Issuu on Google+

andalas HARIAN

L U G A S

D A N

C E R D A S

Senin, 28 November 2011 | No: 2042/Tahun VII | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

Listrik Padam, Kompol Simanjuntak Tewas Terbakar Stabat–andalas Perwira menengah Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara, Kompol Drs AF Simanjuntak, Minggu pukul 02.00 WIB, tewas di dalam rumahnya di Jalan Sudirman Stabat yang terbakar. "Satu orang (pamen) tewas dan dua orang lainnya (anak dan menantu) mengalami luka bakar," kata Kapolsek Stabat Iptu Zulkarnaen ketika dihubungi di Stabat, Minggu. Ia menjelaskan saat itu korban AF Simanjuntak yang menderita penyakit lumpuh tidur di kamar belakang rumahnya yang semi permanen. Sebelum tidur, korban membakar obat nyamuk, lalu api yang berasal dari obat nyamuk itu tanpa diketahuinya telah membakar kain yang ada di sekitarnya, hingga api membesar. Mengetahui hal itu, anak korban yakni Astika (23) dan menantunya yakni Patar Napitulu (27) pun mencoba memberi pertolongan, namun korban AF Simanjuntak tidak dapat tertolong, hingga akhirnya tewas di tempat kejadian.

Bersambung ke Hal. 15

andalas/rony muharrman

PROYEK CBD–Foto suasana pintu masuk proyek pembangunan Central Bussines District (CBD) Polonia di Kecamatan Polonia Medan, Jumat (25/11). Keberadaan bangunan di kawasan Bandara Polonia ini menuai kecaman dari kalangan DPRD Sumut karena melanggar Perpres No 62 Tahun 2011 tentang Mebidangro.

Langgar Perpres No 62/2011

DPRD Sumut Sorot Proyek CBD Polonia

detik.com

TERJEBAK–Sebanyak 4 mobil tenggelam saat Jembatan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ambruk, Sabtu (26/11). Selain itu, sejumlah mobil juga terlihat menyangkut di salah satu pilar jembatan. Polisi memperkirakan masih ada 40 orang lagi yang terjebak di reruntuhan jembatan yang dijuluki "Golden Gate" Kalimantan itu.

Medan – andalas Central Bussines District (CBD) Polonia Medan kembali menuai kecaman. Kalangan DPRD Sumut mempertanyakan keabsahan pembangunan kawasan perumahan elit yang berada Kecamatan Medan Polonia itu.

40 Orang Masih Terjebak di Jembatan Kukar Jakarta–andalas Mabes Polri memprediksi masih ada 40 orang yang terjebak dalam peristiwa ambruknya jembatan Kutai Kertanegara (Kukar), Kaltim, Sabtu kemarin. Jumlah itu setidaknya perkiraan dari masih adanya bus yang belum bisa dievakuasi. "Diprediksi masih ada korban di dalam sungai. Setidaknya ada dua bus dan sedang diupayakan untuk dievakuasi. Diprediksi ada 40 warga terjebak di sungai," ujar Kabagpenum Polri, Kombes Boy Rafli Amar. Hal itu dikatakan Boy di kantor Bareskrim Tindak Pidana Narkotika, Jl MT Haryono, Jakarta, Minggu (27/11). Boy mengatakan, pasca ambruknya jembatan Kukar Sabtu kemarin, pihaknya langsung mengirimkan tim dari Bareskrim. Tim langsung di bawah pimpinan Kabareskrim Komjen Pol Sutarman. "Ada 11 penyidik, yakni 6 dari labfor (laboratorium forensik) dan 5 dari DVI (Disaster Victim Identification)," kata Boy. Seperti diberitakan, Jembatan Kutai Kartanegara yang menghubungkan 2 wilayah Keca-

Pasalnya, mega proyek yang berada di lahan Bandara Polonia itu, diduga melanggar Peraturan Presiden No 62/tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Medan (RTRKP), Binjai, Deli Serdang, dan Karo (Mebidangro). “Berdasarkan Perpres Nomor 62 tahun 2011itu, kami menilai bahwa Bandara Polonia tidak

Bersambung ke Hal. 15 andalas/hs poetra

NIKAH MASSAL–Sejumlah pasangan pengantin lanjut usia mengikuti akad nikah, pada Nikah Massal se-Kabupaten Deli Serdang,Sumut, Minggu (27/11). Nikah massal yang diikuti 250 pasangan pengantin tersebut, untuk membantu masyarakat mendapatkan legalitas pernikahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

250 Pasangan

Nikah Masal Percut Sei Tuan – andalas Sebanyak 250 pasangan pria-wanita se-Kabupaten Deli Serdang (DS), Minggu (27/11) mengikuti prosesi nikah masal di Lapangan Yayasan Perguruan (YP) Bandung Dusun I, Dea Bandar Setia,

Kecamatan Percut Sei Tuan. Nikah masal gratis yang digagas salahsatu bank BUMD itu bukan hanya diikuti pria-wanita dewasa saja, namun juga berusia lanjut. Acara yang dimeriahkan kesenian

rakyat, seperti reok ponorogo itu dihadiri Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars, dan Direktur Utama Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu. Para peserta yang mengikuti proses pernikahan itu umumnya pasangan yang sudah hidup bersama atau nikah sirih. "Tak ada biaya, syukurlah ada acara seperti ini," kata salah satu pasangan, Wagianto (38) menyebutkan alasannya mengikuti acara tersebut. Pasangan suami istri (pasutri), Naharuddin dan Elmiah asal Pantai Labu Kecamatan Pantai Labu juga terlihat senang

Bersambung ke Hal. 15

Bersambung ke Hal. 15

KEPALA Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan Drs Zulkanaen menegaskan, kehadiran Peraturan Presiden (Perpers) No 62 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Medan, Binjai, Deliserdang, dan Karo (Mebidangro) tidak akan merubah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Medan. “Perda RTRW Kota Medan sudah disetujui DPRD Medan dan disahkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Pusat, jadi tidak mungkin dirubah lagi. Keberadaan Bandara

Bersambung ke Hal. 15

Suara “Sumbang” Sidang Tilang di PN Medan

ANEH tapi NYATA

Sidang tilang di Pengadilan Negeri Medan, Jumat (25/11) kemarin yang menyidangkan 4.500 pelanggar. andalas/hs poetra

Kemana Larinya Uang Tilang • Biaya Tebus Rp40 ribu hingga Rp100 ribu Ruang Candra I dan Candra II di Lantai III Gedung PN Medan penuh sesak. Hari itu, Jumat (25/11), sekitar empat ribu orang memadati kedua ruang tadi untuk menghadiri sidang tilang, guna membayar denda dan mengambil surat-surat yang ditilang seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK).

Bapeda Medan Sebut DPRD Berpikiran Sempit

MESKI terlihat padat, namun tak ada kericuhan berarti. Hanya keluh kesah yang keluar dari mulut peserta sidang. Mereka tak puas karena tak bisa membela diri saat hakim mengetukan palu sebagai tanda keluarnya suatu putusan dan

membacakan denda. Abdul Manan, seorang pengendara sepedamotor jenis bebek matic, terlihat berada di kerumuman manusia itu. Ia yang baru ditilang Jumat (25/ 11), mendatangi ruang sidang tilang. Namun, sidang terhadap dirinya baru digelar Jumat pekan depan. Dia ditilang seorang petugas polisi di kawasan Simpang

Bersambung ke Hal. 15

Pria Ini Konser di Depan Gajah Buta PRIA berusia 50 tahun ini membawa pianonya ke sebuah gunung di Thailand, hal tersebut dilakukannya agar dia bisa bermain piano di hadapan para gajah buta. Paul Barton kini telah berhasil menggapai ambisinya pada saat duduk di depan piano, tepat beberapa meter di depan para gajah, dia memainkan musiknya dengan lembut. "Ini merupakan kado ulang tahun saya yang ke 50 tahun, saya dan istri saya sudah lama membantu para gajah yang buta ini, dan saya pikir ini akan menjadi hal yang paling menarik untuk didengar," ujarnya seperdi dilansir Daily Mail, Jumat kemarin.

"Saya harus menarik piano ini ke atas, meski saya memiliki masalah dengan punggung, tapi saya ingin ini menjadi tantangan untuk diri saya sendiri," lanjutnya. Pria yang kelahiran Inggris ini pindah ke Thailand 16 tahun lalu bersama istrinya agar bisa lebih dekat dengan gajah. Paul berharap bisa membuat konser dengan dirinya bersama gajah sebelum akhir tahun ini untuk mengumpulkan dana membangun pagar listrik.(OZ)


Senin 28 November 2011

MEDAN KITA

harian andalas | Hal.

2

Gunakan Propam Takut-takuti Masyarakat

andalas PLN Kangkangi Surat BPSK Medan Lugas & Cerdas PENERBIT PT. Star Media Internusa d/h. PT. Inti Media Nusantara PEMBINA Dr Eggi Sudjana SH MSi PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI Iskandar ST WKL PEMIMPIN UMUM/WKL PEMIMPIN REDAKSI/PENJAB H Baharuddin WAKIL PEMIMPIN REDAKSI II Dedy Ardiansyah WAKIL PEMIMPIN UMUM MA Siddik Surbakti, Christoffel Manurung SH MH PEMIMPIN PERUSAHAAN Amiruddin REDAKTUR PELAKSANA Gusliadi Ritonga SEKRETARIS REDAKSI Windari KOORDINATOR LIPUTAN Hamdani Nasution, KOORDINATOR DAERAH Agus Salim Ujung REDAKTUR Asril Tanjung, Hermawan,Yonan Febrian, M.Sulaiman STAF REDAKSI Asiong, Robenson Sidabariba, Yunan Siregar, M Isya, Irwan Ginting, Ika Ramadhani, Felix Sidabutar, Thamrin Samosir, Desrin Pasaribu FOTOGRAPHER Rony Muharrman, Hs Poetra SIRKULASI Septho IKLAN Syarifah PENASEHAT HUKUM Syahril SH SpN; Nur Alamsyah SH MH; Abu Bokar Tambak SH MHum; A Herwan Bispo SH, H. Syafrizal SH. MH ALAMAT REDAKSI/ TATA USAHA Jalan T Amir Hamzah Ruko Kompleks Griya Riatur Indah No. 182-184-186 Medan NOMOR REKENING BRI Unit Kapten Muslim Medan a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 3383-01-027966-53-5 BCA KCP Tomang Elok a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 7865078382 Iklan Warna (FullColour) Rp. 15.000/mm kolom Iklan Hitam Putih Rp 10.000/mm kolom Iklan Keluarga/Ucapan Selamat Rp 3.500/mm kolom TELEPON (061) 8449800 FAKSIMILE (061) 8462800 EMAIL REDAKSI:andalasmedan@gmail.com IKLAN: marketingandalas@gmail.com PENCETAK CV. Grafika Sumatera. Isi di Luar Tanggungjawab Pencetak

EDITORIAL

'Magnet' Bandara Polonia

B

ANY AK yang terhenyak ketika Peraturan Presiden ANYAK Nomor 26 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Medan, Binjai, Deli Serdang dan Karo (Mebidangro), terbit dan tiba-tiba menjadi perbincangan. Bagaimana tidak. Perpres yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tertanggal 20 September 2011 itu, seolah 'menganulir' Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Medan, khususnya terkait kawasan Bandara Polonia. Dalam RTRW Kota Medan yang berlaku sampai 20 tahun ke depan, kawasan Medan Polonia termasuk di dalamnya kawasan bandara akan dijadikan pusat bisnis dan kawasan perkantoran. Hal ini mengingat fungsi bandara tersebut akan digantikan Bandara Internasional Kuala Namu yang sedang dibangun dan diproyeksikan dapat beroperasi selambat-lambatnya tahun 2013. Kawasan Bandara Polonia yang digadang-gadang bakal ditutup karena kehadiran bandara pengganti di Kuala Namu, telah menjadi 'magnet' yang luar biasa kuatnya menarik perhatian dan keinginan banyak investor untuk bisa mendapatkan 'sekavling-dua kavling' areal di kawasan itu. Bahkan sejumlah investor sudah ada yang membangun perumahan elite dan pertokoan. Lihat saja seperti Central Business Development (CBD) yang membangun kawasan perumahan elite tidak jauh dari Pangkalan Angkatan Udara di kawasan Bandara Polonia. Bahkan CBD akan membangun 1.000 unit pertokoan di kawasan itu. Dalam Pasal 37 ayat (2 a) di Perpres Nomor 26 Tahun 2011 tersebut disebutkan, "Bandar udara umum yaitu Bandar Udara Internasional Kuala Namu di Kecamatan Pantai Labu dan Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang dan Bandar Udara Internasional Polonia di Kecamatan Medan Polonia Kota Medan, yang berfungsi sebagai bandar udara pengumpul dengan skala pelayanan primer untuk pelayanan pesawat udara dengan rute penerbangan dalam negeri dan luar negeri, serta berfungsi sebagai pangkalan angkatan udara (LANUD)." Perpres ini mengisyaratkan bahwa Bandara Polonia akan tetap dipertahankan fungsinya seperti selama ini. Itu artinya, RTRW Kota Medan terkait peruntukan kawasan Bandara Polonia, akan menjadi tidak relevan dengan RTRW Kawasan Perkotaan Mebidangro seperti yang diatur dalam Perpres tersebut. Secara hirarki peraturan, tentu Perpres kedudukannya lebih tinggi dari Perda. Dengan begitu, mau tidak mau, suka tidak suka, tentu perlu ada upaya revisi terhadap RTRW Kota Medan agar tidak sampai bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi. Atau, sebaiknya Pemko Medan segera mengonsultasikan persoalan ini kepada Presiden RI dan pejabat terkait di pusat sehingga RTRW yang telah disusun Pemko bersama DPRD Medan dengan menghabiskan begitu banyak energi dan anggaran, tidak menjadi sesuatu yang percuma. Tentu dengan tetap berprinsip bahwa pemanfaatan kawasan Bandara Polonia harus mengedepankan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Kota Medan. Dan, bukan untuk kepentingan segelintir elite penguasa, apalagi oknum-oknum pengusaha 'rakus' yang hanya mementingkan keuntungannya sendiri.(*)

Medan-andalas PT PLN Cabang Medan mengangkangi surat Wakil Ketua Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) yang meminta perusahaan listrik itu menunda penagihan tagihan susulan denda P2TL yang dikenakan ke manajemen Griya Hotel. Manajemen PT PLN Cabang Medan, Jumat (25/11) malah mengirim timnya untuk memutus listrik di Griya Hotel, Jalan T Amir Hamzah Blok A No. 3848 Medan, dengan membawabawa personil Propam Polresta Medan, diduga untuk menakutnakuti masyarakat. Kuasa hukum Griya Hotel, Azhar AR SH dan Mahmud SH dari Diraja&Co Law Office Jakarta pada wartawan, Minggu (27/11) mengaatakan, pada rekening tagihan listrik atas nama Aini Sugoto dengan ID Pelanggan No. 120110471780 yang terpasang di Griya Hotel yang akan dibayar bulan November 2011, digabungkan dengan pembayaran tagihan susulan Penertiban Pemakaian Tenaga Litrik (P2TL) hingga saat tagihan listriknya saja yang akan dibayar, namun ditolak. Diterangkan Azhar, PT PLN Cabang Medan menggabungkan pembayaran rekening dengan pembayaran tagihan susulan P2TL, padahal saat itu masalah penetapan tagihan susulan atas denda P2TL yang dikenakan kepada Griya Hotel masih bersengketa di BPSK Medan dan ditetapkan ditunda

andalas/ist

DITENT ANGDITENTANGANG-Pihak PT PLN membawa oknum Propam Polresta Medan saat hendak melakukan pemutusan listrik di Griya Hotel. Tapi rencana pemutusan listrik itu ditentang kuasa hukum Griya Hotel, karena mengangkangi surat BPSK Medan. pembayarannya. “Masak rekening listrik saja yang akan dibayar karena tagihan lain masih dalam sengketa dan ditetapkan ditunda dulu, PT PLN Medan malah ngotot itu harus dibayar kalau tidak listrik diputus. Bahkan saat ancaman memutus listrik PLN membawa-bawa oknum Propam Polresta Medan menakuti-nakuti,” tegas Azhar. Dijabarkannya, saat akan dilakukan pemutusan, PLN mendapat perlawanan dari mereka apalagi petugas PLN membawa-bawa Propam Polresta Medan yang disinyalir tak memiliki kewenangan mendampingi

petugas PLN. “Jelas kami melawan kebijakan diskriminasi dari PLN, bisabisanya mereka juga bawa-bawa Propam Polresta Medan. Apa wewenang Propam mendampingi PLN, yang berkompeten Unit Tipiter di kepolisian setempat,” tegas Azhar. Pantauan wartawan, Jumat (25/11) mendapat perlawanan dari kuasa hokum Griya Hotel, tim PLN yang diutus manajemen PT PLN Cabang Medan langsung ‘ngacir’, apalagi setelah ditunjukkan surat dari BPSK Medan. “Kami hanya menjalankan tugas pak. Kalau kondisi tidak me-

mungkinkan kami balik ke kantor,” ujar tim PLN yang namanya enggan ditulis bernada dingin. Menyikapi dugaan mengangkangi surat BPSK Medan dan menggunakan oknum Propam dalam tugas PLN, kuasa hukum Griya Hotel mengaku akan melakukan upaya hukum agar kejadian itu tak kembali terulang ke masyarakat lain. Sebelumnya, sesuai surat BPSK yang diteken Wakil Ketua HM Dharma Bakti Nasution SE,SH,MH nomor 733/BPSK/ 2011 tanggal 22 Nopember 2011, diperintahkan PT PLN (Persero) Cabang Medan selama proses pemeriksaan seng-

Kapal Patroli Distanla Mubazir Belawan-andalas Kapal Patroli milik Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Kota Medan hingga Minggu (27/ 11) masih terdampar. Menurut kalangan nelayan di sana, kapal patroli itu sudah sejak lama tidak dioperasikan untuk melakukan pengawasan di Perairan Belawan. Kapal patroli itu teronggok mubazir di Tangkahan Nelayan Indah, tanpa ada perawatan maupun perbaikan. “Akibat tak beroperasinya kapal pengawasan tersebut menyebabkan kian maraknya aktivitas kapal pukat trawl yang merambah zona tangkap nelayan kecil,” ujar sejumlah nelayan di Medan Labuhan, Minggu (27/11). Nelayan kemudian mempertanyakan, mengapa Distanla membiarkan kapal patroli itu menjadi barang mubazir. Padahal, biaya perawatan maupun bahan bakar minyak (BBM) kapal patroli tersebut tetap dianggarkan setiap tahunnya. "Kalau kapal patroli milik Distanla Medan bisa beroperasi, setidaknya bisa menekan aktivitas kapalkapal trawl yang merajarela merambah ke pinggir, sehingga mata pencarian nelayan skala kecil bisa terlindungi," kata Ketua Forum Solidaritas Masyarakat Pesisir Pantai Timur Sumut Chairuddin Amir, didampingi Nazaruddin di TPI Ne-

20 Ribu Betor di Medan Tidak Bertuan Medan-andalas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan mengaku, sangat kesulitan menertibkan dan bertindak tegas kepada pengemudi becak bermotor (betor). Pasalnya, dari sekitar 25 ribu betor yang beroperasi di Kota Medan, ada sekitar 20 ribu sudah tidak bertuan atau tidak memiliki surat kelengkapan, karena badan usaha atau perusahaanya sudah bubar. “Kita cukup kesulitan

andalas/desrin pasaribu

MUBAZIRMUBAZIR-Kapal patroli milik Distanla Medan dibiarkan mubazir di dermaga TPI Nelayan Indah. layan Indah Kecamatan Medan Labuhan, kemarin. Sementara itu Kadis Pertanian dan Perikanan Kota Medan Ir H Wahid Msi yang dikonfirmasikan melalui HP, Minggu (27/11) tak kunjung mengangkat teleponnya. Sementara itu, menurut petugas di menindak betor yang tidak memiliki surat kelengkapan seperti STNK, speksi dan kartu pengawasan, karena kelengkapan surat ini tidak diurus atau diperpanjang oleh pengemudi betor akibat perusahaannya sudah tidak ada. Dari 27 perusahaan betor yang terdaftar, tinggal empat yang masih memiliki kantor,” kata Kabid Lalu Lintas Dishub Medan Toga Aruan di Medan, Minggu (27/11). Toga Aruan mengataka, berdasarkan data Dishub Kota Medan, jumlah betor di Medan berkisar 25 ribu betor. Dari jumlah tersebut yang mempunyai surat jalan seperti SIM, STNK, speksi dan kartu pengawasan hanya 5 ribu. Padahal katanya, untuk pengurusan kartu pengawasan itu sendiri, hanya memakan waktu tiga hari, namun harus melalui kesatuan atau perusahaan tempat betor bernaung. Jika diurus secara perorangan, perpanjangan speksi dan katu pengawasan ini tidak bisa dilayani oleh Dishub, begitu

UPT TPI Nelayan Indah, kapal patroli tersebut memang sudah sejak lama rusak, dan belum juga diperbaiki. “Kemungkinan menunggu selesainya proyek dok kapal yang ada di sekitar TPI Nelayan Indah,” ujar petugas yang memohon jati dirinya tak ditulis itu. (DP)

Kakanwil Kemenag Sambut Jemaah Kloter 14 Medan-andalas Jemaah haji kelompok terbang (Kloter) 14 Debarkasi Medan yang berasal dari Kota Medan, Tanjung Balai dan Padang Lawas Utara (Paluta), tiba dengan selamat di Bandara Polonia Medan, Minggu (27/11) pukul 02.25 WIB, lewat pesawat Garuda nomor flight GA 3214. Kedatangan kloter 14 ini disambut oleh Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sumut yang juga Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan, Drs H Abdul Rahim, MHum, Sekretaris PPIH Drs H Abdul Rahman Harahap, MA, dan Plh Kakankemenag Kota Medan Drs H Al Ahyu, MA. Sekretaris PPIH Debarkasi Medan Abdul Rahman Harahap mengatakan, jemaah kloter 14 Debarkasi Medan berjumlah 452 orang, terdiri dari Medan 445 orang, Tanjung Balai 1 orang, Padang Lawas Utara 1 orang, dan 5 petugas haji. Sementara itu, Humas PPIH Debarkasi Medan Drs HM Sazli Nasution mengatakan, seorang jemaah kloter 14 wafat di tanah suci, yaitu Masnik Binti Abdul Majid (61) asal Kota Medan. Sedangkan seorang jemaah kloter 15 mutasi masuk ke kloter 14, yakni Habonaran Bin Garang Siregar (69), manifes 304. Sampai dengan kloter 14, sebut Sazli, jemaah Sumatera Utara yang telah tiba di tanah air berjumlah 6.342 orang (74,55 persen) dan yang masih berada di tanah suci berjumlah 2.087 orang (24,55 persen). (YN)

andalas/rony muharrman

PERIKSA SURA SURATT - Seorang petugas Dinas Perhubungan memeriksa kelengkapan surat surat becak bermotor di kawasan Jalan Sudirman Medan, beberapa waktu lalu. juga dengan pihak kepolisian tidak bisa melayani perpanjangan STNK betor tanpa ada rekomendasi perusahaanya. “Kartu pengawasan ini menjadi surat jalan atau izin pengendara betor, karenanya surat ini wajib dimiliki. Namun karena perusahaan betor kebanyakan sudah tutup maka pengemudi betor beroperasi tanpa dilengkapi surat-surat,” ujarnya.

keta tersebut belum diputuskan BPSK Kota Medan, maka pembebanan biaya denda susulan terhadap Sdr Robert Hutahaean sesuai pelanggan listrik atas nama Aini Sugoto dengan ID Pelanggan No. 120110471780 selaku konsumen ditunda sampai putusan BPSK Kota Medan. Kuasa hukum Griya Hotel menggugat PT PLN ke BPSK Medan karena, tanggal 29 Juli 2011 PT PLN Cabang Medan telah mengirim surat No. 2365/ 152/MED/2011 tentang pemberitahuan pemutusan sambungan listrik dengan alasan telah ditemukan pelanggaran oleh pihak pelanggan yaitu segel-segel pengaman box Alat Pembatas dan Pengukur (APP) tidak ada lagi seluruhnya hingga didenda membayar tagihan susulan senilai Rp 1,062 miliar. Lalu dilanjutkan tanggal 5 Agustus 2011 dengan kesewenang-wenangannya PT PLN Cabang Medan bersama petugas Detasemen Polisi Meliter Medan memutus aliran listrik di Griya Hotel dengan melakukan penganiayaan pada karyawan perusahaan itu. Padahal operasional PT PLN Cabang Medan melalui P2TLnya saat menetapkan denda tagihan susulan itu melanggar dan bertentangan dengan Peraturan Menteri ESDM No. 09 tahun 2011 pasal 10 ayat (2) dan Keputusan Direksi PT PLN (Persero) No. 234.K/DIR/2008 tanggal 22 Juli 2008. Akibat pemutusan aliran listrik itu, manajemen Griya Hotel harus menggunakan Genset yang memakan biaya mencapai Rp339,98 juta serta mengalami kerugian inmaterial akibat dampak malu serta hilangnya kepercayaan konsumen hotel yang diperkirakan senilai Rp10 miliar. (YON)

Menurutnya, dari 27 perusahaan betor yang terdaftar di Dishub Medan, sejauh ini tinggal empat perusahaan lagi yang aktif di antaranya Mandiri Karya Sejahtera(MKS), KPUM, AAA, PABM. “Sisanya kita perkirakan sudah bubar dan kantornya juga tidak ada lagi. Inilah yang dikeluhkan sejumlah pengemudi betor selama ini,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Medan Irwan Sihombing yang dihubungi terpisah mengatakan, penertiban betor yang dilakukan oleh Dishub Medan dan aparat kepoliasin tidak maksimal, bahkan sejumlah oknum ada yang memanfaatkan penertiban itu menjadi ajang pungutan liar (pungli). “Dishub dan Satlantas harusnya tegas dalam melakukan penertiban, betor yang tidak meniliki speksi, kartu pengawasan, dan STNK harusnya ditindak tegas. Jangan malah dijadikan ajang pungli,” katanya. Dia juga mengakui, sejauh ini sejumlah perusahaan betor di Kota Medan ada yang sudah tidak eksis atau tutup, termasuk Himpunan Abang Becak Sumatera Utara (HABSU) yang diketuai oleh ketuanya Antoni Manik. “Tetapi kalau Himpunan Abang Becak Sejahtera Sumatera Utara ( HABSU) yang saya pimpin masih eksis dan armadanya sampai sekrang ada seribu unit,” ujarnya. (BEN)


MEDAN KITA

Senin 28 November 2011

harian andalas | Hal.

3

Pejabat dan Mantan Pejabat Langkahi Kewenangan Plt Gubsu

Rumah Dinas Pemprovsu Dijadikan Kos-kosan andalas/hs poetra

1 MUHARRAM - Keluarga Besar Hizbut Tahrir Indonesia - Sumut, menggelar Perayaan Tahun Baru Islam, 1 Muharram di pelataran parkir Mesjid Al Masoon, Medan, Minggu (27/11).

Medan-andalas Sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) yang masih aktif dan sudah pensiun dituding melangkahi kewenangan Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho dalam hal pengelolaan aset pemerintah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004. Pasalnya, selain menguasai rumah dinas milik Pemprovsu, mereka juga menyewakan rumah dinas kepada orang lain, antara lain untuk kos-kosan.

Peringati 1 Muharram 1433 H

Massa HTI Konvoi di Medan Medan-andalas Dalam memperingati Tahun Baru Islam, 1Muharram 1433 H, Minggu (27/ 11) pagi, ratusan massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan konvoi di ruas sejumlah jalan di Kota Medan. Sebelum melakukan konvoi, massa HTI berkumpul di Mesjid Raya, Jalan Sisingamangaraja Medan. Lalu, massa yang dikawal petugas Polsekta Medan Kota melewati sejumlah ruas jalan dengan meneriakkan dan mengusung spanduk dan poster “Tegakkan Khilafah Islam”.

Ustaz Musa Abdul Ghani kepada andalas mengatakan, massa HTI melakukan aksi guna menyadarkan masyarakat, karena umat Islam di Kota Medan banyak yang tidak tahu bahwa Minggu (27/11) merupakan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1433 H. “Mmakanya kami melakukan konvoi di Kota Medan, supaya masyarakat tahu bahwa hari ini (kemarin-Red) Tahun Baru Islam,” ucap Ustaz Musa Abdul Ghani seraya menambahkan, HTI tetap melakukan aksi serupa pada Tahun Baru Islam sebelumnya. (ACO)

Di RSU H Adam Malik

7.886 Kunjungan, 2.543 Positif HIV Medan-andalas Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Sumatera Utara kian mengkhawatirkan. Pasalnya, dari 7.886 kunjungan ke Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP) H Adam Malik Medan, sebanyak 2.543 orang di antaranya positif terinfeksi virus yang menurunkan daya tahan tubuh itu. “Sejak VCT beroperasi di RSUP H Adam Malik tahun 2005 hingga 2011, sudah 7.886 kunjungan pasien dan 2.543 di antaranya positif HIV/AIDS,” ujar Kepala Pusat Pelayanan Khusus (Kapusyansus) RSUP H Adam Malik, Rahmat Nur Kurniawan SPsi dalam pertemuan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Ruang Rapat Dinas Kesehatan Sumut, kemarin. Dari temuan tersebut, lanjut Ketua Perhimpunan Konselor VCT HIV Indonesia (PKVHI) Sumatera Utara itu, 1.910 penderita positif HIV/AIDS adalah berjenis kelamin laki-laki dan 645 kasus adalah penderita perempuan. “HIV/ AIDS juga sudah masuk ke dalam rumah tangga. Hingga saat ini, sudah 55 bayi yang terinfeksi HIV,” terangnya. Berdasarkan faktor resiko, sebutnya, heteroseks masih menjadi peringkat tertinggi dengan jumlah 1.712 kasus, diikuti peng-

Gema Pariwisata Sumut 201

guna jarum suntik sebanyak 592 kasus, homoseks 55 kasus, melalui tato 59 kasus, transfusi darah 35 kasus dan lainnya 37 kasus. “Di RS Adam Malik, sudah 335 penderita HIV/ AIDS yang meninggal dunia,” katanya. Dia juga mengungkapkan, di rumah sakit milik Kementerian Kesehatan RI tersebut, terdapat divisi dan program Pusyansus (pusat pelayanan khusus) berdasarkan kebijakan Direktur Utama RSUP H Adam Malik. “Di RS Adam Malik, terdapat VCT (Voluntary Counseling & Testing). Konseling dan tes HIV/AIDS secara sukarela bersifat rahasia. Kita juga memiliki CST (Care Support Treatmen) atau dukungan perawatan dan pengobatan ODHA. Pemeriksaannya meliputi pemeriksaan dan pengobatan Infeksi Opurtunistik (IO) atau infeksi penyerta, pemeriksaan penunjang diagnostik, hingga konsultasi dengan spesialistik terkait IO penderita,” katanya. Di samping itu juga ada program Prevention Mother To Child Transmistion (PMTCT). Dimana, pelayanan ini berguna untuk pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak. “Insya Allah, untuk persalinan terhadap ODHA, tim medis kita siap. Karena, mereka-mereka ini adalah dokter yang peduli dengan HIV/AIDS,” ujarnya. (YN)

Hal itu diakui Kepala Biro Perlengkapan dan Pengelolaaan Aset Setdaprovsu, Syafruddin, SH, MHum melalui Kepala Bagian (Kabag) Analisa dan Pengelolahan Aset, Eriadi, kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (24/11). “Tindakan menyewakan aset negara oleh pejabat pensiun atau kepala SKPD yang masih aktif kepada orang lain jelas melangkahi kewenangan yang dimiliki Plt Gubsu selaku kepala daerah. Nah, hal ini sudah kita ingatkan,” jelas Eriadi ketika ditanya soal rumah dinas yang masih ditempati dan disewakan mantan pejabat kepada orang lain. Berdasarkan data di Biro Perlengkapan dan Pengelolaan Aset Setdaprovsu, ada sejumlah rumah dinas yang masih dikuasai oleh pejabat yang sudah pensiun, antara lain rumah dinas sosial di Jalan Gajah Mada No 32 Medan, masih dikuasai oleh Edi Aman Saragih, tapi yang menempati anak-anak kos. Kemudian, rumah dinas kesehatan di Jalan M Yamin No 41, masih dikuasai dan ditempati oleh dr

Mangasi Siregar. Lalu, rumah dinas pertambangan di Jalan Setia Budi Pasar 1 Tanjung Sari Medan, masih dikuasai dan ditempati oleh mantan pejabat. Selanjutnya, rumah dinas perkebunan di Jalan Teladan dan Jalan Armada No 2, juga masih dikuasai pejabat pensiun, tapi belum diketahui siapa namanya. “Kedua rumah tersebut disewakan kepada orang lain dan sudah mencoba untuk menghubunginya tapi belum ketemu dengan mantan pejabat tersebut,” ujar Eriadi. Belasan rumah dinas di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provsu juga disewakan oleh Dinas Tarukim Provsu kepada PNS yang sudah pensiun dan uang sewanya sudah disetorkan ke kas daerah. “Setelah kita beri penjelasan, para pensiunan yang menempati rumah dinas rumah sakit jiwa ini bersedia mengosongkan hingga tahun 2012. Dan kepada Dinas Tarukim juga kita sarankan jangan menerbitkan lagi surat sewa menyewa karena bukan kewenangannya, melainkan

andalas/rony muharrman

RUMAH DINASDINAS-Rumah dinas pertambangan di Jalan Setia Budi Pasar 1 Tanjung Sari Medan, masih dikuasai dan ditempati oleh mantan pejabat. kewenangan gubernur,” ujar Eriadi. Menurut Eriadi, untuk pengamanan rumah dinas maupun aset lainnya, bukan tanggungjawab Biro Perlengkapan Setdaprovsu, melainkan tanggungjawab kepala SKPD selaku pengguna barang sebagaimana diatur dalam Permendagri 17 Tahun 2007. Bentuk Pelanggaran Sementara itu, Ketua LSM Transparansi Anggaran Lintas Instansi Indonesia (Tralindo) Drs Redihman Damanik menegaskan, penggunaan

USU Wisuda 1.922 Lulusan Mahasiswa Pikul Empat Tanggung Jawab Medan-andalas Mahasiswa sebagai salah satu komponen utama bagi tegak dan berjalannya perguruan tinggi, setidaknya memikul empat tanggung jawab utama. Yakni tanggung jawab secara pribadi terhadap dirinya sendiri, tanggung jawab kepada orang tua, tanggung jawab akademik dan tanggung jawab kolektif kepada masyarakat. Hal itu disampaikan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Syahril Pasaribu dalam pidatonya pada acara wisuda 1.922 lulusan USU periode I TA 2011/2012, di gedung auditorium USU, Sabtu (26/11). Menurut rektor, selama masa pendidikan di perguruan tinggi, para mahasiswa seyogianya telah merencanakan secara matang untuk membekali diri dengan segala hal yang berkenaan dengan pengembangan diri secara akademik. Selain itu, lanjutnya, semua aktifitas kemahasiswaan semata hanya ditujukan untuk meraih prestasi sebagai bagian dari peningkatan kualitas diri. "Dengan memedomani keempat tanggung jawab tersebut, maka mahasiswa yang kelak akan menjadi alumni sebagaimana para wisudawan hari ini, akan menjadi in-

andalas/ist

WISUDAWISUDA-Rektor USU Prof Syahril Pasaribu (kedua dari kanan) saat mewisuda lulusan USU, di auditorium PTN tersebut, Sabtu (26/11). dividu yang memiliki kompetensi dan kualifikasi akademik yang andal serta memiliki etika dan koral yang tingg," ujar rektor. Di akhir sambutannya, rektor berpesan kepada para wisudawan untuk tidak cepat puas dengan apa yang telah diperoleh pada hari ini. “Para wisudawan tetap bekerja keras dan bisa meningkatkan kualifikasi keilmuan hingga ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi seperti ke jenjang profesi

atau program pascasarjana,” harapnya. Adapun 1.922 orang yang diwisuda, terdiri dari 367 orang lulusan program pascasarjana, 13orang program pendidikan spesialis, 13 orang program dokter jenjang magister, 158 orang pendidikan profesi, 1.153orang program sarjana dan 218 orang program diploma. “Dengan demikian, jumlah lulusan USU hingga sekarang sebanyak 129.279 orang,” kata rektor. (HAM)

Tari Landek Piso Surit Pecahkan Rekor MURI

Medan-andalas Sebanyak 1.184 penari Landek Piso Surit memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam kegiatan Gema Pariwisata Sumut 2011 dengan tema 'Mari Kita Lestarikan Kebudayaan dan Maju Pariwisata Indonesia', di Tapian Daya, Sabtu (26/11). Acara itu juga dimeriahkan tarian delapan etnis yang ada di Sumut serta karnaval. Piagam pemecahan rekor diberikan Deputy Manager MURI, Damian Awan Rahargo, kepada Plt Gubsu diwakili Kadis Kebudayaan dan Pariwisata

REKOR MURIPara penari Landek Piso Surit saat memecahkan rekor MURI pada Gema Pariwisata Sumut 2011 bertajuk 'Mari Kita Lestarikan Kebudayaan dan Maju Pariwisata Indonesia', di Tapian Daya, Sabtu (26/11). andalas/ist

Sumut, Drs Naruddin Dalimunthe. "Ini kebahagiaan bisa menyaksikan sekaligus mencatat kegiatan pagelaran tarian Landek Piso Surit. Mungkin perhelatan seperti ini belum pernah terjadi di dunia, tapi ada di Sumut," sebutnya disambut tepukan dari para penari dan undangan yang tetap bertahan meski hujan turun. Dikatakan, MURI merupakan lembaga penghimpun yang data sifatnya superlatif, seperti unik dan langka. "Dengan adanya 1.184 penari, kami menyerahkan piagam penghargaan

rumah dinas milik Pemprovsu oleh pihak lain di luar pegawai aktif adalah bentuk pelanggaran terhadap ketentuan undang-undang. “Kita menilai tindakan sewa menyewa rumah dinas tersebut kepada orang lain di luar pegawai aktif adalah pelanggaran. Sebab rumah dinas tersebut hanya diperuntukkan bagi pegawai Pemprovsu. Apalagi kalau dijadikan untuk kos-kosan, ini jelas menyalah,” tegas Damanik kepada wartawan, Minggu (26/11). Menurut Damanik, mantan

pejabat atau pegawai yang sudah pensiun sudah tidak berhak menempati rumah dinas milik Pemprovsu. Jadi, bila masih ada yang belum angkat kaki sampai batas waktu yang sudah ditentukan, mestinya dilakukan tindakan tegas. Damanik menyarankan, agar Pemprovsu segera melakukan inventarisasi seluruh aset yang dimiliki, termasuk rumah dinas, tanah dan kenderaan serta lainnya. Sebab apabila status kepemilikannya tidak jelas, dikhawatirkan akan berpindah tangan, seperti gedung pemuda. (WAN)

Soal Rencana Penutupan RS Tembakau Deli

Anggota DPD Minta Direksi PTPN 2 tidak Diktator Medan-andalas Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Parlindungan Purba menyatakan prihatin atas rencana penutupan Rumah Sakit Tembakau Deli oleh manajeman PTPN 2. Pasalnya, penutupan yang direncanakan mulai awal Januari ini, akan membuat ratusan karyawan menjadi tak jelas nasibnya. “Saya ingatkan, Direktur PTPN 2 tidak boleh diktator. Dia harus menjelaskan segala sesuatu pada karyawan. Karena aset suatu perusahaan bukan hanya benda, tapi juga manusia,” ujar Parlindungan Purba saat menerima aspirasi karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN) Unit Rumah Sakit Tembakau Deli, Minggu (26/11) di Medan. Menurut Parlindungan, memindahkan aset tidak mudah. Harus ada sosialisasi. Bukan hanya pada pekerja, tapi juga berbagai instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan maupun seluruh perusahaan yang telah bekerjasama dengan rumah sakit tersebut. Menurutnya, jika memang rumah sakit itu harus merger dengan rumah sakit PTP lainnya, harus dijelaskan secara transparan tentang nasib superlatif dan masuk dalam urutan rekor 5.211," sebutnya yang kembali disambut tepukan meriah. Pemecahan rekor MURI dilakukan pada hari ketiga perhelatan Gema Pariwisata Sumut 2011 dilaksanakan Flash Organizer sebagai event organizer yang dipercaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut. "Pembukaan Gema Pariwisata Sumut 2011, Kamis (24/11) ditandai konvoi 14 etnis budaya di Sumut, mengelilingi Kota Medan serta mobil dan motor antik. Di hari kedua, Jumat (25/ 11) berbagai kompetisi melibatkan seluruh kalangan pelajar sebagai bentuk brain stroming untuk membangkitkan kesadaran

karyawan selanjutnya, apakah dipekerjakan kembali, pensiun dini atau PHK. “Semuanya harus dijelaskan secara transparan,” ujarnya. Selama ini, sebut Parlindungan, RS Tembakau Deli merupakan aset yang produktif. Minimal ada perputaran uang yang terjadi. Bahkan, tidak sedikit orang yang menggantungkan hidupnya di sana. “PTPN 2 memang sempat merugi. Tapi, belakangan kan sudah untung. Saya tidak mau rumah sakit yang sudah berusia 116 tahu ini menjadi sejarah yang hilang begitu saja. Saya akan pertanyakan masalah ini kepada Menteri BUMN, Pak Dahlan Iskan,” tambahnya. Sementara itu, Ketua SPBUN Unit RS Tembakau Deli, Erma Prihatini mengungkapkan, mereka mendengar rencana penutupan rumah sakit sekitar dua bulan lalu. Sejak itu, mereka merasa khawatir. Soalnya, informasi tentang eksistensi rumah sakit itu tidak dibarengi dengan bagaimana nasib karyawannya. “Kita sudah beberapa kali rapat mengenai informasi soal penutupan. Kita memang dikabari kalau rumah sakit ini akan tutup. Tapi, tidak dijelaskan bagaimana nasib kami,” kata Erma Prihatini. (YN) remaja agar mencintai pariwisata dalam negeri umumnya, dan Sumut khususnya. Jiank Tampanz, selaku Show Director Flash Organizer, di sela-sela kegiatan mengatakan, dalam acara itu juga dilaksanakan kompetisi seperti lomba mewarnai tingkat TK, kompetisi band pelajar dan fotografi dengan tema “Indahnya Pariwisata Sumut". Ditambahkan, pada penutupan disuguhkan persembahan spesial berupa kolaborasi berciri pelestarian kebudayaan dan pariwisata Sumut, melibatkan duo percusion, marching band, gordang 9, pertunjukan band, tarian kontemporer dan breakdance. (HER)


HUKUM & KRIMINAL

Senin 28 November 2011

Pencuri Gasak Mobil Pegawai PLN

tangkapnya tersangka merupakan tindak lanjut informasi dari masyarakat. “Awalnya kita terima informasi dari masyarakat. Lalu kami tindaklanjut dengan melakukan penyelidikan keberadaan tersangka. Setelah dapat, lalu kami tangkap. Setelah kami lakukan pemeriksaan dari tersangka kita sita barang bukti sebungkus ganja,� kata Achiruddin. Kini tersangka dan barag bukti diamankan di Mapolres Binjai guna proses hukum selanjutnya. Dalam kaitan ini, Sat Res Narkoba Polres Binjai mengaku tetap komit memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan, khususnya di wilayah hukumnya. (HER)

KEBAKARAN – Sejumlah warga membuka atap rumah saat api mehanguskan empat rumah warga di kawasan Jalan Madio Santoso, Gang Telo, Medan, Minggu (27/11). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

KASUS NARKOBA - Tersangka kasus narkoba Sudiono saat diperiksa di ruang juru penyidik Polsek Medan Area, Minggu (27/11). andalas/acung

Seorang Kakek Ditangkap Kasus Narkoba Medan-andalas Seorang kakek bernama Sudiono (50) warga Jalan Bersama Gang Terong, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung ditangkap petugas Reskrim Polsek Medan Area terkait kasus kepemilikan narkotika jenis ganja. Sudiono ditangkap di Jalan Bersama tak jauh dari rumahnya, Minggu (27/11). Saat ditangkap dari kek Sudi, polisi menyita barang bukti satu paket kecil narkotika jenis ganja kering. Kanit Reskrim Polsek Medan Area, AKP J Banjarnaor kepada wartawan mengatakan, penangkapannya berawal, pihaknya menerima informasi

dari masyarakat bahwa di kawasan Jalan Bersama Medan ada seorang kakek yang memiliki daun ganja kering. Berdasarkan laporan tersebut, petugas langsung turun ke melakukan penyelidikan. Setibanya di lokasi, petugas melihat tersangka yang melintas mengendarai sepeda motor BK 5167 NA. Tanpa membuang waktu lagi, polisi langsung melakukan penangkapan. Saat diperiksa dari dalam saku celana tersangka polisi menemukan satu paket ganja. Guna dilakukan pemeriksaan, bersama barang bukti tersangka langsung diboyong ke Mapolsek Medan Area. (ACU)

Empat Rumah di Jl Mados Dilalap Si Jago Merah Medan-andalas Empat unit rumah semi permanent di Jalan Madio Santoso (Mados) Gang Telo, Kelurahan Pulau Brayan I, Kecamatan Medan Timur, Minggu (27/11) sekira pukul 15.30 WIB musnah dilalap si jago merah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, hanya saja para korban diperkirakan mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Informasi diperoleh, empat pemilik rumah tersebut masing-masing, Erwin Sarjono Silalahi (35) Robin Manik (30) dan Mery Br Panjaitan (30) dan A Pasaribu. Saat kejadian, mereka tidak berada di rumah

sehingga tidak bisa menyelamatkan barangbarang berharga yang ada di dalam. Diduga api berasal kompor dari rumah Mery. Api dengan cepat menyambar ke rumah Robin Manik dan rumah Erwin Sarjono Silalahi. Dalam tempo sekejap, kobaran api yang besar langsung meratakan rumah kontrakan terbuat dari papan itu tersebut. Warga sekitar pun mencoba membantu memadamkan api dengan mengambil air di dalam rumahnya, menunggu mobil pemadam datang. Selang waktu satu jam, barulah tim pemadam kebakaran tiba kelokasi. "Aku lihat api sudah membesar ke atas, langsung aku kesini,� kata salah seorang wanita yang berada di lokasi kebakaran. "Memang apinya dari belakang pertamanya, tapi aku taunya sudah langsung besar,� sambungnya lagi pada andalas.

Sementara itu, Erwin Sarjono Silalahi salah satu korban mengatakan, saat itu keluarganya tidak berada di dalam rumah karena sedang melaksanakan kebaktian di gereja, begitu pulang ke rumahnya, dilihatnya rumah sudah terbakar. "Cuma sepeda motor yang terselamatkan� katanya. Menurut keterangan warga sekitar, Manik saat itu sedang keluar. “Nggak ada orang tadi di dalam rumah bang, kalau si Manik itu kerjanya bawa becak. Cuma anaknya yang main-main di luar tadi, tapi nggak ada korban,� katanya. Besarnya kobaran api, membuat warga sekitar lansung menghubungi pihak pemadam kebakaran dan sebanyak 7 unit mobil pemadam kebakaran turun kelokasi. Sekitar 2 jam barulah api dapat dijinaknya, namun rumah semi permanen tersebut sudah rata dengan tanah. (ACU/DP)

Kasus Pemalsuan Tanda Tangan 49 SK CPNS

Polda Serahkan BP Tenaga Honorer Pemprovsu ke Jaksa

KORBAN PEMBIUSAN – Salah seorang diduga korban pembiusan OTK saat hendak dibawa ke ke RSUD Sultan Sulaiman untuk dilakukan perawatan medis. andalas/supryadi

Pasutri Jompo Korban Pembiusan OTK Perhiasan Senilai Jutaan Rupiah Amblas Sei Rampah-andalas Pasangan suami istri lanjut usia (jompo), Arbanik (80) dan Ramlah (80) dilaporkan menjadi korban pembiusan orang tak dikenal (OTK) di Dusun VI Rampah Kiri, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (25/11). Saat ditemukan anaknya, kondisi kedua orangtua itu dalam kondisi pingsan. Yanti (46), putri kandung korban mengetahui perhiasan emas berupa kalung dan gelang senilai jutaan rupiah miliknya orangtua itu amblas diduga dibawa kabur pelaku. “Ketika saya bersama suami masuk ke dalam rumah, mereka berdua sudah dalam keadaan pingsan. Begitu juga dengan pintu belakang dan depan rumah. Dalam keadaan pintu terbuka dan pingsan inilah, kemungkinan para pelaku dengan leluasa masuk dan membawa kabur harta benda milik orangtua kami,� kata Yanti saat ditemui andalas di rumah orangtuanya, kemarin. Kepada andalas Yanti juga menduga orangtuanya itu diduga menjadi korban pembiusan. Yanti berencana akan melaporkan kejadian itu ke polisi. Peristiwa itu sendiri sempat mengungdang perhatian warga. Tampa diminta, puluhan warga mendatangi rumah kor-

ban. Bersama warga, Yanti melihat melihat orangtua laki-lakinya terkulai di kursi ruang tamu, dan orangtua perempuan di tempat tidur dekat dapur dalam keadaan tidak sadarkan diri. “Kami bersama warga menyaksikan kedua orangtua kami tak sadarkan diri. Kemudian membawanya ke RSUD Sultan Sulaiman untuk dilakukan perawatan medis,� terang Yanti. Ditambahkanya, kejadian ini sudah kali ketiganya, entah kebetulan atau sudah direncanakan para pelaku. “Yang pasti orangtua kami kehilangan kalung emas seberat 5 gram dan gelang 4 gram serta uang yang disimpan di dompet sekitar Rp3 juta, “ tukas Yanti. Kejadian pertama, sambung Yanti, korban diperdaya pria yang kehabisan uang dan memilih menumpang di rumahnya. Saat ditinggal uang dan perhiasannya dibawa kabur. “Berikutnya, kedatangan seorang perempuan yang minta tolong karena jatuh dari dari sepeda motor, di saat lengah uang dan perhiasannya dibawa kabur,� pungkas Yanti sembari mengatakan bahwa menurut pengakuan orangtuanya sebelum pingsan kedatangan dua orang berperawakan tegap mengenakan jaket hitam dan kurus mengenakan jaket les kuning. (RYAD)

4

andalas/rony muharrman

Polres Binjai Bekuk Tersangka Narkoba Binjai-andalas Petugas Res Narkoba Polres Binjai di bawah pimpinan Kasat Res Narkoba AKP Achiruddin Hasibuan SH MH berhasil membekuk seorang tersangka narkoba jenis ganja di Jalan Bukit Tinggi, Kecamatan Binjai Selatan, Jumat (25/11) malam. Dalam penangkapan tersebut dari tersangka Ramlan Nasution (41) warga Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Rambung Timur, polisi menyita sebungkus narkotika jenis ganja. Kapolres Binjai, AKBP Musa Tampubolon SIK ketika dikonfirmasi andalas melalui Kasat Res Narkobanya, AKP Achiruddin Hasibuan SH MH mengatakan, ter-

harian andalas | Hal.

Medan-andalas Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara menyerahkan berkas perkara tenaga honorer Pemprovsu atas nama tersangka T Hasanul Bolqiah ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) untuk diteliti. Ini terkait kasus pemalsuan tanda tangan pada 49 SK CPNS. "Penyidik telah limpahkan berkasnya pekan lalu. Tujuannya untuk diteliti oleh tim jaksa peneliti Kejatisu," kata Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Raden Heru Prakoso melalui KAssubid PID AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Sabtu (26/11). Dikatakan Nainggolan, berkas tersangka T HAsunul Bolqiah yang dikirim terkait laporan pengaduan Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan dan Pembinaan Pemprovsu, Kaiman Turnip dalam kasus pemalsuan tandatangan SK CPNS. Sedangkan, kasus penipuan 49 CPNS. "Berkas yang dilimpahkan cuma satu yakni terkait kasus pemalsuan tandatangan pada SK CPNS. Penyidik menunggu sampai 14 hari jaksa melakukan penelitian. Bila belum lengkap (P19) maka jaksa akan memberikan petunjuk untuk dilengkapi. BIla dinyatakan lengkap (P21), maka Poldasu akan menyerahkan tersangka dan barang buktinya," kata Nainggolan. Ditambahkannya, tersangka T Hasanul Bolqiah juga ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Hendra Arif Ritonga terkait kasus penipuan CPNS. "Tersangka dijerat dengan dua kasus dan dilimpahkan baru satu berkas," jelas mantan

Kapolres Nias tersebut seraya mengatakan sudah empat saksi yang diperiksa dalam kasus ini. Sebelumnya MP Nainggolan pernah menjelaskan, tenaga honorer Pemprovsu, T Hasanul Bolqiah (27) penduduk Jalan Pasar II Barat Griya Sapta Marga Blok B, No. 6 Marelan yang ditangkap Poldasu, terkait penipuan dan pemalsuan tanda tangan mengaku telah menipu 49 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemprovsu. Kepada para korban, tersangka mengaku bisa mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan dari CPNS menjadi PNS, tetapi harus membayar dengan nilai bervariasi mulai Rp10 juta sampai Rp25 juta. Dari seluruhnya, pelaku meraup sekira Rp500 juta," ujar Nainggolan. Dijabarkan, kasus ini terungkap berawal dari laporan Hendra Arif Ritonga (31) yang sehari-harinya sebagai tenaga honor daerah di Pemprovsu. Dalam laporannya, Ritonga diminta uang Rp25 juta agar SK pengangkatannya sebagai PNS bisa dikeluarkan. Terbujuk rayuan pelaku, Ritonga menyerahkan uang awal Rp10 juta dan berjanji sisanya akan diserahkan setelah SK diterima. Selang beberapa hari, SK yang dijanjikan diberikan tersangka kepada korban. Anehnya, di SK tersebut tertulis tahun kelahiran Hendra Arif ritonga 1990 padahal seharusnya 1980. Karena SK tersebut ditandatangani Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan dan Pembinaan Pemprovsu, Kaiman Turnip, Hendra Arif Ritonga menjumpainya dan

memertanyakan kesalahan itu serta mengapa dia tak kunjung diangkat sebagai PNS. "Dari situ, Kaiman Turnip menegaskan SK tersebut palsu sebab mereka tidak pernah mengeluarkannya. Apalagi, di situ tertulis jabatannya sebagai Kabid Pengadaan dan Penindakan," urai Nainggolan. Akhirnya kecurigaan muncul dan Kaiman Turnip menghubungi personil Intelkam Polda Sumut, lalu disusun rencana untuk mengamankan pelaku. Hendra Arif Ritonga diminta menghubungi pelaku agar SK yang salah itu diganti. Di akhir pembicaraan, disepakati pertemuan dilakukan di kawasan Marelan, sekaligus akan diserahkan sisa uang Rp15 juta. "Begitu tersangka menyerahkan SK baru dan korban memberikan uang Rp15 juta, polisi langsung mengamankannya serta membawa ke Polda Sumut untuk diperiksa lebih lanjut," kata Nainggolan. Di saat bersamaan, bilang Nainggolan, Kaiman Turnip juga membuat laporan pemalsuan yang dilakukan tersangka. Kedua kasus tersebut kini sedang disidik Direktorat Reskrim karena termasuk tindak pidana. Dari keterangan tersangka, sambung Nainggolan, juga diketahui ada beberapa orang lain dan termasuk oknum PNS di lingkungan kelurahan turut serta. "Siapapun yang terlibat dalam kasus ini pasti akan ditindak," tegas Nainggolan seraya menambahkan, supaya masyarakat khususnya CPNS yang pernah menjadi korban penipuan oleh tersangka, segera membuat laporan. (HER)

Duh! Anggota DPRD Jadi Pengedar Narkoba Ditengarai sebagai pengedar narkoba, oknum anggota DPRD Lampung berinisial RU ditangkap aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, Sabtu (26/11) dini hari.

K

asubdit I Direktorat Narkoba Polda Lampung AKBP Simamora kepada wartawan di Bandar Lampung, Minggu (27/11) mengatakan, RU ditangkap di rumahnya Desa Talang Paris, Sukamarga, Abung Tinggi, Kecamatan Bukit Kemuning, Lampung Utara. Saat ditangkap disita barang bukti sabu-sabu 25 gram dan tiga pucuk senjata

api. Menurut Simamora, tersangka diamankan berdasarkan informasi masyarakat. "Tersangka kami amankan dari informasi masyarakat dan saat digerebek di rumahnya, dia tengah menggengam senpi, lalu saat digeledah ada tiga bungkus sabu seberat 25 gram," kata dia. Simamora menjelaskan, tersangka RU (42) merupakan pengedar yang sudah menjalankan bisnisnya sejak enam bulan lalu. "Kami menduga tersangka mengedarkan sabu di daerah Lampung Utara dan Way Kanan, sejak enam bulan lalu," kata dia saat ekspos kasus tersebut. Penangkapan terhadap RU dilakukan setelah sebelumnya melakukan peng-

amatan terhadap aktivitas tersangka sebagaimana informasi awal yang didapat dari masyarakat. Menurut dia, RU akan dijerat dengan dua pasal sekaligus, selain kejahatan penyalahgunaan narkoba juga penggunaan dan kepemilikan senjata api ilegal. RU dijerat pasal narkoba terkait dugaan pengedaran narkoba dan UndangUndang Darurat Tahun 1951 dengan ancaman 20 tahun penjara terkait kepemilikan tiga senjata api. "Tersangka kasusnya akan dibuat berkas terpisah (split), narkoba tersendiri dan senpi tanpa izin juga tersendiri," kata dia. Hingga saat ini, RU ditahan di Mapolda Lampung dan terancam diberhentikan dari jabatannya sebagai anggota dewan. (ANT)

Medan-andalas Pelaku pencurian kenderaan beromot (curanmor) menggasak mobil salah seorang pegawai PLN dari depan rumah korban di kawasan Jalan Pancing, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Senin (17/11) lalu. Namun kasusnya baru dilaporkan korban, Jappar (41) pada Minggu, (27/11) siang. Dalam laporannya korban mengaku, saat itu mesin mobilnya tengah dipanasi di depan rumahnya. Sesaat kemudian, korban tak melihat mobilnya yang masih dikredit itu. Lantas korban bertanya kepada sejumlah tetangga namun mereka tak mengetahuinya. Setelah mengurus surat-surat di tempatnya kredit, korban lalu membuat laporan ke polisi. (STARBERITA)

Jenazah Korban Pembunuhan Dimakamkan Belawan-andalas Jenazah M Idris (28), korban pembunuhan di Percut, Minggu (27/11) kemarin dimakamkan di pekuburan muslim Jalan Young Panah Hijau, Medan Marelan. Idris adalah anak sulung dari tujuh bersaudara warga Jalan Young Panah Hijau Lingkungan V, Kelurahan Labuhan Deli Kecamatan Medan Marelan. Dia tewas dengan kondisi penuh luka tikam di bagian dada, leher, dan kaki kanan kiri patah. Sebelum ditemukan tewas, almarhum Idris pada (14/11) malam, pergi dari rumah menuju rumah abang angkatnya di Canang Belawan untuk mengambil uang pinjaman keperluan tambahan jualan ibu kandungnya. Dengan mengenderai sepeda motor familinya, Aji, warga Perumahan Nelayan Indah, Idris berangkat untuk menuju ke Canang. Di Perjalanan daerah persimpangan Canang, Belawan, Idris permisi ingin membeli permen ke sebuah warung saat menuju ke sepeda motor sekelompok dalam mobil kijang hijau langsung memepet Idris, diperkirakan 5 pria berbadan tegap langsung menarik Idris untuk naik ke mobil itu kemudian memukulinya dan mengikatnya. Selanjutnya Aji berusaha menolong Idris malah ditodong pistol dan sempat dibentak dengan mengatakan "cabut kau dari sini tinggalkan aja kami ada urusan pribadi dan jangan kau campuri dulu ini interen kami", sebut Aji, selanjutnya Idris pun dibawa sekelompok 5 pria berpistol itu ke arah Medan. Malam itu Aji pulang langsung memberitahukan kejadian itu kepada orangtua Idris, mendengar itu kedua orangtuanya, Norbet (52) dan istrinya Sahara (47) mencari tau keberadaan anaknya namun tak ditemukan. Akhirnya, Jumat (25/11) sore, polisi yang telah menyebari foto-foto Idris ditemukan keluarganya, setelah mengetahui idenditas dankeluarganya polisi langsung menyuruh pihak keluarga menjemput anak mereka di RSU Pirngadi Medan. (DP)

DIMAKAMKAN – Korban pembunuhan saat dimakamkan pihak keluarga. andalas/desrin pasaribu.


Sabtu 26 November 2011

Keberadaan Dua Imigran Kabur Masih Misterius Medan-andalas Dua imigran gelap asal Afganistan yang kabur saat rekreasi di Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, terus diburu petugas. Namun, hingga kini, kedua imigran gelap yang diketahui bernama M Zaman dan Amanullah itu belum diketahui keberadaannya. Demikian dikatakan Kadiv Imigrasi Kemenkumham Kanwil Sumut, Bambang Widodo melalui Ka Rudenim Belawan, Muhartono, kepada andalas, Minggu (27/11) malam. “Hingga saat ini, anggota masih bekerja di lapangan mencari informasi mengenai keberadaan mereka (dua imigran gelap yang kabur, red). Namun, kami belum tau secara pasti mengenai keberadaan mereka,� terang Muhartono. Kemungkinan, kata Muhartono, kedua imigran gelap tersebut sudah tidak berada di kawasan Pantai Cermin. Karenanya, petugas yang ditempatkan disana sudah dipindahkan ke tempat lain. “Mereka kemungkinan sudah tidak berada disana lagi. Petugas yang ditugaskan mencari mereka juga sudah ditarik dan dialihkan ke tempat lain. Namun, tempat yang kami selidiki belum bisa diberitahukan ke masyarakat umum, untuk mencegah mereka kabur. Tetapi, kami sudah berkordinasi dengan polsek dan warga setempat untuk dapat memberikan informasi manakala menemukan kedua imigran tersebut. Ya mudahmudahan, bisa ditemukan secepatnya,� ungkap Muhartono seraya mengaku belum mengetahui pasti keberadaannya.(THA)

Transaksi Sabu, Pedagang Kain Diringkus Tebing Tinggi-andalas Seorang pedagang kain keliling, alias Memeng, 24, (foto) warga Jalan Rao, Lingkungan III, Kelurahan Mandailing, Kota Tebing Tinggi ditangkap petugas Intelkam Polres Tebing Tinggi ketika bertransaksi narkoba jenis sabu-sabi di Jalan Sudirman Tebing Tingg, Jumat (25/ 11) sekira pukul 17.30 WIB. Saat ditangkap dari tersangka disita Memeng barang bukti sepeda motor dan 4 paket kecil sabu sabu seberat 1 gram, satu buah pirex kaca, dua unit telepon seluler, dan uang hasil penjualan sabu-sabu Rp350 ribu. Kasat Narkoba Polrest Tebing Tinggi, AKP Telly Alvin ketika dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. “Tersangka ditangkap oleh petugas intel, lalu diserahkan kepada Sat Narkoba,� kata Telly. Kepada petugas, tersangka mengaku kalau 4 paket sabu-sabu yang dibawanya itu dibeli dari temannya Ahwi (DPO) warga Pematang Siantar seharga Rp 1.250.000. Selain menjual sabu-sabu, tersangka juga mengaku sering menjadi kurir, bila ada yang memesan sabu-sabu tersangka akan mencarikan dan biasanya mendapatkan komisi rata-rata Rp50 ribu. Tersangka juga mengaku menjadi kurir sejak enam bulan terakhir ini, hal ini terpaksa dia lakukan dengan alasan karena dagangan kainnya sering tidak laku. (MET)

Penyidikan Kasus Penggelapan Pupuk Terhenti Stabat-andalas Kasus Dugaan penggelapan pupuk yang terjadi dan mencuat di Kecamatan Secanggang sampai kini masih menjadi polemik dan bahan pergunjingan. Pasalnya, sampai kini kasus itu tidak juga tuntas. Kasus penggelapan pupuk dari BLP (Bantuan Langsung Pupuk) yang disalurkan oleh PT Pertani itu terjadi pada Oktober 2010 lalu. Saat itu oknum KPUTD Pertanian Kecamatan Secanggang saat itu, Erlanto tertangkap tangan di salah satu rumah warga di Desa Karang Gading Deli telah menjual pupuk bantuan itu kepada salah seorang oknum pengusaha di sana. Selanjutnya, berkat informasi yang akurat dari masyarakat, barang bukti berupa 5 ton (100 karung) pupuk berhasil disita dan diamankan ke Polsek Secanggang. Kapolsek Secanggang, AKP B Karo karo yang dikonfirmasi di kantornya, Kamis (23/11) mengakui bahwa sebenarnya kasus tersebut memang sudah selayaknya diteruskan ke pengadilan. Namun, hanya karena ada sedikit kendala, kasus itu pun terpaksa terhenti. Walaupun begitu, Kapolsek AKP B Karo-karo menegaskan siap untuk meneruskan kasus itu. Apalagi, barang buktinya sampai sekarang tetap utuh dan tidak ada yang hilang atau keluar dari gudang “Kalau sudah tidak ada kendala bisa saja kasus ini dilanjutkan. Apalagi barang bukti masih utuh disimpan di gudang. Mana berani saya mengganggunya,� ujarnya. (BD)

HUKUM & KRIMINAL

harian andalas | Hal. andalas/iwan

KASUS NARKOBA – Kasat Res Narkoba Polresta Medan, Kompol Juli Agung Pramono SH SIK MHum ketika memaparkan pengungkapan 3 ons narkoba jenis sabu-sabu dari Komplek Perumahan Seroja Permai Blok C Jalan Seroja, Medan.

Serbuk putih sabu yang dikemas dalam 3 bungkusan plastik transparan dengan berat kotor 303,46 gram itu ditemukan petugas Sat Reserse Polresta Medan dari dalam spring bed kamar rumah itu. “Selain menyita barang bukti, petugas kami juga berhasil menangkap orang yang diduga sebagai pemilik sabu-sabu itu. Identitas orang tersebut MS alias Mus (42) warga asal Komplek ADB Desa Miruek Lamreudeup, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar,� kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan, Kompol Juli Agung Pramono SH SIK MHum kepada andalas, Minggu (27/11). Lebih lanjut mewakili Kapolresta Medan,

Kombes Pol Tagam Sinaga, Agung menjeleskan, pengungkapan kasus tersebut merupakan perpaduan antara informasi dari masyarakat dan hasil penyelidikan yang dilakukan anggotanya selama sepekan terakhir. “Awalnya kita terima informasi dari masyarakat bahwa tersangka Mus diduga menjual, memiliki, menyimpan, menguasai, narkotika jenis sabu-sabu. Kemudian kami lakukan penyelidikian. Kami mendatangi rumah itu. Dari dalam kamar, kami melihat tersangka sedang tertidur lalu kami bangunkan. Setelah itu kami interogasi dan tersangka mengakui menyimpan sabu-sabu di atas meja komputer. Selanjutnya tersangka menyerahkan sabusabu itu kepada petugas kami. Setelah itu kami lakukan pengembangan pencarian barang bukti sabu lainnya di sekitar ruang kamar rumah tersangka. Dari hasil pengembangan, kami menemukan kembali sabu-sabu lainnya di kain lapisan springbed bagian bawah. Setelah kami sita, bersama tersangka dan barang bukti seberat 3 ons lebih itu kami bawa ke komando guna dilakukan penyidikian,� jelas Agung. Di ruang penyidik Sat Res Narkoba Polresta Medan, tersangka Mus mengaku memperoleh sebagian narkoba jenis sabu-sabu yang disita polisi itu dari rekannya, RK (DPO). Kasat Res Narkoba Polresta Medan, Kom-

pol Juli Agung Pramono SH SIK MHum didampingi Kanitnya, AKP S Jufri Siregar SH disinggung jumlah rincian barang bukti narkoba yang disita menjelaskan. Dua plastik klip berisi sabu-sabu dengan berat bersih 1,80 gram diakui tersangka miliknya. Sedangkan, satu kotak hitam berisi sabu-sabu berat kotor 303, 46 yang ditemukan di lapisan springbed, tidak diakui miliknya. “Ada lagi barang bukti yang diakui milik tersangka, yakni 1 bong dan 1 buah kaca,� ujar mantan Kapolsek Sunggal dan Kasat Reskrim Polres Labuhan Batu itu. Agung juga menerangkan, pasal yang dilanggar tersangka tindak pidana barang siapa tanpa hak melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I, Atau setidaknya setiap orang tanpa hak melawan hukum meliliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat (2) subs 112 ayat (2) UU RI tahun 2099 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman mati, pidana penjara seumur hidup,atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum Rp10 miliar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah sepertiga. (HER)

Warga Pantai Cermin Gantung Diri Pantai Cermin-andalas Warga Pantai Cermin digemparkan dengan aksi nekad seorang pria yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam kamar rumahnya di Dusun II, Desa Pantai Cermin Kanan, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu (27/11). Jenazah Dedi Imran alias Batu (31), pria anak satu ini pertama kali ditemukan istrinya, Leni. Di lokasi kejadian, Uwaknya, Ngah dan Makciknya, Zainab, warga Pantai Cermin membenarkan peristiwa tersebut. Batu diketahui oleh Leni mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri menggunakan seutas tali nilon di dalam kamar sekira pukul 11.20 WIB. “Istrinya tahu suaminya gantung diri ketika akan masuk kamar, lalu teriak memanggil kami yang berada tidak jauh dari

Polda Gerebek Lapak Judi Dadu di Delitua 13 Orang Ditangkap

Polisi Sita 3 Ons Sabu dari Dalam Spring Bed Medan-andalas Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan yang melakukan penyergapan di rumah seseorang yang diduga bandar narkoba di Komplek Perumahan Seroja Permai Blok C Jalan Seroja, Medan, Kamis (17/11) sekira pukul 09.00 WIB lalu sedikitnya berhasil menyita 3 ons narkotika jenis sabu-sabu senilai Rp450 juta lebih.

5

rumahnya. Spontan kami mendatanginya, dan melihat Batu sudah tergantung di dalam kamar. Selanjutnya, kami bersama warga lainnya memboyong Batu ke Puskesmas Pantai Cermin, namun disana dinyatakan sudah tidak bernyawa lagi,� terang kedua keluarga korban. Sumber di kepolisian menyebutkan, bahwa dari hasil olah TKP sementara, korban sendiri yang melakukan gantung diri sehingga nyawanya hilang. “Ini murni korban bunuh diri. Sebab, dari hasil olah TKP ditemukan seutas tali nilon warna kuning tergantung di atas plafon kamar dan hasil pemeriksaan di Puskesmas Pantai Cermin, di tubuh bagian leher terdapat bekas jeratan, serta bagain kemaluannya mengeluarkan cairan,� tandas sumber tersebut. (RYAD)

GANTUNG DIRI - Jenazah, Dedi Imran alias Batu (31) warga Dusun II, Desa Pantai Cermin Kanan, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, ketika di Puskesmas Pantai Cermin. andalas/supryadi

Delitua-andalas Tim Khusus (Timsus) judi Polda Sumatera Utara kembali melakukan penggerebekan terhadap lokasi perjudian di wilayah hukumnya. Setelah menggerebek lapak judi samkwan di wilayah hukum Polsek Sunggal, kali ini tim bentukan Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro kembali menggerebek lapak judi beromset puluhan juta rupiah di wilayah hukum Polsek Delitua, Jumat (25/ 11) sekira pukul 16.30 WIB. Dalam penggerebekan di Jalan Ardagusema, tepatnya di Kuburan Jepang Delitua itu, timsus berhasil mengamankan 13 orang pemain. Ke-13 orang yang diamankan itu, Naftianto (34), Sawara Turnip (47), Edi Armanda Manik (40), Justika Tarigan (42), Tuahta Purba (42) kelimanya warga Kecamatan Delitua. Selanjutnya, Agen Tarigan (45), Tenang Sitepu (41), Suyatman (39), Nurhidayat (45), Firman Colia (30) serta seorang wanita, Musini alias Gawok (34) warga Kecamatan Sibiru-biru. Sementara 2 lainnya, Robin (24) dan Heru (30) keduanya warga Kecamatan Delitua hanya sebagai saksi karena diamankan tidak sedang bermain judi namun hanya berada di lokasi perjuadian saja. Selanjutnya para penjudi beserta barang bukti berupa uang tunai Rp2.340.000 beserta perlengkapan judi dadu, diboyong ke Markas Brimob Sumatera Utara di Jalan KH Wahid Hasyim Medan guna dilakukan pendataan. Setelah didata, barang bukti bersama para tersangka dibawa ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara. Dalam penggerebekan yang dilakuakan oleh sekitar 28 personil Timsus judi Polda Sumut itu, ada kabar bahwa sempat terjadi perkelahian anatara Kepala Tim Khusus judi Polda, Kompol Yusuf dengan seorang pria berambut cepak. Perkelahian tersebut bermula saat Kompol Yusuf hendak menangkap seorang pemain yang mencoba melarikan diri. Akibat dari perkelahian tersebut, bagian dengkul kaki sebelah kiri Kompol Yusuf mengalami luka. Kepala Tim Khusus judi Polda, Kompol Yusuf didampingi Perwira Tim Khusus judi Polda, Ipda Suhardiman menyebutkan membenarkan aksi penggerebekan tersebut. “Kita berhasil menangkap 13 orang pemain judi dadu ini, setelah kita melakukan pengintaian beberapa hari sebelum penggrebekan. Para tersangka dan barang bukti, akan kita serahkan ke Kasubdit 3 Reskrimum Polda. Untuk perkelahian yang terjadi tadi memang benar ada, namun orang yang sempat mengaku sebagai oknum aparat itu tidak kita boyong lantaran orang tersebut bukan pemain judi,� ungkap Yusuf. (STP)

Diduga Melakukan Penyimpangan Pengelolaan Keuangan Negara

Bendahara Otda Pemprovsu Calon Tersangka Bendahara Biro Otonomi Daerah (OTDA) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) tahun 2008-2009 mengarah menjadi salah satu tersangka terkait penyimpangan pengelolaan keuangan negara melalui transfer atau perpindahan anggaran pemerintah ke rekening pribadi pejabat di Biro Otonomi Daerah Pemprov Sumut.

"Salah satu yang sudah diperiksa dan mengarah menjadi tersangka adalah bendahara Biro Otonomi Daerah (Otda)," ungkap Kepala Seksi Penyidikan Pidana Khusus Kejatisu, Jufri Nasution, kepada andalas, Minggu (27/11). Dikatakannya, selain kasus transfer ke rekeing pejabat juga diusut kasus penyimpangan lainnya yakni dana pemekaran diKabupaten Dairi. Namun Jufri tidak bersedia memberikan keterangan lebih banyak. "Kasus ini disidik oleh Tim Satuan KhususTindak Pidana Korupsi Kejaksaan Agung yang dipimpin

langsung oleh Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung. Jadi saya tidak bisa memberi banyak ketarangan," katanya. Dia mengatakan, pihaknya dalam penyidikan kasus tersebuthanya sebagai fasilitator untuk pemeriksaan saksi. "Kami hanya sebagai fasilitator, Saya tidak bisa memberikan penjelasankalau kasus ini. Nanti, takut melanggar kewenangan," jelasnya. Informasi yang diperoleh, tim penyidik telah memeriksa bendahara Biro Otda Tahun 2008-2009 itu pada beberapa waktu lalu. Diketahui besarnya

anggaran yang dipindahkan ke rekening bendahara tersebutmencapai hampir Rp 1 miliar dari rekening kas daerah. Sementara itu, Direktur LBH Medan, Nuriono menyatakan, proses transfer dana pemerintah baik APBD atau APBN ke rekening pribadi merupakan sebuah kesalahan. Sebab, katanya, setiap anggaran pemerintah disimpan melalui rekening khusus. "Tidak boleh, dana pemerintah masuk ke rekening pribadi, karena sudahada rekening khusus atas nama institusi atau pemerintah,� ujarnya.(FEL)


RAGAM

Senin 28 November 2011

harian andalas | Hal.

6

Tahun Baru Hijriyah

Momentum Memperbaiki Moral Bangsa andalas/ist

DIABADIKAN-Sebanyak 36 Mediator bersertifikat diabadikan bersama dengan Ketua PT Medan H Rivai Rasyad (tengah).

Ketua PT Medan Serahkan

36 Sertifikat Mediator Angkatan ke-II Medan-andalas Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Medan H Rivai Rasyad SH MH menyerahkan Sertifikat Mediator Angkatan ke II kepada 36 peserta pelatihan Mediator yang dinyatakan lulus di Aula Pengadilan Tinggi Medan, akhir pekan lalu. Para peserta yang lulus, setelah mengikuti pelatihan Mediator yang dilaksanakan Indonesian Institute For Conflict Transformation (IICT) bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) di Gedung Peradilan Semu Fakultas Hukum USU Medan tanggal 25-28 Oktober 2011 lalu. Acara ini dihadiri Perwakilan Direktur Eksekutif IICT yang juga Ketua Pengadilan Negeri Stabat Hj Diah Lestari Dewi SH MH, Pembantu Dekan I Fakultas Hukum USU Prof Dr Budiman Ginting, SH MHum, mewakili Mitra IICT dari Fakultas Hukum USU Dr Pendastaren Tarigan SH MS dan seluruh Mediator angkatan ke-II. Ketua Pengadilan Tinggi Medan H Rivai Rasyad menyatakan, para Mediator sudah merupakan bagian dari Pengadilan yang perannya dalam

masyarakat sangat luas dan dominant, sehingga tugas Hakim akan berkurang. Kepada pihakpihak yang bersengketa diberi kesempatan menggunakan jasa mediator, agar tidak banyak perkara masuk ke Pengadilan. Diharapkan, para Mediator mengikatkan diri tentang kemampuannya karena tugas Mediator bukan hal yang gampang, tidak mudah meyakinkan seseorang yang bersengketa. Selain disiplin, juga harus menjadi orang yang dipercaya. Sebelumnya, Perwakilan Direktur Eksekutif IICT Hj Diah Lestari Dewi SH MH mengungkapkan, IICT telah merekomendasi Mediator mendaftarkan diri ke Pengadilan Negeri di wilayah Sumut. Menurutnya, sebagai Trainer IICT juga Ketua Pengadilan Negeri Stabat, bahwa 10 orang Mediator Angkatan ke-I sudah mendapat Surat Keputusan Pengadilan Negeri Stabat dan melakukan Diskusi pararel dengan Hakim Mediator. Banyak hal yang dibicarakan, terutama adanya ketulusan, keikhlasan untuk bekerjasama dengan Pengadilan Negeri Stabat. (RIL/REL)

Medan-andalas Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Dr H Rahmat Shah mengajak segenap umat Islam dan seluruh masyarakat di Sumatera Utara untuk menjadikan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1433 Hijriyah sebagai momentum memperbaiki dan meningkatkan moral. Begitu banyak kata-kata yang baik, ucapanucapan yang bagus, tulisan, saran, solusi, dan janji serta rencana-rencana yang sangat baik dari berbagai pihak, tapi bila tidak ada tindakan nyata, semuanya akan sia-sia dan tak bermakna. Dan,

tanpa moral pelaksananya, semua membela kebenaran dan menegakkan itu akan menjadi sebuah kegagalan keadilan, maka tidak ada kata berhenti dan kemunduran. dan menyerah. Boleh mundur "Moral adalah sesuatu yang harus sementara, tetapi untuk menyusun diperbaiki dan dibenahi. Karena moral kekuatan baru guna meneruskan merupakan pangkal dari banyak perjuangan. permasalahan yang membelit negara "Hijrah juga dapat dimaknai sebaini," kata Rahmat Shah melalui Staf Ahli gai sebuah jalan menuju suatu tujuan. DPD RI Bechta Perkasa Asky MA Bila kita sekarang berada dalam menyikapi datangnya Tahun Baru kondisi yang kurang beruntung, maka Islam 1433 Hijriyah yang bertepatan hendaklah kita berani dan teguh Dr H Rahmat Shah jatuh pada Minggu, (27/11). untuk berhijrah, dari kondisi kita yang Rahmat meyakini, bangsa ini buruk sekarang ini menuju kondisi perlu berhijrah dari keburukan moral menuju yang lebih baik," jelasnya moral dan perilaku yang mulia. Berani dan selalu Karenanya, Rahmat berharap semangat berbuat kebaikan sekecil apapun, kepada Tahun Baru Islam 1433 Hijriyah dapat siapapun, dan di manapun berada. memompa semangat optimisme baru kepada Hijrah juga bermakna kesinambungan masyarakat untuk menatap masa depan yang sebuah perjuangan. Dalam konteks perjuangan lebih baik dan bermakna. (GUS)

BPH Kesatuan Mahasiswa Nias Kom-UPMI Dilantik Medan-andalas Rektor Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) Medan Drs H Alimukti Tanjung SH MM mengatakan, daerah Nias menanti sumber daya manusia (SDM) terampil guna membangun daerah tersebut. "Untuk itu, jangan biarkan orang lain mengisi peluang tersebut, utamakan putra-putri Nias sendiri mengisinya," kata Alimukti Tanjung pada pelantikan Badan Pengurus Harian Kesatuan Mahasiswa Nias (BPH KMN) Komisariat UPMI Periode 2011-2012, di Kampus I, Jalan Teladan, Medan, Jumat (25/11). Dikatakan, pihak Rektorat mendukung kegiatan organisasi dan ekstrakurikuler mahasiswa yang tujuannya positif, seperti pembentukan KMN Kom-UPMI ini. Ditambahkan, dari sebanyak 1.900 mahasiswa UPMI Medan, sekitar 7 persen di antaranya adalah mahasiswa/mahasiswi asal daerah Nias. "Kita harapkan setelah selesai kuliah nanti para mahasiswa/mahasiswi inilah yang akan kembali ke Nias guna mengisi pembangunan," ujar Alimukti Tanjung. Acara pelantikan tersebut dihadiri antara lain Pembantu Rektor I H Darisman Siregar SH dan Penasihat KMN Kom-UPMI Medan Sokhili Lase SH. Adapun BPH KMN Kom-UPMI Medan yang dilantik dan dikukuhkan yakni Ketua Fasaaro

andalas/ist

MELANTIK Penasihat Kumpulan Mahasiswa Nias (KMN) UPMI Sokhili Lase SH didampingi Rektor UPMI Alimuddin Tanjung SH MM (baju putih lengan panjang) saat membacakan SK pelantikan Pengurus KMN UPMI 2011-2012. Zalukhu, Wakil Ketua Pengalaman L aia, Sektretaris Yozafati Ndruru, Bendahara Nuraini Halawa. Bidang Organisasi Berlius Halawa, Bidang Humas Natalis Zega, Bidang Inventaris Fahatosokhi Giawa, Koorlap Eliyusu Ndruru, Bidang Keagamaan Desizaro Lase, Bidang Olahraga dan Seni Marthon Giawa. Ketua KMN Kom-UPMI Medan Fasaaro Zalukhu mengatakan, visi dibentuknya KMN ini adalah sebagai wadah agregasi dan artikulasi

aspirasi, baik mahasiswa kampus maupun masyarakat Nias. Kemudian menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pendidikan, pengajaran, dan pengabdian melalui kerja sama dengan pihak UPMI dalam bentuk pelatihan, seminar, dan bentuk lainnya. Ditambahkan, Komite Mahasiswa Nias dan UPMI merupakan patner dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. (GUS)

FAMILY RENTAL MOBIL (PT) APV Kj. Kapsul pkt hmt 10 jam, Altis, L-300, Innova, L. Cruiser, N-Eyes, Bus, Hrn, Mgn, Bln, Utk dlm dan di luar kota. Hotline: 7734 2359 / 0819 3328 4540


Senin 28 November 2011

IKLAN

harian andalas | Hal.

7


Senin 28 November 2011

OLAHRAGA

harian andalas | Hal.

8

Gary Speed

Pelatih Timnas Wales Gary Speed Meninggal Dunia

BARCA TERJUNGKAL, MADRID MELENGGANG Madrid-andalas Meski mendominasi jalannya permainan dengan penguasaan bola mumpuni, Barcelona tak mampu menuai poin penuh. Getafe yang bermain di depan pendukung menjungkalkan juara bertahan La Liga ini dengan skor 1-0 di Coliseum Alfonso Perez, Madrid, Minggu (27/11) dinihari WIB.

CRISTIANO RONALDO

David Villa memiliki peluang ketika Barca memulai laga secara gemilang. Kemudian Lionel Messi kembali mengancam gawang Getafe dengan tendangan bebasnya dan Barca sepertinya akan menuai ambisi membawa puklang tiga poin. Peluang Barca kian mendekati hasil konkret di menit ke-36 lewat Alexis Sanchez yang diselamatkan aksi brilian kiper Miguel Moya. Keadaan tak berubah hingga Getafe menciptakan gol tunggal kemenangan di menit ke-67. Adalah Valera penentu kemenangan Getafe yang menyambut tendangan penjuru Pablo Sarabia. Bola deras menghujam tanpa mampu dibendung Victor Valdes. Pelatih Pep Guardiola langsung menjawab dengan memasukkan Pedro Rodriguez dan Isaac Cuenca. Pedro hampir menyamakan kedudukan ketika tembakannyadihalau Moya. Sergio Busquets kemudian mempunyai kesempatan emas namun lebih memilih menjatuhkan diri di dalam kotak penalti ketimbang menembakkan bola. Akibat tindakannya itu Busquets justru diganjar kartu kuning. Menjelang permainan usai upaya Messi membentur tiang dan bola muntah yang dimanfaatkan Pedro tidak pada target. El Real Melenggang

Real Madrid kian melenggang sebagai pemuncak klasemen La Liga. Tiga poin tambahan dikantongi usai mengalahkan tetangga mereka Atletico Madrid 4-1 pada laga bertajuk Derbi Madrileno di Santiago Bernabeu, Minggu (27/11) dini hari WIB. Atletico pun harus bermain minus dua pemainnya yang diusir wasit sebelum lag usai. Atletico yang tak pernah menang dari tetangganya yang lebih glamor selama 12 tahun memberi gebrakan menjanjikan di awal pertandingan. Meladeni permainan terbuka, Los Colchoneros memimpin 1-0 ketika pertandingan berjalan 15 menit. Tanpa Radamel Falcao, Adrian Lopez memberi impresi lewat golnya yang tercipta berkat kerjasama apik dengan Diego. Namun sial bagi Atletico. Di menit ke-22 kiper Thibaut Courtois disuir wasit karena menjatuhkan Karim Benzema yang telah berhadapan dengannya di dalam kotak penalti. Wasit tak segan menunjuk titik putih dan mengganjar kiper pinjaman dari Chelsea itu dengan kartu merah langsung. Diego lantas dikorbankan untuk memasukkan kiper pengganti Sergio Asenjo. Cristiano Ronaldo yang bertugas sebagai algojo penalti menyelesaikan tugasnya dengan maksimal. Kejadian itu menjadi titik balik walau Atletico bisa menahan gempuran Madrid hingga turun minum. Respon dari Los Blancos terjadi di babak kedua. Empat menit selepas jeda Angel Di Maria membuat Madrid memimpin 2-1 melalui tendangan drive usai menerima umpan Ronaldo. Gonzalo Higuain yang baru masuk tiga menit menggandakan keunggulan Madrid di menit ke-65. Kekalahan Atletico hampir bertambah kalau saja Asenjo tak bisa memblok tembakan Benzema tak lama kemudian. Kemenangan 4-1 ditutup Ronaldo yang kembali menambah pundi golnya lewat eksekusi penalti di menit ke-82. Penalti kedua untuk Madrid ini terjadi karena pelanggaran bek Atletico Diego Godin terhadap Higuain. Akibat pelanggaran itu pun Godin juga diganjar kartu merah langsung. Berkat kemenangan ini untuk sementara Madrid memimpin enam poin dari Barcelona yang baru akan bertanding melawan Getafe.(NET)

Cardiff-andalas Pelatih tim nasional Wales, Gary Speed meninggal dunia di rumahnya, Minggu (27/12) pagi waktu setempat. Konfirmasi meninggalnya mantan gelandang Everton dan Newcastle United itu diungkapkan Asosiasi Sepakbola Wales (FAW) di laman resminya. “Asosiasi Sepakbola Wales (FAW) dengan sedih mengumumkan meninggalnya pelatih tim nasional Gary Speed. Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Kami pun meminta setiap orang untuk menghormati privasi yang sedang berduka,� demikian sumber menyebutkan. Menurut juru bicara FAW, sampai saat ini belum dapat diketahui dengan pasti penyeba meninggalnya Speed. “Pada Minggu pagi sekitar pukul 07.08, Kepolisian Cheshire mendapat informasi terkait tewasnya Speed yang beralamat di Huntington, Chester. Di tempat aparat menemukan sosok tubuh pria berusia 42 tahun yang telah meninggal dunia. Setelah dilakukan pemeriksaan dapat dikonfirmasi jika jenazah adalah Gary Speed. Tidak ada hal-hal yang mencurigakan seputar kematiannya. Pihak keluarga meminta semua pihak untuk menghormati privasinya di masa-masa duka,� ujar sang jubir. Speed ditunjuk FAW untuk menangani Gareth Bale dkk pada Desember 2010. Meskipun gagal mengantarkan The Dragons melaju ke putaran final Piala Eropa 2012, Speed menyatakan rasa gembiranya dengan peningkatan performa Bale dkk dalam beberapa bulan terakhir. Kiprah pamungkas Speed bersama Timnas Wales terjadi di laga persahabatan menghadapi Norwegia di Cardiff City Stadium, 12 November lalu. Kemenangan 4-1 yang diraih Bale dkk tak dinyana menjadi kado perpisahan Speed bersama timnas.(NET)

MU Terancam Dicoret dari Daftar Calon Juara Manchester-andalas Bermain imbang 1-1 Newcastle United dan semakin jauhnya jarak poin dari tim saudaranya Manchester City. “ Red Devils� terancam dicoret dari daftar calon juara Premier League musim ini. Banyak memprediksikan, bahwa yim besutan Alex Ferguson harus menyerahkan gelar Premier League kepada saudara kandungnya. Hingga pekan ke 13 ini, United masih terpaut empat poin dengan City yang bertengger di posisi teratas dalam klasemen Premier League. Ingatan pecinta liga Inggris pun belum hilang tatkala, tim yang berbasis di Eastlands itu menundukkan United dengan skor 6-1 beberapa waktu lalu. "Ini selalu bahaya untuk mencoret United. Ini apa yang terjadi dalam beberapa tahun lampa Wayne Rooney

dan biasanya kami bisa membuktikan kepada setiap orang bahwa mereka salah," sambung Rooney, Minggu (26/11). Kendati bergelora, ujung tombal timnas Inggris itu tetap mengedepankan sikap rendah hati sebagai salah satu kunci untuk meraih sukses. "Tetapi kepala kami harus tetap dingin, bekerja keras dan memulai setiap pertandingan dengan kemenangan meskipun kami tidak selalu menjadi yang terbaik dan lambat untuk menjadi lebih, lebih baik," Rooney melanjutkan. Kepercayaan Rooney terhadap kapasitas United sebagai tim juara pun berangkat dari materi skuad yang dimiliki United. Terlebih, Iblis Merah sendiri berhasil meraih titel ke19 di musim kemarin. "Pada akhirnya kami bisa memenangkan liga, gelar ke-19 kami. Itulah mengapa saya percaya kami akan berada di dalam peringkat teratas lagi pada musim ini." Dia melanjutkan. "Kami tahu apa yang diperlukan untuk memenangkan liga, kami memiliki pengetahuan yang merupakan pengalaman. Itu sesuatu yang tidak dimiliki City. Jadi saya tidak takut. Mereka memulainya dengan sangat baik dan mereka terlihat sangat kuat juga. Ini tantangan bagus untuk kami sebagai pemain United. Kami harus berdiri dan menunjukkan kapasitas kami untuk meraih gelar liga lagi. "Dan setiap orang harus mengingat kami memiliki kesempatan untuk menempatkan (kekalahan) 6-1 dengan benar ketika kami bertandang ke City. Kami sangat fokus untuk itu," tukas Rooney mengakhiri. (NET)


Senin 28 November 2011

PSMS Medan Dipermalukan Persebaya Medan-andalas PSMS Medan dipermalukan Persebaya Surabaya dengan skor 1-2, pada pertandingan perdana kompetisi Indonesia Premier League (IPL) musim 2011/2012 di Stadion Teladan Medan, Minggu (27/11). Namun, kekalahan ini dinilai wajar, karena tim PSMS dipersiapkan hanya tiga hari. Sejak awal, pertandingan berjalan lambat. Persebaya yang bertindak sebagai tim tamu, jutru mendominasi pertandingan. Berkali-kali peluang diperoleh penyerang Bajul Ijo (julukan Persebaya), namun gagal menghasilkan gol. Salah satunya, sundulan Edi Gunawan hanya mengenai mistar gawang PSMS. Persebaya akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-31, setelah tendangan keras Feri Irawan tidak mampu diantisipasi kiper PSMS, Decky Ardian. Ayam Kinantan semakin jauh tertinggal, setelah Feri Irawan kembali membobol gawang PSMS pada menit ke-40. Skor 2-0 untuk Persebaya bertahan hingga turun minum. Pada babak kedua, PSMS melakukan berbagai pergantian pemain. Syarif Juanda masuk menggantikan Kamil Sembiring. Masuknya Syarif Juanda membuat permainan PSMS semakin mambaik. Kali ini gantian Ayam Kinantan yang menyerang pertahanan Persebaya. Pada menit ke-66, PSMS memperkecil ketinggalan setelah aksi solorun Jecky Pasarella mampu melewati beberapa pemain Persebaya dan melepaskan tendangan keras yang tidak mampu diantisipasi penjaga gawang Persevaya Dedi Halim. Gol ini membuat semangat para pemain PSMS kembali bangkit. Serangan pun terus dilancarkan ke gawang Persebaya. Namun, harus diakui, lini depan PSMS belum memperlihatkan kerjasama yang baik. Jecky Pasarella terkesan bekerja sendirian di depan, tanpa mendapat suplay bola dari lapangan tengah. PSMS memiliki peluang menyamakan kedudukan jelang laga usai, namun tendangan keras Rusdianto mampu ditepis Dedi Halim, sehingga hanya menghasilkan tendangan pojok. Hingga laga usai, skor 1-2 untuk Persebaya todak berubah. (YON)

16 Tim Ikuti Turnamen Sepakbola Pelajar se-Aceh Timur Timur-andalas Sebanyak 16 tim sepakbola tingkat pelajar SLTA mengikuti Turnamen Sepakbola antar Pelajar yang memperebutkan Piala Bergilir Sekdakab Aceh Timur yang berlangsung 24 November s/d 1 Desember 2011 mendatang. " Dengan digelarnya turnamen sepakbola antar pelajar secara rutin ini, akan melahirkan pesepakbola muda yang berkualitas. Dan nantinya diharapkan mampu membawa harum nam daerah," dalam sambutan Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Timur, Syaifannur SH MM diwakili Asisten III Administrasi Umum, A Munir SE MAP saat membuka turnamen sepakbola pelajar Piala Sekdakab Aceh Timur ke-3, belum lama ini di Lapangan Gampong Beusa Sebrang Peureulak Barat. Sekdakab meminta, turnamen ini diharapkan seluruh peserta bertanding sportif, guna menjadi pemenang dan yang terbaik. Sementara itu, Ketua Panpel, Ir M Yasin yang juga Asisten II Keistimewaan Aceh, Ekonomi dan Pembangunan melaporkan Juara I mendapat piala bergilir, piala tetap dan uang pembinaan Rp 6 juta, juara II uang pembinaan Rp 4 juta, Juara 3 ,uang pembinaan Rp 2,5 juta dan peringkat IV uang pembinaan Rp 1 juta. (LAN)

Wali Kota Bangga Medan Lahirkan Atlet Bertaraf Internasional Medan-andalas Wali Kota Medan menyatakan rasa bangganya karena daerah ini telah mampu menghasilkan atletatlet dengan level yang tinggi. Hal itu dinyatakan Wali Kota dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Bidang Kesmas Drs. H. Musaddad, MSi, sebelum membuka Rapat Koordinasi dan Konsolidasi KONI Medan 2012 di Medan, Sabtu (26/11). " Kita bangga karena atlet-atlet Medan telah mampu menghasilkan atlet dengan level tinggi. Meski diakui masih banyak hal yang perlu dibenahi," ungkap Musaddad, dalam acara yang berlangsung di Hotel Garuda Plaza. Atlet-atlet Medan, dalam gelaran Sea Games XXVI di Jakarta yang baru usai, telah mengukir prestasi kemilau, dengan meraih empat medali emas yakni tiga dari cabang wushu serta satu dari cabang karate. Adapun atlet Medan yang bergabung di kontingen Sea Games XXVI berjumlah 13 atlet. Acara pembukaan kegiatan yang melibatkan Pengcab olahraga dan Ketua KONI Kecamatan se Kota Medan ini juga dihadiri Wakil Ketua II KONI Sumut Prof Agung Sunarno, yang dalam sambutannya mengajak semua pihak untuk meloloskan atlet Sumut sebanyak-banyaknya ke PON 2012, serta mendukung Sumut menjadi tuan rumah PON 2020. (YON)

OLAHRAGA

harian andalas | Hal.

9

Besok, Rita Subowo Lantik KONI Sumut Medan-andalas Kepengurusan KONI Sumut Periode 2011-2016 pimpinan H Gus Irawan Pasaribu SE Ak MM, Selasa (29/11) besok dijadwalkan akan dilantik."Pelantikan langsung dilakukan Ketua Umum KONI Pusat Rita Subowo dalam suatu acara di Balai Rasa Sayang Polonia Hotel," kata Ketua Panpel Pelantikan Drs M Syahrir dan Sekretaris H Sakiruddin SE MM di Medan, Minggu (27/11) di Medan. Didampingi Bidang Acara Drs Mesnan M Kes dan Drs Simon Pramono, Syahrir lebih lanjut menjelaskan, pelantikan kepengurusan KONI Sumut hasil

Musorprov Mei 2011, baru dilaksanakan akhir November, mengingat jadwal Ketua Umum Rita Subowo memang sangat padat sejalan dengan tingginya

ritme kegiatan olahraga nasional, terutama menghadapi pelaksanaan SEA Games XXVI/2011 di Palembang- Jakarta. " Komitmen kita sejak awal, kepengurusan harus dilantik Ketua Umum Rita Subowo. Dan sejalan dengan pelaksanaan SEA Games pun telah berakhir, Rita mengagendakan kegiatannya melantik kepengurusan KONI Sumut," kata Syahrir. " Informasi terakhir kami dapat dari Ketua Harian KONI Sumut Jhon Ismadi Lubis dan Sekum Chairul Azmi Hutasuhut yang mengikuti Musornaslub KONI 2011 di Jakarta akhir

pekan kemarin, Bu Rita berangkat ke Medan , Selasa (29/ 11) pagi dan sore harinya kembali ke Jakarta," jelas Syahrir. "Bu Rita sebenarnya memang sangat-sangat sibuk. Sebab awal Desember akan digelar Munas KONI Pusat di NTB yang salah satu agendanya adalah memilih pimpinan KONI Pusat priode mendatang. Karenanya kami memberi apresiasi kepada beliau, di akhir masa jabatannya tetap meluangkan waktu melantik kepengurusanKONI Sumut," tambah H Sakiruddin. Menyinggung persiapan panitia, baik Syahrir, Sakiruddin,

Mesnan dan Simon menyebutkan, pihaknya telah melakukan persiapan, dan diharapkan berjalan seusai yang direncanakan. Syahrir bahkan menjelaskan, pihaknya berharap, pelantikan kepengurusan KONI Sumut Periode 2011-2016 ini turut dihadiri Plt Gubsu Gatot Pudjo Nugroho dan seluruh unsur Muspida serta tokoh dan pimpinan top organisasi olahraga. "Sejak Jumat kita telah menyebar undangan tentang pelaksanaan pelantikan ini," kata S yahrir mengakhiri keterangan. (YON)

hs poetra

Dispora Medan Gelar Dua Kejuaraan Antar Pelajar

Seluruh pengurus PGAI Cabang Medan foto bersama usai dilantik yang berlangsung di Padang Golf Bukit Barisan Country Club Medan Tuntungan, Sabtu (27/11) kemarin.

PGAI Medan Siap Lahirkan Atlet Andal di Kalangan Asuransi Medan-andalas Untuk menyalurkan hobi dan bakat olahraga golf di kalangan pimpinan serta karyawan asuransi yang ada di Kota Medan, telah berdiri Persatuan Golf Asuransi Indonesia (PGAI) Cabang Medan yang dikukuhkan oleh PGAI Pusat di Padang Golf Bukit Barisan Country Club, Medan Tuntungan, Sabtu (26/11) kemarin. Ketua PGAI Cabang Medan terpilih Sondang P Hutagalung bersama Sekretaris Yusman, Bendahara Gregorius Singgih Budiarto dan pengurus lainnya kepada wartawan usai pengukuhan menyatakan, sebenarnya PGAI ini telah berdiri sudah lama sejak tahun 1979 di Jakarta. Namun, keberadaan di daerah masih minim baru ada beberapa daerah saja yang telah terbentuk. Dengan terbentuknya kepengurusan PGAI di Kota Medan ini sebut Sondang, pihaknya

merasa tepat untuk membentuk kepengurusan, karena banyak dari kalangan asuransi baik itu di tingkat pimpinan dan karyawan di seluruh asuransi hobi dengan olahraga golf. " Oleh karena itu kami merasa terpanggil untuk membentuk kepengurusan ini, karena banyak golfer-golfer di Kota Medan ini berasal dari kalangan asuransi. Dengan terbentuknya kepengurusan ini kami mendapatkan banyak dukungan, dari berbagai kalangan," sebutnya. Sondang menyebutkan, dengan terbentuknya PGAI bukan hanya untuk gagah-gagahan semata, melainkan untuk menyalurkan hobi dan bakat dari kalangan asuransi dalam bermain golf, sekaligus mempererat silaturrahmi. Sondang juga menjelaskan, keberadaan PGAI ini juga tak

terlepas dari bimbingan dan arahan dari Pengurus Cabang PGI Medan. " Tak tertutup kemungkinan dengan kahadiran PGAI ini meringankan program PGI Medan untuk melahirkan atlet golf berbakat," katanya Sondang kembali menuturkan, PGAI Cabang Medan juga memiliki program kegiatan untuk, salah satunya dalam waktu dekat ini PGAI akan melaksanakan kejuaraan golf terbuka. Hal itu dilaksanakan kata Sondang, karena di Kota Medan khususnya banyak golfer-golfer yang berbakat dan memerlukan jam tandingan yang tinggi. "Kami akan selalu siap untuk melaksanakan program kerja yang telah ditetapkan, salah satunya yakni memperbanyak kejuaraan, dan tetap akan bekerjasama dengan PGAI Medan untuk melahirkan atletatlet golf andal," ucapnya.

PGAI Cabang Medan langsung dikukuhkan Dewan Pengawas PGAI Pusat, Parasman Sitorus berjalan dengan rasa kekeluargaan yang tinggi. Berikut Susunan Pengurus PGAI Cabang Medan, Ketua, Sondang P Hutagalung, Wakil Ketua, Yanuar Arpan, Sekretaris, Yusman, Bendahara Gregorius Singguh Budiarto. Bidang Captain/Tournament, Director, M Arianus Lubis, Wakil Director, Budi N Saleh, Anggota, Robert Brenson Manurung, Rolang Hutapea, Halomoan, Kasdi, Sofyan Sembiring. Komisi Pertandingan, Ketua, M Arianus Lubis, Wakil, Budi N Saleh, anggota, Dewo Diadnya, Mohd. Ihsan, Budi Harianto, S.Pinem. Komisi Keanggotaan Ketua, Jesben Silalahi, anggota, Halomoan Harahap, Hermansyah Muba, Luat Nelson Nababan dan Herdin. (YON)

Medan-andalas Kadispora Medan Drs. Hanas Hasibuan, MAP membuka kejuaraan gulat dan tenis meja antar pelajar se Kota Medan, di PTM Sahabat, Medan dan PPLP Sumut , Sabtu (26/11). Kejuaraan yang melibatkan pelajar SD hingga SMA ini, berlangsung hingga Senin (28/11). Acara pembukaan cabang gulat berlangsung di aula Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sunggal ,Sabtu pagi. ,Sementara pembukaan cabang tenis meja digelar di PTM Sahabat pada sore harinya. Kabid Bina Prestasi Dispora Medan, Drs. Azzam Nasution, MAP di Medan mengatakan kemarin, kejuaraan antar pelajar cabang tenis meja diikuti 109 peserta, sementara di cabang gulat diikuti 166 peserta. "Kejuaraan ini menjadi ajang persiapan pelajar-pelajar Medan menuju Popdasu 2012 dan juga mencari bibit-bibit atlet dari kalangan pelajar," ucap Azzam. Dikatakan, ada total enam cabang yang dipertandingkan oleh Dispora Medan dalam kejuaraan serupa, di mana sebelumnya sudah dipertandingkan cabnag pencak silat, atletik serta sepak takrau. Sementara cabang renang akan menyusul digelar, yakni pada Desember. "Kegiatan ini juga merupakan program Pemko Medan melalui Dispora, dalam upaya mewujudkan Medan sebagai Kota Atlet," tandas Azzam Nasution. (YON)

IMT-GT Varsity Carnival 2011

Perkokoh Persatuan Bangsa Lewat Olahraga Medan-andalas Melalui momentum pelaksanaan Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Varsity Carnival 2011, diharapakan mampu memikat sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif. Pelaksanaan IMT GT juga memiliki nilai dalam memperkokoh persatuan bangsa-bangsa yang terbangung dalam segitiga pertumbuhan, Indonesia, Malaysia dan Thailand. "Even ini memiliki nilai strategis tidak semata hanya mencari kemenangan saja, namun mampu meningkatkan semangat olahraga dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Dan ini bisa diraih lewat olahraga di tengah perkembangan dunia yang dinamis,"ujar Plt Gubernur, Gatot Pujo Nugroho melalui Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) HM Nurdin Lubis dalam sambutannya pada acara pembukaan IMT GT Varsity Carnival XIII, di Gedung Auditorium Unimed, Jumat (25/ 11) malam.

andalas/hamdani

KETERANGAN-Rektor Unimed Prof Ibnu Hajar (kanan) didampingi Pembantu Rektor III Prof Binner Ambarita saat memberikan keterangan kepada wartawan seputar pelaksanaan IMT-GT Carsity Carnival 2011, di kampus Unimed, Jumat malam. Nurdin juga mengatakan, sangat menyambut gembira dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Presiden IMT-GT atas kepercayaannya yang telah memilih Sumatera Utara sebagai tuan rumah dalam penyelenggaran even internasional ini. Acara ini juga bilangnya, bernilai penting dan strategis bagi pemerintah Indonesia khusunya Sumatera Utara.

"Sejak dikukuhkannya kerjasama segi tiga pertumbuhan (Indonesia, Malaysia dan Thailand) pada pertemuan tingkat menteri pertama di Langkawi Malaysia, 20 Juli 1993, IMT-GT telah banyak memberikan kontribusi dalam peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,khususnya di daerah perbatasan," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Unimed, Prof Ibnu Hajar Damanik mengatakan, dalam IMT-GT Varsitu Carnival 2011 ini diikuti 1500 mahasiswa dari 11 universitas di tiga negara yang terlibat. "Peristiwa antarbangsa ini seharusnya patut disambut baik dengan berbagai kegiatan pendukung lainnya, sebagai bentuk pengenalan sekaligus pencitraan Unimed di mata negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand,"ucapnya. Dia juga mengatakan, kegiatan ini sangat penting khsusunya bagi dosen dan mahasiswa, sebagi komitmen profesi dan kreatifitas ditengah kehidupan masyarakat yang plural. "Dosen dan mahasiswa secara kolektif menghadirkan karya terbaiknya dalam acara ini. Hal lain yang penting dalam penyajian karya mahasiswa dapat dijadikan motivator dalam menuntut kompetensi ketrampilan dan kreativitas,"ungkapnya.

Sedangkan Ketua Panitia Tappil Rambe melaporkan, even yang dimulai 24-30 November ini mempertandingkan enam cabang olahraga, yakni tenis, bulutangkis, bola voli, futsal, sepak bola, dan basket. Untuk cabang bulutangkis, digelar di GOR PBSI Jalan Willem Iskandar, bola basket di GOR Angsapura, dan cabang lainnya digelar di Unimed. Adapun 11 universitas yang berpartisipasi dari tiga negara yakni Uniersitas Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Institut Teknologi Medan (ITM). Dari Malaysia, Universiti Utara Malaysia (UUM), University Teknologi MARA (UiTM), Universiti Sains Malaysia (USM), Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) dan dari Thailand yakni Prince of Songkla University (PSU), Thaksin University (TSU) dan Rajamanggala University of Technology Srivijaya. (HAM)


EKONOMI-BISNIS

Senin 28 November 2011

Jelang Pesta Danau Toba

Pemprovsu Jangan Hanya Berangan-angan Medan-andalas Pengamat sosial dari Universitas Sumatera Utara Henry Sitorus mengatakan permasalahan pariwisata di Sumut saat ini seperti benang kusut oleh karena itu dibutuhkan komitmen dan action yang nyata dalam menuntaskan permalasahan tersebut. Untuk itu pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata Sumut hendaknya jangan sebatas berangan-angan melalui program kerjanya untuk mengangkat citra pariwisata di Sumut tanpa didukung kerja nyata. "Setahu saya sudah sejak lama pemerintah ingin memajukan dunia pariwisata di Sumut didengung-dengunkan melalui program kerjanya. Tapi kita lihat sendiri apa yang terjadi pada dunia pariwisata kita saat ini. Jadi jangan hanya berangan-angan saja," ujar Henry Sitorus, Minggu (27/11) menanggapi pelaksanaan Pesta Danau Toba yang akan digelar di Bulan Desember 2011. Menurutnya, niat Pemprovsu melalui Disbudpar Sumut menggelar PDT 2011 hanyalah even seremonial semata yang setiap tahunnya terulang. Out put dari even tesebut masih belum mampu meningkatkan kujungan wisatawan di Sumut, khususnya di Danau Toba. Bahkan, Dosen Fisipol ini menilai kerjasama pariwisata dengan Pemprop Bali yang dilakukan Pemprovsu beberapa watu lalu belum menunjukkan hasil untuk mempromosikan pariwisata Sumut. Justru, pihak praktisi pariwisatalah yang sebenarnya telah berbuat melalui Asita secara berkesinambungan. Seperti halnya baru-baru ini, Asita Sumut telah mendatangkan puluhan travel agen di Bali dengan maksud mempromosikan objek wisata di Sumut. Untuk itu lanjutnya, seharusnya pemerintah bukan hanya mempromosikan objek wisata semata melainkan menginventarisir permasalahan-permasalahan dan kekurangan yang dimiliki Sumut sebagai penghambat perkembangan pariwisata. Sikap pesimis juga dilayangkan, salah seorang pelaku bisnis travel di Medan, Bona Sinaga, mengaku kalau Dinas Pariwisata Sumut jangan terlalu mulukmuluk dengan programnya. "Kita sangat mendukung program pemerintah dalam memajukan pariwisata di Sumut. Tetapi saya pesimis, program itu hanya masuk tong sampah seperti yang sudah-sudah. Masih ingat dengan rencana menjadikan Samosir sebagai Kabupaten Pariwisata. Kita lihat apa jadinya sekarang," ujar Sinaga. Lebih lanjut dikatakan Bona, rencana akan adanya regulasi penerbangan dari Bali-Silangit terlalu dini disimpulkan karena belum adanya pembenahan infrastuktur dan transportasi sebagai akses dari Bandara ke Danau Toba. Wing Air telah mendobrak dengan membuka rute ke Silangit tapi lihat hasilnya mereka tutup. Untuk pemerintah jangan terlalu muluk-muluk, benahi saja dulu yang kecil-kecil. Lihat saja, kalau dulu saya menginformasikan kepad aklien kami waktu perjalanan dari Bandara Polonia ke Hotel 15 Menit kini 30 menit karena sering macet," pungkasnya. (FEL)

harian andalas | Hal.

10

Pembongkaran Beras Bulog Terganggu Hujan Medan-andalas Musim hujan di Medan mengganggu proses pembongkaran beras impor milik Badan Urusan Logistik Sumatera Utara di Pelabuhan Belawan. "Harus diakui, pembongakaran beras dari kapal sering terganggu akibat hujan, tetapi Bulog terus berupaya menyelesaikan proses bongkar tepat waktu karena akan ada beras impor masuk lagi ke Sumut melalui Pelabuhan Belawan," kata Humas Bulog Sumut, Rusli, di Medan, Minggu. Saat ini, sebanyak 6.500 ton beras impor asal Vietnam sedang dalam penyelesaian pembongkaran setelah sebelumnya ada 19.500 ton beras dari Thailand sudah selesai dibongkar. Beras impor asal Vietnam sebanyak 6.500 ton itu masuk ke Belawan pada Selasa lalu. "Harus cepat selesai karena selain untuk kepentingan menjaga lalu lintas distribusi dari gudang dan

menjaga stok, juga antisipasi masuknya lagi segera beras impor yang direncanakan dengan total sebanyak 30.300 ton untuk memperkuat ketahanan pangan secara nasional akhir tahun 2011 dan awal 2012," katanya. Menurut jadwal, beras impor akan masuk masing-masing 7.200 ton dari Thailand, 13.100 ton asal Vietnam dan 10.000 ton dari India. Sumut menjadi salah satu daerah pintu masuk dan keluar beras di Indonesia untuk menjaga ketahanan pangan nasional sehingga selalu ada beras milik Bulog Sumut masuk lagi. Beras impor yang masuk ke Sumut itu bukan hanya untuk ketahanan stok pangan di daerah itu tetapi bisa untuk daerah lain yang memerlukan. Diakuinya, Sumut sudah kedatangan beras impor sebanyak 40.800 ton yang berasal dari Vietnam dan Thailand. Beras impor itu mulai masuk di bulan September sebanyak 8.400 ton, disusul pada akhir Oktober 6.400 ton dan 26.000 ton masuk di November ini dengan kapal terakhir masuk pada Selasa lalu se-

jumlah 6.500 ton. "Kalau benar ada pengapalan beras impor lagi melalui Pelabuhan Belawan sebanyak 30.300 ton yang dilakukan secara bertahap, maka total beras impor Sumut mencapai 71.100 ton," katanya. Dengan masuknya beras impor itu, ketahanan stok beras di Sumut semakain cukup kuat atau bisa hingga untuk enam bulan lebih kebutuhan alokasi rutin di daerah itu sekitar 12 ribu-an ton per bulan. Stok beras Bulog Sumut per tanggal 23 November 2011 mencapai 73.746 ton. Stok beras memang harus dalam kondisi cukup aman khususnya dalam menghadapi akhir tahun yang rawan dengan musibah bencana alam yang mengharuskan Bulog mampu mengalokasikan beras yang dibutuhkan daerah yang terkena musibah. Pengamat ekonomi Sumut, Jhon Tafbu Ritonga, mengatakan, impor beras yang masih berlangsung menunjukkan bahwa Indonesia masih jauh dari swasembada beras. "Ketergantungan impor itu harus terus ditekan agar tidak membahayakan pemerintah," katanya. (ANT)

Aset Perbankan di Sumatera Utara Meningkat 3,02 Persen Medan-andalas Aset perbankan Sumatera Utara di bulan September 2011 tercatat sebesar Rp 153,44 triliun, meningkat 3,02 persen dibanding bulan lalu dan meningkat sebesar 23,94 persen dibanding tahun lalu. Meski share aset perbankan syariah hanya 4,13 persen dari total aset perbankan di Sumut, namun pertumbuhan asetnya sangat tinggi mencapai 43,67 persen (year on year) lebih tinggi dibanding ratarata pertumbuhan perbankan konvensional. Demikian siaran pers Kepala Tim Ekonomi dan Moneter Kas Bank Indonesia (KBI) Medan / Korwil BI Sumut dan NAD, Mikael Budi Satrio didampingi Peneliti Ekonomi Madya, Elly Tjan dan Peneliti Ekonomi Muda Senior Kantor Bank Indonesia Medan, Indra Kuspriyadi, akhir pekan lalu di Gedung BI Medan. Sementara, Dana Pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perbankan di Sumut juga meningkat sebesar 17,17 persen (year on year) menjadi Rp 120,81 triliun.

Peningkatan ini, tidak terlepas dari peningkatan di semua komponen DPK, baik giro tabungan, maupun deposito. Mikael merinci, pada bulan September 2011 nilai giro tercatat sebesar Rp 21,99 triliun, deposito Rp 48,96 triliun dan tabungan Rp 49,66 triliun. Pertumbuhan tabungan tercatat paling atraktif yaitu sebesar 20,97 persen dibanding September 2010. DPK perbankan di Sumut kini didominasi oleh perbankan konvensional (96,92% dari total DPK), namun pertumbuhan DPK perbankan syariah dibanding tahun lalu sangat pesat hingga mencapai 55 persen. "Ini mengindikasikan perbankan syariah makin diminati masyarakat. Sifat produknya yang customized (sesuai kebutuhan red) menyebabkan makin banyak nasabah yang meminati jenis produk tersebut, sehingga penetrasi produk terus mengalami peningkatan yang signifikan," kata Mikael. Di sisi lain, penyaluran kredit di Sumut juga mengalami pening-

andalas/hs poetra

PEMBELI SETIA-Kesibukan di Pasar Sayur tradisional Petisah, Medan, Minggu (27/11). Keberadaan beberapa pusat perbelanjaan serba ada yang modern, tidak mengurangi pembeli setia mereka, yang kebanyakan adalah para kaum ibu rumah tangga dari berbagai lapisan bawah sampai kalangan atas.

Bunga Bank Mencekik

Masih Jadi Masalah Industri Mamin

katan, tercatat nilai nominalnya sebesar Rp 99,19 triliun, meningkat sebesar 0,65 (mtm) atau 17,40 persen (year on year). Share perbankan konvensional sebesar 95,37 persen dan share perbankan syariah terhadap total kredit pembiayaan adalah 4,63 persen. Selain fungsi intermediasi perbankan syariah juga masih perlu ditingkatkan karena di tengah tingginya pertumbuhan DPK perbankan syariah, pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah hanya 5,03 persen (year on year). Menurutnya, dengan pertumbuhan sebesar itu kualitas kredit masih terjaga dengan baik yang terlihat dari rasio gross non perfoming loans (NPLs) di posisi September 2011 tercatat hanya sebesar 2,78 persen. Kinerja fungsi intermediasi perbankan di Sumut juga terus menunjukan peningkatan. Hal ini tercermin dari peningkatan LDR pada bulan yang sama tercatat sebesar 82,24 persen. (SIONG)

Jakarta-andalas Banjirnya impor makanan dan minuman (mamin) dari luar negeri mengakibatkan industri dalam negeri susah bersaing. Industri mamin dalam negeri kian terpuruk akibat masih banyaknya masalah serius yang ternyata berdampak signifikan. Salah satu yang dikeluhkan industri mamin adalah tingginya bunga bank lokal dalam memberikan pinjaman sehingga ekspansi para pengusaha terkendala. Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gappmi) Franky Sibarani di Jakarta, Minggu (27/11). "Masih ada beberapa yang menjadi masalah serius industri mamin dalam negeri saat ini," kata Franky. Ia menjelaskan masalah pertama yakni bunga bank yang masih tinggi. "Investor-investor baru yang berbasis luar negeri akan mudah berinvestasi karena

menggunakan dana sendiri atau perbankan dengan bunga murah. Sementara industri dalam negeri tergantung bunga bank lokal yang menyediakan bunga mahal," katanya. Padahal, sambung Franky, apalagi untuk industri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dimana sekitar 1 juta industri mamin, 99,5%-nya adalah industri UMKM dan rumah tangga. Masalah kedua yakni persediaan gas. Menurut Franky, kurangnya ketersediaan gas dan harga gas yang terus naik membuat industri mamin dalam negeri tidak efisien dan kalah bersaing dengan industri mamin malaysia. "Mengapa? karena yang mendapat kepastian gas (juga listrik) dengan harga yang lebih murah didapatkan Malaysia. Sementara, industri mamin di Jawa barat dan Jawa Timur mengalami masalah serius. Keluhannya, sudah harga naik, gas nya tidak ada (sangat terbatas)," jelas Franky. (DETIK)

Kerajinan Rotan dan Pasir Bidik Pangsa Pasar Baru Medan-andalas Aneka produk kerajinan rotan masih menjadi pilihan masyarakat Kota Medan untuk kebutuhan furniture ruangan. Meskipun aneka furniture berbahan kayu semakin ramai meramaikan pasar, namun pelaku UMKM kerajinan rotan di Medan tetap eksis dan terus berusaha bersaing dengan segala inovasi dan kreasi produknya. Salah satunya yang ditawarkan Syfi Jaya Rotan yang meramaikan Pameran Promosi Produk UMKM Medan di Lapangan Gajah Mada Jalan Krakatau Medan 24-27 November. Menurut Aries, pelaku usaha Sfyi Jaya Rotan kepada wartawan Sabtu kemarin, aneka produk kerajinan yang ditawarkan kepada masyarakat khusus pengunjung

PALLADIUM 12.00-14.10-16.20-18.3020.40 SUN 12.15-14.25-16.35-18.4520.55

pameran sangat beragam. Mulai dari satu set kursi rotan, bunga rotan, hiasan penutup lampu rotan dan kerajinan lain yang terbuat dari rotan. Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau dan bervariasi tergantung jenis produk kerajinan rotan yang dipilih pengunjung. Untuk kursi, sambung Aries harganya berkisar dari Rp2 juta ke atas. Sedangkan untuk hiasan penutup lampu dipasarkan Rp80 ribu per unit dan tangkai. Selain furniture rotan, di pameran juga dipamerkan lukisan pasir bermotif wayang dan bunga. Bahan dasar lukisan tersebut benar-benar dari pasir. Uniknya, dasar kanvas hanya triplek dan lagi-lagi ditempel pasir yang telah diberi warna. Seniman lukisan pasir, Marah Rusli kepada wartawan

THAMRIN 12.30-14.40-16.50-19.0021.10 SUN 13.00-15.10-17.20-19.3021.40

mengakui lukisannya itu memang baru di pamerkan di arena even Produk UMKM Kota Medan 2011. Rusli menjelaskan bahan dasar lukisannya dari pasir halus yang telah diberi warna dan lem. Selanjutnya sedikit diberi air dan dimasukkan ke bungkusan plastik yang ujung plastik itu diruncingkan dan sedikit diberi lubang. "Jadi lukisan pasir tidak ada menggunakan kuas. Hanya plastik itu saja yang digunakan untuk mewarnai dan mendesain motif lukisan,"ujarnya. Marah Rusli juga menampilkan miniatur kapal layar yang terbuat dari pasir. Kapal layar bergaya kapal layar Tiongkok kuno itu, sungguh membuat yang mendapat perhatian serius dari pengunjung.(MA)

THAMRIN 12.00-14.20-16.40-19.0021.20 PLAZA 13.10-15.30-17.50-20.10 BINJAI 12.15-14.25-16.35-16.4520.55

SUN BINJAI PLAZA THAMRIN PALLADIUM 12.00-14.15-16.30-18.4521.00 PALLADIUM 12.15-14.30-16.45-18.0021.15 SUN BINJAI 12.30-14.35-17.00-19.1521.30

andalas/sulaiman

CARI PRODUK-Pengunjung memadati arena Pameran Promosi Produk UMKM 2011 untuk membeli aneka produk hasil produksi UMKM dan Koperasi.

PLAZA 12.00-14.10-16.20-18.3020.40 PALLADIUM 13.00-15.10-17.20-19.3021.40 BINJAI 12.45-14.35-17.00-19.1521.30

PLAZA 12.30-14.20-16.10-18.0019.50

THAMRIN 16.20-18.40-21.00

THAMRIN 12.00-14.10


KOMUNITAS

Senin 28 November 2011

harian andalas | Hal.

11

Dr Sofyan Tan

Prihatin IPM Indonesia Turun

Andalas/Siong

FOTO GENIK- Mahasiswa dan mahasiswi STMIK TIME dari berbagai fakultas yang mengikuti ajang lomba foto genik dengan berbagai bergaya diabadikan bersama-sama usai mengikuti lomba foto genik, Sabtu (26/11).

Kembangkan Bakat dan Kreatifitas di STMIK TIME

40 Peserta Ikuti Lomba Foto Genik Medan-andalas Sebanyak 40 mahasiswa dari berbagai fakultas di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer (STMIK) TIME mengikuti lomba foto genik yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sekolah tersebut dan Genius Magazine Club (GMC),Sabtu(26/11). "Ini merupakan ide mahasiswa sendiri,karena itu kami gunakan hari Sabtu untuk menggelar lomba sekaligus mengembangkan bakat, kreatifitas serta memupuk kebersamaan

antar mahasiswa,”kata Humas STMIK TIME Edi Wijaya SKom Mkom didampingi Koordinator Foto Genik, Leony S Kom kepada andalas. Tujuan digelarnya lomba ini meng-

ingat banyaknya mahasiswa yang sibuk bekerja sambil kuliah sehingga tidak punya waktu untuk mengembangkan bakat, kreatifitas dan memupuk kebersamaan antar mahasiswa . Dikatakannya, masing-masing fakultas di STMIK TIME mengirimkan sebanyak 4 peserta yang telah dipilih sebagai perwakilan. “Lewat ajang foto genik yang mengambil lokasi di dalam ruang teori kuliah ini kami akan memilih tiga pemenang terdiri dari satu pria dan wanita hasil dari penilaian juri, satu pemenang

lagi dipilih berdasarkan hasil voting yang fotonya diupload di Facebook ”kata Eddy Menurut Eddy, kegiatan mengusung tema”Casual Goes to Campus” tampilan luar seperti busana yang disesuaikan dengan tema akan menambah penilaian, namun kepedean dan foto genik mahasiswa juga akan diutamakan dalam penilaian kompetisi ini.Hadiah yang akan diberikan kepada para pemenang yakni sertifikat , voucher belanja serta sejumlah souvenir. (SIONG)

Medan-andalas Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YP SIM), dr Sofyan Tan, prihatin atas turunnya Indek Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia yang dikeluarkan Badan Pembangunan PBB (UNPD) yang menjadi peringkat 124. Padahal tahun lalu (2010) Indonesia berada pada peringkat 108. “Kita sangat menyayangkan turunnya begitu drastis, malah negara kita kalah bersaing dengan negara Libya,”kata dr Sofyan Tan saat memberikan sambutan memperingati Hari Ulang Tahun PGRI ke-66,di halaman sekolah YP SIM di Jalan Sunggal Pekan, Medan Jumat (25/11). Menurut Tokoh Pendidikan ini, bidang pendidikan merupakan salah satu penyebab terus melandainya grafik IPM Indonesia pada tahun 20102011.Karena itu, upaya untuk menjawab tantangan masa depan, YP SIM akan meningkatkan kualitas pendidikan dengan meningkatkan kesejateraan guru, memberi kesempatan bagi guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Guru YP SIM kita beri

kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sudah tercatat 4 orang telah menyelesaikan S-2 dan 3 orang meyelesaikan kuliah S-2 nya.YP SIM hadir untuk menjawab permasalahan yang dihadapi bangsa ini,” tandas dr Sofyan Tan. Sementara, Ketua Yayasan YP SIM Finche, SE, MPSi, menambahkan peringatan HUT PGRI di YP SIM tahun ini memiliki makna yang amat penting dan sedikit berbeda dari tahun lalu karena YP SIM tengah berusaha sungguh-sunguh menghadirkan guru profesional dengan meningkatkan kualifikasi, kompetensi dan kesejahteraan bagi guru. Disamping itu menurut Finche guru di tuntut kreatif dan inofatif, agar bisa mewujudkan insan Indonesia yang beriman, cerdas dan kompetitif agar para guru melaksanakan tugas dengan penuh pengabdian dan bertanggungjawab. Adapun guru teladan yang dipilih dan divoting oleh siswa/ i YP SIM yang menerima reward tersebut diantaranya Rozana, S.s (SD), Yolanda Sartika, S.pd (SMP),Indri Dayana, S.si (SMA)dan Khairani, S.s (SMK). (SIONG)

Wali Kota Medan Beri Bunga Kepada Guru

Andalas/ist

BERI BUNGA- Wali Kota Medan Drs Rahudman Harahap didampingi Wakil Wali Kota Dzulmi Eldin memberikan sekuntum bunga kepada guru di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (26/11)

Medan-andalas Wali Kota Medan, Rahudman Harahap didampingi Wakil Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, Kepala Dinas Pendidikan Medan, Hasan Basri memberikan sekuntum bunga kepada guru di acara peringatan HUT Persatuan Guru Repbulik Indonesia (PGRI) ke-66 di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (26/11). Rahudman Harahap menegaskan peringatan HUT PGRI ini diharapkan dapat membangun kebersamaan untuk menghasilkan pendidikan yang lebih baik. Sebagai tanda ucapan selamat ulang tahun, para siswa tak lupa memberian bunga kepada para guru. “Ini hanya simbolis, intinya kita memberikan yang terbaik untuk para guru,” lanjut Rahudman. Sebelumnya, ribuan guru

dan siswa pelajar se-Kota Medan mengikuti gerak jalan sekaligus menikmati aneka hiburan. Kegiatan yang dibuka Wali Kota Medan, Rahudman Harahap didampingi diikuti guru dan murid sekolah swasta dan negeri di Medan. Baik tingkat SD, SMP dan SMA yang dilepas Rahudman Harahap. Kegiatan ini mengangkat tema “Medanku Masa Depanku, Guruku Mutiaraku”. Menurut Hasan Basri peran guru bagi di tengah-tengah masyarakat sangat penting dalam pembangunan. Karena guru, merupakan tokoh dibalik layar dari kesuksesan seseorang. “Tema yang kita angkat sesuai dengan acara yang sedang kita usung, guru merupakan tokoh penting dibalik kesuksesan kita,” ujar Hasan Basri . (MA)

Road Show Jurnalistik Goes to School

Mencetak Para Jurnalis Sekolah Medan-andalas Road Show Jurnalistik Goes to School yang digelar Koordinator Wartawan Unit Pemko Medan di Yayasan Perguruan SMK Pencawan 2 Medan, Jalan Bunga Ncole Medan Tuntungan, berlangsung sukses, Sabtu (26/11). Kegiatan yang diikuti 100 peserta ini diisi pemateri Wakil Sekretaris PWI Sumut Zul Anwar Marbun, fotografer Andi Kurniawan Lubis (Analisa) dan Direktur Lembaga Komunikasi Massa yang juga Pelatih Nasional Wartawan PWI Drs Dailami. Ketua Koordinator Wartawan Unit Pemko Medan, Muhammad Arifin, SPd, MPd mengatakan, Road Show Jurnalistik Goes to School didukung Pemko Medan dan Dinas Pendidikan Kota Medan. Acara digelar di enam sekolah swasta dan negeri di Kota Medan. Kegiatan perdana digelar di Yayasan Perguruan SMK Pencawan 2 Medan, sedangkan pembukaan resmi akan dilakukan Rabu (30/11) di SMA Negeri 3 Medan yang dibuka Wali Kota Medan, Drs Rahudman Harahap, MM. Dia berharap, acara yang digelar di enam sekolah, yakni SMK 2

andalas/ist

SERAHKAN PIAGAMPIAGAM-Ketua Koordinator Wartawan Unit Pemko Medan, Muhammad Arifin, SPd, MPd (kiri) menyerahkan piagam kepada Ketua Yayasan Perguruan SMK Pencawan 2 Medan Masti Pencawan pada Road Show Jurnalistic Goes To School 2011, Sabtu (26/11). Pencawan, SMK Negeri 5 Medan, SMAN 3, SMAN 2, SMA Santho Thomas dan MAN I Medan, para siswa dapat memahami kinerja seorang jurnalis yang baik dan ke depannya muncul komunitas-

komunitas jurnalis di sekolahsekolah dengan membentuk majalah sekolah. Wakil Sekretaris PWI Cabang Sumut, Zul Anwar Marbun mengatakan, pelatihan jurnalistik untuk

siswa sangat bermanfaat, karena siswa diberikan pemahaman tentang kinerja seorang wartawan, dan kode etik jurnalistik (KEJ). Sementara Pelatih Nasional Wartawan PWI, Drs Dailami menegaskan, untuk menjadi wartawan saat ini tidak mudah. Seseorang harus memiliki pendidikan, memiliki kemauan, pantang menyerah, beretika, sehat jasmani dan rohani dan peka terhadap lingkungan. Ketua Yayasan Perguruan SMK Pencawan 2 Medan, Masti Pencawan menyambut baik kegiatan Road Show Jurnalistik Goes to School yang diadakan Wartawan Unit Pemko Medan. Dia berharap, kegiatan yang didukung Pemko Medan ini bisa berlanjut ke depan, karena sangat bermanfaat bagi kegiatan esktra kurikuler siswa. Novita Ginting mewakili siswa mengaku bangga mendapat pengetahuan jurnalistik yang lengkap dari wartawan unit Pemko Medan. “Dalam sehari saya mendapat tiga ilmu, apa itu KEJ, menulis berita dan foto jurnalistik. Semoga kegiatan ini terus berlanjut karena sangat bermanfaat,”katanya. (HAM/BEN)

Andalas/Siong

Memperingati Hari Ulang Tahun PGRI ke 66, sejumlah guru teladan YP SIM menerima reward berupa studi banding ke luar negeri yang diserahkan secara simbolis Pembina Yayasan YP SIM, dr Sofyan Tan, Jumat (25/11).

LSM SPDK Sumut Sosialisasi Kesehatan Keluarga Belawan-andalas LSM Sarjana Pendamping Desa/Kelurahan (SPDK) Sumut mensosialisasikan cara menjaga kesehatan dan kebersihan kepada 150 peserta yang berasal dari kader Posyandu, ibuibu hamil dan menyusui di kantor Lurah Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan, baru-baru ini. Ketua Dewan Pembina LSM SPDK Sumut, Ir Bangun Tampubolon didampingi Ketua LSM SPDK Sumut Badia Tampubolon kepada andalas mengatakan kegiatan sosilisasi cara menjaga kesehatan dan kebersihan merupakan program tahunan dengan tujuan untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Saat ini, sambung Bangun Tampubolon, terutama ibu-ibu muda yang mengandung dan melahirkan kurang memperhatian kesehatan dirinya sendiri maupun bayi yang dilahirkan. Untuk itu perlu disosialisasikan hidup sehat supaya dikemudian hari dapat dimengerti arti kehidupan yang sebenarnya dari sisi fisik. Dalam sosilisasi itu juga menghadirkan nara sumber dr Kristina Nainggolan yang bertugas di Puskesmas Pembantu Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan menghimbau kepada kader posyandu, ibu-ibu hamil dan menyusui juga pasangan usia subur supaya menjaga kesehatan dan kebersihan untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak.

Dia mengharapkan semua peserta harus benar-benar mendapatkan informasi yang benar tentang kesehatan dan sarana pelayaan kesehatan agar dapat disalurkan kepada seluruh warga, minimal di lingkungannya. Br Sitompul, salah seorang peserta dari Posyandu Ottaida mengatakan dengan pemberian informasi tentang kesehatan itu sangat disadari perlunya hidup sehat hanya dengan menjaga kesehatan dan kebersihan. Hal senada disampaikan R boru Doloksaribu, salah seorang peserta mewakili ibi hamil yang mengatakan selama ini tidak mengerti menjaga hidup sehat dan kebersihan saat hamil. Dengan sosialisasi yang diterima dari LSM SPDK Sumut itu diharapkan para ibu dapat mengerti betapa pentingnya mengurus bayi dalam kandungan Sementara itu, Lurah Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan H Zainal Abidin menyampaikan sangat berterimakasih atas peranan LSM SPDK Sumut memberikan sosialisasi tentang kesehatan. "Dengan digelarnya kesehatan itu maka warga semakin mengerti arti kesehatan fisik baik ibu maupun bayi,’’ ungkapnya. Turut hadir dalam acara tersebut Pengurus PKK Kota Medan Yohanna Siregar dan memberikan motivasi supaya peserta dapat menyampaikan juga kepada seluruh keluarga di Kelurahan Besar (DP)

BERITA DUKACITA

BALAI PERSEMAYAMAN ANGSAPURA JL. WAJA NO. 2-4 MEDAN TELP. 7345503, 7361328, 7360873 B lok

N ama

U mur (Thn)

Alamat

Meninggal (Tgl/Jam)

B erangkat (Tgl/Jam) K eterangan / Tempat

1

CHAI SIU LAN

70

Jl. Jambi No. 70 C Medan

26-11-11 08.30 WIB

29-11-11 14.00 WIB

D i perabukan

2

KOE YEK KUAN

98

Jl. S . P arman No. 103 Medan

27-11-11 13.30 WIB

29-11-11 12.00 WIB

D i perabukan

5

TEH SIOK CHENG

64

Jl. S entosa Lama Gg. S anun No. 18 Medan

25-11-11 03.00 WIB

29-11-11 13.00 WIB

D i perabukan

7

LIM ENG TEK

83

Jl. A .R. Haki m Gg. Tanjung No. 93 Medan

27-11-11 13.35 WIB

02-12-11 10.00 WIB

D i kebumi kan

8

NG SE AN / AMAN

81

K omp. Jemadi P ermai No. 231 D Medan

27-11-11 06.00 WIB

30-11-11 14.00 WIB

D i kebumi kan

9

TEH WAN HOEI / ASAN

56

Jl. K edi ri No. 47 Medan

23-11-11 16.10 WIB

28-11-11 12.00 WIB

D i perabukan


SUMATERA UTARA

Senin 28 November 2011

Kutalimbaru-andalas Pengerjaan jalan tembus antara Kecamatan Kutalimbaru dengan Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, sangat amburadul dan pantas dipertanyakan.

andalas/imanuel sitepu

RUSAK - Ruas jalan tembus Kutalimbaru–Sibolangit yang baru diaspal tiga bulan lalu tapi sudah mulai mengalami kerusakan.

Tenaga Kesehatan Dilatih Mengenal Dini Kanker Kisaran-andalas Tim Pengerak PKK Kabupaten Asahan menggelar pelatihan Program See & Treat kepada para tenaga kesehatan mulai dari dokter, bidan, perawat hingga kader untuk mengenal lebih dini penyakit kanker. Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan para tenaga kesehatan itu dapat menyosialisasikannya kepada masyarakat. Demikian dikatakan Ketua TP PKK Asahan Ny Hj Winda Fitrika Taufan Gama Simatupang saat membuka pelatihan itu, kemarin di Aula Melati Pemkab Asahan. Dia juga mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk memotivasi, memberikan penyuluhan, dan menyebarluaskan informasi kesehatan, agar masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kesadaran, dan kepedulian terhadap kesehatan. Masyarakat berdaya untuk berperilaku hidup sehat, dapat mengurangi risiko terkena kanker dengan mengubah perilaku. Apalagi saat ini penderita kanker juga juga menyerang di usia muda. Kanker leher rahim saat ini merupakan peringkat pertama di Indonesia. 34,4 persen dari wanita yang terserang kanker 60-70 persen di antaranya ditemukan sudah pada stadium lanjut (Stadium II B). “Hal ini akibat kurangnya informasi atau penyuluhan secara benar sehingga sebahagian besar penderita kanker datang memeriksakan dirinya setelah di stadium lanjut. Hal ini tentu butuh pengobatan dengan biaya besar, sedang harapan hidup semakin berkurang,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Panitia dr Ibnu Yazid Shabri SH mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dua hari. Selanjutnya setiap peserta nantinya diharapkan dapat menjaring pasien yang terkena kanker. (FAS)

tertentu untuk mengelabui masyarakat," ujar salah seorang warga setempat. Dalam pengerjaan pembukaan jalan tembus tersebut ada yang menyebutkan berasal dari dana APBD Deli Serdang tahun anggaran 2011 sebesar Rp75,6 miliar. "Kalau benar sebesar itu anggarannya, tentu tidak sebanding dengan hasil pekerjaan di lapangan," kata warga tersebut. Sebab ruas jalan yang telah diaspal baru hanya antara Simpang Bunga Pariama hingga Taburen, Desa Suka makmur, Kecamatan Kutalimbaru yang panjangnya lebih kurang 3 kilometer. Itu pun di sana-sini sudah mengalami kerusakan. Di beberapa tempat badan jalan yang diaspal sudah terkelupas dan sebagian lagi dalam keadaan retak-retak. Padahal pengaspalan dilakukan sekitar tiga bulan lalu. "Dipastikan jalan yang sudah diaspal itu tidak akan bertahan lama," ujar warga lainnnya bermarga Sembiring. Masyarakat Kecamatan Kutalimbaru menurutnya meminta agar pihak terkait melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan jalan tembus tersebut, sebab bila melihat hasil pengerjaannya, terindikasi sarat dengan korupsi. (STP)

Copot Kadis Pertanian Langkat Stabat-andalas Anggota DPRD Langkat dari Fraksi PBB, Wanna Kaban, meminta aparat terkait mengusut kasus dugaan manipulasi dan korupsi uang honor penjaga Kantor BPP Brahrang. Koordinator BPP Kecamatan Selesai Nyana Chandrin harus diperiksa. Dan, jika terbukti harus dicopot dan diganti. Jangan dibiarkan, karena bisa membuat preseden yang buruk bagi Dinas Pertanian Langkat. “Kalau sudah jelas faktanya dan sesuai dengan prosedur yang berlaku telah menyalahi peraturan, ya harus ditindak tegas,” ujar Wanna Kaban kepada andalas, Jumat (25/11). Hal sama dikatakan Ketua Fraksi PDI-P DPRD Langkat Ralin Sinulingga. Ditegaskannya, jika sudah berkaitan dengan masalah hukum, hendaknya diusut tuntas agar tidak menimbulkan polemik yang berkepanjangan. “Apa yang ditulis wartawan itu tentu patut jadi masukan bagi aparat penegak hukum. Karena itu jangan diam saja, tapi usut sampai tuntas agar jelas permasalahannya,” tegasnya. Sementara itu, T Sitepu, warga Langkat Hulu meminta Bupati Langkat H Ngogesa

Sitepu agar segera mencopot Kadis Pertanian H Basrah Daulay SP dan Kepala BPP Kecamatan Selesai Nyana Chandrin. “Apa pun ceritanya, hal itu tentu menjadi tanggung jawab dari Kadis Pertanian Langkat dan Kepala BPP Kecamatan Selesai,” ujarnya. T Sitepu menilai kasus dugaan korupsi uang honor penjaga Kantor BPP Brahrang bisa mencoreng citra Bupati Langkat. Apalagi terjadi di Desa Sei Limbat yang notabene adalah kampung halaman Ngogesa

Sitepu. “Sepertinya ada semacam upaya untuk menjatuhkan citra Bupati Langkat Ngogesa Sitepu atau dengan kata lain ada kemungkinan Dinas Pertanian Langkat memang tidak mendukung visi dan misi Bupati Langkat. Kalau benar, ini tentu sangat disesalkan,” ujarnya. (SBR)

H Basrah Daulay SP

EDI Purwanto kembali terpilih menjadi Kepala Desa (Kades) Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan untuk periode 2011-2015, setelah dalam pemungutan suara yang digelar pada Minggu (27/11), meraih suara dukungan terbanyak.

P

andalas/firdaus tanjung

PENGHITUNGAN SUARA - Petugas pemilihan Kepala Desa Amplas saat membuka kotak suara untuk melakukan penghitungan suara. dimulai pukul 15.45 WIB. Dari jumlah pemilih sebanyak 4.046 orang, yang memberikan hak pilih 2.683 orang dan mayoritas memilih Edi Purwanto. Edi Purwanto selaku Kades terpilih saat dikonfirmasi sejumlah

Tanjung Pura-andalas Kamar mayat Rumah Sakit Umum (RSU) Tanjung Pura kondisinya sangat memprihatinkan. Kondisinya yang jorok dan tak terawat menjadi bahan cibiran pengunjung rumah sakit milik Pemkab Langkat tersebut. Pantauan andalas Jumat (25/11) saat meliput peristiwa tewasnya personil Polsek Gebang, kondisi kamar mayat RSU tersebut mirip gudang penyimpanan barang usang. Di lantai kamar terlihat sampah berserakan. Dinding kamar jorok, langit-langit kamar banyak dihiasi sangkar laba-laba dan rayap. Kamar kecil di ruangan tersebut juga dijadikan gudang penyimpanan tilam bekas. "Lihatlah pak kondisi kamar mayat ini, sangat jorok dan menjijikkan, tak pantas

andalas/dony syahputra

TILAM BEKAS - Kamar mandi di ruang kamar mayat RSU Tanjung Pura jadi gudang penyimpanan tilam bekas. disebut kamar mayat. Nasib baik ini kamar mayat. Kalau sempat pasien yang masih hidup, pastilah mereka komplain," ungkap Zul (45), warga yang saat itu sedang menjenguk anggota keluarganya yang dirawat di RSU tersebut kepada andalas. (DN)

DPRD Pesimis R-APBD Deli Serdang Tembus Rp2,1 Triliun Lubuk Pakam-andalas DPRD Deli Serdang mengaku pesimis target APBD tahun 2012 menembus angka Rp2,1 triliun mengingat kinerja sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang amburadul. “Kami tidak yakin angka Rp2,1 triliun itu bisa terpenuhi, kalau perangkat daerahnya tidak mau bekerja maksimal," ungkap Wakil Ketua DPRD Deli Serdang H Wagirin Arman SSos, usai memimpin rapat banmus, kemarin. Menurut Wagirin, keraguan itu muncul setelah mengamati draf KUA-PPAS R-APBD 2012 yang disampaikan eksekutif kepada Dewan. Dalam draf tercatat masih banyak SKPD yang tidak memenuhi pencapaian target PAD. Bahkan ada yang sama sekali tidak menghasilkan apa-apa. Seperti Badan Penanggulangan Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda), SKPD ini untuk tahun 2011 menargetkan PAD sebesar Rp500 juta dari Retribusi Pengolahan Limbah Cair. Namun hingga akhir November ini, tidak satu senpun PAD yang masuk ke kas daerah. Padahal di wilayah ini ada ratusan perusahaan yang menggunakan jasa layanan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dari Bapedalda, tetapi anehnya tidak ada retribusi yang masuk ke kas. Sementara tahun 2011 tinggal satu bulan lagi. "Kondisi ini sangat mengundang curiga, apakah memang sengaja tidak disetorkan atau tidak dipungut?" ujar politisi gaek dari Fraksi Golkar ini bertanya. Jika menurut Susmono selaku Kepala Bapedalda Deli

Serdang, sambungnya, mereka tidak ada melakukan pengutipan retribusi dimaksud karena mengingat terbitnya UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, ditafsirkan seolah-olah tidak lagi dibenarkan mengutip retribusi. "Tetapi Dewan tidak yakin hal itu," tegasnya seraya mengimbau kepada anggota Dewan khususnya yang duduk di badan anggaran agar meminta Inspektorat mengusut PAD di Bapedalda. Sementara itu Susmono saat dikonfirmasi andalas di ruang kerjanya membenarkan untuk tahun 2011 belum ada pemasukan PAD yang disetorkan pihaknya ke kas daerah. Hal itu terjadi akibat kelalaian pihaknya. “Saya akui ini adalah kelalaian kami,” akunya. Kelalaian itu berawal dari adanya kesalahan penafsiran terhadap UU Nomor 28 Tahun 2009. Ternyata setelah ditelaah pada BAB XVIII Pasal 180 ayat (2) disebutkan Peraturan Daerah tentang Retribusi Daerah mengenai jenis Retribusi Jasa Umum masih tetap berlaku untuk jangka waktu 2 tahun sebelum diberlakukannya Peraturan Daerah yang baru berdasarkan undang-undang ini. Atas kesalahan ini, pihaknya berupaya melakukan pemungutan retribusi kembali dengan menerjunkan 16 personil. Pihaknya optimis hingga akhir Desember 2011, minimal 50 persen dari target PAD akan tercapai. "Walaupun pada 2012 efektifnya pemberlakuan UU tersebut, retribusi terutang masih bisa dipungut. Jadi retribusi itu tidak akan hilang," imbuhnya. (TH)

Salimah Sosialisasikan Program Jamsosnas

Edi Purwanto Kembali Terpilih Sebagai Kepala Desa Amplas

roses pemungutan suara, berlangsung tertib, aman, dan demokratis yang dipusatkan di Lapangan Dusun I Tambak Rejo. Sejak pukul 08.00 hingga pukul 13.15 WIB, ribuan warga berbondong-bondong menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara. “Prosesi pemilihan berlangsung aman, tertib, dan sukses,” ujar Sarwan selaku Kepala Dusun I Desa Amplas. Setelah proses pemungutan suara usai, acara dilanjutkan dengan penghitungan suara yang

12

Kamar Mayat RSU Tanjung Pura Jorok

Pengerjaan Jalan KutalimbaruSibolangit Amburadul Berbagai elemen masyarakat merasa heran dengan pelaksanaan pembukaan jalan baru antardua kecamatan itu. Pasalnya, hingga menjelang berakhir tahun 2011, tidak pernah diketahui siapa yang mengerjakan pembukaan jalan itu, berapa anggarannya, dan dari mana sumber dananya. Sementara di seputar proyek jalan yang dikerjakan tidak ditemukan plang proyek. Pantauan di lapangan, Sabtu (26/11) menemukan pekerjaan pembukaan jalan tembus Kutalimbaru-Sibolangit terkesan kurang transparan. Di beberapa sungai besar dan kecil sepanjang jalan tersebut sudah dibangun jembatan dan badan jalan diperlebar. Di beberapa tempat juga dilakukan pembetonan badan jalan dan sebagiannya dilakukan pula pengaspalan. Selebihnya masih dalam keadaan berbatubatu dan belum diaspal. Beberapa warga dari Kecamatan Kutalimbaru sempat mempertanyakan pengerjaan jalan tersebut. Sebab meski pengerjaannya sudah cukup lama, tidak pernah ditemukan papan proyek di sepanjang jalan itu. "Apakah ada unsur KKN dalam pengerjaan pembukaan jalan tersebut antarpihak-pihak

harian andalas | Hal.

wartawan usai penghitungan suara mengatakan kemenangannya merupakan kemenangan seluruh masyarakat Desa Amplas. “Kemenangan saya sekarang merupakan kemenangan warga Desa Amplas semua, untuk itu

dukungan dari seluruh elemen masyarakat merupakan motivasi kepemimpinan saya ke depan,” ujar Kades yang akrab dipanggil Iwan ini. Sementara Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Percut Sei Tuan, Ezwir N Pelos SSos yang juga merupakan karetaker Kades Amplas mengatakan masyarakat Desa Amplas yang telah menggunakan hak pilihnya merupakan bukti adanya kemajuan demokrasi di desa tersebut. Sekcam berharap agar Kades terpilih dapat melakukan kerja sama yang baik dengan seluruh elemen masyarakat dan menjalin hubungan yang harmonis. “Jangan sia-siakan suara rakyat yang telah memilih Kades Amplas Edi Purwanto,” harap Ezwir. Pesta demokrasi untuk pemilihan Kepala Desa Amplas juga dihadiri jajaran Kepolisian sektor Percut Sei Tuan, mewakili Danramil, sejumlah kepala desa seKecamatan Percut Sei Tuan. (FT)

Stabat-andalas PD Salimah bekerja sama dengan LSM Progress Indonesia sukses menggelar penyuluhan program jaminan sosial nasional (Jamsosnas). Kegiatan itu bertujuan menyebarluaskan informasi pentingnya memiliki pengetahuan tentang Jamsosnas agar dapat membantu terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera. Kegiatan itu diselenggarakan, Sabtu (26/11) di gedung PKK Langkat yang diikuti ratusan peserta dari kalangan ibu-ibu majelis taklim, ormas Islam perempuan, OKP, mahasiswa, dan kader posyandu. Mereka antusias mendengarkan penjelasan narasumber di antaranya H Anshori Siregar LC (Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PKS), Drs Ponidi Aswad (Dinas Kesehatan Langkat), dan Khairul Anwar (tokoh masyarakat). Anshori Siregar mengatakan pemerintah telah meluncurkan sistem Jamsosnas berupa jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas), jaminan persalinan (Jampersal). Sementara badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS)

akan bertugas memberikan lima jaminan sosial kepada masyarakat berupa jaminan kesehatan, jaminan kematian, jaminan kecelakaan kerja, jaminan pensiun, dan jaminan hari tua. Menurut UU BPJS yang disahkan DPR RI tanggal 28 Oktober 2011, BPJS dibagi dua kategori yaitu BPJS Kesehatan berlaku mulai 1 Januari 2014 dan BPJS Ketenagakerjaan beroperasi paling lambat 1 Juli 2015. Jamkesmas merupakan bagian dari program untuk membantu masyarakat kurang mampu, guna mendapat akses pelayanan kesehatan sebagai pengganti Askeskin. Sedangkan, Jampersal merupakan upaya pemerintah mengurangi angka kematian ibu hamil yang bersifat preventif dan mulai efektif tahun 2011. Ketua PD Salimah Langkat Fatimah SSi mengaku sangat bersyukur diadakannya sosialisasi ini. Pihaknya berharap seluruh peserta dapat menyebarluaskan informasi itu kepada kerabat dan keluarganya masing-masing di rumah. (SBR)

WARTAWAN DAERAH LANGKAT: Hasrizal, Budi Zulkifli, Syaiful Amri, Subur Syahputra, Dony Syahputra BINJAI: M Kamil Ismail DAIRI: Sondang Silalahi HUMBANG HASUNDUTAN: Marganda Lumbangaol DELISERDANG: Firdaus Tanjung, TH Sihombing, Bobby Lusaka Purba SERGAI: Supriyadi TEBINGTINGGI: Riady Kasidi TANAH KARO: Robert Tarigan SH, Lamhot Situmorang, Natanael Tarigan SIANTAR/SIMALUNGUN: Agus Salim HT Haean, Larham Simare-mare KISARAN: Hamdan Rangkuti, Edisa Sejahtera TANJUNG BALAI: Faisal M Yunus Nst BATUBARA: Zulkifli Nasution LABUHAN BATU: Iwan Kesuma LABURA: M Ilyas Munthe SAMOSIR: Fransiskus Sitanggang NIAS SELATAN: Edy Gunawan Zebua MADINA: Choirullah Lubis PALAS: M Effendi Pohan PAKPAK BHARAT: Wesrion Tumangger BIEREUN: H Suherman Amin,M Husin Spd, Juanda Iskandar. KUTACANE: Jamuddin Selian, Alwahidi LANGSA: DD Harison. LHOKSUKON: Usman Cut Raja. BLANGPIDIE: Supriyan MS. ACEH TAMIANG: Zul Herman.


SUMATERA UTARA

Senin 28 November 2011

BRI Tebing Tinggi Salurkan Rp235 M kepada UMKM Tebing Tinggi-andalas Hingga posisi Oktober 2011, jumlah penabung Simpanan Pedesaan (Simpedes) di Bank BRI Cabang Tebing Tinggi mencapai 60.050 orang nasabah dengan total keseluruhan simpanan berjumlah 159,2 miliar. Dari tabungan Simpedes BRI ini, jumlah pinjaman yang telah disalurkan kepada masyarakat hingga posisi sampai bulan Oktober 2011 sebesar Rp235,4 miliar kepada 16.784 debitur dan semuanya adalah pelaku UMKM. Hal itu disampaikan Pimpinan Cabang Bank BRI Kota Tebing Tinggi Suyanto saat penarikan Undian Simpedes BRI Semester I tahun 2011, Sabtu (26/11) di Lapangan Merdeka Sri Mersing, Jalan Sutomo, Kota Tebing Tinggi. Hadir dalam acara tersebut, Wali Kota Tebing Tinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan, para pimpinan SKPD sejajaran Pemko Tebing Tinggi, mewakili Kapolres Tebing Tinggi, ratusan pengusaha UMKM serta ribuan masyarakat yang menyaksikan kegiatan Pesta Rakyat Simpedes (PRS) BRI itu. Menurut Suyanto pengusaha UMKM turut dilibatkan dalam memeriahkan acara Pesta Rakyat Simpedes BRI dengan berjualan dan memasarkan hasil UMKMnya. “Pesta rakyat ini dilakukan setiap tahun dan merupakan program nasional BRI. Pesta rakyat ini dilakukan semata-mata bentuk wujud apresiasi/penghargaan

andalas/ist

PENARIK AN UNDIAN - Wali Kota Tebing Tinggi H Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Pimpinan Cabang Bank BRI Tebing Tinggi PENARIKAN Suyanto (tiga kiri) dan mewakili Kapolresta Tebing Tinggi menarik Undian Simpedes BRI Semester I Tahun 2011 di Lapangan Merdeka Sri Mersing Kota Tebing Tinggi. kepada para nasabah BRI yang setia dan mempercayakan dananya kepada Bank BRI,” katanya. Disebutkan untuk penarikan Undian Simpedes BRI di Kantor Cabang BRI Tebing Tinggi digabungkan dengan penarikan undian Simpedes Semester I tahun 2011.

Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan dalam sambutannya mengatakan, keberadaan Bank BRI sangat diharapkan untuk terus membantu UMK di Kota Tebing Tinggi, sehingga dengan majunya UMK, maka semakin meningkat taraf hidup masyarakat kota itu.

“Kita tahu bahwa BRI adalah bank tertua di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1895. Sejak dulu Bank BRI yang merupakan milik pemerintah ini terus konsentrasi terhadap UMK dan sekarang ini semakin maju dan berkembang," kata Umar Hasibuan. (MET)

Hutan DAS Aek Songsongan Digunduli Perambah Liar Kisaran-andalas Kawasan hutan di daerah aliran sungai (DAS) Sei Asahan di Desa Marjanji Aceh Bedeng 7, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, mulai gundul akibat ditembangi para perambah liar. Padahal Badan Lingkungan Hidup dan Pariwisata Kabupaten Asahan sudah mendirikan plang agar kawasan hutan di daerah tersebut tidak ditebangi dan dijaga kelestariannya. Terlebih lagi kawasan hutan di Kecamatan Aek Songsongan yang merupakan sebuah kecamatan hasil pemekaran dari Kecamatan Bandar Pulau, dulunya dipenuhi beragam flora dan fauna. “Namun saat ini hutan di wilayah tersebut termasuk flora dan faunanya tinggal kenangan,” ungkap Indra Minka, putra daerah setempat kepada andalas, kemarin. Dirinya mengaku sangat ter-

andalas/FAS

DIRAMBAH - Terlihat hutan di DAS Sei Asahan Desa Marjanji Aceh Bedeng 7, Kecamatan Aek Songsongan yang rusak akibat ditebangi perambah liar. kejut melihat kondisi hutan di DAS Sei Asahan ketika pulang ke kampung halamannya yang dulunya begitu lebat, kini mulai habis dibabat para perambah liar dan mafia kayu.

Guru Jangan Berpolitik Binjai-andalas Wali Kota Binjai Muhammad Idaham mengimbau para guru yang bertugas di daerahnya jangan berpolitik. Tugas guru adalah mendidik generasi penerus bangsa agar kelak menjadi generasi yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan dan pembangunan. Menurutnya kebijakan Pemko Binjai melakukan mutasi terhadap para kepala sekolah merupakan kebijakan yang tujuannya penyegaran dan demi mening-

katkan mutu pendidikan. Namun diakuinya ada oknum tertentu yang kurang terima dengan kebijakan pemutasian tersebut, bahkan sampai memicu aksi unjuk rasa sejumlah guru. Idaham didampingi Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon mengatakan hal itu di hadapan para guru dan unsur Muspida di Lapangan SMA Negeri 2 Binjai, Jumat (25/11) pada acara peringatan HUT ke66 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun 2011. (MKI)

Ironisnya pembalakan liar tersebut menurut keterangan kerabat dan sanak familinya di kampungnya, diduga direstui aparat penegak hukum setempat, seperti Dinas Kehutanan, Polsek

Bandar Pulau, dan Polsek Pulau Rakyat. Terbukti hampir setiap hari puluhan batang kayu gelondongan hasil perambahan hutan melintasi kantor kedua polsek dan dibiarkan begitu saja meski tanpa dilengkapi Surat Sah Kayu Bulat (SSKB) dari Dinas Kehutanan. Padahal menurut Indra Minka sosialisasi atau penyuluhan tentang pemanfaatan DAS/hutan sudah pernah disampaikan di Balai Desa Kecamatan Aek Songsongan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap dan perilaku masyarakat agar sadar akan pentingnya sumber daya hutan bagi kehidupan manusia. Pantauan andalas, di Desa Marjanji Aceh Bedeng 7, Sabtu (26/11) siang, terlihat adanya kegiatan perambahan di DAS Sei Asahan. Menurut para pekerja yang berhasil ditemui, mereka mengaku hanya sebatas orang suruhan dari seorang warga Aek Bamban, Asahan berinisial JP. Mereka, juga mengaku kegiatan penebangan hutan di sekitar DAS ini sudah berlangsung lama. (FAS)

Kinerja Dinas PU Palas Makin Meningkat Sibuahan-andalas Kinerja Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi Daerah Kabupaten Padang Lawas terus mengalami peningkatan sejak Kepala Bidang Cipta Karya di dinas teresebut dijabat Fahruddin Alamsah Harahap ST. Dengan kesungguhan dan kerja kerasnya, banyak pembangunan yang diprogramkan dinas tersebut terlaksana dengan baik di antaranya seperti pembangunan Kantor Camat Barumun Selatan dan pembangunan Kantor Camat Aek Nabara Barumun. Di kalangan pegawai Dinas PU, Pertambangan dan Energi Daerah Kabupaten Padang Lawas, sosok Fahruddin dikenal sebagai pekerja keras yang bekerja tanpa mengenal waktu.

Ia juga dikenal sebagai sosok yang tegas dalam memimpin, namun ramah dan supel dalam bergaul. Untungnya Fahruddin juga dibantu tiga orang stafnya yang juga punya tekad dan komitmen yang sama dengannya. Ketiganya yakni Muhammad Faisal Amrin Siregar Sap (kepala Seksi Perumahan dan Permukiman, Roni Kasman Hasibuan ST (Kepala Seksi Tata Ruang dan Lingkungan), dan Safran Ilyas Nasution ST (Kepala Seksi Tata Bangunan). Selain itu, keberhasilan Dinas PU, Pertambangan dan Energi Daerah Kabupaten Padang Lawas meningkatkan kinerja juga tak terlepas dari pola kepemimpinan dan motivasi yang selalu diberikan sang kepala dinas, Ir Chairul Windu Harahap MM. (MET)

harian andalas | Hal.

13

Janji Bupati Karo Masih Sebatas Retorika Berastagi-andalas Guna mempercepat pembangunan dan kemajuan di berbagai sektor di Kabupaten Karo dibutuhkan komitmen yang kuat dan terintegrasi dari seluruh lapisan masyarakat. Tak terkecuali Bupati Karo Dr (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, Wakil Bupati Terkelin Brahmana SH beserta seluruh kepala SKPD dan unsur PNS. Semuanya harus dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik sehingga dapat mengembangkan inovasi dan motivasi kerja untuk melaksanakan program yang berbasis pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Demikian dikatakan praktisi pembangunan, Cuaca Bangun SE, Ak SH Msi saat bincang-bincang dengan andalas, Minggu (27/11) di Berastagi. Menurutnya, fenomena ekonomi, pertanian, pendidikan, budaya, dan perilaku politik yang terlihat saat ini semakin mencemaskan dan mengkhawatirkan bagi masa depan Tanah Karo. “Mencemaskan bagi masa depan generasi muda kita yang tak lain anak-anak, bere-bere, permen, ras kempu-kemputa. Kita bergerak berjalan ke dalam jurang kehancuran. Jangan-jangan saat ini pun kita sudah berada pada kehancuran,” ujarnya. Untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi, pertanian, pendidikan, kesejahteraan, dan fakta politik saat ini, menurutnya, mau tidak mau suka tidak suka, seluruh elemen masyarakat harus berperan dan memberikan sumbang saran pemikiran. Demikian juga universitas yang ada di daerah ini, tidak boleh berdiam

saja. Kajian-kajian yang bersifat akademis dan komprehensif dari kalangan akademisi kampus sangat diharapkan memberikan warna baru di pemerintahan Karo Jambi. "Karena di situlah sentral kendali kebijakan membangun masyarakat. Dengan cita-cita dan harapan agar pembangunan Tanah Karo lebih berkualitas dari sebelumnya," beber putra Karo yang berdomisili di Jakarta itu. Dia menilai sepuluh bulan lebih memimpin Kabupaten Tanah Karo, program-program keberpihakan kepada rakyat yang pernah dijanjikan Bupati Dr (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti dan Wakil Bupati Terkelin Berahmana, masih sebatas retorika. "Tidak terlihat koordinasi lintas instansi. Kesannya SKPD jalan sendiri-sendiri. Demikian juga dalam penempatan pejabat SKPD, diharapkan adalah orang-orang yang mampu menggali potensi dan mengarahkan potensi itu untuk kesejahteraan rakyat," tuturnya. Terpisah Sofyan Ginting SH MH, mengatakan sepuluh bulan Kena Ukur Karo Jambi Surbakti miskin kreasi dan terobosan program. Kalau tidak ada upaya dan kemauan untuk bangkit dari seluruh elemen masyarakat Karo, pembangunan daerah ini akan jalan di tempat. Kalau ini terjadi, maka sangat disayangkan Tanah Karo akan semakin jauh tertinggal dengan daerah lain. "Wacana pemekaran Kabupaten Karo menjadi Kabupaten Singalor Lau dan Kota Berastagi yang pernah mencuat beberapa tahun lalu, menurutnya perlu kembali disuarakan," beber mantan Ketua PWI Perwakilan Karo dua periode itu. (RTA)

Rumah Dinas Dieksekusi

Guru Culik Kepala SDN di Sampali Percut Sei Tuan-andalas Tindakan eksekusi terhadap rumah dinas guru eks SDN 106159 Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan yang ditempati Nelly D Hutabarat, Kamis (24/11), berbuntut panjang. Nelly Donaelita Hutabarat yang tidak terima rumah tempat tinggalnya diobrak-abrik petugas eksekusi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Deli Serdang dan Kepala Desa Sampali, menculik T Rusdi SPd, Komite SMPN 6 Percut Sei Tuan yang juga Kepala SDN 101774 Desa Sampali. Ironisnya, aksi penculikan terjadi saat Rusdi akan mengikuti upacara bendera memperingati Hari Guru pada, Jumat (25/11) pagi lalu sekitar pukul 07.20 WIB di halaman SDN 101774. Saat itu Nelly Hutabarat yang masih berstatus guru PNS bersama Evi, Ningsih, serta dua orang laki-laki menjemput paksa Rusdi di depan ratusan murid-murid dan para staf pengajar. Rusdi kepada wartawan usai dirinya dibebaskan mengaku, dirinya dibawa ke rumah Nelly Cs. Di sana kerah bajunya ditarik Nelly Hutabarat. Dia juga dicaci-maki Nelly Cs. "Saat saya diculik, guru-guru SDN 101774 sempat mengejar saya dan melihat serta mendengar apa yang diperbuat mereka kepada saya," ujarnya. Sejumlah guru SDN 101774 yang dikonfirmasi wartawan, serentak membenarkan peristiwa itu. "Sewaktu kejadian semalam kami langsung mengejar, karena kami takut kalau Pak Rusdi dipukuli," kata salah seorang guru yang tak mau ditulis namanya, Sabtu (26/11). Menyikapi tindakan Nelly Hutabarat Cs ini, tokoh masyarakat Sampali yang juga penggagas berdirinya SMPN 6 Percut Sei Tuan Ali Muktar Dasopang mengatakan tindakan tersebut jelas tindakan kejahatan yang tak pantas dilakukan seorang pendidik.

"Terhadap permasalahan ini sudah kita laporkan ke Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Deli Serdang, juga kita laporkan kepada Abanganda Brilian Moktar SE selaku Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi PDI Perjuangan yang sebelumnya membela mereka. Hal itu ditanggapi serius oleh beliau dengan menyesalkan tindakan Nelly cs dan Brilian Moktar tidak lagi simpati pada mereka lalu balik mendukung kita," tegasnya. Masih menurut Dasopang, jauhjauh hari telah diberikan solusi dengan memberikan uang sewa rumah untuk satu tahun. Saat eksekusi kemarin juga ditawarkan agar sementara barang-barangnya dititipkan di balai Desa Sampali, tetapi mereka menolak. "Sebenarnya kita juga dapat mengadukan mereka, tetapi untuk apa?" ujarnya. Sekretaris Jenderal Komite Pemantau Pemilihan dan Kinerja Kepala Daerah Kota Medan M Robby yang terjun langsung ke lokasi juga sangat menyayangkan tindakan Nelly cs yang main hakim sendiri. "Ini negara hukum, kalau tidak bisa diselesaikan secara musyawarah dan mufakat ya harus tempuh jalur hukum," ujarnya seraya mengatakan percobaan penculikan terhadap Rusdi ini telah masuk ranah pidana. Seperti diberitakan, Disdikpora Deli Serdang bersama Kepala Desa Sampali, Kamis (24/11) lalu mengeksekusi rumah dinas eks SDN 106159 Sampali yang ditempati empat kepala keluarga. Pelaksanaan eksekusi berlangsung ricuh karena Nelly cs yang menempati rumah dinas itu melakukan perlawanan. Eksekusi ini berawal dari digabungnya SDN 106159 ke SDN 1017 74, 101775, dan SDN 101776 karena gedung SDN 106175 dijadikan SMPN 6 Percut Sei Tuan atas keinginan masyarakat dan hasil musyawarah Pemerintah Desa Sampali berserta Pemerintah Kecamatan Percut Sei Tuan. (FT)

LSM DPPE-RI dan Lions Club akan Tanam Ribuan Pohon Percut Sei Tuan- andalas LSM Dewan Pemberdayaan Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Indonesia (DPPE-RI) Sumatera Utara bekerja sama dengan Konservasi Bodhicitta Mandala (KBM), Lions Club Medan (LCM) Angsapura serta Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara menyediakan 3.000 pohon berbagai jenis untuk ditanam pada Minggu (4/12) mendatang. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Mena-

nam Pohon Se-Indonesia pada 28 November 2011 itu, selain diikuti pengurus dan anggota LSM DPPE-RI Sumut, Konservasi Bodhicitta Mandala, Lions Club Medan Angsapura juga dihadiri pengurus dan anggota Leo Club Medan Stallion seperti Nicholas Chen serta Lion Club Of Kuala Lumpur P Hills. "Pada hari ini hanya dilakukan penyerahan bibit pohon secara simbolis oleh pihak Presiden Lion Club Medan Angsapura Bennur

Jusuf," kata Fadli Kaukibi SH CN di halaman sekretariat LSM DPPE-RI Jalan Datuk Kabu, Pasar III, Percut Sei Tuan, Minggu (27/11) pagi. Menurut Kaukibi program ini akan menjadi rutinitas LSM DPPE-RI Sumut untuk mencegah kerusakan alam yang semakin hari semakin parah hingga selalu terjadi bencana alam seperti banjir. Dalam kesempatan itu, Bennur Jusuf didampingi anggota LCM Angsapura seperti Darwin Kangdra, Lisdayana Adi Wibowo, Tjoe

Wie Khiun, Pang Tjai Hong, dan Sulaiman Djono menjelaskan, Lions Club Medan Angsapura peduli dengan lingkungan seperti penghijauan untuk pelestarian alam. "Mengingat kepedulian LSM DPPE-RI Sumut sangat besar, kami menyediakan bibit pohon serta dana untuk mendukung kegiatan penanaman pohon nantinya. Dalam hal ini kami juga akan libatkan anak-anak kami dari Leo Club Medan Stallion pada tanggal 4 Desember nanti," ujarnya. (FT)

andalas/firdaus tanjung

FOTO BERSAMA - Jajaran pengurus dan anggota LCM Angsapura foto bersama dengan para akitivis LSM DPPE-RI Sumut usai penyerahan secara simbolis ribuan bibit pohon untuk ditanam.


Senin

ACEH MEMBANGUN

28 November 2011

harian andalas | Hal.

14

Festival Kopi Berakhir Banda Aceh-andalas Festival Kopi Aceh yang berlangsung sejak dari Jum’at (26/ 11) malam di Taman Sari, Banda Aceh berakhir kemarin malam. Acara yang dibuka Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal pada Jumat malam merupakan rangkaian dari Visit Banda Aceh Year 2011, kerjasama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) serta Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mempromosikan Banda Aceh sebagai salah satu tujuan kota wisata di Indonesia. Festival kopi Aceh yang mengangkat tema “Kopi Aceh untuk Dunia” mampu membuat antusias warga masyarakat Banda Aceh dan sekitarnya untuk melihat langsung cara meracik kopi secara unik dan menikmati aneka rasa. Selain itu, kegiatan-kegiatan seperti ini menjadi bentuk apresiasi bagi pengusaha kopi di Aceh dalam melihat potensi alam

yang dimiliki Aceh sehingga sudah terkenal sampai ke mancanegara khususnya jenis kopi Arabika dan Robusta. “Festival ini juga sebagai apresiasi terhadap kontribusi yang telah diberikan para pengusaha, lembaga dan pemerhati kopi agar terus konsisten dan termotivasi untuk memajukan kopi Aceh,” ungkap Reza Fahlevi, kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banda Aceh. Nah, buat yang belum hadir dan ingin melihat akhir kegiatan festival kopi tersebut ada banyak rangkaian acara pada hari ini seperti ngopi bareng komunitas yang ada di Banda Aceh, pawai 1 Muharram, kompetisi hunting foto, fun games, dan masih banyak lainnya. Acara yang dimulai sejak pagi pukul 10.00 WIB ini nantinya juga akan menghadirkan Stand Up Comedy asal Jakarta, Pandji serta hiburan band-band akustik lokal Banda Aceh. (AKC)

Honor Personil Tender Dikjar Belum Dibayar Langsa-andalas Unit Layanan Pengadaan (ULP) Dinas Pendidikan Aceh belum membayar honor 5 orang kelompok kerja (pokja) Dinas Pendidikan Kota Langasa. Hal itu dikatakan anggota pokja Muhammad Amaluddin kepada andalas, kemarin di ruang kerjanya. Menurut Amaluddin, sebelumnya dibuat surat keputusan Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Dinas Pendidikan Aceh dengan nomor: 04/ KPTS/ULP/Disdik/2011, tentang pengangkatan/ penunjukan kelompok kerja (pokja) pengadaan/ jasa pemerintah di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh anggara 2011, memutuskan kepada kelompok kerja (pokja) Kota Langsa agar melaksanakan pelelangan/tender barang/jasa pada Dikjar Kota Langsa dengan anggaran APBA tahun 2011 sebesar Rp 6.329.511.000 miliar, dan ditetapkan di Banda Aceh pada tanggal 3 Maret 2011. Dana sebesar Rp 6.329.511.000 miliar tersebut digunakan paket pekerjaan pengadaan dan bangunan fisik untuk 17 sekolah yang berada di wilayah Dikjar Kota Langsa, antara lain pengadaan alat permainan edukatif TK Langsa, pengadaan komputer PC ruang TI SMKN 2 Langsa. Kemudian untuk pembangunan 7 RKB bertingkat SMPN 9 Langsa tahap-1, pembangunan Aula bertingkat SMPN 1 Langsa tahap-1, pembangunan Musalla SMPN 10 Langsa, pembangunan pagar AMPN 6 Langsa, pembangunan pagar SMPN 12 Langsa, pembangunan pagar SMPN 7 Langsa, pembangunan pagar SMPN 10 Langsa, pembangunan SMPN 11 Langsa, pembangunan pagar SMPN 8 Langsa, pembanguna SMAN 5 Langsa, pembangunan pagar SMKN 2 Langsa, lanjutan pembangunan TK satu atap Langsa, pembangunan pustaka SDN 16 Seuriget Langsa, pambangunan pagar SDN 1 Karang Anyar Langsa dan pembangunan lanjutan musalla SMKN 2 Langsa. “Dalam poin ketiga, keputusan surat Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Dinas Pendidikan Aceh menyebutkan, pokja pengadaan barang/ jasa pemerintah bertanggung jawab kepada Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) Dinas Pendidikan Aceh Tahun anggaran 2011, dan poin keempat dinyatakan segala biaya dikeluarakannya keputusan ini dibebankan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) pada Dinas Pendidikan Aceh tahun anggaran 2011,”tambah Muhammad Amaluddin. Maka hal tersebut, Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Dinas Pendidikan Aceh harus membayar honor 5 orang kelompok kerja (pokja) Dinas Pendidikan Kota Langasa. Bila diperhitungkan perpaket pekerjaan untuk panitia pengadaan barang dan jasa kontruksi nilai pagu pengadaan sampai dengan Rp 50 juta perpaket OP Rp 250 ribu. (HARTO)

andalas/acehkita.com

BERAKHIR - Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyaring kopi pada pembukaan Aceh Coffee Festival di Taman Sari Kota Banda Aceh. Aceh Coffee Festival yang diikuti puluhan warung kopi di Banda Aceh itu, berakhir kemarin malam.

Gubernur Ajak IPHI Bentuk Jaringan Penguatan Aqidah Banda Aceh-andalas Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengajak Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) provinsi setempat untuk membentuk jaringan penguatan aqidah di seluruh pelosok gampong atau desa di daerah itu. "IPHI memiliki anggota di seluruh gampong yang bisa dimanfaatkan dalam memperkuat dan memperkokoh aqidah masyarakat agar tidak mudah berpindah agama serta memperbaiki moral bangsa," kata Irwandi di Banda Aceh, Minggu. Pernyataan itu disampaikannya dalam pidato tertulis dibacakan Asisten II Setda Aceh, T Said Mustafa pada pembukaan Musyawarah Wila-

yah Ke-V IPHI Aceh dan turut hadir Sekretaris Jenderal DPP IPHI, Ali Hadiyanto. Menurut dia, adanya jaringan penguatan yang kokoh di seluruh pelosok, akan memperkokoh dan menjaga warga Aceh dari upaya pemurtadan yang dilakukan pihak-pihak yang ingin merusak Islam. Karena itu, IPHI diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam penguatan aqidah muslim di provinsi berpenduduk sekitar 4,6 juta jiwa ini. "Kami juga berharap IPHI dapat berkeja sama dengan dayah-dayah yang ada di Aceh dalam membentuk benteng pertahanan aqidah bagi seluruh muslim," katanya. Pihaknya optimistis, jika seluruh masyarakat Aceh yang telah melaksanakan rukun Islam kelima di Tanah Suci itu bekerja sama untuk mengawal aqidah masyarakat Aceh, maka tidak akan seorangpun pen-

duduk Aceh akan berpindah agama. "Mari kita bersama-sama untuk saling menjaga dan membimbing seluruh warga agar bisa melaksanakan seluruh perintah dan meninggalkan larangan allah," kata Irwandi. Sementara itu, Ketua IPHI Aceh A Rahman TB mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk membina para jemaah haji Aceh yang telah tiba kembali di Tanah Air agar dapat berkiprah di tengah masyarakat. "Kami terus berupaya agar jemaah haji Aceh dapat menjadi taudalan dalam kehidupan seharihari ditengah-tengah masyarakat," demikian A Rahman. IPHI adalah organisasi sosial masyarakat dan wahana perhimpunan para haji dan hajjah yang ada diseluruh Tanah Air. IPHI Aceh memiliki anggota sebanyak 80 ribu orang yang tersebar ke pelosok gampong/desa. (ANT)

Wujudkan Perubahan di Tahun Baru Islam Banda Aceh-andalas Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengharapkan momentum Tahun Baru Islam agar bisa mewujudkan sebuah perubahan, sehingga kehidupan rakyat di provinsi ini akan semakin baik. "Tahun baru 1433 Hijriyah ini harus dijadikan sebagai momentum perubahan masyarakat," kata Gubernur saat memperingati masuknya Tahun Baru Islam di Masjid Raya Baiturahman Banda Aceh, Sabtu malam. Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Aceh Teuku Setia Budi, Gubernur menjelaskan, melakukan sebuah perubahan bukanlah perkara mudah, namun dengan adanya usaha dan semangat peru-

bahan yang tertanam secara perlahan itu bisa dilakukan dengan maksimal. "Misalnya dalam roda Pemerintahan Aceh, kami akan terus melakukan perubahan untuk membangun pemerintah yang baik, di mana kebijakan yang pro terhadap rakyat, yakni menempatkan kepentingan masyarakat sebagai kepentingan utama," ungkap Irwandi Yusuf. Ia menambahkan, tahun baru ini harus dijadikan sebagai ajang kebangkitan untuk mengetahui jati diri rakyat Aceh dengan nilai dan moral yang lebih baik. Mudah-mudahan itu akan terlihat di masa mendatang, sambung Gubernur. "Dengan momentum Tahun Baru Hijriah ini, kita berharap ke depan

bisa memecahkan segala persoalan yang saat ini sedang melingkupi masyarakat Aceh," katanya. Karena itu, kata dia, mulai saat ini masyarakat Aceh harus meningkatkan ketaqwaan kepada Allah dan memelihara kearifan yang ada di Aceh serta adanya kesungguhan dalam membangun daerah tercinta ini. "Kita berharap di tahun baru ini rakyat Aceh bisa hidup dalam kesejahteraan dan kemakmuran yang diridahi Allah Swt,"pintanya. Sementara itu, Tgk DR Munawar A. Djalil dalam ceramahnya mengatakan, tahun baru islam ini harus dijadikan sebagai tahun persatuan, kemenangan dan perubahan untuk rakyat dalam membangun daerahnya. (ANT)

Muamar Kaddafi:

Tugas Satpol PP Membantu Kepala Daerah MUAMAR Kaddafi SE anak muda kelahiran tahun 1975 diberi tugas dan tanggung jawab sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) oleh Wali Kota Langsa Drs Zulkifli Zainon MM. Tugas berat itu memang sudah tugas seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

N

amun, sebelumnya dia sudah lebih 5 tahun bertugas di Satpol PP dimulai staf, kemudian diangkat menjadi Kasi sampai Kabag Op di Satpol PP. Tapi, tugas yang dijalankannya selama ini banyak menemui bermacam persoalan di lapangan, itu semua tidak menjadi soal bagi Kaddafi. Menurut Muamar Kaddafi, Satuan Polisi Pamong Praja

Keuangan Pemko Langsa Devisit

(Satpol PP) mempunyai tugas membantu kepala daerah untuk menciptakan kondisi daerah yang tenteram, tertib dan teratur. Sehingga penyelenggaraan roda pemerintahan berjalan lancar dan masyarakat dapat melakukan kegiatannya dengan aman. Oleh karena itu, di samping menegakkan Perda, Satpol PP juga dituntut untuk menegakkan kebijakan pemerintah daerah lainnya, yaitu peraturan kepala daerah. Untuk mengoptimalkan kinerja Satpol PP, katanya, perlu dibangun kelembagaan Satpol PP yang mampu mendukung terwujudnya kondisi daerah yang tenteram, tertib, dan teratur. Penataan kelembagaan Satpol PP tidak hanya mempertimbangkan kriteria kepadatan jumlah penduduk di suatu daerah, tapi juga beban tugas dan tanggung jawab yang diemban, budaya, sosiologi, serta risiko keselamatan Polisi Pamong

Muamar Kaddafi SE Praja. “Yang memjadi persoalan belakangan ini, gerak langkah Satpol PP tidak pernah luput dari perhatian publik, mengingat segala aktivitasnya dengan mudah diketahui melalui pemberitaan di media, baik cetak maupun elektronik,” ujarnya. Sayangnya, imej yang terbentuk di benak masyarakat atas sepak terjang aparat Satpol PP sangat jauh dari sosok ideal,

yang sejatinya menggambarkan aparatur pemerintah daerah yang dalam melaksanakan tugasnya menjunjung tinggi norma hukum, norma agama, Hak Asasi Manusia dan normanorma sosial lainnya yang hidup dan berkembang di masyarakat. Munculnya gambaran miring terhadap sosok aparat Polis PP tidak lain dan tidak bukan, karena seringnya masyarakat disuguhi aksi-aksi represif. Namun terkesan arogan dari aparat daerah tersebut saat menjalankan perannya dalam memelihara dan menyelenggarakan keamanan dan ketertiban umum. Seperti, pembongkaran bangunan liar, penertiban pedagang kaki lima, PSK dan gelandangan, yang sering berujung bentrok fisik, merupakan gambaran keseharian yang sering disuguhkan oleh aparat Polisi PP, sekalipun tindakan-tindakan represif tersebut hanyalah sebagian

dari fungsi dan peran Polisi PP, sebagai pengemban penegakan hukum non yustisial di daerah. Karena itu, tidak berlebihan apabila kemudian masyarakat mencap aparat Polisi PP sebagai aparat yang kasar, arogan, penindas masyarakat kecil, serta sebutan-sebutan lain yang tidak enak didengar. “Dalam kaitan dengan pembinaan keamaman, tentunya peran Satpol PP tidak dapat diabaikan begitu saja. Sebaliknya diharapkan mempunyai tingkat profesionalisme yang tinggi dan selalu bersinergi dengan aparat Polri serta bermitra dengan masyarakat, yang dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan preemtif, seperti kegiatan penyuluhan, pembinaan dan penggalangan masyarakat. Upaya ini dapat diterapkan guna mencegah secara dini gangguan ketertiban masyarakat dan ketenteraman masyarakat, sekaligus dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang bersinggungan dengan masyarakat secara arif dan bijaksana,” papar Kaddafi. (SUHARTO)

Langsa-andalas Sejumlah pedagang emas yang ada di Kota Langsa mengeluh, pasalnya dampak dari devisit keuangan dan belum disahkan APBK perubahan Pemerintah Pemko tersebut, turut juga dirasakan mereka. “Orang yang beli emas aja enggak ada, kadang dalam satu hari hanya tiga orang yang belik,” kata Syaiful (35) salah seorang pedagang emas di Jalan T Uamar Kota Langsa, kemarin. Menurutnya, sepinya minat warga membeli emas di sebabkan, karena perputaran uang di masyarakat yang kurang. Hal itu membuat mereka enggan untuk membeli barang perhiasan seperti emas. Maka untuk itu, dia berharap kepada anggota dewan agar segera menyelesaikan pembahasan pengesahan perubahan ini. “Kalau sudah selesai pembahasan, para pegawai sudah ada uang, jadi mereka udah mulai banyak lagi membeli emas dan perhiasan,” uangkap Syaiful. Selain itu juga, dia mengharapkan konflik yang terjadi di tubuh anggota dewan, dapat di cari penyelesaiannya agar tidak berlarut-larut. (LAN)

PEMA Unsyiah Luncurkan Forum Aspirasi Perempuan Banda Aceh-andalas Bertepatan dengan peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan Internasional, Pemerintah Mahasiswa Universitas Syiah Kuala meluncurkan Forum Aspirasi Perempuan, di Geulanggang Mahasiswa, Darussalam, Banda Aceh. Pembentukan Forum Aspirasi Perempuan ini diharapkan bisa menjadi wadah untuk membahas permasalahan seputar perempuan bersama mahasiswa. Menteri Pemberdayaan Perempuan PEMA Unsyiah, Rachma Niyati, kemarin menyebutkan, Forum Aspirasi Perempuan merupakan salah satu program kerja Kementrian Pemberdayaan Perempuan di kabinet PEMA Unsyiah 2011/2012. “Pembentukan Forum Aspirasi Perempuan bertujuan agar tersedianya wadah bagi mahasiswa, masyarakat serta tokoh masyarakat sendiri untuk saling bertukar pikiran, membahas permasalahan yang ada di masyarakat terkait perempuan dan mencari solusinya bersama mahasiswa,” ujarnya. Dia menambahkan, untuk sementara ini Forum Aspirasi Perempuan belum terbentuk menjadi sebagai sebuah komunitas, namun masih dalam bentuk diskusi publik. Namun ini akan terus berlanjut dua bulan sekali. Komunitasnya insya Allah akan terbentuk setelah diadakan talk show pada Hari Ibu tanggal 22 Desember 2011. (AKC)

Penerapan Tri Dharma PT Belum Maksimal Banda Aceh-andalas Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam Banda Aceh Darni M Daud menilai penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi (PT) selama ini belum maksimal dilakukan mahasiwa, termasuk di Provinsi Aceh. "Indikasinya bisa dilihat dari masih minimnya kegiatan riset dan aplikasi ilmu kepada masyarakat yang dilakukan kalangan mahasiswa dan alumni perguruan tinggi, khususnya di Aceh," katanya di Banda Aceh, Minggu. Hal itu disampaikan dalam rapat senat terbuka wisudawan Unsyiah periode AgustusOktober 2011. Pada periode tersebut perguruan tinggi "jantong hatee" rakyat Aceh itu meluluskan sebanyak 1.580 lulusan. Lulusan Unsyiah yang diwisuda itu terdiri dari program Pascasarjana 221 orang, pendidikan profesi 181 orang, sarjana (S1) 818 orang, dan diploma III 360 orang. Dijelaskannya, tri dharma perguruan tinggi merupakan tugas yang diemban perguruan tinggi dalam memberikan pencerahan bagi generasi bangsa dalam pendidikan, penelitian dan pegabdian terhadap ilmu yang dipelajari dari berbagai disiplin ilmu di perguruan tinggi. "Peningkatan lulusan tidak akan berdampak positif terhadap pembangunan, jika implementasi tri dharma perguruan tinggi tidak berjalan maksimal, seperti pegabdian terhadap masyarakat," katanya. (ANT)


Senin

SAMBUNGAN

28 November 2011

Gempa 5,5 SR Goyang Sumut Medan - andalas Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter melanda Tanah Masa, Sumatera Utara. Berdasarkan informasi situs Badan, Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pusat gempa berada di 0.26 Lintang Utara – 97.92 Bujut Timur dan 71 km Barat Laut Tanah Masa dikedalaman 10 km. gempa terjadi pukul 18.01 WIB. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Penanggulangan bendana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, gempa dirasakan oleh warga cukup kuat sehingga membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah. Beberapa saat pascagempa aktifitas warga kembali normal. (BBS)

Listrik Padam, Kompol Simanjuntak Tewas Terbakar .........(Dari Halaman 1) Sementara anak dan menantunya mengalami luka bakar saat mencoba memberi pertolongan, sehingga keduanya juga harus dirawat di rumah sakit. "Setelah ditolong masyarakat, akhirnya korban bersama anak dan menantunya dilarikan ke Rumah Sakit 'Insani' Stabat," katanya. Dari lokasi kejadian, sebut Kapolsek Stabat Iptu Zulkarnaen, pihaknya mengamankan barang bukti sepotong kayu dan seng bekas yang terbakar. Sementara Amelfa Br Simanjuntak, anak korban menuturkan, sebelum peristiwa kebakaran terjadi, saat itu suasana di kawasan Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Perdamaian Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat gelap

gulita karena aliran listrik terputus. Korban yang lumpuh akibat sakit stroke dan tinggal di kamar belakang dan setiap hari memasang obat nyamuk sebelum tidur. Secara terpisah, perawat RS "Insani" Stabat, Siska, menjelaskan korban AF Simanjuntak tewas dengan luka bakar yang cukup serius di sekujur tubuhnya. "Akibatnya, beberapa bagian tubuhnya tidak utuh lagi, seperti kedua kaki dan kedua jari-jarinya," katanya. Sementara itu, Patar Napitupulu, menantu korban, saat ini sedang mendapat perawatan di rumah sakit tersebut. "Beliau mengalami luka bakar di punggungnya dan anaknya Astika mengalami luka bakar di lengan sebelah kiri," katanya.(SBR/ANT)

250 Pasangan Nikah Masal .........(Dari Halaman 1) mengikuti prosesi nikah masal gratis tersebut. "Nikah masal ini sangat membantu beban biaya pernikahan. Sehingga, biaya nikah yang gratis bisa kami jadikan modal usaha nantinya," sebut Naharuddin. Sementara itu, Ketua Forum Silaturahmi Majelis Taklim Deli Serdang Yulviana di Deli Serdang, Minggu, mengatakan, acara tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Bank Sumut. Acara tersebut digelar guna mempermudah para pasangan pengantin mendapatkan buku nikah karena buku nikah penting dalam kehidupan seperti untuk mengurus akte kelahiran, kartu keluarga, KTP dan administrasi lain. “Kami juga telah memberikan gambaran pentingnya peran dan kegunaan buku nikah kepada para 250 pasang pengantin yang ikut nikah massal,” katanya. Menurut dia, sebagian pengantin belum memiliki buku nikah dengan alasan yang berbeda. Ada yang mengaku tidak memiliki uang maupun karena tidak ingin

repot mengurus ke KUA. “Pasangan termuda yang ikut nikah massal ini berusia 22 tahun dan yang tertua 69 tahun,” katanya. Ratusan pengantin tersebut menggunakan bermacam-macam pakaian adat, mulai dari pakaian adat khas Jawa, Minang, Mandailing, Aceh , Melayu, Karo dan beberapa etnis lainnya. Bahkan ada pasangan yang hanya mengenakan kaus berkerah dan berkemeja safari santai. Bukan hanya pasangan muda, sedikitnya ada 10 pasangan usia lanjut mengikuti prosesi nikah massal yang dipusatkan di Lapangan Bola Bandung Bandar Setia Pasar 12 Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan Deli Serdang. Salah satu pasangan pengantin, Candra Winata dan Muhaimi Zahra mengatakan bahagia bisa mengikuti acara pernikahan massal tersebut karena tanpa mengeluarkan biaya mereka dapat memperoleh buku nikah. “Kami sebelumnya sudah menikah, tapi belum punya buku nikah. Makanya kami mendaftarkan diri ikut nikah massal ini,” katanya.(ANT)

40 Orang Masih Terjebak di Jembatan Kukar .........(Dari Halaman 1) matan Tenggarong Seberang dan Kecamatan Tenggarong, ambruk pada Sabtu (26/11). Akibat dari insiden jembatan yang masih berusia 10 tahun itu, 4 orang meninggal dunia, 39 orang lukaluka dan 16 orang dilaporkan hilang. Menteri PU Djoko Kirmanto yang juga tiba di lokasi menyebut ambruknya jembatan tersebut terbilang langka mengingat jembatan tersebut masih berusia 10 tahun. Sementara hingga Minggu, Tim SAR masih berupaya melakukan pencarian korban. Jembatan berjuluk 'Golden Gate' Kalimantan itu kini tingal cerita. Padahal, jembatan Kutai Kartanegara menjadi salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi. Jembatan yang selesai dibangun tahun 2001 ini, memang selalu menarik untuk dikunjungi karena keindahan alam yang terhampar di sekitarnya. Dari situs resmi Kabupaten Kutai Kartanegara yang dikunjungi, Minggu (27/11), jembatan ini adalah jembatan gantung terpanjang di Indonesia. Jembatan Kutai Kartanegara merentang panjang sejauh 710 meter di atas aliran Sungai Mahakam. Masyarakat memanfaatkan jembatan ini sebagai

sarana penghubung antara Kota Tenggarong menuju Kota Samarinda. Jembatan Kartanegara menyerupai Golden Gate yang berada di San Fransisco, Amerika Serikat, sehingga banyak juga yang menjulukinya sebagai Golden Gate-nya Kalimantan. Dari atas jembatan, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan yang indah, yakni hamparan sebuah pulau kecil yang memisahkan Kota Tenggarong dan Kecamatan Tenggarong Seberang, yaitu Pulau Kumala. Sebuah pulau yang telah disulap menjadi kawasan wisata rekreasi yang banyak diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain itu, di kawasan Jembatan Kutai Kertanegara ini juga terdapat Jam Bentong yang merupakan sebuah tugu dengan taman yang asri dan indah. Tak jauh dari jembatan, ada sarana olahraga panjang tebing yang bisa dipakai oleh siapa saja. Biasanya, jembatan selalu dipenuhi pengunjung pada sore hari untuk menikmati keindahan Jembatan Kutai Kartanegara, serta memandang Pulau Kumala dari kejauhan. Tak heran, banyak warga yang senang menghabiskan waktu di atas jembatan ini. Namun, aktivitas itu tidak bisa dilakukan kembali, menyusul rubuhnya jembatan tersebut. (DETIK)

harian andalas | Hal.

15

Toba Go Green

40 Juta Pohon Akan Ditanam di Danau Toba Lintongnihuta – andalas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan melakukan telekonferensi pada Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) di Desa Lintongnihuta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir, Senin (28/11). Program ini merupakan bagian dari rencana menamam 40 juta pohon di kawasan Danau Toba yang dicanangkan Panglima Kodam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Lodewijk Paulus. "Mobil satelit dan semua perangkat yang diperlukan bagi layanan telekonferensi baik tele-

pon, video dan audio telah dipersiapkan," kata General Manager PT Telkom Divisi Regional I Sumatera M Salsabil di Lintongnihuta, Minggu. Ia mengatakan, kabel telepon sepanjang 4,5 kilometer juga telah dipasang dan kamera eksternal berikut juru kamera telah siaga di lokasi telekonferensi yang berjarak sekitar delapan kilometer dari Ibu kota Kabupaten Balige itu. Menurutnya, dalam pemasangan perangkat yang dibutuhkan, secara umum pihaknya hampir tidak menemukan ken-

dala berarti dan sejak empat hari lalu para teknisi PT Telkom Divisi Regional I Sumatera dari Medan telah mengerjakannya. "Hingga sejauh ini, semuanya berjalan lancar," kata Salsabil dan menambahkan bahwa mereka telah melakukan uji coba dengan pihak Metro TV sebagai Event Organizer (EO) agar telekonferensi berlangsung sukses. Kepala Biro Metro TV Sumatera Utara Yuda Panjaitan menambahkan, secara teknis semua persiapan sudah rampung dan diharapkan saat Presiden SBY melakukan telekonferensi dengan

Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewijk Paulus bisa berlangsung dengan baik. Ia mengatakan, pemilihan lokasi pencanangan HMPI di desa Lintongnihuta cukup tepat, karena tempat itu sangat cocok untuk mengekspos keindahan Danau Toba sebagai danau vulkanik terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. "Lokasi tersebut sengaja dipilih guna mengekspos keindahan Danau Toba, karena keindahannya merupakan salah satu kelebihan sehingga ditetapkan sebagai titik pelaksanaan telekonferensi," kata Yuda.

Upacara pencanangan HMPI itu dijadwalkan dimulai pukul 09.30 hingga 09.40 WIB diawali laporan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan disusul amanat Presiden RI dan selanjutnya telekonferensi mulai pukul 10.10 WIB. Pangdam Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewijk Paulus juga mengungkapkan, terdapat banyak lahan kritis di Danau Toba. Disinyalir, lahan kritis itu mencapai 400 ribu hektare. Padahal, kata Lodewijk, lahan kritis itu masuk kawasan tangkapan air ekosistem Danau Toba yang tersebar di tujuh kabupaten.(ANT)

Alasan Booking 600 Ribu, PSK Pencuri Motor Dipenjarakan Medan-andalas Ada banyak kiat rupanya untuk menangkap pelaku kejahatan pencuriaan sepeda motor. Inilah yang dilakukan Erna (27). Pasalnya sepeda motor milik warga Jalan Tuasan, Gang Bersama, Kecamatan Medan Tembung itu selama seminggu dilarikan Damerenta Hutagaol (20), wanita yang berprofesi sebagai wanita malam. Tak ayal, anak bungsu dari 5 bersaudara itu terpaksa harus mendekam di hotel Prodeo Polsek Percut Seituan, Minggu (27/ 11) sekira jam 16.00 WIB. Ceritanya bermula saat Damerenta Hutagaol, warga Jalan Simpang Beo, Desa Lau Dendang,

Kecamatan Percut Sei Tuan itu, nekat membawa lari sepeda motor Yamaha milik Erna sejak Senin 21 November lalu. Dari keterangan yang disampaikan Erna di kantor polisi, saat itu Damerenta mendatangi rumahnya. Tujuannya untuk meminjam sepeda motor Mio BK 3392 ABU kepada ibu tiga anak itu. “Alasan hendak pulang ke rumah untuk mengganti baju serta ingin menjenguk orang tuanya,” tutur Erna. Merasa sudah kenal lama dengan Damerenta, lantas Erna tak ragu meminjamkan sepeda motor miliknya. Ternyata, setelah ditunggu-tungu tersangka tidak kembali juga sampai tiga hari. Merasa

kesal, lantas korban mencoba mencari keberadaannya, namun tak membuahkan hasil. "Memang dia sudah sering minjam kereta (motor- red) sama saya bang, Tapi selalu pulang. Tapi kali ini sudah seminggu dia gak balikan kereta saya bang," tutur korban saat membuat laporan di kantor polisi. Selanjutnya ia dan adiknya Dono kemudian menyusun rencana. Pada Minggu (27/11) siang, Dono, menghubungi nomor ponsel Damerenta dengan berpura-pura hendak memboking. Tersangka yang tak menyadari bahwa dirinya akan dijebak, lantas menjanjikan kepada Dono jumpa di Medan

Plaza, Jalan Nibung, persisnya di pelataran parkir. "Kami jebak dia bang dengan berpura-pura membokingnya. Dia meminta kepada saya harga bookingannya 600 ribu bang," terang Dono adik korban kepada andalas. Setelah disepakati, kemudian Dono bersama Erna serta keluarganya, mendatangi tempat dimana mereka janji bertemu di parkiran belakang Medan Plaza. Setelah satu jam menunggu di parkiran tersebut, tiba-tiba tersangka mendatangi parkiran itu. Melihat itu, lantas Erna yang kesal dengan ulah tersangka, tanpa buang-buang waktu langsung menangkapnya, dan menyerahkannya

ke Polsek Percut Sei Tuan. Di kantor polisi, tersangka mengaku, selama tiga hari dirinya telah disekap di dalam kamar oleh temannya, Jasmen yang tak lain adalah waria yang kerap mangkal di Jalan Iskandar Muda. "Saya gak ada niat untuk melarikan kereta itu bang. Selama tiga hari saya disekap bencong, teman saya dalam kamar kosnya bang," aku tersangka, saat ditanya wartawan di kantor polisi. Kapolsek Percut Seituan Kompol Maringan Simanjuntak SH MH membenarkan penangkapan tersebut. "Tersangka bersama barang buktinya kini sudah kita tahan, sedangkan korbannya sudah membuat laporan," ujar Maringan. (ACO)

DPRD Sumut Sorot Proyek CBD Polonia .........(Dari Halaman 1) dapat digunakan atau dialihkan untuk kepentingan bisnis, selain tetap kawasan untuk Pangkalan TNI-AU,” kata Wakil Ketua DPRD Sumut Sigid Pramono Asri kepada andalas, Jumat (25/11). Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebutkan, di dalam pasal 37 ayat 2 Perpres No 62/2011 termaktub bahwa tatanan kebandarudaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: a. bandar udara umum yaitu Bandar Udara Internasional Kuala Namu di Kecamatan Pantai Labu dan Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang. Kemudian Bandar Udara Internasional Polonia di Kecamatan Medan Polonia Kota Medan. Keduanya, berfungsi sebagai bandar udara pengumpul dengan skala pelayanan primer untuk pelayanan pesawat udara dengan rute penerbangan dalam negeri dan luar negeri, serta berfungsi sebagai pangkalan angkatan udara (LANUD) serta bandar udara khusus diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. “Dengan peraturan ini, kami mempertanyakan keabsahan

CBD yang persis berada di areal Bandara Polonia itu,” katanya. Pendapat serupa dikemukakan Ketua Fraksi Partai Hanura DPRDSU, H Zulkifli Effendi Siregar MSc. Kepada medansatu.com, Zulkifli Effendi berpendapat, sesuai Perpres No.62 tahun 2011 kawasan Polonia Medan tetap dipertahankan fungsinya sebagai bandara Internasional dan pangkalan AURI. Dengan demikian, Sumut akan memiliki dua bandara internasional menyusul akan beroperasinya Bandara Internasional Kualanamu. “Mirip dengan Bandara Halim Perdana Kusumah, tetap difungsikan sebagai Bandara walau Bandara Internasional Soekarno – Hatta di Cengkareng sudah beroperasi”, ujarnya. Untuk itu, Zulkifli Effendi Siregar menekankan kepada Pemprovsu khususnya Pemko Medan, agar melindungi keberadaan Bandara Polonia Medan dari ‘tangan-tangan pengusaha nakal’. Sebab, lanjut Zulkfli, jika Perpres Nomor 62 tahun 2011 tersebut dilanggar berarti hal tersebut melanggar peraturan khususnya melawan kebijakan Presiden SBY.

“Investor juga jangan sempat terkecoh seolah setelah Bandara Kualanamu beroperasi, kawasan Bandara Polonia Medan akan difungsikan sebagai kawasan bisnis”, tegasnya. Jika ada ada pihak atau pengusaha yang berani melanggar kebijakan atau peraturan yang dikeluarkan Presiden SBY tersebut, berarti orang tersebut sama saja sikapnya melawan kepala negara sebagai pemimpin bangsa kita. “Untuk itu, kita berharap Pemprovsu dan Pemko Medan agar megawasi dan melindungi kebijakan dan peraturan presiden tersebut, agar jangan menyalahgunakan keberadaan Bandara Polonia Medan,”tegas Zulkifli, wakil rakyat asal pemilihan Kabupaten Deliserdang. Dengan adanya Perpres tersebut maka diharapkan menjadi acuan bagi Pemprovsu dan Pemko Medan dalam perencanaan pembangunan di Kota Medan. Sebab, jika tidak dikhawatirkan pembangunan di sekitar Bandara Polonia akan terus terbiarkan, sehingga bukan tidak mungkin akan terjadi hal-hal di luar perhitungan. Menjamurnya bangunan di sekitar Polonia akan mengganggu keselamatan penerbangan di

sekitar kawasan Bandara Polonia Medan Sebab sebagai Bandara internasional dan pangkalan Angkatan Udara, Polonia Medan harus bebas dari bangunanbangunan yang dapat mengganggu penerbangan. “Jangan terkecoh isu peralihan fungsi kawasan polonia Medan. Polonia tetap menjadi Bandara Internasional dan pangkalan udara untuk menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” katanya. Siap Dampingi Sementara itu, Lembaga Bantuan Hukum Medan menegaskan bahwa pencaplokan tanah warga di sekitar Bandara Polonia Medan adalah pelanggaran hukum. Oleh sebab itu, LBH Medan menyatakan komitmennya siap mendampingi warga yang telah menjadi korban penyerabotan yang dilakukan sejumlah oknum pengusaha pengembang. “Menyusul terbitnya Perpres soal penetapan Bandara Polonia Medan sebagai bandara internasional dan sebagai pangkalan udara, maka otomatis bangunanbangunan yang telah terlanjur berdiri untuk segera dirobohkan,” tandas Direktur LBH Medan, Nuriono, Minggu (27/11).

Nuriono memberi apresiasi atas terbitnya Perpres yang menegaskan status Polonia tersebut. LBH Medan menilai selama ini telah ada unsur kesengajaan dalam pencaplokan sejumlah tanah di sekitar Bandara Polonia yang dilakukan sejumlah oknum mafia tanah. “Masyarakat sekitar Polonia selama ini telah menjadi korban. Padahal, status tanah yang warga miliki sebagian telah memenuhi ketetapan hokum dengan adanya sertifikat. Namun, oknum mafia tanah justru melakukan berbagai rekayasa, sehingga warga tidak dapat berbuat untuk mempertahankan status kepemilikan tanahnya,” katanya. Mengomentari soal terbitnya Perpres soal Bandara Polonia, LBH Medan mendesak seluruh lembaga penegak hukum untuk menaatinya dan mensosialisasikannya. Lembaga penegak hukum harus mampu bertindak bila oknum mafia tanah yang berusaha membelokkan Perpres tersebut. “Saya ambil contoh, CBD Polonia itu sudah menyalahi ketentuan keamanan dan kenyaman sistem penerbangan. Bila hal itu dibiarkan, maka kedepannya akan rawan kecelakaan pesawat,” pungkasnya.(FEL/BBS)

Bapeda Medan Sebut DPRD Berpikiran Sempit .........(Dari Halaman 1) Polonia yang tidak jadi pindah hanya karena Perpres No 62 tahun 2011 merupakan pemahaman yang sempit,” kata Zulkarnaen dihubungi di Medan, Minggu (27/11). Menurutnya, kondisi Bandara Polonia sebagai bandara internasional sangat tidak layak dipertahankan dan berada di pusat Kota Medan.

Secara bertahap Bandara Polonia pasti akan pindah ke Kuala Namu yang sudah dalam tahap pembangunan. “Pemindahan Bandara Polonia akan dilakukan bertahap, tidak bisa langsung dilakukan begitu Bandara Kuala Namu selesai. Implementasi Perepres No 62 tahun 2011 itu bukan untuk mempertahankan Bandara Polonia tetap sebagai bandara internasional,” ujarnya.

Zulkanaen juga mengakui bahwa dalam Perda RTRW Kota Medan tahun 2010-2030 kawasan Polonia Medan telah ditetapkan sebagai Central Bussines Distrik (CBD) dan pusat pemerintahan di Kota Medan. “Dalam RTRW Kota Medan selam 20 tahun ke depan, kawasan Medan Polonia itu akan dijadikan pusat bisnis dan kawasan perkantoran. Dan,

pembahasan RTRW itu dilakukan bersama pihak-pihak terkait dan sudah disetujui,” jelasnya. Namun demikian, lanjut Zulkanaen, untuk memahami secara jelas terkait Perpres 62 tahun 2011 tersebut, pihaknya akan berkonsultasi dengan pihak Menteri Perhubungan RI khususnya mengenai keberadaan Bandara Polonia Medan.

“Kita juga sebenarnya terkejut mendengar statement anggota DPRD Sumut di media massa yang merespon keberadaan Perpres 62 tahun 2011. Padahal, menurut saya Perpres ini hanya mengatur tentang Tata Ruang Kawasan Perkotaan Mebidangro. Namun demikian kita berkonsultasi dengan Menteri Perhubungan dan Menteri terkait lainnya,” tandasnya.(BEN)

Kemana Larinya Uang Tilang .........(Dari Halaman 1) Limun Mariendal Medan, karena tidak menghidupkan lampu utama sepedamotornya. Abdul mengaku sempat protes kepada polisi yang menilangnya karena ia menghidupkan lampu kecil (lampu kota) sepedamotornya. "Dalam baliho atau pamflet sosialisasi yang dibuat Polresta Medan dituliskan sepedamotor dan betor wajib menghidupkan lampu di siang hari. Tidak disebutkan secara spesifik harus menghidupkan lampu utama. Pokoknya hidupkan lampu," katanya seraya menunjukkan foto pamflet di HP-nya. Komplain soal menghidupkan lampu di siang harus juga diutarakan Iwan Ginting. Warga Delitua mengaku merasa terganggu dengan kebijakan tersebut, terlebih pada saat hari

cerah. “ Bapak meragukan ciptaan Tuhan dan merugikan saya. Sebab kalau terus menerus lampu dinyalakan maka bolanya akan putus dan akinya juga cepat diganti,” ujar Iwan Ginting saat bersitegang dengan petugas yang menilangnya. Dia tidak sependapat dengan alasan menyalakan lampu untuk menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas. “Coba bayangkan kalau 30 juta pengendara roda dua di Indonesia yang wajib menyalakan lampu di siang hari, tentunya selain terjadi pemanasan global maka krisis energi juga akan terjadi sebab kita melakukan pemborosan,” ujar Ginting. Pengunjung sidang lainnya menyoroti kemana larinya uang denda tilang pengadilan. “ Kalo yang nilang itu ‘oknum’ polisi yang hanya 2 orang bahkan kadang cuma satu orang sih

jelas kemana larinya. Tapi kalo yang harus bayar di pengadilan begini, uangnya lari kemana ya? Padahal uang tilangnya gede lo itu. Ga cuma sejuta dua juta. Bahkan bisa mencapai milyaran,” celetuk seorang wanita, peserta sidang yang tak mau disebutkan namanya. Naik 400 Persen Sekadar diketahui, jumlah pelanggar yang mengikuti sidang di PN Medan melonjak empat kali lipat sejak tim Polresta Medan bekerjasama dengan Dishub Medan, Polisi Militer dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan menggelar razia besarbesaran terhadap pengendara sepeda motor, becak bermotor (betor) dan terminal liar. Berdasarkan data yang diperoleh di Pengadilan Negeri (PN) Medan, sedikit 4500 pelanggar mengikuti sidang Jumat lalu. Padahal biasanya

sekitar 1000 orang saja. Pada sidang Jumat lalu, hanya dikhususkan pengendara sepeda motor dan mobil. Sementara sidang berikutnya akan diikuti pengendara becak bermotor (betor). Pantauan andalas, Jumat kemarin, mayoritas pelanggar berstatus sosial sebagai karyawan dan pelajar. Sedangkan untuk jenis pelanggaran yang terkena tilang paling banyak dikarenakan tidak menghidupkan lampu di siang hari. Menurut Humas PN Medan, Achmad Guntut untuk mendapatkan surat-surat yang terkena tilang, para pelanggar diwajibkan mengikuti sidang yang dipimpin dua hakim tunggal, masing-masing Suhartanto SH untuk STNK yang terkena tilang dan Johny Sitohang untuk SIM yang terkena tilang. Sebelum mengambil surat-

surat milik mereka yang terkena tilang, majelis hakim memutuskan jumlah nominal biaya yang diputuskan untuk setiap pelanggaran. Lalu, mereka menyerahkan surat bukti penilangan dari petugas kepolisian kepada petugas panitera maupun calon hakim yang membantu proses persidangan. Setelah menyerahkan surat-suratnya, mereka menunggu namanya dipanggil dan membayarkan nominal biaya yang diminta panitera untuk menebus surat-surat mereka. Nominal biaya denda yang ditetapkan bervariasi. Namun, berdasarkan pantauan, yang terendah ada yang terkena biaya sebesar Rp40 ribu dan yang tertinggi ada yang terkena biaya Rp100 ribu untuk pelanggaran yang dilakukan pengendara sepeda motor. (WAN/THA)


HARIAN

andalas L

U

G

A

S

D

A

N

C

E

R

D

A

S

Senin, 28 November 2011 | No: 2042/Tahun VII | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

Ketua Umum DPP Pujakesuma H Suratman (kanan) menyerahkan nasi tumpeng kepada Ketua Padepokan Agung H Rusbandi.

Ketua DPW Pujakesuma Kolonel Infantri Ahwan Ismadi SPd.I menyerahkan nasi tumpeng kepada Ketua DPD Pujakesuma Kabupaten Asahan H Andang.

Kerawitan dan kesenian gamelan tampil dalam acara suroan. Suasana peserta suroan di Padepokan Agung Tunggal Roso Nuswantoro Sabtu (26/11) malam.

Pujakesuma Sumut Gelar Suroan di Padepokan Agung Tunggal Roso Nuswantoro

Tarian Bambang Cakil tampil dalam acara tersebut.

KELUARGA besar Pujakesuma Sumatera Utara menggelar kegiatan suroan menyambut Tahun Baru Islam 1433 Hijriah di pusat kebudayaan dan kesenian Jawa, Padepokan Agung Tunggal Roso Nuswantoro, Jalan Sedap Malam Patumbak, Sabtu (26/11) malam. Suroan yang dihadiri Ketua DPP Pujakesuma H Suratman SP, Ketua DPW Pujakesuma Sumut Kol Inf Ahwan Ismadi SPdI MH, Ketua DPW Wanita Pujakesuma Sumut Hj Chairiah Sujono Giatmo, Ketua DPW GM Pujakesuma Sumut Agus Baktiono, Ketua Umum PB Satgas Joko Tingkir Sumut Sukirmanto SH serta Ketua DPD Pujakesuma kabupaten/kota se-Sumut. Hadir juga Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut Prof Dr Asmuni, Anggota DPD RI Parlindungan Purba SH MM, tokoh pendidikan Dr Robert Valentino Tarigan, Ketua Yayasan Prestasi Lansia Sumut H Sanggup Purba, Ketua Panitia Ir Zahir MAP dan undangan lain. Momen sakral masyarakat Jawa ini diisi dengan acara sendratari Jawa Gambiong dan Hanuman di bawah pimpinan R Mulyono, seni kerawitan campur sari dan penampilan wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Wahyu Kamulyan Sejati dipimpin Ki Dalang Sunardi. Suroan 1 Muharram 1433 Hijriah ini berlangsung dalam suasana kekeluargaan juga diisi dengan acara makan ambengan diawali dengan pembacaan Al-Quran dan doa bersama. Dalam kesempatan ini dilaksanakan pemotongan nasi tumpeng yang dilakukan Ketua DPP Pujakesuma, Ketua DPW Pujakesuma Sumut, Ketua DPW Wanita Pujakesuma, Ketua GM Pujakesuma dan Ketua Panitia Suroan. Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumut Raden Mas Adi SS dan Saumin. Ketua Panitia Suroan Ir Zahir MAP mengutarakan makna suroan Tahun Baru 1433 Hijriah sebagai suatu momentum kembali hijriah dalam berbagai aspek kehidupan dan semakin berpegang teguh pada Al-Quran dan Al-Hadist sebagai pedoman hidup. Ia mengatakan, terima kasih atas berbagai dukungan masyarakat Jawa sehingga acara suroan yang dipersiapkan dalam beberapa hari dapat berlangsung dengan hikmad. Sementara itu Ketua Umum Padepokan Agung AKBP Purn Rusbandi mengatakan, padepokan agung didirikan pada tahun 2007 di atas tanah seluas satu hektar dipersembahkan untuk kepentingan kebudayaan dan kesenian Pujakesuma sekaligus sebagai tempat pembelajaran dan pertemuan silaturahmi masyarakat Jawa yang tergabung di dalam organisasi Pujakesuma. ''Padepokan ini masih belum selesai, diharapkan penyelesaiannya tidak terlalu lama di masa mendatang,’’ katanya.

Ketua Panitia Suroan Ir Zahir MAP (kanan) menyerahkan nasi tumpeng kepada Ketua DPP Pujakesuma H Suherdi Ssos.

Rapat Konsultasi DPW Pujakesuma Sumut SEBELUM menggelar acara Suroan, siang harinya DPW Pujakesuma Sumut melakukan rapat konsultasi dan silaturahmi di Hotel Saudara Syariah Jalan Ringroad Medan Sabtu 26 November 2011. Rapat ini dibuka Ketua Harian DPP Pujakesuma Sumut H Suherdi SSos diisi dengan penyampaian materi diantaranya Dr Budi MA yang juga Sekjen DPP Pujakesuma. Dalam rapat dipandu Pembantu Rektor III Universitas Darma Agung Drs Sutarto MSi, mengemuka berbagai tanggapan, harapan dan saran dari pimpinan Pujakesuma di kabupaten/kota seperti H Suryanto (Langkat), H Endang (Asahan), Sabari (Sergai), Supratikno (Medan). Budi menjelaskan tentang sejarah dan peradaban masyarakat Jawa di Sumut dalam empat gelombang sebelum kemerdekaan, masa kolonial, masa kemerdekaan

Suasana rapat kerja wilayah DPW Pujakesuma dengan DPP Pujakesuma di Hotel Saudara Syariah Jalan Ringroad Medan, Sabtu 26 November 2011. dan masa pembangunan. Dr Budi menjelaskan untuk membangun keluarga Pujakseuma ke depan, program pemberdayaan ekonomi

bagi warganya menjadi prioritas utama disamping pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi mereka yang putus sekolah.

H Suherdi SSos menjelaskan rasa bangga terhadap pengurus DPW Pujakesuma Sumut dan DPD Pujakesuma se-Sumut yang dapat

melaksanakan rapat konsultasi dan suroan. Ia berharap, dari rapat konsultasi lahir program kerja yang secara real dapat dilaksanakan oleh

anggota masyarakat di setiap kabupaten/kota dalam rangka peningkatan kesejahteraan warganya. Sekaligus mampu bersaing di bidang pendidikan, politik maupun perekonomian. Sedangkan Ahwan Ismadi mengutarakan, pihaknya mengutamakan urug rembuk dengan pola bottom up sehingga dapat mengetahui perkembangan di daerah. ''Saatnya kita guyub dan saling kenal sehingga satu bahasa untuk mengurusi masyarakat Jawa yang lebih sejahtera dan miliki masa depan,'' kata Ahwan. Hasil rapat konsultasi dan kegiatan suroan akan disusun menjadi program kerja DPW Pujakesuma Sumut lima tahun ke depan yang dimantapkan dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP Pujakesuma H Suratman SP pada pertengahan Desember 2011.


Harian Andalas 28 November 2011