Warta Sosial BKKKS Jatim edisi 62 Agustus 2020

Page 1


daftar isi

3. SALAM REDAKSI • Relawan sosial sebagai penjaga kedamaian dan keutuhan bangsa 4. TOKOH • Cak Durasim sang maestro ludruk yang revolusioner

ISSN No. 1410 - 1254

Di masa Pandemi Covid - 19 BKKKS Jawa Timur Fokuskan Perhatian Pada Kegiatan Bantuan Sosial

7. SOROTAN • Dari seni budaya untuk mengasah jiwa sosial • Membincang kenormalan baru pendidikan ditengah wabah Covid - 19 11. LIPUTAN DAERAH • Dari reyog Ponorogo untuk pemajuan kebudayaan Indonesia 13. LIPUTAN KHUSUS • Tidak akan pupus, kalau menolongnya dengan hati • Rembug budaya haul Gus Dur kesepuluh • Kolaborsi tanpa batas menjemput tahun 2020 • Di masa pandemi Covid-19 BKKKS Jawa Timur fokuskan perhatian pada kegiatan bantuan sosial • Pentingnya mempersiapkan diri pasca Covid-19 24. KRONIK • Penyerahan bantuan bagi ibu hamil dan menyusui dimasa pandemi Covid-19 • Peringatan Hari Lansia Nasional • Tali asih kebaikan BKKKS Jawa Timur di bulan Ramadhan 1441 H/2020 M • Seminar Kesehatan “sehat itu bahagia” • Kunjungan kerja LKKS Provinsi Kalimantan Timur • Peringatan hari Ibu • Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2019 • Seminar Nasional PAUD • Peringatan hari Sumpah Pemuda dan hari Pahlawan 2019 • Pelatihan mengolah limbah dan membuat pestisida ramah lingkungan

Serba Serbi Relawan Sosial BKKKS Jawa Timur Dalam Membagikan 3.000 Sembako Pada Warga Jawa Timur Terdampak Pandemi Covid-19

43. POJOK RELAWAN SOSIAL BKKKS JAWA TIMUR • Serba serbi relawan sosial BKKKS Jawa Timur dalam membagikan 3.000 sembako pada warga Jawa Timur terdampak pandemi Covid-19 • Relawan sosial BKKKS Jawa Timur bergembira bersama anak anak ruang pasien di Hari Anak Nasional 2020 46. SARANG LAPAK BKKKS JAWA TIMUR 50. PELUNCURAN TABUNGAN SOSIAL RELAWAN SOSIAL BKKKS JAWA TIMUR 51. PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA BERCERITA IBU DAN ANAK 53. DOKUMENTASI KEGIATAN BKKKS JAWA TIMUR 54. IN MEMORIAM 55. BPRS BHAKTI MAKMUR INDAH & GEDUNG YAYASAN BK3S JATIM

Cover Cak Durasim

2

Edisi 46 / Juni / 2012

WARTA SOSIAL

Peluncuran tabungan sosial relawan sosial BKKKS Jawa Timur


SALAM REDAKSI ISSN No. 1410 - 1254

RELAWAN SOSIAL SEBAGAI PENJAGA KEDAMAIAN DAN KEUTUHAN BANGSA Kehadiran majalah Warta Sosial edisi kali ini mengalami keterlambatan terbit yang cukup panjang akibat COVID-19 yang melanda seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Segala daya, pikiran dan tenaga fokus untuk urusan pandemi COVID-19, mulai dari respons untuk pencegahan hingga pemulihan terhadap dampak yang ditimbulkan. Pandemi COVID-19 di Indonesia terjadi sejak bulan Maret yang telah membawa perubahan luar biasa dalam dinamika kehidupan masyarakat. Semua aktivitas harus berubah dan dikerjakan dari rumah, mulai dari kegiatan belajar, beribadah hingga ekonomi. Dampak COVID-19 sangat berat, khususnya bagi mereka yang mengalami PHK, termasuk juga bagi kelompok lanjut usia dan disabilitas. Atas dasar itulah BKKKS Jawa Timur memutuskan untuk mengubah strategi layanan kesejahteraan sosial dengan mengutamakan pada pemberian bantuan sembako kepada mereka yang sangat membutuhkan. Hingga akhir bulan Juli 2020, telah dibagikan sekitar 3000 paket sembako kepada kaum dhuafa, lansia, disabilitas, guru SLB honorer dan beberapa panti asuhan dan panti werda.

kepedulian, keikhlasan, gotong royong, dan tentu juga kreatifitas, termasuk memperluas jaringan individu atau lembaga yang mau bergabung sebagai donatur.

Semakin banyak jumlah masyarakat yang membutuhkan bantuan kesejahteraan sosial menjadi tantangan yang membutuhkan respons gerakan cepat dari semua pihak, tidak terkecuali para relawan sosial BKKKS Jawa Timur. Suatu gerakan yang membutuhkan

Salam Peduli dan Cinta Negeri!

Pandemi COVID-19 memberi sinyal tentang semakin pentingnya peran relawan sosial di masa depan, di mana semangat sebagai relawan sosial patut selalu dipelihara dan diperkuat untuk meningkatkan kualitas layanan kesejahteraan sosial. Dalam aktivitas sebagai relawan sosial membutuhkan kepekaan sekaligus kemampuan mengasah jiwa sosial, sebagai modal sosial penting untuk mewujudkan kedamaian dan keutuhan bangsa. Sebagai penutup, selamat membaca Warta Sosial edisi ke-62, semoga bermanfaat untuk mengasah nurani, serta memperkuat kepedulian dan tanggung jawab kepada sesama yang membutuhkan bantuan sosial. Mari terus menjaga perilaku kesehatan sesuai standar kesehatan dalam atasi COVID-19, agar semua tetap sehat dan tetap semangat dalam memberi layanan kesejahteraan sosial.

Pinky Saptandari

Pelindung : H. Wawan Setiawan, SH. (Ketua Pembina Yayasan BK3S Jatim) Dra. Hj. Tuti Rofiati (Ketua Umum Yayasan BK3S Jatim) Penasehat : Hj. R. Asijah Djoemra, Ny. Hj. Indijati Sukiadi, SH Ny. Hj. Sri Murti Sutardjo, Drs. Sutopo Wahyu Utomo, SH, MM., Prof. Dr. Ir. Soenaryo, M.Pd. Penanggung Jawab : Dr. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE. Pimpinan Redaksi : Dr. Pinky Saptandari W, MA. Wakil Pimpinan Redaksi : Dr. Asri Widjiastuti, M.Pd. Dewan Redaksi : Dr. Dra. N. K. E. Triwijati, Dr. H. Arman Linda, SH. M. Si Farida Martarina, Adhy Mursantyo Soeparno, Dra. Hj. Faridatul Hanum, M. Kom. I Redaksi Pelaksana : Marini, M.Psi, Psikolog, Dian Ika Riani, SE, M. Isa Ansori, Spd. M. Pd. Staf Redaksi : Pri Handayani, Maschunafik, S. Ag., Adi Saputro, SE. Tata Usaha/Iklan dan Sponsorship : Dra. Hariyati Distribusi dan Sirkulasi : Team Sekretariat

SOSIAL WARTA

Alamat Redaksi : Jl. Raya Tenggilis GG 10 Surabaya 031- 8411672, 031- 8492530 0823 3485 5101 http://bk3sjatim.org bk3s_jatim@yahoo.co.id bk3sjatim@gmail.com @bkkksjatim

Edisi Edisi46 38//Juni Juli / 2008 2012 Ijin Terbit : ISSN No. 1410-1254 WARTA SOSIAL

3


TOKOH

CAK DURASIM SANG MAESTRO LUDRUK YANG REVOLUSIONER Oleh : M. Isa Ansori*)

Gedung Cak Durasim di Surabaya

Zaman penjajahan merupakan masa masa sulit bagi setiap orang saat itu. Setelah terlepas dari penjajahan Belanda, Indonesia mengalami cengkraman penjajahan kembali yang dilakukan oleh Jepang. Meski penjajahan Jepang tidak berlangsung begitu lama, namun penderitaan rakyat juga tidak reda pula. Akibat penderitaan itulah yang kemudian mendorong setiap orang untuk berjuang terbebas dari cengkraman penjajahan.

4

Edisi 62 / Agustus / 2020

WARTA SOSIAL

Tak terkecuali Cak Durasim, meski beliau seorang seniman tapi tak menyurutkan semangat juang yang dilakukan. Cak Durasim melakukan perlawanan melalui kerja kerja keseniannya. “Pagupon omahe doro, melu Nippon tambah soro�, parikan bernada sindiran nan memberontak inilah yang membawa nyawa Cak Durasim, sang maestro ludruk berakhir di bawah pemerintah kolonial Jepang. Keberaniannya melakukan kritik dan perlawanan memang tak bisa ditawar lagi.


TOKOH

Cak Durasim yang bernama asli Gondo Durasim. Ia lahir di Jombang, Jawa Timur. Cak Durasim merupakan seniman ludruk yang memprakasai perkumpulan ludruk di Surabaya. Pada tahun 1937, ia mempopulerkan cerita-cerita legenda Soerabaja dalam bentuk drama. Dalam setiap pertunjukan ludruk yang digelarnya sudah termasuk satu kesatuan dari tari remo yang menampilkan kepahlawanan, juga dagelan sebagai sisipan, dan baru kemudian masuk ke inti cerita. Selain di Jombang, ia juga pernah mulai membentuk kelompok ludruk di Surabaya. Hal ini karena dalam pembentukannya ludruk tersebut disponsori oleh Tom alias Dr. Soetomo, tokoh pejuang perintis kemerdekaan yang terkenal di awal ke-20. Kedatangan tentara Jepang tidak membuat kecil nyalinya. Bahkan pada tahun 1942 ketika tentara Jepang menguasai negeri ini, melalui ludruk sebagai media siar, ia membangkitkan semangat juang arek-arek Surabaya dalam mengkritik pemerintah penjajah, di dalam setiap pementasan drama ludruknya. Selain menceritakan legenda Surabaya ia juga mementaskan cerita perjuangan-perjuangan lokal masyarakat Jawa Timur. Dan, gendhing Jula-Juli Surabaya melengkapkan kritik yang disampaikan pemerintah penjajah. Pada puncaknya waktu pentas di Keputran Kejambon Surabaya ia melantunkan kidungan yang sangat populer yang berbunyi: "Pegupon omahe doro, urip melu Nippon tambah sengsoro". Akibat sebaris kalimat itulah ia ditangkap, disiksa oleh tentara Jepang dan akhirnya mereka menyeretnya ke penjara. Ia meninggal dunia setahun kemudian, dan dimakamkan di Makam Islam Tembok. Berkat keberanian itu, namanya dikenang sepanjang masa sebagai seniman serta pahlawan. Cak Durasim sebenarnya bukan hanya sekedar seniman, apalagi seniman biasa. Reputasinya menjulang tinggi melewati batas-batas dunia seni karena ia juga satu di antara sedikit tokoh yang berani berkata “tidak� kepada penguasa penjajahan Jepang di Indonesia. Karya – karya yang dihasilkan Cak Durasim

Makam Gondo Durasim di makam islam tembok gede Surabaya

Edisi 62 / Agustus / 2020 WARTA SOSIAL

5


TOKOH

seolah mempunyai “ruh“ menggerakkan siapapun yang mendengarnya. Pasemon yang dia lontarkan yang mengatakan “Bakupon omahe doro, melu Nippon tambah soro“ tak sekedar memekakkan telinga kolonial Jepang, tapi juga mampu menggerakkan semangat perlawanan rakyat saat itu. Cak Durasim Menjawab Propaganda Jepang. Semboyan tentara Jepang ketika menjajah Indonesia disebutkan sebagai saudara tua dari timur. Tentu saja Jepang berharap kelak yang dilakukan di Indonesia akan mendapatkan simpati dari rakyat Indonesia. Namun dengan kecerdasan dan kemampuannya menyusun dan merangkai kata kata menjadi sebuah “pasemon”. Jepang selalu mengatakan bahwa kehadiran mereka adalah sebagai saudara tua rakyat Indonesia yang tak perlu dikhawatirkan dan ditakuti. Karena mereka, menurut propaganda itu, tidak sama dengan Belanda atau negaranegara lain yang berniat menguasai Indonesia. Te t a p i , C a k D u r a s i m m e l a k u k a n perlawanan propaganda tentara Jepang itu dengan kidungan kidungannya. Cak Durasim selalu menggemakan bahwa Jepang sama saja dengan Belanda. “Pegupon omahe doro, melok Nippon tambah soro (pegupon rumahnya burung dara, ikut Jepang tambah sengsara),” begitulah kidungan Cak Durasim yang membuat tentara Jepang marah. Durasim pun diburu tentara Jepang sampai ke pelosok-pelosok kampung. Ternyata seluruh arek Suroboyo sepakat melindungi Cak Durasim dan rela mengaku dirinya sebagai Cak Durasim setiap ditanya oleh tentara Jepang. Meimura, seniman Ludruk Surabaya pernah menggambarkan bagaimana militansi arek arek Suroboyo berjuang bersama sama cak Durasim melawan

6 6

Edisi Edisi62 46 / Agustus Juni / 2012/ 2020 WARTASOSIAL SOSIAL WARTA

penjajahan Jepang. Menurut ungkapannya, ketika Cak Durasim dicari cari oleh tentara Jepang akibat kidungannya, Jepang mengejarnya sampai kepelosok pelosok kampung di Surabaya. Namun Jepang tak bisa menemukan sosoknya, karena setiap pemuda yang ditanya oleh tentara Jepang, selalu mengatakan dirinyalah yang disebut sebagai Cak durasim. “Itulah militansi arek Suroboyo terhadap Cak Durasim. Semuanya ngaku dirinya Cak Durasim, semata agar Cak Durasim terlindungi dan bebas dari kejaran tentara Jepang,” ungkap Meimura. Meski Cak Durasim sempat ditangkap dan dimasukkan penjara. Selama di balik jeruji besi itu, Cak Durasim mendapat siksaan dan dilarang main ludruk. “Tetapi Cak Durasim bukan seniman biasa. Dia seniman yang paham citacita bangsanya. Maka begitu keluar dari penjara Jepang, dia tetap main ludruk. Terus mengobarkan semangat arek Suroboyo, terus menyadarkan masyarakat agar melakukan perlawanan pada Jepang,” kata Meimura. Amarah tentara Jepang pun kian memuncak. Jepang akhirnya berhasil menangkap dan langsung mengeksekusi seniman ludruk tersebut. “Cak Durasim diakhiri di atas panggung ketika melakukan pementasan ludruk “, ujar Meimura. Kini meski Cak Durasim terbaring dipusaranya, namun semangat perjuangannya selalu menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya. Cak Durasim boleh gugur, tapi semangat perlawanan melawan penjajahan , melawan ketidak adilan tetap harus disemai dalam dada setiap manusia Indonesia yang mewarisi Indonsesia sebagai pusaka. Semoga jasad Cak Durasim selalu dalam dekapan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang. *) Anggota Dewan Pendidikan Jatim, Anggota Pokja Remaja dan Pemuda BKKKS Jawa Timur


SOROTAN

DARI SENI BUDAYA UNTUK MENGASAH JIWA SOSIAL Oleh : Pinky Saptandari *)

Keragaman seni budaya Indonesia

“Bekupon omahe doro, melok nipon dadi soro�, merupakan parikan Cak Durasim yang menggambarkan kepekaan sosial seorang seniman tentang kondisi sosial politik pada masa penjajahan Jepang, yang mengantarkannya pada kematian. Cak Durasim sang seniman Ludruk menjadikan parikan sebagai medium untuk mentransformasikan nilai luhur budaya bangsa dan sekaligus kritik sosial. Ludruk merupakan seni tradisi rakyat di Jawa Timur yang bukan sekedar aspek hasil karya sebagai budaya materi belaka, namun memiliki juga aspek nilai berkaitan dengan pengetahuan tradisional, juga bahasa. Pertunjukan ludruk sarat dengan nilai-nilai kebajikan yang membutuhkan pengetahuan tentang tradisi, teknologi tradisional, serta membutuhkan kemampuan bahasa untuk mentransformasikan ajaran luhur budaya lokal melalui kesenian tradisi. Hal ini membuktikan bahwa beraktivitas dalam seni budaya menjadi sarana mengasah kepekaan sekaligus mengasah jiwa sosial.

Seni budaya mengasah jiwa sosial juga ditemukan pada Campur Sari ala Didik Kempot, seni lokal yang sedang naik daun dan melahirkan komunitas sobat ambyar. Menarik, karena musik Didik Kempot mulai disukai oleh anak-anak muda di Indonesia bahkan juga anak-anak muda di Korea dan negara-negara lain. Harus diakui peran media elektronik yang digawangi anak-anak muda ikut berkontribusi terhadap upaya globalisasi genre musik Campur Sari Didik Kempot. Musik Campur Sari yang identik dengan selera orang-orang jaman dulu, tibatiba bermetamorfosa menjadi musik yang disukai anak-anak jaman now. Perubahan selera musik yang menggembirakan ditengah-tengah derasnya arus budaya asing seperti K-Pop dari Korea. Ini saatnya pemerintah dan masyarakat memberi penghargaan pada kekuatan budaya local semacam itu. Lokalitas menjadi kata kunci penting dalam pengembangan industri kreatif berbasis pengetahuan dan talenta kreatif

Edisi 46 / Juni // 2012 Edisi 62 / Agustus 2020 WARTA WARTASOSIAL SOSIAL

77


SOROTAN

berbasis budaya lokal yang tersebar diseluruh penjuru tanah air. Ketika semua menyatu dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan, termasuk seni tradisi, maka tujuan pemajuan kebudayaan dapat terwujud. Lahirnya Undang Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, menjadi peluang penting sekaligus strategis untuk mengajak anak-anak muda ikut serta dalam merawat proses pemajuan kebudayaan. Mulai dari mengembangkan nilai-nilai luhur budaya bangsa, memperkaya keberagaman budaya, ikut memperteguh jati diri bangsa, hingga melestarikan warisan budaya bangsa melalui berbagai cara. Melalui kesenian ludruk atau bercampur sari ala Didik Kempot, bisa menjadi cara yang relatif efektif untuk ikut serta memajukan kebudayaan Indonesia dengan memanfaatkan teknologi digital. Era revolusi industri 4.0 dapat dimanfaatkan untuk membuat perubahan mendasar, mengangkat kelokalan seperti seni lokal menjadi peluang ekonomi. Pembahasan tentang seni budaya untuk mengasah jiwa sosial, saya tutup dengan mengutip rangkuman hasil diskusi Forum Rembug Budaya Haul Gus Dur ke-10 tanggal 28 Desember 2019 yang diadakan di Ciganjur. Forum rembug budaya tersebut membahas tantangan kebudayaan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, hal-hal yang dibahas, antara

lain: (i) adanya ketidak adilan dan diskriminasi terhadap kelompok rentan (perempuan dan anak, minoritas agama dan kepercayaan, difabel, dan lain-lain); (ii) politisasi kebudayaan dan agama yang mengakibatkan ketegangan dan perpecahan; (iii) kontribusi Indonesia terhadap pengembangan kebudayaan dunia yang masih minim, di mana Negara belum mengelola kebudayaan secara efektif. Beberapa rekomendasi yang patut dicatat dari forum Forum Rembug Budaya Haul Gus Dur ke-10 tersebut: (i) bahwa kebudayaan harus melestarikan kemanusiaan dengan menangk ap pergumulan kemanusiaan, khususnya pengalaman hidup kelompokkelompok rentan/lemah seperti perempuan, penghayat kepercayaan, difabel, dan lain-lain; (ii) Negara harus memberikan jaminan berekspresi dan dukungan sumber daya untuk gerakan kebudayaan dalam bentuk akses, fasilitas, dan ruang. Forum rembug budaya tersebut pada intinya menekankan keberpihakan serta memberi ruang kepada kelompok rentan/ lemah, antara lain dengan menggiatkan aktivitas budaya agar menjadi sarana mengasah jiwa sosial melalui pengembangan ekosistem kebudayaan yang partisipatoris untuk pemajuan kebudayaan Indonesia. *) Pimpinan Redaksi Warta Sosial BKKKS Jawa Timur

Ludruk Irama Budaya Surabaya

8 8

Edisi Edisi62 46 / Agustus Juni / 2012/ 2020 WARTASOSIAL SOSIAL WARTA


SOROTAN

MEMBINCANG KENORMALAN BARU PENDIDIKAN DITENGAH WABAH COVID - 19 Oleh : M. Isa Ansori*)

Ilustrasi Hari Anak Nasional ditengah pandemi covid 19

Selalu ada cerita dibalik sebuah situasi yang sulit, tidak terkecuali didalam situasi sekarang ini yang dunia sedang dilanda pendemi global virus corona. Virus corona sampai hari ini telah menjadi “monster “ yang menakutkan dan menimbulkan kecemasan serta kepanikan. Kebijakan “lock down“ yang dilakukan dibeberapa negara dan daerah di Indonesia, memaksa semua orang untuk kemudian berhati hati dan lebih banyak menghindar dari kerumunan. Tentu saja situasi seperti ini akan memaksa setiap orang untuk mencari cara agar aktifitas produktif tetap bisa dilaksanakan , tapi tetap terjaga keselamatannya. Melakukan aktifitas dengan cara mendesrupsi merupakan sebuah keniscayaan. Ujian nasional sekolah yang berlangsung bersamaan dengan merebaknya wabah corona di Indonesia memaksa pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional untuk melakukan upaya – upaya konrit agar pelaksanaan ujian bisa berjalan lancar. Mulai dari

anjuran mengikuti prosedur yang disebarkan bagaimana mencegah penularan virus sampai dengan apa yang harus dilakukan oleh sekolah agar ujian tetap bisa berjalan. Ujian kita selalu dilangsungkan secara konvensional dengan cara tatap muka disekolah didalam sebuah ruangan dan murid mengerjakan melalui PC masing yang disediakan sekolah, padahal model kerumuna seperti ini yang dikuatirkan oleh pemerintah, karena kerumunan seperti ini akan mempercepat terjadinya penyebaran. Jauh sebelum terjadinya pendemi global corona ini, pemerintah melalui kurikulumnya sudah mensyaratkan pembelajaran jarak jauh melalui daring internet, namun sayangnya tidak banyak dunia pendidikan kita mulai dari pendidikan dasar, menengah sampai perguruan tinggi yang menggunakannya. Pada situasi seperti sekarang dunia pendidikan, suka atau tidak suka, harus memiilih langkah disrupsi dengan memulai menggunakan pembelajaran jarak dalam jaringan. Edisi 46 / Juni // 2012 Edisi 62 / Agustus 2020 WARTA WARTASOSIAL SOSIAL

99


SOROTAN

“Keterpaksaan“ menggunakan model pembelajaran online tentu merupakan “ berkah “ bagi dunia pendidikan yang sedang dikembangkan di Indonesia. Kesadaran untuk memanfaatkan jaringan internet dalam proses pembelajaran sejatinya akan memudahkan proses belajar yang akan dilakukan. Dengan kata lain proses belajar bisa dilakukan kapanpun dan dimana. Ruang kelas akan menjadi terdegradasi maknanya, ruang kelas akan dimaknai sebagai ruang maya yang terhubung antar pembelajar satu dengan pembelajar yang lainnya dalam sebuah tema diskusi yang sama. Partisipasi masyarakat akan semakin luas dalam mengikuti proses belajar. Tentua akan ada yang merasa menjadi korban, tapi lambat laun semua akan bisa merasakan manfaatnya. Bukankah kita masih ingat, dunia transportasi kita juga mengalami era disrupsi yang akan menggusur mereka yang tidak siap. Hadirnya transportasi online yang awal – awalnya menjadi ancaman bagi transportasi konvensional, pada kahirnya juga memaksa tarnsportasi konvensional untuk melakukan hal yang sama menggunakan model online dalam pelayananya. Nah pada kahirnya saat ini, hampir semua orang merasa dimudahkan dengan hadirnya tarnportasi online. Transportasi online telah menjadi disrupsi didunia tranportasi kita. Tidak cukup layanan antar jemput, tapi juga sudah merambah pada layanan – layanan lain yang bisa dilakukan dengan menggunakan aplikasi online. Dunia pendidikan kita pada akhirnya juga akan menghadapi masalah yang sama, keberadaan sekolah konvensional akan bernasib sama seperti tarnsportasi konvensional. Akan terjadi migrasi besar – besaran dari bentuk tatap muka konvensional menuju tatap muka dalam jaringan. Dan tentu ini akan memaksa semua unsur pembelajaran mulai dari guru (dosen), sarana pembelajaran dan cara belajar untuk berubah semua. Peningkatan kualitas guru dan dosen dalam penggunaan tehnologi pembelajaran merupakan sebuah keniscayaan. Peningkatan kualitas layanan sarana prasarana belajar juga tak bisa diabaikan, guru ( dosen ) harus memahami aplikasi apa dan bagaimana melakukan proses belajar melalui online. Semua harus segera berubah. Perkembangan dan percepatan tehnologi tentu menjadi sebuah kebutuhan, namun kalau tidak dipaksa untuk melakukan percepatan, sudah bisa diduga percepatan yang diharapkan tidak akan bisa berjalan baik. Isu corona sebagai pandemi global dan meresahkan masyarakat, menjadi pendorong

10 10

Edisi Edisi62 46 / Agustus Juni / 2012/ 2020 WARTASOSIAL SOSIAL WARTA

terjadinya percepatan penyikapan melebur kedalam dunia dalam jaringan proses – proses yang dibutuhkan dalam belajar. Memang pada awalnya terasa sangat memberatkan, tapi yakinlah pada saatnya nanti kita akan merasakan mudahnya berproses belajar menggunakan jaringan. Pada akhirnya kelak akan muncul “learning from home“ sebagaimana saat ini sedang dicoba kepada ASN dengan “work from home “. Tentu ada plus minus dari percepatan ini, namun hal yang menjadi penting adalah bagaimana meningkatkan plusnya dan menekan dampak minusnya. Dalam pendidikan misalnya, tidak bisa kita hanya mengacu pada hasil, proses juga menjadi sesuatu yang perlu untuk membangun karakter para pembelajar. Sehingga sejatinya kolaborasi dunia tehnologi dan guru (dosen) dalam membangun proses perubahan perilaku tak bisa dihindarkan. Pelaksanaan proses dikelas tidak bisa diabaikan meski frekwensiya yang harus diatur, karena proses dikelas itulah pendidikan sikap dan karakter bisa dilakukan. Pada akhirnya kemampuan beradaptasi dengan disrupsi didunia pendidikan menjadi sebuah keniscayaan agar keberadaan sekolah dan guru tidak ditinggalkan oleh pasar (muridnya). Solusinya adalah pengembangan diri. Bagaimana pendidikan akan maju, jika masalah disruption saja, tidak mampu menangani. Inovasi dan pembaruan itulah kuncinya. Mengajar dengan inovasi. Pembaruan-pembaruan dalam pembelajaran pasti dapat. Mengajar tidak hanya dengan ceramah, menggunakan LKS, dan penugasan. Lalu, selesai. Itu bukan guru disruption dan yang lebih penting desain kurikulum pendidikan kita mesti harus diubah dirancang menghadapi segala situasi agar tak terjadi kegaduhan dan kegagapan. Rumah tidak boleh dianggap lagi sebagai sesuatu yang marginal ketika anak anak sudah berada disekolah, sekolah juga tak boleh lagi angkuh seolah olah dirinyalah yang paling bisa, kolaborasi rumah (orang tua) dan sekolah (guru) merupakan suatu keniscayaan, kelak kita berharap suatu saat seleksi masuk sekolah tidak lagi berdasar nilai dan prestasi tapi juga kesiapan orang tua mendampingi anak anaknya dalam menjalani proses belajar. Semoga bermanfaat ! *) Anggota Dewan Pendidikan Jatim, Anggota Pokja Remaja dan Pemuda BKKKS Jawa Timur


LIPUTAN DAERAH

DARI REYOG PONOROGO UNTUK PEMAJUAN KEBUDAYAAN INDONESIA Oleh : Pinky Saptandari *)

Peringatan Hari Jadi Ke 523 Kabupaten Ponorogo dan Perayaan Grebek Suro

Merupakan kesempatan yang membahagiakan ketika bisa hadir memenuhi undangan Bupati Ponorogo dalam acara Grebeg Suro dan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Ponorogo tanggal 31 Agustus 2019. Selama dua hari dapat dirasakan bahwa eko sistem kebudayaan secara relatif telah berkembang di kota Ponorogo yang dikenal sebagai kota reyog, yang dapat diamati melalui kirab budaya hingga acara puncak penutupan Grebeg Suro. Kegiatan seperti Gerebeg Suro dan HUT kabupaten Ponorogo menjadi bagian dari upaya untuk membuka ruang perjumpaan dan dialog kebudayaan yang mempunyai

makna yang dalam yakni merayakan keberagaman dengan kegembiraan, per wujudan keikhlasan berbagi dan bekerjasama yang dilandasi toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan, dilakukan tanpa prasangka dan tanpa kekhawatiran, dengan tujuan sama-sama mengembangkan dan memajukan kebudayaan. Secara relatif semua asas yang tercantum d a l a m U n d a n g U n d a n g Pe m a j u a n Kebudayaan telah ada dan berkembang di Ponorogo. Asas-asas Pemajuan Kebudayaan itu adalah: Toleransi, Keberagaman, Kelokalan, Lintas Wilayah, Partisipatif, Manfaat, Keberlanjutan, Kebebasan berekspresi, Keterpaduan, Kesederajatan

Edisi 46 / Juni // 2012 Edisi 62 / Agustus 2020 WARTA WARTASOSIAL SOSIAL

11 11


LIPUTAN DAERAH

dan Gotong Royong. Betapa indahnya ketika menyaksikan nilai-nilai kelokalan diangkat secara partisipatif untuk kemanfaatan dalam semangat gotong royong untuk memajukan kebudayaan Ponorogo dengan pintu masuk melalui kesenian Reyog. HUT Kabupaten Ponorogo yang nampaknya masih diwarnai juga dengan kegembiraan merayakan HUT kemerdekaan RI dengan berbagai aktivitas merupakan momentum kebudayaan yang harus dipelihara untuk memperkuat kesatuan bangsa. Semangat semacam itu harus terus dipelihara dan diwariskan, karena bisa dimaknai sebagai upaya mengembangkan kepribadian bangsa dalam kebudayaan, mendorong terwujudnya kedaulatan bangsa secara politik, serta kemandirian secara ekonomi. Ketika peningkatan industri dan ekonomi berbasis sumber daya alam semakin mendapat tantangan karena keterbatasan bahan baku, maka industri kreatif berbasis pengetahuan dan talenta kreatif berbasis budaya menjadi pilihan paling masuk ak al untuk menggerakk an ekonomi. Industri kreatif berbasis pengetahuan dan talenta kreatif berbasis budaya dipandang sebagai bentuk aktivitas yang bisa mendorong pemerataan ekonomi bagi setiap individu atau komunitas yang memiliki kreativitas. Ekonomi kebudayaan Ponorogo dikembangkan dengan berbasis keragaman budaya yang harus terus menerus dipelihara dan dikembangkan. Dalam hal ini keberpihakan dan penghargaan pada lokalitas menjadi kata kunci penting dalam pengembangan ekonomi Ponorogo berbasis kebudayaan. Penting juga mengangkat aktor-aktor yang memajukan kebudayaan. Empu pembuat keris, pembuat busana dan berbagai aksesories Reyog, pengrajin pembuat gamelan, penabuh gamelan, pelatih tari, penjual souvenir, pembuat kuliner tradisional, dan lain-lain. Siapapun bisa ikut berperan dalam mengembangkan dan memajukan kebudayaan, perempuan dan anak, bahkan juga penyandang disabilitas, yang karyakaryanya bisa ikut mewarnai kemajuan kebudayaan di wilayah masing-masing.

12 12

Edisi Edisi62 46 / Agustus Juni / 2012/ 2020 WARTASOSIAL SOSIAL WARTA

Inilah tantangan dan sekaligus peluang yang bisa digali dan dikembangkan melalui objek-objek kebudayaan yang ada, seperti tradisi lisan, manuskrip, ritus, pengetahuan tradisional, seni, bahasa, dan lain-lain. Pengembangan Reyog serta berbagai objek kebudayaan yang ada di Ponorogo merupakan pengembangan ekonomi berbasis kebudayaan juga sekaligus m e r u p a k a n s a r a n a u n t u k m e r aw a t kebhinekaan, memperbaiki komunikasi lintas budaya sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter bangsa. Dalam hal ini pemajuan kebudayaan menjadi penghela pembangunan berkelanjutan dibidang ekonomi, sosial, pendidikan. Adanya Festival Reyog Mini di Ponorogo merupakan contoh yang baik proses pewarisan kebudayaan yang memiliki nilai pendidikan karakter bagi generasi penerus bangsa. Diharapkan anak-anak tidak hanya diajarkan tentang keterampilan menari saja, tetapi juga aspek filosofi dan nilai-nilai serta sejarah tentang reyog. Sebagai penutup, dapat ditarik kesimpulan bahwa Kabupaten Ponorogo memberi pelajaran baik tentang pentingnya memajukan kebudayaan yang sekaligus mengembangkan ekonomi kebudayaan dengan mengangkat kelokalan melalui seni Reyog. Pengembangan talenta kreatif berbasis budaya lokal semacam itu menjadi pilihan paling masuk akal untuk menggerakkan perekonomian daerah. Dalam hal ini keberpihakan dan penghargaan pada lokalitas menjadi kata kunci penting dalam pengembangan ekonomi berbasis kebudayaan, yang sekaligus merupakan bukti pentingnya implementasi Undang Undang Pemajuan Kebudayaan dalam kerangka pembangunan bangsa dan negara untuk memperkuat Negara Kesatuan Rpublik Indonesia. *) Pimpinan Redaksi Warta Sosial BKKKS Jawa Timur


LIPUTAN KHUSUS

TIDAK AKAN PUPUS, KALAU MENOLONGNYA DENGAN HATI Oleh : Pri Handayani*)

Ali Muslimin aktif dalam kegiatan sosial

Namanya Ali Muslimin, pria kelahiran 1963 ini sangat terkenal di Lumajang, Keterbatasan fisik yang dimiliki tidak menyurutk an Ali Muslimin untuk menolong dan membantu warga kurang mampu untuk mendapatkan layanan kesehatan. Sebagai Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Lumajang Jawa Timur, kiprah Ali sudah tidak diragukan lagi, jejaring kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang maupun dengan warga, sangat luar biasa. Baginya bahagia itu sederhana, hanya ketika bisa berbagi kebahagiaan dan kepedulian dengan sesama, itu sudah luar biasa.

Ali tidak pernah berhenti walau sekejap untuk menolong , meskipun sebenarnya dia sendiri masih butuh pertolongan, namun semua itu dia hapus dengan kepuasan dan kebahagiaan ketika orang orang yang membutuhk an pertolongannya tersenyum dan kembali sehat. Rupiah pun tergeserkan, karena jejaring dan kemitraan yang dia bangun bisa menggantikan biaya kesehatan orang orang pinggiran yang membutuhkan pertolongan cepat. “Segala aktifitas ini, merupakan panggilan jiwa. Semua yang saya lakukan hasil didikan pada saat di Rehabilitasi Centre di Solo. Kami di didik selain untuk bisa Edisi 46 / Juni // 2012 Edisi 62 / Agustus 2020 WARTA WARTASOSIAL SOSIAL

13 13


LIPUTAN KHUSUS

mandiri juga agar punya jiwa Tat Twam Asi, penderitaanmu adalah penderitaanku” kata pria asli Lumajang ini. Berawal ketika kelas dua SMA, Ali dan team sepak bolanya mendapat juara Manurung Cup piala Gubernur Jawa Timur, berbekal uang hadiah itulah dia mendaftarkan adiknya untuk operasi bibir sumbing dan berhasil. Ali sampai lupa bagaimana cara negosiasi dengan dokter pada waktu itu karena melaksanakan operasi sang adik tanpa memberitahu kedua orang tuanya terlebih dahulu. itulah pengalaman pertamanya dan selanjutnya dia bertekad akan membantu orang orang yang tidak mempu untuk mendapatkan layanan kesehatan. Ali Muslimin anak ke lima dari sembilan barsaudara dari pasangan H. Noor dan Hj Zahro, karena “fisiknya” yang berbeda dari saudara saudaranya sehingga sangat di sayang oleh kedua orang tuanya, seperti tidak boleh sekolah jauh dari rumah, tidak boleh bermain dengan teman temannya karena takut jadi ejekan dan masih banyak larangan lagi. Tetapi Ali mencoba sering diskusi dengan kedua orang tuanya “Saya sering ngobrol dengan orang tua, diskusi. Saya beri alasan, kalau saya bisa mandiri. Saya tahu kalau kedua orang tua saya sangat sayang pada saya sehingga sulit melepas saya. Tapi jiwa petualang saya tidak bisa saya cegah. Tanpa ijin dari orang tua saya berangkat ke Solo, karena kebandelan saya, sampai ijin orangtua saya palsu“. kenang Ali. Selepas dari RC di Solo, setiap melihat ada disabilitas, Ali berusaha untuk mengunjungi dan mengarahkan untuk mengikuti pendidikan sebagai bekal kemandirian. Seiring berjalannya waktu akhirnya Ali mengenal lembaga lembaga yang memberi bantuan dan menjadi rujukan bagi lembaga lembaga tersebut seperti pemberian kaki palsu, operasi bibir sumbing, operasi katarak, anak yang tidak punya anus, orang yang

14 14

Edisi Edisi62 46 / Agustus Juni / 2012/ 2020 WARTASOSIAL SOSIAL WARTA

perutnya besar karena tumor dan lain lain. Hebatnya, Ali membawa sendiri semua pasien dengan mobil pribadinya ke Jember, Malang, Pandaan atau Surabaya sesuai jenis sakit yang di derita pasien dan yang pasti sudah mendapat persetujuan dari dokter atau klinik bahkan Rumah Sakit yang siap menerima. “Awalnya tidak banyak yang percaya apalagi kondisi saya seperti ini, tangan pendek, tidak bekerja pula, paling banyak 4 orang yang mau ikut operasi bibir sumbing tetapi sekarang Alhamdulillah malah menjadi rujukan dan memecahkan rekor, pengirim pasien bibir sumbing terbanyak. Saat ini dalam satu minggu bisa mengirimk an pasien k atarak sepuluh sampai dua puluh orang” untuk mendapatkan pasien di tempat tempat terpencil yang susah di jangkau, Ali memberdayakan teman temannya yang disabilitas sebagai koordinator di tempatnya masing masing, misalnya harus menjemput dan membawa pasien, mendatangi dan mendata kalau menemukan orang miskin yang membutuhkan pertolongan segera, bergantian merawat pasien saat sudah sampai di rumah Ali, “Karena rata rata mereka tinggalnya jauh dan bahkan ada yang di lereng gunung, sehingga sebelum ke Rumah Sakit, menginap dulu di tempat saya. istilahnya rumah singgah, begitulah. Bangunan yang dulunya pabrik makanan ringan, saya sekat sekat menjadi kamar dan sisanya yang di depan menjadi tempat usaha teman teman disabilitas”. Saat ini sudah ada tiga mobil yang siap mengantar pasien kemana saja di bantu anak pertama, adik dan keponakan karena lebih hemat, karena menurutnya kalau memakai tenaga orang lain akan memikir biaya. “Awalnya kendaraan untuk mengantar kemana mana pinjam dari salah satu dinas karena terlalu sering sehingga


LIPUTAN KHUSUS sungkan, kemudian saya memutuskan untuk menyewa mobil saja dan di setiri sendiri tapi saat di hitung hitung lebih irit kalau punya mobil sendiri, akhirnya saya memutuskan kredit mobil. Alhamdulillah saat ini sudah ada tiga kendaraan yang mencukupi kebutuhan“. Bagaimanapun Ali Muslimin tetaplah manusia biasa yang punya emosi dan rasa kesal tapi tidak menyesal pada orang orang yang di tolongnya “Pernah ada pasien yang mendapat pelayanan gratis tetapi mintanya macam macam, sudah begitu masih mencurigai saya mendapat uang dari pemerintah atau bantuan sosial lainnya, bahkan sampai dia turun pun tidak mengucapkan terima kasih. Tapi banyak juga pasien yang memberi hasil panen bahkan memaksa saya untuk menerima kambing, sebagai nadar kalau

sembuh, jadi yaa biarkan saja toh masih banyak orang yang baik “ kenang Ali. Tanpa terasa, sudah tiga belas tahun Ali Muslimin mengantar pasien miskin dari desa terpencil menuju Rumah Sakit atau Klinik yang merujuk dan tampaknya Ali tidak akan berhenti sampai kapanpun. selagi bisa menolong dengan hati, Ali Muslimin akan melakukannya dan semakin proses membawa pasien rumit dan panjang, Ali semakin berkesan dan lebih semangat untuk mencari kesembuhan orang orang yang membutuhkan tenaganya *) Ketua Pokja Perempuan dan Anak BKKKS Jawa Timur

Ali Muslimin aktif dalam kegiatan sosial

Edisi 46 / Juni // 2012 Edisi 62 / Agustus 2020 WARTA WARTASOSIAL SOSIAL

15 15


LIPUTAN KHUSUS

REMBUG BUDAYA HAUL GUS DUR KESEPULUH Ciganjur, 28 Desember 2019

Rembug Budaya HAUL Gus Dur Kesepuluh

Forum Rembug Budaya yang dihadiri oleh berbagai kelompok masyarakat dengan menghadirkan beberapa pemantik diskusi dan penanggap, telah menghasilkan beberapa butir pemikiran dan rekomendasi sebagai berikut : TANTANGAN KEBUDAYAAN KITA SAAT INI Eksploitasi alam. Orientasi pembangunan yang menekankan pertumbuhan ekonomi (ekonomi ekstraktif ) dan pengabaian pengetahuan tradisional telah mengorbankan keberlanjutan lingkungan. Modernitas yang dibanggakan tidak digali secara maksimal dari pengetahuan dan kearifan tradisional. Ketidakadilan dan diskriminasi terhadap kelompok rentan (perempuan dan anak,

16 16

Edisi Edisi62 46 / Agustus Juni / 2012/ 2020 WARTASOSIAL SOSIAL WARTA

minoritas agama dan kepercayaan, difabel, dll) : kelompok mayoritas memperoleh ruang ekspresi yang jauh lebih besar, sebaliknya kelompok minoritas terus mendapat tekanan serta keterbatasan ruang ekspresi. Segregasi ruang antar kelompok masyarakat berdasarkan perbedaan identitas yang merupakan sisa-sisa praktik berpikir kolonial. Moderasi kelompok: masyarakat majemuk rentan perpecahan sementara daya moderasi dan rekonsiliasi kultural makin merosot. Dehumanisasi akibat teknologi serta kegagapan teknologi, tercermin dari gencarnya produksi konten dengan mengabaikan konteks. Ultrakonservatisme agama yang menguat dan menantang kebudayaan.


LIPUTAN KHUSUS

Po l i t i s a s i k e b u d a y a a n d a n a g a m a yang mengakibatkan ketegangan dan perpecahan. Kebudayaan yang berorientasi pada pasar: contohnya konten media sosial yang didominasi oleh hal-hal yang banal, produksi film dibuat berdasarkan petimbangan selera pasat bukan bukan dari misi membangun peradaban, pusat literatur hanya terkonsentrasi di Jawa yang berdampak pada berkurangnya minat baca. Kontribusi Indonesia terhadap pengembangan kebudayaan dunia masih minim. Negara belum mengelola kebudayaan secara efektif. Masyarakat sipil sebetulnya sudah kuat namun belum solid. REKOMENDASI 1. Kebudayaan harus melestar ik an kemanusiaan dengan menangkap pergumulan kemanusiaan, khususnya pengalaman hidup kelompok-kelompok rentan/lemah seperti perempuan, penghayat kepercayaan, difabel, dll. 2. Gerakan dan kebijakan kebudayaan harus membangun ekosistem kebudayaan yang partisipatoris, sehingga pengenbangan kebudayaan tidak bertumpu pada elitisme kebudayaan. 3. N e g a r a d a n m a s y a r a k a t h a r u s mengedepankan pendekatan kebudayaan sebagai bentuk pengelolaan keberagaman d a n i n s t r u m e n re s o l u s i k o n f l i k . 4. Negara harus menjadi fasilitator dalam tata kelola kebudayaan, dengan menjadik an kebudayaan sebagai kata kerja, sumber pengetahuan, dan elan vital dalam membangun peradaban yang lebih manusiawi. 5. Pa radigma p emban gun an h ar u s berdasarkan strategi kebudayaan nasional, dan dijabar k an dalam kebijakan dan strategi anggaran, serta diimplementasikan secara komprehensif sampai ke pemerintah daerah.

6. Negara harus memberikan jaminan perlindungan berekspresi dan dukungan sumber daya untuk gerakan kebudayaan dalam bentuk akses, fasilitas, dan ruang. 7. N e g a r a d a n m a s y a r a k a t p e r l u membangun model praktik keberagamaan yang kontekstual dengan konstruksi budaya Indonesia. Agama dan budaya tidak saling mengalahkan, bukan dikotomi yang kontradiktif, tetapi dialektis, keduanya saling belajar dan mengambil. Beragama yang berkebudayaan berarti praktik beragama yang membawa manfaat dan maslahat termasuk untuk alam. 8. S i s t e m p e n d i d i k a n h a r u s mengembangkan potensi kemanusiaan agar tidak dikendalikan oleh teknologi, tetapi menguasainya melalui khazanah pengetahuan dan budaya. 9. Kebudayaan perlu dioptimalk an sebagai cara menumbuhkan daya kritis terhadap kekuasaan, untuk mengikis pragmatisme dan apatisme politik. 10. N e g a r a p e r l u m e n i n g g a l k a n m o d e l e k o n o m i e k s t ra k t i f ya n g mengorbankan keberlanjutan ekologi dan mulai menggali potensi ekonomi yang berbasis pengetahuan tradisional dan kearifan lokal. Tim Perumus - Agus Noor - Hikmat Darmawan - Putut Wijanarko - Restu Gunawan - Hairus Salim - Susi Ivvaty - Ngatawi al-Zastrouw - Pdt. Suarbudaya Rahadian - Nia Dinata - Putu Fajar Arcana - Faisal Kamandobat - Wahyu Susilo - Aak Abdullah Kudus - Alissa Wahid

Edisi 46 / Juni // 2012 Edisi 62 / Agustus 2020 WARTA WARTASOSIAL SOSIAL

17 17


LIPUTAN KHUSUS

KOLABORSI TANPA BATAS MENJEMPUT TAHUN 2020 Oleh : Pri Handayani*)

Narasumber Kegiatan

Pergantian tahun tidak harus di habiskan dengan pesta kembang api dan bakar jagung, bisa juga seperti yang dilakukan Lembaga Pelatihan K o n s u l t a n I n ova s i Pe n d i d i k a n Indonesia (LPKIPI), Unicef, BKKKS Jawa Timur dan Kelompok Kerja Pendidikan Inklusi Jawa Timur pada tanggal 31 Desember 2019 bertempat di Trans Mart Sidoarjo, menggelar Puncak Hari Disabilitas, dengan tema Indonesia inklusi, Disabilitas Unggul bersama anak anak disabilitas dari Pasuruan , Sidoarjo dan Surabaya berkumpul d a n b e rg a n t i a n m e n a m p i l k a n kebolehannya berolah seni, dan di tonton oleh pengunjung mall.

18 18

Edisi Edisi62 46 / Agustus Juni / 2012/ 2020 WARTASOSIAL SOSIAL WARTA

Menurut ketua Umum BKKKS Jawa Timur Dr. Pinky Saptandari W. MA mewujudkan inklusi tidak bisa sendiri harus ada kolaborasi, harus ada kerjasama, “Saya berharap tidak hanya pendidikan saja yang inklusi tetapi pekerjaan pun juga inklusi sehingga kolaborasi tanpa batas ini akan menjadi tanggung jawab bersama. Seyogyanya semua mall atau ruang publik memberi kesempatan, memberi ruang pada anak anak hebat untuk tampil, Pemerintah kabupaten maupun Kota Se Jawa Timur membuat asosiasi perusahaan sahabat disabilitas dan memberi


LIPUTAN KHUSUS

Peserta Kegiatan

penghargaan pada perusahaan yang peduli pada disabilitas, saya yakin jika kerja sama intens dilakukan di seluruh Jawa Timur, kolaborasi tanpa batas ini akan cepat terwujud apalagi, ini menjadi tanggung jawab bersama .�

p e l aya n a n ya n g s a m a . M a l a m pergantian tahun ini merupakan kegiatan yang positif untuk mereka mengekspresikan sekaligus mengeksplorasi kemampuan yang mereka miliki.�

D r. P i n k y S a p t a n d a r i W. M A menambahkan, siswa yang hebat pasti ada dukungan guru yang hebat, makanya anak anak bisa tampil maksimal karena para pedidik sangat telaten mengajar dan membimbing anak anak Hebat ini tidak bisa sendiri, harus Kolaborasi.

Menurut Luthfi, mereka memang berbeda sehingga perlu pendekatan yang berbeda. Dalam kontek pembelajaran anak anak akan lebih optimal dalam pembelajarannya kalau belajar dengan masyarakat dalam arti heterogen.

Sementara itu Direktur LPKIPI, Luthfi Firdausi mengatakan acara sengaja di gelar di mall untuk menunjukkan pada masyarakat kalau sebenarnya anak anak disabilitas bisa berkarya “Jangan sembunyikan mereka, jangan jauhi mereka, karena sebenarnya mereka bisa kalau di asah kemampuannya, mereka punya kesempatan untuk berkarya dan punya hak mendapatkan

Acara yang digelar cukup santai dan komukatif di hadiri oleh anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Mathur Khusairi, Pengawas SLB Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Sidoarjo dan Ketua Pokja Inklusif Privinsi Jawa Timur, Muhammad Ilyas. *) Ketua Pokja Perempuan dan Anak BKKKS Jawa Timur

Edisi 46 / Juni // 2012 Edisi 62 / Agustus 2020 WARTA WARTASOSIAL SOSIAL

19 19


LIPUTAN KHUSUS

DI MASA PANDEMI COVID - 19 BKKKS JAWA TIMUR FOKUSKAN PERHATIAN PADA KEGIATAN BANTUAN SOSIAL *)

Proses pengepakan bantuan BKKKS Jawa Timur

Di masa pandemi covid-19 Ketua Umum Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Jawa Timur Dr. Pinky Saptandari W. MA. menyampaikan bahwa selama masa pandemi covid 19 ini pihaknya secara bertahap mengalihkan porsi kegiatan yang dulunya bersifat seremonial kemudian diubah dalam bentuk bantuan sosial. Kenapa demikian, karena kondisinya memang mendesak, yang semula untuk aktivitas lomba atapun seminar kami alihkan menjadi bantuan sembako. Selepas PSBB di Surabaya raya ditengah pandemi ini, BKKKS Jawa Timur justru termotivasi untuk bisa lebih peduli kepada penyandang masalah kesejahteraan sosial dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan.

20 20

Edisi Edisi62 46 / Agustus Juni / 2012/ 2020 WARTASOSIAL SOSIAL WARTA

Kegiatan dialihkan ke bentuk bantuan sembako kepada mereka yang terdampak pandemi. “Sekitar 3.000 sembako yang sudah kami bagikan untuk lansia, kaum dhuafa, disabilitas, guru honorer. Dari sisi anggaran memang malah terjadi pemangkasan karena selama ini kita hidup dari menyewakan gedung. Nah, gedungnya selama 4 bulan tidak ada aktivitas, ya kita harus mengubah semuanya. Merevisi kembali anggaran yang sudah direncanakan sehingga tidak pada kuantitasnya. Tapi kualitasnya tetap kita perbanyak dan Alhamdulillah, donaturnya juga tetap banyak dalam artian dalam kondisi pandemik ini kesosialan juga semakin meningkat. Pihaknya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada para donatur,


LIPUTAN KHUSUS

mitra dan stake holder yang selama ini bekerjasama agar bisa tetap berkontribusi kepada yang membutuhkan terlebih dalam keadaan pandemi ini. Kepada para donatur yang sudah berperan di dalam mendukung kegiatan sosial BKKKS Jawa Timur berharap bahwa hal yang baik ini harus terus dipertahankan karena yang membutuhkan semakin banyak. Yang belum bergabung, mari meluangkan anggarannya termasuk juga produk-produknya untuk membantu mereka yang membutuhkan. Apapun itu sangat membantu. Bahkan kami juga punya “SARANG LAPAK� (SAlurkan baRANG LAyak Pakai) dengan fokus kegiatan mengumpulkan donasi dari semua pihak yang disisihkan dari rumah yang sudah tidak kepakai. Baju, tas, sepatu, sprei, kursi roda dan sebagainya. Kami terima lalu kami salurkan kepada mereka yang membutuhkan. Bantuan yang sudah dilaksanakan antara lain membagikan kursi roda kepada anak berkebutuhan khusus, serta tongkat bagi lansia sebagai alat bantu jalan. Menurut beliau bantuan tidak hanya semata-mata dengan uang, tetapi juga dengan melihat kebutuhan masingmasing pihak. Jadi, membagi kebahagian sekecil apapun itu merupakan hal yang luar biasa. Mari kita bersama melakukan, dan saya yakin kalau kita bergandengan tangan dengan bantuan media, para donatur dan sponsor, akan banyak orang yang bisa kita bantu. Dalam rangka 75 tahun Kemerdekaan RI, ini saatnya kita berjuang bersama untuk membantu Pemerintah. Melakukan upaya pemberdayaan dan bahkan juga mendorong masyarakat untuk patuh, tangguh, tidak mengeluh tapi bisa berkreasi ditengah kesulitan dimasa pandemi covid-19. *) Adi Saputro - Staf Redaksi Warta Sosial BKKKS Jawa Timur

Serah terima bantuan Edisi 46 / Juni // 2012 Edisi 62 / Agustus 2020 WARTA WARTASOSIAL SOSIAL

21 21


LIPUTAN KHUSUS

PENTINGNYA MEMPERSIAPKAN DIRI PASCA COVID-19 *) Oleh : Dr. N. K. E. Triwijati *)

BKKKS Jawa Timur berbagi sembako untuk wartawan

Dalam konferensi pers “Covid-19 Maupun Kesiapan Kita Pasca Covid-19”, Rabu (20/5/2020) Ketua Umum Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Jawa Timur, Dr. Pinky Saptandari W. MA mengatakan, berkepanjangannya pandemi virus corona (Covid-19) menuntut masyarakat untuk membangun normalitas baru (new normal life). “Bukan lagi ketakutan yang mewarnai setiap tindakan kita, tetapi menjadikan situasi ini sebagai situasi yang harus dihadapi dengan senormal mungkin dengan standar-standar baru, baik untuk menjaga hidup yang sehat untuk diri sendiri maupun lingkungan serta

22 22

Edisi Edisi62 46 / Agustus Juni / 2012/ 2020 WARTASOSIAL SOSIAL WARTA

mengembangkan cara-cara kerja baru untuk tetap survive dan maju, menjadi penting dalam mempersiapkan diri menghadapi masa pasca Covid-19, setidaknya dua aspek perlu diperhatikan”. Pertama, penguatan ekonomi mikro untuk kesejahteraan masyarakat dengan berbasis nilai kegotong royongan, saling peduli baik pada masa Covid-19 maupun setelahnya. “Kedua, membangun sistem pendidikan yang mampu mengakrabkan teknologi dengan kehidupan belajar mengajar agar proses pendidikan dalam mengubah perilaku mampu survive bahkan bertumbuh dalam


LIPUTAN KHUSUS new normality. Artinya, sistem yang mau tak mau berubah ini diarahkan untuk mampu membuka ruang bagi guru, maupun murid, berinovasi”. Dalam kesempatan tersebut Ketua Dewan Kehormatan BKKKS Jawa Timur, Dr. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE mengatakan bahwa dalam situasi saat ini penting untuk memelihara pasar sebagai penguatan ekonomi mikro untuk kesejahteraan masyarakat. "Pasar sangat penting. Jangan mempertentangkan kesehatan manusia dengan menyelamatkan ekonomi. Keduanya harus diperhatikan dengan bijak, yang terpenting adalah bagaimana membuat pasar menjadi aman bagi dirinya. Dalam arti aman bagi pedagang di pasar, dan juga aman bagi pengunjungnya. Ini effort yang harus difokuskan pemerintah. Tapi jangan punya ide untuk mematikan pasar. Itu tidak bisa, tidak mungkin”. Sementara itu, disisi lain, Dewan Pendidikan Jawa Timur M. Isa Ansori mengatakan, isu corona sebagai pandemi global menjadi pendorong terjadinya percepatan penyikapan melebur kedalam dunia dalam jaringan proses-proses yang dibutuhkan dalam belajar. “Dunia pendidikan kita pada akhirnya akan terjadi migrasi besar-besaran dari bentuk tatap muka konvensional menuju tatap muka dalam jaringan. Dan tentu ini akan memaksa semua unsur pembelajaran, mulai dari guru

atau dosen, murid, sarana pembelajaran, dan cara belajarnya akan berubah semua.” Oleh sebab itu, peningkatan kualitas layanan sarana prasarana belajar tidak bisa diabaikan, guru maupun dosen juga harus memahami bagaimana cara melakukan proses belajar melalui online. Ia mengatakan, dalam pendidikan tidak bisa hanya mengacu pada hasil, proses juga menjadi sesuatu yang perlu untuk membangun karakter pelajar. Sehingga sejatinya kolaborasi dunia teknologi dan pengajar dalam membangun proses perubahan perilaku tak bisa dihindarkan. “Pelaksanaan proses dikelas tidak bisa diabaik an mesk i frekuensinya yang harus diatur, karena proses di kelas itulah pendidikan sikap dan karakter bisa dilakukan, Ia menegaskan, kemampuan beradaptasi dengan disrupsi di dunia pendidikan menjadi sebuah keniscayaan. Disinilah, inovasi dan pembaruan menjadi sebuah kunci. Bagaimana kita bisa membuat inovasi-inovasi dan pembaruan, sehingga proses belajar bisa terus dijalankan dalam situasi apapun agar tidak terjadi kegaduhan dan kegagapan. “Selain itu, tidak bisa kemudian sekolah itu menjadi satu-satunya yang diharapkan untuk melakukan proses perubahan, tetapi bagaimana peran serta orang tua. Sehingga berbagi peran antar keduanya menjadi penting. *) Ketua IV (Bidang Infokom dan Advokasi) BKKKS Jawa Timur

peserta konferensi pers dalam kegiatan seminar covid 19 maupun kesiapan kita pasca covid 19 Edisi 46 / Juni // 2012 Edisi 62 / Agustus 2020 WARTA WARTASOSIAL SOSIAL

23 23


KRONIK

PENYERAHAN BANTUAN BAGI IBU HAMIL DAN MENYUSUI DIMASA PANDEMI COVID-19 *)

Bantuan caplang bagi ibu hamil dan menyusui

Dimasa pandemi covid-19, sebanyak 500 ibu hamil dan menyusui dari keluarga terdampak pandemi covid-19 mendapatkan bantuan dana dan paket bingkisan dalam program acara “Seremoni Donasi Untuk Para Pejuang Buah Hati” Kompas TV yang didukung PT. Eagle Indo Pharma atau Cap Lang dengan produknya Telon Lang dan BKKKS Jawa Timur.

paket bingkisan dari produk Cap Lang, khususnya Telon Lang kepada 500 ibu hamil dan menyusui terdampak pandemi.

“Ini merupakan program nasional. Untuk di Surabaya ada bantuan 500 paket dengan jumlah per orang 600 ribu. Kita nggak berhenti disini. Selanjutnya juga ada program-program seperti ini yang bertujuan untuk membantu meringankan beban ibu hamil Penyerahan bantuan dana dan paket bingkisan dan menyusui. Setelah Jakarta dan Bandung, kini secara simbolis dilakukan sesuai protokol kesehatan Surabaya,” ujar Aris. dengan membatasi jumlah undangan penerima bantuan. Sebanyak 10 orang perwakilan dari ibu Ketua Umum BKKKS Jawa Timur, Dr. Pinky hamil dan menyusui terpilih untuk hadir langsung di Saptandari W. MA mengucapkan terimakasih atas Gedung Yayasan BK3S Jawa Timur, Jl. Raya Tenggilis terselenggaranya kegiatan ini. Kedepan, kalau ada GG 10 Surabaya, Kamis, 23 Juli 2020. sponsor-sponsor yang bisa memberikan donasi dalam bentuk apapun saya kira itu juga sangat Area Sales Manager Jatim I, Aris Sugiharto penting dalam kondisi sekarang ini. Kita bisa berbagi mewakili Cap Lang dengan produknya Telon Lang kepada sesama. menyerahkan secara langsung paket bantuan dan donasi kepada perwakilan ibu hamil dan menyusui. Kegiatan seperti ini, sejalan dengan yang telah “Kita dari Cap Lang berusaha untuk membantu dilakukan oleh BKKKS Jawa Timur, yakni pemberian meringankan beban ibu-ibu yang saat ini sedang bantuan sembako untuk warga terdampak covid hamil dan meyusui di masa pandemi covid-19. 19. Ada sekitar 3.000 sembako yang sudah kami Mereka yang terdampak seperti pemutusan bagikan untuk lansia, kaum dhuafa, disabilitas dan hubungan kerja. Paling enggak dengan adanya acara guru honorer. beliau juga menyampaikan bahwa ini bisa memberikan santunan yang meringankan acara “Seremoni Donasi Untuk Para Pejuang Buah beban dan membantu ibu-ibu untuk membeli susu Hati” Kompas TV ini juga menjadi kegiatan pertama dan lainnya,” kata Aris. BKKKS Jawa Timur setelah empat bulan vakum akibat pandemi covid-19. Ia menyampaikan bahwa donasi yang diberikan berupa uang senilai 600 ribu rupiah per orang dan *) Adi Saputro - Staf Redaksi Warta Sosial BKKKS Jawa Timur

24 24

Edisi Edisi62 46 / Agustus Juni / 2012/ 2020 WARTASOSIAL SOSIAL WARTA


KRONIK

PERINGATAN HARI LANSIA NASIONAL *)

Serah Terima Bantuan dari Gubernur Jawa Timur untuk lanjut usia

Sejak diterbitkannya Undang-Undang RI Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, sudah cukup banyak usaha yang dilaksanakan baik Pemerintah, organisasi pemerhati lansia, masyarakat dan lansia sendiri untuk menumbuhkan organisasi lansia seperti perkumpulan Gerontologi Indonesia, Lembaga Kesejahteraan Lanjut Usia, yang kemudian berubah menjadi Lembaga Lansia Indonesia (LLI), perhimpunan para pensiunan pegawai negeri sipil, pensiunan tentara, polisi dll yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia. Meningkatnya umur harapan hidup membuat jumlah lansia semakin banyak, yang juga berpeluang meningkatnya kompleksitas permasalahan yang dihadapi lansia. Di sisi yang lain, bila fokus perhatian juga diarahkan

pada potensi para lansia, maka ada banyak hal yang dapat dikembangkan untuk membuat kehidupan para lansia bahagia. Untuk menjawab permasalahan, memenuhi kebutuhan para lansia yang jumlahnya semakin meningkat tersebut, dan merespon potensi yang boleh jadi ‘tertutup’ masalah, dibutuhkan berbagai upaya. Mulai dari upaya yang bersifat perlindungan hingga pemberdayaan secara komprehensif dan berkesinambungan, khususnya untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya usaha-usaha kesejahteraan sosial bagi kelompok lanjut usia. Melalui berbagai usaha diharapkan dapat memberi semangat kepada para lansia untuk mengembangkan sikap hidup sehat, agar tetap aktif dan produktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, serta mengurangi ketergantungan kepada orang lain.

Edisi 46 / Juni // 2012 Edisi 62 / Agustus 2020 WARTA WARTASOSIAL SOSIAL

25 25


KRONIK

Berlatar belakang dengan hal tersebut BKKKS Jawa Timur selalu menyelenggarakan Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) untuk memberikan apresiasi kepada para lansia serta mengajak masyarakat agar semakin peduli terhadap lansia. Pada tahun ini sangat berbeda dengan tahun tahun sebelumnya karena adanya pandemi covid 19, kegiatan seperti tahun tahun sebelumnya antara lain jalan sehat, lomba senam grup, Lomba vokal grup, lomba fashion show, bazar dan pasar murah tidak dapat dilaksanakan. Namun dengan semangat gotong royong untuk membantu para lansia yang terdampak covid 19 yang sangat berdampak buruk terhadap perekonomian dan kesehatan, maka kegiatan tahun ini dilaksanakan dengan pemberian paket sembako kepada lansia sebanyak 600 orang. Bangtuan tersebut disalurkan medio bulan Juni dan Juli 2020. Bantuan sebanyak 300 paket berasal dari donasi Yayasan BK3S Jawa Timur dan masyarakat peduli lansia dan bantuan sebanyak 300 paket berasal

dari Gubernur Jawa Timur dengan sasaran lansia di Jawa Timur. Kegiatan tersebut diselenggarakan secara bertahap dan dilaksanakan dengan menerapkan prokol kesehatan, bantuan ada yang diserahkan di BKKKS Jawa Timur dan ada yang langsung di serahkan ke rumah masing-masing lansia. Tujuan diadakan Peringatan Hari lanjut Usia Nasional yaitu mendukung program Pemerintah dalam rangka mewujudkan lansia yang sehat, sejahtera dan bahagia di Jawa Timur, Meningkatkan kepedulian Pemerintah, Badan-Badan, Swasta, LSM/Orsos, masyarakat, serta keluarga terhadap permasalahan, Meningkatkan komunikasi, kebersamaan diantara lansia dari berbagai perhimpunan dan strata. Disamping itu juga mengajak berbagai pihak yang berkompetan untuk meningkatkan pelayanan dan fasilitas kepada lansia ditengah pandemic virus covid 19. *) Adi Saputro - Staf Redaksi Warta Sosial BKKKS Jawa Timur

Lansia penerima bantuan

26 26

Edisi Edisi62 46 / Agustus Juni / 2012/ 2020 WARTASOSIAL SOSIAL WARTA


KRONIK

TALI ASIH KEBAIKAN BKKKS JAWA TIMUR DI BULAN RAMADHAN 1441 H/2020 M

serah terima bantuan dari BKKKS Jawa Timur

Pa n d e m i C o v i d 1 9 d i t e n g a h Ramadhan menjadi momentum bagi Badan Koordinasi Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Jawa Timur melakukan kegiatan berbagi kebaikan kepada masyarakat terdampak mulai dari lansia, fak ir misk in, kelompok disabilitas, guru SLB honorer dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya. Bantuan paket sembako sampai dengan medio bulan Mei 2020 yang telah disalurkan sebanyak 2.020

buah. Bantuan tersebut disalurkan ke beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur, di antaranya Surabaya, Mojokerto, Lamongan, Sidoarjo, Gresik, Nganjuk, Tuban, Jombang, Kediri, Pasuruan dan Kabupaten/Kota lainnya yang telah dibagikan secara bertahap. “Bentuk Tali Asih ini merupakan kegiatan yang sudah terjadwal setiap tahunnya yaitu buka bersama saat

Edisi 46 / Juni // 2012 Edisi 62 / Agustus 2020 WARTA WARTASOSIAL SOSIAL

27 27


KRONIK

Ramadhan dengan mengundang 1000 anak yatim piatu. Karena terjadinya pandemi covid 19 saat ini, maka kami alihk an untuk memberik an paket sembako ke masyarakat berdampak dan beberapa panti asuhan di Jawa Timur, kegiatan berbagi paket sembako ini tidak hanya menyasar masyarakat secara individu, namun juga kelompok� ungkap Dr. Pinky Saptandari W. MA (Ketua Umum BKKKS Jawa Timur). Kelompok disabilitas di Jawa Timur antara lain Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Difabel Motor Indonesia (DMI) dan Himpunan Wanita Difabel Indonesia misalnya. Lewat organisasi tersebut akan memberikan informasi terkait data penerima secara tepat sasaran. BKKKS Jawa Timur telah memberikan kepada para komunitas atau organisasi yang menjadi koordinator untuk dibagikan kepada para anggotanya, sehingga proses lebih cepat dan tepat sasaran. Sehingga, dalam pendistribusian paket sembako tidak berdasarkan wilayah, namun data dari masing-masing organisasi yang nantinya akan disalurkan langsung pada penerimanya. Dr. Pinky Saptandari W. MA berharap momen Ramadhan istimewa di tengah pandemi covid-19 ini, masyarakat dapat pulih kembali dan menjadikan wabah sebagai bentuk pembelajaran untuk tetap bekerjasama membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Beberapa donatur untuk mensukseskan acara tersebut antara lain berasal dari Yayasan BK3S Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur, PKK Kota Surabaya dan masyarakat peduli kesejahteraan sosial. *) Adi Saputro - Staf Redaksi Warta Sosial BKKKS Jawa Timur

serah terima bantuan dari BKKKS Jawa Timur

28 28

Edisi Edisi62 46 / Agustus Juni / 2012/ 2020 WARTASOSIAL SOSIAL WARTA


KRONIK

SEMINAR KESEHATAN “SEHAT ITU BAHAGIA� *)

Peserta Seminar Kesehatan

Kesehatan adalah salah satu anugerah yang terindah untuk kita dan menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab yang sangat penting, tetapi karena banyaknya aktifitas membuat kita sering lupa kalau kesehatan merupakan salah satu kunci semangat hidup. Keluhan keluhan kecil akan menjadi besar kalau di abaikan, namun dengan berkembangnya tehnologi, kita bisa dengan cepat mendapat pertolongan misalnya dengan konsultasi dokter langganan keluarga, bisa juga dengan menghubungu Rumah Sakit atau klinik dengan cepat. Berlatar belakang hal tersebut BKKKS Jawa Timur bersama Yayasan BK3S Jawa Timur bekerjasama dengan Halodoc menggelar Seminar Kesehatan dengan tema “Sehat Itu Bahagia� yang diselenggarakan di Gedung Yayasan BK3S Jawa Timur, Jl. Raya Tenggilis GG 10 Surabaya pada hari Rabu, 29 Januari 2020 mulai pukul 07.30 - 12.00 wib. Peserta dalam kegiatan tersebut berjumlah 200 orang dari perorangan maupun organisasi sosial.

Dalam kegiatan tersebut Ibu Nuniek Silalahi, M.Pd. sebagai salah satu narasumber menyampaikan tentang Self Hiling, yaitu upaya penyembuhan dari kita sendiri, beliau menjelaskan bahwa sebenarnya kesehatan yang hakiki bisa diperoleh dari tiga elemen yakni dari makanan 5%, olahraga 5%, dan sisanya 90% dari pikiran kita sendiri. Beliau mengajarkan kepada peserta bagaimana cara mengendalikan pikiran agar mampu hidup sehat. Karena semua organ tubuh bisa dikendalikan oleh pikiran kita. Cara mengendalikan pikiran tersebut adalah harus banyak berlatih. Karena setiap manusia punya pikiran sadar dan bawah sadar. Contoh paling gampang dari pikiran sadar adalah melakukan aktivitas sehari-hari, sementar pikiran bawah sadar, dimana 97% mempengaruhi segala aktivitas kita, dan nyatanya masih banyak orang yang belum bisa mengelolanyanya. Demikian juga dengan tubuh ini, jika semua masukan seperti yang kita lihat, dengar, dan rasakan diterima tanpa di pilah-pilah, akan menimbulkan penyakit. Maka dengan mengendalikan pikiran ini, akan memperoleh

Edisi 46 / Juni // 2012 Edisi 62 / Agustus 2020 WARTA WARTASOSIAL SOSIAL

29 29


KRONIK

kesembuhan. Ia juga berpesan kepada masyarakat khususnya yang hadir dalam seminar ini bahwa sehat itu bahagia dan tidak ada gizi terbaik selain bahagia. Jika kita memandang semua orang mempunyai keistimewaan, atau memandang semua peristiwa yang terjadi sebagai pelajaran, dari situlah kita akan bahagia dan bahagia membuat kita sehat. Sedangkan narasumber lainnya Ibu dr. Andriani Sugiantoro dari Garima Yoga Surabaya menyampaik an terapi yoga yaitu metode yoga untuk menyembuhkan penyakit. Beliau memberikan keyakinan kuat bahwa setiap orang bisa menjadi dokter bagi dirinya sendiri. Dokter yang baik bukan berarti yang mampu dalam bidang pengobatan, tetapi yang bisa mencegah penyakit datang melalui penerapan gaya hidup sehat. Yoga mencakup semua yang dibutuhkan untuk gaya hidup sehat tersebut. Selain itu beliau juga memandu latihan yoga di kursi (Chair Yoga) sebagai alternatif bentuk latihan yoga terapi yang bisa dilakukan dengan mudah saat kita sedang santai duduk di rumah, di kantor, di pesawat, misalnya, karena hanya membutuhkan sebuah Kursi. Gerakan-gerakannya sederhana, namun sangat efektif menjaga kesehatan dan kebugaran seharihari. Latihan ini memperbaiki sirkulasi tungkai-kaki, lengan-tangan, kepala dan otak, memperbaiki gerak tubuh

Narasumber Seminar

yang kaku, juga membantu penyembuhan dan mengatasi problem kesehatan. Dalam kesempatan tersebut tim dari halodoc juga menyampaikan materi yaitu cara praktis menggunakan jasa kesehatan yang cukup membantu dengan online system. Dr. Pinky Saptandari W. MA (Ketua Umum BKKKS Jawa Timur) dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bahagia itu Sehat, karena kesehatan bukan hanya kesehatan fisik, tapi jasmani, rohani, mental dan sosial, jadi kalau kita bahagia Insya Allah sehat. Acara ini sangat penting karena hari hari ini yang penting adalah sehat, kebiasaan sehat harus dibudayakan agar semua lingkungan keluarga dan masyarakat sehat dan bahagia. *) Adi Saputro - Staf Redaksi Warta Sosial BKKKS Jawa Timur

Narasumber Seminar bersama Ketua Umum BKKKS Jatim dan Ketua Dharmawanita Kota Surabaya

30 30

Edisi Edisi62 46 / Agustus Juni / 2012/ 2020 WARTASOSIAL SOSIAL WARTA


KRONIK

KUNJUNGAN KERJA LKKS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR *)

Foto bersama pengurus BKKKS Jawa Timur bersama pengurus LKKS Kalimantan Timur

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pengalaman dibidang koordinasi dan kegiatan penyelenggaraan kesejahteraan sosial serta untuk belajar yang berkaitan dengan Program Sehat Lansia Sejahtera, Pengurus Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Kalimantan Timur dengan rombongan sebanyak 10 orang telah melaksanakan kunjungan kerja ke BKKKS Jawa Timur. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Kamis, 23 Januari 2020. Rombongan dari LKKS Provinsi Kalimantan Timur tersebut diterima langsung oleh jajaran Pengurus BKKKS Jawa Timur, anggota kelompok kerja BKKKS Jawa Timur dan Pengurus Yayasan BK3S Jawa Timur serta Komda Lansia Provinsi Jawa Timur di Gedung Yayasan BK3S Jawa Timur, Jl. Raya Tenggilis GG 10 Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut Dr. Pinky Saptandari W. MA (Ketua Umum BKKKS Jawa Timur) menyampaikan sangat bahagia LKKS Provinsi Kalimantan Timur berkenan hadir ke BKKKS Jawa Timur, selain itu juga menyampaikan Program Kerja dan mengenalkan Pengurus BKKKS Jawa Timur dan Yayasan BK3S Jawa Timur. Selanjutnya Drs. Agus Sudarsamsi selaku Wakil Ketua LKKKS Kaltim dan Ketua Komda Lansia Kaltim menyampaikan bahwa rombongan terdiri dari unsur LKKS dan Komda Lansia Kalimantan Timur. Tujuan kunjungan kerja adalah untuk silahturahmi dengan pengurus BKKKS Jawa Timur dan komda lansia Provinsi Jawa Timur, serta untuk belajar di BKKKS Jawa Timur yang berkaitan dengan pengelolaan kegiatan. Sebagai bahan informasi di Kalimantan

Edisi 46 / Juni // 2012 Edisi 62 / Agustus 2020 WARTA WARTASOSIAL SOSIAL

31 31


KRONIK Timur dari 10 K abupaten/Kota sudah terbentuk LKKS sebanyak 5 Kabupaten/Kota. Program Kerja LKKS Kalimantan Timur adalah berusaha menumbuhkan LKKS Kabupaten/ Kota serta koordinasi dan melakukan pelatihan manajemen panti-panti swasta, sumberdana LKKS Kalimanta Timur dari Pemerintah dan CSR. Melalui program CSR dari dunia usaha eks tambang kegiatan diarahkan untuk memanfaatkan lubang lubang tambang yang digunakan untuk tambak ikan dan telah terbentuk desa mandiri dengan usaha peternakan dan perkebunan. Dalam kesempatan tersebut Dr. Edi Purwinarto, M. Si. (Ketua Pelaksana Harian KOMDA Lansia Provinsi Jawa Timur) menyampaikan bahwa Kebijakan Pemerintah untuk lansia adalah pemberdayaan. Komda Lansia Provinsi Jawa Timur menggunakan model Pengurus Harian selain Pengurus Komda lansia agar tidak ada kemandek an program dan organisasi. Tupoksi Komda Lansia yaitu memberikan saran, masukan dan pertimbangan kepada Kepala Daerah tentang penetapan kebijakan kelanjut usiaan serta mengkoordinasikan kebijakan kelanjutusiaan dengan lembaga terkait. Garapan komda lansia sejak 2017 dan setelah dilakukan evaluasi Undang - Undang tentang lansia yang belum signifikan untuk pemberdayaan lansia, maka lahirlah Peraturan Menteri Sosial No. 04 tahun 2017 tentang pedoman kawasan ramah lanjut usia dan telah masuk dalam program Gubernur Provinsi Jawa Timur. Struktur Komda Lansia tidak sampai desa dan kelurahan, maka setiap tahun ada pertemuan karang werdha dengan pesan agar mengerakan anggotanya untuk menuju hidup sehat.

Foto bersama pengurus BKKKS Jawa Timur bersama pengurus LKKS Kalimantan Timur

Kunjungan di Kelurahan Gundih Kecamatan Bubutan Kota Surabaya

Kegiatan dilanjutkan kunjungan ke Lansia Binaan Tribuana Tungga Dewi di Kelurahan Tenggilis Mejoyo Kota Surabaya dan Kelompok Lansia di Kelurahan Gundih Kota Surabaya. *) Adi Saputro - Staf Redaksi Warta Sosial BKKKS Jawa Timur

32 32

Edisi Edisi62 46 / Agustus Juni / 2012/ 2020 WARTASOSIAL SOSIAL WARTA

Kunjungan ke lansia binaan BKKKS Jawa Timur


KRONIK

PERINGATAN HARI IBU *)

Peringatan Hari Ibu bersama lansia binaan BKKKS Jawa Timur

Pada tanggal 22 Desember, kita semua di indonesia ikut merayakan Hari ibu, hari untuk peringatan/perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anaknya, lingkungan sosialnya maupun bangsa dan negaranya. Peringatan dan perayaan ini dirayakan dengan cara yang berbeda-beda. Tradisi ini tidak saja diperingati di indonesia tapi juga di negara lainnya, biasanya mereka merayakan Hari ibu atau Mother’s Day pada hari Minggu di pekan ke dua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan timur tengah, Hari Perempuan internasional atau international Women’s Day diperingati setiap bulan 8 Maret.

Di indonesia sebenarnya hari ibu yang dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional, moment ini memiliki sejarah pergerakan perempuan indonesia yang sangat luar biasa. Misi diperingati Hari ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Pada tahun 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 yang menetapkan tanggal tersebut sebagai hari Nasional,

Edisi 46 / Juni // 2012 Edisi 62 / Agustus 2020 WARTA WARTASOSIAL SOSIAL

33 33


KRONIK ini berawal dari bertemunya para pejuang wanita yang mengadakan kongres perempuan pada tahun 1928. Organisasi perempuan sendiri sebenarnya sudah lahir sejak tahun 1912. Kongres organisasi-organisasi perempuan ini pertama kali diadakan di Yogyakar ta pada tanggal 22 Desember 1928. Kongres tersebut dikenal sebagai kongres perempuan namun kongres tersebut lebih dikenal sebagai Kongres wanita indonesia (Kowani). Berlatar belakang pada hal tersebut, maka dalam rangka memperingati Hari ibu tahun 2019, Badan Koordinasi Kegiatan K es ej ahteraan so si al (BKKKS) Jawa Timur bersama dengan Yayasan Badan Kerjasama Kegiatan Kesejahteraan sosial (BK3S) Jawa Timur telah menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial Ibu dan lansia. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin tanggal 23 Desember 2019 pukul 07.30 wib - 10.00 wib bertempat di ruang Hayam Wuruk Yayasan BK3S Jawa timur, Jl. Raya Tenggilis GG 10 Surabaya. Kegiatan tersebut diisi dengan pemberian paket sembako kepada 50 lansia dan 10 pendamping. Ketua Umum BKKKS Jawa Timur Dr. Pinky Saptandari W. MA dalam sambutannya menyampaikan bahwa “Tema Peringatan Hari Ibu tahun ini adalah Perempuan Berdaya Indonesia Maju, bisa k ita pahami betapa pentingnya peran perempuan karena semua berawal dari perempuan/Ibu, makna hari Ibu adalah hari gerakan perempuan Indonesia dan juga sebagai momentum untuk mengingat jasa jasa para Ibu dari berbagai macam bidang, semoga para Ibu selalu sehat, bahagia serta majulah dan jayalah perempuan Indonesia�.

Peringatan Hari Ibu bersama lansia binaan BKKKS Jawa Timur

34 34

Edisi Edisi62 46 / Agustus Juni / 2012/ 2020 WARTASOSIAL SOSIAL WARTA

*) Adi Saputro - Staf Redaksi Warta Sosial BKKKS Jawa Timur


KRONIK

PERINGATAN HARI DISABILITAS INTERNASIONAL (HDI) 2019*)

Peserta Peringatan HDI 2019

Hari Disabilitas Internasional (HDI) adalah hari raya bagi insan disabilitas di seluruh dunia. BKKKS Jawa Timur sebagai orsos koordinatif pada tingkat Provinsi telah menyelenggarakan Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) untuk semua Disabilitas (lintas kecacatan dan lintas organisasi) agar bisa terbina kebersamaan dan juga sebagai Program Kerja rutin setiap tahun. Pada peringatan hari disabilitas internasional (HDI) 2019, BKKKS Jawa Timur bekerjasama dengan Yayasan BK3S Jawa Timur dan para donatur telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan dengan tema “Indonesia Inklusi Disabilitas Unggul” Kegiatan dimulai pada hari sabtu tanggal 31 November 2019 telah menyelenggarakan Seminar Kesehatan bagi disabilitas dengan tema “Mental Illness Awareness” dari jam 08.00 wib s/d 12.00 wib yang dihadiri 100 orang insan disabilitas dari seluruh Jawa Timur. Narasumber dalam kegiatan seminar tersebut adalah Bapak dr. Mardianto, Sp.KJ dan Ibu Titik Winarti.

Masih di hari yang sama diselenggarakan malam reuni keakraban insan disabilitas se Jawa Timur dari jam 19.00 wib s/d 21.00 wib yang dihadiri 1.000 orang insan disabilitas dari seluruh Jawa Timur. kegiatan tersebut bertujuan agar para disabilitas bisa berkumpul dan sebagai ajang silahturahmi sesama insan disabilitas. Acara tersebut juga diramaikan dengan kegiatan pentas seni dan lomba patrol serta dilengkapi dengan dibukanya stand angkringan dengan berbagai macam makanan. Setelah kegiatan usai, para peserta yang berasal dari luar kota juga bermalam di Yayasan BK3S Jawa Timur. Puncak acara HDI diselenggarakan pada tanggal 01 Desember 2019. Para peserta berkumpul di halaman gedung Yayasan BK3S Jawa Timur mulai pukul 05.00 dengan mengadakan senam bersama dilanjutkan jalan sehat menempuh rute kurang lebih 3 km yang diikuti lebih kurang 2200 peserta. Selain itu ada konsultasi kesehatan gratis bagi insan disabilitas bekerjasama dengan RSUD dr. Soetomo, Puskesmas Tenggilis Mejoyo dan Perdosri. Edisi 46 / Juni // 2012 Edisi 62 / Agustus 2020 WARTA WARTASOSIAL SOSIAL

35 35


KRONIK

Seminar Kesehatan bagi disabilitas

Selain kegiatan diatas, kegiatan lainnya yaitu touring motor roda tiga yang mengikutsertakan k urang lebih 200 motor dengan rute keliling Surabaya. Misi dari kegiatan touring ini adalah mengaktualisasi diri disabilitas dengan menunjukkan bahwasannya mereka bisa berbuat dan berkreasi. Setelah touring motor disabilitas memasuki finis, para peserta langsung melaksanakan lomba ketangkasan motor roda tiga. Dalam lomba tersebut terlihat peserta dengan penuh antusias dan atraktif bisa menaklukkan medan lomba ketangkasan yang telah disediakan dengan berbagai macam rintangan.

Malam reuni keakraban bagi disabilitas

Peserta jalan sehat peringatan HDI 2019

Sementara itu yang tak kalah menariknya d i d a l a m g e d u n g Yay a s a n B K 3 S J a t i m diselenggarakan pentas seni, lomba Fashion on the Street bahan daur ulang, lomba sulam dari disabilitas dengan berbagai macam jenis tampilan, kegiatan pentas seni tersebut diikuti oleh murid-murid dari SLB dan organisasi disabilitas. Dalam Peringatan HDI juga diselenggarakan bazar dari berbagai macam hasil karya disabilitas dengan membuka puluhan stand. Hasil karya disabilitas tersebut beraneka ragam, ada yang berjualan kerajinan tangan, produk olahan bahkan ada yang membuka pijat. Bazar tersebut merupakan wujud nyata apresiasi hasil karya disabilitas. Selain bazar panitia juga membuka pasar murah yang berisikan barang-barang layak pakai mulai dari baju, tas, sepatu dan lain sebagainya yang berasal dari sumbangan untuk para disabilitas dengan harga murah.

Pemenang lomba ketangkasan motor roda 3

*) Adi Saputro - Staf Redaksi Warta Sosial BKKKS Jawa Timur Pemenang lomba sulam

36 36

Edisi Edisi62 46 / Agustus Juni / 2012/ 2020 WARTASOSIAL SOSIAL WARTA


KRONIK

SEMINAR NASIONAL PAUD *)

Seminar Nasional PAUD

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi pendidikan karakter dasar anak. Untuk itu diperlukan peningkatan kompetensi guru PAUD secara terus menerus. Berlatar belakang hal tersebut maka BKKKS Jawa Timur bekerjasama dengan PAUD Institute, ASKRINDO dan Dharmawanita Kota Surabaya telah menyelenggarakan Seminar Nasional PAUD. Kegiatan Tersebut dilaksanakan di Gedung Yayasan BK3S Jawa Timur, Jl. Raya Tenggilis GG 10 Surabaya pada hari Senin 18 November 2019 mulau pukul 07.00 - 15.00 wib. Peserta sebanyak 350 guru PAUD berasal dari berbagai Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Jawa Timur. Direktur PAUD Institute, Bapak Danang Sasongko menyampaikan bahwa karena begitu pentingnya PAUD sebagai investasi untuk masa depan generasi Indonesia, PAUD Institute akan terus mendukung

program pemerintah yang sejalan dengan pembentukan SDM yang unggul. PAUD Institute berupaya mewujudkan generasi penerus bangsa yang ungguI, dengan sinergi bersama berbagai instansi. Seperti Askrindo saat ini dengan melaksanakan pelatihan Guru PAUD dan pengadaan MoPi, kami percaya, secara perlahan kedepannya SDM Indonesia yang unggul akan dapat terwujud. Seluruh peserta dalam kegiatan tersebut akan mendapat beragam materi terkait tumbuh kembang anak dan cara menerapkan pendidikan di PAUD yang menyenangkan. PT. Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau PT Askrindo (Persero) yang mengadakan acara ini juga meresmikan operasional Mobil Pintar (MoPi) Askrindo. Oleh sebab itu, Askrindo akan terus memberikan yang terbaik untuk menciptakan generasi emas Indonesia yang unggul. Edisi 46 / Juni // 2012 Edisi 62 / Agustus 2020 WARTA WARTASOSIAL SOSIAL

37 37


KRONIK

Penyerahan plakat dari ASKRINDO kepada BKKKS Jawa Timur

Pendidikan bagi anak-anak usia dini adalah investasi untuk mewujudkan insan Indonesia yang cerdas, terampil, mandiri, kreatif dan professional. S esuai dengan fok us program Pemerintah yaitu mewujudk an sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Askrindo menyadari hal itu dan akan terus melakukan yang terbaik bagi anak-anak Indonesia untuk menjadi penerus bangsa yang dapat dibanggakan. Kegiatan ini adalah dalam rangkaian kegiatan roadshow pelatihan Guru PAUD Askrindo, yang telah dimulai di Kota Banda Aceh, 27 Juli 2019. Selain itu, pemberian Mobil Pintar Askrindo yang merupakan perpustakaan berjalan yang dilengkapi dengan sarana multi media, buku buku bacaan dan alat peraga pendidikan. Sebagai informasi, kegiatan Pelatihan Kompetensi Guru PAUD ini merupakan rangkaian roadshow dalam rangka penguatan kemampuan Guru PAUD yang telah dilaksanakan di beberapa

Peserta Seminar Nasional PAUD

38 38

Edisi Edisi62 46 / Agustus Juni / 2012/ 2020 WARTASOSIAL SOSIAL WARTA

kota. Tercatat sudah 1006 Guru PAUD yang mengikuti pelatihan kompetensi ini di tiga kota. Kota-kota tersebut yakni Banda Aceh, Pontianak dan Makassar. Dr. Pinky Saptandari W. MA. (Ketua Umum BKKKS Jawa Timur) dalam sambutannyan menyampaik an apresiasi yang setinggi tingginya kepada ASKRINDO, PAUD Institute dan Dharmawanita Kota Surabaya yang telah bekerjasama dalam kegiatan ini yang sesuai dengan Program Kerja BKKKS Jawa Timur di bidang Perempuan dan Anak. *) Adi Saputro - Staf Redaksi Warta Sosial BKKKS Jawa Timur


KRONIK

PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA DAN HARI PAHLAWAN TAHUN 2019*)

Peserta peringatan hari Sumpah Pemuda dan hari Pahlawan

Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda dan hari Pahlawan Tahun 2019, BKKKS Jawa Timur telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan untuk Penanaman Nilai-Nilai Kepahlawanan kepada Generasi Muda dengan mengangkat Tema “Pemuda Merawat Kebhinekaan Budaya dan Memperkuat Wawasan Kebangsaan� Serangkaian kegiatan tersebut dimulai dengan Mengenal Kekuatan Angkatan Laut Indonesia pada Hari Jumat, 08 November 2019 bertempat di Komando Armada RI II di Dermaga Ujung Surabaya. Disana para peserta berkesempatan berkunjung ke museum Jalasveva Jayamahe yang memiliki ketinggian kurang lebih 30 meter, disini siswa dikenalkan

bagaimana Komando Armada menjaga kedaulatan Republik Indonesia selama ini. Setelah dari Komando Armada RI II peserta diajak mengunjungi Hotel Mojopahit dilanjutkan kunjungan ke Gedung Nasional Indonesia (GNI) Surabaya. Kegiatan dilanjutkan pada malam hari dengan acara Dialog Memperkuat Kepekaan Seni Budaya Merawat Jiwa Sosial dan Semangat Kebangsaan bertempat di Gedung Yayasan BK3S Jawa Timur di Jl. Raya Tenggilis GG 10 Surabaya. Narasumber dalam Dialog Kebangsaan adalah Bapak Laksda TNI (Purn) Untung Suropati dan saudari Alfatira Gema serta dipandu moderator Dr. Pinky Saptandari, W. MA.

Edisi 46 / Juni // 2012 Edisi 62 / Agustus 2020 WARTA WARTASOSIAL SOSIAL

39 39


KRONIK Pada hari Sabtu, 09 November 2019 dilanjutkan dengan kegiatan Surabaya Hero City Tour dengan Rute kegiatan yaitu : ziarah dan tabur bunga di makam Bung Tomo (Jl. Ngagel), ziarah dan tabur bunga di makam WR. Soepratman (Jl. Kenjeran) serta ziarah tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (Jl. Kusuma Bangsa). Peserta dalam kegiatan tersebut berjumlah 100 orang pelajar SMA dan Universitas dari Surabaya dan sekitarnya serta beberapa insan disabilitas baik disabilitas tunadaksa, tunarungu maupun tunanetra. Maksud dan tujuan Peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan Tahun 2019 dengan bentuk kegiatan seperti diatas, diharapkan timbul suatu tanggapan dari semua pihak, baik Pemerintah, masyarakat serta generasi muda sehingga terjadi sinergi dan reaksi berantai yang tiada putus-putusnya untuk menumbuhkan pemahaman yang lebih komprehensif dan utuh. Mengembangkan pemikiran kritis dan tindakan konkrit terhadap para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Bangsa Indonesia serta dapat mempererat integritas antar pelajar, rasa nasionalisme serta dapat memberikan kontribusi yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Ziarah ke makam WR. Soepratman

Kunjungan ke KOARMADA II

*) Adi Saputro - Staf Redaksi Warta Sosial BKKKS Jawa Timur

Kunjungan ke monumen Jalesveva Jayamahe

Dialog Memperkuat Kepekaan Seni Budaya Merawat Jiwa Sosial dan Semangat Kebangsaan

Kunjungan ke Gedung Nasional Indonesia (GNI)

40 40

Edisi Edisi62 46 / Agustus Juni / 2012/ 2020 WARTASOSIAL SOSIAL WARTA


KRONIK

PELATIHAN MENGOLAH LIMBAH DAN MEMBUAT PESTISIDA RAMAH LINGKUNGAN *)

Peserta pelatihan mengolah limbah dan membuat pestisida ramah lingkungan

Kota Surabaya menjadi salah satu kota di Indonesia yang telah mengaplikasikan konsep Smart City, yaitu merupakan sebuah kota pintar yang membantu masyarakat untuk bisa mengelola apa yang ada disekitarnya dengan sebaik mungkin dan membantu masyarakat untuk hidup lebih baik, dan nyaman akan kotanya. Dalam konsep Smart City diidentifikasikan pada 6 parameter (ahli smart city , Boyd Cohen) antara lain : 1) Smart People, secara formal maupun non formal mempunyai pendidikan yang baik dan terwujud dalam individu atau komunitaskomunitas yang kreatif, berpartisipasi aktif dalam membangun kawasannya; 2) Smart Economy, pemberdayaan berbagai komunitas usaha terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); 3)Smart Environment, berkaitan dengan aspek lingkungan, memberikan kenyamanan, keberlanjutan sumber daya, keindahan fisik maupun non fisik, lingkungan yang bersih dan tertata, ramah lingkungan, mengatasi untuk solusi limbah dst.; 4) Smart Living, berkaitan dengan aspek kualitas hidup, baik berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan, keselamatan, kemudahan dan keamanan hidup; 5)Smart

Mobility, berkaitan dengan aspek trasnportasi dan infrastruktur, sehingga dapat menjamin kepentingan publik (bersih polusi udara dapat terminimalisir, CCTV di 635 titik jalan, hari bebas kendaraan bermotor setiap akhir pekan.dll); 6) Smart Government, berkaitan dengan kebijakan Pemerintahan (transparansi, profesionalitas, dan akuntabilitas serta efektifitas dan efisiens kebijakan dst). Berkaitan dengan Smart Environment, dalam menjaga lingkungan yang bersih dan tertata serta ramah lingkungan diperlukan beberapa langkah yang efektif diantaranya adalah bagaimana mengolah limbah dan membuat pestisida ramah lingkungan yang dimulai dari individu dari rumah masing-masing, kemudian dapat ditularkan ke lingkungan terdekat, dan diharapkan menjadi gaya hidup yang masif. Sebagai wujud kepedulian pada lingkungan mengolah limbah dan membuat pestisida ramah lingkungan, dengan suatu harapan pengelolaan limbah sampah yang efektif akan menjadi gaya hidup yang kita jalankan. Hal ini merupakan bentuk sumbangan sebagai individu. Karena sampah organik bisa diolah sendiri di rumah,

Edisi 46 / Juni // 2012 Edisi 62 / Agustus 2020 WARTA WARTASOSIAL SOSIAL

41 41


KRONIK

sedangkan sampah anorganik bisa diteruskan ke lembaga daur ulang atau kita kreasikan sendiri menjadi barang bermanfaat di rumah. Berlatar belakang hal tersebut maka BKKKS Jawa Timur telah menyelenggarakan “Pelatihan Mengolah Limbah Dan Membuat Pestisida Ramah Lingkungan�. Kegiatan Pelatihan ini dilaksanakan pada Hari Selasa, tanggal 22 Oktober 2019 bertempat di gedung Yayasan BK3S Jawa Timur mulai pukul 08.00 - 12.00 wib. Peserta dalam kegiatan tersebut berjumlah 75 orang dari penggiat lingkungan dari sekolah dan masyarakat umum dengan menghadirkan narasumbe Bapak Hermawan Some dari Komunitas Nol Sampah. Hermawan Some menyampaikan bahwa masyarakat sejatinya bisa membuat pupuk cair dan pestisida yang ramah lingkungan, caranya dengan memanfaatkan limbah dapur dan sampah daun. Untuk membuat pestisida yang ramah lingkungan bisa menggunakan daun mimbo, sambiloto, mahoni, Mindi, Brotowali, sirsak serta tembakau. Caranya, siapkan daun daun tersebut dan gunting kecil kecil lalu masukkan kedalam botol yang sudah diisi air dan diamkan selama 24 jam. Selanjutnya Fungsi daun daun tadi akan membuat hama malas datang ketanaman yang kita pelihara, karena rasanya pahit. Cara ini akan sangat ramah lingkungan, karena tanpa bahan kimia yang menyebabkan hama akan mati secara perlahan lahan. Selain daun daun tersebut, kita bisa menggunakan bumbu dapur seperti laos dan serai. Lebih lanjut Hermawan Some juga menjelaskan pembuatan pupuk cair non kimia. Beliau menyarankan menggunakan bahan yang dibutuhkan seperti sampah buah dan molas (campuran air tebu dan gula merah atau gula

42 42

Edisi Edisi62 46 / Agustus Juni / 2012/ 2020 WARTASOSIAL SOSIAL WARTA

Narasumber dan Pengurus BKKKS Jawa Timur

pasir), Perbandingannya 1 gelas molas dicampur dengan 3 gelas sampah buah yang sudah dihancurkan. Setelah itu dilakukan fermentasi selama 21 hari. Baru setelah 21 hari, pupuk cair tersebut bisa digunakan sebagai pestisida yang ramah lingkungan. Penggunaan pupuk dan pestisida organik ini akan menjadikan rasa dari tanaman dan buah buahan lebih segar dan lebih enak, sehingga saatnya cara ini harus digalakkan. Penggunaan bahan organik untuk pupuk dan pestisida tanaman akan lebih sehat dan menyegarkan, sehingga hasil tanaman kita menjadi sehat dan tidak mengganggu kesehatan tubuh. Dr. Pinky Saptandari (Ketua Umum BKKKS Jawa Timur) dalam sambutannyan menyampaikan apresiasi dalam kegiatan ini. Kegiatan ini diharapk an ak an mampu membangun kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Kalau kita bisa menularkan ilmu bagaimana agar kita ramah lingkungan kepada orang lain disekitar kita, maka akan terjadi aktifitas yang ramah lingkungan disekitar kita, sehingga lingkungan dan tempat tinggal kita jadi sehat, nah mengolah limbah untuk dijadikan pestisida yang ramah lingkungan merupakan salah satu cara mewujudkannya. *) Adi Saputro - Staf Redaksi Warta Sosial BKKKS Jawa Timur


POJOK RELAWAN SOSIAL BKKKS JAWA TIMUR

SERBA SERBI RELAWAN SOSIAL BKKKS JAWA TIMUR DALAM MEMBAGIKAN 3.000 SEMBAKO PADA WARGA JAWA TIMUR TERDAMPAK PANDEMI COVID-19 *)

Serah terima bantuan kepada lansia terdampak pandemi covid-19

Puji syukur kepada Tuhan YME, Alhamdulillaah BKKKS Jawa Timur mendapat kesempatan dari Ibu Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M. SI (Gubernur Provinsi Jawa Timur) untuk menyalurkan sembako sebanyak 500 buah pada tahap pertama untuk lansia dan fakir miskinyang terdampak covid 19 dan tahap kedua sebanyak 300 sembako sekaligus bertepatan pada hari Lansia yang jatuh tanggal 29 Mei. Jumlah sembako tersebut belum termasuk yang berasal dari dukungan donasi relawan BKKKS Jawa Timur dan donatur lainnya, total bantuan yang telah disalurkan sampai dengan medio bulan Juli 2020 sebanyak 3.000 paket sembako. Melalui jejaring relawan sosial yang langsung terjun di masyarakat, BKKKS Jawa Timur memiliki data valid kondisi penerima yang benar membutuhkan sembako. Salah satu contoh penerima dari lansia berasal dari lansia pekerja seni yang kita ketahui terkena dampak Covid 19. Lansia bidang seni Lundruk. Lansia yang

tingggal di pesisir pantai bekerja di sektor nelayan, Lansia binaan pada kelurahan kelurahan, Lansia disabilitas, Lansia kelompok pemijat. Banyak cerita di balik pembagiaan sembako secara langsung dan pendataan penerima yang dilakukan relawan sosial. Di lapangan relawan wajib menggunakan pelindung diri berupa masker dan faceshield. Tetap menjaga jarak dan berhati hati dalam bertindak. Relawan diharuskan turun ke lapangan karena penerima yang akan diberikan sembako harus dikunjungi secara langsung. Banyak fakta yang menyesakkan dada dan bikin terharu. Bagaimana mereka sangat berterimakasih dan bersyukur atas sembako yang diberikan. Sebagian dari mereka banyak yang sebatang kara . Hidup sendirian tanpa sanak saudara. Sebagian lagi hanya dapat terbaring lemah di atas tempat tidur.

Edisi 46 / Juni // 2012 Edisi 62 / Agustus 2020 WARTA WARTASOSIAL SOSIAL

43 43


POJOK RELAWAN SOSIAL BKKKS JAWA TIMUR

Pendataan dari relawan sosial BKKKS Jawa Timur untuk lansia penerima bantuan

Cerita menyentuh mengalir dari obrolan relawan sosial BKKKS Jawa Timur Bapak Murdjoko. Beliau aktif mendukung kegiatan lansia dan selalu aktif terjun ke masyarakat secara langsung. Bercerita mengenai salah satu lansia yang di berikan bantuan sembako. “Mereka sangat bersyukur. Lansia yang saya temui tinggal di satu kamar kos. Tidak dapat melihat. ” terenyuh ujar Bapak Mudjoko. Lain lagi cerita dua relawan BKKKS Jawa Timur yang juga sangat aktif turun langsung ke lapangan. Ibu kusmiasih dan Ibu Evy bercerita ketika sedang mengunjungi satu lokasi, dengan seadanya mereka berteduh di bawah pohon beringin sambil meneliti daftar penerima sembako. Kemudian pindah mendekati pinggir sungai, angin bertiup hampir menerbangkan lembaran kertas catatan. “Ada lansia yang hidup sendiri. Sampai tidak bisa beli makanan, dan hebatnya dibantu tetanggga.” Ujar Ibu Kusmiasih. “Ada juga yang masih kerja jualan meracang meskipun usia sudah 80 tahun ke atas.” Lanjut Ibu Evy. Mereka mandiri tidak mau bergantung pada keluarga. Selain itu ada yang berjualan sayur, ada yang berjualan makanan yang dititipkan di warung. Ada juga yang berprofesi sebagai satpam. Satpam lansia. Luar biasa membayangkannya ya. Ada juga yang mengambil sampah di kampung dan memiliki anak disabilitas. Pemberian sembako ini dengan sasaran lansia, fakir miskin, kelompok disabilitas, guru SLB

44 44

Edisi Edisi62 46 / Agustus Juni / 2012/ 2020 WARTASOSIAL SOSIAL WARTA

honorer dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya, daerah penyebaran bantuan juga tidak hanya di Surabaya tetapi juga di daerah lain di Jawa Timur seperti di Mojokerto, Lamongan, Sidoarjo, Gresik, Nganjuk, Tuban, Jombang, Kediri, Pasuruan dan Kabupaten/Kota lainnya yang telah dibagikan secara bertahap. Ada juga cerita lika liku pembagian Lansia di Gresik. Ibu Prapti adalah Relawan sosial yang puluhan tahun telah menjadi pendamping masyarakat. Ibu Prapti ikut mendistribusikan sembako bagi Lansia di Gresik. Tentu saja di Gresik bagian pedesaan dan pelosok. Beliau juga sempat merekam video ala jaman sekarang vlog tentang bagaimana perasaan dan harapan bagi penerima sembako. Semua penerima sembako bersyukur dan sangat berterimakasih dan berharap doa kebaikan bagi seluruh pihak yang telah memberikan bantuan dan koordinasi distribusi sembako ini. Sembako yang langsung diambil di kantor BKKKS Jawa Timur oleh perwakilan lansia di jadwal dengan waktu yang tepat agar tidak menumpuk kerumunan orang dengan menerapkan social distancing. Demikian sedikit cerita dari teman teman relawan sosial. Semoga BKKKS Jawa Timur dapat terus berkarya dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat. *) Dian Ika Riani, SE (Sekretaris BKKKS Jawa Timur)


POJOK RELAWAN SOSIAL BKKKS JAWA TIMUR

RELAWAN SOSIAL BKKKS JAWA TIMUR BERGEMBIRA BERSAMA ANAK ANAK RUANG PASIEN DI HARI ANAK NASIONAL 2020 *)

Relawan Sosial BKKKS Jawa Timur berbagi kebahagiaan di Rumah Pasien Surabaya

Tema Hari Anak Nasional tahun 2020 ini adalah Anak terlindungi Indonesia maju. BKKKS Jatim Ditengah pandemic Covid 19 merayakan Hari Anak Nasional 2020 dengan bergembira, berbagi kebahagiaan dengan anak anak Indonesia dan mengikuti kondisi new normal. Pada momentum ini memutuskan bergembira bersama anak anak “Ruang Pasien“ yang merupakan kegiatan rangkaian Hari Anak Nasional 2020 BKKKS Jawa Timur. Ramai suara anak anak bernyanyi bersama di sebuah rumah bertempat di jalan Borobudur. Sabtu cerah pukul 10.00 pada 25 Juli 2020 ini anak Indonesia bergembira di rumah. Begitupun belasan anak anak berpenyakit berat tidak menular di rumah singgah Ruang Pasien. Di tempat ini anak anak dan keluarga saling berbagi dan menguatkan atas kondisi yang harus mereka hadapi. Berdoa dan tetap semangat berobat. Ruang Pasien memfasilitasi pasien yang tidak mampu dan memiliki rumah di luar Surabaya maupun yang tinggal di surabaya dan harus berobat di Surabaya . Pasien pasien ini adalah pasien yang membutuhkan waktu lama untuk terus berobat dan kontrol berulang. “Adek adek yang hebat. Para pejuang. Survivor. Ibu Bapak nya yang juga hebat. Tetap bergembira ya. Bergembira itu obat.” Dr. Pinky Saptandari W. MA (Ketua Umum BKKKS Jawa Timur) menularkan

semangat kepada pasien dan keluarga di Ruang Pasien ketika menyapa dalam sambutannya. Beliau juga menyampaikan bahwa BKKKS Jawa Timur ingin bersilaturahmi dan ingin berbagi kebahagiaan. Membawa sembako, susu, kue, perlengkapan mandi, dan obat obatan berharap dapat dimanfaatkan di Ruang Pasien. Peran serta SARANG LAPAK sebuah unit salurkan barang layak pakai milik BKKKS Jawa Timur juga menyemarakkan kunjungan kali ini. Karena ikut memberikan barang barang yang bermanfaat bagi pasien Ruang Pasien. “Silaturahmi antara BKKKS Jawa Timur dan Ruang Pasien tidak akan berakhir sampai disini. Bisa berkelanjutan dan berharap penyelenggaran Ruang Pasien dapat berjalan dengan baik, bermanfaat untuk semua masyarakat.” Tak lupa beliau menyampaikan salam dari seluruh bapak dan ibu Pembina serta pengurus Yayasan BK3S Jatim yang tidak bisa hadir. Dari jauh ikut mendoakan semuanya. Dari Ruang Pasien menyampaikan Terimakasih atas kegembiraan bersama dan silaturahmi yang dijalin. Harapan kita bersama bisa terus bersinergi dengan baik. Diakhiri dengan bernyanyi bersama dan berbagi hadiah. Kita berdoa agar adik adik segera diberikan kesehatan dan tidak boleh lelah berjuang. SEMANGAT !!!!! *) Dian Ika Riani, SE (Sekretaris BKKKS Jawa Timur) Edisi 46 / Juni // 2012 Edisi 62 / Agustus 2020 WARTA WARTASOSIAL SOSIAL

45 45


SARANG LAPAK BKKKS JAWA TIMUR

SARANG LAPAK BKKKS JAWA TIMUR *)

Serah terima bantuan dari Sarang Lapak BKKKS Jawa Timur

Sarang Lapak, terdengar aneh di BKKKS Jawa Timur ada unit usaha dengan nama itu, apalagi ada kata sarang yang umumnya berkonotasi negatif seperti sarang penjahat atau sarang penyakit. Ketika Ketua Umum BKKKS Jawa Timur meminta saya dan beberapa pengurus lainnya untuk mengaktifkan kegiatan sosial yang sebetulnya sudah ada di BKKKS Jawa Timur yaitu menghimpun dan menyalurkan barang-barang layak pakai kepada mereka yang membutuhkan maka yang terlintas adalah salurkan barang layak pakai (SAlurkan baRANG LAyak PAKai) maka jadilah SARANG LAPAK. Dari Yayasan BK3S Jatim pun menyambut baik kegiatan ini dengan memberikan ruangan khusus dan fasilitas lainnya untuk menyimpan barang-barang yang bakal dihimpun dari para donatur. Maka bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2019 di BKKKS Jawa Timur,

46 46

Edisi Edisi62 46 / Agustus Juni / 2012/ 2020 WARTASOSIAL SOSIAL WARTA

Kamis 12 September 2019 dilakukan "launching" Sarang Lapak oleh para pemangku kepentingan di BKKKS Jawa Timur. Strategi Sarang Lapak adalah memperkenalkan Sarang Lapak kepada publik melalui yer maupun WhatsApp group dan kemudian pada talkshow di radio yang alhamdulillah direspon cukup baik oleh masyarakat. Selanjutnya menginventarisir organisasi/yayasan/ lembaga/mitra komunitas (di samping yang sudah ada) yang memerlukan barang-barang tersebut dan tentunya pada kemungkinan adanya bencana alam dan sebagainya. Kegiatan perdana Sarang Lapak adalah menyampaikan bantuan sembako kepada panti asuhan Al Bisri di Gunung Anyar lanjut pada event Bazar Hari Disabilitas Internasional di BKKKS Jawa Timur dengan menjual pakaian layak pakai kepada para disabilitas.


SARANG LAPAK BKKKS JAWA TIMUR

Mungkin timbul pertanyaan kenapa dijual kok tidak disalurkan. Memang yang dijual pun sebagian kecil dari persediaan yang ada dan hanya pada event intern yang diadakan oleh BKKKS Jawa Timur. Di antara para disabilitas sebagian besar dari mereka lebih senang membeli apalagi dengan harga murah dan bisa memilih apa yang mereka butuhkan dan yang mereka sukai daripada diberi begitu saja namun tidak terpakai nantinya. Hasil penjualan bisa dipakai untuk membeli barangbarang kebutuhan yang tidak ada pada persediaan namun dibutuhkan pada saat itu. Perlu diketahui juga bahwa Sarang Lapak tidak hanya menerima pakaian bekas, tapi juga alat-alat dapur, sepatu, kursi roda, koran bekas dsb karena Untuk mengantisipasi adanya kemungkinan musibah kebakaran maupun bencana alam yang kemudian memerlukan alatalat dapur dan sebagainya Selanjutnya guna melayani para calon donatur dalam proses pengiriman donasinya Sarang Lapak siap menerima kapanpun dan bersedia pula untuk mengambil pada waktu dan tempat yang sudah ditentukan. Info lebih lanjut tentang apa itu Sarang Lapak bisa kontak melalui WA 081292088841 dengan Ibu Mieke atau 0818329175 dengan bapak Adhy.

Serah terima bantuan dari Sarang Lapak BKKKS Jawa Timur

Demikian harapannya adalah Sarang Lapak bisa diterima k iprahnya di tengah masyarakat sebagai bagian dari BKKKS Jawa Timur untuk peduli dan mensejahterakan masyarakat. Aktifitas Sarang Lapak Tak terasa 1 tahun sudah Sarang Lapak BKKKS Jawa Timur berkiprah sejak diresmikan pada 12 September 2019 yang lalu.

Proses pemilahan baju layak pakai

Edisi 46 / Juni // 2012 Edisi 62 / Agustus 2020 WARTA WARTASOSIAL SOSIAL

47 47


SARANG LAPAK BKKKS JAWA TIMUR

Serah terima bantuan dari Sarang Lapak BKKKS Jawa Timur

HIngga saat ini Sarang Lapak telah menyampaikan beberapa bantuan antara lain berupa : Bantuan pakaian layak pakai kepada antara lain komunitas Tanoker di Jember, komunitas Disable Motorcycle Indonesia (DMI) Nganjuk, Sekolah Perempuan (Sekoper) Gresik, Yayasan Sanggar Al Ikhlas Gresik, komunitas Lansia mantan pemain ludruk di Surabaya, warga Dampingan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Jambangan Surabaya, Bantuan tongkat bantu jalan kepada Bapak Asrun di Gresik Bantuan kursi roda kepada Rofiq seorang anak penderita cerebral palsy Berawal dari informasi yang sampai pada relawan sosial BKKKS Jawa Timur. Ada seorang anak dari pedagang keliling es yang membutuhkan sebuah kursi roda. M ak a relawan segera bergerak untuk mengkonfirmasi berita tersebut. Mendatangi alamat jalan kedung asem no 107 B untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Sampai di sepetak kamar kos kos an, di sebuah gang kecil, sebuah kamar yang ditempati satu keluarga. Anak kecil itu bernama Rofiq berusia 8 tahun. Ayahnya pedagang es keliling kampung. Ibu tidak bekerja. Badan rofiq sangat kecil untuk

48 48

Edisi Edisi62 46 / Agustus Juni / 2012/ 2020 WARTASOSIAL SOSIAL WARTA

anak seusianya. Kurus, hanya sedikit daging yang membungkus tulang. Belum dapat berbicara dan lumpuh. sehari hari rofiq hanya dapat berbaring. Rofiq terdeteksi cerebal palsy. Atau sering disebut CP (Baca sipi). Termasuk dalam disabilitas daksa. Penderita CP mengalami kelainan fungsi tubuh yang mengganggu perkembangan otot dan kemampuan motorik. Rofiq baru saja akan melalakukan pengobatan rutin, ternyata pandemi covid 19 menyerang. Setelah selesai mendata kebutuhan ananda Rofiq. BKKKS Jawa Timur melalui Sarang Lapak memiliki 1 (satu) buah kursi roda yang akan memenuhi kebutuhan Rofiq. Akhirnya pada 12 Juni 2020 BKKKS Jawa Timur menyerahkan bantuan sebuah kursi roda, susu dan sembako untuk rofiq. Tentu saja, tidak akan sampai disini, kita akan terus mengawal untuk fisioterapi rutin rofiq pelan pelan sambil melihat dan menyesuaikan dengan kondisi new normal ini. Semua ini bisa kami lakukan atas partisipasi dan donasi dari para donatur yang tidak bisa kami sebut satu persatu dan kami hanya bisa menyampaikan banyak-banyak terima kasih, semoga Allah SWT memberikan barokahnya kepada kita semua. Aamiin ya rabbal'alamin. *) Adhy Mursantyo Soeparno (Koordinator SARANG LAPAK BKKKS Jawa Timur)


Edisi 46 / Juni / 2012

WARTA SOSIAL

49


PELUNCURAN TABUNGAN SOSIAL RELAWAN SOSIAL BKKKS JAWA TIMUR

PELUNCURAN TABUNGAN SOSIAL RELAWAN SOSIAL BKKKS JAWA TIMUR

50 50

Edisi Edisi62 46 / Agustus Juni / 2012/ 2020 WARTASOSIAL SOSIAL WARTA


Edisi 46 / Juni / 2012

WARTA SOSIAL

51


52

Edisi 46 / Juni / 2012

WARTA SOSIAL


Edisi 46 / Juni / 2012

WARTA SOSIAL

53


54

Edisi 46 / Juni / 2012

WARTA SOSIAL


ALAMAT KANTOR - Kantor Pusat : Ruko Graha Niaga Citra Blok 6-7 Lt 2 Jl. Raya Surabaya- Krian KM 29 Sidoarjo Telp. 031- 8978604 – 031-8978605 - Cabang Krian : Ruko Graha Niaga Citra Blok 6-7 Lt1 Jl. Raya Surabaya-Krian KM 29 Sidoarjo Telp. 031- 8978604 – 031-8978605 - Cabang Sepanjang : Jl. Bebekan No.21 Sepanjang Telp. 031-7871461 - Cabang Candi : Jl. Raya Candi No.39 Sidoarjo Telp 031-8072282

PRODUK SIMPANAN

- Cabang Ampel : Jl. KH Mas Mansyur No. 143 Surabaya Telp. 031-3539404, 031-3576174 - Cabang Mojokerto : Pasar Tanjung Anom Blok TG-12 Jl. Residen Pamudji- Mojokerto Telp. 0321-381557 - Cabang Mojosari : Ruko Graha Adipura, Jl. Gajahmada G-5 Mojosari Telp 0321-596592 - Kas Wonokromo : Stand LDKA N0.1-2 Pasar Wonokromo Surabaya Telp. 031- 8410678

PRODUK PEMBIAYAAN

1. Prinsip Titipan (Al-Wadi’ah) • Tabungan Wadi’ah Haji. • Tabungan Wadi’ah Qurban. • Tabungan Wadi’ah Inshada. • Tabungan Wadi’ah Qordhiyu

1. Prinsip Bagi Hasil (Syirkah) • Pembiayaan Mudharabah • Pembiayaan Musyarakat

2. Prinsip Bagi Hasil (Syirkah) • Tabungan Mudharabah Umum • Tabungan Mudharabah Pelajar • Deposito Mudharabah jangka 1, 3, 6 dan 12 bulan • Deposito Mudharabah Muqayadah • Saham

2. Prinsip Jual Beli (Al-Bai’) • Pembiayaan Murabahah • Pembiayaan Istishna’ 3. Prinsip Sewa (Al-Ujrah) • Pembiayaan Ijarah Murni • Pembiayaan Ijarah Muntahiyyah Bit Tamlik 4. Prinsip Alih Hutang (Al-Hawalah) 5. Prinsip Pinjaman (Al-Qordh)

Situs : www.bprsyariah.com

Edisi 46 / Juni / 2012

WARTA SOSIAL

55


56

Edisi 46 / Juni / 2012

WARTA SOSIAL


Millions discover their favorite reads on issuu every month.

Give your content the digital home it deserves. Get it to any device in seconds.