Issuu on Google+

War t a G e re j a Ma s ehi Ad v e nt Har i Ke t u j u h

1 1 - 2 01 2

Tahun Persembahan Misi* *Persembahan Sabat Ketigabelas yang secara regular dikumpulkan di seluruh dunia sejak tahun 1912.

14

Penerjemah

Firman Itu

22

Orang Advent

Yahudi

27

Yesus KuasaMengubahkan yang


1 1 - 2012

16

C E R I TA

20 Dia Sanggup dan Dia akan

S A M P U L

Di manakah kita jika tidak ada persembahan itu?

8 Ini Saatnya

P A N O R A M A

Mengerjakan urusan mengenai Bapa Surgawi.

12

R E N U N G A N

Berdiri Tegak

Anda tidak harus selalu melakukan sesuatu.

Oleh Lael Caesar

Datang segera: Sebuah planet Bumi baru yang disempurnakan

22 Orang Advent Yahudi K E H I D U P A N

A D V E N T

Oleh Mark A. Kellner

Bagaimana mereka mempertahankan budaya mereka sambil melayani Mesias mereka.

25 Pertama-tama Orang Yahudi R O H

N U B U A T

Oleh Ellen G. White

14 Penerjemah Firman Itu

P E L AYA N A N

S E D U N I A

D A S A R

100 Tahun Lakukan Persembahan Misi Oleh Eliezer Gonzalez

Oleh Gina Wahlen

K E P E R C AYA A N

Jangkauan keluar kita bersifat semuanya–inklusif.

A D V E N T

Oleh Celeste Ryan Blyden

Mikhail Kulakov, Jr., memimpin satu tim ahli Alkitab dalam menerjemahkan versi baru Alkitab bahasa Rusia.

D E PA R T E M E N TA L 3 L A P O R A N

SEDUNIA

3 Sekilas Berita 6 Fitur Berita

26 P E R T A N Y A A N JAWABAN

Tanda

DAN

ALKITAB

28

PERTUKARAN

32-48 D A R I I N D O N E S I A Warta Gereja Advent

11 K E S E H A T A N S E D U N I A 27 P E L A J A R A N A L K I T A B (WGA) Penyakit Kardiovaskular Kuasa Yesus yang Mengubahkan

www.adventistworld.org Tersedia dalam 13 bahasa secara online

2

Adventist World | 11 - 2012

IDE


Amerika Selatan:

Jangkauan Keluar Advent Sangat Banyak

Melibatkan Anggota

■■ Penginjilan kaum awam adalah fokus dari pertemuan 200 pemimpin gereja di Divisi Amerika Selatan baru-baru ini, yang diselenggarakan di kantor pusat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Brasilia, Ibukota Brasil. Luis Gonçalves, yang mengkoordinasikan pertemuan, mengatakan bahwa salah satu topik diskusi utama kelompok adalah pengembangan pelatihan untuk penginjil awam di semua negara dan wilayah. Tujuan awalnya adalah untuk memberdaya­ kan lebih dari 1.400 orang awam, yang kemudian akan melakukan lebih dari 2.000 program penjangkauan. “Anggota akan terlibat dalam penginjilan dengan cara yang praktis,” kata Gonçalves. Penginjilan tidak terbatas hanya untuk seminar nubuatan dan topik lainnya selama periode waktu yang PEKERJAAN RUMAH: Marcos Alexanditetapkan. Pelatihan ini memiliki dre Martins (kanan) menceritakan babanyak hal yang harus dilakukan degaimana ia menginjili tetangganya. ngan membangun hubungan permanen, bahkan setelah baptisan, dalam konteks pemuridan. Pemuridan adalah apa yang memotivasi Marcos Alexandre Martins, 25 tahun, yang memberikan kesaksiannya di konferensi dalam membuka sesi pada tanggal 28 Agustus 2012. Seiring dengan ibunya, Iolanda, Marcos bertanggung jawab dalam hubungannya dengan psikolog yang baru-baru ini dibaptis ke menjadi anggota Advent. Dalam kata-kata Erton Köhler, Ketua Divisi Amerika Selatan: “Penginjilan bukanlah misi departemen—itu adalah misi gereja.” Di negara Brasil Rio de Janeiro, Minas Gerais, dan Espirito Santo mengatakan hasil pelatihan penginjilan sudah terlihat. Raimundo Gonçalves, yang mengkoordinasikan strategi penjangkauan di wilayah Brasil, menjelaskan bahwa lebih dari 8.000 orang telah dilatih secara langsung atau melalui satelit dalam jangka waktu 18 bulan. “Saya melihat mobilisasi yang lebih besar di gereja-gereja, dan akibatnya baptisan sering terjadi dengan orang-orang yang lebih siap untuk tantangan rohani,” kata Gonçalves. Dua tujuan yang paling menantang bagi gereja Advent adalah mengonfirmasikan kehadiran anggota Advent secara resmi di 389 kota di berbagai negara bagian tersebut dan meningkatkan A S N

H

LAPORAN SEDUNIA

C o u r t e s y

“Tetapi kesehatan Sergio tidak membaik.” anya baris itu saja yang saya masih ­ingat mengenai berita misi pertama yang saya pernah sampaikan di gereja. Ketika saya berusia 10 tahun, guru kelas empat saya entah bagaimana membujuk saya untuk menghafal dan kemudian menceritakan berita misi triwulan, dan—sangat gelisah!—saya menampilkannya di hadapan anggota Sekolah Sabat di jemaat yang besar. Yang paling saya ingat, Sergio masih kecil dan sakit berasal dari Brasil, yang sangat membutuhkan pertolongan medis dari sebuah klinik yang dikelola gereja. Dan sebagaimana saya ingat, saya tidak bisa mengingat bagaimana berita misi membawa pengaruh. Semua yang tersisa dari semuanya adalah kisah menakutkan yang berkata: “Tetapi kesehatan Sergio tidak membaik.” Tidak terkatakan, saya sudah berpikir banyak tentang Sergio selama bertahun-tahun. Setiap kali saya bertemu dengan Sergio dalam perjalanan saya di seluruh dunia— dan ada banyak Sergio—saya bertanya pada diri sendiri, “Mungkinkah ini dia? Apakah ini anak laki-laki dari cerita misi 40 tahun yang lalu yang kesehatannya sedang tidak membaik?“ Saya bukan satu-satunya orang yang dipengaruhi oleh peristiwa cerita misi dari pergerakan misi di seluruh dunia. Seperti yang Anda akan ketahui dari cerita sampul bulan ini, “100 Tahun Persembahan Misi,” jutaan orang Advent di seluruh dunia selama 100 tahun telah menemukan inspirasi, motivasi, dan proyek-proyek yang layak untuk mendukung dalam menceritakan cerita misi dengan warna tertentu dan kekhasannya. Persembahan Sabat Ketigabelas—harta karun yang dinantikan untuk mendorong misi gereja—telah membangun banyak sekolah, gereja dan seminari dan percetakan— dan rumah sakit bahkan mungkin salah satu rumah sakit di mana Sergio sapat bantuan. Berdoalah saat Anda membaca edisi Adventist World bulan ini. Berdoalah untuk hati yang masih berusaha mengetahui bagaimana cerita misi akhirnya diselesaikan, dan untuk hati seseorang yang oleh kasih karunia menjadi murah hati. Oleh kasih karunia Allah, dan karena Anda terus peduli, Sergio akan membaik.

P h o t o

Berita Misi yang Tidak Terselesaikan

Bersambung ke halaman berikutnya

11 - 2012 | Adventist World

3


LAPORAN SEDUNIA mempromosikan dunia Kristen yang relevan, menarik, dan masuk akal. Diproduksi oleh AMN, seri ini telah menerima sejumlah penghargaan film, termasuk dua perhargaan bergengsi Cine Gold Eagles. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.beyond.info. —Dilaporkan oleh Jared Madden dan Kent Kingston, Divisi Pasifik Selatan.

Pasifik Selatan: Konferens Setempat Mengajar BWA dalam Membagikan Iman Mereka

C o u r t e s y

S P D

■■ Ratusan pemimpin BWA dari seluruh Pasifik Selatan telah diberdayakan untuk menyebarkan Injil melalui sebuah konferensi sedunia pertama yang diadakan di Brisbane, Australia. Setiap negara di Divisi Pasifik Selatan (SPD) memiliki perwakilannya pada Konferensi BWA yang bertemakan “Touch a Heart, Tell the World” ini. Dengan total 630 peserta dan di dalamnya termasuk 230 para wanita dari Papua Nugini, delegasi terbesar yang hadir. Diselenggarakan oleh Departemen BWA SPD, konferensi ini adalah yang

4

Adventist World | 11 - 2012

■■ Raja Tonga adalah penerima pertama yang sangat bersyukur karena telah menerima seri DVD Beyond: The Search di kepulauan Pasifik. King Tupou VI, seorang anggota gereja Free Wesleyan, telah diberikan DVD set Beyond saat perayaan resmi hari kelahirannya. Paula Moimoi Latu seorang warga Tonga, yang bekerja untuk sanitarium kesehatan dan kesejahteraan di Tuggerah, Australia, memberikan hadiah tersebut. Hadiah tersebut menimbulkan minat yang besar di pers lokal dan masyarakat. Lebih dari 400 pesanan DVD telah datang dari Tonga, menurut Adventist Media Network (AMN). Beyond: The Search adalah 14 bagian seri dokumenter yang menampilkan kisah-kisah dari seluruh dunia yang

S P D

Tonga: Raja Menerima DVD Pekabaran Advent

C o u r t e s y

upaya penginjilan di perkotaan kaya raya seperti Rio Grande (wilayah metropolitan Rio de Janeiro), dengan lebih dari 6 juta penduduk. Di Buenos Aires, Argentina, tantangannya sangat besar juga, sebagaimana dibuktikan oleh David Del Valle, koordinator penginjilan. Salah satu strategi adalah untuk merekrut 3.000 relawan muda (Calebs) yang akan memberikan pelajaran Alkitab, memelihara persahabatan, dan memberikan kontribusi untuk memperkuat kelompok-kelompok kecil. Del Valle dan timnya sedang bekerja dengan sangat giat untuk jangkauan seluruh kota pada tahun 2013, yang melaksanakan hingga 187 minggu penyebaran pekabaran. “Kami juga membangun empat gereja baru di Buenos Aires, serta sekolah bagi penginjil awam dan pendeta distrik,” tambahnya. —dilaporkan oleh Felipe Lemos, staf ASN.

P h o t o

P h o t o

PAS BAGI SEORANG RAJA: Raja Tupou VI dari Tonga menerima satu set DVD yang diproduksi oleh Australia Adventist Media Network.

PARTISIPAN KONFERENSI: Sarah Aratia, Direktur BWA di Cook Islands, salah satu dari sekian banyak partisipan dalam acara pelayanan kaum wanita.


N e w s

■■ Portia Simpson Miller, Perdana Menteri Jamaika, menerima gelar kehormatan dari Universitas Northern Caribbean (NCU) saat wisuda 2012 di kampus utama di Mandeville, Jamaika. Perdana menteri menerima gelar doktor honorer dari pelayanan publik saat acara wisuda pertama, di mana dia adalah pembicara utama. “Saya berterima kasih untuk pemberian gelar Doktor Honorer Pelayanan Publik, yang saya terima dengan kerendahan hati dan berdedikasi untuk rakyat Jamaika, kepada siapa saya telah mendedikasikan sebagian besar hidup saya.” Dia menambahkan, “Alkitab mengatakan bahwa kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi, dan NCU, sebelumnya West Indies College, telah menyalakan sebuah mercusuar, terang pendidikan mengkilap yang memiliki lebih dari 100 tahun kontribusi di bidang pendidikan.” Perdana menteri juga menggunakan kesempatan untuk memuji gereja Advent atas kontribusinya terhadap pembangunan bangsa. “Saya menyampaikan penghargaan secara bangsa dan berterima kasih kepada Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dengan yang lebih dari seperempat juta anggota di Jamaika atas kontribusi luhur Anda untuk pengembangan, pendidikan spiritual, ekonomi, dan sosial masyarakat kita dan bangsa kita.” Sementara ia menekankan nasihat kepada lebih dari 500 wisudawan, perdana menteri menantang mereka untuk tidak melupakan orangtua mereka ketika mereka menaiki tangga kesuksesan. “Saya memuji para ibu dan ayah yang rela melupakan topi gereja atau baju baru atau perabotan baru untuk menjamin pendidikan Anda. Anda tidak boleh lupa kontribusi mereka dalam memastikan

N e t w o r k

Jamaika: Universitas Advent Memberikan Gelar Doktor Honorer kepada Perdana Menteri

A d v e n t i s t

pertama dari jenisnya, menurut direktur departemen, Erna Johnson. “Ini yang pertama bagi pelayanan wanita di seluruh dunia,’’ katanya. “Mereka telah melakukan retret sebelumnya, tetapi tidak pernah sebuah konferensi untuk menunjukkan perempuan bagaimana melakukan jangkauan. “Seluruh alasan untuk konferensi adalah untuk mengajarkan para wanita, pertama-tama untuk memiliki hubungan [dengan Allah] dan mempelajari Alkitab untuk diri mereka sendiri, kemudian untuk dapat berbagi dengan orang lain.” Berbagai pembicara tamu termasuk Direktur BWA GC, Heather-Dawn Small; Kendra Haloviak Valentine, Associate Professor Perjanjian Baru La Sierra University (Kalifornia) dan Ketua Divisi SPD Barry Oliver. Serangkaian lokakarya diadakan sepanjang akhir pekan dengan topik-topik seperti pemuridan anak, penginjilan persahabatan, karunia rohani, dan kepemimpinan. Persembahan Sabat telah dikumpulkan lebih dari 9.000 dolar Australia yang akan mendukung pelayanan bagi remaja putri dan perempuan muda seperti menerbitkan Majalah Gigi. Penutupan acara pada Sabtu malam ditekankan tantangan/komitmen bagi para wanita untuk pergi keluar dan membagikan Injil setelah mereka kembali ke komunitas mereka. Johnson mengatakan fakta yang menyedihkan adalah bahwa banyak wanita di seluruh Divisi Pasifik Selatan berpikir bahwa mereka tidak memiliki apa-apa untuk berkontribusi pada gereja. “Mereka adalah para wanita yang mampu, mereka memiliki karunia dan talenta yang akan meningkatkan pelayanan gereja,” katanya. “Tujuan saya selalu untuk membantu para wanita menyadari potensi mereka. Saya akan mendorong mereka untuk melakukan penjangkauan, dan saya akan mendukung mereka sebanyak yang saya bisa.’’ —dilaporkan oleh Tracey Bridcutt, Divisi Pasifik Selatan.

DIHORMATI: Yang Terhormat Perdana Menteri Jamaika, Portia Simpson Miller, menerima gelar Doktor Honorer Pelayanan Publik dari Trevor Gardner, Ketua Universitas Karibia Utara—yang dioperasikan oleh gereja Advent, saat acara wisuda pada 12 Agustus. Universitas ini terletak di Mandeville.

bahwa Anda berada di sini hari ini, “kata Simpson Miller. Yang mulia Audrey Marks, mantan duta besar Jamaika untuk Amerika Serikat, menjadi pembicara kedua dan juga diberi gelar Doktor Honorer Pelayanan Publik. —dilaporkan oleh Nigel Coke, Divisi InterAmerica.

Filipina: Para Perawat Advent Memperoleh Penghargaan Tertinggi

■■ Advent Manila Medical Center (MAMC) telah menjadi pemenang dalam Rachell Allen Nursing Quiz Show 2012 kedua, sebuah acara yang disponsori oleh perusahaan pengujian keperawatan. Para perawat: Jamill Prieto, Weanne Estrada, dan Cherianne Cosejo mengalahkan tim lain untuk memenangkan kompetisi di University of the Philippines Film Institute di Quezon City. Acara ini menguji sekian banyak perwakilan institusi medis dalam berbagai spesialisasi keperawatan. Selain mempe-

Bersambung ke halaman berikutnya

11 - 2012 | Adventist World

5


LAPORAN SEDUNIA Oleh Corrado Cozzi, Divisi Euro-Afrika

roleh piala bagi pemenang dalam kategori perawat, para pemenang mendapatkan beasiswa ke Rachell Allen Nursing Review Center, hadiah uang tunai dan produk dari sponsor. Manila Adventist Medical Center and Colleges, sebelumnya Manila Sanitarium dan Rumah Sakit, adalah pusat akademis medis tingkat IV tertier terletak di Kota Pasay, Metro Manila. Rumah sakit tersebut adalah lokasi pembelajaran utama untuk Universitas Advent Manila. MAMC juga sebagai rumah sakit pelatihan bagi dokter spesialis bedah, anestesi, penyakit dalam, pediatrik, kebidanan, dan ginekologi. Rachell Allen Reviewers, di Amerika Serikat, merupakan pusat kajian internasional yang dirancang untuk membantu para perawat dalam persiapan mereka untuk menghadapi ujian lisensi seperti Commission on Graduates in Foreign Nursing Schools dan National Council Licensure Examination. —dilaporkan oleh Gay Deles, via Adventist News Network.

Orang Advent Bertemu di:

Gereja

Waldensia

Konvensi pelayanan kaum

K e nn e t h

A

Ian

PERAYAAN KEMENANGAN: Tim pemenang dan pendukung dari Manila Adventist Medical Center.

Divisi Euro-Afrika:

6

Adventist World | 11 - 2012

khir musim panas—30 Agustus-2 September 2012— adalah awal dari musim untuk inspirasi bagi hampir 400 orang Advent dari seluruh Divisi Euro-Afrika (EUD), sebagai peserta untuk pertama kalinya di wilayah ini konvensi pelayanan kaum awam berkumpul di sebuah gereja Waldensian di Bobbio Pellice, Italia. Orang Advent dan yang lainnya menganggap orang Waldensia sebagai orang Kristen yang pertama kali yang memelihara Sabat hari ketujuh. Para peserta datang dari Austria, Bulgaria, Republik Ceko, Perancis, Jerman, Portugal, Spanyol, Slovakia, dan Swiss, serta Italia. Ted N.C. Wilson, Ketua General Conference; istrinya, Nancy; Direktur Adventist Mission Gary Krause; dan para pemimpin divisi adalah tamu di acara tersebut, namun di tengah panggung disediakan tempat khusus untuk anggota awam itu sendiri. “Tujuan utama dari acara ini adalah untuk berbagi kesaksian pada penginjilan yang dialami oleh kaum awam di negara setempat,” kata Paolo Benini, direktur pelayanan perorangan untuk Divisi Euro-Afrika dan penyelenggara acara tersebut. Tiga menit presentasi dialokasikan untuk setiap proyek kaum awam. Setiap negara menampilkan sebuah laporan yang disajikan dari program dan proyek utama yang didukung oleh anggota gereja di negara tersebut. Presentasi berpusat pada cara inovatif jangkauan ke Eropa yang sebagian besar “postmodern” dalam pandangan filosofisnya. Kata salah seorang delegasi, “Aku akan pulang dengan banyak ide-ide, dan dengan pertolongan Tuhan, saya akan dapat memberikan beberapa ide untuk digunakan.” Peserta muda, Gabriele Taddei menambahkan, “kesaksian kaum awam ini telah menyemangati dan menginspirasi; sangat


P h o t o s

C o u r t e s y

o f

EU D C O M

Kiri atas: Suasana luar gereja Waldensian di Bobbio Pellice, Italia, di mana ratusan orang Advent dari Divisi Euro-Afrika berkumpul untuk konferensi pelayanan kaum awam. Kiri bawah: DOA: Ketua Divisi, Bruno Vertallier (kanan) berdoa bersama Ketua GC, Ted NC Wilson dan Nancy Wilson. Kanan: IBADAH PAGI: Peserta menjawab panggilan untuk melayani saat konvensi pelayanan kaum awam.

awam menghormati para pionir pemelihara Sabat mendorong untuk melihat bagaimana Tuhan bekerja melalui umat-Nya di seluruh Eropa. Berbagi pengalaman memberikan kami kesempatan tidak hanya untuk mengetahui apa yang terjadi di negara-negara lain, tetapi juga untuk mendapatkan ideide baru demi penginjilan.“ Krause berbagi laporan mengenai penanaman gereja dan gambaran Misi Global. Dalam salah satu presentasinya, Taddei mencatat, “ia menunjukkan klip tentang pasangan dari Atlanta dengan tiga anak yang pindah ke lingkungan kota yang berbahaya. Mereka menggunakan metode Yesus untuk menjangkau orang, berbaur dengan mereka, dan melayani kebutuhan mereka; kata-kata mengenai misionaris benar-benar menggugah saya.“ (Untuk membaca laporan yang terbit di Adventist Review, kunjungi: to: http://www.adventistreview.org/issue.php?issue= 2011-1528&page=16.) Christian Altin, peserta muda yang lain, menghadiri lokakarya berjudul “Penciptaan dan Penginjilan.” Dia berkata, “Dapatkah kita percaya pada evolusi tanpa mempengaruhi iman kita? Apakah orang banyak memiliki keingintahuan dalam penciptaan? Apakah ada sesuatu yang terjadi untuk menyajikan isu-isu ini kepada publik dengan cara yang menawan? Lokakarya ini menarik perhatian mereka yang hadir karena pembicara berbagi pengalaman menarik tentang bagaimana masing-masing dari mereka membawa isu penciptaan kepada publik.“ Presentasi pekabaran kesehatan diterima dengan baik di kota Torre Pellice dan Bobbio Pellice. Uni Rumania menampilkan sebuah “bus kesehatan,” yang menarik yang dibuat hanya untuk pameran kesehatan, mengingatkan kita bahwa memang tangan kanan penjangkauan Advent adalah pekabaran kesehatan. “Saya mengenal program ini, saya mengenal para tamunya,

tapi ketika mata saya memandang pegunungan yang indah dan jalan-jalan berbatu kecil di Bobbio Pellice, hal itu membuat saya berpikir kembali bahwa dulu, batu-batu ini melindungi kebebasan beragama, di sini di Italia,” kata Salvatore Cutrona. “Saya telah menemukan bahwa sangat tepat untuk memiliki pertemuan ini di sini, di lembah Waldensia, terutama setelah pekabaran oleh Pendeta Wilson yang dibagikan mengenai kebangunan rohani dan reformasi.” Hal ini adalah jenis pertemuan yang memberikan kesempatan berkomunikasi antara gereja dan anggota awam yang terlibat dalam pelayanan perorangan. Seperti kata Wilson: “Para pemimpin gereja tidak dapat melakukan semuanya sendiri.” “Tuhan telah baik kepada kita di Bobbio Pellice, mengirimkan lebih dari 400 saksi dari negara-negara di Eropa yang berbeda khusus datang ke lembah Waldensia, begitu banyak kesaksian mengenai kenangan kesetiaan mereka dami membawa kebenaran Alkitab,” kata Bruno Vertallier, Ketua EUD. Bersama dengan ratusan peserta, dalam acara tersebut ada hal yang menarik perhatian mengenai satu outlet media yang signifikan: L’Osservatore Romano, surat kabar harian resmi Tahta Suci di Roma, menerbitkan sebuah laporan dari hampir 1.000 kata mengenai pertemuan orang Advent dan mengomentari disiplin dan semangat penginjilan dari para peserta. Hal ini bukanlah yang pertama kalinya untuk membicarakan hal yang baik mengenai orang Advent: Setelah gempa bumi tahun 2011 di Jepang, L’Osservatore Romano mencatat reaksi orang Advent di sana dan komentar Pendeta Wilson dalam memberi motivasi bagi para korban. —dilaporkan oleh staf Adventist World dengan beberapa tambahan.

11 - 2012 | Adventist World

7


S

A

N

A

H i l a

S h a k e d

o

f

SEDUNIA

P h ot o

C

o

u

r

t

e

s

y

PA N O R A M A

Oleh Ted N. C. Wilson

GUNUNG KARMEL BUNTUNG: Sebuah kebakaran hutan baru-baru ini membawa kepulan asap yang terlihat bahkan dari angkasa luas; merefleksikan bukan hanya jawaban kemuliaan Allah atas doa Elia, tetapi juga sebuah pandangan Ilahi terhadap kesetian Elia.

Ini Saatnya

Melakukan Pekerjaan Bapa Surgawi Artikel ini diadopsi dari sebuah khotbah tanggal 11 Agustus 2012, di Konvensi Internasional Adventist-laymen’s Services and Industries (ASI) di Cincinnati, Ohio. Kata-kata gaya khotbah secara lisan telah disingkirkan. —Editor

A

pakah Anda percaya bahwa inilah saatnya untuk melakukan hal mengenai urusan Bapa surgawi?

Kita adalah manusia hasil perjanjian, diminta untuk membagikan secara langsung pekabaran kasih Kristus yang berharga dan kedatangan-Nya yang segera ke dunia ini. Kita tahu bahwa hal ini adalah pergerakan Advent milik Allah; ini adalah gereja sisa-Nya; ini adalah pekabaran tiga malaikat-Nya; dan pekabaranNya kepada dunia adalah pekabaran yang kita proklamasikan. Tapi apakah kita benar-benar percaya hal ini? Satu-satunya keselamatan kita adalah dalam Firman Allah. Apakah Anda percaya? Anda tahu

8

Adventist World | 11 - 2012

inilah saatnya, sekarang saatnya untuk berdiri dan berbicara mengenai kebenaran—dalam kasih—tapi berbicara tentang kebenaran! Yesus akan segera datang! Mari kita secara singkat melihat kisah Elia orang Tisbe—individu yang sangat rendah hati, pembaru, pria sederhana, orang yang terus terang yang memiliki beban bagi Israel. Elia berdoa kepada Tuhan untuk mengubah arah pikir Israel, dan Tuhan menjawab doanya. Doa dan Pekabaran Elia

Elia tahu kebenaran penting pada saatnya dan sepanjang zaman: Kuasa Doa sangat kuat. Allah dapat melakukan halhal luar biasa karena Anda mengundang Dia untuk mengubah arah apa pun yang

Anda atau gereja hadapi. Jangan mengucilkan kekuatan doa. Tidak peduli apa yang kita lalui, atau apa yang kita mungkin hadapi; tidak peduli di mana kita harus berdiri untuk kebenaran, Tuhan akan melihat gereja ini dapat melaluinya! Doa adalah perlindungan yang berkuasa menangkal rencana berbahaya Iblis. Setelah Elia berdoa, ia siap untuk memberikan pesan khusus untuk raja. Meskipun “Ahab melanjutkan bertindak demikian, sehingga ia menimbulkan sakit hati TUHAN, Allah Israel, lebih dari semua raja-raja Israel yang mendahuluinya.” [1 Raja-raja 16:33], Elia tidak takut. Nabi tersebut berjalan langsung menuju istana. Melewati para penjaga keamanan, ia tidak memberikan pembelaan oleh karena ia masuk istana atau permintaan maaf karena datang tanpa pemberitahuan lebih dulu, karena ia tahu ia sedang menjalankan misi Allah.


Melangkah langsung ke hadapan raja, Elia menyatakan: “Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.” [1 Raja-raja 17:1]. Lalu ia pergi menghilang. Mereka yang di dalam maupun di luar istana kerajaan segera mendengar nubuatan nabi tersebut, dan mereka me­ ngolok-olok Nabi Allah. “Ah, apa yang Elia tahu? Selalu turun hujan kok; akan ada hujan,” ejek mereka. Sama seperti saat ini, ada banyak orang skeptis dan sinis. Jadi, mulailah dengan pemahaman ini, saudara-saudara: Saat Anda memberitakan pesan Elia saat ini, Anda akan ditertawakan—siaplah untuk itu. Terima kasih pada Tuhan dan klaimlah Matius 5:11, 12: “Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

hati tetapi berani. Perhatikan bagaimana konfrontasi yang dramatis ini terungkap: Ahab mengajukan pertanyaan yang paling menarik: “Engkaukah itu, yang mencelakakan Israel” [Ayat 17]. Itu adalah pertanyaan yang sangat aneh. Allah telah mencoba untuk mengubah Israel, untuk mereformasi bangsa itu, untuk mengubah umat-Nya kembali kepada-Nya. Ahab tahu—sebagaimana semua orang jahat sangat menyadari—bahwa apa yang dia lakukan itu salah, tapi ia mencoba untuk membenarkan dirinya. Dalam buku Para Nabi dan Raja kita membaca: “Adalah kebiasaan orang yang berbuat kesalahan untuk menganggap bahwa suruhan-suruhan Allah yang bertanggung jawab, atas bencana-bencana sebagai akibat meninggalkan jalan kebenaran. Orang-orang yang menempatkan dirinya dalam kuasa Setan tidak dapat melihat hal-hal sebagaimana Allah melihat mereka. Manakala cermin kebenaran dihadapkan kepada mereka, mereka menjadi naik darah bilamana memikirkan usul untuk perbaikan“ [hlm. 160].

Mempersalahkan Pembawa Kabar

Keberanian yang Besar Diperlukan

Sebagai hasil nubuat Elia hal itu mulai menjadi sumber bukti, istri jahat Ahab, Izebel, mengecam Elia sebagai sumber masalah. Di sini sekali lagi adalah pelajaran untuk umat Allah zaman akhir. Banyak kali saat Anda berdiri untuk kebenaran, orang yang mendengar kebenaran Anda akan mencela Anda sebagai sumber masalah. Dan sehingga orang Israel berkata, “Jika kita menempatkan Elia keluar dari jalan, semua kesulitan kita akan berakhir.” Ketika Elia tidak dapat ditemukan, Izebel sangat marah dan membunuh semua nabi Allah yang dia temukan. Ketika Allah mengering tanah karena dosa-dosa umat-Nya, Izebel menyiram tanah dengan darah para hamba-Nya. Tapi di tahun ketiga kekeringan itu, Tuhan memberikan pesan lain kepada Elia: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi” [1 Raja-raja 18:1]. Akhirnya, keduanya bertemu muka dengan muka—Ahab, raja yang sombong, dan Elia, hamba Allah yang rendah

Bagaimanakah dengan Anda dan dengan saya? Apakah kita siap untuk menerima teguran Allah dalam hidup kita sendiri? Apakah kita bersedia untuk merendahkan diri dan menerima perubahan dari Allah yang penuh kasih dalam mendorong kita melakukannya? Elia menunjukkan keberanian yang besar pada saat tegang ini, dan kita dapat berani dalam mengikuti teladannya. Dia dikenal sebagai orang yang secara rutin menyatakan, “Sebab Beginilah Firman TUHAN.” Dia berbicara mengenai kebenaran dengan jelas dan berani. Tiga ribu tahun kemudian Tuhan masih membutuhkan pria dan wanita yang berani untuk berbicara mengenai kebenaran-Nya dengan jelas, dalam kasih, dan dengan kuasa Roh Kudus. Menanggapi tuduhan Ahab, Elia menyatakan pertahanan yang kuat: “Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah TUHAN dan engkau ini telah mengikuti para Baal” [ayat 18]. Kemudian ia meluncurkan seruannya: “Se-

bab itu, suruhlah mengumpulkan seluruh Israel ke gunung Karmel, juga nabinabi Baal yang empat ratus lima puluh orang itu dan nabi-nabi Asyera yang empat ratus itu, yang mendapat makan dari meja istana Izebel” [ayat 19]. Berdiri Teguh

Di bawah arahan Ilahi, Elia memilih Gunung Karmel karena itu adalah tempat yang paling mencolok untuk menampilkan kuasa Tuhan. Teks Kitab Suci memberitahu kita bahwa saat itu masih subuh ketika ribuan berkumpul di dekat puncak gunung besar itu, tinggi di pesisir. Para nabi Izebel jalan berbaris ke lokasi tersebut dengan barisan megah mereka, raja dengan jubah agungnya juga telah tiba, dan Elia berdiri sendiri. Menunjuk kepada ketidakmungkinan iman yang sejati jalan bersamaan dengan praktik-praktik jahat, Elia menuntut agar para pendengarnya membuat pilihan. “Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia“ [ayat 21]. Saya mendapat kesempatan baik beberapa minggu lalu berada di Israel untuk pertama kalinya dan untuk melihat Gunung Karmel dari kejauhan. Sayangnya, waktu tidak memungkinkan kita untuk mengunjungi tempat yang luar biasa di mana acara ini berlangsung megah. Saya seringkali membayangkan diri saya berada di Gunung Karmel saat itu: Apakah Anda menempatkan diri Anda dalam gambaran serupa juga? Apakah Anda bersedia untuk berdiri teguh bagi Allah? Firman Tuhan mengatakan kepada kita bahwa orang Israel takut untuk mengungkapkan sesuatu tentang komitmen mereka. “Tuhan tidak menyenangi ketidakacuhan dan ketidaktaatan pada waktu terjadi krisis dalam pekerjaanNya,” tulis Ellen White di buku Para Nabi dan Raja. “Segenap semesta alam memperhatikan babak penutup peperangan besar antara yang baik dan yang jahat dengan perhatian yang tak dapat dilukiskan” [hlm. 169]. Sahabatku, apakah kita menghargai kenyataan atau tidak, seluruh alam semesta sedang menonton kita saat ini juga untuk melihat apa yang akan kita lakukan, bagaimana kita akan memilih. Ini bukanlah saatnya untuk tidak ta-

11 - 2012 | Adventist World

9


PA N O R A M A

SEDUNIA

gas atau dalam pikiran yang mendua. Mari kita berdiri setia untuk kebenaran Allah. Menunjuk kepada 850 nabi itu, Elia membuat proposal agar mereka membaut sebuah mezbah dan korban, dan dia akan melakukan hal yang sama. “Kemudian biarlah kamu memanggil nama allahmu dan aku pun akan memanggil nama TUHAN. Maka allah yang menjawab dengan api, dialah Allah!” [1 Rajaraja 18:24]. Tawaran dari kontes ini adalah jelas, sederhana—dan dramatis. Setiap orang, bahkan nabi Baal, setuju dengan cara tersebut. Apa yang terjadi berikutnya adalah salah satu yang aneh—menyedihkan— suatu adegan dalam sejarah suci. Ratusan pria, seharusnya penyembah dewa yang kuat, memukul-mukul diri mereka dan mengiris tubuh mereka sendiri, berusaha untuk mendatangkan dewa mereka untuk mengirim api. Untuk mempertajam krisis, pada siang hari, Elia mulai mengejek mereka: “Panggillah lebih keras, bukankah dia allah? Mungkin ia merenung, mungkin ada urusannya, mungkin ia bepergian; barangkali ia tidur, dan belum terjaga” [ayat 27]. Saudara dan saudari, Allah dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh tidak tertidur. Dia terjaga, “Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia” [2 Taw. 16:9]. Kita memiliki Tuhan yang akan mendengar kita dan akan melihat kita untuk melalui segala sesuatu sampai pada akhirnya. Membangun Kembali Mezbah

Pada penghujung hari itu, Elia membangun kembali mezbah Allah dan meminta sesuatu yang tidak biasa dilakukan. Timbullah kisah drama lain, Elia memerintahkan agar parit digali di sekitar mezbah, dan air yang dibawa dan dituangkan di atas kepala korban. Tiga kali korban itu terendam—sampai air memenuhi parit. Kemudian pada saat upacara korban petang yang telah lama dilupakan dari bait suci, Elia berdoa, doa iman yang sederhana: “Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa

10

Adventist World | 11 - 2012

Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali. Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya“ [1 Raja-raja 18:37, 38]. Pertunjukan menakjubkan dari kebenaran Firman Tuhan tidak hanya membakar korban petang tersebut: Api itu juga membakar imajinasi umat Allah selama berabad-abad berikutnya. Seperti saya, saya tahu Anda ingin Anda bisa berada di sana. Seperti tiang api yang melindungi dan memisahkan orang Israel dari tentara Mesir yang mengejar mereka, Tuhan kembali menunjukkan bahwa hanya Dialah yang benar dan berkuasa. Bahwa Tuhan yang sama akan pergi dengan Anda ketika Anda pergi melakukan pekerjaan Bapa surgawi. Tertegun oleh kuasa Allah Elia, orang banyak membungkuk tunduk kepada Allah. “TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!“ mereka meng­ ulangi [ayat 39]. Sebuah kesempatan besar bagi kebangunan rohani dan reformasi tiba-tiba timbul. Bulan demi bulan—tahun demi tahun—kekeringan fisik dan rohani digantikan oleh badai hujan yang besar yang dikirim dari surga. Pada saat keputusan tersebut dinyatakan mengalirlah aliran air hidup yang mulai memperbarui penyakit dosa, bangsa yang miskin secara rohani. Semua karena satu orang—dan sejauh yang ia ketahui kemudian, hanya satu orang—ditemukan memiliki keberanian dalam imannya, dan telah memutuskan bahwa berada di sisi Allah adalah lebih berharga daripada keinginan publik atau kekayaan atau ketenaran yang pernah terjadi. Kemudian, ketika Elia menjadi patah semangat dan merasa sendirian, Tuhan mengingatkannya akan 7.000 orang “yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia.” [1 Raja-raja 19:18]. Saudara-saudara, jangan pernah merasa bahwa Anda sendirian. Tuhan itu ada, dan Anda memiliki banyak saudara dan saudari yang setia di sekitar Anda.

Sekarang adalah Saatnya

Setiap kali kita kembali pada kisah Gunung Karmel, kita harus bertanya kepada diri sendiri, “Berapa lamakah kita akan berhenti antara dua opini?” Inilah saatnya untuk berada di dalam rumah Bapa kita. Saya memberikan tantangan kepada Anda: Jangan biarkan diri Anda terganggu oleh apa pun yang akan merusak atau mengurangi pentingnya misi Allah yang telah diberikan kepada umatNya pada akhir zaman. Dalam era ketika kontroversi secara umum menyakitkan dan perpecahan bertambah-tambah, kita tidak boleh membiarkan perpecahan masuk gereja dan membuat mata kita lepas dari pekabaran Elia yang Allah telah percayakan kepada masing-­masing kita. Dengarlah lagi tantangan yang Paulus berikan dalam Roma 12:2: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini.” Jangan biarkan Iblis mengurangi iman Anda dalam otoritas Alkitab, dalam kebenaran Allah akan Sabat hari ketujuh, dalam sejarah kisah penciptaan yang telah diberikan dalam Kejadian, dalam kepentingan akan kebenaran bait suci, atau dalam keindahan akan pekabaran dibenarkan oleh iman. Sebuah goncangan akan datang—kita tahu itu. Tuhan meminta kita untuk berdiri teguh bagi-Nya. Sekarang adalah waktunya untuk kebangunan rohani dan reformasi, untuk misi ke kota-kota. Sekarang adalah waktunya untuk “dibangunkan kembali oleh Firman-Nya,” sekarang adalah waktu untuk pekerjaan misionaris medis. Ini adalah waktu untuk memberitakan Injil Yesus Kristus dengan jelas dan keyakinan agar dunia mengetahui, di kota-kota dan berbagai negara, bahwa Tuhan, Dia adalah Allah. Sekaranglah waktunya. Apakah Anda bersedia untuk pergi demi urusan Bapa surgawi Anda? n

Ted N. C. Wilson adalah Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh General Conference.


Penyakit

Kardiovaskular Pembunuh Utama

Oleh Allan R. Handysides dan Peter N. Landless Saya membaca tentang masalah penyakit jantung koroner di negara-negara industri. Saya tinggal di Sub-Sahara Afrika dan saya sedih dengan masalah kami yang signifikan mengenai HIV dan AIDS, tetapi saya bertanya-tanya apakah bagian dunia ini berada pada risiko penyakit jantung yang tampaknya begitu menonjol di negara-negara makmur. Apakah kita yang tinggal di negara tertinggal dan menengah perlu khawatir tentang masalah penyakit jantung koroner?

P

ertanyaan Anda menyelidiki seluruh proses perubahan pandangan akan penyakit jantung di dunia pada umumnya dan di negara yang berpenghasilan rendah dan menengah pada umumnya. Penyakit kardiovaskular (CVD) menjadi penyebab utama terbesar kematian di seluruh dunia pada tahun 2004, ketika saat itu diperkirakan bahwa penyakitnya menyebabkan 17 juta kematian. Angka ini terus bertambah.

Negara berpenghasilan rendah dan menengah sedang menghadapai peningkatan yang mengkhawatirkan dan percepatan tingkat penyakit kardiovaskular. CVD saat ini menyebabkan kematian terbanyak di semua negara berkembang, dengan pengecualian Sub-Sahara Afrika; pada bagian wilayah dunia ini, CVD adalah penyebab utama kematian pada mereka yang berusia 45 tahun. Penyakit menular seperti HIV dan AIDS, malaria, dan infeksi saluran pernapasan tetap menjadi penyebab utama kematian kepada yang muda di Sub-Sahara Afrika. Telah terjadi perubahan pola berbagai penyakit selama 150 tahun terakhir. Sebelum tahun 1900, penyakit menular dan kekurangan gizi adalah penyebab utama kematian di hampir setiap bagian dunia. Jika ditambah satu penyebab lagi yaitu tingginya angka kematian bayi dan

anak, harapan hidup rata-rata manusia adalah sekitar 30 tahun. Penyakit jantung menyumbang kurang dari 10 persen dari kematian, dan ini terutama terkait dengan penyakit jantung rematik (demam rematik) yang disebabkan oleh infeksi streptococcal, dan kerusakan otot jantung (cardiomyopathies) yang terkait dengan infeksi lain dan gizi buruk. Jika pengetahuan akan gizi meningkat, jika ukuran kesehatan masyarakat meningkatkan sanitasi yang baik, dan jika air bersih dan imunisasi menjadi praktik umum, tentu ada penurunan tingkat penyakit menular. Harapan hidup meningkat secara dramatis, dan di sejumlah negara angka kematian anak dan bayi menurun. Selama ini penyakit kardiovaskular menyumbang antara 10 sampai 35 persen dari kematian dan termasuk penyakit katup jantung rematik, hipertensi (tekanan darah tinggi), penyakit jantung koroner, dan stroke. Sangat ironis bahwa praktik gizi menyebabkan pola penyakit berubah lebih jauh. Dalam istilah teknis transisi, epidemiologi menyebabkan: kondisi degeneratif dan kondisi karena ulah manusia (penyakit tidak menular) telah muncul ke permukaan, dan penyakit kardiovaskular saat mencapai antara 35 dan 65 persen dari penyebab kematian, terutama penyakit jantung koroner dan stroke. Faktor-faktor yang sebagian besar bertang-

KESEHATAN

SEDUNIA

gung jawab atas perubahan pola penyakit adalah termasuk peningkatan asupan lemak jenuh dan makanan padat kalori (umumnya dikenal sebagai junk food), serta penurunan aktivitas fisik. Ini telah memicu munculnya tekanan darah tinggi dan penyakit arteri degeneratif (atheros­ clerosis). Di banyak bagian dunia, aktivitas fisik menurun, ada wabah kelebihan berat badan dan obesitas, dan tingkat tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan tingkat lemak darah abnormal (kolesterol) yang terus meningkat—bahkan pada anak-anak. Sub-Sahara Afrika belum dipengaruhi oleh tantangan penyakit kardiovaskular. Peningkatan urbanisasi telah menyebabkan perubahan pola nutrisi, aktivitas fisik telah menurun, dan obesitas merupakan masalah yang berkembang. Saat ini diperkirakan bahwa 40 persen wanita di Afrika Selatan kelebihan berat badan. Penggunaan tembakau terus meningkat juga di negara berpenghasilan rendah dan menengah, semakin meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Populasi faktor risiko dari berbagai negara berkembang meniru negara yang telah berkembang, lagi dan lagi. Olahraga teratur, diet kaya buah-buahan dan sayuran, menghindari lemak jenuh, dan menghindari tembakau dalam segala bentuknya sangat penting jika Anda ­ingin menghindari penyakit jantung. Singkatnya, praktikkanlah pola hidup sehat Advent. Buatlah pilihan bijaksana—hati Anda akan tahu bedanya! n

Allan R. Handysides, seorang ahli ginekologi, Direktur Departemen Kesehatan General Conference.

Peter N. Landless, seorang ahli cardiologi nuklir,

adalah Asociate Direktur Departemen Pelayanan Kesehatan General Conference.

11 - 2012 | Adventist World

11


R E N U N G A N

B

erdiri tampaknya lebih sulit daripada duduk. Berdiri tampaknya lebih sulit daripada jatuh. Bahkan berjalan tampaknya lebih mudah daripada berdiri. Pernahkah Anda memperhatikan betapa mudahnya untuk berjalan di satu lingkaran, tidak ke mana-mana, atau berjalan di lantai bolakbalik di dalam ruangan—pergi ke arah dinding, kemudian kembali ke arah dinding lainnya, lalu kembali ke arah dinding pertama lagi—gantinya hanya berdiri? Anda tahu bahwa Anda tidak akan pergi ke mana pun. Tapi lebih mudah untuk berjalan naik dan turun ke mana-mana daripada hanya untuk tetap berdiri. Pernahkah Anda mendengar perintah: “Jangan hanya berdiri di sana! Lakukan sesuatu” lakukan apa? Tidak ada yang selalu bisa mengatakannya, tapi lebih baik daripada hanya berdiri di sana. Hanya berdiri adalah masalahnya. Sesuatu, tampaknya,

sesuatu. Jadi mereka memulai sebuah nyanyian mengenai akan kembali ke rumah: “orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel... mereka berkata kepada Musa:.... Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini”(Kel. 14:10-12). Hal ini, tentu saja, tidak benar. Namun merupakan salah satu konsekuensi dari perasaan bahwa kita tidak bisa hanya berdiri di sana—kita harus melakukan sesuatu. Ini adalah perasaan yang memberikan kebingungan tiga kali lipat. Tiga Kali Salah

Pertama, kita lupa siapa dan siapa kita. Sebagaimana pemazmur mengingatkan kita, Dialah yang menjadikan kita

Berdiri Tegap Oleh Lael Caesar

Anda tidak harus selalu melakukan sesuatu. adalah salah dengan hanya berdiri, bahkan ketika Anda tidak tahu apa lagi yang dapat Anda lakukan selain berdiri. Desakan untuk Bertindak

Anda dan saya sama-sama memiliki pertanyaan tentang itu: Kita ingin mengetahui asal-usul, dan dasar sesuatu, yang mendesak manusia putus asa—desakan untuk melakukan sesuatu bahkan ketika kita tidak tahu apa yang harus dilakukan. Sejarah Perjanjian Lama mengarahkan kita kepada satu kesempatan penting ketika keputusasaan manusia merespons desakan itu. Hal ini adalah titik dalam kisah Israel pada saat Tuhan menyelamatkan anak Abraham dari masalah. Dia ingin membawa mereka ke tempat di mana mereka dapat hidup dengan baik dan bebas. Mereka harus menyeberangi laut, dan mereka tidak memiliki perahu. Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tapi mereka tahu bahwa mereka tidak bisa hanya berdiri di sana. Mereka harus melakukan

12

Adventist World | 11 - 2012


Fisik bukanlah yang terutama bagi hidup ini namun kerohanianlah yang terutama dan terakhir bagi hidup ini. (Mazmur 100:3). Bukanlah hadiah undian lotere yang membuat Israel ke Laut Merah, melainkan tuntunan Allah saja (Keluaran 6:6). Di tepi laut, seperti sebelumnya, mereka berada di tangan Allah. Tapi mereka hanya kehilangan fokus pada sesorang dan siapa mereka sebenarnya, dan bagaimana mereka dapat tiba ke tempat mereka. Bagaimana kita dapat tiba di sini? Kejadian memberitahu kita. “Pada mulanya Allah...” (Kej. 1:1). Kita perlu mengingat asal usul kita. Tapi hal ini bukanlah satu-satunya kesalahan besar kita dengan bersikeras bahwa kita harus melakukan sesuatu. Kita juga menyerah pada penipuan diri sendiri mengenai hal yang sangat menarik dan populer: Kita melihat diri kita sebagai yang bertanggung jawab atas hal-hal yang akan hancur jika kita tidak bertindak. Mendengarkan Israel saat kita memikirkan pikiran-pikirannya, kita dapat mendengar kata-kata kebodohan kita sendiri. Karena permintaan Israel adalah untuk kembali kepada perbudakan. Sebuah jawaban bersejarah untuk pemikiran tersebut datang dari nyanyian rohani Negro bagian Amerika Selatan. Beberapa nyanyian itu cukup terkenal: “Swing low, sweet chariot, coming for to carry me home.” “River Jordan is chilly and cold, chills the body but not the soul; river Jordan is deep and wide, milk and honey on the other side.” Meskipun terdengar seperti suasana surgawi, lagu-lagu itu membawa sinyal duniawi juga. Mereka yang bekerja keras dalam perbudakan bernyanyi untuk memberikan harapan bagi diri mereka sendiri dan saudarasaudara mereka. Mereka yang mendengar nyanyian tersebut mendapatkan pekabaran: Pelari kemerdekaan itu sedang datang secara diam-diam untuk membebaskan beberapa budak dari lubang neraka perbudakan. Tidak satu pun secara fisik dan perbudakan rohani yang membuat mereka ingin kembali. Salah satu lagu tersebut mengatakan, “Before I’d be a slave I’ll be buried in my grave!” (Sebelum saya menjadi budak saya akan dikuburkan di kuburan saya!). Kembali ke perbudakan tidak membuat apa-apa. Tapi itu adalah jenis kebodohan yang diungkapkan ketika saya pikir saya harus melakukan sesuatu. Implikasi ketiga dan yang paling tragis dari pemikiran cacat ini adalah bahwa kita sebagian besar menyangkal Tuhan suatu kesempatan untuk memiliki tabiat Allah: Dengarkan apa yang diberitahu Musa yang Tuhan ingin kita lakukan: “Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: ‘Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikanNya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja’” (Kel. 14:13, 14). Jadi Apa yang Harus Dilakukan

Jadi apakah yang harus kita lakukan ketika kita tidak tahu apa

P h o t o

b y

Em r e

D an i s man

yang harus lakukan? Menurut Musa, jawabannya adalah berdiri tegap! Tapi Anda takut. Anda telah melihat orang-orang Mesir. Kaki Anda mencair! Anda ingin duduk sebelum pingsan. Anda takut, dan Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan pula! Jadi bagaimana? Apakah yang Tuhan ingin Anda lakukan? Nah, dua hal yang mana keduanya adalah satu hal: Dia ingin kita tidak melakukan apa-apa, dan Ia ingin kita untuk berdiri tegap. Terjemahan Septuagin [Yunani] kata “berdiri” dalam Keluaran 14:13 menggunakan istilah yang sama yang muncul dalam Efesus 6:11. Kata tersebut adalah histemi—”berdiri” dalam arti yang intransitif. “Berdiri,” Anda lihat, itu bisa berarti “mengatur,” yang berarti bahwa saya yang bertanggung jawab, seperti dalam hal “Saya mencapai kursi dalam satu baris.” Dan kita senang memiliki otoritas itu. Tetapi manusia tidak bertanggung jawab atas alam semesta. Kita berada dalam kesulitan. Semua orang dalam kesulitan sejak penyesatan yang sedih dari Adam. Dan kita tidak akan keluar dari masalah dengan berpura-pura bertanggung jawab, atau dengan memutar-mutar dan berjalan ke sana-sini. Apakah yang akan terjadi jika jawabannya adalah melarikan diri? Selain itu, melarikan diri adalah jawaban pengecut. Tapi ketika Paulus berbicara kepada orang kudus di Efesus, ia menawarkan jawaban untuk berdiri tegap yang direkomendasikan Musa dalam Keluaran. Ketika ia mengatakan untuk berdiri tegap, dia berbicara secara khusus tentang keadaan Mesir yang menaklukkan Anda, atau dalam merasakan kekuatan jahat untuk menghancurkan Anda, dan berdirilah tegap. Menghadapi ancaman kuasa kegelapan yang sengit, dan berdirilah tegap. Berdiri tegap adalah pesan dari Efesus 6:11, dengan memiliki jiwa yang sehat, dan tidak lumpuh. Itu karena berdiri tegap, tidak hanya bergantung pada kaki. Saya berterima kasih kepada Tuhan atas jawaban yang tidak mendiskriminasikan mereka yang kurang terberkati secara fisik. Fisik bukanlah yang terutama bagi hidup ini. Namun kerohanianlah yang terutama dan terakhir bagi hidup ini. Dan Tuhan yang memberi kita hidup, terlepas dari apakah kita memiliki kaki atau tidak, telah memungkinkan kita untuk berdiri tegap. Dia memberikan perlengkapan senjata Allah di mana kita “dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi... melawan roh-roh jahat di udara.” Sementara kita mengambil “seluruh perlengkapan senjata Allah,” [kita akan] “dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri.“ (Efesus 6: 11-13). n

Lael Caesar bersukacita karena dapat berdiri bagi Yesus. Perlombaan jalan kaki bukanlah keahliannya. Dia adalah seorang Associate Editor Majalah Adventist World.

11 - 2012 | Adventist World

13


A D V E N T I S T

S E R V I C E

Oleh Celeste Ryan Blyden

Penerjemah Firman Itu Menerjemahkan Alkitab ke Bahasa Rusia modern adalah tanggung jawab menakutkan namun bermanfaat

D

i lantai ketiga bangunan Kantor Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Sligo di Takoma Park, Maryland, di bawah atap berdinding putih dengan ruang kecil dan tiga jendela, Mikhail Kulakov, Jr, sedang mengembangkan suatu puitis mengenai penggabungan masa lalu dengan masa depan.

“Tugas seorang penerjemah dapat dibandingkan dengan musisi yang sedang menyusun notasi untuk biola dan menyiapkannya untuk gitar,” katanya. Salah satu ujung mejanya benar-benar tertutup dengan buku terbuka dan Alkitab, lampu, segelintir perlengkapan kantor, komputer laptop yang terbuka, dan 2 iPad hitam yang terbungkus. Profesor filsafat yang cuti lima tahun dari Washington Adventist University (WAU) itu mengulang-ulangi terjemahan Alkitab bahasa Rusia yang ia harap akan berguna bagi ibadah publik dan studi renungan pribadi. “Sebagaimana kita bekerja pada setiap kalimat dan pasal, kami membacanya dengan keras untuk melihat apakah itu mempertahankan melodi dan irama aslinya,” katanya dia. “Pagi ini saya meninjau Yeremia 51:15 di King James Version.” Dia selidiki teks dan, dengan senjata dalam iringan penuh, melakukan sebuah orkestra dari kata-kata yang mengalir ke depan secara melodi. “TUHANlah yang

14

Adventist World | 11 - 2012

FIRMAN ALLAH DALAM BAHASA RUSIA: Dari kantornya di Takoma Park, Maryland, AS, Mikhail Kulakov, Jr., memimpin satu tim yang menerjemahkan Alkitab ke bahasa Rusia. menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan langit dengan akal budi-Nya,” bacanya dengan suara yang keras. Tujuannya, katanya, adalah untuk menemukan kata-kata terbaik dan idiom untuk memberikan arti dari bahasa Ibrani yang asli agar sesuai dengan khas budaya Rusia saat ini. “Alkitab ditulis selama lebih dari periode 1.000 tahun, dan selama waktu itu bahasa telah berubah,” kata Kulakov, yang pernah tamat dari Newbold College di Inggris, sebuah seminari teologi milik Advent di Michigan, dan di Oxford University’s Christ Church College, di mana ia memperoleh gelar Doctor of Philosophy dalam teologi. “Sangat penting untuk menjaga nuansa li­ nguistik dalam pikiran.”

Itulah sebabnya ia dan selusin penerjemah lainnya, beberapa di antaranya hidup sejauh delapan zona waktu dari Rusia, dengan bekerja keras meneliti, menulis, meninjau kembali, dan menulis ulang setiap naskah. “Kami kembali mencari bahasa Ibrani asli, mempelajari definisi dari setiap konteks, mengkonsultasikan kepada database sastra Rusia untuk melihat bagaimana cara para penulis terbaik selama berabad-abad menggunakan kata-kata dalam konteks yang paling tepat, sesuai dan paling dekat dengan artinya,” ia berbagi. “Kami memilih beberapa, memikirkannya, meninjau ulang dengan doa dan secara kritis, dan mengirimkannya ke filolog—spesialis dalam studi bahasa, gaya, dan penggunaannya—yang dapat memberitahu kita apakah kata-kata tersebut sempurna, alami, bahasa RuP h o t o

b y

C e l e s t e

R y an

B ly d e n


sia yang baik yang setara dengan frase yang asli.“ Dan begitulah seterusnya—frase demi frase, teks demi teks, pasal demi pasal, kitab demi kitab, dan tahun demi tahun. Proses proyek ini telah mengambil waktu dua dekade, dan sejauh ini tim telah menyelesaikan dan menerbitkan kitab Mazmur dan Perjanjian Baru (2002), lima kitab Musa, yang dikenal sebagai Pentateukh (2009), dan kitab Daniel dan 12 kitab nabi yang tidak terlalu menonjol (2011), semua proyek ini dipimpin oleh anggota keempat belas dan pendiri tim penerjemah yaitu, ayah Kulakov, pemeran penting, dan senama, mendiang Mikhail Petrovich Kulakov, Sr. Berbicara mengenai kematian ayahnya pada tahun 2010 dan membawa terus impiannya untuk menerjemahkan Alkitab adalah “tanggung jawab menakutkan” yang mana, anaknya sedang melanjutkan pekerjaan ini, dan pada saat ini, hampir terselesaikan. Warisan yang Kuat

Menurut Guillermo Biaggi, Ketua Divisi Euro-Asia (ESD), Mikhail Kulakov, Sr, menginmpikan proyek ini sejak 22 tahun yang lalu. “Sebagai ketua divisi pertama di Euro-Asia, dia ingin menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Rusia modern, karena Alkitab terjemahan Rusia saat ini telah berumur 130 tahun,” katanya. Biaggi, saat ini adalah ketua divisi di mana Kulakov berdomisili, duduk di kantornya di lantai pertama dari markas divisi yang berlantai empat di Moskow. Biaggi, Sekretaris Eksekutif Volodymyr Krupskyi, dan Bendahara Brent Burdick menggembalakan pekerjaan gereja di 13 negara termasuk Rusia, Moldova, Bela­ rus, Armenia, Ukraina, dan Afghanistan. Mereka memiliki wilayah daratan terbesar dari 13 divisi dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sedunia. “Rusia sendiri memiliki sembilan zona waktu,” kata Biaggi, menunjuk ke peta berbingkai besar di dinding kantornya. Divisi ini memiliki 137.000 anggota dari 315 juta penduduk. Meskipun Biaggi memimpin gereja memimpin gereja yang bertahan dan bertumbuh, mereka sekarang menghadapi krisis baru: postmodernisme. “Biasanya kami membagikan literatur, tetapi se-

karang orang banyak menghabiskan lebih banyak waktu di internet,” ia menjelaskan. Dia berbicara saat menaiki kereta bawah tanah yang luas di Moskow, daerah metro dari 15 juta jiwa, banyak yang bergumul dengan alkohol, kekerasan rumah tangga, tembakau, kecanduan, atau kesepian. “Mereka mencari sesuatu, dan kami memiliki jawabannya,” katanya dia. “Kami berkomitmen untuk membawa pengharapan Injil kepada mereka.” Di Zaoksky Adventist Seminary and Institute milik divisi, berjarak 70 km dari Moskow Selatan, beberapa penerjemah bekerja dengan Mikhail Kulakov, Jr. Pada bulan Mei, Biaggi, sembilan ketua uni, ketua percetakan, dan para pemimpin lain dari ESD yang luas menyelenggatakan dewan Bible Translation Institut. Kulakov, Jr, yang membantu menemukan seminari ini pada sekitar tahun 1990, hadir dengan sesama anggota dewan yaitu Weymouth Spence, Ketua Washington Adventist University (WAU); dan Zack Plantak, pemimpin bagian keagamaan WAU. Selama laporannya Kulakov berbagi tentang bagaimana kerja tim meneliti terjemahan dalam ulasan yang memberi dukungan dari seorang filolog terkemuka Rusia yang menyatakan keindahan bahasa Alkitab. Dia juga berbagi bagaimana para spesialis bahasa Alkitab telah mencatat hasil kerja yang “akurat dan nilai sastra yang tinggi dan sangat ilmiah” dan bahwa para ahli terkemuka Ortodoks Rusia telah memberikan evaluasi positif bagi kualitas sastra dan ilmiah. Para pemimpin Advent, para pembaca, dan para pendonor juga mengantisipasi proyek ini agar diselesaikan pada tahun 2015, dalam waktu itu nantikan proyek ini akan didistribusikan di Pertemuan General Confe­ rence di San Antonio, Texas. “Mereka yang telah membaca bagian yang sudah selesai berkata, ‘Sekarang saya dapat mengerti Firman Tuhan,’” kata Biaggi, yang memimpin dewan. Kulakov dan tim penerjemahnya terus maju dan membuat mereka tetap bekerja setiap saat antara Maryland, Amerika Serikat, dan Zaoksky, Rusia. “Ketika saya mau tidur di malam hari di sini, di sana pagi, dan mereka mulai bekerja,” ia menjelaskan. “Dan ketika mereka menyelesaikan hari mereka, pagi di sini, dan saya meninjau terjemahan versi terbaru mereka.” Sekarang mereka sudah menye-

lesaikan kitab Yeremia dan kitab nabi terkemuka lainnya, mereka menggunakan sarana skype, live-chat, telepon, dan email tentang rancangan mereka kerjakan saat ini pada hal puitis dan naskah kitab Ayub, Amsal, dan Kidung Agung. Kembali ke kantornya di Sligo, Kulakov sedang mencoba untuk mengartikulasikan mengapa warisan ayahnya telah menjadi pekerjaan dalam hidupnya. “Saya mulai bekerja dengan ayah saya pada tahun 2006, dan saya tidak pernah tahu apakah dalam hidup saya ini, saya akan berpartisipasi dalam apa pun yang sama pentingnya, yang bermanfaat, yang menggembirakan seperti proyek ini. “Saya ingat ketika dia sedang mengerjakan Kejadian 5:22 versi King James, yang berbunyi, ‘Henokh berjalan dengan Allah,’” katanya. “Selain keinginan mereka untuk dihormati, para ahli Alkitab Rusia abad kesembilan belas menerjemahkan ‘Henokh berjalan di hadapan Allah.” Tapi setelah menderita melalui penghinaan dan kehilangan martabat di kamp kerja paksa Joseph Stalin, ayah saya ingin para generasi baru Rusia mengala­ mi seorang Allah yang berdiri di pintu hati manusia, mengetuk dengan hormat, dan menunggu untuk melihat apakah kita akan mengundang Dia untuk masuk,” katanya, berhenti sejenak untuk mempersiapkan diri. Kemudian dia sangat menekankan: “Dia sangat ingin mereka mengerti bahwa Anda dapat memiliki sebuah pengalaman pribadi akan kasih, rasa diterima, dan kepastian dengan Allah, yang mana pada kesempatan langka ini, catatan kaki yang tepat, ia mengambil teks aslinya dan memilih untuk mengatakan ‘Henokh hidup dalam hubungan intim dengan Allah.’” Sebagaimana ayah, demikianlah anaknya. n

Celeste Ryan Blyden

melayani sebagai Direktur Komunikasi Uni Konferens Kolumbia di wilayah Atlantik Tengah, Amerika Serikat. Lihatlah sebuah video mengenai proyek ini di www.columbiaunion.org/videos.

11 - 2012 | Adventist World

15


C E R I TA S A M P U L

1OO Tahun

Persembahan Membawa Perubahan A

pakah yang akan Anda lakukan dengan lebih dari 2 miliar dolar AS? Di Amerika Serikat, calon presiden AS diperkirakan telah menghabiskan total sebesar 2,5 miliar dolar AS demi kampanye mereka ini tahun ini.1 Biaya misi luar angkasa NASA Curiosity ke planet Mars adalah lebih dari 2 miliar dolar AS.2 Dua setengah miliar dolar AS merupakan saham kecil di Facebook,3 dan juga merupakan kerugian Divisi Layanan

16

Adventist World | 11 - 2012

Online Microsoft di tahun 2011.4

Tapi 2 miliar dolar AS bisa melakukan lebih dari itu. Gereja Advent telah belajar bahwa hal itu dapat membangun sistem di seluruh dunia untuk menyebarkan Injil dan melayani jutaan jiwa, memenuhi kebutuhan rohani, fisik, mental, dan sosial yang tak terhitung jumlahnya dan komunitasnya di seluruh dunia. Selama 100 tahun terakhir Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh telah ber-

P h o t o

b y

C l a u d e

R i c h l i


korban memberikan 2,2 miliar dolar AS dalam persembahan misi,5 membuat dampak yang besar terhadap dunia di mana kita hidup saat ini. Dibulatkan menjadi 13,3 miliar dolar AS pada saat ini.6 Proyek Misi Perdana

Pada tahun 1885, persembahan perdana misi Sekolah Sabat dikumpulkan oleh Konferens Columbia Atas, sebuah wilayah yang mencakup sebagian dari Amerika Serikat bagian barat laut. Persembahan ini digunakan untuk mengirim misionaris ke Australia. Tahun berikutnya General Conferens mempromosikan proyek misi perdana gereja Advent sedunia—membangun kapal misi bernama Pitcairn untuk berlayar

Oleh Gina Wahlen

isi M Sedunia ke sebuah pulau kecil di Pasifik Selatan di mana penduduk setempat menunggu untuk dibaptis dan bergabung dengan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.7 Setelah misinya di Pitcairn, kapal tersebut berlayar ke Tonga, Kepulauan Cook, Samoa, dan Fiji, melanjutkan pekerjaan misionaris selama beberapa tahun. Anak-anak adalah beberapa dari pendukung paling antusias dari proyek misi khusus. Seorang anak laki-laki memban-

tu ibunya membuat popcorn di atas kayupembakaran keluarga untuk membuat ratusan bola popcorn untuk mencari dana 15 dolar AS untuk misi Pitcairn— jumlah tersebut sama dengan 365,85 dolar AS saat ini! Bekerja bersama, muda dan tua mengumpulkan dana sebesar 12.000 dolar AS untuk misi proyek Sekolah Sabat perdana ini.8 Rencana Baru

Setelah proyek Pitcairn, persembahan Misi Sekolah Sabat terus meningkat. Pada hari Sabat, 6 Januari 1912, diperkenalkanlah “rencana baru” melalui sebuah pamflet delapan halaman kecil yang kemudian dikenal sebagai Misi Sekolah Sabat per kuartal kepada para anggota Sekolah Sabat, yang diterbitkan oleh Departemen Sekolah Sabat General Confe­ rence. “Persembahan Sekolah Sabat kita telah meningkat begitu luar biasa yang mana fokusnya adalah kita telah memiliki objek khusus di mana kita dapat menyisihkan satu persembahan khusus setiap kuartal,” diumumkan halaman sampul. “Komite General Conference telah memutuskan untuk memungkinkan kita memilih Sabat terakhir setiap kuartal sebagai hari dimana kita dapat mengumpulkan dana ke objek khusus.” Dengan demikian, program persembahan Sabat Ketigabelas telah dimulai, bersama dengan misi per kuartal, membantu untuk memfokuskan perhatian gereja di daerah tertentu dan proyekproyek yang akan mendapat manfaat dari Persembahan Sabat Ketigabelas per kuartal. Ini, tentu saja, adalah persembahan tambahan dari persembahan reguler yang dikumpulkan setiap Sabat dan dikirim untuk misi di seluruh dunia. Anggota didorong untuk bersamasama berdoa bagi persembahan mereka. “Dengan bijak, penuh doa, sukacita memberi, persembahan tersebut dapat dilipatgandakan seperti lima ketul roti dan dua ekor ikan itu, dan berkat pun dilipatgandakan,” imbauan misi pertama per kuartal. “Berdoalah sementara Anda memberikan. Dalam setiap Sekolah Sabat pada hari itu [Sabat Ketigabelas], biarlah ada musim doa demi kota-kota di India.“9

Berbagai Proyek Mula-mula

Kota-kota di India terpilih untuk menjadi penerima Persembahan Sabat Ketigabelas pertama. Selama hampir setahun J.L. Shaw, “koordinator” dari Uni Misi India, telah menulis surat kepada Dewan Misi: “Pada rapat General Conference terakhir kami memohon untuk seorang pendeta untuk kota metropolis Calcutta. Dewan berusaha untuk menjawab permohonan tersebut, tetapi seperti yang Anda tahu, bantuan tersebut belum tiba. Banyak doa, surat-surat, dan permohonan untuk bekerja di Calcutta sejak surat tersebut ditulis, dan masih tidak ada bantuan yang datang. Saya berharap, berdoa, dan percaya bahwa bantuan akan segera dikirim ke India.“10 Dalam surat lain Shaw menulis: ”Allah penuai yang mahabesar pasti memiliki seseorang untuk merintis jalan penginjilan.“11 Doa Shaw terjawab ketika lebih dari 7.500 dolar AS diberikan untuk pekerjaan penginjilan di kota-kota besar India dalam Persembahan Sabat Ketigabelas yang perdana, dan George W. Pettit dan J.M. Comer, bersama dengan keluarga mereka, dikirim dari Uni Konferens Pasifik Utara untuk bekerja melayani di India. Saat ini sekitar 900 pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang diurapi sedang melayani di hampir 4.000 gereja di seluruh India.12 Proyek-proyek lain pada tahun 1912 yaitu membuka ladang baru di Reserve Selukwe di Rhodesia (Zimbabwe), perumahan misionaris di Cina, India, Korea, dan Afrika, sebuah sekolah di Argentina, yang dikenal kemudian dengan River Plate Academy, dan Púa Training School di Chili.

Tertatih-tatih

Menulis kepada W.A. Spicer, Sekretaris General Conference, J.W. Westphal sebagai Ketua Uni Konferens Amerika Selatan, menjelaskan situasi yang mengerikan di River Plate Academy: “Kami benar-benar tertatih-tatih.... Di ruang sekolah yang besar [kapel] tiga kelas harus berjalan pada saat yang sama, karena ruang kelas di atas digunakan sebagai ruang para siswa. Satu guru memiliki kelas di ruang depan [dekat tangga], dan yang la-

11 - 2012 | Adventist World

17


C E R I TA S A M P U L

in harus membantu diri mereka sebaik mungkin, dan seluruh peralatan jauh dari dari yang diinginkan.“13 Melalui Persembahan Sabat Ketigabelas, River Plate Academy mampu memperbaiki dan memperluas bangunannya. Saat ini River Plate Adventist University di Argentina memiliki lebih dari 2.500 sis-

Lebih dari proyek misi telah selesai dalam 100 tahun terakhir. wa yang mendaftar per tahun dan menawarkan lebih dari 30 gelar universitas melalui fakultas ekonomi, pendidikan, ilmu kesehatan, dan teologi.14 Misi Medis pada Waktu Tertekan

Pada tahun 1930 sebagian besar dunia mengalami kesulitan keuangan pada saat apa yang dikenal dengan sebuatan Depresi Besar. Pengangguran tinggi dan penghasilan rendah, namun kotak persembahan misi dipenuhi sebagaimana para anggota setia mengikuti rencana persembahan misi “60 sen per minggu,� yang menyediakan sarana untuk membantu jutaan orang yang membutuhkan. Pada tahun 1931 Dr. A. Arzoo, yang bertugas di Sultanabad, Pakistan, mengatakan salah satu kebutuhan tersebut, yang diterbitkan dalam Misi per Kuartal: “Beberapa waktu lalu seorang gadis muda datang ke saya untuk berobat. Tenggorokannya berada dalam kondisi sangat buruk. Sebuah penyakit yang mengerikan sedang memakan daging tubuhnya. Sebuah resep diberikan kepada mereka, dan mereka diberitahu untuk membeli obat ampul dan datang kembali ke klinik. Mereka semua pergi untuk mencari obat tersebut, tetapi mereka tidak pernah kembali. Saya berpikir mereka tidak sanggup membayar obat tersebut, dan

18

Adventist World | 11 - 2012

terlalu malu untuk datang kembali. Obat ini akan membersihkan kondisinya, dan dengan demikian ia akan dipulihkan dan tidak akan menjadi sumber infeksi kepada orang lain.... Banyak yang sakit datang kepada kami untuk berobat, tapi kami tidak memiliki peralatan dan persediaan yang dibutuhkan, dan kami mengharuskan untuk memulangkan mereka karena budget kami tidak mencukupi.“15 Para anggota Sekolah Sabat merespons dengan persembahan misi tahun itu sebesar 2,5 juta dolar AS untuk membantu hal ini dan kebutuhan lain di kawasan Timur Tengah, serta di Afrika, India, Burma, dan Inter-Amerika. Menceritakan Kisah Tersebut

Tahun 2012 Misi Sekolah Sabat per kuartal, sekarang dikenal sebagai Misi Advent, berusia 100 tahun. Pada abad lalu publikasi kecil ini telah setia mencatat kebutuhan misi di seluruh dunia dan telah mengilhami orang muda dan tua untuk memberikan proyek Persembahan Sabat Ketigabelas. Sekolah dan universitas, rumah sakit, klinik, dan panti asuhan, percetakan dan pusat hidup sehat, gereja dan kapel, asrama dan pusat pelatihan penginjilan, perpustakaan dan pusat-pusat media, tempat

perkemahan pemuda, dan bahan pelajaran Alkitab dalam bahasa lokal hadir melalui kemurahan hati mereka yang memberikan persembahan pada Sabat Ketigabelas. Persembahan ini telah membantu untuk mengirim ribuan misionaris dan pekerja interdivisi, pionir misi global dan penginjil awam, dokter, dokter gigi, perawat, guru, dan pendeta untuk melayani setiap bagian dunia. Persembahan misi khusus telah membantu untuk menyediakan bahan untuk jangkauan penginjilan, radio dan program televisi, peralatan siaran, siaran satelit, sastra, buku, dan video dan studi Alkitab online. Lebih dari 1.200 proyek misi di seluruh dunia telah selesai karena pemberian murah hati demi misi, dan banyak lagi yang masih sedang diselesaikan. Charlotte Ishkanian, yang telah melayani sebagai editor Misi Advent sejak tahun 1993, menghabiskan banyak waktunya dalam pengumpulan kisah dan melakukan wawancara yang akan ditampilkan dalam edisi bacaan mision berikutnya, tersedia edisi untuk anak-anak dan untuk remaja dan orang dewasa. Selain itu, Departemen Misi Advent menawarkan DVD misi setiap kuartal, menampilkan

$5.83 $5.01

$4.47

Rata-rata jumlah persembahan misi per anggota setiap tahun.

1912

1932

2011


segmen video singkat yang cocok untuk disaksikan dalam acara Sekolah Sabat. Hal-hal ini dan banyak sumber lain lagi yang tersedia secara online di www.AdventistMission.org. Tren Persembahan Misi

Sementara jumlah yang diberikan untuk misi sedunia seabad lalu sangat mengesankan, salah satu aspek yang mungkin dilupakan adalah rasio misi persembahan dibandingkan dengan persepuluhan dalam dolar. Pada tahun 1912, rata-rata pendapatan persepuluhan per anggota adalah 14,48 dolar AS. Persembahan Misi saat itu adalah rata-rata 4,47 dolar AS per anggota. Pada tahun 1932 selama musim Depresi Besar, rata-rata persepuluhan per anggota telah menurun menjadi 13,08 dolar AS, tetapi persembahan misi meningkat dengan rata-rata 5,83 dolarAS per anggota. Pada 2010, rata-rata persepuluhan per anggota meningkat menjadi 127,20 dolar AS, tetapi persembahan misi sangat dekat dengan angka pada tahun 1912, dengan rata-rata 4,56 dolar AS per anggota. Tingkat persembahan misi tahun 2010 adalah 1,02 dolar AS lebih rendah daripada tahun 1932.16 Kabar baiknya adalah bahwa pada tahun 2011 pemberian persembahan misi naik dari tahun sebelumnya, dengan ratarata 5,01 dolar AS per anggota. Selama kuartal keempat tahun 2011 Persembahan Sabat Ketigabelas kedua tertinggi, telah memberikan 763.660 dolar AS untuk membantu pekerjaan dan dukungan di antara pengungsi dan penduduk asli Amerika di Divisi Amerika Utara.

Kebutuhan Misi Saat Ini

Kebutuhan misi saat ini lebih besar daripada pada tahun 1912, menurut Gary Krause, Direktur Adventist Mission di kantor pusat gereja Advent sedunia di Silver Spring, Maryland, AS. “Ada banyak orang di bumi saat ini yang tidak Advent daripada seratus tahun yang lalu,” kata Krause. “Ribuan akan mati dalam 24 jam berikutnya yang bahkan belum pernah mendengar nama Yesus. Sekitar 300 juta anak-anak akan pergi tidur malam hari ini dengan kelaparan. Jadi jika pekerjaan misi kita telah didirikan, tentu misi tersebut belum selesai. “

UKURAN SAKU: Bacaan Berita Mision per kuartal perdana sejak 1912 sangat pas dimasukkan ke kantong kemeja. Saat ini terbitan per kuartal tersebut telah disusun dengan kisah yang luar biasa serta dalam bentuk majalah berwarna.

Mengetahui bahwa persembahan misi per kapita telah menurun selama beberapa dekade terakhir, sementara persentase dana yang diberikan kepada gereja lokal telah meningkat selama waktu itu, Krause tidak berpikir bahwa hal itu adalah kasus “baik atau tidak.” “Saya tahu, akan membutuhkan sejumlah besar uang untuk menyukseskan program gereja setempat seperti di Amerika Utara,” akunya. “Kita harus setia mendukung gereja lokal kita, tapi kita tidak boleh melupakan saudara-saudara kita yang membutuhkan di seluruh dunia. “Kalau bukan karena persembahan misi, kita harus menutup banyak program misi milik gereja—seperti misi medis, pendidikan, kemanusiaan, dan jangkauan rohani kepada dunia. Perspektif keseluruhan misi kita meliputi seluruh dunia, bukan hanya sudut pandang kita. Kita harus peduli tentang sesama kita—terlepas di mana mereka tinggal, warna kulit mereka, atau bahasa yang mereka gunakan. “Misi adalah darah yang menghidupkan dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sedunia. Coba singkirkan amanat agung itu, dan kita akan menjadi klub yang berfokus pada kebutuhan kita sendiri dan kepentingan diri sendiri. Kita kehilangan api semangat. Kita lupa tentang kebutuhan dunia di mana Yesus mati untuk menyelamatkannya.” n 1 The Center for Responsive Politics, “2012 Will Be Costless Election Yet, With Outside Spending a Wild Card,” tersedia online di www.opensecrets.org/news/2012/08/2012-election-

will-be-costliest-yet.html. 2 Casey Dreier, “Curiosity Comes Cheap,” tersedia online di www.planetary.org/blogs/casey-dreier/20120809-curiositycomes-cheap.html. 3 Sam Gustin, “Social Windfall,” tersedia online di http:// business.time.com/2012/02/02/social-windfall-facebook-iposbillion-dollar-winners/slide/peter-thiel/#peter-thiel. 4 James Woodfin, “Microsoft’s Black Hole Sucks $2.5 Billion for the Year,” tersedia online di www.neowin.net/news/microsoftsblack-hole-sucks-25-billion-dollars-for-the-year. 5 Pengumpulan data statistik oleh penulis yang diambil dari Annual Statistical Reports (1912-2011) General Conference. 6 Konversi ke dolar AS saat ini pada 28 Agustus 2012, dengan menggunakan indeks GDP-per-kapita oleh “Measuring Worth” (www.measuringworth.com). Para editor berterima kasih kepada David Trim, Direktur Arsip, Statistik, dan Penelitian, General Conference. 7 Lihat “The Bounty and the Bible,” Adventist World, Januari 2009, hlm. 16-19. 8 “The First Mission Project,” Adventist Mission—Children, Kuartal kedua 2012, hlm. 4, 5. 9 “Pray as You Give,” Missions Quarterly, Januari 1912, hlm. 2, 3. 10 Ibid., hlm. 5. 11 Ibid., hlm. 6. 12 “World Church Statistics,” tersedia online di www. adventiststatistics.org/view_Summary.asp?FieldID=D_SUD. 13 Missions Quarterly, Fourth Quarter 1912, hlm. 4. 14 Lihat “Education Without Borders,” Adventist World, Desember 2011, hlm. 18-22. 15 Missions Quarterly, Fourth Quarter 1931, hlm. 28, 29. 16 Annual Statistical Reports (1912, 1932, 2010) General Conference.

Gina Wahlen adalah

Asisten Editor/Penerbit Adventist World. Dia dan suaminya, Clinton, melayani sebagai misionaris di Zaoksky Theological Seminary di Rusia (1992-1998), dan di Adventist International Institute for Advanced Studies di Filipina (2003-2008). Mereka serta anak-anaknya, Daniel dan Heather, memiliki kecintaan terhadap misi seumur hidup mereka.

11 - 2012 | Adventist World

19


K E P E R C AYA A N

DASAR

S

aya ingat hari-hari musim panas yang panjang saat tumbuh dewasa di Australia. Itu adalah hari-hari saat pantai yang tampaknya akan terus-menerus dengan sukacita mengizinkan bermain pasir dan berselancar. Tampaknya hari-hari tidak pernah berakhir. Tetapi kenyataannya adalah bahwa keadaan seperti ini ada akhirnya. Saya ingat pernah merasa kecewa ketika akhirnya kami harus melompat ke dalam mobil dan pulang ke rumah. Saya belajar sementara kita bertumbuh, dan melihat mainan kesukaan rusak, persahabatan berakhir, dan bahkan yang dikasihi meninggal dunia, kita sedang belajar mengenai kenyataan yang menyakitkan bahwa semua hal baik dapat berakhir. Tunggu Sebentar Tapi itu adalah kebohongan! Jangan percaya itu! Allah meyakinkan kita bahwa pada akhirnya Dia akan membuat apa yang baik bertahan selamanya, dan hal-hal yang membawa kerugian dan kesedihan tidak akan ada lagi. Harinya akan datang ketika janji-Nya akan dipenuhi, dan Tuhan “akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu”(Wahyu 21:4). Umat Allah akan hidup dengan ”sukacita abadi“ (Yesaya 35:10). Hal ini tampaknya sangat bertentangan dengan hukum alam seperti yang kita alami saat ini bahwa pertanyaan alami yang perlu ditanyakan adalah “Bagaimanakah Allah akan melakukannya? Bagaimanakah Dia mengakhiri dosa dan memastikan bahwa sukacita memerintah seluruh alam semesta selamanya?“ Beginilah Caranya Tuhan memberitahu kita bahwa pada kedatangan-Nya yang kedua, mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit (1 Tesalonika 4:16.). Allah menyebutnya “kebangkitan pertama” (Wahyu 20:6; Yohanes 5:29), dan Dia menyebut mereka yang dapat bagian dalam kebangkitan ini adalah “berbahagia dan kudus” (Wahyu 20:6). Kita semua bisa menjadi bagian dari kebangkitan ini dengan tetap setia kepada Yesus dan FirmanNya (ayat 4). Juga pada kedatangan Yesus yang kedua, orang berdosa dan semua karya dosa akan dihanguskan (2 Petrus 3:10; Wahyu 19:20, 21). Orang kudus dibangkitkan dan akan memerintah bersama Yesus di surga selama 1.000 tahun (Wahyu 20:4, 6). Selama waktu ini Yesus akan mengizinkan bagi mereka yang diselamatkan untuk meninjau pekerjaan kasih-Nya dalam kehidupan seluruh manusia, dan semua pertanyaan mereka akan dijawab (ayat 4). Pada akhir 1000 tahun di Kota Suci, Yerusalem Baru, turun dari surga ke bumi dengan semua yang ditebus (Wahyu 21:1, 2). Pada saat ini orang mati yang tidak bertobat dibangkitkan. Ini adalah kebangkitan kedua, dan jumlah orang-orang berdosa “sama dengan banyaknya pasir di laut” (Wahyu 20:8). Sekarang Iblis, yang telah “ dilepaskan dari penjaranya” (ayat 7), mengumpulkan orang fasik yang dibangkitkan untuk serangan terakhir melawan Allah dan umat-Nya (ayat 8). Saya dulu berta­ nya-tanya pada diri sendiri mengapa Setan masih mau meng-

20

Adventist World | 11 - 2012

PASAL 27

Oleh Eliezer Gonzalez

Dia Sanggup dan Dia Lakukan akan

Bagaimana Allah membuat segala sesuatu baru.


ganggu. Sebagaimana saya semakin tua dan melihat kejahatan lebih banyak, saya sadari bahwa hal ini adalah karena Allah tidak hadir dalam kehidupan, kejahatan selalu melakukan kejahatan, yaitu untuk menyerang apa yang baik. Ini adalah saat bahwa tahap akhir dari penghakiman akan dilaksanakan, di hadapan takhta Allah yang besar (ayat 11, 12). Sebelum alam semesta ini, kasih dan pengorbanan Yesus akan ditampilkan lagi, dan kehidupan semua orang yang telah menolak keselamatan akan ditinjau. Sementara seluruh alam semesta melihat kasih dan kebenaran Yesus, kemudian bahwa “dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!“ (Filipi 2:10, 11). Yesus telah menerima penyembahan seluruh alam semesta, tapi sekarang, satu per satu, orang berdosa juga akan tunduk, sampai, akhirnya, Setan sendiri akan bertekuk lutut di hadapan Yesus. Setelah pengakuan universal akan kasih dan keadilan Yesus, dosa dan orang berdosa akan dibinasakan selamanya (Wahyu 20:9, 10). Ini adalah kematian kedua, tidak ada kebangkitan, itu adalah kematian kekal. Dosa dan orang berdosa akan tidak ada lagi. Sebuah Ciptaan Baru Sekarang “segala sesuatu yang lama itu telah berlalu” (Wahyu 21:4), Allah menyatakan, “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” (ayat 5). Tuhan memberikan kita jaminan pribadi-Nya bahwa Dia akan melakukannya, kata rasul Yohanes, “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar” (ayat 5). Mengenai bumi baru, ciptaan baru, Rasul Paulus menulis, “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” (1 Kor. 2:9). Cara di mana rasul Yohanes menggambarkan bumi yang baru hanya berdasarkan pemikiran dan perkataan manusia belaka yang pada akhirnya tak terlukiskan dalam bahasa kita. Namun, kita dapat yakin bahwa keterangan indah Wahyu 21 dan 22 akan digenapi. Bumi ini akan menjadi tuan rumah ibukota kekuasaan universal Yesus Kristus, dan itu akan menjadi tempat terakhir dan rumah sejati bagi tebusan. Mungkin janji yang paling menggembirakan dari semua adalah pernyataan sederhana bahwa kita “akan melihat wajah-Nya” (Wahyu 22:4). Tidak ada lagi gambaran; tidak ada lagi metafora; tidak ada lagi simbol—hanya Yesus. Bagi saya, kata-kata penutup yang terbaik adalah dari buku Kemenangan Akhir yang berkata: “Pertikaian besar telah berakhir. Dosa dan orang-orang berdosa tidak ada lagi. Seluruh alam semesta sudah bersih. Suatu denyut keharmonisan dan kesukaan berdetak di seluruh alam kejadian. Dari Dia yang menciptakan semuanya, mengalir kehidupan dan terang dan kesukaan ke seluruh jagad raya yang tidak ada batasnya ini. Dari atom yang paling kecil sampai kepada dunia yang paling besar, segala sesuatu, yang bergerak atau yang tidak bergerak, dalam keindahan yang tak terselubung dan kesukaan yang sempurna menyatakan bahwa Allah itu kasih adanya.”1 n 1

Milenium dan

Akhir Dosa

Masa milenium adalah 1000 tahun pemerintahan Yesus beserta umat-Nya di surga di antara kebangkitan pertama dan kedua. Pada saat ini orang fasik yang mati akan dihakimi; bumi akan terisolasi, tanpa penghuni yang hidup, tetapi dihuni oleh Setan dan para malaikatnya. Pada saat Kristus dan umat-Nya dan Kota yang Suci itu turun dari surga ke bumi, mereka yang mati dalam dosa akan dibangkitkan, dan beserta dengan Setan dan para malaikatnya akan mengepung kota tersebut; tetapi api dari Allah akan menghanguskan mereka dan membersihkan bumi. Alam semesta akan bebas dari dosa dan orang berdosa selamanya (Why. 20; 1 Kor. 6:2, 3; Yer. 4:23-26; Why. 21:1-5; Mal. 4:1; Yeh. 28:18, 19).

Eliezer Gonzalez berdomisili di pesisir emas Australia dengan istrinya, Ana, dan dua anak mareka. Dia memiliki gelar M.A. dalam teologi dan M.A. dalam sejarah gereja, dan saat ini sedang menyelesaikan Ph.D. Eliezer memiliki kerinduan bagi penginjilan dan demi pertumbuhan kerajaan Kristus.

Ellen G. White, Alfa dan Omega, jilid 8 (Indonesia Publishing House, 1999), hlm. 716.

11 - 2012 | Adventist World

21


K E H I D U PA N

ADVENT

Oleh Mark A. Kellner

S

etiap Sabat anggota sebuah jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang bertumbuh berpenampilan khusus: pria menggunakan tutup kepala dan selendang doa, bersama para wanita, melaksanakan doa dalam bahasa Ibrani—bahasa nenek moyang mereka. Di banyak tempat, Taurat, sebuah gulungan lima kitab pertama dari Alkitab yang ditulis oleh Musa—dibaca dari podium. Sebuah ciri khas ibadah Yahudi, bahkan pada saat perjamuan malam.

Dan pada dasarnya jemaat tersebut adalah seluruhnya penganut Advent— menggunakan Sekolah Sabat triwulan yang sama (yang diedit oleh Clifford Goldstein, seorang Advent Yahudi) dan memegang doktrin yang sama seperti jemaat lain di seluruh dunia—ada sesuatu yang berbeda di sini. Beribadah kepada satu Allah dan Putra-Nya, Mesias, puluhan jemaat Advent Yahudi menunjukkan hubungan antara pemelihara Sabat Israel kuno dan sekian banyak pengikut Tuhan saat ini. Tetap Pilihan

Dari kota sibuk metropolis Buenos Aires, Argentina, ke lingkungan Yahudi Amerika di Los Angeles, Miami, dan New York City, dan ke Israel dan seterusnya—orang Advent menjangkau dan menerima kaum Yahudi yang percaya dalam Yesus dan pekabaran tiga malaikat. Richard Elofer, seorang pelayan yang telah lama di bidang penjangkauan Advent Yahudi yang mengetuai gereja World Jewish Adventist Friendship Center, yang berbasis di Perancis, memperkirakan ada sekitar 4.000 dan 5.000 orang Advent Yahudi yang aktif di gereja saat ini. Sepertinya tampak banyak, tapi itu sudah jauh lebih banyak daripada yang pernah ada sebelumnya, kata Elofer. Perbedaan, yang ia telah lihat selama 23 tahun bekerja untuk menjangkau orang Yahudi, adalah pendekatan pelayanan yang memahami pola pikir Yahudi dan menyesuaikan pekabaran Advent untuk dipahami oleh mereka yang mungkin belum terbiasa dengan kepercayaan Kristen.

22

Adventist World | 11 - 2012

Orang

Advent

Yahudi

Bertumbuh dalam jumlah, pemelihara iman Sabat yang kuno dan modern dihubungkan. “Perubahan yang saya lihat luar biasa,” kata Elofer kepada Adventist World. “Pada 1990-an kami tidak memiliki jemaat Advent Yahudi di dunia; saat ini kita memiliki sekitar 40 jemaat dari mereka; 25 jemaat ada di Amerika Serikat. Masing-masing jemaat ini melakukan pekerjaan yang besar dalam menyaksikan kepada orang Yahudi bahwa Yesus adalah Mesias. Sebelum memulai pelayanan kontekstual ini, orang Yahudi datang ke gereja, tetapi mereka tidak tinggal; setelah tiga sampai lima tahun mereka tinggal di gereja. Saat ini pelayanan kami begitu besar sehingga orang Yahudi telah menemukan tempat mereka di gereja dan tinggal dan tetap Advent. “ Di Florida, Jeff Zaremsky, seorang pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Yahudi, berfokus pada menjangkau orang Yahudi dengan cara yang mudah mereka mengerti. Dia juga bekerja untuk gereja di Divisi Amerika Utara untuk upaya penginjilan ujung tombak kaum Yahudi, yang pada tahun 2013 akan menyertakan Shalom Adventure, sebuah situs web yang memperkenalkan keyakinan umum antara agama Yahudi dan iman Advent.

“Kami memiliki literatur yang unik,” kata Zaremsky yang menghadiri konvensi Adventist-laymen’s Services and Industries (ASI) tahun 2012. “Kami memiliki jemaat yang persis seperti kuil Yahudi [sinagog], dan acara ibadah dilakukan dengan cara yang berbau Yahudi.” Dia menambahkan, “Budaya Yahudi masih begitu jauh berbeda, terutama ketika kita masuk ke lingkaran agama. Terminologi yang berbeda, dan banyak lagi yang berbeda, hal ini bagaikan perbedaan total mengenai bahasa.“ Berakar dalam Sejarah

Ada cukup alasan untuk ini: Setelah 2.000 tahun dari apa yang banyak orang Yahudi sebut Common Era, yaitu, waktu setelah kehidupan dan pelayanan Yesus (sering disebut sebagai Era Kristen di kalangan Kristen), banyak orang Yahudi telah menjadi waspada, acuh tak acuh terhadap, atau bahkan bertolak belakang dengan pekabaran Injil. Tidak sulit untuk dipahami mengapa: abad anti-Semitisme, yang memuncak dalam Shoah, atau “bencana,” pimpinan pembantaian Nazi yang menewaskan lebih dari 6 juta orang Yahudi, wanita, dan anak-anak, te-


D av i d

Ba r z o l a

PEMBICARA: Editor Penuntun Pendalaman Alkitab Dewasa, Clifford Goldstein, adalah orang percaya dari Yahudi, berbicara di Jemaat Advent Yahudi di Buenos Aires, Argentina.

J e w i s h

H e r i ta g e

C e n t e r

JAMUAN MALAM: Ibadah paskah (jamuan malam) di Jemaat Advent Yahudi di Florida, AS.

lah mengeraskan banyak hati. Bagi banyak orang Yahudi, nama “Kristen” adalah label kebencian bagi mereka. Karena anti-Semitisme dan penganiayaan, komunitas Yahudi banyak menjadi agak picik dan bersifat melidungi: Melakukan bisnis dengan orang Kristen adalah baik-baik saja, tapi jangan ke masalah agama. Bahkan lebih, banyak orang Yahudi percaya bahwa jika seseorang dilahirkan sebagai orang Yahudi, orang itu harus tetap seperti itu sepanjang hidup mereka, dan mati sebagai anggota dari iman Yahudi. Paska pembantaian itu keinginan ekumenisme dan pemahaman antara para pemimpin Yahudi dan Kristen telah melakukan banyak untuk mengurangi ketegangan. Pada saat yang sama, tekanan eksistensial kehidupan modern telah menyebabkan banyak orang Yahudi mencari kerohanian: banyak yang terus terang adalah “sekuler” Yahudi terbuka untuk kerohanian dan diskusi, dan dengan demikian terbuka potensi untuk pekabaran Advent. Hidup Elofer adalah ilustrasi mengenai hal ini: Seorang anak Yahudi Ortodoks dari Maroko, dia adalah seorang re-

maja yang tinggal di Perancis ketika ia bertemu dengan seorang keluarga Advent, yang berteman dengan dia. Mereka berbagi keyakinan bersama di hari Sabat dan memakan makanan yang diizinkan Alkitab, dan membaca ayat-ayat Alkitab yang Elofer sempat bayangkan berbeda dari Alkitab “Yahudi” ketika ia dengan resmi diterima sebagai seorang anggota dewasa penganut iman Yahudi, dengan sebuah upacara yang disebut bar mitzvah, secara harfiah berarti “anak dari perintah.” Elofer terkejut. “Ketika saya sampai di rumah, saya membuka Alkitab Yahudi saya untuk memeriksa apakah yang [mereka] baca adalah sama, dan saya terkejut ternyata sama. Secara progresif, saya menerima [ini] ajaran tersebut dan empat atau lima tahun kemudian saya setuju untuk dibaptis.“ Pertobatannya mengubah hidupnya, tetapi bukan tanpa biaya: “Bagi Yahudi Ortodoks, menjadi Kristen, itu seperti mati; itu sebabnya ayah saya berkabung bagi saya, dan saya tidak melihat ayah saya selama sekitar delapan tahun. Hari ini orangtua saya tinggal di Israel, dan ayah saya masih menjadi seorang Yahudi

yang setia seperti 30 tahun yang lalu: dia pergi ke sinagog setiap hari untuk berdoa. Kami dapat berbicara bersama-sama, tapi tidak tentang agama, “kata Elofer. Elofer, yang telah menjabat sebagai Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Israel selama 15 tahun, mengatakan situasi di sana jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya: “Setelah sekitar 100 tahun ada di Palestina/Israel kita hanya memiliki 50 anggota. Saat ini terdapat lebih dari 1.000 anggota, dibagi dalam 25 jemaat, dan sebagian besar anggota kami adalah orang Israel.“ Hubungan Orang Advent

Banyak dari anggota tersebut datang ke Jerusalem pada Sabat, 16 Juni 2012, untuk mendengar Ted N. C. Wilson, Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh General Conference. Ibadah Sabat pagi mengikuti pola liturgi Advent di seluruh dunia, dengan menambahkan lagu khas dalam bahasa Ibrani dan pengumuman dan khotbah yang diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia, bahasa yang banyak digunakan oleh jemaat yang hadir. Wilson dan Julio

11 - 2012 | Adventist World

23


K E H I D U PA N

ADVENT

Richard Elofer

UMAT PERCAYA: Gereja Advent di Israel adalah rumah bagi umat percaya di Yahudi.

Mendez, sekretaris sekaligus bendahara field Israel, mengandalkan Oleg Elkine untuk menerjemahkan bahasa Inggris ke dalam bahasa Rusia, meskipun Wilson, yang menghabiskan dua tahun sebagai Ketua Divisi Euro-Asia, mengatakan banyak kalimat dalam bahasa Rusia dengan baik. Dalam pesannya, Wilson berkomentar tentang apa yang terjadi di sana sekitar 2.000 tahun yang lalu, dan relevansinya untuk saat ini. “Di tempat yang sangat istimewa di dunia, Yesus mengatakan kepada Nikodemus bahwa jika seseorang tidak dilahirkan kembali, seseorang tidak dapat melihat Kerajaan Allah,” jelasnya. “Inilah yang kita butuhkan, dan yang setiap orang di Israel butuhkan.” Di Amerika Serikat, jemaat Advent Yahudi dapat ditemukan di banyak tempat, tentu tidak mengejutkan mengingat populasi orang Yahudi di Amerika hampir 6 juta orang. Jeff Zaremsky mengatakan bahwa Jemaat Florida-nya kecil tetapi bertumbuh, karena ada upaya menempatkan ciri khas Yahudi dalam pekabaran Advent. “Saya percaya ini telah menjadi cara yang paling efektif untuk berbagi kasih Allah dengan orang-orang Yahudi,” katanya dalam sebuah wawancara.

24

Adventist World | 11 - 2012

“Kami telah melihat orang-orang Yahudi benar-benar hadir dalam jangka panjang, bertumbuh dalam kerohanian mereka, tinggal di dalamnya. Beberapa dari mereka menerima Mesias untuk pertama kalinya, dan beberapa dari mereka menjadi anggota, “tambahnya. Komunitas Advent Yahudi Argentina adalah salah satu yang paling maju, dalam banyak hal. Jemaat memiliki hubungan baik dengan banyak pemimpin komunitas Yahudi, dan telah menghasilkan sendiri buku doa Advent Yahudi dan urutan ibadah yang mencerminkan liturgi tradisional Yahudi. Idenya, sekali lagi, adalah untuk membuat iman Advent nyaman bagi mereka yang termasuk sedikit atau tidak ada keyakinan sama sekali mengenai Kristen. “Lebih dari 10 tahun Yahudi tradisional yang tidak percaya kepada Yesus, orang Yahudi ateis, dan Yahudi Advent adalah bagian dari komunitas kami,” kata David Barzola, seorang pendeta Advent Yahudi yang telah memimpin jemaat di Buenos Aires selama 10 tahun. “Sebagian orang memilih untuk menjadi Advent, tetapi yang lain tidak memiliki minat untuk menjadi Advent, tapi banyak yang berpikir bahwa untuk menjadi Advent

dan sekaligus Yahudi tidak konsisten.” Menjangkau komunitas Yahudi Argentina juga penting, katanya. “Komunitas kami mencari hubungan yang baik dengan masyarakat Yahudi Argentina. Kami tidak ingin dipisahkan, kita ingin membangun jembatan. Oleh karena itu, [Yahudi] otoritas masyarakat, rabi, dan orang Advent mengunjungi kami dan berpartisipasi dalam kegiatan kami. “ Jangkauan Masa Depan

Bagaimanakah masa depan? Jangkauan lanjutan harus pasti, khususnya kepada 1,6 juta orang Yahudi di dalam dan sekitar New York City, di mana Gene­ral Conference mengadakan ujung tombak penginjilan besar pada tahun 2013. Zaremsky mengatakan kepada peserta ASI, bahwa ia akan berpartisipasi di sana dalam menjangkau orang Yahudi dan membangun pusat-pusat kesehatan dan upaya lainnya. Elofer mengatakan bahwa penting bagi gereja Advent untuk menyambut orang percaya Yahudi. “Kita tidak perlu harus curiga tentang orang Yahudi yang menjadi Advent—kita harus mempercayai mereka,” kata Elofer. “Mereka adalah orang Advent setia dan setia kepada Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dan setia kepada sejarah dan warisannya. Namun mereka memiliki cara mereka sendiri untuk menjadi orang Advent dan cara mereka sendiri untuk menyembah Tuhan sesuai dengan budaya mereka.” n

P h o t o s

Mark A. Kellner, seorang

Yahudi yang percaya pada Yesus, melayani sebagai editor berita untuk majalah Adventist World dan Adventist Review. b y

M a r k

A .

K e l l n e r / A d v e n t i s t

W o r l d


ROH

NUBUAT

Oleh Ellen G. White

p e r ta m a - ta m a O r a n g

Tetapi Juga ahudi , Y Orang Yunani

P

ada waktu Yerusalem dibinasakan dan kaabah dihancurluluhkan, beribu-ribu orang Yahudi dijual untuk bekerja sebagai budak belian di negeri-negeri orang kafir. Sama seperti kapal yang karam di tepi pantai, mereka tersebar di antara bangsa-bangsa.... Difitnah, dibenci, dianiaya, dari abad ke abad warisan mereka adalah penderitaan.

Meskipun ada nasib mengerikan yang dikenakan kepada orang Yahudi sebagai suatu bangsa pada waktu mereka menolak Yesus dari nazaret, banyak orang Yahudi pria dan wanita luhur yang takut akan Allah yang hidup dari zaman ke zaman menderita dengan diam-diam. Allah menghibur hati mereka dalam kesesakan, dan memandang dengan penuh belas kasihan atas keadaan mereka yang mengenaskan. Ia mendengar doa penderitaan mereka yang telah mencari-Nya dengan segenap hati untuk memperoleh pengertian yang benar terhadap firman-Nya. Ada yang belajar melihat pada orang Nazaret yang hina itu... Mesias Israel yang benar. Ketika pikiran mereka menangkap makna nubuatan-nubuatan biasa yang begitu lama dikuburkan oleh tradisi dan tafsiran yang salah, hati mereka dipenuhi dengan rasa syukur kepada Allah karena karunia yang tak terkatakan yang dikaruniakan-Nya ke atas setiap manusia yang memilih untuk menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi.... Sejak zaman Paulus sampai sekarang, melalui Roh KudusNya Allah telah memanggil bangsa Yahudi sebagaimana bangsa lain. “Allah tidak membedakan orang” (Kis. 10:34), kata Paulus memaklumkan.... Ia memaklumkan, “Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis, ‘Orang benar akan hidup oleh iman’” (Roma 1:16, 17). Adalah tentang Injil Kristus ini, yang sama kuatnya untuk bangsa yahudi dan bangsa lain, sehingga Paulus dalam suratnya kepada orang Roma menyatakan bahwa ia tidak merasa malu. Bilamana Injil ini disajikan secara utuh kepada bangsa Yahudi, banyak yang akan menerima Kristus sebagai Mesias. Di antara para pendeta Kristen hanya sedikit yang merasa terpanggil untuk bekerja bagi orang Yahudi; tetapi kepada mereka yang

telah sering dilewati, sebagaimana dengan semua yang lain, pekabaran kemurahan dan pengharapan dalam Kristus akan datang. Pada penutupan pemberitaan Injil, ketika pekerjaan khusus harus dilakukan untuk golongan orang yang selama ini dilalaikan, Allah mengharapkan para utusan-Nya menaruh perhatian khusus terhadap bangsa Yahudi yang mereka dapati di seluruh pelosok bumi. Sebagaimana Kitab Suci Perjanjian Lama bercampur dengan Perjanjian Baru dalam suatu keterangan tentang maksud kekal Yahwe, hal ini bagi banyak orang Yahudi akan seperti fajar ciptaan baru, kebangkitan jiwa. Bilamana mereka melihat Kristus pada dispensasi Injil yang ditonjolkan dalam halaman-halaman Kitab Suci Perjanjian baru, dan melihat betapa jelasnya Perjanjian Baru menerangkan Perjanjian Lama, maka kemampuan-kemampuan mereka yang tertidur akan dibangunkan, dan mereka akan mengakui Kristus sebagai Juruselamat dunia. Dengan iman banyak yang akan menerima-Nya sebagai Penebus mereka.... Di antara orang Yahudi ada beberapa yang sama seperti Saul dari tarsus, terkenal hebat dalam Kitab Suci, dan orang ini dengan kuasa yang luar biasa akan memberitakan kekekalan hukum Allah. Allah Israel akan memberlakukan hal ini pada zaman kita. Tangan-Nya tidak pendek sehingga tidak dapat menyelamatkan. Bilamana hamba-Nya bekerja dengan iman untuk mereka yang telah lama dilalaikan dan dihina, keselamatan-Nya akan dinyatakan. “Sebab itu beginilah firman Tuhan, Allah kaum keturunan Yakub, Dia yang telah membebaskan Abraham, ‘mulai sekarang Yakub tidak lagi mendapat malu,.... Sebab pada waktu mereka, keturunan Yakub itu, melihat apa yang dibuat tangan-Ku di te­ ngah-tengahnya, mereka akan menguduskan nama-Ku; mereka akan menguduskan Yang Kudus, Allah Yakub, dan mereka akan gentar kepada Allah Israel; orang-orang yang sesat pikiran akan mendapat pengertian, dan orang-orang yang bersungut-sungut akan menerima pengajaran’” (Yesaya 29:22-23). n Artikel ini diambil dari Gospel Workers (hlm. 344-346), oleh Ellen G. White. Orang Advent percaya bahwa Ellen G. White (1827-1915) mempraktikkan karunia nubuat Alkitab selama lebih dari 70 tahun pelayanan publik.

11 - 2012 | Adventist World

25


P E R T A N YA A N D A N J A W A B A N A L K I T A B

Apakah Alkitab berbicara mengenai tato?

Tanda

Tidak banyak dibicarakan. Dalam budaya di seluruh dunia tato telah menjadi praktik umum bertahuntahun. Jadi pertanyaan Anda adalah tentang praktik kuno yang terus menjadi bagian dari pengalaman manusia di banyak tempat. Tato biasanya dipahami untuk merujuk pada desain atau simbol atau seni pada tubuh dengan menyisipkan, melalui penggunaan instrumen tertentu, tinta atau pewarna di bawah kulit epidermis. Kulit manusia digunakan sebagai kanvas alami. Ada juga yang disebut bekas luka tato, hasil sengaja dari mengiris kulit tubuh untuk membuat beberapa jenis tanda atau pola. Pertama saya akan membahas peran tato pada zaman Alkitab, kemudian teks Alkitab, dan akhirnya membuat beberapa komentar mengenai masalah ini. 1. Tato dalam Zaman Alkitab dan Saat Ini: Dalam dunia Alkitab tato menunjukkan status sosial; misalnya, seorang budak di tubuhnya akan ditulis dengan nama pemiliknya atau tuannya. Itu juga bisa memiliki makna religius. Nama atau simbol dewa ada pada tato seseorang. Tato bisa dibuat untuk perlindungan, misalnya, untuk melindungi orang dari serangan kekuatan jahat. Ketiga penggunaan ini ditemukan hampir di semua tempat di dunia kuno, dan banyak tempat saat ini. Di dunia Barat tato secara tradisional dikaitkan dengan pelaut, geng, dan pengendara motor, namun hal ini telah berubah. Dalam kasus geng, tato pada dasarnya ekspresi pemberontakan dan solidaritas di antara anggota geng. Semakin banyak evangelis di Amerika Utara menggunakan tato untuk mengekspresikan komitmen mereka kepada Kristus. Tato tidak lagi terbatas pada kelompok-kelompok tertentu sosial yang tersingkirkan, diperkirakan bahwa setidaknya 24 persen orang Amerika memiliki tato. Hal ini sekarang dianggap menjadi suatu tindakan ekspresi diri, sering digunakan untuk memperingati peristiwa penting dalam kehidupan seseorang, atau memiliki beberapa makna simbolik lainnya (misalnya, kekuatan jimat). Fakta bahwa selebriti dalam olahraga dan film memiliki tato membuat praktik tersebut populer. Namun demikian, sekitar 25 persen dari mereka yang memiliki tato akan menghapusnya dari tubuh mereka. 2. Tato di dalam Alkitab: Alkitab menyinggung sedikit sekali tentang tato. Naskah utama adalah dalam Imamat 19:28,

26

Adventist World | 11 - 2012

yang merupakan bagian dari beberapa hukum di mana larangan praktik kafir yang berhubungan dengan orang mati. Makna dari kata Ibrani qa’aqa (“tato”) tidak dapat dipastikan, namun berdasarkan paska Alkitab Ibrani, secara tradisional dapat dikonfirmasikan bahwa kata benda tersebut adalah “tato.” Hal ini di konfirmasi oleh kata benda kedua yaitu ketobet (“mark”), di mana kata kerja tersebut adalah “menulis.” Hal ini adalah tentang menulis sesuatu di tubuh. Frase ini diambil sebagai idiom yang berarti “tato” (“jangan menaruh tato di dirimu”). Seringkali tato tersebut ditafsirkan sebagai ekspresi kafir dalam berkabung. Tapi tidak terlalu jelas ditunjukkan dalam teks tersebut. Dan sejauh yang saya tahu, ritual berkabung kuno tidak ada hubungannya dengan membuat tato. Larangan tersebut dapat merujuk kepada pembuatan tato kerohanian. 3. Saran: Pembahasan ayat di atas tidak mendukung pembuatan tato. Tidak ada alasan khusus diberikan untuk larangan ini, kecuali Imamat 19 mengenai panggilan untuk kekudusan. Oleh karena itu, hukum tersebut bertujuan untuk mengajar umat Allah di jalan kekudusan. Ekspresi kekudusan tidak hanya dalam dunia kerohanian tetapi juga melalui tubuh kita, yang adalah bait Roh Kudus. Kita dipanggil untuk memuliakan Allah melalui tubuh kita (1 Kor. 6:19). Kita juga bisa menambahkan bahwa manusia, diciptakan menurut gambar Allah, yang mengungkapkan gambaran tubuh mereka dan cara mereka memperlakukan tubuh tersebut. Mutilasi dan tato dapat termasuk dalam kategori ini, dan dapat dilihat sebagai hal yang merusak ciptaan Tuhan. Kita juga harus ingat bahwa tubuh bukanlah sesuatu yang kita memiliki, tapi berbicara mengenai siapakah kita. Tubuh ini adalah pemberian Tuhan; adalah milik Tuhan. Oleh karena itu akan lebih baik bagi orang Kristen untuk menjauhkan diri dari tato. Tetapi izinkan saya mengakhiri dengan kata-kata peringatan: Kita tidak boleh masuk dalam penghakiman terhadap mereka yang, untuk beberapa alasan, telah memutuskan memiliki tato. Gereja-gereja kita harus selalu terbuka, bersedia, dan siap untuk menyambut setiap orang yang ingin beribadah bersama kita. Apa yang kita butuhkan adalah pemahaman Kristen, bukan suatu kecaman. n

Telah pensiun, Angel Manuel Rodríguez telah melayani gereja dalam beberapa dekade, lebih banyak melayani sebagai Direktur Biblical Research Institute General Conference.


PELAJARAN

ALKITAB

A

pakah mungkin untuk mengubah tabiat yang mendarah daging? Bagaimanakah mewarisi kecenderungan ke arah kejahatan diturunkan dari generasi ke generasi? Pernahkah Anda merasa seolaholah Anda sedang ditarik ke bawah oleh kekuatan di luar kendali Anda? Pernahkah Anda merasa tak berdaya untuk mengubah perilaku Anda? Ada harapan. Dia yang telah mati untuk kita, hidup bagi kita. Yesus adalah Juruselamat kita dan Tuhan kita. Dalam pelajaran ini kita akan mengeksplorasi, kuasa Tuhan yang perkasa dalam mengubah hidup kita, dan menemukan kekuatan yang lebih besar dibandingkan faktor keturunan, lingkungan, atau kecenderungan berbuat dosa.

1 Bacalah 2 Korintus 5:17, Yehezkiel 36:26, 27, dan Yeremia 24:7. Janji luar biasa apakah yang dibuat bagi mereka yang memilih untuk mengikuti Tuhan secara total dan menyerahkan diri kepada kehendak-Nya? 2

Bacalah Yeremia 13:23. Apakah mungkin untuk mencapai perubahan ini dengan kekuatan kita sendiri?

Sama seperti hal bahwa tidak mungkin bagi siapa pun untuk mengubah warna kulitnya, apalagi bagi macan tutul mengubah warna kulitnya, tidak mungkin bagi kita untuk membuat perubahan dalam hidup kita sendiri, tanpa bantuan oleh Roh Kudus. Hanya kekuatan Roh Kudus yang mengubah kita. Ketika Yesus naik ke surga, Ia berjanji untuk mengirim Roh Kudus dalam segala kepenuhan-Nya untuk membuat kita untuk hidup kudus.

3 Bacalah 2 Korintus 13:4, 5. Bagaimanakah perubahan hidup ini berlangsung dalam diri kita?

Sementara kita menyerahkan hidup kita kepada Kristus, Dia bekerja melalui karunia keajaiban Ilahi dalam hidup kita. Kuasanya menjadi milik kita. Roh Kudus mengubah hidup kita. Dengan hanya saat kira mengakui kesalahan dan bertobat, Allah pasti mengampuni, saat kita berserah, Allah melaksanakan perubahan.

C a r l

Oleh Mark A. Finley

H e i n r i c h

Y yang Mengubahkan

B l o c h

Kuasa esus

4 Bacalah Ibrani 4:2 dan Roma 5:1-5. Peran apakah yang dilakukan iman dalam transformasi Ilahi? Iman mempercayai Tuhan dalam untuk menyelamatkan dan mengubah kita. Ini adalah saluran melalui mana sungai aliran kasih karunia Ilahi-Nya masuk dalam kehidupan kita. Iman menerima keselamatan yang Yesus tawarkan dan menyalurkan kuasa Yesus yang mengubahkan hidup.

5 Bacalah Roma 8:8-11. Ketika Yesus memasuki kehidupan kita melalui Roh Kudus, apakah yang Dia berikan kepada kita?

Dalam Roma 8, Paulus membahas hidup “dalam daging” dan hidup “dalam Roh.” Jika kita hidup dalam Roh, kebenaran Kristus mengisi hidup kita dan mengalir keluar dari kehidupan kita. Roh yang membangkitkan Kristus dari antara orang mati mengubah kita.

6

Bacalah Galatia 5:24, 25. Apakah bukti terbesar bahwa Yesus berdiam di dalam hati kita?

Bukti terbesar bahwa Roh Kudus berdiam di dalam kita adalah tidak membicarakan Roh Kudus, tetapi perubahan yang datang dalam hidup kita dengan hadirnya Roh Kudus. Ketika Roh Kudus berdiam di dalam kita, kita adalah orang yang berbeda.

7

Bacalah Yohanes 5:30; 8:29. Apa prinsip yang dipandu keputusan dan tindakan Yesus?

Hidup Yesus dipimpin oleh prinsip yang menyenangkan Bapa surgawi-Nya, tidak ada yang lebih penting bagi-Nya daripada melakukan kehendak Bapa-Nya. Sebagaimana kita diyakinkan oleh Roh Kudus dalam perilaku kita yang tidak selaras dengan kehendak Bapa surgawi kita, dan menyerahkan semua perilaku itu, kita akan dipenuhi oleh Roh Kudus, diberdayakan oleh Roh Kudus, dan diubahkan melalui Kudus Roh. n

11 - 2012 | Adventist World

27


PERTUKARAN IDE

Pemberian Allah akan pernikahan adalah salah satu permata berharga milik Kristen sejati. —Jane Stackelroth, Brisbane, Queensland, Australia

Tundra Single—an d wonderi ng in Alaskan wi lderness the 8

Freedom

of Cons

cience

24 M icha B. Czechowsel ki:

Adventist Pion eer

26

Marriage

in Heave

n

Surat

Perjalanan ke Tundra

“Perjalanan ke Tundra,” oleh Carolyn Stuyvesant (Agustus 2012), adalah artikel terbaik yang pernah saya baca dalam waktu yang lama. Saya menyenangi Tundra. Saya lulusan geografi. Tentunya Tuhan mengenal kita semua, bahkan dalam “badai gurun.” Saya melihat tangan-Nya di padang pasir di negara yang tidak bisa saya sebutkan. Saya berjalan dan berpikir bahwa sudah seperti Abraham.... Saya telah melayani keturunannya.... Saat saya menatap langit malam saya pikir janji-janji Allah kepada Abraham, Ishak, Yakub, dan kita. Sungguh Allah yang luar biasa yang kita miliki!

Nama Dihilangkan Alberta, Kanada Artikel “Perjalanan ke Tundra” adalah sebuah artikel yang mengesankan bagi saya. Istri saya meninggal pada bulan Juni 2012, dan kami berdua pernah saling berbagi di Alaska dengan mengunjungi beberapa daerah di negara tersebut pada empat kesempatan yang berbeda.

Don Fahrbach Munising, Michigan, Amerika Serikat

28

Adventist World | 11 - 2012

Dalam artikel ”Pernikahan di Surga” (August 2012) Angel Manuel Rodríguez memberikan beberapa poin penting. Ketika Tuhan mengatakan bahwa di surga “mereka tidak kawin dan tidak dikawinkan,” Ia berbicara mengenai kebenaran. Diambil dari konteksnya, bagaimanapun, bagian ini tidak mengatakan seperti apa surga itu, tetapi sesuatu yang tidak seperti itu, yaitu, bahwa di surga mereka tidak mengatur pernikahan dengan cara yang sama seperti di bumi. Mungkin kita harus mengetakan “Pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan” dengan arti “di surga tidak ada pembelian dan penjualan wanita dan kontrak hukum seperti yang Anda gunakan.” Kata-kata Yunani yang digunakan dalam bagian ini tidak berbicara tentang keadaan menikah, tetapi tentang tindakan pernikahan. Hal-hal yang Allah lakukan tidak bersifat sementara, tapi kekal (Pengkhotbah 3:14). Jadi jika Allah menciptakan laki-laki dan perempuan, dan menggabungkan mereka menjadi satu, maka pernikahan bukan hanya sementara yang hanya berlangsung selama seumur hidup di bumi, tetapi kesatuan abadi yang berlangsung selamanya di surga; dengan mengasumsi bahwa pernikahan adalah hubungan yang benar-benar dibuat oleh Tuhan, bukan sebuah ketidakcocokan yang dibuat oleh manusia. Seperti diajarkan di seluruh Kitab Suci, seluruh suasana surga adalah suasana pernikahan! Pemberian Allah akan pernikahan adalah salah satu permata berharga milik Kristen sejati.

Jane Stackelroth Brisbane, Queensland, Australia

Saya menulis untuk berterima kasih kepada Angel Manuel Rodríguez untuk respons kepada pertanyaan, “Apakah orang akan menikah di surga?” Saya telah melakukan diskusi tentang topik ini dengan orang Advent, bahkan pendeta, dan keragaman pendapat timbul dengan sangat mengejutkan. Pernyataan Yesus dalam Markus 12 menegaskan tidak akan ada pernikahan di surga adalah bukti kuat dan mengikat. Ellen White juga mengkomunikasikan hal yang sama di Selected Messages, jilid 1, hlm. 172, 173.

Steve Riehle S anta Maria, Kalifornia, Amerika Serikat Di Atas Tanah Berbatu

Saya pembaca setia dan kolektor majalah Adventist World, dan beberapa artikel tersebut membuat saya takjub. Namun, saya harus menyoroti artikel Frank M. Hasel, “Mendirikan Gereja di Atas Tanah Berbatu” (Mei 2012). Saya terkesan dengan hasil penelitian di mana hal itu mungkin terjadi untuk melihat dengan jelas bagaimana kemakmuran kita dikaitkan dengan ketaatan kita kepada para nabi-Nya. Bahwasanya Bapa surgawi tidak dapat diragukan!

J érsica Lins de Oliveira Monteiro Vitoria da Conquista, Bahia, Brazil E s tat e

Pernikahan di Surga

W h i t e

201 2

G .

Aug ust

E l l e n

The I ntern ation al Pa per fo r Sev enthday A dvent ists


Catatan Kesehatan

Jika dibandingkan dengan non vegetaris, mereka yang vegetaris: n

Sedikit menonton televisi.

n

Tidur lebih lama setiap malam.

n

Setia di Bawah Tekanan

Saya tersentuh dan semangat saya diangkat ketika saya membaca kisah Oksana Sergiyenko, seorang Advent Rusia yang sendirian dalam pemerintah (lihat Andrew McChesney, “Setia di Bawah Tekanan,” Januari 2012). Sergiyenko tidak gagal untuk melakukan tugas yang setia kepada Tuhan dan warga negaranya. Saya berharap dan berdoa ini akan menjadi batu landasan bagi kita— orang percaya.

Min Sung via E-mail Menyenangkan!

Saya benar-benar senang dengan Advent­ ist World. Saya berdoa agar Tuhan membantu Anda melanjutkan pekerjaan Anda, karena majalah ini memberikan penjelasan indah kepada kita mengenai isuisu yang berbeda yang banyak orang tanyakan. Contohnya adalah artikel tahun 2011 yang berbicara tentang asal-usul gereja. Hal ini menguatkan saya dan membantu saya untuk membuktikan kesalahan yang dilakukan oleh orang yang memisahkan diri dari gereja tanpa alasan yang baik.

n n

Source: Adventist Health Study—2

M  engonsumsi lebih banyak buah dan sayuran. Mengonsumsi sedikit lemak jenuh. B  iasanya memakan makanan rendah glikemik, seperti kacang kedele, polong-polongan, dan kacang-kacangan.

Di Belahan

Dunia Manakah Ini? S u b m i t t e d

b y

T h a b an i

M oy o

Mboni Burundi

jawaban: Di Bulawayo, Konferens Zimbabwe Barat, lebih dari 800 orang menjadi Pathfinder Master Guides. Dalam gambar, terpampang beberapa pemimpin konferens dan divisi yang berpartisipasi dalam acara pelantikan.

Tata Cara Kolom Surat: Silakan kirim surat Anda ke editor Adventist World: letters@adventistworld.org. Isi surat itu harus jelas dan langsung pada maksudnya, maksimum 100 kata. Pastikan untuk menuliskan nama artikel yang dimaksud, tanggal diterbitkan dan halaman artikel tersebut. Juga informasikan nama Anda, kota, provinsi dan negara dari mana Anda mengirim surat tersebut. Surat tersebut akan diedit dan disesuaikan dengan kolom yang masih tersedia. Perlu diketahui bahwa tidak semua surat yang masuk akan terbitkan.

11 - 2012 | Adventist World

29


PI DE RE AT U EK XA CR HA AN N IGDEE

127

telah didengar dari pelajaran sekolah sabat

Rendah hati bukan untuk memikirkan kekurangan dirimu; melainkan sedikit memikirkan dirimu.

Tahun Lalu

B i b l e

P

ercobaan edisi The Bible Echo dan Signs of the Times telah terbit E c h o / G C A r c h i v e s di Australia pada tanggal 2 November 1885. Pekerjaan penerbitan di Australia dimulai sekitar enam bulan setelah tiba di Melbourne pada tanggal 16 Juni 1885, yaitu seorang misionaris Advent pertama: S.N. Haskell, J.O. Corliss dan M.C. Israel dan keluarga mereka; Henry L. Scott, sang pencetak, dan William Arnold, penginjil literatur. Penerbitan reguler dari majalah tersebut dimulai pada bulan Januari 1886.

—dikirim oleh Homer Trecartin, Ketua Uni Misi Timur Tengah.

Rumah Percetakan Bible Echo ini bertempat di sebuah gedung dua lantai yang disewakan di sudut Jalan Rae dan Scotchmer, Fitzroy Utara, Melbourne. Peralatannya terdiri dari satu mesin cetak besar dan satu mesin cetak kecil, mesin jahit, mesin potong, dan beberapa mesin jenis manual. Cetakan berkala, bulanan pada awalnya, menjadi cetakan setengah bulanan pada tahun 1889, bahkan mingguan pada tahun 1894, kemudian menjadi cetakan bulanan lagi pada tahun 1959. Pada tahun 1903 nama cetakan berubah menjadi Australasian Signs of the Times. Selaras dengan nasihat Ellen White bahwa demi kepentingan gereja sedapat mungkin urusannya harus dipindahkan dari kota, Echo Publishing House, sebagai perusahaan yang dikenal, dipindahkan pada bulan Februari 1906 ke Warburton. Nama itu kemudian diubah menjadi Signs of the Times Publishing Association, kemudian disingkat menjadi Signs Publishing Company.

Doa

top Lima laba-laba yang paling beracun (dan di mana mereka tinggal): 1. 2. 3. 4. 5.

Laba-laba Redback (Australia). Laba-laba Funnel-web (Australia). Laba-laba Brazilian Wandering (Amerika Selatan). Laba-laba Recluse Cokelat (Amerika Utara). Laba-laba Black Widow (Amerika Utara).

Sumber: Environmentalgraffitti.com

PUJI SYUKUR Keluarga saya sedang melalui kesulitan; tolong doakan keadaan keuangan kami.

Okeloh, Kenya

Tolong doakan pelayanan kami, kadang kala kami tidak memiliki beras dan makanan

David, Myanmar

Permohonan saya adalah agar keluarga saya tetap teguh dalam iman, dan mengenai kesehatan saya

Yogi, Afrika Selatan

30

Adventist World | 11 - 2012

Tolong doakan anak saya yang sedang di rumah sakit oleh karena kanker tingkat empat.

Carol, Amerika Serikat

Tolong doakan seorang wanita muda yang sedang berjuang atas kapan dan ke mana harus pergi memilih perguruan tinggi, dan apa yang harus dikejar. Juga, salah satu gereja kami memutuskan apakah akan menyewakan gereja mereka untuk sebuah kelompok Muslim.

Nama dihapuskan, Australia

Ada 10 yatim piatu di gereja kami. Saya mohon tolong doakan mereka.

Sabbathi, India

Tolong doakan demi kelepasan kami. Kami sedang bergumul untuk memperoleh keluarga kami kembali.

Wayne, Jamaika

Doa & Pujian: Kirimkan permohonan doa rasa syukur saudara ke: prayer@adventistworld.org. Kirimlah kepada kami permohon­an doa dan rasa syukur saudara (berterima kasih atas jawaban doa). Tuliskan secara singkat dan padat, maksimum 50 kata. Permohonan doa saudara akan diedit untuk maksud yang jelas. Tidak semua yang masuk akan dicetak. Sertakan nama saudara dan negara di mana saudara tinggal. Saudara juga dapat mengirimkan melalui fax: 1-301-680-6638; atau mengirim surat ke Adventist World, 12501 Old Columbia Pike, Silver Spring, MD 20904-6600 U.S.A.


5O 5O

KATA ATAU KURANG

Kitab dari Alkitab

Favorit saya...

n Bagi

saya, Yesaya adalah kitab yang terbaik. Nasihat yang baik dan rasa nyaman yang diberikan bagi jiwa saya saat saya menghadapi hal yang sulit dalam hidup saya. —Helen, Morganton, Carolina Utara, Amerika Serikat

n Saya

suka Injil Yohanes, khususnya pendahuluan terkenal di pasal 1. Dia sangat memahami inkarnasi: “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita,...” (Yohanes 1:14). —Adam, Porto, Alegre, Brazil

n Saya

suka kitab Ibrani. Dikemas dengan nasihat rohani dan penuh nasihat yang membawa kita lebih dekat kepada Tuhan. “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: ‘Aku sekalikali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekalikali tidak akan meninggalkan engkau’” (Ibrani 13:5). —Reggie, Via E-mail

n Saya

suka kitab Bilangan karena menunjukkan kekuatan dan kelemahan Israel. Hal ini memungkinkan kita untuk memilih jalan yang benar untuk menerima berkat-berkat Allah dan menghindari ketidakpercayaan. —Aboua, Via E-mail

n Kitab

favorit saya adalah Yeremia. Pada hari saya meninggalkan kru, saya menemukan selembar kertas dengan teks Yeremia 29:13: “Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati,” itu adalah puisi. —Ruth, Via E-mail

Kali berikutnya, ceritakan kepada kami dalam 50 kata atau kurang tentang tokoh Alkitab kesukaan Anda. Kirimkan ke letters@ AdventistWorld.org. Tulis “50 Words or Less” pada baris judul. Pastikan untuk menuliskan nama kota dan negara dari mana Anda menulis.

“Lihatlah, Aku Datang Segera” Misi kami adalah untuk meninggikan Yesus Kristus, mempersatukan umat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di mana saja dalam iman, misi, kehidupan, dan pengharapan.

Penerbit Adventist World adalah majalah periodik internasional milik Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Sedunia. Divisi Asia-Pasifik Utara adalah penerbitnya. Penerbit Eksekutif dan Pemimpin Redaksi Bill Knott Wakil Penerbit Claude Richli Manajer Percetakan Internasional Chun, Pyung Duk Dewan Penerbit Ted N. C. Wilson, ketua; Benjamin D. Schoun, wakil ketua; Bill Knott, sekretaris; Lisa Beardsley; Daniel R. Jackson; Robert Lemon; Geoffrey Mbwana; G. T. Ng; Daisy Orion; Juan Prestol; Michael Ryan; Ella Simmons; Mark Thomas; Karnik Doukmetzian, penasihat hukum Komite Koordinasi Adventist World Lee, Jairyong, ketua; Akeri Suzuki; Kenneth Osborn; Guimo Sung; Chun, Pyung Duk; Han, Suk Hee Redaksi Bertempat di Silver Spring, Maryland Lael Caesar, Gerald A. Klingbeil (associate editors), Sandra Blackmer, Stephen Chavez, Wilona Karimabadi, Mark A. Kellner, Kimberly Luste Maran Redaksi Bertempat di Seoul, Korea Chun, Pyung Duk; Chun, Jung Kwon; Park, Jae Man Editor Online Carlos Medley Koordinator Teknik dan Pelayanan Pembaca Merle Poirier Editor-at-large Mark A. Finley Senior Advisor E. Edward Zinke Manajer Finansial Rachel J. Child Asisten Redaksi Marvene Thorpe-Baptiste Asisten Editor Gina Wahlen Dewan Manajemen Jairyong Lee, ketua; Bill Knott, sekretaris; P. D. Chun, Karnik Doukmetzian, Suk Hee Han, Kenneth Osborn, Juan Prestol, Claude Richli, Akeri Suzuki, Ex-officio: Robert Lemon, G. T. Ng, Ted N. C. Wilson Pengarah Seni dan Desain Jeff Dever, Brett Meliti Para Penasihat Ted N. C. Wilson, Robert E. Lemon, G. T. Ng, Guillermo E. Biaggi, Lowell C. Cooper, Daniel R. Jackson, Geoffrey Mbwana, Armando Miranda, Pardon K. Mwansa, Michael L. Ryan, Blasious M. Ruguri, Benjamin D. Schoun, Ella S. Simmons, Alberto C. Gulfan, Jr., Erton Köhler, Jairyong Lee, Israel Leito, John Rathinaraj, Paul S. Ratsara, Barry Oliver, Bruno Vertallier, Gilbert Wari, Bertil A. Wiklander Kepada para Penulis: Silakan mengirimkan naskah yang siap diterbitkan, melalui alamat redaksi 12501Old Columbia Pike, Silver Spring, MD 20904-6600, U.S.A. Atau melalui fax: +1 (301) 680-6638 E-mail: Internet: worldeditor@gc.adventist.org Situs Web: www.adventistworld.org Kecuali diberitahu, semua kutipan ayat Alkitab diambil dari ALkitab Terjemahan Baru. © 1974 Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Digunakan dengan izin. Adventist World diterbitkan setiap bulan dan dicetak secara berkala di Korea, Brasil, Indonesia, Australia, Jerman, Austria, dan Amerika Serikat. Vol. 8, No. 11

11 - 2012 | Adventist World

31


DARI INDONESIA

Dahsyatnya Ketika Wanita Berkhotbah Daerah Sumatera Kawasan Selatan (DSKS)

U

ntuk pertama kali di Daerah Sumatera Kawasan Selatan acara KKR besar dengan menghadirkan pembicara-pembicara dari kaum Ibu. Para wanita luar biasa itu adalah Ibu Helen Gulfan (Dir. Pelayanan BWA dan Shepherdess International Divisi Asia Pasifik Selatan) dan Ibu P. Lubis serta Ibu Helda Sembiring. Oleh berkat Tuhan, maka pada tanggal 10-15 September 2012 dilaksanakanlah KKR penuaian di Bandar Lampung dan ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan penginjilan di 9 distrik yang telah dipersiapkan sepanjang tahun. Bertempat di Gedung Ernawan Khuai Jukhai, ruangan indah ini berkapasitas 650-700 tempat duduk, malam itu, Ketua PKK Bandar Lampung, Ibu Eva Dwiana Herman HN (istri walikota) juga hadir dan menyempatkan waktu memberi sambutan dan salam persaudaraan kepada semua umat Advent yang hadir dalam acara tersebut, dalam sambutannya meminta “agar setiap anggota gereja Advent menjadi contoh dan pelopor keluarga bahagia bagi masyarakat lain” sambil mengutip tema KKR “Happy Family Forever” (Keluarga Bahagia Selamanya). Dari malam ke malam, acara ini selalu menarik dan membawa sukacita bagi setiap yang hadir, hal itu terlihat dari kursikursi yang selalu terisi setiap malam, dan sebelum acara dimu-

lai, tim kesehatan dari RSA Bandar Lampung selalu siap melayani konsultasi dan pemeriksaan kesehatan gratis kepada para pengunjung di acara KKR ini. Di sela-sela minggu KKR ini, Ibu Gulfan selalu mengungkapkan rasa bahagianya dapat melayani di acara ini, karena ternyata bagi beliau bahwa ini juga adalah “pengalaman pertamanya” mengadakan KKR besar, dan puji Tuhan karena Dia selalu memperlengkapi hambaNya dengan berbagai karunia untuk melayani umat-Nya. Dan itu sangat terlihat dari setiap Firman Tuhan yang disampaikan dengan dahsyat oleh kedua ibu yang luar biasa ini. Pada hari Sabat, 15 September, diadakan kebaktian gabungan se-Bandar Lampung dan acara dipusatkan di sebuah tempat kompleks GDG Villa Citra dan anak-anak menggunakan gedung Gereja GBI Villa Citra, dan di kompleks itu juga diadakan acara Baptisan pada akhir kebaktian hari Sabat itu. Dan oleh berkat dan karya Tuhan saja, pada hari Sabat itu sudah dibaptiskan 109 jiwa dan bersatu dalam persekutuan gereja yang sisa ini. Ada 13 pendeta yang berada di kolam untuk melayani prosesi baptisan. Ketua daerah melaporkan bahwa dalam beberapa bulan ini, juga sudah dibaptiskan 37 jiwa sebagai buah sulung pelayanan KKR besar ini, maka total seluruh baptisan adalah 146 jiwa. Mari kita jaga dan beri perhatian bagi setiap jiwa yang baru menerima baptisan ini, agar mereka tetap setia dan kelak menjadi saksi Kristus di mana pun berada. n —Dilaporkan oleh Victor Joe Sinaga, Departemen Komunikasi DSKS.

32

Adventist World | 11 - 2012


Kuasa Allah yang Menobatkan

N

ama saya Ida dan saya berasal dari Pulau Nias, Sumatera Utara. Sesuatu yang tidak terpikirkan sebelumnya tetapi saya tiba di Lampung dan menjadi pengikut Yesus Kristus yang setia. Awalnya berangkat dari Nias dengan tujuan berlibur untuk menghilangkan rasa galau karena menghadapi beberapa persoalan dan untuk sementara tinggal di rumah abang saya di Medan. Menjadi dilema bagi saya ketika abang saya mengetahui rencana untuk berangkat ke tempat kakak di Lampung, ternyata tidak disetujui bahkan mereka melarang saya untuk pergi karena kakak dan keluarganya di Lampung adalah penganut agama Advent, sebab menurut keluarga bahkan teman-teman bahwa agama tersebut adalah aliran sesat meskipun kenyataannya kami belum mengenal dan mengetahui ajaran gereja tersebut. Namun karena dorongan hati yang rindu bertemu dengan keluarga kakak, akhirnya saya memutuskan untuk berangkat. Kenyataannya berbeda, ketika saya tiba di rumah keluarga kakak di Lampung, sungguh di luar perkiraan dan dugaan sebelumnya, saya justru sangat senang dan kagum melihat bahwa keluarga ini sangat tekun belajar Firman Tuhan setiap pagi dan malam. Dan setiap hari Selasa sore ada Kelompok Pendalaman Alkitab (KPA) yang diasuh oleh bapak Pdt. Bangun Pasaribu. Dan secara kebetulan pada saat itu KPA diadakan tiga hari berturutturut. Di KPA inilah saya dan saudara sepupu saya Evi, Ibu Tini, Ibu Hutagaol mendapatkan banyak hal pelajaran yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya tentang bagaimana seharus-

Sesuatu yang tidak pernah terpikirkan nya umat Kristen hidup mengasihi dan menuruti akan Firman Allah dalam kehidupan sehari-hari. Awalnya memang sangat sulit diterima, apalagi soal makanan, Sabtu (Sabat) dan lain-lain. Sebenarnya saya harus segera pulang ke Nias, oleh karena pekerjaan sebagai perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Sitoli, namun saya bergumul dalam doa karena hati saya mulai terbuka untuk menerima kebenaran Firman Tuhan. Dengan penuh pergumulan, pada tanggal 23 Agustus 2012, saya mengambil keputusan untuk tidak pulang ke Pulau Nias meskipun ini pilihan yang sangat berat dan pahit karena itu artinya saya meninggalkan keluarga, teman-teman, dan kehilangan pekerjaan. Akhirnya di hadapan anggota KPA dan Pdt. B. Pasaribu, pada tanggal 27 Agustus 2012 saya menyampaikan keinginan untuk dibaptis menjadi pengikut Kristus. Dan puji Tuhan, menyusul pada tanggal 14 September 2012, sepupu saya Evi yang masih dalam perjuangan untuk melanjutkan studinya di salah satu akademi di Lampung juga dengan penuh pergumulan menyampaikan permohonannya untuk menerima baptisan kudus. Pilihan saya untuk menerima baptisan dan tinggal di Lampung tidak lagi menimbulkan rasa takut sekalipun keluarga tidak menyetujuinya, bahkan saya punya tekad dan misi untuk memperkenalkan ajaran Alkitab yang sesungguhnya kepada keluarga dan teman-teman saya. Saya juga tidak bimbang soal masa depan, bahkan pekerjaan yang sudah saya tinggalkan, karena saya percaya bahwa Tuhan memiliki rencana yang terbaik buat saya ketika mengikut Dia dengan setia. Akhirnya pada tanggal 15 September 2012 pada KKR penuaian oleh Ibu Helen Gulfan yang diadakan di Kota Bandar Lampung saya pun dibaptis dengan sepupu saya Evi, dan menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi sepenuhnya. Saya mohon dukungan doa dari saudaraku seiman, semoga kehidupan saya menjadi terang dan garam kepada sesama sehingga melalui kehidupan sehari-hari, orang lain akan mengenal dan mengikut Tuhan Yesus Kristus Sang Penebus dan Juruselamat kita.

Ida dan Evi saat menerima Yesus menjadi Juruselamat melalui baptisan suci.

—Ditulis oleh Ida, dan dilaporkan oleh Pdt. B. Pasaribu, Gembala Distrik Lampung Tengah.

11 - 2012 | Adventist World

33


DARI INDONESIA

Pekabaran Advent Menembus Penghalang Cirebon, Konferens Jawa Barat (KJB)

P

enginjilan di Kota Sunan Gunung Jati— Cirebon—ini sedang membahana, bahkan menembus batas, ini terlihat dari beberapa KKR yang sudah digelar dan menghasilkan puluhan jiwa dibaptis. Roh Allah menggerakkan umat-Nya melalui gembala jemaat, Pdt. T.H. Simbolon, untuk melaksanakan berbagai penginjilan ini. Salah satu KKR yang sudah berlangsung adalah pada tanggal 2-8 September 2012, yang mana kali ini pembicaranya adalah para mantan Penginjil Literatur (PL) dengan tema “Dibangunkan oleh Firman-Nya.” Hasilnya, puji Tuhan KKR ini mendatangkan 11 jiwa pada acara puncaknya di hari Sabat yang dibaptis oleh gembala Jemaat Cirebon. Kepada para pembaca AWI mohon doa karena beberapa jiwa yang baru dibaptis adalah dari kalangan bukan Advent. n —Dilaporkan oleh W. Manalu, Komunikasi Jemaat Cirebon, Jawa Barat.

Kabar Gembira KKR Surabaya

Konferens Jawa Kawasan Timur (KJKT)

P

uji Tuhan setelah diadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Kota Surabaya sejak 17-22 September 2012 di Gedung Garnisun dan Gedung Graha Samudera Bumimoro, Kodikal, Surabaya dengan tiga pembicara, pertama: Pdt. J. H. Rantung, Sekretaris Eksekutif Uni Indonesia Kawasan Barat; Bapak Roy Mandey dan Bapak Max Makahinda. Kabar gembira hasil dari KKR Surabaya tersebut adalah karena telah dibaptiskan 92 jiwa. Kita doakan jiwa-jiwa tersebut dan penginjilan yang akan datang akan mendatangkan banyak jiwa. n —Dilaporkan oleh Pdt. Ranap Situmeang, Sekretaris Asosiasi Kependetaan dan Komunikasi KJKT.

34

Adventist World | 11 - 2012


Peresmian Cabang Sekolah Sabat Kedunggalar, Jawa Timur

S

abat, 8 September 2012, telah diresmikan oleh Konferens Jawa Kawasan Timur (KJKT), Cabang Sekolah Sabat Kedunggalar, sebagai cabang yang ke-28 di wilayah ini. Sukacita dan kebahagiaan terpancar dari anggota Cabang Kedunggalar yang terletak di pelosok Kabupaten Ngawi, lebih kurang 20-30 km dari Kota Ngawi ke arah Sragen. Bapak Djoko Waluyo sebagai koordinator cabang dalam pemaparannya menyangkut sejarah pelayanan dan perintisan cabang ini sudah dimulai kurang lebih setahun yang lalu dengan melewati berbagai tantangan dan masalah, kegiatan demi kegiatan dilaksanakan di Kedunggalar, bahkan KKR pernah dibuat di tempat ini beberapa bulan yang lalu dan menghasilkan 5 jiwa yang dibaptis menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi mereka. Hadir dari konferens dalam rangka meresmikan cabang ini adalah Pdt. Ranap Situmeang selaku Sekretaris Assosiasi Kependetaan KJKT. Kemudian Pdt. Abri Santoso, sebagai Direk-

tur SS/PP serta Kesehatan KJKT, yang pada kesempatan sabat itu menyampaikan amanat peresmian yang dikutip dari Firman Tuhan yang begitu menguatkan anggota yang baru saja eksis hampir 2 tahun belakangan ini. Di akhir dari khotbahnya, dilakukanlah penandatanganan akta peresmian cabang Sekolah Sabat. n —Dilaporkan oleh Pdtm. Dale Sompotan, Gembala Jemaat Ngawi, Jawa Timur.

Pathfinder Maluku, ‘Bangun!’

P

erkemahan pemuda pathfinder Daerah Misi Maluku yang dilaksanakan tanggal 22-25 Agustus 2012 memberikan dampak yang positif bagi kelas kemajuan. Kelas kemajuan yang selama ini dilaksanakan di jemaat masing-masing selalu menghadapi berbagai kendala baik dari dalam maupun dari luar karena berbagai faktor, tetapi semangat para pathfinder tetap maju. Hal itu terbukti pada saat acara perkemahan berlangsung, lebih dari 500 peserta yang datang dari wilayah Maluku Tenggara Barat, wilayah Pulau Seram dan Pulau Saparua, dan wilayah Pulau Ambon untuk menghadiri acara tersebut.

Daerah Misi Maluku (DMM)

Para pemimpin Daerah Misi Maluku dan Bapak Wakil Gubernur Maluku.

11 - 2012 | Adventist World

35


DARI INDONESIA Acara pembukaan tanggal 22 Agustus pukul 09.00 waktu setempat, dilaksanakan dalam bentuk upacara kenaikan bendera merah putih dan sebagai pembina upacara adalah Bapak Wakil Gubernur Maluku. Dalam amanatnya, beliau mengatakan pentingnya ada kesatuan di antara generasi muda baik antar jemaat dalam organisasi maupun dalam bermasyarakat. Acara perkemahan ini juga dihadiri oleh Pdt. Jobbie Yabut, Direktur Pemuda Advent Divisi Asia Pasifik Selatan. Kegiatankegiatan yang dilaksanakan di perkemahan ini yaitu seminar rohani, kelas keterampilan, hiking, turun tebing dan meluncur dengan tali. Acara penutupan pada hari Sabat malam tanggal 25 Agustus 2012 oleh Direktur Pemuda Advent Daerah Maluku dengan letusan petasan. Kesan terakhir saat perpisahan dipenuhi dengan tangisan sukacita dengan harapan acara ini dapat dilaksanakan untuk tahun-tahun berikutnya. Pathfinder Ambon Ikut Apel Akbar Hari Pramuka

Pada tanggal 4 September 2012 untuk pertama kalinya klub pathfinder GMAHK Ambon diundang untuk mengikuti apel akbar dalam rangka upacara hari pramuka bersama seluruh gugus depan kwartir pramuka se- Kota madya Ambon dari regu siaga sampai dengan pembina. Ada dua regu klub pathfinder

Petra, Sang Penginjil ‘Buta’

Setia menarik jiwa, dengan ‘kelebihan’ yang ia miliki

S

uatu siang, panas terik sudah sampai di ubun-ubun kepala. Lalu lintas di sekitar kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur padat merayap. Dari seberang jalan seorang pria paruh baya dengan pakai rapi berdasi dan terlihat necis berjalan lambat. Meraba-raba permukaan jalan dengan tongkat berwarna putih merah dan kacamata hitam.Sambil terus menenteng sebuah tas kulit, pria yang punya wajah “keras” dan “tegas” ini sedang memasuki rumah ibadah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Jatinegara yang bersebelahan dengan Kantor Perpustakaan dan Arsip Wali Kotamadya Jakarta Timur. Dalam rumah ibadah yang berbakti setiap hari Sabat, pria ini langsung duduk. Setelah selesai beribadah pada Sabat siang itu. Ia berkata, “perkenalkan nama saya Petra, artinya Peter Tuna Netra. Selalu bersemangat menginjil dan bekerja untuk Tuhan,” katanya sambil menyodorkan tangan. Kami berdua duduk di atas tangga sebuah sekolah SD dan SMP Advent Jatinegara yang terletak di belakang gereja, mulai bercerita kenapa dirinya menjadi seorang tunanetra. ”Beberapa tahun lalu saya mengalami kecelakaan lalu lintas. Ditabrak seorang anak muda yang mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Akibat tabrakan

36

Adventist World | 11 - 2012

yang ikut serta yaitu regu putri dan regu putra dari klub pathfinder Kotamadya Ambon dan klub pathfinder dari Jemaat Kamarian Pulau Seram. Suatu kesan tersendiri yaitu penampilan dengan seragam pathfinder yang berbeda dengan seragam pramuka lainnya dan menjadi perhatian khusus baik dari pemerintah dan juga dari semua gugus depan lainnya. Setelah selesai acara, ada interaksi dan saling berkenalan dengan gugus depan pramuka lainnya baik dari sekolah maupun komunitas lainnya. Mereka sempat bertanya tentang sistem pengelolaan klub pathfinder yang ada di gereja Advent. Tolong doakan agar Pathfinder Maluku tetap semangat dan maju terus. n —Dilaporkan oleh Pdt. Ronny Uniana, Komunikasi DMM.


tersebut syaraf retina mata saya putus. Dua-duanya putus. Buta total. Nyaris saya mau bunuh diri ketika dokter di RS Mata Cicendo, Bandung bilang saya mengalami kebutaan total,” ucapnya dengan nada suara lirih. Nyaris putus asa divonis dokter jadi tunanetra, saat itu ia masih bekerja di sebuah perusahaan air mineral terkemuka. Alumnus Fakultas Pendidikan Unai (Universitas Advent Indonesia) Bandung ini tak mau lama-lama dirundung duka. Ia menyesal dan minta ampun dosa, dan bertobat! Tangan Tuhan segera menolongnya. Mengangkat dirinya dari ‘lumpur’ frustasi, stres, putus asa, dan keterpurukan. Ia pun ikut pendidikan pada Sekolah Pendidik Bina Netra (SPBN) Cawang, Jakarta Timur. Sampai meraih gelar Sarjana Pijat Kesehatan Orang (SPKO).” Sebelum buta, saya pernah bekerja 28 tahun di sebuah perusahaan air kemasan Aqua di kawasan industri Pulo Gadung. Setelah mengalami kebutaan total, saya menjadi penginjil awam sambil menjadi seorang pemijat rongga tubuh atau body space medicine massage,” jelasnya. Sebagai penginjil Petra setia menarik jiwa orang-orang berdosa. ”Sudah tiga belas jiwa saya tarik untuk bertobat, dibaptis, mengenal Yesus Kristus dan kebenaran-Nya. Semua ini karena

Kuasa Tuhan Yesus,” katanya dengan nada suara mantap dan tegas. Petra juga dikenal sebagai salah seorang perintis berdirinya Cabang Sekolah Sabat Bethesda, Penca (Penyandang Cacat) Ministry yang beribadah setiap Sabat di Gedung Pertemuan Advent Jalan M.T. Haryono.” Bethesda Penca Ministry bertujuan untuk membuat gereja khusus tunanetra. Para tunanetra harus menjadi pelaku Firman Tuhan, bukan hanya menjadi pendengar,” ujar pria berdarah Ambon yang punya ayat Alkitab kesayangan di Galatia 2:20. Ketika ditanya apakah tujuannya mau menginjil begitu bersemangat sampai menarik 13 jiwa yang dibaptis oleh Pdt. Ri­ chard Panggabean, Petra mengatakan dirinya ingin menjadi saksi bagi Yesus Kristus.” Hampir 12 tahun menyandang status tunanetra, kadang ada rasa jenuh, kalau boleh Tuhan Yesus datang hari ini, atau besok. Saya sudah siap. Dia tak akan datang kalau Injil belum diberitakan di seluruh dunia. Itu sebabnya saya jadi penginjil,” jawabnya. Apakah itu juga alasan saudara menginjil? n —Dilaporkan oleh Pulo Lasman Simanjuntak, Diakon Jemaat Jatinegara, Jakarta.

Bible Camp Bakti Wanita Advent 212

A

wal bulan September 2012, Bakti Wanita Advent Daerah Nusa Tenggara melangsungkan kegiatan Perkemahan BWA yang pertama se-Daerah Nusa

Daerah Nusa Tenggara (DNT)

Tenggara, berjumlah 400 orang yang bertempat di bumi perkemahan Noelbaki 17 km dari Kota Kupang. Langkah awal, menuntukan semua keberhasilan. Itulah semangat yang di miliki oleh panitia BWA yang di Pimpin langsung oleh Ibu. A.Wangania selaku Dir.BWA Daerah Nusa Tenggara. Perkemahan ini melibatkan semua anggota BWA se-DNT dari usia 12 sampai 70 tahun. Dalam acara pembukaan ditampilkan tarian asal Timor yang dibawakan oleh anak-anak dari Distrik Kupang. Acara pengalungan kain adat asal Timor juga dilakukan terhadap Ibu Hellen Gulfan, Pdt. J.S. Peranginangin, Ibu Linda Peranginangin dan salah seorang tamu Frouke Rebo-Bubu. Dilanjutkan dengan sambutan pembukaan yang disampaikan oleh Ibu Helen Gulfan, Direktur 11 - 2012 | Adventist World

37


DARI INDONESIA BWA Divisi Asia Pasifik Selatan yang diterjemahkan oleh Pdt. Dr. J.S. Peranginangin, Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Uni Indonesia Kawasan Barat (UIKB), dalam sambutannya beliau menekankan tema “Keep Your Light Shining” (Pancarkan Terus Cahayamu), sangat mengena bagi kita sebagai anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Allah adalah terang itu, adalah suatu hal yang besar dan sangat berarti ketika Dia menyatakan dalam kitab Matius 5:16, “Kamu adalah terang dunia.” Kebaktian malam yang disampaikan oleh Pdt. Dr. J.S. Peranginangin, penekanan dalam kebaktian ini bahwa kaum wanita harus ingat untuk selalu memancarkan cahaya di mana pun berada. Karena itu angkatlah terangmu supaya terang itu dapat menyinari dunia. Marilah kita gunakan waktu dan kesempatan ini sebaik-baiknya, agar kita semakin dimampukan untuk memancarkan terang kepada sekeliling kita. Diakhir dari acara Perkemahan BWA Daerah Nusa Tenggara maka Direktur BWA Daerah Nusa Tenggara memberikan cenderamata sebagai ucapan terima kasih ke-

38

Adventist World | 11 - 2012

pada para narasumber semoga kasih Tuhan selalu membalas kebaikan dan pelayanan para hamba Tuhan ini. Pancarkan terus cahayamu! n —Dilaporkan oleh Pdt. D. Kana Djo, Direktur Komunikasi DNT.


Samosir Cinta Ministry

S

etelah beberapa tahun terbentuk anak rantau yang ada di Jakarta maka mereka membentuk sebuah nama Samosir Cinta Ministry. Dan mereka selalu memikirkan tentang penginjilan di kampung halaman di daerah Samosir dan sekitarnya. Dan setelah mengumpulkan dana dari anak-anak Tuhan yang ada di perantauan maka terbentuklah panitia untuk mengadakan KKR di Pulau Samosir dan sekitarnya dengan tema Pangaropan di Luat Samosir artinya Pengharapan di Pulau Samosir dan sekitarnya. Maka ditentukanlah ada sembilan titik tempat KKR diadakan. Maka pada tanggal 09-15 September 2012 diadakanlah KKR serentak di sembilan titik antara lain Simanindo, Simbolon, Limbong Sagala, Lottung, Sihotang, Rassang Bosi, Onan Runggu, Sabulan, Nainggolan. Kita puji Tuhan maka pada malam panggilan di setiap titik KKR banyak jiwa yang menerima Yesus dalam hidup mereka. Dan pada hari Sabat tanggal 16 September 2012 diadakan Sabat gabungan di alam terbuka di halaman Balai Pengobatan Advent Simbolon.

Suatu penginjilan di Pulau Samosir Sumatera Utara

Dan yang menarik adalah yang menyampaikan khotbah dalam Sabat gabungan adalah ketua uni, Pdt. Dr. J.S. Peranginangin, beliau mengutip perkataan seorang yang bijaksana bahwa setiap orang yang memenangkan jiwa adalah orang bijak. Pada akhir khotbah diadakanlah baptisan gabungan di tepi Danau Toba di Simbolon, dan jumlah yang dibaptiskan sebanyak 120 orang. Dan semua anggota jemaat bergembira dan berbahagia menyaksikan upacara baptisan itu dan setelah itu semua anggota jemaat makan bersama, dengan rasa bahagia dan gembira melihat acara yang sangat menarik itu. Samosir Cinta Ministry juga telah membeli sebuah kapal untuk dijadikan sarana penginjilan yaitu Klinik Terapung untuk melayani masyarakat yang ada di pesisir Danau Toba dan sekitarnya. Marilah kita doakan agar jiwa-jiwa yang baru itu tetap setia dan bertahan hingga Yesus datang nanti, dan semua gembala jemaat yang ada di Samosir dan sekitarnya akan bekerja keras untuk memelihara jiwa yang baru dimenangkan itu. Demikianlah sekilas pelayanan yang telah diadakan oleh anak rantau di Jakarta. n —Dilaporkan oleh Pdt. A. Sagala, Departemen Komunikasi & Kebebasan Beragama Konferens DKI Jakarta dan Sekitarnya.

11 - 2012 | Adventist World

39


DARI INDONESIA

Menyingkap Rahasia Nubuatan Kitab Wahyu Chinese Makassar Centre (CMC)

P

ada tanggal 9-15 September 2012 diadakanlah Kebaktian Kebangunan Rohani dan Seminar Kesehatan di Ballroom Celebes Convention Centre, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar. Acara ini terlaksana dengan kerja sama dari Chinese Makassar Centre (CMC) dan anggota jemaat GMAHK se-Kota Makassar untuk menjangkau masyarakat yang berlatar belakang Tionghoa dan para simpatisan yang diundang oleh anggota jemaat. Sebelum acara ini dilaksanakan didahului dengan pelayanan penginjilan anggota di bawah pimpinan Arline Djim dan Irene Tarigan dari Chinese Jakarta Centre yang mengajak anggota untuk mengadakan doa bersama dan puasa untuk melaksanakan penginjilan di Kota Makassar . Pembicara pada KKR ini adalah Pdt. Dr. Terry Tsui seorang evangelis dari Cina bersama istrinya Dr. Linda Tsui dan tiga orang lainnya dari Hongkong. Ceramah kesehatan disampaikan oleh saudari Liong Pit Lin dan Irene Tarigan. Setiap sore sebelum acara dimulai diadakan konsultasi pola hidup sehat. Pekabaran selama KKR ini disampaikan dalam tiga bahasa yakni Mandarin, Inggris dan Indonesia, dialihbahasakan oleh saudara Eddy Nurhan dari Chinese Jakarta Centre.

Pengukuhan Klub Kepanduan

Daerah Konferens Manado, Maluku Utara (DKMMU)

P

uji Tuhan, Daerah Konferens Manado, Maluku Utara telah menambah beberapa klub kepanduan lagi. Pada hari Minggu tanggal 16 September 2012 telah diadakan Upacara Pengukuhan Klub Kepanduan se-Wilayah Manado Barat. Upacara pengukuhan yang masih diselimuti suasana hari pathfinder sedunia ini diadakan di Jemaat Malalayang dengan diikuti oleh beberapa jemaat sekitar yakni Jemaat Kidron, Jemaat Minanga, Jemaat Sea, Jemaat Perum CHT, Jemaat Tateli dan Jemaat Malalayang sebagai jemaat tuan rumah. Dalam amanat pengukuhannya Pdt. Ritus Keni memberikan dorongan semangat bahwa jemaat dan para orangtua telah menanamkan investasi yang paling berharga kepada anak-anak mereka melalui keikutsertaan dalam kegiatan ke-

40

Adventist World | 11 - 2012

Pekabaran selama KKR ini telah disampaikan dengan semangat yang luar biasa, namun untuk mengubah kehidupan seseorang adalah pekerjaan Roh Kudus. Di KKR ini ada 17 orang dibaptis, simpatisan yang lain diundang untuk pendalaman Alkitab dalam kelompok kecil yang diasuh oleh Chinese Makassar Centre di bawah pimpinan Pdt. Paul Sanjaya. Kami mohon saudara seiman yang sempat membaca berita ini agar selalu mendoakan penginjilan di Kota Makassar agar lebih banyak lagi orang bisa mendengar kabar keselamatan dan bertobat. n —Dilaporkan oleh Pdt. Markus Tandilangi, Direktur Komunikasi KSSBT.


panduan gereja kita. Beliau juga mengatakan bahwa melalui waktu demi waktu yang telah berjalan ketika program kepanduan ini diterima dalam gereja kita telah banyak mendidik orang sukses menjadi pemimpin yang kokoh, menjadi pelayan Tuhan yang ampuh di dunia ini, dan terlebih sukses dalam ujian iman yang siap dibawa ke kerajaan kekal surgawi. Dalam upacara ini kurang lebih 90 anggota dari Klub Adventurer, Pathfinder dan kelas MG telah diterima menjadi anggota kepanduan sedunia.

Pdt. Pierson Tamaka sebagai gembala Jemaat Malalayang meminta kepada para anggota yang hadir pada acara tersebut untuk mendoakan wilayah ini supaya dapat terus aktif dalam kegiatan kelas kemajuan dan pada 4 kuartal ke depan, kiranya akan ada yang akan dilantik dan menjadi aset gereja yang dapat diandalkan dalam kemajuan pekerjaan Tuhan di dunia ini. n —Dilaporkan oleh Decroly Raintama, Koordinator Wilayah Pathfinder Manado Barat.

Mukjizat di Hari Kebersamaan Keluarga

Jemaat Batammas, Daerah Sumatera Kawasan Tengah

S

abat ketigabelas adalah Sabat terakhir di bulan September 2012. Jemaat Batammas beribadah di alam dalam rangka “Sabat Hari Kebersamaan Keluarga.” Acara ini berlokasi di suatu tempat yang letaknya di daerah Sekupang di pinggir pantai yang indah bernama Pantai Patam Indah Lestari. Karena kesibukan dan juga kurang sehatnya Ibu M. Rajagukguk, oleh karena baru kecelakaan yang mengakibatkan sakit maka ibu ini pun menghubungi pengelola lokasi yang bernama Bpk. Sukri melalui telepon genggam dan singkat cerita tempat pun sudah beres.

business! Yah, kalau ibu mau, masih ada tempat di luar.” “Jadi kalau datang hujan bagaimana Pak Sukri,” kata Ibu M. Rajagukguk, (Batam sedang musim hujan saat itu), “yah sudah risikolah bu, jawab si Bapak Sukri. Ibu ini pun terkejut dan lemas. Spontan ibu ini berdoa, “Tuhan Yesus apa yang terjadi dengan semua ini, bertindaklah Tuhan, aku tidak tahu apa yang mau kubuat lagi, tolong Tuhan berikan mukjizatmu, Allah Mahabesar, Tuhan Yesus Penolong!” Bingung mencari tempat berbakti yang lain, oleh karena waktu sudah tidak memungkinkan lagi untuk mencari lokasi tempat kami berbakti yang hanya tinggal 4 hari lagi, sementara panitia semua sudah dibentuk sudah diumumkan kepada seluruh jemaat bahwa ibadah kebersamaan keluarga akan dilangsungkan di pantai tersebut. Lalu Pak Sukri mengatakan, “mengapa ibu sampai sebegitunya, bangun ibu, dengar saya!” Setelah perkataan itu berlangsung, Tuhan tidak tinggal diam, tiba-tiba si bapak tadi berkata lagi, “ibu... ibu diam dulu! Tenang dulu! Ibu bisa tenang,” dan ibu ini menjawab, “tunggu dulu Pak Sukri masih terasa sakit di sini“ (sambil memegang dadanya). “Ibu tenang dulu, dengar saya dulu.” “Apalagi yang mau disampaikan bapak ini kepada saya, omongan apalagi yang

Pada saat hari Senin ibu ini datang ke lokasi untuk memberikan biaya tanda jadi tempat berbakti dan menemui Bpk. Sukri si pengelola lokasi, apa yang disangka ternyata lari dari kenyataan. Tempatnya sudah ada yang booking dan sudah uang tanda jadi 500 ribu rupiah sudah diberikan. Pihak pengelola hanya dapat mengatakan bahwa “ini bisnis, siapa yang kasih DP lebih dulu itu yang diterima, terserah ibu mau bagaimana! Business is

11 - 2012 | Adventist World

41


DARI INDONESIA mau dia sampaikan untuk menyakiti hatiku,” pikir ibu ini di dalam hatinya. “Ibu dengar saya,” kata si bapak tadi. “Ibu tahu,” kata Bapak Sukri, “semua saya berikan gratis sama ibu, apa yang ibu mau? Tempat (Aula) saya berikan gratis, masuk saya berikan gratis, lokasi tempat parkir saya berikan gratis, toilet saya berikan gratis, apa lagi ibu mau? Sound system ibu perlu? Saya berikan juga gratis. Semua saya berikan gratis sama ibu.” Sontak Ibu M. Rajagukguk terkejut dan heran. “Bapak ini gila atau gimana sih, tadi katanya tempat sudah ada yang booking kok sekarang tiba-tiba bicara semua gratis? Siapa sih bapak ini?” Sahut ibu ini dalam hati. “Ibu tidak percaya sama saya, tidak percaya dengan omongan saya? Ini, saya buat memo sama ibu,

kata Bapak Sukri. Kemudian bapak tersebut mengambil selembar kertas dan menuliskan namanya dan berkata sama Ibu M. Rajagukguk, “ini ibu pegang nanti kalau ada yang tanya tunjukkan ini,.... Ternyata doa ibu tersebut dijawab oleh Tuhan. “Saya melihat dengan kesungguh-sungguhan ibu,” sahut Bapak Sukri. Cuaca pun pada saat itu bersahabat sehingga kami dapat melaksanakan acara sampai tutup sabat dan semua pulang dalam keadaan bahagia dan menerima berkat. Terima kasih Tuhan, besar kuasa-Mu bagi umat-Mu yang setia memanggil nama-Mu. Biarlah melalui kesaksian ini iman kita dapat dikuatkan dan hanya nama Tuhan yang ditinggikan. n —Dilaporkan oleh Simson Siallagan, Departemen Komunikasi Jemaat Batammas, Batam, Kepulauan Riau.

Jemaat ke-69 di Sumatera Selatan

Daerah Sumatera Kawasan Selatan (DSKS)

P

uji Tuhan, pada hari Sabat, 29 September 2012 satu rangkaian sejarah kemajuan pekerjaan Tuhan telah dicatatkan kembali di Distrik Jambi. Sebuah Cabang SS di Suban akhirnya diorganisasikan jadi sebuah jemaat yang mandiri. Pelayanan di tempat ini bermula dari tahun 2009 yang lalu ketika satu keluarga Advent (Keluarga W. Siregar) pindah dari Jakarta ke Simpang Rambutan, Suban (180 km dari Jambi di Jalur Lintas Timur ke arah Pekanbaru). Setelah tinggal beberapa lama di tempat ini, Ibu Siregar bertemu dengan Ibu Tambunan yang sudah lebih dulu berada di tempat itu. Setelah berbincang-bincang, barulah diketahui bahwa mereka berdua sama-sama dari gereja Advent dan diberitahukan bahwa beberapa orang Advent yang ada di tempat itu setiap hari Sabat berbakti di rumah Kel. L. Tambunan. Ketika dikisahkan, dalam tangisan penuh sukacita, Bapak L. Tambunan menceritakan bagaimana lika-liku perjalanan hidup sampai berada di tempat itu. Hidup dan tinggal di tempat terasing dan jauh dari gereja Advent membuat keluarga sempat ini menjalani kehidupan yang jauh dari Tuhan. Tapi dalam kemurahan-Nya keluarga ini kembali bergabung dalam keluarga Allah di tempat ini. Jemaat Otista Jambi secara resmi diorganisasi menjadi Cabang SS Suban, dan semua kegiatan pelayanan di bawah koordinasi dari jemaat induk. Pada ­awal tahun 2011, kantor daerah menugaskan keluarga Pdtm. Jonner Hutagaol melayani di tempat ini. Dan bulan Oktober

42

Adventist World | 11 - 2012

2011 dengan semangat yang luar biasa memulai mendirikan bangunan gereja di tempat ini. Pada prosesi pengorganisasian, ketua daerah kembali memotivasi semua anggota jemaat agar lebih bersungguh-sunguh melanjutkan dan membangun persekutuan jemaat yang kuat di tempat itu. Mengutip dari 1 Korintus 3:6 bahwa “Aku (Paulus) menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.” Dalam sambutannya, Ketua Jemaat Otista menyampaikan rasa bahagia dan dukungan yang kuat untuk pengorganisasian jemaat yang baru di Distrik Jambi, dan Pdt. D. Simarmata (Gembala Distrik) mengajak semua umat di Jambi agar terus giat menginjil agar semakin banyak berdiri gereja di distrik yang luas ini. Mari kita doakan pekerjaan Tuhan agar terus maju di tempat ini. n —Dilaporkan oleh Victor J. Sinaga dan Pdtm. Daniel Ataupah, DSKS.


Youth Prayer and Bible Camp (YPBC)

Saat pemuda berdoa dan belajar Alkitab

G

ereja akan semakin bertumbuh kuat bila orang muda selalu aktif dalam setiap kegiatan pelayanan dan penginjilan. Untuk memenuhi kerinduan ini, maka pada tanggal 21-23 September 2012, bertempat di Wira Garden, Bandar Lampung, dilaksanakanlah Youth Prayer and Bible Camp dengan tema: “The Time is Near” yang diselenggarakan oleh Departemen Pemuda Advent Daerah Sumatera Kawasan Selatan dan PA Kedaton I bekerja sama dengan ISMA (Indonesia Senior Missionary Association), Kampus 1000 Missionary Movement dan PGCL. Ada pun yang hadir sebagai nara sumber adalah Pdt. David Panjaitan (Dir. PA UIKB), Pdt. Victor Sinaga (Dir. PA DSKS), Pdt. Oh Jun Hee (Dir. 1000MM Indonesia), Pdt. Nelson Neno (Staf 1000MM dan Koor. ISMA) dan Glenn Sia­nipar (Presiden ISMA). Puji Tuhan sekitar 120 anak muda dari berbagai jemaat di Daerah Sumatra Kawasan Selatan hadir untuk belajar nikmat dan serunya meditasi Alkitab dan mengerti bagaimana berkomunikasi dengan Bapa surgawi melalui doa berkelompok dan doa pribadi. Di hari Sabat sore para peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan berjalan membagikan traktat kesehatan kepada masyarakat yang bermukim di luar lokasi YPBC. Berapa peserta menyaksikan bahwa ini adalah pengalaman pertama mereka membaca dan mengerti dengan sungguh-sungguh satu perikop dalam Alkitab dan berdoa juga membagikan traktat bahkan berani berdoa bersama keluarga penerima traktat. Sarana dan fasilitas yang sangat terbatas tidak menghalangi kerinduan setiap peserta untuk terus setia mengikuti berbagai acara dan bimbingan rohani yang diberikan oleh para nara-

sumber dan instruktur yang disiapkan oleh panitia. Pada sesi terakhir, kelompok-kelompok anak muda tiap jemaat didorong untuk menindaklanjuti apa yang telah mereka dapatkan selama acara ini, sehingga semangat ini tidak padam saat acara selesai tapi membagikannya kepada jemaat di mana mereka melayani. Kiranya Roh Tuhan terus bekerja di hati para pemuda ini untuk tetap setia mempertahankan kelakuan yang bersih dengan menjaganya sesuai dengan Firman Tuhan. Dan biarlah semangat dan roh menginjil boleh bertumbuh dan berkembang bahkan di hati kita semua. Pada sesi komitmen, Pdt. Victor Sinaga mengajak semua orang muda agar mampu memulai satu perubahan kerohanian di gereja masing-masing, dan selalu siap menjadi seorang missionaris di mana pun berada. Kita semua berharap melalui kegiatan ini akan membawa pengaruh yang baik bagi setiap pelayanan semakin maju di seluruh jemaat di daerah ini. n —Dilaporkan oleh Rani Lisal, Panitia YPBC, DSKS.

11 - 2012 | Adventist World

43


DARI INDONESIA

Kalau Dong Bisa Masa Torang Tra Bisa Pulau Kurudu, Serui, Papua

P

erayaan HUT Pathfinder sedunia biasanya dihiasi dengan semaraknya seragam pathfinder yang dikenakan oleh anggota-anggota klub pathfinder bahkan hampir seluruh anggota jemaat pada hari Sabat itu menggunakan seragam pathfinder. Bahkan acaranya meriah karena didukung oleh alat-alat modern. Lain halnya dengan Perayaan HUT Pathfinder Sedunia di Pulau Kurudu. Pulau yang terletak di ujung timur Pulau Yapen atau yang kita kenal dengan Serui. Pulau Kurudu adalah salah satu pulau di tanah Papua yang unik. Keunikannya adalah pada pohon atau buah Matoa. Matoa di pulau ini beragam jenis dan hampir semua jenis yang ada di Papua ada di pulau ini. Keunikan lain adalah derasnya arus dan kerasnya ombak di teluk Sasorai tetapi menjadi tempat tinggalnya ikan tenggiri atau tarusi yang menjadi makanan andalan pendamping sayur ganemo. Perayaan HUT Pathfinder sedunia diawali dengan Kebaktian Kebangunan Rohani dengan tema: Standar Hidup Orang Kristen sebagai pembicara Pdtm. Michael Bawengan yang adalah gembala jemaat yang melayani dua jemaat di ujung timur Pulau Yapen yaitu Jemaat Dawai dan Jemaat Kurudu. Pengunjung KKR dari malam ke malam adalah kebanyakan anakanak. Bangsal yang dibuat oleh anggota jemaat yang dipimpin oleh Sdr. Robert Tomamba tepat di halaman depan gedung gereja, selalu dipadati oleh anak-anak usia 2 tahun hingga usia sekolah. Walaupun juga hadir orang dewasa yang rindu mendengar Firman Tuhan. Kehadiran anak-anak ini ada oleh karena setiap sore hingga acara KKR dimulai selalu ada pemutaran film rohani anak-anak. Setiap malam sebelum para tamu dan anggota jemaat pulang, kembali diputar film rohani dari 32 film rohani yang disediakan oleh pembicara sambil mencicipi makanan ringan yang disediakan oleh ibu-ibu. Pada malam panggilan ada 3 calon baptisan yang menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi mereka dan dibaptis oleh Pdt. Jeskiel Tjao sebagai gembala Wilayah Misi Kepulauan Yapen. Selain upacara baptisan, diada-

44

Adventist World | 11 - 2012

kan juga penyerahan bayi dan perjamuan kudus. Sore hari adalah puncak acara Perayaan HUT Pathfinder Sedunia yaitu dengan mengadakan parade balon penginjilan atau arak-arakkan di jalan. Arak-arakan dihiasi dengan 200 balon yang dibawa oleh anak-anak advent dan bukan advent dari kampung Andesaria di mana Jemaat Kurudu berada. Lagu Angkat Nafiri bergema dengan kerasnya sepanjang perjalanan dengan alat Sound System yang dirancang oleh Sdr. Mesak Rumbindi dan Yusak Rumbindi dengan menggunakan gerobak dorong. Arak-arakan ini mengundang perhatian warga terutama anak-anak kecil oleh karena warna-warni balon yang dibawa. Setelah arak-arakan, kembali melalui jalan semula, balon-balon yang berisi ayat-ayat Alkitab ini dibagi kepada setiap warga yang berada di tepi jalan. Parade berakhir tepat penutupan sabat. Kalau dong bisa, masa torang tra bisa. Lebih daripada itu kiranya Tuhan ditinggikan lebih tinggi dari pohon matoa yang tumbuh di Pulau Kurudu. n —Dilaporkan oleh Pdtm. Michael Bawengan, gembala Jemaat Dawai dan Jemaat Kurudu.


Pelatihan Misionaris Kesehatan di Manado Satu bulan pelatihan pelayanan kesehatan

B

ersyukur kepada Tuhan, karena atas pimpinan-Nya, pelatihan misionaris kesehatan yang diadakan pada tanggal 1-29 September 2012 boleh berjalan dengan baik. Pelatihan ini diadakan di kampus Eden Way Wellness Center (EWWC) dan diikuti oleh 17 peserta. Ketujuh belas peserta tersebut datang dari berbagai daerah di Indonesia. Acara Sabat, selama pelatihan adalah acara pembukaan yang diadakan pada hari Sabat tanggal 1 September 2012 dan dipimpin oleh Ibu Ninfa Bindosano selaku Direktur Departemen Kesehatan GMAHK UKIKT. Sabat tanggal 8 September 2012 pelayanan oleh tim dari 1000MM yang dipimpin oleh Pdt. Oh Joonhe, selaku Direktur 1000MM Indonesia. Sabat tanggal 15 September 2012, pelayanan diadakan di Jemaat Sukur, di mana Opa Ishak merupakan ketua jemaat di tempat itu. Sabat tanggal 22 September 2012, pelayanan dibuat di Jemaat Pioneer Sario. Pada pembukaan Sabat tanggal 29, diadakan acara Perjamuan Kudus bersama Jemaat Warukapas dan pada hari Sabat tanggal 29 September 2012, merupakan acara penutupan dan komitmen dalam pelayanan medical missionary. Ada pun tim pengajar pada pelatihan ini adalah dari Heal-

ing Way Indonesia yaitu Yuliana Takapente dan Bambang Kadarman, serta Markus Sulaiman sebagai koordinator pelatihan. Dari Direktur-direktur departemen kesehatan GMAHK yaitu: Ibu Ninfa Bindosano (UKIKT), Pdt. Marthinus Roring (DKM), dan Pdt. Djenri Woy (DKMU-MU). Dari Lay Institute for Global Health Training yaitu Ruel Jamorol dan Daniel Djami. Dan dari EWWC yaitu Stiven Sumual, dr. Cindy SumualMamahit, Pdtm. Edward Taliwongso, Glen Rumalag, dan Caroline Rumalag-Asmoro. Beberapa peserta menyaksikan bagaimana karakter mereka dibentuk melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan maupun pelajar­ an-pelajaran yang mereka terima selama pelatihan. Materi-materi kesehatanpun mempersiapkan mereka untuk menangani orangorang sakit atau pun mencegah penyakit. Di akhir dari pelatihan ini, telah dibentuk tim pelayanan medical missionary. Tim ini berkomitmen secara sukarela akan melayani gereja dan masyarakat dengan kegiatan seperti health expo, pemeriksaan kesehatan gratis, kelas masak, konsultasi, perawatan, dan lain-lain. n —Dilaporkan oleh Glen Rumalag, Manado.

11 - 2012 | Adventist World

45


DARI INDONESIA

Wakil Direktur Hope Channel Sedunia ke Jakarta Konferens DKI Jakarta dan Sekitarnya

D

i celah-celah kunjungan dan rapat kerjanya ke Indonesia, Wakil Direktur Hope Channel Sedunia bidang program siar, Ibu Kandus Thorp, mengadakan kunjungan ke Kantor Pusat GMAHK Konferens DKI Jakarta dan Sekitarnya pada Kamis, 9 Agustus 2012 yang lalu. Dalam kunjungan ini Ibu Thorp yang didampingi oleh Pdt. Dr. Michael Palar, Direktur Hope Channel Indonesia dan Ev. Bruce Sumendap, Wakil Direktur Hope Channel Indonesia membawakan renungan pagi bagi seluruh pegawai kantor konferens. Dalam renungan yang diterjemahkan oleh Pdt. M. Palar, beliau mengambil cerita tentang mukjizat Yesus dalam memberi makan lima ribu orang. Hal ini diberikan dalam hubungan dengan keberadaan Hope Channel Indonesia yang

berada di wilayah pelayanan Konferens DKI Jakarta dan Sekitarnya, di mana konferens ini juga mempunyai kontribusi terhadap pelayanan Hope Channel Indonesia. Ibu Thorp ingin memberi motivasi agar Jakarta dapat terlibat lebih banyak lagi. Dalam rangkaian kunjungan ini juga, beliau menyempatkan diri untuk berkunjung ke Studio Echo FM, Radio Komunitas Konferens yang sudah beroperasi selama beberapa bulan terakhir ini di frekuensi 102,8 FM. Dalam pertemuan singkat dengan Pdt. A. Sagala, Ibu Thorp menganjurkan agar streaming dari Echo FM (Radio Gema Pengharapan) dapat di-hosting ke Hope Radio sedunia sehingga lebih banyak lagi yang dapat mendengarkan Echo FM lewat audio streaming. Ibu Thorp juga menyempatkan waktu untuk bertemu de-

Kami berterima kasih kepada para penulis setia, dari setiap konferens/daerah/wilayah di seluruh tanah air Indonesia. Kami ingin agar proses redak-

si majalah Adventist World Indonesia (AWI) yang setiap bulan diterbitkan, yang mana membutuhkan waktu yang sangat ketat dalam prosesnya, dapat dilaksanakan dengan lancar. Untuk itu kami berharap untuk edisi berikutnya, setiap teKS naskah berita yang kami terima diketik rapi (sesuai misi majalah ini) dalam format M 足 icrosoft Word/Word Perfect, tanpa ada gambar/foto/image足 di dalam file dokumen tersebut (Karena perlu waktu untuk proses pengeluaran gambar/foto/image dari dalam file teks dokumen tersebut). Gambar/foto/image untuk naskah berita tersebut kami harapkan terpisah dari dalam file dokumen teks naskah berita. Lebih disukai dalam format jpeg tetapi jelas, terang dan jernih serta bere足solusi minimal 640x428 (lebih besar lebih baik). Jika ada keterangan gambar/foto/image yang penulis ingin sertakan, ketiklah keterangannya menjadi file name gambar tersebut (dengan cara rename file name gambar tersebut) atau informasikan keterangan gambar tersebut di dalam teks naskah berita tersebut. Maksimal 500 kata. Tim redaksi berhak mengubah tulisan tanpa mengubah isi dan maksud penulis. Berita akan dimuat bilamana dilengkapi dengan nama dan alamat pengirim yang jelas. Naskah tidak akan dikembalikan. Walaupun kami berusaha untuk memasukkan seluruh berita yang masuk, tetapi atas pertimbangan tim redaksi, ada kemungkinan tidak semua naskah berita yang masuk akan dipublikasikan. Kirimkan ke: adventistworld_indonesia@yahoo.co.id paling lambat tanggal 15 setiap bulan untuk dimasukkan ke edisi bulan berikutnya. Terima kasih, Tuhan memberkati kita pada waktu kita menyiapkan berita baik yang menguatkan umat Tuhan khususnya di Indonesia.

46

Adventist World | 11 - 2012

Info Penting! bagi Para Penulis Setia Adventist World Indonesia


WARTA

GEREJA ADVENT “Lihatlah, Aku Datang Segera…”

Misi kami adalah untuk meninggikan Yesus Kristus, mempersatukan umat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di mana saja dalam iman, misi, kehidupan, dan pengharapan. Penerbit Indonesia Publishing House (anggota IKAPI Jawa Barat) Jalan Raya Cimindi 72 Bandung, 40184 Ketua Pengarah J. S. Peranginangin Ketua Bidang Usaha A. Ricky Bendahara S. Manueke Pemasaran S.P. Rakmeni Produksi S. M. Simbolon Pemimpin Redaksi Roy M. Hutasoit Redaksi Pelaksana dan Desain Isi J. Pardede Tim Redaksi R.C.A. Raranta, F. Parhusip, J. Wauran Komunikasi Uni S. Simorangkir, Uni Indonesia Kawasan Barat S. Salainti, Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur Komunikasi Konferens/Daerah/Wilayah D. Lingga, Sumatera Kawasan Utara H. Sihaloho, Sumatera Kawasan Tengah V. J. Sinaga, Sumatera Kawasan Selatan A. Sagala, DKI Jakarta dan Sekitarnya S. Nappoe, Jawa Barat W. Siringoringo, Jawa Tengah R. Situmeang, Jawa Kawasan Timur D. Juniarto, Kalimantan Kawasan Timur J. Sihotang, Kalimantan Barat D. Kana Djo, Nusa Tenggara R. Keni, Minahasa Utara Dj. Muntu, Minahasa F. Kasenda, Bolaang Mangondow-Gorontalo Ch. Muaya, Sulawesi Tengah M. Tandilangi, Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara A. J. Uniana, Maluku H. Sandil, Nusa Utara H. Wambrauw, Papua I. Lisupadang, Luwu Toraja Izin

ngan ketua konferens, Pdt. Dr. W. L. Limbong. Dalam pertemuan singkat ini, beliau menyampaikan misi dari Hope Channel Sedunia di mana keberadaannya di Indonesia diwakili oleh Hope Channel Indonesia (HCI). Kita berharap agar melalui pertemuan yang singkat ini, dapat membuahkan hasil yang baik dalam pelayanan Hope Channel Indonesia ke depan, khususnya dalam pelayanan dibidang media di mana Konferens DKI Jakarta dan Sekitarnya dengan pertolongan Tuhan mampu secara sumber daya dan secara finansial dalam pelaksanaannya. n —Dilaporkan oleh Pdt. Andri Daymbani, Konferens DKI Jakarta dan Sekitarnya.

Departemen Penerangan RI No. 1167/SK Ditjen PPG/STT/1987

Alamat Redaksi Jalan Raya Cimindi 72 Bandung, 40184 Telp. (022) 6030392; Fax. (022) 6027784 Email: adventistworld_indonesia@yahoo.co.id Alamat Pemasaran Tlp/Fax: 022-86062842 Email: sirkulasi_iph@yahoo.com (Sirkulasi) www.iphbdg.org

Redaksi menerima naskah berita dan foto sesuai dengan misi majalah ini, maksimal 500 kata. Tim redaksi berhak mengubah tulisan tanpa mengubah isi dan maksud penulis. Berita akan dimuat bilamana dilengkapi dengan nama dan alamat pengirim yang jelas. Naskah tidak akan dikembalikan. Walaupun kami berusaha untuk memasukkan seluruh berita yang masuk, tetapi atas pertimbangan tim redaksi, ada kemungkinan tidak semua naskah berita yang masuk akan dipublikasikan.

11 - 2012 | Adventist World

47


Memperkenalkan Aplikasi

Adventist World

Gratis untuk iPad dan iPhone Anda

Silakan akses majalah Adventist World setiap saat, di mana saja, dengan aplikasi baru kami.

Satu Keluarga. Satu Dunia.


AW indonesian 2012-1011