Page 1

No. 17 THN. V | Edisi Juli - September 2007 | Website: tpj.bpkpenabur.or.id | Email: tpj@bpkpenabur.or.id

TK Lomba Menyanyi Bersama ... 15

Hubungannya Dengan Kesehatan Umum hal ...12

SD Pentas Seni SDK 6 dan SDK 11... 17 SMP Jambore Pramuka Penggalang 2007 ... 18 SMA

to Teach Reading to Young Children ... hal 8

foto: Natan

Jalan-jalan Gratis ke UK ... 21


No. 17 THN. V Edisi Juli - September 2007

JULI

2-7 Pelatihan LEBM 9-11 * Science Camp Bagi Guru IPA SD * Science Camp Bagi Guru Fisika SMP * Pelatihan Matematika Asyik Bagi Guru SD

_____________________________________

_______________________________

PENANGGUNGJAWAB: Robert Robianto

_________________________

Anggota: Iwanho

_________________________

Redaksi: Daisy Imelda Eka Natanael Sih Retno Hastuti

____________________________

Tata Letak: Max. Wahyudiana S.

______________________________

Desain Web: Elan Rilson Saragih

_________________________

Photographer: Eka Natanael Subandi Max. Wahyudiana S. Elan Rilson Saragih Sih Retno Hastuti

Salam sejahtera, Tahun ajaran 2006-2007 baru saja kita lalui. Begitu banyak hal yang telah kita lakukan dengan penuh perjuangan dan berbuah prestasi. Di awal tahun ajaran baru ini, Tabloid PENABUR Jakarta kembali hadir menyapa Anda dengan menyuguhkan tema Kesehatan Gigi dan Mulut. Kita perlu menjaga kesehatan gigi dan mulut karena penyakit gigi dan mulut bukanlah penyakit yang patut disepelekan. Para peneliti telah menemukan berbagai hubungan antara kesehatan gigi dan mulut dengan kesehatan umum. Apa hubungan kesehatan gigi dan mulut dengan kesehatan umum? Simak pembahasannya di edisi ini. Sejak tahun 2005, BPK PENABUR Jakarta membuka program Bilingual untuk jenjang Kelompok Bermain atau Play Group. Metode atau pendekatan yang dipakai adalah menggunakan metode “Phonics”. Artikel “Phonic-Based Approach to Teach Reading to Young Children” di edisi ini memaparkan dengan jelas seputar pembelajaran dengan metode “Phonics”. Jangan Anda lewatkan! Simak juga berbagai artikel menarik, liputan kegiatan BPK PENABUR Jakarta, serta prestasi yang berhasil ditorehkan siswa PENABUR di tingkat regional, nasional dan internasional. Selamat memulai tahun ajaran baru bagi segenap insan PENABUR, tetap semangat dalam berkarya dan Tuhan memberkati.

Penerbit: BPK PENABUR Jakarta

_______________________

Website: tpj.bpkpenabur.or.id E-mail: tpj@bpkpenabur.or.id

1

2

6 9

3

7

4

8

10

11

16

19

MENDATAR:

5

12

13

14

Ingin pasang iklan di

_____________________________________

24-27 Pelatihan Management People Effectively (MPE) Bagi Kabag dan Kasek

_____________________________________

30-31 Pelayanan Kampanye Pencegahan NAPZA dan HIV/AIDS Berbasis Sekolah ke BPK PENABUR Tasikmalaya.

1. Warna dasar yang serupa dengan warna langit. 3. Rapat (sidang) pemimpin agama Kristen. 6. Kata seru untuk menarik perhatian. 8. Universitas Cendrawasih. 9. Angka genap. 10. Bukan. 11. Salah satu media massa. 12. Alat untuk merapikan rambut. 14. Mantan. 15. Rumah Potong Hewan. 16. Dua belas lusin (Inggris). 17. Mata pelajaran di sekolah. 19. Semangka Belanda. 20. Orang yang menjadi pilihan Allah untuk menerima wahyunya.

8 - 9 & 15 -16 * Pelatihan P3K dan Gawat Darurat untuk Guru UKS Jenjang TKK-SLTAK * Field Trip Tim Peer Educator Cegah NAPZA & HIV/AIDS Siswa Jenjang SLTAK

15 17

18

20

Tabloid PENABUR Jakarta? ----------------------------------------------------------------Telepon saja di 5666 965 - 67 eks. 115 dan 113 Hubungi: Nana dan Yudi *Oplah tabloid: 25.000 eks.

19 HUT ke-57 BPK PENABUR

_____________________________________

Telp: (021) 5666965-7, Faks.: (021) 5666970

____________________________

_____________________________________

1- 4 Pelayanan Kampanye Pencegahan NAPZA dan HIV/AIDS Berbasis Sekolah ke BPK PENABUR Tasikmalaya.

____________________________

Alamat Redaksi: Gedung SMUK 1 Lantai 7, Jln. Tanjung Duren Raya No. 4, Jakarta, 11470,

12-14 Pelatihan Character Building SDK 8 dan SDK 9

AGUSTUS

Selamat membaca!

__________________________

_____________________________________

MENURUN:

1. Bulat. 2. United States of America. 4. Pengebalan terhadap penyakit. 5. Orkes (Inggris). 6. Kepanjangan HP. 7. Ibukotanya Jakarta. 13. Berkaitan dengan roh. 18. Alat untuk menulis tinta.

Pemenang TTS No. 16 THN. V Edisi April-Juni 2007 adalah

Sri Mulyati

Vika Mas I Blok G2 No. 21 Jakarta 14460

Redaksi menerima tulisan berupa artikel berbagai topik, kegiatan sekolah PENABUR, puisi, dan cerpen. Tulisan dikirimkan lewat email: tpj@bpkpenabur.or.id. Redaksi berhak melakukan perubahan jika dipandang perlu. Tersedia honor.

Ket. Kulit Muka

drg. Dina Sondang - UKGS BPK PENABUR Jakarta dan Grace - siswi kelas 3 SDK 6.


Renungan

No. 17 THN. V Edisi Juli - September 2007

Kata kunci I Korintus 3:16 dan 6:19 adalah “bait”. Kata bait berasal dari kata naos yang artinya “replika kecil”. Jadi kedua ayat tersebut bisa diterjemahkan sbb: “Tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah replika kecil Allah karena Roh Allah diam di dalam kamu”.

REPLIKA ALLAH

“Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu” (I Korintus 3:16; 6:19)

Yang dimaksud dengan replika adalah bentuk duplikat atau tiruan dari yang asli dan berukuran lebih kecil dari aslinya. Replika memang mirip dengan aslinya tetapi bukan asli. Ia hanya tiruan dari yang asli. Beberapa hal perlu dipahami berkenaan dengan status replika Allah:

1. Replika Allah Tetapi Bukan Allah

Ketika kita disebut sebagai bait Allah, itu berarti kita adalah replika Allah, duplikat Allah, mirip Allah, tetapi harus dipahami sedalam-dalamnya replika Allah bukan berarti Allah. Mirip seperti yang asli tetapi bukan asli. Manusia dicipta serupa dan segambar dengan Allah (imago dei) tetapi manusia bukan Allah. Dosa manusia yang pertama adalah ketika Adam dan Hawa tidak ingin menjadi duplikat Allah tetapi ingin menjadi Allah yang asli. Dari ciptaan ingin menjadi pencipta dan membalik Allahlah yang menjadi duplikat manusia. Seharusnya kesadaran sebagai replika Allah membawa kita lebih rendah hati, tunduk, taat dan sadar siapakah diri kita sesungguhnya di hadapan Allah. Manusia seringkali lupa diri dan lupa posisi. Sebagai contoh, seringkali kita datang ke gereja tidak karena ingin menyembah Tuhan. Yang sering terjadi justru sebaliknya, dibalik sorak-sorai doa dan pujian, kita bukan

sedang meminta tetapi sedang memaksa dan memerintah Allah. Sekali lagi kita hanya replika.

2. Replika Allah adalah Bukti Imanensi Allah

Dalam sejarah bangsa Israel, Allah selalu memberikan tanda-tanda yang menunjukkan kepada manusia bahwa Dia bukan hanya Allah yang jauh tak terjangkau, tetapi juga Allah yang diam, tinggal dan dekat dengan manusia. Tanda pertama adalah tiang awan dan tiang api (Keluaran 13:21). Tanda kedua adalah Tabut Perjanjian (Keluaran 25:10-22). Tanda ketiga adalah Kemah Suci (Keluaran 26, 40). Tanda keempat adalah Bait Suci (I Raja2 5,6,8) Tanda kelima adalah Tuhan Yesus Kristus (Matius 1:23) dan tanda keenam adalah Roh Kudus dalam tubuh orang percaya (I Korintus 3:16; 6:19). Dengan demikian kehadiran orang Kristen dimanapun menjadi cermin Allah atau surat Kristus yang bisa dibaca jelas oleh semua orang (II Korintus 3:3) sehingga semua orang melihat perbuatan kita dan memuliakan Bapa di sorga (Matius 5:16) Mari refleksi diri, apakah perbuatan kita membuat orang memuliakan Tuhan atau menghujat Tuhan. Apakah kehadiran kita sudah menghadirkan syalom bagi lingkungannya? Apakah dimana kita ada, semua orang mendapat berkat dan bersorak haleluyah, dan sebaliknya, dimana kita tidak ada, semua orang kehilangan berkat. Tidak boleh terjadi, dimana kita ada, semua orang tidak mendapat berkat, tetapi ketika kita tidak ada, justru semua orang bertepuk tangan halleluyah.

3. Menjaga dan Menghormati Tubuh Kita.

Konteks I Korintus 3 dan 6 adalah persoalan dimana terjadi perselisihan dan

percabulan. Jemaat Korintus masih manusia duniawi (I Korintus 3:3), mereka masih terbiasa mempraktikkan gaya hidup hedonisme; pesta pora, seks bebas, perselisihan dll. Mereka mengejar kenikmatan tetapi tanpa sadar sedang merusak dirinya sendiri. Dengan tegas Rasul Paulus mengingatkan mereka bahwa tubuh mereka adalah bait Allah, tempat Allah berdiam, karena itu jangan dirusak, jangan cuma mengejar kenikmatan dosa dunia sehingga replika Allah menjadi rusak. Kita harus menyadari bahwa tidak semua dalam kehidupan ini bisa dan boleh kita lakukan. Adakalanya kita boleh melakukan sesuatu tetapi tidak bisa. Adakalanya bisa tetapi tidak boleh. Adakalanya bisa dan boleh. Akhirnya adakalanya tidak bisa dan memang tidak boleh. Yang tersulit adalah ketika kita bisa tetapi tidak boleh. Seorang anak kecil seringkali marah, menangis dan ngambek ketika ingin melakukan sesuatu, tetapi tidak boleh oleh orangtuanya padahal sang orangtua tahu jika perbuatan itu dibolehkan maka akan merusak tubuhnya. Banyak hal yang tidak boleh adalah demi kebenaran dan kebaikan. Kesadaran tubuh kita bait Allah harusnya membawa kita kepada sebuah penyangkalan diri, walau saya bisa berbuat ini dan itu, tetapi jika itu merusak tubuh saya yang adalah replika Allah, maka saya rela untuk tidak melakukannya. Tuhan memberkati kita semua untuk menjaga diri kita, replika Allah dengan sebaikbaiknya.

Pdt. Joseph The To Liong GKI Jatinegara


Guru&karyawan

No. 17 THN. V Edisi Juli - September 2007

Selasa, 15 Mei 2007, pukul 08.30 WIB di RS. OMC Pulo Mas Jakarta, Ruben Budhisetiawan telah kembali ke pangkuan Bapa di surga. Suami dari Narie Budhisetiawan (Tjan Gwat Hiang) ini, kembali ke rumah Bapa di surga dalam usia 82 tahun. Dari pernikahannya, ia dikaruniai lima orang putra/i. Semasa hidupnya, Ruben aktif melayani di BPK PENABUR, MPPK (Majelis Pusat Pendidikan Kristen), UKRIDA, Yayasan Musik Gereja, dan RS Husada. Di BPK PENABUR, pelayanan Ruben dimulai di KPS Jakarta (BPK PENABUR Jakarta) pada tahun 1957-1959 yakni sebagai ketua pertama. Kemudian pada tahun 1974-1980, ia menjabat sebagai Ketua Umum BPK Jabar (BPK PENABUR). Di bawah kepemimpinannya, ia membawa BPK Jabar ke arah formasi BHINEKA TUNGGAL IKA. Maksudnya adalah meskipun BPK PENABUR ada di pelbagai daerah namun tetap satu adanya

Kesan

Para Sahabat Berpulangnya Bapak Ruben membuat keluarga, sanak saudara, dan handai tolan merasa kehilangan. Begitu banyak kenangan dan kasih yang telah dirasakan dari beliau. Bapak Uripto Widjaja (Mantan Ketua BPK PENABUR Jakarta Tahun 1969-1970, 1970-1972, 1975-1977) yang adalah sahabatnya, mengaku sangat kehilangan sosok Bapak Ruben. Saat menerima berita kepergiannya, ia mengatakan, ”Kita telah kehilangan seorang saudara

seperjuangan.” Ibu Liza Surya, Sekretaris Umum BPK JABAR (BPK PENABUR) 1974-1980 (saat itu Bapak Ruben menjabat sebagai Ketua Umum BPK JABAR), juga merasa kehilangan. Di samping peti jenazah, ia menceritakan kenangannya saat melayani bersama Pak Ruben. Ia mengatakan bahwa Pak Ruben dalam kepemimpinannya di BPK PENABUR ingin selalu mengupayakan cinta kasih antarBPK PENABUR daerah. Pengalaman yang berkesan bagi Ibu Liza adalah ketika ia ikut dalam “Safari Monitoring” ke BPK PENABUR Idramayu. Saat itu, rombongan disambut

dengan tari-tarian Indramayu serta nyanyian. Secara spontan, Pak Ruben membuka topi dan menyodorkannya kepada semua yang hadir di tempat tersebut sehingga terkumpullah sejumlah dana. Dana itu tidak diberikan kepada Indramayu, namun kepada BPK PENABUR daerah lain yang lebih membutuhkan. Pak Ruben menegaskan bahwa BPK PENABUR daerah adalah satu tubuh BPK PENABUR. Untuk itu, bila ada salah satu dari BPK PENABUR daerah mengalami kekurangan, hendaknya BPK PENABUR daerah lain yang mampu dapat memberi untuk membantu kekurangan

Aku tidak pernah bermimpi, bahkan memikirkan sekilas pun tidak Apalagi terlintas dalam lintasan mataku Bahwa kepedihanku akan terentaskan Sekejap aku menengok ke belakang, Peluh keringatku sejak pagi hingga malam tak henti di saat kubekerja Demi mempertahankan hidupku dan kedua anakku, serta biaya sekolah yang tersendat Tanpa terpikir rekreasi dan hura-hura Beban semakin terasa ketika anakku sakit, terlena tak berdaya Ke dokter, minum obat, tak kuhitung biayanya Tuhan .... kenapa sesak di dada, penat di kepala belum juga berakhir ? Sayup-sayup kudengar bisikan-Mu PERCAYALAH ... AKU TIDAK PERNAH MENINGGALKANMU ANAKKU Aku menangis, menangis hingga tubuhku berguncang Maafkan aku Tuhan ... Aku percaya pada Kuasa-Mu Hari itu, MUJIZAT-MU menghampiriku bagai petir di sela hujan Ungkapan kepala sekolah sejuk terdengar, hati terasa nyaman Sekelompok orangtua siswa, teman-teman anakku, mengumpulkan dana Oh Tuhan .... sungguh Engkau tidak pernah meninggalkanku sendirian Kau sentuh hati mereka hingga merasakan bebanku Kau tuntun langkah mereka hingga niat tulus mereka Kau wujudkan Semua tunggakan uang sekolah dan cicilan biaya sekolah anakku ke SMP terlunasi Kembali kubersujud di hadapan-Mu ... airmata terus mengalir dan tubuh berguncang Aku berseru ... TERIMA KASIH TUHAN ... imanku pada-Mu tidak pernah sia-sia TERIMA KASIH BAPAK IBU YANG MURAH HATI Kalian MUTIARA-MUTIARA DI SEKOLAH !!! Tiada yang berharga kumiliki, hanya sebuah DOA Tuhan, BERKATI sepanjang hidup mereka sekeluarga, kesehatan, kedamaian, kesejahteraan dan hal-hal lainnya. AMIN. HENNY, Orangtua Siswa SDK I

– satu tubuh BPK PENABUR. Untuk itu, BPK PENABUR kemudian menerapkan subsidi silang antarBPK PENABUR daerah yakni BPK PENABUR daerah yang berkecukupan membantu BPK PENABUR daerah lain yang kekurangan melalui PH BPK PENABUR. Salah satu cara yang ditempuh untuk mengetahui secara langsung kondisi BPK PENABUR daerah adalah dengan mengadakan “Safari Monitoring”. Selain itu, BPK PENABUR juga menyelenggarakan POR BPK PENABUR setiap lima tahun sekali dan menerbitkan media cetak “Karya Wiyata” untuk meningkatkan komunikasi dan kebersamaan antarBPK PENABUR daerah. Sementara itu, di MPPK Ruben melayani selama dua periode sebagai Ketua II, di UKRIDA sebagai Dewan Penasehat YPTK Krida Wacana, di Yayasan Musik Gereja (Yamuger) sebagai Anggota Dewan Pembina, dan di RS Husada sebagai Pengurus Yayasan.

tersebut. Selain itu, Ibu Liza juga mengungkapkan kekagumannya kepada Pak Ruben yang seringkali mau mengeluarkan uang pribadi untuk melakukan“Safari Monitoring”. Penulis (Biretni – Karyawan PH BPK PENABUR) juga mempunyai kenangan manis dengan Pak Ruben. Posisinya yang hanya karyawan biasa bersama suami diminta Pak Ruben untuk mendampinginya saat menghadiri peresmian gedung YPTK Maranatha di Bandung, 17 Juni 2006. Penulis juga terkesan ketika datang melayat (kebaktian tutup peti) di RSAB Harapan Kita, Jakarta, dan melihat begitu banyak pelayat serta

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang kurang mampu, Intellectual Business Community (IBC) yang diketuai oleh Dr. Bayu Prawira Hie (Pheng Lay) – alumnus SMAK 1 1985, Lions Club,

ratusan bunga papan tanda ungkapan duka cita atas berpulangnya Pak Ruben. Dalam kesempatan tersebut, Yamuger mengambil bagian dalam membuat liturgi dan Pdt. Nathan (GKI Layur-Jakarta) membawakan Firman Tuhan.

Pdt. Em. Martin Jonathan (GKI Samanhudi) ternyata juga mempunyai pengalaman berkesan dengan Pak Ruben. Di samping peti jenazah, ia bercerita bahwa ketika menikah, ia mendapat pinjaman mobil pengantin dari Pak Ruben. Pdt. Martin sangat senang dan ketika mendapat tawaran itu ia bertanya kepada Pak Ruben, “Siapa yang menjadi sopirnya?” Langsung dijawab Pak Ruben, “Saya bersedia untuk menjadi sopir”. Dimana ada Pak Ruben, di situ ada keceriaan. Ya ... Pak Ruben memang dikenal sebagai sosok yang humoris. Ia mampu membuat suasana yang kaku menjadi cair dengan humor-humornya

yang jenaka. “Pak Ruben orangnya suka melucu. Ia mampu menghadirkan kegembiraan,” tutur karyawan RS Husada. Kami mengucapkan selamat jalan kepada Pak Ruben. Semoga apa yang baik yang telah beliau lakukan, dapat menjadi teladan bagi kita. Amin.*** (BSW).

Asosiasi Pengusaha Komputer Layak Pakai Nasional (APKOMLA­ PAN), dan Alumni SMAK 1 angkatan 1985 menyelenggarakan Bakti Sosial Pengo­ batan Gratis pada 10 Maret 2007, di Harco Mangga Dua

Jakarta Barat. Se­ lain pengobatan gratis, warga juga dibekali obat dan mie satu kardus. *** __________________ Rita Kurniawan – Wakil Alumni SMAK 1 Angkatan 1985.


Profil

No. 17 THN. V Edisi Juli - September 2007

Sejarah berdirinya Sesuai dengan

namanya, SMP Kristen 2 BPK PENABUR Jakarta adalah SMP yang berdiri nomor dua setelah SMP Kristen 1 di lingkungan BPK PENABUR Jakarta. Dengan demikian, SMP Kristen 2 sudah cukup berumur. Berdiri pada 1 Juli 1950 dengan kepala sekolah yang pertama adalah Bapak Tan King Houw (1951-1952), kemudian berturut-turut Bapak Sayuti Gunawan ( 1952-1960), Ibu E.L. Budi Susanto (19601982), Bapak Kristiadji (1982-1994), Bapak Amiril (1994-2003), Ibu Esther Mukim (2003-2006), dan Ibu Sri Sutjiati (2006sekarang). Pada awal berdirinya, sekolah ini berdinding anyaman bambu dan terbuat dari bahan-bahan bangunan yang sederhana dan murah, yang pada akhirnya cepat rusak karena dimakan rayap. Usaha perbaikan terus dilakukan oleh para pengurus dan guru dengan cara meminta

TINGKAT 2001-2002 2002-2003 2003-2004 2004-2005 2005-2006 2006-2007 BPK PENABUR 1 1 1 1 1 1 Kecamatan 1 1 1 1 1 1 KODYA 3 1 2 1 1 3 DKI 3 1 2 1 2 5 NASIONAL 1 2

Nama Lomba Kompetisi Matematika Dikdas DKI Jakarta

Olimpiade Sains Nasional 2006 (Matematika) Olimpiade Sains Nasional 2006 (Fisika) Cerdas Cermat SMAK III BPK PENABUR Kompetisi Matematika se-Jabar & DKI Universitas Parahyangan Bandung SMUKIZ Competition (Matematika & IPA) Math Competition se-DKI Jakarta John Calvin International School Olimpiade Matematika se-Jabodetabek Universitas Negeri Jakarta Math Competition se-Jabodetabek Global prestasi High School Kompetisi Matematika PASIAD se-Indonesia Kompetisi IPA MGMP Dikdas DKI Jakarta PMR se-BPK PENABUR Jakarta

Hasil Juara umum Juara 1 Juara 2 Juara 3 Harapan 2 Harapan 3 Medali Emas Medali Emas Medali Perunggu Juara 3 Juara 2 Juara 3 Harapan 1 Juara 1, 2 Juara 2

Tahun 2006

Juara Umum, 1

2006

Juara 1

2007

Juara 1 Juara 3 Juara 1

2007 2007 2007

2006 2006 2006 2006 2006 2006

keterlibatan semua pihak terutama orangtua murid. Akhimya, berkat dukungan semua pihak, jadilah gedung SMP Kristen 2 BPK PENABUR Jakarta yang terlihat seperti sekarang, yang berada di Jalan Pembangunan III, No.1 A Jakarta Pusat. Gedung ini masih terlihat aslinya, yang kuno (colonial), kokoh dan memiliki ruang kelas yang sangat khas yaitu dinding luar hanya bertembok setengah sehingga siswa terlihat dari lorong. Hal ini memang bisa sangat mengganggu. Akan tetapi, berkat sistem pendidikan dan pembelajaran yang sangat baik, justru bentuk kelas yang demikian merupakan kelebihan SMP Kristen 2 yang dapat dimaksimalkan. Terbukti, SMP Kristen 2 merupakan the best school di BPK PENABUR Jakarta. Sekarang, seluruh ruang sudah ber-AC dan ruang kelas dilengkapi dengan peralatan pembelajaran modern seperti komputer dan proyektor LCD.

Program Pendidikan Sejak berdirinya sam-

pai sekarang, SMP Kristen 2 dikenal sebagai sekolah yang bermutu dan favorit. Hal ini terjadi karena sampai saat ini SMP Kristen 2 masih peringkat 1 di BPK PENABUR dan selalu menjadi lima besar SMP di DKI Jakarta, bahkan beberapa kali peringkat 1 nasional. Prestasi ini lahir terutama karena sistem pendidikan dan pembelajaran yang diterapkan di SMP Kristen 2 sangat baik, didukung oleh pola kepemimpinan dan SDM, terutama guru yang baik serta berkompeten dalam bidangnya. Penanaman disiplin, kerja keras dan rendah hati yang sejak awal selalu ditekankan pada para siswa, membuat siswa selalu memiliki spirit untuk berusaha dan terus mau maju. Seiring dengan perkembangan zaman dan globalisasi pendidikan, SMP Kristen 2 pun senantiasa berbenah dan memperbaharui sistem yang ada, baik dalam pembinaan spiritual maupun intelektual. Dalam bidang spiritual, retret siswa selalu dilaksanakan dari tahun ke tahun terutama di kelas 8. Di samping itu, kebaktian rutin setiap hari Senin pagi juga selalu dilaksanakan. Sedangkan bagi guru-guru, sebulan sekali ada kebaktian gabungan guru TK, SD dan SMP di kompleks Pembangunan. Untuk membentuk siswa yang pintar dan rendah hati maka aspek pembinaan di bidang kepribadian juga sangat diperhatikan melalui program bina pribadi (Character building), kegiatan ekstrakurikuler, aksi sosial baik kunjungan ke panti asuhan atau panti rehabilitasi maupun kepedulian pada masyarakat yang tidak mampu di sekitar sekolah seperti pengobatan gratis dan pemberian paket sembako. Siswa SMP Kristen 2 juga selalu dibiasakan untuk menghormati siapapun yang lebih tua dan menjaga tutur kata maupun

tingkah laku. Sebagai bentuk kepedulian terhadap siswasiswi sekolah sekitar yang tidak mampu, SMPK 2 secara rutin memberikan beasiswa kepada siswa-siswi di SMP Kristen Tugu, Jakarta Utara. Banyak kegiatan ektrakurikuler di SMP Kristen 2 yang diselenggarakan dengan maksud sebagai wadah pembinaan dan penyaluran hobi siswa, bahkan dalam ekskul PMR dan pramuka SMP Kristen 2 sangat menonjol. Dalam bidang intelektual, SMP Kristen 2 sudah terbukti selalu menjadi juara Ujian Nasional (UN) baik di tingkat PENABUR, DKI maupun nasional. Demikian juga dalam lomba-lomba yang diikuti, siswa SMP Kristen 2 selalu memperoleh kejuaraan. Kedisiplinan guru dan siswa dalam melaksanakan KBM menjadi faktor penting keberhasilan SMP Kristen 2 selama ini. Mengacu kurikulum KTSP dan metode pengajaran CTL (creative teaching learning), siswa senantiasa terpacu untuk selalu mau belajar dan mencari, tidak semata-mata tergantung oleh guru. SMP Kristen 2 sangat terkenal dalam bidang studi Matematika bahkan SMP Kristen 2 identik dengan Matematika. Hal ini terjadi karena SMP Kristen 2 memiliki guru-guru Matematika yang sangat berkompeten dan senior sehingga SMP Kristen 2 selalu berprestasi dalam bidang Matematika. Bahkan, setiap tahunnya SMP Kristen 2 selalu menyelenggarakan Kompetisi Matematika tingkat Sekolah Dasar, untuk menjaring siswa-siswi potesial dan berprestasi untuk dibina dan dikembangkan. Keunggulan kemampuan di bidang Matematika kemudian juga dikembangkan dalam kegiatan Program Pembinaan Bakat Siswa (PPBS) Matematika dan PPBS Fisika

agar kemampuan siswa lebih berkembang dan terarah. *** (Vincent-SMPK 2)


No. 17 THN. V Edisi Juli - September 2007

Bertanya . Mengapa perlu belajar bertanya? Apa susahnya bertanya? Tinggal membuat pertanyaan

siswa dapat berpikir kritis dan kreatif, semuanya berawal dari keterampilan memunculkan persoalan (yang dalam hal ini dapat kita sebut “bertanya”). Contohnya seperti ini.

1. Apakah semut termasuk serangga? 2. Berapa kali makanan harus dikunyah?

1. Jika guru akan memakai metode Diskusi Kelompok, maka guru harus menyediakan topik untuk didiskusikan dan pertanyaan untuk mendalami materi/topik yang disediakan. 2. Jika guru akan memakai film sebagai media pem belajaran, maka ketika siswa selesai menyaksikan film itu, guru harus mengajukan pertanyaan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang film itu dan tercapai atau tidaknya maksud dari pemakaian film sebagai media pembelajaran. 3. Jika guru akan memutar lagu atau membaca puisi atau membacakan cerita sebagai bahan pelajaran,

saja. Perhatikan beberapa pertanyaan berikut ini:

Pertanyaan-pertanyaan di atas, hanya memerlukan jawaban pendek dan bersifat tertutup, karena jawabannya sudah tertentu. Bandingkan dengan pertanyaan berikut:

3. Apa perbedaan antara Nyamuk dan Semut? 4. Mengapa makanan perlu dikunyah?

Dua pertanyaan terakhir lebih sulit dijawab karena memerlukan pengetahuan prasyarat. Artinya hanya mereka yang sudah mengenal semut dan nyamuk, dapat menyebutkan perbedaan di antara keduanya dan menghasilkan beragam jawaban dan informasi yang lebih terbuka, bergantung pada pengetahuan dari orang yang ditanya. Dalam dunia pendidikan, soal tanya-bertanya adalah soal biasa, sehari-hari. Begitu seringnya kegiatan bertanya dilakukan oleh guru, sehingga seringkali guru menganggap membuat pertanyaan sebagai suatu hal yang mudah. Benarkah? Bertanya adalah salah satu cara untuk mendapatkan informasi. Seberapa dalam dan luas informasi yang ingin diketahui, bergantung dari pertanyaannya. Bertanya juga merupakan sebuah proses berpikir. Melalui pertanyaan, dapat tercermin bagaimana proses berpikir orang yang bertanya dan yang menjawab pertanyaan. Pertanyaan harus disusun sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan informasi yang diinginkan. Bahkan pertanyaan yang baik itu juga dapat mengembangkan kemampuan berpikir; bukan hanya si penanya tetapi juga yang bertanya. Dalam kenyataannya menyusun pertanyaan yang baik sangatlah sulit.

Bandingkanlah kedua pertanyaan berikut ini:

A.Apakah ciri-ciri serangga? B.Apakah perbedaan Semut dan Nyamuk? Manakah yang merangsang proses berpikir lebih luas? Pertanyaan pertama bukan pertanyaan yang buruk. Tetapi pertanyaan kedua adalah pertanyaan yang lebih baik, sebab pertanyaan kedua menghasilkan informasi yang lebih luas dan lebih kaya. Hal itu mencerminkan bahwa pertanyaan kedua telah merangsang proses berpikir yang lebih kompleks. Karena untuk menyusun pertanyaan seperti pertanyaan kedua, juga melibatkan proses berpikir yang lebih kompleks. Dengan kata lain, orang dapat berpikir lebih kreatif apabila menyusun atau menjawab pertanyaan yang disusun melalui proses berpikir kreatif. Namun membuat pertanyaan seperti itu ternyata tidak mudah, sehingga yang lebih sering muncul adalah pertanyaan yang “tradisional”, yaitu pertanyaan yang membatasi pengembangan proses berpikir siswa. Pertanyaan yang jawaban-jawabannya sudah tertentu dan tertutup bagi pengembangan pemikiran. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sangat memudahkan pekerjaan guru (mudah membuatnya, mudah mengoreksinya). Juga memudahkan siswa untuk mengerjakan tugasnya (karena hanya merupakan ingatan saja). Tetapi pertanyaan-pertanyaan seperti itu tidak memberi pengalaman apa-apa bagi siswa. Tidak ada pengembangan pemikiran, tidak ada kreativitas, dan tidak ada proses belajar yang sesungguhnya. Memang ada banyak cara untuk membuat siswa berpikir kritis dan kreatif selain menjawab pertanyaan. Akan tetapi, apapun cara yang dipakai untuk membuat

maka guru harus mengajukan pertanyaan agar tujuan pembelajaran tercapai. 4. Jika guru akan memakai eksperimen untuk membuktikan suatu teori, maka guru juga harus menyiapkan pertanyaan yang akan mendorong siswa untuk membuktikan teori itu melalui eksperimennya. Karena itu, sangat perlu untuk belajar bertanya. Belajar bertanya harus dimulai dari keinginan pribadi untuk mengembangkan kemampuan berpikir melalui proses berpikir kreatif dan berpikir kritis. Artinya, jangan pernah berhenti atau puas dengan jawaban yang sudah biasa atau umum; atau jawaban yang standar, yang sifatnya ingatan (seperti yang tertulis di buku). Sebelum membuat pertanyaan, pikirkanlah jawabannya lebih dahulu. Jika kita ingin jawaban yang “lain dari yang lain”, maka buatlah pertanyaan yang “lain dari yang lain”. Dengan kata lain, untuk membuat pertanyaan kreatif, pikirkanlah jawaban yang kreatif. Contoh, dalam pelajaran Agama, Kisah Raja Daud: Jika guru ingin siswa memahami bahwa “setiap orang memiliki masalah, namun yang paling penting adalah bagaimana menghadapi dan menyelesaikannya”. Pertanyaan manakah yang lebih baik untuk membuat siswa memahami hal itu? 1. Apakah yang dilakukan Daud selama ia menjadi Raja? 2. Bagaimana sikap Daud setelah ia berbuat yang jahat di mata Tuhan? 3. Apakah yang diteladankan Daud bagi kita? 4. Bagaimanakah sikap Daud dalam menghadapi masalah dalam hidupnya? Pertanyaan 1 : “mendaftarkan semua yang dilakukan Daud selama ia menjadi raja” Pertanyaan 2 : “menyebutkan tindakan yang dilakukan Daud sesudah ia diingatkan oleh nabi Natan” Pertanyaan 3 : “mendaftarkan sikap-sikap baik Daud yang dapat diteladani” Pertanyaan 4 : “mengidentifikasi sikap Daud ketika ia menghadapi masalah dan caranya dalam menyelesaikan masalahnya” Apabila pertanyaan nomor 1, 2 dan 3 yang akan ditanyakan, maka guru harus mempersiapkan pertanyaan lain yang akan mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan pelajaran (yang dicetak tebal). Sementara itu pertanyaan nomor 4 akan menuntun siswa pada tujuan yang sudah direncanakan (dicetak tebal di atas). Keuntungan lain adalah guru dapat tetap memberi kesempatan terbuka bagi siswa untuk memikirkan kemungkinan jawaban yang seluas-luasnya, sesuai dengan pengalaman siswa sendiri. Pertanyaan dapat disesuaikan dengan kemampuan siswa dan jenjang kelasnya. Yang terpenting adalah kreativitas guru dalam memikirkan pertanyaan yang kreatif. Contoh berikut dapat digunakan di jenjang TK atau SD. Media yang digunakan adalah cerita, yaitu “Kisah Cinderella”

Guru&karyawan

Sesudah guru menceritakan Kisah Cinderella, biasanya guru mengajukan pertanyaan seperti ini : 1. Siapakah yang berbuat jahat kepada Cinderella? Ibu tiri dan saudara tirinya. (pertanyaan itu masih lebih bagus daripada : Siapa nama ibu tiri Cinderella? Atau Siapa nama Saudara tiri Cinderella). 2. Siapakah yang berbuat baik kepada Cinderella? Ibu Peri Biru Guru yang kreatif, yang ingin siswanya belajar lebih dari sekedar mengingat alur kisah Cinderella dan tokohtokohnya akan membuat pertanyaan seperti ini: 1. Bagaimana perasaan Cinderella ketika ia diperlakukan jahat oleh ibu tiri dan kedua saudaranya? (Menimbulkan rasa simpati pada penderitaan

seseorang) 2. Bagaimana perasaanmu apabila engkau mengalami hal yang sama seperti Cinderella? (Menghidupkan karakter Cinderella ke dalam dirinya, menumbuhkan empati). 3. Bagaimana perasaan orang lain apabila engkau yang melakukan perbuatan seperti ibu tiri atau saudara tiri Cinderella? (Menumbuhkan kepedulian pada keadaan sekitarnya). 4. Bagaimana perasaanmu jika kamu melihat orang melakukan perbuatan seperti ibu tiri dan kedua saudara tiri Cinderella? (Menumbuhkan kepekaan sosial). Untuk jenjang kelas yang lebih tinggi (kelas 4 – 6 SD) dapat dibuat cara lain dengan media cerita yang sama, contoh : Bagaimanakah jadinya “Kisah Cinderella” jika: 1. Cinderella tidak mempunyai saudara tiri. Atau, 2. Cinderella pergi dari rumah karena tidak tahan dengan perlakukan ibu tiri dan kedua saudara tirinya. Atau, 3. Kedua saudara tirinya tidak jahat kepada Cinderella. Atau, 4. Ada gadis lain yang ukuran kakinya sama dengan Cinderella. Atau, 5. Saat mencoba sepatu kaca, kaki Cinderella sedang bengkak. Atau, Masih banyak yang lainnya. Semua pertanyaan di atas akan menumbuhkan imajinasi siswa untuk berpikir kreatif. Hasilnya sungguh mengagumkan. Guru akan mendapat banyak variasi Kisah Cinderella yang merupakan hasil pengembangan imajinasi dan kreativitas siswa. Lebih dari itu, siswa sungguh-sungguh belajar mengembangkan pikirannya sendiri. Ada cara lain untuk membuat siswa mengalami proses berpikir kreatif. Setelah guru selesai menceritakan kisah Cinderella, maka guru dapat meminta setiap anak untuk menjawab pertanyaan sebagai berikut: 1. Sebutkan 3 (tiga) fakta yang terjadi dalam kisah Cinderella. Pertanyaan ini merupakan pertanyaan “recollection” akan tetapi lebih menuntun siswa untuk memilah yang mana fakta dan yang mana interpretasi. Latihan memilah fakta sangat penting, terutama ketika mereka harus mengambil keputusan. Contoh fakta adalah : a. Cinderella hidup dengan Ibu tiri dan saudara tirinya b. Pangeran mengadakan pesta dansa c. Sepatu kaca Cinderella tertinggal di tangga istana. Contoh interpretasi adalah : a. Cinderella kecewa karena ayahnya menikah lagi. b. Pangeran sangat senang mengadakan pesta dansa. c. Cinderella tidak ingat sepatunya tertinggal di tangga istana. 2. Sebutkan 2 (dua) pelajaran berharga yang dapat kamu ambil dari kisah Cinderella. Pertanyaan ini akan membuat siswa memikirkan nilai-nilai yang akan disimpannya. Karena nilai-nilai itu bersifat pribadi, maka setiap siswa harus menjawab pertanyaan ini. Akan


Guru&karyawan

No. 17 THN. V Edisi Juli - September 2007

Kegiatan Orangtua - Sekolah

ditemukan beberapa jawaban yang sama, tetapi juga akan muncul jawaban yang berbeda dan mengejutkan karena nilai-nilai yang muncul berkaitan dengan pengalaman masa lalu yang terinternalisasi dalam diri siswa dan bagaimana kisah ini menyentuh siswa secara pribadi. Contoh pelajaran yang berharga antara lain : a. Siapa yang bersabar akan mendapatkan kebahagiaan. b. Tetaplah bersabar dalam penderitaan c. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan Bayangkan jika setiap anak dapat mengambil hikmah yang berbeda dari kisah ini. 3. Buatlah 1 (satu) pertanyaan yang akan kamu ajukan untuk hal-hal yang masih ingin kamu ketahui tentang kisah Cinderella. Bagian ini akan membawa siswa memikirkan secara kreatif hal-hal yang masih belum nampak dalam Kisah Cinderella. Apabila siswa mampu membuat dan mengajukan pertanyaan ini, maka akan mengubah seluruh pemahaman tradisional tentang “Kisah Cinderella” seperti yang selama puluhan tahun telah kita dengar. Contoh pertanyaan: a. Mengapa tidak muncul tanda-tanda penyiksaan pada tubuh Cinderella (memar, kelelahan, badan tambah kurus dan sebagainya)? b. Mengapa ayah Cinderella tidak peduli pada perkembangan fisik Cinderella, mengingat ayah Cinderella sangat sayang pada anak satu-satunya ini? c. Mengapa sepatu kaca Cinderella tidak ikut berubah ke asalnya setelah lewat tengah malam, padahal semua yang dipakai Cinderella berubah ke wujud semula. d. Berapa sebenarnya ukuran kaki Cinderella, sehingga seluruh perempuan di negeri itu tidak ada yang cocok mencoba sepatu itu? e. Mengapa Sang Pangeran harus pergi sendiri ke seluruh negeri mencari pemilik sepatu kaca? Masih ada lagi? Dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, guru menjadi ujung tombak bagi perkembangan siswa. Memang bukan satu-satunya, sebab siswa bisa belajar dari mana saja dan dari siapa saja. Akan tetapi, sekolah sebagai institusi formal yang dipercaya orangtua, mempunyai kewajiban untuk membuka seluas-luasnya kesempatan bagi siswa untuk belajar. Dalam hal ini, gurulah yang memiliki peluang untuk membuka keluasan dan kreativitas berpikir siswa. Tidak cukup jika guru hanya sekedar mentransfer ilmu, tetapi harus kreatif sebagai fasilitator yang memungkinkan siswa mengalami pembelajaran yang kreatif. Salah satu kualifikasi seorang guru yang kreatif adalah terampil dalam menyusun pertanyaan yang kreatif. Keterampilan ini dapat dimiliki jika guru mau terus belajar dan berlatih. Maka, mulailah dengan BELAJAR BERTANYA. Tri Esti Handayani Staf Bid. Kerohanian, BPK PENABUR Jakarta _________________________________________________

* Workshop yang diselenggarakan oleh Sampurna Foundation, dengan Trainer Dr. Jessie Ee (dari NIE – National Institute of Education, Singapura) pada tanggal 7 – 11 Mei 2007.

SMPK PENABUR

Gading Serpong (PGS) mengadakan Family Gathering pada tanggal 1415 April 2007 di Cansebu, Ciawi, Bogor. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk camping dan outbound, dengan mengangkat tema "We are a solid Family”. Kegiatan tersebut diketuai oleh Bapak Lukas Christian (orangtua siswa, Jason Christian) dan diikuti oleh 19 keluarga. Acara ini diawali dengan perkenalan dalam bentuk permainan yang dipimpin oleh Keluarga Budiono (orangtua siswa, Ezra). Kemudian para peserta mengikuti berbagai kegiatan diantaranya outbound, talent show keluarga, hiking, permainan, sharing, serta kebaktian yang dipimpin oleh dr. Yusak Siahaan (pelayan

Untuk Jenjang

Tuhan dan dokter RS Siloam). Dalam kegiatan outbound, peserta harus melewati beberapa medan seperti spider web, jembatan bambu, jembatan tali, jembatan lahar, triangle water, jembatan goyang, dll. yang membuat keluarga semakin menyatu dan membentuk tim yang solid. Sementara dalam

SMP

Ada sepotong kue berbentuk

ABC. Didalamnya ada sebuah cherry manis. Tariklah sebuah garis melalui K memotong AB hingga kue itu terbagi dua sama besar. _______________________________________________________________________ Kirimkan jawaban Anda melalui Kartu Pos atau dapat diantar langsung ke alamat Redaksi. Bagi yang beruntung akan mendapatkan hadiah berupa uang Rp.100.000,__________________________________________________________________

talent show keluarga, masing-masing keluarga menampilkan pertunjukan seperti vocal group, gerak dan lagu, drama, dll. Tak ketinggalan guru juga menampilkan tablo “Putri Hujan”. Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari orangtua siswa. “Acara ini bagus dan bermanfaat karena kami dapat

melakukan aktivitas bersama keluarga (istri/suami dan anak) serta saling mengenal antarkeluarga dan dengan para guru serta kepala sekolah. Selain itu, melalui acara ini kami juga dapat menyampaikan aspirasi orangtua kepada sekolah,” tutur Bapak Lukas. SMPK PENABUR GS berharap acara ini dapat meningkatkan keharmonisan setiap keluarga, menjalin persahabatan antaranggota keluarga dan antarkeluarga, serta mempererat persaudaraan dan saling keterbukaan antara pihak sekolah dan orangtua siswa. ***

Thomas Kristo M. SMPK GS


8

Guru&karyawan

No. 17 THN. V Edisi Juli - September 2007

to Teach Reading to Young Children Oleh: Ester Kurniawati*

Persaingan dalam era globalisasi saat ini, menuntut setiap individu untuk mengembangkan diri dalam segala bidang, salah satunya adalah kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Ingggris. Proses pembelajaran bahasa akan jauh lebih efektif apabila dimulai sejak usia dini karena pada usia ini anak belajar dari lingkungannya dan kegiatan sehari-hari. Untuk menjawab tantangan tersebut, maka sejak tahun 2005, Yayasan BPK PENABUR membuka program Bilingual untuk jenjang Kelompok Bermain atau Play Group. Pembelajaran bahasa Inggris diintegrasikan melalui program pembelajaran atau kegiatan seharihari.

Adapun kemampuan yang dikembangkan meliputi 4 (empat) aspek yaitu:

Listening Skill ( Kemampuan Mendengar ) Speaking Skill (Kemampuan Bercakap-cakap) Pre - Writing Skill ( Kemampuan Pra - Menulis ) Pre – Reading Skill ( Kemampuan Pra – Membaca)

Seperti kita ketahui, mengajar kemampuan pramembaca bagi anak usia dini akan merupakan suatu hal yang sifatnya “challenging” atau dapat dikatakan merupakan hal yang sangat sulit apabila kita tidak tahu bagaimana cara memulainya. Apalagi bahasa Inggris bukan merupakan “First Language” atau “Mother Tongue”, melainkan merupakan bahasa kedua atau “English as a Second Language (ESL). Salah satu metode atau pendekatan yang dipakai adalah menggunakan metode ”Phonics”. Akan timbul banyak pertanyaan seputar pembelajaran tersebut, karena hal ini merupakan hal yang baru bagi negaranegara yang tidak mempergunakan bahasa Inggris sebagai bahasa Ibu. Saya akan berusaha menjelaskan secara singkat mengenai metode ini dan berharap dapat mengakomodasi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan timbul dari pembaca.

Pertanyaan-pertanyaan yang timbul antara lain: Apa yang dimaksud dengan Metode Phonics? Apa tujuan dari pembelajaran tersebut? Bagaimana pembelajaran itu dilakukan? Apakah anak didik kita tidak stres atau bingung? Apa saja yang dipelajari? Bagaimana peranan orangtua?

Yang dimaksud dengan Metode Phonics adalah: a Suatu sistem atau metode dimana mengajar anak untuk pra membaca dengan menyuarakan bunyi dari huruf yang ada; contoh : p disuarakan /puh/ untuk jelasnya Anda dapat membuka kamus dan biasanya ada cara membaca yang ditulis dengan mengunakan huruf-huruf fonetik. a Metode Phonics tidak mengeja (spelling) seperti A (e), B (bi) , C (si) , dan selanjutnya.

Tujuan dari pembelajaran ini adalah:

Untuk mengembangkan kemampuan menulis dan membaca dalam bahasa Inggris secara menyenangkan

Pembelajaran Phonics ada 2 (dua) macam: f ‘Traditional Way’ f ‘Fun and Active Way’

Traditional Way

Fun and Active Way

Guru secara langsung akan menyuarakan huruf yang ada seperti: G (jee) disuarakan /juh/, P (pee) disuarakan /puh/, dll.

Setiap huruf mempunyai karakter nama seperti G untuk Goldie Goose ; P untuk Penny Panda

KEKURANGANNYA

KELEBIHANNYA

· Bunyi-bunyi tersebut tidak ada artinya untuk anak-anak atau “Meaningless terms” karena tidak ada hubungan yang sifatnya logic terhadap huruf-huruf yang ada.

· Ke-26 huruf mempunyai nama dan karakter sehingga anak-anak mudah mengingat. Selain itu juga membuat karakter tersebut “seakanakan” menjadi hidup.

· Kegiatan hanya berpusat pada bunyi suara

· Bermacam-macam kegiatan diantaranya melalui lagu, drama, cerita, sajak, dll.

· Anak akan mengalami kesulitan karena tidak ada yang dirujuk.

· Akan membantu anak saat belajar menulis karena anak akan merujuk pada karakter atau nama dari hurufhuruf tersebut.

· Anak harus menghafal.

· Menambah kosa kata seperti G – Goldie Goose (Goldie dan Goose) berarti 2 kata yang dipelajari anak tanpa anak menyadarinya.

Program Bilingual BPK PENABUR memilih cara pembelajaran aktif dan menyenangkan, anak bereksplorasi dan terlibat dalam pembelajaran tersebut, antara lain: Menyanyikan lagu atau sajak dari setiap karakter huruf yang ada. Bermain peran Berkreativitas dengan membuat, membentuk, dan menggambar Kegiatan menulis dan membaca.

Lalu bagaimana peranan orangtua karena akan timbul pertanyaan keterbatasan pengetahuan akan metode ini : Dengan menyediakan buku-buku bacaan, lagulagu, sajak-sajak dalam bahasa Inggris karena banyak buku cerita, lagu, atau sajak dalam bahasa Inggris yang memiliki bunyi rima, contoh:

Lagu : Twinkle, Twinkle Little Star

Twinkle, Twinkle Little Star How I wonder what you are Up above the world so high Like a diamond in the sky Twinkle, Twinkle, Little Star How I wonder what you are

Perhatikan pada kata star dan are; high dan sky; mempunyai bunyi rima yang sama. Sebagai catatan, lagu-lagu atau sajak-sajak dalam bahasa Inggris didesain sedemikian rupa untuk membantu anak dapat belajar membaca. Dengan bernyanyi bersama. Bersama putra-putri mengumpulkan gambargambar atau benda-benda yand dimulai dari huruf awal. Sebagai catatan ada banyak produk, sumber atau referensi yang berhubungan dengan pembelajaran Phonic ini, dan PENABUR memilih untuk tidak hanya menggunakan satu produk, sumber atau referensi. Pembelajaran Phonics harus dilakukan secara aktif dan menyenangkan sesuai dengan tumbuh kembang anak. Referensi :

· Thomas Gordon and Nathan Shu : Phonics for Kids, Pearson Longman 2002 · Lyn Wendon : First Steps in Letterland, Letterland Ltd, Barton, Cambridge, England 2000 · Chew Ping Lin : STAR Phonics, Nurture Craft Pte. Ltd, Singapore 2004 · Materi-materi training

Di bawah ini merupakan skema atau sistematika dari pembelajaran Phonics sesuai jenjang pendidikan:

Jenjang

Materi

Play Group (Kelompok Bermain)

Bunyi dasar dari alphabet ( a – z) dan mengenal semua karakter yang ada.

Kindergarten One (TK A) Bunyi awal dan bunyi akhir. Membaca dengan menghubungkan akhiran (rima) seperti : -at (cat, hat, pat, mat); -og (dog, fog, log) Kindergarten Two (TK B) Mengenal bunyi diagraphs, bunyi huruf vocal panjang dan pendek, dan blends. Membaca kalimat sederhana seperti : A fat cat sat on a mat.

=============================== * Ester Kurniawati adalah Konsultan Pendidikan TKK Bilingual BPK PENABUR Jakarta


Guru&karyawan

No. 17 THN. V Edisi Juli - September 2007

Jenjang TKK

BPK PENABUR Jakarta mengadakan Lomba Membuat Alat Peraga Edukatif pada Sabtu, 5 Mei 2007 di TKK 2 PENABUR Jakarta, Jln. Pembangunan Jakarta Pusat. Lomba diikuti oleh 17 sekolah dari TKK PENABUR Jakarta, TKK Tirta Marta, dan TKK Permata Bunda. Setiap sekolah mengirimkan satu tim yang terdiri atas tiga orang.

Acara dibuka oleh Minar H. Pakpahan (Kepala Jenjang TK). Hadir dalam kesempatan tersebut, Bapak Hadiyanto Budisetio (Wali Penghubung TKK 2 – Pengurus). Sebagai dewan juri adalah Anggani Sudono (Pakar Pendidikan Usia Dini), Ester Kurniawati (Konsultan Pendidikan), dan Sofia Hartati (Dosen UNJ). Semoga kegiatan ini dapat meng­ gali ide-ide guru untuk membuat alat peraga dengan lebih kreatif lagi.*** (Na2)

PEMENANG LOMBA MEMBUAT ALAT PERAGA EDUKATIF JUARA I II III Harapan I Harapan II Harapan III

TEMA Gerobak Roti Robot Smart Vabulous Bedroom Taman Transportasi Komedi Putar Bean Shop

TKK TKK 3 TKK 5 TKK 11 TKK 6 TKK 2 TKK 1

dengan membawa potongan gigi yang patah. Potongan gigi itu harus dibiarkan apa adanya. Tidak boleh dicuci, malah kalau bisa direndam dulu dalam cairan susu. Untung mama belum sempat mencuci gigi itu. Segera papa dan mama membawaku ke dokter. Dengan sangat teliti dan hati-hati, dokter berusaha merekatkan kembali potongan gigiku ke tempat asalnya. Aku mencengkram lengan kursi erat-erat karena tegang. Tanganku berkeringat dingin. Rasanya sebenarnya tidak sakit, hanya agak nyeri sedikit. Menit demi menit berlalu. Segala macam obat-obat yang aku tak tahu namanya silih berganti dimasukkan ke dalam

mulutku.

Gb. 1 & 3. Peserta saat mempresentasikan alat peraga edukatif yang mereka buat. Gb. 2. Peserta sedang membuat alat peraga edukatif Gb. 4. Foto bersama pemenang dan dewan juri.

Sewaktu aku masih kelas satu, untuk

pertama kalinya gigiku goyang. Setiap hari sepulang sekolah gigi itu digoyang-goyang supaya copot (lepas). Rasanya agak ngilu dan tidak nyaman sehingga aku berharap semua itu cepat berlalu. Tetapi sebelum gigi susuku tanggal, pada suatu hari tiba-tiba aku merasakan ada sesuatu yang mengganjal dibelakangnya. Aku penasaran dan segera bercermin di kamar. Ternyata gigi baru telah tumbuh di belakang gigi yang lama. Aku panik. Aduh kenapa sih gigi susuku tidak mau lepas juga? Karena khawatir, mama menghubungi dokter UKGS. Dokter Mawar menyarankan pada mama agar gigiku dicabut saja di UKGS. Esok harinya dengan memberanikan diri aku

berjalan sendiri ke ruang UKGS. Jantungku berdebardebar…dak..dik..duk. agak takut dan gugup juga. Namun keramahan dokter Mawar membuat diriku tenang. Pertama-tama drg. Mawar mengoleskan semacam gel. Semula aku tak tahu apa kegunaan gel itu. Lama-kelamaan gusiku mulai kebal. Barulah aku tahu, ternyata gel itu untuk penghilang rasa sakit. Kemudian gigiku dicabut. Darah yang keluar lumayan banyak. Tetapi cepat berhenti. Walaupun tak menangis aku sebenarnya meringis kesakitan. drg. Mawar maupun orangtuaku di rumah semua memuji keberanianku. Sampai saat ini untuk masalah gigi aku tetap bergantung pada drg. Mawar. Orangtuaku pun sering berkonsultasi padanya seperti ketika aku jatuh dan gigiku patah. Sungguh pengalaman yang cukup

menggoncangkan dan tidak mungkin terlupakan seumur hidupku. Sore itu ketika hendak berlatih biola di dalam kamar, tiba-tiba aku tergelincir. Wajahku menghantam dinding cukup keras. Aku menjerit kesakitan sambil mendekap mulutku. Tergopoh-gopoh mama berlari mendatangiku. Bibirku memar, belepotan darah, dan yang paling parah…gigi seriku patah sebatas gusi! Padahal itu sudah gigi tetap. Mama memelukku erat-erat, berusaha meredakan tangisku. Kemudian membawaku ke wastafel dan mengambil air dingin untuk mengompres bibirku serta menyuruhku berkumur. Aku tahu mama pasti berusaha keras untuk mengatasi panikku serta

rasa paniknya sendiri. Setelah agak tenang, mama menelepon drg. Mawar untuk meminta saran. Sungguh tidak menguntungkan, saat itu kebetulan hari libur sehingga tidak banyak dokter yang buka praktek. drg. Mawar sendiri sedang berada di luar rumah. Hari semakin malam dan kami semakin dicekam kebingungan. Mama mengajakku berdoa bersama. Puji Tuhan! Akhirnya datang pertolongan. drg. Mawar berhasil mendapatkan alamat dan nomor telepon bekas dosennya. Mama cepat menghubungi dokter tersebut dan ternyata beliau bersedia menolongku. Dokter menyarankan agar kami cepat datang

Setelah melalui perjuangan yang cukup lama, akhirnya dokter berhasil merekatkan gigiku kembali. Aku sangat berterima kasih dan pulang dengan hati lega. Demikianlah pengalaman yang sangat berkesan dalam hidupku.***

Ditulis oleh : Nama Kelas Sekolah

: Yoel* : IV A : SDK 2

_____________________ * Pemenang I Lomba Mengarang (Kategori Kelas Besar) Pada PENABUR Dental Expo 2007. ____________________________


Guru&Karyawan Paskah Guru dan Karyawan

No. 17 THN. V Edisi Juli - September 2007

Kebaktian dan Perayaan Paskah Guru/Karyawan BPK PENABUR Jakarta berlangsung pada Sabtu, 21 April 2007 di Aula SMAK 1 PENABUR Jakarta, Jl. Tanjung Duren Raya No. 4, Jakarta Barat. Pelayanan Firman dibawakan oleh Pdt. Joseph Theo (GKI Jatinegara). Dalam kebaktian dan perayaan paskah tersebut menampilkan Melodrama “Bulan

Sepuhan” yang disutradarai oleh Pdt. Glorius Bawengan. Melodrama dimainkan oleh Karyawan Sekretariat dan Guru BPK PENABUR Jakarta serta DETIK (Depot Teologi Kreatif Proklamasi) 27. Acara juga didukung oleh Paduan Suara Guru dan Karyawan SDK PENABUR Jakarta. Pada paskah kali ini, BPK PENABUR Jakarta menyerahkan bantuan sebagai tanda

Pembinaan Rohani Karyawan Sekretariat

kasih kepada Panti Asuhan Asih Lestari dan Panti Asuhan Tanjung Barat di Jl. Nangka No. 4, Tanjung Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Bantuan berupa wireless TOA, container plastic, bola basket, bola voli, raket, dan shuttle cock diserahkan pada Kamis, 26 April 2007. ***

Sekretariat BPK PENABUR Jakarta mengadakan Pembinaan Rohani bagi Karyawan Sekretariat BPK PENABUR Jakarta pada tanggal 27 dan 28 April 2007 bertempat di Hotel Pramesthi, Gadog, Bogor. Acara yang mengangkat tema “Bertolongtolonganlah Dalam Pekerjaanmu” tersebut, menghadirkan pembicara Pdt. Samuel Santoso (GKI Kedoya) dan Pdt. Simon Stevi (GKI Jembatan Dua). ***


Guru&Karyawan

No. 17 THN. V Edisi Juli - September 2007 Ani Utari saat bersalaman dengan Presiden SBY. ============================

muda dari dampak globalisasi seperti budaya hedonisme yakni keinginan untuk mengejar kesenangan duniawi semata. ginjak Istana Negara dan dijamu makan ber sama presiden serta para menteri, bagi seo rang guru kini bukan impian tetapi sebuah ken yataan.***

Pengalaman Saya dan Ibu Ani Utari, Guru SMPK 5 PENABUR Jakarta sangat senang mendapat undangan ke Istana Negara untuk bertatap muka langsung dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta Ibu Ani Bambang Yudhoyono pada Sabtu, 2 Juni 2007. Bagi kami, ini adalah pengalaman yang amat berkesan. Kami diundang oleh Sekretariat Negara Republik Indonesia melalui Kepala Rumah Tangga Kepresidenan untuk menghadiri Reuni Akbar Pelatihan Guru dalam rangka Program Corporate Social Responsibility Republika – Telkom. Kami adalah alumni Angkatan ke-I dari 10 angkatan peserta pelatihan guru yang diselenggarakan oleh Republika dan PT Telkom pada bulan April 2006 hingga April 2007. Pelatihan ini bertujuan untuk memotivasi dan memberikan berbagai keterampilan kepada guru, seperti komunikasi yang efektif, kepribadian yang menarik serta penulisan populer. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berpesan khususnya kepada para guru untuk menyelamatkan generasi

Berkesan Seminar Robotic Guru-guru SD – SLTA PENABUR Jakarta mengikuti Seminar Robotic pada Senin, 23 April 2007 di Sekretariat BPK PENABUR Jakarta, Jalan Tanjung Duren Raya No. 4, Jakarta Barat. Sebagai pembicara utama adalah Dr. Jun Hyung Jo, seorang pakar robot dari Griffith University, Australia. *** ______________________________

Anggiat Hisar tampak bahagia bertemu Presiden SBY. ==============================

A n g giat Hisar akur. SMPK 5

Pelatihan Kecerdasan Emosi Bagi Guru BK Guru BK Jenjang SD dan SLTA PENABUR Jakarta mengikuti Pelatihan Kecerdasan Emosi bagi pada tanggal 20 dan 23 April 2007 di Sekretariat BPK PENABUR Jakarta, Jalan Tanjung Duren Raya No. 4, Jakarta Barat. Sebagai pembicara adalah Anthony Dio Martin dari H.R. Excellency. *** _____________________________________

Certificate

Cambridge Training

Pengambilan darah oleh Staf PMI

____________________ Pemeriksaan tekanan darah.

Bagian Humas BPK PENABUR Jakarta bekerja sama dengan PMI DKI Jakarta mengadakan Aksi Donor Darah bagi Warga BPK PENABUR Jakarta di Kompleks Tanjung Duren. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 24 April 2007 di Aula SMAK 1, Jalan Tanjung Duren Raya No. 4, Jakarta Barat. Dalam kegiatan ini terkumpul 66 kantong darah. ***

Diklat BPK PENABUR Jakarta bekerjasama SCIS (Sky Cambridge Intregrated School Singapore) - pemegang lisensi UCLES (University Cambridge Local Examinations Syndicate) menyelenggarakan Certificate Cambridge Training bagi guru kelas Internasional jenjang SD, SMP dan SMA pada 29 Mei 2007 di Sekretariat BPK PENABUR Jakarta, Jalan Raya No. 4, Jakarta Barat. Sebagai fasilitator adalah Lara (Director SCIS) dan Jasmine (Program Manager SCIS).***


12

No. 17 THN. V Edisi Juli - September 2007

Oleh: drg. HS. Setyawan, MS

Pada umumnya orang menganggap sepele masalah kesehatan gigi dan mulut.

Kalau gigi

ternyata mempunyai kesehatan paru yang maupun jaringan sekitar lebih baik daripada yang sudah ompong semua. mulut sakit, dianggap Hayes (1998) hanya akan berefek pada rongga mulut saja. menemukan orang dengan penyakit tulang Sehingga tidak mengherankan, banyak pendukung gigi lebih banyak yang mengalami orang akan pergi ke penyakit paru khronis dokter gigi hanya bila obstruktif. Bahkan sudah mengalami Russel (1999) kesakitan tak menemukan penyakit tertahankan. Namun, uraian berikut mungkin paru ini berhubungan erat dengan kebersihan akan membuat Anda mulut yang jelek. Belum mengerti bahwa penyakit gigi dan mulut diketahui secara pasti bukanlah penyakit yang mekanisme bagaimana kesehatan mulut patut disepelekan. mempengaruhi Para peneliti kemudian menemukan kesehatan paru. Namun diduga bakteri berbagai hubungan antara kesehatan mulut Staphilokokus aureus yang banyak ditemukan dengan kesehatan dalam rongga mulut umum. Osterberg dapat masuk ke dalam (1990) misalnya jaringan paru bagian menemukan bahwa bawah apabila suatu orang yang masih ketika sistem mempunyai gigi

pertahanan tubuh gagal memusnahkan semua Staphilokokus aureus yang masuk ke dalam tubuh tersebut. Penyakit jantung koroner (PJK) diketahui sebagai penyebab banyak kematian diantara laki-laki dan hal ini terjadi karena adanya proses pengapuran pembuluh darah (atherosklerosis). Telah ada beberapa laporan penelitian yang menghubungkan antara kondisi kesehatan mulut dengan PJK. Rees (1994) misalnya melaporkan orang yang mempunyai penyakit penyangga gigi (periodontitis) berisiko mengalami stroke hampir 3x lebih banyak dan mengalami PJK 2 kali lebih banyak, daripada orang yang

Hubungannya Dengan Kesehatan Umum jaringan penyangga giginya sehat. Para peneliti mempunyai dugaan bahwa penyakit jaringan penyangga gigi yang disebabkan terutama bakteri gram negarif akan mengeluarkan racun (endotoksin) dan sitokin peradangan (sebagai komponen sistem pertahan tubuh) akan memicu terjadinya pengapuran pembuluh darah (atherosklerosis) dan penyumbatan pembuluh darah (thromboembolik) yang menyebabkan PJK. Penyakit diabetes mellitus (DM) / kencing manis telah dihubungkan dengan kesehatan

jaringan penyangga gigi. DM dipercaya merupakan penyebab penyakit periodontal dan ditemukan penyakit jaringan penyangga gigi akan mempengaruhi kadar gula darah penderita DM. Jadi hubungannya timbal balik. Beberapa penyakit lain juga telah dihubungkan dengan penyakit sistemik. Misalnya gigi terinfeksi diduga mencetuskan penyakit kulit kambuhan (eksim). Sekali lagi, para ahli masih terus melakukan penelitian mendalam agar kesimpulannya dapat lebih jelas. Namun

Oleh: drg. Irene Adyatmaka

Fase pergantian gigi kita ada dua kali, yaitu fase gigi susu dan

fase gigi permanen. Gigi susu adalah gigi yang tumbuh satu persatu sejak bayi berusia 6 bulan hingga 33 bulan. Jumlahnya ada 20 buah. Gigi susu selanjutnya akan tanggal sesuai waktunya dan digantikan oleh gigi permanen. Gigi permanen sendiri jumlahnya ada 32 buah, artinya ada 12 gigi yang memang Pertumbuhan Gigi Susu Rahang bawah Gigi molar susu 2 23 -31 bulan Gigi molar susu 1 13 -19 bulan Gigi kaninus 16 -23 bulan Gigi insisif kedua 10 -16 bulan Gigi insisif pertama 6 -10 bulan

hanya tumbuh satu kali, yaitu gigigigi geraham besar (gigi molar permanen). Gigi permanen pertama mulai tumbuh umur 6 tahun. Pergantian gigi susu menjadi gigi permanen akan terus berlangsung hingga umur 12 tahun. Pada pertemuan orangtua murid yang diadakan di TKK 6 beberapa waktu yang lalu, para orangtua mengalami kesulitan

Pertumbuhan Gigi Permanen Rahang bawah Gigi molar tiga Gigi molar dua Gigi molar satu

17-21 tahun 11-13 tahun 6 -7 tahun

Gigi premolar dua 11-12 tahun Gigi premolar satu 10 -12 tahun Gigi Kaninus 9 - 10 tahun Gigi insisif kedua 7-8 tahun Gigi insisif pertama 6 -7 tahun

mengawasi pertumbuhan gigi geligi anaknya. Padahal jika gigi susu sudah waktunya tanggal dan tidak dicabut, bisa-bisa gigi permanen tumbuhnya miring (gambar 1) atau bertumpuk (gambar 2). Untuk itulah panduan ini disusun, supaya orang tua bisa memantau pertumbuhan gigi anaknya dan paham kapan harus membawa sang anak kontrol ke dokter gigi.**

Pertumbuhan Gigi Susu Rahang atas Gigi insisif pertama 8 -13 bulan Gigi insisif kedua 8 -13 bulan Gigi kaninus 16 -23 bulan Gigi molar susu 1 13 -19 bulan Gigi molar susu 2 25 -33 bulan

Pertumbuhan Gigi Permanen Rahang atas Gigi insisif pertama Gigi insisif kedua Gigi kaninus Gigi premolar satu Gigi premolar dua

7 - 8 tahun 8 -9 tahun 11-12 tahun 10-11 tahun 10-12 tahun

Gigi molar satu

6 -7 tahun

Gigi molar dua Gigi molar tiga

12-13 tahun 25-33 tahun

mengingat hasil-hasil penelitian yang telah dipublikasikan, tidaklah bijaksana untuk tetap menyepelekan kesehatan gigi dan mulut. Jadi, kesehatan gigi dan mulut penting dipelihara terusmenerus dengan pemeriksaan dan perawatan teratur oleh dokter gigi.***


No. 17 THN. V Edisi Juli - September 2007

Gigi merupakan bagian atau organ penting dalam tubuh kita. Secara medis dan estetika, gigi kita memiliki peranan penting karena gigi tidak hanya berfungsi sebagai alat mengunyah makanan tapi juga sebagai elemen penting yang berfungsi mendukung penampilan dan menambah rasa percaya diri. Kebanyakan dari kita memiliki masalah menjaga kesehatan gigi dan mulut. Menurut penelitian, satu dari empat orang mengalami masalah bau mulut, sedang penyakit gusi juga jadi masalah kebanyakan orang. Bakteri-bakteri kecil hidup berkoloni serta tinggal silih berganti di bagian mulut kita, dari gigi, gusi, bibir dan lidah. Meski menggosok gigi tiap hari, itu tak menjamin berhasil mengangkat seluruh bakteri. Jadi, tak heran kalau bagi mereka yang tak rajin menjaga kebersihan gigi dapat terjangkit sakit gigi, kerusakan gigi, dan karena gigi yang rusak dibiarkan tidak dirawat atau dicabut, menjadi sumber infeksi berbagai penyakit seperti mata, ginjal, dll. berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan para ahli dari Kuwait (Journal of Periodontoly) pada November 2005, dilaporkan bahwa satu dari lima orang penderita penyakit gusi mengalami diabetes tipe dua dan telah dilakukan penelitian bahwa gigi dan gusi rusak ternyata bisa memicu risiko terserang stroke dan jantung dua kali lebih tinggi dibanding mereka yang memilki gigi sehat. Sedangkan pada penyakit darah tinggi, disebutkan dari 10 penderita radang gusi lebih dari satu diantaranya menderita darah tinggi, bahkan dapat terjangkit penyakit kanker gigi dan mulut. Oleh sebab itu, kita perlu menjaga kesehatan gigi dan mulut walaupun pada dasarnya, tergantung masing-masing orang untuk melakukan usaha menyelamatkan gigi dari penyakit dan membuatnya tetap sehat.

sederhana (medium) ataupun keras (hard). Untuk menyikat gigi memerlukan pasta gigi, pilihlah pasta gigi yang sesuai dengan kita. dan mempunyai florida (fluoride) untuk mengurangi risiko karies gigi. Jika mempunyai gigi yang sensitif, sebaiknya memilih pasta gigi untuk gigi sensitif karena akan membantu mengurangi sensitivitas pada gigi seperti Sensodyne ataupun Colgate Sensitive. Jika kita tidak mempunyai masalah, boleh menggunakan pasta gigi apapun sesuai cita rasa kita. 4. Bila ada makanan tersisa di gigi setelah makan pakailah dental flosh.

menggosok gigi dua kali sehari, berarti Anda telah menghilangkan kotorankotoran yang menyebabkan gigi berlubang. Kotorankotoran halus dan lengket bertumpuk di gigi yang berasal dari sisa-sisa makanan dan bercampur dengan bakteri. Membersihkan gigi setiap hari berarti melepaskannya dari gigi dan membuangnya keluar mulut. Gosoklah gigi setelah makan setidaknya sehari dua kali.Waktu yang tepat untuk menggosok gigi adalah setelah sarapan pagi dan sebelum tidur. Cara menyikat gigi pun ada cara yang tepat.

Berikut ada beberapa tips untuk mejaga kesehatan gigi dan mulut Anda:

Adapun cara menyikat gigi yang baik sebagai berikut :

1. Batasi Antara Makan dan Ngemil. Makanan yang sangat asam bisa menyebabkan demineralisasi (hilangnya zat garam secara berlebihan) dan erosi pada gigi. Juga kurangi makanan yang manis. Makan lah banyak buah-buahan dan makanan berserat.

1. Untuk membersihkan seluruh permukaan gigi dengan betul, perlulah melihat cermin saat menyikat gigi dan menyikatnya sebanyak 5 kali pada setiap bagian permukaan gigi yang disikat.

2. Periksa Secara Rutin. Melakukan pemeriksaan dan memperhatikan masalah perawatan gigi dan gusi setiap enam bulan sekali. Jika kebetulan melalukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi, minta dokter mengecek semua gigi dan mulut Anda.

3. Gosok gigi menggunakan sikat dan pasta gigi yang sesuai. Pilihlah jenis sikat gigi yang biasa atau bermotor/elektrik sesuai selera. Sebaiknya pilihlah sikat gigi yang kepalanya kecil sehingga gigi geraham bungsu dapat disikat dengan mudah. Pastikan juga untuk memilih sikat gigi yang sikatnya lembut (soft) dan

3. Gosok Gigi Dua Kali. Sekurang-kurangnya

2. Cara menyikat yang benar (lihat tabel)

5. Hilangkan bau mulut dengan berkumur-kumur menggunakan cairan pencuci mulut/penyegar mulut (mouthwash). Pergunakanlah seperlunya jangan terusmenerus karena dapat menyebabkan terganggunya flora normal di dalam mulut. Selain itu, penggunaan obat kumur yang mengandung alkohol >25% akan meningkatkan risiko timbulnya kanker mulut dan faring sekitar 50% (McDowell dkk.,1993)

Menyikat permukaan gigi geraham atas/bawah dengan cara menggerakkan sikat ke depan dan ke belakang. Letakkan posisi sikat 45 derajat terhadap gusi, sikat permukaan luar gigi atas gigi belakang ke gigi depan dan berakhir dengan gigi belakang pada sebelah yang bertentangan. Diulangi pada permukaan gigi bawah. Ulangi langkah yang sama untuk permukaan dalam gigi untuk gigi belakang

Gerakkan sikat dari arah atas ke bawah untuk gigi rahang atas

Untuk bagian dalam gigi depan atas dan bawah, gunakan ujung sikat gigi untuk menyikat bagian tersebut.

Akhir sekali, jangan lupa untuk menyikat lidah anda dengan cara menyikat ke depan dan ke belakang dengan lembut.

6. Minumlah air putih se banyak 8 – 10 gelas sehari, menghisap/mengunyah permen karet tanpa gula beberapa menit (Burket 1971) untuk mencegah menumpuknya bakteri-bakteri dalam ludah di mulut dan tenggorokan. 7. Untuk tampak indah maka dapat melakukan pemutihan. Memutihkan gigi hanya dilakukan untuk aspek keindahan/estetika seseorang.Tentu saja hal ini dapat menambah kepercayaan diri seseorang dan memperindah penampilannya. Misalnya, seseorang yang masa kecilnya sering menggunakan obat antibiotik, giginya pun berubah warna menjadi tidak enak dilihat dan mengurangi estetika gigi. 8. Bila ada gigi yang harus dicabut, dan agar lebih indah juga dapat dilakukan implan gigi. Dengan cara demikian maka hasilnya, gigi yang sehat, berestetika, dalam arti tak ada lagi gigi kosong, karang gigi yang bercokol, gigi berlubang, gusi meradang atau keganasan penyakit dalam rongga mulut. Juga tak ada bau mulut. Gigi yang kuat dan bersih, napas segar, gusi berwarna merah jambu dan tidak mudah berdarah, bukan hanya indah dipandang melainkan sangat penting bagi

kesehatan, juga pergaulan. Dengan gigi yang sehat dan indah, kita dapat tersenyum yang menawan dan dapat tertawa bahagia, karena dengan tertawa secara psikologi akan muncul manfaat lain pada diri kita yaitu menambah kekenyalan dan elasitas kulit. Dengan tertawa dapat mengurangi stres, menurunkan tekanan darah tinggi, mencegah berbagai penyakit, dan dapat menyembuhkan penyakit yang diakibatkan oleh gigi yang kurang sehat. Menurut Dr. Richard Belson dari School of Social Work Univ. Adelphi, tertawa dengan hati gembira dapat mencegah proses penuaan fisiologis otak terutama daya ingat serta menigkatkan daya tahan tubuh yang mencolok. Firman Tuhan mengatakan hati yang gembira adalah obat. Hati gembira dapat ditunjang dengan adanya gigi dan mulut yang sehat. Dan pendapat Marianne Dolau, tertawa behubungan dengan salah satu zat otak kelompok endorfin. Zat dalam grup endorfon itu tampaknya mempengaruhi kebugaran emosi dan siap melindungi selama 24 jam penuh. Oleh sebab itu, tertawalah selagi kita masih bisa tertawa, tetapi tentu tertawa yang ada sebabnya. Salah satunya dapat tertawa atau tersenyum karena memiliki rasa percaya diri atas kebersihan, kesehatan, keindahan gigi dan mulut. Senyum menarik, dengan gigi utuh yang sehat dan putih, tak mungkin didapat tanpa usaha. Coba tips-tips di atas dan nikmati mulut dan gigi yang sehat serta bersiap untuk tersenyum dengan penuh percaya diri. Hidup penuh dengan senyum dan tawa akan terasa lebih segar serta bermanfaat, walaupun tampaknya sepele dan berlangsung sesaat ternyata punya pengaruh yang dapat bertahan cukup lama. Senyum dan tawa dengan gigi serta mulut yang sehat merupakan anugerah yang tidak ternilai dari sang PENCIPTA. Jagalah kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut yang Tuhan berikan dan titipkan untuk kita karena semua itu mahal harganya dan diberikan kepada kita sebagai anugerah-Nya yang besar. Dengan demikian kita juga turut melaksanakan program 3 S (Senyum, Sapa dan Santun). Tersenyum dan tertawalah selagi punya gigi, tetap tersenyum dan tertawa walaupun sudah tidak punya gigi. Ha...Ha...Ha.. “Smile, Jesus Love You”

Yuliana, S.Pd. Guru BK SMPK 7 ==============


Taman Kanak-kanak

No. 17 THN. V Edisi Juli - September 2007

Field Trip TKK 1 Tuhan Yesus mau mati untuk kita.

Perayaan

PASKAH! Paskah adalah hari kemenangan untuk kita, Yesus berkorban untuk umat manusia, agar kita dapat diselamatkanNya. Siswa-siswi TKK 7 menyambut gembira hari kemenangan itu dengan mengikuti kebaktian bersama pada tanggal 9 April 2007. Menyanyi, memuji nama Tuhan lalu mendengarkan firman Tuhan melalui cerita yang dibawakan dengan bermain peran oleh Pendeta Mayanto dan teman-teman. Ceritanya sangat menarik, tentang bagaimana pengorbanan seorang ibu yang mau melakukan apa saja untuk anak yang dikasihinya, seperti

Selesai kebaktian, acara dilanjutkan dengan mencari telur. Semua siswa-siswi mencari gambar berbentuk telur yang ditempelkan pada tempat-tempat tertentu dan kemudian dapat ditukar dengan telur ayam yang sudah direbus. Suasananya, woow ... seru sekali. Kemudian acara dilanjutkan dengan lomba makan donat. Siapa yang paling cepat selesai makan donat, mereka mendapat hadiah menarik dari “ Dunkin Donut“. Siswa-siswi pun pulang dengan gembira. Mereka banjir hadiah, diantaranya telur, donat, dan bingkisan Paskah Semua senang, semua menang. “Selamat Paskah”. ***

SI KEMBAR YANG BERPRESTASI Si kembar Sheera dan Shiphra meraih prestasi lomba mewarnai tingkat Jakarta Pusat pada tanggal 10 Maret 2007. Mereka berhasil merebut Juara Harapan III dan meraih nominasi. Selamat!!!

KEBAKTIAN SISWA

TKK 7 PENABUR Jakarta mengadakan Kebaktian Siswa pada 30 Maret 2007. Kebaktian dikemas dalam bentuk sandiwara boneka. Tampak pada gambar, siswasiswi TKK 7 sangat antusias menyalami tokoh-tokoh dalam sandiwara boneka.***

Pada hari Jumat, 30 Maret 2007, siswa-siswi TK B bersukacita karena mereka akan berangkat menuju TMII khususnya ke Museum Iptek. Berkunjung ke Pusat Peragaan Iptek membuka wawasan anak tentang dunia sains, melalui permainan edukatif seperti: Simulasi Gempa Bumi, Wahana Discovery Room, Tsunami, dll. Anak-anak tampak asyik bereksplorasi dalam kegiatan ini. *** (TKK 1)

Hiruk pikuk teriakan anak-anak terdengar ketika kaki mungilnya yang tidak beralas kaki menyentuh lumpur yang ada di sawah. Ada perasaan geli yang tergambarkan di wajah anakanak. Namun mereka begitu menikmati saat-saat belajar di alam terbuka. Hari itu, tanggal 10 Mei 2007 anak-anak TK B TKK PENABUR

Sesuai dengan tema Kelompok Bermain pada Semester II mengenai “Binatang”, maka TKK PENABUR Bintaro Jaya pada 4 Mei 2007 mengadakan field trip ke Gelanggang Samudra Ancol untuk melihat secara langsung binatang yang terdapat di sana. Anak-anak sangat gembira karena mereka dapat menyaksikan beraneka macam satwa yang menunjukkan kebolehannya. Berang-berang beraksi menjadi penjual bakso, lumba-lumba dapat menari dan melompat di lingkaran api, hiu putih mencium salah seorang penonton, dsb. *** (Febrina Mike Riana, TKK PENABUR Bintaro Jaya.***

Bintaro Jaya belajar bersama di alam terbuka, tepatnya di Kandank Jurank Doank, Ciputat. Kegiatan hari itu cukup padat. Mulai dari berpura-pura menjadi petani yang berjalan di pematang sawah dan menanam padi, anak-anak juga diberi kesempatan memandikan kerbau di sungai. Bukan main antusiasnya anakanak. Tidak terlihat lagi wajah-wajah

geli karena lumpur, atau wajah-wajah ketakutan ketika melihat kerbau. Anak-anak begitu senang belajar di sana. Walaupun panas dan keringat membasahi tubuh kecil mereka, hal itu tidak mengurangi semangat mereka untuk belajar. ***(Amelia Meitasari, TKK PENABUR Bintaro Jaya).***


Taman Kanak-kanak

No. 17 THN. V Edisi Juli - September 2007

T K

Gb. 1

Jenjang TK BPK PENABUR Jakarta mengadakan Lomba Menyanyi Bersama pada 31 Mei 2007 bertempat di Jalan Tanjung Duren Raya No. 4, Jakarta Barat. Lomba Menyanyi Bersama dibuka oleh Minar H. Pakpahan (Ka. Jenjang TK). Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan kepada peserta lomba untuk memberikan yang terbaik dalam lomba ini karena kita mau menyanyi untuk Tuhan. Drg. Rini Suherman (Pengurus BPK PENABUR Jakarta) dalam kata sambutannya pada acara ini mengatakan bahwa pendidikan di BPK PENABUR Jakarta tidak hanya menekankan IQ saja, namun EQ juga diperhatikan. Melalui kegiatan ini, ia berharap IQ dan EQ siswa dapat seimbang. Sebagai dewan juri adalah Rien Safrina, Widya Pekerti, dan Alfred Simanjuntak. Lomba diikuti oleh 17 peserta dari TKK PENABUR Jakarta, TKK Permata Bunda, dan TKK Tirta Marta. *** (Na2)

K r i s t e n

Gb. 2

Gb.1. Penampilan TKK PENABUR GS. Gb. 2. Pemenang berfoto bersama dengan dewan juri dan pengurus. Gb. 3. Alfred Simanjuntak memberikan hadiah kepada pemenang. _______________________________

Gb. 3

TKK 6 PENABUR Jakarta Kompleks Kelapa Gading menyelenggarakan perlombaan “Sains” untuk tingkat Kindergarten 1 (K1) dan “Presenter Cilik” untuk tingkat Kindergarten 2 (K2), pada 24-25 April 2007. Kegiatan ini merupakan bagian dari layanan pendidikan bagi anakanak untuk mengasah kemampuan khususnya pelajaran Sains dan pengembangan keterampilan bidang presenter. Besarnya antusiasme para peserta, dukungan orangtua siswa dan peran serta segenap jajaran Guru TKK 6 terhadap perlombaan ini, membuat seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan sukses. Keceriaan terpancar dari wajah anak-anak, kebahagiaan orangtua dan guru turut menambah semangat jalannya perlombaan. Dari kegiatan ini muncul bibit-bibit muda yang telah berhasil menunjukkan bakat dan prestasinya. **(TKK 6).

PEMENANG LOMBA “PRESENTER CILIK”

PEMENANG LOMBA MENYANYI BERSAMA JUARA I II III HARAPAN I HARAPAN II HARAPAN III

TK TKK PENABUR GADING SERPONG TKK 7 PENABUR JAKARTA TKK 3 PENABUR JAKARTA TKK 6 PENABUR JAKARTA TKK 11 PENABUR JAKARTA TKK 2 PENABUR JAKARTA

Sherafina Maya Jusuf Nathanael Levina Eunike Abiyoga Dharma Huang

K2.4 K2.2 K2.5 K2.2 K2.3 K2.4

Juara I Juara II Juara III Juara IV Juara V Juara VI

PEMENANG LOMBA “SAINS” Robertus R. Billy Haniel

K1.5 Juara I “Kismis Berenang” K1.2 Juara II “Mengembangkan Balon Tanpa Tiup” K1.4 Juara III “Uji Ketahanan Bentuk”

TKK

Siswa-siswi TK B dan TK A di TKK PENABUR Gading Serpong pada 1 dan 3 Mei 2007 field trip ke Kandank Jurang Doank – Bintaro. Dalam acara ini terjalin kerjasama dengan orangtua siswa yang turut aktif meminjamkan mobil. Setelah sampai di tempat tujuan, kami berbaris di lapangan untuk diberi pengarahan oleh pembimbing. Kemudian anak-anak diajak turun ke sawah tanpa alas kaki. Awalnya, mereka merasa geli dan jijik berjalan di tanah berlumpur. “Hi….hii….tunggu aku……” kata Dian sambil memegang tangan Ibu Guru. Beberapa anak tampak takut dan gemetaran kakinya saat berjalan di pematang sawah tanpa alas kaki. Tidak sedikit yang terpeleset dan belepotan lumpur, tapi berusaha berdiri dan berjalan lagi. Kepada anak-anak diperkenalkan cara menanam padi. Satu persatu mereka bergantian menanam padi. Ternyata mereka menikmati bermain lumpur di sawah, mereka sudah lupa rasa jijiknya, diganti dengan kegembiraan anak-anak mendapat permainan baru untuk mereka “ Entar lagi, ya….,” kata Cindy yang masih ingin berlama-lama duduk di atas punggung kerbau, saat disuruh turun karena teman yang lain sudah antri. Anak-anak tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memandikan kerbau dan naik di atas punggungnya. Setelah mandi dan ganti baju anak-anak makan bersama lalu pulang kembali ke sekolah.

6

PENABUR Gading Serpong (GS) menggelar acara GS Fair pada 26 Mei 2007. Suasana meriah sudah tampak dari halaman depan sekolah menyambut kedatangan para tamu dan orangtua siswa. Berbagai kegiatan diadakan untuk memeriahkan acara antara lain stan hasil penjualan karya siswa, makanan, dan CD hasil rekaman siswa; stan Dancow, Biolysin dan Pop Bihun; lomba baju tokoh alkitab; lomba foto model; dan lomba memasak. Selain itu juga diadakan seminar untuk Nanny dengan tema “Learning English Trough Songs”, seminar “Musik Untuk Mengembangkan Kecerdasan Jamak Anak” dibawakan oleh Dra. Widya Pekerti, MPd., seminar “Cara Jitu Menerapkan Disiplin dan Aturan Pada Anak” dibawakan oleh Tuti Gunawan, dan seminar bekerjasama dengan Dancow Parenting “ TV dan Agresi Anak “ dibawakan oleh Evi

Sukmaningrum, Psi. Suara Joshua William (B1) terdengar lewat “Siaran Radio Sekolah”, memandu dan melaporkan kegiatan yang sedang terjadi di setiap sudut koridor, ruangan dan halaman. Di panggung gembira, tak kalah menarik siswa-siswi TKK PENABUR GS yang lain tampil apik

menghibur pengunjung dengan tarian, nyanyian, puisi, dan senam. Pengunjung pun bisa mengembangkan hobi melukis dalam ”Lukisan Kolosal” di kanvas yang tersedia di playground. Acara ini diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba. *** (TKK GS)


Sekolah Dasar

No. 17 THN. V Edisi Juli - September 2007

Perubahan bukanlah suatu perubahan sampai terjadinya perubahan .... Sekolahku - SDK 10 BPK PENABUR Jakarta mengadakan Pentas Seni pada 12 Juni

2007. Dalam acara ini ditampilkan tarian, nyanyian, pemutaran slide, dll. tentang adat istiadat serta kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia. Tak hanya siswa yang ikut serta memeriahkan acara, tapi juga para guru. Kegiatan ini mengangkat tema “Tak Kenal Maka Tak Sayang”. Aku ikut ambil bagian dengan mengikuti Lomba Busana Daerah. Dalam kesempatan tersebut, aku memilih pakaian adat dari Propinsi Jawa Tengah yakni kota Solo. Aku tidak hanya berlenggak-lenggok dengan busana daerah yang kukenakan, namun juga memperkenalkan kebudayaan dari kota Solo. Buat teman-teman yang ingin mengenal kota Solo, dalam kesempatan ini aku sampaikan sedikit tentang kota Solo. Nama pakaian adat Solo adalah dodotan. Kota Solo itu terkenal dengan kain batiknya yang amat bagus. Makanan khasnya adalah dawet selasih dan rumah adat kota Solo namanya Joglo. Aku senang sekali dapat mengikuti lomba ini dan juga memperkenalkan kebudayaan kota Solo kepada teman-temanku. Meskipun hanya mendapat juara Harapan I, namun aku tidak sedih. Aku bertekad suatu hari nanti dapat lebih mengenal kebudayaan-kebudayaan daerah di Indonesia sehingga aku juga dapat lebih baik lagi dalam memperkenalkan kebudayaankebudayaan daerah tersebut. *** Liony Caroline Siswa Kelas 1D SDK 10

Pesta Siaga Pesta Siaga SDK PENABUR Kota Modern berlangsung pada awal Juni 2007, diikuti oleh seluruh pramuka siaga kelas 3, 4, dan 5. Dalam kegiatan tersebut, masing-masing barung melakukan kegiatan dalam 10 pos untuk memperoleh nilai tertinggi. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi siswa di bidang kepramukaan dan mempererat persahabatan melalui kerjasama dan kepedulian sosial antarsiswa.

Atas: Ibu Jeane (kepala sekolah) bertindak sebagai pembina upacara ________________________________________________________________________________

Ada yang berubah pada tanggal 2 Mei

2007 di SDK 10 PENABUR Jakarta saat upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional. Guru guru bertugas memimpin upacara dalam rangka memberikan model keteladanan sehingga siswa mengalami proses edukasi. Proses edukasi ini sudah sepantasnya terjadi dimanapun dan kapan pun. Di rumah, di kantor, di sekolah, di tempat-tempat ibadah, di lingkungan sosial,

bahkan di dalam diri seseorang yang ingin lebih baik dari hari ke hari. “Pendidikan bukanlah sesuatu yang diperoleh seseorang melainkan proses seumur hidup.” Kata pendidikan selalu dipakai dalam dua arti: pendidikan (education) dan pengajaran (teaching). Kita melihat, di TK masih pendidikan melulu, bahkan pengajaran dilarang. Di SD sudah ada pengajaran, seperti berhitung, menulis, membaca, sampai di kelas

Bakti Sosial

------------------------Peserta KPI dengan antusias mengikuti salah satu sesi permainan. -------------------------

KPI Kegiatan Penyegaran Iman (KPI) SDK PENABUR Kota Modern dilaksanakan pada 7 s.d. 8 Juni 2007 di GKI Kota Modern. Kegiatan yang mengangkat tema “Perkasa di dalam Tuhan” tersebut bekerjasama dengan GKI Kota Modern, Tangerang. KPI diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas 5. Semoga dengan acara ini setiap siswa dapat tetap teguh dan perkasa dalam Tuhan.

lima dan enam sudah lebih banyak pengajaran daripada pendidikan. Di sekolah menengah (SMP, SMU, dan SMK) hampir seluruhnya lebih ditekankan pada pengajaran. Oleh kerena itu, maka dikembangkan pedagogi baru yang menekankan pengajar harus mendidik para pelajar lewat mengajar. Dalam istilah UNESCO disebut belajar itu untuk to know, to do, to be, dan to live together. Tujuan pendidikan dan pengajaran ialah membantu anak

Kompetisi Matematika dan Sains 2007 Dalam rangka menemukan calon peserta Olimpiade Matematika dan Sains untuk tingkat yang lebih tinggi dan menumbuhkan semangat siswa dalam berkompetisi, maka di akhir tahun pelajaran 2006/2007, tepatnya tanggal 11 s.d. 12 Juni 2007, SDK PENABUR Kota Modern mengadakan Kompetisi Matematika dan Sains. Peserta kompetisi berjumlah 30 orang yang merupakan siswa terbaik di kelas III, IV, dan V yang

mempunyai kemampuan teoritis dan eksplorasi dikelasnya. Semoga dengan hasil kompetisi ini, SDK PENABUR Kota Modern dapat mengirimkan duta-duta yang mampu membawa nama baik SDK PENABUR Kota Modern baik di tingkat propinsi, nasional, maupun internasional. *** (Johan dan Rosvita-SDK PENABUR Kota Modern).

SDK PENABUR Gading Serpong (GS) mengadakan Bakti Sosial dalam rangka kepedulian terhadap korban banjir di Kelurahan Pakulonan, Gading Serpong, Tangerang pada tanggal 28 Maret 2007. Tampak pada gambar, Siswa SDK PENABUR GS sedang memberikan bingkisan kepada salah satu anak korban banjir.

Karyawisata

Siswa Kelas 2 Pada tahun pelajaran 2006/2007, siswa-siswi kelas 3 berkaryawisata ke tiga tempat yakni Gelanggang Samudra dan Ice World pada 8 Maret 2007, ke CarrefourCikokol Tangerang pada

menjadi dewasa mandiri dalam kehidupan masyarakat. Alfred Alder (1870 1937), seorang ahli jiwa berkebangsaan Jerman, bertutur, “Persoalan pokok kehidupan ialah sikap terhadap orang lain.”Memang pendidikan yang sebenarnya bukanlah pengetahuan yang hanya bersifat fakta-fakta namun lebih kepada karakter dan sikap mental positif yang dominan dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang. Bagaimana kita menularkan antusiasme belajar? "You can only make other better by being good yourself.” “Mari kita belajar menggunakan bakat apapun yang kita miIiki; hutan akan sunyi jika yang berkicau hanya burung-burung yang paling merdu kicauannya saja.” "Semoga akan terlahir sebuah generasi yang akan membawa Indonesia kembali menjadi negara yang disegani dunia! Sebuah negara sehat, kuat dan bermartabat!” ***


Sekolah Dasar

No. 17 THN. V Edisi Juli - September 2007

SDK 11 PENABUR Jakarta mengadakan Pentas Seni pada 9 Juni 2007. Kegiatan yang mengangkat tema “Karya Anak Bangsa Tumbuh dari yang Sederhana” tersebut, didukung oleh 400 siswa-siswi sebagai pengisi acara. Menurut Lindawati Djaja (Kepala SDK 11), tujuan kegiatan ini adalah untuk menampilkan bakat seni siswa, mengembangkan potensi seni siswa, serta memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada siswa. Pentas Seni SDK 11 dikemas apik, menampilkan kebolehan siswa-siswi (kelas 1 s.d. 6) dari apa yang telah mereka pelajari dalam kegiatan ekskul. Para siswa menampilkan antara lain: tarian, nyanyian, paduan suara, kolintang, angklung, gerak dan lagu, balet, teater, puisi, ensambel musik, dan karate. Guru SDK 11 juga mendukung acara ini dengan ikut ambil bagian dengan bermain teater “Mutiara yang Hilang”, kolintang dan menampilkan tarian. Pentas Seni SDK 11 dimeriahkan dengan pameran hasil karya siswa dan pameran buku*** (Na2)

23 April 2007, dan Ocean Park-BSD pada 9 Mei 2007. Anak-anak sangat menikmati acara ini. Mereka melihat berbagai atraksi satwa yang mengagumkan di Gelanggang Samudra, menikmati permainan di Ice World, melihat cara membuat donat dan mendapat pengalaman berbelanja sendiri, serta menikmati permainan air di Ocean Park. Pastinya, seru sekali (Susanty-Guru Kelas 2)

Karyawisata Siswa Kelas 3

Siswa-siswi kelas 3 berkaryawisata ke Cimory Fresh Milk pada 7 dan 8 Mei 2007. Tampak pada gambar, Siswa SDK PENABUR GS sedang memberi makan sapi dengan rumput.

Pentas Seni SDK 6 PENABUR Jakarta berlangsung pada 9 Juni 2007. Pentas seni tersebut dikemas menarik dengan menampilkan kebolehan siswa-siswi SDK 6 di bidang paduan suara, marching band, tari-tarian (Tari Tanduk Majeng, Tari Ayam Kecil, Tari Meong, Tari Parkit, Tari Bakiak, dan Tari Gembira), ensambel, serta drama musikal “Cindelaras”. Melalui acara pentas seni ini diharapkan para siswa dapat mengenal cerita rakyat sehingga mereka lebih mencintai dan menghargai budaya sendiri serta dapat mengaktualisasikan potensi seni para siswa.***

Kunjungan ke

PWK Hana dan PA Asih Lestari Dalam rangka Paskah, Siswa-siswi SDK PENABUR GS mengadakan kunjungan ke Panti Werda Kristen (PWK) Hana dan Panti Asuhan (PA) Asih Lestari pada 26 April 2007. Di PWK Hana, kami mengadakan kebaktian bersama oma opa, mendengar kesaksian dari oma (salah satunya dari Ibu Lidya Halim-mantan Supervisor PENABUR), membagikan paket, serta berkunjung ke kamar oma dan opa. Di PA Asih Lestari, kami juga mengadakan kebaktian bersama. Dalam kesempatan tersebut, kami makan siang bersama anak panti dan mendapat banyak sekali pengalaman yang berharga. Risma Aritonang – Wakasek

Pengalamanku

Membentuk Tanah Liat Menjadi Barang yang Berguna

Halo

teman-teman ... , perkenalkan nama saya Alvin Reza Lugiana, siswa kelas 5A SDK 4 PENABUR Jakarta. Pada hari Rabu, 21 Maret 2007, saat mata pelajaran KTK, saya membuat sesuatu dari tanah liat. Saya ingin menceritakan pengalaman saya yang mengasyikkan dan berguna untuk keterampilan saya dan pengetahuan yang lebih dalam tentang tanah liat. Hal yang mengasyikkan dalam membentuk tanah liat yaitu ketika saya membentuknya menjadi tempat sabun mandi. Saya tak

menghiraukan tangan dan celemek saya yang menjadi sangat kotor karena terkena sejenis rekatan lem berupa tanah yang dicampur air. Selain dapat dibuat tempat sabun, dapat juga dibentuk menjadi berbagai macam kerajinan, seperti: topeng, asbak, keramik, vas bunga, dsb. Ternyata tanah liat sulit dilalui air. Jika basah, tanah liat sangat lengket dan elastis. Hal ini yang membuat tanah liat dijadikan bahan dasar keramik dll. Proses pembentukan tanah liat tidak dilakukan dengan tangan saja, tetapi dapat dibentuk juga dengan mesin. Nama mesin

================

tersebut adalah mesin pemutar. Ternyata membentuk sesuatu dari tanah liat tidaklah sulit dan membuat kita menjadi lebih kreatif. Demikianlah pengalaman saya dalam membentuk sesuatu barang dari tanah liat. Semoga berguna bagi teman-teman yang membacanya. Alvin Reza Lugiana Kelas 5A SDK 4


Sekolah Menengah Pertama

No. 17 THN. V Edisi Juli - September 2007

EDWARD L.

Siswa kelas 9B SMPK 2 PENABUR ini berhasil meraih JUARA 1 dan JUARA UMUM Olimpiade Matematika seJabodetabek yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Jakarta, 28 November 2006 di kampus UNJ JI. Rawamangun Muka Jakarta Timur. Pada Kompetisi Matematika PASIAD se-Indonesia III tanggal 24 Februari dan 24 Maret 2007, Edward menunjukkan kemampuannya sebagai JUARA 1 TINGKAT NASIONAL. Oleh karena diberi kesempatan yang baik oleh Kepala SMAK 1 PENABUR (Ibu Duma), Edward dapat ikut serta dalam OSN 2007 bidang Matematika.

Ir. Robert Robianto (Ketua BPK PENABUR Jakarta) sedang memberikan kata sambutan pada pembukaan jambore.

KEVIN WINATA

Siswa kelas 9C SMPK 2 PENABUR ini menunjukkan kemampuan yang sangat baik dalam bidang Matematika maupun Fisika. Kevin berhasil meraih peringkat ke-l0 tingkat Nasional pada Kompetisi Matematika III PASIAD se-Indonesia yang dilaksanakan di 28 provinsi dan 64 kota se-Indonesia, diikuti oleh 40.821 siswa. Saat ini Kevin sedang berjuang bersama kakakkakak kelasnya dalam OSN 2007 bidang Fisika mewakili SMAK 1 PENABUR.

JENNIFER S.

Siswa kelas 7B SMPK 2 PENABUR ini mempunyai prestasi Matematika dan IPA yang baik. Jennifer mengikuti Kompetisi Matematika se-Jabotabek yang diselenggarakan oleh Global Prestasi High School tanggal 24 Februari -3 Maret 2007 dan berhasil merebut JUARA 1. juga mengikuti Kompetisi IPA yang diselenggarakan oleh MGMP IPA Dikdas DKI Jakarta pada 25 Februari, 4 dan 11 Maret 2007 di SMPN 72/216/ 68 dan berhasil meraih JUARA 3.

Mahsavira Pranoto, S.Pd. Guru SMPK 2 =======================================

Penampilan modern dance Pramuka Penggalang SMPK 7 di acara penutupan jambore.

Unit Kegiatan

Siswa dari Bagian Layanan Siswa menyelenggarakan Jambore Pramuka Penggalang SMPK BPK PENABUR Jakarta pada 7 dan 8 Juni 2007 di Buperta, Cibubur. Panitia pelaksana dalam jambore kali ini adalah SMPK 6 BPK PENABUR Jakarta. Jambore Pramuka Penggalang 2007 mengangkat tema “Jambore Menumbuhkan Kebersamaan dan Kerjasama Pramuka BPK PENABUR Jakarta”. Kegiatan diikuti oleh 1092

siswa dari SMPK BPK PENABUR Jakarta, Tirta Marta, dan Permata Bunda. Dalam jambore yang dibuka oleh Ir. Robert Robianto (Ketua BPK PENABUR Jakarta) ini, para peserta wajib mengikuti 12 kegiatan yang ada untuk mendapatkan tiska (tanda keikutsertaan) jambore. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah Tekpram (Keterampilan Pramuka), Outbound, Wide Game, Senam Pramuka, Sablon, Clay, Permainan, Cergam, NAPZA, Tari, IAYP, dan Pameran.

Live In di Desa Ciranjang, Cianjur,

Juara Lomba Poster

Juara 3 Lomba Komputer Tingkat Nasional

SMPK 5 mengadakan Live In di Desa Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat pada 7 s.d. 10 Juni 2007. Kegiatan yang diikuti oleh 38 siswa dan 7 guru tersebut, bertujuan untuk memupuk kemandirian, tanggung jawab, dan jiwa pelayanan siswa. Kegiatan yang dilakukan antara lain mengenal home industry jamur, bed cover, belajar menanam padi, mengajar di SD Sindangjaya 4, kebaktian, lomba persahabatan dengan penduduk desa, dan rekreasi di Danau Cirata. Menurut peserta, acara ini sangat menyenangkan karena mereka dapat mengenal kehidupan di desa, bersosialisasi dengan penduduk desa, serta menambah wawasan melalui kegiatan yang dilaksanakan. ***

Vincent Matthew, siswa SMPK 5 meraih Juara Harapan I pada Lomba Poster yang diadakan Badan POMRI (Pengawasan Obat dan Makanan) pda 14 Mei 2007. Lomba ini diikuti oleh 50 siswa dari sekolah negeri dan swasta di DKI Jakarta.

SMPK 5 berhasil meraih Juara III pada Lomba Komputer tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Computerkid dan ComputerStar bekerjasama dengan Kementrian Lingkungan Hidup pada 24 Mei 2007. SMPK 5 memilih materi Web Design, dengan menggunakan program Macromedia Dreamweaver dan Macromedia Flash.*** (Guru Komputer SMPK 5)

Jawa Barat

Badan POMRI

Kegiatan ini ditutup oleh Dian Kurnia, S.Pd. (Kabag. Layanan Siswa). Pada kesempatan tersebut, juga dilaksanakan serah terima kepanitiaan Jambore Pramuka Penggalang dari Mc. Sius Srimulyono (Ketua Panitia Jambore Pramuka Penggalang 2007 – SMPK 6) kepada Ester Lesmana (Kajeng SMPK) yang kemudian diserahkan kepada Rospita (Ketua Panitia Jambore Pramuka Penggalang 2009 – SMPK 7).*** (Na2)

“ Ayo ….!

Jangan takut, kamu pasti bisa ….!” Suara teriakan penuh semangat bergema saling tumpang tindih terdengar meriah diiringi rasa agak takut terlihat di wajah siswa aksel 8 H SMPK 4 BPK PENABUR. Itu adalah bentuk dukungan atau support siswa aksel yang yang diberikan ke temannya yang sedang melaksanakan Flying Fox. Pada hari Jumat, 30 Maret 2007, pukul 07.15 WIB


Sekolah Menengah Pertama

No. 17 THN. V Edisi Juli -September 2007

Jenjang

Pemenang English Day Competition berfoto bersama Ester Lesmana, S.Pd. (Kajeng. SMPK) dan dewan juri

SMP BPK PENABUR Jakarta pada tahun pelajaran 20062007 mengadakan English Day Competition tingkat SMP BPK PENABUR Jakarta. Melalui kegiatan ini, diharapkan semua warga sekolah mau menggunakan bahasa Inggris dalam berkomunikasi sehingga kemampuan mereka dalam berbahasa Inggris dapat meningkat. ***

Pemenang English Day Competition Tingkat SMP BPK PENABUR Jakarta JUARA SEKOLAH I SMPK Gading Serpong II SMPK 1 III SMPK 7

Jenjang SMP BPK PENABUR Jakarta pada tahun pelajaran 2006-2007 juga mengadakan Lomba Sekolah Sehat tingkat SMPK BPK PENABUR Jakarta. Dewan juri dalam kesempatan tersebut adalah Pengurus BPK PENABUR Jakarta yang terdiri atas drg. Rini Suherman, Lanny Prajogo, dan Penny Tjandra. Melalui kegiatan ini diharapkan warga sekolah dapat melakukan pembiasaan untuk SEKOLAH hidup sehat baik di rumah SMPK 7 SMPK PENABUR Gading Serpong maupun di sekolah.***

Pemenang Sekolah Sehat Tingkat SMP BPK PENABUR Jakarta JUARA I II III

SMPK 4

Lomba OSIS SMP dan SLTA BPK PENABUR Jakarta Dalam rangka meningkatkan kualitas OSIS SMP dan SLTA BPK PENABUR Jakarta, maka pada tahun pelajaran 2006-2007 Unit Kegiatan Siswa-Bagian Layanan Siswa mengadakan Lomba OSIS SMP dan SLTA BPK PENABUR Jakarta. Pengumuman pemenang Lomba OSIS tersebut dilaksanakan pada 6 Juni 2007 di Aula SMAK 1, Jalan Tanjung Duren Raya No. 4, Jakarta Barat. *** (Na2)

Temu OSIS SLTA BPK PENABUR Jakarta Ir. Winfrid Prayogi (Direktur Pelaksana) menyerahkan piala kepada SMAK PENABUR Gading Serpong _____________________________ Pemenang Lomba OSIS Jenjang SMPK.

siswa akselerasi 8 H sudah meninggalkan sekolah untuk menuju daerah Ciawi tepatnya di Jalan Cikereteg, desa Pancawati, Ciawi, Bogor (Lembur Pancawati Ciawi). Dengan diawali doa rombongan satu bus ini sampai di tujuan pukul 08.45 WIB. Setelah dijamu dengan Welcome Drink kami diberi pengarahan baik bagi pendamping (guru dan ortu) dan siswa

tentang aturan permainan agar tujuan outbound ini berhasil dan berjalan sesuai dengan yang semestinya. Kegiatan outbond ini meliputi Hog Call, Beam Data Processing, How far U Can , Scream, Mines Crossing, Chocolate River, Treasure Hunt, Tangga, Postman, Flying Fox, Egg Drop dan Constructions. Adapun tujuan dari berbagai kegiatan di atas adalah membangun rasa saling percaya dan komunikasi antarteman, memunculkan ide, kreativitas, pendapat dan berdiskusi dalam satu dinamika kelompok, melatih kerjasama, melatih keberanian, motivasi diri, saling mendukung, menumbuhkan kesadaran untuk bekerjasama serta berkompetisi yang sportif.

Kegiatan yang diprakarsai dan dipersiapkan oleh orangtua siswa ini diakhiri pukul 17.30 WIB. Melalui kegitan ini semoga siswa aksel 8 H dapat memetik berbagai pelajaran untuk dapat diterapkan dalam kegiatan belajar dan bersosialisasi. Bravo siswa aksel 8 H dan ” For the acceleration’s parents thank you very much. For helping and support this event ”. GBU.

Ciptiyani SMPK 4

Unit Kegiatan Siswa dari Bagian Layanan Siswa BPK PENABUR Jakarta mengadakan Temu Osis SLTA BPK PENABUR Jakarta pada tanggal 6 Juni 2007 di Aula SMAK 1, Jalan Tanjung Duren Raya No. 4, Jakarta Barat. Di acara ini, peserta menerima materi tentang Pendidikan Nilai dengan topik “To Be The Best With Your Character” yang disampaikan oleh Ibu Thea Nathanael. Pembinaan yang sama telah diberikan kepada OSIS jenjang SMP pada bulan Oktober 2006. Seminari Darmanto (Kanit. Kegiatan Siswa) berharap kegiatan ini dapat membekali pengurus OSIS untuk menjadi pemimpin yang berkarakter kristiani; membantu pengurus OSIS untuk menumbuhkembangkan tanggung jawab, kebaikan hati dan kesetiaan dalam kegiatan sehari-hari; serta menjalin persahabatan/kebersamaan diantara sesama pengurus OSIS BPK PENABUR Jakarta. *** (Na2)

PERPUSTAKAAN AKTIF PGS

===================================================== Perpustakaan Aktif SMP PENABUR Gading Serpong (GS) mengadakan beberapa kegiatan antara lain: * Workshop Creative Writing disampaikan oleh Naning Pranoto (Penulis) pada 24 Maret 2007 * Kegiatan Keterampilan Clay pada 12 Mei 2007 * Kegiatan membatik pada 13 Juni 2007 Kegiatan perpustakaan aktif ini akan terus dilakukan di tahun-tahun yang akan datang dengan tujuan perpustakaan bukan hanya sekedar untuk membaca buku, namun juga melakukan kegiatan yang bersumberkan dari buku-buku yang ada.


Sekolah Lanjutan Tingkat Atas

No. 17 THN. V Edisi Juli - September 2007

Siswa Berprestasi Jenjang SLTA BPK PENABUR Jakarta Tahun Pelajaran 2006-2007

SEKOLAH PROGRAM JUARA NAMA SISWA NAMA ORANGTUA SMAK 1 IPA I Stephanie Gabriela Bpk. Temi Hendri & Ibu Tjandra Rini II Jonathan Pradana M. Bpk. Edhi Mailoa & Ibu Sherlie D. III Joni Bpk. Handi & Ibu Marian Paiman IPS I Sabrina Aprilia Buntoro Bpk. Eddy Buntoro & Ibu Siska L. II Gladis Dwiyanty Bpk. Ependi Supangkat & Ibu Julia III Fiona Bpk. Handy Chandra & Ibu Boen Y. Siswa Teladan Charles Nathanael J. Bpk. Royanto J. & Ibu King T. SMAK 2

IPA IPS

Pelajar Peduli SMAK 3

IPA IPS

Pelajar Teladan

I II III I II III

Tessa Ayuningtyas S. Christina Huangda Cindy Kartika Sari Jefry Suhendra Chelsy Steffi Stephani Sadeli

Bpk./Ibu Theng, Agus Hartanto Bpk./Ibu Husdi Swanwidjaja Bpk./Ibu The Njat Lin Bpk./Ibu Phang, Hendra Bpk./Ibu Suwardy Lay Bpk./Ibu Ronny Gunawan Bpk./Ibu Hadi Sadeli

I II III I II III

Pangus Ho Reggie Surya Kosasih Laurencia Nellsen I Ketut Adi Putra Gebriella Yosefina I Ketut Adi Putra

Bpk Ho Hasyim A. & Ibu Sianita T. Bpk. Tjan Tat Hin & Ibu Koe F. L. Bpk. Kwok Min Tjie & Ibu Kon C. Bpk./Ibu Soen Tjong Kay Bpk./Ibu Teddy Kurniawan Bpk./Ibu Jusuf Tedjaatmaja Bpk./Ibu Teddy Kurniawan

BPK PENABUR AWARD SMAK 4

IPA IPS

SMAK 5

IPA IPS

Siswa Teladan SMAK 7

IPA IPS

Siswa Teladan

Pangus Ho

Bpk. Ho Hasyim A. & Ibu Sianita T.

I II III I II III

Yuda Ginanda H. Jesica Christianti Dante Nathanael Andrea Kurniawan Kantiana Jessica Andriany

Bpk./Ibu Wirjawan Hadiprodjo Bpk./Ibu Jimmy Irawan Pualamsyah Bpk.Ibu Runuk Darmawi Andel Bpk./Ibu Citra Kurniyawan Bpk./Ibu Husin Taslim Bpk./Ibu Andreas Suhandi Hartono

I II III I II III

Alvin Saputra Hansi Joachim Ruth Irena Gunadi Nita Virena Nathania Caroline Hartanto Joseph Christ Adrian Ruth Irena Gunadi

Bpk./Ibu Hady Yulianto Alm. Bpk. Aan Tjahjadi Bpk./Ibu Tadius Sukandra Gunadi Bpk./Ibu Harnadi Tryman Bpk./Ibu Tan Tjhing Piauw Bpk./Ibu Yohanes Andrian Bpk./Ibu Tadius Sukandra Gunadi

I II III I II III

Citra Agung Yuwono Lisa Yudith Apriyanti Juwita Citra Erik Citra Agung

Bpk./Ibu Sugeng Yuwono Bpk./Ibu Ridwan Naftali Bpk./Ibu Hendy Sudarsono Bpk./Ibu Tjong Jiw Sjin Bpk./Ibu Tjie Khang Wie Bpk./Ibu Ferry Natapraja Bpk./Ibu Sugeng

Yosef Saputra William Rusli Charissa Lungkat Daniel Monica Nadya Sifra Yunita Yosef Saputra Defi Eveline Nathalia Virgi Meliana Criest Roony Morris Natanael Agnes Anania Narita Indrastiti

Bpk./Ibu Moeljono Soesilo Agoeng Bpk./Ibu Ferry Pranatha Bpk./Ibu Henry Lungkat Bpk./Ibu Lie Wanjau Bpk./Ibu Martin Hartanto Bpk./Ibu Fehr, Ulrich Friedrich Bpk./Ibu Moeljono Soesilo Agoeng Heuw Djoen Khong Halim Santoso Rafan Arican Wahab AKA Sudjono Darmo Daniel Santoso Bpk/Ibu Joe Hantono Bpk/Ibu Untung

SMAK GADING SERPONG IPA I II III IPS I II III Siswa Teladan SMKK 1 I II III SMKK 2 I II III SMFK I II

Pelepasan siswa SMA BPK PENABUR Jakarta berlangsung serentak pada Sabtu, 16 Juni 2007. Pada tahun pelajaran 2006-2007, siswa SMA BPK PENABUR Jakarta berhasil lulus 100%. Sementara itu, pelepasan siswa kejuruan BPK PENABUR Jakarta berlangsung pada Senin, 18 Juni 2007. Siswa SMFK (Sekolah Menengah Farmasi Kristen) lulus 100%, SMKK 1 (Sekolah Menengah Kejuruan Kristen 1) lulus 100%, dan SMKK 2 (Sekolah Menengah Kejuruan 2) lulus 93,33%.

Kapita Selekta

di SMAK 1 ___________________________

SMAK 1 meraih prestasi membanggakan pada Kompetisi Matematika Tingkat DKI Jakarta yang diselenggarakan oleh MGMP Matematika SMA DKI Jakarta. Kompetisi dibagi dalam dua babak. Babak penyisihan berlangsung di SMAN 112 Jakarta Barat pada 29 April 2007, diikuti oleh 980 siswa SMA swasta dan negeri. Babak final berlangsung di SMAN 70 pada 6 Mei 2007, diikuti oleh 100 siswa kelas X dan 103 siswa kelas XI.

Prestasi yang diraih SMAK1 adalah:

Juara 1 tingkat Kelas X Juara Harapan 1 kelas X Juara Harapan 2 kelas X Juara Harapan 3 kelas X Juara Harapan 2 kelas XI

JOSEPH ANDREAS HANS FERDIAN C. WINSTON MAILOA INDRA GUNAWAN TJOKRO

Oleh karena berhasil memperoleh 5 piala maka SMAK 1 mendapatkan predikat juara umum kompetisi MGMP Matematika tingkat DKI tahun 2007. Joseph Andreas (Siswa SMAK 1)

SMAK 1 PENABUR Jakarta mengadakan Kapita Selekta bagi siswasiswi kelas 10 dan 11 pada tanggal 5 Juni 2007. Kegiatan ini mengangkat tema “Tantangan Akhir Zaman”. Dalam kegiatan seminar tersebut, disajikan tiga topik yakni “Yesus Bangkit atau Tidak (Isu Tentang Keluarga Yesus)

_____________________________ Ir. Paulus Mustika S. (pengurus) mengalungkan medali tanda kelulusan kepada salah satu peserta wisuda.

disampaikan oleh Pdt. Arliyanus Larosa, M.Th. (Pendeta GKI Kepa Duri – Pengurus BPK PENABUR Jakarta), “Ajaran di Luar Gereja” (Mormon, Saksi Yehova, Ocultisme) disampaikan oleh Pdt. Andreas Loanka (Pendeta GKI Gading Serpong), dan “Gaya Hidup Cosmopolitan disampaikan oleh Bapak Alex Nanlohy (Pembina Remaja GPIB Kelapa Gading). Masing-masing siswa memilih salah satu dari tiga topik yang diminati dan sesuai dengan kebutuhannya. *** (Na2)


Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Jalan-jalan ke negeri Pangeran William

selama dua minggu, gratis pula, mungkin belum pernah terlintas di benak Feliana Citradewi dan Pangus Ho dari SMAK 3 PENABUR. Awalnya, saat Feliana mendengar tentang perlombaan debat Bahasa Inggris berhadiah dua tiket ke UK (United Kingdom) dalam ajang Canisius English Competition (CEC) yang diselenggarakan sekolah Kolese Kanisius, ia langsung tertarik dan membentuk tim dengan Pangus dan Lauralia Poerwoko padahal hari itu adalah hari terakhir pendaftaran. Akhirnya mereka pun dapat mengikuti ajang kompetisi tersebut. Berbekalkan pengalaman mengikuti lomba-lomba debat sebelumnya, mereka pun yakin dapat memberikan hasil yang terbaik. Pada babak penyisihan, tim mereka sempat berada di posisi yang tidak aman untuk maju ke babak selanjutnya. Tetapi berkat semangat dan keyakinan yang terus memotivasi mereka, sampailah mereka pada babak final yang dijurikan oleh 8 juri debat dari universitas yang sudah berpengalaman dibidangnya

dan 5 juri yang merupakan tokoh-tokoh masyarakat terkemuka seperti Wimar Witoelar, Muhammad Sobari, dan Sarwono Kusumaatmadja. Dalam babak yang sangat menentukan ini mereka harus berhadapan dengan “saudara” mereka dari sesama PENABUR yaitu SMAK 1 PENABUR. Pada babak ini mereka diwajibkan untuk mengundang kepala sekolah dan beberapa teman-teman sebagai supporter. Dan puji syukur, di tengah kesibukan aktivitas belajar-mengajar, Ibu Devi S. Tanumihardja, S.Sos. selaku kepala sekolah ditemani Ibu Evie S. Darmadi dan belasan orang teman masih menyempatkan diri untuk memberikan dukungan kepada tim SMAK 3. Alhasil, SMAK 3 dapat memenangkan Canisius Debate Competition 2007. Pangus juga berhasil terpilih sebagai The Best Speaker dalam kompetisi tersebut. Setelah mereka meraih juara satu untuk debat, ternyata mereka masih belum dapat membawa pulang dua tiket ke UK tersebut. Baru diberitahukan bahwa mereka harus mengikuti kompetisi selanjutnya yaitu menulis artikel berbahasa Inggris (writing competition) dan

SMAK 7

Live In

di Desa Kacangan Blora, Jawa Tengah “Gimana live in-nya?” Itu pertanyaan yang pertama kali disampein waktu aku ketemu sama keluarga dan temen-temen. Jawabannya?? Wah, seneng banget, seru, gak nyesel hidup “susah” selama lima hari (tanggal 8 s.d. 12 Juni 2007). Selain dapet temen-temen baru, aku juga bisa tinggal di tengah-tengah warga Desa Kacangan Wirosari, Blora, Jawa Tengah yang baik-baiiik banget. Selama live in aku nginep di rumah Bu Ira yang ramah dan amat baik. Aku serumah sama MT, Lidya, dan Claudia. Di “rumah”ku, Bu Ira tinggal dengan kedua anaknya [Ayu, kelas 2 SMP dan Ruth yang masih kecil nan imut], plus seorang nenek. Banyak hal yang kami lakukan selama live in, antara lain: memberikan penyuluhan kesehatan gigi bagi siswa SD Kacangan, ngajar sekolah minggu di Gereja Isa Almasih, membantu memanen jagung dan cabai di sawah, dan ngunjungin janda-janda. Salah satunya adalah seorang janda yang buta. Sedih rasanya ngeliat keadaannya. Rumahnya terasa lapang saking dikitnya barang-barang. Ditambah lagi keadaanya yang gak bisa ngeliat. Aku jadi bersyukur banget punya keluarga yang baik, hidup sehat, dan berkecukupan. Di hari terakhir, kami bikin pengobatan gratis. Dibantu tenaga medis setempat, kita semua bagi tugas buat nolong lebih dari 300 orang yang datang berobat. Ada yang kerja di bagian pendaftaran, bagiin kacang ijo, nganterin ato nuntun orang ke tempat duduk, jadi MC, jadi pemusik, ngurusin masalah kupon dan door prize, sampe bagiin hadiah [mie, air mineral, dan sabun], sama ngucapin “Matur nuwun”. Iya, disana kita berusaha ngomong bahasa Jawa walaupun cuma itu-itu aja. Misalnya: “Sugeng enjing!”, “Kupone pundi, Pak?”, “Namine sinten, Bu?”, “Unjukane dibekto”, “Monggo pinarak, Mbah.”, “Mriki, Mbah..”, “Nomor ... pikantuk hadiah!”, “Sampun berobat, Bu?”, dan akhirnya “Matur nuwun”. Gara-gara pengobatan gratis, dalam sehari vocab bahasa Jawa halusku bertambah banyak. Orang-orang yang berobat pun kliatan seneng waktu kita ngucapin trima kasih uda mau dateng. Walaupun capek, pegel-pegel, sampe kakiku belang gara-gara kejemur matahari, tapi aku senang karena bisa nolong banyak orang walaupun cuma nganterin mereka ke tempat duduk. Akhirnya, tiba saatnya bagi kami buat pamit pulang. Aku kaget waktu ngeliat orang-orang disana nangis. Ternyata, begitu berarti keberadaan kami bagi mereka. Aku jadi bahagia karena cape-cape, panaspanas, ngantuk dan pegel-pegel yang kami rasain tuh bermanfaat bagi mereka. Begitu juga persembahan yang sudah dikumpulin temen-temen SMAK 7 buat disumbangkan ke SD dan gereja di Desa Kacangan. Ternyata nolong itu enak yaa,... . Gak sampe situ aja pertolongan anak-anak live in. Saat perjalanan pulang, kami juga nolong sopir bus buat ganti kaca bus yang pecah. Gak nyangka sebesar itu empati peserta live in sampe bisa terkumpul 1,1 juta dari 2 juta yang dibutuhin. Kalo itu semua gak diawali kebersamaan dan gotong-royong selama di Desa Kacangan mungkin nominal yang terkumpul gak nyampe segitu. Memang, kalo sendiri-sendiri kita mungkin gak ada apa-apanya tapi kalo rame-rame kita mungkin bisa do something buat orang lain. Cicely Novina, SMAK 7

No. 17 THN. V Edisi Juli - September 2007

diselenggarakan oleh British Council melawan juara satu dari empat cabang lainnya di CEC. Lomba tersebut berlangsung secara individual, mereka tidak lagi bekerja secara tim. Mereka cukup terkejut mendengar informasi ini karena mereka belum memiliki pengalaman di bidang tersebut. Namun beruntung, mereka masih dibekali pelatihan jurnalistik oleh British Council yang pengajarnya adalah chief editor dan beberapa wartawan The Jakarta Post. Pelatihan tersebut sangat membantu mereka mengenal dasar-dasar menulis artikel yang baik. Pada saat pelatihan berakhir, The Jakarta Post memberi apresiasi kepada empat dari sebelas orang peserta yang berpartisipasi dengan baik.Pangus dipilih sebagai peserta yang paling kritis dan Feliana sebagai yang paling aktif. Sebagai hadiah, mereka mendapat koran The Jakarta Post gratis selama sebulan. Terhitung sepuluh hari

setelah pelatihan, mereka harus mengumpulkan artikel sepanjang seribu kata yang topiknya mengenai UK. Pada saat itu, Feliana, Pangus, dan Laura hampir mengundurkan diri karena waktunya bertepatan dengan try-out untuk ujian. Selain itu, mereka juga merasa sudah terlalu sering meninggalkan jam pelajaran sekolah. Namun setelah berkonsultasi dengan Ibu Devi, beliau justru sebaliknya sangat mendukung kami untuk melanjutkan kompetisi tersebut dan tidak mengizinkan kami mundur sebelum mencoba. Setelah usaha yang cukup keras, dibantu guru-guru, orangtua, dan pihak-pihak lainnya dalam pendalaman materi maupun informasi, artikel Feliana (berjudul England Youth's Acceptance of Multiculturalism in Religion) dan Pangus (berjudul Building Work Ethics in Indonesia -- A Comparative Study with UK) lolos sebagai dua dari lima artikel terbaik. Setelah itu, mereka masih

harus melewati babak wawancara untuk penentuan akhir. Pada saat pembukaan UK Education Fair, akhirnya Feliana dan Pangus diumumkan sebagai dua orang pemenang yang terpilih dari seluruh Indonesia oleh Duta Besar Inggris, H.E. Charles Humfrey. Akomodasi, pendidikan mereka di sana, serta uang saku ditanggung sepenuhnya oleh British Council. Dari perjuangan Feliana dan Pangus, terlihat bahwa usaha dan kemauan yang kuat, terlebih dukungan dari keluarga dan sekolah serta penyertaan Tuhan,tidak ada yang mustahil. Mari kita bersama-sama belajar untuk memaksimalkan potensi yang kita miliki dan berjuang dengan gigih seperti mereka agar keinginan bukan sekedar impian belaka melainkan dapat kita raih. Feliana Citradewi dan Pangus Ho Bali, Mei 2007

Sandy, Siswa SMAK 1

Raih Honorable Mention di APhO VIII, China Sandy Adhitia Ekahana, siswa SMAK 1 PENABUR Jakarta, yang merupakan salah satu anggota Tim Olimpiade Fisika Indonesia meraih dalam kompetisi Fisika internasional, Asian Physics Olympiad (APhO) VIII di Shanghai China tanggal 21-29 April 2007. Pengumuman pemenang berlangsung pada penutupan

Unit Kegiatan Siswa dari Bagian Layanan Siswa BPK PENABUR Jakarta menyelenggarakan Jumbara (Jumpa Bakti Gembira) PMR (Palang Merah Remaja) pada 8 dan 9 Juni 2007 di Buperta

Cibubur. Kali ini, Jumbara dilaksanakan oleh SMAK 4 PENABUR Jakarta sebagai panitia. Jumbara PMR 2007 mengangkat tema “Decourred: Dedicate For Our Red Cross”. Kegiatan tersebut diikuti 721 anggota PMR yang terdiri atas 566 PMR tingkat Madya (SMP) dan 155 PMR tingkat Wira (SLTA). Berbagai kegiatan yang digelar adalah Kegiatan Khusus (Kepalangmerahan dan Travelling), Kegiatan Umum (Hiburan dan Keakraban), Workshop (Anti NAPZA, Makanan Sehat, IAYP), serta Stan Pameran.

kejuaraan ini di Shanghai Science Hall pada Sabtu tanggal 28 April 2007, yang antara lain dihadiri Presiden Olimpiade Fisika Internasional, Waldemar Gorzkowsiki. Pada olimpiade tersebut, TOFI mempersembahkan dua medali emas, tiga perak, dua perunggu, dan satu Honorable Mention. Selamat !!! ***

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang kepalangmerahan, mempererat persaudaraan antaranggota PMR se-

PEMBUKAAN JUMBARA PMR

----------------------------------Ir. Robert Robianto (Ketua BPK PENABUR Jakarta), saat memberikan kata sambutan di acara Pembukaan Jumbara PMR 2007). Berdiri di kiri, Etiwati, S.Pd. (Pembina PMR)

KEGIATAN WORKSHOP. ---------------------------------------

Tampak pada gambar, anggota PMR sedang mengikuti Workshop IAYP.

PENABUR, serta meningkatkan kemandirian anggota PMR setiap sekolah. *** (Na2)


Konsultasi

No. 17 THN. V Edisi Juli - September 2007

Konsultasi Psikologi

Anda ingin berbagi masalah? Ajukan kepada:

Dra. Daisy Imelda, Psi. Tuliskan pada sampul kiri atas:

Psikologi

Ibu Daisy, Kami mempunyai dua orang putera usia 7 tahun dan 5 tahun. Kami perhatikan akhir-akhir ini mereka selalu bertengkar untuk hal-hal yang sepele. Misalnya, dalam hal mainan atau nonton TV. Padahal waktu kami membeli mainan itu kami sudah berpesan pada yang sulung bahwa mainan itu untuk mereka berdua sehingga apabila adiknya ingin bermain, kakaknya harus memberi kesempatan pada adiknya. Sekarang ini, apabila kakaknya sedang bermain, adiknya sampai menangis minta mainan tersebut akan tetapi tidak diberikan oleh kakaknya sehingga akhirnya kami yang harus turun tangan. Kami mengatakan pada kakaknya untuk mengalah dan membiarkan sang adik bermain dahulu, baru kemudian setelah adik selesai kakak melanjutkan lagi. Tentu saja yang terjadi kemudian yaitu sang kakak yang menangis karena maiannnya kami berikan pada sang adik. Demikian juga dengan TV. Terkadang mereka ingin menonton acara yang berbeda pada jam yang sama sehingga lagilagi keributan yang terjadi dan diikuti dengan tangisan. Kami sudah kewalahan menghadapinya seharihari. Dapatkah Ibu membantu kami? Terima kasih atas perhatian Ibu Salam, Irma

BPK PENABUR Jakarta kembali menyelenggarakan SPIRIT 2007 yakni paket liburan sekolah yang bersifat rekreatif, namun juga mengandung unsur edukasi, sosialisasi, kepemimpinan, dan kemandirian. Tema SPIRIT 2007 adalah BRAIN (Brave – Responsibility – Attitude – Interpersonal – Nurture). Kegiatan ini diikuti oleh 190 peserta yang terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 65 siswa jenjang SMP, dan 35 siswa jenjang SLTA. SPIRIT jenjang SD berlangsung pada 18 s.d. 20 Juni 2007, dengan base camp di Wisma Listrik Taman Mini Indonesia Indah. Kegiatan SPIRIT jenjang SD dibuka oleh Ibu Penny Tjandra (Pengurus BPK PENABUR Jakarta). Dalam acara tersebut, peserta melakukan berbagai kegiatan, antara lain: trekking, paint water war, mengikuti workshop makanan sehat dan praktek cara makan yang baik, kunjungan ke Bendungan Jatiluhur dan PLTA, kunjungan ke Karamba Ikan Air Tawar, melakukan Bengkel Minat, yakni membatik di Museum Tekstil, membuat keramik di Museum Seni Rupa dan Keramik, dan membuat layang-layang bahan kain parasut di Museum Layang-layang. Kegiatan ditutup dengan

Ibu Irma, Menghadapi masalah seperti ini sebetulnya tidak sulit apabila orangtua tidak ‘keliru’ dalam memberi penjelasan pada anak. Menyimak tulisan Ibu di atas, tampaknya Ibu terlanjur memberi ‘pesan’ pada sang kakak bahwa sebagai kakak, ia harus ‘mengalah’ pada adik. Sedang ‘pesan’ yang ditangkap adik ialah bahwa ia harus mendapatkan sesuatu yang diinginkan dengan segera. Apabila kita mau melihat ke belakang, ini merupakan gaya atau pola asuh orangtua pada umumnya di budaya kita. Di satu sisi kakak memiliki

penampilan kreasi peserta dalam Talent Show. Sementara itu, SPIRIT jenjang SMP dan SLTA berlangsung tanggal 20 s.d. 23 Juni 2007, dengan base camp di Wisma Taman Nasional dan Home Stay, Pulau Pramuka-Kepulauan Seribu. Acara ini dibuka oleh Ir. Winfrid Prayogi (Direktur Pelaksana BPK PENABUR Jakarta). Peserta melakukan kegiatan, antara lain: kunjungan ke Pulau Rambut melihat Suaka Margasatwa Burung, kunjungan ke Penangkaran Penyu semi alami, Kupu-kupu, dan hatchery (pembenihan) biota langka. Kepada peserta diberikan pengenalan hutan pantai, kesempatan untuk menanam pohon butun, mangrove dan padang lamun sebagai keikutsertaan melestarikan lingkungan hidup. Peserta juga belajar tentang budidaya dan rehabilitasi karang hias, rumput laut, sertifikasi ikan hias serta budidaya ikan konsumsi di Pulau Panggang. Selain itu ada juga pelepasan tukik penyu di pantai Pulau Karya, pelatihan snorkling di Baliho TNKpS dan melakukan snorkling di Pulau Semak Daun dan Karang Lebar. Tidak kalah seru peserta juga diajak makan

hak yang ‘lebih’ dari adiknya (mengatur,dsb), akan tetapi di sisi lain, kakak juga diharapkan mengalah apabila terjadi ‘perebutan’ (mainan, nonton TV,dsb). Demikian juga dengan sang adik. Ia memiliki hak untuk ‘didahulukan’ dan cenderung diikuti apa maunya agar ia tidak menangis. Apabila pola ini yang diterapkan pada anakanak kita, maka tidak heran anak-anak mempersepsikannya secara sempit dan cenderung lebih berfokus pada hal-hal yang ’menguntungkan’ mereka seperti: dapat mengatur

dengan semena-mena, merasa memiliki hak untuk diistimewakan, dsb. Tentu saja dalam masa perkembangannya kelak dapat timbul berbagai hal yang tidak diinginkan oleh karena pandangan tersebut sudah terinternalisasi dan menjadi bagian dari dirinya. Hal yang dapat dilakukan orangtua yaitu menanamkan pengertian sejak dini pada anak bahwa setiap anak memiliki hak maupun kewajiban yang sama, sesuai dengan tahap perkembangan dan umurnya. Urutan kelahiran tidak memiliki keistimewaan secara

signifikan dalam hak seorang anak. Juga bahwa masing-masing anak harus saling menghormati hak yang lainnya. Sebaiknya diberikan pengertian pada anak untuk dapat menggunakan barang secara bergantian atau bergiliran. Di sini dibutuhkan keterampilan dari Ibu untuk dapat menyampaikan ’pesan’ secara ’manis’, bijaksana, sehingga dapat dimengerti dengan baik oleh anak. Ibu Irma, mudahmudahan jawaban ini dapat membantu Ibu. Salam untuk keluarga di rumah.***

bulu babi, memancing cumi-cumi di dermaga Pulau Pramuka, lomba voli pantai, futsal dan tarik tambang serta penampilan kreasi seni peserta dalam Talent Show. Acara ditutup dengan melakukan kegiatan di Bengkel Minat yakni membuat jaring ikan, manisan rumput laut, kerupuk ikan dan pengolahan bandeng cabut duri. Semoga kegiatan liburan ini mambawa kegembiraan, sukacita sekaligus menambah wawasan dan pertemanan bagi siswa-siswi SDSLTA PENABUR Jakarta dengan harapan dapat meningkatkan keberanian mencoba yang positif dalam menumbuhkan rasa percaya diri, rasa tanggungjawab, kedisiplinan, bersosialisasi dengan sesama, masyarakat dan lingkungan, serta menumbuhkan semangat kepedulian para peserta terhadap kelestarian lingkungan alam. ***(Na2)

Mengikuti pelatihan snorkling. Foto bersama peserta SPIRIT Jenjang SD.

Memberi makanan ikan di Karamba Bendungan Jati Luhur, Purwakarta.


No. 17 THN. V Edisi Juli - September 2007

pemecahannya. Kegunaan application assignments dalam pelatihan adalah membantu trainee memahami keterkaitan antara kapabilitas yang dipelajarinya dan penerapannya di dalam dunia nyata, yang membuatnya lebih mudah dalam mengingat kembali kapabilitas tersebut ketika diperlukan.

Pentingnya Organisasi Pembelajaran

Pengertian Transfer of Training

Transfer of training merupakan penerapan materi training di lingkungan pekerjaan secara efektif dan berkesinambungan oleh karyawan. Materi tersebut bisa berupa pengetahuan, keterampilan, perilaku dan strategi kognitif. Jadi transfer of training terjadi setelah training. Oleh karena itu kondisi-kondisi yang mendukung transfer of training perlu dipersiapkan sebelum training. Contohnya, motivasi trainee untuk menghadiri training dan mengkomunikasikan manfaat training pada pekerjaan. Sikap manajer dan rekan kerja terhadap training dapat mempengaruhi tingkatan motivasi trainee untuk mengikuti training.

Teori Transfer of Training

Ada tiga teori tentang transfer of training yang berimplikasi pada desain pelatihan, yaitu: 1) teori tentang elemen-elemen yang identik; 2) pendekatan generalisasi rangsangan; dan 3) teori kognitif.

Pendahuluan

Fenomena di lapangan seringkali program training dipandang oleh karyawan sebagai kesempatan untuk libur dari pekerjaan. Karyawan dengan senang hati mematuhi perintah pimpinan untuk mengikuti suatu training, tanpa mengerti maksud dari training tersebut, sehingga pada akhirnya tujuan pembelajaran tidak tercapai. Apalagi mengharapkan karyawan untuk menerapkan ilmu yang telah mereka peroleh pada pekerjaan. Hal tersebut harus diantisipasi oleh perusahaan, karena dana yang diinvestasikan untuk training tidaklah sedikit. Perusahaan harus mencari jalan keluar agar dana yang telah diinvestasikan tidak sia-sia. Satu hal yang harus diperhatikan adalah, lingkungan pembelajaran yang telah terbentuk selama training hendaknya berlanjut pada pekerjaan. Konsepsi ini dinamakan transfer of training. Apa itu transfer of training? Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi transfer of training? Bagaimana agar transfer of training dapat tercapai? Artikel berikut ini akan membahas pertanyaan-pertanyaan di atas.

Raymond A. Noe (2005). Employye Training and Development (3rd edition). New York: McGraw-Hill Education. 2 Staf Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (P4) BPK PENABUR Jakarta. 1

1. Tentukan, pastikan dan yakinkan jurusan yang akan dipilih sesuai dengan bakat, kemampuan dan minat. Hal ini bisa berdasarkan hasil tes psikologi yang menguji minat dan bakat. Dalam memilih jurusan bisa berkonsultasi dengan para senior/alumni yang masih/sudah kuliah di jurusan tersebut. 2. Cari informasi melalui internet/media

cetak/ikatan alumni sekolah mengenai badan/ lembaga/institusi/ perusahaan/negara yang menyediakan beasiswa. 3. Pelajari sifat dari beasiswa tersebut, bisa bersifat terikat, dimana penerima beasiswa terikat dengan syarat yang ditetapkan oleh pemberi beasiswa dan bisa juga bersifat lepas tanpa ikatan sama sekali.

1. Teori Tentang Elemen-elemen yang Identik Menurut teori ini, transfer of training akan terjadi jika materi yang dipelajari selama training identik dengan pekerjaan trainee. Transfer (pemanfaatan) akan menjadi maksimal apabila tugas, materi, dan ciri-ciri lain dari lingkungan pembelajarannya itu mirip dengan yang dihadapi trainee dalam lingkungan kerjanya. Dalam istilah psikologi, lingkungan pembelajaran selama training benar-benar memiliki fidelity dengan lingkungan kerja. Fidelity menunjuk keluasan dari lingkungan pelatihan yang mirip dengan lingkungan kerja. 2. Teori Pendekatan Generalisasi Rangsangan Teori ini menyajikan cara memahami isu transfer of training dalam pelatihan yang konstruktif, sehingga aspek yang paling penting atau prinsip-prinsip umumlah yang ditekankan. Teori ini menekankan far transfer yang menunjukkan kemampuan trainee dalam menerapkan kapabilitas yang telah dipelajarinya ke dalam lingkungan pekerjaan, meskipun lingkungan pekerjaannya (peralatan, problem, dan tugas-tugas) tidak identik atau tidak sesuai dengan sesi-sesi yang diikutinya dalam pelatihan. Hal yang penting dalam teori ini adalah apa yang disebut dengan key behaviors. Key behaviors adalah seperangkat kelakuan yang terbukti berhasil digunakan dalam berbagai situasi. Beberapa model diperlihatkan kepada trainee melalui video, kemudian mereka diberi kesempatan untuk mempraktikkan key behaviors tersebut walaupun situasinya berbeda. 3. Teori Kognitif Teori ini didasarkan pada proses informasi. Menurut teori ini kemungkinan pemanfaatan tergantung pada kemampuan trainee dalam menemukan kembali kapabilitas yang telah dipelajarinya. Pengaruh teori ini tampak dalam desain pelatihan yang mendorong trainee sebagai bagian dari program yang mempertimbangkan kemungkinan penerapan isi pelatihan dalam pekerjaan mereka. Application assignments menambah kemungkinan trainee untuk dapat mengingat kembali isi pelatihan dan menerapkannya dalam lingkup pekerjaan mereka ketika mereka menjumpai permasalahan dan situasi yang mirip. Application assignments adalah serangkaian permasalahan ataupun situasi pekerjaan yang didalamnya trainee diminta untuk menerapkan isi pelatihan untuk

4. Kirimkan lamaran lengkap tepat waktu. 5. Persiapkan diri baik kesehatan maupun kemampuan intelektual

dalam menghadapi tes dan wawancara. (JCX)

Semoga bermanfaat.

Beberapa alamat situs beasiswa: http://sampoernafoundation.org http://www.pendidikan.net/scholar.html http://www.ausaid.gov.au/scholar/studyin.cfm http://www.adb.org/jsp/ http://www.leiden.edu/ http://www.ukm.my/ukmportal/ http://www.ntu.edu.sg/publicportal/ http://www.truman.gov/ http://www.aminef.or.id/ http://enteruniversity.com/scholari.html

Pengertian organisasi pembelajaran merujuk pada sebuah perusahaan yang mempunyai perhatian yang besar terhadap pembelajaran, adaptasi dan perubahan. Hal ini diwujudkan dengan program training dan memasukkannya dalam tujuan perusahaan. Perusahaan memandang training sebagai bagian sistem yang didesain untuk menciptakan intellectual capital. Intellectual capital meliputi penguasaan kemampuan dasar oleh trainee disertai kreativitas, inovasi, motivasi untuk memperoleh dan mengaplikasikan pengetahuan pada pekerjaan.

Iklim Positif Untuk Transfer of Training

Iklim pentransferan mengacu pada persepsi trainee tentang luas dan bervariasinya karakteristik lingkungan kerja yang memfasilitasi atau menghambat pemanfaatan keterampilan ataupun perilaku yang digali dari pelatihan. Berikut ini iklim positif yang dapat mendukung transfer of training. Pimpinan dan rekan kerja mendukung dan menset tujuan bagi trainee dalam memanfaatkan keterampilan dan perilaku baru yang didapat dari pelatihan. Pimpinan menganggap penting program pelatihan. Memberi kesempatan pada trainee untuk praktik. Trainee memperoleh apresiasi karena memanfaatkan keterampilan dan perilaku baru yang diperoleh dari pelatihan.

Hambatan-hambatan Dalam Transfer of Training

Namun demikian kita harus serius menyikapi berbagai faktor yang mungkin menghambat pelaksanaan transfer of training. Berbagai hambatan itu dapat dikelompokkan menjadi tiga komponen, yaitu: 1) kondisi kerja; 2) kurangnya dukungan rekan kerja; dan 3) kurangnya dukungan pihak manajemen. Kondisi kerja, meliputi tekanan kerja, keterbatasan peralatan, terbatasnya kesempatan untuk memanfaatkan keterampilan. Kurangnya dukungan rekan kerja, meliputi tidak adanya dukungan dalam pemanfaatan pengetahuan dan keterampilan baru dalam pekerjaan, tidak adanya keinginan untuk memberikan feedback, dan memandang pelatihan sebagai pemborosan. Kurangnya dukungan pihak manajeman, meliputi tidak menerima ide maupun usulan yang digali dari hasil pelatihan, menolak pemanfaatan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan, menganggap pelatihan sebagai pemborosan waktu, tiadanya keinginan untuk memberikan reinforcement, feedback, dan dorongan yang diperlukan trainee dalam memanfaatkan isi pelatihan.

Penutup

Pembelajaran merupakan aspek penting dari pelatihan. Namun yang sangat penting adalah mendorong trainee untuk menggunakan kapabilitasnya dalam pekerjaannya atau transfer or training. Trainee membutuhkan keterampilan manajemen diri dalam mengatasi lingkungan kerjanya yang tidak selalu kondusif untuk transfer of training. Iklim kerja, dukungan rekan kerja, dan manajemen, dukungan peralatan, dan kesempatan merupakan gambaran dari lingkungan kerja yang mempengaruhi transfer of training.***


No. 17 THN. V Edisi Juli - September 2007

Mengapa Menggunakan Kurikulum Cambridge dan Sekaligus Kurikulum Nasional? Kelas Internasional jenjang SMP BPK PENABUR Jakarta pada tahun ajaran 2007/2008 dibuka di tiga sekolah yakni SMPK 4 Kelapa Gading, SMPK Gading Serpong, dan SMPK 8 Tanjung Duren. Diadakannya kelas Internasional tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan siswa SMP yang akan melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yang menggunakan kurikulum Internasional.

Kelas

Internasional jenjang SMP BPK PENABUR Jakarta menggunakan kurikulum Cambridge IGCSE (International General Certificate of Secondary Education) dan kurikulum nasional. Kurikulum Cambridge IGCSE adalah kurikulum yang berasal dari Inggris (Cambridge), yang menyiapkan siswa untuk melanjutkan studi ke jenjang ALevel atau dapat langsung melanjutkan ke colleges hampir di seluruh dunia. Kurikulum ini mengembangkan daya kreativitas siswa melalui pengajaran dan penilaian. Kurikulum ini sudah dimulai lebih dari 15 tahun yang lalu dan sampai hari ini lebih dari 4000 sekolah di dunia telah menggunakannya. Di dalam menggunakan kurikulum ini, siswa tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan tapi juga diajak untuk mengeksplorasi dan memecahkan masalah, serta menggunakan ilmu pengetahuan yang didapat secara langsung baik di laboratorium

maupun di lapangan. Selain itu, siswa juga harus menghasilkan suatu project baik secara individu maupun tim. Mata pelajaran yang diajarkan dalam bahasa Inggris (sebagai first language dan sebagai bahasa komunikasi sehari-hari), Matematika (IGCSE), IT (IGCSE), serta Combine Science (IGCSE) yang mencakup pelajaran Fisika, Kimia, dan Biologi yang diajarkan pada dua tahun pertama. Kemudian di dua tahun terakhir setiap pelajaran diajarkan secara terpisah. Pelajaran Akuntansi (IGCSE) diajarkan mulai tahun ketiga. Sementara itu, kurikulum nasional diajarkan sebagai pilihan bagi siswa yang masih mau mengikuti ujian nasional. Pelajaran Ekonomi, Geografi, dan Sejarah diajarkan secara terintegrasi di dalam pelajaran social sciences. Pelajaran Agama, Kesenian, Olahraga, dan Bina Karakter diajarkan untuk semua siswa. Mengapa kelas internasional jenjang SMP juga menggunakan

kurikulum nasional? Penggunaan kurikulum nasional tersebut dimaksudkan untuk memfasilitasi siswa yang tidak mungkin melanjutkan studi ke jenjang SMA yang menggunakan kurikulum Cambridge (A-Level). Jadi, siswa SMP kelas Internasional masih dimungkinkan meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi di kelas regular yang menggunakan kurikulum nasional. Di kelas internasional jenjang SMP BPK PENABUR Jakarta, mata pelajaran untuk kurikulum Cambridge (IGCSE) akan diberikan pada jam-jam awal dan setelah itu baru diberikan mata pelajaran untuk kurikulum nasional khusus bagi siswa yang masih berminat untuk mengikuti ujian nasional dari pemerintah RI. Ingin tahu informasi lebih lanjut tentang kelas Internasional? Hubungi BPK PENABUR Jakarta, telepon: (021)-5666965-6, Eks. 126 (Rachel Ninik S.). *** (Na2)

Sekolah Cikarang

Sekolah Harapan Indah

BPK PENABUR Jakarta menyelenggarakan Bridging Course bagi calon siswa-siswi yang sudah diterima di kelas Internasional SMP dan SMA. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan mereka agar dapat mengikuti kegiatan belajar di kelas Internasional. Bridging Course

diberikan selama 60 jam oleh native speaker. Tampak pada gambar calon siswa-siswi SMP kelas internasional BPK PENABUR Jakarta sedang mengikuti Bridging Course di Jl. Tanjung Duren No. 4, Jakarta Barat.***

Perencanaan Pembangunan Gedung Sekolah BPK PENABUR Jakarta di Cikarang dan Harapan Indah - Bekasi

TPJ no.17.V Juli-September 2007  

TPJ no.17.V Juli-September 2007