Issuu on Google+

COVER 1

Mei 2011

1


2

Travel Club


Mei 2011

3


daftaris

Edisi 233 • XXIV • Mei 2011

pariwisata

seni

budaya

14

Jelajah Utama 14. Menjelajah Wonderful Indonesia Melalui Keunikan 10 Desa Wisata WISATA 32. Wisata Alam Sepenggal Keelokan di Kaki Gunung Ungaran

06.

Dari Redaksi

08.

Surat Pembaca

42.

Wisata Budaya Menguak Originalitas Tari Saman Akar Tradisi Masyarakat Gayo Lues

10.

Periskop

26.

Cerita Sampul

28.

Agenda PPI

64.

Wisata Edukasi Pilihan Liburan Mendidik Gaya Hidup Menarik

36.

Galeri

46.

Tokoh

38.

Kunjung Museum

40.

Cenderamata

50.

Peristiwa

58.

Komunitas

62.

Beranda

70.

Teknologi

72.

Produk Baru

74.

Dokumen Hotel

78.

Film & Buku

66.

Profil

80.

Tips

82.

Agenda

RONA 56. 57.

4

26

Travel Club

Titi Sjuman

Kangen Seni Tradisional Indonesia Tengku Firmansyah

Pesan Moral Rindu Purnama

56


Mei 2011

5


dariredaksi Salam hangat,

dok. travel club

M

emasuki bulan Mei, Travel Club menampilkan beberapa tulisan yang mendukung eco tourism, sebuah program yang kini sedang giat-giatnya dicanangkan pemerintah. Dalam Jelajah Utama tampil tempat-tempat rekreasi yang unik dan dekat dengan alam, yang popular dengan sebutan desa wisata. Kami pilihkan beberapa untuk Anda, tentu tak semua dapat diulas disini namun kami berharap ini menjadi referensi bagi Anda yang ingin menikmati wisata yang “berbeda� . Dalam rubrik Tokoh kami hadirkan M. Nazar S.Ag, Wakil Gubernur Nangrroe Aceh Darussalam, yang sangat peduli pada perkembangan pariwisata di daerahnya, ia pun banyak bercerita tentang potensi alam, sejarah,dan budaya Aceh yang luar biasa. Sementara gadis manis yang tampil di sampul kali ini adalah penyandang gelar Runner Up 3 Putri Pariwisata Indonesia 2010, Dayu Prastini Hatmanti yang akrap disapa Dayu. Jangan lewatkan pula berbagai cerita menarik dalam Wisata Budaya yang mengulas tentang Tari Saman, Wisata Pendidikan, juga Komunitas yang menampilkan kegiatan para wanita petualang yang tangguh. Dan, berbagai peristiwa seni, budaya, dan agenda pariwisata sepanjang bulan lalu menjadi cerita yang tak kalah menariknya. Satu hal lagi, setelah tertunda beberapa waktu,di akhir bulan lalu tim Travel Club akhirnya melaksanakan outing bagi awak redaksi, iklan,maupun sirkulasi. Kali ini kami memilih Pulau Umang sebagai tempat untuk menjalin keakraban sekaligus mencanangkan berbagai rencana dimasa mendatang. Semoga apa yang kami sajikan dapat menjadi masukan yang berarti bagi Anda semua,pembaca setia Travel Club. Sampai jumpa di edisi berikutnya Urry Kartopati

pariwisata

Model

: Dayu Prastini Hatmanti (Runner Up III Putri Pariwisata Indonesia 2010)

Make Up

: LT Pro Professional Make Up

Busana

: Yayasan El John Indonesia & Pribadi

Fotografer : Mulyadi Natakusumah Design

: Arwindra

Lokasi

: Kampung 99 Pepohonan, Depok

You can also become part of the community: Travel Club Magazine on Facebook

6

Travel Club

TravelClub can also be read at: www.issuu.com/travelclub

seni

budaya

Keseluruhan isi majalah Travel Club, baik tulisan, image, desain, dan tata letak, merupakan hak cipta dari El John Starvision. Tidak diperbolehkan mengambil, mencetak, atau mereproduksi baik sebagian maupun keseluruhan majalah tanpa izin tertulis dari penerbit. Setiap keterangan, informasi, data dan gambar yang tercantum di dalam majalah ini adalah merujuk pada saat majalah ini tercetak

Follow Us @TravelClubMagz


U

R BA

Mei 2011

7


surat pembaca

Info Kuliner Vegan

Saya membaca Travel Club edisi April dan saat melihat foto-foto di rubrik Galeri, ternyata kuliner vegan itu menarik, terlihat sama seperti jenis makanan pada umumnya. Saya jadi ingin mencicipinya. Bisakah Travel Club memaparkan lebih rinci mengenai kuliner tersebut. Terimakasih.

Sastro Rubiyanto loveindonesia@gmail.com Kuliner vegan yang menjadi bagian dari vegetarian sudah pernah dibahas di beberapa edisi sebelumnya. Namun, bila ingin menjelajah kelezatan kuliner itu, Anda bisa keliling Jakarta atau ke daerah Kemang, Jakarta Selatan. Terimakasih.

Kirim Tulisan Traveling

Saya mempunyai hobi traveling dan sering menuliskan hasil perjalanan saya ke berbagai daerah di Indonesia. Apakah saya bisa mengirimkan tulisan kepada Travel Club? Terimakasih.

Amda Latul-Nair Amda_latul@hotmail.com

R A L AT Pada Edisi April 2011 terdapat kesalahan penulisan nama di Cover, Rubrik Dari Redaksi dan Rubrik Cerita Sampul, seharusnya Maria Dyer Achsahinta Sinaga.

Direktur Utama Direktur Multimedia Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Penulis Senior Staf Redaksi Terbit sejak September 1988 Izin Terbit : SK MENPEN RI No.1402/SK/DITJEN PPG/STT/1988 Izin Diperbaharui : Tanggal 17 September 1998 No. 881/SK MENPEN/SIUP/1998 ISSN : 0825 - 0828 PENERBIT PT. EL JOHN Publishing Wisma EL JOHN Jl. Raya Panjang Blok Z. 2 No. 44-45 Jakarta 11520 T (021) 5824 888 - F (021) 5825 558 www.eljohn.co.id email : travelclub@eljohn.co.id

8

Travel Club

Fotografer Desainer Grafis Editor Bahasa Penasehat Hukum Sekretaris Redaksi Marketing Manager Iklan Keuangan Sirkulasi & Promosi Staf Sirkulasi

Tentu Anda boleh mengirimkan tulisan perjalanan Anda ke Travel Club, jangan lupa untuk mencantumkan caption foto-foto hasil bidikan Anda. Terimakasih.

Johnnie Sugiarto Iwan Sugiarto Urry Kartopati Nyoman S. Pendit Erwin Gumilar Ratih Kusumawanti Murdiyatno Noeke Anggarwulan Arwindra A. Solichin Secarpiandy. SH (Advokat) Herni Dewi Farida Hadi Suwarno Ridho Kurniawan Henny Hariyani Ita Rosenni Damanik Sutaryo Soetrisno Bonar O.N Silalahi Arif Darmawan


Mei 2011

9


periskop

noeke anggarwulan

M Desa Wisata Foto: Erwin Gumilar

Oleh : Nyoman S. Pendit

10

Travel Club

enjelang akhir Januari 2011, Menteri Kebudayaan & Pariwisata RI, Jero Wacik, mengumumkan Wonderful Indonesia sebagai branding baru untuk Pariwisata Indonesia menggantikan yang lama yaitu Visit Indonesia Year. Memang, Indonesia adalah A Wonderful Country. Bayangkan negara ini sungguh wonderful karena memiliki 13.504 pulau (bahkan ada yang mengatakan 17.508 pulau) besar dan kecil, kurang dari separohnya berpenghuni dan selebihnya masih belum ditempati penduduk. Wonderful pula karena demikian beragam fauna dan floranya, adat istiadatnya, panoramanya, kulinernya, corak dan bentuk busananya dan sebagainya yang menjadi modal dasar untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Wonderful Indonesia. Sesuai dengan perkembangan zaman, wisatawan-wisatawan yang ingin melepaskan diri dari keriuhan dan tekanan kehidupan kota, memilih berkunjung ke daerah-daerah yang jauh dari kota, hingga ke gunung-gunung, ke desa-desa yang penduduknya masih menjalankan kehidupan secara tradisional turun-temurun. Untuk itu, salah satu upaya mengembangkan daerah tujuan wisata adalah dengan membangun Desa Wisata, yaitu suatu kawasan yang memperlihatkan kehidupan sehari-hari penduduk dimana para wisatawan dapat berbaur serta


berpartisipasi aktif melaksanakan kegiatan keseharian bersama warga setempat. Ada beberapa tipe Desa Wisata: yaitu yang sengaja dibangun untuk itu, lengkap dengan kegiatan setting sebuah desa termasuk bangunan perumahan setempat, serta aktivitas hidup di desa. Umumnya tipe ini lahannya terbatas, sesuai kemampuan pengelolanya. Tipe yang lain adalah dengan menjadikan suatu desa yang sudah ada yang memenuhi kriteria sebagai Desa Wisata, antara lain memiliki budaya yang khas dan menarik, alamnya yang masih murni, penduduknya memadai, adanya rumah adat yang khas, tersedianya infrastruktur seperti

jalan yang bisa dilalui mobil. Ada pula tipe desa yang karena keunikannya digunakan sebagai “pajangan� dalam arti wisatawan diajak mengunjungi desa tersebut tanpa perlu menginap di sana. Selanjutnya penduduk dibantu mengembangkan akomodasi dengan tempat tidur, kamar kecil, kamar mandi dalam skala kecil dengan memanfaatkan rumah-rumah mereka. Yang empunya diajarkan soal-soal sanitasi dan higienitas serta caracara pelayanan untuk para tamu. Kegiatan khas di desa ini dapat dijadikan atraksi, seperti menenun, membatik, menari, memasak (makanan khas daerah), belajar bahasa

daerah, bahkan membajak dan menuai padi, ditambah misalnya dengan meyediakan motor trail menyusuri kebun, pantai dan sebagainya. Panorama sekitar desa yang menarik seperti sawah yang dibangun dengan teras sering, pantai dengan pasir putih yang bersih, kebun kelapa bernyiur melambai, serta adanya jenis satwa setempat yang khas dapat menjadi atraksi pula. Penduduk hendaknya bersifat ramah dan terbuka, tidak memperlihatkan sikap penuh curiga. Menjaga keamanan dan ketentraman di desa sangat penting, sehingga para wisatawan betah dan merasa nyaman tinggal berlama-lama di Desa Wisata.

Mei 2011

11


12

Travel Club


Mei 2011

13


jelajah utama

14

Travel Club


Menjelajah Wonderful Indonesia

Melalui Keunikan 10 Desa Wisata Oleh: Murdiyatno/ murdiyatno@eljohn.co.id Erwin Gumilar/ erwin@eljohn.co.id

A

da istilah menarik di Yogyakarta; jika wisatawan menginap di satu lokasi, itu namanya Desa Wisata, tapi bila tidak menginap maka istilahnya menjadi wisata desa. Mungkin istilah itu lahir karena provinsi ini memiliki banyak Desa Wisata, dan jaraknya hampir saling berdekatan. Sebab itu, tentu wisatawan harus pandai-pandai memilih, mana desa yang harus dikunjungi lebih lama dan mana yang hanya sepintas. Secara serius, ditinjau dari kajian ilmu pariwisata, Desa Wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat, yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku ( Nuryanti, Wiendu. 1993. Gadjah Mada University Press. Hal. 2-3). Jika dijabarkan lebih luas, maka merupakan sebuah kawasan pedesaan yang memiliki beberapa karakteristik khusus untuk menjadi daerah tujuan wisata. Pada kawasan ini, penduduknya memiliki tradisi serta budaya yang relatif masih asli. Selain itu, beberapa faktor pendukung seperti makanan khas, sistem pertanian, dan sistem sosial turut mewarnai sebuah kawasan Desa Wisata. Kemudian, alam dan lingkungan yang masih asli dan terjaga merupakan salah satu faktor terpenting dari sebuah kawasan tujuan wisata. Di samping berbagai keunikan, kawasan Desa Wisata pun harus memiliki berbagai fasilitas penunjang seperti transportasi, telekomunikasi, kesehatan, dan akomodasi. Khusus sarana akomodasi, Desa Wisata

menyediakan sarana penginapan berupa pondok-pondok wisata (home stay) rumah penduduk setempat dengan segala ciri khas suatu desa, sehingga para pengunjung pun turut merasakan suasana pedesaan yang masih asli. Namun ada juga beberapa desa yang mempersilahkan tamunya (wisatawanRed) berkemah atau membuka tenda pada keindahan alam desa seperti halnya Desa Tablanusu, Jayapura, Papua di Timur Indonesia. Di lain pihak ada beberapa desa juga yang mempunyai penginapan khusus diperuntukan bagi wisatawan. Jadi bukan rumah tinggal mereka, melainkan sebuah penginapan sederhana yang dibangun secara gotong royong maupun milik pribadi warga yang memiliki modal cukup, misalnya guest house足nya Hasan Kiong, nelayan 43 tahun warga Desa Lakkang, Sulawesi Selatan. Desa Wisata telah menjadi cara baru berwisata yang unik. Tidak heran pemerintah, dalam hal ini Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) terus mendukung desa wisata melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dengan bantuan sejumlah dana untuk memperbaiki sarana dan prasarana. Tahun ini, Kemenbudpar menargetkan 569 desa di seluruh Indonesia untuk menjadi desa tujuan wisata. Begitu banyak jumlah Desa Wisata di Indonesia, mungkin tidak akan cukup waktu satu tahun untuk menyambangi semua keunikan destinasi ini. Oleh sebab itu, Travel Club hanya merekomendasikan 10 Desa Wisata terunik dari ujung timur Indonesia hingga bagian barat Nusantara. Selamat berwisata. TC

Mei 2011

15


jelajah utama

Desa Tablanusu – Papua

S

ebagian besar Desa Wisata Tablanusu diselimuti batu koral hitam. Sewaktu berjalan suara batu koral yang terinjak seolah bersuara isak tangis, kemudian desa ini dijuluki dengan nama Desa Batu Menangis. Batu koral hitam telah ada sejak nenek moyang mereka memutuskan menetap di sini. Nenek moyang masyarakat Tablanusu telah pindah sebanyak dua kali. Awalnya mereka mendiami dua pulau di teluk yang tidak jauh letaknya dari tempat tinggal mereka sekarang. Namun tsunami menyapu daerah tersebut, mereka yang selamat mengungsi ke tempat lebih aman, dan menamakan tempat baru itu dengan Kampung Tua.

16

Travel Club

greenbirepapua.wordpress.com

Desa Batu Menangis Tempat Matahari Terbenam

Ketika mendiami Kampung Tua mereka menjadi peladang, dengan umbiumbian dan pisang sebagai tanaman andalan. Karena jumlah penduduk yang terus bertambah, sementara lahan berladang kian terbatas, mereka memutuskan untuk pindah lagi ke perkampungan baru yang kemudian diberi nama Tablanusu (tempat matahari terbenam). Secara otomatis mata pencarian mereka beralih menjadi nelayan. Sambutan masyarakat begitu hangat dan bersahabat. Mengakrabkan diri dengan warga desa ini sangatlah mudah. Hanya dengan pinang (areca catechu/betel palm), sudah bisa meleburkan diri dengan masyarakat setempat. Sebagaimana masyarakat Papua pada umumnya, masyarakat

Tablanusu pun terkenal suka mengkonsumsi pinang. Acara perhelatan dan upacara khas masyarakat Desa Tablanusu yang bisa disaksikan, misalnya, peringatan hari masuknya Injil ke desa yang diperingati tiap tahun. Pada saat itu, akan ada pawai mengelilingi desa yang diakhiri dengan menggelar misa di gereja mereka. Ada pula ritual di beberapa lokasi perairan, terutama yang banyak terdapat terumbu karangnya, diruwat setahun atau setiap dua tahun sekali. Untuk memperoleh berkah laut dan sekaligus untuk melestarikan laut, ada dua ritual yaitu ritual Sasi dan ritual Tiyatiki. Ritual Sasi adalah menancapkan dahan pohon kayu besi pantai (suang teko) di tempat-tempat yang banyak ikannya, terutama di kawasan terumbu karang yang merupakan sarang ikan. Sedangkan ritual Tiyatiki bertujuan melarang menangkap ikan selama beberapa waktu yang telah disepakati. TC

Rute Panduan dan Fasilitas Desa Tablanusu terletak di Kecamatan Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua. Untuk mencapai Desa ini bisa memulai perjalanan dari Kota Jayapura. Dari Kota Jayapura menggunakan bus menuju Kota Sentani yang berjarak sekitar 33 kilometer. Kemudian lanjutkan dengan naik bus atau mobil carteran menuju Dermaga Depapre dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Berlanjut naik perahu mesin menuju Dermaga Tablanusu sekitar 20 menit. Setelah itu, perjalanan menuju Desa Wisata Tablanusu dilanjutkan dengan berjalan kaki. Fasilitas; pemandu wisata, gereja, persewaan perahu, pasar ikan, dan warung yang menyediakan aneka makanan, minuman, serta suvenir khas masyarakat setempat. Penginapan, sewa rumah penduduk setempat (homestay), atau berkemah di berbagai lokasi desa, seperti di tepi pantai, atau tepi danau.


Desa-Desa di Teluk Jailolo – Maluku Utara

Pesta Sembilan Hari Tanpa Henti lama, mereka berpesta selama 7 sampai 9 hari, makan minum siang dan malam tanpa henti. Ciri khas dari perayaan ini adalah, minuman tradisional yaitu saguer atau arak yang disuling secara tradisional. Penyulingan arak merupakan salah satu sajian dari objek wisata daerah ini, karena memang merupakan kegiatan

bangunan bersejarah. Beberapa desa dari Suku Sahu yang telah dikembangkan menjadi desa wisata adalah: Desa Worat Worat, Desa Taraudu, Desa Gamomeng, Desa Gamtala, dan Desa Marimbati. Jangan lewatkan perayaan tahunan Festival Jailolo 2011 pada bulan Mei ini. Dimana akan digelar berbagai acara budaya dan lomba, serta pergelaran kabaret apung dengan laut sebagai panggungnya, sebuah pertunjukan spektakuler yang dinanti oleh wisatawan. TC

festivaltelukjailolo.com

M

enyusuri tiap jengkal wilayah ini tidak akan pernah habis rasa kagum dan penasarannya. Keindahan tiap pulau, kekayaan budaya dan keunikan masyarakatnya memiliki sisi tersendiri. Keberagaman yang muncul ditiap wilayah mampu menunjukkan kebhinnekaan sesungguhnya. Terlebih jika kita cukup waktu menjangkau dan berdiam di desa-desa wisata yang ada. Jailolo memiliki keindahan alam yang dapat dinikmati dari pelabuhan Jailolo hingga kaki gunung. Penduduk Asli Jailolo terdiri berbagai suku diantaranya Suku Sahu yang dikenal sangat menjaga dengan baik warisan adat istiadat maupun bendabenda peninggalan para leluhurnya, tak heran jika budaya dan kehidupan disana begitu unik. Suku Sahu berdomisili di Kecamatan Sahu Halmahera Barat dan memiliki rumah adat yang beratapkan anyaman daun sagu, Sasadu. Rumah adat Sasadu biasa digunakan sebagai tempat musyawarah dan tempat merayakan pesta panen raya padi, dalam upacara Horom Sasadu, upacara pengucapan syukur dari masyarakat Sahu setelah menjalani masa panen. Keunikan upacara ini adalah waktu perayaan yang begitu

mereka sehari-hari. Abadikan bagaimana proses penyulingan itu terjadi dan berbaurlah dengan mereka pada pesta berhari-hari tanpa henti. Dalam upacara juga selalu disertai dengan tarian tradisional suku Sahu, yaitu Legu Salai dan Sara Dabi Dabi. Daya tarik lain dari kekhasan Jailolo adalah bangunan rumah Sultan Jailolo yang merupakan objek wisata

Rute Panduan dan Fasilitas Jailolo adalah Kota Kecamatan di Kabupaten Halmahera Barat, untuk mencapai ke sana bisa menggunakan pesawat ke Kota Ternate, Maluku Utara. Setelah Mendarat di Bandara Ternate, berlanjut menuju Pelabuhan Dufa-Dufa dan menyebrang menggunakan speed boat menuju Teluk Jailolo, satu jam perjalanan. Untuk menuju desa-desa wisata bisa menyewa mobil atau motor, hanya 20 menit dari pusat Kota Jailolo. Soal menginap, Pemkab telah menyiapkan beberapa rumah penduduk yang sangat layak untuk di sewa.

Mei 2011

17


jelajah utama

Desa Bena – NTT (Nusa Tenggara Timur)

trekearth.com

Perpaduan Keramahtamahan dan Wisata Alam Pegunungan

P

ara Ngada adalah kelompok etnis yang mendiami daerah Bajawa di Flores. Mereka memiliki kepercayaan animisme, menyembah hal-hal seperti langit atau batu besar. Pada awal abad lalu misionaris Portugis tiba dan menyebarkan agama Kristen. Jadi, kini sebagian besar dari mereka beragama Kristen, namun tetap mempertahankan campuran animisme. Ini bisa kita lihat dari sosok Bena (semacam fosil yang diawetkan) yang ada di tengah desa. Mungkin yang paling mengesankan dan terbaik untuk diawetkan. Dan karena itu desa inilah yang paling banyak dikunjungi di daerah tersebut. Dengan hiasan lansekap awan rendah disebelah kanan merupakan Gunung Inerie. Desa

18

Travel Club

Wisata Bena memang menjadi pintu gerbang menuju ke arah puncak gunung berapi itu Bentuk desa begitu unik dan menjadikan daya tarik dibanding dengan desa-desa di sekitar, terdiri dari dua baris rumah di kedua sisinya. Setiap hari penduduk desa berkumpul bersama dan mengunyah sirih (pala), merokok, minum kopi, dan hal terpenting adalah chatting (mengobrol-Red). Dari teras ke teras biasanya mereka mengundang wisatawan yang datang untuk minum kopi bersama. Jangan lupa untuk mengabadikan keramahtamahan mereka dengan mengambil beberapa gambar. Alam pegunungan memang selalu memesona. Bila Anda mencari keindahan tersebut, desa wisata inilah tujuan wisata Anda. Gunung Inerie dengan

ketinggian 2.245 meter di atas permukaan laut itu memiliki bagian yang berhutan lebat di sebelah barat lereng gunung. Sedangkan hutan pada bagian selatan dikonversi menjadi daerah perkebunan. Sebagian besar hutan terletak pada ketinggian 1.000-1.500 meter dari permukaan laut Gunung Inerie pernah meletus pada 1882 dan 1970. Gunung selalu ramai oleh para pendaki pada musim kemarau, yakni antara Juni hingga Agustus. Dari atas puncak gunung, para pendaki juga dapat melihat pemandangan Kota Bajawa di sebelah barat laut yang tampak seperti kota tua di Eropa. Sedangkan di bagian selatan terdapat laut Sawu di kaki Gunung Inerie. Sementara itu, di sisi selatan puncak Gunung Inerie juga terdapat sebuah batu besar yang konon dianggap sebagai penjelmaan dari sosok Jaramasi beserta kuda tunggangannya. Menurut legenda, Jaramasi adalah seorang satria penjaga Gunung Inerie. Jara berarti kuda dan Masi merupakan nama seorang laki-laki yang berarti kuda milik Masi, seorang pahlawan di wilayah perkampungan Gunung Inerie. Wisata alam ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Desa Wisata Bena. TC

Rute Panduan dan Fasilitas Gunung Inerie terletak di Bajawa, ibu kota Kabupaten Ngada Pulau Flores, NTT. Untuk menuju Gunung Inerie dari Kupang dapat menggunakan pesawat menuju Ende, Pulau Flores. Perjalanan dilanjutkan ke Kota Bajawa sejauh 61 kilometer. Kemudian dengan menyewa mobil bisa langsung menuju Desa Bena yang merupakan desa terakhir sebelum menuju puncak Gunung Inerie. Desa Wisata Bena memiliki berbagai tempat penginapan seperti losmen dan warung makan.


Desa Lakkang – Sulawesi Selatan

Oase di Tengah Kota Makassar

P

memiliki kondisi lingkungan yang asri dan masih terjaga. Kemudian Lakkang juga masih mempertahankan kebudayaan asli yang disebut-sebut sudah didiami oleh manusia ratusan tahun lalu. Maka potensi yang dimiliki Desa Lakkang adalah potensi alam seperti pohon-pohon berusia ratusan tahun, empang, daerah pertanian, dan kawasan nelayan. Dan uniknya semua itu

jarlihfornature.wordpress.com

erjalanan menuju desa ini harus mengunakan katinting (perahu) karena letaknya dikelilingi Sungai Tallo yang tenang dan berwarna kecoklatan. Desa Lakkang memang desa terisolir, menurut Hanz Matone – pemerhati pariwisata Sulawesi Selatan dan anggota Lingkar Penulis Pariwisata – inilah yang

menjadi keunikan lokasi desa, dan ia menentang ide untuk membangun jembatan penghubung ke lokasi yang menjadi paru-paru Kota Makassar itu. Desa Lakkang ditetapkan sebagai desa wisata Januari lalu terkait dengan program Visit Makassar Year 2011. Selain lokasinya, keunikan desa karena

berada di tengah-tengah kota Makassar yang sibuk. Desa ini tentu menjadi sebuah oase bagi Ibukota Sulawesi Selatan. Berdekatan dengan kawasan industri Makassar sehingga dengan kealamiahannya diharapkan dapat menjadi paruparu kota. Dengan potensi yang dimilikinya, menurut Hanz lagi,

ada tiga konsep yang dapat dikembangkan, yakni sebagai konservasi, edukasi, dan tujuan rekreasi. Tidak hanya bagi warga Makassar maupun daerah lain di Indonesia, wisatawan Jepang ternyata banyak yang bertandang ke sini dan sungguh menikmati buahbuahan unik di daerah ini. Ada hubungan batin yang mengikat antara wisatawan Jepang dan Desa Lakkang karena tujuh titik bungker peninggalan Jepang. Bungker-bungker seukuran orang dewasa itu, dulunya berfungsi sebagai tempat pelarian dan tempat penimbunan logistik tentara Jepang. Akibat lama tertimbun, bungker-bungker tersebut terlihat seperti lubang-lubang kecil saja. Dengan adanya bungker-bungker itu, tentu Lakkang juga sebagai destinasi wisata sejarah. Desa dengan luas sekiar 168 hektar ini telah dialiri listrik dan mendapat pasokan air dari PDAM. Jumlah penduduknya sekitar 300 keluarga atau sekitar 1.100 orang dan warganya berprofesi nelayan serta sebagian lagi karyawan di Makassar. TC

Rute Panduan dan Fasilitas Untuk sampai ke desa ini, satu-satunya cara melalui jalur air menggunakan perahu menyusur Sungai Tallo selama 20 menit melalui dua jalur, yakni melalui Dermaga Kera-kera, Tamalanrea dan Dermaga Tallo. Mungkin ini satu-satunya desa wisata yang didukung oleh pihak swasta yang memberikan sejumlah fasilitas pendukung, seperti satu buah perahu berkapasitas 15 orang, melengkapi fasilitas guest house milik warga setempat, satu unit telepon umum, restorasi dan pemeliharaan situs bersejarah, komputer dan akses internet untuk warga desa.

Mei 2011

19


jelajah utama

Desa Tenganan – Bali

Budaya Pra Hindu dan Cenderamata Penolak Bala

20

Travel Club

Tenganan menjadi tujuan wisata yang selalu siap menerima tamunya dengan artshop tradisional menyambut di pintu masuk desa. Tidak hanya kain geringsing, lukisan di atas daun lontar yang di bakar pun sangat cocok menjadi kenangan untuk dibawa pulang. Desa Tenganan sangat dekat dengan objek wisata Candi

menyuguhkan perpaduan agama dan seni. Tradisi mekare-kare jatuh setiap bulan Juni, yaitu tradisi perang pandan yang menggambarkan semangat perjuangan dan uji ketangguhan fisik yang diiringi oleh gamelan tradisional yang bernama selonding. Selain sebagai tujuan wisata, masyarakat dan kebudayaan Tenganan merupakan tempat yang kaya bagi kajian ilmu antropologi, arkeologi, hukum adat sejarah dan sastra dengan penduduk kurang lebih 550 jiwa ini. TC

noeke anggarwulan

T

idak sempurna rasanya jika Bali tidak masuk dalam salah satu rekomendasi desa wisata, karena Bali tak akan pernah habis untuk di gali. Desa Tenganan satu diantaranya. Desa eksotis yang terpencil ini pun tak bisa bersembunyi. Meski harus menempuh perjalanan 70 km, wisatawan tetap berdatangan. Dikenal dengan Tenganan Pegeringsingan, merupakan salah satu dari sejumlah desa Bali Aga di Pulau Bali. Pola kehidupan masyarakatnya mencerminkan kebudayaan dan adat istiadat desa Bali Aga ( pra Hindu ) yang berbeda dari desadesa lain di Bali. Kearifan lokal, budaya yang terjaga, kemurnian tradisi, dan cenderamata karya penduduk asli, menjadi magnet tersendiri bagi desa wisata ini. Meski Tenganan tidak menutup diri dari perubahan jaman, namun awig-awig, rumah tradisional mereka tetap bertahan hingga kini. Begitu juga dengan tenun ikat geringsing. Cenderamata yang sarat makna akan penolak bala ini memiliki arti “terhindar dari wabah”, gering yang artinya “wabah” dan sing berarti “tidak” merupakan sebuah tradsi kuno yang harus terus di jaga secara turun temurun.

Dasa, sehingga desa wisata ini terintegrasi dengan objek wisata lainnya yang dapat Anda kunjungi. Pola perkampungan desa begitu seragam dan bersifat linear. Masyarakatnya bilateral dan berorientasi pada kolektif dan senioritas. Sistem ritual khusus dalam frekuensi yang tinggi

Rute Panduan dan Fasilitas Desa Tenganan berada di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, bagian timur Pulau Bali. Dapat ditempuh dengan kendaraan sewa dari Kota Denpasar dengan jarak tempuh sekitar 65 kilometer. Desa terdiri dari tiga garis besar yaitu, komplek pemukiman penduduk, persawahan, dan perkebunan. Untuk fasilitas tersedia warung, kamar mandi yang bagus, toko barang-barang seni, dan area parkir yang luas. Penginapan tersedia di Candi Dasa, sekitar 3 km dari desa ini.


Desa Ngadas, Malang – Jawa Timur

Hidup Sebagai Suku Tengger

desawisata.net

D

esa yang didiami Suku Tengger ini diapit dua gunung yakni Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Kondisi geografis ini membuat alam Desa Ngadas memiliki bentang alam yang luar biasa. Daya tarik desa ini bukan pada keadaan alamnya semata, tapi lebih kepada kehidupan masyarakatnya. Sangat menarik memperhatikan kehidupan Suku Tengger di Desa Ngadas. Suku keturunan Roro Anteng dan Joko Seger ini terkenal sebagai masyarakat yang setia memegang keyakinan dan adat istiadatnya. Nilai kehidupan yang mereka ajarkan secara turuntemurun hingga saat ini tetap terjaga dan terbebas dari pengaruh globalisasi. Tatanan kehidupan masyarakat yang bersahaja, saling menghargai dan bersahabat dengan alam nampak jelas dalam kehidupan sehari-hari mereka. Penyelenggaraan roda pemerintahan desa masyarakat Tengger memiliki sistem yang sangat demokratis. Misalnya saja pada pemilihan kepala desa. Calon-calon kepala desa yang akan bersaing dipilih langsung masyarakat. Nilai-nilai

sportifitas pun dipegang teguh setiap kandidat, mereka yang kalah harus berlapang dada dan mau menerima dengan ikut mengarak pemenang ke Balai Desa. Upacara adat dan tradisi tahunan yang dilaksanakan menjadi bukti Suku Tengger masih menjunjung nilai-nilai leluhurnya. Ada beragam upacara masyarakat yang rutin dilaksanakan suku ini misalnya upacara Barikan, Galungan, Kasada, Karo, Pujan, UnanUnan,dan Mayu Dusun. Pada pelaksanaan upacara adat ini biasanya ramai disaksikan oleh turis yang sengaja datang untuk melihat dari dekat. Pluralisme masyarakat

Ngadas menjadi daya tarik lain. Tiga keyakinan, Islam, Buddha dan Hindu yang tumbuh harmonis di desa ini. Dalam perbedaan, mereka masih tetap bisa hidup berdampingan dengan rukun. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo dan ingin mengenal lebih dekat dengan keseharian Suku Tengger, bisa memilih menginap di rumah-rumah penduduk yang disediakan. Silakan buktikan sendiri keindahan dan kebersahajaan masyarakat di Desa Ngadas. TC

Rute Panduan dan Fasilitas Desa Ngadas berada di Kecamatan Poncokusumo. Desa ini berada di ujung Timur Kabupaten Malang. Untuk mencapai kawasan ini bisa melalui Kota Malang. Fasilitas penginapan (home stay) banyak tersedia disini.

Mei 2011

21


jelajah utama

Desa Pasanggrahan - Jawa Barat

Keseharian Masyarakat Sunda di Lembur Kahuripan

22

Travel Club

kampungtajur.com

H

anya keasrian alam dengan hijaunya pepohonan cengkeh dan teh yang menjadi teman seperjalanan ketika memasuki kawasan Desa Pasanggrahan, Purwakarta, Jawa Barat. Sejuknya udara pegunungan seakan sebuah sapaan lembut yang mengundang untuk menjelajah setiap sudut desa. Keindahan alam Desa Pasanggrahan sudah sejak lama menarik perhatian banyak orang. Namun demikian, kawasan ini baru resmi dirintis sebagai desa wisata pada tahun 2002. Pasanggrahan pun kemudian mendapat sebutan sebagai Lembur Kahuripan (Desa Kehidupan). Ada beberapa lokasi kampung yang bisa dikunjungi di kawasan Desa Kahuripan seperti, Tajur, Depok, Borondong dan Pasanggrahan. Keindahan alam Lembur Kahuripan mampu membuat kagum dan membuat betah setiap pengunjung. Selain menikmati alam, wisatawan juga bisa belajar menjadi orang desa. Beberapa aktivitas keseharian masyarakat desa yang bisa dicoba seperti kegiatan di sawah, berkebun,menyadap aren, membuat gula aren, mengambil rumput untuk ternak atau

membuat makanan tradisional. Masyarakat di desa ini sangat terbuka terhadap setiap orang, mereka pun terbiasa dalam menyambut dan melayani wisatawan. Meski sering bersinggungan dengan masyarakat kota, beberapa adat dan tradisi masyarakat desa yang berada di kaki gunung Burangrang ini masih terpelihara dengan baik. Tradisi Ngecleng dan Tetunggungan misalnya. Tradisi Tetunggungan (menumbuk padi) ini biasanya dilaksanakan pada acaraacara khusus seperti hari kemerdekaan, atau bisa juga sebagai sebuah acara dalam menyambut tamu. Sementara Ngencleng merupakan tradisi menabung

beras. Setiap warga meletakkan sebuah bambu berisi beras di depan pintu rumah masing-masing. Bambu-bambu berukuran 10cm tersebut kemudian akan di ambil oleh petugas desa pada malam harinya untuk dikumpulakan di Balai Desa. Tradisi ini dilakukan sebagai upaya menjaga persedian pangan masyarakat. Apabila sawah penduduk mengalami kegagalan panen, simpanan beras akan di bagi merata kepada penduduk. Simpanan beras juga bisa dimanfaatkan dengan dijual ke pasar, hasil penjualannya digunakan untuk kebutuhan kampung seperti perbaikan sarana umum. TC

Rute Panduan dan Fasilitas Desa Pasanggrahan berada di Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Dari Jakarta tak sulit untuk mencapainya, akses menuju desa ini dari ibukota bisa di tempuh melalui Jalan Tol Cipularang. Masyarakat siap menjadi pemandu menikmati alam desa. Tempat penginapan pun tersedia disini.


Desa Wisata Wangun Harja - Jawa Barat

Begitu Kental Ritual Tradisional Tradisi ini diselenggarakan untuk menyambut datangnya musim hujan sebagai tanda dimulainya masa bercocok tanam. Upacara Ngabeungkat dilaksanakan dengan menyembelih kambing kemudian darahnya dibuang

(memakmurkan sungai), ngahuripkeun sawah, dan ngahuripkeun yang memiliki sawah. Kawasan seluas sekitar 100 hektar itu terdapat beberapa lokasi obyek wisata seperti, Curug Bentang, Curug Cibareubeuy (Desa Cibeusi), ada juga Situs Cibadak (Desa Cibadak). TC

wisatalembang.files.wordpress.com

P

ilihan wisata pedesaan sunda juga bisa saksikan di Desa Wisata Wangunharja di Kabupaten Subang. Terdapat empat desa yang masuk dalam kawasan ini meliputi Desa Sanca, Cibitung, Cibadak, dan Cibeusi. Kehidupan masyarakat yang bersahaja dengan adat istiadat tradisional yang tetap terjaga, ditunjang balutan keindahan alam pegunungan menjadi magnet kuat Desa Wisata Wangun Harja menarik wisatawan. Ritual Ruatan Bumi adalah satu dari beberapa tradisi warga desa yang menjadi daya tarik wisata Wangunharja. Pesta rakyat ini pun telah dikemas dalam suatu paket wisata. Upacara Ruatan Bumi adalah salah satu tradisi adat masyarakat agraris dalam mengucap syukur kepada Tuhan penguasa alam atas hasil pertanian yang didapat. Selain ungkapan syukur, pesta rakyat ini dilaksanakan sebagai ritual tolak bala dan bentuk penghormatan kepada para leluhur. Upacara yang digelar pada pertengahan bulan Djulhizah (Rayagung) ini selalu dimeriahkan berbagai kesenian tradisional masyarakat Sunda. Acara yang tak kalah menarik adalah ritual Ngabeungkat.

ke selokan. Daging kambing sembelihan dibagikan kepada masyarakat. Setelah ritual tersebut masyarakat menyediakan Sasajen (sesaji), yang diletakkan di pinggir sungai. Pelaksanaan Ngabeungkat dimaksudkan untuk ngahuripkeun solokan

Rute Panduan dan Fasilitas Desa Wisata Wangun Harja berada di Kecamatan Ciater – Subang untuk mencapai kawasan ini cukup mudah karena aksesnya sudah bagus dengan jalan beraspal. Dari pusat Kabupaten Subang berjarak sekitar 30 km. Untuk mencapai tempat ini bisa juga melalui ibukota Jawa Barat, Bandung, melalui Desa Palasari, Sarireja, atau Kasomalang di Kecamatan Jalan Cagak. Dari Jakarta akses melalui Tol Jakarta-Cikampek.

Mei 2011

23


jelajah utama

Desa Wisata Kopeng, Semarang – Jawa Tengah

Wisata Petik Bunga Hingga Hiking

24

Travel Club

flickr.com

L

etaknya di ketinggian 1450 meter di atas permukaan laut menjadikan kawasan ini terasa begitu sejuk. Berada dilereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Gunung Andong menjadikan Kopeng sebagai tempat yang cocok untuk tanaman bunga dan buahbuahan. Kehangatan sikap masyarakat desa pun menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke sini. Berbagai pilihan wisata tersaji seperti wisata alam pegunungan, budaya hingga wisata kuliner. Bagi penyuka bunga dan tanaman hias, terdapat klaster yang menyajikan anekaragam tanaman bunga dan hias. warnawani bunga akan membuat betah setiap pengunjung. Harga tanaman yang dijual pun cukup terjangkau, pengunjung tak perlu merogoh kocek dalamdalam untuk belanja tanaman disini. Nikmati juga serunya memetik strawberry langsung dari kebunnya. Untuk kegiatan petik strawberry cocok dilakukan bersama keluarga. Selain bunga, buah dan tanaman hias pengunjung pun bisa berbelanja sayur-sayuran segar. Beragam jenis kerajinan

juga dapat diburu sebagai cendramata dari desa yang pada 2009 mendapat predikat sebagai Rintisan Desa Vokasi sekaligus Pilot Project Desa Konservasi ini. Kawasan ini juga menjadi salah satu base camp pendakian ke puncak Gunung Merbabu. Bagi yang senang wisata petualang bisa memilih wahana Kopeng Tree Top Adventure Park. Di Kawasan Desa wisata Kopeng terdapat air terjun Umbul Songo (sembilan mata air). Kesembilan sumber mata air berada di sekitar Tekelan, Contre, Tayengan, Selodhuwur, Kopeng, Peng Jero dan Kali Sati. Menurut cerita masyarakat,

Umbul Songo ditemukan oleh para wali pada zaman Kesultanan Demak. Para wali ini kemudian berdoa kepada Allah SWT, memohon dimudahkan memperoleh sumber mata air, guna keperluan bersuci, kemudian keluarlah mata air dengan debit besar. sumber air ini dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan akan air wudlu. TC

Rute Panduan dan Fasilitas Desa Wisata Kopeng terletak di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang ,berjarak tempuh sekitar 14 km dari kota Salatiga dan sekitar 54 km dari kota Semarang. Akses jalan menuju kawasan ini sudah sangat baik sehingga mudah untuk mencapainya. Fasilitas pendukung wisata tersedia lengkap disini.


Kepulauan Karimun Jawa - Jawa Tengah

Menyelami Kampung Bahari masing sebuah pilihan yang cukup menarik. Berbagai atraksi seni dan budaya seperti reog (kuda lumping), gamelan Jawa , rebana, dan pencak silat, masih rutin ditampilkan. Selain itu,

Karimun Jawa aturan tersebut tidak berlaku, banyak pilihan kerajinan sebagai buah tangan salah satunya adalah kerajinan yang terbuat dari kayu langka seperti kayu Setigi, kayu Dewadaru, dan kayu Kalimasada. TC

ipienz flickr.com

M

endengar nama Karimun Jawa tentu tak bisa dilepaskan dari keindahan bentang alam kepulauan dengan taman bawah lautnya. Tak salah lagi, Karimun Jawa memang salah satu surga wisata bahari di Jawa Tengah. Luas wilayah teritorial kawasan ini adalah 107.225 hektare (ha), sebagian besar berupa lautan (100.105 ha), sisanya seluas 7.120 ha adalah daratan. Dengan kondisi ini tentunya sektor bahari menjadi kekuatan bagi pariwisata Karimun Jawa. Namun demikian bukan berarti kepulauan yang masuk dalam kabupaten Jepara ini tak memiliki daya tarik wisata selain bahari. Karimun Jawa dihuni penduduk dari berbagai suku, ada tiga suku mayoritas yang mendiami kawasan ini yakni Jawa, Bugis, dan Madura. Masyarakat Jawa kebanyakan berprofesi sebagai petani, ada pula yang menekuni industri rumah tangga, seperti membuat minyak kelapa dan batu bata merah. Sementara, suku Bugis dan Madura banyak yang memilih profesi sebagai nelayan. Menyaksikan keragaman penduduk Karimun Jawa dengan budayanya masing-

kegiatan masyarakat setempat, seperti pelepasan penyu, upacara pelepasan perahu, dan khoul sunan Nyamplungan (peringatan satu Suro) juga menjadi agenda yang rutin gelar. Lazimnya ketika berwisata bahari maka cenderamata yang dibawa adalah produk dengan bahan yang diambil dari laut. Di

Rute Panduan dan Fasilitas Kepulauan Karimun Jawa masuk dalam kabupaten Jepara, letaknya sekitar 45 mil arah barat laut kota Jepara. Kepulauan Karimun Jawa bisa dicapai melalui Jepara, penyeberangan dari Pelabuhan Kartini dengan menggunakan kapal motor. Atau bisa dicapai melalui Semarang namun jalur ini memakan waktu lebih lama.

Mei 2011

25


ceritasampul Model Make Up Busana Fotografer Design Lokasi

26

Travel Club

: Dayu Prastini Hatmanti (Runner Up III Putri Pariwisata Indonesia 2010) : LT Pro Professional Make Up : Yayasan El John Indonesia & Pribadi : Mulyadi Natakusumah : Arwindra : Kampung 99 Pepohonan, Depok


Dayu Prastini Hatmanti

Pesona Jawa Barat

S

ekelompok kerbau berjalan beriringan menuju sungai kecil. Satu demi satu, kerbaukerbau itu mulai turun menenggelamkan badannya ke dalam arus sungai yang tenang di kawasan Kampung 99 Pepohonan, Desa Limo, Cinere, Depok. Ketika kaki menjejak daerah ini, indera penglihatan langsung disegarkan oleh hamparan pohon hijau dan tentu saja limpahan oksigen, menyegarkan paru-paru. Bukan hanya kenyamanan yang ditawarkan Kampung 99 Pepohonan, melainkan pemandangan alam nan indah pun tersaji di setiap sudutnya. Travel Club tidak membuang kesempatan untuk melakukan sesi pemotretan di lokasi ini. Meskipun harus berjalan dibawah rintik hujan dan tanah becek, Dayu Prastini Hatmanti tetap semangat menjalani proses pemotretan hingga akhir. Bahkan, Runner Up 3 Putri Pariwisata Indonesia 2010 ini, tampil segar dalam balutan dress batik. Keterlibatan gadis kelahiran Bogor, 6 Juli 1987, di ajang Putri Pariwisata Indonesia ini, diawali dari kecintaannya terhadap pariwisata dan budaya Nusantara. “Putri Pariwisata Indonesia adalah pembuka jalan saya untuk bisa mengembangkan diri, mendapat networking, juga mengenal daerah yang belum pernah dikunjungi,” kata alumni Sastra Inggris, Universitas Padjajaran. Omong-omong soal pariwisata dan budaya, gadis yang pernah mengikuti program pertukaran pelajar di Ajou University, Korea itu, ternyata sangat menyukai pariwisata dan kebudayaan Sunda, tanah kelahirannya. Maka, wajar saja bila ia mengenal banyak tradisi budaya serta daerah wisata di bumi pasundan. “Di Jawa Barat, daerah wisata menarik ada di Ciayumajakuning alias Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan. Selain itu, Jawa Barat juga memiliki batik Cirebon, Mega Mendung, lalu, tari topeng Nini Rasinah, upacara Seren Taun, dan tentu saja angklung,” kata Dayu. Kini, disela kesibukannya sebagai duta pariwisata Indonesia, penyuka buku-buku motivasi ini turut terlibat di Saung Angklung Udjo sebagai duta angklung, spoke person untuk angklung Indonesia, angklung instructure dan MC. Dayu pun jatuh cinta pada angklung. “Angklung menyimpan filosofi luar biasa, mengajarkan tanggungjawab dan kerjasama. Dari bentuknya juga menyimpan banyak arti. Selain untuk menghibur juga untuk memberikan edukasi kepada anak-anak, belajar toleransi,” katanya, menambahkan. Memang, diperlukan keterlibatan banyak pihak agar warisan budaya Indonesia bisa dikenal oleh bangsa lain. Generasi muda adalah salah satunya. TC RTH

Mei 2011

27


agenda ppi

Putri Pariwisata Indonesia

Sambut Pelayar Tunggal Indonesia

K

etua Umum Yayasan EL JOHN Indonesia, Dr. Johnnie Sugiarto, mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk ambil bagian dalam acara penyambutan pelayar tunggal Indonesia, Mr. Rob Rama Rambini yang berlayar dari California USA – Bali, pada 2 April 2011 di Pelabuhan Serambi Mariana Benoa, Kota Denpasar, Bali

foto-foto: dok. pribadi

Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Dr. Sapta Nirwandar. Dalam kesempatan ini, Putri Pariwisata Indonesia 2010 Cynthia Sandra Tidajoh dan Runner Up 1 PPI 2010 Mutia Sari Wirman turut menyambut dan memberikan kalungan bunga pada orang yang berhasil masuk dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai orang Indonesia pertama yang berhasil mengarungi samudera seorang diri dari California, Amerika Serikat, ke Pulau Dewata. Sapta Nirwandar juga mengatakan, bahwa misi pelayaran Rob Rambini sangat memberi nilai positif bagi promosi pariwisata Indonesia. Sebab, katanya, apa yang dilakukan Rob Rambini adalah bentuk usaha untuk

memperlihatkan kepada dunia, bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar yang sangat berpotensi untuk bisa berkembang menjadi destinasi wisata berlayar atau maritim kelas dunia. TC RTH

Runner Up 3 Putri Pariwisata Indonesia 2010 ayu Prastini Hatmanti, Runner Up 3 Putri Pariwisata Indonesia 2010, diberi kepercayaan oleh Yayasan EL JOHN Indonesia untuk ikut berpartisipasi selama empat hari (17-20 Februari 2010) sebagai Information Center Indonesia dalam pameran yang bertaraf internasional Golden Dolphin Exhibition dan berlangsung di pusat kota Moscow,Gedung Gostiny Dvor

28

Travel Club

Sebagai Putri Pariwisata Indonesia, Dayu menjalani tugas memberikan informasi yang tepat mengenai pariwisata bahari Indonesia, tidak hanya kepada masyarakat Rusia tetapi juga pengunjung dari luar Rusia dalam pameran tersebut. Ia pun

dok. pribadi

D

Berpartisipasi di Dolphin Exhibition, Moscow turut berperan sebagai ikon, mewakili citra orang Indonesia secara baik dan menarik. Perwakilan dari Jawa Barat ini terlihat mempesona dalam balutan busana dari Kannu dan aksesoris dari Alston Stephanus Accessories. Pameran dihadiri sekitar 230 peserta dari 30 negara serta sekitar 25 ribu pengunjung. Setiap harinya pameran dibuka pukul 11.00 sampai pukul 21.00, booth Indonesia termasuk yang paling ramai dikunjungi oleh pengunjung pameran. TC RTH


Maya Ayu Permata Sari

Bawa Nama Indonesia di Miss Global Beauty Queen 2011

K

iprah Yayasan EL JOHN Indonesia untuk mengenalkan Indonesia ke dunia internasional melalui Putri Pariwisata Indonesia semakin dibuktikan dengan mengirimkan Runner Up 4 Putri Pariwisata Indonesia 2009, Maya Ayu Permata Sari ke ajang Miss Global Beauty Queen 2011. Gadis kelahiran 27 Oktober 1988 ini, telah mantap mempersiapkan diri menjelang puncak acara. Diantaranya, menjaga tubuh agar selalu fit, mengingat perbedaan cuaca di negara tersebut. Lalu, fitting busana yang dirancang yayasan

el jo

hn ind

onesia

khusus oleh desainer Kannu. Disiapkan satu kostum nasional adat Padang, evening gown untuk acara final, serta cocktail dress, sepatu dan akesoris. Ayu berangkat tanggal 30 April dan kembali pada 14 Mei 2011, menggunakan pesawat Garuda Indonesia Airlines. Sementara, perhelatan internasional tersebut diselenggarakan mulai dari 1-13 Mei 2011, di Seoul, Korea Selatan. Sebanyak 59 kontestan dari seluruh dunia tampil dengan talent masingmasing untuk memperebutkan predikat terbaik, salah satunya menjadi Miss Global Beauty Queen 2011. Semoga Ayu bisa memberikan prestasi terbaik di ajang ini. TC RTH

Ketiganya terlihat santai berinteraksi dengan pengunjung, berbagi pengalaman saat melakukan tugas mempromosikan Indonesia, baik ke dalam maupun luar negeri. Seperti yang dituangkan Audrie ketika

noeke anggarwulan

S

osialisasi pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2011 mulai digaungkan oleh Yayasan EL JOHN Indonesia selaku penyelenggara. Dan, sebagai bentuk dukungan untuk kegiatan tersebut, para putri yang terpilih tahun 2010 pun ikut terlibat secara langsung dalam talk show di Pameran DEEP & EXTREME Indonesia 2011, pada 1 April 2011, di Jakarta Convention Center (JCC). Hadir ditengah pengunjung, Audrie Adriana Sanova Runner Up 2 Putri Pariwisata Indonesia 2010, Dayu Prastini Hatmanti Runner Up 3 Putri Pariwisata Indonesia 2010 dan Natasha Sutadisastra Runner Up 4 Putri Pariwisata Indonesia 2010.

ratih kusumawanti

Sosialisasi Putri Pariwisata Indonesia 2011 ia bertugas ke Belanda di acara Vakantiebeurs, Natasha pun ikut mempromosikan Indonesia di sebuah perhelatan pariwisata internasional, di London. Sementara, Dayu juga mengikuti kegiatan pameran wisata bahari bertaraf internasional di Rusia. Selain itu, mereka juga menceritakan pengalaman masing-masing saat berkunjung ke daerah-daerah di Tanah Air. Diakhir pembicaraan, tak lupa tiga dara cantik itu mengajak pengunjung untuk mendaftarkan diri di ajang pemilihan tersebut dengan mengakses www. putripariwisataindonesia.com. TC RTH

Mei 2011

29


agenda ppi

Putri Pariwisata Indonesia 2010

ratih kusumawanti

Sambut Baik Kehadiran ITHF 2011

I

ndonesia Travel and Holiday Fair (ITHF) 2011 kembali diselenggarakan untuk keenam kalinya, mulai dari 14 hingga 17 April 2011, di Central Park, Jakarta. Sebanyak 138 peserta, baik dari dalam maupun luar negeri turut berpartisipasi di pameran pariwisata ini. Terdiri dari, 20 travel agent, 9 airlines nasional dan internasional, 10 paviliun destinasi dalam dan luar negeri dan 5 grup hotel utama di

Indonesia, serta BCA sebagai official banking partner. Tidak sekedar pameran biasa, ITHF pun memberikan penawaran menarik bagi mereka yang ingin berkunjung ke Bali, Lombok, Garut, Anyer, Raja Ampat, Pulau Komodo, Derawan, Bangka,

Belitung, Kepulauan Seribu, dan Karimun Jawa, sebagai upaya mendukung pariwisata Indonesia. Di hari pertama ITHF 2011, Putri Pariwisata Indonesia 2010 Cynthia Sandra Tidajoh turut hadir membuka acara bersama Panca Sarungu, Direktur Eksekutif Central Park Veri Y. Setiady, dan Manager Marketing BCA, Mira Wibowo. “Melalui ITHF, tentu bisa meningkatkan jumlah wisatawan dan pendapatan pariwisata Indonesia dan saya menyambut baik terselenggaranya acara ini,” kata Cynthia. TC RTH

Runner Up 1 Putri Pariwisata Indonesia 2010

S

ebanyak 1.800 UKM memadati 1.222 stan di Jakarta Convention Center (JCC), mulai dari 20-24 April 2011. Para produsen kriya tersebut turut berpartisipasi dalam The 13th Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2011. INACRAFT sebagai wadah perajin Indonesia berupaya menaungi produk-produk kerajinan untuk bisa mencapai tingkat lebih tinggi dan mampu diterima oleh masyarakat dalam maupun luar negeri dari tahun ke tahun. Hal tersebut pun sejalan dengan program pemerintah untuk mengembangkan produk

30

Travel Club

ekonomi kreatif sehingga dapat dijadikan alternatif penunjang perekonomian nasional saat ini. Dalam acara tersebut, Wakil Presiden Boediono mendapat kesempatan untuk membuka pameran. Pada pidato yang dibacakan, Boediono mengatakan kriya adalah hasil kreatifitas perajin, karena itulah kemampuan potensi untuk mengeksplore tergantung dari kreatifitas perajinnya. “Dan, tugas pemerintah adalah terus mendukung kreatifitas tersebut, misalnya dengan memperbaiki infrastruktur logistik,” ucap Boediono, menambahkan. Selain Wapres, Menteri Perdagangan Mari Elka

ratih kusumawanti

Berpartisipasi di INACRAFT 2011

Pangestu yang hadir dalam acara pembukaan, memaparkan, bahwa INACRAFT juga mendorong gerakan 100 persen aku cinta produk Indonesia. Ia berpesan kepada para perajin Tanah Air untuk bisa mengembangkan kriya secara kreatif. Sementara, Runner Up 1 Putri Pariwisata Indonesia 2010 Mutia Sari Wirman, ikut berpartisipasi di pembukaan pameran tersebut. Mengenakan busana tradisional adat Lampung, Mutia tampil cantik menyambut para tamu undangan yang hadir saat itu. TC RTH


Mei 2011

31


wisataALAM

J Sepenggal Keelokan di Kaki Gunung Ungaran Teks : Erwin Gumilar/erwin@eljohn.co.id Foto : Erwin & Dok. Umbul Sidomukti

Kawasan wisata yang mengajak berpetualang sembari menikmati bentang alam indah nan menghijau.

32

Travel Club

alan aspal menanjak dan berkelok menjadi menu awal sebelum memasuki kawasan wisata Umbul Sidomukti. Selain rumahrumah penduduk, hijau pepohonan dan kebun serta petakan sawah menjadi teman seperjalanan, sejuk menenangkan mata. Gerimis tipis sempat membuat saya sedikit khawatir tak bisa menikmati keindahan panorama alam kawasan wisata di lereng Gunung Ungaran ini. Beruntung gerimis tak lagi melanjutkan kisahnya. Meski awan tebal menyelimuti langit, namun sinar matahari sesekali masih mengintip. Petualangan pun dimulai. Menghirup dalam-dalam segarnya udara pegunungan menjadi ritual pertama ketika kaki ini turun dari mobil dan menginjak tanah Desa Sidomukti. Segar terasa ketika menghirup bersih udaranya.


dan Sabela juga menanam buncis dan wortel. Sabela menjelasakan, biasanya wisatawan membeli wortel dan buncis sebagai buah tangan. Selain segar, harganya pun relatif terjangkau. “ Wortel Rp 3.000 per kilogram, buncis Rp 4.000 perkilogram, kalau dulu kami harus jual ke pasar tapi sekarang banyak wisatawan yang beli langsung di sini,” kata Sri Miarti, berkisah. Selesai berbincang sejenak dengan dua petani tersebut, saya lanjutkan mengunjungi arena permainan. Bentang alam pegunungan dengan lembah-lembah curam bagi sebagian orang bisa menjadi sebuah tantangan yang seru untuk di taklukkan.

Sejauh mata memandang di kiri dan kanan, hanya hamparan hijau pepohonan yang terlihat menyelimuti alam. Gunung Ungaran memiliki kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Hamparan sawah berundak, hutan pinus dan bukit kembar Cimanggul mengajak mata kamera untuk terus mengabadikan keelokannya. Umbul Sidomukti resmi dibuka sebagai tempat wisata pada Agustus 2007. Berbagai fasilitas wisata telah terbangun di lahan seluas 36 hektare ini. “Kawasan ini memiliki empat tema utama Recreation, Education, Adventure, dan Leisure atau disingkat REAL, “ kata Bambang Ari Wijanarko, Direktur Kawasan Wisata Umbul Sidomukti. Kehidupan penduduk sekitar menjadi daya tarik lain tempat wisata ini. Mayoritas warga Desa Sidomukti bekerja sebagai petani. Selain padi, mereka juga menanam holtikultura. Bambang menjelaskan konsep education yang dikembangkan pun mengajak wisatawan mengenal lebih dekat dengan pertanian. ”Kegiatan wisata edukasi berupa belajar menanam, proses pengolahan hinga proses panen,” katanya. Perhatian saya terusik oleh dua orang ibu yang tengah asyik memanen daun bawang, masyarakat sekitar mengenal tanaman ini dengan sebutan onclang. Selain itu, Sri Miarti

Berendam di Ketinggian Alam Tak lengkap rasanya berwisata desa Sidomukti jika tidak berendam dikolam renang Umbul Sidomukti. Berada di tepi lembah ungupungup pada ketinggian 1100 dpl, Kolam renang alam ini disebutsebut tertinggi se-Indonesia bahkan Asia. Desain kolam di buat dengan konsep tradisional, bergaya minimalis sehingga menghadirkan kenyamanan. Air kolam ini berasal dari Tuk (mata air) Ngetihan yang memancar dari dalam tanah . semburan air secara alami menyembul ke udara, setinggi 1,5 meter. Selain menyegarkan, dari lokasi kolam ini bentang alam Gunung Ungaran terlihat jelas dikejauhan, bukit kembar nampak menghijau terbalut pepohonan.

Mei 2011

33


wisataALAM

Harga Tiket & Penginapan Tiket Masuk Hari biasa : Rp 5000 Akhir pekan &Hari Libur Nasional : Rp 7000 Flying Fox Marine Brigde Rapling

: Rp 12000 : Rp 8000 : Rp 7000

Atv Hari biasa : Rp 15.000 Akhir pekan &Hari Libur Nasiona : Rp 20.000 Pondok Wisata Hari biasa : Rp 350.000 Akhir pekan &Hari Libur Nasional : Rp 400.000 Beberapa pilihan fasilitas permainan menantang alam sudah tersedia disini. Ada flaying fox dengan lintasan sepanjang 110 meter diatas lembah sedalam 70 meter, dipastikan mampu memacu adrenalin. Belum cukup flying fox, bisa merasakan tantangan marine brigde, berjalan melintasi lembah sedalam 30 meter diatas jembatan jaring sepanjang 50 meter. Seru, kan? Pilihan lain aktivitas petualangan adalah rapeling atau turun tebing setinggi 30 meter, nyali benar-benar di uji disini. Tidak kalah seru wisatwan juga bisa memilih river tracking atau susur sungai sepanjang lebih kurang dua kilo meter. Sensasi menyerukan, berjibaku menaklukkan aliran sungai berbatu. Jernih airnya sangat menyegarkan, tubuhpun seperti tak terasa lelah. Lengkapi petualangan dengan menunggang ATV menerobos kabut di lereng Gunung Ungaran. Kawasan Wisata ini juga sudah dilengkapi fasilitas penginapan, meski jumlah kamarnya masih

34

Travel Club

terbatas namun fasilitas yang ditawarkan cukup lengkap. �Kedepan ada beberapa lokasi akan dijadikan tempat penginapan dengan konsep adventure. Desain bangunan tempat penginapan rencananya akan dibuat hotel container, jadi bangunan hotel terbuat kotak container,� kata Bambang, lagi. Setelah puas bekeliling, sebagai pelengkap, mencicipi sajian kuliner menjadi penutup perjalanan singkat ini. Saya memilih ikan mas bakar, pilihan yang tepat rupanya,

rasanya tak mengecewakan, bumbunya pas di lidah, plus sambal maka semakin nikmat saja menyantapnya ditengah kesejukan udara pegununungan. Selesai memanjakan lidah dan perut, saya pun harus segera meninggalkan wisata menakjubkan ini, kabut tipis senja hari seolah melepas kepergian saya. Sebuah pengalaman indah terukir di kabupaten Semarang. Sampai jumpa lagi Ungaran, kelak saya pasti kembali mencumbui eloknya alammu. TC

Kawasan Wisata Umbul Sidomukti Alamat : Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Telepon : 024 701 286 86 Fax : 024 701 287 87 Website : www.umbulsidomukti.com


Mei 2011

35


galeri

Warna-Warni Pasar Bunga Rawa Belong 36

Travel Club


Oleh : Noeke Anggarwulan / noeke@eljohn.co.id

Langkah kaki menyusuri trotoar sepanjang Jalan Sulaiman. Selama 10 menit, pertanyaan dalam hati pun terjawab sudah setelah melihat bangunan berwarna hijau berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi. Setiap sudutnya dipenuhi warna-warna memanjakan mata nan menggoda. Hal itu yang akan Anda dapatkan saat mengunjungi Pasar Bunga Rawa Belong. Pasar yang buka selama 24 jam ini berdiri sejak 25 Juli 1989, dan diresmikan Gubernur Propinsi DKI Jakarta Wiyogo Atmodarminto. Jenis bunganya pun sangat bervariasi. Hal ini karena pasokan bunga di pasar berlantai dua ini tidak hanya berasal dari DKI Jakarta, tapi juga dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Lantai dasar sentra bunga potong terbesar di-Asia Tenggara tersebut berjajar kios-kios bagi pedagang yang selalu siap melayani pembeli. Lantai dua diperuntukan bagi para pedagang untuk merangkai bunga sehingga semakin terlihat cantik dan menarik. TC

Mei 2011

37


kunjungmuseum

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Sentuhan Budaya di Bumi Sriwijaya Teks & Foto: Ratih Kusumawanti/ratih@eljohn.co.id

Catatan perkembangan Kota Palembang terkuak di sini. Tak ketinggalan, sisi budaya masyarakat ikut membantu pengunjung mengenal tanah Sriwijaya.

38

Travel Club

B

angunan dengan padupadan gaya Eropa dan tradisional rumah limas khas Palembang itu masih tampak kokoh berdiri, tak jauh dari Sungai Musi, dan dekat kawasan Benteng Kuto Besak. Didirikan pada 1823 dan selesai 1825 di masa pemerintahan kolonial Belanda. Bangunan dua lantai ini berfungsi sebagai rumah dinas residen Belanda.

Sebelumnya, menurut kisah sejarah, keberadaan gedung tersebut merupakan keraton yang dibangun oleh Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo sekitar 1737. Namun, setelah kekalahan perang dialami pasukan Sultan, Belanda menghancurkan keraton agar tidak ada lagi sisa-sisa peninggalan kesultanan. Selepas penjajahan Belanda, gedung tersebut tidak lagi menjadi rumah


dinas, melainkan tiga kali berubah fungsi sebagai markas Jepang, lalu, teritorium II Kodam Sriwijaya diawal kemerdekaan, hingga akhirnya menjadi museum dibawah pengelolaan Pemerintah Kota Palembang. Dan, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II atau SMB II inilah yang menjadi fokus penjelajahan Kunjung Museum edisi ini. Sebelum melangkah masuk menelusuri sudut demi sudut ruang, pengunjung diharuskan melewati tangga setengah

awal lahirnya Sriwijaya, mulai dari penemuan nama Sriwijaya, berkembangnya kerajaan, hingga keberadaan pendeta Buddha dari Cina, I-tsing yang belajar tata bahasa Sansekerta di Sriwijaya. Kemudian, dilanjutkan ke ruang Pra Kesultanan, ruang Masa Kesultanan Palembang, Masa Kolonialisme Belanda di Palembang, serta ruang Daur Hidup berisi bendabenda berkaitan dengan

melingkar, terdapat di bagian luar bangunan inti. Saat tiba di pintu masuk museum, sebuah lukisan besar bergambar sosok Sultan Mahmud Badaruddin II terpajang dalam bingkai, serta merta siap menyambut kedatangan para pengunjung. Travel Club pun diajak berkeliling melihat sejarah

tradisi orang Palembang dalam menyiapkan peristiwa penting yang perlu diperingati, seperti kelahiran, khitanan, pernikahan dan kematian. Selain itu, terdapat juga koleksi alat musik jidur, musik tradisional yang terkenal di Sumatera Selatan. Dari sekian banyak ruang pamer di museum tersebut, total keseluruhan koleksinya ada 566 buah. Dengan perincian sebagai

peradaban kota pempek itu bersama pemandu museum. Di ruang pertama, pengunjung akan menemukan ruang pamer Masa Sriwijaya. Ruangan ini menceritakan

Lokasi museum Jl. Sultan Mahmud Badaruddin II No. 2 Palembang Telp. (0711) 358450 Jadwal kunjung Senin-Jumat Pukul 08.00-16.00 WIB Sabtu-Minggu Pukul 08.30-16.00 WIB Tiket Umum: Rp. 2.000,Pelajar: Rp. 1.000,berikut, koleksi arkeologika sebanyak 10 buah, etnografika sebanyak 209 buah, numismatika ada 173 buah, biologika 15 buah, keramalogika 117 buah, seni rupa 6 buah, filologika 9 buah, historika 23 buah. Seluruh koleksi merupakan perwujudan Palembang dari masa ke masa. Termasuk didalamnya terdapat Gelumpai, tidak lain adalah naskah kuno ditulis dengan huruf ‘ULU’ diatas potongan bambu. Lalu, arca Budha Siguntang juga menarik untuk dilihat. Museum SMB II memang lebih banyak menyimpan peninggalan masa lampau dari sisi etnografika. Jadi, pengunjung bisa mengenal lebih jauh seperti apa budaya tradisional masyarakat Palembang. Nah, bila Anda sedang berada di Palembang, jangan lupa untuk singgah di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dan nikmati sejuta pesona Sriwijaya dari dekat. TC

Mei 2011

39


cenderamata

gunungkidulkab.go.id

Ulos bukan sekadar kain tenun biasa. Mempunyai nilai mahal, bukan hanya dari harga jual, tetapi juga dari makna filosofi yang tersimpan dalam tiap rangkaian motifnya.

Kain Tenun Ulos

Berjuta Helai Kebanggaan Orang Batak Teks: Ratih Kusumawanti/ratih@eljohn.co.id Foto: Noeke Anggarwulan/noeke@eljohn.co.id

40

Travel Club

B

ertandang ke Sumatera Utara, tak lengkap rasanya bila tidak membeli kain ulos sebagai buah tangan. Ya, kain tenun tradisional ini memang sudah tersohor serta menjadi kebanggaan orang-orang Batak, bahkan keberadaannya pun kini dilirik wisatawan luar negeri. Bila diperhatikan dari desain motif yang rumit, serta lamanya proses pengerjaan kain, sepertinya wajar saja jika harga ulos dibandrol relatif mahal. Berikut kisah proses kerja awal hingga terbentuk kain. Untuk satu lembar kain ulos diperlukan beberapa helai benang yang diproses menggunakan alat tenun tradisional. Menariknya, tahap penenunan juga tidak sembarang orang, terutama perajin bisa melakukannya. Bagi perajin pemula, jumlah lidi yang digunakan untuk menenun motif sederhana hanya diperlukan sedikit lidi. Dan, selendang merupakan bentuk kerajinan ulos yang paling mudah dibuat. Namun, jika sudah mahir menenun, ia bisa menggunakan tujuh lidi dan menciptakan motif kain. Lalu, beralih ke proses selanjutnya adalah pemberian warna dasar kain, seperti merah, hitam atau putih. Warna pun diambil dari bahanbahan alami. Selesai memberikan warna pada kain, langkah selanjutnya adalah pengeringan. Kemudian, masuk ke proses akhir, membuat ulos menjadi berbagai macam produk kerajinan atau cenderamata, sebut saja tas, dompet, taplak meja,


aksesoris ruangan, sarung bantal, pakaian, jas, dan masih banyak lagi. Berbicara soal motif ulos, ingin tahu apa saja jenis motif kain tradisional tersebut? Banyak motif tersaji di setiap kain. Motifmotif itu antara lain, bintang maratur, suji, ragidup, sibolang, ragihotang, mangiring, abit godang dan sadum. Nah, berdasarkan motif-motif itu, terdapat kandungan makna penting,sebut saja ulos ragidup. Kain tenun ini memiliki derajat paling tinggi dan pembuatannya sangat sulit. Uniknya, ragidup harus bisa menyerupai lukisan hidup karena mempunyai arti sebagai lambang kehidupan dan doa restu untuk kebahagiaan. Demikian pula dengan ulos abit godang. Tenun tersebut memiliki tempat terhormat bagi kalangan Batak Toba, sekaligus merupakan harapan orangtua agar kehidupan anak-anaknya diberikan kebahagiaan dan kebajikan. Kemudian, ulos ragihotang. Derajatnya tidak lebih tinggi dari ulos ragidup. Diberikan untuk pernikahan, ragihotang pun dipercaya mengandung doa agar ikatan pernikahan menjadi langgeng. Lalu, ulos sibolang dijadikan tanda penghormatan. Kerap dipakai orangtua pengantin atau diberikan oleh orangtua pengantin perempuan kepada menantunya. Namun, ulos itu juga diberikan kepada wanita yang suaminya meninggal dunia, sebagai bentuk penghormatan atas jasanya. Dibalik semua makna yang terkandung dalam ulos, ada sebuah falsafah mengatakan, bahwa ulos adalah pengikat

kasih sayang antar manusia. Setelah mengetahui beragam jenis dan makna ulos, beranjak pada cara pemakaian. Lagilagi, tidak diperbolehkan sembarang pakai dan mempunyai nama tertentu. Bila ulos tersebut dipakai, maka dinamakan siabithononton. Kalau dililitkan di kepala, disebut sihadanghononton, dan ulos terikat di pinggang, mereka menyebutnya sitalitalihononton. Selagi Anda berada di daerah ini atau mungkin mempunyai rencana liburan, jangan lupa singgah di sentra kerajinan kain ulos. Seperti di Desa Perbaba, Kabupaten Samosir, Taratung, Pematang Siantar, serta beberapa daerah lainnya. Harga yang ditawarkan mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Meskipun bukan orang Sumatera Utara, tidak ada salahnya memiliki satu kain atau pernakpernik ulos untuk menghiasi rumah Anda sebagai cenderamata kenangan terindah. Selamat berbelanja. TC

Mei 2011

41


Menguak Originalitas Tari Saman

Akar Tradisi Masyarakat Gayo Lues bukit ke bukit/angin bersaman/ belantara bersaman/rabalah perih kami Oleh : Murdiyatno/mudiyatno@eljohn.co.id

Tari Saman lahir dari sebuah tradisi panjang dan mengandung filosofi mendalam.

lembah ke lembah/sungai bersaman/batu bersaman/ bebaskan belenggu kami bersama desau pinus yang lembut/kami kirimkan saman/ untuk mu!!

42

Travel Club

www.lutfigoblog.com Harri Purnama

wisataBudaya


Harri Purnama

hari raya haji, di Kabupaten Gayo Lues, maka setiap desa akan menyelenggarakan malam hiburan Saman, dengan mengundang kelompok Saman dari desa lainnya. Dan uniknya mereka beradu keahlian bersaman, acara seperti inilah yang sering diadakan satu malam (sara ingi) suntuk bahkan dua malam (roa ingi). Meski temanya beradu saman, tapi tidak ada yang kalah dan menang, karena hanya sebagai ajang persahabatan bahkan persaudaraan. Tidak jarang juga banyak yang memanfaakan sebagai ajang cari

Foto: Erwin Gumilar

T

iga bait terakhir puisi Seribu Saman yang dibacakan dengan suara menggelegar oleh penyairnya, Fikar W. Eda sebagai pembuka acara seolah mengabarkan ke seluruh dunia, ini loh Tari Saman yang asli! Tari yang akan Anda nikmati hingga pukul lima pagi. Merupakan pertunjukan seni tradisional yang keberadaannya seolah terbungkam, bertajuk “Saman Gayo Semalam Suntuk” atau dalam bahasa setempat disebut Saman Sara ingi. Setelah lebih dari 30 tahun (1975 pernah dipentaskan pada saat pembukaan Taman Mini Indonesia Indah), budaya yang terjaga kemurniannya ini akhirnya dipentaskan kembali di luar daerah asalnya, malam itu (26/03/2011) bertempat di Gedung Dayan Daud, Komplek Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Saman tercipta ratusan tahun silam dari sebuah tradisi kuno masyarakat dataran tinggi Aceh,

Kabupaten Gayo Lues, meski tidak ada literatur resmi yang mengatakan kapan tepatnya Tari Saman mulai ada. Hanya dari pengakuan orang tua, jauh sebelum Belanda datang ke Aceh, tari ini telah berkembang pesat di Gayo Lues. Sayangnya, tulisan tentang Saman masih sedikit, sehingga cerita tentang Saman hanya dari mulut ke mulut. Acara budaya yang juga menggelar seminar tentang Saman ini begitu mengejutkan sebagian besar orang, terutama dari luar Aceh. Banyak fakta terungkap, bahwa Tari Saman yang selama ini kita saksikan diberbagai acara off-air mupun on-air di Tanah Air, sesunguhnya bukanlah Tari Saman. Tari Saman tampil dengan iringan nyanyian para penarinya sendiri, juga menggunakan suara gumaman dari para penari dan tepuk tangan mereka. Dan biasanya dikombinasikan dengan memukul dada serta pangkal paha sebagai sinkronisasi dan menghempaskan badan ke berbagai arah. Unsur body music ini dianggap tidak pantas jika dimainkan oleh kaum hawa, maka Tari Saman hanya dimainkan oleh lelaki. Sekali lagi lakilaki! Saman dalam kehidupan masyarakat Gayo Lues, selain berfungsi sebagai hiburan juga berfungsi sebagai alat pemersatu, hal ini dapat diamati dari munculnya sistem kekerabatan baru dalam pranata sosial masyarakat Gayo Lues, Istilah “berserinen” merupakan salah satu sistem itu, serinen artinya bersahabat, bila ada peringatan maulid, isra miraj,

jodoh, sehingga persaudaraan menjadi semakin erat ketika tali pernikahan terjerat. “Persaudaraan yang terjalin pada acara saman biasanya lebih kuat, dan tidak jarang setelahnya kami saling bertukar cenderamata pusaka,” kata Ibnu Hasim, Bupati Gayo Lues yang juga pandai bersaman ini. Setiap lelaki di Kabupaten Gayo Lues hukumnya wajib bisa menari saman. Bahkan salah satu syarat untuk menjadi Bupati Gayo Lues harus bisa menari saman. Aturan ini sengaja dibuat demi menjaga tradisi dan keaslian Tari Saman. Tidak Heran maka Tari Saman Gayo Lues yang terdaftar pada lembaga kebudayaan dunia UNESCO sebagai warisan budaya dunia kategori non benda, mendapat nomor urut pertama (nomor daftar 0000001) diatas ratusan tari lainnya dari seluruh dunia. Dalam artikel yang ditulis Dr. Rajab Bahry, M.Pd. pemain saman sejak 1972 yang kini menjadi dosen FKIP Unsyiah, sejak dahulu laki-laki pemain Saman yang baik biasanya dikenal luas oleh masyarakat, sehingga tidak berlebihan jika

Mei 2011

43


wisataBudaya

44

Travel Club

Ciri Saman Asli • • • • • • •

Para penarinya laki-laki berambut panjang tergerai (gondrong), sehingga menghasilkan kombinasi gerakan yang unik ketika menghempaskan badan dan kepala. Menggunakan kostum atau seragam khas adat Gayo, khususnya Gayo Lues, disebut baju kerawang. Lengkap dengan ikat kepala dan gelang di tangan. Jumlah penari biasanya ganjil, umunya berjumlah 15 sampai 17 penari. Menggunakan nyanyian atau syair berbahasa Gayo. Gerakan-gerakannya lebih dinamis, sangat cepat dan lebih banyak. Biasanya dipertandingkan, sehingga tedapat dua jenis, saman sara ingi dan saman roa ingi. Unsur body music lebih kuat, lebih kentara.

murdiyatno

dikatakan bahwa pemain Saman mempunyai nilai plus di mata masyarakat, terlebih di mata para wanita. Tapi mengapa Saman yang dilakukan secara berkelompok, sambil bernyanyi dengan posisi duduk berlutut dan berbanjar/bersatanpa, justru lebih terkenal dari Jakarta yang dimainkan oleh wanita. Kita tidak tahu dari mana nama Tari Saman itu diambil, karena saman di Aceh tidak pernah sekalipun dimainkan wanita. Menurut cerita Dr.Rajab ketika menyampaikan makalah, dengan judul “Tari Saman: Sebuah Kebanggaan dan Keprihatinan”, dalam seminar PKA ke-5 di gedung AAC Dayan Daud, ada seorang yang menemuinya dan mengatakan sebagai pelatih Tari Saman (wanita) di Jakarta. Pada waktu itu Dr Rajab bertanya dari mana nama Saman diambil menjadi tari wanita? Kemudian sang pelatih ini menjawab, sebenarnya yang kami buat pertama di Jakarta namanya Ratuh Dhuk (tari duduk), tetapi orang lain selalu mengatakan itu sebagai Saman, sehingga kami pun pada akhirnya menamai Saman. Di Aceh, memang ada tarian serupa yang dimainkan oleh wanita, namanya Ratéb Meuseukat. Tari inilah mungkin yang sering kali disalahartikan sebagai Tari Saman ketika pementasan di luar Aceh. Padahal ada empat perbedaan mendasar antara kedua tari dari Aceh ini. Pertama, Saman menggunakan bahasa Gayo, sedangkan Ratéb Meuseukat menggunakan bahasa Aceh. Kedua, Tari Saman jelas dibawakan oleh laki-laki, Ratéb Meuseukat dibawakan oleh perempuan. Ketiga, Saman tidak diiringi oleh alat musik, Ratéb Meuseukat diiringi alat musik, yaitu rapa’i dan geundrang. Dan keempat, Tari Saman menggunakan kostum pakaian Adat Gayo (Kerawang), tari Ratéb Meuseukat menggunakan kostum pakaian Adat Aceh “Apakah benar seperti itu atau tidak, yang jelas nama Saman Jakarta (saman wanita) dibuat oleh orang-orang yang tidak kenal Saman,” kata Rajab Bahri yang pada malam pementasan Saman Sara Ingi, bertindak sebagai narator ketika dua kelompok Saman beradu gerakan-gerakan yang sulit diikuti. Kembali kepada tradisi masyarakat Gayo, Saman seringkali dipertandingkan antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya, baik antardesa maupun antarkelompok penari Saman dalam

satu desa, disebut Saman Jalu (pertandingan saman). Aturannya sederhana, kedua kelompok berhadapan dan saling mengikuti gerakan-gerakan secara bergantian. Kelompok yang paling sedikit melakukan kesalahan ketika mengikuti gerakan lawannya, itulah pemenangnya. Dan yang bertindak sebagai juri atau penilai adalah penonton. Pada saat salah satu kelompok terlihat melakukan kesalahan mengikuti gerakan lawan, disinilah sisi hiburan Tari Saman yang mampu mengundang reaksi dan emosi penontonnya. Begitulah tradisi bersaman yang masih terjaga secara turun

temurun pada masyarakat Gayo Lues. Dan semoga saja Tari Saman sebagai kebudayaan asli Indonesia ini dapat tepilih secara mutlak sebagai warisan budaya dunia, dan kita sebagai masyarakat Indonesia tentu mempunyai kewajiban untuk ikut menjaga. Minimal dengan mengetahui secara pasti originalitas Tari Saman dari daerah asalnya. Mana yang Saman dan mana yang bukan Saman, karena yang bukan Saman ini kadang lebih sering kita saksikan pada acara-acara seremonial. Sebuah pencerahan baru terhadap kekayaan budaya Indonesia. TC


Mei 2011

45


tokoh

Teks : Murdiyatno/murdiyatno@eljohn.co.id Foto : Dok. Pribadi

W Muhammad Nazar S.Ag

Wakil Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam

“Selamatkan Manuskrip Aceh dan Dukung Potensi Wisata� 46

Travel Club

akil Gubernur Aceh ini patut diteladani karena sikap kesantunan sikap politiknya. Muhammad Nazar S.Ag merupakan jebolan Ilmu Sastra dan Sejarah Politik. Spesialisasinya Sejarah dan politik di Timur Tengah atau negara-negara di dataran Arab. Tidak heran jika tokoh muda Aceh ini mengetahui benar, detil bagaimana sejarah dan budaya Aceh serta perkembangannya menjadi sebuah provinsi yang terus diwarnai berbagai peristiwa penting. Terpilih sebagai Wakil Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam lewat Pilkada 2006 dari calon independen (non-partai) yang berpasangan dengan Irwandi Yusuf, periode 20072012. Dua kali menjadi tahanan politik karena perjuangannya memobilisasi ratusan ribu orang Aceh untuk menuntut referendum. Bebas pada 2005, buah dari implementasi perjanjian Helsinki. Kini Aceh tenteram, damai, dan aman. Modal utama dalam pembangunan pariwisata yang sedang digalakkan Muhammad Nazar, berupa potensi alam, sejarah, dan budaya Aceh yang begitu luar biasa. Lewat sejarah dan budaya, Ia menceritakan bagaimana visi dan misinya membangun pariwisata di bumi rencong ini kepada Murdiyatno


dari Travel Club. Berikut petikan wawancaranya: Bagaimana pembinaan seni dan budaya di Aceh? Seni dan budaya menjadi prioritas. Selama ini, kami paling banyak mensponsori atau membina seni dan budaya, salah satu tujuannya untuk mempercepat proses transisi perdamaian menuju keadaan yang betul-betul sehat dan normal. Budaya itu sangat berperan dan efektif sebagai media pemersatu. Setiap tahun ratusan sanggar kita bantu. Pemerintah Aceh sendiri punya biro istimewa, jadi biro itulah yang meng-handle. Dan kebetulan biro ini langsung di bawah poisisi saya.

Maksudnya dari media pemersatu? Begini, analoginya sederhana. Tari Saman merupakan budaya asli Aceh. Dan ketika Saman didaftarkan sebagai warisan budaya dunia tak benda di UNESCO, maka bukan lagi Aceh yang disebut, tapi Tari Saman ini sebagai kebudayan Indonesia. Dan Saman Gayo sudah masuk dalam kurikulum nasional sebagai salah satu seni yang wajib dipelajari di perguruan tinggi seni Indonesia, khusus seni tari. Bagaimana dengan budaya lainnya? Seni dan budaya di Aceh banyak macamnya, dan untuk tarian semuanya dinamis. Ada dua tarian lagi selain Saman yang juga sudah masuk kurikulum nasional, yaitu Tari Seudati dan Geleng. Ada pula kesenian Didong dan banyak lagi seni lainnya yang terus kami bina. Didong, sesungguhnya seperti apa?

Suatu kesenian yang memadukan unsur tari, vokal, dan sastra. Dalam Didong ada nilai-nilai religius, nilai-nilai keindahan, nilainilai kebersamaan dan lain sebagainya.Karena hampir semua ilmu pengetahuan Di Aceh di sampaikan secara sastrawi. Jadi jangan salah, di pesisir juga ada yang namanya kesenian Meurukup, sebuah perdebatan yang disyairkan tentang hukum, agama, tentang hukum positif, dan tentang apapun yang dibawakan secara sastrawi spontan dengan tata bahasa teratur dan indah. Dan itu tertuang di tulisan dalam bentuk manuskrip. Bagaimana dengan menjaga manuskrip Aceh ini? Ini yang juga sering saya pertanyakan kepada pemerintah pusat. Kita masih kurang serius. Kalau negara tetangga sudah mengklaim dengan cara membeli atau apapun, kita baru marah-marah. Ini sudah pernah saya ungkapkan kepada pemerintah pusat. Dalam UU Pemerintah Aceh

disebutkan, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh berkewajiban menjaga hal-hal yang berkaitan dengan sejarah, khususnya manuskrip. Sekarang Malaysia membuat pusat manuskrip terbesar di Asia Tenggara, dan 5.000-an lebih koleksinya berasal dari Aceh, karena manuskrip terbanyak di Asia Tenggara ada di Aceh. Selanjutnya? Dari Abad ke-13 sebelum Belanda masuk sampai abad ke-19, Aceh sudah melahirkan banyak penulis, baik orang Aceh sendiri maupun pendatang yang menulisnya di sini. Tulisan itu mulai dari hukum Islam sampai kepada obatobatan. Seperti juga kitab Tajlul Muluk yang juga mengandung ilmu sipil. Bagaimana cara membuat rumah yang baik, pada hari apa, bagaimana sebaiknya warnanya. Dasar-dasar ilmu geologi juga disebutkan. Bahkan termasuk membuat bom molotov, ada kitabnya di Aceh yang dipraktekkan oleh Laksamana Malahayati ketika menyerang Portugis, minyak mentah yang diambil dari Pasai Aceh Utara, dilempar ke kapal portugis dan terbakar. Itu sudah ada di Aceh pada abad ke-15. Sekarang manuskrip itu ada dimana? Begini, masa itu Belanda membakar banyak pesantren sebagai lembaga pendidikan resmi di Aceh waktu itu. Dan sebagian besar manuskrip itu terdapat di pesantren. Semua dibakar habis. Yang selamat di sekitar Aceh Besar ada sekitar 3.500 teks karena disembunyikan, digeser keluar. Sekarang menjadi sasaran perburuan para periset antroplogi, arkeologi dan sebagainya.

Mei 2011

47


tokoh Itu yang selamat masih di Aceh, karena dulu menurut cerita sebagian dibakar, sebagian lagi di bawa ke Belanda. Makanya kalau mau tahu tentang Aceh, di Leiden, 90 persen bisa Anda dapatkan. Kemudian di Spanyol dan Portugis, karena keduanya juga pernah berhubungan dengan Aceh. Selain itu Manuskrip Aceh ditengarai terdapat pula di Cina, karena Aceh pernah juga punya hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Cina. Dan upaya pencarian ini sudah berjalan dari anggaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Programnya itu penyelamatan situs dan manuskrip yang dijamin Undang-Undang Pemerintah Aceh. Sebenarnya Pemerintah Pusat pun harus peduli, karena target Malaysia mencari manuskrip bukan cuma Aceh, tapi Riau, Nusa Tenggara Barat, dan daerah-daerah yang ras dominan melayu muslim.

Kembali pada budaya Aceh, bagaimana bisa menjadikannya punya daya tarik pariwisata ? Dengan berbagai kegiatan. Saya sudah meminta kepada setiap bupati dan wali kota agar setiap tahun terdapat event kebudayaan baik tingkat provinsi maupun nasional, paling tidak harus dua kali dalam setahun. Dengan jumlah 23 Kabupaten/ Kota di Aceh, berarti setiap tahun sudah puluhan kali acara budaya. Belum lama ini di daerah tengah dan tenggara itu saya buka acara pacuan kuda tradisional. Dan pada 2011 ini, kami berencana menjadi tuan rumah Internasional FolkDance.

48

Travel Club

Tahun kemarin di Turki, sekarang Indonesia di Aceh. Strategi pembangunan pariwisata? Sekarang ada program dengan Pemeritah Pusat, untuk Sabang menjadi New Destination of Indonesia melalui pintu gerbang Aceh. Dan kami sedang menyiapkan penerbangan rute AcehLangkawi, Malaysia, dan Phuket Thailand. Karena pemerintah pusat menargetkan jumlah tinggal turis di Aceh harus lebih meningkat. Kalau dulu, dalam sekali datang mereka hanya tujuh hari, sekarang harus meningkat menjadi delapan sampai sepuluh hari.

Promosi pariwisata di Aceh selama ini, bagaimana? Jika promosi sudah termasuk kencang, tapi yang paling penting menyiapkan produk. Orang datang tidak hanya menengok pantai yang indah. Mereka pun ingin dengar musik dan aktivitas yang lain. Jadi konsepnya harus terintegrasi. Itu yang kami garap sekarang, mulai dari Visit Banda Aceh Year tahun ini. Apakah fasilitas pendukung pariwisata di Aceh sudah memadai?

Secara umum sudah bagus, terutama di Banda Aceh dan Sabang. Tapi yang lemah memang produknya. Belum dibungkus dengan rapih, inilah yang ingin kami desain ulang, masterplannya harus direvisi dengan program-program yang bagus. Tidak ada pilihan lain, kita harus memanfaatkan tim asistensi dari Pemerintah Pusat maupun dari tim profesional lain yang sudah berpengalaman di situ (pariwisata-Red). Dalam hal ini swasta sangat berperan, pariwisata itu baru hidup kalau swasta sudah bermain. TC

N a m a : Muhammad Nazar. S, Ag Tempat/TglLahir : Ulim, PidieJaya Aceh, 1 Juli 1973 AlamatSekarang : Rumah Dinas WakilGubernur Aceh Jl. SyehMudawali No. 25 Blang Padang Kota Banda Aceh Status : Kawin, punya 1 Putra dan 1 Putri 1. M. Asad Al-Muharriri Al-Asyiy (10 Tahun) 2. NajmaMuniraHayah (4 Tahun) MOTTO : - Janganlah berjuang karena dendam tetapi bebaskan dan damaikan untuk kemanusiaan, keadilan serta peradaban - Masa depan adalah sejarah dan peradaban, maka jadikanlah kegemilangan dan kemunduran masa lalu sebagai guru, referensi, pengalaman dan cermin untuk menciptakan sejarah, kebudayaan, dan peradaban masa kini dan masa depan


Mei 2011

49


peristiwa

Tari Bali, Noken dan TMII

S

etelah angklung berhasil diakui badan dunia UNESCO sebagai World Intangible Cultural Heritage, pemerintah kembali mengusulkan tiga warisan budaya takbenda. Diantaranya, tari tradisional Bali, Noken Papua dan The Best Practices of TMII. Dan, melalui Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, pengusulan tersebut akan diteruskan ke UNESCO. Menko Kesra, Agung Laksono pun berkenan melakukan penandatanganan dokumen pengusulan warisan budaya takbenda ke UNESCO, bertempat di kantor Menko Kesra, (28/3). Menko Kesra Agung Laksono mengatakan, dengan masuknya salah satu budaya Indonesia

50

Travel Club

RATIH KUSUMAWANTI

Nominasi Warisan Budaya Dunia

kedalam daftar UNESCO, maka keuntungan bagi Indonesia adalah mendapatkan bantuan teknis untuk kepentingan konservasi. “Selain itu, yang lebih penting adalah pengakuan dunia terhadap kekayaan budaya dan alam Indonesia yang menjadi identitas bangsa ini,� ucap Agung. Proses untuk memperoleh pengakuan itu memang tidak mudah dan harus memenuhi berbagai kriteria rumit dari UNESCO. Karena itulah, penelitian dikerjakan secara cermat oleh tim peneliti, terdiri dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Pemerintah Daerah, Direktur TMII, LSM, serta kelompok pecinta budaya. Menurut Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Kemenbudpar I Gde Pitana, ketiga usulan itu tercetus

berdasarkan atas kebutuhan pengakuan dan pelestarian yang mendesak, agar tidak ada lagi peristiwa klaim dari negara lain, seperti telah terjadi sebelumnya. Tentu saja, pengakuan dunia tersebut bisa membawa dampak berkembangnya ekonomi kreatif masyarakat berbasis budaya. Hingga akhirnya dapat memberikan kontribusi terhadap upaya pembangunan manusia Indonesia. TC RTH


Ditjen Sejarah dan Purbakala Kemenbudpar

Sosialisasi UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya terdapat ketentuan pidana bagi mereka yang terbukti menghilangkan benda cagar budaya, dengan maksimal kurungan 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 15 miliar rupiah. Tidak terkecuali bila ada pihak pemerintah turut

dan Kegiatan Pembangunan Sejarah dan Purbakala Tahun 2011-2012, di Palembang, (4/4), Direktur Jenderal Sejarah Purbakala Aurora Tambunan mengatakan, kondisi cagar budaya Indonesia dalam keadaan memprihatinkan. Banyaknya benda cagar budaya yang hilang atau rusak pun menjadi perhatian khusus pemerintah. Karena itulah dibutuhkan sosialisasi undang-undang tersebut agar semua pihak bisa berkontribusi dalam hal perlindungan cagar budaya. Termasuk unsur masyarakat sebagai mitra kerja paling penting bagi pemerintah. Aurora menambahkan,

Ratih KUsumawanti

M

engingat pentingnya perlindungan dan pelestarian cagar budaya Indonesia sebagai manifestasi perkembangan ilmu pengetahuan, sejarah, serta kebudayaan bangsa, sejalan dengan itu, Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, gencar melakukan sosialisasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992. Dalam jumpa pers seusai membuka rapat koordinasi mengenai Keterpaduan Program

menghilangkan atau merusak cagar budaya, akan dijatuhi hukuman lebih berat dari hukuman sebelumnya. Selain itu, adanya tahun kunjung museum yang dicanangkan pemerintah hingga tahun 2014, membawa dampak revitalisasi museum di berbagai daerah. Sekitar 90 museum akan direvitalisasi, mulai dari tata pamer, pencitraan, sampai sumber daya manusianya. Hal ini tentunya bertujuan untuk mewujudkan museum Indonesia menjadi lebih menarik dan informatif, serta memenuhi keinginan masyarakat. Diharapkan, dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya ini, bangsa Indonesia bisa lebih menyadari berharganya koleksi cagar budaya untuk tetap dijaga kelestariannya. TC RTH

Mei 2011

51


peristiwa

DEEP & EXTREME Indonesia 2011

P

ameran akbar berskala internasional dengan tema DEEP & EXTREME Indonesia 2011 kembali digelar untuk kelima kalinya. Diadakan di Jakarta Convention Center (JCC), 31 Maret-3 April 2011, perhelatan ini memang khusus mengangkat industri pariwisata bahari. Sebanyak 125 peserta, baik dari dalam maupun luar negeri turut berpartisipasi membuka stand menarik di pameran tersebut. Diantaranya, stand peralatan selam dan olahraga air, olahraga extreme, destinasi wisata alam dan bahari, badan sertifikasi selam internasional, badan pariwisata daerah, lembaga konservasi lingkungan, serta pihak pemerintah, dalam hal ini diwakili oleh Kementerian

52

Travel Club

Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kehutanan. Lalu, terdapat pula beberapa komunitas olahraga, komunitas photography underwater, serta komunitas pencinta lingkungan. Bukan sekedar pameran yang ditampilkan dalam acara ini, melainkan juga pengunjung diajak berpartisipasi memeriahkan perhelatan. Seperti dilakukan oleh COREMAP, menyelenggarakan lomba poster digital tingkat nasional, lomba menggambar untuk anak-anak, dan lomba menulis puisi tingkat SMA. Tingginya minat pengunjung, terutama bagi mereka yang senang berwisata bahari membuat area pameran yang dibuka oleh Menteri Perhubungan Freddy

noeke anggarwulan & ratih kusumawanti

Unggulkan Wisata Bahari

Numberi ini, terlihat ramai dari hari pertama penyelenggaraannya dan terbilang cukup mendulang sukses. Sementara, Putri Pariwisata Indonesia 2010 Cynthia Sandra Tidajoh juga turut hadir di acara pembukaan, mendampingi Menteri Perhubungan. TC RTH


Cipta Award 2

S

etelah sukses dengan Cipta Award pertama 2010 yang berfokus pada wisata alam, Kemenbudpar kembali menyelenggarakan Penganugerahaan Cipta Award ke-2 dengan fokus kepada tiga daya tarik wisata yaitu alam, budaya, dan buatan. Program Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata ini bertujuan mendorong dan meningkatkan kualitas pelayanan daya tarik wisata yang berwawasan lingkungan. Selain itu, untuk mendukung program empat pilar pembangunan nasional berkelanjutan dalam “Triple Track Strategy Plus� (pro-growth, pro-job, pro-poor, dan plus pro environment). Apresiasi tertinggi berupa penghargaan akan diberikan

kepada pengelola destinasi wisata yang berwawasan lingkungan di Indonesia sebagai peserta nasional, baik dari unsur kelompok instansi pemerintah, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun kelompok masyarakat atau perorangan. Rencananya penghargaan Cipta Award akan diumumkan dan diterima oleh pemenang pada bulan September 2011 mendatang di Jakarta. Dan durasi pengiriman usulan daerah serta penerimaan persyaratan dimulai pada 14 Maret lalu hingga 15 Juni 2011 mendatang. TC MD

dok. budpar

Anugerah Pemerintah Bagi Pengelola Wisata

Untuk informasi selengkapnya mengenai Persyaratan Peserta, Kriteria Penilaian, Mekanisme Pelaksanaan Penghargaan, Bentuk Penghargaan dan lain – lain dapat menghubungi Sekretariat Penghargaan Citra Pesona Wisata/ CIPTA Award : Direktorat Produk Pariwisata, Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Gedung Sapta Pesona - Lantai 3, Jl. Medan Merdeka Barat No. 17, Jakarta Pusat 10110 Telp (021) 383 8212/ 383 8230 , Fax (021) 381 0906 dengan Sdri. Endah Ruswanti / Sdri. Nur Fatonah E-mail : cipta.award@gmail.com Website : http:// www.budpar.go.id

Mei 2011

53


peristiwa

Effendi Soleman

Siap Memulai Ekspedisi Layar Sabang-Merauke

murdiyatno

Ekspedisi yang menurut jadwal akan memakan waktu sekitar 3 bulan ini bertolak dari Pelabuhan Tradisional Sunda Kelapa, Jakarta menuju Sabang direncanakan akhir April 2011. “Mengenal bahari adalah suatu ilmu yang juga wajib dipelajari, dan regenerasi pencinta bahari Nusantara harus terus berlangsung,� ujar Fendi, 60 tahun. Effendi Soleman yang dijuluki Hantu Laut ini melakukan ekspedisi yang penuh risiko. Maka kali ini saatnya prestasinya berpetualang bahari ditularkan kepada generasi muda. Ia mengajak empat pemuda dari perwakilan Pramuka Bahari dan Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam), Universitas Negeri dan swasta, yakni UI dan Trisakti setiap rutenya. Jadi akan ada lima orang yang menunggang Kapal Katir Nusantara 2 dari JakartaSabang-Merauke-Jakarta. Selamat berlayar, sampai jumpa di titik persinggahan dan nantikan cerita ekspedisi pada edisi-edisi selanjutnya. TC MD

K

apal yang akan dipakai ekspedisi bahari JakartaSabang-MeraukeJakarta oleh Effendi Soleman, sang petualang bahari, telah siap mengarungi lautan Nusantara. Syukuran dan doa bersama dilakukan segenap panitia dan pendukung ekspedisi di Gelanggang Olahraga Air Bahtera Jaya, Ancol Timur (13/4) lalu. Syukuran ini digelar sekaligus menandai persiapan ekspedisi telah matang, dan kapal yang diberi nama Katir Nusantara 2 diturunkan ke laut untuk menjalani tes dan serangkaian uji coba sampai ekspedisi dimulai. Diantara para pendukung yang hadir dalam acara syukuran adalah Kepala Dispotmar (Dinas Potensi Maritim Angkatan Laut) Laksamana Pertama TNI Kingkin Suroso, SE., para sponsor, perwakilan Ditjen Sejarah Purbakala, dan media partner

54

Travel Club

termasuk Majalah Travel Club. Tujuan ekspedisi ini selain untuk mengenalkan betapa kayanya potensi bahari Indonesia kepada generasi muda, juga sebagai ajang menggali potensi wisata dari dunia bahari. Untuk itu rencananya pada setiap titik berlabuh akan digelar serangkaian acara budaya sebagai penyambutan.


D

alam rangka memeriahkan hari Ulang tahun ke 36, Taman Mini Indonesia Indah menyelenggarakan Pemilihan Putra-Putri Duta Budaya Indonesia 2011 pada 21 dan 22 April lalu. Acara yang digelar di Gedung Sasono Langgen Budoyo TMII ini diselenggarakan untuk mencari generasi-generasi muda berbakat yang memiliki pemahaman dan pengetahuan luas tentang budaya Indonesia. Nantinya mereka yang

erwin gumilar

Pemilihan Putra-Putri Duta Budaya Indonesia 2011

terpilih akan bertugas memperkenalkan kekayaan dan keindahan budaya bangsa Indonesia dalam setiap ajang yang diselenggarakan oleh Taman Mini Indonesia Indah. �Bangsa Indonesia memiliki keragaman budaya, setiap daerah memiliki keunikannya masingmasing. Kegiatan ini bertujuan untuk mencari bakat-bakat muda yang bisa mempromosikan kekayaan budaya tersebut kepada masyarakat luas,� ungkap Suryandoro, Ketua Panitia HUT ke 36 TMII. Pengetahuan dan pemahaman tentang budaya Indonesia dan daerah yang diwakili peserta menjadi penilaian utama tim juri yang terdiri Nungki Kusumastuti, Ratih Sang, Johnnie Sugiarto, Safron R Sidal, dan Laura Mulyadi. Ajang pemilihan perdana ini dikuti oleh Sembilan provinsi yakni Sumatera Barat, Sumatera

Selatan , DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan. Rencananya Pemilihan Putra-Putri Budaya ini akan dilaksanakan secara rutin sekali dalam setahun. Peraih penghargaan Putra Duta Budaya Indonesia 2011 diberikan kepada Rezda Fahmandiya Peserta dari Provinsi Jawa Barat, dan untuk Putri Duta Budaya di raih oleh Fiba Fitrista peserta dari provinsi DKI Jakarta. TC EG

Mei 2011

55


rona

4.bp.blogspot.com

H

Titi Sjuman

al menarik apa yang paling ingin dilihat Titi Sjuman bila sedang traveling ke luar kota? “Sebagai seorang musisi, pastinya saya ingin melihat seperti apa kesenian dari daerah-daerah di Indonesia. Penasaran sekali dengan Papua atau Irian Jaya,” kata perempuan kelahiran 10 Februari 1981 ini. Titi Sjuman yang dulu lebih dikenal sebagai penabuh drum ini, mengaku belum mendapat kesempatan untuk melakukan perjalanan ke pulau paling timur Indonesia itu. “Inginnya, saya bisa menyusuri seluruh Indonesia, termasuk Sumbawa dan Kalimantan karena saya kangen dengan kesenian tradisional Tanah Air,” ujar istri drummer Aksan Sjuman. Lalu, bagaimana dengan pelesiran? peraih penghargaan Pemeran Utama Wanita Terbaik di ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2009 dalam film Mereka Bilang Saya Monyet, itu rupanya menyukai Bali. “Di sana, saya banyak melakukan kegiatan untuk me-refresh otak, seperti naik sepeda keliling Sanur, berenang, dan tentu saja wisata kuliner seafood di Jimbaran,” kata pemeran di film Minggu Pagi di Victoria Park. Menyadari betapa kayanya negeri ini, Titi Sjuman pun berharap Indonesia akan lebih maju karena didukung kekayaan alam melimpah. TC RTH

Kangen Seni Tradisional Indonesia 56

Travel Club


S

www.21cineplex.com

elalu saja ada pesan moral tersampaikan lewat sebuah film. Sebut saja film Rindu Purnama, kisah tentang kehidupan anakanak jalanan di Jakarta. Meskipun kehadiran film tersebut sudah melewati masa tayang di bioskop, namun proses pembuatan film itu membawa kenangan tersendiri oleh Tengku Firmansyah, aktor utama dalam film yang dibesut Mathias Muchus itu. “Proses shooting-nya sekitar tiga sampai empat minggu dan berlokasi di Jakarta Utara, sekitar Ancol,” kata Tengku Firmansyah. Untuk lokasi pengambilan gambar, memang diakui pria kelahiran Bandung, 15 September 1977 itu cukup sulit dijangkau karena fasilitas jalan rusak, sempit dan becek, tetapi ia tetap menjalani proses tersebut demi kelancaran film. “Saya berada di lokasi tersebut selama lima hari. Ya, dijalani saja hingga selesai,” ujar suami Cindy Fatika Sari, berkisah. Firman pun bisa merasakan bagaimana hidup di kota besar yang hanya dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Dan, diakhir percakapan, ia menaruh harapan besar kepada pemerintah. “Mudah-mudahan dengan adanya film seperti ini pemerintah bisa membenahi segala kekurangan yang ada di Jakarta,” kata pria yang senang mengunjungi Bali dan Lombok bila berlibur. TC RTH

Tengku Firmansyah

Pesan Moral Rindu Purnama

Mei 2011

57


komunitas

Karpet Menuju Puncak Dunia Teks : Erwin Gumilar/erwin@eljohn.co.id Foto : Dok. Karpet

Suara Alam telah kembali memanggil jiwa-jiwa mereka untuk berpetualang. Wanita-wanita ini pun buktikan pada dunia, mereka mampu taklukkan ganasnya alam Pegunungan Himalaya di usia yang tak lagi muda.

58

Travel Club

S

ore itu langit Jakarta terlihat biru cerah dengan hiasan awan putih, hembusan angin terasa lembut membelai. Di salah satu sudut Stadion Sepakbola Soemantri Brojosoemantri, sekelompok wanita nampak serius berolahraga. Para wanita yang tergabung dalam komunitas Kartini Petualang (Karpet) tersebut sedang dalam persiapan ekspedisi ke Gunung Damavand (5,610 m), gunung yang berada di Iran ini adalah puncak tertinggi di Timur Tengah.


ini berawal dari sebuah kegiatan peduli lingkungan bagi anak-anak. �Tahun 2000 kami menggagas sebuah kegiatan tentang konservasi dan pendidikan lingkungan bagi anak-anak. Kami dengan beberapa kelompok pecinta alam yang di motori Mapala UI dan Wanadri mengajak pecinta alam lain untuk membawa anakanak usia dini mengenal alam,� kata Elyta Lyliane Gultom, Ketua Karpet. Jiwa petualangan mereka kembali hidup. Dari berkumpul inilah mereka mulai lagi melakukan tracking. Sampai akhirnya di tahun 2009 mulai serius dengan latihan rutin untuk pendakian Gunung Rinjani. Selain untuk ketahanan fisik mereka juga bertekat untuk kembali mengukir prestasi. Bagi komunitas pencinta alam ini, mimpi adalah sebuah motivasi. Diusia yang tak lagi muda mereka tetap memiliki semangat dan tekad mengembara ke puncak-puncak gunung dunia. Ekspedisi Damavand ini adalah salah satu rangkaian dari ekspedisi Triple Five. Lima gunung bersalju dengan ketinggian lima ribuan di lima benua, ekspedisi ini direncanakan berakhir pada 2013. Saat ini, anggota Karpet tak lebih dari hitungan sepuluh jari tangan. Mereka antara lain Elyta Lyliane Gultom (54), Sri Bimastuti Abimanyu (56), Endang Nugraheni (54), Amanah Abdul Kadir (50) cecilia Vita (41), Pingkan Warouw (55). Jumlah yang sedikit bukan berarti mereka eksklusif. Karpet membuka pintunya lebar-lebar bagi siapa saja yang tertarik bergabung. Sejak muda para anggota Karpet ini memang telah akrab dengan kegiatan petualangan alam dan tergabung dalam kelompok-kelompok pecinta alam. Setelah vakum lantaran berkeluarga dan berbagai kesibukan mereka kini kembali aktif melakoni aktifitas masa muda, meski demikian mereka tetap memenuhi kewajiban sebagai seorang istri dan ibu. Kembalinya para srikandi penakluk alam

Mereka pun sepakat komunitas ini dinamai Kartini Petualang atau biasa disingkat Karpet. Semangat Kartini sebagai tokoh emansipasi wanita menjadi ispirasi meraka untuk terus berkarya. Selain itu, waktu pelaksanaan ekspedisi Rinjani juga bertepatan pada 21 April.

Ajaibnya untuk pendakian ini mereka hanya punya waktu satu bulan. Akhirnya mereka pun berlatih fisik sendiri-sendiri. �Meski persiapannya singkat, tapi memang karena kita sudah temenan dari dulunya ya perjalanan aman-aman aja. Kita sangat enjoy,� ujar Sri Bimastuti

Mei 2011

59


komunitas Abimanyu, yang akrab di sapa Toet ini. Selesai menginjakkan kaki di puncak teratas Rinjani, Karpet kemudian berturutturut melakukan pendakian gunung lain di Indonesia yakni Gunung Kerinci, Gede, Semeru, Agung, dan Tambora. Tak puas menaklukkan alam liar pegunungan dalam negeri, komunitas ini kemudian merencanakan mendaki gunung di luar negeri, tak tanggungtanggung Pegunungan Himalaya menjadi targetnya. Ekspedisi Himalaya pun dilakukan, akhirnya pada April 2010 Karpet berhasil beradiri di dua puncak di pegunungan Himalaya. Sang Merah-Putih pun tertancap di puncak Kala Patthar (5.643 rn) dan Island Peak (6.189 rn). Pencapaian ini juga menjadikan Sri Bimastuti Abimanyu sebagai pendaki wanita Indonesia tertua yang mampu mencapai puncak Himalaya. Karpet tak hanya berfokus

60

Travel Club

pada kegiatan petualangan alam saja, komunitas ini juga memiliki beragam kegiatan sosial kemasyarakatan. ” Kita memilki anak asuh di Rinjani dan Kerinci yang rutin kami santuni dan beri beasiswa pendidikan,” kata Endang Nugraheni. Selain melampiaskan hobi petualangan dan meraih prestasi, aktifitas Karpet juga mencoba menggugah kembali semangat kaum perempuan Indonesia. Bahwa usia madya bukan menjadi halangan untuk tetap beraktifitas dan berkarya. Semua bisa dilakukan semangat, kemauan dan ketekunan adalah kunci pentingnya. ”Semoga kegiatan kami bisa menginpirasi orang lain terutama kaum perempuan. Untuk kelangan muda, kami saja yang sudah tua tetap punya semangat dan aktif, bahwa dengan ketekunan, kita bisa mencapai, kami tetap punya mimpi semua itu bisa di capai dengan segala persiapannya,” ungkap Yta Gultom Bersemangat.

Seperti yang tertuang dalam syair lagu Nidji ” Mimpi adalah kunci untuk kita untuk kita menaklukkan dunia. Berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya” maju terus Kartini Petualang, jaga terus semangat dan tunjukkan taji prestasimu pada dunia. TC


Mei 2011

61


beranda

The 2nd Communications Research Conference

dok. nestle

Nestle Pure Life: Penuhi Kebutuhan Hidrasi

Gaya hidup masyarakat modern yang menuntut segala aktivitas membuat seseorang kadang lupa pentingnya kesehatan, termasuk hal simpel seperti memenuhi kebutuhan air mineral dalam tubuh. Hal tersebut lah yang membuat Nestle Pure Life, yang merupakan produsen air minum dalam kemasan sejak 1998 mengadakan acara yang bertajuk Tekankan Water For an Active Life. Acara yang diadakan di Spinelli Coffe eX Plaza 24 Maret lalu, sekaligus membuktikan kepedulian kepada masyarakat luas oleh Nestle Pure Life yang sampai saat ini menjadi produsen air minum dalam kemasan No. 1 di dunia. TC NK

Pocari Sweat Peduli Pendidikan Anak Indonesia

PT Amerta Indah Otsuka yang merupakan produsen Pocari Sweat kembali mengadakan kegiatan CSR yang diberi tajuk “Pocari Sweat Satu Hati Cerdaskan Bangsa”. Kegiatan yang secara berkala dilaksanakan sejak 2007 tersebut mengajak anak muda untuk berpartisipasi membantu pendidikan anak-anak yang kurang mampu. Salah satu penyanyi muda, Sherina pun ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang diresmikan 4 April lalu. Salah satu partisipasinya dengan membawakan theme song dari acara ini berjudul “Satu Hati”. TC NK

POND’S Teen Concert 2011 noeke anggarwulan

POND”S Facial Foam kembali menggelar POND’S Teens Concert (PTC) 2011, setelah sukses menggelar dua kali berturut-turut di tahun 2009 dan 2010. Tahun ini PTC mengusung tema “Jadilah Bintang Bersama Idolamu” yang bertujuan untuk memfasilitasi remaja-remaja di Indonesia meraih eksistensi dan popularitas di dunia musik dan dunia maya. Acara ini akan diadakan saat liburan sekolah pada Juni dan Juli di tiga kota besar, yakni Jakarta, Surabaya, Medan. Bagi remaja yang ingin mengikuti kompetisi dapat mengupload video saat menyanyi lagu sendiri atau video gaya mereka sesuai lagu Afgan atau Nidji yang merupakan Brand Ambassador POND”S Facial Foam ke www.myponds.net/pondsteensconcert. TC NK

62

Travel Club

Noeke Anggarwulan

Hadi Suwarno

The London School of Public Relations (LSPR) mengadakan academic conference, berjudul The 2nd Communications Research Conference dengan tema “Facing the Future”. Acara berlangsung pada 8 April ini di Auditorium Prof. Djajusman, STIKOM LSPR Kampus B. Dalam konferensi dihadirkan pembicara-pembicara berpengalaman di bidangnya dan 30 pemakalah yang merupakan wakil dari universitas-universitas. Konferensi Riset Komunikasi yang dibuka untuk umum ini diharapkan dapat menjadi wadah pertemuan rutin para pelajar, pengajar dan siapa saja yang berminat pada ilmu komunikasi. TC NK


noeke anggarwulan

Gathering Media Sony Music Indonesia

Sony Music Indonesia mengadakan acara gathering media yang bertajuk “Lihat, Dengar, Rasakan” (LDR). Kegiatan yang berlangsung di Solo Lounge, Hotel Sahid Jaya, 30 Maret lalu ini mengajak para rekan media untuk bersantai sore sembari berbincang dan melihat perfoma para artis dari Sony Music Indonesia. Acara yang berlangsung meriah ini sekaligus sebagai perkenalan video klip dan single terbaru dari artis-artis Sony Music Indonesia seperti Indra Bekti, Nyawa, Merci, D’Chic, Terry, Lala Karmela, dan Tangga. TC NK

Pegolf asal Indonesia Rori Hie berhasil menempati posisi kedua pada Indonesia PGA Championship putaran pertama yang berakhir 27 Maret 2011 di Imperial Klub Golf Lippo Karawaci, Tangerang. Sementara posisi juara diraih pegolf Australia, Andre Stolz. Penyerahan hadiah dilakukan Menbudpar Jero Wacik sekaligus penutup kompetisi bergengsi itu. “Meski wakil Indonesia menempati juara kedua, itu sudah cukup membanggakan. Dan yang terpenting, adanya kejuaraan golf kelas dunia ini menunjukkan bahwa Indonesia is wonderful dan aman,” katanya. Kegiatan-kegiatan berskala internasional seperti ini tentu sangat memberikan manfaat dalam bidang pariwisata. Menbudpar sangat berterima kasih kepada penyelenggara, yakni OneAsia , sebuah organisasi nirlaba yang dikembangkan untuk memaksimalkan peluang turnamen elit di Asia-Pasifik. TC MD

Food and Hotel Indonesia Expo (F&HIE) 2011

Meningkatkan Kunjungan Wisman dari Makanan Pameran Food and Hotel Indonesia kembali digelar untuk kesebelas kalinya. Bertempat di Hall D JIExpo Kemayoran Jakarta, 6 – 9 April 2011 lalu. Pameran yang diselenggarakan PT. Pamerindo Buana Abadi kali ini diikuti sekitar 1.000 perusahaan dari 29 negara, antara lain Jerman, Amerika Serikat, Turki, Singapura, Taiwan, Korea, Brunei Darussalam, dan Indonesia. Dalam sambutan tertulisnya Menbudpar mengatakan, sasaran 7,7 juta wisman di tahun 2011, akan meningkat menjadi 10 juta wisman pada 2014. Itu dapat tercapai jika kita bekerja keras mendorong kemajuan pariwisata, baik dari sisi pemasaran maupun pengembangan destinasi murdiyatno

dok. penyelenggara

Menbudpar Menutup Indonesia PGA Championship Putaran Pertama

khususnya bidang usaha jasa makanan dan minuman, serta akomodasi (hotel) yang memegang peranan penting. Dan salah satu upaya itu adalah terselenggaranya pameran secara teratur. Selain pameran, digelar juga kegiatan yang menarik seperti seminar membahas masalah produk halal, bekerjasama dengan LPPOM MUI. Kemudian berbagai kompetisi bidang kuliner seperti ‘Indonesia Barista Competition’ (kompetisi seni dan ilmu kopi) dan Salon Culinaire 2011 ke-8 yang diikuti para chep profesional dari seluruh tanah air. Sementara itu, Ditjen Pengembangan Destinasi yang turut menjadi pembicara seminar makanan halal, menegaskan bahwa setiap pengusaha harus transparan ketika menyajikan makanan halal dan yang tidak halal. “Misalnya hotel yang mempunyai Bar dan Cafe, atau hotel yang menyajikan makanan dengan bahan dasarnya menggunakan alkohol harus menginformasikan bahwa produk ini tidak halal,” kata Firmansyah Rahim dihadapan peserta seminar. TC MD

Mei 2011

63


dok. komunitas historia

wisataedukasi

Pilihan Liburan Mendidik Gaya Hidup Menarik Oleh : Murdiyatno/murdiyatno@eljohn.co.id

Mendidik anak bisa dilakukan sambil berwisata, dan berwisata akan lebih bermakna jika memasukan unsur pendidikan.

64

Travel Club

L

ibur telah tiba. Saatnya berwisata. Anak-anak pun bergembira. Eiitt... tunggu dulu, jangan sembarang berwisata, saatnya memilih kegiatan wisata yang mengandung nilai-nilai pendidikan. Potensi alam, budaya, serta sejarah di Indonesia sangat luar biasa untuk bisa dijadikan sebagai media pendidikan dengan cara berwisata. Nah, sebagai

orang tua, tentu bertanggung jawab untuk mengarahkan atau mengajak anak-anak kepada kegiatan wisata yang bermanfaat. Wisata Pendidikan merupakan suatu program yang menggabungkan unsur kegiatan wisata dengan muatan pendidikan didalamnya. Program ini dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi kegiatan wisata tahunan, biasanya pada musim liburan sekolah yang


berkualitas. Paket-paket wisata pendidikan yang sudah ada meliputi beberapa bidang ketertarikan dan disesuaikan dengan potensi yang ada. Seperti yang telah dikemas oleh salah satu penyedia jasa wisata di sana, yaitu Kunjung Perusahaan, Wisata Kampus, Wisata Desa, Biological Explore,

cara tradisional, tetapi mengandung ilmu sipil sangat tinggi. Siswa-siswi yang menyukai pelajaran sejarah, akan diajak mengalami sebuah proses penjelajahan benda-benda bersejarah dengan skenario yang sudah disiapkan, mulai dari proses penemuan, pembongkaran, dan restorasi bangunan. Seolah-seolah siswa wisata ini sebagai arkeolognya. Sungguh menarik bukan? Siswapun akan merasa bangga dan tanpa beban, jika diajak belajar dengan berwisata layaknya bintang difilm

dan Geographical Field Trip. Setiap obyek kunjungan memiliki materi yang sesuai dan menarik bagi para siswa. Disinilah nilai jual wisata pendidikan yang tentu sangat membantu para orang tua dan guru sekolah. Dari paket-paket tersebut siswa akan merasakan langsung atmosfer sesungguhnya dari apa yang dipelajari. Misalnya untuk paket Archeological Adventures, candi menjadi media dan objek wisata utama. Seperti kita ketahui, Candi dibangun dengan

The Mumi Return atau Treasure Hunter. Destinasi yang dipakai biasanya Kawasan Candi Prambanan dan Ratu Boko, karena memiliki keunikan tersendiri. Selain dua candi tersebut, tentu masih banyak candi lainnya di wilayah sekitar yang bisa juga dijadikan objek wisata pendidikan arkeologi. Contoh kedua misalnya pendidikan yang memadukan dengan wisata alam, yaitu paket Geographical Fiel Trip. Program ini mengajak para siswa untuk tahu lebih banyak mengenai pelajaran Geografi. Siswa akan diajak untuk melakukan pengamatan bentang lahan dan menganalisa masalah lingkungan. Melihat, merasakan, dan mencoba beberapa

dok. komunitas historia

sebentar lagi akan tiba masanya. Atau kegiatan ekstrakulikuler yang memiliki kualitas dan berbobot, bisa dilakukan setiap minggu, sebulan sekali, triwulan, atau bahkan per semester. Perkembangan pariwisata yang begitu pesat telah memunculkan kemasan wisata pendidikan secara profesional dan berkualitas di berbagai daerah atau kota tujuan wisata. Materi-materi dalam pemanduanpun telah disesuaikan dengan bobot siswa dan kurikulum pendidikan. Setiap kali mengunjungi obyek wisata, akan disesuaikan dengan ketertarikan obyek dan bidang ilmu yang akan dipelajari. Yogyakarta misalnya, selain dikenal dengan kota pelajar, juga sebagai salah satu tujuan wisata favorit di Asia Tenggara yang memiliki keanekaragaman budaya dan obyek wisata. Sejak empat tahun lalu para pelaku parwisata di sana sangat kreatif meluncurkan program wisata pendidikan, dan telah menjadi suatu kebutuhan bagi sekolah untuk membina dan mendidik para siswa melalui jalur wisata. Selain program pembelajaran di dalam kelas, program wisata pendidikan telah terbukti efektif meningkatkan pola pembelajaran dan sosialisasi para siswa. Program wisata pendidikan di Yogya bahkan didukung oleh para kalangan akademisi perguruan tinggi ketika menyampaikan materi di lapangan. Sehingga program ini betul-betul disusun untuk memenuhi kegiatan wisata sekolah dengan sangat

Mei 2011

65


wisataedukasi

alat peraga sebagai media untuk menjelaskan tentang proses alam dan bentukan-bentukan yang dihasilkan. Untuk program ini ada tiga destinasi dengan ketertarikan yang berbeda, diantaranya; Parangtritis Sand Dune, Merapi Lava Tour, dan Pegunungan Seribu. Seperti itulah kira-kira gambaran wisata pendidikan yang telah dikemas sedemikian rupa sehingga para siswa mendapat dua manfaat sekaligus dalam aktivitas liburannya. Begitu seriusnya Kota Gudeg ini menggarap wisata pendidikan, sampai-sampai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Yogyakarta menfasilitasi sewa booth di ajang pameran ITHF (Indonesia Travel and Holiday Fair), di Central Park Jakarta yang berlangsung 14-18 April lalu. Dalam ITHF, para pelaku pariwisata bergabung dalam stan Kampung Village. Dan membuat istilah Kampung Jogja, karena masyarakat dan budaya yang ada di Yogyakarta mampu menawarkan berbagai atraksi wisata untuk tamu, mulai dari alam, budaya, sampai pendidikan. Sebenarnya tidak hanya Yogyakarta, banyak daerah atau kota lainnya yang sangat berpotensi menjadi tujuan wisata pendidikan. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengarahkan anak-anak berlibur sesuai dengan minatnya, dan tetap bisa memasukan nilai-nilai positif di dalam aktivitas liburannya. TC

66

Travel Club

D

isamping paket-paket wisata pendidikan yang telah di desain khusus oleh para penyedia jasa wisata, ada beberapa alternatif kegiatan wisata yang mengarah pada pendidikan berbasis komunitas. Komunitas-komunitas sejarah seringkali mengadakan kegiatan field trip mengunjungi objek-objek wisata sejarah di berbagai kota. Diantaranya Komunitas Historia yang sering menyelenggarakan kegiatan untuk para siswa dengan selalu memasukan tiga unsur teori domain pendidikan Benjamin Bloom, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Biasanya kegiatan diselenggarakan Sabtu Minggu dan gratis untuk para siswa. Bermarkas di Jakarta dan seringkali berkegiatan di Museum Bank Mandiri atau Kawasan Kota Tua Jakarta. Kemudian Komunitas Bambu dengan program wisata sejarah berdasarkan buku. Program ini berbayar, dan cakupan tujuan wisata cukup luas hingga ke berbagai wilayah Indonesia, tergantung cerita sejarah yang ada dalam buku yang sedang menjadi tema wisata. Markasnya ada di Depok, dan sekaligus sebagai kantor penerbit buku-buku sejarah. Begitu juga dengan Komunitas Tempo Doeloe yang digagas oleh alumni UI. Komunitas-komunitas ini berkomunikasi secara online, melalui milis dan jaring sosial seperti facebook, tweeter dan lain lain. Mengenai pendidikan lingkungan bisa melalui wisata outbound. Banyak ditawarkan oleh provider-provider yang jumlahnya setiap tahun selalu bertambah. Sementara untuk menambah pengetahuan lain yang tidak didapat dari bangku sekolah, bisa mengajak anak-anak berwisata ke tempat seperti Planetarium Jakarta, Teropong Bintang Boscha Bandung, Taman Pintar Yogya, Museum-Museum, dan melihat acara-acara seni dan budaya serta pameran. Dan jika ingin menggali kearifan lokal, menanamkan nilai nilai luhur dan budi pekerti bangsa yang begitu tinggi, cobalah menginap di Desa Wisata atau sekedar berkunjung dengan wisata desa. Begitu banyak alternatif berwisata sambil mendidik, asalkan para orang tua maupun guru kreatif memilih destinasi dan kegiatan liburan. Tentu disesuaikan dengan minat, lokasi, dan yang terpenting adalah anggaran. Persiapankan liburan kali ini dengan wisata pendidikan yang bermutu. TC

dok. komunitas historia

wisataedukasialam.blogspot.com

Alternatif Wisata Pendidikan


profil

Andhy Irawan Managing Director Dafam Hotels & Resorts

dok. dafam

Kontribusi untuk Pariwisata Jawa Tengah

B

erawal dari pertemuan dengan Billy Dahlan, putra kedua dari Soleh Dahlan yang menjadi owner dari Dafam Group, Andhy Irawan dipercaya untuk mengelola hotel yang dibangun dari nol. Impiannya untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri kini terwujud, ia dipercaya menjabat Managing Director di Dafam Group. Berkat pemikirannya yang jenius, Dafam Group dengan divisi hotelnya yaitu DAFAM Hotels & Resorts telah membangun Hotel Dafam Semarang dan Hotel Dafam Cilacap yang merupakan hotel bintang tiga, serta hotel bintang dua yang diberi nama Hotel Marlin Pekalongan. Pada 2011, rencananya Dafam akan membuka Hotel Dafam Pekalongan dengan kategori bintang tiga dan Grand Dafam Jogjakarta dengan kategori bintang empat. Sampai akhir 2015, Dafam Group menargetkan 20 hotel yang akan dioperasikan. Menurut Andhy, setiap pembangunan Hotel Dafam selalu ada keunikan atau paling tidak menjadi trendsetter di kota tersebut, misal Dafam Semarang merupakan satu-satunya hotel yang menyediakan Media Center sebagai fasilitas gratis buat wartawan dan kali pertama di Indonesia,

Hotel Marlin Pekalongan juga merupakan satu-satunya hotel di Pekalongan dengan “one stop entertainment” dengan fasiltas SPA dan Karaoke. Dia sendiri tertarik untuk mengembangkan Dafam karena merasa satu visi dengan owner untuk menjadi yang terbaik di negeri sendiri dan dapat berkontribusi di dunia pariwisata khususnya di Jawa Tengah. Andhy yang juga menjabat Ketua Jateng Promo meyakini, ke depan sangatlah positif dan akan berkembang dengan pesat karena dirinya selalu berkarya. “Saya mempunyai tim yang solid dengan julukan ‘super team’ dan produk yang bagus, berikut strategi pemasaran yang kompak dan konsep hotel yang jelas,” ujar penyuka makanan ketoprak ini. Pariwisata Jawa Tengah, menurut Andhy, sangatlah berpotensi karena jika diambil contoh satu daerah satu tempat wisata artinya ada 35 tempat wisata di Jawa Tengah untuk bisa di explore, khususnya di Semarang, pemerintah kota Semarang sekarang sedang

berbenah untuk bisa maju pesat dan sangat agresif, seperti yang terlihat beberapa jalan tol tengah digarap, Lawang Sewu dipercantik dan lain sebagainya, yang intinya siap menjadi bagian kemajuan pariwisata. Bahkan dia selalu terlibat dengan pemerintah khususnya untuk promosi di dalam dan luar negeri. Sekarang lebih bersinergi antara asosiasi pariwisata seperti ASITA, PHRI, AWAIdan lain-lain. Pria yang hobi olahraga sepeda ini mempunyai tiga poin target untuk Dafam Group diantaranya memberikan The Best Service to the client, Memberikan The Best Benefit untuk Karyawan dan Memberikan The Best Profit untuk owner. Berkat campur tangannya dari awal pembangunan Dafam, Andhy diberi kebebasan menambah porto folio untuk menjadi operator dan dia sudah beberapa kali diskusi dengan para investor yang tertarik dengan Dafam seperti dari Jakarta, Surabaya,Bandung dan Bali. TC HS

Mei 2011

67


68

Travel Club


Mei 2011

69


teknologi

Menjadikan Rekreasi Makin Menyenangkan Oleh : Noeke Anggarwulan / noeke@eljhon.co.id

R

Anak Anda ingin main skateboard di tempat rekreasi? Sedangkan di desa wisata tidak memiliki fasilitas jalan yang halus, bahkan sebagian besar adalah jalanan rumput dan tanah maka cukup berikan Fiik Electric Skateboard yang merupakan skateboard elektronik dan roda skateboard biasa yang hanya dapat digunakan di jalan rata bisa diganti dengan tipe lebih besar untuk digunakan off-road. Fiik Electric Skateboard dijalankan dengan menggunakan remote wireless sehingga tidak perlu menggunakan kaki untuk menjalankannya.

Fuuvi Pick USB Mini Digital Camera

Setiap kegiatan dalam keluarga tentu harus diabadikan untuk kenangan. Kamera ini sangat cocok digunakan, terutama bagi anak Anda yang masih kecil. Selain ukurannya yang mini, kamera ini pun memiliki berbagai pilihan warna yang ceria. Kamera yang memiliki ukuran sebesar USB dan memang memiliki built-in port USB di dalamnya mampu mengambil gambar hingga resolusi 1280 X 1024 (2MP). TC

TC

Ingin melihat kembali setiap detik kegiatan serta obrolan bersama keluarga? Namun media handy cam menjadi pilihan, tetapi tentu akan sangat sulit berkegiatan bila sebelah tangan Anda harus memegang perekam. Gunakan saja Looxcie. Looxcie merupakan Bluetooth headset yang juga memiliki kemampuan juga sebagai kamera video.Sekarang tangan Anda pun bebas berkegiatan bersama keluarga. TC

70

Travel Club

www.geek.com

Looxcie

Memutari desa wisata tentu sedikit menguras tenaga, karena luasnya lokasi. Hal itu tentu sangat merepotkan bila Anda membawa bawaan cukup banyak seperti makanan dan minuman. Sekarang Anda tidak perlu kawatir, karena dengan adanya sepeda lipat ini Anda bisa membawa barang-barang lebih mudah. Simple One bisa dilipat sehingga menjadi keranjang, laiknya keranjang bawaan di supermarket. Anda pun dapat memilih membawa barangbarang Anda dengan menaiki sepeda atau mendorongnya sebagai keranjang dorong. TC

cdn.trendhunterstatic.com

internetsiao.com

Simple One

www.wateen.net

FiiK Electric Skateboard

ekreasi bersama keluarga di desa wisata sangatlah menyenangkan. Tentu, Anda ingin melakukan apa saja agar rekreasi semakin menyenakan. Kali ini, Travel Club memilihkan empat peranti dengan teknologi terkini yang dapat mendukung rekreasi bersama keluarga akan semakin tak terlupakan.


Mei 2011

71


produk baru

Oleh : Noeke Anggarwulan /noeke@eljohn.co.id

Nikon D5100

dok. kodak

DOK. casio

Salah satu produsen kamera terbesar, Casio, menepati janjinya mengeluarkan tiga kamera saku awal 2011 ini. Setelah kedua kamera diluncurkan ke pasaran, sekarang giliran kamera saku dari keluarga EXILIM yakni seri TR 100. EX-TR 100 ini memiliki fitur istimewa dengan frame yang fleksibel, yang memungkinkan pengguna bebas menggunakan kamera dengan tangan atau sudut sesuai keinginan, seperti digantung. Fitur-fitur yang cukup menarik pun ditawarkan kamera yang memiliki LCD layar sentuh ini, seperti mampu merekam video dalam format Full HD movies. EX-TR 100 memiliki lensa wide-angle 21 mm single-focus dan beresolusi 12,1 megapixel, serta didukung EXILIM ENGINE HS berperfoma yang memiliki sensitivitas tinggi. TC

www.ubergizmo.com

Casio EX-TR 100

Nikon telah resmi meluncurkan kamera DSLR terbaru di kelas entry level, yakni Nikon D5100 yang merupakan pengganti Nikon D3100. Menariknya dari D5100 ini adalah kemampuannya untuk merekam Full HD (1080p, 30 fps) dan memiliki ME-1 external microphone. Fitur baru pun dimasukan ke kamera yang memiliki resolusi 16,2 megapixel, yakni Effect Mode, yang membuat pengguna dapat mendekorasi langsung hasil foto atau video dengan tujuh efek yang tersedia. Nikon D5100 memiliki layar LCD yang dapat diputar tetapi dengan kualitas lebih baik dari Nikon D5000, yaitu 921,000px. TC

Kodak Easyshare Mini Kodak kembali meluncurkan produk-produk terbaiknya. Salah satunya adalah Kodak Easyshare Mini, yang ukurannya sama dengan ukuran kartu kredit. Walaupun secara fisik kecil, tetapi kamera yang menawarkan tiga pilihan warna ini memiliki fitur-fitur yang tidak kalah unggul dari kamera lainnya. Fitur – fitur tersebut antara lain resolusi 10 MP, 3X wide optical zoom, 2.5� Bright LCD, 28mm wide angle, VGA video, Smart Capture, Face Detection, Self Potrait Mirror, Blur Reduction, Scene and Color Modes, Li-on Rechargeable Battery. TC

72

Travel Club


Mei 2011

73


Seiring meningkatnya kebutuhan penginapan di wilayah Sentul, PT. Aurora Sentul International Hotel menggelar acara ground breaking sebagai awal pembangunan Aurora Best Western Hotel di Sentul City pada 26 Maret 2011. Diperkirakan awal 2012, hotel yang dioperasikan Best Western ini sudah terbuka untuk umum. Rencananya, tahun ini terdapat empat hotel yang akan dibangun di Sentul City. Aurora Best Western Hotel dibangun sebagai Boutique Hotel yang bergaya eropa dengan desain klasik modern. Hotel 10 lantai ini memberikan sembilan fasilitas yang akan memanjakan para tamu seperti restaurant, live music, coffee shop, lounge executive, ballroom, ruang karaoke 400 room, salon, spa dan kolam renang. Menyediakan pula 160 kamar terdiri dari Superior Room, Deluxe Room, Sweet Room dan President Suite Room. TC HS

JW Marriott Hotel: Wheels to Heal 2011

Menyambut Paskah 2011, Hotel grandkemang bekerjasama dengan Tomato Art School dan Yayasan Pita Kuning untuk kedua kalinya, berbagi ceria dengan anak-anak penderita kanker dari keluarga tidak mampu. Sumber dana yang dikumpulkan berasal dari kegiatan yang dilakukan seperti membuat telur dinosaurus yang hasil penjualannya akan disumbangkan kepada Yayasan Pita Kuning dan sebuah sekolah anak-anak kurang mampu di Sukabumi. Bentuk sumbangan lain berupa dekorasi boneka kelinci dengan harga Rp 50.000 per buah yang di gantung bersamaan dengan telur-telur raksasa. Pohon amal ini terpasang pada 1 - 24 April 2011 di lobi area hotel. Ada pula dalam bentuk charity easter brunch and garage sale. Hasil penjualan easter brunch ini sebesar 20 persen akan diberikan kepada Yayasan Pita Kuning. TC HS

JW Marriott Hotel Jakarta, The Mayflower Jakarta Marriott Executive Apartments, The Ritz-Carlton Jakarta dan The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place yang berada dibawah bendera Marriott International mengadakan acara penggalangan dana “Wheels to Heal 2011” pada 8 Mei 2011. Acara sosial gabungan ini diprakarsai oleh Marriott Hotel Jakarta dan Pacific Place Mall untuk menggalang 10.000 kursi roda bagi anak-anak kurang beruntung di bawah naungan Maria MoniqueLast Wish Foundation. Hotel Marriott dan Ritz-Carlton Jakarta memiliki komitmen penuh untuk membantu Maria Monique–Last Wish Foundation dengan bernaung di yayasan sosial Spirit to Serve dan Community Footprint --yang merupakan yayasan dari hotel. Acara ini pun didukung JW Marriott Hotel Surabaya, JW Marriott Hotel Medan, dan Courtyard by Marriott Bali Nusa Dua. TC HS

74

Travel Club

DOKUMEN

DOKUMEN

grandkemang Hotel: Easter Charity Tree & Brunch

DOKUMEN

Mengawali bulan ketiga di 2011, Santika Premiere Semarang mengadakan Corporate Gathering dengan tema “An Evening At Tamansari”. Acara bernuansa kerajaan Tamansari dengan menggunakan area kolam renang hotel yang di sulap menjadi suasana kerajaan dengan dekorasi panggung laiknya singgasana raja. General Manager Hotel Santika Premiere Yuli Priyono berperan sebagai raja, dibantu dengan segenap tim manajemen yang secara langsung terlibat sebagai tokoh punggawa kerajaan dan warga kerajaan. Musik gamelan campursari mengiringi acara makan malam, serta grand prize tiket pesawat Yogyakarta-SingaporeYogyakarta dan puluhan hadiah menarik lainnya. Acara tersebut sekaligus peresmian Tumaritis Poolside yang dilakukan secara simbolis oleh Yuli Priyono dan penyerahan penghargaan kepada 10 perusahaan yang sudah memberikan support kepada Santika Premiere Semarang. TC HS

DOKUMEN

Aurora Hotel Akan Hadir di Sentul City

DOKUMEN

Santika Premiere Semarang: Corporate Gathering

Dokumen

DOKUMEN

dokumenhotel


Mei 2011

75


Swiss-Belhotel International: Media Visit ke Travel Club

Santika Indonesia Hotels & Resorts mengadakan kegiatan Media Gathering pada 7 April 2011 bertempat di Yan Palace Restaurant Santika Premiere Jakarta. Acara ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara Santika Group dengan para media, sekaligus memperkenalkan Guido Andriano sebagai Corporate Director of Sales and Marketing Santika Indonesia Hotels & Resorts dan Rizdania Herlendita sebagai Public Relations Manager Hotel Santika Premiere Jakarta. Lebih dari 30 media cetak, elektronik dan online hadir dalam acara ini. Makan malam di The Harmony Restaurant merupakan jamuan penutup. Santika Indonesia Hotels & Resort kini memiliki 34 hotel yang tersebar di seluruh Indonesia dan rencananya pada 2012 akan bertambah menjadi 60 hotel. TC HS

Swiss-Belhotel International yang berdiri pada 1987 dan berpusat di Hong Kong, merupakan perusahaan pengelola hotel dan resort berstandar internasional dengan lebih dari 60 hotel dan resort yang dimilikinya. Pada 8 April lalu mengadakan media visit ke kantor redaksi Travel Club, tujuh public relations yang mewakili Swiss-Belhotel International terdiri dari Hotel Ciputra Jakarta, Hotel Ciputra Semarang, Swiss-Belhotel Papua, Swiss-Belhotel Tarakan, Swiss-Belhotel Borneo Samarinda, Arion Swiss-Belhotel Bandung dan SwissBelhotel International Indonesia Regional Office. Suasana akrab mewarnai pertemuan dengan tim Travel Club yang diwakili Hadi Suwarno dan Murdiyatno. “Media visit ini rutin kami lakukan guna menjaga tali silaturahmi dan hubungan baik dengan media,” ujar Regional Public Relations Officer Swiss-Belhotel International Indonesia Regional Office Juliawati. TC HS

M

Dafam Hotel Semarang Ramaikan Persaingan

dokumen

enbudpar Jero Wacik meresmikan pembukaan Dafam Hotel Semarang, Jawa Tengah pada 18 Maret lalu. Hadirnya hotel dengan gaya Victorian ini tentunya akan menambah pilihan bagi para pelaku bisnis maupun wisatawan yang melancong ke ibukota Jawa Tengah ini.

76

Travel Club

hadi suwarno

Santika Indonesia Hotels & Resorts: Media Gathering

Menurut Jero Wacik perkembangan hotel merupakan salah satu indikator kemajuan sektor pariwisata. Keberadaan Dafam di Semarang, tentu juga akan semakin mendukung sektor pariwisata di Jawa Tengah. Hotel bintang tiga dengan 103 kamar ini didukung beragam fasilitas bisnis dan travel, seperti ruang pertemuan dengan kapsitas 20- 500 orang, restaurant, lounge, bussines center, media center, fitness center, 24-jam layanan Travel agen dan masih banyak lagi. Hotel Dafam Semarang merupakan hotel pertama dari jaringan hotel skala nasional, Dafam Hotel & Resorts.

Ke depan, hingga 2012 Dafam Hotel & Resorts menargetkan membangun hingga 10 properti baru dan pada 2015 jumlahnya akan ditingkatkan menjadi 20 hotel. Keyakinan pihak Dafam untuk menambah properti hotel juga karena memperhitungkan tren positif peningkatan sektor pariwisata. ”Saya melihat pariwisata sekarang ini sedang booming, kondisi ini memberikan keuntungan bagi dunia perhotelan tentunya,” kata Soleh Dahlan, Presiden Komisaris Dafam Hotels and Resorts. TC EG

murdiyatno

dokumenhotel


EL JOHN Publishing Gelar“Travel Club Tourism Award”

Memacu Daya Saing Pengelolaan dan Pengembangan Destinasi Pariwisata PT. EL JOHN Publishing sebagai penerbit majalah Travel Club yang selalu konsisten mendukung berbagai program pariwisata di Indonesia, bermaksud menyelenggarakan kegiatan Travel Club Tourism Award. Sebuah ajang pemilihan bagi pemerintah dari mulai kabupaten, kota sampai provinsi yang berprestasi dalam pembangunan, pengembangan, dan pembinaan sektor kepariwisataan Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan itu, telah dilakukan penandatanganan MoU antara Johnnie Sugiarto, Direktur EL JOHN Publishing dengan Firmansyah Rahim, Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata (Ditjen PDP) Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) Republik Indonesia di Jakarta, Senin (10/3). Ditjen PDP Firmansyah Rahim menyatakan, acara pemberian penghargaan semacam ini nantinya diserahkan kepada masyarakat atau dunia swasta. EL JOHN Publishing yang telah lebih dari 20 tahun secara terus menerus dan komitmen turut mendorong kemajuan pariwisata Indonesia melalui majalah Travel Club. Sedangkan pemerintah (Kemenbudpar-red) sebagai pendukung dan fasilitator dalam menjaga kredibilitas penghargaan (award) tersebut. “Grand final pemberian award akan diselenggarakan pada September 2011, dalam rangka menyambut Hari Pariwisata Nasional dan Hari Pariwisata Dunia sekaligus menyambut posisi Indonesia sebagai Ketua ASEAN pada tahun ini,” kata Firmansyah Rahim didampingi Direktur Produk Pariwisata Achyaruddin, seusai melakukan penandatanganan  MoU dalam dukungan acara penghargaan Travel Club Tourism Award 2011. Rencananya, pemberian Travel Club Tourism Award 2011 ini diserahkan pada 24 September 2011, bertepatan

dengan penyelenggaraan kegiatan Putri Pariwisata Indonesia 2011 yang juga dilaksanakan oleh Yayasan EL JOHN Indonesia dengan pelaksana Innov M.I.C.E Organizer. Selain bekerja sama dengan Pemerintah (Kemenbudpar), Travel Club Tourism Award tentunya membuka peluang kerjasama bagi pihak swasta lainnya yang ingin ikut berpartisipasi dan memberikan kontribusinya dalam kemajuan pariwisata Indonesia. Jika para stakeholder swasta bahu membahu dan bekerja sama, kemajuan pariwisata yang lebih baik dapat tercapai dengan mudah. Mari kita sambut Travel Club Tourism Award 2011 untuk memacu daya saing pengeloaan dan pengembangan destinasi pariwisata Indonesia. TC (ADV)

Mei 2011

77


film&Buku ukub&mlif

Oleh: Ratih Kusumawanti/ratih@eljohn.co.id

Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides Kapten Jack Sparrow (Johnny Depp) kembali menghibur penonton dalam petualangan seru dan kocak di sekuel keempat ini. Dikisahkan, Kapten Jack Sparrow bergelut dengan berbagai macam petualangan untuk menemukan dongeng Fountain of Youth. Ia pun bertemu Angelica (Penelope Cruz), seorang wanita yang datang dari masa lalunya. Hal ini ternyata membuat Jack tidak yakin apakah kehadiran Angelica memunculkan perasaan cinta atau dia hanyalah

wanita yang ingin memperdayai sang kapten untuk bisa menemukan Fountain of Youth. Kemudian, saat Angelica memaksa Jack naik ke kapal bajak laut legendaris Queen Anne’s Revenge, milik Blackbeard (Ian McShane), Jack lantas menemukan dirinya dalam petualangan tak terbayangkan sebelumnya. Terlebih lagi, ia tidak tahu siapa yang ditakuti, apakah Blackbeard atau Angelica, si wanita misterius ini. TC

Sutradara: Rob Marshall Pemain: Johnny Depp, Penelope Cruz, Ian McShane Astrid BergĂŠs-Frisbey, Geoffrey Rush, Kevin McNally, Sam Claflin Rilis: 20 Mei 2011

101 Pesona Sulawesi Tenggara Indonesia memiliki banyak daerah wisata wajib kunjung. Salah satu wilayah yang bisa menjadi rekomendasi Anda berlibur bersama keluarga adalah Sulawesi Tenggara (Sultra). Daerah penghasil pohon jati, jambu mete, dan cokelat ini menawarkan pantai-pantai eksotis nan memukau, pemandangan bawah laut yang tak ada duanya, serta keanekaragaman biota. Nikmati keindahan 60+ tempat wisata alam dan selam yang memesona, di antaranya Pantai Mayaria, Pelabuhan Molawe, Pulau Labengke, Desa Baho, Pulau Saponda Laut, Lengara, Pantai Nambo, Dermaga Tanjung Tiram, Air Terjun Moramo, Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai Seksi I dan II, Air Mandidi, Sikeli, Gua Watuburi, Puncak Wesalo, Sungai Tamborasi, Danau Biru, Kerajaan Buton, Tirta Rimba, Bau-Bau Point, Pasar Wajo, dan Wakatobi melalui foto-foto berwarna dan cerita penulis yang menggelitik. Informasi mengenai Sulawesi Tenggara itu, juga dilengkapi keterangan mengenai kondisi lingkungan, masyarakat, sarana-prasarana, dan alat transportasi. Selain itu, Anda pun diajak memanjakan lidah dengan mencicipi 50+ pilihan kuliner wajib coba, mulai dari makanan tradisional menggugah selera, sampai menu restoran waralaba. TC Pengarang: Pulung Ariyanto Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Harga: Rp. 50.000,Jumlah Hal: 208 halaman Kategori: Pariwisata Tanggal Terbit: April 2011

78

Travel Club


Mei 2011

79


tips

Kiat Bertamasya ke Desa Wisata Oleh: Noeke Anggarwulan/ noeke@eljohn.co.id

80

Travel Club

-

-

-

Siapkan makanan kecil dan air minum sebanyaknya, terutama air minum. Tentunya Anda bersama keluarga akan banyak melakukan kegiatan yang menguras energi. Jika di desa wisata tidak terdapat warung makan, siapkan pula makanan berat yang dikonsumsi saat waktu makan. Pakailah pakaian yang nyaman dan menyerap keringat, karena seluruh kegiatan desa wisata merupakan kegiatan outdoor. Bila perlu siapkan pakaian ganti. Gunakan alas kaki yang nyaman digunakan untuk kegiatan outdoor. Anda pasti tidak

-

-

ingin mendapatkan kaki lecet karena salah menggunakan alas kaki. Siapkan penutup kepala untuk sedikit menghalangi teriknya matahari saat siang ketika matahari sedang panaspanasnya. Berangkatlah ke desa wisata sedikit lebih pagi sehingga Anda bisa menghabiskan waktu bersenang-senang lebih lama.

Selamat Bertamasya‌‌.!!!!! TC

mulyadi natakusumah

B

anyak cara menghabiskan waktu ketika weekend tiba. Bagi Anda yang telah berkeluarga tentunya saat libur akhir pekan sangatlah penting, karena bisa menghabiskan waktu seharian tanpa ada gangguan dengan keluarga tercinta. Bosan dengan pilihan tempat rekreasi yang selalu penuh saat weekend, Anda dapat memilih kegiatan yang simpel dan dapat dinikmati seluruh golongan usia, yakni bertamasya ke desa wisata. Jika ini merupakan pengalaman pertama Anda mengunjungi desa wisata, ada baiknya membaca terlebih dahulu beberapa tip dibawah ini: - Cari info tentang desa wisata. Pilihlah tempat yang jaraknya paling dekat dengan tempat tinggal Anda. Sedekatdekatnya dengan tempat tinggal, lokasi desa wisata biasanya jauh dari keramaian dan melewati jalan yang tidak rata, sehingga Anda membutuhkan waktu ekstra untuk sampai. - Sebaiknya reservasi dahulu desa wisata yang Anda pilih, sekaligus menanyakan semua fasilitas yang disediakan.


: :

Kota Phone No. E-mail Mulai Edisi

: : : : s/d

pariwisata

seni

budaya

Kode Pos :

subscribe

Nama Alamat

Ya, kirimkan saya majalah TravelClub: 6 bulan Diskon Total Rp. 127.500,- (Jabodetabek)

15%

Tanda Tangan

1 tahun Diskon Total Rp. 240.000,(Jabodetabek & Jawa) + Produk Lois

20%

* (Luar kota ditambah ongkos kirim) Isi dan kirim formulir berlangganan ini beserta fotokopi bukti transfer ke: (021) 5825 558 Dapatkan majalah TravelClub back issue dengan diskon sampai Hubungi bagian Distribusi & Sirkulasi di : (021) 5824 888, Bonar : 0813 889 330 88, Arif : 021 940 88 358

50%

Cara pembayaran: Transfer Bank: A/N. PT. EL JOHN Publishing BANK MANDIRI cabang Kedoya A/C No. 117 0004 057 402

Mei 2011

81


Oleh : Noeke Anggarwulan / noeke@eljohn.co.id

Perang Obor Mei 2011 Jepara, Jawa Tengah Perang obor yang pertama kali dilakukan pada abad ke-16, sekarang dipercaya masyarakat Desa Tegalsambi sebagai upacara tolak bala. Acara diakhiri dengan pergelaran wayang kulit. Info: telp. 024 – 3546001, 3557647 fax. 024 – 3557119 e-mail. tourism@central-java-tourism.com web. www.central-java-tourism.com Festival Dolanan Bocah 6 – 8 Mei 2011 Solo, Jawa Tengah Festival yang diadakan di kawasan Gladhak ini menyuguhkan atraksi permainan anak-anak tempo dulu yang hingga kini tetap dimainkan. Info: telp. 0271 – 512783 Hari Jadi Pura 17 Mei 2011 Bali Beberapa pura merayakan hari jadinya, seperti Pura Penataran Tangkas, Pura Sanghyang Tegal, dan Pura Puseh yang terletak di Gianyar, serta Pura Dalem Gandamayu di Klungkung, dan Pura Dalem Lagan di selatan kota Bangli. Info: telp. 0361 – 222387 fax. 0361 – 226313 e-mail. infotourism@baliprov.go.id Pameran Seni Rupa Nusantara 2011 “Imaji Ornamen” 19 – 29 Mei 2011 Galeri Nasional, Jakarta Pusat Pameran dengan kurator Kuss Indarto ini menampilkan karya-karya dari seluruh perupa di Tanah Air. Info: telp. 021 – 34833954 e-mail. pameran.nusantara2011@gmail.com web. http://galeri-nasional.or.id Festival Seni dan Budaya 22 – 28 Mei 2011 Balikpapan, Kalimantan Timur Dewan Kesenian Balikpapan menggelar Festival Seni dan Budaya berkaitan dengan peringatan hari Kebangkitan Nasional. Acara digelar di kawasan Banua Patra. Beta Maluku – Nyanyian dari Timur 27 - 28 Mei 2011 Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat Salah satu program budaya dalam acara yang bertajuk Indonesia Kita. Info: telp. 021 – 3154087, 31937357 fax. 021 – 31934720 e-mail. pkj_tim@cbn.net.id web. http://www.tamanismailmarzuki.com

Iklim.Budaya.Perubahan 27 – 28 Mei 2011 GoetheHaus, Jakarta Pusat Pemutaran film dan diskusi tentang perubahan iklim yang saat ini telah menjadi topik yang selalu ada di berbagai media massa. Info: telp. 021 – 23550208 ext. 147 / 157 e-mail. kultur@jakarta.goethe.org web. www.goethe.de Indonesia City Expo 2011 28 Mei – 1 Juni 2011 Lapangan Blang Padang, Banda Aceh Kegiatan ini untuk mengubah citra terhadap keamanan Aceh yang makin kondusif kepada masyarakat nasional dan internasional. Dengan acara ini diharapkan dapat menaikkan investasi ke Kota Banda Aceh dan meningkatkan perekonomian daerah Serambi Mekah ini, Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar Launching ICE (Indonesia City Expo) ke-11. Info: web. http://bandaacehtourism.com Wisata Bahtera 30 – 31 Mei 2011 Singkawang, Kalimantan Barat Kontes memancing di laut menggunakan kapal nelayan. Setiap kelompok terdiri dari lima orang yang bakal berlangsung semarak. Info : web. http://disbudpar.kalbarprov.go.id

BULAN JUNI

AGENDA ACARA

agenda acara

Mei 2011

Nyobeng 15 -17 Juni 2011 Desa Sebujit, Bengkayang, Kalimantan Barat Merupakan ritual setiap tahun terhadap Sang Pencipta bagi Suku Dayak Bidayuh di Desa Sebujit, Kabupaten Bengkayang. Proses ritual berupa memandikan dan membersihkan tengkorak manusia hasil mengayau (memenggal kepala musuh) oleh nenek moyang. Upacara yang berlangsung mengharukan ini, sekarang menjadi bagian dari warisan budaya Nusantara. Info: web. http://disbudpar.kalbarprov.go.id Solo Batik Carnival 25 Juni 2011 Solo, Jawa Tengah Karnaval Batik yang selalu menyedot perhatian ratusan ribu masyarakat baik dari dalam maupun luar kota Solo ini menampilkan parade yang seluruh pesertanya menggunakan batik. Ratusan model akan menampilkan tampilkan busana yang sangat bervariasi, hasil dari kreasi mandiri peserta karnaval. Tahun ini merupakan tahun ke-4, Solo Batik Carnival digelar (SBC) yang selalu berlangsung di sepanjang Jalan Slamet Riyadi yang merupakan jalan utama Kota Solo. Kegiatan ini digelar untuk mengangkat citra batik dan Solo sebagai Kota Batik. Info: telp. 0271 – 512783

ACARA DAPAT BERUBAH SEWAKTU WAKTU TANPA PEMBERITAHUAN TERLEBIH DAHULU

82

Travel Club


Mei 2011

83


84

Travel Club


TravelClub Mei 2011