Issuu on Google+

War t a G e re j a Ma s ehi Ad v e nt Har i Ke t u j u h

0 6 - 2 01 2

(iman.simpel.)

Konflik dalam Gereja 8

Berbeda tetapi Tak Terpisahkan 14

27

Perubahan

Pikiran


0 6 - 2012

C E R I TA

16

S A M P U L

Iman.Simpel.

Oleh Gerald A. Klingbeil

Gereja di jantung Eropa membawa iman abad pertama ke suatu budaya abad kedua puluh satu.

8

P A N O R A M A

12

Oleh Daniel K. Bediako

Mencoba membalut pikiran kita di seputar misteri Trinitas.

22

P E L AYA N A N

Sebuah jemaat kecil tidak bisa memiliki segalanya; atau bisakah? K E H I D U P A N

oleh Marvene Thorpe-Baptiste

A D V E N T

Oleh Ephraim Nkonya

24

R E N U N G A N

Lembah... Doa

Berbeda—tetapi Tak Terpisahkan

Oleh Ted N. C. Wilson

Menyelesaikan konflik dengan cara Alkitab.

D A S A R

Gereja yang Berkumpul di Bawah Pohon

S E D U N I A

Konflik dalam Gereja

14

K E P E R C AYA A N

A D V E N T

Firman Allah—Tak Terhentikan

Tempat itu memiliki karakter. Tetapi ada masalah juga.

Oleh Sally Lam-Phoon

Gerakan Misionaris Pelopor mengubah banyak kehidupan di seluruh Asia.

D E PA R T E M E N TA L 3

LAPORAN SEDUNIA

3 Sekilas Berita 6 Fitur Berita 10 Sebuah One-Day Church

11 K E S E H A T A N S E D U N I A Kesehatan Mata

2 1 R O H N U B U A T Mempertemukan Hati dan Pikiran 26 P E R T A N Y A A N

DAN

27 P E L A J A R A N A L K I T A B Perubahan Pikiran 28 P E R T U K A R A N

IDE

32-48 D A R I I N D O N E S I A Warta Gereja Advent

JAWA B A N A L K I TA B

Kejahatan dan Hukuman

(WGA)

www.adventistworld.org

Tersedia dalam 13 bahasa secara online

2

Adventist World | 06 - 2012

C o v e r

A r t:

S a r a h

k o s t m a n n ,

s ta n n e

d e r

h o f f n u n g


Peletakan Batu Pertama untuk

Universitas Advent di

Liberia

■■ Para pemimpin Advent setempat di Afrika Barat baru-baru ini mengadakan upacara peletakan batu pertama untuk pembangunan sebuah universitas Advent di Liberia, institusi tertinggi pertama denominasi tersebut di negaranya dan yang keempat di Divisi Afrika BaratTengah. Sekolah itu akan disebut Adventist University of West Africa, demikian dinamai untuk lokasinya yang berada di wilayah Misi Uni Afrika Barat, deKONSTRUKSI UNIVERSITAS: Para ngan kantor pusat di Monrovia, pemimpin pendidikan Advent di Afrika ibukota Liberia. Lokasi baBarat berbicara pada upacara pelengunan bertempat di sebidang takan batu pertama untuk Universitas tanah seluas 100 hektare di Gbeh Town di Margibi County. Advent Afrika Barat, yang berlokasi deBila sudah selesai, sekolah kat Monrovia, Liberia. Sekolah itu kelak itu terlebih dahulu akan dipermenjadi universitas Advent pertama di kenalkan sebagai junior college negeri tersebut. dan memberikan gelar dua tahun dalam bidang pendidikan, ekonomi, perawat, dan teologi. Para pegawai pemerintahan sebelumnya telah memuji gereja Advent atas sumbangsihnya kepada pendidikan di negara. Gereja di sana mengelola beberapa sekolah dasar dan menengah, termasuk satu-satunya sekolah berasrama negara itu. Pengembangan sebuah universitas memperlihatkan persembahan pendidikan tertinggi pertama gereja tersebut di Liberia, dan para pejabat gereja berharap untuk memberikan sumbangsih kepada perkembangan nasional setelah bertahun-tahun peperangan sipil. Shelton Beedoe, yang berperan sebagai rektor dari Adventist University of West Africa, seperti dikutip dalam surat kabar setempat, The Inquirer, mengatakan bahwa universitas tersebut akan menyumbangkan “dinamisme baru” kepada sektor pendidikan di Liberia dan bahwa universitas itu akan membuat perbedaan di antara universitas lainnya di negeri tersebut. Direktur National Commission on Higher Education Liberia berkata bahwa pengembangan gereja Advent terhadap satu universitas “lama ditunggu-tunggu,” sejak permulaan pekerjaan Advent di negara ini 83 tahun silam. Komisaris itu juga berkata upaya tersebut mendukung program peW A D

S

aya akan mengakui bahwa ayat Alkitab ini selalu membuat saya tersenyum, hanya oleh karena si pembicara dipengaruhi oleh gerakan Roh itu. Di tengah penjelasan Petrus kepada seisi rumah Kornelius tentang kemurahan Allah mencurahkan kasih karunia pada siapa saja yang Ia kehendaki, Roh melakukan satu hal yang mengejutkan. Ia tidak menunggu khotbah itu berakhir, atau bahkan sampai pemikiran itu selesai. Tiba-tiba, mereka yang sebelumnya telah dianggap sebagai yang berada di luar dari umat Allah terlihat dan jelas-jelas menjadi penerima kuasa Roh Kudus yang sama yang pertama kali dicurahkan pada Pentakosta. Hasilnya “menakjubkan”—dan pada akhirnya, terjadi penerimaan dan penguatan. Di tengah banyak pelajaran yang ditemukan dalam Buku Kisah Para Rasul, yang ini terutama penting bagi umat Allah sekarang ini. Kemurahan Roh Kudus mewujudkan apa yang Ia inginkan, menggugah yang dipilih-Nya, dan menciptakan kehidupan baru di tengah kita, seharusnya menjadi kabar baik—sekalipun di tempat di mana kehidupan baru itu tidak nampak dalam cara yang kita harapkan. Kesetiaan kepada pekabaran tiga malaikat dan pekabaran Alkitabiah Advent harus membuat kita memperluas dukungan dan dorongan kita kepada banyak pelayanan yang digerakkan oleh Roh. Pertanyaan-pertanyaan yang benar adalah berikut: Apakah hal-hal ini membawa kesaksian kepada kebenaran-kebenaran Kitab Suci? Apakah ini sejalan dengan dasar-dasar kepercayaan Advent? Apakah ini dikuatkan oleh prinsip-prinsip Roh Nubuat? Pelayanan-pelayanan atau gerakan-gerakan baru yang melalui ujian ini layak—dan memerlukan—kasih dan dorongan kita. Baca cerita sampul bulan ini tentang hal-hal baru yang terjadi di Eropa—dan tempat-tempat lain, dan mari kita lihat bersama tanda-tanda pergerakan dan arahan Roh. Jangan terkejut jika Anda terkejut—dan senang.

LAPORAN SEDUNIA

c o u r t e s y

“Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu” (Kisah Para Rasul 10:44).

p h o t o

Melebihi Harapan

Bersambung ke halaman berikutnya

06 - 2012 | Adventist World

3


Jangkauan Luar Guatemala Menghasilkan Baptisan ■■ Negara Amerika Tengah, Guatemala telah menjadi tuan rumah bagi upaya penginjilan besar dengan melatih para

4

Adventist World | 06 - 2012

L i b n a

merintah, Poverty Reduction Strategy di bidang pengembangan tenaga manusia. Para pemimpin Liberia dan Advent menghadiri acara pada tanggal 27 Maret tersebut, termasuk asisten menteri pelaksanaan Ministry of Public Works, anggota National Legislature, dan J.A. Kayode Makinde, rektor Universitas Babcock di Nigeria. Menurut The Inquirer, Makinde berkata, “AUWA perlu bertumbuh untuk memenuhi kebutuhan pendidikan Afrika mengurangi buta angka buta huruf dan mengurangi angka kemiskinan di seluruh benua.” Selama upacara itu, seorang perwakilan dari denominasi Columbia Union Conference menyerahkan cek senilai $50.000 untuk proyek konstruksi itu. Columbia Union adalah unit administratif gereja Advent di wilayah Atlantik Tengah sebelah timur, Amerika Serikat. Mendirikan universitas tersebut sudah direncanakan pada tahun 2003 lalu, ketika dewan perundang-undang­ an Liberia memberi izin resmi kepada Adventist Church’s Liberia Mission. Tetapi proyek tersebut tertunda oleh pertikaian sipil dan kurangnya izin dari National Commission on Higher Education. Izin kemudian diberikan pada tahun 2010, dan Misi Liberia mendapatkan tanah untuk proyek tersebut. Sekolah itu akan menjadi universitas Advent yang kedelapan belas di Afrika. Liberia adalah rumah bagi sekitar 3,8 juta penduduk, dengan sekitar 26.000 anggota gereja Advent, menurut catatan setempat. —Emmanuel Gamoe Kla George dengan Ansel Oliver

S t e v e n s / I A D

LAPORAN SEDUNIA

Di Guatemala lima pendeta membaptiskan anggota gereja Advent yang baru di Lake Atitlan di Pahajachel pada tanggal 1 April. Baptisan itu merupakan bagian dari pertemuan di mana para pemimpin gereja dari seluruh Amerika Tengah bertemu di Guatemala untuk mengkoordinasikan upaya besar-besaran membagikan Injil di seluruh wilayah tersebut. penginjil dan mengadakan kampanye lokal, yang telah menghasilkan ribuan anggota baru. Para pemimpin gereja Advent di Divisi Inter-Amerika mengadakan puncak pelatihan penginjilan di bulan April bersamaan dengan puncak acara setempat. Gereja Advent di Guatemala telah menginjil secara agresif tahun ini, mengadakan lebih dari 1.000 kampanye yang menghasilkan hampir 5.000 baptisan dalam waktu tiga bulan, kata Gustavo Menendez, direktur pelayanan perorangan gereja di Guatemala. Puncak pelatihan bulan ini mempertemukan 50 pendeta untuk melanjutkan pendidikan mengadakan penginjilan publik. Bagian terpenting dari kampanye lokal juga menyertakan kepemimpinan oleh anggota awam. Program gereja Advent Vision 60.000 di sini merupakan bagian dari panggilan divisi untuk melibatkan 1 juta anggota awam untuk membina pemuridan. Abraham Tzic, sekretaris kantor misi Advent Barat Laut, berkata para anggota gereja yang aktif telah mendaftar dalam program pemuridan sejak bulan Oktober 2011. Wilayah itu menargetkan 3.000 orang di akhir tahun 2012. Seperti banyak pendeta lainnya di wilayah itu, Tzic menggembalai lebih dari 25 gereja. Dengan kurangnya pendeta, Vision 60.000 telah menarik lebih banyak partisipasi dari para anggota gereja dan kaum awam yang telah bersedia menjangkau

orang-orang di sekitarnya dengan Injil, dengan hasil yang positif, kata Guenther Garcia, Ketua GMAHK di Guatemala. “Sejauh ini, hasilnya memecahkan rekor untuk Guatemala,” ujar Garcia. Satu baptisan terdiri dari 300 orang lebih di Lake Atitlan pada tanggal 1 April menarik para penonton untuk melihat hasil dari usaha mereka selama berbulan-bulan membawa injil kepada sahabat dan tetangga. Gereja Advent di Guatemala secara khas mengadakan baptisan massal di danau tiap tahunnya pada hari Minggu terakhir dari triwulan pertama, kata Menendez. —Libna Stevens, Divisi Inter-Amerika

Jutaan Buku Dibagibagikan dalam Jangkauan Luar Satu Hari ■■ Sebelum dimulainya penginjilan jangkauan luar besar-besaran tanggal 24 Maret di São Paulo, kota terbesar di Brazil, Ted N.C. Wilson, Ketua Gene­ ral Conference memberi ucapan pemberi semangat: “Semua orang bisa menjadi bagian dari gereja umat Allah yang sisa.” Berbicara kepada 2.000 jemaat di Gereja São Paulo Adventist University Center (UNASP)—dengan 5.000 sampai 6.000 yang menonton siaran di lokasi-lokasi lain—Wilson berkata ia berencana bergabung dengan ribuan anggota gereja hari itu dalam membagi-bagikan buku The Great Hope yang ternyata terbagi 4 juta, satu buku jang-


A m e r i ca n S o u t h

MEMBAGIKAN HARAPAN: Ketua gereja Advent sedunia, Ted Wilson berpose dengan sekelompok relawan sambil memegang salinan buku The Great Hope, buku bagian dari karya klasik pendiri gereja Ellen G. White, The Great Controversy. Wilson berpartisipasi pada distribusi tanggal 24 Maret yang berjumlah 4 juta salinan buku itu di São Paulo.

D i v i s i o n

kauan luar yang didasarkan pada The Great Controversy, oleh Ellen G. White, salah seorang pelopor gerakan Advent. Sejumlah total 25 juta buku dibagibagikan di seluruh Divisi Amerika Selatan dalam waktu satu hari, katanya. Para pejabat di Divisi Amerika Selatan menekankan bahwa upaya tanggal 24 Maret itu bukan satu usaha tersendiri. Sabat berikutnya, tanggal 31 Maret, adalah “hari persahabatan” dimana para tetangga diundang untuk berpartisipasi dalam kebaktian Advent dan makan siang bersama keluarga-keluarga Advent. Tujuan dari kampanye “Impact Hope” adalah untuk mengilhami orangorang Advent di Divisi Amerika Selatan untuk menghidupkan satu gaya hidup penginjilan perorangan. Wilson memuji jangkauan luar literatur satu hari besar-besaran di divisi tersebut dan berkata kalau divisi-divisi gereja dunia lain bisa mendapat manfaat dari program-program serupa. “Keindahan dari semua ini adalah bahwa hal ini memotivasi seluruh gereja dalam setiap tingkatan sosial eko-

nomi untuk berpartisipasi dalam membagi-bagikan buku kepada orang-orang yang dikasihi, teman-teman, tetangga, dan orang lain,” tulis Wilson kemudian dalam satu pesan e-mail. “Ini membuat gereja masuk ke dalam komunitas untuk menemui warga, dan Roh Kudus memberkati usaha itu dengan sangat hebat.... Ini memperlihatkan bahwa pendekatan pada satu peristiwa, bersama dengan aktivitas jangkauan luar pribadi lainnya dan jangkauan luar gereja, bisa menjadi titik pertemuan besar menggembleng umat Allah menuju kesaksian dan pekerjaan misionaris. Divisi-divisi dan uni di seluruh dunia perlu menggunakan pendekatan ini membawa anggota gereja bersama-sama di dalam sesuatu hal yang jauh lebih besar dan lebih agung daripada segala sesuatu yang bisa kita lakukan secara individu.” Bersamaan dengan perkembangan jangkauan luar misionaris medis di wilayah itu, Wilson berkata penyebarluasan literatur merupakan cara kunci di mana kota-kota besar seperti São Paulo, dengan populasi kota 11,3 juta (dan tambahan 8 juta di daerah sekitar metropolitan) harus dijangkau. Kota itu juga akan menjadi salah satu dari 12 kota tuan rumah ketika Brazil menyambut kejuaraan sepakbola 2014 FIFA World Cup. “Gereja dunia telah mengabdikan diri untuk membagi-bagikan 175 juta salinan The Great Hope dan versi yang lebih besar [The Great Controversy] tahun ini dan tahun depan,” Wilson memberitahu jemaat. Wilson menambahkan, “Allah menggunakan Firman-Nya untuk mengubah hidup manusia. Ia menggunakan buku-buku seperti ini [The Great Hope] untuk mengubah hidup orangbanyak.” Perubahan itu terlihat dalam hidup dan kesaksian Sheyla Gumarães, seorang ibu rumah tangga dari kota Mi-

neiros do Tietê, sekitar 140 mil (225 kilometer) dari kota. Video kesaksiannya ditayangkan selama layanan kebaktian, dan menggambarkan kisah tentang seorang pencari rohani yang tidak puas. Di bulan Oktober tahun 2011 putri Gumarães menemukan sebuah buku The Great Hope di kotak surat keluarga. Ia membaca habis buku itu, dan berkata ia telah menemukan jawaban yang tidak disediakan di gereja-gereja lain. Kini ia adalah seorang Advent. Guimarães dan putrinya maju ke mimbar dan disambut oleh Wilson dan para pemimpin gereja lain. Ia memberitahu Wilson dan jemaat bagaimana senangnya ia menjadi bagian dari keluarga Allah. —Mark A. Kellner, editor berita.

Pemuda Eropa Bersatu Menuju Komitmen Penginjilan ■■ Sekitar 1.300 pemuda Advent dari beberapa negara Eropa berkumpul di Mannheim, Jerman, dari tanggal 5-9 April untuk doa tahunan dan kongres ibadah yang disebut Youth in Mission (YiM). Tahun ini menyertakan pembicara tamu Dwight Nelson, pendeta dari gereja Pioneer Memorial di Berrien Springs, Michigan; dan Martin Pröestle, seorang pendeta dan profesor teologi di Adventist Seminary Schloss Bogenhofen di Austria. Hasil acara itu bisa dicakup dalam jumlah, tetapi hanya sebagai permulaan: 180 partisipan memutuskan untuk menggunakan waktu satu tahun bekerja bagi Yesus, 140 orang memutuskan untuk dibaptiskan, 37 orang berkata mereka ingin menjadi pendeta Advent, dan lebih dari 600 orang akan mempelajari buku Ellen White, The Great Controversy selama 12 bulan berikutnya. Lebih dari 800 pemuda bergabung dengan acara jangkauan luar itu pada Sabat petang

Bersambung ke halaman berikutnya

06 - 2012 | Adventist World

5


LAPORAN SEDUNIA Oleh Andre Brink, Associate Direktur Komunikasi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh General Conference, melaporkan dari Cina.

dan mengunjungi orang-orang di kota Mannheim. “Allah mengubah saya luar dan dalam selama kongres ini,” kata Fabian Raudies, dari Bietigheim, Jerman. “Saya mendapatkan jawaban kepada begitu banyak pertanyaan, merasa disambut di dalam keluarga unik ini, dan menunggu-nunggu setiap khotbah. Saya mengenal banyak orang dengan pikiran yang sama, dan saya bisa berbicara kepada mereka dan mendapatkan dorongan semangat.” Johannes Waniek dari Kraichtal, Jerman seorang pengurus kongres itu menambahkan: “Di dalam hati saya kongres YiM mendapat tempat yang sangat spesial. Allah berbicara kepada saya, berbicara kepada orang lain melalui saya, dan [di sinilah] saya mendapatkan dorongan untuk tugas ini. Di sinilah tempat saya, di sinilah saya ingin berada.” —Kathrin Müller

Di Cina,

Orang Advent Menunjukkan

Roh Pelayanan dan 

Pengorbanan

Permulaan yang bersahaja bagi gereja Beiguan; sumbangan anggota mendanai konstruksi

6

Adventist World | 06 - 2012

i n Y o u t h

KERUMUNAN SAKSI: Beberapa dari ratusan muda-mudi dan partisipan dewasa pada kongres Youth in Mission tahunan, yang menarik orang dewasa muda Advent dari seluruh Eropa ke Mannheim, Jerman.

M i ss i o n

P h o t o

T e a m

A

nak muda itu melihat ke kiri memastikan ia sejajar benar dengan rekan-rekan kerjanya. Kemudian ia meluruskan dasinya. “Kami sudah menunggu-nunggu kunjungan dari para pemimpin Advent ini,” siswa Elisha Ding berkata. Ding adalah salah seorang dari 100 pemuda yang sedang dilatih untuk pelayanan di gereja Advent Beiguan di Shenyang, di sebelah utara provinsi Liaoning, Cina. Berpakaian stelan hitam, pemuda pemudi berbaris di jalan sambil menyanyikan lagu-lagu sambutan sementara delegasi dari kantor pusat Advent sedunia berjalan ke arah gereja untuk kebaktian petang. Dipimpin oleh ketua gereja sedunia Ted N.C. Wilson, delegasi tersebut sedang melakukan kunjungan selama 10 hari ke Cina untuk bertemu dengan anggota-anggota gereja dan para pemimpin setempat. “Fondasi gereja Beiguan didasarkan pada pelayanan dan pengorbanan,” kata sekretaris GC G. T. Ng. “Gereja ini menyerap jumlah pekerja yang sangat besar

untuk melaksanakan bangunan gereja ini karena mereka tidak memiliki sistem gereja yang resmi,” ia menambahkan. Orang-orang muda dilatih untuk satu tahun dan selama waktu ini diberikan berbagai tanggung jawab oleh para pengawas mereka. Setelah satu tahun, siswa-siswa terbaik dipilih untuk pelatihan teologi tambahan. Beberapa siswa juga dikirim ke luar negeri sebagai misionari ke berbagai negara berbeda. “Semua siswa kami membiayai diri sendiri,” kata Hao Ya Jie, pemimpin gereja dan sekolah. Gereja Beiguan diawali dengan 20 anggota yang bertemu di rumah seseorang. Kemudian sama-sama bergereja di Shenyang, kemudian menyewa sebuah gereja, dan akhirnya setelah cukup tabungan mendirikan bangunan sendiri dengan empat lantai. Banyak anggota mengambil tabungan yang disediakan untuk pendidikan anak mereka dan menyumbangkannya ke gereja. Banyak juga yang memberikan sejumlah besar dari ta-


P h o t o s :

S u k

H e e

Ha n

100 anggota yang berdoa setiap pagi,” kata Ng. Wilson mengingatkan anggota-anggota gereja bahwa Allah sedang memanggil mereka untuk melanjutkan pekerjaan kebangunan dan reformasi. “Kalian adalah bagian penting dari umat Allah sedunia yang sedang bergerak ke arah Kedatangan Kristus yang kedua kali, satu takdir yang telah disediakan oleh Kristus sendiri,” kata Wilson. Pada hari sebelumnya, delegasi itu mengunjungi kota budaya Hangzhou, di mana Wilson menyambut anggota gereja di Melizhou Church di dalam sebuah tempat rekreasi. Gereja ini juga didirikan dari hasil pengorbanan dan komitmen dan visi dari anggota-anggota inti. Seorang penatua gereja dan pengusaha melihat satu kesempatan dan menghubungi seorang teman yang adalah seorang pengembang properti. Ia memberitahu bahwa resort PENYAMBUTAN KETUA: Ketua gereja Advent sedunia Ted N.C. miliknya, sudah memiliki segalanya keWilson (atas) menyapa anggota-anggota gereja Beiguan selama cuali satu elemen penting, sebuah gereja. tur baru-baru ini ke Cina. Jemaat tersebut telah berkembang dari Penatua gereja itu menyumbangkan pertemuan 20 anggota di sebuah rumah kini menjadi komunitas 25 persen dari dananya dan pengemdengan 3.000 anggota orang Advent. KUMPULAN JEMAAT HASIL bang membayar sisanya untuk membaPEREKANAN: Orang Advent (bawah) beribadah di Gereja Meilizhou ngun gereja yang berlokasi di daerah wiSabat baru-baru ini. Gereja itu hasil dari kerjasama antara seorang sata. penatua gereja setempat dan pengembang properti resort papan Keanggotaan gereja Meilizhou beratas tetapi tidak memiliki gereja ini. kembang pesat sementara melayani komunitas di sekelilingnya. “Menakjubkan sekali melihat cara anggota-anggota kita mengorbankan waktu dan harta benda mereka untuk bungan pensiunan mereka. Dengan seMemang jadi pemandangan yang agak pekerjaan Tuhan,” kata Bendahara GC makin dekatnya musim dingin, para peberbeda dengan semua selimut berwar- Robert E. Lemon. “Melihat bagaimana gawai konstruksi harus menuangkan bena-warni terang ini,” tambahnya. anggota-anggota kita telah mampu ton untuk dinding-dinding utama gereja Kini gereja Advent Beiguan memiliki membangun gereja yang demikian kuat pada waktunya untuk mencegah retalebih dari 3.000 anggota dan telah mene- dan giat berdasarkan dukungan relawan kan. lurkan sejumlah kumpulan gereja lain setempat saja merupakan hal yang “Betonnya baru dituang ketika awal dengan total 7.000 anggota. Setiap pagi menggetarkan.” musim dingin tiba sehingga menyebabpada pukul 5:00, 365 hari setahun, angGereja-gereja di Cina merupakan kan kekhawatiran besar,” kata ketua uni gota-anggota gereja datang ke gereja un- satu kesaksian kepada berkat-berkat Cina David Kok Hoe Ng. “Sebagian betuk berdoa. Allah ketika anggota-anggota bersedia sar anggota gereja membawa selimut “Musim dingin di utara itu sangat di- mengorbankan waktu, talenta, dan dari rumah dan membungkus tiangngin, dan kadang-kadang tidak ada bauang. n tiang untuk menyelamatkan bangunan. nyak orang, tetapi selalu ada setidaknya

06 - 2012 | Adventist World

7


PAN O RA M A

S E D U NIA

K

apan pun sekelompok orang berkumpul, potensi konflik itu ada dengan beraneka ragam—sekalipun di tengah orang Kristen. Sejak permulaan gereja Kristen, bahkan yang paling pertama, ada konflik di antara orang percaya. Bagaimana kita sebagai orang Advent setia menghadapi konflik, terutama bila ini sudah mengemuka di gereja? Buku Kisah Para Rasul menyediakan contoh nyata dan fondasi Alkitabiah yang baik untuk mengatasi setidaknya tiga jenis konflik di dalam gereja. Melalui kisahnya kita menemukan orang-orang percaya berada dalam konflik menghadapi kebutuhan fisik, keyakinan teologi, dan terhadap satu sama lain. Cara-cara saleh dan kreatif dimana konflik-konflik ini diatasi menyediakan contoh yang layak untuk kita ikuti di dalam gereja sekarang ini. Resolusi Konflik yang Praktis Setelah Pentakosta, para rasul mengurus keuangan gereja dan pembagian kebutuhan pokok orang percaya (lihat Kisah 4:34, 35). Namun, setelah jumlahnya bertambah, begitu pula tantangan logistik dan praktisnya. “Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungutsungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang Ibrani, karena pembagian kepada jandajanda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari” (Kisah 6:1). Setelah menyadari bahwa mereka tidak lagi bisa melaksanakan semua tanggung jawab di gereja yang bertumbuh dengan cepat itu, para rasul menyadari bahwa sudah waktunya mendelegasikan beberapa tugas mereka kepada orang lain agar mereka bisa bebas mengabarkan Injil secara luas. Para rasul mengajak mereka yang merasa diabaikan untuk memilih “tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu” (ayat 3). Semua orang puas dengan saran ini. Mereka menunjuk tujuh orang untuk memenuhi tugas penting ini. Para rasul berdoa dan “meletakkan tangan di atas mereka” (ayat 6), mengurapi para diaken pertama gereja Kristen—menjawab konflik.

8

Adventist World | 06 - 2012

Konflik dalam

Gereja

Oleh Ted N. C. Wilson

Musyawarah Mencapai Mufakat

Melalui doa dan tuntunan Roh Kudus, konflik itu bisa diselesaikan. “Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya” (ayat 7). Resolusi Konflik Teologi Antiokhia, yang berlokasi lebih dari 300 mil (480 kilometer) sebelah utara Yerusalem, memiliki gereja besar yang berkembang. Kota ini, ketiga yang terpenting setelah Roma dan Aleksandria, merupakan pusat aktivitas misionaris. Keanggotaan gereja terdiri dari banyak golongan orang, baik Yahudi maupun bukan Yahudi. Beberapa orang percaya Yahudi khawatir kalau-kalau orang percaya bukan Yahudi akan membawa kebiasaan mereka yang kurang berterima ke dalam gereja Kristen. Berharap menjaga hal ini, juga ingin mempertahankan ciri khas mereka sebagai orang Yahudi, orang Kristen Ibrani bersikeras agar orang bukan Yahudi yang percaya harus disunat. Meskipun ini memang merupakan masalah aspek keagamaan, namun sulit juga bagi orang-orang Kristen mula-mula mengesampingkan warisan kebangsaan mereka dan keistimewaan mereka sebagai orang Yahudi. Mereka diminta mengikuti kebanggaan sebagai warga Israel

dan mengekspresikan identitas mereka yang baru sebagai warga negara kerajaan yang lebih tinggi. Bagi banyak orang ini tampaknya menjadi hal yang tak bisa dicapai. Kecenderungan politik dan separatis menuntun kepada perpecahan dan pemecah belahan. Perdebatan dan pertikaian yang terjadi di dalam gereja begitu sengit sehingga ada kekhawatiran terjadi keretakan. Akhirnya Paulus dan Barnabas, bersama perwakilan gereja lain pergi ke Yerusalem untuk menemui para rasul dan penatua, bersama dengan para delegasi dari gereja lain untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Mereka yang ada di Antiokhia bersedia menghentikan pertikaian dan menunggu keputusan Dewan Yerusalem. Cara konflik teologi ini diselesaikan di Dewan Yerusalem, diuraikan dalam Kisah Para Rasul 15. Mereka mengadakan satu pertemuan dewan umum. Karena Kristus adalah kepala gereja, maka tidak seorang pun di muka bumi bisa mengambil hak itu, adalah penting bagi para pemimpin dan perwakilan gereja mendiskusikan hal-hal penting yang mempengaruhi gereja dengan meminta tuntunan Roh Kudus. Jadi dikatakan, “Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu” (Kisah Para RaIll u s t r a t i o n

b y

J i m

Pa d g e t t


sul 15:6). Waktu untuk diskusi terbuka disediakan. Satu gambaran jelas tentang situasi di Antiokhia diberikan, kemudian para delegasi bisa mendiskusikan pertanyaannya: Apakah perlu bagi orang-orang bukan Yahudi yang bertobat disunat agar bisa diterima ke kumpulan orang percaya Kristen? Satu diskusi yang ramai terjadi berikutnya, dan semua orang memiliki kesempatan untuk berbicara. Akhirnya Petrus berbicara, mengingatkan dewan terhadap penglihatannya tentang binatang haram, dan suara dari surga yang memberitahukannya, “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram” (Kisah. 11:9). Ia menggambarkan pertemuan dengan orang bukan Yahudi di Kaesaria dan bagaimana ia telah melihat Roh Kudus turun ke atas mereka, sebagaimana ke atas orang percaya Yahudi. Paulus dan Barnabas mendukung pandangan Petrus dengan memberikan contoh bagaimana mereka juga telah melihat Roh Kudus bekerja di tengah orang bukan Yahudi. Pemikiran utama diringkaskan dan dibandingkan dengan Kitab Suci, dan satu penawaran diberikan. Setelah semua orang memiliki kesempatan untuk berbicara, Yakobus, yang mengetuai pertemuan itu, meringkaskan poin-poin utama dan membandingkan kesaksian Petrus dengan Kitab Suci yang menubuatkan: “reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, yang telah diketahui dari sejak semula” (Kisah. 15:16-18). Setelah melihat bahwa kesaksian Petrus sejalan dengan Kitab Suci, Yakobus mengajukan “kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah, tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah” (ayat 19, 20). Satu kesepakatan dicapai, dan kepu-

tusannya dibuat dalam tulisan dan disampaikan kepada orang-orang percaya bukan Yahudi di Antiokhia. Setelah mendengarkan penawaran Yakobus, para rasul dan penatua sepakat bahwa inilah jalan yang benar yang harus ditempuh. Sebuah surat yang menjelaskan tentang keputusan dewan disampaikan oleh Paulus, Barnabas, dan orang-orang Kristen lain dari Yerusalem. Meskipun orang bukan Yahudi bersyukur dengan hasil ini, tidak semua orang senang. Ellen White menulis: “Ada sekumpulan saudara-saudara yang ambisius dan pongah yang tidak menyetujuinya.... Mereka suka bersungut-sungut dan mencari-cari kesalahan, mengajukan rencana-rencana baru dan berusaha menyurutkan pekerjaan mereka yang Allah telah urapi untuk mengajarkan pekabaran Injil. Sejak semula gereja telah memiliki rintangan semacam itu yang harus dihadapi dan akan senantiasa ada sampai penutupan zaman” (The Acts of the Apostles, hlm. 196, 197). Menyelesaikan Konflik Pribadi Antara Orang Kristen Dari masa ke masa, bahkan di tengah orang Kristen, ada konflik antar pribadi. Seperti kasus antara Paulus dan Barnabas saat mereka hendak berangkat ke Antiokhia. Karena ingin memberi semangat pada orang percaya lain, keduanya bersiap-siap mengadakan perjalanan. Akan tetapi, ketika Barnabas menyarankan untuk membawa serta Yohanes Markus bersama mereka, Paulus menolak. Misionaris muda itu telah meninggalkan mereka ketika keadaan menjadi sulit, dan Paulus tidak siap berurusan dengan dia kembali (Kisah. 15:36-40). Namun Barnabas melihat potensi dalam diri Yohanes Markus dan ingin menyemangati dia dalam pekerjaan Injil. Kedua misionaris berpengalaman itu tidak mencapai titik temu dan akhirnya pergi sendiri-sendiri, Barnabas pergi bersama Yohanes Markus, dan Paulus membawa Silas. Untungnya, itu bukan akhir dari kisah tersebut. Melalui nasihat-nasihat Barnabas, Yohanes Markus menjadi seorang pekerja yang kuat bagi Tuhan dan kemudian berdamai dengan Paulus, yang menyebutnya sebagai “penghibur ba-

giku” (Kol. 4:11) dan sebagai yang “pelayanannya penting bagiku.” (2 Tim. 4:11). Apa yang bisa kita pelajari dari konflik antara kedua pemimpin gereja ternama ini? Mereka menyimpan ketidaksepakatan di antara mereka, dan tidak melibatkan pemimpin lain atau badan gereja. Ketika mereka tidak bisa mencapai kesepakatan, mereka memutuskan untuk berjalan sendiri-sendiri untuk sementara waktu bukannya memperpanjang konflik. Mereka masih saling menghormati dan tidak menjelek-jelekkan nama satu sama lain, membuat masing-masing bekerja terus sebagai pekerja efektif bagi Tuhan. Dasar Alkitab akan Kekuasaan Gereja Musim semi berikut (2013) kita orang Advent akan merayakan 150 tahun organisasi gereja yang dibangun atas sistem pemerintahan Alkitabiah yang diberikan oleh Allah. Itu adalah satu sistem yang berusaha membangun kemufakatan yang dituntun oleh Roh Kudus, didasarkan kepada konsistensi dengan Firman-Nya. Siapa pun yang berkunjung ke kantor pusat akan memperhatikan bahwa salah satu dari tampilan arsitektural paling menonjol dari bangunan itu adalah ruangan komite berdinding kaca di mana para pemimpin bertemu untuk berdoa, berdiskusi, dan mengambil keputusan tentang hal-hal penting yang mempengaruhi gereja sedunia. Bukan dikuasai oleh sekelompok kecil, tetapi gereja bekerja melalui komite dan bergantung pada kerja Roh Kudus untuk memimpin dan menuntun sementara permasalahannya didiskusikan dan diputuskan. Sistem gereja di seluruh tingkatan administrasi, dari gereja lokal sampai konferens/misi ke uni sampai divisi/Ge­ neral Conference, dan tentu saja pada sidang General Conference sedunia, menggunakan metode-metode mufakat dan pengambilan suara secara demokrasi setelah meminta tuntunan Allah melalui Alkitab, Roh Nubuat, doa yang sungguhsungguh, dan tuntunan Roh Kudus. Sementara kita berusaha dan mengikuti teladan gereja mula-mula sebagai-

06 - 2012 | Adventist World

9


PAN O RA M A

S E D U NIA

One-DayChurch Sebuah

Ted N. C. Wilson adalah Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh General Conference.

10

Adventist World | 06 - 2012

a B r e n d

D i c k

s e n D u e r k

D u e r k s e n

Satu Perjalanan Hari Sabat: El Triunfo, Ekuador mana tercatat dalam buku Kisah Para Rasul, kita juga bisa diyakinkan atas tuntunan Allah di masa lalu kita, masa kini, dan masa depan. Allah memanggil kita untuk bersatu dalam FirmanNya dan bekerja bersama di bawah arahan Roh Kudus. Rasul Paulus mengajak para pengikut Kristus untuk berpartisipasi dalam “pelayanan pendamaian” (2 Kor. 5:18). Semakin dekatnya kita kepada akhir dunia, kita tidak boleh membiarkan Iblis memecah belah gereja dengan konflik atau pertikaian. Mari kita memohon adanya kebangunan dan reformasi kepada Tuhan yang membawa kepada hujan akhir Roh Kudus yang akan membuat kita tetap bersatu dalam keyakinan Alkitabiah kita dan misi kita kepada dunia ini. Kita harus mengikuti contoh murid mula-mula saat kita menggenapi rancangan Allah bagi kita sebagai muridmurid-Nya di akhir zaman. Ellen White menulis: “Lebih dari delapan belas abad telah berlalu sejak rasul-rasul beristirahat dari jerih lelah mereka, tetapi sejarah kerja keras dan pengorbanan mereka demi Kristus masih merupakan salah satu dari harta paling berharga gereja. Sejarah ini, yang ditulis dengan arahan Roh Kudus, dicatat agar dengan itu para pengikut Kristus di setiap zaman bisa digerakkan kepada semangat yang lebih tinggi dan kesungguh-sungguhan dalam perkara Juruselamat” (The Acts of the Apostles, hlm. 593). Semoga Allah menuntun gereja-Nya, dan masing-masing kita secara pribadi bersatu berpartisipasi dalam pelayanan perdamaian, mencari Roh Kudus untuk menuntun kita mencapai mufakat sambil menggunakan para perwakilan gereja dan proses demokrasi dalam pengambilan keputusan. n

REKAN DALAM PELAYANAN: Carlos (kiri) berdiri dengan Victor, pemimpin penatua gereja One-Day di El Triunfo. BANGUNAN LAMA: Gereja lama di D i c k El Triunfo (tengah) melayani jemaat selama bertahun-tahun. YANG BARU: Bangunan gereja yang baru (kanan) tidak hanya lebih nyaman, tetapi juga lebih kokoh, lebih tahan dengan cuaca buruk. “Itulah tepatnya yang kami telah lakukan,” kata Carlos. “Sejak saya masih berumur 15 tahun sampai sekarang, setiap Sabat kami meninggalkan rumah pada pukul 5 pagi dan memulai perjalanan sejauh 20 kilometer ke Desa El Triufo. Diperlukan waktu sekitar lima jam sekali jalan, dan sulit karena kami mendaki lebih dari 3.000 kaki dan menyeberangi banyak sungai. Tetapi setiap Sabat keluarga kami berjalan ke pegunungan untuk berkhotbah di gereja Advent yang kecil di El Triunfo.” “Benar!” sahut Victor, seorang dari 25 anggota gereja di El Triunfo. “Mereka datang setiap Sabat. Mereka memberikan pelajaran Alkitab. Mereka memberikan khotbah. Mereka mengajar kami untuk menyanyikan lagu tentang kedatangan Yesus. Mereka menyukai kami! Kami memiliki keselamatan sekarang ini karena Carlos, keluarganya, dan teman-temannya.” Kini Anda bisa berkendaraan ke El Triunfo jika Anda memiliki sebuah kendaraan kuat dan banyak waktu. Tetapi struktur kayu kecil yang pernah digunakan jemaat untuk gereja sekarang sudah kosong dan gelap. Sebagai gantinya, sedikit naik ke atas pegunungan ada gereja yang baru dengan lantai beton, jendela kaca, listrik, dan pintu-pintu buatan sendiri. “Kami tidak akan pernah membangun gereja baru,” kata Victor, penatua setempat, “kalau saja gereja baja One-day tidak datang ke sini. Tetapi saya mau menyumbangkan sebidang tanah saya, dan ketika orang-orang Maranatha membangun gereja One-day, kami terilhami untuk memberikan lebih banyak dan bekerja lebih keras. Carlos dan banyak orang lainnya bergabung, dan sekarang kami memiliki gereja yang utuh. Apakah Anda menyukainya?” Program One-Day Church adalah upaya kerja sama antara Seventh-day Adventist Church, Adventist-laymen’s Services and Industries (ASI), dan Maranatha Volunteers International. Inisiatif The One-Day Church awalnya diciptakan dan dikembangkan oleh pengusaha Minnesota dan anggota ASI, Garwin McNeilus. Kisah-kisah ini datang kepada Anda tiap bulan dari “Jurucerita” Maranatha, Dick Duerksen.

D u e r k s e n


K ES EHATAN

Kesehatan

Mata

Oleh Allan R. Handysides dan Peter N. Landless Kadang-kadang saya merasakan tak nyaman dan seperti ada pasir di mata, yang berkaitan dengan kemerahan. Lebih buruk pada mata sebelah kanan dan ketika saya berada di tempat berdebu atau lingkungan yang panas. Juga ada pandangan kabur yang ringan ketika saya mendapatkan gejala ini, tetapi untungnya tidak terlalu sering. Kira-kira apa masalahnya, dan apa yang harus saya lakukan?

A

nda mengangkat satu permasalahan yang sangat pen­ ting—mata Anda! Pandangan mata itu merupakan satu karunia yang berharga, dan kita tidak boleh mengabaikan gejala-gejala masalah mata. Yang paling penting adalah ketika seseorang mendapat gejala-gejala seperti itu, ia harus mencari bantuan profesional. Sering sekali orang mengabaikan gejala-gejala ini dan menggunakan berbagai obat tetes mata yang bebas dijual untuk gangguan mata, dan kondisi-kondisi serius mungkin bisa terlewatkan, mengakibatkan konsekuensi yang fatal. Yang terutama penting untuk diperhatikan adalah ketika gejala-gejala hadir pada satu mata saja. Mungkin ada benda asing pada kornea atau di daerah konjungtiva (bagian putih dari mata), dan ini bisa menyebabkan rasa tidak nyaman yang hebat. Jika sebuah benda asing diabaikan, ini bisa mengarah ke infeksi dan menggores kornea, akibatnya gangguan penglihatan yang permanen. Kondisi berpotensi lainnya dimana ada kemerahan pada satu mata saja adalah infeksi mata dengan virus yang disebut herpes zoster—virus yang sama yang menyebabkan cacar air (chicken pox). Bahayanya dua kali lipat. Pertama, diagnosis mungkin bisa terlewat dan menyebabkan rasa sakit hebat dan merusak kornea. Kedua, para pemberi nasihat yang dipercaya mungkin memberikan tetes mata yang mengandung kortison, yang bisa dire-

P h o t o

b y

R i n n a

B o h u i

sepkan untuk kondisi yang sama sekali berbeda. Kortison adalah anti peradangan yang baik bila dengan benar digunakan, tetapi pada infeksi mata herpes zoster yang belum terdiagnosis itu bisa menambah kerusakan dan membuat proses penyakitnya lebih buruk. Infeksiinfeksi lain bisa menyebabkan kemerahan pada kedua mata, dan beberapa infeksi berkaitan dengan cairan yang keluar dari satu atau kedua mata. Infeksiinfeksi ini perlu ditangani dengan benar. Sering mencuci tangan dan membersihkan wajah juga membantu dalam mencegah infeksi-infeksi yang bisa ditimbulkan dari menggosok mata seseorang setelah kontak dengan unsur infeksi tersebut. Tentu saja, ada banyak kondisi yang bisa mengarah kepada ketidaknyamanan mata dan gejala-gejala yang Anda gambarkan. Kekeringan mata, misalnya, adalah salah satu kondisi yang lebih umum. Mata kita dijaga tetap lembab dan kornea bercahaya dan jernih dengan aliran air mata yang konstan. Air mata juga membantu mencegah infeksi dengan membuang bakteri dan virus-virus. Terlalu sedikit produksi air mata atau terlalu banyak penguapan dari lingkungan mata yang lembab bisa menyebabkan kekeringan mata; proses peradangan mata yang terlokalisasi bisa memperburuk kondisi. Cuaca panas di luar ruangan selama musim panas (juga pendingin udara di dalam ruangan) dan

S ED U N IA

udara kering di dalam ruangan selama musim dingin memperburuk kondisi ini. Salah satu cara dimana tubuh menyesuaikan diri adalah dengan meningkatkan kecepatan kedipan untuk menyebarkan air mata di sepanjang permukaan mata. Aktivitas-aktivitas yang mengurangi kecepatan mengedip adalah termasuk bekerja di depan komputer, menonton televisi, atau bahkan mengendarai mobil. Usia adalah faktor lainnya. Kelenjar tidak hanya mengurangi produksi air mata saat kita semakin tua, tetapi kelopak mata bawah dapat membentuk kantong dan gagal membentuk segel yang benar di seputar bola mata. Penyakit-penyakit autoimun seperti penyakit SjĂśgren dan artritis rematik juga bisa memperburuk kondisi ini. Penggunaan lensa mata dan obat-obatan dalam waktu yang lama seperti antihistamin dan beta-bloker bisa menambah kekeringan mata. Pembedahan Lasik yang biasa digunakan untuk memperbaiki mata jauh atau mata dekat juga bisa berkaitan dengan bertambahnya kekeringan mata. Hal pertama yang dilakukan adalah mendapatkan bantuan dan pengkajian profesional. Minum cukup air dan membasuh wajah dengan saksama dan teratur juga sangat penting. Jagalah tangan Anda tetap bersih, dan coba sebisa mungkin tidak menggosok mata Anda. Kompres hangat yang diaplikasikan ke mata juga bisa membantu pada keadaan dimana ada infeksi dan inflamasi di seputar kelopak mata (blepharitis). Hargai karunia kehidupan dan penglihatan dan jagalah mata Anda tetap tertuju kepada kemuliaan dan kehormatan Pencipta kita yang Pemurah! n

Allan R. Handysides, seorang ahli kandungan,

adalah direktur Departeman Pelayanan Kesehatan General Conference.

Peter N. Landless, seorang ahli jantung nuklir, adalah seorang associate director Departemen Pelayanan Kesehatan General Conference. 06 - 2012 | Adventist World

11


R E N U N G A N

Oleh Marvene Thorpe-Baptiste

Lembah ...

Doa

Merenungkan perlindungan Allah “Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga” (Mat. 6:9, 10). Keputusan untuk pindah pastilah dibuat dengan penuh doa dan hati-hati. Kami meninggalkan rumah kami di kota dan pindah ke pedesaan, lebih spesifik “lembah,” dengan tumbuhtumbuhan subur dan hijau di mana-mana. Kami anak-anak menganggap pindah itu sebagai satu petualangan, tetapi bagi orangtua kami itu suatu hal yang harus dilakukan. Rumah baru kami berlokasi dekat tempat kerja ayah saya, sekolah gereja, dan perguruan tinggi. Dalam hal tempat, rumah itu cukup besar untuk menampung satu keluarga besar, dan fakta bahwa rumah itu kurang ramah tidak mengganggu kami sedikit pun. Kami dipandang sebagai “orang luar,” yang datang ke desa di mana secara praktis semua orang berkerabat. Dan tanpa kami ketahui, penduduk desa itu tidak berharap kami akan tetap tinggal di situ.

“Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami” (ayat 11, 12). Rumah kami memiliki kebun sayuran yang cukup dan dikelilingi oleh setiap pohon buah yang bisa kami bayangkan sebagai anak kecil, dan kami berlarian mencicipi dan memetiki buah kesukaan kami, ada berbagai jenis mulai dari mangga, jambu merah, prem, jeruk, jeruk besar, dan ceri sampai asam jawa, pisang, jeruk limau, dan jeruk limun. Bahkan ada pohon jambu monyet yang darinya beberapa pelajaran bisa dipetik—

12

Adventist World | 06 - 2012

yakni, bahwa sari buahnya menyebabkan noda yang membandel, dan kacangnya, yang tumbuh di atas bunganya, akan menyebabkan luka lepuh yang parah kepada jari-jari dan mulut jika dimakan tanpa dipanggang terlebih dahulu. Memanjat semua pohon ini merupakan satu keharusan—jadi saya harus belajar dari saudara-saudara laki-laki. Yang membuatnya bertambah mirip dengan “Eden” adalah sungai di sekitarnya dengan berbagai kolam, di mana kami suka mandi pagi, sehingga mencemaskan ibu kami, yang selalu mendesak ayah agar membawa kami keluar pada pukul 05.30 atau 06.00 untuk mandi di air dingin itu. Ketika musim panas berakhir kami mendapati betapa beruntungnya kami tinggal berseberangan dengan sekolah dasar. Pada hari pertama sekolah jelas terlihat bahwa penghuni rumah sebelumnya telah membuat dan menjual berbagai jajanan kepada anak-anak sekolah itu. Ibu saya, yang cukup terampil, menyadari apa yang diharapkan dan dengan cepat belajar membuat makanan seperti popsicles, permen jambu, gula-gula kacang, acar prem dan mangga, dan permen asam—beberapa di antaranya. Ini memberikan penghasilan tambahan bagi keluarga. Seperti kata Dickens, itu benar-benar “waktu terbaik” dan “waktu terburuk”—terutama bagi beberapa dari anggota keluarga kami.

“Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat” (ayat 13). Suatu malam saya terbangun dengan goncangan seperti gempa bumi. Tempat tidur ukuran besar yang saya pakai bersama adik perempuan saya bergetar—dengan dahsyatnya! BeP h o t o

c o u r t e s y

o f

t h e

a u t h o r


SUASANA KENANGAN: Kemegahan alam Trinidad adalah keadaan cerita ini. Ibu dari penulis, Elvira, dan saudara perempuannya, Sharon (gambar kecil).

gitu terduduk, saya melihat adik saya meringkuk di sudut tempat tidur, ketakutan, mata membelalak, giginya gemeretak, tangannya mencengkeram selimut dengan begitu kuat sehingga saya harus membuka tangannya. Karena begitu muda, ia tidak bisa mengatakan apa yang telah membuatnya sedemikian ketakutan. (Bertahun-tahun kemudian kami mengetahui bahwa ia melihat sebentuk manusia di ruangan itu, tetapi ia terlalu takut untuk berteriak) Dan ini tidak terjadi sekali saja. “Malam menakutkan” ini terus berlanjut dalam waktu yang cukup lama, masing-masing diikuti dengan pola yang sama. Pada akhirnya, ini menjadi kekhawatiran bagi orangtua saya. Kebetulan, adik laki-laki saya mengeluh bahwa sesuatu membuatnya takut di malam hari. Kakak laki-laki saya bercanda dan menuduh dia makan terlalu malam, jadi menyebabkan mimpi buruk. Ia sekamar dengan empat saudara laki-laki lainnya. Anak-anak laki-laki yang lebih tua menyekat dinding itu dengan memasang tirai berat berwarna biru. Mereka semua ada dalam ruangan itu; mengapa ia tidak merasakan aman? Akhirnya kami menganggapnya serius ketika suatu pagi anak-anak menemukan sebuah sayatan besar di tirai. Setelah bertanya-tanya, adik kami yang terkecil menjelaskan bahwa hampir setiap malam ia melihat sesuatu yang besar mendekati dia seolah ingin mencekiknya. Oleh sebab itu, sebagai satu bentuk perlindungan, ia mulai tidur dengan pisau lipat di bawah bantalnya. Malam itu setelah ditanya, ia telah memutuskan untuk menyerang “tangan” itu, dengan demikian tirai pun tersayat. Apa yang membuat anak-anak ini ketakutan? Mengapa kedua adik kecil saja? Dan mengapa hanya pada malam hari? Itulah beberapa pertanyaan yang mengganggu dalam benak kami. Perlahan-lahan hal sebenarnya mulai terlihat. Setelah menceritakan berbagai insiden kepada tetangga-tetangga kami terdekat, ibu mendapati info bahwa pemilik aslinya sering terlibat dalam praktik ilmu gaib dan ritual-ritual, mengadakan “pertemuan pondok” dengan roh halus tengah malam. Tetangga itu menceritakan kisah-kisah tentang berbagai individu berbeda yang datang dan pergi pada waktu-waktu yang berbeda siang dan malam, dan tentang suara-suara “dunia lain” yang aneh yang kadang menakutkan dari rumah itu. Betapa naif dan lugunya kami selama ini! Ada begitu banyak yang kami tidak ketahui. Ketika pertama kali pindah, kami tidak pernah mengetahui apa arti gambar-gambar di dinding, dan tentang arti dari lingkaran-lingkaran dengan palang dan binatang dengan tampang menakutkan lain di tengah-tengah. Kami hanya menghapusnya dan menyingkirkan benda-benda yang kelihatan aneh yang kami dapati di dalam dan di sekitar rumah. Kami juga tidak mengerti mengapa tetangga kami begitu serius ketika memberitahu kami untuk membuang dan jangan pernah membuka botol-botol yang berisi cairan berwarna merah, hijau, dan biru yang kami buka selagi “menggali harta karun” di sekitar rumah. Memang selama ini sudah menjadi misteri bagi kami mengapa rumah itu kelihatannya menjadi tempat bagi semua binatang “besar dan kecil”—mulai dari kelelawar dan burung

hantu yang melakukan patroli malam mereka di dalam rumah, sesekali ada ular, juga banyak kalajengking dan cicak yang bertingkah laku seolah mereka, bukan kami, yang memiliki tempat itu. Namun kami berlalu begitu saja, tidak pernah dilukai oleh makhluk ini—terutama kalajengkingnya. Bagaimanapun kami berpikir inilah kehidupan pedesaan yang normal.

“Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan” (ayat 13). Gambar-gambar itu, botol-botol berisi cairan berwarna, dan berbagai makhluk semua berarti sesuatu—tetapi hanya kepada mereka yang benar-benar percaya dengan dunia lain itu. Syukur kepada Allah orangtua saya tidak masuk ke dalam kategori itu. Mereka tidak pernah terlalu menggusarkan—atau memberi nama kepada insiden menakutkan itu. Mereka menyadari bahwa kami sedang bergumul bukan melawan “darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara” (Ef. 6:12). Mereka memutuskan untuk memperkuat suasana kerohanian di rumah; kami dibangunkan setiap pagi dini hari, hujan maupun waktu cerah, untuk kebaktian keluarga, dan mengakhiri hari dengan cara yang sama, terutama pada Jumat malam. Orangtua saya memiliki kehidupan doa pribadi yang mengagumkan dan kuat dimana mereka menghadirkan kami masing-masing di hadapan Tuhan. Ayah melakukan renungan pribadi sekitar pukul 4:30 pagi dan Ibu di siang hari selama kami berada di sekolah. Doa mereka, seperti selimut besar, yang menyelubungi kami, yang lugu, yang terpapar kepada elemen-elemen Iblis, karena dalam waktu yang singkat “malam menakutkan” dan “kunjungan malam” berkurang, sampai berhenti sama sekali. Sebenarnya, segala sesuatu menjadi begitu normal sehingga adik perempuan bungsu kami lahir di rumah itu. Namun pengalaman-pengalaman tak menyenangkan ini tidak mengurangi kegembiraan kami tinggal dalam suasana di mana kami bebas mengembara, menjelajah, dan menikmati keindahan bumi—kalau saja untuk waktu yang singkat. Oleh kasih karunia Allah, adik bungsu sampai hari ini, tidak menderita efek penyakit apa pun karena telah tinggal di “lembah,” itu. Ibu merangkumkan dengan baik ketika ia berkata, “Ini sungguh-sungguh kemurahan Allah dan berkat-Nya yang membawa kami melalui tahun-tahun sulit itu.”

“Karena Engkaulah yang empunya ... kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin” (ayat 13). n

Marvene Thorpe-Baptiste adalah asisten editorial untuk Majalah Adventist Review dan Adventist World. 06 - 2012 | Adventist World

13


K E P E R C AYA A N

D A S A R

PASAL 2

— tetapi erbeda B Tak Terpisahkan Oleh Daniel K. Bediako

D

ari semua ajaran Kristen, doktrin tentang Allah yang paling sulit dijelaskan. Hal tersebut karena pikiran kita manusia fana tidak dapat sepenuhnya memahami Allah yang kekal. Pada inti dari doktrin ini ada konsep Trinitas, atau Keallahan, yang mana maksudnya bahwa Allah itu pada dasarnya satu tetapi terdiri dari tiga oknum. Jadi, orang Kristen biasanya percaya kepada satu Allah—Allah yang Trinitas— bukan tiga Allah. Tetapi jika Allah itu memang satu, bagaimana bisa ada Trinitas? Dan jika memang ada Trinitas, mengapa kita percaya ada satu Allah? Mari kita teliti beberapa jawaban dari Alkitab! Kesatuan Allah

Kitab Suci memberitahu kita bahwa ada satu Allah: “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu

14

Adventist World | 06 - 2012

Esa” (Ul. 6:4; lihat 1 Kor. 8:4-6). Namun, Kitab Suci yang sama mengatakan bahwa Bapa itu Allah (Mat. 27:46; 1 Kor. 8:6), Anak/Kristus adalah Allah (Yoh. 1:1; 20:28; 2 Ptr. 1:1), dan Roh Kudus itu juga Allah (Kis. 5:3, 4; 2 Kor. 3: 17, 18). Oknum-oknum ini, Bapa, Anak, dan Roh Kudus, membentuk Keallahan. Kejamakan Allah: Perjanjian Lama

Konsep Trinitas itu tidak jelas dalam Perjanjian Lama, meskipun tidak sama sekali absen. Panggilan ilahi dalam Kejadian 1:26 (“Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita”; bandingkan. Kej. 3:22) seringkali dimengerti sebagai yang menceritakan Keallahan. “Malaikat Tuhan” yang muncul kepada Musa di tengah semak yang terbakar (Kel. 3:2) menyebut Diri-Nya Sendiri “Tuhan,” “Allah” (ayat 15), dan

“AKU” (ayat 14). “Malaikat Tuhan” inilah yang diutus Allah untuk memimpin bangsa Israel ke Kanaan (lihat Kel. 23:20, 21; bandingkan Kel. 14:19) dan yang muncul dalam Yosua 5:14 sebagai “Panglima Balatentara TUHAN.” Di dalam Mazmur 45:6-8 (bandingkan Ibr. 1:8, 9) Allah diurapi oleh Allah, memberi kesan sebagaimana dalam ayat di atas, bahwa ada lebih dari satu oknum Ilahi. Yesaya 63 menghadirkan tiga oknum Ilahi: Tuhan/Bapa (ayat 8-11, 16), “duta” (ayat 9), dan Roh Kudus-Nya (ayat 10, 11, 14). Sebagaimana dalam Yesaya 63:16, Allah disebut juga Bapa (mis., Ul. 32:6; Yes. 64:8; Mal. 2:10). Ada juga referensi kepada Anak Allah: “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putra telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah


Trinitas yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” (Yes. 9:5). Yesaya 53 merujuk pada “Hamba” yang kepadanya Tuhan bebankan kesalahan orang lain (ayat 6, 10, 11). Hamba ini secara universal dipahami merujuk kepada Kristus, dan berbeda dari Tuhan (mis., Bapa) dan Roh (Yes. 42:1; 48:16). Sama halnya, Daniel 7:9-14 menyebutkan dua makhluk Ilahi: “Yang Lanjut Usianya” yang memimpin penghakiman dan “Anak Manusia” yang kepadanya diberikan kerajaan kekal. Mesias yang diurapi (Dan. 9:25), “yang berpakaian kain lenan” (Dan. 10: 5, 6), dan Mikhael (ayat 13, 21; Dan. 12:1), semua merujuk kepada Anak Manusia. Akhirnya, seperti dalam Yesaya 53, ada sebutan kepada Roh Kudus, kadang-kadang dengan karakteristik pribadi (mis., Kej. 6:3; Yes. 48:16). Kejamakan Allah: Perjanjian Baru

Dalam Perjanjian Baru, Bapa, Anak, dan Roh Kudus dihadirkan sebagai oknum-oknum berbeda. Allah Bapa disebut beberapa kali (Yoh. 5:36, 37). Bapa mengutus Anak untuk menyelamatkan dunia (Yoh. 3:16, 17). Anak menuruti Bapa (Mat. 26:39-42), yang Dia sebut “ALLAHKU” (Mat. 27:46). Kristus adalah “Anak” (Luk. 22:70) dan adalah Allah (Yoh. 1:1; Kol. 2:9; Titus 2:13). Anak-Allah ini disalibkan, tetapi Ia bangkit dari kematian dan kembali kepada Bapa (Yoh. 20:17). Kemudian, Bapa dan Anak mengutus Roh Kudus (Kisah. 5:3, 4), dan memiliki karakteristik sendiri (Yoh. 16: 7-13; Kis. 13:2, 4; 16:6, 7). Beberapa orang percaya bahwa ada satu Allah tetapi menolak konsep Trinitas. Bagi mereka, Bapa, Anak, dan Roh itu merupakan manifestasi dari satu oknum Ilahi. Pandangan ini menemui kesulitan yang tak teratasi dalam ayat-ayat

dimana tiga oknum ilahi tampak melakukan tindakan yang berbeda secara bersamaan. Misalnya, pada baptisan Yesus, Roh turun dalam bentuk seekor merpati, dan Bapa berseru dari sorga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi” (Mrk. 1:11). Selanjutnya, karena Bapa mengutus Anak ke bumi, dan karena keduanya mengutus Roh, maka Anak bukanlah oknum yang sama sebagaimana Bapa dan bahwa Roh itu berbeda dari dua oknum lainnya. Ada satu formula trinitas, yang menyajikan Keallahan sebagai yang terdiri dari tiga oknum yang sama kedudukannya dan sama kekalnya yang, meskipun berbeda, merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan (Mat. 28:19; 2 Kor. 13:14; 1 Pet. 1:2; Yudas 20, 21). Misalnya: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Mat. 28:19). Perhatikan bahwa baptisan terjadi bukan dalam nama jamak (names) tetapi nama (name) tunggal Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Ini memberi kesan bahwa meskipun oknum Keallahan itu berbeda, mereka itu pada hakikat dan sifatnya benar-benar bersatu tak terpisahkan: “Oleh sebab itu sudah terbukti bahwa Allah itu ada tiga oknum, dimana Allah yang satu itu dikenal.”1

Ada satu Allah: Bapa, Anak, dan Roh Kudus, satu kesatuan terdiri dari tiga Oknum kekal. Allah itu abadi, maha kuasa, maha mengetahui, di atas segalanya, dan ada dimana saja. Ia itu kekal dan melampaui pengertian manusia, namun dikenal melalui wahyu-Nya Sendiri. Dia selamanya layak disembah, dipuja, dan dilayani oleh seluruh ciptaan (Ul. 6:4; Mat. 28:19; 2 Kor. 13:14; Ef. 4:4-6; 1 Pet. 1:2; 1 Tim. 1:17; Wah. 14:7).

Anak itu lebih tinggi daripada Roh. Jadi meskipun Maria didapati “mengandung dari Roh Kudus” (Mat. 1:18), Roh bukanlah Bapa dari Anak, dimana Dia Sendirilah “Bapa Kekal” (Yes. 9:6). Kita menyembah satu Allah yang menyatakan Diri-Nya sendiri di dalam, dan terdiri dari tiga, oknum berbeda yang berpartisipasi dalam satu substansi dan berdampingan dalam kesatuan. Doktrin ini alkitabiah, sekalipun bila itu tetap menjadi misteri. n So John Calvin, see Ekkehardt Mueller, “Our God” (http://biblicalresearch.gc.adventist.org/Bible%20Study/ Our%20God.pdf).

1

Fungsi Atau Hubungan?

Karena Allah itu satu di dalam tiga, istilah Bapa, Anak, dan Roh Kudus sebaiknya dipahami dalam istilah fungsi bukan hubungan. Dalam hal ini, Bapa mengutus Anak (Yoh. 3:16, 17), Anak menyelesaikan tugas-Nya (Yoh. 19:30), dan Roh Kudus melanjutkan pekerjaan Ilahi itu (Yoh. 14:26). Bila dipahami dalam istilah fungsi, kita tidak perlu bertanya apakah Anak benar-benar dilahirkan oleh Bapa, atau apakah Bapa dan

Daniel K. Bediako, Ph.D.,

adalah Dosen Senior di School of Theology and Missions, Valley View University, Ghana. Ia menikahi Gifty dan memiliki dua orang anak, Hehra dan Daniel.

06 - 2012 | Adventist World

15


Iman.

Oleh Gerald A. Klingbeil

Kemasan Otentik dari Kebenaran Abadi

K

Simpel.

ita semua telah melihatnya di kota-kota kita yang ramai sekali: para profesional orang muda dewasa dengan mata yang terus pada iPad atau smartphone mereka; pria dan wanita sibuk mencoba menemukan waktu bersama keluarga dan seringkali hanya berpapasan satu sama lain; para pensiunan yang kesepian berjalan dengan kaki terseret di tengah jalanan kota yang sibuk. Sebagian besar mereka, bila ditanya tentang Allah dan masa depan, akan menggeleng-gelengkan kepala: tidak ada waktu, tidak berminat, tidak ada kesempatan membuka hati mereka. Tetapi kita bertanya-tanya, bagaimanakah kita bisa menjangkau orangorang yang paling sekular dan beraneka ragam ini dan menyampaikan kasih Yesus kepada mereka?

Tantangannya

Para ahli misiologi memberitahu kita bahwa di dunia yang

16

Adventist World | 06 - 2012

berkembang (dan semakin banyak lagi di dunia yang berkembang, terutama di kota-kota besar) sekularisme membuat penginjilan semakin sulit. Orang tidak suka membuka pintu. Yang lain terlalu sibuk untuk mendengarkan. Beberapa orang masa bodoh saja. Kaum sekularisme keras dengan gencar menentang Kekristenan dengan jawaban-jawaban “mudahnya� terhadap tantangan hidup. Berikut ada sejumlah orang dari Jerman, tepat di jantung benua Eropa yang sekular: Kurang dari 20 persen dari seluruh warga Jerman yang rajin ke gereja—gereja mana saja.1 Meskipun hampir 65 persen mengaku Lutheran dan Katolik tampaknya ini tidak mempengaruhi hidup mereka—termasuk juga kunjungan gereja.2 Lebih dari 60 persen menyatakan pada tahun 2009 bahwa manusia itu dikembangkan dari bentuk kehidupan lain, dengan 20 persen lainnya tidak yakin tentang cerita penciptaan Alkitab.3 Anda mendapatkan gambarannya: Bagi sebagian besar warga yang tinggal di Jerman, Kekristenan


C E R I TA SAM P UL

AKSI LANGSUNG: Para penyaji berinteraksi setiap malam dengan tamu-tamu undangan, temu wicara langsung di studio pusat media tersebut, dan dengan pendengar yang lebih luas lain via media sosial.

yang terorganisasi dan fondasi Alkitabiahnya memberi sedikit dampak atau bahkan tidak sama sekali—tentu saja merupakan satu tantangan besar ketika mencoba setia pada perintah Yesus tentang pergi dan jadikan murid (Mat. 28:18-20). Akan tetapi, ini bukan hanya fenomena Eropa atau Jerman. Di seluruh dunia kita bisa melihat kecenderungan yang sama. Sekularisme sedang bangkit—terutama di kota-kota besar yang menempati planet ini. Impian

Hal-hal menyenangkan biasanya dimulai dengan sebuah impian. Di awal tahun 2007, Matthias Müller, manajer umum dari Media Center of the Euro-Africa Division (EUD), Stimme der Hoffnung, mulai bermimpi sekembalinya dari Council on Evangelism and Witness di kantor pusat gereja Advent di Silver

P h o t o s :

w o l f g a n g

Ill u s t r a t i o n s :

sc h i c k / c h u r c h p h o t o . d e

S a r a h

k o s t m a n n ,

s ta n n e

d e r

h o f f n u n g

Spring, Maryland, AS., di mana ia telah mendengar tentang ketersediaan satu persepuluhan yang luar biasa bagi proyekproyek misi khusus. Sementara melangkah di lorong Media Center di Alsbach-Hähnlein di Jerman, ia berpapasan dengan Klaus Popa, salah seorang editor Stimme der Hoffnung, dan secara spontan bertanya apakah ia akan tertarik bergabung dengannya dalam merencanakan satu pendekatan penginjilan yang inovatif yang akan menggunakan semua jenis media—tv, sinema, internet, jaringan sosial. Ternyata ia tertarik (dan bukan hanya karena atasannya yang bertanya)! Kemudian pada tahun itu, selama pertemuan pengurus EUD, Matthias bertanya pada bendahara divisi: “Seberapa besarkah kita harus merencanakannya?” “Pikirkan yang besar! Itulah jawabannya—dan itulah yang dilakukan oleh tim. Pada musim panas tahun 2007 Matthias dan Klaus menghabiskan waktu berjam-jam bertukar pikiran. Apa yang diperlukan untuk menjangkau satu masyarakat pasca modern yang sekular, berbicara dalam bahasa yang dimengerti? Elemen-elemen dan media apakah yang harus disertakan? Bagaimanakah seseorang bisa mengajak gereja-gereja setempat melakukan suatu program semacam itu? Di bulan Desember 2007, proyek tersebut diserahkan lewat EUD ke satu komite alokasi dana di General Conference. Delapan bulan kemudian Matthias dan Klaus mendapatkan lampu hijau, dan tim itu mulai terus mengembangkan konsepnya. Tahun 2009 ditentukan agar para pengurus gereja daerah berkumpul (termasuk para perwakilan semua negara-negara Eropa berbahasa Jerman), dan proyek itu akhirnya diputuskan pada bulan Desember tahun itu. Dua tahun perencanaan dan diskusi-diskusi yang luas sudah dilakukan. Sekarang waktunya masuk ke dalam mode promosi. Bulan Februari 2010, selama laporan Hope Channel di Beirut, Libanon, proyek berambisi itu diperkenalkan kepada para ahli media dari seluruh dunia, dan sebulan kemudian semua uni berbahasa Jerman membentuk sebuah komite pengawas dan menunjuk Pastor Willie Schulz sebagai koordinator “Iman.Simpel.”4 Tidak seorang pun yang menghitung jumlah kunjungan ke gereja-gereja setempat, pertemuan-pertemuan pendeta, atau pertemuan-pertemuan pengurus. Setelah semakin banyak gereja mendaftar, kegembiraan untuk pendekatan penginjilan baru ini bertambah banyak dan pesat. Akhirnya, Iman.Simpel memiliki downlink sites resmi sebanyak 462 (dan sejumlah lain yang tak terdaftar)—satu peningkatan besar sekali dibandingkan dengan pengalaman Net-evangelism sebelumnya. Tim tersebut, yang dipandu oleh komite pengawas, telah memutuskan untuk menjalankan program TV langsung selama 17 malam, dua kali seminggu, antara tanggal 8 Oktober dan 3 Desember tahun 2011. Waktu yang relatif lama itu memberikan lebih banyak kesempatan nyata bagi para tamu yang menyaksikan Iman.Simpel untuk berhubungan dengan gereja lokal. Selanjutnya, ritme proyek penginjilan yang lebih ringan akan menghindari kejenuhan acara. Setelah 482.115 pamflet, 37.715 kartu nama membawa logo Iman.Simpel dan undangan, dan 16.089 poster, jam berdetak lebih nyaring dan nyaring. Sebuah doa berantai online telah berdoa selama 365 hari. Ratusan gereja, ribuan anggota gereja, juga tim yang bekerja keras di sekeliling Matthias dan Klaus siap sedia. Sudah waktunya menyampaikan kepada budaya sekular dan pasca

06 - 2012 | Adventist World

17


CER ITA S A M PU L

modern bahwa iman itu benar-benar simpel, bahwa Allah masih ada di takhta, dan bahwa sakit, kematian, dan bencana itu tidak selamanya. Pengalamannya

Setelah lebih dari empat tahun bekerja, Iman.Simpel akhirnya ditayangkan langsung pada tanggal 8 Oktober 2011. Setiap petang terdiri dari lima segmen. Pada bagian pertama sebuah potongan gambar video singkat selama tiga sampai lima menit memperlihatkan sebuah film yang direkam tahun 2010 di New York. Meskipun film itu tidak dibuat oleh Media Center, tim tersebut memberikan masukan penting dalam proses penulisan naskahnya dan membantu memproduksinya. Film itu bercerita tentang Niklas, seorang manajer bank Jerman yang sekular yang sedang dalam misi menutup sebuah cabang bank di New York, dan Leticia, seorang wanita berta­ lenta dari Brooklyn, yang dibesarkan di keluarga Kristen dengan seorang ayah yang menggembalakan sebuah gereja di New York, dan mengimpikan karier dalam bidang musik. Ketika kedua orang ini bertemu dan hidup mereka berinteraksi, pandangan dunia mereka bentrok dan banyak timbul pertanyaan serta konflik. Setiap episode film yang diseleksi dengan baik dihubungkan menjadi satu penyajian singkat (15 sampai 20 menit) dengan topik utama petang itu entah oleh Matthias ataupun oleh Klaus, ditayangkan di New York. Hubungan dengan New York membantu mengaitkan penyajian itu ke potongan film dan juga membuat perenungannya lebih men-

dunia dan dapat diterapkan ke berbagai budaya dan konteks yang berbeda. Merekam potongan gambar jalanan New York juga menekankan fokus pada kehidupan nyata dari Iman.Simpel—para tamu harus secara intuitif memahami bahwa Firman Allah tidak di mimbar semata; namun menyentuh segala hal dalam hidup kita. Ini diikuti dengan diskusi panel selama 30 menit, yang ditayangkan langsung di studio Media Center di Alsbach-Hähnlein. Tiap petang salah seorang pembawa acara akan menjadi tuan rumah dan akan berinteraksi dengan dua tamu istimewa, rekan pembawa acara, dan penonton langsung. Klaus ingat apa yang paling mengesankan pendengar: Percakapan yang tak berasal dari naskah. Itu memang bukan program tv yang “aman” tetapi percakapan yang sangat pribadi dan terbuka tentang Allah yang menjangkau dunia tetapi tidak selalu bisa dijelaskan. “Kami tiba pada titik peka yang mengesankan pendengar kami,” kenang Matthias. Alkitab adalah pusat percakap­ an—dan dikaitkan dengan kehidupan nyata. Sebelum kesimpulan akhir dari studio, ada satu segmen tambahan selama 25 sampai 30 menit yang benar-benar berdasarkan pada penyajian Alkitabiah dan mengaitkannya kepada para pendengar. Setelah diskusi langsung dari Media Center, masing-masing downlink site di seluruh Austria, Jerman, dan Swiss (dan sekitarnya) mengadakan diskusi langsung tentang topik petang itu. Orang berinteraksi tentang topik tertentu, entah itu onsite atau secara virtual. Topiktopiknya termasuk Penciptaan, Sabat, peristiwa masa depan dan yang lalu, kematian atau baptisan. Tiap tempat memiliki seorang pemimpin diskusi yang menuntun percakapan itu. Orang merasa bebas mengajukan pertanyaan, dan sementara mereka mencari jawabannya bersama-sama dalam Kitab Suci

Dalam

Bagaimana orang-orang bereaksi kepada konsep dan pendekatan Iman.Simpel? KP: Sebenarnya, saya rasa apa yang paling mengesankan pendengar kami adalah segala sesuatu yang tanpa naskah itu. Kami tidak menyiapkan pertanyaan untuk tamu kami, dan kami tidak memberikan mereka jawabannya. MM: Mereka terus mendesak kami. “Tolong beritahu kami cara mana yang Anda pilih. Apa seharusnya yang menjadi hasil dari diskusi itu?” Dan kami selalu berkata, “Maaf, kami tidak bisa menceritakan kepada

18

Adventist World | 06 - 2012

t o b i as

Associate editor, Gerald Klingbeil berbicara dengan Matthias Müller dan Klaus Popa selama kunjungan baru-baru ini ke General Conference. Berikut beberapa kutipan dari percakapan tersebut.

k l e p p

Percakapan

Anda apa yang harus menjadi kesimpulannya. Kami menginginkannya terbuka kepada semua orang agar berpikir dan membagikan pengalamannya.” KP: Itu sifatnya pribadi, dan dalam satu pengertian kami tiba pada titik peka karena kami membiarkan ruangan yang tidak kami kendalikan. Saya rasa elemen peka ini merupakan faktor utama yang mengesankan pendengar kami.


adalah satu pemahaman tentang komunitas. Orang asing mulai merasa seperti berada di rumah. Akhirnya, kesimpulan selama lima menit oleh pembawa acara petang itu merangkumkan tiap program Iman.Simpel. Ini adalah saat yang menentukan, seringkali ditambah dengan pengalaman pribadi dan pasti digerakkan dari isinya. Ini termasuk panggilan untuk membuat satu keputusan bagi Allah— bahkan satu keputusan kecil menuntun kepada perubahan; karena kehidupan sebagaimana yang kita ketahui tidak bisa terus berlanjut bila kita sudah bertemu dengan Yesus. Sembilan puluh menit menjangkau Yesus dalam cara yang mudah dimengerti oleh masyarakat sekular pasca modern harus berakhir. Lampu-lampu studio mati. Namun Matthias dan Klaus dan tim Media Center menggunakan jam berikutnya tiap petang berinteraksi dengan ratusan media sosial dan lewat telepon. Orang banyak berkomentar mengenai program itu, mengajukan berbagai pertanyaan, meminta doa, atau memperoleh catatan media dari situs mereka. Suara-suara

Matthias menceritakan tentang seorang wanita Katolik yang berkendaraan selama satu setengah jam untuk berada di lokasi studio. Ia secara “kebetulan” menemukan Hope Channel pada malam pertama Iman.Simpel. “Saya duduk terpaku di depan tv,” katanya. “Apakah mungkin menemukan sesuatu yang begitu otentik di tv? Ia memanggil suaminya yang skeptis, dan mereka menonton bersama-sama. Kemudian ia kehilangan saluran, menemukan lagi kemudian, dan terus menonton setiap malam. Pada minggu terakhir ia membawa kedua putrinya ke studio. “Suami saya yang skeptis sekarang mendaftar di sekolah surat menyurat Alkitab,” katanya dengan senang kepada Matthias. Dengarkan umpan balik Sonja di akhir program terakhir

Apakah Iman.Simpel itu semacam penginjilan “softball”— Anda tahu, itu jenis penginjilan yang “membuat enak”? KP: Saya mendengar pertanyaan Anda. Tidak, bukan begitu. Kami membahas permasalahan-permasalahan kunci tentang iman. Memikirkan tentang penderitaan; permulaan dunia, Penciptaan; cinta, seksualitas, hasrat; kematian; akhir zaman; Sabat; atau Wahyu 13. Jadi Anda membahas doktrin penting Advent? KP: Ya, kami membahasnya, tetapi kami tidak hanya membahasnya— kami benar-benar mengajukan pertanyaan-pertanyaan sulit. Kami menantang satu sama lain dalam peran-peran kita yang berbeda sebagai pembaca acara atau tamu. Misalnya, ada orang di sana yang kehilangan orang-orang terkasih, dan kami mengajukan pertanyaan-pertanyaan sulit kepada mereka: Bagaimanakah iman Kristen membantu Anda? Apakah itu membantu? Ini bukanlah penginjilan softball; ini hanya mengajukan pertanyaan yang sudah ada yang dihadapi orang-orang, yang Kristen maupun yang bukan Kristen. Bilamana Anda kehilangan istri Anda, maka iman Anda dipertaruhkan. Ini bertanya kepada orang itu, Apakah iman Anda itu nyata, mampu membawa Anda, atau hanya sekadar “iman?”

NEW YORK, NEW YORK: Matthias Müller (bawah) dan Klaus Popa (di dalam mobil di atas) merekam semua penyajian utama untuk tiap malam di New York. Ini berfungsi sebagai satu mata rantai yang jelas kepada cerita film, dan juga membuat penyajian lebih internasional dan relevan secara universal.

New York memainkan peran yang cukup penting dalam inisiatif untuk menjangkau kota-kota besar dunia ini yang semakin sekular, modern, dan sulit diinjili. Apakah menurut Anda pendekatan yang diambil Iman.Simpel bisa memberikan sumbangsih kepada inisiatif ini? MM: Sementara kami memproduksi di New York, kami menggunakan waktu yang cukup di sana dan mengunjungi sejumlah gereja Advent di New York. Kami selalu merasa disambut, dan gereja-gerejanya menyenangkan. Bagaimanapun, memang ada perbedaan. Kami akan sangat menganjurkan bukan hanya berkhotbah kepada populasi. Populasi di New York itu istimewa, mereka adalah orang-orang dari keuangan dan seni. Anda perlu menemukan satu cara masuk ke dalam kontak pribadi dengan mereka. Berkhotbah saja tidak bisa. Saya mengatakan itu dari hati, meskipun saya sudah menjadi seorang penginjil dan pendeta sepanjang hidup saya. Jika kita ingin menjangkau kota-kota, kita perlu membentuk semacam layanan komunitas, interaksi, di mana orang banyak merasa gereja ini memberikan lebih dari sekadar khotbah.

06 - 2012 | Adventist World

19


CER ITA S A M PU L

SEMUA TELINGA: Iman.Simpel. Bertujuan menjangkau semua generasi, mencakup orang muda sampai pensiunan. Tiap malam berisi waktu yang berarti ketika orang-orang berbicara tentang permasalahan petang dari sudut pandang Alkitabiah dan membagikan pengalaman mereka sendiri.

tanggal 3 Desember 2011: “Kepada tim Iman.Simpel, terima kasih banyak atas serial ini dan komitmen Anda yang bertahan lama. Saya bersama teman saya merasa diberkati. Setelah program itu hari Rabu lalu teman saya berdoa untuk pertama kali dalam waktu tujuh tahun. Allah telah memberikan dia satu pengalaman doa yang ajaib—ia nyaris tak mempercayainya! Kami sekarang menyaksikan program-program sebelumnya di internet dan ingin berterima kasih sekali lagi atas keberanian dan energi Anda membiarkan Allah menggunakan Anda.” Atau bagaimana dengan Sabine yang secara tak sengaja membuka saluran itu? Ketika juru pasang piringan satelitnya memberitahu tentang gereja Advent di sebuah kota kecil tidak jauh dari kotanya, ia mendapati sebuah gereja yang sangat terhormat di komunitasnya yang kecil. “Cucu perempuan saya yang berumur 14 tahun sedang mencari Allah, dan saya membawanya ke gereja, itu adalah layanan gereja yang pertama kali dalam hidupnya! Ia suka membaca Alkitabnya.”

20

Adventist World | 06 - 2012

Program tersebut menarik rata-rata sekitar 10.000 penonton di situs-situs downlink resmi. Sebagai tambahan, Web stream ditonton di 500 komputer lain, dan tidak ada yang tahu berapa banyak orang melihatnya di satelit atau TV. Berdasarkan laporan dari downlink site, hampir 1.500 tamu non Advent yang berpartisipasi tiap malam. Jumlah ini mungkin kedengaran tidak penting di beberapa bagian dunia. Namun 10.000 penonton ini mewakili hampir 25 persen populasi Advent di Austria, Jerman, dan Swiss—satu bagian besar dari populasi total gereja. Banyak anggota gereja berbahasa Jerman merasa dikuatkan oleh pendekatan penginjilan peka budaya ini. Anggotaanggota Hohe Marter Church di Nürnberg, Jerman, menyoroti pentingnya memiliki dua pembawa acara yang berbeda, masing-masing mewakili satu kelompok usia yang berbeda yang menyanggupkan mereka berhubungan dengan pendengar yang berbeda—dan memperlihatkan kerjasama antar generasi. Matthias menyetujui: “Saya selalu mengimpikan agar semua kelompok usia bisa bekerja bersama-sama di gereja. Bagi saya itu adalah penggenapan buku Maleakhi, Anda tahu, membawa ayah kepada anaknya.” Klaus menambahkan: “Kami mengambil risiko, kami berdua, menjalankan satu perjalanan, mewakili kelompok usia yang berbeda, dan kepribadian berbeda. Beberapa orang memberitahu kami, ‘Kalian itu berbeda.’ Tetapi mempercayai bahwa kelompok usia berbeda bisa bekerja sama begitu erat—itu adalah satu tanda tersendiri.” Masa Depan

Iman.Simpel bukanlah satu peristiwa sukses satu kali yang berhasil di Jerman, jantung Eropa yang sekular. Iman.Simpel jauh lebih besar dari itu. Ini mewakili satu contoh bagaimana hadir dalam cara yang peka budaya tanpa mengubah kebenaran yang bisa menghubungkan kelompok usia berbeda. Ini menyediakan cara holistik menjangkau pikiran yang sekular, melampaui argumen-argumen modern dan memberi perhatian kepada metode Yesus menjangkau yang belum terjangkau. Ini menggarisbawahi kebutuhan untuk mendengar dan memulai satu dialog dengan orang banyak di balik dindingdinding gereja kita. Penginjilan yang bertahan lama harus selalu berubah dalam dialog—dimulai dengan satu undangan dan berlanjut dengan percakapan jujur yang berakhir ke dalam kekekalan. Iman memang sesimpel itu. n

1 Lihat http://de.statista.com/statistik/daten/studie/179832/umfrage/haeufigkeit--kirche-oderreligioese-veranstaltungen-besuchen/, yang didasarkan pada survey tahun 2008 terhadap hamper 20.000 orang. 2 Lihat jumlahnya di http://de.statista.com/statistik/daten/studie/179440/umfrage/ zugehoerigkeitzu-einer-religionsgemeinschaft/, dari hampir 30 persen mengindikasikan bahwa mereka tidak mengikut komunitas keagamaan mana pun. 3 Bandingkan http://de.statista.com/statistik/daten/studie/5171/umfrage/glauben-anschoepfungsgeschichte-oder-evolution/. 4 Mengikuti konvensi ekspresi digital, nama itu harus dibaca “Faith-dot-Simple.” Lihat versi Jerman di www.glauben-einfach.com

Gerald A. Klingbeil, seorang warganegara Jerman, melayani sebagai Associate Editor Adventist World dan menikah dengan Chantal, yang mengajar ketiga putri mereka di rumah.


R O H

Mempertemukan

N U B U A T

Oleh Ellen G. White

Hati Pikiran dan

Menjangkau yang tak percaya

D

alam pemeliharaan Allah, mereka yang menanggung beban pekerjaan-Nya telah bekerja keras menaruh kehidupan baru ke dalam metodemetode kerja yang lama, dan juga menyusun rencana-rencana baru dan metodemetode baru membangkitkan minat anggota-anggota gereja dalam usaha bersatu untuk menjangkau dunia.... Menyelidik Kitab Suci Tahun-tahun yang lalu, saya telah berbicara tentang rencana menyajikan pekerjaan misi kita dan kemajuannya di hadapan teman-teman dan tetangga, dan telah menyebutkan contoh Nehemia. Dan sekarang saya ingin mendesak saudarasaudara kita untuk mempelajari kembali pengalaman dari tokoh doa dan iman dan yang memiliki penilaian baik ini, yang berani bertanya kepada sahabatnya Raja Artahsasta, meminta bantuan untuk kepentingan memajukan perkara Allah. Mari kita semua pahami bahwa dalam menyampaikan kebutuhan pekerjaan kita, orang percaya bisa memantulkan cahaya kepada orang lain, hanya bilamana mereka, sebagaimana Nehemia dulu, dekat kepada Allah, dan hidup dekat dengan Pemberi cahaya itu. Jiwa kita sendiri harus dengan kokoh tertanam dalam satu pengetahuan tentang kebenaran itu, jika kita ingin memenangkan orang lain dari kekeliruan menuju kebenaran. Sekarang kita

perlu menyelidiki Kitab Suci dengan tekun, agar kita bisa berkenalan dengan orang tak percaya, kita bisa menjunjung Kristus di hadapan mereka sebagai yang diurapi, yang disalibkan, Juruselamat yang telah bangkit, bersaksi kepada para nabi, disaksikan oleh orang percaya, dan melalui namanya kita menerima pengampun­ an bagi segala dosa kita. Sementara kita meninggikan salib Kalvari di hadapan orang lain, kita akan mendapati bahwa itu juga meninggikan kita. Hendaknya setiap orang percaya sekarang berdiri di tempatnya, menangkap inspirasi pekerjaan yang dilakukan Kristus bagi jiwa-jiwa selagi di dunia ini. Kita memerlukan semangat Kristen di sini yang bertahan sampai akhir, selalu memandang Dia yang tak terlihat. Iman kita harus bangkit. Di mana pun kita berada, dan apa pun kesempatan kita, entah itu terbatas atau diperluas, kita harus menggunakan pengaruh positif untuk kebaikan. Biarlah Roh Kudus Menuntun Untuk memenuhi maksud Allah sebagai para pekerja bersama Dia, semua orang percaya tidak perlu bekerja dengan cara yang sama atau berada dalam garis yang sama. Tidak ada garis tepat harus diletakkan. Biarkan Roh Kudus memimpin masing-masing pekerja; dan biarlah masing-masing bersedia mendengarkan nasihat mereka yang telah dipilih untuk me-

mimpin dalam berbagai aktivitas gereja. Jadi kebenaran akan senantiasa berdiri di tempat yang menguntungkan. Beberapa orang sebaiknya merekomendasikan kebenaran, bukan dengan argumen atau ceramah, tetapi dengan menghidupkan kebenaran, dengan menjalani satu kehidupan bersahaja dan rendah hati sebagaimana murid setia dari Kristus yang lemah lembut dan rendah hati. Ini terutama berlaku bagi mereka yang tidak bisa memberikan pertimbangan cerdas untuk iman mereka, dan mereka yang memiliki semangat bukan menurut pengetahuan. Orang percaya seperti itu harus berbicara lebih sedikit dalam mempertahankan iman kita, dan lebih banyak mempelajari Alkitab mereka, membiarkan tingkah laku mereka memperlihatkan kesaksian mengesankan kepada kuasa itu selamanya dimana kebenaran tertanam dalam hati dan kehidupan yang berterima. n

Diterbitkan dalam Manuscript Releases, jilid 7, halaman 363, 364, karya ini aslinya berjudul “Methods for Reaching Unbelievers.� Orang Advent percaya bahwa Ellen G. White (1827-1915) mempraktikkan karunia bernubuat Alkitabiah selama lebih dari 70 tahun pelayanan publik.

06 - 2012 | Adventist World

21


P E L AYA N A N

A DV E NT

Oleh Ephraim Nkonya

ereja G yang Berkumpul Pohon

di Bawah

Iman menyediakan sebuah bangunan, dan lebih banyak lagi.

T

idak ada ramalan cuaca yang bisa diandalkan di Tanzania. Jadi setiap Sabat pagi Magulyati Pandageila biasa mencari-cari tanda hujan di langit. Ia tidak sendirian. Anggota-anggota gereja lain tidak akan datang ke kebaktian jika kelihatannya seperti akan turun hujan. Gereja Pandageila yang beranggotakan 200 orang di Ikunguilipu, Tanzania Utara, biasa berkumpul di bawah sebuah pohon Acacia yang berdaun panjang kurus yang tidak memberikan banyak perlindungan terhadap hujan. Gereja dimulai sebagai gereja distrik, yang bertemu di sekolah dasar setempat yang didirikan orang-orang Advent. Beberapa tahun setelah memperoleh kemerdekaan tahun 1961, pemerintah Tanzania mengambil alih semua sekolah dasar dan melarang kebaktian di ruang­ an kelasnya. Ini memaksa jemaat mengadakan kebaktian di bawah sebuah pohon Acacia milik seorang petani non Advent. Sang petani, barangkali keberatan dengan “suara� nyanyian mereka, memotong pohon itu, membuat para anggota mencari alternatif tempat ibadah yang lain. Sementara ini berlangsung, anggota-

22

Adventist World | 06 - 2012

anggota gereja berusaha membangun sebuah kapel kecil, yang mereka selesaikan pada tahun 1998. Gereja itu dibangun dengan batu bata dan lempengan besi yang bergelombang. Sayangnya, dinding bangunan itu runtuh setelah angin kencang meniup atapnya pada tahun 2000, memaksa anggota-anggota sekali lagi beribadah di bawah pohon yang lain. Kendati dengan adanya kesulitan ini jemaat bertambah, tadinya beranggotakan kurang dari 100 orang pada tahun 1980-an kini menjadi lebih dari 100 anggota pada tahun 2004. Digerakkan oleh Bencana

Pada tahun 2002, Bibi Pandageila, Yohana Nkonya meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api sewaktu kembali dari acara retret wanita di Morogoro, sebelah timur Tanzania. Acara pemakamannya yang dilakukan di bawah pohon dihadiri oleh banyak orang dari luar desa. Kebaktian menyedihkan ini menuntun kepada upaya pengumpulan dana yang giat untuk membangun sebuah gereja yang lebih kokoh dan besar. Konstruksi dimulai bulan Oktober 2002. Bangunan gerejanya berhenti selama dua tahun karena sumber daya yang ter-

batas, tetapi mulai lagi di bulan Desember 2004, ketika gereja mengadakan pemakaman lain untuk Perpetua Maduhu, salah seorang Advent pertama di desa itu. Sekali lagi, keluarga dan teman-teman datang dari luar desa untuk mengucap salam perpisahan. Kali ini mereka bergabung dengan jemaat itu dalam menggenapi salah satu impian Perpetua Maduhu: Membangun sebuah bangunan gereja di desa itu. Dalam hitungan minggu sebuah atap menutupi konstruksi gereja seluas 33x74 meter. Karena tidak ada air mengalir atau listrik di desa itu dan tidak ada mesin atau peralatan lain, sebagian besar konstruksi dilakukan dengan tangan. Para anggota gereja menjangkau keluar meminta bantuan kepada yang bukan anggota. Seluruh komunitas bahu membahu membangun gereja itu. Konstruksinya berubah dari sebuah proyek Advent menjadi aktivitas komunitas. Yang bukan anggota menanggapi dengan mengumpulkan air, menghancurkan batu, dan mengangkat strukturstruktur yang berat. Anak-anak sekolah saat istirahat menawarkan bantuannya. Mereka menggunakan wadah-wadah kecil untuk mengumpulkan air sambil menyanyikan


Satu Pemberian yang Nyaris Tak Diambil

lagu-lagu Kristen. Anggota-anggota gereja yang berkumpul di bawah sebuah atap, aman dari cuaca, tanggal 25 Desember 2004. Bangunan baru tersebut dan semangat yang digiatkan kembali menuntun kepada rencana penginjilan yang berambisi. Banyaknya dukungan masyarakat selama konstruksi kelihatannya membuktikan kuasa dan dukungan Allah atas usaha mereka. Jangkauan Luar Komunitas

Di bulan Mei 2005 gereja mengadakan upaya penginjilan, mengundang Pendeta Daudi Ndekeja dari Tanzania South Nyanza Conference untuk memimpin. Upaya selama tiga minggu itu dihadiri cukup banyak orang. Hari terakhir serial itu menyaksikan lebih dari 33.000 orang hadir, sekitar lima kali dari populasi desa. Lebih dari 330 orang percaya baru dibaptiskan, dan 604 orang bergabung dengan kelas baptisan! Upaya ini sendiri meningkatkan keanggotaan gereja hampir enam kali lipatnya: dari sekitar 200 orang menjadi 1.136 orang! Pertumbuhan gereja yang pesat juga merupakan pertunjukan lain dari tangan Allah yang penuh kuasa.

Setelah menyelesaikan konstruksi bangunan gereja, anggota-anggota memutuskan untuk menutupi lantai tanah dengan ubin sebagai cara berterima kasih kepada Allah atas bertambahnya keanggotaan gereja dan karena telah setia menjawab doa-doa mereka. Mereka meminta keluarga dan teman-teman yang tinggal di luar desa untuk membantu rencana mereka dalam memasang ubin lantai. Seorang percaya dari Eropa menjawab dengan menyediakan ubin dengan syarat bahwa anggota gereja membayar biaya pengiriman ubin itu dari Eropa ke Ikunguilipu. Setelah beberapa waktu sibuk mengumpulkan dana, gereja membayar biaya pengiriman ubin, senilai 14.824 euro, dari Eropa ke Dar es Salaam. Gerejagereja di Tanzania dibebaskan dari membayar pajak impor untuk bahanbahan gereja, tetapi proses pengambilan, melibatkan prosedur yang sulit dan mahal. Proses pembebasan pajak mulai di distrik di mana gereja berlokasi. Sebuah surat resmi diperlukan untuk menjelaskan bahwa gereja Ikunguilipu itu memang ada dan bahwa gereja itu telah membeli ubin. Diperlukan waktu dua bulan agar surat itu ditulis, kendati sudah diingatkan terus oleh gereja. Setiap hari biaya penyimpanan bertambah 20 dolar. Surat itu dikirim ke Tanzania Revenue Authority (TRA) di Dar es Salaam, tetapi hilang di kantor TRA. Gereja harus meminta surat lain, karena TRA hanya menerima dokumen asli saja. Ini memerlukan waktu sebulan lagi. Tetapi dokumen-dokumen ini hilang juga, sehingga menunda lebih lama pelepasan ubin. Yang lebih buruk lagi, gereja tidak memiliki uang untuk membayar biaya penyimpanan dan biaya lain. Kegagalan membayar, menuntun pada pelelangan ubin. Ini membuat anggota-anggota gereja merasa kecewa karena mereka harus memberitahu si penyumbang ubin bahwa sumbangannya telah dilelang. Anggota-anggota gereja terus berdoa, meminta Allah menyelamatkan mereka dari rasa malu ini. Gereja meminta pembebasan biaya penyimpanan,

sambil menyebutkan bahwa penundaan itu karena hilangnya dokumen di tangan TRA yang menjadi penyebab penundaan dan bahwa gereja tidak bertanggung jawab. Tetapi permintaan mereka ditolak. Usaha manusia tidak menghasilkan apa-apa, dan anggota gereja bersama teman-temannya terpaksa menyerahkan beban mereka kepada Dia yang tidak pernah gagal. Sebuah iklan untuk pelelangan dicetak di surat kabar setempat dan diumumkan di stasiun radio setempat. Petugas gereja menasihatkan mereka untuk berpartisipasi dalam pelelangan itu untuk membeli kembali beberapa ubin. Namun meskipun iklan itu dilakukan selama beberapa hari, sepertinya tidak seorang pun tertarik membeli ubin itu. Ini memberikan pengharapan bagi anggota gereja bahwa Allah akan menjawab doa-doa mereka pada waktu-Nya sendiri. Pada tanggal 26 Mei 2009, TRA memberitahu gereja bahwa mereka akan melepaskan semua biaya penyimpanan “ubin Allah.� Saat itu biaya penyimpanannya sudah mencapai 17.747.600 mata uang Tanzania (10.650 dolar AS). Tetapi gereja diminta untuk membayar 25 persen biaya itu, jumlah tepat yang telah dikumpulkan untuk mengambil ubin dari pelabuhan! Mukjizat ini memberikan batu loncatan lain dalam pertumbuhan gereja. Impian mereka membangun sebuah gereja modern di desa terpencil ini telah menjadi kenyataan. Jika kita percaya kepada Allah dan meletakkan semua beban kita kepada Dia, Bapa kita yang setia tidak akan membiarkan Iblis mempermalukan ­umat-Nya dan menghentikan pertumbuhan dan semangat rohani mereka. Semoga nama-Nya dimuliakan! n

Ephraim Nkonya, seorang warganegara Tanzania, bekerja untuk International Food Policy Research Institute di Washington, D.C., Amerika Serikat. 06 - 2012 | Adventist World

23


KE H IDU PA N

A DV E NT

D

alam satu lingkungan komunis di mana perkumpulan publik dilarang, dan peraturan serta undang-undang melarang kebebasan beragama, bagaimana Anda menyebarkan kabar baik Injil? Memang mungkin saja, karena benih Injil tidak mengenal batas. Seperti ragi dalam adonan roti, kebenaran Injil bertumbuh dan menghasilkan banyak buah. Seorang misionaris Pioneer Mission Movement (PMM)1 yang disebut Shen,2 menemukan tempatnya di sebuah universitas Komunis sekular, di mana benihbenih imannya bertumbuh dan bertambah banyak. Karena ingin sekali mempelajari bahasa setempat, ia bersama istrinya mendaftar di universitas ternama di kota tempatnya ditugaskan, dan ia dengan cepat mendapat teman. Dalam waktu singkat Shen diminta menjadi seorang guru bahasa. Dari situ ia mempero-

Firman—

Oleh Sally Lam-Phoon

Allah tak terhentikan Penginjilan tak mungkin dihentikan.

leh kepercayaan dari para pemimpin teratas di universitas dan kemudian diberikan tanggung jawab bekerja dalam hubungan internasional dengan universitas asing lain untuk meningkatkan komunikasi yang lebih baik antara guru-guru dan siswa. Dalam kapasitas ini, Shen mendapati banyak kesempatan misi melayani banyak orang muda di sana. Pada saatnya, kesaksiannya yang diam-diam menghasilkan pertobatan beberapa pemimpin universitas. Sementara Shen bekerja, istrinya mulai bekerja dengan sekelompok anak di

24

Adventist World | 06 - 2012

rumah mereka. Jumlah total 70 anak mengunjungi rumah mereka setiap hari Kamis petang untuk belajar bahasa Inggris, menyanyikan lagu-lagu, dan mendengarkan cerita. Orangtua mereka senang. Mereka bertanya kepada istri Shen, “Mengapa Anda bersedia mengajarkan bahasa Inggris dengan cuma-cuma? Semua orang yang mengajar bahasa Inggris di sini membebankan biaya yang besar.” “Anda tidak mengerti bagaimana anak-anak Anda membantu anak-anak saya menyesuaikan diri dengan budaya dan bahasa yang baru,” kata istri Shen. “Karena anak-anak kalian membantu

anak-anak saya, maka kami ingin membantu mereka dengan bahasa Inggris.” Di sebuah negara di mana mencari uang itu menjadi prioritas utama—mela­ kukan segala sesuatu dengan gratis itu seringkali menimbulkan kecurigaan. Tetapi pada contoh Shen, orangtua melihatnya sebagai pelayanan kepada anak-anak mereka, dan mereka merasa nyaman karena mereka bisa belajar bahasa Inggris di lingkungan yang aman. Dari waktu ke waktu orangtua yang bersyukur ini bahkan memberikan hadiah-hadiah dan sumber daya yang bisa digunakan keluarga Shen sebagai pendorong di kelas ba-


hasa Inggris mereka. Buku Pedoman yang Hebat

Di universitas sesuatu yang luar biasa terjadi. Departemen bahasa Inggris memutuskan agar para siswa memiliki fondasi kokoh dalam bahasa Inggris, maka mereka harus membaca buku-buku bahasa Inggris. Salah satu mata pelajaran dalam kurikulum adalah Alkitab, dan semua mata kuliah bahasa Inggris, menggunakannya sebagai buku pelajaran untuk mempelajari bahasa Inggris. Yang tak terelakkan, universitas juga memastikan para pengajarnya adalah penganut agnostik atau ateis, yang memandang Alkitab sekadar teks bahasa bukan sebagai buku yang suci. Namun yang tidak dipahami oleh universitas itu adalah kuasa Firman Allah. Seorang siswa bernama Serene memegang Alkitab di tangannya untuk pertama kalinya ketika ia masuk kelas. Satu perasaan aneh meliputinya, dan ia mendapati diri berkata, “Siapa tahu? Sua­ tu hari kelak saya menjadi seorang Kristen.” Ia dengan cepat menyingkirkan ide itu. “Bagaimanakah mungkin saya memikirkan hal semacam itu? Saya seorang anggota Partai Komunis; tidak mungkin!” Tetapi sementara membaca halamanhalamannya dengan teliti, ia menyimpan banyak pertanyaan. Jadi Serene mendekati teman barunya Shen, yang diketahuinya memiliki latar belakang Kekristenan dan teologi. Sedikit demi sedikit, Serene mulai memahami lebih banyak tentang Kekristenan. Setelah hatinya tersentuh, pergumul­ an pun dimulai. Serene berasal dari keluarga pemimpin komunis, dan sebagai anggota partai ia sudah menetapkan diri sebagai seorang pemimpin siswa. Seiring bertumbuhnya rasa percaya antara dia dan Shen, ia menyatakan pergumulan batinnya. Shen menggunakan cerita Musa sebagai contoh. “Pangeran Mesir ini bersedia meninggalkan posisinya di istana Mesir dan memilih untuk menjadi pemimpin sukunya,” Shen memberitahukannya. “Ia memilih untuk diperlakukan tidak pantas bersama dengan umat Allah daripada menikmati kesenangan dosa. Ia

menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah’ [Ibrani 11:25, 26].” Shen melanjutkan: “Tetapi di manakah Musa sekarang? Ia hidup bagi suku bangsanya, melayani mereka sampai hari dimana ia mati, tetapi ia dibawa ke surga, dan sekarang ia sedang menikmati hidup bersama dengan Allah.” Setelah percakapan ini Serene menyerahkan nasibnya kepada Yesus dan bergabung dengan gereja. Setelah baptisan ia menjadi sangat aktif membagikan firman kepada teman-teman seasramanya setiap pagi dan petang. Shen mengajar dia pentingnya makan manna surgawi setiap hari, jadi saat membaca, Serene mengajak teman-teman seasramanya untuk membaca bersamanya. Serene sekarang salah satu “gembala” untuk kawanan kecil yang berjumlah 44 orang. Ia berkhotbah di gereja-gereja sekitar, mengajarkan anak-anak tentang Yesus, dan bersaksi kepada teman-teman universitas tentang bagaimana Firman Allah mengubah hidup dan memberikan pengharapan. Sejak baptisannya ia telah menuntun lima teman kepada salib. Sampai kini, lebih dari 20 mahasiswa telah dibaptiskan dan sekarang membagikan kasih Allah kepada teman-teman sekelasnya. Shen memiliki lebih banyak ide untuk penginjilan kota. Keberhasilannya di kota kecilnya telah mengilhami dia untuk meminta Tuhan mewujudkan mimpi yang lebih besar. Kini Shen memiliki usaha mengajar bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya, Ia juga memiliki sebuah toko yang menjual segala macam produk mulai dari kosmetik sampai aksesori pakaian. Melalui toko ini ia bisa menyediakan lapangan kerja bagi orang muda yang baru bertobat sehingga mereka bisa menjadi bagian dari misi. Saksi Profesional

Lee, seorang profesional kesehatan, telah bekerja di sebuah negara komunis selama tujuh tahun terakhir, perlahan-lahan menjalin persahabatan dan memperoleh rasa hormat di bidangnya. Ia meng-

adakan seminar-seminar di bidang keahliannya, melatih para pemimpin, dan menjalankan hidupnya sebagai seorang Kristen. Lee telah menemukan bahwa seminar-seminarnya telah menjadi tempat yang tepat untuk menjalin hubungan dengan para hadirin. Setelah ia mendapatkan kepercayaan, mereka menghu­ jani­nya dengan pertanyaan-pertanyaan. Lee kemudian mengajak mereka ke apartemennya untuk mengadakan diskusi. Dengan seulas senyuman ia dengan hatihati memperingatkan mereka bahwa prinsip-prinsipnya didasarkan pada Kekristenan dan ajaran-ajaran Yesus. Jika mereka tidak keberatan dengan itu, maka ia akan senang sekali membagikannya. Banyak hidup telah disentuh dengan cara ini, tetapi kita bisa melihat buah-buah dari jenis penginjilan ini hanya bila Yesus datang. Firman Allah akan maju terus sekalipun dalam situasi-situasi yang paling sulit. 1 Petrus 1:23 menyebutnya “Firman Allah yang kekal”, Firman yang tak terhentikan yang terus bekerja seperti ragi bahkan di tengah lingkungan yang paling bermusuhan sekalipun. Tidak ada yang bisa membunuh atau menghancurkannya, karena itu mengandung kuasa Allah yang hidup kepada dunia yang sekarat. Dan sebagaimana ragi, ia bertumbuh diam-diam dan tentu sampai mempengaruhi pikiran jutaan orang dengan makanan yang hanya bisa diberikan oleh Allah melalui Firman-Nya. n 1 The Pioneer Mission Movement (PMM) adalah satu proyek Misi Global Divisi Asia-Pasifik Utara yang mengirim para pendeta sebagai pionir ke negara-negara asing di dalam divisi itu untuk mendirikan gereja-gereja. Kontraknya enam tahun. Selama tahun pertama mereka mempelajari bahasa setempat. Lebih dari 50 pendeta melayani di Jepang, Taiwan, Hong Kong, Mongolia, dan Cina. Permintaan-permintaan dari negaranegara di luar wilayah Asia-Pasifik Utara menuntun pada pengiriman PMM ke Rusia, Amerika Selatan, dan Afrika. 2 Nama telah diubah.

Sally Lam-Phoon,

warga negara Malaysia, melayani sebagai direktur pelayanan wanita dan anak-anak/rumah tangga, di Divisi AsiaPasifik Utara di Hsau, Korea Selatan.

06 - 2012 | Adventist World

25


P E R T A N YA A N D A N J A W A B A N A L K I T A B

Mengapakah Daud mendukung per­mintaan Gibeons untuk membunuh tujuh putra Saul dalam 2 Samuel 21:1-9?

ejahatan K dan

Hukuman

Ayat itu menyediakan satu jawaban, tetapi tidak secara eksplisit menyatakan landasan sah untuk keputusan tersebut. Untuk menjawab pertanyaan Anda, kita harus memahami sifat kejahatan Saul, dan hukum yang diterapkan dalam kasus semacam itu. Ini perlu peninjauan beberapa informasi latar belakang dan mendiskusikan hal-hal hukum. 1. Beberapa latar belakang: Orang Gibeon adalah orang Kanaan yang, selama Israel menaklukkan negeri itu di bawah kepemimpinan Yosua, terpaksa berbuat licik karena takut dimusnahkan. Setelah memberitahu Yosua bahwa mereka telah mendengar tentang kemasyhuran Allahnya, mereka mengungkapkan keinginan mereka untuk membuat perjanjian damai dengan Israel. Ketika ditanya dari mana asalnya, mereka menipu bangsa Israel dengan memberitahu bahwa mereka berasal dari negeri jauh dan mereka hanya ingin menjadi hamba saja (Yosua 9:7-11). Padahal, mereka tinggal beberapa mil di sebelah barat laut Yerusalem. Tanpa bertanya kepada Tuhan, bangsa Israel membuat perjanjian damai dengan orang Gibeon yang melindungi hidup mereka (ayat 14, 15). Tiga hari kemudian bangsa Israel mendapati penipuan itu. Tetapi mereka tidak bisa melakukan apa pun mengenai hal itu, karena sebagai bagian dari upacara perjanjian, mereka telah mengambil sumpah di hadapan Tuhan bahwa mereka akan membiarkan orang Gibeon, yang tinggal di tengah bangsa Israel sebagai hamba mereka. 2. Sifat dari Kejahatan itu: Beberapa abad kemudian Saul memutuskan untuk membatalkan perjanjian damai dengan orang Gibeon. Menurut kaum Gibeon, Saul adalah orang yang “membinasakan [kālah] kami dan yang bermaksud memunahkan [shāmad] kami” (2 Sam. 21:5). Kata kerja Ibrani kālah berarti “mengakhiri,” dimana dalam konteks tersebut mengekspresikan gagasan untuk menghabisi mereka. Kata kerja shāmad memperkuat gagasan itu dengan menekankan usaha untuk sepenuhnya menghancurkan mereka. Penulis Alkitab menegaskan tuntutan ini dengan menyatakan bahwa Saul “berikhtiar membasmi [nākah, mengakibatkan serangan mematikan] mereka” (2 Sam. 21:2). Saul melakukan ini “dalam kegiatannya untuk kepentingan orang Israel dan Yehuda.” Jadi untuk alasan nasional, Saul bersalah telah berupaya melakukan pemusnahan besar-besaran. Daud mengetahui situasi ini setelah

26

Adventist World | 06 - 2012

meminta nasihat dari Tuhan mengenai kelaparan di Israel yang berlangsung selama tiga tahun. Ia memanggil orang Gibeon dan bertanya kepada mereka apa yang bisa dilakukan untuk menebus dosa Saul dan keluarganya. Ini adalah kasus kesalahan berdarah. 3. Dasar Hukum: Dalam Alkitab, kejahatan berdarah terjadi ketika hidup secara ilegal diambil dari seseorang. Pembunuhan yang tidak pada tempatnya seringkali merupakan pembunuhan berencana. Dalam kasus seperti itu darah korban berada di tangan atau kepala si pelaku—dia secara hukum bertanggung jawab untuk itu. Penumpahan darah gelap ini mencemari negeri, dan satu-satunya cara membersihkannya dari noda ini adalah melalui darah orang yang melakukannya (Bil. 35:33). Dalam beberapa kasus penuntut balas berdarah bisa secara sah meminta agar kejahatan itu ditebus. Tetapi kurangnya kekuatan kaum Gibeon membuat mereka tak mungkin meminta keadilan dari raja Israel, dan sebagai akibatnya kejahatan itu diabaikan (lihat 2 Sam. 21:4). Itulah saat mana Tuhan membawa kasus mereka di tangan-Nya sendiri dan membiarkan kesalahan berdarah itu menimpa negeri tersebut dalam bentuk bala kelaparan yang panjang. Kejahatan yang dilakukan Saul itu ilegal bukan hanya karena tidak ada alasan yang bisa dibenarkan untuk itu, tetapi terutama karena ia melanggar sumpah yang dibuat di hadapan Tuhan yang melindungi orang Gibeon. Nasionalismenya lebih penting bagi dia daripada menuruti Tuhan. Dalam hal keja­ hat­an berdarah putusannya jelas: Ganti rugi—hukumannya harus seimbang dengan kejahatannya (bandingkan Imamat 24:21, 22). Mencoba membunuh secara massal bisa mengakibatkan pemusnahan keluarga Saul. Tetapi orang Gibeon dan Daud setuju dalam membatasi luasnya pelaksanaan hukum kepada eksekusi tujuh keturunan Saul. Keadilan dilaksanakan. Penyalahgunaan kekuasaan tidak diabaikan oleh Tuhan, yang dalam kebaikan, kasih, dan keadilan-Nya telah menunjuk satu hari penghakiman ketika kejahatan umat manusia akan diselesaikan dalam kebenaran. Sementara itu, kita harus mempraktikkan keadilan dan berbicara untuk mereka yang tidak bisa mengutarakannya sendiri. n

Angel Manuel Rodríguez melayani beberapa tahun sebagai Direktur Biblical Research Institute General Conference.


P E L A JA R A N A L K I TA B

Perubahan I

Pikiran

Oleh Mark A. Finley

saac Watts, penulis 750 lagu pujian dianggap bapa dari lagu pujian dalam bahasa Inggris. Pada satu kesempatan kemudian dalam hidupnya, satu pawai untuk menghormatinya diadakan di London. Jalanan dipenuhi dengan mereka yang kagum. Watts adalah seorang pria berperawakan kecil dengan pikiran yang luas. Ketika pawai itu lewat, seorang wanita berteriak keheranan, “Apa? Anda Isaac Watts?” Watts segera berdiri di atas kereta kuda itu dan menanggapi, “Nyonya, seandainya saya bisa menggapai kutub dan memegang dunia di tangan, saya tetap diukur oleh pikiran saya, karena pikiran adalah ukuran seorang manusia.” Ia benar. Intisari dari siapa diri kita terletak jauh di dalam pikiran kita. Dalam pelajaran ini kita akan membahas pentingnya pemikiran yang berubah karena ini berkaitan dengan pertumbuhan kita di dalam kasih karunia dan menjalani satu kehidupan yang sepenuhnya diserahkan kepada Yesus.

1 Baca dan renungkan Filipi 2:5. Nasihat apakah yang diberikan Paulus mengenai pikiran yang diubahkan? Apakah yang dikatakan Paulus ketika ia menggunakan ekspresi “menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus”? Apakah maksudnya dengan “pikiran” Kristus? 2 Dua kata yang berbeda apakah yang Paulus gunakan dalam Roma 12:2 yang menjelaskan bagaimana pikiran kita dibentuk dalam satu atau lain cara?

Tiap hari pikiran kita dibentuk oleh salah satu, dalam gambar Kristus, atau disesuaikan dengan dunia ini. Kata untuk berubah yang digunakan Paulus adalah metamorphē, dari mana kita mengambil kata bahasa Inggris metamorphosis. Satu metamorfosa adalah perubahan lengkap, seperti seekor ulat menjadi seekor kupu-kupu. Yesus Kristus, melalui Roh KudusNya, rindu mengubah proses berpikir kita agar pikiran kita diperbarui dan kita memikirkan hal-hal surga.

3 Baca ayat berikut untuk menemukan satu prinsip dasar pikiran yang berubah: Yakobus 4:7, 8; 2 Korintus 5:17; 10:4. Bagaimanakah kita bekerja sama dengan Roh Kudus untuk memikirkan pikiran-pikiran surga? Peran apakah yang kita mainkan? Peran apakah yang Roh Kudus mainkan?

Inilah prinsip penting pemikiran yang berubah: Pikiran kita yang sekarang tidak akan berubah tanpa perubahan Ilahi yang dibuat oleh Roh Kudus. Allah tidak akan mengubah pikiran P h o t o

b y

E d dy

Va n / D i g i t all y

m o d i f i e d

tanpa kerja sama kita. Yesus berkata: “di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yoh. 15:5). Paulus menambahkan: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Flp. 4:13).

4 Baca baris pertama Amsal 23:7 dan Matius 15:8. Dari manakah semua pikiran atau keinginan jahat berasal?

Di dalam Kitab Suci “hati” seringkali mewakili bagian terdalam dari emosi, kasih sayang, dan pikiran kita. Roh Kudus rindu mengubah hati kita yang terdalam. Pekerjaan-Nya tidak semudah memetik daun pohon yang busuk. Ia ingin membuat satu sistem akar yang baru di dalam hati kita agar buah Roh bertumbuh secara alamiah di dalam hidup kita.

5 Baca 2 Korintus 3:18. Bagaimanakah kita seefektif mungkin bekerja sama dengan Allah dalam membiarkan Roh Kudus mengubah pikiran kita? Sudah menjadi aturan pikiran bahwa pikiran kita secara perlahan beradaptasi sendiri pada tempatnya tinggal. Semakin banyak kita mengisi pikiran kita dengan tema-tema surgawi maka kita akan semakin berpikiran surgawi. Semakin banyak kita mengisi pikiran dengan tema-tema duniawi maka semakin berpikiran duniawi kita jadinya. Renungkan sejenak kebenaran ini dalam Kolose 3:1-4.

6 Baca Filipi 4:7. Nasihat apakah yang Roh Kudus berikan kepada kita melalui rasul Paulus untuk menjaga proses berpikir kita?

Sama seperti kaca jendela rumah kita yang melindungi kita dari lalat dan nyamuk, kaca Allah dalam Filipi tentang kejujuran, kemurnian, kemuliaan, keindahan, dan kebenaran melindungi kita dari serangan yang jahat.

7 Baca Yehezkiel 11:19 dan Ibrani 8:10. Janji-janji tentang kuasa mengubahkan hidup, mengubahkan pikiran apakah yang diberikan Alkitab kepada kita?

Jika kita izinkan, Tuhan kita akan melakukan bagi kita apa yang tidak akan pernah kita lakukan untuk diri sendiri. Setelah kita menyerahkan pikiran kita kepada Dia, maka Ia akan mengubah pikiran kita. Melalui Roh Kudus-Nya, maka Ia akan menulis prinsip-prinsip hukum-Nya dalam hati dan pikiran kita begitu dalam sehingga keinginan terdalam kita adalah menyenangkan Dia dalam segala sesuatu yang kita pikirkan dan lakukan. n

06 - 2012 | Adventist World

27


P ERT U K A R A N I D E

Apakah Kita Mendengar Mereka?

Surat

Sesuatu yang Berikan

“Sesuatu yang Berikan” (Maret 2012) merupakan bacaan menarik! Orangorang selalu berasumsi bahwa menjadi seorang vegetaris, saya makan ikan, seolah ikan itu hanya sayuran lain. Saya rasa masalah yang dimiliki orang dengan ikan dan makanan laut adalah bahwa ikan-ikan itu tidak “manis dan menggemaskan,” jadi entah bagaimana rasa sakit mereka dalam keadaan tertangkap dan “tenggelam” di luar perairan itu tampaknya tak penting. Kita tidak memerlukan ikan atau ciptaan hidup lainnya dalam diet kita. Allah mengetahui apa yang diperlukan tubuh kita dan telah memberikan sesuai keperluan. Tidak ada kematian di Eden, dan tidak akan ada kematian di surga; jadi tidak ada hewan atau ikan yang harus mati. N. Barbour England, Inggris

“Apakah Kita Mendengar Mereka?” oleh Larry R. Evans (Februari 2012), sangat menyentuh hati saya. Permasalahan dibahas dengan cakap dan belas kasih. Ini adalah sekelompok besar orang, dan program-program harus dibuat mudah diterima. Saya suka penulis menulis tentang budaya tunarungu tanpa mengasingkannya. Diperkirakan jumlah tuna rungu di mana pun mulai dari 93 juta sampai lebih dari 300 juta sedunia; dan semuanya berharga di mata Allah dan layak dijangkau dengan Injil. Baik juga memiliki seorang pendeta tunarungu atau penafsir pada tiap konferens. Saya pernah berada pada satu pertemuan dengan saudara-saudara yang bisa mendengar dan yang tunarungu. Itu adalah satu pengalaman yang mengasyikkan. Mereka benar-benar tertarik dengan apa yang saya ingin sampaikan kepada mereka, dan mereka sabar sekali mendengar saya. Saya bertanya-tanya apakah “yang bisa mendengar” juga siap dengan hangat dan simpatik menyertakan “tunarungu” ke dalam ruang lingkup mereka. Adventist World menyediakan koneksi, persatuan, dan pengertian di tengah orang-orang. Terima kasih atas laporan yang mengangkat dan menarik pada berbagai topik. Waltraud Rühling-Huber Bogenhofen, Austria

Saya benar-benar tuli. “Apakah Kita Mendengar Mereka?” adalah satu artikel yang baik. Rasa terima kasih saya kepada Larry R. Evans atas informasi yang begitu diperlukan—ini diperlukan dalam gereja-gereja kita. Saya duduk di rumah pada hari Sabat dan menyaksikan 3ABN, yang menyertakan gambar kecil untuk tunarungu. Saya ingin melihat gereja berkonsentrasi pada upaya yang lebih besar menyediakan gambar bantuan pada program-program yang disiarkan di Hope Channel, agar itu bisa menjadi contoh kepada dunia bahwa mereka sedang menjangkau komunitas tunarungu. Arthur L. Chaput Pawtucket, Rhode Island, Amerika Serikat Di manakah Allah Itu?

Saya benar-benar menghargai artikel “Di Manakah Allah Ketika Anda Memer­lukan Dia?” oleh John Skrzypaszek (Januari 2012). Semua pahlawan-pahlawan besar Alkitab memang menderita (lihat Ibrani 11). Bagi saya, contoh paling kuat adalah Elisa, salah satu nabi paling menonjol dari Perjanjian Lama yang tidak lepas dari penderitaan sebelum ia mati (2 Raja. 13:14). Denis Gnutzmans Piracicaba, Sāo Paulo, Brazil

Doa

PUJI SYUKUR

Saya ingin suami saya ke gereja bersama saya. Ia merokok dan minum alkohol. Kami memiliki tiga orang anak. Kami juga memerlukan sebuah rumah. Terima kasih Dorica, Zimbabwe

28

Adventist World | 06 - 2012

Tolong doakan saya dan keluarga. Saya memerlukan bantuan keuangan untuk masuk sekolah. Tolong doakan juga kebangkitan rohani kami. Harrison, Kenya

Tolong doakan putri bungsu saya yang bercerai, meninggalkan gereja, dan secara rohani bimbang. Tolong doakan juga kedua putrinya dan orang yang ia ingin nikahi. Saya percaya dia mau menerima pekabaran Advent Betty, Amerika Serikat


Di Belahan

Saya diberikan dua majalah Adventist World. Dari keduanya, satu telah menjadi berkat istimewa bagi saya karena artikel Gerhard Pfandl “Karunia Bernubuat� (November 2010), yang menceritakan tentang Ellen White, utusan Allah. Bisakah Anda mengirimkan majalah bulanan ini kepada saya? Ini akan menjadi berkat bagi saya dan keluarga. Henry Javier Santiago Republik Dominika Nasihat kami kepada pembaca ini dan yang lainnya dengan perhatian yang sama adalah menghubungi kantor konferens uni atau divisi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di wilayah Anda. Kami bersyukur karena majalah kami mengisi kebutuhan ini—Editor Sangat Senang

Saya sangat senang membaca apa yang Allah inginkan bagi saya melalui majalah Anda. Saya tertarik dengan apa yang dituliskan kepada umat Allah tiap bulan. Allah memberkati Anda. Claver Kabaya Matadi, Republik Demokrasi Kongo Tata Cara Kolom Surat: Silakan kirim surat Anda ke editor Adventist World: letters@adventistworld.org. Isi surat itu harus jelas dan langsung pada maksudnya, maksimum 250 kata. Pastikan untuk menuliskan nama artikel yang dimaksud, tanggal diterbitkan dan halaman artikel tersebut. Juga informasikan nama Anda, kota, provinsi dan negara dari mana Anda mengirim surat tersebut. Surat tersebut akan diedit dan disesuaikan dengan kolom yang masih tersedia. Perlu diketahui bahwa tidak semua surat yang akan ditampilkan.

Dunia Manakah Ini?

JAWABAN: Di Pe ru , 86 di re kt ur pe ndidikan da utama berd oa n ko se or be di lu na m to ku r tingkat rsus pelatihan m ereka di bulan Ja nuari.

Karunia Bernubuat

top

Universitas Harvard meneliti 121.000 orang selama 20 tahun dan mendapati makanan berikut yang paling efektif membantu orang mempertahankan berat yang menyehatkan: 1. Kacang 2. Yogurt 3. Buah Segar

4. Gandum 5. Sayuran Segar

Sumber: New England Journal of Medicine, 2011

Tolong doakan istri saya, putra saya yang baru lahir, dan saya, dan untuk kota tempat tinggal kami. Tsefaye, Etiopia Tolong doakan orang Advent yang tinggal di Orissa. Mereka kehilangan gereja mereka dan klinik kecil selama kerusuhan dan sedang menunggu bantuan untuk membangun kembali. Sijo, India

Terima kasih atas doa-doa Anda! Saya telah lulus ujian perawat; sekarang saya sedang berdoa untuk mendapatkan pekerjaan agar bisa membantu proyek bangunan gereja di provinsi kami. Flor, Filipina

Doa & Pujian: Kirimkan permohonan doa rasa syukur saudara ke: prayer@adventistworld.org. Kirimlah kepada kami permohon­an doa dan rasa syukur saudara (berterima kasih atas jawaban doa). Tuliskan secara singkat dan padat, maksimum 50 kata. Permohonan doa saudara akan diedit untuk maksud yang jelas. Tidak semua yang masuk akan dicetak. Sertakan nama saudara dan negara di mana saudara tinggal. Saudara juga dapat mengirimkan melalui fax: 1-301-680-6638; atau mengirim surat ke Adventist World, 12501 Old Columbia Pike, Silver Spring, MD 20904-6600 U.S.A.

06 - 2012 | Adventist World

29


P ERT U K A R A N I D E

Haus? 95.5 4.5 2

persen air dunia ditemukan di samudera, lautan, dan teluk.

persen air dunia itu segar: Dari angka itu lebih dari setengahnya terjebak di sungai es, dan selubung es.

persen air tersedia kapan saja untuk minum dan pertanian.

Sumber: The Atlantic, 2011

K U T I P A N

G

ereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang pertama di Jepang diorganisasi di Tokyo dengan keange s r c h i v t i s t A gotaan 13 orang pada tanggal 4 Juni, 1899. BeA d v e n berapa minggu kemudian sebuah majalah bulanan, Owari no Fukuin (The Gospel for the Last Days), diluncurkan, dan terbayar dari keuntungan penjualan makanan sehat. Majalah itu diberi nama kembali Toki no Shirushi (Signs of the Times) di bulan Juni 1917. Sepuluh tahun sebelumnya, tahun 1889, Abram La Rue, misionaris pionir dengan biaya sendiri pergi ke Cina, membuat sejumlah perjalanan ke Jepang dan membagi-bagikan buku-buku terbitan Advent di Yokohama dan Kobe. S.N. Haskell mengunjungi Jepang pada tahun 1890. Menulis dari Hongkong pada tanggal 16 Juli, ia melaporkan: “Kami membaptiskan satu orang di Jepang. Memang di sana ada lagi yang tertarik; dan kami mengetahui bahwa pelajaran Sabat telah didiskusikan di antara orang Jepang, dan ada beberapa dari mereka yang memelihara Sabat” (Advent Review and Sabbath Herald, 26 Agustus 1890). Para Misionaris Advent pertama yang dikirim ke Jepang adalah W.C. Grainger, Mantan Rektor Healdsburg College; dan T.H. Okohira, seorang warganegara Jepang dan mantan siswa Healdsburg.—Robert Costa

30

Adventist World | 06 - 2012

I N I

Hati yang gem­ bira adalah obat yang manjur, te­ tapi semangat yang patah mengering­ kan tulang. —Amsal. 17:22

Lucu? Apa yang

Pesan Elektronik yang mengindikasikan tertawa, beraneka ragam dari negara ke negara, dan bahasa ke bahasa:

lol

113TahunLalu

B U L A N

mdr jajaja mkm ha3 asg g

= laughing out loud (tertawa keras) English = mort de rire (tertawa sampai mati) French = ha ha ha Spanish = ma khanda mikonon (Saya tertawa) Dari (Bahasa Afghanistan) = ha times three (ha tiga kali) Malaysia = asgarv (raungan tertawa) Swedish = griner (tertawa) Danish = ha ha ha Korean

Sumber: National Geographic, Maret 2012


5O 5O K A T A K U R A N G L E B I H

Himnal Favorit Saya... kesukaan saya adalah “And Can It Be?” Alasannya? Lirik Charles Wesley dalam ulangan lagunya menjelaskan semua itu: “Kasih menakjubkan! Bagaimana mungkin bahwa Engkau, Allahku harus mati bagiku?” —Flavia, Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat

n Lagu

pun saya menyanyikan “We Have This Hope” saya diingatkan tentang masa-masa saya mendengar itu dinyanyikan di sidang General Conference selama bertahun-tahun. Begitu sempurna dalam menggambarkan pengharapan Advent pada kedatangan Yesus. —Sook Yi, Seoul, Korea Selatan

n Kapan

n “Great

Is Thy Faithfulness” membuat air mata saya berderai setiap kali menyanyikannya. Meskipun saya sering mendapati diri saya tidak pantas mendapat kasih karunia-Nya, belas kasih Allah tidak pernah gagal. —Herbert, Brighton, Inggris n “Mas

Allá del Sol” (“Far Beyond the Sun”) adalah lagu kebangsaan bagi banyak kaum Hispanik di Amerika Utara. Sebagian besar kami mengetahui kata-katanya dalam hati, mengingatkan kami bahwa meskipun kami tidak memiliki kekayaan dunia, kami memiliki rumah, sebuah rumah indah, jauh di atas matahari. —Carlos, Harlem, New York, Amerika Serikat

Kali berikutnya, ceritakan kepada kami dalam 50 kata atau kurang tentang nyanyian himnal kesukaan Anda. Kirimkan ke letters@ AdventistWorld.org. Tulis “50 Words or Less” pada baris judul.

“Lihatlah, Aku Datang Segera” Misi kami adalah untuk meninggikan Yesus Kristus, mempersatukan umat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di mana saja dalam iman, misi, kehidupan, dan pengharapan.

Penerbit Adventist World adalah majalah periodik internasional milik Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Sedunia. Divisi Asia-Pasifik Utara adalah penerbitnya. Penerbit Eksekutif dan Pemimpin Redaksi Bill Knott Wakil Penerbit Claude Richli Manajer Percetakan Internasional Chun, Pyung Duk Dewan Penerbit Ted N. C. Wilson, ketua; Benjamin D. Schoun, wakil ketua; Bill Knott, sekretaris; Lisa Beardsley; Daniel R. Jackson; Robert Lemon; Geoffrey Mbwana; G. T. Ng; Daisy Orion; Juan Prestol; Michael Ryan; Ella Simmons; Mark Thomas; Karnik Doukmetzian, penasihat hukum Komite Koordinasi Adventist World Lee, Jairyong, ketua; Akeri Suzuki; Kenneth Osborn; Guimo Sung; Chun, Pyung Duk; Han, Suk Hee Redaksi Bertempat di Silver Spring, Maryland Lael Caesar, Gerald A. Klingbeil (associate editors), Sandra Blackmer, Stephen Chavez, Wilona Karimabadi, Mark A. Kellner, Kimberly Luste Maran Redaksi Bertempat di Seoul, Korea Chun, Pyung Duk; Chun, Jung Kwon; Park, Jae Man Editor Online Carlos Medley Koordinator Teknik dan Pelayanan Pembaca Merle Poirier Editor-at-large Mark A. Finley Senior Advisor E. Edward Zinke Manajer Finansial Rachel J. Child Asisten Redaksi Marvene Thorpe-Baptiste Asisten Editor Gina Wahlen Dewan Manajemen Jairyong Lee, ketua; Bill Knott, sekretaris; P. D. Chun, Karnik Doukmetzian, Suk Hee Han, Kenneth Osborn, Juan Prestol, Claude Richli, Akeri Suzuki, Ex-officio: Robert Lemon, G. T. Ng, Ted N. C. Wilson Pengarah Seni dan Desain Jeff Dever, Brett Meliti Para Penasihat Ted N. C. Wilson, Robert E. Lemon, G. T. Ng, Guillermo E. Biaggi, Lowell C. Cooper, Daniel R. Jackson, Geoffrey Mbwana, Armando Miranda, Pardon K. Mwansa, Michael L. Ryan, Blasious M. Ruguri, Benjamin D. Schoun, Ella S. Simmons, Alberto C. Gulfan, Jr., Erton Köhler, Jairyong Lee, Israel Leito, John Rathinaraj, Paul S. Ratsara, Barry Oliver, Bruno Vertallier, Gilbert Wari, Bertil A. Wiklander Kepada para Penulis: Silakan mengirimkan naskah yang siap diterbitkan, melalui alamat redaksi 12501Old Columbia Pike, Silver Spring, MD 20904-6600, U.S.A. Atau melalui fax: +1 (301) 680-6638 E-mail: Internet: worldeditor@gc.adventist.org Situs Web: www.adventistworld.org Kecuali diberitahu, semua kutipan ayat Alkitab diambil dari ALkitab Terjemahan Baru. © 1974 Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Digunakan dengan izin. Adventist World diterbitkan setiap bulan dan dicetak secara berkala di Korea, Brasil, Indonesia, Australia, Jerman, Austria, dan Amerika Serikat. Vol. 8, No. 6

06 - 2012 | Adventist World

31


DARI INDONESIA

Pelayanan di Seputar Madiun Konferens Jawa Kawasan Timur (KJKT)

Lima Jiwa Dibaptis dalam Rangkaian KKR di CSS Kedunggalar

Dalam Kebaktian Kebangunan Rohani yang diadakan di CSS Kedunggalar, menuai 5 jiwa yang dibaptis dalam rangkaian KKR yang dilaksanakan pada tanggal 4-7 April 2012. KKR yang dilaksanakan untuk yang pertama kalinya dalam sejarah di Kedunggalar merupakan berkat Tuhan tersendiri yang bisa dilakukan di cabang SS yang baru saja didirikan tersebut, setiap malam KKR dilaksanakan di ruang tamu yang dibuat menjadi ruang KKR milik dari Kel. Djoko Waluyo. Pembicara utama dalam KKR ini adalah Gembala Jemaat Pdtm. Dale Sompotan didampingi oleh pembicara-pembicara lokal yang berasal dari Jemaat Caruban, Saradan, Ngawi seperti Ev. Ester, Ev. Lidya Sih Pujaningrum, Ev. Daniel Dwi

Sambodo, Ev. Saidi, yang membawakan seminar keluarga, kesehatan dan pendidikan, sementara itu tema KKR adalah “Percaya-Baptis-Selamat� (Markus 16:16). Selain itu setiap malam banyak anak-anak yang hadir untuk mengikuti acara APTA yang dibimbing oleh Ibu Debby. Puji Tuhan dalam rangkaian KKR ini telah dibaptis menerima Yesus 5 jiwa, murni warga Kedunggalar yaitu Ibu Anik Witasih, Sdr. Febianus Adi, Sdr. Yohanes Ali, Sdr. Fredi Seteke dan Ibu Mini Rahayu. Jiwa jiwa ini merupakan penuaian dari beberapa program yang terencana dan sistematis yang sudah dilaksanakan kurang lebih 6 bulan belakangan untuk masuk menembus wilayah baru di Kedunggalar. Dengan demikian di Cabang SS Kedunggalar sekarang sudah memiliki 12 anggota. Dengan pertolongan Tuhan beserta kerja sama yang erat antara gembala dan anggota jemaat membimbing dan memelihara anggota yang baru ini setia sampai Tuhan datang. GOJAL

Gojal atau Go Jalan-jalan adalah salah satu program yang dicetuskan dengan tujuan untuk memelihara kesehatan anggota jemaat, dalam kesempatan hari Minggu tanggal 15 April 2012, beberapa jemaat yang ada di Distrik Madiun yang terdiri dari 7 Jemaat berkesempatan mengadakan acara ini yang juga

32

Adventist World | 06 - 2012

dihadiri oleh pemimpin departemen dari Konfrens Jawa Kawasan Timur yaitu Pdt. Leonard Mamentu, Direktur PA; Pdt. Abri Santoso, Direktur SS/PP; Bpk. David Maart, Direktur Pendidikan dan Ibu Lenny Siburian, Direktur Pelayanan Anak-anak. Ratusan anggota jemaat yang terdiri dari anak-anak, orang muda dan orang tua serta beberapa lansia turut terlibat dalam acara ini, acara ini sendiri dilaksanakan di kawasan Kota Madiun mengambil tempat start di Jemaat Kalasan lalu mengintari beberapa rute yang sudah disiapkan panitia dan kemudian kembali lagi finish di Kalasan. Acara yang dimulai jam 6 pagi ini mengundang antusiasme yang sangat tinggi dari para anggota jemaat, lebih lagi diakhir Gojal diadakan pembagian hadiah lewat penarikan undian dari kupon-kupon yang sudah dibagi secara gratis kepada semua peserta, sukacita tampak di wajah dari saudara-saudara kita yang beruntung dan membawa pulang beraneka-ragam hadiah. Puji Tuhan acara ini boleh berjalan dengan lancar dan aman, direncanakan dalam beberapa waktu ke depan acara seperti ini akan terus diadakan sehingga kebersamaan dan kesehatan anggota dapat tetap terjalin dan terjaga. Seminar Terpadu untuk Anggota Jemaat Distrik Madiun

Sabat sore, 14 April 2012 telah diadakan seminar terpadu untuk anggota-anggota jemaat di Distrik Madiun bertempat di Jemaat Kalasan. Pembawa seminar pada sore hari Sabat itu adalah: Pdt. Leonard Mamentu, Pdt. Abri Santoso, Bpk. David Maart, Ibu Lenny Siburian. Secara bergantian pada hari Sabat sore itu membawakan seminar kepada anggota jemaat, di bagian akhir dari seminar diadakan ruang tanya jawab, dalam rangka memberikan ide dan pemikiran untuk kemajuan pelayanan pekerjaan Tuhan di


WARTA GEREJA ADVENT (WGA) Konferens Jawa Kawasan Timur ini. Acara pada sore itu yang dimulai tepat 14.00, kemudian ditutup dengan renungan tutup Sabat oleh Pdt. Leo Mamentu dan setelah acara Jemaat Kalasan menjamu semua yang hadir dengan makanan jasmani yang sudah disediakan di salah satu ruang sekolah Imanuel Kalasan. n —Dilaporkan oleh Debby Fransisca Muntu.

Surabaya Adventist Teenagers Choirs

P

ada Sabat 21 April 2012 banyak tamu yang berkunjung di Jemaat Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi yang dipimpin oleh Ibu Laste Wijaya dan Ibu Lenny Santoso dari Departemen BWA, Shepherdess, RT, Pel. Anak-anak yang menambah semangat berbakti kepada Tuhan sekalipun berkurang anggota jemaat yaitu dengan berakhirnya Ujian Nasional SMA pada hari Kamis 19 April 2012 sudah banyak siswa Kelas XII meninggalkan Kampus SLA Purwodadi untuk berbagai tujuan salah satunya rencana menjual buku (Student Literatur Evangelist), kembali ke keluarga dan mempersiapkan diri masuk ke jenjang perguruan tinggi. Acara Sekolah Sabat dipimpin dan dibawakan oleh para siswa dan alumni dari Perguruan Advent “PERMATA IBU” Denpasar Bali. Dua buah lagu berturut-turut Share Your Faith, God Will Make a Way, mengakhiri acara Sekolah Sabat dibawakan oleh Surabaya Adventist Teenagers Choir.

Kunjungan ke Jemaat SLA Purwodadi

Pelajaran yang sangat penting dan menarik disampaikan oleh Ibu Laste Wijaya dalam pelayanan perorangan dengan pembahasan Etika Berbakti Tata Cara Bertemu dengan Tuhan. Acara Kebaktian Khotbah diawali dengan tiga buah lagu This is the day, Walking In The Spirit, Climbin’ Up The Mountain oleh Surabaya Adventist Teenagers Choir. Semua lagu-lagu pujian yang dibawakan mengajak umat-umat Tuhan yang hadir melihat Allah sebagai Oknum yang Agung. Saudara Kris Soesan Pembina dari SATC memberikan motivasi kepada siswa kelas IX SMP yang akan menghadapi Ujian Nasional pada hari Senin 23 April 2012 dengan pembahasan aspek-aspek minder. Saudara Kris Soesan menekankan perlunya fokus kepada kelebihan-kelebihan kita bukan pada kelemahan kita dan memandang dengan bijaksana pada kelebihan dan kekurangan kita. Jangan berfokus kepada kekurangan diri sendiri dan kekurangan orang lain. Dalam keluaran 1-2 Musa adalah contoh yang ideal dalam mengatasi rasa minder. Tiga buah lagu Look at The World, People Need The Lord dan Jesus is My Song of Grace mengakhiri pelayanan kebaktian khotbah yang boleh membawa sukacita tersendiri dan luar biasa mendengarkan lagu puji-pujian yang disampaikan oleh Surabaya Adventist Teenagers Choir. Terima kasih, sukses selalu dan tetap setia dalam setiap pelayanan. n —Dilaporkan oleh Petrus Souisa,Wakasek Humas SLA Purwodadi.

06 - 2012 | Adventist World

33


DARI INDONESIA

Bilakah Tuhan Pulihkan Keadaan Umat-Nya KKR di Penawar Rejo, Tulang Bawang

S

atu lagi kegiatan penginjilan dilakukan di Distrik Mesuji, Tulang Bawang yang sangat luas ini. Kali ini dalam rangka KKR Lampung Saturation, mengadakan KKR gembala di tiga titik wilayah yang ada di Distrik Tulang Bawang, Mesuji dan sekitarnya. KKR dilaksanakan di tiga titik yang berbeda, Pdt. Septa Dwi Eneas selaku gembala distrik mengadakan di dua titik selama dua minggu, yaitu di Mesuji dan titik ke dua di wilayah Ajilama dan Batu Ampar. Sementara Ev. Yusuf Herlin mengadakan di titik wilayah Rejo Katon. Acara penginjilan kali ini terasa sangat istimewa, karena satu hari menjelang penutupan KKR, yaitu 27 April atas kemurahan Tuhan melalui Dr. R. Lisal selaku pemimbaptisan terhadap ke-10 jiwa di kolam renang water boom yang sangat indah dan acara baptisan ini digunakan sebagai kesempatan untuk membagikan buku Kemenangan Akhir kepada Bpk. Gunawan selaku pemilik dan pengelola dari Water Boom Tulang Bawang yang selalu memberikan discount khusus bagi GMAHK untuk kegiatan penginjilan. Mari kita doakan semoga ke-10 jiwa yang telah dibaptiskan akan menjadi jiwa yang setia, dan buku-buku Kemenangan Akhir yang telah dibagikan ini akan menjadi berkat keselamatan bagi para pembacanya, dan tak lupa kita doakan supaya para pasien yang telah berobat saat charity akan mendapatkan kesembuhan dari Tuhan. n —Dilaporkan oleh Pdt. Septa Dwi Eneas dan Ev. Yusuf Herlin, Tulang Bawang. pin RS Advent Bandar Lampung, telah mengirimkan tim chaplain dan tim charity serta tim penyanyinya untuk mendukung KKR di Distrik Tuba ini. Puji Tuhan, acara charity clinic berjalan dengan lancar dari pukul 14.00-17.00 WIB dan ada sekitar 150 pasien yang datang untuk berobat kepada tim charity. Acara KKR malam terakhir dilayani oleh Pdt. B. Buli dan didukung oleh Mosafie VG dengan gitaris serta keyboard oleh Sdr. Morrison dan seorang misionaris asal Filipina yaitu Miss Rolinda Zink. Dan pada acara hari Sabat, 28 April 2012, adalah menjadi puncak sukacita dalam penutupan KKR gembala.Pelayanan Khotbah Sabat di sampaikan oleh Pdt. Harlen yang dengan semangat. Dan setelah selesai makan siang bersama, maka diadakan acara

34

Adventist World | 06 - 2012


WARTA GEREJA ADVENT (WGA)

Celebration KPA

Distrik Ujung Batu, Daerah Sumatera Kawasan Tengah

S

ejak bulan September tahun 2011 yang lalu, sudah direncanakan untuk mengadakan acara Celebration KPA di Distrik Ujung Batu, Daerah Sumatera Kawasan Tengah (SKT). Panitia pun saat itu sudah dibentuk. Tetapi oleh karena satu dan lain hal, terjadilah 3 kali penundaan. Namun dibalik penundaan-penundaan dan kekecewaan jemaat-jemaat disana dan panitia, pasti ada rencana Tuhan yang terbaik untuk acara ini. Tepat pada 9-14 April 2012 yang lalu, terwujudlah acara yang sudah lama direncanakan ini. Pdt. Dr. Marolop Sagala, Dir.SS/PP Uni Indonesia Kawasan Barat, telah mengumandangkan kebenaran Firman Tuhan dengan lugas dan diplomatis dari malam ke malam, selama lima kali pertemuan. Walaupun disirami dengan hujan yang sangat lebat, hampir setiap malam, tidak mengendorkan semangat orang untuk datang ke pertemuan ini. Kelihatannya hujan itu, menjadi hujan berkat bagi pesta rohani ini, karena setiap malam selalu terjadi penambahan pengunjung, kecuali malam kedua. Celebration KPA atau KKR KPA yang di adakan di Gedung Pertemuan HKBP (Sopo Godang HKBP) Ujung Batu, selalu dipadati dengan pengunjung. Setiap malam rata-rata dihadiri sekitar 200 orang pengunjung/ tamu. Pada malam pembukaan diadakan acara “Welcoming� dengan pengalungan selempang kepada, tamu-tamu kehormatan, yaitu: mewakili pemerintah setempat, mewakili gereja-gereja tetangga, Biblevro HKBP, General Manager PT BSI

dan pembicara yaitu Pdt. M. Sagala serta mewakili daerah, Pdt. B. Sagala, Sekretaris daerah SKT. Dan setelah itu, mereka masing-masing memberikan kata sambutannya. Sebelum acara khotbah dimulai, maka diawali terlebih

dahulu dengan acara ruang kesehatan, yang dibawakan oleh Pdt. M. Siregar dan Pdt. D. Nainggolan. Acara APTA juga diadakan di depan salah satu rumah anggota dekat gedung tersebut, dan ada lebih kurang 150 anak-anak yang hadir setiap malam. Pada malam terakhir, anak-anak ini tampil di gedung dengan acara yang cukup menarik. Pada akhir acara KKR tersebut, ada 30 jiwa yang menyerahkan diri kepada Yesus melalui baptisan yang kudus. Ham-

pir 80 persen dari mereka ini adalah berasal dari anggota di 8 KPA yang aktif di Ujung Batu dan 50 persen dari baptisan ini berasal dari murid sekolah yang ada di sana, yang merupakan juga anggota KPA sekolah. Sabat, tanggal 14 April 2012, dilangsungkan acara baptisan yang kudus kepada 30 jiwa ini yang diadakan di GMAHK Gang Horas Ujung Batu, yang dibaptiskan oleh Pdt. M. Siregar dan Pdt. P.E. Hutapea, Gembala Distrik Ujung Batu. Setelah selesai makan siang, kemudian diadakan acara penyambutan kepada ke-30 jiwa yang baru bergabung dengan GMAHK. Pesan terakhir dari pembicara adalah mengajak supaya anggota jemaat, khususnya tua-tua jemaat dan pemimpin KPA supaya merawat mereka dan terus mendorong mereka untuk tetap aktif di KPA dan juga dalam kegiatan-kegiatan jemaat. Mari kita doakan, agar ke-30 jiwa ini dapat kuat dan setia dalam mempertahankan imannya, walaupun apa yang terjadi dalam kehidupan mereka. n —Dilaporkan oleh Pdt. M. Siregar, Pelayan SS/PP daerah SKT. 06 - 2012 | Adventist World

35


DARI INDONESIA

Seminar Penatalayanan Distrik Duri Daerah Sumatera Kawasan Tengah (SKT)

T

epat pada pukul 19.00 WIB pada hari Rabu tanggal 11 April 2012 acara Seminar Penatalayan Distrik Duri dan sekitarnya dimulai. Umat Tuhan dari berbagai jemaat yang ada di sekitar Distrik Duri telah berkumpul untuk mendengarkan Firman Tuhan yang dibawakan oleh hamba Tuhan Pdt. Djoko Soewarso, Dir. Penatalayanan UIKB. Ini adalah hari pertama seminar penatalayanan yang dipusatkan di GMAHK Sebanga Duri, yang direncanakan berlangsung sampai hari Kamis, 12 April 2012. Dalam amanatnya Pdt. Djoko Soewarso menekankan tentang pentingnya persembahan terpadu, dimana melalui persembahan yang terencana kita dapat memberikan yang terbaik demi kemuliaan Tuhan. Lebih jauh beliau menekankan arti penatalayanan, beliau mengatakan “bahwa penatalayanan adalah mengakui bahwa saya tidak memiliki apa pun. Keluarga saya, rumah saya, mobil saya, rekening bank saya, rencana pensiun saya, keterampilan dan bakat saya dan waktu saya semuanya adalah milik Allah. Saya hanyalah manajer-Nya, hamba-Nya, penatalayanNya. Kemudian di sesi kedua Bapak B. Pardosi, Bendahara SKT, menekankan bagaimana membuat anggaran jemaat,

sehingga setiap jemaat memiliki budget di dalam rencana kerja jemaat setiap tahunnya. Hal ini perlu untuk mengetahui target yang akan dicapai oleh jemaat tersebut. Kemudian dihari kedua pada Kamis, 12 April 2012 seminar dilanjutkan kembali dan di akhir seminar Pdt. H. Haloho Dir. Penatalayanan SKT menyampaikan pentingnya keju-

36

Adventist World | 06 - 2012

juran dari umat Tuhan di dalam mengembalikan persepuluhan. “Jika umat Tuhan dengan jujur mengembalikan persepuluhan maka perbendaharaan di Sumatera Kawasan Tengah akan melimpah, sehingga penginjilan akan lebih cepat tersebar ke seluruh pelosok atau pulau-pulau terpencil yang ada di wilayah Sumatera Kawasan Tengah ini.” Pada hari Jumat siang perjalanan dilanjutkan dari Duri menuju Kota Pekanbaru. Kemudian tepat pukul 19.00 WIB aca­ra vesper Sedistrik Pekanbaru diadakan di GMAHK Jl. Melati, Pekanbaru. Pdt. Djoko Soewarso mengingatkan umat Tuhan supaya pengembalian persepuluhan dan persembahan terpadu menjadi budaya hidup atau pola hidup dari setiap umat Tuhan. Pada Sabat tanggal 14 April, Sabat gabungan Sedistrik Pekanbaru dilangsungkan di GMAHK Rumbai Palas. Acara ini dihadiri anggota jemaat sekitar 400 orang lebih. Ditambah lagi tamu khusus yaitu Pdt. Dr. R. Hutabarat, Rektor UNAI Bandung hadir bersama-sama. Dalam kesempatan ini Pdt. Dr. R. Hutabarat menyajikan dengan sangat jelas pelajaran Sekolah Sabat tentang panggilan kepada setiap anggota gereja bahwa kita adalah imamat yang rajani, bangsa yang kudus. Setelah acara Potluck selesai, seminar penatalayanan dilanjutkan kembali oleh Pdt. Djoko Soewarso, Bpk B. Pardosi dan juga Pdt. H. Haloho. Acara diakhiri dengan ruang tanya jawab. Tepat pukul 17.30 WIB acara ditutup dengan doa oleh. Pdt. H. Haloho. n —Dilaporkan oleh Pdtm. E. Manurung dan Pdt. H. Haloho.


WARTA GEREJA ADVENT (WGA)

KKR: Pengharapan di Tengah Krisis Daerah Nusa Tenggara (DNT)

T

anggal 15-21 April 2012, KKR Distrik Kupang dan sekitarnya dilaksanakan. Ada empat pembicara yang menyampaikan kabar baik keselamatan yaitu Pdt. J. Ran­ tung, Sekretaris UIKB; Pdt. S. Sitorus, Sekretaris Sumatera Kawasan Selatan; Pdt. G. Wangania, Ketua Daerah Nusa Tenggara; Pdt. M. Ataupah, Sekretaris Daerah Nusa Tenggara. Dari malam ke malam keempat pembicara secara bergantian menyampaikan kabar baik tentang pengharapan di tengah krisis. Anggota jemaat dan para tamu dari setiap KPA yang ada di Distrik Kupang yang hadir juga antusias untuk mendengarkan. Selama satu minggu keempat pembicara mengajak para pendengar untuk mendapatkan pengharapan keselamatan hanya pada Yesus Kristus. Di celah-celah KKR diadakan Pameran Kesehatan dan pengobatan gratis selama 3 hari oleh Tim RSA dipimpin oleh dr. Manu dan bekerja sama dengan pihak Balai Pengobatan Advent Kupang dan pengunjung keseluruhan ada 800 orang. Ketika kebenaran mulai ditaburkan, sepertinya Setan sangat marah karena pada hari keempat KKR tersebut mendapat

instruksi dari pihak pengurus gedung bahwa acara kebaktian harus dihentikan tepat jam 8 karena gedung akan dipergunakan besok untuk acara kebaktian Paskah Sepropinsi supaya dapat didekorasi oleh pihak panitia Paskah, namun puji Tuhan KKR dapat berakhir dengan aman. Keesokan harinya tepat malam Kamis tantangan itu pun datang lagi dan membuat sua­sana KKR menjadi tidak kondusif yang mana salah seorang yang menamakan dirinya sebagai yang punya hak terhadap gedung tersebut datang menemui kami panitia KKR Distrik Kupang dan mengatakan bahwa mulai besok gedung akan dipergunakan oleh pihak pemerintah. Setelah selesai KKR malam Kamis maka panitia mengadakan rapat untuk menanggapi surat dan seruan dari pihak berwenang, suasana semakin memanas karena sebagian panitia tidak menerima keputusan sepihak yang dilakukan oleh pengurus gedung, kami pun men­dapat tekanan dan ancaman, namun Tuhan sangat luar biasa Pdt. G. Wangania selaku pemimpin Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh mengajak semua panitia untuk membuat sebuah lingkaran bersama Pdt. J. Rantung untuk bernyanyi dan berdoa, saat itu pun gedung telah dipadati dengan sekelompok

orang dari seminari yang akan menghias gedung tersebut. Selesai berdoa dan bernyanyi kami pun bubar dan pulang. Tuhan yang empunya pekerjaan ini turut campur tangan sehingga menggerak hati dari bapak gubernur dan ibu yang mendengar peristiwa ini walaupun saat itu mereka sedang menjalankan tugas ke Denpasar namun via telepon kepada Kepala Rumah Tangga Rumah Jabatan Gubernur untuk menyiapkan gedung untuk kelanjutan KKR. Dan Puji Tuhan KKR tersebut berakhir di Rumah Jabatan Gubernur. Gubernur Propinsi Nusa Tenggara Timur, Drs. Frans Leburaya berkesempatan hadir untuk memberikan wejangannya dalam acara Sabat pagi sebagai imbauan kepada umat bahwa doa mempunyai kuasa yang sangat luar biasa. Di akhir dari wejangan tersebut, panitia KKR memberikan cindramata berupa satu set buku rohani dan sekaligus doa berkat yang dipimpin oleh Pdt. G. Wangania bersama semua pendeta. Bibit kebenaran telah ditaburkan di Kota Kupang dan siap untuk dituai. Di penghujung KKR Pdt. J. Rantung membuat panggilan maka ada 27 jiwa berdiri untuk menyerahkan diri untuk dibaptiskan, 20 jiwa di antaranya murni non SDA dan ada tantangan sehingga beberapa jiwa menyusul di minggu berikutnya. Mari kita doakan bersama agar jiwa-jiwa yang baru menerima kebenaran dikuatkan untuk tetap setia kepada Tuhan. n —Dilaporkan oleh Pdt. D. Kana Djo, Dir. Komunikasi DNT.

06 - 2012 | Adventist World

37


DARI INDONESIA

Perkemahan Rumah Tangga dan Pemuda Desa Ambia, Kabupaten Talaud

F

amily and Children Reaching Up” adalah merupakan tema dari perkemahan rumah tangga dan pemuda seDaerah Misi Nusa Utara (DMNU)yang diadakan selama 4 hari, 4-8 April 2012, di kampus SMP-SMA Advent Ambia, Desa Ambia, Kecamatan Essang Selatan, Kabupaten Talaud. Narasumber dalam acara perkemahan keluarga ini adalah Ibu Miriam Anders, Direktur Pelayanan Rumah Tangga dan Anak-anak Divisi Asia Pasifik Selatan; Ibu D. Lumowa, Direktur Pelayanan Rumah Tangga dan Anak-anak UKIKT; Ibu J. Takasanakeng, Direktur Pelayanan Rumah Tangga dan Anakanak DMNU dan Pdt. H. Sandil, Sekretaris Kependetaan dan Direktur Pemuda Advent DMNU. Ibu M. Anders dalam amanat pembukaan acara perkemahan yang diterjemahkan oleh Ibu D. Lumowa mengatakan kepada para peserta bahwa adalah merupakan tugas kita untuk menjangkau keluar (Reach Across) dengan membawa pekabaran kebenaran kepada saudara-saudara kita yang lain dan pada saat yang sama juga menjangkau ke atas (Reach Up) melalui doa dan berbakti kepada Allah. Para peserta perkemahan sebagian besar adalah orang muda dan keluarga yang datang dari jemaat-jemaat di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud. Dipimpin oleh pendeta wilayah masing-masing, mereka dengan antusias mengikuti setiap sesi seminar, permainan-permainan, pelatihan energizer, hiking, dan api unggun yang diadakan pada malam minggu di akhir

acara perkemahan. Para peserta mengaku mereka mendapatkan kekuatan iman dan pengetahuan yang baru untuk dapat melayani Tuhan, melayani keluarga dan masyarakat. Pdt. H. Sandil pada hari Sabat sore memimpin seluruh peserta untuk membuat komitmen rohani untuk selalu setia kepada Allah. n —Dilaporkan oleh Pdt. Brussi Soriton, Pendeta Wilayah Essang Selatan, DMNU.

Vesper Istimewa di Slapur Pelayanan The Seventh Quartet

D

alam rangka memasuki ulang tahun The Seventh ke-20, tahun ini mempunyai visi dan kerinduan melayani ke beberapa jemaat Tuhan melalui pelayanan Firman Tuhan, lagulagu dan kesaksian. Jemaat SLA Purwodadi pada tanggal 4 Mei 2012 dalam kebaktian vesper merasa terberkati dan dikuatkan melalui kunjungan dan kehadiran The Seventh Quartet, Jakarta. Rombongan dipimpin oleh saudara Alwyn Limbong. Pelayanan Firman Tuhan disampaikan oleh Saudara Aswin Hutapea (Alumnus SLA Purwodadi 2005) yang juga salah satu anggota The Seventh Quartet, mengambil satu tema pembicaraan: Di Manakah Terang Kita (Matius 5:14-16)? Saudara Aswin Hutapea menekankan sebagai orang Kristen kita mempunyai fungsi yang spesial. Seharusnya kebenaran yang kita terima juga dibagikan pada orang lain. Beberapa lagu dari The Se­ venth yang menguatkan umat Tuhan dan para siswa Slapur di

38

Adventist World | 06 - 2012

antara selingan Firman Tuhan yang disampaikan memberikan motivasi pada siswa Slapur untuk memuji nama Tuhan. Kasih Tuhan tidak meninggalkan kita dan apa pun persoalan yang kita hadapi, Tuhan pasti menolong kita. Saudara Aswin Hutapea dalam akhir khotbahnya memberikan sebuah tantangan: Sebagai umat Tuhan marilah melihat dalam hati kita masing-masing, apakah orang lain sudah melihat terang yang kita miliki. Terima kasih, Tuhan memberkati dan selamat melayani bagi The Seventh dan sukses selalu. n —Dilaporkan oleh Petrus Souisa, Wakasek Humas SLA Purwodadi.


WARTA GEREJA ADVENT (WGA)

Kesaksian Iman di Balik Pekan Doa

A

da banyak kejutan iman dan keharuan yang luar biasa ketika Pekan Doa “Allah Peduli” berlangsung di SMK Discovery Manado pada tanggal 5-11 Maret 2012 oleh Pdt. Ritus Keni, S.Ag, Direktur Pelayanan Pemuda Advent, Pathfinder dan Komunikasi Gereja Advent Manado, Minahasa Utara, Bitung dan Provinsi Maluku Utara. Pekan doa yang berlangsung setiap pagi selama dua jam, di ruang kelas X akuntasi, mengupas jelas kebenaran-kebenaran Firman Tuhan dan hasilnya 8 jiwa mengambil keputusan untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat melalui baptisan kudus pada Sabat, 11 Maret 2012 di Kolam Baptisan Gereja Advent Tuminting. Ibu Marsofie Ruhupatty Panambunan, Pengelola Sekolah bersama Bpk. Ray Ruhupatty, Kepala SMK Discovery Manado mengatakan begitu banyak anak didik yang sudah mengerti dengan jelas kebenaran itu dan memiliki kerinduan untuk dibaptiskan, namun mereka belum berani untuk mengambil keputusan dengan alasan orangtua dan keluarga. Namun di antara mereka, 8 orang telah bulatkan tekad untuk dibaptiskan. Sandra, seorang di antaranya mengakui bahwa keputusannya kali ini merupakan keputusan yang ketiga, setelah 2 kali dia pernah mengambil keputusan yang sama namun meninggalkan tepi kolam baptisan dan batal dibaptiskan! ”Tetapi kali ini, saya sudah sangat pasti dengan keputusan saya, Roh Suci telah menuntun saya, tepat di hari ulang tahun saya, saya memutuskan untuk dibaptiskan dan ini tidak akan berubah lagi! Saya sudah menemukan kebenaran itu dan saya tak mau menyangkalnya lagi!” Bpk. Aglen, yang sehari-harinya bekerja sebagai guru matematika SMK Discovery dan SMK Galaxy, sekolah asuhan keluarga Ruhupatty Panambunan, juga memiliki pengalaman iman tersendiri. “Saya mengenal dan menemukan banyak kebenaran Allah melalui sekolah ini, kebenaran-kebenaran yang belum pernah saya pahami sebelumnya dan saya harus memberanikan diri untuk mengambil keputusan ini tanpa harus ragu. Sebenarnya saya berat hati, bukan karena keputusan ini, tetapi karena saya harus meninggalkan adik-adik remaja saya dalam ketidaktahuan, tetapi saya akan mengambil waktu untuk membagikan kebenaran ini kepada mereka nantinya, mereka juga harus mengetahui ini!“ Hal ajaib lainnya terjadi dengan keputusan Christy. Christy yang juga siswa SMK ini telah menetapkan keputusannya untuk mengikut Tuhan dan di saat itu Tuhan menguatkan keputusannya dengan sebuah pengalaman iman yang tak terlupakan! “Orangtua menghalangi saya untuk menghadiri kebaktian Sabat di mana saya nanti akan dibaptiskan, mama menyuruh saya menjaga

SMK Discovery Manado

adik saya yang sakit maag dan menyiapkan makanannya di hari itu, tetapi diam-diam saya keluar rumah untuk mengikuti baptisan karena tekad bulat saya dengan Tuhan. Ajaibnya, ketika saya pulang usai acara baptisan, seseorang yang tak diketahui, dan saya percaya itu malaikat Tuhan, telah datang di rumah saya yang sedang terkunci, menyediakan makanan di atas meja dan adik saya bisa menikmati makanan itu. Sebuah mukjizat yang lebih meyakinkan saya, bahwa Allah kebenaran yang tidak membiarkan adik saya kelaparan, pasti tak akan pernah membiarkan saya juga. Itu keyakinan saya, yang kemudian memberanikan saya meninggalkan rumah, karena dilarang untuk berbakti setiap Sabat, dimusuhi karena menjadi Advent, dan saya tahu Allah pasti akan melindungi saya,” cerita Christy dalam kesaksiannya di Sabat penerimaan anggota baru. Pekan Doa SMK Discovery Manado yang berlangsung lengkap dengan konseling dan pendalaman Alkitab lanjutan oleh Pdt. Ritus Keni dan Pdt. Jimmy Tendean telah menaburkan banyak benih kebenaran kepada semua civitas akademika yang terdiri dari 60 persen non Advent. Bpk. Ruhupatty, kepala sekolah sekaligus pengelola yayasan mengatakan “Sekolah ini didirikan untuk Tuhan sebagai sarana penginjilan! Mendidik anak-anak untuk memiliki bekal masa depan, bukan saja untuk dunia, tetapi untuk surga! Dan secara pribadi saya bersyukur kepada Tuhan, karena kebenaran telah ditabur di tempat ini, dan akan terus ditabur untuk nanti dituai bagi kemuliaan Tuhan.” n —Dilaporkan oleh Pdt. Jimmy Tendean, S.Ag. Pendeta Wilayah Manado Utara I.

06 - 2012 | Adventist World

39


DARI INDONESIA

Pemantapan Kerja Para Sekretaris Jemaat Konferens Minahasa Utara, Maluku Utara

B

ertempat di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Paal Dua Manado, para sekretaris jemaat dan seluruh pendeta di wilayah pelayanan Konferens Minahasa Utara dan Maluku Utara yang meliputi daerah kerja Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara, Kota Bitung dan Provinsi Maluku Utara, mendapat seminar dan pelatihan sehari dalam Pemantapan Kerja Sekretaris Jemaat bertema Revival dan Re­formation, yang diprakarsai oleh Sekretaris Eksekutif GMAHK Daerah Konferens Minahasa Utara dan Maluku Utara (DKMU-MU), Pdt. Ronald Adrie Rantung, M.Min. Pemantapan kerja sekretaris jemaat melalui seminar dan pelatihan administrasi yang dilaksanakan pada hari Minggu, 8 April 2012 mulai jam 08.00 pagi ini, terdiri dari seminar dan pelatihan sehubungan dengan kerja sekretaris jemaat dengan narasumber Pdt. Samuel Jotam Bindosano, (Sekretaris Eksekutif UKIKT), Pdt. F.A. Rattu, MA (Ketua DKMU-MU, yang pernah menjadi Sekretaris Eksekutif DKMU-MU untuk beberapa periode sebelumnya). Sepanjang acara, para sekretaris jemaat dibekali dengan fungsi dan peran sekretaris jemaat, bagaimana cara dan teknik pembuatan notulen rapat, penyusunan agenda, surat menyurat dan dokumentasinya, metode pelaporan, serta berbagai pengetahuan yang harus diketahui oleh seorang sekretaris jemaat. Disela-sela acara, sekretaris konferens, Pdt. Ronald A. Rantung, M.Min, telah menyiapkan doorprize menarik untuk pe-

serta pemantapan kerja sekretaris melalui pertanyaan-pertanyaan sehubungan dengan penyampaian seminar dan pelatihan. Pdt. Nelson Tambani (Pendeta Jemaat Kaima, Minahasa Utara) dan Sdr. Sammy Putang (Sekretaris Jemaat Meras) berhasil menjawab pertanyaan dan mendapatkan penghargaan. Acara berlangsung menarik dan berkesan. Para sekretaris jemaat merasa puas dan terbekali serta berharap semoga pelatihan-pelatihan seperti ini dapat terus dilaksanakan agar administrasi jemaat dapat berjalan baik, teratur dan benar. n —Dilaporkan oleh Pdt. Jimmy Tendean, S.Ag. Peserta Pemantapan Kerja Sekretaris 2012, Pendeta Wilayah Manado Utara I.

Rahasia Kebenaran Akhir Zaman KKR Perkumpulan Eko II, Sinar Mas Lereh

P

ada tanggal 22-28 April 2012 telah diselenggarakan sebuah acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang untuk pertama kalinya diadakan oleh gereja Advent di Perkebunan Sinar Mas, Lereh, Papua sejak perkebunan kelapa sawit tersebut dibuka tahun 1995. KKR yang mengambil tema “Rahasia Kebenaran Akhir Zaman” tersebut mengambil tempat di Gereja Oikumene Eko 2, Cenderawasih Estate, dengan pembicara yaitu Pdt. Hugo Wambrauw, Direktur Komunikasi dan Global Misi Daerah Misi Papua dan Pdt. Leeroy Mapaliey, Gembala Jemaat Induk SLA Doyo Baru. KKR yang secara resmi dibuka oleh Bpk. Toga Simanjuntak (Manajer Cenderawasih Estate) selaku perwakilan perusa-

40

Adventist World | 06 - 2012

haan dalam sambutannya mengharapkan dengan adanya KKR ini dapat meningkatkan kualitas kerohanian para pekerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja pekerja di perkebunan itu sendiri. KKR yang dilangsungkan selama satu minggu tersebut terdiri dari rangkaian acara yang dimulai setiap sore dengan aca­ ra untuk anak-anak berupa cerita Alkitab, action songs, mewarnai, dan pemutaran film rohani yang kemudian dilanjutkan dengan acara seminar kesehatan dan ibadah KKR. Selama acara KKR berlangsung juga dibagi-bagikan buku Kemenangan Akhir yang disponsori oleh Kampus 1000 Missionary Movement Indonesia sebagai bagian dari program kerja misio-


WARTA GEREJA ADVENT (WGA)

naris yang bertugas di ladang penginjilan Eko 2, Lereh, Sinar Mas kepada setiap tamu-tamu yang hadir. Meskipun selama satu minggu kawasan Eko 2 senantiasa diliputi oleh cuaca mendung dan hujan deras setiap sorenya namun itu tidak menyurutkan minat tamu-tamu yang hadir untuk mengikuti acara dari malam ke malam. Berkat kerja keras dari panitia jemaat setempat yang dipimpin oleh Sdr. Ro­ nald Munaiseche dan bekerjasama dengan tim penginjilan pemuda SLA Doyo Baru, tiap harinya acara dapat berlangsung dengan baik meski koordinasi yang cukup sulit mengingat si-

nyal komunikasi yang mendadak hilang selama acara hampir satu minggu acara berlangsung. Dalam panggilan yang dilakukan pada malam terakhir, mukjizat Tuhan melalui dorongan Roh Kudus ada 6 jiwa yang memberi dirinya untuk dibaptis. Keesokan harinya, sementara ada 2 jiwa yang undur karena tidak direstui oleh orangtuanya, namun puji Tuhan ada jiwa-jiwa lain yang memutuskan untuk dibaptis sehingga pada akhirnya total 7 jiwa yang dibaptis. Hari Sabat tanggal 28 April 2012 diadakan serangkaian acara ibadah gabungan bersama dengan Jemaat Lereh. Dimulai dengan acara diskusi Sekolah Sabat yang dipimpin Pdt. L. Mapaliey, dilanjutkan dengan upacara penyerahan 5 orang anak, dan khotbah serta baptisan suci yang dilayani oleh Pdt. H. Wambrauw yang mengambil lokasi di Kali Juk. Setelah itu diadakan acara potluck bersama yang kemudian ditutup dengan upacara perjamuan suci khusus untuk anggota Perkumpulan Eko 2. Sungguh sebuah hari bersejarah dan beremosional bagi anggota perkumpulan Eko 2 karena dengan terselenggaranya acara KKR ini seolah menjadi lonceng besar diakuinya eksistensi gereja Advent di perkebunan Sinar Mas, Lereh. KKR ini juga diharapkan menjadi tonggak bagi perkembangan pekerjaan penginjilan di area perkebunan perusahaan yang dihuni oleh lebih dari lima ribu pekerja. n —Dilaporkan oleh Ronald Munaiseche, Misionaris 12th batch 1000MM.

Rahasia Hidup yang Serasi KKR Gembala Batammas, Batam

P

uji Tuhan KKR Gembala di GMAHK Batammas Batam Kepulauan Riau berjalan dengan baik. Tema yang indah adalah “Rahasia Hidup yang Serasi.” Mungkin kita berpikir di dalam kehidupan kita memasuki hari yang semakin genting ini rahasia hidup yang serasi itu adalah dengan mencari harta duniawi. Ternyata salah terkadang kita lupa akan kebesaran Tuhan di dalam kehidupan kita. Tanpa campur tangan Tuhan kita tidak ada apa-apanya di hadapan-Nya. Dan rahasia hidup yang serasi itu adalah apabila kita menerima Yesus sebagai Juruselamat kita dan selalu mengandalkan Yesus di dalam setiap kehidupan kita. Itulah sukacita kita di dunia sembari menantikan kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus kali kedua ke dunia ini. Minggu 6 Mei, KKR Gembala dimulai setiap malamnya dan berakhir pada Sabat, 12 Mei 2012, oleh karena berkat doa-doa kita KKR

gembala yang dipimpin oleh Pdt. Urbanus Sinambela S.Th ini berjalan dengan baik. Sebelum Pdt. Urbanus menyampaikan Firman Tuhan, kami memulai dengan program periksa darah, asam urat, gula darah, tekanan darah secara gratis yang dipim-

06 - 2012 | Adventist World

41


DARI INDONESIA pin oleh Bpk. R. Situmorang selaku tenaga Medis dari Balai Pengobatan Advent Tiban, Batam dan timnya Ibu R. Situmorang, Ibu S. Sialagan, Sdr. Jemyanus Randa Bunga dan ada juga pelajaran rumah tangga dan kesehatan setiap malamnya yang disampaikan oleh Bpk. R. Situmorang, Bpk. Deny Papudi dan Bpk. R.F. Siringoringo beserta tim yang lainnya. Juga panitia menyampaikan hadiah bagi tamu-tamu kita yang hadir setiap malamnya berupa buku Kemenangan Akhir, yang disampaikan langsung oleh pembicara dan Ketua Jemaat Bpk. A. Sihotang. KKR Gembala berakhir pada hari Sabat dan ada 10 jiwa yang dimenangkan untuk Tuhan. Setelah selesai baptisan jiwa-

jiwa ini langsung dihadapkan ke jemaat dan sekretaris jemaat Bpk. R. Simbolon langsung mencatat ke 10 nama ini ke dalam buku keanggotaan Jemaat Batammas dan sekalian pemberian sertifikat baptisan beserta Alkitab kepada 10 jiwa yang baru dimenangkan ini. Mari kita doakan di keluarga kita masing­masing agar mereka tetap setia di dalam Tuhan sampai Tuhan datang di awan-awan, dan hanya nama Tuhan yang dimuliakan. n —Dilaporkan oleh Bpk. Simson Sialagan, Dept. Komunikasi GMAHK Batammas Batam Kepulauan Riau.

Kegiatan Bakti Sosial Jemaat Tunjungrejo Lumajang, Konferens Jawa Kawasan Timur

S

ekali mendayung dua pulau terlewati, demikian peribahasa yang dapat diberikan kepada pekerjaan pelayanan yang dilakukan oleh Jemaat Tunjung Rejo, KJKT. Pada hari Minggu, 8 April 2012 telah dilaksanakan bakti sosial berupa pengobatan gratis dan pembagian sembako. Aca­ra ini telah berjalan dengan baik di Desa Yosowilangun Kidul, di mana telah mendapat sambutan yang hangat dari warga dan aparat desa setempat. Yang luar biasa adalah yang memperkenalkan kami sebagai warga Kristen Advent adalah Bapak Lurah Jainul Anwar, dengan antusias warga sudah hadir dari pagi dan kami memberikan semi-

nar kesehatan yang menyampaikan aspek kebenaran GMAHK dan direspons dengan baik oleh warga dan aparat desa.

42

Adventist World | 06 - 2012

Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua sponsor yang sudah membantu kegiatan tersebut: Apotik Al-Hanif Sumber Ayu; PT Sumber Yala Samudera, Muncar; International Swiss Gold, Surabaya; Planner Indonesia, Denpasar; Jemaat Lumajang, Lumajang. Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada semua panitia dan anggota Jemaat Tunjung Rejo yang berperan aktif dari pembentukan panitia sampai pelaksanaannya. Puji Tuhan dengan semangat persatuan dan kesatuan untuk memajukan pelayanan jemaat melalui komitmen bersama jemaat segera membeli kendaraan untuk menunjang semua pelayanan. Inilah yang dimaksud sekali mendayung dua pulau terlampaui. n —Dilaporkan oleh Didik, Komunikasi Jemaat Tunjung Rejo.


WARTA GEREJA ADVENT (WGA)

Seminar Guru SS Anak Gracelink Konferens Jawa Kawasan Timur

D

alam rangka meningkatkan pelayanan kepada anakanak maka diadakan Seminar Guru-guru Sekolah Sabat Anak-anak Gracelink di KJKT, 16-18 Maret 2012 dengan tema “Dibangunkan oleh Firman-Nya untuk Melayani Anak-anak.” Ini adalah cara terbaik untuk menyatukan hati, visi dan misi, semua guru SSA mempraktikkan program Gracelink di Sekolah Sabat Anak-anak. Acara dilengkapi dengan seminar “Bagaimana menjadi guru yang baik dan disenangi anak-anak” oleh Ibu Siandra Hadi Kusumo dan “Program Gracelink” langsung disampaikan oleh Ibu Nelly Sihotang. Juga penyampaian “Program-pro-

gram Anak-anak” yang dapat dilakukan di jemaat oleh Ibu Lenny Abri Santoso. Selama acara ini berlangsung, guru-guru begitu sangat antusias oleh karena acara diatur dengan baik. Khususnya di hari Sabat diisi dengan demonstrasi kelas SSA dengan program Gracelink bagi kelas Beginner, Kindergarten, Primary dan Powerpoint yang dibawakan oleh perwakilan jemaat yang ditunjuk. Kemudian diadakan Sekolah Sabat Anak-anak, Rumah Tangga dan Sekolah Sabat Dewasa dengan beribadah sepanjang Sabat dialam yang indah di Kebun Raya Purwodadi, yang dilaksanakan Sabat, 31 Maret 2012. Dihadiri lebih kurang 250 peserta dengan narasumber yang cukup andal dalam bidangnya untuk memberikan pengalaman rohani bagi semua peserta. “Berada di alam membuat kita semakin dekat dengan Pencipta kita.” Demikian disampaikan oleh Pdt. Henky Wijaya, Ketua Konferens Jawa Kawasan Timur. Untuk menghindari rasa jenuh Ibu Lenny Abri Santoso sudah menyiapkan acara ”Aktivitas Keluarga.” Kita doakan anakanak kita ini agar tetap setia dan bertumbuh dalam fisik, mental dan rohani. n —Dilaporkan oleh Lenny Abri Santoso, Dir. RT & Pel. Anak KJKT.

Baptisan Hasil KPA dan KKR

Secara serentak di Konferens Jawa Kawasan Timur (KJKT)

A

wal April 2012 merupakan minggu yang sangat menggembirakan secara khusus bagi umat-umat Tuhan di Konferens Jawa Kawasan Timur (KJKT) oleh karena jiwa-jiwa yang dimenangkan bagi Kristus melalui KPA dan KKR serentak diadakan di beberapa titik di KJKT, antara lain: Jemaat Singaraja- Bali, Distrik Surabaya, Jemaat SLA Purwodadi, dan Jemaat Ngawi, Jawa Timur. Ada 19 jiwa dibaptiskan pada hari Sabat 7 April 2012 secara serentak di beberapa jemaat. Kita doakan jiwa-jiwa dan para penyelenggara kegiatan rohani tersebut agar semakin setia dan sedia mengabarkan kabar baik kepada siapa saja yang mereka temui. n

—Dilaporkan oleh Pdt. Ranap Situmeang, Dir. Komunikasi KJKT.

06 - 2012 | Adventist World

43


DARI INDONESIA

Canvass Group ke Cirebon Konferens Jawa Barat (KJB)

C

anvass group perdana di tahun 2012 diadakan di Kota Cirebon dengan rombongan yang beranggotakan 12 orang. Dengan semangat dan iman yang membara, pada hari Senin pagi jam 07.00 tanggal 20 Februari 2012 rombongan berangkat yang terbagi dalam dua mobil. Setelah dua jam perjalanan rombongan tiba di Sumedang dan singgah untuk bekerja selama beberapa jam sesuai rencana yang sudah dibuat. Para APDS dan PL menyebar di berbagai tempat di sekitar pusat Kota Sumedang, ada yang ke sekolah, perkantoran, rumah sakit, pertokoan dan sebagainya. Hasil yang dicapai cukup menggembirakan untuk pekerjaan sekitar 4-5 jam. Perjalanan dilanjutkan dan rombongan tiba di Cirebon tepat jam 19.00 sesuai dengan jadwal minggu sembahyang penerbitan yang sudah ditentukan. Selama 6 hari di Cirebon dari tanggal 20-25 Februari mengikuti kegiatan canvass group dan minggu sembahyang, banyak pengalaman dan ATAS: Tim Penginjil Literatur Bandung yang ikut serta dalam canvass pelajaran berharga yang didapatkan. Setiap group ke Cirebon BAWAH: Setiap pagi dan sore tidak perlu repot menmalam tidur di ruang kelas TK yang sudah dicari makanan karena Ibu Hutauruk dan Ibu kantin selalu menyediakan siapkan oleh pihak Sekolah Cirebon, dan pagi makanan yang lezat buta pukul 03.00 WIB sudah bangun dipimpin oleh Bpk. A.T.H. Siahaan memulai hari debekerja dari satu tempat ke tempat lain, perkantoran, sekolah, ngan merenungkan Firman Tuhan dan berdoa memohon kupertokoan semua dimasuki, ada yang menolak tetapi banyak asa Tuhan. Setiap pukul 06.00 pagi ruang kelas sudah harus juga yang menerima. Meski ada satu halangan yang sangat rapi dan PL serta APDS sudah siap turun ke lapangan. mempengaruhi pencapaian yaitu di mana semua pegawai penNamun jika perut kosong kerja pun takkan lancar, dan atas ting perkantoran seluruh departemen di Cirebon sedang kebaikan Ibu Hutauruk yang juga penjaga kantin sekolah, semengikuti rapat besar sampai awal bulan Maret, namun itu titiap pagi dan sore sudah tersedia hidangan untuk disantap sedak menyurutkan semangat untuk tetap bekerja. hingga tidak perlu repot mencari makanan keluar. Berangkat Sekitar tanggal 20 adalah tanggal yang sulit dimana pegapukul 07.00 dan pulang 17.30 setiap hari, semua berusaha dan wai kantor belum menerima upah kerja dan memang seringkali itu menjadi alasan untuk menolak. Namun berkat kesungguh-sungguhan, penyerahan pada Tuhan, selalu ada jalan. Meski banyak halangan dan kondisi tanggal tua, namun hasil yang dicapai cukup memuaskan. Semua dapat berjalan berkat pimpinan dan anugerah Tuhan. Selain canvass dan minggu sembahyang, kegiatan lain yang dilakukan adalah perlawatan kepada saudara yang sakit yaitu Ibu M. Oroh yang merupakan PL Cirebon juga recruiting kepada anak-anak sekolah PACIR. Ucapan terima kasih terurai kepada Jemaat Cirebon, khususnya kepada Kel. Pdt. Simbolon dan Kel. E. Hutauruk yang sudah menerima dan melayani selama rombongan berada di Cirebon. n —Dilaporkan oleh Pdt. H. Sagala. M.Min, Dir. Departemen Penerbitan KJB.

44

Adventist World | 06 - 2012


WARTA GEREJA ADVENT (WGA)

Student Literature Recruiting

S

Di Universitas Advent Indonesia (UNAI)

etiap tahun acara recruiting selalu diadakan oleh UIKB, dan pada tahun 2012 ini diselenggarakan pada tanggal 30-31 Maret 2012. Para pemimpin di bidang penerbitan hadir untuk terselenggaranya acara ini, di antaranya adalah: Pdt. V. Bermudez, Dir. Penerbitan Divisi; Pdt. J.B. Banjarnahor, Dir. Penerbitan UIKB; Pdt. M. Sitompul, Assosiate Dir. Penerbitan dan LMS; dan para direktur penerbitan konferens maupun daerah termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, tidak ketinggalan para pemimpin dari Indonesia Publishing House. Acara recruiting ini diisi dengan promosi yang dilakukan oleh para pemimpin dan direktur setiap daerah, untuk mena-

ATAS: Para pemimpin UNAI turut hadir dan mendukung acara recruiting sehingga semua rangkaian acara berjalan dengan baik. KIRI: Para mahasiswa UNAI yang berminat untuk mengikuti program Student Literarure. BAWAH: Pdt. V. Bermudez, Pdt. J.B. Banjarnahor dan beberapa direktur penerbitan daerah tampak serius mengikuti acara. rik minat para mahasiswa bergabung dengan barisan student literature di berbagai daerah UIKB. Mulai dari hari Jumat pagi, acara vesper, acara kebaktian Sabat, hingga acara puncak yaitu pada saat acara PA, yang mengambil bagian adalah dari departemen penerbitan. Ada pun program student literature ini diadakan untuk mendidik mahasiswa ikut terlibat dalam pekerjaan penginjilan melalui buku-buku dan membantu mahasiswa berupa beasiswa sesuai dengan hasil yang dicapai.

Pihak UNAI sangat berperan penting dalam terselenggaranya acara recruiting ini. Sejak kedatangan para pemimpin penerbitan dari divisi, uni, konferens dan daerah-daerah sampai selesainya acara ini pelayanan diberikan dengan sangat baik. Tersedianya tempat beristirahat, santapan pagi, siang dan sore, serta jamuan istimewa pada hari Sabat siang, persiapan tempat pertemuan dan perbaktian, membuat semuanya berjalan dengan lancar. Karena itu sudah sepatutnya jika ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya disampaikan kepada pihak UNAI terutama untuk semua pemimpin UNAI dan pihak lain yang sudah terlibat langsung dalam acara ini. Konferens Jawa Barat tidak pernah ketinggalan untuk mempromosikan diri dengan hal yang tidak terlalu mulukmuluk. Meski dua tahun lalu hanya sekitar 3 orang yang mendaftar di Jawa Barat, tetapi pada saatnya ada lebih dari 30 student yang berpartisipasi baik tingkat mahasiswa, SMU, SMP dan SD. Dan dari jumlah tersebut, puji Tuhan ada sekitar 1215 student yang mencapai target. Pada tahun 2011 ada 14 student yang mencapai target dan 7 di antaranya dari mahasiswa. Semoga pada tahun ini ada peningkatan jumlah student yang bergabung dan student yang mencapai target. n —Dilaporkan oleh Pdt. H. Sagala. M.Min, Dir. Departemen Penerbitan KJB.

06 - 2012 | Adventist World

45


DARI INDONESIA

Ekspedisi Baptisan di Seko Distrik Luwu Tana Toraja

S

eko adalah suatu dareah yang cukup terisolasi berjarak ±126 km dari Sabbang. Dapat ditempuh melalui jalan darat dengan berjalan kaki sekitar dua hari bila berangkat mulai dari Salu Padang atau menggunakan motor yang harus dimodifikasi sekitar satu, dua hari atau bahkan lebih dari itu tergantung kondisi jalan. Selain jalur darat tersedia juga pesawat namun karena jadwal yang tidak menentu sehingga sulit untuk menggunakan pesawat. Setelah PS Frans mengadakan KKR Satelit dengan tema “Mengalami Kepastian Keselamatan” selama 4 hari maka ada enam jiwa yang mau dibaptiskan. Kami berangkat dari rumah kediaman Pdt. P. Refualu pada hari Jumat tanggal 6 April 2012 dengan menyewa dua motor seharga masing-masing Rp.1.200.000,- permotor. Kami mengadakan perjalanan selama empat hari tiga malam. Oleh karena cuaca yang kurang bersahabat kami harus menempuh perjalanan dengan susah payah. Ada beberapa titik jalan yang paling ditakuti oleh pengendara motor yaitu Mabusa, Salu Lemo, Pegunungan Palandoang, So­ dangan dan Talampung. Setelah melewati pegunungan Palandoang menuju Sodangan kira-kira jam 4 sore, kami diguyur hujan sehingga jalanan menjadi sangat licin dan berbahaya. Akhirnya kami harus jalan kaki sampai mendekati

Sodangan dan tiba di tempat bermalam sekitar jam 7 malam. Pagi hari Sabat perjalanan dilanjutkan kembali untuk mengejar acara kebaktian Sabat sehingga kami melewati jalan dalam kondisi sangat licin, terjal dan berlumpur walaupun demikian puji Tuhan oleh karena pimpinan-Nya kami pun tiba dalam keadaan selamat di Eno yang rencananya dijadikan Sekolah Sabat cabang yang baru setelah Jemaat Pionir Seko diresmikan. Setelah makan bersama perjalanan dilanjutkan kembali menuju Kalamio di mana gereja Advent berada. Sebenarnya ada enam jiwa yang sudah menyerahkan diri untuk dibaptiskan tetapi oleh karena keterlambatan pelayanan sehingga hanya ada empat jiwa yang tetap bertahan. Karena cuaca yang kurang baik maka baptisan diadakan pada petang hari menjelang penutupan Sabat. Pada tahun lalu seharusnya sudah dilakukan dua kali baptisan setelah KKR yang diadakan tetapi karena tidak adanya pendeta yang diurapi untuk membaptiskannya sehingga mereka tidak jadi dibaptis. Dengan dibaptiskannya keempat orang ini maka SSC Seko dapat diorganisasi menjadi satu jemaat baru di Distrik Luwu-Tana Toraja. Tinggal menunggu kapan waktu yang tepat untuk diorganisasi. Pada hari Minggu subuh kami mengadakan kebaktian

Kami berterima kasih kepada para penulis setia, dari setiap konferens/daerah/wilayah di seluruh tanah air Indonesia. Kami ingin agar proses re-

daksi majalah Adventist World Indonesia (AWI) yang setiap bulan diterbitkan, yang mana membutuhkan waktu yang sangat ketat dalam prosesnya, dapat dilaksanakan dengan lancar. Untuk itu kami berharap untuk edisi berikutnya, setiap teKS naskah berita yang kami terima diketik rapi (sesuai misi majalah ini) dalam format M ­ icrosoft Word/Word Perfect, tanpa ada gambar/foto/image­di dalam file dokumen tersebut (Karena perlu waktu untuk proses pengeluaran gambar/foto/image dari dalam file teks dokumen tersebut). Gambar/foto/image untuk naskah berita tersebut kami harapkan terpisah dari dalam file dokumen teks naskah berita. Lebih disukai dalam format jpeg tetapi jelas, terang dan jernih serta bere­solusi minimal 640x428 (lebih besar lebih baik). Jika ada keterangan gambar/foto/image yang penulis ingin sertakan, ketiklah keterangannya menjadi file name gambar tersebut (dengan cara rename file name gambar tersebut) atau informasikan keterangan gambar tersebut di dalam teks naskah berita tersebut. Maksimal 500 kata. Tim redaksi berhak mengubah tulisan tanpa mengubah isi dan maksud penulis. Berita akan dimuat bilamana dilengkapi dengan nama dan alamat pengirim yang jelas. Naskah tidak akan dikembalikan. Walaupun kami berusaha untuk memasukkan seluruh berita yang masuk, tetapi atas pertimbangan tim redaksi, ada kemungkinan tidak semua naskah berita yang masuk akan dipublikasikan. Kirimkan ke: adventistworld_indonesia@yahoo.co.id paling lambat tanggal 15 setiap bulan untuk dimasukkan ke edisi bulan berikutnya. Terima kasih, Tuhan memberkati kita pada waktu kita menyiapkan berita baik yang menguatkan umat Tuhan khususnya di Indonesia.

46

Adventist World | 06 - 2012

Info Penting! bagi Para Penulis Setia Adventist World Indonesia


WARTA

GEREJA ADVENT “Lihatlah, Aku Datang Segera…”

Misi kami adalah untuk meninggikan Yesus Kristus, mempersatukan umat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di mana saja dalam iman, misi, kehidupan, dan pengharapan.

pagi sekaligus perpisahan dengan anggota jemaat yang diadakan di gereja, akhirnya rombongan pun berangkat meninggalkan Kalamio menuju Eno. Oleh karena kondisi jalan yang masih licin perjalanan pun ditunda hingga tengah hari agar motor dapat mendaki gunung. Dalam perjalanan pulang kami harus jatuh bangun dan mandi lumpur karena jalan yang kami lalui telah diguyur hujan. Oleh karena jalan menuju Mabusa sangat licin dan berlumpur serta hari sudah gelap sehingga kami pun bermalam di Mabusa. Keesokan harinya (subuh), kami pun melanjutkan perjalanan sekitar 4km dengan berjalan kaki sampai di Salupadang kemudian disambung dengan ojek. Puji Tuhan akhirnya kami pun tiba dengan selamat pukul satu siang di rumah kediaman Pdt. P. Refualu. n —Dilaporkan oleh PS Frans Sissang, SSC Seko, Distrik Luwu Tana Toraja.

Penerbit Indonesia Publishing House (anggota IKAPI Jawa Barat) Jalan Raya Cimindi 72 Bandung, 40184 Ketua Pengarah J. S. Peranginangin Ketua Bidang Usaha A. Ricky Bendahara S. Manueke Pemasaran S.P. Rakmeni Produksi S. M. Simbolon Pemimpin Redaksi Roy M. Hutasoit Redaksi Pelaksana dan Desain Isi J. Pardede Tim Redaksi S.P. Silalahi, R.C.A. Raranta, J. Wauran Komunikasi Uni S. Simorangkir, Uni Indonesia Kawasan Barat S. Salainti, Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur Komunikasi Konferens/Daerah/Wilayah D. Lingga, Sumatera Kawasan Utara H. Sihaloho, Sumatera Kawasan Tengah V. J. Sinaga, Sumatera Kawasan Selatan A. Sagala, DKI Jakarta dan Sekitarnya S. Nappoe, Jawa Barat W. Siringoringo, Jawa Tengah R. Situmeang, Jawa Kawasan Timur D. Juniarto, Kalimantan Kawasan Timur J. Sihotang, Kalimantan Barat D. Kana Djo, Nusa Tenggara R. Keni, Minahasa Utara Dj. Muntu, Minahasa F. Kasenda, Bolaang Mangondow-Gorontalo Ch. Muaya, Sulawesi Tengah M. Tandilangi, Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara A. J. Uniana, Maluku H. Sandil, Nusa Utara H. Wambrauw, Papua I. Lisupadang, Luwu Toraja Izin

Departemen Penerangan RI No. 1167/SK Ditjen PPG/STT/1987

Alamat Redaksi Jalan Raya Cimindi 72 Bandung, 40184 Telp. (022) 6030392; Fax. (022) 6027784 Email: adventistworld_indonesia@yahoo.co.id Alamat Pemasaran Tlp/Fax: 022-86062842 Email: sirkulasi_iph@yahoo.com (Sirkulasi) www.iphbdg.org

Redaksi menerima naskah berita dan foto sesuai dengan misi majalah ini, maksimal 500 kata. Tim redaksi berhak mengubah tulisan tanpa mengubah isi dan maksud penulis. Berita akan dimuat bilamana dilengkapi dengan nama dan alamat pengirim yang jelas. Naskah tidak akan dikembalikan. Walaupun kami berusaha untuk memasukkan seluruh berita yang masuk, tetapi atas pertimbangan tim redaksi, ada kemungkinan tidak semua naskah berita yang masuk akan dipublikasikan.

06 - 2012 | Adventist World

47


Herbert Blomstedt adalah seorang pemimpin orkestra yang dikenal secara internasional. Ia telah melayani sebagai ketua pemimpin orkestra dari Staatskapelle Dresden (salah satu orkestra tertua di dunia, yang didirikan tahun 1548), San Fransisco Symphony, NHK Symphony (Tokyo, Jepang), dan orkestra bergengsi lainnya.

Setiap bulan Adventist World tiba juga kepada sang maestro ini. Herbert Blomstedt membaca Adventist World untuk tetap terhubung dengan keluarga besar Advent di seluruh dunia. Anda dapat tetap terhubung dengan keluarga besar gereja Anda dengan cara yang sama. Hubungi departemen komunikasi Anda jika Adventist World gratis tidak secara teratur dibagi-bagikan di gereja Anda

Satu Keluarga. Satu Dunia. Adventist World.


AW indonesian 2012-1006