Issuu on Google+

HARGA ECERAN Rp. 3.000

JUMAT 4 DESEMBER 2009 | Nomor 0695

IRT Tewas di Ranjang Diduga Dihabisi Orang Dekatnya

NY DEETJTE, ibunda Pinkan Mambo, marah ketika mendengar putrinya menikah dengan seorang DJ (disk jockey) dan beda keyakinan. Tidak hanya itu, sang ibu juga melihat ada beberapa perubahan Pinkan. Mulai pemecatan sang manajer, Pangky, hingga masalah

Keluarga yakin Pelakunya Suami Korban LUWUK-Peristiwa tragis kembali terjadi di Kota air Luwuk. Kamis sekitar pukul 06.00 wita dinihari, kemarin, seorang ibu rumah tangga (IRT), Nurhayati Musa (30) ditemukan tergeletak di atas ranjang dengan posisi tengkurap dalam keadaan tak bernyawa. Peristiwa itu sontak mengundang perhatian amsya rakat. Rumah korban yang tercatat sebagai warga kilo meter dua kompleks Bintaro, Kelurahan Bungin, tepat nya di belakang Depot Pertamina Luwuk, itu langsung disesaki warga yang ingin menyaksikan kejadian tragis tersebut. Sekitar pukul 7 pagi kemarin, personil dari kepolisian

BACA : TEWAS ......Hal 15

BACA : SELEB ......Hal 15 (M JAKWAN/TANGERANG EKSPRES)

Ditargetkan Beres 2013 JAKARTA-Pemerintah terus membenahi Sistem Informasi Administrasi Kependudu kan (SIAK). Menteri Dalam Negeri (Men dagri) Gamawan Fauzi menargetkan KTP elektronik serentak digunakan pada 2013. Untuk mewujudkannya, Nomor Induk Kependudukan (NIK) nasional akan diba gikan pada Desember 2011. “Target kami, penomoran selesai pada 2011,” kata Gamawan Fauzi di Jakarta kemarin. Pembagian NIK tersebut merupakan tahap awal pengadaan KTP elektronik. Nomor tersebut adalah nomor yang digunakan secara nasional. Dengan adanya NIK nasio nal itu, diharapkan tak ada lagi NIK ganda dan NIK aspal alias asli tapi palsu. Dirjen Administrasi Kependudukan Irman mengatakan, penggunaan NIK secara nasio nal itu demi keamanan negara dan perbaikan kualitas demokrasi di Indonesia. Sebab, be cermin pada pilpres dan pemilu legislatif lalu,

BACA : KTP ......Hal 15

TIBA DI TANAH AIR: Jamaah haji Indonesia tiba di bandara Soekarno-Hatta Tangerang Banten, seorang jamaah bersujud syukur karena telah tiba dengan selamat.

Ada 18 kloter yang diberang katkan ke tanah air kemarin sam pai tadi malam. Masing-masing ke Surabaya (3), Jakarta (5), Solo (3), Ujungpandang, Padang, Palembang, Batam, Banjarmasin, Medan, dan Banda Aceh. Jmaah yang dipulangkan ke Debarkasi Surabaya dijadwalkan tiba hari ini (4/12). Yaitu, kloter 6 pukul

BACA : SIDANG NASRUDIN ......Hal 15

BACA : TAS JAMAAH ......Hal 15

BACA : DUA AKTIVIS ......Hal 15

Buru Anggodo, KPK Periksa Edy Soemarsono JAKARTA-Langkah Komisi Pemberan tasan Korupsi (KPK) menyelidiki sepak terjang Anggodo Widjojo, adik buron KPK

BACA : ANGGODO ......Hal 15

4 Eksekutor Dituntut Seumur Hidup TANGERANG -Empat eksekutor Nasrudin Zulkarnaen, direktur PT Rajawali Putra Banjaran, kembali dituntut hukuman penjara seumur hidup. Tuntutan itu serupa dengan yang diajukan jaksa kepada terdakwa lainnya, Daniel Daen Sabon, Senin lalu (30/11). Jaksa memandang keempat terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah merencanakan pembunuhan Nasrudin. Para terdakwa itu adalah Fransiskus Tadon Kerans alias Amsi, Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo, Hendrikus Kia Walen alias Hendrik, dan Heri Santosa alias Bagol. Dalam agenda pembacaan tuntutan dengan terdakwa Fransiskus dan Eduardus, jaksa membacakan tuntutan setebal 99 halaman. Tuntutan serupa juga dibacakan kepada terdakwa Hendrikus dan Hari dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Ismail secara terpisah. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fauzan menjelaskan, hal yang memberatkan terdakwa adalah perbuatan dilaksanakan secara berencana sehingga menimbulkan satu kor ban. Selain itu, perbuatan terdakwa telah menimbulkan penderitaan lahir dan batin

16.40, kloter 4 pukul 17.15, dan kloter 7 pukul 19.10. Hampir seluruh tas tentengan jamaah telah beranak. Ketika tiba di Tanah Suci, jamaah hanya membawa satu tas tentengan. Ketika pulang kemarin, banyak yang membawa dua tas. Hampir

JAKARTA-Jajaran kepolisian bergerak cepat. Tim penyidik Polda Metro Jaya kemarin menetapkan Koordinator Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) Mustar Bonaventura dan rekannya, Ferdi Semaun, sebagai tersangka terkait laporan tim sukses Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas tudingan menerima dana talangan Bank Century. Direktur Reserse Kriminal (reskrim) Polda Metro Jaya Kombespol Boy Rafli Amar mengatakan, mereka akan dimintai keterangan mulai pekan depan. “Keduanya diperiksa sebagai tersangka,” kata Boy di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, kemarin.

Tas Jamaah Beranak, Tak Bisa Terangkut Pesawat JEDDAH-Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari kedua pemu langan jaaah haji Indonesia ke marin diwarnai banyaknya barang bawaan yang ditolak naik pesawat. Barang-barang terse but terpaksa ditinggal di Ban dara King Abdul Aziz Jeddah. Padahal, sebagian barang pen ting.

Dua Aktivis Bendera Resmi Tersangka

[FOTO: RAKA DENNY/JAWAPOS]

GALANG DUKUNGAN: Tim sembilan bertemu dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie berkaitan dengan angket Century, di Jakarta, kemarin.

PDIP dan Golkar Berebut Ketua Pansus

KPK Tolak Draf RPP Penyadapan

Demokrat Tak Soal Ikut Blok Beringin JAKARTA-Formasi 30 anggota pansus angket Century akan ditetapkan hari ini. Aroma persaingan untuk merebut ketua pansus mulai muncul. Tiga fraksi besar, yakni PDIP, Golkar, dan Demokrat, bakal saling jegal untuk me ngambil posisi nakhoda pansus yang akan mengusut bailout Rp 6,7 triliun itu. Fraksi PDIP yang merupakan penggagas

JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersikap tegas terkait pembahasan Rancangan Pera turan Pemerintah (RPP) tentang Intersepsi (penya dapan) yang digagas Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo). Lembaga antikorupsi itu menolak sejumlah pasal yang mengerdilkan kewe nangan dalam proses penyadapan. Kepala Biro Hukum KPK Khaidir Ramli mengatakan, pasal-pasal dalam RPP itu membikin langkah KPK dalam penyelidikan kasus korupsi tak gesit. Apabila pasal itu nekat dimasukkan dalam RPP, dikhawatirkan

BACA : PDIP ......Hal 15

BACA : KPK ......Hal 15

Mas Achmad Santosa dan Waluyo, 2 Bulan jadi Pimpinan KPK

17 Kali Gelar Perkara, Bukukan True Story BIBIT Samad Rianto dan Chandra M Hamzah akan balik ke markasnya untuk kembali aktif sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah kasus hukumnya dihentikan. Konsekuensinya, dua pelaksana tugas (plt) pimpinan KPK, Mas Achmad Santosa dan Waluyo, bakal diberhentikan dengan hormat. Soetomo Samsu

BILA dalam satu dua hari ini Kep res pemberhentian keduanya terbit, maka hanya dua bulan keduanya berkiprah di gedung yang terletak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta itu. Ditemui koran ini di ruang VIP

Gedung Balai Kartini, Jakarta, kemarin (2/12), Mas Achmad dan Waluyo bercerita tentang apa yang sudah dilakukan dan apa rencana berikutnya. “Saya masuk ketika KPK dalam keadaan yang tidak terlalu normal,” ujar Mas Acmad Santosa, yang biasa dipanggil Pak Ota. Maklum, ketika dilantik 6 Oktober 2009, sa rang ‘cicak’ dalam kondisi mempri hatinkan. Ota masuk tatkala lem baga pemberantasan korupsi itu dirundung tekanan, Chandra dan Bibit sempat masuk tahanan. Kon disi yang demikian membuat Ota yang didaulat menjadi wakil ketua KPK bidang penindakan, tergang gu konsentrasi kerjanya. Serangkai an acara yang terkait perkara yang

menghebohkan itu menguras ener gi dan pikiran. “Konsentrasi saya terpecah. Ada MK yang harus kita hadapi, ada pemanggilan sejumlah staf. Ada Komisi III yang harus kita hadapi. Ada Tim 8 yang harus kita hadapi. Termasuk berbagai komponen masyarakat yang memberikan duku ngan yang harus kita hadapi. Itu punya pengaruh,” ujar pria yang terakhir tercatat sebagai Penasehat Pembaharuan Hukum untuk United Nations Development Program (UNDP) di Indonesia itu. Menurutnya, beban berat itu bisa dilampaui karena pengaruh kepemimpinan Tumpak

BACA : 17 KALI ......Hal 15

BERKESAN: Dua Plt Wakil Ketua KPK Mas Achmad Santosa (kiri) dan Waluyo di ruang VIP Balai Kartini, Jakarta, kemarin (2/12).

Toilet S ek aligus Pot TEKNOLOGI toilet menjadi penting di tengah munculnya berbagai persoalan sanitasi dan lingkungan. Rigel Technology menampilkan prototipe toilet khusus dalam World Toilet Summit di Singapura, Rabu (2/12). Toilet buatan perusahaan Singapura itu bisa mengubah kotoran padat manusia menjadi pupuk. Toilet buatan Rigel Techonology dilengkapi pot dan tanaman di bagian bawahnya sehingga cocok untuk warga di pedesaan. Selesai buang hajat, kotoran ditampung dan mengalami proses transformasi. Meski ada kesamaan, toilet itu lebih ‘’beradab’’ ketimbang buang kotoran langsung di kebun. (AP) Email : Redaksi@Luwukpost.Info

CMYK

Butuh Restu Mama

Info Berlangganan Koran dan Iklan : (0461) 325447 Faksmili : (0461) 32507

CMYK

Pinkan Mambo


TOMINI RAYA

Luwuk Post

2

JUMAT 4 DESEMBER 2009

http://luwukpost.info

Warga Adukan Trans Bualemo ke legislator BUALEMO – Infrastruktur jalan Trans Bualemo sungguh sangat memprihatinkan. Teruta ma yang menghubungkan 3 kecamatan yakni Luwuk Timur, Pagimana, dan Bualemo, tepat nya sejak Desa Lenye Salodik melalui Desa Siuna hingga memasuki wilayah perbatasan Desa Tikupon. Kondisi yang sangat mempri hatinkan tersebut, diduga diaki batkan volume kendaraan ber muatan berat yang lalu-lalang melalui jalan beraspal ‘kacang papan’ tersebut. Sayangnya di nas terkait terkesan setengah hati melakukan perbaikan jalan. Dari tahun ke tahun, program rehabilitasi jalan menggunakan sistim tambal sulam. Padahal cara tersebut tidak akan dapat menyelesaikan masalah. Selain itu sistim tambal sulam hanya akan memboroskan anggaran pemerintah. Sejumlah warga di sekitar jalan yang amburadul tersebut, belum lama ini mengadukan kondisi jalan Trans Bualemo kepada sejumlah anggota DP RD Bangkep yang melaku kan reses di kecamatan setempat. “Mudah-mudahan jalan terse but dapat diperjuangkan para legislator yang berasal dari dae rah pemilihan 3 sehingga dapat dilakukan perbaikan segera, paling lambat menggunakan anggaran tahun 2010,” ungkap beberapa anggota BPD yang ditemui usai reses, Selasa (1/12) kemarin. (ofy)

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Proyek Dak Diduga Bermasalah BPD Nain Lapor Ke DPRD

(foto dok Luwuk Post)

Rusak Parah : Infrastruktur jalan Trans Bualemo sungguh sangat memprihatinkan. Terutama yang menghubungkan 3 kecamatan yakni Luwuk Timur, Pagimana, dan Bualemo, tepatnya sejak Desa Lenye Salodik melalui Desa Siuna hingga memasuki wilayah perbatasan Desa Tikupon.Kondisi yang sangat memprihatinkan

Mebeler SD Satu Atap Mulai Didatangkan BUALEMO – Perlahan tapi pasti, kisruh soal pembangunan sarana pendidikan SMP Satu Atap di Desa Salipi, mulai dibenahi. Sebelum nya, sejumlah fasilitas pendidikan seperti mebe ler tamu dan komputer belum juga tersedia. Padahal dana untuk pengadaan fasilitas terse but telah dicairkan seluruhnya. Batas akhir pe kerjaan tersebut sekitar 1 tahun yang lalu. Antara pihak sekolah dengan kontraktor juga sempat terjadi aksi saling lempar tanggungjawab.Kepala SDN Salipi beberapa waktu lalu

SPESIALIS ALA T VIT AL D ARI SUKAB UMI ALAT VITAL DARI SUKABUMI Langsung ditangani Biang Kejantanan Terbesar Terpercaya Bikin Pria Perkasa. Ditangani Langsung Cucunya Hj. Mak Erot SPESIALIS TERAPI ALAT VITAL PALING SPEKTAKULER LANGSUNG BESAR & PANJANG DI TEMPAT TIDAK MENGGUNAKAN SUNTIK/SILIKON DIJAMIN TANPA EFEK SAMPING BEBAS PANTANGAN UNTUK SEMUA USIA, RAS DAN AGAMA (BERGARANSI). Anda punya keluhan seputar alat vital? Loyo, kecil dan kurang perkasa? Atau anda sudah bosan berobat kemana-mana belum mendapatkan hasil juga? Disini jawabannya?

mengatakan, secara berangsur mebeler mulai didatangkan. “Kursi tamu dan lain sebagainya belum lama ini telah dating,” katanya. Ia ber harap mebeler sesuai RAB yang belum tiba di sekolah, segera diurus oleh pihak kontraktor. “Dana yang digosipkan telah dihabiskan pihak sekolah di Palu, hal itu tidak benar. Sebab dana dimaksud telah dipakai membayar konsul tan di sana,” ungkap Ajari, Bendahara SDN Salipi. (ofy)

Sehubungan dengan berkurangnya debit air di PLTM Hanga-hanga dan PLTM milik PT. Bumi Nata Cita Banggai, dan gangguan mesin Deutz di PLTD Luwuk, maka dengan ini kami beritahukan bahwa akan diadakan pemadaman bergilir dengan pola pemadaman 1:1 (1 hari nyala 1 hari padam). Adapun jadwal pemadaman tanggal 01 s/d 06 Desember 2009, sebagai berikut :

NO.

HARI / TANGGAL

1.

Kamis, 03 / 12 / 2009 Jam 17.00 - 23.00

2.

Jumat, 04/ 12 / 2009 Jam 17.00 - 23.00

Disini jadi ajang pembuktian bagi yang kurang percaya, setengah percaya, yang masih ragu-ragu, yang mau coba-coba dan gagal berobat di tempat lain. Bukan sekedar janji-janji belaka tapi berdasarkan fakta dengan penanganan secara profesional paling aman. Cukup 1 kali berobat kemampuannya luar biasa !!! Dijamin JOSS !!! -

-

Langsung terbukti di tempat, menjadikan alat vital kuat, keras dan tahan lama. Sanggup melakukan hubungan secara berulang-ulang tanpa obat/doping. Mengobati lemah syahwat, impotensi, kencing manis (diabe tes), mengatasi disfungsi ereksi, loyo, kurang gairah, kembali perkasa. Silahkan memilih ukuran : panjang 15 cm diameter 3 cm, panjang 17 cm diameter 4 cm, panjang 20 cm diameter 5 cm. cukup 1 kali berobat keampuhannya luar biasa !!! Dan juga menangani masalah rumah tangga, ingin cepat dapat jodoh, penglarisan. Segala jenis usaha dagang. Raja pelet/pengasihan Banten Selatan : Aji Semar Mesem, Jala Sutera, Pelet Pemikat Sukma, Pelet Sihurung Pendung, dan pasang segala susuk: Susuk Banyu-banyu, susuk Emas, susuk Cahaya Rembulan, dll. PRAKTEK MENETAP : AP AN B AR U-L UWUK PENGINAP APAN BAR ARU-L U-LUWUK PENGIN SULWESI TENGAH JL. AHMAD YANI DEPAN POS POLISI

HP. 0812 4533 5471 / 0857 5677 9995

TIKET PESAWAT MURAH Cek harga, Booking, Issued Tiket klik di :

www.bisnis-tiketpesawat.com/ ?id=dira8379 Cari Sendiri Harga Yang Termurah Yang Anda Mau Dan DAPATKAN KOMISINYA

SEGERA GABUNG DENGAN KAMI

JASA BANGUNAN BONUS HANYA DIAN INI, trima cepat gbr: rumah, ruko, toko, kantor. Desain minimalis sbb: gbr bangunan+RAB+3D+RVISI+contoh gbr+konsultasi=500 RB. Ada diskon khusus s/d 50 %. Hub. 0438734851

Parfum Harga Spesial JUAL: Parfum Orginal, Paris Hilton, Kenzo, Bulgari, Hugo Boss, Tommy Hilligen dll. Hub Ibu Emi. Jl. Sulawesi no. 17, HP 08525681161 / 081340802026

PAGIMANA –Pembangunan gedung SDN Nain yang diduga bermasalah, dilaporkan BPD setempat kepada anggota-anggota DPRD Bangkep yang menggelar reses di Kecamatan Pagimana, Rabu (2/12) kemarin. Pembangunan gedung sekolah tersebut, hingga kemarin belum selesai. Pengurus BPD yang didampingi Kepala Desa Nain mengungkapkan, proyek yang dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut telah terlambat dari batas waktu yang diberikan, sebagaimana tercantum dalam papan proyek.Anehnya, tenaga kerja sudah tidak dapat ditemukan di lokasi proyek.. Menanggapi permasalahan

tersebut, Ketua Tim Reses Dewan Saprin Luneto mengatakan, keluhan BPD Nain tersebut akan ditampung. Sedangkan pengurus BPD diminta segera membuat laporan tertulis yang ditujukan kepada pemerintah maupun DPRD Bangkep. KUPT Dikpora Kecamatan Pagimana Naser Latekeng SPd langsung menyampaikan klarifikasi di hadapan peserta reses. Naser membenarkan dari 23 unit sekolah yang dibiayai DAK di wilayah Kecamatan Pagimana, beberapa di antaranya lambat menyelesaikan pekerjaan. Di antaranya SDN Karya Bakti, SDN Tongkonunuk, SDN Bajo Poat, serta SDN Nain.. “Namun tidak perlu dikhawatirkan, karena pekerjaan tersebut kini dalam tahap penyelesaian. Ini merupakan tanggung jawab kami,” tegasnya. (anto)

Camat Pagimana Buka Reses DPRD PAGIMANA – Camat Pagi mana Marto S Djaafar SSos secara resmi membuka pe laksanaan reses para anggota DPRD Bangkep di daerahnya. Peresmian dilakukan di pela taran 12 Pebruari Pagimana. Reses di Pagimana diikuti 11 anggota DPRD Bangkep yang berasal dari daerah pemilihan 3 meliputi Pagimana, Bunta, Nuhon, dan Bualemo. Dalam acara pembukaan, hadir ke-11 legislator, Dinas Bina Marga dan Pengairan, Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta

Dinas Pertanian beserta 42 kepala desa se Kecamatan Pagimana, termasuk BPD dan tokoh masyarakat. Ketua Tim Reses H. Saprin Luneto menyampaikan, sela ma reses anggota-anggota DPRD Bangkep akan me nampung aspirasi masyarakat berkait usulan prioritas pembangunan di tiap desa. “Insya Allah semua usulan tersebut dapat direalisasikan tahun depan,” katanya.Dalam sesi tanya jawab, kepalakepala desa maupun anggota BPD serta tokoh masyarakat

ramai-ramai mengusulkan pembangunan Puskesmas Induk di tiap kecamatan, penyediaan tenaga medis, pembangunan jalan ke kantong produksi, bantuan fakir miskin, rumah layak huni, roil, penambahan tenaga pe ngajar, tanggul penahan long sor maupun abrasi pantai.. Reses yang berlangsung di Kecamatan Pagimana, agak nya berbeda diban dingkan reses sebelumnya. Kemarin, sejum lah SKPD tidak diberi kesempa tan menjawab usulan yang dia jukan para peserta reses. (anto)

LOKASI PEMADAMAN Jl. A Yani, Jl. Yos Sudarso, Jl. Marthadinata, Jl. U. Sumoharjo, Jolek Pante, Jl. Jend. Sudirman, Psr Simpong, Jl. P. Banggai, Jl. MT Haryono, Jl. K. Dewantoro, Jl. Tg Branjangan, Jl. Kartini, Jl. Tanjung Santigi, Jl. Taman Siswa, Jl. S. Parman, Kec. Pagimana, Kec. Luwuk Timur, Kec. Masama, Kec. Lamala, Jl. Rajawali, Jl. Garuda, Jl. Lompobatang, Jl. S. Musi, Jl. S. Lariang, Jl. G. Colo, Jl. G. Merapi, Jl. D. Poso, Jl. Nyiur Atas & Bawah, Jl. P. Antasari, Psr Sentral, Jl. Datu Adam, Jl. Sutarjo, Jl. Wahid Hasyim, Jl. Ir. Soekarno, Jl. Adyaksa, Jl. S. Musi, Jl. S. Lariang, Jl. S. Lambangan, Jl. KH. Dahlan, Jl. T. Sauna, Jl. S. Bunta, Jl. Imam Bonjol, Jalur Dua, Kilongan, BTN Nusagriya, BTN Muspratama, Bumi Beringin, BTN Pepabri, Ds. Awu, Ds. Leoknyo, Ds. Biak & Ds. Bunga. Desa Tontouan, Jl. Tg Jepara, Jl. P. Nias, Jl. P. Masalembo, Jl. P. Sulawesi, Jl. P. seram, Jl. P. Kalimantan, Jl. P. Karimun, Jl. Listrik Negara, Jl. Ikan Tuna, Jl. LumbaLumba 2, Jl. Jend. Sudirman, Jl. Moh. Hatta, KM 5, BTN KM 5, komp. STM, KM 8, Ds. Bubung, Ds. Koyoan, Kec. Kintom s/d Kec. Batui, Jl. Samratulangi, Komp. Aspol, Jl. KH Dahlan, Jl. St. Hasanudin, Jl. Sutarjo, Komp. Pertokoan, Jl. C. Aminoto, Jl. Maleo & Jl. Datu Adam.

Jadwal ini sewaktu-waktu dapat berubah apa bila terjadi gangguan pembangkit.

Luwuk, 01 Desember 2009

Demikian pemberitahuan, mohon maaf atas terganggunya pelayanan kami dan terima kasih.

JASA BANGUNAN Dijual Tanah, seluas 427 M2, sudah ada pondasi. Almt:Jl. Jakarta Kel. Wurnialo, Komp.Perumahan Griya Seiban. Hub.(0435) 8717767, 085256488334. (0435) 827066 Dijual Tanah, seluas 427 M2, sudah ada pondasi. Almt:Jl. Jakarta Kel. Wurnialo, Komp.Perumahan Griya Seiban. Hub.(0435) 8717767, 085256488334. (0435) 827066

LOWONGAN KERJA

LOWONGAN KERJA

Dibutuhkan: (1) Recepcionist (wanita) (2) RoomBoy (pria) Syarat:Pendidikan Min SMU/ Sederajat Penampilan menarik. Alamat diantar Langsung ke: Crytal Green Hotel Jln. Gelatik No. 234 Tlp. 831546 / 8773939

Dibutuhkan: (1) Recepcionist (wanita) (2) RoomBoy (pria) Syarat:Pendidikan Min SMU/ Sederajat Penampilan menarik. Alamat diantar Langsung ke: Crytal Green Hotel Jln. Gelatik No. 234 Tlp. 831546 / 8773939

DIKONTRAKKAN Dikontrakkkan, Rumah makan, di Jl. Arif Rahman Hakim/ Tanggikiki. Hub. Tk. Kue larissa. 8734318/ 081356750108

DIKONTRAKKAN Dikontrakkkan, Rumah makan, di Jl. Arif Rahman Hakim/ Tanggikiki. Hub. Tk. Kue larissa. 8734318/ 081356750108

JASA BANGUNAN BONUS HANYA DIAN INI, trima cepat gbr: rumah, ruko, toko, kantor. Desain minimalis sbb: gbr bangunan+RAB+3D+RVISI+contoh gbr+konsultasi=500 RB. Ada diskon khusus s/d 50 %. Hub. 0438734851

Parfum Harga Spesial JUAL: Parfum Orginal, Paris Hilton, Kenzo, Bulgari, Hugo Boss, Tommy Hilligen dll. Hub Ibu Emi. Jl. Sulawesi no. 17, HP 08525681161 / 081340802026

KESEMPATAN TERBUKA DBS group arif yang memiliki jaringan downline yang terus berkembang, mencari lgi member baru (memiliki KTP/SIM, no. HP & No. rek) khusus di Gorontalo yang mau ikut patungan untuk membeli Hak Usaha duta business school (DBS). Tinggal pilih untuk 3 Hak. Usaha (500:600), lalu hub. kami lewat telepon atau SMS di 0852 4247 4780 (sdr. Arif)


HUKUM & KRIMINAL

Luwuk Post JUMAT 4 DESEMBER 2009

http://luwukpost.info

3

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Pengedar Obat THD Dibui Jaksa Tuntut 1 Tahun, PN Putus 1 tahun 3 Bulan LUWUK-Sidang putusan kasus penyalahgunaan dan pengedaran obat keras double L atau trihexyphenidy1 (THD) sediaan farmasi atau alat kesehatan, digelar di Pengadilan Negeri Luwuk, Kamis (03/12) kemarin. Kamarudin (25) alias Ugi, Warga Kelapa Dua Kecamatan Luwuk ini, tampaknya harus mendekam dibalik terali besi Lembaga Pemasarakatan Luwuk. Ugi hanya bisa terdiam setelah Majelis Hakim yang diketuai Nursyam SH M HUM, yang dibantu dua anggotannya, Ivan Budi Hartanto SH, dan Henu Sute Aditia SH, menjatuhkan hukuman 1 tahun 3 bulan penjara kepadanya. Hukuman itu dijatuhkan karena terdakwa terbukti telah me-

makai dan telah mengedarkan obat keras double L atau trihexyphenidy1 (THD). Putusan yang dijatuhkan majelis lebih tinggi 3 bulan dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Munarwi,SH yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan kurungan 1 tahun penjara. Hal ini didasarkan pada pertimbangan proses pemeriksaan saksi yang menuturkan bahwa terdakwa yang pada hari Sabtu 22 Agustus silam, telah dengan sengaja mengedarkan atau menjual sediaan farmasi atau alat kesehatan tanpa izin. Pengadaan obat tersebut diambil dari salah seorang yang berada di Kota Palu dengan harga Rp 200 ribu dan dijual kembali dengan harga bervariasi antara Rp 15 ribu dengan Rp 5 ribu rupiah per 3 butir. Dengan perbuatan itu, sebagaimana yang tercantum dalam pasal 41 ayat 1 sediaan farmasi dan alat kesehatan hanya dapat di edarkan setelah mendapt izin

edar, UU No. 23 Tahun 1992 tentang kesehatan. Majelis memutuskan menambah 3 bulan dari masa penahanan 1 tahun yang di tuntut oleh JPU. Adapun dalam perkara ini, barang bukti yang di temukan berupa, 63 butir obat keras double L atau trihexyphenidy1 (THD) serta uang kertas pecahan Rp 135 ribu yang disediakan ke meja persidangan. Sedangkan pelangaran yang di langar oleh terdakwa adalah pasal 81 ayat 1 (2) huruf c UU No. 23 Tahun 1992 tentang kesehatan. Dengan putusan tersebut, Hal-hal yang memberatkan terdakwa yaitu terdakwa telah mengunakan dan menyalahgunakan obat tersebut. Serta dengan perbuatan itu pun, akan dapat merusak masa depan generasi muda. Sedangkan halhal yang meringankan, terdakwa selalu bersikap sopan di persidangan dan sebelumnya terdakwa belum pernah di hukum. (tr-05)

Ratusan Miras Disita Polisi PALU-Ratusan botol minuman keras (Miras) berhasil, disita tim operasi penyakit masyarakat (Ops Pekat) dan cipta kondisi, dalam rangka menyambut Natal dan tahun Baru. Kasat Samapta Polres Palu, AKP ARS Mastura ditemui kemarin (3/12), mengatakan ratusan botol Miras tersebut, diamankan dari kioskios dan toko-toko yang tidak memiliki izin penjualan seperti yang diatur dalam Perda. Tercatat ada sekitar 140 botol Miras dari berbagai merek, yang berhasil diamankan selama Ops Pekat digelar, katanya. Menurut ARS Mastura, selain Miras, selama Ops Pekat da-

lam rangka menyambut Natal dan tahun baru mendatang yang digelar dari tanggal 19 November hingga pertengahan tahun 2009 mendatang, juga berhasil diamankan beberapa pasangan tidak resmi dari hotel dan penginapan. Pihaknya juga mengamankan beberapa warga yang tidak memiliki identitas resmi, untuk dilakukan pendataan juga dua senjata tajam berupa badik yang diamankan dari dua orang di Pantai Talise pekan lalu. Razia ini melibatkan semua fungsi dan satuan di Polres Palu dilibatkan, ujarnya. Ditanya sasaran Ops Pekat,

ARS Mastura enggan berkomentar banyak, karena menurutnya yang lebih berwenang menjelaskan sasaran Ops Pekat adalah Kapolres Palu. Yang pasti selama Ops Pekat dalam rangka Natal dan tahun baru, pihaknya berhasil mengamankan ratusan botol Miras dan beberapa pasangan tidak resmi serta dua buah sajam. âKalau lebih jelasnya sebaiknya hubungi pak Kapolres karena menjadi kewenangan beliau menjelaskan yang lebih mendalam. Nanti lebih jelasnya Tanya pak Kapolres karena bukan kewenangan saya menjelaskan, pungkasnya. (ron)

PNS Dibekuk Lagi Nyabu PALU-Dodi Setiawan, seorang anggota PNS di jajaran Pemda Parigi, terpaksa harus mendekam untuk sementara di Rutan Palu gara-gara sabusabu. Lelaki 30an tahun itu, harus menyandang status terdakwa setelah tertangkap tangan pada 15 Februari silam, di salah satu Desa di Parigi. Dia tertangkap sedang nyabu bersama rekannya, Ali Mufti yang diposisikan sama sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Palu. Kemarin (3/12), kasus keduanya diadukan ke persidangan oleh jaksa Ketut Suarbawa SH. Jaksa Ketut, menyampaikan kepada majelis hakim yang

dipimpin Made Pasek SH kalau Dodi dan Ali Mufti diduga terlibat memakai psikotropika jenis sabusabu. Tuduhan itu kata Ketut, diuraikan dalam pasal 60 ayat (5) KUHP Tentang Psikotropika. Yang menangkap keduanya kata Ketut, adalah Buser Polda Sulteng. Ditangkap di rumah kediaman Mufti, di Parigi. Saat itu keduanya tengah menikmati asap dari pembakaran serbuk haram itu. Barang buktinya kata Ketut, ada alat isap sabu (bong), ada serbuk sabu dan beberapa alat lainnya yang berkaitan sebagai alat pendukung untuk menikmati serbuk sabu. Sayang, selain

belum menunjukkan barang bukti yang disebutkan, jaksa pun belum menghadirkan saksi untuk kedua terdakwa. Ada yang dari kepolisian yakni unit buser yang menggerebek kedua terdakwa, serta saksi lainnya yakni kepala desa di Parigi yang turut menyaksikan penggerebekan kedua terdakwa. Hakim mengingatkan jaksa, agar selain menghadirkan barang bukti, juga segera menghadirkan saksi untuk kedua terdakwa.Nanti minggu depan bawakan barang buktinya,ujar Made sebelum menutup sidang. (mda)

TERSERET KASUS : Mantan Bupati Kabupaten Pandeglang, yang saat ini menjadi anggota DPR RI Komisi III Ahmad Dimyati Nata Kusuma, kemarin dikawal oleh pasukan Brimob Polda Banten usai menjali sidang perdananya di PN Pandeglang, Kamis (3/12). Dimyati tersandung kasus korupsi.

PN Tolak Eksepsi Martono dan Uji Dolo Penanguhan Tahanan Kedua Terdakwa Juga Ditolak LUWUK-Sidang lanjutan terdakwa Martono Suling dan Uji Doo’loo, Kamis (03/12) kemarin kembali digelar di Pengadilan Negeri Luwuk. Sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Nursyam, SH. MHum serta dibantu dua anggotannya, Puji H Suroso SH dan Rais Sakrani SH, dalam

persidangan ini, mengangendakan pembacaan berkas eksepsi oleh kuasa hukum dari kedua terdakwa, masing-masing Aris T Kahohon SH serta Bambang Jafar SH. Dalam pembacaan ekspesi tersebut, para kuasa hukum terdakwa meminta kepada Majelis hakim agar dapat menerima dan mengabulkan nota tangkisan (eksepsi) dari keseluruhan yang di ajukan. Mereka meminta kepada majelis agar kedua kliennya dibebaskan dari dakwaan JPU, memuliakan kembali harkat dan martabat mereka, serta membebaskan biaya perkara

kepada Negara. Selain itu kuasa hukum kedua terdakwa memohon agar Majelis memberikan putusan yang se adil-adilnya. Disamping itu, dalam kesempatan yang sama, dari Kuasa Hukum kedua terdakwa, juga mengajukan permohonan penanguhan penahanan kepada kedua terdakwa, namun hal ini kembali di tolak oleh Majelis Hakim. Alasannya masih sama seperti yang di putuskan pada sidangan dakwaaan sebelumnya Senin (30/12) silam. Bagi Majelis sendiri tetap akan menahan kedua terdakwa. Hal itu di-

lakukan karena demi menjalankan mekanisme hukum yang terkandung dalam pasal 2 tentang tindak pidana korupsi (tipikor). Akhirnya setelah mendengarkan bacaan berkas Eksepsi dari Kuasa Hukum kedua terdakwa, Majelis Hakim, menimbang bahwa putuasan Ekspesi ini akan di putuskan.Tetapi, nanti menunggu setelah akan dilaksanan sidang lanjutan perkara yaitu dalam agenda sidang tangapan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wawan Yunarwanto, SH dan Casspar, SH yang di jadwalkan Kamis (10/12) pekan depan. (tr-05)

LP-KP2H Sikapi Penyelidikan Kejari Terhadap Proyek Senilai Rp.1.934 Miliar LUWUK-Lembaga Pengawasan dan Penegakan Hak Asasi Manusia (LP-KP2H) Kabupaten Banggai, menyikapi rencana pihak Kejaksaan Negeri Luwuk, melakukan penyilidikan terhadap proyek pekjerjaan lapangan penumpukan, pintu gerbang dan rehabilitasi pagar BRC, Kantor Pelabuhan Luwuk. Ketua LP-KP2H Syarif mengatakan, proyek dikerjakan PT Ikan Segar Tunggal, Poso itu, tidak ada unsur korupsi. Namun, permasalahannya hanya keterlambatan penyelesaian proyek yang ditargetkan selesai

pada tanggal 20 September 2009. Alasan keterlambatan proyek itu kata dia, karena para pekerja (tukang) beberapa minggu tidak melakukan pekerjaan. Sebab, saat itu sudah memasuki bulan puasa dan menghadapi persiapan lebaran idul fitri. Selain itu, keterlambatan ini juga terjadi akibat factor cuaca. Meski demikian, proyek tersebut tetap dikerjakan dan terlihat pekerjaan itu sudah selesai dikerjakan tanggal 20 Oktober 2009 silam. LP-KP2H mempersilahkan kepada pihak kejaksaan untuk melakukan pemeriksaan terhadap Kepala kantror Pelabuhan Luwuk, Baharudin M Dahlan, SH karena hal tersebut adalah merupakan kewenangan pihak kejaksaan. Namun kata Syarif,

hingga saat ini kejaksaan belum mendapatkan bukti-bukti yang jelas. Menurut Syarif, apa yang dilakukan oleh kepala kantor pelabuhan Luwuk, secara fakta telah membuktikan dan berhasil memperindah pelabuhan Luwuk, seperti pembuatan pagar, pintu gerbang serta pembuatan beberapa fasilitas lainnya yang ada di pelabuhan Luwuk. “Termasuk rumah dinas,”kata dia, beberapa waktu lalu. Syarif mengungkapkan, dana yang digunakan untuk pekerjaan proyek pekjerjaan lapangan penumpukan, pintu gerbang dan rehabilitasi pagar BRC, Kantor pelabuhana Luwuk, adalah berasal dari anggaran pusat. Kata dia, kita melihat UU RI Nomor 32 dan 33 tahun 2004 tentang pemerintah Daerah dan

Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Kata dia, demikian pula halnya dengan paraturan administrasi. Dimana banyak penyimpangan-penyimpangan menurut peraturan yang tidak termasuk korupsi, dalam arti rumusan UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU PTPK), suatu delik korupsi yang menyangkut pengelolaan proyek pembangunan tidaklah mesti perbuatan itu bertentangan dengan hukum administrasi, dapat saja terjadi suatu perbuatan termasuk delik korupsi tetapi tidak melanggar ketentuan administrasi. Misalnya proses tender dilaksanakan dengan semestinya, berita acara kemajuan pekerjaan dibuat dengan sebenarnya. (ami)

Mantan Dirut PD Sulteng Dikeluarkan dari Rutan Hakim Kabulkan Permohonan Penangguhan Penahanan PALU - Mantan Direktur Perusahaan Daerah (PD) Sulteng, Wildan Abdul Malik bersama dua terdakwa lain kasus korupsi PD Sulteng, Nathan dan Thomas, setidaknya boleh kembali bernapas lega. Ketiganya dinyatakan dikeluarkan dari sel Rutan Palu. Hal itu ditetapkan majelis hakim dalam sidang lanjutan yang berlangsung kemarin (3/12) di Pengadilan Negeri (PN) Palu sebagai tangga-

pan atas permohonan penangguhan penahanan yang diajukan pengacara Wildan Cs. Majelis hakim yang dipimpin Harry Almusahadi SH didampingi Didiek SH dan Kukuh SH dalam pertimbangan putusan itu menyatakan bahwa, tidak ada alasan yang relevansi untuk tidak mengabulkan permohonan penangguhan itu. Alasannya, secara yuridis, penahanan ketiga terdakwa tidak relevan, jika pertimbangannya hanya karena kekhawatiran dari alasan utama ditetapkannya penahanan para terdakwa. Yakni agar tidak melakukan perbuatan yang sama atau bahkan melarikan diri ataupun menghilangkan barang bukti. Apalagi dalam permohonan penangguhan penahanan itu,

yang menjadi jaminannya adalah istri para terdakwa masingmasing. Kuasa hukum Wildan, Tajwin Ibrahim SH menyatakan sangat salut dan berterimakasih atas sikap hakim tersebut. Ini merupakan sebuah pandangan yang tepat. Sebenarnya sudah lama kami menunggu hal ini. Sudah tepat apa yang diputuskan hakim. Karena tidak relevansi lagi halhal yang ditakuti yang menjadi alasan para terdakwa masih ditahan, ujarnya. Tajwin sangat menjamin bahwa kliennya itu tidak bakal berbuat ulah terkait penangguhan itu. Kalau ketakutannya terdakwa akan mengulang lagi perbuatan itu, itu tidak mungkin. Apa yang mau dibuat Wildan.

Dia kan sudah dipecat dari PD Sulteng. Mau melarikan diri” Tidak mungkin. Selama ini saja klien kami cukup kooperatif selama persidangan, ujarnya. Pertimbangan lain majelis hakim, perjalanan persidangan kasus korupsi itu masih cukup panjang. Alasannya masih ada sejumlah saksi dari jaksa yang akan diperiksa dalam persidangan tersebut. Sedianya sidang kemarin memeriksa saksi-saksi lagi. Antara lain Kadis Kehutanan Donggala, Sofyan Daeng Malaba dan Direktur PD Sulteng, Zainal Abduh. Namun ditunda. Kedua saksi itu rencananya baru akan diperiksa pada sidang lanjutan yang akan digelar kembali pada 15 Desember mendatang. (mda)

Curi Dispenser, Demi Uang Sekolah PALU - Terdesak biaya sekolah, pelajar salah satu SMA di Kota ini nekat mencuri. Remaja

berinisial Ism itu, mencuri satu buah dispenser di sebuah ruko, di Jalan Trans Sulawesi. Keja-

diannya, 15 Oktober 2009 lalu. Sidang perdananya digelar kemarin (3/12), di Pengadilan Ne-

geri (PN) Palu. Sidang yang digelar tertutup itu, diperiksa majelis hakim yang dipimpin Kukuh SH. Jaksa I Gede Sukayasa SH yang ditemui usai sidang mengatakan, Ism didakwa pasal 363 ayat 1 ke 3 dan ke 5 KUHP, atas tuduhan mencuri barang milik orang lain bersama-sama dengan cara merusak. Mengapa sampai dijerat pasal bersama-sama, sebab, perbuatan pencurian itu dilakukan bersama kakaknya, Indra dan seorang tersangka lain, Asep. Namun untuk Indra dan Asep perkaranya baru dilimpahkan ke PN. Dia diperiksa terpisah dengan berkas kakaknya dan tersangka Asep. Dia mencuri karena dia lihat kakaknya mencuri di sana. Kakak-nya duluan ditangkap. Karena ditangkap makanya kakaknya bernyanyi ke penyidik bahwa adiknya (Ism) turut terlibat, terang Kasi Datun Kejari Palu. Dalam berkas dakwaan, kata Gede, Ism berhasil masuk ke ruko milik Abubakar itu dengan memanjat tembok rumah itu. (mda)


BABASAL

Luwuk Post

4

JUMAT 4 DESEMBER 2009

http://luwukpost.info

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Jalan Provinsi Makin Parah

PNPM MANDIRI KP

9 Kelompok Dapat Rumpon,4 Kelompok Dapat Kapal BATUI- Jika tidak ada aral. Pencairan Dana Ban tuan Langsung Masyarakat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Man diri Kelautan dan Pe rikanan akan dicair kan pada tanggal 7 Desember menda tang. Sejumlah nela yan kepada Luwuk Post ditemui usai rapat kelompok di rumah salah satu ketua kelompok, di Kecamatan Batui, mengatakan, pencairan dana ren cananya akan dilaksanakan 7 Desember nanti. Dimana tahap awal akan dicairkan sebesar 40 persen. Disebutkan, dari 13 kelompok sasaran PNPM Mandiri KP, 9 kelompok mendapatkan bantuan romping dan 4 kelompok mendapatkan bantuan kapal. Nilai bantuan rumpon sebesar Rp 33 juta. Se dangkan kapal lengkap dengan alat tangkap sebesar Rp. 58,400 Juta. Nelayan menilai bantuan kapal dengan mesin tempel 40 pk tidak efisien. Terutama antara biaya operasional dengan penghasilan. Ini yang kemudian menjadi alasan mengapa para nelayan banyak yang beralih mengusulkan bantuan rompong. Nelayan juga menyebutkan, kelompok–kelompok nelayan yang menerima manfaat program wajib mem buka rekening di bank BRI atas nama kelompok. Disebutkan, dari 13 kelompok, enam kelompok berada di desa Nonong dan 7 Kelompok di Desa Sinorang. Untuk kelompok di Desa Nonong terdiri dari Kelompok Sanubari, diketuai Udrik. Kelompok Tunas Harapan Mandiri diketuai Buburanda. Kelom pok pemburu diketuai Asgap Iwa. Kelompok Hoki Bahari diketuai Zainudin Aziz. Kelompok Cinta Ba hari, diketua Abdul Sahid. Sementara tujuh kelompok dri Desa Sinorang masing –masing Kelompok Lajur diketuai Asrin, Kelompok Kuda Laut diketui oleh Muhtar DG. Kelompok Kamindong diketuai oleh Rachmat. Kelompok Lumba-lumba diketuai Undi. Kelompok Candio diketuai Alin. Kelompok De’hu diketuai Djaum serta Kelompok Tangiri yang diketuai oleh Lun H Samsu. (arif)

Rehabilitasi Butuh Anggaran Rp 50,4 Miliar

[FOTO: DOK /LUWUK POST]

JALAN DESA: Disbimair terus memerbaiki jalan-jalan desa, seperti jalan Desa Lamo Kecamatan Batui. Proyek yang baru rampung ini dikerjakan secara swakelola.

Sungai Andala Dipastikan Terakomodir MASAMA— Persoalan banjir yang berap melanda Desa Mi nang Andala, Kecamatan Masa ma, tampaknya akan segera tera tasi, menyusul usulan norma lisa si sungai di desa itu yang dipas tikan akan segera terakomodir dalam APBD 2010 men datang. Ketua Komisi C DPRD Bang gai, yang juga berasal dari Dapil I, Sukri Djalumang, mengatakan, normalisasi sungai Andala,

sudah masuk dalam dokumen PPAS yang akan dilaksanakan dengan anggaran 2010 menda tang. Dengan begitu kata dia, program tersebut akan terlaksa na pada 2010 mendatang. “sudah masuk dalam PPAS, jadi sudah bisa dipastikan program ini lolos di APBD 2010,” terang Sukri.Hal senada dikatan Anggo ta DPRD Banggai dari Dapil I Lain nya, Hi,Muchtar Da ri, kata dia,

persoalan banjir di Desa Minang Andala, akan segera teratasi bila program normalisasi sungai anda la bisa dilaksanakan. “Saya mendapat informasi bah wa nomalisasi sungai andala su dah masuk di PPAS, jadi kita li hat saja nanti dan semga saja su dah masuk, sehingga warga An dala tidak lagi berhadapan de ngan masalah luapan banjir,” tu tur Muchtar.(far)

Kaliwaru Butuh Normalisasi MASAMA—Pemda Banggai tampaknya harus memberikan perhatian serius di wilayah Keca matan Masama, pasanya, di wila yah itu tidak saha sungai andala

yang membutuhkan nomalisasi, melainkan kondisi sungai waru juga butuh kajian. Pasalnya, sungai yang menja di pembatas desa antara Desa Cemerlang dan Desa Taugi itu, mengintai pemukiman warga. Bila tidak se gera dipasang tanggul, maka oprit jembatan Kaliwaru terancam putus terkikis banjir. Akibat kiki san banjir sejak beberapa

tahun silam, sebuah pos penjagaan yang dibangun ABRI Masuk Desa beberapa tahun silam sudah roboh dan jatuh e sungai. Bila tidak segera dipasa ngi tanggul, maka dalam waktu yang tidak terlalu lama dipasti kan pemukiman warga di Desa Cemerlang yang akan menerima ancaman baru. “Saya berharap ini bisa terako modir dalam APBD 2010 menda tang,” tutur Anggota DPRD Banggai, Muchtar Dari, kemarin. Ia mengaku sudah menyampai kan masalah itu kepada pemerin tah daerah dan masih dilakukan pengkajian apakah bisa diako modir atau tidak di tahun 2010 men datang.(far)

LUWUK—Kerusakan jalan provinsi di Kabupaten Banggai benar-benar parah. Kerusakan jalan tersebut bervariasi, mulai dari retak kulit buaya, ambles maupun berlubang–lubang yang menyebar pada sebagian badan jalan. Namun ada pula yang hanya mengalami pelepasan butir pada permukaan jalan maupun penurunan badan jalan. Untuk merehabilitasi seluruh ruas jalan provinsi yang mengalami keru sakan, dibutuhkan anggaran sebesar Rp 50.497 miliar. Data yang dikantongi Luwuk Post, menyebutkan, biaya sebesar itu dibutuhkan untuk merehabilitasi sedikitnya 10 ruas jalan provinsi. Masing–masing rehabilitasi jalan Biak –Bonebakal Kecamatan Lamala (efektif 5 km,dan fungsional 53.50 km) senilai Rp 3.399 miliar. Rehabilitasi jalan Bonebakal-Balantak (efektif 9.50 km, fungsional 51.50 km) senilai Rp 6.201 miliar. Peningkatan jalan Luwuk-Batui (efektif 10 km, fungsional 40,0 km) senilai Rp 8.289 miliar. Rehabilitasi jalan Batui-Toili (efektif 12 km, fungsional 30 km) Rp 10.266 miliar. Pemeliharaan jalan Balingara-Bunta sepanjang 52.0 km Rp 660.395 juta. Pemeliharaan jalan BuntaPagimana sepanjang 69.0 km Rp 863.458 juta. Rehabilitasi jalan Pagimana-Biak (efektif 9.25 km, fungsional 47.75 km) Rp 8.945 miliar. Pemeliharaan jalan Toili –Rata sepanjang 50 km sebesar Rp. 1.156 miliar. Rehabilitasi jalan Salodik– Siuna (efektif 8 km, fungsional 30.5 km) senilai Rp.9.112 miliar dan pemeliharaan jalan Siuna-Bualemo-Balantak sepanjang 144.0 km senilai Rp 1.601 miliar. Total anggaran yang dibutuhkan untuk menangani kerusakan jalan tersebut mencapai Rp 50.497 miliar. Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Banggai, Ir. Andi Jalaludin, mengakui, bahwa kerusakan –kerusakan jalan tersebut banyak menuai keluhan masyarakat. “Sebagai orang teknis, kami sangat memahami apa yang menjadi keluhan masyarakat,” katanya. Disbimair, kata Andi, mengantongi

Andi Jalaludin

data–data fisik, maupun visual dari ruas jalan yang mengalami kerusakan. Bahkan, pihaknya juga memiliki hitungan –hitungan teknis dan perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk memerbaiki kerusakan jalan tersebut. Namun, karena keterbatasan Anggaran Dana Alokasi Umum maupun Dana Alokasi Khusus, Pemda tidak dapat mengatasi seluruh keluhan masyarakat tersebut. Apalagi, ruas jalan provinsi merupakan kewenangan dan tanggungjawab pemerintah provinsi Sulawesi Tengah. “ Meskipun begitu, kami berupaya terus mencari celah untuk mendapatkan bantuan anggaran perbaikan ruas jalan itu,” katanya. Kepada pemerintah provinsi, misal nya, upaya dan permohonan bantuan disampaikan langsung kepada Guber nur, DPRD, Bappeda maupun Dinas PU. Begitu juga dengan pemerintah pusat. Permohonan bantuan disampaikan melalui Badan Nasional Penanggu langan Bencana, Menko Kesra, PU, Kementrian PDT, Bappenas, Depar temen Keuangan maupun DPR–RI melalui komisi yang membidangi ma salah perhubungan dan transportasi termasuk dengan badan anggaran DPR. “Kami selalu berupaya untuk mencari celah mendapatkan bantuan dari pemprov maupun pemerintah pusat. Karena kami mengakui kondisi jalan itu sangat memprihatinkan dan bahkan telah meresahkan masyarakat, semen tara kemampuan anggaran pemda sa ngat terbatas,” tuturnya. (ris)


JUMAT, 4 DESEMBER 2009

LUWUK-Rumor pembisik Bupati Ma’mun Amir, makin mengkristal saja. Selain kontra ada juga yang pro atas fenomena tersebut. Masing-masing punya alasan yang memperkuat persepsi itu. Namun bagi Tomundo LINCA, Syahrin Taalek dirinya tidak berada pada dua pendapat Syahrin Taalek berbeda tersebut. Akan tetapi Syahrin punya argumen lain terkait rumor pembisik yang lagi hanya diperdebatkan itu.

BACA : SELEKTIF.... Hal 6

Merah Putih Tuding Jasa Raharja Balecos LUWUK-LSM Merah Putih menuding PT. Jasa Raharja Luwuk balecos alias pembohong. Kalimat itu terontar karena hingga kini janji pembayaran klaim asuransi terhadap Nadir KH. Mukkaram, korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas (Lakalantas), tidak direalisasikan. Padahal, Jasa Raharja Luwuk di depan Komisi A beberapa waktu lalu berjanji akan membayarkan dana tersebut, sebesar 50 persen dari total dana yang diiginkan ahli waris. “Jasa Raharja Luwuk balecos. Sudah sebulan lebih dari hearing

Krisis Guru dan Medis, belum Selesai LUWUK-Krisis guru dan tenaga medis di Kabupaten Banggai, hingga kini belum dapat terselesaikan Pemkab Banggai. Jangankan pada desa terpencil, di wilayah yang tak jauh dari ibukota Kabupaten Banggai saja, guru dan tenaga medis menjadi sebuah profesi yang langkah. Fenomena tersebut setidaknya dirasakan aleg Hanira Lasantu, ketika menggelar reses belum lama ini. “Hasil reses menguak hal itu, bahwa memang daerah ini masih krisis tenaga pendidik dan tenaga medis,” kata Hanira yang ditemui di kediamannya, Kamis sore (3/12) kemarin.

Salah satu kasus kata Hanira dapat dijumpai di Kecamatan Luwuk Timur. Sebagian besar desa di kecamatan itu mengalami kekurangan guru, mulai dari SD, SMP hingga SMA. Hanira yang juga Ketua Fraksi Demokrat ini mengatakan, semua tahu kalau Kabupaten Banggai memiliki kekayaan alam yang berlimpah. “Sumber Daya Alam (SDA) kita tumpah ruah. Banyak komoditi andalan di dalamnya,” kata Hanira. Akan tetapi sambung dia, kelebihan tersebut tidaklah berimbang ketika tidak ditunjang dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk menopang SDM, tentu saja

harus digeliatkan dengan pendidikan yang berkualitas. “Nah bagaimana mencapai sasaran peningkatan SDM, sementara banyak sekolah yang kekurangan guru, yang sudah pasti berdampak buruk terhadap peningkatan mutu siswa,” ujar Hanira. Kondisi kekurangan guru di Luwuk Timur justru kontroversi jika dibandingkan dengan Kecamatan Luwuk, khususnya yang berada di kawasan perkotaan. “Justru dalam kota Luwuk jarang ditemukan kekurangan guru. Ini terjadi lantaran tidak ada pemerataan dalam pembagian jatah guru,” analisa

BRSUD Diadukan ke Bupati Terkait Tunggakan Rekening Listrik Rp. 33 Juta Lebih

Tak ada Kenaikan TDA LUWUK-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Luwuk, tidak punya rencana untuk menaikan Tarif Dasar Air (TDA). Belum ditempunya kebijakan tersebut, karena masih banyak hal yang dibenahi dalam internal perusahaan daerah tersebut, sehingga mempengaruhi pelayanan yang diberikan kepada para pelanggan. “Kami akui pelayanan yang diberikan kepada para pelanggan belum

BACA : TDA.... Hal 6

(FOTO: YANTO IDRIS / LUWUK POST)

TENDER: Lahan parkir selama ini tidak dimanfaatkan secara maksimal. Akibatnya potensi PAD itu tidak tergarap secara baik. Ada saran sebaiknya lahan parkir dilakukan tender.

Habib Muhamad

BACA : BALECOS.... Hal 6

Insiden Paripurna, Pemanasan bagi Aleg LUWUK-Insiden yang terjadi dalam rapat paripurna DPRD Banggai pembentukan Badan Anggaran (Banggar) dan Badan Legislatif (Baleg) bagi Sekretaris Fraksi PKS, Hertasning Yatim merupakan uji coba atau pemanasan, sebelum memasuki arena pembahasan APBD tahun Hertasning Yatim 2010. “Yah itu merupakan pemanasan bagi para aleg sebelum masuk membahas APBD 2010, yang

BACA : INSIDEN.... Hal 6

Hanira Lasantu

BACA : KRISIS..Hal 6

Lahan Parkir Baiknya Ditender LUWUK-Lahan parkir merupakan salah satu objek sumber pendapatan daerah. Mestinya itu harus dikapi secara serius dan profesional oleh Pemkab Banggai. Bertolak dari hal itu sehingga muncul konsep baru dalam memaksimalkan penarikan yang bersumber dari lahan parkir tersebut. Menurut Ketua FORKOT Kabupaten Banggai, Hasbi Latuba, sebaiknya lahan parkir ditender. “Saya kira ini sa-

Ma’munMurad tak Perlu Islah

CMYK

Ma’mun harus Selektif Pilih Pembisik

Halaman 5

ran bagus dalam memaksimalkan penarikan dana untuk menunjang pendapatan. Yah, sebaiknya memang lahan parkir ditenderkan,” kata Hasbi kepada Luwuk Post, Kamis (3/12) kemarin. Dikatakannya, selama ini penanganan lahan parkir masih terlihat semraut. Akibatnya, penerimaan retribusi tidak profesional. Faktanya adalah sebaran karcis pungutan yang diberikan pada petugas, nyaris tak digunakan seLUWUK-Usulan agar Bupati Banggai Ma’mun Amir dan Direktur Utama (Dirut) PT. Kurnia Luwuk Sejati (KLS), Murad Husain untuk islah, tak diamini Sekretaris LSM GEMPUR, Nokta Ngareng. “Bagi saya tak perlu dilakukan islah antara kedua tokoh Kabupaten Banggai tersebut,” tegas Nokta kepada Luwuk

BACA : MA’MUN..Hal 6

hingga tak ada alat untuk penerimaan pada daerah. Jika pemerintah serius dengan persoalan ini, maka langkah yang ditempuh segara melakukan pemetaan ruang-ruang parkir yang berpotensi. Misalnya, Hasbi menggambarkan, untuk satu lahan parkir dipatok 100 meter dan dipatok akan mendatangkan retribusi berapa dalam per tahun. Kemudian patokan pemasukan itulah yang dipihak ketigakan atau ditender. Banyak manfaatnya kata Hasbi, selain menguntungkan dengan perhitungan 1000 kendaraan per hari. Dengan pungutan Rp. 1000, maka setiap hari pemerintah akan mengantongi keuntungan Rp. 1 juta. Jika dikalikan dalam sebulan, maka Rp. 30 juta bisa masuk ke kas daerah. Saran ini lanjut Hasbi juga untuk membantu ketertiban lalulintas dan membuka lapangan kerja baru. (yan)

LUWUK-Kesabaran Direktur PDAM Luwuk Suwarto Mahiwa, sepertinya sudah diambang batas. Desakan melalui surat yang diajukan kepada Direktur Badan Rumah Sakit Umum Daerah (BRSUD) Luwuk untuk segera melunasi tunggakan rekening air sebesar Rp. 33 juta lebih, hingga kini belum ditanggapi. Suwarto berencana mengadukan hal ini pada Bupati Banggai Ma’mun Amir. Ditemui Luwuk Post di kantornya Kamis (3/12) ke- Suwarto Mahiwa marin Suwarto mengatakan, secara resmi pihaknya telah melayangkan surat pada BRSUD Luwuk, terkait tunggakan rekening air selama sembilan bulan, yakni Januari s/d September. Hanya

BACA : BRSUD..Hal 6

Senin, KIP-Kley Demo Besar-Besaran LUWUK-Belum finish perjuangan yang dilakukan Komite Independent Pemantau Kinerja Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif (KIP-Kley) dalam mendesak aparat kepolisian untuk mengungkap kasus dugaan ijazah palsu milik aleg Golkar, Vintje Nayoan alias Ci Moe. Buktinya, LSM ini masih saja terus mempresure kasus ini sehingga menemui titik Suwiryo Haerani terang. Rencananya, KIPKley akan menggelar aksi demo lanjutan. Aksi yang akan dilaksanakan Senin (7/12) mendatang itu berbeda dengan aksi sebelumnya. Selain dari sisi kuantitas massa lebih besar juga KIP-Kley akan bertandang pada

BACA : SENIN..Hal 6

Berdasarkan Hasil Penilaian BPKP

BACA : CLUB.... Hal 6

LUWUK-Berdasarkan opini dan nilai kerja PDAM tahun 2008 lalu, PDAM Luwuk ternyata mampu menorehkan prestasi gemilang. Dari delapan PDAM se-Sulteng, PDAM Luwuk di mata Badan Pengawas Keuangan Provinsi (BPKP) dianggap terbaik. Indikator penilaian itu dilihat dari sisi keuangan, operasional dan administrasi. Dari data BPKP menyebutkan, untuk bidang keuangan, PDAM Luwuk mengantongi point tertinggi, yakni 33,00. Dari bidang operasional mentok pada point 19,57, dibawah PDAM Poso, dan Toli-Toli. Sedangkan pada bidang

administrasi PDAM Luwuk hanya mengumpulkan nilai 5,00. Akan tetapi jika diakumulasikan, PDAM Luwuk mencapai nilai paling tinggi yakni 57,57. Berdasarkan nilai kerja tersebut, PDAM Buol paling rendah, yakni hanya mengumpulkan nilai 21,19. PDAM Kota Palu sendiri pada penilaian tersebut hanya berada pada posisi keempat, dengan total nilai 48,45 atau dibawah Luwuk, Toili-Toli dan Tojo Una-Una. PDAM Luwuk saat ini memiliki sejumlah unit, masingmasing Unit PDAM Bunta,

BACA : PDAM.... Hal 6

CMYK

PDAM Luwuk, Terbaik se-Sulteng

(FOTO: SOFYAN LABOLO / LUWUK POST)

TERBAIK: Diam-diam ternyata PDAM Luwuk mengukir prestasi gemilang. Perusahaan daerah ini berdasarkan penilaian BPKP berhak atas prestasi PDAM terbaik se-Sulteng tahun 2008 lalu.


Luwuk Post

6

JUMAT 4 DESEMBER 2009

http://luwukpost.info

sambungan E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

METRO LUWUK

Program Distan Hanya di Atas Kertas

Nikah Bawah Tangan Mudah Cerai LUWUK- Nikah yang tidak melalui pencatatan alias kawin bawah tangan, adalah persoalan yang sering dijumpai pada status perkawinan dewasa ini. Bukan hanya masyarakat pedesaan, akan tetapi nikah bawah tangan juga meramba hingga perkotaan. Bahkan kebiasaan ini sudah menjadi trend sebagian masyarakat. “Masyarakat memang terkadang menyepelekan mengenai pencatatan nikah. Ini diakibatkan kurangnya pemahaman menyangkut pernikahan, yang diatur melalui perundangundangan serta aturan agama,” tutur Bagian Kepaniteraan pada Pengadilan Agama Luwuk, Suyanto kepada Luwuk post, Kamis (3/12) kemarin. Ironisnya kata Suyanto, ada sebagian kalangan yang mengganggap pencatatan nikah itu tidaklah penting. “Ini sangatlah keliru, jika tidak adanya pencatatan nikah yang dibuktikan dengan adanya buku nikah, selain mempermudah proses perceraian karena tidak berpayung hukum, dapat terjadi pula kawin cerai, “ imbuhnya. Lanjut Suyanto, selain mempersulit pembuatan akta kelahiran dari anak mereka, dengan tidak adanya buku nikah, pada saat terjadi sengketa pambagian harta warisan akan sulit untuk mengidentifikasi. Dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 1989 dan PP nomor 9 yang diperkuat lagi dengan Peraturan Pemerintah nomor 1 tahun 1974 tentang peraturan perkawinan secara gamblan telah menjelaskan mengenai pencatatan perkawinan itu sendiri. Suyanto kembali berkata, selain peraturan perundang-undangan, dalam Islam juga menganjurkan, seperti termaktub dalam salah satu ayat Al-Quran, yang secara umum menggambarkan bahwa segala sesuatu harus melalui pencatatan. “Sedangkan jual beli dicatat, apalagi perkawinan,” katanya membandingkan. (ynt)

Ma’mun-Murad segera ‘Genjatan Senjata’ LUWUK-Usulan sejumlah kalangan agar perseteruhan Bupati Ma’mun Amir dan Direktur PT. KLS Luwuk, Murad Husain diakhiri, mendapat lampu hijau. Respons itu berasal dari Ma’mun Amir. Bahkan sudah dijadwalkan akan digelar pertemuan untuk menghilangkan perbedaan pandangan tersebut. “Saya sudah bertemu pak Ma’mun. Beliau mau islah dengan pak Murad,” kata aktivis KIP-Kley, Suwiryo Haerani kepada Luwuk Post, Kamis (3/ 12) kemarin. Didampingi Ketua FORKOT Hasbi Latuba aktivis LINCA Aswan Ali serta Ketua LSM Laskar Merah Putih Hasanudin, Suwiryo mengatakan, niatan Ma’mun tersebut perlu mendapat ajungan jempol dari seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Banggai. “Saya kira perlu diajungi jempol sikap Ma’mun itu,” puji Suwiryo. Adanya keinginan islah ini sambung Suwiryo sekaligus menampik image yang mengklaim bahwa watak Ma’mun keras. “Ini sudah menjawab penilaian yang mengklaim Ma’mun seperti itu,” ujar Suwiryo. Kapan pertemuan itu digelar? Pria yang sering disapa Bu Rio ini berujar, dalam waktu dekat. “Saya belum tahu jelas kapan pertemuan itu dilakukan. Yang pasti dalam waktu dekat ini. Dan dirinya siap memfasilitasi pertemuan yang sudah lama ditunggu-tunggu publik ini,” katanya. (yan)

TDA Sambungan dari Hal 5

begitu maksimal. Jadi sangatlah subyektif jika TDA harus dinaikan,” kata Direktur PDAM Luwuk, Suwarto Mahiwa kepada Luwuk Post di ruang kerjanya, Kamis (3/12) kemarin. Belum maksimalnya pelayanan PDAM lantaran sebagian besar sarana dan prasarana yang dimiliki sudah berumur tua. Tak itu saja, lebih banyaknya jaringan pelayanan dibanding sebelumnya juga menjadi salah satu pemicunya. “Dua faktor itu yang menjadi penyebab sehingga PDAM belum begitu maksimal memberikan pelayanan kepada pelanggan,” aku Suwarto. Pihaknya lanjut mantan Kepala Kesbanglinmas Kabupaten Banggai ini beberapa waktu lalu telah mengajukan usulan bantuan kepada Pemkab Banggai, salah

SENIN Sambungan dari Hal 5

tiga institusi sekaligus yang punya keterkaitan dengan persoalan ini. Ketiga lembaga itu adalah Polres Banggai, KPUD dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Banggai. Aktivis KIP-Kley, Suwiryo Haerani kepada Luwuk Post, Kamis (3/12) kemarin mengatakan, sebelumnya massa yang diturunkan sekitar 300 orang. Aksi pekan depan akan lebih besar dari sebelumnya. Dia mentaksir sekitar 600 massa yang terlibat dalam unjuk rasa damai itu. “Ini bukan muluk-muluk. Saya punya dana untuk menggalang massa yang lebih besar,” tegas

Pengadaan Bibit Jagung dan Padi tak jelas

(FOTO: DOK LUWUK POST)

PELANTIKAN: Pelantikan Wakil Panitera pada Pengadilan Agama Luwuk digelat Kamis (3/12) kemarin. Acara yang dipusatkan di ruang sidang Pengadilan Agama Luwuk itu, dihadiri Ketua Pengadilan Agama, Wakil serta para Hakim.

Wakil Panitera Pengadilan Agama Dilantik LUWUK-Upacara pelantikan Wakil Panitera pada Kantor Pengadilan Agama Luwuk digelar Kamis (3/12) kemarin. Meskipun seremonialnya bersifat sederhana, namun tidak mengurangi kekhusuan jalannya pelantikan. Acara pengukuhan Wakil Panitera itu turut dihadiri oleh para petinggi instansi Pengadilan Agama Luwuk, antara lain Ketua Pengadilan, Wakil serta para Hakim. Pada pelantikan itu, Ahmad Maleto, SH digantikan Mustamin S.Ag sebagai pejabat baru pada

Wakil Panitera. Sebelumnya, Mustamin adalah mantan Panitera pengganti kelas 1 Provinsi Sulawesi Tengah. Sementara Ahmad Maleto, SH bakal pindah tugas di Bungku Kabupaten Morowali sebagai Panitera. Panitera berdasarkan tupoksinya adalah melaksanakan tugas formal seperti, pengawasan administrasi serta mengevaluasi pelaksanaan tugas kepaniteraaan sesuai koridor hukum perundangundangan yang berlaku. Panitera bertanggung jawab terhadap pengurusan berkas perkara, putusan,

dokumen, akta serta bukti lainnya. Diharapkan juga mampu mengatur tugas wakil panitera, panitera muda, panitera pengganti, juru sita serta juru sita pengganti. Bahkan dapat membuat akta, salinan putusan dan pemberitahuan putusan verstek serta membuat pertanggung jawaban terhadap eksekusi yang diperintahkan oleh Ketua Pengadilan. Dari informasi yang dihimpun Luwuk Post, mutasi kepaniteraan di Pengadilan Agama Luwuk ini rata-rata 3 tahun serta tergantung pula kebutuhan. (ynt)

Banggai Rawan Gempa dan Tsunami LUWUK-Kamis (3/12) kemarin digelar seminar Mitigasi Bencana dan Penyusunan Profil Daerah Rawan Bencana Alam. Kegiatan itu dipusatkan di ruang pertemuan Kantor Bupati Banggai di kawasan Bukit Halimun Luwuk. Seminar ini merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Banggai dengan Pusat Studi Bencana Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Seminar itu dihadiri Sekertaris Kabupaten Banggai Musyir A. Madja, Dandim 1308 LB, Sekretaris BAPPEDA dan Polres Banggai serta para undangan. Dalam Penjelasan Daryono SS. MS selaku narasumber, Indonesia terletak antara tiga lempeng dengan begitu masuk dalam sistem tektonik global. Dalam penelitiannya, Kabupaten Banggai adalah daerah yang sangat rentan terjadinya gempa

satunya adalah penambahan jaringan, akan tetapi hingga kini belum direalisasikan. Akan tetapi PDAM berharap untuk APBD tahun depan, usulan itu dapat diterima sehingga PDAM bisa memaksimalkan sistem pelayanannya. Belum lagi pada persoalan tingginya biaya operasional PDAM. Untuk jatah BBM saja setiap bulan, PDAM membutuhkan sebanyak 7.400 liter. Diakhir komentarnya, Suwarto kembali menekankan bahwa pihaknya belum terpikir menaikan TDA yang saat ini diberlakukan Rp. 900 per m3. Kalau saja sistem jaringan sudah bagus serta didukung dengan sumber mata air yang tidak lagi bermasalah sehingga pelanggan dapat menikmati air bersih, barulah PDAM punya rencana menaikan TDA. “Saya kuatir PDAM akan banjir keluhan, jika pelayanan tidak maksimal lantas TDA harus naik,” ujar dia. (yan) Suwiryo sembari mengaku jika izin aksi pada Polres Banggai sudah dike-luarkan. Ada tiga titik yang menjadi fokus aksi itu. Selain Polres Banggai dan KPUD juga Dikpora Kabupaten Banggai. Dijelaskannya, untuk Polres Banggai tuntutan yang bakal disampaikannya adalah tentang izin yang telah dikeluarkan Gubernur Sulteng terhadap kepolisian untuk memeriksa Ci Moe berikut sejumlah saksi. Sementara KPUD pihaknya akan meminta agar lembaga penyelenggara pemilu itu untuk menyurat kepada Polres Banggai tentang data dokumen ijazah Ci Moe yang diduga palsu. Begitu juga dengan Dikpora, KIP Kley akan mempertanyakan soal penjenjangan pendidikan yang berlaku. (yan)

bumi serta berpotensi tsunami. Itu dibuktikan pada tahun 2000 kemarin sempat terjadi gempa dengan kekuatan 6,7 richter yang disertai dengan gelombang tsunami. Penyebab kerawanan daerah ini karena adaya struktur sesar di daerah Balantak trust di daratan, Batui trust, Sula trust serta dataran aktival dipesisir pantai. Sehingganya Kabupaten Banggai akan banyak mengalami gerakan seismik. Ada beberapa syarat sehingga terjadinya gelombang sunami. Pertama kata dia, hiposentris gempa bumi di laut, patahan yang berbentuk vertikal, gempa dangkal dengan jarak sekitar 30 km. Sementara tsunami yang terjadi di Banggai beberapa waktu lalu berdasarkan penelitian adalah gempa dangkal. Golombang tsunami datang secara bertahap dan biasanya hingga berjam-jam. Jika memasuki

PDAM Sambungan dari Hal 5

Pagimana, Balantak, Lamala, Masama, Kintom, Batui dan Toili. Itu belum termasuk unit PDAM di dalam wilayah Kota Luwuk, yang berada pada Kelurahan kilongan dan

BRSUD Sambungan dari Hal 5

saja dua surat yang sudah kami ajukan yaitu pada tanggal 18 Agustus dan 26 Oktober tersebut, belum ada jawaban kongkrit dari instansi itu. Makanya kata Suwarto, dirinya bakal menyurat kembali dengan tembusan Bupati Banggai. “Dalam waktu dekat ini kami akan menyurat lagi pada BRSUD, yang intinya segera melunasi tunggakan rekening air itu. Surat tersebut juga akan kami lampirkan tembusan pada Bupati Banggai,” tegas Suwarto. Andaikan saja instansi itu bukan BRSUD kata Suwarto, kemungkinan besar sudah lama diputuskan jaringan airnya.

BALECOS Sambungan dari Hal 5

Komisi A lalu dana santunan itu tidak dibayarkan,” tegas aktivis LSM Merah Putih, Habib Muhammad kepada Luwuk Post, Kamis (3/12) kemarin. Habib tak hanya menuding Jasa Raharja balecos. Dia juga menilai, apa yang menjadi kebijakan Jasa Raharja itu merupakan pelecehan buat DPRD Banggai dalam hal ini Komisi A. “Ini juga merupakan pelecehan buat Komisi A. Sebab di depan para wakil rakyat tersebut mereka berjanji membayarkan dana sebesar Rp. 10,5

pantai gelombang tersebut akan semakin membesar. Daryono berharap, jika terjadi guncangan, sebaiknya mencari tempat yang tinggi dan jika melihat air surut tidak seperti biasanya sebaiknya menjauh dari pesisir pantai. Kemudian jika terjadi gelombang besar meskipun tidak terjadi gempa, sebaiknya menjauh dari pantai karena bisa jadi gelombang tersebut adalah tsunami kiriman seperti yang terjadi dibeberapa negera. Daryono menambahkan, berdasarkan sejarah Kabupaten Banggai adalah daerah zona gempa dan tsunami. Berdasarkan tingginya tingkat seismitas dan potensi tsunami. Olehnya berdasarkan riset tersebut, perlu mendapatkan perhatian yang serius oleh semua pihak. (ynt)

Simpong. Semenjak jabatan orang nomor satu dipegang Suwarto Mahiwa terhitung April 2008 lalu, sudah banyak gebrakan yang dilakukan. Diantaranya, pemanfaatan jaringan Keles ke Biak yang merupakan proyek tahun 2003 lalu dan kini sudah dapat difungsikan. Selain itu sumber mata air di Ke-

camatan Lamala yang sebelumnya hanya digunakan 7 jam kini sudah bisa dimanfaatkan selama 1x24 jam. Begitu juga dengan rehab kantor unit PDAM juga tengah digalakan. Seperti di Kelurahan Kilongan, Kintom Lamala, Batui dan Pagimana. Rencananya rehabilitasi itu dilakukan tahun 2010. (yan)

Karena pertimbangan kemanusiaan, mengingat BRSUD adalah instansi pelayanan sehingga kami masih mentolerirnya. Akan tetapi kebijakan kami ini dianggap angin lalu oleh BRSUD. Buktinya dua surat kami diabaikan begitu saja. Berdasarkan laporan dari Unit PDAM Kilongan, BRSUD Luwuk telah menunggak selama 9 bulan, dengan total tunggakan sebesar 2009 Rp. 33.366.800. Adapun rinciannya adalah, Januari Rp. 1 juta lebih, Pebruari Rp. 3 juta lebih, Maret Rp. 5 juta lebih, April Rp. 3 juta lebih, MeiRp. 3 juta lebih, Juni Rp. 3 juta lebih, Juli Rp. 3 juta lebih, Agustus Rp. 4 juta lebih dan September Rp. 4 juta lebih. Sementara untuk rekening Oktober dan Nopember kata

Suwarto masih berada pada Unit PDAM Kilongan.

juta. Tapi hingga telah melewati limit waktu yang ditentukan realisasi dana itu tak jelas,” ujar Habib. Dia mengancam akan melayangkan surat pada Menteri Keuangan RI, terkait ketidak becusan Jasa Raharja Luwuk dalam memberikan pelayanan kepada para nasabah. “Kasus ini akan saya laporkan pada pusat,” ancam Habib. Penanggung Jawab PT. Jasa Raharja Luwuk, Akbar Faqih yang dikonfirmasi via SMS tidak menjawabnya. Pertanyaan yang bertalian dengan klarifikasi yang dikirim pada hand phone nomor 0811455xxx milik Akbar, tak dijawabnya. Persoalan ini sempat ramai. Sebab belasan Warga Desa

Awu yang merupakan sanak famili almarhum bertandang ke DPRD Banggai. Mereka menuntut biaya asuransi dari PT. Jasa Raharja Luwuk senilai Rp. 25 juta di luar biaya penguburan Rp. 2 juta. Jasa Raharja Luwuk berkeras tidak mengamini tuntutan itu. Ada alasan yang dibeberkan Jasa Raharja di depan para aleg tersebut. Pertemuan dilanjutkan kembali di ruang Komisi A. Disitu telah terjadi kesepakatan. PT. Jasa Raharja Luwuk akan membayarkan dana asuransi itu, namun hanya 50 persen dari tuntutan. Tapi apa lacur hingga satu bulan lebih dari kesepakatan itu, Jasa Raharja belum menyelesaikannya. (yan)

Tanggapan Dirut BRSUD Dihubungi via ponsel, Direktur BRSUD Luwuk, Dr. Yusran Kasim mengatakan, pihaknya tetap akan melunasi tunggakan rekening air itu. “Tetap akan kami bayar. Akan tetapi kami masih menunggu anggaran yang akan datang,” ujar Yusran. Belum terbayarnya tunggakan tersebut, karena BRSUD Luwuk tidak memiliki anggaran di tahun 2009 ini. Lagipula lanjut dia, pihaknya memakai air PDAM nanti bulan pada Maret 2009. Karena sebelumnya hanya memakai air rumah sakit, mengingat pipa air rumah sakit sudah banyak yang memakainya. (yan)

LUWUK-Program pengadaan bibit jagung dan padi yang dicanangkan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banggai, dinilai hanya berada di atas kertas saja. Penilaian miring tersebut mencuat, lantaran hingga saat ini bentuk bibit yang diadakan, tidak pernah terlihat. Kondisi ini makin ironis, mengingat saat ini sudah masuk musim tanam. Tak ada penyaluran bibit kepada para petani ini sekaligus mengancam para petani jagung dan padi tidak akan melakukan panen. Kritikan yang dialamatkan pada Distan Kabupaten Banggai tersebut, dikomentari Sekretaris LSM GEMPUR, Nokta Ngareng kepada Luwuk Post, Kamis (3/12) kemarin. Dikatakannya, saat ini adalah triwulan keempat. Itu artinya telah masuk pada musim tanam. Tapi anehnya, program pengadaan bibit yang katanya telah dicanangkan Distan Kabupaten Banggai belum ada. Kondisi ini kata Nokta bisa mengancam petani jagung dan padi akan mengalami gagal panen. “Kalau saya melihat, ini merupakan perencanaan program yang kurang matang dari instansi tersebut. Masa sudah

MA’MUN Sambungan dari Hal 5

Post, Kamis (3/12) kemarin. Mantan aleg asal PKB ini punya alasan sehingga usulan itu tak diresponsnya. Sebab bagi dia tidak ada perseteruhan yang terjadi antara Ma’mun dan Murad. “Mengapa harus islah. Karena setahu saya tidak ada polemik yang terjadi antar keduanya,” ujar Nokta lagi. Sejatinya antara pemerintah

INSIDEN Sambungan dari Hal 5

sebentar lagi kita helat,” kata Hertasning kepada Luwuk Post, Kamis (3/12) kemarin. Selain itu Hertasning juga mengatakan, insiden tersebut adalah bentuk warning buat eksekutif, agar dapat menyiapkan diri dalam menghadapi sikap kritis dan progresif aleg. Sebab diyakini anggota Komisi B ini para daya kritik aleg periode ini lebih dahsyat ketimbang periode lalu.

SELEKTIF Sambungan dari Hal 5

“Kalau memang pembisik itu dibutuhkan, sebaiknya bupati kita lebih selektif dalam memilah-milah mana yang layak digunakan pemikirannya. Jangan asal terima saja,” saran Syahrin kepada Luwuk Post, Kamis (3/12) kemarin. Dia mengisahkan Adam dan Hawa. Nenek moyang seluruh umat manusia di dunia ini, terusir dari Syurga lantaran bisikan setan. Kisah ini menurut Syahrin, bisa menjadi sebuah warning bagi Ma’mun untuk lebih selektif dalam memilih pembisik. Sebab bisa saja, garagara pembisik pamor Ma’mun

KRISIS Sambungan dari Hal 5

Hanira. Begitu juga dengan tenaga medis. Profesi yang satu ini juga terbilang langkah pada sejumlah kecamatan. Salah satunya sebut Hanira di Kecamatan Lamala. Di kecamatan ini tak satupun ada tenaga dokter. “Itu juga terungkap dari hasil reses kami,” kata Hanira yang masuk Tim I reses DPRD Banggai ini. Bisa dibayangkan apa yang terjadi kata istri Alfian Djibran ini, ketika ada warga yang membutuhkan perawatan intensif di wilayah itu, lantas tidak ada tenaga medis.

Nokta Ngareng

masuk pada musim tanam bibitnya tidak ada. Yang saya kuatir program Distan ini hanya habis di atas kertas saja, tanpa realisasi,” ujar Nokta. Dia mengaku pernah mengkonfirmasi persoalan itu pada Kadistan Kabupaten Banggai, Ir. Sobirin. Akan tetapi aku Nokta dirinya tidak mendapat jawaban yang memuaskan. “Kadis ketika itu hanya menjawab belum tahu kapan bibit itu ada,” ujar Nokta mengutip pernyataan Sobirin. Mestinya saran Nokta, Distan proaktif dengan persoalan ini. Bukan sebaliknya hanya menunggu di balik meja. Yang nantinya dikuatirkan lanjut Nokta, ketika benar padi dan jagung gagal panen, instansi itu langsung mengkambing hitamkan para petani. Padahal kesalahan ada pada SKPD tersebut. (yan)

dengan pengusaha, harus sejalan. Apalagi orientasinya pada pembangunan daerah. Nokta mengaku yakin Pemkab akan menerima dengan lapang dada investor apa saja yang menanamkan investasinya di daerah ini, termasuk PT. KLS. Sebab itu sangat menguntungkan buat daerah. Asalkans saran Nokta tidak mengenyampingkan mekanisme dalam aturan main berinvestasi. Begitu juga pihak investor harus mendukung program pemerintah. (yan) “Saya kira eksekutif patut berhati-hati dengan kekritisan aleg. Insiden paripurna adalah parameternya,” tegas dia. Masih menurut Hertasning, dipastikan juga ajang pemba-hasan APBD nantinya menjadi pengadilan rakyat terhadap eksekutif, yang selama ini telah jauh dari rakyat. Tak itu saja, juga menjadi momen bagi aleg dalam memperjuangkan hak-hak rakyat yang selama ini telah dirampas dan ditindas. “Pembahasan APBD tahun 2010 merupakan bentuk perlawanan dari Parlemen Lalong,” tegas dia. (yan) jatuh, yang hanya kerap memberikan surga telinga atau Asal Bapak Senang (ABS). Dan itu sangat disayangkan ketika Ma’mun akan kembali bertarung pada Pilkada 2011 mendatang. “Saran saya sebaiknya Ma’mun lebih selektif dalam menerima masukan dari para pembisiknya,” ujar Syahrin. Pendapat dua aktivis yakni Mat Laode dan Tarang juga menjadi bagian penilaian Syahrin. Menurut dia, pernyataan keduanya merupakan pesan-pesan llahiah, demi untuk kebaikn Ma’mun yang notabene sebagai khalifah (pimpinan, red) di Kabupaten Banggai. Sebab di pundak Ma’mun terletak masa depan daerah ini kedepan. (yan) Hanira tak hanya mengungkap fakta memiriskan tentang krisis guru dan tenaga medis. Akan tetapi dia punya solusi atas persoalan itu. Jawabannya mudah kata Srikandi Lalong yang doyan bola voli ini, yakni dalam perekrutan CPNS perlu diprioritaskan dua profesi tadi. Selain itu perlu adanya pemerataan dalam pembagian guru dan tenaga medis pada seluruh kecamatan. Malah Hanira juga punya saran, agar lebih memprioritaskan penerimaan CPNS lokalan. Pertimbangan dia rasional. Ketika telah 100 persen, secara otomatis akan mengabdi di daerahnya sendiri. (yan)


POLITIKA

Luwuk Post JUMAT 4 DESEMBER 2009

http://luwukpost.info

Lisa dan Vintje Harus Dihadirkan

Persoalan Ibukota Tidak Jadi Masalah LUWUK-Kekhawatiran sejumlah komponen pendukung pemekaran Kabupaten Tompotika, bahwa perjuangan pembentukan kabupaten itu akan tersendat, karena persoalan tarik menarik soal Ibukota, nampaknya tidak menjadi kenyataan. Karena pasca pelaksanaan deklarasi pemekaran Kabupaten Tompotika, beberapa waktu lalu. Sudah ada kesatuan sikap dari seluruh komponen, untuk fokus pada upaya pemekaran dan menghindari hal-hal yang sifatnya dapat menghambat perjuangan itu. Humas Forum Perjuangan Pembentukan Kabupaten Tompotika (FP2KT), Madjid Saada, kepada Luwuk Post, Kamis (03/12) kemarin mengatakan bahwa pihaknya sudah bisa menjelaskan secara baik kepada seluruh komponen masyarakat pendukung pembentukan Kabupaten Tompotika tentang berbagai hal yang diperlukan bagi kepentingan tersebut. Salah satunya adalah stabilitas daerah. “ Dengan tidak membicarakan terlebih dahulu persoalan-persoalan tertentu yang berpotensi menimbulkan polemik. Itu merupakan bantuan besar bagi suksesnya perjuangan,” ujar Madjid. Lebih lanjut dijelaskannya, saat ini pihaknya tengah berupaya melengkapi segala persyaratan teknis yang dibutuhkan bagi upaya pemekaran. Diantaranya adalah, kajian teknis pemekaran. Selain itu, ada beberapa hal lain yang juga tengah dilaksanakan demi percepatan proses pemekaran. (bim)

LUWUK-Pleno DPD II Golkar yang akan digelar dalam waktu dekat ini, akan menghadirkan dua orang anggota DPRD Banggai dari partai tersebut, Lisa Sundari dan Vintje Nayoan, menyusul pemberian sanksi kepada keduanya. Salah satu pengurus DPD II Golkar, Sukri Djalumang kepada koran ini menjelaskan, keputusan yang akan diambil oleh Golkar tetap dilakukan dengan terlebih dahulu memberikan kesempatan kepada Lisa dan Vintje untuk menjelaskan duduk perkara yang terjadi menurut sudut pandang mereka. Sebab kata Sukri, yang terjadi selama ini, keduanya baru ditengarai melakukan kesalahan yakni melakukan pengkhianatan dalam pemilihan ketua di Komisi B. “Pleno tetap akan memberikan kesempatan kepada keduanya untuk menyampaikan pem-

belaan dihadapan rapat,” tutur Sukri, kemarin. Katanya, keduanya harus diberikan kesempatan sehingga informasi yang diterima Pleno DPD II tidak sepihak. Selama ini informasi yang diterima pleno DPD II kata dia, baru sepihak sedangkan Lisa dan Vintje tidak hadir dalam pleno yang dilaksanakan DPD II Golkar beberapa waktu lalu. “Karena keduanya tidak hadir beberapa waktu lalu, maka rapat ke depan akan menghadirkan mereka,” tuturnya. Dijelaskan, pemberian sanksi kepada kader yang melakukan kesalahan tetap harus dilakukan.Namun Golkar ingin melakukan perubahan perubahan minimal dalam konteks pemecatan kader. Ia mengakui selama ini Golkar dikenal dengan banyaknya aksi pemecatan terhadap kesalahan yang dilaku-

kan kader, namun kata dia, dengan pengalaman-pengalaman itulah, Golkar ingin meletakan setiap permasalahan pada duduk perkara yang sebaik mungkin. Apalag kata dia, kewenangan untuk memberhentikan kader yang ada di DPRD menjadi kewenangan DPP. Sehingga apapun alasannya, harus dilakukan pengkajian dan peletakan dasar keputusan pada hal yang sebaik mungkin, sehingga tidak ditolak oleh DPP. Sukri kembali menjelaskan gugatan yang disampaikan Djarun pada saat dirinya dikianati pada pemilihan bupati pada beberapa tahun silam, tidak diakomodir oleh DPP karena tidak cukup bukti. “Jadi dalam kasus Lisa dan Vintje, semua harus cukup bukti sehingga menjadi jelas keputusan yang akan diambil,” tuturnya.(far)

Secara Politis, DPRD Dilecehkan LUWUK-Tidak hadirnya para pimpinan SKPD dalam pelaksanaan Reses DPRD Kabupaten Banggai, utamanya di wilayah Dapil I. Secara politis, dianggap sebagai sebuah pelecehan terhadap lembaga perwakilan rakyat itu. Karenanya, sejumlah aleg meminta agar Bupati Banggai, Ma’mun Amir untuk memberikan peringatan keras kepada para kepala SKPD itu. Parahnya lagi, ada sejumlah SKPD yang selama reses tidak pernah mengutus perwakilannya. Aleg asal PKS, Hidayat Monoarfa mengatakan bahwa agenda reses selain merupakan ajang untuk menghimpun aspirasi dan keluhan masyarakat, juga bermanfaat penting terhadap penyusunan program pembangunan daerah. Dan sangat disayangkan, ada para pimpinan SKPD

Hidayat Monoarfa

yang tidak mempedulikan hal tersebut. “ Kami tidak mengerti apa alasan mereka sebenarnya ?,” ujar Hidayat. Padahal sebagai mitra lembaga

legislatif, para pimpinan SKPD itu harusnya sadar bahwa DPRD memiliki Hak Budgeting atau Hak anggaran. Dan hal tersebut mestinya disadari benar oleh para pimpinan SKPD tersebut. Lebih lanjut, ditambahkan oleh rekan sesama alegnya, Jufri Diko, bahwa selama reses setidaknya ada kurang lebih 4 SKPD yang sama sekali tidak mengirimkan wakilnya. SKPD tersebut adalah, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Disdikpora, Disciktar. Sementara Bappeda, hanya mengutus wakil yang dinilainya tidak memiliki kapasitas sebagai wakil dari SKPD. Selain itu, Jufri juga menyayangkan ketidakhadiran Camat Luwuk pada agenda reses di Kecamatan Luwuk. “ Saya kira, kondisi seperti ini patut menjadi perhatian serius bagi pimpinan daerah,” tutup Jufri. (bim)

DPD II Golkar Belum Ada Calon

Angka Partisipasi Masyarakat di Pilgub Bakal Merosot LUWUK-Angka partisipasi masyarakat utamanya wajib pilih di Kabupaten Banggai, pada Pemilihan Gubernur Sulawesi Tengah, tahun 2010 mendatang diperkirakan bakal merosot hingga 40 %. Pemicu utamanya adalah kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah provinsi yang kurang memperhatikan pembangunan di daerah ini. Contohnya saja, tidak diperhatikannya infrastruktur jalan yang menjadi tanggung jawab Pemprov. Ditambah lagi, dengan sikap pemprov yang kurang peka terhadap aspirasi masyarakat. Hal ini diutarakan oleh Mantan Dekan Fakultas Fisip, Unismuh yang kini menjadi anggota DPRD Kabupaten Banggai, Jufri Diko. Dijelaskannya, selain beberapa faktor diatas, masih banyak hal lain yang mempengaruhi merosotnya minat wajib pilih untuk menggunakan hak pilihnya ketika Pilgub mendatang. Seperti, tidak adanya figur dari daerah ini yang tampil sebagai kontestan di Pilgub. “ Ini yang kemudian memunculkan rasa apatis dikalangan masyarakat terhadap pelaksanaan pilgub,” ungkap Jufri. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa masyarakat sudah sangat jeli menilai seberapa besar perhatian pemerintah provinsi terhadap daerah ini. Karena itu, akan menjadi tantangan besar kepada para calon peserta pilkada maupun pendukungnya untuk melakukan sosialisasi serta meyakinkan masyarakat wajib pilih di daerah ini. Meski begitu, menurut Jufri sebagai bagian dari masyarakat provinsi Sulawesi Tengah, para wajib pilih di daerah ini tetap berkewajiban untuk turut menyukseskan pelaksanaan pilgub. Dengan harapan, calon yang akan didukung nanti memiliki integritas serta punya komitmen yang kuat untuk membantu memajukan kabupaten Banggai. (bim)

LUWUK-Mendekati pelaksanaan Musda DPD I Golkar Provinsi Sulawesi Tengah, hingga kemarin, pengurus DPD II Golkar Kabupaten Banggai belum ada kesepakatan mengenai calon ketua DPD I yang akan diusung. Hanya saja, ada wacana yang santer dihembuskan oleh sejumlah kader maupun pengurus DPD II Golkar, bahwa Calon Ketua Incumbent, Aminuddin Ponulele masih layak didukung. Salah seorang fungsionaris DPD II Golkar, Sukri Djalumang kepada Luwuk Post, kamis (03/12) kemarin mengatakan bahwa meski belum ada keputusan apapun terkait dengan siapa figur yang akan didukung. Namun ia mengakui bahwa dukungan terhadap kepemimpinan ketua DPD I,

Sukri Djalumang

Aminudin Ponulele masih cukup kuat. Hanya saja, yang namanya dinamika politik, segala dapat saja

berubah ketika Musda. Dilanjutkan Sukri, kemungkinan besar, keputusan mengenai siapa figur yang akan didukung ketika Musda nanti, akan diputuskan oleh utusan DPD II Golkar, sudah berada di Palu. Karena pengurus akan mencermati terlebih dahulu perkembangan politik yang ada. “ Saya akan kabari, jika perkembangan baru nanti,” tukasnya. Sementara itu, dikalangan kader Golkar, muncul prediksi bahwa kemungkinan besar Aminuddin Ponulele masih akan terpilih lagi menjadi ketua DPD I. Pasalnya, selama kepemimpinan tokoh itu, banyak perkembangan positif yang dialami oleh partai. Selain itu, kedekatan tokoh tersebut dengan para kadernya, turut menjadi nilai plus terhadapnya. (bim)

Niat Ihwan Perlu Diapresiasi LUWUK-Mantan Sekretaris DPC PPP Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Idham Malarangeng, mengatakan, klaim sejumlah kalangan bahwa Ihwan Datu Adam merupakan calon incumbent yang dapat menandingi calon incumbent lainnya, bukan sesuatu yang berlebihan. Sebab, putra dari AR Datu Adam, pejuang kemerdekaan di Kabupaten Banggai itu, memiliki rekam jejak yang bagus selama menjadi Wakil Bupati dan Plt Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. “Dia (Ihwan) sudah pernah menjabat sebagai Wakil Bupati/Plt Bupati di PPU. Daerah di Kalimantan Timur yang terkenal di level nasional. Saya kira klaim bahwa dirinya sudah terbukti (menjadi pemimpin), sehingga mampu memimpin daerah bukan omong kosong,” katanya. Soal pengabdian kepada daerah. Kata Idham, kepala daerah yang sebelum-sebelumnya juga belum berbuat banyak untuk daerah ini. Terutama sebelum mereka menjadi kepala daerah. Begitu juga dengan Ihwan, saat ini dirinya memang belum berbuat. Namun, dengan track rekordnya sebagai Wakil Bupati/Plt Bupati di PPU, cukup membuktikan bahwa dirinya mampu berbuat dan mengabdi di daerah ini. “Kalau Pak Ihwan merasa mampu untuk memimpin daerah ini saya kira tidak ada yang salah. Itu perlu diapresiasi,” tuturnya. Sukses Ihwan meraih jabatan

politik di PPU, kata dia, merupakan sesuatu yang luar biasa. “Jabatan politik itu luar biasa. Apalagi kalau diraih di luar daerah yang notabene bukan di kampung halaman. Itu menandakan rakyat di sana mencintainya. Dan saya kira itu merupakan kebanggaan bagi warga di sini,” tambah Mantan Sekretaris DPC PPP Kabupaten Banggai ini. Menurut Idham, orang yang populer sebagai politisi, apa lagi di luar daerah, memerlukan perjuangan untuk dikenal dan mengenal masyarakat. Berbeda dengan birokrasi. Meraih jabatan struktural di pemerintahan itu tidak seberapa. “Orang terkenal karena jabatan structural itu biasa, pangkat memenuhi syarat memang harus naik. Tapi kalau jabatan politik, tidak. Rakyat yang tentukan,” tuturnya. Sementara itu, Iwan Nasir, warga Luwuk, mengaku mengapresiasi niat Ihwan Datu Adam bertarung pada pikada Banggai. “Itu harus diapresiasi. Apalagi niatnya untuk pengabdian. Kalah menang, tergantung kuasa Allah SWT,” kata warga yang suka berkopiah haji ini. Kemenangan pilkada, kata dia, akan ditentukan oleh banyak factor. Salah satunya adalah tim sukses. “Ibarat menjual ikan. Meskipun ikan segar namun kalau penjual tidak mahir menjual, ikan itu tidak akan laku,” katanya. (ris)

7

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Ma’mun - Ihwan Tidak Sama Tingkat Elektabilitas, Ma’mun Lebih Unggul LUWUK-Asumsi politik yang menyebutkan bahwa Ma’mun Amir dan Ihwan Datu Adam, berpeluang sama memenangkan pilkada Banggai karena keduanya sama-sama adalah calon incumbent, dinilai berlebihan dan terkesan mengada-ada oleh sejumlah pengamat dan praktisi politik. Karena realitasnya, Ma’mun lebih unggul dari tingkat elektabilitas di masyarakat. Alasan sederhananya, kiprah Ma’mun sebagai kepala daerah selama 5 tahun terakhir sudah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Berbeda dengan Ihwan yang kiprah kepemimpinannya di luar daerah. Dan baru gencar dicitrakan jelang pelaksanaan agenda Pilkada. Diungkapkan oleh salah seorang praktisi politik, Noktah Ngareng. Bahwa nampak jelas ada perbedaan yang cukup signifikan diantara kedua figur calon kepala daerah itu. Jadi agak rancu, jika kemudian di klaim bahwa Ma’mun dan Ihwan punya peluang yang sama. Pasalnya, dari sisi pengabdian kepada daerah, Ma’mun sudah memberikan bukti bahwa selama menjadi Kepala Daerah ia sudah banyak berbuat terhadap kemajuan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sementara Ihwan sendiri, kiprahnya di luar daerah. Dan manfaatnya kurang dirasakan oleh masyarakat. Apalagi, secara umum, masyarakat belum banyak mengetahui figur Ihwan Datu Adam. “ Saya kira realitasnya seperti itu,” ujar Nokta. Meski begitu, kelebihan yang dimiliki Ma’mun bisa jadi berubah menjadi kelemahannya, tergantung pada penilaian masyarakat. Andaikan, masyarakat menilai bahwa selama memimpin daerah ini Ma’mun dipandang berhasil, maka hal itu akan menjadi nilai plus terhadap Ma’mun ketika dia tampil lagi sebagai Calon kepala daerah di Pilkada 2011. Tapi jika penilaian itu terbalik, maka hal tersebut bakal menjadi boomerang bagi calon incumbent itu. Meski begitu, penilaian terhadap kinerja Ma’mun harus dilakukan secara objektif. Tanpa dipengaruhi oleh tendensi politik dari pihak tertentu. “ Menurut saya,

Noktah Ngareng

saat ini peluang Ma’mun masih lebih besar daripada figur lain yang ada saat sekarang.” ungkapnya. Ditempat berbeda, sejumlah praktisi dan pengamat politik lain juga berpendapat sama. Mereka mengatakan, agak berlebihan jika kemudian, muncul klaim bahwa peluang Ma’mun Amir dan Ihwan Datu Adam di Pilkada mendatang, sama. Seperti yang diutarakan oleh salah seorang pekerja media yang aktif mencermati perkembangan konstalasi politik daerah, Iskandar Djiada. Menurut Iskandar, secara objektif ia menilai, bahwa meski Ihwan Datu Adam merupakan figur lokal namun tidak berarti ia sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Karena itu, ia sependapat dengan beberapa pengamat politik lain, bahwa agaknya berlebihan jika saat ini, ada asumsi yang menyebutkan kekuatan politik Ma’mun dan Ihwan, sama. Utamanya jika diliat dari perbandingan tingkat elektabilitas kedua figur tersebut. “ Tapi itu dapat saja menjadi sebuah kemungkinan, ketika pendukung Ihwan bekerja maksimal untuk mencitrakan Ihwan Datu Adam di masyarakat,” ungkap Iskandar. Lebih lanjut, Iskandar dengan bijak mengatakan bahwa sebenarnya, apapun klaim yang disampaikan oleh para pendukung figur tertentu, merupakan sebuah ikhtiar politik yang wajar untuk dilakukan. “ Bagi saya, apapun yang dilakukan oleh para figur calon kepada daerah bersama pendukungnya, itu sah-sah saja. Asal masih dalam koridor yang sebenarnya,” ungkap Iskandar. (bim)

PKS Belum Punya Kandidat LUWUK-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kabupaten Banggai hingga saat ini masih belum memiliki kandidat bupati Banggai, dalam Pilkada mendatang. Kader PKS Kabupaten Banggai, Hidayat Monoarfa mengatakan, yang pernah membangun komunikasi secara resmi dengan PKS adalah almarhum Ismail Muid,SH. Namun sepeninggal Ismail, belum ada yang membangun komunikasi dengan partai tersebut. “Kalau komunikasi tidak resmi, itu mungkin sudah ada dengan pengurus PKS Kabupaten Banggai, namun kalau komunikasi secara resmi baru dilakukan oleh Almarhum Ismail, dan dengan meninggalnya pak Ismail, belum ada komunikasi lanjutan,” tuturnya.

PKS Kabupaten Banggai sebenarnya memiliki peluang untuk mengajukan calon bupati. Sebab, untuk bisa mengajukan kandidat Bupati, sebuah partai minimal memiliki 4 kursi di DPRD. Dengan begitu, PKS tinggal membutuhkan dukungan dari partai yang memiliki satu kursi di DPRD, untuk melakukan pengajuan calon. Sebab PKS Kabupaten Banggai berhasil memperoleh tiga kursi di DPRD sebagai hasil Pemilu 2009 lalu. Hidayat mengatakan, partai PKS masih membuka diri untuk kandidat manapun yang ingin bertarung untuk kepentingan Pilkada 2011 mendatang di Kabupaten Banggai. “Sampai sekarang PKS membuka dan terbuka untuk siapapun,” tuturnya.(far)


PERSPEKTIF

Luwuk Post

8

JUMAT 4 DESEMBER 2009

http://luwukpost.info

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

PENDAPAT KAMI

Mengawasi Kinerja Angket Century ANGKET Century menjadi ‘’sengatan’’ pertama di era pemerintahan SBY-Boediono. Angket ini bisa dibilang istimewa. Pertama, pendukungnya paling banyak, sekitar 90 persen anggota DPR ikut teken. Dari 560 wakil rakyat, 503 membubuhkan tanda tangan. Ini masuk rekor dalam hal dukungan. Fraksi Partai Demokrat yang sempat dipersepsi berbagai pihak sebagai kelompok yang resisten, juga memberikan dukungan penuh.Kedua, isunya sangat “sensitif”. Sebab, secara otomatis angket ini akan memintai keterangan dua pejabat tinggi yang kini berada di episentrum kekuasaan: Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Muncul suasana kasus ini mengarah ke jantung kekuasaan. Tak hanya perorangan (anggota DPR), tapi secara intitusi fraksi memberikan dukungan agar angket Century mampu mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi di balik pencairan dana Rp 6,7 triliun itu. Fraksi Partai Demokrat yang nota bene adalah “benteng” sesungguhnya pemerintah SBY di Senayan, sudah memberikan komitmen untuk membongkar tuntas kasus tersebut. Begitu juga FPDIP yang sejak awal sangat yakin adanya penyelewengan dalam bailout itu. Sekarang yang harus dicermati publik adalah ke mana arah angket ini. Adakah kepentingan gelap yang tersembunyi di balik semangat semua pihak yang menginginkan untuk menuntaskan Century? Petunjuk untuk menjaga pansus ini, paling tidak dari dua sinyal besar yang sering kita dengar selama ini. Pertama, kalangan yang meminta semua pihak agar tetap menjaga pansus tidak dirongrong atau digembosi oleh pihakpihak tertentu. Kedua, seruan agar pansus ini tidak bertujuan hanya membidik oran-perorang dalam konteks sasaran politik. Kedua sinyal itu sama berbahayanya bila kita terlena mengawasinya. Kita tak menginginkan pansus ini tiba-tiba gembos di tangan jalan, seperti pansus-pansus sebelumnya. Semangat dan menyala di awal, tapi redup seperti api yang tersiram air. Kita juga tak ingin ada pihak yang memanfaatkan pansus untuk kepentingan politik jangka pendek. Kita tidak dapat membayangkan, bila pansus ini bekerja seakan-akan pihak yang salah sudah ada sebelum penyelidikan dimulai. Dengan demikian, sudah ada skenario dengan target tertentu. Tentu rakyat tidak menginginkan kedua sisi itu mengkristal dalam perjalanan pansus yang isunya begitu menggetarkan panggung politik nasional. Setelah pansus ini berjalan, tugas publik adalah mengawalnya. Ini dimaksudkan agar prosesnya tidak doyong ke kiri, maupun miring kek kanan. Kerja pansus nanti harus terbuka. Publik harus memantau apa yang terjadi. Jangan sampai redup hanya karena persoalan kompensasi politik. Dalam istilah Amien Rais, jangan tombak ini menjadi tumpul hanya karena tebalnya amplop Belum hilang dari ingatan kita ketika sejumlah anggota DPR periode lalu begitu bersemangat mengusut para jenderal yang diduga terlibat dalam sejumlah kasus pelanggaran HAM. Semangat pengusutan itu tiba-tiba menjadi sayup-sayup, bahkan tak terdengar lagi, saat semua pasangan capres-cawapres yang bertarung dalam Pilpres 2009 lalu, ada jenderalnya. Atau angket kenaikan BBM yang hingga kini tidak pernah kita ketahui hasilnya. Kali ini, kita tentu tak ingin angket ini menguap tak berbekas. Marilah kita kawal bersama. Bukan kita tak percaya dengan semangat menggebu para wakil rakyat, tapi sejumlah pengalaman di DPR yang berakhir kompromi membuat kita harus tak boleh memejamkan mata atau menutup telinga sedikit pun. Kita ingin angket ini tetap di atas rel yang benar. Mari kita kawal bersama (*)

Untuk Apa Hari Aids Diperingati ? ( Bagian Pertama )

SAYA membaca sejarah perjalanan AIDS di dunia yang terangkum dalam situs : http://www1.rad.net.id/aids/Sejarah/ Sejarah.htm. Di sana banyak menceritakan bagaimana HIV/AIDS dapat berkembang sampai dengan saat ini. Dalam sejarah tersebut HIV ada pertama kali dalam tubuh simpanse, dan menjangkit pada salah seorang warga Afrika (bagaimana perpindahannya belum diketahui). Seiring perjalanan waktu HIV banyak berkembang melalui hubungan para homoseks, penggunaan jarum suntik, transfusi darah, sampai yang paling baru saat ini adalah hubungan heteroseks. Berbagai upaya telah dilakukan banyak negara untuk mengurangi dampak penyakit ini. Tentunya dengan melakukan kampanye besar-besaran tentang bagaimana mencegah HIV/AIDS, karena belum ada obatnya. Saya kemudian teringat perkataan Menteri Kesehatan RI (1985), Dr. Soewandjono Soerjaningrat, ketika menjawab pertanyaan wartawan, “Kalau kita bertaqwa pada Tuhan, kita tidak perlu khawatir terjangkit penyakit AIDS.” Berbeda dengan realita saat ini, kampanye anti HIV/AIDS justru jauh dari yang dikatakan pak menteri. Hari AIDS setiap tahunnya (tanggal 1 Desember) selalu diikuti dengan ‘parade para waria dan psk’ di pinggir jalan. Atau bagi-bagi kondom gratis, sebagai bentuk pencegahan. Padahal kalau kita cermati sejarah perjalanannya, penyakit ini lebih pada penyakit moral. Yang penularannya disebabkan perilaku manusia yang menyimpang, dari norma-norma kehidupan. Hubungan intim dengan sesama jenis, penggunaan jarum suntik narkoba, melakukan hubungan intim sesuka hati dengan siapa saja, dan bentuk penyimpangan lainnya. Logika berfikir yang saya gunakan, jika kita ingin terhindar dari penyakit ini maka, jangan melakukan hubungan intim di luar nikah, apalagi dengan banyak pasangan, atau sampai dengan sesama jenis, jangan menggunakan narkoba (baik suntik ataupun tidak). Kalau saya boleh kampanye di hari AIDS ini, saya ingin mengatakan : 1. tinggalkan kebiasaan seks bebas 2. tinggalkan kebiasaan melakukan homoseks 3. jauhi narkoba 4. jangan kucilkan penderita HIV/AIDS,

+628124511xxxx LP,tlng investigasi soal gaji GTT thun 2009 yg br d trma hr ini d BNI Lwk. Ni laix bg km sngt ber arti wlaupun 1 bln hax 200 rb, tp krna d trma utk 1 thn mk nilaix ckp lmyan.tp syg hati km yg sdg brbunga dgn hrapn tsb pupus stlah me lihat kenyataanx bhw yg km trm sdh d sunat entah oleh siapa sbsar 500 rb. dgn alasan yg tdk jelas. Tlng pd bpk2 yg brkompoten utk dpt membrikan pen jlasan masalah ini. +628124543xxxx ASS”LP, mintol sama wrtawan lp’ klw blh,dtng dulu d psar simpong,kong muat d koran,,ini pgwai pasar krj sm dgn rentenir,,masa pnjual hrs byar retribusi sampai 7000.rupiah,,2000 utk pasar dan 5000 utk renternir,info lbh jls! LP blh hbungi nomorku ini. TQ LP. +628134123xxxx Ass,aia ola moncurhat kantor+dlklat sampe sekarang meteran blm ad jd tlg kpd bos PLN agar d usahakan sdh d byr lns. +628134131xxxx Ass al wr wb! Lp yg baek tolong isi ini, ada spanduk tulisan kami masyarakat banggai mencintai bapak, yg moditanya masyarakat yg mana? Krn tdk semua mencintai, hanya sekolompok org saja, jadi hrs dirubah tulisan dispanduk itu!, trim lg! +628134294xxxx Kepada YTH, pa polres. mintol di cegah akn itu peraturan di SMA KATOLIK, ST YOSEP LUWUK, kasian anak2 tasalah sadiki denda, SPP s d byr mahal2 kong drg ba denda2...! tolong ya di hentikan to denda2. +628135579xxxx

Pemerhati masalah HIV/AIDS

atau orang dengan hiv/aids (Odha) Kasus HIV/AIDS di Indonesia makin mengkhawatirkan. Hampir tidak ada provinsi yang dinyatakan bebas dari HIV dan AIDS bahkan diperkirakan saat ini HIV dan AIDS sudah terdapat di lebih dari separuh kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Berdasarkan data resmi dari Depkes secara kumulatif kasus pengidap HIV dan AIDS mulai Januari 1987 hingga 31 Maret 2009 terdiri dari HIV 6.668 kasus, AIDS 16.964 kasus. Proporsi kumulatif untuk kasus AIDS menurut golongan usia, antara lain di bawah usia satu tahun mencapai 135, usia satu hingga empat tahun mencapai 175, usia lima hingga empat belas tahun mencapai 88. Sebagaimana dikutip ruanghati.com dari Kompas, usia lima belas hingga sembilan belas tahun mencapai 522, usia dua puluh hingga dua puluh sembilan tahun mencapai 8.567 kasus. Sedangkan usia 30 hingga 39 tahun mencapai 4.997, usia 40 hingga 49 tahun mencapai 1.427, usia 50 hingga 59 tahun mencapai 404, usia di atas 60 tahun mencapai 91, dan tak diketahui usia penderita mencapai 558 kasus. Dari data ini, penderita usia remaja dan produktif cukup banyak. Ini mengkhawatirkan. Jika kasus HIV AIDS tidak tertangani dengan baik kemungkinan akan terjadi kepunahan generasi atau lost generation di dunia. Seperti yang ditegaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pembukaan Kongres AIDS Internasional se Asia Pasifik ke 9 di Bali Agustus 2009 lalu. Sebagian besar remaja kita menganggap HIV sebagai penyakit yang tidak berbahaya. Lebih parah lagi, banyak pemahaman salah terkait HIV/AIDS. Mari kita cermati 5 fakta mengenai HIV/AIDS yang wajib diketahui masyarakat khususnya remaja : 1. HIV tidak pandang bulu Sejak epidemi HIV dimulai 20 tahun lalu, stereotipe yang beredar di masyarakat tentang penderita HIV yaitu para gay, pemakai narkoba dan para pekerja seks komersial lah yang mendapat label tersebut. Faktanya, semua orang bisa terkena HIV, dari usia tua, muda , kaya, miskin, wanita, pria, maupun anak – anak dan dari berbagai macam profesi. 2. Seks oral tak seaman yang dipikir Oral seks seringkali dianggap sebagai

cara “aman” melakukan hubungan seksual. Faktanya, berdasar penelitian, cairan tubuh yang terinfeksi seperti semen dan sekresi vagina yang mengandung konsentrasi virus HIV tinggi bisa memasuki aliran darah melalui membran mukosa mulut. 3. Jangan cuma khawatir hamil Banyak remaja percaya, satu – satunya risiko berhubungan seks tanpa proteksi adalah kehamilan. Karena itu dipakailah pil KB, oral seks dan ejakulasi di luar demi mencegah kehamilan. Padahal, banyak hal yang harus dikhawatirkan selain kehamilan, yakni adanya penyakit menular seksual (PMS) seperti sifilis, herpes, termasuk HIV yang bisa mengancam kehidupan. 4. Kadang orang tidak mengatakan sesungguhnya dan kita tidak tahu kenyataannya Coba Anda pikir sejenak kalimat di atas. Berapa banyak orang yang mengakui bahwa mereka menderita HIV jika ditanya oleh pasangan barunya? Berapa banyak orang yang mengakui kehidupan seksual mereka ketika mereka baru mengenal seseorang? Berapa banyak orang yang benar – benar mengetahui status HIV mereka dan status kesehatan orang – orang yang bersama mereka sebelumnya? Sebuah pernyataan “ partner saya tidak mengidap HIV” hanya bisa diterima jika disertai dengan bukti nyata tes HIV negatif. Tanyalah dengan jelas status HIV mereka dan mintalah mereka melakukan tes sebagai bukti. 5. Belum ada obat untuk si pembunuh Meski orang dengan HIV/AIDS (ODHA) bisa hidup lebih lama berkat obat antiretroviral, obat ini tidak menyembuhkan. Kalau pun obat-obat ini melindungi dari infeksi opportunistik ini bukanlah “jalan pintas” dari infeksi HIV. Obat ini bahkan menyebabkan efek samping seperti diare, kelelahan berlebihan, kemerahan, mual dan muntah. Jadi, sebaiknya pikirkanlah dahulu sebelum berbuat terlalu jauh dan merusak masa depan Anda, karena HIV merupakan “silent killer”, si pembunuh senyap yang jelas akan membuat anda menyesal di masa depan karenanya. Bagaimana dengan kasus di Kabupaten Banggai, dari hasil sero surveylans sejak tahun 2007 hingga September 2009 yang dilakukan Dinas Kesehatan Banggai bersama Komisi Penanggulangan Aids

Daerah (KPAD) Banggai di sejumlah kelompok resiko tinggi (Resti) didapatkan dua kasus HIV, satu kasus Aids dan satu kasus Aids meninggal dunia. Walaupun masih tergolong kecil tidak lantas kita harus tinggal diam, karena pada dasarnya persoalan HIV/AIDS di masyarakat layaknya fenomena gunung es. Di permukaan terlihat kecil, padahal sebenarnya banyak. Ini yang harusnya kita sosialisasikan bersama. Bukan untuk menimbulkan rasa takut, tapi untuk menumbuhkan kesadaran agar muncul komitmen bersama dalam melakukan pencegahan yang bersifat multisektoral. “Jika kita menggunakan asumsi yang digunakan WHO. Bahwa jika ada/ ditemukan 1 pasien HIV/AIDS, maka diperkirakan masih ada 99 penderita lagi yang positif HIV/AIDS tapi belum terdeteksi. Padahal jumlah pasien HIV/ AIDS di Banggai selama periode tahun 2007-2009 saja ada 2 orang. Itu berarti ada sekitar 90-an lebih penderita HIV/AIDS lagi yang belum diketahui. Walaupun berbagai upaya telah dilakukan pihak terkait seperti Dinkes dan KPAD di antaranya penyebaran informasi, pencegahan, dukungan dan pengobatan terkait HIV AIDS namun masih banyak kendala dan tantangan khususnya keterbatasan SDM dan operasional. Olehnya itu seiring dengan peringatan Hari Aids Sedunia (HAS) 2009 yang mengusung tema “Akses Universal dan Hak Asasi Manusia” yang ditindaklanjuti dengan sub tema “Kerjasama masyarakat dan pemerintah mampu mempercepat pemenuhan akses pencegahan, perawatan dukungan dan pengobatan untuk semua” menjadi poin penting untuk kita kerjakan bersama oleh seluruh pihak terkait yang ada di Kabupaten Banggai. Karena pada dasarnya jika kita ingin mewujudkan Banggai yang sehat maka salahsatu item penting yang menjadi sasaran utama kita adalah bagaimana dukungan stake holders dalam rangka menekan epidemi HIVAIDS di bumi Banggai tercinta. Ini tidaklah berlebihan jika kita menatap Banggai lima atau sepuluh tahun ke depan seiring dengan perkembangan kota Luwuk yang semakin maju sadar atau tidak perilaku beresiko masyarakatnya juga semakin kompleks. SELAMAT HARI AIDS SEDUNIA 2009,ATAU HARI KONDOM SEDUNIA ??? (*)

Mengalkulasi Nasib Angket Century ( Bagian Kedua )

Mobilisasi Politik Hal lain yang turut memengaruhi arah angket Bank Century adalah pemaknaan publik terhadap kasus itu dan mobilisasi sumber daya. Sirkulasi opini publik yang kini berkembang dalam kasus tersebut telah bergulir dengan cepat. Publik tidak lagi memaknai kasus itu semata-mata sebagai persoalan kriminalisasi terhadap KPK, melainkan melihat koneksitasnya dalam sebuah persoalan ekonomi-politik yang lebih besar, yaitu potensi pemanfaatan dana yang begitu besar untuk kepentingan politik dan +62461701xxxx Yth lwk pos buat pgrm sms pd pak puad muid anda orangx djuanda balahanti bukan saluan yg tdksenang dgn alm ismail muid dan terbukti pilkada bupati lalu masy pendatang goron talo dipagimana pilih spanigoro

Oleh : *Ikhsan

1. MALAM TLH RENTA. REMBULAN SENYUM SINIS DI BLK MEGA, MENGEK Q YG DU2K SENDIRI. MENATAP HAMPA KEATAP LANGIT. SIUR ANGIN BRBISIK DI DAUN, IKUT MENERTAWAKN Q. Q MALU, LESU NURANI Q. 2. GULITA MLM MENYIN-DIR Q. NEGERI Q LAKSANA BULATN BOLA. BRKALI ANGKET BRGULIR, TP TIADA JD TENTUAN. PMIMPN SBUK CR NAMA. BL DPT RAKYAT DI LUPA. HRSKAH CENTURY HX AKN MENGULANG CERITA ? Negeri q semsl kisah indah dongeng. Yg diatur olh pemimpin. Anakmu bunda pertiwi, apkh msh tidur? by: ARIF, ADEAN, BANTENG, BANGKEP +628524076xxxx (di mana d cari pemuda kafi, terasing dlm kebenaran hakiki). wahai saudara2q hijau hitam (akin angki haris), jgnlh mencari kebenaran diri dgn sling menyalakn satu dgn lainx. aq rindu HMIq dlu, damai cinta penuh kasih syg dlm kekeluargaan hijau hitam. by AMROZY +628524076xxxx For bpk hamid pendukung fuad muid d pagimana. tolong d klarifikasi prnyataan anda yg menyatakn masyarakt pagimana golput klo alm. ismail muid t ada yg gantikn. sy masyarakt pagimana setia pd mamun amir memhn kpd anda, jgnlh mengatas namakn dan menjual msyrkt jika hanya untk kepentingan individu dan golongan. +628524087xxxx Asslm.LP Lg BT ni,Kirim SMS ah.Untk

Oleh : Airlangga Pribadi pengajar ilmu politik FISIP Universitas Airlangga, koodinator Serikat Dosen Progresif Universitas Airlangga

kekuasaan. Pemaknaan publik terhadap kasus itu dapat berkembang menjadi daya tekan politik yang besar ketika bertemu dengan inovasi dan kemampuan aktor-aktor strategis masyarakat sipil untuk memobilisasi sumber daya demi menekan jantung kekuasaan. Di situ, kita melihat arus mobilisasi dan dukungan yang cukup kuat dari ha-dirnya media baru (yaitu Facebook) untuk menunjukkan komitmen warga negara

dalam menuntut dan membongkar kasus tersebut sampai ke akar-akarnya. Dukungan 1 juta lebih Facebookers untuk membebaskan Bibit-Chandra dan mengusut tuntas kasus Bank Century menjadi referensi penting bagi elite politik untuk melegitimasi tekanan politik guna membuka selubung kepentingan tersebut. Seruan-seruan tokoh masyarakat terhadap upaya pembukaan kasus itu juga dapat dimaknai sebagai bentuk mobilisasi dan dukungan publik terhadap pengua-

syp yaa.Oh ya,untk PLN aja.”Woi..ngoni mobunu Qta p ne2k iyow??Napa ini so dpt talan tulang. gara2 ngoNi kse mti lampu truz.Mana sampe didokter dpt peto lgi.Yaah alhmdlillah waktu dokter da peto Qta p ne2k cm ktawa.Ngoni baygkn jo kLo dia mNangis,bukn brdosa itu doktr.Nnti d rmah bru Qta da tanya knp ne2k tdi cm ktawa.Ne2k bilang,sbnarx tdi itu ne2k lg latihn akrobat makn tulang,lntarn tiba2 lampu PLN mati,sketika ne2k lupa dp mantra.Bsok mlam jan kse mti lg lampu.soalx Qta p ne2k mlatihn akrobat makn Linggis Kua Asam../by.i-1

& kesejahtraan rakyat. Memang tipe kepemimpinan antara keduanya tdk sama. Paling tdk FM dapat melanjtkan cita-2 luhur IM yg tntunx brpihak pd rakyat kecil. Dlm alam demokrasi adalah hal yg wajar apa bila ada yg tdk mendukung. Namun hal itu dpt dijadikan sebuah tantangan k dpan. Utk itu marilah segenap elemen rakyat banggai kita berikan dukungan politik pd FUAD MUID sbagai calon bupati. Utk pak fuad jgn pernah menyerah berjuang terus demi kemaslahatan rakyat banggai. *BRAVO FUAD MUID MAJU TERUS WUJUDKAN CITA-CITA RAKYAT* by:putr@ nuhon.

+628524116xxxx “Kpd Lwk Pos sbgai media Publik!” Tlong,smpaikn kpd ptugs TELKOMSEL bhwa jaringn/sixl Tlfn Seluler di Kec.Bualemo sring2 dikntrol..!!! S’lx sdh 1minggu smpai saat ini trutama pd siang hari jaringn slalu EROR/tdk ada sixal,shingga komuniksi trputus. U/ itu kpd Lwk pos dihrpkn agr dpt mnrskn kluhn msyrkt ini kpd pihk TELKOMSEL..! Mksih ats bntuax... +628524127xxxx Utk sluruh masyrakt Banggai yg ingin perubahan, mari kita satukan presepsi politik utk melahirkan seorang pemimpin yg amanah & peduli dgn kpentingan rakyat. Jgn gadaikan hak politik anda hanya dgn sjumlah uang tapi marilah kita tentukan masa depan daerah ini 5 thn kedpan dgn memberikan hak politik kepada Fuad Muid (FM) Dgn membri dukungan kpd (FM), merupakan wujud dari sbuah komitmen dgn mendiang ISMAIL MUID yg sudah sejak berapa tahun silam membangun komitmen utk merubah tatanan pemerintahan yg berazas kewibawahan apartur

+628565649xxxx Ass..bt abang pandri, om anton, ko2 li (sukro) paman epok, & balla,,doakan aq yaa moga lu2s tes, insyaallah..amiin..bravo barca +628575612xxxx Hai pln aq mhon lmpu di nylakan agr kmi bsa b’badah. +628575642xxxx AsS....Lp klu blh Ini pMadaMAn lZtrK JNgaN TrUs MEneRuS Bsa2 trn9 Te Bsa bljr Utk PerSiapaN UjiaN Jdi j9n Mcm2 ma ToRan9 Bsa2 toRan9 SeRbu Itu pLN.In9at itu!!! +628575646xxxx Buat no 08575615xxxx, anda itu jangan menyebar fitnah tidak benar bahwa masyrakat kec. pagimana tidak mendukung alm. H. Ismail Muid, Faktanya, rombongan jenazah almarhum tidak bisa menolak keinginan masy. kec. Pagimana utk di shalatkan di masjid mereka. dan setiap desa di

tan hak angket. Namun demikian, semua itu belum memperlihatkan faktor mobilisasi sumber daya sebagai sesuatu yang serta-merta dapat mendorong tekanan signifikan terhadap hak angket. Tantan-gan untuk mendesakkan hak angket baru dapat berjalan secara efektif melalui mobilisasi sumber daya ketika publik mampu menggeser dukungan di dunia maya menuju tindakan. Begitu juga ketika komitmen aktif publik hadir di ruang-ruang politik utama, seperti parlemen dan Istana Negara, untuk mendesakkan masa depan politik yang lebih bersih dari praktik korupsi bagi masa depan Indonesia. (*) ( Habis ) wil. kec. Pagimana masyrakatx memberikan lambaian tangan dan tetesan air mata. kalau memang apa yg pernah alm. Katakan di LP 2007 lalu memang benar, kenapa tidak dari sekarang di sebarkan, nanti 2011 baru di sebarkan, itu artinya anda punya niat melakukan black campaign terhadap pak Fuad Muid. juga, kalau memang benar kenapa tidak langsung di perlihatkan pada org2 yg anda sebutkan, kan seorang yg benar adalah seorang pemberani. +628575646xxxx Buat no 08124275xxxx, anda kan dosen seharusnya anda tahu bhwa penerapan 1 jenis ilmu pengetahuan ke dalam lingkungan social harus memiliki nilai manfaat yg lebih besar daripada nilai mudharatnya, juga harus melibatkan berbagai sudut pandang ilmu pengetahuan lainnya. sy dlm pengthuan tntang PLTA punya referensi yg kuat dari segi ilmu ekonomi, lingkungan hidup, aspek positif prilaku masyrakat walaupun sy tidak memiliki pengetahuan tentang kelistrikan. Yg jadi pertanyaan, apa yg anda jelaskan tentang PLTA, referensi anda kuat atau lemah di tinjau dari nilai manfaatnya ? 1 referensi tambahan lagi buat anda dari segi kese-jahteraan masyrakat. Negara kita kaya dgn air terjun, gas alam, yg semuanya bisa di jadikan sebagai pembangkit listrik praktis selain PLTD. Kalau saja lebih banyak PLTA atau PLTG dari PLTD, pasti para nelayan indonesia, akan sangat terbantu mata pencaharian mereka karena solar yg tiap harinya habis jutaan liter ke PLTD utk ukuran nasional, bisa di subsidikan utk para nelayan.

PENERBIT : PT Luwuk Cemerlang. GENERAL MANAGER/PEMIMPIN REDAKSI : Herdiyanto Yusuf. REDAKTUR PELAKSANA : Haris Ladici. REDAKTUR : Haris Ladici, Zulhelmi Alting, Gafar Tokalang,Rustam Nono,Sofyan Labolo .STAF REDAKSI : Nasri Sei,Sofyan Labolo,Rustam Nono, Amiadin Lawia. BIRO BANGKEP; Rustam Nono (Salakan), Ahmad Awaluddin,Iwan Bua (Banggai). BIRO AMPANA; Nasri Sei. BIRO PAGIMANA; Anto Yasin. BIRO BUNTA; Karman.BIRO BUALEMO; Sofyan Taha. ART & PERWAJAHAN : Sudin Salasa (Koordinator), Utam Nasila,Wawan Kusika, Agus tiawan, Muh. Albar Amin. PRESIDEN KOMISARIS : Imawan Mashuri. KOMISARIS : Benny H Raintama, Suhendro Boroma. DIREKTUR : Mohamad Sirham, Urief Hassan. MANAGER KEUANGAN : Haryono, STAF KEUANGAN : Aswar Poibara (Koordinator) Astuti Mohune (Kasir) . STAF PEMASARAN : Dales Lantapon. ( Koordinator ) Staf.Berlian Lupy,.MANAGER IKLAN : Sukriyadi Mamu . STAF IKLAN : Hawa Minarni A Bayak.(Kasir), Sutadi Utiarahman. PERCETAKAN : Andri Bumbungan (Koordinator),Opick Kasim,Yusuf Nelwan. OMBUSDMAN : Ismail Pelu (Ketua), Hinca IP Pandjaitan (Anggota).TARIF IKLAN : Umum Rp 20.000,-/mmk (hitam putih/BW),Rp 30.000-/mmk (Warna/FC ), MUNGIL : Rp 50.000,- (1x muat). HARGA LANGGANAN KORAN : Rp 65.000,- (luar kota tambah ongkos kirim). ALAMAT REDAKSI: Jl. Imam Bonjol No. 4 Km 3 Luwuk Telp. (0461) 325447 Fax : (0461) 325071 email : redaksi@luwukpost.info. PERWAKILAN GORONTALO : JL. NANI WARTABONE NO. 144 A GORONTALO Telp. (0435) 827551-827552 Fax : (0435) 829603. PERWAKILAN MANADO : Jln. Babe Palar No.54, Telp (0431) 855558 Fax : (0431) 840763-860398. PERWAKILAN SURABAYA : Graha Pena Building, Jln Ahmad Yani No.88, Telp (031) 8287999.PERWAKILAN JAKARTA : Gedung Graha Pena Lt.6, Jl. Raya Kebayoran Lama No.12, Telp : (021) 53699509, Fax (021) 5328487.


INTERNASIONAL

Luwuk Post JUMAT 4 DESEMBER 2009

http://luwukpost.info

9

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Tiga Menteri Somalia Tewas Exit Strategy Obama Belum Pastim

Barack Obama

WASHINGTO N-Reaksi keras terhadap rencana exit strategy pasukan Amerika Serikat dari Afghanistan pada Juli 2011 yang disampaikan Presiden Barack Obama terus berdatangan. Tak hanya dari dalam negeri, tapi juga dari di luar negeri. Pakistan, negeri tetangga Afghanistan, termasuk salah satu yang mengecam rencana penarikan pasukan yang disampaikan Obama setelah mengumumkan penambahan 30 ribu tentara ke Afghanistan pada Selasa pagi WIB (2/12) tersebut. Tak heran kalau Gedung Putih sampai harus mengerahkan tiga pejabat tinggi untuk “meralat” exit strategy

tersebut. Yaitu, Menteri Luar Negeri Hillary Rodham Clinton, Menteri Pertahanan Robert Gates, dan Kepala Staf Gabungan Laksamana Michael Mullen. Di hadapan para anggota kongres kemarin, Ketiga pejabat itu memastikan kalau exit strategy tersebut baru sebatas rencana, belum sesuatu yang sudah dijadwalkan pasti. “Saya tidak yakin kami sudah sepakat untuk meninggalkan (Afghanistan),” ujar Hillary di Capitol Hill, gedung parlemen AS, di Washington, seperti dilansir Agence France Presse. Padahal, dalam pidatonya, Obama secara tegas menyampaikan kalau pasukan AS bakal mulai ditarik pada Juli 2011. Sumber-sumber di Gedung Putih menambahkan, paling lambat semua serdadu Paman Sam sudah harus meninggalkan Afghanistan sebelum Januari 2013, akhir masa jabatan Obama. Tapi, menurut Hillary, tujuan Obama menyinggung exit strategy semata untuk menepis tudingan penjajahan. “AS sama sekali tidak tertarik untuk selamanya menduduki Afghanistan,” lanjut politikus 62 tahun tersebut. Juli 2011, kata Hillary, disebut Obama sebagai

prediksi semata. Sebab, sejak memenangkan pemilihan presiden (pilpres) November 2008 lalu, pemimpin 48 tahun tersebut berjanji bakal menarik pasukan dari negeri penghasil opium terbesar di dunia itu sebelum masa jabatannya berakhir. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada kondisi di lapangan. Bisa jadi persis 19 bulan seperti yang diramalkan Obama. Bisa juga lebih lama dari periode itu. “Saya rasa, presiden sebagai panglima tertinggi militer, selalu punya opsi untuk menyesuaikan keputusannya,” kata Gates menjawab pertanyaan Senator John McCain, kandidat presiden Partai Republik dalam pilpres 2008 yang dikalahkan Obama. McCain termasuk yang bereaksi paling awal terhadap exit strategy Obama itu. Dia menyatakan, di mata Taliban, pernyataan penarikan mundur itu bakal dianggap sebagai tanda kelemahan. Adapun kalangan partai asal Obama, Demokrat, menganggap AS terlalu besar menanggung beban operasi militer di Afghanistan yang diberi nama Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) dan mendapat mandat resmi dari PBB.

Dengan tambahan 30 ribu yang diumumkan Obama, total ada 100 ribu serdadu AS di Afghanistan. Sedangkan para sekutunya di NATO hanya mengirim total 35 ribu tentara. Untuk mengongkosi pasukan sebesar itu, Pentagon harus memebalanjakan dana sebesar USD 30 miliar (sekitar Rp 285 triliun) per tahun. Padahal, seperti ditulis The Christian Science Monitor, Pentagon alias Departemen Pertahanan AS tak punya uang sebanyak itu saat ini. Sementara itu, Taliban menyambut baik rencana penarikan pasukan AS tersebut. Dalam pernyataan tertulis yang dilayangkan ke Associated Press Rabu (2/12) malam, organisasi militan itu berterimakasih kepada Obama. “(Pengiriman pasukan tambahan) bukanlah solusi untuk Afghanistan. Taliban akan punya banyak waktu untuk meningkatkan serangan dan mengguncang perekonomian AS yang hingga sekarang masih krisis,” terang Taliban. Reaksi Taliban itu sudah diprediksi Gates. Dia yakin, Taliban akan merasa menang dengan dilontarkannya rencana penarikan pasukan oleh Obama tersebut. (hep/ttg)

Akibat Bom Saat Wisuda MOGADISHU - Upacara wisuda ratusan mahasiswa kedokteran Banadir University berubah menjadi petaka kemarin (3/ 12). Seorang pelaku bom bunuh diri tiba-tiba meledakkan diri di tengah perhelatan yang diselenggarakan di Hotel Shamo, Mogadishu, Somalia, tersebut. Tiga menteri dan sedikitnya 16 orang lain tewas dalam insiden tersebut. “Yang terjadi hari ini adalah bencana nasional,” kata Menteri Informasi Dahir Mohamud Gelle seperti dilansir Associated Press. Pemerintah federal langsung memerintahkan dilakukannya investigasi mendalam dalam kasus tersebut. Termasuk motif di balik serangan mematikan tersebut. Konon, detik-detik pengeboman itu juga terekam dalam CCTV hotel. Aksi tunggal tersebut merupakan serangan paling serius menarget Pemerintahan Transisi Federal (TFG) Somalia yang didukung PBB itu. “Aksi bunuh diri di Hotel Shamo itu menewaskan 19 warga sipil dan melukai belasan lainnya,” terang Pasukan Uni Afrika di Somalia (AMISOM) dalam pernyataan tertulis, seperti dilansir Agence France-Presse. Sebagian besar korban, baik yang tewas maupun terluka, adal-

ah mahasiswa. Petugas keamanan hotel menduga, pelaku adalah salah satu tamu dalam acara yang dihadiri sejumlah menteri federal tersebut. Laporan lain menyebutkan pelaku mengenakan pakaian dan berdandan seperti perempuan. Identitas pasti pelaku yang ikut tewas dalam insiden tunggal tersebut masih belum diperoleh. “Kami sedang berada di luar ruang konferensi saat terjadi ledakan hebat. Tiba-tiba saja saya sudah terkapar di lantai,” kata fotografer Agence FrancePresse Mohamed Dahir. Tiga menteri yang tewas dalam aksi tersebut adalah Menteri Pendidikan Tinggi Ibrahim Hassan Addow, Menteri Pendidikan Mohamed Abdullahi Waayel, dan Menteri Kesehatan Qamar Aden. Menurut seorang pejabat senior, Addow dan Aden tewas seketika saat bom meledak. Sementara, Waayel tewas di lokasi kejadian, beberapa saat kemudian. “Menteri Olahraga dan Pariwisata Suleyman Olad Roble termasuk salah satu korban yang terluka,” imbuh pejabat yang tidak disebutkan identitasnya itu. Selain tiga menteri itu, dua wartawan dan seorang dokter juga tewas. Dua wartawan itu adalah Hassan Zubeir dari Al Arabiya TV dan Bashir Khalif dari Shabele Radio. “Saya mengecam keras serangan tidak bertanggung-jawab

terhadap warga sipil-termasuk mahasiswa, dokter dan wartawan-ini,” tandas Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Catherine Ashton, secara tertulis. Pengganti Javier Solana tersebut berjanji mengkoordinasikan aksi internasional untuk melawan musuh Somalia. Dari Kampala, pejabat ketua AMISOM juga mengutuk serangan tersebut. “Serangan ini sengaja dilancarkan untuk mengintimidasi dan memeras TFG,” papar Wafula Wamunyini. Serangan itu, lanjut Wamunyini, membuat AMISOM tetap bertahan di Somalia. Sebelumnya, dia sempat memprotes Mogadishu karena dianggap melanggar komitmen pasukan. Sebab, personel AMISOM tidak sesuai dengan kesepakatan awal yang seharusnya, yaitu 8.000 orang. Dalam hitungan tahun, ribuan warga Mogadishu tewas akibat serangan-serangan yang dilancarkan para pemberontak Islam. Milisi pemberontak Al-Shabaab diyakini sebagai dalang serangan. Serangan pertama menarget pemerintahan Presiden Sharif Sheikh Ahmed itu terjadi pa-da 7 Mei lalu. Sejak saat itu, serangkaian serangan dalam berbagai skala terus dilancar-kan. Tidak kurang dari 250 orang tewas akibat serangan pemberontak, dan sekitar 120.000 lainnya memutuskan untuk mengungsi. (hep/ttg)


AMPANA

Luwuk Post

10

JUMAT 4 DESEMBER 2009

http://luwukpost.info

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Pemda Kembangkan Infrastruktur Pedalaman Atasi Buta Aksara, Bangun Sekolah Lipu’

[FOTO: DOK /LUWUK POST]

GEDUNG SEKOLAH : Pemerintah Daerah mendekatkan sarana pendidikan hingga ke dusun -dusun di desa pedalaman.

Lima Ranperda Dipending AMPANA-Pembahasan lima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dipending oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tojo Una-una. Keseluruhan Ranperda yang dipending tersebut adalah perda tentang kelembagaan. Yakni Ranperda tentang Badan Penanggulangan Bencana Alam, Badan Narkotika, Kantor Pelayanan Satu Atap, Dinas Tata Lingkungan, serta Kantor Korpi. Informasi tersebut disampaikan Kepala Bagian Hukum dan Perundang-undangan Setdakab Touna Alfian Kasim, SH, kepada Luwuk Post, kemarin. Ia mengatakan, belum diketahui secara pasti alasan pihak le-

gislatif untuk menunda sementara waktu pembahasan ke lima Ranperda yang diajukan tersebut. Penundaan ini mencuat kepermukaan, setelah Pansus tidak mengagendakan pembahasan kelima Ranperda yang diajukan. “Pansus belum menjadwalkan pembahasannya,” singkatnya. Namun begitu kata dia, pihaknya akan terus mencoba berkonsultasi secara intensif, terkait pembahasan ranperda tersebut. Pasalnya, kelima Ranperda ini dinilai sangat penting untuk ditetapkan pada tahun 2010 mendatang. Apalagi saat ini bertepatan momen pembahasan APBD tahun anggaran

2010. Jika pembahasan di dilakukan pasca penetapan APBD, praktis, sejumlah Ranperda kelembagaan ini diberlakukan pada tahun anggaran 2011. “Kalau dibahas setelah penetapan APBD 2010, berarti Perda kelembagaan yang mengatur mengenai pembentukan 5 SKPD tersebut, baru dapat diterapkan pada tahun 2011,” terangnya. Selain alasan tersebut, yang menjadi pertimbangan lain adalah, dari aspek kebutuhan. Artinya, kebutuhan akan lima lembaga itu, dinilai sangat urgen untuk dibentuk.Seperti halnya, tentang Badan Penanggulangan Bencana Alam. Regulasi ini menurutnya sudah semestinya

harus ditetapkan. Indikatornya adalah kondisi Topografi daerah yang rentan akan musibah bencana alam, baik banjir, maupun bencana longsor. Penanganan problem ini dapat dilakukan secara maksimal jika dibentuk kelembagaan tersendiri. “Secara nasional hal ini telah diatur. Dan sudah menjadi kewajiban daerah untuk membentuk lembaga khusus penanggulangan bencana alam, melalui Ranperda yang diajukan ke pihak DPRD,” paparnya. Dari kelima Ranperda tersebut semuanya penting. Dari sisi positif pembentukan lima lembaga tersebut dapat menambah DAU. (Nas)

AMPANA-Pemerintah Daerah Tojo Una-una tengah berupaya untuk mengembang-kan pembangunan infrastruktur warga yang bermukim di pedalaman. Selain membangun akses jalan menuju kantong-kantong produksi, Pemda setempat juga tengah menggenjot pembangunan fasilitas pendidikan. Seperti halnya pengemba-ngan infrastruktur pendidikan Sekolah Lipu’ yang terletak di wilayah pedalaman Dusun Mpoa Kecamatan Ampana Tete. Rencananya pembangunan infrastruktur sarana pendidikan bagi warga, akan dikembangkan seiring dengan pemenuhan kebutuhan belajar siswa di sekolah non formal tersebut. Konsep ini dilakukan secara merata. “Gedung sekolah yang dibangun di pusat ibu kota, harus juga dimiliki oleh masyarakat di pedalaman,” ungkap Bupati Tojo Una-una Drs. Damsik Ladjalani, disela-sela Rapat Koordinasi bersama pihak legislative yang dipusatkan di ruang sidang utama DPRD setempat, kemarin. Demikian halnya mengenai

penempatan guru. Damsik berjanji akan menempatkan guru pada sekolah Lipu’ yang kualitasnya sama dengan guru yang mengabdi di kota Ampana. “Kalau sekolah dipusat ibu kota di ajar oleh tenaga yang terdidik, maka sekolah yang di pedalaman juga harus di ajar oleh tenaga yang terdidik pula. Ini hak semua warga negara. Dan Pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk menyediakan apa saja yang dibutuhkan warga di pedalaman (Sekolah Lipu’red),” tegas Bupati. Hal ini lanjut bupati akan di kembangkan secara bertahap. Begitupun sekolah-sekolah yang letaknya masih tergolong terisolir. “Tidak ada pengecualian dalam pembangunan. Pendidikan yang memadai akan dikembangkan di wilayah pedalaman. Sehingga tercipta sebuah pemerataan pelayanan,” tegasnya lagi. Sekadar diketahui, sekolah Lipu’ yang terletak di wilayah pedalaman Kecamatan Ampana Tete tersebut, awalnya di gagas oleh Yayasan Merah Putih (YMP) Tojo Una-una pada Tahun 2001 silam. Sekolah non formal ini juga dilengkapi dengan perpustakaan. Seluruh buku mata pelajaran pun diupayakan oleh Yayasan tersebut, dengan cara mengajukan permohonan bantuan kepa-

da Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. “Perpustakaannya juga dilengkapi dengan buku pelajaran, bantuan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Gurunya tidak tamat SD bahkan tidak pernah mengenyam pendidikan dibangku sekolah. Mereka hanya mengajari membaca dan berhitung,” ungkap Ketua YMP Badri Jawara saat diselasela rapat koordinasi. Dia mengatakan tujuan utama yang hendak dicapai oleh YMP dalam mengagas sekolah diperkam-pungan ini semata untuk memberantas buta aksara bagi masyarakat yang bermukim di wilayah pedalaman. Tak hanya itu, dalam konteks ini juga tersirat sebuah misi pelestarian budaya luhur masyarakat di wilayah itu. Terkait pengembangan sekolah Lipu’, Badri mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga (Dikpora), untuk mencari format penerapan sistem pengembangan pendidikan sekolah tersebut. “Kami sudah pernah melakukan pertemuan bersama Dikpora di Marina Cottage belum lama ini. Hasil pertemuan ini terus ditindak lanjuti sehingga melahirkan sebuah solusi kongkrit tentang pengembangan sekolah Lipu’,” tuturnya. (Nas)

Afnan : Sekolah Lipu’ Harus Diformalkan AMPANA- Ketua Komisi I DPRD Tojo Una-una Moh. Afnan Rahmat menilai Sekolah Lipu’ di wilayah pedalaman Kecamatan Ampana Tete selayaknya di formalkan. Ini dilakukan dengan konsep sekolah jarak jauh, dengan menginduk pada salah satu Sekolah Dasar Negeri yang terdekat. Dengan begitu seluruh anak didik pada sekolah Lipu’ mendapat legalitas berupa Ijazah. “ Kalau sudah waktunya ujian, mereka (Anak Didik sekolah Lipu’ red) bisa diikutkan ujian pada sekolah induk,” terang Afnan. Sehingganya tak terkesan sekolah tersebut hanya diajari

membaca dan menghitung saja, akan tetapi mendapatkan legalitas formal. “Selain belajar mereka juga mendapatkan legalitas berupa Ijazah,” tuturnya. Jika perlu urai Afnan, anak didik yang mengenyam di sekolah lipu’ dan dinyatakan tamat, di sekolahkan di Ampana, dengan memberikan fasilitas berupa asrama. “Pendidikan mereka te-rus dikembangkan sampai ke jenjang lebih lanjut. Dan kalau perlu di asramakan,” pintanya. Jika mereka berhasil sampai ke jenjang pendidikan lebih lanjut, otomatis mereka akan kembali mengabdikan diri di tempat asalnya. Dengan modal

pendidikan inilah, mereka dapat termotivasi untuk turut berperan aktif mengembangkan perkampungan di lingkungan tempat tinggal mereka.“Ini harus kita dorong,”singkatnyaMasih terkait, pengembangan sekolah Lipu’. Afnan menginformasi-kan bahwa saat ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas terkait untuk membica-rakan hal tersebut. “Insya Allah Komisi I DPRD akan menggelar pertemuan bersama Dikpora untuk membahasnya lebih lanjut. Kami juga telah menyiapkan sejumlah tawaran tentang sistem pembelajaran pada sekolah Lipu,” pungkasnya. (Nas)


EKONOMI & BISNIS

Luwuk Post JUMAT 4 DESEMBER 2009

http://luwukpost.info

11

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Perdagangan Batang Kelapa Tembus 1.507 Kubik Diantarpulaukan ke Surabaya dan Bali LUWUK-Sepanjang tahun 2009, Kabupaten Banggai menjual 1.507 kubik batang kelapa gelondongan. Tujuan perdagangan batang kelapa gelondongan milik Banggai ke Surabaya dan pulau Bali. “Tiap tahun angka perdagangannya naik karena permintaan di Surabaya dan Bali tinggi,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Banggai, Zen Zubaidi, kemarin. Saat di Surabaya dan Bali, bahan baku batang kelapa gelondongan asal Banggai disulap menjadi meubel dan aneka kerajinan yang bernilai ekonomis tinggi. Produk lanjutannya dapat menebus pasar internasional. Zen mengatakan pengusaha meubel dan kerajinan terutama di Bali berminat pada batang kelapa Banggai karena umurnya tua. “Serat pada batang yang tua menarik sehingga nilai seninya tinggi saat menjadi meubel dan kerajinan,” ungkapnya. Kecamatan Balantak, Pagimana, Bualemo, Bunta [FOTO: DOK /LUWUK POST]

BATANG KELAPA: Permintaan batang kelapa gelondongan dari tahun terus naik. Batang kelapa ini diperdagangkan hingga ke Surabaya dan Bali.

Pembuat Gula Merah Berkurang BANGGAI-Industri rumahan yang mengelola dan membuat gula merah atau gula batu, jumlahnya terus berkurang bahkan kini hampir tidak ada lagi pembuat gula merah didaratan Pulau Banggai, padahal dulunya cukup ba nyak industri rumahan yang mempro duksi gula merah di Banggai. Di Banggai sendiri, dulunya ada beberapa desa yang beberapa tahun si lam dikenal sebagai penghasil gula merah, seperti Desa Adean, Badupayan serta beberapa desa lainnya, di Keca matan Banggai Utara. Tidak terlihat lagi

adanya industri rumahan pembuatan gula merah ini, bukan tanpa sebab. Sejumlah pembuat gula merah kepada Luwuk Post belum lama ini, mengakui mereka sudah tidak menekuni lagi usaha pembuatan gula merah, keran sudah tidak tersedianya pohon enau yang merupakan pohon yang bisa menghasil kan air yang merupakan bahan dasar pembuatan gula merah. Selain itu, juga karena keterbatasan modal usaha. Kepada Luwuk Post, Tarni, manta seorang pengelut usaha pembuatan gula merah, mengakui bahwa di Banggai

saat ini, telah terjadi kelangkaan pohon enau, sehingga mereka sangat susah untuk mencari bahan dasar untuk pembuatan gula merah.Dulunya kata dia, dirinya masih bisa memproduksi gula merah, walaupun di Banggai kebera daan pohon enau sudah sangat terbatas. Mereka mensiatinya dengan membeli air pohon enau di beberapa daerah di luar pulau Banggai. Namun sayangnya sejak tiga tahun belakangan mereka sudah tidak dapat membeli air enau lagi, sebab para petani enau yang ada di daerah ini lebih cenderung mengolah

enau tersebut menjadi miras jenis cap tikus ketimbang harus menjualnya kepada para pembuat gula merah. Di Bangkep secara keseluruhan, tinggal terdapat beberapa penekun pembuatan gula merah saja yang ter sebar di beberapa desa di Pulau peling. Itupun jumlah produksinya sudah sema kin sedikit. Alasannya, karena adanya kecenderungan tadi, dimana para petani pohon enau lebih tertarik untuk men jadikan air enau itu menjadi cap tikus ketimbang mengolahnya menjadi gula merah. (Wan)

Metrologi Lakukan Tera Ulang Timbangan LUWUK- Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Provin si Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan tera ulang terhadap Ukuran, Takaran, Timbangan dan Perlengkapannya (UT TP) milik pedagang di pasar tradisional Simpong pada Kamis (03/12). Petugas Metrologi langsung melaku kan sidang tera terhadap puluhan timbangan dan alat ukur berupa meteran dan liter. “Sidang tera di tempat mempermudah kami mengembalikan stelan timbangan yang tidak sesuai,” kata Pimpinan si

dang Metrologi, Mufti Abdullah di pasar Simpong. Untuk menetapkan apakah UTTP telah tepat teranya atau belum ditetap kan lewat sidang tera metrologi. “Kepu tusannya lewat sidang. Untuk mem permudah penyetelan timbangan yang menyalahi ukuran kami meminta sidang ditempat,” kata Mufti. Tera ulang terhadap wajib tera sesuai dengan undang-undang No. 2 tahun 1981 tentang Metrologi legal yang me mastikan pembelian barang sesuai ukuran.

Tera UTTP di Luwuk dilakukan menyusul permintaan Pemerintah Dae rah Banggai untuk menera ulang alaut ukur milik pedagang. “Banyak keluhan adanya timbangan yang tidak sesuai. Jadi harus ditera ulang,” kata Mufti. Menurut Mufti, tidak ada aturan yang menegaskan batas waktu penggunaan alat ukur atau timbangan. “Jika telah aus jangan digunakan lagi,” imbuhnya. Dalam tera ulang 21 timbangan di pasar Simpong ditemukan tidak sesuai ukuran. “Kasus terbanyak ukurannya kurang. Sebagain ada unsur kesenga

jaan yang lainnya karena timbangan nnya sudah tua,” tegas Mufti. Menjawab pertanyaan, Mufti me ngatakan tidak mengenakan sanksi pidana terhadap temuan pelanggaran ukuran. “Kami lakukan pembinaan dengan membuat pernyataan bermaterai,” katanya. Padahal, dalam undang-un dang No. 2 tahun 1981 tentang Met rologi legal pelanggaran terhadap uku ran UTTP di ancam pidana penjara selama-lamanya satu tahun dan atau denda Rp 1 juta. (aha)

dan Nuhon menjadi pemasok utama batang kelapa gelondongan. Perindag setempat sebenarnya berharap ada pengusaha yang melirik usaha meubel dan kerajinan berbahan baku batang kelapa. “Pasarnya terbuka hingga mancanegara. Kami siap memfasilitasi jika ada pameran,” imbuh Zen. Batang kelapa gelondongan dihargai Rp100 ribu perpohon. Harga tersebut dapat berubah jika lokasinya jauh dari jalan poros. Tiap pohon dapat dipotongpotong menjadi tiga bagian masing-masing lima atau enam meter. “Harganya relatif rendah jika diperdagangkan dalam bentuk gelondongan. Olehnya perlu diolah menjadi barang jadi,” kata Zen. Pada tahun 2009, luas perkebunan kelapa rakyat di kabuapten Banggai seluas 35.076 Hektar (Ha) dengan produki kopra 26.366 ton pertahun. Produksi perkebunan kelapa dalam bentuk kopra dibawah produksi nasional yakni 1,13 ton perhektar dari produksi nasional 1,5 ton perhektar. (aha)

Budidaya Kepiting Menjamur BANGGAI-Kekayaan hasil laut dan perairan di Bangkep, sangat melimpah. Tak pelak fakta itu dimanfaatkan oleh sejumlah masyarakat sebagai sebuah peluang untuk mence tak keuntungan bagi mereka. Cukup banyak masyarakat yang kini mulai menekuni berba gai macam budidaya hewan laut dan salah satunya adalah pem budidayaan kepiting. Dari catatan Luwuk Post, yang diperoleh dari kroscek lapa ngan, menunjukan dewasa ini jumlah penekun budidaya kepi ting di Bangkep, semakin ba nyak jumlahnya. Jenis kepiting yang paling banyak di budidayakan yaitu jenis kepeting Ali mangu dan Maleang. Dua jenis kepiting ini, sengaja dibudi yakan karena memang memiliki nilai ekonomis yang cukup menjanjikan. Harga perkilogram dari jenis kepiting ini bisa mencapai Rp 40 ribu untuk satu kilogramnya. Dengan harga yang terbilang tinggi itu, telah mengiklami banyak masyarakat untuk kemu dian menekuni pembudidayaan kepiting ini.

Kepiting hasil budidaya di Bangkep ini, pada umumnya di pasarkan diluar Bangkep, seper ti di sejumlah kota-kota besar seperti Makassar, Manado, Su rabaya dan sejumlah kota besar lainnya. Kalaupun ada yang dijual di pasaran lokal, jumlah nya hanya sebagian kecil saja. Ahmad, seorang pembudida ya kepiting di Bangkep, kepada Luwuk Post, belum lama ini, menjelaskan kepiting yang dibudiyakannya itu, dibeli dari para penangkap. Rata-rata ke piting yang dijadikan bibit tersebut, ukurannya masih kecil, dan selanjutnya bibit kepi ting itu, disimpan dalam tambak dan diberikan pakan sebanyak tiga kali dalam sehari. Dari bibit yang kecil itu, kemu dian butuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk siap dipanen dan selanjutkan dipasarkan. Kepada Luwuk Post, Ahmad mengakui dalam sekali panen kepiting yang jumlahnya menca pai sekitar tiga ribuan ekor, dirinya memperoleh keuntu ngan hingga mencapai puluhan juta rupiah. (Wan)

Restoran Parakattei Sajikan Menu Terbaik LUWUK- Akhir-akhir ini banyak para pengusaha dikalangan menegah, berinves tasi pada bisnis rumah makan. Selain bisnis yang menjanjikan, pertumbuhan warung makan di Kabupaten Bangai sema kin berkembang bak jamur dimusim hujan.

Salah satunya adalah rumah makan Paraikatte. Restouran tersebut terletak di Jln Moh.Hatta Kelurahan Maahas. Selain menyajikan sea food, resturant ini juga mela yani sajian asparagus serta menu makanan

(FOTO: YANTO IDRIS / LUWUK POST)

MENU BEDA: Satu lagi restoran hadir di Kota Luwuk. Tamplinya restoran Parakattei ini berbeda dengan lainnya. Perbedaan itu terlihat dari menu yang disediakan.

lainnya. Untuk harganya pun terbilang ekonomis dan bisa dijangkau oleh berbagai kelangan. Restauran ini dibuka sejak Rabu (2/12), langsung diserbu oleh para pecinta kuliner yang ingin menikmati sajian khas restauran tersebut. Ridwan kepada Luwuk Post, Kamis (3/ 12) kemarin mengaku, menu yang disajikan restorannya tidak jauh berbeda dengan restouran lainnya. Hanya saja ucap Ridwan, cita rasanya tentu berbeda. Nama Paraikatte restauran berasal dari bahasa daerahnya, yang berarti kita semua sama. Adapun makna dari nama ini adalah menyamaratakan pelayanan kepada para tamu yang akan datang serta akan mem berikan jamuan terbaik terhadap seluruh tamu yang akan datang.Lanjut Ridwan yang juga pemilik restauran tersebut, resto ini juga menyajikan menu seperti mie go reng serta nasi goreng yang beda dengan warung makan lainnya. Olehnya sangat rugi jika tidak menikmati masakan ala restouran Parakattei, karena dijamin akan citarasanya. (ynt)


Luwuk Post JUMAT 4 DESEMBER 2009 HALAMAN 12

SANDRA DEWI

Tunggu Tiga Bulan PUNYA wajah secantik Sandra Dewi ternyata bukan jaminan akan didekati banyak kaum adam. Hal itu diungkapkan aktris sekaligus presenter berusia 26 tahun tersebut saat press conference Clear Soft and Shiny Hair Model 2009 di Blitz Megaplex, Pacific Place, kemarin (3/ 12). “Jujur, cowok yang bener-bener deketin aku itu nggak banyak. Paling banter cuma dua orang selama ini,” ujar Sandra.

Menurut pemandu acara Derings itu, keinginannya menjalani hubu ngan serius mungkin menjadi pe nyebab lawan jenis enggan mende katinya. Di umur yang sudah mele wati seperempat abad, artis blas teran Palembang, Tionghoa, Sun da, dan Belanda itu mengatakan tidak ingin sekadar pacaran. “Me mang aku maunya serius. Mungkin karena itu, mereka jadi segan mau ndekati, apalagi zaman sekarang susah cari cowok baik,” kata

Sandra.Selain keseriusan hubu ngan, pemilik nama lengkap Monica Nicholle Sandra Dewi Gunawan Basri tersebut mengatakan, kesibu kannya bekerja kerap membuat dirinya tidak memiliki kekasih. “Tapi, memang aku juga mungkin yang salah karena terlalu suka bekerja,” ujarnya. Tapi, semua itu hanya cerita dulu. Sebab, sebulan ini Sandra menjalin hubungan dengan seorang pria. Bagi Sandra, waktu tersebut belum cukup untuk

mengenal sang kekasih. Paling tidak dibutuhkan waktu tiga bulan. “Kalau sudah tiga bulan, baru mulai serius. Karena biasanya, di bulan kedua, sudah gugur,” tuturnya. Sandra menambahkan, dirinya memang lebih memilih berpacaran dengan pria yang tidak berasal dari dunia entertainment seperti dirinya. “Banyak godaan dan takut ditinggal-tinggal terus,” imbuhnya. (ken/ayi)

Menangis Ditinggal Raihaanun JAKARTA-Sepanjang 2009, aktor Ramon Yusuf Tungka lebih sering menjadi orang lain dibandingkan menjadi diri sendiri. Ada empat film yang dia bintangi dengan karakter berbeda-beda. Pria kelahiran Surabaya, 2 Juni 1984, itu merasa telah melewati level pertama dalam karir. Tahun ini Ramon muncul dalam film Virgin2, Tarix Jabrix2, Romeo n Juliet, dan Heart-Break.com. Total, ada sepuluh judul layar lebar yang dia bintangi sepanjang lima tahun menjalani karir di bidang seni peran, sejak kemunculan pertamanya lewat film Catatan Akhir Sekolah. Setiap peran dalam film selalu dimainkan secara total oleh Ramon. Dia mengatakan selalu berusaha menjadi orang lain, sesuai dengan karakter yang diperankan. “Bahkan, sepanjang syuting aku berusaha menjadi orang lain. Parahnya, biasanya aku baru bisa balik jadi diri sendiri lagi setelah sekitar dua bulan atau tiga bulan sesudah syuting,” katanya saat berkunjung ke Graha Pena Jawa Pos Jakarta kemarin (3/12). Ramon mencontohkan ketika selesai syuting film terbarunya, Heart Break.com, belum lama ini. Seminggu sebelum pengambilan gambar, dia baru bisa menjiwai sosok Agus. Dia baru bisa jadi diri sendiri lagi setelah lebih dari satu bulan setelah syuting. Saat syuting, karena berperan sebagai Agus, Ramon harus tampil klimis. Karakternya lugu dan melankolis. “Berseberangan banget sama kepriba dianku. Saat diputusin ceweknya, Agus menangis, sedangkan aku nggak begitu. Ngapain sedih, cari cewek lain saja,” tuturnya lantas tertawa.Tapi, kata Ramon, apa pun perannya, dia akan serius. Termasuk, menerima risiko dianggap aneh dan tidak dikenali orang terdekat. “Waktu jadi Agus, aku sampai dimarahi pacarku lho,” ucap kekasih Laras Rahardjo Djarot, 23, putri aktor senior Slamet Rahardjo itu. Ramon bercerita, setelah syuting dirinya berkun

Ramon Y Tungka

Dea Imut

Punya Pacar Tergantung Mama JAKARTA-Dea Imut beranjak remaja. Walau banyak gadis seusianya sudah mulai pacaran, tidak demikian dengan Dea. Dia punya pacar tergantung ibundanya. “Aku masih tergantung sama mama. Lagian masih muda juga. Aku masih dijaga ketat sama mama,” tutur Dea ditemui di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (3/12/ 2009). Ibunda Dea cukup keras dalam mendidik. Dea diberi sejumlah peraturan dan larangan, plus hukuman jika melanggar. “Aku masih dijaga banget sama mama. Ada hukuman yang diterapkan mama. Kalau aku melanggar, aku enggak boleh pegang handphone dan nonton TV,” ungkap artis kelahiran 29 Februari 1996 ini. Gadis yang pernah jadi korban video mesum itu membantah dugaan dirinya tak punya teman pria. “Ada kok teman cowok. Semua teman aku, mama kenal. Mama juga baik kok sama mereka,” tukasnya.(okz)

jung ke rumah Laras. Tapi, secara tidak sadar saat itu dia masih sebagai Agus. “Jadi, begitu sampai, kan aku sopan banget, bicara pelan. Pokoknya, Agus banget dan bukan aku. Eh dia marah. Bilangnya dia kangen Ramon, bukan karakter Agus,” ucap Ramon menirukan gaya marah perempuan yang sudah lima bulan menjadi kekasihnya itu.Saat menjadi Agus, Ramon benarbenar sayang kepada Raihaanun Soeriaatmadja. Di film itu, Raihaanun berperan sebagai Nayla, kekasih Agus yang bisa membuatnya patah hati. “Jujur, aku pernah lho menangis gara gara ditinggal Raihaanun pulang di lokasi syuting. Kehilangan banget,” Ramon menggambarkan betapa dia menjiwai perannya sebagai Agus.Demikian juga ketika berperan di film lain. Ramon mengatakan, masuk ke tokoh yang akan dimainkan sebenarnya bukan perkara mudah. Dia butuh waktu lebih dari satu minggu. “Begitu juga keluarnya, susah. Saya memang selalu ingin total dalam bermain,” tekadnya. Semua totalitas itu dilakukan agar tidak percuma melepas status sebagai VJ MTV dan mahasiswa demi film. “Aku tidak menyesal meninggalkan MTV demi film. Begitu juga ninggalin sekolah demi film,” kata pria yang pernah mengenyam pendidikan jurusan ekonomi sampai semester tiga di Universitas Surabaya tersebut. Ramon mengistilahkan sepuluh film layar lebar sepanjang lima tahun karirnya itu adalah level pertama. Dia bersiap memasuki level berikutnya yang lebih tinggi lagi. “Level pertama itu eksistensi. Lima tahun kedua kematangan,” tuturnya. Sepanjang lima tahun itu pula beragam karakter pernah dimainkan oleh Ramon. Mulai peran orang sakit jiwa di film Ekskul, peran cabul di Tali Pocong Perawan, dan peran kembar di Pesan Dari Surga. Bahkan, dia mengubah fisik demi peran di Romeo n Juliet dan Heart-Break.com. (gen/ayi)

Ismi Azis Diancam Suami? JAKARTA-Ismi Azis dikabarkan mendapat ancaman. Namun ancaman ini tak diperjelas penyebab dan siapa yang mengancam. Benarkah suami Ismi Azis yang melakukannya? “Tidak ada ancaman. Klien saya (Chandra Ismail Sunny) tidak tahu. Saya tidak pernah konsultasi dan kalaupun ada, saya tidak pernah tahu. Buat saya itu tidak perlu,” papar kuasa hukum Chandra, Trimulyo Widodo ditemui di Pengadilan Jakarta Barat, Kamis (3/12/2009). Dia pun yakin kalau kliennya bukan tipe orang yang suka mengancam. “Klien saya bukan tipikal seperti itu,” tegasnya. Dari hasil mediasi, kedua belah pihak tetap ingin melanjutkan perkara. Trimulyo menegaskan, perceraian ini terjadi karena ada penyebabnya. Namun dia tidak mau memastikan apa penyebabnya. Mengenai orang ketiga, Trimulyo pun enggan memaparkannya. “Tanya saja sama pemohon. Kan dia lebih tahu. Kalau saya bicara tidak etis. Itu cuma alasan dan alasan ingin bercerai pasti ada,” kata dia. (okz)

HOROSCOPE

CANCER (21 JUNI - 22 JULI)

LEO (23 JULI - 22 AGUSTUS)

Perkumpulan keluarga akan memberikan informasi mengenai masa lalu kamu. Kamu akan mampu berinteraksi dengan kawan lama jika kamu mengunjungi beberapa tempat yang biasanya kamu kunjungi. Cinta berada dalam siklus tertinggi.

Kamu mungkin khawatir akan kekurangan uang. Konsentrasi terhadap apa yang akan terjadi dan singkirkan dulu mengenai mencari uang. Kamu sebaiknya menghindari hiburan mahal.

CAPICORN (22 DESEMBER 19 JANUARI)

AQUARIUS (20 JANUARI - 18 FEBRUARI)

Perjalanan atau mengunjungi orang yang mengesankan kamu. Semakin banyak informasi yang kamu ambil, semakin siap kamu dalam menghadapi masalah yang dihadapi.

Semuanya akan kembali untuk tidak memiliki cukup uang. Rencana perlu diformulasikan dan dieksekusi jika kamu tidak mampu membiayai pengeluaran2 yang akan muncul.

VIRGO (23 AGUSTUS 22 SEPTEMBER) Mungkin sulit untuk memastikan orang lain mengikuti apa yang sudah kamu rencanakan. Jangan lupa beristirahat hari ini. Sedikit kenyamanan dapat menyegarkan kamu dari semua kekhawatiran yang kamu rasakan.

ARIES (21MARET - 19 APRIL)

TAURUS (20 APRIL - 20 MEI)

GEMINI (21 MEI - 20 JUNI)

Hanya langit batasannya & anda sedang berjalan menuju bintang. Bersiap menghadapi akhir tahun, ketika hubungan & investasi kerja anda berbuah.

Persiapan harus disiapkan dengan baik untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Kamu telah mengerjakan bagian kamu. Sekarang ambil waktu untuk mengambil waktu untuk menyiapkan diri menghadapi acara yang membawa kamu ke percintaan.

Kamu tidak akan ingin membuat orang lain marah hari ini, jadi simpan pikiran kamu untuk diri sendiri dan jangan biarkan rahasia terbuka. Sikap positif akan membantu kamu bertahan.

PISCES (19 FEBRUARI - 20 MARET)

LIBRA (23 SEPTEMBER 22 OKTOBER)

SCORPIO (23 OKTOBER - 21 NOVEMBER)

SAGITARIUS (22 NOVEMBER 21 DESEMBER)

Momen sentimental akan membawa ingatan ke masa lalu. Bertindak terhadap perasaan kamu sendiri dan selesaikan masalah personal yang telah ada dalam benak kamu selama ini.

Penglihatan baru terhadap sesuatu yang lama akan memberikan arti yang baru. Kamu dapat mengubah salah satu ide kamu menjadi peluang bisnis yang membantu kamu membayar biaya-biaya tambahan yang muncul.

Kamu akan memiliki inspriasi kreatif yang dapat berubah menjadi ide lama yang sangat berarti untuk diperjuangkan. Uji rencana kamu untuk memastikan seperti apa rencan tersebut akan berjalan.

Tidak ada yang berjalan sesuai dengan rencana. Bersiap untuk membuat perubahan sepanjang hari. Waktu yang terbuang akan membebani kamu.


BANGGAI KEPULAUAN Mencegah Konflik Horisontal di Sonit DALAM waktu dekat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) akan bertandang ke Maluku Utara. Di provinsi tetangga tersebut, pihak Sulteng akan membahas sejumlah masalah di sejumlah pulau di CATATAN wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep). Yakni per batasan Pulau Sonit dan beberapa wila yah lain di kawasan Kecamatan Bokan. Langkah segera mem bicarakan masalahmasalah tersebut, ha rus dinilai sebagai keinginan pihak Sul teng untuk secara kongkrit menye lesaikan persoalanpersoalan yang kini Rustam Nono melanda wilayah tersebut. Sebab bila wacana keinginan warga menggabungkan diri dengan Malut dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan bakal segera memicu konflik horizontal. Sikap cepat tanggap seperti yang akan dilakukan pihak Sulteng, saya sepakat. Sebab hingga kini Sonit maupun Bangkep masih berada di wilayah Sulteng. Campur tangan pihak Sulteng sangat dibutuhkan segera menemukan solusi, agar keinginan warga yang hendak memisahkan diri tidak menjadi kemelut berkepanja ngan.Turunnya pihak Sulteng, bukan baru pertama kali terjadi. Hal serupa juga pernah terjadi pada tahun 2007 silam. Saat itu, Gubernur Sulteng HB Paliudju turun tangan sendiri. Dari gencarnya Sulteng turun ke daerah untuk menyelesaikan masalah, kita dapat menarik kesimpulan bahwa Pemerintah Sulawesi Tengah termasuk cepat tanggap merespon gejolak yang terjadi di daerah. Apa lagi dalam soal penggabungan Sonit dan Banggai, sejumlah informasi menyebut Pemerintah Maluku Utara cukup ngotot. Hal itu seiring dengan tersiarnya kabar, pihak Malut mengiming-imingi sejumlah uang kepada warga Sonit dan sekitarnya. Bisa ditebak, tujuannya untuk memuluskan peng gabungan wilayah.Sejumlah politisi di Bangkep menginginkan agar Sulteng dapat mempertahankan wilayah Sonit dan seki tarnya. Sebab di kawasan itu konon terdapat kekayaan alam berupa kandungan minyak bumi yang dapat dimanfaatkan untuk memakmurkan daerah. Hanya saja, kekayaan alam tersebut hingga kini belum dapat dimanfaatkan. ###

Tokoh Banggai Tantang Ramalan BANGGAI – Pernyataan Ramalan salah seorang anggota legislatif Bangkep, menuai protes keras dari sejumlah tokoh masyarakat Banggai. Sebagaimana dilansir media ini tanggal 1 Desember lalu, Ramalan menyatakan isu penggabungan wilayah Bokan dan sekitarnya ke Provinsi Maluku Utara tidak benar. Ia juga mengatakan, penggabungan tersebut hanyalah keinginan segelintir warga. Yatno Lagona ST, salah seorang tokoh masyarakat Banggai menegaskan, pernyataan Ramalan merupakan kebohongan besar. Menurutnya, sebelum menjadi legislator Ramalan termasuk pihak yang ikut mendatangkan rombongan Ketua DPRD Kabupaten Sula. Hal itu terjadi pasca keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi mengenai sengketa antara Pasal 10 dan 11 UU No.51/1999. Kedatangan rombongan Ketua DPRD Sula merupakan pressure terhadap percepatan penggabungan wilayah Banggai ke Maluku Utara. Karena itu Yatno menilai, Ramalan legislator Bangkep asal PPRN di daerah pemilihan 1 tersebut tidak konsisten lagi setelah menduduki kursi empuk DPRD. Yatno dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya mengancam akan meminta pertanggungjawaban politik dari Ramalan. Bahkan Yatno menantang Ramalan melakukan dialog terbuka seputar aspirasi penggabungan ke Maluku Utara. (Mad)

Luwuk Post JUMAT 4 DESEMBER 2009

http://luwukpost.info

13

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

Pemerintah Provinsi Segera Turun Tangani Masalah Sonit dan Pertegas Batas Wilayah

(foto dok Luwuk Post)

PLN Unit Salakan : MESIN Pembangkit listrik 500 KVA yang diadakan oleh pemerintah Bangkep melalui Dinas Pertambangan tahun 2008 silam tidak bermasalah. Hal itu seperti penegasan Kepala Dinas Pertambangan Baru Syafrudin Yusuf. Mesin itu kini berada di PLN Unit Salakan.

Mesin 500 KVA Tidak Masalah SALAKAN – Namanya tudi ngan, tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Demikian halnya tudingan miring berbagai pihak di Banggai Kepulauan (Bang kep), berkait proyek pengadaan mesin pembangkit listrik berdaya 500 Kva, oleh pemerintah setem pat melalui Dinas Pertambangan tahun 2008 silam. Kepala Dinas Pertambangan Bangkep Syafrudin Yusuf me nyatakan, kenyataan di lapa ngan mesin tersebut tidak ber masalah. “Seminggu dua kali, mesin kami hidupkan. Mesin itu selalu

hidup dan tidak ada masalah,” tegas kepala dinas baru tersebut. Mesin yang tidak pernah me ngalami masalah tersebut, berkat perawatan yang intensif sejak Syafrudin menduduki kursi Ke pala Dinas Pertambangan. “Untuk mengawasi mesin ter sebut, kami menugaskan bebe rapa orang petugas,” kata Syaf rudin yang lebih akrab disapa Om Udin. Ia mengakui tidak paham asalusul mesin. Sebab pengadaan pembangkit listrik tersebut dila kukan sebelum dirinya memimpin kantor Dinas Pertambangan

Bangkep. ”Sekali lagi saya hendak menegaskan, mesin pembangkit listrik yang dituding miring oleh berbagai pihak, ternyata tidak ada masalah,” tegas Om Udin lagi.Berkait mesin yang hingga kini belum dioperasikan, Syaf rudin mengatakan, rencananya mesin akan berfungsi 2 tahun lagi, berbarengan dengan renca na memaksimalisasi listri di Kota Salakan hingga menyala selama 24 jam penuh.”Selain itu juga karena beberapa peralatan pe lengkapnya belum komplit,” tan das Syafrudin. (tam)

Kegiatan KKN di Banggai Serap Dana 1 Miliyar BANGGAI-Ini benar-benar fantastik. Mahasiswa KKN Universitas (Untika) Luwuk, yang ditempatkan di Kecamatan Bang gai, Bangkep, mampu mengakat trol dana sebanyak Rp 1 miliyar lebih untuk melaksanakan kegi atan mereka di lapangan. Kepada Luwuk Post, Kamis (3/12) kemarin, Koordinator Kecamatan (Koorcam), mahasiswa KKN di Kecamatan Banggai, Supriadi, membenarkan tentang besaran anggaran yang nominalnya sangat besar untuk ukuran kegia tan KKN ini. Diungkapkan Supriadi, pelak

sanaan dana sebesar tersebut, terkumpul dari para mahasisa KKN tersebut, swada masya rakat dan sumbangan pihak laninya yang sifanya tidak me ngikat. ���Dana sebesar itu, semuanya terkumpul dari uang kas para mahasiswa KKN, sumbangan suka rela masyarakat serta ban tuan dari pihak lainnya yang sifat nya tidak mengingkat,” terang nya. Anggara yang nominalnya sangat fantastik itu, diakui Sup riyadi, tidak semuanya berbentuk uang, tetapi berbentuk bantuan

kebutuhan yang akan dipergu nakan. Adapun peruntukan dana se besar itu, digunakan untuk bebe rapa kegiatan fisik mahasiswa seperti pembangunan tanggul anti banjir, jembatan dan jalan rabat, bedah rumah, pemba nguan MCK, bak air serta bebe rapa jenis kebutuhan lainnya. Kepada wartawan, Supriadi, mengucapkan terima kasih kepada seluruh skaholder yang telah berpatisipasi dalam menyukseskan pelaksanaan KKN di Kecamatan Banggai. (Wan)

SALAKAN – Pemerintah Pro vinsi Sulawesi Tengah (Sul teng) tampaknya menang gapi serius kabar keinginan warga di Kepulauan Sonit dan beberapa pulau lainnya di Kecamatan Bokan serta Pulau Banggai untuk bergabung dengan Pro vinsi Maluku Utara (Malut). Dalam waktu dekat pe merintah Sulteng akan mener junkan beberapa orang per sonilnya untuk menye lesaikan persoalan tersebut. Kabar akan turunnya para pejabat Pe merintah Provinsi Sulteng dituturkan Wakil Bupati Bang kep Drs Ehud Salamat tadi malam. Menurutnya, gubernur akan mengutus Asisten 1 Provinsi Sulteng untuk mendatangi Bangkep.

“Beliau akan ditemani aparat Pemerintah Bangkep yakni Camat Bokan langsung,” papar Wakil Bupati. Pemerintah Provinsi Sulteng agaknya tidak mau wilayahnya makin mengecil. Karena itu dipastikan, utusan Sulteng selain mendatangi Bangkep juga akan meluncur ke Provinsi Malut. Sebab jika Sonit maupun sejumlah kepulauan lainnya bergabung dengan Malut, maka Sulteng merugi karena tidak dapat memanfaatkan kekayaan alam berupa kandu ngan minyak bumi yang terda pat di wilayah Kepulauan Sonit. Najamudin Mointang salah seorang staf Bappeda Bangkep mengatakan, tidak tertutup kemungkinan Pemerintah Provinsi Sulteng akan menegas kan kembali masalah seputar batas wilayahnya. Dalam suatu pemerintahan, batas wilayah merupakan sesuatu yang tidak dapat dianggap remeh. (tam)

Ricard Manuas Koreksi Pemberitaan Sonit SALAKAN – Menggabung kan dua wilayah yang berbe da, tidak semudah membalik telapak tangan. Demikian hal nya warga di Kepulauan Sonit dan Timpaus yang ingin ber gabung dengan wilayah Kabu paten Sula Provinsi Maluku Utara. Berbagai prosedur yang panjang dan makan wak tu lama, harus ditempuh agar Kepulauan Sonit dan Tim paus dilepaskan dari Kabupa ten Banggai Kepulauan untuk bergabung dengan Kabupa ten Sula. Pernyataan tersebut diung kap Ricard Manuas, salah seorang anggota DPRD Bang kep kepada Luwuk Post beberapa waktu lalu. “Saya bilang hal itu sah-sah saja, tetapi penggabungan wilayah tidak segampang itu karena ada aturan dan meka nismenya,” tegas Ricard. Dalam kesempatan terse but, Ricard juga mengoreksi pemberitaan Luwuk Post yang menyebut dirinya menyetujui penggabungan wilayah Sonit dan Timpaus ke Kabupaten Sula. “Saya minta diklarifikasi karena saya tidak pernah bilang setuju. Saya hanya

bilang, keinginan warga Sonit dan Timpaus yang ingin bergabung dengan Kabupa ten Sula sebagai sah-sah saja. Kata sah-sah saja yang saya maksud, tidak lantas dimaknai sebagai persetujuan dari saya,” kata Ricard lagi. Lelaki yang akrab disapa Ijal tersebut menguraikan krono logi meluncurnya keterangan yang berasal dari dirinya. Saat diwawancarai beberapa waktu lalu, Ricard mengatakan hanya bermaksud menang gapi kehendak masyarakat Banggai yang mengancam akan menggabungkan diri dengan Kabupaten Sula. “Saya bilang hal itu sah-sah saja, tapi saya tidak bilang se tuju,” bantahnya. “Saya minta diklarifikasi,” sambung legislator asal Demokrat tersebut. Legislator Bangkep lainnya, Zakaria Kamindang ketika diminta menanggapi berita tersebut, hanya tersenyumsenyum. Menurutnya, hal tersebut tidak perlu dibesarbesarkan . “Saya rasa tidak per lu dibesar-besarkan hal itu,” kata politisi Hanura tersebut sambil mengulum senyum. (tam)

Upacara Tumpe di hadiri Seribu Masyarakat Banggai-Batui Laporan : Iwan Bua-Akhmad Awaludin PROSESI adat pengantaran telur burung maleo atau yang lebih dikenal dengan upacara Tumpe, yang dimulai pelaksanaannya pada tanggal 1 Desember lalu dari Kecamatan Batui, Kamis kemarin berakhir di Banggai, dengan ditandai oleh penyerarahan secara simbolis sebuah telur burung maleo dari Bosanyo (Pemangku adat) Batui, kepada Tomundo (Raja) Banggai di Keraton Banggai, Ir H Iskandar Zaman MM. Dalam prosesi puncak pelaksanaan Tumpe di Banggai, sedikitnya dihadiri oleh seribu lebih masyarakat adat Banggai. Dari ribuan peserta upacara tumpe itu, terdapat sejumlah undangan kehormatan baik dari tokoh masyarakat adat Banggai dan Batui. Dideratan undangan kehormatan dalam pelaksanan upacara tumpe itu, terdapat juga rektor Universitas Tompotika (Untika) Luwuk beserta sejumlah petinggi rektorat Untika. Dalam perjalanannya upacara tumpe ini, berlangsung selama tiga hari. Hari pertama pelaksanaa tumpe ini difokuskan di Kecamatan Batui Kabupaten Banggai (Luwuk). Adapun upacara yang

dilaksanakan di Batui itu, berupa pengumpulan telur burung maleo dan pelepasan delegasi atau utusan dari masyarakat adat Batui yang akan mengantarkan telur maleo kepada Tomundo (Raja) Banggai di Keraton yang ada di Banggai, dengan menggunakan kapal motor. Prosesi acara tumpe di hari kedua sudah dilaksanakan di Bangkep, berupa penjemputan secara adat para delegasi dari Batui itu, di Desa Pinalong Kecamatan Labobo, yang kemudian para delegasi itu dikawal untuk masuk ke wilayah pulau Banggai. Dihari ketiga yang dilaksanakan pada Kamis kemarin, adalah prosesi puncak yaitu berupa pengantaran telur burung maleo kepada Tomundo. Prosesi di Kamis kemarin itu, dimulai dengan “Soanan” para delegasi dari Batui itu, di keramat Banggai Lalongo, yang selanjutnya berkumpul di pelabuhan maleo dan dengan berjalan kaki rombongan adat dari Batui yang jumlahnya hampir seratusan lebih ini, menuju ke keraton Banggai, untuk mengantarkan telur maleo tersebut kepada Tomundo. Disepanjang jalan dari pelabuhan maleo menuju keraton Banggai, terlihat ribuan masyarakat memadati. Maklum acara adat seperti tumpe ini, sejak puluhan tahun baru dua tahun belakangan ini dilaksanakan kembali di Banggai.

Terlihat raut wajah cukup haru dari para pemangku adat Batui, ketika hendak menyerahkan telur-telur burung maleo tersebut kepada Tomundo Banggai. Itu mungkin sebagai apresiasi dari kesyukuran mereka karena telah mampu menjalankan amanah para keluhur mereka terdahulu dengan mengantar telur maleo tersebut kepada Tomundo Banggai. Raut wajah yang tidak berbeda terlihat juga pada Tomundo. Itu juga mungkin bentuk apresiasi dari kesyukurannya, karena ditengah-tengah zaman digital seperti ini, para perangkat adat Banggai dan Batui, masih mampu mempertahankan kebudayaan yang merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat di dua daerah tersebut. Serangkaian upacara tumpe ini di Banggai kamis kemarin, disudahi dengan menggelar acara syukuran dan ramah tama di keraton Banggai. Sejarah Tumpe ini sendiri berawal sejak ratusan tahun silam. Ketika itu Tomundo terdahulu, memberikan kepercayaan kepada beberapa Bosanyo di dataran Batui, untuk bisa memilihara sepasang burung maleo. Setelah beberapa lama dipelihara burung maleo titipan Tomundo (Raja) itupun mulai bertelur. Bagi masyarakat adat Banggai dan Batui, telur dari Maleo itu belum bisa diambil untuk di makan sebelum diserahkan kepada pemilik burung

tersebut (Tomundo-Raja Banggai). Itulah yang membuat setiap kali musim bertelur burung maleo, selalu saja masyarakat di Batui tidak diperbolehkan untuk memakan telur burung maleo sebelum telur maleo itu, diantarkan ke Tomundo di Kota Banggai. Pengantaran telur burung maleo itulah yang kini lebih dikenal dengan upacara adat Tumpe. Untuk ritual pengantaran telur burung maleo ini cukup banyak prosesi adat yang harus dilalui, baik prosesi adat di Batui hingga di Banggai. Proses awalnya mulai dari mengumpulkan telur maleo. Setelah dikumpulkan oleh perangkat ada di Batui, kemudian telur maleo itu, kemudian disimpan sehari semalam di rumah Bosanyo, dan selanjutnya di bawa menuju ke pulau Banggai (kota Banggai) dengan menggunakan kapal motor (Dulunya perahu layar). Sebelum telur maleo itu dibawa, ada beberapa ritual yang dilakukan seperti pembacaan doa bagi keselamatan orang-orang yang akan membawa telur maleo tersebut ke Banggai. Setiba di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan, para rombongan pengantar telur burung maleo itu, belum langsung singgah di pulau Banggai tempat keraton Banggai, namun mereka masih harus singgah di pulau Labobo, untuk melakukan ritual lanjutan.

setelah ritual itu selesai, baru para rombongan pemangku adat membawa telur maleo ke pulau Banggai dan diserahkan langsung kepada Tomundo yang sebelumnya telah menyiapkan upara penjemputan bagi para pembawa telur burung maleo tersebut. Di Banggai sendiri, banyak prosesi adat yang di lakukan, termasuk dengan upacara syukuran. Jika semua prosesi pengantaran telur maleo itu telah selesai, yang ditandai dengan acara syukuran, maka para pemangku adat Batui kembali ke Batui untuk menggelar acara syukuran atas keberhasilan mereka mengantarkan telur maleo kepada Tomundo, sesuai amanah dari Tomundo-Tomundo terdahulu. Seusai acara syukuran itu, masyarakat Batui baru diperbolehkan memakan atau mengkonsumsi telur burung maleo. Konon Kabarnya pernah ada masyarakat Batui, yang mencoba mengkonsumsi telur burung maleo sebelum dilakukan tumpe. Alhasilnua, di wilayah Batui sempat diserang wabah penyakit. Nilai Filosofis yang terkandung dari budaya Tumpe ini, yaitu tentang sebuah nilai amanah yang terus dipelihara oleh masyarakat Banggai dan Batui. Dimana mereka mampu menjaga amanah yang telah dipertahankan dan dijalankan secara turun temurun sejak ratusan tahun lalu. ##


14

JUMAT 4 DESEMBER 2009


SAMBUNGAN PDIP Sambungan dari Hal 1 angket Century akan berusaha merebut kursi ketua. Mereka se cara moral merasa berhak memimpin pansus. Namun, bila berdasar pro porsional, Demokrat dan Golkar

DUA AKTIVIS Sambungan dari Hal 1 Meski telah menetapkan tersang ka, penyidik belum dapat memas tikan kategori pelanggaran yang dilakukan dua aktivis tersebut. Boy berdalih, penyidik akan meminta keterangan kepada ahli hukum pi dana dan ahli bahasa untuk meng analisis bentuk pelanggaran yang disangkakan. “Akan dipastikan lagi apakah ini dikategorikan fitnah atau pencemaran nama baik,” kata man tan Kapoltabes Padang itu.Mustar

ANGGODO Sambungan dari Hal 1 Anggoro Widjojo terus menggelin ding. Kemarin, lembaga itu memerik sa Edy Soemarsono, sosok yang mengaku dekat dengan Antasari Azhar.Dalam kasus yang menyeret Bibit dan Chandra, Edy merupakan pihak yang menginformasikan Antasari soal adanya penyerahan sejumlah uang kepada pimpinan KPK. Edy juga mengajak Antasari menemui Anggoro Widjojo, pria

KTP Sambungan dari Hal 1 NIK menjadi biang kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT). Banyak nama ganda dan penduduk tak cukup umur memiliki hak pilih. Karena itu, data di NIK bakal komprehensif. An

TAS JAMAAH Sambungan dari Hal 1 seluruh jamaah juga membawa tas kresek. Beberapa di antaranya cu kup besar. Malah ada yang menen teng dua kresek dan dua tas seka ligus.Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sudah berkali-kali mengingatkan jamaah agar tidak membawa barang bawa an berlebihan. Mereka hanya diberi kesempatan membawa kopor di bagasi yang berat maksimalnya 32 kilogram dan satu tas tentengan. Kopor itu sudah tidak ada masa

SELEB Sambungan dari Hal 1 guna-guna.

TEWAS Sambungan dari Hal 1 resort Banggai juga sudah terlihat di lokasi kejadian. Meski kejadian tragis ini menyisahkan misteri. Namun, diduga kuat pelaku yang menghabisi Nurhayati alias Wati ini tidak lain adalah orang dekatnya, MS alias Mus (35). Pria ini yang diduga telah menganiaya ibu dari tiga orang anak perempuan ini hing ga tewas. Sekitar pukul 8 kemarin, jenazah kemudian dilarikan ke RSU Luwuk, untuk dilakukan melakukan visum at repertum.Wakil Kapolres Resort Banggai, Kompol Yudi Gunawan, membenarkan adanya peristiwa ini. Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Banggai AKP Prasetya Sejati, me ngatakan, untuk sementara kasus ini masih dalam proses penyelidi kan. “Kami belum bisa memastikan, ini kan masih tahap penyelidikan, nanti kalau sudah jelas siapa pela kunya pasti kami akan kasi ta hu,”ujar Prasetya, saat ditemui di RSU kemarin.Ia juga mengatakan

17 KALI Sambungan dari Hal 1 Hatorangan Panggabean. Sebagai salah satu orang yang membidani kekokohan KPK, peran Tumpak be gitu terasa dalam menggalang ke kompakan di seluruh jajaran lem baga itu. “Kita bersyukur punya ke tua seperti Pak Tumpak, yang me mang juga kita tuakan. Karena da lam kondisi seperti itu, KPK butuh kekompakan,” ujar Ota.Bagi peraih master hukum lingkungan dari Os goode Hall Law School York University Toronto Kanada itu, tanta ngan lain yang terasa berat justru berasal dari ekspetasi publik yang begitu besar kepada KPK. Sayang nya, ekspetasi publik selalu dikait kan dengan penuntasan perkara dengan cepat. Ada kasus Agus Condro, bailout Bank Century, dan terakhir agar KPK cepat menindak Anggodo Widjojo. “Padahal semua kita kelola dengan baik, semua ber gerak,” ujarnya.Ota menjelaskan, untuk kasus Agus Condro, dengan empat tersangka, sebentar lagi ber kasnya akan dilimpahkan ke penga dilan. Saksi-saksi lain yang belum dipanggil juga akan segera dipang gil. Sedang untuk Century, saat ini KPK masih melakukan kajian dan telaah intensif. “Sedang untuk Anggodo, kita secara intensif mela kukan pemeriksaan Ary Muladi,” ujar mantan Ketua Dewan Presidium Wahana Lingkungan Hidup (WAL HI) pada tahun 1992-1995 itu. Sedang untuk kasus-kasus du gaan korupsi yang terjadi di daerah, Ota mengakui jumlahnya memang cukup banyak. Karenanya, ke de pan, upaya pencegahan di daerah akan lebih digiatkan. “Untuk perkaraperkara di daerah, kita tak bisa te rus-terusan bertindak sebagai

Luwuk Post JUMAT 4 DESEMBER 2009

http://luwukpost.info

lebih berhak. Dalam pansus yang beranggota 30 orang itu, Demokrat mendapat jatah 8 orang, Golkar (6), dan PDIP (5).Langkah PDIP untuk meraih kursi ketua pansus bakal dilawan calon yang diajukan Gol kar, yakni Idrus Markham. Sebab, sangat mungkin Idrus didukung De mokrat.FPDIP sudah menyiapkan

Gayus Lumbuun untuk calon ketua pansus. PDIP sangat serius. Bah kan, Gayus sudah ditarik dari jaba tan sebelumnya, yakni ketua Badan Kehormatan (BK) DPR. “Gayus Lumbuun memiliki pemahaman hu kum, mengikuti proses audit BPK, terlibat sejak awal, dan mengerti persoalan hak angket secara men

detail,” tegas Sekjen DPP PDIP Pramono Anung di gedung DPR, Se nayan, kemarin (3/12).Gayus ter paksa melepas jabatan ketua BK DPR karena adanya ketentuan yang membatasi dalam tatib DPR, tepat nya pasal 22. Pasal itu mengatur, pimpinan alat kelengkapan tidak boleh merangkap sebagai pimpinan

dan Ferdi ditetapkan tersangka atas laporan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menpora Andi A. Mallarangeng beserta kedua saudaranya, Rizal Mallarangeng dan CEO Fox Indonesia Zulkarnaen alias Choel Mallarangeng, serta putra bungsu SBY Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Pengusaha Hartati Murdaya juga melaporkan Mustar dan Ferdi ke polisi menyusul konferensi pers Bendera pada Senin lalu (30/11). Dalam jumpa pers itu, Bendera menyebutkan bahwa sejumlah pihak yang juga orang-orang dekat

SBY telah menerima aliran dana talangan Bank Century total Rp 1,8 triliun.Menurut aktivis Bendera Ferdi, para penerima dana itu adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rp 200 miliar, dua konsultan politik SBY, yakni Lembaga Survei Indonesia (LSI) Rp 50 miliar dan FOX Indonesia Rp 200 miliar, serta Partai Demokrat Rp 700 miliar. Penerima yang lain, menurut Bendera, adalah Ibas Rp 500 miliar, Hatta Rp 10 miliar, Djoko Rp 10 miliar, Andi Malarangeng Rp 10 miliar, Rizal Malarangeng Rp 10 miliar, Choel Malarangeng Rp 10 miliar, dan Hartati Rp 100 miliar.Dalam

pengaduan ke polisi, para pelapor menuding Mustar dan Ferdi telah melanggar pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik, pasal 311 tentang fitnah, dan pasal 315 KUHP tentang penghinaan karena merasa dirugikan atas tudingan yang dilakukan LSM Bendera (JP, 2/ 12).Mustar-Ferdi dalam berbagai kesempatan menyatakan tak gentar atas pengaduan tersebut. Termasuk, kemungkinan ditetapkan sebagai tersangka. “Kami punya narasumber yang valid. Tapi, kami tidak bisa sebutkan karena kami harus menjamin keselamatannya,” kata Ferdi.(zul/awa/jpnn/agm)

yang kasus korupsinya tengah di bidik lembaganya.Edy tiba di ge dung KPK, sekitar pukul 09.00. Dia mengaku dipanggil penyelidik dalam dugaan pidana menghalang-hala ngi penyidikan korupsi yang dilaku kan Anggodo Widjojo. Di KPK, Edy diperiksa enam jam. Menurutnya, penyelidik menanyakan 24 pertanya an.“Saya ditanya soal percobaan penyuapan dan menghalangi pe nyidikan,” jelasnya. Perkenalannya dengan Anggodo setelah dijemba tani seorang jaksa di Kejagung Irwan Naustion.Dalam pemeriksaan itu,

dia juga dicecar soal skenario penyuapan pimpinan KPK. Dia ya kin bahwa upaya penyuapan ke pada pimpinan KPK itu sampai ke tangan yang bersangkutan. “Saya tadi juga ditanya Ari Muladi sampai disuruh ke KPK,” tambahnya. Dalam penanganan kasus ini, KPK sudah memeriksa sejumlah orang. Di anta ranya Ari Muladi, saksi sekaligus pelapor upaya menghalang-halangi penyidikan yang dilakukan Anggodo. UU Pemberantasan Ko rupsi menggariskan pelanggar pa sal ini bisa dijebloskan ke penjara minimal 3 tahun dan maksimal 12 ta

hun.Dalam pemeriksaan Ari juga diminta mendengarkan rekaman suaranya dengan beberapa penyi dik kepolisian. Rekaman ini sebe lumnya menggegerkan publik sete lah diputar di Mahkamah Konstitusi (MK).Sejumlah pihak, termasuk pengacara Ari Muladi berharap bahwa penyelidikan itu terus menggelinding. Di antaranya memanggil sejumlah aparat penegak hukum yang berada di belakang layar upaya Anggodo tersebut. KPK juga menjadwalkan memeriksa Anggodo Widjojo. (git/ iro)

tara lain, sidik jari dan status kepen dudukan. Satu NIK hanya untuk sa tu penduduk.Setelah NIK rampung, Depdagri akan memulai pengadaan KTP elektronik. KTP jenis biometrik itu memiliki chip dan berpengaman. Penggunaan nya beragam. Antara lain untuk penggunaan fasilitas-fasilitas pemerintah, perbankan, dan data

mobilitas penduduk. “Se tahun atau dua tahun setelah NIK selesai, KTP elektronik baru bisa dibagikan,” kata mantan Gubernur Sumatera Barat itu.Selain itu, KTP elektronik juga bisa digunakan untuk mendukung mendukung agenda pemilihan umum. Di Jembrana, Bali, yang sudah menggunakan KTP model ini. Penduduk sudah bisa memilih

secara elektronik dengan hanya menggunakan KTP. Sejumlah daerah memang sudah mengawali penggunaan kartu tersebut. Yakni Padang, Makassar, Jogja, Denpasar, Cirebon, dan Jembrana. Kata Gamawan, rencana penggunaan secara nasional KTP elektronik ini menelan biaya Rp 6,9 triliun. (aga/oki)

lah karena sebelum dibawa ke Jeddah, sudah ditimbang. Kelebi hannya dikembalikan kepada jama ah. Sampai di Jeddah masih ditim bang di Madinatul Hujjaj, tempat khu sus pemeriksaan bagasi jamaah haji Indonesia. “Sampai sekarang belum ada kelebihan bagasi,” kata H Silitonga, petugas X Ray di Madinatul Hujjaj.Meski sudah diim bau agar tidak membawa barang berlebih, banyak yang mencobacoba. Kebanyakan berupa oleholeh khas jamaah haji. Misalnya sa jadah, kurma, surban, dan air zam zam. Ada yang membawa satu jeri ken 10 liter zamzam, ada pula yang membawa kurma satu tas kresek

besar.Banyak juga jamaah yang membawa biskuit, minuman kota kan, dan makanan-makanan lain yang di Indonesia juga banyak. Juga berbagai peralatan memasak. “Se benarnya sudah diingatkan. Tapi, siapa tahu boleh,” ujar seorang ibu yang terpaksa merelakan kurma nya keleleran di bandara. Jamaah asal Ujungpandang itu tak hentihentinya memandangi barangbarang yang ditinggal jamaah. Pihak penerbangan hanya mem beri toleransi barang di luar tas ten tengan itu diikat di tas. Yang lain ha rus ditinggal. Kemarin terlihat bebe rapa rice cooker, ceret, pakaian ihram, pakaian sehari-hari yang ber

serakan di ruang tunggu bandara. “Kami menerapkan aturan sesuai ketentuan penerbangan interna sional,” kata Duty Manager Haji Operasional Jeddah Edhy Subakti. Sebagian jamaah memilih meninggalkan pakaiannya daripada oleh-oleh. Banyak tas berisi pakaian yang ditinggal. Malah ada beberapa tas berisi sajadah dan surban yang masih baru. Tas-tas tersebut kemu dian diangkut petugas bandara ke tempat penyimpanan barang jamaah. Meski sebagian diberi nama dan alamat, sudah dipastikan barang itu tidak akan dikirim. Ba rang-barang tersebut akan dimusnahkan. (kum)

Hal itu tentu membuat Pinkan gusar. “Pangky manajer saya kok sampai sekarang. Salah banget kalau ada yang mengatakan saya pecat dia. Aku gak tahu mama tahu kabar ini dari mana. Pangky masih bekerja dan semuanya baik-baik

saja. Aku mau tekankan lagi, tidak ada guna-guna,” ujarnya di kantor Sheila Salomo, kuasa hukumnya. Kemarahan sang ibu tersebut dianggap Pinkan sebagai wujud rasa sayang terhadap dirinya. Karena itu, dia berjanji menjelaskan

semua. “Kalau aku punya calon, pasti akan senantiasa melalui restu mama. Surga kan ada di telapak kaki ibu dan mama itu segalanya buat aku. Dan, aku tidak akan menikah tanpa restu dari dia,” urai Pinkan. (irf/jpnn/nw)

kalau Muslimin, suami almarhumah Nurhayati saat ini sudah diamankan dipolres Banggai, untuk proses pe meriksaan lebih lanjut. Pantauan Luwuk Post di RSU kemarin, ruang jenazah seketika dibanjiri pengun jung untuk menyaksikan jenazah korban dari dekat. Sementara pihak keluarga korban yang mengaku baru mengetahui kejadian itu sete lah dihubungi via telepon saat jena zah sudah berada di RSU, terlihat hanya bisa pasrah.“Kami baru tahu nanti Wati sapaan akrab almar humah, sudah di RSU,”tutur para ibu-ibu yang mengaku keluarga kor ban. Menurut pengakuan salah se orang keluarga korban yang eng gan namanya dikorankan, saat di temui di RSU kemarin, mengatakan, kalau adiknya (korban,red) saat di temukan dikamarnya sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Ia me ngaku datang ke rumah adiknya itu, karena mendengar suara jeritan minta tolong yang tidak lain adalah suara Nurhayati.Namun aneh, ke tika menemui adiknya dalam keada an tak bernyawa, Muslimin yang tercatat sebagai pegawai negeri

sipil di badan Statistik kecamatan Bunta, ini malah menunjukan sejum lah obat dengan mengatakan, istri nya saat itu sedang sakit. Kata dia, obat tersebut untuk korban. Pada hal sejatinya obat tersebut untuk dua orang ponakannya yang dibeli di puskesmas, karena beberapa hari sebelumnya kedua ponakan nya itu sedang sakit.“Kalau sakit kenapa korban saat ditemukan me ninggal dalam kondisi tiarap, dan bu kan berbaring seperti orang sakit pada umumnya,” ujarnya curiga. “Saat itu ia langsung mengatakan kepada Muslim kalau ini semua adalah ulahnya, muslim yang men dengar kata-kata itu hanya bisa terdiam. “Kamu yang telah mem bunuh adik kami,”ujarnya meniru kata-katanya saat itu. Menurut pe ngakuan kakak kandung korban Ibu Ino (45), sebelumnya sepasang suami istri yang telah dikaruniai tiga orang anak itu terlibat cekcok mulut, tidak lama berselang terdengar lagi ada suara teriakan untuk meminta pertolongan, saat itu dirinya se dang menunaikan ibadah salat su buh.Setelah selesai melakukan sa

lat ia langsung pergi ke rumah kor ban untuk memastikan apa yang ter jadi. Namun ketika tiba di rumah adaiknya itu, tidak terdengar lagi ada suara percecokan dan suara minta pertolongan. Merasa tidak apa-apa ia lalu kembali pulang memasuki bilik rumahnya. Sekitar pukul 06.00 wita, tiba-tiba pintu rumah Ibu Ino diketuk dari luar, yang tidak lain adalah suami korban, Muslimin.Dia datang meminta bantuan kepada Ibu Ino untuk pergi melihat kondisi istrinya yang saat itu sedang tergeletak di dalam kamarnya. Mulanya ibu Ino hanya menyuruh menantunya yang ber nama Ram (28) untuk pergi melihat kondisi korban. Naas, Ram menemui Nurhayati di kamarnya sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan posisi tengku lap, tiarap di atas ranjang.Hal itu ia ketahui setelah membalikkan badan korban. Di telinga serta mulut korban terdapat bercak darah. Melihat keadaan inipun Ram langsung melaporkan kejadian ini pada Ibu Ino yang tidak lain adalah kakak kandung korban sendiri.(ami/tr-05)

pemadan kebakaran. Kita akan me lihat kenapa api acap kali timbul. Kita melibatkan pemda-pemda untuk melakukan pencegahan,” beber pria kelahiran Jakarta, 10 Maret 1956 itu.Selama dua bulan menjadi salah satu pimpinan KPK, Ota me ngaku sudah 17 kali mengikuti gelar perkara. Setiap kali gelar perkara, ada dua kasus yang dibeber. “Jadi, selama dua bulan ini paling tidak ada 30 perkara yang ditangani,” ujar Ota. Puluhan kasus itu terpilahpilah, ada yang kasusnya masih ha rus didalami dalam tingkat penyeli dikan, ada yang tahap penyelidikan mau naik ke penyidikan, dan ada yang akan dilanjutkan ke penun tutan.Ditanya apakah selama dua bulan di KPK pernah didatangi make lar kasus alias markus, Ota tidak menjawab dengan kata ‘pernah’ atau ‘tidak’. Dia hanya menjelaskan bahwa markus merupakan feno mena lama, yang ada di lembaga peradilan, baik di kejaksaan, kepoli sian, ataun di pengadilan. “Dan sa ngat mungkin juga berusaha masuk ke tempat kita (KPK, red),” ucap nya.Ota mengaku, pengalaman dua bulan di KPK cukup penting, sebagai pasokan bekal dirinya kem bali aktif ke wadah kiprahnya yang lama yakni di UNDP. “Karena organi sasi internasional itu memberikan bantuan ke pemerintah Indonesia dalam mengembangkan dan mem berdayakan institusi penegak hu kum. Jadi pengalaman saya di KPK simultan dengan kiprah saya itu,” ucapnya.Kesan Ota selama dua bulan di KPK, hampir sama dengan yang dirasakan Waluyo. Wakil Ketua KPK bidang pengawasan internal itu mengaku,” Energi kita banyak terbuang karena masalah itu (kasus kriminalisasi ChandraBibit, red).” Saat ditanya apa yang sudah dilakukan selama dua bulan menjadi pimpinan KPK, pria kela

hiran Klaten 16 Desember 1956 itu memberikan jawaban dengan perumpamaan. Dikatakan, ibarat menanam tumbu han, masa dua bulan itu terlalu sing kat. “Kalau menaman di hari per tama, maka di hari ke-60 pasti belum bisa panen,” ucapnya. Terlebih lagi, gerakan KPK untuk mengungkap ka sus itu memakan waktu lama ka rena prinsip kehati-hatian. Jika se buah kasus sudah masuk penyidi kan, maka itu pasti sudah ditemukan indikasi-indikasi korupsi. Pendam ping hidup Henny Listyorini itu pa ham betul mengenai konsep pence gahan korupsi. Maklum, dia mantan Deputy Pencegahan KPK.Katanya, korupsi terjadi karena ada niat dan kesempatan. Dan seseorang yang punya jabatan, punya peluang un tuk menyalahgunakan kewena ngannya. “Maka sistem harus di benahi agar kesempatan berku rang,” katanya. Dalam proses pe ngadaan barang dan jasa misal nya, perlu segera diterapkan sistem e-procurement. Yang pasti, lanjut nya, upaya pemberantasan korupsi itu perlu proses panjang, bukan ha nya dengan penindakan. “Karena ini menyangkut pola pikir, pola tin dak, dan sikap masyarakat ter hadap perilaku korupsi itu sendiri. Jika masyarakat toleran terhadap koruptor, maka korupsi sulit dibe rantas.”Ada optmisme, karena di saat KPK sedang dilanda per soalan, dukungan masyarakat cu kup gencar kepada KPK. Ini sebuah gambaran bahwa publik mengingin kan upaya pemberantasan korupsi jalan terus. “Saya sangat terkesan dan mengapreasiasi dukungan itu,” ucapnya.Rintisan karir Waluyo cu kup unik. Selepas lulus STM 2 Solo Jawa Tengah (1972-1974), dia lang sung bekerja. Selang enam tahun berikutnya, dia baru kuliah di Fa kultas Teknik Universitas Trisakti

dan lulus 1986. Selanjutnya, kuliah Program Magister Manajemen Prasetya Mulya (1994-1996). Saat ini masih kuliah Strata 3 Ekonomi/ Stratejik Manajemen Universitas Indonesia. “Jadi saya masih muda, karena masih mahasiswa,” ujarnya bergurau. Kemana setelah ‘pensiun’ dari KPK? “Insya Allah balik ke Perta mina,” jawab pria yang dua bulan lalu meninggalkan jabatan sebagai Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia Pertamina itu. Selain itu, dia ingin membukukan cerita-cerita ringan tapi menarik di seputar dalam KPK. Misalnya, bagaimana sikap anak istri penyidik yang kerap pulang malam. Atau, bagaimana tim KPK menyamar sebagai pembantu yang sedang pacaran saat ingin menang kap buronan KPK di sebuah rumah di Pondok Indah.Contoh lain, masih kata Waluyo, tim dari KPK harus menyamar dengan membawa mo bil pengganti lampu di jalan depan rumah jaksa Urip Tri Gunawan. Pa dahal agar bisa melongok mendetek si aktifitas di dalam rumah itu. “Hal yang seperti ini menarik untuk mem bangkitkan spirit kebangsaan bagi para generasi muda. “Itu semua true story,” imbuhnya.Contoh lain, bagai mana seorang petugas perempuan dari KPK, tiba-tiba harus turun dari mobil yang menguntit seseorang yang akan ditangkap, lalu meloncat duduk di jok motor yang kebetulan melintas di dekatnya. “Karena saat menguntit mobil sasaran, tiba-tiba mobil tim KPK ini terhadang lampu merah. Nah, agar tidak kehilangan jejak, tim perempuan ini turun, langsung minta bonceng pengen dara motor yang lewat dengan alasan punya urusan keluarga penting dan mendadak. Begitu turun dari motor, ngasih uang Rp20 ribu, yang diboncengi terbengong. Ini kisah nyata,” beber Waluyo.*****

15

E-Paper Pertama di Kawasan Timur Sulawesi

alat kelengkapan tetap lainnya. Pan sus maupun BK merupakan alat ke lengkapan DPR.“Pak Gayus akan digantikan Tri Tamtomo,” kata Pramono. Dia menyebutkan, PDIP mengajukan Gayus semata-mata supaya persoalan Bank Century benar-benar klir dan tidak lagi me nimbulkan praduga.Bagaimana tanggapan PDIP terhadap Idrus” “Kami tidak mau mengomentari siapa pun,” ujar wakil ketua DPR itu. Meski begitu, Pramono menyam paikan, seorang ketua pansus ang ket Century tidak boleh memiliki celah sedikit pun untuk bisa dite kan.“Diperlukan sosok yang tegar, sehingga bisa memenuhi harapan publik yang sangat luar biasa ke pada DPR untuk mengungkap skan dal ini,” tegasnya.Bila sampai salah memilih ketua pansus angket Century, kata dia, agenda penyelidikan bisa dibelokkan secara perlahan-

lahan. “Padahal, kalau hasilnya ti dak sesuai harapan publik, yang di rugikan adalah pemerintah dan DPR sendiri,” ujarnya.Dia juga menyam paikan, fraksinya siap bila pemilihan harus menempuh mekanisme voting. “Ini menyangkut hati nurani,” katanya. Gayus membenarkan diri nya memang sudah ditarik dari po sisi ketua BK DPR. “Betul, Pak Tri Tamtomo yang menggantikan sa ya,” ungkapnya.Fraksi Partai De mokrat (FPD) kabarnya akan men dukung Idrus. Sewaktu dikonfir masi, Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) Anas Urbaningrum menyata kan fraksinya tidak punya alasan untuk resistan kepada semua calon ketua, termasuk Idrus. “Kami me ngedepankan sikap husnudzan (berbaik sangka, Red). Biarlah nanti para anggota pansus yang menen tukan,” ungkap mantan Ketum PB HMI itu.Sampai tadi malam, seluruh

fraksi sudah memastikan kaderkadernya yang akan menjadi ang gota pansus angket Century. Dari FPDIP ada lima nama, yakni Ma ruarar Sirait, Gayus Lumbuun, Eva Kusuma Sundari, Hendrawan, dan Ganjar Pranowo. Dari FPKS ada tiga nama, yakni Andi Rahmat, Mahfud Siddiq, dan Fachri Hamzah. Dari FPPP (2): M. Romahurmuzy dan Ahmad Yani; FPD (8): Yahya Sacawiria, Benny K. Harman, Ach sanul Qosasih, Radityo Gambiro, I Wayan Gunastra, Agus Hermanto, Ruhut Sitompul, dan Anas Urbaning rum; serta FPKB (2): Marwan Jafar dan Anna Muawanah.Dari FPG ada enam nama: Idrus Markham, Ade Komarudin, Ibnu Munzir, Bambang Soesatyo, Melchias Marcus Mekeng, danAgun Gunandjar. Dari Hanura (1), yakni Akbar Faisal; Gerindra (1): Ahmad Muzani; serta FPAN (2):Asman Abnur dan Tjatur Sapto Edy. (pri/dyn)

SIDANG NASRUDIN

mempersiapkan pembunuhan dengan membeli senjata api dan menyediakan alat operasional, yakni mobil. Edo merupakan orang yang membujuk dan menghasut empat terdakwa lain untuk membunuh korban. Terdakwa Hendrik mengajak orang untuk bersama-sama membu nuh korban secara sengaja dan berencana. Begitu pula Bagol, lanjut jaksa, dia turut serta melakukan pembunuhan berencana.

Pengacara Fransiskus, Editia Wira, mengatakan bahwa pihaknya sangat keberatan jika kliennya dinilai turut serta dalam pembunu han berencana. Dia menilai, hakin tidak objektif dalam memberikan waktu untuk mempersiapkan pembelaan terdakwa. “Dalam surat pembelaan, kami akan memberikan klarifikasi mengenai dugaan turut sertanya Frasnsiskus dalam pembunuhan,” ungkap Editia. (kin /oki)

mengatur ini melalui lembaga tapi harus diatur undang-undang ter sendiri,” jelasnya. UU KPK menga tur khusus kewenangan penyada pan oleh KPK.Untuk membahas RPP itu, Depkominfo mendadak me ngundang KPK membahas ranca ngan peraturan itu di Hotel Peninsula, Jakarta. Pembahasan draf atu ran di hotel-hotel semacam itu sejak semula dikampanyekan pula KPK untuk dikurangi, karena dinilai pem borosan. Untuk mengikuti rapat itu, komisi menugaskan staf biro hukum dan pegawai dari Departemen In formasi dan Data.Sebelumnya, Wa kil Ketua KPK Mas Achmad Santosa mengaku tak pernah dilibatkan da lam penyusunan rancangan pera turan. Namun, belum sampai KPK datang, acara Depkominfo itu, kata Khaidir, sudah rampung. “Ya jadi nya kami tak bisa memberi masu kan,” jelasnya. Karena itu, KPK mau memberikan tanggapan tertulis terkait penyusunan rancangan per aturan pemerintah tersebut.Semula

ICW juga memberikan penolakan serupa. Aktivis LSM antikorupsi itu menghitung 13 pasal yang berpoten si memagari tingkah KPK dalam aktifitas penyadapan.Menanggapi itu, Menteri Komunikasi dan Infor matika (Menkominfo) Tifatul Sem biring mengklaim sudah mendapat dukungan dari Plt Ketua KPK Tum pak Haturangan Panggabean. Bah kan, kata Tifatul, Tumpak mendu kung RPP Penyadapan yang se dang digodok Depkominfo. “Suruh Khaidir ngomong dengan Tumpak. Kalau tidak tahu tanya dong de ngan pimpinan,” ujarnya saat dihu bungi Jawa Pos di Jakarta kemarin. Tumpak, kata Tifatul, juga menyebutkan bahwa dari semua kasus yang diselesaikan KPK, hanya lima persen yang berasal dari penyadapan. Sisanya, kata Tum pak, berasal dari pemeriksaan dokumen dan penggeledahan. “Tugas KPK apa hanya melakukan penyadapan. Kan tidak,” katanya.(git/aga/agm)

Sambungan dari Hal 1 terhadap keluarga korban. Sebab, korban merupakan tulang pung gung keluarga. “Hal lain yang mem beratkan adalah terdakwa berbelitbelit dan tidak mau memberikan kesaksian,” tutur jaksa di PN Tange rang kemarin.Jaksa menyatakan, yang memberatkan Amsi ialah

KPK Sambungan dari Hal 1 pengungkapan kasus korupsi banyak terhambat.Pasal yang dimaksud, menyangkut izin penya dapan yang disampaikan ke Ketua Pengadilan Negeri (KPN) dalam waktu 3 X 24 jam. “Kalau izin diber lakukan bagaimana bisa menang kap tersangka (penyuapan),” jelas Khaidir, kemarin. Dia khawatir, pengajuan izin itu bocor, sehingga KPK gigit jari. “Banyak lagi argu mentasi yang kami miliki,” jelasnya. Hal lain yang ditolak KPK, kata Khaidir menyangkut lembaga pe nyadapan. Ini dikhawatirkan bakal memperpanjang birokrasi. “Meski pun kami maklum bagaimana praktik birokrasi di negeri ini,” jelasnya. Me nurut Khaidir, penyadapan tak bisa dilakukan lembaga tertentu. Inter sepsi untuk kasus pidana harus dila kukan penegak hukum. “Bisa saja

Unas Maju, Siswa SMK Kewalahan Ujian Praktek Rawan Jeblok J A K A RTA- P e l a k s a n a a n ujian nasional (unas) lebih awal berdampak terhadap kesiapan sekolah maupun peserta didik. Pembelajaran terpaksa dikebut, juga materi dipadatkan. Sekolah menengah kejuruan (SMK) yang paling terkena imbasnya. Sebab, sebelum ujian teori dilak sanakan, siswa terlebih dahulu harus mengikuti ujian praktek. Dengan begitu, pelaksanaan ujian praktek terpaksa juga dimajukan. Padahal, tahun lalu nilai ujian praktek hampir se luruh siswa SMK jeblok. De ngan singkatnya persiapan, dikhawatirkan nilai ujian praktek semakin anjlok. Padahal, ujian itu merupakan salah satu penen tu kelulusan siswa SMK. Seba gaimana diketahui, tahun ini pelaksanaan unas lebih awal dibandingkan tahun-tahun se belumnya. Yaitu, serentak dimu lai Maret 2010. Pertimbangan nya, karena tahun ini ada pe laksanaan unas susulan dan ula ngan. Selain itu, agar jarak pe ngumuman unas dan pendafta ran masuk perguruan tinggi ne geri (PTN) tidak mepet.Direktur Pembinaan SMK Depdiknas Joko Sutrisno mengatakan, ujian praktek siswa kejuruan

bakal berlangsung pada Februa ri mendatang. Jadwal tersebut lebih awal dibandingkan tahun lalu. “Karena ya itu, ujian teori pada bulan Maret. Nah, nanti kalau ada siswa yang tak lulus bisa mengikuti ujian ulang pada bulan Mei,” terangnya.Dengan demikian, kata Joko, persiapan siswa menghadapi ujian praktek relatif singkat. Dia mengakui, ada pemadatan materi di seko lah. Sebab, waktu efektif untuk mempersiapkan ujian tersebut hanya 2,5 bulan. “Kami sudah imbau ke sekolah agar memper siapkan diri sebaik mungkin,” ujarnya.Pihaknya optimistis siswa dapat mengejar keterting galan. “Sebagian sekolah mela kukan drill terhadap siswanya,” ujarnya. Yang penting, kata Joko, pemberian materi me ngacu pada kurikulum. Model pembelajaran banyak yang me nerapkan dengan penguasaan substansi materi.Joko berharap, tingkat kelulusan siswa tahun ini lebih baik. Tahun lalu, per sentase kelulusan siswa SMK mencapai 96 persen. Tahun ini, diharapkan bisa tembus 97 per sen. “Satu persen dari jumlah siswa SMK yang jumlahnya se makin bertambah sudah luar biasa,” jelas Joko. Peserta unas SMK tahun ini diperkirakan mencapai 850 ribu siswa.Dia me nambahkan, jumlah siswa SMK

saat ini mencapai 3,6 juta orang. Rasio siswa SMK semakin ber tambah. Karena itu, fokus Direk torat Pembinaan SMK saat ini terhadap kualitas siswa. Average nilai unas siswa SMK sebe lumnya berkutat pada angka 5,5. “Sekarang sudah 6,5. Kami akan terus dorong agar nilai siswa naik. Tentu saja, dengan mening katkan kualitas guru dan sarana prasarana,” imbuh pejabat asli Malang itu. Pemadatan materi tidak hanya terjadi pada SMK, tapi juga jenjang SMP dan SMA. Sejumlah daerah ngebut mempersiapkan anak didiknya. Apalagi, kepastian unas sudah ditegaskan Mendiknas. Karena itu, beberapa daerah—melalui Dewan Perwakilan Daerah (DPD)—sekolah-sekolah di daerah terengah-engah harus ngebut mempersiapkan anak didiknya. Dengan minimnya persiapan itu, dikhawatirkan ni lai siswa turun.Terkait persoa lan itu, Mendiknas Moh Nuh menyerahkan teknis persiapan unas sepenuhnya kepada seko lah. “Itu masalah teknis. Saya pikir sekolah bisa mengatasi nya,” ujarnya. Yang panting, ka ta Nuh, persiapan unas mulai penyusu nan naskah, penceta kan, pendistri busian hingga keamanan harus dilakukan sebaik mungkin. “Ta hun ini, pelaksanaan unas harus lebih baik,” ujarnya. (kit/iro)

Jaksa Ester Terancam Dipecat Setelah Vonis Kasus Penggelapan Barang Bukti JAKARTA-Sikap tegas ditunjuk kan Kejaksaan Agung dalam kasus penggelapan barang bukti yang dilakukan oleh Jaksa Esther Tanak. Korps Adhyaksa itu tidak akan mentolerir jika anggotanya terbukti melakukan tindak pidana. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memvonis Ester dengan hukuman penjara satu tahun potong masa tahanan dan denda Rp 5 juta. Dia terbukti melakukan penggelapan barang bukti berupa ekstasi. ”Kalau memang terbukti seperti itu, ya akan dipecat,” tegas Jaksa Agung Muda Pengawasan (JAM Was) Hamzah Tadja ketika dihubungi, kemarin (3/12).Dia menegaskan, saat ini jaksa Esther sudah diber

hentikan sementara dari jabatan nya di Kejaksaan Negeri Jakarta Utara. Jika tidak terbukti, yang bersangkutan juga bisa dikemba likan ke jabatan semula. ”Tapi nanti kami cek dulu karena belum mene rima laporannya,” terang mantan Kajati Sulsel itu. Sanksi yang dija tuhkan menunggu putusan terse but memiliki kekuatan hukum tetap (inkraht).Dalam kasus itu, jaksa Esther tidak sendiri sebagai terdakwa. Namun juga ada jaksa Dara Veranita, Irfan, dan Jenanto. Dua nama terakhir adalah petugas di Polsek Pademangan, Jakarta Utara. Namun jaksa Dara diputus bebas oleh majelis hakim yang dipimpin Eko Supriyono. Sementara Irfan dan Jenanto

masing-masing divonis hukuman 1,5 tahun penjara dan satu tahun penjara. Selain itu, keduanya juga membayar denda masing-masing Rp 5 juta subsider tiga bulan. Para terdakwa tersebut sebelum nya didakwa telah menggelapkan barang bukti berupa 343 butir ekstasi dari kasus narkoba dan psikotropika yang ditangani Esther. Terhadap vonis bebas tersebut, jaksa berencana mengajukan kasasi. Sementara terhadap vonis jaksa Esther, jaksa menerima putusan tersebut. Terkait dengan status kepegawaian, keduanya sejak 1 April 2009 diberhentikan sementara dengan gaji 50 persen dari gaji pokok sampai perkaranya selesai. (fal)

Sopir Antasari Antar Majikan ke Rumah Sigid JAKARTA-Sidang dengan agenda tuntutan JPU terhadap eksekutor Nasrudin Zulkarnaen di PN Tangerang membuat sidang dengan terdakwa Antasari Azhar di PN Jaksel terhambat. Sebab, di saat yang sama, sidang menjadwal kan kesaksian para eksekutor da lam sidang Antasari terkait pembu nuhan Nasrudin.Mereka yang dijad walkan bersaksi adalah Hendrikus Kia Walen, Heri Santosa, Daniel Daan, Fransiskus Tadon Kerans, dan Eduardus Noe Ndopo Mbete.

“Para saksi tidak bisa dihadirkan karena menghadiri sidang di Pe ngadilan Negeri Tangerang,” kata JPU Cirus Sinaga di PN Jaksel, kemarin.Sidang Antasari kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan kesaksian Priyono, sopir Antasari. Dia menjadi satu-satunya saksi dalam lanjutan sidang Antasari ke marin. Namun keterangannya ba nyak tidak terkait dengan peristiwa pembunuhan Nasrudin.Dalam kesaksiannya, Priyono mengaku pernah mengantar majikannya itu

ke Hotel Gran Mahakam. “Saya lupa, Pak,” kata Priyono. Dia juga mengatakan pernah mengantar Antasari ke rumah Sigid Haryo Wibisono di Jalan Pati Unus, Keba yoran Baru. “Beberapa kali ke Pati Unus,” ujar dia.Pria yang menjadi sopir Antasari sejak masih bertu gas di Kejaksaan itu mengaku tidak pernah mendengar nama Nasrudin Zulkarnaen. Misalnya saat Antasari berbicara dengan ponselnya. “Ti dak pernah dengar,” kata Priyono.(fal/iro)



LUWUK POST | JUMAT, 04 DESEMBER 2009