Issuu on Google+

Harga Eceran

THE BEST

Rp 2.000 Langganan: Rp 55.000/bulan (Luar Samarinda dan Balikpapan ditambah Ongkos Kirim)

kalimantan regional newspaper 2010-2011

Berlangganan Hub: 0542-7020151, 0541-202416

VERSI IPMA

INDEPENDEN & KREDIBEL

No.189/Tahun 9

SELASA, 15 NOVEMBER 2011

e-mail: redaksi@tribunkaltim.co.id

follow us: @tribunkaltim

join us: add us: tribunkaltim.co.id

epaper.tribunkaltim.co.id

32

Halaman

Moratorium Izin Batu Bara ! Bakal Diluncurkan Kementerian ESDM ! Larang Kepala Daerah Keluarkan Izin

Pemetaan Potensi Batu Bara di Kaltim ”Secepatnya, jangan ngapa-ngapain Provinsi Kalimantan dululah sebelum ini beres. Ini Timur (Kaltim) terletak hampir sementara kan ada action plan akan di garis khatulistiwa(1'30"N 116'30""E) dengan luas 245.237,80 km² (1,5 kali luas Jawa dan segera dilakukan, segera akan Madura, atau 11% luas Indonesia) dengan jumlah penduduknya dimulai karena kita ingin pada tahun2010 sebanyak 3.550.586 orang Provinsi Kaltim terdiri atas 10 kabupaten dan 4 kota dengan potensi sumber negara beres.” daya alam pertambangan batubara yang cukup besar dengan kualitas yang baikserta keberadaannya di hampir seluruh kabupaten: Kabupaten Paser,Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, Widjajono Berau, Bulungan, Nunukan danKota Samarinda dengan jumlah Kontraktor PKP2B sebanyak 33 perusahaan Partowidagdo dan 715 KP/IUP Pembayaran DHPB: Wakil Menteri ESDM Dari jumlah tersebut, 22 PKP2B diantaranya dalam - Tahun 2008 sebesar Rp 5.921.054.722.693,71 tahap eksploitasi dengan - Tahun 2009 sebesar Rp 7.940.944.832.919,17 Pembayaran iuran tetap: JAKARTA, TRIBUNtotal produksi: - Tahun 2008 sebesar Rp 12.038.786.968,64 Kementerian Energi - Tahun 2008 sebanyak - Tahun 2009 sebesar Rp 14.066.191.072,00 Sedangkan 11 PKPB lainya masih dalam tahap eksplorasi 104.220.012,17 ton dan Sumber Daya 4 PKP2B, tahap studi kelayakan empat PKP2B dan tahap - Tahun 2009 Sumber daya alam batu bara di Indonesia Mineral (ESDM), kontruksitiga PKP2B mencapai 90,45 miliarton dengan cadanganterbukti sebanyak berencana mengeluar118.240.984,58 ton sebesar 5,3 miliar ton, atau sekitar 9 persen dari total sumber daya batu bara

kan kebijakan moratorium atau pemberhentian sementara pemberian izin pembukaan tambang batubara. Wakil Menteri ESDM, Widjajono Partowidagdo mengungkapkan, moratorium tersebut akan diterapkan sembari Kementerian ESDM membereskan masalah Pembayaran royalti: tumpang tindih pemberian izin - Tahun 2008 sebesar Rp 361.405.023.490 batubara seperti yang dikaji Komisi - Tahun 2009 sebesar Rp 503.638.265.749 Pemberantasan Korupsi (KPK). Pembayaran iuran tetap: - Tahun 2008 sebesar Rp 4.693.271.176 “Sementara rencananya seperti - Tahun 2009 sebesar Rp 10.606.932.493 itu, artinya diberesin dulu tumpang tindih tidak karuan itu, nah sesudah itu dilihat lagi,” kata Widjajono di gedung KPK, Jakarta, Senin (14/11). Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M Jasin, mengungkapkan 400 perusahaan tambang batu bara Grafis : Tribun Kaltim/Mustarno,bec/sumber: BPK RI terindikasi non-clean dan non-clear. Penilaian ini berdasarkan hasil kajian pengusahaan batu bara. “Akibatnya potensi penerimaan negara jadi kurang maksimal. Terutama iuran maksimal pengusahaan batu bara dan iuran produksi yang berkurang,” kata Jasin di Gedung KPK, Jakarta, Senin (14/11). Selain itu Jasin juga menyoroti aspek regulasi dan pemberian izin kepada pembukaan lahan tambang

dunia yang mencapai 998 miliar ton Bentuk pengusahaan pertambangan bat ubara berdasarkan Undang-Undang Nomor 11Tahun 1967 adalah Kuasa Pertambangan (KP) dan Perjanjian/kontrak antaraPemerintahdengan Kontraktor Berdasarkan UU No 4 Tahun 2009 sebagai pengganti UU No. 11 Tahun 1967, bentuk pengusahaan batu bara menjadi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi danIUP Operasi Produksi, Izin Pertambangan Rakyat (IPR) dan IUP Khusus (IUPK). KP/IUP/IPR/IUPK adalah wewenang yang diberikan oleh Pemerintah Pusat/Daerah kepada para pengusaha untuk melaksanakan usaha pertambangan Sedangkan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) adalah perjanjian karya Dari 715 KP/IUP, 101 KP/IUP antara pemerintah dengan kontraktor swasta untuk melaksanakan diantaranya sudah berproduksi dengan total pengusahaan pertambangan batu bara produksi:

- Tahun 2008 sebanyak 19.658.242 ton - Tahun 2009 sebanyak 6.021.771 ton

Temuan Signifikan NOMOR 15 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006, Badan Pemeriksa Keuangan telah melakukan pemeriksaan dengan tujuan tertentu atas pengelolaan pertambangan batu bara

tahun anggaran 2008 sampai dengan semester I tahun 2010 pada Kementerian ESDM, 13 pemerintah kabupaten/kota, 549 pemegang KP/IUP, 11 # Bersambung Hal 9

news analysis Kahar Al Bahri Dinamisator Jatam Kaltim

Picu Spekulasi MORATORIUM (penghentian) izin tambang batu bara jangan berhenti sampai wacana, harus segera direalisasikan. Jika tidak, maka akan memicu spekulasi di tiap daerah di Indonesia untuk berlomba menerbitkan izin

# Bersambung Hal 9

DOK

# Bersambung Hal 9

KPK juga Soroti Migas DOK

TRIBUN KALTIM/NEV

TRIBUN KALTIM/NEV

Mustaqim MZ Wakil Bupati PPU

H Syahrun Ketua Komisi III DPRD Kaltim

Mursyid Sek Komisi III DPRD Samarinda

Silakan Saja

Jalan Terbaik

Sudah Ditunggu

WAH saya baru mendengar kalau ada rencana kebijakan moratorium izin tambang batu bara dari Kementerian ESDM.

SAYA pikir itu (moratorium izin tambang batu bara) adalah jalan terbaik. Saya sangat mendukung, karena

KEBIJAKAN Kementerian ESDAM yang akan moratorium izin tambang batu bara merupakan regulasi

# Bersambung Hal 8

# Bersambung Hal 8

# Bersambung Hal 8

14 Perusahaan Ngemplang Pajak Rp 1,6 T KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) agar transparan dan terbuka dalam menyampaikan jumlah lifting perusahaan-perusahaan minyak dan gas. Hal itu dimaksudkan sebagai upaya pencegahan tindak pidana korupsi di sektor migas. “Lebih transparan produksi

Dipasok dari Filipina via Nunukan # Senjata Teroris Diduga Disimpan di Hutan UI JAKARTA, TRIBUN - Senjatasenjata yang ditemukan dalam penangkapan terhadap enam orang yang diduga sebagai bagian dari jaringan teroris diduga dipasok dari Filipina. Senjata-senjata itu dimasukkan ke Indonesia melalui jalur Nunukan, Balikpapan, Makasar, dan Surabaya. Demikian disampaikan Direktur Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Petrus Golose, di Jakarta, Senin (14/11). “Tersangka yang ditangkap masih terkait jaringan Abu Omar yang membawa senjata dari Filipina,” kata Golose. # Bersambung Hal 9

Daftar Target Teroris Kepala Bagian (13/11). Penerangan Enam orang Umum Polri Boy tersangka itu Rafli Amar berinisial DAP (34), mengungkapkan, BH alias Dodi (35), pihaknya meneAA alias Agung (31) mukan dokumen S, DWT (50), dan perencanaan SGO alias Sugih. DOK target korban aksi Kantor polisi Boy Rafli Amar teror. Dokumen termasuk target tersebut ditemudari serangan kan dari hasil penangkapan kelompok teroris itu. enam tersangka teroris “Penyerangan terhadap jaringan Abu Omar di petugas. Itu yang pertama. wilayah Tangerang pada Sabtu (12/11) dan Minggu # Bersambung Hal 9

atau lifting kita per hari itu agar betul-betul sistemnya sudah online atau IT based,” kata Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, Haryono Umar di Jakarta, Senin (14/11). Menurut Haryono, selama ini BP Migas terkesan tertutup. Publik tidak dapat mengakses data atau informasi terkait lifting perusahaan migas melalui BP Migas.

“Selama ini belum, baru setelah kita dorong yang ke depannya diharapkan berkaitan dengan laporan lifting, selama ini dengan manual, kita mengharapkan online tiap hari,” katanya. Sistem pelaporan lifting secara online ini, lanjutnya, baru dilakukan di internal BP Migas. “Belum ada yang ke pemerintah, kalau di antara mereka sendiri, iya,” kata Haryono.

Padahal, menurut Haryono, publik berhak mengetahui informasi tersebut karena undang-undang menyebutkan bahwa minyak dan gas merupakan milik negara. Tertutupnya informasi soal lifting perusahaan migas ini mengakibatkan penghitungan produksi riil, pajak, serta bagi hasil untuk pusat dan daerah # Bersambung Hal 9

Atlet Kaltim Raih 4 Emas # Indonesia Pimpin Perolehan Medali JAKARTA, TRIBUNAtlet Kalimantan Timur berhasil menyumbangkan empat medali emas dari cabang olahraga gulat dan sepatu roda SEA Games XXVI/

ANTARA/ERIC IRENG

Pegulat Indonesia M Aliansyah (merah) vs Vietnam Tan Ta Ngoc

2011. Empat medali emas disumbangkan atlet sepatu roda Latifah Hikmawati dan Evan Cristian, dan atlet gulat Rustang dan M Aliansyah. Pelatih gulat nasional asal Kaltim Bunyamin yang dihubungi dari Samarinda, Senin (14/ 11) mengatakan, M Aliansyah yang bermain di kelas 60 kg grego sejak awal memang # Bersambung Hal 8

Perolehan Medali Negara Emas Perak Perunggu Indonesia 57 46 37 Thailand 35 26 33 Vietnam 27 29 35 Singapura 18 16 29 Malaysia 11 12 20 Filipina 8 14 20 Laos 2 3 12 Kamboja 1 3 7 Myanmar 0 8 10 Brunei 0 1 3 Timor Leste 0 0 1 Data: Minggu (13/1) pukul 22.00

Parade Foto SEA Games XXVI Halaman 10


2

tribun bisnis

SELASA 15 NOVEMBER 2011

Coba-coba jadi Pengusaha? mendengarkan pesanSEORANG manajer pesan yang bernada produksi di sebuah motivasi menjadi perusahaan makanan pengusaha sukses. ternak-sebut saja Dalam perbincangan namanya Arif— saat rehat, saya bertekad bulat bertanya kepadanya,” mengundurkan diri Apa Anda sudah siap dari pekerjaan. Ia ingin jadi pengusaha?” membuat perusahaan Jawabnya singkat,” sendiri sebagai Siap. Pak.” Saya tanya pengusaha. Berbagai Oleh: Basuki Subianto lagi,” Apa siap Anda pendidikan singkat menghadapi entrepreneur ia ikuti. kegagalan.” Jawabnya tetap siap. Sekitar Rp 150 juta uang tabungan Keinginan Arif untuk menjadi dan pesangonnya dipakai modal pengusaha yang dibayangkan usaha. penuh dengan gelimangan uang, Saya mengenal Arif ketika nampak tak terbendung. Ia rela saya diundang sebagi salah satu melepaskan karirnya yang telah pembicara dalam acara diskusi ditekuni selama 12 tahun di yang diadakan oleh sebuah perusahaan makanan ternak dan lembaga pendidik entrepreneur. memulai karir dari awal sebagai Dia begitu antusias

wiraswasta. Ia membandingkan penghasilan sebagai karyawan yang tak signifikan jika dibading dengan pengusaha yang sukses. Salah satu referensi motivasi yang dia pakai adalah bukunya Robert Kyosaki Rich Dad, Poor Dad. Kalau Kyosaki dulu tidak nekad keluar dari perusahaannya tentunya, tidak bisa menjadi pengusaha sukses seperti sekarang. Tujuh bulan berlalau. Arif menelepon saya ingin bertemu. Saya agak kaget ketika bertemu dengannya. Wajahnya lesu, penampilannya tak segagah dulu. Ia bercerita uang tabungan dan pesangonnya habis dipakai usaha yang terus merugi. Kini ia punya utang 4 kartu kredit senilai Rp 30 juta. Apa usaha Anda sekarang ?

tanya saya. “Jual jagung bakar sambil pagi hari jadi sopir untuk tambahan penghasilan,” jawabnya singkat. Kembali saya tanya,” Apa masih terus ingin jadi pengusaha?” Dijawabnya berat,” Tidak Pak, saya ingin cari kerja di perusahaan saja, ada penghasilan tetap,” katanya lirih. Arif adalah salah satu contoh orang yang menelan mentahmentah pesan motivator tanpa mengukur kemampuan diri dan mencari informasi pembanding. Sebenarnya menjadi seorang manajer dengan terus meningkatkan kemampuan diri, adalah lebih baik baginya ketimbang berpindah zona profesi sebagai wiraswasta yang ternyata tidak mudah.

Memang eforia entrepreneurship yang digelorakan oleh para motivator dan pengusaha sebenarnya bagus yaitu menggugah orang bersemangat dengan jiwa entrepreneur dalam berkarya. Namun jangan setiap orang disuruh menjadi pengusaha. Karena untuk menjadi pengusaha, yang pertama kali

harus dimiliki adalah mindset bisnis yang kuat. Dengan bekal mindset bisnis yang kuat seseorang akan bisa mengalahkan segala rintangan kesulitan dalam berbisnis. Mindset bisnis yang kuat adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Dari 100 orang mungkin hanya 1-2 orang saja yang punya mindset bisnis kuat, selebihnya hanya memiliki mindset karyawan atau karyawan yang berjiwa entrepreneur. (*)

TENTANG PENULIS Basuki Subianto lahir di Jl Embong Malang Surabaya, 52 tahun yang lalu. Sejak kuliah di satra Inggris di STIBA, ia sudah terjun ke dunia wartawan. Selama 17 tahun bekerja di Harian Kompas. Pendidikan manajemen ia dapatkan dari IPPM Jakarta serta pengalaman di lapangan Bulan Juli 2002, ia mengundurkan diri dari Kompas-Gramedia dan beralih menjadi pengusaha. Ia mendirikan ImQ Management dan bekerjasama dengan Kadin Institute Jatim untuk melakukan tes mindset bisnis serta pelatihanpelatihan entrepreneur.

Bank akan Rugi Bila tak Turunkan Bunga ■ BI Rate Turun jadi Enam Persen BALIKPAPAN, TRIBUN Penurunan BI rate atau suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dari 6,5 persen menjadi 6 persen, diyakini dalam waktu yang tidak begitu lama akan segera diikuti dengan penurunan suku bunga kredit perbankan. Tutuk SH Cahyono, Pemimpin Kantor Bank Indonesia Wilayah Kerja Balikpapan mengungkapkan, rata-rata suku bunga kredit tertimbang

pada Januari 2011 sebesar 12,33 persen dan per Oktober 2011 menurun menjadi 11,82 persen. Berdasarkan penurunan BI rate, maka perbankan kemungkinan besar akan kembali menurunkan suku bunga kreditnya. “Kalau bank tidak menurunkan, maka bisa rugi karena nasabah pasti mencari suku bunga yang lebih rendah,” kata Tutuk, saat ditemui Senin (14/11).

Bagus untuk Properti ANT

Penurunan BI rate oleh BI merupakan indikasi yang baik untuk pengembangan properti di Kaltim, sebab akan diikuti dengan penurunan suku bunga kredit, termasuk KPR.

Mogok Kerja Karyawan Telkomsel Dihentikan ● Sepakat Enggan Beberkan Alasan BALIKPAPAN, TRIBUN Aksi mogok kerja karyawan Telkomsel yang berlangsung selama tiga hari, sejak Kamis (10/11) hingga Senin (14/11) akhirnya dihentikan. Menurut Ketua DPW Serikat Pekerja Telkomsel (Sepakat) Kalimantan Ridwan Kamaluddin, aksi mogok kerja tetap dilaksanakan Senin (14/11) namun upaya untuk merealisasikan tuntutan karyawan kepada manajemen Telkomsel itu tidak akan dilanjutkan lagi. “Besok (hari ini, red) sudah tidak mogok untuk sementara atau dicabut mogok kerjanya,” kata Ridwan, saat dihubungi Tribun, Senin (14/ 11) sore. Kendati demikian, Ridwan enggan menyebutkan alasan, sehingga karyawan Telkomsel tidak lagi melanjutkan mogok kerja. Kemungkinan besar, penghentian aksi mogok kerja

secara nasional ini karena tuntutan karyawan telah terpenuhi. Sementara itu, melalui rilisnya manajemen Telkomsel mengungkapkan tetap berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada publik. Proses negosiasi yang tengah terjadi, dipastikan tidak akan mempengaruhi kualitas layanan Telkomsel kepada pelanggan. Manajemen Telkomsel dan Serikat Pekerja juga telah menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan baik dan cepat, dengan memperhatikan kepentingan publik dan sesuai dengan asas tata kelola perusahaan yang baik. Hingga saat ini perundingan antara manajemen Telkomsel dan Serikat Pekerja masih berlangsung. Manajemen

Telkomsel senantiasa membuka ruang untuk berdialog dengan Serikat Pekerja, sebab hal seperti ini dapat terjadi di setiap perusahaan dan merupakan bagian dari sebuah proses untuk membangun hubungan industrial yang harmonis dan kondusif. Sekadar diketahui, aksi mogok kerja Telkomsel berlangsung secara nasional di seluruh wilayah di Indonesia. Beberapa hal yang menjadi tuntutan karyawan dan masuk dalam PKB II 2008-2010 adalah bantuan masa pensiun, penyesuaian komponen gaji atau remunerasi, bantuan tunjangan Hp serta bantuan rumah dan mobil. (may)

JENAL A Wiarta Kasi Perumahan Asosiasi Pengembang Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi) Kaltim menilai penurunan BI rate oleh BI merupakan indikasi yang baik untuk pengembangan properti di Kaltim. Penurunan BI rate biasanya diikuti dengan penurunan suku bunga kredit, termasuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan otomatis akan menggugah minat pemilikan rumah. “Kami sebagai pengusaha menyambut baik hal ini,” kata Jenal, Senin (14/11). Hanya saja, kemungkinan kenaikan signifikan akan lebih terasa tahun depan bila BI rate

tetap bertahan 6 persen. “Karena sekarang sudah memasuki akhir tahun jadi mungkin tahun depan bisa lebih menggairahkan pasar dari sisi properti,” kata Jenal. Kendati demikian, Jenal berharap penurunan BI rate bisa secepatnya direspon perbankan, karena dari pengalamannya kenaikan BI rate lebih cepat mendapat respon perbankan daripada penurunan BI rate. “Saya pikir jangan lama-lama, karena biasanya bank akan merespon cepat kalau naik tetapi kalau turun agak lambat, paling tidak supaya target 2012 bisa tercapai,” ujarnya. (may)

Hanya saja, kepastian mengenai penurunan suku bunga kredit di perbankan tergantung dari masingmasing bank, biasanya mengacu pada kebijakan kantor pusat setiap bank. “Selain itu juga mengacu tingkat persaingan di sini. Biasanya ada yang enggan menurunkan, meskipun sudah ada kebijakan untuk itu tetapi kalau persaingan di sini cukup tinggi maka bisa saja lebih cepat diturunkan,” ujarnya. Menurut Tutuk, penurunan BI rate sebagai signal terhadap dunia perbankan dan masyarakat, dilatarbelakangi tekanan inflasi ke depan yang semakin rendah dan bisa dikendalikan. Selain itu, BI juga melihat gejolak ekonomi global secara langsung dan tidak langsung akan berimbas terhadap ekonomi di Indonesia, sehingga harus diantisipasi agar ekonomi Indonesia tetap berjalan baik. Salah satu pengaruh yang dimaksud Tutuk adalah lesunya permintaan ekspor bahan baku ke negara-negara pengekspor diantaranya seperti Cina atau India, karena negara-negara

tersebut juga terpengaruh akibat gejolak ekonomi di Eropa dan Amerika. “Secara langsung atau tidak langsung akan ikut mempengaruhi sehingga variabel BI rate ini yang kita mainkan,” ujarnya. Melalui penurunan BI rate, maka biaya dana yang menjadi salah satu dari empat komponen biaya penetapan bunga kredit bisa semakin rendah, sehingga nantinya bisa menu-runkan suku bunga kredit per-bankan, yang pada akhirnya bisa merangsang ekonomi dalam negeri sekaligus meri-ngankan beban pengusaha. “Tak lama lagi kok, tapi yang pertama turun biasanya suku bunga dana pihak ketiga misalnya tabungan,” ujarnya. Untuk wilayah kerja Balikpapan, rata-rata suku bunga tabungan per Januari 2011 sebesar 3,39 persen dan per Oktober 2011 sudah mencapai 2,31 persen. “Memang mengalami penurunan tetapi ini sudah dihitung, lagipula untuk menabung biasanya hanya menyimpan dana dan bukan untuk investasi,” kata Tutuk. (may)


CMYK

tribun market

SELASA 15 NOVEMBER 2011

3

BRI Syariah Tambah Capem Chang Palace Buka di Mega Lestari Hotel BALIKPAPAN, TRIBUN - Melengkapi lokasi kuliner di Balikpapan, Chang Palace Restaurant hadir di Hotel Mega Lestari Balikpapan dengan berbagai sajian khas chinese. Untuk memperkenalkan citarasa sajian Chang Palace Restaurant, Hotel Mega Lestari menggelar Soft Opening Chang Palace Restaurant, Senin (14/11) malam. Teddy Suwardja, General Manager Hotel Mega Lestari mengungkapkan, Chang Palace merupakan restaurant yang menghadirkan berbagai menu pilihan dengan citarasa masakan asli chinese. “Ada sekitar 200 menu lebih yang bisa dinikmati di Chang Palace seperti Dim Sum, Suki, aneka makanan panggang dan banyak lagi,” kata Teddy, disela-sela Soft Opening Chang Palace Restaurant. Urusan menu, Chang Palace dipimpin oleh Master Chinese Chef yang dikenal dengan nama Lin Fei, yang telah menekuni makanan khas China selama lebih dari 35 tahun. “Saya menjamin bahwa semua makanan 100 pesen halal dan harga-harga akan tetap terjangkau apa lagi selama soft opening ini para pengunjung dan penikmat kuliner khas ini akan mendapatkan harga-harga promosi,” kata Lin Fei. Dengan teamnya, ia siap penyajian makanan khas China seperti Szechuan, Cantonese Suki, Barbeque dan Dim Sum.

Chang Palace Restaurant pada hari ini, Selasa (15/11) secara resmi soft opening. Pada acara Gala Dinner Senin malam, ditampilkan tarian barongsay dan dayak. Kapasitas di Restaurant ini mencapai 250 orang dan VIP Room di lantai dua untuk 50 orang. Lokasi tepatnya berada di ground floor level atau lantai dasar Hotel, sehingga memudahkan akses yaitu dari tempat parkir kendaraan langsung menuju area restaurant. Chang Palace Restaurant ini selain melayani berbagai kebutuhan, baik makan pagi, makan siang dan makan malam juga melayani berbagai macam pesta-pesta termasuk melayani outside catering. Berbeda dengan restaurant lainnya, Chang Palace Restaurant berupaya untuk mempertahankan citarasa asli melalui bahan-bahan dan resep asli khas masakan Chinese. Dalam soft opening, seluruh tamu diberikan kesempatan untuk mencicipi beberapa menu andalan Chang Palace diantaranya sup seafood bibir ikan, salad chang palace, sapi oven rawit, kerapu pasir emas, pawang chi, udang thailand, brocolly kanpai, nasi goreng chang palace dan almond tahu cocktail. Chang Palace Restaurant akan beroperasi mulai hari ini, pukul 10.00 wita hingga 14.00 wita dan 18.00 wita hingga 22.00 wita. (may)

Garuda Teken Perawatan Pesawat JAKARTA, TRIBUN - PT Garuda Indonesia dan CFM Internasional telah memasuki tahapan kesepakatan final pembahasan kerjasama jangka panjang dalam bidang perawatan mesin CFM56-7B jenis mesin yang digunakan oleh pesawat Boeing 737-800 NG Garuda. Kesepakatan final tersebut marupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU yang dilaksanakan Oktober lalu di Jakarta. Finalisasi pembahasan tersebut ditandai dengan penandatanganan plakat “Commemorating Agreement” antara Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar dan Vice President Sales CFM International Kevin McAllister di Dubai - Uni Emirat Arab hari ini, Minggu (13/11) bersamaan dengan pelaksanaan Dubai Airshow. Melalui kesepakatan tersebut maka CFM Internasional akan menyediakan layanan perawatan mesin secara komprehensif bagi Garuda dengan system kontrak “Rate Per Flight Hour (RPFH) selama 15 tahun. Direktur Utama Garuda, Emirsyah Satar dalam rilis resminya mengatakan, bahwa kerjasama ini merupakan wujud nyata dan upaya jangka panjang Garuda dalam melaksanakan program revitalisasi armadanya melalui perawatan mesin berstandar tinggi dengan operasional yang efisien. “Kerjasama ini juga merupakan penghargaan dan kepercayaan CFM, GE dan Snecma kepada Garuda khususnya dalam keberhasilan program transformasi bisnis Garuda,” tambahnya. Sebagai bagian dari kerjasama ini, CFM juga akan

mengembangkan kemampuan GMFAeroAsia untuk melaksanakan perawatan overhaul bagi mesin CFM56-7B, sehingga nantinya pelaksanaan overhaul mesin CFM56-7B Garuda dapat dilaksanakan di GMFAeroAsia, sebagai bagian dari perjanjian RPFH. Kerjasama ini juga menjadi sangat penting mengingat upaya pengembangan

kemampuan GMF dalam perawatan CFM56-7B nantinya juga akan memberi dampak bagi peningkatan kompetensi SDM di Indonesia khususnya dalam mendukung pertumbuhan transportasi udara nasional. Garuda Indonesia Memilih CFM56-5B dan LEAP – 1A Untuk Dukung Operasional A320 Standard dan A320Neo Citilink. (tribunnews.com)

■ Buka di Pandan Sari ■ Target Rp 25 Miliar BALIKPAPAN, TRIBUN – Bank BRI Syariah membuka kantor cabang pembantu (Kacapem) di Pasar Pandan Sari, Balikpapan Barat, Senin (14/11). Pimpinan Cabang, Noor Rachmad menargetkan Rp 25 miliar masing-masing untuk pendanaan dan pembiayaan di kacapem pengganti kacapem Gunung Sari ini. “Pandan Sari, Kebun Sayur merupakan daerah yang tingkat pertumbuhan bisnis dan ekonominya secara statistik cukup pesat. Oleh karena itu kami mendekatkan diri dengan hadir di sini,” tutur Noor Rachmad saat meresmikan kantor cabang pembantu Pandansari di Jl Pandansari Np 114, Balikpapan. Melihat pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di daerah ini, Rachmad pun yakin target Rp 25 miliar masing-masing untuk pendanaan dan pembiayaan bisa tercapai. Rachmad mengimbuhkan, dengan hadirnya BRI Syariah lebih dekat dengan masyarakat di Pandan Sari ini, ia berharap ekonomi masyarakat bisa makin tumbuh berkembang bersama BRI Syariah. Ia memaparkan dengan kondisi bank yang cukup sehat, BRI Syariah mampu memberi pelayanan untuk

HO

Pimpinan Cabang BRI Syariah, Rachmad Noor memotong tumpeng dan memberikannya kepada Pemimpin Kantor Cabang Pembantu Pandansari, Muhdariza sebagai simbol peresmian kantor cabang pembantu BRI Syariah di Pandansari ini.

masyarakat, baik pendanaan maupun pembiayaan. Pendanaan mulai dari tabungan hingga deposito.

Sedangkan pembiayaan mulai dari kredit mikro hingga kredit perumahan. Perkembangan bank

syariah ini memang cukup pesat. Di awal berdiri, BRI Syariah memiliki dana Rp 1,5 triliun, kini berkembang menjadi Rp 10 triliun. Di Indonesia, ada hampir 100 kantor cabang BRI Syariah. “Di Balikpapan kami ada satu cabang dan satu cabang pembantu. Dan masih ada rencana ekspansi di tahuntahun berikutnya,” ujar Rachmad. Kantor Cabang Pembantu BRI Syariah di Pandan Sari merupakan pindahan dari Kantor Cabang Pembantu yang di Gunung Sari. “Jadi masyarakat bisa ke Kantor Cabang di Markoni. Sedangkan di sini, bisa langsung ke Pandan Sari. Berikutnya kami rencana buka di Manggar,” ujarnya. (art)

Tak hanya Nasabah Islam PIMPINAN Cabang BRI Syariah Noor Rachmad menjelaskan BRI Syariah bukan hanya diperuntukan bagi yang beragama Islam saja. “Tetapi juga yang untuk yang bukan beragama Islam. Hanya konsepnya yang kami gunakan tetap konsep syariah. Kalau bank konvensional menggunakan nilai uang, kalau Syariah prinsipnya kerja sama,” papar Rachmad. BRI Syariah memberikan banyak keuntungan dan kemudahan untuk nasabah yang menabung di sini. Untuk Tabungan BRI

Syariah misalnya, nasabah tidak dikenakan biaya administrasi, bebas transaksi di ATM manapun, dan tidak kena biaya apapun. Rachmad juga memaparkan bagi hasil deposito di BRI Syariah merupakan yang paling tinggi. Untuk pembiayaan, BRI Syariah juga memberikan kemudahan agar bisa cair lebih cepat. Apalagi tahun ini merupakan Tahun Pembiayaan dan Layanan bagi BRI Syariah. “Kami target seminggu sudah ada realisasi. Oleh karena itu keterbukaan dari nasabah sangat penting,” kata Rachmad. (art)

Truk Kecil Hino Bakal Diproduksi di RI TOKYO, TRIBUN - Pertengahan 2012 mendatang Hino Motors Ltd., bakal menambah investasinya sebesar 9,9 miliar yen untuk anak perusahaannya di Indonesia. Ini guna meningkatkan produksi tahunan sebanyak 5 persen dari total keseluruhan produksi saat ini yang berjumlah 50.000 unit. Menurut berita yang dilansir melalui Nikkan Kogyo Shimbun, dana investasi

CMYK

akan digunakan untuk meningkatkan kegiatan pengecatan (paint line), serta memulai produksi truk berukuran kecil di Indonesia. Dibandingkan tahun 2010, penjualan truk Hino di Indonesia terus mengalami peningkatan, dan rencananya, pada tahun fiskal 2015, target penjualan Hino Motors di seluruh dunia akan menjadi 2 kali lipat penjualan tahun 2010, yakni mencapai

230,000 unit, dengan Indonesia sebagai salah satu titik pusatnya. Hino Motor Indonesia pertama kali melakukan produksi di Indonesia pada tahun 2009. Namun hanya untuk truk berukuran besar dan sedang, rencananya pada pertengahan 2012, setelah mendapatkan dana investasi, truk berukuran kecil juga akan diproduksi di Indonesia. (tribunnews.com)


CMYK

4

SELASA 15 NOVEMBER 2011

tribun finance & investment

e-Money Jadi Tren Baru „ Transaksi e-Money per Hari Rp 2,5 Miliar „ Lebih Aman, Praktis, dan Efisien JAKARTA - Penggunaan uang elektronik atau electronic money (emoney) diperkirakan akan terus berkembang. Ke depan e-money bakal menjadi gaya hidup masyarakat. Saat ini selain digunakan pada sektor perbankan, telekomunikasi, dan ritel, e-money bakal digeber pada sektor transportasi dan lainnya. Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution, uang elektronik yang mulai dikenalkan pada masyarakat Indonesia sejak tahun 2007 lalu, perkembangannya sangat pesat. “Pada 2007, saat itu jumlah transaksinya sebanyak 165.193 transaksi dengan nilai transaksi Rp 19 juta per hari. Sekarang telah meningkat pesat, hingga September 2011, transaksi mencapai 11,7 kali dengan nilai ratarata per hari Rp 2,5 miliar dan volume harian mencapai 102 ribu,” kata Darmin saat MoU BI dengan Kementerian Perhubungan dan Kemenkominfo mengenai e-money sektor transportasi di Jakarta, Senin (14/11). Darmin yakin, dalam waktuwaktu mendatang, e-money akan menjadi gaya hidup masyarakat. Selain efisien, penggunaan uang digital ini juga aman, karena masyarakat hanya perlu membawa kartu saja, tanpa bawa uang untuk pembayarannya. “Pem-bayaran fisik saat ini masih banyak, tetapi lambat laun juga bakal berkurang, karena dengan e-money akan lebih efisien,” jelasnya. Bank Indonesia saat ini akan memprioritaskan sektor transportasi dalam implementasi penggunaan uang digital bersatandar. “Pada sektor transportasi massa, e-money memiliki potensi yang signifikan m-

engingat digunakan untuk pembayaran transaksi bernilai kecil dan digunakan berulangulang,” kata Darmin Dijelaskannya, pada tahap awal ini e-money akan digunakan untuk pembayaran jalan tol, pembelian tiket Trans Jakarta. Selanjutnya untuk kereta komuter, mass rapid transport (MRT), dan electronic road pricing (ERP). Menurutnya, penerapan uang digital berstandar akan menguntungkan tiga pihak yang terlibat yakni penerbit, pelanggan, dan merchant. Penerbit akan efisiensi dalam berinvestasi dan meningkat skala ekonomis. Pelanggan akan lebih

nyaman dengan satu kartu. Merchant akan bisa melakukan cash handling dan menekan potensi kebocoran pendapatan. Deputi Gubernur BI Ardyadi Mitroatmodjo mengungkapkan, kendala pengembangan emoney di masyarakat salah satunya belum adanya interperobilitas antar penerbit sehingga membuat ketidaknyamanan bagi pengguna. “BI sebagai otoritas keuangan akan mencoba semua pemain untuk duduk bersama mengatasi hal ini. Kami akan membahas tentang sistem pembayarannya, proteksi kepada pengguna, dan settlement,” jelasnya. (tribunnews/ewa)

e-Money Single Card Sulit PEMBERLAKUAN pembayaran semua transaksi transportasi menggunakan e-money single card atau kar tu tunggal untuk semua traksaksi masih sulit dilakukan. Pasalnya, bank di Indonesia belum seluruhnya terkoneksi. “Masalah yang terkait dengan pemberlakuan single card ini adalah belum terkoneksinya semua bank, seperti tol masih dipegang Bank Mandiri dan belum bisa digunakan untuk JakCard, JakCard juga masih dipegang oleh Bank DKI,” jelas Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Ardhayadi Mitroatmodjo dalam jumpa pers di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (14/11). Ke depan, lanjut Ardhayadi, pihaknya akan menetapkan standar uang elektronik, sehingga dapat dengan mudah dilakukan penggabungannya.

“Tahun 2012 kita bertiga, BI, Kemenkominfo, dan Kemenhub, akan lakukan standar, kemudian ujicoba pada pertengahan tahun 2013, penerbit uang elektronik sudah melakukan ke standar uang elektronik,” ujarnya. Ardhayadi menyatakan pihak BI memiliki tugas untuk menginterkoneksikan bankbank di Indonesia. Sementara, Dirjen Perhubungan Darat Suroyo Alimoeso dalam memproses single card tersebut lebih kepada operasionalnya, sedangkan teknologinya merupakan tugas dari Kemenkominfo. “Teknologinya di kominfo, lalu yang membuat banyak kartu menjadi single kartu di BI, kalau di kita (kemenhub) kontrak yang saat ini berlangsung, Kemenhub lebih kepada implementasi atau operasional,” tandasnya. (ewa)

NET

EMONEY - Seorang pelanggan Telkomsel melakukan pembayaran barang belanjaan dengan layanan Tap-Izy. Layanan Tap-Izy merupakan layanan electronic money (e-money) atau uang elektronik dari Telkomsel yang dapat digunakan untuk pembayaran barang belanjaan.

Pembangunan Pabrik General Motors Dimulai JAKAR TA - General Motors JAKART Indonesia telah melakukan ground breaking internal untuk menandai permulaan dari pembangunan kembali pabrik seluas 11 hektar di Bekasi. Seluruh jajaran manajemen GM Indonesia, karyawan, dan kontraktor mengikuti acara tersebut. Pada saat yang sama, sebuah taman tematis ecosocial seluas 600 meter persegi dalam area pabrik turut diresmikan atas inisiatif karyawan GM Indonesia untuk bertumbuh dengan alam (grow

CMYK

with nature). “Kami sangat bangga atas terlaksananya ground breaking yang menandai perkembangan signifikan atas rencana membuka kembali pabrik di Bekasi,” ujar President Director GM Indonesia, Marcos Purty. “Kami juga menghimbau kepada para kontraktor untuk memprioritaskan dan menerapkan peraturan keselamatan atas seluruh pekerjaan konstruksi di kawasan pabrik Bekasi,” tambah Marcos.

Sejalan dengan strategi perkembangan GM yang unik: we build where we sell, and source where we build. Sebelumnya GM telah mengumumkan investasi senilai 150 juta dollar AS untuk membuka kembali pabrik di Bekasi. Pada tahun 2013, pabrik tersebut diharapkan memiliki kapasitas produksi sebanyak 40.000 unit mobil penumpang per tahun untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia dan negara-negara

ASEAN. Pembukaan kembali pabrik di Bekasi diharapkan menciptakan lebih dari 800 lapangan kerja. Pabrik di Bekasi akan bergabung dengan fasilitas GM Thailand di Rayong sebagai pendorong yang penting untuk strategi perkembangan GM di kawasan Asia Tenggara. Kedua fasilitas tersebut akan memanfaatkan basis pasokan lokal dan mamacu ekspansi jaringan dealer GM di pasar domestik masing-masing. (tribunnews/pras)


SELASA 15 NOVEMBER 2011

5

Iwan Mengaku Diancam Gayus ! Sidang Kasus Suap Karutan Brimob

ANTARA/IRSAN MULYADI

Rusmawati (kiri) didampingi anaknya Refinda meratapi peti berisi jenazah suaminya Ely Zailani, nelayan Indonesia yang tewas di Malaysia, di cargo Bandara Polonia Medan, Senin (14/11).

Nelayan Indonesia Meninggal di Penjara Malaysia JAKARTA, TRIBUN - Eli Zailaini, nelayan asal Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang ditahan di Malaysia tewas di penjara pada 7 November 2011 lalu. Eli ditahan oleh kepolisian Malaysia sejak Agustus 2011, dengan tuduhan pencurian ikan. Hal itu dikemukakan Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) Riza Damanik, di Jakarta, Senin (14/11). Saat ini, jenazah sudah dibawa ke Deli Serdang. “Tewasnya Eli Zailani tidak perlu terjadi, jika pemerintah hadir sejak awal

memberikan perlindungan hukum kepada nelayan,” ujar Riza. Hingga Oktober 2011, tercatat 52 nelayan Indonesia ditangkap atas tuduhan serupa, padahal mereka menangkap di perairan Indonesia. Secara terpisah, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Syahrin Abdurrahman, yang baru kembali dari Vietnam, mengaku belum mendapat laporan rinci dari stafnya terkait peristiwa itu. (kompas.com)

Jika Tersangka, Jasin Siap Diperiksa JAKARTA, TRIBUN - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, M Jasin mengaku siap diperiksa pihak kepolisian jika benar ditetapkan sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik yang M Jasin dilaporkan Panda Nababan. Namun hingga kini, Jasin mengaku belum mendapatkan pemberitahuan soal penetapannya sebagai tersangka. “Saya kira sebagai warga negara Indonesia kan harus taat hukum, apalagi saya sebagai penegak hukum di KPK,” kata Jasin di Jakarta, Senin (14/11) saat ditanya kesiapannya jika diperiksa polisi. Panda Nababan melalui kuasa hukumnya, Juniver Girsang mengaku mendapatkan pemberitahuan dari Polres Jakarta Pusat soal pene-

tapan Jasin sebagai tersangka. Pemberitahuan itu diterima pihak Panda 27 Oktober lalu. Menurut Jasin, Biro Hukum KPK siap membela dirinya jika dia benar ditetapkan sebagai tersangka IST pencemaran nama baik yang dilaporkan Panda ke Kepolisian Sektor Tanah Abang, 2 Mei lalu. Panda melaporkan Jasin atas tudingan pencemaran nama baik terkait pernyataan Jasin yang disampaikan dalam Harian Suara Merdeka edisi 27 Agustus 2009 dan dalam rapat dengar pendapat Komisi III DPR pada tahun yang sama. Dalam harian itu, kata pihak Panda, Jasin menyebut inisial PN, anggota Komisi III DPR tengah bermasalah dengan KPK. Pernyataan Jasin itu muncul jauh sebelum Panda ditetapkan sebagai ter-

sangka kasus suap cek pelawat. Pihak Panda menilai, KPK sengaja menargetkan Panda untuk dijerat dalam kasus yang melibatkan lebih dari 30 anggota DPR 1999-2004. Terkait kasus itu, Jasin kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyebut nama yang mengarah pada Panda Nababan. “Tidak ada satu namapun kecuali inisial. Apakah itu mencemarkan nama baik atau tidak, nantikan ada pembelaan dari tim kami,” ujar Jasin. Dia juga menjelaskan, pernyataan Jasin soal inisial PN itu sudah terlalu lama jika dibandingkan dengan waktu Panda melaporkan dirinya terkait pernyataan itu. “Kejadiannya adalah 2009, katakanlah sudah lebih dua tahun, jadi kalau ada hukuman tentang pencemaran nama baik, itu kan maksimal hukumannya 2 tahun, kan udah lewat itu,” katanya. (kompas.com)

Ini tidak logis anda berkorban begitu besar buat Gayus tapi anda tidak menerima sesuatu apapun Suhartoyo, saksi sebagai Kepala Rutan

JAKARTA, TRIBUN - Sidang kasus penyuapan terhadap Kepala Rutan Mako Brimob dengan terdakwa Gayus Tambunan kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Sidang yang mengagendakan keterangan saksi menghadirkan mantan Kepala Rutan Mako Brimob Komisaris Polisi Iwan Siswanto. Dalam kesaksiannya Iwan Siswanto membantah terima

uang dari Gayus Tambunan. Ia mengaku tak pernah menerima sesuatu sebagai imbalan atas pemberian izin Gayus keluar tahanan. Tapi, Iwan mengaku diancam Gayus. “Saya tidak terima sama sekali,” kata Komisaris Polisi Iwan Siswanto saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Selatan, Senin (14/11). Ketua hakim majelis Suhartoyo mengaku tak yakin dengan keterangan saksi. Menurut Suhartoyo, saksi sebagai Kepala Rutan telah memberikan kesempatan Gayus untuk keluar rutan, namun tidak menerima sesuatu apapun dari Gayus. Bahkan katanya, dia mengaku tak tahu menahu dan tak mendapat laporan dari delapan anak buahnya yang mengaku mendapatkan uang

dari Gayus Tambunan. Satusatunya yang Iwan nikmati dari Gayus adalah dipinjami mobil milik Gayus, yaitu Ford Everest untuk mengantarnya pulang ke kampung halaman menengok orang tua Iwan. “Waktu itu saya bilang ke Gayus saya mau pinjam mobilnya, tapi keluarga saya banyak, jadi saya mau pinjam mobil yang lebih besar. Dikasih Gayus yang model jeep itu, saya pakai selama tiga hari,” ujar Iwan. “Ini tidak logis anda berkorban begitu besar buat Gayus tapi anda tidak menerima sesuatu apapun,” ujar hakim Suhartoyo. Iwan yang sudah divonis 8 tahun penjara bersikukuh tidak menerima apapun dari terdakwa. Namun ia mengakui bahwa apa yang

diperbuatnya adalah perbuatan yang salah. Sidang ini juga mengungkap alasan Iwan memberikan kelonggaran bagi Gayus untuk dapat keluar dari rutan. Menurut Iwan, beberapa tahanan sebelum Gayus seperti Susno Duadji, Williardi Wizard dan Aulia Pohan juga diberikan izin untuk keluar tahanan. “Kalau kamu tidak kasih kesempatan seperti yang kamu kasih ke yang lain, saya laporkan ke Satgas Mafia Hukum, Denny Indrayana,” ancam Gayus seperti dituturkan Iwan di persidangan. “Saya hanya mengamankan saja karena sebelumnya ada atasan saya Pak Susno, Pak Williardi yang saya kasih. Saya takut juga Pak dilaporkan,” katanya. (vnc)


CMYK

6

tribun facebook

SELASA 15 NOVEMBER 2011

Sampaikan Komentar Anda melalui Tribun Kaltim Interaktif di Facebook

Topik Besok

Tribun Facebook adalah media komunikasi antara Tribun Kaltim dengan masyarakat, khususnya di Kaltim. Melalui jejaring Facebook, kami akan menjaring komentar Anda terkait berita dan isu yang sedang marak. Sampaikan gagasan dan pemikiran yang positif untuk membangun negeri ini agar lebih baik. Semua komentar terpilih akan dimuat di Tribun Facebook dengan catatan pendapat yang disampaikan tidak mengandung unsur sara, pornografi dan fitnah. Mari bergabung bersama kami di Tribun Facebook.

Sanksi pembekuan dan larangan beraktivitas diberlakukan untuk organisasi masyarakat dan kepemudaan yang melakukan kekerasan kepada warga lain. Penegasan sanksi ini akan diatur dalam Undang-undang Ormas yang saat ini masih dibahas Pemerintah RI dan DPR. Setujukah Anda dengan peraturan ini? Berikan komentar Anda terkait pertumbuhan Ormas di Indonesia, khususnya di Kaltim.

Perketat Pengawasan Hakim! â—? Facebooker Dukung Penyadapan Jika Ada Indikasi Suap Perkara AKHIR tahun 2011 Komisi Yudisial akan mulai mengimplementasikan fungsi penyadapan yang diatur Undang-Undang KY Nomor 22 Tahun 2011. Penyadapan dilakukan apabila ditemukan indikasi suap terkait perkara (mafia hukum). Setujukah Anda dengan penyadapan hakim oleh KY sebagai pengawas ini? Berikan komentar Anda. Agus Wangkay Dengan segala pesismisme cara tersebut akan dapat membongkar kasus mafia peradilan di negeri ini, saya setuju aja deh, paling tidak sebagai pengharagaan bagi upaya yang walau takl signifikan tapi sudah mau dilakukan di negeri ini. Semoga ada waktunya kelak pembongkaran berbagai kasus mofia peradilan terbongkar dan terselesaikan secara tuntas dan berwibawa hukum !!! semoga !!!

(mafia hukum)

Azby Axelle Saya sepakat Penyadapan dilakukan apabila ditemukan indikasi suap terkait perkara

Roedie Hartoenoe Sangat SETUJU. Hakim selama ini bagian dari rangkaian korupsi, bagian dr masalah kronis itu sendiri. Segala

korupsi.

upaya itu harus dilakukan demi tegaknya keadllan dan menciptakan pemberantasan korupsi tanpa

Sulistiarti Firdaus Penyadapan yang di lakukan KY terhadap Hakim yang terindikasi penyuapan dan terlibat dalam mafia hukum perlu dilakukan.Karena banyak hakim yang bermain dalam masalah hukum. Semoga saja KY mampu menjalankan amanah dalam memberantas hakim-hakim nakal dan terwujud keadilan hukum bagi masyarakat Indonesia. Karena Hakim yang jujur dan amanah sangat dicintai orang2 yg membutuhkan keadilan dan hidupnya di ridhoi Allah. Adhen Lee Rrf Setuju sekali..!!! Mau ga mau memang harus dilakukan upaya tsb...yaitu pengungkapan kasus korupsi khususnya dengan cara penyadapan, akan tetapi yang melakukan penyadapan harus benarbenar orang-orang bersih,orang yg benar-benar peduli dengan kepentingan orang banyak... Jangan sampai ada permainan dalam

hal pengungkapan kasus korupsi dgn cara melakukan penyadapan. Raden Wiyose Walaupun terlambat dan klise saya setuju dengan upaya ky untuk memonitor mafia hukum,smoga kedepannya citra penegak hukum di indonesia menjadi lebih baik dan dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat. Sigit Parwoto Penyadapan merupakan cara kerja intelijen dan logikanya yang disadap tidak menyadari dan mengetahui kalau disadap. Saya yakin aturan tidak berfungsi maksimal. Saya merindukan korupsi dapat dibersihkan dengan Petrus (Penembak Misterius) spt jaman dulu Suwardi Paser Assalamu ‘alaikum w w. Saya sangat setuju bahwa Komisi Yudisial (KY) akan memulai mengimplementasikan fungsu penyadapan. Dengan dilakukan penyadapan, maka kita harapkan KY bisa menangkap para penegak hukum yang memeperjualbelikan hukum

dengan tindakan suap. Anwar Nima Bagus2, intelejen nyadap juga, ntar DPR minta kewenangan nydap. Rame2 sadap menyadap kacau, siapa yg bewenang ngawasi sadapan liar oleh oknum yg punya kewenangan nyadap? tanpa ijin pengadilan?. Ini bisa dimafaatkan nyari duit. Tdk ada lg ruang privasi bg orang Indonesia, semua pada takut disadap. Yg perlu dibuat lembaga yg ngawasi sadap menyadap ini Edy Suyoko Komisi Yudisial akan mulai mengimplementasikan fungsi penyadapan yang diatur Undang-Undang KY Nomor 22 Tahun 2011. sangat baik bila dilaksanakan lebih cepat, agar para mafia hukum tidak berani melakukan transaksi yang berindikasi suap, minimal Komisi Yudisial ( KY ) mempunyai barang bukti. Baso Kasmin Husain Tentu kita dukung dan memberikan kepada hakim Komisi Yudisial kearah dimaksud. Maksud para hakim (KY) kan baik tentu kita sangat

CMYK

mengharapkan dalam rangka membongkar mafia hukum dinegara kita. Yang terpenting jangan menyalahgunakan wewenang jabatan yang diberikan oleh rakyat dan tentu yang menjadi hakim (KY) adalah orang profesional dan memiliki akhlak baik. Arimin Jusuf Wumu Sangat setuju, namun kirakira bisa berfungsi maximal alat penyadap tersebut, mengingat untuk mendapatkan no HP seseorang paling gampang dan bisa berganti-ganti nomor disini kendala utamanya kecuali ada suatu alat monitor yg dipasang pada badan atau kendaraan yg dipakai HAKIM yg memantulkan frekwensi

dan bisa mengirimkan signal ponsel atau no yg dipakai HAKIM, tetapi kalau hanya bersifat kebetulan saja bisa disadap percuma saja karena tidak berfungsi EFISIEN DAN EFEKTIF. Burhan Doank Kinerja Hakim yang sangat marak penyelewengan wewenang harus segera di benahi dengan tegas oleh lembaga yang kredibel dan berintegritas. Sebab sumber suburnya korupsi adalah sering di lecehkannya pengadilan yang di lakukan oleh para Hakim. Kadri Hairul Ini adalah upaya bagus, untuk mendukung pemberantasan kasus mafia hukum yang

sering berhubungan dengan korupsi ujungujungnya. Mudahmudahan hal tersebut dapat dilaksanakan dengan benar, sehingga dapat mencapai tujuan yang di ingin, asal jangan di salahk gunakan saja. Darmen Epen Mahadewa Setuju saja,khan itu yang dicitacitakan oleh KY yang berharap kinerjanya hampir sama dengan KPK. Yahh KY bisa lebih meringankan dalam mengurusi hakim2 dan jaksa2 yang nakal...setuju aja..lanjut


tribunners

SELASA 15 NOVEMBER 2011

SOCIAL MEDIA TERKINI

Ayo... Menulis! TRIBUNNERS adalah media warga (Citizen Journalism). Setiap masyarakat dapat mewartakan peristiwa, menyampaikan pendapat dan gagasan serta menyalurkan aspirasi dalam bentuk tulisan atau gambar. Rubrik ini menampung beragam konten yang menarik, bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan dari semua lapisan masyarakat dengan beragam latar belakang budaya, hobi, profesi dan kompetensi. Melalui Tribunners, setiap orang didorong menjadi seorang pewarta atas nama dirinya sendiri, melaporkan peristiwa yang dialami atau terjadi di sekitarnya. Tren Jurnalisme Warga (Citizen Journalism) seperti ini sudah mewabah di banyak negara maju. Mari berbagi informasi dan kirim tulisan anda ke alamat email: tribunners_kaltim@yahoo.com Kami akan menjaring pendapat Anda. Sampaikan gagasan atau pemikiran positif untuk membangun negeri ini agar lebih baik. Semua tulisan akan diseleksi dan dimuat di Rubrik Tribunners, dengan catatan kontens tak mengandung unsur sara, pornografi dan fitnah. Jangan lupa kirimkan biodata dan identitas lengkap Anda beserta nomor telpon yang dapat dihubungi.

Terus Membumikan Musik Jazz BALIKPAPAN Jazz Lovers (BJL) adalah suatu perkumpulan komunitas yang mencoba untuk bisa lebih memasyarakatkan salah satu jenis musik yaitu Jazz di Kota Balikpapan. BJL berdiri pada 17 Juli 2008. Latar belakang berdirinya Balikpapan Jazz Lovers pada intinya adalah untuk menjalin tali silaturahmi kepada sesama pencinta musik Jazz, berbagi pengetahuan tentang genre musik ini serta peduli kepada sesama dalam aktivitas sosial. Segudang pekerjaan guna mewujudkan citacita tersebut telah dilakukan. Konser rutin yang digelar setiap bulan merupakan gagasan awal yang ternyata sukses besar diraih. Konser rutin mengambil tempat yang berbeda setiap bulannya, Pantai Kemala Beach, Palm Hills Balikpapan, Starbucks, di beberapa mal, dan sekolah. “Konser perdana digelar, dengan

optimistis yang tinggi pada tahun 2008 di SMA Negeri I Balikpapan, pada saat itu keadaan sungguh berbeda jika dibandingkan dengan sekarang,” ujar Ahmad Jailani, Ketua BJL. Pada saat itu kami tampil sederhana meski dengan keyakinan kuat akan berhasil, band yang tampil pun hanya sekedar ngejam alias tidak resmi sebuah band. Seiring perjalanan waktu dan kerja keras dari semua pihak, saat ini sudah ada lima buah band keren yang bakal mengiringi kemanapun BJL pergi, diantaranya Ben Trio, Be D’Light, Twinkle, Rully & Friends, BJL Phylia, Imagine Deni, Ari Urban Jazz Project, dan Edelwiess. Twinkle terdiri dari empat personil dan secara sengaja tidak menggaet vokalis manapun. Sebuah prestasi menggembirakan, selain home band yang sudah solid, tercatat lebih dari 500 orang sudah menjadi anggota BJL. (*)

7

CITIZEN JOURNALISM

Ngayogjazz, Festival Jazz Paling Membumi JAZZ tidak mesti digelar di gedung yang megah atau di hotel yang mewah, tapi di tengah pasar pun pertunjukkan jazz bisa digelar. Itu sudah di buktikan oleh Djaduk Ferianto sebagai pencetus ide “Ngayogjazz” yang berlangsung di Yogyakarta pada Sabtu (12/11) kemarin.

Personel BJL Band di Ngayogjazz ● Jemi Martinus (Keyboard) ● Berlin Manullang (Bas) ● Yushidayat (Drum) ● Banun Wrih Andjari (Gitar)

AHMAD JAILANI Ketua Balikpapan Jazz Lovers BERBEDA dengan dari empat penyelenggaraan terdahulu, jika sebelumnya event ini diselenggarakan di tengah desa, kali ini diadakan seputaran Pasar Kotagede dan perkampungan yang bisa dibilang jauh dari sebutan desa. “Ngayogjazz” bisa dikatakan pencair sekat musik jazz. Bagaimana tidak event jazz yang satu bukan hanya disaksikan oleh orang yang memang menyukai dan penggemar jazz tapi juga ditonton oleh orang pasar, dari buruh, pedagang hingga anak-anak yang masih berumur sepuluh tahunan, yang mungkin tidak mengenal jazz ikut menikmati karena memang tidak menggunakan ticketing alias gratis. “Ini adalah sebuah investasi budaya, kalau jazz itu mampu menyatu dengan kultur dan budaya masyarakat. Kalau kita ingin memasyarakatkan jazz, ya jazz harus dekat dengan masyarakat,” kata Djaduk Ferianto, ketika mengobrol dengan saya. Memang konsep “Ngayogjazz” amat berbeda dengan festival-festival jazz kebanyakan di negeri ini. Dari awal memang “Ngayogjazz” tidak berpikir ke profit oriented, tapi lebih ‘membumi’, agar semua lapisan masyarakat bisa menikmati jazz yang selama ini dikenal kebanyakan orang sebagai musik ‘mahal’. Festival ini terwujud berkat kerjasama semua pihak baik penyelenggara dengan pemerintah daerah, dan juga keterlibatan masyarakat itu sendiri sebagai ‘pemilik’ tempat. Djajuk menambahkan, “Masyarakat setempat sengaja saya libatkan, agar mereka juga merasa memiliki event ini, sehingga saya bisa menekan biaya,” ujar Djaduk Ferianto. Djaduk mengaku pada penyelenggaraan “Ngayogjazz” yang pertama hanya mengeluarkan bugjet kurang lebih Rp 30 juta, dan

HO

Ketua BJL Ahmad Jailani menerima penghargaan dari Walikota Surabaya (foto atas). Penampilan band BJL di even Ngayogjazz.

penyelenggaraan berikutnya naik menjadi Rp 60 hingga Rp 100 juta. Sementara untuk sekelas festival ini di kota lain, dana itu hanya cukup untuk sound system saja. Bukan hanya itu, pada setiap penyelenggaraan “Ngayogjazz” selalu melibatkan para pedagang kecil, baik makanan sampai merchandise yang pada akhirnya secara tidak langsung juga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Artis maupun official-nya disuguhi makanan khas Yogyakarta seperti angkringan dan panganan lainnya. Memang “Ngayogjazz” sudah menyatu dengan budaya dan masyarakat Yogyakarta, dari kita masuk ke pintu tempat penyelenggaraan, sudah disuguhi dengan lagu tradisional Jawa, bahkan sampai atribut pakaian penerima tamunya juga ‘berbau’ Jawa. Bukan hanya itu, warna jazz yang disajikan oleh komunitas jazz Yogyakarta pun kental dengan etnik Jawa, sekalipun yang dimainkan adalah komposisi-komposisi standar jazz karya John Coltrane, Cole Porter, George Gershin, DuBose Heyward sampai ke Dizzy Gillispie. Saat festival ini dibuka pada 12 Oktober 2011, pukul 15.30 tampil grup Everyday di

Panggung Spleker Ngisor Ringin Dhodhongan memainkan “So In Love” karya Cole Porter, lagu standar jazz yang diaransemen penuh dengan muatan musik etnik lokal. Sungguh menarik! Dilanjutkan lagi penampilan band dari Komunitas Jazz Jogya daSoul feat Rapal Project dengan komposisi “Caravan” yang dipadukan dengan langgam musik tarian Aceh. Sungguh sebuah sajian yang membuat kita kagum. “Ngayogjazz” memang penuh kejutan. Ketika acara ini diresmikan oleh Walikota Jogyakarta H Herry Zudianto, sang pemimpin kota ini menggunakan sepeda dari “pendopo” nya yang berjarak sekitar 15 km dari tempat acara. Pak Wali seakan ingin menunjukkan bahwa event ini menyatu dengan masyarakat setempat, dan tidak ada kesan mewah pada acara festival jazz yang satu ini. “Musik jazz yang biasa dipentaskan di dalam gedung. Kali ini dipentaskan di tengah pasar. Hanya Jogya yang bisa begini,” itulah ungkapan pertama dari sang Walikota ketika membuka acara ini. Pada kesempatan penyelenggaraan “Ngayogjazz” kali ini, Herry juga memberikan penghargaan secara simbolis

kepada Balikpapan Jazz Lovers, Pekalongan Jazz Community, Komunitas Jazz Pekan Baru, Komunitas Jazz Surabaya, Komunitas Jazz Bandung dan Komunitas Jazz Solo, berupa piagam karena telah berpartisipasi di even ini. Pada penyelenggaraan “Ngayogjazz” tahun ini, tersedia sebanyak 6 panggung. Panggung Spleker Ngisor Ringin Dhondhogan, Panggung Horn Dalem Sopingen, Panggung Sirine Payungan Kidul Pasar, Panggung Corong Toko Abang, Panggung Gaog Babon Aniem Pasar Legi dan Panggung Swara Warga Plataran Jono’s Silver Mondorakan. Adapun selain komunitas jazz dari berbagai daerah, “Ngayogjazz” 2011 ini dimeriahkan oleh musisi jazz nasional seperti Sierra Soetedjo, Ligro Trio, Tesla Manaf Feat Mahagotra Ganesha, Nano Tirto, Idang Rasjidi, Tri Utami dan Rieka Roeslan. Pada “Ngayogjazz” tahun ini mengambil tema, “Nandur Jazz-ing Pakarti”, orang Jawa mengenal peribahasa “Ngundhuh Wohing Pakarti” (menuai apa yang telah kita kerjakan). Namun tak mungkin bisa ngundhuh jika kita tak pernah nandur (menanam). “Nandur Wohing Pakarti” menanam buah perbuatan baik. Begitulah harapan penyelenggara atas semua yang dilakukan untuk “Ngayogjazz”. Berbekal semangat itulah, “Ngayogjazz” mencoba memberikan tempat bagi para musisi muda untuk bisa mempresentasikan karyakarya mereka. Tak sedikit dari mereka, para musisi muda, memiliki kemampuan bermusik diatas rata-rata. Dengan kemampuan bermusik yang cukup itulah, mereka punya lebih banyak kesempatan untuk dikenalkan. “Ngayogjazz” adalah sebuah ruang dialog terbuka bagi siapapun untuk ikut reriungan dan gayub bersama. Sebab jazz tak melulu soal (jenis) musik. Apapun yang bersahutan dan menjadi sebuah dialog yang bisa dinikmati, itulah jazz. (*)


8

Kaltim SELASA 15 NOVEMBER 2011

tribun buffer Arthur Irawan, Pemain Indonesia Gabung Klub Spanyol

KPK Tiup Peluit Moratorium MORATORIUM tambang? Hil bin mustahal alias impossible! Sebuah kebijaksanaan yang sangat mengerikan bagi sekelompok pengusaha dan pekerja tambang malahan juga merisaukan sejumlah eksekutif di Indonesia. Aktivis Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) sudah sejak setahun lewat telah menyuarakan upaya moratorium izin tambang batu bara yang tidak terkendali dan membahayakan bagi kehidupan bangsa. Desakan dan dorongan moratoirum ini tak membuat pemerintah bergeming, tetapi sekarang mendapat perhatian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M Jasin, mengungkapkan 400 perusahaan tambang batu bara terindikasi non-clean dan non-clear (tidak bersih dan tidak jelas). Gejala ini menyebabkan pendapatan negara menjadi tidak maksimal. Terutama iuran pengusahaan batu bara dan iuran produksi tidak sesuai dengan kenyataan. Jasin mengungkapkan potensi penerimaan negara dari pertambangan batu bara pada 2010 mencapai Rp 22,46 triliun. Adapun target pendapatan 2011 yaitu Rp 21,5 triliun, sementara target pada 2012 mencapai Rp 27,2 triliun. KPK menilai potensi yang besar tersebut malah tidak tergali, karena pengusahaan pertambangan batu bara dinilai tidak clean and clear. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Prof. Dr. Widjajono Partowidagdo memberikan respon positif atas desakan moratorium (penghentian sementara) terkait pemberian izin pada pembukaan tambang batu bara. Berdasarkan kajian KPK meunjukkan indikasi tumpang tindih pemberian izin kepada perusahaan batu bara. Hal tersebut menyebabkan iklim investasi menjadi kurang baik dan barang tentu merugikan negara. . Masing-masing bupati tidak mengetahui batas wilayahnya dan memberikan izin eksplorasi bagi dua perusahaan berbeda, pada wilayah yang sama. Untuk itu, KPK menyarankan bupati, walikota, maupun gubernur untuk sementara tidak boleh mengeluarkan izin hingga permasalahan tumpang tindih pemberian izin dibereskan oleh pemerintah pusat. “Secepatnya, jangan ngapa-ngapain dululah sebelum ini beres. Ini sementara kan ada action plan akan segera dilakukan, segera akan dimulai karena kita ingin negara beres,” ujarnya. Widjajono mengaku menemukan ada indikasi pelanggaran pada perhitungan pajak batu bara dikarenakan biaya cost recovery ditentukan sendiri oleh perusahaan sendiri. Penghitungan cost recovery perusahaan minyak dan gas diatur oleh pemerintah. Adapun cost recovery batu bara ditentukan oleh setiapperusahaan. Padahal cost recovery adalah unsur penting dalam penghitungan pajak yang akan dibayarkan kepada negara. Selasa (14/11), tim KPK memaparkan kajian mengenai aspek regulasi, pengusahaan, pembinaan, dan reklamasi mengenai Energi dan Sumber Daya Mineral. KPK menemukan ada sejumlah kelemahan dalam pengusahaan pertambangan batu bara di tanah air yang berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga mencapai triliunan rupiah. Menitilik kondisi di atas, sudah jelas pokok permasalahannya terletaka pada kelemahan pemerintah dalam penegakan hukum dan pengelolaan sumber daya alam. Negeri ini banyak kementerian dan banyak aturan, akan tetapi tidak begitu banyak tenaga yang mampu melaksanakan peraturan secara baik, benar dan konsekuen. Kelemahan pengawasan dan penegakan hukum menyebabkan banyak pihak merasa bahwa aturan di Indonesia bisa dipermainkan dan dilanggar. Asumsi ini tidak lain akibat dari perilaku oknum-oknum pejabat pemikik kekuasaan yang sengaja memanfaatkan kelemahan ini untuk mengeruk keuntungan dan kepentingan pribadi. Betapa menyedihkan kondisi ini. Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral, Batu Bara, dan Panas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Witoro Soelarno memperinci jumlah inspektur tambang yang saat ini berada di pusat hanya 20 personel. Inspektur tambang adalah jabatan fungsional yang mampunyai kesenangan menutup tambang. Di pusat para pejabat yang juga sebagai PIT ada 15 orang. Di seluruh provinsi dan kabupaten petugas pengawasan dengan kualifikasi inspektur tambang atau PIT hanya 150 orang. Sekarang ESDM sedang menyiapkan 1.000 tenaga inspektur tambang. Mari kita tunggu gerakan dari KPK dan ESDM untuk segera melakukan moratorium, agar kekayaan alam ini benar-benar bisa diberdayagunakan untuk kepentingan negara dan bangsa. Jangan sampai kekayaan alam ini justru menjadi sumber bencana di kelak kemudian hari. (*)

Silakan Saja # Sambungan Hal 1

Tapi kalau memang kebijakan tersebut untuk legalitas atau dasar hukum serta meluruskan saya pikir sah-sah saja. Silakan saja diatur, kalau demi kepentingan lebih baik. Tapi bagaimana dengan tambang yang sudah ada dan secara hukum sah

Jalan Terbaik # Sambungan Hal 1

memang semua pihak sudah menginginkan itu sejak lama, yakni penertiban ulang terhadap pertambangan batu bara. Karena sudah bukan rahasia lagi, bagaimana tambang khususnya di Kaltim sudah semakin “tidak terarah” dalam melakukan proses penambangannya. Namun

dan sudah berjalan? Intinya secara resmi kami belum menerima kabar tersebut, tentu nanti akan kita koordinasikan dengan instansi terkait. Kalau jumlah berapa tambang di Penajam Paser Utara (PPU) saya tidak hafal, coba tanya ke Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben), karena di sana lebih detail dan tahu terkait berapa jumlahnya. (fer) perlu diingat juga, moratorium tersebut tetap memikirkan jika kita tetap butuh batu bara, mulai dari retribusinya hingga banyaknya program pembangunan pembangkit listrik yang membutuhkan batu bara sebagai bahan bakarnya, dan lain sebagainya. Itu artinya moratorium itu, harus dalam koridor-koridor penertiban yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. (aid)

Ini Bakat dari Tuhan NAMA Arthur Irawan lambat laun kini mulai menggema di telinga pecinta sepakbola Tanah Air. Betapa tidak, Arthur menjadi pemain pertama dan satu-satunya Indonesia yang dikontrak klub Liga Spanyol yang bermarkas di Barcelona, Espanyol, selama empat musim. “Ini adalah bakat yang saya miliki dari Tuhan,” ujar Arthur kepada Tribunnews.com, Senin (14/

11). Sejak berada di Indonesia — tepatnya umur 8 tahun - ia menimba ilmu di Jakarta International School (JIS). Saat itulah ia mulai bermain sepakbola. Setelah tamat sekolah (umur 16 tahun), pemain kelahiran Surabaya 3 Maret 1993 ini melanjutkan studi ke Manchester, Inggris. Di sanalah Arthur mulai menekuni sepakbola dan sempat berlatih pada klub

peraih trofi terbanyak Liga Inggris, Manchester United. Sebenarnya, pemuda yang mengidolakan pemain Barcelona, Xavi Hernandez, ini sempat mengikuti seleksi Timnas U-23 saat dilatih Alfred Riedl, namun Arthur tidak lolos lantaran usianya masih di bawah 17 tahun. Walhasil ia langsung ke Inggris guna melanjutkan kegiatannya. Selang beberapa bulan kemudian, namanya kembali muncul setelah Espanyol merekrutnya. Kini setelah menjadi pemain profesional, kemampuan Arthur mengolah si kulit bundar tak terelakkan.

Namun ia mengaku masih perlu meningkatkan kualitasnya bermain di atas lapangan. “Yang kurang kaki kiri saya dan perlu perbaikan understanding tactical karena agak kurang mengerti. Mungkin itu bisa saya pahami dua samapi tiga bulan ke depan,” tukas pemain yang kini sedang berada di Indonesia guna mengurusi izin kerja. Arthur dikontrak Espanyol selama empat musim. Keputusan tersebut tak lepas dari bakat yang dimiliki Arthur selama berlatih di klub Catalan itu. “Sebelumnya saya bermukim di Inggris untuk

studi. Tapi saya sempat mengikuti latihan bersama Manchester United dan Preston North End,” ujar Arthur, Senin (14/11). Selama di Inggris, Arthur yang masih berusia 18 tahun ini sempat melakukan pertandingan persahabatan dengan klub-klub papan atas Inggris seperti Liverpool dan Manchester United. Tanpa disadari, saat melakukan pertandingan ujicoba terdapat tim scouting dari Espanyol untuk mencari bakat-bakat muda. Kini Arthur, telah bergabung dengan tim Espanyol U-19. (tribunnews.com/iwn )

Angelina Bisa Jadi Tersangka Baru # Dalam Kasus Dugaan Suap Pembangunan Wisma Atlet meyakini hal ini. Saya lihat perkara Nazar banyak bersinggungan dengan orang penting, makanya kita apatis atas penyelesaian perkara ini. Bila memang ada bukti yang menunjukkan keterlibatan kapolri, saya kira perkara ini harus ditangani KPK, proses harus dilakukan secara profesional, akuntabel dan

transparan, jangan sampai ada kong-kalikong,” ujarnya. “Kami tak ingin kasus Nazaruddin diselesaikan secara undertable karena ini sudah menjadi perhatian publik,” kata Aboebakar menegaskan. Pekan lalu, Ketua KPK Busyro Muqodas sudah berani memastikan, akan ada

JAKARTA, TRIBUN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memberi petunjuk siapa sosok yang akan menjadi tersangka baru terkait penyidikan kasus suap dalam pembangunan Wisma Atlet. Namun demikian, petunjuk itu tetap tak menjawab teka-teki siapa sebenarnya sosok tersebut. Wakil Ketua KPK bidang Pencegahannya Muhammad Jasin mengungkapkan orang yang akan ditetapkan sebagai tersangka baru dalam penyidikan kasus tersebut, bisa berasal dari kalangan anggota DPR yang sudah pernah diperiksa sebagai saksi. “Bisa iya, tapi bisa juga tidak,” katanya saat ditanya apakah calon tersangka baru itu berasal dari anggota DPR yang pernah diperiksa, Senin (14/11). Jasin mengatakan, pihaknya baru akan mengumumkan kepada publik tersangka yang dimaksud tersebut jika penetapan atas hal tersebut sudah ditandatangani. Dalam kasus ini,

sejumlah anggota DPR pernah diperiksa KPK. Di antaranya adalah Benny K Harman, dan Angelina Sondakh keduanya dari Partai Demorkat, dan I Wayan Koster (PDIP). Di antara mereka, Angelina menjalani pemeriksaan sebanyak dua kali. Ketua KPK, Busyro Muqoddas ketika ditanya apakah calon tersangka baru itu adalah Angelina Sondakh, menolak membenarkannya. “Belum, saya tidak bisa mengatakan sekarang,” kata Busyro. Ada pun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menduga kasus korupsi Wisma Atlet Palembang, Sumatera Selatan yang sudah menetapkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) Muhammad Nazaruddin, sudah masuk angin. Penanganannya, menurut Ketua DPP PKS Bidang Advokasi Dan HAM Aboebakar Alhabsy, hanya akan berhenti sebatas Nazar, karenanya penanganannya jalan di tempat. “Banyak kawan yang juga

MASIH terkait Nazaruddin, kemarin, gugatan praperadilan mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat itu kepada KPK ditolak hakim. Hakim tunggal Dimyati memutuskan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak berwenang mengadili yang diajukan tim kuasa hukum Nazaruddin. “Mengadili mengabulkan eksepsi termohon Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak berwenang mengadili perkara pemohon (M Nazarudin),” kata Dimyati di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jakarta. Pertimbangan hakim dalam menolak gugatan Nazaruddin dikarenakan peristiwa tersebut terjadi di Kolombia. Sehingga, kewenangan untuk mengadili perkara berada di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dimyati menilai bahwa locus delikti atau tempat

Atlet Kaltim Raih 4 Emas

emas yang pertama diraih di SEA Games ini dipersembahkan bagi bangsa Indonesia dan keluarganya. “Ini emas bagi Indonesia dan keluarga saya di Samarinda,” ujarnya. Pada pertandingan perdana cabang gulat SEA Games yang berlangsung di gedung serbaguna Jakabaring, Palembang itu mempertandingkan lima kelas. Satu pegulat timnas yakni Arbainsyah dari Kalimantan Selatan, harus puas dengan medali perunggu. “Total pada hari pertama ini tim gulat Indonesia menyumbangkan dua medali emas, satu perak dan dua perunggu,” imbuh Bunyamin. Sementara dari sepatu roda, selain meraih dua emas, atlet Kaltim lainnya yaitu Aisyah Karimawati berhasil meraih perak. “Sejauh ini belum final perolehan medali atlet-atlet Kaltim yang masuk kontingen tim Indonesia. Total atlet kita (Kaltim) yang masuk kontingen ada 53 atlet. Itu belum termasuk pelatih dan 4 wasit kempo dari Kaltim,” kata Zuhdi Yahya, Ketua Tim Pemantau Atlet PON Kaltim, yang kemarin hadir di Jakarta memantau atlet-atlet Kaltim yang berlaga di SEA Games. Hanya saja, lanjut dia, untuk sementara atlet Kaltim yang menyumbang medali emas dari cabor sepatu roda dan gulat. “Atlet Kaltim untuk sepatu roda raih dua emas, dan 1 perak,” ungkap Zuhdi. “Latifah Hikmawati dan Evan menyumbangkan emas dari cabor sepatu roda,” tambahnya. Selain cabang sepatu roda, lanjut Zuhdi, kemarin sore pegulat Kaltim juga meraih dua medali emas. Dua emas disumbangkan Aliansyah dan Rustang. “Kita dapat informasi dari tim yang memantau dari Palembang, dua atlet asal Kaltim yang baru dapat emas dari gulat. Mereka atas Rustang dan Aliansyah,” ujarnya. Zuhdi berharap kepada atlet-atlet Kaltim yang masuk kontingen SEA Games bisa

menyumbangkan emas. Dengan memberikan uang saku kepada atlet, diharapkan bisa memotivasi atlet untuk berprestasi. Sebanyak 53 atlet asal Kaltim yang masuk kontingen di tim nasional Indonesia mendapatkan jatah uang saku masing-masing Rp 5 juta. “Saya berharap bisa berprestasi baik di SEA Games maupun di PON 2012 nanti,” ujar Zuhdi. Penyerahan uang saku secara simbolis kepada tiga atlet kempo asal Kaltim diserahkan di Hotel Sultan, Senin (14/11). Memimpin Kontingen Indonesia terus memimpin raihan medali di ajang SEA Games XXVI 2011 di Palembang dan Jakarta. Hingga hari keempat, Senin (14/11) pukul 23.30 WITA, kontingen Indonesia sudah meraup 57 medali emas, 46 perak dan 37 perunggu. Sementara itu kontingen Thailand menguntit di posisi kedua dengan raihan 35 medali emas, 26 perak, dan 33 perunggu. Emas terakhir yang direbut Thailand datang dari cabang bulutangkis di nomor beregu putri. Tim Gajah Putih itu mampu merebut emas di nomor bergengsi itu setelah mengalahkan Indonesia dengan skor 3-1 di babak final. Thailand unggul atas Vietnam yang berada di posisi ketiga dengan 21 emas, 24 perak, dan 29 perunggu. Sedangkan posisi buncit pengumpul medali ditempati oleh Timor Leste, yang hingga hari keempat ini baru meraih 1 medali perunggu. Di cabang atletik tidak mengurangi peluang Indonesia memperoleh medali emas di nomor 200 meter putra pada SEA Games XXVI di Palembang. Sebab Franklin Ramses yang menjadi penerus Suryo Agung, sukses memenuhi target. Franklin berhasil meraih dua emas. Franklin sebelumnya juga meraih medali emas di nomor 100 meter. Sprinter

# Sambungan Hal 1

diprediksikan bakal mendulang emas, begitu juga dengan Rustang yang bermain di kelas 67 kg grego. Sedangkan Ardiansyah (boy), mantan peraih emas SEA Games 2009 di Laos gagal meraih prestasi puncak, dan hanya puas merebut medali perak. Rustang meraih emas setelah mengandaskan pegulat Vietnam Hlaing Htwe dengan skor 2-0. Setiap babak Rustang menang mutlak dengan angka 4-0 dan 6-0. Sedangkan Aliansyah sukses meraih emas dengan mengantongi poin 11. Ia mengungguli pegulat Vietnam, Ta Ngoc Tan (8 poin), dan pegulat Kamboja, Nuth Sophol (4 poin). Aliansyah mengaku sudah percaya diri bisa merebut medali emas ini. Terlebih sejak dirinya dilatih oleh pelatih asal Rumania, Aurel Cimpoeru. “Sejak ditangani pelatih dari Rumania saya mengalami peningkatan dan ini terbukti saya bisa juara di negara sendiri. Ini berkat kerja keras seluruh pelatih,” ujar Aliansyah. Sementara perak yang diraih Ardiansyah setelah di final ia dikalahkan pegulat Thailand Phongsatorn Moonmee. “Memang nasib Ardiansyah kurang bagus, dalam hitungan detik dia kalah pada partai final,” kata Bunyamin. Selain Ardiansyah, pegulat Kaltim Kusno Hadi yang bermain di kelas 74 kg grego juga gagal mencapai final dan hanya mendapatkan medali perunggu. “Pada pertandingan perdana ini memang kita bisa mendapatkan dua emas, namun dalam hitungan saya seharusnya empat emas, sayang dua pegulat kita gagal mencapai prestasi puncak,” papar Bunyamin. Seusai pertandingan Rustang mengatakan, medali

tersangka baru dalam kasus Muhammad Nazaruddin ini. Namun, Busyro belum berani mengungkap secara jelas, siapa politisi yang akan dijadikan tersangka. Bahkan terkesan negper, dia meralat ucapannya dan menyatakan belum ada tersangka baru dari kalangan politisi parpol. (tribunnews.com)

Tolak Praperadilan kejadian perkara bahwa kantor Kedubes Kolombia berada di Jakarta Pusat. “PN Jaksel tidak berwenang mengadili perkara pemohon. Karena kedubes ada di Pusat, Jadi putusan sudah jelas PN Jaksel tidak berwenang,” imbuhnya. Menanggapi putusan tersebut, tim kuasa hukum M Nazaruddin, Afrian Bondjol mengaku kecewa atas putusan tersebut. Hal itu dikarenakan termohon yaitu KPK berada di wilayah Jakarta Selatan. Menurut kuasa hukum KPK, Rasamala Aritonang permohonan praperadilan Nazaruddin ini, mangada-ngada, dan kabur. Selain itu apa yang disampaikan Nazaruddin dalam permohonannya hanya berisi asumsiasumsi yang tidak berdasarkan fakta. (tribunnews/roy/yat/fer)

asal Papua ini mengatakan bahwa kemenangannya berkat doa dan dukungan masyarakat Indonesia. “Puji Tuhan sekali lagi ini berkat dukungan Nya (Tuhan), pelatih, pengurus PASI terutama pak Bob Hasan dan yang paling penting ada doa kalian semua,” jelas Franklin. Menurutnya, dengan hasil ini dirinya semakin terpacu untuk meningkatkan catatan waktunya untuk melampaui rekor Suryo Agung. “Ini juga sudah lebih baik dari rekor saya, karena catatan waktu terbaik saya 21:27,” jelasnya. Cabang menembak sumbang emas kedua bagi Indonesia. Emas datang melalui Maharani Ardy dari nomor 50 meter rifle prone putri. Dengan total 593 poin dari 100 usaha tembakan, Maharani sukses menyabet emas. Ia mengalahkan atlet Thailand, Pichitkanjanakul Vitchuda yang mengoleksi 592 poin. “Emas ini paling spesial karena di ajang SEA Games. Untuk Asia Tenggara memang ada turnamen khusus menembak, cuma SEA Games ini lebih bergengsi,” ujar Maharani yang tidak bisa menahan air mata seusai pertandingan. Medali perunggu jatuh ke tangan atlet Malaysia, Zulkifli Muslifah dengan total poin 587. Atlet senior Indonesia, Erlinawati yang memenangkan emas pada nomor yang sama di SEA Games 2009, hanya mampu menduduki

posisi 6 dengan 586 poin. Sedangkan Maharani pada SEA Games 2009 lalu hanya meraih medali perunggu dari nomor 50 meter rifle prone putri beregu. Ini merupakan emas kedua dari cabang menembak. Sebelumnya, penembak putra Anang Yulianto berhasil menyabet emas dari nomor 25 meter standard pistol. Di cabang sepatu roda mendekati sempurna di ajang SEA Games 2011 menyusul dua tambahan emas dari nomor 500 meter putra dan putri road race. Emas kesembilan cabang sepatu roda datang dari atlet putri, Della Olivia yang menguasai nomor 500 meter putri. Della sukses menyabet emas dengan catatan waktu 48,996 detik. Medali perak juga menjadi milik Indonesia melalui Anggi Rahmadini dengan catatan waktu 49,116 detik. Sedangkan perunggu direbut atlet asal Singapura, Wei Wei Emily Kwek yang menorehkan waktu 58,396. Sukses berlanjut di nomor 500 meter putra. Kali ini giliran Stevanus Wihardja yang menyumbang emas bagi Indonesia dengan catatan waktu terbaik 42,054 detik. Medali perak direbut atlet Indonesia lainnya, Zarki Rosa dengan catatan waktu 42,224. Wakil Thailand, Chutiporn Nakarungsu menyabet medali perunggu setelah menorehkan waktu 42,342. (bud/ tribunnews/ant)

Sudah Ditunggu

antara dua belah pihak, baik pemilik IUP-nya dalam melakukan penambangan, juga untuk masyarakat yang memiliki lahan. Saran saya, moratorium itu harus luas lingkupnya, dan jangan sampai justru berpihak kepada pengusaha dalam hal ini pemilik IUP-nya, sedangkan masyarakat yang selama ini terkena imbas negatif terhadap keberadaan tambang itu, tidak mendapatkan keuntungan apapun. (aid)

# Sambungan Hal 1

yang sudah ditunggu-tunggu. Jika dikaitkan dengan fakta di lapangan, memang soal tumpang-tindih lahan antara Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan Fasilitas Umum (Fasum) menjadi persoalan belum terselesaikan hingga saat ini. Intinya ini harus menjadi jaminan kepastian hukum

PEMIMPIN UMUM(Plt): Agus Nugroho PEMIMPIN REDAKSI: Achmad Subechi REDAKTUR PELAKSANA: Priyo Suwarno MANAJER PRODUKSI: Arif Er Rachman WAKIL MANAJER PRODUKSI: Baskoro Muncar KOORDINATOR LIPUTAN: Fransina Luhukay STAF REDAKSI: H Sjamsul Kahar, H Herman Darmo, Uki M Kurdi, Achmad Subechi, Ignatius Sawabi, Priyo Suwarno, Arif Er Rachman, Baskoro Muncar, Fransina Luhukay, Iwan Apriansyah, Adhinata Kusuma, Dwi Haryanto SN, Sumarsono, Mathias M Ola, Perdata O Ginting, Trinilo Umardini, M Abduh Kuddu, Rita, Reza Rasyid Umar, Margaret Sarita, M Wikan Hendarman, Meinar F Sinurat, Ahmad Bayasut, Fachmi Rachman, Feri Mei Effendi, Basir Daud, Rafan A Dwinanto, Syaiful Syafar. BIRO SAMARINDA, Jl Ulin No.106 Samarinda, Telepon: 0541 202416, 202417, fax: (0541) 769855: H Maturidi (kepala), Achmad Bintoro, Budhi Hartono, Khaidir, Maipah, Nevrianto HP, Reonaldus, Muhammad Yamin, Hasbi. KUTAI KARTANEGARA: Rahmat Taufik KUTAI TIMUR: Kholish Chered. BONTANG: Udin Dohang PASIR: Sarassani. PENAJAM PASER UTARA: Samir TARAKAN: Junisah. KUTAI BARAT: Alex Pardede. BERAU: Amalia Husnul A. NUNUKAN: Niko Ruru. BIRO JAKARTA, Jl Palmerah Selatan 3, Jakarta 10270, Telepon (021) 5356766 (7618), Fax (021) 5495360: Febby Mahendra Putra (Kepala), Domuara Ambarita (Wakil) Agung Budi Santoso, Johnson Simanjuntak, Chairul Arifin, Ismanto, Rachmad Hidayat, Toni Bramantoro, Yuli Sulistyawan, Yoni Iskandar, Bian Harnansa, Hendra Gunawan, Sugiarto, Budi Prasetyo, Hasanuddin Aco, Murdjani. DIREKTUR UTAMA: Asih Winanti. DIREKTUR: H Herman Darmo, Uki M Kurdi. PEMIMPIN PERUSAHAAN / MANAJER IKLAN: H Zainal Abidin. MANAJER SIRKULASI: Iskandar. BAGIAN IKLAN JAKARTA: Doddy Setiawan (HP 08164859626), Jl Palmerah Selatan 3 Jakarta, Telp: (021) 5483863, 5494999, 5483008, 5480888 (ext: 7635-7638) Fax: (021) 53696583 Tarif Iklan: ! Umum Display (B/W) Rp 22.500/mm kolom ! Spot Colour (2 warna): Rp 30.000/mm kolom ! Spot Colour (1 warna): Rp 25.000/mm kolom ! Full Colour: Rp 35.000/mm kolom ! Halaman 1 (B/W) Rp 60.000/mm kolom ! Halaman 1 (F/C) Rp 90.000/mm kolom ! Iklan Baris (2 s/d 10 baris): Rp 10.000/baris. Harga di atas belum termasuk PPN 10%.KANTOR PUSAT BALIKPAPAN Jl Indrakila Straat III Dalam, RT 52 No 1 Kampung Timur, Balikpapan 76125. Telepon: (0542) 735015, 7020152, 7020151, Fax: (0542) 735013 No Rek 191.0724971 BCA Balikpapan a/n PT Mahakam Media Grafika. PENERBIT: PT Mahakam Media Grafika. ISI DILUAR TANGGUNG JAWAB PERCETAKAN

WARTAWAN “TRIBUN KALTIM” SELALU DIBEKALI TANDA PENGENAL DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APAPUN DARI NARASUMBER


tribun line Dipasok dari Filipina via Nunukan

Moratorium Izin Batu Bara ! Sambungan Hal 1

! Sambungan Hal 1

Senjata-senjata itu, lanjut Golose, berasal dari Filipina dan dimasukkan ke Indonesia melalui Nunukan, Balikpapan, Makassar, dan Surabaya. Ia menambahkan, polisi antiteror masih mencari senjata yang disimpan di Depok. “Belum tahu jumlahnya berapa,” katanya. Dari penangkapan terhadap enam orang itu, Sabtu dan Minggu lalu, polisi antiteror telah menyita dua pucuk senjata jenis M16, satu pucuk senjata jenis jungle, dan satu pucuk jenis FN. Keenam orang yang ditangkap itu berinisial DAP, BH, AA, S, D alias N, dan S. Mereka ditangkap di daerah Tangerang, Bekasi, dan Duren Sawit di Jakarta Timur. Kepala Polisi Negara RI Jenderal Timur Pradopo menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah ada oknum mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) yang terkait dengan penemuan senjata api milik tiga terduga teroris dari kelompok Abu Omar. Hal ini disampaikan Kapolri seusai menghadiri upacara peringatan HUT Korps Brimob Polri Ke-66 di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Senin (14/11). “Masih penyelidikan kita tunggu hasil secara utuh. Saya kira tidak ada (keterkaitan dengan mahasiswa UI),” ujar Kapolri. Dalam penyelidikan tindakan terorisme ini, kata Timur, Polri juga tetap membutuhkan informasi dari masyarakat yang mengetahui pergerakan dari jaringan teroris. “Segala bentuk informasi apa pun yang selama ini kita terima tidak lepas dari peran masyarakat. Semua kaitan masih penyelidikan. Informasi sekecil apa pun kita tindak lanjuti masyarakat tidak perlu khawatir,” sambungnya. Kriminolog dari Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, menduga ada keterlibatan oknum mahasiswa dari kampus tersebut dengan kelompok teroris Abu Omar yang baru saja diringkus polisi. Pasalnya, kata Adrianus, ditemukan senjata api yang ditanamkan kelompok tersebut di kawasan Hutan UI, Depok Jawa Barat. Ia mensinyalir, kelompok ini memiliki link dengan sejumlah mahasiswa radikal di kampus itu. “Permasalahannya dari mana mereka (kelompok teroris) tahu bahwa tempat di UI itu aman. Nah dalam hal-hal ini saya menduga bahwa janganjangan ada kaitannya dengan informasi yang diberikan oleh mahasiwa UI sendiri yang mungkin memiliki paham radikal juga dan menyebut bahwa di sana aman, bisa dipakai dan seterusnya,” ujar Adrianus di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Senin (14/11). Menurut Adrianus, di antara mahasiswa UI memang ada yang juga memiliki paham radikal, meskipun banyak juga

ANTARA/JESSICA WUYSANG

Kapolda Kalbar Brigjen (Pol) Unggung Cahyono (tengah) dibopong puluhan anggota Sat Brimob Polda Kalbar saat perayaan HUT Brimob Polri ke-66 di Mako Satbrimobda Kalbar, Senin (14/11). HUT tersebut merupakan momentum untuk merevitalisasi postur Korps Brimob, memantapkan hubungan kemitraan dan pelayanan mitra kepada masyarakat.

yang memiliki pandangan pluralisme, moderat, dan demokrat. Ia khawatir orangorang berpaham radikal ini yang memberikan informasi mengenai tempat yang aman di Depok untuk kegiatan teroris. “Tidak semua kampus di UI itu plural, moderat, dan demokratis. Ada saja kalangan yang kita katakan sebagai lebih fundamental dari segi pemahaman mereka. Janganjangan mereka lah yang memiliki link dengan kelompok itu,” sambungnya. Selain itu, ia juga menduga kelompok ini bisa saja melakukan latihan persenjataan di hutan Depok UI dengan menyamar sebagai kumpulan mahasiswa yang melakukan kegiatan camping maupun bersepeda. Itu yang menurutnya, salah satu indikasi pihak UI tak menyadari siapa saja yang masuk dalam kawasan tersebut. “Kemungkinan dalam hal ini mereka menyamar atau camping dan sebagainya kemudian menyalahgunakan tempat itu,” tuturnya. Ia meminta kepolisian jangan hanya melakukan penyelidikan terhadap para pelaku teroris tetapi juga oknum mahasiswa yang kemungkinan terlibat dengan jaringan Abu Omar. “Jangan hanya sampai pada mereka yang menjadi pelaku langsung dan memiliki senjata api. Atau orang-orang yang memang berlatih di hutan UI tapi juga orang yang dikatakan sebagai pemberi informasi sehingga kegiatan itu berlangsung secara aman,” tandasnya. Seperti diberitakan, Sabtu lalu Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap tiga tersangka yang berinisial DAP (34), yang beralamat di Cipondoh, Kota Tangerang, serta BHD (35) dan A (32), yang beralamat di Karawaci, Kota Tangerang. BHD mengaku pernah menerima 2 pucuk senjata api dari tersangka AO. Kedua senjata itu adalah satu pucuk senjata api jungle dan satu pucuk senjata jenis FN, beserta 20 butir peluru. Kedua senjata itu disembunyikan dengan cara ditanam di kawasan hutan Universitas Indonesia di daerah Depok. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) M Taufik menyatakan, kepolisian berencana akan melakukan penyisiran senjata api di Hutan Universitas

Indonesia, Depok, Jawa Barat. Penyisiran tersebut dilakukan untuk mencari senjata api sebagai barang bukti yang ditinggalkan oleh kelompok terduga teroris Abu Omar. Namun, Taufik belum menyampaikan waktu tepatnya penyisiran tersebut. “Pengembangan barang bukti dari penangkapan kemarin. Rencananya hari ini, tapi belum pasti, jadi atau tidak belum tahu,” ujar Taufik saat dihubungi di Jakarta, Senin. Sebelumnya, pasukan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri meringkus tiga orang anggota jaringan teroris, yaitu berinisial DAP, BH, dan A, di Tangerang, Sabtu (12/11) pagi. Tersangka A ditemukan membawa senjata api jenis M16 saat akan ditangkap di dekat rumahnya sehingga polisi menembak tersangka dan mengenai bagian kaki. Barang bukti yang disita adalah satu pucuk senjata api M16. Dari hasil interogasi sementara polisi diketahui, tersangka BHD pernah menerima dua pucuk senjata api dari tersangka AO. Kedua senjata itu adalah satu pucuk senjata api jungle, satu pucuk senjata jenis FN, dan 20 butir peluru. Kedua senjata itu disembunyikan dengan cara ditanam di kawasan hutan di daerah Depok. Karena itu, atas pengakuan BHD ini, polisi akan menelusuri kawasan hutan tersebut. Tiga tersangka teroris yang ditangkap di daerah Tangerang, diduga merupakan kelompok tersangka Abu Omar yang ditangkap sebelumnya. Kelompok jaringan tersebut diduga merupakan jaringan kelompok teroris di Kalimantan Timur yang memasok senjata dari Filipina. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Komisaris Besar Boy Rafli Amar di Jakarta, Sabtu (12/11). “Penangkapan tiga orang yang diduga terkait jaringan terorisme, merupakan hasil pengembangan dari penangkapan Abu Omar sebelumnya di Kalimantan Timur,” kata Boy. Kelompok Kalimantan Timur itu diduga memasok senjata dari Filipina Selatan. Polisi antiteror masih mendalami pemeriksaan terhadap ketiga orang yang ditangkap. (kompas.com/tribunnews.com)

batu bara. Katanya, berbagai masalah tersebut belum dikelola dengan baik, akibatnya regulasi pemerintah daerah dan pemerintah pusat tumpang tindih. “Kita minta Kementerian ESDM melakukan action plan sesuai UU No 4 tahun 2009 mengenai batu bara, perlu ada yang direkonsiliasi soal batubara dan kontrak batubara. KPK ingin regulasinya ada kepastian hukum, tidak ada korupsi dan potensi penerimaan negara maksimal di sektor itu,” ujarnya. Menanggapi permintaan KPK, Widjajono Partowidagdo mengatakan, pihaknya berencana melakukan moratorium atau penghentian sementara terkait pemberian izin pada pembukaan tambang batu bara. Menurutnya kajian KPK mengindikasikan adanya tumpang tindih pemberian izin kepada perusahaan batu bara. Hal tersebut menyebabkan iklim investasi menjadi kurang baik dan tentu saja merugikan negara. “Ya sementara rencananya seperti itu (moratorium pemberian izin), artinya diberesin dulu yang tumpang tindih tidak karuan itu. Nah

Temuan Signifikan ! Sambungan Hal 1

Kontraktor PKP2B serta instansi terkait lainnya di Jakarta, Jambi, Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Pemeriksaan ini dilakukan pada 2010 dimulai pada 18 Oktober 2010 sampai 13 Desember 2010. Pemeriksaan dengan tujuan tertentu ini dilakukan untuk menilai apakah Sistem Pengendalian Intern (SPI) pengelolaan pertambangan batubara telah memadai, dan apakah pemberian izin, pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Dana Bagi Hasil (DBH), dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta Pengelolaan Lingkungan Pertambangan Batu Bara telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Hasil pemeriksaan menyimpulkan bahwa rancangan dan implementasi sistem pengendalian intern atas pengelolaan pertambangan batu bara yang terkait dengan perizinan, pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Dana Bagi Hasil (DBH), dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta Pengelolaan Lingkungan Pertambangan Batu Bara pada Kementerian

DaftarTargetTeroris ! Sambungan Hal 1

Sudah ada dokumendokumen perencanaannya di beberapa kantor polisi. Itu didapat dari dokumen yang diperoleh dari petugas,” ujar Boy di Markas Besar Polri, Jakarta, Senin (14/11). Selain polisi, kata Boy, dalam dokumen itu juga berisi target jaringan ini terhadap beberapa kelompok

Picu Spekulasi ! Sambungan Hal 1

karena mumpung masih bisa. Semestinya moratorium harus didahului komitmen untuk mengurangi jumlah izin pertambangan di daerah yang telah over perizinan tambang seperti Kaltim. Selain moratorium, pemerintah harus berupaya melakukan renegosiasi kontrak karya tambang-tambang besar. Hasil rekonsiliasi dari Kuasa Pertambangan (KP) menjadi Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kaltim terjadi pengurangan dari 1.271 KP menjadi 763 IUP. Tapi luasannya bertambah dari 3,1 juta hektare menjadi 3,9 juta hektare. Jadi sebenarnya ada penambahan IUP terutama di beberapa wilayah seperti Kutai Barat, Bulungan, dan Tana Tidung. Dari 4.000 tambang yang sementara dinilai KPK bermasalah, sekitar 30 persen ada di Kaltim jika kita menggunakan acuan izin 1.271 KP. Karena itu, harus ada tim atau

Kaltim SELASA 15 NOVEMBER 2011

9

sesudah itu dilihat lagi,” ujarnya di Gedung KPK, Jakarta. Widjajono menambahkan pemberian izin yang tumpang tindih tersebut banyak terjadi di daerah pemekaran. Masing-masing bupati tidak mengetahui batas wilayahnya dan memberikan izin eksplorasi bagi dua perusahaan berbeda, pada wilayah yang sama. Untuk itu baik bupati, walikota, maupun gubernur untuk sementara tidak boleh mengeluarkan izin hingga permasalahan tumpang tindih pemberian izin dibereskan oleh pemerintah pusat. “Secepatnya, jangan ngapa-ngapain dululah sebelum ini beres. Ini sementara kan ada action plan akan segera dilakukan, segera akan dimulai karena kita ingin negara beres,” ujarnya. Hasil kajian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan adanya sejumlah titik rawan di sektor energi terutama pada pertambangan batu bara yang dapat menyebabkan kerugian negara. Hal itu diamini Prof Widjajono Partowidagdo, mengatakan pihaknya menemukan adanya indikasi pelanggaran pada perhitungan pajak batu bara dikarenakan biaya cost recovery ditentukan sendiri oleh perusahaan yang bersangkutan. Pria yang belum ada sebulan menduduki pos Wakil Menteri ESDM ini mengung-

kapkan penghitungan cost recovery perusahaan minyak dan gas diatur oleh pemerintah. Adapun cost recovery batu bara ditentukan oleh masingmasing perusahaan. Padahal cost recovery adalah unsur penting dalam penghitungan pajak yang akan dibayarkan kepada negara. “Kalo BP Migas cost recovery migas ditentukan sama BP migas, kalau batu bara kan dhewe (sendiri), makanya bisa terjadi penyimpangan apalagi kalau mengawasinya tidak benar,” ujarnya. Menurutnya, cara penghitungan pajak adalah revenue atau pendapatan dikurangi dengan cost recovery. Apabila cost recovery ditentukan sendiri oleh perusahaan yang bersangkutan maka kemungkinan adanya penyelewengan semakin besar. “Orang mau ngakalin pajak gampang, pajak itu tinggal revenue dikurangi cost recovery, akali saja produksinya, akali saja price-nya, akali saja cost recovery supaya pajak minimal,” ujar Widjajono. Kemarin, tim KPK memaparkan kajian mengenai aspek regulasi, pengusahaan, pembinaan, dan reklamasi mengenai Energi dan Sumber Daya Mineral. KPK menemukan adanya sejumlah kelemahan dalam pengusahaan pertambangan batu bara di tanah air yang berpotensi

menimbulkan kerugian negara hingga mencapai triliunan rupiah. M Jasin kembali mengungkapkan potensi penerimaan negara dari pertambangan batu bara pada 2010 mencapai Rp 22,46 triliun. Adapun target pendapatan 2011 yaitu Rp 21,5 triliun, sementara target pada 2012 mencapai Rp 27,2 triliun. KPK menilai potensi yang besar tersebut malah tidak tergali karena pengusahaan pertambangan batu bara dinilai tidak clean and clear. Salah satu masalah yang paling konkret adalah banyaknya potensi penyerapan pajak yang tidak terakomodir dan permasalahan regulasi yang tumpang tindih. “Misal clean and clear kuasa pertambangan dan iuran izin usaha 54 persen pada 2011 tidak beres, berarti lebih banyak yang tidak clean and clear, kemudian 55 persen tidak menyerahkan RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Belanja), kemudian regulasi juga tumpang tindih,” ujar Jasin. Masalah perizinan, jelasnya, timbul karena adanya desentralisasi perizinan yang menimbulkan ketidakpastian hukum yang menyebabkan investor menjadi ragu menanamkan modalnya. Salah satu contohnya adalah satu izin pertambangan dapat diberikan kepada dua perusahaan yang berbeda. (tribunnews.com/vnc)

ESDM dan 13 Pemerintah Kabupaten yang menjadi uji petik pemeriksaan belum mampu secara efektif menjamin pencapaian tujuan dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Ketidakefektifan ini terlihat masih ditemukannya beberapa temuan signifkan. Misalnya kelemahan Sistem Pengendalian Intern Pertambangan Batu Bara: 1) Tatacara pengenaan, pemungutan dan penyetoran PNBP pada Kementerian ESDM yang seharusnya diatur oleh Menkeu setelah mendapat pertimbangan dari Menteri ESDM belum disusun. Hal tersebut mengakibatkan pengelolaan PNBP dari pertambangan batu bara belum optimal yang disebabkan oleh Menteri ESDM dan Menteri Keuangan belum merumuskan aturan dimaksud sesuai amanat UU dan PP 2) Pemerintah dan empat PKP2B generasi I belum menyepakati perpanjangan Perjanjian Kerjasama Penjualan Batu Bara. Hal tersebut mengakibatkan pemerintah dan perusahaan tidak memiliki landasan hukum tertulis yang berpotensi menimbulkan konflik dalam perhitungan Dana Hasil Produksi Batu Bara (DHPB) dari penjualan batu bara milik pemerintah oleh perusahaan 3) Kebijakan Menteri

ESDM memberikan konsesi lahan pada dua PKP2B yang arealnya berada di kawasan hutan tidak mendukung upaya pencegahan kerusakan hutan dan lingkungan. Hal tersebut dapat menimbulkan potensi terganggunya kelestarian sumber daya alam hayati dan keseimbangan ekosistemnya, serta musnahnya hutan sebagai penghasil oksigen dan lepasnya karbon dioksida ke udara bebas yang dapat menimbulkan pemanasan global 4) Kebijakan kepala daerah memberikan duaratus enam puluh tiga izin KP/IUP batu bara yang arealnya berada di kawasan hutan tidak mendukung upaya pencegahan kerusakan hutan dan lingkungan. Hal tersebut berpotensi menimbulkan bencana banjir dan kekeringan, serta musnahnya hutan sebagai penghasil oksigen dan lepasnya karbon dioksida ke udara bebas yang dapat menimbulkan pemanasan global 5) Dua Pemda belum menetapkan peraturan teknis tentang reklamasi dan penutupan tambang dan satu pemda sudah menetapkan peraturan teknis tentang reklamasi namun belum sesuai dengan ketentuan. Hal tersebut mengakibatkan pemerintah kabupaten tidak memiliki jaminan yang kuat terkait kewajiban KP/IUP

dalam mereklamasi lahan bekas penambangan batubara dan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan serta kehilangan sumber dana reklamasi dan penutupan tambang jika perusahaan tidak melaksanakan reklamasi dan penutupan tambang sesuai peraturan yang berlaku 6) Duplikasi pungutan yang dibebankan kepada pemegang kuasa pertambangan atau izin usaha pertambangan atas produksi/penjualan batubara minimal sebesar Rp 5.553.953.111,00. Hal tersebut mengakibatkan ekonomi biaya tinggi yang menjadi beban pemegang KP/IUP 7) Penatausahaan perizinan dan pengawasan atas pelaporan pemegang KP/IUP oleh Dinas Pertambangan dan Energi empat kabupaten lemah. Hal tersebut mengakibatkan Pemerintah Kabupaten tidak optimal melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemenuhan kewajiban administratif, keuangan dan pelaksanaan kegiatan pertambangan sehingga berpotensi terjadi konflik tumpang tindih konsesi KP/IUP dan pelanggaran atas pemenuhan kewajiban sesuai ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. (bec/sumber: BPK RI/hasil audit utama keuangan negara IV, Nomor 42/LHP/XVII/02/ 2011 tanggal 21 Februari 2011)

masyarakat. Namun, ia tak menyebutkan kelompok mana yang dimaksud oleh jaringan Kalimantan Timur tersebut. Hal ini karena polisi masih mendalami lebih jauh barang bukti tersebut dalam penyelidikan. Namun, ia menyatakan target kelompok ini tak ada yang berhubungan dengan perhelatan olahraga akbar SEA Games maupun kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN. “Ada kelompok masyarakat

juga yang masih kita dalami. Ini belum ada keterkaitan untuk mengganggu penyelenggaraan SEA Games dan KTT ASEAN,” jelasnya. Seperti yang diketahui, selain dokumen berisi target penyerangan, pasukan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri juga menyita dua pucuk senjata api jenis M16, satu pucuk senpi jungle, satu pucuk senpi FN. Selain itu juga, 888 butir peluru berbagai caliber dan enam buah magazin.

Dari hasil interogasi polisi terhadap tersangka BH diketahui bahwa ia pernah menerima senpi 2 pucuk dari Abu Omar yaitu satu pucuk senjata api jungle, satu pucuk F dan 20 peluru yang diakuinya disembunyikan di kawasan hutan Universitas Indonesia, Depok. Kelompok teroris ini juga tercatat pernah mendatangkan senjata dari Filipina selatan dan terkait peledakan bom di Bali. (kompas.com/ tribunnews.com)

satuan tugas yang bisa menelusuri mekanisme perizinan yang ada dan mengetahui latar belakang periode penerbitan izin tersebut. Bukan rahasia lagi, iklim politik seperti pilkada turut mendorong terjadinya korupsi di sektor perizinan KP. Di Kaltim, mayoritas izin pertambangan tumpang tindih dengan izin sektor lain terutama perkebunan kelapa sawit, HPH dan HTI. Kondisi seperti ini banyak terjadi di Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Malinau dan Kutai Barat. Pemberhentian (stop) permanen akan jauh lebih efektif karena moratorium hanya bersifat sementara. Khususnya untuk tambang yang berada dalam kawasan hutan lindung. Yang dibutuhkan negara ini adalah mulai memikirkan cadangan batu bara untuk kebutuhan energi lokal dan dalam negeri. Karena yang selama ini terjadi adalah batu bara kita mayoritas untuk memenuhi pasar internasional. Soal alasan banyak tenaga kerja yang bakal menganggur dengan moratorium atau

penutupan tambang, itu dibuat-buat. Tambang batu bara adalah industri padat modal yang sedikit sekali menyerap tenaga kerja dibanding sektor lainnya, seperti jasa dan pertanian dan manufaktur. Justru pemerintah harus menciptakan lapangan pekerjaan yang jauh dari eksploitasi sumber daya alam, karena ini sifatnya sementara, tidak suistanainable. Ini momen yang bagus untuk wacana moratorium

menjadi nyata karena keberadaan Menteri baru hasil pergantian kabinet. Kalau tidak dilaksanakan sekarang, maka akan sulit untuk dilakukan pada tahun-tahun ke depan. Ke depan periode politik kekuasaan 2014 akan sangat mempengaruhi kebijakan ESDM. Dimana para kandidat Presiden akan sangat membutuhkan dukungan pemimpin lokal. Dan bisa saja tambang batu bara dijadikan sarana bergaining politik. (asi)

14 Perusahaan Ngemplang Pajak Rp 1,6 T

sebenarnya penerimaan negara yang benar-benar terjadi di sektor migas,” ungkap Haryono. Secara terpisah, Kepala BP Migas Priyono menyampaikan, pihaknya siap melakukan perbaikan internal. Hari ini, BP Migas menandatangani nota kesepahaman dengan KPK yang berisi kerja sama kedua lembaga dalam upaya pemberantasan korupsi. Kerja sama lebih bertitik berat pada pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan operasional kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). (kompas.com)

! Sambungan Hal 1

tidak terbaca jelas. Berdasarkan data KPK, ditemukan 14 perusahaan migas asing yang mengemplang pajak dengan nilai total hampir Rp 1,6 triliun. “Kita melihat sejauh ini dengan adanya perbaikanperbaikan, mudah-mudahanlah ada kejelasan berapa


26 SEA GAMES TH

INDONESIA 2011 JAKARTA-PALEMBANG

HALAMAN 10

SELASA,15 NOVEMBER 2011

tribun kaltim

TRIBUNNEWS/HERUDIN

Pemain Timnas U-23, Andik Vermansyah, Patrich Wanggai, Titus Bonai, Diego Michiels, dan Hendro Siswanto (kiri ke kanan), merayakan gol pertama Indonesia yang diciptakan lewat sundulan Titus Bonai, pada pertandingan penyisihan grup A SEA Games XXVI di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (13/11). Pertandingan ini dimenangkan Indonesia dengan skor 3-1.

ANTARA/FANNY OCTAVIANUS

Pendukung tim Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Raya saat pertandingan sepakbola melawan Thailand di babak penyisihan grup A SEA Games XXVI, di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (13/11). Pada pertandingan itu Indonesia menghempaskan Thailand 3-1 dan wasit mengeluarkan dua kartu merah untuk Thailand.

KOMPAS/YUNIADHI AGUNG

Pemain Indonesia, Patrich Wanggai, meluapkan kegembiraan setelah mencetak gol ke gawang Thailand di babak penyisihan Grup A cabang sepak bola SEA Games XXVI/2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (13/11).

ANTARA/YUDHI MAHATMA

ANTARA/YUDHI MAHATMA

Pendukung sepakbola Timnas Indonesia mengecat tubuhnya untuk menyemangati pemain Indonesia saat bertanding melawan Singapura pada babak kualifikasi SEA Games XXVI di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (11/11). Indonesia berhasil menundukkan Singapura dengan kedudukan 2-0.

Pendukung Sepakbola Timnas Indonesia menyemangati pemain Indonesia saat bertanding melawan Thailand pada babak kualifikasi SEA Games XXVI di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (13/11). Indonesia memastikan maju ke semifinal usai mengalahkan Thailand dengan kedudukan 3-1.

ANTARA/SIGID KURNIAWAN

Atlet Vovinam Indonesia, I Gusti Ayu Manik Trisna Dewi W menangis usai penyerahan medali emas final Single Woman Weapon Kategori Performance SEA Games XXVI di GOR Sunter, Jakarta, Senin (14/11). I Gusti Ayu berhasil meraih medali emas dan menyingkirkan pesaing dari 3 negara lainnya.

ANTARA/ANDIKA WAHYU

Karateka putri Indonesia, Tantri Widyasari (bawah) yang cedera saat bertanding, menyaksikan rekannya Yulanda Asmuruf (kiri), Martinel Prihastuti (tengah) dan Fitrianingsih Nur Hadiyanti (kanan) membentangkan bendera merah putih seusai pertandingan babak final Kumite Beregu Putri SEA Games XXVI melawan tim Malaysia di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (14/11). Tim kumite putri Indonesia berhasil menyumbangkan medali emas setelah memenangi pertandingan dengan skor 2-1.

ANTARA/M RISYAL HIDAYAT

Atlet tembak Indonesia, Ardy Maharani berpose usai mengikuti final 50 m Rifle Prone Putri Perorangan SEA Games XXVI, di Shooting Range, Jakabaring Sport Centre, Palembang, Sumsel, Senin (14/11). Ardy Maharani berhasil meraih medali emas dengan perolehan poin 593-37, dan medali perak diraih oleh Pichitkanjanakul Vitchuda (Thailand) dengan poin 592-22, dan medali perunggu diraih oleh Zulkifli Sununta (Malaysia) dengan poin 587-26.

TRIBUNNEWS/HERUDIN

ANTARA/HERKA YANIS PANGARIBOWO

Atlet taekwondo Indonesia, Siska Permata Sari (kanan) saat penyerahan medali perak taekwondo kategori Under 53 Putri SEA Games XXVI di Gor Popki, Cibubur, Jakarta, Senin (14/11). Siska kalah 1-3 dari atlet Thailand, Saritha Phongsri.

Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Wenifanetri Linda, tengah diwarat oleh tim medis karena terpeleset saat pertandingan bulutangkis putri SEA Games XXVI di Istora Senayan, Jakarta Pusat, melawan pebulutangkis tunggal putri Thailand, Buranaprasertsuk Pomtip, Senin (14/11). Linda kalah dari Pomtip dalam pertandingan tiga set.

ANTARA/ARUM TRESNANINGTYAS DAYUPUTRI

Atlet balap sepeda Indonesia, Fitriyani nomor Individual Time Trial 25 km SEA Games XXVI, terkapar sesampainya di garis finish di Jalan Raya Tangkuban Parahu, Perbatasan BandungSubang, Jabar, Senin (14/11). Fitriyani gagal menyumbangkan medali sementara rekannya Yanthi Fuciyanti berhasil menyumbangkan perak untuk Indonesia dengan catatan waktu 1:35:36.


SMS CENTER/CALL CENTER GUBERNUR KALTIM : 3148 HALAMAN 12

SELASA,15 NOVEMBER 2011

tribun kaltim

Gubernur Kunjungi Wilayah Tengah Juga Resmikan KCP BPD Kaltim SAMARINDA - Gubenur Kaltim, Dr H Awang Faroek dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke beberapa wilayah tengah Kaltim, yakni mulai Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara hingga ke Kecamatan Ligang Bigung, Kabupaten Kutai Barat. Kunjungan kerja ini selain meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Pembangunan (BPD) Kaltim) juga sebagai sarana untuk melihat langsung pembangunan yang telah dilaksanakan di daerah tersebut. “Kunjungan ini saya tegaskan juga merupakan salah satu bentuk untuk melihat langsung pelaksanaan pembangunan di lapangan. Jadi saya tidak hanya menerima laporan para kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) saja,” tegas Awang saat menjadi pembicara dalam dialog dengan RRI

Nasional di Samarinda, Ahad (13/11). Menurut Gubernur, keberadaaan BPD Kaltim diharapkan dapat menjangkau masyarakat hingga ke kecamatan, karena masyarakat di kecamatan di manapun mereka berada sangat membutuhkan bank sebagai sarana untuk menggerakan kegiatan ekonomi kawasan. “Jangan anggap remeh ekonomi masyarakat di kecamatan. Kalau tidak ada bank, kemana mereka menyimpan uang, terlebih lagi bagi yang memerlukan jasa keuangan lain. Padahal perputaran uang di tingkat kecamatan juga sangat besar,” ujarnya. Dalam kunjungan ini, gubernur dijadwalkan akan meresmikan pembukaan KCP BPD Kaltim di Kecamatan Ligang Bigung dan di Kecamatan Long Iram, Kutai Barat. “Kita akan kunjungi wilayah-wilayah

kecamatan di pedalaman mulai hari Rabu hingga Kamis (16-17 Novenber). Mudah-mudahan dari kunjungan ini didapatkan masukan langsung dari masyarakat,” harapnya. Sementara itu, Kelapa Biro Humas dan Protokol Setprov Kaltim, HM Robyan Noor menjelaskan rombongan akan bertolak dari Samarinda menuju Kota Bangun, Kabupaten Kukar dan istirahat dan makan siang. Selanjutnya rombongan bertolak ke Kecamatan Melak, bermalam di Sendawar dan meresmikan KCP BPD Kaltim Liggang Bigung dan siangnya bertolak ke Kecamatan Long Iram. “Selesai meresmikan KCP BPD Kaltim di Long Iram, rombongan menggunakan speed boat langsung kembali menuju Kota Bangun dan melanjutkan perjalanan ke Samarinda melalui jalan darat,” jelasnya.(yul/adv).

Pembangunan Sarana Jalan Terus Ditingkatkan SAMARINDA – Pemprov Kaltim terus berupaya memperbaiki sarana jalan, dengan harapan bisa memberikan pelayanan dan kelancaran transportasi bagi masyarakat di daerah ini. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Kaltim, H Farid Wadjdy, terkait upaya Pemprov Kaltim untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khsusunya sarana jalan saat meghadiri Pelantikan Pengurus Daerah Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) Kaltim, oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Achmad Hermanto Dardak, di Pendopo Lamin Etam, akhir pekan lalu. Dia mengatakan upaya it uterus dilakukan seiring dengan kondisi jalan di Kaltim yang hingga kini belum sepenuhnya memadai. Bahkan sebagian jalan dalam

kondisi rusak parah. “Kerusakan terjadi akibat kelas jalan yang masih rendah, sementara pengguna jalan sudah diatas kapasitas yang diperuntuk bagi jalan tersebut. Selain itu ketersediaan dana yang terbatas juga menjadi kendala untuk segera memperbaiki jalan yang rusak,” kata Farid. Penyebabnya lain kerusakan jalan di daerah ini, karena sering terjadi perubahan iklim yang cukup ekstrem yang mengakibatkan tingginya intensitas hujan, banjir, tanah longsor yang memperparah kerusakan jalan. Meskipun demikian, pemerintah terus berusaha meningkatkan kondisi jalan agar lebih baik. Melihat kondisi tersebut dia berharap dukungan pemerintah

pusat, khususnya jajaran Kemetrian Pekerjaan Umum untuk memberikan pendanaan memadai sebagai upaya memenuhi kebutuhan jalan yang baik di Kaltim, terutama jalan trans Kalimantan di Kaltim. “Pemerintah Provinsi Kaltim dan Pemerintah Kabupaten/Kota di era Otonomi Daerah ini, terus berupaya meningkatkan pembangunan, berikut pemeliharaan prasarana jalan yang berkesinambungan pada seluruh ruas jalan, baik jalan nasional, jalan provinsi maupun jalan di kabupaten dan kota, secara bertahap,” kata Farid Sedangkan pembangunan jalan poros utara hingga ke kawasan perbatasan, di Kaltim yang telah terealisasi, yakni ruas jalan dari Simanggaris-Malinau-Long Alango, Long Bagun-Long Apari sampai Batas Kalimantan Barat.

Kemudian Long Bagun-Mahak Baru-Sei Barang hingga Long Nawang, dengan pembiayaan dari APBN dan juga APBD Kaltim. Dalam kesempatan itu, Farid menjelaskan kondisi jalan raya di Kaltim, berdasarkan data 2010, belum sepenuhnya dalam kondisi baik. Jalan negara yang beraspal baru mencapai 1.743.59 kilometer. Dari panjang jalan itu dalam kondisi rusak 283,31 kilometer dan rusak berat 22,81 kilometer. Sementara itu, jalan provinsi dengan kondisi beraspal 1.115 kilometer. Dari panjang jalan itu, dalam kondisi rusak 269,16 kilometer dan rusak berat 88,31 kilometer. Sedangkan jalan kabupaten/kota 8.116,13 kilometer, dalam kondisi rusak 1.790,97 kilometer dan rusak berat 717,24 kilometer.(sar/adv).

Peringatan Hari Guru

Disdik dan PGRI Gelar Seminar SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kaltim, melalui Dinas Pendidikan Kaltim menyelenggarakan peringatan Hari Guru ke-66 yang jatuh pada 25 November, namun untuk tingkat provinsi dilaksanakan pada 29 November dengan kegiatan seminar/refleksi pembangunan pendidikan Kaltim. “Pada puncak peringatan Hari Guru pada 29 Nopember ini, Dinas Pendidikan bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kaltim menggelar seminar berupa Refleksi Tiga Tahun Pembangunan Pendidikan Kaltim,” kata Kepala dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim. Menurut dia, Disdik Kaltim sengaja mengadakan seminar dengan tema ini sabagai upaya untuk memperoleh informasi atau respon dari masyarakat terhadap program-program maupun kebijakan pembangunan pendidikan di Kaltim selama kepemimpinan Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak dan Wagub Farid Wadjdy. Khususnya beberapa kebijakan yang berkaitan dengan kemajuan serta kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan maupun peserta didik. Diantaranya, Pemprov Kaltim telah membuat MoU (memorandum of understanding)

dengan pemerintah kabupaten dan kota seKaltim. Kerjasama (MoU) tersebut mengenai bantuan penyelenggaraan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) khususnya untuk SMA Rp1 juta pertahun persiswa sedangkan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar Rp1,5 juta pertahun. Selain itu, pemberian insentif bagi para guru minimal Rp1 juta perbulan per guru terbagi masing-masing Rp300 ribu dari provinsi sedangkan sisanya sebesar Rp700 ribu dipenuhi dari pemerintah kabupaten dan kota. Termasuk pemberian sertifikasi bagi para guru yang dilakukan Pemprov Kaltim guna mendukung peningkatan kesejahteraan dan profesionalis para pendidik. Bahkan, sertifikasi ini nilainya cukup besar dibandingkan dengan daerah lain diluar Kaltim. “Namun kebijakan ini haruslah dilihat dari masyarakat untuk mengetahui efektifitas dari kebijakan tersebut. Sebab, ada saja kebijakankebijakan yang dibuat pemerintah daerah dengan tujuan kebaikan namun dalam pelaksanaannya ternyata mengalami kendala

atau dianggap kurang cocok diimplementasikan,” jelasnya. Melalui kegiatan seminar atau refleksi ini diharapkan akan ada penilaian berupa tanggapan ataupun respon positif dari masyarakat terhadap pemberlakuan kebijakan provinsi maupun kerjasama yang dijalin antar provinsi dengan kabupaten dan kota. “Termasuk bantuan stimulant dan beasiswa bagi pelajar maupun mahasiswa Kaltim yang setiap tahun selalu meningkat jumlahnya. Pada 2009 dan 2010 masing-masing Rp70 miliar, namun tahun ini meningkat mencapai Rp108 miliar. Inilah bentuk komitmen dan kebijakan Pemprov Kaltim dibawah kepemimpinan Awang Faroek Ishak dan H Farid Wadjdy untuk peningkatan kualitas sumber daya masnusia (SDM) Kaltim,” ujar Musyahrim. Pada kesempatan tersebut akan diberikan penghargaan bagi guru berprestasi baik tingkat provinsi maupun nasional bahkan internasional masing-masing Rp25 juta perorang dari Pemprov Kaltim. Sebelumnya dilaksanakan penanaman pohon sebagai bentuk dukungan terhadap program Kaltim Green.(yans/adv)

Keluhan Masyarakat Soal Kerusakan Jalan

Wagub: Perlu Perhatian Serius SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim, H Farid Wadjdy mengaku merasa prihatin dengan keluhan masyarakat tentang kondisi sejumlah ruas jalan di Kaltim. Karena itu, dia minta agar perbaikan jalan mendapat perhatian serius. Disamping itu juga Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) pengawasan jalan perlu dukungan peralatan yang memadai agar titik ruas jalan yang rusak parah segera

mendapat penanganan memadai. “Kenapa UPTD sangat diperlukan, kalau berharap proses tender tentunya memakan waktu lama dan jalan sudah terlanjur rusak parah dimana-mana, ketika anggaran turun, kerusakan sudah parah dan ada di mana-mana akhirnya setelah ada pemenang tender kerusakan menjadi parah dan yang diaspal tentunya hanya yang ditender saja,” ujarnya. “Saya pernah meninjau ruas

jalan negara sepanjang 600 kilometer, dari Bulungan sampai Tanah Tidung teryata hanya diawasi satu UPTD pengawasan jalan dengan 30 staf tanpa didukung peralatan memadai. Tentunya jumlah tenaga tidak sebanding dengan panjang dan kerusakan jalan yang terjadi, apalagi tanpa didukung dengan peralatan memadai,” ungkap Farid Wadjdy Karena itu, lanjut Wagub perlu dipikirkan ke depan kepada sejum-

lah UPTD diperbedayakan maksimal, sebagai bentuk peran dan tanggung jawab terkait pengawasan dan pemeliharaan jalan. “Ketika saya meninjau di lapangan dan pernah menanyakan kepada staf dimana kepala UPTD, jawabannya kepala UPTD ada di Samarinda, kondisi ini juga nantinya tidak perlu terjadi, sehingga perlu pengawasan agar kepala UPTD memiliki tanggung jawab lebih baik,” ujarnya. (sar/adv).

PERINGATAN HKN. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-47 di halaman Kantor Gubernur Kaltim kemarin (14/11). Usai upacara Gubernur menyerahkan sejumlah penghargaan dan hadiah bagi para pemenang berbagai lomba. (fadli/ humasprov kaltim).

Dokter Terbang Dapat Pakai Kaltim Air SAMARINDA – Upaya untuk memberikan pelayanan terbaik untuk bidang kesehatan dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah program ‘dokter terbang’ bagi warga pedalaman dan kawasan perbatasan. “Dokter terbang dapat menggunakan pesawat Kaltim Air. Ini salah satu komitmen Pemprov Kaltim dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat secara adil dan merata,” kata Awang Faroek kepada wartawan, terkait capaian pembangunan kesehatan Kaltim usai memimpin peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-47, di Ruang Ramadhan Kantor Gubernur Kaltim, Senin (14/11). Menurut dia, Pemprov Kaltim dapat saja mengirimkan para dokter ke daerah-daerah perbatasan dan pedalaman dengan menggunakan pesawat Kaltim Air, misalnya ke Long Bawan atau Long Apung di Malinau bahkan daerah-daerah terpencil lainnya di daerah. Hal ini dilakukan karena hingga saat ini selain keterbatasan tenaga kesehatan (dokter) juga banyak yang tidak mau ditempatkan bahkan menetap di wilayah pedalaman dan terpencil tersebut, padahal pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten telah berupaya memberikan insentif sesuai dengan wilayah kerja.

Kondisi saat ini Kaltim masih kekurangan tenaga kesehatan baik dokter umum maupun dokter spesialis. Padahal, untuk menciptakan derajat kesehatan berkualitas bagi masyarakat adalah dengan tersedianya tenaga kesehatan yang sesuai dengan ratio (jumlah penduduk) dengan jumlah dokter atau tenaga medis lainnya yang memadai. Pemprov Kaltim terus berupaya untuk melakukan percepatan pembangunan kesehatan. Diantaranya dengan memberikan beasiswa pendidikan bagi tenaga kesehatan bahkan sampai ke jenjang doktor (S3) baik pendidikan dalam maupun luar negeri. Selain itu, dibangunya Fakultas Kedokteran di Universitas Mulawarman (Unmul) merupakan upaya mempercepat ketersediaan tenaga dokter di Kaltim, selain tetap mendatangkan atau mengangkat dokter dari luar Kaltim untuk mengabdi di daerah pedalaman dan terpencil serta perbatasan. Bahkan, dibangunnya infrastruktur kesehatan berupa sarana dan prasarana atau

fasilitas kesehatan di desa-desa, berupa Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) 24 Jam serta dibentuknya desa/kelurahan siaga aktif. “Pemprov Kaltim melalui Dinas Kesehatan serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait serta dukungan seluruh masyarakat dan swasta, terus melakukan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan memberikan pelayanan kesehatan bermutu, adil dan merata,” jelas Awang Faroek Ishak. Hadir mendampingi Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak saat jumpa pers, yakni Sekprov Dr H Irianto Lambrie dan Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat, H Sutarnyoto serta Kepala Dinas Kesehatan Kaltim dr HM Syafak Hanung. Sebelumnya Pemprov Kaltim menggelar peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-47. Upacara peringatan dipimpin Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak yang dipusatkan di Halaman Kantor Gubernur Kaltim.(yans/adv)

SELASA, 15 NOPEMBER 2011 08.30. Rakor pencegahan penanggulangan bencana, Grand Victoria. 09.00. Pengukuhan Pengurus Majelis Tenaga Kesehatan, Diskes. 09.00. Pembukaan Festival Kemilau Seni Budaya, Hotel Atlet Sempaja. 09.00. Konvensi Nasional GKM, Gran Senyiur Balikpapan.

BERITAFOTO

Frederik Bid Dapat Pin Rescue dari UN OCHA PBB MENGHADAPI suatu bencana ternyata tidak sesederhana yang dilihat, karena membutuhkan menejemen yang mengharuskan setiap pelaksanaan di lapangan yang harus memahami tugas dan fungsi, sehingga mampu melaksanakan tugas dengan lancar dan baik. Hal itu dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, belum lama ini setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan Menejemen Penanggulangan Bencana dari Perserikatan BangsaBangsa (United Nations Office for Coordination of Humanitarian Affairs/UN OCHA) di Jakarta. Pria Dayak Kenyah kelahiran Tanjung Selor, Bulungan 14 Desember 1959 ini bersama dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) 33 provinsi se Indonesia, setelah mengikuti Diklat ini, oleh UNOCHA diberikan pengakuan berupa “Pin Rescue” yang harus selalau siap sedia jika tenaganya diperlukan, baik secara nasional maupun internasional. “Kita sering berpikir bahwa bencana itu hanya gempa dan gunung meletus. Jika hanya itu maka

amanlah Kaltim. Tetapi kan kenyataannya, bencana yang dihadapi di daerah ini berupa kebakaran pemukiman penduduk, kebakaran hutan, bahkan banjir dan angin puting beliung, hingga antisipasi kerusuhan sosial,” ujarnya. Menurut dia, penanganan suatu bencana haruslah sesuaikan dengan tugas masingmasing instansi, misalnya siapa yang bertugas evakuasi, pembuatan posko bencana, posko kesehatan, posko logistik hingga posko pemantau. Sehingga, sangat penting untuk membentuk Badan Penanggulangan Bencana di kabupaten/ kota, sehingga jika terjadi bencana akan lebih cepat untuk ditanggulangi. Perlunya memberikan latihan dan sosialisasi kepada masyarakat terutama kepada pelajar dan mahasiswa tentang bagaimana mengantisipasi dan menghadapi suatu bencana. Anak-anak di Jepang dan negara maju lainnya, telah mengajarkan penanggulangan bencana hingga ke Taman Kanak-Kanak. Sehingga jika terjadi bencana, mereka tahu apa yang harus dilakukan dan ini sangat membantu

tugas tim evakuasi. “Orang tua kita dulu selalu tahu tentang bagaimana antisipasi terhadap tanda alam yang akan datang melalui prediksi-prediksi mereka. Misalnya jika, mendung disertai angin, akan terjadi apa, jika sungai meluap tiba-tiba juga akan terjadi apa,” ujarnya. Kini , masalah yang dihadapi adalah keterbatasan dana dan mahalnya biaya sosialisasi ke sekolah-sekolah. Padahal, sangat banyak kearifan budaya lokal asli Indonesia yang dapat dikembangkan dan dilestarikan untuk antisipasi bencana seperti penggunaan gong oleh masyarakat Dayak ataupun kentongan oleh masyarakat Jawa. “Selama ini kita sering terlena dan lupa jika bencana dapat saja muncul tiba-tiba atau bencana menghadang di kemudian hari, misalnya kerusakan alam akibat eksploitasi yang tidak mengindahkan kelestarian alam. Tetaplah kita selalu waspada karena masalah bencana tidak saja menjadi tugas pemerintah tetapi tugas semua pihak termasuk masyarakat,” ujarnya.(yul/ adv).

OLAHRAGA. Folder air Air Hitam Kelurahan Samarinda Ulu mendapat perhatian masyarakat dengan memanfaatkannya sebagai sarana berolahraga. Tidak terkecuali juga oleh Panitia Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-47 tingkat Provinsi Kaltim digunakan sebagai rute yang harus dilalui dalam kegiatan jalan sehat Ahad tadi (13/11). Tampak Wagub Kaltim H Farid Wadjdy dan Kadis Kesehatan dr H Syafak Hanung berjalan kaki melewati lingkungan folder tersebut. (rosehan/humasprov kaltim).


CMYK

14

SELASA 15 NOVEMBER 2011

tribun samarinda

Pemkot Sebut Sudah Selesai ■ Soal Dana Honorarium untuk Bayar DED di Disciptakot Samarinda

TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP

Kepala Sub Bagian Humas Polresta Samarinda, Ajun Komisaris Andi Razak, memperlihatkan senjata api rakitan dan sebilah keris pusaka yang disita dari tangan Jidan.

Penjaga Sarang Walet Terancam 25 Tahun Penjara

● Tersangkut Kasus KDRT dan Kepemilikan Senpi Rakitan SAMARINDA, TRIBUN Jidan (27), warga Jalan Lambung Mangkurat Samarinda terancam hukuman 25 tahun penjara karena tersangkut kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan kepemilikan sejata api rakitan. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga sarang burung walet di Kabupaten Bulungan ini dibekuk Satuan Reskrim Polresta Samarinda pada Jumat (11/11) sore lalu di rumah mertuanya Jl Tongkol kelurahan Sei Dama, Samarinda Ilir. Penangkapan Jidan ini dilakukan berawal dari pengaduan istrinya Nani (24) ke Mapolresta, Jumat (11/11) lalu yang mengaku dianiaya dan ditodong pakai senpi oleh suami. Saat penangkapan berlangsung, polisi menyita satu buah tas berisi 2 pucuk senjata api rakitan berikut 5 butir peluru jenis FN dan satu

buah keris milik tersangka. Usai ditangkap, tersangka langsung digiring petugas ke Mapolresta. Kapolresta Samarinda AKBP Arief Prapto Santoso SH Sik MM melalui Kabag Humas AKP Andi Abdul Razak mengatakan, tersangka dikenakan pasal 44 UU No 23 tahun 2002 tentang KDRT (Kekeraan dalam rumah tangga) dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Selain itu tersangka juga bakal dikenakan pasal 1 ayat 1 UU no 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api ilegal dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara, kata Andi kepada wartawan di Mapolresta, Senin (14/11). Menurut Andi, tersangka mengaku terpaksa menganiaya istrinya hingga mengalami luka memar di tangan dan di bokongnya karena merasa kesal dan cemburu dengan istrinya yang ia dengar selingkuh dengan

pria lain. “Dia merasa cemburu dan emosi sama istri, sehingga ia menganiaya istrinya,” ujar Andi mengutip keterangan Jidan kepada penyidik. Sementara terkait kepemilikan dua pucuk senpi rakitan dan satu buah keris itu. Kepada polisi, Jidan mengaku bahwa senpi itu didapat dari temannya bernama Brekele, warga Samarinda. Senpi tersebut digunakan olehnya untuk menjaga sarang burung walet di Bulungan. “Senpi itu katanya diberi oleh temannya bernama Brekele, buat jaga-jaga sarang burung walet di Bulungan. Kebetulan dia sehari hari bekerja mengamankan sarang burung walet di sana,” jelas Andi. Kasus ini tambah Andi masih diselidiki dan dikembangkan lebih lanjut oleh pihak Reskrim Polresta, tandasnya. (has)

Polisi Tahan Pengetap 5 Ton Solar Ilegal SAMARINDA, TRIBUN Tim penyidik Polresta Samarinda kembali menahan seorang sopir truk tanki berinisial JM (40). Dia kedapatan membawa 5.000 liter atau 5 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Sopir itu ditangkap petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Minggu (13/ 11) lalu sekitar pukul 15.00 saat melintas di Jl S Parman. Saat polisi mencegat truk bernopol KT 8443 MM dan meminta pengemudi JM menunjukan surat dan dokumen sebagai izin mengangkut BBM, JM saat itu tidak bisa menunjukannya. Alhasil JM pun digiring aparat ke Mapolresta Samarinda bersama barang bukti sebuah truk tangki. “Saat ditangkap petugas,

tersangka tidak dapat menunjukan dokumen mengenai izin pengangkutan BBM, sehingga tersangka kita tahan,” kata Kapolresta Samarinda AKBP Arief Prapto Santoso SH Sik MM melalui Kabag Humas AKP Andi Abdul Razak kepada wartawan, Senin (14/11). Menurut Andi, perbuatan tersangka melanggar pasal 53 atau 55 Undang Undang RI No 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. “Kasus ini masih kita kembangkan dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Andi. Dari keterangan tersangka JM, solar tersebut dikumpulkan (dibeli) dari pengecer BBM yang ada di pinggir-pinggir jalan raya dengan harga Rp 4.000 hingga

Rp 4.500 per liter, kemudian dibawa kerumah bosnya H Ismed untuk selanjutnya dijual ke industri dengan harga Rp 6.000/liter. “Solar itu saya ambil dari teman-teman pengecer. Sebelum saya ambil, solar itu di kumpulkan dulu oleh beberapa pengecer selama satu bulan lebih, setelah itu baru saya ambil dan saya bawa ke rumah H Ismed,” akui JM yang terlihat menyesali perbuatannya. Warga jalan Danau Meninjau Samarinda Kota ini kepada wartawan yang menemuinya di Mapolresta kemarin, mengaku dirinya hanyalah seorang sopir, sedangkan solar adalah milik H Ismed. Ia mengaku baru menekuni pekerjaan itu sejak tiga bulan terakhir. (has)

”Ya memang kita akui itu adalah kesalahan, tapi kan hanya kesalahan penggunaan pos mata anggaran saja, setelah kita perbaiki, semua sudah tak ada masalah lagi, BPK pun ketika kita sudah perbaiki, sudah tak mempermasalahkannya lagi” Hermanus Barus Kepala Itwilkot Samarinda

SAMARINDA, TRIBUN Kepala Inspektorat Wilayah Kota (Itwilkot) Samarinda Hermanus Barus mengakui memang adalah kesalahan penggunaan pos anggaran honorarium senilai Rp 3 miliar di Dinas Cipta Karya Kota (Disciptakot) Samarinda, sebagaimana hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tahun 2011. Namun menurutnya, persoalan tersebut sudah diperbaiki, dan kini sudah selesai.

“Kita sudah koreksi atau tindaklanjuti dari kesalahan tersebut, setelah BPK memberikan hasil auditnya. Dan itu sudah selesai, sekarang sudah tak ada masalah lagi, karena kita sudah perbaiki seluruhnya. Ya memang kita akui itu adalah kesalahan, tapi kan hanya kesalahan penggunaan pos mata anggaran saja, setelah kita perbaiki, semua sudah tak ada masalah lagi, BPK pun ketika kita sudah perbaiki, sudah tak mempermasalahkannya lagi,” kata Hermanus, Senin (14/11) ketika menghubungi Tribun. Menurutnya, dalam perhitungan akuntansi dan tata aturannya, segala biaya yang dikeluarkan dari belanja modal adalah khusus untuk fisik gedung, tak boleh dibelanjakan untuk anggaran belanja lainnya. Dan saat itu terdapat kesalahan, dibelanjakan untuk belanja lain karena diakui kondisi keuangan Pemkot yang sedang defisit. Namun hal itu sudah diperbaiki, dengan mengembalikan uang yang diperuntukkan untuk fisik

gedung tersebut dalam APBDPerubahan. “Sebenarnya persoalannya sederhana saja. Ya itu tadi, adanya kesalahan penggunaan pos mata anggaran. Setelah diperbaiki dan dikembalikan ke pos anggaran sebenarnya, ya sudah selesai. Itulah saya mengatakan ini, untuk membantah telah terjadi penyimpangan di Disciptakot kami,” ujarnya dengan tegas. Seperti diberitakan kemarin, anggaran honorarium tenaga ahli/ instruktur/narasumber sebesar Rp 3 miliar di Disciptakot Samarinda berdasarkan LHP BPK RI No 29.C/LHP/XIX.SMD/VIII/ 2011, 15 Agustus 2011 terkait Laporan Keuangan Pemkot Samarinda 2010 disebutkan ada penyimpangan yakni anggaran honorarium digunakan tidak sesuai dengan subtansi belanja pegawai. Realisasi anggaran itu terdiri dari, pengadaan penyusunan data Rp 223.100.000 dan kegiatan dan pengawasan kegiatan pengadaan fisik Rp

2.824.199.250. Dari total anggaran honorarium sebesar Rp 3 miliar, diantaranya digunakan untuk membayar pekerjaan DED perencanaan pembangunan convention hall Kota Samarinda. Dana tersebut, merupakan bantuan keuangan Pemprov Kaltim sebesar Rp 1.000.000.000 tahun 20082009 yang masuk di anggaran Disciptakot. Dan atas permasalahan tersebut, Pemkot Samarinda menjelaskan bahwa, untuk DPA yang dimulai tahun anggaran 2010 kode rekening belanja yang digunakan adalah belanja jasa konsultasi perencanaan dan belanja konsultasi pengawasan. Pada tahun selanjutnya, dalam penerbitan DPAL masih digunakan kode rekening belanja konsultasi perencanaan dan belanja jasa konsultasi pengawasan untuk DPA yang dimulai pada tahun anggaran 2011 kode rekening belanja yang digunakan adalah belanja modal (sesuai dengan jenis pekerjaan fisik yang digunakan). (aid)

Jasran Disangka Terlibat Illegal Logging

Tersangkut Akibat Mobil Sewaan Jubaidah (56), warga Loa Ranten,Kecamatan Loa Janan, Kukar terlihat sedih memikirkan nasib suaminya Jasran (58).. Ia resah lantaran suaminya sudah satu bulan ini nditahan di sel Mapolresta karena disangka terlibat illegal logging oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Dinas Kehutanan Kaltim. HASBI ANWAR Jasran ditahan sejak 14 Oktober lalu, setelah sebelumnya ditangkap lima orang petugas dari Dinas Kehutanan Kaltim yang melakukan operasi di kawasan Jl HM Riffadin, Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir. Ia ditangkap ketika berada di dalam mobil pickup miliknya yang dikemudikan Hamsan (pemilik kayu ) yang kabur saat peristiwa penangkapan itu. Ditemui Tribun, usai menghadiri sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Samarinda, Senin (14/ 11), Jubaidah yang mengenakan baju coklat dipadu kerudung hitam

CMYK

tampak bingung dan bertanya-tanya, mengapa suaminya sampai dijadikan tersangka dan ditahan oleh aparat. Padahal kata dia, suaminya hanyalah seorang peternak ikan di Loa Ranten dan secara kebetulan memiliki sebuah mobil pickup (sewaan) yang disewa Hamsan buat dipakai angkut kayu. “Saya dan anak-anak semuanya merasa resah sekali bapak di tahan di Poltabes (Polresta), apalagi bapak dituduh sebagai pemilik kayu,” tutur ibu lima anak ini dengan nada sedih. Ia berharap, suaminya segera dibebaskan dari segala hukuman dan dilepaskan dari tahanan. Ia yakin, suaminya tidak bersalah dan hanyalah menjadi korban salah tangkap pihak petugas Dinas Kehutanan. Dalam fakta hukum dipersidangan juga nampak terang benderang bahwa Jasran tidak dapat dibuktikan bersalah. Pengakuan Jasran dihadapan Ketua Majelis Hakim Syafrudin SH, yang mengatakan bahwa dirinya ditangkap dan ditahan oleh

petugas Dishut tanpa adanya surat perintah penahanan dan penangkapan. Petugas yang menangkap maupun PPNS Dishut tidak bisa membuktikan surat perintah penangkapan dan surat penahanan bagi Jasran. “Saya ini hanya seorang peternak ikan di Loa Ranten pak, saya samasekali tidak ada punya usaha kayu. Waktu itu kebetulan saja saya ikut di mobil milik saya, karena saya khawatir mobil dibawa lari oleh sopir (Hamsan pemilik kayu),” tutur Jasran dengan terbata-bata. Suratno saksi dari petugas Dishut kepada majelis hakim mengatakan, bahwa saat dia bersama teman-temannya menangkap Jasran mengakui tidak ada surat penangkapan. Begitu pula saat Jasran ditahan (dititipkan di Polresta), ia tidak tahu apakah ada surat perintah penahanan atau tidak. Budi, petugas Dishut yang juga menjadi saksi dalam persidangan praperadilan kemarin menceritakan, saat dirinya bersama empat orang temannya menangkap mobil pickup yang membawa kayu

di kawasan JL HM Riffadin depan SMU 10 Melati, di dalam mobil itu terdapat tiga orang, yakni Jasran, sopir (Hamsan) dan seorang buruh. “Setelah kami tangkap, dua orang yakni Jasran dan seorang buruh bersama mobil kami bawa ke kantor BKSDA Kaltim, sedangkan sopirnya kabur, ketika itu meminta izin untuk buang air kecil,” jelas Budi. Setelah mendengar keterangan dari tersangka dan saksi-saksi, Ketua Majelis Hakim Syafrudin hingga kemarin, masih memberi kesempatan dan menawarkan kepada keduapihak untuk menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan. “Bagaimana, apakah kedua pihak (termohon dan pemohon) tidak menginginkan bahwa kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan saja sebelum perkara ini diputus besok. Mumpung hari ini saya masih beri kesempatan, kalau besok tidak bisa lagi, karena sudah tiba waktu putusan,” kata Syafrudin sembari meminta kedua belah pihak untuk berpikir.(*)


CMYK

tribun samarinda

SELASA 15 NOVEMBER 2011

15

Toilet RSUD IA Moeis Jorok ■ Banyak Kamar Pasien Tidak Bisa Difungsikan

TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HP

PAMERAN BERLIAN - Pengunjung mencoba mahlota berlian yang dipasangkan Sales Franc and Co Jewellery di Kutai Negara Room Hotel Senyiur Samarinda, Senin (14/11). Guna merespons customer yang cukup tinggi Franc and Co Jewellery kembali menggelar pameran untuk melayani pelanggan berlian di Hotel Aston Balikpapan mulai 18 sampai 21 November, dan selanjutnya di Banjarmasin Kalsel 24 sampai 27 November.

Relokasi Dekat Tambang Batu Bara

● Depo Pertamina Tolak Lokasi Pindah yang Disediakan Pemkot SAMARINDA, TRIBUN Menanggapi permasalahan relokasi Depo Pertamina Jalan Cendana, pada pinsipnya Pertamina sudah koopeeratif dengan melakukan komunikasi terhadap Pemprov Kaltim. Begitu pula dengan DPRD Kota Samarinda. Hal itu dikatakan Ilham, Kepala Depo Pertamina jalan Cendana di ruang kerjanya, Senin (14/11) “Pemprov kita sudah pernah bicara, DPRD Kota juga sudah. Dari Pertamina selalu siap, namun perlu diperhatikan bahwa pemindahan itu bukan segampang yang kita pikirkan. Walaupun dari sisi bisnis kita masih menginginkan disini dan kita juga ada kontribusi untuk Pemerintah daerah. Permasalahan tuntutan warga, sepertinya saat ini kita sudah bisa memberikan pemahaman kepada warga sekitar. Karena permasalahannya tidak termasuk besar, hanya permaalahan safety (buufer zone). Baik standarisasinya, minimal 55 meter dari pagar ke perumahan penduduk.

Walau dalam tanda petik sebenarnya waktu kita dulu berdiri disini belum ada penduduk,” kata Ilham. Tetapi menurut Ilham, para Direksi Pertamina juga sudah berpikir untuk memperluas wilayah. Baik untuk untuk penambahan tangki, nantinya digunakan untuk penimbunan BBM untuk kebutuhan PLNyang diambil dari Balikpapan dan dibongkar di Depo Cendana. Bukan hanya dikarena tuntutan masyarakat tadi, tetapi lebih dikarenakan banyaknya tuntutan pasar Pertamina Di Samarinda. Dan untuk memenuhi tuntutan lagi harus dilakukan perluasan dan tidak mungkin dilakukan di tempat yang ada sekarang. “Pemkot sudah memberikan kita lahan, kita sudah survei. Namun, poinpoinnya harus sesuai persyaratan yang kita butuhkan. Sesuai standar Pertamina. Dan lahan yang ditunjuk pemkot tidak masuk dalam persyaratan kita. Belum lahan matang, dan lagi di daerah yang ditunjuk ada operasi tambang batu bara dan kita ketahui batu bara

muda mudah terbakar itu. Riskan sekali.” Menurut Ilham lagi, jika memang relokasi harus dilakukan, Depo Cendana masih tetap akan berdiri. Tetapi ruang lingkup pelayanan menjadi lebih kecil hanya untuk Kota Samarinda. Dan tujuan kepindahan ke lokasi yang ditentukan untuk memenuhi kebutuhan demand dengan lokasi yang bertambah luas. “Kita dulu sebelum ada wacana Direksi untuk pindah. Ditanya DPRD Kota permasalahan kita apa. Kita jawab buffer zone, saya kira DPRD pandangannya kedepan cukup baguslah, artinya kita juga kan sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kalau memang kita tidak ada wacana pindah maka yang ada relokasi. Artinya dilanggar, warga mau, kalau tidak mau, kan kita juga punya hak tinggal di sini. Namun Direksi berpikir lain, memang kita harus pindah. Ya lokasi ini tetap digunakanlah, kalau dari sini kan pengiriman ke tujuan lebih mudah,” kata Ilham.(m36)

SAMARINDA, TRIBUN Kondisi toilet-toilet di RSUD IA Moies, Samarinda Seberang, umumnya sangat memprihatinkan. Kotor, bau dan jorok. Keadaan ini sudah berlangsung lama. Pasien dan keluarga pasien sudah lama mengeluhkan joroknya toilettoilet tersebut, namun sejauh ini Pemkot Samarinda belum kunjung memperbaikinya. Kepala Tata Usaha RESUD IA Moeis, Gunawan yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (14/11) tidak menampik buruknya kondisi toilet-toilet tersebut. Dari 17 toilet yang ada, setidaknya ada tujuh toilet yang tidak berfungsi dengan baik. Menurut Gunawan, kerusakan beberapa toilet itu lebih disebabkan faktor usia toilet. Dan memang, hal itu dapat menggangu kenyaman pasien bila hendak menggunakan toilet. “Kerusakan yang ada di Rumah Sakit lebih diakibatkan faktor usia.. Kerusakan paling fatal di ruangan kelas karena toiletnya bocor, sudah pernah diperbaiki tetapi rusak kembali. Mungkin perbaikan yang dilakukan kontraktor

kurang maksimal. Tempat tidur masih banyak yang belum bisa terpakai, banyak kamar yang tidak bisa dipakai karena tidak ada fasilitas toilet ini,” kata Gunawan. Sub Bidang Asuhan Keperawatan Dan Etika Keperawatan RSUD IA Moeis menambahkan, salah satu kamar (kamar 17) di RSUD IA Moeis tidak difungsikan. Hal itu disebakan dibagian bawah kamar tepat berada ruang ruang bedah. Yang mengakibatkan kondisi kamar selalu lembab. Pernah, beberapa kali kamar ini difungsikan toiletnya, tetapi beberapa keluarga pasien terjatuh terpeleset dikarenakan lantai selalu lembab. “Kita masih mengharapkan upaya perawatan yang telah dilakukan kontraktor sejak Februari 2011dapat maksimal. Tetapi semua masih dalam batas aman , cuma pasien tidak nyaman. Ada juga salah satu kamar yang bila difungsikan toiletnya airnya akan meluber sampai keluar. Jadi, kalau ingin menggunakan kamar mandi harus ke kamar lain. Itu

akan menggangu kenyamanan pasien lain,” kata Sunarto. Terkait pelayanan di RSUD IA Moeis yang terkesan lambat, Sunarto mengatakan hal itu bukanlah kesengajaan yang dilakukan oleh pihaknya. Keterbatasan perawat, tempat tidur, serta jam sibuk juga mempengaruhi pelayanan itu. Seperti pelayanan di rawat inap perbandingan tenaga berbanding dengan pasien idealnya 1 perawat berbanding dengan 6 pasien. “Seperti diruang 1 kita punya 16 kamar itu lebih 60 tempat tidur, sore malam perawat yang ada di station depan hanya 2. Di station belakang 2, jadi hanya 4 orang. Kalau jumlah pasien yang ada 40 berarti kita sudah kelebihan pasien berbanding dengan jumlah perawat.” “Nah, kesan ini mungkin yang memunculkan pendapat masyarakat bahwa pelayanan lambat, yang jelas sampai hari ini kita dibidang keperawatan itu telah membuat lebih dari 160 SOP (Standard Operation Procedure). Jadi, kalau ada masayarakat yang

menanyakan pelayanan kita lambat. Kita tanya dulu, pelayanan di bidang mana,” kata Sunarto. Untuk Unit Gawat darurat (UGD) menurut Sunarto memang sangat sering terjadi antrian masyarakat yang ingin mendapatkan pertolongan pertama. UGD hanya memiliki 4 orang perawat dengan 4 ranjang. Dibagian belakang, terdapat ruangan tindakan minor dan tindakan khusus. “Nah, kalau ranjang yang 4 didepan itu sudah terisi dengan 4 pasien yang memerlukan pertolongan pertama, sementara di luar masih ada yang antri 3 atau 4 pasien. Kita kan harus adil yang pertama yang mendapat layanan. Ini menimbulkan kesan pasien tidak diperdulikan, sudah di UGD masih dicuekin. Oleh karena itu, kita mengharap pengertian dari masayarakat, karena memang seperti itulah kondisinya. Terkait kebutuhan perawat, sebenarnya idealnya kita butuh 28 atau 30 perawat lagi. Tapi itu semua kan kewenangan Pemerintah,” kata Sunarto.(m36)

Pemkot tak Mau Disebut Plin Plan

● 25 November PKL Citra Niaga Selatan Harus Pindah SAMARINDA, TRIBUN Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tidak akan menambah waktu lagi terkait relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di median jalan Niaga Selatan. Pemkot Samarinda siap melakukan relokasi sesuai deadline tanggal 25 November 2011 mendatang. “Pemerintah Kota Samarinda tak mau lagi disebut plin-plan terkait relokasi PKL yang berjualan di jalan Niaga Selatan. Tiap Kepala SKPD di lingkungan Pemkot Samarinda siap melaksanakan relokasi tersebut sesuai deadline yang diberikan, yaitu 25 November 2011 mendatang,” kata Diwansyah, Asisten I Pemkot Samarinda, ketika memimpin

CMYK

peninjauan lokasi penempatan PKL di Stadion Segiri, Senin (14/11). Menurut Diwansyah, hingga saat ini sudah ada 18 PKL asal Niaga Selatan yang mendaftar. Pendaftar luar yang dalam hal ini bukan eks Niaga Selatan juga banyak yang menaruh minat dengan mendatangi UPTD GOR Segiri, tetapi sesuai komitmen Pemkot, lokasi relokasi GOR Segiri diprioritaskan untuk PKL eks Niaga Selatan. “Jumlah PKL yang mendaftar sudah 18 orang dan diharapkan terus bertambah mengingat waktu pendaftaran yang masih ada. Sementara ini kami juga menahan pendaftar dari pedagang diluar data base yang ada, karena Pemkot Samarinda masih

memprioritaskan pendaftar dari PKL yang masuk di database tersebut,” kata Diwansyah. Ia menegaskan jika sampai deadline yang diberikan ternyata belum pindah, Pemkot menganggap PKL yang bersangkutan telah memiliki lokasi lain yang dianggap lebih cocok untuk berjualan di luar kawasan Citra Niaga tersebut. Oleh karena itu Pemkot Samarinda berusaha mengatur PKL dengan baik. Dan selama ini sebutnya Pemkot sudah memberikan kelonggaran oleh karena itu para PKL harus dapat menerima peraturan yang diberikan Pemkot. Untuk diketahui, stan PKL yang disediakan UPTD Stadion GOR Segiri berukuran

2x2,5 m dan saat ini sudah terbangun 10 stan dari total 156 stan yang akan dibangun di areal tersebut. “Pemkot akan bersikap tegas. Relokasi tersebut harus dilakukan karena merupakan jalur hijau. Serta melanggar UU nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Pemerintah Kota Samarinda sendiri sebenarnya sangat mengapresiasi PKL karena PKL itu hanya berusaha untuk mencari makan tanpa memintaminta. Pemkot Samarinda sangat memegang komitmen, begitu PKL sudah siap mengisi lokasi yang disediakan, kami akan membangunkan stan sehingga mereka dapat segera berjualan,”kata Diwansyah.(m36)


CMYK

16

SELASA 15 NOVEMBER 2011

Oknum Satpol PP Diringkus ● Terlibat Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur TENGGARONG, TRIBUN Deni Iskandar (27), oknum Satpol PP Kukar yang dilaporkan mencabuli ponakannya, Melati (nama samaran) (14), diringkus aparat kepolisian Polres Kukar, Senin (14/11) sekitar pukul 09.00. Deni langsung digiring ke Mapolres Kukar untuk menjalani proses pemeriksaan. “Pelaku ditangkap oleh Propam Satpol PP, lalu diserahkan kepada kami,” kata AKBP I Gusti Kade Budhi Harryarsana, Kapolres Kukar didampingi Kasat Reskrim AKP Safi’I Nafsikin melalui Kasubag Humas AKP I Nyoman Subrata, Senin (14/ 11). Dari hasil pemeriksaan kemarin, pelaku mengaku menyetubuhi ponakannya sekali di Gedung Beladiri, Stadion Aji Imbut, Sabtu (5/11) lalu. Saat diwawancarai kemarin, Deni mengaku menyesal melakukan tindakan asusila itu. Tersangka yang berprofesi sebagai pelatih silat

TRIBUN KALTIM/TAUFIK

Deni, tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur, diperiksa aparat dari Polres Kukar, kemarin.

tapak suci itu mendatangi rumah keponakannya yang hanya terpisah empat rumah dari kediamannya. “Saya mengajak dia ke gedung beladiri untuk membawakan termos air minum untuk

Terancam Diberhentikan KEPALA Satpol PP Kukar Fida Hurasani menegaskan, oknum satpol PP yang melanggar hukum bakal ditindak tegas. Dia bakal memberhentikan secara tidak hormat terhadap oknum satpol PP yang terbukti mencabuli anak di bawah umur. “Hari ini (kemarin) sekitar pukul 09.00, kami membantu aparat kepolisian menangkap tersangka kasus pencabulan di rumah mertuanya. Seorang provost dari Satpol PP menjemput tersangka di sana,” kata Fida ditemui Senin (14/11). Dia menyebutkan, tersangka merupakan anggota Satpol PP yang berstatus Tenaga Harian Lepas (THL). Sehari-hari tersangka bertugas di Gedung DPRD Kukar. “Kami tidak akan mentolelir anggota kami yang terlibat kasus pelanggaran hukum. Untuk tersangka pencabulan yang berstatus THL ini, saya tidak akan menandatangani perpanjangan kontraknya per tiga bulan,” tegas Fida. Dengan kata lain, lanjut dia, tersangka bakal diberhentikan dari jabatannya.

Selama kepemimpinan Fida, wajah Satpol PP tercoreng dua kali. Sebelumnya, dua oknum Satpol PP diringkus aparat Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Kukar lantaran terlibat kasus narkoba, Senin (19/9) lalu. Selama ini dia mengaku sudah optimal mengawasi seluruh bawahannya. Setiap kali dia mengontrol seluruh anak buahnya melalui radio. Selain itu, dia juga kerap turun ke lapangan untuk mengawasi anak buahnya secara langsung. Menurut dia, dua kasus pelanggaran hukum yang menimpa institusinya dilakukan di luar jam dinas sehingga sulit mengawasinya. “Ini kembali pada masingmasing personelnya, terlebih mereka juga tak bisa lepas sebagai makhluk sosial,” ujarnya. Upaya ke depan, Fida bakal lebih sering ke lapangan untuk mengontrol bawahannya. “Tiap Senin, kami sering memberikan masukan dalam apel pagi. Karena sebagai pamong, kita mesti memberi contoh yang baik kepada masyarakat,” ujarnya. (top)

keperluan latihan silat tapak suci,” kata pria yang sudah menikah dan memiliki dua anak ini. Selama perjalanan menuju ke stadion, hujan sempat turun dan membasahi keduanya. Pakaian mereka pun basah. Kemudian, keduanya masuk ke gedung beladiri. “Baju kami pun basah. Saya pun tergoda melihat pakaiannya yang ketat dan basah,” tuturnya. Dia pun menyetubuhi gadis di bawah umur itu. Kebetulan, kata Deni, suasana gedung tampak sepi karena cuaca sedang hujan. Usai melaksanakan aksi bejatnya itu, Deni mengantar keponakannnya itu ke rumahnya. Saat itu hujan juga sudah reda. Terpisah Melati saat ditemui di Polres Kukar mengaku dipaksa pamannya untuk melayani aksi bejatnya. “Saya dipaksa sama dia untuk membuka celana saya,” ucapnya lesu. Saat ini Deni sudah ditetapkan sebagai tersangka dan akan menjalani hukuman. Dia juga terancam dicopot dari jabatannya sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) Satpol PP. Deni mengaku ditempatkan di Satpol PP sejak 2006 lalu lantaran prestasinya sebagai atlet beladiri dari cabang silat. Atas perbuatan asusila yang dilakukannya, Deni bakal dijerat pasal 82 UndangUndang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (top)

10 Sekolah Direkomendasi Jadi RSBI SENDAWAR, TRIBUN - Sebanyak 10 sekolah yang ada di seputaran Kota Sendawar yaitu Kecamatan Melak, Barong Tongkok, dan Sekolaq Darat dipersiapkan menjadi sekolah Rintisan Sekolah Berbasis Internasional (RSBI) pada 2012. Terkait dengan hal itu beberapa waktu lalu, 20 orang yang terdiri dari guru dan kepala sekolah dikirim ke Yogyakarta ke SMKN 6 dan beberapa sekolah SD, SMP, dan SMA di wilayah Yogyakarta. Kadis Pendidikan Kubar Ayonius menjelaskan, Kubar belum memiliki sekolah RSBI ditambah lagi dari intruksi Disdik Provinsi Kaltim untuk segera

membentuk sekolah RSBI di wilayah Kubar. Untuk mempersiapkan RSBI, Disdik Kubar segera mengirimkan 10 kepala sekolah dan 10 guru dari 10 sekolah yang telah diseleksi Disdik yang dipersiapkan menjadi sekolah berbasis RSBI. Selama di sana mereka mengikuti workshop, pelatihan, dan praktik serta menyerap informasi yang dijalankan di sekolah RSBI dan diharapkan dapat diterapkan di Kutai Barat. Yang melatarbelakangi dipilihnya Yogyakarta karena kondisinya tidak jauh berbeda dengan Kubar yaitu memiliki kemiripan yaitu masyarakatnya yang sangat gotong-

royong, masih kental dengan kebudayaan dan kota pelajar. “Hal itulah yang mendorong Kubar memilih Yogyakarta sebagai pusat studi banding dan pengembangan sekolah RSBI di Kubar,” tandasnya. Lebih jauh dikatakannya, saat ini 10 kepala sekolah dan 10 guru sudah mempraktikkan di sekolahnya masingmasing. Setelah berjalan beberapa bulan nantinya mereka membuat laporan keberhasilan dan kendala yang dihadapi disetiap sekolah dan itu diserahkan ke Disdik Kubar. Nantinya itu yang akan menjadi sumber informasi bagi Disdik dalam membangun sekolah RSBI. (lex)

Hari Ini Vonis 14 Mantan Anggota DPRD Kukar TENGGARONG, TRIBUN Kasus dugaan korupsi dana operasional DPRD Kukar tahun 2005 senilai Rp 2,6 miliar yang menyeret 14 mantan anggota DPRD Kukar periode 2004-2009 memasuki babak akhir. Mereka bakal menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Tenggarong hari ini, Selasa (15/11). “Rencananya, kami akan menggelar sidang putusan terhadap 14 mantan anggota DPRD Kukar besok (hari ini),” kata Zulkifli Sultan, Kepala Humas PN Tenggarong kepada wartawan, Senin (14/ 11). Dari 14 mantan anggota dewan yang bakal divonis itu, ujar Zulkifli, seorang terdakwa, I Made Sarwa

dalam kondisi kurang fit atau sakit, sehingga vonisnya bakal menyusul. “Dalam sidang putusan nanti, tidak semua dari 14 mantan anggota dewan dapat dibacakan vonisnya. Seorang terdakwa, I Made Sarwa belum bisa dibacakan vonisnya karena sedang sakit. Kemungkinan setelah sembuh, pembacaan vonisnya bakal menyusul,” imbuhnya. Dia mengatakan, semua terdakwa telah melewati seluruh rangkaian dalam persidangan namun terkendala dalam segi waktu. Dalam satu kasus, lanjut dia, berkas terdakwa dipisah-pisah sehingga agenda vonis hari ini akan memakan waktu. “Kami akan membacakan vonis satu

per satu. Ini akan memakan waktu dan menghambat agenda sidang lainnya,” ucap Zulkifli. Dalam sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut 1 tahun 6 bulan (1,5 tahun) terhadap 14 orang mantan anggota DPRD Kukar tersebut. Mereka juga dituntut membayar denda sebesar Rp 50 juta, serta uang pengganti yang nilainya berbeda tiaptiap terdakwa. Kepada 5 orang mantan anggota DPRD, yakni M Yusuf, Rahmat Santoso, Muhammad Irham, Edy Mulawarman dan Wahid Katung, jaksa menuntut mereka dengan hukuman 1,5 tahun penjara, serta

denda Rp 50 juta, termasuk uang pengganti. “Uang pengganti kelima orang terdakwa ini bervariasi. Rahmat Santoso, Irham dan Edy Mulawarman dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 7 juta. Sedangkan M Yusuf membayar uang pengganti Rp 6,5 juta dan Wahid Katung Rp 4,5 juta,” ujar Sofyan Latoriri, jaksa penuntut umum dalam kasus itu. Alasan besaran pembayaran uang pengganti yang berbeda kepada 5 orang terdakwa ini, menurut Sofyan, disesuaikan dengan yang diterima mantan anggota dewan, yakni mulai Rp 75 juta hingga Rp 82 juta. (top)

25 Km Jalan Poros Tenggarong-Kota Bangun Rusak Parah (1)

Waktu Tempuh Lebih Lama di Jahab JIKA hendak bepergian jalan darat dari Tenggarong ke Kota Bangun, para pengendara roda dua dan empat harus melalui perjuangan berat. Tak seperti jalan dalam Kota Tenggarong yang mulus dan nyaris sempurna, jalan menuju Kota Bangun yang melintasi di Kelurahan Jahab masih wilayah Kecamatan Tenggarong ternyata ditemui jalan rusak penuh berlubang dan debu. M YAMIN

TRIBUN KALTIM/M YAMIN

Bus tujuan Kubar menghindari jalan rusak berlubang di Jahab.

PANTAUAN Tribun, Minggu (14/11) , jalan rusak mulai ditemui ketika masuk ke jalan poros raya Tenggarong-Kota Bangun. Jalan aspal berstatus jalan provinsi kondisinya longsor dan berlubang, dibiarkan saja. Ada pula lubang yang digali sisa pekerjaan proyek ditinggalkan tanpa diaspal. Selain itu, lubang yang diisi batu koral ukuran kepalan tangan dewasa juga tak sedikit. Hingga di RT 04 Jahab, kondisi jalan sepanjang 500 meter penuh gelombang dan lubang mirip kubangan. Para pengemudi mobil dan pengendara sepeda motor sudah mafhum dengan kondisi jalan rusak. Setiap kendaraan kini tak lagi beraturan jalan lurus sesuai

CMYK

jalurnya. Namun, berkelokkelok tidak tentu arah menghindari lubang. Belum lagi, truk pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang hilir mudik melintas, semakin menambah kepadatan arus kendaraan di jalan tersebut. Truk pengangkut sawit membawa lebih berat kapasitas angkutan sampai 10 ton yang seharusnya batasnya 5-6 ton. Dengan beban yang tinggi itu, truk sawit kerap berjalan pelan memilih jalan mulus memaksa pengendara lainnya harus mengalah. Ini ketimbang terjadi peristiwa truk sawit terbalik di jalan berlubang. Bukan tak ada perbaikan jalan poros Tenggarong-Kota Bangun. Ketika melintas tak

jauh dari kantor Lurah Jahab dan Jembatan, terdapat proyek pengerasan jalan semenisasi yang belum sepenuhnya rampung. Jalan dengan panjang 500 meter itu saat ini hanya bisa digunakan satu jalur bergantian. Warga menyebut, lokasi pengecoran semenisasi itu dahulu langganan terjadi kecelakaan. Truk pengangkut sawit kerap terbalik. Diceritakan pula, perbaikan jalan di Jahab terakhir pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2008. Pemerintah membuat mulus jalan sepanjang 25 kilometer dari Bukit Biru Tenggarong hingga simpang Senoni. Lepas dari jalan tersebut, kerusakan jalan berlubang lainnya dibiarkan.

“Jalan juga sempat mulus, ketika Bupati meresmikan PLN di Senoni. Ketika itu, PU membuat jalan mulus dengan tambal jalan yang rusak berlubang. Entah, apa materialnya tanah padat dan batu koral diisi. Tahunya, jalan berlubang dan rusak sempat mulus sebentar kembali rusak,” kata Uus, guru honorer satu Sekolah Dasar di Desa Bahulak, Kecamatan Muara Kaman. Lepas dari jalan rusak sekitar pemukiman di Jahab, jalan rusak masih ditemui hingga simpang Jonggon. Meski, jalan poros ini diapit lokasi perusahaan tambang batubara, namun jalan yang rusak tak ada yang perhatikan atau melakukan perbaikan. Terdapat pula lubang-lubang jalan rusak di kawasan kebun karet dan hutan produksi sudah lebih setahun tidak diperbaiki. Dari perhitungan setiap daearah titik lubang jalan, Tribun menghitungnya ada sekitar 158 titik daerah jalan rusak yang harus diperbaiki dengan panjang 25 kilometer dari Bukit Biru Tenggarong. Setiap titik daerah lubang jalan itu terdapat dua atau lebih lubang-lubang yang bisa memutus jalan aspal. Warga Kecamatan Muara Weis Kukar Suryadi menilai jalan yang menghambat menuju Kota Bangun adalah jalan rusak berada di Jahab. (*)


tribun bontang-sangatta

SELASA 15 NOVEMBER 2011

17

Warga Bakal Melawan ● Jika Kontraktor Bongkar Fasilitas Umum BONTANG, TRIBUN-Ancaman sejumlah kontraktor akan membongkar fasilitas umum yang telah mereka kerjakan dengan talangan pribadi senilai Rp 22 miliar lebih, mengundang reaksi dari tokoh masyarakat dan tokoh agama di wilayah Bontang Barat. Mereka berharap persoalan antara kontraktor dan pemerintah mengenai pembayaran 20 item proyek pembangunan jalan, jembatan dan drainase tidak mengorbankan warga. “Kami tidak mau masuk ke ranah hukum. Tapi yang pasti jangan sampai masalah ini mengorbankan warga,” ujar tokoh masyarakat Kanaan, Bontang Barat, Pdt Drivan Lim, Senin (14/11) kemarin Pdt Drivan Lim, menyarankan agar penyelesaian pembayaran ke-20 item proyek yang dibangun oleh gabungan kontraktor dibahas melalui perundingan satu meja, melibatkan Pemerintah, DPRD dan gabungan kontraktor. Pertemuan ini diperlukan untuk mencari solusi terbaik tanpa mengabaikan aturan hukum dan hak warga mendapatkan layanan fasilitas publik. “Saya harap

dilakukan pertemuan satu meja, karena saya yakin kalau sampai terjadi pembongkaran fasilitas umum seperti jalan dan jembatan, saya yakin warga akan melawan,” katanya. Ia berharap, suasana kondusif yang sudah tercipta selama ini tidak tercoreng oleh rencana pembongkaran fasilitas umum dari para kontraktor yang kecewa lantaran proyek mereka tak kunjung selesai pembayarannya. “Warga tidak tahu jalan yang mereka lalui sudah dibayar atau belum, yang pasti hak masyarakat mendapatkan pelayanan publik yang memadai,” katanya. Senada, Anggota Komisi III DPRD Bontang Henry Pailan, yang juga tokoh masyarakat di Kanaan berharap ancaman dari sejumlah kontraktor membongkar proyek yang telah kerjakan tidak terlaksana. Pasalnya, jika langkah pembongkaran itu maka bisa dipastikan warga yang sehari menggunakan jalan, atau jembatan tersebut bakal melakukan perlawanan. “Sudah pasti warga akan melawan jika terjadi pembongkaran jalan karena

itu terkait langsung dengan kebutuhan warga,” ungkapnya. Diakui Henry, kualitas jalan dan jembatan yang telah dibangun oleh para kontraktor dengan menggunakan dana pribadi hingga kini masih dinikmati warga. Manfaat dari fasilitas umum tersebut yang mayoritas berada di wilayah Kecamatan Bontang Barat, cukup membantu percepatan pembangunan. “Memang manfaatnya sampai sekarang masih dirasakan warga. Kualitas pekerjaan mereka bagus, tapi apakah memenuhi spek. Kita juga tidak tahu karena pekerjaan itu dilakukan tanpa melalui proses lelang.” katanya. Untuk itu, Henry menyatakan dukungan penuh gagasan untuk membahas penyelesaikan 20 item proyek ‘siluman’ tahun 2007 dengan melibatkan pemerintah, DPRD termasuk seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD). “Memang sebaiknya ada pertemuan bersama membahas ini masalah ini. Dan kami harap pemerintah yang bertindak sebagai fasilitator,” tandasnya. (don)

Terkesan Cuci Tangan WAKIL Ketua Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bontang, Andy Faisal, mengaku turut prihatin atas persoalan yang menimpa puluhan kontraktor lokal di Bontang. Andy menyayangkan sikap Pemerintah dan DPRD Bontang yang terkesan cuci tangan atas proyek pembangunan jalan, jembatan dan drainase tahun 2007 yang sampai saat ini belum dibayarkan. “Terus terang kami sangat menyayangkan kejadian ini. Harusnya pemerintah bisa mencarikan solusi atas persoalan ini jangan dibiarkan berlarut-larut karena imbasnya bisa langsung ke masyarakat,” ujar Andy Faisal, Senin (14/11). Menurut Andy, pembayaran 20 item proyek yang dikerjakan tanpa melalui proses lelang sebenarnya bisa tetap dilakukan. Pasalnya, proyek yang mayoritas dibangun di

wilayah Bontang Barat itu diprogramkan untuk menanggulangi terjadinya banjir beserta dampaknya. Artinya, kseseluruhan proyek yang menelan dana sekitar Rp 22 miliar lebih itu dilakukan dalam kondisi force major. “Kalau mau jujur proyek itu sebenarnya dikerjakan karena kondisi force major, makanya administrasi saat itu tidak terlalu diindahkan,” katanya. Dengan alasan force major itu, maka menurut Andy, tidak ada alasan bagi Pemerintah dan DPRD untuk tidak menyetujui pembayaran seluruh proyek yang sampai saat ini dinikmati oleh masyarakat. “Kasus seperti juga pernah dialami oleh Kukar dan buktinya bisa diatasi, kenapa kita di Bontang ini tidak bisa. Kasihan teman-teman pengusaha yang dililit utang karena persoalan ini,” pungkasnya. (don)

Isran Minta Dana CSR Ditambah SANGATTA, TRIBUNPersetujuan Kelayakan Lingkungan yang diterbitkan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur atas studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) kenaikan produksi PT Kaltim Prima Coal (KPC) menjadi hingga 70 juta metrik ton per tahun harus diikuti dengan kenaikan proporsi royalti dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) bagi daerah. Bupati Kutim, Isran Noor, Senin (14/11), mengatakan kenaikan produksi tahunan KPC semestinya berbanding lurus dengan besaran royalti dan CSR untuk daerah. “Yang pertama akan berpengaruh pada royalti yang kita terima. Itu sudah pasti dan tidak bisa

dihindari. Dari 13 persen, hampir 3 persennya masuk ke daerah penghasil,” katanya. Yang kedua, peningkatan alokasi CSR secara proporsional. “Otomatis akan ada peningkatan CSR. Hal ini sangat logis dan segala sesuatunya akan disesuaikan,” katanya. Isran menjamin kenaikan CSR akan bersifat proporsional seiring peningkatan produksi. “Hal ini sangat logis mengingat pertimbangan Amdal juga menyangkut dampak sosial kemasyarakatan. Bukan sekedar mengatur permasalahan dampak lingkungannya semata,” katanya. Di sisi lain, komitmen PT

Kaltim Prima Coal (KPC) untuk menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai USD 1,5 juta per tahun melalui Forum Multi Stakeholder CSR (MSH CSR) Kutim dinilai belum sepenuhnya terealisir. Pasalnya, masih banyak alokasi CSR yang sejak beberapa tahun lalu belum terserap. Kepala Sekretariat MSH CSR Kutim, Muhammad Hidayat, Senin (14/11), mengatakan masih banyak CSR KPC yang dikelola Forum MSH CSR yang belum tersalurkan. “Untuk tahun 2011, dari alokasi sekitar Rp 13,5 miliar, hingga saat ini baru tersalurkan sekitar Rp 7 miliar,” katanya.(khc)

TRIBUN KALTIM/DOHANG

Pelajar SMK Negeri 2 Bontang menggelar unjuk rasa, Senin (14/11) menuntut Kepala Sekolah SMKN 2 Kasman Purba lengser dari jabatan.

Siswa SMKN 2 Mogok Belajar ● Demo Tuntut Kepsek Mereka Diganti BONTANG, TRIBUN-Tidak kurang dari 300 pelajar di SMK Negeri 2 Bontang, menggelar aksi unjuk rasa di sekolah mereka, Senin (14/ 11). Para pelajar yang merupakan gabungan dari kelas I sampai III ini mendesak agar Kepala Sekolah (Kepsek), Kasman Purba diganti. Akibat aksi ini proses belajar mengajar di SMK Negeri Kelautan itu lumpuh. Unjuk rasa ini yang dimotori oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) berlangsung sejak pukul 09.00 Wita, pada saat memasuki jam pelajaran ketiga. Pantauan Tribun, ratusan siswa terlihat bergerombol di tengah lapangan sembari berteriak menuntut Kepsek mereka mundur. Mereka juga

memajang sejumlah famplet yang isinya mendesak agar Kasman Purba diganti. Kendati berlangsung aman, sejumlah Polisi terlihat berjaga-jaga mengantisipasi kemungkinan terjadi tindakan anarkis. Aksi demo ini baru selesai sekitar pukul 11.30 Wita, setelah perwakilan pengurus OSIS menggelar perundingan dengan sejumlah guru. Kasman Purba sendiri tidak bisa menghadiri pertemuan karena sedang sedang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta. “Pak Kasman sedang ada tugas ke Jakarta. Jadi aspirasi para siswa ditampung oleh guru-guru,” ujar Humas SMKN 2, Syamsul Fajar, kemarin. Fajar sendiri enggan menjelaskan tentang

penyebab unjuk rasa para siswa yang mendesak Kepsek mereka diganti. “Kalau penyebab saya tidak tahu tanya saja langsung kepada siswa,” ungkap Fajar. Ketua OSIS SMKN 2, Budi Hidatullah, saat ditemui mengatakan salah satu penyebab aksi yang mereka lakukan karena kecewa dengan gaya kepemimpinan Kasman Purba yang dinilai kurang disiplin. Para siswa semakin kecewa setelah Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Asrul Tinanbunan, mengundurkan diri dari jabatannya karena tidak sejalan dengan Kepsek. “Kami ingin ada perubahan, jangan seperti sekarang Pemimpin kurang disiplin. Kami juga ingin supaya Pak Asrul tetap dipertahankan

jadi Wakasek Kesiswaan,” beber Budi. Terpisah, Kepsek SMKN 2, Kasman Purba saat dikonformasi mengaku tidak tahu persis alasan ratusan siswa menggelar unjuk rasa. Ia hanya menduga salah satu penyebabnya lantaran pengunduran diri Wakasek Kesiswaan, Asrul Tinanbunan mengundurkan diri. “Yang saya heran kenapa pengunduran diri Pak Asrul bisa bocor, padahal saya sendiri menyetujui surat itu,” ujar Kasman. Untuk itu, Kasman berjanji akan menyelesaikan persoalan yang ada di sekolah yang dipimpinnya setelah pulang dari tugas di Jakarta. “Nanti kami akan bahas ini, yang jelas saya tidak tahu persis alasan demo itu,” tandasnya. (don)

Sukamto di Rumah Sakit saat Kebakaran ● Dua Rumah Ludes Dilalap Api BONTANG, TRIBUN-Ratusan warga yang bermukim di jalan Sendawar Bontang Utara, Senin (14/11) pagi, dikejutkan oleh peristiwa kebakaran. Dua rumah milik masing-masing milik Nanang 45, dan Sukamto 40, hangus dilalap api dalam kurun waktu kurang dari satu jam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini namun kerugian ditaksir ratusan juta. Informasi yang dihimpun Tribun menyebutkan kebakaran bermula dari salah satu rumah milik Sukamto, sekitar pukul 09.00. Saat itu sejumlah warga yang bermukim di sekitar lokasi kebakaran melihat kepulan asap membumbung tinggi dari rumah barak yang hanya terbuat dari kayu. Dalam kondisi bingung dan panik, beberapa warga kemudian

berusaha membuka pintu rumah tersebut, namun tak berhasil karena sedang terkunci. “Awalnya saya hanya lihat asap tebal keluar dari atap rumah, tapi tidak lama kemudian muncul kobaran api yang besar. Saya langsung teriak kebakaran,” ujar Ponariah salah seorang saksi mata yang ditemui di lokasi kebakaran. Menurut Punariah, sebelum kejadian suasana di sekitar rumah itu memang sepi. Kondisi rumah yang terbakar juga sedang kosong ditinggal penghuninya bekerja. Kondisi fisik bangunan yang hanya terbuat dari kayu membuat api cepat membesar dan melahap rumah milik Nanang yang kebetulan berdempetan dengan rumah Sukamto. Beruntung, petugas pemadam

kebakaran Bontang cukup sigap. Hanya berselang beberapa menit setelah mendapat laporan, PMK Bontang langsung menurunkan 6 unit armada untuk melokasir kebakaran di pemukiman padat penduduk itu. “Untungnya pemadam cepat datang, jadi api tidak cepat meluas. Padahal disini itu banyak rumah yang terbuat dari kayu,” beber Ponariah. Sukamto yang ditemui di TKP mengaku dirinya mendapat kabar kebakaran ini dari seorang keluarganya via telpon seluler. “Saya sedang di RSUD saat kebakaran, Saya ditelpon keluarga katanya rumah terbakar. Saya dan istri langsung kesini dan melihat rumah sudah terbakar. Tidak ada barang yang bisa diselamatkan,” katanya.

Belum diketahui pasti penyebab kebakarannya, namun beberapa saksi mata di TKP menduga kebakarannya lebih disebabkan arus listrik yang terjadi di rumah itu. “Kondisi rumah sedang kosong. Mungkin penyebabnya arus pendek atau korsleting listrik,” ujar salah seorang saksi di TKP Sementara, Kapolres Bontang AKBP Heri Armanto didampingi Kasatreskrim AKP Yogie menyebutkan, sampai saat polisi masih melakukan olah TKP dan belum mengetahui pasti penyebab dari kebakarannya. “Olah TKP masih dilakukan dan belum ada hasil penyebab pasti kebakarannya. Anggota juga masih mengumpulkan keterangan dan barang bukti (BB). Kerugian material belum diketahui,” tandasnya. (don)


public services

SELASA 15 NOVEMBER 2011

19

Sambung Listrik Bayar Rp 3,5 Juta? YTH Manajer PLN Area Bontang. Apakah betul di Bontang pemasangan listrik baru harus 900

watt tidak boleh lebih dan biayanya Rp 3,5 juta? +6281346450xxx

Ke Kas PLN Rp 698 Ribu DENGAN mempertimbangkan untuk keandalan pasokan dan surplus daya saat ini, pasang baru dilayani dengan daya 900 VA untuk melayani potensi yang belum terlayani sebanyak kurang lebih 3.903 calon pelanggan. Biaya Penyambungan (BP) yang dibayarkan ke kas PLN sebesar Rp

698.000 terdiri dari (BP) Rp 675.000, token perdana Rp 20.000, meterai Rp 3.000, diluar biaya pemasangan instalasi rumah dan Sertifikat Layak Operasi (SLO) yang dibayar ke instalatir dan konsuil.(don) Poniman, Humas PLN Area Bontang

Apa Saja Syarat Mengurus SKCK BAGAIMANA caranya mengurus surat berkelakuan baik (Surat Keterangan Catatan Kepolisian / SKCK)? Mengurusnya dimana dan syarat-syaratnya apa saja? +6282157671xxx

INI PERSYARATANYA Untuk Mendapatkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian, harap melengkapi berkas berupa: 1. Surat keterangan dari kelurahan RT/RW 2. Fotokopi KTP 3. Kartu Keluarga 4. Pasfoto 4 x 6 = 6 (enam) lembar berwarna 5. Mengisi formulir kartu TIK / identitas diri 6. Rekomendasi catatan kriminal dari reskrim 7. Rumus sidik jari dari reskrim sumber: Polresta Samarinda

TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP

BERMAIN DI SUNGAI - Anak-anak bermain di Sungai Mahakam Jl Slamet Riyadi Samarinda yang kotor dipenuhi sampah, Minggu (13/11). Hingga kini warga Samarinda masih membuang sampah sembarangan ke Sungai Mahakam.


20

SELASA 15 NOVEMBER 2011

nunukan sepintas BIDAN DILATIH KETERAMPILAN MANAJEMEN BAYI - Dinas Kesehatan Nunukan selama tiga hari mengadakan kegiatan peningkatan kemampuan dan keterampilan manajemen bayi berat badan lahir rendah (BBLR). Kegiatan itu diikuti para bidan di Kabupaten Nunukan. “Peserta yang kita ikutkan pelatihan

tribun tarakan-nunukan ada 13 orang. Kegiatan ini atas kerjasama dengan Kesga Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim. Peserta 13 orang bidan ini dari semua Puskesmas se-Kabupaten Nunukan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Nunukan dr Haji Andi Akhmad. Akhmad mengatakan, kegiatan ini digelar untuk meningkatkan keterampilan para bidan dalam penanganan BBLR. “Sehingga BBLR dapat hidup dengan sehat yang berdampak pada menurunnya angka kematian bayi,” ujarnya. Selama mengikuti pelatihan, para bidan ini dibekali pengetahuan oleh fasilitator dr

Lukas Daniel Leatemia MKes MPd yang merupakan Dosen Fakultas Kedokteran Unmul Samarinda dan Kasie Anak Dinkes Kaltim. Saat menutup kegiatan itu, Andi Akhmad berharap agar seluruh bidan yang telah dilatih dapat mengamalkan ilmunya dengan baik dan membagi ilmu tersebut dengn bidan yang lain. (noe)

JUMAT, PROGRESS RAZIA TKI KEMBALI DIBAHAS DI KK - Pemerintah Negara Bagian Sabah dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia

(KJRI) Kota Kinabalu, Jumat (18/11) akan membahas progress razia tenaga kerja Indonesia (TKI) di wilayah Sabah. “Kemungkinan hari Jumat nanti akan dibahas juga masalah razia itu,” kata Konsul Umum KJRI Kota Kinabalu Soepeno Sahid. Ia mengatakan, dalam rapat Jumat nanti akan hadir Ketua Imigresyen Sabah. “Dari program 5 P yang digelar di Sabah, sekarang sudah masdk P ke 4 yakni penguatkuasaan atau penegakan hukum. Jadi dilakukan operasi penangkapan. Hari Jumat nanti membahas mengenai program 5P di

sabah. Apa kendala dan permalasahannya,” ujarnya. Sesuai jadwal, razia sebenarnya berlangsung mulai 18 oktober hingga dua bulan kemudian. “Tetapi hingga saat ini kita belum melihat kegiaan itu secara mencolok atau masif apalagi dilaksanakan terpadu. Masih tenangtenang saja,” ujarnya. Sejauh ini deportasi masih rutin dilakukan Pemerintah Negara Bagian Malaysia. Namun deportasi dimaksud tidak terkait dengan program 5 P yang diadakan di Malaysia. “Kalau 5 P belum ada pemulangan,” ujarnya. (noe)

3 Anak di Juata Laut Menderita DBD ● Dinkes Tarakan Belum Menerima Laporan

TRIBUNKALTIM/NIKO RURU

Ketua Kwarcab Nunukan Trisno Hadi, Senin (14/11) diterima Konsul Umum KJRI Kota Kinabalu Soepeno Sahid di Kantor KJRI KK, Sabah, Malaysia.

Undang Pelajar Indonesia di Malaysia ke Sebatik NUNUKAN, TRIBUN - Konsul Umum KJRI Kota Kinabalu Soepeno Sahid meminta Pengurus Kwartir Cabang Pramuka Nunukan mengundang pelajar Indonesia di Malaysia ke Sebatik. Pasalnya Indonesia akan melaksanakan Pelayaran dan Perkemahan Saka Bahari Nasional di Batu Lamampu Pulau Sebatik, akhir tahun ini. Soepeno saat menerima Ketua Kwarcab Nunukan Trisno Hadi dan anggota Mabicab Aseng Gusti Nuch mengungkapkan, keikutsertaan anakanak yang mayoritas orangtuanya bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) ini, diharapkan bisa menjadikan mereka saling kenal dengan Pramuka dari seluruh Indonesia sekaligus sharing pengalaman. “Jadi sekaligus untuk refreshing bagi mereka. Memang pada bulan lalu, ada yang ke Nunukan pelajar dari sini. Tapi kita berharap mereka bisa ikut ke

Sebatik,” ujarnya. Para pelajar Sekolah Indonesia di Kota Kinabalu akan kembali diaktifkan mengikuti kegiatan Pramuka. Konsul Umum KJRI Kota Kinabalu Soepeno Sahid mengatakan, Pramuka bisa diaktifkan di sekolah Indonesia formal dan non formal yang ada di Kota Kinabalu. Khusus sekolah formal Indonesia tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, terdapat sekitar 400 anak. Selain itu, sebagian besar anak-anak tenaga kerja Indonesia (TKI) di Sabah dapat belajar di 28 learning center yang tersebar di Sabah. “Untuk learning center 15 setingkat SD dan 13 setingkat SMP. Nanti kita bisa join yang formal dan non formal,” ujarnya. Sedikitnya masih ada sekitar 40 ribu anak Indonesia yang belum mendapatkan pendidikan dasar di Sabah. “Kedepan kalau ada program paling tidak bisa kita kawinkan, kita sinergikan,” katanya. (noe)

TARAKAN, TRIBUN – Tiga anak di RT 3 Kelurahan Juata Laut Kecamatan Tarakan Utara menderita penyakit demam berdarah dengue (DBD). Mereka mengalami panas tinggi disertai kondisi tubuh yang terus melemah. Tiga anak ini langsung mendapatkan perawatan intensif di dua rumah sakit di Tarakan, yakni Rumah Sakit (RS) Pertamedika dan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan. Armin, orangtua seorang anak penderita DBD mengungkapkan, sudah empat hari anaknya dirawat di RS Pertamedika, karena terkena DBD. “Kata dokter anak saya menderita DBD, setelah cek darah,” ucapnya. Warga RT 3 Kelurahan

Juata Laut ini mengaku, di tempat tinggalnya ada tiga anak, termasuk anaknya menderita DBD. Dua anak di lingkungan rumahnya dirawat di RSUD Tarakan, sedangkan anak Armin dirawat di RS Pertamedika. Armin berharap Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan segera mengatasi penyebaran DBD di RT 3 Kelurahan Juata Laut dengan cara fogging dan pemberian abate. “Saya harap Dinkes jangan tutup mata. Cepat datang ke lingkungan kami untuk mengatasi penyebaran DBD, dengan melakukan fogging atau abate. Jangan sampai ada lagi anakanak di lingkungan kami yang terkena DBD,” ungkapnya, Senin (14/11). Dinkes Tarakan yang

dikonfirmasi tentang adanya tiga anak yang menderita DBD di Kelurahan Juata Laut mengaku, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan ada penderita DBD dari tiga rumah sakit di Tarakan. “Hingga saat ini kami belum dapat laporan dari Rumah Sakit Pertamedika atau pun RSUD Tarakan tentang tiga anak yang menderita DBD di Juata Laut. Biasanya kalau ada yang positif menderita DBD, pasti kami dilapori,” ungkap Hartini Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit Penyehatan Lingkungan (P2PPL) Dinkes Tarakan, Senin (14/11). Mengenai permintaan warga agar segera dilakukan fogging dan pemberian abate,

kata Hartini, Dinkes memiliki prosedur sendiri. “Kami tidak bisa sembarangan fogging ataupun memberikan abate. Ini ada prosedurnya. Tim kami nanti yang bisa menilai apakah di lingkungan tersebut dilakukan fogging dan pemberian abate atau tidak,” katanya. Menurut Hartini, fogging bukanlah solusi yang tepat untuk membunuh nyamuk Aedes Aegypti. Pasalnya dengan fogging hanya membunuh nyamuk dewasa sedangkan jentik nyamuk masih ada. “Fogging itu bersifat sementara, malah nanti kalau fogging dilakukan terus menerus malah nyamuk jadi kebal. Seharusnya untuk mengatasi penyebaran DBD masyarakat harus rajin melakukan 3 M (menguras, menimbun, menutup) di lingkunganya,” ucapnya. (jnh)

Jentik Nyamuk di Penampungan Air Dispenser MUNGKIN masih banyak warga yang tidak mengetahui, jika dispenser untuk keperluan air minum rumah tangga adalah salah satu tempat perkembangbiakan jentik nyamuk aedes aegypti yang dapat menularkan penyakit DBD. Hasil pengamatan di lapangan oleh petugas Dinkes Tarakan, ternyata ketidakteraturan membuang air penampungan dispenser dapat menjadi tempat jentik nyamuk aedes aegypti yang membawa virus DBD. “Kami pernah melakukan pengamatan di lapangan beberapa waktu lalu, ternyata di rumah-rumah warga, terutama di penampungan air dispenser, kami menemukan jentik nyamuk,” ucap Alicia Rahmiaty, Pelaksana Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tarakan. Alicia mengungkapkan, dengan penemuan jentik nyamuk di penampungan air dispenser, ia meminta kepada warga untuk rajin-rajin

membersihkan, agar jentik nyamuk tidak berkembang biak. “Jangan lupa membuang air tampungan dan selalu rajin

membersihkan sisi tampungan dispenser secara berkala. Atau bisa juga tidak memasang tempat tetesan air di bagian depan dispenser,” ucapnya. (jnh)

Ada 4 Penderita Meninggal BERDASARKAN data Dinkes Tarakan dari tiga rumah sakit di Tarakan, yakni Rumah Sakit Pertamedika, Rumah Sakit TNI AL, dan RSUD Tarakan tercatat sejak Januari hingga Oktober ada 33 kasus DBD di Tarakan, empat orang dinyatakan meninggal dunia. “Mereka yang meninggal ini karena terlambat dibawa ke rumah sakit, dan keadaan penderita sudah koma, sehingga penderita akhirnya meninggal dunia,” ucap Hartini Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit Penyehatan Lingkungan (P2PPL) Dinkes Tarakan. Sedangkan pertengahan November hingga saat ini, tidak ada pasien DBD meninggal dunia, hanya saja Dinkes

mendapatkan laporan ada 10 penderita DBD yang dirawat di RSUD Tarakan. Penderita DBD kebanyakan anak-anak. Hartini menambahkan, dalam mencegah perkembangbiakan nyamuk, ia meminta kepada warga untuk selalu membersihkan rumah dan lingkungannya, terutama melaksanakan 3 M (menguras, menimbun, menutup) dan penampungan air dispenser. “Percuma saja kita lakukan fogging dan pemberian abate kalau warga sendiri tidak menjaga kebersihan rumah dan lingkunganya. Seperti yang terbukti di lapangan petugas kami menemukan jentik nyamuk di penampungan air dispenser, yang jarang dibersihkan,” ujarnya. (jnh)

Richard Wellianto, Peraih Medali Perunggu Olimpiade Matematika

Anggaran Belanja Mencapai Rp 1,5 Triliun “Sehingga tidak ada lagi alasan untuk tidak memberi pelayanan kepada masyarakat secara prima” Kurniadi Juru Bicara Fraksi PDIP Berau

TANJUNG REDEB, TRIBUN - Setelah melalui berbagai pertimbangan dan rapat marathon antar fraksi, akhirnya DPRD Kabupaten Berau mengesahkan Raperda APBD 2012 yang diajukan oleh eksekutif, menjadi perda yang bersifat mengikat. Pengesahan APBD 2012 itu dilakukan dalam rapat paripurna mendengarkan pandangan akhir dari fraksifraksi di DPRD Kabupaten Berau, Senin (14/11). Dalam perda tersebut dinyatakan bahwa untuk tahun 2012 nanti target pendapatan daerah dari Kabupaten Berau diperkirakan akan mencapai Rp 1,071 triliun, yang berasal dari berbagai sektor baik dari pajak maupun bagi hasil provinsi. Sementara anggaran

belanja yang harus dikeluarkan oleh kabupaten di utara Kaltim ini mencapai Rp 1,568 triliun terdiri dari Rp 1,041 triliun belanja langsung seperti gaji pegawai sementara sisanya adalah anggaran yang dipersiapakan untuk kebutuhan belanja tak langsung Dalam pandangan akhir yang dibacakan oleh masingmasing perwakilan, ketujuh fraksi DPRD secara substansi menyetujui rencana anggaran yang diajukan eksekutif , namun tentunya mereka memberikan berbagai catatan terutama kepada tiap SKPD yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan dana ini. Contohnya Fraksi PKS, dalam pandangan akhir yang dibacakan ketua fraksi Ali Yusron menyoroti tentang masih tingginya biaya promosi objek wisata yang harus dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata dan Budaya dalam APBD di tahun 2012. Angka tersebut jauh melebihi dana yang disiapkan untuk perbaikan sarana dan prasarana menuju objek wisata yang ada. Menurut Ali Yusron, sebelum berpromosi lebih jauh, semua sarana dan parasarana itu harus disiapkan terlebih dahulu. Jangan sampai kemudian promosi yag dilakukan justru menjadi

bumerang, karena fasilitas pendukung belum tersedia. Sementara itu pandangan akhir Fraksi PDIP lebih menyoroti sektor kesehatan terutama dengan dialihfungskannya RSUD Ahmad Rivai menjadi Bdaan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan status baru ini diharapkan kedepannya BLUD bisa memberikan pelayanan yang lebih baik ke masyarakat. “Sehingga tidak ada lagi alasan untuk tidak memberi pelayanan kepada masyarakat secara prima,” ucap Kurniadi yang ditunjuk menjadi juru bicara. Hal yang hampir sama diungkapkan Mukhlis juru bicara dari Fraksi Partai Demokrat yang menginginkan, perubahan status ini membawa perubahan dalam pelayanan kepada pasien maupun keluarganya. Usai sidang Bupati Berau Makmur HAPK menyampaikan terima kasih atas kinerja dari Dewan yang telah bekerja keras beberapa hari belakangan sehingga APBD 2012 ini bisa cepat disahkan. Ia juga menyatakan harapannya kepada setiap SKPD agar tahun depan segala sesuatu yang telah direncanakan dalan anggran ini bisa dilaksankan dengan baik oleh masing-masing SKPD. (m35)

Dipaksa Selesaikan 4 Soal dalam 10 Menit PROFIL SETELAH digembleng selama dua minggu dengan berbagai macam soal yang berkaitan dengan ilmu ukur dan berbagai bentuk persamaan akhirnya Richard Wellianto sukses mengharumkan nama bangsa dan negara dengan menggondol medali perunggu pada ajang World Mathematic Team Championship yang berlangsung di Shanghai pada awal November kemarin. Sekilas tak ada yang istimewa dari Richard. Di balik wajah tirusnya terkesan ia adalah pribadi introvert dan pendiam. Namun siapa sangka dibalik itu semua justru tersimpan kerja motorik otak kiri yang luar biasa sehingga ia bisa menyabet berbagai penghargaan dalam bidang matematika termasuk yang baru diraihnya baru-baru ini di Shanghai. Richard yang saat ini masih tercatat sebagai siswa kelas 1 di SMAN 4 Berau mengisahkan perjuangannya meraih sukses. Untuk sampai ke sana perjuangan itu tidaklah mudah. Dia harus mengikuti berbagai seleksi yang diadakan mulai dari tingkat sekolah sampai kemudian ia mengikuti training center dari Surya Intitute. Dia diinapkan bersama beberapa rekannya dari kerbagai kota untuk megikuti training. Namun dari semua itu perjuangan paling berat dirasakan adalah ketika ia harus bersaing dengan beberapa peserta dari berbagai negara seperti Amerika, Filipina dan China selaku tuan rumah, di ajang Olimpide Matematika tersebut. Bersama rekanrekanya ia dipaksa untuk

menyelesaikan 4 soal tentang ilmu hitung hanya dalam waktu 10 menit dan soal-soal itu menurutnya termasuk dalam kategori kelas berat. Lolos dari situ ia masih harus memutar otak untuk menyelesaikan dua soal tentang persamaan yang jauh lebih rumit hanya dalam waktu 10 menit, dan semua itu tentunya memerlukan ketelitian yang lebih mendalam. Karena sedikit saja keliru dalam penjumlahan atau pengurangan maka akibatanya bisa merembet kepada hasil akhir. Untunglah ia tak sendiri ketika menghadapi itu semua karena ia juga dibantu oleh rekan-rekan setimnya yang juga sama-sama berjuang untuk memberikan hasil terbaik pada kejuaraan beregu ini. Matematika dan ilmu hitung lainnya memang bukan hal rumit bagi Richard meski sebagian besar siswa menganggap mata pelajaran ini sebagai momok yang menakutkan. Namun tidak bagi siswa kelahiran Surabaya 24 November 1997 ini.

Richard bahkan lebih membenci bergaul dengan pensil warna untuk pelajaran menggambar dibandingkan harus memcahkan rumus-rumus sulit maupun hukumhukum fisika. Dari kecintaannya pada bidang studi matematika itu Richard tercatat beberapa kali menyabet pengharagaan dan mengikuti lomba hingga tingkat provinsi dan nasional. Prestasi itu bahkan sudah diukirnya sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Tercatat ia pernah mewakili Kabupaten Berau dalam olimpiade sains nasional saat masih duduk di Sekolah Dasar, prestasi yang kembali diulanginya ketika menginjak bangku SMP, bahkan ketika diadakan kompetisi Matematika Se Kaltim yang diadakan salah satu BUMN ia langsung didaulat sebagai juara. Ditanyakan tentang targetnya ia menyerahkan sepenuhnya kepada putaran nasib dan membiarkan hidupnya seprti air yang mengalir.(m35)

BIOFILE Nama Lengkap : Richard Wellianto TTL : Surabaya 24 November 1997 Prestasi : ● Peringkat 4 Olimpiade Sains Interasional Provinsi Kaltim tingkat SD ● Peringkat 5 Olimpiade Sains Internasional Provinsi Kaltim tingkat SLTP ● Juara 1 Kompetisi Mamtematika Se Kalimantan Timur Medali Perunggu World Matematic Team : Championship, Beijing Sekolah : SDN 002 Kabupaten Berau SMPN 1 Kabupaten Berau SMAN 4 Kabupaten Bera Orangtua : Andy Wellianto & Cuati Karno (M35)


tribun penajam-grogot Tanah Grogot akan Berubah Jadi Tana Paser TANAH GROGOT, TRIBUN - Setelah nama Kabupaten berubah dari Pasir menjadi Paser melalui PP 49/2007, kini giliran nama ibukota kabupaten yang akan berubah dari Tanah Grogot menjadi Tana Paser. Hal ini terungkap dalam pertemuan di ruang Bupati Paser, Selasa (8/11) lalu. Sejumlah tokoh adat Paser membahas perubahan nama tersebut bersama Bupati Ridwan Suwidi. Tidak itu saja, DPRD Paser juga menjadwalkan pembahasan yang sama pada Kamis (17/11) mendatang. Seperti dibenarkan Wakil Ketua DPRD Paser Drs H Azhar Bahruddin MAP, Senin (14/11). Bahwa perubahan nama Ibukota Kabupaten Paser itu akan dibahas dalam waktu dekat ini. Terkait perubahan nama

ini, Azhar menangkap adanya keinginan untuk memberikan semangat yang lebih kepada masyarakat Paser. Agar lebih meningkatkan partisipasinya terhadap pembangunan, dan mengangkat harga diri dengan memperbanyak konteks khas kedaerahan. “Saya menangkap dengan memunculkan simbol-simbol itu akan semakin memacu semangat untuk membangunan. Sebagai momentum bangkitnya masyarakat Paser, dalam tanda petik, bukan berarti selama ini masyarakat Paser tidak bersemangat, tapi diharapkan lebih bersemangat lagi,” kata Azhar. Nama Tanah Grogot, lanjut Azhar, selama ini digunakan untuk nama ibukota kabupaten, ibukota kecamatan, dan sebuah kelurahan. Masalahnya

sekarang, apakah perubahan nama ibukota kabupaten akan diikuti perubahan nama kecamatan dan kelurahan. “Ibukota Kabupaten Paser adalah Tanah Grogot, di dalamnya ada Kecamatan Tanah Grogot, dan di dalam Kecamatan Tanah Grogot ada Kelurahan Tanah Grogot. Yang jelas, nama ibukota kabupaten yang diubah dari Tanah Grogot ke Tana Paser, apakah nama kecamatan dan kelurahan itu juga diubah? Itu yang perlu kita diskusikan,” paparnya. DPRD sebagai lembaga politik, lanjut Azhar, selalu tanggap terhadap aspirasi, dalam hal ini aspirasi Pemkab Paser. Namun untuk sampai perubahan nama itu, DPRD akan melalui tahapan-tahapan, seperti membahas perubahan nama ini bersama tokoh adat dan tokoh masyakat Paser. (aas)

Guru Agama Pertanyakan Insentif TANAH GROGOT, TRIBUN - Sekitar 200 guru agama di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Paser, Senin (14/ 11), mempertanyakan insentif/tambahan penghasilan dari Pemkab Paser yang hingga kini belum juga mereka terima. Semestinya insentif tersebut sudah diterima guru agama sebanyak tiga kali, tapi sampai memasuki triwulan keempat menurut seorang guru agama yang namanya minta dirahasiakan, insentif sebesar Rp 600.000/bulan/ orang itu belum juga diberikan. “Sejak Januari sampai sekarang belum kita terima, padahal tahun-tahun sebelumnya pemberian insentif itu tidak bedabedakan, setiap tiga bulan sekali terima Rp 1,8 juta,

seperti guru- guru agama di kabupaten/kota di Kaltim lainnya,” kata guru agama tersebut. Sebagaimana pemerintah kabupaten/kota di Kaltim lainnya, Pemkab Paser juga mengalokasikan insentif untuk guru agama yang berstatus PNS vertikal, tapi sejak 2011 ini insentif itu bagaikan lenyap ditelan bumi, sedangkan guru berstatus PNS pemerintah daerah masih tetap menerima insentif seperti biasa. Menjembatani keluhan guru agama tersebut, Drs H Abdul Hamid selaku Ketua Forum Solidaritas Guru Kementerian Agama (FSGKA) Kabupaten Paser, telah bersurat ke DPRD Paser agar keluhan ini bisa dibahas dalam sebuah diskusi yang menghadirkan instansi terkait. “Kita sudah bersurat ke

DPRD Paser agar aspirasi para guru agama bisa diperjuangkan melalui lembaga terhormat kita. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah bisa hearing. Terkait aspirasi rekanrekan, dasarnya adalah Peraturan Gubernur Kaltim No 3/2010, tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Provinsi Kaltim,” kata Hamid. Diamanatkan dalam Pasal 30 ayat 1, pemerintah kabupaten/kota bersama provinsi dapat memberikan tambahan penghasilan berupa insentif kepada pendidik di Kaltim, baik pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah provinsi, kabupanen/kota, satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah maupun masyarakat. (aas)

● Melanggar PP 53/2010 tentang Disiplin PENAJAM, TRIBUN - Enam Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) terancam ditindak tegas karena melanggar disiplin kepegawaian. Bahkan, tiga dari enam PNS tersebut terancam dipecat karena melanggar Peraturan Pemerintah 53/2010 tentang Disiplin PNS. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) PPU Alimuddin mengatakan keenam PNS tersebut melanggar peraturan kedisiplinan tidak masuk kerja tanpa keterangan. Saat ini kata Alimuddin, pihak Inspektorat Kabupaten PPU telah menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terhadap enam PNS tersebut ke Sekretariat Kabupaten PPU untuk ditindaklanjuti ke Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) “Berkas Laporan Hasil Pemeriksaan dari Inspektorat sudah selesai, tinggal menunggu bagaimanan nanti keputusan Baperjakat,” katanya, Senin (14/11). Seperti diketahui, Inspektorat Kabupaten PPU melakukan pemeriksaan terhadap enam PNS tersebut. Tiga PNS tidak masuk kerja tanpa izin secara berturutturut lima hari dan tiga PNS secara berturut-turut tidak masuk kerja tanpa izin selama 46 hari. Seperti yang tertuang dalam PP 53/2010 tentang Displin Pegawai, PNS tersebut akan dikenakan

● Sambungan hal 13 Proyek Bandara Samarinda Baru Sei Siring yang sudah dua tahun mangkrak.

Tak Boleh Ada Bandara Lain ● Sambungan hal 13 sebagai gantinya, Kukar membangun jalan tol atau semacam jalan bebas hambatan yang langsung terkoneksi dengan BSB, untuk memudahkan masyarakat Kukar menuju BSB nantinya. “Itu semua sudah disepakati dari awal. Bandaranya ada di Samarinda yaitu BSB itu, nah Kukar membangun jalan tol yang kalau tidak salah panjangnya 8 kilometer menuju BSB. Jadi apanya lagi? Bahwa sekarang masih ada masalah, saya pikir itu hanya prosesnya saja. Yakinlah kami Pemprov setelah mengambil alih kewenangan BSB itu dari Pemkot Samarinda, kami akan selesaikan secepatnya,” ujarnya dengan tegas. Seperti diketahui, Awang menargetkan dalam dua tahun ke depan, dimulai 2012, proyek BSB yang diprediksikan akan menelan anggaran senilai Rp 2,4 triliun itu akan rampung dan

Kami Butuh Kepastian ● Sambungan hal 13 terus terang saja keberadaan Bandara adalah sangat vital dalam menggerakkan roda perekonomian, nah BSB sangat kita harapkan bisa segera rampung, tapi ternyata belum juga kan. Untuk itulah, muncul pemikiran saya, kenapa tidak Kukar bangun sendiri saja Bandara, daripada menunggu sesuatu yang belum jelas,” kata Rita, Senin

langsung dioperasionalkan. Pasalnya tender pengerjaan sisi darat yang dilakukan Pemprov sudah akan selesai. Dijadwalkan 22 November 2011 nanti, akan dilakukan ground breaking atau tanda dimulainya proyek yang telah mangkrak lebih dari dua tahun tersebut. Dirinya langsung yang melakukan ground breaking. “Saya sudah mendapatkan laporan, jika proses tender untuk tahap pertama yakni pekerjaan infrastrukturnya sudah rampung, sudah ada pemenang tendernya yang sudah siap untuk mengerjakannya. Setelah itu akan langsung dilanjutkan tender tahap kedua dan ketiga, dari pekerjaan sisi darat yang menjadi kewenangan Provinsi. Mudah-mudahan tak ada halangan, saya menargetkan dua tahun ke depan sudah jadi BSB itu,” terangnya. Target rampung dua tahun itu, lanjutnya, karena didasari juga 2012 nanti, APBN sudah akan mulai mengalokasikan anggaran untuk pekerjaan sisi udaranya. “Sudah, Menteri

Perhubungan (Menhub) sudah mengatakan, siap menganggarkan BSB itu 2012 itu. Makanya kita Provinsi mengerjakan sisi daratnya, bersamaan dengan Pusat sisi udaranya, maka itulah optimis dua tahun ke depan bisa rampung,” ujarnya. Dia sangat menyayangkan, BSB itu terus mengalami kendala yang akhirnya berimbas kepada ketidakjelasan penyelesaiannya, semenjak ditangani oleh Pemkot Samarinda. Termasuk PT Nuansa Cipta Realtindo (NCR), kontraktor BSB, yang menurutnya terkesan tak memiliki komitmen dan pengalaman dalam mengerjakan BSB itu. “Tapi sudah lah itu, yang jelas kita Provinsi sejak diserahkan kembali ke kami kewenangan BSB itu, kami komitmen untuk menyelesaikannya. Biarlah terlambat, daripada tidak ada pekerjaannya sama sekali. Dan daripada terus dibiarkan, kasihan masyarakat Samarinda dan sekitarnya yang terus menunggu-nunggu bandara,” tandasnya. (aid)

(14/11). Menurutnya, sekarang ini apa yang menjadi alasan kuat Pemprov sehingga BSB itu bisa terselesaikan, sementara diketahui bersama masalahnya bejibun, salah satunya adalah kontraktornya PT Nuansa Cipta Realtindo (NCR) yang saat ini sudah melayangkan gugatan terhadap Pemkot Samarinda, karena dinilai NCR wanprestasi. “Sampai rakyat saya pun meminta jaminan, kalau BSB memang rampung nantinya, apakah ada jaminan rakyat

saya ke Samarinda tidak banjir dan macet, dan lain sebagainya. Nah soal-soal seperti ini saya pikir tidak ada kepastiannya akan selesai dalam jangka waktu yang cepat kan. Makanya itu apakah kami harus terus menunggu ketidakpastian tersebut. Saya mengatakan Kukar ingin membangun Bandara, karena saya mengisyaratkan, bahwa kami sepertinya lebih mampu membangun Bandara, daripada terus menunggu dengan ketidakpastian seperti ini,” tandasnya. (aid)

21

Enam PNS Terancam Dipecat

Badan Perbatasan Tanpa Gebrakan TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP

SELASA 15 NOVEMBER 2011

perintis di tiga Kabupaten perbatasan yakni Nunukan, Malinau dan Kutai Barat (Kubar), itu belumlah dapat disebut sebagai karya dan gebrakan baru BPKP2DT tersebut. Ada atau tak ada

Dua Massa Bentrok di SPN Polda ● Sambungan hal 13 kepolisian. Kapolda Kaltim Irjen Pol Bambang Widaryatmo akhirnya menugaskan dua unit pasukan antianarkis dan satu subden pasukan antihuru hara Brimob Polda Kaltim. Penanganan diawali dengan manuver dua unit anti anarkis Detasemen Pelopor Satbrimob. Pasukan ini bertindak tegas dengan memberikan peringatan tembakan.

sanksi tegas hingga pemecatan. “Kepala satuan masingmasing sudah memberi teguran baik lisan maupun tertulis. Karena setiap PNS yang melanggar aturan disiplin, maka kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang bersangkutan yang memberi peringatan, mulai kepala seksi, kepala bidang, hingga kepala dinas,” jelasnya. Dikemukakan, Baperjakat akan memeriksa dan mempertimbangkan LHP yang telah diserahkan oleh Inspektorat dan menentukan sanksi yang akan dikenakan terhadap enam PNS itu, sesuai tingkat kesalahan yang dilakukan. Namun dalam peraturan yang berlaku lima hari PNS tidak masuk kerja tanpa izin sudah terkena sanksi berupa teguran lisan dari atasannya. “Kita tunggu saja, kan tidak mungkin LHP diserahkan sekarang dan langsung keluar sanksi. Tentu akan dipelajari dulu baru mengambil keputusan, sanksi apa yang akan diberikan,” tuturnya. (fer)

PP No 53/2010 tentang Displin PNS, salah satunya mengatur hukuman disiplin, bagi PNS yang tidak masuk kerja dan tidak menaati ketentuan jam kerja tanpa alasan yang sah : a. 5 hari tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah, dikenakan hukuman disiplin teguran lisan; b. 6-10 haritidak masuk kerja tanpa alasan yang sah, dikenakan hukuman disiplin tegoran tertulis; c. 11-15 hari tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah, dikenakan hukuman disiplin pernyataan tidak puas secara tertulis; d. 16-20 hari tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah, dikenakan hukuman disiplinpenundaan Kenaikan Gajih Berkala selama 1 (satu) tahun; e. 21-25 hari tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah, dikenakan hukuman disiplinpenundaan Kenaikan Pangkat selama 1 (satu) tahun; f. 26-30 hari tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah, dikenakan hukuman disiplinPenurunan Pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun; g. 31-35 hari tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah, dikenakan hukuman disiplin, Penurunan Pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun; h. 36-40 hari tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah, dikenakan hukuman disiplin, pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah bagi PNS yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu; i. 41-45 hari tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah, dikenakan hukuman disiplin pembebasan jabatan; j. 46 hari atau lebih tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah, dikenakan hukuman disiplin Pemberhentian. (fer)

Berdomisili di Balikpapan KEPALA Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Penajam Paser Utara Alimuddin membenarkan bahwa banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) PPU yang berdomisili di Balikpapan. Tak ayal sejumlah pelayanan sedikit terganggu, namun kata dia, untuk pejabat teknis tetap berlaku sesuai jam kerja. “Memang harus diakui itu, karena perumahan PNS kan belum

selesai, sehingga mereka mau tidak mau harus pulang pergi dari Balikpapan ke PPU,” katanya. Namun, Alimuddin menegaskan, untuk pejabat struktural seperti camat dan lurah, domisilinya tetap di Penajam Paser Utara. “Kalau untuk camat dan lurah domisilinya di PPU, karena mereka itu kan bersentuhan langsung dengan masyarakat,” tuturnya. (fer)

badan perbatasan, perluasan bandara perintis di wilayah perbatasan memang harus dilakukan. Itu program yang sudah jauh hari direncanakan. “Membangun jalan, kan itu sudah memang jadi programnya Dinas Pekerjaan Umum (PU), kemudian memperluas tiga bandara perintis, itu kan sudah lama direncanakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub). Nah yang dari BPKP2DT itu mana? Makanya saya berani katakan, belum ada gebrakan selama BPKP2DT itu

dibentuk. Semua masih program-program instansi teknis lainnya,” ujarnya dengan tegas. Jika memang tak efektif dan barangkali hanya akan menghabiskan anggaran saja, lantas apakah BPKP2DT lebih baiknya dibubarkan saja? Pdt Yefta mengatakan, tak mesti harus dibubarkan, karena letak permasalahannya bukan di instansinya, tapi kepada program-program yang dibuat oleh BPKP2DT tersebut. “Tidak juga seperti itu.

Dari awal kan saya mengatakan, keberadaan BPKP2DT itu sudah bagus, karena membuktikan pemerintah serius untuk perbatasan. Hanya saja sekarang ini, BPKP2DT dituntut untuk melahirkan program-program brilian yang dapat membangun perbatasan lebih baik ke depannya. Jikalau hanya melahirkan harus membangun jalan, bandara dan fisik lainnnya, saya pikir itu sudah ada instansinya sendiri,” tandasnya. (aid)

Dalam waktu singkat, akhirnya unit antianarkis dengan sigap dan tegas namun tetap memperhatikan prinsip-prinsip hak asasi manusia dapat memisahkan kedua kelompok itu. Dalam kejadian ini dua orang korban luka bacokan akibat bentrokan. Korban langsung mendapat pertolongan dan penyelamatan dari tim anarkis. Begitulah narasi peragaan dalam rangka hari ulang tahun ke-66 Brimob di Lapangan SPN Polda Kaltim. Aksi itu hanya simulasi untuk merayakan hari jadi Brimob. Aksi kedua tetap pada dua kelompok bertikai. Kini giliran Subden Pasukan Anti Huru

Hara (PHH) bertindak. Dengan memakai tameng, pentungan serta seragam pengaman lengkap mulai dari kepala sampai kaki. PHH melakukan penyekatan dan pendorongan memisahkan kepada dua massa bertikai. Setelah berhasil dipisahkan tidak membuat PHH santai. Mereka tetap waspada terhadap ancaman susulan. Ternyata ancaman itu kembali terjadi ketika massa tidak mau membubarkan diri bahkan lebih brutal. Massa melempari dan menyerang PHH. Tindakan tegas akhirnya dilakukan dengan melakukan tembakan gas air mata dan paperball.

Usai massa tidak lagi melakukan bentrokan. Paskabentrokan unit patroli Brimob dan Unit Patroli Kepolisian meningkatkan patroli di wilayah bentrokan. Hal ini dilakukan untuk memberi rasa aman kepada masyarakat. Aksi lain dari perayaan Brimob ini adalah peragaan Merpati Putih. Sejumlah anggota Brimob terlatih ini melakukan atraksi kekuatan. Sejumlah anggota Merpati Putih berhasil mematahkan batangan baja dengan tangan, kepala hingga tengkuk. Termasuk memecahkan lima balok es bertumpuk. (bay)

Aksi TeamLo Bikin Kapolda Senyum SENIN (14/11) Korps Brimob Polda Kaltim melaksanakan upacara peringatan HUT ke-66 di Lapangan Sekolah Kepolisian Negara (SPN). Upacara dipimpin Kapolda Kaltim Irjen Pol Bambang Widaryatmo. Pada puncak acara, Kapolda melakukan pemotongan tumpeng yang dipersembahkan kepada anggota Brimob Polda Kaltim tertua dan termua. Anggota Brimob Polda Kaltim tertua yakni Brigadir Djoko Santoso. Djoko tercatat kelahiran 25 Desember 1954 di Solo. Sementara anggota termuda oleh Bripda Hasan Ashari tercatat kelahiran 2 Oktober 1991 dari Tulungagung. Setelah unjuk aneka aksi ketangkasan, suasana panas di halaman depan markas

Brimob Polda Kaltim didinginkan dengan penampilan TeamLo. Aksi panggung yang konyol seakan mampu melepas penat dari kegiatan anggota Brimob yang terkesan disiplin dan patuh pada aturan. Termasuk Kapolda Kaltim Irjen Pol Bambang Widaryatmo selalu senyum dengan aksi-aksi konyol TeamLo. Band yang digawangi Ade Dora, Kudil, Argo, Wawan Bakwan, Bobi Messakh, Dondot Kembung, dan Avis Sukaesih beraksi lebih dari satu jam. Awal mula aksi TeamLo dengan munculnya Ade Dora dengan rambut khas salah satu tokoh Dora Explorer. Ade bersama Kudil menyanyikan lagu Radja yang diplesetkan. Kontan lagu yang dipesetkan

tersebut terus mengocok perut para tamu undangan. Aksi mereka semakin seru saat Wawan Bakwan naik ke panggung. Aksinya menirukan suara berbagai penyanyi top Indonesia mendapat sambutan meriah. Mulai dari suara Iwan Fals, Farid Hardja, Meggy Z, Armand Maulana, Ian Kasela, Ebiet G Ade, Obbie Mesakh dan lainnya mampu ia tampilkan dengan sempurna. Penampilan band dari Solo semakin heboh setelah Aa Jimi naik panggung. Sambutan dari depan panggung ternyata keliru. Aa jimi tetap muncul dari samping panggung yang membuat personel lainnya kaget kehadiran Aa Jimi. Kontan aksi ini disambut tawa dan tepuk tangan. Aksi panggung Aa Jimi

menirukan kiai kondang Aa Gym tak hentinya membuat tertawa. Apalagi gayanya mengakhiri sebuah lagu. Dengan napas tersenggalsenggal Aa Jimi mengatakan minum. Namun kata-kata Aa Jimi diartikan personil lainnya untuk minum air mineral sendiri-sendiri. Dan itu berulang hingga tiga kali. Setelah dijelaskan bahwa dirinya yang butuh minum, akhirnya semua personil menyodorkan beberapa botol mineral yang harus dipeluknya. Sebelum mengakhiri aksinya. Giliran Kapolda dan ibu Kapolda Ny Lany diminta naik ke panggung. Sebelum naik ke panggung Ny Lany mendapat penghormatan berdiri dari ibu-ibu Bhayangkari lainnya.(bay)


CMYK

22

tribun balikpapan

SELASA 15 NOVEMBER 2011

Jl. MT. Haryono

SMA Adisucipto e

4

a b

SMA Adisucipto

2

1 d

c

5

3 Keterangan : a Truk Pengangkut Pasir b. Yamaha Jupiter c. Truk BBM d. Honda Tiger e. Honda Revo

Arah RSU

Arah RSU

4. Truk pengangkut pasir berusaha bergerak lagi lalu menabrak sepeda motor Honda Revo di Kronologi : depannya. Kemudian truk terbalik ke sisi kiri lalu menimpa sepeda motor Yamaha Jupiter, 1. Saat truk pengangkut pasir berada di posisi menanjak, tiba-tiba as roda patah, truk pun melaju mundur sedangkan sisi kanannya menyenggol sepeda motor Honda Tiger. Pengendara sepeda motor 2. Sepeda motor Yamaha Jupiter menghindar ke sisi kiri jalan Yamaha Jupiter dan Honda Tiger terpental ke sisi kiri dan kanan jalan. 3. Saat bersamaan, truk mundur menghantam bagian depan mobil pengangkut BBM. 5. Mobil tangki bermuatan BBM terus mundur hingga seluruh bagian roda belakang masuk ke parit. data: M34 TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN

Grafis: Tribun Kaltim/Radit

As Truk Patah lalu Brak! ! Tabrakan Beruntun Truk, MobilTangki danTiga Motor ! Seorang Polisi Terluka

TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN

Petugas gabungan mengevakuasi truk bermuatan pasir yang terbalik dan sepeda motor.

PROFIL

Tri Ekwan DJ

Nge-MC sejak Sekolah Dasar DUNIA seni sudah digeluti sejak masih kanakkanak. Terus bergulir hingga menduduki jenjang mahasiswa. Namun panggilan untuk menjadi anggota polisi lebih kuat. Sempat menjalani studi di Fakultas Sastra Universitas 11 Maret, Solo, selama tiga semester, ia memilih hengkang dan merantau ke Balikpapan. Menjelani pendidikan di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Balikpapan tahun 1991 lalu. Adalah Tri Ekwan DJ, biasa di sapa Pak Tri atau DJ sebagai panggilan kerennya saat membawakan sebuah acara. Bagi yang jarang bertemu mungkin takkan mengenal sosok pria yang kesehariannya bekerja di Satlantas Polres Balikpapan, bagian tes teori SIM. Maklum, penampilan kala menjadi Master of Ceremony (MC) dengan kesehariannya di balik seragam coklat sangat berbeda. “Saya sengaja. Kalau nge-MC, saya usahakan tidak ada yang tahu kalau saya adalah polisi. Penampilan di panggung kan berbeda juga. Harus sesuai dengan tema dan acara yang dibawakan,” ungkap suami dari wanita bernama Tri Ardiani ini. Kemahiran membawa acara, menurut penyuka pelajaran Bahasa Indonesia ini telah dimulai sejak duduk di bangku SD. Maklum, dari empat bersaudara, kesemuanya pandai membawakan acara. “Dari SD sudah jadi MC. Baik di acara sekolah

maupun di kampung pas 17 Agustusan. Sampai saya SMU juga kerap dapat panggilan nge-MC. Kebetulan saat itu saya juga ikut ekskul teater, sehingga vokal saya semakin terasah,” kata anak ketiga dari empat bersaudara ini. Tiba di Balikpapan tahun 1991, ia langsung masuk karantina di SPN Balikpapan selama satu tahun. Selanjutnya ia pun didaulat untuk menjadi pengajar di SPN sambil menempuh pendidikan di Universitas Balikpapan. Sering didaulat menjadi MC di kegiatan kepolisian dan kampus membuat namanya terus berkibar. Orderan nge-MC di luar kedinasan maupun kampus mulai berdatangan. Namun pastinya acara yang berlangsung malam hari atau di hari libur. Agar tidak mengganggu tugas pokoknya di kepolisian. “Macammacam acara. Bisa wisuda, seminar atau pernikahan. Seperti acara wisuda di Universitas Balikpapan, saya kerap menjadi MC. Begitu juga saat Pemilihan Duta Wisata, Duta Lingkungan Hidup atau Putri Indonesia. Pernah juga menjadi MC saat acara pernikahan anaknya Pak Gubernur Awang Farouk. Saat itu duet dengan salah satu anggota Bhayangkari juga,” ungkapnya. Soal tarif? Tri enggan membicarakan. “Tidak ada patokan tertentu pada pemberi job. Pastinya cukup untuk menambah pemasukanlah,” ujarnya sembari tertawa.(sar) HO

BALIKPAPAN, TRIBUN Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan MT Haryono Balikpapan, Senin (14/11) sore. Peristiwa tersebut melibatkan satu truk, satu mobil tangki bahan bakar minyak (BBM), dan tiga sepeda motor. Mujiono, pengemudi truk bermuatan pasir saat ditemui Tribun di tempat kejadian perkara (TKP) masih terlihat syok. Mujiono tidak sendiri. Saat mengemudi, Mujiono didampingi sang istri. Menurut pengakuan Mujiono, truk bernomor polisi DD 9642 NA yang dikendarainya patah as roda sehingga sulit dikendalikan. “As roda truk patah waktu di tanjakan. Jadi tidak bisa direm,” ungkap Mujiono dengan suara bergetar. Patahnya as roda ketika berada di tanjakan membuat truk pengangkut pasir tersebut melaju mundur. “Di belakang truk terdapat satu motor dan mobil tangki, mobil tangki TNI AU sedang menanjak, truk saya mundur, jadinya menghantam mobil tangki,” tuturnya sambil mengingat-ingat kejadian tersebut. Mobil tangki nopol 5106-02 milik TNI-AU itu bermuatan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium sebanyak 5000 liter Saat kejadian, menurut Mujiono, sepeda motor Yamaha Jupiter berplat nomor KT 2538 YA mencoba menghindari tabrakan dengan

mengarahkan kemudi ke samping kiri. Pada saat bersamaan melintas sebuah sepeda motor Honda Tiger mencoba menyalip dari sisi kanan. Truk yang dikemudikan Mujiono oleng sehingga terbalik ke sisi kiri jalan. Akibatnya badan truk menimpa sepeda motor Yamaha Jupiter, sedangkan sisi kanan truk mengena sepeda motor Honda Tiger sehingga terlempar ke sisi kanan jalan. Belakangan diketahui, pengemudi sepeda motor Honda Tiger tersebut bernama Adlu, anggota Polsek Barat. Selain itu, sepeda motor Honda Revo bernomor polisi L 4293 XD juga menjadi korban saat itu. Namun Mujiono mengaku tidak ingat

bagaimana sepeda motor itu bisa berada di depannya. Seorang saksi mata di lokasi kejadian mengungkapkan, sepeda motor Honda Revo tersebut berada tepat di depan truk pengangkut pasir. “Motor itu kena seruduk truk pasir. Yang nyetir terpental ke depan,” kata Indra yang kebetulan berada di TKP. Sedangkan truk pengangkut BBM mengalami ringsek bagian depan, dengan posisi semua roda belakang masuk ke parit sisi kiri jalan dan bagian depan melintang di tengah jalan. Peristiwa ini spontan menarik perhatian warga sekitar maupun pengendara yang melintas. Akibatnya kemacetan panjang pun tak

terhindarkan. Kemacetan terjadi dari simpang empat Sepinggan Pratama hingga simpang tiga antara Jl MT Haryono dan Jl Indrakila. Pantauan Tribun, evakuasi kendaraan dilakukan oleh Basarnas, TNI AD, TNI AU dan kepolisan. Evakuasi dilakukan dengan cara membuang muatan pasir ke sisi kiri jalan. “Kami sedang berupaya membalikkan kembali truk pasir supaya mudah di evakuasi,” kata Abbas, anggota Basarnas Balikpapan. Sambil menunggu kendaraan derek, evakuasi dilakukan dengan airbag dan rescue raam. Dengan airbag tersebut, sisi kiri truk dipompa dengan udara sehingga badan truk bisa kembali ke posisi tegak.(m34)

Memar tapi Kami Periksa Lanjut KECELAKAAN beruntun di Jl MT Haryono Balikpapan menyebabkan Adlu, anggota Polsek Barat terluka. Menurut sejumlah saksi mata, saat kejadian Adlu mengemudikan sepeda motor Honda Tiger. Adlu yang sedang menyalip truk terpental ke kanan jalan akibat tersenggol sisi kanan truk yang dikemudikan Mujiono. Tak lama setelah kejadian, Adlu dilarikan ke Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan. “Saya tidak ingat kejadiannya bagaimana, saya masih syok,” katanya sambil berbaring di ruang Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSKD. Adlu hanya mengalami luka memar di bagian kaki kirinya. Meski demikian, pihak RSKD tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap Adlu. “Kalau diagnosa awal hanya memar di bagian kaki, nanti akan

kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Dewa, dokter jaga di IRD RSKD. Sementara korban lainnya tidak diketahui keberadaannya. “Kemungkinan sudah pulang atau dibawa ke rumah sakit,” kata seorang petugas polantas. Namun saat dikonfirmasi di RSKD, hanya ada satu korban yang dilarikan ke RSKD. “Hanya satu anggota Polsek Barat yang dilarikan ke sini,” kata Dewa. Menurut kesaksian sejumlah warga, memang hanya ada satu orang dilarikan ke rumah sakit, sedangkan pengemudi truk pengangkut BBM dan pengangkut pasir selamat tanpa mengalami luka. “Tadi ada ibu-ibu yang naik motor juga tidak luka, cuma syok lalu duduk-duduk di bawah pohon. Setelah itu pergi, tidak tahu kemana,” kata seorang warga. (m34)

Terminal Penumpang Mulai Dibangun PRAKIRAAN CUACA Wilayah Kaltim - Senin (15/11/2011) KAB/KOTA

CUACA

Tanah Grogot Penajam Pasut Balikpapan Samarinda Tenggarong Bontang Sangatta Sendawar Tanjung Redeb Tanjung Selor Tarakan Malinau Tana Tidung Nunukan

Hujan Ringan Hujan Ringan Hujan Ringan Hujan Ringan Hujan Ringan Hujan Ringan Hujan Ringan Hujan Ringan Hujan Ringan Hujan Ringan Hujan Ringan Hujan Ringan Hujan Ringan Hujan Ringan

WAKTU

SUHU( C)

Sore/malam Hari Pagi Hari & Malam Hari Pagi Hari & Malam Hari Sore/malam Hari Sore/malam Hari Sore/malam Hari Sore/malam Hari Sore/malam Hari Pagi Hari & Malam Hari Dini/pagi Hari & Malam Hari Dini/pagi Hari & Malam Hari Dini/pagi Hari & Malam Hari Dini/pagi Hari & Malam Hari Dini/pagi Hari & Malam Hari

25 – 32 25 – 32 25 – 32 24 – 32 24 – 32 24 – 32 24 – 32 24 – 32 23 – 33 24 – 32 24 – 30 23 – 32 24 – 30 24 – 32

Sumber: Bmkg Balikpapan, Forecaster: Bony Sp.(m34) Grafis : Tribun Kaltim / Radit

persisnya di mana” GEDUNG VVIP Bandara Sepinggan POJOK BANDARA jelas Handy. “Lahan bekas Balikpapan, sesuai jadwal, telah diratakan dengan tanah. Dari gedung VVIP itu akan dibangun sebagai terminal penumpang, pembangunannya pantauan Tribun, Senin (14/11) kemarin, sendiri sudah dimulai,” terang Handy. gedung VVIP sudah dipenuhi dengan Pembangunan tersebut, kata Handy kendaraan alat berat. merupakan bagian dari Zona I paket 2. Puluhan batang pipa beton terlihat di Namun, untuk sementara waktu, atas tanah yang dulu menjadi tempat pembangunan difokuskan di lahan yang antar jemput petinggi-petinggi daerah masih kosong. “Karena gedung kargo Kaltim maupun petinggi negara. Pipa beton tersebut, menurut Handy Heyudhi- belum ada penggantinya, jadi kami bangun di sekitar gedung eks VVIP itu, tiawan, Humas Proyek Pengembangan sambil menunggu relokasi gedung Bandara, pipa beton tersebut akan kargo,” jelasnya. digunakan sebagai pondasi bangunan. Sesuai rancang bangun pengembang“Tiang beton itu akan ditanam di dalam tanah, untuk memperkuat struktur an bandara, pembangunan terminal bangunan. Tiang beton berbentuk pipa itu penumpang dimulai dari gedung VVIP hingga hanggar A dan hanggar B. (m34) dibuat di Balikpapan. Tapi saya tidak tahu


CMYK

24

SELASA 15 NOVEMBER 2011

Kenny G Beraksi di Tengah Penonton

Jejak Orangutan di Jantung Borneo (2)

Sedot Rp 1,5 Miliar Sebulan SELAIN orangutan yang masih hidup di alam liar, orangutan yang telantar ditangani Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Kalimantan Tengah. Saat ini, terdapat 621 orangutan yang menjalani program reintroduksi atau pengenalan kembali ke alam liar.

■ Penampilan Pertama di Kalimantan

Warga Balikpapan mendapat kehormatan menikmati penampilan perdana Kenny G di Kalimantan. TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN

BALIKPAPAN, TRIBUN Lantunan nada-nada merdu mengalun lembut dari saksofon yang dimainkan Kenneth Gorelick, atau yang lebih dikenal dengan nama Kenny G. Penampilan perdana pria kelahiran Seattle, Amerika Serikat 1956 silam di Bumi Etam, mendapat sambutan meriah para penggemarnya. Kenny G langsung membuat sekitar seribu penonton di gedung Balikpapan Sport and Convention Centre (BSCC) histeris. Bagaimana tidak, nominator penerima Grammy Award untuk album

Heart and Soul ini langsung berada di tengah-tengah penonton dan melantunkan hits andalannya Loving You. Alhasil, penonton yang sedari tadi duduk manis langsung beranjak mengerumuni pemain saksofon berambut kriwil tersebut. Seolah tak ingin jauh dari penggemarnya, Kenny G pun tetap melanjutkan aksinya di tengah kerumunan penonton yang sibuk mengabadikan momen tersebut menggunakan kamera handphone. Bahkan, Kenny G sengaja berdiri di atas

kursi milik penonton sambil terus memainkan saksofonnya. Senin (14/11) tadi malam, Kenny G tampil membawakan sekitar 10 lagu andalannya seperti Havana, You’re Beautiful, Summer Time, hingga The Moment. Hadirnya salah satu solois terbaik dunia di Balikpapan benar-benar dimanfaatkan para jazzer (penikmat musik jazz) Kalimantan. Tampak hadir para pejabat seperti istri Gubernur Kaltim Amelia Awang Faroek, Sekprov Kaltim Irianto Lambrie, Sekda Balikpapan Sayid MN Fadli, hingga anggota DPRD Balikpapan. Mereka tampak berjejer duduk di deretan bangku platinum yang berharga jutaan rupiah. Di sela-sela pertunjukan, Kenny G pun sempat menyapa warga Kalimantan dengan Bahasa Indonesia yang terbata-bata. “Selamat malam, ini penampilan pertama saya di Kalimantan, jadi saya sangat senang sekali,” ujar Kenny G yang disambut aplaus panjang dari penonton.(rad)

BASIR DAUD BENAR apa kata pepatah. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Andai konversi lahan dan kebakaran hutan yang menyebabkan hilangnya habitat orangutan bisa dicegah, tidak perlu mengeluarkan banyak energi untuk membuat ‘sekolah’ dan klinik bagi orangutan yang kehilangan tempat tinggal. Tapi apa boleh buat. Nasi sudah menjadi bubur. Kerusakan habitat orangutan membuat primata itu tergusur. Sebagian ditangkap karena dianggap mengganggu aktivitas perkebunan, pertambangan, dan kehutanan. Orangutan yang masih hidup, kemudian ada yang diserahkan ke Yayasan BOS. Berdasarkan data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng, 43 persen orangutan terlantar diserahkan oleh perusahaan perkebunan, 57 persen oleh masyarakat. Meningkatnya jumlah orangutan telantar

yang diserahkan ke Yayasan BOS Kalimantan Tengah dari tahun ke tahun merupakan pertanda habitat orangutan di Kalimantan Tengah semakin berkurang. Program Manager Yayasan BOS Kalimantan Tengah untuk Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Tengah di Nyaru Menteng, Anton Nurcahyo mengatakan, peningkatan jumlah orangutan yang masuk ke Yayasan BOS terjadi antara tahun 2005 sampai 2008. Sampai November 2011, jumlah orangutan yang ditampung BOS Kalimantan Tengah mencapai 621 ekor. Jumlah orangutan tersebut kata Anton tidak ideal dengan daya dukung fasilitas yang dimiliki BOS. Idealnya, BOS Kalimantan Tengah hanya mampu merawat dan merehabilitasi sekitar 350 orangutan di lokasi yang dimiliki. Meskipun daya tampung ideal dalam satu kawasan reintroduksi melebihi ambang batas, orangutan yang dibawa ke Yayasan BOS tidak bisa ditolak. “Kita tidak mungkin membiarkan. Kalau ditolak mau ditaruh dimana,” ujar Anton. Yayasan BOS Kalimantan Tengah juga harus berhadapan dengan sulitnya mendapatkan lokasi pelepasliaran. Mereka harus mencari sendiri lokasi pelepasliaran dan mengeluarkan biaya untuk membebaskan lokasi

pelepasliaran. Namun, bagian tersulit adalah mencari lokasi pelepasliaran yang sesuai dengan karakteristik habitat orangutan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No.280/Kpts II/ 1995 dan Panduan IUCN/SSC CBSG. Lokasi pelepasliaran orangutan harus memenuhi syarat kesesuaian habitat seperti luasan, daya dukung makanan dan jaminan bebas gangguan. “Memang sulit mencari lokasi ideal. Tapi saya pikir masih ada di daerah yang terpencil,” katanya. Orangutan yang menjalani rehabilitasi, ditempatkan di Nyaru Menteng. Nyaru Menteng merupakan tempat karantina dan sosialiasi. Sebelum pelepasan kembali, orangutan menjalani program pra-pelepasan kembali di Pulau Kaja, Pulau Banganat, Pulau Hampapak dan Pulau Palas. Meskipun tidak lagi berada dalam kandang sosialisasi, orangutan yang magang di pulau-pulau sebelum pelepasan kembali membutuhkan suplai makanan. Anton mengatakan, untuk kebutuhan makanan seluruh orangutan di Yayasan BOS, mereka setiap hari menyiapkan sekitar 3 ton buah dan sayuran. Sembilan puluh persen kebutuhan makanan orangutan disuplai dari wilayah sekitar. Begitupun dengan karyawan yang bekerja di Yayasan BOS Kalteng. Sekitar 90 persen dari lebih 190

Jumlah Orangutan di BOS Kalteng ● Pulau Kaja ●Pulau Banganat ●Pulau Hapapak ●Pulau Palas ●Perawatan >2 tahun ●Klinik ●Nyaru Menteng 2 Total

:52 :22 :11 :33 :14 :279 :210 :621

Sumber: Yayasan BOS (asi)

karyawan adalah masyarakat setempat. Tidak sedikit kocek yang dikeluarkan BOS untuk menyelamatkan orangutan. Dalam sebulan, BOS Kalimantan Tengah membutuhkan anggaran berkisar Rp 1,2 miliar sampai Rp 1,5 miliar. Empat puluh persen anggaran digunakan untuk kebutuhan makanan, susu, dan perawatan kesehatan orangutan. Anton mengatakan, 99 persen anggaran untuk pengelolaan BOS Kalimantan Tengah tersebut merupakan donor individu atau organisasi dari luar negeri. “Sembilan puluh persen sumbangan dari donor luar negeri,” katanya. Sementara, Esau Albert Tambang, Kepala Sub Bidang Akses Informasi dan Mitra Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Kalimantan Tengah mengatakan, Pemerintah Provinsi sangat concern dengan pelestarian orangutan. (*)

Balikpapan to:

495

PERTH start from USD

625

SYDNEY/ MELBOURNE start from USD

350

BANGKOK start from USD

Untuk pemesanan tiket hubungi kantor penjualan kami terdekat: Garuda Indonesia Balikpapan, Jl. Jend. Sudirman Komp. Balikpapan Permai Blok H1 No. 23-24 Telp 0542-422300/422301. Garuda Indonesia Samarinda, Mall Lembuswana Jl. S. Parman Blok C No. 10 Telp 0541-747200. Garuda Indonesia Sepinggan Airport Telp 0542-766844. Atau hubungi Agent Perjalanan Anda

CMYK

240

SINGAPORE start from USD

230

KUALA LUMPUR start from USD

Rencanakan liburan anda sekarang dan nikmati kenyamanan terbang bersama Garuda Indonesia Experience


JAKARTA - PALEMBANG modo - modi

Selasa, 15 November 2011

Halaman 27 FOTO-FOTO:

TUTI Trisnayanti bersiap menyambut hari bersejarah dalam hidupnya. Atlet pencak silat andalan Indonesia di SEA Games 2011 ini akan melangsungkan pernikahan di akhir November ini. Di tengah persiapan menyongsong moment sakral tersebut, Tuti harus berjuang di ajang SEA Games 2011. Ia memiliki tekad besar merebut medali emas dalam pertandingan di kelas B Putri. “Harus rebut emas!” tegasnya kepada Tribunnews.com di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, kemarin. “Emasnya nanti akan dijadikan sebagai mas kawin,” lanjut Tuti sembari tersenyum. Perempuan kelahiran, Pecatu,

Bali, 28 Januari 1984 ini akan melangsungkan pernikahannya dengan seorang pesilat putra yang juga berasal dari Bali. Namun Tuti masih merahasiakan identitas calon pasangan hidupnya itu. Tuti menjadi andalan Indonesia di kelas B putri tunggal (fighting). Ia sudah melaju ke semifinal setelah merobohkan lawannya asal Singapura, Nurindah Mursani, dengan skor telak 5:0, Minggu (13/11). Hari ini ia akan bertarung di semifinal untuk berjuang lolos ke final lalu merebut medali emas. “Saya berharap, saya dapat sumbang emas untuk negara ini. Mohon doannya ya,” ujarnya. Meski menjadi seorang petarung, sosok Tuti sangat jauh dari kesan garang. Ia sangat ramah dan murah senyum. Tuti memulai kariernya

sejak kanak-kanak. Dengan dorongan yang keras dari ayahnya, Tuti kian tumbuh menjadi soerang pesilat hebat. “Kebetulan orangtua latih silat dari kecil, dari kecil sudah dikenalin silat. Sampai nangis-nangis, mau jogging, mau bangun, mau apapun dipaksa sama bapak untuk latihan silat,” kenangnya. “Saya lalu mengikuti sebuah kejuaraan dan dapat juara. Dari itu awalnya saya senang dengan silat dan memutuskan menjadi atlet silat,” lanjut anak dari pasangan I Wayan Loster dan Ni Made Yatiningasih ini. Untuk menghadapi perhelatan SEA Games 2011 ini, Tuti sudah melakukan persiapan jauh hari. Sebagai pesilat harapan Indonesia untuk menyumbang medali emas di kelas B Putri, Tuti tak ingin mengecewakan publik Tanah Air. “Latihannya dan persiapan untuk SEA Games ini sudah 1,5 tahun. Latihan tersebut juga dibarengi dengan beberapa pertandingan di Indonesia maupun di luar negeri,” ujar anak kedua dari tiga bersaudara ini. Bagi Tuti, tak ada lawan berat di ajang SEA Games 2011. “Lawan terberat saya yaitu

diri sendiri. Karena latihan sudah, mental sudah siap, taktik, dan teknik juga sudah, jadi bagaimana bisa menerapkan diri kita sendiri saja,” ucapnya. Selain ajang tingkat nasional, Tuti sudah sering

Lawan terberat saya yaitu diri sendiri. Karena latihan sudah, mental sudah siap, taktik, dan teknik juga sudah, jadi bagaimana bisa menerapkan diri kita sendiri saja

TRIBUN/DANY

mentas di event internasional. Ia pernah ikut Kejuaraan Dunia 2007, Singapore Open 2007, ASEAN Open di Malaysia, Singpore Open 2011. “Saya langganan juara di Singapore Open. Sudah dapat dua medali emas dari sana,” tuturnya. Kini ia berburu emas di ajang SEA Games 2011. Jika berhasil, medali emas nanti memiliki arti penting karena akan menjadi mas kawin dalam pernikahannya. Semoga! (Tribunnews.com/win)

Data Diri Nama: Tuti Trisnayanti Lahir: Pecatu, Kuta, Bali, 28 Januari 1984 Alamat: Desa Pecatu Gg Pande No1 Kuta Selatan, Badung, Bali Bapak: I Wayan Loster Ibu: Ni Made Yatiningasih Saudara: Ni Luh Putu Erna Yanti (kakak), I Komang Adi Kusyanto (adik) Pengalaman Kejuaraan Internasional:

TUTI TRISNAYANTI

TUTI TRISNAYANTI

● Kejuaraan Dunia tahun 2007 ● Singapore Open 2007 ● Malaysia Open 2009

Pesilat Indonesia

● Singapore 2011 ● SEA Games 2011 Prestasi: Emas Singapore Open 2007&2011

Orangtua Takut Lihat Tuti Bertanding TUTI Trisnayanti mendapat dukungan penuh dari kedua orangtuannya. Apalagi sang ayah merupakan mantan pesilat. Namun baik ayah maupun ibunya enggan melihat Tuti bertanding di ajang SEA Games 2011 yang saat ini berlangsung di Jakarta. “Sudah berkali-kali saya telepon bapak untuk ke sini (Jakarta), tetapi bapak bilang

tidak berani. Katanya bisa jantungan nanti karena nonton anaknya tanding dalam event bergengsi,” ujar Tuti. Tuti sangat berharap orangtuanya bisa menyaksikan langsung saat bertanding. Kehadiran orang-orang tercinta akan menjadi kebanggaan sekaligus penambah motivasi. (Tribunnews.com/win)

Hobi Kuliner SELAIN menjadi atlet pencak silat, Tuti Trisnayanti juga seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Poli Teknik Negeri Kabupaten Badung, Bali, pada bidang Teknisi Tata Boga Pariwisata. Tata Boga? Ya, nama itu selalu menjadi perhatian khusus bagi alumni SMK Negeri 3 Denpasar Bali ini. Ternyata Tuti memiliki hobi kuliner. Bahkan dirinya mengungkapkan

bahwa selama mempersiapkan latihan dalam ajang SEA Games 2011 ini, Tuti selalu menyempatkan diri untuk hunting makanan di sela jam latihan. “Saya hobi sekali mencicipi makanan. Malah saat latihan di China, Singapura, Malaysia dan daerah-daerah Indonesia, saya selalu sempatkan mencari makanan-makanan khas mereka,” ceritanya seraya tertawa. (Tribunnews.com/win)

Bermodal Rp 180 Ribu SEBAGAI pesilat andalan Indonesia, Tuti Trisnayanti telah banyak memenangi kejuaraan pencak silat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Bahkan perempuan bermabut panjang ini telah menjadi langganan juara pada kejuaran pencak silat Singapore Open. Untuk tingkat lokal dan nasional, Tuti bahkan sudah lupa dengan prestasinya. Sementara untuk ajang internasional, ia pernah mengikuti Kejuaraan Dunia tahun 2007, Singapore Open 2007 dan 2011, Malaysia Open, serta SEA Games tahun ini. Kendati demikian, ia menggangap kesan terdalam selama menjalani pertandingan yaitu saat menjadi peserta pencak silat putri pada pertandingan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2001. Ceritannya, saat itu Tuti sangat ingin mengikuti kualifikasi peserta PON dari daerahnya di Bali. Waktu

hari kualifikasi hampir tiba, dirinya mendapatkan secarik surat dalam kertas kecil dari bapaknya, yang bertuliskan “bapak doain bisa main di PON.” Sang bapak juga memberinya uang Rp 180 ribu untuk biaya pendaftaran. Karena Tuti tahu apa makna pesan tersebut, dirinya langsung angkat kaki dari rumahnya untuk mendaftar kualifikasi. “Saya terus konsentrasi untuk dapat ikut serta dalam PON tersebut, dan ternyata saya dapatkan kesempatan itu,” demikian Tuti mengutakaran. Lebih lanjut, Tuti yang doyan makan ini, juga sempat mengalami kegagalan dalam mengikuti perlombaan pencak silat saat menduduki bangku SMK. “Pernah waktu SMK mau ikut tanding, tapi kurang berat badan, saya langsung makan aja terus. Eh jadi keterusan doyan makan sampai sekarang,” ujarnya seraya tertawa.(Tribunnews.com/win)

PERMANA


30

Star

SELASA 15 NOVEMBER 2011

26TH SEA GAMES INDONESIA 2011 JAKARTA - PALEMBANG PAL

Jual Minuman di Stadion untuk Beli Sepatu SUATU ketika, ribuan suporter Persebaya Surabaya menyemut untuk menyaksikan Tim Bajul Ijo bertanding di Stadion Gelora 10 November Tambaksari, Surabaya. Di antara kerumunan suporter, seorang bocah kecil selalu pula hadir untuk menjajakan minuman ringan dan kue. Sambil menggendong jualannya, ia berjalan keliling di sekitar stadion mencari pembeli. “Minum mas...,” demikian teriak bocah kecil kelas IV SD saat menawari suporter untuk membeli minuman. Siapa sangka, sang penjual minuman itu kini tumbuh sebagai ikon sepakbola Surabaya. Ia menjadi bintang Persebaya. Bahkan kariernya terus menanjak dengan masuk skuad Timnas U-23 di SEA Games 2011. Itulah kisah perjalanan seorang Andik Vermansyah, pesepakbola kelahiran Jember, Jawa Timur, 23 November 1991. Sebelum menjadi pesepakbola profesional dengan gaji tinggi, ia pernah menjadi penjual minuman dan kue semasa kecilnya. Ia juga pernah menjadi loper koran. “Saat itu saya kelas IV SD. Saya membantu pedagang di stadion berjualan setiap Persebaya bertanding untuk memenuhi keinginan membeli

sepatu sepakbola. Setelah besar, saya juga pernah menjadi loper koran,” tuturnya. Andik mengawali kariernya sebagai pemain Persebaya junior pada tahun 2004 hingga 2005, hingga akhirnya masuk dalam skuad PON Jawa Timur di Kalimantan Timur pada tahun 2008. Ia sukses menyum-

bang medali emas untuk Jatim yang semakin melambungkan namanya sebagai pemain muda berbakat. Tubuh mungil Andik mengingatkan pada pemain Argentina Lionel Messi yang memperkuat Barcelona. Pergerakan Messi kerap menjadi momok bagi pertahanan lawan.

Pada pertandingan Indonesia vs Thailand, Minggu (13/11/ 2011) yang berakhir 3-1 untuk keunggulan tim Garuda itu, Andik memang tak mencetak gol. Tetapi, berkat pergerakan lincahnya, dua pemain Thailand harus bertindak kasar yang berbuah dua kartu merah. (tribunnews/cen) ISTIMEWA

MR Simpa Suka Buah Salak MR SIMPA Dindo, pelatih Taekwondo Filipina ternyata menyukai buah Salak yang diberikan oleh Liaison Officers (LO) atau petugas penghubungnya saat SEA Games di Indonesia. “Coba ini, buah salak, enak rasanya”, kata Anggi Mesyarah LO tim Taekwondo Filipina kepada Mr Simpa pelatih Taekwondo

Filiphina. Meskipun merasa aneh dengan buah salak, Simpa Dindo mengambil tawaran Anggi. Ia sedikit penasaran dengan rasa buah salak. Pelatih Filipina tersebut buru-buru membuka buah salak. “Kulitnya seperti sisik ular, buah dalamnya seperti bawang putih,” ujar Mr Simpa dengan bahasa

Inggris. Sayang official Taekwondo dari Filipina menolak di wawancara lebih lanjut tentang kesan-kesan suguhan makanan selama di Indonesia.”Maaf Mr Simpa tidak ingin di wawancara lebih lanjut” ujar Anggi sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap tim official Fililphina. (tribunnews/aji)

Puasa Selama SEA Games PERGERAKKAN Andik memang lincah, larinya kencang layaknya seekor kijang berlari. Andik sulit ditempel oleh pemain belakang lawan. Sudah beberapa kali mantan penjual minuman di stadion itu menunjukkan kelebihannya itu saat menggiring bola menusuk ke jantung pertahanan lawan. Kini Andik Vermansyah tak hanya menjadi ikon sepakbola Kota Pahlawan. Andik mulai bersinar sebagai bintang baru Timnas Indonesia. Pada usianya

yang masih 19 tahun, Andik masih memiliki waktu yang panjang untuk menunjukkan kemampuannya bersama Pasukan Garuda Muda. Andik mengawali kariernya sebagai pemain Persebaya junior pada tahun 2004 hingga 2005, hingga akhirnya masuk dalam skuad PON Jawa Timur di Kalimantan Timur pada tahun 2008. Ia sukses menyumbang medali emas untuk Jatim. Sejak itulah kariernya mulai menanjak, apalagi ketika

ditangani Pelatih Aji Santoso, yang dianggap sebagai ayahnya sendiri. Ia kemudian bergabung dengan tim Pesebaya senior. Musim lalu ia memperkuat Persebaya 1927 di ajang Liga Primer Indonesia. Dari 17 tampil, si Messi dari Jember menyumbang tujuh gol. Andik pun makin dicintai publik Surabaya. Perjalanan karier Andik bukan karena kerja keras dirinya semata. Melainkan juga berkat doa dan dukungan orangtua,

kakak, dan Tiara Darmawanti, kekasih yang sudah dipacarinya sejak 1,5 tahun lalu. “Ayah dan ibu sampai rela berpuasa. Beliau berdua juga bilang akan terus puasa hingga SEA Games selesai,” sebutnya. Andik juga tak pernah lupa berdoa. Sebelum bertanding, ibadah (salat) dilakukan dengan khusyuk. “Saya selalu salat sebelum bertanding mohon lindungan-Nya serta mendengarkan lagu- lagu agar lebih rileks,” ungkapnya. (cen)


SELASA, 15 NOVEMBER 2011 tribun kaltim Halaman & Tanggal oleh Layout

HALAMAN 32

Bupati Tinjau HIS, Lamin Adat, Rukan UNTUK melihat proses pelayanan kesehatan dan fasilitas penunjang pelayanan di RSUD HIS Bupati Ismael Thomas SH M Si meninjau langsung peralatan dan ruangan tindakan, seperti UGD, ruang Radiologi, ruang Persalinan, Ruang anak, dan ruang Operasi, Selasa (8/11). Peninjauan yang dilakukan Bupati dilanjutkan ke Rumah kantor yang ada di jalan Sendawar Raya, kemudian kembali meninjau pembangunan lamin enam sub etnis. Tunjung, Benuaq, Kenyah, Kutai, Bahau, dan Aoheng, dan diakhiri dengan meninjau pembangunan jembatan Aji Tulur Jejangkat di kelurahan Melak Ilir kecamatan Melak, turut dalam peninjauan tersebut wakil Bupati H Didik Effendi S Sos M Si, Sekretaris kabupaten Drs Aminuddin MM, Asisten I Bidang Hukum Pemerintahan Humas Ediyanto Arkan dan para kepala dinas, badan dan kantor dilingkungan Pemkab Kubar. Pada peninjauan di RSUD HIS Bupati Kubar meminta Bappeda mendata peralatan yang diperlukan RS seperti mesin radiologi, mesin

anastesi, mesin incubator, penambahan satu gedung bangsal untuk kelas tiga yang bisa menampung 40 pasien, dan pembangunan 4 ruang Vip. Penambahan mesin radiologi, anastesi dan incubator dikarenakan peralatan tersebut ada yang sudah rusak, selain itu juga perlu renovasi ringan rumah sakit karena ada yang bocor. Saat ini di rumah sakit HIS sendiri ada alat Laparoscopy yang baru datang yang merupakan alat untuk operasi, dimana jika operasi menggunakan alat tersebut lukanya minimalis dan bisa digunakan untuk operasi teroid, empedu, ginjal, kanker kandungan/kista. Seusai dari meninjau RSUD HIS dilanjutkan dengan meninjau Rukan Bupati memberi waktu kepada kontraktor agar akhir Nopember ini gedung tersebut bisa diserah terimakan, sehingga fasilitas air, listrik, AC ketika diserah terimakan semuanya berfungsi dengan baik. Selain itu untuk kontraktor bisa memperhatikan kerapian dan kebersihan bangunan secara detil dan menyediakan bak sampah disetiap

rukan kemudian taman juga harus ditata. Intinya semua fasililitas yang ada di Rukan harus bagus dan berfungsi ketika diserah terimakan. Kemudian untuk lamin hingga saat ini pembangunan lamin enam sub etnis sudah mencapai 95 persen dengan tahap finishing, dan saat ini masih dalam proses pengerjaan taman, pagar dan pembuatan WC dan ruang ganti jika itu sudah selesai maka lamin tersbut sudah bisa diserah terimakan. Setelah melihat pembangunan Lamin, Bupati melanjutkan peninjau ke jembatan Aji Tulur Jejangkat di kelurahan Melak Ilir Kecamatan Melak, untuk melihat sejauh mana proses pembangunannya. Di lokasi pembangunan jembatan kontaktor menjelaskan jika pada tahun 2011 ini pembangunannya fokus pada tiang utama jembatan yang ditargetkan bisa semuanya berdiri. Dalam kesempatan tersebut juga Bupati mengatakan agar kontraktor lebih semangat lagi bekerja, sehingga jembatan sudah bisa terlihat bentuknya dengan adanya tiang yang naik. (adv)

BUPATI Kubar menyapa pasien HIS yang sedang mendapatkan pelayanan di HIS.

BUPATI Kubar Ismael Thomas melihat dari dekat kelengkapan alat di RSUD HIS.

BUPATI Kubar Ismael Thomas melihat dari dekat kondisi ruang pasien anak-anak di RSUD HIS.

Wabup Lihat Kesiapan Pasar Sementara

BUPATI Kubar Ismael Thomas melihat dari dekat kondisi pembangunan Rukan.

UNTUK memantapkan pembangunan Bandar udara yang baru yang akan mengantikan Bandara Melalan yang berada di Kampung Ngenyan Asa Kecamatan Barong Tongkok, Bupati Ismael Thomas SH M Si melakukan survei melalui udara untuk melihat lokasi bandara dengan panjang landasan pacu 1.600 Meter dan memerlukan lahan seluas 196 hektar sebagai areal kerja bandara, dimana pembangunannya diperkirakan menelan biaya sebesar Rp 250 Miliar. Bupati menuturkan, survei udara melihat lokasi rencana pembangunan bandara yang telah diajukan konsultan di antara

WAKIL Bupati Kubar H Didik Effendi S Sos M Si meninjau langsung pembangunan 300 petak pasar semantara yang dibangun di Pelan Kelurahan Melak Ulu Kecamatan Melak. Targetnya dalam minggu ini juga pasar sementara tersebut rampung pengerjaannya, namun yang menjadi persoalan belum adanya terapo listrik dari PLN untuk pasar tersebut, walaupun setiap petak sudah di pasang instalasi listrik. Belum adanya trafo listrik tersebut, juga mengakibatkan petak tersebut tidak bisa ditempati para pedagang. Sedangkan pasilitas seperti Air dan WC sudah siap, dan musolapun yang ada diareal pasar tersebut juga akan selesai, Senin (7/11). Dalam kesempatan tersebut Wabup menegaskan petak pasar sementara tersebut diperuntukkan khusus bagi penduduk yang terkena musibah kebakaran/pelaku pasar utama.

“ Saya juga tidak mau ada warga yang sudah mengkapling petak dengan menulis nama di petak, karena nantinya akan kacau

jika saling mengkapling. Oleh sebab itu agar adil pembagian petaknya akan diundi untuk memperoleh petaknya, tidak ada

BUPATI Kubar H Didik Effendi S Sos MSi melihat dari dekat kesiapan pasar sementara di Kampung Mentiwan.

Ismael Thomas Survei Bandara Baru Kampung Bangun Sari dan Linggang Amer Kecamatan Linggang Bigung. Peninjauan ini untuk memastikan lokasi tersebut tidak terkena perkebunan masyarakat maupun terkena daerah permukaan tanah miring yang akan memerlukan biaya besar dalam pengerjaannya nanti. “Dalam pembangunan bandara jika tidak dilakukan dengan pemantaun melalui udara yang selektif tentu akan mengeluarkan biaya yang semakin besar jika menaruh lokasi pembangunan

bandara baru diantara Bangun Sari terkait kebun dan kemiringan lokasi yang sangat besar pengaruhnya terhadap anggaran pembangunannya, itulah tujuan survei udara yang dilakukan untuk mengetahui lokasinya, “ tutur Bupati. Lebih jauh dikatakannya, pembangunan bandar udara dengan panjang landasan pacu minimal 1600 meter, diharapkan pesawat jenis ATR 42 dengan 40 penumpang dan ATR 72 dengan 80 penumpang bisa mendarat,

dengan demikian penumpang bisa dilayani dengan maksimal. Selain itu pembangunan bandara di Kubar merupakan tempat yang strategis yang berada di tengah pulau Kalimantan yang juga dekat dengan perbatasan. Disamping itu juga dengan pembangunan bandara dengan harapan bisa meningkatkan ekonomi di Kubar. Persentasi FS yang dilakukan PT Suanda Karya Mandiri bisa segera menyelesaikan semua kajian dan persyaratan pembangunan bandar udara.

Dimana dalam pembangunan bandara memerlukan banyak dana sehingga semua persyaratan harus lengkap, jika persyaratan sudah lengkap baru Pemkab Kubar bisa meminta dukungan pendanaan kepada Provinsi dan Pusat. Dijelaskan Bupati, dua kecamatan Mook Manaar Bulatn dan kecamatan Nyuatan tidak dipilih jadi lokasi bandara karena areal lokasi bandara masuk dalam kawasan hutan produksi dan tentu tidak akan diberikan izin oleh Menteri Perhubungan. Dengan

istilah kapling dan tidak ada juga yang mendapatkan dua atau tiga petak semuanya hanya boleh satu petak saja,� tegas Wabup. Selain itu yang betul-betul harus diperhatikan adalah sampah, katanya, dengan demikian di pasar sementara ini harus banyak tempat sampahnya, dan pengumuman tempat pembuanggan sampah pada tempatnya yang disebar di seluruh areal pasar. Dimana kebersihan memang menjadi fokus perhatian bersama. Selanjutnya Wabup meminta Camat Melak bisa membagi lokal / petak yang ada kepada masyarakat yang betul-betul terkena musibah kebakaran/pelaku pasar. Secara khusa juga Wabup mengimbau agar kebersihan harus dijaga dengan membuang sampah pada tempatnya. Dan yang lebih penting lagi di dalam pasar tidak boleh lagi ada yang melakukan aktipitas memasak.(adv)

demikian hanya ada dua lokasi yang perlu dipertimbangkan untuk menentukan lokasi bandara apakah di kecamatan Linggang Bigung atau di Kecamatan Damai. Karena bandara tersebut direncanakan bisa dipakai dan dikembangkan hingga lima puluh tahun kedepan. Untuk tahapan pembangunan bandara seperti FS dan masterplan sudah dikerjakan, sehingga diharapkan bisa masuk anggaran APBN tahun 2013. Jika sudah masuk dalam anggaran diharapkan bandara sudah bisa dibangun tahun 2013 serta didukung pendanaan Pemerintah Provinsi dan Pusat.(adv)


TRIBUNKALTIM - 15 NOVEMBER 2011