Issuu on Google+

Media Komunikasi PT Berau Coal

EDISI 05 • JULI 2012

Strategi Menuju 17 Juta MT di Binungan

Tingkatkan Performa Shipping

Membentuk Masyarakat yang Mandiri dan Berkelanjutan 1


Editorial Note

Ulang Tahun Berau Coal ke-29

contents

Assalamu alaikum Wr Wb, Salam sejahtera bagi kita semua,

12 Mining

Strategi Menuju 17 Juta MT di Binungan

Persiapan kegiatan eksplorasi untuk meningkatkan cadangan dan produksi batubara milik Berau Coal telah dimulai. Diawali dengan studi kelayakan dan perencanaan yang matang dari wilayah konsesi di Site Binungan.

14 ECO Friendly

Kala Habitat Satwa Terjaga Kembali

Kegiatan revegetasi pasca tambang Berau Coal sebagai salah satu komitmen perusahaan terhadap kelestarian lingkungan. Seperti yang dituangkan dalam kebijakan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L), yakni melakukan konservasi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati.

06 Main Issue Membentuk Masyarakat yang mandiri dan Berkelanjutan

39 Safety First

Meningkatkan Pengawasan Demi Keselamatan Bersama Berkaca dari kinerja safety tahun lalu, Berau Coal berupaya meningkatkan performa safety tahun ini demi mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Sejumlah program kerja baru safety telah dijalankan sejak awal tahun ini.

22 Bright Project

Menyongsong Perubahan Demi Sistem yang Terpadu

Perkembangan informasi teknologi memang memungkinkan adopsi Supply Chain Management (SCM) berkembang pesat. Sistem ini memastikan optimalisasi proses dari hulu ke hilir dalam rangka menyambut persaingan yang semakin dinamis dan ketat. SCM merupakan proses pengelolaan seluruh aktivitas atau rangkaian aktivitas perencanaan dan pengelolaan mulai dari dari hulu ke hilir secara terpadu.

27 Shipping

Tingkatkan Performa Shipping

Peningkatan target produksi batubara di Berau Coal menjadi 23 juta ton, membuat Berau Coal terus menambah fasilitas yang menunjang peningkatan produksi. Tidak terkecuali departemen Shipping.

17 Human Resources Bagaimana Mengembalikan Semangat Anda

Pernahkah Anda merasa sangat tidak bersemangat untuk bekerja? Atau merasa kehilangan passion untuk melakukan sesuatu? Lost of passion dapat mengakibatkan kinerja menjadi menurun, bahkan terkadang menjadi menjadi terperosok ke dalam jurang kegagalan.

25 Our Health

Alhamdulillahirabbil’ alamin, puji syukur puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia kepada kita semua. Atas berkah dan rahmat Allah SWT, Berau Coal terus tumbuh dan berkembang secara eksponensial menjadi salah satu perusahaan tambang batubara yang memiliki nilai strategis di Indonesia. Serta berkat doa dari seluruh pekerja Berau Coal, berbagai tantangan yang datang mampu kita lalui hingga Berau Coal mencapai usianya yang ke-29 saat ini. Ucapan terimakasih dan rasa apresiasi saya sampaikan atas karya kita bersama ini, yang kita capai berkat optimisme, kerja keras, dan pengejawantahan nilai-nilai Perusahaan yang progresif, inovatif dan dapat dipercaya. Dunia industri batubara kini memasuki babak baru, perkembangan ekonomi dunia dengan tren yang tidak menentu, dan fluktuasi harga batubara sangat berpengaruh terhadap bisnis kita Regulasi, turunnya index harga batubara pada triwulan pertama 2012 dan melimpahnya pasokan batubara dipasaran dunia, membawa kita pada persaingan pasar yang lebih kompetitif. Kondisi cuaca, khususnya curah hujan sampai dengan triwulan pertama 2012 yang diatas rata-rata, telah memberikan dampak ketertinggalan produksi, menjadi tantangan yang harus dihadapi. Situasi ini menuntut kita untuk bekerja lebih keras, lebih cerdas, lebih optimal, teliti, dan disiplin dalam memproduksi dan memasarkan batubara. Kualitas batubara harus kita jaga sejak awal produksi sampai dengan proses pengapalannnya. Saya yakin dengan kemampuan dan kerjasama

Hidup Sehat Bebas Malaria Tinggal di pelosok hutan telah menjadi bagian dari kehidupan para geologis. Alam bisa menjadi sahabat sekaligus ancaman terbesar bagi geologis. Salah satunya adalah resiko terkena penyakit malaria.

Copyright: The published article has been through the process of drafting in the participation of experts in their fields. Received material will become property of beraumagz unless otherwise specified. Publishers have a permission to load pictures of the party concerned to be used when necessary.

seluruh karyawan Berau Coal beserta mitra kerjanya dan perkenan Allah SWT, kita akan mampu mencapai target pemasaran 23 Juta MT di tahun 2012. Upaya mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik tengah kita jalankan,antara lain berupa pondasi penting perusahaan yaitu keputusan dan pelaksanaan kode etik Berau Coal. Penerapan Kode Etik wajib dipahami oleh seluruh karyawan dan pemangku kepentingan Perusahaan, guna menciptakan sikap profesionalisme, menjunjung tinggi integritas dan berkomitmen dalam pengembangan Perusahaan yang didukung dengan etika nilai-nilai yang baik. Dalam menjalankan operasional Berau Coal, saya meminta setiap individu yang terlibat dioperasional PT Berau Coal selalu menjunjung tinggi prinsip aspek kebijakan kesehatan dan keselamatan disetiap kesempatan dan setiap waktu. Keyakinan kita, keselamatan adalah pilihan kita semua, keselamatan bukanlah karena kebetulan. Sebagai anak dari induk perusahaan yang merupakan perusahaan publik, kita bertekad bahwa operasional Berau Coal haruslah berlandaskan pada perlindungan dan pengelolaan lingkungan dengan standar

Publisher : PT Berau Coal Adviser : Direksi PT Berau Coal Editor in Chief : Bintoro Prabowo Managing Editor : Arif Hadianto Editor : Farhan Soeprapto Editorial Board : Tri Setiyantono, Mashuri, Hamdan, Arya Nugraha, Agung Suryanto, Louis Paerong, Saridi, Muhammad Ector Prasetyo, Hassanul Haq Batubara, Hivensasi Siregar, Asep Ismail, Krisdaryadi, Yustinus Hari Setiawan, La Ode Ilyas, Muhammad Fachrudin, Cahyo Andrianto.

tertinggi. Kita sadari, keberadaan yang strategis Berau Coal pada pengembangan sosial ekonomi masyarakat sekitar, harus dikembangkan berdasar kerjasama yang setara, saling menghormati, saling menguatkan dan berkesinambungan. Bukan berdasar sekedar kepentingan jangka pendek. Karena itulah Berau Coal ada di Berau. Kami meminta pada setiap departemen untuk terus proaktif dalam mengembangkan kapasitas dan karir setiap anggotanya melalui pelatihan, mobilitas dan dukungan yang terus menerus. Selain itu, penghargaan terhadap karyawan akan selalu didasarkan atas kontribusi yang diberikan terhadap perusahaan dengan selalu menjunjung tinggi aspek kesetaraan, keadilan dan transparansi. Sekali lagi mari kita ucapkan rasa syukur atas bertambahnya usia Berau Coal. Selamat ulang tahun Berau Coal yang ke-29, semoga rahmat Allah SWT selalu menaungi langkah kita bersama untuk mencapai masa depan yang lebih cemerlang. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Tanjung Redeb, 5 April 2012 Rosan Perkasa Roeslani Presiden Direktur Berau Coal Editorial Address: Jl. Pemuda No.40, Tanjung Redeb 77311, Berau Kalimantan Timur, PO BOX 114, Phone :(62-554) 23400, (62-21) 5794 4625, Fax : (62-554) 23465,(62-21) 5794 4626 www.beraucoal.co.id Criticism and suggestions send to: admin.pr@beraucoal.co.id Organiser: Inmark Publishing (www.inmark.co.id)

3


New Mandatory

MAIL BOX

Nama NPK Jabatan Departement

JANJI Be GeMS SAYA BERJANJI, MELAKSANAKAN BERAU COAL GREEN MINING SYSTEM, DEMI TERWUJUDNYA KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA, DAN KELESTARIAN LINGKUNGAN

4

Nama NPK Jabatan Departemen

: Parardya Satyasinggara : 111001 : Tender : Procurement (HO)

“Dengan ulang tahunnya Perusahaan kita yang ke-29, saya harap kita semua semakin dekat dengan apa yang umumnya didoakan oleh seorang sahabat. Dalam konteks ini berarti menjadi Perusahaan yang diberkahi kesehatan (safe and green), umur yang panjang (sustained) dan rizki yang lancar (prosperous).” “Ketika semua individu, tanpa terkecuali, yang ada di Perusahaan ini memahami bahwa target produksi tahun 2012 adalah hal yang sangat mungkin dicapai, saya yakin pada akhirnya kita justru dapat mencapai hal-hal yang melebihi ekspektasi awal. Mari kita fokus pada satu hal itu sampai akhir tahun ini!”

: Ahmad Supriadi : 121042 : PQDC Officer : PQDC (SMO)

Sebelumnya “selamat ulang tahun buat PT. Berau Coal ke 29 semoga terus jaya dan menjadi perusahaan produsen batubara terdepan di Indonesia”. Tentang sebuah harapan, pastinya setiap karyawan memiliki harapan yang sama kepada perusahaannya yaitu terus survive dan menjadi selalu memperhatikan kesejahteraan para pekerjanya, tentunya dengan timbal balik kontribusi karyawan kepada perusahaan. Harapan terbesar saya tentunya agar bisa terus menjadi bagian keluarga besar PT Berau Coal. Di usia ke 29 tahun PT Berau Coal membuktikan hal ini dengan continue melakukan perekrutan, pembinaan dan melakukan perluasan struktur organisasi sehingga personal dalam perusahaan bisa lebih fokus terhadap bidang pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Dalam perjalanan pencapaian produksi semester 1 (Q1 dan Q2) telah kita dapatkan produksi 9.594.803 dari plan 11.151.240 MT atau sekitar 86,04% MT dan shipmmet tembus di 10.015.058 MT dari plan 11.443.500 MT atau 87,52%. Harapan saya semoga hasil yang lebih baik lagi dapat kita capai di semester 2 sehingga pencapaian produksi 22 jt MT dapat kita raih dengan kerja yang lebih optimal. Dan harapan saya adalah ketika amanat ini bukan hanya merupakan beban operation, melainkan semua karyawan mempunyai spirit yang sama dalam mensupport kegiatan operation agar target yang sudah diamanatkan corporate dapat terealisasi sesuai dengan target yang diberikan.

Sebagai karyawan, tentunya harapan terbesar adalah perusahaan ini dapat terus maju sesuai dengan cita-cita untuk mewujudkan misi dan visinya. Dan dengan kondisi ini tentunya sudah otomatis sebagai harapan karyawan akan terwujud pula, yang tidak akan jauh dari harapan peningkatan benefit, jaminan kesehatan dan perumahan. Namun yang paling penting buat saya hari ini, di ultah PT Berau Coal ke 29 tantangan akan semakin besar, maka saatnyalah kita memberikan kontribusi terbaik untuk mewujudkan mimpi, seperti ungkapan “jangan ber-tanya apa yang akan kami dapatkan, tapi bertanyalah apa yang kamu berikan untuk PT. BC” Peningkatan produksi dan target pencapaian produksi di tahun 2012, menurut saya pasti akan berimbas positif terhadap karyawan. Tapi konsennya menurut saya bukan disitu, tetapi peningkatan load operasional di tiap department. Semoga harapan itu bisa di wujudkan dan kita akan bangga sebagai karyawan PT Berau Coal. Seperti pesan SM HSE kepada saya “pelaut sejati tidak lahir di laut yang tenang, melainkan di laut yang penuh badai”. Ada hal yang selalu bernilai lebih tinggi dari materi, yaitu pengalaman. Dan kini saatnya sudah tepat, jika ingin ikut mengukir sejarah bersama PT. Berau Coal maka lakukan yang terbaik dan jadilah bagian dari pencapaian target kedepan. Dan itu akan sangat manis untuk di kenang..

Nama NPK Jabatan Departemen

: Abdul Hamid Tasra : 072011 : Enviro Coordinator SMO : Environment

Nama : Ahmad Supriadi Harapan saya sebagai karyawan PT Berau Coal dalam Ulang NPK : 121042 Tahun PTBC ke 29 ini, PT. Berau Coal menjadi salah satu perusahaan Jabatan : PQDC Officer produsen batubara terbesar di Indonesia dan tetap memperhatikan Departement : PQDC (SMO) keselamatan, kesehatan kerja, dan kelestarian lingkungan. Tahun ini target penambangan kita naik menjadi 22 jt MT dan tantangan buat kita semua untuk mencapainya. Ada hal yang harus tetap diwaspadai dan menjadi perhatian semua pihak yaitu meningkatkan sinergi semua departemen dengan komunikasi intensif dan kerja sama tim yang solid. Untuk bisa menjaga dan menyelaraskan semua tindakan maka diperlukan komunikasi yang intensif antar departemen dan komukasi yang intensif intra department sehingga semua hal yang menjadi penghalang tercapainya sasaran perusahaan bisa diminimalisir dan semua pihak menyadari akan menjadi tanggung jawabnya masing-masing, sehingga konflik atau perbedaaan pendapat antar pihak tidak menjadi kendala untuk pencapaian sasaran perusahaan tersebut. Dengan melihat semua usaha dan pencapain perusahaan sampai saat ini saya yakin target perusahaan akan bisa dicapai dengan mencermati permasalahan – permasalahan tersebut. Semoga semua karyawan merasakan hal yang sama dengan meningkatkan komunikasi yang intensif dan kerja sama tim yang solid untuk tercapainya target produksi di tahun 2012. 5


MAIN ISSUE

Membentuk Masyarakat yang Mandiri dan Berkelanjutan 6

main issue

Di dunia pertambangan, kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) memang menarik perhatian kalangan perusahaan. Ide utama CSR sebenarnya simpel, yaitu menumbuhkan sikap sosial perusahaan tambang kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional pertambangan. Ide ini tentu tergolong mulia, sebab umumnya perusahaan pertambangan terkesan berkutat kepada strategi permodalan dan kalkulasi target keuntungan. Konsep CSR bisa dikatakan sebagai bentuk penyeimbang antara keuntungan yang maksimal dengan mensejahterakan hajat hidup (termasuk karyawan dan lingkungan). Seiring tingginya kesadaran semua pihak akan hal itu, maka konsep tanggung jawab sosial kian melekat sebagai salah satu kesatuan yang sulit untuk dilepaskan dari sebuah roda bisnis perusahaan. Community Development (CD) atau Pemberdayaan Masyarakat adalah salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari program CSR pada bidang pertambangan. PT Berau Coal, sebagai salah satu produsen terbesar batubara ke lima di Indonesia, mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap segenap pemangku kepentingan perusahaan ini. Salah satu pemangku kepentingan perusahaan yang berdekatan dan bersinggungan langsung dengan operasinya adalah masyarakat yang tinggal di sekitar lingkar tambang. Pelaksanaan program pemberdayaan perusahaan mengacu pada prinsip Triple Bottom Line yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hal itu diimplementasikan melalui pendekatan program empat pilar yakni Program Pendidikan dan Pengetahuan, Kesehatan dan Nutrisi, Pelestarian Budaya dan Lingkungan serta Kontribusi Sosial Ekonomi. Diharapkan pada akhir kontrak dengan pemerintah (PKP2B), Program pemberdayaan masyarakat PT Berau Coal mampu mendorong terciptanya masyarakat paska tambang yang mandiri dan sejahtera bertumpu pada sumber daya lokal yang aktual. Sekitar tahun 2000 lalu, PT Berau Coal membentuk Yayasan Dharma Bhakti Berau Coal (YDBBC). Pembentukan yayasan ini bertujuan guna menjamin keberlanjutan pengelolaan program jangka panjang,

serta untuk memudahkan menghimpun Dana dari Pihak Ketiga. “Diharapkan dengan keberadaan yayasan ini, proses pemberdayaan yang dilakukan oleh PT Berau Coal ke depannya dapat ditransformasikan dan dilakukan secara mandiri oleh masyarakat ketika operasi penambangan PT Berau Coal berakhir,� Akhid Yusron, Superintendent Community Development Support, PT Berau Coal.

Realisasi Dana & Aktivitas Di bidang Pendidikan dan Pengetahuan, kegiatan pemberdayaan masyarakat mencakup bantuan Beasiswa Pendidikan Bagi Siswa SMP, SMA/MA dan SMK. Dana yang disalurkan dalam program ini mencapai Rp179,07 juta. Program pendidikan dan pengetahuan menuju wajar 9 tahun telah dilakukan di wilayah kampung dampingan. Salah satu kegiatan program adalah dengan memberikan bantuan biaya pendidikan untuk siswa SMP, SMA/SMK baik berupa bea siswa bagi siswa yang berprestasi maupun bea siswa bagi usulan dari kampung dampingan.

Sementara distribusi beasiswa usulan Kampung Dampingan Comdev PT Berau Coal tersebar di 7 Site meliputi; Lati 1 sebesar Rp33,8 juta (147 siswa), Lati 1 sebesar 32,1 juta (131 siswa), lati 3 sebesar Rp19,35 juta (82 siswa), Binungan 1 sebesar Rp25,47 juta (109 siswa), Binungan 2 sebesar Rp19,89 juta (85 siswa), Binungan 3 sebesar 22,77 juta (103 siswa), dan Sambarata sebesar Rp25,65 juta (123 siswa). Selain itu, pengembangan program juga berupa bantuan beasiswa Perguruan Tinggi bagi mahasiswa yang berasal dari Berau, yang akan dan sedang melanjutkan pendidikan di beberapa Universitas dan Perguruan Tinggi baik yang di Berau maupun di luar wilayah Berau. Pemberian bantuan ini disalurkan terhadap 49 mahasiswa yang berprestasi. Dilakukan juga program Pendampingan Konferensi Guru Nusantara di Kampus Atmajaya Jakarta, yang diikuti 6 orang Kepala Sekolah wilayah dampingan Comdev PT Berau Coal. Program lainnya juga meliputi; Workshop LSP, dan Inisiasi Rumah Pintar di Kampung Birang.

Di bidang Kesehatan dan Nutrisi, pengembangan program mencakup Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Balita, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) anak sekolah TK, Pemberian Sembako, Kunjungan Kesehatan, Bakti Sosial ( Pengobatan Gratis), Kegiatan Pos Gizi, Pemeriksaan Kesehatan & Sosialisasi Kesehatan di asrama KHD, Pelatihan Implementer di Tumbit Dayak dan Tasuk, Evaluasi Fasilitator, Penentuan Kriteria Keluarga Penyimpang Positif, Pengobatan gratis yang diadakan di 6 kampung sejak tgl 3-23 Nopember 2011, Pelatihan Enumerator gizi Kesehatan Ibu dan Anak, Pelaksanaan Survey gizi dan Kesehatan di kampung dampingan, serta Pembuatan jamban sekolah TK Melati. Di bidang Lingkungan dan Budaya, kontribusinya bisa dilihat dari dukungan Perusahaan untuk melestarikan budaya lokal dan mendukung rencana menjadikan kampung Long lanuk sebagai kampung wisata di kabupaten Berau. Sebagai catatan, bulan November 2011 lalu diberikan bantuan pengadaan perlengkapan adat, khususnya pakaian adat karena masih

7


MAIN ISSUE

minim jumlahnya. Adapun jenis pakaian adat yang dibantu adalah : Kahas (40 lembar), Baju Kebaya (20 lembar), Cancut (20 lembar) Sementara itu, di bidang Sosial Ekonomi, salah satu kegiatannya adalah pengembangan program Agribisnis Kakao; berupa Pendampingan Teknis kepada anggota demplot kakao didampingi oleh 2 orang teknisi PuslitKoka Jember, CDO dan LDO. Kegiatan ini merupakan replikasi perlakuan dari kegiatan yang dilakukan pada demplot kepada anggota demplot, yaitu aplikasi sambung samping/ sambung pucuk, pembersihan lahan, pemupukan dan pemangkasan. Hal ini dilakukan sesuai dengan rekomendasi puslit koka Jember. Terdapat 64 orang petani yang mengikuti aplikasi seperti pada aplikasi demplot dengan luasan tanaman 74,12 Ha dan sejumlah 136.676 pohon di 7 kampung wilayah tempat demplot Kakao. Selain itu, pengembangan program juga meliputi sektor Agribisnis Karet,

Agribisnis Nilam, Agribisnis Jeruk, Budidaya Sapi di Birang, Budidaya Udang Galah di Pulau Besing, Budidaya Tanaman Sahang/ Merica, dan program Collateral BRI. Hingga bulan Desember 2011, dana YDBBC yang disalurkan pada program Collateral BRI sebesar Rp3,2 miliar, sedangkan posisi dana program collateral per 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp3,5 miliar. Dana yang telah disalurkan pada penerima kredit sebesar Rp2,18 miliar dan

8

main issue

pengembalian angsuran sebesar Rp1,08 miliar dengan besar tunggakan senilai Rp106,51 juta. Sumber pendanaan program pemberdayaan masyarakat yang di jalankan PT Berau Coal berasal dari uang perusahaan yang sudah disesuaikan dengan kebijakan yang berlaku. Selain itu, ada juga dari kontraktor, dan mitra kerja yang memiliki kepedulian dalam pengembangan masyarakat tambang. “Kalau untuk program yang meliputi 4 pilar tadi, perusahaan tidak mengambil prosentase dari laba bersih. Namun kebijakan perusahaan adalah menyisihkan sebesar Rp7 sen per ton produksi batubara. Jadi tidak terkait dari untung atau tidaknya perusahaan,” kata Akhid. Untuk mendukung kegiatan operasional pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, sepanjang pada tahun 2011 PT Berau Coal telah mengeluarkan dana sebesar Rp14,4 miliar. Selain program pemberdayaan yang meliputi 4 pilar tersebut, program

Pembangunan Infrastruktur Sosial masyarakat juga menjadi elemen penting dari kegiatan CSR perusahaan. jumlah dana yang disalurkan untuk pembangunan infrastruktur mencapai Rp10,45 miliar. Dana tersebut digunakan untuk peningkatan infrastruktur terkait, meliputi sarana dan pra sarana umum. Diharapkan pembangunan infrastruktur tersebut mampu menunjang roda ekonomi masyarakat sekitar dalam rangka menuju masyarakat yang mandiri. Jadi,

total dana yang telah disalurkan untuk kegiatan operasional pemberdayaan masyarakat dan pembangunan infrastruktur mencapai Rp24,87 miliar Penghargaan & Wilayah Operasional Sejumlah sejumlah apresiasi dan penghargaan berhasil diraih PT Berau Coal untuk Pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Penghargaan tersebut berasal dari berbagai kalangan instansi, baik pemerintah maupun institusi yang menaruh perhatian pada pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh perusahaan. Penghargaan dan Apresiasi tersebut meliputi; Gelar Karya Produk Masyarakat - GKPM Award. Ajang yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat ini bertujuan untuk memberikan apresiasi bagi lembaga yang menjalankan Program Pelayanan Kesehatan Anak BALITA. Pada ajang Indonesia GKPM Award ini, PT Berau Coal memperoleh piagam Platinum untuk Kategori MDGs Tujuan - 4 “Peningkatan Gizi Dan Kesehatan Anak Melalui Pendekatan Positive Deviance” (PD). Di ajang yang sama, PT Berau Coal juga memperoleh piagam Gold Untuk Kategori MDGs tujuan – 1 ”Peningkatan Pendapatan

Keluarga Melalui Pemberdayaan Perempuan.” Sementara di ajang Indonesian CSR Award, PT Berau Coal memperoleh penghargaan Platinum untuk Kategori Bidang Sosial sebagai perusahaan yang menjalankan Program Rumah Pelita (Pemberdayaan Masyarakat Lingkar Tambang) “Batu Bual Gemilang” Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Sedangkan untuk kategori Bidang Ekonomi, PT Berau Coal menerima penghargaan Platinum sebagai perusahaan yang menjalankan Program Pengembangan Ekonomi Komunitas Lingkar Tambang Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Untuk kategori Bidang Lingkungan, PT Berau Coal juga mendapat penghargaan Gold sebagai perusahaan yang menjalankan Program Pemberdayaan Masyarakat Melalui Reklamasi Lahan Pasca Tambang di PT Berau Coal Site Binungan. Pemberian ketiga penghargaan Indonesia CSR Award ini di berikan di Jakarta Desember lalu. Lokasi dampingan program pengembangan masyarakat PT Berau Coal meliputi 26 kelurahan/ kampung yang berada dalam wilayah

5 kecamatan, yaitu Tanjung Redeb, Gunung Tabur, Sambaliung, Teluk Bayur dan Segah. Wilayah kecamatan tersebut dalam operasional kerja pendampingan dibagi menjadi 8 wilayah kerja dampingan, yaitu Tanjung Redeb, Binungan 1, Binungan 2, Binungan 3, Lati 1, Lati 2, Lati 3, dan Sambarata. Kegiatan Comdev di areal Sambarata meliputi; Kampung Tasuk, Kampung Birang, Kelurahan Teluk Bayur, dan Kelurahan Rinding. Sementara itu, di area Binungan 1 meliputi; Kampung Rantau Panjang, Kampung Pegat Bukur, Kampung Inaran, dan Kampung Bena Baru, untuk area Binungan 2 meliputi; Kampung Tumbit Dayak dan Kampung Tumbit Melayu, serta area Binungan 3 meliputi; Kampung Siduung Indah dan Kampung Long Lanuk (Nyapa). Sedangkan di area Lati 1 meliputi; Kampung Sambakungan, Kampung Melati Jaya, Kampung Merancang Ilir, Kampung Merancang Ulu, Kampung Pulau Besing, dan Kampung Batu – Batu, untuk area Lati 2 meliputi; Kampung Samburakat, Kampung Maluang, dan Kampung Gunung Tabur, serta area Lati 3 meliputi; Kampung Suaran, Kampung Bangun, Kampung

Tanjung Perangat, Kampung Sukan, dan Kampung Gurimbang. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dan obyektif, PT Berau Coal melakukan kerja sama dengan lembaga penelitian, perguruan tinggi, LSM maupun pemerintah untuk mengkaji dan mengimplementasikan programprogram yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sedangkan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara tepat dan akuntabel, PT Berau Coal menempatkan tenagatenaga Pendamping Wilayah/Community Development Officer (CDO) di masingmasing wilayah yang membawahi beberapa Kampung. Pemantauan pelaksanaan program dilakukan melalui mekanisme pendampingan dan pertemuan rutin dengan masyarakat serta stakeholder lainnya. Cakupan wilayah yang diprioritaskan adalah daerah sekitar lingkar tambang yang terkena dampak langsung operasional tambang. Hal ini sesuai dengan amanat AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan).

9


System & Procedurs

System & Procedurs

Crisis Center Room

Pusat Pelaporan Insiden Terpadu

Agung Suryanto Manager QHSE

Setiap insiden yang terjadi harus segera direspon secara cepat. Untuk itu diperlukan sistem pelaporan yang cepat dan terpadu agar setiap insiden yang terjadi dapat segera ditangani.

10

Berbagai langkah terus dilakukan Berau Coal untuk mencegah terjadinya suatu insiden selama proses penambangan berlangsung. Baik upaya pencegahan maupun penanangan saat maupun pasca insiden kecelakaan terjadi. Upaya perbaikan berkelanjutan terhadap sistem terus dilakukan Berau Coal. Terkait penanganan suatu insiden yang terjadi dilapangan, diperlukan sebuah sistem yang dapat menangani peristiwa insiden secara cepat (real time) dan mengoptimalkan golden time sehingga penanganan korban dapat segera dilakukan.

Untuk itulah dibutuhkan sistem pelaporan insiden yang memungkinkan respon maupun penanganan terhadap suatu insiden dapat dilakukan dengan cepat. Kecepatan tindakan respon diperlukan dalam upaya penanggulangan terhadap kejadian darurat maupun insiden kecelakaan kerja. Sehingga tidak kehilangan momentum untuk menyelamatkan korban. Aksi cepat dan tepat terhadap suatu insiden yang terjadi diharapkan dapat menyelamatkan korban. Menurut Manager QHSE Berau Coal Agung Suryanto, agar penanganan segala insiden yang terjadi di Berau

Coal, maka dibuat Crisis Center Room agar penanganannya lebih terkoordinasi, terpadu dan informasinya lebih akurat. Selain itu apabila terdapat korban, maka respon penanganannya lebih cepat, sehingga tindakan penyelamatan yang tepat dapat segera dilakukan. Hal ini dilakukan agar resiko terjadinya fatality dapat dicegah. Ketika terjadi suatu insiden, laporan langsung dikirim ke CCR (Crisis Center Room) yang menjadi pusat pelaporan. Setiap laporan yang masuk akan segera direspon oleh CCR dan segera ditindaklanjuti oleh Tim Emergency Response. CCR juga segera mengontak

tim paramedik yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian. Dengan demikian, proses respon penanganan sebuah insiden menjadi lebih cepat dan akurat. Kemudian, informasi ini juga dilanjutkan melalui pesan singkat (SMS) ke pihak-pihak terkait. Misalnya insiden yang terjadi masuk kategori ringan (property damage, first aid, near miss, fire case, dsb), maka info pesan singkat ini dikirim ke penerima yang tergabung dalam list grup BC1. Apabila terjadi insiden berat (fatality, lost time injury, dsb) maka info SMS akan dilanjutkan hingga ke level grup BC2, dimana pesan singkat ini bisa langsung diketahui oleh level direksi. Dengan sistem ini, jalur komunikasi menjadi lebih singkat, cepat dan terpadu. Distribusi laporan awal dan update perkembangan situasi lebih cepat (real-time) tetap menjadi tanggungjawab CCR. Setiap progres terkait insiden dan proses penanganannya terus dipantau dan diupdate oleh CCR. Sehingga koordinasi dan informasi yang diperoleh lebih akurat dan kredibel. Saat ini kendali operasi CCR berada di posko satuan keamanan Berau Coal di Tanjung Redeb.

Sebelumnya, sistem pelaporan saat terjadi sebuah insiden kecelakaan kurang efektif dan efisien. Pasalnya, format laporan masih bersifat manual dan tertulis. Proses pelaporan memakan waktu relatif lambat dan berjenjang, sehingga kemungkinan distorsi informasi semakin besar. Meski demikian, kecepatan saksi untuk melapor terhadap suatu insiden yang terjadi sangat penting. Diharapkan bila terjadi insiden, saksi mata langsung segera dilaporkan ke CCR, agar tim Emergency Response dapat secepat mungkin mengambil tindakan penyelamatan. Oleh karena itu, dengan berlakunya sistem pelaporan ini maka Berau Coal mengajak seluruh karyawan untuk berperan aktif dalam melaporkan kejadian insiden K3L di tempat kerja. Perilaku K3L selalu menjadi bagian dari pekerjaan kita. Kesadaran terhadap perilaku K3L diharapkan tumbuh menjadi sebuah kebiasaan pada seluruh karyawan. Sehingga bisa menjadi bagian dari budaya perusahaan. Pasalnya, sebaik apapun sistem yang diterapkan bila tanpa peran aktif dan kesadaran karyawan pasti tidak akan berguna.

11


MINING

MINING

Strategi Menuju 17 Juta MT di Binungan Persiapan kegiatan eksplorasi untuk meningkatkan cadangan dan produksi batubara milik Berau Coal telah dimulai. Diawali dengan studi kelayakan dan perencanaan yang matang dari wilayah konsesi di Site Binungan. Berau Coal telah beroperasi melakukan kegiatan tambang sejak memegang ijin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) generasi pertama dari Pemerintah Indonesia pada 5 April 1983. Berdasarkan ijin PKP2B tersebut, Berau Coal memiliki terbagi dalam lima wilayah produksi yaitu wilayah Area Lati, Area Binungan, Area Sambarata, Area Punan, dan Area Gurimbang. Selama ini, Berau Coal telah melakukan kegiatan eksplorasi di tiga area yaitu area Lati, area Sambarata dan area Binungan. Masih ada dua wilayah area yang belum dieksplorasi. Untuk menambah cadangan, Berau Coal berencana melakukan kegiatan eksplorasi tambahan. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan Berau Coal untuk meningkatkan produksi dan umur tambang. Studi kelayakan ini dibuat berdasarkan cadangan tertambang batubara hingga tahun 2025. Berdasarkan pertimbangan adanya tambahan cadangan tersebut, Berau Coal memandang perlu untuk melakukan Penyusunan Kajian Kelayakan sesuai Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Nomor 1453 tahun 2000.

12

Hal ini sehubungan dengan rencana peningkatan produksi puncak dari 5 juta MT/ tahun menjadi 17 juta MT/ tahun. Puncak produksi 17 MT/tahun terjadi pada tahun 2018 sampai dengan tahun 2021 setelah itu produksi akan berangsur turun dan perpanjangan umur tambang hingga tahun 2025. Selain itu, penyusunan Studi Kelayakan ini juga dimaksudkan sebagai panduan untuk operasional penambangan. Studi kelayakan ini dilakukan pada areal Binungan mencakup wilayah kegiatan operasi Binungan Blok 1 hingga Binungan Blok 10 dan Binungan Blok Parapatan. Sistem penambangan yang dipilih adalah metode tambang terbuka (open pit mining), secara garis besar terdiri dari kegiatan pembersihan lahan sekaligus pengupasan dan pemindahan tanah pucuk, penggalian, pemindahan lapisan penutup (OB/ IB) dan penambangan batubara. Peledakan akan dilakukan pada 80% -90% OB. Parameter desain penambangan yang diterapkan meliputi nisbah pengupasan (stripping ratio) rata-rata adalah 9.3 : 1, tinggi jenjang tunggal 10 – 15 meter, kemiringan jenjang tunggal 600, kemiringan lereng overall 450, lebar

berm 5 meter, dan lebar permukaan jalan tambang 30 meter dengan gradient 8%. Kualitas produkta pengolahan batu bara rata-rata memiliki nilai kalori sekitar 5500 kcal/ kg (AD), Total Moistur sebesar 20% (AR), Sulfur 0,46% (AD), dan Ash Content 4,5% (AD). Pelaksanaan penambangan akan dilakukan selama 15 tahun kedepan dengan jumlah batubara tertambang adalah 203,7 juta MT dengan kapasitas produksi tahun 2011 sebesar 4,6 juta MT (aktual produksi), tahun 2012 sebesar 5,6 juta MT dan meningkat terus hingga mencapai puncak pada tahun 2018 hingga tahun 2021 sebesar 17 juta MT. Pada tahun 2022 menurun kembali menjadi 15,7 juta MT dan terus menurun hingga pada tahun 2025 produksi menjadi 11,9 juta MT. Rencana pengolahan batubara dilakukan di lokasi dekat tambang. Pengolahan terdiri dari tahapan proses yang meliputi penggerusan (crushing) untuk mereduksi ukuran, pengayakan (screening) untuk penyeragaman butiran, pencampuran (blending), penimbunan (stock-piling). Dalam studi kelayakan ini digunakan dua opsi pengangkutan batubara ke pelabuhan

Suaran, yaitu dengan menggunakan truk atau menggunakan conveyor. Rencana pemantauan dan pengelolaan lingkungan untuk mencegah dampak negatif kegiatan penambangan dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan. Seperti pembersihan lahan secara terbatas untuk meminimalkan erosi, menerapkan metode inpit back filling dan menutupi permukaan timbunan dengan cover crops, menyiram tumpukan batubara di stockpile untuk mencegah pendebuan dan self combustion, dan melakukan reklamasi mulai sejak tahap awal operasi sampai penutupan tambang. Sementara, berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Berau No. 3 Tahun 2004, wilayah sekitar Parapatan ditetapkan sebagai kawasan pengembangan kota. Untuk itu, Berau Coal akan melakukan inovasi pada program reklamasi di daerah ini. Pasca tambang, area ini menjadi bagian dari pengembangan Kota Tanjung Redeb. Sebagai satu kawasan pemukiman dan bisnis yang hijau, aman dan nyaman, yang selaras dengan dengan lingkungan (ecocity).

13


ECO FRIENDLY

ECO FRIENDLY

Bio Indicator Keberhasilan Revegetasi Kegiatan revegetasi pasca tambang Berau Coal sebagai salah satu komitmen perusahaan terhadap kelestarian lingkungan. Seperti yang dituangkan dalam kebijakan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L), yakni melakukan konservasi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati.

14

Pengelolaan pasca tambang selalu mencangkup program yang menjamin adanya keberlanjutan ekonomi, sosial dan perlindungan lingkungan. Bagi Berau Coal, taat regulasi lingkungan dan penambangan berwawasan masa depan bukan merupakan slogan semata, namun telah menjadi bagian dari cara kerja. Program penutupan tambang yang dilakukan Berau Coal, justru telah dimulai sejak tahap operasi tambang dilakukan sampai masa tambang berakhir. Sampai akhir tahun 2011, Berau Coal telah menanam pohon sebanyak 127,5 ribu pohon pada area seluas kurang lebih 200 hektar sebagai wujud komitmen terhadap lingkungan hidup. Namun, upaya rehabilitasi lingkungan tidak hanya memperhatikan flora atau tanaman yang ada di kawasan pasca lahan tambang saja. Pelestarian fauna atau satwa juga menjadi perhatian bagi Berau Coal. “Kita selalu berupaya memulihkan kembali dan meminimalkan lahan terganggu di area tambang melalui reklamasi dan

revegetasi, agar tempat tersebut dapat kembali menjadi habitat bagi satwa lokal endemik,� kata Saridi, Manajer Environment Berau Coal. Oleh karena itu, untuk mengetahui hasil revegetasi yang telah dilakukan, maka Berau Coal bekerjasama dengan Pusat Penelitian Hutan Tropis Universitas Mulawarman (PPHT UNMUL) melakukan monitoring keragaman biodiversity areal revegetasi Berau Coal di seluruh site (LMO, BMO, SMO). Cakupan area revegetasi yang telah dilakukan Berau Coal hingga akhir tahun 2011 untuk masing-masing site adalah di LMO seluas 1178,97 hektar, untuk BMO seluas 850,41 hektar, dan di SMO mencapai 297,12 hektar. Proses monitoring ini dilakukan melalui metode pengamatan langsung. Metode ini dilakukan dengan cara mengamati keberadaan satwa secara langsung melalui pengamatan jejak kaki, kotoran, bekas cakaran, bunyi dan suara, serta penggunaan camera trapping, untuk mengetahui kehadiran satwa melalui sensor kamera otomatis.

Untuk memancing kehadiran satwa menggunakan umpan. Selain itu, metode pengamatan tidak langsung juga dilakukan, yakni dengan menggunakan teropong binokuler, penangkapan menggunakan jala kabut (mistnet) dan perangkap (cage-trap). Program yang dilakukan setiap tahun ini telah berhasil mencatat grafik kenaikan secara signifikan setiap tahun. Keragaman biodiversity areal revegetasi bisa menjadi petunjuk (bio-indikator) keterpulihannya suksesi vegetasi di areal revegetasi pasca tambang. Dari hasil pengamatan di akhir 2011, ditemukan sebanyak total 28 jenis mamalia darat. Berdasarkan status konservasi, terdapat 8 jenis yang dilindungi secara nasional berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 1999, yaitu Owa Kalawat, Landakk Raya, Beruang Madu, Binturung (Arctictis binturong), Pelanduk Napu, Pelanduk Kanchil, Kijang Muncak dan Rusa Sambar. Selain itu, terdapat 4 jenis dengan kategori rentan (vulnerable) berdasarkan Daftar Merah IUCN, yaitu Monyet Beruk (Macaca nemestrina), Beruang Madu, Babi Berjenggot dan Rusa Sambar. Sementara, satu jenis lagi termasuk jenis yang terancam (endangered), yaitu Owa Kalawat. Tidak hanya hewan mamalia, dalam

pengamatan di areal revegetasi Berau Coal juga ditemukan satwa jenis burung. Dari hasil pengamatan, terdapat 97 jenis dari 28 famili. Diantaranya terdapat kelompok-kelompok burung yang dilindungi, seperti burung dari suku Accipitridae (elang), Falconidae (alap-

alap), Alcedinidae (burung raja udang), Bucerotidae (julang, enggang, rangkong, kangrakeng), Nectarinidae (burung madu) dan Trogonidae (kasumba, burung luntur).

Beberapa jenis burung yang hadir di areal reklamasi dan rehabilitasi umumnya adalah jenis-jenis yang termasuk ke dalam kelompok pemakan serangga (insectivore) dan atau campuran antara serangga dan buah-buahan. Tidak hanya itu, ditemukannya jenis mamalia seperti beruang madu, merupakan isyarat terdapatnya tutupan hutan di sekitar areal revegetasi. Jenis-jenis yang memiliki variasi makanan yang cukup luas umumnya adalah jenis yang mampu bertahan hidup lebih baik terhadap perubahan lingkungan. Menurut DR. Chandra Dewana Boer selaku ketua team pemantauan sekaligus ahli satwa UNMUL, dengan ditemukannya beberapa jenis mamalia darat dan dominasi jenis-jenis burung pemakan serangga. Hal ini menunjukkan bahwa pada areal revegetasi Berau Coal mempunyai keragaman jenis serangga yang cukup tinggi, dikarenakan keberadaan vegetasi yang ditanam ataupun yang tumbuh alami, telah menciptakan (iklim mikro) bagi kehidupan satwa. Dengan terdeteksinya kehidupan fauna di areal revegetasi, mengindikasikan keberhasilan Berau Coal dalam upaya reklamasi dan revegetasi untuk menciptakan ekosistem yang lestari dan berfungsi secara optimal.

15


MOTIVATOR

Human Resource

Sukses Menjadi Agen Perubahan

Bagaimana Mengembalikan Semangat anda

Perubahan merupakan proses alamiah. Selama masih menjadi bagian dari alam, jangan berani mengatakan diri tak akan pernah berubah. Salah satu teori Darwin mengatakan bahwa makhluk yang bisa bertahan hingga saat ini adalah yang bisa mengantisipasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan alam. Jika dianalogikan ke perusahaan dan dunia bisnis, maka hanya perusahaan yang bisa mengantisipasi dan beradaptasi dengan perubahan di dunia bisnislah yang akan bisa bertahan. Untuk mencapai hal tersebut, maka perusahaan akan terus melakukan perubahan untuk memenangkan kompetisi yang semakin ketat. Perubahan visi, misi dan strategi perusahaan akan sukses apabila komitmen ini juga didukung dan dilakukan oleh seluruh karyawan. Pasalnya, karyawan merupakan bagian dari perusahaan yang harus siap berubah seiring bersama meraih. Berikut tips yang dapat Anda lakukan agar dapat mengikuti perubahan yang terjadi di perusahaan.

• Berpikir dan Bertindak Out of The Box Bertindak diluar pakem yang ada menjadi salah satu bagian penting dari perubahan. Seperti revolusi digital yang telah merubah kebiasaan dan aktifitas manusia. Inovasi dan kreativitas menjadi bagian dari pola pikir kita agar semakin maju dan berkembang.

• Memotivasi diri

Seringkali berada di zona nyaman membuat Anda terbuai dan tidak produktif bekerja. Motivasi dan tantangan dalam bekerja merupakan pemicu untuk meningkatkan produktivitas sehingga Anda bisa fokus untuk mencapai tujuan pribadi maupun profesional. Perubahan strategi dan visi perusahaan dapat menginspirasi serta memotivasi Anda untuk bekerja lebih baik lagi.

• Ungkapkan Ide Anda Jangan takut untuk mengungkapkan apa yang menjadi pemikiran dan ide kita kepada semua orang. Tunjukkan bahwa ide yang kita miliki memang logis dan mampu diterapkan secara nyata di perusahaan. Sikap proaktif dalam menyampaikan ide, saran atau pendapat sangat diperlukan untuk menjadi solusi terbaik bagi perusahaan.

• Jadilah tim yang solid Dalam mencapai perubahan, kita tidak mencari siapa yang paling hebat, tetapi bagaimana kita dapat bekerja sama dalam kelompok. Peran serta aktif Anda sangat diperlukan. Mencari solusi bersama-sama akan lebih efektif dibanding Anda harus menyerahkannya pada atasan. Keberhasilan mencapai perubahan adalah buah dari kesuksesan bersama.

• Lakukan sekarang Jangan mengulur waktu untuk memulai perubahan. Setiap individu karyawan merupakan agen perubahan dan menjadi bagian dari perubahan yang dilakukan perusahaan. Jadilah agen perubahan sekarang juga. Lakukan sekarang juga agar Anda dan perusahaan semakin mudah dan cepat untuk melakukan perubahan demi kesuksesan bersama.

16

Pernahkah Anda merasa sangat tidak bersemangat untuk bekerja? Atau merasa kehilangan passion untuk melakukan sesuatu? Lost of passion dapat mengakibatkan kinerja menjadi menurun, bahkan terkadang menjadi menjadi terperosok ke dalam jurang kegagalan. Lost of passion, tenang saja Anda bukan satu-satunya orang yang merasakan hal seperti itu. Karyawan paling teladan pun terkadang mengalami kemerosotan, kehilangan gairah dan memerlukan dorongan untuk mengembalikan motivasi mereka. Karyawan yang memiliki motivasi tinggi terlihat lebih enerjik, lebih bahagia, lebih antusias, lebih produktif jika dibandingkan dengan karyawan yang sedang kehilangan semangat. Seseorang yang memiliki semangat tinggi lebih memiliki kelebihan untuk mempengaruhi anggota tim, begitu pun dengan seseorang yang sedang down juga bisa mengompori anggota tim lainnya hanya saja mungkin lebih kepada memberi pengaruh buruk.

Anda tentunya tidak mau jadi biang masalah di kantor atau ditempat kerja anda karena pengaruh buruk Anda di dalam tim. Simak tips berikut untuk mengembalikan passion Anda di tempat kerja:

Perjelas tujuan Anda. Anda tidak akan dapat bekerja dengan benar sebelum Anda memiliki visi dan misi yang jelas. Tanpa tujuan yang pasti dan pengetahuan mengenai pekerjaan yang Anda lakukan, Anda pun bisa kehilangan arah dan berefek bekerja sembarangan. Bekerja yang hanya sekedar untuk memenuhi kewajiban hadir, tanpa ada motivasi dan tujuan yang jelas dapat membuat situasi pekerjaan tidak nyaman dan mengganggu produktifitas pribadi dan ujungnya adalah kinerja yang menurun.

Buat Strategi Untuk Meraih Tujuan Anda. Rumuskan stategi yang ingin Anda lakukan untuk meraih tujuan. Pastikan

kalau hal tersebut mampu Anda lakukan agar tidak ada alasan bagi Anda untuk berhenti di tengah jalan. Dengan rancangan yang Anda buat secara otomatis memberi Anda deadline bagi diri Anda sendiri untuk menyelesaikan tugas. Semakin terorganisirnya diri Anda semakin Anda pun dapat mematuhi kontrol yang telah dibuat, Anda akan termotivasi untuk menyelesaikan semua tugas Anda dengan baik.

Tingkatkan keberhasilan Anda. Kata ‘sukses’ tentunya menjadi satu kata ‘ajaib’ yang dapat memicu semangat Anda untuk maju. Tetapi apa Anda sudah cukup puas dengan apa yang raih sekarang? Yakin bahwa potensi Anda lebih besar dari apa yang Anda sadari saat ini. Kembangkan kreatifitas Anda dalam bekerja. Kondisikan pekerjaan Anda semenarik mungkin sehingga bisa menjadi motivasi Anda untuk bisa lebih dari yang sekarang.

17


Human Resource

Beri Imbalan Bagi Diri Anda. Diri Anda bukan robot yang bisa selalu dipush untuk melakukan sesuatu. Jangan karena ingin mendapatkan penghasilan lebih, maka anda terus menerus bekerja lembur. Bekerja secara lembur terus menerus akan mengakibatkan kondisi tubuh yang tidak seimbang dan rentan terhadap faktor kelelahan serta berakibat kelalain terhadap keselamatan kerja. Tidak salah jika sesekali Anda memanjakan diri Anda atas apa yang telah Anda raih. Misalnya dengan pulang kerja tepat waktu setelah beberapa kali lembur. Meluangkan waktu untuk dapat berkumpul dan bercengkrama dengan keluarga. Memberi istirahat bagi otak dan pikiran Anda juga sebuah reward dan hidup menjadi lebih berkualitas.

Jaga perspektif Anda. Hal ini penting untuk menjaga dan mengingatkan diri sendiri mengapa Anda bekerja. Buatlah list alasan Anda memasuki dunia kerja Anda saat ini dan mengapa Anda mau melakukan

18

new comers new comers

pekerjaan tersebut. Ingatkan juga diri Anda bahwa work is work dan Anda tetap memiliki kehidupan di luar konteks bekerja, enjoy your life dan buatlah sesuatu yang berbeda.

NEW COMERS

Nama : Japriusman Jabatan: GIP-Mining Dept: HRD DOJ: 23 Novemeber 2011

Nama : Ahmad Fawaidun Jabatan: GIP-Mining Dept: HRD DOJ: 23 Novemeber 2011

Nama : Ristyandana Jabatan: GIP-Mining Dept: HRD DOJ: 23 Novemeber 2011

Nama : Alfons Igo H Bunga N Jabatan: GIP-Mining Dept: HRD DOJ: 23 Novemeber 2011

Nama : Bhima Bhakti Hutama Jabatan: GIP-Mining Dept: HRD DOJ: 23 Novemeber 2011

Nama : Adam S. Siregar Jabatan: GIP-Mining Dept: HRD DOJ: 23 Novemeber 2011

Nama : Zainal Azhari Jabatan: GIP-Mining Dept: HRD DOJ: 23 Novemeber 2011

Nama : Arief Budianto Jabatan: GIP-Mining Dept: HRD DOJ: 23 Novemeber 2011

Nama : Ihsan Setiawan Jabatan: GIP-Mining Dept: HRD DOJ: 23 Novemeber 2011

Nama : Nurudh Dhuha Jabatan: GIP-OHS Dept: HRD DOJ: 23 Novemeber 2011

Nama : Yudha Setiawan Jabatan: GIP-OHS Dept: HRD DOJ: 23 Novemeber 2011

Nama : Muh. Kalingga F Jabatan: GIP-Mining Dept: HRD DOJ: 23 Novemeber 2011

Nama : Frans Daromes M Jabatan: GIP-Mining Dept: HRD DOJ: 23 Novemeber 2011

Nama: Riski Amalia Jabatan: GIP-Mining Dept: HRD DOJ: 23 Novemeber 2011

Nama : H Roslina Fitria S Jabatan: GIP-Accounting Dept: Coal tech & Proj.dev DOJ: 23 Novemeber 2011

Nama : Denny Jabatan: GIP-Mining Dept: HRD DOJ: 23 Novemeber 2011

Nama : Syahran Jabatan: GIP-Environment Dept: Coal tech & Proj.dev DOJ: 23 Novemeber 2011

Nama : Heriadi Jabatan: GIP-Comdev Dept: HRD DOJ: 23 Novemeber 2011

Nama : Rahayu Mawarlina Jabatan: GIP-Environment Dept: HRD DOJ: 23 Novemeber 2011

Jaga keseimbangan hidup Anda. Sering terjadi Anda merasa kehilangan jati diri saat berada di tempat kerja dan melupakan ada hal lain yang menanti Anda di luar sana. Menjaga kredibilitas dan menjaga keseimbangan hidup adalah dua hal yang sama penting untuk meningkatkan motivasi. Pastikan Anda meluangkan waktu untuk hal di luar pekerjaan seperti untuk keluarga, berolahraga, belanja atau hobi Anda lainnya yang dapat menyalurkan kreatifitas dan energi. Hal-hal tersebut berguna untuk menghilangkan kejenuhan dan juga akan membuat Anda lebih produktif di tempat kerja.

dampak yang buruk tanpa Anda sadari. Membaca buku-buku motivasi, berbicara tentang hal-hal yang inspiratif juga bisa membantu Anda untuk selalu berpikir positif dalam hidup khususnya dalam lingkup pekerjaan Anda.

Berpikir Positif. Selalu pada hal-hal positif sekecil apa pun itu. Berpikir negative akan memberi

(dikutip dari artikel jobsdb.com)

19


Catatan SM HSE

Catatan SM HSE

Tanggung Jawab dan Kepedulian Semangat Pagi! Membangkitkan semangat dan kepedulian terhadap keselamatan kerja tidak sekedar meluncurkan kebijakan, namun juga harus ada role model. Role Tidak hanya pemimpin, namun seluruh pekerja memiliki tanggunjawab menjadi seorang panutan. Ada sebuah kisah dibalik kesuksesan BUMA Binungan mampu mempertahankan performa 20 juta Man Hour Non Fatality per Mei 2011 dan 9 juta Man Hour Non LTI. Dibalik kesuksesan tersebut terdapat sebuah bentuk tanggung jawab dan kepedulian dari JS Kurniawan, Project Manager BUMA Binungan, yang kini dipromosikan ke Site yang lebih besar target produksinya. Yang dilakukan Pak Wawan, demikian beliau akrab disapa, sebagai wujud tanggungjawabnya, setiap terjadinya insiden (terutama PD, Property Damage dan High Potential Fatality), ia

20

menyediakan 1 shift penuh untuk peduli kepada si Pelaku. Sebelumnya, Pak Wawan akan memanggil si Pelaku ke ruangannya, berdua saja. Ia akan bertanya kepada Pelaku, apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa hal itu bisa terjadi. Setelah mendapat informasi dan kronologis yang jelas, Pak Wawan akan bercerita tentang pengalaman hidupnya. Bagaimana beliau mengawali karier sebagai karyawan biasa di BUMA Lati sampai menjadi Project Manager. Tidak hanya itu, biar Pelaku lebih meresapi makna pesan moral yang diceritakan, Pak Wawan akan mengajak Pelaku merasakan duduk di mobilnya sambil berkeliling keliling tambang. Yang menjadi pengemudi, tetap Pak Wawan dan Pelaku duduk dikursi depan disampingnya. Selama perjalanan, Pak Wawan memberikan pengalaman pengalamannya kepada Pelaku, sambil sesekali menanyakan pemahaman Pelaku tentang yang beliau ceritakan. Nah, selama 1 shift waktu kerja Pak Wawan, si Pelaku selalu ada disampingnya, mengikuti beliau. Menjelang akhir shift, saat sudah mau pulang, baru Pak Wawan meminta komitmen Pelaku apa yang harus diperbaiki dan apa yang harus dilakukan agar insiden ini tidak terjadi lagi. Dengan sikap yang dicontohkan

Hamdan

Gambar diatas merupakan salah satu dari sekian buah karya Pak Benny.

Senior Manager Divisi Healthy Safety and Environment

oleh Pak Wawan, walhasil, wujud dari tanggungjawab dan kepedulian tersebut 9 juta Man Hour Non Fatality dan target coal getting 2011 lalu dicapai seratus persen. Komitmen untuk mencegah terjadinya kecelakaan juga dilakukan oleh Pengawas Hauling Batubara BUMA Lati. Meski kegiatan P5M mengenai keselamatan setiap pagi telah dilakukan, namun Pengawas BUMA Lati berkomitmen akan melaksanakan program tambahan, yaitu meningkatkan frekuensi patroli. Sesekali Pengawas Hauling akan

dengan menyetop hauling batubara untuk memberikan briefing tambahan dan penyegaran selama 5 menit pada jam-jam kritis. Selain itu, pelatihan dan tindakan disiplin akan diberikan, apabila ada rekan-rekan operator yang mencoba-coba melanggar peraturan keselamatan berkendara di jalan hauling. Contoh wujud tanggungjawab dan kepedulian lainnya juga dilakukan Pak Benny Indrawan, mantan Project Manager PT Ricobana Abadi. Dengan kesederhanaannya, Pak Benny berhasil membawa performa Ricobana Lati

begitu prima. Target produksi batubara dan pemindahan lapisan tanah penutup dicapai 100 persen lebih, fatality nihil untuk performance safety dan mampu menciptakan TPS B3 dan WMP terbaik di lingkup Berau Coal. Sebenarnya bangsa ini juga mampu menciptakan pemimpin yang bertanggung jawab dan peduli. Sebagaimana tanggung jawab dan pedulinya Panglima Jendral Besar Sudirman, seorang laki-laki kurus dan ringkih yang bersikukuh tetap terjun dalam memimpin kancah peperangan. Penyakit yang mengerogoti tubuhnya

tak dirasanya. Fisiknya memang lemah, karena itu ia harus ditandu. Namun Gelora semangat tanggung jawab dan peduli atas bangsa ini menyala nyala. Dari cerita dan contoh diatas semoga memberi inspirasi bagi kita semua untuk mewujudkan tanggungjawab dan kepedulian tentang keselamatan kerja di area kerja kita masingmasing. Keselamatan kerja adalah tanggung jawab seluruh pekerja, tidak memandang usia, masa kerja, golongan, jabatan, dan jenis kelamin. Keselamatan kerja bukanlah hanya sekedar slogan, akan tetapi harus diwujudkan.

21


Bright Project

Bright Project

Menyongsong Perubahan Demi Sistem yang Terpadu Perkembangan informasi teknologi memang memungkinkan adopsi Supply Chain Management (SCM) berkembang pesat. Sistem ini memastikan optimalisasi proses dari hulu ke hilir dalam rangka menyambut persaingan yang semakin dinamis dan ketat. SCM merupakan proses pengelolaan seluruh aktivitas atau rangkaian aktivitas perencanaan dan pengelolaan mulai dari dari hulu ke hilir secara terpadu. Seiring dengan menjawab tantangan tersebut, program sistem informasi dan perencanaan perusahaan (Enterprise Resource Planning / ERP) membutuhkan improvement yang signifikan karena sistem tersebut dirasa sudah tidak mengakomodir kebutuhan perusahaan secara maksimal. Kini, Berau Coal akan mengimplementasikan SAP (System Application and Product) dalam rangka mengintegrasikan dan otomasisasi roda bisnis perusahaan meliputi semua

22

aspek seperti operasional, produksi dan distribusi. Implementasi sistem tersebut yang dikenal dengan Bright Project diharapkan menjadi katalisator dalam mewujudkan visi Berau Coal, yaitu ”enabling a brighter future through becoming an exponential energy transformer”. Menurut Arif Widya S, MIS Manager PT Berau Coal menjelaskan, Bright Project hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pelaporan terkonsolidasi yang lebih cepat dan akurat untuk internal dan holding company. Kebutuhan tersebut dijawab dengan implementasi System ERP SAP (Bright Project-Red) dengan mengenalkan modul sebagai implementasi sistem. Modul tersebut mencakup area ; Department TS (Data Produksi) dan

Departement PQDC (Data Quality) berupa Module PP-QM, Divisi Marketing & Sales dan Divisi TSA berupa Module Sales & Distribution (SD), Divisi Human Resources & General Affairs berupa Module Human Capital Management (HCM), Department ProDev berupa Module Project System (PS), Department Engineering berupa Module Plant Maintenance (PM), dan Department Accounting, Budget & Control dan Treasury & Banking berupa Module FiCo. “Elemen utama dari Bright Project meliputi aspek teknis dan aspek non teknis, hal ini saling berkaitan demi kesuksesannya,” kata Arif. Ditambahkannya, implementasi sistem yang baru ini dalam rangka improvement sistem ERP yang lama sudah pasti ditemui beberapa perubahan. “Perubahan tersebut bisa

Implementasi Sistem Axapta

Implementasi Sistem SAP

Proses Kustomisasi

Proses Kustomisasi

Best Practice Scenario SAP

PERUBAHAN

Standard Sistem AXAPTA

dari perubahan fungsi. Misalnya, dalam melakukan sebuah langkah, bisa saja bertambah, namun bisa juga berkurang. Semua perubahan tersebut tentunya membutuhkan sebuah cara yang komperehensif agar proses yang ada bisa secara penuh dijalankan,” jelas Arif. Nah, Bright Project ini berfungsi agar sejak awal proses dari perubahan tersebut bisa diidentifikasi atau bisa dijalankan dengan baik. “Kalau memang butuh support, tentu kita akan kembangkan secara bersama-sama. Tujuannya adalah agar semua pihak yang bersinggungan dengan perubahan tersebut bisa menerima dengan adanya perubahan,” kata Arif. Diharapkan proyek ini bisa menjadikan seluruh elemen agar lebih siap untuk siap beradaptasi menghadapi perubahan. “Misalnya, jika terkait dengan business trip, saat ini karyawan melakukan kontak ke pihak HR untuk dibuatkan surat tugas, nanti pada

proses SAP pihak department bisa membuat langsung dan mengonfirmasi ke atasannya boleh atau tidak dia melakukan business trip, dan setelah itu diproses di pihak HR. Perubahanperubahan itulah yang nanti butuh sosialisasi,” kata Arif. Sementara itu, dari sisi sistem pihaknya (divisi MIS-Red) saat ini hanya mensupport secara teknis. Namun nanti di masa mendatang MIS juga mensupport secara bisnis proses. “Untuk itu kami juga harus siap beradaptasi. Yang paling menjadi salah satu tujuan adalah akurasi dan akuntabel sebuah proses bisnis sehingga bisa menjadi salah satu elemen untuk evaluasi agar tujuan bisa tercapai secara efisien,” jelasnya. Bright project dipersiapkan sejak Januari 2012, sementara ketersediaan Business Blueprint-nya dirancang sejak bulan Februari-Maret lalu. Rencana realisasi program ini adalah bulan April

Standard Sistem SAP

hingga Juni, dan diharapkan pada bulan Juli persiapannya sudah memasuki tahap final. Deadline Bright Project untuk Go Live dan bisa diaplikasikan oleh seluruh elemen perusahaan adalah tanggal 1 Agustus 2012. Seiring dengan hal itu, berbagai perbaikan dan improvement akan selalu dilakukan di berbagai segi demi pencapaian hasil yang maksimal. Saat ini sistem manajemen rantai yang terintegrasi sudah menjadi competitive advantage yang sangat penting bagi perusahaan untuk memberikan pelayanan yang cepat dengan produk yang bervariasi. Hal itu seiring dengan tuntutan pasar dengan ketersedian produk berkualitas tinggi namun proses produksinya efisien. Alhasil, Perusahaan dapat tetap exist di tengah persaingan yang semakin ketat dan tingkat biaya yang semakin tinggi.

23


EVENT

Our Health

Hidup Sehat Bebas Malaria PT Berau Coal

SIMULASI: Peserta pelatihan Fire and Rescue memperlihatkan kemampuan yang mereka dapatkan selama masa pelatihan dalam memberikan bantuan terhadap korban ketika terjadi insiden.

Impikan Tim Tanggap Darurat Bencana Daerah SAMBURAKAT – Pendidikan dan pelatihan dasar Fire and Rescue yang diadakan PT Berau Coal (BC) bekerja sama dengan 2 perusahaan, yakni PT Bara Jaya Utama (BJU) dan PT Pasific Prima coal resmi berakhir. Pendidikan selama 40 hari ini berhasil meluluskan seluruh peserta pelatihan. Tujuan dari pendidikan ini untuk memberikan bekal pengetahuan dasar tentang Fire and Rescue serta fisik yang memadai kepada tim tanggap darurat sebagai kesiapan merespons keadaan darurat di seluruh area kerja masingmasing. Selain itu, melalui pelatihan tersebut mampu membina peserta didik untuk lebih disiplin dan mampu membentuk kerjasama tim sehingga mampu mersepon setiap pangggilan baik di area kerja maupun di luar lingkup perusahaan tempat kerja. “Syukur Alhamdulillah semua peserta lulus. Semoga kemampuan dari pelatihan ini bisa bermanfaat ketika terjadi suatu keadaan darurat yang memerlukan pertolongan secepatnya,” ungkap Gatot Budi Kuncahyo, Kepala Teknik Tambang PT BC, ketika menutup pelatihan tersebut.

24

Diharapkan program ini berlangsung secara berkesinambungan pada waktu-waktyu mendatang yang menfokuskan pada pengembangan kemampuan skill personel sehingga skill maintenance dan skill improvement dapat terpenuhi selama proses bekerja. “Kami Mengapresiasi keikutsertaan PT BJU dan PT PPC dalam pelatihan ini. Di pelatihan mendatang, diharapkan pesertanya lebih banyak lagi dan diikuti seluruh perusahaan tambang di Berau,” harapnya. Gatot mengatakan, sampai saat ini Kabupaten Berau belum memiliki tim tanggap darurat bencana daerah. Namun, perusahaannya memiliki komitmen dengan Pemda untuk membentuk tim tanggap darurat bencana daerah. “Kami siap mewujudkan tim itu. PT BC siap mengakomodasinya sehingga nantinya Berau bisa memiliki tim tanggap darurat sendiri yang berisikan relawan dari perusahaan-perusahan tambang yang ada,” katanya lagi. Hal senada diungkapkan, Kepala Teknik Tambang PT PPC, Andi Hasnawi. Menurutnya, perusahannya

berkomitemen untuk mewujudkan apa yang menjadi harapan PT BC agar kelak di Berau memiliki tim tanggap darurat bencana. “kami sangat ingin membetuk tim emenrgency Response team (ERT) karena selain berguna menanangai masalah insiden di tempat kami sendiri juga bisa memberikan kontribusi kepada Berau apabila terjadi bencana,” katanya. Dia menekankan, agar pelatihan seperti ini sering dilakukan dan tidak hanya beberapa perusahaan tapi bisa diikuti seluruh perusahaan yang ada. Selain untuk menjalin tali persaudaraan juga untuk meningkatkan kemampuan relawan dalam hal penanganan tanggap darurat sehingga bisa meminimalisir ketika terjadi bencana. “intensitas latihan yang ditingkatkan maka secara tidak langsung juga akan meningkatkan kemampuan yang dimiliki peserta pelatihan,” tegasnya. Dalam penutupan itu juga dipilih dua peserta sebagai lulusan terbaik, yakni Yoga Harico Gummaya untuk kelas kecerdasan atau sering disebut kelas Tanggon. Sedangkan lulusan terbaik untuk kelas trengginas jatuh kepada Joelen.

Tinggal di pelosok hutan telah menjadi bagian dari kehidupan para geologis. Alam bisa menjadi sahabat sekaligus ancaman terbesar bagi geologis. Salah satunya adalah resiko terkena penyakit malaria. Berada di hutan selama berhari-hari bahkan berbulan-bulan telah menjadi resiko pekerjaan seorang geologis. Oleh karena itu, menjadi seorang geologis tidak hanya membutuhkan skill, tapi juga fisik yang kuat. Kekuatan fisik dalam menghadapi berbagai rintangan di dalam hutan tropis seperti ancaman berbagai penyakit, mulai yang ringan seperti gatal-gatal, cacingan, diare hingga yang beresiko mematikan seperti demam berdarah, tipus, dan malaria. Menurut dr. Ardi Sertiyan, dokter perusahaan yang bertugas di Klinik Berau Coal, malaria merupakan salah satu penyakit tropis endemik di Indonesia yang belum bisa dihilangkan. Meski demikian, penyakit malaria mampu dicegah. Penyakit ini berasal dari gigitan nyamuk anopheles yang terinfeksi parasit plasmodium. Bila terkena gigitan nyamuk anopheles, aliran darah akan membawa parasit bermigrasi ke organ hati dan menginfeksi sel darah merah kita. Gejala awal dari malaria antara lain demam tinggi, kemudian meningkat sampai menggigil dan keluar keringat. Setelah itu, lambat laun panas menurun, namun

jangan anggap penyakit telah sirna. Justru patut waspada bila gejala seperti ini menimpa Anda. Resiko kematian kerap kali mengancam, bila korban malaria tidak segera ditangani dengan baik. Berdasarkan rekam medik sepanjang 2011 sampai awal tahun 2012, tercatat tujuh karyawan Berau Coal harus dirawat di rumah sakit akibat terkena malaria. Upaya yang kerap dilakukan para geologis seperti fogging, memakai kelambu atau lotion anti nyamuk. Meski mampu mencegah, namun hal tersebut bukanlah solusi yang tepat. Mata rantai penyakit malaria meliputi lingkungan, manusia dan nyamuk. Sehingga seluruh pihak perlu memperhatikan ketiga faktor tersebut. Lingkungan kerja para geologis yang notabene wilayah hutan memang

menjadi habitat nyamuk malaria. Belum lagi di lingkungan pertambangan banyak terdapat kubangan eks lahan tambang yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk malaria. Sehingga sulit untuk menghilangkan nyamuk tersebut. Perhatian terhadap pencegahan penyakit malaria harus sama dengan penyakit akibat kerja lainnya. Dr Ardi menganggap penyakit malaria adalah penyakit akibat hubungan kerja, sehingga perlu menjadi fokus perhatian seluruh pihak di Berau Coal. Misalnya, pentingnya menerapkan standar kesehatan pada setiap lokasi camp geologis. Perhatian terhadap ketersediaan fasilitas air bersih. Belum lagi kesenjangan fasilitas kesehatan antara Berau Coal dengan kontraktor yang perlu mendapat perhatian.

25


Our Health

Tindakan preventif memang selama ini telah dilakukan. Seperti memberikan obat pencegah malaria kepada seluruh pekerja geologis setiap minggu. Namun upaya tersebut belum cukup melindungi mereka secara optimal. Kesadaran setiap pribadi untuk menjaga kesehatan lebih penting. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat harus menjadi bagian dari aktifitas para geologis. Tingginya tingkat kesadaran pribadi terhadap kesehatan akan mampu mencegah terkena malaria dan penyakit lainnya. Pola hidup sehat perlu ditingkatkan agar fisik dan daya tahan tubuh prima. Sehingga diharapkan resiko terkena malaria menjadi rendah. Biasakan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Misalnya, hindari menggantung baju dan membuat ruangan menjadi lembab. Membuat saluran drainase yang baik agar tidak ada genangan air. Lingkungan yang bersih akan mengurangi populasi nyamuk. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah awarness dari seluruh pihak baik perusahaan dan karyawan untuk memandang kesehatan sebagai sebuah investasi. Karyawan merupakan aset yang perlu dilindungi dan ditangani dengan sangat baik. Bila kesehatan prima, maka seluruh karyawan dapat bekerja dengan baik dan optimal.

26

Shipping

KONSULTAN KESEHATAN Kirimkan pertanyaan Anda seputar kesehatan. Dokter perusahaan Berau Coal akan menjawab setiap pertanyaan pada rubrik ini T : Dokter, bagaimana membedakan antara gejala demam biasa dengan penyakit berbahaya yang diawali dengan demam juga seperti demam berdarah atau malaria? Apakah minum suplemen vitamin dapat mencegah terkena penyakit berbahaya itu? J : Secara umum gejala demam yang ditimbulkan oleh penyakit tertentu hampir sama akan tetapi pada penyakit infeksi seperti demam berdarah atau malaria memiliki pola demam yang berbeda. Malaria contohnya saja sudah berbeda tergantung dari parasit plasmodium yang menyebabkannya. Pada malaria falciparum ditandai oleh peningkatan suhu tubuh / demam yang menetap selama 24 jam, malaria vivax ditandai dengan peningkatan suhu tubuh berangsur tinggi pada siang atau sore hari dan demam turun pada malam atau pagi hari. Minum suplemen vitamin memang tidak bisa dipungkiri dapat meningkatkan daya tahan tubuh tetapi bukan berarti dengan konsumsi suplemen tersebut penyakit berbahaya dapat dicegah. Penyakit berbahaya dapat kita cegah dengan perilaku hidup bersih dan sehat (istirahat cukup, makan bergizi, hindari stres, olah raga teratur dan tidak merokok)

T : Dok, apabila pernah terkena malaria, apakah masih beresiko terkena lagi atau malah resikonya lebih tinggi lagi? J : Pada orang yang pernah terkena malaria tetap beresiko lagi terkena malaria jika masih menetap atau tinggal didaerah endemis malaria. Karena parasit plasmodium penyebab malaria ada 4 jenis yang ditularkan oleh gigitan nyamuk anopheles, tergantung dari orang tersebut terkena jenis yang mana. Jika terkena malaria vivax sebelumnya masih ada jenis lain seperti malaria falciparum yang belum terjangkit. Untuk orang yang pernah terkena malaria, resiko akan lebih besar untuk kambuh kembali jika sebelumnya tidak diobati dengan baik.

Tingkatkan Performa Shipping Peningkatan target produksi batubara di Berau Coal menjadi 22 juta ton, membuat Berau Coal terus menambah fasilitas yang menunjang peningkatan produksi. Tidak terkecuali departemen Shipping. Performa departemen Shipping lebih meningkat dengan salah satu armada Floating Transfer Station (FTS) terbaru yang dimiliki Berau Coal. Penambahan armada shipping khususnya FTS Bulk Java semakin memperkuat kinerja loading batubara di laut. Sejak

pertengahan tahun lalu, FTS Bulk Java telah beroperasi dan menambah jajaran loader yang dimiliki Berau Coal. Dengan kemampuan device loader yang kini dimiliki Berau Coal, diharapkan target shipping akan dapat dilampaui. Meskipun curah hujan sepanjang awal tahun 2012 relatif tinggi, namun hal tersebut tidak berpengaruh terhadap proses pengapalan batubara ke tangan konsumen. Batubara Berau Coal sebagian besar di ekspor keluar negeri dengan prosentase sebesar 70 – 75% total produksi. Konsumen terbesar Berau Coal berasal dari Cina dan India, sedangkan sisanya sebesar 25% dialokasikan ke pasar dalam negeri. Pada awal tahun 2012 curah hujan relatif tinggi sehingga mempengaruhi aktivitas produksi batubara. Namun hal ini tidak berpengaruh signifikan terhadap

permintaan batubara dari konsumen. Pasalnya, kecenderungannya permintaan batubara dari konsumen relatif menurun. Baru setelah bulan Maret hingga akhir tahun 2012 permintaan mulai meningkat. Kondisi cuaca hujan di awal tahun memang selalu diprediksi oleh pasar dan proses pengapalan tidak terpengaruh pada hujan. Namun jalur pengangkutan batubara di aliran sungai dibeberapa daerah masih menjadi kendala. Seperti di alur sungai Sukan, Bribit dan Beting Hajis yang merupakan bagian dari alur pengiriman batubara dari site Lati kerap mengalami pendangkalan. Sebaliknya, di alur pengiriman dari site Sambarata yang melewati jembatan kendaraan juga terkendala saat kondisi pasang. Kapal bermuatan batubara harus berhati-hati

27


Shipping

Community

Mengenal Lebih Jauh Positive Deviance

saat melewati dibawah jembatan. Sepanjang tahun 2012, departemen Shipping akan menyesuaikan jumlah barge yang digunakan. Akan ada penambahan unit tug dan barge, serta penambahan device. Untuk mempermudah komunikasi dan kontrol di muara pantai akan disediakan akomodation bus. Fasilitas ini diperuntukkan bagi para personil yang bertugas di laut. Fasilitas lengkap disediakan pada akomodation bus. Antara lain, terdapat workshop bagi alat-alat berat yang

mengalami masalah. Sehingga untuk perbaikan dan pemeliharaan alat-alat berat tidak perlu dibawa ke darat dan dapat dilakukan disana. Jadi, meski aktifitas loading semakin bertambah, namun fungsi pengawasan akan semakin lebih insentif. Performa departemen shipping juga selalu dievaluasi baik secara internal maupun eksternal setiap bulan. Pengawasan dilakukan terhadap seluruh sistem, proses dan kegiatan operasional shipping. Supervisi ini meliputi seluruh armada, baik kapal, peralatan maupun

para personilnya dan berlaku kepada seluruh pihak termasuk kontraktor. Peningkatan standar keamanan dan keselamatan juga terus ditingkatkan. Peremajaan unit dan penambahan standar keamanan di tug boat maupun tongkang. Seluruh peningkatan performa yang dilakukan departemen Shipping bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan mencapai tingkat kepuasan bagi konsumen Berau Coal.

Spesifikasi FTS Bulk Java Bulk Java merupakan armada FTS teranyar yang dimiliki Berau Coal. FTS ramah lingkungan ini memiliki dua crane dan dua anti-spillage hopper, spillage free grabs dan closed conveyor belts. Loading Rate Bunker Capacity Fresh Water Capacity Ballast Capacity Cranes SWL Grabs Weight P. Capacity Loader Range Max Outreach Luffing Range Max Load Rate Hopper Dimensions Capacity Belt Scale 28

: 2000 MT/ jam : 272,6 tons : 248,9 tons : 9416,6 tons : 2 Liebherr 4-rope Grab Deck Crane Type CBG 300 Litronic 30/28 : 30 tons (Hook), 30 tons (Grab) : 30 tons 4 ropes dual scoop : 10900 kgs : 22.5 @0.85 19.0@1.00 : 120 deg : 30,00 mt @ 120 deg : +12 / -10 deg : 2000 MT/hr : #1 FWD , #2 AFT : Upp. Open 8000 X 7000 mm Low Open 600 X 2500 mm : abt. 50 cumt : Thermo-Ramsey BC3 Type : NT01-E ( +/- 0.25 % )

Bagi sebagian masyarakat awam, kata Positive Deviance (PD) adalah hal yang asing di telinga mereka. Padahal pendekatan PD sebenarnya lekat dengan kehidupan sehari-hari, hanya saja banyak orang yang melakukannya tanpa disadari. Sebenarnya konsep PD telah tercantum dalam literatur gizi sejak tahun 1967, walaupun penelitian lapangan secara serius dalam bidang ini baru dilaksanakan akhirakhir ini. Greaves (1979) misalnya, yang menganjurkan pendekatan lain untuk mengidentifikasi ibu-ibu dalam suatu masyarakat desa yang dapat menjelaskan bahwa: ada keluarga yang dapat mengasuh anak-anak mereka menjadi lebih sehat dan aktif, sedangkan dalam masyarakat yang sama ada yang tidak. PD adalah suatu pendekatan pengembangan yang berbasis masyarakat. Dasar keyakinan PD adalah bahwa pemecahan masalah yang dihadapi masyarakat prinsipnya telah ada dalam masyarakat itu sendiri. Artinya, pendekatan solusi masalah dipusatkan pada apa yang dapat dilakukan, bukan apa yang salah atau yang menjadi sebab masalah. PD memusatkan perhatian pada apa yang tersedia di individu tersebut, bukan pada kebutuhan yang memerlukan bantuan dari luar. Hal ini menjamin kesinambungan program karena PD tergantung pada sumber-sumber yang telah ada dalam masyarakat sendiri. Pencarian dan penemuan atas prilaku unik positif mendorong masyarakat untuk melihat, mencari dan menggali kembali kebijaksanaan serta sumber-sumber yang ada dan membangun kembali kekuatannya untuk memecahkan masalahmasalah yang ada. PD merupakan praktek prilaku baru. “Misalnya, ada kasus dalam beberapa tahun ini kita

memberikan makanan tambahan pada balita melalui Posyandu, ternyata dari evaluasi kegiatan tersebut belum memberikan hasil yang optimal terhadap perbaikan gizi balita. Akhirnya kita coba terapkan pendekatan PD,� kata Akhid Yusron Superintendent Community Development Support, PT Berau Coal. Lantas, hal dasar apa yang memicu pendekatan PD? “Jadi begini, dalam suatu wilayah kita asumsikan bahwa anak yang berasal dari keluarga mampu pasti kualitas gizinya baik, ternyata tidak juga! Ada anak yang keluarga berasal dari keluarga mampu, tapi gizinya kurang baik. Sementara di wilayah yang sama, ada anak yang berasal dari keluarga tidak mampu, namun justru kualitas gizinya baik. Dari sini kita evaluasi prilaku mengasuh pada keluarga tersebut. Di situlah kita temukan prilaku-prilaku unik atau kurang umum, namun memberikan hasil yang positif terhadap kualitas gizi si anak,� jelas Akhid. Darisini timbul pertanyaan bagaimana cara mereka mengasuh anak-anaknya? Apakah mereka mengikuti suatu

aturan tertentu? Apa rahasia mereka? Dapatkah ditularkan kepada keluarga yang lain? Maka, dalam rangka menyiapkan Tim Pelatih yang mampu menerapkan pendekatan PD guna memecahkan masalah kesehatan dan gizi di Kabupaten Berau, khususnya di kampung-kampung dampingan PT Berau Coal, maka pihaknya merancang Pelatihan bagi Pelatih (Training Of Trainer) yang dilaksanakan dalam 2 (dua) tahap. Tahap pertama selama lima hari untuk membekali peserta dengan konsep PD, perubahan prilaku, dan enam langkah dalam penerapan pendekatan PD. Tahap kedua selama enam hari merupakan ajang pembelajaran atau praktek langsung peserta Training Of Trainer (TOT ) sebagai fasilitator dalam melatih para pelaksana (implementer). Melalui proses pembelajaran ini diharapkan para peserta Training Of Traine (TOT) memiliki keterampilan menerapkan tehnik fasilitasi dan menguasai materi pelatihan sesuai dengan langkah-langkah penerapan

29


COMMUNITY

pendekatan PD. Peserta Pelatihan Implementer tingkat kampung adalah Kader Posyandu, Aparat Desa, Kepala RT/RW, Tokoh Masyarakat, Tim PKK Kampung dan Petugas Pembina Desa. Hasil akhir Pelatihan Implementer dengan pendekatan PD ini adalah terbentuknya Pos Gizi sebagai suatu model pemberdayaan masyarakat dalam menanggulangi masalah gizi yang dikelola oleh Para Pelaksana (Implementer) yang sudah terlatih. Beberapa waktu lalu, dilaksanakan pelatihan penerapan pendekatan PD yang merupakan kelanjutan dari pelatihan implementer pendekatan “Positive Deviance” di kampungkampung dampingan PT Berau Coal sebelumnya. Pelatihan dalam rangka penerapan pendekatan PD bagi pelaksana tingkat kampung tahap kedua ini dilaksanakan di dua kampung secara bersamaan yaitu di Kampung Tumbit Dayak Kecamatan Sambaliung dan Kampung Tasuk, Kecamatan Gunung Tabur, Berau, Kalimantan Timur. Untuk menemukan prilaku unik atau prilaku yang berbeda dari keluarga PD perlu diketahui praktek prilaku umum masyarakat dalam perawatan anak. Untuk mengetahui prilaku

30

People

umum dilakukan Diskusi Kelompok (DK) dengan orang-orang dekat yang berpengaruh dan menentukan kesehatan anak yaitu Ibu, Bapak, Nenek dan Pengasuhnya (kakak/saudara). Dan informasi dari warung, yang biasa didatangi anak-anak untuk membeli makanan jajan Selain itu dilakukan juga penyampaian teori diskusi kelompok, pembahasan panduan pertanyaan dalam diskusi kelompok, dan bermain peran. Lalu, penyampaian teori kunjungan rumah untuk penelusuran prilaku unik dari keluarga PD, pembahasan panduan dan bermain peran pelaksanaan kunjungan

rumah. Tercatat beberapa prilaku unik dari keluarga PD. Misalnya, dari aspek prilaku makan; makan sedikit tapi sering atau lebih dari 5 kali sehari, maka rencana penerapan di Pos Gizi adalah penyuluhan porsi kecil untuk si anak. Ada juga anak yang tiap hari makan telur rebus, maka rencana penerapan di Pos Gizi adalah memasak aneka resep berbahan telur. Dan sederet prilaku unik lainnya meliputi aspek kebersihan, dan pemeliharaan kesehatan. Asumsi awalnya adalah banyak anakanak kurang gizi dan sering sakit yang berasal dari kalangan kurang mampu. PD dalam bidang gizi menggambarkan anak-anak yang tumbuh dan berkembang dengan baik dalam keluarga dan masyarakat yang kurang mampu. Mereka adalah anak-anak dengan prilaku PD yang diasuh oleh keluarga yang berprilaku PD. Keluargakeluarga ini telah mengembangkan prilaku PD sebagai suatu kebiasaan yang tepat yang memungkinkan mereka berhasil memberi makan dan memelihara anak-anak mereka dengan kecukupan gizi walaupun keadaan ekonomi yang miskin. Keluarga-keluarga ini secara unik telah memberikan sumbangan tentang bagaimana memecahkan masalah gizi bagi keluarga-keluarga miskin lainnnya pada masyarakat yang sama. Pada saat prilaku-prilaku PD ditemukan, maka perlu dirancang platform khusus yang tujuannya adalah; pertama, memulihkan anak-anak yang kurang gizi. Kedua, mempertahankan pertumbuhan mereka. Dan ketiga, mencegah anak-anak yang akan lahir kemudian mengalami kurang gizi dalam keluarga dan masyarakat.

Keselamatan Adalah Pilihan, Bukan Kebetulan! Agus Haryanto Nama :Agus Haryanto Tempat tangal lahir : Purworedjo, 27 Agustus 1980 Pengalaman kerja • PT Sapta Indra Sejati, Operator HD, 2007-sekarang • PT Sapta Indra Sejati, Operator Gerader, 2004-2007 • PT Kaloka Fajar, Operator Logging, • 2002-2004 • PT Adiputra Bintang, Operator Logging, 2000-2002

Kalimat itulah yang mengantarkan pria bernama lengkap Agus Haryanto ini menjadi pemenang lomba slogan K3 di PT Berau Coal. Kalimat slogan yang ia ciptakan tersebut bukan tanpa sebab. Menurutnya, ide awal slogan berasal seringnya Agus terlibat dalam investigasi insiden, dan aktif di kepengurusan serikat kerja. “Banyak orang bilang bisa selamat karena kebetulan memakai alat pendukung keselamatan, padahal itu bukan kebetulan tapi keharusan. Orang tersebut bisa selamat bukan karena faktor kebetulan, tapi karena sudah menjalankan prosedur dengan benar,” jelas Agus. Ia mengaku tak menyangka dirinya terpilih sebagai pemenang lomba itu. Kalimat hasil ciptaannya memang terkesan simpel, familiar, tapi sangat mengena. Alhasil, reward sebesar Rp15 juta pun berhasil diraihnya. Ayah beranak dua ini mengaku bahagia menerima reward tersebut “Padahal kalimatnya kan sederhana, cuma begitu saja kok bisa menang

ya? Tentu saja saya senang,” kata Agus. Menurutnya, bekerja di lingkungan tambang menawarkan sensasi tersendiri. Agus menilai unsur keselamatan di prusahaan tambang adalah hal yang utama. Berbeda dengan pengalaman sebelumnya ketika ia bekerja di perusahaan kayu. “Dulu, yang dikejar hanya target produksi, sementara unsur safety-nya belum tentu terjaga dengan baik,” ungkapnya. Agus menilai kendati ia bekerja di perusahaan rekanan Berau Coal, namun kebijakan Berau Coal yang berkaitan dengan unsur safety patut diacungi jempol. Bekerja dengan faktor keselamatan yang terjaga dinilai memberikan kenyamanan tinggi. “Selain itu, bekerja di perusahaan tambang juga menawarkan penghasilan yang oke, sehingga kesejahteraan masa tua kita sudah terjamin. Sementara dukanya adalah waktu untuk keluarga cenderung minim. Namun saya bersyukur istri saya bisa mengerti,” kata Agus. Ia menyadari betul bahwa bekerja di

sebuah perusahaan tambang memang dikenal dengan banyak aturan. Namun, peraturan tersebut dibuat bukan untuk dilanggar, tapi untuk dipatuhi demi kemajuan bersama. Tidak ada peraturan yang dibuat untuk merugikan pekerja, justru sebaliknya. “Aturan itu tercipta dengan tujuan yang mulia dan demi masa depan kita semua,” jelasnya. Di mata Agus, keselamatan bekerja adalah modal utama. “Filosofi saya, cobalah untuk peduli dengan keselamatan, karena itu sama juga dengan peduli dengan keluarga. Ingat, anak-istri kita menunggu kita di rumah. Jadi, setiap kali kita bekerja harus dalam keadaan prima dan pulang ke rumah dalam keadaan selamat,” tuturnya. Tak ada harga yang lebih mahal ketimbang keselamatan diri sendiri. Ia pun berharap semoga slogan yang ia ciptakan mampu membangkitkan rekan-rekan pekerja tambang untuk lebih peduli lagi dengan keselamatan bekerja.

31


PEOPLE

REVIEW

Keselamatanku Hari Ini, Investasi Masa depanku Nama : Dwi Ratno Kurniawan Tempat tangal lahir : Semarang, 14 April 1979 Pengalaman kerja • CV Berau Rental Abadi, Driver Light Vehicles, 2011 • Koperasi Bintang Hrapan, Driver Light Vehicles, 2011-sekarang

Gembira bercampur haru, mungkin rasa inilah yang dialami Dwi Ratno Kurniawan saat mengetahui dirinya berhasil keluar sebagai juara kedua lomba slogan K3 di lingkungan PT Berau Coal. Pria kelahiran Semarang 33 tahun ini sekarang bekerja sebagai Driver Light Vehicles di Koperasi Bintang Harapan yang masih di bawah naungan Berau Coal. “Keselamatanku Hari Ini, Investasi Masa depanku” Kalimat inilah yang mengantarkan Dwi sebagai salah satu pemenang dan berhak atas reward sebesar Rp12 juta. Ayah satu anak ini mengaku baru mengenal dunia tambang. Sebelum bergabung di Koperasi Bintang Harapan, ia bekerja di CV Berau Rental Abadi dengan pekerjaan yang sama pada tahun 2011. “Saya memang baru di industri ini, dan di Berau Coal sangat peduli akan keselamatan para pekerja. Kedisiplinan akan keselamatan adalah hal yang paling penting. Justru hal ini yang memberikan inspirasi saya untuk

32

membuat slogan itu. Saya bangga dengan rekan-rekan pekerja yang berjuang demi masa depan mereka. Sementara tujuan mereka bekerja adalah untuk investasi, namun untuk menggapainya tentu mereka harus selamat. Percuma saja berinvestasi tapi tidak peduli dengan keselamatannya,” kata Dwi. Dwi adalah lulusan S-1 dari Universitas 11 Maret, Surakarta, jurusan Sastra Inggris. usai menyelesaikan kuliahnya, ia sempat mendirikan usahanya sendiri yang bergerak di bidang konstruksi bangunan yang berlokasi di Solo, Jawa Tengah. Usahanya itu telah berjalan selama enam tahun lebih. Namun karena makin tingginya tuntutan ekonomi, akhirnya ia memutuskan untuk bekerja di tanah rantau. Ia mengaku banyak pelajaran yang bisa dipetik ketika bekerja di lingkungan Berau Coal. “Apalagi ketika saya berhasil menjadi juara kedua lomba slogan, pengalaman ini justru mendekatkan

diri saya kepada Tuhan. Intinya, kalau rejeki sudah ada yang atur,” jelasnya. Ia mengaku terkejut tak menyangka mampu bersaing dengan ribuan karyawan yang ikut berlomba dalam membuat slogan. Memang, latar belakang pendidikannya cenderung berbeda dengan profesi yang ditekuninya saat ini. Namun hal itu tak membuatnya berkecil hati. “Implementasi Sastra Inggris di pekerjaan saya memang sangat sedikit. Tapi saya senang karena bisa berbagi ilmu kepada temanteman. Hal ini sekaligus mengasah ilmu yang saya dapatkan ketika kuliah dulu,” ungkapnya. Kini, ia berencana membuka kursus privat kecil-kecilan. Pasalnya, sang istri yang tadinya tinggal di Solo, kini sudah ia boyong ke Berau. Selain itu, ia juga tengah mempersiapkan dirinya untuk bekerja di PT Berau Coal. Ia melamar dengan posisi sebagai admin gudang bahan peledak. Menurutnya, bidang tersebut menawarkan tantangan tersendiri. “Ini adalah sesuatu yang baru dan menarik. Saya sudah ikuti semua test-nya dan tinggal menunggu medical check up, mudah-mudahan saja lolos,” ujarnya. Ia mengaku senang bekerja di lingkungan Berau Coal. Pasalnya antara bawahan dan atasan tidka terdapat gab yang signifikan. “Denngan begitu, kita bekerja jadi sepenuh hati,” kata Dwi.

Inside The Giant Leap Penulis : Stanley S. Atmadja Halaman : 254 hal Penerbit : Gramedia Pustaka Utama (GPU) Kebanyakan buku kepemimpinan memfokuskan kajiannya pada pengembangan kualitas kepemimpinan (leadership qualities) dan praktik kepemimpinan (leadership practices) pemimpin. Mereka umumnya menekankan pentingnya memiliki visi jauh ke depan, pemberdayaan, empati, adaptif terhadap perubahan, dan sebagainya. Sementara buku ini memakai pendekatan dan perspektif yang sama sekali berbeda. Buku ini melihat kesuksesan pemimpin dari sisi kemampuannya membangun iklim kepemimpinan (leadership climate) yang membangkitkan “energi positif” bagi semua orang di dalam organisasi untuk mencapai kinerja luar biasa. Menurut penulisnya, iklim kepemimpinan menghasilkan keunggulan bersaing yang lebih robust dan sustainable dibanding kualitas atau praktik kepemimpinan. Menggunakan model yang holistik dan sistematis, buku ini menganjurkan setiap organisasi yang berfokus pada orang (people-focused organization) mengembangkan elemen-elemen dasar yang membangkitkan potensi kepemimpinan (unleash leadership potential), yaitu: Abundance Mind, Leadership Characters, Leadership Principles, Leadership Culturing, Leadership Climate, Management Enabler.

Manage Your Mind For Success Penulis : Adi W Gunawan Halaman : 222 hal Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Kesuksesan bisa diraih siapa saja. Bukan hanya milik seorang sarjana S2 atau S3, tapi banyak contoh kisah sukses dari orang-orang yang gelar pendidikannya “biasa-biasa” saja. Yang patut disadari adalah setiap orang memiliki potensi diri yang luar biasa. Tetapi mengapa pencapaian prestasi hidup Anda biasa-biasa saja? Ternyata akar masalahnya sederhana. Semua bergantung pada kualitas berpikir Anda. Dalam buku ini dipaparkan sejumlah hal penting yang berkaitan dengan neurosains dalam bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti, sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata.Buku ini akan menunjukkan rahasia terbesar keberhasilan hidup: “Bukan apa yang harus dipikirkan, tetapi bagaimana cara berpikir dengan benar”. Menurut penulis buku ini, Pikiran adalah kunci perubahan.

33


RENDEVOUS

OUR FAMILY

Mahasiswa Korsel Magang di Berau Coal Mengenalkan dunia industri pertambangan batubara secara langsung adalah salah satu upaya Berau Coal untuk berbagi pengetahuan sekaligus menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas dan profesional. Salah satu langkah yang dilakukan Berau Coal adalah menerima mahasiswa untuk magang melalui program Graduate Internship Program. Berau Coal memberikan kesempatan bagi mahasiswa tingkat akhir yang ingin melakukan praktek kerja lapangan atau magang di Berau Coal. Sejak akhir tahun lalu program ini telah diluncurkan dan Berau Coal langsung mendapat kehormatan terpilih menjadi ‘pilihan’ bagi sejumlah mahasiswa dan mahasiswi magang dari luar negeri. Diantara sejumlah mahasiswa yang melakukan praktek magang di Berau Coal, terdapat mahasiswa asing yang tertarik untuk magang di Berau Coal. Mereka adalah mahasiswa dari jurusan Tehnik Sumber Daya Energi, Pukyong National University, Buson, Korea Selatan. Program magang ini terselenggara berkat bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kemudian, ITB yang menjalin kerjasama dengan sejumlah universitas di luar negeri ini menunjuk Berau Coal sebagai salah satu perusahaan tambang batubara yang diminta bersedia menerima mahasiswa asing untuk magang. Program mahasiswa magang dari Korea Selatan juga didukung oleh Asosiasi Pengembangan Sumberdaya Energi dan Mineral dari Pemerintah Korea Selatan. 34

Sampai saat ini, sudah dua gelombang mahasiswa yang datang ke Berau Coal. Setiap gelombang terdiri dari lima sampai enam mahasiswa. “Suatu kebanggaan dan kehormatan tersendiri untuk Berau Coal dapat terpilih dan menerima mahasiswa magang dari luar negeri,” kata Cahyo Andrianto, Superintendent Organization Development & Recruitment Berau Coal. Tujuan dari program GIP ini adalah selain meraih pengalaman, mereka dapat merasakan secara langsung seperti apa dunia kerja di industri pertambangan. Mereka juga mengetahui proses kegiatan operasional penambangan. Mulai dari proses produksi sampai ke aktifitas pengapalan. Selain itu, mereka juga dapat membandingkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan aplikasinya di dunia kerja dan industri pertambangan. Mahasiswa asal negeri ginseng ini mempelajari dan melihat langsung bagaimana kegiatan eksplorasi tambang batubara di Berau Coal. Selama kurang lebih tiga bulan, mereka melakukan praktek magang untuk mengetahui proses penambangan batubara mulai dari awal sampai akhir. Sebelumnya, mereka merupakan mahasiswa pilihan yang lulus seleksi agar dapat melakukan praktek magang di Indonesia. Mereka ditempatkan disejumlah site yang ada di Berau Coal, baik di Lati, Binungan maupun Sambarata. Disana mereka belajar mengenai proses penambangan yang dilakukan oleh Berau Coal. Berkat kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung, Berau Coal ditunjuk sebagai salah satu perusahaan tambang yang diminta untuk dapat menjadi lokasi magang dan bersedia menerima mahasiswa jurusan pertambangan. Perlu diketahui, di Korsel terdapat jurusan tehnik sumber daya energi yang mempelajari ilmu pertambangan, namun disana tidak terdapat lokasi penambangan batubara yang sangat

besar. Sehingga, mahasiswa dari negeri ginseng ini benar-benar antusias saat diperkenalkan kepada rangkaian aktifitas pertambangan, mulai dari land clearing, OB removal, blasting, coal getting, crushing, pengendalian dampak lingkungan, kesehatan, keselamatan kerja dan lain-lain. Seluruh mahasiswa yang magang di Berau Coal juga tidak menerima perlakuan khusus dan tetap diperlakukan sama seperti karyawan Berau Coal lainnya. Mereka ditempatkan dalam asrama dan mendapatkan fasilitas yang sama dengan karyawan lainnya. Sehingga mereka benar-benar merasakan dunia kerja pertambangan batubara yang nyata. Menjelang praktek magang berakhir, setiap mahasiswa Korsel ini diwajibkan membuat laporan magang dan mempresentasikan langsung dihadapan jajaran yang berwenang di Berau Coal. Dengan transfer ilmu pengetahuan ini diharapkan mereka dapat memahami secara menyeluruh industri pertambangan batubara, sehingga dengan demikian, akan mampu mengembangkan keterampilan, pengetahuan dan sikap kerja yang dibutuhkan di industri. Program ini mendapat respon positif dari pihak Korsel. Mereka berharap program kerjasama ini dapat berlanjut terus agar lebih banyak lagi mahasiswa Korsel yang belajar di Indonesia. Harapannya, semakin banyak mahasiswa magang di Berau Coal, tidak hanya dari dalam tapi juga luar negeri, agar saling berbagi ilmu pengetahuan pertambangan batubara dan sekaligus meningkatkan citra Berau Coal dalam industri batubara di level dunia. Annyeonghi gaseyo...

Mahasiswa Magang dari Korea Selatan Kim Donghee Kim Heelin Park Se Un Moon Seonghoon Baek Seung Woo

LOMBOK

Triple Gili Sensation

Keindahan alami dan suasana sepi membawa kedamaian bagi setiap orang yang datang ke tempat ini Bagi wisatawan lokal seperti kita, mungkin lebih familiar pergi ke Bali. Pulau Dewata yang terkenal dengan keindahan alam dan budayanya, memang salah satu destinasi favorit yang terkenal hingga ke mancanegara. Namun bagi Anda yang menyukai keindahan alam yang natural namun tidak suka dengan keramaian atau hingar-bingar yang terdapat di Bali, Anda bisa memilih alternatif wisata ke Lombok. Di Lombok, terdapat sejumlah lokasi wisata pantai yang tak kalah indahnya. Bahkan lokasi ini menjadi favorit bagi

turis asing yang ingin mencari suasana alam yang masih alami dan tidak ramai dibanding pantai Kuta atau pantaipantai lainnya di Bali. Tempat ini seolah memberikan inspirasi bagi siapapun yang datang. Diantara berbagai lokasi tersebut, terdapat tiga buah pulau yang disebut sebagai mutiara-mutiara di tengah samudera. Pulau-pulau tersebut adalah pulau Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air dan kini disingkat dengan sebutan

Gili TraMenA. Kata ‘Gili’ berarti Pulau Kecil dalam bahasa Sasak, dan para wisatawan menyebutnya sebagai Gilis. Ketiga tempat ini oleh wisatawan luar telah dianggap setenar dan seindah pantaipantai selatan di Thailand dan India. Bahkan, Lonely Planet Travel Guide yang sangat populer telah menempatkan pulau-pulau Gili pada urutan ke dua sebagai lokasi kunjungan wisata terbesar di dunia pada tahun 2011.

35


RENDEVOUS

STAKEHOLDER

Siap-siap jatuh cinta dengan pulaupulau ini, karena kombinasi keindahan alam yang luar biasa serta atmosfer liburan yang sangat kental. Tiga pulau karang yang sangat indah ini dikelilingi oleh pasir putih dan lambaian pohonpohon lontar, bertengger di atas kilauan samudra di wilayah barat daya Lombok. Daya tarik lainnya adalah airnya yang jernih, tempat penyelaman (diving) dan snorkeling yang menakjubkan atau sekedar sunbath di pantai. Gili Trawangan merupakan pulau terbesar dan terjauh dari Pulau Lombok, tapi mudah dicapai dalam waktu kurang dari 1 jam dengan menggunakan kapal-kapal kecil setempat dan hanya 10 menit menggunakan speedboat. Gili Trawangan merupakan pulau terbesar diantara ke tiga Gili dengan luas sekitar 338 hektar. Di sinilah biasanya para wisatawan memilih akomodasi, karena memang banyak tersedia penginapan mulai dari kelas backpacker hingga resor mewah. Banyak juga penduduk setempat yang menyewakan kamar di rumah-rumah mereka. Sore dan malam hari adalah waktunya bersantai. Duduk-duduk beralaskan bantal di kafe-kafe pinggir pantai sambil menikmati suara deburan ombak dan bau air laut. Kehidupan malam di Gili Trawangan juga menggeliat lewat jajaran pub atau bar yang menyediakan musik dan minuman berkelas. Suasana bersih nan tenang tanpa polusi udara dan suara dapat Anda temukan disini. Pasalnya, disini kendaraan bermotor dilarang beroperasi. Karena itu Anda tidak akan terganggu dengan bisingnya suara motor dan mobil. Untuk pergi kemana-mana, Anda dapat berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan kereta kuda yang disebut cidomo.

36

Keselarasan Antara Safety dan Target Produksi

Pencapaian kinerja PT Berau Coal. memang tak lepas dari semua elemen pendukungnya, termasuk para kontraktor di segala bidang. Salah satu kontraktor PT Berau Coal. yang tergolong berprestasi adalah PT Ricobana Abadi. Walau mulai efektif sebagai kontraktor sejak Juni 2010 lalu sebagai kontraktor penambangan, namun performa PT Ricobana Abadi cukup agresif. Target dan hasil produksinya bisa diandalkan dan memenuhi ekspektasi perusahaan. PT Ricobana Abadi merupakan bagian dari Rabana Group. Berdiri pada tanggal 19 Februari 1981 dan awalnya bergerak dalam bidang usaha kontrak service alat-alat berat dan penyediaan suku cadangnya. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan alat berat karena pembangunan dalam negeri yang pesat, PT Ricobana Abadi membentuk Divisi Penyewaan Alat Berat dan kontraktor pada tahun 1985. Kiprah Divisi Penyewaan Alat Berat diawali dengan jasa penyewaan alat berat seperti: bulldozer dan excavator untuk kebutuhan penambangan di

salah satu BUMN di Tanjung Enim. Tahun-tahun berikutnya divisi ini mulai menerima permintaan dari perusahaan kontraktor dan pertambangan lainnya di Indonesia. Dengan berkembangnya Divisi Penyewaan Alat Berat, maka jumlah alat berat yang dimiliki pun makin bertambah, meliputi; excavator , bulldozer, wheel loader, dump truck, dan alat-alat berat lain untuk pertambangan dan konstruksi lainnya. Perkembangan industri pertambangan Nasional berkembang pesat seiring dengan laju kebutuhan sumber daya mineral. Tuntutan perkembangan ini mendorong manajemen untuk mengarahkan Perusahaan ke arah hulu industri yaitu kontraktor tambang dan kepemilikan tambang. “Kita berharap agar menjadi 5 terbesar kontraktor tambang di Indonesia, hal ini ditargetkan tahun 2014 sudah terpenuhi dan itu semua tertuang dalam visi-misi kami,� kata Henry Yudha Praba, Site Operation Head, PT Ricobana Abadi. Menurutnya, dengan dukungan sekitar 300-an orang karyawan, perusahaan

Henry Yudha Praba Site Operation Head PT Ricobana Abadi

selalu bergerak dinamis dan adaptif atas perubahan permintaan pelanggan dan peraturan-peraturan lokal, regional, dan global yang terkait dengan ruang lingkup pekerjaan PT Ricobana Abadi. “Persaingan itu adalah kompetisi yang menyenangkan tapi harus sehat, hal itu merupakan suatu tantangan tersendiri,� jelasnya. Menjadi perusahaan kontraktor pertambangan memang bukan hal

37


SAFETY FIRST

STAKEHOLDER

yang mudah. Sederet elemen penting dan berbagai strategi harus diterapkan guna mencapai kinerja yang maksimal. “Kunci strategi utama dalam industri ini adalah; pertama, memiliki planning yang baik terhadap target produksi, watering strategy yang jitu, operational excellence, serta evaluasi dan monitoring yang komperehensif,” kata Henry. PT Ricobana Abadi sebagai perusahaan kontraktor pertambangan menyadari akan pentingnya mutu pelayananan pelanggan serta perlindungan terhadap keselamatan kesehatan dan lingkungan sekitar dalam menjalanakan bisnisnya. “Kami selalu berkomitmen penuh terhadap kepuasan pelanggan dengan performa yang maksimal. Sementara itu, dari sisi pengelolaan K3 dan lingkungan, kami menyediakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi pekerjanya. Ini adalah bentuk perlindungan bagi sumber daya paling berharga, yaitu karyawan,” jelasnya. Upaya pencegahan kecelakaan, pencemaran atau penurunan kualitas lingkungan dan penyakit akibat kerja juga terus ditingkatkan. Meskipun produksi merupakan aspek yang penting dalam pengaturan usaha, namun faktor keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan merupakan pertimbangan utama. Sistem manajemen untuk mendukung keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari seluruh proses produksi di suatu perusahaan. Semua kecelakaan, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar baik terhadap korban maupun perusahaan. PT Ricobana Abadi menempatkan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan merupakan aspek yang sangat penting dalam bisnis perusahaan. Salah satu usaha untuk merealisasikan pernyataan tersebut dan untuk menerapkan program keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan secara terstruktur, maka dibuat Sistem Manajemen K3L. Sistem ini selanjutnya lebih umum disebut dengan SHERA (Safety, Health & Enviromental – Management System of

38

Meningkatkan Pengawasan Demi Keselamatan Bersama

Vision To Become the Leading Mining Service Company in Indonesia Professionally Serving the Best for Customers by Conducting Safety and Nature

Berkaca dari kinerja safety tahun lalu, Berau Coal berupaya meningkatkan performa safety tahun ini demi mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Sejumlah program kerja baru safety telah dijalankan sejak awal tahun ini.

Mission 1. Maximizing added value for shareholders through conducting effective and efficient business processes by focusing on community prosperousity effort and caring to nature. 2. Sustainably improving product quality as a manifestation of service towards customers on mutual benefit principle. 3. Employees as valuable company asset which is openly-wide given to acquire a chance of quality self-improvement to professionalism and prosperousity.

Core Values Provide service excellence through humbility and sinergy in one solid team inline with health, safety and environment. PT Ricobana Abadi). Sistem ini dibuat dengan harapan dapat diterapkan sebaik-baiknya di lapangan untuk membantu dan memudahkan dalam menerapkan ketentuan-ketentuan dalam upaya pencegahan kecelakaan, seperti penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan serta memberikan pedoman dalam pelaksanaan program-program K3L di Divisi Tambang. “Ketika kami menjadi kontraktor Berau, kami menggunakan platform safety yang diadopsi dari kebijakan PT Berau Coal. Menurut kami, platform PT Berau Coal. sangat komperehensif banyak elemen penting yang bisa kami adopsi juga,” jelas Henry. Menurut Henry, pemenuhan unsur safety yang baik memiliki korelasi yang nyata terhadap angka pencapaian

dan kinerja produktivitas. “Sebagai kontraktor, kita harus selalu menjunjung nama baik perusahaan di mata klien. Karena nama baik itu mahal harganya dan tidak bisa digantikan dengan uang. Sementara safety adalah salah satu unsur terpenting di industri ini. Safety adalah investasi untuk masa depan,” kata Henry. Henry menjelaskan, ada dua nilai utama dalam hal barometer keberhasilan. Pertama, pencapaian angka produksi yang maksimal. Kedua, performa safety yang sempurna. “Percuma kalau produksi bisa melampaui target, tapi banyak yang meninggal. Justru hal ini merupakan sesuatu yang negatif dan akan ditinggalkan klien. Produksi dan safety harus berjalan selaras demi hasil yang harmonis pula,” katanya.

Dengan bertambahnya target produksi tahun 2012 menjadi 23 juta ton, Berau Coal tetap selalu konsisten memperhatikan faktor K3L dalam seluruh proses produksi. Penambahan sumber daya manusia dan peralatan yang menunjang produksi, selaras dengan peningkatan kinerja safety. Langkah audit dan evaluasi terkait upaya perbaikan kinerja safety melalui program safety yang lebih komprehensif telah dilakukan departemen Safety. Salah satunya adalah meningkatkan pengawasan serta disiplin karyawan untuk mencegah terjadinya pelanggaran yang mengakibatkan kecelakaan kerja. “Agar disiplin kerja meningkat dan mencegah terjadinya kelalaian terhadap prosedur kerja, Berau Coal menambah jumlah pengawas dilapangan dan meningkatkan kompetensi pengawas,” jelas Louis Paerong, Occupational and Health Safety Manajer Berau Coal.

Louis Paerong Occupational and Health Safety Manager Berau Coal

Berdasarkan analisa, perilaku tidak aman menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan tambang. Fungsi pengawas dilapangan ini akan mengawasi dan mengontrol terhadap potensi bahaya yang dapat terjadi dan dilakukan oleh pekerja (safety patrol) selama proses produksi tambang berlangsung. Sebanyak kurang lebih 30 personil safety man akan selalu siaga melakukan inspeksi dan pengawasan terhadap para pekerja tambang di setiap site. Tidak hanya itu, untuk meningkatkan fungsi pengawasan, pemahaman karyawan terhadap prosedur K3 juga selalu ditingkatkan dan diukur melalui pelatihan. Hal ini dilakukan setelah hasil audit yang dilakukan menemukan indikasi bahwa masih banyak pengawas yang belum memenuhi standar kompetensi. Untuk itu, Berau Coal berupaya melakukan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi mereka. Pelaksana program pelatihan ini dilakukan oleh departemen OHSE Training. Standar materi yang diberikan sama dengan standar kompetensi yang dimiliki Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral RI. Pembentukan Emergency Response Team (ERT) yang bertugas dilapangan

juga telah diterapkan. Keberadaan ERT dilapangan diharapkan agar mereka lebih siap siaga dan tanggap menghadapi berbagai situasi yang sifatnya gawat darurat, seperti kecelakaan kerja. Tujuannya, agar apabila terjadi insiden seperti kecelakaan kerja, mereka langsung dapat menangani pasca insiden dan dapat menyelamatkan korban lebih dini. Langkah ini diharapkan dapat mencegah potensi terjadinya fatality. Sebanyak 60 personil telah diberikan pembekalan dan dipersiapkan untuk siap menjadi anggota ERT. Mereka memiliki kemampuan untuk mengatasi berbagai persoalan terkait insiden kecelakaan kerja seperti gempa, tanah longsor, kebakaran, dan kecelakaan kerja lainnya yang dapat membahayakan nyawa pekerja. Mereka juga mampu memberikan tindakan pertolongan pertama pada situasi gawat darurat. Seluruh karyawan harus menjadikan budaya K3 sebagai nilai-nilai yang tumbuh pada setiap individu dan budaya perusahaan. Budaya K3 dikembangkan dengan konsistensi berperilaku aman. Dengan sejumlah program yang telah dilakukan ini diharapkan mampu memperbaiki kinerja safety yang pernah terpuruk tahun lalu. 39


SERIKAT PEKERJA

SAFETY FIRST

Statistik Kecelakaan Tambang PT Berau Coal Tahun 2011 Kontraktor/ Subkontraktor Ringan Berat Fatality PT BUMA Lati 1 2 1 PT Riung Mitra Lestari 0 0 1 PT SIS Sambarata 0 1 1 PT Malindo Asphalt Technologies 0 0 1 Jumlah 1 3 3

Membangun Iklim Kerja Positif via Family Gathering

Total 4 1 2 1 8

Kontribusi Kecelakaan Tambang PT Berau Coal Tahun 2011 Klasifikasi Kecelakaan Ringan Berat Fatality Jumlah Nasional 94 101 22 217 Berau Coal 1 3 4 8 Kontribusi (%) 1.06 2.97 18.18 3.69 Note : Kontribusi = (Statistik PT Berau Coal/ Statistik Nasional) x 1000%

Hasil Evaluasi Kecelakaan Tambang Tahun 2011 1

2

3

40

Tidak Mengikuti Prosedur (Tindakan Tidak Aman) 27% Sebab lain : • Salah Posisi (22%) • Tempat Kerja Tidak Aman (16%) • Kurang Koordinasi (14%) • SOP Tidak Memadai (8%) • Perkakas Tidak Standar (6%) • Tidak Ada SOP (1%) • Tidak Memakai APDu7 (1%) • Bekerja Tidak Sesuai Bidang (1%) • Lain-lain (1%) Terjadi di Area Bengkel 32% Lokasi Lain : • Pit / Quarry (27%) • Jalan (10%) • Bawah Tanah (10%) • Pengolahan (9%) • Lain-lain (6%) • Pengeboran (5%) • Dermaga (1%) Korban Mekanik Jenis Pekerjaan Lain : • Driver (18%) • Operator (17%) • Helper (17%) • Lain-Lain (5%) • Supervisor (4%) • Elektrikan (3%) • Welder (2%)

34%

4

Jenis Kecelakaan Terjepit/ Tertimbun Jenis Lain : Terbentur (16%) Kejatuhan Benda (15%) Terjatuh (14%) Terpukul (9%) Terpeleset (7%) Tergilas (3%) Lain-Lain (2%) Tenggelam (1%) Terkena Zat Kimia (1%) 5 Sumber Kecelakaan: Permesinan Sumber Lain : Kondisi Kerja (18%) Alat-Alat Statis (16%) Alat Angkut Bahan Galian (16%) Alat Muat/ Gali/ Angkat (12%) Perkakas Bengkel Mesin (9%) Perkakas Bengkel (6%) Alat Angkut Orang (1%) Gas (1%) 6 Lama Kerja ≤ 1 Tahun Lama Kerja : > 5 Tahun (29%) > 1 – 3 Tahun (20%) > 3 – 5 Tahun (11%) Sumber : Data Nasional KESDM Tahun 2011

32%

21%

Aan Wibowo Anggota SP-Kep

40%

Motivasi seorang karyawan sangat diperlukan dalam menjalani pekerjaannya. Dalam manajeman organisasi, motivasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan. Bisa dibilang, maju mundurnya perusahaan dipengaruhi langsung oleh kinerja para karyawan. Bila dedikasi dan komitmen dari karyawan cukup kuat, maka bisa dipastikan produktivitas bisa mencapai level yang maksimal. Namun sebaliknya, bila komitmen karyawan rendah, maka kemungkinan besar roda bisnis perusahaan akan sulit berkembang dan

menjauh dari puncak kesuksesan. Rasa cinta karyawan terhadap perusahaan merupakan salah satu elemen penting dalam dunia usaha. Ketika karyawan mulai nyaman dengan lingkungan kerjanya, maka tidak menutup kemungkinan akan tumbuh rasa cinta terhadap perusahaan dimana ia bekerja. Mereka rela bekerja keras demi memajukan perusahaan. Hal ini bisa terwujud bila para karyawan telah bekerja dengan passion, sehingga mereka tidak merasa terbebani dengan tugas-tugas yang mereka terima. Sementara itu, dari sisi manajemen perusahaan juga harus akomodatif menyingkapi fenomena umum tersebut. Family gathering adalah salah satu jembatan antara perusahaan dan karyawan untuk membina hubungan yang lebih harmonis. Kali ini, PT Berau Coal mengadakan family gathering yang berlokasi di Pulau Dewata. Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan terhadap karyawan yang telah membuktikan komitmennya, seiring dengan pencapaian target produksi perusahaan. Family gathering ke Bali ini bisa dibilang cukup eksponensial. Pasalnya, lokasi family gathering selama ini biasanya masih dalam satu area

propinsi, misalnya; Bulungan, Tarakan, dan Pulau Derawan. Dalam diskusi beberapa waktu lalu, usulan lokasi untuk diselenggarakan event ini adalah di Balikpapan, namun setelah melalui diskusi di level Top Manajemen, justru diusulkan untuk ke Bali. Pasalnya, manajemen berharap event family gathering ini bisa dimanfaatkan secara maksimal bagi karyawan untuk menghilangkan segala penat. Hal ini tentu berdampak positif ke etos kerja karyawan. Dari sisi produktivitas, karyawan akan merasa dilahirkan kembali setelah proses refreshment dan mereka akan termotivasi untuk bekerja lebih produktif, serta menimbulkan sense of belonging yang tinggi terhadap perusahaan. Tujuan family gathering ini adalah menjalin suatu relasi dan menjaga hubungan baik antara sesama karyawan dan kekerabatan antara keluarga karyawan yang satu dengan yang lainnya, serta mempererat kerja sama antara sesama karyawan perusahaan dan organisasi. Lingkungan kerja yang nyaman memberikan energi positif bagi karyawan sehingga mereka merasa senang dan selalu bersemangat dalam menyelesaikan tugasnya. Hubungan kerja yang harmonis antar sesama karyawan, maupun antara atasan dan karyawannya, menjadikan rasa kekeluargaan di perusahaan bisa terbangun. Alhasil, komitmen untuk bersama-sama membesarkan perusahaan semakin kuat karena didukung oleh semua elemen terkait.

41


POTRET

Kompetisi foto

“Alamku, Tanggung Jawabku” Dalam Memperingati Hari Lingkungan Hidup 2012

Kategori Kamera Pocket “Water For Life” Yudhi Kristian WMP 7 SMO

Kategori Kamera Pocket “Sejuta Harapan dari Sebuah Tindakan Menanam Pohon” Yan Lepong Area Nursery LMO

Kategori Kamera Pocket “Karyaku Untuk Generasiku” Catur Bhayangkari Yaheskel Area Nursery LMO

Pemberdayaan seni dan budaya untuk keselarasan, keharmonisan dan kelestarian nilai nilai luhur. Berau Coal mendukung penuh keharmonisan dan keselarasan pemberdayaan budaya guna meningkatkan kehidupan perekonomian masyarakat sekitar.

Kategori Kamera SLR “Nilai Estetika dan Konservasi dari Terjaganya Ekosistem Hayati” Syaiful Anwar Area Arboretum SMO

42

43


ADVETORIAL

Segenap Manajemen Berau Coal Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1433 H

Head Office Jl. Pemuda No. 40 Tanjung Redeb 77311, Berau Kalimantan Timur, PO BOX 114 Phone : (62-554) 23400, (62-21) 7264 778 Fax : (62-554) 23465, (62-21) 7268 289 Jakarta Office Recapital Building 5th Floor Jl Adityawarman 55 Kebayoran Baru, Jakarta 12160 Phone : (62–21) 7279 0662 Fax : (62–21) 7279 2445

www.beraucoal.co.id


Berau magz edisi 05