Page 1

War ta Ge re j a Mas ehi Adve nt Har i Ke t ujuh

0 6 - 2013

KESATUAN

Essam Habib

Uni Timur Tengah & Afrika Utara Syria

DALAM

perbedaan

Anna Gavelo Divisi Euro Asia Rusia

Kang Dong Won (Lance) Divisi Asia Pasifik Utara KOrea SELATAN

Josh Wood

Divisi Pasifik Selatan Australia

Alveena Pillay

Divisi Afrika-Samudera India Selatan AfriKa SELATAN

12

Sebuah seperti

Hati

Dia

24

Untuk Salah

Seorang

26

Orang Bodoh

dan Kebodohannya


06 - 2 013 The International Paper for Seventh-day Adventists

Ju ne 2 013

Essam Habib

Middle East & North African Union SYRIA

UNITY diversity

C E R I TA

16

in

Anna Gavelo

Euro-Asia Division RUSSIA

Kang Dong Won (Lance) Northern Asia-Pacific Division SOUTH KOREA

Josh Wood

Alveena Pillay

Apakah yang terjadi saat orang melayani Yesus dalam satu tahun?

Southern Africa-Indian Ocean Division SOUTH AFRICA

A Heart Like

His

24

For the Least of These

Kesatuan dalam Perbedaan

Oleh Sandra Blackmer

South Pacific Division AUSTRALIA

12

S A M P U L

26

Fools and

Their

Folly

8 Terang Kota telah Hangus PA N O R A M A S E D U N I A

Oleh Ted N. C. Wilson

Jangan pandang mereka sebagai kota; pandang mereka sebagai orang yang menunggu untuk mengenal Yesus.

12 Sebuah Hati Seperti Dia RENUNGAN

Oleh Marcos Paseggi

Menjaganya tetap lembut.

14

K E P E R C AYA A N D A S A R

Selama-lamanya

Oleh Paul Wright

Memahami dengan benar ajaran penting Alkitab.

21 Mengingatkan Kota-kota R O H N U B UAT

Oleh Ellen G. White

Kita tidak perlu takut; Roh Kudus sudah ada di sana.

22 Terima Kasih Banyak Tuhan KISAH ORANG ADVENT

Oleh Daniel Heinz

Dengan 12 zona waktunya, Divisi Inter-Eropa memiliki sejarah orang Advent yang menarik.

24 Untuk Salah Seorang

K E H I D U PA N A DV E N T

Oleh Kelli Czaykowsky

Sebuah ide sederhana menambah momentum.

D E PA R T E M E N TA L 3 L A P O R A N

SEDUNIA

3 Sekilas Berita 6 Fitur Berita

11 K E S E H A T A N S E D U N I A Terlalu Manis demi Kebaikan Kita 26

P E R T A N Y A A N D A N J A W A B A N A L K I T A B

Orang Bodoh dan Kebodohannya

www.adventistworld.org

Tersedia dalam 13 bahasa secara online

2

Adventist World | 06 - 2013

27 P E L A J A R A N A L K I T A B Mengalami Hidup Sehat 28

PERTUKARAN IDE

32-48 D A R I I N D O N E S I A Warta Gereja Advent (WGA)


P

ara pengunjung yang datang ke kantor pusat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh General Conference biasanya menunjukkan bahwa dia adalah pendatang baru dengan cara berjalan di lorong kantor. Selalu ada yang berjalan dengan pelan yang membedakan mereka dari orang yang sedang bekerja di sana. Langkah kami yang jelas dan bertujuan mengandung arti akan keak­ raban serta tergesa-gesa—”Berapa lamakah saya telah terlambat untuk pertemuan di lantai ti­ ga?”—Sementara mereka mempertunjukkan ke­ waspadaan, seolah-olah mereka takut tersesat di koridor dan ruangan-ruangan tersebut. Jadi, suatu ketika saya melihat mereka bebe­ rapa minggu lalu, sekelompok pemuda berusia kuliah, dewasa muda, tampak sedikit kebingung­ an. “Bolehkan saya bantu Anda?” Saya bertanya, sementara meninggalkan tugas saya. “Apakah Anda mencari seseorang atau ruangan kantor tertentu?“ “Ya,” kata salah seorang dengan perlahan. “Kami sedang mencari Departemen Pemuda. Kami punya janji pertemuan di sana.“ Saya berbalik untuk mengantar mereka kem­ bali dari sepanjang jalan yang saya baru lewati. “Dan di manakah rumah Anda?” Saya bertanya. “Yah, kita dari berbagai tempat,” jawab yang lain pelan. “Kami semua bekerja di New York City tahun ini karena program One Year in Mission.” “Dan Anda,” kata salah seorang dengan se­ nyum yang berkembang yang ada di wajahnya, “Anda adalah Editor Adventist World. Saya me­ ngenali wajah Anda dari gambar depan majalah tersebut.“ Saya tertawa saat mengakui menjadi editor majalah ini, seorang pria yang ada gambarnya di halaman 3. Tiba-tiba ada senyum di antara kami, dan langkah yang ragu-ragu pun menghilang. “Adventist World,” gumam beberapa orang, satu sa­ ma lain dalam aksen bahasa Inggris yang berbe­ da. “Oh, ya, kami sudah membaca artikel Anda dalam Adventist World.” Dan tiba-tiba sebuah dunia yang sangat besar menjadi sangat kecil, lebih manusiawi, bahkan sangat dikenal. Meskipun kami belum pernah bertemu sebelumnya, kami memiliki hubungan yang menjembatani perbedaan budaya dan ba­ hasa. Adventist World menjadi tempat bagi kita untuk berbagi iman dan pengalaman. Ketika Anda membaca kisah mereka dalam kisah sampul bulan ini, berdoalah untuk perhu­ bungan yang majalah ini lakukan antara jutaan orang Advent. Kita mungkin tidak per­ nah bertemu langsung sampai tiba kerajaan itu, tapi kita masih ber­ partisipasi dalam “satu persekutu­ an besar akan kasih di seluruh bu­ mi yang luas.”

LAPORAN SEDUNIA

Cuplikan Terbaru Menunjukkan Keluarga dari Pendeta Terpenjara

di Togo

■■ Sebuah cuplikan video terbaru menampilkan keluar­ ga dari pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang di­ penjara di Togo telah dipubli­ kasikan di YouTube oleh kan­ tor pusat gereja Advent se­ dunia pada bulan April 2013, langkah terakhir dalam usaha untuk mendapatkan tanda ta­ ngan mengajukan petisi ter­ hadap pemerintah untuk ke­ PERMOHONAN SEORANG ISTRI: Manbebasannya. dalena dos Anjos, istri dari pendeta yg Gerakan ini adalah bagian di penjara, Antonio Monteiro, sedang dari usaha diplomatik yang sedang berjalan untuk melak­ diwawancarai mengenai perpisahaan sanakan pembebasan Antonio keluarganya di Togo. “Kami tidak pernah Monteiro dari penahanan ter­ berpisah selama ini,” kata dia. hadap tuduhan yang tidak terbukti, kata para pemimpin A d v e nt i st N e w s N e t w o r k gereja. Para pemimpin berkata mereka berharap bisa mencapai 1 juta tanda tangan untuk petisi, yang akan dibawa kepada pejabat pemerintah. “Gereja Advent untuk pertama kalinya menunjukkan gambar dari istri dan keluarga untuk menolong gereja dan anggota komunitas di seluruh dunia memahami akan pentingnya menandatangani petisi secara online,” kata William Costa, Jr., Direktur Komunikasi General Conference. “Mereka adalah bagian dari keluarga kita, dan kita menginginkan orang memahami betapa menderitanya mereka dengan kehilangan seo­ rang suami dan ayah,” kata Costa. “Kami memohon kepada semua anggota dan mereka yang mendukung keadilan untuk bergabung dalam petisi ter­ sebut.” Petisi dan video dapat dilihat di website pray4togo.com. Monteiro telah berada di penjara selama lebih dari satu tahun. Pejabat pemerintah Togo bulan lalu menolak permohonan yang kelima dari gereja Advent untuk pembebasan Monteiro, menurut pengacara dari Uni Misi Sahel yang bekerja sama dalam kasus ini. Monteiro ditahan atas konspirasi telah melakukan pembunuhan sete­ lah seorang Togo melibatkan dia dan dua orang Kristen lain, satu adalah seorang Advent, sebagai komplotan dalam dugaan jaringan kriminal yang menyelundupkan darah manusia. Saksi pada awalnya telah mengakui pem­ bunuhan terhadap 20 gadis muda, dengan mengklaim dia hanya menjalan­ kan perintah.

Bersambung ke halaman berikut

06 - 2013 | Adventist World

3


LAPORAN SEDUNIA Namun, saksi itu memiliki dokumen­ tasi riwayat kelainan mental, dan pernya­ taannya secara luas dianggap tidak dapat dipercaya, kata seorang perwakilan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di Togo. Bukti dan kesaksian sebagai tambah­ an menyarankan bahwa pernyataan yang melibatkan Monteiro diperoleh di bawah tekanan. Pemimpin gereja menyatakan saksi tersebut menemui Monteiro ketika pen­ deta sebelumnya menginjil kepadanya. Sebagai penduduk asli Cape Verde, Monteiro sejak 2009 melayani sebagai Direktur Sekolah Sabat dan Pelayanan Perorangan untuk Uni Misi Sahel, ber­ kantor pusat di Lome. Polisi menggele­ dah rumah Monteiro tidak lama setelah penangkapannya, gagal menghasilkan bukti apa pun mengenai hubungannya dengan kasus. Tekanan publik untuk menyelesaikan serangkaian pembunuhan mungkin menggagalkan pembebasan dan pelepas­ an dari tuduhan, kata pejabat gereja. Se­ belum penangkapan Monteiro, kelom­ pok hak asasi manusia dan koalisi wanita setempat menuduh polisi Togo tidak me­ lakukan usaha yang cukup untuk menye­ lesaikan kasus kriminal. —dilaporkan oleh Adventist News Network.

di kantor pusat gereja di Silver Spring di negara bagian Maryland, Amerika Seri­ kat. Mereka memilih Jesse Johnson un­ tuk mengisi kekosongan menjadi anggota dewan Adventist World Radio. Saat ini Johnson adalah Presiden netAserve, yang menyediakan dukungan teknologi kepa­ da gereja Advent. Kimberley Westfall akan melayani se­ bagai wakil direktur untuk quality control di General Conference Auditing Service (GCAS). Westfall saat ini bekerja se­ bagai Manajer Regional GCAS di wilayah Divisi Amerika Utara. Dia memegang ge­ lar sarjana pada administrasi bisnis dan juga seorang Certified Public Accountant. Landless, yang telah melayani sebagai wakil direktur untuk Departemen Pela­ yanan Kesehatan gereja sejak awal 2002, telah mendukung penginjilan kesehatan yang penuh kasih dan komprehensif, mendesak setiap gereja untuk bersikap

sebagai pusat layanan kesehatan terhadap komunitas sekitarnya. Kariernya telah tersebar pada praktik klinis, penelitian, pengajaran, dan administrasi, keduanya secara akademis dan di gereja Advent. Penduduk asli Afrika Utara memulai praktik medis tahun 1974. Dia sejak saat itu telah menyelesaikan spesialisasi dalam pengobatan keluarga, pengobatan inter­ nal, dan kardiologi. “Telah menjadi suatu sukacita untuk bekerja dengan seseorang yang sungguh telah menjadi teman dan kerabat sejati,” kata Handysides tentang Landless. “Kami telah bekerja sama sebagai tim. Saya mendukung [nominasi ini] dengan sepe­ nuh hati saya.” Ketua gereja Advent sedunia, Ted N. C. Wilson berkata dia merasa senang bahwa Landless membawa bukan hanya karier medis yang luar biasa terhadap pe­ kerjaan, namun juga kualifikasi spiritual

4

Adventist World | 06 - 2013

B r a n d a n

■■ Delegasi dari Pertemuan Musim Se­ mi 2013 telah memutuskan pada 14 April 2013 untuk memilih Dr. Peter Landless, seorang dokter dan pendeta, sebagai Di­ rektur Departemen Pelayanan Kesehat­ an gereja Advent sedunia. Landless akan menggantikan direktur saat ini, Dr. Allan Handysides, yang telah mengumumkan masa pensiunnya di September. Delegasi juga menerima nama-nama dari dua nominasi untuk lowongan lain

Rob e r ts

Landless Terpilih Sebagai Direktur Departemen Pelayanan Kesehatan General Conference

BERSATU DALAM DOA: Dr. Allan Handysides, kanan, pensiunan Direktur Departemen Pelayanan Kesehatan gereja Advent sedunia, berdoa bagi direktur terpilih Dr. Peter Landless, tengah, dengan Ketua gereja Advent sedunia Ted Wilson. “Kita berdoa berkat akan masuk ke dalam kehidupan kita,” kata Handysides tentang Landless dan pemimpin gereja yang lain. “Semoga masing-masing kita bisa menjadi terang untuk memanggil orang lain dari kegelapan dosa.”


■■ Pada 1899 Gereja Masehi Advent Ha­ ri Ketujuh yang mulai stabil kembali ha­ nya memiliki $55.330 di rekening bank di Battle Creek, Michigan. Dua tahun ke­ mudian finansial telah memburuk. Gere­ ja memiliki $40.000 dalam bentuk utang. Krisis fiskal akan memacu orang Advent mula-mula untuk mengatur kembali pri­ oritas gereja pada pergantian abad. Pada tanggal 15 April 2013, delegasi Pertemuan Musim Semi mendengar ke­ mungkinan adanya laporan yang lebih optimis tentang keuangan gereja—sebu­ ah perjanjian kepada kesetiaan dari ke­ anggotaan di seluruh dunia dan penang­ anan yang bijaksana akan dana pada tingkatan yang berbeda-beda dari gereja, kata pejabat keuangan gereja. Persepuluhan yang dikembalikan di Divisi Amerika Utara untuk 2012 me­ ningkat sebesar 1 persen dari 2011 de­ ngan total US$933 juta. Persepuluhan

N e t w o r k N e w s Rob e r ts / A d v e nt i st

Bendahara Menyatakan Persepuluhan Amerika Utara Meningkat 1 Persen, 4.4 Persen dari Wilayah Lain

dari divisi di luar Amerika Utara me­ ningkat 4,4 persen, untuk total mende­ kati $1,4 miliar. Persembahan misi dari luar Amerika Utara secara serupa meningkat, menca­ pai sekitar $60 juta, 6 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Sementara itu, persembahan misi yang dikembalikan di Amerika Utara meningkat 2.6 persen, de­ ngan total mendekati $23 juta. “Kami telah melihat peningkatan yang luar biasa pada pemberian misi per divisi di luar Amerika Utara,” kata benda­ hara gereja Advent sedunia, Robert E. Le­ mon kepada Adventist News Network. “Tapi saya ingin menunjuk bahwa gere­ ja-gereja lokal di Amerika Utara sering­ kali memberi kepada banyak proyek se­ cara langsung, atau anggota mereka yang pergi dalam perjalanan misi. Tindakan memberi yang seperti ini tidak terhi­ tung.” Delegasi Pertemuan Musim Semi ke­ marin juga mendengar rekomendasi awal untuk mencukupi anggaran tambahan gereja yang mendekati $14 juta. “Berkat Tuhan telah dibuktikan da­ lam karunia dan administrasi gereja kita,” kata asisten bendahara gereja Advent se­ dunia Juan Prestol. “Kami memuji Tu­ han untuk itu.” Delegasi memilih untuk menyetujui salah satu persetujuan anggar­ an—$300,000 ke Sudan Selatan. Sejak Sudan terpecah di 2011, hampir semua populasi Advent telah berpindah ke Su­ dan Selatan yang bermayoritas Kristen. Persetujuan anggaran dari kantor pusat gereja Advent sedunia akan mendanai in­ frastruktur yang sangat dibutuhkan gere­ ja di sana dan membayar sejumlah fasili­ tas yang sudah ada di kota-kota Juba dan Malakal. Delegasi juga menyetujui anggaran tambahan sebesar $7 juta untuk General Conference Auditing Service (GCAS) seba­ gai tahap dalam struktur pendanaan ba­ ru. Dimulai di Januari, sebagian dari au­ dit akan didanai oleh organisasi yang te­ lah teraudit. Setelah empat tahun, penda­ naan untuk audit GCAS akan dibayar 80 persen oleh institusi, dan 20 persen oleh

B r a n d a n

yang kuat. “[Peter] telah berfungsi sebagai pen­ deta dan terus menyediakan bimbingan kependetaan,” kata Wilson. “Siapa pun dari Anda yang mengenal dia mengeta­ hui dia memiliki perhatian yang dalam dan peduli pada kita semua.” Sebuah penghargaan formal untuk Handysides diharapkan akan dilaksana­ kan di bulan Oktober di sesi rapat tahun­ an gereja. Hingga saat itu, Handysides dan Landless akan bekerja sebagai direk­ tur bersama. Pegawai gereja akan bekerja sama de­ ngan Landless untuk menemukan peng­ gantinya, kata Wilson, menambahkan bahwa mereka mengharapkan rekan ba­ ru akan membagikan semangat yang se­ rupa untuk penginjilan kesehatan kom­ prehensif. —Dilaporkan oleh staf Adventist News Network.

FOKUS FINANSIAL: Bendahara gereja Advent, Robert E. Lemon melaporkan kepada delegasi Pertemuan Musim Semi bahwa Gereja Advent sedunia menerima sekitar $2,3 miliar persepuluhan tahun lalu.

konferens, uni, dan divisi, kata Lemon. Delegasi juga mendengar sebuah pro­ yek mengenai Hope Channel—jaringan televisi resmi gereja Advent. Prestol men­ catat bahwa Hope Channel akan membu­ tuhkan sekitar $8 juta lebih banyak dari yang sekarang yang telah dianggarkan untuk melanjutkan penyediaan jangkau­ an satelit saat ini hingga 2020. Hal ini di­ harapkan akan diadakan studi lebih lan­ jut pada tahun ini sebelum delegasi di­ minta untuk bertindak, Prestol menam­ bahkan. Bila disetujui, pendanaan akan datang dari yang sering disebut sebagai persepuluhan luar biasa, yang adalah pembayaran satu kali sebesar $102 juta dalam persepuluhan kepada gereja Ad­ vent di tahun 2007. —Dilaporkan oleh Elizabeth Lechleitner, Adventist News Network.

06 - 2013 | Adventist World

5


B r a n d a n

LAPORAN SEDUNIA

P

ada akhirnya, terlihat sesuai bahwa seorang ahli arsip—dalam kasus ini, David Trim dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh General Conference—akan merangkum presentasi dua hari mengenai berbagai topik yang ber­ hubungan dengan perayaan 150 tahun dari pergerakan organisasi secara formal. “Ini adalah impian sejarawan,” kata Trim pada Sabat siang, 13 April 2013, di hadapan pertemuan pemimpin gereja se­ dunia. “Para pemimpin gereja duduk se­ lama dua hari mendengarkan sejarah— semoga itu terjadi berkali-kali!” Acara yang berlangsung selama dua hari bukanlah, namun, hanya sebuah la­ tihan akademis. Sebaliknya, presentasi di sesuaikan untuk menolong delegasi ke­ pada pergerakan Pertemuan Musim Se­ mi, satu dari dua sesi pertemuan dua kali setahun, agar dapat memahami akar dari gereja Advent saat ini, serta untuk meng­ gambarkan pelajaran dari kehidupan pa­ ra pionir, orang percaya mula-mula, bah­ kan yang murtad. Semangat dari orang Advent mulamula terkadang memudar: Moses Hull adalah salah satu orang yang menyaran­ kan nama: “Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh,” namun setelah itu imannya beralih kepada spiritualisme. John Har­ vey Kellogg, pemimpin departemen kese­ hatan dan pendidikan mula-mula gereja, membangun Sanitarium Batlle Creek yang terkenal, namun setelah itu mere­ butnya dari kendali gereja, dan pada 1907 dikeluarkan dari keanggotaan karena ideide advokasi panteistiknya. Hingga akhir hidupnya, dilaporkan Bill Knott, editor dan penerbit eksekutif majalah Adventist Review dan Adventist World, Kellogg mengakui kesalahannya, setidaknya seca­ ra pribadi, namun menolak dibaptis kembali karena takut memicu kontrover­ si. Sangat menyedihkan, meskipun, kata Knott, “Cerita Kellogg terhenti lama se­ belum kematiannya,” karena ia berpisah dari pergerakan gereja ini. Knott juga mendiskusikan kehidupan dan karier gereja dari Hull, seorang Ad­

6

Adventist World | 06 - 2013

Rob e r ts / A N N

DARI DEBU ITU: Ella Smith Simmons, veteran pendidikan dan wakil ketua gereja Advent sedunia, membahas runtuhnya fasilitas di Battle Creek, Michigan, dan berikutnya memicu berkembangnya institusi seperti Andrews University dan Loma Linda University.

Oleh Mark A. Kellner, editor berita, Adventist World, dan Elizabeth Lechleitner, Adventist News Network, melaporkan dari Battle Creek, Michigan, Amerika Serikat

Para Pemimpin Advent Mendengar

aru Perspektif B akan Sejarah

Gereja Advent

Di Desa bersejarah Advent, Battle Creek, pelajaran pergerakan diceritakan. vent hanya untuk enam tahun, dan A. T. Jones, yang mana keterlibatannya mem­ bentang beberapa dekade dan termasuk juga beberapa peran gereja yang paling berpengaruh. Untuk semua energi dan kemampuannya, namun “pikiran yang tidak pernah bisa menangkap nuansa abu-abu tetapi tidak ingin dinasehati oleh siapapun yang bernama White.” Knott menjelaskan, merujuk kepada ter­ lalu banyak nasihat diberikan oleh salah satu pendiri gereja, Ellen G. White kepa­ da Jones. G. I. Butler, seorang pemimpin gereja mula-mula yang melayani dua kali seba­ gai ketua dari General Conference untuk total 10 tahun, menderita kesehatan fisik selama peran kepemimpinannya yang sukses, dan pensiun ke Florida dan me­ miliki kebun jeruk. Butler juga bergumul dengan pengajaran tentang “dibenarkan oleh iman” yang diumumkan secara res­ mi di 1888 dan didukung oleh Ellen White. Setahun kemudian dia dipanggil kembali untuk melayani sebagai Ketua Uni Konferens Selatan (Amerika Serikat bagian selatan), dan diakui bahwa tinggal

di Florida telah memberinya kesempatan untuk merefleksikan dan menerima ajar­ an Alkitabiah yang dulu dia lawan. Pengakuan Butler yang luar biasa ka­ dang diabaikan, menurut sejarawan Mer­ lin Burt dari Pusat Penelitian Advent di Universitas Andrews di Berrien Springs, Michigan. Butler juga pergi untuk mena­ warkan pengajaran berharga kepada pe­ mimpin-pemimpin muda gereja. Burt melihat bahwa kunci pelajaran dari kehidupan Butler adalah kekuatan penebusan, bahkan di dalam hidup seo­ rang pemimpin. “Meskipun Allah bekerja dan mengu­ bah kehidupan kita, keterbatasan kita masih tinggal,” kata Burt. “Mudah-mu­ dahan, meskipun, ketika kita tergantung kepada Allah kita bisa lebih rendah hati dalam opini, lebih beramal kepada sesa­ ma, mengurangi kritik, dan mencoba memahami dan peduli terhadap sesama. Ketika kita waspada terhadap pengam­ punan Allah, itu membuat kita lebih me­ ngasihi dan bisa menjadi pemimpin yang lebih efektif.”


H e n r y

S tob e r / A N N

B r a n d a n

B r a n d a n

Rob e r ts / A N N

Atas: MENGANGKAT SEKOP: Para Pemimpin GMAHK mengangkat sekop pada lokasi upacara simbolis peletakan batu pertama untuk pembangunan replika pergerakan Institusi Pembaruan Kesehatan di Battle Creek, Michigan, pada 12 April 2013, di desa bersejarah Advent. Kiri: PERKEMBANGAN MISI: David Trim, seorang sejarawan dan Direktur Kearsipan, Statistik, dan Penelitian General Conference, berbicara kepada delegasi di Battle Creek, 13 April 2013, pada kesadaran perkembangan misi dalam pergerakan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh mulamula.

Saat istirahat tengah hari, para dele­ gasi menyaksikan lokasi peletakan batu pertama dari dua gedung baru di kam­ pus Historic Adventist Village—replika dari percetakan gereja yang pertama dan institusi pembaruan kesehatan di Battle Creek. Ted N. C. Wilson, Ketua General Conference, diapit oleh ketua dari 13 divi­ si sedunia. Para pemimpin itu mengang­ kat sekop biru cerah ke udara untuk pengambilan foto, kontras dengan sedikit gerimis yang menutupi desa. “Semoga ini menjadi pengingat dari pentingnya menyalurkan kebenaran me­ lalui kata-kata yang keluar, dan yang di­ tuliskan,” kata Wilson, merujuk ke pem­ bangunan kembali percetakan di masa mendatang. Pada suatu presentasi Jumat siang wakil ketua gereja Advent sedunia, Del­ bert Baker, meneliti bagaimana metode jangkauan ke luar gereja mula-mula mengusahakan cara terbaik dalam pem­ belaan demi untuk kesetaraan. Pionir ge­ reja Advent secara seragam diperbudak, katanya.

Memang, kata Baker, Advent mulamula merupakan kelompok berbeda-be­ da, baik mewakili jenis kelamin, usia, dan perbedaan etnis dalam kebudayaan me­ reka. Seorang mantan budak bernama Charles Kinney menjadi penginjil gereja berkulit hitam pertama. Misionaris Anna Knight adalah seorang penginjil wanita berkulit hitam pertama yang melayani di India. Progres, bagaimanapun juga, “tidak secara kebetulan”, atau “mudah”, Baker mengingatkan delegasi. Itu kadang mem­ butuhkan “dorongan anggota” dan “kon­ frontasi Ellen White.” Ella Smith Simmons, seorang veteran sistem pendidikan Advent yang saat ini di masa keduanya sebagai wakil ketua umum dari gereja Advent sedunia, berbi­ cara mengenai kejatuhan institusi yang berpusat di Battle Creek—Sanitarium Battle Creek, dihancurkan oleh api, diba­ ngun kembali, dan setelah itu diambil alih oleh Kellogg; Asosiasi Percetakan Review and Herald, juga terbakar; dan Per­ guruan Tinggi Battle Creek, yang akhir­ nya runtuh—dan perlu dicatat bahwa ke­ gagalan dan masalah itu adalah debu

Rob e r ts / A N N

PELAJARAN DARI PARA PEMIMPIN YANG HILANG: Bill Knott, editor dan penerbit eksekutif dari majalah Adventist Review dan Adventist World, membagikan presentasi pelajaran dari kehidupan dan karier 3 pionir yang kemudian hilang dari GMAHK. Mereka adalah Moses Hull, John Harvey Kellogg, dan A.T. Jones.

pertumbuhan dari institusi utama seperti Loma Linda University dan Andrews University. Pada saat presentasi sabat siangnya, Trim mencatat perubahan pada sikap ge­ reja Advent dari semata-mata mengkhot­ bahkan pekabarannya di Amerika Utara kepada fokus yang membawa pekabaran itu “kepada seluruh dunia,” sebagaimana banyak gereja memproklamasikannya. Trim mengutip komentar Ellen White bahwa “kebun anggur itu termasuk kese­ luruhan dunia dan setiap bagiannya.”* Kesimpulan akhir minggu itu, Wilson menggambarkan pelajaran dari kehidup­ an G.I. Butler: “Anda tidak bisa menjadi pemimpin dan berpikir mengetahui se­ mua hal—Anda harus datang ke kaki sa­ lib itu, setiap hari.” Dia berkata gereja harus “menyalakan kembali semangat untuk kedatangan ke­ dua kali.... Jangan mengalah terhadap co­ baan untuk bersantai: kita harus kembali ke rumah! Saya berharap akhir minggu ini akan mengisi tenaga kita lagi untuk misi. *Testimonies for the Church (Mountain View, Calif.: Pacific Press Pub. Assn., 1948), jld. 6, hlm. 24.

06 - 2013 | Adventist World

7


PA N O R A M A

T

SEDUNIA

erintimidasi dan kesepian—itulah kesan pertama saya mengenai Kota New York. Melihat kepada ge­ dung-gedung tinggi pencakar langit di atas saya dan menyadari aliran orangorang yang selalu ada dimana-mana, saya bertanya-tanya perbedaan apa yang seo­ rang berumur 21 tahun bisa lakukan di kota yang tidak pernah tidur ini. Saya baru saja lulus dengan gelar B.A. di bidang agama dan Administrasi Bisnis dari yang dulunya disebut Columbia Union College pada Mei 1971, dan Konfe­ rens Greater New York mengirim saya ke GMAHK West Eleventh Street di desa Greenwich untuk internship musim pa­ nas. Desa Greenwich sering dikenal de­ ngan artis dan aktornya, bangunan terke­ nal, dan jalan-jalan penuh pohon, dan pada 1971 sebagai tempat berkumpul pergerakan anti perang dan adegan hippie. Selama tahun 1950-an, 1960-an, dan awal 1970-an Desa Greenwich juga me­ mainkan peran utama dalam perkem­ bangan “musik Folk” Amerika, dengan banyak penulis lagu dan pemain seperti Bob Dylan, Jimi Hendrix, Barbra Strei­ sand, Bette Midler, Simon dan Garfunkel, Liza Minnelli, James Taylor, dan Joan Baez semuanya diperoleh awalnya di klub-klub malam, teater dan kedai kopi desa.

Sebuah “Kedai Kopi” Advent

Dalam memikirkan tentang bagaima­ na menjangkau orang dengan komunitas yang berbeda-beda, kelompok kami per­ gi turun ke sebuah gereja Advent tua yang bersejarah dan memutuskan itu adalah tempat yang sempurna untuk me­ mulai sebuah “kedai kopi” Advent di ma­ na orang dapat bercengkerama, mende­ ngarkan musik, membicarakan menge­ nai Kristus, dan menikmati makanan ri­ ngan bersama dengan minuman non­ alkohol dan nonkafein. Bersamaan dengan saat kami menje­ lajahi gereja tua yang hampir berumur seabad, kami menemukan sebuah gang menuju tempat batubara di bawah troto­ ar. Tentu saja tempat batubara itu sudah tidak digunakan, tapi dengan lengkung­ an tua di bata itu terlihat cukup kuno dan terlihat sangat tersembunyi, jadi ka­ mi menamainya “The Catacombs.” Kami membawa ide kedai kopi ke majelis gereja, meminta izin untuk me­ motong beberapa blok beton dan mena­ ruh pintu dan tangga ke bawah menuju jalan raya. Ada beberapa anggota majelis yang ragu-ragu, namun pada akhirnya mereka mendukung kami. Untuk membuat The Catacombs me­ narik dan nyaman, beberapa renovasi di­ butuhkan. Beberapa minggu kemudian, ketika saya dikirim untuk penamatan, sa­ ya telah meminta teman-teman saya me­

ngirim sumbangan untuk penginjilan Kota New York gantinya hadiah. Untung­ nya, saya telah menerima jumlah uang yang cukup, yang saya berikan ke kantor konferens. Dana itu membiayai renovasi yang dibutuhkan untuk “kedai kopi” Ad­ vent bawah tanah. Menyiapkan The Catacombs

Orang muda dan berjiwa muda sa­ ngat bersemangat, bekerja dengan penuh semangat untuk membuat tempat itu si­ ap dibuka malam hari. Kami menaruh kabel listrik dan kar­ pet di atas lantai tanah. Kami membawa meja kartu persegi kecil, menutupinya dengan taplak kotak-kotak, dan menam­ bah botol dengan lilin di dalamnya. Kami menggantung poster agama berwarna di dinding, menaruh banyak sekali literatur menarik di berbagai tempat, dan menyi­ apkan makanan kecil dan minuman, la­ ma sebelum “kedai kopi” Advent di desa Greenwich dibuka. Tony Romeo, seorang ahli periklanan pada waktu itu (yang ma­ na, secara menarik, sekarang adalah pen­ deta gereja ini), menggambar tanda yang kami taruh di atas pintu masuk sempit menuju The Catacombs. Kami membuka The Catacombs sesa­ at sebelum saya meninggalkan New York untuk melanjutkan pendidikan saya me­ lalui field school di California, lalu ke Andrews University dan Loma Linda Univer-

Terang Kota telah

Hangus

Berikan mereka “Terang Dunia” Oleh Ted N. C. Wilson


sity untuk bidang teologi dan kesehatan. Meskipun saya harus meninggalkannya ketika dibuka, saya mendengar The Catacombs telah sukses yang luar biasa. Sete­ lah itu saya kembali ke Kota New York yang luar biasa dan menantang, di mana saya menjadi pendeta dan bekerja di penginjilan perkotaan untuk sekitar tu­ juh tahun, menggunakan penginjilan ke­ sehatan sebagai jangkauan keluar yang efektif. Pelajaran yang Dipelajari

Saya mempelajari pelajaran yang sa­ ngat berharga selama pertemuan perta­ ma saya di New York—terlibat dalam proyek misi membuang kekerasan dan batas pekerjaan di dalam kota yang me­ ngintimidasi. Hal itu menarik fokus ter­ hadap diri sendiri dan menaruh energi dalam menjangkau sesama untuk Kris­ tus. Saya juga mempelajari bahwa pada awalnya kota mungkin terlihat mengin­ timidasi, setelah beberapa saat Anda ber­ adaptasi dengan kota, mempelajari jalan di sekitar dan merasa seperti di rumah. Yang paling penting, saya mempela­ jari bagaimana banyaknya saya harus bergantung kepada Tuhan untuk kreati­ vitas, kebijaksanaan, dan perlindungan rohani dalam penggunaan waktu sebaik mungkin dan bekerja secara efektif. Menjangkau Kota-kota

Bulan ini saya memiliki kesempatan yang luar biasa untuk kembali ke gereja di Desa Greenwich, di mana untuk tiga minggu saya akan membagikan kebenar­ an seperti Yesus di pertemuan penginjil­ an publik mengabarkan kedatangan-Nya yang segera! Pertemuan-pertemuan itu adalah ba­ gian dari jangkauan keluar yang dibarui, komprehensif, dan terintegrasi kepada jutaan orang yang hidup di kota-kota be­ sar. Kota New York telah dipilih sebagai yang pertama dari 630 kota di mana ge­ reja berencana untuk mengadakan perte­ muan penginjilan dalam beberapa tahun ke depan. Itu adalah pusat perkotaan di mana populasi merefleksikan kehidupan kecil dari dunia. Sebagai tambahan, Ellen White mendesak bahwa pekerjaan yang

dilakukan di Kota New York seharusnya menjadi “simbol pekerjaan yang Allah ingin lihat agar diselesaikan di dunia.” Perwakilan, dari banyak orang dewa­ sa muda, dari semua 13 divisi gereja se­ dunia terlibat dalam usaha, yang dikenal sebagai NY13 (www.ny13.org), dan pe­ ngetahuan yang diraih dari partisipasi mereka akan memungkinkan mereka un­ tuk bisa melakukan pekerjaan yang sama di tempat asal mereka. Rencana telah ada untuk menjangkau kota-kota besar yang tersebar sepanjang 13 divisi sedunia, ter­ masuk Bogota, Buenos Aires, Christchurch, Jenewa, Hamburg, Kiev, Kinsha­ sa, Lagos, London, Luanda, Manila, Mex­ ico city, Moscow, Mumbai, Munich, Port Moresby, Praha, Suva, Sidney, Tokyo dan Vienna. New York 2013

Sejak permulaan tahun ini pertemu­ an sedang dalam proses di New York, de­ ngan lebih dari 400 pertemuan penginjil­ an dilaksanakan sepanjang 2013, terma­ suk bagian New Jersey dan Connecticut Selatan. Antara 250 sampai 300 pembica­ ra evangelis dan beberapa ratus personil pendukung, termasuk pendeta, tua-tua setempat, dan anggota gereja, akan ber­ partisipasi. Tambahannya, lebih dari 2000 pekerja Alkitab telah dilatih untuk mendampingi pada program kunjungan pertemuan penginjilan itu. Pelayanan kesehatan memainkan ba­ gian yang vital dan integral dalam jang­ kauan ke perkotaan. Lebih dari 1500 pe­ kerja kesehatan telah dilatih untuk me­ laksanakan seminar kesehatan, kunjung­ an ke rumah, sekolah memasak, perte­ muan kesehatan kelompok kecil, pamer­ an kesehatan, dan acara kebugaran Let’s Move dalam hubungan dengan pertemu­ an penginjilan. Anda akan mendengar banyak lagi tentang pelayanan kesehatan komprehensif yang mana kita semua bisa menjadi bagian dari tangan kanan Injil dalam mengikuti langkah kaki Kristus dengan menolong kebutuhan sesama dan membawa mereka kepada Sang Dokter dan Juruselamat. Beberapa ratus orang muda terlibat dalam berbagai proyek komunitas yang dikenal sebagai “Compassion Ministry,”

sebuah inisiatif departemen pemuda konferens dan uni lebih dari 6000 pemu­ da dan pemuda dewasa berbaris mele­ wati jembatan Brooklyn ke Manhattan untuk membuat “pernyataan belas kasih­ an” melawan kekerasan di dalam Kota New York. Anda bisa mengunjungi situs web mereka di compassion-now.org. Sebuah Tantangan yang Mengubah Kehidupan

Dari 7 miliar orang di dunia, lebih dari setengah hidup di kota-kota besar. Satu perkiraan mengindikasikan bahwa pada tahun 2050 kira-kira 70 persen dari proyeksi 10 miliar orang di dunia akan tinggal di kota-kota! Siapakah yang akan menjangkau massa ini untuk Kristus? Apakah yang akan mengendarai misi ini? Kekuatan ini bukan pada manusia, pada komite, peraturan, ketua, atau peja­ bat administrasi. Kekuatan dan kebenar­ an yang disediakan ditemukan dalam Firman Allah, dalam Roh Nubuat, dalam doa yang sungguh-sungguh, dan dalam kekuatan Roh Kudus (Zak. 4:6). Pesan Alkitabiah kita kepada kota-kota akan menyatukan kita sebagai orang di selu­ ruh dunia dan menjaga kita dari menu­ tup diri sendiri dari masyarakat dan dari sesama. Ketika saya bersiap untuk hidup sete­ lah kuliah, beberapa konferens menawar­ kan untuk mensponsori saya untuk menghadiri seminar; satu dari mereka adalah Konferens Greater New York. Da­ lam memikirkan berbagai pilihan, ayah saya berkata, “Banyak dari tempat-tem­ pat itu baik, namun jika engkau benarbenar menginginkan tantangan, pergilah ke New York.” Dengan berkat Allah hal itu bekerja dan mengubah hidup saya se­ lamanya. Mencari Terang

Sahabatku, dunia di sekitar kita se­ dang runtuh dan terpisah—secara poli­ tik, ekonomi, sosial, ekumenis, dan dunia alami. Yesus akan datang segera. Kita hi­ dup di zaman akhir, dan sekarang adalah waktunya untuk menjangkau jutaan dia­ tas jutaan yang terkepung dalam kotakota dunia, mencari sesuatu yang lebih baik, namun tidak tahu kapan harus ber­

06 - 2013 | Adventist World

9


PA N O R A M A

SEDUNIA

balik. “Jumlah besar jiwa yang berharga yang meraba-raba dalam kegelapan, de­ ngan kerinduan dan tangisan dan berdoa bagi terang,” tulis Ellen White di 1900.”1 Tulisannya lebih dapat diterapkan saat ini. Apakah Anda mau terang Anda ber­ sinar lebih terang dari lampu kota mana pun? Dengan pertolongan Allah Anda bi­ sa. Dicatat di bagian akhir kitab Daniel, makhluk surgawi mengatakan kepada nabi bahwa “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bin­ tang, tetap untuk selama-lamanya” (Dan 12:3). Jika Anda telah memikirkan tentang bekerja untuk Allah di kota, sekaranglah saatnya untuk bergerak. Saya mendesak Anda untuk menghubungi pendeta gere­ ja atau kantor konferens lokal dan biar­ kan mereka mengetahui minat Anda. Ellen White menulis: “Tidak ada pe­ rubahan dalam kabar yang Allah telah sampaikan di masa lalu. Pekerjaan di ko­ ta-kota adalah pekerjaan esensial untuk saat ini. Ketika kota-kota bekerja sebagai­ mana yang Allah kehendaki, hasilnya akan menjadi sebuah operasi pergerakan besar seperti yang tidak pernah kita sak­ sikan sebelumnya.”2 Marilah bergerak maju dan jadilah bagian dari “pergerakan besar,” karena kita berada pada ambang kekekalan. n 1  Ellen G. White, Manuscript Releases (Silver Spring, Md.: Ellen G. White Estate, 1990), jld. 4, hlm. 135. 2  Ellen G. White, Medical Ministry (Mountain View, Calif.: Pacific Press Pub. Assn., 1932), hlm. 304.

Ted N. C. Wilson adalah Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sedunia.

10

Adventist World | 06 - 2013

Kisah GLOW: Giving Light to Our World Giving Light to Our World—GLOW—adalah sebuah inisiatif penjangkauan yang berasal dari Kalifornia, Amerika Serikat, tetapi sekarang bercabang ke divisi dunia lainnya. Ini didasarkan pada konsep anggota gereja mendistribusikan traktat GLOW—secara gratis—di setiap kesempatan. Saat ini traktat sedang dicetak dalam 29 bahasa. Berikut adalah dua cerita pendek dari Eropa yang menggambarkan kehidupan yang disentuh oleh GLOW:

kisah 1: Ketika berjalan di sebuah jalan raya

di Polandia, seorang wanita muda membawa traktat GLOW berbahasa Inggris yang diberikan kepada seorang pejalan kaki. Pria tersebut hanya bisa berbicara bahasa Inggris dan dia tidak asing dengan traktat GLOW: “Anda pasti seorang Advent,” kata dia. Wanita itu mengangguk, namun pria itu menolak untuk menerima traktat itu. “Saya seorang ateis,” dia menjelaskan. Wanita itu melanjutkan untuk mendorong dia menerima traktat itu, namun ketika pada akhirnya dia menerimanya, dia menuliskan pada traktat itu alamat website yang mempromosikan evolusi dan mengembalikannya. Wanita itu merespons, “Saya berjanji akan memeriksa alamat situs itu jika Anda berjanji untuk membaca traktat ini.” Pria itu setuju dan pergi, membawa traktat itu di tangannya.

kisah 2: Asia, yang tinggal di Polandia, sedang membagikan traktat

GLOW di jalan raya ketika dia bertemu dengan wanita dari denominasi lain yang sedang membagikan literatur juga pada saat itu. Keduanya bertukar brosur, berbicara untuk beberapa saat, dan kembali membagikan literatur. Ketika wanita itu menyadari bahwa lebih banyak orang yang mengambil traktat Asia dan beberapa dibuang begitu saja, dia bertanya, “Dari gereja manakah Anda berasal?” Asia menjelaskan dia seorang Advent. Wanita itu merasa tidak asing lagi dengan Advent karena dia telah mendengarkan khotbah Advent di radio. Lalu dia meminta kepada Asia alamat dari gereja Advent lokal dan hadir di Sabat berikutnya. Sekarang dia juga terlibat dalam membagikan traktat GLOW. Cerita disusun oleh Direktur GLOW Pusat California Nelson Ernst. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang GLOW, kunjungi sdaglow.org.

I L L U S T RA T I O N

B Y

R i c a r d o

C a m a c ho


Terlalu

Manis

KESEHATAN

SEDUNIA

demi Kebaikan Kita

Perangkap minuman manis Oleh Allan R. Handysides dan Peter N. Landless

Dalam kolom Anda, Anda merekomendasikan hidrasi dan minum banyak cairan. Anak remaja kami menyukai minum minuman ringan, namun berat badanya semakin banyak. Bagaimanakah kami menyeimbangkan nasihat yang kami terima pada minum dalam jumlah cairan yang cukup, terutama karena kami melihat anak kami sekarang bergumul dengan berat badannya?

K

etika kami merekomendasikan asupan cairan, kami merujuk teru­ tama untuk minum air yang mur­

ni. Saat Anda menunjukkan, banyak orang, tua maupun muda, minum de­ ngan jumlah banyak minuman ringan (juga dikenal sebagai soda atau minu­ man manis [SSBs]). Minuman ini sarat dengan gula halus dan memicu epidemi obesitas dan diabetes di seluruh dunia. Hasil konsekuensi yang signifikan, teru­ tama di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Sebagai bagian dari studi Global Burden of Disease (GBD), sebuah publikasi ilmiah terbaru menganalisa 114 survei diet nasional. Data ini merupakan per­ wakilan lebih dari 60 persen populasi du­ nia. Mengenai SSBs, ada variasi yang di­ tandai dalam konsumsi rata-rata, mulai dengan kurang dari satu gelas per hari pada wanita Cina yang sudah tua sampai lima minuman per hari pada pria muda Kuba. Para peneliti, pertama-tama menen­ tukan hubungan asupan minuman ber­ gula untuk indeks massa tubuh, atau BMI. BMI adalah hubungan tinggi badan terhadap berat badan, BMI di atas 25 di­ anggap kelebihan berat badan, dan BMI di atas 30 dianggap obesitas. Kami men­ dorong Anda untuk menentukan BMI Anda sendiri, mengetahui nomor BMI Anda sangat memotivasi ketika tiba membuat pilihan pola hidup dan peru­ bahan. Penelitian GBD mengungkapkan bahwa lebih dari 180.000 kematian di se­ luruh dunia setiap tahunnya terkait de­ ngan mengkonsumsi sejumlah besar mi­

numan manis. Sebagian besar kematian terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Meksiko memiliki jum­ lah terbesar akan kematian yang berkait­ an dengan minum minuman manis, de­ ngan 318 kematian per sejuta orang de­ wasa; Jepang memiliki tingkat kematian terendah dengan sekitar 10 kematian per sejuta orang dewasa. Apakah alasan untuk hubungan me­ nakutkan ini, antara minuman manis dan tingkat kematian? Sementara kon­ sumsi minuman manis meningkat, BMI juga naik (mempercepat penyakit obesi­ tas). Tingginya BMI meningkatkan po­ tensi penyakit jantung, diabetes, dan kan­ ker yang terkait dengan obesitas, yaitu, payudara, rahim, kerongkongan, kan­ dung empedu, usus, ginjal, dan kanker pankreas. Asupan minuman manis juga meru­ gikan dalam pengaruh tekanan darah. International Study of Macro/Micronutrients and Blood Pressure (INTERMAP) mener­ bitkan penemuan ini dalam jurnal berju­ dul Hypertension, 28 Februari 2011: Mengonsumsi bahkan satu SSB mening­ katkan tekanan darah. Mengonsumsi dua sampai tiga kaleng soda menghasilkan peningkatan yang lebih signifikan pada tekanan darah. Hal ini terutama berma­ salah pada orang yang memiliki hiper­ tensi sebagaiman pengontrolan tekanan darah menjadi lebih sulit. Minuman yang bebas gula, bagaimanapun, memiliki efek sebaliknya. Bagaimanakah dengan pemanis buat­ an? Sementara di sebuah restoran di Ero­ pa kami bertanya apakah minuman be­ bas gula yang tersedia? Tanpa ragu-ragu sejenak—dan dengan binar mata yang je­

las—pelayan itu menjawab, “Kami memi­ liki air murni, Tuan!” Kalimat itu tidak pernah dilupakan. Murni, air bersih adalah minuman terbaik sejauh ini, dan kita se­ mua dapat melakukannya dengan baik un­ tuk minum dalam jumlah yang sehat dan berlimpah. Data pada pemanis buatan dicampur, dengan beberapa bukti yang menunjukkan manfaat dalam mencegah peningkatan be­ rat badan; namun, ada komponen tam­ bahan: Seringkali orang yang mengguna­ kan pemanis buatan berpikir mereka me­ miliki lebih banyak kesempatan untuk me­ nambah kalori dalam bentuk cair atau pa­ dat dan berat badan telah seimbang dan bagaimanapun juga diabetes berkembang! Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di seluruh dunia dapat menuntun dalam menjamin sumber air bersih dan aman da­ lam komunitas lokal mereka, membuat se­ tiap gereja menjadi pusat kesehatan ma­ syarakat. Di mana pun kita hidup, kita akan melakukannya dengan baik dalam membatasi penggunaan botol plastik, yang telah menjadi semacam sumber polusi yang mengerikan dan ancaman kesehatan. Sebagai masyarakat yang bersaksi dalam pendekatan peduli dan bertanggung jawab, sebuah kerinduan akan tumbuh dalam ha­ ti mereka untuk memperkenalkan sang Air Hidup, yang kita kasihi, Yesus Tuhan kita. n

Allan R. Handysides, seorang ahli ginekologi, Direktur Departemen Kesehatan General Conference.

Peter N. Landless, seorang ahli kardiologi nuklir,

adalah Asociate Direktur Departemen Pelayanan Kesehatan General Conference.

06 - 2013 | Adventist World

11


RENUNGAN

D

ari semua perumpamaan dalam Alkitab, mungkin tidak ada yang lain yang membuat perhatian saya sedemikian rupa selain kata kiasan yang jelas akan “hati batu.” Setelah semuanya, hati batu adalah hal yang tidak masuk akal, sebuah ungkapan. Sebuah batu hati mungkin dapat membuat patung besar atau bentuk ke­ nang-kenangan aneh. Hal ini tidak berar­ ti, bagaimanapun, dapat dipasang dalam tubuh manusia. Batu itu ini dingin dan berat, sebagaimana berarti hal itu rumit, tidak memiliki darah karena itu adalah batu mineral. Dalam hal ini, Anda tidak akan menghidupkan batu dengan mem­ bentuknya seperti jantung. Sebuah batu berbentuk jantung tidak berkontraksi; juga tidak berdetak atau memompa. Hal ini sebenarnya adalah hati yang menjadi batu; bukan sebuah organ tubuh yang hi­ dup melainkan prasasti batu. Sahabat saya, seorang dokter, mem­ beritahu saya ada kondisi biasa disebut “jantung batu” (pengerasan jantung). Itu adalah medis, nama yang sebenarnya adalah “cardiac calciphylaxis.” Seringkali akibat gagal ginjal yang parah dan lama, cardiac calciphylaxis adalah tahap akhir dari proses dimana sistem vaskular pasi­ en mulai secara harfiah “kolaps.” Hal ini biasanya menyebabkan trombosis pem­ buluh darah, nekrosis kulit, dan sepsis. Dalam versi yang paling parah, kalsifikasi vaskular mencapai jantung (demikian di­ sebut). Ketika ini terjadi, tidak ada yang tersisa yang dapat dokter dilakukan. Se­ buah jantung batu tidak dimaksudkan untuk hidup lama. Ini berarti kematian dari kehidupan palsu.

Sifat Pengerasan Hati

Alkitab mengungkapkan setidaknya dua perilaku yang memicu timbulnya pe­ nyakit “cardiac calciphylaxis rohani.” Yang pertama harus dilakukan dengan efek pe­ nyumbatan akan ketidaktaatan. Dalam kitab Ibrani, kita diperintahkan untuk menasihati satu sama lain sehari-hari, bukan “menjadi tegar hatinya karena ti­ pu daya dosa” (Ibrani 3:13). Dan mengu­ tip Mazmur 95, penulis menambahkan:

12

Adventist World | 06 - 2013

Oleh Marcos Paseggi

Hati seperti Sebuah

ia D

Apakah yang kita butuhkan untuk menjadi seseorang yang memiliki hati-Nya? “Pada hari ini, sekiranya kamu mende­ ngar suara-Nya! Janganlah keraskan hati­ mu” (ayat 7, 8). Perilaku kedua yang lebih berkaitan dengan kurangnya tindakan. Dalam ki­ sah pertemuan Yesus dengan dua murid yang berkabung di jalan ke Emaus (Lukas 24:13-35), Tuhan kita menemplak pen­ dengar-Nya, mengatakan kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lamban­ nya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!“(ayat 25). Terutama dalam hal nu­ buatan Alkitab, Yesus mengatakan, kebia­ saan belajar yang ceroboh dan keyakinan setengah hati memiliki potensi untuk membuat hati kita lambat, berat, dan ti­ dak sesuai dengan semangat, sehat, dan memompa kerohanian!

Dengan demikian, apakah karena tu­ gas atau lalai, kegagalan untuk bertindak sesuai dengan yang tertulis dan Firman itu menempatkan kita pada zona penge­ rasan hati yang berbahaya, yang mana pemulihan tampaknya menjadi lebih su­ lit saat itu. Benar-benar suatu progres Calciphylaxis! Tanya Doktermu

Terima kasih Tuhan, ada harapan ba­ gi hati dalam proses pengerasan yang mengancam jiwa. Solusi yang diberikan ada dalam konteks ayat yang sama yang disebutkan di atas. “Janganlah keraskan hatimu,” kata Mazmur 95:8. Tapi dalam lagu itu, pemazmur memperkenalkan ki­ ta pada obat penawar bahkan sebelum terjadi pada masalah. Dia menulis, “Ma­


suklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang men­ jadikan kita. Sebab Dialah Allah kita,” (ayat 6, 7). Saat kita menyembah dan mengakui Allah sebagai Pencipta dan Pe­ nebus kita, mengingat bahwa sebagai ciptaan, “kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tanganNya” (ayat 7). Hati kita menemukan cara yang memuaskan dan menggembirakan dalam tetap responsif ter­ ha­

ngan tepat menyarankan, “Janganlah berkecil hati karena hati Anda tampak­ nya sulit. Setiap rintangan, setiap musuh dari dalam, hanya meningkatkan kebu­ tuhan Anda akan Kristus.“* Memang, Tabib Agung itu mengajak kita untuk menerima pendekatan-Nya yang paling drastis untuk calciphylaxis rohani. Sekali lagi, pengobatan-Nya adalah ganda. Pertama, Tuhan memanggil kita un­ tuk “memotong kulit luar” dari hati ki­ ta—metafora besar yang lain dari Alki­

nurut segala ketetapan-Ku dan per­ aturan-peraturan-Ku dengan setia” (ayat 20). Sebuah hati yang taat dan bijaksana, adalah milik orang yang senang bertum­ buh dalam ketetapan Tuhan (lihat Maz­ mur. 1:2). Ini adalah organ tubuh yang berdenyut, dilindungi dari terjadinya pe­ ngerasan. Dan sebuah hati yang sejalan dengan hati yang Tidak Terbatas tidak pernah lagi dalam bahaya akan penderi­ taan calciphylaxis rohani. Memang, hati itu akan menjadi lembut dan lentur, sela­

Sebuah hati yang sejalan dengan hati yang tidak pernah lagi dalam bahaya akan penderitaan calciphylaxis rohani.

Tidak Terbatas

dap bisikan suaraNya. Resep kedua ditemukan dalam cerita yang sama saat jalan ke Emaus. Setelah bertemu dengan para murid yang patah hati mereka sudah berjalan dengan Yesus selama ini, mereka mengatakan satu sa­ ma lain: “Bukankah hati kita berkobarkobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?” (Lukas 24:32). Memang, bertemu dengan Kristus mem­ buat hati suam-suam kuku menjadi ter­ bakar. Setelah meminum atau mende­ ngar kata-kata Yesus dan menikmati hadirat-Nya, hati yang lambat dan bo­ doh tidak bisa tidak terbakar, memberi­ kan cahaya dan kehangatan kepada du­ nia. Sulusi Terbaik

Dosa membuat mati rasa, kita mung­ kin merasa pada saatnya hati kita telah pergi sepanjang jalan dalam pengerasan hati yang terlalu lama untuk mempero­ leh pertobatan. Tapi Ellen G. White de­

tab! Ini adalah ajakan untuk mengesam­ pingkan segala sesuatu yang membuat hati biasa kita dapat menjadi hati yang dipilih, suatu yang membawa di dalam­ nya tanda khas yang dijamin oleh kenya­ taan bahwa “Kita mengasihi, karena Al­ lah lebih dahulu mengasihi kita” (1 Yoha­ nes 4:19). Kedua, Allah menawarkan kita solusi akhir untuk pengerasan hati: Sebagaima­ na kita berserah kepada-Nya, Dia berjan­ ji untuk memberi kita “satu hati” dan “membuat jiwa batu” dalam diri kita. Berpikir bahwa kita anak-Nya, Tuhan menyatakan, “Aku akan menjauhkan da­ ri tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat” (Ye­ hezkiel 11:19). Hati yang baru! Tidak ada lagi selain transplantasi hati yang lang­ sung dan menyeluruh! Hati yang Selaras

Seperti dalam kasus intervensi medis, tujuan Tuhan akan operasi jantung—ha­ ti kita— bukanlah tanpa maksud. Dia menjelaskan, “supaya mereka hidup me­

lu siap untuk mencerminkan, bertobat, dan diperbarui. Tawaran Allah termasuk “alat pacu Ilahi,” yaitu Roh-Nya (lihat Yeh. 36:27), karena Dia rindu untuk memberikan pa­ da kita hati yang selaras bagi Oknum yang telah memberikan semuanya untuk menyembuhkan sekali saja dan untuk se­ mua hati batu kita. Dia menjanjikan kita organ jantung (hati kita) yang selamanya akan berdetak dan memompa seirama dengan kehendak dan jalan Tuhan alam semesta. Singkatnya, Dia menawarkan kepada kita tidak kurang dari menjadi hati yang berkenan di hati-Nya sendiri. n *Ellen G. White, Messages to Young People (Nashville: Southern Pub. Assn., 1930), hlm. 112.

Marcos Paseggi

adalah seorang penerjemah, peneliti Alkitab, dan penulis dari Ottawa, Ontario, Kanada.

06 - 2013 | Adventist World

13


K E P E R C AYA A N

DASAR

D

ia mengatakan itu dalam sebuah seminar tentang kitab Wahyu. Saya telah berbicara tentang Wahyu 20 dan na­ sib orang kafir. Kami baru saja membaca tentang peng­ hakiman terakhir di Wahyu 20:10 dan 15: “dan Iblis, yang me­ nyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan bele­ rang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka di­ siksa siang malam sampai selama-lamanya. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidup­ an itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.” “Tentunya tidak ada ayat-ayat yang lebih serius di seluruh Alkitab,” kata saya. “Tapi tolong jangan salah paham kata-kata untuk selama-lamanya. Dalam Alkitab, selamanya tidak selalu berarti abadi. Ini juga bisa berarti bahwa konsekuensi dari suatu tindakan terakhir melalui kekekalan.“ “Apakah Anda bermaksud mengatakan bahwa Setan, malai­ kat-Nya, dan orang-orang kafir tidak akan dibakar selamanya?” Tanya Linda. “Itu benar,” jawabku. “Lihat saja cara kata ‘kekal’ digunakan dalam ayat 7 dari kitab Yudas. Yudas menulis bahwa orang So­ dom menderita hukuman “api kekal.” Kebakaran Sodom saat ini tidak sedang terbakar, demikian pula, penduduknya. Jelas kekal tidak berarti selama-lamanya. Selain itu, mengapa Allah ingin melihat orang berdosa dalam siksaan kekal?“ “Karena itulah keadilan,” jawab Linda, yang sangat ingin te­ tap setia kepada Firman Tuhan. “Tuhan itu adil, dan Alkitab berkata bahwa Allah yang adil akan menghukum orang berdosa untuk selamanya. Bacalah lagi Wahyu 20:10.“ Neraka dan Hermeneutika

Malam itu Linda memulai sebuah diskusi, yang ternyata membuat seminar tersebut menjadi pelajaran Alkitab menda­ lam tentang “neraka” kekal. Dia tahu Alkitabnya dengan baik dan mengatakan kepada kami bahwa ekspresi selama-lamanya seperti yang digunakan dalam Wahyu 20:10 adalah ekspresi yang sama yang Petrus gunakan untuk menggambarkan karak­ ter Allah yang kekal:1 “Ialah yang empunya kemuliaan... sampai selama-lamanya,“ kata Petrus (1 Petrus 4:11). “Tidaklah konsis­ ten untuk memahami frase seperti yang digunakan oleh Petrus dalam arti harfiah dan seperti yang digunakan oleh Yohanes da­ lam arti kiasan,” kata Linda. Dia memiliki poinnya. Kami melihat Alkitab kami kembali dan menyadari bahwa kata aion, “kekal,” dan ekspresi yang menggunakan kata ini se­ ring digunakan oleh Yesus dan para rasul dalam bentuk harfi­ ah.2 Tapi hal ini tidak cukup baik untuk Linda. Dia mengingat­ kan kami bahwa dalam menulis tentang penghakiman terakhir, Yohanes tidak menggunakan hanya kata “kekal”—ia menggu­

14

Adventist World | 06 - 2013

PA SA L 27

el a S Lamanya Oleh Paul Wright

Penghakiman terakhir dalam terang akan karakter Allah . nakan pernyataan tegas “kepada kekekalan yang kekal.” Untuk apakah dia menekankan gagasan kekekalan jika dia tidak bermaksud untuk diartikan secara harfiah? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu ingat bahwa Yo­ hanes menggunakan sejumlah ekspresi Perjanjian Lama ketika ia menulis Wahyu. Dalam berbicara tentang penghakiman ter­ akhir, Yohanes tampaknya merujuk kembali ke Yesaya 34:10, di mana nabi menggambarkan kehancuran Edom. Yesaya menulis bahwa asap hukuman Edom “naik untuk selama-lamanya.” Ma­ salah dengan mengartikan ungkapan ini benar-benar jelas. Ta­ nah Edom saat ini tidak sedang menyala atau membara. Katakata Yesaya, bagaimanapun, dirancang untuk menggarisbawahi dalam pikiran orang Ibrani akan kehancuran total Edom. Yoha­ nes, yang telah dibesarkan dengan membaca Kitab Suci Ibrani, tampaknya telah menggunakan kehancuran Edom sebagai con­ toh untuk penghakiman terakhir. Dia tidak terlalu ketat dalam membawa gagasan Yesaya ke dalam bahasa Yunani untuk me­ nyampaikan konsep bahwa penghakiman terakhir akan menye­ luruh dan total seperti Edom.3 Seperti Yesaya, ia menggunakan gagasan kekekalan untuk menyampaikan secara permanen da­ ripada menggambarkan jumlah waktu literal akan berlangsung­ ya penghakiman.


ma-

Karakter Allah Tercampur di Dalamnya

Linda masih skeptis tetapi mulai melihat sebuah titik temu. “Jadi kata kekal berarti bahwa penghakiman akan terlaksana menyeluruh daripada berlangsung selamanya,” katanya. “Itulah intinya,” jawab saya dan memintanya untuk berpikir tentang sesuatu yang lain juga: “Apakah Allah dapat dikatakan penuh kasih dengan menyiksa orang berdosa selama-lamanya? Apakah yang akan Anda katakan jika pengadilan memutuskan untuk menyiksa seorang penjahat selamanya bukan ‘hanya’ mengucapkan hukuman mati? Apakah yang Anda pikirkan me­ ngenai orang yang menerima hukuman seperti itu?“4 Lalu dia mengatakan itu. “Jika Anda benar,” jawabnya, “ma­ ka kematian kedua tidaklah begitu buruk. Saya berpikir bahwa saya benar-benar ingin tidak tahu apa-apa selama kekekalan. Menjadi tidak eksis berarti tidak ada yang saya khawatirkan, ti­ dak ada lagi masalah—saya akan beristirahat tenang.“ Ada keheningan terjadi di ruang seminar sebagaimana para peserta berpikir tentang apa yang dikatakan Linda. Linda rupa­ nya menerima Kristus karena ketakutannya akan hukuman ke­ kal. Sekarang dia telah mendengar bahwa “neraka” tidak kekal, dan dia terpaksa memikirkan kembali motifnya untuk pergi ke surga. Diskusi tersebut telah mengambil sebagian besar waktu se­ minar, jadi saya membawa akhir pertemuan itu dengan mena­

warkan Linda buku The Great Controversy,5 dan menyarankan bahwa dia membaca bab terakhir. Dalam bab ini Ellen White menyajikan gambaran yang indah dari Allah yang penuh kasih dan menunjukkan bahwa hukuman terbesar manusia berdosa bukanlah api kekal, tetapi untuk menyadari bahwa kita telah ke­ hilangan kesempatan untuk bersama-Nya selamanya. Kehidup­ an kekal dengan-Nya pasti akan jauh lebih baik daripada alter­ natif lain. n  eis tous aionas ton aionon, “kepada kekekalan yang kekal.”  Lihat Filemon 15; Lukas 1:70; dan Kisah Para Rasul 3:21, dimana pada setiap kasus kata aion telah diterjemahkan dengan tepat dalam bentuk kiasan. 3  Lihat The Seventh-day Adventist Bible Commentary (Washington, D.C.: Review and Herald Pub. Assn., 1957), jld. 7, hlm. 832. Untuk penjelasan yang persis, ditulis dari cara pandang para komentator penginjil, lihat A. Pohl, Offenbarung des Johannes, Wuppertaler Studienbibel (Wuppertal: R. Brockhaus Verlag, 1989), hlm. 506. 4  Bandingkan juga kata-kata Yesus dalam Matius 10:28. 5  Ellen G. White, The Great Controversy (Mountain View, Calif.: Pacific Press Pub. Assn., 1911). 1 2

Paul Wright, berasal dari Inggris, melayani pendeta senior Gereja Masehi Advent Hari ketujuh Wolfswinkel di Zürich, Switzerland.

Milenium dan Akhir

D osa

Milenium adalah seribu tahun pemerintahan Kristus dengan orang kudus-Nya di surga, antara kebangkitan

pertama dan kedua. Pada saati itu orang jahat yang mati akan dihakimi; bumi akan benar-benar rusak, tanpa penduduk manusia, tetapi dihuni oleh Iblis dan malaikat-malaikatnya. Pada kedatangan yang dekat akan Kristus dan orang kudus-Nya beserta kota suci akan turun dari langit ke bumi. Orang jahat yang mati akan dibangkitkan, dan Setan dan malaikatnya akan mengelilingi kota itu; tetapi api dari Allah akan menghabisi dan membersihkan bumi. Alam semesta akan dibebaskan dari dosa dan dari orang berdosa selamanya (Why. 20; 1 Kor. 6:2, 3; Yer. 4:23-26; Why. 21:1-5; Mal. 4:1; Yeh. 28:18, 19).

06 - 2013 | Adventist World

15


C E R I TA S A M P U L Oleh Sandra Blackmer

KESATUAN PER One Year in Mission

16

Adventist World | 06 - 2013

L A r r y

S

uara Lance naik beberapa oktaf saat ia berseru, “Kau pasti bercanda! Ka­ mu pasti memilikinya di suatu tem­ pat!“ Itu adalah hari ulang tahun Lance, dan temannya Janina yang te­ lah membawanya ke sebuah restoran Korea di Manhattan, New York City, Amerika Seri­ kat, untuk merayakan ulang tahunnya. Mereka berada di stasiun kereta bawah tanah si­ ap untuk pulang, dan kereta mereka baru saja ada di pintu gerbang ketika Janina tiba-tiba berteriak dengan cemas, “Oh, tidak! Saya tidak menemukan kartu metro saya!“ “Coba cari di kantong An­ da, tas Anda,” kata Lance. “Dan cepatlah—kereta akan pergi.” Suatu pencarian secara panik tidak menghasilkan apa-apa, dan kereta terse­ but menjauh dari stasiun tanpa mereka. Saat itu Janina merasakan sesuatu di sa­ ku dan dengan rasa berhasil ia mengelu­ arkan kartu metro yang sulit dicari. “Ini dia!” Katanya. “Aku menemu­ kannya!” Lance dan Janina menaiki kere­ ta berikutnya, dan dengan lega duduk di kursi mereka. Kemudian mereka memu­ lai percakapan pada topik favorit mere­ ka: teologi dan agama. Empat orang yang duduk dekat mereka mendengar diskusi tersebut dan akhirnya bergabung bersa­ ma mereka. Seiring waktu, teman-teman baru mereka telah sampai pada pember­ hentian mereka, Lance dan Jani­ na telah memberi mereka be­ berapa literatur berfokus pada ajaran Alkitab, dan mereka telah saling ber­ bagi kartu nama dan alamat e-mail sehingga mereka tetap ter­ hubung. “Setelah teman mere­ ka turun, kami ‘tos’ satu sa­ ma lain di kereta dan tertawa

B l a c k m e r

dalam

Kiri: PENANGGULANGAN BENCANA: anggota OYiM Carlos Sanchez (kanan) pemimpin relawan dari Sandia View Adventist Academy, New Mexico, memberikan furnitur untuk korban Badai Sandy. Kanan: MEMBERSIHKAN SALJU: Beberapa anggota OYiM membersihkan salju gereja Advent setempat setelah badai salju yang hebat.

Anthon y

S ta n y e r

Pernille Rasmussen Divisi Trans-Eropa Denmark

Anthony Stanyer

Divisi Asia Pacific Selatan FILIPINA

Paul Ogaga

Divisi Barat Tengah Africa Nigeria


BEDAAN DIPERBESAR begitu keras sehingga orang terus melihat kami,” Lance kemudian menyadari. “Me­ reka bertanya-tanya apa yang sedang ter­ jadi—mengapa kami sangat senang. “Itu adalah suatu yang telah ditentu­ kan Allah dimana Janina kehilangan kar­ tunya,” tambahnya. “Tuhan ingin kita membagikan iman kita dengan orangorang tertentu.” Sebuah Inovatif Menyaksikan Inisiatif

Kang Dong Won yang berusia dua puluh dua tahun, dikenal sebagai Lance, adalah salah satu dari 14 orang dewasa muda dari setiap divisi gereja Advent se­ dunia yang saat ini berada di New York City sebagai bagian dari inisiatif pelayan­ an Departemen Pemuda Advent General Conference yang disebut “One Year in Mission,” atau OYiM. Program ini meru­ pakan tahap pertama dari visi untuk me­ lahirkan sukarelawan ke dalam DNA pe­ muda di gereja Advent. Negara asal Lance adalah Korea Selatan, di utara Di­ visi Asia Pasifik. Anggota tim lainnya da­ tang dari tempat-tempat seperti Afrika Selatan, Rusia, India, Tanzania, Jerman, Suriah, dan Australia. Tujuan OYiM di New York adalah untuk melatih para dewasa muda, mulai usia 20-39 tahun, untuk mengembang­ kan metode terpadu penginjilan selama enam bulan, memberikan kesempatan bagi mereka untuk langsung terlibat da­ lam kepemimpinan dan pengambilan keputus­

Liz Motta

Divisi Amerika Selatan Brazil

Daryl Joshua Divisi Asia Selatan India

an, dan memanfaatkan bakat mereka un­ tuk membantu mempersiapkan dasar ba­ gi kampanye penginjilan NY13 yang di­ jadwalkan akan dimulai pada Juni 2013.* Mereka kemudian memperoleh alat bantu dan keterampilan yang mereka te­ lah peroleh untuk kembali ke divisi asal masing-masing, menghabiskan tambah­ an enam bulan lagi untuk melatih tim sukarelawan yang baru dengan apa yang telah mereka pelajari, dan menentukan metode apa yang terbaik yang dapat dite­ rapkan untuk budaya unik mereka sendi­ ri. Proses yang sama kemudian akan di­ ikuti oleh uni dan konferens. “Kami rindu orang muda memiliki keterlibatan misi besar,” kata Ketua Ge­ neral Conference, Ted N.C. Wilson. “Sa­ lah satu cara yang kita lakukan adalah melalui program One Year in Mission, di mana orang muda dewasa dapat membe­ rikan satu tahun hidup mereka dalam pelayanan misi di suatu tempat, di wila­ yah mereka sendiri, atau di dunia.” Berbagai pemimpin gereja dari Ge­ neral Conference (GC) dan Divisi Ameri­ ka Utara (NAD) yang berkantor pusat di Maryland melakukan lokakarya minggu­ an untuk memberdayakan dan melatih kelompok pada berbagai bentuk pen­ jangkauan dan penginjilan. Melihat Masa Lalu Diri Kita

Sebagian besar dari OYiM juga ada­ lah pelayanan untuk orang lain, yang me­ libatkan memberi makan para tunawis­ ma, membantu dengan berkelanjutan membersihkan mereka yang terkena Ba­ dai Sandy, mengunjungi orang di panti jompo dan tempat penampungan korban kekerasan akan perempu­ an, dan melakukan program untuk anak-anak. Tim itu juga berbi­ cara dan berdoa dengan orang di jalan-jalan, ter­ masuk di Times Square, New York City. “Pelayanan ma­

syarakat harus menjadi pola hidup, sesu­ atu yang kita lakukan setiap hari,” kata anggota tim OYiM dari NAD, Janina Ir­ ving. “Kami belajar untuk menjadi terbi­ asa bertemu banyak orang di mana saja mereka berada, membantu mereka de­ ngan kebutuhan mereka, dan kemudian mengarahkan mereka kepada Injil.” Salah satu proyek yang dilibatkan sa­ lah seorang anggota tim, Liz Motta dari Brasil yaitu dengan memberikan pelajar­ an kepada anak-anak dua kali seminggu pada pagi hari di sebuah sekolah mene­ ngah umum setempat. Meskipun sulit pada awalnya karena sekolah melarang kelompok itu menyebutkan Yesus atau Injil, Liz tetap percaya ia dan yang lain­ nya membuat terobosan yang baik de­ ngan anak-anak dan staf setempat. “Mereka melihat perbedaan dalam cara kita berurusan dengan mereka dan bahwa kita peduli tentang mereka,” dia tekankan. “Bahkan para guru memeluk kami dan memberitahu kami, ‘Kami akan merindukanmu.’” Kebutuhan bantuan masyarakat da­ lam bentuk bantuan bencana yang intens di wilayah tersebut setelah kehancuran yang disebabkan oleh Badai Sandy pada bulan Oktober 2012 dan badai brutal Fe­ bruari 2013, sebagaimana Josh Wood da­ ri Australia gambarkan sebagai “kesem­ patan besar” untuk bersaksi. “Kami telah bekerja dengan Adventist Community Services untuk membantu mereka yang terkena dampak badai ini, dan mengambil waktu yang bisa dihabis­ kan untuk menginjil,” kata Josh, “tapi masih berfokus pada merawat orang— hanya berbeda dalam cara.“ Akhir pekan tanggal 22-24 Maret 2013, terutama berfokus pada program aspek pelayanan. Keempatbelas orang muda dewasa di bawah arahan Direktur Pelayanan Pemuda General Conference, Gilbert R. Cangy; Direktur Konference Greater New York ACS, Ruben Merino; dan Direktur Pelayanan Pemuda Uni At­ lantik, José H. Cortes, Jr.—memimpin

06 - 2013 | Adventist World

17


C E R I TA S A M P U L Jeremia Maluila

Divisi Timur Tengah Afrika Tanzania

Mikrokosmos Gereja Sedunia

Empat belas orang muda dewasa— sembilan pria dan lima wanita—dari 14 wilayah dunia yang hidup dan melayani dalam keakraban adalah memperbesar arti “kesatuan dalam perbedaan.” Mereka

18

Adventist World | 06 - 2013

pa menunjuk jari. Saya sedang menik­ mati perspektif dan pandangan, dan be­ lajar hal darinya, dan sebaliknya. Kami ti­ dak harus menerima keyakinan ma­ sing-masing, kita setuju untuk tidak se­ tuju. Tapi kita masih saling memeluk dan hidup dan bekerja dengan satu sama la­ in.” Anna Gavelo dari Rusia menggam­ barkan tim sebagai “warna-warni dalam berbeda etnis kami—dalam warna kulit kita, dalam kebiasaan kita. Namun, “ka­ tanya,” dalam banyak hal kita adalah sa­ ma.... Kami sesungguhnya adalah sauda­ ra dan saudari dalam Kristus.“ Beberapa dari kelompok telah dibe­ sarkan di gereja Advent, yang lain, seperti Essam Habib dari Suriah, yang dibaptis hanya tiga tahun yang lalu, tidak seperti mereka. Essam adalah satu-satunya Ad­ vent di keluarganya dan juga di wilayah­ nya. Di Suriah ia sendirian di setiap hari Sabat, dan ia mengatakan ia harus S ta n y e r

harus bergumul tidak hanya dengan per­ bedaan usia, bahasa, dan jenis kelamin tapi juga budaya dan teologi. Lance, mi­ salnya, memandang New York tidak me­ nawarkan rasa hormat yang tepat satu sa­ ma lain, khususnya kepada mereka da­ lam posisi kepemimpinan—sebuah ele­ men penting dari budaya Asia. Josh, yang telah menghabiskan waktu di India, mengakui kemungkinan ragam ekonomi dan kondisi hidup. Setelah tinggal sendiri di sebuah rumah berkamar 12 di daerah asalnya Australia, ia juga telah melihat ti­ ga generasi dari satu keluarga berbagi se­ buah rumah dua kamar di India. Pandangan poin teologi membentang dari sifat tradisional yang kuat kepada mereka yang banyak berasal dari segmen “liberal” gereja. Pertanyaan seperti apa­ kah kegiatan yang sesuai untuk Sabat te­ lah menghasilkan perdebatan yang in­ tens, dengan beberapa penonton yang bertanya-tanya apakah kesatuan dalam misi mungkin terjadi dalam berbagai ra­ gam kelompok. Orang muda dewasa sen­ diri, bagaimanapun, menggambarkan ini sebagai “pengalaman yang bertumbuh” yang mengarah kepada pemahaman yang lebih baik akan orang lain dan cara hidup mereka. Lukas Hermann, seorang Advent yang hanya baru dua tahun, menggam­ barkan negara asalnya Jerman sebagai tempat di mana “orang cenderung tidak percaya satu sama lain dan mengesam­ pingkan pandangan masing-masing,” ta­ pi ia menyadari bahwa berada di grup ini telah membantu dia untuk lebih berhu­ bungan dengan berbagai orang—dengan perspektif dan keyakinan yang berbeda. “Ini juga membantu saya secara pribadi, karena saya tetap akan kembali ke Alkitab untuk menyelidiki dan mencari tahu le­ bih banyak hal untuk diri saya sendiri,” katanya. “Hal ini memerlukan beberapa pe­ nyesuaian sehingga kita tidak menying­ gung satu sama lain, terutama pada isu Sabat,” Anthony Stanyer dari Filipina me­ nambahkan. “Suatu kali Lance dan saya telah berbicara panjang dan berbagi pan­ dangan kami dengan satu sama lain tan­

Anthon y

ratusan sukarelawan dalam melakukan proyek “Acts of Compassion” di seluruh New York City. Acara utama adalah keti­ ka ribuan pemuda Advent dari tujuh ne­ gara bagian AS berbaris di jembatan Brooklyn untuk mendorong kasih sayang dan memprotes kekerasan di kota. Acara ini mengakibatkan beberapa warga New York bertanya-tanya apakah sudah wak­ tunya untuk kembali kepada Allah. Paul Ogaga dari Nigeria sedang mem­ bantu menceritakan cerita anak-anak dan mengajarkan kerajinan tangan di Perpustakaan Umum Far Rockaway keti­ ka seorang wanita dari penampungan datang dengan ketiga anaknya. Setelah menonton anak-anaknya mendengarkan cerita Alkitab dan menerima kotak yang mereka buat sendiri dengan tulisan “Aku mencintaimu ibu” yang dicat, dia berta­ nya kepada Paul mengenai asal gerejanya. “Ketika saya mengatakan kepadanya bah­ wa saya adalah seorang Advent, ia berta­ nya, ‘Apakah seperti ini kehidupan gereja Anda? Saya akan datang ke gereja An­ da.... Tuhan pasti telah membawa saya ke sini. Dia pasti menginginkan saya kem­ bali ke gereja.’” “Jumlah besar orang muda yang ber­ partisipasi [dalam proyek dan pawai] merupakan indikasi dari cara orang mu­ da kita ingin melayani Tuhan,” kata Ke­ tua NAD, Daniel R. Jackson. “Mereka ti­ dak mau melayani Tuhan dengan duduk di bangku gereja mendengarkan nyanyi­ an. Mereka ingin keluar melakukan halhal dalam nama-Nya. Dan itulah arti dari semuanya ini—melakukan hal-hal dalam nama Yesus untuk menjamah orang dan memberi mereka harapan.“ Jackson dan istrinya, Donna, bersa­ ma-sama dengan para pemimpin gereja lainnya, mengunjungi beberapa proyek Acts of Compassion dan berpartisipasi da­ lam pawai.

Atas: TIM DOA: Anggota tim OYiM berdoa bersama orang yang lalu-lalang di stasiun kereta bawah tanah New York.


Carlos Sanchez Divisi Inter-Amerika MeKSiKo

Lukas Hermann Divisi Inter-Eropa JERMAN

Janina Irving

Divisi Amerika Utara Texas, AS

Kiri: PAHLAWAN DOA: Ketua NAD, Daniel Jackson (kiri) dan Direktur ACS Konference Greater New York, Ruben Merino (kanan) mendukung anggota tim OYiM, Essam Habib, yang telah melaksanakan pelayanan doa di pinggir Kota Manhattan.

L A r r y

B l a c k m e r

L A r r y

Atas kanan: PAWAI BELAS KASIHAN: Ribuan pemuda Advent dari tujuh negara bagian AS berbaris di Jembatan Brooklyn selama akhir pekan belas kasihan. Bawah kanan: MENGAJAR ANAK-ANAK: Liz Motta menolong anak-anak dalam kerajinan tangan di Perpustakaan Umum Far Rockaway.

B l a c k m e r

“membuat” kegiatan sendiri. Pada pagi hari Sabat ia melakukan ibadah pribadi sendiri dan kadang-kadang mendengar­ kan saluran rohani. Kemudian ia me­ ngunjungi teman-teman atau orang lain dalam masyarakat yang mungkin mem­ butuhkan bantuan dalam beberapa cara. “Saya menghabiskan waktu melaku­ kan yang baik dan menunjukkan kepada orang banyak bahwa saya peduli tentang mereka,” ia menjelaskan. Pernille Rasmussen dari Denmark mengutip misi bersama kelompok seba­ gai faktor pemersatu. Meskipun ma­ sing-masing dari budaya yang berbeda, “kita semua datang bersama-sama de­ ngan satu maksud dan tujuan, dan itu adalah untuk memiliki Yesus se­ bagai pusat [program] dan me­ miliki ibadah dan berdoa bersa­ ma,” katanya. “Perbedaan tidaklah pen­ ting,” Jeremia Maluila dari Tan­ zania menambahkan. “Kami ti­ dak berkelahi, kami tidak terus membahas perbedaan-perbe­ daan kami. Kami selalu berpikir tentang bagaimana kami dapat meraih banyak budaya dengan menggunakan perspektif yang berbeda yang kami miliki. “ Pemandangan New York

Pola hidup yang serba cepat di kota telah meninggalkan beberapa anggota tim OYiM di belakangnya. Essam dalam pergumulan tertentu ingin memahami mengapa “orang ingin sekali untuk da­ tang ke New York.” “Mereka hanya lari dari satu tempat ke tempat. Mereka mengadakan perjalan­ an jarak jauh untuk pergi bekerja bermilmil, dan kemudian melakukan perjalan­ an bermil-mil untuk kembali pulang. Mereka tidak menikmati hidup. Di nega­ ra saya, kami memiliki lebih banyak isti­ rahat dan sedikit dalam kerja. Di sini me­ reka bekerja lebih keras untuk mengha­ biskan lebih banyak uang.“ Josh setuju, dan menyadari bahwa

06 - 2013 | Adventist World L A r r y

B l a c k m e r

19


Anthon y

S ta n y e r

Atas: KEBUTUHAN DASAR: Menolong menyediakan kebutuhan dasar seperti bahan makanan untuk masyarakat yang membutuhkannya adalah prioritas dari tim OYiM. Kiri: KORBAN SELAMAT BADAI: Anthony Stanyer dari OYiM berfoto dengan seorang korban selamat dari badai Sandy. Co u r t e s y

o f

pola hidup juga menimbulkan kesulitan dalam penginjilan karena anggota gereja Advent bekerja di jam-jam yang sama, dan karena kekurangan waktu dan energi untuk melakukan misi dalam komunitas mereka. “Mereka mungkin memiliki keingin­ an untuk terlibat dalam misi, tapi keada­ an lokasi membatasi mereka,” katanya. Daryl Joshua dari India memiliki perspektif yang berbeda akan kota. Dia memuji banyak kesempatan untuk be­ kerja dan pertumbuhan pribadi ditemu­ kan di sana, khususnya bagi para imigran yang tidak mampu mendukung keuang­ an keluarga mereka di negara asal mere­ ka. “Mereka mendapatkan uang yang mereka dapat kirimkan kembali ke ru­ mah. Jika keluarga mereka di sini dengan mereka, mereka lebih mampu untuk mendukung dan mendidik anak-anak mereka,“ katanya. Para keluarga imigran terdiri dari segmen besar penduduk Kota New York, banyak yang telah dibesarkan di New York dan menyebutnya rumah. Carlos Sanchez menemukan New York menjadi kurang ramah dibanding­

20

Adventist World | 06 - 2013

OY i M

kan penduduk Kota Meksiko di mana ia dibesarkan dan telah belajar bahwa un­ tuk meraih orang di sana Anda harus ter­ lebih dulu mendapatkan kepercayaan mereka melalui percakapan. “Sebelum kami meninggalkan aparte­ men kami setiap pagi, kami selalu me­ minta bimbingan Roh Kudus,” kata Car­ los, “dan kemudian kami yakin bahwa Allah akan menempatkan orang di depan kami bahwa Dia ingin kita bicara.” Suhu dingin wilayah tersebut telah menantang Alveena Pillay dari Afrika Se­ latan, tapi dia menyesuaikan diri dengan cara yang lain. Dia bilang sekarang dia dapat konfirmasi dari pepatah yang ber­ kata bahwa New York City adalah tempat yang tidak pernah tidur. “Saya memposting gambar saya dan Pastor Ruben di Facebook saat belanja pukul 01.30!“ Bertentangan dengan apa yang telah diberitahu sebelum datang ke kota itu— bahwa New York tidak pernah terse­ nyum—Alveena telah menemukan bah­ wa ketika dia tersenyum pada orang lain, kebanyakan mereka membalas dengan senyum. Satu pengecualian, bagaimana­

pun, masih menarik perhatiannya. Suatu hari dia melihat seorang pria yang tam­ paknya berada di bawah pengaruh alko­ hol atau obat-obatan dan mengenakan jaket yang terlalu besar baginya. Orang banyak menatapnya, tetapi ketika ia mengangkat kepala dan melihat Alveena, dia tersenyum. “Dia tidak tahu bagaimana bereaksi,” katanya. “Itu hal yang menyedihkan da­ lam menyadari bahwa tidak biasa bagi­ nya melihat orang yang tersenyum pada­ nya, padahal senyum adalah kebaikan yang sederhana.” Apakah Sangat Bernilai?

Pada saat wawancara, tim OYiM be­ lum menyelesaikan masa layanan enam bulan mereka di New York City, tapi upa­ ya misi mereka membawa hasil, dan me­ reka sudah merasa yakin bahwa Allah te­ lah secara pribadi memimpin ma­ sing-masing dari mereka di sana. “Allah telah memilih kita secara indi­ vidual,” kata Daryl. “Kami mungkin ti­ dak sepenuhnya memahami mengapa Dia memilih kami, tetapi masing-masing dari kami pasti memiliki sesuatu yang is­ timewa untuk dikontribusikan, meski­ pun kita tidak memiliki apa-apa dari diri kita sendiri. Tetapi Allahlah yang mem­ bawa kami di sini, dan kami hanya ingin melayani-Nya.“ *Untuk mengetahui tentang NY13, kunjungi www.ny13. org.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai OYiM dan menyaksikan cuplikan program tersebut dan anggota tim yang diproduksi oleh Adventist News Network, kunjungi http://oneyearinmission.org.

Sandra Blackmer adalah seorang Asisten Editor Adventist World.


Oleh Ellen G. White

R O H

N U B U A T

MENGINGATKAN KOTA-kota

Banyak yang rindu akan terang

K

egelapan spiritual yang mencakup seluruh bumi saat ini, diintensifkan di pusat yang padat penduduk. Hal ini di kota-kota banyak bangsa yang mana pekerja Injil temu­ kan ketidaksabaran terbesar dan kebutuhan terbesar. Di kotakota jahat yang sama ini ada juga yang ditampilkan pada para pemenang jiwa beberapa peluang terbesar. Berbaur dengan se­ kian banyak orang yang tidak memiliki pemikiran akan Allah dan surga, banyak juga yang rindu untuk cahaya dan kemurni­ an hati. Bahkan di antara mereka yang ceroboh dan acuh tak acuh, tidak ada sedikit pun dari mereka yang perhatiannya da­ pat ditangkap oleh penyataan kasih Allah bagi jiwa manusia....

Kesempatan untuk Mendengar

Roh Tuhan masih mendesak orang untuk melakukan pe­ kerjaan ini dengan keberanian baru dan semangat, dan usaha itu tidak pernah berhenti sampai sebuah karya menyeluruh di­ lakukan. Tuhan sungguh-sungguh dengan umat-Nya. Lama mereka menunda memasuki kota, dan sekarang mereka harus berusaha menebus waktu.... Sebagai orang yang memiliki bakat untuk bekerja di kotakota yang memasuki pekerjaan ini, bahkan dengan pengorban­ an pribadi yang cukup besar, berkat surga akan berdiam pada mereka. Banyak kota di mana saja menyerukan dengan sung­ guh-sungguh, hamba Allah yang sepenuh hati.... Oh setiap orang percaya akan menghargai bukti bahwa Tuhan memiliki pekerjaan yang pasti dan memutuskan untuk setiap pekerjaan yang hamba-Nya lakukan!... Pekabaran dari malaikat ketiga, Wahyu 14, adalah untuk di­ proklamasikan sekarang tidak hanya di wilayah yang jauh, teta­ pi di tempat-tempat dekat yang diabaikan, di mana banyak orang berdiam tidak diingatkan dan diselamatkan.... Orang percaya di setiap gereja harus tergugah untuk meng­ ambil pekerjaan ini. Biarkan para pendeta, dokter, dan semua orang yang mengetahui kebenaran, pergi dalam pekerjaan Tu­ han dalam cara yang masuk akal, dengan Alkitab di tangan, dan dengan hati terbuka untuk menerima perintah Ilahi. Biarkan mereka melihat kepada Yesus, penulis dan penyelesai iman me­ reka. Jika mereka memiliki rasa yang tepat dari kesucian peker­ jaan yang Kristus ingin mereka lakukan, pelayanan mereka akan ditandai dengan pengaruh yang suci yang akan memberi­ kan bukti inspirasi surgawi.... Tuhan Memanggil

Tuhan menyerukan kepada pria dan wanita yang memiliki terang kebenaran untuk saat ini, untuk terlibat dalam pekerjaan murni misionaris pribadi. Terutama adalah anggota gereja yang tinggal di kota-kota dapat mempraktikkannya, dengan segala kerendahan hati, bakat mereka yang diberikan Tuhan dalam bekerja dengan orang-orang yang bersedia untuk mendengar­ kan pekabaran yang harus datang ke dunia saat ini. Ada berkat-

berkat besar di toko untuk mereka yang sepenuhnya menyerah kepada panggilan Allah. Para pekerja tersebut berusaha untuk memenangkan jiwa bagi Kristus, mereka akan menemukan bahwa banyak orang yang tidak akan pernah bisa dicapai de­ ngan cara lain, akan menanggapi usaha pribadi yang cerdas.... Kebenaran harus menjadi segalanya bagi orang percaya. Ke­ tika menjadi tidak hanya soal kecerdasan, tetapi daya memper­ cepat dalam kehidupan, percaya akan mengungkapkan kesaleh­ an dan karunia yang akan membedakan mereka dari duniawi. Ketika kebenaran benar-benar menemukan pintu masuk ke hati, bekerja dengan kuasa yang me­ yakinkan. Kebenaran adalah ungkapan Ilahi, unsur kehidupan yang tidak bisa mengungkapkan dirinya dalam kehi­ dupan penerima; akan bekerja de­ ngan kekuatan yang meyakin­ kan dalam jiwa setiap orang yang memberikan dirinya tanpa syarat kepada Allah untuk digunakan sebagai utusan untuk menyela­ matkan yang hilang. Para pekerja dari para rasul dalam gereja Kristen mula-mula ditandai de­ ngan manifestasi indah dari kuasa Allah dalam kehidupan orang percaya. Melalui ilham Roh Kudus, banyak orang dibawa ke pengetahuan tentang kebenaran seperti dalam Kristus Yesus. Mereka yang bekerja demi jiwa dalam masa ketidaksabaran dan ketidakpercayaan ini, harus menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan bekerja sama dengan agen cerdas surgawi. Kekuatan Roh Kudus akan mendampingi pe­ kerja yang mendedikasikan energi mereka dan tanpa syarat un­ tuk penyelesaian pekerjaan yang harus dilakukan pada hari-hari terakhir. Malaikat surga akan bekerja sama dengan mereka, dan banyak yang akan dibawa kepada pengetahuan tentang kebe­ naran, dan dengan senang hati seluruhnya akan bersukacita de­ ngan para pemelihara perintah Allah. Makna akan mengalir ke­ pada sumber pengetahuan; pelayan yang kuat akan diangkat; ladang yang tidak pernah diingatkan dari wilayah besar dima­ suki; dan pekerjaan itu akan segera ditutup dengan keberhasil­ an. n

Kebutuhan dunia tidak berbeda dengan mereka pada zaman para rasul.

SAAT INI

Artikel ini pertama kali diterbitkan di Review and Herald, 7 April 1910. Orang Advent percaya bahwa Ellen G. White (1827-1915) mempraktikkan karunia bernubuat Alkitabiah lebih dari 70 tahun pelayanan publik.

06 - 2013 | Adventist World

21


Kisah Orang Advent DIVI S I

I N T ER - ER O P A

DULU DAN SEKARANG: Bangunan gereja Advent pertama di Tramelan (kanan) dan sekarang kantor pusat divisi di Bern (paling kanan).

Oleh Daniel Heinz

P

roklamasi Injil di mana saja di bumi adalah selalu sebuah tantangan. Hal ini tentu terjadi di Eropa. Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Eropa merupakan minoritas, dengan keanggotaan dari 371.000 di benua yang berpopulasi sekitar 700 juta orang. Sekitar sepertiga dari populasi adalah Katolik Roma, sekitar 12 persen adalah Ortodoks, dan tidak lebih dari sepersepuluh yang Protestan. Secara keseluruhan, Advent hanya 0,05 persen dari penduduk Eropa. Jumlah kita menggambarkan tantangan misi kita. Sebuah Sejarah Benua

Budaya Barat memiliki akar di benua Eropa, dunia yang menarik penuh cahaya dan bayangan, prestasi peradaban yang unggul dan jurang terdalam akan hubu­ gan manusia. Eropa—di mana budaya era Kekristenan dilihat kembali pada se­ jarah 2.000 tahun lalu. Di mana peziarah dan biarawan hidup, teolog besar diajar­ kan, dan katedral, biara-biara, dan uni­ versitas dibangun. Dalam nama Allah, Perang Salib dan Inkuisisi mengamuk, munculnya Islam dihentikan, dan Luther dihadapkan pada kaisar, paus, dan kera­ jaan. Misionaris Kristen diusir dari selu­ ruh dunia, tren intelektual—sejarah be­ sar dan revolusi era modern dimulai, dan dua perang dunia yang menghancurkan dengan jutaan kematian diperjuangkan. Kristen, termasuk Advent, berani meng­ ambil sikap menentang kediktatoran fasis dan komunis, mengorbankan hidup me­ reka. Namun saat ini, ateisme, sekularis­ me, dan pascamodern sedang naik daun. Inilah Eropa! Tidak ada benua lain, yang mungkin, memiliki orang Advent, sejak awal misi mereka 150 tahun yang lalu, te­ lah dihadapkan dengan begitu banyak

22

Adventist World | 06 - 2013

asih Terima K Banyak Tuhan untuk

Eropa, Divisi-divisi, secara khusus Divisi Inter-Eropa (EUD)

perubahan sosial dan politik, konflik, dan pengalaman pertama. Pengalaman Pertama Advent di Eropa

Eropa adalah benua pertama setelah Amerika Utara di mana Advent memulai pekerjaan misionaris (1864). Orang Ad­ vent pertama yang menginjakkan kaki di tanah Eropa yang tidak henti-hentinya dan tidak konvensional adalah sang misi­ onaris Michael B. Czechowski, secara his­ toris dianggap sebagai salah satu pendiri dari misi dunia Advent. Seorang mantan biarawan Fransiskan dari Polandia, bera­ lih ke Advent di Amerika Utara, ia beker­ ja di antara orang Waldensia di Italia Utara, dan kemudian di Swiss, di mana pada tahun 1867 ia mendirikan gereja Advent pertama di luar Amerika Utara, di Tramelan. Gereja kayu tua ini, seka­ rang tidak terpakai, tetapi masih berdiri. Idealnya, bangunan itu bisa berubah menjadi sebuah museum Advent. Pada tahun 1874 John N. Andrews, misionaris resmi pertama Advent, tiba di Swiss untuk melanjutkan pekerjaan Czechowski, membuat Swiss tempat lahir gereja Advent di Eropa. Setelah 1886 pe­ kerjaan misionaris Advent mengalami te­ robosan, ketika Louis R. Conradi berhasil untuk pertama kalinya menanamkan akar Advent di Eropa dengan mengadap­ tasi metode misionaris dengan budaya Eropa. Eropa juga benua pertama di luar Amerika Utara yang Ellen G. White kun­ jungi (1885-1887). Dari Basel dia beper­ gian ke berbagai negara, membuka mata

anggota gereja yang masih muda untuk misi, dan membawa persatuan dan bim­ bingan rohani. Di Eropa, divisi pertama dibentuk pada tahun 1913 sebagai unit resmi ad­ ministrasi gereja, meskipun gereja-gereja Advent di Eropa pada dasarnya memiliki status ini sudah sejak 1908. Markas ad­ ministrasi Divisi Eropa, termasuk banyak ladang misi di Afrika dan Asia, pertama kali berlokasi di Hamburg, Jerman ke­ mudian 1922-1928 di Bern, Swiss, dan London, Inggris. Pertumbuhan dan Pembangunan

Periode ini, 1922-1928, dapat disebut sebagai masa kemajuan yang signifikan untuk pekerjaan Tuhan: Keanggotaan Advent di Eropa meningkat dari sekitar 53.000 menjadi 89.000. Pada tahun 1922, 30 misionaris dari Eropa bertugas di luar negeri. Enam tahun kemudian jumlah­ nya bertambah menjadi 134. Afrika, khu­ susnya, diinjili oleh banyak misionaris Advent dari Eropa. Sebagai hasil dari pertumbuhan yang cepat dari gereja di Eropa dan Afrika, divisi Eropa lama dior­ ganisasi kembali menjadi tiga divisi baru. Dan itu adalah: Divisi Eropa Utara (seka­ rang Trans-Eropa/TED), yang berbasis di London/St. Albans, dan Divisi Eropa Te­ ngah dan Selatan (secara kolektif sejak 1972 adalah Divisi Euro-Afrika, saat ini bernama Divisi Inter-Eropa/EUD), yang berbasis di Berlin/Darmstadt dan Bern. Gereja Advent di bekas Uni Soviet, teri­ solasi dari gereja sedunia pada tahun


DULU DAN SEKARANG: Para delegasi untuk Rapat tahunan Divisi Eropa Selatan berdiri di depan bekas kantor divisi pada Desember 1951 (atas). Officers EUD saat ini: Bruno Vertallier, ketua (tengah); Norbert Zens, bendahara (kiri); dan Gabriel Maurer, sekretaris. Seorang delegasi Kongres Youth in Mission dibaptis di Mannheim, Jerman.

1922, mampu membentuk divisi terpisah pada tahun 1990 (Divisi Euro-Asia), yang berbasis di Moskow. Gereja Advent ini disusun dalam tiga divisi Eropa yang memfasilitasi layanan kita kepada seja­ rah, situasi politik, linguistik, dan budaya yang sangat beragam di benua tersebut. Pertumbuhan mereka, prestasi, dan efek­ tivitas mereka membuat banyak dari kita berterima kasih kepada Tuhan. Namun, bentuk terbaik dari manajemen untuk Eropa di masa mendatang terus menjadi subjek diskusi di kalangan pemimpin ge­ reja secara khusus. Lagi pada EUD

Divisi Inter-Eropa (EUD), sekarang berkantor pusat di Bern, termasuk wila­ yah yang paling Barat dan Eropa Tengah dan beberapa negara Eropa Timur. Di te­ ngah penduduk wilayah itu dari 336 juta orang, 177.000 anggota gereja kita tinggal di 11 negara bagian dengan lebih dari 30 bahasa. Tradisi misionaris divisi tersebut meliputi beberapa dekade mempromosi­ kan karya misi sukses di Utara, Barat, dan Afrika Tengah (terutama di wilayah Perancis dan yang berbahasa Portugis), dan di Timur Dekat dan Tengah. Pengin­ jilan di negara-negara sekuler Eropa ma­ sih terbukti sulit setelah memudarnya ke­ bangkitan misionaris di Eropa Timur yang diikuti runtuhnya komunisme. Meskipun demikian, Divisi Euro-Afrika/ Inter-Eropa mengalami banyak sorotan spiritual. Di Rumania lebih dari 67.000

P H O T O S

C O UR T E S Y

O F

T H E

orang Advent, jumlah tertinggi di antara semua negara di EUD, sekarang menjadi tuan rumah “Youth Project Waldensian.” Mahasiswa berbagai universitas diun­ dang untuk bekerja sebagai penginjil lite­ ratur selama liburan musim panas mere­ ka. Beberapa bahkan memilih pilihan untuk bekerja selama satu tahun penuh. Gabriel E. Maurer, sekretaris divisi, mencatat, “Baru-baru ini saya memiliki kesempatan untuk bertemu 80 mahasis­ wa dan melihat dan merasakan antusias­ me mereka untuk berbagi iman mereka melalui kata-kata yang tercetak. Ini ada­ lah pengalaman yang luar biasa untuk melihat berapa banyak dari siswa ini se­ cara radikal telah berubah dari pemuda yang mencari menjadi seorang pemuda yang berkomitmen, berorientasi pada misi pemuda Kristen Advent.“ Sebuah kebangkitan misionaris seru­ pa di antara orang-orang muda dapat di­ alami setiap tahun di Mannheim, Jer­ man, di mana Kongres Misi Pemuda di­ adakan dengan pembicara top dari selu­ ruh dunia. Ribuan pemuda Advent dari seluruh Eropa berkumpul untuk bertum­ buh secara rohani dan diperlengkapi un­ tuk pekerjaan misionaris. Banyak kepu­ tusan yang dibuat untuk dibaptis. Hal yang sama mengesankan adalah komitmen sosial dari gereja Advent di EUD tersebut. Kami berterima kasih ke­ pada Tuhan untuk organisasi seperti ADRA dan ASI. Mereka, dan banyak ini­ siatif misi yang kecil dengan komitmen

Int e r - E u r op e a n

D i v i s i on

anggota awam membuat kontribusi yang signifikan untuk misi Advent sedunia. Di banyak negara di EUD, proyek baru da­ lam penginjilan diluncurkan untuk men­ jangkau khalayak pascamodern. Para anggota Advent imigran secara jumlah meningkat luar biasa membuat dorong­ an kuat untuk misi. Semangat misionaris mereka, terus mempengaruhi sekularis­ me secara mendalam di EUD. Harapan Kami

EUD ini menghadapi tantangan de­ ngan harapan besar. Kami memiliki ba­ nyak alasan untuk berterima kasih kepa­ da Tuhan. Karena kami tahu bahwa kita semua adalah gereja Tuhan, yang Ia telah pertahankan dan pimpin dalam cara yang indah di masa lalu, dan hingga saat ini. Hari-hari besar pergerakan Advent di Eropa masih akan datang. Penguasa du­ nia akan sirna, tapi Tuhan kita tetap ber­ kuasa. Pekerjaan kita adalah menuju kli­ maks yang mulia: Kita bekerja untuk ke­ datangan-Nya yang segera. n

Daniel Heinz adalah

Direktur Arsip Sejarah GMAHK Eropa yang berlokasi di Theologische Hochschule Friedensau, Jerman.

06 - 2013 | Adventist World

23


K E H I D U PA N

ADVENT

T

erbungkus dalam jaket dan sepatu bot, tubuh saya ha­ ngat dan terlindung cuaca buruk. Perut saya penuh sete­ lah makan pagi. Saya membuka pintu mobil saya pada hari yang dingin ini, dan lebih dari 50 orang berkerumun di se­ kitar saya. Saya mendengar suara mereka berceloteh dalam ba­ hasa yang tidak dimengerti. Keindahan budaya yang berbeda diwakili di sini membuat saya merasa seolah-olah di tempat yang berbeda. Saya melihat kakek nenek dengan rambut abu-abu, orang tua dengan wajah khawatir dan harap terlihat di wajah mereka, dan malu, senyuman dari berbagai usia anak. Kebanyakan me­ ngenakan pakaian musim pa­ nas—kemeja atau kaos lengan pendek dengan sandal di kaki

Kami membawa jaket, pakaian hangat, celana, dan sepatu, semuanya disumbangkan oleh anggota gereja, kelompok pemu­ da, mahasiswa, dan teman-teman. Orang-orang telah menang­ gapi panggilan, hati mereka tersentuh oleh kebutuhan yang be­ sar. Pakaian yang diserahkan diterima dengan senang hati, bah­ kan jika ukurannya tidak tepat. Sepatu yang terlalu kecil atau terlalu besar lebih baik daripada tidak sama sekali. Pakaian yang menutupi tubuh mereka menggantikan dingin dengan keha­ ngatan. Ada, tentu saja, beberapa yang kecewa hari itu karena tidak pernah cukup untuk semua orang. Mungkin seorang anak menerima sepatu tapi adiknya tidak. Apakah kita di sebuah desa terpencil di Afrika? Mungkin se­ buah kota yang dilanda perang di Timur Tengah atau pemu­ kiman yang terlupakan di Haiti? Tidak. Ini adalah di Amerika

Untuk

Oleh Kelli Czaykowsky

Salah Seorang Begitu banyak orang, begitu banyak kebutuhan.

Fraday membutuhkan sepatu.

Ini adalah beberapa wajah yang kita layani.

mereka, tetapi mereka meng­ gigil dalam kedinginan. Mere­ ka berada di sini untuk meli­ hat apa yang kami bawa pada Minggu pagi ini. Apakah sesu­ atu untuk mengisi perut ke­ roncongan mereka? Mungkin sesuatu untuk melindungi ka­ ki mereka dari hawa dingin? Kelompok kami mencoba un­ tuk mengatur sehingga kami dapat mendistribusikan apa yang telah kami bawa secara teratur, tetapi dengan begitu banyak orang dan dengan ke­ butuhan besar seperti itu, sa­

ngat sulit. Kami membawa makanan hari ini—100 potong pizza, dan itu lenyap dalam lima menit. “Lagi! Lagi!“ Anak-anak mena­ ngis. Tapi kami tidak punya lagi hari itu.

24

Adventist World | 06 - 2013

Ketika kebutuhan sangat besar, orang Advent merespons panggilan itu.

Serikat, di Kota Clarkston, Georgia, hanya 10 mil di luar Atlan­ ta. Dan seperti yang telah kita pelajari, Clarkston berada di pe­ ringkat nomor satu untuk kota pengungsi di Amerika Serikat. Orang yang kita bantu di sini adalah keluarga-keluarga pe­ ngungsi Advent yang menderita dalam kasus yang tidak diketa­ hui. Diteror di negara asal mereka, mereka telah melarikan diri karena perang dan agama—keluarga yang terpecahyang telah melarikan diri ke tempat yang aman di Amerika Serikat. Teror yang mereka alami di masa lalu secara kolektif telah mengabai­ kan mereka, dan tampaknya mereka tidak berdaya. Apa yang mereka tetap pertahankan adalah iman mereka dan orangorang yang bersedia untuk membantu mereka, karena bantuan dari pemerintah sangat sedikit. Kami adalah Tangan-Nya

Organisasi kami disebut FREE,1 yang berdiri bagi Friends of Refugees Providing Education and Empowerment (FREE). Proyek FREE dimulai ketika sekelompok teman-teman mendengar ten­ tang pengungsi Advent di Amerika Serikat yang sedang berdoa untuk kesempatan pendidikan. Kami diberkati untuk dapat


membantu 15 anak dengan dokumen lengkap dan menerima beasiswa Arete.2 Ketika dana mulai habis, bagaimanapun, kami terpukul dengan kesadaran bahwa keluarga-keluarga ini memi­ liki kebutuhan yang jauh lebih besar. Kami tahu kami tidak bisa hanya berhenti dengan bantuan beasiswa. Kami harus mem­ bantu dalam berbagai cara yang kami bisa. Naing adalah anak 15 tahun dan masuk di Atlanta Adventist Academy (AAA). Adiknya Ning, 14 tahun, masuk di Duluth Adventist Christian School (DACS). Adik yang lain, Man Kim, 6 ta­ hun, di kelas pertama di DACS. Anak-anak ini tiba empat ta­ hun yang lalu dari sebuah kamp pengungsi di Thailand. Mereka harus melarikan diri karena mereka dianiaya karena menjadi Kristen. Dengan senjata yang penuh, tentara Burma mengejar anakanak di hutan selama berminggu-minggu, memperlakukan me­ reka sebagai target. Entah bagaimana mereka hidup dari sedikit makanan dan air yang terbatas. Mereka berdoa kepada Tuhan setiap malam untuk keselamatan mereka, dengan harapan me­ lihat cahaya pagi. Meskipun tidak semua anak dari suku Chen berhasil sampai ke kamp pengungsi, anak-anak mejalaninya se­ cara ajaib. Mereka sekarang bebas dari senjata tentara, tetapi mereka hidup terkunci di balik tembok kamp. Dan jika salah satu anggota keluarga mereka tidak berhasil, mereka tidak di­ perbolehkan untuk pergi dan menemukan mereka. Jasmine, sekarang murid senior di AAA, adalah dari suku Karen. Ibunya, Do Duu, sedang hamil akan Jasmine dan sauda­ ra kembarnya ketika pemerintah menyerang desa mereka dan membakar gubuk mereka. Do Duu lari dengan hanya sedikit pakaian di tas punggungnya. Ratusan orang melarikan diri dari api dan peluru yang menghujani rumah mereka. Mereka ting­ gal di hutan selama berminggu-minggu, di mana Do Duu me­ lahirkan anak kembar. Tidak ada makanan atau popok atau se­ limut—hanya daun untuk menjaga bayi hangat. Banyak dari pengungsi yang berusaha melarikan diri mela­ lui hutan tidak berhasil. Itulah mengapa begitu banyak anggota suku tersebut yang tak percaya ketika mereka mengetahui Jas­ mine dan adiknya tetap hidup. Meskipun Do Duu, Jasmine, dan adik-adiknya akhirnya dibebaskan dari kamp pengungsi, saudara kembar Jasmine tidak dibebaskan, dan dia masih ada hari ini. Impian Jasmine adalah menjadi seorang perawat, kem­ bali ke sana, dan membantu orang-orangnya. Daisy, kakak Jasmine, 12 tahun, adalah siswa kelas lima di DACS. Dia adalah salah satu gadis kecil yang paling bahagia yang pernah ditemui. Meskipun ia mengalami kelainan darah sementara di kamp pengungsi, imannya luar biasa. Setiap Selasa kelompok kami membawanya ke Pusat Kesehatan Anak di At­ lanta untuk transfusi trombosit selama enam jam. “Tolong ber­ doa untuk saya, Ibu Kelli,” katanya pada setiap kunjungan. Dan dia tahu Tuhan akan menolongnya. Bahkan saat para pengung­ si ini sedang disiksa dan dibunuh karena menjadi Kristen, me­ reka tetap kuat untuk kepercayaan Advent mereka, penuh de­ ngan janji, dan penuh harapan. Gregory, seorang pengungsi berusia 25 tahun dari Republik Demokratik Kongo, kami bertemu suatu hari Sabat ia berdiri di

luar selama dua jam sehingga ia tidak akan melewatkan pen­ jemputan hari Sabat untuk tetangganya. Menunggu dengan ayahnya yang tua dan keponakannya 6 tahun, Gregory mende­ kati kendaraan kami yang isinya telah disusun dan bertanya apakah kami adalah orang Advent. Dia telah melihat kami menjemput orang Advent lain dan ia ingin agar kami tahu bah­ wa ia adalah orang Advent juga. Kami saling tersenyum saat ka­ mi mengumpulkan anak-anak untuk membuat tempat baginya. Gregory sekarang tinggal bersama delapan anggota keluarga di lingkungan yang sama di mana banyak orang Advent lainnya juga hidup di sana. Kami adalah Kaki-Nya

Apa yang telah dimulai dari sebuah proyek kecil FREE kini telah bertumbuh melampaui ukuran manusia, dan ada banyak gereja dan individu yang telah membuka pikiran dan hati mere­ ka kepada saudara sesama. Untuk itu kami sangat bersyukur. Kami juga percaya bahwa Tuhan terus membuka pintu, FREE akan terus berjalan melalui mereka. Kami sedang bekerja dengan anak-anak pengungsi dan ke­ luarga dari seluruh dunia. Kami telah menyediakan beasiswa untuk 14 anak agar masuk sekolah Advent. Kami mengatur ma­ kanan dan pakaian acara untuk mengumpulkan dana bagi ke­ luarga ini, serta kelas bahasa Inggris. Kami membawa orang de­ wasa dan anak-anak untuk pertemuan, dan kami mencoba un­ tuk menemukan pelatihan kerja bagi mereka. Tapi masih banyak yang harus dilakukan. Kita membutuh­ kan bangunan komunitas di Clarkston, di mana kita bisa me­ nyimpan makanan, pakaian, dan kebutuhan lainnya yang di­ sumbangkan. Bangunan ini akan menjadi tempat para dokter yang datang dan memberikan perawatan medis bagi semua orang yang membutuhkannya, dan tempat di mana lebih dari 300 pengungsi Advent bisa menyembah Tuhan. Sementara FREE sedang mencoba untuk memenuhi kebu­ tuhan mendesak saudara-saudara kita di dalam Kristus dan memberdayakan mereka sehingga mereka bisa menjadi mandi­ ri, kita tidak bisa melakukannya sendiri. Tapi kita juga tahu bahwa kita tidak sendirian. Allah akan membantu kita, sebagai­ mana Dia membantu orang lain di mana-mana, untuk melaku­ kan pekerjaan-Nya. “Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah mela­ kukannya untuk Aku (Matius 25:40). n  Untuk infromasi lebih lanjut, kunjungi www.freerefugees.org.  Beasiswa Arete adalah organisasi beasiswa yang disetujui oleh negara bagian Georgia (AS). Program beasiswa bagi keluarga berpenghasilan rendah. 1 2

Kelli Czaykowsky adalah seorang terapis, istri, dan ibu dari 5 anak. Dia menulis dari Georgia.

06 - 2013 | Adventist World

25


P E R TA N YA A N

DAN

JAWABAN

ALKITAB

Orang Bodoh dan Kebodohannya Para penulis sastra hikmat Al­ kitab tahu bahwa tidak se­ mua orang tertarik untuk memperoleh hikmat. Orang bijak percaya bahwa sikap seperti itu merusak kualitas hidup. Oleh karena itu mereka mengundang se­ mua untuk mencari hikmat. Mereka yang tidak mencari hik­ mat dianggap sebagai orang bodoh. Kebodohan pada dasarnya penolakan terha­ dap kepenuhan hidup. Dua kata Ibrani utama yang digunakan dalam Amsal untuk merujuk kepada orang bodoh: kesil (“kurang ajar, bodoh”) dan ‘ewil (“tolol, bo­ doh”). Mari kita periksa kedua kata tersebut. 1. Tipe kebodohan ‘Kesil’: Orang bebal yang acuh tak acuh dan tidak tertarik pada hikmat dan pengetahuan (Am­ sal 1:22, 17:16). Mereka meremehkan kata-kata bijak (23:9) dan tidak memiliki tujuan hidup pada hikmat (17:24). Me­ reka tidak membuat rencana untuk masa depan, dan mem­ boroskan segala yang mereka miliki (21:20). Masalah men­ dasar adalah bahwa mereka tidak memiliki pengalaman dan belum mengembangkan kemampuan untuk menganalisis dan mengevaluasi (8:5). Cara hidup mereka ditandai dengan kejahatan (10:23), dan mereka tidak tertarik pada hasil dari tindakan dan ka­ ta-kata mereka. Orang bebal membawa kesedihan dan pen­ deritaan kepada orangtua mereka dengan mengabaikan pe­ rintah mereka (ayat 1; 15:20). Jenis kebodohan ini tidak memiliki pengendalian diri (14:16, 29:11) dan, akibatnya, merupakan ancaman bagi orang lain (17:12). Mereka hidup dengan puas dengan merusak diri sendiri(1:32). Orang bebal dari jenis kesil tidak dapat mengendalikan mulut mereka. Ini membawa mereka kepada kesulitan (18:7), karena serong bibirnya (19:1), tidak memiliki penge­ tahuan (14:7), dan membawa mereka kepada perbantahan dan meminta pukulan (18:06). Karena mereka kekurangan hikmat, satu-satunya hal yang dapat mereka bagikan de­ ngan orang lain adalah pendapat yang tidak berarti (ayat 2; 12:23; 15:7). Orang bijak harus mengabaikan pernyataan dari orang bebal (26:4), meskipun, dalam beberapa kasus, orang bijak harus menjawab mereka, supaya orang bebal tersebut tidak berpikir bahwa mereka bijaksana (ayat 5). Yang orang bebal butuhkan adalah pentung untuk punggung mereka, yaitu, disiplin diri (ayat 3). Mereka ti­ dak, bagaimanapun, di luar harapan. Pada saat tertentu, Tuhan menempatkan orang bebal menerima cemooh (3:35), dan hikmat membuat mereka yang berhikmat dike­

Kitab Amsal sering menyebutkan “ orang bodoh.” Siapakah orang ini?

26

Adventist World | 06 - 2013

nal (14:33; 8:5). Mereka dapat mengubah perilaku mereka melalui disiplin yang kuat (17:10). Ada harapan bagi mere­ ka yang tidak selalu menganggap diri mereka sendiri bijak (26:12), dan tidak selalu berbicara dengan tergesa-gesa (29:20). 2. Tipe kebodohan ‘ewil’: Kata Ibrani kedua ini adalah da­ sar sinonim dari kesil, dan menunjuk kepada yang tidak memi­ liki pemahaman dan kebijaksanaan. Mereka menolak kebijaksa­ naan sebagai cara hidup (1:7). Bahkan, kebijaksanaan di luar pemahaman mereka—terlalu tinggi bagi mereka (24:7). Bagian dari masalah mereka adalah bahwa mereka menolak perintah dan disiplin orangtua mereka (15:5). Tipe ‘ewil’ tidak tahu ba­ gaimana berhubungan dengan orang lain. Mereka tidak memi­ liki pengendalian diri dan mudah terprovokasi (12:16; 29:9). Mereka adalah, juga cepat memprovokasi orang lain (27:3; 20:3). Kebodohan mereka dinyatakan tidak hanya oleh tindak­ an mereka, tetapi juga oleh bibir mereka, yang penuh dengan kebodohan (10:8). Ketika bertemu di pintu gerbang untuk ber­ bicara, orang bodoh tidak punya apa-apa untuk dikatakan kare­ na mereka tidak memiliki hikmat (24:7). Adalah lebih baik un­ tuk tetap diam, karena “orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri dan disangka berpengertian kalau ia mengatup­ kan bibirnya” (17:28). Jenis bodoh (‘ewil) telah melampaui jenis bodoh yang umum (kesil). Mereka tampaknya telah mencapai posisi untuk tidak kembali karena mereka tidak memiliki rasa penting dalam takut akan Tuhan (1:7; Mzm. 14:1). Namun mereka percaya bahwa cara hidup mereka adalah benar (Amsal 12:15). Mereka bahkan mengejek gagasan bersalah, sehingga menunjukkan ti­ dak adanya penyesalan (14:9). Tidak mungkin untuk menghi­ langkan kebodohan dari mereka (27:22). Tidak ada yang dapat ditawarkan hikmat untuk mereka karena mereka menolaknya. Orang bodoh ‘ewil akan mati karena kurangnya pengetahuan. 3. Pelajaran untuk dipelajari: Orang bodoh merusak kualitas hidup mereka dan orang lain. Sebaliknya, penguasa­ an diri dan penggunaan yang tepat dari kata-kata kita men­ ciptakan lingkungan yang harmonis yang memperkaya kese­ jahteraan orang di sekitar kita. Hikmat dan kekuatan yang kita butuhkan telah ada dari dalam pribadi Juruselamat kita. Dengan melihat-Nya, kita juga bisa memperoleh hikmat, hikmat yang akan membuat hidup kita menjadi sumber su­ kacita bagi semua. n

Angel Manuel Rodríguez telah lama me-

layani sebagai Direktur Biblical Research Institute. Ia telah pensiun, tinggal di Texas.


P E L A J A R A N

A L K I T A B

P hoto

b y

A m b e r

L e a c h

Oleh Mark A. Finley

Mengalami

Hidup Sehat

T

uhan menciptakan kita untuk menjadi sehat, untuk menikmati hidup dalam segala kelimpahan. Penyakit dan kematian tidak pernah menjadi bagian dari rencana-Nya. Dosa telah memisahkan kita dari Allah, yang adalah sumber kesehatan dan kehidupan itu sendiri. Meskipun kita tidak dapat mengontrol semua faktor yang menyebabkan penyakit dalam dosa, dunia yang rusak, kita dapat membuat sesuatu yang positif, pilihan sehat. Pilihan pola hidup secara dramatis akan mempengaruhi keseluruhan kesejahteraan kita. Dalam pelajaran Alkitab bulan ini kita akan menemukan kembali rencana Tuhan untuk hidup sehat.

1

Apakah kerinduan Allah bagi kita masing-masing? Baca 3 Yohanes 2 dan temukan rencana total Allah untuk fisik, emosional, dan kesejahteraan spiritual. Tuhan menciptakan kita sebagai kesatuan yang tak terpisahkan. Dia rindu kita menjadi sehat secara fisik, emosional, dan spiritu­ al. Kesehatan terkait kepada kesejahteraan setiap aspek kehidup­ an kita. Ini ada hubungannya dengan pikiran kita, perasaan kita, emosi kita, dan tubuh kita.

2

Baca Roma 12:1, 2. Apakah yang diminta Rasul Paulus tentang tanggung jawab kudus kita masing-masing dalam merawat tubuh kita? Dalam menerjemahkan ungkapan “ibadahmu yang sejati” (ayat 1), Versi Standar Bahasa Inggris menggunakan ungkapan “iba­ dah rohani.”* Dengan kata lain, mendedikasikan tubuh kita seba­ gai “korban yang hidup kepada Tuhan,” dan hidup harmonis de­ ngan hukum abadi kerajaan-Nya, merupakan tindakan ibadah rohani. Kita menyembah Sang Pencipta dengan bekerja sama dengan-Nya dalam membangun apa yang telah dibuat, bukan menghancurkannya dengan pilihan pola hidup yang salah.

3 Baca 1 Korintus 6:19, 20. Bagaimanakah Rasul Paulus mencoba untuk memotivasi orang percaya di Korintus untuk membuat pilihan kesehatan yang lebih baik? Carilah ekspresi spesifik yang paling tepat menggambarkan mengapa sangat penting untuk membuat pilihan positif mengenai kesehatan kita. Tubuh kita adalah bait Allah yang hidup, bukan rumah perma­ inan untuk menikmati kesenangan diri. Roh Kudus tinggal di bait jiwa untuk mengesankan pikiran dan pikiran kita untuk menjadi lebih seperti Yesus setiap hari (lihat Flp. 2:5; 1 Yoh. 3:1, 2).

4 Apakah prinsip dasar yang harus membimbing kita dalam semua pilihan pola hidup kita? Baca 1 Ko-

rintus 10:31 dan dalam satu kalimat menggambarkan prinsip dasar Paulus untuk hidup.

5 Baca 1 Tesalonika 5:23. Bagaimanakah Rasul Paulus mengaitkan kesehatan kita dengan kedatangan Yesus yang kedua? Ringkaskan mengapa kebiasaan fisik kita sangat penting. Paulus berdoa agar kita dapat disucikan “seluruhnya,” bahwa roh kita (pola pikir dan sikap), jiwa kita (sisi rohani), dan tubuh kita (secara fisik) akan “terpelihara sempurna” sampai keda­ tangan Yesus. Penyucian, atau kudus, mencakup setiap aspek kehidupan kita. Pilihan pola hidup kita mempengaruhi kese­ hatan fisik, emosional, dan rohani kita.

6 Baca Filipi 4:13. Meskipun Rasul Paulus, seperti kita semua, punya kelemahan, mengalami godaan, dan kadang-kadang jatuh, apakah sumber kekuatannya? Apakah sumber kekuatan kerohaniaannya? Yesus rindu untuk memberdayakan kita melalui Roh KudusNya untuk memiliki hidup Kristen yang menang. Kekuatannya menjadi sempurna dalam kelemahan kita. Ketika lemah, ke­ goyahan kita bersatu dengan kuasa-Nya, kemenangan atas praktik pola hidup rusak sudah dipastikan milik kita.

7 Baca Ibrani 4:15, 16. Bagaimanakah kemenangan Yesus atas godaan Setan meyakinkan kemenangan kita atas godaan-godaan yang sama? Kita memiliki Juruselamat yang sepenuhnya memahami ba­ gaimana rasanya dicobai dalam setiap aspek kehidupan. Yesus “telah dicobai” dalam segala hal (ayat 15), tetapi Dia tidak per­ nah menyerah pada godaan besar Setan. Ada satu hal yang ber­ beda tentang bagaimana Setan mencobai Yesus dan bagaimana ia menggoda kita. Setan tidak hanya menggunakan setiap goda­ an yang mungkin dapat menjatuhkan Yesus, ia juga mengguna­ kan seluruh kekuatannya pada Yesus. Setan tidak perlu menggunakan semua kuasanya pada kita, karena kita adalah mangsa yang mudah jatuh. Yesus dicobai da­ lam segala hal dengan segala kuasa dan kemenangan-Nya ada­ lah milik kita. Menyerahkan kelemahan kita, demikian juga ke­ hendak kita kepada-Nya, membuat kita menerima kuasa rohani untuk menjalani kehidupan yang melimpah yang Dia telah di­ rencanakan untuk kita masing-masing. n

06 - 2013 | Adventist World

27


PERTUKARAN IDE

Pandangan orang Advent akan kesehatan adalah pandangan yang benar-benar menekankan tanggung jawab pribadi. —Les Miller, Airdrie, Alberta, Kanada

Surat Ia pun Berlari!

Cerita sampul Claude Richli tentang Abel Kirui, Advent atlet Olimpiade, “Ia pun Berlari” (Maret 2013), benar-benar inspi­ ratif. Keunggulan Kirui adalah olahraga, dedikasinya kepada Allah, dan keseder­ hanaan dan komitmen untuk mengubah hidup melalui hasil yang tinggi, proyek pendidikan memberikan contoh sukses dari visi dan kasih sayang di dunia yang sangat materialistis saat ini. Selain itu, ketika Abel kecil berkom­ petisi dalam balapan remajanya, yang melibatkan hadiah yang sangat kecil, sia­ pakah yang akan tahu bahwa ia akan ber­ akhir bersaing dan menang dalam per­ lombaan dengan hadiah yang lebih besar dari “satu sisir pisang, daging panggang, atau air tebu?” Yesus berkata: “Barangsiapa setia da­ lam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar“(Lukas 16:10). Jangan pernah meremehkan nilai ke­ sungguhan dan kesetiaan dalam melaksa­ nakan perkara kecil, tugas duniawi. Ini bisa menjadi persiapan kita untuk presta­ si yang lebih besar yang Allah sediakan bagi kita, tidak ada yang sebanding de­ ngan hadiah utama—mahkota kehidup­ an! Victor Samwinga Newcastle Upon Tyne, Inggris

28

Adventist World | 06 - 2013

Membangun Gereja di Amerika

Artikel Julie Z. Lee “Membangun Se­ buah Gereja di Amerika” (Februari 2013) adalah salah satu artikel yang paling me­ nguatkan yang telah saya baca dalam se­ buah publikasi gereja untuk waktu yang

lama. Akhirnya tampaknya bahwa bebe­ rapa orang telah mengakui kebutuhan yang ada untuk membantu jemaat kecil di “rumah” ladang misi kita. Tetap perta­ hankan pekerjaan baik ini, sangat dibu­ tuhkan! Graham Mitchell Alstonville, New South Wales, Australia Misionaris Medis

Saya telah mendengar dan melihat Ted N.C. Wilson membahas nilai dan pentingnya pekerjaan misionaris medis beberapa kali, yang terbaru adalah “Ja­ ngan Ragu: Tuhan Kendalikan, Bagian 1” (Januari 2013). Saya sedikit khawatir akan hal ini setelah mendengar khotbah tentang subjek ini dari beberapa pembi­ cara yang berbeda secara lokal, karena alur pemikiran akhirnya tiba pada kritik terhadap gereja. Kritik itu: Karena kita ti­

dak lagi terkenal di dunia dalam kesehat­ an dan masyarakat tidak mengetuk pintu kita dengan cara yang sama pada harihari kesuksesan Battle Creek Sanitarium, kita telah gagal sebagai sebuah gereja dan harus bertobat. Dengan pikiran ini da­ tanglah sebuah kebencian akan obat mo­ dern. Orang banyak harus mengingat bah­ wa pekabaran kesehatan diberikan pada hari-hari sebelum aksis penisilin, vaksin polio, dan obat-obatan hebat lainnya. Ba­ gi mereka yang menyalahgunakan frase “pekerjaan misionaris kesehatan” dan mengatakan kita telah berkompromi akan diri kita, saya mengingatkan mereka bahwa dunia telah tumbuh dan berubah. Misionaris medis kita saat ini adalah para dokter, perawat, dan dokter gigi kita. Pandangan Advent akan kesehatan, diberikan kepada kita oleh Tuhan sendi­ ri, adalah satu-satunya pandangan yang benar-benar menekankan tanggung ja­ wab pribadi. Orang ingin hidup dengan cara mana yang mereka pilih, kemudian mendapatkan kesembuhan yang cepat dari seorang profesional. Pilihan kita, apakah itu dengan melanjutkan mengo­ bati penyakit dengan apa yang sekarang dipandang sebagai pengobatan rumah (air panas, arang, diet) dan menjadi tidak relevan di mata publik, atau bertumbuh dan berubah dengan dunia dan me­ ngembangkan sistem rumah sakit yang kita miliki sekarang. Les Miller Airdrie, Alberta, Kanada


Di Belahan Saya menulis untuk memuji pelayan­ an yang luar biasa yang dilakukan mela­ lui publikasi Adventist World. Majalah ini memberikan laporan yang komprehensif dari pekerjaan pelayanan gereja Advent di seluruh dunia dan juga memberikan pelajaran Alkitab otentik tentang topik yang berbeda dari Alkitab. Saya yakin semua pendeta Advent— bahkan bukan Advent—belajar banyak kebenaran penting dari Firman Tuhan, yang dibagikan gereja kita. Semoga Tu­ han menggunakan kertas ini dalam membawa banyak jiwa kepada Kristus dan juga untuk menambahkan anggota baru ke gereja sisa Allah. Terima kasih juga untuk memperba­ rui kita dengan banyak laporan menge­ nai pekerjaan Advent di seluruh dunia. Pervaiz Bahadur Pakistan

unia D Manakah Ini?

JAWABAN: Kuala Lumpur Siew Chan Mok (kiri), pensiunan Asisten Direktur Penerbitan Daerah Semenanjung Malaysia, memberikan kesaksian di serangkaian pertemuan penginjilan di gereja Advent berbahasa Mandarin Kuala Lumpur. Bagian dari kesaksiannya terdiri dari bernyanyi duet dengan kakeknya, Ng Paan, berusia 93 tahun. Ia menjadi Advent pada usia 72.

Terima Kasih

Korban

Koreksi

Ketua GC, Ted N.C. Wilson telah sa­ lah diidentifikasi sebagai ketua wilayah dalam kolom keterangan pada halaman 4 edisi Februari 2013 Adventist World. Se­ perti dilaporkan dalam artikel, Wilson adalah seorang administrator regional untuk gereja Advent di sepanjang pantai Ivory tahun 1981-1990. Mohon maaf atas kesalahan kami.

Tata Cara Kolom Surat: Silakan kirim surat Anda ke editor Adventist World: letters@adventistworld.org. Isi surat itu harus jelas dan langsung pada maksudnya, maksimum 100 kata. Pastikan untuk menuliskan nama artikel yang dimaksud, tanggal diterbitkan dan halaman artikel tersebut. Juga informasikan nama Anda, kota, provinsi dan negara dari mana Anda mengirim surat tersebut. Surat tersebut akan diedit dan disesuaikan dengan kolom yang masih tersedia. Perlu diketahui bahwa tidak semua surat yang masuk akan terbitkan.

PERANG Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa sebanyak 30 juta orang di Afrika, Asia, dan Amerika Latin membutuhkan perangkat prostetik (naik dari 24 juta pada tahun 2006). Sebagian besar cedera ini adalah hasil da­ ri ranjau darat yang masih tertanam beberapa dekade setelah konflik bersenja­ ta. Menurut Komite Palang Merah Internasional, satu dari setiap 631 orang di Afghanistan telah kehilangan anggota tubuh. Di Angola jumlah tersebut ada­ lah satu dari setiap 334 orang. Sumber: The Rotarian

06 - 2013 | Adventist World

29


PERTUKARAN IDE

Doa

PUJIAN Tolong doakan agar Tuhan memberikan biaya kuliah untuk studi saya di universi­ tas. Saya juga perlu meningkatkan kemam­ puan bahasa Inggris saya.

135

Elo, Cameroon

Tahun Lalu

Tolong berdoa bagi banyak orang yang tersimpan dan terlupakan dalam fasilitas rumah jompo di seluruh dunia.

Jimmie, Amerika Serikat

P

ada tanggal 7 Juni 1878, Rural Health Retreat dibuka dekat St. Helena, Cali­ fornia, AS. Pada 1891 tempat itu digambarkan sebagai sanatorium terbesar dari jenisnya di pantai pasifik Amerika Serikat. Lembaga ini berganti nama menjadi St. Helena Sanitarium pada tahun 1890, dan pada tahun 1907 empat lantai ditambahkan. Dalam acara dedikasi akan bangunan ini Ellen White menegaskan, “Alasan besar mengapa kita memiliki sanatorium adalah bahwa lembaga-lembaga ini mungkin adalah lembaga yang membawa pria dan wanita ke posisi di mana mereka dapat termasuk di antara mereka yang suatu hari nanti akan makan dari daun pohon kehidupan, yang dipakai untuk menyembuhkan bangsabangsa.“ St. Helena Hospital and Health Center adalah yang tertua yang tetap berope­ rasi milik Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di dunia. G a m b a r

m i l i k

Ell e n

G .

Wh i t e

Est a t e

Ambil

Untukmu Para nutrisionis mereko­ mendasikan makan lima porsi sayuran setiap hari. Kebanyakan orang dewa­ sa mengonsumsi kurang dari dua porsi. Cobalah konsumsi sayuran kaya vitamin, serat, dan anti­ oksidan yang sering dia­ baikan ini:

Sumber: Ladies’ Home Journal

30

Adventist World | 06 - 2013

n n

bit gula jamur

n

terung

n

bunga kol

n

kubis mini

n

selada swiss

Saya mencari pekerjaan; demikian juga orang yang saya nikahi. Kami membutuh­ kan doa Anda tentang hal ini. Saya tahu Tuhan akan membantu kami.

Diana, Kenya Tolong berdoa bagi semua mahasiswa penginjil literatur yang akan bekerja mu­ sim panas ini di berbagai belahan Filipi­ na.

Leonard, Filipina Saya telah menderita selama empat tahun. Saya berdoa agar Tuhan menyembuhkan saya dan memberkati saya. Sepertinya ti­ dak ada yang baik pernah tampaknya terja­ di pada saya. Saya sangat membutuhkan doa Anda.

Kangwa, Zambia Tolong berdoa bagi pelayanan kepemuda­ an kami.

Kamal, Pakistan Tolong berdoa bagi saya dan keluarga saya. Kami sedang melalui masalah finansial, ke­ rohanian, dan emosional.

Minot, India Tolong doakan tiga bersaudara yatim pi­ atu yang ingin sekolah tetapi tidak me­ miliki dana.

Seorang Sahabat, Uganda

Doa & Pujian: Kirimkan permohonan doa rasa syukur saudara ke: prayer@adventistworld.org. Kirimlah kepada kami permohon­an doa dan rasa syukur saudara (berterima kasih atas jawaban doa). Tuliskan secara singkat dan padat, maksimum 50 kata. Permohonan doa saudara akan diedit untuk maksud yang jelas. Tidak semua yang masuk akan dicetak. Sertakan nama saudara dan negara di mana saudara tinggal. Saudara juga dapat mengirimkan melalui fax: 1-301-680-6638; atau mengirim surat ke Adventist World, 12501 Old Columbia Pike, Silver Spring, MD 20904-6600 U.S.A.


85.7

“Lihatlah, Aku Datang Segera” Misi kami adalah untuk meninggikan Yesus Kristus, mempersatukan umat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di mana saja dalam iman, misi, kehidupan, dan pengharapan.

Wanita yang mengonsumsi diet vegetaris berusia ratarata 85.7 tahun, dibandingkan dengan

79.6 tahun bagi wanita yang tidak vegetaris. Sumber: Universitas Loma Linda/ Adventist Health Study 2

Jika Anda tidak dapat tidur malam hari, jangan hitung banyaknya domba; berbicaralah kepada Gembala.

—Dari Martin Moyo, GMAHK Jemaat Cowdray Main, Bulawayo, Zimbabwe

P asal &Ayat

Ingin membaca Alkitab dalam ba­ hasa Gerika, India, Islandia, atau Kiswahili? Kunjungi situs Biblegateway.com . Dengan lebih dari 100 versi Alkitab Bible yang tersedia, Anda akan da­ pat mencari naskah, kata-kata, atau subjek, sehingga “tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi un­ tuk setiap perbuatan baik” (2 Tim. 3:17).

Penerbit Adventist World adalah majalah periodik internasional milik Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Sedunia. Divisi Asia-Pasifik Utara adalah penerbitnya. Penerbit Eksekutif dan Pemimpin Redaksi Bill Knott Wakil Penerbit Claude Richli Manajer Percetakan Internasional Chun, Pyung Duk Dewan Penerbit Ted N. C. Wilson, ketua; Benjamin D. Schoun, wakil ketua; Bill Knott, sekretaris; Lisa Beardsley; Daniel R. Jackson; Robert Lemon; Geoffrey Mbwana; G. T. Ng; Daisy Orion; Juan Prestol; Michael Ryan; Ella Simmons; Mark Thomas; Karnik Doukmetzian, penasihat hukum Komite Koordinasi Adventist World Lee, Jairyong, ketua; Akeri Suzuki; Kenneth Osborn; Guimo Sung; Chun, Pyung Duk; Han, Suk Hee Redaksi Bertempat di Silver Spring, Maryland Lael Caesar, Gerald A. Klingbeil (associate editors), Sandra Blackmer, Stephen Chavez, Wilona Karimabadi, Mark A. Kellner, Kimberly Luste Maran Redaksi Bertempat di Seoul, Korea Chun, Pyung Duk; Chun, Jung Kwon; Park, Jae Man Editor Online Carlos Medley Koordinator Teknik dan Pelayanan Pembaca Merle Poirier Editor-at-large Mark A. Finley Senior Advisor E. Edward Zinke Manajer Finansial Rachel J. Child Asisten Redaksi Marvene Thorpe-Baptiste Asisten Editor Gina Wahlen Dewan Manajemen Jairyong Lee, ketua; Bill Knott, sekretaris; P. D. Chun, Karnik Doukmetzian, Suk Hee Han, Kenneth Osborn, Juan Prestol, Claude Richli, Akeri Suzuki, Ex-officio: Robert Lemon, G. T. Ng, Ted N. C. Wilson Pengarah Seni dan Desain Jeff Dever, Brett Meliti Para Penasihat Ted N. C. Wilson, Robert E. Lemon, G. T. Ng, Guillermo E. Biaggi, Lowell C. Cooper, Daniel R. Jackson, Geoffrey Mbwana, Armando Miranda, Pardon K. Mwansa, Michael L. Ryan, Blasious M. Ruguri, Benjamin D. Schoun, Ella S. Simmons, Alberto C. Gulfan, Jr., Erton Köhler, Jairyong Lee, Israel Leito, John Rathinaraj, Paul S. Ratsara, Barry Oliver, Bruno Vertallier, Gilbert Wari, Bertil A. Wiklander Kepada para Penulis: Silakan mengirimkan naskah yang siap diterbitkan, melalui alamat redaksi 12501Old Columbia Pike, Silver Spring, MD 20904-6600, U.S.A. Atau melalui fax: +1 (301) 680-6638 E-mail: Internet: worldeditor@gc.adventist.org Situs Web: www.adventistworld.org Kecuali diberitahu, semua kutipan ayat Alkitab diambil dari ALkitab Terjemahan Baru. © 1974 Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Digunakan dengan izin. Adventist World diterbitkan setiap bulan dan dicetak secara berkala di Korea, Brasil, Indonesia, Australia, Jerman, Austria, dan Amerika Serikat. Vol. 9, No. 6

06 - 2013 | Adventist World

31


DARI INDONESIA

Sukacita Melayani Tuhan Charity Clinic GMAHK Sukorejo, Jatim

T

uhan Yesus adalah penyembuh ajaib, inilah kata yang kami pikirkan, saat banyak orang beramairamai datang menghadiri charity clinic yang di­ adakan oleh GMAHK Sukorejo Pasuruan, Jawa Timur di Desa Sengon Agung Kecamatan Purwosari. Hari Minggu itu, 17 Maret 2013, cuaca dari pagi su­ dah mendung namun tidak mengurungkan niat para anggota BWA jemaat untuk melaksanakan charity clinic tersebut, pukul 09.00 pagi tepat setelah acara dibuka de­ ngan renungan oleh Pdtm. Frangky Maupula di rumah beliau, rombongan langsung menuju lokasi yang hanya berjarak 500 meter dari tempat pelaksanaan ibadah. Antusias warga sangat tinggi, ada beberapa malah datang saat hujan turun deras, ada pula warga dari RT tetangga walau prioritas kami hanya RT 1, lebih-lebih Ketua RT sangat senang dan berharap kalau boleh diada­ kan lagi nanti, bukan cuma sekali beliau menyampaikan hal tersebut, dan memang mulai dari saat kami mohon izin, kegiatan tanggal 24 Febuari, Ketua RT mengatakan, “Kenapa lama lagi? Kalau boleh minggu depan,” kami hanya bisa menjawab, “tunggu saja pak karena kami harus per­ siapan.” Bukan hanya para anggota BWA yang dikomandoi Ibu Car­ olin Silalahi yang hadir, juga terlihat beberapa BWA (Bapa Wajib Ada) lain, tidak ketinggalan ada juga perawat dari Rumah Sakit Panca Darma yang pakai kerudung, bahkan Ketua BWA

KJKT, Ibu Laste Wijaya dan Ketua Konferens KJKT, Pdt Hengky Wijaya juga sempat hadir memberi semangat walau harus ter­ kena hujan. Kegiatan ini selesai pukul 13.30 diakhiri dengan renungan tutup dan doa tutup oleh Pdt. Hengky Wijaya, dilanjutkan de­ ngan santap siang bersama semua yang melayani. n —Dilaporkan oleh Pdtm Frangky Maupula, Gembala Jemaat Sukorejo.

Misi di Pulau Lembeh Eden Way Wellness Center (EWWC)

P

ada tanggal 15-21 Maret 2013, tim medical missionary mengadakan pelayanan di Pulau Lembeh, Bitung. Pela­ yanan ini merupakan bagian dari program pelatihan medical missionary angkatan 2 yang berlangsung di Kampus Eden Way Wellness Center (EWWC) pada tanggal 16 Febru­ ari-23 Maret 2013. Acara yang semula direncanakan akan dilaksanakan di wilayah Rarandam, yaitu lingkungan IV Desa Pintu Kota tempat penginapan tim medical missionary, ternyata bisa menjangkau 3 desa di Pulau Lembeh, yai­ tu Desa Pintu Kota, Mawali, dan Batu Lubang. Hal ini ter­ jadi oleh karena permintaan masyarakat yang ingin dila­ yani oleh tim medical missionary. Kegiatan ini berupa pela­ yanan dari rumah ke rumah, yaitu pemeriksaan dan pera­ watan kesehatan, dan juga Health Expo. Di desa Pintu Kota, acara Health Expo dibuat di pemu­

32

Adventist World | 06 - 2013


kiman “Kampis,” yaitu Kampung Islam. Acara dibuat di rumah imam di Kampis, tepatnya di depan Mesjid di Kampis. Bebera­ pa penyakit yang sempat diberikan perawatan oleh para tim medical missionary adalah bisul, tekanan darah tinggi, diabetes, jantung, penyakit kulit, asam urat, dan lain-lain. Puji Tuhan, Dia menolong kegiatan ini, sehingga masyarakat dapat merasa­ kan berkat pelayanan kesehatan ini. Pada kegiatan ini, dapat dilihat tuntunan tangan Tuhan, di mana masyarakat merasakan kemajuan kesehatan setelah men­ dapatkan pemeriksaan, konsultasi, perawatan, dan terapi yang diberikan kepada mereka secara cuma-cuma. Walaupun hanya

dalam waktu beberapa hari, beberapa pasien mengalami kema­ juan kesehatan yang sangat signifikan, seperti tekanan darah tinggi menjadi normal, insomnia menjadi bisa tidur, bisul di­ sembuhkan, gula darah tinggi menjadi normal dan kasus-kasus penyakit yang lain yang bisa diatasi hanya dengan mengguna­ kan terapi-terapi alami dan obat-obat alami yang terdapat di daerah mereka. Puji Tuhan, karena atas tuntunannya, masyarakat di pulau Lembeh bisa merasakan berkat Tuhan melalui pelayanan medical missionary. n —Dilaporkan oleh Glen Rumalag, Healing Way Indonesia.

Pengharapan yang Pasti Jemaat Batam Mas, Sumatera Tengah

K

ebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang mempunyai tema “Pengharapan yang Pasti” berjalan dengan baik dan meriah yang dibawakan oleh Pdt. P. Manullang, Sekretaris Asosiasi Kependetaan Daerah Sumatera Kawasan Te­ ngah (DSKT) dan Bapak Morgan Siagian, Dir. Penerbitan DSKT yang dimulai dari tanggal 5-11 Mei 2013 yang bertempat di GMAHK Batam Mas. Sebelum acara kebaktian dimulai, diawali dengan pengobat­ an gratis yang dipimpin oleh Sdr. Jemy Randa Bunga dan rekan-rekannya. Setelah itu baru dimulai dengan KKR sampai pukul 21.30 WIB setiap malamnya. Para panitia juga sudah me­ nyiapkan beberapa hadiah kepada semua para tamu undangan yang hadir setiap malamnya.

Puji Tuhan berkat doa anggota jemaat setiap malamnya, ada 7 jiwa yang dimenangkan pada saat itu yang bersedia dibaptis dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi mere­ ka. Acara baptisan pun dilakukan pada Sabat siang di Kolam Renang Palm Spring dan 7 jiwa ini dibaptis oleh Pdt. P. Manul­ lang dan Pdt. U. Sinambela. Semoga ke 7 jiwa ini selalu kuat dan tetap bertahan di dalam iman mereka masing-masing biarlah kita selalu mendoakan 7 jiwa ini. n —Dilaporkan oleh Simson Siallagan, Dept. Komunikasi Jemaat Batam Mas.

06 - 2013 | Adventist World

33


DARI INDONESIA

Konvensi Master Guide Ke-II Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur (UKIKT)

P

ada tanggal 20-24 Maret 2013 Departemen Pelayanan Pe­ muda Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur (UKIKT) mengadakan acara akbar Konvensi Master Guide (MG) ke-II yang diadakan di Manado. Acara konvensi yang dipusatkan di aula serba guna KM Bahari yang terletak di area Kantor UKIKT ini mengambil tema “Loving God Loving Each Other” atau Mengasihi Tuhan Melayani Sesama. Kegiatan ini dimulai dengan upacara pembukaan pada hari Rabu malam yang dibuka langsung oleh Assisten I Pemerintah Kota Manado Bapak Frangky Mewengkang, SIP, didampingi oleh Ketua GMAHK UKIKT MG Pdt. Noldy Sakul; Sekretaris UKIKT, MG Pdt. Yotam Bindosano; Bendahara UKIKT, Bpk. Herry Sumanti dan Ketua GMAHK Daerah Konferens Mana­ do-Maluku Utara, MG Pdt. Ferry Rattu. Kegiatan dimulai dengan seminar-seminar yang dibawakan oleh para narasumber. Selesai seminar-seminar tersebut dilan­ jutkan dengan agenda yang sudah ditunggu-tunggu yaitu rapat komisi yang dibagi dalam 3 komisi besar yakni komisi seragam dan atribut yang diketuai oleh Pdt. Ritus Keni, komisi kuriku­ lum diketuai oleh MG. Pdt. Ruddy Frans, dan komisi tata upa­ cara dengan ketua MG. Tonny Mayai. Pada hari Jumat kegiatan dibuka dengan seminar tentang RJP yang ditanggapi dengan serius oleh para peserta dengan timbulnya beberapa pertanyaan sehubungan dengan materi mengenai pertolongan pertama ini. Setelah itu para peserta di­ ajak untuk mengadakan bakti sosial dengan mengadakan ber­ sih-bersih di sekitar pusat Kota Manado. Kegiatan pada sore harinya yaitu diadakannya rapat pari­ purna di mana keputusan yang lahir dari rapat komisi-komisi dibawa ke rapat besar ini. Para direktur PA di wilayah UKIKT mengangkat MG Morien Karundeng yang merupakan kepala Perguruan Pioneer International School sebagai ketua rapat pari­ purna dan MG Winne Hidu­ pan dari pengurus PA Kota Manado sebagai sekretaris Konvensi MG ke-II ini. Master Guide Pdt. J. Yabut sebagai Direktur PA SSD yang baru tiba di Manado pada ha­ ri tersebut langsung memba­ wakan seminar seusai dis­ korsnya rapat paripurna. Ma­ teri seminar yang beliau ba­ wakan tentang bagan atau Leadership Flow Chart dari Departemen Kepemudaan GMAHK sedunia dengan pe­ nekanan dalam kurikulum baru MG yang akan direvisi pada tanggal 1-13 Juli di

34

Adventist World | 06 - 2013

World Conference On Youth and Community Service ketiga nanti di Afrika Selatan. Merupakan puncak dari acara ini di mana merupakan hari penutupan kegiatan utama Konvensi MG ke II se-UKIKT kali ini. Dalam acara pada hari Sabat ini, Departemen Pelayanan Pe­ muda UKIKT memberikan penghargaan khusus kepada MG. Pdt. Novry Kaumpungan sebagai Sekretaris Asosiasi Kepende­ taan UKIKT yang telah memberikan sumbangsih besar dalam pelayanan kepemudaan di UKIKT sampai saat ini terlebih keti­ ka beliau menjabat sebagai Direktur Pelayanan Pemuda UKIKT. Selesai rapat paripurna dilaksanakan, langsung disambung dengan acara pada sore hari dengan laporan-laporan kemajuan kegiatan kepanduan di UKIKT, kemudian acara teatrikal dari SD-SMP Advent Tikala Manado dan ditutup dengan khotbah tutup Sabat oleh Pdt. F. Rattu sekaligus komitmen kepada selu­ ruh peserta dalam pelayanan kepanduan. Syukur kepada Tuhan karena konvensi yang membahas tentang kepanduan di UKIKT ini dapat berjalan dengan baik. Konvensi MG yang ketiga nanti akan diadakan di daerah Papua Barat dari tanggal 18-21 Maret 2015. Marilah kita doakan dan sokong terus kegiatan penginjilan dalam bidang kepanduan di seluruh pelosok dunia demi men­ jadi saluran berkat untuk menarik dan mempertahankan jiwa dalam persiapan menyambut Master Guide Agung kita Yesus Kristus dalam kedatangan-Nya yang kedua kali menjemput kita semua. n —Dilaporkan oleh Pdt. Ritus Keni, Direktur Komunikasi Daerah Manado-Malut.


Pengukuhan Klub Kepanduan Wilayah Tanawangko

S

yukur kepada Tuhan, Konferens Manado-Maluku Utara telah tambah 3 klub kepanduan lagi. Berkat perlindungan Tuhan kepada 2 kakak APLA, MG Nova Tompunu dan MG Jantje Lotulung dari Jemaat Tikala Baru Manado yang ku­ rang lebih 6 bulan membantu akan kelas kemajuan di wilayah ini, maka pada hari Minggu tanggal 7 April 2013 tiga klub yakni

Jemaat Pioneer Tanawangko, Jemaat Ranowangko, dan SDSMP Advent Tanawangko resmi dikukuhkan oleh Direktur Pe­ layanan Pemuda, MG Pdt. Ritus Keni yang turut juga dihadiri oleh para anggota PLA dan APLA Daerah Manado, Bitung dan Minahasa Utara. Kurang lebih 60 anggota dari ketiga klub yang mengikuti upacara pengukuhan mulai dari little lamb sampai calon MG diterima oleh Direktur Pelayanan Pemuda kon­ ferens. Dalam amanat pengukuhannya Pdt. Ritus Keni mem­ berikan dorongan semangat yang selalu diulang-ulanginya dalam setiap upacara pengukuhan maupun pelantikan klub kepanduan. Di mana jemaat dan para orangtua telah me­ nanamkan investasi yang paling berharga kepada anakanak mereka melalui keikutsertaan dalam kegiatan kepan­ duan gereja kita. Kiranya kepanduan di wilayah ini dapat menjadi berkat sambil menunggu Yesus Kristus sebagai “The Great Master Guide” menjemput kita untuk bersama-sama dengan Dia di Heavenly Pathfinder Club nanti. n —Dilaporkan oleh Pdt. Danny Sumanti, Pendeta Jemaat Wilayah Tanawangko.

Seminar Adventist Moslem Relationship Daerah Nusa Tenggara (DNT)

S

eminar Adventis Muslim Relationship (AMR) di Jemaat Airnona, pada tanggal 24-26 Januari 2013 dengan pembicara Pdt. Bryan Gallant, Direktur AMR UIKB dihadiri lebih 300 pe­ serta di antaranya para pendeta Advent se-Daratan Timur. Bryan Gallant memberikan pencerahan bagaimana kita se­ laku agama Advent dapat mengasihi orang yang bukan Advent yang diterjemahkan oleh Pdt. M.W. Ataupah selaku Sekretaris Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Daerah Nusa Tenggara, de­ ngan lima prinsip, antara lain: (1) Hidup kita adalah khotbah bagi orang muslim (2) Menghidupkan hal-hal kebenaran dan jangan munafik (3) Bicarakan hal-hal persamaan (4) Kita harus hidup berdampingan dengan orang muslim dengan cara tidak menghakimi (5) Kebenaran harus dijunjung tinggi. Semoga dengan seminar ini dapat memperluas wawasan dan kasih kita untuk mendekati dan memenangkan jiwa bagi Kristus. n —Dilaporkan oleh Pdt. Deni Kana Djo, Direktur Komunikasi DNT.

06 - 2013 | Adventist World

35


DARI INDONESIA

Belajar Malam dan Doa Subuh SMU Advent Noelbaki, Kupang Tengah

U

ntuk mengisi waktu kosong terkait penundaan Ujian Nasional (UN) selama tiga hari, para siswa SMU Ad­ vent di Noelbaki, Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, mengisinya dengan kegiatan belajar malam di sekolah, doa su­ buh dan olahraga di pagi hari. “Anak-anak peserta UN saya wajibkan belajar malam mulai pukul 19.00 WITA hingga pukul 21.00 WITA di sekolah. Kebe­ tulan para siswa ini semuanya wajib tinggal di asrama, di kom­ pleks sekolah,” jelas Kepsek SMU Advent , I. Mnahonin, Senin (15/4/2013). Belajar malam ini digelar untuk memperkuat pengetahuan siswa dalam menghadapi UN. Selain itu latihan bagaimana mengisi Lembar Jawaban Ujian Negara (LJUN). “Selain itu ka­ mi mewajibkan siswa mengikuti doa subuh pukul 03.30 WITA.

Tujuannya untuk memperkuatkan mental, iman dan semangat siswa. Apalagi siswa sempat mengaku kecewa karena pelaksana­ an UN ditunda. Jadi doa subuh ini penting dan wajib diikuti para siswa,” jelas Mnahonin. Usai doa subuh, siswa diwajibkan untuk mengikuti kegiatan olahraga pagi. Diantaranya jogging. “Biar badan segar, pikiran juga tetap fresh dan tetap fokus menanti ujian nasional,”kata Mnahoin. Ia mengatakan sangat optimis siswa peserta UN sebanyak 77 orang akan lulus semua. “Saya yakin akan lulus 100 persen. Se­ bab persiapan sudah maksimal. Tahun lalu, target 100 persen terwujud. Kami optimis tahun ini juga,” kata Mnahonin. n —Dilaporkan oleh Pdt. I. Mnahonin, SMU Advent Noelbaki, Kupang Tengah.

Sepuluh Tahun Jemaat Getsemani Lippo Cikarang, Konferens DKI Jakarta dan Sekitarnya

P

erayaan dan ucapan syukur 10 tahun diorganisasinya Ge­ reja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Getsemani Lip­ po Cikarang diadakan pada hari Minggu tanggal 14 Ok­ tober 2012. Kebaktian yang bersejarah ini dihadiri oleh para pemimpin dari konferens, seluruh pendeta yang pernah melayani Jemaat Getsemani Lippo Cikarang, tamu undangan dari gereja sekitar Lippo Cikarang serta para donator dan anggota jemaat. Visi dan Misi gereja disampaikan oleh Bpk. S.A. Walean

yang dilanjutkan dengan drama tentang awal pembentukan ge­ reja, pengorganisasian gereja serta perkembangannya sampai saat ini. Pada kesempatan yang indah ini Firman Tuhan disampai­ kan oleh Ketua Konferens Pdt. Dr. W.L. Limbong, yang me­ nyampaikan pesan agar kita selalu menjaga persatuan dan kesa­ tuan dalam tugas penginjilan. Bersamaan dengan perayaan ulang tahun ini, Bpk. A. Silaen menyampaikan promosi pembangunan gereja serta promosi peluncuran VCD dan CD “Bagi-Mu Tuhan” diikuti mini concert oleh kelompok Desire of Ages. Acara penghargaan diberikan kepada pa­ ra pendeta yang pernah melayani Jemaat Getsemani Lippo Cikarang dari sejak dior­ ganisir sampai pada saat ini. Perayaan ini diakhiri dengan ramah ta­ mah bersama. Kita berdoa semoga acara ini tidak sekadar suatu perayaan tetapi dapat menjadi penyemangat kita dalam melakukan tugas penginjilan di sekitar wilayah ini. n —Dilaporkan oleh Yesaya Sukirman, Departemen Komunikasi Jemaat Getsemani Lippo Cikarang.

36

Adventist World | 06 - 2013


Pembangunan Rumah Dinas Daerah Jawa Kawasan Tengah (DJKT)

S

etelah tahun 2003, secara organisasi, Daerah Jawa Kawasan Tengah memisahkan diri dari Jawa Barat dan Jawa Timur dan membentuk daerah misi tersendiri, tak terasa tahun 2013 merupakan ulang tahun Daerah Jawa Kawasan Tengah yang ke-10. Dalam kurun waktu 10 tahun ini banyak hal yang telah dicapai oleh Daerah Jawa Kawasan Tengah baik secara pembangunan rohani maupun pembangunan fisik. Setelah sukses membangun dua gedung kantor dan satu ge­ dung pertemuan dengan dana awal yang minim, namun berkat slogan yang dihembuskan oleh ketua daerah pada saat itu, Pdt. Andreas Suranto yakni “Membangun iman menjawab tantang­ an!” Maka pembangunan tiga gedung utama itu selesai juga se­ cara bertahap pada tahun 2009. Sekarang ini, pada usianya yang ke-10 tahun, di bawah arahan Pdt. Supriono Sarjono, officers dan staf bekerja sama de­ ngan panitia pembangunan DJKT merencanakan kembali pro­ yek “langkah iman” ini dengan membangun rumah dinas officer, departemen dan staf yang rencananya akan dibangun di be­ lakang gedung pertemuan. Rencana ini telah disetujui oleh Executive Committee (EX­ COM) DJKT dan langsung dibuat pendekatan dan sosialisasi kepada Muspika dan warga sekitar kantor daerah oleh panitia pembangunan. Respons yang sangat baik disambut oleh peme­ rintah kecamatan dengan hadirnya Camat, DANRAMIL, KA­

POLSEK dan Lurah dalam acara doa bersama untuk kelancaran pembangunan Perumahan Dinas GMAHK DJKT. Acara doa bersama ini dibuat pada Rabu, 24 April 2013, pu­ kul 11.00 siang. Acara yang dipimpin langsung oleh Ketua Uni Indonesia Kawasan Barat, Pdt. J.S. Peranginangin mendapat apresiasi yang baik dari Bapak Camat Getasan. Dalam sambut­ annya beliau mengatakan bahwa, “pemerintah Kecamatan Ge­ tasan sangat mendukung pembangunan perumahan ini.” Lebih lanjut beliau berpesan supaya kalau boleh perumahan ini tidak membangun tembok pembatas yang tinggi dengan masyarakat, namun membangun “tembok mangkok” yang artinya untuk se­ gi keamanan lebih mengandalkan pendekatan kepada masyara­ kat. Menanggapi pernyataan bapak camat, Pdt. J.S. Perangina­ ngin dalam sambutannya mengatakan bahwa sangat setuju de­ ngan filosofi yang disampaikan oleh Bapak Camat Getasan ka­ rena memang gereja Advent memiliki konsep kemasyarakatan dan kemanusiaan. Setelah acara Doa Bersama, acara dilanjutkan dengan pe­ motongan tumpeng dan ramah-tamah bersama. n —Dilaporkan oleh Pdt. Glenn Matindas, Direktur SS-PP & Global Misi DJKT.

06 - 2013 | Adventist World

37


DARI INDONESIA

Minggu Sembahyang Penatua Se-Distrik Surabaya, Jawa Timur

M

inggu sembahyang penatua jemaat GMAHK se-Distrik Surabaya, Jawa Kawasan Timur 21-27 April 2013 di Ge­ dung GMAHK Tanjung Anom, Surabaya dengan pembicara Pdt. Dr. Edison Pandjaitan, Sekretaris Asosiasi Kependetaan Uni Indonesia Kawasan Barat. Sungguh menjadi berkat istime­ wa acara acara ini bagi para penatua dan bahkan anggota yang hadir rata-rata 75-200 orang setiap malam. Pada hari Sabat, 27 April 2013 dilanjutkan seminar gabung­ an untuk penatua jemaat dan anggota jemaat dengan pembica­ ra yang sama. Kita berharap dengan diadakannya minggu sembahyang tersebut dapat membuahkan hasil yang lebih baik bagi keroha­ nian dan semangat pelayanan bagi para penatua dan anggota jemaat. n —Dilaporkan oleh Pdt. Ranap Situmeang, Sekretaris Asosiasi Kependetaan KJKT .

Rangkai Bunga Acrylic Crystal Bakti Wanita Advent Jemaat Jatinegara, Jakarta

B

akti Wanita Advent (BWA) Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Jatinegara, Jakarta Timur, di bawah pimpinan Kumala Rondonuwu, Ketua Departe­ men BWA Jatinegara, sejak Februari 2013 lalu mengadakan ke­ giatan merangkai bunga Acrylic Crystal yang dilaksanakan seti­ ap Rabu sore mulai pukul 16.00 sampai 18.30 WIB. Didampingi instruktur rangkai bunga Acrylic Crystal Shirley Mahubessy dan sejumlah anggota BWA dalam wawancara khusus di gereja Jatinegara, Sabat, 27 April 2013, menjelaskan tujuan diadakannya kegiatan rangkai bunga ini untuk membantu para janda di Jemaat Jatinegara.”Karena program kerja BWA tahun ini untuk mengadakan wisata rohani bagi para janda di Jemaat Jatinegara. Sebagian dananya kami ambil dari kegiatan merangkai bunga lalu dijual dengan harga mulai Rp 500 ribu sampai Rp 2 juta,” katanya. Sementara itu instruktur rangkai bunga Acrylic Crystal Shirley Mahubessy mengatakan kegiatan merangkai bunga ini ke depannya diharapkan dapat diteruskan menjadi semacam industri rumah yang dapat menghasil­ kan dana untuk kegiatan pelayanan gereja, khususnya ba­ gi kegiatan Bakti Wanita Advent. Ditanya apa saja kegiatan Acrylic Crystal, Shirley Ma­ hubessy—penyanyi gereja ini—menjelaskan potong atau kepingan bahan acrylic itu dirangkai menjadi bunga de­

38

Adventist World | 06 - 2013

ngan seni tinggi dan indah penuh estetika.”Sudah langsung ada vas bunga, sehingga bisa langsung dipakai dan dipanjang. Pe­ meliharaannya juga gampang dan praktis,” ujarnya. Sedangkan anggota BWA Jemaat Jatinegara lainnya membe­ ri komentar bahwa kegiatan rangkai bunga Acrylic Crystal sa­ ngat positif bagi kaum ibu untuk mengisi waktu sambil me­


nunggu kebaktian Rabu malam. “Para ibu bisa jadi kreatif un­ tuk pelayanan pekerjaan Tuhan,” kata mereka serentak. Bagi yang berminat untuk memesan bunga Acrylic Crystal hasil karya para ibu anggota BWA Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Jatinegara dapat memesan langsung melalui Kumala Rondonuwu (HP 081311496172) dan Shirley Ma­

hubessy (HP 08161684429). “Gereja lain di luar Jatinegara juga dapat memesan kepada kami. Harga bunga Acrylic Crystal mu­ lai 500 ribu rupiah sampai 2 juta rupiah,” katanya mengakhiri keterangan. n —Dilaporkan oleh Pulo Lasman Simanjuntak, Jemaat Jatinegara.‑

Kebaktian Kebangunan Rohani Balang Boddong Desa Buntu Batu, Tikala Atas, Toraja Utara

P

ada akhir Februari lalu, Jemaat Balang Boddong, Konferens Sulawesi Selelatan Barat dan Tenggara bersama Jemaat Bolu, Distrik Toraja mengadakan KKR “Ada Tertulis” dengan pembicara Pdt. Nixon Lu­ moindong yang adalah gembala Jemaat Balang Boddong yang dihadiri umumnya oleh anak-anak dan remaja beru­ sia 8-15 tahun, selama sepekan, dimulai pukul 16.00 de­ ngan cerita Alkitab dalam bentuk video animasi kartun, di­ lanjutkan dengan KKR malam hari yang berakhir pukul 20.00. Yang menarik dalam acara ini adalah bahwa orang de­ wasa yang hadir setiap malamnya terdiri dari para ibu yang

bergabung dengan kelompok remaja yang duduk beralas­ kan tikar di bawah kolong rumah, yang dijadikan tempat KKR, sementara para pria, duduk di lumbung-lumbung adat, agak jauh dari sorotan lampu, berselimutkan sarung tapi dengan saksama mengikuti acara ini. Kiranya bibit kebenaran yang ditabur ini dapat bertum­ buh dengan baik dalam jiwa yang telah menerima pekabar­ an ini. n —Dilaporkan oleh Dion Lebang, Ketua Jemaat Balang Boddong.

06 - 2013 | Adventist World

39


DARI INDONESIA

Peresmian dan Penahbisan Gereja Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Buha

G

ereja Advent Jemaat Buha diresmikan oleh Bupati Kabupaten Ke­ pulauan Siau Tagulandang Bi­ aro (SITARO), Toni Supit, SE, MM dan ditahbiskan dipim­ pin oleh Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Uni In­ donesia Kawasan Timur, Pdt. Noldy Sakul, MA. Acara peresmian dan pe­ nahbisan itu dirayakan pada hari Selasa sore, 30 April 2013, dan dihadiri oleh para pemim­ pin uni, daerah dan para peja­ bat pemerintahan kabupaten, masyarakat Desa Buha, para pendeta, para ketua serta ang­ gota jemaat Advent se-Pulau Tagulandang. Di dalam khotbah penah­ bisannya, Sakul memuji anggota Jemaat Buha yang telah membangun tempat ibadah yang indah bagi Tuhan. Ia juga mendorong anggota je­ maat dan para un­ dangan un­ tuk setia beribadah di dalam ge­ reja. “Gereja itu adalah seperti bengkel un­ tuk mem­ perbaiki ca­

cat-cacat rohani yang ada didalam kehidupan setiap umat. Itulah sebabnya kita perlu untuk selalu masuk ke dalam gereja agar kita semakin disempurnakan,” katanya. Supit dalam sambutannya sebagai Pemerintah Kabupaten SITARO mengaminkan apa yang dikhotbahkan oleh Pendeta Sakul dan juga meminta agar anggota Jemaat Buha dapat menjadikan tempat ibadah yang telah ditahbiskan itu untuk melayani masyarakat. “Gereja adalah pusat pengembangan ro­ hani umat, maka jadikanlah gereja ini sebagai suatu tempat untuk melayani Allah dan juga melayani orang lain,” kata Bu­ pati. Di akhir sambutannya, bupati bersama istrinya didoakan secara khusus oleh para pendeta Advent yang hadir pada saat itu. Doa khusus ini dipimpin oleh Pdt. Noldy Sakul. Jemaat Buha adalah jemaat yang termasuk dalam pelayan­ an Gembala Wilayah Tagulandang Selatan, Daerah Misi Nusa Utara yang saat ini dilayani oleh Pdt. Jonathan Fallo, S.Ag. Je­ maat Buha menghabiskan dana pembangunan sekitar 1 miliar rupi­ ah dan selama 26 tahun untuk mem­ bangun gereja mereka sejak batu pertama diletakkan pada tahun 1987 yang lalu oleh Pdt. Welly Rumambi. n

—Dilaporkan oleh Pdt. Brussi Soriton, Gembala Wilayah Tagulandang Utara, DMNU.

40

Adventist World | 06 - 2013


Ayo ke Gereja Setiap Hari Minggu Penginjilan melalui literatur

S

ebagai anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, bisa saja kita merasa enggan ma­ suk ke gereja Protestan pada hari Minggu. Itu lumrah dan wajar. Tapi sesungguhnya kita kehilangan kesempatan untuk mengumpulkan domba Tuhan yang masih berada di luar kan­ dang. Kita semua tau bahwa masih banyak dom­ ba Tuhan yang pada saat ini masih berada di kandang lain. Ada satu tim penginjilan yang memberi na­ ma “Relawan Injil Indonesia” (tidak mengatas­ namakan Organisai GMAHK, untuk menghin­ dari penolakan). Tim ini setiap hari Minggu pa­ gi mengabarkan Injil melalui literatur (Buku Kemenangan Akhir, Hari yang Hampir Dilupakan, ATAS: Ketua Tim Bapak P. Saragih ikut membagikan buku di tengah Ketika Sang Pencipta Berkata Ingatlah) ke gereja jalan. BAWAH: Bapak P. Doloksaribu dan Arif Saragih membagikan protestan dan perkumpulan orang Kristen. Kita buku Kemenangan Akhir dan buku lainnya. bangga oleh karena Jemaat MT Haryono I, juga sudah melakukan hal yang sama, dan mereka Injil yang kekal itu tidak sampai kepada gereja terdekat dari ge­ sudah membagikan hampir 2.000 buku Ketika Sang Pencipta reja Anda, maka Tuhan akan menuntut pertanggungjawaban Berkata Ingatlah. pertama dari saudara. Ingat bahwa diantara anggota gereja Pro­ Sampai saat berita ini ditulis, tim Relawan Injil Indonesia testan tersebut, banyak domba Allah yang perlu kita tuntun su­ sudah membagikan lebih dari 12.000 buku (Kemenangan Akhir, paya mereka bisa masuk ke kandang kebenaran. Hari yang Hampir Dilupakan, Ketika Sang Pencipta Berkata Dalam melaksanakan program ini, beberapa hal yang dila­ Ingatlah) melalui beberapa acara kebaktian natal di sekitar kukan oleh tim ini adalah melalui survei jam berapa kebaktian Banten dan Tangerang. Selain itu ada banyak gereja yang juga dimulai, kapan berakhir, dan tim ini ikut bergabung di dalam dikunjungi dan juga buku dibagikan seperti Gereja Immanuel kebaktian. Dan selain itu, mereka juga melakukan teknik mem­ di Menteng, daerah Pancoran, Cilandak, Tebet, Senayan dan bagikan buku yang biasa dilakukan oleh para evangelis literatur. beberapa gereja lainnya. Dalam melakukan program ini, tidak selalu mendapatkan Setiap gereja dapat melakukan hal yang sama, lokasi gereja respons yang baik. Sering kali kami dilarang maupun diusir saudara bukanlah satu tempat yang kebetulan berada dekat de­ oleh security atas perintah pendeta gereja yang kami kunjungi, ngan gereja-gereja Protestan, tetapi Tuhan punya rencana khu­ dan beberapa kali pendeta gereja itu sendiri datang memarahi sus bahwa gereja saudaralah yang harus melakukan penginjilan dan melarang kami untuk membagikan buku. Tetapi pekerjaan ke gereja Protestan yang terdekat dari lokasi gereja Anda. Bila Tuhan tidak pernah berhenti, apa yang kami alami belum se­ banding dengan apa yang dialami oleh Paulus ketika dia mengabarkan Injil. Kami yakin, pengalaman kami ini akan menjadi satu nyanyian kemenangan yang ka­ mi akan nyanyikan nanti di dalam kerajaan surga. Penginjilan melalui literatur, telah memenangkan ribuan jiwa setiap tahun dan mereka yang menerima kebenaran oleh menyelidiki literatur, iman mereka akan lebih kokoh tetap setia di dalam kebenaran. Ka­ mi berharap dengan contoh ini akan memberikan se­ mangat kepada para anggota jemaat agar dapat mela­ kukan hal yang sama. Pastikan bahwa umat Tuhan, tua atau muda, laki-laki atau perempuan semuanya dapat menginjil melalui Literatur. n —Dilaporkan oleh Pdt. Saiman Saragih, Dir. Penerbitan Konferens DKI Jakarta & Sekitarnya.

06 - 2013 | Adventist World

41


DARI INDONESIA

Sehat itu Pilihan, Bukan Kebetulan Seminar Kesehatan Jemaat Yosodipuro, Solo

B

agaikan bangsa Israel yang berkali-kali diingatkan dan ditegur Tuhan, mungkin demikian pula yang terjadi pada Jemaat GMAHK Yosodipuro sebagai Is­ rael rohani. Kali ini bukan sekadar mengenai iman dan ke­ selamatan, tapi templakan ini mengenai memelihara bait Allah, yaitu tubuh jasmani tiap anggota jemaat. Seminar kesehatan kembali digelar oleh departemen kesehatan yang dipimpin oleh Ibu Andrini Budiono sebagai salah satu pro­ gram kerja di tahun 2013. Ibu Liong Pit Lin yang dikenal sebagai konsultan pola hidup sehat dan aktif di Chinese Ministry Center Jakarta da­ tang ke Solo untuk memberikan 3 hari pelayanan di Jemaat Yosodipuro, dimulai pada kebaktian vesper 12 April 2013 sampai dengan Minggu sore 14 April 2013. Di sela-sela jad­ walnya yang padat dalam pelayanan, beberapa radio ibuko­ ta dan channel TV HCBN, beliau menyempatkan diri un­ tuk membagikan hikmat Tuhan dalam menjalankan pola hidup sehat dan komitmen dalam pelayanan kesehatan. Seminar dan pelayanan Ibu Liong Pit Lin semakin menyen­ tuh ketika di saat khotbah hari Sabat, beliau memaparkan ke­ saksian hidupnya dari saat ia mengenal kebenaran, perjuangan mengenyam pendidikan, jenjang jabatan yang ia raih sebagai wanita karier yang sibuk, sampai ketika ia terbaring sakit 3 ta­ hun lamanya karena menderita 3 jenis penyakit kanker. Namun walau raganya tak setegap dulu, tapi daya tahan tubuh dan se­ mangat untuk melayani pekerjaan Tuhan tak pernah sebugar sekarang. Kanker yang sudah beliau kalahkan adalah mukjizat Tuhan dan karena menjalankan pola hidup sehat. Kesembuhan dan hikmat yang sudah beliau terima, bukan hanya dibagikan da­ lam seminar, tapi juga dipraktikkan dalam acara simple & healthy cooking class yang diadakan di aula GMAHK Yosodipuro

pada hari Minggu pagi. Praktik membuat tahu yang mudah dan tanpa pengawet, begitu juga cara memasak sayur-sayuran yang sehat dan praktis, maupun menghitung porsi sayur, buah dan kacang-kacangan yang menjadi asupan makanan dalam sehari, sungguh membukakan mata jemaat dan para undangan yang hadir, bahwa kesehatan yang kita peroleh bukanlah kebetulan, tapi merupakan pilihan yang kita ambil dalam kehidupan se­ hari-hari. Jadi, apa yang Anda pilih menjadi menu Anda setiap hari? Sudah idealkah jumlah makanan sehat yang Anda pilih untuk dimasukkan ke dalam tubuh setiap hari? Mari kita mulai pola hidup sehat dari sekarang! n

—Dilaporkan oleh Eunike Sabatina R., Dept. Komunikasi GMAHK Yosodipuro.

Sabat Pertemuan Lima Jemaat Wilayah Manado Selatan

S

abat yang sangat istimewa pada tanggal 6 April 2013 dimana merupakan ibadah pertemuan jemaat-jemaat Wilayah Ma­ nado Selatan yang terdiri dari 5 jemaat yaitu Jemaat Pineleng, Winangun, Batukota, Karombasan Selatan, Aertrang. Pada hari tersebut diundang juga para direktur dan pembina kepanduan dari Jemaat Ranotana yang merupakan jemaat induk di wila­ yah Manado Selatan. Bapak Teddy Manueke yang merupakan Ketua Yayasan Nu­ santara yang bergerak dibidang penginjilan dalam pendidikan turut hadir juga pada ibadah pertemuan wilayah bersama istri

42

Adventist World | 06 - 2013

dan anak-anak. Bapak Teddy mengisi jam pelayanan perorang­ an di mana beliau menekankan tentang peranan penting ang­ gota GMAHK dalam mengadakan penginjilan lewat pendidik­ an, kesehatan, maupun dalam bidang pemerintahan. Sebagai pengkhotbah pada ibadah Sabat siang adalah Bpk. Johannes Victor Mailangkay anggota Jemaat Ranotana yang keseharian­ nya bekerja sebagai anggota DPRD Propinsi Sulawesi Utara. Ju­ dul khotbah yang dibawakan tentang “Pilihan yang Menang.” Dimana penekanan Firman Tuhan yang dibawakan adalah ba­ gaimana Tuhan Allah merencanakan rancangan yang indah di


setiap kehidupan kita tapi pilihan untuk merasakan ran­ cangan tersebut ada di tangan kita. Rasa kekeluargaan antar jemaat sangat terasa ketika se­ lesai kebaktian sabat siang dilanjutkan dengan makan ber­ sama. Selama ibadah dari pagi sampai sore hari para ang­ gota jemaat dihiburkan dengan nyanyian merdu dari para penyanyi gereja di Kota Manado. Selesai seminar, para MG wilayah mengisi waktu dengan mensosialisasikan hasil ke­ putusan Konvensi MG ke-II UKIKT yang baru saja selesai pada akhir bulan Maret. Seluruh kebaktian sepanjang hari Sabat pun ditutup dengan renungan tutup Sabat. Dimana dalam renungan­ nya Bpk. Victor mengimbau para jemaat untuk menghi­ dupkan kasih pengajaran Yesus bukan hanya pada hari ke­ tujuh saja tetapi selama 7 hari. n —Dilaporkan oleh Pietra Hadibrata, Sekretaris Wilayah Manado Selatan.

Tour Master Guide Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur (UKIKT)

P

ada hari Minggu tanggal 24 Maret 2013 bagian kepemu­ daan Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur mengada­ kan kegiatan tur yang merupakan bagian dari acara Kon­ vensi MG ke-II se-UKIKT yang dilaksanakan di Manado. Sete­ lah mengikuti hari-hari yang melelahkan dalam kegiatan kon­ vensi maka pada hari tersebut para peserta konvensi diajak oleh para panitia untuk menikmati indahnya pemandangan alam maupun buatan yang tersebar di Kota Manado, Kota Tomohon maupun Kabupaten Minahasa Selatan. Lokasi pertama yang dituju oleh para peserta adalah Kawas­ an Bukit Doa Mahawu, yang berada di Kota Tomohon. Objek wisata di tempat ini mempunyai daya tarik yaitu gedung chapel yang unik dengan mendapati panorama Kota Manado dengan

latar belakang laut dengan hamparan Pulau Bunaken, Manado Tua dan Siladen. Objek wisata yang kedua adalah Klenteng To­ mohon yang dengan mempunyai nuansa pemandangan gu­ nung Lokon. Para peserta juga diajak melihat-lihat pembuatan rumah adat Minahasa yang berada di wilayah Woloan, Tomo­ hon. Kemudian para peserta diajak ke Bukit Kasih Kanonang yang tidak jauh dari kampus 1000 Misionary, Tompaso. Di sini para peserta tour disuguhkan dengan keindahan bukit yang mengeluarkan belerang di antara monumen tinggi Bukit Kasih di mana monumen tersebut memiliki 5 sisi, dan setiap sisinya mewakili satu agama di Indonesia. Perjalanan tur selanjutnya para peserta singgah di Desa Pulutan Remboken, kira-kira seki­ tar 5 kilo meter dari Danau Tondano. Di sana para MG de­ ngan sukarela membagikan berkat mereka melalui sum­ bangan untuk pembangunan gereja Advent yang merupa­ kan satu-satunya gereja kita di desa tersebut. Dan objek wi­ sata yang terakhir yaitu Monumen Tuhan Yesus Memberkati yang merupakan salah satu patung Tuhan Yesus tertinggi di dunia yang terletak di wilayah Selatan Kota Manado. Selama kegiatan konvensi banyak ketegangan yang terja­ di dari para peserta kegiatan, tetapi dengan adanya kegiatan tur ini para MG yang beberapa hari sebelumnya dihadapkan dengan perbedaan-perbedaan kini dipersatukan dengan rasa kekeluargaan melalui kegembiraan dan canda tawa selama tur. n —Dilaporkan oleh Jotje Brandt, panitia kegiatan.

06 - 2013 | Adventist World

43


DARI INDONESIA

Big City Evangelism di Medan Daerah Sumatera Kawasan Utara (DSKU)

M

emasuki tahun ketiga dalam perio­ de pelayanan 2011-2015, Kota Medan yang dijadikan sebagai tu­ juan Big City Evangelism oleh Uni Indonesia Kawasan Barat (UIKB) kembali mengada­ kan penginjilan lewat KKR pada tanggal 28 April-4 Mei 2013. KKR berlangsung pada tujuh distrik di seluruh Kota Medan yang di­ layani oleh officers dan pemimpin departe­ men UIKB dan dibantu oleh Officers dan pe­ mimpin departemen kantor DSKU. Tentu semua tim pelayanan ini dibantu dan didukung oleh para penatua jemaat dan anggota jemaat se-Kota Medan yang sangat terlibat dalam mensukseskan penginjilan ini, bahkan jauh sebelum pelaksanaan KKR te­ lah melakukan pelayanan-pelayanan dan pendekatan kepada masyarakat di Kota Me­ dan. Di semua titik KKR berlangsung dengan baik dan anggotaanggota jemaat terlibat dalam membawa tamu-tamu, sehingga dari malam ke malam Firman Tuhan disajikan dengan berse­ mangat oleh para pembicara. Pada hari Sabat saat penutupan, ketujuh distrik di Kota Me­ dan ini mengadakan kebaktian gabungan di Gedung Pertemu­ an Advent, Jalan Air Bersih, Medan. Anggota-anggota jemaat bersama para tamu KKR dan para calon baptisan memenuhi gedung berkapasitas 1.500 orang ini, bahkan sebagian harus mengambil tempat di bagian luar gedung. Acara kebaktian ber­ jalan dengan baik dan hamba Tuhan Pdt. Dr. J.S. Perangina­ ngin menyampaikan Firman Tuhan dalam jam khotbah yang

membangunkan semangat kerohanian seluruh jemaat. Pada saat panggilan baptisan yang terakhir diadakan untuk pernyataan janji baptisan, ada 113 orang yang berdiri menyata­ kan imannya kepada Yesus dan memberi diri untuk dibaptis­ kan. Baptisan diadakan di sebuah kolam renang milik anggota jemaat yang juga adalah penatua jemaat di Kota Medan. Setelah makan siang bersama, seluruh jiwa yang telah di­ baptis diberi kenang-kenangan berupa Alkitab dan buku Lagu Sion edisi baru, dan juga kaus yang bertuliskan “Medan City Evangelism” dengan harapan agar jiwa baru ini menjadi murid Yesus yang gemar menyelidiki Firman Tuhan dan menjadi sak­ si-saksi kebenaran. Medan Big City Evangelism 2013 telah berakhir dengan baik dan menjadi puji hormat bagi Tuhan. Namun seluruh umat Tuhan di Kota Medan ma­ sih menaruh harapan un­ tuk tahun depan dalam aca­ ra yang sama yang akan di­ buat lebih baik lagi dan ber­ harap untuk mendapat tu­ aian yang lebih banyak lagi. Mari kita doakan agar semangat penginjilan umat Tuhan di kota Medan selalu berkobar dan semakin ba­ nyak yang terlibat. n —Dilaporkan oleh Pdt. Des Han Lingga, Dir. Komunikasi DSKU.

44

Adventist World | 06 - 2013


Retret dan Shepherding Konferens Jawa Kawasan Timur (KJKT)

P

uji syukur kepada Tuhan, acara shepherding dan retret para pelayan seKonferens Jawa Kawasan Timur, 9-12 Mei 2013 di Rumah Retreat Sawiran Nongko­ jajar, Pasuruan, Jawa Timur telah berjalan baik dan sungguh berkesan dan menguat­ kan semangat pelayanan oleh karena sela­ in tempatnya yang nyaman, indah dan ba­ ik, juga materi bahasan yang luar biasa da­ ri tujuh pembicara intidari Divisi Asia Pa­ sifik Selatan, yakni Sekretaris Asosiasi Ke­ pendetaan, Pdt. H.E. Sinaga; Direktur Global Misi Pdt. Dough Penn; Ketua Uni Indonesia Kawasan Barat Pdt. J.S. Perangina­ ngin; Sekretaris Asosiasi Kependetaan Uni Indonesia Kawasan Barat, Pdt. Edison Pandjaitan; Direktur Shepherdess Uni Indo­ nesia Kawasan Barat Ibu Linda Peranginangin; Ibu Vinenda Pandjaitan dari Jakarta; Bapak Paulus Sentana dari Surabaya. Dalam khotbah Sabat hamba Tuhan Pdt. J.S. Peranginangin menekankan agar semua pendeta dan istri bahkan semua pe­ kerja dapat meningkatkan martabat sebagai hamba Tuhan. Selain para pendeta dan istri dan pekerja lainnya mendapat­

kan materi yang luar biasa, juga anak-anak pendeta/pekerja mendapatkan materi dan arahan yang luar biasa dari pembica­ ra. Kegembiraan yang luar biasa ketika diadakan acara malam minggu dan rekreasi minggu pagi dan pelayanan Healing Way dari SLAPUR membuat kesegaran pikiran dan jasmani (kese­ hatan) bagi para pekerja dan keluarga. n —Dilaporkan oleh Pdt. Ranap Situmeang, Sekretaris Asosiaso Kependetaan KJKT.

Pelatihan Misionaris Medis Di Kampus Universitas Klabat

S

ejak bulan November 2012, telah dibuka pelatihan medical missionary di kampus Universitas Klabat (UNKLAB). Pro­ gram pelatihan ini akan dibuka setiap semester. Kurikulum yang digunakan dalam pelatihan satu semester ini, merupakan kurikulum yang digunakan dalam pelatihan satu bulan medical missionary Indonesia. Kurikulum satu bulan ini dipakai dalam pelatihan sepanjang satu semester dengan menggunakan hari Sabat, Minggu dan libur sekolah. Tempat pelatihan untuk kegi­ atan ini adalah kampus UNKLAB dan kampus Eden Way Wellness Center (EWWC). Pada tanggal 29-31 Maret 2013, tepatnya long week end di

kampus UNKLAB, para peserta pelatihan medical missionary menggunakan kesempatan ini untuk mengikuti pelatihan di kampus EWWC. Mereka datang pada hari Jumat siang, dan langsung mengikuti materi yaitu God’s Healing Program. Pada hari Sabat pagi sampai tutup Sabat, mereka mempelajari materi tentang Christian Living. Setelah berdoa pada Minggu subuh, kelas dilanjutkan de­ ngan Healthy Cooking. Peserta diberikan dasar-dasar dan con­ toh resep masakan sehat dan masakan yang berfungsi untuk menyembuhkan penyakit. Setelah praktik masak dan kemudian sarapan pada pagi itu, mereka mengikuti kelas tentang Prinsipprinsip Dasar Pengobatan Alami. Sete­ lah makan siang pada hari Minggu, para peserta yang berjumlah 19 orang ini kembali ke kampus UNKLAB. Kegiatan ini dilakukan sepanjang se­ mester. Pada pelatihan ini, selain materi kesehatan dan kerohanian, peserta juga akan mengadakan beberapa kegiatan berupa Health Expo dan Mission Trip. n —Dilaporkan oleh Glen Rumalag, Healing Way Indonesia.

06 - 2013 | Adventist World

45


DARI INDONESIA

Jalan Sehat Dengan Jemaat Batam Mas

M

inggu pagi tanggal 7 April 2013, Jemaat Batam Mas mengikuti acara jalan sehat bersama, yang mana sudah diatur oleh departemen kesehatan yang dipimpin oleh Ibu W. Sitepu. Semua anggota senang dan bergembira bersama mengikuti acara ini mulai dari anak-anak sampai pada orangtua. Sebelum acara di mulai pagi pukul 06.30 WIB, sebelumnya jemaat bersama-sama melakukan acara menara doa bersama di gereja dan setelah selesai menara doa, serentak jemaat berjalan dari gereja menuju Jembatan 1 Barelang, acara ini begitu menarik karena bagi semua peserta yang ikut akan mendapatkan beberapa hadiah yang sudah disediakan oleh panitia baik itu telepon genggam dan DVD player dan lain se-

bagainya. Sempat acara ini terhenti sejenak karena cuaca yang kurang baik, tapi berkat Tuhan dan doa lambat laun hujan pun berhenti dan semua peserta

Kami berterima kasih kepada para penulis setia, dari setiap konferens/ daerah/wilayah di seluruh tanah air Indonesia. Kami ingin agar proses redaksi ma­ jalah Adventist World Indonesia (AWI) yang setiap bulan diterbitkan, yang mana membu­ tuhkan waktu yang sangat ketat dalam prosesnya, dapat dilaksanakan dengan lancar. Untuk itu kami berharap untuk edisi berikutnya, setiap teKS naskah berita yang ka­ mi terima diketik rapi (sesuai misi majalah ini) dalam format ­Microsoft Word/Word Perfect, tanpa ada gambar/foto/image­ di dalam file dokumen tersebut (Karena perlu waktu untuk proses pengeluaran gambar/foto/image dari dalam file teks dokumen tersebut). Gambar/foto/image untuk naskah berita tersebut kami harapkan terpisah dari dalam file dokumen teks naskah berita. Lebih disukai dalam format jpeg tetapi jelas, terang dan jernih serta bere­solusi minimal 640x428 (lebih besar lebih baik). Jika ada keterangan gambar/foto/image yang penulis ingin sertakan, ketiklah keterangannya men­ jadi file name gambar tersebut (dengan cara rename file name gambar tersebut) atau in­ formasikan keterangan gambar tersebut di dalam teks naskah berita tersebut. Maksimal 500 kata. Tim redaksi berhak mengubah tulisan tanpa mengubah isi dan maksud penulis. Berita akan diterbitkan bilamana dilengkapi dengan nama dan alamat pengirim yang jelas. Naskah tidak akan dikembalikan. Walaupun kami berusaha untuk menerbitkan seluruh berita yang masuk, tetapi atas pertimbangan tim redaksi, ada ke­ mungkinan tidak semua naskah berita yang masuk akan diterbitkan. Kirimkan ke: adventistworld_indonesia@yahoo.co.id paling lambat tanggal 15 setiap bulan untuk diterbitkan ke edisi bulan berikutnya. Terima kasih, Tuhan memberkati kita pada waktu kita menyiapkan berita baik yang menguatkan umat Tuhan khususnya di In­ donesia.

46

Adventist World | 06 - 2013

Info Penting! bagi Para Penulis Setia Adventist World Indonesia


WARTA

GEREJA ADVENT “Lihatlah, Aku Datang Segera…”

Misi kami adalah untuk meninggikan Yesus Kristus, mempersatukan umat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di mana saja dalam iman, misi, kehidupan, dan pengharapan. Penerbit Indonesia Publishing House (anggota IKAPI Jawa Barat) Jalan Raya Cimindi 72 Bandung, 40184 Ketua Pengarah J. S. Peranginangin Ketua Bidang Usaha A. Ricky Bendahara S. Manueke Pemasaran S.P. Rakmeni Produksi S. M. Simbolon Pemimpin Redaksi Roy M. Hutasoit Redaksi Pelaksana dan Desain Isi J. Pardede Tim Redaksi R.C.A. Raranta, F. Parhusip, J. Wauran Komunikasi Uni S. Simorangkir, Uni Indonesia Kawasan Barat S. Salainti, Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur

jalan sehat senang dan bergembira berjalan bersama dan sambil diiringi oleh mobil pembantu bagi anak-anak yang merasa lelah dan capek, dan segera dibawa ke mobil bantuan. Sesampainya di lokasi atau di jembatan 1 Barelang, semua peserta sudah disuguhi dengan beberapa menu sarapan pagi dan minuman yang begitu lezat dan enak yang sudah diatur atau disediakan oleh Ibu Deny Papudi dan Ibu R. Simbolon. Semua menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan yang begitu indah seperti laut dan Jembatan Barelang yang menjadi maskot Kota Batam. Semua peserta jalan sehat berfoto bersama di lokasi yang begitu indah di Jembatan Barelang. Penulis juga sangat senang dan salut kepada peserta tertua, Bapak P. Simbolon dan ibu yang juga ikut serta dalam acara jalan sehat bersama Jemaat Batam Mas yang menjadi penambah semangat bagi peserta yang lainnya atau kepada peserta muda-mudi yang ikut di dalam kesempatan ini. Biarlah dengan adanya program ini bisa menambah semangat bagi kita untuk menyatakan bahwa perlu sehat di dalam kehidupan kita khususnya di dalam keluarga kita masing-masing agar kita selalu hidup sehat bersama keluarga dan hanya nama Tuhan yang kita tinggikan. n —Dilaporkan oleh Simson Siallagan, Komunikasi Jemaat Batam Mas.

Komunikasi Konferens/Daerah/Wilayah D. Lingga, Sumatera Kawasan Utara H. Sihaloho, Sumatera Kawasan Tengah V. J. Sinaga, Sumatera Kawasan Selatan A. Sagala, DKI Jakarta dan Sekitarnya N. Serang, Jawa Barat W. Siringoringo, Jawa Tengah R. Situmeang, Jawa Kawasan Timur D. Juniarto, Kalimantan Kawasan Timur J. Sihotang, Kalimantan Barat D. Kana Djo, Nusa Tenggara R. Keni, Minahasa Utara Dj. Muntu, Minahasa F. Kasenda, Bolaang Mangondow-Gorontalo Ch. Muaya, Sulawesi Tengah M. Tandilangi, Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara A. J. Uniana, Maluku F. Macpal, Nusa Utara H. Wambrauw, Papua I. Lisupadang, Luwu Toraja Izin

Departemen Penerangan RI No. 1167/SK Ditjen PPG/STT/1987

Alamat Redaksi Jalan Raya Cimindi 72 Bandung, 40184 Telp. (022) 6030392; Fax. (022) 6027784 Email: adventistworld_indonesia@yahoo.co.id Alamat Pemasaran Tlp/Fax: 022-86062842 Email: sirkulasi_iph@yahoo.com (Sirkulasi) www.iphbdg.org

Redaksi menerima naskah berita dan foto sesuai dengan misi majalah ini, maksimal 500 kata. Tim redaksi berhak mengubah tulisan tanpa mengubah isi dan maksud penulis. Berita akan dimuat bilamana dilengkapi dengan nama dan alamat pengirim yang jelas. Naskah tidak akan dikembalikan. Walaupun kami berusaha untuk memasukkan seluruh berita yang masuk, tetapi atas pertimbangan tim redaksi, ada kemungkinan tidak semua naskah berita yang masuk akan dipublikasikan.

06 - 2013 | Adventist World

47


Kesehatan untuk seluruh Dunia

Sahmyook Foods

Kedelai Baik! itu

S

ahmyook Foods adalah perusahaan makanan sehat milik gereja Advent yang berbasis di Korea. Perusahaan ini memproduksi satu juta minuman kedelai bergizi per hari dan mengekspornya ke 23 negara. Sahmyook Foods sangat berkomitmen untuk mendukung pendidikan Advent di Korea dalam membantu menjaga gereja kita tetap kuat.

Global Healing sahmyook soy milk

Aw indonesian 2013 1006  

AW Indonesian June

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you