Page 1

andalas HARIAN

L U G A S

D A N

C E R D A S

Jumat, 1 Juli 2011 | No: 1922/Tahun VI | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

Genap Berusia 421 Tahun

Medan, Banjir dan Pemekaran Medan-andalas Hari ini, 1 Juli 2011, Kota Medan genap berusia 421 tahun. Usia yang tentu tidak muda lagi untuk sebuah kota. Tetapi di usia yang semakin tua ini, banyak persoalan klasik yang tak juga teratasi.

andalas/hs poetra

Juni 2011, Polresta Medan Ungkap 68 Kasus Narkoba • Sat Reskrim Ungkap 37 Kasus Judi, 15 Curanmor

didampingi Kasat Reserse Narkoba Kompol Juli Agung Pramono SH SiK MHum (kanan berdasi), Kasat Reskrim AKP M Yoris Marzuki SiK (kiri), dan Kabag Ops Kompol Yusfhi M Nasution SiK ketika memberikan keterangan kepada wartawan dalam paparan pengungkapan kasus periode Juni 2011. Para tersangka pelaku kejahatan dibariskan dalam acara paparan di Halaman Mapolresta Medan (atas).

MUNGKIN benar kata Wali Kota Medan periode 19902000 Bachtiar Djafar, arah kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam merumuskan pembangunan Kota Medan saat ini sudah mengarah di jalur yang wajar dan benar, khususnya dalam

Bersambung ke Hal. 15

Medan-andalas Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara dan Forum Umat Islam (FUI) Sumut meminta Masjid Al Ikhlas Jalan Timor, Medan, dibangun kembali setelah dirubuhkan untuk pembangunan sebuah komplek

Bersambung ke Hal. 15

Dishub Jangan Tutup Mata andalas/hs poetra

KUNJUNGI–Enam anggota Komisi I DPR RI meninjau lokasi bekas bangunan Masjid Al Ikhlas di Jalan Timor, Medan, Kamis (30/6).

Saat Upacara Korps Raport di Jajaran Poldasu

Tiga Anggota Polisi Ditunda Naik Pangkat karena Berzinah • Puluhan Personil Dimarahi karena Tak Bawa Istri Momen 1 Juli yang merupakan HUT Bhayangkara kerap diwarnai dengan korps kenaikan pangkat bagi personel Polri baik perwira maupun bintara. Sehari menjelang hari jadi ke65 Polri, di jajaran Polda Sumut ada sekitar 1.540 personil yang mendapat kenaikan pangkat.

HAL itu tentunya merupakan kebanggaan tersendiri bagi personel Polri yang mendapatkannya. Namun di tengah-tengah kebanggaan itu, ada tiga personil Polda Sumut terpaksa ditunda kenaikan pangkatnya. Pasalnya ketiga anggota polisi itu, yakni dua dari Polres Samosir dan satu dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Sampali, Medan, tersandung kasus perzinahan. “Tiga personil terpaksa kita tunda kenaikan pang-

menangani masalah infrastruktur jalan yang sudah dibangun di masa lampau. "Infrastruktur jalan yang saya bangun dulu sudah mulai diperbaiki saat ini,” kata Bachtiar saat dimintai tanggapan terkait perkembangan Kota Medan pada

katnya karena tersangkut masalah. Seorang di antaranya perempuan (polwanred) karena berzinah,” jelas Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, usai Upacara Korps Raport di Mapoldasu, Kamis (30/6). Jika di Poldasu ditandai dengan penundaan kenaikan pangkat tiga personelnya, di Mapolresta Medan diwarnai dengan teguran. Puluhan personel Polresta Medan yang mendapat kenaikan pangkat dimarahi

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Kompol Yusfhi M Nasution SiK karena tidak membawa istri pada upacara Koprs Raport. Puluhan personel Polresta Medan yang naik pangkat tidak membawa istri disuruh duduk di halaman upacara. Bahkan salah seorang personel yang kedapatan berbicara melalui telepon ketika Kabag Ops memberi nasihat, mendapat

Medan-andalas Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara diminta tidak menutup mata dengan persoalan kelayakan bus dan jumlah penumpang yang melebihi kapasitas saat terjadinya kecelakaan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Jalinsum Aek Latong, Sipirok, Tapsel, Minggu (26/6) dinihari lalu. Direktur Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Farid Wajdi mengatakan kasus kecelakaan Bus ALS yang terjun ke telaga setelah gagal mendaki tanjakan jalan licin tak beraspal di Aek Latong hingga ‘menelan’ korban jiwa 19 orang, merupakan tanggung jawab penuh dari pemerintah. Kendati begitu, dalam kasus kecelakaan ini, tidak serta merta pihak perusahaan (PT ALS) lepas tanggung jawab. Sebab menurutnya, kecelakaan ini juga terjadi karena pihak PT ALS selaku operator pelayanan publik lebih fokus Bersambung ke Hal. 15

Bersambung ke Hal. 15

Bersambung ke Hal. 15 andalas/istimewa

acara resepsi perayaan HUT ke-421 Kota Medan di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis (30/6). Menurutnya, berbeda dengan konsep pembangunan yang dilakukan selama Bersambung ke Hal. 15

ANEH tapi NYATA

Kecelakaan Bus ALS

real estate. Solusi tersebut ditawarkan guna menepis kemungkinan terjadinya konflik sosial di masyarakat sehingga mengakibatkan kondisi Sumut menjadi tidak kondusif. Demikian salah satu masukan yang disampaikan Ketua MUI Sumut Prof Dr H Abdullah Syah MA dan Ketua FUI Sumut

Bersambung ke Hal. 15

Tinjau Ulang Pembangunan Permukiman di Medan Selatan

tersebut selain menyita barang bukti 937,43 gram narkotika jenis ganja, 61,6 gram sabu-sabu, 12,5 butir pil ekstasi, serta 10,5 butir pil erimin 5, petugas Reserse Narkoba Polresta Medan juga meringkus 82 orang tersangka. Kepala Polisi Resor Kota Medan Kombes Pol Tagam

Masjid Al Ikhlas Harus Dibangun Kembali • Komisi I DPR Temui MUI dan FUI Sumut

kan, belum banyak mendapat sentuhan perbaikan. Kendati pemerintah kota terus berslogan, mengurus KTP dan KK dipermudah, bahkan gratis, faktanya masih banyak masyarakat yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan KTP dan KK. Belum lagi soal mendapatkan Jamkesmas, Kartu Me-

Kambing Aneh Lahir di Langkat SEEKOR anak kambing betina dengan kondisi tidak normal dan aneh lahir di Dusun V, Kampung Nangka, Desa Arah Condong, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Anak kambing yang baru berumur sepekan itu mempunyai tiga mata dan mulut dua. Lahirnya anak kambing aneh ini mengejutkan Supian (46), si pemilik kambing dan dengan cepat kabar tersebut juga menarik perhatian masyarakat. Bersambung ke Hal. 15

ANEH–Supiah menunjukkan anak kambing miliknya yang bermata dua dan bermulut dua.

andalas/subur syahputra

andalas/hermawan

PAPARAN– Kapolresta Medan Kombes Tagam Sinaga

Medan-andalas Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan di bawah pimpinan Kasat Reserse Narkoba Kompol Juli Agung Pramono SH SiK MHum periode Juni 2001 berhasil mengungkap 68 kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukumnya, Medan dan sekitarnya. Dalam pengungkapan

Pemimpin kota boleh berganti, sayang wajah ibukota Provinsi Sumatera Utara ini tak banyak berubah, kecuali hanya gedung pencakar langit dan pusat-pusat perbelanjaan modern yang bertambah. Sementara masalah seperti masih buruknya sektor pelayanan publik, masalah banjir, dan kemacetan lalu lintas yang semakin mengkhawatir-

Kurs dan Harga Logam Mulia, 30 Juni 2011 Mata Uang AUD CNY EUR GBP HKD

Jual 9270 1335 12524 13905 1110

Beli 9169 1321 12399 13764 1099

Mata Uang JPY MYR SGD USD

Jual 107 2861 7020 8640

Beli 106 2830 6948 8554

Bersambung ke Hal. 15


MEDAN KITA

Jumat 1 Juli 2011

harian andalas | Hal.

2

FKUB Canangkan Kewaspadaan Beragama

andalas Lugas & Cerdas PENERBIT PT. Star Media Internusa d/h. PT. Inti Media Nusantara PEMBINA Dr Eggi Sudjana SH MSi PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI Iskandar ST WKL PEMIMPIN UMUM/WKL PEMIMPIN REDAKSI/PENJAB H Baharuddin WAKIL PEMIMPIN REDAKSI II Dedy Ardiansyah WAKIL PEMIMPIN UMUM MA Siddik Surbakti, Christoffel Manurung SH MH PEMIMPIN PERUSAHAAN Amiruddin REDAKTUR PELAKSANA Gusliadi Ritonga SEKRETARIS REDAKSI Windari KOORDINATOR LIPUTAN Hamdani Nasution, KOORDINATOR DAERAH Agus Salim Ujung REDAKTUR Asril Tanjung, Hermawan,Yonan Febrian, M.Sulaiman STAF REDAKSI Asiong, Robenson Sidabariba, Yunan Siregar, M Isya, Irwan Ginting,Ika Ramadhani, Felix Sidabutar FOTOGRAPHER Rony Muharrman SIRKULASI Septho IKLAN Syarifah PENASEHAT HUKUM Syahril SH SpN; Nur Alamsyah SH MH; Abu Bokar Tambak SH MHum; A Herwan Bispo SH, H. Syafrizal SH. MH ALAMAT REDAKSI/ TATA USAHA Jalan T Amir Hamzah Ruko Kompleks Griya Riatur Indah No. 182-184-186 Medan NOMOR REKENING BRI Unit Kapten Muslim Medan a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 3383-01-027966-53-5 BCA KCP Tomang Elok a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 7865078382 Iklan Warna (FullColour) Rp. 15.000/mm kolom Iklan Hitam Putih Rp 10.000/mm kolom Iklan Keluarga/Ucapan Selamat Rp 3.500/mm kolom TELEPON (061) 8449800 FAKSIMILE (061) 8462800 EMAIL REDAKSI:andalasmedan@gmail.com IKLAN: marketingandalas@gmail.com PENCETAK CV. Grafika Sumatera. Isi di Luar Tanggungjawab Pencetak

EDITORIAL

Nazaruddin Tersangka, Demokrat Merana

K

OMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan mantan Bendahara Umum Demokrat, Muhammad Nazaruddin sebagai tersangka. Nazaruddin menjadi tersangka kasus dugaan suap di Kementerian Pemuda dan Olahraga. "Setelah cukup argumen-argumen hukumnya, buktibuktinya, kami tetapkan sebagai tersangka hari ini," kata Ketua KPK Busyro Muqoddas usai acara pemberian Award UII di Kampus UII, Kaliurang, Yogyakarta, Kamis (30/6). Menurut Busyro, kenaikan status Nazaruddin ini baru diputuskan hari ini. Kenaikan status Nazaruddin menjadi tersangka ini akan ditindaklanjuti KPK. Kendati demikian, KPK mengakui ada kesulitan menghadirkan Nazaruddin ke Indonesia. KPK berharap, Presiden bekerja sama langsung dengan pemerintah Singapura untuk memulangkan Nazaruddin. Penetapan status tersangka itu, merupakan sebuah pukulan telak yang dapat membuat Partai Demokrat merana. Diakui atau tidak, kasus yang melibatkan mantan Bendahara Umum partai yang didirikan SBY itu, akan menyebabkan semakin menurunnya kepercayaan rakyat kepada Demokrat. Sebab, pada kenyataannya bukan hanya Nazaruddin saja kader partai itu yang tengah dilanda masalah. Sebelumnya beberapa di antaranya sudah ditahan KPK, misalnya Ketua Partai Demokrat Pematang Siantar RE Siahaan, anggota DPR-RI asal Demokrat Djufri juga ditahan Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat. Belum lagi beberapa di antara kader partai itu berstatus tersangka. Status tersangka yang membelit Nazaruddin pun, konon akan membawa-bawa nama sejumlah elite partai itu. Belum selesai masalah Nazaruddin, kini muncul pula kasus surat palsu Mahkamah Konstitusi (MK), yang disebut-sebut melibatkan pengurus teras Partai Demokrat, Andi Nurpati. Berkenaan dengan kasus itu, Polisi telah mengirimkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Agung terkait kasus pemalsuan surat putusan hasil sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi. Meski demikian polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Tak cuma kasus Nazaruddin dan Andi Nurpati saja yang membuat Demokrat, seperti pengakuan Ruhut Sitompul, partainya saat ini tengah dilanda angin puting beliung. Perpecahan di antara elite partai itu juga sangat potensial membuat Demokrat semakin merana. Patut diingat berbicara soal Demokrat tentunya tidak bisa dilepaskan dari SBY, selaku Ketua Dewan Pembina. Kisruh di internal partai itu plus status tersangka Nazaruddin, wajar jika memunculkan hasil survei LSI yang menyimpulkan popularitas dan kepercayaan publik kepada SBY, kini mengalami penurunan. Karenanya pula, sangat wajar jika terdapat analisis sejumlah kalangan yang memprediksi, Demokrat akan hancur dan semakin merana, pasca SBY mengakhiri periode kepresidenannya pada 2014 mendatang. (**)

JOGET BERSAMABERSAMA-Wali Kota Medan, Drs Rahudman Harahap didampingi Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Medan, Qamarul Fatah berjoget bersama ibu-ibu PKK Kecamatan Medan Marelan disela-sela Bazaar UMKM Kota Medan di Pasar I Medan Marelan, Kamis (30/6).

DPRDSU tak Serius Interpelasi Plt Gubsu Medan-andalas DPRD Sumut dinilai kurang serius mengajukan hak interpelasi terhadap Plt Gubsu. Indikasinya terlihat dari adanya upaya meredam dan mengulur-ulur waktu, yang menjurus pada penyelesaian politik (transaksional). Terbukti, rapat pimpinan dewan dengan pimpinan fraksi hanya menghasilkan kesepakatan, usulan pengajuan hak interpelasi terhadap Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Gatot Pujo Nugroho, akan dibicarakan di tingkat komisi (A), selanjutnya akan dibawa ke tingkat fraksi dan pimpinan. "Rapat (pimpinan) tadi menyepakati terkait materi yang akan dilakukan interpelasi, terlebih dahulu akan dibahas di Komisi A dengan mengundang Ketua Baperjakat Provsu," ujar Ketua Fraksi Gerindra Yan Syahrin dan Wakil Ketua Fraksi PAN Zulkifli Husein, usai mengikuti rapat pimpinan dewan, Kamis (30/6).

Sejauh ini hak interpelasi diajukan 16 anggota DPRD Sumut menyusul kebijakan Plt Gubernur Sumut yang mengangkat 110 pejabat eselon III dan menonjobkan 26 pejabat lainnya. Ketika ditanya, mengapa Hak Interpelasi tidak langsung dibawa ke rapat paripurna, Yan Syahrin menyebutkan, insya Allah, pengajuan hak interpelasi akan mengarah ke sana. "Pengajuan hak interpelasi merupakan hak konstitusional anggota dewan. Jadi interpelasi terhadap Plt Gubsu, tetap akan dilakukan. Jika ada fraksi yang tidak setuju, mari sama-sama mengadu argumen dan keputusan masing-masing melalui paripurna," katanya.

Sementara itu, Zulkifli Husein mengatakan, keputusan membawa persoalan interpelasi ke internal fraksi dan komisi, bukan untuk menghalangi pengajuan hak anggota dewan menggulirkan interpelasi. "Bukan pula untuk membatalkannya," tegasnya. Sedangkan Yan Syahrin menegaskan, fraksinya tetap akan mengawal usulan interpelasi tersebut. "Walau bagaimana pun, hak Interpelasi yang diajukan 16 anggota dewan itu wajib ditindaklanjuti karena sudah sesuai ketentuan yang ada," katanya. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Sumut H Kamaluddin Harahap mengatakan, pimpinan dewan pada prinsipnya siap menindaklanjutinya hingga ke rapat paripurna. "Pengajuan hak interpelasi hanya terkait penjadwalan, karena fraksi-fraksi meminta agar terlebih dahulu dibicarakan di internal fraksi,"ujarnya.(UJ)

13 Pejabat BNNP dan BNNK se-Sumut Dilantik

Daerah Harus Bebas Peredaran Narkoba Medan-andalas Slogan Badan Narkotika Nasional (BNN), Indonesia Bebas Narkoba di Tingkat Daerah harus bisa diimplementasikan dalam bentuk nyata. Pemerintah maupun masyarakat luas sangat menginginkan negara ini terbebas dari jerat peredaran gelap narkoba. Karena dampak narkoba sesungguhnya dapat merusak generasi penerus bangsa. Demikian amanat Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara, Aguswan saat melantik dan mengambil sumpah jabatan 10 pejabat BNNP Sumut dan tiga pejabat BNNK Deli Serdang di Medan, Kamis (30/6). "Pelantikan 13 pejabat BNNP Sumut dan BNNK Deli Serdang ini merupakan langkah awal jalan panjang menuju terwujudnya Indonesia bebas narkoba di tingkat daerah. Karenanya, momentum ini harus disikapi de-

ngan persiapan matang untuk melaksanakan amanah yang telah diberikan," ucap Aguswan. 13 pejabat yang dilantik itu, masing-masing tiga pejabat eselon III BNNP Sumut, yakni Sugiarto sebagai Kabag Tata Usaha BNNP Sumut, Arifin Sianipar sebagai Kabid Pencegahan BNNP Sumut, dan Deny Elpriansyah sebagai Kabid Pemberdayaan Masyarakat BNNP Sumut. Kemudian tujuh pejabat eselon IV BNNP Sumut, di antaranya Adlin Mukhtar Tambunan sebagai Kasubbag Perencanaan Bagian Tata Usaha BNNP Sumut, serta tiga pejabat eselon IV BNNK Deli Serdang, antara lain Elina Malau sebagai Kasi Pemberdayaan Masyarakat BNNK Deli Serdang. Aguswan dalam prosesi pelantikan dihadiri Wadir Narkoba Poldasu, perwakilan Kejatisu, Kepala BNNK Langkat, Kepala BNNK Deli Serdang, dan Kepa-

la BNNK Pematang Siantar itu kembali mengingatkan 13 pejabat yang baru dilantik untuk profesional dan proforsional menjalan tugas. Sebab, UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Perkap BNN Nomor 3 dan 4 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja BNNP dan BNNK mengamanatkan tupoksi pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN). "Bahkan melalui kedua amanat tersebut, pejabat BNNP dan BNNK juga dapat melakukan penindakan, pengejaran, penangkapan, dan penahanan sampai dengan proses pemberkasan di pengadilan," kata Aguswan seraya mengharapkan pejabat yang diberikan amanah untuk segera menyiapkan mental dan fisik demi mewujudkan Indonesia bebas narkoba di tingkat daerah. (WAN)

Medan-andalas Keberagamaan kehidupan beragama merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia. Sebab, rakyat Indonesia yang merupakan penganut agama, sebagai konsekuensi dari sila pertama Pancasila, kehidupan beragama telah memberikan kontribusi penting bagi kehidupan berbangsa sejak perjuangan kemerdekaan, proses kemerdekaan, dan dalam pembangunan bangsa. Hal ini dikatakan Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kota Medan Prof. Dr. H. Syahrin Harahap, MA didampingi Sekretaris Pdt. Dr. L. Karo Sekali, M. Th, Ketua Panitia Ir. Sutopo, dan Sekretaris P/ Yohanes Barualamsyah, OSC serta sejumlah pengurus FKUB Kota Medan di kantor FKUB Medan Jalan IAIN No. 8 Medan, Kamis (30/6) terkait akan dilaksanakannya pencanangan kewaspadaan beragama di Hotel Garuda Plaza Medan, Sabtu (2/7) mendatang. Prof. Dr. H. Syahrin Harahap, MA mengatakan, agama dan keberagaman dapat dipandang sebagai faktor pemersatu. Namun jika keberagaman mendapat pengaruh dari luar dengan intres tertentu, maka keberagaman bisa menjadi faktor disintegratif . "Kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, sering muncul fenomena atau bahkan kejadian dan kasus-kasus konflik, kerusuhan, kekerasan, dimana agama acap kali diikutkan dan bahkan diklaim sebagai salah satu pemicunya," ungkap Syahrin Harahap. Menurut Syahrin, disisi lain dalam perkembangan se-

jarah Indonesia selalu terjadi pemahaman dan bahkan gerakan yang mengarah pada pembentukan negara agama. Hal ini disinyalir berasal dari kalangan penganut agama tertentu, padahal pendiri negara yang kebanyakan tokoh agama telah sepakat bahwa negera ini didirikan diatas dasar negara Pancasila, bukan atas dasar agama tertentu. Berangkat dari pemikiran tersebut, sebut Syahrin, perlu dilakukan dialog "Kewaspadaan Beragama" (WASBER) untuk membicarakan bagaimana seharusnya umat beragama waspada terhadap gangguan kerukunan-baik antar agama maupun intra agama baik yang terang-terangan maupun yang laten. "Dialog ini diharapkan dihadiri oleh tokoh-tokoh agama kota-kota di Sumatera Utara yang dirangkai dengan pencanangan Kewaspadaan Beragama oleh Pemerintah Kota Medan,"ucap Syahrin. Sebelumnya Ketua Panitia Ir. Sutopo menyebutkan, dialog dan pencanangan ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan beragama dikalangan penganut agama di Sumatera Utara. Sedangkan targetnya adalah umat beragama senantiasa bersikap waspada terhadap ajakan, rayuan, dan klaim atas nama agama sesuatu yang sesungguhnya bukan berasal dari ajaran agama, umat beragama senantiasa mengutamakan kerukunan daripada kepentingan pribadinya, berkat kewaspadaan umat beragama, maka kerukunan umat beragama menjadi faktor pendorong percepatan pembangunan kota. (SIONG)

Pengetahuan Remaja Diharapkan Dapat Cegah HIV Medan-andalas Pengetahuan remaja untuk penanggulangan HIV diharapkan dapat tercapai 95 persen. Untuk mencapai itu, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara memberikan perhatian serius terutama dalam penyediaan layanan kesehatan dalam program penanggulan HIV/AIDS. Selain itu, penyedian anti retroviral (ARV) dan dampak buruk terhadap jenis penyakit yang mematikan ini. Demikian ditegaskan Kadis Kesehatan Sumut dr Candra Syafei SpOG melalui Project Officer Global Fund Andi Ilham Lubis di ruang kerjanya, Kamis (30/6). Menurut Andi, berdasarkan data yang diperoleh di Dinas Kesehatan Sumatera Utara, baru 8 Kabupaten/Kota saja yang menyediakan layanan kesehatan dengan 20 unit Voluntary Counseling & Testing (VCT). Delapan Kabupaten/Kota tersebut antara lain, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai (Sergei), Binjai, Pematang Siantar, Asahan dan Rantau Prapat. "Dengan adanya klinik VCT ini, tentu kab/kota menyediakan anggarannya," kata Andi. "Kami juga telah melakukan pelayanan kesehatan, penyediaan anti retroviral (ARV) dan dampak buruk akan HIV/AIDS tersebut Diharapkan juga pengetahuan

remaja akan penanggulangan HIV dapat tercapai hingga 95 persen," ujarnya. Dijelaskan Andi, saat ini sebanyak 4194 ODHA, dengan rincian 2532 yang mulai mengkonsumsi ARV, 1798 yang pernah memulai. Ini berarti, sambung Andi, ada 734 orang yang belum memulai mengkonsumsi ARV dan yang sedang memulai dari jumlah 1798 orang ini sebanyak 861 orang. Sebanyak 25 orang menghentikan pemakaian ARV dikarenakan berbagai sebab seperti frustasi, faktor ekonomi dan dukungan pelayanan yang jauh. 286 orang tidak datang selama 3 bulan dan 137 orang di rujuk keluar. " Untuk itu diupayakan agar mereka yang AIDS meminum ARV," sebut Andi. Sedangkan kendala yang dihadapi, sambung Andi, seperti pelayanan yang tidak ada, penderita dari keluarga miskin dan jauh dari tempat pelayanan dan lainnya. Secara. teknis, penanggulangan HIV berdasarkan care support threatment (CST) atau melalui dukungan, perawatan dan pengobatan. Dimana sebelum dilakukan CST, terlebih dahulu dilakukan konseling di klinik VCT. "Ada berbagai kendala yang kita hadapi seperti makro dan mikro. Kita tidak bisa intervensi, tapi hanya bisa membina saja," pungkasnya. (YN)

Copot Pejabat Malas dan KKN Medan -andalas Sebanyak 15 elemen organisasi kedaerahan se Sumut yang tergabung dalam Aliansi Organisasi Mahasiswa Daerah Sumut (Alomadsu) melakukan unjukrasa, di Kantor Gubsu, Kamis (30/6). Dalam orasinya, massa meminta Gubsu untuk tegas, berani dan komitmen melakukan renovasi birokrasi di jajaran Pemprovsu termasuk mencopot pejabat yang malas dan terindikasi KKN. Menurut pengunjung rasa, tiga tahun kepemimpinan Syampurno (Syamsul Arifin dan Gatot Pujo Nugroho) harapan untuk kemajuan untuk Sumut tak kunjung terwujud. ''Perkembangan ekonomi tak dirasakan, infrastruktur tidak mengalami perubahan signifikan, angka

kemiskinan tidak beranjak serta pelayan birokrasi yang sangat berbelit,''kata massa. Selain itu, kata massa, daya serap APBD yang sangat rendah mencerminkan indikasi rendahnya kinerja aparat pemerintahan.'' Untuk menyikapi hal itu, diperlukan sosok berani, tegas dan pembaru sangat dibutuhkan melakukan perubahan dan mempercepat pembangunan,'' kata massa dalam orasinya, Sekaitan itu, Alomadsu juga meminta birokrasi Pemprovsu dibenahi termasuk pejabat malas dan terindikasi KKN harus dicopot. Mereka juga meminta semua pihak khususnya DPRD Sumut untuk bersinergi untuk mewujudkan Sumut yang maju dan mandiri agar rakyat tidak sakit, tidak bodoh dan punya masa depan. (WAN)


MEDAN KITA

Jumat 1 Juli 2011

harian andalas | Hal.

3

Rahudman Pakai Sistem 'Jemput Bola' Belawanandalas Wali Kota Medan, Drs Rahudman Harahap mengingatkan kepada para pimpinan SKPD (Satuan Perangkat Kerja Da- Rahudman Harahap erah), camat, camat, lurah dan kepala lingkungan untuk meningkatkan pelayanan yang baik kepada masyarakat dengan sistem 'jemput bola'. Mengingat selama ini ada kesan pelayanan terhadap masyarakat bawah dan nelayan kurang dipedulikan Hal itu disampaikan Rahudman di saat-saat pengumpulan sampah di Sungai Deli, Rabu (29/6). Orang nomor satu di Kota Medan ini juga mengingatkan kepada masyarakat agar tetap tidak membuang sampah sembarangan. Karena saat melakukan kegiatan kebersihan di kawasan pesisir Belawan kemarin, sampah yang dikutip masyarakat lalu ditimbang beratnya mencapai 10 ton. Sampah sebanyak itu selanjutnya dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Medan Marelan. Rahudman Harahap dengan ringan tangan memungut sampah-sampah yang dikemas dalam goni plastik meskipun mengeluarkan aroma bau busuk . Sementara itu Ketua HNSI Kota Medan Zulfachri Siagian mengatakan, kegiatan kebersihan di kawasan pesisisr Pelabuhan Belawan ini harus terus digalakkan dengan melibatkan nelayan serta masyarakat pesisir. Hal ini sangat penting untuk mengkampanyekan betapa pentingnya kebersihan dan kelestarian alam pesisir dan tidak membuang sampah ke sungai. Zulfachri mengharapkan dukungan semua pihak di Pesisir Pantai Belawan untuk lebih peduli terhadap lingkungan di Pesisir Belawan disampaing menjaga membina kebersihan sekaligus mencegah timbulnya berbagai jenis penyakit.(DP)

Perda Kelebihan Tonase Diminta Dicabut Medan-andalas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten/Kota diminta untuk segera mencabut peraturan daerah yang berkaitan dengan kelebihan tonase atau kapasitas muatan/penumpang. “Saya minta kepada pemerintah untuk mencabut segera Peraturan Daerah (Perda) yang berkaitan dengan kelebihan tonase itu. Sebab, pihak Organisasi Pengusaha Angkutan Darat Sumatera Utara (Organda Sumut) sudah membuat kesepakatan tentang zero offer load atau batas minimal kelebihan muatan. Jadi, hal itu tidak akan ada,” ujar Anggota DPD RI, Parlin Parlindungan saat dihubungi starberita.com (andalas group) melalui telepon selulernya di Medan, Kamis (30/6). Meskipun diperkirakaan Pemprovsu dan Pemkab/Kota kewalahan terkait penerimaan pajak asli daerah dari Perda yang diminta untuk dihapuskan itu. “Namun, pastinya ada sikronisasi mengenai hal itu jika perda tersebut dicabut,” katanya. Selain itu, dirinya juga meminta kepada pemerintah serius memperbaiki kondisi jalan disekitar Aek Latong, Kabupaten Tapanuli Selatan. Parlindungan menyayangkan adanya oknumoknum yang ada di sekitar Aek Latong memanfaatkan perda-perda tersebut untuk kepentingan pribadi. “Dimana ada mobil penderek, tetapi harus bayar sekitar Rp150 ribu permobil. Kalau kendaraan bus baru bisa diderek oleh lima mobil, tentunya hal ini sangat tidak sesuai,” tuturnya. (STAR BERITA.COM)

DODOL- Makanan dodol tetapi menjadi pilihan warga Medan untuk dijadikan cemilan di rumah bersama keluarga. Dodol yang dijual di Kecamatan Medan Marelan, juga selalu dijadikan oleholeh masyarakat saat pulang kampung untuk menikmati liburan sekolah tahun ini. desrin/andalas

8.086 Siswa di Sumut Ikut Ujian Paket  Digelar Awal Juli dan Oktober 2011

oleh melalui ujian formal, yang membedakan hanya tanda tangan pada ijazah tersebut. Kalau ijazah Medan-andalas paket ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan oleh kepala dinas kaProvinsi Sumatera Utara bupaten/kota masing(Kadisdik Provsu) Drs Syaiful masing. Sedangkan Syafri MM mengatakan, ijazah formal ditandasedikitnya 8.086 siswa dari tangani kepala seko33 kabupaten/kota di Sumalah. Pemegang ijazah tera Utara yang berasal dari paket juga dapat meprogram reguler maupun lanjutkan pendidikan gagal Ujian Nasional (UN) forkejenjang berikutmal akan mengikuti Ujian Drs Syaiful Syafri MM nya. Nasional Program Paket Sesuai PP Nomor 19 Tahun 2005 (UNPP) A,B dan C. Menurut Syaiful Syafri yang tentang standar nasional pendidikan didampingi Ketua Ujian Dra Yuniar, ujian nasional paket A, B dan C dan UNPP)baik paket A,B maupun C, tahun paket C kejuruan, ujar Kadis, ujian pa2011 ini akan dilaksanakan dua peri- ket tersebut dilaksanakan untuk meode, yaitu pertama digelar awal Juli dan nilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran kedua, pada Oktober 2011. Disebutkan, peserta UNPP periode tertentu dalam kelompok ilmu pengepertama tahun 2011 ini berjumlah 8.086 tahuan dan teknologi. Menurut Syaiful Syafri , peserta siswa yang masing-masing berasal dari program reguler sebanyak 7.472 siswa ujian paket tersebut berasal dari peyang terdiri dari 634 paket A, 2.732 serta didik satuan pendidikan non formal penyelenggaraan pendidikan paket B dan 4.051 paket C. Sedangkan peserta UNPP yang kesetaraan dan satuan pendidikan semerupakan siswa gagal Ujian Nasional jenis lainnya."Peserta didik yang pin(UN) formal sebanyak 614 siswa yang dah jalur dari pendidikan formal ke terdiri dari siswa SMP/MTs 299 siswa, pendidikan non formal dan peserta diSMA 238 siswa (68 IPA dan 170 IPS). dik yang belajar melalui pendidikan non Sementara, ujian kesetaraan paket C formal lainnya seperti PKBM," katakejuruan diikuti sebanyak 77 siswa nya. Disinggung tentang syarat yang SMK. Syaiful Syafri menambahkan, ijazah harus dipenuhi para peserta untuk paket sama dengan ijazah yang diper- mengikuti ujian tersebut, Kadis menge-

Penyebaran DBD Januari – Mei 2011 Medan-andalas Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sumatera Utara terus menelan korban jiwa. Buktinya sepanjang Januari – Mei 2011, terdapat 1.094 kasus dan 13 pasien diantaranya meninggal dunia. Namun sampai saat ini tidak ada kabupaten/kota dengan status KLB (Kejadian Luar Biasa) untuk penyakit mematikan ini. “Terpenting dalam menanggulangi penyakit DBD ini adalah komitmen pemerintah daerah bersama dengan masyarakat untuk memberantas DBD,” tegas Kadis Kesehatan Sumut dr Candra Syafei SpOG melalui Kasi Bimdal P2P Sukarni SKM, Kamis (30/6) di ruang kerjanya.

Solar untuk Nelayan Masih Langka

mukakan, syarat peserta yang boleh ikut ujian paket adalah terdaftar pada satuan pendidikan non formal yang menyelenggarakan pendidikan kesetaraan, memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar untuk tiga semester terakhir pada satuan pendidikan non formal kesetaraan. Disebutkan, untuk program paket B dan C, harus memiliki ijazah dari satuan pendidikan yang setingkat lebih rendah dengan minimum usia ijazah tiga tahun pelajaran atau usia ijazah minimum dua tahun pelajaran bagi peserta yang berusia 25 tahun atau lebih, dibuktikan dengan nilai rata-rata UN jenjang sebelumnya minimal 7.00. "Untuk program paket C yang berasal dari Kulliyatul/Tarbiyatul Mu'allimin harus memiliki laporan hasil belajar lengkap yang membuktikan bahwa calon peserta telah menyelesaikan program pendidikan selama tiga tahun di satuan pendidikan tersebut," tambahnya. Ketua Panitia UNPP Disdik Sumut, Dra Yuniar, menambahkan, persyaratan peserta UNPP bagi peserta didik yang pindah jalur dari pendidikan formal ke pendidikan non formal kesetaraan adalah terdaftar pada satuan pendidikan non formal yang menyelenggarakan pendidikan kesetaraan. Selain itu, memiliki kartu tanda peserta ujian nasional pendidikan formal dan surat keterangan tidak lulus atau bukti telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran pendidikan formal. (RIL)

Belawan-andalas Nelayan di kawasan Pelabuhan Belawan masih sulit untuk mendapat pasokan BBM Solar. Kelangkaan solar itu diduga adanya dugaan penyelewengan distribusi yang tidak tepat sasaran dan selanjutnya dijual para mafia ke pembeli secara illegal melalui laut. Informasi yang dihimpun dari nelayan yang identitasnya tak mau disebutkan kepada koran ini, Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) merupakan lokasi yang paling empuk bagi para mafia untuk menjual bahan bakar minyak (BBM) illegal. Menurut sumber yang ditemui di Gabion Belawan, Kamis (30/6) mengatakan praktik penjualan BBM secara illegal melalui laut yang diangkut kapal ikan dari salah satu tempat di Belawan. Permainan BBM secara illegal, lanjut sumber itu, telah berlangsung lama tapi tidak terjangkau aparat polisi karena dilakukan saat-saat tertentu sehingga lolos dari aparat. Salah satu penyebab kelangkaan BBM jenis solar untuk nelayan, lanjut sumber itu terjadi bila permainan BBM illegal marak di Gabion Belawan karena BBM itu dibeli dari SPBU dengan menggunakan jerigen yang ada di seputaran Kota Medan. Ia mencontohkan ada empat unit SPDN di Medan Belawan diduga minyaknya tak dijual seluruhnya ke nelayan tapi ditampung oleh mafia BBM. Ada dugaan Solar Priket Dealer Nelayan (SPDN) yang ada di Belawan sasaran minyaknya tidak jelas, padahal peruntukan BBM yang disalurkan SPDN seharusnya untuk nelayan. Yang paling ironis, kata sumber itu, salah satu SPDN yang dikelola PPSB di Gabion Belawan yang memasok puluhan ton BBM setiap hari tapi ketika ingin dibeli nelayan selalu habis. Para nelayan skala kecil sangat menyesalkan tindakan para mafia BBM itu karena sangat meresahkan nelayan. Apalagi disaat minyak solar langka dipasaran padahal banyak dimiliki para mafia. Rusli (35) warga Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan yang berprofesi sebagai nelayang yang berada di pinggir Sungai Deli mengakui saat ini minyak solar untuk nelayan masih susah diperoleh. Padahal banyak aparat keamanan di seputar PPSB, tetapi tetap tak mampu untuk mengatasi solusi kelangkaan solar tersebut. (DP)

1.094 Kasus, 13 Pasien Meninggal Menurutnya, peran lintas sektor dan pihak-pihak terkait termasuk stakeholder menjadi sangat penting, terutama kontribusi dalam pemberdayaan masyarakat. Sehingga nantinya dapat dilaksanakan upaya pencegahan penyebaran penyakit dan mampu melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Pelaksanaan PSN dilakukan secara berkala baik dalam fase telur, jentik maupun nyamuk dewasa. “Sektor kesehatan berperan dalam fasilitasi teknis pengendalian DBD dan penyediaan pelayanan kesehatan yang prima terhadap DBD, sehingga dapat menurunkan angka kematian serendah mungkin,” ujar Sukarni. Sebelumnya tahun 2010, ada

8.889 kasus dengan 103 orang meninggal. Tingginya jumlah kasus DBD tahun 2010, sambung Sukarni, menggambarkan puncak kasus tertinggi lima tahunan dimana tahun 2005 jumlah kasusnya sebanyak 3.657. Meningkatnya jumlah kasus DBD di Sumut disebabkan berbagai faktor diantaranya peningkatan mobilitas penduduk sejalan dengan lancarnya arus transportasi antar daerah, urbanisasi yang sulit dikendalikan. Selain itu tersebarnya infeksi virus dengue pada penduduk rawan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. “Disamping itu tersedianya tempat-tempat perindukan yang potensial di berbagai tempat di Sumatera Utara,” kata Sukarni.

875 Warga Terserang ISPA Medan-andalas Penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) masih menjadi salah satu penyakit yang paling banyak di derita warga Medan. Berdasarkan data yang diperoleh di RSU Pirngadi Medan, dari Januari hingga Mei 2011, jumlah kunjungan penderita ISPA ke rumah sakit milik Pemko Medan tersebut mencapai 875 orang.

Humas RSU Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin kepada wartawan di ruang kerjannya, Kamis (30/6), mengatakan perinciannya Januari sebanyak 214 pasien, February 129 orang, Maret ada 229 pasien, April 139 penderita, dan Mei sebanyak 164 orang. “Namun untuk jumlah rawat inap tidak begitu banyak, jumlahnya sangat kecil. Penyakit ISPA sering terjadi pada anak, karena sistem pertahanan tubuh anak masih rendah,” ujarnya Di lokasi terpisah, pengamat kesehatan, dr. Delyuzar SpPA menjelaskan gejala ISPA biasanya ditandai dengan flu, batuk, demam dan suhu tubuh meningkat dan disertai sesak nafas. Sebagai pertahanan untuk melawan bakteri dan kuman yang masuk ke dalam saluran pernafasan adalah berupa bersin, batuk disertai

Dijelaskannya, dari hasil pertemuan dialog nasional demam berdarah di Jakarta baru-baru ini disebutkan beberapa hal penting komitmen kepala daerah. Draft Komitmen itu antara lain, sambung Sukarni, berisikan untuk bersama mengendalikan demam berdarah dengue dengan cara : meningkatkan mutu SDM untuk lebih mampu mengatasi permasalahan deman berdarah. Meningkatkan upaya promosi kesehatan pencegahan demam berdarah dan meningkatkan mutu surveilans, menyiapkan logsitik serta pendanaan operasional yang memadai. “Seperti gotong royong, petugas pemantau jentik,” sebut Sukarni. Komitmen lainnya yaitu men-

dahak dan ingus atau lendir yang ke luar dari hidung. “Infeksi saluran pernapasan bagian atas terutama yang disebabkan oleh virus, sering terjadi apalagi jika suhu udara terlalu tinggi ataupun lembab. ISPA juga diakibatkan masuknya kuman atau mikroorganisme ke dalam tubuh manusia dan berkembang biak sehingga menimbulkan gejala penyakit,” ungkapnya. Menurutnya sebagian besar dari infeksi saluran pernafasan hanya bersifat ringan seperti batuk pilek dan tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotik. Namun anak akan menderita pneumoni atau radang paru-paru bila infeksi paru ini tidak diobati dengan antibiotik yang dapat mengakibatkan kematian. “Pada anak, penyakit ini dapat disertai demam selama beberapa jam sampai tiga hari.

ingkatkan kerjasama lintas sektor, mengembangkan institusi pemerintah/sekolah, tempat umum bebas jentik dan menggerakkan peran serta masyarakat, aak sekolah, karang taruna, pramuk dan PKK. “Diharapkan kasus DBD di Sumut akan dapat dibatasi laju penyebaran dan kematia penderitanya,” harap Sukarni. Berdasarkan data 2011, dirincikan Sukarni pada Januari 262 kasus dengan 3 meninggal, Februari 197 kasus, 5 meninggal, Maret 427 kasus, 1 meninggal, April 82 kasus, 2 meningggal dan Mei 125 kasus dengan 2 meninggal. “Namun, tidak ada kab/kota dengan kejadian luar biasa (KLB),” pungkas Sukarni. (YN)

Sedangkan pencemaran udara juga berperan dalam menginfeksi saluran nafas bagian atas. Penyakit ISPA juga dapat menyebabkan kematian jika penyakitnya sudah akut. Biasanya pada anak umur 2 bulan sampai 5 tahun tandatandanya seperti tidak bisa minum, kejang, demam dan kesadaran menurun,” urainya Sambungnya, penderita ISPA yang sudah akut biasanya dirawat di rumah sakit dan diberikan antibiotik parenteral, oksigen dan sebagainya. Untuk menghindari serangan penyakit ISPA, hindari sinar matahari secara langsung, minum air putih dan makan buah dan sayur-sayuran yang lebih banyak. “Jaga kesehatan khususnya menghadapi cuaca yang tidak menentu seperti panas yang berkepanjangan seperti terjadi saat ini,” ujar.(YN)


HUKUM KRIMINAL

Jumat 1 Juli 2011

harian andalas | Hal.

4

Dua Pelaku Jambret Babak Belur Dihajar Massa Medan-andalas Dua pelaku jambret, PRS (18) penduduk Jalan Seksama Gang Bersama, Kelurahan Sitirejo, Kecamatan Medan Kota dan RT (37) penduduk Jalan Bahagia, Kelurahan Pasar Merah I, Kecamatan Medan Kota, babak belur diamuk mass, Rabu (29/6) petang. Kemudian, pelaku digiring ke Mapolsek Medan Kota guna diproses sesuai hukum. Dari tangan pelaku, Polisi menyita satu unit sepeda motor merek Yamaha Mio merah BK 6461 AJ dan satu tas sandang milik korban, Hj. Syamsinar Lubis (54) yang berisi dompet dan uang Rp20 ribu. "Pelaku sempat mengiuntit korbannya dan tepat di depan RS Estomihi, Jalan Sisingamangaraja, Medan, tas sandang Hj Syamsinar langsung ditarik," kata Kapolsek Medan Kota

Kompol Sandy Sinurat, SiK, Kamis (30/6). Tetapi, katanya, korban berteriak minta tolong hingga masyarakat sekitar melakukan pengejaran. Sadar dikejar, pelaku mencoba tancap gas tetapi upaya itu gagal karena kendaraan tersangka menabrak pengendara sepeda motor lain. "PRS langsung dihajar massa tetapi RT masih mencoba melarikan diri, meski akhirnya bisa ditangkap. Aksi massa bisa dihentikan personil yang sedang berpatroli," terang Sandy. Hasil penyelidikan sementara, sambungnya, diduga kedua pelaku merupakan spesialis jambret yang selalu beraksi di Jalan Sisingamangaraja dan sekitarnya. Selain itu, RT juga seorang residivis narkoba yang baru saja keluar dari Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta, Medan. (HER)

Terkait Penangkapan Ribuan Ton Gula Selundupan

Polda Sumut Periksa Pemilik Gudang MMKC Medan-andalas Penyidik Bidang Ekonomi Direktorat Reskrimsus Polda Sumut dilaporkan telah memeriksa kepala atau pemilik gudang MMKC yang dijadikan sebagai tempat penyimpanan ribuan ton gula pasir diduga selundupan, yang digerebek pekan lalu. Namun, polisi belum mampu menjadikan pemilik gudang tersebut sebagai tersangka karena penyelidikan masih perlu didalami. “Penyidik belum ada menetapkan tersangka karena masih perlu pendalaman, termasuk keterangan instansi terkait guna mengetahui dokumen ribuan ton gula import yang diduga selundupan tersebut,� kata Kabid Humas Poldasu, AKBP Raden Heru Prakoso kepada wartawan, Selasa (31/5). Heru mengatakan, sejauh ini sudah delapan orang saksi yang di periksa, termasuk kepala gudang MMKC dan petugas instansi terkait. Namun, didesak untuk membeberkan identitas terperiksa, Heru tak bersedia memberikannya dengan alasan masih berstatus saksi. Sebelumnya, Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Sadono Budi Nugroho mengatakan, penyidik sedang

melakukan pemeriksaan terhadap dokumen dari Bea dan Cukai (BC) Belawan. Selain itu, dokumen gula pasir diduga selundupan yang ditaksir mencapai ribuan ton itu juga sedang diperiksa Polda Sumut. Gudang penyimpanan gula pasir impor di kawasan Mabar itu telah dilak (police line) oleh Polda Sumut untuk dijadikan barang bukti, sehingga gula-gula tersebut tidak dapat di distribusikan. Penangkapan tersebut dilakukan setelah petugas mendapat informasi bahwa dokumen Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) selaku importir gula sudah kadaluarsa atau habis masa berlakunya. Izin impor PPI sudah kadaluarsa sejak April 2011, tapi mereka memasukkan puluhan ribu ton gula itu pada 11 Mei 2011 melalui Pelabuhan Belawan, sehingga gula yang diimpor itu tanpa dokumen sah alias diselundupkan. “Karena tanpa dokumen yang sah, polisi kemudian melak seluruh barang bukti tersebut. Dalam import gula itu, poldasu masih menyelidiki adanya dugaan keterlibatan oknum petugas Bea Cukai Belawan, yang meloloskan gula tersebut dibongkar dari Pelabuhan Belawan. (HER)

Polri Tetapkan Tersangka Pemalsuan Surat MK Jakarta-andalas Penyidik Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri sudah menetapkan tersangka untuk kasus dugaan dokumen palsu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). "Tersangka sudah ada, maaf kalau saya tidak sebut dulu namanya," kata Wakil Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Wakabareskrim) Polri Irjen Pol Mathius Salempang di Jakarta, Kamis (30/6). Mathius juga enggan menyebut berapa banyak yang telah ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus tersebut. Mengenai tempat kejadian perkara dugaan pemalsuan putusan MK tahun 2009 atas gagalnya Dewi Yasin Limpo menduduki kursi DPR dari Partai Hanura dengan daerah pemilihan Sulawesi Selatan, Mathius menyebutkan bahwa kejadian pertama di MK. "Kejadian pertama itu di MK, jadi kita telusuri dari MK dulu. Tapi dari MK tidak berarti tidak sentuh Komisi Pemilihan Umum (KPU)," kata Mathius. Mengenai empat orang diperiksa dari MK pada hari

Selasa (28/6), Wakabareskrim katakan statusnya sebagai saksi. "Mereka yang kita periksa kemarin hanya sebagai saksi. Saksi yang ada di tempat itu, di salah satu ruangan di MK yang kita perkirakan tahu persis apa yang terjadi tentang surat yang dibuat palsu itu," kata Mathius. Empat orang pegawai dari MK yang diperiksa Bareskrim adalah Nallom Kurniawan, Alifah Rahmawati, Pan Muhammad Fais dan Riska Aprian. Saat ini sudah ada 19 orang yang dimintai keterangan terkait kasus dugaan pemalsuan dokumen MK. Kepolisian sebelumnya menyatakan menemukan fotocopy surat putusan MK tahun 2009 atas gagalnya Dewi Yasin Limpo menduduki kursi DPR dari Partai Hanura dengan daerah pemilihan Sulawesi Selatan. Hal ini terkait dengan mantan anggota KPU Andi Nurpati yang dilaporkan Ketua MK, Mahfud MD atas dugaan pemalsuan dokumen negara tersebut. Dalam dokumen negara tersebut diduga ada kata-kata yang diubah. (ANT)

andalas.ist

Heboh! Tas Diduga Berisi Bom di Jalan Brigjen Katamso Medan-andalas Warga seputaran Jalan Brigjen Katamso Medan dan pengguna jalan dihebohkan dengan ditemukannya sebuah tas hitam diduga berisi bom tak jauh dari pos Polisi lalulintas (Pos Lantas) Simpang Jalan Juanda dan Brigjen Katamso, Medan, Kamis (30/6) pukul 08.30 WIB. Tim Jihandak yang tiba di lokasi langsung mengamankan tas tersebut. Awalnya tas ditarik perlahan menggunakan tali agar menjauh dari ruko penjual alat olahraga di kawasan itu. Kemudian, beberapa personil mulai mengangkat tas tersebut dan dimasukkan

ke dalam tong untuk meledakkan tas, guna mengetahui isinya. Puluhan Polisi berjagajaga di radius 50an meter mencegah masyarakat untuk mendekat. Setelah diledakkan, ternyata tas tersebut berisi pakaian, novel, ijazah SMA atas nama Fanolozokho Laia, foto-foto dan lainnya. Kini tas tersebut diamankan di Mapolsek Medan Kota. Keterangan yang dihimpun di lokasi menyatakan, tas tersebut awalnya ditemukan Sahril Banjarnahor yang sedang melintas di jalan tersebut. "Saat itu saya hendak jalan pagi, kira-kira pukul 07.00. Ada juga petugas penyapu jalanan yang melihat tas hitam sudah ada di tempat tersebut pukul 05.00 WIB. Karena curiga, saya lapor ke Polisi yang sedang mengatur lalulintas," kata Banjarnahor. Polisi yang menerima laporan kebetulan bertugas di Mapolsekta Medan Kota dan segera melaporkannya kepada

Kapolsekta Sandy Sinurat, SiK. "Awalnya kita periksa tas itu menggunakan metal detektor. Menjaga hal tak diinginkan, kita segera berkoordinasi dengan Brimobdasu yang menurunkan tim Jihandaknya. Setelah diledakkan, isinya pakaian, novel dan ijazah," terang Sandy. Sandy meminta pemilik tas agar datang ke Mapolsekta Medan Kota untuk mengambil barang-barangnya. Selain itu juga diimbau agar masyarakat jangan cepat terpancing dengan isu karena bisa menimbulkan kepanikan, berakibat terganggunya keamanan dan ketertiban masyakarakat (Kamtibmas). "Mari sama-sama kita menjaga kondusifitas Kota Medan. Kepada pihakpihak tak bertanggungjawab, jangan menebar teror karena Polisi atau pihak keamanan lain pasti akan melakukan tindakan tegas," kata Sandy. (HER)

Polrestro Jaksel Ungkap Narapida Pengendali Narkoba Jakarta-andalas Anggota Kepolisian Resor Metropolitan (Polrestro) Jakarta Selatan mengungkap peredaran narkoba yang diduga dikendalikan seorang narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat, berinisial H alias B. "H diduga pengendali, kami akan segera memeriksanya," kata Kepala Polrestro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Gatot Edy Pramono di Jakarta, Kamis (30/6). Ia menuturkan, dugaan keterlibatan H sebagai pengendali peredaran narkoba berawal saat polisi menangkap pengedar narkoba berinisial AS alias K di daerah

Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (22/6). Saat interogasi polisi, AS mengaku mendapatkan pasokan narkoba dari H melalui seorang kurir. Selain itu tersangka juga menerima kiriman barang haram dari W yang diduga berada di Hongkong. "Tersangka AS sudah mengedarkan narkoba selama tujuh bulan," ujar Gatot. Ia mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) guna menindaklanjuti kasus pengendalian narkoba yang dilakukan penghuni rutan. Polisi juga masih memburu ter-

sangka yang diduga sebagai kurir dan W yang berada di Hongkong. Selain menangkap AS, petugas juga mendapatkan barang bukti berupa 1.945 butir ekstasi, empat gram shabu dan 520 butir "happy five" bernilai Rp1 miliar, alat isap sabu-sabu (bong) dan alat pengepak bungkus ekstasi. Gatot menambahkan, AS menjadi pengedar narkoba setelah berkenalan dengan seseorang penghuni penjara saat mendekam di rutan. Tersangka AS dikenakan Pasal 112 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun atau maksimal hukuman mati. (ANT)

Ini Dia Cara Putuskan Jaringan Narkotika di Lapas Jakarta-andalas Selama ada permintaan, pasokan narkotika tidak akan memutus mata rantai. Teknologi komunikasi melalui telepon selular dimanfaatkan jaringan narkoba untuk mengedarkan narkotika mulai dari tingkat bandar hingga pemakai. Teknologi selular inilah yang digunakan para pengedar narkotika yang kemudian mengendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Pengawasan petugas Lapas terhadap warga binaan perlu ditingkatkan guna mencegah penyelundupan telepon selular ke dalam tahanan.

"Yang utama adalah untuk mencegah agar peredaran di LP itu faktor utamanya adalah pengawasan terhadap napi agar tidak membawa handphone," kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nugroho Aji kepada wartawan, Kamis (30/6). Nugroho mengungkapkan, hingga saat ini, handphone merupakan barang yang masih bebas masuk ke dalam tahanan. Kebocoran dalam penyelundupan inilah yang kemudian mempermudah para jaringan narkotika melakukan hubungan dengan jaringannya di luar. "Kalau handphone tidak masuk,

sudah pasti tidak ada lagi pengendalian narkotika dari dalam tahanan," ujar dia. Dengan teknologi handphone ini, kata Nugroho, napi dengan mudah mengatur transaksi narkotika. "Mereka juga memanfaatkan transfer uang melalui SMS Banking," kata dia. Sementara, Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak Lapas terkait adanya pengendalian narkotika dari balik penjara. Kapolda berharap, petugas Lapas sendiri mampu merubah warga binaan untuk kembali ke jalan yang benar. (DTC)

KASUS JAMBRET– Kapolsek Medan Kota, Kompol M Hari Sandy Sinurat SiK (kiri) menginterogasi kedua pelaku jambret yang babak belurkan warga, kemarin.

Penjahat Bersenjata Rampok Bank Danamon Jakarta-andalas Kawanan penjahat bersenjata api merampok Bank Danamon di Jalan Latumenten Raya No. 22A, RT 03/09 Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (30/6) sekitar pukul 11.00 WIB. "Saat ini korban masih menjalani pemeriksaan," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Metro Tambora, Ajun Komisaris Polisi Katma di Jakarta, Kamis (30/6). Katma enggan menjelaskan kejadian secara detail karena polisi masih menyelidiki peristiwa perampokan bersenjata api tersebut. Berdasarkan informasi, komplotan perampok mengendarai sepeda motor dan menggunakan pelindung kepala (helm) langsung masuk ke Bank Danamon. Salah satu pelaku dari lima orang penjahat menodongkan senjata api kepada seorang karyawan yang bertugas sebagai "teller" (kasir) Selanjutnya, pelaku menyuruh beberapa karyawan bernama Nuraini, Rizal, Musa, Dian Saputra dan Ruli masuk ke dalam ruangan. Pelaku mengancam akan menembak karyawan itu, jika melakukan perlawanan. Usai membawa lima karyawan bank swasta itu ke ruangan dengan kondisi tangan dan mulut diikat lakban, para perampok menggasak uang tunai sekitar Rp47 juta dari laci teller. Saat ini, anggota Polsek Metro Tambora dan Polres Metro Jakarta Barat menyelidiki kasus pencurian dengan kekerasan tersebut. Anggota menemukan barang bukti tali rafia dan lakban yang diduga milik pelaku untuk mengikat para karyawan Bank Danamon. (ANT)

480 Polisi Amankan Sistem “Commuter Line� KA Jakarta-andalas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) mengerahkan 480 anggota guna mengamankan pemberlakuan sistem "commuter line" atau sistem jalur penglaju kereta api. "Total jumlah personil sebanyak 480 personil yang akan disebar di stasiun-stasiun kereta api," kata Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Sujarno di Jakarta, Kamis (30/6). Kombes Sujarno mengatakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah melayangkan surat permintan bantuan pengamanan terkait pemberlakuan sistem jalur penglaju kepada Polda Metro Jaya sejak dua hari lalu. Berdasarkan permintaan , PT KAI mengajukan penempatan anggota di sekitar stasiun kereta api yang disesuaikan dengan tingkat kerawanan. Sujarno mencontohkan pihaknya menempatkan jumlah anggota lebih banyak di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, yakni 40 personil karena pertimbangan tingkat kerawanan. "Sementara stasiun yang kecil menempatkan 10 anggota," ujar Sujarno. Sebelumnya, PT KAI mengujicobakan sistem jalur penglaju kereta api di lintasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi sejak 30 Juni-1 Juli 2011. Selanjutkan, perusahaan milik negara itu, akan memberlakukan sistem lajur penglaju secara permanen mulai 2 Juli 2011. (ANT)

Hakim Tolak Eksepsi Cirus Sinaga Jakarta-andalas Majelis Hakim menolak eksepsi Cirus Sinaga dalam sidang putusan sela dalam kasus dugaan penghilangan pasal korupsi dalam dakwaan mantan pegawai Ditjen Pajak Gayus Halomoan Tambunan di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi (KPK). Hakim Albertina Ho yang memimpin persidangan di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis,

memerintahkan kepada jaksa penuntut umum (JPU) melanjutkan pemeriksaan perkara terhadap terdakwa. Majelis hakim dalam putusan sela tersebut menyatakan keberatan penasehat hukum terdakwa atas pemeriksaan terhadap jaksa nonaktif Cirus Sinaga tidak sah. Selain itu, hakim juga menolak keberatan kuasa hukum terdakwa yang menyebutkan dakwaan JPU prematur karena tidak menunggu

hasil kasasi terkait kasus yang lain Gayus Tambunan. JPU mendakwa mantan JPU kasus Antasari Ashar ini dengan pasal berlapis. Dengan dakwaan tersebut Cirus terancam hukuman 20 tahun penjara dan denda hingga mencapai Rp1 miliar. Ada pun pasal yang dikenakan terhadap Cirus adalah Pasal 12 huruf e Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Terdakwa diduga menghilangkan pasal korupsi terhadap Gayus Halomoan Tambunan setelah beberapa kali bertemu dengan penasehat hukum Gayus, Haposan Hutagalung. Cirus juga diduga yang meminta AKP Sri Sumartini menambahkan pasal penggelapan 372 KUHP, dengan demikian putusan hakim di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang dapat membebaskan Gayus dari kasus

pencucian uang. Jaksa nonaktif ini juga didakwa dengan Pasal 21 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi karena secara langsung maupun tidak langsung telah menggagalkan penuntutan terhadap Gayus. Sedangkan pada dakwaan ketiga, Cirus didakwa dengan Pasal 23 UU 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak

Pidana Korupsi karena dianggap menyalahgunakan jabatan dan kekuasaannya untuk membuat orang lain melakukan hal melanggar hukum. Dalam sidang putusan sela tersebut Ketua Majelis Hakim juga sempat mempersilahkan penasehat hukum terdakwa mengajukan permohonan agar terdakwa dapat menjalani perawatan mengingat kondisi kesehatan terdakwa yang terganggu. (ANT)


HUKUM KRIMINAL

Jumat 1 Juli 2011

harian andalas | Hal.

5

Sidang Pungli Jembatan Timbang

Intel Jaksa Nyamar jadi Kernet Medan-andalas Pengadilan Negeri (PN) Medan kembali menyidang tiga terdakwa yang melakukan pungutan liar (pungli), di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang dengan terdakwa, Panal Simamora (54), Ahmad Sofyan Batubara (42), dan Marlon Sinaga (51), diruangan Cakra PN Medan, Kamis (30/6) siang. Agenda sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Acmad Guntur SH menghadirkan saksi, Frangki Manurung, petugas Intel Kejati Sumut yang ditugaskan untuk meringkus dan memantau ketiga terdakwa di Jembatan Timbang Sibolangit. Dalam keterangan Frangki di depan Majelis Hakim, pada saat penyelidikan, ia menyamar sebagai kernet truk pengangkut jagung dan sesampainya di Jembatan Timbang Sibolangit, Frangki melihat ada 150 mobil truk yang mengantri. Dalam pengantrian tersebut menurut Frangki, terlihat monitor digital pengukur yang mati dan sebagian kernet mobil tersebut memberikan uang pada salah satu ter-

dakwa yaitu, Panal Simamora dan memberikan kembali pada dua rekannya. Tiba saat giliran mobil truk yang ditumpanginya ia langsung diberitahu kalau muatannya melebihi tonase dan langsung dimintai uang Rp 150 ribu kalau tidak muatannya diturunkan setengah sementara monitor timbangan mati. Lalu Frangki mengelabui dengan bernegosiasi dengan menawar dan memberikan uang Rp50 ribu namun terdakwa Panal Simamora meminta tambah kembali lalu memberikan uang tersebut ke terdakwa Sofyan. Setelah itu, Frangki meminta kwitansi bukti timbangan tersebut, terdakwa Patar mengatakan pada Frangki kalau ia orang baru, yang tidak mengerti. "Kamu orang baru ya, jadi tidak mengerti," beber Franki menirukan nada Panal, dan di jawab Frangki "ya saya orang baru dari Jawa," lanjut Frangki kembali diruang sidang. Setelah cukup bukti, Frangki bersama beberapa petugas intel Kejati lainya langsung menangkap ketiga terdakwa dan memborgolnya. (FEL)

Sidang Perkara Dugaan Korupsi Migor Kembali Digelar Langkat-andalas Sidang perkara dugaan korupsi penyaluran minyak goreng (Migor) dari Dinas Perdagaan/Perindustrian Langkat untuk masyarakat miskin, sumber dana APBN tahun 2008 atas terdakwa Direktur CV Teguh Cipta, Yadi Suprayogi (48) penduduk Dusun II Kacangan Desa Karang Gading, Kabupaten Langkat selaku rekanan distributor kembali digelar di PN Stabat, Kamis (30/6). Sidang dengan agendakan mendengar keterangan saksi ini dipimpin ketua majelis hakim, Hj DS Dewi SH MH dan dua hakim anggota, Cipto Hosari P SH MH, Vivia Sitanggang SH dengan tim jaksa penuntut umum (JPU), Rahmi Safrina SH dan Febrina SH. Wakil ketua dua Koperasi Bina Sejahtera Agus Salim yang dihadirkan tim JPU mengaku kenal dengan terdakwa tinggal satu desa dengan terdakwa yang notabene terdakwa selaku ketua umum koperasi Bina Sejahtera yang menampung hasil perkebunan. Namun saksi Agus Salim wakil ketua koperasi Bina Sejahtera saat ditanya majelis hakim maupun tim JPU lebih banyak tidak

tau "terkesan menutup-nutupi" dalam memberikan keterangan dihadapan sidang. Ketua majelis hakim sempat mengatakan terhadap saksi semua saudara saksi menjawab tidak tau berarti koperasi ini fiktif. Karena saya kurang komunikasi dengan ketua (terdakwa red) dan sejak dibentuknya koperasi Bina Sejahtera tahun 2000 s/d 2001 tidak pernah ada rapat anggota, bahkan sampai sekarang ini tidak pernah ada rapat koperasi. Pada 2008 saya diberitahu oleh terdakwa untuk membantu menyalurkan minyak goreng (Migor) di daerah Langkat Hulu. Tapi mekanisme penyaluran saya tidak tau. Dalam penyaluran setelah masyarakat datang menyerahkan KTP lalu saya berikan kopon dalam satu orang mendapat migor sebanyak 2 kg dengan harga Rp6500 per kilogramnya. Dalam penyaluran migor di Kecamatan diawasi oleh Disperindag Langkat yang berpakaian dinas. Penyaluran migor setiap kecamatan yang saya bagikan kemasyarakat mencapai 10 s/d 15 drum dalam satu drum 200 kg,� terangnya. (SBR)

andalas/ist

PENCURI VALET– Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Agus Andrianto menginterogasi para tersangka pencurian valet yang berdiri di hadapan barang bukti di Mapolda Sumut, Kamis (30/6). Dalam kasus ini, polisi juga meringkus seorang warga Malaysia karena sebagai penadah hasil curian tersebut.

Dijual kepada Warga Malaysia

Polda Sumut Ungkap Pencurian 250 Bal Valet Medan-andalas Petugas Subdit III/Umum Direktorat Reskrimum Polda Sumut, berhasil menggagalkan aksi pencurian sekitar 250 bal valet dari 11 orang tersangka. Dari keberhasilan itu, polisi juga meringkus penadah barang curian tersebut, yakni seorang warga Malaysia Fong Sek Wong. Kini, ke-11 tersangka dijebloskan ke sel. Dalam pengungkapan barang curian bernilai jutaan rupiah tersebut, polisi juga menyita barang bukti satu unit truk tronton, satu unit Colt Diesel plat nomor polisi BK 9197 LE dan satu unit pick up BK 8439 DF. Saat ini, polisi tengah memburu seorang pelaku lagi diduga membawa 10 ton valet. “Warga Malaysia itu sebagai

penadah. Saat ini, kita sedang memburu seorang pelaku lagi yang masih memiliki sekitar 10 ton valet,� kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Heru Prakoso didampingi Direktur Reskrimum Kombes Pol Agus Andrianto, Kamis (30/6). Dijelaskan, ke-11 tersangka adalah, Ali Akbar, Erwin, Ahmad Taupik, Hermanto, Wasidi, Syawal,

Bundarto, Suprapto, Fong Sek Wong (warga Malaysia), Budiman dan Ridwan. “Aksi pencurian itu diotaki oleh Ali Akbar yang berprofesi sebagai supir,� jelas Heru. Ke-250 bal valet dibungkus plastik tembus pandang itu disita masing-masing, 30 bal dari Bundarto, 70 bal dari sebuah perusahaan, 150 bal dari Suprapto dan 10 bal dari Ridwan. Kasus itu ditindaklanjuti polisi setelah menerima laporan dari Awi, pengusaha sebuah ekspedisi yang menerima pesanan untuk mengirimkan valet tersebut. Direktur Reskrim Polda Sumut, Kombes Pol Agus Andrianto menambahkan, pengungkapan pencurian valet itu di kawasan Per-

dagangan Kabupaten Simalungun, sejak 20 Juni lalu. Pengungkapan itu berkaitan dengan aksi kejahatan terhadap pencurian CPO. “Ini berkaitan dengan keberhasilan mengungkap aksi pencurian CPO yang terus kita kembangkan sejak 20 Juni lalu,� terang Agus, tapi tak memperlihatkan keberhasilan atas aksi pencurian CPO. Dalam pemeriksaan, para tersangka mengaku baru kali pertama melakukan aksi pencurian tersebut. Tapi mereka mengaku sudah dua tahun bekerja di perusahaan PT Indah Glori Mas di Tanjung Morawa (Tamora). “Ngakunya baru pertama, tapi mereka sudah dua tahun bekerja di PT Indah,� tandas Agus. (HER)

Takut dengan Direktur CV Prawira Jaya andalas/ist

SIDANG – Tim JPU, Rahmi Safrina SH dan Febrina SH menyidangkan terdakwa Direktur CV Teguh Cipta, di PN Stabat, Kamis (30/6)

Panitia Pembangunan Rumah di Binjai Akui Salahi Aturan Medan-andalas Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Binjai, Juanda yang juga terlibat dalam kepanitian Proyek Pemukiman Prasarana dan Sarana Pemukiman Berbasis Masyarakat mengakui jika dirinya telah menyalahi aturan dengan alasan takut dengan salah seorang terdakwa, Direktur CV Prawira Jaya, Sentot Prawira Dirja. Hal tersebut diungkapkannya dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Sugianto dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), FKJ Sembiring di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (30/6). "Saya akui saya menyalahi aturan pak, karena saya takut dengan Pak Sentot. Dengar-dengar beliau (Sentot-red) sangat dekat dengan Pak Wali Kota Binjai dan merupakan kerabatnya," katanya. Dijelaskannya, dirinya menyalahi aturan karena Sentot selain mendaf-

tarkan perusahaan miliknya juga mendaftarkan perusahaan CV Lancang Kuning yang dimiliki oleh terdakwa Haris Syahputra Nasution. "Semua urusan dengan CV Lancang Kuning dilakukan oleh Sentot tanpa disertai surat kuasa. Walaupun begitu, kebetulan pas menerima pendaftaran itu saya, terpaksa saya terima karena takut," katanya. Dia juga menjelaskan, seogiayanya jika semua proses diwakilkan ke orang lain harus disertai dengan surat kuasa dari pemilik perusahaan dan orang diberikan kuasa tersebut, namanya harus tertera didalam akte perusahaan. "Saya tidak pernah melihat Pak Haris sampai proyek selesai," tegasnya dihadapan terdakwa Haris Syahputra dan terdakwa mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Zainal Arifin. Saksi lainnya PNS dilingkungan PU, Juraida yang juga tergabung

dalam kepanitian menyebutkan, proyek tersebut terbagi dalam dua kecamatan yakni Binjai Utara dan Binjai Barat. "Setelah melakukan evaluasi, panitia mengusulkan tiga perusahaan ke PPK untuk ditetapkan sebagai pemenang," katanya. Perusahaan tersebut yakni, untuk wilayah Binjai Utara dimenangkan oleh CV Prawira Jaya dengan pemenang cadangan I CV Lancang Kuning, cadangan II CV Cipta Agung. Sedangkan untuk pemenang di Kecamatan Binjai Selatan dimenangkan oleh CV Lancang Kuning, pemenang cadangan I CV Prawira Jaya dan cadangan II CV Cipta Agung. "Setahu saya, CV Lancang Kuning itu juga diwakili oleh Pak Sentot dan saya juga tidak pernah melihat Pak Haris," ungkapnya. Tak Buat Laporan Tertulis Sementara itu, pengawas proyek dari Dinas Tarukim Binjai, Magan Sitepu mengaku, dirinya dan 2 orang pengawas lainnya tidak pernah membuat laporan peng-

awasan terkait pekerjaan tersebut. "Tidak dibuat secara tertulis pak, saya hanya melaporkan secara lisan saja," katanya. Mendengar hal itu, majelis hakim sedikit terkejut. "Apakah laporan lisan saudara itu bisa dipertanggung jawabkan," tanya majelis hakim. Magan hanya bisa terdiam dan agak sedikit gelagapan menjawab pertanyaan majelis hakim. "Kami hanya melaporkan secara lisan pak," katanya lagi. Namun, lanjutnya, dirinya pernah meneken berita acara kemajuan pekerjaan di wilayah Binjai Utara dan Binjai Selatan yang dibuat oleh Sentot. "Berita acaranya sudah disiapkan oleh Pak Sentot selaku rekanan dari CV Prawira Jaya termasuk berita acara dari CV Lanncang Kuning yang juga dibuat oleh Pak Sentot," terang Magan. Dia juga mengakui, selama pengerjaan proyek tersebut, dirinya tidak pernah melihat terdakwa Haris Syahputra dan tidak pernah berurusan degannya. Sesuai jadwal, sidang tersebut akan menghadirkan 11 saksi untuk kedua terdakwa Haris Syahputra Nasution dan Zainal Arifin.(FEL)


RAGAM

Jumat 1 Juli 2011

Nazaruddin Tersangka

"Setelah cukup argumenargumen hukumnya, bukti-buktinya, kami tetapkan sebagai tersangka hari ini (kemarinRed)," kata Ketua KPK Busyro Muqoddas, usai acara pemberian Award UII di Kampus UII, Kaliurang, Yogyakarta, Kamis (30/6). Menurut Busyro, kenaikan status Nazaruddin ini baru diputuskan kemarin. Kenaikan status Nazaruddin menjadi tersangka ini akan ditindaklanjuti KPK. Kendati demikian, KPK mengakui ada kesulitan menghadirkan Nazaruddin ke Indonesia. KPK berharap, Presiden bekerja sama langsung dengan pemerintah Singapura untuk memulangkan Nazaruddin. "Bagus sekali kalau Presiden bisa G to G dengan negara yang diduga Pak Nazar ini bersembunyi," kata mantan Ketua Komisi Yudisial ini. Dalam kasus ini, KPK sudah menetapkan tiga tersangka yakni Sekretaris Kemenpora Wafid Muharram, Mindo Rosalina Manulang dan Muhammad El

Muhammad Nazaruddin Idris. Berkas Rosa dan Idris sudah dilimpahkan ke penuntut umum sementara Wafid masih dalam pengembangan penyidikan. Nazaruddin terbang ke Singapura sehari sebelum pencekalan dirinya diterbitkan. Nazaruddin

sudah pernah membantah terlibat kasus ini. Dia berangkat ke Singapura dengan alasan untuk berobat karena sakit. Busyro juga mengatakan, masih banyak kasus yang membelit bekas Nazaruddin. Menurut dia,

6

Nazaruddin Sebut Nama Anas

 KPK Ajak Presiden Kerja Sama Pulangkan Nazaruddin Jakarta-andalas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, sebagai tersangka. Nazaruddin menjadi tersangka kasus dugaan suap di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

harian andalas | Hal.

Nazaruddin tak hanya terjerat kasus suap pembangunan wisma atlet SEA Games di Jakabaring, Palembang. "Kasus lain ada beberapa, sedang didalami," katanya. Namun demikian, Busyro tak mau menyebutkan secara detil kasus apa saja yang membelit Nazaruddin itu. Dia hanya mengatakan dalam kasus-kasus itu, alat bukti sudah cukup untuk menetapkan Nazarudin jadi tersangka. "Pokoknya kami jalan terus, tidak ada faktor-faktor politik. Kami akan garansi. Biarkan orang mengatakan ini ada pengaruh politik (intervensi)," tandasnya. Sementara itu, mantan bendahara umum PD Muhammad Nazaruddin buka mulut atas penetapan dirinya menjadi tersangka kasus suap pembangunan Wisma Atlet Sea Games di Kemenpora. Ia menuding penetapannya menjadi tersangka tersebut penuh muatan politis. "Ini semua rekayasa politik," ujar Nazaruddin dalam pesan BBM kepada detikcom, Kamis (30/6). Sedangkan Wakil Ketua Dewan Pembina PD Marzuki Alie mengaku prihatin partainya terus diguncang kasus Nazaruddin. Mantan bendahara umum PD yang tersangkut kasus suap Kemenpora ini seolah telah membuat PD terobok-obok sampai luluh lantak. "Kalau ngomong itu kan politisnya nggak baik, seolah-olah di dalam rampok semua. Kalau ada faktanya sampaikan semua. Kalau nggak menyedihkan juga partai ini terus diobok-obok," ujar Marzuki. (VN/DTC)

MANTAN bendahara umum Partai Demokrat (PD) Muhammad Nazaruddin dinyatakan tersangka oleh KPK. Nazaruddin pun kembali melempar tudingan dari Singapura. Nazaruddin menyebut ada jatah untuk PD yang disetor langsung ke Ketum PD Anas Urbaningrum. Benarkah? "Uang Rp 9 miliar itu dari Sekjen Menpora diberikan sama Paul, dari Paul diberikan ke Wayan Koster, dari Wayan Koster dan Angelina dan diserahkan ke Mirwan Amir. Dari Mirwan Amir diserahkan ke pimpinan banggar langsung dan ketua Fraksi Demokrat dan Mirwan Amir kalau jatah Demokrat tidak diserahkan ke saya tetapi langsung ke ketua umum Demokrat Anas langsung," ujar Nazaruddin. Hal ini disampaikan Nazaruddin dalam pesan BlackBerry Messenger (BBM), Kamis (30/6). Tudingan Nazaruddin itu sudah dibantah. Baik Angelina Sondakh, Mirwan Amir, juga Anas Urbaningrum baik secara langsung ataupun melalui politisipolitisi PD sudah membantah tudingan itu. Nazaruddin bahkan diminta pulang ke Indonesia untuk memberikan bukti, namun pria asal Pekanbaru, Riau itu menolak pulang dengan alasan sakit. Dalam perbincangan melalui BBM itu juga, Nazaruddin mengaku bingung dirinya ditetapkan sebagai tersangka. Menurutnya semua orang yang disebutnya sudah memberikan kesaksian di depan tim investigasi PD. "Saya bingung liat ini semua. Padahal Mirwan Amir dan Angelina udah mengakui ini semua malah begitu kasus ini meledak di depan saya dan Anggelina dan Jafar Hafsah, Mirwan mengaku baru ngasih uang Rp 7 miliar untuk mengamankan media saja," terangnya. Sedangkan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum

Anas Urbaningrum membantah tudingan Nazaruddin bahwa dirinya menerima aliran suap Kemenpora. Anas menegaskan bahwa pernyataan Nazaruddin hanyalah sampah. "Sampah mas," ujar Anas. (DTC)

Perubahan Rute Jalan

Kebijakan Wali Kota Siantar Rugikan Pelaku Ekonomi Medan-andalas Tokoh masyarakat Pematang Siantar Berry CWT menilai, kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Pematang Siantar yang mengubah rute (arah) Jalan Diponegoro, Surabaya dan Jalan Bandung sejak awal bulan April lalu, telah merugikan sejumlah pelaku ekonomi, baik usaha kecil maupun menengah. "Sejak arus lalulintas berubah, para pedagang di Jalan Surabaya, Diponegoro, dan Bandung mengeluhkan pendapatan mereka yang merosot tajam," kata Berry CWT didampingi Anggota DPRD Sumut, Brilian Moktar SE saat ditemui andalas di Ho Teh Tiam, Jalan Monginsidi Medan, Kamis (30/6). Berry CWT mengatakan, para pelaku ekonomi umumnya merasa kecewa dan resah atas perubahan arus jalan tersebut yang merupakan kebijakan Wali Kota Pematang Siantar Hulman Sitorus,SE dan instansi terkait lainnya.

"Seharusnya Pemko bisa memahami, keluhan dan harapan mereka selaku pelaku bisnis maupun sebagai masyarakat terkait perubahan rute jalan tersebut," kata Berry CWT. Selain itu, kata pendiri Sahabat Center ini, pengguna lalulintas khususnya para orangtua yang mengantar anak ke sekolah Kalam Kudus dan YP Sultan Agung akan semakin repot karena mereka terpaksa memutar jauh untuk sampai ke tujuan. Padahal, kata dia,selama ini, ruas jalan penghubung Jalan Sutomo-Merdeka dan sebaliknya, dari Jalan Sutomo masuk ke Diponegoro menuju Jalan Merdeka sudah sangat cocok seperti juga berlaku di Jalan Bandung. Hanya saja kini arah kedua ruas jalan itu dibalik dari Jalan Merdeka masuk Jalan Diponegoro menuju Jalan Sutomo dengan alasan mengatasi kemacetan. "Arus lalulintas satu arah pada

ketiga ruas jalan penghubung itu, hanya sedikit saja mengurangi kemacetan, tapi dampaknya bagi masyarakat baik terhadap pengguna lalulintas terlebih bagi pedagang kecil menengah sangat merugikan," ujar Berry. Anggota DPRD Sumut Brilian Moktar menambahkan, soal mengatasi kemacetatan masih banyak alternatif yang bisa dipilih Pemko Pematang Siantar. "Jadi kebijakan perubahan rute bukan satu-satunya cara mengurangi kemacetatan," ucap politisi PDIP ini. Karena itu, kata Brilian Moktar, Pemko Pematang Siantar dalam menjalankan kebijakan hendaknya tidak sampai mengorbankan masyarakat. Walikota Pematang Siantar Hulman Sitorus seharusnya mengembalikan rute Jalan Diponegoro, Surabaya dan Bandung seperti semula. (SIONG) andalas/stp

BERLUMPUR- Air sungai di lokasi wisata Pantai Biru Biru yang semula sangat jernih, beberapa bulan terakhir ini berubah keruh sejak keberadaan penambangan galian C di Desa Rumah Gerat dan Dusun III Kampung Tengah, Kecamatan Biru Biru, Kabupaten Deli Serdang. Bupati DS diminta menyetop galian C itu, karena merusak objek wisata andalan daerah ini.

Lokasi Wisata Pantai Biru Biru Berlumpur

Bupati Deli Serdang Diminta Stop Galian C KEBERADAAN penambangan galian C yang terletak di Desa Rumah Gerat dan Dusun III Kampung Tengah, Kecamatan Biru Biru, Kabupaten Deli Serdang beberapa bulan terakhir ini, sangat meresahkan. Pasalnya, selain menjadi pemicu kerusakan jalan daerah itu akibat ratusan armada dum truck terus keluar masuk ke dalam lokasi galian tersebut, kedua usaha galian C yang tidak memiliki dokumen lengkap ini juga membuang limbah pencucian material ke Sungai Seruai. Akibatnya, sungai menjadi keruh dan berlumpur. Padahal, di alur sungai ini terdapat obyek wisata Pantai Sarilaba Biru Indah, Pantai Casanova, dan kolam ikan milik warga. Pak Ginting, salah seorang warga Biru Biru yang mengaku untuk menghidupi keluarganya dan membiayai sekolah anakanaknya dari berjualan di Pantai Sarilaba Biru Indah kepada wartawan, Kamis (30/6) mengatakan, keberadaan galian C di Desa Rumah Gerat dan Dusun III Kampung Tengah, sangat merugikannya. Pasalnya, salah satu lokasi wisata andalan Kabupaten Deli Serdang ini mulai berkurang pengunjungya karena air

yang mengalir selalu bercampur lumpur. "Dari hulu sebenarnya air yang mengalir jernih. Namun akibat ulah kedua pengusaha galian C tersebut, air menjadi keruh. Otomatis para pengunjung yang ingin menikmati pemandangan enggan masuk ke dalam sungai. Dan mereka akan memilih pulang. Akibatnya, dagangan kami tidak laku," tuturnya. Dikatakan, memang pada hari libur air sungai mengalir jernih. Karena pekerja galian C tidak beroperasi. "Tetapi kami kan butuh setiap hari makan, bukan pada hari libur saja. Lagi pula, bila air di lokasi wisata ini terusterusan keruh, lambat laun pengunjung akan sepi. Padahal, tersohornya Pantai Biru Indah ini adalah karena airnya yang jernih," ucap Ginting. Karenanya, Ginting berharap agar Bupati Deli Serdang H Amri Tambunan melalui Dinas Pariwisata dan Pertambangan segera meninjau kembali keberadaan kedua Galian C tersebut. "Kami sangat meminta atensi dari pak bupati agar merespon keluhan kami. Karena sudah turun temurun kami mencari nafkah dari berjualan di lokasi Pantai Sibiru Biru. Mudah-mudahan pak bupati

mendengarkanya. Karena di sini dulu salah satu kantung suaranya dalam Pilkada," harapnya. M Irfan (28), salah seorang pengunjung yang datang ke Pantai Sarilaba Biru Indah Biru Biru mengaku kecewa ketika sampai di lokasi wisata tersebut. "Keknya kami tertipu bang. Soalnya dari atas tadi kami lihat airnya mengalir jernih. Tapi sampe di bawah kok airnya terlihat keruh. Kalu kek gini, siapa yang mau mandi, bang. Bisabisa kulit jadi alergi akibat kena air lumpur itu," tuturnya. Pantauan andalas, Kamis (30/6) sekira pukul 11.30 WIB, aktivitas kedua galian C masing-masing milik Marihot dan Jupiter, terus berlangsung. Puluhan dum truck terlihat keluar masuk mengangkat material yang telah selesai dicuci (diayak). Sementara limbah cucian material berbentuk lumpur, dialirkan persis di tempat lokasi pemandian Pantai Sarilaba Biru Indah. Selain mencemari lokasi wisata, sejumlah kolam ikan yang berada di hilir yang memanfaatkan alur sungai, juga tampak keruh. Sehingga terkadang warga juga mengeluh karena ikan piaraanya banyak mati mendadak. (STP)


IKLAN

Jumat 1 Juli 2011

FAMILY RENTAL MOBIL (PT) APV Kj. Kapsul pkt hmt 10 jam, Altis, L-300, Innova, L. Cruiser, N-Eyes, Bus, Hrn, Mgn, Bln, Utk dlm dan di luar kota. Hotline: 7734 2359 / 0819 3328 4540

harian andalas | Hal.

7


OLAHRAGA

Jumat 1 Juli 2011

harian andalas | Hal.

8

Jelang Copa America

Federer Tak Patah Arang London-andalas Tumbang dari Jo-Wilfried Tsonga di babak delapan besar Wimbledon memang menyakitkan, tapi kekalahan tersebut tak membuat Roger Federer tidak hilang mental. Federer siap bangkit di turnamen Piala David dan Amerika Terbuka setelah ini. Menjelang umurnya yang akan menginjak 30 tahun Agustus mendatang, pengalaman telah membuat mental Federer matang, dan kekalahan oleh Tsonga Rabu kemarin tak membuatnya patah semangat untuk menambah koleksi gelarnya, 16 grand slam selama kariernya di dunia tenis. “Tentu saja saya bisa bangkit kembali. Saya takkan melanjutkan karier saya jika tidak yakin akan bangkit,” ujar Federer, Kamis (30/6). “Saya masih fit. Meski saya kalah hari ini (kemarin,red), sa-

ya tak merasa patah semangat. Saya akan lebih berlatih keras dari pada sebelumnya dan berharap kembali dengan kekuatan terbaik saya pada Piala Davis pekan depan dan Amerika Terbuka setelahnya,” tambah petenis kelahiran Binningen tersebut. Sebelumnya Federer bertekad mengalahkan, atau sekedar menyamai pencapaian legenda Pete Sampras yang memenangi tujuh kali gelar Wimbledon. Sementara Federer hanya berselisih satu gelar (6 gelar Wimbledon) dari idolanya tersebut. “Saya masih antusias menyamai rekor yang dibuat Pete, tapi bukan itu motivasi utama saya. Saya mengidolakan Pete. Tentu menyenangkan melakukan hal yang pernah dia capai. Tapi pada akhirnya, saya hanya ingin sekedar memenangkan turnamen. (OKZ)

Stoner Komentari Ducati Milan-andalas Casey Stoner yang kini membalap untuk Honda mengomentari performa mantan timnya, Ducati, pada musim ini. Apa katanya? Sejauh ini Ducati belum bisa tampil mengesankan bersama Valentino Rossi maupun Nicky Hayden. Berada secara beruntun di posisi empat dan lima, performa keduanya di lintasan masih belum dapat bersaing dengan para pembalap Yamaha dan Honda. Dalam usahanya tampil lebih baik, Ducati pun telah berusaha melakukan pengembangan pada motornya. Hasilnya adalah GP11.1 yang telah dipergunakan di Assen pada seri lalu. Stoner, yang jadi juara dunia 2007 di atas motor Ducati, mengaku sama sekali tidak terkejut dengan aksi Ducati mempercepat pengembangan motor barunya tersebut. "Mereka membutuhkannya. Jika mereka tidak melakukan itu, maka kelihatannya mereka tidak berbuat apa-apa dan mereka jadi

ada di dalam masalah yang lebih besar," nilai Stoner. "Tanpa adanya hasil nyata tahun ini, mereka tidak bisa tetap menggunakan mesin yang sama dan terus-menerus mendapatkan hasil yang sama tidaklah cukup," lanjutnya. Saat Ducati merekrut Rossi dari Yamaha akhir musim lalu, Stoner sudah dapat menerka kalau tim Italia tersebut mesti mulai menanamkan uang lebih banyak dan menggenjot proses pengembangan motor. "Mereka jelas punya anggaran untuk memunculkan sesuatu yang baru dan jika Anda memiliki kesempatan tersebut maka Anda memang harus melakukannya," papar Stoner. Menurut Stoner, pengembangan yang dilakukan Ducati semasa dibelanya cukup berjalan lambat dibandingkan dengan saat ini. "Setiap tahunnya hanyalah langkah-langkah kecil dan mereka hanya memiliki waktu untuk itu," simpulnya.(DTC)

Messi Butuh Mahkota Juara Buenos Aires-andalas Dua kali menjadi pemain terbaik dunia dan mengantar Barcelona menaklukkan Eropa, Lionel Messi disanjung bak raja oleh banyak calon lawan di Copa America. Yang dia butuhkan selanjutnya tentu meraih mahkota juara. Sanjungan terhadap Messi jelang bergulirnya Copa Amerika datang bukan hanya dari rekan-rekannya di skuad Argentina saja. Banyak bintang yang akan berlaga di turnamen tersebut menyatakan kekaguman pada pemain milik Barcelona tersebut. Neymar misalnya. Striker Brasil yang tengah jadi rebutan banyak klub raksasa Eropa itu menyebut Messi berada 'di atas semua pemain yang akan berlaga di Copa America'. Sementara Alexis Sanchez mengaku 'sangat menikmati pertunjukan individu yang selalu dipertontonkan Messi'. Penyataan senada datang dari Falcao, striker andalan Kolumbia yang baru saja mengantar FC Porto meraih empat trofi di musim 2010/11. Dapat julukan Messi dari Kolumbia, striker 25 tahun itu merasa sangat terhormat. Dikutip dari Elmundo Deportivo, pujian tinggi juga terlontar dari striker tajam Liverpool berkebangsaan Uruguay, Luis Suarez. Messi disebut Suarez adalah pemain yang 'spesial' dan berada 'di luar jangkauan'. Seluruh pujian yang datang tersebut jelas tak berarti apaapa kalau Messi gagal mengantar Tango jadi juara. Jika melihat trek rekornya bersama timnas yang tidak sebaik jika membela The Catalans, jalan yang bakal dilalui Messi bisa jadi berat. Pelatih Sergio Batista jelas juga berharap banyak pada sosok Messi. Namun dia sadar kalau menggantungkan semua pada pemain 24 tahun itu sama halnya dengan blunder. Karenanya dia juga mempersiapkan tim untuk menyokong kerja Messi di lini depan."Di belakang Leo harus ada sebuah tim. Kami beruntung punya pemain terbaik di dunia (di dalam tim). Kami bisa mengubah permainan kapan saja," tegas Batista. (DTC)

De Gea Ingin Sesukses Van Der Sar Manchester-andalas Selama enam tahun membela Manchester United, Edwin Van der Sar telah meraih banyak trofi. David De Gea pun ingin menandingi kesuksesan sosok yang digantikannya itu. Sejak didatangkan dari Fulham pada 2005, mantan kiper berkebangsaan Belanda itu berhasil mengantongi total 10 gelar. Di antaranya adalah empat trofi Liga Inggris dan satu trofi Liga Champions. Kekalahan di final Liga Champions 2010-11 melawan Barcelona menjadi penanda ditutupnya karier sepakbola Van der Sar yang telah dilakoni sejak dua dekade lalu. Sementara itu De Gea yang baru saja direkrut "Setan Merah" mengaku kagum dengan Van der Sar. Kiper muda Spanyol itu ingin bisa menandingi sukses sang idola. (DTC)

"Menurut pendapatku, Edwin

Booth: Haye Pasti Kanvaskan Klitschko Berlin-andalas Jelang pertarungan akbar unifikasi kelas berat dunia antara David Haye dan Wladimir Klitschko sempat dirundung protes dari Haye karena pemilihan juri yang dinilai kontroversial dan dianggap akan menguntungkan Klitschko. Tapi hal itu tak dikhawatirkan Adam Booth, pelatih David Haye yang menyatakan hasil pertarungan nanti takkan ditentukan oleh juri, karena Booth yakin Haye akan mengkanvaskan petinju Ukraina tersebut. Jadi IKLAN |

Booth takkan cemaskan soal pemilihan juri, karena menurutnya takkan berpengaruh pada Haye. Booth juga talah mengimbau pemegang sabuk dunia versi WBA tersebut untuk tak terpengaruh dan tetap fokus pada pertarungan yang akan dilangsungkan pada Sabtu (2/7) waktu setempat. “Hal kontroversi tersebut tak mencemaskan saya sama sekali. Pertarungan nanti takkan ditentukan dengan perolehan angka,” cetus Booth, Kamis (30/6).

Booth juga tak terpengaruh pada bursa taruhan yang menempatkan anak didiknya tersebut sebagai underdog. Karena Booth yakin dengan pelatihan kecepatan dan power pukulan yang dijalani selama pelatihan akan membuat Klitschko KO sesegera mungkin. “David Haye nantinya menjadi Haye yang berbeda. Sekarang dia punya kecepatan dan kekuatan pukulan yang lebih dari biasanya. Saya juga tak memikirkan bursa taruhan. Dia akan naik ke ring dan memenagkan pertarungan,” pungkas Booth dengan optimis.(OKZ)


EKONOMI-BISNIS

Jumat 1 Juli 2011

harian andalas | Hal.

10

Fatwa MUI soal BBM Bisa Jadi Masalah

andalas/rony muharrman

NAIK-Pedagang melayani calon pembeli yang memilih ikan basah di Pasar Glugur Medan, Kamis (30/6). Harga ikan basah meningkat seiring dengan minimnya pasokan ikan dari sejumlah daerah dikarenakan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di beberapa daerah.

Dorong Swasembada Gula

Pemerintah Siapkan Rp 204 Miliar di 2012 Jakarta-andalas Kementarian Pertanian (Kementan) menganggarkan dana sebesar Rp 204 miliar di 2012 untuk mendukung swasembada gula 2014. Tahun ini dana serupa telah dianggarkan sebesar Rp 88 miliar. "Untuk mendukung swasembada gula, di tahun 2012 direncanakan sebesar Rp 204 miliar. Dana tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan di lapangan," ujar Menteri Pertanian Suswono dalam rapat kerja dengan komisi VI DPR RI, Kamis (30/ 6). Suswono menambahkan, dana tersebut akan digunakan antara lain untuk pembangunan kebun bibit tebu, untuk kebutuhan bibit unggul dan perluasan tanaman tebu rakyat. "Pembangunan kebun bibit melalui kultur jaringan untuk mendukung kebutuhan bibit unggul bagi kegiatan bongkar ratoon dan perluasan tanaman tebu. Juga untuk perluasan tanaman tebu rakyat, baik di Jawa maupun di luar Jawa," imbuhnya. Selain itu, uang miliaran rupiah itu akan digunakan untuk penerapan teknologi budidaya dan penyediaan traktor, serta sumber-sumber air bagi lahan-lahan di sentra-sentra produksi tebu. Ia juga mengatakan, untuk petani tebu juga akan diberi pelatihan dan penyediaan tenaga kontrak pendamping. "Dana ini juga akan digunakan untuk pemberdayaan, pelatihan petani tebu dan penyediaan tenaga kontrak pendamping yang akan ditempatkan di masing-masing koperasi tebu rakyat," pungkasnya. (DTC)

Jakarta-andalas Pemerintah perlu mengatur terlebih dahulu bagaimana mekanisme pengendalian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berikut dengan sanksi-sanksinya. Setelah itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dapat membantu sosialisasi pengaturan tersebut tanpa perlu mengeluarkan fatwa. Hal tersebut disampaikan anggota komisi VII DPR Satya Widya Yudha sebagai tanggapan dari adanya wacana pemerintah, khususnya Kementerian ESDM, yang menggandeng MUI dalam mengoptimalkan penggunaan BBM bersubsidi agar tepat sasaran, di Jakarta, Kamis (30/6). "Jika mengeluarkan fatwa nanti jadi masalah," ungkap Satya. Hal yang jadi masalah, yaitu bagaimana mengategorikan orang yang mampu dan tidak mampu. "Habis itu akan muncul lagi kenapa yang diatur cuma BBM

saja. Bahkan seperti orang yang mau beli obat generik, bisa juga difatwakan akan haram kalau dibeli orang mampu. Kan, jadi repot," tambahnya. Satya mengungkapkan, Indonesia sebetulnya tidak diatur oleh hukum-hukum (fatwa) itu. Harus dikembalikan bahwa pemerintah yang mengeluarkan peraturan terkait subsidi ini. "Apabila itu (peraturan) sudah dikeluarkan dan sudah matang, baru nanti MUI dilibatkan untuk sosialisasi," jawabnya. Oleh karena itu, ia pun berpendapat bahwa suatu kesalahan jika dengan mengeluarkan fatwa itu sebagai langkah yang efektif dalam mengoptimalkan penggunaan BBM nonsubsidi bagi masyarakat yang mampu. "Kalau pemerintah berharap bahwa dengan fatwa itu akan efektif. Itu ada dua kesalahan. Pertama, tidak adanya sanksi atau

PNS Berpendidikan Rendah Siap-Siap Dipensiunkan Jakarta-andalas Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo mengungkapkan program pensiun dini yang akan diterapkan bukan hanya karena faktor usia, namun juga latar belakang pendidikan yang dimiliki oleh seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Untuk itu, dia PNS dengan tingkat pendidikan rendah tampaknya harus bersiap-siap untuk pensiun dini. Agus menjelaskan program pensiun dini terjadi jika jumlah pegawai itu sudah sampai pada usia pensiun yang dimungkinkan untuk pensiun dini. Tapi jika dalam bagiannya terjadi transformasi penggunaan sistem yang full otomatis seperti teknologi infor-

Didesak Bank Dunia

Pemerintah Cuma Monitor BBM & Listrik Jakarta-andalas Kementerian Keuangan belum melihat kapan waktu yang tepat untuk menaikkan harga BBM bersubsidi dan listrik. Padahal,

masi, proses maker, checker dan approval, maka perampingan jumlah pegawai tak terhindarkan. "Otomatis terjadi kelebihan pegawai. Nah kelebihan pegawai itu, kebetulan karena usianya, background pendidikannya, itu tidak dimungkinkan ditempatkan di posisi-posisi yang lain," ungkap Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (30/6). Karenanya, lanjut Agus Marto, hal tersebut nantinya akan dijadikan inisiatif program pensiun dini sebagai satu paket yang diajukan pada KemenPAN dan BKN. "Yaitu menawarkan program pensiun dini sukarela," tambah dia. Program pensiun dini, lanjut Agus, diperlukan kesepakatan antara dua pihak, yakni pegawai dan instansi. Namun memang opsi untuk melakukan ada di pemerintah. "Kalau ada yang ingin berpartisipasi dan kita melihat ternyata ada yang masih diperlukan tenaganya, tentu kita tidak ijinkan. Tapi seandainya ada yang ingin partisipasi tapi kita tidak ada posisi

yang bisa ditawarkan pada yang bersangkutan, ya kita lepaskan," tutur dia. Sebelumnya, hal senada diungkapkan oleh Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati. Anny mengungkapkan selalu ada PNS yang posisi tidak bisa match dengan performance-nya. "Kita mau apakan? Memang mungkin kebanyakan, dibanding kebutuhan institusinya memang terlalu banyak, sehingga nanti kita perlu review, review-nya perlu dilihat mana-mana yang memenuhi performance," jelasnya. Dijelaskannya, jika memang tidak memenuhi performance based maka nantinya akan dilakukan training. "Tapi setelah di-training ternyata memang nggak bisa naik, maka mesti dicek, salah tempat jangan-jangan, sehingga harus ditaruh di posisi lain yang lebih match. Kalau itu juga tidak bisa masuk, harus dilakukan sesuatu dong, karena itu menjadi beban lembaga," tukas Anny. (OKE)

Bank Dunia sudah merekomendasikan pemerintah untuk merealisasikan kenaikan listrik dan BBM tersebut. "(Menaikkan BBM subsidi) itu akan jadi aspek yang akan kita monitor. Namun yang kita lakukan sekarang ini, utamanya lebih pada pengendalian agar BBM sesuai dengan anggarannya tanpa menaikan (harga) BBM dan tanpa menambah utang dan defisit 2,1 persen," ungkap Menteri Keuangan Agus Martowardoyo di Jakarta, Kamis (30/6).

Ia juga menyatakan bahwa meski pemerintah memiliki kewenangan untuk menaikkan BBM, namun secara ekonomi hanya satu sisi sehingga harus dipikirkan aspek-aspek lainnya. "Pengendalian BBM bersubdi harus dilakukan dengan efektif, kalau enggak ada pengendalian, volume yang dianggarkan bisa terlewati. Jadi yang ingin saya sampaikan, listrik dan BBM adalah sebuah komponen yang harus diwaspadai," lanjutnya. (OKE)

hukum yang mengikat. Kedua, fatwa itu sendiri menjadi tidak berwibawa," tambahnya. Mengenai subsidi BBM ini, Satya kembali menegaskan ada dua permasalahan yang harus diselesaikan pemerintah. Pertama, kenaikan minyak dunia yang berimbas pada naiknya anggaran subsidi BBM. Kedua, subsidi itu tidak tepat sasaran. "Dua ini harus dikerjakan paling tidak salah satu. Menaikkan premium dulu. Lantas pengaturannya dikerjakan dari sekarang. Tapi diperlakukannya pada tahun 2012, kan, bisa. Action harus ada salah satu di antara dua itu," sebutnya. Oleh sebab itu, ia pun menilai wacana dari Kementerian ESDM ini salah langkah. Mengingat subsidi BBM diatur dulu baru sosialisasi dengan menggandeng MUI. Namun, tanpa mekanisme fatwa. (KCM)

BNP2TKI dan AAI Akan Cek Semua Kasus Jakarta-andalas Secara bersama-sama, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) akan lakukan kunjungan dan melakukan validasi semua kasus yang terkait dengan fakta hukum kasus-kasus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. "Dalam waktu dekat ke depan ini kami akan membuat program yang akan terus menerus. Itu adalah mengunjungi dan memvalidasi semua kasus yang terkait dengan fakta hukum di luar negeri," ungkap Kepala BNP2TKI, Djumhur Hidayat, dalam acara penandatanganan nota kesepahaman kedua institusi dengan tujuan untuk membela para TKI, di Jakarta, Kamis (30/6). Pejabat dari BNP2TKI bisa didampangi oleh AAI untuk datang ke berbagai negara. Dan, lanjut dia, AAI akan ikut langsung sebagai bagian dari pihak yang akan memberikan nasehat permasalahan. "Tidak banyak hal yang bisa kami berikan kepada AAI, terlebih terkait dengan materi. Karena saya tahu temanteman profesional ini kalau beracara, mungkin bayarannya mahal karena profesional semua. Tapi kalau berhubungan dengan kita, mungkin yang kita harapkan menjadi pengacara yang profesional dan pejuang," ungkap Djumhur terkait kerjasama BPN2TKI dengan asosiasi para pengacara ini. Namun, terkait dana, Djumhur menyebutkan, untuk kegiatan kunjungan ini, sudah masuk dalam dana DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran). (KCM)

Walikota Medan Buka Bazaar Usaha Mikro dan Menengah WALIKOTA Medan Drs Rahudman membuka Bazaar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang diselenggarakan di Lapangan Pasar I Medan Marelan, Kamis (30/6). Sebanyak 86 pelaku UMKM ikut dalam arena bazaar tersebut seperti pengerajin, kuliner, konfeksi, aksesoris sebagai binaan Dinas Koperasi Kota Medan. Masyarakat diharapkan dapat mencintai produk UMKM sebagai sokoguru meningkatkan perekonomian masyarakat. Penyelenggaraan tersebut merupakan promosi masyarakat luas karena produk UMKM Kota Medan tidak kalah bersaing. Di samping itu agar warga diharapokan dapat mencintai

THAMRIN 12.45-15.00-17.15-19.30 PALLADIUM 13.45-16.00-18.15-20.30

produk UMKM. Pelaksanaan bazaar ini berlangsung selama 4 hari dimulai Jumat 31 Juni sampai 3 Juli 2011 dan digelar mulai pukul 16.00.Wib setiap harinya. Pelaksanaan bazaar ini merupakan perwujudan untuk memeriahkan HUT Kota Medan yang ke 421, di samping itu memasyarakatkan UMKM yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan menanggulangi pengangguran. Demikian disampaikan Kadis Koperasi dan UMKM Kota Medan Ir H Qamarul Fattah MSi dalam laporannya dalam acara bazaar tersebut. Sementara itu, Walikota Medan Dra H Rahudman MM menyambut baik

SUN 13.00-15.15-17.30-19.45

andalas/dp

digelarnya bazaar UMKM sebagi wadah untuk mempromosikan bergabai

THAMRIN 12.00-14.20-16.40-19.00-21.20 PLAZA 13.10-15.30-17.50-20.10 BINJAI 13.15-15.05-16.55-18.45-20.35

produk, meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Medan menuju

PALLADIUM 12.30-14.20-16.10 BINJAI 12.30-14.20-16.10-18.00-19.50

MENABUH GONDANGWalikota Medan Rahudman Harahap menabuh gondang tanda dibukanya bazaar UMKM 2011.

masyarakat metropolitan. Dikatakannya, saat ini sebanyak 1024 pelaku

THAMRIN 12.00-14.10-16.20-18.30-20.40 PALLADIUM 13.00-15.10-17.20-19.30-21.40 BINJAI 12.45-14.45-16.45-18.45-20.45

UMKM yang ada di Kota Medan dapat menyumbangkan Pendapatan Asli daerah (PAD) yang signifikan, Disamping itu, UMKM dapat mengentaskan kemiskinan dan juga mengurangi pengangguran, sehingga beban Pemko Medan untuk mensejahterakan masyarakatnya semakin terbantu melalui Dinas Koperasi dan UMKM. Selanjutnya Walikota mengatakan, Pemko Medan meminta kepada 4 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) turut serta membina UMKM untuk memberikan modal, pemasaran, dan pembinaan supaya lebih maju lagi. Dalam rangkaian

PALLADIUM 12.00-14.10-16.20-18.30-20.40 PLAZA 13.00-14.50-16.40-18.30-20.20

PLAZA 18.30-20.20

pembukaan bazaar tersebut Walikota juga memberikan pengesahan Akta pendirian koperasi simpan pinjam yaitu KSU Sepakat Makmur, Balam Jaya Medan Petisah, Anugerah Jaya Medan Petisah, IKLM Medan Marelan, Putri Deli Medan Marelan, Raja Wali Medan Petisah, Swadiri Medan Area, Sekolah Namira Medan Selayang, Tiga Satu Medan Selayang, Muhammadiah 08 Medan Area. Walikota mengharapkan supaya UMKM saling mendukung dan bekerjasama untuk menguatkan perekonomian di Indonesia, khususnya di Kota Medan yang semakin maju dan berkembang pada perekonomian rakyat. (DP)

SUN 13.45-16.00-18.15-20.30


OLAHRAGA

Jumat 1 Juli 2011

harian andalas | Hal.

9

Ingin Lolos ke PON XVIII Riau 2012

Sumut Kejar Tuan Rumah Putaran Kedua Jayapura-andalas Medan-andalas Pada pekan olahraga nasional (PON) XVII lalu kontingen Sumut berhasil menempati peringkat lima besar. Menatap PON XVIII yang akan berlangsung di Riau pada 2012 mendatang, tekad untuk memperbaiki peringkat pun diapungkan. Salah satu ajang yang dianggap mampu menjadi parameter adalah gelaran Porwil yang berlangsung di Kepulauan Riau, beberapa hari lalu. Sayangnya, di ajang ini kontingen Sumut memperoleh hasil yang mengecewakan dengan menempati peringkat keempat. Jika kalah dari kontingen Sumatera Selatan dan Sumatera Barat yang memiliki fasilitas olah raga dan SDM yang mumpuni mungkin masih dapat ditolelir. Namun jika dengan Bangka Belitung pun Sumut kalah, masihkan ini sebuah kewajaran? Minimnya perhatian pemerintah daerah teradap upaya peningkatan prestasi atlet kembali mengapung ke permukaan. Betapa tidak, kota yang di daulat sebagai kota nomor tiga terbesar di Indonesia ini ternyata tidak memiliki fasilitas olahraga yang refresentatif.

Bahkan, khusus untuk cabor sepak bola, Sumut yang dulunya terkenal sebagai gudangnya pemain andal, ternyata tak memiliki stadion yang lolos verifikasi. Imbasnya, para pemain memilih merantau memperkuat klub lain, agar bisa bermain di kasta tertinggi sepak bola nasional (Indonesia Super League). Tak ingin apa yang terjadi dengan kontingen Sumut di ajang Porwil terjadi pada tim sepak bola Sumut yang berlaga di ajang Pra PON, manejer tim Dr M Nur Rasyid Lubis, Achyar dan Drs Azzam Nasution, kemerin berharap, agar pemerintah daerah provinsi Sumut peduli dengan tim yang baru saja lolos dari babak Pra PON yang berlangsung di Aceh beberapa hari lalu. Menurut Dr M Nur Rasyid Lubis, tim Pra PON Sumut memiliki potensi untuk berlaga pada PON XVIII mendatang. Ini dibuktikan dengan serangkaian hasil impresif saat mengalahkan tuan rumah Aceh dengan skor 3-1 dan mempecudangi Kepri dengan skor 7-1. "Praktis di babak Pra PON lalu, selain mampu tampil atraktif, tim Sumut pun merupakan tim yang paling produktif. Jadi, tim ini sungguh memiliki potensi untuk berlaga pada PON XVIII mendatang, apalagi bila pemerintah provinsi memberikan perhatian terhadap tim ini," bilang pria yang akrab disapa Dr Mamad ini.

Atas dasar itu pula Dr Mamad berpendapat akan lebih baik bila pada babak Pra PON putaran kedua Sumut bertindak sebagai tuan rumah, sehingga peluang untuk lolos dari babak kualifikasi semakin besar. "Maksudnya, jika tampil di kadang lawan saja bisa meraih kemenangan, apalagi bila tampil di hadangan pendukung sendiri," bilang Dr Mamad. "Tahun 2007 Sumut gagal lolos ke PON XVII. Untuk menebus kegagalan tersebut kami sudah membentuk tim selama sebelas bulan, terhitung sejak 25 Juli 2010. Dengan rentang waktu yang sedemikian lama, tak diragukan lagi jika tim sangat solid di dalam maupun di luar lapangan. Dengan kondisi tersebut, maka sekaranglah kesempatan terbaik bagi kita untuk lolos ke PON XVIII nanti," tandas Dr Mamad. Sementara itu Plt Ketua PSSI Sumut H Idrus Junaidi mengatakan bahwa lolosnya Sumut ke putarana kedua babak Pra PON merupakan buah dari kerja keras para pemain, pelatih dan pengurus yang selama ini telah benyak mengorbankan tenaga, fikiran dan finansial. "Terima kasih untuk semuanya. Terima kasih juga untuk KONI Sumut dan Bank Sumut yang telah banyak memberi bantuan. Semoga semua yang telah dilakukan membuahkan hasil yang maksimal," timpal Idrus. (YON)

Kecamatan A Juara Liga Instansi Kota Medan Medan-andalas Kesebelasan Kecamatan A tampil sebagai juara pada ajang Liga Instansi SKPD Kota Medan yang berakhir kemarin (30/6) di Stadion Teladan Medan. Itu terjadi setelah di babak final Kecamatan A mengalahkan rivalnya Dinas Pendapatan lewat adu tendangan penalti dengan skor 4-3. Penentuan lewat adu tendangan penalty terpaksa dilakukan karena kedua tim yang bertandingan berbagi angka imbang 0-0 pada masa 2X35 menit. Saat dilakukan babak pertambahan waktu, kedua tim yang di babak semifinal mengandaskan Dinas Pertamanan dan PU Binamarga ini pun sama-sama tak mampu membobol gawang lawannya. Pada adu tendangan penalty juga terjadi perburuan angka yang sangat seru. Pasalnya, saat tiga eksekutor dari masingmasing tim sukses menjalankan tugasnya, eksekutor keempat dan kelima dari Kecamatan A dan Dinas Pendapatan justru gagal mengeksekusi dari titik dua belas pas. Imbansya, masing-masing tim kembali menugaskan seorang eksekutor hingga ditemukan siapa pemenang pada partai puncak turnamen yang tadinya diikuti 18 tim tersebut. Malang bagi Dinas Pendapatan, disaat eksekutor Irwanto sukses membobol gawang Dispenda yang dikawal mantan kipper PSMS Syahril Nasution, disaat itu pula Hermawan yang diamanatkan menjadi eksekutor tambahan gagal menjalankan tugansya, hingga akhirnya Kecamatan A pun keluar sebagai juara Liga Instansi SKPD Kota Medan I dengan skor 4-3. Dengan hasil itu maka Kecamatan A berhak atas tropi Wali Kota Medan dan uang pembinaan sebesar Rp7 juta. Sedangkan Dispenda yang menempati peringkat kedua harus puas menerima uang pembinaan sebesar Rp5 juta. Untuk peringkat ketiga dan keempat yang ditempati PU Binamarga dan Dinas Pertamanan harus puas menerima uang pembinaan masing-masing sebesar Rp3 juta dan Rp2 juta. Selain memberikan hadiah kepada para pemenang, panitia juga menyerahkan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp500 ribu kepada pemain terbaik M Andika (Kecamatan A) serta topskor Nasib Rayadi (Dispenda) yang menorehkan 18 gol. (YON)

LATIHAN-Anak-anak yang lolos seleksi AC Milan Junior Camp saat mengikuti latihan dibimbing pelatih profesional. andalas/ist

Program AC Milan Junior Camp

Enam Anak Medan Mulai Jalani Latihan di Bali Medan-andalas Mulai Senin, 27 Juni 2011 hingga dua minggu ke depan, enam orang anak yang lolos seleksi AC Milan Junior Camp Kota Medan bersama 64 orang anak lain dari berbagai kota di Indonesia memulai kegiatan pelatihan intensif di Sanur, Bali. Anak-anak tersebut sebelumnya lolos pada seleksi 10 kota yaitu Jakarta (7-8 Mei), Bandung dan Pekanbaru (14-15 Mei), Semarang dan Medan (21-22 Mei), Malang dan Palembang (28-29 Mei), Balikpapan dan Makassar (4-5 Juni), dan Bali (11-12 Juni). Dari 70 anak yang mengikuti pelatihan di Bali, akan dipilih 18 anak terbaik untuk diberangkatkan ke Milan dan mengikuti turnamen di pusat pelatihan AC Milan melawan puluhan tim AC Milan Junior Camp dari berbagai negara. Keenam anak yang mewakili Medan yakni M Fathurrahman, Yudha Risky Irawan, Okka Dwi Syahputra, Paulo Okravianus Sitanggang, Fredy Wira Pratama, dan Fiwi Dwipan. Mereka berkesempatan untuk menambah ilmu persepakbolaan bersama tim pelatih AC Milan dan pelatih-pelatih nasional pilihan. Dalam pelatihan intensif ini, selain berlatih di lapangan hijau, mereka menjalani kehidupan keseharian yang teratur seperti melakukan program pembelajaran di classroom mengenai

teori taktik persepakbolaan hingga pengetahuan mengenai gizi dan bimbingan konseling untuk memupuk mental pemenang. Asst Customer Relation Fuel Retail Marketing Pertamina Region 1 Sonny Mirath mengatakan dari kegiatan ini Pertamina sangat berharap akan muncul pesepakbola-pesepakbola andal yang dapat mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia. "Kami mengharapkan partisipasi Pertamina dalam kegiatan ini dapat berbuah manis dalam pengembangan persepakbolaan tanah air di masa depan." Paulo O. Sitanggang, salah satu anak yang mewakili kota Medan mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan bagi anak-anak Sumatera Utara menuju pentas dunia. Paulo juga meminta dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Sumut agar dirinya dapat terpilih mengikuti program di Milan. Bambang Sukoyono dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Usia Muda PSSI menyambut positif kegiatan AC Milan Junior Camp, dikarenakan kegiatan pembinaan seperti ini sangat membantu dalam pembentukan Timnas U-16. Bambang juga menyatakan apresiasi kepada Pertamina yang memberikan dukungan dalam penyelenggaraan AC Milan Junior Camp. "Kami mengharapkan ada BUMN-BUMN lain yang dapat mengikuti jejak Pertamina." (GUS)

andalas/ist

Ketua Umum MBCM Ir Yusuduri Tarigan dibadikan bersama Ketua Harian Taufik, Sekretaris Umum Netti Sofyan dan Bendahara Lian (Hendry) serta unsur pengurus lainnya.

HUT ke-1 MBCM, "Bersatu Menggapai Bintang" Medan-andalas Mercedes Benz Club Medan (MBCM) menggelar ulang tahun pertamanya di Aula Kolam Renang Universitas Amir Hamzah Medan, Rabu (29/6). Ketua Umum MBCM Ir Yusuduri Tarigan didampingi Ketua Harian Taufik, Sekretaris Umum Netti Sofyan dan Bendahara Lian (Hendry) kepada wartawan mengatakan sebenarnya club yang dibinanya telah berdiri sejak empa tahun yang lalu, namun baru pada 15 Juni 2010 diresmikan oleh MB Club Ina. MBCM merupakan klub ke-31 dari 42 club yang ada di Indonesia. MBCM dengan motto "Bersatu Menggapai Bintang" bertujuan untuk menjalin tali silaturrahmi sesama pencinta Mercedes Benz dari segala tipe khususnya di Sumatera Utara. Selain itu juga untuk turut menggairahkan dunia otomotif di daerah ini. "Kita sendiri setiap tahunnya sudah punya kalender kegiatan diantaranya Jambore Nasional yang rencananya akan digelar bulan September 2011, kemungkinan untuk tahun ini kita ditunjuk menjadi tuan rumah," ujar Yusuduri Tarigan. Disebutkannya, peserta Jambore Nasional adalah club Mercedes Benz (MB) dari seluruh Indonesia, pesertanya harus membawa nama club. Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam

Jambore Nasional diantaranya touring, pameran mobil-mobil Mercedes Benz dari yang classic sampai yang terbaru, game, lucky draw serta pameran spare part. Ketika disinggung apakah MBCM telah bergabung dengan Pengprov IMI Sumut sebagai induknya organisasi otomotif di Sumut, Yusuduri mengatakan sebenarnya empat tahun yang lalu pertama kali club ini dibentuk sudah didaftarkan, namun karena pengurus dimasa itu tidak aktif keanggotanya tidak jelas. Namun demikian pihaknya akan segera mendaftarkan kembali MBCM ke Pengprov IMI Sumut. HUT ke-1 MBCM berlangsung meriah dihadiri oleh seluruh anggota (members) club. Acara diawali dengan kata sambutan yang disampaikan Ketua Harian Taufik yang dalam kesempatan tersebut mengatakan ulang tahun kali ini digelar sebagai ajang konsolidasi dan silaturahmi semoga dengan digelarnya acara ini akan dapat mempererat tali silaturahmi diantara anggota club. "Dalam menjalankan roda organisasi kita tidak telepas dari tantangan, namun dengan kebersamaan dan persaudaraan semua tantangan tersebut dapat teratasi. Untuk itu ke depan kita harus berdiri tegak menghadapi tantangan tersebut, semakin hari semakin solid," ujar Taufik. (YON)

Menghadapi PON 2012

Tim Basket Aceh Optimis Mendulang Juara Yang lebih penting, lanjut Iqbal, perhatian Lhokseumawe-andalas dan dukungan Pemerintah Aceh, misalnya Keberhasilan tim bola basket Aceh dalam terhadap para pemain yang sedang kuliah ajang Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) mendapat bantuan bea siswa. "Pokoknya Sumatera VIII di Batam, 18-26 Juni 2011 kepedulian Pemerintah Aceh sangat kami lalu tidak terlepas dari semangat juang serta harapkan agar prestasi yang telah dicapai tekat meraih juara. Terbukti ketika pasukan dapat terus dipertahankan. Dan semua ini yang diasuh dr Lukman Hasibuan ini. menjadi penentu bila kesejahteraan dan menjalani tugasnya tanpa terkalahkan dan kebutuhan hidup seluruh anggota tim klimaknya meraih medali emas setelah di tejamin", pungkas Iqbal. final mengalahkan Sumatera Barat. Sementara pelatih tim basket Aceh, dr Prestasi yang diraih tim basket Aceh Lukman Hasibuan yang dihubungi terkait dalam ajang tersebut dinilai cukup hasil yang diraih tim Aceh dalam ajang sensasional, juara sejati tanpa Porwil Sumatera VIII Batam, mengatakan, terkalahkan. Dengan kemenangan regu bola basket Aceh mencapai sukses gemilang ini pula kian membangkitkan besar setelah berhasil merebut medali semangat juang kontingen Aceh dalam emas. "Ini adalah hasil yang ajang selanjutnya, baik regional maupun menggembirakan. Usaha keras dan latihan menghadapi PON 2012. secara spartan benar-benar membuahkan "Alhamdulillah, nama Aceh hasil", ujar Lukman Hasibuan. dibidang olah raga khususnya Sebelumnya, tambah Lukman untuk basket terus menjulang", ucap bisa menapak juara, para pebasket Aceh Iqbal Firdaus, 19 th, play maker telah menjalani pematangan latihan di tim basket Aceh saat bincang kawasan Setiabudi Regency Bandung. bincang dengan andalas di Selain latihan intensif juga melakukan Basket Hall, Kompleks ujicoba dengan tim basket di Bandung, Perumahan PT Pupuk Iskandar Cirebon, Jakarta, Surabaya, Muda, Krueng Geukueh, Aceh Semarang, dan kota-kota Utara, Kamis (30/6). lainnya di pulau Jawa. Iqbal yang mengaku "Tekat lolos ke PON telah menekuni olah raga 2012 Riau adalah basket sejak SD optimis target utama. Harus tim basket Aceh dengan juga dituntaskan semangat juang yang meraih juara. tak kenal menyerah Keinginan akan terus bertahan dakuat kami lam kelompok elite basyang diiringi ket nasional. Asal angdoa seluruh gota tim dapat mempermasyarakat tahankan kekompakan Aceh kiserta meningkatkan ranya dirikualitas tanding. "Hal Iqbal Firdaus usai dhoi Tuhan," inilah yang selalu dimelakukan latihan di ungkap dr. ingatkan pelatih, bapak Basket Hall Kompleks Lukman Lukman Hasibuan", paHasibuan. par Mahasiswa WidyaPerumahan PT PIM. tama, Bandung. (UCR)

Bupati Simalungun Batal Menutup Kejuaraan Tinju Parapat-andalas Sulawesi Utara dan Riau berhasil tampil sebagai juara umum di Kejurnas Tinju Junior dan Youth 2011 dalam rangka Lake Toba Eco Tourism Sport VII yang berakhir, Senin (27/6) kemarin di Open Stage Parapat. Sulawesi Utara tampil sebagai juara umum setelah merajai di nomor Junior putra-putri dengan merebut 5 emas dan 2 perunggu,sementara Provinsi Riau menjadi yang terbaik di nomor Youth dengan merebut 6 eamas dan3 perunggu. Secara keseluruhan kontingen Riau berhasil menjad pengumpul medali terbanyak dengan 9 emas,1perak dan 6 perunggu. Tiga emas'1 perak dan 3 perunggu berhasil direbut petinju Riau yang bertanding dinomor Junior putra masing-masing R oberto Ermando (46 kg),Amrizal Manalu (48kg) dan Jeki

Rezeki Manalu,sementara medali perunggu diperoleh Teo Pilus Simbolon (44), Mardius (50kg) putra. Sementara Sulut di kategori Youth hanya mampu menambah satu medali emas dari kelas Melfiani Niomba(45kg) Youth putri. Sulut secara keseluruhan meraih 5 emas dua perunggu. Lima medali emas Sulut diraih petinju mereka yang turun di kategori Junior putra-putri masing-masing Jhon Engkeng (44kg) putra,Teddy Manolong Sengke (52 kg) putra,Orlando ((54 Kg )putra,Stella Ma'ala (48 kg)dan Novita di kelas 50 kg junior putri. Sementara kontingen tuan rumah Sumatera Utara berada di posisi ketiga pengumpul medali terbanyak di masingmasing nomor. Di nomor Junior putra putri Sumut hanya meraih satu emas ,enam perak dan 2 perunggu,sedngkan di npomor Youth putra putri Sumut meraih 3

emas 4 perak dan 7 perunggu. Peluang Sumut untuk meraih gelar juara umum di kategori Youth sebenarnya terbuka lebar,mengingat pada pertandingan terakhir yang berlangsung kemarin malam, Sumut meloloskan empat petinjunya di final. Namun keberuntungan belum memihak kepada para petinju Sumut,dari empat petinju yang tampil di babak final hanya Falderama Han yang turun di kelas 56 Kg meraih medali emas.Sementara tiga lainnya, Khairul Nasutition (64kg),Vera Sri Marta Gea (57kg0 dan Erna Saragih (64 kg) putri kandas di partai puncak. Dengan hasil ini kontingen Sumut gagal mempertahan juara umum yang diraihnya tahun lalu. Bupati Batal Menutup Kejuaraan Kejurnas Tinju junior dan Youth 2011 dalam rangka memeriahkan Lake Toba

Eco Tourism Sport VII di tutup secara resmi oleh Wakil Ketua Umum Pengprov Pertina Sumut,Dr Donald Panjaitan. Rencananya penutupan kejurnas tinju ini akan di tutup secara resmi oleh Bupati Simalungun JR Saragih, namun Bupati dan rombongan tiba-tiba pergi meninggalkan areal pertandingan dikarenakan kurang puas atas keputusan wasit dan juri. Pada saat itu tenggah berlangsung partai final di kelas 57 Kg Youth putri antara Soimah dari Banten dan Vera Sri Marta Gea dari Sumut.Bupati Simalungun merasa kekalahan Vera dari petinju Banten dikarenakan kepemimpinan dewan juri yang dianggapnya kurang adil. Bupati Suimalungun dan rombongan langsung turun dari podium kehormatan usai Vera Sri Marta Gea dinyatakan kalah dari petinju Banten.

Sambil berlalu Bupati Simalungun menyatakan bahwa petinju Sumut sudah dikerjai wasit dan mnyatakan tidak mau menutup kejuaraan ini. "Untuk apa saya menutup Kejuaraan ini kalau lah pertandingannya seperti ini," ujar Bupati seraya pergi meninggalkan lokasi pertandingan. Ketua panitia pelaksana pertandingan Edy Sibarani saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pihaknya sudah memberikan kepercayaan nkepada wasit/juri untuk memimpin jalannya pertandingan . "Karena kita sudah memberikan kepercayaan kepada mereka maka kita harus mendukungnya," ujar Sibarani. Dikatakan,didalam tinju ada aturan pukulan mana yang mendapatkan nilai atau tidak,jadi mereka (wasit/juri-red) lebih paham didalam menentukan keputusan. (YON-REL)


KOMUNITAS

Jumat 1 Juli 2011

harian andalas | Hal.

11

andalas/ist

AHM Gelar Uji Keterampilan Siswa SMK dan Kontes Mekanik

KETERANGANKaban Kesbang Polinmas Sumut Drs Bukit Tambunan MAP saat memberi keterangan tentang Diksar Resimen Mahasiswa Mahatara Sumut, kepada pers di selasela acara diksar.

Medan-andalas PT Astra Honda Motor (AHM) bekerjasama dengan main dealer Honda di Indonesia menggelar uji keterampilan otomotif antar siswa SMK seIndonesia guna meningkatkan kompetensi di bidang teknik sepeda motor.

Mahatara Sumut Gelar Diksar Menwa Medan-andalas Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang Polinmas) Provinsi Sumatera Utara Drs Bukit Tambunan MAP mengatakan, Resimen Mahasiswa (Menwa) mempunyai tanggungjawab memelihara ketenteraman dan ketertiban, baik di lingkungan kampus maupun di tengah-tengah masyarakat. “Untuk itu, Menwa dituntut lebih mengaktualisasikan di tengah-tengah masyarakat. Dengan begitu masyarakat akan merasakan kontribusi dari menwa dalam mengisi pembangunan di tanah air,” katanya ketika membuka Pendidikan Dasar Komando Resimen Mahasiswa (Diksar Menwa) yang diselenggarakan Mahatara Sumut bekerjasama dengan Paskhas TNI AU/BS, di Kompi Paskhas TNI AU/BS, Medan Polonia, Senin (27/6). Diksar angkatan 223 tahun 2011 itu diikuti 40 menwa dari perguruan tinggi di Sumut khususnya Kota Medan. Diksar berlangsung selama 14 hari dengan materi

meningkatkan mentalitas para mahasiswa. Hadir pada acara pembukaan diksar itu, Danki Paskhas TNI AU Kapten Abdul Fajar, Danmenwa Mahatara Sumut, Rotua Sibagariang SST, Wadanmenwa Dedi Holden Simbolon S.Si, Kasmen Sahrijal Akino, S.Pd.I, Aspers Rifki Ramadhan, S.Pd.I, Aster Oda Kinata Banurea, S.Pd.I, Aspam Frikson Jhoni Purba, S.Si, Asop Bitner Simanjutak, dan Kasetum Gorby Hutabarat. Pada kesempatan itu, Bukit Tambunan menyebutkan, keberadaan Menwa cukup mewarnai dalam mengisi perjalanan bangsa dari dulu hingga saat ini. Hal ini tak terlepas dari peranan mahasiswa sebagai elemen bangsa yang berfungsi sebagai pncetus ide-ide cemerlang sekaligus mengontrol berbagai kebijakan pemerintah. “Nah, dari peran itu, mahasiswa merupakan pilar bangsa. Untuk itu, mahasiswa harus lebih berperan lagi mengisi pembangunan di tanah air,” ujarnya.

Bukit Tambunan mencontohkan peran penting menwa. Menurutnya, menwa sebagai cadangan komponen negara yang sewaktu-waktu harus siap diterjunkan mempertahankan dan membela kehormatan bangsa. Dan, ini sudah diatur dalam Pasal 27 (ayat 3) UUD’45. Jadi, mahasiswa memiliki peranan penting dalam upaya menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara. “Yang lebih penting, menwa supaya dapat melibatkan diri dalam memajukan kehidupan sosial dalam berbagai dimensi,” ujarnya. Sementara itu, Danmenwa Mahatara Sumut Rotua Sibagariang SST mengatakan, Menwa telah siap mengisi gerak pembangunan. “Sebagai Menwa sejati, kami siap di barisan depan,” katanya. Dia mengaku, keberadaan Mahatara Sumut menjadi barometer di Indonesia. Ini semua berkat kerja sama dari berbagai elemen. “Kami telah menanamkan semangat rela berkorban dan cinta tanah air kepada para Menwa,” katanya. (HAM)

Sebanyak 46 siswa SMK dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kegiatan yang berlangsung 25-27 Juni di Astra Honda Training Centre (AHTC), Sunter, Jakarta Utara. Mereka merupakan siswa terbaik dari 827 sekolah yang mampu menyisihkan 1.358 siswa lain pada babak seleksi di tingkat regional yang diadakan oleh main dealer Honda. “Sebanyak 46 siswa ini datang dari berbagai penjuru tanah air. mulai dari Aceh, Medan, Jakarta, Surabaya, Bandung, Makasar, Balikpapan, Samarinda, sampai Menado. Kami mencanangkan kegiatan ini akan menjadi kegiatan rutin tahunan sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial kami untuk menyampaikan informasi teknologi di bidang pendidikan,” ujar Min Hian, Technical Service Manager CV. Indako Trading Co, main dealer Honda di wilayah Sumatera Utara, Kamis (30/6) di kantornya , Jalan Pemuda Medan. Tison Mikael Sinaga yang berasal dari SMK 1 Medan Putri dan Ade Endro Susilo yang berasal dari SMK Negeri 1 Lubuk Pakam terpilih mewakili Provinsi Sumatera Utara. Kedua pelajar ini telah menyisihkan sedikitnya 136 kandidat yang mengikuti kegiatan Gebyar SMK Sumatera Utara.

Pengurus Bankom Trisula Dikukuhkan Medan-andalas Bankom Trisula Paskhas Medan diharapkan berperan memberikan kontribusi bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini dikatakan Komandan Paskhas AU Kompi A BS Medan Kapten Psk Abdul Fajar saat pelantikan sekaligus pengukuhan pengurus Bankom Trisula Paskhas Medan periode 2011-2014 di Hee Lai Ton Jalan Gandhi Medan, Sabtu malam (25/6). “Pelantikan sekaligus pengukuhan pengurus Bankom Trisula Paskhas Medan periode 2011-2014 ini, kami harapkan dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi segenap lapisan masyarakat,” ujar Abdul Fajar yang juga pelindung Bankom Trisula. Wakil Ketua Umum Bankom Trisula Leo Pratama juga menjelaskan, pihaknya siap membantu dan menjaga kondusifitas di Kota Medan. Selain itu pihaknya akan lebih memfokuskan perhatian menggelar ragam kegiatan sosial yang bertujuan membantu masyarakat. Ketua Harian Bankom Trisula August Napitupulu menyebutkan, keberadaan Bankom Trisula Paskhas Medan diharapkan dapat mempererat persaudaraan antarsegenap komponen masyarakat. “Bankom Trisula Paskhas Medan ini terbuka untuk semua lapisan masyarakat tanpa memandang suku, agama, maupun ras” se-

but August Napitupulu. Adapun pengurus yang dilantik, Ketum Umum: Tjong Sen Pak alias Asen, Wakil Ketua Umum I Anto Halim, Wakil Ketua Umum II Leo Pratama, Ketua Harian August Napitupulu, Wakil Ketua Harian I Erwin, Wakil Ketua Harian II Roy Johan Hasibuan, Wakil Ketua Harian II Darwin, Sekretaris Umum Irvan Purba SH, Wakil Sekretaris Umum Chandra, Bendahara Umum Petrus JK Purba, Wakil Bendara

Umum Tahir, Ketua Bidang Humas Ryant dengan anggota Andri Wijaya, Hendri, Sumarna, Alexander, Jek Hock, Winston Wijaya, dan Ketua Bidang Sosial Jumpa Ginting dengan anggota Lim Seng Siang, Ruki Yoto, Frans Lowing, Tok Seng Lai, Eng Ek Hwa, dan Kwok Jin Tsiang. Acara tersebut juga dihadiri Wakil Walikota Medan Dzulmi Eldin dan Binmas Poltabes Medan AKP Maju Harahap. (SIONG)

KONSER KECAPITim Jade Music School ketika melakukan Konser Kecapi di Changshu salah satu Kota di Republik Rakyat Tiongkok (RRT), beberapa waktu lalu.

andalas/ist

SKILL CONTESTCONTEST-Siswa SMK se Indonesia mengikuti technical skill contest yang merupakan salah satu program tanggung jawab sosial perusahaan PT AHM di bidang pendidikan. Sebagai bentuk dukungan bagi pengembangan SMK, selain memberikan bahan uji praktek dan teori beserta peralatan dan fasilitas kerja bagi kegiatan Gebyar SMK, Honda juga memberikan kesempatan peserta yang memenangkan kontes Otomotif SMK untuk menjadi perwakilan dari Sumatera Utara. Dukungan ini memberikan nilai lebih bagi kegiatan Gebyar SMK yang diselenggarakan Pemprovsu khususnya kegiatan kontes otomotif. Dalam final uji keterampilan ini di PT Astra Honda Motor, para peserta disyaratkan duduk maksimal di kelas 2 SMK Otomotif jurusan teknik sepeda motor dan menjadi pemenang lomba sejenis di tingkat regional yang diadakan main dealer Honda. Mereka mengikuti tes tulis dan praktik dengan menggunakan sepeda motor dan perala-

tan di bengkel. “Kami menilai kompetensi mereka berdasarkan pengetahuan teknik dasar otomotif, penggunaan alat, pengukuran part dan pengetahuan umum terkini seputar sepeda motor,” ungkap GM Technical Service AHM, Wedijanto Dewan Juri akan menetapkan 3 pemenang yang akan mendapatkan hadiah total senilai 13 juta rupiah, piala tetap dan bergilir, juga hadiah bantuan untuk sekolah, ditambah lagi hadiah-hadiah lain dari sponsor. Selain itu untuk semua peserta akan mendapat medali, sertifikat dan plakat untuk sekolah. Sedangkan untuk guru pendamping diundang lebih awal sebelum acara yaitu dari tgl 22-24 Juni. Mereka mendapatkan pelatihan teknologi sepeda motor bersertifikat dari PT AHM yang dilaksanakan di AHTC Jakarta.

Kontes Mekanik Dalam rangkaian acara uji keterampilan teknik otomotif ini, AHM juga akan menggelar Kontes Mekanik & Service Advisor Honda Nasional pada 21-24 Juli. Acara tahunan yang memasuki penyelenggaran ke 18 ini akan diikuti oleh 27 service advisor dan 36 mekanik. Mereka berhasil mengikuti final kontes tingkat nasional ini setelah menyisihkan 866 service advisor dan 2.753 mekanik dari sekitar 3.719 jaringan bengkel AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) di Indonesia. Dewan Juri akan menetapkan 3 pemenang untuk kategori mekanik dan 3 pemenang untuk kategori service advisor. Mereka ini akan memperebutkan total hadiah uang senilai lebih dari 25 juta rupiah dengan hadiah utama 2 unit sepeda motor. (SIONG)

andalas/ist

Prof Sun Wen Yan: Kecapi Sumut Berkembang Pesat Medan-andalas Master Kecapi (Guzheng) yang juga pemilik Sun Wen Yan Music School Shanghai, Profesor Sun Wen Yan menilai, permainan Kecapi Sumut berkembang pesat. Setidaknya hal itu sudah dibuktikan Tim Jade Music School Medan. “Penilaian itu disampaikannya ketika Tim Jade Music School Medan melakukan konser di Changshu, salah satu Kota di Republik Rakyat Tiongkok (RRT), akhir Juni 2011 lalu,”

andalas/siong

PENYEMA PENYEMATTAN PINPIN-Komandan Paskhas AU Kompi A BS Medan menyematkan pin kepada jajaran pengurus Bankom Trisula Paskhas Medan periode 2011-2014 yang dilantik, di Hee Lai Ton Jalan Gandhi Medan, Sabtu malam (25/6)

ujar Koordinator Jade Music School Ngarwaty Kartini (Yohana) di Medan, kemarin. Yohana menambahkan, Sun Wen Yan yang juga didampingi Master Kecapi lainnya seperti Mr He Xiao Dong dan Mrs He Xiao Tong, Tim Kecapi Sumut yang diwakili Jade Music School akan diundang untuk mengikuti event yang lebih besar lagi. Sehingga, Musik Kecapi Sumut yang dipadu dengan musik tradisional Sumut lainnya akan lebih dikenal, khususnya di RRT.

Sun Wen Yan, kata Yohana, juga tidak menyangka permainan musik Kecapi yang dipadu dengan musik tradisional lebih cepat diserap oleh masyarakat Sumatera Utara. “Sun Wen Yan juga berharap pemusik kecapi Sumut tidak hanya menghayati ilmu sendiri, tapi juga harus dipadu dengan musik tradisional lainnya di Sumut,” tambah Yohana. Pada konser di Changshu tersebut, kata Yohana, Tim Jade Music School menyanyikan 6 buah lagu, seperti

Sing Sing So, Kungfu Master Yu Zou Chang Wan, Kelahiran Budha, Ji Nai Wu Qi dan Li dao Xiao Qu. “Sebagai kunjungan balasan Pertukaran Kebudayaan IndonesiaChina Jade Music School Medan akan mengundang Sun Wen Music School Shanghai, melakukan Konser Kecapi pada Minggu (24 Juli 2011 mulai pukul 19.30 Wib di Jalan Putri Merak Jingga Medan,” ujar Yohana menambahkan. (RIL)

BERITA DUKACITA

YAYASAN BALAI SOSIAL HENRY WIJAYA JL. BAKARAN BATU NO.1 MEDAN TLP.(061) 7367339 - 7369359 Blok

VIP-C 2

Nama

Umur (Thn)

Alamat

Meninggal (Tgl/Jam)

Berangkat (Tgl/Jam)

Keterangan / Tempat

HO GUN LIEN

78

Jl. Pabrik Tenun No. 10 Medan

30-06-11 02.10 WIB

04-07-11 13.00 WIB

Diperabukan

HAUW LIEN HIOK / HERLINA

73

Jl. Pisang No. 19 Medan

30-06-11 07.30 WIB

04-07-11 10.00 WIB

Dikebumikan

BERITA DUKACITA

BALAI PERSEMAYAMAN ANGSAPURA JL. WAJA NO. 2-4 MEDAN TELP. 7345503, 7361328, 7360873 B lok

N ama

U mur (Thn)

Alamat

Meninggal (Tgl/Jam)

B erangkat (Tgl/Jam) K eterangan / Tempat

TAN CIN SEN

38

Jl. D anau B atur No. 34 B Medan

28-06-11 13.30 WIB

02-07-11 13.00 WIB

D i perabukan

1

LIE CHANG PHIN

75

Jl. S elam X No. 34 Medan

29-06-11 12.10 WIB

02-07-11 13.00 WIB

D i perabukan

4

CIOK TEK CONG

55

Jl. Murai Raya No. 25 Tomang E lok Medan

27-06-11 12.37 WIB

02-07-11 10.00 WIB

D i kebumi kan

6

GOH POW HOAT

56

Jl. Wahi di n No. 72 / 314 Medan

28-06-11 15.45 WIB

02-07-11 10.00 WIB

D i kebumi kan

7

CANG TIEN TAI / MINA

89

Jl. S utri sno Gg. Garuda No. 1 H Medan

30-06-11 00.50 WIB

04-07-11 10.00 WIB

D i perabukan

8

CONG GEK CHAI

88

Jl. A ksara No. 3 Medan

29-06-11 12.20 WIB

02-07-11 14.00 WIB

D i perabukan

9

TJO KIM KEK

85

Jl. B . K atamso No. 463 Medan

28-06-11 09.00 WIB

02-07-11 13.00 WIB

D i kebumi kan

VIP-B


SUMATERA UTARA

Jumat 1 Juli 2011

30 Anggota Polres Humbahas Naik Pangkat Dolok Sanggul-andalas Kapolres Humbang Hasundutan (Humbahas) AKBP Surya Sofian Hadi SH, memimpin prosesi kenaikan pangkat 30 anggota Polres Humbahas yang mendapat kenaikan pangkat, Kamis (30/6) di Mapolres Humbahas, Jalan Siborongborong-Doloksanggul Km 12. Ke-30 anggota Polres yang naik pangkat adalah, Timbul Simbolon, Jannes Tampubolon dan Tumpak Sihombing dari pangkat Bripka menjadi Aipda, Emrizal dan Huseini Simamora dari pangkat Brigadir menjadi Bripka. Roy Jonatan Simatupang, Jeffri, Jhonni, Deni Setiawan, Nomansah Putra Purba, Rahmad Hadi Ardan Tanjung, Jefpri PR Simanjuntak, Riki Hidayat, Minggo Albet Siahaan, Sukanto, Joko Susilo Damanik dan Januariska Sitepu dari pangkat Briptu menjadi Brigadir. Kemudian, Fuad Siregar, Muhammad Yudhi Permana, Andri, Rizal Junessa, Paskalis M Sinurat, Anri Manullang, Ferdiansyah P Harahap, Rudi G Saragih, Khairul Yaswan, Gunawan, Bambang Hermanto dan Putra S Sinulingga dari pangkat Bripda ke Briptu. Hadir dalam acara tersebut, Wakapolres Kompol Mukhsin Siregar dan para Kasat, Kabag serta Kapolsek jajaran Polres Humbahas. Usai menyematkan kenaikan pangkat kepada jajarannya tersebut, Kapolres Humbahas mengatakan, kiranya setelah mendapat pangkat baru, hendaknya mempunyai kinerja semakin baik dalam tugas pokoknya. “Kiranya kenaikan pangkat ini menjadi motivasi kerja dalam melakukan tugas pokoknya sehingga menambah gairah kerja di hari-hari mendatang,” imbau Kapolres. Kapolres juga berpesan khususnya kepada keluarga ataupun istri agar dapat mendukung tugas-tugas pokok suaminya. “Di saat ini tugas Polri semakin hari semakin bertambah berat. Dengan adanya dukungan ataupun spirit dari keluarga akan dapat meningkatkan kinerja suaminya sebagai abdi negara,”katanya. (MPL)

Gedung Majelis Taklim Perpuso Diresmikan Kisaran-andalas Bupati Asahan, Drs H Taufan Gama Simatupang MAP meresmikan gedung Majelis Taklim Persatuan Putra Solo (Perpuso) kabupaten Asahan. Ke depan gedung tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat Asahan, khususnya masyarakat Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan. Dalam arahannya Bupati Asahan meminta seluruh masyarakat Solo di wilayah Kabupaten Asahan, agar selalu menjaga keamanan dan kekondusifan daerah Asahan. “Mari kita bersama-sama untuk menjaga persatuan dan kesatuan, karena persatuan dan kesatuan merupakan harga cukup mahal, “kata bupati di hadapan pengurus Perpuso dan sekaligus menutup turnamen bulu tangkis Perpuso, kemarin. Menurut bupati, apa yang telah dilakukan Perpuso di Asahan telah mengarah pada dua visi yakni religius dan sehat. Kedua hal tersebut memiliki keeratan bagaikan dua mata koin yang sangat sukar dipisahkan. “Supaya kita menjadi religius tentunya dibutuhkan jiwa yang sehat, “katanya, seraya berharap gedung Perpuso bermanfat bagi masyarakat, baik untuk sarana olah raga maupun pembinaan ukhuwah di kalangan masyarakat Solo. Sementara itu, Ketua Perpuso Sumatera Utara, Jumadi menyampaikan apresiasi terhadap bantuan Pemkab Asahan sehingga berdiri gedung majelis taklim Perpuso.“Silahkan manfatkan gedung ini, untuk kegiatan sosial, olah raga maupun dakwah,”katanya. (FAS)

harian andalas | Hal.

12

Bendungan Sei Belutu Rusak Dikeluhkan Warga Sei Bamban-andalas Warga Desa Tapian Nauli, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, keluhkan bendungan Sei Belutu. Pasalnya, bendungan yang baru selesai dikerjakan menggunakan anggaran APBD 2010, kini kondisinya rusak parah, bahkan mengakibatkan lahan persawahan terendam air. “Kondisi bendungan Sei Belutu yang berada di Desa Tapian Nauli, Kecamatan Sei Bamban, Sergai itu, sudah lebih tiga bulan rusak. Akibatnya, belasan lahan pertanian tenggelam, padahal baru selesai dikerjakan tahun 2010

RUSAK - Baru selesai dikerjakan, bendungan Sei Belutu yang dikerjakan menggunakan anggaran APBD 2010, sudah mengalami kerusakan.

lalu,” ungkap P Sitorus (50) warga Sei Bamban, kemarin. Anehnya, masih kata P Sitorus, permasalahan yang dialami masyarakat mayoritas petani sebagai pengguna aliran air Sei Belutu tersebut, walaupun sudah disampaikan kepada pihak terkait. Namun, hingga kini belum ada juga yang meninjaunya, padahal warga sangat membutuhkan agar bendungan segera diperbaiki. Sebab, dikhawatirkan pada musim tanam mendatang lahan persawahan yang terendam air tidak bisa lagi ditanami padi. “Akibat rusaknya bendungan tersebut, belasan hektar lahan sawah terendam air, hingga sekarang belum ada tindakan dari pihak terkait. Kalau hal ini dibiarkan, musim tanam mendatang para petani di Desa Tapian Nauli Gempolan, tak akan bisa menanam padi,” ucap P Sitorus. (RYAD)

PT WY Dituding Lecehkan Pemkab Deli Serdang Lubuk Pakam-andalas PT Waskita Yasa/Karya (PT WY) dituding lecehkan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Pasalnya, hingga akhir Juni 2011, pihak perusahaan BUMN itu tidak ada memasukkan permohonan izin terkait penambangan liar di daerah itu. Padahal, Direktur Keuangan PT Angkasa Pura (AP II) Laurentius Manurung didampingi Kasubdit Rekayasa Bandara Ditjen Perhubungan Udara Polana dan PT Waskita Yasa dengan Ketua DPRD Hj Fatmawati Takrim, PT Waskita Yasa/Karya dalam pertemuan beberapa waktu lalu, menyatakan segera mengajukan permohonan penerbitan izin pertambangan untuk pembangunan runway bandara Kuala Namu. Namun, hingga kini tidak ada tindak lanjutnya dari pihak PT Waskita Yasa/Karya. ”Se-

telah mengecilkan Pemkab Deli Serdang, kali ini PT Waskita Yasa/Karya kembali melecehkan pemerintah kabupaten. Besok (Jumat 1/7 hari ini-red) Dinas Cipta Karya dan Satpol PP Deli Serdang akan menghentikan seluruh kegiatan penambangan liar di wilayahnya,”kata Sekretaris Komisi C DPRD Deli Serdang, Drs Syarifuddin Rosha kepada wartawan di Lubuk Pakam, Kamis (30/6). Syarifuddin mengaku, sudah melakukan koordinasi dengan semua pihak terlibat, terkait kesepakatan antara

pihak Pemkab Deli Serdang dan PT Waskita Yasa selaku pelaksana pembangunan runway bandara Kuala Namu. Menurut Syarifuddin, pihak yang dihubungi adalah Kepala Dinas Cipta Karya dan Pertambangan, Ir Haris Pane dan Kabag Hukum Pemkab Deli Serdang, Redwin SH. “Keduanya mengaku hingga Kamis (30/6), tak satupun pihak PT Waskita Yasa yang melakukan permohonan izin melaksanakan penambangan. Ini namanya sudah pelecehan,"katanya. Syarifuddin Rosha menambahkan, pihak PT Waskita sendiri juga memberi komentar mengambang, dan telepon selular Pimpro PT Waskita Syamsul Purba tidak aktif. “Saya minta sekali lagi kepada Kapolres Deli Serdang agar menindak tegas pelaku penambangan liar ini sesuai Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009, " harapnya.

Polres Tanah Karo Gelar Aneka Kegiatan

JOGET - Waka Polres Kompol Jukiman Situmorang dan istri saat mengikuti perlombaan berjoget sambil menenteng balon dengan wajah.

Tanah Karo-andalas Menjelang peringatan HUT ke-65 Bhayangkara, tepatnya 1 Juli 2011, jajaran Polres Tanah Karo mengadakan berbagai kegitan termasuk kegiatan gerak jalan santai yang diikuti dari berbagai unsur termasuk Muspida plus, kemarin. Di halaman Mapolres Karo, usai melaksanakan gerak jalan santai, dilanjutkan dengan kegiatan berjoget berpasangan sambil menenteng balon dengan wajah masing-masing pasangan dengan kriteria yang dapat mempertahankan balon tidak jatuh yang akan meraih juara. Para pemenang Gerak Jalan Santai dan pemenang joget berpasangan langsung diberikan hadiah sepantasnya. Bagi

peserta yang tidak terpilih peraih juara juga sebagian ada yang kebagian hadiah karena sebelumnya pihak panitia telah membagikan kupon berhadiah yang selanjutnya diundi. Selain kegiatan di atas, jajaran Polres Karo sebelumnya juga telah melakukan kegiatan sosial dan olahraga. Diantaranya kegiatan sosial pengobatan massal bekerja sama dengan Lions Club yang dilaksanakan di Desa Suka Kecamatan Tigapanah, Donor Darah, olah TKP serta Kerja bhakti. Sementara untuk kegiatan olahraga, diantaranya Volly bal, Catur, lomba pidato, lomba pos kamling dan lomba menembak.

Polres tak perlu ragu, karena ini sudah memasuki wewenang polisi berkaitan dengan tindak pidana pencurian. Jadi bukan wewenang Satpol PP yang jelas sudah tak berkutik dalam kasus ini,” pinta anggota dewan dari Fraksi Partai Bintang Reformasi ini. Pantauan andalas, iringiringan truk pengangkut material pasir ke bandara melalui Jalan Galang-Lubuk PakamPantai Labu kemarin, masih terus beroperasi tanpa hambatan. Warga melihat ini sudah menampakkan arogansi yang memandang sebelah mata masyarakat. Sebelumnya, Plt Kadis PKD Deli Serdang H Hasbi Budiman MSi mengaku, pekan lalu pihaknya sudah mendapat kesepakatan dengan pihak PT Waskita Yasa selaku pelaksana pembangunan runway. Isinya, pihak PT Waskita Yasa membutuhkan 1.250.000 kubik pasir darat untuk material

penimbunan runway. Dalam pertemuan itu, Hasbi mengingatkan sebelum izin keluar akhir Juni kegiatan penambangan supaya dihentikan. Hasbi merincikan, dari 1.250.000 kubik pasir darat yang dikeruk, masing-masing 1.100.000 dari galian di luar dan sisanya dari dalam bandara sendiri. "Jadi nilai pajaknya dengan harga terbaru, dari 1.250.000 kubik x Rp 7000 adalah 9 miliar rupiah," sebutnya. Pantauan andalas, walau belum ada kepastian kesepakatan antara pemkab dengan PT Waskita Yasa, iring-iringan truk pengangkut material pasir ke bandara melalui Jalan Galang-Lubuk Pakam-Pantai Labu kemarin, masih terus beroperasi tanpa hambatan. Warga melihat ini sudah menampakkan arogansi yang memandang sebelah mata masyarakat dan pemerintah daerah. (TH)

Layang-layang Penyebab Pemadaman Listrik Batu Bara-andalas Kepala PLN Ranting Tanjung Tiram Pardamean Pasaribu mengatakan, pemadaman listrik belakangan ini disebabkan banyaknya tali layanglayang mengenai kabel listrik. Hal ini menimbulkan gesekan dengan benang layangan itu, menyebabkan terputusnya bagian wayar kabel. Akibatnya, aliran listrik terputus. Kepala PLN ranting Tanjung Tiram Pardamean Pasaribu mengungkapkan hal itu, kepada wartawan, kemarin, terkait pemadaman listrik yang belakangan ini selalu terjadi di wilayah kerjanya. Sebelumnya, Kepala Desa Suka Maju Kecamatan Tan-

jung Tiram, Kursin mengakui adanya surat masuk dari kantor PLN Ranting Tanjung Tiram yang bunyi suratnya imbauan kepada masyarakat agar tidak memainkan layanglayang di desa. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya ganguan pemadaman listrik yang diakibatkan dari tali benang layang-layang. "Ya benar, memang ada surat masuk dari Kantor PLN Ranting Tanjung Tiram tentang imbauan agar tidak bermain layang-layang yang dapat menyebabkan kerusakan kabel jaringan PLN," kata Kusrin. (ZN)

(LAMS)

Tabligh Akbar di Tanjung Morawa Tampilkan Haddad Alwi AL-USTADZ Haddad Alwi pukau ribuan umat dalam Tabligh Akbar Tausiyah dan Shalawatan pada peringatan Isra' Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW 1432 H di Masjid Jami' Kelurahan Tanjung Morawa Pekan, kemarin Tabligh Akbar yang diisi dengan berbagai tembang Shalawat Nabi turut dihadiri Bupati Deli Serdang Drs H Amri Tambunan, Ketua TP PKK Ny Hj Anita Amri Tambunan, pimpinan SKPD jajaran Pemkab Deli Serdang, Muspika dan tokoh masyarakat Tanjung Morawa.

andalas

A

l-Ustadz Haddad Alwi dalam tausiyahnya menyampaikan, salut terhadap kaum ibu dan remaja di daerah ini yang gemar lagu-lagu bernapaskan Shalawat Nabi. Tentu, hal ini pertanda besarnya cinta dan kerinduannya kepada Rasulullah SAW. Allah tidak akan menurunkan azab kepada kaumnya kalau Rasulullah SAW ada di jiwa kita, dengan selalu bershalawat serta mengikuti sifat-sifat dan bimbinganNya agar manusia selamat di dunia akhirat. Sementara, Bupati Deli Serdang Drs H Amri Tambunan mengajak seluruh umat di Deli Serdang untuk tetap menjalin rasa kesetiakawanan dan jangan mudah terpengaruh terhadap gesekan yang berbau fitnah. Karena di era globalisasi akhir-

akhir ini, tantangan yang dihadapi sangat luar biasa,dengan kecenderungan adanya perubahan tata nilai kehidupan. Berbagai masalah dihadapi sekarang, muncul akibat kelalaian dalam menerapkan pengetahuan tanpa disertai dengan batas-batas pagar ajaran agama. Saat ini telah bermunculan kekerasan-hujat-menghujat dan fitnah yang jauh dari nilai-nilai kebanggaan manusia dan cenderung karena tuntutan kepentingan pribadi atau kelompok dengan berbekal ilmu sedikit, tanpa batasan-batasan moral dan tuntunan agama. "Mari kita tumbuhkan jalinan kesetiakawanan sosial, saling pengertian dan kekompakan menjadi kekuatan untuk menolak yang salah dan mendukung yang ISRA' MI'RAJ - Bupati Amri Tambunan dan Ny Anita Amri, menghadiri peringatan Isra' Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW 1432 H di Masjid Jami' Kelurahan Tanjung Morawa Pekan. benar,"ajak bupati. (TH)

WARTAWAN DAERAH LANGKAT: Hasrizal, Budi Zulkifli, Syaiful Amri, Subur Syahputra BINJAI: M Kamil Ismail DAIRI: Sondang Silalahi HUMBANG HASUNDUTAN: Marganda Lumbangaol DELISERDANG: Firdaus Tanjung, TH Sihombing, Bobby Lusaka Purba SERGAI: Supriyadi TEBINGTINGGI: Riady Kasidi KABANJAHE: Lamhot Situmorang SIANTAR/SIMALUNGUN: Agus Salim HT Haean, Larham Simare-mare, Edi Pangaribuan KISARAN: Hamdan Rangkuti BATUBARA: Zulkifli Nasution LABUHAN BATU: Iwan Kesuma LABURA: M Lugas & Cerdas Ilyas Munthe SAMOSIR: Fransiskus Sitanggang TAPUT/TOBASA: Caisar HP NIAS SELATAN: Edy Gunawan Zebua MADINA: Choirullah Lubis PALAS: M Effendi Pohan BANDA ACEH: Salman, Afrizal, Azhari, Reza Gunawan LHOKSEUMAWE: Sopyan BIEREUN: H Suherman Amin,M Husin Spd, Juanda Iskandar. KUTACANE: Jamuddin Selian, Alwahidi, Arifin Desky. LANGSA: DD Harison. LHOKSUKON: Usman Cut Raja. BLANGPIDIE: Supriyan MS.


Jumat 1 Juli 2011

SUMATERA UTARA

harian andalas | Hal.

13

Galian C Liar di Gohor Lama Hancurkan Jalan

Kapolres Sergai, AKBP Arif Budiman SIK MH menyalami para Bintara yang mendapat kenaikan pangkat.

32 Bintara di Jajaran Polres Sergai Naik Pangkat Sei Rampah-andalas Polres Serdang Bedagai mengadakan acara kenaikan pangkat Bintara, Kamis (30/6) sekitar pukul 14.30 WIB, di halaman Mapolres Sergai. Pada acara dipimpin langsung Kapolres Sergai, AKBP Arif Budiman SIK MH, para Bintara yang menerima kenaikan pangkat 32 orang adalah beberapa orang dari Polsek dan jajaran Polres Sergai. Para Bintara yang menerima kenaikan pangkat itu, dari pangkat Aipda ke Aiptu 2 orang, dari Bripka ke Aipda 7 orang, dari Brigadir ke Bripka 9 orang, dari Briptu ke Brigadir 12 orang, dari Bripda ke Briptu 2 orang. Penerimaan pangkat Aiptu 2 orang diwakilkan Aiptu Sarul Santos, pangkat Aipda 7 orang diwakilkan Aipda Ferry Andi H Manalu, pangkat Bripka 9 diwakilkan Bripka Mangamal Manullang, pangkat Brigadir 12 orang diwakilkan Brigadir Syahman Harahap SE, pangkat Briptu 2 orang diwakilkan Briptu Suprianto Sigiro. Bukan hanya Bintara di jajaran Polres Sergai yang menerima kenaikan pangkat, Wakapolres Sergai Kompol Safril, juga menerima kenaikan pangkat sebanyak satu tingkat. Dari Kompol menjadi AKBP. Dalam sambutannya Kapolres Sergai mengingatkan, agar para Bintara yang menerima kenaikan pangkat tersebut, lebih meningkatkan kinerjanya sebagai anggota Polisi yang mengayomi dan memberi pelayanan pada masyarakat. “Laksanakan tugas dengan baik, hindari pelanggaran supaya kenaikan pangkatnya tepat waktu,” tandas AKBP Arif Budiman SIK MH. (RYAD)

Bebani Anggaran, SKPD Batu Bara Layak Merger Batu Bara-andalas Ketua Komisi A DPRD Batu Bara, Al Asari mengatakan Bupati H OK Arya Zulkarnain SH MM, perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhdap struktur pemerintahan Kabupaten Batu Bara. Alasannya, pola maksimum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) layak dikaji kembali, karena lebih membebani anggaran daerah. Kemudian ’gemuknya’ SKPD tidak dibarengi optimalisasi kinerja dan terlihat birokrasi berbelit. Di samping itu, dalam 1 tahun perjalanan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 90% tersedot hanya untuk membayar gaji pegawai. Sehingga bila merger terlaksana akan berdampak signifikan pada penghematan anggaran. ”Selain itu, DPRD akan lebih mudah melakukan fungsi kontrol pada SKPD selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KUA) mengoptimalkan kerja SKPD agar lebih tepat sasaran dan birokrasi tidak berbelitbelit,” kata Al Asari kepada sejumlah wartawan di gedung dewan, kemarin. Menurut Asari, beberapa SKPD yang layak dimerger seperti Satpol PP bergabung dengan Linmas, Badan Pemberdayaan Anak dan KB bisa digabung ke Dinas Kesehatan, Kabag Sosial bisa digabung dengan Dinas Sosial. Dinas Peternakan merger dengan Dinas Pertanian.Dinas Kehutanan merger dengan Dinas Perkebunan, dan Korpri merger ke bagian Sekdakab Batu Bara. Filosofi birokrasi mengatakan, SKPD harusnya ramping struktur dan kaya fungsi, bukan ’gemuk’ struktur miskin fungsi. Selain itu, Pemkab Batu Bara harusnya menguatkan dan diberdayakannya Kakan PerzinanTerpadu, agar berbagai izi dilakukan satu atap. Seperti diketahui selama ini, banyak izin dikeluarkan Disperindag, Dinas PU dan Pertambangan dan Dinas Kesehatan.”Kalau saja pemberdayaan perizinan terpadu tidak bias dilakukan, alangkah baiknya dibubarkan saja,”ujarnya. (SUSI)

Minyak Tanah Kembali Langka di Dairi Sidikalang-andalas Sudah sebulan ini, warga Sidikalang sulit mendapatkan minyak tanah (minah). Apakah hal itu disebabkan, karena masuknya elpiji 3 kg, atau pangkalan yang nakal ? Yang jelas, warga pengguna minah sangat kesal karena di kios pengecer minah sudah langka ditemui. Kalaupun ada, harganya tetap di luar subsidi pemerintah. Hal ini misalnya dikeluhkan Marlon, warga Jalan Sisingamaraja. Memang minah masih dibagi pangkalan di Kantor Kelurahan Sidikalang seminggu lalu dengan jatah 5 liter per KK. "Namun, sesudah itu, warga kembali membeli di kios pengecer dengan harga Rp 10 ribu hingga Rp 11 ribu per liter," bebernya. Senada dengan ungkapan Marlon, pedagang mie ayam Rusiah menerangkan, minah di tempatnya di Jalan Trikora memang dari dulu sudah mahal dan tidak pernah dibelinya di bawah harga Rp 10 ribu. Namun, dengan adanya distribusi elpigi 3 kg, Rusiah mengatakan sangat gembira dan berharap agen atau pangkalan minah nakal tidak lagi dipakai menjadi agen dan pangkalan isi ulang gas 3 kg. Sebab, dipastikan Rusiah, para agen dan pangkalan minah yang sekarang sudah sangat paham mencari untung sebanyak-banyaknya dan tidak pernah peduli lagi, apakah minah atau gas itu subsidi pemerintah. "Pemerintah diharapkan segera mengganti agen dan pangkalan," harapnya. (SS)

Langkat-andalas Menjamurnya Galian C di Desa Gohor Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, yang diduga tidak memiliki izin alias liar, mengakibatkan hancurnya jalan di desa tersebut. Akibat banyaknya dump truck yang melebihi tonase mengangkut tanah timbun. Hal ini misalnya terlihat pada Galian C, yang tengah beroperasi di Dusun Bukit Belah Desa Gohor Lama, yang melakukan pengorekan tanah bukit dengan menggunakan alat berat beko, dan memuat tanah timbun ke dump truck untuk dijual keluar. Usaha Galian C pengorekan tanah timbun tersebut, menurut warga setempat, merupakan milik pengusaha berdomisili di Dusun Wonogiri Desa Jentera, Kecamatan Wampu. Operasional Galian C ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat di sana. Sebab, jalan di Dusun Bukit Belah hancur total karena dilalui dump truck yang membawa tanah timbun. Bahkan, kabarnya oknum Kepala Desa Gohor Lama disinyalir, mene-

rima upeti dari pengusaha Galian C, Rp 5 ribu per dump truck. Ketika hal ini hendak dikonfirmasikan kepada oknum kades, yang bersangkutan tidak berada di tempat. Menurut sejumlah warga di Dusun Bukit Belah, selama Galian C melakukan pengorekan tanah tanah timbun, jalan di desa mereka hancur total. Padahal, sarana jalan itu dulunya mendapat pengerasan, yang dananya berasal dari JPS tahun 1998. Selanjutnya jalan di Dusun Bukit Belah diaspal pada tahun 2008 dari sumber dana APBD Langkat. Namun, sejak merajalelanya Galian C, yang menggunakan alat berat dan tanahnya diangkut menggunakan dump truck, jalan tersebut tidak kelihatan lagi aspalnya. Masyarakat Dusun Bukit Belah mendesak pihak berkompeten, agar segera menertibkan operasional Galian C yang meresahkan warga itu. Jika tidak, sarana jalan yang selalu digunakan untuk membawa hasil pertanian warga itu, semakin lama akan semakin parah kerusakannya. (SBR)

RUSAK JALAN - Operasional Galian C di Desa Gohor Lama dan Dusun Bukit Belah, menimbulkan kerusakan jalan.

Penyelewengan Pupuk Bersubsidi Ditangani Pihak Berwajib Stabat-andalas Masalah penyelewengan pupuk bersubsidi di Kabupaten Langkat, khususnya di Kecamatan Selesai tampaknya memang serius. Buktinya, setelah diperiksa Tim Pengawas Pupuk Bersubsidi Pemkab Langkat. Masalah tersebut kini ditangani pihak berwajib, baik dari kepolisian maupun dari kejaksaan. Hal itu diakui Ketua Tim Pengawas Pupuk Bersubsidi Pemkab Langkat yang juga Kabag Perekonomian Setdakab Langkat, Basrah Pardomuan Siregar kepada andalas, kemarin. Ditegaskan, masalah itu sudah mengarah kepada tindak pidana, karena itu diserahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum, baik dari kepolisian maupun dari kejaksaan. Sementara, PPK PT Pusri untuk wilayah Binjai dan Langkat, Rinaldi berang dan menuding KUPTD Pertanian Kecamatan Selesai, Adian Daulay telah merekayasa permasalahan tersebut dengan menggiring para wartawan untuk

mendatangi para petani (kelompok tani) dan kios pengecer, sehingga permasalahan itu mencuat ke permukaan. Tudingan itu disampaikan Rinaldi dalam acara rapat koordinasi dengan para distributor pupuk bersubsidi dan jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Langkat di Ruang Pertemuan (Aula) Dinas Pertanian Kabupaten Langkat di Stabat, Kamis (30/6). Tudingan itu langsung dibantah Adian. Dikatakannya, masalah pembinaan kios pengecer bukan menjadi tugas dan tanggungjawab Dinas Pertanian, tapi menjadi tugas dan tanggung jawab pihak produsen dan distributor. Selain itu, tidak ada wartawan yang sengaja diarahkan untuk ‘membongkar’ permasalahan tersebut, karena para wartawan itu bergerak sendiri sesuai dengan hati nurani dan kemauannya masing-masing. “Tidak ada yang diarahkan dan saya juga tidak ada melakukan pengancaman. Kalau pun ada ribut- ribut di bawah, hal itu tentu sesuai dengan fakta yang ada. Jadi, untuk apa pak Rinaldi harus marah dan berang seperti itu,”ujar Adian. Positifnya, jawaban itu mendapat dukungan dari Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Langkat, Ir Mahruzar

Nasution. Dikatakannya, sekarang zamannya memang sudah berubah. Namanya juga era keterbukaan, jadi tidak ada lagi yang bisa ditutup-tutupi. “Ya, sekarang memang sudah zamannya begitu, jadi semua harus transparan, tidak ada lagi yang bisa ditutuptutupi,”ujarnya. Ironisnya, seperti diakui PPK PT Pusri Binjai-Langkat, Rinaldi, penyaluran pupuk bersubsidi itu bukan hanya bermasalah di sektor tanaman pangan saja, tapi juga di sektor perkebunan. Hal itu terjadi, karena RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) di sektor perkebunan kebanyakan palsu, karena memang dibuat dengan asal- asalan saja. Usai mengikuti rapat koordinasi, PPK PT Pusri BinjaiLangkat, Rinaldi langsung diserbu wartawan. Namun, dengan gesitnya dia membantah semua tudingan dilancarkan. Dikatakannya, tidak benar jika dia ada melakukan pengutipan kepada kios pengecer, sehingga membuat harga pupuk bersubsidi itu menjadi mahal dan jauh melebihi HET. Selain itu, tidak benar jika dia ada memaksakan kios pengecer untuk membeli dan menjual pupuk cair dengan merk Super Vit. (BD)

Lelang Pengadaan di PU Asahan

CV Arafah Terindikasi Gunakan Dokumen Palsu Kisaran-andalas CV Arafah bergerak di bidang Jasa Kontruksi dan Jalan, beralamat di Jalan Sisingamangaraja Kisaran Kab. Asahan dalam mengikuti tender Pelelangan Umum Pengadaan Barang / Jasa Dinas Pekerjaan Umum (PU) Asahan tahun 2009 lalu terindikiasi gunakan dokumen palsu. Terungkapnya CV dimaksud menggunakan dokumen palsu tersebut setelah beredarnya copy dokumen CV Arafah, menggunakan fiskal palsu sebagai pelengkap untuk mengikuti lelang di Dinas PU Asahan, yang dikeluarkan Departemen Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pajak Kantor Wilayah II Sumatera Bagian Utara, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kisaran. Sebelumnya untuk diketahui fiskal wajib dilampirkan dalam dokumen penawaran apabila suatu perusahaan CV ataupun PT untuk mengikuti pelelangan di Dinas Pekerjaan Umum. Bila masih dalam pengurusan CV ataupun PT dimaksud boleh melampirkan surat keterangan masih bahwa surat keterangan fiskal dalam pengurusan dari Kantor Pelayanan Pajak dan Wajib melampirkan bukti pelunasan pajak tahunan dan pelunasan pajak tiga bulan terakhir. Demikian keterangan dilampirkan Dinas PU Pemkab Asahan dalam “Berita Acara Penjelasan Kantor Nomor : 05/PAN-PU/DPU-AS/APBD/ 2009, ditandatangani langsung Panitia Pengadaan kala itu. Dan dalam berita acara tersebut, juga dijelaskan halhal menggugurkan penawaran adalah apabila tidak melengkapi persyaratan diminta dalam dokumen pengadaan.

Sementara, pemilik CV Arafah berinisial BI saat dikonfirmasi andalas beberapa waktu lalu di kediamannya, terkait penggunaan fiskal palsu tersebut mengatakan, dokumen yang dilampirkan dalam penawaran di Dinas PU Asahan seperti fiskal dimaksud tidak palsu. Hal ini diungkapkannya karena fiskal tersebut diurusnya melalui orang pajak sendiri berinisial KN. “Jika fiskal yang dilampirkan tersebut memang palsu mengapa disertakan Dinas PU untuk ikut dalam pelelangan tersebut. Ternyata sesuai surat dikeluarkan Dinas PU Pemkab Asahan bernomor : 28/PAN-PU/ DPU-AS/APBD/2009 tertanggal 15 Mei 2009, CV Arafah dinyatakan pemenang dalam pelelangan tersebut mendapatkan Paket Pemeliharaan Ruas Jalan Sei Beluru Panca Arga (No. Ruas 50) Kec. Meranti Kab. Asahan dengan Nilai Tawaran Rp. 542.243. 000,” jelas BI. Sesuai keterangan pemilik CV Arafah, fiskal digunakan ikut dalam pelelangan tersebut adalah asli. Namun, saat andalas konfirmasi kepada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kisaran sesuai copy fiskal yang dilampirkan CV dimaksud untuk mengikuti pelelangan di Dinas PU. Oleh Staf Bidang Pelayanan Fiskal bernama Hery setelah diteliti ternyata fiskal ber Nomor : S-073/ WJP.26/KP.0208 /2009 tertanggal 13 April adalah palsu. Hal ini diperkuat dengan tanda tangan An. Direktur Jenderal Pajak Kepala KPP Pratama Kisaran Marusaha Panjaitan. Sementara nama asli dari Kepala KPP Pratama Kisaran Marhusa Panjaitan, jelas Staf KPP Pratama Kisaran. (FAS)

Meriah, Perayaan HUT ke-49 Yonif 121/ Macan Kumbang PERAYAAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 Yonif 121/ Macan Kumbang ke 49, berlangsung meriah diwarnai olahraga keprajuritan dan olahraga umum, Kamis (30/6) di Mako Yonif 121/MK di Galang Deli Serdang. HUT Yonif 121/MK dengan tema “Yonif 121/MK siap mewujudkan profesionalisme keprajuritan sebagai satuan operasional handal dan modern guna mendukung tugas pokok TNI-AD” ditandai dengan pemotongan dan pembagian kue Ultah kepada beberapa prajurit dan sesepuh Yonif 121/MK Kolonel Inf Purn Karseno dan dihadiri, Kapolres Serdang Bedagai AKBP Arif Budiman SiK MH, Wakapolres Deli Serdang Kompol Arif Kurniawan, Kasi Pidsus Kejari Lubuk Pakam Supriandi Daulay SH. Olahraga keprajuritan yang dipertandingkan di antaranya, halang rintang, cross country dan menembak. Sedang Olahraga umum, di antaranya, sepakbola, volly, tennis, dan sepak takraw. Juara umum dalam pertandingan itu diraih Kompi Senapan C dipimpin Danki Kapten Inf Wiji Untoro. Sementara untuk menembak Yonif 121/MK memberikan penghargaan

KUE UL ULTTAH - Dan Yonif 121/MK Letkol Inf Leo Agung Priyo S membagikan kue Ultah kepada beberapa prajurit dan sesepuh Yonif 121/MK. kepada juara 1 Danbrigif 7/RR Kolonel Inf Syafruddin, Juara 2 Wakil Bupati Deli Serdang H Zainuddin Mars, dan juara 3 kepada sesepuh Yonif 121/MK Kolonel Inf Purn Karseno. Dan Yonif 121/MK Letkol Inf Leo Agung Priyo S mengatakan, momentum HUT ke-49 Yonif 121/MK dapat dimaknai dengan cara melakukan introspeksi diri dan evaluasi penugasan dilakukan selama ini, untuk

memacu kinerja. Ke depan prajurit harus dapat meningkatkan kinerja sesuai dengan tugas pokok. Tentu masih ada kekurangan dan kelemahan, namun demikian juga beberapa prestasi yang berhasil dicapai. Selain untuk lebih memantapkan rasa kebersamaan,serta menciptakan soliditas dan solidaritas baik antar pimpinan dan anggota, olahraga itu juga untuk meningkatkan keteram-

pilan prajurit. Seperti dalam menembak,saat ini ketrampilan menembak dengan tangan kiri sangat diperlukan, sehingga saat dibutuhkan tangan kanan dan tangan kiri dapat berfungsi dengan baik untuk menembak. Disebutkan, sebelumnya Yonif 121/ MK sudah mengadakan kegiatan bakti sosial seperti donor darah dan anjangsana. Direncanakan, Sabtu (2/7) Yonif 121/MK akan menggelar khitanan massal. Dan Brigif 7/Rimba Raya Kolonel Inf Syafruddin menegaskan, jadilah prajurit tempur sejati disegani lawan dan dicintai rakyat dengan terus belajar dan berlatih serta meningkatkan kemanunggalan antara TNIRakyat. Harapan itu dapat terwujud melalui hubungan dialogis harmonis dan berkesinambungan dengan berbagai elemen masyarakat serta koordinasi yang baik dengan aparat berada di wilayah Yonif 121/MK. Sementara Wakil Bupati Deli Serdang H Zainuddin Mars mengatakan, prajurit TNI telah dilahirkan, dibesarkan dan dikembangkan untuk membela NKRI berdasarkan Pancasila, sebagaimana tercermin dalam Sapta Marga yang telah menyatakan dirinya sebagai patriot Indonesia, menjadi pendukung dan pembela ideologi negara bertanggungjawab dan tidak kenal menyerah. (TH)


Jumat

ACEH MEMBANGUN

1 Juli 2011

Saluran tak Berfungsi

Petani Terancam Gagal Tanam Aceh Utara-andalas Petani di Desa Tanjong Pineung, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Terancam gagal tanam akibat saluran yang dibangun oleh pihak kontraktor pada tahun 2010 tidak bisa difungsikan, bahkan beberapa meter saluran tersebut retak. Akibatnya, masyarakat Desa Tanjong Pineung terpaksa harus menggunakan mesin untuk suplai air ke sawah mereka. “Petani terpaksa mengambil air sungai untuk dialiri ke 9 hektar sawah dengan menggunakan satu unit mesin penyodot air yang membutuhkan bahan baker. Masyarakat setiap hari terpaksa harus mengeluarkan uang Rp 10.000 untuk membeli dua liter bahan baker,” ujar Saifuddin (38) salah seorang petani setempat, Kamis (30/6). Dia juga mengaku, dari 18 hektar luas arel persawahan di Desa Tanjong Pineung, lebih

kurang 9 hektar berada di daerah tinggi, sehingga sulit untuk mensuplai air dari tanggul kecamatan. “Bila saluran tersebut tidak segera diperbaiki dikhawatirkan 9 hektar sawah petani akan mengalami gagal tanam. Karena menggunakan mesin tidak bisa menyuplai air ke seluruh sawah warga,” tambahnya. Menurutnya, sudah dua kali musim tanam Petani harus menyewa mesin milik warga dengan harga bervariasi menurut luas areal tanah. “Kami sangat mengharapkan dinas terkait segera memerintah kontraktor yang mengerjakannya untuk memperbaiki saluran tersebut,“ ujar Saifuddin. Sementara, Kepala Dinas Cipta Karya Aceh Utara, Ir Arifin A Hamid ketika dihubungi andalas melalui handphone selularnya kemarin, tidak berhasil karena diluar jangkauan. (BT/UCR)

Wabup Atim Buka Semiloka DPRK PNPM dan BKPG Aceh Timur-andalas Wakil Bupati Aceh Timur Nasruddin Abubakar SPdI menegaskan, Pemkab Aceh Timur sangat mendukung penuh dan memberikan apresiasi positif terhadap keberlangsungan dan suksesnya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MPd) dan Bantuan Keuangan Pemakmue Gampong (BKPG) di Aceh Timur. Tentu ini adalah hal yang sangat membanggakan, karena selama program ini dijalankan, realisasi dilapangan mendapat kemajuan di segala aspek dan patut diberi aplus dan apresiasi tinggi. Hal itu dikatakan Wabup saat membuka Semiloka DPRK PNPMMPd/BKPG Kabupaten Aceh Timur, Kamis(30/6) di Aula Bappeda Aceh Timur di Langsa. Semiloka ini diikuti Ketua DPRK Aceh Timur, Ketua Komisi A, B, C, D DPRK Aceh Timur, Muspida/Muspika, SKPD dan unsur masyarakat serta unsure lain terkait sebanyak 75 orang. Hadir dalam kegaiatan ini Kepala BPM Propinsi Aceh Drs HM Ali Basyah MM, Kepala BPM KS Aceh Timur Jamaluddin S.Sos MSi dan lainnya. Terkait program PNPM/

BKPG ini lanjut Wabup, semua pihak harus memberi dukungan karena program ini sangat mulia, yaitu sebagai wujud terbangunnya kemandirian masyarakat. Sebagimana diketahui, Kabupaten Aceh Timur merupakan salah satu kabupaten di Aceh yang yang ekonomis dan sangat kaya akan potensi alam melimpah. Namun dibalik kekayaan tersebut Aceh Timur juga merupakan ranking kategori kabupaten tertinggal. “Kenapa kita tertingagal? Padahal, kita kaya tetapi merasa miskin, dan kenapa kita terus merasa serba kekurangan,” sebut Wabup penuh tanya. Karenanya dengan program PNPM /BKPG ini, merupakan sebuah pilar untuk pembangunan sekarang dan masa mendatang bagi Kabupaten Aceh Timur. “Kita sangat mendukung program ini dalam mempercepat proses kemandirian masyarakat Aceh Timur,” tegas Wabup. Diuraikan Wabup, dari tahun pertama diluncurkan program ini dengan anggaran Rp 15 miliar sekarang sudah bertambah menjadi Rp 53 miliar. Kehadiran PNPM ini sudah sangat maju pesat Diakhir amanatnya, Wabup mengatakan kita tidak perlu membuat program khayalan. (HRN)

BBM Masih Langka di Barat Selatan Aceh Banda Aceh-andalas Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin dan solar sejak dua pekan terakhir masih langka di beberapa kabupaten/kota di pesisir pantai barat selatan Aceh, karena persediaan di depot Pertamina menipis. Informasi dari Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Kamis, akibat sering kosongnya bensin di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) mengakibatkan harga BBM di tingkat pengecer dijual Rp10. 000 hingga Rp12.000/liter. "Sangat sulit mendapatkan bensin di SPBU sebab sering habis, makanya harga naik hingga 100 persen lebih," kata Hasbi (47) seorang pedagang bensin eceran di Trumon Kabupaten Aceh Selatan. Di beberapa SPBU di Aceh Selatan, Aceh Barat Daya dan Kota Subulussalam terpajang tulisam "Bensin dan Solar Habis". Menurut petugas SPBU,

kelangkaan BBM tersebut akibat kekosongan di Depot yang berada di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. "Informasi yang kami terima, kekosongan bensin dan solar di depot Meulaboh karena belum tibanya kapal pengangkut BBM," kata seorang karyawan SPBU di pusat ibu kota Kabupaten Aceh Selatan. Menurutnya, untuk mengatasi kelangkaan bensin dan solar, para pemilik SPBU terpaksa mengerahkan armada di Banda Aceh. Juru Bicara Kaukus Pantai Barat Selatan (KPBS), TAF Haikal meminta pihak terkait untuk mengatasi kelangkaan BBM di daerah pesisir laut Samudera Hindia itu. "Kelangkaan BBM ini tidak dapat dibiarkan berlarut, sebab akan berimbas pada sektor perekonomian. Kalau bensin mahal harga barang juga akan meningkat," kata TAF Haikal. (ANT)

Bursa Kandidat Belum Berubah Banda Aceh-andalas Pengesahan Qanun Pilkada oleh DPRA, tidak serta merta membuat bursa kandidat gubernur/wakil gubernur Aceh berubah. Hingga Rabu kemarin, nama-nama kandidat yang beredar masih belum bergeser dari figur yang selama ini disebutsebut, baik dari jalur partai maupun jalur perseorangan. Demikian rangkuman pernyataan yang dihimpun dari para pimpinan partai politik dan figur yang sudah menyatakan akan maju dari jalur perseorangan dalam Pilkada Aceh 2011. Partai Aceh (PA) yang menguasai 33 kursi di DPRA dan menjadi satu-satunya partai politik yang bisa mengajukan calon secara mandiri dalam

pilkada gubernur/wakil gubernur Aceh 2011, menyatakan, tetap pada keputusan awal untuk mengusung pasangan Dr Zaini Abdullah-Muzakir Manaf. “Hingga kini belum ada perubahan. Itu harga mati atas permintaan rakyat,” kata Jubir PA Pusat, Fachrul Razi. Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Ir Mawardy Nurdin mengatakan, sikap Partai Demokrat Aceh dalam bursa calon gubernur dan wakil gubernur masih menunggu hasil survei tahap II. Jika hasil survei tahap II itu nanti dukungan untuk kader Partai Demokrat cukup kuat, maka kita akan mencalonkan kader partai sendiri. (SN)

harian andalas | Hal.

14

Penderita Tumor Dirawat di BLU RSD dr Fauziah Bireuen-andalas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menjemput Hasballah (23) pemuda asal Desa Lhok Kulam, Kecamatan Jeunib yang didera kemiskinan sekaligus dipagut penyakit, sehingga ia tidak mampu berbuat banyak. Pemkab Bireuen diwakili Kepala Dinas Kesehatan Bireuen Dr Amir Addani MKes, kepada andalas kemarin menyebutkan, Hasballah yang didera penyakit tumor dengan pembengkakan tubuh, kini sudah dirawat intensif di BLU RSD dr Fauziah dan kini ada di ruangan penyakit dalam RSD dr Fauziah. Menurut dr Amir Addani dokter di BLU RSD Bireuen, kini tengah memeriksa penyakit yang diderita Hasballah untuk memastikan jenis penyakit yang telah mendera tubuhnya selama enam tahun silam itu. “Dokter sudah melakukan pemeriksaan, sejauh ini belum ada diagnosa pasti dan masih harus dilakukan pemeriksaan penunjang. Bisa saja pembengkakan anggota tubuh dialaminya itu, akibat ganguan hati, ginjal, tulang dan syaraf. “Kata dr Addani seraya menyebut, Hasballah sudah dijemput petugas medis dari Puskesmas Jeunib. Dijelaskan, khusus kepada Hasbalah, Kadinkes mengharapkan supaya tetap tabah dan sabar dalam menjalani proses perawatan, demi memaksimalkan usaha untuk menyembuhkan penyakit dideritanya itu. Selain itu, Ainsyah (50) ibu kandung Hasballah menyebutkan, ia merasa terharu atas perhatian Pemkab Bireuen walaupun sudah terlambat dan ia berharap anaknya yang sakit dapat disembuhkan. Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, sungguh malang dan tragis

andalas/suherman amin

TUMOR - Kepala Dinas Kesehatan Bireuen dr Amir Addani memberikan nasihat kepada Hasballah penderita penyakit yang diduga tumor, didampingi ibunya jelang perawatan di BLU RSD dr Fauziah Bireuen. nasib kehidupan Hasballah Bin Abubakar (23) seorang remaja dari keluarga miskin di sebuah desa Lhok Kulam, Kecamatan Jeunib Kabupaten Bireuen yang selama enam tahun sudah didera penyakit bengkak tubuh. Selain itu, ia juga hidup dalam pagutan kemiskinan karena memang keluarganya seorang petani

miskin yang dalam kehidupan sehari-harinya, hanya melakukan upahan apa saja yang bisa dilakukan untuk mempertahankan hidup sejauh itu halal dan bidang pertanian dan perkebunan. Karena memang itulah keluarganya yang dapat melakukan. Hasballah Abubakar ternyata didera penyakit yang tak kunjung

Muhammad Zulfri Resmi Berhenti Dari Kursi Dewan Langsa-andalas Atas nama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Sekretaris Jendral, Diah Anggraeni mengirimkan surat kepada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, dengan nomor 161.11/ 1754/SJ tentang perihal Peresmian Pemberhentian anggota DPRK Langsa Muhammad Zufri ST. Sehubungan menindak lanjuti surat Dewan Perwakilan Rakyat Kota Langsa nomor 845/ 171.3/2011 tanggal 6 Mei 2011. Bahwa berdasarkan ketentuan pasal 38 ayat (2) hurup g dan ayat (3) Undang-Undang nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh, serta pasal 383 ayat (2) hurup c dan pasal 384 ayat (1) Undang-Undang nomor 27 Tahun 2009 tentang majelis Permusyawaratan Rakyat, DPR, DPD dan DPRD, kemudian pasal 102 ayat (2) huruf c dan pasal 103 ayat (1) UndangUndang nomor 16 Tahun 2010 tentang pedoman penyusunan peraturan DPRD tentang tata tertib DPRD. Pada intinya menyatakan,

anggota DPRD Kabupaten/ Kota atau DPRK diberhentikan antar waktu karena dinyatakan bersalah berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh ancaman hukuman 5 (lima) tahun penjara lebih, diusulkan oleh pimpinan partai politik kepada pimpinan DPRD Kabupaten/ Kota atau DPRK dengan tembusan kepada gubernur. Berkenaan dengan hal tersebut, saudara sebagai wakil Pemerintah Pusat di daerah sesuai dengan kewenangan yang dimiliki agar mendorong dilaksanakannya norma hukum sebagaimana dimaksud pada angka 2 oleh pimpinan partai politik, dan melaporkan kepada Mentri Dalam Negeri dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dalam hal surat tersebut, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf telah mengirimkan surat kepada Walikota Langsa, dengan nomor 171.2/18849 perihal Peresmian Pemberhentian anggota DPRK Langsa atas nama Muhammad Zufri ST, sehubungan dengan surat Menteri Dalam Negeri RI

nomor 161.11/1754/SJ tanggal 12 Mei 2011 sebagaimana disampaikan kepada Gubernur Aceh tanggal 13 Juni 2011, maka anggota DPRK diberhentikan antar waktu karena dinyatakan bersalah berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Karena melakukan tindak pidana dengan ancaman hukuman 5 (lima) tahun penjara atau lebih, diusulkan oleh Pimpinan Partai Politik / Partai Politik Lokal kepada Pimpinan DPRK dengan tembusan Gubernur. Mengingat dalam penyelesaian permasalahan tersebut belum adanya usulan pemberhentian dari DPW Partai Aceh Kota Langsa, maka mengharapkan untuk segera melakukan upaya-upaya dalam rangka pelaksanaan norma hukum sebagaimana pada angka 1 (satu) sesuai dengan peraturan perundang-undang, maka Gubernur Aceh Irwandi Yusuf meminta kepada Partai Politik Lokal Kota Langsa segera memproses masalah dimaksud. (HRN)

sembuh, karena tidak ada dana untuk mengobatinya. Sehingga sangat menderita karena tidak dapat mengecap kenikmatan hidup seperti layaknya remaja lainnya namun ia hanya dilandasi penderitaan karena penyakit yang menimpanya. Walaupun ia sangat tabah dan sabar dan telah menyerahkan nasibnya kepada Allah. (HERA)

Yonif 111/KB Bersihkan Masjid Bersama Warga Langsa-andalas Keluarga Besar Yonif 111/KB Tualang Cut bersama masyarakat Desa Sapta Marga, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, bergotong royong (gotroy) kemarin. Kegiatan itu sebagai upaya menunjang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-30 Provinsi Aceh yang dilaksanakan di Aceh Tamiang, 3 Juli mendatang. Danyonif 111/KB Tualang Cut, Letkol Inf Agus Tri Antoni, di sela-sela gotroy tersebut mengatakan, selain sebagai bentuk dukungan TNI menyukseskan MTQ Ke-30 Provinsi Aceh, gotroy tersebut juga untuk memperat solidaritas dengan masyarakat. Kegiatan itu diikuti puluhan anggota TNI Yonif 111 dan Koramil Manyak Payed serta puluhan warga yang berdomisili di kecamatan setempat. Fokus kegiatan mencakup pembersihan masjid, meunasah, dan saluran air jalan, maupun pemotongan rumput di jalan umum. Selain itu, Yonif 111 mengajak masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, demi terciptanya pola hidup sehat dan bersih, serta jauh dari berbagai gangguan penyakit. Disebutkan juga bahwa gotory tersebut merupakan salah satu program kerja Korem 011/LW di bidang pembinaan teritorial terbatas (bintertas). (SN)

Objek Wisata Cot Panglima Ditumbuhi Semak Belukar SETIAP hari libur terutama Sabtu dan Minggu, para pekerja yang jenuh dan memerlukan angin segar nikmati objek wisata alam yang bersahabat dan indah untuk menikmati sekaligus sebagai refresing bersama keluarga mayoritas warga Bireuen cenderung ke luar Kabupaten Bireuen seperti ke seperti ke Takengon Aceh tengah bahkan ada yang ke luar daerah seperti ke Medan dan Brastagi.

P

erbincangan dengan sejumlah warga Bireuen terkait hal tersebut, mereka menyebutkan hal itu disebabkan di Bireuen objek wisata belum sepenuhnya normal dan menyenangkan untuk dinikmati sebab seluruh objek wisata di Bireuen masih belum bisa dinikmati karena ada yang masih ditutup, dan yang sudah dibuka tanpa ada rawatan seperti Krueng Simpo banyak rerumputan yang terkadang masih berpacat (sejenis lintah).

andalas/suherman amin

DITUMBUHI RUMPUT - Objek wisata Cot Panglima Km-29 Bireuen Takengon terkesan sangat angker dan hal itu akibat lokasi wisata itu sudah ditumbuhi semak belukar dan tidak ada lagi kepedulian Pemkab Bireuen. Disebutkan mereka, salah satu Objek wisata kawasan Cot Panglima jalan Bireuen Tekengon Km29 kawaan Juli Bireuen tak terawat dan sudah ditumbuhi semak belukar sehingga terkesan angker padahal itu salah satu objek wisata yang sebelumnya banyak dikunjungi warga karena keindahannya

apalagi sekarang sedang dalam proses pembangunan jalan. Sebelumnya, objek wisata yang penuh sejarah itu sempat dilakukan rehabilitasi pembangunan baik sarana tempat duduk maupun pagar tangganya, namun belakangan, objek peninggalan transit radio Rimba Raya itu terlupakan

dan menjadi angker. Tgk Ibrahim (54) warga Suka Tani Krueng Simpo yang membuka lapak dagangannya berdampingan dengan objek wisata Cot Panglima mengatakan, sudah lama objek wisata ini tak terawat. Padahal, tempat bersejarah dan ramai dikunjungi wisatawan lokal sebelumnya, kini menjadi angker dan tidak lagi dikunjungi, sehingga ditumbuhi semak. “Hanya kami yang sering membersihkan, tapi itupun hanya sebagian kecilnya saja, sedangkan sekitar tebing depan objek wisata itu sudah ditumbuhi hutan belantara dan sudah sangat sulit dibersihkan sendiri,” katanya. Menurut pengamatan andalas, Minggu lalu Objek Wisata Cot Panglima selain ditumbuhi semak belukar sepanjang lokasi, juga tidak disediakan MCK dan tempat shalat, sehingga menyusahkan bagi warga yang menikmati indahnya alam di sana. Untuk permasalahan warga Bireuen nikmati objek wisata ke luar Bireuen itu wajar-wajar saja akibat situasi objek wisata di kawasan Bireuen masih ditutup, maka warga Bireuen lebih cenderung menikmati hari liburnya ke luar daerah. (HERA)


Jumat

SAMBUNGAN

1 Juli 2011

Masjid Al Ikhlas Harus Dibangun Kembali

Medan, Banjir dan Pemekaran .........(Dari Halaman 1)

andalas/istimewa

MASUKAN–Ketua MUI Sumut Abdullah Syah memberi masukan soal kasus perubuhan Masjid Al Ikhlas kepada Tim Komisi I DPR-RI.

.........(Dari Halaman 1) Timsar Zubil dalam pertemuan dengan Komisi I DPRRI yang dipimpin ketua rombongan, Yahya Sacahwiria di Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro, Medan, Kamis (30/6). “Kami sebenarnya sangat menyesalkan perubuhan Masjid Al Ikhlas tersebut. Karena, sebagai umat Islam, kami punya keyakinan bahwa setiap masjid adalah wakaf, sehingga kami berhak untuk mempertahankan masjid tersebut,” ucap Abdullah. Abdullah menjelaskan, pembangunan kembali Masjid Al Ikhlas Jalan Timor tak bisa ditawar-tawar. Karena hal tersebut berkaitan dengan perasaan aman dan nyaman bagi umat Islam dalam menjalankan syariat (ketentuan) agamanya. Mengenai tukar guling lokasi real estate yang di dalamnya termasuk pertapakan Masjid Al Ikhlas, Abdullah menjelaskan, seharusnya ada ketentuan atau rekomendasi dulu dari Kementerian Agama. Hal ini berkaitan dengan statuta Masjid Al Ikhlas yang telah diwakafkan sejak sebelum Hubdam Kodam I Bukit Barisan ada. Menurut Abdullah, sikap pihaknya (MUI Sumut) tetap berkeinginan Masjid Al Ikhlas dipertahankan, karena indikasi akan adanya peristiwa serupa, yakni perubuhan masjid di beberapa lokasi di Sumut. “Kami (umat Islam) harus mempertahankan Masjid Al Ikhlas, karena selain sebagai simbol agama, juga berkaitan dengan kemungkinan akan terpicunya reaksi anarkis. Justru itu, kami meminta persoalan ini diselesaikan melalui proses hukum, sehingga tak ada satu pihak manapun yang merasa dirugikan,” tegasnya. Hal senada juga diutarakan H Maratua Simanjuntak, salah seorang pengurus MUI Sumut bersama Hamdani Harahap, Ketua Tim Advokasi MUI Sumut. Menurut mereka, penyelesaian persoalan ini jangan dianggap enteng. “Awalnya memang terlihat kecil, tapi bila tidak cepat diselesaikan, kami khawatir hal ini akan menjadi bola salju yang berpotensi menimbulkan instabilitas di Sumut,” urai Maratua. Mendengar penuturan

MUI Sumut itu, Yahya Sacahwiria (Demokrat) bersama rombongan Komisi I DPR-RI, antara lain Maiyasyak Johan (PPP), Tri Tamtomo (PDIP), Affan Fadli (PKS), dan Nail Iskandar (Golkar) menegaskan, pihaknya akan segera membuat laporan kepada Ketua Komisi I untuk kemudian dibuatkan rekomendasi. “Kami berjanji, persoalan ini akan dibahas dalam kesempatan pertama rapat dengar pendapat dengan berbagai pihak terkait. Sehingga, harapan kami agar persoalan ini bisa cepat selesai dan tidak berlarut-larut, benar-benar menjadi kenyataan,” ujar Yahya. Sebelumnya pun, Yahya menjelaskan pihaknya telah menerima masukan langsung dari Kodam I Bukit Barisan, Polda Sumut, masyarakat di lapangan, DPRD Sumut, dan DPRD Medan. “Seluruh masukan dari berbagai pihak termasuk dari MUI Sumut ini, akan kami jadikan rekomendasi kepada Ketua Komisi I DPR-RI untuk dicari jalan penyelesaiannya,” kata Yahya. Sementara itu, FUI Sumut kepada Komisi I menyatakan bahwa sejak dari awal ada 29 ormas Islam dan politik menolak pembongkaran Mesjid Al Iklas. Ironinya, kata mereka, ada oknum Kodam yang menyatakan mereka menyetujuinya. Jadi, sebagai solusinya agar Sumut tetap kondusif diminta agar masjid tersebut dibangun kembali sesuai bentuk semula yakni dengan ukuran 40x40 meter. Dalam kesempatan kunjungan ini, enam orang Anggota Komisi I juga mendatangi lokasi bekas bangunan Masjid Al Ikhlas di Jalan Timor, Kamis siang sekitar pukul 12.00 WIB. Yahya mengatakan, pihaknya hanya bertujuan meninjau langsung lokasi bekas bangunan Masjid Al Ikhlas yang hingga kini masih dipakai sebagai tempat melaksanakan Salat Jumat. "Kedatangan kita untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi bekas bangunan mesjid," ungkap Yahya. Ditambahkan Yahya, pihaknya juga menemui Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan meminta keterangan dari DPRD Medan, terkait kasus perobohan Masjid Al Ikhlas ini.(WAN)

Kambing Aneh Lahir di Langkat .........(Dari Halaman 1) Supian mengaku sudah puluhan tahun memelihara kambing, baru kali ini ada kambing peliharaannya yang terlahir dengan kondisi aneh. Menurutnya, induk kambing yang melahirkan anak kambing aneh ini sudah sebelas kali melahirkan. Tetapi baru kali ini anak kambing yang dilahirkan tubuhnya tidak normal. Saat ini Supian mengaku hanya tinggal memelihara enam ekor kambing saja. Hanya keunikan induk dari anak kambing aneh itu, setiap kali melahirkan tidak pernah lebih dari satu ekor. "Kambing saya ini kalau beranak dalam satu tahunnya hanya dua kali, tapi induk kambing yang melahirkan anak kambing aneh ini setiap kali melahirkan hanya satu

ekor saja," ungkap Supian. Kendati tubuhnya tidak normal, namun kata Supian anak kambing aneh itu lahir dalam keadaan sehat. Hanya saja mulai dari leher ke atas anak kambing tersebut, memiliki keanehan. "Kalau kita lihat dari leher ke bawah, anak kambing ini nampak sehat, dia memiliki kaki empat dan telinganya tetap dua. Namun kalau kita lihat dari leher ke atas, kambing ini punya mata tiga, mulut dua, hidung dua serta lidahnya pun dua, sedang kepala dan telinganya tetap seperti anak kambing normal lainnya," sebutnya. Supian mengaku sebelumnya tidak pernah mendapat firasat maupun mimpi aneh. "Saya sudah puluhan tahun lamanya memelihara kambing dan baru kali ini saya melihat keanehan seperti ini," ujarnya.(SBR)

dan Sehat, kartu raskin, dan suratsurat lainnya yang tidak mudah pengurusannya. Ancaman banjir di Kota Medan misalnya, telah memasuki tahap sangat mengkhawatirkan. Beberapa peristiwa banjir yang terjadi belum lama ini menjadi buktinya. Jika Pemko Medan dan instansi terkait tidak serius menyikapinya, bukan tidak mungkin tak lama lagi prediksi para ahli Kota Medan akan tenggelam, terbukti benar adanya. Masalah lain kota ini yang mengkhawatirkan adalah semakin bertambah padat jumlah kendaraan bermotor yang tak sebanding dengan perkembangan ruas jalan. Saat ini kemacetan lalu lintas di Kota Medan sudah cukup parah. Hampir di semua ruas jalan, terutama inti kota, kemacetan sudah menjadi langganan. Kondisi itu diperparah dengan banyaknya pasar-pasar tradisional di sisi-sisi ruas jalanan kota yang belum tertata dengan baik. Kendati Pemko Medan melalui instansi terkait telah beberapa kali membuat perubahan arus jalan, nyaris tak membawa dampak signifikan bagi mengurangi kemacetan lalu lintas, kecuali yang tampak hanyalah memindahkan kemacetan dari satu titik jalan

harian andalas | Hal.

15

Dishub Jangan Tutup Mata .........(Dari Halaman 1)

ke titik jalan yang lain. Jika Pemko Medan di bawah kendali Rahudman Harahap sebagai wali kota tak sigap dan serius mencari solusi mengatasi persoalan ini dengan program-program yang konkret, bukan tidak mungkin masalah kemacetan di Kota Medan akan seperti Kota Jakarta yang sudah pada titik nadir. Kota Medan juga menghadapi problem serius atas munculnya wacana pemekaran dan Medan Utara menjadi kota yang berdiri sendiri seperti didengungkan sejumlah elemen masyarakat Medan Utara. Tak bisa dipungkiri bahwa munculnya tuntutan masyarakat Medan Utara meliputi empat kecamatan, yakni Belawan, Marelan, Medan Deli, Medan Labuhan, adalah akibat sikap dan kebijakan Pemerintah Kota Medan yang selama ini terkesan mendiskriminasikan Medan Utara dari pembangunan dan perhatian. Di bawah kepemimpinan Rahudman Harahap, saat ini memang banyak kebijakan yang mulai diubah. Perhatian terhadap masyarakat dan pembangunan terhadap Medan Utara dirasakan semakin bertambah. Tetapi apakah itu akan menghentikan keinginan masyarakat Medan Utara memisahkan diri dari Kota Medan? Jawabannya terpulang kepada Pemko Medan. Dirgahayu Kota Medan ke-421!(GUS)

mencari keuntungan daripada memberikan jaminan keselamatan kepada penumpang. Secara prosedural, perusahaan (Bus ALS,red) memang sudah menempuhnya karena sudah dapat membaca situasi beratnya medan tanjakan Jalinsum Aek Latong dengan meminta sebagian penumpangnya turun saat sebelum kecelakaan terjadi. "Tapi, mereka juga salah karena membawa penumpang melebihi muatan,” kata Direktur Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Farid Wajdi, Kamis (30/6). Tidak bisa dipungkiri, sebutnya, faktor kecelakaan yang terjadi di Aek Latong beberapa waktu lalu terjadi karena infrastruktur serta pelayanan negara yang tidak memadai. Minimnya koordinasi antarinstansi membuat pemerintah tidak fokus untuk memperbaiki fasilitasfasilitas negara yang sudah tidak layak. “Ke mana hasil pajak kita selama ini kalau fasilitas negara saja tidak bisa diperhatikan,” sesalnya. “Pihak Dishub sepertinya tidak maksimal mengerjakan tugas pokoknya. Sehingga membuat longgar pengawasan terhadap perusahaan angkutan publik. Alhasil, banyak angkutan yang tidak layak jalan, dipaksakan perusahaan untuk tetap beroperasi serta melebihi kapasitas dan memberi pelayanan tidak manusiawi,” terangnya. "Dalam kasus kecelakaan Bus ALS di Aek Latong, jika merujuk kepada UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas, pemerintah dalam hal ini Departemen Perhu-

bungan, Departemen Pekerjaan Umum serta Departemen Riset dan Teknologi, dan turunannya sudah bisa dipidana,” terang Farid yang juga Dekan Fakultas Hukum UMSU itu ketika ditemui di Biro Fakultas Hukum UMSU. Melebihi Kapasitas Seperti diberitakan, Bus ALS BK 7088 DL tujuan Medan-Bengkulu yang mengalami kecelakaan di Jalinsum Aek Latong, diperkirakan membawa penumpang 65 orang, termasuk 19 orang di antaranya tewas. Hal itu berdasarkan informasi yang disampaikan Kapolres Tapsel sewaktu melakukan evakuasi bus dan para korban di lokasi kejadian. Sementara dari laporan yang disampaikan pihak PT ALS melalui Humas Alwi Matondang sewaktu dikonfirmasi wartawan di Kantor PT ALS Jalan SM Raja, Medan, menyebutkan jumlah penumpang bus yang dibawa dari pool ALS di Medan, cuma 36 orang. Bahkan menurut Matondang, kapasitas bus ALS BK 7088 DL buatan tahun 2002 yang mengalami kecelakaan itu hanya 45 orang. Beberapa Kali Rusak Sebelum kecelakaan terjadi, bus sempat beberapa kali mengalami kerusakan. Pertama kali rusak di sekitar Danau Toba atau Parapat yakni kerusakan pada bagian roda. Kemudian di sekitar Sarulla-Taput. “Kakak saya yang selamat dari musibah menceritakan, sebenarnya bus itu sedang rusak dan sempat ada di bengkel. Tapi dipaksakan berangkat karena penumpang yang membludak,” tutur Asep yang ditemui di RSUD Sipirok.(THA/GUS)

Tinjau Ulang Pembangunan Permukiman di Medan Selatan .........(Dari Halaman 1) 10 tahun kemarin. Pembangunan Kota Medan saat itu terkesan hanya mengarah pada sektor properti dan pusat perbelanjaan. Namun di sektor penataan kewilayahan Kota Medan, menurut Bachtiar, perlu mendapat perhatian serius, bahkan bila perlu izin pembangunan komplek perumahan atau bangunan di kawasan selatan Kota Medan ditinjau ulang. Sebab, kawasan selatan itu merupakan resapan air yang dijaga dan dilestarikan. “Kawasan selatan Kota Medan itu seharusnya tidak boleh dibuat kawasan padat penduduk, karena daerah itu termasuk resapan air.

Harusnya, pemerintah saat ini bisa mengarahkan pembangunan perumahan itu ke kawasan Utara Kota Medan, di sana masih banyak lahan kosong yang bisa dimanfaatkan menjadi kawasan permukiman penduduk,” ujarnya. Bahkan pembiaran maraknya pembangunan di kawasan selatan Kota Medan menjadi kawasan padat penduduk dapat menimbulkan masalah di kemudian hari, seperti masalah banjir dan yang paling dirugikan adalah kawasan utara sebagai muara sungai yang ada di Kota Medan. “Banjir belakangan terjadi karena resapan air di hulu termasuk di kawasan selatan

Kota Medan tengah mengalami kerusakan. Penanganannya juga belum dilaksanakan secara maksimal. Kita akui memang bukan hanya tugas Pemko Medan, pemerintah pusat dan provinsi ikut bertanggung jawab, dan saya lihat sampai saat ini memang tidak dibenahi,” tandasnya. Jaga Kondusifitas Sementara Plt Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho mengingatkan Pemko Medan agar ke depan lebih membenahi diri untuk tetap mempertahankan status kawasan strategis dan kota metropolitan di Sumut. Kondisi transportasi perkotaan harus diprioritaskan, begitu juga pelayanan masyarakat untuk

mencerminkan kamajuan kota. “Sistem transportasi perkotaan apakah sudah mencerminkan kota metropolitan, ini menjadi tanggung jawab kita, sosialisasi, budaya disiplin, serta pelayanan publik, moment ini jadi evaluasi dan refleksi,” kata Gatot Pujo Nugroho dalam sambutannya pada acara Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Medan dalam rangka HUT Kota Medan ke 421 di gedung dewan, Kamis (30/6). Menurut Gatot Pujo Nugroho, saat ini Kota Medan harus bisa tumbuh menjadi kawasan mega politan sehingga menjadi daya tarik negara-negara luar untuk turut berperan mengembangkan Kota

Medan, minimal bisa mengikuti daerah dan negara berdekatan. “Membenahi diri seperti negara Guang Zhao, Cheng Dhu, Penang, yang bisa dikatakan kembar dengan Kota Medan,” ujarnya. Di sisi lain, Gatot Pujo Nugrogo juga menyampaikan, Kota Medan merupakan daerah yang telah melahirkan generasi muda yang religius. Untuk itu, Medan harus mampu menciptakan suasana daerah yang aman. “Suasana kebersamaan yang baik, aman, kondusif sehingga tetap bisa melahirkan tokoh-tokoh generasi muda yang berkarakter religius, heterogen,” katanya.(BEN)

Juni 2011, Polresta Medan Ungkap 68 Kasus Narkoba .........(Dari Halaman 1) Sinaga didampingi Juli Agung Pramono kepada andalas menjelaskan, dari 68 kasus yang diungkap periode Juni 2011, 27 kasus diungkap Sat Res Narkoba Polresta Medan dengan jumlah tersangka sebanyak 29 orang, selebihnya diungkap Polsek sejajaran Polresta Medan. “Barang bukti yang kita sita berupa 150,93 gram ganja, 53,41 gram sabu-sabu, 12,5 butir pil ekstasi, dan 10,5 butir pil erimin 5,” papar Kombes Pol Tagam Sinaga. Lebih lanjut, Tagam menjelaskan untuk Polsek Medan Area, periode Juni 2011 berhasil mengungkap 2 kasus dengan jumlah tersangka 3 orang. Barang bukti yang disita 168 gram ganja dan 0,1 gram sabu-sabu. Polsek Medan Kota mengungkap 5 kasus dengan tersangka 8 orang, barang buktinya 90 gram ganja dan 0,1 gram sabu-sabu. Polsek Medan Timur, mengungkap 5 kasus dengan 5 tersangka, barang bukti 3,04 gram sabusabu. Polsek Medan Barat 1 kasus, 1 tersangka dengan barang bukti 0,3 gram ganja. Menyusul Polsek Medan Baru 8 kasus dengan 10 tersangka, barang buktinya 4 gram ganja dan 0,35 gram sabu-sabu. Polsek Percut Sei Tuan, 10 kasus 13 tersangka,

barang buktinya 500 gram ganja dan 4,5 gram sabu-sabu. Polsek Deli Tua, 2 kasus dan 2 tersangka dengan barang bukti 2,2 gram ganja. Selanjutnya Polsek Patumbak, 5 kasus dengan 8 tersangka, barang bukti 12 gram ganja dan 0,1 gram sabu-sabu. Polsek Sunggal 3 kasus dan 3 tersangka, barang bukti disita 10 gram ganja dan sisa sabusabu. Sementara itu tiga Polsek, masing-masing Polsek Pancur

Batu, Kutalimbaru, dan Helvetia untuk periode Juni 2011 belum mengungkap kasus peredaran gelap dan penyalagunaana narkoba. Pada kesempatan yang sama, Kompol Juli Agung Pramono meminta kepada unsur lapisan masyarakat Kota Medan dan sekitarnya agar bersedia memberikan kontribusi berupa informasi kepada Polri, Polresta Medan jika mengetahui peredaran gelap dan penyalagunaan

narkoba di Medan. “Tanpa bantuan masyarakat kami tak mungkin bisa maksimal memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di Medan dan sekitarnya,” ujar mantan Kapolsek Sunggal dan Kasat Reskrim Polres Labuhan Batu itu. 37 Kasus Judi Sementara itu dalam kurun waktu sepekan, Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan di bawah pimpinan Kasatreskrim AKP M Yoris Marzuki

SiK berhasil mengungkap 37 kasus judi dengan 54 orang tersangka. Selain salah satu kasus prioritas pimpinan Polri itu, petugas Reserse Kriminal Polresta Medan juga mengungkap 15 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda dua dan roda empat dengan jumlah tersangka 16 orang. Selain itu ada 2 kasus kejahatan jalanan (street crime) dengan 7 tersangka. “Barang bukti yang kita sita dari kejahatan itu berupa 32 unit handphone, 51 lembar catatan togel, 4 buku tafsir mimpi, 19 blok kupon judi togel, 8 set kartu, 1 rekap kartu domino, 2 buku tulis, dan 1 unit kalkulator,” papar Kombes Pol Tagam Sinaga. Lebih lanjut, Tagam menjelaskan, untuk kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pihaknya menyita 1 unit sepeda motor Kawasaki Ninja BK 3121 SP. Sedangkan untuk tindak kejahatan jalanan, diamankan barang bukti satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam BK 1898 KF, 1 unit sepeda motor Kawasaki Ninja BK 6245 HF serta uang Rp4,6 juta dan satu lembar surat pembelian emas. "Tangkapan ini merupakan keberhasilan kita dalam sepekan yang dimulai sejak, 20-28 Juni 2011," terang Kapolresta Medan. (HER)

Tiga Anggota Polisi Ditunda Naik Pangkat karena Berzinah .........(Dari Halaman 1) hukuman push-up. Empat Tugas Pokok Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro mengungkapkan, dalam rangka HUT ke-65 Bha-

yangkara, Polri memiliki empat tugas pokok yakni menjaga dan memelihara situasi kamtibmas, penegakan hukum, melindungi, dan mengayomi masyarakat. “Selain itu, tindakan ke depan kita adalah mengu-

payakan pencegahan (preventif) dan proaktif,” kata jenderal polisi bintang dua tersebut. Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Raden Heru Prakoso melalui Kasubbid Pengelola

Informasi dan Data (PID) AKBP MP Nainggolan menjelaskan, pada HUT ke-65 Bhayangkara, ada 1.540 personil Polda Sumut dan jajaran mendapat kenaikan pangkat. Dari jumlah itu, 59 di antaranya terdiri dari perwira

pertama (pama) hingga perwira menengah (pamen), sedang selebihnya bintara. “Untuk pangkat Komisaris Besar (Kombes) hanya tiga personil, yakni Kabid Humas Polda Sumut Kombes Heru Prakoso, Kabid

Keuangan Kombes Armen Fredi Sembiring, dan Direktur Polair Kombes Ario Gatut Kristianto,” jelas Nainggolan. Dari Kompol ke AKBP, ada 9 personil, AKP ke Kompol 23 personil, Iptu ke AKP 22 personil, dan Ipda

ke Iptu 2 personil. Sementara untuk bintara, dari Aipda ke Aiptu 73 personil, Bripka ke Aipda 370 personil, Brigadir ke Bripka 176 personil, Briptu ke Brigadir 626 personil, dan Bripda ke Briptu 236 personil.(HER)


HARIAN

andalas L

U

G

A

S

D

A

N

C

E

R

D

A

S

Jumat, 1 Juli 2011 | No: 1922/Tahun VI | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

Nikahi Puput, Ustad Guntur Bumi Digosipkan Poligami MUNCUL kabar Ustad Guntur Bumi memperistri Puput Melati untuk berpoligami. Status Puput sendiri janda beranak satu. Ustad Guntur Bumi yang ditemui di kediamannya di kawasan Bintaro, Tangerang, Rabu (29/6), membantah kabar itu. Menurut dia, semua bisa dibuktikan dengan surat cerai resmi dari Pengadilan Negeri Semarang. "Bukan poligami. Beliau pernah menikah dan pernah bercerai secara resmi," ujar ustad Aswan yang menemani ustad Guntur dalam jumpa pers. "Semuanya hampir sama. Tahun yang sama, memiliki keluhan yang sama, alhamdulillah nyambung di situ, dipertemukan lewat lagu yang menyentuh hati. Saat ini, kita sedang pembuatan album," kata ustad Guntur. Puput Melati dinikahi ustad Guntur Bumi pada 27 Juni 2011, di kediaman mendiang Habib Husein bin Alatas yang merupakan guru

besar ustad Guntur Bumi. Pernikahan tersebut telah direncanakan dan dipersiapkan oleh almarhum Habib Husein, guru besar ustad Guntur Bumi. Perkawinan itu merupakan wasiat dari Habib Husein sebelum wafat.(OKZ)

COKELAT dan es krim adalah dua makanan yang disukai kaum hawa, termasuk Marissa Nasution. Baginya, makan es krim bisa menghilangkan suntuk karena pacar. "Kalo mood lagi turun, misalnya habis berantem sama pacar, makan es krim. Sambil duduk di sofa, nonton teve, wah itu sudah paling enak," tutur Marissa, saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (30/6). Marissa memang pecinta es krim. Duta es krim Magnum ini sejak kecil sudah menyukai es krim, sejak masih tinggal di Jerman. "Aku sendiri sudah sejak kecil makan Magnum, sejak tinggal di Jerman. Buat aku, Magnum itu identik dengan summer,"

sambung bintang film The Police ini. "Kalau kita lihat dari cokelat sendiri banyak mengandung enzim. Enzim yang membuat mood kita jadi nyaman, santai," katanya. Menantang Soal akting, Marissa tidak keberatan jika memang harus beradegan buka-bukaan, kalau memang tuntutan peran untuk hasil maksimal. Presenter dan pemain film Marissa Nasution yang berperan sebagai perempuan penganut freesex dalam film Cowok Bikin Pusing mengaku tidak masalah jika dalam film yang dimainkanya harus melakukan adegan di atas ranjang hanya terlihat dengan selimut. "Ini bukan sex movie. Ini

kan cuma peran, bukan seperti aslinya, jadi enggak masalah," ujar Marissa belum lama ini. Bukan sekali saja ia bermain film. Mantan kekasih Daniel Mananta itu ingin sekali mendapat sebuah peran yang sangat menantang pada kesempatan mendatang. "Kalau main film lagi, aku pengen perannya yang berbeda, karena itu menjadi tantangan sendiri," pungkasnya.(BBS)

Nikah, Intan Janji Undang Sahrul INTAN Nuraini akan menikah dengan Donny Azwan Putra, Oktober mendatang. Artis berlesung pipi itu berjanji akan mengundang mantan pacar di hari bahagianya. "Aku mau undang yang seharusnya diundang. Iya, enggak apa-apa. Kalau mantan pacar datang, artinya silaturahmi lagi," ujar Intan di Cilandak Town

Square, Jakarta Selatan, Kamis (30/6). Persiapan pernikahan Intan dengan pria yang lima tahun lebih tua darinya itu sudah dilakukan. Mantan kekasih Sahrul Gunawan itu tak mempermasalahkan rentang usia dengan pria yang bekerja di salah satu bank itu. "Tinggal dijalani saja, sudah

60 persen. Jadi tinggal melengkapi apa yang belum. Ya mulai dari baju, make up, katering, dan tinggal kelengkapannya saja. Dia orangnya dewasa, beda lima tahun cukuplah. Intan kan kalau dekat sama orang ingin tahu dia bisa jadi imam atau enggak," tegasnya. Bintang film Baik-Baik Sayang ini juga mengaku sudah

siap secara mental untuk menikah. Intan dan Donny sudah menjalin hubungan delapan bulan sebelum memutuskan membina rumah tangga. "Mental, insya Allah lahir batin siap. Mikirnya dari keluarga sudah dapat restu, calonku sudah siap, kakakku sudah menikah juga dua-duanya. Jadi tunggu apalagi?" katanya yakin.(OKZ)

Harian Andalas 1 Juli 2011  

Lugas Dan Cerdas

Advertisement