Page 1

Pendirian dan Pengelolaan Lembaga Riset Mandiri Proposal

Diajukan oleh:

Sando Sasako

Jakarta, 28 Desember 2016


Lembaga Riset Mandiri: Proposal Pendirian dan Pengelolaan Ringkasan Proposal Hasil penelitian merupakan salah satu indikator keberhasilan perguruan tinggi dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi. Beberapa lembaga riset yang sudah ada di suatu perguruan tinggi sering tidak berfungsi dengan baik, dalam hal rutinitas dan perioditas publikasi jurnal-jurnal ilmiah. Banyak jurnal yang harus tertunda jadwal publikasinya akibat minimnya hasil penelitian yang mau dan layak untuk dipublikasikan. Banyak pula hasil penelitian yang telah dibiayai oleh negara enggan dipublikasikan oleh penelitinya secara nasional dan internasional. Tidak adanya publikasi dan transparansi hasil penelitian tersebut ditengarai sebagai ‘perintah’ perguruan tinggi yang menjadi agen penyalur dana hibah penelitian, dan /atau perguruan tinggi yang menjadi tempat peneliti tersebut bernaung. Indikasi daur-ulang penelitian yang itu-itu saja, dengan ganti nama tempat, lokasi, subjek penelitian, atau lainnya merupakan fenomena puncak gunung es. Jarang ada hasil penelitian yang benar-benar baru dan inovatif. Semua orang (di kalangan internal dan akademisi) tahu. Sebagai sarana dan wadah untuk publikasi hasil penelitian di tingkat nasional dan internasional, suatu lembaga riset yang mandiri perlu didirikan, dikelola, dan diharapkan bisa operasional secara komersil. Beberapa rencana strategis yang actionable dan identifikasi sumber daya yang diperlukan untuk operasionalisasi lembaga riset yang mandiri telah kami persiapkan dalam draft proposal awal ini. Pembuatan proposal yang lengkap ditargetkan bisa selesai dalam waktu kurang dari … bulan dengan anggaran biaya sebesar Rp … juta. Kelengkapan yang dimaksud mencakup tersedianya data dan informasi yang dibutuhkan sesuai yang dipersyaratkan dalam ceklis dan/atau lampiran proposal ini. Dana tersebut diharapkan bisa menutupi biaya rekrutmen … personel inti lainnya dalam lembaga riset, yakni Profesional IT dan Profesional Keuangan. Termin kedua dari pencairan dana pendirian dan pengelolaan lembaga riset diharapkan bisa menutupi biaya operasional lembaga riset selama … bulan berikutnya, yakni bulan …-…. Termin ketiga dari pencairan dana sepenuhnya dialokasikan untuk pengelolaan lembaga riset, khususnya biaya overhead bulanan sebesar Rp … juta. Biaya pengelolaan lembaga rutin dihitung secara kasar atas dasar biaya modal manusia selama … bulan, yang terdiri dari … peneliti utama dan … peneliti non-reguler. Setiap peneliti dianggarkan per bulannya mendapat ‘insentif’ sebesar Rp … juta. Khusus untuk bulan …-…X, dana sebesar Rp … juta dianggarkan untuk membiayai pembuatan disain CMS berbasis PHP dan DBMS. Jakarta, 28 Desember 2016 Sando Sasako Mobile +62 812 8056 516 Email: sandosako @ hotmail.com

i


Lembaga Riset Mandiri: Proposal Pendirian dan Pengelolaan Daftar Isi Ringkasan Proposal ............................................................................................................................... i Daftar Isi .............................................................................................................................................iii Latar Belakang ..................................................................................................................................... 1 Dasar Hukum setingkat Undang-Undang ............................................................................................ 2 Potensi, Manfaat, dan Dampak Keberadaan ........................................................................................ 4 Rencana Aktivitas ................................................................................................................................ 5 Rencana Tema Penelitian ..................................................................................................................... 6 Rencana Pengelolaan ........................................................................................................................... 7 Rencana Kebutuhan Sumber Daya ...................................................................................................... 8 Rencana Pendanaan dan Pendapatan Lembaga Riset .......................................................................... 9 Ciri dan Struktur Organisasi .............................................................................................................. 10 Rencana Implementasi, Monitoring, dan Evaluasi ............................................................................ 11 Rencana Peninjauan ........................................................................................................................... 12 Crucial Points dan Exit Plan: Kesinambungan dan Terminasi .......................................................... 13 Referensi ............................................................................................................................................ 14 Lampiran 1 – Struktur biaya lembaga riset untuk operasionalisasi selama … bulan pertama ......... 15 Lampiran 2 – Prinsip Rekrutmen ....................................................................................................... 17 Lampiran 3 – Daftar Kandidat Potensil sebagai Pimpinan dalam Lembaga Riset Mandiri .............. 18 Lampiran 4 – Daftar Partisipasi Sivitas Akademi dalam Lembaga Riset Mandiri ............................ 19 Lampiran 5 – Letters of Interest and/or Commitment of Participating Academic Civic ................... 20 Lampiran 6 – Daftar Lembaga Eksternal yang Berminat dan Berkomitmen untuk Berpartipasi ...... 21 Lampiran 7 – Letters of Interest and/or Commitment of Participating External Parties ................... 22 Lampiran 8 – Rencana Contingency .................................................................................................. 23

iii


Lembaga Riset Mandiri: Proposal Pendirian dan Pengelolaan Latar Belakang Institusionalisasi lembaga riset sebagai satu badan yang terpisah dari perguruan tinggi sebagai lembaga penyelenggara pendidikan tinggi merupakan suatu keharusan atas dasar beberapa pertimbangan, antara lain: 1. Beban kerja dosen sebagai pengajar sangat menyita waktu. Khususnya dalam, atas nama dan untuk kepentingan tertib administrasi yang prosedural dan birokratis. 2. Idealnya, dosen sebagai pengajar mampu ‘menangani’ kebutuhan peserta didik terhadap materi/ mata kuliah yang diajarkan. 3. Kebutuhan peserta didik, sayangnya, hanya terpenuhi dan/atau bisa dipenuhi oleh dosen suatu mata kuliah sebatas pada (tanggung jawab) tertib administrasi’ yang dipersyaratkan oleh Ditjen Dikti. Dengan kata lain, belum ada keberpihakan terhadap peserta didik, kecuali untuk dan atas nama kepentingan dosen dan perguruan tinggi. 4. Objek penelitian sangat dibatasi oleh kompetensi yang dimiliki oleh perguruan tinggi yang menjadi sponsor, pengelola, dan/atau pemilik lembaga riset; dan iming-iming hibah dana riset yang birokratis, prosedural, dan harus sesuai koridor (persetujuan dan/atau kepentingan kopertis, Ditjen Dikti, pemerintah pusat dan daerah) yang sifatnya sangat subjektif (pasal 45, ayat 3 dari UU No.12/2012). 5. Sebagai sarana untuk memfasilitasi riset inter-disiplin (multi-disiplin), di luar struktur universitas dan fakultas (dari institusi penyelenggara pendidikan tinggi) yang sudah mapan dan telah terorganisir dengan baik. Pihak yang terlibat bisa kalangan akademisi internal (mahasiswa maupun dosen di satu perguruan tinggi) atau pihak eksternal lainnya. 6. Riset lintas-keilmuan diharapkan mampu memberikan terobosan bagi hambatan tradisional yang ada di setiap bidang keilmuan atau program studi. 7. Kolaborasi lintas-keilmuan diharapkan mampu memberikan solusi terhadap berbagai masalah kemasyarakatan dan global yang signifikan. 8. Terbukanya kemungkinan untuk mendapatkan external funding dari lembaga terkait, korporasi, atau lainnya melalui kerjasama program beasiswa dan/atau riset gabungan.

1


Sando Sasako Dasar Hukum setingkat Undang-Undang Penelitian merupakan satu dari tiga bakti (tri dharma) perguruan tinggi, seperti yang dipersyaratkan awalnya dalam pasal 16 dari UU No.22/1961 tentang Perguruan Tinggi. Pasal tersebut berbunyi: (1) Pada Perguruan Tinggi dapat diadakan lembaga-lembaga penelitian ilmiah. (2) Tugas lembaga penelitian ilmiah sebagai yang dimaksud pada ayat (1) adalah usaha serta kegiatan ilmiah untuk memajukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, kebudayaan, serta kehidupan kemasyarakatan, yang ditujukan untuk kepentingan Negara dan Bangsa. (3) Penelitian dilakukan oleh para pengajar, mahasiswa, dan tenaga ilmiah lainnya. Singkatnya, tri dharma perguruan dapat dirumuskan dengan 3 frase kata, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. UU No.22/1961 merupakan dasar hukum pertama yang mengatur tentang institusi penyelengara pendidikan tinggi. Saat berlaku, UU Darurat No.7/1950 dan peraturan lainnya yang terkait dengan pendidikan dan pengajaran tinggi yang bertentangan (dengan UU No.22/1961) dinyatakan batal. UU Darurat No.7/1950 tentang Perguruan Tinggi merupakan dasar hukum untuk menasionalisasi Universiteit van Indonesie (UvI)1. UU Darurat No.7/1950 hanya berisi 2 pasal, yang berbunyi: 1. Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan RIS diwajibkan mengambil segala tindakan dalam waktu sependek-pendeknya dengan, jika perlu, menyimpang dari segenap peraturanperaturan yang berlaku untuk "Universiteit van Indonesia" seperti "Hoger Onderwijs Ordonnantie 1946"; (Staatsblad van Nederlands Indie 1947 No.47), dan "Universiteitsreglement 1946" (Staatsblad van Nederlands Indie 1947 No.170), masing-masing dengan perubahan-perubahannya, dan dari segenap "Huishoudelijke Reglementen" dari segala fakulteit, agar supaya Perguruan Tinggi itu dapat memenuhi aliran-aliran nasional RIS. 2. Undang-Undang ini mulai berlaku pada hari diumumkan. Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Undang-Undang Darurat ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara RIS. UU No.22/1961 yang berlaku selama hampir 50 tahun, akhirnya digantikan oleh UU No.12/2012 tentang Pendidikan Tinggi. Aktivitas penelitian diatur dalam Bagian X, yakni dari pasal 45-46 dari UU No.12/2012; sementara kerjasama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat diatur dalam Bagian XII, yakni pasal 48; dan pelaksanaan tridharma diatur dalam Bagian XIII, yakni pasal 49. Bunyi pasal 45 dari UU No.12/2012 adalah sebagai berikut: (1) Penelitian di Perguruan Tinggi diarahkan untuk mengembangkan Ilmu pengetahuan dan Teknologi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa. (2) Penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Sivitas Akademika sesuai dengan otonomi keilmuan dan budaya akademik. (3) Penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan berdasarkan jalur kompetensi dan kompetisi. Bunyi pasal 46 dari UU No.12/2012 adalah sebagai berikut: (1) Hasil Penelitian bermanfaat untuk: a. pengayaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta pembelajaran; b. peningkatan mutu Perguruan Tinggi dan kemajuan peradaban bangsa; c. peningkatan kemandirian, kemajuan, dan daya saing bangsa; d. pemenuhan kebutuhan strategis pembangunan nasional; dan e. perubahan Masyarakat Indonesia menjadi Masyarakat berbasis pengetahuan.

1 UvI merupakan cikal-bakal 5 PTN terkemuka di Indonesia, yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

2


Lembaga Riset Mandiri: Proposal Pendirian dan Pengelolaan (2) Hasil Penelitian wajib disebarluaskan dengan cara diseminarkan, dipublikasikan, dan/atau dipatenkan oleh Perguruan Tinggi, kecuali hasil Penelitian yang bersifat rahasia, mengganggu, dan/atau membahayakan kepentingan umum. (3) Hasil Penelitian Sivitas Akademika yang diterbitkan dalam jurnal internasional, memperoleh paten yang dimanfaatkan oleh industri, teknologi tepat guna, dan/atau buku yang digunakan sebagai sumber belajar dapat diberi anugerah yang bermakna oleh Pemerintah. Bunyi pasal 48 dari UU No.12/2012 adalah sebagai berikut: (1) Perguruan Tinggi berperan aktif menggalang kerja sama antar Perguruan Tinggi dan antara Perguruan Tinggi dengan dunia usaha, dunia industri, dan Masyarakat dalam bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. (2) Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Masyarakat mendayagunakan Perguruan Tinggi sebagai pusat Penelitian atau pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. (3) Perguruan Tinggi dapat mendayagunakan fasilitas Penelitian di Kementerian lain dan/atau LPNK. (4) Pemerintah memfasilitasi kerja sama dan kemitraan antar Perguruan Tinggi dan antara Perguruan Tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri dalam bidang Penelitian. Bunyi pasal 49 dari UU No.12/2012 adalah sebagai berikut: (1) Ruang lingkup, kedalaman, dan kombinasi pelaksanaan Tridharma dilakukan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan setiap jenis dan program Pendidikan Tinggi. (2) Ketentuan mengenai ruang lingkup, kedalaman, dan kombinasi pelaksanaan Tridharma sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Peraturan Menteri.

3


Sando Sasako Potensi, Manfaat, dan Dampak Keberadaan Beberapa hal utama bagi potensi, manfaat, dan dampak keberadaan lembaga riset yang mandiri: 1. Sebagai bentuk pernyataan good-will of excellence dan perwujudan peningkatan mutu akademik serta aplikasinya yang dibutuhkan di dunia nyata. 2. Memiliki nilai bisnis dan layak secara komersil serta finansil, khususnya setelah melalui beberapa tahapan evolusi dalam siklus hidupnya sebagai satu entitas bisnis. 3. Sebagai pusat keunggulan akademis dan bisnis, lembaga riset diharapkan mampu menjaring dan mendapatkan serta mengembangkan bibit-bibit individu yang potensil. 4. Mendongkrak reputasi dan keunggulan akademik perguruan tinggi yang menjadi sponsor dan/atau penggerak utama. 5. Sebagai sarana pemberdayaan bagi sivitas akademis dari perguruan tinggi yang menjadi sponsor dan/atau penggerak utama. 6. Sebagai sarana promosi aktivitas akademis dari perguruan tinggi yang menjadi sponsor dan/atau penggerak utama.

4


Lembaga Riset Mandiri: Proposal Pendirian dan Pengelolaan Rencana Aktivitas Output lembaga riset bisa dalam beberapa bentuk berikut, antara lain: 1. Rekomendasi, ringkasan kebijakan pemerintah dan/atau korporasi, 2. Hasil penelitian yang dikodifikasi dalam bentuk media cetak dan/atau dikompilasi di media online, 3. Terselenggaranya aktivitas akademis terkait ekspose hasil penelitian dalam bentuk workshop, seminar, konferensi, atau lainnya. 4. Terselenggaranya aktivitas pemberdayaan modal manusia melalui beragam kursus singkat, diklat, manpower assessment dan job placement, atau lainnya. 5. Terpublikasikannya beberapa jurnal akademis dan ilmiah secara periodik dan berkesinambungan. 6. Terselenggaranya kuliah umum dan pelatihan massal bagi penulisan ilmiah secara periodik dan gratis serta terbuka. Terbentuknya sistem dan organisasi dan/atau kepanitiaan yang memiliki tupoksi dan peran sebagai pengawas (supervisor), pembimbing, pelaksana monitoring dan evaluasi bagi ‘research’ compliance.

5


Sando Sasako Rencana Tema Penelitian Kebijakan publik yang menjadi tema dan fokus riset tidak dibatasi menurut sektor ekonomi tertentu dan/atau aspek kehidupan manusia yang umum dan tertuang dalam konsep ipoleksosbud-hankamnas. Beberapa isu utama yang umum mencakup: 1. Keselamatan dan kesehatan lingkungan alam fisik ekologis, flora, dan fauna. 2. Perlindungan manusia. Pemilihan dan seleksi tema dan fokus penelitian bisa berasal dari hasil monitoring news feed dari berbagai media dan lembaga. Hasil monitoring diulas dan disampaikan dalam rubrik minimum yang sudah diklasifikasikan sebelumnya. Prinsip dan teknis tagging istilah bisa disaring dari hasil key words utama. Analisa kebijakan yang baru disampaikan secara singkat (new policy analysis in briefs). Ada ulasan dalam bentuk highlights dan/atau fokus sentral. Beberapa skop kebijakan dan berita bisa mengungkap dan mengekspos informasi dan cerita di latar belakang secara eksklusif. Sifatnya bisa kontroversil dan mengikuti headline berita utama yang ada dan sedang berlangsung. Atau merupakan hasil inisiatif pribadi, firasat, dan aktivitas penggalian dan eksplorasi informasi yang tidak terkait.

6


Lembaga Riset Mandiri: Proposal Pendirian dan Pengelolaan Rencana Pengelolaan Dukungan terbatas dari perguruan tinggi yang menjadi sponsor dan/atau penggerak utama seharusnya tidak memberikan beban tambahan bagi perguruan tinggi dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi. Dukungan yang bersifat parsial bisa berbentuk sumber daya finansil dan tenaga kerja, baik bersifat akademis dan non-akademis. Sivitas akademi dari perguruan tinggi yang mensponsori bisa berpartisipasi secara aktif dan rutin dari hari-ke-hari, bersifat periodik, dan/atau insidentil. Sementara pengelolaan harian sudah seharusnya dan selayaknya dilakukan oleh pihak eksternal. Tujuannya adalah untuk menjaga kemandirian dan tidak memberatkan sivitas akademis yang sudah memiliki beban kerja (akademis) tersendiri. Kontribusi dari perguruan tinggi yang menjadi sponsor dan/atau penggerak utama jelas meringankan beban kerja dan finansil lembaga riset. Sebagai umpan balik, lembaga riset bisa menjalankan tupoksi dan perannya, sebagaimana yang dinyatakan dalam tujuan keberadaannya, yakni menjadi sarana pemberdayaan dan ajang promosi aktivitas akademis dari sivitas akademi perguruan tinggi yang menjadi sponsor dan/atau penggerak utama.

7


Sando Sasako Rencana Kebutuhan Sumber Daya Modal manusia yang dibutuhkan dalam operasionalisasi lembaga riset bisa dibedakan menurut beberapa tupoksi dan peran serta keahlian utama, antara lain: 1. Profiler yang menguasai keahlian menganalisa sistem, ilmu, pengetahuan, dan teknologi. Keberadaan secara fisik di kantor bersifat relatif, temporer, dan sesuai kebutuhan. Pemberian insentif diberikan disesuaikan kontribusi (honor). Payroll berlaku bagi … peneliti utama. 2. Profesional IT yang menguasai bahasa PHP dan keamanan jaringan, mengelola CMS dan database (DMBS) online, membuat definisi dan implementasi level of access atau clearance, melakukan pengawasan, perawatan, dan pelaporan sistem online, membuat meta-data atas dasar ringkasan dan highlights dari berita dan kebijakan. Keberadaan secara fisik di kantor bersifat relatif, temporer, dan sesuai kebutuhan. Kontribusinya sebagai Profesional IT dihargai dalam bentuk insentif, dan tunjangan profesi tambahan. Payroll untuk Profesional IT diberikan atas kapasitasnya sebagai Peneliti Utama …. 3. Profesional Keuangan yang menguasai keahlian di bidang pendanaan, penganggaran, perencanaan darurat dan alternatif ketika sumber pendanaan reguler dan rutin mengalami gangguan. Keberadaan secara fisik di kantor bersifat relatif, temporer, dan sesuai kebutuhan. Kontribusinya sebagai Profesional Keuangan dihargai dalam bentuk bonus, insentif, dan tunjangan profesi tambahan. Payroll untuk Profesional Keuangan diberikan atas kapasitasnya sebagai Peneliti Utama … (♂♀). 4. Office Manager yang melakukan pencatatan dan pelaporan keuangan serta menjaga operasional kantor dari hari-ke-hari. Keberadaan secara fisik di kantor bersifat permanen. Kontribusinya sebagai Office Manager dihargai dalam bentuk insentif, dan tunjangan tambahan. Payroll untuk Office Manager diberikan atas kapasitasnya sebagai Peneliti Utama … (♂♀). 5. Financial Comptroller yang menguasai keahlian di bidang inspeksi, pengawasan, dan audit laporan keuangan internal. Keberadaan secara fisik di kantor bersifat relatif, temporer, dan sesuai kebutuhan. Kontribusinya sebagai Financial Comptroller dihargai dalam bentuk insentif, dan tunjangan profesi tambahan. Payroll untuk Financial Comptroller diberikan atas kapasitasnya sebagai Peneliti Utama …. Modal tempat pada awalnya berupa sewa ruangan dan/atau tempat seluas … meter persegi untuk keperluan ruang kerja untuk … orang. Pada awalnya, sewa ruangan dibayarkan per semester. Ruang rapat terkait keperluan funding atau lainnya bersifat insidentil dan diadakan di luar dan/atau dalam proxymity dengan ruang kantor yang disewa.

8


Lembaga Riset Mandiri: Proposal Pendirian dan Pengelolaan Rencana Pendanaan dan Pendapatan Lembaga Riset Modal keuangan pada awalnya berasal dari perguruan tinggi yang menjadi sponsor dan/atau penggerak utama lembaga riset. Aktivitas funding ditujukan pada berbagai instansi pemerintah dan swasta yang memiliki visi dan misi serta program yang sejalan dengan lembaga riset. Pihak swasta bisa berbentuk korporasi maupun lembaga-lembaga (donor) dunia. Seiring berjalannya waktu, lembaga riset diharapkan sudah mampu untuk swadana dan membiayai aktivitas operasionalnya. Untuk menekan biaya dan menambah pemasukan, aktivitas pemberdayaan modal manusia hanya dilakukan atas dasar permintaan klien dan/atau sebagai hasil pemasaran, langsung maupun tidak langsung. Struktur biaya dan pendapatan untuk aktivitas ini dibuat dalam laporan dan akun terpisah. Aktivitas publikasi hasil penelitian akademis tingkat nasional dan internasional dalam bentuk seminar atau sejenisnya hanya dilakukan atas dasar konfirmasi dari peserta/pemrasaran, atau ‘klien’. Hasil dan proceeding penelitian bisa disampaikan dalam bentuk online yang terbuka dan gratis maupun media cetak yang terbatas dan berbayar (pengganti ongkos cetak). Struktur biaya dan pendapatan untuk aktivitas ini dibuat dalam laporan dan akun terpisah. Aktivitas publikasi hasil penelitian dalam beberapa jurnal akademik dan ilmiah yang dilakukan atas dasar konfirmasi dari ‘klien’. Hasil dan proceeding penelitian bisa disampaikan dalam bentuk online yang terbuka dan gratis maupun media cetak yang terbatas dan berbayar (pengganti ongkos cetak). Struktur biaya dan pendapatan untuk aktivitas ini dibuat dalam laporan dan akun terpisah.

9


Sando Sasako Ciri dan Struktur Organisasi Adanya (peluang) pihak eksternal dalam struktur pendanaan berdampak pada adanya potensi (dan peluang) keberadaan (dan pengaruh secara langsung maupun tidak langsung dari) pihak eksternal dalam struktur organisasi dan manajemen lembaga riset yang akan dibentuk. Pengaruh dari pihak eksternal bisa berbentuk interaksi, arah program, dan pengutamaan dosen dan mahasiswanya sebagai prioritas bagi fakultas dan universitasnya. Walau demikian, beberapa karakteristik yang bisa merefleksikan kemandirian lembaga riset, yakni: 1. Dipimpin oleh dosen tetap dari perguruan tinggi yang menjadi sponsor utama. 2. Lembaga riset bisa mendapatkan pendanaan secara reguler dan rutin secara terbatas sesuai rencana dan program yang sudah disetujui oleh pimpinan fakultas dan/atau universitas sebagai bagian dari program pendanaan bagi pusat-pusat (riset) kebijakan (publik). 3. Berbagai program yang ada di lembaga riset tidak menawarkan/memberikan kredit bagi mahasiswa yang tidak berseberangan dengan fakultas/departemen akademi yang biasa atau reguler. 4. Berbagai program yang ada di lembaga riset tidak menerima mahasiswa maupun memberi gelar akademis.

10


Lembaga Riset Mandiri: Proposal Pendirian dan Pengelolaan Rencana Implementasi, Monitoring, dan Evaluasi 1.

2. 3. 4. 5. 6.

7. 8. 9. 10. 11.

12. 13.

14. 15.

Pencairan dana awal untuk pendirian lembaga riset ditujukan untuk membiayai aktivitas seleksi dan rekrutmen berbagai pihak yang potensil dan berkualifikasi sebagai pimpinan dan pejabat dalam struktur organisasi lembaga riset. Mendapatkan surat berminat dan komitmen dari sivitas akademi dan lembaga eksternal yang ingin berpartisipasi dalam organisasi lembaga riset. Pemilihan ruang kerja yang representatif sebagai kantor lembaga riset. Rekrutmen Profesional IT sebagai tenaga utama penyedia layanan online. Rekrutmen Profesional Keuangan sebagai tenaga utama merekrut financiers, lembaga sponsor, penyandang dana. Sebagai ujung tombak di bidang non-riset, Profesional IT dan Profesional Keuangan diharapkan mampu membuat rencana dan mengimplementasikannya serta memberikan hasil yang nyata. Atas jasa dan kontribusinya, mereka berhak mendapat bonus dan insentif ekstra. Penyusunan SOP, AD dan ART, dan aturan main bagi pihak-pihak yang ingin dan/atau sudah bekerja sama dengan lembaga riset. Penyusunan beberapa dewan internal untuk kepentingan pembinaan, pengawasan (oversight), monitoring, dan evaluasi. Rekrutmen … staf inti lainnya yang mempunyai tupoksi dan peran di bidang administrasi harian, pendanaan, dan audit keuangan. Evaluasi internal dilakukan di setiap awal dan akhir pekan. Minutes of meeting dan (ceklis) kemajuan serta perkembangan lembaga riset dibuat secara tertulis, periodik, dan sistematis. Status kepegawaian Peneliti Utama … sampai … dibuat atas beberapa tingkatan sebelum akhirnya diangkat sebagai pegawai yang dikontrak sampai akhir … tahun pertama siklus awal kelanjutan dan keberhasilan lembaga riset. Komitmen, dedikasi, dan integritas dari Peneliti Utama … sampai … bersifat absolut. Kemajuan dan perkembangan serta pertanggungjawaban lembaga riset dilaporkan ke Dewan Pengawas (oversight) per kuartal dari … peneliti utama masing-masingnya beserta ringkasan dan rekapitulasinya. Dewan Pengawas meminta klarifikasi dari setiap individu pelapor dalam waktu … minggu setelah laporan kuartalan disampaikan. Hasil evaluasi dan rekomendasi Dewan Pengawas disampaikan dalam waktu … minggu setelah klarifikasi diberikan.

11


Sando Sasako Rencana Peninjauan Beberapa indikator kinerja yang dijadikan parameter dalam review (tahunan) adalah sebagai berikut: 1. Dukungan sarana dan prasarana bagi keberadaan dan kelanjutan lembaga riset dalam mencapai misi utama dan mewujudkan visi dari berbagai pihak yang berkepentingan. 2. Dukungan dan komitmen dari sivitas akademi terhadap output lembaga riset. 3. Dukungan dan komitmen pendanaan dari berbagai korporasi serta instansi pemerintah pusat dan daerah.

12


Lembaga Riset Mandiri: Proposal Pendirian dan Pengelolaan Crucial Points dan Exit Plan: Kesinambungan dan Terminasi Di tahun pertama kerjanya, lembaga riset diharapkan sudah mampu mandiri secara finansil dan berkembang menjadi satu profit center, walau dalam kapasitas yang seadanya. Aktivitas ekspansi dan perluasan skala produksi seharusnya sudah terlihat di awal semester kedua, tepatnya di akhir bulan … setelah dana awal operasionalisasi lembaga riset dicairkan. Hal paling penting yang utama dalam semester pertama adalah keberhasilan Profesional Keuangan dalam merekrut financiers, lembaga sponsor, dan penyandang dana. Hal paling penting yang utama kedua dalam paruh pertama semester kedua adalah keberhasilan Office Manager dalam bentuk terselenggaranya aktivitas pemberdayaan modal manusia melalui beragam kursus singkat, diklat, manpower assessment dan job placement, atau exposé hasil penelitian di tingkat nasional dan internasional dalam bentuk proceeding dan jurnal internasional. Hal paling penting yang utama ketiga dalam paruh pertama semester kedua adalah keberhasilan Profesional IT dalam bentuk terciptanya user-base gratis dan berbayar dalam mengakses content situs web yang dikelola oleh lembaga riset. User access level dan clearance membutuhkan web server dan database server yang berbeda. Tema penelitian yang disampaikan dalam bentuk informasi metadata yang terdeskripsi dengan baik, diharapkan menjadi web content yang mampu menarik perhatian web surfer dari seluruh dunia, dan dari dalam negeri khususnya. Kontribusi kerja tim dirumuskan oleh keenam peneliti utama di awal dan akhir pekan setiap minggunya. Komitmen, dedikasi, dan integritas dari Peneliti Utama … sampai … bersifat absolut. Internet traffic generation memang penting. Kemampuan isi web memberikan feedback dalam bentuk yang bisa dimonetisasi merupakan suatu hal yang sangat diharapkan di era Internet of Things. Di akhir semester kedua, tepatnya di akhir bulan …, kesinambungan dan kelayakan lembaga riset sebagai suatu entitas yang mandiri dan viable secara komersil sebenarnya sudah terlihat. Keputusan good to go atau berhenti sampai di sini sebenarnya sudah bisa diproyeksikan dan ditengarai pada akhir semester …, tepatnya di akhir bulan …. Hasil annual review yang dilaksanakan pada akhir bulan … menjadi bentuk validasi keputusan good to go atau berhenti sampai di sini. Beberapa langkah antisipasi dan persiapan perbaikan lembaga riset seharusnya sudah dilaksanakan setelah ada sinyalemen positif bagi keluarnya keputusan good to go. Termasuk didalamnya pemberian bonus, aktivitas ‘refreshing’, atau recurrent.

13


Sando Sasako Referensi Ann Margaret Arvin, Establishing and Managing Independent Laboratories, Institutes and Centers, Research Policy Handbook, DOR (Office of the Vice Provost and Dean of Research), https://doresearch.stanford.edu/policies/research-policy-handbook/establishing-andmanaging-independent-laboratories-institutes-and-centers/establishing-and-managingindependent-laboratories-institutes-and-centers Philip Stashenko, Independent Research Institutes Play Vital Role in Innovation Ecosystem, Forsyth Institute, First published: 20151110, Last update: 20161109, http://www.huffingtonpost.com/philip-stashenko-dmd-phd/independent-researchinst_1_b_8511496.html Sando Sasako, Sistem Pendidikan Tinggi di Indonesia, CV Serabdi Sakti, Jakarta, 2016, ISBN: 978602-73508-2-3.

14


Lembaga Riset Mandiri: Proposal Pendirian dan Pengelolaan Lampiran 1 – Struktur biaya lembaga riset untuk operasionalisasi selama … bulan pertama Tabel – Struktur biaya lembaga riset untuk operasionalisasi selama bulan … – … Deskripsi  Biaya pembuatan proposal pendirian dan pengelolaan lembaga riset  Biaya pembuatan SOP dan berbagai aturan main dalam lembaga riset  Biaya identifikasi dan inventarisasi pihak-pihak yang berkepentingan dengan lembaga riset  Biaya rekrutmen Profesional IT dan Profesional Keuangan dalam kapasitas utamanya sebagai Peneliti Utama … dan … Total (…)

Rp

15


Sando Sasako Tabel – Struktur biaya lembaga riset untuk operasionalisasi selama bulan … – … Deskripsi  Biaya gaji, tunjangan, honor, insentif, komisi, dan sejenis  Biaya sewa ruang Biaya pengadaan (1x) Peralatan IT Perabot kantor Peralatan dan perlengkapan kantor lainnya

  

Biaya pembuatan situs web (1x) Pembuatan disain CMS berbasis PHP Pembuatan DBMS dan user access clearance system

 

Overhead bulanan Ruangan (listrik, air, parkir, gedung, keamanan, kebersihan) Telekomunikasi (telpon kantor, internet, sewa domain + +) ATK dan Office Drinks Perawatan CMS dan DBMS

   

Rp

Total (…) Keterangan: CMS: Content Management System; DBMS: Database Management System

Tabel – Struktur biaya lembaga riset untuk operasionalisasi selama bulan … – … dan semester berikutnya Deskripsi Rp  Biaya gaji, tunjangan, honor, insentif, komisi, dan sejenis  Biaya sewa ruang Biaya pengadaan (1x) Peralatan IT Perabot kantor Peralatan dan perlengkapan kantor lainnya Biaya pembuatan situs web (1x) Pembuatan disain CMS berbasis PHP Pembuatan DBMS dan user access clearance system Overhead bulanan Ruangan (listrik, air, parkir, gedung, keamanan, kebersihan) Telekomunikasi (telpon kantor, internet, sewa domain + +) ATK dan Office Drinks Perawatan CMS dan DBMS

   

Total (…) Keterangan: CMS: Content Management System; DBMS: Database Management System

16


Lembaga Riset Mandiri: Proposal Pendirian dan Pengelolaan Lampiran 2 – Prinsip Rekrutmen Beberapa kriteria dan kualifikasi dosen tetap yang berminat dan potensil menjadi kandidat pimpinan lembaga riset: 1. 2. 3.

Beberapa kriteria penerimaan dan rekrutmen sivitas akademi (dari perguruan tinggi yang menjadi sponsor dan/atau penggerak utama) di lembaga riset, antara lain: 1. 2. 3.

Beberapa kualifikasi umum dosen yang menspesifikasi dirinya sebagai peneliti yang bermutu: 1. Memiliki NIDN. 2. 3.

Beberapa kualifikasi umum peserta magang, mahasiswa, dosen, dan visiting scholars yang menspesifikasi dirinya sebagai peneliti potensil yang bermutu: 1. 2. 3.

17


Sando Sasako Lampiran 3 – Daftar Kandidat Potensil sebagai Pimpinan dalam Lembaga Riset Mandiri

18


Lembaga Riset Mandiri: Proposal Pendirian dan Pengelolaan Lampiran 4 – Daftar Partisipasi Sivitas Akademi dalam Lembaga Riset Mandiri

19


Sando Sasako Lampiran 5 – Letters of Interest and/or Commitment of Participating Academic Civic

Stamped and Signed

20


Lembaga Riset Mandiri: Proposal Pendirian dan Pengelolaan Lampiran 6 – Daftar Lembaga Eksternal yang Berminat dan Berkomitmen untuk Berpartipasi

21


Sando Sasako Lampiran 7 – Letters of Interest and/or Commitment of Participating External Parties

Stamped and Signed

22


Lembaga Riset Mandiri: Proposal Pendirian dan Pengelolaan Lampiran 8 – Rencana Contingency

23

Proposal Pendirian dan Pengelolaan Lembaga Riset  
Proposal Pendirian dan Pengelolaan Lembaga Riset  
Advertisement