Issuu on Google+

KAB BANDUNG

SENIN 10 MARET 2014

GARANSI NEWS

9

Antisipasi Kerawanan Sosial Jelang Pileg

GN-Kab Bandung, Untuk mengantisipasi kerawanan sosial jelang pelaksanaan pemilihan umum legislatif (Pileg) 9 April 2014, jajaran Polsek Majalaya menghadirkan para ketua partai politik (parpol) peserta pemilu yang ada di Kec. Majalaya, Kab. Bandung, beberapa waktu lalu, disamping menjalin komunikasi dengan 11 Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang ada di 11 desa di Kec. Majalaya. Termasuk melakukan survei lapangan ke tempat pemungutan suara (TPS) sekaligus berkomunikasi dengan kelompok panitia

pemungutan suara (KPPS) yang berjumlah 7 orang di masing-masing TPS. Di Kec. Majalaya itu terdapat 111.781 orang hak pilih yang tersebar di 290 TPS di 11 desa di Kec. Majalaya. Demikian dikatakan Kapolres Bandung, AKBP Jamaludin, S.I.K., melalui Kapolsek Majalaya, Kompol Nundang Wahyudin didampingi Wakapolsek Majalaya, AKP Djoko S Wardoyo di ruang kerjanya Jalan Stasiun Majalaya, Jumat (7/3). Menurut Nundang, mengumpulkan para ketua parpol dan jajarannya di Aula Mapolsek Majalaya

Polisi dan TNI Kompak Bersih-bersih Pascabanjir

APBD Kab. Bandung Capai Rp 3,4 Triliun GN Soreang.- APBD Kab. Bandung pada tahun 2014 mencapai Rp 3,4 triliun yang terus naik tiap tahunnya. Peningkatan itu nampak dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kini Rp 544 miliar. “Tiga tahun sebelum-

nya PAD Kab. Bandung baru mencapai Rp 168 miliar, namun kini meningkat drastis sampai Rp 544 miliar,” kata Anggota Komisi D DPRD Kab. Bandung, H. Dadang Supriatna, dalam reses di Kel. Padasuka, Kec. Cimenyan, Rabu

(5/3/2014). Peningkatan APBD Kab. Bandung akibat kinerja pemerintahan terutama Bupati Bandung H. Dadang M. Naser yang terus menggenjot sisi pendapatan. “DPRD juga mendorong peningka-

tan pendapatan sekaligus pengeluarannya harus lebih banyak untuk belanka publik bukan belanja pegawai,” ujarnya. Dia mencontohkan bantuan untuk siswasiswa SMA/MA berupa dana pendamping BOS

Sawah Tercemari Limbah Pabrik

Kab Bandung - Tidak kurang dari 80 anggota Dalmas Polres Bandung, Polsek Dayeuhkolot dan anggota TNI Zipur 3 Siliwangi melaukan aksi bersih-bersih pasca banjir di Kp. Bojongasih, Ds. Dayeuhkolot, Kab. Bandung, Jumat (7/3/14). Aksi bersih-bersih ini dibantu pula warga setempat dan muspika Dayeuhkolot. Satu unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk membersihkan lumpur sisa banjir di perkampungan warga. Selain itu, anggota pun mebersihkan SDN Bojongasih 1 dan 2. Sebelumnya Kapolres

Bandung, AKBP Jamaludin didampingi Kapolsek Dayeuhkolot menyerahkan bantuan sembako bagi warga korban banjir di kecamatan Dayeuhkollot di Mapolsek Dayeuhkolot disaksikan Camat Dayeuhkolot, Eep Syarif Hidayatulloh. Kapolres mengatakan, aksi bersih-bersih dan bantuan sembako ini merupakan kepedulian TNI Polri pada masyarakat, terutama masyarakat yang tertimpa bencana.”Diharapkan aksi ini bisa diikuti oleh instansi dan masyarakat lainnya,” kata kapolres. (net)

Kab. Bandung - Ratusan hektare areal persawahan yang berada di wilayah Kec. Margaasih, Kab. Bandung tercemar limbah pabrik dari Sungai Cibaligo. Selain menurunkan mutu dan kualitas padi, juga mengakibatkan ribuan petani alih profesi. Berdasarkan pantauan, ratusan hektar sawah di Margaasih tercemar limbah industri yang mengalir melalui Sungai Cibaligo yang melintas di wilayah tersebut dari Cimahi menuju Citarum. Selain berwarna hitam pekat, air sungai pun mengeluarkan bau menyengat. Menurut warga Margaasih, H. Indris (59), tercemarnya sawah membuat para petani menderita kerugian materi yang tidak sedikit. Padi yang ditanam meski tumbuh tapi bulirnya sering hampa. “Seperti sekarang, tanamannya memang tumbuh, tapi bulirnya hampa. Jelas petani rugi karena tidak memperoleh panen yang sesuai harapan. Apalagi sawah yang saya garap sekitar satu hektare,” katanya. Areal persawahan tersebut, lanjutnya, sudah lama tercemar. Di musim kemarau, dampak limbah itu sangat terasa. “Pada musim hujan, mungkin airnya bercampur dengan air hujan. Tapi bila musim kemarau, selain

hitam pekat, air terkadang terasa panas,” ujarnya. Keluhan yang sama disampaikan Setia Permana, warga lainya. menurutnya, sawah miliknya tidak bisa ditanami padi karena selalu merugi. “Ditanami juga percuma, karena selalu gagal dan tidak bisa dipanen. Ya, sudah dibiarkan saja,” ujarnya. Toni Hendarto, salah seorang tokoh masyarakat Desa Nanjung menuturkan, pencemaran air Sungai Cibaligo berasal dari pabrik yang berada di wilayah Cimahi. Karenanya, banyak warga yang beralih profesi karena sawah yang digarapnya sudah tidak menguntungkan lagi. “Sekarang banyak petani

yang beralih profesi menjadi pekerja di home industry paving block, cone block, dan buis beton karena sawah yang digarapnya sudah tidak bisa diharapkan lagi,” jelasnya. Kades Nanjung, Dian Irwana membenarkan banyak warganya yang terpaksa harus beralih profesi. Apalagi di desanya, hampir semua sawah tercemar limbah pabrik. “Mereka, terutama yang muda, lebih memilih bekerja di home industry UKM. Karena untuk bertani, sawah mereka sudah tercemar air limbah. Sawah yang tercemar di wilayah Nanjung diperkirakan mencapai sekitar 400 hektare,” katanya. (net)

dari Kab. Bandung sebesar Rp 1,6 juta/siswa. “Kami meminta untuk tahun ajaran 2014/2015 semua siswa SMA/MA harus gratis biayanya, sedangkan SMK memang membutuhkan anggaran lebih banyak,” ucapnya.(*)

Suasana Kampanye Diprediksi akan “Panas” Kab. Bandung Tingkat kerawanan pada pemilihan legislatif (Pileg) 2014 di di Kabupaten Bandung diprediksi akan berlangsung panas. Apalagi Kabupaten Bandung mempunyai wilayah yang luas dan rawan terorisme. “Dalam pelaksanaan kampanye mendatang susananya akan panas. Saling tekan dan saling sudutkan baik di internal maupun eksternal partai politik,” ungkap Bupati Bandung, Dadang M Naser di sela-sela sosialisasi Pileg pada aparatur negara di Kopo Square, Margahayu, Kabupaten Bandung, Kamis (6/3). Dadang mengingatkan warga untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah masing-masing. Pasalnya, kerawanan keamanan jelang pileg menjadi fenomena

saat ini, dimana ada sekelompok orang yang ingin gagalkan pemilu terutama dalam aksi terorisme. “Warga diminta untuk menjaga stabilitas keamanan, selalu berkoordinasi pihak keamanan yang selalu stanby setiap saat,” katanya. Menurutnya, antisipasi kerawanan dengan kesiagaan deteksi dini perlu ditingkatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan momentum. Salah satu deteksi yakni digelarnya sosialisasi pileg kepada seluruh kalangan. “Selain meningkatkan kesiagaan, sosialisasi ini pun untuk meningkatjan jumlah pemilih. Kami sengaja menggandeng Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung untuk sosialisasi kepada semua elemen masyarakat,” paparnya. (net)


09 100314