Page 1


3.

SALAM REDAKSI Garuda Indonesia Lawan Harimau Malaysia

4. 6.

SURAT PEMBACA

Indonesia yang Muram Mendambakan Kepah- lawanan Sosial Pemuda Kalau kita hanya melihat besaran-besaran ekonomi makro dalam parameter pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto yang bisa mencapai 6 %, menyimak angka inflasi yang konon sudah dibawah 10 % , indeks IHSG yang diatas 3000 dan kurs rupiah yang menguat terhadap dollar Amerika Serikat rasa-rasanya negeri ini sudah dalam keadaan yang lumayan . Tetapi pada kenyataannya warganegara Indonesia yang setuju dan menyatakan bahwa kondisi ekonomi ini baik baik saja tidak banyak. Khususnya mereka yang berada pada lapisan menengah bawah dan bukan PNS. Cover

Ibu Oetami dan Ibu Sabar Pelaku Sejarah Perjuangan Arek Arek Suroboyo Melawan Kolonial

16.

SOROTAN Indonesia yang muram mendambakan kepahlawanan sosial pemuda. Kemedekaan dan kesejahteraan Sudahkan kesejahteraan umum itu terwujud?

liputan khusus Peringatan Hari Internasioanl Penyandang Cacat. Pameran hasil karya penyandang cacat alumni BSM Safari Ramadhan

19

TOKOH Ibu Sabardiman Atmo Diwiryo Ibu Oetami Soeroso

24

kronik Homecare lansia Tenggilis mendapat kunjungan dari relawan lansia Australia Pelatihan komputer bicara bagi tuna netra Studi banding BK3S Jakarta ke BK3S Jatim Pengiriman bantuan korban bencana alam di DIY dan Mentawai Sarasehan memperigati hari pahlawan

29

renungan Memberi adalah menerima

30 32

oase Berpikir Positif.

34

kesehatan Penyakit degeneratif Selayang pandang AIDS

Tahukah anda 6 kecerdasan otak kanan dan bagaimana melatihnya

34 HUMOR

Ibu Oetami Soeroso

Pejuang Kemerdekaan

Sewaktu dikunjungi dirumahnya di kawasan Nginden Intan Timur Surabaya, Bu Oetami membuka pintu pagar dan mempersilahkan masuk sambil menawarkan duduk diserambi atau didalam, pilihan duduk di dalam. Begitu duduk, wanita yang sudah berusia 86 tahun ini langsung akrab dan mulai ngobrol. Hobby saya jalan-jalan dan kerja kebun. Jalan-jalan kemana Bu? Ke mal, ke pasar, ya‌kemana saja. Ke luar negeri ? Ya, jawabnya.

Peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat 2010 di BK3S Jatim


SALAM REDAKSI

GARUDA INDONESIA LAWAN HARIMAU MALAYSIA Dipenghujung tahun 2010 ini masyarakat bangsa Indonesia diramaikan oleh hiruk pikuknya pertandingan kejuaraan sepak bola Asia Tenggara. Sepak bola sebenarnya merupakan cabang olah raga yang sangat digemari di Indonesia sejak zaman masa kolonial alias pemerintahan Hindia Belanda. Memang tidak dapat dibandingkan begitu saja antara zaman Hindia Belanda, awal kemerdekaan dan Republik Indonesia masa kini. Namun bisa kita simak sebagai ilustrasi bagaimana murid-murid SMP (MULO) dan SMA (AMS) di zaman kolonial sudah begitu piawai dan berkelas dalam bersepak bola. Kita lihat saja pada sosok Maladi yang sempat menjabat sebagai Menteri Penerangan Pemerintahan Bung Karno dan terkenal sebagai pengarang lagu dengan judul “Nyiur Hijau” itu. Ketika masih berstatus sebagai siswa AMS almarhum Pak Maladi sudah menjadi keeper (penjaga gawang) yang hebat dan kelas nasional dan bahkan kelas internasional kala itu. Kesebelasan nasional Hindia Belanda ketika itu disegani di Asia dan meruapakan lawan yang lumayan tangguh bagi kesebelasan bangsa-bangsa Eropa. Teknologi informasi yang belum berkembang masa itu pastilah tidak banyak membantu para pemuda untuk bisa belajar dengan meniru para jagoan bola yang terkenal di dunia. Radio saja masih dalam taraf awal dan tidak mudah mengakses siaran internasional, apalagi televisi dan video masih belum muncul dalam impian para inventor teknologi tersebut sekalipun. Tidak ada rekaman yang bisa diamati dan kemudian ditiru seperti halnya kita sekarang dapat melihat langsung bagaimana Pele, Maradona, Beckham, Zidane dan para maha bintang beraksi di lapangan rumput.

Namun sejarah persepakbolaan kaum terjajah di Hindia Belanda membuktikan bahwa anak negeri yang terjajah pada waktu itu punya semangat untuk menembus zamannya. Idealisme kawula muda yang telah membuat mereka belajar dan berlatih sepak bola termasuk membentuk organisasi sepak bola Indonesia. Menurut jurnalis senior Soebagio IN pembentukan PSSI itu kemudian dapat terlaksana di Yogya pada tanggal 19 - 20 April 1930 dengan tokoh utamanya Ir. Raden Soeratin Sosrosoegondo. Seorang pemuda nasionalis terpelajar yang sangat gandrung sepak bola dan lulusan Fakultas Tenik di Jerman. Umumnya pemuda - pemuda Indonesia kala itu (termasuk yang keturunan Tionghoa dan Arab) berusaha berlatih dan meningkatkan kemahiran bermain bola dengan sepenuh hati untuk mengatasi perlakuan diskriminasi dari orang - orang Belanda baik yang asli maupun yang Indo. Karena para pemain ”inlanders” pada waktu itu dianggap tidak punya ketrampilan yang memadai dan ditambah lagi dengan implementasi ”diskriminasi kulit putih/bangsa penjajah atas bangsa jajahan” maka mereka yang merasa lebih tinggi dan lebih hebat tidak pernah memberi kesempatan bermain bersama kepada kelompok yang dianggap inferior. Berkat kerajinan, ketekunan dan semangat berlatih yang menggelora maka kualitas pemain dan permainan para pemuda bumi putera akahirnya bisa menyamai dan bahkan melebihi kelompok Belanda penjajah dan Indo. Akhirnya golongan pemain sepakbola inlander diterima untuk bermain bersama. HAL INI TENTU SANGAT BERBEDA DENGAN KONDISI PERSEPAK BOLAAN INDONESIA DIBAWAH PSSI MASA KINI. Karena kualitas

pemain lokal nasional hampir tak pernah maju maju maka ditempuhlah jalan pintas yaitu mengimpor pemain asing ”kelas 3 dan kelas 4” dan atau pemain asing yang sudah menua (usia diatas 30 tahun) dengan kemampuan yang sudah melewati masa puncaknya. Perserikatan sepak bola tingkat Kabupaten di tingkat udik seperti Lamongan dan Jepara saja menyewa pemain – pemain asing macam ini. Celakanya bahkan dalam pertandingan jumlah pemain asing diperbolehkan sampai 5 (lima orang) dari sebelas pemain yang harus ada. Hal ini semakin mempersempit kesempatan pemain-pemain muda lokal untuk dapat beperan serta dan mengasah serta meningkatkan kemampuannya. Bangsa Indonesia selalu berusaha untuk cari jalan pintas alias ”mentalitas menerabas”. Ketimbang membina pemain Indonesia yang membutuhkan waktu belasan tahun lebih cepat dan mudah ”menaturalisasi pemain asing yang lumayan baik yang kebetulan sudah tinggal di Indonesia beberapa tahun dan menikah dengan wanita Indonesia”. Antara lain kita temui si Gonzales yang berasal dari Uruguay. Ini berbeda dengan Malaysia yang menyiapakan kesebelasannya sejak lama dari anak - anak muda kalangan warganegara sendiri. Ada yang keturunan Melayu, Tamil dan Tionghoa. Sebuah konfigurasi yang lengkap yang mencerminkan bangsa ini. Tidaklah mengherankan manakala Garuda Indonesia dalam laga sepak bola lebih banyak harus mengakui keunggulan Harimau Malaysia! Sampai kapan nasib buruk ini harus dijalani? Sampai Sang Garuda menemukan martabat dan jati dirinya lagi !. Surabaya, awal Januari 2011

SOSIAL WARTA

Pelindung : Ny. Hj. R. Asijah Djoemra (Ketua Umum Yayasan BK3S Jatim) Penasehat : Drs. Machdar Somadisastra, Ny. Hj. Sri Murti Sutardjo, Ny. Dra. Hj. Ami S. Poerwanto Penanggung Jawab dan Pimpinan Redaksi: DR. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE Dewan Redaksi: Prof. DR. IR. Sunaryo, M.Pd., Dra. Pinky Saptandari W, MA., Djumadi Ramelan, SH. Redaktur Pelaksana: Drs. Sutopo Wahyu Utomo, SH, MM., Dr. Asri Widjiastuti, M.Pd, Drs. Paito Staf Redaksi: Adi Saputro Tata Letak: Nafi Tata Usaha: Dra. Dyah Purnamasari K. W Iklan/Sponsorship: Dra. Hariyati , Farida Martarina

Fotografi dan sirkulasi: Team Sekretariat Alamat Redaksi : Jl. Raya Tenggilis 10 Blok GG No. 10 Surabaya Telp : 031- 8411672, Fax : 031- 8498300 Website & e-mail: Website : http://bk3sjatim.org e-mail : sekretariat@bk3sjatim.org pengurus@bk3sjatim.org warta@bk3sjatim.org bk3s_jatim@yahoo.co.id

Edisi 38 / Juli / 2008

Ijin Terbit: ISSN No. 1410-1254 warta sosial

3


Kirimkan komentar anda ke Redaksi Jl. Raya Tenggilis Blok GG No 10 Surabaya, http://bk3sjatim.org email: sekretariat@bk3sjatim.org

hubungi Orang tua Nur Rizky (0856-957 36651) atau bpk. Yohanes (0856-775 7770). Sekiranya bantuan saudara dapat merinngankan beban pengobatan, Terima kasih. kriteriaku@yahoo.co.id

Jawaban :

Kami sangat prihatin atas nasib dan penderitaan ananda Nur Rizky dan berdoa semoga ada pertolongan dari Allah SWT serta bantuan dari khalayak. Dianjurkan agar orang tua dan teman-teman yang peduli untuk menghubungi BK3S Propinsi DKI Jaya yang beralamat di Jl Tanjung Jakarta Pusat.

UCAPAN TERIMA KASIH Memberitahukan dengan hormat bahwa hadiah saudara yaitu “1 eksemplar Warta Sosial Edisi 42 Juli 2010� telah kami terima. Atas perhatian saudara kepada Perpustakaan Universitas Airlangga, kami sampaikan terima kasih Perpustakaan Universitas Airlangga Jl. Darmawangsa Dalam Surabaya 60286

Jawaban :

Kami bergembira bahwa majalah. WARTA SOSIAL yang diterbitkan BK3S Propinsi Jawa Timur dan Yayasan BKKKS Jawa Timur bermanfaat bagi Perpustakaan Universitas Airlangga. Insyaallah kami akan kirim lagi edisi yang berikutnya.

PERMOHONAN BANTUAN Buat teman-teman semua, tolong infokan berita ini kepada teman-teman yang lain. Saudari kita Nur Rizky yang saat ini masih terbaring dirumah sakit Gatot Soebroto, lt.IV bagian PU kamar Bougenvile. Saudari tersebut menderita penyakit Renalt Syndrome (penyempitan pembuluh darah). Operasi amputasi kedua tangannya dilakukan tanggal (27 September 2010) jam 09:00 wib, setelah sebelumnya kedua kakinya juga sudah diamputasi pada bulan Juni 2010. Mohon partisipasi bantuan teman-teman Bpk/Ibu/Saudara/i semua yang tergugah hatinya untuk membantu keluarga tersebut meringankan biaya perobatan. Keluarga tersebut membutuhkan santunan dana biaya operasi dan pemulihan, untuk mengetahui kondisi (informasi) saudari Nur Rizky silahkan

4

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

LAPORAN BANTUAN Dengan hormat, Kami atas nama Badan Koordinasi Kegiatan KeseJahteraan Sosial (BKKKS) Propinsi DIY mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan uang sejumlah Rp. 25.000.000,00 (Dua Puluh Lima Juta Rupiah) untuk korban bencana Gunung Merapi yang menimpa wilayah kami. Bantuan tersebut telah kami salurkan dalam bentuk barang-barang kebutuhan pengungsi melalui posko-posko pengungsi di wilayah Kabupaten Sleman dan sekitamya. Bantuan tersebut sangat membantu dan bermanfaat bagi para korban. Bersama ini kami kirimkan bukti dan tanda terima penyerahan bantuan.


Rubrik ini disediakan bagi pembaca yang mempunyai uneg-uneg / saran yang berkenaan dengan kehidupan sosial atau masalah-masalah sosial di sekitar anda. Sampaikan informasi anda melalui media ini sebab boleh jadi info anda sangat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang lain. Terima kasih

Demikian untuk menjadikan periksa dan atas bantuan dan kerjasamanya kami mengucapkan terima kasih. BKKKS Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Badran Gg. Melati Jt. I/704 Yogyakarta 55231 Telp. (0274) 560222, (0274) 548894 Fax. (0274) 560222

Jawaban :

Kami keluarga Besar BK3S Propinsi Jawa Timur dan Yayasan BKKKS Jawa Timur menyampaikan banyak terima kasih, kepada rekanrekan pengu rus BK3S Propinsi DIY yang telah menyampaikan bantuan kami kepada para korban letusan Gunung Merapi.

PENGIRIMAN BANTUAN Kepada Yth : Bapak Ketua Umum BKKKS Propinsi Jawa Timur di SURABAYA Dengan hormat, 1.

2.

3.

Sehubungan Surat Bapak No. 079/BKKKS/X/2010, tanggal 28 Oktober 2010, perihal tersebut pada pokok surat diatas, dapat kami sampaikan kepada Bapak bahwa, bantuan Bapak sebesar Rp. 25.000.000,- (Dua Puluh Lima Juta Rupiah ) untuk korban bencana alam Tsunami Mentawai Propinsi Sumatera Barat telah kami terima pada tanggal 29 Oktober 2010. Bantuan dana sebesar tersebut pada No. 1 diatas telah kami serahkan melalui Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Propinsi Sumatera Barat pada hari Kamis, tanggal 11 November 2010, selanjutnya untuk diserahkan kepada masyarakat Mentawai yang kena musibah bencana alam Tsunami sebagaimana bukti terlampir. Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atas perhatian dan bantuan yang Bapak berikan kepada kami sebagai tanda kepedulian atas penderitaan sesama anak bangsa. Semoga Allah Subhanahu Wattaalla akan membalasinya dengan kebaikan dan amal yang berlipat ganda, Amin.

Demikianlah untuk dapat Bapak maklumi dan atas segala perhatian dan bantuan Bapak kami ucapkan terima kasih. BKKKS Propinsi Sumatera Barat Jalan Khatib Sulaiman (Belakang AKBP) Padang Telp. (0751) 7056388 Fax. (0751) 7056388

Surat Pembaca

Jawaban :

Kami segenap pengurus dan keluarga besar BK3S Propinsi Jawa Timur dan Yayasan BKKKS Jawa Timur berharap agar bantuan yang kami kirimkan sampai kepada para korban tsunami Mentawai dan bermanfaat.

JAWABAN PENGIRIMAN BANTUAN Kepada Yth, 1. Bapak DR. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE Ketua Umum BK3S Propinsi Jawa Timur 2. Ibu Hj. Asijah Djoemra Ketua Yayasan BK3S Jawa Timur Di Surabaya Dengan hormat, Menunjuk Surat dari Ketua Umum BK3S Jawa Timur dan Ketua Yayasan BK3S Jawa Timur Nomor : 079/BKKKS/X/2010 tertanggal 28 Oktober 2010, perihal Pengiriman Bantuan, Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) melalui surat ini perkenankanlah kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tinggginya atas prakarsa dan kepeduliannya dalam membantu para Korban bencana letusan Gunung Merapi di Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui BK3S Propnsi DIY serta untuk korban bencana alam tsunami di kepulauan Mentawai Propinsi Sumatera Barat. Semoga bantuan yang telah Bapak/lbu berikan akan sangat bermanfaat bagi para korban bencana. Atas pertiatian Bapak/lbu dalam memberikan bantuan tersebut kami ucapkan terima kasih. Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) Jl. Tanah Abang Timur 15, Jakarta 10110 Telp. (021) 3844718, (021) 3850631 Fax. (021) 3450863

Jawaban :

Kami keluarga besar BK3S Propinsi Jawa Timur dan Yayasan BKKKS Jawa Timur berusaha untuk ikut berempati dan berbagai dengan kawan-kawan di Sleman dan Mentawai yang menjadi korban bencana alam sesuai dengan anjuran/imbauan Bapak Prof Dr Haryono Suyono Ketua Umum DNIKS sebagai wujud semangat solidaritas sosial dan rasa kemanusiaan diantara sesama bangsa Indonesia.

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

5


Sorotan

Indonesia yang Muram Mendambakan Kepahlawanan Sosial Pemuda Oleh: H. Tjuk K. Sukiadi*

Kalau kita hanya melihat besaran-besaran ekonomi makro dalam parameter pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto yang bisa mencapai 6 %, menyimak angka inflasi yang konon sudah dibawah 10 % , indeks IHSG yang diatas 3000 dan kurs rupiah yang menguat terhadap dollar Amerika Serikat rasa-rasanya negeri ini sudah dalam keadaan yang lumayan . Tetapi pada kenyataannya warganegara Indonesia yang setuju dan menyatakan bahwa kondisi ekonomi ini baik baik saja tidak banyak. Khususnya mereka yang berada pada lapisan menengah bawah dan bukan PNS. DATA TENTANG INDONESIA MASA KINI UMUM : • INDONESIA ADALAH NEGARA PENGIMPOR BERAS • INDONESIA ADALAH NEGARA PENGIMPOR GULA • INDONESIA ADALAH NEGARA PENGIMPOR TERIGU • INDONESIA ADALAH NEGARA PENGIMPOR KEDELAI • INDONESIA ADALAH NEGARA PENGIMPOR SUSU • INDONESIA ADALAH NEGARA PENGIMPOR BUAHBUAHAN • INDONESIA ADALAH NEGARA PENGIMPOR BAHAN BAKAR (NET IMPORTER COUNTRY) • INDONESIA ADALAH NEGARA PENGIMPOR BAHAN TEKSTIL • INDONESIA ADALAH PASAR UNTUK PRODUK MANUFAKTURING DAN AUTOMOTIP DUNIA • I N D O N E S I A A DA L A H N E G A R A P E N G I M P O R TEKNOLOGI

6

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

Penduduk Indonesia yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian dan masih tinggal di pedesaan lebih dari 50%. Sektor pertanian dan pedesaan semakin lama semakin tidak mampu memberi penghidupan kepada warga sehingga pada dewwasa ini diperkirakan ada 3 juta orang Tenaga Kerja Internasional (TKI) yang bekerja di Luar Negeri yang sebagaian besar wanita (TKW). Negara tempat/tujuan mereka bekerja adalah Malaysia, Saudi Arabia, Singapura, Hongkong, Taiwan , Korea Selatan, Jepang dan lain-lain. Para TKI ini setiapa tahun mengirimkan sebagaian besar pendapatan kepada keluarga mereka di Indonesia (remittance) yang jumlahnya diperkirakan mencapai Rp 40 Triliun /setahun. Namun demikian nasib para ”pahlawan devisa” ini khususnya yang bekerja di Saudi Arabia dan Malaysia sangatlah memprihatinkan. Puluhan ribu kasus berat


dan ringan terjadi. Dari penghinaan, kekerasan phisik, tidak dibayar, pelecehan seksual sampai kepada perkosaan dan pembunuhan. Menyikapi maslah ini ternyata pemerintah, termasuk Presiden SBY tidak berdaya dan tidak dapat berbuat apa –apa; kecuali membuat pernyataan-pernyataan yang sifatnya normatip belaka. Kondisi bangsa Indonesia yang hancur martabatnya dan ketika diluar negeri harus menjadi buruh migran yang teraniaya dan didholimi oleh majikannya sungguh menimbulkan nestapa. Mereka yang berjasa memberi penghidupan kepada keluarga di tanah nyaris tanpa perlindungan sama sekali dari negara. Hal ini jadi mengingatkan kita kepada ungkapan Bung Karno yang menggambarkan nasib bangsa Indonesia pada tahun 1930-an yang kala itu hidup dalam zaman penjajahan. ”SEBUAH BANGSA KULI DAN KULI DARI BANGSA-BANGSA LAIN!”

Toeti Adhitama :

Editor Senior Media Indonesia ini menyoroti dengan tajam bagaiamana penduduk Indonesia baik dari segi, struktur, pendidikan dan konsekuensinya dalam semua aspek kehidupan. Penduduk Indonesia yang masuk kedalam kategori angkatan kerja adalah 165 juta orang. Lebih separuh atau 85 juta orang hanya berpendidikan SD atau lebih rendah, Berpendidikan menengah hanya sekitar 70 juta orang dan Yang berpendidikan tinggi kurang dari 10 juta orang. Artinya secara umum pendidikan konstituen adalah rendah-menengah. Mereka tidak berpikir muluk-muluk dan sebagian besar berada pada posisi sosial ekonomi yang marjinal. Pertanyaan yang harus mereka jawab adalah : ” Besok sampai minggu depan masih bisa makan atau tidak ?” Partai politik besar dengan uang besar dengan sangat lihai dan piawai mengeksploitasi ”kelemahan ini” dengan kombinasi ’POLITIK PENCITRAAN DAN POLITIK UANG’. Sembako , sarung dan uang transport yang hanya berbilang antara Rp 20 ribu sd Rp 50 ribu rupiah sangat efektip.

Revrisond Baswir :

Indonesia sudah masuk kedalam ”jebakan” apa yang disebut sebagai Paradoks Fisher yakni meskipun pemerintah berusaha keras untuk menambah jumlah pengembalian utang luar negeri. (angsuran pokok plus bunga) namun kenyataannya utang pemerintah akan selalu bertambah besar dari sebelumnya! Contoh utk th 2009 Utang LN awal tahun : 86,60 Milyar USD Bayar angsuran pokok plus bunga : 5,81 Milyar USD Utang baru : 4,92 Milyar USD Selisih transfer : -/- 0,89Milyar USD -------------------------Seharusnya posisi pada akhir tahun : 85,71 Milyar USD Ternyata posisi utang LN akhir tahun : 99,27 Milyar USD Utang LN tersebut ekuivalen dengan : Rp. 936 Trilliun Ditambah dengan utang DN : Rp. 979 Trilliun ------------------------Beban Utang LN + DN Pemerintah pada akhir tahun : Rp. 1.915 Trilliun (dikutip dari surat terbuka kepada Menkeu Baru, GATRA No 29 Th XVI, 27 Mei – 2 Juni 2010)

Sebagai perbandingan data yang dikemukakan oleh Detik Finance 24 Agustus 2010 tercatat bahwa posisi utang LN + DN mengutip Ditjen Pengelolaan Utan Kemenkeu pada akhir 2009 tercatat Rp. 1.561,34 Trilliun ( 28 % PDB), pada akhir Juli 2010 sebesar Rp. 1.625,38 T (26 % PDB). Namun demikian untuk proyeksi 2010-2011 nampaknya sinyalemen Revrisond Baswir benar-benar tejadi. Meskipun pemerintah berencana untuk mengurangi jumlah utang ; ternyata jumlah utang Indonesia ditahun 2011 akan meningkat dengan Rp 119 Trilliun dan diproyeksikan jumlah utang tersebut akan berjumlah Rp. 1.807,5 Triliun. Sebagai tambahan catatan bhw Surat Utang Negara (SUN) yang akan diterbitkan berjumlah nominal Rp. 120 Trilliun; dengan demikian jumlah outstanding SUN tahun 2011 akan sebesar Rp. 1.197,1 Trilliun. Sementara Utang Luar Negeri hanya turun tipis yakni sebesar Rp. 800 Milyar dari Rp 611,2 T menjadi 610,4 Trilliun. Pedsan yang ingin disampaikan oleh Revisond Baswir adalah kalau Indonesia ingin mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat dan tidak semakin tergantung kepada negara lain termasuk badan-badan ekonomi internasional maka negeri ini harus berusaha sekuat tenaga utk mengurangi utang luar negeri drengan cara yang lebih cerdas dan tegas.

BIROKRASI YANG BENGKAK DAN BEBAN APBN

- Gaji dan tunjangan PNS th 2011 sebesar Rp 91,2 Trilliun - Anggaran perjalanan dinas PNS th 2011 sebesar Rp. 20,9 Trilliun - Anggaran Belanja Pegawai keseluruhan untuk th 2011 sebesar Rp. 180,6 Trilliun Pada tahun 2015 (menurut perkiraan Bank Dunia) jumlah pensiunan PNS & TNI-Polri akan berjumlah 4,7 juta – 4,9 juta. Beban APBN untuk membayar pensiunan setiap tahun akan berkisar sebesar Rp 54 Trilliun dengan trend yang semakin naik. Birokrasi Indonesia yang begitu gemuk membuat pelayanan mereka semakin lamban dan tidak produktif (Teori Parkinson), dan menambah potensi kerawanan akan terjadinya Korupsi dan segala bentuk ”MAKELARMAKELARAN!” Sebagai catatan yang paling gemuk adalah birokrasi tingkat tinggi disekitar Kantor Kepresidenan dan Sekretariat Negara. Pada saat ini ada begitu banyak Badan dan Panitia serta Team yang dibentuk dengan tanggung jawab yang tidak jelas dan memiliki kontribusi rendah terhadap penyelesaian tugas pemerintah. Dilain pihak karena Birokrasi Pemerintahan merupakan tempat bekerja yang relatip aman dan nyaman dibandingkan bekerja di sektor swasta dan atau berwiraswasta maka pada tahun-tahun terakhir ini minat generasi muda untuk menjadi PNS semakin ”meledak”. Kenyataan di lapangan komitmen pemerintah yang berusaha untuk menjamin ”Take Home Pay ” minimum sebesar 2 juta rupiah bagi pegawai negeri dengan pangkat paling rendah membuat sektor swasta semakin pontang panting untuk bisa mampu mengejar ketertinggalannya. Sebagai contoh UMR tertinggi di Propinsi Jawa Timur yakni Kabupaten Gresik baru sebesar

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

7


Sorotan Rp 1.140.000,-/bln. Masih banyak kabupaten yg UMR nya jauh dibawah dari besaran 1 juta rupiah. Hal ini tak ayal lagi menimbulkan persaingan yang tidak sehat untuk menjadi PNS sehingga membuat maraknya ”percaloan” yang menjadikan para calon PNS sebagai korban. Tentu saja hal ini telah menambah daftar panjang obyek korupsi di Indonesia.

HASIL PERTAMBANGAN YANG MENURUN PRODUKSI DAN PENJUALAN PT FREEPORT ANJLOG!

( Detik Finance 23 Agustus 2010) Produksi emas dalam semester I th 2010 turun dari 1,348 jutaa Ounce menjadi 734.000 Ounce atau anjlog 46,36 %, sedangkan penjualan untuk periode yang sama turun dari 1,332 juta Ounce menjadi 733.000 ounce. Penjualan tembaga dalam semester I th 2010 turun dari 801 juta Pound (Lbs) menjadi 555 juta Pound (Lbs)

LIFTING MINYAK BUMI BELUM BISA KEMBALI KE TINGKAT 1 JUTA BARREL/HARI.

Untuk diketahui ketika Indonesia masih menjadi anggota aktip OPEC pada dasawarsa 1980-an sampai dasawarsa 1990an produksi minyak mentah (lifting ) pada waktu itu berkisar diatas 1,5 juta barrel/ hari. Menginjak millinium ke 3 lifting minyak bumi Indonesia(yang sebagaian besar dilakukan oleh kontraktor asing utamanya Chevron) menurun dengan lumayan tajam. Pada tahun 2005 masih tercatat sebesar 1,062 juta barrel/hari yang menurun menjadi 0.976 juta brrel/hari pada tahun 2007. dan anjlog menjadi 0.936 juta barrel/hari pada tahun 2008. Setelah itu pemerintah berusaha lebih serius untuk mendorong para kontraktor asing untuk lebih giat mencari sumur baru ( kebanyakan offshore) Konon ketika Menkeunya Sri Mulyani dia sangat konsen mengendalikan apa itu yang dinamakan sebagai ”Recovery Cost” yang diajukan oleh para kontraktor minyak asing . Perusahaan minyak meresa”tertekan” dan kurang bergairah. Setelah kepergian Sri Mulyani dengan diprakarsai Hatta Rajasa dirumuskanlah kebijakan recovery cost yang lebih longgar agar dapat memberi motivasi kepada para kontraktor asing untuk bekerja (berinvestasi) di Indonesia. Ternyata paket stimulus ini belum berhasil mendongkrak dengan signifikan hasil lifting minyak bumi. Pada tahun 2009 naik sedikit menjadi 0.944 juta barrel/hari ; demikian juga sampai dengan tahun 2010 angka prediksi hanya 0.965 juta barrel/hari. Bahkan Presiden SBY sendiri mengakui bahwa prediksi lifting tahun 2011 tidak terlalu memberi harapan dan pemerintah hanya berani mematok pada tingkat produksi sebesar 0.970 juta barrel/hari. Artinya belum mampu naik kembali ke tingkat 1 juta barrel/hari. Konsekuensinya penerimaan pemerintah dari minyak bumi hanya akan berkisar pada besaran 35,5 Milyar USD (Rp 340 T) dan jauh lebih rendah dari penerimaan dalam bentuk pajak yang mencapai lebih dari Rp 600 T. Konsekuensinya pemerintah pasti tidak akan mampu mempertahankan tingkat subsidi BBM kepada rakyat seperti yang berlaku seperti sekarang ini.

8

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

RHENALD KASALI DAN BUNGLON

(Koran Digital 21 Oktober 2010) Menelaah hasil penelitian Dan Pankraz (Australia) dengan membuat pengamatan pribadi kehidupan anak-anak remaja kelas menengah di Jakarta Kasali sependapat dengan Pankraz bahwa para kelas menengah (dan sudah barang tentu yang kelas atas) sudah menjadi satu ”Komunitas Global” sebagai akibat muncul dan berkembangnya pesatnya teknologi digital. Meskipun yang diamati adalah perilaku kelompok remaja dan mahasiwa, namun Gen C (Generasi C) ini pada hakikatnya tidak dibatasi oleh kohort usia. Cakupannya bisa meliput dari generasi kakek-nenek, ortu dan si remaja (generasi cucu). C disini mengekspresikan : Content, Connected, digital Creative, co-Creation, Customize , Curiosity , Cyborg dan juga Chameleon. Ya Chameleon alias Bunglon. Dengan perkataan lain Rhenald Kasali yang tergolong akademik sukses dan selebritis dan tergolong “moderat” itu sudah sampai kepada kekhawatiran bahwa “Gen C dikalangan generasi muda Indonesiaa punya kecenderungan besar untuk jadi GENERASI BUNGLON!” Fenomena yang membuat kekhawatiran ini didasarkan atas pengamatan dalam kehidupan sehari hari ternyata : - “Mereka cepat berubah mengikuti arus informasi yang mereka terima!” - Mereka tidak menolak kalau kita menganggap mereka sebagai kelompok “Konsumtip dan Narsis!” - Mereka dengan sangat percaya diri bersuara lantang : ” GUE EMANG NARSIS!” - Mungkin akan ditambah lagi dengan ekspresi : ” BODO AMAT SIH !” Dalam tulisannya Rhenald Kasali memaparkan kekhawatirannya lebih lanjut sebagai berikut: - ”Saya khawatir bila kelak anak-anak saya berperilaku bunglon bak politisi yang tak jujur dan berorientasi pada kekuasaan!” - ”Sebagai rakyat ,saya sering dibuat bingung. Mereka mengajak kita membenci pemerintah tetapi besoknya mereka sudah menjadi staf ahli atau staf khusus presiden dan melawan teman-temannya yang dulu ikut menyerang atasannya (dhi presiden, tambahan penulis) bersama sama”. - ”Sikap politik berubah ubah tergantung jabatan yang diberikan!”(ditawarkan oleh penguasa).

PATRIOTISME , SYARAT MUTLAK KEBANGKITAN PEMUDA INDONESIA!

Dari ilustrasi yang telah dipaparkan sebelumnya maka bolehlah kita sampai kepada kesimpulan bahwa kondisi Indonesia dalam seluruh aspek kehidupan yang diluar nampak seakan akan baik-baik saja , ternyata dibawah permukaan sebenarnya yang terjadi adalah kebalikannya. Sangatlah carut marut dan sangat memprihatinkan . Gambaran yang keliru ini adalah merupakan keberhasilan politik pencitraan oleh pemerintah SBY yang didukung oleh sebagian besar media masa yang dimiliki dan atau dikuasai oleh para Kapitalis Komparador. Tugas pemuda Indonesia khususnya para mahasiswa sangatlah berat karena kondisi rakyat dan bangsa yang jauh dari kondusip untuk diajak untuk berubah kearah yang idiil sesuai dengan pesan mukadimah UUD 45 sebagai manifestasi cita-cita kemerdekaan yang telah digariskan oleh para pendiri bangsa ini.


Elite bangsa yang sudah berpuas diri karena menikmati rezeki ekonomi dari sistem Neo Liberal Kapitalisme yang berkembang dengan subur, golongan menengah yang luluh lantak dalam terpaan gelombang Teknologi Digital dan telah merubah mereka sebagai Generasi C. Sebuah generasi yang tidak punya prinsip (Bunglon) dan hanya sibuk dengan kesenangan dan kepentingan sendiri. Lalu sebagian besar rakyat Indonesia (lebih dari 100 juta orang) yang secara sosial ekonomi dan politik masuk dalam ”kelompok marjinal” yang tidak berdaya dan dengan pasrah ,menyerah dan terkadang bahkan menikmati (biar untuk sesaat) eksploitasi/perkosaan dari merajalelanya ”politik uang” yang dikembangkan secara sadar oleh elite politik Indonesia. Partai politik yang hanya berbeda dalam gebyar warna warni tampilan luar dan atributnya ; namun pada hakikatnya nyaris semuanya tanpa ideologi dan visi perjuangan yang berorientasi kepada kepentingan rakyat/bangsa, negara dan tanah air! Kondisi buruk ini semakin menjadi parah karena institusi dan aparat penegak hukum yang lemah dan korup across the board! Dari mulai Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan (Hakim) dari yang paling rendah sampai kepada yang paling tinggi! Pada hakikatnya Indonesia telah menjadi ”NEGARA PARA KORUPTOR!” Tidak mengherankan manakala Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) yang semula dibentuk sekedar untuk memenuhi formalitas saja ketika ternyata menunjukkan tanda-tanda “mampu bereksistensi dan hidup” maka beramairamai semua pihak (termasuk DPR dan Pemerintah) berusaha membunuhnya. Suatu lembaga yang sekedar didesain wsebagai ”Macan Kertas” ternyata telah berubah menjadi “ anak macan beneran” dan bila dibiarkan tumbuh menjadi macan yang kuat dan perkasa ; salah-salah akan menerkam dan menelan Sang Tuan sendiri! Bangsa ini berharap agar korupsi benar-benar akan diberatas sampai tuntas. Oleh karena itu harapan besar diletakkan kepada berfungsinya KPK secara optimal dan maksimal. Namun demikian agar harapan itu bisa terwujud maka peran generasi muda dan pemuda Indonesia menjadi lebih menentukan dan strategis. Agar pemuda Indonesia mampu bangkit kembali maka disamping nasionalisme diperlukan adanya patriotisme yang menggelora. Patriotisme yang tidak lain adalah kecintaan, dukungan, kerelaan berkorban untuk mempertahankan keutuhan dan kedaulatan bangsa dan tanah air disertai dengan kesetiaan tanpa batas adalah syarat mutlak yang harus ada dalam dada dan sanubari setiap pemuda Indonesia. Manakala persyaratan terpenuhi dan para pemuda bekerja keras dan bekerja cerdas sengan tulus ikhlas dan sepenuh hati. Maka dengan rahmat dan ridho Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Mengabulkan: barulah akan terbit harapan kembali untuk bangkitnya bangsa Indonesia yang terhormat dan bermartabat.

UNJUK RASA PEMUDA DAN MAHASISWA DALAM RANGKA MENYIKAPI SATU TAHUN PEMERINTAHAN SBY-BUDIONO!

Tanggal 20 Oktober 2010 kemarin dulu tidak pelak lagi merupakan awal kebangkitan kembali pemuda dan mahasiswa Indonesia yang terpanggil untuk memperjuangkan kepentingan rakyat/bangsa, negara dan tanah air. Ketika semua kekuatan politik membisu dan elite politik sibuk berbagi rejeki korupsi maka tidak ada pilihan dan

harapan lain kecuali kepada para pemuda dan mahasiswa. Unjuk rasa serentak hampir diseluruh kota besar dan kota penting di Indonesia yang dilakukan oleh generasi muda bangsa ini merupakan bukti bahwa mereka masih sangat peka atas panggilan tugas sejarah bangsanya; sungguh sangat membanggakan. Mereka menyatakan ketidak puasan terhadap kinerja pemerintahan SBY-Budiono yang sudah genap satu tahun. Tututan mereka secara garis besarnya adalah : • PENEGAKAN SUPREMASI HUKUM DAN TINDAKAN TEGAS TERHADAP KORUPSI –KOLUSI DAN NEPOTISME (KKN), • PENGUSUTAN TUNTAS KASUS BANK CENTURY, • PENEGAKKAN KEDAULATAN DI MATA INTERNASIONAL, • P E N E G A K A N H A M D A N P E N U N TA S A N K A S U S PELANGGARAN HAM, • PENGENTASAN RAKYAT MISKIN DAN PENGURANGAN PENGANGGURAN, • PENINGKATAN DAN PEMERATAAN KESEJAHTERAAN RAKYAT. Kiranya tuntutan para mahasisiwa dan pemuda Indonesia terhadap pemerintahan SBY-Budiono adalah wajar dan sepenuhnya dilandasi oleh keterpanggilan mereka sebagai Nasionalis Patriot Bangsa yang dilandasi oleh jiwa yang suci dan jauh dari kepentingan pribadi dan atau golongan.

KERELAWANAN DAN KEPEDULIAN SOSIAL ADAL A H UKUR AN DAN TOLOK UKUR KARAKTER DAN CIRI KEPAHLAWAN DI MASA KINI.

Hampir semua negara di dunia baik yang masih sedang berkembang maupun yang sudah maju senantiasa berusaha mencapai pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun dan disepanjang waktu. Namun demikian seiring dengan adanya pertumbuhan ekonomi biasanya justru terjadilah kesenjangan sosial dan ekonomi yang juga semakin melebar. Seperti yang dipaparkan oleh James Midgley dan Amy Conley dalam buku dengan judul ” SOCIAL WORK AND SOCIAL DEVELOPMENT” yang mereka sunting (OXFORD UNIVERSITY PRESS 2010) hal xiv : Although the government of these countries adopted economic policies designed to promote rapid growth and modernize their economies, it was recognized that the problem of mass poverty and deprivation were not being solved through economic growth alone. Despite recording respectable rate of growth, poverty remained a huge problem. Criticism of conventional economic development policies resulted in advocacy of an alternative people-centered developmental strategy known as social development (or sometimes as human development ).Social development advocates insist that economic development policies be combined with social interventions and the goals of economic development and social well-being be given equal emphasis within the development process. …. Kesenjangan sosial ekonomi ini ternyata akan semakin melebar manakala perekonomian suatu negara lebih bertumpu dan berorientasi kepada mekanisme pasar (Liberal Capitalist Economy). Negara-negara yang mengalami masalah dan berada dalam kondisi semacam ini menyadari terjadinya ketidak merataan ini dan secara sadar berusaha untuk mempersempitnya dengan program program pemerintah yang dibiayai dari APBN dan atau APBD untuk meningkatkan Bersambung ke halaman 15 Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

9


Sorotan Drs. Machdar Somadisastra

KEMERDEKAAN DAN KESEJAHTERAAN Pada setiap tanggal 17 Agustus, bangsa Indonesia di seluruh tanah air dan dimanapun juga mereka berada selalu memperingati dan merayakan Hari Proklamasi Kemerdekaan yang sangat bermakna bagi kelangsungan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia. Ditengah tengah acungan senjata, kedua Bapak bangsa Bung Karno dan Bung Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia yang disambut rakyat dengan sangat gembira di seluruh tanah air, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!, merdeka berarti bebas, bebas dari penjajahan yang ratusan tahun menyengsarakan rakyat, bebas menentukan nasib sendiri untuk hidup sejahtera. Pemerintah kolonial tidak mengakui Proklamasi kemerdekaan itu, mereka melakukan agresi militer dan berkobarlah perang kemerdekaan (1946 - 1949) di seluruh pelosok tanah airSemboyan berjuang dan rakyat baik dalam bentuk tulisan maupun pekikan terlihat dan terdengar di mana-mana : “Merdeka atau Mati”. Para pejuang dan rakyat bergandeng tangan mengorbankan segala yang dimilikinya untuk kemerdekaan. Kemerdekaan adalah hasil pergerakan pemudapemuda Indonesia di dalam dan diluar negeri. Di negeri Belanda sebuah organisasi terpelajar Perhimpunan Indonesia (PI) menerbitkan sebuah media yang diberi nama “Indonesia Merdeka”. Pada tahun 1924 “Indonesia Merdeka” menulis “Cepat Atau Lambat Setiap negara Yang Ditindas Akan merebut kembali Kemerdekaanya”, itu adalah hak asasi daripada sejarah dunia, hanya kondisi dimana berlangsung gerakan kemerdekaan itu pula ikut ditentukan oleh sikap mereka yang mempunyai kebenaran ditangannya, tergantung dari merekalah apakah kelahiran kemerdekaan itu akan bersamaan dengan darah dan air mata atau proses itu berlangsung secara damai”. Pada tanggal 7 s/d 9 Maret 1928 Pengurus Perhimpunan Indonesia : Bung Hatta, Ali Sastroadmojo dan Abdulmadjid Djojodiningrat diadili di Pengadilan Kota Den Haag Nederland. Dalam pembelaannya Bung Hatta mengatakan “bahwa kekuasaan Belanda akan berakhir”,

10

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

bagi saya hal itu sudah pasti, selanjutnya Ya atau Tidak, tapi cepat atau lambat. Janganlah Nederland memaksakan diri bahwa kekuasaan kolonialnya akan tetap sampai akhir zaman!. Pada tanggal 18 Agustus 1930, pengurus PNI (Partai Nasional Indonesia) : Bung Karno, Gatot Mangkuprojo, Maskoer dan Supriadinata diadili Pengadilan Kolonial di Bandung. Dalam pembelaannya yang terkenal dengan judul“Indonesia Menggugat”, Bung Karno menyampaikan ”Indonesia akan bebas”, tentang soal itu, tentang bahwa Indonesia akan merdeka, tentang halnya Indonesia akan lepas dari negeri Belanda di kelak kemudian hari, bagi kami tidaklah soal teka teki lagi…..kami sekarang ini hanya mengetahui bahwa tiada kemerdekaan zonder nasionalisme…….tiada kemerdekaan zonder kekuasaan…… Dalam buku di Bawah Bendera Revolusi, Bung Karno menulis :”Kemerdekaan adalah jembatan emas dan diseberang sana kita membangun”. Kemerdekaan bangsa dan negara Republik Indonesia sangat bermakna bagi bangsa dan negara Indonesia, bernilai sejarah yang luar biasa, puluhan tahun diperjuangkan, melalui jalan kooperatif dan jalan nonkooperatif sampai dengan pperangan yang melibatkan seluruh segment bangsa. Para pendahulu kita telah rela menderita, berkorban harta, badan dan jiwa demi kemerdekaan Bangsa. Makna sejarah ini yang harus sekali lagi harus dimengerti dan dihayati oleh generasi penerus. Generasi penerus sudah sewajarnya mengapresiasi hasil karya para pejuang dan perintis kemerdekaan, termasuk kedua Bapak Bangsa Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia Bung Karno dan Bung Hatta. Generasi penerus sepatutnya memupuk kesadaran bersejarah bangsa dan negara Indonesia dalam membangun bangsa dan negara. Para pendiri negara Republik Indonesia telah mewariskan kerangka bangun negara yang berdasar Pancasila dan Undnag-Undang Dasar 1945 yang disyahkan pada tanggal 18 Agustus 1945, satu hasil setelah Proklamasi, bayangkan betapa seriusnya mereka, betapa semangatnya dan betapa kerja kerasnya dalam masa peperangan kemerdekaan. Perjalanan kehidupan bangsa dan negara ini tidak berjalan mulus, UUD 1945 sempat diganti dengan Undang - Undang Dasar Republik Indonesia Serikat yang berlaku sejak Januari 1950 samapai Agustus 1950, kemudian diganti lagi dengan Undang - Undang Dasar Sementara tahun 1950. Melalui Dekrit Presiden 05 Juli 1959, Undang


info YAYASAN

- Undang dasar 1945 dinyatakan berlaku kembali. Dalam rangka reformasi pada tahun 1998 Undang - Undang dasar 1945 mengalami amandemen. Dalam pembukaan Undang - Undang Dasar 1945 dicantumkan tujuan kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan Bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian dan keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan itu, pada masa orde lama, orde baru dan orde reformasi telah dilaksanakan pembangunan dalam berbagai bidang : ekonomi, politik dan sosial. Sepintas secara fisik dan non fisik hasil pembangunan dapat dilihat dan dirasakan oleh sebagian penduduk terutama dari lapisan menengah ke atas, sedang bagi lapisan bawah golongan miskin yang terdiri dari buruh tani, buruh nelayan dan buruh - buruh harian lainnya yang jumlahnya tergolong besar belum terjangkau dengan pembangunan yang sudah dilaksanakan, keadilan sosial belum terlaksana. Mobilitas vertikal lapisan bawah ini belum tampak berarti dan mereka mencoba melakukan mobilitas horizontal atau geografis melalui urbanisasi dan menjadi TKI/TKW di luar negeri. Nasib mereka dikota dan diluar negeri, walaupun mendatangkan devisa besar buat negara, lebih banyak memilukan ketimbang menyenangkan. Selain masalah kemiskinan, seiring dengan perkembangan masyarakat yang makin cepat, masalahmasalah lain yang harus mendapat perhatian serius adalah masalah pengangguran (termasuk golongan terpelajar), masalah penyakit masyarakat yang mengganggu kesejahteraan yaitu HIV/AIDS, narkoba, konflik dan kekerasan, korupsi dan perilaku-perilaku asosial dari para pejabat yang menduduki jabatan eksekutif, yudikatif dan legislatif dari pusat, Provinsi sampai Kabupaten dan Kota. Menurut hemat penulis, bangsa dan negara ini sedang dilanda masalah besar, oleh karena itu masalah-masalah itu perlu ditangani dengan sangat serius. Bukankah pembangunan nasional itu pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya dan pembangunan manusia seutuhnya ? Wage Rudolp Supratman, mengingatkan dalam syair Indonesia Raya yangs sering kita nyanyikan dalam setiap upacara :…….Bangunlah Badannya, Bangunlah Jiwanya….Untuk Indonesia Raya.

ORGAN YAYASAN BKKKS JAWA TIMUR MASA BHAKTI 2010 - 2014 SESUAI AKTE NOTARIS NY. ERNA ANGGRAINI HUTABARAT, SH, MSi NOMOR 2 DAN 3 TANGGAL 04 SEPTEMBER 2010 SUSUNAN PEMBINA KETUA : H. WAWAN SETIAWAN, SH ANGGOTA : 1. Hy. Hj. LILIEK SOEPIJAH SOENANDAR 2. Ny. Hj. ANIK TRI WINARNI 3. Ny. Hj. MARIANI 4. Ny. Hj. SRI MURTI SOETARDJO 5. Drs. H. MOCHAMAD ARIEF DJAMIN 6. Drs. H. IMAM ACHMADI 7. Drs. H. MACHDAR SOMADISASTRA 8. Prof. DR. Ir. H. SOENARJO, MPd 9. Drs. SUTOPO WAHYU UTOMO, SH, MM 10. Ny. Dra. PINKY SAPTANDARI WIJSNU BROTO, MA 11. Ny. Dra. Hj. NINA KIRANA, Msi 12. Ny. Dra. Hj. AMI S. POERWANTO SUSUNAN PENGAWAS KETUA : Ny. Hj. INDIJATI SUKIADI, SH ANGGOTA : 1. H. DJUMADI RAMELAN, SH 2. Drs. M. GHOZY, Msi SUSUNAN PENGURUS KETUA UMUM : KETUA I : KETUA II : SEKRETARIS UMUM : WAKIL SEKRETARIS : BENDAHARA UMUM : WAKIL BENDAHARA :

Ny. Hj. ASIJAH DJOEMRA Drs. SOEROSO Ir. HERY SRI KUSTININGSIH Dra. Hj. TUTI ROFIATI Dra. SRI SUSANTI UTARI Dra. HARIYATI Drs. H. HARRY AMANTO S. Ak

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

11


Sorotan Sutopo Wahyu Utomo

Sudahkah Kesejahteraan Umum itu Terwujud?

Tahun ini usia Negara Kesatuan Republik Indonesia genap 65 tahun. Apakah anda merasa lebih sejahatera dari tahun ke tahun? Jawabnya kemungkinan besar akan sangat bervariasi. Karena mengukur kesejahteraan bukanlah soal yang mudah. Ada nilainilai individual, keluarga, kelompok, daerah, negara atau bangsa. Kesejahteraan juga terkait dengan umur, status, periode waktu, tempat, norma, serta tantangan dan ancaman yang ada dalam situasi tersebut. Selanjutnya sebagai penentu adalah respon subjek itu terhadap semua kondisi atau kejadian di atas. Dalam mersepon sebuah situasi, ada faktor-faktor psikologis, sosiologis, dan idealis. Kata

12

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

kesejahteraan yang sangat merakyat itu, bila ingin dikembangkan agar dapat dilihat secara konkrit, ternyata indikator-indikatornya sangat rumit. Secara politis kerumitan ini dicoba untuk disederhananakan dengan dikembangkannya istilah kesejahteraan umum, kesejahteraan rakyat, dan kesejahteraan sosial. Dalam peraturan perundang-undangan yang menyangkut pengatura ketiga istilah kesejahteraan tersebut juga belum dapat ditemui rincian indikator yang dapat menjelaskan seberapa jauh capaian upaya kesejahteraan umum setelah 65 tahun merdeka. Untuk kesejahteraan orang seorang mungkin pasal-pasal hak asasi manusia dalam undang-undang 39/1999 atau


pasal 28 A-H UUD 45 dapat digunakan sebagai tolok ukur. Hanya saja yang tampak dalam praktek penerapan kedua undang-undang ini yang lebih menonjol adalah laporan tentang pelanggarannya. Oleh karena itu penggambaran kesejahteraan dalam tulisan ini lebih banyak menggunakan indikator komperatif, faktual dan ekspresif.

Indikator Komperatif.

Kemerdekaan sudah kita miliki. Jadi dibanding dengan negara-negara lain di dunia yang masih belum sepenuhnya merdeka, mestinya kita lebih sejahtera. Tetapi integritas kita sebagai bangsa tampaknya masih memprihatinkan. Wilayah kita sering dilanggar oleh bangsa lain. Ikan kita sering dicuri oleh bangsa lain. Bahkan ada cerita, hasil curian itu kita sendiri yang membeli. Hal ini tentu bukan merupakan indikator yang menggambarkan kesejahteraan kita. Mereka yang pernah ke luar negeri atau sering berurusan dengan mata uang asing. Pasti merasakan bahwa nilai mata uang kita sangat rendah. Tidak salah jika ada orang yang kemudian merasa kecil ketika menukar uang. Jutaan uang kita, cuma menjadi ratusan atau ribuan saja setelah ditukar. Pada awal kemerdekaan mata uang sen masih berharga. Permen dan kerupuk tidak sampai satu sen per bijinya. Kini harga kerupuk/ permen antara 100 sampai dengan 500 rupiah atau rata-rata 300 rupiah atau sama dengan 30.000 sen. Jadi terhadap mata uang kita sendiri nilai rupiah sudah anjlok. Ini pun sudah terjadi sanering pada tahun 1964 yang memotong 1000 rupiah menjadi 1 rupiah. Beda dengan Dinar atau dirhamnya Arab yang relatif stabil sepanjang masa.

Hak untuk Mendapatkan Lingkungan Hidup yang Baik.

Bumi dan air kita, tempat hutan-hutan itu tumbuh dan berada, kondisinya terakhir tercatat mengalami kerusakan hutan 51 KM2/per hari atau setara 300 kali luas lapangan sepak bola. Satu tahun berarti 18.360 KM2. Atau lebih kurang 1,86 juta Ha. Angka ini lebih tinggi dari data dari Kemeninfo yang hanya berkisar 1,17 Ha/th (Jawa Pos, 3 Oktober 2010). Jika dikumpulkan dan kemudian dibentangkan dengan lebar 2 km, maka akan terdapat daerah dengan panjang 9.000 km. Lebih kurang sepanjang Sumatra, Jawa dan Bali. Berapa luas kerusakan hutan selama 65 tahun. Mungkin data di Kemenhut ada. Artinya linkungan hidup kita semakin memburuk. Lebih padatnya penghuni akan semakin menyempurnakan penggambaran penurunan kualitas lingkungan hidup. Melengkapi lebih tidak nyamannya lingkungan hidup, sejak reformasi bergulir bencana alam tak

kunjung berhenti. Berbagai macam wacana pun muncul dalam menganalisis bermunculannya bencana tersebut yang dihubungkan kepala pemerintahan, agama, kepercayaan. Tidak ketinggalan para normal juga mengikuti kejadian ini, maka hingga saat ini lingkungan sosial NKRI merupakan lingkungan yang paling menyejahterakan mereka yang suka berwacana, berandai-andai, berramal-meramal, bercaci- maki, dan ahli-ahli menjelekan-jelekan, serta lain-lain omong kosong yang sejenis. Mungkin ini akibat pada era Orde Baru yang diberangus. Kini sudah hadir kesempatan berrrrrrrrr apa saja, ala reklamenya Coca Cola. Jadi di balik ketidaknyamanan itu kelompok lain yang sejahtera. Namun demikian ada satu jenis bencana yang masih jauh dari perhatian umum, yaitu bencana kebijakan, termasuk didalamnya buruknya produkproduk perundang-undangan. Orang miskin akan tetap sulit hidupnya, karena rendahnya garis kemiskinan. Orang dengan penghasilan setingkat UMR sudah dianggap tidak miskin. Dengan penghasilan kurang lebih Rp.1.500.000,- /bulan, kapankah mereka akan dapat mengalami mobilitas vertikal? Jawabnya cobalah hidup dengan penghasilan seperti itu, apa yang akan kita dapatkan? Para penentu garis kemiskinan dan UMR cobalah renungi apakah kebijakan seperti ini bukan sebuah bencana? Apakah ketentuan seperti ini sudah memenuhi kriteria “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia�? Secara komperatif dulu dan kini, hal ini belum banyak mengalami perubahan. UMR memang naik tetapi inflasi juga jalan terus. Bertambahkah kesejahteraan buruh.

Indikator Ekspresif

Masih berhubungan dengan lingkungan hidup, baru-baru ini ada pernyataan dari seorang wakil rakyat yang terhormat bahwa Korban Tsunami Mentawai adalah sebuah risiko bagi penduduk yang tinggal di pantai tersebut yang rawan tsunami. Sayang pernyataan ini terburu-buru ditanggapi. Seharusnya dibiarkan dulu. Mungkin akan keluar pula pernyataan “Korban letusan Gunung Merapi merupakan risiko bagi penduduk yang tinggal di lereng-lereng gunung tersebut. Korban Wasior adalah risiko penduduk yang tinggal di bawah bukit. Banjir adalah risiko penduduk yang tinggal di dataran rendah. Akhirnya rakyat akan berkata miskin dan busung lapar adalah risiko dari memiliki wakil-wakil rakyat yang kurang peduli memperjuangkan perbaikan nasib rakyat�. Sempurna kata Demian si ilusionis. Demokrasi diyakini oleh sebagian besar elit politik sebagai angin segar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Demikian yakinnya terhadap demokrasi sehingga Pancasila malah hampir-hampir tidak pernah mengedepan atau terdengar lagi diucapkan orang. Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

13


Sorotan Tetapi kita tidak mau jika dikatakan telah meninggalkan Pancasila. Tampaknya bermuka dua lebih menyejahterakan daripada konsisten dengan satu wajah. Tidak heran jika asas musyawarah diganti dengan asas demokrasi liberal “siapa kuat dialah yang menang”. Masih ditambah lagi dengan sikap anarkhis dan ancaman, pada aplikasinya demo di berbagai tempat.

Berebut Kesempatan

Usaha kesejahteraan (sosial) mempunyai satu aspek tujuan “pemerataan atau persamaan kesempatan”. Tampaknya berebut kesempatan menjadi salah satu indikator kesejahteraan yang berkembang pesat beberapa tahun terakhir ini. Pada beberapa kesempatan ada sejumlah besar orang berebut zakat fitrah, daging kurban, ang pao pada Hari Raya Imlex, pengungsi atau korban bencana berebut bantuan pangan, sembako pada operasi pasar dll. Jika digunakan tingkatan kecukupan kebutuhan menurut Teori Maslow, orang-orang yang berebut tersebut menunjukkan adanya kekurangan pangan. Maslow meletakkan kebutuhan fisik pada tingkatan paling bawah. Artinya paling utama untuk dipenuhi. Para pengantri berani menempuh bahaya (terinjak, terjepit, dan tergilas) demi memenuhi kebutuhan pangan. Ini risiko menjadi orang miskin. Namun ada fenomena menarik dalam berebut daging korban, yaitu fakir miskin yang menolak diberi daging. Ketika ditanya mengapa? Jawabannya tidak dapat memasaknya karena perlu bahan bakar, bumbu dll yang tidak dimiliki.

Ketidaktertiban

Nah indikator yang satu ini barangkali paling menggambarkan kesejahteraan umum, karena dapat kita jumpai di mana-mana. Indonesia dapat dikatakan sebagai surga bagi mereka yang tidak senang dengan hidup tertib. Mau melanggar peraturan lalu lintas, silahkan. Buang sampah sembarangan, silahkan. Tidak jujur bayar pajak? Apa kata dunia. Tetapi akhirnya ya silahkan. Naik kereta api di atap silahkan. Mau ke lokalisasi silahkan kapan pun asal jangan pada bulan Puasa. Jualan di trotoar, silahkan. Membuka usaha tanpa ijin, silahkan. Kalau saja tidak ada kasus “video porno” yang mencuat ke permukaan, mungkin kita masih surga pornografi peringkat atas dunia. Ada yang melihat pronografi/pornoaksi dari sudut pandang lain, yaitu sarana pendidikan seksual. Dengan mudahnya mengunggahkan dan mengunduh video porno, kini orang tak perlu lagi susah-susah melaksanakan pendidikan seks, sehingga “sexual intercourse guide” versi cerita klasik Joko Bodo (bukan Ki Joko Bodo yang mengikuti take selebraty out di TV Indosiar) untuk pasangan baru tidak diperlukan lagi. Ironisnya yang banyak mempraktekan hal ini malah remaja yang belum berhak. Di luar negeri, akan mengalami kesulitan jika tiba-tiba mobil/motor kita kehabisan BBM, bannya kempes atau mogok. Di sebagian kota di Indonesia tidak jadi masalah.

14

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

Kita dapat berhenti di sembarang tempat yang kita inginkan. Bahkan di pinggir-pinggir jalan tol dapat kita jumpai orang kencing di sebelah mobilnya.

Kesejahteraan Politik

Kesejahteraan berpolitik juga mengalami peningkatan yang signifikan bagi rakyat golongan bawah. Politik uang dengan sandi “serangan fajar” menyebar ke pelosok daerah yang dalam proses pemilu kada. Jadi ada perbaikan penghasilan bagi penduduk. Lumayan meskipun hanya sesaat dan tidak merata.

Indikator Fisik

Harus diakui bangunan gedung dan fasilitas umum lainnya memang sangat banyak kemajuannya setelah 65 tahun merdeka. Tetapi desa dan kota masih sangat jauh kesenjangannya, lebih-lebih desa di luar Jawa. Megahnya gedung-gedung yang berfungsi fasilitas umum itu masih menggambarkan diskriminasi karena tidak beraksesibelitas yang diperintahkan oleh undang-undang bagi penyandang cacat dan lanjut usia. Untuk perujudan aksesibelitas ini rasanya belum ada DPR/DPRD dan kepala daerah di Indonesia ini yang sangat peduli, sehingga tidak ada penyesalan karena tidak mampu mewujudkan.

Komunikasi dan Informasi

Komunikasi dan informasi menggunakan telepon genggam luar biasa pesat kenaikan kemajuannya. Indonesia termasuk pasar terbesar telepon genggam dunia, terutama yang low end. Bangsa yang punya hobi “ngerumpi” ini benarbenar terfasilitasi dengan alat tersebut. Dulu ngerumpi terbatas pada beberapa orang dengan cara tatap muka. Kini dilakukan dengan telepon. Jadi penggunaan telepon genggam lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan psikologis daripada kebutuhan riil. Jika hal ini dibiarkan tanpa ada pendidikan bertelepon genggam yang baik maka lebih kurang 10 -15 tahun ke depan mungkin jutaan orang di Indonesia akan menderita tumor otak. Keprihatinan dari risiko penggunaan telepon genggam ini dikemukan oleh para ahli yang ditulis oleh James Goodlate (Epoch Time, edisi 149, 20-26 Juni 2010).

Gila-Gilaan

“Jaman edan, sing ora edan ora keduman” (jaman gila, mereka yang tidak gila tidak akan mendapatkan apa-apa) demikian Prabu Jaya Baya bersabda. Gila-gilaan ini dapat kita lihat terutama di TV.


Sambungan dari halaman 9

pendapatan dan kesejahteraan warga masyarakat yang tertinggal. Jika Negara-negara maju saja masih menghadapi masalah kemiskinan dan ketrtinggalan maka keadaan yang dialami oleh Negara-negara berkembang tentulah sebagian besar jauh lebih buruk. Seperti kita ketahui anggaran pemerintah yang mampu disediakan oleh Negara yang sedang berkembang sangatlah terbatas jumlahnya. China yang mampu meraih pertumbuhan ekonomi dengan angka “double digits” selama lebih dari 30 tahun saja; sekarang ini justru menghadapi masalah ini. Kesenjangan sosial ekonomi yang semakin melebar antara penduduk kota-kota besar dan sentra-sentra pengembangan industri dengan daerah pedalaman . Hal yang lebih buruk tentu dialami oleh negara seperti Rusia, India dan Indonesia yang secara umum dapat digolongkan sebagai negara yang lebih Liberal dalam menata laksanakan perekonomian mereka. Belum lagi kalau memperhatikan kondisi lemahnya penegakkan hukum dan peraturan seperti yang terjadi di Rusia dan Indonesia. Bahkan Rusia disebut sebut sebagai ”NEGARA MAFIA!” Dengan anggaran program pemerataan yang terbatas dan angka korupsi yang tinggi dapat dipastikan bahwa program pemerintah semacam ini sangat rendah derajat keefektipannya. Dalam pada itu satu-satunya harapan adalah dari partisipasi dan kerelawan anggota masyarakat lain yang kondisinya relatip lebih baik dibandingkan mereka yang sangat terpuruk dan tertinggal. Jika pada tahun 1945 para pemuda dan mahasiswa menjadi pelopor dan pelaku utama yang menggelorakan revolusi dan menciptakan kondisi yang melahirkan Proklamasi Kemerdekaan serta mengorganisasikan Perlawanan Rakyat Surabaya melawan tentara sekutu ( yang membantu/diboncengi dan melindungi Belanda untuk kembali menjajah Indonesia), maka pada zaman kemerdekaan yang sudah lebih 65 tahun ini peran mereka tentu berbeda meskipun jiwa dan semangatnya haruslah tetap sama. Tentara Sekutu yang terdiri dari Tentara Inggris,India dan Gurkha bukan lagi ancaman kelangsungan dan keutuhan NKRI di masa kini. Ancaman keruntuhan negeri ini adalah melebarnya jurang kesenjangan sosial ekonomi antar warga, antar golongan, antar suku , antar pulau dan antar agama. Kondisi ini diperparah lagi karena pemerintah dan para pemimpin formal dan informal baik pada tingkat daerah maupun pusat tidak lagi mempunyai wibawa karena telah gagal menjadi panutan yang baik dari seluruh warga bangsa. Tugas luhur para pemuda dan mahasiwa Indonesia adalah menjaga dan melestarikan NKRI dengan mengisi kemerdekaan dengan semua harapan luhur para pendiri bangsa dalam dimensi kekinian. Untuk itu mereka harus sadar dan segera berusaha keras ” MEMAHAMI, MENGHAYATI DAN MENGAMALKAN NILAI-NILAI KEPEDULIAN SOSIAL DAN KERELAWANAN SOSIAL DENGAN KONSISTEN DAN KONSEKUEN! Kepahlawanan senantiasa diukur dengan kesediaan dan keberanian berkorban untuk sesuatu yang dicintai. Kepentingan masyarakat,rakyat dan bangsa diletakkan pada tataran yang paling tinggi dalam perjuangan kehidupan . Itulah harapan yang didambakan terhadap pemuda dan mahasiswa Indonesia masa kini. Insyaallah! Padamu Negri Kami Berjanji, Padamu Negri Kami Berbakti, Padamu Negri Kami Mengabdi . . . Bagimu Negri Jiwa Raga Kami! Surabaya, dipenghujung 2010

info redaksi SUSUNAN PENGURUS MAJALAH WARTA SOSIAL BK3S PROPINSI JAWA TIMUR PERIODE 2010 - 2014 Pelindung Ketua Umum Yayasan BKKKS Jawa Timur • Ny. Hj. R. Asijah Djoemra Penasehat • Drs. Machdar Somadisastra • Ny. Hj. Sri Murti Sutardjo • Ny. Dra. Hj. Ami S. Poerwanto Penanggung Jawab dan Pimpinan Redaksi • DR. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE Dewan Redaksi • Prof. DR. IR. Sunaryo, M.Pd. • Dra. Pinky Saptandari W, MA. • Djumadi Ramelan, SH. Redaktur Pelaksana • Drs. Sutopo Wahyu Utomo, SH, MM. • Dr. Asri Widjiastuti, M.Pd • Drs. Moch. Ghozy • Drs. Paito Staf Redaksi • Adi Saputro Tata Letak • Nafi Tata Usaha • Dra. Dyah Purnamasari K. W Iklan/Sponsorship • Dra. Hariyati • Farida Martarina Fotografi dan sirkulasi • Team Sekretariat Alamat Redaksi : Jl. Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya Telp : 031-8411672 Fax : 031-8498300 E-mail : sekretariat@bk3sjatim.org pengurus@bk3sjatim.org warta@bk3sjatim.org bk3s_jatim@yahoo.co.id ULR : http://bk3sjatim.org Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

15


PERINGATAN HARI INTERNASIONAL PENYANDANG CACAT DI BK3S JATIM Landasan

Pada tahun 1992, Majelis Umum Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB), menetapkan tanggal 03 Desember sebagai Hari Penyandang Cacat Internasional dengan Resolusi No. 47/3. Sejak itu setiap tahun diselenggarakan Peringatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran semua warga negara, semua anggota masyarakat terhadap penyandang cacat. Lima tahun kemudian, pada tahun 1997 dalam negara Republik Indonesia yang menganut falsafah Pancasila : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradap, Persatuan Indonesia, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, memberlakukan Undang-Undang No. 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat, yang pada tahun berikutnya yaitu tahun 1998 dikeluarkan Peraturan Pemerintah No. 94 Tahun 1998 Tentang Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Penyandang Cacat. Dalam pendahuluan Undang-Undang itu dinyatakan : 1) Penyandang Cacat merupakan bagian

16

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

masyarakat Indonesia yang juga memiliki kedudukan, hak, kewajiban dan peran yang sama. 2) Untuk peningkatan kesejahteraan sosial Penyandang Cacat di segala aspek kehidupan dan penghidupan diatur dengan Undang Undang. Konvensi hak Penyandang Cacat disepakati pada tanggal 13 Desember 2006 oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa - Bangsa dengan resolusi 61/106 dan terbuka untuk ditanda tangani oleh negara - negara anggota PBB pada tanggal 30 Maret 2007. Dalam mukadimah konvensi tersebut dicantumkan beberapa hal diantaranya : 1) Mengakui bahwa kecacatan adalah suatu konsep yang berkembang dan bahwa kecacatan adalah hasil interaksi antara orang - orang yang tidak sempurna secara fisik dan mental dengan hambatan - hambatan lingkungan yang menghalangi partisipasi mereka dalam masyarakat secara penuh dan efektif atas dasar keseteraan dengan orang lain. 2) Mengakui pentingnya prinsip - prinsip dan


panduan - panduan kebijakan yang terikat dalam program Aksi Dunia tentang Penyandang Cacat dan dalam Peraturan standart tentang penyeteraan kesempatan bagi Penyandang Cacat yang mempengaruhi promosi, formulasi dan evaluasi kebijakan, perencanaan, program - program dan kegiatan - kegiatan di tingkat Nasional dan Internasional demi memajukan penyeteraan, kesempatan bagi Penyandang Cacat. 3) Menekankan pentingnya pengutamaan persoalan - persoalan Penyandang Cacat sebagai bagian integral dari strategi pembangunan berkelanjutan yang berkaitan. 4) Juga mengakui bahwa diskriminasi terhadap setiap orang atas dasar kecacatan adalah

pelanggaran terhadap martabat yang melekat dan harga diri setiap manusia. 5) Mengetahui lebih lanjut keberagaman orang orang Penyandang Cacat. Tujuan dari konvensi ini untuk mewujudkan, melindungi dan menjamin pemenuhan semua hak asasi manusia dan kebebasan mendasar secara penuh dan setara oleh semua orang, Penyandang Cacat dan untuk memajukan penghormatan atas martabat yang melekat pada diri mereka.

Pelaksanaan Peringatan HIPENCA Tahun 2010 di BK3S Jatim

Sesuai dengan kesempatan dan ketersediaan fasilitas yang dapat diraih BK3S Jatim, peringatan jatuh pada hari minggu tanggal 19 Desember 2010. Tema peringatan mengikuti edaran dari Pusat dan ditetapkan berbunyi : “Dinamika

Gerakan Penyandang Cacat Menggapai Millenium Development Goal’s (MDG’s). Tema itu mengandung arti bahwa Penyandang Cacat sebagai bagian integral dari masyarakat yang berpartisipasi secara aktif dakam kegiatan mewujudkan kesejahteraan umum termasuk MDG’s yang meliputi : 1) Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan. 2) Mencapai pendidikan dasar untuk semua. 3) Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. 4) Menurunkan angka kematian balita. 5) Meningkatkan kesehatan ibu. 6) Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lain. 7) Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Peringatan ini dihadiri oleh + 1.500 orang Penyandang Cacat dan para pendamping dari berbagai organisasi Penyandang Cacat dan Sekolah Luar Biasa di Jawa Timur. Adapun acara yang diikuti mereka adalah senam pagi (di halaman gedung BK3S) dilanjutkan jalan sehat (start dan finish di gedung BK3S, di Jl. Tenggilis Raya sampai depan apartemen Metropolis), Istirahat dan makan pagi bersama. Kemudian acara dilanjutkan dengan panggung hiburan di halaman gedung BK3S Jatim, pemeriksaan kesehatan di gedung BK3S Jatim dan pengukuran prothese (kaki palsu) oleh Yayasan Peduli Tuna Daksa Jakarta di muka kantor BK3S Jatim. Di gedung BK3S Jatim diselenggarakan pentas seni, pameran dan pasar murah serta pijat ala Tiongkok secara gratis. Seluruh kegiatan ini merupakan penampakan dari hasil usaha serta karya Penyandang Cacat kepada masyarakat. Dari badan dan jiwa yang sehat, tampil wajah - wajah Penyandang Cacat dewasa bersinar riang, sedang Penyandang Cacat anak tawa gembira, para tuna rungu wicara laki perempuan sibuk berkomunikasi dengan temannya menggunakan bahasa isyaratnya. Penyandang Cacat dewasa yang bisa menyanyi, menghibur para hadirin. Sementara di dalam gedung murid - murid SLB berserta guru - gurunya sibuk tampil menunjukkan kebolehannya dalam menari, baca puisi dan Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

17


pantomim, lucu - lucu mereka dipanggung mempersembahkan kemampuannya. Sementara di ruang pameran masyarakat bisa menyaksikan hasil karya Penyandang Cacat dalam berbagai kerajinan tangan jahit menjahit serta kuliner. Di ruang paling belakang tampak orang berjubel menawar dan membeli barang di pasar murah keperluan rumah tangga dan pakaian. Kemajuan tingkat kesejahteraan Penyandang Cacat dewasa, diantaranya tampak dalam kemajuan sepeda motor roda tiga. Mereka sudah bergabung dalam organisasi yang mereka namakan DMI (Defable Motor Indonesia). Apa peran BK3S sebagai lembaga koordinasi lembaga - lembaga masyarakat dalam penyelenggaraan peringatan ini ? Alhamdulilah BK3S Jawa Timur yang sudah memiliki gedung dan fasilitasnya dengan kerja keras dapat menggali dana dengan menyewakan gedung dan peralatannya. Dengan modal ini dan Relawan - Relawan Sosial yang bergabung dalam kepengurusn BK3S serta kelompok kerja kelompok kerja, BK3S melakukan koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak yaitu Pemerintah Provinsi Jatim dan Pemerintah Kota Surabaya, Dinas Sosial Jatim, Rumah Sakit, Dinas Pendidikan Jatim, para Pengusaha dan dermawan serta Organisasi Organisasi Sosial Penyandang Cacat, SLB - SLB. Seluruh sumber daya manusia terkoordinasi dan semua terlibat dalam kerjasama Peringatan HIPENCA 2010 di Jawa Timur. Kepada semua pihak yang terlibat terutama kepada karyawaan BK3S yang telah mempersiapkan peralatannya disampaikan terima kasih sedalam - dalamnya dan semoga Allah SWT membalasnya, Amin. (MS, AS)

Pameran Hasil Karya Penyandang Cacat Ikatan Alumni BSM (Body Spice Medicine) Provinsi JawaTimur

Dalam rangka memperingati Hari Internasional Penyandang Cacat (HIPENCA) tahun 2010, BKKKS (BK3S) Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan jalan sehat, pentas seni penyandang cacat, hasil karya penyandang cacat, pengukuran prothese, pemeriksaan kesehatan dan pasar murah yang dilaksanakan pada 19 Desember 2010. Pada acara tersebut , ikatan Alumni BSM (Body Spice Medicine) Provinsi Jawa Timur berpartisipasi untuk mengikuti acara tersebut. Sebelumnya ikatan alumni BSM Provinsi Jawa Timur yang terbentuk tanggal 4 Oktober telah melaksanakan Bakti Sosial (Baksos) pada tanggal 26 November 2010 di UPT Rehsos ANKN Surabaya jalan Balong Sari Dalam No. 1 Surabaya telp. (031) 7405256, yang dilakukan dalam rangka : Mensosialisasi keberadaan pengobatan Tiongkok khususnya Body Spice Medicine melalui pengenalan gerak isyarat dengan pengobatan kecerdasan (intelegen), Perwujudan melaksanakan ajaran guru Dr. Guo Zhi-Chen sebagai pencetus pengobatan intelegen, yaitu: 1. Memperbaiki melatih gerak hati sendiri (Baik Hati) 2. Memelihara adat yang baik (Membugarkan Tubuh) 3. Mengabdi kepada rakyat (Berbuat Kebajikan) 4. Mementingkan kebutuhan orang lain Dalam rangka HIPENCA tahun 2010 Ikatan Alumni BSM Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan BK3S provinsi Jawa Timur menunjukkan keterampilan (Skill) Ilmu Body Spice Medicine di tengah-tengah masyarakat. Bersambung ke halaman 23

18

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial


Ditemui di rumahnya di Jl. Darmokali, bu Sabardiman masih belanja di supermarket BILKA. Redaksi warta sosial menunggu, tiada lama muncul dari dalam seorang wanita lansia bersahaja, berbaju muslim mempersilahkan masuk ke ruang tamu, sambil bertanya “Sudah Sholat?” “Sudah Bu !”, memang saat itu waktu sholat dhuhur “Ayo silahkan duduk !”. Didampingi putra mantunya, wanita lansia ramah yang mulai bertanya maksud kunjungan redaksi. Dengan suaranya yang masih lantang dan jelas menceritakan tentang dirinya. Umurnya sudah 84 tahun, lahir 30 Agustus 1926. Dia adalah bungsu dari 12 orang bersaudara, dari seorang ayah dan seorang ibu yang keduanya berwirausaha. Masa anak-anak menjelang dewasa hidup di kampung Kedondong. Orang tuanya kaya, rumahnya “gedung” punya mobil dan punya kereta kuda, sambil menunjukkan foto-fotonya tempo dulu. Ayahnya menyewakan gamelan, wayang kulit, terop dan jual tanaman, sedangkan ibunya punya usaha rias manten dan catering. Ia sendiri dan anaknya perempuan melanjutkan usaha Ibunya. Ia dimasukan sekolah oleh orangtuanya ke HIS (Sekolah Dasar 7 tahun) pada masa penjajahan Belanda. Setelah lulus HIS, ia masuk OVVO (Sekolah Guru 2 tahun). Ayahnya melarang buat apa perempuan sekolah tinggi-tinggi, toh nantinya juga akan berada di dapur. Tapi ia berkeras ingin terus sekolah. Hal ini akibat pergaulannya dengan teman-teman sekolah di HIS yang pada melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi. “Kalau sekolah tidak lanjut, nanti bodoh” cetusnya. “Kalau orang Indonesia bodoh semua, tidak ada yang berjuang. Kalau perempuan

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

19


Sewaktu dikunjungi dirumahnya di kawasan Nginden Intan Timur Surabaya, Bu Oetami membuka pintu pagar dan mempersilahkan masuk sambil menawarkan duduk diserambi atau didalam, pilihan duduk di dalam. Begitu duduk, wanita yang sudah berusia 86 tahun ini langsung akrab dan mulai ngobrol. Hobby saya jalan-jalan dan kerja kebun. Jalan-jalan kemana Bu? Ke mal, ke pasar, ya‌kemana saja. Ke luar negeri ? Ya, jawabnya. Rupanya taman dihalaman rumahnya dikerjakan sendiri. Pantas sehat, lansia ini. Wajahnya yang masih tampak cantik, tubuhnya tegak tinggi semampai, pantas pada masa gadisnya disebut Putri Kediri. Bicaranya jelas, sikapnya tegas.

Bu Oetami dilahirkan di Pulungan Sidoarjo tanggal 08 Juni 1924. Ia anak ketiga dari 9 orang bersaudara, semasa kecilnya di bawa pindah-pindah kota oleh orang tuanya yang bekerja sebagai guru. Rumah tinggal di Mojokerto waktu orang tuanya sebagai guru HIS Mojokerto besama Sukarni ayahnya Bung Karno. Kemudian ke Jombang sewaktu ayahnya menjadi guru Normal School (NS) di Jombang, kemudian ke Kediri karena ayahnya menjabat School Inspectur di Kabupaten Kediri, sebuah jabatan tinggi bagi kaum bumiputera pada masa penjajahan Belanda. Sebagai anak priyayi ia memasuki Sekolah MULO setelah menuntaskan pendidikan dasarnya di

20

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial


HIS. Setelah 1 tahun di MULO ia keluar kemudian masuk ke Sekolah Van Deventer, sekolah menengah bagi para gadis yang diharapkan jadi istri para pegawai menengah Pemerintah pada masa itu. Selesai dari sekolah itu ia sempat jadi guru Sekolah Keputrian di Kediri. Sebagai seorang yang hidup dalam keluarga terpelajar, keluarga Mener Mukmin School Inspecture Kediri, ia suka sekali belajar, mengikuti berbagai kursus seperti kursus masak, kursus kecantikan, kursus menjahit dan lain-lain. Pada tahun 1942 ia mengikuti kursus Bahasa Jepang, “Kalau kursus harus sampai dapat diploma (ijasah)”, tambahnya menegaskan. Pada saat pecah perang kemerdekaan, ia bergabung menjadi Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), ia menjadi Palang Merah pada kesatuan itu. Dalam masa peperangan itu ia bertemu Kapten Sarbini Muchtar dan Letnan Wahono, pimpinan Batalyon Sikatan, kemudian ia bergabung pada kesatuan itu. Pada masa peperangan itu ia sempat pacaran dengan laki-laki idamanya yang juga anggota TRIP. Malang tiada disangka, kekasihnya gugur dalam pertempuran tahun 1945 melawan pasukan Belanda di Mojokerto. Sepeninggal kekasihnya, Subagio, bangkit tekad Oetami ingin meneruskan jejak almarhum berjuang membela tanah air di dalam kesatuannya Jon Sikatan, naik gunung turun gunung melakukan perang gerilya, pernah dua hari masuk hutan belantara, tanpa makan, karena tiada bahan apapun yang bisa dimakan. Baru beberapa hari kemudian menemukan kebun jagung milik rakyat. Dari daerah gunung Kelud Jon Sikatan pindah di Kecamatan Besuki Kabupaten Blitar, di jalan ketemu kesatuan “Bumi Hangus” pabrik gula jengkol pimpinan Pak Soeroso. Lama tidak jumpa dengan orang tuanya, Bu Oetami meminta ijin untuk menengok orang tuanya di Kediri. Karena Bu Oetami mendesak terus, akhirnya Pak Sarbini mengizinkan Bu Oetami menengok orang tuanya di dampingi Pak Soeroso. Pak Soeroso pun dengan senang hati mengantarkan Bu Oetami kepada orang tuanya. Begitu sampai di rumah orang tuanya, Bu Oetami diserahkan kepada ayahnya. Rupanya sejak pertemuan pertama sampai dengan perjalanan pulang menengok orang tuanya di kediri, Pak Soeroso sudah menaruh hati kepada Bu Oetami. Begitulah kehendak-Nya, ayah Bu Oetami menerima lamaran Pak Soroso dan Bu Oetami juga tidak menolaknya. Upacara perkawinan sangat sederhana dilaksanakan dengan persiapan tergesagesa. Ayah, Ibu, Penghulu dan tiga teman menjadi saksi. Bu Oetami mendapatkan surat perintah harus segera meninggalkan Kediri karena Belanda akan menyerang Kediri. Sehari setelah upacara perkawinan, mereka menyingkir keluar Kota Kediri, kembali ke induk pasukan di Blitar. Begitulah nasib Bu Oetami dan Pak Soeroso, pengantin baru, pejuang perang kemerdekaan. Dalam perjalanan itu bertemu dengan 5 orang Tentara Pejuang lainnya meneruskan perjalanan ke Blitar. Diperjalanan dikejar dan ditembaki Tentara Belanda, hingga tertangkap dan ditawan di markas

Belanda Perkebunan Jengkol. Waktu diperiksa Tentara Belanda Bu Oetami dapat membuktikan bahwa ia istri Pak Soeroso, oppzinder perkebunan gula di Kediri. Bu Oetami dan Pak Soeroso dibebaskan dari tahanan dan meneruskan perjuangan, hingga mengajukan permohonan mengundurkan diri dari TNI AD tahun 1950 karena alasan kehamilan putrinya yang pertama dengan pensiunan sebagai Sersan Mayor, sedang Pak Soeroso menjalani pensiun sejak tahun 1968, dan dianugerahi putra dan putri 9 orang. Setelah Pak Soeroso berpulang Bu Oetami hidup bersama putra-putri dan cucu-cucunya menikmati hari tuanya. Sebagai orang yang terpelajar ia menyampaikan pesan untuk pergaulan hidup diantaranya “Jika Bicara Jangan Melingkar-Lingkar, to the point saja!”, “Jangan Terlalui Hirau Orang Kiri Kanan, ndablek saja” katanya. Dua hal ini rupanya kritik Bu Oetami terhadap kebiasaan pergaulan komunitas kita. Dua pesan lainnya adalah “jangan dendam dan harus saling memaafkan”, nampaknya keempat pesan inilah yang menyehatkan jiwa dan badannya sehat. Ada pesan lainnya yang bersumber pada kebudayaan jawa dikala memilih jodoh, yang harus memperhatikan pertama bibit atau keturunan. Dalam masyarakat manapun dapat diartikan biologis-psikologis, sehat jasmani dan rohani, kedua bebet atau perilaku yang dapat diartikan berkelakuan baik, berakhlak mulia dan seterusnya dan ketiga bobot atau kondisi ekonomi yang dapat diartikan punya kemampuan untuk mencari nafkah. Pesan memilih jodoh ini masih dapat dipergunakan oleh generasi penerus dengan tafsir sesuai dengan zamannya. (MS, AS) Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

21


bisa berjuang, ya berjuang” keluhnya. Setelah lulus sekolah guru, ia mengajar di sekolah swasta TK dan SD Puteri Budi Sejati di Kedungsari. Pesan ayahnya tidak usah kerja dengan Belanda. Bapaknya dan Ibunya usaha mandiri, tinggal di kampung, tidak dipinggir jalan, menjauhi Belanda. Pada saat pecah perang kemerdekaan 1945 – 1950 ia bergabung sebagai relawan pada Palang merah Indonesia. Ketika terjadi pertempuran 10 November, semua perempuan pergi menjauhi pertempuran. Ia dimarahi kakaknya karena tidak mau diajak pergi menyingkir. Pikirnya kalau semua pergi, siapa yang menolong para pejuang dan rakyat korban perang. Bersama teman-teman PMI, ia sempat menolong soerang ibu yang menggendong bayinya yang ususnya terburai keluar dan seorang laki-laki yang menyewa dirumahnya, ia akan mengkhitankan anaknya, kepalanya terluka parah. Ia juga pernah menolong pejuang-pejuang pemuda yang berlumuran darah. Selama bertugas seperti itu ia tidak merasa jijik dan tidak pula ada pikiran apa yang akan ia dapatkan, selain ikhlas menolong orang. Sebagai anak orang kaya ia tidak mengingat – ingat hartanya yang ditinggal di rumah. Kemana-mana ia hanya membawa kunci brankas ibunya, harta itu titipan Allah SWT. Ketika pertama pecah perang, ibunya tidak mengungsi jauhjauh, ia mnegungsi di kuburan Mbah Kudo kedondong. Ibunya berfikir tidak mungkin Belanda/ Sekutu memeriksa kuburan. Betul juga, pada suatu malam ada patroli Belanda ke kampung Kedondong, tapi tidak nyasar sampai ke kuburan. Saat perang makin berkecambuk, pasukan pejuang mundur ke Mojokerto dan ibunya lagi-lagi mengungsi dan masuk gedung setan yang tidak dimasuki orang lain. Aman juga ibu saya disitu, Ibu Sudjinah sendiri bertugas di Rumah Sakit Gatul Mojokerto. Di rumah sakit itu ia banyak ikut membantu korban peperangan. Setelah perang reda, para pengungsi pulang ke Surabaya, Ibu Sudjinah mengantarkan ibunya pulang ke Surabaya, ia tidak membawa berkas apapun, karena takut digeledah tentara Belanda/Sekutu. “Yang memeriksa saya itu orang Jawa, kok mau diperbudak penjajah ya !” komentarnya. Satu tahun setelah penyerahan kedaulatan, yakni

22

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

mulai tahun 1951 ia mendirikan sekolah TK dan SD di rumah orang tuanya di kampung Kedondong. Muridnya cukup banyak. “Setiap akhir pekan saya ajak renang murid-murid saya beserta orang tuanya”, kenangnya. Sejak tahun 1965, bersama suaminya karyawan perkebunan, Ibu Sudjinah pindah rumah bersama 8orang anaknya, 2 anak laki-laki dan 6 orang anak perempuan ke Jl. Darmokali Surabaya, “Saya diolokolok saudara-saudara saya, kenapa mau pindah rumah, rumah milik sendiri di kedomdong ditinggal”, ujarnya. Sedang rumah di Jl. Darmo belum jadi miliknya. Tahun 1984 suaminya tercinta meninggal dunia. Waktu Pemerintah menyatakan rumah tersebut dapat dibeli, ia binggung dari mana uangnya. Sepulang dari haji, ia menghubungi menantunya yang menjadi Duta Besar di Mexico dan sekarang Duta Besar di

Tunisia, untuk menyelesaikannya sehingga rumah itu menjadi miliknya. Untuk merangsang ingatannya, redaksi menanyakan tokoh-tokoh perang 10 November. Tersebutlah nama-nama pejuang Ruslan Abdul Ghani, drg. Moestopo, Doel Arnowo yang kemudian menjadi Walikota Surabaya serta yang membangun Tugu Pahlawan. Pada akhir pembicaraan Bu Sudjinah menutupnya dengan kata-kata bahwa ia tidak menganggur, sekarang ini tetap memasak, menjahit baju, dan lainlain. Dalam hidup itu kita harus kerja keras, jujur, suka menolong, banyak bersodaqoh tanpa pamrih pasti Allah SWT menambahi pesannya. (MS, AS)


Sambungan dari halaman 18

Tema nasional Peringatan HIPENCA tahun 2010 adalah Pengarusutamaan Komitmen Bersama dan Peran Aktif Penyandang Disabilit y Dalam Pembangunan Nasional Untuk Mencapai MDG’S. Peringatan HIPENCA yang diselenggarakan oleh BK3S Provinsi Jawa Timur dengan tema “Dinamika Gerakan Penyandang Cacat Indonesia Menggapai MDG’S” ini menggambarkan kapabilitas penyandang cacat. Ikatan Alumni BSM (Body Spice Medicine) provinsi Jawa Timur pada 19 Desember 2010 dalam rangka memperingati HIPENCA 2010 melaksanakan pameran hasil karya Penyandang Cacat. bertempat di BK3S Provinsi Jawa Timur Jalan Raya Tenggilis Blok GG No.10 Surabaya. Rangkaian acara diawali dengan jalan sehat diikuti sekitar 1500 orang dengan start pukul 06.00 WIB. Sebelum itu dilaksanakan senam bersama sebagai pemanasan. Para pengunjung banyak yang datang mengunjungi pameran hasil keterampilan oleh ikatan Alumni BSM ingin merasakan terapi energi dengan getar dan transfer energi. Ketua Umum BK3S DR.H. Tjuk Kasturi Sukiadi,S.E. yang mencoba terapi energi dengan getar dan transfer energi sangat terkesan dan mengatakan hasilnya luar biasa karena tubuhnya menjadi lebih bugar dan merasakan sirkulasi energi yang lancar. Sebagai Pembina : Dra. Agustina, M.Si (Kementerian Sosial RI di Ikatan Alumni BSM Provinsi Jawa Timur) yang juga telah mengikuti Diklat di Guo Zhi Chen Training College, Zhending Country, Hebei Province. Arman Linda, S.H.,M.Si (Ka. UPT Rehabilitasi Sosial ANKN Dinas Sosial Surabaya), H. Rachmat Syamsuddin,S.H. (Dinsos Prov. Jawa Timur). Sebagai Terapis yang merupakan anggota Ikatan Alumni BSM Provinsi Jawa Timur dan alumni dari diklat BSM di Cengkareng adalah : Purwoto, Kholil, Eka Tutik, Andik, Dede dan Narfan. Dari pameran hasil keterampilan ikatan Alumni BSM Provinsi Jatim Ketua Umum BK3S mengatakan akan membuat pelatihan Body Spice Medicine (BSM) untuk para pengurus BK3S beserta mitra kerjanya bekerjasama dengan Ikatan Alumni BSM Provinsi Jawa Timur. Terimakasih atas dukungan dan kerjasama yang baik dari para pengurus BK3S beserta jajarannya (Dra. Agustina,M.Si.)

SAFARI RAMADHAN DAN BUKA PUASA BERSAMA

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang tak pernah letih menebarkan kasih sayang kepada umat Islam dan selalu mengabarkan maghfiroh. Ramadhan merupakan bulan dengan berjuta pahala dimana pintu - pintu surga - Nya senantiasa terbuka. Oleh sebab itu dalam rangka memuliakan Bulan Suci Ramadhan Tahun 1431 H/2010, BK3S Propinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Yayasan BKKKS Jawa Timur dan para donatur telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan di bulan Ramadhan. Kegiatan diawali dengan safari Ramadhan pada tanggal 18 Agustus 2010 di Sanggar Alang-Alang, Jl. Joyoboyo Surabaya dengan memberikan bingkisan kepada 50 anak-anak jalanan. Selanjutnya puncak dari kegiatan di bulan Ramadhan adalah buka puasa bersama dengan anak-anak panti asuhan, anak jalanan, Penyandang cacat (Paca), lanjut usia, petugas sampah, tukang becak dan penjaga palang pintu kereta api yang lebih kurang berjumlah 750 anak/orang, yang diselenggarakan pada tanggal 21 Agustus 2010 di Gedung “Sasana Bhakti Tribuana Tungga Dewi”, Jl. Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya. Dengan serangkaian kegiatan dalam bulan Ramadhan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan iman dan taqwa dalam wujud kepedulian sosial diseluruh lapisan masyarakat dari berbagai macam golongan. (redaksi)

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

23


Home Care LANSIA Tenggilis Mejoyo Mendapat Kunjungan Relawan LANSIA Australia

Empat orang relawan sosial suami istri, masing-masing Mr. Tom, Mrs. Jean Ledwidg, Mr. John dan Gillian Gosney. Mereka suami istri aktif sebagai relawan sosial di negaranya. Kunjungan di Surabaya dalam rangka pertukaran lansia Indonesia dan Australia. Mereka berada di Surabaya selama 7 hari. Pada tanggal 06 Oktober 2010 yang lalu. Mereka melihat dari dekat lanjut usia binaan BK3S Jawa Timur yang berada di Kecamatan Tenggilis Mejoyo Surabaya. Lanjut usia yang dibina pada umumnya kondisinya kurang mampu baik ekonomi, sosial maupun fisiknya/kesehatannya, sehingga perlu bantuan orang lain. Untuk membina lanjut usia yang rata-rata diatas 60 tahun perlu relawan pendamping yang berasal

24

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

dari Kecamatan tersebut, sistem pembinaan tidak lewat panti sosial tetapi tetap pada keluarga lansia, oleh karena itu sistem ini memang sistem pendampingan lansia di keluarga (Home Care). Pendamping seorang relawan pada umumnya terdiri dari para ibu – ibu PKK dan remaja diwilayah tersebut berumur + 20 – 45 tahun. Pelayanan sosial yang diberikan : a. Santunan mak anan sehat seminggu 3 kali yang dimasak oleh pendamping sendiri, biaya dari BK3S JawaTimur bekerjasama dengan Departemen Sosial Republik Indonesia. b. Pemeriksaan kesehatan rutin kerjasama dengan Puskesmas Tenggilis Mejoyo (gratis) c. Pemeriksaan kesehatan rutin juga dilakukan di Poliklinik BK3S Jawa Timur (gratis)

d. Kunjungan keluarga dan lansia seminggu tiga kali dengan mengukur tensi lansia oleh masing-masing pendamping. e. Pertemuan antar Pendamping dan Pembina sebulan sekali di BK3S Jawa Timur atau pembinaan di lapangan oleh para Pembina BK3S Jawa Timur. f. Disamping itu para pendamping diikut sertakan pula pada acara lainnya yang diselenggarakan oleh BK3S antara lain hari lansia, pemeriksaan kesehatan gratis, buka puasa bersama, Hari Internasional Penyandang Cacat (HIPENCA). Pe r l u d i j e l a s k a n b a h w a sementara ini jumlah yang dibina baru + 70 orang. Lansia dengan kondisi kesehatan, ekonomi, fisik yang perlu perhatian serius, yang meninggal 5 orang dan sudah diganti dengan lansia lain yang kondisinya sama. Mereka sangat berkesan sekali dengan relawan/pendamping, lansia mereka layani seperti orang tuanya sendiri. Dalam setiap kunjungan kekeluarga lansia, mereka diterima dengan baik dengan kunjungan berkeliling kepada para keluarga lansia maupun para keluarga pendamping lansia. Harapan mereka BK3S Jawa Timur akan lebih berbuat banyak lagi membantu para lansia-lansia yang lain yang membutuhkan dan terima kasih kepada BK3S Jawa Timur yang telah menerima dengan penuh perhatian. (Ibu Ami dan Ibu Tjuk)


Pelatihan Komputer Bicara Bagi Tuna Netra

Memperoleh kesempatan untuk berlatih komputer bicara merupakan kegiatan yang langka bagi para tuna netra. Oleh karena itu kegiatan yang diadakan DPP PERTUNI dan DPD PERTUNI Jawa Timur bekerjasama dengan DNIKS ,Yayasan BKKKS Jawa Timur dan BK3S Provinsi Jawa Timur berupaya untuk memberikan kemampuan yang akan berguna bagi kemandirian kepada para tuna netra. Kegiatan tersebut bertempat di ruang Pelatihan Yayasan BK3S Jawa Timur, Jl. Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya dan berlangsung selama 4 hari dari tanggal 24 s/d 27 September 2010, yang diikuti oleh 22 perwakilan dari DPC PERTUNI seluruh Jawa Timur. Instruktur khusus komputer untuk tuna netra yang juga merupakan tuna netra Mas Eka Setiawan menyampaikan “bahwa untuk para tuna netra, mereka dilatih komputer dengan menggunakan sotfware screen reader dengan materi

office dan internet, software tersebut secara khusus bisa mengkonversi data menjadi audio!” . Jadi bila tuts di keyboard ditekan, akan terdengar suara dari speaker-nya, misalkan bila ditekan “a” maka akan terdengar suara lafal “a”, demikian pula halnya ketika pemakainya menekan tuts yang lain. Secara fisik komputer, laptop, notebook yang digunakan oleh para

tuna netra tidak berbeda dengan yang dipakai oleh masyarakat, namun ada beberapa hal yang menjadi patokan dasar sehingga memberikan kemudahan bagi penggunaannya. Selain sofware screen reader tersebut, juga ada beberapa hal lain yang memudahkan para tuna netra mengenali huruf tertentu, misalnya untuk pada huruf F dan J yang pada masing-masing tutsnya memiliki ciri khusus. Agar ada keberlanjutan dari pelatihan tersebut di masing-masing daerah, para peserta dibekali materi pelatihan dalam bentuk buku braille dan sofware gratis dalam CD. Selain itu juga diberikan 6 buah laptop kepada Cabang Pertuni terbaik dalam pelatihan tersebut; yaitu DPC Malang, DPC Blitar, DPC Jombang, DPC Pasuruan, DPC Tulungagung dan DPC Surabaya. Diharapkan dengan mampu mengoperasionalkan komputer yang dilengkapi software khusus tersebut, menjadikan tunanetra memiliki kemampuan untuk mewujudkan kemandirian sehingga tidak ketinggalan dalam percaturan informasi global. (redaksi)

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

25


kronik

PENGIRIMAN BANTUAN KORBAN BENCANA DI MENTAWAI DAN DIY

Indonesia kembali berduka, pada ak hir Tahun 2010 dua bencana besar terjadi bersusulan. Diawali bencana alam tsunami di kepulauan Mentawai Propinsi Sumatera Barat disusul bencana letusan gunung Merapi di Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bencana tersebut menimbulkan korban jiwa, pengungsian penduduk , kerugian harta benda, dan kerugian dalam bentuk lain yang tidak ternilai. Atas dasar semangat yang dilandasi oleh solidaritas sosial dan kemanusiaan maka BK3S Propinsi Jawa Timur bersama sama dengan Yayasan BKKKS Jawa Timur telah memberikan bantuan uang tunai pada tanggal 28 Oktober 2010 sejumlah Rp. 50.000.000,(Lima Puluh Juta Rupiah) melalui

26

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

BK3S propinsi yang bersangkutan. Untuk korban bencana letusan gunung Merapi di Kabupaten Sleman lewat Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar Rp. 25.000.000,- (Dua Puluh Lima Juta Rupiah) dan untuk korban bencana alam tsunami di kepulauan Mentawai lewat Propinsi Sumatera Barat masing masing sebesar Rp. 25.000.000,- (Dua Puluh Lima Juta Rupiah). Te r n y a t a g a y u n g t e l a h bersambut. pada tanggal 18 November 2010 BK3S Propinsi Jawa Timur sebagai lembaga koordinatif juga telah menyalurkan bantuan uang tunai dari PT. BPR Syariah Bakti Makmur Indah Sidoarjo dan dari Alumni Universitas Airlangga Fakultas Ekonomi Tahun 1981 sebesar Rp. 21.000.000,- (Dua

Puluh Satu Juta Rupiah). Untuk korban bencana letusan gunung Merapi di Kabupaten Sleman , Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dari PT. BPR Syariah Bakti Makmur Indah Sidoarjo sebesar Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah) dan dari Alumni Universitas Airlangga Fakultas Ekonomi Tahun 1981 sebesar Rp. 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah). Sedangk an untuk korban bencana alam tsunami di kepulauan Mentawai , Propinsi Sumatera Barat dari PT. BPR Syariah Bakti Makmur Indah Sidoarjo sebesar Rp. 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah) dan dari Alumni Universitas Airlangga Fakultas Ekonomi Tahun 1981 sebesar Rp. 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah) Melalui pemberian bantuan korban bencana letusan gunung Merapi di Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan korban bencana alam tsunami di kepulauan Mentawai Propinsi Sumatera Barat diharapkan adanya tanggapan dari semua pihak, baik Pemerintah maupun masyarakat sehingga terjadi sinergi dan reaksi berantai yang tiada putus-putusnya untuk menumbuhkan pemahaman yang lebih komprehensif dan utuh, mengembangkan pemikiran kritis dan tindakan konkrit untuk para korban bencana. (redaksi)


SARASEHAN MEMPERINGATI HARI PAHLAWAN

Gaung perjuangan Angkatan 45 di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat-berbangsa yang semak in kompleks saat ini, memang dirasakan kian meredup. Peringatan untuk mengenang perjuangan mereka yang telah menyerahkan jiwa-raga demi kejayaan bangsa, nyaris tidak lagi menarik minat generasi muda. Generasi penerus bangsa sekarang ini merupakan pelaksana cita-cita pahlawan agar bentuk NKRI tetap utuh dibawah panji Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. Nilai-nilai juang 45 harus memiliki tekad dan semangat dalam diri generasi penerus bangsa, dan bukan gampang terbawa arus yang sudah mulai memasuki sendisendi kehidupan generasi muda. Oleh sebab itu dalam rangka memperingati hari Pahlawan ini, Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial Propinsi Jawa Timur bekerjasama dengan

Yayasan Badan Kerjasama Kegiatan Kesejahteraan Sosial Jawa Timur telah menyelenggarakan kegiatan sarasehan generasi muda dengan tema “Penanaman Nilai-Nilai Kepedulian Sosial dan Kerelawanan�. Sarasehan tersebut dilaksanakan pada tanggal 10 November 2010, bertempat di Gedung Pertemuan Yayasan BKKKS Jatim (Sasana Bhakti Tribuana Tungga Dewi), Jl. Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya, dengan Narasumber DR. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE, dr Agus Ali Fauzi PGD Pall Med (ECU), Gus H. Hafidh SK. Purnomo dan Hanan Basyarahil (Siswa SMAN 5 Surabaya). Sarasehan tersebut memiliki maksud dan tujuan Menggali dan memperkenalkan nilai-nilai luhur kepahlawanan, menyebarluaskan nilai-nilai luhur kepahlawanan bagi generasi muda, menumbuhkan semangat cinta tanah air bagi

generasi muda, mendorong generasi muda agar berusaha menggunakan sejarah sebagai cermin dalam kehidupan, menumbuhkan sikap positif kepada generasi muda terhadap nilai-nilai kepahlawanan baik secara kognitif maupun afektif dan menumbuhkan sikap dan semangat nasionalisme kepada generasi muda dengan jalan memahami dan meneladani perjuangan para pahlawan. Peserta sarasehan yang lebih kurang berjumlah 300 orang terdiri dari unsur pelajar SMA/SMK se Jawa Timur, organisasi pemuda dan organisasi sosial tersebut berlangsung penuh antusias, hal ini terbukti dari tempat yang disediakan oleh Panitia penuh tidak satu pun tempat kosong. Harapan dari para peserta agar kegiatan sarasehan ini dapat dilaksanakan setiap tahun karena sangat bermanfaat. (redaksi)

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

27


kronik

STUDI BANDING BK3S DKI JAKARTA KE BK3S JAWA TIMUR Pa d a p e n g h u j u n g t a h u n 2010 BK3S Jawa Timur kembali kedatangan tamu spesial, setelah beberapa tahun yang lalu kedatangan tamu dari K3S K a b u p a t e n B i n t a n Pro v i n s i Kepulauan Riau, BK3S Propinsi Riau dan beberapa tamu yang lain, kini giliran BK3S DKI Jakarta berkesempatan untuk studi banding ke BK3S Jawa Timur. Studi banding tersebut berlangsung selama 3 hari di Surabaya yaitu Pada tanggal 02 s/d 04 Desember 2010 dengan rombongan yang berjumlah lebih kurang 30 orang yang dipimpin oleh Drs. H. Waluyo AS. Studi banding BK3S DKI Jakarta ke BK3S Jawa Timur berlangsung cukup padat, rombongan tiba di Surabaya tanggal 02 Desember 2010 dari Stasiun Pasar Turi menuju kantor BK3S Jawa Timur Setiba di kantor BK3S Jawa Timur setelah makan pagi dan berisitirahat sebentar dilanjutkan dengan pertemuan Pengurus dan Bidang-Bidang BK3S DKI Jakarta dan BK3S Jawa Timur dengan Pengurus dan BidangBidang BK3S Jawa Timur yang dilanjutkan dengan kunjungan ke Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Bhakti Makmur Indah di Krian. Peninjauan ke kantor pusat BPRS ini dimaksudkan untuk melihat dari dekat bagaimana mitra usaha utama dibidang pengelolaan dana organisasi Yayasan BKKKS Jawa Timur melakukan kegiatan. Tidak kurang dari Dirut H. Tri Hari Wijayanto dan jajarannya telah menyambut dan memberikan penjelasan tentang kiprah usaha bank yang dipimpinnya. Peninjauaan sore hari diolanjutkan ke Sanggar Alang-Alang yang

28

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

disambut sendiri oleh H Didiet Hape Sang Pendiri dan Ketua beser ta puluhan anak asuh beliau yang mendemonstrasikan berbagai kepiawaian mereka. Pada kesempatan tersebut rombongan BKKKS DKI Jaya telah menyerahkan bantuan sebagai tanda simopati dan empati. Kegiatan pada hari pertama kemudian diteruskan dengan kunjungan ke Musium Sampoerna dan Surabaya City tour di malam hari. Pada hari kedua tanggal 03 Desember 2010 studi banding dilanjutkan dengan mengunjungi ke beberapa binaan BK3S Jawa Timur yaitu Home Care lansia dan Tiara Handicraft. Kegiatan pada hari tersebut dilanjutkan dengan mengunjungi beberapa obyek wisata di Surabaya dan sekitarnya s e p e r t i m e l i nt a s i j e m b at a n Suramadu serta meninjau dan berbelanja di pusat batik di Bangkalan Madura.. Kegiatan pada hari kedua tersebut diakhiri dengan Farewell Party pada malam harinya yang

d i s e l e n g g a ra k a n d i R u a n g Pelatihan Yayasan BKKKS Jawa Timur sekaligus sebagai penutup studi banding BK3S DKI Jakarta ke BK3S Jawa Timur. Pada ada keesokan harinya pada tanggal 04 Desember 2010 sebagian besar rombongan harus kembali ke Jakarta dengan menggunakan Kereta api.. Farewell Party tersebut dihadiri pula oleh Ketua Harian BK3S DKI Jakarta DR. Budiharjo, Msi. yang menyusul rombongan pada hari kedua. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bawa “Setelah mencermati dan mendalami gerak langkah dan aktifitas yang diselenggarakan oleh BK3S Provinsi Jawa Timur terutama dalam tata kelola organisasi, kebijakan, program, pengelolaan sumber daya dan dana, serta kiat-kiat meraih keberhasilan, hanya satu kalimat yang patut disampaikan ; BK3S Provinsi Jawa Timur luar biasa dan patut dibanggakan!�. (redaksi)


Memberi Adalah Menerima Prof. DR. Komaruddin Hidayat *) TERDAPAT lebih dari 60 ayat dalam Alquran yang berakar dari kata “kasaba” (artinya melakukan atau mengusahakan) dan sebagian besar di antaranya merujuk pada perhitungan balasan dari apa yang diperbuat manusia. Dalam surat Al-Zumar ayat 51, misalnya, Allah berfirman: “Maka mereka ditimpa oleh akibat buruk dari apa yang mereka usahakan (bimaa kasabuu). Dan orang-orang yang zalim di antara mereka akan ditimpa akibat buruk dari usahanya.”Ayat ini seperti memberi sinyal bahwa memberi keburukan atau perbuatan yang berakibat buruk kepada orang lain akan membuat pelakunya juga menerima balasan buruk. Demikian pula dengan perbuatan baik.Banyak sekali ayat dalam Alquran yang menunjukkan bahwa pemberi kebaikan akan menerima kebaikan, bahkan berlipat ganda dan dengan bonus luar biasa. Memberi dalam Islam disebut dengan berbagai istilah. Ada zakat, infak, sedekah, amal saleh, dan lain-lain. Pemberian yang dianggap dalam kategori itu pun beragam, mulai dari harta sampai memberi minum seekor anjing atau memberikan sesungging senyuman. Dalam sebuah hadis misalnya disebutkan bahwa memberi senyum pun adalah sedekah. Ini artinya memberi senyum akan membuatmu menerima pahala. Pahala secara umum diartikan sebagai balasan Tuhan yang akan diterima kelak di akhirat atas kebaikan yang diperbuat di dunia. Dosa sebaliknya adalah akibat buruk yang diterima di akhirat atas perbuatan buruk di dunia.Pahala dan dosa seperti sebuah “janji” yang akan disongsong kelak. Namun sesungguhnya tak perlu menunggu waktu kiamat untuk tahu bagaimana nikmatnya pahala ataupun sakit dan tak nyamannya siksa akibat dosa itu.Sekarang pun keduanya bisa dirasakan. Pahala dalam bentuk kepuasan batin, kebahagiaan, dan kenyamanan hati didapatkan dari memberi kebaikan; demikian juga dengan siksa,dia mengejawantah dalam bentuk kesumpekan, kegelisahan, ketidaknyamanan hati, pikiran, jiwa bahkan raga setelah melakukan perbuatan buruk terhadap orang lain.

Rumus Matematika Memberi

Dalam rumusan matematika, bila sesuatu dikeluarkan, sesuatu itu akan berkurang atau dalam istilah Arab tajaffa yang arti harfiahnya adalah mengering. Lima diambil dua, maka tigalah sisanya. Namun apakah ini berlaku untuk konsep memberi yang sesungguhnya? Memberi bisa dilihat dari dua sisi,sisi agama dan psikologis. Dari sisi agama, memberi, khususnya kebaikan, sesungguhnya justru melipatgandakan kebaikan si pemberi. Bahkan dalam Alquran disebutkan hitungan-hitungan angka berlipatnya kebaikan. Kebaikan satu akan berbalas 100. Logika memberi tapi tidak mengurangi bisa dijelaskan dengan konsep tasawuf, tajalli,melimpahnya apa yang dimiliki Tuhan tanpa mengurangi apa yang dimiliki-Nya.Tuhan menciptakan makhluk,memberikan kehidupan kepada mereka,semua itu tidak membuat-Nya kehilangan,tapi justru dengan memberikan

limpahan menjadikan-Nya menerima sesuatu yang lain, yaitu terbukanya tabirTuhan sebagaiTuhan pencipta yang “tersembunyi” (kanz makhfi) sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis Qudsi. Di sini ada timbal balik, memberi tapi pada saat yang sama menerima. Demikian pula dengan memberikan harta atau bentuk kebaikan lain.Bila kita renungkan,memberikan harta kita dalam Islam dikatakan sebagai menyucikan harta yang dimiliki. Secara teologis pun sudah ditegaskan bahwa tak ada yang “gratisan”ketika mengeluarkan harta.Sesungguhnya itu bukan untuk orang lain, tapi untuk kebaikan diri sendiri. Perhatikanlah perbedaan air yang menggenang dan yang mengalir.Air yang menggenang apalagi menumpuk diam dalam suatu wadah lama-kelamaan air akan keruh dan menjadi sarang bibit nyamuk yang bisa membawa penyakit demam berdarah, ditambah lagi baunya tak sedap. Tapi lihatlah air yang mengalir. Dia sebaliknya bukan saja lebih bersih, melainkan juga membersihkan kotoran- kotoran yang dilewatinya dan tidak berbau.Pantaslah ada pepatah Arab yang berbunyi, inni ra’aytu wuquf al ma’ yufsiduhu in saala thaba wa’in lam yajri lam yathib, artinya sesungguhnya aku saksikan air yang berhenti itu menjadi keruh dan jika mengalir dia akan jernih. Alirkanlah apa yang dimiliki kepada orang lain,niscaya itu akan membawa kebaikan bukan hanya pada orang lain, tapi juga kepada dirimu sendiri. Perhatikanlah matahari dan bulan, malam dan siang, kaya dan miskin, senyap dan riuh. Masingmasing seakan tak berhubungan dan berbeda, bahkan seakan-akan yang satu lebih tinggi atau penting daripada yang lain. Tapi apakah ada siang tanpa malam? Apakah ada kaya tanpa miskin? Apakah ada riuh tanpa senyap? Apakah ada garis lurus tanpa lengkung? Tak ada.Yang satu berutang pada yang lain dan harus berterima kasih satu sama lain. Dengan demikian apakah ada alasan untuk merendahkan satu di atas yang lain? Mungkin saja siang mengklaim dia lebih berjasa daripada malam karena telah memberi kesempatan kepada manusia dan makhluk hidup untuk mencari penghidupan.Tapi jangan lupa bahwa tanpa malam,manusia tak akan ada kesempatan untuk merebahkan diri beristirahat untuk menyongsong esok siang. Sang kaya mungkin akan berbangga bahwa dialah yang paling mulia karena memberi dan menyantuni, tapi jangan lupa tanpa mereka yang disebutnya miskin, dia pun takkan bisa apa-apa. Bahkan tanpa mereka,siapa yang akan menyebut mereka “kaya”? Karenanya, memberi sesungguhnya adalah menerima. Memberi kepada orang lain sesungguhnya adalah membuat diri sendiri menerima sesuatu yang sering kali jauh lebih besar dan berharga dari yang diberikan.Tak ada orang yang jatuh miskin karena memberi dan tak ada orang yang kehilangan senyum bahagia karena memberi senyuman kepada sesama. Mari bederma dengan apa saja yang kita punya. <korandigital@gmail.com> (*)Rektor UIN Syarif Hidayatullah

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

29


OASE

BERPIKIR POSITIF Luangkan 5 menit waktu anda untuk membaca kisah nyata dibawah ini, semoga sedikit banyak dapat memberikan manfaat bagi diri Anda. Suatu ketika di Negara Eropa, seorang kriminal buronan negara berhasil tertangkap. Sang kriminal adalah buronan kelas kakap yang telah melakukan banyak sekali kejahatan, perampokan, pembunuhan, terorisme dan tidaklah terhitung daftarnya. Pengadilan Negara menjatuhkan vonis hukuman mati kepadanya dan mereka mulai mendiskusikan hukuman apa yang akan mereka berikan kepada sang kriminal. Mereka memilih beberapa alternatif, diantaranya hukuman gantung, hukuman tembak, kursi listrik, ruang beracun, dll. Pada saat diskusi tersebut berlangsung, seorang ilmuwan mencadangkan suatu metode baru sebagai percobaan untuk memberi vonis hukuman mati, suatu metode yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Mereka pun mendengarkan ide tersebut dan akhirnya mereka pun menyetujui ide tersebut dan membiarkan sang ilmuwan melakukan riset terhadapnya. Sang kriminal dimasukkan kedalam suatu ruangan dan dibaringkan dengan tubuh terikat. Matanya ditutup dan dibisikkan: “Kamu akan segera dihukum mati! dengan metode terbaru maka urat nadi di pergelanganmu akan kami potong dan darahmu akan segera menetes. Kamu tidak akan merasa sakit karena teknologi yang kami gunakan sangat canggih. Darahmu akan menetes perlahan-lahan dan akan membiarkan dirimu mendengar suara tetesannya. Secara perlahan kamu akan kehabisan darah dan tubuhmu akan melemah, detak jantungmu semakin perlahan. Semakin lemah. Sampai akhirnya kamu akan mati !” Mereka pun kemudian mengeksekusi, sang kriminal mulai merasakan potongan dipergelangan tangan kanannya, segera ia merasakan aliran darahnya menetes.. tes..tes… suara tetesan tersebut membuatnya tahu bahwa dia semakin kehilangan darah dan tubuhnya semakin lemah sampai jantungnya berdetak semakin perlahan dan tragisnya diapun mati. Ironisnya walaupun sang kriminal tersebut mati. Dia tidak sempat menyadari bahwa percobaan yang dilakukan terhadapnya bukanlah teknologi canggih untuk memotong pergelangannya. Tetapi yang mereka lakukan hanyalah mengambil sepotong es dingin yang tajam kemudian digunakannya potongan tersebut melewati pergelangannya yang sesungguhnya tidak memotong apapun! Sang kriminal, yang dibuat percaya bahwa pergelangannya telah dipotong, mengikuti semua sugesti palsu yang dikatakan oleh sang ilmuwan. Walaupun yang dikatakan palsu, tetapi sugesti tersebut

30

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

menjadi ‘kenyataan’ karena sang kriminal memang mempercayainya! Apa inti cerita diatas?? Dalam otak kita, ada sesuatu yang dinamakan alam bawah sadar, dan apapun yang kita berikan kedalamnya, akan menjadi kenyataan! Tubuh kita akan mempercayai informasi apapun, walaupun itu palsu! Jika kita mempercayainya, maka tubuh kita akan bereaksi seolah-olah itu adalah kenyataan. Sama juga dengan kehidupan, Jika Anda menonton TV yang membentuk pikiran Anda dengan hal-hal yang tidak berguna setiap harinya maka diri andapun menjadi pribadi yang tidak berguna. Karena itu, jika Anda menginginkan hal yang terbaik segera isilah pikiran Anda dengan hal-hal positif. Jika ingin kaya isilah otak Anda dengan kekayaan. Jika ingin sukses, isilah pikiran Anda dengan kesuksesan. Statistik menyatakan 90% dari orang di sekitar Anda adalah Negatif ! Apakah Anda salah satunya?? Jika ya, maka segera keluarlah dari zona nyaman Anda serta isilah segera diri Anda dengan ide-ide dan kepercayaan dari 10% orang yang kaya dan sukses!!! Kebanyakan orang berpikir bahwa ‘Orang Kaya’ itu berbeda, mereka lebih pintar, mereka lebih beruntung, atau lebih berpendidikan daripada kita. Sesungguhnya ‘Orang Kaya’ berbeda karena mereka berpikir dengan cara yang berbeda!!! Jika Anda ingin menjadi seperti mereka, maka Anda harus belajar kepercayaan-kepercayaan dan pola pikir mereka tentang uang. Jika Anda ingin kaya, buang semua kepercayaan lama, ubah mindset negatif Anda tentang uang, ubah kepercayaan Anda tentang uang, maka Anda akan segera berhenti mengejar uang, dan yang terjadi mala h sebaliknya Uang yang akan mengejar Anda!!! Untuk mengubah keadaan di sekitar Anda, semua harus dimulai dengan paradigma baru dari dalam pikiran Anda dan dari kepercayaan Anda. (triono widjajanto)


Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

31


Tahukah Anda

6 Kecerdasan Otak Kanan (Tips dan Trik untuk Melatihnya) Sistem pendidikan formal terlalu mengedepankan pengembangan otak kiri, otak kanan jarang digunakan dalam sistem pembelajaran untuk anak-anak maupun orang dewasa, namun saat ini pusat pengembangan otak kanan pun dibuka sebagai penyeimbang, selain itu pada era konseptual sekarang ini lambat laun juga telah mulai membuka pengetahuan kita tentang fungsi dan kerja otak manusia. Diantaranya adalah fungsi dari otak sebelah kanan kita, kita harus melengkapi penalaran yang diarahkan oleh otak kiri kita dengan menguasai enam kecerdasan penting yang diarahkan oleh otak kanan kita. Hasilnya adalah ternyata dengan menggunakan atau memaksimalkan kerja otak kanan ternyata lebih efektif dan menyenangkan. Keenam kecerdasan yang dimiliki oleh otak kanan kita

adalah:

1. DESAIN

Pada era sekarang, desain harus diciptakan pada sesuatu yang berbentuk barang atau jasa sehingga dapat memiliki nilai estetika, indah, fantastic dan dapat menarik secara emosional dengan tujuan agar dapat diterima oleh masyarakat serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi.Dari hal ini, desain dapat diartikan sebagai kecerdasan pikiran yang merupakan sebuah kombinasi antara utility (kegunaan) dan significance (makna). Contoh : dalam pembuatan brosur diperlukan sebuah desain yang bagus,fantastis atau yang dapat mempengaruhi jiwa yang melihatnya. Tips untuk melatih kemampuan desain : a. mengembangkan desain lain atau keluar dari pola yang asli pada segala sesuatu yang sering kita lihat sehari-hari (jalan,mobil,lukisan, gambar atau alat-alat rumah tangga). b. Menciptakan desain huruf yang lebih mudah dicerna pada plakat atau baliho, sehingga orang-orang yang melihatnya dapat mengerti makna dari tulisan itu. c. Mencari barang dengan desain yang buruk dan buatlah gagasan-gagasan yang ekstrem untuk memperbaiki desain tersebut sehingga mampu mengundang emosional orang lain untuk melihat dan menilai desain yang anda buat. d. Perbanyak melihat ataupun membaca majalah-majalah desain sehingga kita memiliki konsep-konsep desain yang banyak yang pada akhirnya dapat membuat ide gila tentang desain yang kita ciptakan sendiri.

32

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

e. Membuat desain yang jarang digunakan dan baru pertama kali dilihat oleh orang lain.

2. CERITA

Saat ini kita dapat memberikan argumen dengan cara menceritakannya secara rinci dan tidak membuat argumen tersebut hanya berisikan dan berdasarkan data, informasi serta kenyataan, sehingga argumen tersebut mampu menciptakan suatu drama kisah yang menarik. Penyampaian sesuatu dengan cara bercerita semenarik mungkin akan memiliki kesan tertentu sehingga lebih mudah dipahami, dicerna dan diingat. Cerita menurut pakar adalah suatu peristiwa kognitif yang penting, karena meringkas dalam suatu paket yang padat informasi, pengetahuan, konteks dan emosional. Contoh : Saat menanamkan nilai kebaikan untuk anak dengan menjelaskan dengan cara bercerita tentang si kancil yang suka mencuri mentimun sehingga dari cerita tersebut anak akan lebih cepat untuk mengingat konsep bahwa mencuri itu tidak baik. Tips untuk mempertajam kecerdasan cerita : a. Buatlah cerita-cerita singkat atau cerita mini dan buatlah cerita tersebut yang pada awal, tengah dan akhir kisahnya dirangkai dengan plot dan sedikit imajinasi anda. b. Buatlah komunitas atau grup yang dapat berbagi ataupun bertukar tulisan, gagasan serta dapat membandingkan cerita kita dengan teman-teman yang lain. c. Bacalah sebuah artikel ataupun sebuah cerita hanya dari kalimat pembuka dan penutupnya dan buatlah dugaandugaan tentang isi dari artikel atau sebuah cerita yang kita baca kemudian bandingkan dengan isi sesungguhnya. d. Kumpulkan foto atau gambar dari sebuah majalah dab buatlah makna dari gambar tersebut. e. Melihat tanda-tanda dan arti dari gerakan-gerakan orang yang berada disekitar kita serta membuat suatu penafsiran.

3. SIMPONI

Dengan kecerdasan simponi, orang dapat merubah sesuatu yang dianggap biasa menjadi luar biasa dengan menggabungkan beberapa unsur, harmoni, irama yang tertata dan membentuk sebuah karya yang dasyat. SIMPONI adalah suatu kemampuan untuk menggabungkan pecahan-pecahan menajdi satu kesatuan yang berarti dan emmiliki makna. Contoh : karya pelukis Affandi yang cenderung abstrak namun dapat menggugah secara emosional orang-orang yang melihatnya. Tips mengelola dan mempertajam kemampuan kecerdasan simponi : a. Mempelajari sesuatu dari sebuah buku yang kita baca dan melihat gambar yang tertera didalamnya kemudian rangkailah


b. c. d.

e.

bagian demi bagian dalam buku tersebut dan mencari hubungannya. Menggambar. Buatlah buku catatan tentang kiasan. Pili salah satu kata yang anda anggap menarik dan kemudian ikuti salh satu hubungannya yang berkaitan dengan topik atau kata yang anda inginkan dan berpetualanglah lebih dalam kedalam topik tadi. Cari solusi dalam pencarian masalah.

4. EMPATI

Dalam kapasitas untuk berpikir tidak hanya logika saja yang dibutuhkan namun juga harus didasari oleh rasa empati. Empati adalah statu cara dan kemampuan untuk membayangkan diri anda berada dalam posisi orang lain dan memahami dengan intuisi apa yang dirasakan orang lain. Empati juga merupakan statu yang tindakan naluriah yang dilakukan dengan ketidaksengajaan. Contoh : ketertarikan seorang pria dengan wanita. Perbedaan yang ada dapat menjalin suatu hubungan yang erat karena adanya suatu kemampuan untuk memahami satu sama lain serta memunculkan rasa peduli pula pada orang lain yang ada disekitar mereka. Tips untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan berempati : a. lakukan test terhadap diri anda sendiri dengan menggunakan beberapa cara yakni EQ, Spot the fake smile, dan Mint in the eyes test. b. Konsentrasilah dan dengarkan percakapan orang yang berada disekitar anda dan bayangkanlah apabila anda berada di posisi salah satu dari mereka. c. Mainkan peran anda sebagai â&#x20AC;&#x2122;kehidupan orang lainâ&#x20AC;&#x2122;. d. Ber-empati pada pekerjaan.

5. PERMAINAN

Hidup ini janganlah selalu diisi dengan hal-hal yang bersifat serius. Serius memang dibutuhkan pada saat-saat tertentu namun serius yang berlebihan juga akan berdampak pada kejiwaan dan berdampak pula pada lingkungan yang bernilai negatif. Adakalanya manusia membutuhkan suatu humor, permainan serta kesenangan, karena ketiga hal tersebut merupakan suatu hal penting dan bermakna dalam sebuah pekerjaan, bisnis dan kesejahteraan pribadi. - Permainan : khususnya permainan vidio game menjadikan komuditi yang besar dan berpengaruh serta mengajarkan pelajaran-pelajaran yang menggunakan otak secara utuh. - Humor : seseorang yang sering bercerita dan memasukkan unsur-unsur humor didalamnya maka orang tersebut

telah menghidupkan daya imajinasi, simpatik, desain dan juga emosionalnya ke dalam suatu perbuatan yang dapat mengundang refleksionalisasi terhadap kesenangan orang lain. - Kesenangan : dicontohkan dengan ketawa yang tulus dan lepas mendemostrasikan kekuatan yang akan membuat kita lebih produktif dan puas. Tips untuk menerangkan tentang kecerdasan ini adalah dengan cara : a. tertawalah selagi anda masih bisa tertawa, karena dengan tertawa maka akan mengaktifkan hormon-hormon yang penting dalam tubuh kita dan dalam dengan ketawa juga akan mengurangi beban hidup yang kita tengah kita hadapi yang dapat menimbulkan rasa stress. b. Berikan catatan khusus pada suatu kejadian-kejadian aneh yang anda temui dan tukarkan cerita anda tentang kejadiankejadian tersebut pada teman satu team yang nantinya akan menciptakan suasana yang senang dan tenang. c. Mainkanlah game atau jalanilah hobi yang anda sukai sehingga rasa senang anda akan meningkat sejalan dengan anda memainkan game atau menjalankan hobi anda tersebut. d. Kunjungilah tempat-tempat yamg mengingatkan anda pada masa kecil anda, sehingga ingatan anda akan masa kecil akan menggugah anda untuk ikut larut pada permainan anak-anak dan dapat membuat anda tersenyum. e. Analisis sebuah lelucon f. Ciptakanlah karya humor yang dapat memancing orang lain dengan sebuah cerita ataupun gambar.

6. MAKNA

Limpahan materi yang menarik, membebaskan kita untuk mengejar kesenangan yang lebih bermakna untuk hidup kita (memiliki tujuan, transendensi, dan pemenuhan spiritual). Makna sendiri memiliki arti yakni sesuatu yang erat kaitannya dengan spiritual, arti kebahagiaan, dan perjuangan hidup untuk menggapai suatu tujuan serta perasaan yang memiliki suatu arti tertentu. Makna juga dapat berarti penilaian, kesan yang dikeluarkan dari diri kita atau prang lain terhadap suatu tindakan kita atau tindakan orang lain. Tips untuk meningkatkan atau mengasah kecerdasan ini yakni dengan cara : a. sesering mungkin mengucapkan kata terima kasih. Ucapan terima kasih dapat berfungsi meningkatkan kesejahteraan dan memperdalam perasaan seseorang terhadap makna. b. Lakukan tes terhadap 20-10 orang. Tes yang dilakukan adalah untuk melihat pada kehidupan seseorang khususnya mengenai pekerjaan dan apakah mereka juga dapat melakukan hal yang rutin dilakukan ketika mereka mendapatkan hadiah. c. Buatlah sebuah daftar singkat tentang apakah yang paling penting untuk hidup anda dan buat pula daftar dan waktu tentang perbuatan-perbuatan negatif dan positif kemudian koreksi serta buatlah parameternya. d. Persembahkan hasil kerja anda pada orang yang anda kagumi dan sangat penting dalam hidup anda dan dari situ anda dapat mensyukuri hasil kerja anda dan bekerja dengan sungguhsungguh untuk orang yang kita cintai. e. Bayangkan, gambarkan dan renungkan diri anda saat mencapai usai 90 tahun dan anda dapat menilai apakah selama ini anda telah melakukan hal-hal yang bermakna atau tidak. Drs. Moch. Ghozy, M.Si

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

33


kesehatan

penyakit degeneratif Oleh Ester Lince Napitupulu

Kanker telah menjadi penyebab kematian utama di seluruh dunia. Tingkat kejadian dan beban kanker semakin besar. Secara global, kematian akibat kanker melebihi jumlah penderita AIDS, malaria, dan tuberkulosis. Namun, tanpa adanya tindakan yang berarti untuk mencegah kematian dini dari kanker, penyakit tersebut akan terus membunuh berjuta- juta manusia di seluruh muka bumi. Untuk menghentikan peningkatan kematian akibat kanker, perlu aksi mendesak dari pemerintah, individu, dan komunitas kesehatan. Dalam Kongres Kanker Sedunia ke-21 di Shenzen, China, 18-21 Agustus lalu, yang diselenggarakan International Union Against Cancer (UICC), Presiden UICC David Hill mengatakan, pengurangan epidemi kanker secara global telah menjadi salah satu dari prioritas kesehatan dunia yang mendesak. Karena itu, komunitas kanker sedunia mesti terus berdiskusi dan bekerja sama untuk mendorong pentingnya pencegahan, screening, pendeteksian, serta pengobatan dan manajemen yang efektif. Kongres kali ini mengambil tema pencegahan penyakit yang dapat dicegah, mengobati pasien yang bisa diobati, melalui sistem harapan menjadi kenyataan. Konferensi ini membahas pencegahan kanker, screening atau penyaringan, deteksi dini, pengobatan dini, dan dukungan pengobatan khusus, perawatan rumah sakit, dan masalah lain. Berdasarkan data yang dirilis International Agency for Research on

34

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

Cancer, salah satu lembaga di bawah Badan Kesehatan Dunia PBB, penderita kanker dunia mencapai 12,7 juta orang pada tahun 2008 dan mengakibatkan kematian 7,6 juta penderita. Pada tahun 2030 diramalkan akan ada 21,4 juta kasus kanker baru dengan 13,2 juta kematian. Kanker bisa terus menjadi penyakit yang mematikan, kata Otis W Brawley, karena derasnya industrialisasi dan adopsi gaya hidup Barat. Selain itu, pertumbuhan populasi dan penuaan juga akan menambah kasus kanker. Penderita kanker terbanyak di dunia adalah kanker paru-paru (12,7 persen), kanker payudara (10,9 persen), dan kanker usus besar (9,7 persen). Sebanyak 58 persen kasus kanker terjadi di negara miskin dan berkembang serta kematian mencapai 63 persen. Sementara kanker yang menyebabkan kematian paling tinggi secara global adalah kanker paru-paru (18,2 persen), disusul kanker perut, dan kanker hati. Jika dilihat lokasinya, di negara berkembang lebih banyak kasus kanker rahim dan kanker hati. Di negara maju yang paling dominan adalah kanker prostat dan kanker usus besar. Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di antara kaum pria, kematian tertinggi terjadi pada penderita kanker paruparu, perut, hati, dan usus besar. Adapun di kalangan perempuan yakni kanker payudara, paru -paru, perut, usus besar, dan rahim.

Dapat dicegah Hill mengatakan, sebenarnya sepertiga dari semua kasus kanker dapat dicegah. Hampir sebagian besar atau sekitar 40 persen


kanker dideteksi lebih awal. Tujuannya untuk mendeteksi kanker ketika masih lokal (belum menyebar).

Produk tembakau

timbulnya kanker disebabkan faktor gaya hidup, penyakit infeksi, dan lingkungan atau pekerjaan yang berhubungan dengan zat-zat berbahaya. â&#x20AC;?Berarti penyakit kanker potensial untuk dicegah. Perlu adaptasi global, nasional, dan perseorangan untuk membuktikan jika faktorfaktor itu diatasi, kasus dan kematian kanker bisa dikurangi,â&#x20AC;? ujar Hill. Di negara berkembang, pemicu tingginya kejadian kanker adalah penggunaan tembakau, alkohol, sedikit mengonsumsi sayur dan buah, serta infeksi kronis dari hepatitis B (HBV), virus hepatitis C (HCV), dan beberapa tipe Human Papilloma Virus (HPV). Strategi pencegahan dengan meningkatkan penghindaran pada faktor-faktor di atas, vaksinasi melawan HPV dan virus hepatitis B, mengontrol asupan zat-zat bahaya, dan mengurangi terpaan sinar matahari. Dalam pengontrolan peningkatan kanker di dunia, menurut Otis W Bradley dari American Cancer Society, kata pesan yang sekarang ini semestinya gencar digemakan adalah deteksi dini menyelamatkan hidup. Deteksi dini dapat menurunkan sepertiga dari beban kanker jika kasus dideteksi dan diobati secara dini. Deteksi dini kanker didasarkan pada observasi bahwa pengobatan lebih efektif ketika

Dari sejumlah faktor gaya hidup yang memicu munculnya kanker, penggunaan tembakau bisa jadi salah satu faktor utama pencegahan kanker yang paling luas di dunia saat ini. Tembakau menyebabkan 80-90 persen kematian dari kanker paru-paru dan sekitar 30 persen kematian karena kanker di negara-negara berkembang. Pengontrolan produk-produk tembakau yang merugikan kesehatan menjadi isu tersendiri yang serius dibahas dalam kongres kanker sedunia kali ini. Ala Alwan, Asisten Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, mengatakan, rokok yang paling banyak risikonya untuk penyakit noncomunnicable, seperti sakit jantung, stroke, kanker, diabetes, dan sakit paru-paru kronis. Oleh karena itu, perlu dilakukan strategi komprehensif, termasuk pelarangan iklan-iklan dan sponsor produk tembakau, peningkatan pajak produk tembakau, dan menggencarkan program-program yang dapat mengurangi konsumsi tembakau. Inisiatif ini telah menunjukkan hasil efektif menurunkan jumlah kematian k anker. Sayangnya, tidak semua ne gara mengimplementasikan intervensi yang penting itu. Hanya sekitar 9 persen negara yang memandatkan bar dan restoran bebas rokok serta 65 negara melaporkan mengimplementasikan kebijakan bebas rokok di tingkat nasional. Penyakit infeksi menyebabkan hampir 22 persen kematian di negara berkembang dan 6 persen di negara industri. Dunia perlu bergandengan tangan untuk membuat kanker tidak lagi menjadi pembunuh utama. Tantangannya yak ni mengontrol meningkatnya kasus kanker secara global, menemukan pengobatan yang tidak menyiksa penderita, serta meningkatkan harapan hidup penderita. (korandigital@gmail.com)

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

35


kesehatan

aids, selayang pandang Oleh dr. Aimee Nugroho Peringkat Jawa Timur sebagai daerah dengan jumlah kasus dan peredaran HIV/AIDS naik dari urutan ketiga menjadi urutan kedua di bawah DKI Jakarta. Padahal sebelumnya, selama bertahuntahun menduduki peringkat ketiga, setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jawa Timur Otto Bambang Wahjudi menjelaskan, jumlah penderita HIV/AIDS di Jawa Timur memang terus meningkat. Data pada bulan September 2009 lalu terdapat 3.030 penderita AIDS, kemudian bertambah 204 penderita menjadi 3.234 penderita pada bulan Desember 2009. ( Tempo Interaktif 31 Maret 2010) Fenomena HIV /AIDS memang merupakan suatu fenomena bola salju, dimana penularannya merupakan suatu rantai yang terus bergulir, sehingga hari demi hari jumlah penderita HIV / AIDS akan semakin bertambah. Jumlah pasien HIV/AIDS yang saat ini datang berobat, bukan merupakan jumlah penderita HIV/AIDS yang sesungguhnya. Karena pada umumnya penderita HIV/AIDS tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi HIV, baru setelah timbul gejala dan jatuh sakit, mereka periksa dan mengetahui bahwa dirinya menderita HIV/AIDS. Hal ini menjadikan HIV/AIDS sebagai suatu fenomena gunung es. Dimana yang nampak hanyalah sebagian kecil dari jumlah

36

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

sesungguhnya yang jauh lebih besar. Apakah AIDS itu? AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome. AIDS merupakan kumpulan gejala yang timbul akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Penularan utama HIV melalui 3 jalur : 1. Jalur hubungan seksual (homoseksual/ heteroseksual). 75% dari penularan HIV terjadi melalui jalur seksual. 2. Jalur pemindahan darah ( transfusi darah, jarum suntik, transplantasi organ, tato). Sebesar 15% dari penularan HIV terjadi melalui jalur ini. 3. Jalur vertikal. Janin dalam kandungan tertular dari ibu dengan HIV positif. Bisa juga tertular saat proses melahirkan secara normal melalui jalan lahir, maupun tertular saat menyusui. Sebesar 10% penularan HIV terjadi melalui cara ini. Virus HIV dapat diisolasi dari cairan tubuh penderita. Contohnya darah, air mani, cairan vagina, ASI, air mata, air liur, air kemih, cairan otak. Virus HIV tidak menular lewat toilet umum, kamar mandi, kolam renang, handuk, maupun perabotan. Virus HIV juga tidak menular lewat gigitan nyamuk. Dengan berjabat tangan, bersentuhan, ataupun berpelukan juga tidak dapat tertular HIV. Sehingga dengan demikian, kita tidak perlu takut untuk mendekat dan berteman dengan penderita HIV. Untuk mencegah fenomena bola salju dari HIV, sebaiknya pencegahan haruslah dilakukan. Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah (Premarital counseling), menghindari seks bebas, setia kepada pasangan,tidak bergantian memakai jarum suntik, memakai kondom saat berhubungan seksual merupakan berbagai cara untuk pencegahan


- Psikosis/ gangguan jiwa - Koma ( gejala radang otak)

Gejala infeksi

Infeksi terjadi di saat daya tahan tubuh penderita melemah sehingga tidak ada kemampuan melawan infeksi. Misalnya sariawan yang lama dan tidak sembuh-sembuh, pneumonia/radang paru-paru, TBC, infeksi virus herpes.

Gejala tumor

penularan HIV/AIDS. Penderita HIV pada 5-10 tahun sejak infeksi awal HIV biasanya tidak disertai adanya gejala (asymptomatic). Pada stadium asymptomatic ini pasien merupakan pembawa virus HIV dan dapat menularkan virus HIV. Hampir semua orang yang terinfeksi HIV, jika tidak diterapi akan berkembang menjadi AIDS. Berikut merupakan gejala klinis AIDS :

Gejala Konstitusi

- Penurunan berat badan >10% berat badan. - Diare kronis yang tidak jelas sebabnya selama lebih dari 1 bulan. - Demam lama yang tidak jelas sebabnya selama lebih dari 1 bulan. - Pembesaran kelenjar getah bening. - Berkeringat banyak pada malam hari.

Tumor yang sering menyertai penderita AIDS adalah Limfoma (keganasan kelenjar getah bening) dan Sarkoma Kaposi. Konfirmasi diagnosis HIV ditegakkan melalui pemeriksaan laboratorium ELISA dengan 3 metode yang berbeda. Selain itu tes serologi anti HIV juga bisa dilakukan melalui cara Western Blot untuk mendeteksi antibodi spesifik terhadap antigen HIV. Pengobatan penderita HIV dapat diberikan obat anti retroviral (ARV). Obat ARV bekerja dengan cara menghambat replikasi virus. Obat ARV ditemukan pada tahun 1996. Meskipun belum mampu menyembuhkan penyakit, namun secara dramatis obat ARV menunjukkan penurunan angka kematian dan kesakitan, serta peningkatan kualitas hidup penderita HIV/AIDS. Penanganan HIV/ AIDS sejatinya tidak hanya secara medis obat-obatan, namun juga secara psikis. Pada umumnya penderita HIV/AIDS merasa tertekan dan malu dengan penyakit yang dialaminya. Penyesalan seringkali menghantui mereka. Kadangkala hukuman moral dan gunjingan dari masyarakat sekitar semakin memperburuk penderitaan mereka. Banyak pula penderita HIV/ AIDS yang dikucilkan. Alangkah indahnya bila kita sebagai sesama umat manusia, tidak menghakimi mereka, melainkan merangkul mereka dan mengembalikan semangat mereka untuk menjalani sisa hidup dengan sebaik-baiknya.

Gejala Neurologi / Saraf - - - - -

Kelemahan otot Kesulitan berbicara Gangguan keseimbangan Halusinasi Mudah lupa

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

37


humor

TIDAK IKUT TREND

Bisakah Anda bayangkan, sudah jadi apa Anda kalau punya e-mail maupun BB ?!” Lelaki itu menjawab, “Ya, saya hanya menjadi office boy di Executive Club!!

Seorang lelaki melamar pekerjaan sebagai “office boy” di sebuah Executive Club. Bagian Kepegawaian mewawancarai dia dan membersihkan lantai sebagai tesnya. “Kau diterima,” katanya, “Berikan alamat e-mailmu atau no pin BB-mu dan saya akan mengirim pemberitahuan kapan kamu mulai kerja.” Lelaki itu menjawab, “Saya tidak punya komputer, apalagi e-mail dan pin BB apa pula itu ?.” “Maaf,” kata staf Istana, “Kalau kamu tidak punya e-mail, berarti kamu tidak bisa diterima bekerja.”

Pesan Moral : 1. Internet maupun BB bukanlah solusi hidup Anda, kalau Anda tidak punya akses internet, lalu bekerja keras, Anda bisa jadi milyuner. 2. Kalau Anda menerima pesan ini melalui e-mail, Anda lebih dekat untuk menjadi “office boy/girl” daripada seorang milyuner... he...he...he....

Lelaki itu pergi dengan harapan kosong. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan hanya dengan Rp.100.000 di dalam kantongnya. Lalu ia memutuskan untuk pergi ke Pasar & membeli 10 kg tomat. Ia menjual tomat itu dari rumah ke rumah. Kurang dari 2 jam, dia berhasil melipat gandakan modalnya. Dia melakukan kerjanya tiga kali, dan pulang dengan membawa Rp.300.000. Diapun sadar bahwa dia bisa bertahan hidup dengan cara ini. Ia mulai pergi bekerja lebih pagi dan pulang larut. Uangnya menjadi lebih banyak 2x sampai 3x lipat tiap hari. Dia pun membeli gerobak, lalu truk dan akhirnya ia memiliki armada kendaraan pengiriman sendiri. 5 tahun kemudian, lelaki itu sudah menjadi salah satu pengusaha makanan terbesar. Ia mulai merencanakan masa depan keluarga dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa.

38

NB :Jangan balas pesan ini pada saya, karena saya hendak menutup e-mail saya & pilih jualan tomat!

Buat penggemar FB, bukan saya yang ngarang lho. Tiga jenazah dibawa ke ruang otopsi, ketiganya dalam keadaan tersenyum lebar-lebar. Lalu dokter forensik melaporkan pemeriksaannya kepada polisi. Dokter : Jenazah yg pertama orang Perancis. Mati karena serangan jantung ketika ia berkencan dengan pasangannya, maka ia tersenyum puas. Yang kedua orang Inggris, ia menang lotere lalu minum-minum hingga keracunan alkohol, makanya ia tersenyum senang.

Ia menghubungi broker asuransi, Sang brokerpun menanyakan alamat e-mail maupun no Pin BB-nya. Lelaki itu menjawab,”Saya tidak punya e-mail maupun BB, karena hidup saya tidak mau terganggu oleh hanya memperhatikan email masuk.”

Polisi : Jenazah yang ketiga bagaimana ? Orang mana dia ?

Sang broker bertanya dengan penasaran, “Anda tidak punya e-mail dan BB, tapi sukses membangun sebuah usaha besar.

Dokter : ‘Dia kira sedang difoto untuk di upload ke FB

Edisi 43 / Januari / 2011

warta sosial

Dokter : Orang Indonesia, meninggal karena disambar petir. Polisi : ‘?? Tapi kenapa ia tersenyum ?’


JURNAL KEGIATAN BANTUAN DAN KEGIATAN BKKKS JAWA TIMUR 2010 Pengeluaran untuk acara RAKERNAS DNIKS Pengeluaran untuk Kegiatan HALUNAS Pengeluaran untuk Buka Puasa Pengeluaran untuk bersama untuk bencana alam Pengeluaran untuk penerbitan majalah WARTA Pengeluaran untuk kegiatan hari Pahlawan Pengeluaran untuk kegiatan HIPENCA Bantuan ke HWPCI

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

71,551,007 53,437,700 94,684,507 50,000,000 10,758,000 52,580,349 92,181,242 10,000,000


Yayasan BKKKS Convention Center Informasi

Yayasan Badan Kerjasama Kegiatan Kesejahteraan Sosial Propinsi Jawa Timur Jl. Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Telp. (031) 8411672, 8472740 Faks. (031) 8498300 Surabaya

Warta Sosial BKKKS Jawa Timur Edisi 43 Januari 2012  

Warta Sosial BKKKS Jawa Timur Edisi 43 Januari 2012

Advertisement