KLEDOK N ECO-CYCLE
GAMBARAN LOKASI
Kampung Pemulung Kledokan, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Tapak merupakan tanah milik pemerintahan Desa Caturtunggal yang saat ini digunakan sebagai hunian informal dan penyimpanan sampah pra-olah oleh masyarakat marjinal yang berasal dari luar sleman/DIY. Area ini kerap disebut sebagai kampung pemulung oleh masyarakat sekitar. Adapun lahan di seberangnya merupakan lahan kosong milik desa yang dimanfaatkan sebagai kebun. Dokumentasi dan proses observasi:
An Educational Village Design with Behavioral and Ecological Approach to Solve Marginality Ppoblem
ABSTRAK Perancangan desain ini dilatarbelakangi dari sebuah pertanyaan “Bagaimana Aplikasi Konsep Futuristic Architecture bagi kaum Marginal?”. Rancangan desain ini bertujuan untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut dalam bentuk design arsitektural. Rancangan design ini mengambil kasus pada sebuah kampung pemulung di kabupaten sleman yang memiliki permasalah komplek berkaitan dengan ketimpangan sosial, permukiman kumuh, ekonomi rendah, sampah, kriminalitas dan pendidikan rendah. Pendekatan yang digunakan pada perancangan ini adalah pendekatan arsitektur perilaku dan arsitektur ekologis. Pendekatan arsitektur perilaku ini dipilih karena kampung sangat berhubungan erat dengan pengguna dan budaya yang membentuknya, sedangkan pendekatan arsitektur ekologis dipilih berorientasi pada model pembangunan dengan memperhatikan keseimbangan lingkungan alam dan lingkungan buatan. Desain yang dibuat meliputi beberapa fungsi sekaligus pada site eksisting berupa Kampung Vertikal, TPS 3R, Sekolah Marginal dan Wisata edukasi ekologis, dan Revitalisasi Selokan Mataram. Keberadaan fungsi-fungsi ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada dan menjadikan kawasan kledokan ini menjadi kawasan futuristik yang dapat secara mandiri berdiri sendiri, bermanfaat bagi sekitar dan berkelanjutan vdari segi lingkungan dan fungsi.
DESIGN REPORT:
VIDEO:
GAMBARAN IDE PERANCANGAN
Ide perancangan dilandasi dari pertanyaan “Bagaimana aplikasi Konsep Futuristic Architecture bagi kaum Marginal?”. Kemudian dipilih lah kota Sleman untuk memudahkan observasi secara langsung. Lalu didapatlah sebuah kawasan yang memiliki masalah marginalitas yang cukup kompleks, yaitu sebuah Kampung Pemulung. Setelah itu, disusunlah ide konsep perancang sebagai berikut:
POTENSI
ISU
Kota Sleman sebagai Kota Satelit dan Pendidkan
Isu From Outside: Isu Strategis Kabupaten Sleman
FUNGSI YANG DIWADAHI
Arsitektur Ekologis Kampung Vertikal Wisata Edukasi 3R
Isu Form Inside: Isu Marginalitas Kledokan
Habits 3R Pemulung
Arsitektur Perilaku
Wisata Kuliner dan Ekologis TPS 3R
KAMPUNG EDUKASI ZERO WASTE DAN WISATA EKOLOGIS
Sekolah Marjinal
PENJELASAN AREA PADA KAWASAN Area Revitalisasi Selokan Mataram Sebuah desain yang berusaha memperbaiki kualitas dan image selokan mataram. Kegiatan yang diwadahi pada area ini antara lain adalah sebagai berikut:
Edukasi Ekologis Penjernihan Air Wisata Air Wisata Kuliner UMKM Wisata Edukasi Pakan berbasis Pemanfaatan Limbah Dapru
FILE BIM-X:
PENDEKATAN ARSITEKTURAL
GAMBAR TEKNIS:
1
Area Kampung Vertikal
Area TPS dan Wisata
Desain yang merespon kondisi eksisting site berupa permukiman pemulung. Pendekatan yang digunakan adalah Arsitektur Perilaku. Selain kegiatan hunian, desain juga responsif terhadap ekologis dengan diwadahinya kegiatan adalah:
Desain yang dapat merespon Habits 3R pemulung sehingga lebih terorganisir. Desain ini juga sekaligus dapat memberikan masyarakat luas dan sumber sekonomi masyarakat marginal. Kegiatan yang diwadahi:
Edukasi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga menjadi Kompos
Produksi dan edukasi Plastic to Rotan Sintetis
Edukasi Aplikasi Biopori
Wisata Edukasi Pengolahan Feces to Energy
Urban Farming dan Hidroponik
Workshop Anyaman Rotan Sintetis
ISU DAN PROBLEMATIKA
POTENSI
Habits 3R Pemulung
Kota Sleman sebagai Kota Satelit dan Pendidkan
Profesi pengguna yang merupakan pemulung yang terbiasa melakukan kegiatan 3R merupakan potensi besar bagi terciptanya sebuah kampung yang berkelanjutan
Permukiman Kebutuhan rumah subsidi besar sedangkan ketersediaan lahan sangat terbatas akibat harga tanah tinggi.
Sosial Pendidikan Ekonomi From Outside - Isu Strategis Kabupaten Sleman Meningkatnya jumlah pendatang di Sleman. Hal ini dapat menimbulkan konflik sosial seperti sinisme, dsb.
Sebagai kota Pendidikan, kualitas pendidikan masih belum merata secara menyeluruh berakibat pada belum meratanya kualitas SDM yang ada.
PENDEKATAN PERANCANGAN
Lingkungan
ARSITEKTUR EKOLOGIS
Masih tingginya ketimpangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) antara kab. Sleman dengan kota jogja.
Angka timbunan sampah di Sleman Tinggi. Pembangunan TPS merupakan salah satu dari sekian proyek strategis kab. Sleman 2021
Hunian kampung pemuung merupakan bangunan informal yang tidak memiliki izin resmi
Penduduk Kampung Pemulung kebanyakan berasal dari luar kab. Sleman, namun memilikikeakraban yang baik antara satu sama lain.
Rendahnya skill kualitas SDM pada kampung pemulung ini akibat pendidikan rendah. Banyak anak dari penduduk kampung yang sudah putus sekolah.
Maraknya Aksi Kriminalitas pada kawasan sekitar selokan mataram.
Tata Ruang
Pemanfaatan Potensi Iklim
Penghasilan penduduk kampung ini rendah karena hanya bergantung pada hasil dari memulung. Masyrakat disekitar site juga banyak yang berpenghasilan rendahdan kerap menggunakan cara kriminal dalam mencari rupiah
ARSITEKTUR PERILAKU
Arsitektur Ekologis merupakan paduan antara ilmu lingkungan dan ilmu arsitektur yang berorientasi pada model pembangunan dengan memperhatikan keseimbangan lingkungan alam dan lingkungan buatan. Variabel dari pendekatan ini adalah sebagai berikut:
From Inside- Isu Kampung Pemulung Kledokan Kampung pemulung kledokan memiliki kualitas permukiman yang rendah, kumuh, dan tidak pada standar hunian yang layak.
Sleman merupakan kota dengan banyak perguruan tinggi, dan cukup ramai dikunjungi mengingat dekat dengan kota Yogyakarta sebagai kota budaya dan wisata.
Pendekatan desain bioclimatic dengan tujuan desain passive and low energy system dengan memperhatikan faktor kenyamanan pengguna.
Kualitas lingkungan kampung buruk akibat dari penggunaan lahan tidak teratur dan penumpukan sampah hasil memulung yang tidak dikelola dengan baik.
Ruang Terbuka Hijau
Arsitektur Perilaku adalah tema arsitektur yang penerapannya m e n y e r t a k a n p e r t i m b a n g a n pertimbangan perilaku yang khas / spesifik pada perancangannya. Variabel dari pendekatan arsitektural ini adalah sebagai berikut:
Komunikasi Antara Manusia dan Lingkungan
Tata Masa
Rancangan yang dapat dipahami oleh pemakainya melalui penginderaan ataupun pengimajinasian pengguna bangunan.
Infrastuktur
Mewadahi Setiap Kegiatan Penghuni dengan Nyaman
Kriteria RTH untuk yang direncanakan yaitu 30% dari total luas lahan.
3R (Reduce, Reuse, Recycle)
Image dan kualitas Selokan Mataram yang tidak begitu baik.
Prinsip 3R digunakan untuk pemilihan material, dan sistem pengolahan sampah.
Rancangan yang dapat nyaman secara fisik, dan psikis.
Drainase Berkelanjutan
ANALISIS SITE
Struktur dan Material
Dapat dilakukan dengan mengoptimalkan air hujan dapat masuk kembali ke tanah dengan pembuatan sumur resapan dan saluran biopori, menggunakan material penutup tanah yang memungkinkan air dapat masuk ke tanah yaitu paving blok.
Klimatologis
Respon Matahari: Orientasi bangunan memanjang ke utara dengan bukaan pada sisi barat dan timur untuk memperoleh pencahayaan alami secara optimal
Selubung Bangunan
Pemberdayaan Masyarakat
Sirkulasi
Perlu adanya korelasi antara fasilitas yang dirancang dengan proses pemberdayaan masyarakat setempat yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Respon Angin: Menempatkan bangunan tps pada sisi selatan site untuk mencegah bau tidak sedap masuk ke kampung vertikal
Topografi Kontur pada site eksisting semakin rendah ke arah timur. Kontur yang paling tinggi berada di sisi barat dan berbatasan langsung dengan jalan utama. Kenaikan level kontur adalah 0.5 m di setiap perbedaan levelnya Kondisi kontur akan dipertahankan
Memperhatikan Kondisi dan Perliaku Pemakai Memperhatikan perilaku pemakai seperti usia, jenis kelamin, dan lain-lain
FUNGSI, PENGGUNA DAN TUNUAN RANCANGAN
Kampung Vertikal
Memberikan hunian yang layak bagi masyarakat kampung pemulung, dengan lahan efisien.
Lahan Hijau dan Terbangun Bangunan-bangunan yang ada pada lahan kebanyakan merupakan bangunan semi permanen, sehingga dalam proses rekonstruksinya lebih mudah.
TPS 3R
Memberikan lapangan pekerjaan. Menghasilkan produk yang dapat menjadi peluang bisnis. Menyelesaikan masalah sampah.
Wisata Edukasi
Sekolah Marjinal
Revitalisasi Selokan Mataram
Memberikan peluang ekonomi. (Tiket, Parkir, Tour Guide, Koperasi) Sarana Edukasi Pengolahan Sampah bagi masyarakat sekitar
Meningkatkan kaulitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat anak kampung pemulung melalui pendidikan
Memperbaiki kualitas dan image selokan mataram. Sekaligus menjadi area wisata ikonik bagi kawasan.
Sasaran Pengguna
Pada Area sebrang Selokan mataram, lahan eksisiting digunakan oleh masyarakat sekitar sebagai lahan berkebun.
Pengelola
Penjual Kuliner
Regulasi KDH (Koefisin Dasar Hijau)
Min. 20%
KLB (Koefisin Dasar Hijau)
3,6
Pembeli
KDB (Koefisin Dasar Hijau)
Max. 60%
Sempadan
Jalan = 9 m Gang = 1,5 m
Tujuan Perancangan Perancangan ini dibuat untuk dapat menyelesaikan masalah lingkungan, ekonomi, dan permukiman secara sekaligus dan saling terintegrasi. Dengan pemberdayaan masyarakat dan pendekatan arsitektur, masalah-masalah yang ada dapat menjadi peluang bisnis, menciptakan lapangan pekerjaan, dan prosesnya dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dalam menyelesaikan masalah lingkungan khususnya sampah.
2
MASTERPLAN
Konsep Parkir dan Sirkulasi Ramp
Parkir Penghuni Kampung Vertikal
Memudahkan akses pengunjung dari parkir ke skywalk serta akses pemulung ke gudang.
Terletak di lantai dasar gudang penyimpanan hasil mulung
Sky Walk
menghubungkan Kledokan riverside dengan area parkir dan wisata edukasi pengolahan sampah
Jembatan penghubung
SIRKULASI PEMULUNG
menghubungkan akses bangunan TPS dan bangunan penunjang wisata untuk memudahkan sirkulasi pengunjung
Parkir Motor
diperuntukkan untuk pekerja TPS, guru sekolah marjinal, dan pengunjung.
Jembatan Memudahkan akses pengunjung untuk menyebrangi sungai.
Parkir Mobil & Bus
didekatkan dengan jalan utama agar mudah diakses oleh pengguna kampung vertikal, wisata & TPS, serta kledokan riverside.
SIRKULASI WISATAWAN EDUKASI TPS & KLEDOKAN RIVERSIDE
Konsep Vegetasi dan RTH Vegetasi baru berupa pohon sebagai peneduh maupun barrier
KONSEP MASTERPLAN Konsep Land Use
Kampung vertikal dan TPS Wisata Edukasi memiliki RTH yang terpusat.
SIRKULASI WISATAWAN KULINER KLEDOKAN RIVERSIDE Vegetasi eksisting yang dipertahankan = 38 dari 56 pohon = 67,85%
Vegetasi Eksisting yang dipertahankan
KETERANGAN:
= Fungsi IPAL = Fungsi Industri TPS 3R = Fungsi publik wisata dan Edukasi
Vegetasi baru berupa pohon berbuah karena mengingat fungsi lahan eksisting berupa kebun serta hasilnya yang dapat dimanfaatkan untuk warga kampung/desa sekaligus penerapan penggunaan kompos organik
er Aft
Vegetasi Eksisting yang ditebang
e for Be
= Fungsi Hunian = Sempadan Jalan
Plotting dan Detail Ruang Penunjang Wisata Sky Walk
Plotting dan Detail Wisata Organic Waste to Compost, Biopori, dan Urban Farming Workshop Sampah Organik
Koperasi Masyarakat
Hidroponik
Biopori
Konsep Tata Masa
Pos Keamanan, Parkir, dan Signage
Mushola
Urban Farming
Loby dan Mini Museum Zero Waste
APLIKASI VARIABEL PRASYARAT: KOMUNIKASI ANTARA MANUSIA DAN LINGKUNGAN 1. Area publik dan wisata menjadi perantara keduanya untuk tetap menciptakan hubungan yang saling terintegrasi. 2. Membuat Innercourt pada kampung vertikal untuk mendekatkan lingkungan alami pada kampung vertikal. MEWADAHI SETIAP KEGIATAN PENGHUNI DENGAN NYAMAN
PEMANFAATAN POTENSI IKLIM Bentuk masa kampung vertikal disusun ramping dengan innercourt ditengahnya, untuk memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami. RUANG TERBUKA HIJAU KDH Prasarat = 30% KDH Rancangan = 1- KDB/Luas Site = 1 - 6453/15.230 = 1 -0,42 = 0,57 = 57 % (memenuhi syarat)
Lahan fungsi hunian dipisahkan dengan fungsi industri, untuk meminimalisir dampak polusi bau, bising, dsb. MEMPERHATIKAN KONDISI DAN PERILAKU PEMAKAI Dari 4 fungsi yang ada (Hunian, Wisata, Edukasi, dan Industri), diwadahi dalam 2 masa bangunan; Kampung vertikal dan TPS 3R. Kampung Vertikal mewadahi fungsi Hunian dan Edukasi dan beberapa kegiatan Wisata. Sedangkan, bangunan TPS mewadahi fungsi Industri dan wisata.
Plotting dan Detail Wisata Plastic Waste to Rotan Sintetic dan Feces to Energy Workshop Anyaman Rotan Sintetis
Showroom Furniture Rotan Sintetis Display Feces to energy
Gudang Pemulung dan Parkir Gerobak
Plotting dan Detail Wisata Ekologis dan Kuliner Revitalisasi Selokan Mataram Area Penjernihan Air Hutan Ekologis
Mezzanin pengamatan produksi TPS Display Feces to energy
Kuliner
Pakan berbasis pemanfaatan limbah dapur
Kolam Ikan
SITE PLAN
AREA TPS DAN PENUNJANG WISATA KONSEP RANCANGAN BANGUNAN KONSEP KESELARASAN ANTAR BANGUNAN Secara visual, bangunan satu dengan yang lain memiliki palet warna, bentuk dasar yang sama dan material selubung yang sama. Hal ini memberikan integrasi visual yang selaras dan menciptakan unsur unity antar bangunan.
BANGUNAN PENUNJANG WISATA Bangunan ini merupakan penunjang bagi kegiatan wisata edukasi dan kampung vertikal. Ruang yang diwadahi pada bangunan ini antar lain adalah Koperasi, workshop anyaman rotan sintetis, showroom furnitur rotan, gudang dan parkir penghuni.
TPS WISATA
TPS PRODUKSI
Bangunan ini menjadi fasad utama bagi TPS secara keseluruhan. Bentuk bangunan dibuat lingkaran untuk menjadikannya ikonik dan kontras dengan bangunan lainnya. Bangunan ini berfungsi sebagai penunjang utama TPS produksi dan wisata. Ruangan yang terdapat pada bangunan ini meliputi Loby, Loket tiket, Mini museum, loker dan toilet pegawai.
Bangunan TPS Produksi dibuat berdasarkan alur sirkulasi produksinya yang membutuhkan 2 entrance. Dimana entrance pertama berfungsi untuk bongkar muat truk dari luar site dan entrance kedua diperuntukan bagi pekerja dan penghuni dari site baik untuk bekerja, proses produksi, dan penjualan barang bekas hasil memulung
KETERANGAN: Parkir Sepeda Motor =
1
Koperasi =
2
Parkir Penghuni KV =
3
Ramp Skywalk =
4
Pos Keamanan =
5
Papan Informasi =
6
Taman Bermain =
7
Parkir Bus =
8
Gudang Hasil Produksi =
9
1
2
3 4
5 6 7
8
Loby dan Loket Tiket = 10
9
Bengkel Rangka Furnitur = 11
10
Loker Pegawai Wanita = 12
11
12
13
Parkir Mobil = 13
14
15
Loker Pegawai Pria = 14
16 17
Ruang Mesin = 15
18 19
Ruang ME = 16 Ruang Timbang dan Pilah = 17
20
21
Laboratorium Cek Kualitas = 18 Bungker Sampah Plastik = 19
22
Loading Dock = 20 Parkir pegawai dan Gerobak = 21 Display Feses to Energy = 22 Titik Lampu Taman =
KONSEP PLASTIC TO ROTAN SINTETIC
Alur Plastic Waste to Rotan Sintetic
KONSEP FECES TO ENERGY Bentuk edukasi dari feces to energy adalah dengan mengekspose permukaan dari tiap-tiap infrastruktur, sehingga prosesnya dapat dilihat dan dipahami oleh wisatawan. Energy yang didapat dari feces untuk satu hari adalah sebesar 4,425 Kwh. Angka tersebut tercipta dari jumlah feces perhari pengguna. Kemudian, nergi listrik ini menjadi sumber energi listrik sekunder bagi lampu taman pada site.
Feces dari Toilet Kampung Vertikal
6
Menjadi Sumber listrik bagi Lampu Taman
1
7
Reaktor Bio-Gas Luas = 200 CM X 200 5 CM Tinggi = 100 CM Volume = 4 M3
Sampah Dari Luar Kampung
Loading Dock
Sampah Dari Pemulung
Area Penimbangan
Bungker Sampah Khusus Plastik
Ruang Pemilahan
Ruang Pencacahan 2
Ruang Pembersihan
3 unit Septic Tank Kampung vertikal Diameter ( ɸ ) = 80 CM Tinggi = 1 M Volume = 0.5 M3
5
Pipa saluran air kotor kemiringan 2%
Septic Tank Sentral Luas = 200 CM X 200 CM Tinggi = 100 CM 5 Volume = 4 M3
Eduikasi Feces to Energy
Ruang Pembuatan Rotan Sintetis
3
4
Display Furniture
1 Unit Septic Tank dari TPS
4
5
Ruang Workshop dan Craftmenship Furnitur Rotan Sintetis
6
Showroom
RENDERING SUASANA Koperasi
Workshop Rotan Sintetis
Edukasi TPS
Biji Plastik Bukan Bahan Rotan Dijual Untuk diolah diluar site Ruang Las Rangka Furnitur (Dalam Site)
Produksi Plastic Waste to Rotan Sintetic dilakukan dalam skala Industri. Yang menjadi user industri ini adalah masyarakat kampung vertikal dan masyarakat dari luar site. Sampah plastik akan diolah menjadi biji plastik dan kemudian untuk biji plastik tertentu diolah kembali menjadi rotan sintetis. Proses pembuatan biji plastik disesuaikan dengan spesifikasi mesin pencacah yang digunakan. Mesin cacah yang digunakan dapat memproduksi 500 kg/jam. Dan waktu kerja mesin diasumsikan 5 jam perhari. Produksi biji plastik perhari = 2500 kg/hari Sampah plastik diperoleh dari hasil memulung penghuni dan pembelian dari pengepul diluar site. Kapasitas bungker sampah plastik pra olah dengan asumsi dapat menampung sampah 4 hari = 2500 x 4 = 10.000 kg = 3000 liter = 3 m3 untuk ruang kosong. Pembuatan biji dilakukan perjenis plastik. Plastik yang dapat digunakan untuk rotan sintetis berjenis polythilene (PE), dan polyvynil chloride (PVC). Plastik selain jenis ini dioalah hanya sampai menjadi bijih, dan kemudian dijual ke pabrik diluar site untuk diolah kembali.
KAMPUNGV E RT I KAL KONSE PPE RANCANGANBANGUNAN HUNI AN W ARGA KAMPUNG PEMULUNG Fungs i ut ama dar i kampung ver t i kal adal ah menyedi akanhuni anyangl ayakdant er j angkauunt uk pemul ung dikl edokan t anpa menghi l angkan ni l ai s os i alyangada.
W ORKSHOPKOMPOSORGANI K Sampah or gani k yang ber as aldar ihuni an war ga akan di ol ah menj adi pr oduk yang dapat di manf aat kans eper t ikomposor gani kdanbi opor i .
URBAN FARMI NG
KONSE PCOMPOSTT OURBANFARMI NG Ur banf ar mi ngpadakampungver t i kaldi t er apkandal am 2met odeyai t udenganber cocokt anam dimedi at anah l angs ung dil ahan hi j au t er buka dan s i s t em hi dr oponi k.Jeni st anaman yang di t anam adal ah s ayur s ayur an s ehi nggadapatmenj adis umberpenghas i l anpanganunt ukwar gakampungver t i kal . BERCOCOKTANAM PADAMEDI A TANAH LANGSUNG
BERCOCOKTANAM DENGAN SI STEM HI DROPONI K
Bangunan huni an yang di buat ver t i kal menyedi akan banyak l ahan yang dapat di manf aat kan,s al ah s at unya dengan ber cocok t anam. Met odet anam i nij ugaakanmenggunakan komposor gani khas i lpr oduks ikampungver t i kal
Menggunakan s i s t em hi dr oponi k DFT.Si s t em i ni di pi l i h kar enas i s t emnyacocokunt ukper umahan dan ket i ka l i s t r i k mat i ,t anaman akan t et ap di genangi ai r s ehi ngga t i dak mudah mat i . Hi dr oponi ki ninant i nyadapatmengedukas ipar a penghunidanpengunj ung.
SEKOLAH MARJI NAL Fungs i yang s udah t er dapat pada eks i s t i ng i ni kemudi an di kembangkan dengan menambahkan kel ass er t amenyedi akanr uangt er bukaat aul apangan yangbi s adi gunakanunt ukber bagaikegi at an. Dengan begi t u par a mur i dt i dak s el amanya bel aj ardidal am kel ast er us .
HI DROPONI K
Sel ai n ber cocok t anam dimedi at anah l angs ung, kampung ver t i kal j uga menawar kan met ode hi dr oponi kyangefis i endancocokunt ukdi edukas i kan kepenghunimaupunwi s at awan.
KONSE PT AT ARUANG RUANG KOMUNAL -Ruang publ i k dan huni an di bedakan.Ruang publ i k ber ada dil ant aidas ar s edangkanhuni andil ant aiat as . - Padaar eahuni ant er dapatr uangkomunalut amas ebagait empatber kumpul s kal a bes ars eper t ir apatwar ga.Adapun r uang komunalkeci ldekathuni an di manf aat kanunt uks kal akeci ls eper t imener i mat amu. - Padal ant ai3t er dapatar eahi dr oponi kyang dapatdi j adi kan edukas iunt uk ur banf ar mi ngdanhas i lpangannyayangber manf aatunt ukwar gakampung.
RUANG PRI VAT( UNI THUNI AN)
Huni an yang di buat ver t i kal membuat l ahan hi j au l ebi h banyak s ehi ngga s al ah s at unya dapat di manf aat kan s ebagai ur ban f ar mi ng.Ur ban f ar mi ng i ni akan menj adi t empat pengapl i kas i an pupuk kompos or gani kyangdi pr oduks i .
EDUKASIBI OPORI
UNI TA
UNI TB
UNI TC
Kapas i t as1or ang Kapas i t as1pas ut r i Kapas i t as1pas ut r idan Ter dapat1 0uni t Ter dapat1 0uni t 2anak l uas9m2/ uni t l uas9m2/ uni t Ter dapat1 2uni t Ter di r idar i : Ter di r idar i : l uas1 8m2/ uni t 1KamarTi dur 1KamarTi dur Ter di r idar i : Dapur Dapur 2KamarTi dur Mej al i pat( fleks i bel )Mej al i pat( fleks i bel ) Dapur KamarMandi KamarMandi RuangMakan KamarMandi
Sampahor gani k yang di mas ukkan ke bi opor idapat membant u per es apan ai r dan dapat menghas i l kankompos . Hal t er s ebut l ah yang daoat di edukas i kan kepadapar a penghuni dan pengunj ung.
UNI TD
Kapas i t as1pas ut r i , 2anak& 1l ans i a Ter dapat5uni t l uas27m2/ uni t Ter di r idar i : 3KamarTi dur Dapur RuangMakan
SUASANA KAMPUNG VERTI KAL
KONSE PARSI T E KT URAL
SPLI TLEVEL
PASSI VEDESI GN
Kons ep Spl i tl eveldi pi l i hs ebagaipengapl i kas i an dar i Konsep passi ve desi gn di pi l i h sebagai bent uk s al ahs at uvar i abelt emapendekat anAr s i t ekt urekol ogi s pener apan dar ivar i abelt ema pendekat an Ar si t ekt ur yai t u penyedi aan l ahan hi j au,dimanas pl i tl eveldapat Ekol ogi s yai t u pemanf aat an i kl i m. Sal ah sat u mengur angipenggunaan l ahan dan KDB s ehi ngga pener apan passi ve desi gn yai t u dengan member i kan dapatmember i kan pel uang unt uk l ahan hi j au yang bukaan pada r uangan ( vent i l asi si l ang) sehi ngga l ebi hl uas .Kons ep s pl i tl evelj uga dapat di padukan memungki nkan cahaya dan angi n kel uar masuk. dengan open pl an s pace s ehi ngga penghunidapat Sel ai ni t uj uga menggunakan over hang agarcahaya s al i ng t er hubung mes ki mel akukan akt i vi t as yang mat ahar iyang masuk t i dak si l au dan penghunit et p ber beda.Hal i ni s el ar as dengan t ema pendekat an nyaman. Ar chi t ect ur eBehavi or al .
ST RUKT URDANMAT E RI AL
KONSE PORGANI CWAST ET OCOMPOSTANDBI OPORI SAMPAH ORGANI K DARIRUMAH TANGGA
90% 1 0%
PUPUK KOMPOS ORGANI K
BI OPORI
Sampah or gani kdar ir umah t anggakampung ver t i kal yang s udah di kumpul kan mel al uis haf ts ampah akan di bawaker uangwor ks hopunt ukdi cacah.Pencacahan dapat di l akukan s ecar a manual at aupun mes i n. Kemudi an akan di ber i kan zat akt i vat or hi ngga s i ap di mas ukkan ke dal am t ong pengompos an.Set el ah kompos or gani k j adi , pr oduk akan di j ual dan di manf aat kan unt ukkampung ver t i kals ebagaipupuk t anamanur banf ar mi ng.
Tegol aEcoRoof
Di ndi ngBat a Ekspos
Di ndi ngBat a Doubl ePl est er
Secondar ySki n PanelRot an Si nt et i s
At apKacaLouvr e
Kol om Bal ok Pl atBet on
BI OPORI
Sampah or gani k di mas ukkan ke l ubang s et i ap har i ( 1 0%) .Pupuk Komposor gani k akan t er bent uk s et el ah di di amkan mi ni mals el ama23mi nggu dal am l ubang, pemel i har aan l ubang dapat di l akukan ber s amaan denganpengambi l ankompos . Komposyangdi has i l kan akan di per unt ukkan unt ukur ban f ar mi ng yang adadi kampung ver t i kal .Halyang dapatdi edukas i kan dar i bi opor iadal ah pr os esmemas ukkan s ampah dan/ at au mengambi l has i l pengompos an s er t a pembuat an l ubangr es apanbi opor i
5 MohammadanYogar si wayan( 1 951 2056) AndiRafidahSal i mah( 1 951 2202) Ni sr i naNurBai t i( 1 951 2228)
Dosen:Faj r i yant oI r . , M. T. Asi st endosen:Hi l miNurFauzi , S. Ar s
STUDI O DESAI N ARSI TEKTUR
2
RANCANGAN BANGUNAN Ruang Pengolahan Pakan Berbasis Limbah Pangan
KETERANGAN:
KONSEP TATA TAPAK
= Area Komunal = Area hiburan = Area pengunjung kuliner = Ruang Hijau = Area pengamatan wisata edukasi = Area hutan ekologis
Ruang pengolahan terdapat di 2 tempat dengan 2 fungsi berbeda, satu berada di dalam hutan ekologis sebagai tempat pengolahan pakan dan satu berada dibawah ramp sky walk sebagai tempat edukasi wisatawan. Terbaginya 2 jenis raung ini (dalam satu bentuk modul) dikarenakan untuk menghindari bau yang tidak sedap yang dapat mengganggu wisatawan, oleh karena itu disediakan ruang kecil sebagai contoh untuk proses pembelajaran.
Kios Kuliner 1 Modul kios kuliner mampu menampung 7 kios, yang ditempatkan di 2 tempat pada area tengah kawasan revitalisasi selokan mataram. Alasan penempatannya disinkronkan dengan akses sky walk yang ada di ujung kawasan. Sehingga ketika orang akan melihat area wisata penjernihan maupun pengolahan pakan akan melewati area kios kuliner yang akan memicu wisatawan untuk membeli produk dagangan.
Ruang Kontrol Penjernihan Air dan Kolam Ikan
Penempatan ruang dibawah ramp untuk mengurangi luasan lahan terbangun dan memperluas area hijau selaras dengan tema yang dignakan yaitu Arsitektur Ekologis .
Ruang kontrol Penjernihan air difungsikan bagi aktifitas maintenance pengelola kawasan revitalisasi yaitu warga kampung vertikal. Selain itu ruang ini dapat dijadikan tempat pengamatan proses penjernihan dari alur wisata ekologis.
Sky Walk SITEPLAN
Area Revitasilasi Selokan Mataram ini merupakan destinasi terakhir dari alur wisata edukasi pengolahan persampahan. Area Revitalisasi terdiri dari edukasi penjernihan air sungai, pakan berbasis limbah dapur, dan area hiburan serta kuliner.
7
KONSEP INFRASTRUKTUR PENJERNIHAN AIR SUNGAI & PAKAN BERBASIS LIMBAH PENGOLAHAN PAKAN DAPUR BERBASIS LIMBAH DAPUR
9
KONSEP RANCANGAN LANDSCAPE
8
1
= Kios kuliner
2 3
= Area pengolahan pakan berbasis limbah dapur = Kolam ikan
4
= Area hiburan anak
5
= Open space pengunjung kuliner
6 7
= Tempat edukasi pakan berbasis limbah dapur = Ruang kontrol penjernihan air
8
= Open space wisata edukasi
9
= Hutan ekologis
Adanya sky walk berfungsi mempermudah sirkulasi pengunjung, integrasi antar site yang bersebrangan, serta meningkatkan keamanan pengunjung yang didominasi pelajar. Sky walk ini dibuat aksesibel terutama bagi penyandang disabilitas. Hal ini dikarenakan sky walk ini menggunakan ramp pada sirkulasi vertikalnya baik itu pada area revitalisasi maupun dari area kampung vertikal.
=Vegetasi pohon
Sedimentasi
1
Proses penjernihan di awali dengan penyaringan sampah dengan
=Tanaman penjernih air
jaring yang diletakkan sebelum aliran pengendapan. Kemudian aliran pengendapan dibuat disamping aliran selokan mataram dengan
=Paving Block
4
5
3
meletakkan batuan dan kerikil didasar sungai. Aliran dibuat diluar luasan site dengan panjang kurang lebih 50 m yang kemudian aliran
=Aliran selokan mataram
airnya diarahkan menuju kolam ikan.
Kandang lalat black soldier a
=Tempat duduk
1
bak perkembangbiaakan maggot
=Batu kali tempel
8
9
RANCANGAN BANGUNAN
2
6
Floating Treatment Wetland (FTW) Teknologi ini dapat diletakkan di tepi kolam ikan maupun tepi aliran selokan mataram.
PERSPEKTIF SUASANA
Ruang Pengolahan Maggot