Page 1

Agustus 2011

1


2

Travel Club


Agustus 2011

3


daftaris

Edisi 236 • XXIV • Agustus 2011

pariwisata

seni

budaya

14

Jelajah Utama 14. Wisata Sejarah Jejak-Jejak Hikayat Islam di Indonesia 26

WISATA 36. Wisata Arkeologi Sejarah Purba Tertulis di Bebatuan Gunung Padang 46.

Wisata Kuliner Icip-Icip Jajanan Kota Solo

Dari Redaksi

08.

Surat Pembaca

10.

Periskop

26.

Cerita Sampul

32.

Agenda PPI

34.

Cagar Budaya

40.

Galeri

44.

Kunjung Museum

42.

Cenderamata

RONA 70.

Ello

71.

Venna Melinda

50.

Tokoh

Ajak Anak Tetap Cinta Indonesia

54.

Peristiwa

64.

Komunitas

66.

Beranda

72.

Dokumen Hotel

74.

Tips

78.

Teknologi

80.

Produk Baru

81.

Film/ Buku

82.

Agenda Acara

Nasi Goreng Cirebon, Rawamangun

58

4

06.

Travel Club

58.

PERJALANAN Jayapura Tiga Puluh Enam Jam


Agustus 2011

5


dariredaksi Salam hangat, Agustus, bulan ke-delapan ini memiliki arti yang begitu penting bagi bangsa Indonesia. Di bulan inilah Proklamasi kemerdekaan terwujud 66 tahun lalu. Dan, Agustus kali ini menjadi begitu bermakna, karena umat muslim di seluruh dunia memasuki bulan penuh rahmat, bulan Ramadhan. Maka edisi kali ini, Travel Club menyajikan Jelajah Utama yang mengulas 10 destinasi Wisata Sejarah Islam, sebuah kegiatan wisata bernuansa religi yang kian diminati. Bicara sejarah, tak lengkap bila di bulan Agustus ini tak menampilkan cerita tentang Museum Perumusan Naskah Proklamasi, tempat dimana naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia dirancang oleh para founding fathers. Selain itu, kami hadirkan beberapa artikel yang menarik seperti Wisata Arkeologi ke Gunung Padang, Cianjur juga Perjalanan ke Jayapura. Pada rubrik Tokoh, Sulistyo Wimbo S. Hardjito, IR. MBA, Direktur Komersial PT. Kereta Api Indonesia (KAI), bercerita banyak tentang masa depan dunia pariwisata khususnya yang berhubungan dengan jasa kereta api. Jangan lewatkan kisah penghias sampul majalah Travel Club kali ini, Adelia Winda Hapsari, Putri Pariwisata Indonesia 2010 Berbakat. Dan, setelah menempati kantor baru di Central Park Office Tower, lantai 16, kami pun telah beberapa kali menerima media visit dari beberapa perusahaan salah satunya dari manajemen Best Western Hotel. Kegiatan yang selalu memberikan dampak positif bagi kerjasama yang terus akan terjalin di masa mendatang. Selamat berpuasa bagi Anda yang menjalankannnya. Sampai jumpa di edisi berikutnya. Urry Kartopati

pariwisata

Model Busana Fotografer Desainer Lokasi

: Adelia Winda Hapsari Putri Pariwisata Indonesia 2010 Berbakat : El John Pageant : Mulyadi Natakusumah www.pmphotoworks.com : Arwindra : Museum Sejarah Jakarta

seni

Keseluruhan isi majalah Travel Club, baik tulisan, image, desain, dan tata letak, merupakan hak cipta dari El John Starvision. Tidak diperbolehkan mengambil, mencetak, atau mereproduksi baik sebagian maupun keseluruhan majalah tanpa izin tertulis dari penerbit. Setiap keterangan, informasi, data dan gambar yang tercantum di dalam majalah ini adalah merujuk pada saat majalah ini tercetak

Click: You can also become part of the community: Travel Club Magazine on Facebook

6

Travel Club

TravelClub can also be read at: www.issuu.com/travelclub

budaya

Follow Us @TravelClubMagz


Agustus 2011

7


surat pembaca

Kirim Foto untuk Gallery Saya tertarik membaca Travel Club karena majalah ini menyuguhkan banyak informasi mengenai destinasi pariwisata Indonesia. Saya ingin bertanya, bolehkah saya mengirimkan beberapa foto hasil jepretan saya ketika melakukan perjalanan wisata? Kalau boleh, apakah ada syarat tertentu? Terimakasih.

gallery

Kenangan dari

Desa Tenganan

Aria Dewantara ariadewa@ymail.com Dengan senang hati kami menerima hasil karya berupa foto dari Anda agar bisa tampil di rubrik Gallery. Anda bisa menghubungi redaksi untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai ketentuannya. Terimakasih.

Bali tak akan pernah habis untuk di gali. TENGANAN, satu diantaranya. Desa eksotis yang terpencil ini pun tak bisa bersembunyi. Meski harus menempuh perjalanan 70 km, wisatawan tetap berdatangan. Kearifan lokal, budaya yang terjaga, kemurnian tradisi, dan cenderamata karya penduduk asli, menjadi magnet tersendiri bagi desa wisata ini.

40

TENGANAN tetap menjadi tujuan. Artshop tradisional menyambut di pintu masuk desa. Tidak hanya kain geringsing, lukisan di atas daun lontar yang di bakar pun menjadi kenangan untuk dibawa pulang. TC

Travel Club

Juli 2011

41

Danau Sentani Menakjubkan

Perbanyak Foto

Di edisi Juli, saya membaca rubrik Wisata Alam di Travel Club. Ada satu hal yang membuat saya tidak bisa melepaskan pandangan dari rubrik itu, tidak lain adalah foto-foto pemandangan alam Danau Sentani yang sangat menakjubkan. Saran saya, bagaimana jika foto-foto alam seperti itu dijadikan dua halaman penuh, supaya keindahannya bisa puas dipandang mata. Terimakasih.

Saya suka membaca Travel Club karena banyak tempat wisata pilihan untuk dikunjungi. Jika boleh saya memberi saran, perbanyak foto menarik sebagai eyecatching. Terimakasih.

Mahesa Tridharmawan 3mahesa@gmail.com

Ayundini Wiryaatmaja dini_2205@hotmail.com Saran Anda menjadi bahan pertimbangan bagi kami di edisi selanjutnya. Terimakasih.

Terimakasih atas saran baik Anda. Tentu saja akan kami pertimbangkan.

Direktur Utama Direktur Multimedia Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Penulis Senior Staf Redaksi Terbit sejak September 1988 Izin Terbit : SK MENPEN RI No.1402/SK/DITJEN PPG/STT/1988 Izin Diperbaharui : Tanggal 17 September 1998 No. 881/SK MENPEN/SIUP/1998 ISSN : 0825 - 0828 PENERBIT PT. EL JOHN Publishing

Central Park Office Tower 16 th floor Suite 6 Jl. Letjen. S. Parman Kav. 28 Jakarta Barat 11470 T (021) 5824 888 - F (021) 5825 558 www.eljohn.co.id email : travelclub@eljohn.co.id

8

MESKI Tenganan tidak menutup diri dari perubahan jaman, namun awig-awig rumah tradisional mereka tetap bertahan hingga kini. Begitu juga dengan tenun ikat geringsing. Cenderamata yang sarat makna akan penolak bala ini memiliki arti “terhindar dari wabah”, gering yang artinya “wabah” dan sing yang artinya “tidak”.

Teks : Murdiyatno/ murdy.eljohn@gmail.com Foto : Noeke Anggarwulan/ noeke.eljohn@gmail.com

Travel Club

Fotografer Desainer Grafis Editor Bahasa Office Manager Sekretaris Redaksi Marketing Manager Iklan Keuangan Sirkulasi Penasehat Hukum

Johnnie Sugiarto Iwan Sugiarto Urry Kartopati Nyoman S. Pendit Erwin Gumilar Ratih Kusumawanti Murdiyatno Noeke Anggarwulan Arwindra A. Solichin Titi Atmojo Herni Dewi Farida Hadi Suwarno Ridho Kurniawan Henny Hariyani Prasetya Purwanti Putri Sutaryo Soetrisno Arif Darmawan Rachmat Fauzi Secarpiandy. SH (Advokat)


TOURISM AWARD 2011 Penganugerahan Award

24 September 2011

MEDIA PARTNER

Central Park Office Tower 16 th floor Suite 6 Jl. Letjen S. Parman Kav. 8, Jakarta Barat 11470 t. (021) 5824 888, 931 96 888 f. (021) 5825 558 e. tcta2011@yahoo.com www.travelclub.co.id

Agustus 2011

9


periskop

Wisata Sejarah

10

Travel Club

revolusi kemerdekaan yang penuh tetesan darah dan air mata para pemuda-pemudi kita yang heroik. Mereka yang gugur dimakamkan di makam-makam khusus waktu itu. Contohnya di Bali, para syuhada dimakamkan di Taman Makam Margarana dalam bentuk arsitektur makam khusus nan indah. Melihat bermacammacam bangsa yang pernah menancapkan kukunya di bumi Nusantara ini, tidaklah heran kalau masing-masing bangsa itu meninggalkan jejaknya berupa prasasti, bangunan ibadah agama, gedung-gedung bersejarah dan lain sebagainya yang kesemuanya meninggalkan adanya pengaruh mereka. Sebagai bangsa yang memiliki sejarah peradaban panjang, peninggalanpeninggalan bersejarah yang telah “diketemukan� sejauh mungkin dipelihara dan yang belum diketemukan diupayakan menggalinya sehingga banyak situs-situs bersejarah itu mulai terungkap. Dalam kaitannya dengan pariwisata, candi-candi, bangunan-bangunan, dan situssitus bersejarah ini merupakan objek wisata yang patut dipromosikan secara luas. Juga

makam-makam pahlawan dari jaman pra-kolonial, kolonial sampai Perang Kemerdekaan patut di promosikan. Semua ini adalah objek wisata sejarah yang tidak sekedar untuk dikagumi namun juga untuk mendorong semangat para remaja dan pemuda penerus bangsa untuk mengenal sejarah serta kebangkitan bangsanya. Membuat mereka bangga sebagai bangsa merdeka yang tidak mau dijajah oleh bangsa manapun. Wisata sejarah adalah wisata pendidikan bagi anak-anak didik kita sebagai generasi penerus. Kalau kita menginginkan rasa nasionalisme kuat berkembang di dada anak-anak kita, ajaklah mereka berwisata ke tempat-tempat bersejarah. Setiap libur panjang kita jadikan Wisata Sejarah!

noeke anggarwulan

I

ndonesia mempunyai sejarah yang meliputi waktu sangat panjang dimulai sejak ditemukannya “Manusia Jawa� (Homo Erectus) yang konon hidup 500.000 tahun lalu. Rentang waktu itu disebut prasejarah. Kemudian muncul kerajaan-kerajaan Hindu, Buddha di Jawa, Kalimantan dan Sumatera sebagai akibat adanya hubungan dagang dengan bangsa dari kawasan India. Disusul dengan kerajaan Islam, zaman perdagangan dengan Portugis, Inggris lalu penjajahan Belanda selama sekitar 350 tahun yang berakhir pada Perang Dunia II. Paling akhir sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia selama Perang Dunia II dikuasai balatentara Jepang dalam jangka waktu kurang lebih 3-4 tahun. Dengan berakhirnya PD II, Indonesia segera memproklamasikan kemerdekaannya dan untuk itu bangsa ini harus memperjuangkan dan mempertahankan Proklmasi ini dengan segenap jiwa raga bangsa. Selama hampir 4 tahun Indonesia harus mengalami

noeke anggarwulan

Oleh : Nyoman S. Pendit


Iklan City Garden

Agustus 2011

11


12

Travel Club


Agustus 2011

13


jelajah utama

Wisata Sejarah

Jejak - Jejak Hikayat Islam di Indonesia

P

Oleh : Murdiyatno/ murdy.eljohn@gmail.com

ada 30 Hijriah atau 651 Masehi, berselang sekitar 20 tahun setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Khalifah Utsman bin Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri. Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu, para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri kaya ini sembari berdakwah. Kemudian, Islam menjadi agama terbesar dan mayoritas di Nusantara. Dalam perkembangannya, Islam di Indonesia dikaitkan dengan budaya lokal yang sudah membumi di masyarakat setempat. Terutama penyebaran di Pulau Jawa dan Bali oleh para wali yang dikenal dengan sebutan Sunan atau Wali Songo (Sembilan Wali). Ketika dakwah menyebarkan Islam, tidak jarang para wali masuk melalui kebudayaan masyarakat, sehingga banyak peninggalan yang ada merupakan perpaduan kebudayaan Islam dan kebudayaan setempat. Bukti historis dan arkeologis hasil perpaduan ini menjadi sangat unik dan pantas menjadi destinasi wisata tentang sejarah islam, yang belakangan ini banyak orang menyebutnya sebagai wisata religi. Wisata religi dimaknai sebagai kegiatan wisata ke tempat yang memiliki makna khusus bagi umat beragama, biasanya berupa tempat ibadah, makam ulama atau situs-situs kuno yang memiliki kelebihan. Kelebihan ini misalnya dilihat dari sisi sejarah, adanya mitos dan legenda mengenai tempat tersebut, ataupun keunikan dan keunggulan arsitektur bangunannya. Potensi wisata religi di Indonesia sangatlah besar, dikarenakan sejak dulu Indonesia dikenal sebagai negara religius. Banyak bangunan atau tempat bersejarah yang memiliki arti khusus bagi umat beragama. Selain itu, besarnya jumlah penduduk Indonesia, dimana hampir

14

Travel Club

semuanya adalah umat beragama, merupakan sebuah potensi tersendiri bagi berkembangnya wisata religi. Melihat potensi ini Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata telah menandatangi kesepakatan kerja sama bersama organisasi Islam Nahdatul Ulama (30/06/11) untuk mengembangkan wisata ziarah/religi dalam pengelolaan dan pelestarian tempat bersejarah Islam. Pada momen yang tepat seperti bulan Ramadhan (puasa) dan pengisi libur lebaran, tampaknya berziarah atau berwisata religi tampaknya menjadi agenda wajib. Di samping bisa belajar sejarah Islam, kegiatan wisata seperti ini juga tentunya dapat meningkatkan keimanan umat. Untuk itu Travel Club menghadirkan beberapa destinasi yang obyeknya berupa bukti arkeologis peninggalan Islam pada masa lampau. Diantaranya Masjid Merah di Cirebon yang melontarkan ingatan kita kepada perjuangan Sunan Gunung Jati. Dan siapa sangka di Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu ternyata meninggalkan jejakjejak sejarah Islam yang kini untuk mengunjunginya telah dikemas dalam paket wisata. Selain bukti arkeologis, kami menampilkan pula bukti historis Islam yang sudah terangkum dalam sebuah destinasi dengan arsitektur modern seperti di Semarang. Museum sejarah perjuangan Islam di Jawa Tengah terdapat pada salah satu lantai di Menara Masjid Agung Semarang, serta koleksi Al Quran yang ada di Museum Negeri Sulawesi Tengah. Kemudian Travel Club juga menemukan beberapa kejayaan Islam pada sebuah pulau kecil di wilayah Kepulauan Riau. Masjid Sultan Riau dan makam Raja-Raja Islam Riau serta Balai Adat Melayu menjadi sebuah obyek wisata menarik yang harus dilirik. Selain itu, itu sejarah Islam juga berbicara lewat kehidupan sebuah desa di Gorontalo dan telah ditetapkan oleh pemerintah setempat sebagai kawasan sejarah dan wisata religi yang bernilai tinggi. Dan tentunya masih ada beberapa lagi lainnya, yang akan menjadi panduan Anda berwisata sambil mempelajari Sejarah dan budaya Islam di Indonesia. Selamat berwisata, selamat menunaikan ibadah puasa, dan selamat hari raya Idul Fitri 1432 H. TC MD


Agustus 2011

15


jelajah utama

Museum Sejarah Perkembangan Islam di Jawa Tengah Tower Asmaul Husna – Masjid Agung Jateng

16

Travel Club

yang seolah turut bercerita bagaimana proses penyebaran Islam lewat budaya yang ada pada masyarakat pada masa itu. Diantaranya koleksi berupa; Wayang Golek Menak, Wayang Sadat, Gayor Masjid Sunan Muria, Gamelan, Ornamen Dua Sisi, Ornamen Masjid Mantingan, Keramik, Koleksi peninggalan Islam Awal, Artefak Kapal Dagang, Miniatur Menara Kudus, dan banyak koleksi lainnya yang menuntun kita menelusuri sejarah Islam di Jawa Tengah. Jam layanan untuk umum terbuka pada hari Selasa sampai minggu pukul 08.00 – 15.00. Hari Senin libur. Untuk masuk ke dalam museum dan Tower Asmaul Husna pengunjung dikenakan biaya Rp 3.000, per orang (data 2009) termasuk melihat indahnya Kota Semarang dari atas tower. Dengan muatan sejarah Islam yang begitu kental destinasi ini tentunya sangat sesuai untuk berwisata religi bersama keluarga. Terlebih bagi Anda yang mengisi libur lebaran tahun ini di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. TC

seputarsemarang.com

S

ejak diresmikan 14 November 2006, Masjid Agung Jawa Tengah menjadi destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi wisawatan dari berbagai daerah. Desain modern dan indah yang mengacu kepada gaya arsitektur timur tengah, bukanlah satu-satunya daya tarik yang dapat dinikmati. Hadirnya museum tampaknya menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai sejarah Islam. Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah mencatat sejarah perkembangan agama Islam di Jawa Tengah. Museum ini berada di lantai dua dan tiga dari Tower Asmaul Husna di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah yang berlokasi di Jl. Gajah Raya Kelurahan Sambirejo, Kota Semarang. Pada lantai dua terdapat koleksi diorama dan lukisan yang bercerita tentang awal perkembangan Islam di Jawa Tengah sampai terjadinya dialog antara Islam dengan budaya lokal. Sedangkan pada lantai tiga, menampilkan koleksi-koleksi budaya pesantren sampai dengan berdirinya

amirabanget.blogspot.com

Masjid Agung Jawa Tengah, seperti Al Quran yang disadur selama 70 tahun dengan aksara Jawa pada 1835 oleh salah seorang abdi dalem Keraton Surakarta. Tidak ketiggalan koleksi berupa artefak


C

irebon merupakan salah satu tujuan wisata di Jawa Barat yang kaya akan destinasi sejarah tentang kejayaan kerajaan Islam. Kisah para wali terpartri di kota ini. Mulai dari komplek Makam Sunan Gunung Jati di Gunung Sembung sekitar 15 km ke arah barat pusat kota, Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Masjid At Taqwa, dan keistimewaan Keraton Cirebon yang menjadi simbol kejayaan kerajaan Islam. Cirebon mempunyai empat keraton sekaligus di dalam kota, yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Keprabon. Semuanya memiliki arsitektur gabungan dari elemen kebudayaan Islam, Cina, dan Belanda. Ciri khas bangunan keraton selalu menghadap ke utara dan terdapat sebuah masjid didekatnya. Dan wisata religi yang paling fenomenal di

murdiyatno

Masjid Merah Sang Cipta Rasa Cirebon – Jawa Barat Cirebon adalah Masjid Agung Sang Cipta Rasa atau disebut Masjid Merah, karena sebagian besar dindingnya berwarna merah dan masih asli. Peninggalan berharga Sunan Gunung Jati. Arsitektur bangunannya amat khas, dindingnya yang merah mencirikan corak kebudayaan Hindu masih tetap dipertahankan. Masjid Sang Cipta Rasa memiliki keunikan tersendiri dengan adanya tradisi “Azan Pitu�. Setiap hendak salat Jumat, 7 orang muazin akan mengumandangkan azan secara bersamaan. Tradisi ini, telah dilakukan sejak lima ratus tahun lalu. Dahulu, azan pitu disuarakan setiap waktu shalat, namun kini hanya dilakukan saat shalat Jumat saja, pada azan pertama. Tidak ada riwayat tertulis yang bisa menjadi acuan sejarah dan alasan Sunan Kalijaga memulai tradisi azan pitu. Satu-satunya sumber, hanyalah cerita lisan turun temurun dari pengurus masjid. Konon katanya, tradisi azan oleh 7 muazin berawal dari adanya wabah penyakit yang melanda jemaah masjid di awal pendiriannya. Tradisi 7 azan ini diwariskan oleh Sunan Kalijaga saat mengusir wabah tersebut. Menurut cerita selanjutnya, masjid ini berkaitan erat dengan Masjid Agung Demak, Sunan Gunung Jati memohon izin untuk membuat pasangannya di Cirebon. Maka Masjid Agung Demak mempunyai watak maskulin, sedangkan Masjid Agung Sang Cipta Rasa ini sebagai feminim. Perbedaan mendasar masjid ini dengan masjidmasjid yang dibangun para wali lainnya adalah bentuk atapnya limasan dan di atasnya tidak dipasang momolo (mahkota masjid). Selain azan pitu, tradisi yang sampai saat ini masih dilestarikan yakni khotbah yang menggunakan bahasa Arab. Kegiatan di masjid selalu ramai oleh peziarah ketika malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon. Biasanya mereka datang untuk berzikir dan tirakat malam. Sebagian percaya akan berkah yang lebih jika melaksanakan ibadah di masjid wali ini. TC

Agustus 2011

17


jelajah utama

Masjid Raya Pulau Penyengat Tanjung Pinang - Kepulauan Riau

M

asjid Raya Sultan Riau merupakan salah satu bukti peninggalan sejarah Islam dan sejak lama sudah sangat terkenal sebagai destinasi wisata religi. Daya tarik lain karena letaknya di sebuah pulau kecil, bernama Pulau Penyengat. Masjid mulai dibangun ketika Pulau menjadi tempat tinggal Engku Puteri Raja Hamidah, istri Sultan Mahmudah (1761 – 1812 M). Pulau kecil ini kurang lebih berjarak 6 km dari kota Tanjung Pinang, Ibukota Provinsi Kepulauan Riau, dan dari Pulau Batam berjarak sekitar 35 kilometer. Luas Pulau Penyengat hanya sekitar 240 hektar. Akses ke Pulau bisa dari Pelabuhan Sri Bintan Pura, Kota Tanjung Pinang dengan menggunakan perahu boat atau dalam penyebutan masyarakat setempat lebih dikenal dengan bot pompong, bentuknya seperti sebuah rumah adat Melayu dengan kapasitas standar 13 orang. Waktu yang dibutuhkan cukup singkat, hanya sekitar 15 menit saja, dengan biaya Rp 10.000 per orang sekali jalan. Namun biaya untuk kembali

18

Travel Club

slometobom.blogspot.com

ke Pelabuhan Bintan Pura berbeda dan lebih mahal, bisa Rp 20.000 – Rp 25.000, bahkan jika sudah malam harganya melonjak bisa sampai Rp 30.000 sampai Rp 40.000. Jadi, jika memang sudah kemalaman sebaiknya tinggal saja di beberapa penginapan yang tersedia. Selain menghemat, wisata religi akan lebih kidmat di malam hari. Masjid berwarna kuning, terlihat mencolok diantara bangunan yang ada di Pulau. Bentuk arsitektur masjid ini sangat unik, perpaduan antara Arab, India, dan Melayu. Dua kali pameran masjid pada Festival Istiqlal, Jakarta 1991 dan 1995, Masjid Raya Sultan Riau ditetapkan sebagai masjid yang menggunakan kubah pertama di Indonesia. Memiliki 13 kubah, dan empat menara berujung runcing setinggi 18.9 meter yang dulu digunakan muadzin untuk mengumandangkan panggilan shalat. Peninggalan sejarah berupa mushaf Al Quran tulisan tangan Abdurrahman Stambul pada 1867 Masehi. Sengaja diletakkan dekat pintu utama dalam peti kaca agar pengunjung bisa melihatnya. Sebenarnya ada mushaf yang lebih tua buatan 1752 lengkap dengan tafsir. Tidak diketahui siapa yang menulisnya, tapi tersirat bahwa orang Melayu tidak hanya menulis ulang Mushaf tapi menerjemahkannya. Sayang, Mushaf ini tidak bisa diperlihatkan karena kondidisnya telah rusak. Hanya tersimpan dalam lemari yang ada di bagian kanan masjid bersama 300 an lebih kitab lainnya. Benda lainnya yang menarik perhatian adalah mimbar dari kayu jati yang dipesan dari Jepara. Sepiring pasir yang konon di bawa dari Tanah Mekah Al-Mukarromah oleh Raja Ahmad Engku Haji Tua,Bangsawan Rai pertama yang menunaikan ibadah haji 1820 Masehi. Dan pasir biasa digunakan masyarakat setempat untuk upacara jejak tanah, tradisi menginjak tanah pertama kali bagi anak-anak. TC


Makam Sunan Mumbul Karangasem - Bali

K

wisatareligibali.blogspot.com

wisatareligibali.blogspot.com

endati kita ketahui mayoritas masyarakat Bali beragama Hindu, namun Islam pernah berpijak dan meninggalkan beberapa lembaran sejarah di sini. Maka Bali sebagai destinasi wisata favorit ternyata juga menawarkan wisata religi Islam yang laik untuk dikunjungi. Islam telah masuk ke Pulau Bali sejak zaman Kerajaan Gel-Gel Klungkung, sekitar abad ke-16 Masehi. Peranan ulama dan saudagar muslim yang datang ke Bali waktu itu sangat besar terhadap kerajaan yang berkuasa di Bali saat dilanda peperangan. Bahkan menempati posisi penting sebagai penerjemah, patih, dan kerabat istana. Sehingga banyak peninggalan bersejarah Islam yang terekam pada situs-situs, dan sampai kini masih tersimpan dan terjaga dengan baik di sekitaran Pulau Bali. Ziarah Islami di Bali seperti perjalanan napak tilas mencari jejak-jejak penyebar Islam di masa lampau. Kita tidak hanya sekedar mengunjungi makam para ulama (Di Bali terkenal dengan nama ziarah wali pitu atau tujuh), lalu berdoa. Melainkan menikmati indahnya suasana damai dan kekerabatan antara Islam dan Hindu di beberapa kampung Islam, mengetahui sejarah Islam lewat benteng-benteng Islam di Bali Timur dan masjidmasjid tua di Kota Singaraja. Indahnya Islam di Pulau Dewata juga menyatu dengan keindahan sebuah destinasi. Cobalah

ziarahi Makam Sunan Mumbul yang terletak di sebelah Istana Taman Air Ujung tepat dibibir pantai. Ini seperti bukan sebuah ziarah, tapi sebuah perjalanan wisata yang mengilhami jiwa untuk selalu bersyukur kepada Sang Pencipta. Keindahan sempurna tempat peristirahatan abadi. Makam Sunan Mumbul pun tak terlepas dari cerita sejarah kerajaan yang ada di Bali. Sunan Mumbul merupakan nama yang diambil dari seorang putra mahkota Kerajaan Pejanggik, Mataram-Lombok sekitar abad ke-17 Masehi. Sementara, nama sebenarnya adalah Raden Datu Mas Pakel. Alkisah Kerajaan Pejanggik akhirnya runtuh akibat serangan Kerajaan Karangasem Bali, dan Mas Pakel turut diboyong ke Bali. Raja Karang Asem mempercayakan Mas Pakel menjadi orang dalam istana dan memperkuat Kerajaan Karangasem. Istana Taman Ujung dibangun Raja Karangasem dengan bantuan Mas Pakel sebagai tempat istirahat dan bersantai Keluarga Raja, sekaligus menjadi basis pengintaian terhadap masuknya kapal-kapal musuh dari Bali Timur. Di komplek istana yang berada di Karangasem ini terdapat sumur buatan Sunan Mumbul yang dipercaya warga memiliki khasiat. Benar atau tidaknya kabar khasiat itu, hanya Anda yang bisa menjawab dengan berwisata secara Islami di Pulau Bali. Di samping Sunan Mumbul, tentunya masih banyak jejak-jejak Islam yang bisa Anda telusuri. TC

Agustus 2011

19


jelajah utama

Al Quran Penanda Zaman di Museum Sulteng Lembah Palu - Sulawesi Tengah

ilustrasi: akhsyaifulrijal.files.wordpress.com

dengan tiga warna dasar, yakni merah, kuning dan hijau memakai tinta Cina. Kombinasi warna dan ukiran menimbulkan suatu keindahan tersendiri. Al Quran tua ini telah diteliti oleh Libang

M

enelusuri Jejak sejarah Islam tidak mesti di masjid atau makam para penyiar agama. Di Lembah Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), benda-benda peninggalan Islam justru tersimpan di Museum Negeri Sulteng. Bukti peninggalan berupa sejumlah Al Quran tua, kumpulan Lontara, hingga lembaran Kutika masih terjaga dengan baik dan tesusun rapi sebagai lembaran sejarah Islam. Koleksi Alquran tua yang ditulis dengan tangan itu diperkirakan berumur 200-an tahun. Rata-rata Al Quran berukuran sekitar 30 centimeter kali 40 centimeter dengan tebal kira-kira 10 centimeter. Uniknya Al Quran berisikan ukiran-ukiran floral atau tumbuh-tumbuhan yang digambar di setiap sisi lembaran ayat. Setiap peralihan juz dalam Al Quran ditemukan satu halaman penuh yang berukiran flora khas Sulteng sebagai penanda halaman. Ukiran floral

20

Travel Club

Departemen Agama, dan dapat diketahui bahwa ratusan lembar Al Quran yang diperkirakan dibuat pada akhir abad ke 18 itu, dibuat dari kulit kayu beringin. Sementara sampulnya menggunakan kulit binatang. Al Quran menjadi sangat unik karena menggunakan ukiran khas lokal lembah Palu dan tidak ditemukan Al Quran tua sejenis di Indonesia. Hal ini menjadi sebuah penanda bahwa penyebaran Islam di Indonesia tetap berdampingan dengan budaya yang ada. Keunikan Al Quran ini kemudian menjadi daya tarik, dan menjadi andalan Museum yang terletak di Jalan Kemiri No.23 Kamonji Palu ini, sebagai salah satu destinasi religi dalam menelusuri jejak sejarah Islam. Banyak pengunjung sangat tertarik, dan mencoba untuk memiliki dengan berbagai tawaran harga yang tinggi. Namun, sejarah bukanlah hal yang bisa diperjualbelikan. Menurut sejarahnya keberadaan sejumlah Al Quran tua tersebut diduga dari masa periode sesudah syiar Islam yang dilakukan oleh Datokarama, yakni pada periodesasi syiar Islam oleh para mubalig bugis, makassar, dan mandar hingga periodesasi mubalig Arab/Yaman. Selain Al Quran tua (200 tahun), ada juga koleksi Al Quran yang usianya lebih muda, peninggalan abad 19 dan abad 20. Al Quran zaman itu, sudah menggunakan kertas hasil produksi pabrik dari Eropa. Hal itu ditandai dengan adanya cap air atau watermark pabrik kertas yang ada di setiap lembaran Alquran. Meski demikian, ayat-ayat masih ditulis dengan tangan. TC


classic91.org

Masjid Bayan Beleq Lombok - NTB

D

esa Bayan, Lombok Barat, berjarak 80 kilometer dari Kota Mataram, ibu kota Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi lokasi masjid pertama yang ada di Pulau Lombok. Bangunan mungil terbuat dari bambu itu tampak tua bersahaja, dan menjadi penanda masuknya Islam di Lombok. Tidak ada kemegahan dari Masjid Bayan Beleq yang telah menjadi situs purbakala ini. Seperti halnya rumah-rumah penduduk di sana, keberadaanya tidak terlalu mencolok. Dari tepi jalan hanya terlihat pagar tembok diapit dua rumah kecil, kantor tempat pendaftaran pengunjung, dan rumah penjaga situs. Meski tidak banyak masyarakat yang menggunakan sebagai tempat ibadah karena kapasitasnya tidak mencukupi lagi, tapi masyarakat tetap menjaga keutuhan bangunan sebagai salah satu bukti sejarah penyebaran Islam di Indonesia. Masjid berukuran 10 x 10 meter ini merupakan kebanggaan warga Bayan, dari sinilah salah satu pusat kegiatan menyebarkan Islam ke seluruh Lombok.

Dindingnya begitu rendah hanya dari anyaman bambu. Atapnya berbentuk tumpang disusun dari bilah-bilah bambu. Fondasi lantai yang tinggi dibuat dari susunan batu-batu kali. Di belakang kanan dan depan kiri masjid terdapat dua gubuk kecil. Tidak lain, itu adalah makam tokoh-tokoh agama di masa awal masjid ini. Pengunjung biasanya selalu menyempatkan diri ziarah dan berdoa di situ. Bagian dalam lantai tanah liat ditutupi tikar buluh. Empat tiang utama penopang masjid dari kayu nangka berbentuk silinder. Di tiang atap masjid tergantung beduk kayu. Hanya para ulama dan pemangku adat yang biasa terlihat shalat dan tarawih di sini. Menurut catatan Museum Negeri NTB, Islam masuk ke Lombok abad ke-17 dari

beberapa tempat sekaligus, diantaranya dari Jawa, Gowa (Sulawesi), dan Bima. Maka perluasan siarnya bukan hanya dari Bayan. Ada dua Masjid kuno lagi di Gunung Pujut dan Desa Rembitan, keduanya di Lombok Tengah. Dan Islam di Bayan dengan Masjid Bayan Beleqnya diyakini masuk dari Tanah Jawa. Memang tidak ada peninggalan-peninggalan tertulis yang menyebutkan dari Jawa. Tetapi karena banyaknya penggunaan istilah Jawa di Bayan seperti penggunaan kata raden, gusti pangeran, maka diyakini masuk dari Jawa. Dan terpeliharanya situs Masjid Bayan Beleq karena kuatnya tradisi pada masyarakat setempat. Sejak itu agama dan budaya Islam masuk ke Lombok secara bergelombang melalui perdagangan dan interaksi sosial. Ada keyakinan dari ulama setempat, syiar Islam di Bayan oleh Sunan Prapen, cucu Sunan Giri, salah satu Wali Songo, penyebar Islam di Pulau Jawa. TC

Agustus 2011

21


jelajah utama

Dari Masjid ke Masjid dan Makam Banjarmasin – Kalimantan Selatan

sinalinali.yolasite.com

dikelilingi oleh lima menara menjulang tinggi serta taman luas nan indah, berlantai dua dapat menampung sekitar 15.000 jamaah. Sementara Masjid Sultan Suriansyah merupakan masjid tertua di Kalimantan Selatan. Dibangun pada masa pemerintahan Sultan Suriansyah (1526-

D

ari latar belakang sejarah, Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi ikon pusat penyebaran Islam untuk Pulau Kalimantan. Sehingga sangat lazim, banyak ditemui tempattempat (destinasi), bangunan dan tempat ibadah (masjid) tua dan bernilai sejarah tinggi. Maka Kalsel memiliki beberapa obyek wisata religi yang masih sangat mungkin dikembangkan. Diantaranya Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Masjid dan Makam Sultan Suriansyah, Masjid Al-Karomah Martapura, Makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, dan banyak makam lainnya yang tak pernah sepi dari puluhan ribu peziarah atau pengunjung setiap tahunnya. Masjid Raya Sabilal Muhtadin adalah salah satu landmark kota Banjarmasin hyang berada di jantung kota. Menempati areal seluas 10.36 hektar menghadap sungai Martapura yang ramai dengan lalu lintas airnya. Bangunan berarsitektur modern

22

Travel Club

1550), Raja Banjar pertama yang memeluk agama Islam. Masjid ini terletak di Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin. Dan jika sempat ziarah ke Martapura, sebaiknya juga menyinggahi Masjid Agung Al-Karomah, Martapura. Masjid ini memiliki kubah yang unik dengan warna-warna dipuncaknya, dan juga dilengkapi dengan satu menara tinggi berarsitektur unik. Meski sudah tiga kali rehab, namun tetap meninggalkan beberapa komponen bangunan asli dari pembangunan pertama. Empat tiang Ulin yang masih tegak di tengah menjadi penanda bangunan sebagai nilai sejarah. Dengan mengikuti bentuk bangunan modern dan Eropa, sekarang Masjid Agung Al Karomah Martapura terlihat lebih megah. Ke empat tiang bersejarah ini dikelilingi puluhan tiang beton yang menyebar di dalam Masjid. Selanjutnya, jangan lewatkan pula Makam Ulama Agung Kalimantan, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau lebih dikenal dengan sebutan Datu Kalampayan, merupakan destinasi wisata religius yang juga banyak dikunjungi orang. Makam beliau berlokasi di desa Kalampayan Ulu, Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar dengan jarak tempuh sekita 60 km dari kota Banjarmasin, sedangkan dari kota Martapura – Ibukota Kabupaten Banjar – hanya kurang lebih 22 menit waktu perjalanan. Kitab / buku karangan beliau yang terkenal adalah Sabilal Muhtadin – sebuah kitab ilmu agama Islam – yang kemudian diabadikan sebagai nama masjid terbesar di Kalimantan Selatan. TC


Sepuluh tahun kemudian, pada 2007, mulailah dilakukan pembangunan fisik penunjang sarana wisata, pendirian PKBM Yotama sebagai pengelola, melaksanakan festival budaya serta mempromosikannya sebagai salah satu tujuan wisata religi yang bernilai tinggi. Desa yang terletak di Teluk Tomini ini dulunya merupakan wilayah Kerajaan Bubohu, sebuah kerajaan kecil yang berada dibawah pemerintahan raja Gorontalo. Jadi daerah ini merupakan wilayah sejarah, dan kehidupan rakyatnya pun tidak jauh dari cara-cara hidup yang islami. Sehingga alasannya begitu kuat, pemerintah setempat menjadikan kawasan wisata religi di Gorontalo. Sebagai Desa Wisata Religi, Bubohu telah dilengkapi dengan sarana dan prasana penunjang seperti; Masjid Walima Emas yang terang dan bersinar ketika malam tiba lengkap dengan sebuah Kalender Islami atau Kalender Hijriah terbesar di dunia. Masjid yang berada di puncak bukit ini berpadu dengan Kolam Miem, sebuah kolam dengan air pegunungan yang alami. Terdapat pula kolam renang santri gratis dengan air mancur tanpa mesin. Belum cukup dengan itu, alam desa menawarkan pesona Gunung Tidur dan Pantai Dulang yang cocok untuk kegiatan outbound. Cenderamata pun telah dikemas secara profesional, yaitu kue kolombengi khas walima dan sarung putih walima. Dan satu lagi keunikan yang tidak boleh dilewatkan, yaitu Pasar Subuh; Pasar Desa Bubohu yang sistem jual belinya masih mengunakan cara barter. TC

komunitaspohonindonesia.org

S

ejarah Islam di Gorontalo tidak jauh berbeda dengan daerah-daerah lain di Indonesia, menjadi pusat penyebaran dan pengembangan agama Islam sejak masa lampau. Lagi-lagi agama yang berakulturasi dengan budaya menjadi sebuah daya tarik kunjungan wisata. Berawal dari sebuah tradisi perayaan salah satu hari besar Islam. Setiap tanggal 12 Rabiul Awal tahun Hijriah masyarakat Muslim di Indonesia mengenal perayaan hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW dengan istilah Maulid. Di Gorontalo setiap kali acara Maulid Nabi, selalu dirayakan dengan membuat Walima (Kreasi Seni Kue Tradisional) di setiap masjid seluruh Gorontalo, dan diramaikan oleh umat Islam berzikir yang dimulai setelah Isya sampai jam 11 pagi, atau sekitar 15-16 jam. Ada hal unik pada salah satu desa, sehingga menarik perhatian wisatawan yang datang ke Gorontalo. Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dirayakan dengan membuat dan mengarak Walima secara kolosal ke masjid. Terciptalah Desa Wisata Religius Bubohu, atau lebih dikenal dengan Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, Sulawesi. Ditetapkan sejak 1997. Diawali dengan penulisan sejarah penyelamatan lingkungan hidup dan penggalian potensi budaya.

komunitaspohonindonesia.org

Desa Wisata Religius Bubohu Gorontalo - Sulawesi

Agustus 2011

23


jelajah utama

Surau Tua Minangkabau Tanah Datar – Sumatera Barat

batunanlimo.blogspot.com

tentu sebuah potensi wisata religi yang tersebar di berbagai daerah di Sumbar. Terutama daerah Darek dengan tiga Luhak utama yaitu; Tanah Datar, Luhak Lima Puluh Kota, dan Luhak Agam, rata-rata memiliki tempat-tempat yang berpotensi untuk dijadikan daerah tujuan

S

umatera Barat merupakan daerah tertua di Nusantara yang menjadi salah satu pusat sebaran ajaran Islam. Menengok sejarah Islam di Minangkabau, Sumatera Barat (Sumbar) tidak telepas dari kehidupan surau. Keberadaan peninggalan sejarah Islam berupa surau-surau tua beserta bukti sejarah didalamnya mengindikasikan bahwa masyarakat Sumbar memiliki kebudayaan maju. Kebanyakan surau menjadi pusat pembelajaran Islam termasuk dalam melahirkan kebudayaan seperti halnya reproduksi naskah kuno dan ilmu beladiri silat. Surau di Ranah Minang bahkan menjadi center of excellence atau pusat kegiatan intelektual masyarakat. Fungsi surau sebagai pusat penulisan dan penyalinan teks Al Quran, tafsir, tauhid, fiqih, mantik, ma’ani, kitab-kitab pelajaran Bahasa Arab, juga sebagai pusat pendidikan agama, serta sebagai tempat pendidikan yang berkenaan dengan tradisi dan adat istiadat Minangkabau sejak ratusan tahun silam. Jejak Islam ini dapat ditelusuri dengan ditemukannya surau-surau yang memiliki koleksi manuskrip (naskah) yang berusia lebih dari tiga abad. Dan sampai saat ini setidaknya masih ada puluhan surau kuno yang masih terjaga menurut kriteria di atas. Surau-surau ini

24

Travel Club

wisata religi. Belum lagi di daerah Rantau, dikenal sebagai daerah pesisir Minangkabau, juga banyak tempat peninggalan Islam. Sebaran tujuan wisata di Darek dan Rantau, mengindikasikan masuknya Islam ke Minangkabau melalui dua jalur dengan dua periode. Pertama Islam masuk dari Selat Melaka dan membentuk koloni di Luhak Lima Puluh Kota. Kedua, Islam masuk melalui pesisir Minangkabau yang merupakan kelanjutan dari rute Aceh. Dalam perkembangannya, daerah pesisir lebih terkenal sebagai pusat sebaran Islam di Minangkabau, seperti ungkapan adat: Syarak Mandaki, Adat Manurun. Artinya agama datang dari pesisir, sedangkan adat warisan daerah Darek. Namun demikian keduanya meninggalkan jejak sejarah Islam yang bernilai tinggi. Kita tengok satu wilayah saja peninggalan di Luhak Tanah Datar, selain memiliki situs-situs budaya religius seperti Makam Tuan Kadhi— salah seorang dari Basa Ampek Balai yang sangat penting dalam konteks ideal masyarakat tradisi Minangkabau—di Padang Ganting, Surau dan Makam Syeh Abdurrachman di Kumango, Masjid Tua di Limau Kaum, Masjid Rao-Rao, dan situs Tuanku di Simabur, serta komplek surau di Pariangan yang merupakan gambaran ideal mengenai harmonisasi pengembangan beberapa mazhab Islam di Minangkabau. Usianya yang tua, arsitekturnya yang unik, koleksi manuskrip yang ada, dan aktivitas ritual yang khas, serta sumber air panas yang alami, menjadi modal utama dalam mengundang wisatawan untuk datang. TC


Masjid Baiturrahman dan Makam Bertuliskan Ayat Al Quran Nanggoe Aceh Darussalam

murdiyatno

Disamping bangunan yang megah di tengah kota, masjid ini juga merupakan bangunan budaya dengan arsitektur yang sangat tinggi. Kemudian penetapan syariat Islam berlaku untuk semua wisatawan yang memasuki area masjid menjadi nilai tersendiri yang harus ditaati, seperti harus berpakaian sesuai Islam, bagi pengunjung perempuan mutlak harus memakai kerudung/

D

estinasi wisata religi dalam Jelajah Utama kali ini berakhir di Aceh. Sebagai pusat dari segala pusatnya penyebaran Islam di Nusantara, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) mempunyai nilai historis budaya dan religius yang sangat kuat dan harus menjadi perhatian semua pihak. Sebagaimana dalam sejarah, kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah kerajaan Samudera Pasai yang posisinya terletak di pesisir pantai utara Sumatera, kini dalam sekitaran Kota Lhokseumawe, Aceh Utara. Pada awalnya kerajaan Samudera Pasai terdiri atas dua daerah, yaitu Samudera dan Pasai. Kedua daerah itu telah lama menjadi tempat persinggahan dan tempat pemukiman saudagar Arab, hal ini diperkuat dengan bukti keterangan perjalanan Marcopolo. Dari sinilah Islam masuk pada sekitar abad ke 13. Sejak itu Aceh menjadi pusat perkembangan pemikiran dan dakwah Islam terbesar di Asia Tenggara, sehingga Aceh dikenal sebagai sebuah kerajaan Islam yang penting pada Abad ke 16 dan 17 silam. Seperti destinasi lainnya, wisata ziarah spiritual di NAD berupa ratusan masjid, pesantren kuno, makam raja dan kesultanan, dan tentu saja makam ulama besar. Salah satu yang kini sangat terkenal dan menjadi favorit wisatawan adalah Masjid Raya Baiturrahman yang memiliki persyaratan penuh sebagai objek wisata spiritual.

jilbab. Kembali menengok sejarah Islam di Aceh. Cirebon sebagai destinasi yang telah dibahas pada halaman muka, ternyata mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Aceh. Bukti ini bisa kita telusuri dengan berziarah ke makam Said Syarif, seorang menteri dari Kerajaan Samudera Pasai. Beliau merupakan ayah kandung Fathillah atau Falatehan, seorang ulama terkenal bergelar Sunan Gunung Jati, pendiri Kota Jayakarta (Jakarta), lahir di Pasai 1490 Masehi. Makamnya terletak di Gampong Mancang Kecamatan Samudera. Makam ini dapat ditempuh dengan kendaraan sekitar 16 km sebelah timur Kota Lhokseumawe. Batu nisannya terbuat dari batu marmer bertuliskan kaligrafi indah terdiri dari ayat Kursi, surat Ali Imran ayat 18-19 dan surat AtTaubah ayat 21-22. Di dekat Makam Said Syarif, tedapat Makam Teungku Di Iboih atau Makam Maulana Abdurrahman Al-Fasi yang nisannya bertuliskan surat Al Quran yang sama dengan makam Said. Dan masih banyak makam peninggalan lain yang nisannya bertuliskan ayat-ayat Al Quran yang merupakan situs peninggalan sejarah Kerajaan Samudera Pasai. Tokoh utama yang dimakamkan pada situs Batee Balee ini adalah Tuan Perbu yang mangkat tahun 1444 Masehi. Lokasinya di Desa Meucat Kecamatan Samudera sebelah Timur Kota Lhokseumawe. Diantara nisan-nisan tersebut ada yang bertuliskan kaligrafi yang indah yang terdiri dari Surat Yasin, Surat Ali Imran, Surat Al’Araaf, Surat Al-Jaatsiyah dan Surat Al-Hasyr. TC

Agustus 2011

25


ceritasampul

U

sianya sudah ratusan tahun, tergerus arus zaman, namun masih kokoh berdiri menantang waktu yang terus berjalan. Kota Tua, seperti itulah ia dinamai. Di kawasan ini, bangunanbangunan kuno peninggalan kolonial Belanda masih bisa dilihat dari berbagai penjuru. Melangkah sedikit saja, maka pengunjung akan menemukan gedung tua bekas masa pemerintahan VOC. Primadonanya, apa lagi kalau bukan Staadhuis atau Gedung Balaikota. Gedung yang menjadi Museum Sejarah Jakarta ini, selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun wisman. Keunikan pun terpancar dari dalam dan luar bangunan. Tidak hanya itu, Taman Fatahillah, tepat di depan museum, menjadi sasaran pengunjung untuk sekedar jalan santai menikmati udara sejuk. Dan, suasana tempo dulu pun ikut direkam Travel Club edisi Agustus ini. Beberapa sudut bangunan di dalam museum dan taman digunakan sebagai lokasi pemotretan. Adelia Winda Hapsari adalah penghias sampul majalah edisi kali ini.

Mengenakan long dress batik, Putri Pariwisata Indonesia 2010 Berbakat itu, tidak malu melontarkan senyum manisnya ke arah kamera. Mengikuti ajang Putri Pariwisata Indonesia (PPI) menjadi salah satu pembuktiannya kepada orangtua, bahwa ia tidak lagi menjadi seorang gadis tomboy. Ya, dulu, sosok yang akrab disapa Adel, mengaku tomboy. Hobinya saja memanjat pohon dan suka permainan anak lakilaki. Namun, masa itu telah lewat, Adel pun telah berubah menjadi putri. Sebelum terlibat dalam Putri Pariwisata Indonesia, gadis kelahiran Yogyakarta, 23 Agustus 1990 ini, menjadi finalis Galuh Banjar 2009. Kemudian, ia terpilih sebagai Puteri Kalimantan Selatan 2010. Hingga tiba ditingkat nasional Dinas Pariwisata setempat mengirimkannya untuk ikut pemilihan Putri Pariwisata Indonesia. “Alhamdulillah, saya mendapat predikat Putri Berbakat di malam grand final Putri Pariwisata Indonesia 2010,� ujar mahasiswi tingkat akhir di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Kesan teramat dalam

Adelia Winda Hapsari

Siarkan Indonesia ke Penjuru Dunia 26

Travel Club


Busana : Koleksi El John Pageants & pribadi Fotografer : Mulyadi Natakusumah www.pmphotoworks.com Desainer : Arwindra Lokasi : Museum Sejarah Jakarta

Agustus Juli 2011

27


ceritasampul

turut dirasakan oleh dara yang juga menyabet juara Harapan I olahraga senam di kejuaraan PORNAS TVRI, selama terlibat di pemilihan ini. “Tentu, saya mendapat banyak pengalaman setelah ikut PPI, punya sahabat mulai dari Aceh sampai Papua. Selain itu, pekerjaan juga datang menghampiri,” kata Adel. Sejak terpilih sebagai Putri Berbakat, anak kedua dari dua bersaudara itu, mendapat tawaran kerja di berbagai perusahaan, salah satunya adalah TVRI Kalimantan Selatan. Tanpa ragu, ia memutuskan mengawali karirnya di TVRI sebagai presenter. “Sepuluh tahun lalu, saya mempunyai cita-cita menjadi presenter televisi. Cita-cita itu terwujud berkat keikutsertaan saya di PPI. Saya merasa beruntung sekali,” ujar Adel, sumringah. Tak ayal, ia merasa kesulitan ketika pertama kali membawakan acara. Kendala itu akhirnya pecah karena kerabat, termasuk direkturnya, percaya Adel bisa memberikan suguhan menarik kepada penonton, dikarenakan latar belakang PPI

yang seringkali berkomunikasi dengan orang banyak. Seperti presenter pada umumnya, penyuka musik tradisional panting khas Kalimantan Selatan ini, juga terjun langsung ke daerahdaerah Kalimantan Selatan, menyampaikan berita. “Ya, saya juga membuat berita, lho. Keliling Kalimantan Selatan untuk mempromosikan daerahdaerah terpencil dan belum dikenal,” sahut dara yang gemar menari tradisional Mandau Tarbang, lagi-lagi khas Kalimantan Selatan. Jika membicarakan soal Indonesia, membuat pemilik tinggi 170 sentimeter ini, betah berlama-lama duduk hanya untuk membagi

Nama Lengkap : Adelia Winda Hapsari Tempat Tanggal Lahir : Yogyakarta, 23 Agustus 1990 Agama : Islam Pekerjaan : Penyiar berita nasional TVRI, Sekretaris direktur TVRI Kalsel Pendidikan : Universitas Lambung Mangkurat jurusan Public Relations, semester 6 Hobi : Membaca, traveling, main musik Tokoh Panutan : Kartini, Annisa Pohan, Celine Dion Motto : Honestly Prestasi : • Finalis Galuh Banjar tahun 2009 • Puteri Kalimantan Selatan tahun 2010 • Putri Pariwisata Indonesia 2010 Berbakat • Harapan I Senam PORNAS TVRI tahun 2011

28

Travel Club

informasi mengenai seni, budaya, serta pariwisata Tanah Air. Saat ditanya apa upaya nyata yang ia lakukan agar pariwisata Indonesia bisa maju, dia menjawab, “Punya kesadaran awal di dunia pariwisata. Dengan begitu, pasti akan mudah ‘menjual’ Indonesia ke dunia internasional”. Satu cita-cita yang belum terwujud, penyuka Pasar Terapung itu, ingin memperagakan kain-kain Nusantara di kancah fashion dunia. “Saya sempat terpikir untuk menjadi desainer yang membuat busana dari bahan kain khas Indonesia,” tutur gadis berambut panjang ini. Menyiarkan Indonesia hingga ke luar negeri menjadi bukti cinta Adelia terhadap tanah kelahirannya. TC RTH


Agustus 2011

29


30

Travel Club


catetanlaen.files.wordpress.com

Enjoy Jakarta

Mengenang Sejarah Sambil Berwisata Kuliner dan Belanja

Museum Sumpah Pemuda

66

www.australindo.co.id

tahun sudah Indonesia merdeka, tapi jangan sedetikpun kita lupa akan perjuangan pahlawan kita dalam menghadapi penjajah. Agar memori para pahlawan terus tumbuh dibenak kita, jalan-jalan ke tempat bersejarah adalah cara yang mudah dan menyenangkan. Apalagi dilakukan sambil mencicipi kuliner dan berbelanja di sekitar tempat wisata. Sebagai ibukota negara, tidak sedikit jejak sejarah kemerdekaan tersimpan dengan baik di kota Jakarta. Salah satunya, peristiwa bersejarah ketika dibacakan teks Proklamasi 17 Agustus 1945 oleh SoekarnoHatta, di kediaman rumah Presiden RI pertama, jalan Pegangsaan Timur No.56, yang kini berganti nama menjadi jalan Proklamasi. Walaupun saat ini rumah itu sudah tidak ada, dan digantikan dengan Tugu Proklamator, namun euphoria merdeka masih bisa dirasakan di tempat ini. Selanjutnya, di jalan Menteng Raya 31. Di kawasan ini terdapat Gedung Joang 45 atau Museum Joang 45. Di museum ini, pengunjung bisa melihat koleksikoleksi sebagai gambaran perjuangan tempo dulu, seperti lukisan, patung pahlawan, foto-foto para tokoh kemerdekaan, serta dua mobil dinas yang digunakan Presiden Soekarno dan Wapres Mohammad Hatta, dan satu mobil pribadi milik Bung Karno, dimana pintu bagian tengah rusak akibat granat saat peristiwa Cikini. Kemudian, ada Kota Tua. Kawasan ini terdapat Museum Sejarah Jakarta yang menyimpan koleksi sejarah perjalanan Kota Jakarta sejak jaman kolonial Belanda. Suasana tempo dulu pun masih tampak jelas terlihat berkat peninggalan gedung-gedung buatan Belanda yang masih tersisa. Selain itu, ada juga Pelabuhan Sunda Kelapa, merupakan pelabuhan tertua di Indonesia. Lalu, Museum Satriamandala, tempat untuk mengenal lebih jauh lagi perkembangan tentara

Indonesia dari jaman perjuangan kemerdekaan hingga reformasi. Bila sempat, singgahlah untuk mengingat kembali seperti apa perjuangan mereka dalam membela Tanah Air. Setelah berwisata sejarah, Jakarta tentu menawarkan banyak kepuasan belanja dan menikmati berbagai hidangan kuliner Nusantara. Dekat dengan kawasan sejarah kota, ada Mangga

sentra kuliner dan termasuk ke dalam dua belas destinasi wisata unggulan pesisir Jakarta. Semua menu ada di sini, mulai dari hidangan western food, oriental, dan berbagai masakan khas daerah di Indonesia seperti Sop Konro Karebosi yang sudah sangat terkenal di Makassar, kelezatannya dapat dinikmati di sini. Melangkah ke Jakarta Pusat wisata belanja semakin dahsyat. Plaza Indonesia, dan Grand Indonesia di kawasan Sudirman Bunderan HI (Hotel Indonesia) menawarkan kemewahan tiada tara. Jika ingin yang lebih terjangkau, Thamrin City dan Pusat Grosir Pasar Tanah Abang Pasar Tanah Abang (terbesar Dua yang terkenal sebagai di Asia) menjadi pilihannya. pusat grosir terbesar di Tentunya masih banyak lagi daerah utara. Wisatawan sudut-sudut Jakarta yang bisa lokal dan mancanegara dijelajahi untuk memperdalam dapat dipastikan selalu wawasan sejarah, berbelanja, mampir di kawasan belanja dan berkuliner. Dari mall dan ini. restoran mewah hingga lapak Masih di utara, ada dan pedagang kaki lima, kawasan Kelapa Gading semuanya merupakan daya tarik yang begitu lengkap untuk wisata Jakarta. Jadi mari Enjoy di belanja dan makan. Maklum Jakarta. Kenali Negerimu Cintai selain terdapat beberapa Negerimu.ADV mall yang megah, Kelapa Gading terkenal sebagai

Agustus 2011

31


agenda ppi Empat Putri Pariwisata Indonesia

noeke anggarwulan

Bergabung Sebagai Duta Muda ASEAN

Suatu kehormatan bisa membawa nama Indonesia ke lingkup lebih luas, yakni hingga mancanegara. Sebuah tugas yang tidak ringan ini, mulai dilaksanakan empat Putri Pariwisata Indonesia, yakni Cynthia Sandra Tidajoh Putri Pariwisata Indonesia 2010, Andara Rainy Ayudini Putri Pariwisata Indonesia 2009, Rieke Caroline 1st Runner Up Miss Tourism Queen of The Year

International 2010 dan Natasha Sutadisastra Runner Up 4 Putri Pariwisata Indonesia 2010. Keikutsertaan para Putri Pariwisata Indonesia (PPI) sebagai Duta Muda ASEAN luar biasa tersebut, tak lain merupakan bentuk dukungan dari EL JOHN PAGEANTS yang selalu aktif dalam berbagai kegiatan forum internasional, serta bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Mereka menjadi wakil Indonesia untuk membahas kegiatan persidangan dan sosialisasi diseminasi tentang ASEAN dalam rangka pembentukan komunitas ASEAN 2015.

Kehadiran keempat putri itu diharapkan mampu memperkenalkan dan mendekatkan ASEAN kepada generasi muda di tanah air, mempromosikan Indonesia dan ASEAN kepada negara lain melalui aktifitas kepemudaan di tingkat bilateral, regional maupun internasional, dan menjadi wakil Kemenlu. Duta Muda ASEAN, Kemenlu, EL JOHN PAGEANTS, serta seluruh pihak yang terlibat di acara tersebut pun menyelenggarakan ramah tamah pada 23 Juni 2011, di Grand Indonesia. TC RTH

Empat Putri Pariwisata Indonesia

Empat Putri Pariwisata Indonesia, Cynthia Sandra Tidajoh Putri Pariwisata Indonesia 2010, Andara Rainy Ayudini Putri Pariwisata Indonesia 2009, Rieke Caroline 1st Runner Up Miss Tourism Queen of The Year International 2010 dan Mutia Sari Wirman

32

Travel Club

Runner Up 1 Putri Pariwisata Indonesia 2010, terbang menuju Brunei Darussalam menghadiri Brunei Darussalam International Defence & Exhibition (BRIDEX) 2011, Rabu (6/7), di Jerudong Park, Brunei Darussalam. Dalam kunjungan ke booth industri pertahanan Indonesia, Sultan Hassanal Bolkiah mendapat

dOK. EL JOHN PAGEANTs

Di Ajang BRIDEX 2011

sambutan ramah oleh keempat Putri Pariwisata Indonesia. Selanjutnya, ia bersama Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekjen Kemhan RI Marsdya TNI Eris Heryyanto, S.IP, MA, juga melihat beberapa produk  alat pertahanan Indonesia, seperti Panser Anoa 6x6 dan senjata untuk perorangan produksi PT. Pindad, Kapal LPD buatan PT.PAL dan pesawat CN-235. Keikutsertaan Indonesia diajang tersebut merupakan bentuk promosi produk-produk pertahanan ke negara ASEAN. TC RTH


Putri Pariwisata Indonesia 2011

Bertandang ke Festival Erau

Cynthia Sandra Tidajoh Putri Pariwisata Indonesia 2010 dan Vessa Ekanta Sukhi Finalis Putri Pariwisata Indonesia 2010 dari Sulawesi Barat, hadir dalam pembukaan festival Erau, bertempat di Stadion Madya Aji Imbut, Tenggarong Seberang,

Kalimantan Timur, (3/7). Perhelatan akbar budaya tahunan Kutai Kartanegara ini berlangsung selama sepekan, mulai dari 3-9 Juli 2011. Pembukaan Erau 2011 ini ditandai dengan penyalaan Brong atau obor besar oleh Gubernur Kaltim bersama Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, Staf Ahli Presiden Felix Wanggai, Ketua DPRD Kaltim Mukmin Faisal, Danrem 061/ASN dan Putra Mahkota Kesultanan Kutai. Cynthia turut mendampingi saat penyalaan obor. Berbagai macam atraksi budaya bisa disaksikan selama acara berlangsung, seperti

penampilan tari massal bertajuk Gema Belantara Dalam Pesona. Festival Erau menjadi salah satu wujud kepedulian pemerintah untuk mengembangkan pariwisata di Kalimantan Timur, khususnya Tenggarong. TC RTH

dOK. EL JOHN PAGEANTs

Pemilihan Putri Pariwisata Indonesia Gorontalo 2011

Sebelum menuju puncak pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2011 tingkat nasional, Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Pemilihan Putri Pariwisata Indonesia Tingkat Provinsi Gorontalo, beberapa waktu lalu. Putri Pariwisata Indonesia 2010 Cynthia Sandra Tidajoh, ikut berperan aktif dalam memberikan materi khusus bidang komunikasi untuk public

speaking selama karantina berlangsung, ditemani Runner Up 2 Putri Pariwisata Indonesia 2009 Jamila Catheleya yang memberi materi etika dan kepribadian. Tidak hanya itu, peserta juga mendapat pembekalan

mengenai lingkungan hidup, pembangunan karakter, keahlian marketing, beauty class, dan table manner. Tiba di malam grand final, terpilihlah para pemenang Putri Pariwisata Indonesia Gorontalo 2011. Mereka diantaranya, Muthia Rahmi Sari (Putri Pariwisata Indonesia Gorontalo 2011), Khardiyanti Habri (1st Runner Up Putri Pariwisata Indonesia Gorontalo 2011), Sapriani S.R.Tonda (2nd Runner Up Putri Pariwisata Indonesia Gorontalo 2011), Fadillah Ramadhany Putri (Putri Pariwisata Indonesia Gorontalo Favorit 2011), Haryati Bempah (Putri Pariwisata Indonesia Gorontalo Lingkungan Hidup 2011). TC RTH

Agustus 2011

33


cagarbudaya

Situs Trowulan

Bukti Kejayaan Majapahit Teks & Foto: Hendro Sewoyo Staf Pusat Penelitian Pengembangan Kepariwisataan, Badan Pengembangan Sumber Daya Budpar, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sewoyo@gmail.com

34

Travel Club

T

rowulan, kota kecamatan di Jawa Timur ini sering menjadi perhatian para arkeolog. Hal ini terkait dengan seringnya ditemukan sisa-sisa bangunan atau peradaban masa lalu. Situs Trowulan luasnya sekitar 11 x 9 Km, meliputi wilayah kabupaten Mojokerto dan kabu足paten Jombang. Para arkeolog meyakini situs ini masih menyimpan banyak sekali sisa peradaban era Majapahit, kerajaan yang muncul dan berkembang pada kurun 12951520 M. Majapahit memang sebuah fenomena sejarah. Kerajaan ini berada di puncak kejayaan saat dipimpin Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada, yaitu pada kurun 1350-1389 M. Saat itu, Majapahit menjadi kerajaan besar dan disegani oleh bangsa-bangsa lain. Kebesaran kerajaan yang didirikan oleh Raden Wijaya - sekaligus

rnw.nl

rnw.nl

Candi Berahu


yang dipergunakan, yaitu bata merah, juga dari segi arsitektural, bentuk-bentuk yang dikembangkan dapat mewakili jaman serta wilayah peradaban suatu masyarakat. Tak heran jika tinggalan arkeologi dari situs ini segera dapat dibedakan dengan tinggalan arkeologi dari tempat lain di Indonesia. Semua bangunan kuno dan tinggalan arkeologi lainnya saat ini telah menjadi atraksi wisata, baik di museum maupun secara in situ. Bahkan sebagian telah memperoleh penataan yang

kolam raksasa era klasik yang pernah ditemukan. Selain itu, kolam ini juga telah menunjukkan penguasaan teknologi sistem manajemen sumberdaya alam yang tergolong cukup canggih.

cukup baik. Di bagian lain lahan museum bahkan telah didirikan bangunan semi permanen yang berfungsi sebagai pelindung sekaligus display sisa bangunan kuno yang ditemukan.

kampungbugis.com

Candi Tikus

China. Saat ini bukti-bukti kebesaran itu masih dapat kita temui dalam bentuk tinggalan arkeologi dalam jumlah yang cukup besar dan beragam. Dari bangunan yang bersifat monumental, seperti candi, petirtaan, gapura pintu gerbang, fondasi bangunan, sampai artefak, seperti arca, relief, benda alat upacara, alat rumah tangga, dan lainlain. Salah satunya adalah bangunan kolam berukuran besar yang dikenal dengan nama Kolam Segaran. Kolam berdinding bata merah ini disebutsebut sebagai satu-satunya bangunan

Saat liburan, situs ramai dikunjungi anak sekolah

sebagai raja pertama - ini tidak hanya ditandai oleh luasnya wilayah kekuasaan. Manajemen perekonomian negara, karya-karya besar kesenian yang dilahirkan, serta kehidupan beragama yang berkembang juga turut memberikan ciri kebesaran itu. Salah satu bagian kitab Nagarakertagama menceritakan bahwa wilayah kekuasaan Majapahit meliputi hampir seluruh wilayah Indonesia saat ini, dan bahkan beberapa negara Asia Tenggara. Majapahit juga menjalin hubungan dengan Campa, Kamboja, Siam, Birma bagian selatan, dan Vietnam. Bahkan kerajaan ini juga mengirim duta-dutanya ke

Canopy untuk sisa bangunan kuno era Majapahit

Bangunan kuno lain, seperti candi Tikus, candi Wringin Lawang, candi Bajang Ratu, candi Brahu, candi Kedaton dan banyak lagi. Bahkan jumlahnya diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dengan seringnya penemuan sisasisa bangunan kuno dan tinggalan arkeologi di wilayah itu. Semua itu memperkuat bukti kebesaran kerajaan ini. Tinggalan arkeologi di situs Trowulan ini memiliki karakteristik yang cukup unik. Selain bahan

Pengembangan Trowulan sebagai tujuan wisata memang tengah dilakukan. Upaya itu juga dimaksudkan sebagai jawaban atas problem pelestariannya. Sebagaimana banyak diekspose media, situs Trowulan tak luput dari ancaman kerusakan, terutama oleh perilaku masyarakat dan minimnya dana perlindungan dan pemeliharaan. Sebuah problem yang umum pada situs warisan budaya di Indonesia. TC

Agustus 2011

35


wisataarkeologi

Sejarah Purba

Tertulis di Bebatuan

Gunung Padang Teks & foto Nia Janiar

Pemandangan indah dan 400 anak tangga siap menyambut pengunjung di situs megalitikum terbesar se-Asia Tenggara ini.

36

Travel Club

H

amparan luas kebun teh, jalanan beraspal serta bebatuan berkelok membelah kota dan perbukitan, mengiringi perjalanan 45 kilometer kami ke arah Selatan dari kota yang terkenal dengan beras dan manisannya ini, Cianjur. Meski jalan beraspal, tapi sukar dilalui mobil besar seperti bis, karena jurang menganga di sisi kiri dan kanan jalan. Pada jalan bebatuan, goncangan menyebabkan penumpang sesekali bergoyang cukup keras. Belum lagi tanjakan yang curam sebagai pemandangan yang seru. Memang, untuk ke Gunung Padang sebaiknya tidak memaksa dengan mobil sedan. Sesampainya di area cagar budaya, 400 anak tangga siap menerima para pengunjung untuk


mendaki. Tangga hanya berupa susunan bebatuan andesit yang menempel di tanah dan kapan pun bisa tergelincir. Beberapa batu telah hilang karena jatuh dan rusak dimakan usia.Untuk menghindari jatuhnya bebatuan, setiap tangga hanya bisa dilalui satu atau maksimal dua orang saja. Sebelum naik ke atas, Pak Dadi—salah satu pengelola situs di Gunung Padang— mengingatkan agar pengunjung menjaga situs dengan tidak mencorat-coret, memukul batu, dan membuang sampah sembarangan. Apalagi sampai merusak, mengambil, mengubah bentuk dan/atau warna atau memisahkan sebagian cagar budaya termasuk situs dan lingkungannya, maka akan dikenakan sanksi sesuai UU RI No. 5/1992 tentang Benda Cagar Budaya, yaitu pidana penjara selama-lamanya 10 tahun dan/atau denda setinggi-

tingginya seratus juta rupiah. Gunung dengan tinggi 885 meter di atas permukaan laut ini memiliki tangga menuju puncak yang cukup curam hingga 95 meter. Kemiringannya mencapai 70-75 derajat. Belum lagi jarak setiap anak tangga yang berjauhan, membuat siapapun yang lewat harus mengeluarkan tenaga lebih. Tidak sedikit pengunjung yang selalu berhenti, duduk sejenak hanya untuk mangatur nafas. Di atas sana, puncak Gunung Padang yang terletak di Kampung Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terdapat peninggalan bangunan punden berundak yang mencerminkan tradisi megalitikum (mega berarti besar dan lithos artinya batu). Gunung Padang menjadi situs megalitikum terbesar se-Asia Tenggara—bahkan Asia Pasifik— yangmemiliki luas tanah berada di dalam benteng batu sekitar 900 meter. Tanpa benteng, tempat ini memiliki luas sekitar tiga hektar. Nama Gunung Padang merupakan singkatan dari bahasa Sunda ‘papandang kepada urang’ yang artinya ‘penerang bagi kita semua’. Keberadaan situs ini pertama kali muncul dalamRapporten van de oudheid-kundigen Dienst (ROD) 1914 oleh N.J. Krom, seorang sejarawan dari Belanda, yang menemukan tempat ini dalam semak belukar. Bagi Krom, situs ini dianggap

sebagai kuburan purbakala. Setelah laporan Krom, situs ini sempat terlupakan sehingga tertutup kembali oleh semak yang lebat. Baru 1979, situs ini ditemukan oleh tiga orang warga sekitar yang bernama Soma, Abidin, dan Endi. Mereka langsung melaporkanke pemerintahan daerah, kala itu yang berwenang Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur. Pemerintah menduga bahwa tumpukan bebatuan besar ini memiliki nilai sejarah, yaitu sebagai tempat berdoa, berziarah, dan bersemedi pada sekitar tahun 2000 SM,atau sekitar 2.400 tahun sebelum kerajaan Nusantara pertama berdiri di Kutai, Kalimantan, atau kira-kira 2.800 tahun sebelum Candi Borobudur dibangun. Di tahun 1980, ada tinjauan dari Pusat Arkeologi Nasional untuk meneliti situs Gunung Padang Guna meneliti fungsionalitas situs. Lalu 1982, dilakukan pemugaran pertamapersis saat Gunung Galunggung meletus. Pemugaran kedua dilakukan kembali dan lebih menyeluruh 1985. Amat disayangkan, semenjak itu belum pernah dilakukan pemugaran lagi hingga kini. Pemugaran yang dimaksud bukanlah membenarkan posisi batu lalu dibentuk sebuah bangunan utuh. Masyarakat sekitar melarang para peneliti untuk mengubah letak batubatu andesit ini demi menjaga keaslian. Oleh karena itu dibiarkan berantakan apa adanya, tidak disentuh manusia untuk dikerjakan atau dibentuk oleh manusia.

Agustus 2011

37


wisataarkeologi Bebatuan andesit adalah batuan beku vulkanik, atau batuan yang terjadi akibat lahar yang membeku di permukaan bumi. Batu andesit banyak digunakan dalam bangunanbangunan candi, piramida, dan megalitik—salah satunya situs Gunung Padang ini -- . Keunikan batu andesit di Gunung ini banyak mengandung kadar besi, sehingga jika dipukul menghasilkan bunyi nyaring. Dari semua batu yang ada di Indonesia, hanya Gunung Padang yang memiliki jenis dan batu berbentuk seperti ini. Bentuk bebatuan mayoritas persegi panjang, memiliki sudut bervariasi, yaitu tiga hingga sembilan sudut. Namun

lebih dari 80 persen memiliki lima sudut.“Disini jumlahnya serba lima,” ujar Pak Nanang, pemandu di situs megalitikum yang menjelaskan pada pengunjung bagaimana sejarah dan keadaan Gunung Padang. “Batu-batu mayoritas memiliki lima sudut. Dan situs ini memiliki lima teras atau halaman yang jika kita berjalan semakin atas maka areanya semakin mengerucut.Situs ini juga dikeliling oleh lima gunung,” katanya. Gunung yang dimaksud Pak

Selain itu, situs megalitikum yang dikelilingi lembah curam ini menghadap barat laut. Jika pengunjung berdiri menghadap arah itu, maka akan melihat jajaran gunung-gunung yang membentuk garis lurus. Gunung itu adalah Gunung Batu, Gunung Pasir Boyor, Gunung Teneng, Gunung Pangrango, dan Gunung Gede. Dugaan bahwa situs megalitikum Gunung Padang dipakai sebagai pusat beribadatan, dikuatkan dengan adanya Gunung Gede yang menjulang tinggi di barat laut yang juga menunjukkan arah kiblat. Gunung Gede dilambangkan sebagai keagungan Tuhan yang disucikan dan disakralkan oleh masyarakat. Saat itu belum ada penyempurnaan agama dan masyarakat masih menganut animisme-dinamisme.

Nanang adalah bukit-bukit kecil yang mengitari Gunung Padang, yakni Gunung Karuhun, Emped, Gunung Melati, Gunung Pasir Malang, dan Gunung Batu yang sama sekali tidak ada batunya.

Aliranini mempercayai tempat suci berdiamnya arwah leluhur berada di puncak tertinggi.Terlepas dari sejarah megalitikum dan kepercayaan yang ada, Gunung Padang tentu menjadi lokasi favorit para pelancong untuk membuka tenda dan bercengkerama dengan alam yang ramah. TC

Lima Tingkatan Mitos Gunung Padang

S

ejarah situs megalitikum Gunung Padang berkaitan erat dengan legenda pemimpin sejarah Kerajaan Pajajaran, Sri Baduga Maharaja atau lebih dikenal dengan Prabu Siliwangi. Hampir semua peninggalan yang ada di tanah pasundan memiliki kisah Prabu

38

Travel Club

Siliwangi. Hal ini jadi kebiasaan masyarakat Sunda dalam menghubungkan suatu peninggalan masa lalu dengan Prabu Siliwangi. Sehingga aroma mitos melekat kuat dalam tatar sejarah Sunda Terdapat batu-batu yang khas di setiap tingkat Gunung Padang.Tingat pertama, ikon di antara bebatuan situs ada yang bernama Batu Gamelan berbentuk poligon. Panjangnya lebih dari 1.5 meter dan berdiameter 25 centimeter. Jika dipukul dengan batu kecil akan menimbulkan suara yang berada pada batas pendengaran manusia. Pak Nanang menuturkan, setiap malam Selasa dan malam Jumat, sering terdengar suara gamelan seperti mengiringi lagu Tari Jaipong, dan suara sinden dari atas gunung ini. Tapi jika dicek keberadaannya, tidak ditemukan apa-apa. Konon, para seniman tradisional Sunda seperti pesinden atau dalang (orang yang memainkan

wayang), sering berdoa di situs ini sebelum melakukan pertunjukan. Merujuk ucapan pemandu wisata tentang segala sesuatu di gunung ini serba lima.Maka Batu Gamelan juga memilikilima nada pentatonis. Dan memunculkan dugaan berikutnya, bahwa Gunung Padang adalah sebuah Convention Hall purba, tempat terselenggaranya berbagai ritual dan acara. Pada tingkat dua terdapat batu lumbung, batu yang dipakai untuk menyimpan padi atau makanan. Di tingkat tiga, terdapat sebuah ukiran Kujang—senjata khas Jawa Barat sekaligus benda pusaka yang memiliki kekuatan


dari para dewa (Hyang)—di atas batu dan ada tapak harimau yang merupakan ikon dan ciri khas Prabu Siliwangi. Masyarakat setempat percaya bahwa situs ini adalah bukti dari Prabu Siliwangi yang membangun istana dalam satu malam. Dibantu oleh pasukannya, ia berusaha mengumpulkan balok-balok batu yang hanya terdapat di daerah itu. Namun, malam rupanya lebih cepat berlalu. Di ufuk timur semburat fajar telah menggagalkan usaha kerasnya, maka daerah itu kemudian ia tinggalkan. Belum sampai pada tingkat selanjutnya,Pak Nanang menambahkan cerita baru bahwa tempat ini sebelumnya dikeramatkan oleh warga dan diduga pernah digunakan oleh Prabu Siliwangi untuk musyawarah dalam memutuskan sesuatu. Selain mitos bahwa situs megalitikum Gunung Padang dibangun oleh Prabu Siliwangi,

mitos lain mengatakanGunung Padang ditemukan oleh Bujangga Manik.Seorang pengembara dari Sunda di akhir abad ke-15. Ia mengembara dalam rangka mencari ilmu dengan menyusuri pantai utara, Bali, lalu kembali lagi ke Jawa Barat dengan menyusuri pantai selatan. Jika selama ini sejarah diceritakan melalui lisan, Bujangga Manik mendokumentasikannya dalam bentuk sajak yang ia tulis di atas daun palem; “Eta hulu na Ci Sokan neumu lemah kabuyutan/ na lemah nalingga manik/ teherna dek sri maliput/ sermangun nalingga payung/ nyanghareup ka Bahu Mitra/ ku ngaing geus dibabakan/ dibalay diundak-undak/ dibalay sakulilingna/ ti handap ku mungkal datar/ ser mangun ku mungkal bener/ ti luhur ku batu putih / diawuran manik asra/ carenang heuleut-heuleutna/ wangun tujuh guna aing / padanan deung pakayuan…”. Dalam sajaknya, Bujangga Manik menyebutkan tentang hulu sungai Cisokan. Walaupun belum diketahui secara pasti dimana hulu sungai Cisokan yang dimaksud, namun jika merujuk daerah aliras sungai Cisokan-Cikondang yang ada di Cianjur, hanya ada satu tempat bersejarah di sana yaitu situs Gunung Pandang. Sementara bangunan berundak yang ditutupi batu (dibalay) sangat tepat untuk menggambarkan situs megalitikum ini.Akan tetapi dalam sajaknya, ia tidak menyebutkan siapa pembuat situs Gunung Padang. Jika benar Prabu Siliwangi yang

membangun situs ini, seharusnya Bujangga Manik mengetahuinya karena ia juga seorang bangsawan/pangeran yang berasal dari kerajaan Sunda. Di tingkat empat, terdapat Batu Gendong. Batu ini beratnya 80 kilogram. Penduduk di sekitar sana percaya bahwa barang siapa yang bisa mengangkat, maka doanya akan dikabulkan dengan syarat harus membaca Bismillah dan kalimat Syahadat sebelum mengangkat batu. Berarti ini cerita setelah masuknya Islam di Tanah Sunda Kemudian ditingkat lima terdapat Batu Pandangaringan yang mirip dengan tempat berbaring atau bersemedi. Tempat ini juga dipercayai sebagai tempat Prabu Siliwangi bersemedi. Jawaban dari cerita legenda yang berbedabeda, mistisisme yang dianut masyarakat, para peneliti yang masih berspekulasi tentang asal dan fungsionalitas Gunung Padang hanya dimiliki oleh mereka: para batu bisu yang menyimpan banyak rahasia. Dalam balutan modern cerita beraroma mistispun tetap melekat pada bebatuan di sini, dibawa oleh orang-orang yang tidak diketahui. Entah dengan menggunakan apa, dan dalam tujuan apa. Gunung Padang tetap memegang rahasia dengan sejarah pada setiap inci batuan andesitnya. Namun demikian tetap memancarkan sejuta pesona sebagai tempat wisata. Berkemah dengan api unggun yang menyala merupakan suasana harmonis yang tidak pernah ada di tengah kota, tanpa harus memecahkan teka-teki dari cerita sejarah yang ada. TC

Agustus 2011

39


gallery

Ketika Sejarah dan Ziarah Menyatu Teks : Murdiyatno/ murdy.eljohn@gmail.com Foto : Tim TravelClub

40

Travel Club


H

abis sudah masa manusia jika ia telah berpulang ke penciptaNya. Namun jasa dan perbuatan baiknya takkan lekang ditelan zaman. Mengukir sejarah hingga orang berdatangan untuk berziarah pun kemudian muncul ke pusara, dengan berbagai maksud dan tujuan. Menjadi tradisi dari abad ke abad dan mempunyai aturan sendiri yang mengikat. Tidak peduli seberapa jauh jarak yang harus ditempuh, seberapa berat medan yang mesti dilalui, karena berziarah telah menjadi sebuah perjalanan wisata rohani demi memenuhi relung-relung spiritualitas dirinya. Meski tujuan yang paling hakiki hanyalah mengingatkan kepada setiap yang datang , bahwa mati pasti datang menjelang. Tidak kini, pasti nanti. TC

Agustus 2011

41


Oleh: Ratih Kusumawanti/ratihkusuma.eljohn@gmail.com

Tak hanya berfungsi sebagai pencegah erosi, akar ini pun bisa diolah menjadi cenderamata unik dan wangi.

42

Travel Club

www.goedang.com

2.bp.blogspot.com

Olah Kreasi Akar Wangi

gunungkidulkab.go.id

www.kerajinan-bali.com

cenderamata

B

ila ada akar yang bisa mengeluarkan bau harum, pastilah itu akar wangi. Memiliki bahasa ilmiah, Vetiveria zizanioides, tumbuhan ini masuk dalam famili Poaceae, dan masih sekeluarga dengan serai atau padi. Kemampuan hidupnya pun dapat bertahan sepanjang tahun. Lalu, mengapa disebut akar wangi? Wangi yang ditimbulkan rupanya berasal dari minyak atsiri yang dihasilkan di bagian akarnya. Zaman dulu, kebanyakan orang menggunakan akar wangi untuk mengharumkan lemari pakaian, batik, hingga keris. Tak heran, minyak tersebut digunakan sebagai parfum. Sejalan dengan perubahan waktu, masyarakat tidak lagi memakai akar rumput itu sebagai pengharum semata, melainkan juga dijadikan produk kerajinan yang memiliki punyai nilai jual. Untuk membuat akar wangi menjadi sebuah cenderamata pun terbilang cukup mudah. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengeringkan akar wangi cara tradisional. Lalu, membuat pola dasar dari benda yang diinginkan, kemudian mulai dirangkai menggunakan benang. Dengan sifatnya yang lentur, salah satu bagian tanaman rumput ini sangat mudah dibentuk menjadi kerajinan tangan.


2.bp.blogspot.com

Jadi penasaran, kira-kira benda seperti apa yang bisa dihasilkan dari bahan akar wangi? kebanyakan, para pengrajin membuat cenderamata unik. Sebut saja, tas, gantungan kunci, boneka berbentuk binatang, hingga benda pemanis ruangan, seperti taplak meja, kipas, tempat lilin, hiasan dinding, vas bunga, bahkan perlengkapan ruang tidur, mulai dari sarung bantal sampai bed cover bisa dikreasikan dengan akar wangi. Nah, kalau Anda berminat untuk membeli kerajinan khas tersebut atau sekedar ingin melihat cara pembuatannya, silakan mampir ke beberapa pusat kerajinan akar wangi. Garut menjadi destinasi pertama penjelajahan cenderamata. Menyusuri Kecamatan Samarang Kabupaten Garut, terdapat sentra kerajinan akar wangi terbesar. Di tempat ini juga, sudah dilakukan pengembangan akar wangi untuk dijadikan minyak dan handycraft, tidak menutup kemungkinan limbahnya dapat digunakan untuk bahan kerajinan. Di area seluas 600 hektare, tanaman ini terdapat di Kecamatan Samarang. Lima persennya dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk kerajinan. Keberadaannya pun tersebar di empat desa, yakni Desa Sukakarya, Tanjung Karya, Cisarua dan Parakan. Sementara itu, pengrajin kriya tersebut pun juga menjamur dengan berbagai macam karakter berbeda. Melihat

semakin meningkatnya kerajinan akar wangi di kawasan ini, maka meningkat pula persaingan nilai jual produk dan berkembangnya perekonomian daerah setempat. Hal ini turut memunculkan Gerakan Satu Daerah Satu Produk atau One Village One Product yang sudah dicanangkan pemerintah. Selain Garut, kerajinan akar-akaran tersebut juga terdapat di daerah Yogyakarta. Tepatnya di kawasan Gunung Kidul. Di tempat ini cukup banyak ditemukan pengrajin akar wangi. Dan, tentu saja karena bahan bakunya melimpah, para pengrajin tetap berkarya dan pesanan terus mengalir. Kreatifitas pengrajin juga bisa dilihat melalui macam-macam produk yang dihasilkan, seperti boneka, aksesoris, hiasan ruang, hingga mainan anak dan seruling. Harga jualnya pun terbilang lumayan terjangkau, mulai dari kisaran harga terendah Rp. 7.500 sampai jutaan rupiah untuk benda berukuran besar. Terbukti, jenis tanaman yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh orang lain, rupanya mempunyai manfaat lebih untuk dijadikan benda kerajinan berkualitas. Bahkan, secara tidak langsung akar wangi membuat sebagian orang memperoleh penghasilan tetap. Bagaimana, tertarik membeli cenderamata akar wangi? TC

Bila sudah mendapatkan kerajinan akar wangi, ada baiknya Anda melakukan perawatan terhadap benda-benda tersebut. Untuk merawat tas dari akar wangi, usahakan tidak memasukan barang yang melebihi kapasitas tas dan tidak terlalu berat. Hal ini supaya tas tidak cepat rusak. Kemudian, bersihkan dengan menggunakan kain kering agar tidak merusak tekstur benda.

Agustus 2011

43


kunjungmuseum

Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Merangkai Sejarah Menjelang Hari Merdeka Oleh: Ratih Kusumawanti/ratihkusuma.eljohn@gmail.com

tersebut sempat digunakan sebagai British Consul General saat terjadi Perang Pasifik, hingga Jepang resmi menjajah Indonesia. Ketika Indonesa berada dibawah kekuasaan negeri Matahari Terbit, bangunan dua lantai itu beralih fungsi menjadi kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda, tidak lain adalah Kepala Kantor Penghubung antara Angkatan Laut dengan Angkatan Darat. Namun, beberapa bulan setelah Indonesia memerdekakan dirinya pada

www.streetdirectory.com

Rumah ini terasa sangat istimewa, bukan karena besarnya bangunan, tetapi karena di sini pernah terjadi peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia.

U

sia rumah ini sudah menginjak 91 tahun. Meski tua, bangunan yang didirikan tahun 1920 itu tampak sangat bersih dan terawat. Mengulik sejarah keberadaan rumah beserta isinya ini, ternyata mengasyikan. Kisahnya pun terangkum dalam Kunjung Museum. Sebelum diresmikan menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi, 24 November 1992, bangunan

44

Travel Club


thearoengbinangproject.com

17 Agustus 1945, bangunan ini tetap dipakai sebagai tempat kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda hingga datang pihak sekutu di Indonesia, September 1945. Dan, setelah Jepang mengalami kekalahan rumah tersebut berubah fungsi menjadi markas tentara Inggris. Bila akhirnya 17 Agustus 1945 seringkali dirayakan setiap tahunnya sebagai Hari Kemerdekaan, tentunya ada hal yang tidak boleh terlewatkan, yakni bagaimana proses perjuangan pahlawan membawa negeri ini menuju puncaknya, merdeka dari bangsa penjajah. Untuk mengetahui bagaimana proses pencapaian kemerdekaan, ikuti perjalananan berikut ini. Mari melangkah masuk ke rumah dengan gaya arsitektur Art Deco. Di bangunan yang mempunyai luas tanah 3.914 meter persegi dan luas bangunan 1.138 meter persegi ini, pengunjung tidak hanya menemukan keasrian rumah, udara segar dan kenyamanan, tetapi juga bagian terpenting dari tempat yang pernah dikontrak untuk Kedutaan

Besar Inggris tahun 19611981. Ya, apalagi kalau bukan koleksi-koleksi sejarah menjelang detikdetik kemerdekaan. Koleksi-koleksi tersebut disimpan dalam empat ruang berbeda. Singgah di ruang pertama, yaitu Ruang Pra-Proklamasi Naskah Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Ruangan ini adalah tempat dimana Maeda menerima kehadiran Soekarno, Hatta, serta Ahmad Subardjo. Menuju ruang kedua, Ruang Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Di ruang makan dengan meja bundar inilah ketiga pria tersebut berkutat merumuskan naskah proklamasi. Digambarkan oleh manekin, Soekarno sedang menuliskan naskah pada secarik kertas, ditemani Hatta dan Ahmad Subardjo sebagai penyumbang pikiran. Beralih ke bagian berikutnya. Terdapat Ruang Pengesahan Naskah Proklamasi. Konsep naskah

yang telah ditulis tangan oleh Soekarno, kemudian dibacakan dihadapan tokohtokoh, seperti R. Otto Iskandardinata dan Ki Hajar Dewantara. Selesai dibaca perlahan dan berulangkali, naskah tersebut akhirnya disetujui. Tiba di bagian terakhir, ada Ruang Pengetikan Naskah Proklamasi. Usai mendapat persetujuan dari mereka yang menyaksikan proses perumusan naskah, maka Soekarno meminta Sayuti Melik untuk mengetik teks proklamasi di ruang bawah, dekat dapur ditemani B.M. Diah. Dalam tahap ini, Sayuti Melik mengubah beberapa kata serta ejaan yang ada di naskah tulisan tangan Soekarno. Pengujung bisa melihat gambaran kegiatan pengetikan naskah melalui manekin, lengkap dengan mesin tik dari Jerman. Keempat ruangan tersebut tidak mengalami perubahan tata letak, masih sama saat peristiwa sejarah itu berlangsung. Ditambah, foto-foto para tokoh dan gambaran peristiwa pembacaan teks proklamasi oleh Soekarno, didampingi Hatta. Menjelang perayaan Hari Kemerdekaan, jangan lupa untuk mampir ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Di setiap pijakan kaki, ruang demi ruang, terselip aura kemerdekaan luar biasa. TC

Di mana letak museum Jl. Imam Bonjol no.1 Jakarta 10310 Telp. 021-3144 743 Fax. 021-3924 259 www.museumperumusannaskahproklamasi.com Waktu Kunjung Selasa - Kamis 08.00-16.00 Jumat 08.30-11.00; 13.00-16.00 Sabtu - Minggu 08.30-17.00 Senin dan hari besar nasional libur Tiket Dewasa perorangan: Rp 750 Rombongan dewasa: Rp 250 Perorangan anak-anak: Rp 250 Rombongan anak-anak: Rp 100

Agustus 2011

45


Icip-Icip Jajanan Kota Solo Oleh : Ratih Kusumawanti/ratihkusuma.eljohn@gmail.com

Tak lengkap ke Solo tanpa menyantap Serabi Notosuman, Tengkleng, Nasi Liwet, Timlo, dan Selat Solo.

46

Travel Club

S

elalu saja ada keunikan di Kota Solo. Tidak percaya? jika Anda sedang berkunjung ke kota ini, luangkan waktu untuk menjelajah kekayaan yang ada di sini. Mulai dari menonton festival budaya, memotret karnaval batik, melihat Keraton Solo, berwisata alam, hingga satu hal tidak boleh terlewatkan mencicipi kuliner khas Surakarta. Ketenaran Solo di dunia kuliner memang tidak diragukan lagi. Beragam jenis makanan dengan rasa unik menggelitik bisa ditemui. Rasa yang menggugah selera, membuat nafsu makan bertambah. Ingin membuktikannya? Yuk, kita wisata kuliner di Kota Batik ini. Mencicipi nasi liwet di tempat asalnya sungguh terasa nikmat. Kuliner khas ini paling terkenal seantero Solo, bahkan mungkin hingga ke luar daerah. Lalu, seperti apa nasi liwet itu? Makanan ini terbuat dari beras yang dimasak dengan kaldu ayam. Percampuran tersebut untuk membuat nasi terasa gurih dan mengeluarkan aroma sedap. Nasi yang sudah tanak, kemudian diberi sayur labu siam dengan rasa sedikit pedas, ditambah

recipe4you.blogspot.com

wisatakuliner


100persenpatria.blogspot.com

Ada satu tempat makan Timlo yang kerap dikunjungi pencinta kuliner Solo, yakni Timlo Sastro. Terletak di kawasan Pasar Gedhe Timur, rumah makan itu sudah ada sejak tahun 1952. Timlo Sastro juga mempunyai cabang di Jalan Dr. Wahidin, tepatnya di ruko Tugu Lilin Penumping A5. Sementara, harganya lumayan

noeke anggarrwulan

telur pindang rebus, suwiran daging ayam, serta kumut, sejenis kuah santan yang dikentalkan. Cara penyajiannya pun tradisional, yakni menggunakan sepincuk daun pisang. Tidak terlalu susah menemukan penjual Nasi Liwet. Datanglah ke Warung

Nasi Liwet Bu Wongso Lemu Asli, Keprabon, Kulon Solo. Warung ini beroperasi mulai pukul 18.00 hingga malam. Lalu, ada juga Warung Nasi Liwet di bundaran Solo Baru, buka dari sore menjelang malam. Kenyang menikmati Nasi Liwet, saatnya mencoba Timlo. Membaca namanya mungkin sedikit aneh, tapi jangan salah, rasa dari masakan ini dua jempol alias enak dan kaya rempah. Kesegaran timlo terletak pada kuahnya yang bening. Makanan ini berisi potongan sosis ayam, telur ayam pindang, serta irisan hati dan ampela ayam. Cocok disantap bersama nasi putih hangat dengan taburan bawang goreng.

terjangkau kantong, sekitar Rp 12.000. Selanjutnya, jangan lupakan Tengkleng. Jenis kuliner satu ini, berkuah, tapi tidak memakai santan. Kelebihannya ada di tulang. Ya, tulang kambing dengan lapisan daging tipis bisa menjadi sangat nikmat dimakan bersama kuah segar dan gurih. Menariknya, pemesan bisa memilih ‘teman’ makan tengkleng, terdiri dari sate usus, sate jeroan, serta otak. Dan, bagian kambing yang tidak biasa disantap, seperti bagian mata, telinga, pipi atau kaki kambing. Ekstrim, bukan? Nah, bila penasaran ingin mencicipi masakan tersebut, silakan mampir ke Warung Tengkleng Yu Tentrem, di Jalan Letjen. Sutoyo, Bibis atau boleh

ke Warung Ibu Ediyem, sebelah gapura Pasar Klewer. Selesai berkuliner ekstrim dengan tengkleng Solo, mari mencoba selat Solo atau banyak juga orang mengenalnya dengan bistik Jawa. Makanan ini juga diketahui sebagai menu favorit raja-raja Solo yang kemudian hari diadaptasi sesuai selera lidah rakyatnya. Satu piring selat berisi beberapa irisan tebal daging sapi, telur ayam rebus. Lalu, untuk salad, terdiri dari tumisan buncis dan wortel, acar ketimun, potongan tomat, daun salada, kentang goreng, serta mustard. Banyaknya campuran bahan-bahan tersebut menciptakan ragam rasa, gurih, manis dan asam. Sebagai kuliner khas, tentu saja Selat Solo bisa ditemukan di jalan-jalan seputar kota, baik didalam tenda pinggir jalan, maupun restoran. Salah satu warung tenda yang menyajikan selat ada di Warung Selat Solo Tenda Biru, Jl. KH. Samanhudi 9 Solo Kota, Laweyan. Nah, untuk restoran, disarankan berkunjung ke Sup Matahari Sriwedari, Selat Bu Lies, Vien’s, Gentho Roso, Nikmat Rasa dan

Agustus 2011

47


Tiande. Selain Selat Solo, makanan tradisional berikutnya adalah Cabuk Rambak. Wah, sepertinya Anda menemukan nama aneh lagi di kuliner khas Solo. Tapi, nama aneh tersebut rupanya tidak seaneh rasa yang ditawarkan, karena jenis makanan ini adalah ketupat gendar janur dengan bumbu. Ketupat adalah beras yang dimasak kedalam anyaman janur atau daun kelapa yang masih muda. Kalau dilihat sekilas, makanan ini memang biasa saja, namun ada ciri khas dari ketupat ini, yakni pada bumbunya. Bumbu Cabuk Rambak terdiri dari wijen, digoreng bersama santan kelapa, cabai, bawang putih, kemiri dan gula merah. Dan, sebagai tambahan, makanan tersebut akan terasa lebih nikmat jika ada Karak, kerupuk terbuat dari beras. Kuliner sedap itu bisa dinikmati bila Anda berkunjung ke Pasar Windujenar atau Ngarsopuro Night Market pada Sabtu malam. Kini, waktunya untuk mencoba makanan ringan asli dari Kota Solo. Serabi Notosuman merupakan kuliner ringan paling eksis di daerah ini. Ketenarannya pun membuat banyak wisatawan memilih serabi ini sebagai buah tangan. Serabi Notosuman sudah lama dikenal sejak puluhan tahun silam. Meski lama berdiri, generasi penerusnya tetap menjaga rasa dan kualitas sebagai kuliner khas paling dicari. Mengapa begitu? Pasalnya, serabi ini terus

48

Travel Club

wikipedia.org

wisatakuliner

“Ketenaran Solo di dunia kuliner memang tidak diragukan lagi. Beragam jenis makanan dengan rasa unik menggelitik bisa ditemui. Rasa yang menggugah selera, membuat nafsu makan bertambah�.

Notosuman. Untuk menghindari antrean panjang, Anda bisa datang lebih pagi. Toko makanan ini buka mulai pukul 06.00 hingga pukul 18.00. Masih banyak lagi tempat-tempat kuliner khas Solo, Anda pun bisa mencari tahu lebih jauh lagi, karena surga kuliner itu benar-benar tersimpan di sini. Selamat menikmati. TC

Di mana letak museum mengedepankan rasa gurih dari santan kelapa asli dan tekstur lebih lembut. Terbuat dari dari bahanbahan racikan tradisional, diantaranya, tepung beras, santan, vanilla, daun pandan, serta garam. Meski cara masaknya sama seperti serabi pada umumnya, tapi sedikit membedakan di sekeliling ujung serabi ditekuk. Selain rasa kelapa, pembeli juga bisa membeli serabi rasa coklat. Mau membelinya sebagai oleh-oleh? silakan mampir ke Jalan Muh. Yamin 28,

Ada makanan, pastinya ada minuman. Mau tahu seperti apa minuman khas Solo, ayo mampir ke warung-warung ini: Warung Es Pak Sumardi Solo Menu andalan: es beras kencur Alamat: Jl. Tamtaman II No.99, Baluwarti. Telp: 0271.652811 Buka: pukul 08.00-20.00 WIB Tentrem Ice Cream Palace Menu andalan: es krim Alamat: Jl. Urip Sumohardjo No.93/97 Mesen. Telp.: 0271635597 Buka: pukul 10.00-21.00 WIB Es Gempol Pleret Di pelataran gerbang dalam Keraton Kasunanan Surakarta. Ada penjual Es Gempol Pleret yang menggunakan gerobak.


Agustus 2011

49


tokoh

Sulistyo Wimbo S. Hardjito, IR. MBA Direktur Komersial PT. Kereta Api Indonesia (KAI)

Pariwisata Potensi Bisnis Jangka Panjang

50

Travel Club


T

okoh kali ini pernah menjabat posisi strategis dan teratas pada beberapa perusahaan multinasional. Setelah resmi pensiun dari jabatan Senior Vice President di PT Indosat Tbk. 2005, Wimbo, sapaan akrabnya, sempat menikmati masa indahnya pensiun sambil mengelola sendiri usaha restoran khas Jawa Tengah, Mbah Jingkrak. Motivasinya sederhana, datang dari anaknya di Semarang yang sangat gemar menyantap makanan di Restoran Mbah Jingkrak. Empat tahun berselang, mendapat tawaran posisi direktur komersial PT. Kereta Api Indonesia (KAI Persero). Baginya ini tawaran sebuah pengabdian dalam melayani bidang transportasi kepada masyarakat, 2009 ia resmi menjabat. Alhasil, PT. KAI Persero tercatat mendapat laba bersih meski belum sesuai dengan harapan. Pria baya yang gemar mengoleksi pernak-pernik kamar mandi hotel ini ternyata mempunyai segudang pengalaman bertraveling yang unik di luar negri. Bahkan sempat tinggal di Jerman beberapa tahun. Dan pengalamannya mengetahui bagaimana canggihnya industri kereta api di berbagai negara maju ia gunakan di tempatnya bekerja sekarang. Berbagai inovasi dan terobosan baru diterapkan oleh Bapak dua anak ini untuk terus memajukan perusahaan negera bidang transportasi kereta. Lalu bagaimanakah kaitan antara kereta dengan pariwisata? Berikut wawancara Murdiyatno dan fotografer Noeke Anggarwulan dari Travel Club dengan alumnus Institut Teknologi Bandung ini.

Heritage terbilang masih baru, bukan menjadi prioritas utama, jadi masih sibuk menangani koor bisnisnya itu sendiri. Wisata untuk bisnis masih belum, mungkin menjadi target jangka panjang. Kita memang sudah membentuk anak perusahaan bidang pariwisata, itu dipegang Pak Budi Zen. Dan untuk Divisi Konservasi dan Heritage bisa dengan Ibu Ella Ubaidi.

Divisi Konservasi dan Heritage PT. KA tersebut? Kebanyakan properti yang kita punya, warisan zaman Belanda. Jadi heritage ini lebih kepada pelestarian bangunan kuno dilingkungan PT. KA, dan bagaimana memanfaatkannya sehingga bisa berfungsi kembali. Misalnya untuk Museum KA di Ambarawa, dan lokasi-lokasi heritage yang lain seperti Kedungjati, Lawang Sewu yang letaknya di Semarang juga. Lawang Sewu mungkin sudah banyak yang tahu. Kedungjati juga masih asli, ada tulisannya Gedung Jati. Itu sudah tua sekali, usianya sekitar 130 tahunan. Di wilayah Sumatera, tepatnya di Medan ada Binjai, dan masih banyak gedung-gedun tua KA kita yang sangat bersejarah. Itu semua perlu perawatan yang ekstra, karena katanya untuk mengurus gedung tua tidak sembarangan. Maka dibentuklah Divisi Konservasi dan Heritage PT. KA

Alasan membentuk anak perusahaan baru untuk merambah sektor pariwisata? Tujuannya, kami ingin membidik target para eksekutif. Tentu dengan berbagai fasilitas yang nyaman, aman, indah, bahkan terbilang mewah. Itu semua kan pariwisata. Maka kami buat Kereta Api Wisata. Selama ini imej kereta api hanya sebagai angkutan masal untuk rakyat menengah ke bawah, karena harganya murah dan sudah tidak Kabarnya PT. KAI sudah merambah rasional, bayangkan Jakarta-Bogor, masa kepada bisnis wisata, khususnya hanya Rp 2.000, itu pun masih banyak Ada rencana untuk membersihkan sejarah atau heritage? yang tidak beli karcis. Nah dengan KA kembali jalur yang tidak terpakai, Sebenarnya masih banyak Wisata, diharapkan para eksekutif sekali- untuk obyek wisata? penekanan pada sisi transportasi, dan kali beralih transportasi dari pesawat Berkenaan dengan heritage, ada yang sedang kami kembangkan dan terbang ke kereta api. yang akan dioperasikan lagi dan ada akan menambah frekuensinya khusus yang tidak. Misalnya Tanjung Priok, untuk angkutan barang. Mengenai Divisi Mohon penjelasan mengenai sekarang dioperasionalkan kembali

Agustus 2011

51


tokoh untuk jalur umum, tapi seperti Lawang Sewu tidak akan dioperasikan sebagai jalur kereta, namun akan menjadi sebuah Museum. Tanggal 5 Juli 2011 kemarin diresmikan pemugarannya oleh Ibu Ani Yudhoyono, sekaligus sebagai tempat pameran cenderamata. Dengan berbagai kerjasama rencananya akan dijadikan pusat industri kreatif Kota Semarang. Kemudian Ambarawa setengah operasional, Selain menjadi museum, kalau ada pesanan saja beroperasi sebagai kereta wisata. Di Sawahlunto juga ada, Mak Itam namanya. Itu hanya untuk pesanan juga. Dan satu lagi di Solo.

Nama Tempat Tanggal Lahir Jabatan Nama Istri Anak Hobi Usaha Rumah Karier

: Sulistyo Wimbo S. Hardjito, IR. MBA : Blitar, 1 Desember 1955 : Direktur Komersial PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sejak 2009 : Pujiati : Rodra Ciptaning Cipunegoro (Fikom – UNDIP) Bhre Sandya Kalandra (Bisnis – ITB) : Traveling : Warung Makan Mbah Jingkrak Setia Budi, Jakarta : Jl. Setiabudi Tengah 11, Jakarta 12910 : Direktur – Corp. Service Indosat 2005 – 2007 Direktur Utama – GLP 1999 Direktur Marketing – Satelindo 2002 – 2003 Direktur Utama – MGTI Jateng 1995 - 1997

saja dicat dengan motif batik. Sebagai perusahaan negara tentu kami juga mendukung setiap karya seni dan budaya yang ada. Selain itu, tentu tampilannya akan tampak lebih menarik. Kebetulan saja, saat ini batik, ke depan akan ada kereta pustaka, perpustakaan

nilainya jadi lebih ringan. Karena menghitungnya sama, satu gerbong KA Wisata sama juga dengan harga jual satu gerbong biasa. Misalnya Rp 320.000 rupiah kali 50 orang, sama dengan Rp 15 juta. Tapi yang dijual harga per gerbong, meski hanya diisi 10 atau 15 orang, harganya tetap Rp 15 juta. Mungkin untuk jarak pendek memang jatuhnya agak mahal seperti Jakarta-Bandung, Jakarta-Cirebon, tapi untuk jarak jauh sama saja dengan KA reguler.

Tujuanya KA wisata kemana sajakah? Kemana saja bisa, tergantung pesanan. Tinggal ditempelkan saja dengan kereta tujuan yang sesuai. Sering sampai Surabaya. Dibandingkan dengan naik pesawat terbang, maka pemandangan akan lebih banyak dinikmati dengan menggunakan kereta api.

Bagaimana untuk kereta wisata yang carteran? Sebenarnya ini sebuah gerbong yang bisa dipakai kemana saja sesuai pesanan. Misalnya mau ke Surabaya, bisa. Penumpang dapat menyewa gerbong ini dengan biaya yang sudah ditentukan. Baru ada tiga buah yang kita punya dengan nama Nusantara, Toraja, dan Bali. Belum lama ini, PT KAI meluncurkan kereta batik? Kalau itu kereta umum, hanya

52

Travel Club

dalam satu gerbong, salah satu programnya Bu Ella. Jadi penumpang bisa membaca dalam perjalanan. Gerbong pustaka ini bisa kami tempel ke tujuan mana saja, dan sebagai kejutan bagi penumpang yang mendapati gerbong ini.

Tinggikah peminat untuk KA Wisata? Load kereta wisata carter memang cukup tinggi, harga terbilang standar. Sekian juta jika di bagi berapa puluh orang kan

Apakah ada penambahan KA tiap tahunnya? Selalu tambah. Tahun ini 115 gerbong, dan tahun depan tambah lagi 130 gerbong. Tapi kalau dioperasikan semua listriknya belum cukup. Andaikata listriknya tersedia, maka perlu trafo atau gardu. Andaikata lagi gardu bisa terpenuhi juga, apakah pengendara lain siap mental, sekarang saja 10 – 15 menit sekali buka tutup palang pintu KA. Kalau 5 menit sekali apakah mereka siap? Kami sudah tambah gerbong kereta setiap tahun sekitar seratusan. Hanya saja tidak terasa. Bisa dikatakan masalah PT. KA ini pelik ? Sangat pelik. PT KA itu rugi terus. Tapi kita coba bangun bersama, Alhamdulillah dua tahun terakhir sudah mulai untung, sehingga kami di KA tetap bertahan. Dan kami selalu mencoba inovasi-inovasi baru, salah satunya adalah pariwisata itu. Dan yang lebih fokus lagi adalah angkutan barang. TC


S

ejarah perkeratapian Indonesia memiliki cerita panjang untuk ditelusuri. Sepanjang 9.000 kilometer jalur kereta api yang dibangun Pemerintah Hindia Belanda dari Sabang hingga Banyuwangi, Madura, dan Sulawesi menorehkan catatan penting pada setiap jengkal relnya. Namun, sayang catatan berharga itu seolah tergerus roda-roda kereta yang kian menghapus ingatan masa lalu. Setiap masa meninggalkan catatan yang berbeda. Zaman Hindia Belanda, jalur kereta yang pertama kali dibangun 1864 merupakan jalur yang digunakan mengangkut komoditas pertanian, terdistribusi di Jawa Tengah. Seiring perkembangan zaman dan diminati sebagai angkutan penumpang, kereta menjadi sebuah bisnis yang menggiurkan. Sehingga menurut catatan PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), masa itu sekitar 26 perusahaan swasta memegang peranan dalam perkembangan industri perkeretapian. Mereka meninggalkan warisan

berharga yang sepatutnya dilestarikan. Dan PT. KAI (Persero) menyadari bahwa apa yang dioperasikan hari ini, sebetulnya adalah sebuah warisan. Maka sejak 1 April 2009 tebentuklah unit

PT KAI (Persero) Ciptakan Produk

Wisata Sejarah, Alam, dan Budaya Berbasis Rel Kereta Api organisasi “Pusat Pelestarian Benda dan Bangunan” dengan tujuan menyelamatkan serta melestarikan berbagai aset peninggalan perkeretapian dengan kaidah konservasi yang baik dan tepat, serta mengupayakan aset aset tersebut agar bermanfaat secara optimal. Baik untuk kepentingan sosial dan pendidikan, maupun dalam memenuhi kebutuhan komersial perusahaan. Dalam memenuhi kebutuhan komersial PT. KAI (persero), maka terciptalah sebuah produk unggulan “Wisata Sejarah, Alam, dan Budaya Berbasis Rel Kereta” yang sekaligus mengembalikan ingatan kita akan pentingnya peninggalan masa lalu. Karena potensi wisata yang menarik, unik serta mendidik, Ibu Triesna Wacik (Istri Jero Wacik, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata) pun bersedia menjadi duta wisata berbasis rel ini. “Sesuai dengan misi pelestarian, produk yang kami ciptakan merupakan relrel mati yang tidak pernah dipakai lagi untuk kegiatan perkeretaapian angkutan penumpang, tapi memiliki pemandangan indah dan sejarah mendalam. Jadi, wisatawan kembali ke masa lalu dengan kereta,” Jelas Ella Ubaidi, Kepala Unit Pelestarian dan Konservasi PT.

KA Indonesia (Persero). Pariwisata ini lebih difokuskan pada penyampaian pesan-pesan moral bahwa hilangnya suatu sistem pada suatu kawasan maka akan berpengaruh pada nilai sosial dan budaya masyarakat. Tersedia beberapa paket wisata yang telah dikemas oleh PT. KAI (Persero), diantaranya ada di Jawa Tengah, jalur Ambarawa – Bedono (9km) dan Amabarawa – Tuntang (10km) melintasi Rawa Pening yang indah, serta Purwosari – Solo Kota (6km). Wilayah Sumatera Barat, jalur Sawahlunto – Muara Kalaban (9km) melewati terowongan yang disebut Lubang Kalam. Untuk Jawa Barat, jalur Bogor – Sukabumi, dan Sukabumi – Lampegan, sesampainya di Lampegan wisatawan bisa mengunjungi Situs Megalitikum Gunung Padang atau menikmati indahnya perkebunan teh. Wilayah Jawa Timur juga telah tersedia jalur Jember – Kalibaru menggunakan lori yang akan melewati jembatan dan terowongan. Semua paket wisata sejarah, alam, dan budaya berbasis rel ini akan memberikan pengalaman berbeda dan pelajaran berharga yang tentu tidak Anda dapatkan dari bangku sekolah.

Agustus 2011

53


peristiwa

Memahami Jejak Sejarah Morotai

54

Travel Club

Indonesia memiliki banyak tempat yang indah dan kaya akan sejarah, seni, dan budaya. “Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi publikasi dan membuat banyak orang luar maupun Indonesia yang berkunjung ke Maluku Utara, terutama saat Sail Morotai berlangsung tahun depan,” katanya. Hari pertama para peserta menikmati pawai dan pertunjukkan Festival Seni Budaya Maluku Utara. Hari kedua, peserta melakukan perjalanan menuju Sofifi dan Tobelo. Dalam perjalanan para peserta diajak melihat bangkai Kapal Tosimaru, kapal milik Jepang yang karam karena dibom oleh pihak sekutu. Dari kapal Tosimaru, Bandara Kao milik Jepang menjadi tempat kunjungan. Di bandara ini terdapat pula bunker yang digunakan tentara Jepang untuk

peninggalan Perang Dunia II. Hari keempat, Benteng Otanje dan Benteng Santa Lucia di Ternate menjadi penutup kunjungan. Keindahan alam Maluku Utara yang sangat memukau menjadi saksi bisu banyak kejadian yang saat ini telah menjadi sejarah. TC NK

noeke anggarwulan

P

ernah singgah ke Maluku Utara? Mungkin sebagian orang belum mengenalnya sebagai provinsi yang memiliki pulau-pulau indah didalamnya. Tidak hanya menyimpan keindahan alam menggoda, tetapi di kepuluan ini terdapat sejarah yang belum banyak diungkap ke permukaan. Direktorat Jenderal Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata 16 – 20 Juli 2011 mengadakan kegiatan Familiarization Trip Peserta Dalam Negeri Morotai yang bertujuan untuk melihat rangkaian acara dan persiapan menuju Sail Morotai 2012 termasuk memperkenalkan obyek-obyek bersejarah tersebut. Seperti yang diungkapkan Kepala Seksi Pengembangan Pasar, Atju Saleh Hidayat,

dokumen

bersembunyi dari serangan sekutu. Tak jauh dari bandara terdapat empat buah meriam penembak pesawat. Perjalanan berlanjut ke Morotai pada hari ketiga. Dalam perjalanan menggunakan speed boat, peserta diajak mampir melihat monumen Jenderal Mc Arthur di Pulau Zum-Zum, kemudian ke Pulau Dodola. Setelah sampai di Morotai, dilanjutkan ke tempat pemandian Jenderal Mc Arthur dan Museum Mini yang menyimpan koleksi

Festival Seni Budaya Maluku Utara Dinas Kebudayaan Provinsi Maluku Utara mengadakan Festival Seni Budaya Maluku Utara pada 16 – 17 Juli lalu. Acara ini merupakan rangkaian Sail Morotai 2012 dan mempromosikan pariwisata daerah di Maluku Utara. Festival yang dipusatkan di halaman bekas Kantor Gubernur Maluku Utara tersebut dibuka oleh Asisten Dua Sekretariat Provinsi Maluku Utara, Amran Mustari yang mewakili Gubernur Maluku Utara Thaib Armaiyn. Festival ini bertajuk Tingkatkan Kreativitas dan Penghargaan Terhadap Nilai-Nilai Luhur Budaya Maluku Utara.


Agustus 2011

55


peristiwa

Lewat Line Dance Promosikan Indonesia dan Ciptakan Produk Budaya

L

(d`ULD) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta (7/7) lalu. Di samping dasarnya telah ada, Line Dance juga memiliki multi manfaat, diantaranya laik bagi kesehatan jiwa dan raga, melatih daya ingat, serta sebagai promo kebudayaan Indonesia di dunia Internasional. Pasalnya sebanyak 100 koreo yang dikolaborasikan dengan seni

ine dance sebagai tarian yang melibatkan banyak orang dan ditata dengan formasi berderet atau melingkar, dasarnya telah dikenal dalam seni tradisi Indonesia, yaitu Poco-Poco dan Sajojo. Demikian penuturan Triesna Wacik selaku pelindung The Universal Line Dance

dan budaya Indonesia asli telah tercipta dan siap dilombakan diajang kompetisi Internasional. “Kami banyak mengkolaborasikan gerakangerakan tari yang diiringi musik-musik daerah seperti lagu Es Lilin dan Bubuy Bulan dari Jawa Barat, Lenggang Jakarta, Pucuk Pisang dari Manado. Dan

Launching Food Opera dan Padepokan Madani

T

ak ada habisnya menyingkap geliat sektor pariwisata Kota Bandung. Ibukota Jawa Barat ini diakhir pekan selalu menjadi lautan wisatawan yang berasal dari berbagai daerah. Mereka tumpah ruah di hampir setiap pelosok Kota Kembang ini. Wisata belanja dan kuliner menjadi salah satu daya tarik Bandung.

56

Travel Club

Hampir setiap hari, ada saja muncul tempat baru untuk wisata kuliner di kota berjuluk Paris Van Java ini. Belum lama ini Majalah Travel Club bersama beberapa media berkesempatan menghadiri peluncuran resto The Food Opera yang belokasi di Jalan Djuanda No. 72 Dago, Bandung. The Food Opera mengusung

setiap lagu mempunyai koreo yang berbeda” kata Triesna Wacik, yang juga sebagai Ketua Indonesia Kreatif. Sebagai organisasi yang telah berdiri sejak 11 Juli 2008 dan memiliki 13 cabang ini, dÚLD juga berencana mengadakan Regional Line Dance dan Kompetisi Line Dance Nasional untuk memperebutkan Piala Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Segenap pengurus d’ULD terus berjuang untuk mempopulerkan Line Dance sebagai produk budaya baru, serta berharap dapat menjadi kegemaran yang positif bagi masyarakat Indonesia. TC MD

entertaining restaurant. Pengunjung tidak hanya bisa merasakan nikmatnya cita rasa, disuguhi pula hiburan atraksi juggling para bartender andal dan atraksi memasak chef berpengalaman yang langsung memasak menu dihadapan pemesannya. “Kami berikan sajian berbeda dengan flambe cooking yang pernah populer di era 1990-an,” ujar Reza Mahdi, General Manager The Food Opera. Di kesempatan ini, Travel Club mengunjungi pula Padepokan Madani sebuah destinasi MICE baru di kawasan Lembang yang menyuguhkan panorama pegunungan yang indah dengan udara yang sejuk. TC EG


Kembangkan Wisata Ziarah Kemenbudpar dan PBNU Tandatangani Kerjasama

murdiyatno

Z

iarah dan wisata memang bukanlah hal baru dalam kegiatan perjalanan. Namun, kadang tempat ziarah kurang mendapat pengelolaan yang baik dalam menyambut wisatawan yang berkunjung. Bermacam keluhan, seperti kurang layak sebagai destinasi, dan minim fasilitas kerap terdengar. Untuk itu Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) bersama Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) melakukan perjanjian kerjasama mengenai pengembangan dan pelestarian wisata ziarah. Penandatanganan kerjasama dilakukan langsung Menbupar IR. Jero Wacik, SE dan Ketua umum PBNU. Prof. DR. KH. Said Aqil Siradj, MA di Gedung Sapta Pesona, Jakarta (30/6). PBNU digandeng karena dianggap memiliki kepedulian untuk perlindungan, pengembangan, dan pelestarian lokasi wisata ziarah. Butir-butir kerjasama yang akan dilakukan meliputi; pelatihan wisata ziarah dalam rangka meningkatkan pemahaman, pengetahuan, dan ketrampilan pengelolaan wisata ziarah di masyarakat Nahdatul

Ulama (NU) dimana tempat wisata ziarah itu berada. Menginventarisir dan menyebarluaskan informasi tentang keunikan, keragaman, keindahan, dan sejarah tempat wisata ziarah kepada jajaran Kemenbudpar serta PBNU se-Indonesia melalui film dokumenter dan buku wisata ziarah Nusantara. Juga, sosialisasi sadar wisata dikalangan umat Islam, khususnya warga NU, dan kerjasama kegiatan wisata ziarah untuk wisatawan mancanegara (wisman) dan Nusantara (wisnus). “Potensi wisata ziarah sangat besar. Maka perlu

dikelola secara optimal dengan melibatkan masyarakat setempat dan meningkatkan kesejahteraan mereka,� kata Menbudpar Jero Wacik, seusai menandatangani perjanjian kerja sama tersebut. Sementara itu, ketua PBNU KH. Said Aqil Siradj mengungkapkan, masih banyak cerita sejarah Islam yang belum banyak diketahui umat Islam. Untuk mengetahui itu, maka perlu adanya kunjungan atau melakukan perjalanan ke tempat-tempat wisata ziarah. “Islam mendorong umatnya untuk melakukan perjalanan dan pelancongan seperti ini,� katanya. TC MD

Agustus 2011

57


murdiyatno

perjalanan

J aya p u r a Tiga Puluh Enam Jam Oleh : Murdiyatno/murdy.eljohn@gmail.com

Pantai dan sejarah yang begitu kaya menjadi kekuatan pariwisata Jayapura.

58

Travel Club

P

erjalanan dari Jakarta ke jantung Kota Papua di Jayapura, memakan waktu sekitar tujuh jam dengan pesawat terbang. Melelahkan memang, tapi itu sepadan dengan apa yang diberikan Kabupaten Jayapura untuk penyuka kegiatan melancong. Sebelum mendarat di Bandar Udara Sentani, saya terkejut sekaligus kagum dengan pemandangan di luar jendela

pesawat. Terlihat bukit-bukit yang diselimuti rerumputan hijau mengapung di atas hamparan air yang luas, itulah rupanya Danau Sentani yang kondang. Beberapa saat kemudian, terdengar pengumuman dari awak kabin bahwa sebentar lagi pesawat akan segera mendarat, membuyarkan imajinasi saat mengagumi keindahan Danau Sentani. Kemudian, rasa tak sabar menghantui untuk segera menginjakkan kaki dan menjelajahi Sentani yang


Asep

Sejarah Hollandia Lokasi bersejarah yang ditandai oleh tugu peringatan terletak di puncak Gunung Ifar,

Sentani, merupakan bekas markas pasukan Sekutu Amerika yang pada waktu itu dibawah Komando jenderal Douglas Mc Arthur. Sang legendaris yang memenangi perang besar melawan Jepang pada Perang Dunia (PD) II. Di sini, pembuktian bahwa tentara sekutu

Murdiyatno

katanya penuh cerita misteri. Angka 11.30 menunjukkan Waktu Indonesia Timur (WIT), pikiran ini tiba-tiba berubah setelah kaki menginjak bumi. Informasi terbaru saya dapatkan dari obrolan seorang teman yang juga baru saja saya kenal, menjelaskan keberadaan Tugu Mc Arthur hanya berjarak, setara 15 menit perjalanan dari Bandara. Mungkin akan lebih baik jika perjalanan menjelajah Jayapura dengan waktu yang singkat ini diawali dari sejarahnya. Sebagai seorang pejalan, tentunya improvisasi dalam menyusun rencana perjalanan dadakan sangat diperlukan ketika berada di medan perjalanan sesungguhnya.

telah mendarat di New Guinea, menguasai Hollandia (nama Jayapura, masa itu). Dan, monumen tersebut dibangun untuk memperingati keberhasilan Jenderal Mc Arthur dengan sumpahnya yang terkenal “Saya akan kembali�. Dan sumpah itu diukir apik pada kaki monumen. Di sebelah kanan monumen, terdapat sebuah bangunan berisi foto-foto dan cerita sepak terjang Mc Arthur serta pasukannya dalam PD II, Wilayah ini sekarang masuk dalam anggaran pemerintah, dikelola, dirawat, dijaga kelestariannya oleh pemerintah. Untuk masuk ke kawasan ini kita harus melewati gerbang dengan penjagaan tentara super ketat, maklum area ini sekarang menjadi markas Rindam Jaya sebagai tempat berlatih militer. Pantaslah tidak ada harga tanda masuk obyek wisata. Hanya saja perlu ada ijin khusus yang bisa langsung dilakukan setelah melewati penjagaan dan pemeriksaan. Untuk mencapai tugu peringatan di Puncak Ifar, kondisi jalan terbilang curam dan menanjak dengan kemiringan sekitar 30 – 45 derajat. Maka dibutuhkan kendaraan yang laik jalan dan berkekuatan prima. Begitu menakjubkan pemandangan indahnya Danau Sentani dan seluruh daratan di bawah Gunung Ifar. Ini menandakan Mc Arthur bukan tanpa alasan memilih tempat ini sebagai markas. Siapapun yang akan datang mendarat dengan pesawat atau merapat dengan armada lautnya akan terlihat lebih dulu dari sini.

Agustus 2011

59


Menengok lebih jauh ke belakang tentang sejarah penamaan Hollandia oleh orang Belanda. Berawal dari Besleit (Surat Keputusan) Gubernemen Hindia Belanda Nomor 4 tanggal 28 Agustus 1909 kepada Asisten Residen di Manokwari, diperbantukan satu detasemen (4 perwira + 80 tentara), tertera dalam bahasa Belanda yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia. Satu bulan berselang surat keputusan baru terlaksana, 28 September 1909 kapal “EDI” mendaratkan satu detasemen tentara dibawah komando Kapten Infanteri F.J.P Sachse. Kamp pertama yang awalnya terdiri dari tenda-tenda, segera diusahakan menjadi perumahan dari bahan sekitar. Penghuni pertama terdiri dari empat perwira, 80 anggota tentara, 60 pemikul, beberapa pembantu dan para istri angkatan bersenjata ini, total berjumlah 290 orang. Ada dua sungai, Numbai dan Anafri yang menyatu dan bermuara di Teluk Numbai, sekarang bernama Teluk Yos Sudarso.

60

Travel Club

1910, keempat brigade berkumpul dalam sikap upacara di sekeliling tiap bendera dengan pakaian yang rapih dan bersih serta kancing yang berkilat. Kapten berpidato, bermula dalam Bahasa Belanda, kemudian menggunakan bahasa Melayu dengan penuh semangat. Lalu memberi Komando: “Dengan nama Ratu, naikkan bendera! Semoga dengan perlindungan Tuhan tidak akan diturunkan sepanjang masa,” kata Theo Rumaropen, menirukan ucapan Kapten Sachse, seorang survey bahasa yang menceritakan sejarah Jayapura laiknya seniman monolog dalam kendaraan yang membawa kami dari Sentani menuju pusat Kota Jayapura.

wisatanesia.com

Asep

perjalanan

Kedua sungai ini mengalir satu ngarai yang berawa penuh dengan pohon sagu dan bermata air di pegunungan Cyclop. Karena Patroli perbatasan Jerman memberi nama ‘Germanihoek’ (pojok Germania/Jerman) kepada kompamennya, maka Kapten Sachse memberi nama “Hollandia” untuk tempat mereka, Belanda. Hari jadi Hollandia digambarkan dengan cuaca buruk tetapi suasana diantara penghuni eksplorasi detasemen sangat baik. Hari itu, 7 Maret

Segera setelah bendera berkibar semua sangkur atau pedang prajurit disentakkan dari sarungnya dan terdengar teriakan “Hura-hurahura”. Lahirlah Hollandia tanpa rumah bersalin, dokter, dan bidan ataupun suster pada pagi mendung itu. Dengan demikian, hari jadi Kota Jayapura diperingati sejak 7 Maret 1910. Hollandia merujuk pada kata Hol berarti lengkung, teluk, dan land adalah tanah atau tempat. Jadi Hollandia artinya tanah yang melengkung atau tanah/tempat yang berteluk. Secara geografis, Kota Jayapura hampir sama dengan garis pantai utara negeri Belanda. Kondisi alam yang berlekuk inilah yang mengilhami Kapten Sachse untuk mencetuskan nama Hollandia - Kotabaru - Sukarnopura Jayapura, dan yang sekarang dipakai adalah


Dari Pantai ke Pantai Dok Dua merupakan tepi pantai yang tenang, saya mendapat kamar dengan view yang tepat pula, bahkan jika mau, saya bisa memancing dari sini hanya dengan membuka Upacara adat Bali jendela. Namun sayang bingkai jendela kaca dimatikan oleh dua

antara Shanghai dan Hongkong, tapi saya rasa teluk ini lebih indah karena berlatar bukit hijau bertuliskan “Jayapura City” di ujung puncaknya. Lebih dari 30 menit saya terlena dengan situasi ini, pukul 16.10 WIT memberi isyarat tidak lama lagi matahari akan pulang, saya harus bergegas dengan waktu terang yang tersisa untuk menjelajah kota pantai ini. Berjalan kaki adalah cara terbaik untuk mengetahui setiap

baut di bagian atas dan bawah. Mungkin mempertimbangkan keamanan dan kebersihan penghuni kamar. Tak apalah, toh saya masih bisa melepaskan pandangan ke arah Teluk Yos yudarso yang damai, di sana ada dua pulau yang ditinggali oleh orang Kayu Pulo dan satu lagi didiami oleh orang Buton. Secara tiba-tiba terdengar suara klakson kapal yang panjang membelah hening, melintas kapal di luar jendela, karena di seberang hotel ini adalah pelabuhan. Sepintas tidak ada beda

jengkal sudut kota, dan bagi pejalan jurus tersesat terbukti ampuh untuk menemukan halhal baru. Sampailah saya di Pantai Base G. Nama ini diberikan

Murdiyatno

Murdiyatno

“Jayapura”. Cerita Theo berakhir di Lobby Swiss-belhotel yang terletak di Dok Dua kota Jayapura, pukul 15.25 WIT.

Jenderal Douglas Mc Arthur sebagai salah satu pangkalan utama kekuatan sekutu di kawasan ini. “Mc Arthur membagi Kota Jayapura dalam menempatkan pasukannya dengan nama base A, base B, sampai base G yang merupakan wilayah pantai paling ujung utara,” kata Theo Rumaropen. Pantai ini berpasir putih, berpadu dengan air laut yang masih jernih biru kehijauan. Di sini bebas bermain air, berenang, atau hanya sekedar duduk tenang, sambil menikmati terpaan angin laut dan pemandangan indah disirami cahaya keemasan matahari yang berjalan perlahan namun kian tenggelam. Sore telah berganti malam, lampu-lampu kota telah dinyalakan. Makam malam serasa benar-benar di Hong Kong. Jayapura ternyata penuh dengan pendatang. Pusat hiburan dan restoran berjejalan memenuhi garis pantai, semua tampak ingin menyajikan pemandangan teluk kepada pengunjung. Malam masih panjang, saya putuskan melanjutkan perjalanan dengan berkendara ke lima pantai tersisa dipesisir utara Jayapura. Semua namanya berawalan kata “pasir”, dimulai dari Pasir Dua sampai Enam. Pasir Enam terdapat air terjun yang langsung jatuh ke pantai. Namun, sayang karena gelap, tidak ada gambar yang terekam. Lelah sudah, saatnya istirahat memulihkan tenaga untuk esok. Hari berganti, pukul 07.00 WIT perjalanan dimulai menuju

Agustus 2011

61


ardi-lamadi.blogspot.com

perjalanan

Pantai Hamadi yang juga saksi bisu perjalanan Mc Arthur. Di sini lebih banyak lagi bukti sejarah PD II. Bangkai-bangkai tank dan kapal pendarat masih ada, menjadi tempat bermain atau tempat duduk-duduk warga sekitar. Pada site pendaratan sekutu besar-besaran, terlihat orang berjalan diatas air. Sempat terkejut tak percaya, apakah ini kesalahan optikal mata yang kurang tidur semalam. Ternyata tidak, ditengah-tengah pantai ada landasan yang dulu berfungsi menurunkan personil dari kapal perang, sehingga orang terlihat berjalan di atas air. Aku Tertipu..! Perjalanan berlanjut menuju ke timur dengan target Pantai Holtekamp. Lumayan agak jauh, berjarak kurang lebih 50 kilometer dari pusat kota Jayapura. Terletak di Distrik Muara Tami Kota Jayapura. Pantai ini merupakan salah satu sisi Teluk Yotefa yang menjadi trademark Kota Jayapura. Pantainya cukup bersih,

62

Travel Club

berpasir putih dan landai, jika ombak tidak sedang besar, pengunjung dapat mandi sambil bermain pasir. Banyak pohon nyiur serta melambai membuat cukup teduh. Tersedia pondok-pondok bergaya Papua yang bisa dipakai beristirahat (honai). Tempat yang indah dan tenang, ombak yang bagus, tidak banyak retribusi atau tagihan dari masyarakat pemilik hak ulayat. Hanya membayar uang masuk kendaraan roda empat Rp 20 ribu, dan roda dua Rp 10 ribu, lalu sewa honai Rp 50 ribu. Beralih ke sisi barat Kabupaten Jayapura, pantai-pantainya tidak kalah memikat dengan pasir yang megundang untuk dipijak. Hanya satu setengah jam perjalanan darat dari Jayapura ke Depapre

Makan Malam di Bagus Pandang

M

alam kedua sekaligus malam terakhir di Jayapura sepertinya tak ingin di buang percuma hanya dengan tidur di kamar hotel. Cerita perjalanan lima setengah jam yang tersisa sebelum istirahat ini merupakan inspirasi Restoran Bagus Pandang. Sesuai namanya restoran ini terpilih karena keelokan pemandangan dan hidangan lezat yang disajikannya. Salah satu restoran paling terkenal dan selalu direkomendasikan wisatawan yang pernah datang ke Jayapura. Terletak di atas sebuah bukit, Jalan Raya Bhayangkara II, Dok Tujuh. Memberikan pemandangan terbaik ke arah kota dan teluk di malam hari. Didesain semi open air karena menjual pemandangan di bawahnya dengan lampu-lampu Kota Jayapura. Terbuai, terpana, terlena, dan ter-ter lainnya yang bisa menggambarkan betapa indahnya Jayapura di malam hari.

Dari titik ini, sepanjang bibir pantai yang membujur memberi batas antara laut dan darat. Lampulampu kota yang nampak seperti kunang-kunang dan perairan teluk yang tenang memantulkan cahaya dengan jelas. Di tambah langit yang baru mengintai malam berhias rembulan. Saking terpukaunya dengan Bagus Pandang, sampai lupa memesan makanan yang sebagian besar menunya adalah seafood ikan segar yang dapat diolah sesuai selera. Pilihan Chinese Food dan hidangan khas Nusantara pun terdapat dalam daftar menu. Maka, saya memilih masakan khas Indonesia Timur, Papeda yang juga makanan Sulawesi dan Maluku serta sop ikan ala Manado. Kemudian ikan laut dengan kuah bumbu Woku yang katanya juga menu khas di sini. Jika restoran di rasa cukup ramai, lagu-lagu daerah Papua segera mengalun secara live dari musisi lokal menemani makan malam. Sungguh malam tak terlupakan. TC


Konon kayu jenis ini tahan terhadap air laut selama puluhan tahun Tidak jauh bertemu lagi Pantai Amay dan Pantai Arlene yang memiliki kolam air tawar. Terutama Arlene, jarak kolam air tawar dengan pantai sekitar 10 meter saja. Inilah pemberian alam yang tidak dapat di balas apapun, air di kolam seperti oasis padang pasir ini tidak terpengaruh oleh garam, justru bisa langsung diminum. Di sebelah Pantai Arlene, ada lagi yang membuat takjub, sebuah tanjung dipenuhi dengan bonsai alam. Pohonpohon pinus dapat tumbuh di atas batu-batuan dan tinggi ratarata sekitar satu meter. Sayang jika tidak mendarat di pantai

kecilnya dan melihat secara langsung bonsaibonsai alami. Sebagian pantainya diisi pasir putih, separuhnya lagi berisi batu-batu alami mulai dari kepalan tangan sampai kepala orang dewasa. Belum kelar rasa kagum ini, di tengah perjalanan balik ke Tanjung Tanah Merah terlihat sebatang pohon yang benar-benar tumbuh diatas pulau batu selama puluhan tahun. Bentuknya unik dan estetis. Perjalanan dengan perahu Johnson berakhir di Tanjung Tanah Merah yang merupakan tempat pendaratan pasukan Mc Arthur pertama kali. Masih tersisa bekas tiang pancang dermaga menurunkan pasukan Mc Arthur. Setengah jam perjalanan lagi lewat darat, tangki-tangki bahan bakar sisa perang masih terjaga, bahkan sebagian masih ada isinya. Satu peninggalan sejarah tersisa lainnya adalah tugu peringatan kedatangan kaum misionaris yang mendarat di tanjung ini. Pukul 18.00 WIT, sungguh perjalanan luar biasa. Seperti menelusuri jejak legenda Perang Dunia Dua di Jayapura, Jenderal Dauglas Mc Arthur. TC

Asep

di Teluk Tanjung Tanah Merah. Dari situ kita menyewa perahu untuk sampai menuju pantaipantai eksotis rata-rata memiliki garis pantai yang lebih pendek dan pasir putih yang lembut. Hanya ada satu pantai yang beda dan unik, Tabla Nusu namanya, pantainya terdiri dari batu kerikil hitam. Disebut juga Pantai Batu Menangis, karena jika diinjak oleh langkah kaki mengeluarkan suara seperti orang menangis. Tabla Nusu sudah sangat terkenal sebagai Desa Wisata Di seberang Tabla Nusu, ada kampung Tabla Supa dengan rumah-rumah panggungnya yang menghiasi permukaan air. Mereka membangun tempat tinggalnya dengan kayu Suang.

Agustus 2011

63


komunitas

Indonesian Railway Presevation Society

Menikmati Menyusur Rel Teks : Erwin Gumilar/erwin.eljohn@gmail.com Foto : Dokumentasi Indonesian Railway Preservation Society

Komunitas ini eksis dan konsisten terhadap pelestarian tentang kereta api di Indonesia.

64

Travel Club

Naik kereta api ... tut ... tut ... tut Siapa hendak turut Ke Bandung ... Surabaya Bolehlah naik dengan percuma Ayo kawanku lekas naik Keretaku tak berhenti lama.

L

irik tersebut merupakan lirik lagu anakanak yang bercerita tentang serunya menunggang alat transportasi masal. Bentuk fisik transportasi darat yang berjalan di atas rel ini biasanya menjadi daya tarik bagi anak-anak, sering ada anak-anak mengajak orangtuanya ke stasiun atau perlintasan rel kereta sekadar untuk menyaksikan kereta melintas. Ternyata kereta api tak hanya diminati anak-anak, kalangan dewasapun banyak yang menggemari alat transportasi berupa rangkaian gerbong yang ditarik lokomotif ini. Bahkan kecintaan mereka bukan sekadar pada bentuk fisiknya tapi juga pada semua hal yang berkaitan dengan kereta api. Kecintaan terhadap kereta telah juga membuat penggemarnya membentuk komunitas sesama pencinta kereta api. Di Indonesia, selain di Jakarta, komunitas ini pun muncul di beberapa daerah lainnya seperti Bandung, Semarang,


Yogyakarta,Surabaya dan banyak lagi. Salah satu komunitas yang cukup eksis dan konsisten terhadap pelestarian semua tentang kereta api di Indonesia adalah Indonesian Railway Presevation Society atau lebih dikenal dengan singkatan IRPS. Sejak kapankah IRPS hadir, apa saja kegiatan yang dilakuakan komunitas ini dan apa yang membedakan komunitas ini dengan komunitas pecinta kereta api lainnya? Mari telusuri dan kenali lebih lanjut. Komunitas yang memasuki usia kesebelas pada tahun ini bermula dari sekelompok penggemar kereta api yang rutin berkomunikasi melalui sebuah mailing list dengan alamat keretapi@ yahoogroups.com. Melalui millis ini meraka saling berbagi informasi dan bertukar semua hal yang berkaitan dengan kereta api. “Kebetulan temen-temen juga memiliki kepedulian terhadap semua sisi history dan heritage aset perkeretaapian di Indonesia. Kemudian kita kopi darat tapi ga langsung ada IRPS. Kita waktu itu ingin melakukan sesuatu untuk menyelamatkan lokomotif yang terbengkalai di Dipo lokomotif Cirebon, makanya awalnya itu dulu kita membentuk Friends of CC200,” ujar Aditya Dwi Laksana, ketua IRPS. Loko CC200 bagi para penggila kereta api ini bukan hanya sebuah mesin kuno dan menarik tetapi juga memiliki sisi sejarah. CC200 merupakan lokomotif ber mesin diesel pertama yang dimiliki pemerintah Indonesia. Bermodal semangat dan kepedulian Friends of CC200 berhasil merestorasi satu dari tiga jenis loko CC200 yang masih tersisa. “Kami mengusulkan untuk mengembalikan lokomotif ini seperti kondisi aslinya dengan skema pengecatan berwarna kuning dan hijau,” kata Adit. Setelah proposal pelestarian lokomotif cc200 disetujui, pada tepatnya 25 juni 2002 Friends of CC200 pun kemudianmenjadi nama progam dari organisasi baru bernama Indonesia Railway Preservation Society IRPS. Saat ini, anggota yang terdaftar di IRPS berjumlah lebih dari 250 orang yang tersebar di beberapa daerah di Jawa, Sumatera hingga di luar Indonesia. Kecintaan terhadap kereta api di realisasikan melalui program-program IRPS yang fokus pada pelestarian aset perkeretaapian Indonesia. Selain upaya pelestaraian semua hal tentang kereta api. IRPS juga melakukan edukasi sejarah kereta api , termasuk menanamkan kecintaan kepada

masyarakat. “Sebenarnya pemikirannya mudah saja, ada peribahasa yang mengatakan Tak Kenal Maka tak Sayang. kita kenalkan dulu apa itu kereta api, bagaimana peran kereta api, diharapkan dengan masyarakat lebih mengenal kereta api akan tumbuh rasa cinta,” kata lelaki berkumis ini. Beragam langkah yang dilakukan IRPS untuk mengedukasi dan menumbuhkan kecintaan masyarakat tentang kereta api sebagai sebuah moda transportasi yang telah memilki jasa besar dan bersejarah bagi peradaban manusia. Salah satu upaya menumbuhkannya adalah dengan melaksanakan wisata kereta api. Selain wisata kereta api kegiatan edukasi juga diisi dengan berbagai seminar dan diskusi dengan berbagai kalangan. “Edukasi tentang kereta api untuk generasi muda sudah sejak 2004 kami lakukan. wisata kereta api ini tidak sebatas berwisata dengan mengunggangi kereta api uap bersejarah. Tetapi juga kami lakukan dengan menelusuri

jalan-jalan kereta api yang sudah tidak aktif kembali,” kata Adit, menjelaskan. Jika tertarik mengenal lebih dalam lagi komunitas ini bisa ditelusuri melalui laman website mereka di alamat www.irps. or.id Tut...tut...tut Siapa hendak turut..... TC

Agustus 2011

65


beranda Korea Tourism Organization

MT Entertainment sebagai distributor film kali ini mempersembahkan “Attack the Block”. Film ini dibintangi Jodie Whittaker, Luke Treadaway, Nick Frost dan dibesut oleh Joe Cornish ini hadir menemui pencinta film di Indonesia pertama kali 6 Juli lalu di Blitz Megaplex Grand Indonesia. Selama 88 menit penonton diberi cerita menarik tentang sekelompok remaja yang menyelamatkan apartemen hunian mereka dari serangan monster alien. Adegan film yang menghibur sekaligus menegangkan pun tersaji di sini. TC NK

IT TRAVELERS GO!

Kompetisi Perjalanan Keliling Asia

Dok. Ratih Kusumawanti

Sebuah kompetisi yang memadukan antara gadget dan traveling, IT TRAVELERS GO!, kembali diadakan untuk kedua kalinya oleh Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) bekerjasama dengan Bureau of Foreign Trade, Taiwan (BOFT). Mengusung konsep reality tour competition, akan ada empat finalis Indonesia yang terpilih. Mereka berhak mendapatkan seperangkat teknologi Taiwan senilai US$ 2,500. Dan, melakukan perjalanan ke ndonesia, India dan Vietnam selama 21 hari. Tim Indonesia nantinya bersaing dengan tim dari Vietnam dan India untuk memenangkan hadiah utama sebesar US$ 20,000. Pendaftaran dibuka mulai 11 Juli-9 Agustus 2011 dengan mengakses www.ITTravelersGo.com. TC RTH

66

Travel Club

Melihat tingginya minat masyarakat terhadap segala sesuatu berbau Korea, maka Korea Tourism Organization (KTO) bekerjasama dengan pemerintahan Korea menyelenggarakan promosi pariwisata, yakni Visit Korea Year 201-2012. “Tahun lalu, 95 ribu warga Indonesia berkunjung ke Korea dan 300 ribu warga Korea mengunjungi Indonesia. Tahun ini, jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Korea meningkat sebanyak 16 persen,” kata Charm Lee, President of Korea Tourism Organization, saat jumpa wartawan beberapa waktu lalu, di Jakarta. Selain mempromosikan Visit Korea Year, KTO juga meresmikan kantor cabang di Jakarta dengan mengadakan acara travel mart yang melibatkan 100 travel agent dan mempersembahkan Korean Night. TC RTH

Adidas King of The Road Adidas, brand global terdepan dalam bidang olahraga lari akan menyelenggarakan kejuaraan lari se-Asia Tenggara, Adidas ‘King of The Road’ atau KOTR. Kegiatan tersebut diadakan di lima negara, yakni Singapura, lalu berlanjut Indonesia, Malaysia, Thailand, dan berakhir di negara Filipina, pada 23 Oktober 2011. Dan, pihak penyelenggara menargetkan 5.000 peserta yang akan mengikuti kejuaraan itu. Brand Communication Manager Adidas, Rizal Cynthia mengatakan, bahwa King of The Road Adidas ini merupakan event yang diusung pertama kalinya di Indonesia dan termasuk komitmen Adidas untuk mendukung olahraga, serta mengharapkan dapat melahirkan pelari baru kebanggaan Indonesia. TC RTH

Dok. Adidas

Premiere Film Attack the Block

Dok. dynamicsmedia Ydm

Promosikan Korea


Agustus 2011

67


beranda

Noeke Anggarwulan

Selama ini orang selalu memiliki persepsi bahwa penyebab gigi sensitive adalah kondisi makanan yang terlalu panas, dingin, asam, atau manis. Sebenarnya hal tersebut tidak sepenuhnya tepat. Kesalahan ini dibuktikan dari riset Pepsodent Sensitive Expert yang bekerjasama dengan Synovate dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran mengenai gigi sensitif. Dalam Press Conference di Palalada Indonesia Cuisine, 14 Juli lalu dijelaskan secara detail penyebab gigi sensitive, salah satunnya adalah karena terbukanya saluran-saluran dentin gigi yang berhubungan langsung dengan syaraf gigi. Pepsodent Sensitive Expert memiliki kandungan empat bahan aktif yaitu HAP mineral, Potassium Citrate, Zinc Citrate, dan Fluoride yang dapat mengurangi rasa ngilu karena gigi sensitive dalam 30 detik. TC NK

Carl’s Jr. Sajikan Menu dan Gerai Baru

68

Travel Club

Menyambut masa liburan sekolah 2011 Taman Wisata Mekarsari menggelar Festival Kota Buah yang berlangsung 26 Juni-10 Juli. Festival yang menyuguhkan miniatur perkotaan dengan beragam ornament buah ini dimeriahkan berbagai kegiatan seperti, seleb ngamen, parade kota buah, planet buah skenario, spesial show tari, nyanyi , dan teater buah, ada juga lomba fashion show. Festival Kota Buah pun menyuguhkan pesona 1001 tanaman buah dalam pot (Tambulapot). Pada kesempatan ini juga diperkenalkan Wahana Kebun Danau. Sebuah wahana yang berisi aneka varietas buah, seperti jeruk dan lengkeng dataran rendah. Di sini pengunjung dapat berwisata sambil belajar tentang budidaya kedua buah tersebut sekaligus mendapat buah hasil kebun untuk dicicipi. TC EG

Double Round Elimination

Guinness World Series of Pool 2011 yang merupakan sebuah rangkaian acara mendukung dan mengembangkan olahraga billiar (bola sodok) di tanah air telah memasuki akhir kompetisi. Babak kualifikasi ini berlaku double round elimination. Di mana para pemain yang kalah bertanding di putaranpertama akan mendapatkan kesempatan untuk bertanding sekali lagi di babakkedua. Guinness mengajak semua penggemar billiar dan juga non billiar untuk mendukung para pemain billiar Indonesia dan juga merasakan pengalaman bermain billiar yang unik dan menarik di fun pool area Guinness. Pengunjung dapat bermain Golf Pool yang merupakan perpaduan permainan golf dengan billiar, atau Machine Shoot yang fenomenal. TC HN

rudy susanto

Guinness World Series Of Pool 2011

Noeke Anggarwulan

Bersamaan dengan pembukaan gerai keempat di Central Park, 11 Juli lalu Carl’s Jr. memperkenalkan “Big Carl” sebagai menu terbaru. Carl’s Jr. yang telah hadir selama 70 tahun di industri cepat saji dan Agustus 2010 di Indonesia ini menawarkan menu baru dengan dua kali lebih banyak daging sapi yang dipanggang dengan arang dan keju. Yang menarik dari Carl’s Jr. adalah pengunjung dapat menikmati minum sepuasnya di bar yang tersedia dan kenyamanan dari layanan meja. PT. Fortune Food Internasional yang memiliki hak eksklusif Carl’s Jr di Indonesia, dalam enam tahun kedepan akan membuka hingga 25 gerai di Jakarta dan Bali. TC NK

Festival Kota Buah Mekarsari

erwin gumilar

Mengatasi Gigi Sensitif dengan Pepsodent Sensitive Expert


Agustus 2011

69


rona

ello

Nasi Goreng Cirebon, Rawamangun

D

dedica.la

asarnya, ia memang suka menyetir mobil. Alasan itu pula yang akhirnya membuat Marcello Tahitoe atau Ello, mempunyai hobi road trip ke berbagai daerah. Bila sudah begitu, penyanyi kelahiran 20 Februari 1983 ini, sering mampir untuk berwisata kuliner. “Kalau sedang di Bandung, saya suka banget makan Bakso Malang di kawasan Pasteur. Sementara, di Jakarta, saya punya tempat makan favorit di Rawamangun, Nasi Goreng Cirebon,� kata penyanyi yang belum lama ini mengeluarkan single bertajuk Yang Kunanti. Lokasi tempat pun tidak menjadi persoalan untuk anak ketiga dari pasangan musisi Minggus Tahitoe dan Diana Nasution ini. Pasalnya, tempat makan favoritnya bukan di sebuah restoran mewah, melainkan hanya warung di pinggir jalan. “Saya tidak keberatan sama sekali untuk makan di warung pinggir jalan karena justru makan di tempat seperti itu lebih enak, lengkap dan porsinya banyak,� ujarnya, sambil tertawa lepas. Itu sebabnya, penyanyi yang senang berkunjung ke Ambon, merasa sangat akrab dengan kuliner pinggiran. Jadi, jangan kaget bila Anda bertemu Ello sedang asyik melahap Nasi Goreng Cirebon, kegemarannya di warung tenda. TC RTH

70

Travel Club


noeke anggarwulan

“A

nak-anak zaman sekarang sudah generasi MTV, lebih ‘kebarat-baratan’. Namun, saya selalu membuat mereka bisa tetap mencintai Tanah Air,” kata Venna Melinda. Artis yang kini menjadi anggota Komisi I DPR RI ini, termasuk ibu yang sangat senang mengajarkan buah hatinya mengenal Indonesia. Bagaimanakah ia memberikan pembelajaran mengenai budaya Indonesia? “Saya biasa mengajarkan anak dengan langsung memberikan contoh. Seperti ketika sedang dinas ke Jawa Timur, saya memperlihatkan kebudayaan daerah setempat. Dan, mereka pun mengerti,” ujar wanita kelahiran Surabaya, 20 Juli 1972 ini. Begitu pula dengan pariwisata. Seringkali Venna memboyong dua anak lelakinya mengunjungi daerah wisata yang belum pernah disinggahi. “Mereka jadi tahu tempat-tempat wisata selain Bali,” kata penulis buku Venna Melinda’s Guide To Good Living ini. Melihat sumber daya alam yang luar biasa, membuat None Jakarta 1993 ini berkomentar soal pariwisata Indonesia. “Seharusnya ada konsep yang memudahkan wisatawan untuk bisa menjelajah Indonesia, tentunya dengan didukung informasi-informasi penting, serta keamanan yang mendukung,” kata pencinta wisata Pantai Gili Trawangan dan Bali. Ya, sudah seharusnya wisatawan bisa menikmati perjalanan wisatanya dengan berbagai kemudahan. TC RTH

Venna Melinda

Ajak Anak Tetap Cinta Indonesia Agustus 2011

71


dokumenhotel

Media Gathering Discovery Hotels and Resorts Discovery Hotels and Resorts memperkenalkan beberapa properti yang bernaung dibawah manajemennya seperti Hotel Borobudur Jakarta, Discovery Kartika Plaza Bali Hotel, Home@36, dan hotelhotel yang akan dibuka seperti LJ Discovery Hotel Surabaya dan The Palace Hotel Cipanas. Acara Media Gathering Discovery Hotels and Resorts. yang berlangsung di Manhattan Cafe Hotel Borobudur Jakarta pada 17 Juni 2011 lalu ini dihadiri lebih dari 100 media cetak, elektronik, dan online. TC HS

Kamar Baru The Park Lane Jakarta The Park Lane Jakarta memperkenalkan Premier Club & Executive Business Rooms serta The Park Lane Suite yang baru saja direnovasi. Ruang kamar ini memberikan kenyamanan untuk pebisnis dan wisatawan karena selain renovasi ruangan, seluruh perabotan yang ada dikamar, semuanya serba baru termasuk

40-inch flat-screen TV, meja kerja dengan kursi ergonomis, internet berkecepatan tinggi & power outlets, cozy lounge chair and minibar. Untuk kenyamanan tamu, semua kamar dilengkapi dengan King Koil Beds with down-feather pillows & linens yang akan membuat tidur Anda nyeyak. “Feel the comfort, experience the friendly service”. TC HS

72

Travel Club

Pembukaan HARRIS Hotel & Conventions Festival Ctlink Bandung Tauzia Hotel Management meresmikan HARRIS Hotel & Conventions Festival CTLink Bandung yang berlokasi di jalan Peta no. 241 Bandung. Hotel ini dapat dicapai lima menit dari tol Pasir Koja dan menyatu dengan MallFestival Citylink. HARRIS Hotel & Convention memiliki 180 kamar, tujuh meeting room dan Convention Center terbesar di Bandung, dengan luas 2500 sqm yang dapat menampung hingga 4000 orang. Acara diselingi pengumunan pemenang lomba foto “Black and White Photo Competitions” yang merupakan acara rutin disetiap pembukaan hotel HARRIS. TC HS

Prime Plaza Hotels & Resorts Menyerahkan Seragam HAM Jakarta Prime Plaza Hotels & Resorts yang merupakan jaringan perhotelan berstandar internasional, menyerahkan uniform kepada Himpunan Anak Media Jakarta (HAM Jakarta). Penyerahan seragam ini dilakukan oleh Director Sales & Marketing Prime Plaza Hotels & Resort Flaviana Ratnasari, yang secara simbolis diterima oleh Wahyu Indrasto dari Majalah Eksekutif yang mewakili komunitas media. Acara berlangsung di Excelsior Cafe Jakarta pada 13 Juli 2011. TC HS


Hotel Merlynn Park dan PPI 2011

Kembali Jalin Kerja Sama Management Hotel Merlynn Park kembali bekerja sama dengan Putri Pariwisata Indonesia (PPI) 2011 yang ditandai dengan kesepakatan antara Mr. Sanny Cruz sebagai Project Director El John Pageants, dan Mr. Agung Pramudito sebagai Senior Sales & Marketing Manager of Merlynn Park Hotel, 14 Juli 2011 di Merlynn Park Hotel, Jakarta merupakan salah satu hotel bintang lima dan member of Sunlake Group of Hotels. Pertemuan untuk kesepakatan ini pun dihadiri Putri Pariwisata Indonesia 2010 , Cynthia Sandra Tidajoh. Hotel yang telah menjalin kerjasama selama dua tahun ini, selalu berkomitmen untuk membantu kemajuan Pariwisata Indonesia melalui pengembangan SDM pariwisata di ajang Pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2011. TC

Media Gathering The Acacia Anyer Untuk memperkenalkan properti barunya, The Acacia Anyer Hotel Resort & Lounge mengadakan Trial Media Gathering Beach Party The Acacia Anyer pada 22-23 Juli 2011. Acara diorganisir oleh manajemen dan staff The Acacia Jakarta. The Acacia Anyer merupakan properti baru The Acacia Hotels & Resorts yang berlokasi di Jalan Raya Anyer – Carita KM 28, Serang Banten. Hotel ini memiliki 30 kamar yang terdiri atas Deluxe, Executive, Junior Executive dan Family Suite. Acara ini merupakan kerjasama Hotel Acacia Jakarta dengan Himpunan Anak Media Jakarta (HAM Jakarta). TC HS

Accor Meluncurkan “Super Sahur” di Indonesia

Topping Off Whiz Hotel Semarang

Accor sebagai operator hotel terbesar di Asia Pasifik, dalam menyambut bulan puasa mengumumkan peluncuran Kampanye Ramadhan Super Sahur yaitu Breakfast @ Rp.500++ di seluruh Indonesia. Dengan kampanye Super Sahur, tamu yang menginap di hotel MGallery, Novotel, Mercure, Ibis, dan All Seasons tertentu dapat menikmati menu prasman Sahur hanya dengan Rp. 500++ per orang. Tawaran ini berlaku untuk dua orang per kamar dan pemesanan kamar hotel melalui accorhotels. com/supersahur atau datang langsung ke hotel (walk-in) atau call center. Program berlaku mulai 1 Agustus hingga 15 September 2011, untuk pemesanan periode 1 Juli hingga 14 September 2011. TC HS

Pengembang properti PT Intiland Development Tbk melalui anak usahanya PT Intiwhiz International menggelar penutupan atap atau topping off Whiz Hotel Semarang pada 27 Juli 2011. Prosesi pelaksanaan topping off dilakukan secara seremonial oleh Presiden Direktur dan Chief Operating Officer Intiwhiz Moedjianto Soesilo Tjahjono dan sejumlah undangan serta perwakilan manajemen PT Bank Bukopin. Hotel berlantai 10 ini menempati lahan seluas 950 meter persegi dengan 147 kamar. Rencananya hotel ini akan beroperasi pada November 2011. TC HS

Agustus 2011

73


tips

n a m a y N Mudik i p A a t e r e K n a g den Oleh : Noeke Anggarwulan/ noeke.eljohn@gmail.com

-

stat.kompasiana.com

-

B

agi sebagian masyarakat Indonesia, pulang kampung atau lebih kerap disebut mudik ini, telah menjadi tradisi yang dilaksanakan setiap tahun menjelang Hari Raya Idul Fitri. Banyak pilihan transportasi yang akan digunakan untuk mudik, seperti mobil, bus, pesawat, kereta api, maupun sepeda motor. Jika Anda ingin mencoba menggunakan transportasi kereta api, berikut tip yang bisa membantu agar perjalanan mudik semakin nyaman. - Cek kereta dan jadwal sesuai tempat tujuan Anda mudik. Hal tersebut dapat membantu Anda dalam melakukan reservasi, karena petugas loket hanya akan memberikan info seperlunya. - Reservasi tiket minimal sebulan sebelum hari keberangkatan, karena pada musim mudik

74

Travel Club

-

-

tiket terjual lebih cepat dari hari-hari biasa. Membawa barang dan uang tunai secukupnya. Kereta tidak memiliki kapasitas besar untuk setiap barang bawaan Anda. Demi keamanan jangan pergunakan perhiasan yang berlebihan. Ingat saat mudik adalah saat pencopet semakin rajin beraksi terutama disaat kereta api singgah dalam beberapa menit di stasiun-stasiun sebelum tujuan terakhir. Hal ini dapat terjadi sekalipun di kereta api kelas eksekutif.

-

-

Bila menggunakan jasa kereta api kelas ekonomi dengan tiket tanpa nomor tempat duduk, usahakan duduk berdekatan dengan keluarga, sehingga barang bawaan dapat terkontrol dengan baik. Jika Anda melakukan perjalanan mudik seorang diri, berhati-hatilah dalam mengenal orang yang duduk disamping Anda. Tolaklah dengan sopan segala sesuatu pemberian dari teman baru Anda tersebut. Ada baiknya Anda membawa makanan, walapun di kereta api dari berbagai kelas menjual makanan, terkadang makanan yang dijual ditawarkan dengan harga yang cukup tinggi.

Bila tujuan Anda bukan menjadi tujuan akhir dari kereta yang digunakan, bertanyalah kepada kondektur atau petugas kereta api lainnya waktu sampai di stasiun tujuan Anda. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H. TC


Agustus 2011

75


76

Travel Club


Agustus 2011

77


teknologi

Kereta Api Dulu dan Kini Oleh : Noeke Anggarwulan/ noeke.eljohn@gmail.com

78

Travel Club

Teknologi Listrik Lokomotif listrik dapat menghasilkan tenaga untuk menggerakan roda-rodanya melalui kabel transmisi yang terletak diatas jalur kereta api. Hal tersebut menyebabkan jangkauan kereta ini terbatas hanya pada jalur yang tersedia jaringan transmisi listrik penyuplai tenaga. Lokomotif listrik pertama kali digunakan di Indonesia tahun 1925 sejak adanya jaringan listrik pertama kali dengan sistem DC (Direct Current). Rute yang ditempuh pun masih sebatas stasiun Tanjung Priok hingga stasiun Jatinegara. Tahun 1983-1987 jalur kereta listrik dikembangkan dengan menggunakan gardu traksi dengan sistem Silicon Rectifier. Teknologi Diesel Lokomotif diesel adalah kendaraan rel yang dapat bergerak sendiri dengan menggunakan

motor diesel sebagai sumber tenaga. Sumber tenaga tersebut berfungsi untuk menarik rangkaian gerbong penumpang maupun barang. Lokomotif inilah yang menggantikan peran penting dari perjalanan panjang lokomotif uap di Indonesia. Beroperasi pertama kali pada 1953 dengan lokomotif CC200 hingga kini lokomotif dengan teknologi disel masih digunakan di sebagian besar kereta api. Teknologi MagLev MagLev adalah singkatan dari Magnetically Levitated sehingga dapat dikatakan kereta api yang menggunakan teknologi ini disebut kereta api magnet karena mengambang secara magnetis. Kereta dengan teknologi ini dapat melaju dengan kecepatan hingga 650 km/jam. Teknologi ini sebenarnya telah ada sejak Oktober 1969 dan terus dikembangkan hingga tahun 2000. Tetapi karena biaya yang besar pada tahun 2005 pun baru ada dua jalur Maglev yang dibuka untuk umum yakni di Shanghai dan Tokyo. TC

kukuhthoriq.files.wordpress.com

buatan pabrik Borsig, Jerman tersebut memiliki nomor seri NIS 1 dan NIS 2.

matanews.com

Teknologi Uap Lokomotif uap merupakan kendaraan rel yang dapat bergerak sendiri dengan penggerak mesin uap. Mesin uap menghasilkan uap dari ketel uap yang dipanaskan dengan kayu bakar, batu bara, atau minyak bakar. Lokomotif pertama di Indonesia beroperasi tahun 1867 seiring dengan pembukaan jalur kereta api pertama dari stasiun Semarang ke stasiun Tanggung sepanjang 26 km. Lokomotif

2.bp.blogspot.com

K

ereta api dikenal sebagai salah satu sarana transportasi darat yang cukup digandrungi baik dari masyarakat tingkat bawah hingga atas. Banyak alasan kenapa masyarakat memilih transportasi yang hanya dapat berjalan diatas rel tersebut, seperti tidak perlunya berhadapan dengan kemacetan yang membuat semakin banyak waktu yang terbuang. Transportasi ini pun kerap menjadi sarana perjalanan pariwisata yang menyenangkan. Kereta api cukup banyak mengalami perubahan tidak hanya dari segi fisiknya saja tetapi juga dari segi teknologi yang terdapat pada lokomotif kereta. Kali ini Travel Club akan membahas empat teknologi yang telah digunakan dalam dunia perkeretaapian. Teknologiteknologi tersebut adalah:


Agustus 2011

79


produk baru

Oleh : Noeke Anggarwulan /noeke.eljohn@gmail.com

Pentax Optio WG-1 Pentax yang merupakan salah satu produsen besar kamera pertengahan tahun ini memunculkan beberapa kamera terbaru dengan tema “membuat hidup Anda lebih berwarna�. Salah satu kamera yang diluncurkan adalah Pentax Optio WG-1, Compact Camera Adventure Proof siap menjadi teman setia saat berpetualang. Kamera dengan resolusi 14.0 megapixels ini memiliki Water Crush Shock Dust dan Free proof sehingga sangat cocok dibawa saat berkegiatan diving, rock climbing, hiking , mountain biking, hingga menjelajah gurun pasir. Yang paling menarik Pentax Optio WG-1 dilengkapi 5 lampu LED sehingga dapat mengambil gambar walaupun keadaan hampir gelap dan momfoto objek yang berjarak 0 cm. TC

AdiZero Crazy Light Adidas meluncurkan sepatu basket teringannya, yakni adiZero Crazy Light. Dengan berat hanya 9,8 ons, adiZero Crazy Light menjadi standart baru akan sepatu basket. Sepatu ini memperkenalkan teknologi bernama Sprintweb exoskeleton dengan ketebalan kurang dari 1 mm dan terikat tekstil nilon yang secara signifikan mampu mengurangi berat dan meningkatkan kekuatan. Adidas adiZero Crazy Light memiliki alur longitudinal pada bagian tumit dan kaki depan untuk memberikan kenyamanan pada saat bergerak ekstrim. Sepatu ini tersedia dalam empat warna pilihan yang menarik seperti biru terang putih, hitam merah, putih abu-abu hijau terang, dan merah putih. TC

80

Travel Club

Inul Joyful Type H-5000 Inul Joyful kembali diluncurkan. Kali ini dengan tipe H-5000 yang kapasitasnya lebih besar dari karaoke player inul joyful sebelumnya. Joyful H-5000 dapat menyimpan koleksi lagu dan movie tanpa ada batasan karena menggunakan teknologi harddisk. Fitur lain yang terdapat di Joyful H-5000 antara lain koleksi lagu dari berbagai Negara, pencarian lagu makin mudah dengan judul lagu atau nama penyanyi, remote control model qwerty pad, dapat berfungsi sebagai DVD dan MP3 player. TC


film&musik ukub&mlif

Oleh: Ratih Kusumawanti/ratih@eljohn.co.id

Di Bawah Lindungan Ka’bah Idul Fitri tahun ini akan disemarakkan film Indonesia bernuansa religi. Film Di Bawah Lindungan Ka’bah bisa menjadi rekomendasi Anda bersama keluarga untuk mengisi liburan Ramadan dan Lebaran kali ini. Diangkat dari novel sastra karya Buya Hamka, film ini menceritakan cinta dua anak manusia yang tidak bisa bersatu karena perbedaan status sosial. Hamid berasal dari keluarga miskin dan Zainab dari keluarga kaya. Seringnya mereka bertemu, lantas membuat keduanya saling jatuh cinta. Mereka memiliki impian yang

sama, setiap manusia bebas untuk mencintai dan dicintai. Tidak hanya itu, mereka juga punya mimpi menunaikan ibadah haji ke Mekkah. Demi mewujudkan impian itu, Hamid dan Zaenab harus melewati berbagai halangan, mencoba membuka satu persatu belenggu yang mengatasnamakan adat masa itu. Ketika keinginan Hamid meminang Zaenab pupus, ia tetap berjuang agar mimpi Zaenab melaksanakan ibadah haji terwujud. Ini adalah sebuah cerita cinta abadi dengan sentuhan budaya Sumatera Barat tahun 1920-an. TC

Pemain: Didi Petet, Leroy Osmani, Yenny Rahman, Widyawati, Herjunot Ali, Laudya Cynthia Bella, Niken Anjani, Tara Budiman dan Agung Putra Perwira Sutradara: Hanny R Saputra Produksi: MD Pictures Genre: Drama

Meraba Indonesia: Ekspedisi ‘Gila’ Keliling Nusantara Selama hampir setahun, dua wartawan kawakan, Farid Gaban dan Ahmad Yunus, mengelilingi Indonesia. Mereka menyebut perjalanan ini sebagai Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa. Dengan mengendarai sepeda motor win 100 cc bekas yang dimodifikasi, mereka mengunjungi pulau-pulau terluar dan daerah-daerah bersejarah di Nusantara. Dari Sabang sampai Merauke, Dari Miangas hingga Pulau Rote. Ratusan orang telah mereka wawancarai, ratusan tempat telah mereka singgahi. Tujuan utama ekpedisi ini adalah mengagumi dan menyelami Indonesia sebagai negeri bahari. Di atas semua itu, mencatat keseharian masyarakat yang mereka lewati. Mencatat dari dekat. Buku ini juga dilengkapi 50 foto jepretan Farid Gaban dan film dokumenter besutan Ahmad Yunus dan Dhandy Dwi Laksono. TC Penulis: Ahmad Yunus Penerbit: Serambi Harga: Rp. 75.000 Kategori: Jurnalis

Agustus 2011

81


Oleh : Noeke Anggarwulan / noeke.eljohn@gmail.com

Parade Seni Budaya Jawa Tengah Agustus 2011 Semarang, Jawa Tengah Event yang diadakan di sepanjang jalan Pahlawan dan kawasan Simpang Lima ini merupakan ajang yang memperlihatkan khasanah kesenian tradisional daerah Jawa Tengah yang beraneka ragam. Info : telp. 024-3546001 fax. 024-2557119 web. www.central-java-tourism.com e-mail. tourism@central-java-tourism.com Indonesia Fashion World 2011 10 – 14 Agustus 2011 Senayan, Jakarta Pusat Pameran fashion dengan penyelenggara PT. Rumah Promosi Indonesia di Jakarta Convention Center, ruang pamer hall A dan B. Info : telp. 021-8293448, 021-8293444-7 Hari Jadi Pura 13 Agustus 2011 Bali Memperingati hari jadi beberapa pura di Bali, seperti Pura Pusering Jagad di Tampaksiring, Pura Gelap dan Pura Candi Gora di Karangasem. Info : telp. 0361-222387 fax. 0361-226313 e-mail. infotourism@baliprov.go.id Mastodon dan Burung Hantu 12 – 14 Agustus 2011 Cikini, Jakarta Pusat Pertunjukan teater dengan sutradara Ken Zuraida di Taman Izmail Marzuki. Info : telp. 021-3154087 fax. 021-31934720 web. http://www.tamanismailmarzuki.com e-mail. pkj_tim@cbn.net.id Konser Paramore 17 Agustus 2011 Bali Band rock asal Amerika ini akan menyapa penggemarnya di Indonesia. Selain di Bali Paramore juga akan menggelar konsernya di Jakarta pada 19 Agustus 2011. Info : web. www.hai-online.com Pagelaran Seni Budaya Melawi 17 – 19 Agustus 2011 Melawi, Kalimantan Barat Pagelaran yang merupakan rangkaian kegiatan memperingati ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar berbagai atraksi seni budaya Dayak dan Melayu. Info : web. http://disbudpar.kalbarprov.go.id

Sahur On The Road 20 Agustus 2011 Jakarta Terrano Club Indonesia (TCI) mengadakan sahur on the road. Ajang tersebut sekaligus sebagai silaturahmi bagi para anggota. Info : web. www.terrano.or.id Pameran foto 20 – 25 Agustus 2011 Medan Merdeka, Jakarta Pusat Pameran foto dengan tema kebudayaan di Indonesia yang diadakan di Galeri Nasional. Info : telp. 021-34833954 fax. 021-3813021 web. http://www.galeri-nasional.or.id e-mail. galnas@indosat.net.id Grebeg Poso 31 Agustus 2011 Solo, Jawa Tengah Upacara tradisional yang digelar berkaitan dengan Hari Raya Idul Fitri. Dilaksanakan prosesi membawa gunungan dari Keraton Surakarta ke Masjid Agung. Info : telp. 0271-643454

B ULAN Se pt ember

AGENDA ACARA

agenda acara

Agustus 2011

September 2011 Syawalan Kaliwungu Kendal, Jawa Tengah Syawalan dikenal sebagai puncak peringatan Hari Raya Idul Fitri. Acara ini berlangsung pada 7 syawal 1433 H atau pada bulan September 2011. Acara puncak ditandai dengan peringatan hari wafatnya Kyai Ashari, dengan pembacaan doa tahlil sesepuh kota Kaliwungu yang dimakamkan di Desa Protomulyo. Selain itu, acara Syawalan Kaliwungu dimeriahkan pula dengan pertunjukan berbagai kesenian rakyat dan bazaar pasar malam. Info : telp. 024-3546001 fax. 024-2557119 web. www.central-java-tourism.com e-mail. tourism@central-java-tourism.com September 2011 Pacuan Kuda Tradisional Gayo, Aceh Tengah Perlombaan pacuan kuda atau “Pacu Kude” merupakan atraksi khas dari Tanah Gayo yang telah menjadi event tahunan kabupaten. Event yang mengikutsertakan 189 ekor kuda tersebut dimeriahkan pula dengan berbagai budaya pesta rakyat. Lapangan Blang Bebangka, Pengasing dengan panjang lingkaran tre 1.000 meter tersebut dipilih menjadi tempat berlangsungnya pacuan kuda. Kuda-kuda tersebut dipertandingkan dalam empat kelas berdasarkan dari tinggi kuda. Info : web. www.acehtourismagency.com

ACARA DAPAT BERUBAH SEWAKTU WAKTU TANPA PEMBERITAHUAN TERLEBIH DAHULU

82

Travel Club


Agustus 2011

83


84

Travel Club

TravelClub Agustus'11  

1 Agustus 2011 2 Travel Club 3 Agustus 2011 4 Travel Club RONa 70. ello 46. Wisata Kuliner Icip-Icip Jajanan Kota Solo 14 26 71. Venna melin...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you