Issuu on Google+

HUKUM & HAM

SENIN 10 MARET 2014

GARANSI NEWS

11

Kasus Century

JK: Boediono Harus Tanggung Jawab

M

ANTAN wakil presiden Jusuf Kalla mengatakan Boediono sebagai bekas Gubernur Bank Indonesia seharusnya memiliki tanggung jawab terhadap proses pengucuran dana talangan Bank Century. “Sebagai pemimpin tertinggi di lembaga pemerintahan itu, tentu ada pertanggungjawaban,” ujar JK saat ditemui di kantornya, gedung Cyber 2, Kuningan, Jakarta, Rabu, 5 Maret 2014.

Menurut JK, kasir Bank Indonesia tidak mungkin mengeluarkan anggaran begitu besar tanpa ada persetujuan atasannya. Adapun atasan si kasir, kata dia, juga memerintahkan anak buahnya lantaran mendapat izin dari bos tertingginya, yaitu Gubernur BI. “Pertanggungjawaban bukan berarti kriminal, selama bisa dijelaskan uang itu dimanfaatkan untuk apa,” ujar Ketua Palang Merah Indonesia itu. Nama Wakil Presiden Boediono disebut dalam dakwaan Budi Mulya, mantan Deputi Gubernur Bank Indo-

nesia yang terlibat dalam pengucuran dana talangan Bank Century Rp 6,7 triliun. Bahkan Boediono yang juga mantan Gubernur BI dianggap ikut bertanggung jawab dalam pengucuran dana yang dianggap tidak wajar itu. Ia juga disebut ikut bersama-sama Budi Mulya melakukan penyalahgunaan kewenangan. Kalla, yang saat pengucuran dana talangan mengaku tidak ikut dilibatkan, berharap persidangan Budi Mulya bisa menjelaskan semua kejanggalan proses pengucuran dana talangan tersebut. Ia

sendiri melihat ada prosedur janggal karena dana pinjaman ke Bank Century yang awalnya disetujui Rp 670 miliar mendadak ditingkatkan menjadi Rp 2,1 triliun dan berakhir menjadi Rp 6,7 triliun. “Prosesnya, Sabtu subuh diputuskan Rp 670 miliar, tetapi kenapa hari Senin total pinjaman yang diberikan Rp 2,7 triliun, ini menunjukkan ada proses pada waktu libur Sabtu-Minggu,” ujarnya memerinci kejanggalan keputusan BI tersebut. (*)

Masuk Dakwaan, Boediono Klaim Belum Tentu Bersalah JURU bicara Wakil Presiden, Yopie Hidayat, menilai wajar nama Wakil Presiden Boeidono masuk dalam dakwaan tersangka kasus korupsi  bailout  Bank Century Budi Mulya. Ia mengklaim nama tersebut tercantum hanya sebagai informasi atau keterangan untuk merekonstruksi peristiwa. “Boediono saat itu Gubernur Bank  Indonesia, tentu saja disebut karena bertanggung jawab membuat keputusan. Tapi apakah yang di dalam dakwaan pasti bersalah?” kata Yopie di kantor Wakil Presiden, Kamis, 6 Maret 2014.

Budi Mulya Didakwa Korupsi Bersama Boediono BUDI Mulya, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), didakwa bersama-sama Boediono, mantan Gubernur BI yang kini menjabat Wakil Presiden, melakukan korupsi dalam pemberian fasilitas pendanaan jangka pendekBank Century. Dakwaan itu dibacakan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara bergantian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 6 Maret 2014. “Terdakwa selaku Deputi Gubernur BI menyalahgunakan wewenang dalam jabatannya secara bersamasama dengan Boediono selaku Gubernur BI, Miranda S. Goeltom selaku Deputi Senior BI, Siti Fadjriah selaku Deputi Gubernur Bidang 6, Budi Rochadi almarhum selaku Deputi Gubernur Bidang 7, Robert Tantular, dan Harmanus H. Muslim,” kata jaksa penuntut K.M.S. Roni saat membacakan surat dakwaan Budi. Sedangkan dalam penetapan status Bank Century sebagai bank berdampak sistemik, Budi disebut melakukan perbuatan melawan hukum bersama-sama dengan empat orang lainnya. Mereka adalah tiga deputi Gubernur BI, yaitu Muliaman Hadad, Hartadi Agus Sarwono, Ardhayadi Mitroatmodjo, dan Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Raden Pardede Budi. (*)

Ia menyatakan tak ada yang istimewa mendengar nama Boediono masuk dalam dakwaan para tersangka kasus Century. Ia pun meminta  agar media  dan masyarakat tak langsung membuat lompatan kesimpulan yang terlalu jauh dengan menuding Boediono turut bersalah. “Keputusannya diambil secara bersama-sama. Tapi yang dihukum adalah orang-orang yang mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri atau orang lain dari keputusan itu. Yang terbukti korupsi atau memanfaatkan jabatan.” Yopie juga menyatakan Boediono mengklaim keputusannya terkait dengan  Bank Centurysangat profesional dan bijaksana. Mantan Gubernur Bank Indonesia itu mengklaim keputusannya selalu berdasarkan pertimbangan utama, yaitu kepentingan negara.  “Tak ada niat sedikit pun Boediono memanfaatkan keputusan. Boediono mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menyelesaikan masalah ini.” Jaksa penuntut umum menda-

kwa Budi Mulya sebagai Deputi Gubernur BI telah menyalahgunakan wewenang secara bersama-sama dengan Gubernur BI Boediono, Deputi Senior BI Miranda Goeltom, Deputi Bidang 6 Siti Fadjriah, Deputi Bidang 7 Budi Rochadi, Robert Tantular, dan Harmanus H. Muslim. Dalam penetapan status Bank Century sebagai bank berdampak sistemik, Budi juga didakwa melakukan perbuatan melawan hukum bersama-sama dengan tiga Deputi Gubernur BI, yaitu Muliaman Hadad, Hartadi Agus Sarwono, dan Ardhayadi Mitroatmodjo, serta Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan Raden Pardede Budi. Tindakan Budi didakwa telah memperkaya diri sebesar Rp 1 miliar, memperkaya pemegang saham Bank Century Hesham Telaat Mohamed Besher Alwarraq dan Rafat Ali Rivzi sebesar Rp 3,11 triliun, memperkaya Robert Tantular sebesar Rp 2,75 triliun, dan memperkaya PT Bank Century sebesar Rp 1,58 triliun. (*)

SBY Diharapkan Sikapi Terseretnya Boediono di Century GN – JAKARTA, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diharapkan  serius  dan tanpa intervensi dalam menyikapi kasus  Bank Century  yang menyeret Wakil Presiden Boediono. Sikap SBY yang menyebut tidak akan mengintervensi kasus yang menjerat mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dalam kasus Hambalang diharapkan bisa terulang kembali. “Satu hal, presiden harus konsisten soal Boediono dalam kasus Century ini. Ketika Anas terserempet kasus gratifikasi Hambalang, SBY mengatakan harus fokuspada hukum, tidak ada intervensi. Nah, pernyataan ini perlu didorong juga. Saatnya presiden mengatakan fokus juga terhadap kasus hukum Boediono ini,” kata pakar komunikasi politik Hery Budianto dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya FM “Century Bikin Ngeri” di Jakarta, Sab-

tu (8/3/2014). Sebagai kepala negara yang baik, menurut Hery, SBY harus tegas dalam menyikapi kasus yang menyeret pasangannya ini. Jika memang SBY ingin dikenal sebagai pemimpin yang anti-korupsi, SBY harus membiarkan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. “Setidaknya jangan diintervensi lah,” tambah Hery. Dia menambahkan, kasus Century ini memang tidak bisa dilepaskan begitu saja dari aspek politik. Meskipun pada dasarnya adalah kasus hukum, tetapi aspek politik akan terus menyeruak ke permukaan. “Ini menarik tentang Bank Century, pertarungan politik kasus Bank Century dalam  media massa. Kasus Century ini memang tidak bisa lepas dari politik. Ini pada akhirnya menyeruak lagi masuk ke arena politik. Par-

tai-partai ini kan mencari panggung baru,” ujarnya. Seperti diberitakan, dalam surat dakwaan terhadap Budi Mulya selaku Deputi Gubernur Bank  Indonesia, nama semua anggota Dewan Gubernur BI yang saat itu menjabat disebut. Wakil Presiden Boediono yang saat itu menjabat Gubernur BI

Sementara itu, Hartadi Sarwono selaku Deputi Gubernur BI, Muliaman Hadad selaku Deputi Gubernur BI, dan Ardhayadi Mitroatmodjo selaku Deputi Gubernur BI dianggap bersama-sama Budi Mulya terlibat dalam penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Staf Khusus Presiden Bidang Informasi Heru Lelono menyatakan, Presiden menyerahkan kepada aparat hukum untuk bekerja secara profesional. Heru juga mengingatkan, bisa saja nama Boediono tertulis di dalam dakwaan. Namun, hal itu tidak boleh diartikan langsung seolah Boediono terlibat atau bersalah. Sebuah kebijakan tidak boleh langsung dianggap kejahatan kecuali di dalam pelaksanaannya ada pihak yang menyelewengkan kebijakan itu. (Net)

pun disebut hingga 67 kali. Budi Mulya bersama Boediono selaku Gubernur BI,  MirandaGoeltom selaku Deputi Gubernur Senior BI, Siti Fadjrijah selaku Deputi Gubernur BI, dan Budi Rochadi selaku Deputi Gubernur BI terlibat dalam pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP).

LOWONGAN KERJA PERUSAHAAN KONFEKSI MEMBUTUHKAN

LOWONGAN KERJA Dibutuhkan Segera TENAGA FREELANCE Hubungi: Intan Hp: 082127597705

Tenaga Finisihing & Pramuniaga

Hubungi: 022- 70778368

DIBUTUHKAN SEGERA UNTUK POSISI SEBAGAI: 1. REPORTER 2. MARKETING 3. BAGIAN SIRKULASI

DENGAN KUALIFIKASI:

HUBUNGI:

082-115-027-216 EMAIL:

garansinews@yahoo.co.id

1. PRIA & WANITA 2. USIA MAKS 30 TAHUN 3. PENDIDIKAN MIN SMA 4. JUJUR, ULET, KREATIF, DAN BERTANGGUNG JAWAB 5. PUNYA KENDARAAN BERMOTOR DAN SIM C 6. PENGALAMAN TIDAK DIUTAMAKAN


11 100314