindar dari virus tersebut,” katanya.

ilmu agama menjaga keluarganya, peliharalah tingkah laku dan jagalah keharmonisan rumah tangga, tingkatkan komunikasi antar anggota keluarga,” kata ibunda Tanamkanlah pendidikan agama sejak dini pada anak. Sehingga anak memiliki pengetahuan yang cukup tentang hal baik dan tidak baik yang dilakukannya. Jangan sekali-kali mendekati narkotika atau perlakuan seks bebas. Dengan bekal pendidikan keagamaan pula, dia membesarkan keempat anaknya. (devi diani)


JUMAT, 10 DESEMBER 2010 M 4 MUHARRAM 1432 H

Iklan 24


haluan-10Des2010