Issuu on Google+


daftar isi

3 | Warta Redaksi

13 | Sejuta Warta

22 | Warta Khusus

Hari Keluarga Milik Keluarga

Parade Foto Pekan Gebyar Jabar Tengah

Sepekan Membangun, 10 Ribu Implant Tertanam

11 | Warta Utama

25 | Warta Khusus

Kontrasepsi (Bukan) Hanya Pil dan Suntik

Ada Pojok si Cepot di Lima Kabupaten

16 | Warta Utama

26 | Warta Khusus

Kontrasepsi dari Masa ke Masa

Mendekatkan Pelayanan Hingga ke Desa

18 | Warta Utama

27 | Warta Khusus

4 | Warta Utama Ini Hidupmu, Masa Depanmu!

7 | Warta Utama Hari Kontrasepsi, Bulan Kontrasepsi

9 | Warta Utama Kontrasepsi di Mata Remaja

Yuk, Kenali Alat Kontrasepsi! 2 2

Genjot MOP, Dorong PUP

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013


warta redaksi WARTA KENCANA Media Advokasi Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Jawa Barat diterbitkan BKKBN Jawa Barat untuk keperluan penyebarluasan informasi dan kajian kependudukan dan keluarga berencana di Jawa Barat. Warta Kencana hadir setiap dua bulan. Redaksi menerima kiriman artikel, liputan kegiatan, dan foto kegiatan kependudukan atau keluarga berencana. Redaksi akan memprioritaskan kiriman dari daerah. Setiap pemuatan akan mendapatkan bingkisan menarik dari redaksi. Penasehat Kepala BKKBN Jawa Barat Ir. Siti Fathonah, MPH. Dewan Redaksi Drs. Rahmat Mulkan, M.Si. Dra. Ida Indrawati Dra. Tetty Sabarniati Drs. H. Yudi Suryadi Drs. Rudy Budiman Drs. Soeroso Dasar, MBA Pemimpin Redaksi Drs. Rudy Budiman Wakil Pemimpin Redaksi Elma Triyulianti, S.Psi., MM. Managing Editor Najip Hendra SP Tim Redaksi Arif R. Zaidan, S.Sos. Bambang Dwi Nugroho, S.Ds. Chaerul Saleh Kontributor Ahmad Syafaril (Jabotabek) Akim Garis (Cirebon) Mamay (Priangan Timur) Yan Hendrayana (Purwasuka) Anggota IPKB Jawa Barat Rudini Fotografer Dodo Supriatna Tata Letak Litera Media Grafika Sirkulasi Ida Farida Alamat Redaksi Kantor BKKBN Jawa Barat Jalan Surapati No. 122 Bandung Telp : (022) 720 7085 Fax : (022) 727 3805 Email: kencanajabar@gmail.com Percetakan Litera Media - 081320646821 www.literamedia.com

Menuju Dunia Tanpa Kehamilan (Tak Diinginkan)

S

ebuah dunia di mana setiap kehamilan senantiasa diinginkan. Dengan kata lain, tak ada kehamilan yang tidak diinginkan (KTD). Itulah visi kampanye global peringatan Hari Kontrasepsi Dunia atau World Contraception Day (WCD). Tema sentral ini begitu penting di tengah kenyataan bahwa 41 persen dari 208 juta kehamilan dunia ternyata tidak diinginkan. Nah, apa jadinya bila kehamilan terjadi ternyata tidak diinginkan? Jawaban ini datang dari sebuah suvei yang dilakukan WHO pada 2010. Hasilnya, selama 1990-2008 telah terjadi 75 kehamilan tanpa dikehendaki, 356 ribu kematian ibu, 3,2 juta kematian bayi bayi baru lahir, dan 20 juta aborsi yang dilakukan dengan cara tidak aman. Sungguh fakta mengerikan, bukan? Pada survei lain bertajuk “Contraception: Looking for the future� menunjukkan bahwa rata-rata usia orang melakukan hubungan seksual untuk pertama kali ialah usia 23 tahun. Sementara, wanita yang merencanakan memiliki anak paling banyak pada usia 28-29 tahun. Survei melibatkan 812 responden berusia 20-35 tahun di delapan negara Asia: China, India, Indonesia, Korea Selatan, Singapura, Thailand, Malaysia dan Taiwan. Penundaan kehamilan selama lima tahun ini memperlihatkan pentingnya pengetahuan mengenai kontrasepsi. Hasil survei terakhir di atas membantu masyarakat memahami bahwa alat kontrasepsi mempermudah orang mengambil keputusan terbaik untuk masa depannya. Setiap tahunnya alat kontrasepsi mencegah 188 juta kehamilan tidak diinginkan, 112 juta aborsi, 1,1 juta kelahiran disertai kematian dini, dan 150 ribu kematian ibu. Kalau sudah begitu, maka kontrasepsi menjadi sangat penting bagi kemanusiaan. Sayangnya, masalah kontrasepsi ini sangat sensitif dibicarakan. Melalui kampanye global Hari Kontrasepsi Dunia inilah pengetahuan tentang kontrasepsi ini diperkenalkan pada anak-anak muda. Kelak saat mereka dewasa dan memerlukannya maka bisa memilih kontrasepsi yang tepat untuk dirinya. Kampanye Hari Kontrasepsi Dunia merupakan upaya pemberdayaan orang-orang muda melalui pengetahuan tentang seks dan kontrasepsi. Orang yang menguasai informasi adalah orang independen. Orang muda yang mengetahui fakta tentang kontrasepsi akan mampu mempersiapkan tindakan preventif dari kehamilan yang tidak diinginkan dan penyakit menular seksual, sehingga mereka akan fokus pada tujuan dan aspirasi mereka. Dan, tentu saja kampanye global Hari Kontrasepsi Dunia bukan kampanye belajar mengunakan alat kontrasepsi itu sendiri. Ini sebuah kampanye bahwa kontrasepsi penting bagi kehidupan manusia. Selamat Hari Kontrasepsi Dunia! Rudy Budiman Pemimpin Redaksi

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013

3


warta utama

Ini Hidupmu, Masa Depanmu! Dunia Peringati Hari Kontrasepsi 2013 Bila ada pertanyaan, tahukah bahwa dunia memiliki Hari Kontrasepsi? Barangkali tak banyak yang menjawab tahu. Bahkan, bukan tidak mungkin ada yang belum pernah mendengar sekalipun. Padahal, Hari Kontrasepsi boleh jadi menjadi semacam simbol kepedulian masyarakat internasional pada program kependudukan dan keluarga berencana (KKB).

4

Y

a, World Contraception Day (WCD) atau Hari Kontrasepsi Dunia diluncurkan kali pertama di seluruh dunia pada 26 September 2007. Empat tahun sebelumnya, pada 2003 lalu WCD diiniasi di Uruguay. Inisiatif datang dari Schering atau sekarang menjadi Bayer dan Centro Latinamerico Salud de la Mujer (CELSAM). Namun demikian, Hari Kontrasepsi Dunia mulai rutin diperingati mulai 2007. Mulai 2013, Your Life yang sebuah brand yang dikembangkan secara khusus untuk Hari Kontrasepsi Dunia, meluncurkan tema besar yang akan menjadi payung bagi tema-tema tahun berikutnya dan bisa disesuaikan dengan sub tema khusus di negara atau kawasan tertentu. Penetapan Hari Kontrasepsi Dunia bertujuan mengangkat kesadaran mengenai kontrasepsi dan meningkatkan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual. Kampanye global diprakarsai oleh badan kesehatan seksual dan reproduksi global Marie Stopes International (MSI), the European Society of Contraception (ESC), CELSAM, the International Federation of Pediatric and Adolescent Gynecology (FIGIJ), the Asia Pacific Council on Contraception (APCOC), dan didukung oleh Bayer Schering Pharma AG. Di Indonesia, peluncuran Hari Kontrasepsi Dunia diprakarsai Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang kini menjadi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013


warta utama It’s Your Life, It’s Your Future! Your Life dalam dokumen WCD Long-term Strategy and Themes yang dipublikasikan melalui situs resminya mengungkapkan, mulai tahun ini dikembangkan strategi baru. Yakni, membuat tema besar jangka panjang It’s Your Life, It’s Your Future dengan tiga subtema di dalamnya. Sub tema tersebut adalah Know Your Options, Know Your Body, Know Your Partner. Sebelumnya, tema Hari Kontrasepsi selalu berganti setiap tahun. Perubahan ini didasarkan atas pertimbangan dan timbal balik mitra kerja kalangan lembaga nonpemerintah dan pihak Bayer sebagai pendukung utama seluruh aktivitas kampanye WCD mulai 2012 lalu. Pertimbangan tersebut antara lain bahwa motto dan pesan kunci membutuhkan waktu lebih lama agar mampu membangun momentum dan memperoleh pengakuan dari masyarakat. Materi kampanye juga harus bisa disesuaikan dengan informasi dan statistik lokal. Pada 2009 lalu, tema kampanye global adalah Your Voice. Tema ini berisi ajakan bagi masyarakat, terutama kalangan muda, untuk berbicara secara terbuka dan percaya diri tentang kontrasepsi. Isu ini menarik di tengah bingkai budaya yang belum permisif atau bahkan tabu untuk membicarakan topik reproduksi. Setahun kemudian, temanya berganti menjadi Your Responsibility. Pesannya berupa ajakan untuk bertanggung terhadap masa depan agar jangan sampai terjebak kehamilan yang tidak diinginkan. Tema bergeser menjadi Your Right pada 2011 dengan pesan utama berisi ajakan untuk menyadari hak-hak terhadap kontrasepsi. Sementara pada 2012 tema lebih diarahkan kepada perencanaan masa depan dengan tagline masa depanmu, Your Future. Pesannya berupa ajakan untuk berpikir jauh ke depan dan menjadikan kontrasepsi sebagai bagian dari perencanaan masa depan itu sendiri. Pemahaman ini menjadi sangat penting mengingat adanya jeda waktu antara waktu menikah dengan keinginan untuk memiliki anak. Hal itu sejalan dengan hasil survei multinasional bertajuk “Contraception: Looking for the future” yang menunjukkan bahwa rata-rata usia orang melakukan hubungan seksual untuk pertama kali ialah usia 23 tahun. Sementara, wanita yang merencanakan memiliki anak paling banyak pada usia 28-29 tahun. Survei melibatkan 812 responden berusia 20-35 tahun di delapan negara Asia: China, India, Indonesia, Korea Selatan, Singapura, Thailand, Malaysia dan Taiwan. Penundaan kehamilan

selama lima tahun ini memperlihatkan pentingnya pengetahuan mengenai kontrasepsi. General Manager Bayer HealthCare-Pharma Indonesia Allen Doumit mengatakan, hasil survei ini membantu masyarakat memahami bahwa alat kontrasepsi mempermudah orang mengambil keputusan terbaik untuk masa depannya. Setiap tahun, terang Doumit, alat kontrasepsi mencegah 188 juta kehamilan tidak diinginkan, 112 juta aborsi, 1,1 juta kelahiran disertai kematian dini, dan 150 ribu kematian ibu. “Masalah kontrasepsi ini sangat sensitif dibicarakan di semua negara, tidak hanya Indonesia. Namun, sejak dini pengetahuan tentang kontrasepsi ini diperkenalkan pada anak-anak muda. Kelak saat mereka dewasa dan memerlukannya maka bisa memilih kontrasepsi yang tepat untuk dirinya,” ujar Doumit sebagaimana dikutip Kompas. Penekanan pada sasaran anak-anak muda memang ditegaskan dalam Your-Life.com, situs resmi kampanye global Hari Kontrasepsi Dunia. Dalam salah satu sub tema, Know Your Option, kampanye Hari Kontrasepsi Dunia merupakan upaya pemberdayaan orang-orang muda melalui pengetahuan tentang seks dan kontrasepsi. Di sana dijelaskan bahwa orang yang menguasai informasi adalah orang independen. Orang muda yang mengetahui fakta tentang kontrasepsi akan mampu mempersiapkan tindakan preventif dari kehamilan yang tidak diinginkan dan penyakit menular seksual, sehingga mereka akan fokus pada tujuan dan aspirasi mereka. Dengan belajar tentang pilihan kontrasepsi saat ini, anak-anak muda akan mempersiapkan penggunaan kontrasepsi secara benar ketika pada saatnya mereka melakukan hubungan seks. Saat ini berkembang mitos dan miskonsepsi tentang seks dan kontrasepsi secara luas. Karena itu, menjadi penting bagi pemuda untuk belajar tentang kontrasepsi dari sumber terpercaya, yakni sumber informasi yang tidak bias. Know Your Option atau ketahui pilihanmu merupakan satu dari tiga sub tema kampanye global Hari Kontrasepsi Dunia. Koalisi global mempersilakan setiap negara untuk menentukan sub tema mana yang akan dipilihnya. Termasuk di dalamnya durasi kampanye untuk setiap sub tema. Dalam dokumen Your Life yang diunduh Warta Kencana dicontohkan, sebuah negara atau lembaga nonpemerintah memilih sub tema

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013

5


warta utama Your Options untuk tiga tahun atau bergantian setiap tahun untuk tiga sub tema. Misalnya, tahun kedua diganti dengan Your Partner, pasangan anda. Tak hanya itu, koalisi global juga menunjukkan cara membuat motto lokal yang akan digunakan kawasan tertentu. Bila memilih sub tema Know Your Option, maka mottonya adanya It’s Your Life, It’s Your Future, Know Your Options. Ini hidupmu, masa depanmu, ketahuilah pilihan-pilihan Anda. Dari motto ini bisa dikembangkan topik komunikasi berupa pembelajaran tentang semua pilihan kontrasepsi yang tersedia, menggunakan sumber-sumber terpercaya dan tidak bias. Your Life memberikan pertimbangan topik kampanye ini efektif dilakukan di kawasan yang di dalamnya terdapat mitos dan kesalahan konsepsi tentang kontrasepsi. Proses pembuatan motto juga berlaku untuk sub tema Know Your Body maupun Know Your Partner. Untuk know your body atau ketahui tubuh Anda, maka topik komunikasi yang bisa dikembangkan berupa pemahaman mengenai kehamilan tak diinginkan yang bisa menjadi masalah dan bagaimana perubahan tubuh ketika pubertas. Sementara topik untuk You’re your Partner atau ketahui pasangan Anda, maka topik komunikasi yang bisa dikembangkan adalah berbicara kepada pasangan masing-masing tentang kontrasepsi untuk membangun kepercayaan dalam berhubungan berdasarkan sumber informasi terpercaya.

Momentum Akselerasi Program KKB Lalu, apa sesungguhnya makna Hari Kontrasepsi Dunia bagi Indonesia? Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Situ Fathonah punya jawaban

Pengecekan Peta Keluarga

6

sederhana. “Agar kita selalu sadar dan ingat bahwa kontrasepsi adalah kebutuhan utama keluarga dalam rangka membentuk keluarga kecil bahagia sejahtera. Hal ini sejalan dengan tujuan Hari Kontrasepsi Dunia, yaitu untuk meningkatkan kesadaran semua pihak mengenai kontrasepsi dan meningkatkan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual,” kata Fathonah di ruang kerjanya. Bagi Jawa Barat, sambung Fathonah, Hari Kontrasepsi Dunia tentu sangat relevan dengan spirit pembangunan KKB. Dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 43 juta jiwa, dengan 12 juta pasangan usia subur (PUS), Hari Kontrasepsi Dunia merupakan momentum penyadaran pentingnya pengendalian penduduk dan program KB. Peringatan WCD merupakan momentum akselerasi program KKB untuk menyongsong Millenium Development Goals (MDGs) 2015. Dia menambahkan, kesadaran masyarakat akan pentingnya kontrasepsi masih perlu ditingkatkan. Hal ini sangat penting dalam upaya mengerem laju pertambahan penduduk yang tinggi. Laju pertambahan penduduk berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2010 mencapai 1,49 per tahun. Apalagi, laju Jawa Barat yang mencapai 1,89 persen. Diperkirakan dalam 37 tahun ke depan penduduk Jawa Barat akan bertambah dua kali lipat menjadi 90 juta jiwa. “Dengan perkiraan jumlah penduduk mencapai 90 juta jiwa ini, jumlah remaja berusia 15 - 24 tahun dan belum menikah ada 40 persen. Jika tidak segera diatasi akan memicu masalah besar,” ujarnya. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengeluarkan dua kebijakan pembangunan KKB. Pertama, revitalisasi program KB. Kedua, penyerasian kebijakan kependudukan. Revitalisasi KB dilakukan melalui pengembangan dan sosialisasi kebijakan pengendalian kependudukan, pembinaan dan kemandiran KB, peningkatan promosi dan penggerakkan, peningkatan jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan, dan pelembagaan pola hidup sehat. Adapun kebijakan penyerasian kebijakan kependudukan dilakukan dengan penyusunan peraturan perundangan pengendalian penduduk. Cara lainnya berupa perumusan kebijakan kependudukan yang bersinergi antara aspek kuantitas, kualitas, dan mobilitas. Upaya lainnya berupa penyediaan sasaran parameter kependudukan yang disepakati semua sektor terkait. (NJP)

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013


warta utama

Hari Kontrasepsi, Bulan Kontrasepsi Hari Kotrasepsi Dunia atau World Contraception Day (WCD) memang jatuh pada 26 September. Tentu, peringatan tak hanya berlaku satu hari. Di Jawa Barat, rangkaian WCD berlangsung sepanjang September, bahkan sampai sebulan kemudian. Gaung WCD bergema di seluruh penjuru provinsi paling gemuk se-Republik ini.

S

Jabar ikut ambil bagian dalam car free day di bilangan Dago, Kota Bandung. Selain menggagas senam massal, pada Minggu pagi 25 Agustus 2013 juga disisipkan penyerahan piagam dan hadiah bagi pemenang lomba penulisan kreatif kependudukan.

eptember menjadi bulan yang melelahkan bagi Rahmat Mulkan. Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ini mengaku tengah disibukkan seabrek agenda peringatan Hari Kontrasepsi Dunia 2013. Hiruk-pikuk kampanye global ini dimulai sejak akhir Agustus ketika BKKBN

Car Free Day

Kabupaten Pangandaran yang baru diresmikan beberapa bulan lalu. Di 11 kabupaten tersebut diadakan pelayanan khusus KB MKJP atau metode kontrasepsi jangka panjang,� terang Rahmat.

Dari jalanan paling beken seKota Kembang tersebut, hajat peringatan kontrasepsi berpindah ke ruang seminar di sebuah hotel tidak jauh dari kantor BKKBN Jabar. Di hadapan mahasiswa, Dharma Wanita, Kartika Candra, dan organisasi perempuan Aisiyah tersebut diperkenalkan seluk beluk kanker serviks dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Sepekan kemudian, BKKBN menggelar pertemuan teknis akselerasi program keluarga berencana (KB) Jawa Barat di sebuah hotel lain di bilangan Pasteur.

Berikut 11 kabupaten sasaran akselerasi program KB: Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Bekasi. Sampai Agustus 2013, pencapaian MKJP di daerah tersebut terbilang rendah. Kabupaten Bekasi misalnya, peserta aktif (PA) KB MKJP masih berkutat pada angka 74,12 persen. Sementara Kabupaten Sukabumi baru menuntaskan 85 persen target PA MKJP.

“Pertemuan tersebut membahas kegiatan akselerasi program KB di 11 kabupaten yang pencapaian kesertaan KBnya masih rendah. Masuk dalam daerah sasaran tersebut adalah

Rahmat menjelaskan, dari varians MKJP yang tersedia, pencapaian metode operasi pria (MOP) tercatat paling jeblok. Dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat,

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013

7


warta utama MOP atau sterilisasi itu baru menyelesaikan 72,14 persen. Catatan kurang menggembirakan juga ditunjukkan implant. Dari target 448.660 PA, Jabar baru menyelesaikan 344.669 PA atau 76,82 persen. Adapun IUD dan metode operasi wanita (MOW) sukses melampaui target masingmasing 125,91 persen dan 134,99 persen. Bagaimana bentuk akselerasi yang dimaksudkan Rahmat? Sambil menunjukkan data pencapaian kinerja program KKB, Rahmat menjelaskan adanya pelayanan khusus MKJP di 10 kabupaten sasaran selama satu bulan penuh mulai 26 September hingga 26 Oktober. Sementara untuk daerah otonomi baru Kabupaten Pangandaran akselerasi program KB berlangsung selama empat bulan. Khusus menyambut puncak Hari Kontrasepsi 26 September, BKKBN sudah mengirimkan surat ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) KB kabupaten dan kota di Jawa Barat untuk melakukan pelayanan KB MKJP selama sepekan, 2326 September 2013. Hasilnya dilaporkan langsung secara online melalui website resmi BKKBN. Laporan akan diakumulasi dan dilaporkan secara nasional pada hari kedua Temu Nasional Keluarga Berencana yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), 26 September. “Ini di luar kegiatan Pekan Gebyar Jabar Tengah yang dilaksanakan di delapan kabupaten di lintas tengah Jawa Barat. Selama delapan hari mulai 23 sampai 30 September 2013 diadakan intensifikasi penggarapan KB MKJP, khususnya implant, di delapan daerah tersebut. BKKBN Jabar

8

menargetkan mampu menjaring 10 ribu implant selama delapan hari di delapan kabupaten,” papar Rahmat.

Temu Nasional Keluarga Berencana Gegap gempita peringatan Hari Kontrasepsi Dunia juga dipastikan tersaji di JCC selama dua hari, 25-26 September 2013. Ditemui pertengahan September 2013 di ruang kerjanya, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Siti Fathonah menjelaskan, temu nasional merupakan salah satu langkah pengarusutamaan (mainstreaming) program KB untuk menjadi agenda pembangunan nasional maupun regional. Juga menyepakati langkah-langkah jangka pendek 2014-105 sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan KB dalam rangka mewujudkan tujuan pembangunan milenium (MDGs). “National summit juga diisi dengan penguatan kemitraan dengan mitra pembangunan sektor sektor swasta. Sejalan dengan itu, summit diikuti sejumlah kementerian terkait, Komisi IX DPR RI, organisasi nonpemerintah seperti organisasi perempuan, pemuda, dan pemimpin keagamaan maupun organisasi profesi, perguruan tinggi, mitra pembangunan, dan lain-lain,” terang Fathonah. Temu nasional dihadiri Wakil Presiden Boediono setelah sebelumnya diawali dengan sambutan Kepala BKKBN dan Menteri Kesehatan. Usai jeda pembukaan, temu nasional akan diisi dengan pemaparan laporan hasil Survei Demografi dan Kesehatan (SDKI) 2012 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Deputi Pelatihan dan

Pengembangan, dan Kepala Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan. Sesi ini akan dimoderasi Ketua Lembaga Demografi Universitas Indonesia. Pada hari yang sama akan diisi penandatanganan dukungan Bill and Melinda Gates Foundation untuk program KB Indonesia. Selanjutnya pemaparan strategi KB MKJP oleh Deputi KB dan Kesehatan Reproduksi BKKBN. Pada hari kedua, temu nasional akan diisi dengan peluncuran resmi Laporan SDKI 2012, pendatanganan kesepahaman antara Kepala BKKBN dengan Kementerian Kesehatan Vietnam. Selanjutnya adalah diskusi tingkat tinggi diikuti kementerian terkait seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Sesi ini akan dimoderasi Najwa Shihab. Pada hari yang sama dilangsungkan sesi seminar Program Kependudukan dan Keluarga Berencana: Situasi dan Tantangan dengan menghadirkan Ketua Umum Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan. Berikutnya adalah analisis situasi kesehatan reproduksi remaja dan pandangan intelektual muslim tentang kesehatan reproduksi remaja. Seni ini menghadirkan pembicara Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan dan penyanyi Afgan serta Tasya. Dengan sederet agenda tersebut, peringatan Hari Kontrasepsi Dunia di Jawa Barat dipastikan semarak. Kampanye WCD juga didukung publikasi media massa, baik cetak maupun elektronik. Kemeriahan tak hanya berlangsung sehari, melainkan satu bulan. Ya, Hari Kontrasepsi pun bertransformasi menjadi Bulan Kontrasepsi. Selamat Hari Kontrasepsi Dunia! (NJP)

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013


warta utama

Kontrasepsi di Mata Remaja Hari Kontrasepsi Dunia atau World Contraception Day (WCD) memang didedikasikan bagi remaja atau pemuda di dunia. Kampanye global ini mengusung visi mewujudkan dunia di mana setiap kehamilan adalah diinginkan. Dengan kata lain, tidak ada kehamilan yang tidak diinginkan.

A

pakah remaja Indonesia mengetahui metode kontrasepsi? Tentu saja jawabannya mengetahui. Setidak-tidaknya mereka pernah mendengar. Kesimpulan ini terekam dalam Laporan Pendahuluan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa waktu lalu. Dalam survei tersebut responden remaja diminta menyebutkan semua metode kontrasepsi yang pernah mereka dengar. Untuk metode yang tidak disebutkan, pewawancara menjelaskan deskripsi metode tersebut dan bertanya apakah responden pernah mendengarnya. Hasilnya, 95 persen dari remaja perempuan dan 93 persen remaja pria pernah mendengar setidaknya satu metode kontrasepsi. Pengetahuan tentang metode kontrasepi modern di

antara remaja belum kawin di Indonesia telah tersebar luas. Secara keseluruhan, perempuan mempunyai pengetahuan lebih dibanding pria tentang cara untuk mencegah kehamilan dengan menggunakan metode kontrasepsi modern, masingmasing 95 persen dan 93 persen. Remaja belum kawin di Indonesia kurang mengenal metode kontrasepsi tradisional. Secara rata-rata perempuan mengetahui lima metode, sedangkan pria mengetahui empat metode. Metode kontrasepsi yang paling populer di kalangan responden perempuan adalah pil KB (90 persen) dan suntikan KB (89 persen). Delapan dari sepuluh perempuan tahu tentang kondom (80 persen). Seperti yang diperkirakan, metode yang paling umum dikenal oleh responden pria adalah kondom (89 persen). Pengetahuan tentang pil KB dan suntikan KB juga

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013

9


tinggi di antara responden pria (masing-masing sebesar 82 persen dan 66 persen). Secara umum pengetahuan tentang metode kontrasepsi bagi remaja pria dan perempuan umur 20-24 tahun lebih tinggi dibanding kelompok umur 25-19 tahun. Angka-angka di atas menunjukkan betapa masih terbatasnya pengetahuan mereka terhadap pilihan kontrasepsi. Kondisi menjadi salah satu fokus perhatian kampanye global Hari Kontrasepsi Dunia. Melalui sub tema Your Option, remaja didorong untuk mempelajari tentang semua pilihan kontrasepsi yang tersedia, menggunakan sumber-sumber terpercaya dan tidak bias. Your Life, brand yang dikembangkan secara khusus untuk Hari Kontrasepsi Dunia, memberikan pertimbangan topik kampanye ini efektif dilakukan di kawasan yang di dalamnya terdapat mitos dan kesalahan konsepsi tentang kontrasepsi.

Kontrasepsi (Bukan) Hanya Pil dan Suntik

Fakta kontrasepsi remaja ini menarik dicermati dari sisi fertilitas. Ketika tingkat pengetahuan terhadap kontrasepsi tinggi, ternyata angka fertilitas masih tetap tinggi. Bahkan, untuk usia remaja pada rentang usia 15-19 tahun. Berdasarkan Sensus Penduduk (SP) 2010, age spesific fertility rate (ASFR) 1519 Jawa Barat masih berada pada angka 57 per 1.000 perempuan. Artinya, 57 dari 1.000 perempuan berusia 15-19 tahun di Jawa Barat sudah melahirkan. Angka tersebut masih jauh di atas ekspektasi nasional sebesar 30/1.000 perempuan.

Boleh jadi semua perempuan dewasa memang sudah mengenal alat atau cara kontrasepsi. Bedanya, tingkat pemahaman antar perempuan berbeda satu sama lain. Pada saat yang sama, pria membutuhkan alternatif kontrasepsi.

Angka fertilitas ini juga sejalan dengan pendapat tentang usia kawin, usia ideal melahirkan, pendapat terhadap seks pranikah, dan pengalaman seksual. Sebanyak 1 persen dari responden perempuan dan empat persen dari responden pria menyatakan wanita boleh melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Sementara untuk pria yang melakukan hubungan seksual sebelum menikah, 2 persen dari perempuan dan tujuh persen dari pria menyatakan setuju. Secara umum, hanya 1 persen dari responden perempuan yang dilaporkan pernah melakukan hubungan seksual. Adapun untuk pria, 8 persen responden pernah melakukan hubungan seksual. So, menjadi pekerjaan besar bagi Jawa Barat untuk mendorong remaja menjadikan kontrasepsi sebagai bagian dari perencanaan hidup mereka di kemudian hari. Dengan cara begitu, remaja akan terhindar dari kemungkinan terjadinya kehamilan tak diinginkan atau kemungkinan terinfeksi penyakit menular seksual.(NJP)

10

D

alam benak perempuan Indonesia, kontrasepsi adalah pil, suntik, implant, IUD, dan kondom. Itulah mayoritas alat kontrasepsi yang disebut perempuan usia subur berumur 15-49 tahun yang menjadi responden Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012. Khusus pil dan suntik, persentase tersebut di atas 97 persen: pil 97,3 persen dan suntik 98 persen. Jangan aneh bila kemudian program keluarga berencana (KB) identik dengan pil dan suntik. Lalu, ada berapa jenis kontrasepsi yang bisa dipilih pasangan usia subur (PUS)? Merujuk kepada statistik rutin Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), mix kontrasepsi yang mengabaikan aspek hormonal-nonhormonal membaginya sebagai berikut: pil, suntik, implant, IUD, metode operasi wanita (MOW), metode operasi pria (MOP), kondom, dan kontrasepsi tradisional. SDKI menambahkan intravag atau diafragma, metode menyusui alami alias metode

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013


Konsultasi Kontrasepsi

amenorrhea laktasi (MAL), dan kontrasepsi darurat dalam kelompok modern. Sementara kontrasepsi tradisional dirinci menjadi pantang berkala atau sistem kalender, sanggama terputus, dan cara lainnya. Dari 13 metode atau alat kontrasepsi yang dimunculkan dalam kuesioner SDKI 2012 memperlihatkan bahwa 99 persen responden pernah mendengar suatu metode atau cara kontrasepsi. Setelah pil dan suntik di urutan teratas, 82,3 persen mengaku mengenal IUD atau alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), 84,4 persen mengenal kondom, 67 persen mengenal MOW atau sterilisasi perempuan (tubektomi) dan hanya 37,7 persen yang mengenal MOP atau sterilisasi pria (vasektomi). Mereka yang mengenal intravag hanya 10,5 persen, kontrasepsi darurat 11,3 persen, dan MAL 23,8 persen. Tentang metode kontrasepsi tradisional, dari seluruh responden hanya 60,5 persen di antaranya

yang mengaku mengenal. Rinciannya, pantang berkala 47,2 persen, senggama terputus 48,1 persen, dan cara lainnya 10,3 persen. Secara umum, kelompok perempuan umur 30-34 tahun yang berdomisili di wilayah perkotaan dan yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi mempunyai pengetahuan tertinggi mengenai metode kontrasepsi, baik metode kontrasepsi modern maupun tradisional. Sebaliknya, wanita kawin umur 15-24 tahun, tinggal di perdesaan, dan berpendidikan rendah memiliki pengetahuan yang rendah tentang metode kontrasepsi. Laporan pendahuluan SDKI 2012 menjelaskan, pengetahuan mengenai pembatasan kelahiran dan KB merupakan salah satu aspek penting ke arah pemahaman tentang berbagai alat atau cara kontrasepsi yang tersedia. Selanjutnya, pengetahuan tersebut akan berpengaruh kepada pemakaian alat atau cara kontrasepsi yang tepat dan efektif. Pengetahuan responden mengenai metode kontrasepsi diperoleh dengan cara

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013

11


warta utama menanyakan semua jenis alat atau cara kontrasepsi yang pernah didengar untuk menunda atau menghindari terjadinya kehamilan dan kelahiran. Informasi mengenai pemakaian kontrasepsi dianggap penting untuk mengukur keberhasilan program KB. Informasi ini diperoleh dengan cara menanyakan apakah pada saat wawancara dilakukan responden atau pasangannya menggunakan suatu jenis alat atau cara kontrasepsi. Pengetahuan masyarakat terhadap kontrasepsi tampaknya berbanding lurus dengan persentase pemakaian kontrasepsi itu sendiri. Pil dan suntik notabene dikategorikan sebagai kontrasesi jangka pendek masih menjadi pilihan utama perempuan Jawa Barat. Laporan pencapaian kinerja program kependudukan dan keluarga berencana (KKB) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat menunjukkan dominasi dua kontrasepsi tersebut. Sampai Agustus 2013, tercatat 7.218.748 peserta aktif KB di Jawa Barat. Dari jumlah itu, hanya 1.456.281 yang tercatat sebagai peserta KB metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) atau hanya sekitar 20 persen dari total peserta aktif KB. MKJP yang dimaksud dalam laporan tersebut terdiri atas implant, IUD, MOW, dan MOP. Pengguna IUD tercatat 867.032 orang, implant 344.669 orang, MOW 181.798, dan MOP hanya 62.782 orang. MOP tercatat sebagai kontrasepsi yang paling sedikit digunakan di Jawa Barat. Dibandingkan dengan total peserta aktif KB, pria yang telah disterilisasi alias MOP hanya 0,86 persen.

“Sebagai sesama perempuan tentu kita tidak tega terus menerus memasukkan hormon ke dalam tubuh para ibu. Itu membahayakan kesehatan mereka. Mari kita ajak para ibu, sesama perempuan, untuk menggunakan kontrasepsi yang lebih aman dan lebih lama usia pakainya,” ajak Fathonah saat menghadiri pertemian Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jawa Barat beberapa waktu lalu. Menanggapi ajakan Fathonah tersebut, Ketua Pengurus Daerah (PD) IBI Jawa Barat Tuti Nurhayati mengaku terus menganjurkan setiap ibu melahirkan untuk menjadi peserta KB MKJP. Tuti mengingatkan, kontrasepsi hormonal sangat merugikan kesehatan perempuan karena peserta KB yang bersangkutan mendapat asupan hormon secara terus-menerus. Di sisi lain, ketidakdisiplinan dalam menjalani program, baik suntik maupun pil, berpotensi memicu kehamilan. Dengan begitu, program KB menjadi tidak efektif. “IBI mendorong para bidan anggota kami agar menganjurkan ibu melahirkan menggunakan kontrasepsi nonhormonal, terutama MKJP. Namun demikian, bidan tidak bisa memaksa karena pada dasarnya pilihan itu ada pada setiap perempuan. Mereka yang sesungguhnya memilih akan menggunakan kontrasepsi jangka pendek atau jangka panjang, hormonal atau nonhormonal,” tegas Tuti.

Pria Butuh Pilihan Kontrasepsi Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum Koalisi Kependudukan Sonny Harry Budiutomo Harmadi menilai salah satu penyebab rendahnya peserta KB pria karena memang pilihannya sangat terbatas. Selama ini hanya tersedia dua jenis alat kontrasepsi bagi pria. Yakni, kondom dan vasektomi atau MOP.

Proporsi senada juga tampak dalam laporan SDKI 2012. Data agregat untuk Jawa Barat menunjukkan adanya dominasi suntik dan pil dalam kesertaan KB. Menurut hasil survei yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut, 62,2 persen responden PUS Jawa Barat tercatat sebagai peserta aktif KB. Dari jumlah itu, 60,3 persen menggunakan kontrasepsi modern dan 1,9 persen menggunakan kontrasepsi tradisional. Bila diurai lagi, 33,4 persen menggunakan suntik, 16,6 persen menggunakan pil, IUD dan MOW masing-masing 4,1 persen dan 3,1 persen. Peserta MOP jauh lebih rendah hanya 0,1 persen.

“Alat kontrasepsi pria tidak ada inovasi. Dari dulu, pria hanya memiliki dua pilihan: kondom atau vasektomi. Padahal, sejumlah wilayah di tanah air memiliki kearifan-kearifan lokal dalam mengatur kelahiran. Tugas pemerintah mengembagkan riset mengembangkan alat dan kontrasepsi. Laki-laki tak ada pilihan. Ini yang menjadikan program KB Pria lemah. Kalau gak suka dua-duanya gimana? Kalau diibaratkan pilkada, mereka bisa saja golput,” kata Sonny.

Dalam beberapa kesempatan, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat mengaku terus mendorong provider pelayanan KB untuk menyarankan calon peserta KB agar menggunakan MKJP. Ketika berhadapan dengan para bidan misalnya, Fathonah berusaha mengetuk nurani ujung tombak pelayanan KB tersebut.

Sementara Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat KH Cholil Nafis menilai alat kontrasepsi juga masih kerap diidentikkan dengan kaum perempuan. “Kok pria keterlibatan sedikit? Wong laki-laki disuruh pakai kondom terus, vasektomi kan masih menjadi pembahasan di sebagian masyarakat tertentu,” kata Cholil.(NJP)

12

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013


sejuta warta

Melintas Jalan Layang Pasupati

Menyusuri Jalan Lurus

Pelepasan oleh Wakil Gubenrur

Pementasan Wayang Golek

Serah Terima Pataka

Serah Terima Pataka

Seni Umbul Penyerahan Bantuan

Dialog Interaktif

Peserta KB

Peninjauan Pelayanan

Dilepas Wabup Sumedang

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013

Stand UPPKS

13


sejuta warta

Menjelang Malam

Sambutan Kepala BKKBN Jabar

Penyerahan Hadiah

Penyerahan Pataka

Mendaki Bukit

Sambutan Tim Mobile Di Kaki Gunung

Senam Pagi Melintas Nagreg

14

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013


sejuta warta

Mendaki Bukit

Tikungan Tajam

Menyusuri Perumahan Pemasangan Implant

SAMSAT Keliling

Seni Tradisi

Promosi Kesehatan

Penyerahan Pataka

Pentas Calung

Akustik ala Genre

Revitalisasi BKB

Penyerahan BKB Kit

Paduan Suara TPD

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013

15


warta utama

Kontrasepsi dari Masa ke Masa Ada mitos, rumor, dan kesalahan konseptual yang menyelimuti perjalanan sejarah kontrasepsi di dunia. Semua berlangsung seiring dinamika kebudayaan itu sendiri. Karena pengaturan kelahiran merupakan sebuah kebutuhan manusia, kehadiran alat kontrasepsi bisa dilacak hingga ribuan tahun ke belakang.

A

dalah ilustrasi seorang pria menggunakan kondom saat berhubungan seksual yang terlukis di dinding sebuah gua di Prancis yang kemudian menjadi petunjuk awal adanya upaya pengaturan kelahiran. Lukisan purba yang diperkirakan dibuat pada 12.000-15.000 tahun lalu tersebut diyakini sebagai bukti adanya penggunaan kontrasepsi. Selanjutnya, alat kontrasepsi berkembang seiring kemajuan ilmu pengetahuan. Penjelasan mengenai kontrasepsi ini bisa dibaca dalam tulisan dr. Irma Ardiana, M. APS yang disajikan dalam website resmi Badan Kependudukan dan keluarga Berencana Nasional (KKBN). Secara harfiah, kontrasepsi yang terdiri dari dua kata, yaitu kontra (menolak) dan konsepsi (pertemuan antara sel telur yang telah matang dengan sel sperma). Dengan demikian, maka kontrasepsi dapat diartikan secara

16

sederhana sebagai cara untuk mencegah pertemuan antara sel telur dan sel sperma sehingga tidak terjadi pembuahan dan kehamilan. Konsep ini sepertinya belum dipahami di era sebelum abad ke-20, namun konsep pengaturan kehamilan sepertinya sudah dilakukan dengan penerjemahan cara dan metode beragam dan unik. Di China, perempuan secara sukarela meminum timbal dan merkuri untuk mengontrol fertilitasnya yang sering berujung pada kejadian infertilitas atau kemandulan, bahkan hingga mengakibatkan kematian. Selama abad pertengahan di Eropa dimana pengaruh penyihir masih sangat kuat dan sangat dipercaya, pengendalian kelahiran dilakukan dengan menggantungkan testis musang pada paha perempuan atau memotong kaki musang tersebut dan menggantungkannya di leher perempuan. Perempuan di Canada meyakini bahwa dengan minum ramuan testis beaver kering dengan cairan alkohol berkadar tinggi mampu mencegah pembuahan yang merupakan proses awal dari kehamilan. Ada pula yang beranggapan bahwa dengan mengitari titik kencing serigala hamil sebanyak tiga kali akan mampu mencegah kehamilan. Nah, tuntutan kebutuhan pengaturan kehamilan yang lebih rasional dan empiris terus memacu dan menantang perkembangan teknologi kesehatan dalam penyediaan metode kontrasepsi yang dianggap efektif. Berikut ulasan singkat cerita perkembangan beberapa alat dan obat

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013


warta utama kontrasepsi yang menjadi cikal bakal metode kontrasepsi modern yang kita kenal saat ini sebagaimana terditulis Irma Ardiana tersebut.

Kondom Setelah penemuan lukisan di dinding sebuah gua di Prancis 12.000-15.000 tahun lalu, kondom tertua ditemukan di Inggris pada 1640. Kondom tersebut terbuat dari usus binatang yang dipergunakan selain untuk mencegah kehamilan juga untuk mencegah penularan infeksi menular seksual (IMS) para tentara Inggris saat pecah perang antara pasukan Oliver Cromwell dan King Charles I. Sejak 1843, walaupun masih beredar kondom yang terbuat dari usus binatang, kondom dari karet telah diproduksi dan dipasarkan secara luas.

Amerika dengan nama dagang Norplant. Metode ini dikembangkan Population Council dan didistribusikan di Amerikan oleh Wyeth-Ayerst Laboratories. Norplant mengantongi persetujuan dari WHO pada tahun 1984, setelah proses penelitian dan uji klinis yang berlangsung selama 20 tahun. WHO menyatakan bahwa Norplant merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif dan reversible. Pada 1994, hampir satu juta perempuan di Amerika memilih metode kontrasepsi implant ini. Namun pada 2002, Norplant ditarik dari pasar. Selanjutnya, FDA memberikan persetujuan Implanon (satu batang) yang efektif selama tiga tahun pada 2006. Tidak seperti Norplant, Implanon melepaskan secara kontinyu hormone progestin dan etonogestrel.

IUD

Pil Penemuan pil kontrasepsi diprakarsai Margaret Sanger pada awal abad ke-20. Sanger bekerja sama dengan Katharine DexterMcCormick sebagai penyandang dana utama untuk serangkaian penelitian klinis. Mereka memproduksi sintetik progesterone yang berasal dari herbal rumput cabeza de negro yang digunakan sebagai kontrasepsi kebanyakan wanita Mexico. Pada 1960, FDA menyetujui distribusi pil kontrasepsi pertama yang disebut dengan Enovid. Walaupun pil ini dikatakan masih jauh dari kesempurnaan, teknik ini merupakan penemuan sangat inovatif dan pertama kali memisahkan urusan antara hubungan seksual dan prokreasi.

Implant Sejak 1950-an, penelitian metode kontrasepsi hormonal dalam bentuk sediaan selain pil telah mulai dilakukan. Kontrasepsi ini berbentuk batang berisi hormone progesterone dan ditanamkan di bawah kulit. Empat puluh tahun kemudian, variasi metode kontrasepsi hormonal ini disetujui sebagai salah satu metode kontrasepsi di

Metode kontrasepsi yang dipergunakan dengan memasukkan sebuah alat dalam rahim pertama kali ditemukan di Jerman pada 1909. Alat ini terbuat dari usus ulat sutera yang dapat efektif tetapi sering menimbulkan infeksi. Pada 1920-an dan 1930-an, peneliti kontrasepsi di Jerman, China, dan Jepang menciptakan sebuah alat berbentuk cincin yang terbuat dari usus, emas, dan perak tetapi juga terkendala dengan tingginya efek samping infeksi. Jack Lippes, seorang ginekologis berasal dari New York, adalah penemu Lippes Loop di awal 1960-an yang menjadi salah satu pilihan metode kontrasepsi di Amerika. Lippes Loop merupakan penemuan yang sangat sukses dan masih digunakan hingga saat ini. Metode IUD terbaru di pasar Amerika saat ini adalah Mirena yang disetujui peredarannya oleh FDA di akhir 2000. Mirena mengandung dosis rendah progestin dan levonegestrel yang dikeluarkan ke dalam rahim. Karena kandungan hormon ini, metode ini selanjutnya disebut sebagai Intra Uterine System (IUS) dan memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh IUD pada umumnya, yaitu dapat mengurangi perdarahan berat yang terkadang berhubungan dengan penggunaan IUD sebelumnya.

Gandarusa Bila selama ini kontrasepsi lebih banyak diperuntukkan bagi perempuan, ke depan bakal hadir kontrasepsi bagi pria di luar kondom dan vasektomi atau sterilisasi. Sejumlah peneliti tengah melakukan serangkaian pengujian terhadap metode kontrasepsi bagi pria bernama Gandarusa. Gandarusa merupakan tumbuhan asal Papua yang digunakan secara turun-temurun masyarakat di ujung timur Indonesia tersebut.

Pemasangan Implant

Metode penggunaan pil ini nantinya sama dengan pil KB perempuan, yakni diminum secara reguler. Gandarusa sendiri diyakini memiliki dua manfaat. Ia tidak saja mampu menghambat kehamilan tapi juga sebagai obat peningkat gairah. Efek ganda ini dirasa akan banyak membantu keharmonisan keluarga. Saat ini, Gandarusa sedang dalam pengembangan dan uji klinis.(NJP)

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013

17


warta utama

Yuk, Kenali Alat Kontrasepsi!

P

ilihan kontrasepsi bukannya tidak ada. Adanya dominasi penggunaan alat atau metode tertentu lebih dipicu ketimpangan informasi untuk masing-masing pilihan. Wajar bila kemudian kampanye global Hari Kontrasepsi Dunia berusaha memberikan pencerahan kepada kalangan pemuda untuk mengenal lebih baik kontrasepsi. Berikut ini adalah sejumlah metode kontrasepsi sebagaimana disarankan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). BKKBN membagi metode kontrasepsi ke dalam hormonal dan nonhormonal. Kontrasepsi hormonal terdiri atas pil, suntik atau injeksi, dan implant. Sementara nonhormonal terdiri atas metode amenore laktasi (MAL), kondom, alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) atau IUD, kontrasepsi mantap berupa tubektomi dan vasektomi. Berikut karakteristik masing-masing metode kontrasepsi tersebut. Materi ini bisa diunduh dari website resmi BKKBN.

1. Metode Amenore Laktasi (MAL) Keuntungan Kontrasepsi: • Efektivitas tinggi (keberhasilan 98% pada enam bulan pascapersalinan). • Segera efektif. • Tidak mengganggu senggama. • Tidak ada efek samping secara sistemik. • Tidak perlu pengawasan medis. • Tidak perlu obat atau alat.

18

Edukasi Kontrasepsi

• Tidak biaya. Keuntungan Nonkontrasepsi: • Mendapatkan kekebalan pasif bagi bayi. • Sumber asupan gizi yang terbaik dan sempurna untuk tumbuh kembang bayi yang optimal. • Terhindar dari keterpaparan terhadap kontaminasi dari air, susu lain atau formula, atau alat minum yang dipakai. • Mengurangi pendarahan pascapersalinan bagi ibu. • Mengurangi risiko anemia. • Meningkatkan hubungan psikologis ibu dan bayi. Keterbatasan: • Perlu persiapan sejak perawatan kehamilan agar segera menyusui dalam 30 menit pascapersalinan. • Mungkin sulit dilaksanakan karena kondisi sosial. • Efektifitas tinggi hanya sampai kembalinya haid atau sampai dengan enam bulan. • Tidak melindungi terhadap IMS termasuk virus hepatitis B/HBV dan HIV/AIDS.

2. Kondom Kondom merupakan selubung atau sarung karet sebagai salah satu metode kontrasepsi atau alat untuk mencegah kehamilan dan atau penularan penyakit kelamin pada saat bersenggama. Cara kerja kondom adalah sebagai berikut:

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013


warta utama •

Menghalangi terjadinya pertemuan sperma dan sel telur dengan cara mengemas sperma di ujung selubung karet yang dipasang pada penis sehingga sperma tersebut tidak tercurah ke dalam saluran reproduksi perempuan. • Mencegah penularan mikroorganisme (infeksi menular seksual atau IMS termasuk HBV dan HIV/ AIDS) dari satu pasangan kepada pasangan yang lain (khusus kondom yang terbuat dari lateks dan vinil). Manfaat Kontrasepsi: • Efektif mencegah kehamilan bila digunakan dengan benar. • Tidak mengganggu produksi ASI. • Tidak mengganggu kesehatan klien. • Tidak mempunyai pengaruh sistemik. • Murah dan dapat dibeli secara umum. • Tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan kesehatan khusus. • Metode kontrasepsi sementara bila metode kontrasepsi lainnya harus ditunda. Manfaat Nonkontrasepsi: • Membantu mencegah terjadinya kanker serviks (mengurangi iritasi bahan karsinogenik eksogen pada serviks. • Mencegah penularan IMS/HIV. • Memberi dorongan kepada suami untuk ikut ber-KB. • Mencegah ejakulasi dini. • Saling berinteraksi sesama pasangan. • Mencegah imunoin fertilitas. Keterbatasan: • Cara penggunaan sangat mempengaruhi keberhasilan kontrasepsi. • Agak mengganggu hubungan seksual karena mengurangi sentuhan langsung. • Harus selalu tersedia setiap kali berhubungan seksual. • Malu membeli kondom di tempat umum. • Pembuangan kondom bekas mungkin menimbulkan masalah dalam hal limbah. 3. IUD Alat kontrasepsi yang dipasang dalam rahim dengan menjepit kedua saluran yang menghasilkan indung telur sehingga tidak terjadi pembuahan, terdiri atas bahan plastik polietilena, ada yang dililit oleh tembaga dan ada yang tidak. Cara kerja IUD adalah mencegah terjadinya fertilisasi, tembaga pada AKDR menyebabkan reaksi inflamasi steril, toksik buat sperma sehingga tidak mampu untuk fertilisasi. Keuntungan: • Efektivitas tinggi, 99,2-99,4 persen (0,6-0,8 kehamilan/100 perempuan dalam 1 tahun pertama). • Dapat efektif segera setelah pemasangan. • Metode jangka panjang.

• • • • • •

Sangat efektif karena tidak perlu lagi mengingatingat. Tidak mempengaruhi hubungan sosial. Meningkatkan kenyamanan seksual karena tidak perlu takut untuk hamil. Tidak ada efek samping hormonal. Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI. Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus (apabila tidak terjadi infeksi). • Dapat digunakan sampai menopause (1 tahun atau lebih setelah haid terakhir). • Tidak ada interaksi dengan obat-obat. • Membantu mencegah kehamilan ektopik. Keterbatasan: • Tidak mencegah infeksi menular seksual (IMS) • Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang sering berganti pasangan. • Diperlukan prosedur medis termasuk pemeriksaan pelvis. • Klien tidak dapat melepas AKDR sendiri. Klien harus memeriksa posisi benang AKDR dari waktu ke waktu. Untuk melakukan ini perempuan harus memasukkan jarinya ke dalam vagina, sebagian perempuan tidak mau melakukan ini.

4. Tubektomi/MOW MOW adalah metode kontrasepsi mantap yang bersifat sukarela bagi seorang wanita bila tidak ingin hamil lagi dengan cara mengoklusi tubafalupii (mengikat dan memotong atau memasang cincin), sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum. Waktu Penggunaan: • Idealnya dilakukan dalam 48 jam pascapersalinan. • Dapat dilakukan segera setelah persalinan atau setelah operasi sesar. • Jika tidak dapat dikerjakan dalam satu minggu setelah persalinan, ditunda 4-6 minggu. Manfaat: • Efektivitasnya tinggi 99,5% (0,5 kehamilan per 100

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013

19


warta utama perempuan selama tahun pertama penggunaan). Tidak mempengaruhi proses menyusui. Tidak bergantung pada faktor sanggama. Baik bagi klien apabila kehamilan akan menjadi risiko kesehatan yang serius. • Tidak ada efek samping dalam jangka panjang. • Tidak ada perubahan dalam fungsi seksual. • Berkurangnya risiko kanker ovarium. Keterbatasan: • Harus dipertimbangkan sifat permanen kontrasepsi ini (tidak dapat dipulihkan kembali, kecuali dengan operasi rekanalisasi). • Dilakukan oleh dokter terlatih. • • •

5. Vasektomi/MOP Vasektomi atau MOP adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan cara mengoklusi vasa deferensia sehingga alur transportasi sperma terambat dan proses fertilisasi (penyatuan dengan ovum) tidak terjadi. Vasektomi bisa dilakukan kapan saja, baik menggunakan pisau atau tanpa pisau. Keuntungan:

6. Pil Progestin Hormon progestin adalah metode kontrasepsi dengan menggunakan progestin, yaitu bahan tiruan dari progesteron. Keuntungan: • Efektif jika diminum setiap hari pada waktu yang sama (0,05-5 kehamilan/100 perempuan dalam 1 tahun pertama). • Tidak diperlukan pemeriksaan panggul. • Tidak mempengaruhi ASI. • Tidak mengganggu hubungan seksual. • Kembalinya fertilitas segera jika pemakaian dihentikan. • Mudah digunakan dan nyaman. • Efek samping kecil. Keterbatasan: • Harus digunakan setiap hari dan pada waktu yang sama. • Bila lupa satu pil saja, kegagalan menjadi lebih besar. • Risiko kehamilan ektopik, tetapi risiko ini lebih rendah jika dibandingkan dengan perempuan yang tidak menggunakan minipil. • Efektifitas menjadi rendah bila digunakan bersamaan dengan obat tuberkulosis atau obat epilepsi. • Tidak mencegah IMS.

7. Suntik Progestin Operasi Sterilisasi Pria

• •

Efektivitas tinggi 99,6-99,8 persen. Sangat aman, tidak ditemukan efek samping jangka panjang. • Morbiditas dan mortalitas jarang. • Hanya sekali aplikasi dan efektif dalam jangka panjang. • Tinggi tingkat rasio efisiensi biaya dan lamanya penggunaan kontrasepsi. Keterbatasan: • Tidak efektif segera, WHO menyarankan kontrasepsi tambahan selama tiga bulan setelah prosedur (kurang lebih 20 kali ejakulasi). • Teknik tanpa pisau merupakan pilihan mengurangi perdarahan dan nyeri dibandingkan teknik insisi atau dengan pisau.

20

Keuntungan: • Sangat efektif (0,3 kehamilan per 100 perempuan dalam 1 tahun pertama). • Pencegahan kehamilan jangka panjang. • Tidak berpengaruh pada hubungan suami isteri. • Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius terhadap penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah. • Tidak mempengaruhi ASI. • Sedikit efek samping. • Dapat digunakan oleh perempuan usia > 35 tahun sampai perimenopause. • Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik. • Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara. • Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul. • Menurunkan krisis anemia bulan sabit (sicle cell). Keterbatasan: • Klien sangat tergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan (harus kembali sesuai jadwal suntikan). • Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013


warta utama • •

suntikan berikut. Tidak mencegah IMS. Terlambatnya kembalinya kesuburan setelah penghentian pemakaian.

8. Implant Implant adalah alat kontrasepsi bawah kulit yang mengandung progestin yang dibungkus dalam kapsul silastik silikon polidimetri. Keuntungan Kontrasepsi: • Sangat efektif (kegagalan 0,2 -1,0 kehamilan per 100 perempuan). • Daya guna tinggi. • Perlindungan jangka panjang (sampai lima tahun). • Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan. • Tidak memerlukan pemeriksaan dalam. • Bebas dari pengaryhestrogen. • Tidak mengganggu kegiatan senggama. • Tidak mengganggu ASI. Keuntungan Nonkontrasepsi: • Mengurangi nyeri haid. • Mengurangi jumlah darah haid. • Mengurangi/memperbaiki anemia. • Melindungi terjadinya kanker endometrium. • Menurunkan angka kejadian kelainan jinak payudara. • Melindungi diri dari beberapa penyebab penyakit radang panggul. • Menurunkan angka kejadian endometriosis. Keterbatasan: • Membutuhkan tindak pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan. • Tidak mencegah infeksi menular seksual. • Klien tidak dapat menghentikan sendiri pemakaian kontrasepsi, akan tetapi harus pergi ke klinik untuk pencabutan. • Efektivitas menurun bila menggunakan obat tuberkulosis atau obat epilepsi.

9. Pil Kombinasi Hormon Kombinasi adalah metode kontrasepsi dengan menggunakan kombinasi hormon mengandung hormon esterogen dan progesteron.

Pengenalan Pil KB

Keuntungan: • Efektivitas yang tinggi (1 kehamilan per 100 perempuan dalam tahun pertama penggunaan). • Risiko terhadap kesehatan sangat kecil. • Tidak mengganggu hubungan seksual. • Mudah dihentikan setiap saat. • Kesuburan segera kembali setelah penggunaan pil dihentikan. • Dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat. • Dpat digunakan sejak usia remaja hingga menopause. • Membantu mencegah kehamilan ektopik, kanker ovarium, kanker endometrium, kista ovarium, penyakit radang panggul, kelainan jinak pada payudara, dismenore atau akne. Keterbatasan: • Membosankan karena harus menggunakannya setiap hari. • Tidak boleh diberikan kepada perempuan menyusui. • Tidak mencegah IMS.

10.Suntik Kombinasi

Keuntungan Kontrasepsi: • Sangat efektif (0,1 -0,4 kehamilan per 100 perempuan selama tahun pertama penggunaan). • Risiko terhadap kesehatan kecil. • Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri. • Tidak diperlukan pemeriksaan dalam. • Efek samping sangat kecil. Keuntungan Nonkontrasepsi: • Mengurangi jumlah perdarahan. • Mengurangi nyeri saat haid. • Mencegah anemia. • Khasiat pencegahan terhadap kanker ovarium dan kanker endometrium. • Mengurangi penyakit payudara jinak dan kista ovarium. • Mencegah kehamilan ektopik. • Melindungi klien dari jenis-jenis tertentu penyakit radang panggul. • Pada keadaan tertentu dapat diberikan pada perempuan usia perimenopause. Kerugian: • Pola haid tidak teratur, perdarahan bercak atau perdarahan sela sampai 10 hari. • Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan, dan keluhan seperti ini akan hilang setelah suntikan kedua atau ketiga. • Ketergantungan klien terhadap pelayanan kesehatan. Klien harus kembali setiap 30 hari untuk mendapatkan suntikan. • Efektivitasnya berkurang bila digunakan bersamaan dengan obat-obat epilepsi (Fenitoin dan Barbiturat) atau obat tuberculosis (Rifampisin). • Penambahan berat badan. • Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan IMS, hepatitis B virus, atau infeksi virus HIV. • Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan setelah penghentian pemakaian.

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013

21


warta khusus

Road Show Jabar Tengah

Sepekan Membangun, 10 Ribu Implant Tertanam Pekan Gebyar Jabar Tengah Sasar Delapan Kabupaten Ini bukan soal kegiatan tahunan. Ini merupakan sebuah upaya bersama membangun Jawa Barat. Memang BKKBN yang menginisiasi, namun sejumlah stake holders pemerintahan di Jawa Barat dan kabupaten terlibat secara utuh. Inilah Pekan Gebyar, Gerakan Membangun Masyarakat. Tahun ini giliran Jawa Barat wilayah tengah.

22

A

pa jadinya bila 30 mobil unit penerangan (Mupen) program kependudukan dan keluarga berencana (KKB) konvoi di jalanan utama Kota Kembang? Jawabannya adalah sebuah formasi keren plus sajian komposisi warna nan cantik. Terlebih ketika iring-iringan kendaraan tersebut melintas di atas jalan layang Pasupati atau jalan tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi). Rangkaian kendaraan pun layaknya ular raksasa dengan kepala berwarna jingga dari mobil pengawalanan polisi pariwisata. Si Ular raksasa tak hanya menarik saat melintas di jalanan kota, pemandangan serupa tersaji sepanjang perjalanan dari Cibingbin di ujung timur Kabupaten Kuningan hingga Cariu di Kabupaten Bogor. Terlebih ketika tim road show melintas di punggunggan bukit atau terselip di lembah yang diapit gunung. Pemandangan eksotik itu misalnya tampak saat menyusuri area pertanian di Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka atau ketika mendaki di jalur lingkar Nagreg. Tak ayal iring-iringan kendaraan yang sebagian besar di antaranya berwarna hijau dengan aksen hitam dan putih tersebut langsung mencuri perhatian masyarakat yang menyambut di sepanjang bibir jalan. Tepuk tangan dan lambaian tangan hangat menjadi energi tambahan bagi tim yang melakukan perjalanan panjang di delapan kabupaten tersebut.

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013


warta khusus

Raungan sirine dan lagu-lagu khas program KKB menjadi sapaan hangat dari tim road show. Sapaan hangat tim mobile pengelola program KKB dan antuasisme warga di sepanjang perjalanan seperti merajut ingatan yang sempat terputus selama beberapa tahun terakhir. Mengikuti perjalanan mupen seperti menyusuri jalan sejarah program KB itu sendiri. Sejarah itu yang kemudian melambungkan nama Indonesia di pentas dunia. Road show mupen dalam bingkai Pekan Gerakan Membangun Masyarakat Jawa Barat Tengah (Pekan Gebyar Jabar Tengah) merupakan sebuah upaya melawan lupa akan masa-masa emas pembangunan KKB. Tentu, tak hanya nostalgia yang hadir dalam kegiatan sepekan penuh di wilayah tengah Jawa Barat itu. Sesuai namanya, Pekan Gebyar Jabar Tengah merupakan sebuah model pembangunan terintegrasi antarlembaga pemerintah, baik vertikal seperti Badan Kependudukan dan Keluarga Nasionbal (BKKBN) dengan pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun pemerintah kabupaten. Pekan Gebyar Jabar Tengah merupakan simbol keterpaduan pembangunan. Wajar bila kemudian pimpinan daerah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tahunan yang digagas BKKBN Jabar ini.

Simbol dukungan itu tampak jelas ketika Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berbagi tugas untuk membuka dan menutup kegiatan ini. Deddy melepas keberangkatan rombongan di halaman Gedung Sate pada Senin sore, 23 September 2013. Sementara Heryawan menutup kegiatan ini di Desa Cariu, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor pada 30 September 2013. Dukungan pemerintah kabupaten tak kalah besar. Tim road show selalu disambut dan dilepas pimpinan daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD) KB terkait. “Saya berbicara di sini bukan sematamata sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, melainkan mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebelum berangkat ke sini, Pak Wakil Gubernur berpesan kepada saya untuk menyampaikan salam segenap pimpinan daerah kepada Bapak dan Ibu sekalian,� kata Fathonah saat menyampaikan sambutan di halaman Kantor Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan. Fathonah menjelaskan, Pekan Gebyar Jabar Tengah bukan semata kegiatan milik BKKBN, melainkan sebuah integrasi program pembangunan Jawa Barat dengan cara melibatkan lintas sektor lainnya. Sejumlah instansi pemerintah di tingkat provinsi maupun pemerintah kabupaten terlibat

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013

23


warta khusus langsung di dalamnya. “Setiap institusi akan berkegiatan sesuai program masing-masing. Keterpaduan ini bertujuan membangun sinergi pembangunan itu sendiri. Sebagai contoh, kami ke sini datang bersama-sama dengan Dinas Kesehatan Jawa Barat yang membawa mobil promosi kesehatan, Dinas Pendapatan Daerah dengan membawa mobil Samsat Keliling, Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalilan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BP3APKKB) yang menghadirkan wayang golek di lima kabupaten,” terang Fathonah.

Tancap 10 Ribu Implant Ada misi khusus yang diusung selama delapan hari di delapan kabupaten. Ketua Panitia Pekan Gebyar Jabar Tengah Rudy Budiman menjelaskan, acara ini dihelat dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Dunia yang akan jatuh pada 26 September 2013. Road show Jabar Tengah merupakan agenda rutin BKKBN Jabar dalam tiga tahun terakhir. Pada 2011 lalu, road show dilaksanakan di Jabar Selatan. Sementara itu, tahun lalu dilaksanakan di pesisir pantai utara Pulau Jawa (Pantura).

menambah 10 ribu peserta baru KB implant,” terang Rudy. Alat kontrasepsi jangka panjang tersebut, sambung Rudy, akan dibagikan secara gratis ke desa-desa sasaran. Khusus penancapan implant dikemas dalam branding “Tancap 10 Ribu Implant.” Tancap merupakan akronim dari “Tandang Pelayanan dan Capaian Program”. Yakni, kegiatan akselerasi pembangunan KKB yang berfokus pada pelayananan 10 ribu akseptor KB - MKJP Implant secara serentak di delapan kabupaten di Jawa Barat. “Di luar tim mobile yang melakukan road show ke delapan kabupaten, Pekan Gebyar Jabar Tengah memiliki tim statis yang menetap selama sepekan di desa sasaran. Tim ini bertugas untuk melaksanakan kegiatan dengan lima keluaran. Yakni, tersedianya data dan peta keluarga, rersedianya monografi desa, tersosialisasikannya program ketahanan dan kesejahteraan keluarga, KIE dan rebranding logo dan isi pesan KKB, dan tercapainya target 10 ribu implant,” papar Rudy. Kegiatan rebranding dimulai secara simbolik berupa penggantian stiker 30 mobil unit penerangan (Mupen) KKB sebelum keberangkatan di Gedung Sate. Mupen yang selama ini berada di kabupaten dan kota di Jawa Barat berkumpul untuk sama-sama melepas pesan “Dua Anak Lebih Baik” menjadi “Dua Anak Cukup” sebagaimana tagline baru program KKB di Indonesia.

Perhelatan Seni Tradisional

Pemasangan Implant “Road show melintasi delapan kabupaten di Jawa Barat. Setelah dilepas Wakil Gubernur Jawa Barat di halaman Gedung Sate pada 23 September 2013, iring-iringan rombongan bertolak menuju Kabupaten Kuningan. Selanjutnya selama tujuh hari akan road show melintasi Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cianjur, dan berakhir di Kabupaten Bogor. Dalam kurun waktu tersebut kami menargetkan mampu

24

Pekan Gebyar Jabar Tengah lebih dari sekadar penggarapan program KKB. Lebih dari itu, kegiatan tahunan ini juga sarat akan nilai-nilai budaya Jawa Barat. Hampir di setiap lokasi disuguhkan kesenian tradisional. Di Kabupaten Kuningan, kegiatan dibuka dengan penampilan calung persembahan aparatur Desa Cibingbin. Dalam balutan kostum nuansa merah menyala, para pemain yang seluruhnya lakilaki ini tampak piawai menggunakan alat musik dari bambu. Di Sumedang, penyambutan dan pelepasan tim berjalan menghadirkan seni umbul. Seni khas Sumedang ini menampilkan sejumlah perempuan berusia senja dalam balutan kebaya dan kain setengah betis. Mereka membawa boboko alias bakul yang biasa digunakan untuk menaruh besar atau padi. Uniknya, semua perempuan tampil eksentrik memakai kaca mata hitam. Mereka berbaris secara teratur dalam iringan gamelan sederhana dan terompet.

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013


warta khusus jabar Malam harinya, rombongan mendapat suguhan jaipongan dari penari cilik. Gerak lincah dan lentik jemari penari cilik berpadu dalam gerakan teratur dan lengak-lengok si kecil. Unjuk gigi pewaris kebudayaan Sunda berlanjut keesokan harinya, tidak lama setelah penampilan seni umbul tadi. Kali ini empat penarik cilik perempuan tampil bersama penarik cilik laki-laki. Saat memberikan sambutan, Wakil Bupati Sumedang Ade Irawan pun mengawalinya dengan bahasa Sunda. Semua seolah mengukuhkan Sumedang sebagai pusat kebudayaan atau puseur budaya Sunda. Pertunjukkan seni tradisional berlanjut di Desa Citaman, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. Samasama menampilkan seniman perempuan berusia senja, kali ini membawa dog-dog, semacam kendang dengan salah satu ujungnya dibiarkan terbuka tanpa kulit kambing lazimnya kendang. Berbeda dengan umbul yang cenderung pasif, reog penuh dengan dialog sarat pesan moral. Sesekali dialog tersebut diselipi banyolan berupa pantun dan pupuh. Pentas budaya bergeser ke arah kontemporer di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Setibanya di Desa Situwangi, Kecamatan Cihampelas pada Kamis sore, 26 September 2013, rombongan mendapat sambutan akustik berisi lirik pesan-pesan KKB dari kelompok Aerobatik yang digagas Pusat Informasi Konseling Remaja Sinatria. Masyarakat yang ikut memeriahkan acara tersebut diajak meneriakkan yelyel tentang program KKB, khususnya pendewasaan usia perkawinan. Tak berlebihan bila kemudian Pekan Gebyar Jabar Tengah juga menjadi semacam pesta budaya Sunda.(NJP)

Pojok si Cepot

Ada Pojok si Cepot di Lima Kabupaten

R

upanya Pekan Gerakan Membangun Masyarakat (Gebyar) Jabar Tengah tak hanya dimeriahkan road show mobil unit penerangan (Mupen) program kependudukan dan keluarga berencana (KKB). Ada si Cepot ikut ambil bagian dalam kegiatan tahunan yang digagas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat tersebut. Tokoh wayang golek paling beken ini nongol di lima titik di yang dilintasi tim road show. Apakah di si Cepot ikut naik mupen? Tentu saja tidak. Si muka merah menyapa masyarakat di Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Cianjur. Di setiap daerah, lakon si Cepot yang dimainkan dalang Umar darusman Sunandar dari Pujaran Giri Harja 3 ini berbincang tentang tentang topiktopik aktual yang relevan dengan karakteristik wilayah bersangkutan. “Kami ikut ambil bagian dalam kegiatan Pekan Gebyar Jabar Tengah ini dengan cara menyosialisasikan pesan-pesan program KKB melalui media tradsional wayang golek Pojok si Cepot. Si Cepot sengaja kami pilih karena tokoh tersebut memiliki karakter kocak sehingga tidak

akan membosankan bagi mereka yang menonton,� terang Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Kependudukan dan Keluarga Berencana (BP3APKKB) Jawa Barat Nenny Kencanawaty. Bersamaan dengan pergelaran Pojok si Cepot, terang Nenny, timnya juga menyebarkan media komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) berupa leaflet, booklet, poster, dan lain-lain. Dengan begitu, selain mendapat tontotan menarik, penonton juga bisa mendapat informasi lebih lengkap melalui lembar informasi tersebut. Lebih dari itu, bahanbahan informasi tadi bisa dibawa pulang sehingga bisa dibaca setiap saat. Nenny juga menjelaskan, pihaknya berpartisipasi aktif selama rangkaian kegiatan Pekan Gebyar Jabar Tengah berlangsung. Tim BP3APKKB Jabar juga bergabung ke dalam tim statis maupun tim mobile. Tim mobile BP3APKKB berupa satu unit kendaraan multi purpose vehicle (MPV) yang dibranding secara khusus menjadi bagian dari 30 Mupen KKB BKKBN, mobil unit pelayanan BKKBN, mobil promosi kesehatan Kementerian Kesehatan, mobil perpustakaan keliling, mobil Samsat keliling, dan lain-lain.(NJP)

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013

25


warta khusus

Mendekatkan Pelayanan Hingga ke Desa

P

ekan Gebyar Jabar Tengah baru berlangsung setengah satu hari ketika Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cibingbin harus sudah mengajukan penambahan implant kepada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat. Maklum, dari target melayani 100 peserta KB, pukul 11.00 siang tinggal menyisakan 10 buah implant. Sementara calon peserta KB masih membludak.

“Sambutannya luar biasa. Hari pertama saja target sudah tercapai. Padahal pelayanan masih tersisa empat hari lagi. Kami optimistis target 1.250 untuk Kabupaten Kuningan akan tercapai. Dengan demikian target 10 ribu selama Pekan Gebyar Jabar Tengah di delapan kabupaten akan

“barikade” para ibu yang ingin menjarangkan kelahirannya. Panitia mencatat dari 1.250 target peserta baru implant, sampai hari kedua pelayanan sudah menyentuh angka 1.300 peserta baru. Hal serupa tampak di Desa Citaman, Kecamatan Nagreg,

Ya, pemandangan di Puseksmas Cibingbin menjadi salah satu contoh tingginya antusiasme warga menyambut pelayanan KB. Sedikitnya 100 perempuan dengan sabar menunggu pelayanan dimulai. Mereka tampak sumringah ketika namanya dipanggil untuk mendapatkan pelayanan. Yang menarik, sebagian dari mereka ternyata baru memiliki satu anak. Mereka mengaku memilih ber-KB karena ingin memberikan lebih lama kepada buah hatinya. “Anak saya sebenarnya sudah 5,5 tahun. Namun, saya tidak ingin buru-buru punya anak agar anak saya yang pertama ini bisa diperhatikan dulu. Sekarang membesarkan anak membutuhkan biaya yang tidak sedikit, karena itu belum berani menambah anak lagi,” kata seorang ibu muda saat ditemui sebelum menjalani pemasangan implant di Puskesmas Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Selasa siang, 24 September 2013. Seorang ibu lainnya mengaku menggunakan kontrasepsi implant untuk menghindari keterlambatan jadwal suntik selama ini. Keinginannya itu disampaikan kepada Kepala Perwakilan BKKBN Siti Fathonah yang menemuinya saat menjalani pemasangan implant. Dia mengaku beruntung karena bisa menikmati pelayanan gratis plus mendapat hadiah sembako.

26

Antusiasme Peserta KB

tercapai,” terang Rahmat Mulkan, Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Jabar, saat meninjau pelayanam di Puskesmas Cibingbin. Tingginya antuasiasme warga juga tampak di setiap desa sasaran sekaligus tuan rumah Pekan Gebyar Jabar Tengah. Bahkan, di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Sukawening, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang calon peserta KB harus berdesakan saking membludaknya peserta. Wakil Bupati Sumedang Ade Irawan yang meninjau pelayanan di sana harus susah payah menembus

Kabupaten Bandung dan Desa Situwangi, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat pada Kamis siang 26 September 2013. Nagreg melaporkan target sudah terpenuhi pada hari ketiga pelayanan. Pun dengan Cihampelas yang sudah mencapai 1.452 peserta baru hingga Jumat pagi, 27 September 2013. Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) KBB Wahyu Diguna yang memimpin langsung pelayanan selama sepekan di Cihampelas tersebut mengaku siap meneruskan trend positif pencapaian peserta baru metode kontrasepsi jangka panjang tersebut.

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013


warta jabar “Selain implant, kami juga melayani MOP dan MOW. Khusus pelayanan MOW kami bekerja sama dengan Rumah Sakit Salamun. Sementara MOP dilakukan di Cihampelas ini. Alhamdulillah berhasil melayani 114 MOW dan 52 MOP. Ini surprise karena biasanya kami kesulitan mencari akseptor MOP,” kata Wahyu puas. Menanggapi tingginya antusiasme warga tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Siti Fathonah mengaku sudah menduganya. Hal ini tidak lepas dari laporan hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 yang menunjukkan tinnginya angka unmet need Jawa Barat, mencapai 11 persen dari total pasangan usia subur (PUS) sebanyak 9,1 juta pasangan. “Bagi saya, ini bukan soal target lagi. Melainkan banyaknya masyarakat kita yang tidak bisa mengakses pelayanan KB. Memang sulit kalau menunggu mereka datang ke klinik atau Puskesmas. Bukan tidak sadar, tapi semua itu membutuhkan biaya. Jadi, kalau kita mendatangi mereka dan tidak dipungut bayaran mereka sangat senang,” kata Fathonah. Mendekatkan akses pelayanan hingga ke desa, sambung Fathonah, merupakan kata kunci pelayanan KB ke depan. Dekat dari sisi tempat maupun biaya. Selama ini pelayanan statis sering terkendala jadwal pelayanan. Ketika Puskesmas buka hingga siang hari, sebagian perempuan desa masih harus berkutat di sawah atau ladang. Dengan begitu, mereka tidak bisa datang ke tempat pelayanan. Belum lagi fasilitas tempat pelayanan yang belum sepenuhnya optimal. “Dekat juga berarti terjangkau. Ketika alat kontrasepsi gratis, maka jarak yang dekat menjadikan biaya yang harus dikeluarkan masyarakat juga kecil. Ini sama-sama penting,” kata Fathonah.(NJP)

Pendataan Calon Peserta KB

Genjot MOP, Dorong PUP

L

ilis Nurcahyawati hanya bisa pasrah ketika mendapati kenyataan sebagian perempuan di desanya memutuskan menikah ketika keluar sekolah menengah pertama (SMP). Sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, Lilis mengaku terpanggil untuk terus mengajak warganya menunda perkawinan saat anak-anak masih belia. Namun apa mau dikata, kuasa orang tua jauh lebih besar dari program pemerintah. “Sebenarnya anakanaknya sendiri belum mau menikah. Orang tualah yang memaksa anakanaknya menikah muda. Bayangkan, baru keluar SMP dinikahkan dengan anak-anak lain yang usia sekitar SMA. Beberapa anak meminta kepada saya untuk membantu memberikan pengertian kepada orang tuanya agar dia bisa meneruskan sekolah. Saya ikut berusaha meyakinkan. Tapi kalau orang tua sudah menolak, mau bagaimana lagi?” kata Lilis yang juga guru salah satu sekolah dasar (SD) di Desa Situwangi ini. Lilis bercerita, kenyataan miris tersebut tidak lepas dari sejumlah lulusan perguruan tinggi di desanya yang kebetulan bekerja. Sejumlah orang tua perempuan berdalih pendidikan tinggi tidak menjamin keberhasilan atau kesejahteraan di kemudian hari. Padahal,

biaya pendidikan terus meroket dari tahun ke tahun. “Bagi sebagian orang, sekolah itu berarti membuang uang. Makanya banyak orang tua yang memilih memberikan modal usaha daripada menyekolahkan anaknya. Selain menyiapkan mas kawin untuk anaknya, orang tua juga memodali usaha anaknya. Itulah kebiasaan di sini,” sesal Lilis. Mendapati kenyataan tersebut, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMDPKB) Kabupaten Majalengka Rieswan Graha mengaku akan terus berupaya menggelorakan program kependudkan dan keluarga berencana (KKB). Pemilihan Desa Sangiang yang terletak di perbukitan dan jauh dari sarana transportasi massal sebagai tuan rumah Pekan Gebyar Jabar Tengah pun tidak lepas dari pertimbangan itu. Harapannya, komunikasi informasi dan edukasi (KIE) yang dilakukan secara intensif selama sepakan mampu membuka mata masyarakat akan pentingnya program KKB, pendewasaan usia perkawinan (PUP). “Bidikan kami adalah PUP dan KB pria. Partisipasi pria dalam ber-KB di Majalengka masih sangat rendah, kurang dari 1 persen. Ini pekerjaan rumah kami untuk menggenjotnya. KB bukan hanya tanggung jawab perempuan, melainkan juga laki-laki,” kata Rieswan. (NJP)

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013

27


28

NOMOR 14 TAHUN IV EDISI KHUSUS HARI KONTRASEPSI DUNIA 2013


Warta Kencana Edisi #14 2013