Warta Sosial BKKKS Provinsi Jawa Timur edisi 60 Desember 2018

Page 1


daftar isi

3

saLaM rEDaKsI • Menjadi bangsa besar yang menghargai para pendahulu

4

toKoH • Usia tua tidak harus mati gaya, justru menginspirasi kaum milenia

11

sorotan • Karakter sosial perebut • Memulai penerapan dan penilaian sekolah ramah anak di Jawa timur • Disabilitas dan teknologi Zaman Now

18.

KnKs X • sifting BKKKs di era revolusi industri 4.0 : sebuah keniscayaan

21.

LIPUtan DaEraH • From Blitar with love • Mengunjungi pusat layanan autis (autis centre) di kota Blitar • tendangan gol anak-anak leren ijen, sampai los angeles • Pahlawan kemanusiaan insan disabilitas dilereng gunung kelud untuk menggapai kesetaraan ditengah masyarakat

32.

LIPUtan KHUsUs • Bedah buku "Desa Development index" • sugi Hermanto "terus Berkarya Dalam Gelap" • Dies natalies ke 41 Fisip Unair dan Penganugerahan soetandyo Fisip Unair award 2018 • BKKKs Provinsi Jawa timur memperjuangkan adanya siM D bagi penyandang tuna rungu

42.

EsaI HarI sUMPaH PEMUDa & HarI PaHLaWan • Generasi milenial pemegang cita-cita bangsa

45.

KronIK • Peringatan HDi 2018 • Peringatan hari sumpah pemuda dan hari pahlawan 2018 • Pengurus BKKKs Prov. Jatim dan Yayasan BK3s Jatim audiensi dengan ibu Dra. Hj. Khofifah indar Parawansa, M. si.

Cover • Ibu Moertitie • Ibu Thea Susetia Kusumo • Ibu Wilhelmina Jacoba Patty • Ibu Wayan Sutiari Mastoer • Ibu K. Djuwito • Ibu R. A. Soendari Jonosoepoetro Edisi 46 / Juni / 2012

2

warta sosial

ISSN No. 1410 - 1254

Pengurus BKKKs Provinsi Jawa timur dan Yayasan BK3s Jawa timur audiensi dengan Ibu Dra. Hj, Khofifah Indar Parawansa, M. si

Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun 2018

Peringatan Hari sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan tahun 2018


saLaM rEDaKsI

ISSN No. 1410 - 1254

MEnJaDI BanGsa BEsar YanG MEnGHarGaI Para PEnDaHULU Pelajaran berharga kita dapatkan dari tokoh-tokoh sepuh inspiratif yang tampil dalam Pameran Produk lansia “lansia Kreatif inspiratif tak Berhenti Berkarya�. Merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari lanjut Usia Nasional tahun 2018� yang diadakan oleh BKKKs Provinsi Jawa timur pada tanggal 28-29 Juli 2018. Melalui kisah para lansia sepuh yang masih berkarya tersebut kita semua mendapat pelajaran berharga tentang buah dari ketekunan berkarya di bidang masingmasing. Mereka tidak mau berpangku tangan dan hanya duduk diam, tetapi terus berkarya sesuai dengan minat bakat masing-masing. ada yang melukis, ada yang membuat rajutan, ada pula yang mengolah bahan daur ulang sebagai bunga dekorasi, ada yang menulis novel, juga menulis dan membagi wewarah atau katakata mutiara. semua karya yang dihasilkan didasari semangat berbagi cinta dengan sesama. Dapat dikatakan bahwa mereka adalah tokoh-tokoh pencinta sekaligus pahlawan kehidupan yang selalu ingin berbagi pengalaman dan ketrampilan yang mereka miliki kepada sesama, khususnya kepada generasi muda. warta sosial edisi ke-60 terasa istimewa karena sengaja menampilkan tokoh-tokoh tersebut sebagai sampul majalah serta kisah

perjalanan proses kreatif mereka sebagai bentuk penghargaan kepada mereka yang terus berkarya di usia senja. Melalui edisi kali ini diharapkan agar kiprah tokoh-tokoh yang berkarya dalam sunyi tersebut semakin dikenal dan dapat menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa. Menjadi teladan tentang pentingnya berbagi kebaikan sekaligus mengajarkan agar bisa saling menghargai dan menghormati. Bukankah bangsa yang besar adalah mereka yang bisa menghargai jasa para pendahulu? semangat berbagi cinta juga ditemukan dalam artikel yang menceritakan tentang layanan yang diberikan kepada anakanak autis di Pusat layanan autis kota Blitar, di mana ibu aida dan para stafnya menunjukkan pelayanan sosial dengan sepenuh hati kepada anak-anak autis. selamat membaca, semoga kita semua mendapat manfaat dari kiprah tokoh-tokoh inspiratif yang dimuat dalam majalah warta sosial edisi kali ini. salam Peduli dan Cinta Negeri! Pinky saptandari

Pelindung : H. wawan setiawan, sH. (Ketua Pembina Yayasan BK3s Jatim) Drs. soeroso (Ketua Umum Yayasan BK3s Jatim) Penasehat : Hj. r. asijah Djoemra, Ny. Hj. indijati sukiadi, sH Ny. Hj. sri Murti sutardjo, Drs. sutopo wahyu Utomo, sH, MM. Penanggung Jawab : Dr. H. tjuk Kasturi sukiadi, sE. Pimpinan Redaksi : Dr. Pinky saptandari w, Ma. Wakil Pimpinan Redaksi : Dr. asri widjiastuti, M.Pd. Dewan Redaksi : Prof. Dr. ir. soenaryo, M.Pd., Dr. H. arman linda, sH. M. si Farida Martarina, Dra. Hj. Faridatul Hanum, M. Kom. i Redaksi Pelaksana : Marini, M.Psi, Psikolog, Dian ika riani, sE, M. isa ansori, spd. M. Pd. Staf Redaksi : Pri Handayani, Maschunafik, s. ag., adi saputro, sE. Tata Usaha/Iklan dan Sponsorship : Dra. Hariyati, susanti Dewi, sE. Distribusi dan Sirkulasi : team sekretariat

SOSIAL WARTA

Alamat Redaksi : Jl. raya tenggilis GG 10 surabaya telp : 031- 8411672, Fax : 031- 8498300 Website & e-mail: website : http://bk3sjatim.org e-mail : bk3s_jatim@yahoo.co.id bk3sjatim@gmail.com Ijin Terbit : issN No. 1410-1254

Edisi Edisi46 38//Juni Juli / 2008 2012

warta sosial

3


toKoH

UsIa tUa tIDaK HarUs MatI GaYa, JUstrU MEnGInsPIrasI KaUM MILEnIa Oleh : Pri Handayani*)

.

Berkarya tidak ada batas usia, masing masing orang punya pilihan apa yang akan ditekuni di saat tua. istilah wayan sutiari Mastoer, Pensiun tidak berarti berhenti dari segalanya, justru memulai pekerjaan yang berbeda dari sebelumnya, sementara ra soendari Jonosoepoetro lebih menekankan pada Hidup ayem tentrem ya harus di rintis sendiri. Kalau bisanya hanya mengeluh saja, tidak akan mengupas apalagi menyelesaikan masalah, malahan jadi orang yang cuma bisanya ngresulo (mengeluh).

4

Edisi 60 / Desember / 2018

warta sosial

Dan inilah alasannya mengapa ra soendari Jonosoepoetro, Hj wayan sutiari Mastoer, thea susetia Kusumo, K Djuwito, Moertiti dan Moerdiningsih serta wilhelmina Jacoba Patty tidak berhenti menulis, merangkai, merajut, melukis justru malah lebih semangat setelah lanjut usia. Hebatnya meskipun mereka tidak pernah bertemu satu sama lain tetapi mereka kompak, tidak pernah komersial terhadap karya karya yang di hasilkan, justru banyak yang diberikan dengan cuma cuma.


toKoH

Hasil karya Ibu RA. Soendari Jonosoepoetro

RA Soendari Jonosoepoetro (88 tahun) Masih tetap cantik dan penampilannya selalu terjaga rapi walaupun di rumah saja, karena menurut beliau rapi itu penting tidak peduli orang menilai atau melihat. ibu 11putra ini masih rajin mengisi tts dan menulis “Dengan menulis akan mengeluarkan apa yang di rasakan dan yang dialami” tuturnya . tulisantulisan berupa mutiara kata sudah dibukukan bahkan sempat menjadi inspirasi motivator sumarno sudarso sebagai bagian dari buku buku yang di terbitkannya. Beberapa tulisan sederhana namun mengandung pesan luar biasa seperti “Usahakan hidup selalu senang, hati nurani di tata sendiri, caranya ya kamu sendiri yang tahu. Banggalah punya anak jangan kesal punya anak. Bertuturlah yang bagus terhadap siapa saja. Berfikir positif otomatis sering tersenyum manis, ojo golek salahe wong.” (jangan mencari salah orang lain) instropeksilah. Uniknya setiap tulisan selalu bertema, seperti ‘wataK’ berisikan : • Life is not about who you are but how you are to others. • Seneng gawe rahayuning liyan, nyenengake para kadang (suka membuat orang lain bahagia, menyenangkan saudara dan teman). • sikap raMaH dan PErHatiaN walaupun tampaknyasepele namun menunjukkan KaraKtEr positif. • saBar dan mau MENDENGarKaN perkataan orang yang lebih tua perlu di pupuk untuk membentuk pribadi yang lebih matang. sebelum benar benar menjadi motivator lewat tulisan, Eyang 29 cucu ini pernah menjadi catering

langganan 5 Bank ternama di surabaya termasuk Bank indonesia “Karena untuk mencukupi kebutuhan 11 anak yang harus sekolah dan mengikuti les bahasa asing, les tari dan les piano, pokoknya tidak ada anak yang nganggur. Makanya setelah lulus kuliah mereka akan bekerja dengan senang hati”. Dan semua putranya dilibatkan, di beritugas membantu pada saat ada pesanan di beberapa bank tersebut meskipun ada 2 koki, 3 asisten koki, dan pembantu 7. Dalam mendidik ke 11 putranya pun soendari menerapkan, putra no 1 mengasuh adiknya yang no 3, putra no 2 mengasuh adiknya yang no 4 sehingga mereka sudah belajar menjadi orang tua dengan tidak terpaksa. Usahakan hidup kita senang, caranya? Kamu sendiri yang tahu. Enjoy the beauty of having a big family, tidak itu saja soendari juga tidak segan dan malu sering pindah pindah rumah karena dari rumah yang besar menjadi yang lebih kecil akan mendapatkan sisa uang yang bisa di gunakan untuk pendidikan putra putranya. soendari muda ternyata seorang penari serimpi, kalau pentas wayang orang biasanya berperan sebagai abimanyu, pernah juga sebagai arjuno. “ayah saya mempunyai karawitan sendiri, Hanggana raras nama kelompoknya. Karena kantor ayah saya aulanya luas, jadi kalau usai kantor kami berlatih sepuasnya” sukses menghantar ke 11 putranya mejadi orang sukses dan nurut pada orang tua, resep soendari adalah sering sowan pada kerabat sepuh, putra putranya sering ngumpul sampai sekarang “saya bilang, anak tidak minta di lahirkan jadi kewajiban ibulah untuk ngopeni, ibu selalu ada saat anak membuat Pr, dalam berbahasa asingpun ibulah Edisi 60 / Desember / 2018

warta sosial

5


toKoH yang harus memberi contoh dan ibulah yang membentuk watak�. Goresan goresan soendari menjadi sebuah buku dan souvenir bagi tamu tamu yang datang saat merayakan ulang tahunnya yang ke 85. sebagian juga di jadikan hadiah kepada cucu, cicit atau kerabat yang datang bertandang di Jl Komering surabaya kediaman soendari.

Hj Wayan Sutiari Mastoer (81tahun) Pendiri semi indah Dried Flowers surabaya dan penerima Kalpataru Kategori Perintis lingkungan tahun 2006. Pada dasarnya saya suka bunga dan mencintai keindahan alam , hijaunya daun birunya laut birunya langit. setelah saya pensiun dari sebuah Bank Pemerintah pada tahun 1994, saya jalan jalan keliling bersama suami saya, nah dari situlah berubah pandangan saya seiring dengan tambahnya usia yang semakin tua, saya semakin mengagumi keindahan alam sebagai suatu anugerah, sebagai keberkahan allah yag luar biasa dan akhirnya saya tidak saja melihat keindahan itu, tidak saja yang kita lihat dengan pandangan mata saja tetapi saya lihat dedaunan, pepohonan yang sudah rontok, sudah menjadi limbah sampah, disitu saya juga masih melihat keindahannya. Jadi akhirnyasaya mengambil kesimpulan bahwa segala sesuatu yang di ciptakan allah di muka bumi mempunyai keindahan walaupun sudah berupa sampah yang tidak dilihat sebelah mata oleh orang. Kita manusia hanya mengupas sedikit kulitnya karena sampah itu sebenarnya sudah indah jadi keindah atau potensi indah yang di anugerahkan allah di gabung dengan energy manusia maka akan menghasilkan yang luar biasa. sampah sampah itu saya bersihkan yang warna alamisaya abadikan alaminya kemudian yang perlu di warnai, saya beri warna jadilah bermacam macam bunga, saya

6 6

Edisi Edisi60 46//Desember Juni / 2012/ 2018

warta wartasosial sosial

sendiri heran, saya kan latar belakangnya bankir hanya menghitung cek, uang, giro, bilyet kok bisa ke sini. Kalau tidak karena allah yang mengatur. saya menekuni bunga kering ini sebagai pengejawantahan dari kekaguman saya akan kabesaranNya dan sebagai ucapan terima kasih saya kepada allah yang memberikan hidup kepada saya walaupun dalam waktu yang sangat singkat. Jadi saya semakin menekuni, semakin menekuni. Kalau tidak karena tuntunan allah tidak mungkin seorang pensiun Bank mau memungut sampah ditengah jalan di lihat orang, sisik ikan yang berlendir masih ada darahnya saya bersihkan dan seperti bin salabim menjadi sesuatu yang indah. tadinya semua menertawakan karena pensiun ya pensiun saja, tetapi bagi saya pensiun justru memulai pekerjaan yang berbeda. saat ini saya belum melihat anak anak muda mau membuat kerajinan dari sampah daun maupun bunga, mereka terlalu sibuk dengan gadgetnya. Memang banyak anak anak mulai sekolah Dasar sampai mahasiswa belajar pada saya dan mereka tekun memperhatikan dan bisa membuat seperti yang saya ajarkan, tetapi hanya sekedar saat itu saja.saya belum melihat anak anak muda yang benar benar menekuni. seni bunga kering ini sebenarnya di luar negri potensinya sangat luar biasa karena antik dan unik. sangat berbeda dengan Jepang karena memiliki khas indonesia. Harapan saya, ya anak anak muda melanjutkan handy craft, menekuni tidak setengah setengah karena banyak sekali keuntungannya,bisa menjadi income, bisa jadi devisa termasuk Mencintai alam dan Mengurangi limbah sampah.

Hasil karya Ibu Hj. Wayan Sutiari Mastoer


toKoH

Thea Susetia Kusuma (84 tahun) terbiasa mejadi perempuan aktif sebagai dosen di Universitas Negeri surabaya dan tiba tiba harus bed rest cukup lama karena osteoporosis, membuat thea gelisah dan bingung akan melakukan apa di saat terbaring. Mau melukis, thea tidak piawai menggoreskan cat di kanvas, merajut membuat taplak pernah di lakukan tetapi bertahun tahun tidak selesai sampai warna benang rajut di toko sudah tidak ada yang jual lagi akhirnya mencoba menulis. Dan jadilah sebuah buku berjudul “Jalan yang telah kulalui”mengisahkan tentang kehidupan thea sendiri di selesaikan dalam waktu beberapa bulan saja,” tidak lama karena sebenarnya ide itu sudah ada di kepala hanya tinggal menuangkan saja pada sebuah tulisan. setelah buku selesai di tulis,thea memberanikan diriuntuk memberi hasil tulisannya pada rektor Unesa, “saya baru nulis pak, mau baca?” pak rektor bertanya“ oh ya, kalau beli dimana?”saya jawab, “tidak saya jual”. setelah dibaca, pak rektopun mengatakan tulisanthea bagus dan akhirnya pak rektor menulis di buku thea sebagai Pengantar. selain pak rektor thea pun juga berbagi buku kepada teman temannya. alhamdulillah sambutan teman teman baik, berarti yaa bukusaya bolehlah” kenangnya sambil tertawa. saat mulai sakit dan menulis, thea sudah berusia 76 tahun sekitar bulan oktober dan tulisan selesai pas thea berusia 77 tahun pada tanggal 3 Desember 2012. akhirnya buku pertama thea di cetak oleh mantan mahasiswanya yang sudah menjadi Profesor patungan dengan kawan kawannya. setelah buku pertama selesai di susul buku berjudul “Endang” yang menggambarkan sosok perempuan Jawa timur, harus menanggung kesulitan hidup keluarga karena suaminya di penjara dan di”pulangkan” karena dianggap menjadi motor gerakan organisasi terlarang

tahun 65. Menurut thea buku keduanya cukup lama prosesnya penyelesaiannyaselain ide ide belum terkumpul juga perlu banyak referensi membaca buku buku pembanding agar tidak menimbulkan anggapan baru bahwa thea berpihak pada satu golongan. “Karena keterbatasan pengetahuan saya terhadap konflik saat itu, sehingga ada teman yang meminjamkan buku bukunya supaya tulisan saya balance. Nama Endang itu kan sebenarnya di tempat kita banyak yang bernama Endang, jadi terserah pembaca mau Endang yang mana dan menurut saya, sebenarnya perempuan indonesia saat itu banyak yang mengalami nasib seperti Endang. tetapi ya sudahlah supaya orang tidak salah paham dengan tulisan saya, akhirnya berimbang dan terbit dengan selamat “ Bulan Nopember 2016 tulisan yang ketiga selesai saat thea berusia 80 tahun, berkisah tentang suaminya yang sudah meninggal sejak tahun 1996. “Yang ketiga ini saya buat novel dan namanya sengaja saya samarkan seakan akan bukan suami saya tetapi banyak yang tahu kalau itu kisah suami saya. anak buah suami saya bilang kalau kisah ini ada, orangnya juga ada.. ha ha ha… tetapi saya mohon pada penata letak sampul agar fotonya tidak fullgar di pajang di cover tulisannya” “Memang dulu yang di kenal sebagai penulis itu kan suami saya, tetapi dia tidak pernah ngarang buku malah saya yang sebelumnya tidak terfikir untuk menulis malah buat buku, jalannya hidup ini yaa, kok tahu tahu begitu. ya saya gembira bahwa saya akhirnya bisa menulis tentang dia juga ”tambah thea.

Hasil karya Ibu Thea Susetia Kusuma

Edisi 46 / Juni / 2012 Edisi 60 / Desember 2018

warta wartasosial sosial

77


toKoH ibu empat putra,empat cucu dan lima buyut ini pada tanggal 3 desember 2018 genap berusia 84 tahun ini selalu gembira, tertawa renyah dan semangat setiap bercerita tentang apapun, seakan tidak memperdulikan saat itu awan gelap yang menggelayut di langit menunggu jatuh dengan deras mengguyur kediamannya di Perumahan Dosen Unesa, Ketintang surabaya.

di Padang sumatera Barat, saya menekuni lukis. alamnya sungguh luar biasa indahnya. Danau, lembah, tebing, laut terutama Ngarai sianok. Banyak pendatang yang meninggalkan sumatera Barat dan mereka mencari cari kenang kenangan lukisan pemandangan alam. saya jadi professional, entah sudah berapa buah Ngarai sianok yang telah saya lukis.” kenangnya

thea menyayangkan anak anak sekarang sangat lemah dalam minat menulis, “Jangankan anak anak sekarang,di jurusan bahasa inggris Unesa sayalah satu satunya yang menulis. saya tidak peduli orang menganggap apa tentang tulisan saya, yang penting bagi saya tetap menulis dan mengungkapkan, mengeluarkan yang ada di benak saya” kata thea menutup pertemuan di sore itu.

setelah dari Padang, pindah ke surabaya, sempat dua tahun di Bali dan juga Jakarta. tampaknya Madura termasuk menjadi pulau yang berkesan “alamnya masih asli, pantainya bersih melingkari pulau dan perahu perahunelayan bercat warna warni sangat menarik. Penampilan unik penduduk yang energik dalam mempertahankan hidup di tanah yang gersang itu suatu tampilan yang Human Interest yang menarik untuk saya lukis“. setelah anak anak mulai lulus kuliah dan sang suami pensiun tahun 1987 itulah saatnya K D juwito memutuskan menjadi pelukis.” saya benar benar mulai menjalani profesi sebagai pelukis. Painting is a never ending process of learning. saya belajar kepada siapa saja, saya tidak malu belajar pada pelukis pelukis muda dengan menunggui mereka sedang melukis” sempat pameran di Budapest tahun 2004 dengan tema East and West on My Canvas merupakan hasil lukisan yang di kumpulkan selama perjalanan mengunjungi australia dan Negara Negara Eropa, pusat seni dan budaya, beberapa kali pernah tinggal di Melbourne, roma, Paris dan Budapest.

K Djuwito (88 Tahun) sebagai perempuan yang lahir dan besar di sebuah desa di Kabupaten Blitar, tidak heran kalau beberapa lukisan Kamsiyah Djuwarno berhubungan dengan alam yang natural seperti tema sungai, fauna, flora, lautan, pasar , sawah dan K Djuwito tidak pernah kehabisan pengamatan tentang alam pada sisi yang lain. segala cara di tempuh untuk menambah ketrampilan dan memperluas wawasan sebagai pelukis, diantaranya membaca literature, mengunjungi pameran dan tidak segan ikut seminar, ikut pameran bersama dan masuk organisasi pelukis Keluarga Gemar Melukis“ tahun 1960 sewaktu saya berumur 30 tahun saya sempat belajar melukis pada naturalis Nurdin Bs, belajarnya hanya beberapa bulantetapi menjadi modal utama untuk mengembangkan diri secara otodidak” jelas K Djuwito. sebagai istri seorang PNs K Djuwito harus mengikuti irama kerja sang suami, “saat suami bertugas

8 8

Edisi Edisi60 46//Desember Juni / 2012/ 2018

warta wartasosial sosial

Hasil karya Ibu K. Djuwito


toKoH

Bagi K Djuwito, alam adalah gurunya dan akan segera mencetak lukisan dalam dua bahasa, indonesia dan inggris “Kalau saya sekarang di sebut sebagai pelukis natural, ini adalah hasil sebuah proses belajar, kemampuan pribadi dan lingkungan. Hasil maksimal yang bisa saya capai. sebentar lagi saya akan mencetak lukisan sepertinya sayalah satu satunya perempuan yang mencetak lukisan dengan dua bahasa. Bahasa indonesia dan Bahasa inggris.”

Wilhelmina Jacoba Patty (88 tahun) Merajut selain untuk kegiatan senggang, juga sebagai terapi bagi wilhelmina, sejak tahun 81 mulai rajin merajut dan hasilnya selalu di berikan teman teman di geraja, majelis majelis gereja, menantu, cucu dan kerabatnya. kalaupun ada yang pesan wilhelmina atau lebih akrab di sapa oma Patty, tidak pernah bisa menentukan harganya, terserah pembelinya mau kasih harga berapa,” saya tidak bisa memberi harga, takut mahal karena penilaian orang macam macam. Bagi saya yang penting asal orang senang, saya juga senang. karena sekarang sudah jarang rajutan itu.tetapilama lama saya berfikir perlu juga uang untuk beli bahan. Pikiran saya mulai berkembang setelah ikut pameran di BKKKs Provinsi Jawa timur pada hari lansia, sekarang anak anak saya mulai menghitung bahannya seperti benang habis berapa, transpornya berapa. itu saja. Kalau tenaga tidak perlu karena saya suka merajut.saya masih belanja sendiri bahan bahannya ”Katanya. saat remaja di tahun 1947 oma Patty pernah menjadi karyawan kantor telepon (sekarang menjadi tElKoM) di kota Malang dan berpindah ke surabaya setelah menikah, pada tahun 1951 memutuskan untuk mengundurkan diri dari

pekerjaan karena harus menjaga anak anaknya. sejak muda sudah terbiasa banyak kegiatan sampai saat inipun tidak bisa diam“ Kalau diam mikirnya bisa kemana mana, tentang anak anak, cucu, menantu,pokoknya macam macam. Jadi sehari hari kalau pagi pagi bersih bersih di luar pagar, kemudian membuat havermouth, terus bersih bersih dapur untuk yang ringan ringan saja, saya masih suka seterika. Kalau seterika harus sampai tuntas tidak menunda nunda, saya tidak suka. ”kisahnya, sebenarnya dokter sudah melarang wilhelmina agar tidak banyak kegiatan terutama yang berat berat. “Pernah pecah pembuluh darah, sehingga dokter melarang saya untuk banyak kegiatan terutama yang bungkuk bungkuk apalagi yang berat, tapi saya sering lupa tiba tiba pindahkan pot, hlaa orang kok di suruh diam , ya badan kaku semua “kilahnya sambil tertawa. ibu tujuh putra ini pada tahun 1981 pernah menjadi ibu asrama panti rehabilitasi di BKKKs Provinsi Jawa timur se masa ibu soenandar. Keahliannya merajut sayangnya tidak ada yang meneruskan, ”semua mulai dari anak anak, menantu, cucu, keponakan sudah saya kasih buku, benang dan haken tetap tidak ada yang bisa. Mereka lebih memilih belajar yang lain, seperti anak saya yang pertama dia membuat sarung bantal dari streamin. sangat rapih, halus dan telaten, anak saya yang satunya senang buat tumpeng, ya sudahlah tidak apa apa asal mengerjakannya senang dan dari hati.”

Hasil karya Ibu Wilhelmina Jacoba Patty

Edisi 46 / Juni / 2012 Edisi 60 / Desember 2018

warta wartasosial sosial

99


toKoH Biasanya wilhelmina merajut di teras saat pagi, kemudian ketika malam sambil nonton sinetron kembali merajut, “Pernah gara gara sinetron, seru lagi bertengkar bertengkar sampai salah rajut dan sudah panjang, yaaa harus bongkar lagi.” kenangnya sambil tertawa. “sekarang anak anak sudah tercukupi, saya bersyukur anak anak masih melihat saya dan sebentar lagi bulan februari saya merayakan ulang tahun ke 89, saya senang ulang tahun bukan karena umur yang bertambah tetapi suasana kumpul bersama itu yang membuat saya berbahagia, yang penting kesehatan, kekuatan dan kecukupan”.

potongan potongan kain dipilah lalu di potong potong kecil, kalau sudah terkumpul banyak, mulailah perca perca itu dirangkai. Jemari lentik itu memang sudah tak selincah dulu, tapi sejumlah taplak renda dan selimut perca yang menghiasi rumah keenam putra-putri, cucu dan cicitnya berkisah dengan sendirinya dari tangan siapa benda-benda cantik itu tercipta. saat ini diantara keenam putra putrinya ada, sugeng wahyudianto (Duddy) putra kedua dan sri wahyu restuningsih (Yayuk) putra ketiga yang meneruskan Quilting bahkan mbak Pur asisten rumah tangga pun ikut kena virus menjahit kain perca menjadi barang berharga. ide idenya tidak pernah padam, esok rencananya Moertiti akan membuat taplak meja yang tidak di jahit melainkan di padukan dengan rajut. “Apik paling yo, rajutannya langsung di gandeng saja biar tidak putus “ angannya.

Hasil karya Ibu Moertitie

Moertitie (92 tahun) lahir di Gombong, Jawa tengah sebagai anak kembar dari pasangan Martosoewarno dan Moertijah, namun sejak usia balita terpaksa terpisah dari kembarannya, Moerdaningsih karena Moertiti diadopsi dan diboyong ke kota Blitar, Jawa timur oleh seorang wedana atasan orang tuanya, sementara Moerdiningsih tetap tinggal di Gombong. Di Kota Blitar itulah Moertiti menghabiskan waktu kecilnya sampai remaja, pada saat sekolah di Massage Near school (sekolah Dasar zaman Belanda), beliau mendapat pelajaran kepandaian putrid seperti memasak, merajut, menyulam, merenda dan membuat patron atau pokok pola. Bekal ketrampilan semasa sekolah Dasar lah yang membuatnya sampai saat ini terus merajut, memotong dan menjahit kain perca. Kain kain perca di perolehnya dari solo, Jakarta dan seputar surabaya. Moertiti selalu merasa asyik ketika memilah milah jenis dan motif kain yang datang, saking asyiknya sering lupa waktu istirahat sehingga kelelahan sampai pernah sakit. setelah

10 10

Edisi Edisi60 46//Desember Juni / 2012/ 2018

warta wartasosial sosial

“apapun yang diberikan Gusti allah harus kita syukuri, harus sabar dan menerima apa yang digariskan tuhan,” begitu nasihatnya kepada siapapun yang menanyainya tentang rahasia tetap sehat dan bugar di usiasenja. “saya juga menikmati bahagianya menyaksikan semua anak-anak berhasil menjadi sarjana, indahnya ikut membesarkan cucu, mengambil pensiun setiap bulan dan menyisihkannya untuk derma. Ketika jaman cari makan saja susah, saya berusaha tetap sabar. tidak mempertanyakan, tuhan, kenapa hidup saya begini atau kenapa siitu hidup lebih cukup. Ketika untuk membayar sekolah anak saja belum karuan ada, saya yakin Gusti Pangeran pasti maringi, yang penting kita nyuwun….sabar, syukur dan selalu mengingat-Nya, itu saja kunci untuk selalu sehat dan bahagia. Maka dari itu sebagai anak anak muda jangan sampai nganggur, pergunakan waktu yang ada untuk apa saja. Misalnya membuat baju baju bayi, itu kan bisa di jual atau untuk kado apalagi untuk yang belum menikah, harus kreatif“ pesan Moertitie. *) Ketua Pokja Anak dan Remaja BKKKS Provinsi Jawa Timur


sorotan

KaraKtEr sosIaL PErEBUt Oleh : Sutopo Wahyu Utomo*)

Para Pekerja Sosial Menghibur anak-anak korban bencana

Pada era orde Baru ada istilah dalam praktek Pekerjaan sosial yang sering didengungdengungk an oleh pemerintah yang menggambarkan gap yang sangat lebar antara laju pembangunan dengan kapasitas penyandang masalah kesejahteraan sosial. Demikian lajunya gerak pembangungan pada era tersebut, sehingga ibu Menteri sosial Kabinet Pembangunan iV (ibu Nani soedarsono, sH) menyebutnya dengan frasa “jangan sampai ada orang yang keponthal-ponthal dalam mengikuti laju pembangunan�. Keponthal-ponthal ini adalah Bahasa Jawa yang menggambarkan kesulitan orang dalam menyesuaikan diri dengan laju pembangunan. istilah lain yang mendekati barangkali adalah ngosngosan. ibaratnya, laju pembangunan adalah sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan 100 km/jam, sedangkan orang tersebut mengikuti dengan kecepatan 40 km/jam, ditambah lagi dalam kondisi sebentar-sebentar mogok. Jadi dalam

praktek Pekerjaan sosial ada sasaran antara yang disebut dengan penyesuaian diri atau adaptasi terhadap situasi dan kondisi sosial sehingga terdapat keharmonisan antara kondisi pribadi dengan lingkungannya. lingkungan hidup kita terus berubah. Kini era revolusi industri 4.0 sudah melanda dunia, tidak terlepas negara kita indonesia. Kita saat ini sesungguhnya berada pada upaya penerapan revolusi industri gelombang ke tiga saja mungkin belum tuntas, karena banyaknya pelaku ekonomi yang berstatus usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kini harus menghadapi revolusi industri 4.0. ini gambaran lain dari keponthal-ponthal. Namun ada satu hal yang menggembirakan dalam adaptasi terhadap industri 4.0, yaitu basisnya adalah kreativitas, motivasi, dan pengetahuan, serta aksesibilitas dalam arti luas. Jadi modal spiritual intelektual dalam hal ini lebih mengedepan daripada barang modal berwujud benda konkrit.

Edisi 46 / Juni / 2012 Edisi 60 / Desember 2018

warta wartasosial sosial

11 11


sorotan

Kita menjadi pribadi seperti saat ini merupakan cermin hasil akumulasi dan interaksi antara faktor-faktor bawaan dan pengalaman belajar dari masa ke masa. Setiap pribadi hidup atau berada pada suatu lingkungan tertentu yang memberi pengaruh pada perkembangan pribadinya, karena manusia mempunyai karakter untuk selalu merespon fenomena-fenomena yang terjadi pada lingkungan hidupnya. Respon ini terjadi berulang-ulang sehingga menjadi sebuah pola tingkah laku. Warisan karakter generasi pendahulu kita adalah karakter perebut, semangat, motivasi, dan pantang menyerah. Puncaknya warisan ini muncul dalam peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. Dari aspek lingkungan tempat kita hidup, ada berbagai faktor pendukung maupun penghambat bagi proses belajar tersebut. Semuanya itu merupakan suatu sistem sumber belajar. Kini dengan kemajuan teknologi, manusia dapat memperkaya, mengubah, serta melestarikan berbagai fenomena alam, sosial budaya, serta spiritual, dll menjadi suatu sumber belajar tiruan yang lebih menarik dan nyaman. Media pendidikan saat ini juga sangat bermacammacam. Ada yang merupakan sistem terbuka, ada pula yang tertutup. Sistem sosial pada umumnya merupakan sistem terbuka, sehingga sangat sulit untuk mengisolasikan pengaruh-pengaruh dari luar. Namun intinya memilih, kemudian meniru atau pun mengidentifakasikan masih menjadi proses utama dalam pembentukan perilaku. Kemampuan kita memilih dan memersepsi fenomena-fenomena lingkungan akan mengarahkan pada pemerkayaan pengalaman belajar kita. Proses ini oleh Tung Desem Waringin dipopulerkan dengan singkatan A.T.M. (amati, tiru, dan modifikasi). Bekerja sama, bersaing dan konflik atau ekstrimnya berkelahi atau perang merupakan tipe interaksi sosial yang tetap hidup hingga sekarang. Banyak orang atau kelompok terlibat konflik untuk berebut predikat “sayalah yang terbaik�. Perlu ujian untuk menjadi yang terbaik. Cerdas tangkas pertama pada alam raya diselenggarakan Allah SWA diikuti oleh Iblis, Malaikat dan Adam (manusia). Cerdas tangkas ini

12 12

Edisi Edisi60 46//Desember Juni / 2012/ 2018

warta wartasosial sosial

dimenangkan oleh Adam (manusia) karena keberpihakan Allah kepada Adam. Kalau otak manusia ibarat hardis, Allah mengisi otaknya Adam dengan berbagai keterangan atau nama-nama benda. Peristiwa ini hanya terjadi satu kali saja dalam sejarah kehidupan manusia. Selanjutnya anak cucu Adam harus belajar. Tetapi dari jaman ke jaman Allah tetap menurunkan rasul sebagai panutan dan koreksi atas kesalahan anak-cucu Adam. Proses seperti ini juga ditiru oleh manusia. Misalnya Bill Gate membuat OS Windows 1, sekarang sudah sampai 10. Demikian pula Google dengan Androidnya. Meskipun rasul diturunkan sampai berkali-kali, Allah tidak memaksa manusia untuk mengikuti rasulnya. Akhirnya secara garis besar ada dua jalan untuk kembali, yaitu jalan Allah atau jalan Iblis bagi mereka yang tidak suka dengan jalan Allah. Ibarat dua buah garis sejajar keduanya tidak akan pernah bertemu. Satu berakhir di surga dan yang lain di neraka. Manusia tinggal memilih jalan yang disukainya dengan menanggung risiko atas pilihanya tersebut. Manusia mempunyai banyak sebutan. Misalnya makhluk sosial, makhluk pemikir, peniru, ekonomi, dan lain-lainnya. Dan yang paling mengerikan pada suatu posisi dan kondisi tertentu, dapat terjadi manusia yang satu menjadi atau merupakan serigala bagi manusia lainnya. Fenomena demikian ini masih sering muncul di NKRI yang kita cintai ini. Posisi dan kondisi tertentu tersebut biasanya ketika orang berebut terkait dengan perebutan tri ta, yaitu harta, tahta, dan wanita. Yang terakhir ini lebih generalis jika diubah dengan sebutan seks, karena sekarang perempuan juga hadir dan turut berebut. Disinilah perlunya kita belajar sejarah tentang karakter manusia. Berebut pria juga menjadi fenomena biasa. Berbicara tentang para pendahulu kita, Nabi Adam adalah pendahulu dari segala manusia yang sudah hadir ribuan tahun yang lalu. Berbagai karakter dan pesan telah ditinggalkannya. Kita anak cucunya mau tidak mau harus menerima warisan tersebut karena Allah menetapkan demikian. Kini dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara juga telah hadir para pendahulu, yaitu para Bapak Bangsa, para


sorotan

pahlawan-pahlawan nasional. Mereka juga meninggalkan berbagai karakter. Dalam pandangan saya warisan terindah dari bapakbapak bangsa adalah pembukaan UUD 45 yang didalamnya ada Pancasila. Kita wajib bersyukur karena diberi warisan ini. Kalau saja bangsa Indonesia mampu mengaplikasikan isi UUD 45 secara konsekuen, yakin kita akan menjadi bangsa yang paling hebat di dunia. Pada peringatan hari pahlawan 10 November 1961 saat pidato, Ir Soekarno berkata lewat pidatonya “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya”. Sudah saatnya kita mengingat, menghargai, dan belajar dari tokoh bangsa di masa lalu, untuk membangun generasi muda indonesia yang lebih baik”. Pada kesempatan lain Bung Karno juga mengatakan “jangan sekali-sekali melupakan sejarah”. Kita pernah ratusan tahun dijajah oleh Belanda. Walaupun angka ini ada yang meragukan atau menyatakannya dengan ungkapan lain. Tetapi intinya kita pernah dijajah dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu muncul berbagai pemberontakan di tanah air. Inti dari pemberontakan tersebut adalah merebut kemerdekaan Indonesia. Demikian lama perjuangan kemerdekaan itu sehingga terbentuklah generasi bangsa yang berkarakter sosial perebut. Karakter ini sesuai dengan zamannya. Karena terindas maka kita ingin bebas. Kini karakter sosial perebut itu tampak lebih nyata ketika datang pemilihan umum. 73 tahun kita merdeka. Tetapi setelah reformasi isinya hanya rebutan kekuasaan saja. Semestinya setelah merdeka ini harus lebih kuat karakter pembangun daripada karakter perebut. Pada era orde baru pembangunan mendapat tekanan yang khusus. Sehingga Presiden Soeharto dijuluki sebagai Bapak Pembangunan. Sebenarnya k arakter pembangun sudah pernah ditanamkan kepada kita bangsa Indnesia. Mungkin karena semangat reformasi, karakter pembangun pudar, karena kalah intensif sosialisasinya dengan nilai-nilai demokrasi. Praktek demokrasi sebenarnya adalah kesetaraan, keseimbangan antara hak dan kewajiban, serta kepatuhan terhadap aturan. Kita masih dalam tahap “belajar berdemokrasi”. Beberapa puluh tahun yang lalu presiden Perancis Charles de Gaulle pernah mengatakan bahwa “demokrasi

berbahaya bagi orang bodoh”. Siapakah orang bodoh itu? Dengan menganalogikan sebuah hadis bahwa “orang sombong adalah mereka yang menolak kebenaran”. Orang bodoh kira-kira mendekati makna dari hadis ini. Sebenarnya, jika kita maknai kata bodoh sebagai ketiadaan pengetahuan, ada seseorang bernama Sokrates yang punya pandangan menarik soal itu. Ketika ditanya, ‘Siapa orang paling bijak di Yunani?’ Sokrates menjawab, ‘Itu adalah aku. Karena aku tahu bahwa aku tak tahu apapun.’ Berkaca dari pandangan Sokrates, menjadi bodoh sesungguhnya bukan hal yang terlalu buruk, sejauh kita berani mengakui bahwa kita memang belum tahu banyak soal berbagai hal. (Rizky Alif Alvian Harian Indo PROGRESS, 17 March 2014). Kembali pada cerita tentang cerdas tangkas di atas. Malaikat dapat menerima kekalahan dengan ikhlas. Sedangkan Iblis tidak rela dengan kekalahannya. Dia minta ijin Allah untuk menyesatkan manusia. Allah memenuhi permintaan iblis tersebut. Jadilah Iblis sebagai pengganggu manusia sepanjang masa. Diakui atau tidak, tidak ada manusia yang tidak dirasuki Iblis. Namun dengan kadar dan daya tangkal yang berbeda-beda. Dalam kerasukan itu ada manusia yang menang melawan iblis, tetapi mungkin lebih banyak yang kalah. Ketika melaksanakan pemilu di negara kita ada slogan “siap menang dan siap kalah”. Bagaimana prakteknya? Silahkan jawab sendiri. Tetapi sesungguhnya pemenangnya adalah mereka yang mendapatkan ridlo Allah. *) Penulis adalah Pekerja Sosial yang berstatus relawan sosial pada BKKKS Provinsi Jawa Timur dan Pembina Yayasan BK3S Jawa Timur.

Edisi 46 / Juni / 2012 Edisi 60 / Desember 2018

warta wartasosial sosial

13 13


sorotan

MEMULaI PEnEraPan Dan PEnILaIan sEKoLaH raMaH anaK DI JaWa tIMUr Oleh : M. Isa Ansori*)

Para Pengajar di SMA Negeri 16 Surabaya berjuang mewujudkan Sekolah Ramah Anak

sekolah adalah rumah bagi anak anak kita. sekolah diibaratkan sebagai ibu yang mengandung anak anak di rahimnya. sehingga sekolah diharapkan sebagai tempat dimana anak anak kita bisa mendapatkan kasih sayangnya. Nah itulah yang saat ini menjadi perhatian kita semua. Kihajar Dewantara, sebagai peletak dasar pendidikan yang ramah terhadap anak mengatakan bahwa pendidikan itu harus menjadi sebuah taman yang memberi kesempatan kepada anak anak didik untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

14 14

Edisi Edisi60 46//Desember Juni / 2012/ 2018

warta wartasosial sosial

Ditengah kekhatiran akan pendidikan anak anak kita disekolah, maka Dinas Pendidikan Jawa timur melalui kepala bidang pendidikan menengah atas, Dra Ety Prawesti, M.si membuat terobosan pencegahan kekerasan terhadap anak disekolah dengan melakukan kegiatan penilaian sekolah ramah anak. senin, 3 Desember 2018 sampai dengan 21 Desember 2018, dilakukan penilaian indikator capaian sekolah ramah anak di Jawa timur untuk tingkat sMa. “ Kita berkeinginan memberikan perlindungan anak melalui sebuah sistem yang


sorotan

terintegrasi disekolah“, Ujar beliaunya disela sela rapat bersama tim penilai. Sebagai informasi, bahwa penilaian sekolah ramah anak ini dilakukan dengan menggunakan instrumen yang menginternalisasi semangat standar nasional pendidikan dan undang undang perlindungan anak. Sehingga yang menjadi pijakannya adalah bagaimana menerapkan standar nasional pendidikan yang menjiwai perlindungan anak. Penilaian dilakukan di 16 kabupaten kota di Jawa Timur yang terdiri dari 40 sekolah SMA negeri dan swasta. Para tim penilai berasal dari berbagai unsur yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur. Adapun unsur tim penilai itu berasal dari Dinas Pendidikan Jatim , Pengawas Pendidikan SMA Jatim, Lembaga Perlindungan Anak Jatim dan LPA Tulungagung, Pusham Ubaya, dan Unicef perwakilan Jatim. Berdasarkan data Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur, didapatkan informasi sampai dengan akhir bulan November 2018, Jumlah kekerasan terhadap anak yang ada sekitar 375 , yang terdiri 100 kasus lapor langsung dan 275 yang ditulis oleh media massa. Dari sejumlah kasus itu kekerasan seksual mendominasi dengan 115 kasus. Dari sejumlah kasus yang ada, sekolah menempati urutan ke tiga sebagai tempat kejadian, sebanyak 17 kali dan rumah 119 kali dan antara rumah dan sekolah sebanyak 55 kali. Isa ansori, sek retaris Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur mengatakan, Rabu, 12 Desember 2018 bahwa program sekolah ramah anak sejatinya sudah sejak 2015 dicanangk an oleh Pemer intah Propvinsi Jawa Timur, sehingga pelaksanaan penilaian sekolah ramah anak merupakan terobosan yang menggembirakan dalam rangka perlindungan anak di Jawa Timur. “Saya mengapresiasi apa yang

dilakukan oleh Dinas Pendidikan Jatim dengan memulai menerapkan penilaian sekolah ramah anak , ini akan menjadi energi baru sekolah memiliki standar layanan sekolah yang ramah terhadap anak “, ujarnya. Sampai saat ini sudah dilakukan penilaian dibeberapa kabupaten diantaranya, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Jombang, Ngawi, Pacitan, Bojonegoro, Malang Kabupaten dan Kota, Batu serta beberapa daerah lainnya. Dian Noeswantari (Pusham Ubaya) salah satu tim penilai, mengatakan bahwa sekolah ramah anak adalah upaya melakuk an perlindungan anak di sekolah, sehingga diharapkan sekolah bisa melayani semua anak. Dalam kunjungannya di SMAN 16 Surabaya dan Sekolah Alam Insan Mulia, Dian lebih banyak menyoroti persoalan akses anak anak disabilitas. Dalam setiap observasinya, Dian selalu menekankan pada adanya akses rem bagi penyandang disabilitas. Misalkan pertanyaan kalau perpustakaannya sudah bagus, bagaimana adik adik disabilitas bisa mengaksesnya, kalau lantai yang dibangun ada perbedaan ketinggiannya. Hal hal penting layanan untuk semua menjadi detail detail penting yang menjadi masukan bagi sekolah. Diharapkan kelak sekolah kita bukan hanya milik sekelompok orang saja, tapi menjadi milik semua yang bisa diakses oleh semua dan melayani semua. Memang sampai saat ini masih banyak hal berkaitan dengan sarana dan layanan proses disekolah yang masih mengabaikan keberadaan anak anak kita yang mengalami kekhususan. Diharapk an dengan penerapan pedoman dan penilaian capaian sekolah ramah anak ini, kelak sekolah kita menjadi sekolah yang melayani semua. *) Anggota Dewan Pendidikan Jatim, Wakil Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi BKKKS Provinsi Jawa Timur

Edisi 46 / Juni / 2012 Edisi 60 / Desember 2018

warta wartasosial sosial

15 15


sorotan

DIsaBILItas Dan tEKnoLoGI ZaMan noW Oleh : Dian Ika Riani,SE*)

Aplikasi untuk komputer bicara bagi insan disabilitas tuna netra

sudah bukan pemandangan asing lagi melihat sahabat insan disabilitas netra menggunakan teknologi telepon seluler. Uniknya lagi handphone ini berbunyi seperti “mendadak bersuara� membaca segala hal yang ada di layar handphone. tergelitik dengan macam macam pertanyaan ketika saya memberitahu bahwa adalah hal biasa melihat tunanetra dengan gadget nya tersebut. Pertanyaan yang paling umum adalah, apakah keypad tombol huruf-angka di handphone tersebut bertotol totol seperti ada duri bulet kecil kecil seperti titik titik bacaan tulisan braille sehingga tunanetra tinggal meraba. Begitu juga dengan laptop yang mereka gunakan untuk sekolah dan kuliah seperti orang umum lainnya, “ apakah tombol keyboard nya juga berupa tombol kecil sehingga tunanetra tinggal meraba?� sambil tersenyum saya menjawab semua pertanyaan tersebut. Mereka sama seperti kita menggunakan telepon seluler dan laptop biasa, didukung dengan teknologi android maupun ios dengan fitur yang melekat bernama talkback. Untuk laptop/notebook menggunakan software screen reader Jaws maupun NVDa. Jadilah semua gadget tersebut bersuara membaca segala yang ada di layar, screen reader. teknologi menjadi matakedua bagi sahabat disabilitas netra. Membuka berbagai

16 16

Edisi Edisi60 46//Desember Juni / 2012/ 2018

warta wartasosial sosial

cakrawala dan informasi. Uniknya lagi mereka sama seperti kita yang non disabilitas menggunakan media sosial dalam pergaulan sehari hari seperti google, facebook, instagram, twitter, dan lain lain. Bagaimana dengan disabilitas lainnya? Disabilitas rungu-wicara, memanfaatkan teknologi video call untuk berkomunikasi dengan insan tunarungu lainnya menggunakan bahasa isyarat. Kalau dahulu mereka harus menggunakan teks, sekarang bisa memanfaatkan video call. Bahkan berkat teknologi, disabilitas netra dan rungu bisa berkomunikasi menggunakan teks sms, whatsApp maupun bbm. Untuk teknologi hearing aid pun semakin berkembang mengikuti kemajuan teknologi yang ada. seperti teknologi implan koklea , implan saraf. teknologi dan keilmuan kedokteran bersama sama mengembangkan kemajuan yang ada untuk kemanfaatan bagi insan disabilitas. Disabilitas daksa, atau pun yang mengalami disabilitas fisik atau ketidakmampuan anggota tubuh bergerak. terbantu dengan teknologi alat bantu gerak, kursi roda yang dimodifikasi teknologi canggih sedemikian rupa sehingga bisa membuat mandiri insan daksa dalam beraktivitas.


sorotan

Maupun kaki palsu/tangan palsu yang ditanamkan teknologi robotik dan sensor sehingga sangat menolong beraktivitas dan penggantian bahan yang ringan untuk alat bantu gerak tersebut, sehingga yang biasanya membawa 5 kg untuk berat kedua kaki palsu lutut sampai jari kaki ,bisa semakin ringan hanya 2 kg saja. Bahkan modifikasi teknologi kendaraan diciptakan semakin mengikuti kebutuhan pemenuhan aktivitas sahabat insan disabilitas. Tidak hanya teknologi hardware, teknologi software pun berlomba lomba untuk menyediakan banyak fitur yang dapat digunakan sahabat disabilitas. Untuk di Indonesia, di google play sudah banyak pilhan gratis untuk mengunduh macam macam aplikasi kamus bahasa isyarat, guna memudahkan kita berkomunikasi dan belajar bahasa isyarat. Untuk sahabat disabilitas tunanetra, banyak aplikasi yang bisa membantu membaca beberapa deskripsi gambar. Karena fitur talkback hanya dapat membaca tulisan, untuk deskripsi gambar, tunanetra dapat memanfaatkan aplikasi yang disediakan. Untuk selfie dan membuat tangkapan foto, ada aplikasi sendiri, sehingga aplikasi ini bisa membantu tunanetra yang tidak dapat melihat, dengan perintah suara, ke kiri, ke kanan, atas, bawah, sehingga tunanetra dapat membidik objek foto secara tepat. Aplikasi lainnya melibatkan volunteer pun telah dibuat, membantu untuk melihat benda dihadapan/sekitar dengan teknologi semacam video call, sehingga tunenetra yang sedang sendirian serta membutuhkan bantuan orang lain sangat terbantu untuk melihat. Kabar gembiranya adalah banyak aplikasi itu sebagian besar gratis tinggal diunduh. Kalau pun berbayar hanya untuk upgrade aplikasi untuk kebutuhan lanjutan saja. Dari seluruh fenomena pemakaian unduhan aplikasi. Aplikasi yang paling dirasa sangat paling sering diunduh dan membantu saat ini adalah aplikasi taxi atau ojek online. Hampir semua memiliki aplikasi tersebut di smart phone nya. Tidak kecuali yang awalnya tidak mau tahu tentang teknologi jadi belajar untuk bisa menggunakan aplikasi taxi-ojek online. Menjadi sebuah kebutuhan. Ya, saya rasa tidak hanya disabilitas saja yang membutuhkan bahkan hampir seluruh masyarakat. Tetapi tentu saja yang paling diuntungkan membuat disabilitas menjadi mudah berpindah tempat dari satu tempat ke tempat yang lain. Seperti kita ketahui bersama,biaya transportasi

mnegambil porsi yang lumayan besar dalam pembiayaan kehidupan sehari hari. Transportasi online yang dapat di unduh secara gratis di google playstore maupun IOS sangat membantu sahabat disabilitas. Membuat mereka lebih mandiri, aman dan tidak bergantung. Sebut saja aplikasi Gojek, Grab, Uber, dan taxi konvensional pun memanfaatkan aplikasi untuk memudahkan kita memanfaatkan jasanya. Perbaikan fitur pun semakin dirasa semakin m e m u d a h k a n p e n g g u n a . H a ny a s e d i k i t koreksi,tambahan saja kalau boleh berpendapat. Ditambah fitur deskripsi pemesan transportasi online. Dengan tambahan kolom kebutuhan lebih lanjut yang menggambarkan kondisi pemesan, sehingga yang disabilitas bisa mencentang bahwa dirinya berkebutuhan khusus dan supir taxi-ojek inline mengetahui kebutuhan tersebut. Misal, pemesan itu tunetra, tunarungu, tunadaksa menggunkan kursi roda dan sebagainya. Ya meskipun saat ini telah tersedia kolom notes untuk catatan dan chatt langsung yang tersambung ke whatsapp. Selanjutnya kabar gembiranya bagi kita pengguna jasa transportasi online tersebut, mereka semakin berlomba lomba untuk perang tarif, menawarkan banyak potongan harga membuat harga transportasi semakin murah. Ditambah lagi, zaman e –wallet telah datang, dompet digital ini memungkinkan kita menyimpan (deposit) sejumlah uang di provider layanan tersebut dan mereka tinggal memotong saja setiap kita selesai bertransaksi. Maka tidak berlebihan kalau saya mengatakan yang menemukan aplikasi dan membuat usaha start up digital semacam transportasi online ini adalah pahlawan zaman now. Melihat andil dan kemanfaatan mereka bagi seluruh penggunanya. Teknologi dan keberpihakan terhadap insan disabilitas membuat dunia menjadi ceria, sehingga ketika semua aktivitas sehari hari yang menghambat mereka bisa diselesaikan dengan teknologi, maka mimpi semakin nyata, kata depan “Dis� dalam kata disabilitas menjadi hilang. Disabilitas menjadi Ability. Selamat datang teknologi yang mensejahterakan harkat hidup orang banyak tanpa memilih menjadi disabilitas maupun non disabilitas bagi seluruh rakyat Indonesia. *) Sekretaris I BKKKS Provinsi Jawa Timur

Edisi 46 / Juni / 2012 Edisi 60 / Desember 2018

warta wartasosial sosial

17 17


KnKs X

sIFtInG BaDan KoorDInasI KEGIatan KEsEJaHtEraan sosIaL DI Era rEVoLUsI InDUstrI 4.0 : sEBUaH KEnIsCaYaan Oleh : DR. Asri Wijiastuti, M. Pd.*)

Konferensi Nasional Kesejahteraan Sosial (KNKS) X

Hadirnya online shop untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari sampai transportasi baik roda dua maupun empat yang mengubungkan penjual dan pembeli, juga pengguna dengan pengemudi merupakan basis transaksi perdaganagan dan transportasi secara online, merupakan indikasi masuknya revolusi industri (ri) 4.0 dalam keseharian. apa pengaruhnya kehadiran revolusi industri 4.0 pada keberlangsungan lembaga sosial termasuk di antaranya BK3s. apa yang sudah disiapkan dan dilakukan untuk mengantisi tantangan di era ri 4.0 saat ini.tema yang dipilih pada kegiatan konferensi nasional X di Jakarta adalah "Pemerintah Bersama DNiKs siap Menghadapi revolusi industri 4.0�. tema ini mengisyaratkan bahwa organisasi BKKKs atau lKKs harus siap menjalankan keorganisasian sosial berbasis digital.

18 18

Edisi Edisi60 46//Desember Juni / 2012/ 2018

warta wartasosial sosial

Digitalisasi, computing power dan data analisis melahirkan terobosan yang sangat mengejutkan diberbagai bidang yang mengubah (men-disrupsi) secara mendasar kehidupan kita termasuk peradapan. Disparitas yang sangat lebar dari sabang sampai Merauke perlu dipikirkan oleh Dewan Nasional indonesia untuk Kesejahteraan sosial (DNiKs) terutama ketersedian akses internet dan kemampuan literasi data, serta teknologi masing-masing BK3s. Kemampuan mengelola big data terkait Penyandang Masalah Kesejahteraan sosial (PMKs) dan Potensi sumber Kesejahteraan sosial (PsKs) sudah saatnya melakukan perubahan terhadap pengurus BKKKs dan jajarannya wajib memiliki kemampuan literasi teknologi dan data. Menurut data yang dilansir Kementrian sosial pada tahun 2016 melalui Kepmensos nomor 178/


KnKs X

HUK/2016 menunjuk k an PMKs berbasis panti data jumlah tertinggi Jawa Barat dan kedua Jawa timur. terdapat 7 (tujuh) kelompok prioritas penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKs) yang ditangani, yaitu : kemiskinan, keterlantaran, kecacatan, keterpencilan, ketunaan sosial dan penyimpangan perilaku,korban bencana, serta korban tindak kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi. Bagaimana dengan data diluar panti? tantangan ataukah peluang bagi BKKKs ikut ambil bagian untuk melangkapi data dan sekaligus membuat model bagaimana menganalisis data berbasis literasi data tersebut. Kemensos juga sudah melakukan program pengaduan masyarakat berbasis online dengan alamat http:// dumasonline.kemsos.go.id. BKKKs Provinsi Jawa timur sudah memulai mengelola kegiatan sosial dengan membuka website untuk melakukan pemasaran sekaligus berita kegiatan yang sudah dilakukan dengan alamat http://bk3sjatim.org. Data kegiatan implementasi program kerja BKKKs Jawa timur termasuk majalah warta sosial juga dimuat di website, hanya yang masih belum adalah update data PMKs yang ada di Kota dan Kabupaten di Jawa timur. Keberadaan website sekaligus e-mail mendekatkan klien. Namun keberadaan website belum memfasilitasi kemampuan literasi data dan teknologi terutama ri 4.0 bagi pengurus, yaitu suatu keterampilan mengolah dan menganalisa big data untuk kepentingan layanan publik dan sosial enterpreneur. Kemajuan teknologi baru yang mengintegrasikan dunia fisk, digital dan biologis telah mempengaruhi kehidupan termasuk kegiatan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi teknologi yang merupakan kemampuan menggunakan dan memanfaatkan teknologi digital untuk mengolah data dan informasi sangat dibutuhkan oleh pengelola lembaga sosial termasuk di dalamnya BKKKs dan lKKs.

lahirnya teknologi digital yang berdampak masif pada kehidupan manusia termasuk semakin berkembangnya otomatisasi seluruh proses kegiatan harus diantisipasi oleh BKKKs dan lKKs sebagai sebuah tantangan dalam mengelola kegiatan sosial. implikasi ri 4.0 merupakan Peluang bagi BK3s dan lKKs untuk maju. Pada salah satu acara pada hari pertama kegiatan KNKs X di Jakarta, Prof. rhenald Kasali menyatakan bahwa disrupsi tidak hanya bermakna fenomena perubahan hari ini tetapi juga mencerminkan makna fenomena perubahan hari esok. Perubahan harus dilakukan dengan paradigma berpikir hari ini untuk besok dan masa mendatang. Menurut beliau pada hakekatnya tidak hanya pada perubahan cara atau strategi tetapi juga pada aspek fundamental bisnis. Domain era disrupsi merambah dari struktur biaya, budaya, dan ideologi industri (rosyadi, 2018). Di era disrupsi berimplikasi pada pengelolaan tidak lagi berpusat pada kepemilikan tetapi kolaborasi atau gotong royong. Menurut Karnawati dalam rosyadi (2018:7) revolusi industri 4.0 akan menghapus 35 persen jenis pekerjaan p a d a l i m a t a h u n m e n d a t a n g. Pada 10 tahun mendatang akan bertambah menjadi 75 persen jenis pekerjaan hilang yang disebabkan oleh pekerjaan yang dikerjakan oleh manusia digantikan oleh digital. salah satu contoh peran loket di stasiun kereta api dan bandara sudah digeser dari pelayanan berbasis tenaga kerja manusia ke program digital sehingga secara otomatis pengurangan terjadi untuk tenaga kerja penjaga loket dan calo. Bahkan transaksi pembayaranpun sudah dilakukan melalui e-banking. situasi pergeseran tenaga kerja manusia kearah digitalisasi yang berdampak pengangguran harus diantisipasi oleh BKKKs dalam mengelola PMKs. Kondisi ini membutuhk an kemampuan pemahaman literasi manusia untuk dapat menunjukkan elemen softskill sebagai pengembangan karakter Edisi 46 / Juni / 2012 Edisi 60 / Desember 2018

warta wartasosial sosial

19 19


KnKs X

Situs resmi BKKKS Provinsi Jawa Timur http://bk3sjatim.org

individu termasuk di dalamnya sikap toleran dan arif di era banjir informasi. termasuk kecerdasan mengelola dan mengolah informasi yang diterima. Manusia dalam berkehidupan dan pranata sosial memiliki “Hak berbeda dan hak untuk berbeda�adalah sebuah keniscayaan dalam kehidupan manusia. Hal ini yang terjadi dalam kehidupan masyarakat yang dicitacitakan oleh sebagian besar agamaagama adalah terbangunnya sikap bersedia untuk menghargai adanya perbedaan masing-masing anggota masyarakat. sehingga, perbedaan dipandang sebagai hak fundamental setiap anggota masyarakat. Jika masyarakat sudah terdidik menghargai perbedaan, maka setiap individu pada akhirnya tergerak untuk menjaga dan menumbuhkan sikap toleran antarsesama (dalam konteks hubungan sosial). Di situlah proses pendewasaan setiap individu akan tercipta, sebab rasa tanggungjawab demi terciptanya suasana masyarakat ya n g h a r m o n i s d a n te nte ra m justru diuji dari seberapa tinggi penghargaan seseorang terhadap kebenaran di luar dirinya.

20 20

Edisi Edisi60 46//Desember Juni / 2012/ 2018

warta warta sosial sosial

Jadi, pokok denotatifnya bukan meributkan perbedaan-perbedaan yang ada, melainkan mengelola setiap perbedaan itu dengan cerdas dan cermat sehingga menjadi potensi sekaligus energi yang dahsyat di dalam mengembangkan diri menjadi lebih baik (andy Dermawan, 2009:98). Menurut schwab dalam rosyadi (2018) dunia mengalami empat revolusi industri yang dimulai pada abad 18 terjadi revolusi industri 1.0 yang ditandai dengan pergeseran tenaga kerja manusia dan hewan digantikan oleh mesin uap. Pada abad ke 19 terjadi revolusi industri 2.0 yang ditandai dengan ditemukannya energi listrik. Pada abad ke 20 terjadi revolusi industri 3.0 yang ditandai dengan teknologi informasi dan proses produksi dikendalikan secara otomatis. Pada abad ke 21 di era teknologi digital, cyber-fisik, Internet of Things (iot), dan komputasi. sehingga dapat dinyatakan bahwa revolusi industri 4.0 merupakan revolusi industri fase keempat yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan cyber. *) Ketua I BKKKS Provinsi Jawa Timur


LIPUtan DaEraH

FroM BLItar WItH LoVE Oleh : Pinky Saptandari *)

Pusat Layanan Autis di Kota Blitar

Perjalanan ke Blitar pada awal bulan November lalu merupakan kunjungan liputan yang amat singkat hanya satu malam, namun membawa kenangan yang dalam tentang arti penting berbagi cinta bagi sesama. Hal ini ditemukan di Pusat layanan autis (Pla) atau autis Center yang berada di kota Blitar. sebuah tempat layanan bagi penyandang autis yang bertempat di kelurahan Kauman, kecamatan Kepanjen Kidul di Kota Blitar. tampilan gedung yang apik dan asri lengkap dengan layanan yang ramah sudah dirasakan sejak masuk gerbang dan halaman Pla.

aura keramahan tercermin dalam sambutan yang diberikan oleh para staf yang menyambut tamu dengan suguhan penampilan senam bersama para staf Pla. senam dengan gerakan sederhana diiringi musik yang rancak membuat yang hadir serasa ingin ikut bergoyang. Beruntung, kehadiran saya ke Pla kota Blitar bersamaan dengan kunjungan rombongan Pla dari Kota Kupang Provinsi Nusa tenggara timur. saya dan rombongan dari kota Kupang menikmati sambutan selamat datang melalui senam ayo sadar autis, sebagai pembuka yang “wow� dan keren.

Edisi 46 / Juni //2012 Edisi 60 / Desember 2018

warta wartasosial sosial

21 21


LIPUtan DaEraH

Ibu DR. Pinky Saptandari W. MA bersama tim Pusat Layanan Autis Kota Blitar

Kesan mendalam diperoleh sejak awal hingga akhir pertemuan di mana mereka memberikan layanan dengan keramahan yang tulus. suatu keramahan yang memberi pesan kepada kita semua tentang pentingnya berbagi cinta. Cinta yang ditebarkan kepada anak-anak autis dan orangtua mereka, juga kepada tamu yang berkunjung ke tempat tersebut. Kesan pertama yang tertangkap dalam kunjungan tersebut menunjukkan bahwa ke Pla kota Blitar, merupakan sebuah lembaga yang memberi layanan dengan hati, melayani dengan cinta kasih. wajah cerah penuh kehangatan dengan senyum tulus ikhlas selalu terpancar dari wajah para staf Pla kota Blitar. Para staf Pla kota Blitar tersebut bekerja dan melayani dengan senang hati dan juga sepenuh hati di dalam ruangan-ruangan yang ditata rapi,

22 22

Edisi60 46//Desember Juni / 2012/ 2018 Edisi

warta sosial sosial warta

apik dan ceria, yang membuat siapapun yang datang merasa nyaman. sepertinya kesan itu yang ingin disajikan agar anak-anak autis yang mereka layani merasa nyaman. saya tidak ingin bercerita tentang fasilitas yang dimilik Pla kota Blitar, juga tidak ingin bercerita tentang layanan apa saja yang diberikan kepada anak-anak autis. saya hanya ingin mengupas dan berbagi cerita cinta dibalik layanan Pla Kota Blitar, yang patut mendapat acungan jempol. Pla Kota Blitar memiliki beberapa nilai lebih. Mulai dari tingginya dukungan pemerintah kota Blitar untuk mewujudkan pusat layanan bagi anak-anak autis, gedung dan halaman luas, fasilitas yang relatif lengkap dan baik, didukung dengan layanan prima yang profesional. Namun, menurut saya nilai lebih


LIPUTAN DAERAH

PLA kota Blitar yang patut mendapat acungan jempol adalah layanan prima yang didasari cinta kasih yang tulus dari para stafnya. Cerita cinta dan kasih sayang yang ditunjukkan bu Aida dan staf PLA kota Blitar membuat pikiran saya melayang mengingat almarhum Prof. dr. Soetopo dan isterinya ibu Greitje Soetopo yang mendirikan Sekolah Anak Buta di Surabaya. Perjuangan beliau berdua dimulai dari garasi rumah mereka hingga sekarang bisa menjadi Sekolah dengan fasilitas lengkap dengan asrama untuk anak-anak buta. Semua mimpi untuk menolong anak-anak marginal serti anak buta dan anak autis dapat terwujud karena ada cinta dan kepedulian yang besar untuk membahagiakan anak-anak berkebutuhan khusus. Kesamaan cinta kasih mempertautkan kiprah Prof. Soetopo dengan sekolah YPAB dan ibu Aida dengan PLA Kota Blitar. Sekolah Anak-Anak Buta di Surabaya maupun PLA Kota Blitar sama-sama memberi pelajaran dan sekaligus membuka wawasan kita tentang pentingnya berbagi kasih sayang terutama pada anak-anak yang membutuhkan. Memberi pelajaran juga kepada kita semua bahwa tak ada yang tak mungkin untuk memberikan layanan terbaik apabila tekad sudah bulat dan kuat dengan didasari cinta dan kasih sayang yang tulus ikhlas. Terbayang betapa indahnya apabila semakin banyak pihak yang mau berbagi cinta kasih kepada sesama dengan mendedikasikan pikiran, tenaga, serta rejeki yang dimiliki. Pasti hasilnya luar biasa dan banyak permasalahan sosial dapat diatasi. Anak-anak autis yang ada di kota Blitar jumlahnya cukup banyak dan belum semuanya dapat terlayani

di PLA karena keterbatasan tempat dan staf. Masyarakat dapat berperan serta mendukung perluasan layanan PLA, menjadi relawan sosial atau juga bentuk-bentuk peran serta lainnya. Anak autis yang sudah dewasa dan mampu berkarya, membutuhkan uluran kepedulian banyak pihak untuk membantu mengasah dan meningkatkan ketrampilan mereka, serta memberi wadah bagi pengembangan karya-karya dan bakat mereka lainnya. Semuanya akan dapat terwujud apabila ada kepedulian yang didasari cinta kasih yang tulus. Cinta kasih, ketulusan, keikhlasan dan kebersamaan adalah modal sosial penting yang akan banyak membantu atasi permasalahan dalam masyarakat. Modal sosial adalah dimensi penting dalam kehidupan sosial masyarakat yang berpengaruh dan menentukan keberhasilan pembangunan bangsa. Francis Fukuyama mengatakan bahwa modal sosial adalah segala sesuatu yang membuat masyarakat bersekutu untuk mencapai tujuan bersama atas dasar kebersamaan, diikat oleh nilainilai dan norma yang tumbuh dan dipatuhi, yang akan menciptakan kestabilan pembangunan ekonomi maupun demokrasi. Merupakan tugas bersama agar nilai-nilai cinta kasih, ketulusan dan keikhlasan dalam masyarakat dapat terus dipelihara dan diperkuat agar menjadi modal sosial yang bermanfaat dalam mengatasi bebagai permasalahan bangsa. Bangsa ini ibarat sebuah keluarga, yang bila anggota keluarga saling mendukung dan rukun, Insya Allah akan memberi manfaat dan berkah. Sebaliknya, bila saling bertikai sekaya apapun sehebat apapun yang dimiliki, pasti sulit untuk menjadi manfaat dan berkah karena semua sibuk saling menjatuhkan satu dengan yang lain.

Edisi 46 / Juni / 2012 Edisi 60 / Desember 2018

warta wartasosial sosial

23 23


LIPUTAN DAERAH

Dalam konteks itulah, dirasakan mendesak pengembangan modal sosial melalui gerakan masyarakat yang didasari oleh kesadaran bersama akan pentingnya membuat perubahan mendasar. Perubahan mendasar dimulai dari perubahan pola pikir, perubahan sikap dan perilaku ber-Etika untuk mewujudkan layanan sosial prima bagi mereka yang membutuhk an, termasuk bagi anak-anak Autis. Bagaimana suatu layanan sosial yang prima dapat terwujud? Para pengelola yang bergerak dalam layanan sosial didorong untuk: (i) mengembangkan dan memperkuat konsep dan citra diri menuju konsep dan citra diri positif dengan bangga sebagai relawan sosial yang berdedikasi; (ii) memperkuat kepekaan etika, komitmen dan motivasi agar dapat menjadi tenaga bidang layanan sosial yang unggul; (iii) memperkuat integritas, koordinasi dan sinergi dalam koridor kebersamaan serta peningkatan kualitas layanan sesuai visi dan misi yang telah ditetapkan secara profesional; serta (iv) mengembangkan etika dalam komunikasi asertif yang mindfulness, yakni komunikasi saling menghargai dan menghormati. Layanan sebagaimana yang dilaksanakan dalam PLA Kota Bitar sejalan dengan nilai-nilai dasar yang ada dalam Pasal 2 tentang Asas Kesehatan dalam Undang Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan yang meliputi: asas perikemanusiaan, asas keseimbangan, asas manfaat, asas perlindungan, asas penghormatan, asas keadilan, asas gender dan non-diskriminatif,

24 24

Edisi60 46//Desember Juni / 2012/ 2018 Edisi

warta sosial sosial warta

serta asas norma agama. Berharap semua asas tersebut dijalankan bukan semata-mata karena menjalankan perintah Undang Undang, tetapi karena berangkat dari cinta dan kasih sayang yang tulus sebagaimana ditunjukkan pada layanan PLA kota Blitar. Karenanya, tak berlebihan bila judul artikel ini adalah “From Blitar With Love�, yang menggambarkan tentang cerita cinta dari PLA kota Blitar yang memberi cinta kepada anak-anak autis. Semoga inspirasi dari PLA kota B l i t a r m e n d o ro n g k i t a s e m u a agar mengembangkan dan mempertahankan layanan penuh cinta, member i inspirasi dan menebarkan virus cinta bagi sesama dengan hati yang tulus dan penuh cinta kasih. Merupakan suatu upaya penting untuk mengembalik an kekuatan modal sosial dan harmoni dalam masyarakat di tengah masyarakat dengan arus besar yang gencar menebar kebohongan dan kebencian melalui media sosial. *) Pimpinan Redaksi Warta Sosial BKKKS Provinsi Jawa Timur


LIPUtan DaEraH

MEnGUnJUnGI PUsat LaYanan aUtIs (aUtIs CEntEr) DI Kota BLItar Oleh : Pri Handayani *)

Ibu DR. Pinky Saptandari W. MA saat mengunjungi Pusat Layanan Autis Kota Blitar

selasa tangal 6 nopember 2018 pagi sekitar pukul 08.00, Pimred warta sosial Dr Pinky saptandari w. Ma, menyempatkan berkunjung ke Pusat layanan autis (autis Center) Kota Blitar yang berdiri sejak tahun 2015. ternyata team warta sosial bertemu dengan rombongan dari Pla Kupang, Ntt yang di pimpin langsung oleh Purwaning Hastuti sebagai Kepala Pla Kupang. sebagai tradisi, setiap tamu disambut dengan tarian selamat datang oleh para terapis Pla Kota Blitar, tema lagu sea Games “Kita Bisa“. suguhan yang menarik dan memotivasi pada semua tamu kalau “Kita Bisa”. rahmi aida, Ketua Pengelola Pusat layanan autis (autis Center) Kota Blitar

menyambut hangat dan menjelaskan meskipun bukan satu satunya sebagai Pla di Jawa timur, tetapi autis Center Kota Blitar menjadi rujuk an bagi penderita autis dari berbagai kota namun sebagai pusat assesmen, semua anak yang mau masuk harus di observasi, di asessmen terlebih dahulu selama satu bulan dengan team Psikolog, terapi dan Pendidikan. apabila ada masalah dengan kesehatan, team dokter yang akan menangani lebih lanjut sesuai kebutuhan kesehatan anak. setelah itu team assesmen menghadirkan orang tua menunjukkan hasilnya, pemasalahannya seringkali orang tua belum siap anaknya di diagnose autis karena itu Pla memiliki program unggulan baru yaitu parenting yang dilaksanakan satu bulan dua kali, Edisi 46 / Juni / 2012 Edisi 60 / Desember 2018

warta wartasosial sosial

25 25


LIPUtan DaEraH juga ada konseling bersama psikolog. setelah mengetahui karakter anak baru menentukan program. Ketika anak di putuskan masuk Pla, orang tua menandatangani MoU bermaterai sebagai perjanjian bahwa harus mengikuti semua kagiatan di Pla . perlu di ketahui semua anak yang berada di autis Center Kota Blitar tidak di pungut biaya dan setiap angkatan hanya 50 anak yang di terima, praktis sejak berdiri sudah sekitar 200 anak yang di tangani. alhamdulillah orang tua memahami sehingga program berjalan dan progresnya cepat kelihatan misalnya anak salah makan dan lain sebagainya. setelah 3 bulan mengikuti program Pla, kemudian di adakan evaluasi yang terahir program maintanance yaitu anak di rumahkan tetapi tetap di buatkan program yang setiap satu atau dua minggu sekali akan di evaluasi oleh penanggung jawabnya. selama di Autis Center, Dr Pinky saptandari berkesempatan melihat lihat ruang kelas transisi, ruang sensory integritas, kolam renang "Aquaterapi" karena air bisa menekan suara sehingga anak menjadi tenang, sangat signifikan terhadap perilaku anak. tampak anak anak sedang Yoga, untuk kelenturan tubuh dan me reatem emosi agar selalu terjaga dan pada saat yoga orang tua di libatkan supaya bisa melakukan sendiri di rumah

Ibu DR. Pinky Saptandari W. MA bersama Sekretaris Daerah Kota Blitar dan Kepala Bakesbangpol Kota Blitar

sebelum meninggalkan Autis Center, Dr Pinky saptandari memberi apresiasi terhadap semangat team Pla yang harus ditularkan kepada semua relawan relawan muda, jangan sampai ada yang tidak tahu bahwa di Kota Blitar ada sebuah lembaga yang luar biasa sementara yang jauh datang di Pla untuk belajar. Karena seringkali kearifan lokal terlupakan, Dr Pinky saptandari menyayangkan ada Pahlawan putra daerah yang mengharumkan indonesia tetapi tidak di ketahui oleh sekelompok anak muda asal Pahlawan tersebut, justru nama sebuah bandara yang lebih di kenal. *) Ketua Pokja anak dan Remaja BKKKS Provinsi Jawa Timur

Ibu DR. Pinky Saptandari W. MA bersama Kepala Pusat Layanan Autis Kota Blitar

26 26

Edisi Edisi60 46//Desember Juni / 2012/ 2018

warta sosial

Pusat Layanan Autis Kota Blitar


LIPUtan DaEraH

tEnDanGan GoL anaK anaK LErEnG IJEn, saMPaI Los anGELEs Oleh : Pri Handayani *)

Tim Futsal Jawa Timur mendapatkan medali emas dalam Perpornas tahun 2018 di Pekanbaru

Fungsi intelektual umum, boleh di bawah rata rata atau lamban tetapi prestasi tak bisa ditawar lagi. Ya, mereka memang tuna grahita atau mental retardation tetapi anak anak lereng ijen ini sudah sering mengharumkan bangsa, mereka pencetak gol dunia, walaupun tidak pernah dilirik atau di perhitungkan, semangat mereka tidak pernah surut. Pada saat Special Olympic World Games 2015 di los angeles amerika serikat, indonesia meraih juara 1 sepak bola mengalahkan Malaysia dan anak anak lereng ijen bagian dari team yang mewakili indonesia. Mereka sekolah d slB Bina insani Jl. PB sudirman 101 desa Bangsring Kecamatan wongsorejo, Kabupaten

Banyuwangi, Jawa timur, sekitar 30 km utara pusat Kabupaten Banyuwangi. Pekerjaan orang tua rata rata buruh perkebunan dan sebagian buruh tani. Mereka harus berangkat pagi pagi sebelum sempat sarapan karena di jemput truk perkebunan PtPN Xii, menuju sekolah karena sekolah belum mampu memiliki kendaraan untuk antar jemput anak anak sehingga pihak slB melobi perkebunan PtPN Xii, karena pukul 06.00 harus sudah siap di tempat penjemputan sehingga resikonya sekolah slB Bina insani menyiapkan makan pagi dengan menu seadanya. Karena kelas yang rendah sampai yang tinggi semua berangkatnya sama pulangnyapun sama.

Edisi 46 / Juni //2012 Edisi 60 / Desember 2018

warta wartasosial sosial

27 27


LIPUTAN DAERAH

Perjuangan yang luar biasa Dengan kondisi mental yang terbatas tentu tidak mudah mengajarkan sepak bola. Wartono guru sekaligus pelatih di SLB Bina Insani menuturkan kalau sejak awal yang di terapkan harus menyentuh bola, “Dari anak baru masuk sekolah SLB, anak harus sudah bermain bola,yang pertama dikenalkan bola dulu walau dengan penyentuh dan itu setiap hari entah setengah jam atau satu jam harus kami kenalkan dengan bola.. bola.. bola dan terus bola dan sorenya kami bawa ke lapangan bagi yang mau, yang tidak mau ya tetap di sekolah saja sehingga terbukti saat kami terjunkan ke lapangan sudah bisa menguasai lapangan. Karena menurut pengalaman yang sudah sudah, ternyata susah mengajarkan bermain bola secara team di lapangan dan harus telaten, berulang ulang dan menyentuh.” Pornas tahun 2018 di Pakanbaru, mereka masih menjadi juara bertahan untuk futsal , medali emas dua tahun berturut turut,“Kami bersyukur kepada Allah karena anak anak masih diberi kesempatan bisa mempertahankan medali emas. Itupun tidak lepas dari dukungan orang tua, guru gurunya, pelatih, Pengda Soina Jatim dan BKKKS Provinsi Jawa Timur. Awalnya saat anak anak di lapangan Pakanbaru Riau, sempat grogi karena melihat lawannya memang bagus bagus, kemudian bodynya juga bagus,postur tubuhnya lebih tinggi sehingga anak anak sempat goyang. Kami pelatih berusaha membuat anak anak supaya tetap fight, akhirnya kami pada seperempat permainan minta time out untuk memberikan arahan pada anak anak, kami tekankan pada anak anak untuk kerja team sehingga anak anak mulai bisa menguasai

28 28

Edisi60 46//Desember Juni / 2012/ 2018 Edisi

warta sosial sosial warta

permainan sampai gol pertama, semangat anak anak mulai bangkit akhirnya ditambah gol lagi, gol, gol gol sampai untuk permainan Sumatra Selatan skor 10 - 4. Anak anak tampak senang banget, sehingga permainan berikutnya semangatnya bertambah. Sampai pada pertandingan terahir skornya 10 - 2.” Jelas Wartono Ketika melawan Sumatra Selatan, dengan kondisi anak anak yang sudah capek, agak susah permainannya, tetapi merek a tetap maksimal sehingga memasuk an gol juga lamaaaa sekali malah kemasukan duluan membuat anak anak goyah, tetapi tetap kami beri semangat dengan teriakan yang harus di dengar anak anak, Alhamdulillah diujung permainan dengan skor 8 - 3 . dan yang jadi penyemangat adalah ada salah satu pemain bernama Yulianto yang sejak awal sudah mendapat benturan sehingga cedera kaki tetapi tetap semangat bermain dan disuruh berhenti tidak mau “enggak pak, saya harus main, harus main demi Jawa Timur” sehingga melihat Yulianto, teman temannya bangkit terus semangat dan tambah semangat sehingga dapat menuntaskan pertandingan di Pornas dengan hasil yang sangat gemilang. “Kami selalu menekankan pada anak anak berlatih dan bertanding jangan karena uang tetapi karena sebuah prestasi jadi kalau memunculkan bonus, hadiah,atau uang suatu saat kalau tidak ada pasti kecewa, BERLATIH BERPRESTASI…. BERLATIH BERPRESTASI … berlatih berprestasi itulah yang selalu kami ucapkan “ tutup Wartono. *) Ketua Pokja Anak dan Remaja BKKKS Provinsi Jawa Timur


LIPUtan DaEraH

PaHLaWan KEManUsIaan Insan DIsaBILItas DILErEnG GUnUnG KELUD UntUK MEnGGaPaI KEsEtaraan DItEnGaH MasYaraKat : HasIL KUnJUnGan KErJa PoKJa DIsaBILItas Oleh : Asri Wijiastuti, Farida Martarina, Kusmiasih*)

Pengurus BKKKS Provinsi Jawa Timur bersama Guru SLB PGRI Ngancar Kab. Kediri

Perjalanan panjang dari Kota surabaya menuju lereng gunung kelud tepatnya di desa Mergo Urip Ngancar Kediri bersama rombongan Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan sosial (BKKKs) Provinsi Jawa timur. ibu Farida Martarina sebagai Ketua iii sekaligus mewakili Pokja Disabilitas dan ibu Kusmiasih dari Pokja Perempuan pada tanggal 02 November 2018 untuk bercermin pada kiprah sosial yang dilakukan sepasang suami istri (Mas Cholid dan Mbak Fitri) dalam mewujudkan kesetaraan anak berkebutuhan khusus

melalui pendidikan. Empat jam perjalanan yang kami tempuh rasa lelah dan penat sirna manakala sesampai di slB PGri Ngancar kami disambut dan diterima sepasang suami istri yang kami sebut pahlawan kemanusiaan bersama tiga puluh orangtua yang sudah menunggu dengan sabar sejak jam 09. rasa lelah dan terik panas seakan sirna ketika ibu-ibu dan bapak-bapak para orangtua bersama anak-anak yang luar biasa menyambut kami diujung jalan dengan senyuman dan asa. Mbak Fitri dan Mas Cholid Edisi 46 / Juni / 2012 Edisi 60 / Desember 2018

warta wartasosial sosial

29 29


LIPUtan DaEraH

Diskusi Pengurus BKKKS Provinsi Jawa Timur dengan Guru SLB PGRI Ngancar Kab. Kediri

merupakan salah satu dari sekian tokoh yang memperjuangkan keberadaan anak berkebutuhan khusus di Jawa timur untuk tidak dibuli dan hidup setara di tengah masyarakat. Perjalanan yang mereka tempuh setiap hari untuk sampai di sekolah menggunakan motor berjarak 80 km, jarak yang cukup jauh menurut kami ternyata menjadi hal yang biasa bagi mereka berdua untuk memperjuangkan insan disabilitas agar bisa mengenyam pendidikan. Merek a berdua memilik i peranan yang sangat berarti dalam sejarah perjuangan berdirinya sekolah untuk anak berkebutuhan khusus di desa Mergo Urip Ngancar Kediri yang lebih dekat dengan Kota Blitar. Pada tahun 2015 mereka berdua bersama-sama beberapa rekan kerjanya melakukan identifikasi ke daerah sekitar Kecamatan Ngancar ditemukan kurang lebih 43 anak berkebutuhan khusus yang tidak sekolah dan disembunyikan oleh orangtuanya. Kondisi ini membuat mereka berdua menggagas berdirinya sebuah lembaga yang sangat peduli dengan insan disabilitas yang diberi nama lembaga slB PGri Ngancar. Pada tahun 2015 saat pengajaran dimulai hanya lima anak berkebutuhan khusus yang mau sekolah, dengan berbagai alasan yang

30 30

Edisi60 46/ /Desember Juni / 2012/ 2018 Edisi

wartasosial sosial warta

dikemukakan orangtua untuk tidak menyekolahkan anaknya. Perjuangan gigih yang dilakukan akhirnya menuai hasil, dari tahun ke tahun peserta didik berkebutuhan khusus selalu bertambah. sampai saat ini mengelola pendidikan sejumlah 41 anak berkebutuhan khusus dengan katagori tunagrahita sejumlah 30 peserta didik, tunarungu sejumlah 7 orang, tunanetra 1 orang, dan tunadaksa 1 orang, dengan pendidik sejumlah 8 orang. Peserta didik yang dikelola dari kalangan tidak mampu sehingga semua bersekolah dengan biaya gratis, mereka berdua menyatakan mau bersekolah saja sudah syukur bu. Kehadiran Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan sosial (BKKKs) Provinsi Jawa timur merupakan salah satu jawaban ketulusan mereka berdua dalam mengelola pendidikan gratis. Menurut mereka seperti mimpi rasanya tidak percaya rombongan BKKKs Provinsi Jawa timur berkunjung dan memberikan bantuan pada saat terkena bencana letusan gunung Kelud yang dipimpin langsung oleh Bapak Dr. H. tjuk Kasturi sukiadi, sE. selaku Ketua Badan, dan kali ini kali kedua kita datang untuk memberikan penguatan kepada orangtua dan memberikan bantuan alat permainan edukatif. Menurut mereka berdua selain


LIPUTAN DAERAH

kunjungan mereka juga selalu diundang untuk menghadiri buka puasa dan hari disabilitas di kantor BKKKS Provinsi Jawa Timur di Tenggilis untuk menerima bingkisan sebagai guru honorer. Kegiatan kunjungan yang dilakukan diawali dengan memberikan penguatan kepada orangtua sejumlah 30 orang. Penyadaran bahwa anak dilahirkan dalam keadaan fitrah dan memiliki hak untuk berprestasi seperti yang dituturkan oleh ibu Farida Martarina. Beliau menyatakan bahwa putranya bernama Faisal yang saat ini berusia 24 tahun memiliki prestasi nasional dan internasional dibidang atletik dan boce. Pada kesempatan ini para orangtua diajak untuk mulai fokus memperjuangkan anak-anak untuk istiqomah berlatih agar bisa menuai prestasi juga. Penguatan dan penyadaran pada kegiatan parenting yang pertama kali dilakukan membuat para orangtua menangis dan merasa bahwa mereka tidak sendirian. Banyak hal yang bisa dilakukan dimulai dengan mengetahui bakat dan minat anaknya serta melatih kemandirian hidup. Salah satu anak bernama Wahyu adalah seorang anak yang mengalami hambatan tunarungu tergolong terlambat untuk disekolahkan yang saat ini berusia 15 tahun masih di kelas 6 SD, padahal tergolong anak yang cerdas dan mempunyai bakat melukis dan fotografi, berkat penanganan yang tepat saat ini sudah mampu berbahasa oral untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Selain Wahyu ada Fiko seorang anak Down Syndrom juga terlambat dimasukkan sekolah. Kami menyarankan selain menyelenggarakan pendidikan formal juga mengelola non formal kejar paket untuk memfasilitasi anak-anak yang terlambat dimasukkan sekolah.

menginduk ke SLB di daerahnya. Pada kesempatan ini BKKKS Provinsi Jawa Timur juga memberikan bantuan APE kepada kelompok komunitas yang dipimpin oleh Ibu Risma yang sudah sembilan bulan berjalan membuka kelas dirumahnya dengan satu guru yang dikirim dari SLB tempat kelompok menginduk. Ibu Risma merasa tidak memiliki ilmu yang cukup untuk ikut membantu berlangsungnya pendidikan yang sesuai dengan putra putri di kelompoknya secara mumpuni dan profesional. Perjalanan pendidikan adalah perjalanan panjang, belum sampai tujuan, tetapi masih dalam proses. Melalui kiprah nyata Mbak Fitri dan mas Cholid menunjukkan eksistensinya dengan mendedikasikan dirinya dalam kegiatan sosial dan kerelawanan. Bagaimana generasi muda penerus bangsa akan memaknai kearifan yang sudah dicontohkan oleh Mbak Fitri dan Mas Cholid di lereng Gunung Kelud. Kalau saja muncul 100 saja pejuang kesetaraan anak berkebutuhan khusus berikutnya persoalan bullying dan diskriminasi di negeri ini akan menemukan jalannya. Kami sangat berharap kunjungan di lereng gunung Kelud akan menginspirasi generasi yang cerdas dan memiliki dedikasi sosial yang akan melahirkan generasi baru mendatang yang humanistic, memiliki kepekaan nurani, moral dan spiritual. Generasi yang akan membawa generasi mendatang dari diskriminasi di bangsa ini ke jalan kesetaraan menyongsong Fajar. *) Asri Wijiastuti (Ketua I BKKKS Provinsi Jawa Timur), Farida Martarina (Ketua III BKKKS Provinsi Jawa Timur), Kusmiasih (Anggota Pokja Perempuan BKKKS Provinsi Jawa Timur).

Kegiatan ditutup dengan audiensi salah satu orangtua yang bernama ibu Risma yang saat ini mengelola komunitas orangtua sejumlah 14 anak yang menginginkan membuka lembaga pendidikan, dimana saat ini sudah

46 / Juni / 2012 Edisi 60Edisi / Desember 2018

warta wartasosial sosial

31 31


LIPUtan KHUsUs

BEDaH BUKU “DEsa DEVELoPMEnt InDEX� *)

Penggagas dan Penulis Buku Desa Development Index

Bila kita melihat dari sejarah indonesia, wajah indonesia adalah wajah desa, dengan hampir 75.000 jumlah desa, termasuk desa di pesisir dan pulau - pulau kecil yang tersebar, yang kita miliki saat ini rasa - rasanya tak layak jika pembangunan ini mengabaikan peran desa yang telah banyak berkontribusi dalam sejarah republik indonesia. Desa adalah lumbung suara yang selalu diperebutkan dalam pemilihan umum karena sangat menentukan terpilihnya anggota legislatif dari tingkat daerah sampai pusat dan pimpinan eksekutif dari tingkat daerah sampai puncak kekuasaan nasional. Negara dan kelas atasnya, termasuk penguasa politik Ekonomi sosial dan Budaya, berhutang banyak pada desa. Bahkan, untuk memerdekakan negeri ini kontribusi terbesar diberikan oleh orang - orang desa dengan menyumbangkan yang terbaik dari sumber dayanya untuk perjuangan meraih dan mempertahankan kemerdekaannya. Pada Perang Kemerdekaan tentara republik bergerilya dan dihidupi oleh orang - orang desa, meliputi pasokan logistik,

32 32

Edisi Edisi60 46//Desember Juni / 2012/ 2018

warta wartasosial sosial

kebutuhan sehari - hari, perlindungan, dan lain sebagainya. Namun pada kenyataannya dari data Badan Pusat statistik (BPs) per september 2017 menunjukkan bahwa dari 26,58 juta penduduk miskin di indonesia, sebanyak 16 juta di antaranya tinggal di desa. oleh sebab itu, kemiskinan identik dengan desa. Bahkan kondisi kemiskinan tersebut dari hari ke hari makin bertambah. Maka muncullah pertanyaan, mengapa orang yang tinggal di desa semakin miskin? Padahal, di desalah semua sumber daya berada. sumber pangan adanya di desa, sumber bahan baku industri adanya di desa, sumber mineral, gas, tambang, minyak bumi semuanya berlokasi di desa. Dan, sumber tenaga kerja, baik yang terdidik, semi dan bahkan tidak terdidik berada di desa. oleh sebab itu, permasalahan yang ada di desa sangat kompleks, mulai dari ekonomi, kesehatan, hingga pendidikan dan kebudayaan. latar belakang inilah yang mengantarkan kelahiran buku “Desa Development Index�.


LIPUtan KHUsUs

Peserta Bedah Buku Desa Development Index

selanjutnya dalam rangka menyebarluaskan informasi terkait buku tersebut, maka pada hari Kamis, 29 November 2018 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas airlangga telah menyelenggarakan bedah buku “Desa Development Index� di aula tirto, FEB Unair. Bedah buku tersebut dihadiri oleh Dr. H. tjuk Kasturi sukiadi,sE dosen FEB Unair sebagai penggagas Buku Desa Development index, M. sabeth abilawa, s.Ei., M.E. sebagai penulis, dan Dr. Muryani, s.E., M.si., MEMD. sebagai pembahas. Kegiatan bedah buku tersebut berjalan cukup komunikatif, para undangan yang hadir mempertanyakan bagaimana metode penelitian yang digunakan serta apa fungsi buku tersebut bagi Pemerintah maupun akademisi. Dalam pendekatan penelitian buku Desa Development Index ini menggunakan metode penelitian campuran yaitu gabungan antara metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kuantitatif (Cresswell, 2013), sedangkan metode pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer dilakukan dengan turun lapang ke beberapa desa yang dijadikan sampel penelitian menggunakan metode Rapid Rural Appraisal (rra) dan Participatory Rural

Appraisal (Pra), adapun pengambilan data sekunder dilakukan dengan mengumpulkan informasi melalui buku, jurnal, media online, dan data – data di perangkat pemerintahan terkait, yaitu kantor/website BPs Kabupaten dan kantor Desa/Kecamatan setempat. Penentuan sampel desa menggunakan metode cluster sampling dan penentuan responden menggunakan metode purposive sampling. sedangkan profil Desa dikelompokkan berdasarkan jenis Desa, yaitu Desa Pertanian, Desa Hutan, Desa Pesisir dan Desa industri. Dalam buku ini berisi tentang paparan hasil riset yang dilakukan selama satu tahun oleh tim peneliti dari Dompet Dhuafa dan desa sebagai fenomena yang dibanjiri dengan dana dari pusat, juga potret pergulatan sosial, ekonomi, politik, budaya dan pertahanan keamanan. Desa yang diharapkan bisa menjadi model sebuah desa madani dan desa yang masyarakat, budaya, dan tata kelolanya berlandaskan masyarakat madani. selain itu bisa menjadi bahan bacaan bagi para mahasiswa, kaum akademik dan pengkaji kemiskinan di berbagai disiplin ilmu. *) Adi Saputro - Staf Redaksi Warta Sosial BKKKS Provinsi Jawa Timur

Edisi 60 / Desember 2018 Edisi 46 / Juni //2012

warta wartasosial sosial

33 33


LIPUtan KHUsUs

sUGI HErManto tErUs BErKarYa DaLaM GELaP *)

Bapak Sugi Hermanto bersama Ibu DR. Pinky Saptandari W. MA dan mahasiswa Fisip Unair

ada yang istimewa di mata kuliah Etika Kepribadian Jumat, tgl 21 sepetember 2018 pukul 10.00, tiba tiba mahasiswa Fisip Unair kedatangan sugi Hermanto penyandang tuna netra jenis low vision, kelahiran surabaya 18 0ktober 1983. yang telah menghasilkan sejumlah vidio jurnalistik dan diunggahnya di Channel Youtube “Mlaku Mlaku” seputar tempat tempat menarik di kota surabaya. sugi sengaja dihadirkan oleh dosen mata kuliah Etika Kepribadian, Dr Pinky saptandari w Ma untuk sharing pengalaman berkarya dalam gelap, proses pengembangan kualitas kepribadian hingga kualitas kekaryaan. Proses mengasah potensi yang ada pada diri sugi agar memotivasi mahasiswa.

34 34

Edisi Edisi60 46//Desember Juni / 2012/ 2018

warta wartasosial sosial

“saya mulai buat video sejak april 2018. sebelum bom surabaya terjadi. saya dilatih mas andreas, jurnalis tV swasta di surabaya,” kata sugi mengawali pertemuan pagi itu. Bagi sugi, walaupun penglihatannya terbatas, dia biasa melakukan banyak hal secara mandiri. Belasan video reportase seputar surabaya yang dia unggah ke channel-nya, dia lakukan sendiri. Untuk melihat sesuatu, sugi harus benar benar mendekat sampai jarak yang paling dekat dengan mata“. Mengenali sebuah tulisan yang akan saya ambil gambarnya, saya harus mendekat terlebih dahulu dan memotret menggunakan ponsel, hasilnya saya perbesar sampai terbaca. Kalau melihat hasil gambar di handycam, terkadang mata saya


LIPUtan KHUsUs

Bapak Sugi Hermanto saat berbagi pengalaman dengan mahasiswa FISIP Unair

harus nempel begitu juga kalau ngedit vidionya, jadi tidak bisa langsung seperti teman teman. saya butuh berkali kali untuk mengedit satu buah video dan itupun bisa 2 sampai 3 hari bahkan bisa sampai satu minggu” kisahnya. sugi memilih membuat video karena pada tahun 2004 pernah melihat langsung pembuatan video sehingga terus melekat di ingatannya. “saat itu, saya melihat teman teman mencari sudut pandang terbaik sampai ke bawah bawah mendekati tanah, sehingga saya tertarik dan ingin mencoba tetapi sesuai dengan kemampuan saya, trus langsung terfikir untuk membuat video tentang wisata kota surabaya dan video berkisah tentang hak hak penyandang disabilitas yang belum terpenuhi tapi saya masih kesulitan mencari teman yang pas waktunya untuk bisa saya ajak kerjasama, karena tidak mungkin gambarnya cuma gambar saya saja, hla mengambil gambarnya bagaimana”. Kata sugi sambil tersenyum.

“Video pertama yang saya buat tentang taman Jayengrono depan Jembatan Merah Plaza surabaya, saya mengambil taman Jayengrono karena setiap hari saya lewati ketika berangkat dan pulang kerja. Kemudian tentang bis tingkat yang harus antri 5 jam untuk bisa naik dan ikut killing killing kota surabaya, saya juga sudah membuat perjalanan saya dan teman saya sesama tuna netra atung dan tutus jalan jalan ke pantai Parangtritis. Dan masih banyak lagi , saya hanya berharap video-video itu bisa menjadi referensi yang bermanfaat bagi warga kota surabaya dan Jawa timur”. "sekarang teknologi semakin memperkecil kesenjangan. apa yang bisa dilakukan nondifabel, juga bisa dilakukan oleh difabel. kebanyakan tunanetra jadi tukang pijat, buat keset, musisi, atau guru tetapi sekarang bisa belajar citizen journalism sambung alumni YPaB surabaya. sugi pun tidak pernah menuntut karyakarya yang dia buat harus sempurna.

Edisi 46 / Juni / 2012 Edisi 60 / Desember 2018

warta wartasosial sosial

35 35


LIPUtan KHUsUs

Bapak Sugi Hermanto bersama Ibu DR. Pinky Saptandari W. MA dan Bapak Dr., Drs., Falih Suaedi, M. Si (Dekan FISIP Unair)

Pemikiran seperti itu, menurutnya, akan menghambat langkah kecilnya untuk melakukan sesuatu yang dia sukai. "Menurut saya, tidak hanya bagi penyandang disabilitas, tapi untuk semua, kita sudah harus berani melakukan apapun, meskipun itu kecil dan berangkat dari hobi. Kita tidak bisa menuntut nanti harus sempurna," ujarnya. Dengan pemikiran seperti itu, dia akan terus melakukan hal-hal kecil itu agar bisa terus melangkah. Dengan terus melangkah, sugi berharap setidaknya dia sudah semakin dekat untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. sugi Hermanto alumni Jurusan Pendidikan luar Biasa (PlB) Fakultas ilmu Pendidikan (FiP) Universitas Negeri surabaya, terbiasa pergi ke manapun sendirian. sebagai PNs, sugi setiap pagi harus menaiki beberapa kali angkutan umum dari rumahnya di Jalan Ploso, tambaksari, surabaya, ke tempat dia mengajar di sekolah Dasar Negeri 1 di Desa tlogopatut, Gresik. sugi juga menempuh perjalanan itu secara mandiri. Kegiatan mengajar

36 36

Edisi Edisi60 46//Desember Juni / 2012/ 2018

warta wartasosial sosial

baginya adalah sesuatu yang sangat dia sukai. alasannya sederhana, karena setiap hari dia bisa bertemu dengan anak-anak dengan berbagai ekspresi yang berbeda. Bersama dua rekannya, bapak dua anak laki-laki ini juga mendirikan lembaga pemberdayaan disabilitas yang dinamai lembaga Pemberdayaan tunanetra (lPt) surabaya pada 10 November 2003 silam. tujuannya, untuk memberdayakan dan mengadvokasi hak-hak penyandang disabilitas di surabaya dan Jawa timur, sebagai bentuk tanggung jawab sosialnya. "sebagian besar dari kami sudah memiliki pekerjaan tetap, dan rata-rata sudah berstatus PNs. Kami menganggap ini sebagai bentuk Csr kami untuk teman-teman penyandang disabilitas lainnya," katanya. Karena itu, dia menganggap, apa yang dia lakukan sebenarnya bukanlah hal yang besar. itu adalah hal kecil yang bisa dia lakukan untuk melangkah mendekati impian dan harapannya. *) Pri Handayani-Ketua Pokja Anak dan Remaja BKKKS Provinsi Jawa Timur


LIPUtan KHUsUs

DIEs nataLIs KE-41 FIsIP UnaIr Dan PEnGanUGraHan soEtanDYo FIsIP UnaIr aWarD 2018 *)

Bapak Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc (Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih 2019-2024) mendapatkan kenang-kenangan dari Bapak Dr., Drs., Falih Suaedi, M. Si (Dekan FISIP Unair)

Pada tanggal 16 November 2018 Fakultas llmu sosial dan ilmu Politik Universitas airlangga merayakan Puncak Dies Natalis yang ke-41 tahun. Kegiatan dilaksankan di aula soetandyo FisiP Unair, acara tersebut dilaksanakan pukul 12.30 sampai 16.00 wib dengan tema “Berkarya, Bertumbuh dan Bersinergi�. acara diawali dengan tasyakuran potong tumpeng, sebagai wujud syukur FislP UNair telah mencapai usia ke-41 serta harapan agar semakin berkarya, kemudian pembukaan FisiP Ideas Matter (FiM) 5.0 yang dilanjutkan dengan kuliah tamu oleh Dr. Emil Elestianto Dardak,

M.sc dengan tema "Millenial Challenges in Digital Era: Striving Creativity, Pursuing Innovation, and Necessi ty of Action". D a l a m p a p a r a n n y a B a p a k D r. Emil Elestianto Dardak, M.sc ( wakil Gubernur Jawa timur terpilih 20192024) menyampaikan motivasi kepada seluruh mahasiswa dan dosen yang hadir pada kegiatan tersebut, beliau juga menyampaikan lulusan FisiP UNair telah banyak menjadi orang-orang yang hebat, bahkan Gubernur Jawa timur terpilih 2019-2024 ibu Dra. Hj. Khofifah indar Parawansa, M. sii juga merupakan alumni FisiP UNair. Dalam kesempatan tersebut Edisi 46 / Juni / 2012 Edisi 60 / Desember 2018

warta wartasosial sosial

37 37


LIPUtan KHUsUs

Penyerahan Soetandyo Fisip Unair Award oleh Bapak Dr., Drs., Falih suaedi, M. Si (Dekan FISIP Unair) kepada Ibu Misiyah (Direktur Institut KAPAL Perempuan)

Bapak Dr. Emil Elestianto Dardak, M.sc juga berharap selalu mendapatkan saransaran yang segar dari FisiP UNair untuk kemajuan Jawa timur demi mewujudkan masyarakat Jawa timur yang sejahtera. selanjutnya kegiatan yang sudah menjadi agenda tahunan adalah Penganugrahan soetandyo Fisip Unair award. soetandyo award merupakan bentuk apresiasi yang diberikan oleh FisiP UNair kepada sosok inspiratif yang mewujudkan perjuangan almar hum Prof. s oetandyo. Prof soetandyo wignjosoebroto, MPa. Beliau adalah guru besar dan salah satu pendiri FisiP Unair, Prof. soetandyo pernah berkata “andaikan saya ini mati dan bisa dilahirkan kembali, saya akan tetap memilih menjadi guru lagi. Guru itulah kebanggan kami�. sebagai pejuang, Prof. soetandyo konsisten memperjuangkan nilai-nilai keadilan, hak asasi manusia, pluralisme, kebangsaan dan civil society. soetandyo Fisip Unair award sudah dilaksanakan mulai tahun 2015, pada tahun 2015 penghargaan diberikan kepada ibu Prof. sulistyowati irianto (Guru Besar antropologi Hukum Fakultas Hukum Universitas indonesia), tahun

38 38

Edisi Edisi60 46//Desember Juni / 2012/ 2018

warta wartasosial sosial

2016 penghargaan diberikan kepada Bapak Dr. imam B. Prasodjo (Praktisi Hak asasi Manusia dan sosiolog), tahun 2017 penghargaan diberikan kepada ibu Esti susanti Hudiono, M. si (aktivis Perempuan dan General Secretary Komunitas aiDs indonesia). sedangkan pada tahun 2018 anugerah soetandyo Fisip Unair award diberikan kepada ibu Misiyah, Direktur institut KaPal Perempuan. KaPal Perempuan merupakan kependekan dari lingkaran Pendidikan alternatif untuk Perempuan. organisasi KaPal merupakan wadah dan penghubung gerakan perempuan dalam melakukan aksi refleksi untuk keadilan gender dan perdamaian. KaPal Perempuan bekerja di seluruh indonesia dan telah berhasil mengembangkan sekolah perempuan di desa-desa yang telah melahirkan 5000 kader. selain sebagai aktivis perempuan, Misiyah juga aktif dalam berbagai penelitian mengenai pemberdayaan perempuan. *) Adi Saputro - Staf Redaksi Warta Sosial BKKKS Provinsi Jawa Timur


LIPUtan KHUsUs

BKKKs ProVInsI JaWa tIMUr MEMPErJUanGKan aDanYa sIM D BaGI Insan DIsaBILItas tUna rUnGU *)

Sosialisasi Mekanisme Permohonan SIM D bagi Insan Disabilitas di Polda Jatim

Momentum peringatan Hari Disabilitas internasional pada hari Minggu (2/12/2018) merupak an ajang bagaimana menjalin sillaturahmi antara sesama ummat manusia untuk bisa saling berbagi. Hal itulah yang dilakukan oleh Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan sosial (BKKKKs) Provinsi Jawa timur untuk mendengarkan aspirasi dan memperjuangkan keinginan para insan disabilitas tuna rungu untuk mendapatkan hak nya memperoleh siM D, siM bagi penyandang disabilitas. Ketua Umum BKKKs Provinsi Jawa timur Bapak Dr. H. tjuk Kasturi sukiadi, sE mengatakan bahwa ada keinginan dari sahabat sahabat tuna rungu untuk tertib berkendara di jalan, mereka selama ini ketakutan, karena mereka tidak mempunyai siM. oleh karenanya kami dari BKKKs Provinsi Jawa timur merasa wajib memyuarakan aspirasi mereka, karena BKKKs Provinsi Jawa timur ini sebagai rumah mereka. Berkaitan dengan itu, selaku Ketua Umum BKKKs Provinsi Jawa timur, �saya sudah berkirim surat kepada Kapolda Jatim agar mendengarkan aspirasi anak anak kita tuna rungu keinginan

tertib berlalu lintas agar bisa mendapatkan siM D� Ujarnya. surat yang ditujukan kepada Kapolda Jatim perhal siM D bagi insan tuna rungu sudah dikirim tanggal 1 oktober 2018. selang beberapa waktu surat dari BKKKs Provinsi Jawa timur ke Polda Jawa timur akhirnya mendapatkan respon, pada tanggal 22 oktober 2018 BKKKs Provinsi Jawa timur berkesempatan kordinasi dengan Polda Jawa timur terkait sosialisasi Mekanisme Permohonan siM bagi insan disabilitas. Kompol Dies Ferra Ningtias, s.i.K. Kasi siM (subditregident Ditlantas Polda Jatim) dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Penerbitan siM D khusus bagi penyandang disabilitas dapat diterbitkan bila memenuhi persyaratan antara lain memenuhi persyaratan administrasi, Usia dan Kesehatan serta melalui tahapan mekanisme penerbitan siM dan dinyatakan lulus uji teori dan praktik. selama persyaratan tersebut terpenuhi maka Polri menerbitkan siM sesuai dengan siM yang diajukan, adapun berkaitan dengan permasalahan yang dibahas berhubungan Edisi 60 / Desember 2018 Edisi 46 / Juni // 2012

warta wartasosial sosial

39 39


LIPUtan KHUsUs dengan persyaratan kesehatan yang meliputi kesehatan jasmani dan rohani, kesehatan jasmani meliputi penglihatan, pendengaran, fisik/perawatan dan pemeriksaan kesehatan sudah diatur dalam Pasal 34-36 Perkap Nomor 9 tahun 2012 tentang siM, sesuai dengan ketentuan tersebut maka kesehatan dalam hal pendengaran menjadi salah satu atensi, hal tersebut dikarenakan dapat mempengaruhi keselamatan pengemudi di jalan raya, sebagai contoh dalam berkendara perlu pendengaran bagus mengingat dalam berkendara salah satu isyarat mengemudi adalah menggunakan klakson. oleh sebab itu hasil dari diskusi ini akan di laporkan ke pimpinan untuk pengambilan kebijakan lebih lanjut dan bila ada tindaklanjut maka akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait. sementara itu akp Heru sudjio Budi santoso, s.H., (Paur siM subditregident Ditlantas Polda Jatim) menyampaikan bahwa Pihak Polri mengklarifikasi bahwa tidak ada maksud sama sekali untuk mempersulit para penyandang disabilitas dalam mendapatkan siM, melainkan kami hanya mengikuti aturan yang sudah ada. Bagi kami ini adalah permasalahan baru yang menyangkut tuna runggu, terutama dalam hal pemeriksaan kesehatan untuk uji siM dan akan kami tindak lanjuti lebih lanjut. terkait kesehatan dr. Fahim (berdinas di Dokkes Brimob) menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan yang dilakukan menyangkut pemeriksaan secara umum yang meliputi

pengukuran tensi, pemeriksaan perawakan/ fisik, mata dan telinga, bila dalam pemeriksaan tersebut dinyatakan normal dan layak untuk memiliki siM maka akan dikeluarkan surat keterangan dokter. Namun untuk hal-hal yang bersifat khusus pemeriksaan dilakukan oleh spesialis, seperti contoh dalam permasalahan ini melibatkan spesialis tHt, Hal tersebut dikarenakan untuk menghindari adanya oknum yang memanfaatkan hal tersebut. Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum BKKKs Provinsi Jawa timur Bapak Dr. H. tjuk Kasturi sukiadi, sE menyampaikan bahwa BKKKs Provinsi Jawa timur memfasilitasi dan mendampingi rekan-rekan tuna runggu yang ingin memperjuangkan hak-nya. sesuai UndangUndang memang sudah diatur sedemikian rupa, namun dalam hal ini dimohon untuk melihat dari sisi kemanusiaan, seperti gerakan inklusi yang sudah berjalan di negara-negara maju, seperti dinegara maju yang dinilai adalah kompetensi atau keahliannya. Mengambil perbandingan dari Negara-negara maju kendaraan yang digunakan oleh penyandang disabilitas dipasangkan sticker atau tanda khusus sehingga pengemudi lain bisa mengetahui bahwa pengemudi tersebut penyandang disabilitas. selain itu pertimbangan untuk memudahkan pengurusan siM bagi penyandang tuna runggu adalah biaya hidup yang bisa dua kali lipat bila setiap hari harus naik angkutan umum. Dibeberapa tempat seperti di wilayah Kediri, Bandung, Kalimantan, ada beberapa penyandang tuna runggu yang sudah mendapatkan siM, selain itu dibeberapa

Suasana Diskusi Sosialisasi Mekanisme Permohonan SIM D bagi Insan Disabilitas di Polda Jatim

40 40

Edisi Edisi60 46//Desember Juni / 2012/ 2018

warta sosial


LIPUtan KHUsUs

Insan Tuna Rungu yang berjuang memperoleh SIM D

wilayah, penyandang disabilitas juga belum bisa mendapatkan siM D padahal sudah mengajukan ke satpas, maka kami berharap ada kebijakan khusus terkait permasalahan ini. Maskurun (Yuyun), Ketua Gerkatin Jatim yang merupakan insan tuna runggu menyampaikan bahwa pada tahun 2007-2013 kami mengajukan permohonan siM ke Polres Kediri namun ditolak karena alasan kesehatan/pendengaran, namun setelah kami berusaha untuk mengusahakan dengan menghadap ke Kapolres Kediri, kami bisa mendapatkan siM dengan mengikuti ujian teori dan praktik dengan jujur tanpa melalui calo/suap, setelah itu tahun 2014 kami mengusahakan untuk diwilayah sidoarjo, selanjutnya kami ke ke wilayah surabaya, namun untuk wilayah surabaya ditolak. Kami membutuhkan siM untuk kebutuhan pekerjaan dan lebih meringankan biaya hidup. Harapan kami Kapolda bisa membuat peraturan khusus bagi tuna runggu, sehingga kami bisa menerima hak yang sama, kami pernah melakukan pemeriksaan ke dokter tHt dan mendapatkan surat keterangan, namun waktu ke satpas ditolak. Bagi tuna runggu, himbauan ditempat pelayanan tidak efektif bila menggunakan audio, seperti penyebutan nomor antrian ataupun pengumuman.

Ketua DMi Jatim, abdul syakur memberikan keterangan bahwa pada tahun 2005 kami pernah mengajukan permohonan siM namun ditolak dengan alsan kesehatan, pada tahun 2010-2011 kami mengajukan kembali namun juga ditolak, setelah itu kami melakukan pemeriksaan dokter sekaligus menunjukkan kepada dokter bahwa kami bisa mengendarai kendaraan yang sudah di modif terlebih dahulu sesuai kebutuhan. Penyandang tuna runggu memang tidak bisa mendengar, namun mereka bisa merasakan bila ada kendaraan yang menyalip melalui getarannya, rekan kami yang tuna daksa di wiayah Madiun Kota dan lamongan belum bisa mendapatkan siM D dengan alsan pihak kepolisian belum siap. Kami berharap melalui pertemuan ini bisa dibantu bersama sama memperjuangkan agar kiranya kepolisian juga bisa memahami kekhawatiran kami, semoga saja keinginan kami untuk tertib, bisa didengar oleh kepolisian Jatim, sehingga ada diskresi syarat siM D bagi penyandang tuna rungu. *) M. Isa Ansori, Anggota Dewan Pendidikan Jatim, Wakil Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi BKKKS Provinsi Jawa Timur

Edisi 46 / Juni //2012 Edisi 60 / Desember 2018

warta wartasosial sosial

41 41


EssaI PEsErta HarI sUMPaH PEMUDa Dan HarI PaHLaWan 2018

GEnErasI MILEnnIaL PEMEGanG CIta-CIta BanGsa *)

Generasi Milenial diperkenalkan Kekuatan Angkatan Laut Indonesia di Komando Armada RI II agar mengetahui bagaimana Angkatan Laut menjaga kedaulatan Republik Indonesia

Bangsa indonesia merupakan salah satu bangsa yang sedang berkembang dengan segala perbedaan. Maka tak salah jika founding father kita memilih semboyan “Bhineka tunggal ika� yang berasal dari bahasa Jawa kuno dikutip dari kitab sutasoma, berarti berbeda-beda tetapi tetap satu kesatuan. Mencintai kebhinekaan berarti mencintai perbedaan. Dengan mencintai kebhinekaan maka kita sebagai bangsa indonesia bukan menjadikan hal tersebut perbedaan sebagai halangan, tetapi menjadikannya suatu kelebihan. Dengan hal ini, saya mempunyai pemikiran yang cukup tepat dalam mencintai kebhinekaan dan menghayati jati diri bangsa indonesia di era globalisasi dengan generasi millennial yang sudah mulai meluntur semangat cinta tanah airnya. saat ini tak banyak generasi muda yang masih memegang teguh nilai-nilai Pancasila dan sumpah Pemuda sebagai kecintaannya terhadap bangsa indonesia ini. Pancasila memang benar- benar sudah menjadi dasar ideologis bangsa. Pancasila tidak pernah

42 42

Edisi60 46//Desember Juni / 2012/ 2018 Edisi

wartasosial sosial warta

menjelaskan adanya perbedaan dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Justru Pancasila yang menjembatani kita semua dalam keberagaman yang ada di indonesia ini. selain itu, nasionalisme sering kali dipermasalahkan oleh sebagian orang. Nasionalisme tidak hanya sekedar membela pertandingan sepak bola, nasionalisme itu bagaimana masyarakat indonesia menyikapi kebanggaan dirinya terhadap ideologi Pancasila. sejarah mengatakan bahwa ideologi Pancasila berkedudukan sebagai alat pemersatu bangsa. artinya, ketika Pancasila digunakan sebagai alat, maka masyarakat sebagai pengguna perlu mengaplikasikan kehidupan berketuhanan YME di indonesia dengan menjaga kebhinekaan dalam keberagaman agama. situasi dan kondisi yang terjadi di indonesia itu tergantung dari masyarakatnya sendiri. Kita jangan mudah goyah hanya karna provokasi yang tidak jelas dari mana asalnya tersebut. ingat, bahwa banyak kepentingan asing di negara ini, oleh karena itu kita jangan pernah terpancing dalam politik adu domba


ESSAI PESERTA HARI SUMPAH PEMUDA DAN HARI PAHLaWAN 2018 di negeri sendiri. Justru kita perlu waspada terhadap ancaman yang datang dari luar ke dalam negeri yakni dengan menjaga Kebhinekaan dan membangun Indonesia. Oleh karena itu, warga Indonesia perlu terus menjaga dan memperkuat politik entitas yang dimiliki sejak dahulu. Pemimpin kita terdahulu mengajarkan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang berketuhanan, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Pendekatan yang dilakukan oleh pemimpin kita dulu adalah pendekatan keamanan (security approached), dimana pemimpin-pemimpin tersebut memiliki tujuan untuk menjaga keberagaman yang ada di dalam negeri. Tetapi, apabila hal tersebut hanya dilakukan oleh pemerintahan saja tidaklah cukup, sehingga perlu ditopang oleh masyarakatnya itu sendiri. Berbicara perihal Pancasila dan kebhinekaan, tak pernah lepas dari yang namanya sejarah dan perjuangan para pahlawan pendahulu kita. Itu sebabnya kita harus ingat akan hal itu, sehingga perjuangan para pahlawan dapat kita teruskan sebagai generasi muda saat ini. Telah banyak jiwa yang dikorbankan demi NKRI tercinta ini. Untuk itu perlu adanya sebuah penghargaan yang bisa membalas jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Contoh paling sederhana untuk mengenang jasa pahlawan yaitu dengan memperingati hari-hari besar nasional, seperti peringatan Hari Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan, dan lain sebagainya sebagai wujud keloyalan kita kepada negara ini. Berbicara perihal peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan yang baru-baru ini kita peringati. Bisa dibayangkan betapa mirisnya melihat generasi muda saat ini yang lalai terhadap sejarah bangsanya, lupa asal-usulnya, serta tidak banyak pemuda saat ini yang benar- benar menerapkan norma-norma dan nilai-nilai Pancasila dalam hidup berbangsa dan bernegara. Yang menyebabkan hati geram, terlebih ada pemuda masa kini yang bahkan tidak hafal sila Pancasila, bagaimana bisa itu terjadi? Apakah mereka tidak menghargai jasa para pahlawan yang gugur dalam memperjuangkan bangsa ini? Sedemikian hingga bangsa ini dapat merebut kemerdekaan kembali. Sejak SD kita diceritakan mengenai sejarah Hari

Pahlawan dikemas dalam kisah perlawanan, tak lupa foto bung Tomo yang sampai saat ini terpajang dalam buku-buku IPS atau Sejarah. Alhasil dalam benak masyarakat kebanyakan yang dinamakan pahlawan adalah mereka yang berjuang di medan pertempuran melawan penjajah baik gugur maupun tidak. Padahal gelar pahlawan nasional tidak hanya disematkan pada mereka yang saya sebutkan di atas saja, ada Ismail Marzuki dalam bidang Sastra, juga Tirto Adhi Soerjo dalam bidang pers. Toh masyarakat sudah terlanjur mendefinisikan pahlawan sesuai cerita yang mereka tangkap di sekolah. Pahlawan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya. Zaman millennium dimana sudah berakhir yang dinamakan penjajahan fisik membuka peluang anak-anak bangsa untuk terjun di pentas global di berbagai bidang seperti ; olahraga, seni, sains, dan lainnya. Tentu untuk berprestasi dan mengharumkan nama bangsa. Dan terbukti sudah banyak prestasi Indonesia yang ditorehkan di bidang Sains, beberapa tahun ke belakang siswa-siswi Indonesia memenangkan olimpiade Fisika di tingkat Asia dan Internasional. Itu salah satunya, belum lagi ada seorang anak SMP-Arrival Dwi Sentosa yang bisa membuat antivirus yang dinamakan ARTAV pada tahun 2011, bidang olahraga, dan banyak lagi prestasi di berbagai bidang lain. Apakah mereka bukan pahlawan? padahal mereka mengharumkan nama bangsa di mata dunia, membuat produk orisinal Indonesia dan bermanfaat bagi khalayak serta sesuai dengan definisi yang ada mengenai pahlawan. Walaupun belum mendapat gelar simbolik sebagai Pahlawan Nasional. Hal ini perlu mendapat perhatian besar bagi pemerintah dan kita semua, dimana era millennium pemaknaan Pahlawan dan Hari Pahlawan harus sudah digeser tanpa menafikkan sejarah 10 November, untuk memperkenalkan pahlawan-pahlawan baru Indonesia, untuk tak terjebak dalam masa lalu saja. Bung Karno pernah berkata, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.� Karena setiap zaman memiliki tantangan yang berbeda, maka di setiap zaman pasti mempunyai pahlawan tersendiri.

Edisi 46 / Juni // 2012 Edisi 60 / Desember 2018

warta wartasosial sosial

43


ESSAI PESERTA HARI SUMPAH PEMUDA DAN HARI PAHLaWAN 2018 “Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah! keadaan genting! Tetapi saya peringatkan sekali lagi, jangan mulai menembak, baru kalau kita ditembak maka kita akan ganti menyerang mereka itu, kita tunjukkan bahwa kita ini benar-benar orang yang ingin merdeka...� Begitulah petikan pidato Bung Tomo menjelang pertempuran 10 November, saat Kota Surabaya diultimatum akan dibumi hanguskan oleh pihak sekutu. Suara asli pidato bung Tomo yang berapi-api tersebut masih bisa didengar di Museum 10 November, museum yang dibangun dengan tujuan utama mengenang kembali semangat dan pengorbanan arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia. Museum 10 November berlokasi tepat di jantung Kota Surabaya, tepatnya berada di tiga jalan utama Surabaya, yaitu Jalan Pahlawan, Jalan Tembakan, dan Jalan Bubutan. Kurang lebih seperti itulah gambaran semangat bangsa Indonesia di masa penjajahan yang bertolak belakang dengan bangsa Indonesia saat ini. Menurut saya, hal yang seperti ini dapat mengikiskan jiwa nasionalisme generasi muda kita perlahan demi perlahan. Maka dari itu sangat diperlukan sebuah dobrakan dari anak negeri untuk senantiasa mengajak sesamanya memperbaiki serta membangun kembali nasionalisme, patriotisme, serta heroisme di benak setiap individu.

44 44

Edisi Edisi60 46//Desember Juni / 2012/ 2018

warta wartasosial sosial

Berdasark an pengalaman saya ketik a mengikuti seminar kebangsaan dan Surabaya heroic city tour yang diadakan oleh BKKKS Provinsi Jawa Timur pada Jumat-Sabtu, 9-10 November 2018. Saya merasa bahwa kegiatan semacam itu sangat diperlukan guna menambah wawasan kebangsaan generasi muda, menambah kecintaan terhadap NKRI, serta dapat mengingat-ingat kembali bagaimana proses panjang yang dilalui para pahlawan nasional yang telah rela mengorbankan segalanya demi negara tercinta ini. Untuk itu, seharusnya program seperti itu menjadi agenda tahunan di setiap daerah, bukan hanya di Jawa Timur. Selain untuk menambah wawasan kebangsaan juga mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan dan peduli sesama. Di sini toleransi amat sangat diperlukan. Bagaimana tidak, faktanya tanpa kita sadari setiap tindak tanduk kita pasti harus melihat juga situasi dan kondisi lingkungan. Generasi apatis hanya akan mengikis jiwa pejuang kemerdekaan masa kini. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi nama Indonesia kedepannya dimana generasi mudanya yang sudah mulai luntur nilai budayanya kini sudah terbantu dengan adanya kegiatan seperti itu. Saya berharap agar kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan dan dikembangkan, karena banyak manfaat yang bisa didapat dari situ. *) Icha Rachma Mutiara Fitri (Siswi SMAN Taruna Nala Jatim)


KronIK

PErInGatan HarI DIsaBILItas IntErnasIonaL (HDI) 2018 *)

Bapak Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc (Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih 2019-2024) hadir untuk memberikan semangat bagi peserta Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2018

Hari Disabilitas internasional (HDi) adalah hari raya bagi insan disabilitas di seluruh dunia. BKKKs Provinsi Jawa timur sebagai orsos koordinatif pada tingkat Provinsi telah menyelenggarakan Peringatan Hari Disabilitas internasional (HDi) untuk semua Disabilitas (lintas kecacatan dan lintas organisasi) agar bisa terbina kebersamaan dan juga sebagai Program Kerja rutin setiap tahun. Pada peringatan hari disabilitas internasional (HDi) 2018, BKKKs Provinsi Jawa timur bekerjasama dengan Yayasan BK3s Jawa timur dan para donatur telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan dengan tema “indonesia inklusi dan ramah Disabilitas� Kegiatan dimulai pada hari sabtu tanggal 01 Desember 2018 telah menyelenggarakan workshop bisnis online untuk disabilitas, penyerahan bantuan alat bantu bagi disabilitas bekerjasama dengan jejaring asiawork dari jam 08.00 wib s/d 14.00 wib yang dihadiri 150 orang insan disabilitas dari

seluruh Jawa timur. Kegiatan dilanjutkan dengan menyelenggarakan sosialisasi dan simulasi pengurangan resiko bencana (PrB) inklusif bagi disabilitas oleh BPBD Provinsi Jawa timur dari jam 14.00 wib s/d 16.00 wib yang dihadiri 100 orang insan disabilitas. Masih di hari yang sama diselenggarakan malam reuni keakraban insan disabilitas se Jawa timur, membuka akses jejaring tenaga kerja disabilitas melalui d’network, sosialisasi hak pelayanan publik dan pengaduan mal administrasi oleh ombudsman republik indonesia dari jam 19.00 wib s/d 21.00 wib yang dihadiri 800 orang insan disabilitas dari seluruh Jawa timur. kegiatan tersebut ber tujuan agar para disabilitas bisa berkumpul dan sebagai ajang silahturahmi sesama insan disabilitas. acara tersebut juga diramaikan dengan kegiatan pentas seni dan dilengkapi dengan dibukanya stand angkringan dengan berbagai macam makanan. setelah kegiatan usai, para peserta yang berasal dari luar kota juga bermalam di Yayasan BK3s Jawa timur. Edisi 46 / Juni //2012 Edisi 60 / Desember 2018

warta wartasosial sosial

45 45


KronIK

Tampilan Pentas Seni dari Insan Disabilitas

Puncak acara HDi diselenggarakan pada tanggal 02 Desember 2018. Para peserta berkumpul di halaman gedung Yayasan BK3s Jawa timur mulai pukul 05.00 dengan mengadakan senam bersama dilanjutkan jalan sehat menempuh rute kurang lebih 3 km yang diikuti lebih kurang 2300 peserta. selain itu ada pemeriksaan kesehatan gratis bagi insan disabilitas dan pemeriksaan mata gratis bagi disabilitas bekerjasama dengan rsUD dr. soetomo, Puskesmas tenggilis Mejoyo, stiKEs Hang tuah dan rs Mata Undaan. selain kegiatan diatas, kegiatan lainnya yaitu touring motor roda tiga yang mengikutsertakan kurang lebih 200 motor dengan rute keliling surabaya. Misi dari kegiatan touring ini adalah mengaktualisasi diri disabilitas dengan menunjukkan bahwasannya mereka bisa berbuat dan berkreasi. setelah touring motor disabilitas memasuki finis, para peserta langsung melaksanakan lomba ketangkasan motor roda tiga. Dalam lomba tersebut terlihat peser ta dengan penuh antusias dan atraktif bisa menaklukkan medan lomba ketangkasan yang telah disediakan dengan berbagai macam rintangan. sementara itu

46 46

Edisi6046/ /Desember Juni / 2012/ 2018 Edisi

wartasosial sosial warta

yang tak kalah menariknya didalam gedung Yayasan BK3s Jatim diselenggarakan pentas seni dari disabilitas dengan berbagai macam jenis tampilan, kegiatan pentas seni tersebut diikuti oleh murid-murid dari slB dan organisasi disabilitas. Dalam Peringatan HDi juga diselenggarakan bazar dari berbagai macam hasil karya disabilitas dengan membuka puluhan stand. Hasil karya disabilitas tersebut beraneka ragam, ada yang berjualan kerajinan tangan, produk olahan bahkan ada yang membuka pijat. Bazar tersebut merupakan wujud nyata apresiasi hasil karya disabilitas. selain bazar panitia juga membuka pasar murah yang berisikan barang-barang layak pakai mulai dari baju, tas, sepatu dan lain sebagainya yang berasal dari sumbangan untuk para disabilitas dengan harga murah. Kegiatan pada tahun ini semakin meriah dengan kehadiran Bapak Dr. Emil Elestianto Dardak, M. sc (wakil Gubernur Jawa timur terpilih 2019 - 2024), dalam sambutannya beliau menyampaikan “seluruh warga negara, khususnya warga Jawa timur harus memiliki kemampuan yang sama, kita semua sama walaupun dengan cara yang istimewa atau dengan cara yang khusus. Kedepan


KronIK

Sambutan Ibu Jaleswari Pramodhawardani (Deputy V Bidang Politik, Hukum, Keamanan dan HAM Kantor Staf Presiden RI)

ibu Khofifah indar Parawansa (Gubernur Jawa timur terpilih 2019-2024) dan saya selaku wakil Gubernur Jawa timur terpilih 2019 - 2024 akan membangun aksesibilitas yang baik bagi penyandang disabilitas yang merupakan tujuan dari pembangunan berkelanjutan dengan prinsip no one left behind. tidak ada seorang pun yang tertinggal. seluruh pembangunan di Jatim adalah pembangunan untuk semua, tanpa terkecuali, salah satu usaha tersebut adalah dengan mendorong pendidikan inklusi dan memberikan perhatian khusus bagi lembaga penyelenggara pendidikan yang kerap kali mampu memberikan pelayanan bagi disabilitas, namun malah diabaikan oleh pemerintah. Beliau mengharapkan seluruh elemen masyarakat Jawa timur mampu berdaya, berperan mengemban tugas bersama seperti salah satu nilai dalam Nawa Bhakti satya dalam mendukung pembangungan yang lebih inklusif dan berkeadilan. sehingga kita bersama akan terlibat dan diberdayakan dalam pembangunan Jawa timur, Dari kita, oleh kita, dan untuk kita semuanya”.

Presiden ri), beliau menyampaikan ucapan terimakasih atas undangannya dan sangat bangga atas apa yang telah diselenggarakan BKKKs Provinsi Jawa timur dalam Peringatan Hari Disabilitas internasional (HDi) 2018, beliau juga menyampaikan bahwa “Bapak Presiden ir. Joko widodo telah berusaha semaksimal mungkin dalam pemberdayaan dan perhatian pada disabilitas, walaupun masih banyak yang perlu ditingkatkan, salah satunya adalah pendataan disabilitas yang harus lebih akurat lagi”.

s elain itu hadir pula i bu Jaleswar i Pramodhawardani (Deputy V Bidang Politik, Hukum, Keamanan dan HaM Kantor staf

*) Adi Saputro - Staf Redaksi Warta Sosial BKKKS Provinsi Jawa Timur

Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum BKKKs Provinsi Jawa timur Bapak Dr. H. tjuk Kasturi sukiadi, sE menyampaikan bahwa “semua elemen masyarakat harus saling memiliki rasa peduli, utamanya kepada insan disabilitas, selain itu para disabilitas harus percaya diri, berdikari dan membuktikan mereka memiliki ketrampilan yang tidak kalah dengan yang lainnya, kesadaran saling menjunjung tinggi hak warga Negara tidak terkecuali insan disabilitas yang harus ditanamkan sejak dini dilingkungan masyarakat”

46 / Juni // 2018 2012 Edisi 60Edisi / Desember

warta wartasosial sosial

47 47


KronIK

PErInGatan HarI sUMPaH PEMUDa Dan HarI PaHLaWan taHUn 2018 *)

Peserta Peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan 2018

Dalam rangk a memperingati hari sumpah Pemuda dan hari Pahlawan tahun 2018, BKKKs Provinsi Jawa timur telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan untuk Penanaman Nilai-Nilai Kepahlawanan kepada Generasi Muda dengan mengangkat tema Peringatan Hari sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan tahun 2018 “Dengan Kebhinekaan Kita satukan tekad dan langkah untuk Negeri�. serangkaian kegiatan tersebut dimulai dengan Mengenal Kekuatan angkatan laut indonesia pada Hari Jumat, 09

48 48

Edisi Edisi6046/ /Desember Juni / 2012/ 2018

warta wartasosial sosial

November 2018 bertempat di Komando armada ri ii di Dermaga Ujung surabaya. Disana para peserta berkesempatan berkunjung ke museum Jalasveva Jayamahe yang memiliki ketinggian kurang lebih 30 meter, disini siswa dikenalkan bagaimana Komando armada menjaga kedaulatan republik indonesia selama ini. setelah dari Komando armada ri ii peserta diajak ke Gedung Nasional indonesia (GNi) surabaya dengan mengikuti acara FGD Kebangsaan, disana para peserta dipandu para mentor mendiskusikan beberapa hal terkait kebangsaan.


KronIK

Peserta Peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan 2018

Kegiatan dilanjutkan pada malam hari dengan acara Dialog Pemuda Persatuan dan Kebangsaan bertempat di Gedung Yayasan BK3s Jawa timur di Jl. raya tenggilis GG 10 surabaya. Narasumber dalam Dialog Kebangsaan adalah Bapak dr. ananto sidohutomo, Mars, Bapak Dr. H. tjuk Kasturi sukiadi, sE., Bapak sumitro, s.Pd. M. Pd dan dipandu moderator ibu Dr. Pinky saptandari, w. Ma. Pada hari berikutnya dilanjutkan dengan kegiatan surabaya Hero City Tour pada hari sabtu tanggal 10 November 2018. rute kegiatan wisata Heritage Kota surabaya yaitu : ziarah dan tabur bunga di makam Bung tomo (Jl. Ngagel), kunjungan di tugu Pahlawan (Jl. Pahlawan), kunjungan di rumah kelahiran ir. soekarno (Jl. Pandean), kunjungan di rumah Hos tjokroaminoto (Jl. Peneleh), kunjungan ke Hotel Mojopahit (Jl. tunjungan), ziarah dan tabur bunga di makam wr soepratman (Jl. Kenjeran), ziarah tabur bunga di taman Makam Pahlawan (Jl. Kusuma Bangsa). Peser ta dalam kegiatan tersebut berjumlah 100 orang pelajar sMa dan Universitas dari surabaya dan sekitarnya

serta beberapa insan disabilitas baik disabilitas tunadaksa, tunarungu maupun tunanetra. Bapak Dr. H. tjuk Kasturi sukiadi, sE (Ketua Umum BKKKs Provinsi Jawa timur) menyampaikan bahwa semua rentetan sejarah perjuangan kemerdekaan adalah pemuda yang sebagaian besar berkorban, oleh sebab itu kegiatan yang melibatkan generasi muda seperti ini diharapkan generasi muda harus dapat menjunjung tinggi rasa nasionalisme dan menjaga keutuhan bangsa sementara itu, rai salah satu pelajar dari sMaN Nala Jatim menyampaikan bahwa pesan yang dapat diambil dari rangkaian kegiatan ini adalah dapat belajar nilai nilai sejarah dan perjuangan- perjuangan para pahlawan terutama di angkatan laut yang telah memperjuangkan dan menjaga kedaulatan wilayah indonesia dari para penjajah. *) Adi Saputro - Staf Redaksi Warta Sosial BKKKS Provinsi Jawa Timur

46 / Juni / 2018 2012 Edisi 60Edisi / Desember

warta wartasosial sosial

49 49


KronIK

PEnGUrUs BKKKs ProVInsI JaWa tIMUr Dan YaYasan BK3s JaWa tIMUr aUDIEnsI DEnGan IBU Dra. Hj. KHoFIFaH InDar ParaWansa, M. sI {GUBErnUr JaWa tIMUr tErPILIH 2019-2024} *)

Foto bersama Pengurus BKKKS Provinsi Jawa Timur dan Yayasan BK3S Jawa Timur bersama Ibu Dra. Hj. KhoďŹ fah Indar Parawansa, M. SI

Pada pertengahan tahun 2018 hiruk pikuk dunia politik di indonesia menghangat dengan perheletan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 merupakan agenda politik nasional dengan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah secara serentak. Dari data KPU ri terdapat 171 daerah yang melaksanakan Pilkada 2018 dengan rincian 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten yang akan menyelenggarakan Pilkada di 2018. Beberapa Provinsi di antaranya

50 50

Edisi6046/ /Desember Juni / 2012/ 2018 Edisi

wartasosial sosial warta

adalah Jawa Barat, Jawa tengah, dan Jawa timur. Di Provinsi Jawa timur calon Gubernur dan wakil Gubernur adalah ibu Khofifah indar Parawansa berpasangan dengan Bapak Emil Elestianto Dardak dan Bapak saifullah Yusuf berpasangan dengan ibu Puti Guntur soekarno. Pemungutan suara sendiri digelar pada 27 Juni 2018 secara serentak selanjutnya setelah melalui kontestasi yang cukup sengit, maka melalui rapat Pleno terbuka Penetapan


KronIK

Serah Terima Cinderamata dari BKKKS Provinsi Jawa Timur melalui Bapak DR. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE kepada Ibu Dra. Hj. KhoďŹ fah Indar Parawansa, M. SI

Pasangan Calon terpilih Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Jawa timur KPU Jatim pada tanggal 24 Juli 2018 telah menetapkan pasangan ibu Khofifah indar Parawansa dan Bapak Emil Elestianto Dardak sebagai Gubernur dan wakil Gubernur Jawa timur terpilih periode 2019-2024. Penetapan tersebut tertuang dalam surat Keputusan (sK) KPU Jawa timur Nomor: 42/Pl/.01.3.KPt/35/ Prov/Vii/2018 tentang Penetapan Calon terpilih dalam Pilgub Jatim 2018. pasangan ibu Khofifah indar Parawansa dan Bapak Emil Elestianto Dardak unggul dari sang rival dengan perolehan suara sah sebanyak 10.465.218 atau setara 53,55 persen. Dengan terpilihnya Gubernur dan wakil Gubernur Jawa timur periode

2019-2024, maka Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan sosial (BKKKs) Provinsi Jawa timur yang merupakan organisasi sosial koordinatif tingkat Provinsi yang merupakan lembaga non Pemerintah yang independen dan mendukung program serta kegiatan Pemerintah di bidang pemberdayaan dan pelayanan Penyandang Masalah Kesejahteraan sosial (PMKs), pengembangan serta mobilisasi Potensi dan sumber Kesejahteraan sosial (PsKs) serta penanganan permasalahan sosial berkesempatan melaksanakan audiensi dengan ibu Dra. Hj. Khofifah indar Parawansa, M. si (Gubernur Jawa timur terpilih 20192024) pada tanggal 24 oktober 2018 di Jl. Progo No. 5 surabaya.

46 / Juni / 2018 2012 Edisi 60Edisi / Desember

warta wartasosial sosial

51 51


KronIK

Diskusi Pengurus BKKKS Provinsi Jawa Timur dan Yayasan BK3S Jawa Timur bersama Ibu Dra. Hj. KhoďŹ fah Indar Parawansa, M. SI

Diskusi dalam audiensi tersebut terkait dengan masalah Kesejahteraan sosial di Jawa timur dan Nasional, yang sekirannya dapat dilakukan bersama antara Pemerintah Jawa timur dengan BKKKs Provinsi Jawa timur. Bapak Dr. H. tjuk Kasturi sukiadi, sE (Ketua Umum BKKKs Provinsi Jawa timur) telah menyampaikan berbagai macam kegiatan yang telah dilaksanakan BKKKs Provinsi Jawa timur, salah satunya telah menjembatani insan disabilitas tuna runggu dalam pemenuhan memperoleh surat izin Mengemudi melalui Polda Jatim. ibu Dra. Hj. Khofifah indar Parawansa, M. si juga cukup antusias mendengarkan paparan Bapak Dr. H. tjuk Kasturi sukiadi, sE termasuk mencermati Program Kerja BKKKs Provinsi Jawa timur tahun 2018.

52 52

Edisi6046/ /Desember Juni / 2012/ 2018 Edisi

wartasosial sosial warta

Kegiatan audiensi ini dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahmi antara BKKKs Provinsi Jawa timur dan Pemerintah Provinsi Jawa timur, karena dalam mewujudkan penanganan dan pengentasan masalah kesejahteraan sosial di Jawa timur yang sangat beragam dan luas cakupannya, BKKKs Provinsi Jawa timur akan berkoordinasi dan bekerjasama dengan Pemerintah dan organisasi sosial baik pada tingkat Nasional maupun Daerah dengan menjalin dan mengembangkan jejaring kemitraan. *) Adi Saputro - Staf Redaksi Warta Sosial BKKKS Provinsi Jawa Timur


Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

53


54

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial


ALAMAT KANTOR - Kantor Pusat : ruko Graha Niaga Citra Blok 6-7 lt 2 Jl. raya surabaya- Krian KM 29 sidoarjo telp. 031- 8978604 – 031-8978605 - Cabang Krian : ruko Graha Niaga Citra Blok 6-7 lt1 Jl. raya surabaya-Krian KM 29 sidoarjo telp. 031- 8978604 – 031-8978605 - Cabang Sepanjang : Jl. Bebekan No.21 sepanjang telp. 031-7871461 - Cabang Candi : Jl. raya Candi No.39 sidoarjo telp 031-8072282

PRODUK SIMPANAN 1. Prinsip titipan (al-wadi’ah) • tabungan wadi’ah Haji. • tabungan wadi’ah Qurban. • tabungan wadi’ah inshada. • tabungan wadi’ah Qordhiyu

- Cabang Ampel : Jl. KH Mas Mansyur No. 143 surabaya telp. 031-3539404, 031-3576174 - Cabang Mojokerto : Pasar tanjung anom Blok tG-12 Jl. residen Pamudji- Mojokerto telp. 0321-381557 - Cabang Mojosari : ruko Graha adipura, Jl. Gajahmada G-5 Mojosari telp 0321-596592 - Kas Wonokromo : stand lDKa N0.1-2 Pasar wonokromo surabaya telp. 031- 8410678

PRODUK PEMBIAYAAN 1. Prinsip Bagi Hasil (syirkah) • Pembiayaan Mudharabah • Pembiayaan Musyarakat

2. Prinsip Bagi Hasil (syirkah) • tabungan Mudharabah Umum • tabungan Mudharabah Pelajar • Deposito Mudharabah jangka 1, 3, 6 dan 12 bulan • Deposito Mudharabah Muqayadah • saham

2. Prinsip Jual Beli (al-Bai’) • Pembiayaan Murabahah • Pembiayaan istishna’ 3. Prinsip sewa (al-Ujrah) • Pembiayaan ijarah Murni • Pembiayaan ijarah Muntahiyyah Bit tamlik 4. Prinsip alih Hutang (al-Hawalah) 5. Prinsip Pinjaman (al-Qordh)

Situs : www.bprsyariah.com

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial

55


56

Edisi 46 / Juni / 2012

warta sosial


Millions discover their favorite reads on issuu every month.

Give your content the digital home it deserves. Get it to any device in seconds.