BAB LIMA
PELAPUKAN BATUAN DAN TANAH
JAMALAM LUMBANRAJA
hidup, dan hasil dekomposisi organik. Proses pelapukan batuan atau tanah yang melibatkan aktivitas biota (tumbuhan dan hewan) disebut biogenesa batuan atau tanah. Batuan massif seperti granit, dolerit, arkos memperlihatkan proses pelapukan yang ditunjukkan dalam bidang-bidang konsentrik. Bidang atau lapisan ini dapat lepas yang mempunyai ketebalan yang berbeda dari beberapa centimeter sampai beberapa meter. Peristiwa pelapukan ini disebut eksfoliasi. Bagian luar batuan/mineral yang lapuk dan mengembang, terlepas dari bagian yang masih masif. Bagian batuan yang masih masif ini kemudian akan mengalami proses yang sama sehingga proses pelapukan itu terus berurutan bekerja pada pelapukan batuan. Dalam proses pelapukan kimia terdapat beberapa reaksi kimia berikut (Brady and Well, 2000): Hidrolisis – yaitu proses pelapukan dimana perubahan komponen kimia batuan atau mineral terjadi karena keterlibatan molekul air dalam reaksi tersebut Na2CO3 + H2O ------> 2Na+ + HCO3- + OHHidrasi – yaitu proses pelapukan dimana molekul air terdapat dalam komposisi kimia mineral. Misalnya mineral gipsum mengikat molekul air. CaSO4 + 2 H2O ------> CaSO4. 2H2O Asidifikasi – yaitu proses pelapukan kimia yang melibatkan ion H+ sehingga merubah komposisi kimia batuan atau mineral. Misalnya pelapukan mineral mineral feldspar pada pH rendah. KAlSi3O8 + 2H+ + H2O ------> 2K+ + Al2Si2O5(OH)4 + 4SiO2 Oksidasi – yaitu proses pelapukan kimia dimana batuan atau mineral bereaksi dengan oksigen membentuk oksida mineral. Misalnya oksidasi Fe. Fe2+ + O2- + H2O ------> FeOOH + H+ + eKelarutan (dissolution) – yaitu proses pelapukan kimia dimana
53