Page 1

ULTIMAGZ

EDISI 26 • MEI-JUNI 2019 • M A H ASISWA DA N SA MPA H PL ASTIK

Menngatasi Isu Platik di

Timbunan Masalah di Balik

Menanti Inovasi Pengelolaan

Predikat Kampus Hijau beserta

Generasi Masa Kini P•10

Penggunaan Plastik P•14

Sampah Plastik P•18

Tanggung Jawabnya P•26


2

U LT I M A G Z


Mahasiswa & Lingkungan, Baru di Ambang Tren

B OA R D Pengawas Ninok Leksono Dewan Pembina Fx. Lilik Dwi Mardjianto Adi Wibowo Octavianto Dewan Penasihat Samiaji Bintang Ignatius Haryanto

Ivan Jonathan ­Pemimpin Redaksi

Rafaela Chandra Felisitasya Manukbua Kevin Oei Jaya Kyra Gracella Muhammad Frizki Alfian Nadine K. Azura Renate Pinasthika Videografer Devonseta Aldi Nathaniel Fany Gabriela Vivien Robin Colinkang

E DI T OR I A L W E B DE V E L OP E R Pemimpin Umum Geofanni Nerissa Arviana Wakil Pemimpin Umum Daniela Dinda Ayuningtyas Pemimpin Redaksi Ivan Jonathan Redaktur Pelaksana Nabila Ulfa Hilel Hodawya Redaktur Foto Billy Dewanda Sekretaris Redaksi Shania Helena Soetjipto Keuangan Ergian Pinandita

S

EBAGAI yang

insan-insan mengedepankan

dibandingkan

mahasiswa yang

didaulat

kritis

dan

menginisiasi

muda

Sebaliknya,

nalar

bertahap

hal dan

ini

harus

meluas.

dilakukan

Masih

ada

jargon

semata,

persoalan-persoalan lain yang juga patut

sebagai

individu

mendapat perhatian. Lantas mengapa

berperan

perubahan.

Mau

dalam tidak

persoalan sedotan populer? Tren. Tren

ini

kemudian

membawa

mau, label semacam ini melekat pada

mahasiswa ikut merasakan pengalaman

diri mahasiswa, seolah sudah menjadi

ala pecinta lingkungan. Melalui media

kodratnya

sosial, tren menyebar menjadi sebuah

sejak

menyandang

nama

“mahasiswa�.

gaya hidup yang baru, yang bila tidak

Hal tersebut belum terpancar dalam

dilakukan akan terasa asing di luar

persoalan lingkungan yang memerlukan

konteks. Hal ini melesapkan peran murni

perhatian

mahasiswa sebagai inisiator perubahan,

dari

Mahasiswa

segenap

masih

penanggulangan lingkungan. mahasiswa

masyarakat.

absen

dalam

keganjilan

kondisi

Lagi-lagi,

seharusnya

mengambil

peran

besar

terkait predikat mereka secara umum. Di

sisi

lain,

terdapat

bukan semata ikut-ikutan tren. Ada

ragam

persoalan

lingkungan

yang perlu dijawab mahasiswa sembari mempertanggungjawabkan

status

pembawa perubahan harus kembali ke

kecenderungan berperilaku oleh sebagian

permukaan, bukan semata diarahkan

kelompok.

oleh apa yang mudah populer di tengah

kelompok

ini

kerap melakukan hal-hal yang realistis untuk

mengubah

status

Reporter Abel Pramudya N. Adrianus Dwi Octaviano Agatha Lintang Andi Annisa Ivana P. Anindya Wahyu Paramita Audrie Safira M. Charlenne Kayla Roeslie Elisabeth Diandra Sandi Fabio Nainggolan Galuh Putri Riyanto Geiska Vatikan Isdy Hanasya Shabrina Ignatius Raditya N. Maria Helen O. Maria Soterini Maytiska Omar Rachel Rinesya Stefanny Stella Noviana Sugondo Theresia Amadea Xena Olivia Fotografer & Videografer Billy Dewanda (Pemimpin) Anisa Arifah Azhar Arinata Bonaventura Ezra Brian Nathaniel Valenska Caroline Saskia Tanoto Christ Yvonne Jonathan Dionisius Adrian

Sebab, mahasiswa sejatinya punya

saat ini, mulai dari penggunaan sedotan

daya untuk berdampak bagi lingkungan

non plastik, membawa kemasan air dan

kampus hingga skala internasional.

Persoalan

mengenai

lingkungan bukan semata soal sedotan plastik, bukan pula hal yang praktis.

DI S T R I BU T ION & M A R K E T I NG Pemimpin Perusahaan Deborah Wijaya Wakil Pemimpin Perusahaan Chaterine Cristianti Public Relations Shaka Abiel Josephine Claudia Media Relations Aleida Gracella P. Ohee Angelica Revadias Cindy Chesenita Deschow Delwyn Marli Keysha Felicia Utama M. Lusia Auliana Purnama Revenue & Branding Angelin Putri Syah Beauty Permatasari Calista Millenia Sabrina Sekar Kinasih

DESAIN COVER Nadia Astrella

mengumpulkan sampah plastik sebagai

kontekstual.

Illustrator Angelia Suling Arthur Timoty Celine Mehitabelle Galang Aby Ludira Nadia Astrella Steven Kosasih

PENERBIT

makanan yang tidak sekali pakai, hingga

Hal ini tidak salah, hanya saja terlalu

Graphic Designer Pierre Ang (Pemimpin) Anchilia Alexandra Andreas Victor Dimas Aditjondro Felicia Setiawan Gabrielle Torino Grisella Etienne Shania Helena Soetjipto Tesalonika Geralda Thomas Theresia Maria S. N. Tricia Wibisana Velyan Theresa Victoria De Greatha

masyarakat.

lingkungan

tanda cinta lingkungan.

DE S A I N V I S UA L

kemahasiswaannya. Nilai kekritisan dan

perbedaan

Umumnya,

Editor Ivan Jonathan Nabila Ulfa Hilel Hodawya

Rano M. M.(Pemimpin) Brilyan Aro Darren Vernon Riota Jericho Siahaya Martin Wongso

Alamat Redaksi dan Perusahaan Gedung Universitas Multimedia Nusantara, B613 Jl. Scientia Boulevard Gading Serpong Tangerang - Banten redaksi@ultimagz.com @ultimagz

ultimagz www.ultimagz.com


CONTENTS ­— Edisi Mei-Juni 2019

Motion Illustration by Galang Aby Ludira

EDITOR’S NOTE

03 04

CONTENTS

05

SURAT PEMBACA

06 - 07

CALENDAR

08 - 09

ALMANAC

14 - 17

18 - 21

INFO INDONESIA

26 - 27

OPINI INTERNAL

38 - 41

CERPEN

Timbunan Masalah

Predikat Kampus

di Balik Penggunaan

Hijau dan Tanggung

Plastik

Jawabnya

42 - 45

EVENT

OPINI EKSTERNAL

46 - 47

SNAPSHOT

48 - 49

WHAT’S NEXT

INFO KAMPUS

28 - 31

Menanti Inovasi

Kesadaran Anak Muda

Pengelolaan Sampah

Meningkat, Tapi

Plastik

Kurang Eksekusi

“Diajar Oleh Sampah”

FOKUS: Orientasi Mahasiswa Baru

10 - 13

COVER STORY

22 - 23

SOSOK INTERNAL

32 - 33

CHIT-CHAT

24 - 25

SOSOK EKSTERNAL

34 - 37

REVIEW

Mengatasi Isu Plastik di Generasi Masa Kini

4

U LT I M A G Z


SURAT PEMBACA Majalah yang berani banget menyatakan fakta di bawah tekanan dari institusi yang terus mengekang untuk bicara jujur. Salut banget, Ultimagz selalu berani tampil dan ngomong apa adanya. Meskipun sering ditentang sama beberapa oknum yang membenci keterusterangan, tetap semangat dan terus bangun media jurnalis yang bisa jadi suara mahasiswa dan masyarakat. Suka banget sama cara bertuturnya, dan bagaimana menggali informasi dengan dalam dan mendapatkan detail-detail yang penting dalam tulisan.

Edgard Kenneth A. — Jurnalistik 2017

Haiii Ultimagz... senang mendapat kawan baru dari kunjungan yang lalu. Semoga bisa semakin maju dan lebih keren lagi yaaa. Untuk majalah yg sudah aku baca, isinya keren banget. Oke, cakep dah. Cara penulisan satu artikel dengan yang lainnya punya khas penulisnya langsung, naisssss...Tapi mungkin beberapa hal bisa agak diseragamin dikit, karena ada beberapa yang aku bingung ketika merujuk kutipan wawancaranya, hehe... Tapi itu saja, terus berjuang untuk menyuarakan hal-hal yang memang harus diketahui! Salam Mahasiswa! Lawan, lawan, lawan!

Nisa H. A. — Universitas Parahyangan Teknik Industri 2016

Menurut saya Ultimagz kontennya, subtansinya sudah menjawab kebutuhan warga kampus, karena bisa menjadi wadah komunikasi antar mahasiswa, universitas, dan civitas academica secara umum. Majalah pasti memiliki laporan utama yang asumsinya harus dibaca orang, tentu topik yang dibahas adalah hal yang serius, persoalan yang publik kampus perlu tahu. Akan lebih menarik jika ada liputan kecil yang menceritakan sisi kemanusian para awak redaksi dalam membuat laporan utama tersebut.

Nara Nasrullah — Editor Harian Kompas & Dosen Jurnalistik UMN

Menurut saya, Ultimagz secara keseluruhan merupakan majalah kampus yang cukup baik, dinilai dari bahasa, ilustrasi, dan sudah menggunakan PUEBI dengan baik dan benar. Namun, menurut saya masih bisa dikembangkan bagian layout dan ilustrasinya, supaya ada peningkatan dalam nilai estetika majalah Ultimagz. Tetapi secara keseluruhan sudah cukup baik.

Monica Vania Pramudita — Akuntansi 2017

Redaksi Ultimagz menerima kiriman surat pembaca sebanyak 50 - 200 kata. Surat dapat dikirimkan ke redaksi@ultimagz.com dengan subjek Surat Pembaca. Jangan lupa untuk menyertakan identitas lengkap. U LT I M A G Z

5


Calendar Mei-Juni 2019

01 /05

Hari Buruh Internasional

08 /05 13 /05

02 /05

6

U LT I M A G Z

Kerusuhan 1998 Menuntut Turunnya Soeharto

Hari Pendidikan Nasional

13 /05

03 /05

Hari Palang Merah Dunia

Hari Kebebasan Pers Dunia

Hari Keluarga Internasional


CALENDAR

20 /05

Hari Kebangkitan Nasional

29 /05 21 /05

Penaklukan Gunung Everest oleh Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay

Soeharto Mundur

01 /06

Dari Jabatan Presiden

Hari Kelahiran Pancasila

22 /05

Pengumuman Pemilu 2019

21 /06 Pembredelan Tempo, Detik, dan Editor oleh Orde Baru

U LT I M A G Z

7


A LM A NAC

AWAL MULA POPULARITAS MONSTER LOCH NESS DI ZAMAN MODERN

KULIT HITAM PERTAMA AFRIKA SELATAN

Popularitas Loch Ness pada zaman modern berawal dari

Pelantikan Mandela dilangsungkan di Pretoria pada tanggal

tulisan Alex Campbell pada 2 Mei 1933. Minat kepada monster

10 Mei 1994 dan disiarkan ke satu miliar penonton di seluruh

itu makin tinggi seiring dengan penampakan pada 22 Juli 1933,

dunia. Pelantikan Mandela dihadiri 4.000 tamu, termasuk

ketika George Spicer dan istrinya melihat ‘bentuk binatang yang

pemimpin dunia dari latar belakang yang berbeda. Sesuai

paling luar biasa’ yang dilihat mereka dari mobil saat melewati

perjanjian sebelumnya, de Klerk menjadi wakil presiden pertama,

daerah pinggir danau. Eksistensi Loch Ness makin nyata dengan

sedangkan Thabo Mbeki sebagai wakil pada masa jabatan kedua.

adanya foto Hugh Gray yang diambil pada 12 November 1933.

Meski orang-orang sekitarnya hidup berkecukupan, Mandela

Foto tersebut merupakan dokumentasi pertama yang diduga

hidup sederhana. Dia menyumbangkan sepertiga gaji tahunannya

menunjukkan eksistensi monster itu.

sebesar 552 ribu Rand ke Nelson Mandela Children’s Fund yang

Setelah penampakan 1933, beberapa surat kabar Inggris

ia dirikan tahun 1995. Walaupun ikut mendukung kebebasan

mengirim wartawan ke Skotlandia, termasuk London’s Daily

pers dan berteman dengan banyak jurnalis, Mandela kritis

Mail yang juga merekrut pemburu sirkus Marmaduke Wetherell

terhadap sebagian besar media di negaranya. Ia melihat dasar

untuk menangkap Loch Ness.

kepemilikan dan pengoperasian masih di tangan penduduk

Kisah Loch Ness sebenarnya sudah terdokumentasi pada abad ke-6. Dokumentasi itu berupa biografi Santo Columba pada 565 Masehi berjudul Life of St Columbia karya Adamnan.

kulit putih kelas menengah dan pemberitaannya terlalu fokus menakut-nakuti publik dengan berita kejahatan. Pejuang antiapartheid dan antikolonial ini mendapatkan Hadiah

Columba merupakan sosok rohaniwan Irlandia yang menolong

Perdamaian Nobel 1993 atas perjuangannya menghapus sistem

Suku Pict atau penduduk Skotlandia kuno yang diserang

rasial di Afrika Selatan. Mandela wafat pada 5 Desember 2013

mendadak oleh makhluk air raksasa saat berlayar di Danau

pada usia ke-95 di Johannesburg, Afrika Selatan.

Loch Ness. Menurut buku Adamnan, dengan merapal doa dari daratan, Santo Columba berhasil mengusir monster tersebut.

8

NELSON MANDELA DILANTIK MENJADI PRESIDEN

U LT I M A G Z


ALMANAC

Note-worthy moments of a past month.

OPERASI PENERJUNAN PENERBANG INDONESIA PEMBEBASAN IRIAN BARAT

Mei-Juni 2019

GEJAYAN KELABU, TRAGEDI BERDARAH DALAM DEMONSTRASI MENUNTUT REFORMASI

Dalam realisasi tuntutan rakyat yang disebut Trikora,

Tragedi ini berawal dari unjuk rasa mahasiswa yang dilakukan

dibentuk pasukan penerjun pembebasan Irian Barat (yang kini

oleh beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta pada tanggal 8

disebut Papua) dari Belanda. Operasi penerjunan ini merupakan

Mei 1998. Aksi unjuk rasa itu menuntut reformasi dan turunnya

perlawanan udara antara Indonesia dan Belanda dalam perjuangan

Presiden Soeharto.

pembebasan Irian Barat. Operasi Trikora ini dipimpin mantan

Bentrokan terjadi saat mahasiswa Universitas Sanata Dharma

Presiden Indonesia, Soeharto yang pada saat itu berpangkat

Yogyakarta dan IKIP Negeri Yogyakarta ingin menuju Universitas

Mayor Jenderal.

Gadjah Mada (UGM) untuk menggabungkan diri melakukan

Pada tanggal 19 Mei 1962, sekitar 81 penerjun payung terbang

unjuk rasa bersama-sama sore hari itu. Namun, pihak aparat

dari Bandar Udara Pattimura, Ambon dengan menaiki pesawat

keamanan tidak mengizinkan dan berhadapan dengan mahasiswa

Hercules menuju daerah sekitar Kota Teminabuan untuk

yang bergabung dengan masyarakat. Meletuslah bentrokan

melakukan penerjunan. Sekitar 532 personel Korps Pasukan

antara aparat dan mahasiswa bersama masyarakat di depan

Khas (Paskhas) dikirim menuju Irian Barat. Setelah sembilan

Hotel Radison yang terletak di pertigaan antara Jl. Gejayan dan

kali melakukan penerjunan, terjadi saling serang antara regu

Jl. Kolombo.

penerjun dengan tentara Belanda.

Aparat memukuli setiap orang yang ada di lokasi, termasuk

Peristiwa yang terjadi itu merenggut hampir 53 orang anggota

pedagang kaki lima dan penduduk setempat. Selama bentrokan

Paskhas. Namun berkat operasi tersebut bendera Merah Putih

berlangsung, aparat melakukan pengejaran terhadap mahasiswa

bisa dikibarkan untuk pertama kali di Irian Barat oleh pasukan

hingga memasuki kompleks Universitas Sanata Dharma dan IKIP

Paskhas. Untuk mengenang kejadian tersebut, dibangunlah

Negeri Yogyakarta. Sejumlah fasilitas kampus rusak saat petugas

sebuah monumen di Teminabuan, Sorong dengan nama Tugu

memasuki kompleks kampus. Kejadian tragis ini memakan

Merah Putih.

korban jiwa dan juga banyak korban luka. Written by Theresia Amadea

U LT I M A G Z

9


10

U LT I M A G Z


MENGATASI ISU PLASTIK DI GENERASI MASA KINI By Audrie Safira Maulana, Xena Olivia Illustration by Nadia Astrella

U LT I M A G Z

11


U LT I M A G Z

T

ANPA disadari, plastik mempunyai

Data ini dibuktikan lebih lanjut dengan

peran yang signifikan dalam

adanya beberapa kejadian yang menunjukkan

kehidupan manusia. Fungsinya

banyaknya sampah di alam Bumi Pertiwi.

Persediaan plastik single-used atau

yang beragam dan melengkapi kebutuhan

Beberapa di antaranya seperti tumpukan

plastik sekali pakai yang berlebihan pun

manusia menunjukkan dominasi plastik

sampah yang berdatangan di perairan

diduga menjadi salah satu

atas kehidupan manusia, sebut saja sebagai

Muara Angke, video viral wisatawan

faktor utama penumpukan

pembungkus produk, botol air kemasan,

mancanegara yang menunjukkan

sampah plastik. Mengenai

kantong belanja, dan lain sebagainya. Dari

kondisi perairan di Nusa Penida,

hal ini, bukan hanya

sifat plastik yang fleksibel dan serbaguna

Bali yang tercemar, serta

pengguna yang turut

tersebut, plastik seakan-akan menjadi

sampah plastik yang kerap

disalahkan, melainkan

‘jawaban’ bagi seluruh permasalahan yang

membahayakan kehidupan

produsen juga. Kemudahan

ada. Nyatanya, bahaya yang terkandung

hewan layaknya kasus

mengakses dan memproduksi

pada plastik lebih merugikan dibandingkan

ditemukannya 5,9 kg

kegunaannya sehari-hari.

sampah plastik di perut

Menurut Ocean Conservancy, dari 2,5

paus yang terdampar di Wakatobi

kita sudah tercemar,” katanya.

bahan ini membuat masyarakat semakin bergantung akan plastik sekali pakai. Tentu produksi didasarkan

miliar ton sampah yang diproduksi di seluruh

pada November 2018. Menanggapi hal ini,

pada permintaan pasar, akan tetapi

dunia, 275 juta ton di antaranya merupakan

Urban People Power Campaigner atau Juru

perusahaaan memiliki tanggung jawab moral

sampah plastik. Di Indonesia, berdasarkan

Kampanye Urban dari Greenpeace Indonesia

untuk tetap melestarikan lingkungan usai

data yang diperoleh Asosiasi Industri Plastik

Muharram Atha Rasyadi menyatakan bahwa

produksi. Selanjutnya, masyarakat yang

Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat (BPS)

kasus-kasus di atas bukan hanya menjadi

semakin tergantung kini kesulitan jika ada

per 2018, sampah plastik yang diproduksi di

tanggung jawab bagi masyarakat serta

upaya pengurangan bahan plastik, upaya

Tanah Air mencapai 64 juta ton per tahun,

masyarakat yang berada di sekitar lokasi

pelestarian kini terjegal rintangan baru.

dengan 3,2 juta ton sampah

yang

kejadian, melainkan menjadi tanggung

“Ini memang tidak bisa hanya kita

d

jawab bersama sebagai warga negara.

bebankan ke masyarakat,” tambahnya.

Menurutnya, hal ini merupakan sebuah

“Karena kan, kalau misalnya kita bicara

peringatan bagi negara untuk segera

‘bagaimana nanti selanjutnya?’, mungkin

pada akhirnya mengalir laut.

i

mengatasi isu ini.

12

atau enggak itu nanti ya, faktanya kalau

U LT I M A G Z

masyarakat harus berubah. Misalnya,

“Ini sebenarnya jadi salah satu sinyal

mungkin harus mengurangi penggunaan

dan kita memang harus mulai berbenah,

plastik sekali pakai, harus pelan-pelan

terlepas tadi misalnya kita benar negara

mencoba. Mungkin tidak sampai zero-

kedua (dengan sampah plastik

waste, tapi less-waste, atau memilah

terbanyak di seluruh dunia)

sampah dan sebagainya. Tapi, kalau di


COVER STORY

sisi lain ternyata private sector ini tidak

satu langkah udah mau coba mengurangi,

sebagainya.Greenpeace sendiri berharap

mengurangi produksi plastik sekali pakai

‘kan? Kita bisa memanfaatkan tren yang

bahwa pihak kampus dapat meningkatkan

maka akan sama juga bohong dan malah

sedang berkembang ini.”

kesadaran mengenai sampah plastik

meningkat setiap tahunnya.”

Namun, Atha berharap untuk ke depannya

terhadap civitas academicanya. Alasannya,

upaya yang dilakukan bisa lebih dari sekadar

pihak kampus mempunyai otoritas untuk

sedotan. Sebab, sebenarnya mengurangi

membuat aturan tersendiri mengenai

Mahasiswa didaulat sebagai insan kritis

sedotan belum menimbulkan dampak yang

penggunaan plastik.

dan intelektual. Sejak dulu, mahasiswa

signifikan terhadap persoalan sampah

Pun demikian, model management atau

telah banyak mengambil peran dalam proses

plastik. Generasi muda perlu menyadari

infrastrukturnya harus turut diperhatikan.

terbentuknya negeri ini. Tak dapat

gaya hidup zero waste yang tak melulu

Misalnya, kampus membuat kebijakan

tentang sedotan saja, tetapi di setiap

bahwa peserta didik harus membawa

mahasiswa seharusnya

lini kehidupan mereka. Terlebih

botol minum isi ulang. Tapi di saat yang

menampilkan corak berpikir

karena kebiasaan mengonsumsi

bersamaan, pihak kampus tidak menyediakan

yang progresif menilik

plastik yang sudah tertanam sejak

fasilitas untuk mahasiswa mengisi ulang

kejadian di Tanah Air. Hal

lama. Atha pun menyarankan untuk

minumnya (refill station). Itulah sebabnya

ini yang kemudian penting

less waste dengan hal-hal

regulator pun harus mendukung kebijakan

MAHASISWA DAN PERANNYA

ditampik, narasi yang dibawa

untuk kembali diangkat

yang sederhana seperti

sebagai jati diri mahasiswa

sedotan, kantung

Terkait permasalahan plastik ini, setiap

yakni pembawa perubahan, termasuk

plastik, styrofoam, dan

orang harus berubah. Tidak bisa hanya

soal isu lingkungan. Mengenai cara untuk meningkatkan kesadaran generasi muda (Gen Y dan Gen Z) terhadap sampah

tumbler.

“Memang

mengandalkan masyarakat. Karena jika

butuh effort, tapi lebih

tingkat kesadaran masyarakat terhadap

visible untuk bisa dilakukan

masalah plastik tinggi, tapi regulasi,

di banyak kesempatan.”

plastik, khususnya mahasiswa, Atha

Apalagi untuk tingkat universitas,

berpendapat bahwa hal yang dapat

memulai gerakan less waste lebih

dilakukan adalah memanfaatkan

yang telah dibuat.

pengelolaan sampah, produksi plastik yang terus-menerus malah meningkat, semuanya akan percuma.

realistis lantaran aktivitas utama

Oleh karena itu, Greenpeace melihat bahwa

tepusat di sekitar kampus. Lain

semua pihak harus berubah. Pihak-pihak

dengan mereka yang sudah bekerja dan

yang mempunyai pengaruh lebih besar

ada sedotan stainless atau bambu wajib

sering berpergian, menggunakan plastik

seperti korporasi dan pemerintah harus

difoto dulu, atau minimal di IG story,” tutur

dikondisikan dengan situasi yang acap

bisa mengarahkan perubahan ini. Secara

Atha. “Ya kita melihat walau mungkin dia

kali mengharuskan penggunaan plastik

individu, mulailah dari hal sederhana.

belum bisa konsisten tapi sebenernya salah

karena lebih mudah dibawa, praktis, dan

sistem ‘tren’.“Kan kayaknya orang sekarang keren kalau nge-post foto gelas

E D I T E D B Y I VA N J O N AT H A N

U LT I M A G Z

13


TIMBUNAN MASALAH DI BALIK PENGGUNAAN PL ASTIK Written by Anindya Wahyu Paramita & Maria Helen Oktavia Infographic by Theresia Maria

M

14

enurut Badan Pusat Statistik

diikuti oleh Jakarta, Semarang, Makasar,

Angka

(BPS),

di

dan Manado.

data

jumlah

timbunan

tahun

2016 sampah

Setahun

sebelumnya,

seorang

tersebut

Direktorat

didukung

pula

Pengelolaan

oleh

Sampah

Limbah, dan B3 (PSLB3) Kementerian

di Indonesia mencapai 65,2 juta ton

peneliti dari Universitas Georgia Jenna

Lingkungan

per tahun dengan jumlah penduduk

Jambeck mengatakan bahwa Indonesia

(KLHK), persentase sampah plastik di

sebanyak 261 juta jiwa. Angka tersebut

merupakan penyumbang sampah plastik

Indonesia mencapai 14%.

diprediksikan

terus

terbanyak di dunia setelah Tiongkok, diikuti oleh Filipina, Vietnam, dan Sri

plastik di Indonesia masih 9%, sekarang

ton sampah. Dari sejumlah kota besar

Lanka. Menurut Jambeck, masyarakat

sudah 15 sampai 16 persen,� tegas

di Indonesia, Surabaya tercatat sebagai

Indonesia menghasilkan

Novrizal selaku Direktur PSLB3 dalam

penyumbang sampah terbanyak, dan

ton

sampah

plastik

per

tahunnya.

acara

1995

Kehutanan

bertambah

total 3,2 juta

“Tahun

dan

hingga mencapai lebih dari 88,9 juta

U LT I M A G Z

akan

Hidup

peresmian

komposisi

Gerakan

sampah

Indonesia


INFO INDONESIA

Bersih (GIB) di Car Free Day Bundaran

ada di dalamnya bisa dibilang sudah

banjir akibat terhambatnya aliran sungai

HI, Jakarta.

memasuki tahap memprihatinkan. Tenia

oleh sampah, kualitas air di lingkungan

sampah

mengungkapkan, dalam pengamatannya

akan semakin memburuk karena sampah

tempat

bersama anggota Divers Clean Action,

plastik mengandung bahan-bahan kimia

plastik

selain sampah plastik, lingkungan laut

seperti styrene trimer dan bisphenol A yang

seringkali bertebaran di mana-mana

Indonesia juga ‘dihiasi’ dengan perangkat

mampu meracuni air yang biasanya

yang merupakan hasil ketidakpedulian

elektronik, seperti kulkas, hingga televisi.

dijadikan air minum atau mandi dalam

pengguna plastik itu sendiri. Ketika

Atas kondisi lingkungan bawah laut

Sayangnya, plastik

dapat

pembuangan

sudah

tidak

sampai

akhir.

banyak

semua ke

Sampah

usaha

kehidupan sehari-hari.

penempatan

yang kian buruk, tak sedikit kasus

tempat sampah, bukan hanya sampah

matinya berbagai hewan laut terjadi di

pengelolaan sampah laut yang didukung

plastik, sampah masih bisa kita temui

perairan Indonesia. Hal tersebut tak lain

dengan dana pemerintah sebesar USD 1

di jalan yang tidak hanya mengganggu

terjadi akibat hewan-hewan yang tidak

miliar sudah digalangkan sejak tahun

keindahan melainkan juga mencemari

sengaja mengonsumsi tanpa mampu

2017. Diharapkan, pada 2025 produksi

dan mengurangi kesuburan tanah akibat

mencerna

terjebak

sampah bisa berkurang hingga 70 persen.

zat kimia hasil proses uraiannya.

dalam tumpukan plastik. Sebut saja

Bukan hanya itu, mulai dari 2016,

plastik

ditemukannya

ataupun

Nasional

(RAN)

paus

pemerintah mengenakan biaya sebesar

sperma yang terdampar di sekitar Pulau

200 rupiah untuk kantong plastik barang

LAUT

Kapota, Wakatobi, Sulawesi Tenggara

belanjaan. Selain itu, pemerintah telah

pada November 2018. Saat perutnya

mengesahkan Undang-Undang nomor 18

ancaman bagi tanah serta ragam biota

dibelah,

plastik

tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah

yang tinggal di sekitarnya, termasuk pula

seberat kurang lebih enam kilogram yang

yang di dalamnya juga mengatur tentang

manusia. Namun, terdapat lebih banyak

terdiri dari sendal jepit, kantong, botol,

pengurangan dan penanganan sampah.

ancaman yang bisa ditimbulkan sampah

gelas, dan tali berbahan plastik.

ditemukan

bangkai

Aksi

ANCAMAN PLASTIK BAGI KEHIDUPAN Di daratan, sampah plastik menjadi

seekor

Rencana

sampah

UPAYA PEMERINTAH MENGURAI MASALAH

plastik di laut. Menurut observasi yang

“Hasil studi yang dibuat, kalau plastik

dilakukan oleh komunitas Divers Clean

itu bisa jadi mikroplastik, dan kalau

Action, 63 persen sampah yang ditemukan

mikroplastik dimakan ikan, dan ikan

Plastik bisa dibilang merupakan bahan,

di laut tergolong dalam sampah sekali

dimakan manusia dapat berdampak pada

wadah, kemasan, dan material yang

pakai, seperti kemasan sachet, kantong

kesehatan. Bisa membuat kuntet!” tegas

cukup murah dan praktis. Tak heran,

plastik, atau sedotan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman

penggunaan plastik bisa ditemukan dalam

Luhut Binsar Panjaitan.

keseharian masyarakat Indonesia. Sebut

“Bungkus sachet sering kita temukan

SAMPAH PLASTIK

dari 30 tahun lalu, 40 tahun yang lalu,

Jika terjadi hal seperti ini, yang bisa

saja ketika berbelanja ke swalayan atau

dan masih ada isinya,” ucap pendiri

disalahkan adalah masyarakat sebagai

pasar tradisonal, umumnya pedagang

Divers Clean Action Swietenia Puspa

pengguna plastik. Namun, kebiasaan

akan

Lestari. “Intinya, sampah plastik itu

masyarakat yang satu ini bukan saja

gratis untuk mengemas barang belanjaan

memang didesain untuk tahan seumur

menghabisi

pembeli.

hidup sebenarnya.”

kehidupan

bawah

laut,

menyuguhkan

kantong

plastik

melainkan membawa pula dampak yang

Hal ini membuat masyarakat tidak

dan

tidak menguntungkan bagi masyarakat

berpikir dua kali untuk memanfaatkannya.

segala komponen serta organisme yang

Indonesia sendiri. Selain menyebabkan

Dilansir dari bbc.com

Kondisi

perairan

Indonesia

U LT I M A G Z

15


INFO INDONESIA

pada 21 Februari 2019, konsumsi kantong

berpendapat,

mengantisipasi dampak sampah plastik

total sampah plastik yang menyentuh

yang lebih besar, dirinya menyebutkan

angka 987 ton per harinya.

bahwa pemerintah telah berupaya untuk

memulai gerakan ini. Tapi, skala nasional

mendukung

(melibatkan masyarakat secara luas) baru

Dinas

di

Jakarta,

Lingkungan

KLHK Hidup

melalui setempat

dapat

dihindari.

perkembangan

Guna

tangga dan sampah sejenis sampah rumah

per harinya. Jumlah ini mewakili 1% dari

Menyadari tingginya produksi sampah

tidak

penggunaan

plastik

plastik

teknologi

alternatif untuk menggantikan bahan baku plastik saat ini.

tangga sebesar 30%, serta penanganan sampah sebesar 70%. “Kita

praktis

sudah

satu

tahun

hari ini (28/04/19),” ungkap Luhut. GIB menjadi kampanye nasional yang

menerapkan program jemput sampah

“Perusahaan tidak dapat dihilangkan,

rumah warga. Melalui program jemput

karena cost-nya lebih murah. Tapi, kita

seperti Kementerian Pekerjaan Umum

sampah,

carikan

dan

warga

dapat

memberikan

alternatif,

misalnya

diganti

melibatkan

sejumlah

Perumahan

kementerian,

Rakyat

(PUPR),

sampah yang telah dipilah untuk dapat

dengan cassava (singkong), rumput laut,

KLHK, dan Perhubungan. Tak hanya

diolah kembali.

kan sudah ada studinya,” ungkapnya di

menggaungkan

hadapan wartawan usai meresmikan GIB.

pengelolaan sampah kepada masyarakat,

Untuk

mendapatkan

layanan

tersebut, warga DKI terlebih dahulu lingkunganhidupjakarta.go.id. berat

minimal

sampah

U LT I M A G Z

akan

Gerakan Indonesia Bersih (GIB) sendiri

Kemenko Kemaritiman bersama KLHK

merupakan wujud dari Peraturan Presiden

juga mewajibkan setiap kementerian dan

Namun,

(Pepres) no. 97 Tahun 2017. Dalam

lembaga pemerintah untuk melakukan

peraturan tersebut, presiden menargetkan

penerapan eco office. “Hal itu sudah

adanya

menjadi arahan tentunya, nanti semua

yang

diangkut adalah 5 kilogram.

kepedulian

www.

harus mendaftar melalui situs

16

Luhut

plastik di Jakarta mencapai 5,2 juta gram

dapat

pengurangan

sampah

rumah


INFO INDONESIA

kementerian kalau bikin rapat tidak

sampah

perhatian

pembangkit listrik tenaga sampah dapat

menggunakan banyak sampah, harus

lebih, khususnya di Jakarta. Pasalnya,

menghasilkan 1000 watt per satu ton

menggunakan tumbler. Jadi, mungkin

menurut perhitungan, kapasitas tempat

sampah, TPA Sunter diklaim mampu

juga setiap kantor nantinya akan ada

pembuangan

menghasilkan energi lebih besar.

bank sampahnya juga, ” jelas Novrizal.

yaitu Bantar Gebang akan mencapai

Dalam

skala

pemerintah

yang

tengah

lebih

besar,

perlu

mendapat

akhir

wilayah

Jakarta,

batas maksimalnya pada tahun 2021.

mengembangkan

“Jakarta

kan

sudah

harus

“Kalau yang di Sunter 2200 (watt) per

ton,”

biaya,

tutur

Novrizal

Novrizal.

Mengenai

menjelaskan

bahwa

pemanfaatan

gas

dari

tempat

(menerapkan pembangkit listrik tenaga

pengadaan pembangkit listrik tenaga

pembuangan

akhir

untuk

dijadikan

sampah), karena Bantargebang kan 2021

sampah melibatkan kerja sama antara

listrik

energi

alternatif.

juga akan penuh, sehingga memang

pemerintah dan badan usaha. “Jadi, ada

“Sudah berlaku setidaknya di Jakarta,

mereka (pemerintah DKI Jakarta) juga

investasi tentu di dalamnya,” pungkas

Tangerang,

Surabaya,

harus mencari semaksimal mungkin

Novrizal.

Bandung, Solo, Bali, Makassar. Medan

alternatifnya,” ujarnya. Lebih lanjut,

juga mau dimasukin juga,” jelas Luhut.

ia

pembangkit

Sejalan

Semarang,

dengan

pernyataan

Novrizal

juga

teknologi

pembangkit

menyebutkan listrik

menjelaskan

bahwa

penerapan

Luhut,

pembangkit listrik tenaga sampah di

bahwa

DKI Jakarta mulai dikembangkan di

tenaga

wilayah Sunter. Jika pada umumnya

EDITED BY H I LE L H O DAW YA

U LT I M A G Z

17


Beberapa trash bag tertumpuk di sekitar Tempat Penampungan Sementara (TPS) Universitas Multimedia Nusantara

18

U LT I M A G Z


INFO KAMPUS

Menanti Inovasi Pengelolaan Sampah Plastik By Andi Annisa Ivana Putri, Adrianus Dwi Octaviano Pramudita, Agatha Lintang Kinasih

S

eiring

berjalannya

waktu,

permasalahan sampah menjadi

Photo by Fany & Bonaventura Ezra

ton lebih berat dibandingkan produksi

untuk sampah berbahaya, organik,

sampah pertahunnya.

dan nonorganik. Beda halnya dengan

semakin tampak di permukaan.

Jakarta memproduksi 7 ribu ton

tempat sampah di kawasan kantin yang

Perlahan-lahan manusia semakin

sampah perharinya dengan estimasi

dibagi menjadi organik dan nonorganik

sadar bahwa aktivitas sehari-harinya

sampah

ton.

serta tempat untuk menaruh sampah

memicu produksi sampah yang tidak

Sepanjang tahun 2017, Jakarta tercatat

sisa makanan. Selain dua jenis tempat

sedikit jumlahnya bila dicermati.

menyumbang 2,2 juta ton sampah di

sampah ini, terdapat tempat sampah

Sampah-sampah dapat dihasilkan dari

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu

lainnya seperti yang tersedia di lorong,

mana saja, tidak terkecuali instansi

(TPST) Bantargebang, Bekasi.

tetapi tidak membedakan jenis sampah

plastik

1.900-2.400

pendidikan. Berdasarkan data dari Mongabay,

yang dibuang. TAMPAK SAMPAH DI UMN

Meski begitu, semua sampah pada

laman berita nonprofit yang berfokus

UMN memfasilitasi mahasiswanya

akhirnya akan dibuang di tempat

pada berita konservasi dan sains

dengan tempat sampah yang tersebar

pembuangan sampah (TPS) yang berada

lingkungan, Indonesia menempati posisi

di berbagai tempat dengan klasifikasi

di sebelah lapangan basket.

kedua negara dengan jumlah produksi

yang berbeda untuk jenis sampahnya.

Sampah yang telah dibedakan pada

sampah terbanyak di dunia setelah Cina.

Daerah taman dekat gedung A memiliki

saat pembuangan akan tergabung

Pada tahun 2019, Indonesia diprediksi

tempat sampah dengan tiga warna yakni

kembali di satu polybag ketika hendak

akan menghasilkan 67 ton sampah, tiga

merah, kuning, dan biru masing-masing

dikumpulkan.

U LT I M A G Z

19


INFO KAMPUS

“Sampah kertas, botol minum, jadiin

Senada dengan pernyataan Parman,

diakses mahasiswa. Namun, menurut

satu di polybag taruh di TPS belakang.

Supervisor Libro Canteen Wendy

Wendy kesadaran mahasiswa masih

Yang diangkut sama orang sampah

mengatakan penjualan air mineral

bisa dikatakan cukup rendah untuk

cuma yang di dalam trashbag,” ujar

dalam botol masih tinggi dibanding

memanfaatkan fasilitas ini.

Koordinator Kebersihan UMN Parman.

penjualan minuman kemasan lainnya.

“Program Tumblr Day dan Galon

Begitu pula dengan sampah yang

Menurutnya, permintaan terhadap air

Kejujuran ini maksudnya kan untuk

berasal dari tempat sampah tiga warna.

mineral kemasan masih tinggi karena

kesadaran diri. Dalam sehari, kami

Sampah tersebut dijadikan satu karena

banyak mahasiswa yang membutuhkan.

menyediakan satu galon dan habis,”

s ejauh

merupakan

“Dalam sehari, kami bisa menjual

sampah kering, tidak ada sampah yang

ini

semuan ya

1000 botol air mineral. Jauh lebih

mengandung zat berbahaya.

signifikan dibanding minuman

memiliki rencana untuk mengurangi

kemasan lainnya yang hanya

penjualan air mineral kemasan. Hal

“Kotak sampah tiga warna: jadiin satu karena jadiin sampah kering semua

50 botol per hari,” kata

walaupun tiga warna. Harusnya, kan,

Wendy.

Pihak Libro Canteen pun belum

itu dikarenakan masih tingginya permintaan dari mahasiswa.

terpisah. Selama ini masih sampah kering.

“Kita kalau mau mengurangi,

Kalau sesuai petunjuk yang di sana belum

kan mahasiswa mau beli.

ada. Sampai saat ini belum ditemukan

Masa

jenis sampah lain,” lanjutnya.

ditolak?

Sebagai

penjual substitusi harus

Berdasar observasi yang dilakukan

melayani

tim Ultimagz, terdapat sekitar 70

dengan

customer

baik.

Kalau

kantong trashbag di TPS belakang area

mahasiswa kesadarannya

kampus UMN.

bawa

tumbler s e n d i r i

Masing-masing kantong memiliki

kan mungkin berkurang

berat kurang lebih 5 kilogram. Hal itu

(permintaannya),” papar

berarti, selama dua hari kampus UMN

Wendy.

menghasilkan sekitar 350 kilogram sampah.

“Pengangkutan

sampah

dilakukan dua hari sekali menggunakan mobil pick up berukuran 2 x 3 meter dan baknya penuh. Sampah paling banyak di kantin karena per shift bisa mengangkut 7 kantong trashbag,” kata Parman. “Selama ini, sampah yang ada di TPS belakang kebanyakan adalah botol plastik dan wadah makanan plastik yang biasanya dijual mahasiswa.”

20

ujarnya.

U LT I M A G Z

Menanggapi hal tersebut, Building

USAHA KAMPUS KU R A N G I

program Galon Kejujuran sebagai upaya kampus untuk mengurangi

Berangkat dari keprihatinan banyaknya

sampah

dihasilkan,

pihak

plastik

yang

kampus

UMN

melakukan kerja sama dengan Libro melalui

UMN

Darman Santoso menjelaskan

SA M PA H

PLASTIK

Canteen

Management

program

Galon

Kejujuran. Berlokasi di kantin Gedung C, mestinya lokasi ini strategis untuk

produksi sampah plastik. Namun, menurutnya masih sulit memaksimalkan pemanfaatan Galon Kejujuran di kalangan mahasiswa.“Kita memasarkan

mahasiswa

untuk

membawa tumbler susah. Menyediakan


INFO KAMPUS

sudah, kami akhirnya pakai kotak sampah yang ada saja,” jelas Darman. Pihak kampus sendiri menyerahkan pengelolaan sampah plastik ke pihak k e t ig a .

D a rm a n

diperlukan

m e ngu ngka pka n,

tenaga,

sumber

daya

manusia, dan lahan yang memadai untuk pengolahan sampah. Namun, UMN belum menyanggupi untuk mengelola sampah plastik sendiri. “Kalau disambi sekarang enggak bisa karena percuma, sama-sama enggak akan tercapai. Pengolahan sampah Seorang mahasiswa yang membuat sampah botol kaca ke Tempat Sampah Terpilah (TST) organik

sehari-hari maupun pengolahan sampah plastik enggak akan optimal,”

sendiri. Menanggapi perihal kurang

“Kita bukan kampus hijau, tetapi

tetap botol plastik. Tujuannya enggak

efektifnya pembedaan kotak sampah

gedung hemat energi. Belum sampai

tercapai, buat apa?”

tiga warna, Darman menjelaskan

green building, jauh banget untuk sampai

“Pernah kita membuka satu hari enam

mestinya ada pemilahan jenis sampah.

ke situ,” pungkas Darman.

galon, tetapi itu yang kepakai cuma dua

Namun, kesadaran civitas academica

Kami mencoba menghubungi pihak

galon. Kita punya target kayak gitu, tetapi

UMN masih minim dalam melihat logo

rektorat kampus, meminta kejelasan

enggak tercapai, buat apa? Tetaplah,

yang terpampang di bagian luar kotak

terhadap regulasi yang mengatur sampah

galon kejujuran disediakan juga walaupun

sampah.

plastik di UMN. Data yang didapat melalui

galon kejujuran, tetapi yang diisi

seadanya karena memang itulah pasarnya

“Sudah ada gambarnya di luar kotak

pengamatan dan wawancara, kami

sekarang. Mungkin mahasiswa berpikir

sampah, tetapi percuma itu enggak

bagikan melalui pesan singkat. Namun,

itu air isi ulang, padahal kami memakai

dipandang dengan jelas, sampah apa saja

tidak ada balasan untuk memberikan

isi yang sama untuk galon itu,” jelas

dicemplungin. Akhirnya kami juga kalau

penjelasan.

Darman.

memilah lagi akan memakan waktu,

Menurut mengingatkan

Darman,

sulitnya

mahasiswa

sehingga pemilahan sampah tidak

untuk

optimal. Kesadaran dari orang kita yang

membawa tumblr sendiri terbukti

kurang, menghimbaunya lagi juga susah

dengan lemari lost and found dipenuhi

kecuali memang sudah sadar,”

tumbler yang tertinggal. Bahkan banyak

“Dulu ada tempat sampah khusus

botol tertinggal yang tidak diambil oleh

botol plastik, kami jalankan sampai

pemiliknya, sehingga sulit untuk tidak

awal semester. Lama-kelamaan isinya

meninggalkan beban sampah plastik

tisu dan sampah sisa makanan sehingga

di kampus jika belum ada kesadaran

tempat sampah itu tidak optimal. Ya

EDITED BY N A BI L A ULFA

U LT I M A G Z

21


Memilih Mengilhami NilaiNilai Lingkungan Daripada Sekadar Berorganisasi Written by Abel Pramudya Nugrahadi Video by Devonseta Aldi Nathaniel & Christ Yvonne Jonathan “

K

ALAU misalnya enggak regen (kembali menjabat

pengumpulan sampah milik Bank Sampah, bukan sebagai

sebagai organisator) berarti gue cuma sekadar gini

organisator. Tahun berikutnya, mahasiswi program studi

aja. Berarti gue enggak nerapin nilai yang udah gue

Strategic Communication angkatan 2017 ini langsung ditawari

tanemin di awal. Sampai akhirnya gue mulai untuk, ‘oke gue

menjadi wakil ketua Bank Sampah UMN Gen 3. Sempat

harus regen lagi,’ dan sekarang akhirnya di Bank Sampah Gen

merasa kaget, ia akhirnya menerima tawaran tersebut. Dari

4 ini gue yang mimpin,” ujar Ketua Bank Sampah Universitas

keterlibatannya sebagai wakil ketua, Inneke menilai ada

Multimedia Nusantara (UMN) Gen 4 Inneke Bunyamin.

sejumlah hal yang dapat dipelajari seputar persoalan sampah

Setiap individu berhak menolak untuk terlibat dalam

“Banyak hal yang gue pelajarin kayak hubungan lu dengan

Sampah UMN, sebagai salah satu organisasi besutan Badan

lingkungan itu enggak cuma sekadar mengelola aja, tapi lu

Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMN, mahasiswa dapat keluar

bisa mengembangkan kreativitas lu dari sampah-sampah

dari organisasi usai masa jabatan berakhir tiap tahunnya.

yang ada juga,” ujar mahasiswi yang akrab disapa Inne ini.

Pun, Inneke memilih untuk mengabdi setahun lagi bersama

Meski sudah mendapatkan segudang pengalaman, keraguan

dengan organisasi tersebut. Ia mengaku bahwa nilai-nilai

kembali dialaminya kala ditawari promosi menjadi ketua Bank

yang didapatnya perlu dikembangkan lebih jauh lagi bersama

Sampah generasi berikutnya. Di dalam batinnya, terdapat

dengan organisasi ini.

sejumlah perdebatan untuk mengakhiri sepak terjangnya

Sejatinya, organisasi kampus ada sebagai sarana untuk mahasiswa

mengembangkan

diri

sesuai

dengan

minat

bersama organisasi tersebut dan beraktivitas di bidang lain. Namun,

Inne

akhirnya

memutuskan

untuk

mengambil

mengalami

tanggung jawab tersebut dan kembali mengabdi untuk

penyimpangan makna, Inneke memutuskan untuk tetap

mempraktekkan dan meneruskan ilmu yang sudah didapatnya

mengilhami nilai-nilai tersebut. Hal ini dilakukan dengan

selama di Bank Sampah. Kini, ia mengaku ibunya pun lebih

cara mengikuti organisasi hingga tuntas dan mempraktekkan

peduli terhadap lingkungan di sekitarnya. Penejelasan demi

nilai yang didapatnya di sana.

penjelasan dari Inneke akhirnya membuahkan hasil untuk

dan

bakatnya

masing-masing.

Meski

kerap

Perjalanan Inneke bersama dengan Bank Sampah UMN

orang lain lebih peduli lingkungan. Pun, ibunya sempat

sudah berlangsung sejak tahun pertamanya di kampus ini.

mempertanyakan tekad Inne untuk ikut dalam Bank Sampah.

Perjalanannya bersama dengan Bank Sampah dimulai dengan

“Ngapain sih kayak gitu (menjadi Ketua Bank Sampah)? Kayak

kegagalan menjadi nasabah Bank Sampah 2017. Kala itu, ia

gitu buat apa?” ucap Inne menirukan ibunya.

hanya ingin menjadi nasabah yang menjalankan program

22

dan pengelolaannya.

organisasi selepas masa jabatannya. Begitu pula dengan Bank

U LT I M A G Z


SOSOK INTERNAL

MULAI DARI DIRI SENDIRI Menilik fenomena sampah plastik yang sudah ada hingga

KELUAR DARI KENDALA Sebagai

organisator Inne

harus

yang siap

memiliki menerima

program komplain

untuk

hari ini, Inne memulai gerakan mengurangi sampah plastick

mahasiswa,

dari dirinya sendiri. Tak hanya dirinya, ia turut mengajak

nasabahnya. Meski berupaya menggalang kampanye cinta

dari

sesama organisator Bank Sampah untuk lebih cinta lingkungan

lingkungan, program yang dibuatnya kerap kali disalahartikan

dengan mengimbau penggunaan botol kemasan yang tidak

sebagai program pencarian Sistem Kredit Kegiatan Mahasiswa

sekali pakai. “Gue memulai cara baru untuk mengurangi

(SKKM) semata.

penggunanan sampah plastiknya, di mana itu dimulai dari

Pun demikian, Inne berupaya selalu memberikan pelayanan

kami, BPH (Badan Pengurus Harian), untuk menggunakan

terbaik pada nasabah-nasabahnya. Ia mengaku memahami

botol minum sendiri,” terangnya.

persoalan SKKM di UMN yang terkadang lebih diutamakan

Inne juga mengajak mahasiswa lain untuk lebih peduli

dibandingkan nilai-nilai dari kampanye yang disampaikan.

dengan lingkungan dengan mengurangi produksi sampah

“Banyak angkatan atas yang perlu SKKM untuk segera

plastik. Untuk menjaga lingkungan tidak bisa hanya sekadar,

yudisium jadi harus segera untuk mencari kegiatannya juga,

tetapi perlu totalitas. Menurutnya, hal itu bisa dimulai dengan

harus mempersiapkan waktunya juga supaya nggak telat saat

persoalan sederhana seperti kantong belanja ketika pergi

pengumpulannya itu,” jelasnya.

ke supermarket. Selain itu, mahasiswa bisa mulai merawat

Layaknya organisator pada umumnya, Inne dan timnya

lingkungan dengan menggunakan sedotan dan botol kemasan

berupaya menjalankan kegiatan dengan maksimal sesuai

yang tidak sekali pakai, agar produksi plastik tidak terus

dengan tujuan yang ditetapkan sejak awal. Itu sebabnya, Inne

meningkat. Penggunaan gelas rumput laut yang bisa dimakan

menjelaskan bahwa selalu ada diskusi satu dengan yang lain

juga dapat menjadi langkah kecil merawat lingkungan.

jika terdapat masalah tertentu. Hal ini dilakukan agar lebih

“Kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi? Kita enggak tahu 50

banyak mahasiswa yang dapat merasakan dampak dari Bank

tahun ke depan, 100 tahun ke depan, masa depan anak-cucu

Sampah. “Tim BPH kami sendiri selalu ngomongin bareng,

kita, kita enggak tahu,” ujar Inne. Meski aktif dalam kegiatan

setelah kita mecahin sama-sama, kita langsung kordinasi

berorganisasi, Inne tetap mengatur waktu dengan baik.

sama koor-koor kita.”

Menurutnya, perkuliahan tetap harus jadi prioritas utama, bukan kegiatan berorganisasi.

E D I T E D B Y I VA N J O N AT H A N

“Jangan sampai terbalik. Organisasi yang diutamakan, kuliah yang dinomorduakan,” lanjutnya.

U LT I M A G Z

23


Langkah Kecil yang Berdampak Besar Bersama Jakarta Osoji Club Written by Stella Noviana Sugondo Video by Felisitasya Manukbua & Brian N. Valenska

J

dari

A K A R T A Osoji Club (JOC) merupakan sebuah komunitas

zero waste ketika membuat makanan dalam acara-acara

yang peduli akan lingkungan dengan cara melakukan

pertemuan mereka. Zero waste merupakan kegiatan untuk

kegiatan bersih-bersih di Jakarta. Nama “Osoji� berasal

meminimalisir penggunaan sampah. Komunitas JOC hanya

bahasa

Jepang

yang

memiliki

arti

membersihkan.

menyediakan beberapa gelas dan wadah makan ketika acara

Komunitas ini awalnya berdiri pada tanggal 29 April 2012

berlangsung sehingga setiap anggota JOC yang datang biasanya

atas inisiasi ekspatriat Jepang yang sempat tinggal di Jakarta.

membawa tempat makan dan botol sendiri.

Ketika mereka melihat kondisi lingkungan Jakarta yang kotor,

JOC sudah tiga kali melakukan pembelajaran ke Jepang untuk

mereka memutuskan untuk melakukan aktivitas petik sampah

mengetahui sistem pengelolaan sampah di Jepang seperti apa.

dan akhirnya dibentuklah komunitas JOC.

JOC juga mengunjungi TK, SD, dan SMP di Jepang. Mereka

Heri Retno Indrijani, orang yang sudah lama bergabung dalam

melihat bahwa anak-anak kecil di sana bahkan sudah dididik

JOC, tetap mempertahankan dan terus melihat perkembangan

sejak dini mengenai pengelolaan sampah agar hal tersebut

komunitas ini agar terus berjalan serta berkembang walaupun

dapat menjadi kebiasaan baik hingga dewasa nanti.

pendiri JOC sudah kembali ke Jepang. JOC tetap melakukan

Penggunaan sampah plastik yang semakin meningkat di

kegiatan rutin selama dua minggu sekali pada saat Car Free

Indonesia hingga membuat Indonesia sebagai negara penghasil

Day (CFD) di daerah Thamrin.

sampah plastik nomor dua di dunia (McKinsey and Co. dan

Dalam kegiatan rutinnya selama CFD, JOC tidak hanya

Ocean Conservancy), membuat sebagian besar masyarakat

memungut sampah-sampah yang berserakan, tetapi mereka

tergerak untuk melakukan perubahan mengenai pengelolaan

juga dengan berani menegur mereka yang membuang sampah

sampah plastik.

sembarangan ataupun mengingatkan mereka yang sedang

Menurut Retno, mengurangi penggunaan sampah plastik

makan untuk membuang sampah pada tempatnya. Walaupun

haruslah dimulai dari diri sendiri. Bila satu orang sudah mulai

terdapat beberapa masyarakat yang kesal ketika ditegur, JOC

peduli dengan sampah plastik, hal ini akan berpengaruh juga

tidak pernah merasa tersinggung.

ke orang yang ada di sekitarnya sehingga akan memiliki

“Jadi, kita harus ngomong. Semuanya kalau kita tidak

24

dampak yang baik bagi kebersihan lingkungan.

menyampaikan, meskipun ada tong sampah, mereka nggak

Langkah-langkah kecil seperti menggunakan tas belanja

akan lakukan (membuang sampah pada tempatnya). Jadi, kita

dan sedotan stainless sudah sangat membantu mengurangi

harus sampaikan,� tutur Retno kepada pihak Ultimagz. Selain

penggunaan sampah plastik. Retno juga berpendapat bahwa

melakukan bersih-bersih, JOC juga sudah mulai menerapkan

restoran juga memiliki dampak besar untuk mengurangi

U LT I M A G Z


SOSOK EKSTERNAL

penggunaan sampah plastik. Namun, baru beberapa restoran

ucap Retno. Harapan Retno ke depannya adalah JOC dapat

yang melakukan sosialisasi seperti tidak menyediakan sedotan

terus menyebarkan virus atau pengaruh baik ke masyarakat.

untuk minuman. Maka dari itu ketika memesan minuman,

Retno juga berharap sekolah memiliki pembelajaran mengenai

kita bisa menolak untuk tidak menggunakan sedotan bila

cara pengelolaan sampah sejak TK karena menurutnya anak

restoran tersebut masih menyediakan sedotan.

kecil lebih mudah diarahkan dan diajarkan daripada mereka

“Kalau pesan minuman kita harus menyampaikan di awal. ‘Tidak pakai sedotan, ya.’ Soalnya kalau dia sudah tetap

yang sudah dewasa. “Kami

ingin

sekolah

itu

bisa

benar-benar

dari

TK

masang (sedotannya) sampai di kita percuma juga, kan.

mempunyai kurikulum bagaimana mereka untuk lebih peduli

Berarti itu (sedotan) sudah sampah juga (walaupun belum kita

dengan sampahnya. Karena anak TK itu sebenernya lebih

gunakan),” jelas Retno.

gampang kita arahkan atau kita bentuk daripada mereka yang

Menyadarkan masyarakat untuk melakukan suatu perubahan tidaklah mudah. Namun, dengan melakukan langkah-langkah

sudah besar,” jelas Retno. Jakarta

Osoji

Club

sudah

memberikan

inspirasi

bagi

kecil dapat memberikan dampak yang besar. Retno juga

beberapa kota lainnya di Indonesia untuk membentuk sebuah

menyampaikan bahwa dengan membagikan informasi atau

komunitas yang sama dengan nama kota yang berbeda, seperti

berita mengenai dampak buruk dari sampah plastik kepada

Banyuwangi Osoji Club, Medan Osoji Club, Palembang Osoji

orang lain dapat mempengaruhi mereka untuk lebih peduli

Club, Bulukumba Osoji Club, dan Solo Osoji Club.

dengan lingkungan sekitar. Bahkan penyampaian informasi atau imbauan tersebut bisa disampaikan dalam bentuk gambar dan tulisan yang kreatif agar lebih menarik perhatian orang yang membacanya. “Masang gambar tidak hanya masang

EDITED BY H I LE L H O DAW YA

gambar, tapi kalau bisa dikasih omongan juga atau tulisan seperti apa. Bisa juga disampaikan (dalam bentuk) imbauan,”

U LT I M A G Z

25


OPINI INTERNAL

Predikat Kampus Hijau dan Tanggung Jawabnya By Adhiyasa Gatra Prada, Ketua Umum MAPALA UMN Written by Hanasya Shabrina, Fabio Togar Fandi Nainggolan Photo by Anisa Arifah, Saras Sania Zelikha Putri

U

NIVERSITAS Multimedia Nusantara (UMN) sebagai

masyarakat kampus sudah membantu memilah jenis sampah

kampus

yang dibutuhkan dalam pembuatan pupuk.

hijau

mahasiswanya.

masih

dilihat

Predikat

ini

secara juga

apatis

hanya

oleh

tampak

dari penampilan gedung saja, bukan dari program-program yang dibuat. Terlebih lagi, tak ada pengaruhnya jika UMN

Menurut UI Green Metric, UMN berada di peringkat ke-13

membanggakan predikat kampus hijau, namun masih banyak

sebagai kampus hijau se-Indonesia. Peringkat ini menunjukan

mahasiswa yang apatis.

bahwa sebenarnya UMN memiliki lingkungan yang bersih dan

Peran mahasiswa dalam mengurangi sampah plastik dimulai

26

USAHA MENJADI KAMPUS YANG RAMAH LINGKUNGAN

nyaman serta gedung yang hemat energi.

dari diri sendiri dan tidak usah terlalu muluk-muluk. Di media

Ramah lingkungan memiliki arti yang sangat luas, baik

sosial terdapat banyak data mengenai sampah plastik, yang

dari produksi sampah, tanaman, penggunaan energi, maupun

menunjukkan posisi Indonesia sebagai negara penyumbang

sumber daya manusianya. Intinya, kampus ramah lingkungan

sampah plastik terbesar kedua di dunia.

harus memberikan dampak yang baik bagi lingkungan

Salah satu contoh mendukung gerakan lingkungan bersih

sekitar. Bila dibandingkan dengan kampus lain, sebagian

diterapkan oleh Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di

dari mereka memiliki hutan, namun lingkungan UMN tidak

Kota Bogor. Sekolah ini menerapkan lingkungan sekolah tanpa

memungkinkan untuk menambahkan hutan. Tanah di UMN

tempat sampah agar para siswa tidak dapat memproduksi

berjenis tanah merah yang sulit dijadikan media tanam oleh

sampah plastik dari makanan dan minuman yang dibeli. Mau

berbagai macam tumbuhan sehingga sulit untuk tumbuh

tidak mau para siswa harus menggunakan tempat makanan

subur. Secara pribadi saya menganggap bahwa UMN masih

dan minuman tidak sekali pakai.

merupakan kampus yang belum tergolong kampus hijau.

UMN sendiri sudah melakukan pemilahan sampah organik

Usaha mewujudkan kampus hijau terlihat dari pengelolaan

dan anorganik serta pembuatan pupuk dari hasil pemilahan

sampah plastik. Dua sumber sampah plastik di UMN berasal

sampah organik. Namun, sedikit mahasiswa yang mengetahui

dari Libro CafĂŠ dan U-mart yang merupakan mitra penjual

apakah

sampah

makanan dan minuman di kantin. Produksi sampah plastik

lingkungan UMN atau pada saat di pembuangan akhir karena

pemilahan

sekali pakai dapat dikurangi dengan cara tidak menjual

kita tahu bahwa di pembuangan akhir ujung-ujungnya segala

makanan dan minuman yang menggunakan bahan tersebut.

jenis sampah akan disatukan. Adanya pemilahan sampah

Bila perlu, dibuatkan kebijakan jika ingin membeli seperti

sebenarnya cukup efektif, karena secara tidak langsung

kopi ataupun air mineral harus menggunakan botol yang tidak

U LT I M A G Z

tersebut

hanya

di

tempat


OPINI INTERNAL

macam benda pakai seperti kursi dan tempat penyimpanan. Eco brick juga dapat digunakan sebagai bahan utama suatu bangunan. Dalam memperingati hari bumi, MAPALA mengadakan program tujuh harian bumi. Program tersebut dilakukan dengan mengalihkan penggunaan sampah plastik atau bahan sekali pakai lainnya ke tempat yang tidak sekali pakai. Tindakan ini kemudian diunggah ke media sosial selama tujuh hari lamanya. KEADAAN YANG BERKEBALIKAN Miris dan ironis mengetahui bahwa UMN yang dikenal sebagai kampus hijau masih memiliki sisi lain kebersihannya. Meskipun hanya berjarak lima meter dari gerbang kampus, lingkungan depan UMN (damen) dan samping UMN (samen) dipenuhi pedagang dan pembeli yang kerap membuang sampah sembarangan. Hal tersebut membuat sekitarnya jadi tidak bersih dan mengisyaratkan UMN belum layak memegang predikat

kamus

hijau.

Ketika

tamu

ataupun

orangtua

mahasiswa berkunjung ke UMN tentu melewati lingkungan tersebut dan melihat adanya sampah yang berserakan. Hal ini menjadi pertanyaan besar: di mana hal yang membuat UMN menjadi kampus hijau yang ramah lingkungan dan bersih? Harapannya, kampus dapat mengeluarkan kebijakan atau Adhiyasa Gatra Pada, Ketua Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) UMN

sistem baru yang dapat memfasilitasi para pedagang dan pembeli yang berada di samen dan damen. Salah satu fasilitas yang mungkin dapat diberikan adalah area merokok demi

sekali pakai. Secara perlahan dan seiring waktu, mahasiswa

mengurangi adanya sampah puntung rokok yang berserakan

akan terbiasa mengikuti aturan yang diberikan karena itu

di sekitar gerbang kampus.

merupakan kebutuhan mahasiswa sendiri.

Jika memang kampus berani mengambil keputusan yang

Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) UMN sudah menerapkan

besar,

seperti

mengeluarkan

kebijakan

yang

signifikan

hidup ramah lingkungan, seperti ketika pendakian gunung

mengenai pengurangan sampah plastik, hal tersebut akan

untuk

menggunakan

jadi sesuatu yang luar biasa. Kampus juga harus berani

tempat makan dan minum yang tidak sekali pakai, seperti

mengatakan tidak pada plastik dan harus berani menerima

calon

anggotanya.

Para

pendaki

menggunakan botol tumbler dan plastik ziplock lipat untuk

komentar sesuai keadaan lingkungan sekitarnya.

menyimpan makanan. Hal tersebut cukup efektif dalam mengurangi sampah di gunung. MAPALA mengakui bahwa sampah yang biasa dibawa ketika turun gunung sebanyak dua karung sampah, sedangkan dengan menerapkan hidup ramah lingkungan hanya membawa setengah karung saja. Dengan jumlah 40 pendaki, setengah karung sampah yang dibawa

EDITED BY NABILA ULFA JAYANTI

turun juga menjadi sebuah apresiasi bagi MAPALA sendiri. MAPALA berencana membuat program mengenai green area dan eco brick. Eco brick merupakan botol besar kosong diisi dengan sampah plastik hingga botol terpenuhi. Botolbotol tersebut akan ditumpuk atau dibentuk menjadi berbagai

U LT I M A G Z

27


OPINI EKSTERNAL

Kesadaran Anak Muda Meningkat, Tapi Kurang Eksekusi Written by Ignatius Raditya Nugraha, Rachel Rinesya Photo by Renate Pinasthika

P

ADA

kesadaran

permukaan. Alhasil, muncul pemikiran-

teriak

masyarakat, terutama mahasiswa

dasarnya

pemikiran, “Ayo kita ubah kebiasaan

lingkungan

di

konten

media

menjaga

sosial,

seperti

dan anak muda mengenai gerakan

kita untuk menyelamatkan lingkungan”

sampah-sampah plastik yang termakan

ramah lingkungan sudah meningkat

atau “kita kembalikan lagi keindahan

penyu,

secara

Indonesia”.

melakukan

signifikan

sejak

tiga

hingga

lima tahun yang lalu. Namun, mereka

Walaupun

sebenarnya

kesadaran

maka

apakah

aksi

mereka

sampai

sudah

mengurangi

sedotan plastik? Tidak juga. Orang-

melakukan gerakan tersebut karena isu

untuk menjaga lingkungan sudah baik,

orang

mengenai lingkungan menjadi viral di

aksi

masalah penggunaan sedotan plastik,

media sosial, bukan karena mengetahui

setengah. Rasanya, percuma saja muncul

tapi

manfaat dari gerakan itu sendiri.

masyarakat

masih

setengah-

yang mereka

sama tetap

juga

mengetahui

menggunakannya

pemikiran, “Aduh iya ya, banyak banget

hanya karena terbiasa. Padahal, akses

Misalnya saja, viralnya foto sampah

sampahnya,” tapi aksi nyatanya hanya

terhadap sedotan stainless, bambu, atau

di pantai Bali dari drone Warga Negara

tidak meminta plastik saat membawa

kaca

Asing (WNA) Jordan Simons (Desember

tas di supermarket. Bahkan, ada yang

affordable pada saat yang sama.

2018) dan hasil penelitian para ilmuwan

masih tetap meminta plastik hanya

yang

Indonesia

karena tidak praktis atau malas. Jadi,

plastik

kesadaran menjaga lingkungan memang

“Kesadarannya udah kena

terbesar kedua di dunia. Hal seperti

menunjukkan peningkatan signifikan,

banget, tapi aksinya belum

inilah

tapi masih belum cukup banyak.

adalah

menyatakan penghasil yang

bahwa sampah

mendorong

resonansi

isu lingkungan berulang muncul ke

28

membagikan

U LT I M A G Z

Jika

melihat

orang

berteriak-

makin

mudah

ditemukan

semasif itu.”

dan


OPINI EKSTERNAL

RELEVANSI MAHASISWA Jika

membicarakan

relevansi

mereka juga mencari solusi alternatif,

menggunkannya dengan berkala, maka

seperti

sama

menggerakkan

pemakaian

saja

menjadi

kontraproduktif.

mahasiswa dan kewaspadaan menjaga

kertas atau membawa tempat makan

Hal ini dikarenakan sedotan tersebut

lingkungan, maka lingkungan kampus

sendiri. Dengan demikian, mahasiswa

terbuat dari logam yang produksinya

juga mempunyai peran yang signifikan.

sebenarnya

terkadang juga mengabaikan kelestarian

Diketahui, beberapa kampus di Indonesia

menerapkan

telah memulai kebijakan untuk melarang

ramah lingkungan di sekitar kampus.

penggunaan kemasan plastik, bahkan

berpotensi

untuk

kebijakan-kebijakan

lingkungan.

Jadi

sebenarnya,

penggunaan sedotan berbahan stainless

Dengan massa yang besar, kesadaran

baru bisa dikatakan ramah lingkungan

Universitas

juga akan semakin meningkat. Kegiatan

jika sudah digunakan ratusan kali per

Indonesia (UI). Dulu, hampir semua

ramah lingkungan seperti membawa

orang. Hal ini seperti membawa kantong

penjual makanan di kantin memakai

tempat

juga

belanjaan sendiri dari rumah ketika ke

kemasan styrofoam sehingga kemasan

semakin tak asing. Namun, lagi-lagi

supermarket, tetapi tetap menggunakan

tersebut dan botol plastik menumpuk

segi aksinya belum bisa diukur dari

kantong

usai jam kampus. Hal ini terus berulang

sekadar mengubah kebiasaan kemasan

belanjaan dan dimasukkan ke dalam tas

sampai akhirnya mahasiswanya sendiri

makanan.

bawaan.

styrofoam,

enek

contohnya

melihat

di

sampah-sampah

minum

dan

makan

plastik

untuk

mengemas

itu.

Selain itu, mahasiwa harus berhati-

Pun demikian, mahasiswa sebenarnya

Bermula dari keprihatinan, mahasiswa

hati untuk melihat nilai dari usaha

bisa

melakukan advokasi ke pihak kampus

memperjuangkan lingkungan. Misalnya,

kewaspadaan lingkungan sebagai sarana

mengenai bahaya styrofoam. Selain itu,

jika membeli sedotan stainless, tapi tidak

kampanye. Generasi sekarang cenderung

menggunakan

tren

isu-isu

U LT I M A G Z

29


OPINI EKSTERNAL

mengikuti tren dahulu baru mengetahui manfaat aksinya setelah itu. Mulai dari

sendiri,

kontribusi

yang

lakukan

untuk

tertarik

akan

viralnya

isu-isu

AKSI DARI WWF

Dengan kembalinya kepada diri kita

sini, mahasiswa bisa menggaet audiens

yang

dapat

mengurangi

kita

sampah,

Meski

aksi

kesadaran

lingkungan

belum

ideal,

muda

anak

menjaga

mencapai

titik

merupakan

insan

seputar lingkungan, lalu dilanjutkan

terutama plastik adalah mengubah sikap

yang memulai gerakan-gerakan ramah

dengan edukasi. “Eh kamu keren banget

kita dan lingkungan terdekat, seperti

lingkungan

nih mulai pakai sedotan stainless, tapi

keluarga dan teman.

gerakan zero waste (gaya hidup bebas

akan lebih keren lagi kalau kamu tahu manfaatnya,� misalnya. Ketika

sampah,

kebiasaan.

membicarkan

kebiasaan, terbesar

keluarga

duduk

bersama

seperti

ini.

Mulai

dari

sampah) hingga pengolahan sampah semua diinisiasi oleh anak-anak muda.

kita

dan menjelaskan rusaknya lingkungan

Ketika

serta bagaimana menjaganya. Caranya,

menginisiasi

perlihatkan

hidup

peduli lingkungan seperti Earth Hour

yang ‘non-plastik’, misalnya dengan

dan Marine Buddies. Namun, kedua

membawa

komunitas

kita

membicarakan mindset. Tantangan

Akan terasa sulit untuk langsung mengajak

membicarakan

membicarakan

mahasiswa

sikap

dan

kemasan

gaya

makanan

dan

WWF

pun

berperan

besar

gerakan

tersebut

dalam

komunitas

tetap

berjalan

adalah menyakinkan bahwa kontribusi

minuman non-plastik saat berangkat

secara mandiri. Pun, gerakan-gerakan

perorangan mereka berpengaruh besar

ke

terasa

ini didominasi oleh anak-anak yang

pada

aneh pada awalnya, tetapi lambat laun

menggerakkan aktivitas untuk menjaga

mereka akan terbiasa dengan kebiasaan

lingkungan.

kondisi

hanya

satu

lingkungan. pada

Walaupun

awalnya,

ketika

kampus.

Mungkin

akan

mindset-nya dimiliki satu milyar orang,

tersebut.

akan

Sebut saja Earth Hour. Meski dimulai

maka akan berdampak besar bagi bumi.

mudah menyesuaikan diri dan menilai

di Sydney, Australia, komunitas ini juga

efektivitasnya.

ada di Indonesia dan dipegang oleh

Oleh karena itu, viralnya isu lingkungan

Umumnya,

mereka

di masa sekarang menurut World Wide

Selain itu, jangan takut untuk bicara,

Fund for Nature (WWF) sudah menjadi

misalkan dengan menolak penggunaan

pada

trigger untuk meningkatkan kesadaran

kantong plastik ketika belanja. Ketika

masyarakat mematikan lampu selama

masyarakat terhadap lingkungan.

hadirnya

satu jam. Kini, basis komunitas Earth

Sayangnya, berhenti

wujud

sampai

nyatanya

kepedulian.

baru Untuk

melakukan kegiatan yang benar-benar

30

MENGAJAK LINGKUNGAN TERDEKAT

pertanyaan-pertanyaan

mengenai sikap tersebut, akan lebih baik kita jawab dan jelaskan.

2007

dengan

mengajak

Hour sudah tersebar di Indonesia.

konsisten.

hanya

dilakukan

telah

melibatkan

sekadarnya,

tetapi

membantu menjaga lingkungan belum

dan

terlalu terlihat.

Dengan demikian, hal ini baru akan

kampus-kampus,

memberikan dampak pada orang-orang

hanya

di sekitar.

pemerintah daerah untuk mengeluarkan

U LT I M A G Z

dengan

tahun

Gerakan mematikan lampu ini tak

Intinya, sikap individu harus berubah dilakukan

anak-anak muda. Gerakan ini dimulai

itu,

Earth

sekolah-sekolah, lingkungan. Hour

Tidak

mendesak


OPINI EKSTERNAL

kebijakan

publik

keramahan

yang

mendukung

lingkungan,

contohnya,

pelarangan kantong plastik di Bogor dan juga

Bali.

Kemudian,

mengadvokasi

komunitas dan

ini

memantau

pelaksanaan hukum tersebut. WWF secara tak langsung melakukan pembinaan

terhadap

komunitas-

komunitas seperti ini. Hal ini dilakukan dengan

cara

mengadakan

program

nasional bertajuk KUMBANG (Kumpul dan

Belajar

Bareng).

Pada

kegiatan

itu, perwakilan komunitas akan hadir untuk saling berdiskui dan bertukar pendapat bersama dengan perwakilan dari WWF. Dengan demikian, apa yang hendak dilakukan komunitas penjaga lingkungan dapat tersinkronisasi satu dengan yang lainnya.

EDITED BY IVAN JONATHAN

U LT I M A G Z

31


Sudahkah Kamu Memakai Sedotan Stainless Steel? Engga sih, karena menurut saya itu agak kurang efektif.

Written by Maytiska Omar Video by Ergian Pinandita & Fany Edited by Hilel Hodawya

S

Biasanya kalau kita walaupun udah beli kalau lupa bawa itu percuma jadinya. Balik lagi ke sedotan plastik, kan harus dibersihin diapain. Tidak setiap saat kita taruh di tempat yang biasa kita bawa. Aaron Effendi — Teknik Informatika, 2017

AAT ini, marak usaha untuk menghentikan penggunaan plastik demi menyelamatkan bumi. Salah satu sampah yang susah diurai adalah sedotan plastik. Waktu yang

diperlukan untuk mengurainya adalah 500 hingga 1.000 tahun. Menurut data dari Divers Clean Action, Indonesia kira-kira menyumbang sampah sedotan plastik sebesar 93.244.847 buah setiap harinya. Tanpa disadari orang-orang menggunakan satu hingga dua sedotan tiap hari yang lama-lama mengotori laut. Sekarang ini banyak perusahaan cepat saji yang tidak lagi memberikan sedotan plastik kepada pelanggannya. Mereka menjalankan #NoStrawMovement yang memunculkan tokotoko daring untuk menjual sedotan stainless steel, sehingga sedotan berbahan dasar stainless steel ini mudah ditemukan. Aku pake, karena udah banyak ngeliat berita-berita biota laut itu rusak gara-gara sampah plastik. Contohnya yang kemarin ada kasus itu, penyu yang menyedot sedotan plastik. Itu sih salah satu concern-nya.

Amadea Claritta — Jurnalistik, 2018

32

U LT I M A G Z


C H I T C H AT

Enggak. Sebenernya aku ini mau aja, tapi belum punya.

Sebenernya sih belum punya. Tapi sekarang udah gak pernah

Enggak pakai sedotan stainless. Karena emang saya itu

pakai sedotan plastik lagi. Karena pengen beli, cuma harganya

orangnya jarang minum pakai sedotan gitu. Jadi emang biasa

kayak gak sesuai ekspektasi gitu loh. Pada kemahalan semua,

minum secara langsung dari gelas.

karena tren mungkin. Jadi mending minum langsung dari gelasnya aja. Amor — Jurnalistik, 2018

Claresta Christabel — Film dan Televisi, 2017

Kenny Alessandro — Akuntansi, 2016

Aku pake sedotan stainless. Waktu itu lagi pergi sama

Aku salah satu pengguna stainless steel straw, karena

Iya, aku pakai sedotan stainless. Soalnya waktu itu saudara

teman. Terus ada kayak pameran dan itu nunjukin ternyata

terinspirasi dari video penyu di Instagram yang waktu itu

aku ada yang pakai, terus aku kayak, “Wah ternyata ada

penggunaan plastik di dunia ini sudah banyak banget dan

sempat beredar gitu, yang dia itu makan sedotan plastik.

sedotan stainless di Indonesia.” Kirain aku itu hal yang tabu

bahkan ada beberapa hewan yang mati, dalam perutnya

Nah, dari itu, aku kayak merasa, “aduh, kasian juga ya, not

dan akhirnya aku beli itu. Dan emang plastik itu lagi marak-

banyak terdapat plastik gitu. Jadi aku gak tega dan mulai

only penyu, tapi kayak, just other marine life.” Makanya aku

maraknya disuarakan untuk dikurang-kurangi.

ngebiasain untuk gak pakai plastik.

sekarang pake stainless.

Rafifa Shabira — Jurnalistik, 2018

Shalika Rahma — Jurnalistik, 2018

Syifa Dwi Mutia — Jurnalistik, 2018

U LT I M A G Z

33


KETIKA BUMI SUDAH TAK LAGI LAYAK HUNI Written By Abel Pramudya Nugrahadi APA JADINYA jika bumi sudah dipenuhi sampah?

dikejar-kejar oleh M-O, robot dekontaminasi,

Bagaimana keadaan bumi ketika sudah tidak ada

sampai sistem kendali otomatis pesawat, AUTO,

lagi tumbuhan? Pertanyaan tersebut terjawab

yang menolak untuk kembali ke bumi.

dalam film Wall-E, film animasi besutan Pixar

Film yang disutradarai oleh Andrew Stanton ini

Animation Studios yang dirilis pada 2008 silam.

mengangkat isu lingkungan dengan pengemasan

Mengambil latar pada tahun 2800-an, bumi

yang menarik. Meskipun dialog dalam film ini

sudah sangat penuh oleh sampah. Tidak ada lagi

cukup minim, tetapi penggambaran kondisi

manusia di bumi. Manusia tinggal di sebuah

bumi dan kehidupan manusia di pesawat luar

pesawat luar angkasa super besar bernama

angkasa sanggup membawa imajinasi penonton

Axiom. Di bumi hanya ada satu robot pemadat

pada apa yang terjadi dengan bumi yang penuh

sampah bernama Wall-E (Waste Allocation Load

sampah dan kehidupan manusia di masa depan.

Lifter- Earth-Class). Ia bertugas untuk memadatkan

Sentuhan romansa antara Wall-E dengan EVE

serta menumpuk sampah-sampah yang ada di

juga menjadi daya tarik dalam film yang bergenre

bumi sambil ditemani oleh seekor kecoa yang

fiksi ilmiah ini.

setia mengikutinya.

Judul film

Wall-E

Sutradara

Andrew Stanton

Pemain

Ben Burtt

Elissa Knight Sigourney Weaver Jeff Garlin

34

Durasi

98 menit

Tahun rilis

2008

U LT I M A G Z

Tak ayal jika Wall-E mendapat beberapa

Sebuah robot dari Axiom bernama EVE hadir

penghargaan. Di antaranya, Academy Awards

untuk menemukan tanaman yang masih tumbuh

2009 kategori Best Animated Feature Film of the Year

di bumi sebagai tanda adanya kehidupan. Wall-E

dan Saturn Award 2009 kategori Best Animated

pun mulai menyukai EVE, hingga mengikuti EVE

Film. Wall-E juga mendapat penilaian bagus dari

diam-diam saat kembali ke Axiom.

IMDb dengan rating 8.4/10 dan Rotten Tomatoes

Terjadi banyak konflik di Axiom. Mulai dari Wall-E yang dideteksi sebagai barang asing sehingga

dengan rating 8.6/10.


REVIEW

SAAT BUMI MEMBEKU AKIBAT PEMANASAN GLOBAL Written By Abel Pramudya Nugrahadi THE DAY AFTER TOMORROW merupakan film

Kengerian dalam film bencana ini cukup

bergenre fiksi ilmiah yang diadaptasi dari sebuah

tergambarkan dengan visualisasi badai, gelombang

novel karya Art Bell dan Whitley Strieber yang

air bah, salju, dan tornado yang apik. Kerusakan

berjudul The Coming Global Superstorm (1999).

dan kehancuran kota menambah kesan yang

The Day After Tomorrow berkisah tentang sebuah

tragis, dibarengi dengan iringan musik latar yang

fenomena alam yang membuat bumi menjadi

semakin membangkitkan atmosfir kengerian film.

begitu dingin, seperti kembali ke zaman es.

dalam film cukup konyol untuk terjadi sungguhan,

Quaid), sedang menjalani sebuah penelitian di

serta beberapa setting yang tidak masuk akal, film

Antartika ditemani oleh dua orang rekannya,

ini mampu mengingatkan kita untuk menjaga

Frank (Jay O. Sanders) dan Jason (Dash Mihok).

lingkungan khususnya mengurangi pemanasan

Dalam sebuah konferensi, Jack menyatakan

global. Film garapan 20th Century Fox ini berhasil

bahwa ada kemungkinan bumi dapat kembali

menyabet gelar efek visual terbaik dalam ajang

ke zaman es lagi.

BAFTA Awards serta didapuk sebagai film terbaik

Beberapa hari setelah konferensi tersebut,

Judul film

The Day After

Meski menurut NASA bencana yang terjadi

Jack Hall, seorang paleoklimatologis (Denis

menurut Environmental Media Awards.

teori Jack seolah menjadi kenyataan. Perubahan

Berdurasi 124 menit, film yang disutradarai oleh

iklim secara drastis terjadi. Suhu bumi menurun

Roland Emmerich ini sukses meraup keuntungan

dengan cepat. Tokyo dan New Delhi diterjang badai

hingga 186 juta dolar AS di Amerika dan 544 juta

salju. Los Angeles luluh lantak akibat serangan

dolar AS di seluruh dunia.

lima tornado dalam waktu yang bersamaan.

Tomorrow Sutradara

Roland Emmerich

Pemain

Dennis Quaid

Jake Gyllenhaal Emmy Rossum Sela Ward Durasi

124 menit

Tahun rilis

2004

U LT I M A G Z

35


PERJALANAN LINTAS GALAKSI UNTUK MENCARI RUMAH BARU Written By Abel Pramudya Nugrahadi FILM bergenre fiksi ilmiah yang mengangkat

planet alternatif sebagai tempat tinggal

tema apocalypse cukup diminati oleh

manusia selain di bumi.

penonton. Film jenis ini menggiring

Mungkin bagi sebagian orang yang

imajinasi penonton dengan memberikan

tidak begitu paham dengan fisika, alur

gambaran apa yang terjadi dengan bumi di

cerita film ini tidak mudah dipahami.

masa mendatang. Salah satu film tersebut

Tetapi setidaknya, Interstellar mampu

ialah Interstellar yang dirilis Oktober 2014.

menghadirkan gambaran luar angkasa

Dengan durasi yang cukup panjang,

yang riil atas kerjasama si pembuat film

yakni 169 menit, film ini mengisahkan

dengan astrofisika, Kip Thorne. Selain

perjalanan astronot NASA yang mencari

urusan luar angkasa dan ilmu fisikanya,

planet lain selain bumi yang layak dihuni

film ini mampu menyentuh hati penonton

oleh manusia.

dengan adanya adegan keterikatan dan

Digambarkan pada masa itu, di tengah krisis pangan, pilot pesawat luar angkasa

Judul film

Interstellar

Sutradara

Christopher Nolan

Pemain

Matthew

McConaughey

Anne Hathaway

Jessica Chastain

Bill Irwin

Durasi

169 menit

Tahun rilis

36

U LT I M A G Z

2014

kedekatan emosional Murphy dengan ayahnya, Cooper.

Cooper dengan kedua anaknya, Tom dan

Film garapan sutradara Christopher

Murphy hidup bertani. Sampai suatu ketika,

Nolan ini menghabiskan 165 juta dolar AS

Profesor Brand memercayai Cooper untuk

untuk biaya produksinya. Film ini juga

kembali bertugas sebagai pilot pesawat

mendapatkan rating yang cukup bagus

luar angkasa ditemani oleh Amelia Brand,

dari IMDb yakni 9/10, Metacritic 74%, dan

Romily, dan Doyle untuk misi mencari

Rotten Tomatoes 71%.


REVIEW

RAHASIA PELANGI: CINTA SEGELAP HUTAN DI TENGAH MALAM Written By Abel Pramudya Nugrahadi

Judul buku

Rahasia Pelangi

Penulis

Riawani

KONFLIK antara gajah liar dengan penduduk

untuk peduli lingkungan, terutama hutan

marak terjadi di kawasan perbatasan antara

dengan dibalut alur romansa dengan porsi

hutan lindung atau taman nasional dan

yang pas. Bahasa yang digunakan pun

area pemukiman warga. Kasus seperti

ringan sehingga jalan ceritanya juga mudah

ini sering ditemukan terjadi di daerah

dipahami. Selain itu, wawasan pembaca

Sumatera. Konflik manusia dengan gajah

juga akan bertambah dengan adanya

ini menjadi inspirasi novel Rahasia Pelangi.

informasi seputar kelestarian lingkungan

Dikisahkan Anjani mengabdikan diri

hidup. Menariknya, informasi-informasi

menjadi penjaga gajah (mahout) untuk

tersebut mengalir bersama cerita sehingga

membuang traumanya dengan gajah. Ia

tidak terkesan menasihati.

bekerja bersama dengan seorang sais

Salah satu sisi lain yang menarik dari

gajah keturunan Thailand, Chay, di Taman

novel ini adalah dua tokoh utama dalam

Nasional Tesso Nilo (TNTN). Keduanya pun

novel, Rachel dan Anjani ditulis dengan

diam-diam memendam rasa saling suka.

sudut pandang orang pertama. Karakternya

Mereka berdua akhirnya dipertemukan

juga khas dan bertolak belakang. Jika

dengan Rachel dan Febri, aktivis lingkungan

Anjani cenderung lebih tertutup, lembut,

dari Change World Organization (CWO) yang

tetapi berani, Rachel nampak ceroboh,

ditugaskan untuk Forest Camp di TNTN.

supel, dan bicaranya blak-blakan. Novel

Namun, kedatangan Rachel membuat

ini pun ditulis oleh dua orang penulis,

Anjani tidak senang.

Elyta dan Shabrina yang tampak seperti

Novel hasil duet Riawani Elyta dan

berbaur menjadi satu penulis.

Shabrina Ws ini menyampaikan pesan

Elyta Shabrina Ws Penerbit

Gagas Media

Tahun terbit

2015

U LT I M A G Z

37


38

U LT I M A G Z


CERPEN

‘Diajar oleh

Sampah’ Written by Fabio Nainggolan Illustration by Celine Mehitabelle

U LT I M A G Z

39


CERPEN

P

ADA sebuah universitas swasta

nada

terdapat empat seorang sahabat

kemudian bertolak ke kantin kampus.

yaitu Habel, Markus, Edo dan

Selesai

sedikit

makan,

kesal.

Ketiganya

Paskah

tiba-tiba

Paskah. Mereka telah bersahabat sejak

membuang plastik kemasan kerupuknya

lama

ke lantai tanpa rasa bersalah.

dan

terlihat

sangat

kompak.

Salah satu dari mereka, Habel memiliki

“Weh Paskah, lu kok buang sampah

kebiasaan yang sangat cinta terhadap

disitu sih? Di sana udah ada tong

lingkungan.

dan

sampah loh, cepet angkat tuh plastik!”

Markus tidak memiliki kepekaan yang

Habel menegur Paskah dengan nada

sama seperti Habel.

yang tinggi.

Sebaliknya,

Paskah

Suatu hari ketika rehat jam kuliah,

Paskah menjawab dengan santainya

Habel hendak ke kantin untuk makan

“Yaelah Bel, kita kan punya OB (office

siang.

boy)

Dalam

perjalanannya,

ia

sendiri,

kita

kan

udah

bayar,

melihat sampah plastik berserakan di

nanti mereka enggak ada pekerjaannya

dekat saluran air (got). Lalu dengan

dong, iya enggak Kus (sebutan untuk

kepeduliannya ia memungut sampah –

Markus)?”

sampah tersebut. Namun, ketika Habel

sedang

makan gaji buta sih!” ucap Markus dan

memungut

sampah

tersebut,

“Iya Bel bener tuh, masa mereka

tiba – tiba Paskah dan Markus melihat

dengan tersenyum.

dan mengejek Habel.

“Woi Habel, ngapain lu mungut

diri gini sih? Bukan masalah kita punya

sampah di got? Kayak orang susah aja!”

OB atau enggak, tapi di sini masalahnya

teriak Paskah.

lu berdua peduli enggak sama lingkungan

“Eh lu berdua kok jadi enggak tahu

“Yaelah lu jangan malu – maluin

ini! Orang – orang kayak lu inilah yang

dong Bel, lu tuh mahasiswa yang bisa

membuat bumi makin hancur!” tegur

dibilang punya kredibilitas bagus di

Habel kepada dua sahabatnya sambil

sini!” ucap Markus kepada Habel dengan

ia berjalan memungut sampah plastik

tertawa mengejek.

tersebut.

Ketika

Walaupun masih diejek sahabatnya

sendiri,

Habel

masih

sedang

memungut

sampah, tiba – tiba si Edo muncul dan

Habel

membantunya dengan memungut juga

meletakkan sampah – sampah tersebut

sampah plastik yang berada di dekatnya.

lebar.

bersabar

Habel

dan

tersenyum

Setelah

ke dalam tong sampah, ia diajak Markus dan Paskah untuk makan siang bersama.

“Heh Bel, udah ayo makan siang

bareng aja, tapi ingat cuci tangan lu, kan megang sampah gitu dari got, jorok hahahaha,” Paskah mengajak dengan diiukuti tertawa ejekan.

“Astaga, kalian nih segitunya sama

gue. Kalau gue kayak gitu, coba bantuin kek, malah diejek,” ucap Habel d e n g a n

40

yang

U LT I M A G Z

“Heh Bel rajin banget lu, sini gue

bantuin buang ke tong sampah. Siapa sih yang buang – buang plastik gini disini? Wong itu tempat sampah dekat kok!” tegur Edo kepada Habel dengan mimik yang membingungkan.

“Iya nih, sahabat lu noh berdua, enak

– enak bae buang sampahnya!” balas Habel kepada Edo.

Di situ Markus dan Paskah tertawa

kecil sambil menyembunyikan tertawa kecilnya.

“Heh inang dan benalu! Lu berdua

jangan buang sampah sembarangan, itu tempat sampah dekat loh! Emang ya, dasar destroyer lingkungan!” tegas Edo sambil menyindir dua sahabatnya itu.

Setelah itu mereka berempat berjalan

bersama ke kelas dan mengikuti kelas sore. Setelah pulang dari kelas, seperti kebiasaan Habel, ia mengecek saluran air di dekat kampus. Ternyata Habel lagi-lagi

mendapati

banyak

sampah

dan memungutnya. Seperti biasa juga, Paskah dan Markus kembali mengolokoloknya.

“Heh pemulung ngapain lu? Udah

pulang kuliah tuh nongkrong, bukan


CERPEN

malah ngangkut sampah, gimana sih!

pun menetes dari pelipisnya. Habel tak

plastiknya ya! Belum ada yang bersihin

Mending ikut kita nongkrong di luar,

tahu harus berbuat apa, karena banjir

lagi,” ucap Edo kepada ketiga temannya.

gimana?” ajak Paskah diikuti dengan

di basement sudah nyaris merendam

tawa.

basement itu sendiri.

Abel membalas.

Seperti

biasanya,

Habel

kembali

“Pasti

ini

karena

sampah

yang

“Iya nih Do, kita bersihin deh,” tutur Ketika keduanya menoleh, mereka

memberikan senyum terbaiknya sembari

menumpuk di saluran air. Gara – gara

mendapati

berusaha bersabar menanggapi kedua

itu air jadi tidak lancar ke pembuangan.

alat-alat

temannya.

Habel

malah

menyuruh

Paskah

sudah

pembersih

membawa

untuk

mulai

Masih banyak manusia yang enggak

membersihkan. Habel dan Edo hanya

kedua temannya berangkat duluan.

peduli

Habel

tersenyum geli melihat kelakuannya.

“Enggak ada guna juga lu bersihin

akibatnya

gini

deh,”

berbicara kepada Paskah dan Markus

Markus juga ikut geli melihat kelakuan

gitu, kan gak ada dampak apa – apa juga

dengan nada rendah.

temannya.

boy! Paling cuman mampet doang air

Keduanya menunduk dan tampak

terus banjir tapi enggak seberapa,” ucap

menyesal

kita bersihkan ini, jangan sampai motor

Markus sembali bertolak ke parkiran

selama

motor bersama Paskah.

menjadi bubur, tak ada lagi yang dapat

Setelah Habel selesai membersihkan

dilakukan. Edo pun menasihati Paskah

sampah, ia membersihkan tangannya

dan Markus untuk belajar lebih peduli

dan menyusul kedua sahabatnya tadi.

dengan lingkungan, sebab kepedulian

mulai dari diri sendiri.

Keesokan harinya ketika Habel ingin

atas ini.

ketidakpeduliannya

Namun,

nasi

sudah

ke kampus, awan tebal menyelimuti.

Tak

disertai

setengah jam, basement kini tertutup

menyelimuti.

sepenuhnya oleh air. Paskah terpaksa

angin

lama,

hujan

kencang

deras

turun

menerima

berkendara menggunakan taksi daring.

tenggelam oleh air hujan.

Sesampainya

Motor

kampus,

Habel

nasib

Paskah

mendapati beberapa temannya tengah

bisa

berkumpul di lobi. Tak perlu waktu lama

mendekati

bagi Habel untuk mengetahui ternyata

delapan

basement

ketika

kampus

tergenang

banjir.

motornya

diselamatkan pukul malam hujan

berhenti

mulai surut. Keempat sahabat berusaha

mengguyur selama setengah jam.

membawa motor tersebut naik ke lobi

dan

dan

kemudian

air

didorong

sampai

ke

nih? Haduh gue takut motor gue rusak

tempat tinggal Paskah yang tak jauh

Bel,” ngomong Paskah dengan kondisi

dari kampus.

yang panik dan tiba-tiba memegang

Dua hari setelahnya, cuaca sudah

bahu

kembali

Habel

pun

kaget

kala

cerah,

tetapi

bekas

banjir

keramaian di lobi saat itu.

masih terlihat di basement serta di

Muka paskah merah dengan raut

sekitaran kampus. Tanah merah serta

yang

sampah plastik terlihat di setiap sudut,

serba

pannik.

Senyum

ringan

EDITED BY IVAN JONATHAN

baru

mulai tergenang, padahal hujan baru

Habel.

Paskah semangat.

yang

Selain itu, bagian depan lobi juga sudah

“Bel, motor gue tenggelam, gimana

gue kerendem lagi sama banjir,” ucap

Hujan belum berhenti setelah ssatu

Habel kemudian memutuskan untuk di

“Lah kok kalian malah tertawa, yuk

yang biasa menghiasi wajahnya tak

gambaran

situasi

pascabanjir

pada

tampak kala itu. Beberapa kali keringat

umumnya. “Wah banyak banget sampah

U LT I M A G Z

41


Edukasi Soal Kondisi Laut Terkini di “Laut Kita” Written by Maytiska Omar Photo by Anisa Arifah & Elisabeth Rafaela Chandra

G

ANTUNGAN-gantungan dari sampah botol plastik

Founder

&

Creative

Director

SMM

Chitra

Subyakto

yang berselingan dengan kain perca berbentuk bunga

menjelaskan, “Koleksi dan kampanye Laut Kita berangkat dari

menghiasi bagian depan sebuah pameran di lantai

kegelisahan saya akan permasalahan lingkungan di negeri ini.

dua pojok pusat perbelanjaan Plaza Indonesia. Di balik hiasan

Melalui kampanye Laut Kita, SMM mencoba untuk memberikan

tersebut adalah suatu toko pakaian dengan penanda nama

edukasi dan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya

Sejauh Mata Memandang (SMM).

mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai dan

Memperingati

hari

bumi,

SMM

mendirikan

sebuah

menjaga lingkungan.”

pameran dan instalasi sejak tanggal 22 April hingga 16 Juni 2019. Laut Kita merupakan tema yang diambil sebagai koleksi

Dari awal masuk, SMM telah membuat instalasi ini

tetapi juga sebagai lambang doa dan aksi langkah nyata untuk

terlihat estetik. Para pengunjung yang baru saja sampai

berterima kasih kepada bumi. Selain menghadirkan pameran

langsung dapat berpose ataupun hanya mengambil gambar

dengan enam area, SMM juga membuka pop up store yang

dari pameran yang diadakan. Pengunjung disambut oleh

menjual pakaian, aksesoris, hingga produk home and living

gantungan-gantungan ramah lingkungan yang cantik, lalu

koleksi musim kemarau.

42

AREA INSTALASI BERNUANSA LAUTAN

musim kemarau 2019. Bukan hanya sebagai koleksi terbaru,

U LT I M A G Z


EVENT

dinding di sebelah kanan terdapat penjelasan mengenai Laut

Berseberangan dengan dinding yang menampilkan video,

Kita. Di bagian kiri menjelaskan tentang SMM disertai foto-

tumpukan sampah-sampah plastik yang dibentuk kotak

foto koleksi kemarau 2019, dan di depan terdapat pemutaran

menyambut para pengunjung. Ratusan mungkin hingga jutaan

sebuah video bertemakan laut. Area ini diberi nama Keindahan

sampah dikumpulkan dan dijadikan dekorasi sepanjang jalan

Alam Indonesia. Kumpulan foto-foto, video dokumentasi, dan

hingga sampai pada ruangan yang dipenuhi botol plastik.

narasi keindahan Indonesia yang diperlihatkan merupakan

SMM menandai ruangan dengan nama Instalasi Bawah Laut,

hasil dari kolaborasi artis serta seniman Indonesia, yaitu

menampilkan instalasi yang menggambarkan dampak dan

Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Jay Subiyakto, dan Jez

kondisi bawah laut kita jika penggunaan plastik sekali pakai

O’ Hare.

terus bertambah. Botol plastik yang digantung menjulang ke

Masuk lebih dalam, pengunjung akan tiba di ruangan

bawah dengan dekorasi ikan-ikan kecil dari kain memberikan

remang-remang yang dipenuhi tulisan mengenai laut beserta

kita sebuah gambaran bagaimana rasanya menjadi ikan yang

sampah-sampah plastik yang ada sekarang ini. Seperti

berenang di tengah sampah. Bukan lagi dipenuhi oleh anemon

namanya, Polusi Plastik, ruangan ini menampilkan fakta dan

maupun rumput laut, melainkan sampah botol dan kantong

data dalam bentuk infografik mengenai jumlah penggunaan

plastik sekali pakai yang berterbangan dalam laut.

plastik sekali pakai. Area kedua dibuat lebih besar dengan

Selanjutnya ada Ruang Ajakan, yakni sebuah ruangan

lampu yang menyoroti beberapa titik, sehingga menonjolkan

dengan video-video dari para artis maupun aktivis yang

video

diputar

mencintai lingkungan Indoesia, khusunya laut. Davy Linggar

dengan proyektor pada salah satu dinding. Pemutaran video

yang membuat karya ini beserta para pekerja seni dan aktivis

dilengkapi dengan suara Tulus yang membicarakan fakta-

mengajak

fakta mengenai sampah plastik di laut Indonesia.

penggunaan plastik sekali pakai. Desain dari ruangan ini

mengenai

laut

beserta

sampahnya

yang

pengunjung

yang

datang

untuk

mengurangi

U LT I M A G Z

43


EVENT

atau bawa Tupperware sendiri. Setelah lihat pameran ini, sih, saya berharap anak-anak

muda

jauh

lebih

suka

ikut ambil bagian untuk melihat dan menyempatkan waktu buat pameran seperi ini. Supaya untuk ke depannya, mereka jadi dapat ilmu dan gambaran.� Laut Kita tidak hanya menyadarkan anak muda atau masyarakat yang masih belum mengetahui betapa bahayanya sampah plastik di laut dan pesisiran pantai. Namun, menjadi pengetahuan tambahan

untuk

mereka

yang

juga

sudah sadar bagaimana terancamnya kondisi di bawah laut. KEGIATAN

AMAL

DAN

KERJA

SAMA

KOMUNITAS adalah kantong plastik yang disusun

menyelamatkan

hanya

Sebuah aroma yang menenangkan

membingkai tiap-tiap televisi yang ada.

buku, dinding pun ikut serta menjadi

seakan membawa pengunjung kembali

alas para pengujung yang ingin berjanji

ke laut, menguar dari produk sabun

untuk lingkungan dan laut Indonesia.

yang SMM keluarkan. Produk ekologi itu

Menuju

akhir

area,

terdapat

sebuah ruangan dengan papan-papan

Tidak

bertuliskan memberikan solusi untuk

Para pengunjung yang masuk ke

memberikan aroma bumi dan laut serta

mencegah dan meminimalisir limbah

dalam pameran serta instalasi Laut Kita

sampo bebas plastik. Sebagai gantinya

plastik

menjadi lebih sadar bagaimana kondisi

adalah wadah kaleng berbentuk bulat

putih, dan hitam dari papan memenuhi

sekali

pakai.

Warna

laut

yang

yang menjadi tempat penyimpanan alat

Ruang Solusi. Tempat ini juga dapat

dikumpulkan membuat mereka menjadi

mandi tersebut. Ada pula sikat gigi dari

menjadi titik yang menarik untuk difoto.

lebih tahu seberapa banyak sampah

bambu hingga set makan, yaitu sendok,

Susunan

plastik sekali pakai yang ada di laut.

garpu, sumpit, dan sedotan sekali pakai

tinggi-rendah

papan

merah,

yang

didirikan membuatnya seperti sebuah

sekarang

ini.

Seorang

Data-data

karyawan

ruang demokrasi dengan tulisan-tulisan

juga

yang mengajak mengurangi sampah.

mengungkapkan,

pengunjung

Diana

Petra

serta botol minum yang mereka jual. “Sebagian

dari

penjualan

produk

melihat

ekologi kami akan alokasikan untuk program kerja sama antara Sejauh Mata

di atas meja bundar. Terdapat beberapa

to say

untuk

sekarang

Memandang dan Gerakan Indonesia Diet

janji yang ditulis maupun digambar.

kurang

tanggap

pengurangan

Kantong Plastik (GIDKP) dalam program

Benda

itu

di

sebuah

ruang

masyarakat untuk

pemakain plastik. Seperti saya sendiri

edukasi bebas plastik pada sekolah di

interaksi bagi para pengunjung yang

sekarang

kawasan pesisir,� jelas Staf Marketing

dapat menuliskan janji mereka untuk

Ya, sebenarnya lebih bagus kita beli

U LT I M A G Z

berada

“Setelah

dan

pameran Laut Kita sendiri, ya, jujur

Dua buku bewarna biru laut terletak

44

bumi.

masih

beli

botol

minum.

dan

Sales

Sejauh

Mata

Memandang


EVENT

Talita. Motif berbentuk bunga-bunga dasar laut dan riak ombak di tepian samudera dalam warna-warna indigo, pink pastel, merah, dan putih berjejeran di

sebuah

batang

kayu

berbentuk

silinder. Beberapa orang sibuk memilih pakaian

serta

syal

bermotif

lautan

tersebut di sebuah gantungan kayu. SMM

tidak

ekologi,

hanya

tetapi

juga

menjual

produk

koleksi

musim

kemarau 2019 mereka. SMM bekerja sama dengan berbagai macam komunitas, salah satu yang ikut berperan penting dalam kampanye Laut Kita adalah Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP). Pameran laut juga memberikan informasi mengenai komunitas yang menjaga laut, seperti Beach Clean Up Jakarta, Divers Clean Action, Indonesia Ocean Pride, Pandu Laut, dan Sea Soldier. Sedangkan untuk daur ulang atau riset data-data mengenai sampah plastik sekali pakai, ada Kreasi Daur Ulang, Indonesian Center For Enviromental Law (ICEL), Aliansi Zero Waste Indonesia, Greenpeace

Indonesia,

dan

masih

banyak lagi. Semuanya disusun dan dipajang pada sebuah tembok dengan latar belakang warna-warni sepanjang area Ruang Ajakan. Pengunjung pun dapat melihat informasi singkat seputar komunitas-komunitas

tersebut

serta

media sosial atau tautan dari situs mereka.

E D I T E D BY NA B IL A UL FA JAYAN TI

U LT I M A G Z

45


SNAPSHOT Photo By Rafaela Chandra

Peserta Women’s March Jakarta 2019 memulai parade dari depan Hotel Sari Pacific di Jalan M. H. Thamrin menuju Taman Aspirasi di Jalan Medan Merdeka Selatan. Parade tersebut berjalan dengan tertib dan aman.

Peserta Women’s March Jakarta 2019 terbuka untuk umum. Laki-laki, perempuan, transgender, difabel, tua dan muda, dapat menyalurkan aspirasi & tuntutannya terkait kebijakan pada kaum perempuan dan kelompok marjinal.

46

U LT I M A G Z


SNAPSHOT

Massa yang tergabung dalam Women’s March Jakarta mengemukakan keresahan mereka tentang perempuan dalam longmarch yang dilakukan dari Jalan M.H. Thamrin, Jakarta hingga Monumen Nasional (Monas).

U LT I M A G Z

47


Gustika Fardani Jusuf, atau lebih dikenal dengan nama Gustika Jusuf-Hatta, menjadi salah satu pembicara dalam orasi Women’s March Jakarta 2019 di Taman Aspirasi, Jakarta. Dalam orasinya, Gustika mengajak peserta menuntut pembuat kebijakan untuk segera memperhatikan kesetaraan gender dalam tingkatan sosial yang belum tersentuh hukum. Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) ikut menyuarakan dukungannya terhadap perempuan agar melek teknologi dengan menghadirkan aplikasi bisnis perempuan HerVenture.

Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual merupakan salah satu tuntutan yang disuarakan oleh peserta Women’s March Jakarta 2019.

48

U LT I M A G Z


SNAPSHOT

Secara garis besar, tuntutan Women’s March Jakarta 2019 berfokus pada kesetaraan pemenuhan hak asasi untuk perempuan dan kelompok marjinal.

Peserta Woman’s March Jakarta tidak lupa mengabadikan momen dirinya dalam aksi longmarch di kawasan Jalan M. H. Thamrin, Jakarta.

U LT I M A G Z

49


Bisa diakses melalui fokus.ultimagz.com 50

U LT I M A G Z


U LT I M A G Z

51


ULTIMAGZ

.COM

Profile for ULTIMAGZ

ULTIMAGZ Mei-Juni 2019 - Mahasiswa dan Sampah Plastik