Issuu on Google+

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 2.500

Rp. 40.000 Rp. 45.000

SUARA NTB

SENIN, 29 JULI 2013

Pengemban Pengamal Pancasila

12 HALAMAN NOMOR 121 TAHUN KE 9 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@yahoo.co.id

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Segera Lakukan Audit Investigasi

Ada Indikasi Kerugian Negara pada Proyek Percepatan Jalan Demikian diungkapkan Sekretaris Komisi I (Bidang Pengawasan) DPRD NTB, Drs. Ruslan Turmudzi, yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (28/7) kemarin. Menurut Ruslan, pihaknya telah mempelajari laporan hasil pemeriksaan BPK RI dan menemukan adanya dugaan kerugian negara dalam sejumlah proyek yang

dikelola di sejumlah SKPD. Ruslan mencontohkan, dalam LHP BPK RI, sejumlah proyek bermasalah yang dilansir Suara NTB sebelumnya memang menjadi sorotan BPK. Namun, Ruslan menegaskan bahwa dalam audit reguler, persoalan yang ditemukan dalam proyek – proyek yang bermasalah itu memang

KOSONGInilah pelampung proyek rumput laut BPBD Kota Mataram yang masih tersisa di Pantai Penghulu Agung Ampenan dan tak lagi beraturan, serta jaring penangkar yang kosong.

Polres Mataram Periksa 10 Kelompok Nelayan Mataram (Suara NTB) Selain Kejaksaan Tinggi NTB, ternyata pihak Polres Mataram juga menurunkan tim menyelidiki proyek rumput laut di BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Mataram. Pemeriksaan ini ditandai dengan dimintai keterangan sejumlah saksi dari 10 kelompok nelayan. Saksi yang diperiksa secara maraton itu, berlangsung sejak Senin (22/7) lalu. Satu per satu perwakilan kelompok nelayan dimintai keterangan. Informasi dihimpun Suara NTB, ada juga kelompok nelayan yang dimintai keterangan saat tim turun ke lokasi penangkaran rumput laut dan rumah nelayan. Mereka dimintai keterangan terkait bantuan dengan pagu Rp 1,4 miliar di sepanjang Pantai Ampenan, Kelurahan Ampenan Utara sampai Ampenan Selatan itu. Bersambung ke hal 5

Soal KSU ”Mina Algae Bersaing”

AKSI mogok buruh PT. Prasmanindo Boga Utama (PBU) yang telah berlangsung sepekan, berpotensi akan terus terjadi, jika pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Pemprov NTB tak segera mencari solusi tepat. Dari banyak pengalaman, aksi mogok karyawan sub kontraktor yang dipekerjakan di PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) itu terkadang berujung pemblokiran jalan. Bersambung ke hal 5

Diduga Depresi, Seorang Nenek Gorok Leher Sendiri

Hari Ini, Dewan Pertemukan DKP dan Bukopin

Mataram (Suara NTB) Diduga depresi, Nurhasanah (55), nekad bunuh diri di rumahnya. Nenek warga Desa Tibupiling Golong, Kecamatan Narmada ini diduga tewas setelah menggorok lehernya sendiri , Sabtu (27/7)pagi lalu. Tidak jelas penyebab kenapa korban stres dan akhirnya nekad menghabisi nyawanya dengan menggorok leher sendiri. Aksi nekad korban itu dilakukan sekitar pukul 09.00 Wita. Tidak ada satupun keluarga yang tahu. Mereka baru mengetahui kejadian itu satu jam kemudian. ‘’Tiba tiba sudah terlihat ada pisau menancap di leher korban,’’ kata Kasubag Humas Polres Mataram, AKP Arief Yuswanto. Bersambung ke hal 5

Mataram (Suara NTB)Setelah Senin pekan lalu Komisi II DPRD NTB bertemu dengan pihak Koperasi Serba Usaha (KSU) ‘’Mina Algae Bersaing’’ terkait bantuan bergulir Pemprov NTB melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB sebesar Rp 500 juta, hari ini akan kembali digelar pertemuan dengan menghadirkan DKP dan Bank Bukopin. Bersambung ke hal 5

H. Lalu Husni

‘’

(Suara NTB/ars)

Kita undang semua pihak secara terbuka jadi semua bisa mendengar.

(Suara NTB/dok)

(Suara NTB/ars)

Cari Solusi Tepat

Ruslan Turmudzi

Proyek Rumput Laut Juga Ditangani Polisi

(Suara NTB/ars)

TO K O H

Kalau Komisi I jelas, terhadap hasil temuan ini, sisanya itu diminta diaudit investigasi.

(Suara NTB/dok)

baru sebatas di permukaan. Untuk mengetahui lebih detail menyangkut permasalahan dalam pelaksanaan proyek – proyek tersebut, menurutnya harus dilakukan audit investigasi. Ruslan mencontohkan, salah satu proyek yang diperiksa oleh BPK adalah proyek percepatan jalan yang dibiayai dengan dana sekitar Rp 498 miliar lebih. Dana itu digunakan untuk membiayai percepatan pembangunan 22 ruas jalan di NTB. Dari 22 ruas yang dikerjakan, audit reguler yang dilakukan oleh BPK hanya mencermati pembangunan di delapan ruas jalan. Bersambung ke hal 5

Mataram (Suara NTB) Hasil audit reguler yang dilakukan oleh BPK RI terhadap proyek percepatan pembangunan jalan senilai Rp 498 miliar lebih memperlihatkan terjadinya indikasi kerugian negara dengan nilai sekitar Rp 400 juta. Komisi I DPRD NTB merekomendasikan agar BPK RI melakukan audit investigasi terhadap proyek tersebut.

Mori Hanafi

DIDUGA DEPRESI - Jenazah Nurhasanah, nenek yang mengalami depresi dan nekad menggorok lehernya sendiri.

Penelusuran Proyek Rumput Laut BPBD Kota Mataram (1)

Ditelantarkan Nelayan, Hanya Tersisa Pelampung Kondisi proyek rumput laut yang pengadaannya oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah)Kota Mataram benar- benar memprihatinkan. Klaim Pemkot Mataram dan pihak BPBD bahwa sebagian rumput laut masih hidup, tak terlihat di lapangan. Berikut penelusuran Suara NTB di dua titik, Minggu (28/7).

CUACA yang kurang bersahabat membuat Suara NTB dan seorang nelayan pendamping urung menggunakan perahu dayung. Tiupan kencang angin Selatan memicu gelombang pantai hingga setinggi sekitar 1,2 meter, di sekitar Pantai Penghulu Agung, Lingkungan Gatep Kelurahan Ampenan Selatan. Penelusuran pun terpaksa dilanjutkan dengan perahu mesin. Keadaan cuaca seperti ini sudah menjadi keseharian nelayan setempat. Sehingga untuk melaut, atau sekadar ingin

PENANGKAR - Sarinah, seorang anggota kelompok nelayan Gatep saat mengangkat pelampung jaring penangkar rumput laut yang rusak.

memancing, tidak mungkin menggunakan perahu dayung. Inilah alasan, mengapa nelayan setempat tidak memanfaatkan perahu mini bantuan BPBD Kota Mataram. Ukurannya yang sangat kecil, hanya menampung dua orang. Jika dipaksakan, butuh tenaga ekstra untuk mendayung, atau pilihannya terhempas dan hanyut ke wilayah perairan. Sementara perjalanan menggunakan perahu bermes-

05:01

05:11

12:24

in, hanya butuh waktu 10 menit, dengan jarak tempuh sekitar 7 sampai 11 mill dari garis pantai. Sasarannya, untuk melihat langsung kondisi proyek rumput laut yang masih tersisa di sekitar pantai setempat. Sebelumnya, kabar dari kelompok nelayan Gatep, yang tersisa hanya pelampung bola dan sebagian jaring penangkar, jangkar beton, Bersambung ke hal 5

15:45

18:16

19:29

(Suara NTB/ars)

LANGGANAN Mataram dan sekitarnya Hubungi :

0370-639543


SUARA NTB Senin, 29 Juli 2013

SUARA MATARAM

Halaman 2

Ikuti Prosedur ANGGOTA DPRD Kota Mataram, I Gusti Ngurah Ayu Ratu menanggapi santai ancaman KPU setempat. Menurut dia, ancaman tersebut tidak membuat dirinya gusar, pasalnya semua aturan yang keluar dari KPU telah diikuti sesuai prosedur termasuk soal surat pengunduran diri yang diminta. Seperti diketahui, KPU Kota Mataram mengancam pencoretan calon legislatif dari kalangan anggota DPRD Kota Mataram yang loncat pagar. Keluarnya ancaman tersebut dikarenakan hingga saat ini baru satu orang yang sudah mengajukan surat yang dimaksud. “Proses sudah saya lakukan, tinggal menunggu waktu saja,” ungkapnya santai. Ayu Ratu menambahkan, dirinya sudah mengajukan surat pengunduran diri ke lembaga DPRD dan KPU Kota Mataram. “Tinggal menunggu keluarnya SK dari Gubernur NTB saja. Saya sudah bersiap diri untuk keluar,” katanya. Dikatakannya, jika belum ada proses terkait penggantian dirinya sebagai anggota DPRD Kota Mataram, diakuinya kesalahan itu bukan ada pada dirinya. “Proses sebagai calon anggota dewan sudah saya ikuti. Termasuk membuat surat pengunduran diri di partai yang mengusung saya sebelumnya,” tegasnya. Mengenai anggota Dewan lain, Ayu Ratu mengaku kurang mengetahuinya dengan pasti. Yang jelas kata dia, pihak KPU sudah menyampaikan hal tersebut di media beberapa waktu lalu. “Yang lain saya belum tahu,” cetusnya. (smd) I Gusti Ngurah Ayu Ratu (Suara NTB/smd)

Magang di Malaysia SMKN 4 Mataram kembali mengirimkan siswanya, untuk magang kerja ke negeri jiran Malaysia. Para siswa yang berasal dari jurusan perhotelan ini, akan magang selama enam bulan di Hotel Flamingo salah satu hotel berbintang di Penang Malaysia. Kepala SMKN 4 Mataram H. Istiqlal, S.Pd., menyebutkan, program magang itu merupakan bagian dari kerjasama dengan salah satu lembaga magang di Malaysia. Nantinya siswa-siswa yang ikut serta di dalam praktik ini, tidak hanya mendapatkan sertifikat internasional, tetapi juga gaji sebesar 300 ringgit per bulan. “Kita sudah kirim delapan anak yang akan magang selama enam bulan di Malaysia,” terangnya. Penentuan peserta magang ini sudah dilakukan melalui proses seleksi di sekolah yang mengedepankan kriteria penguasaan bahasa dan keterampilan yang dimiliki. Menurut Istiqlal, para siswa hanya dibebankan biaya perjalanan dari Mataram ke Kuala Lumpur. Sedangkan untuk kembalinya nanti ditanggung oleh pihak hotel. Sementara biaya hidup dan jaminan kesehatan, serta uang saku selama berada di Malaysia diberikan oleh tempat magang. Selain Malaysia, kata Istiqlal, pihaknya juga akan menjalin kerjasama dengan Kanada dan Taiwan untuk pengiriman siswa magang. Dengan penawaran gaji yang cukup besar hingga 40 juta untuk hair stylist, negara-negara ini membutuhkan sedikitnya 100 hair stylist, koki dan waiters. (nia)

H. Istiqlal S.Pd (Suara NTB/nia)

Mulai 2014 BPJS Harus Lewat Rujukan Puskesmas Mataram (Suara NTB) – Program pemerintah pusat tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan akan mulai diterapkan Januari 2014 mendatang. Untuk itu mulai tahun 2014, masyarakat yang hendak menggunakan layanan kesehatan di Rumah Sakit harus melalui rujukan dari puskesmas atau klinik di dekat tempat tinggalnya. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram dr. Lalu Herman Maha Putra menyebutkan, seluruh jaminan kesehatan seperti askes, jamkesmas, (Suara NTB/nia) jamkesda dan jampersal yang Lalu Herman Maha Putra saat ini berlaku, akan dihapus dan digantikan dengan BPJS kesehatan. Jadi seluruh lapisan masyarakat nantinya, dapat mengakes jaminan sosial kesehatan ini. Namun ada aturan main baru dalam penerapan BPJS ini. Sebab terkecuali pasien darurat, pasien umum tidak boleh langsung memeriksakan diri ke rumah sakit. Pemeriksaan akan dilakukan berjenjang di dari pelayanan kesehatan dasar seperti puskesmas, klinik dan dokter keluarga. Jika memang penyakit pasien tidak bisa ditangani melalui pelayanan kesehatan dasar, barulah mereka akan memperoleh rujukan ke rumah sakit. “Mulai besok tidak bisa masyarakat langsung seperti sekarang, harus melalui rujukan puskesmas atau klinik. Jadi bukan kita rumah sakit yang menolak, tetapi sistem BPJS yang akan menolak dengan sendirinya,” terangnya. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya over kapasitas pelayanan di rumah sakit. Rumah sakit nantinya hanya akan menangani penyakit-penyakit berat saja. Sebab kalau semua masyarakat termasuk pasien batuk pilek ikut berobat ke rumah sakit, dikhawatirkan pasien dengan penyakit-penyakit berat tidak bisa terlayani dengan baik. Oleh sebab itu butuh kerjasma dengan Dinas Kesehatan, untuk memberikan rambu-rambu dan mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat. Termasuk memperbaiki pelayanan kesehatan dasar. Untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar, nantinya Puskesmas atau klinik akan memiliki standarisasi pelayanan. (nia)

(Suara NTB/smd)

BANTUAN - Beberapa rumah tidak layak huni yang ada di Kota Mataram ditarget rampung pada tahun 2015 mendatang. salah satu rumah tak layak huni dalam gambar juga membutuhkan bantuan yang sama.

Meningkat, Rumah Tak Layak Huni di Mataram Mataram (Suara NTB)Meski menjadi ibukota Provinsi NTB, di Kota Mataram tak bisa dipungkiri masih banyak terdapat rumah tak layak huni. Bahkan, dari data Bappeda Kota Mataram jumlahnya justru mengalami peningkatan. Kepala Bappeda Kota Mataram, Lalu Martawang kepada Suara NTB, Sabtu (27/7) lalu menyampaikan, dari data yang dimilikinya jumlah rumah tak layak huni di Kota Mataram mencapai 2.080 rumah. Namun kini, jumlah tersebut dipastikan mengalami penambahan yang lumayan besar. Penambahan itu dikarenakan ting-

ginya animo masyarakat terhadap program yang dilaksanakan Pemkot Mataram. Meski adanya penambahan rumah tak layak huni di Pemkot Mataram, Martawang membantah jika angka kemiskinan di Kota Mataram juga mengalami peningkatan. “Tidak ada peningkatan angka kemiskinan.

Itu disebabkan karena tingginya animo masyarakat yang menyambut baik program dari pemerintah,” jelasnya. Mengenai jumlah penambahan tersebut, dirinya belum mempunyai data pasti. Namun yang jelas, pihaknya akan melakukan intervensi secara bertahap dan berkesinambungan. “Untuk pere-

Pengadaan Meja Kursi Siswa BL

Pemkot akan Ajukan Anggaran Rp 1 Miliar Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram akan mengajukan anggaran sebesar Rp 1 milyar, guna mengantisipasi dampak membengkaknya kuota Bina Lingkungan (BL) yang secara langsung berimbas pada proses kegiatan belajar mengajar siswa. Pengajuan anggaran dalam APBD perubahan ini, ditujukan untuk pengadaan meja dan kursi beberapa sekolah. Kepala Bappeda Kota Mataram Lalu Martawang Sabtu (27/7) menyebutkan, pengajuan anggaran Rp 1 milyar ini nantinya akan diusulkan melalui APBD Perubahan melalui pos anggaran Dikpora. Jadi Dinas Diporalah yang nantinya akan mengatur secara teknis terkait pembagian dan kegunaan anggaran. “Harapan kita ini bisa mengurangi terjadinya beberapa hal yang diberitakan media kaitannya dengan dampak Bina Lingkungan,” terangnya. Martawang melanjutkan, nantinya Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) akan mengalokasikan anggaran itu kepada banggar DPRD Kota Mataram. Ketika dua belah pihak sudah sepakat, inilah yang nantinya akan menjadi acuan penyusunan RAPBD Perubahan. “Saya kira sekolah punya

BELAJAR DI LANTAI - Beberapa siswi tengah belajar di lantai. Sedikitnya ada empat rombel di SMPN 6 Mataram yang belajar lesehan. Hal ini merupakan dampak membengkaknya kuota BL. kemampuan yang cerdas agar anak-anak tidak seperti apa yang diberitakan media. Tetapi pungutan tetap tidak diperbolehkan,” tegasnya. Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawatimenyebutkanminimnyameubelair di beberapa sekolah, bukan berartimelegalkansekolahmelakukan pungutan. Hal ini menurut Nyayu, sepenuhnya merupakan tanggungjawab pemerintah daerah sehingga harus dianggarkan dalam APBD. “Kalau penganggaran itu sangat dibutuhkan anak-anak

kita ya memang kita harus anggarkan itu,” terangnya. Untuk itu, pihaknya berjanji akan melakukan check dan recheck khususnya ke sekolah-sekolah bekas RSBI. Nyayu berharap pemberian anggaran ini bisa tepat sasaran dan bukan untuk sekolahsekolahyangmemangdulunyamemang sudah membengkak dan tambah membengkak lagi tahun ini. Tentunya tidak cukup pada sekolah-sekolah negeri yang harus diberikan dukungan anggaran, tetapi juga sekolah swasta yang selama ini minim peminat. (nia)

Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh berharap pinjaman daerah yang diajukan Pemkot Mataram ke PIP (Pusat Investasi Pemerintah) segera cair. Harapan ini menyusul sorotan kalangan DPRD Kota Mataram yang pesimis pembangunan jalan lingkungan yang dibiayai dari pinjaman daerah akan rampung tahun ini. Walikota yang dikonfirmasi Suara NTB kemarin mengungkapkan, pihaknya memang menargetkan sebagian besar pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan drainase sebagian besar selesai pada tahun 2013 ini. ‘’Kemudian tahun 2014 fokus anggaran kita untuk masalah yang berkaitan dengan pengembangan SDM dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan,’’ terangnya. Namun demikian, sambung Ah-

yar, bukan berarti pada tahun yang akan datang tidak ada pembangunan infrastruktur sama sekali. Hal ini mengingat kebutuhan untuk perbaikan jalan cukup besar dan jumlah jalan yang ada di Mataram juga cukup panjang. kebijakan yang ditempuh Pemkot Mataram untuk percepatan penyelesaian masalah jalan, antara lain melalui pinjaman daerah di PIP. Ahyar pun tidak menampik kalau prosedur pinjaman daerah di PIP, memang cukup rumit. ‘’Tapi ini sudah kita tempuh tinggal berapa tahap saja. Nanti saya juga secara langsung akan mengekspose rencana itu di hadapan pimpinan PIP di Jakarta,’’ imbuhnya. Karenanya, Pemkot Mataram berusaha pinjaman daerah bisa secepatnya keluar dan diproses lebih lanjut,sehinggasecepatnyabisaterlaksana. Pengklusteran jalan yang

akan dibangun melalui dana pinjaman daerah telah dilakukan oleh pihak konsultan. Ahyar menegaskan,jalanyangakandibangundengan pinjaman daerah ini adalah jalanlingkungan.Jalanlingkungan, menurut dia, adalah tanggung jawab Pemkot Mataram. ‘’Kalau jalan nasional dan jalan provinisi tinggal bagaimana PeJkot Mataram melakukan kordinasi dengan provinsi dan itu terus dilakukan,’’ pungkasnya. Ini terbukti dari beberapa ruas jalan nasional yang telah dibangun. Walaupun PAD Kota Mataram terus meningkat tapi Ahyar yakin, tidak akan cukup mengcover pembangunan jalan lingkungan mengingat masih banyak masalahmasalah lain yang harus disaelesaikan. ‘’Itulah kebijakan yang diambil dengan melakukan pinjaman daerah,’’ tandasnya. (fit)

(Suara NTB/nia)

haban dan perbaikan rumah tak layak huni, program itu ada dibeberapa SKPD di Pemkot Mataram,” imbuhnya seraya menambahkan beberapa SKPD yang dimaksudkan adalah Dinas PU, Dinas Sosial, BPBD dan BPM Kota Mataram. Lebih lanjut disampaikan Martawang, tahun ini Pemkot Mataram fokus untuk menyelesaikan sekitar 350 rumah tak layak huni yang ada di wilayah pesisir pantai. “Kita fokus ke penanganan rumah warga yang terkena ombak beberapa waktu lalu,” tegasnya.

Ditanya mengenai target, Martawang mengatakan, sesuai arahan Walikota Mataram, target rampung perbaikan rumah tak layak huni sebanyak 2.080 adalah tahun 2015 mendatang. “Kami harapkan pada saat RPJMD mendatang semuanya sudah tertangani,” tambahnya. Mengenai besaran anggaran yang dipersiapkan, Martawang mengaku kurang hafal. “Ini masalah angka, saya tidak bisa menebak-nebak. Yang jelas itu sudah ada dalam APBD kita,” tandasnya. (smd)

Banyak Warga Mataram Belum Nikmati Air Bersih Mataram(SuaraNTB)Hibah sambungan baru PDAM senilai Rp 11 miliar dari pemerintah Australia diharapkan dapat menjawab tingginya kebutuhan air bersih di Kota Mataram. Sebab, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengaku bahwa masih banyak warga di Mataram belum menikmati air bersih. Meski tidak merinci jumlah rumah tangga yang belum menikmati air bersih, namun Ahyar menyebutkan, ada 5.000 sambungan baru PDAM yang akan diberikan kepada rumah tangga yang belum memiliki sambungan PDAM secara cuma-cuma atau gratis. Pemasangan keran untuk rumah tangga sebanyak 5.000 sambungan, kata dia, dilakukan secara bertahap selama tahun 2013 hingga 2014 mendatang. ‘’Bantuan ini berasal dari pemerintah australia. Nilainya 11 miliar. untuk siapa-siapa yang berhak menerima bantuan itu, sudahadasurvainyayangdilakukan oleh PDAM,’’ terangnya. Sasaran sambungan baru gratis

ini adalah rumah tangga yang belum menikmati sambungan PDAM, terutama warga dengan tingkatperekonomianmenengah kebawah.‘’Pemasangannyagratis tapi tagihan per bulan ditanggung si penerima bantuan. o iya mereka, lagipula itu tidak tinggi bayarannya,’’pungkasnya. Karena dikerjakan secara bertahap, maka di tahun 2013 inidikerjakan2.500sambungan baru terlebih dahulu. Kemudiannya sisanya 2.500 sambungan lagi akan digarap tahun depan. Sementara itu, terkait usulan DPRD Kota Mataram yang akan memfasilitasi pertemuan antara BPK, DPRD dan Pemkot Mataram, Ahyar memberi apresiasi usulan Dewan. ‘’Ya memang itu yang harus ditempuh, kita minta dari pihak BPK yang akan memfasilitasi. artinya supaya hitung-hitungan sahamnya itu sesuai, sehingga tidakmasing-masingpemerintah baik Pemkot Mataram maupun Pemkab Lobar menilai sendiri. ini tidak lepas dari semangat kebersamaankitauntukmemberikanyangterbaik,’’katanya.(fit)

Pelayanan RSUD Kota Mataram Masih Dikeluhkan Walikota Berharap Pinjaman Daerah Segera Cair Mataram(SuaraNTB)Meningkatnya status RSUD Kota Mataram dari klas C menjadi klas B, diapresiasi positif kalangan DPRD Kota Mataram. Namun demikian, mengiringi peningkatan status tersebut, banyak hal yang menjadi catatan Dewan. Hanura dalam pemandangan umum fraksi yang dibacakan Sang Ketut Deresta di hadapan sidang paripurna, Sabtu (27/7) menggarisbawahi, hal yang perlu diperhatikan dengan ditingkatkannya status RSUD Kota Mataram, adalah ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan, ketersediaan dan kualitas SDM pelayanan kesehatan. Untuk itu, pelayanan kesehatan khususnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin (masyarakat yang menggunakan program jamkesmas)

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Harus Ditempati Pejabat yang Mampu Mataram (Suara NTB) Langkah Pemkot Mataram membentuk SKPD baru bernama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset, mendapat apresiasi dari sejumlah fraksi di DPRD Kota Mataram. Fraksi PDI Perjuangan misalnya. Dalam pemandangan umum yang dibacakan Sekretaris fraksiPDIPerjuangan,IGustiMade Winantara, menekankan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, harus benar-benar ditempati oleh pejabat yang mampu menyelesaikan permasalahan aset yang berlarut-larut. ‘’Jangan sampai setelah SKPD ini terbentuk,

status Pemkot Mataram tetap memperoleh WDP dari LHP BPK. Akantetapidarisemuahaltersebut, menurut Fraksi PAN dibutuhkan kajian yang cermat dan mendalam terutama dalam hal penempatan SDM dan mempertimbangkan dengan cermat tentang pembiayaan. ‘’Kami masih sangat mengedepankan prinsip “miskin struktur kaya fungsi”,’’ ujar anggota Fraksi PAN, Lalu Suryadi. Bagi Fraksi Hanura, keberadaan SKPD ininantinyaharusdidukungdengan kualitas pejabat dan pegawai yang benar-benarmenguasaiatauahlidibidangnya,sehinggalembagainibe-

nar-benardapatbekerjasesuaidengan harapan semua pihak dan bukan sebagai pelengkap saja. Harapanyangsamajugadisampaikan Fraksi Demokrat dan Fraksi Peduli Indonesia. Menurut AnggotaFraksiDemokrat,Irawan,dengan dibentuknya Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Baperjakat harus menempatkan Pejabat yang sesuai dengan keahliannya dan Pegawai yang mampu untuk mengelola keuangan dan asset. Fraksi Peduli Indonesia berharap dengan dibentuknya Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah nantinya dibarengi dengan

kerja keras dari instansi tersebut. Dengan demikian, ia yakin keinginanPemkotMataramuntukmemperoleh Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK bisa terealisasi. Sebab, menurut Ketua Fraksi PPP,Drs.HusniThamrin,MPd.,pergerakanpengelolaanasetdaerahterkesan agak lambat sehingga banyak aset yang belum terseteksi kebereadaannya. Hal ini dituding menjadi penyebab gagalnya Pemkot MatarammendapatkanpenilaianWTP. Badanpengelolaankeuangandanaset diminta memaksimalkan manajemen pengelolaan keuangan dan aset yang dimiliki Pemkot Mataram. (fit)

harus diperlakukan sama dengan pasien umum lainnya, mengingat selama ini banyak warga yang mengeluhkan kurang seriusnya pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di RSUD Kota Mataram. ‘’Kami memberikan apresiasi kepada RSUD Kota Mataram yang telah mendapatkan status Kelas Rumah Sakit menjadi Kelas B. Hal ini harus di dukung dengan kualitas SDM para dokter dan perawat kesehatan, yaitu dengan mengedepankan prinsip pelayanan dan profesionalisme kerja,’’ ujar juru bicara Fraksi Demokrat, Irawan. Sebagai badan layanan umum daerah yang melayani pelayanan kesehatan, menurut Fraksi Peduli Indonesia, RSUD Kota Mataram harus lebih meningkatkan pelayanannya yaitu dengan pelayanan yang prima dan profesional dalam bekerja. Pada bagian lain, Fraksi PDI Perjuangan mengomentari pembentukan organisasi dan tata kerja RSUD Kelas B Kota Mataram. ‘’Kami apresiasi dengan Keputusan Menteri Kesehatan yang telah menetapkan RSUD Kota Mataram telah memenuhi syarat untuk ditingkatkan menjadi Rumah Sakit Kelas B,’’ katanya. Namun, menurut Fraksi PDI P, perlu diingat bahwa berdasarkan hasil LHP BPK terhadap pengelolaan keuangan di RSUD yang sangat memperihatinkan. ‘’Sehingga harapan kami dengan peningkatan status ini agar di dalam organisasi RSUD harus benar-benar ditempatkan pejabat/pegawai yang memiliki kualitas SDM yang professional di bidangnya,’’ tandas Gusti Made Winantara. (fit)


SUARA NTB Senin, 29 Juli 2013

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 3

Diduga Terlibat Pembunuhan Petani Tembakau Rentan Dipermainkan MUSIM tanam tahun 2012 bisa dikatakan tahun yang suram bagi para petani tembakau di Pulau Lombok umumnya dan Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) pada khususnya. Bagaimana tidak, pada musim tanam tersebut, hampir sebagian besar petani tembakau, khususnya petani swadaya menderita kerugian cukup besar. Akibat dari anjloknya harga tembakau di pasaran. Anjloknya harga tembakau di pasaran terjadi lantaran para petani (Suara NTB/kir) swadaya kesulitan meBoedidoyo masarkan tembakau miliknya. Alasannya, perusahaan-perusahaan penampung tembakau yang ada mengaku sudah kelebihan kuota, sehingga mau tidak mau para petani terpaksa menjual tembakau miliknya, kendati dengan harga di bawah standar pasar. Wakil Ketua Umum Aliansi Masyarat Tembakau Indonesia (AMTI), Boedidoyo, kejadian pada tahun 2012 tersebut, sebenarnya tidak perlu terjadi. Jika, petani tembakau memiliki informasi yang lengkap dan akurat, terkait kondisi pertembakauan secara nasional maupun daerah. “Yang terjadi selama ini, petani sangat lemah dalam hal informasi. Sehingga harga tembakau rentan dipermainkan oleh oknum-oknum yang terlibat dalam industri pertembakauan,” jelasnya, di sela-sela kunjungan ke kantor DPD APTI NTB, di Desa Mantang Batukliang Loteng, Sabtu (27/7). Diakuinya, minimnya informasi yang diperoleh petani tembakau terkait perkembangan industri tembakau dikarenakan ketidakmampuan petani itu sendiri dalam mengakses informasi. Baik itu tentang perkembangan harga tembakau, regulasi-regulasi terkait pertembakauan, hingga kuota dari perusahaan-perusahaan penampung tembakau. Termasuk kondisi cuaca yang terjadi. Selama ini, lanjut Boedidoyo, petani hanya asal menanam tanpa mempertimbangkan kondisi cuaca, kuota tembakau sampai pangsa pasar dari tembakau itu sendiri. Akibatnya, petani dengan mudahnya dipermainkan oknumoknum tertentu dengan tujuan bisa menjatuhkan harga tembakau. ‘’Misalnya, dengan menghembuskan informasi kalau tengah terjadi over produksi. Sehingga petani kemudian berlomba-lomba menjual tembakaunya dengan harga yang sangat rendah. Supaya tembakau bisa tetap terjual. Padahal, kondisi sesungguhnya jauh berbeda,” ujarnya. (kir)

Penggunaan Pupuk Subsidi Menurun TERHITUNG sejak bulan Mei lalu, musim tanam sudah memasuki musim kemarau (MK). Selama MK ini, petani menanam padi mengalami penurunan hingga 50 persen dari total 48 ribu hektar (ha) total lahan pertanian Lombok Timur (Lotim). Karenanya, kebutuhan pupuk subsidi pun dipastikan mengalami penurunan. Kepala Bidang Perlindungan Tanaman Pertanian (Perlintan) Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Lotim, Nurawan Hamdi, mengungkapkan, kebutuhan pupuk pada saat sekarang ini tidak terlalu banyak. Karenanya, meski kapal pembawa pupuk bersubsidi belum bisa sandar di Lembar diyakini tidak akan berpengaruh pada ketersediaan pupuk Lotim. Stok pupuk yang masuk ke Lotim pada tahun 2013 ini untuk jenis urea pada komoditi padi sebesar 15.551,5 ton. Sampai Juni lalu, sudah terealisasi sebesar 11.000 ton. Berdasarkan pengalaman, total pupuk yang terserap tidak pernah menghabiskan stok yang dialokasikan ke Lotim. Pihaknya memperkirakan serapan pupuk petani sekitar 80 persen. (rus)

Jaga Kondusivitas APARAT keamanan di kawasan Pariwisata khususnya Kecamatan Pemenang terus melakukan antisipasi untuk menjaga kondusivitas kamtibmas selama Ramadhan. Antara lain, Polsek Pemenang telah memusnahkan minuman keras tradisional serta petasan. Kapolsek Pemenang, Iptu Heru Windiarto, kepada wartawan Sabtu (27/7), mengakui dari penelusuran yang dilakukan di beberapa tempat beberapa waktu lalu, terkumpul barang bukti miras dan petasan. “Jumlahnya tidak banyak, hanya 2 dus petasan berbagai merk. Petasan ini kita himpun dari berbagai pengecer yang tidak mempunyai izin,” ungkapnya. Usai menarik sejumlah barang bukti dari pengecer, Heru menyarankan kepada pengecer agar segera berkoordinasi dengan mitranya, guna mengakomodir izin penjualan. Bagaimanapun petasan yang diperjualbelikan di pasaran, dikhawatirkan mendapat respons kurang baik dari masyarakat, karena menimbulkan kegaduhan di malam Ramadhan. Sementara dari jenis minuman tradisional yang disita dari penjual, Heru mengakui jumlahnya tidak besar. Namun terhadap kondisi selama Ramadhan, ia mengharapkan adanya kerja sama masyarakat agar bersama-sama menjaga kondusivitas dan keamanan. (ari)

Oknum Anggota Polisi Ditangkap Praya (Suara NTB) Jajaran Sat Reskrim Polres Lombok Tengah (Loteng) berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan berencana yang dialami L. Bukran, warga Jambek Desa Tanak Awu Pujut. Empat pelakunya berhasil dibekuk, setelah dua minggu kejadian. Salah satu pelaku yang ditangkap adalah oknum anggota polisi. “Keempat pelaku sudah kita tangkap bersama barang bukti. Para pelaku sendiri kini dititip di tahanan Polda NTB,” sebut Kasat Reskrim Polres Loteng, IPTU Deni Septiawan, seizin Kapolres Loteng, Sabtu (27/7). Ia menunturkan, kasus pembunuhan berencana itu sendiri berlangsung pada Jumat (5/7) malam lalu. Waktu itu tiga para pelaku masingmasing DW warga Labuapi, RT warga Jempong serat SD asal Perampuan Mataram, datang bertamu ke rumah korban, L. Bukran, sekitar pukul 16.00 wita. Setelah itu, pelaku bersama korban menggelar pesta miras dan narkoba. Selama menggelar pesta miras dan narkoba, pelaku beberapa kali meminta korban untuk memberikan samurai milik korban yang sudah lama diincarnya. Namun hingga pukul 22.00 wita, korban tidak juga mau memberi samurai tersebut kepada pelaku. Padahal pelaku sudah banyak mengeluarkan uang kepada korban supaya bisa memiliki samurai yang dimaksud. Tapi nyatanya, korban tetap ngotot untuk tidak memberikan barang berharga miliknya itu. Sikap ngotot korban, nyatanya membuat para pelaku mangkel. Sekitar pukul 22.30 wita, dalam kondisi mabuk para pelaku lantas menga-

niayai korban hingga meregang nyawa. Usai menghabisi korban, karena panik salah satu pelaku DW, kemudian menghubungi IS, asal Kota Praya, supaya membawakan mobil. Sekitar setengah jam kemudian, IS datang ke lokasi kejadian dengan membawa mobil sedan jenis Volvo DR 380 SZ. Tanpa pikir panjang, para pelaku lantas menaikkan korban ke mobil tersebut dan dibawa ke arah Desa Sekotong Lombok Barat (Lobar). Sesampainya di wilayah Mendan Utara, di salah satu sumur tubuh korban kemudian dibuang. Selepas itu, para pelaku kemudian pulang. Kasus pembunuhan tersebut kemudian mulai tercium aparat kepolisian. Setelah istri korban, melaporkan perihal penculikan yang dialami suaminya, tepat dua hari setelah kejadian. Berdasar laporan istri korban, polisi mulai melakukan penyelidikan. “Awalnya kita blank sama sekali dengan kasus ini,” ungkapnya. Namun perlahan kasus mulai terkuak, setelah polisi menelusuri keberadaan mobil sedan jenis Volvo yang digunakan untuk membawa korban. Pasalnya, istri korban sempat melihat mobil sedan tersebut parkir di depan rumahnya saat kejadian. Dari

(Suara NTB/kir)

RONGSOKAN - Kasat Reskrim Polres Loteng, IPTU Deni Septiawan, menunjukkan rongsokan mobil sedan Volvo yang menjadi barang bukti pembunuhan, L. Bukran, warga Tanak Awu Pujut. sanalah polisi melacak keberadaan pelaku. Dan, beberapa hari kemudian, polisi akhirnya menangkap IS, pemilik mobil sedan tersebut. Dari keterangan IS, polisi terus melakukan pengembangan. Sehingga terungkaplah identitas empat pelaku utama lainnya. “Kalau pelaku IS memang tidak terlibat penganiayaan atas korban. Namun ia tetap ditangkap, karena turut terlibat membuang tubuh korban,” jelasnya. Satu demi-demi satu tiga pelaku utama lainnya berhasil diamankan. Setelah seminggu lebih melakukan pengejaran. “Yang paling terakhir kita tangkap, SD, Rabu (24/7)

Gubernur Minta Masyarakat Lobar Jaga Keamanan Giri Menang (Suara NTB) Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengingatkan masyarakat Lombok Barat (Lobar) tetap menjaga keamanan dan berbagai jenis gangguan lainnya. Gubernur juga mengajak masyarakat menjaga kekompakan dalam membangun daerah. Jika masyarakat kompak, apapun yang dilakukan akan berhasil. ‘’Termasuk Lobar sebentar lagi Pilkada. Jaga kekompakan satu sama lain,” ujarnya saat melakukan Safari Ramadhan di Masjid Al Maqbul Nyiur Lembang Narmada, Sabtu (27/ 7) malam. Hadir juga Bupati Lobar Dr. H. Zaini Arony, MPd, kepala SKPD lingkup Pemprov NTB dan Lobar. Pada kesempatan tersebut, gubernur menjelaskan, visi dan misi pemerintahannya pada periode kedua ini bertambah. Dari hanya NTB Bersaing (Beriman dan Berdaya Saing), maka periode 2013-2018 ditambah menjadi “NTB Beriman, Berbudaya, Berdaya saing dan Sejahtera”. Penambahan itu

(Suara NTB/ist)

SAFARI - Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan Bupati Lobar dalam acara Safari Ramadhan di Narmada, Sabtu (27/7) malam. karena banyak nilai-nilai adat dan budaya yang baik di NTB yang perlu dipertahankan. Sementara `Sejahtera` karena semua proyek pembangunan yang dilakukan tujuan akhirnya adalah untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Hal penting lainnya yang disampaikan adalah mengenai keutamaan bulan Ramadhan. Menurutnya, perjuangan Rasulullah itu mengala-

mi titik-titik penting pada bulan Ramadhan. Seperti turunnya Al Qur‘an pada bulan Ramadhan dan perang yang paling menentukan, yakni Fathu Mekkah juga terjadi pada bulan Ramadhan. Sementara itu, tausyiah singkat yang disampaikan oleh TGH. Hasanain Juaini Muhtar pada intinya menyampaikan baik Lobar maupun NTB akan meraih masa kejayaan. (her)

siang kemarin. Setelah sebelumnya mengamankan DW serta RT,” tambah Deni. Selain para pelaku, polisi juga mengamankan mobil sedan Volvo sebagai barang bukti. Namun saat diamankan, mobil tersebut sudah “kanibal” sebelumnya oleh pelaku dipecah-pecah. Pecahan mobil itu sendiri sempat dijual ke salah satu pengempul barang bekas di Mataram. Rupanya pelaku ingin menghilangkan barang bukti dengan memecah-mecah bagian mobil mewah tersebut. “Untungnya kita cepat mengamankan barang bukti tersebut. Kalau tidak, bangkainya mungkin sudah diba-

wa ke Surabaya,” tegasnya Deni. Atas perbuatannya tersebut, para pelaku diancam pasal berlapis yakni pasal 340 serta 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau kurungan seumur hidup. Ditanya status salah satu pelaku yakni DW, yang diduga anggota bintara Polres Lobar berpangkat Brigadir Polisi sekaligus otak perencana pembunuhan tersebut, Deni, enggan berkomentar. “Yang jelas inisialnya DW, rumah di Labuapi Lobar. Kalau masalah statusnya apakah anggota polisi, saya tidak bisa berkomentar,” kilahnya. (kir)

Jalur Kediri-Mataram Butuh Jalan Alternatif Giri Menang (Suara NTB) Jumlah pedagang di Pasar Kediri terus bertambah, sementara luas areal pasar terbatas. Akibat jumlah pedagang yang over kapasitas tanpa didukung lahan, sehingga banyak pedagang berjualan hingga keluar areal pasar, bahkan hingga ke jalan. Demikian disampaikan Camat Kediri Hamka, S.Sos, MM, kepada Suara NTB, Sabtu (27/ 7). Dampak lainnya, sempitnya lahan parkir menyebabkan parkir kendaraan meluber hingga ke jalan. Hal ini mengakibatkan jalur jalan perisis di depan pasar sering macet total, terutama hari Jumat. ‘’Karena itu, untuk mengurai kemacetan itu dperlukan jalan alternatif. Pembangunan jalan alternatif ini pun sudah diusulkan oleh pihak Kecamatan, namun sejauh ini belum direspons oleh pemda,’’ ungkapnya.

Solusi sementara untuk mengurai kemacetan, ungkapnya, pihak kecamatan terpaksa mengorbankan lahan di kantor kecamatan untuk dijadikan lokasi parkir. Sementara jika mengharapkan solusi pemerintah belum ada, karena usulan pembangunan jalan alternatif hingga saat ini belum direspons. Menurutnya, usulan membuat jalur alternatif sudah lama disuarakan di berbagai pertemuan baik di tingkat kabupaten dan provinsi. Dulu, ia pernah mengusulkan jalur alternatif. Yang menghubungkan tiga kecamatan sekaligus yakni Labuapi, Kediri dan Narmada. Jalur jalannya pun katanya sudah ada, tinggal dimanfaatkan dan ditingkatkan status jalan daerah menjadi jalan provinsi. Karena jalur itu mulai dari Badrain, Narmada ke Tanggepan dan tembus ke Montong Are. (her)

Bantuan Raskin di Gelogor Diduga Dipotong

Orang Kaya Diberikan Jatah, Si Miskin Jadi Korban Lagi-lagi faktor kemiskinan menyebabkan masyarakat harus menderita. Di Lombok Barat (Lobar), persentase kemiskinan mencapai 17 persen. Angka ini cukup tinggi jika dihitung dari jumlah penduduk mencapai 700 ribu jiwa. Desa Gelogor Kediri satu dari sekian banyak desa yang angka kemiskinannya cukup mencolok. Namun kebijakan pemerintah tak serta merta memihak kepada warga miskin setempat. Salah satu contohnya, bantuan beras untuk warga miskin (raskin) justru dipotong untuk diberikan kepada warga kaya di daerah itu. Hal ini menyebabkan warga miskin menjadi korban. ADALAH pasangan keluarga miskin, Sapri dan Samrin di

Dusun Gelogor Utara menjadi korban pemotongan jatah raskin itu. Ia hanya mendap-

atkan jatah 4 kilogram yang seharusnya 16 kilogram. Menurut keterangan pihak dusun, jatah yang dipotong itu diberikan kepada warga lain yang tidak dapat jatah. Namun hal ini tak dimusyawarahkan, belum lagi jatah itu diberikan kepada warga tergolong mampu — warga yang memiliki sawah. Ditemui di gubuknya, pasangan suami istri Sapri dan Samrin ini terlihat sedang sibuk menyiapkan menu buka puasa. Menu buka puasa yang disiapkan pun sederhana, tak ada makanan istimewa. Samrin (70) menuturkan, bantuan raskin yang ia terima berdasarkan jatah dari pihak dusun dan desa. Beberapa kali ia terima bantuan, hanya diberikan 4 kilogram. Jauh dari jatah yang dipatok pemerintah 16 kilogram. Namun, ia bersama suaminya tak banyak protes. Di Dusun itu terdapat 400 KK, hampir semua penerima jatahnya dipangkas. Namun bukan diberikan kepada yang miskin, namun KK kaya juga diberikan jatah. Dirinya tak tahu

apa pertimbangan pemerintah. “Kami dapat aja syukur, kami terima saja, ” tutur Sapri, Minggu (28/7). Meski tempat tinggalnya di rumah batu, namun kondisinya memprihatinkan. Pakaian bergelantungan di manamana, lantainya dari tanah sehingga sedikit berdebu. Tak ada bahan berharga di ruang tidurnya. Ironisnya, tempat tidurnya hampir menyatu dengan dapur. Tak ada MCK, untuk buang air ia mesti ke parit sekitar dusun setempat. Sementara Samrin sibuk memasak di dapur yang berukuran mini. Tangannya yang keriput tampak terampil memotong terong dan cabai. Sepertinya menu buka puasanya, hanya itu saja. Kulitnya, mulai keriput karena termakan usia. Matanya pun tak mampu mengenali dengan baik setiap orang yang iia temui. Ia menikah dengan Sapri

tahun 1965 lalu, ia dikaruniai dua anak. Kedua anaknya bernama Nasri dan Bohri. Nasip dua anaknya kurang beruntung, karena hanya bekerja sebagai tukag ojek. Kedua anaknya ini saling bahu-membahu mencarikan nafkah bagi ia dan suaminya. Perhatian pemerintah sangat diharapkan dalam membantu kehidupannya menjadi lebih baik. Sebelumnya, jatah penerima raskin di Lobar dipangkas atau dikurangi sekitar 2 persen atau setara dengan 1.000 KK atau rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM) tahun ini. Artinya sebulan, jatah Lobar berkurang sekitar 25.860 kg atau 25 ton lebih. Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Lobar, Halawi Mustafa menjelaskan, alokasi raskin ini mengacu data PPLS tahun 2011 dan pemotongan ini berlaku di seluruh daerah. (her)

(Suara NTB/her)

MISKIN - Salah satu potret keluarga miskin di Gelogor Lobar. Butuh perhatian serius pemerintah.


SUARA NTB Senin, 29 Juli 2013

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 4

Tim Gabungan Musnahkan Makanan Kedaluwarsa Kota Bima (Suara NTB) Tim gabungan BPOM NTB, Diskoperindag Kota Bima dan Sat Pol-PP Kota Bima, Sabtu (27/7) menggelar operasi makanan kedaluwarsa dan mengandung zat-zat berbahaya di sejumlah swalayan dan toko. Hasilnya, tim berhasil mendapati sejumlah makanan kedaluwarsa di toko-toko yang disasar. Makanan kedaluwarsa ini pun langsung dimusnahkan di masing-masing toko. Razia yang dipimpin Kasi Pemeriksaan Yosef Dwi Irawan ini awalnya menyasar makanan kedaluwarsa di Swalayan Lancar Jaya. Namun di tempat tersebut tim tak menemukan makanan kedaluwarsa. Hanya saja tim sempat mendapati makanan Kembang Goyang yang diduga menggunakan zat pewarna bahaya. Setelah menyasar swalayan dimaksud tim melanjutkan ke Hokky Mart. Tim baru mendapati sejumlah produk yang masuk kedaluwarsa di toko Sederhana dan Toko Serasuba. Sejumlah produk tersebut termasuk minyak goreng, makanan kemasan serta es krim. Seluruh produk ini kemudian dimusnahkan di masing-masing toko. Tak hanya menyasar toko-toko, tim juga menyasar makanan dan minuman yang mengandung zat-zat berbahaya di Pasar Ramadhan. Ketua Tim Yosef Dwi Irawan PS yang dikonfirmasi, mengatakan operasi ini merupakan bagian operasi yang dilakukan di seluruh NTB. Sebelumnya operasi yang sama dilakukan di sejumlah titik di Kabupaten Bima. “Yang kita sasar itu yang kemasan sudah penyok, mengandung rodhamin,” ujarnya. Ternyata setelah dilakukan pengujian, pihaknya mendapati sejumlah makanan yang mengandung rodhamin. Khusus bagi makanan yang mengandung zat tersebut pihaknya kemudian melakukan pembinaan yang dikhususkan kepada produsen. Karena penjual biasanya tak terlalu paham tentang masalah tersebut. Namun pihaknya tetap mengingatkan para pemilik toko maupun pengelola swalayan untuk selalu mengecek masa kedaluwarsa serta yang kemasannya penyok. Sementara dalam razia tersebut bagi toko maupun swalayan yang kedapatan menjual makanan kedaluwarsa, pihaknya langsung memberi sanksi dengan memusnahkan produk di tempat. Agar pemilik toko tak mengulangi perbuatannya. Namun jika diulangi tentu bisa dikenakan dengan tindak pidana. “Selain itu kita ingatkan ke konsumen untuk cerdas dan selalu memperhatikan masa kedaluwarsanya termasuk komposisi,” pungkasnya. (use)

Pemilu Legislatif 2014

(Suara NTB/dok)

Jumlah TPS di KSB Bertambah Taliwang (Suara NTB) Jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang akan bertambah. Jika pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) NTB jumlah TPS hanya sebanyak 240, tapi pada Pemilu legislatif mendatang jumlahnya akan menjadi 332 TPS. “Akan ada tambahan 92 TPS dari jumlah TPS 240 yang kita guanakan di Pilkada NTB,” jelas Ketua KPU KSB Khaeruddin, SE kepada wartawan di ruang kerjanya, Sabtu (27/7). Keputusan menambah jumlah TPS tersebut oleh KPU bukan karena terjadinya pemekaran wilayah. Menurut Khaeruddin, pemabahan TPS lebih dikarenakan pertimbangan waktu pencoblosan. Menurutnya proses pencoblosan saat Pemilu berbeda dengan Pilkada. Sebab jumlah surat suara yang akan dicoblos warga tidak hanya satu, melainkan empat kertas surat suara. Jumlah surat suara tersebut kata Khaeruddin, akan membutuhkan waktu lebih bagi warga untuk memilih. Sementara waktu pemungutan suara secara umum tidak terjadi perubahan. “Kalau Pilkada hanya satu surat suara, tapi kalau Pemilu ada empat, DPRD, DPRD Provinsi, DPR dan DPD. Nah ini butuh waktu, sementara waktu pembukaan TPS hanya dipatok sejak pukul 07.00 sampai 13.00. Artinya tidak akan cukup waktu untuk mengakomodir semua pemilih di satu TPS. Makanya kita putuskan menambahkannya,” paparnya. Selain faktor waktu, penambahan TPS juga dilakukan KPU untuk mendekatkan lokasi pemungutan suara kepada pemilih. Selama ini kata, Khaeruddin salah satu faktor minimnya angka partisipasi pemilih diakibatkan jauhnya lokasi TPS dari pemukiman pemilih. “Nah sekarang ini kesempatan kita mendongkrak angka partisipasi dengan mendekatkan lokasi TPS dengan rumah-rumah warga yang sebelumnya jauh dari TPS,” timpalnya. Dengan bertambahnya jumlah TPS tersebut, Khairuddin mengatakan, para pemilih akan memperoleh waktu lebih senggang saat berada di dalam bilik suara untuk memilih para wakilnya di tiap tingkatan. “Saya perkirakan per-TPS jumlah pemilihnya berkisar antara 300 sampai 350 pemilih,” ujarnya. Soal wilayah yang mendapatkan penambahan jumlah TPS terbanyak, dia memastikan di wilayah kota Taliwang. Dia menyebutkan dengan jumlah pemilih terbesar, wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) II ini akan mengalami pemekaran jumlah TPS terbanyak. “Jumlah pemilih di Taliwang sekitar 34 ribu. Dan di wilayah ini masih banyak pemukiman warga yang jauh dari lokasi TPS sebelumnya. Nah di pemukiman-pemukiman itulah akan kita tempatkan TPS tambahan di Pemilu nanti,” imbuhnya. (bug) Khairuddin

(Suara NTB/ula)

DITERJANG BANJIR - Ruas jalan lintas Pekat di Doroncanga yang nyaris amblas diterjang banjir beberapa waktu lalu dan segera akan ditangani.

Diterjang Banjir

Jalan Lintas Calabai Nyaris Putus Dompu (Suara NTB) Jalan lintas Calabai di sekitar Doroncanga dan Soritatanga Kecamatan Pekat, nyaris putus diterjang banjir. Kerusakan jalan ini akan segera ditangani melalui proyek peningkatan jalan sepanjang 11 Km dari APBN Perubahan 2013. Tanjakan maut Mbari Rihu Desa Songgajah pun akan diturunkan sekitar 3 meter. Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M Yasin di Pekat, Jumat (26/7) sore kepada wartawan mengungkapkan, kerusakan jalan akibat amblasnya gorong-gorong di sekitar Doroncanga maupun Soritatanga Kecamatan Pekat akan segera ditangani pada Agustus atau September 2013 ini.

Karena proyeknya tengah ditenderkan dan dibiayai melalui dana APBN Perubahan 2013. “Jalan yang amblas tadi itu sudah ada anggarannya dan dikerjakan sekitar Agustus atau September ini, karena sekarang tengah ditenderkan,” kata H. Bambang. Dikatakan H. Bambang,

Lagi, Polisi Amankan Ribuan Botol Miras Kota Bima (Suara NTB) Meski pengungkapan dan penangkapan minuman keras (miras) terus dilakukan, namun tak sedikitpun menyurutkan oknum warga untuk melakukan bisnis haram dimaksud. Jum’at (27/ 7) malam, ribuan botol miras jenis sofi yang sudah dikemas senilai seratus juta kembali diamankan tim buser Sat Narkoba Polres Bima Kota. Penangkapan miras ini dilakukan aparat saat truk yang digunakan baru saja tiba di terminal Dara Kota Bima. Kapolres Bima Kota, AKBP Kumbul KS, SIK, SH yang dikonfirmasi Jumat malam mengatakan awalnya pihaknya mendapatkan informasi akan adanya ribuan botol yang akan masuk ke Kota Bima. Informasi ini, katanya, kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyanggongan di sekitar areal Terminal Dara. Berdasarkan informasi, rencanannya truk tersebut akan masuk saat berbuka puasa untuk mencari celah dan tak diketahui aparat. “Mereka cukup lihai, sengaja masukkan barang menjelang berbuka puasa,” katanya. Tak berapa lama, truk dengan nomor polisi L 8029 YW yang dicurigaipun akhirnya tiba. Setelah diperiksa, rupanya pemilik berinisial D yang ikut dalam truk dan sopir Darlin (35) warga Kecamatan Ambalawi pun tak dapat mengelak.

Di atas truk ditemukan 120 dus berisi sofi yang dikemas rapi menggunakan karung. Saat itu juga barang bukti, truk beserta miras dan pemilik kemudian dibawa ke Sat Narkoba untuk pengembangan lebih lanjut. Menurut Kumbul, miras tersebut dibawa dari Surabaya. Rencananya, miras ini sengaja dipasok selama bulan puasa dan menjelang hari raya. Setelah dihitung jumlahnya mencapai 1.440 botol. Jika diuangkan nilainya mencapai sekitar Rp 100 juta. Untuk menyamarkan, saat dibawa miras-miras ini disimpan di antara barangbarang kelontong. Atas perbuatannya ini, pelaku dikenakan Perda no 8 Tahun 2010. Sementara miras disita untuk dimusnahkan. Ditanyai mengenai pengungkapan yang tak memberikan efek jera terhadap para pelaku? Kumbul mengatakan karena sangsi dalam Perda yang sangat ringan. Sehingga meski banyak yang ditangkap namun tetap saja ada pihak yang berusaha melakukan bisnis haram dimaksud. “Itu kan karena Perdanya, kita hanya mengungkap dan menangkap” pungkas Kumbul. Ditambahkannya, penangkapan dan pengamanan miras ini merupakan bagian dari operasi selama bulan Ramadhan agar umat muslim merasa aman dan nyaman menjalankan puasa. (use)

Buntut Mogok Kerja

Karyawan PT PBU Terancam Di-PHK Taliwang (Suara NTB) Aksi mogok kerja ratusan karyawan PT Prasmanindo Boga Utama (PBU) yang telah berlangsung hampir sepekan terakhir mulai mendapat tanggapan dari perusahaan. Sayang tanggapan tersebut bukan seperti yang diharapkan para karyawan. Pihak perusahaan mengacam memberhentikan mereka jika terhitung hari Senin esok (hari ini, red), para karyawan tetap melancarkan aksinya, dan tidak kembali bekerja sebagaimana biasa. “Kalau kami tidak mulai kerja besok, perusahaan mengaggap kami mengundurkan diri,” terang Dedi Permadi, penanggjung jawab aksi kepada media ini via ponsel, Minggu (28/7). Menurut Dedi, tindakan perusahaan tersebut sama dengan Pemutusan Hubun-

gan Kerja (PHK) sepihak. Di mana keputusan diambil tanpa sebelumnya melalui prosedur yang berlaku dalam peraturan ketenagakerjaan. “Kami juga diancam akan dicabut seluruh peralatan akses masuk perusahaan tertuama Bet (tanda pengenal elektronik akses masuk lingkungan proyek Batu Hijau),” urainya. Para pekerja yang melakukan aksi mogok kerja nampaknya tak gentar dengan ancaman tersebut. Terbukti Dedi menegaskan ia dan seluruh rekannya akan tetap bertahan menyuarakan tuntutannya terkait keinginan mendapatkan upah terbaik dalam proses Perjanjian Kerja Bersama (PKB) terbarunya. “Kami ini memperjuangkan nasib kami untuk dua tahun ke depan. Jadi kalau

kami mundur, kami tidak akan mendapatkan perbaikan apa-apa terhadap upah kami,” tandasnya. Ia menyebutkan jika perusahaan tetap akan melaksanakan kebijakan PHK-nya tersebut, para pekerja pun tidak akan tinggal diam. Dedi mengungkapkan, para pekerja yang melakukan aksi sekarang ini sebagian besar merupakan tenaga kerja lokal. Karenanya jika perusahaan melajukan PHK dengan dalih para pekerja mengundurkan diri akibat aksi mogok kerjanya, maka para karyawan akan melakukan aksi massal di luar perusahaan. Aksi menutup akses perusahaan dan secara umum akses kegiatan pertambangan di proyek Batu Hijau akan digerakkan para karyawan, meng-

ingat tuntutan para pekerja hingga kini tak kunjung mendapatkan tanggapan dari manajemen PT PBU. “Kalau perusahaan tetap mengeluarkan kami, maka kami akan memblokir semua akses dari luar ke perusahaan dan proyek Batu Hijau. Sekitar 75 persen pekerja yang menyuarakan tuntutan adalah pekerja lokal,” klaim Dedi seraya berharap pemerintah setempat dalam hal ini Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) segera mengambil langkahlangkah strategis agar tuntutan mereka terhadap perusahaan dapat memberi hasil maksimal pada para pekerja. “Kami berharap Pemda KSB melalui dinas tenaga kerja bisa mencari solusi untuk menyelesaikan persoalan kami di sini,” pungkas Dedi. (bug)

jalan lintas Pekat yang dikerjakan melalui APBN Perubahan sepanjang 11 Km. Ruas jalan yang akan dikerjakan mulai dari Dorokobo – Taa, Soro – Songgajah, dan di Doroncanga Kecamatan Pekat. Pada 2014 mendatang, ruas jalan di Pekat juga akan dilanjutkan perbaikan di beberapa titik yang

masih rusak. “Tapi kalau sudah dikerjakan tahun ini, kemungkinan 2014 mendatang kita sulit mencari ruas jalan yang rusak,” terang H. Bambang. Baiknya kondisi jalan lintas pekat yang selama ini kondisinya cukup memprihatinkan, H. Bambang berharap, bisa menambah perbaikan ekonomi bagi warga. khususnya bagi perbaikan ekonomi masyarakat Pekat. “Jangan sampai baiknya jalan malah akan menjadi bencana karena dijadikan tempat untuk trek-trekan. Tapi seharusnya untuk mobilisasi usaha bagi perbai-

kan ekonomi masyarakat,” harap H. Bambang. Jalan lintas Pekat ini menjadi jalan strategis nasional karena adanya momen peringatan dunia dua abad meletusnya gunung Tambora pada 2015 mendatang. Kepanitiaan di pusat sudah terbentuk dan momen ini diharapkan bisa dimanfaatkan Dompu untuk kemajuan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Karena sebelum puncak peringatan dua abad meletusnya Tambora, akan banyak kegiatan berskala besar akan diadakan. (ula)

Pemkab Dinilai Belum Pahami Program Cetak Sawah Baru Sumbawa Besar (Suara NTB) Komisi II DPRD Sumbawa memandang, pemahaman Pemkab terkait program nasional pencetakan sawah baru masih dinilai dangkal dan tidak komprehensif. Sebab masih melaksanakan program ini pada lahan tadah hujan yang tidak memiliki potensi air. Sebagaimana disampaikan Wakil Ketua Komisi II, Fitrahrino, Sabtu (27/7), terkait dengan program pencetakan sawah baru yang telah dicanangkan di wilayah Kabupaten Sumbawa untuk tahun 2013 seluas 3.300 hektar. Dengan rencana anggaran sebesar Rp 33 miliar. Menanggapi jawaban Bupati terkait program tersebut yang menyatakan berdasarkan pedoman teknis, pencetakan sawah baru dapat dilakukan pada lahan tanah hujan dan tidak memiliki potensi sumber air.

Dapat dijelaskannnya, dari hasil konsultasi Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa dengan Kementerian Pertanian RI, keberhasilan program pencetakan sawah baru sangat ditentukan oleh ketersediaan sumber air di wilayah tersebut atau dengan kata lain program pencetakan sawah baru harus dilakukan di lahan-lahan yang produktif. Tidak seperti yang dilaksanakan di beberapa wilayah bagian timur kabupaten Sumbawa di mana lokasinya ditetapkan di wilayahwilayah perbukitan dan tidak memiliki sumber daya air. “Sehingga kami khawatir program tersebut hanya akan menghasilkan lahan-lahan yang di terlantarkan karena lahannya tidak bisa ditanami akibat minimnya ketersedian air,” cetusnya. Untuk itu, pihaknya berharap Pemkab melakukan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan serta evaluasi yang lebih cermat terhadap pro-

gram pencetakan sawah baru. Yang dihajatkan dalam rangka meningkatkan produktivitas padi di Sumbawa. Sementara itu kabupaten Sumbawa ditetapkan sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional di wilayah timur. Dalam rangka menyukseskan program tersebut pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait dan dinas-dinas lainnya hendaknya harus bersinergi mendorong keberhasilan program tersebut. Tidak seperti fakta yang terjadi saat ini di mana program pencetakan sawah baru yang dilaksanakan di Sumbawa cenderung berorientasi pada proyek yang tujuan akhirnya adalah untuk menghabiskan anggaran. “Jika hal ini atau asumsi ini benar terjadi, maka pemerintah daerah perlu diingatkan untuk tidak zalim pada rakyat, khususnya petani,” demikian Vito. (arn)


RAGAM

SUARA NTB Senin, 29 Juli 2013

Ada Indikasi Kerugian Negara pada Proyek Percepatan Jalan Dari Hal. 1 ‘’Dari uji petik di delapan ruas itu, sudah ditemukan kerugian negara kurang lebih Rp 400 juta,’’ ungkapnya. Ruslan mensinyalir, ruas – ruas jalan lainnya yang tidak diperiksa oleh BPK bisa jadi juga menyimpan kerugian negara. Namun, tanpa adanya audit investigasi, maka dugaan penyimpangan pada ruas – ruas jalan yang lainnya, tentu tidak akan terdeteksi. Karenanya, Ruslan menilai, perlu ada audit investigasi terhadap proyek – proyek semacam ini supaya kondisi kerugian negara atau temuan – temuan lainnya bisa menjadi jelas. ‘’Kalau semua dilakukan uji yang 14 ruas itu, dilakukan audit khusus, mungkin kita akan temukan pelanggaran juga, coba saja lihat kualitas jalan ini,’’ ujarnya. Karena itulah, ia menegaskan Komisi I DPRD NTB secara tegas telah

meminta agar dilakukan audit investigasi terhadap pelaksanaan proyek tersebut. ‘’Kalau Komisi I jelas, terhadap hasil temuan ini, sisanya itu diminta diaudit investigasi,’’ tandasnya. Ruslan menambahkan, audit investigasi tidak saja perlu dilakukan terhadap proyek percepatan jalan. Proyek – proyek lain, seperti yang akhir – akhir ini mewarnai pemberitaan Suara NTB, menurutnya juga perlu diaudit dengan lebih mendalam. Hanya saja, menurutnya audit investigasi tersebut tentu akan tergantung komitmen dari Pemprov NTB bersama DPRD NTB. ‘’Memang audit itu tergantung pemerintah saja dalam hal ini DPRD dan Pemda. Tapi yang jelas, kalau ingin mengetahui lebih mendalam, tentu harus audit khusus,’’ pungkasnya. (aan)

Polres Mataram Periksa 10 Kelompok Nelayan Dari Hal. 1 Lebih khusus, para nelayan juga diperiksa kaitan dengan spesifikasi bantuan dari PT. Tanjung Pratama tersebut berupa jaring penangkaran bibit rumput laut, pelampung bola, jangkar beton dan tali nilon. Bantuan lain berupa perahu mini yang sedianya bisa dimanfaatkan nelayan untuk mengecek langsung perkembangan rumput laut. Kasubag Humas Polres Mataram, AKP Arief Yuswanto membenarkan pemeriksaan saksi tersebut. Namun ia tak tahu pasti berapa saksi yang sudah diperiksa Sat Reskrim sejak kasus ini dilidik dua pekan lalu. ‘’Yang jelas sudah banyak saksi- saksi diperiksa. Mereka ini dari kalangan kelompok nelayan penerima bantuan,’’ kata Arief, Sabtu (27/7). Pemeriksaan saksi ini sebagai awal pudata pulbaket

tim Sat Reskrim, karena kasus ini masih akan terus berjalan pada tahap penyelidikan. ‘’Masih ada saksi saksi lain yang akan dimintai keterangan pekan depan. Tapi dari kalangan mana saja saksi itu, saya belum tau,’’ sebut Arief. Ditanya mengenai pemeriksaan saksi dari kalangan pejabat BPBD Kota Mataram, Arief mengaku belum mendapat informasi dari pihak Sat Reskrim. Sebab yang bisa dipastikannya sementara ini dari kelompok nelayan. “Sementara ini baru masyarakat nelayan yang diperiksa,’’ jelasnya. Diinformasikan terkait kasus yang sama ditangani Kejati NTB, Arief tidak bisa berkomentar. Ia mengaku sama sekali belum tahu bahwa kasus itu juga ditangani lembaga Adhiyaksa. (ars)

Diduga Depresi, Seorang Nenek Gorok Leher Sendiri Dari Hal. 1 Pihak keluarga yang histeris melihat kejadian itu langsung melarikan korban ke Puskesmas Narmada. Namun sampai di puskesmas, nyawa korban sudah tak tertolong. Jenazah korban akhirnya dibawa kembali ke rumah duka. Tim Identifikasi Polres Mataram bersama aparat Polsek Narmada sempat olah TKP dan memeriksa jenazah korban. Ditemukan luka menganga sekitar 5 cm akibat sayatan pisau. ‘’Setelah melalui pemeriksaan, korban dipastikan tewas bunuh diri,’’ terang Arief. Kasus ini tidak dilanjutkan, karena keluarga korban

samasekali tidak mencurigai ada perbuatan orang lain. “Keluarga tidak keberatan dengan kejadian ini,” sebut Arief. Sementara itu menurut informasi dari pihak keluarga, korban mengalami stress sejak tiga tahun lalu. Kejadian itu dialami sejak korban pulang dari Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Sesampainya di kampung, korban malah mengalami stres berat. Permintaan dari keluarga dan saran dari warga agar berobat, tidak diindahkannya, sampai akhirnya stresnya memuncak dan nekad bunuh diri. (ars)

Hari Ini, Dewan Pertemukan DKP dan Bukopin Dari Hal. 1 Selain mempertemukan pihak DKP NTB dan Bank Bukopin, dalam pertemuan ini juga diundang Biro Keuangan Setda NTB dan Inspektorat. Sekretaris Komisi II DPRD NTB, Mori Hanafi, SE.,M.Comm menyampaikan walaupun pihak bank sudah mengembalikan dana bergulir Rp 500 juta tersebut ke DKP NTB, pertemuan akan tetap dilakukan. Hal ini untuk mengurai persoalan yang dinilai sangat kusut karena sudah lama berlarut-karut tanpa adanya penyelesaian. Untuk itu pihaknya akan mencoba mengurai satu persatu. ‘’Kita undang semua pihak secara terbuka jadi semua bisa mendengar,’’ ujarnya. Diduga pihaknya dalam

penyaluran dana tersebut ada permainan oleh oknum-oknum tertentu. Pada awal munculnya persoalan ini, Komisi II juga mendukung kasus ini dibawa ke penegak hukum. Mori mengatakan pihaknya tetap konsisten untuk itu. Namun ada tahapan dan mekanisme yang harus dilewati. ‘’Langkah terakhir pasti ke arah sana. Kita tidak mau mainmain,’’ ujarnya dihubungi Suara NTB, Minggu (28/7). Dengan pertemuan lengkap dengan mengundang pihak-pihak terkait hari ini, Mori berharap semua kembali pada aturan yang ada. ‘’Saling hormatmenghormati antara pihak yang ada,’’ ujarnya. (yan)

Ditelantarkan Nelayan, Hanya Tersisa Pelampung Dari Hal. 1 lengkap dengan tali nilon yang merangkai alat penangkaran. Seperti yang diceritakan nelayan, kondisi proyek yang menghabiskan dana negara miliara rupiah itu terlihat memprihatinkan. Yang terlihat hanya berupa pelampung bola warna hitam yang berkelompok kelompok. Pengelompokan itu bukan karena formasi yang dibuat untuk penangkaran rumput laut, tapi memang kondisinya yang tidak lagi teratur setelah dikoyak gelombang. Seharusnya pelampung dijejer memanjang, diikuti jejeran jaring penangkar rumput laut di bawahnya. Agar tidak bergerak, diikatkan dengan pemberat beton. Saat tali nilon yang menghubungkan pelampung dengan jaring diangkat ke permukaan, yang terlihat hanya jaring dipenuhi lumut. Sama

sekali tak ada rumput laut sebagaimana yang digembar gemborkan pihak BPBD Kota Mataram. Menurut nelayan anggota Kelompok “Gatep”, Sarinah (40), kondisi rangkaian alat penangkar itu sudah tak beraturan. Bantuan itu sudah ditinggalkan oleh kelompoknya karena sama sekali tak menghasilkan apa- apa. Jangankan dipanen, bibit yang baru dipasang sekitar Mei lalu pada alat penangkaran, tak sempat diperiksa karena Juni lalu langsung terhempas ombak. ‘’Sekarang sudah ndak terurus. Ini saja (penangkaran) yang masih tersisa, yang lainnya ada yang sudah hilang disapu ombak. Sebagian ada yang berhasil diangkat ke tepian oleh kelompok nelayan,’’ kata Sarinah. (ars)

Halaman 5

Seleksi Penerimaan Bintara TNI AD Libatkan Orang Tua Wali

(Suara NTB/ars)

CALON BINTARA - Kegiatan penerimaan Calon Bintara di jajaran TNI AD Korem 162/WB.

Mataram (Suara NTB) Jajaran TNI AD kembali membuka kesempatan kepada putra putri tanah air untuk menjadi calon Bintara. Pembukaan pendaftaran tahun ini dikemas lebih terbuka . Tahun ini menurut Danrem 162/WB Kolonel Inf Sofian Chandra, pihaknya lebih transparan. Ia mengajak para orang tua/wali dari para calon supaya ikut menyaksikan pelaksanaan seleksi yang dilaksanakan oleh para panitia seleksi dari masing-masing tahap. ‘’Cara ini bertujuan agar para orang tua wali melihat secara langsung sejauh mana kondisi dan kemampuan putra putri mereka,’’ beber danrem. Sehingga bagi yang belum berhasil mengikuti seleksi tahap berikutnya atau para calon yang tidak berhasil masuk mengikuti pendidikan, pada kesempatan tahun berikutnya

Kemenag NTB Kukuhkan Juara Keluarga Sakinah dan KUA Kecamatan Teladan 2013 Mataram (Suara NTB) Kementerian Agama (Kemenag) NTB mengukuhkan juara keluarga sakinah teladan dan Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan teladan tingkat Provinsi NTB tahun 2013. Setelah melalui penilaian dan seleksi yang cukup ketat dan adil sebanyak tiga pasangan suami istri dan tiga KUA kecamatan ditetapkan menjadi juara I,II dan III. Selain itu, panitia juga menjaring tiga masjid teladan dan terbaik di NTB. Kepala Bidang Bimas Islam Kemenag NTB, Drs. H. Muhammad Amin, M.Pd menyebutkan juara I keluarga sakinah teladan diraih oleh pasangan suami istri asal Kabupaten Dompu, Hj. Siti Maemunah, A.Md dan H. M. Ali A. Gani, S.Sos. Juara II diraih oleh utusan Kota Bima pasangan suami istri, Hj. Maemunah A. Bakar, S.PdI dan H.A. Bakar A. Latif, S.ag dan juara III diraih utusan dari Kabupaten Lombok Timur, pasangan suami istri, Hj. Caya Chaerani, M.Pd dan H. Makmun Masuri, S.Pd. Sedangkan untuk juara I KUA Kecamatan teladan diraih KUA Kecamatan Keruak, Lombok Timur, juara II KUA Kecamatan Pemenang Lombok Utara dan juara III KUA Kecamatan Empang Sumbawa Besar. Sementara juara I masjid teladan diraih Masjid Al Amin Kabupaten Bima, juara II Masjid Al Huda

(Suara NTB/ist)

FOTO BERSAMA - Kepala Kemenag NTB, H. Usman dan Asisten III Administrasi Umum dan Kesra Setda NTB,H. Wildan foto bersama dengan para juara. Mantang, Lombok Tengah dan juara III Masjid Nurul Iman Kota Mataram. ‘’Peserta kegiatan ini adalah kepala KUA dan keluarga sakinah yang mewakili Kantor Kemenag kabupaten/ kota dengan rincian keluarga sakinah sebanyak sembilan pasang dan kepala KUA sebanyak 10 orang. Masingmasing juara I nanti akan mewakili NTB pada tingkat nasional,’’ kata Muhammad Amin saat memberikan laporan pada pengukuhan keluarga sakinah dan KUA kecamatan teladan tingkat Provinsi NTB di Mataram, Sabtu (27/7.

Acara tersebut dihadiri Kepala Kanwil Kemenag NTB, Drs. H. Usman, Asisten III Administrasi Umum dan Kesra Setda NTB, Drs. H. Wildan dan tamu undangan lainnya. Asisten III Administrasi Umum dan Kesra Setda NTB, Drs. H. Wildan dalam sambutannya mewakili Gubernur NTB mengharapkan para juara bisa menjadi motivator bagi masyarakat lainnya. Serta bermanfaat bagi pembangunan sumber daya manusia di daerah ini. Ia mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai upaya bersama mewujudkan NTB yang beriman dan berdaya saing. (nas)

Dikbudpora KLU Laporkan 27 Sekolah Rusak Akibat Gempa Tanjung (Suara NTB) Jumlah sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa 22 juni lalu resmi dilaporkan berjumlah 27 unit. Dinas Pendidikan Kebudayaan Pendidikan dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengkonfirmasi, jumlah unit sekolah tersebut rusak dengan berbagai katagori yakni rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Kepala Dinas Dikbudpora KLU, Drs. Suhrawardi, M.Pd, mengungkapkan data resmi sekolah rusak telah dikirim belum lama ini. Sekolah dengan tingkat kerusakan terparah dikirim dilengkapi dengan visual (gambar), sehingga meyakinkan pemerintah pusat, jika sekolah tersebut me-

merlukan anggaran besar dalam renovasinya. ‘’Pemerintah pusat telah menerjunkan tim evaluasi perwakilan, dalam hal ini dilakukan oleh Tim Teknis dari SMKN 3 Mataram. Mereka dipercaya karena bersertifikat internasional untuk menganalisa tingkat kerusakan sekolah-sekolah di tiga kecamatan terdampak gempa,’’ ungkapnya, Sabtu (27/7). Mantan Kepala SMAN 1 Tanjung ini menjelaskan, tim teknis yang datang ke KLU sebanyak tiga orang. Mereka telah merampungkan seluruh jumlah sekolah yang dilaporkan pihak sekolah bermasalah secara fisik akibat gempa. Pihaknya berharap, dari data yang dilaporkan itu pemerintah pusat cepat mengambil tindakan. Siswa dan para guru di sekolah yang

bersangkutan, sangat mengharapkan agar renovasi sekolah dapat dilakukan tahun ini juga karena kebutuhan akan lokal dan fasilitas pendidikan yang terbatas. Jumlah sekolah yang dilaporkan itu tentunya tidak semuanya bergantung pada dana pusat. Pemda KLU juga telah mempertimbangkan untuk membantu renovasi dan perbaikan sekolah dengan tingkat kerusakan sedang dan ringan dengan dana APBD. Namun belum diketahui jumlah persis dana yang disetujui DPRD tersebut. ‘’Sekolah yang tingkat kerusakannya tidak terlalu parah kemungkinan besar akan dibantu perbaikannya oleh Pemda KLU,’’ pungkasnya. (ari)

Cari Solusi Tepat Dari Hal. 1 Guru Besar Hukum Perburuhan Fakultas Hukum Universitas Mataram Prof. Dr. H. Lalu Husni, SH, M.Hum menyayangkan pemerintah dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja KSB yang belum melakukan langkah-langkah konkrit untuk menyelesaikan masalah tersebut. ‘’Langkah penyelesaian sebenarnya harus dilakukan, bahkan sebelum terjadinya pemogokan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 141 ayat 2 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan,’’ kata Husni kepada Suara NTB, Sabtu (27/7). Hal lain yang disesalkannya, tidak adanya forum mediator di bawah Dinas Tenaga Kerja setempat. Padahal dalam ketentuan, diatur bah-

wa mediator bisa terdiri dari instansi pemerintah,dalam hal ini dari Dinas Tenaga Kerja, organisasi Sarikat Pekerja dan Akademisi. ‘’Kalau memang tidak punya perangkat mediator, mestinya koordinasi dengan Disnaker Provinsi agar bisa ditindaklanjuti dengan diturunkan tim dari provinsi,’’ sarannya. Lebih lanjut dikatakannya, mogok itu adalah hak pekerja. Namun dalam pelaksanaannya harus dilakukan sedemikian rupa sehingga kepentingan perusahaan atau pelayanan tidak terganggu. Karena mogok kerja yang dilakukan secara berlarutlarut akan merugikan ke dua belah pihak. Karena itukepada serikat buruh atau pekerja dan pengusaha segera melakukan perundingan dengan kepala dingin dan itikat baik. Lebih-lebih

dalam bulan suci Ramadhan, sehingga perilaku-perilaku emosional tidak dibenarkan. Kendati demikian, aksi unjukrasa atas ketidakpuasan upah menurutnya bisa dibenarkan. Sepanjang ketentuan Pasal 140 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Yakni serikat buruh atau serikat kerja telah memberitahukan secara tertuliskepada pengusaha dan instansi yang bertanggung jawab dengan ketenagakerjaan selambat-lambatnya 7 hari sebelum tindakan mogok dilakukan yang memuat hari, tanggal, jam dimulai dan diakhirinya mogok, tempat mogok. Kemudian alasan-alasan mogok kerja dilakukan serta tanda tangan ketua dan sekretaris sebagai penanggung jawab mogok kerja. (ars)

agar para calon dan orang tua wali lebih mempersiapkan diri lagi, baik dalam segi kelengkapan administrasi, kesehatan jasmani, kemampuan fisik, intelektual, dan psikologi. Penerimaan tahun ini, dibeberkan danrem diantaranya penerimaan Taruna Akmil yang pendaftarannya mulai 4 Februari sampai 28 Maret. Perwira PK (Perwira Prajurit Karir) pendaftarannya Minggu I sampai IV September. Perwira PSDP Penerbangan pendaftarannya minggu I s.d IV Juni, setelah lulus dilantik berpangkat Letnan Dua. Mahasiswa beasiswa pendaftarannya minggu I sampai IV Desember 2013, pendidikn selama 7 bulan setelah lulus dilantik berpangkat Letnan Dua. Bintara Prajurit Karir pendaftarannya tanggal 1 Juli. Tamtama Prajurit Karir pendaftarannya dilaksanakan dua gelombang,

gelombang I tanggal 14 Januari 2014 dan gelombang ke-II tanggal 22 Juli 2014. Ditambahkan danrem, dari jumlah awal, yang mendaftarkan diri menjadi calon Bintara Karir sebanyak 339 orang yang terdiri dari 331 orang pria dan delapan orang wanita. Para calon mengikuti seleksi pertama yaitu seleksi administrasi dan yang memenuhi syarat sebanyak 298 orang, dari 298 orang berlanjut mengikuti seleksi tahap kedua yaitu pemeriksaan kesehatan tahap pertama. ‘’Dari hasil pemeriksaan kesehatan yang lulus sebanyak 218 orang. Dan nantinya para calon Bintara Karir ini akan mengikuti seleksi tahap ketiga yaitu seleksi kesamaptaan atau kemampuan fisik dan akan terus berlanjut untuk mengikuti seleksi tahap-tahap berikutnya,’’ pungkasnya. (ars/*)

Jepang Pesan 4000 Tas Khas Kerajinan NTB Mataram (Suara NTB) Tertarik dengan desain tas jinjing kerajinan tangan khas NTB, para pengusaha asal Jepang saat ini memesan (mengorder) sebanyak 4.000 tas khas NTB. Ribuan pesananan tas khas kerajinan tangan NTB tersebut dikerjakan oleh sentra-sentra kerajinan ketak di Pulau Lombok seperti Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur. ‘’Sebanyak 4000 tas kerajinan khas Lombok diminati oleh pengusaha asal Jepang. Tas khas NTB itu nantinya diekspor ke Jepang melalui pengusaha di Jakarta. Mereka tertarik karena desainnya sudah cocok dengan kebutuhan pasar Jepang. Desainnya sudah kita kombinasikan, kan selama ini tali tasnya dari ketak tetapi sekarang ini dari kulit,’’ kata Sekretaris Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, Ir. H. Abdul Haris, M.Sc, MM dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (28/ 7) kemarin. Dikatakan, pengusaha Jepang tersebut langsung memesannya pada sebuah art shop di pusat kerajinan ketak Dusun Nyurbaya Kecamatan Narmada Lombok Barat. ‘’Itu dampak daripada kerjasama Dekranasda dengan pemda dan Jetro. Sudah dua kali ikut pameran ke Jepang,’’terangnya. Haris menambahkan, sebanyak 4000 tas khas NTB yang dipesan tersebut dikerjakan dalam waktu tiga bulan dan saat ini sudah selesai dan dikirim. Setelah pesanan sebanyak 4000 buah tersebut, seorang pengusaha asal Jepang juga mengorder seban-

yak 800 buah.” Sekarang ada lagi order baru sebanyak 800 buah tas khas Lombok, NTB,’’ ujarnya. Menurutnya, dipilihnya tas kerajinan khas NTB tersebut, karena dari sisi kualitas dianggap sudah cukup bagus jika dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia seperti Bali dan Yogyakarta. Ditambahkan, para pengusaha tersebut biasanya sebelum memesan meminta sampel kemudian mereka meminta dibuatkan sesuai dengan desain yang mereka minta. ‘’Ini yang mengerjakan seluruh sentra kerajinan se Pulau Lombok. Yang didesain itu sesuai dengan keinginan pasar Jepang,’’ tandasnya. Tas khas NTB yang dipesan Jepang tersebut merupakan salah satu produk anyaman ketak. Yakni salah satu produk kerajinan yang banyak dipasarkan di art shop yang tersebar di daerah wisata NTB maupun Bali. Anyaman ketak ini biasanya dimanfaatkan sebagai barang dekoratif meskipun masih juga melekat fungsi dari produk tersebut. Hasil anyaman ketak tersebut tidak hanya dipasarkan domestik akan tetapi juga menembus pasar mancanegera seperti Jerman, Inggris, Perancis dan negara-negara Asia juga di beberapa negara berkembang lainnya. Ketak, selain mempunyai nilai seni tinggi juga tidak lepas dari pemanfaatan sehari-hari. Seperti masyarakat Narmada yang merupakan perajin ketak memanfaatkannya sebagai perangkat dalam kehidupan sehari-hari. (nas)

Mengecewakan, Kualitas Pengerjaan Proyek PIP Praya (Suara NTB) Kualitas pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur jalan yang didanai dari hasil pinjaman dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dinilai mengecewakan oleh kalangan DPRD. Bahkan ada beberapa proyek yang sampai saat ini terkesan mangkrak dan terancam tidak bisa selesai sesuai target. Untuk itu, Pemkab Loteng selaku penanggung jawab proyek diminta segera menyelesaikan persoalan yang terjadi tersebut. Jika tidak, Dewan mengancam akan meninjau ulang bahkan menghentikan alokasi anggaran untuk pembayaran kredit pinjaman kepada PIP. “Terus terang, kami sangat kecewa dengan kualitas pengerjaan proyek jalan yang didanai dari PIP khususnya. Karena jauh dari apa yang diharapkan,” ujar anggota Fraksi Partai Demokrat, M. Samsul Qomar, kepada Suara NTB, Sabtu (27/7). Diakuinya, ada beberapa proyek yang belum selesai. Seperti ruas jalan SengkolMangkung dan Keling – Batujangkih yang dikerjakan PT. Dinamika Alam Raya. Padahal batas waktu penyelesaian tinggal satu bulan. Namun, kondisi di lapangan, masih jauh dari target, karena capaian pengerjaan proyek baru se-

kitar 30 persen. “Jadi kami minta semua persoalan yang terjadi, terkait proyek PIP kami minta segera diselesaikan. Kalau tidak, anggaran yang diajukan pemerintah daerah yang ditujukan untuk membayar kredit ke PIP akan kita tunda sementara waktu. Bahkan bila perlu dihentikan. Sampai semua persoalan yang terjadi bisa dituntaskan oleh pemerintah daerah,” tambahnya. Meski demikian, katanya, bermasalahnya proyekproyek jalan sepenuhnya bukan hanya pada pemerintah daerah. Tetapi karena pemerintah daerah yang kurang cermat dan tidak tepat dalam memilih rekanan atau kontraktor, membuat proyek tersebut jadi bermasalah. “Kalau saja pemerintah cermat memilih rekanan, tentunya proyek tidak akan bermasalah seperti sekarang ini,” ujarnya. Ia mengungkapkan, pihaknya menduga ada beberapa rekanan yang ditunjuk oleh pemerintah daerah atas dasar permintaan oknum pejabat tertentu. Padahal rekanan tersebut tidak punya kualitas dan kemampuan yang diharapkan, sehingga hasil pekerjaannya juga mengecewakan. “Karena awalnya sudah ada masalah, wajar kalau kemudian hasil pekerjaan juga bermasalah,” kritiknya. (kir)


OPINI

SUARA NTB Senin, 29 Juli 2013

Halaman 6

BPK Permisif Terhadap Budaya Korupsi Pelayanan RSUD Mataram Harus Lebih Baik RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram naik kelas. Setelah menunggu beberapa lama, rumah sakit yang baru beberapa tahun beroperasi itu, kini kelasnya naik menjadi B. Dengan kenaikan kelas ini, RSUD Kota Mataram menjadi satu-satunya rumah sakit kelas B (tingkat kabupaten) di NTB. Kenaikan kelas ini pasti disyukuri tidak saja oleh Pemkot Mataram sebagai ‘’pemilik’’ rumah sakit. Justru yang paling bersyukur adalah warga Kota Mataram. Kenapa? Karena dengan kenaikan kelas ini, otomatis pelayanan yang nantinya diberikan rumah sakit ini diharapkan warga Kota Mataram akan lebih baik. Pelayanan yang lebih baik tidak saja tenaga paramedisnya yang memadai. Namun juga sarana prasarana medis yang melengkapi rumah sakit ini akan semakin lengkap. Dengan status sebagai rumah sakit kelas B, RSUD Kota Mataram tidak lagi merujuk pasiennya yang tak bisa ditangani ke RSUP NTB. Karena fasilitas yang tersedia di rumah sakit ini sudah memadai. Selain sarana prasarana, persoalan pelayanan menjadi hal pokok yang mesti diprioritaskan oleh pengelola rumah sakit. Tujuan pelayanan yang optimal adalah adalah memuaskan konsumen atau pasien. Seperti dimaklumi, selama ini kualitas pelayanan jasa sudah menjadi isu publik. Masyarakat atau pelanggan yang merasa dirugikan atau tidak puas dengan pelayanan yang diterimanya akan komplain atau keberatan terkait dengan pelayanan yang diterimanya. Komplain pelanggan (pasien) yang tidak puas jangan dianggap persoalan sepele. Sebab, jika diabaikan, konsumen (pasien) berpeluang besar akan berpaling ke rumah sakit lain yang menjadi pesaing. Sementara di Kota Mataram, RSDU Kota Mataram punya banyak pesaing. Tidak saja RSUP NTB, tetapi rumah sakit-rumah sakit swasta yang dari waktu ke waktu terus bertumbuh. Kompetitor ini, juga hadir dengan pelayanan prima. Karena itu, selain fasilitas yang memadai harus dilengkapi, juga menuntut semua petugas RSUD Kota Mataram untuk meningkatkan kualitas pelayanan dengan menempatkan mutu pelayanan sebagai bagian yang terpenting. Dengan pelayanan yang optimal, warga yang berobat (pasien) akan mendapat ‘’obat’’ tambahan. ‘’Obat’’ itu berupa sugesti yang mungkin akan menyembuhkan pasien lebih cepat dari semestinya. (*)

ORUPSI penggelapan keuangan daerah berlangsung secara sistematis, terukur, dan rasional. Perjalanan dinas adalah salah satu bentuk modus korupsi yang sering dilakukan oleh pejabat-pejabat publik. Tampak dalam pikiran kita, perjalanan dinas suatu keniscayaan yang harus dilakukan pejabat publik sebagai upaya pengembangan wawasan dan pengalaman di dalam menjalankan fungsi pembangunan, pelayanan publik, dan tata kelola pemerintahan. Karena itu, program perjalanan dinas dianggap sebagai program rasional dan harus dijalankan oleh pejabat publik. Persoalannya adalah anggaran yang didistribusikan untuk program perjalanan dinas dinilai tidak rasional dan tidak berdasarkan standar analisis belanja sesuai prosedur hukum yang berlaku sehingga terjadi penggelapan anggaran yang menguntungkan oknum-oknum tertentu. Seperti yang diberitakan Harian Suara NTB (26/07), misalnya, hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sejumlah pejabat publik Kabupaten/Kota se Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelapkan anggaran perjalanan dinas. Masing-masing kelompok pejabat eksekutif dan legislatif menggelapkan anggaran berkisar Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. Angka ini tergolong kecil namun jika dikalkulasikan mencapai miliaran rupiah. Tampaknya pejabat publik sangat mudah dan enteng melakukan korupsi. Bagi pejabat publik melakukan tindakan korupsi seolah hal biasa dan tidak perlu ditakutkan. Segala cara dan upaya dilakukan pejabat publik demi mendapatkan “kue” untuk memperkaya diri. Melakukan manipulasi data seperti membuat borrding pass palsu adalah hal yang gampang dilakukan para pejabat korup. BPK Permisif terhadap Pejabat Korup Kendati BPK menemukan penyalahgunaan anggaran seperti tersebut namun BPK tetap menunjukkan sikap permisif terhadap para pejabat korup yang ditandai dengan rekomendasinya agar pejabat-pejabat korup itu cukup mengembalikan anggaran tersebut ke kas daerah. BPK tidak memberikan rekomendasi hukum yang berarti untuk membuat jera para pejabat korup. Langkah BPK tersebut tidak mendukung terwujudnya pemerintahan daerah clean governance dan good governance, justru memperkuat dan memanjakan pejabat publik untuk melakukan korupsi lebih besar. Seharusnya BPK memberikan rekomendasi kepada kepala daerah dan penegak hukum untuk menghukum pejabat publik korup tersebut minimal sanksi administraif berupa penurunan pangkat atau dicopot dari jabatannya. BPK sebagai lembaga penjaga keuangan negara/daerah (APBN/ APBD) memiliki peran penting untuk menegakkan peraturan hukum teru-

Oleh

Salahudin, S.IP, M.Si.

(Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang,)

tama terkait dengan kebijakan APBN/APBD. Hemat saya, kebijakan APBN/APBD telah mencerminkan asas-asas hukum ideal seperti belanja pegawai tidak boleh lebih dari 50% dari belanja pembangunan. Kebijakan ini mengkhendaki anggaran daerah harus diarahkan kepada kepentingan dan kebutuhan masyarakat yang lebih luas sehingga tercapai kesejahteraan dan kemakmuran kehidupan bangsa dan negara. BPK harus menjadikan kebijakan tersebut sebagai dasar dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengawas dan auditor keuangan pemerintah. Publik menaruh harapan besar terhadap BPK untuk mengendalikan APBD sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tanpa peran profesional BPK tidak mungkin APBD dapat dijalankan sesuai prinsip-prinsip hukum yang berlaku. Pasalnya BPKlah yang memiliki tugas dan kewenangan konstitusional untuk mengendalikan APBD sesuai jalurnya. Hasil penelitian Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) tahun 2012 rata-rata kebijakan APBD pemerintah daerah di seluruh Indonesia belanja pegawai di atas 60%. Data ini menunjukkan minimnya komitmen BPK di dalam menegakkan kebijakan-kebijakan anggaran yang sudah dibuat sebagai landasan pengelolaan keuangan daerah. Minimnya komitmen BPK ini mengindikasikan adanya permainan terselebung antara pegawai BPK dengan pejabat-pejabat publik di daerah. Permainan seperti ini menjadikan pengelolaan anggaran tidak sesuai prosedur hukum yang berlaku sehingga kebijakan APBD hanya dinikmati oleh segelintir elite yang memiliki kekuasaan dan kewenangan didalam pengelolaan keuangan daerah.

pemerintah daerah di dalam pengelolaan keuangan daerah, dan menjadikan kebijakan APBD berpihak kepada kepentingan masyarakat. Sebagaimana mekanisme yang berlaku, penyusunan APBD diawali dari kegiatan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang), penyusunan Rencana Kegiatan Pemerintah Daerah (RKPD), Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS), Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Rancangan APBD, dan penetapan APBD. Masyarakat sipil harus mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan penyusunan APBD tersebut. Peran masyarakat sipil dalam kegiatan musrenbang adalah merumuskan program pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat. Pada penyusunan RKPD, masyarakat sipil harus terlibat untuk memastikan kesesuaian dengan program hasil kegiatan musrenbang. Keterlibatan masyarakat sipil di dalam perumusan penyusunan PPAS dan KUA sangat diharapkan untuk memastikan mata anggaran untuk program pembangunan yang disusun pada kegiatan musrenbang dan RKPD. PPAS dan KUA adalah dokumen kebijakan yang menjadi dasar untuk penyusunan APBD. Setelah penetapan APBD, langkah selanjutnya adalah masyarakat sipil mengawasi pelaksanaan dan penatausahaan APBD. Sesuai kebijakan pengelolaan keuangan daerah, pelaksanaan dan penatausahaan APBD diawali dengan penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang disusun masing-masing SKPD dan diverifikasi Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah serta disahkan oleh TAPD berdasarkan persetujuan kepala daerah. DPA adalah kebijakan untuk merealisasikan anggaran sesudah ditetapkan APBD dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda). Karena itu, peran masyarakat sipil mengawasi penyusunan dan pelaksanaan DPA sangat penting untuk dilakukan. Masyarakat sipil harus mengetahui dan memahami bentuk DPA sebagai landasan untuk mengukur kinerja keuangan pemerintah daerah dan tingkat objektivitas hasil kerja BPK. DPA dijadikan sebagai tolok ukur untuk menilai profesionalitas realisasi anggaran. Tahapan terakhir dari pengelolaan keuangan daerah adalah pertanggungjawaban pemerintah daerah terhadap pelaksanaan APBD. Pada tahap ini, BPK dan DPRD berperan untuk menilai kinerja pemerintah dalam pengelolaan keuangan daerah (APBD) dengan menggunakan berbagai macam landasan termasuk landasan “kepentingan”. Tanpa meragukan integritas BPK dan DPRD, peran kedua lembaga negara ini diragukan tingkat objektivitasnya. Seringkali BPK memberi opini baik (Wajar Tan-

Butuh Langkah Strategis ‘’Civil Society’’ Mengingat hasil kerja BPK dipertanyakan objektivtasnya, maka ke depan dibutuhkan langkah-langkah strategis masyarakat sipil (civil society) untuk mengendalikan kebijakan APBD. Masyarakat sipil seperti mahasiswa, LSM, Ormas, dan media massa harus membangun kekuatan kolektif untuk mengawasi kinerja BPK dan pemerintah daerah seperti Kepala Daerah, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pengawasan masyarakat sipil terhadap kinerja BPK dan sejumlah perangkat pemerintah daerah tersebut harus diawali dari proses penyusunan, pelaksanaan, penatausahaan, dan pertanggungjawaban APBD. Pengawasan terhadap empat tahap kebijakan APBD ini memberikan gambaran komprehensif tentang kinerja BPK dan

pa Pengecualian-WTP) terhadap kinerja pemerintah daerah dalam pengelolaan APBD tanpa memperhatikan kondisi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Karena itu, dibutuhkan sinergisitas antara masyarakat sipil untuk membaca dan memahami realisasi APBD sehingga persepsi publik terhadap kinerja pemerintah daerah dalam pengelolaan APBD benar-benar riil, bukan manipulatif seperti hasil kerja BPK selama ini. Upaya masyarakat sipil seperti yang disampaikan di atas sangat penting untuk dilakukan guna terbentuknya APBD yang benar-benar mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat seutuhnya. Menurut Antonio Gramsci (1999) masyarakat sipil adalah kekuatan utama untuk merubah struktur (kebijakan) menjadi lebih baik, merakyat, dan berorientasi kepada kepentingan umum (nasional kerakyatan). Gramsci mengatakan negara demokrasi dapat berjalan sesuai prinsip-prinsip hukum manakala didalamnya terdapat masyarakat sipil yang senantiasa mengawasi pemerintah secara kritis dan objektif. Semoga di NTB terdapat masyarakat sipil yang senantiasa mengawasi secara kritis dan objektif terhadap kinerja pemerintah dalam pengelolaan keuangan daerah (APBD) dan BPK dalam menjalankan tugas dan fungsinya sehingga kebijakan APBD bermuara pada kesejahteraan masyarakat NTB seutuhnya.

Meningkat, rumah tak layak huni di Mataram Artinya jumlah keluarga miskin juga meningkat

*** Kasus proyek rumput laut juga ditangani polisi Butuh koordinasi agar tak tumpang tindih

***

STASIUN RADIO

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M.Haeruzzubaidi, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini, Karnia Septia Kusuma Ningrum. Lombok Barat: Sumada, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 8.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 8.000/mmk. Display F/C : Rp 15.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 5.000./mmk. Iklan 1 kolom (max 100 mmk): Rp 4.000/mmk. Iklan Advertorial : Rp 3.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (30 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 150.000/kavling. Iklan Paket (ukuran max 600 mmk), - 5 kali muat Rp 500/mmk, - 10 kali muat Rp 450/mmk, - 15 kali muat Rp 400/mmk. Pembayaran di muka. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 40.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 45.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 2.500. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB Senin, 29 Juli 2013

Pasar Murah SEBAGAI komitmen memperkuat kerjasama dengan seluruh nasabahnya, Bank Negara Indonesia (BNI) memberikan apresiasi lebih. Salah satunya dengan menggelar kegiatan sosial dalam bentuk pelayanan kesehatan gratis dan gelaran pasar murah sehari. Kegiatan sosial dilaksanakan di Kantor BNI cabang Selong, Lombok Timur, Sabtu (27/7). Selain dibuka untuk umum, utamanya nasabah dan keluarga nasabah yang menggunakan layanan BNI Smart Remittance dan BNI Wesel PIN. Deputi General Manager Devisi Internasional BNI, Rachmat Hidayat mengatakan, kegiatan sosial yang dilaksanakan secara nasional tersebut merupakan bukti komitmen dan apresiasi BNI kepada para TKI dan keluarganya. Yang notabene para TKI telah berjuang untuk memberikan kontribusi devisa kepada negara, sekaligus turut serta membangun daerah. “Untuk paket sembako, ada sebanyak 1.434 paket berisi gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, mie instan, margarin dan kopi susu yang disiapkan khusus di wilayah BNI kantor cabang Pancor, Lombok Timur. Ada juga pembagian paket peralatan sekolah bagi siswa-siswa SD,” demikian disebutkan Rahmat Hidayat. Dijelaskan, saat ini BNI yang merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia menyediakan layanan transaksi cash to cash incoming transfer melalui produk BNI Wesel PIN. Sejak di-launching tahun 2009 lalu, transaksi di BNI Wesel PIN terus mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan. Baik dari sisi items, volume maupun dari sisi fee based income pertumbuhannya sudah mencapai lima kali lipat. Didukung dengan Sistem Smart Remmitance yang handal, BNI menurut Rachmat telah mendapatkan penghargaan sebagai Best Remmitance Provider In South East Asia dari Majalah Alpha South East Asia selama empat tahun berturut-turut hingga tahun 2012. “Pencapaian tersebut sebenarnya yang menyebabkan yang menjadi motivasi BNI untuk terus berkembang dan memberikan layanan terbaik, bukan hanya di Asia Tenggara tetapi juga di benua Asia,” terangnya. BNI telah mengembangkan konsep virtual office dengan memasang aplikasi BNI di lebih dari 50 negara di luar negeri, hampir seluruh negara bagian di Timur Tengah, Malaysia, Brunei, Singapura, Hongkong dan Taiwan. Serta menjalin kerjasama dengan Institut besar di negara lain seperti Japan Post, dan Sing Post. Saat ini BNI melayani transaksi kiriman uang tunai yaitu BNI Wesel PIN yang dapat diambil di seluruh kantor cabang BNI, Kantor POS, Alfamart, Bank BJB , Bank NTT dan BPR yang sudah bekerja sama. Total Outlet Paying Agent BNI Wesel PIN yaitu 11.700 outlet di seluruh Indonesia. (bul)

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 7

NTB Disiapkan Kapal Khusus untuk Kirim Ternak Mataram (Suara NTB) Kementerian Perhubungan akan menjatahkan empat unit kapal pengiriman ternak yang akan dioperasikan khusus dari beberapa pelabuhan di Provinsi NTB. Kapal berkapasitas masing-masing 3.000 ton ini dihajatkan untuk kegiatan pengiriman sapi ke luar daerah guna mendukung program sejuta sapi. “Kementerian Perhubungan sudah mengalokasikannya untuk NTB. Penyerahannnya kemungkinan besar terlaksana tahun ini,” terang Kepala Bidang Hubungan Laut, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi NTB, Drs. Tumiran pada Suara NTB di Mataram, Sabtu (27/7). Kapal-kapal tersebut

menurutnya, akan dioperasikan khususnya di pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Pelabuhan Badas Sumbawa dan Pelabuhan Bima. Aktivitasnya, bisa saja untuk mengangkut sapi/ ternak antarwilayah didalam provinsi, hingga pengiriman kebeberpa daerah lainnya di Indonesia. Secara teknis, kapal ternak ini pengelolaannya akan diser-

ahkan langsung kepada pemerintah daerah, baik untuk pengiriman bibit sapi, maupun pengiriman daging. Tetapi harapan secara luas disiapkannya kapal tersebut oleh pemerintah pusat agar NTB menjadi daerah penyuplai daging. “Kapal-kapal ini akan standby di masing-masing pelabuhan dan dapat digunakan oleh pengusaha ternak,” terang Tumiran.

Pada bagian lain, ditanya mengenai perkembangan pemantauan arus keluar masuk komoditi melalui pelabuhan, Tumiran menyebut jumlah komoditi yang keluar dari dalam daerah mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan saat ini pengawasan dan pendataan dilakukan secara ketat selama 24 jam nonstop dibeberapa titik pengawasan di pelabuhan. Data yang dirilis sejak bulan Januari lalu hingga Maret 2013 ini saja, setiap bulannya terjadi peningkatan pengiriman komoditi keluar daerah. Beberapa komoditi yang paling dominan ke luar daerah ber-

dasarkan pendataannya disebut, Beras dan Gabah, cabai, bawang merah, terigu, jagung, telur, rumput laut, tembakau dan jambu mete. Kesemuanya didata terus menerus untuk mengetahui jumlah komoditi yang keluar dan masuk dari pelabuhan. “Sebelumnya kita sering kecolongan, tidak tau berapa jumlahnya komoditi kita yang keluar. Untuk mengantisipasi agar didalam daerah tidak mengalami kekurangan, dilakukan pendataan. Dengan demikian bisa diimbangi berapa jumlah kebutuhan dalam daerah dan kebutuhan pengiriman,” demikian Tumiran. (bul)

(Suara NTB/bul)

KAPAL BARU - Seorang buruh anggota SPSI Lembar tengah mengawasi kapal barang yang hendak bongkar di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Dalam waktu dekat, anggota SPSI ini tidak akan memiliki waktu jeda untuk rehat, sebab empat unit kapal angkutan ternak untuk pengiriman sapi akan menambah jumlah kapal barang baru yang akan beroperasi di Lembar, dan hal itu akan menyibukkan para anggota SPSI.

(Suara NTB/bul)

PASAR MURAH - Kegiatan pasar murah BNI di kantor cabang BNI Pancor, Lombok Timur.

DIREKTORI BISNIS SUARA NTB FINANCE

ACCESORIES

EKSPEDISI

ADVERTISING

TRAVEL

EMAS & MUTIARA

Produsen Harus Siapkan Kebutuhan Sejak Awal Mataram (Suara NTB) Mengantisipasi kelangkaan pupuk yang hampir terjadi setiap tahun menjelang musim tanam, pemprov NTB meminta seluruh perwakilan produsen pupuk di daerah ini untuk menyiapkan kebutuhan sejak awal. Paling tidak, pada September mendatang ketersediaan stok pupuk sudah ada 60 persen di gudang. Supaya, ketika musim tanam padi pada Oktober-Desember 2013 dan Januari 2014 mendatang stok yang ada bisa memenuhi kebutuhan petani. “Cuma saya ingin memastikan supaya tidak terjadi kelangkaan seperti tahun lalu, memastikan di musim hujan ini sepanjang 2013 ketersedian pupuk sudah siap. Mulai September itu saya minta kepada produsen pupuk supaya tersedia, tidak ada alasannya. Supaya dalam bulan Oktober-Desember dan Januari 2014 pupuk sudah siap,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) NTB, Ir. Husni Fahri, MM dikonfirmasi di Mataram, kemarin. Dikatakan, para distributor pupuk di daerah ini harus lebih awal mengirimnya ke NTB sehingga tidak terjadi kelangkaan yang terus menerus seperti tahun sebelumnya. Pasalnya, dengan kapasitas pelabuhan bongkar - muat di Lembar yang terbatas karena harus mengantri untuk melakukan bongkar - muat pupuk dengan kapal semen dan kapal sembako maka hal

itu harus disiasati oleh produsen pupuk. ”Saya bilang kepada produsen pupuk supaya mengirimnya jangan sekaligus tetapi bertahap dan berkelanjutan. Paling tidak, diawali 60 persen sudah siap di gudang jika tiba musim hujan atau musim tanam mendatang,” ujarnya. Husni menyebutkan kebutuhan pupuk di daerah ini rata-rata per hektar petani melakukan pemupukan sebanyak dua kali atau dua ton per hektar untuk pupuk Urea dan satu kali pemupukan atau satu ton per hektar untuk pupuk NPK. Setiap tahunnya, kata Husni pihaknya ingin menambah produsen pupuk yang beroperasi di daerah ini sehingga kebutuhan petani terjamin. “Yang perlu kita kawal sebenarnya adalah dari distributor sampai ke petani. Sekarang kita punya komite pengawasan pupuk dan pestisida, kita akan gerakkan untuk memantau distribusi pupuk ini,” tandasnya. Untuk kebutuhan pupuk tahun ini, ujarnya, pemprov NTB mengajukan revisi tambahan dari kebutuhan 30 ribu ton ditambah sebanyak 5.000 ton. Usulan penambahan kuota pupuk tersebut, katanya, karena dari luas areal 41 ribu hektar lebih bertambah sebanyak 13.700 hektar. Apalagi dengan curah hujan yang cukup tinggi di beberapa daerah di NTB sehingga musim tanam diprediksi akan lebih panjang atau lebih dari satu kali. “Sehingga kita butuh tambahan pupuk tetapi untuk ketersediaannya saat ini semua produsen pupuk yang ditugaskan sekarang sudah siap. Stok di gudang cukup, sebanyak 20 ribu ton ada di gudang meskipun kapal pupuk masih tertahan di Lembar,” pungkasnya. (nas)

DIJUAL MOBIL TOKO MAINAN

LAUNDRY

DIJUAL TOYOTA COROLLA TWIN CAM 1988 NOPOL DK, 40 JT NEGO. HUB. 081236723623 DAN 083129256552

Limbah Jagung akan Digunakan sebagai Bahan Baku Pembangkit Listrik Dompu (Suara NTB) Limbah jagung berupa batang, daun dan tongkol serta jerami ke depan akan bernilai ekonomis karena digunakan sebagai bahan baku pembangkit listrik. PT PLN bekerjasama dengan PT Bio Energi merencanakan pembangunan tenaga listrik berkapasitas 1 MW berbahan baku limbah jagung di Manggelewa. Kebutuhan limbah jagung dan jerami per hari untuk kapasitas 1 MW mencapai 40 ton, sehingga petani diminta menjaga produktivitas tanaman jagungnya. Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin kepada wartawan di Pekat, mengungkapkan bahwa PT PLN bekerjasama dengan PT Bio Energi telah mencanangkan pembangunan listrik berkapasitas 1 MW di Manggelewa dengan bahan baku limbah jagung. Dirut PLN untuk wilayah Indonesia bagian timur bahkan telah melakukan ground breaking pembangunan di Manggelewa, Selasa (23/7) lalu. “Untuk langkah pertama direncanakan kapasitanya 1 MW,” katanya. Kebutuhan limbah jagung sebagai bahan bakar untuk menghasilkan listrik 1 MW per hari sekitar 40 ton. Namun bila ketersediaan limbah jagung tidak mencukupi, bahan baku bisa diganti dengan jerami atau ilalang. “Mimpi saya agar jagung tidak hanya bijinya yang bernilai ekonomi, kini sudah mulai ada titik terangnya. Untuk itu, petani diharapkan menjaga produktivitas dan menjaga luas tanamnya,” harapnya. Bila langkah awal pembangunan listrik berbahan baku limbah jagung sukses, H. Bambang mengatakan, akan dikembangkan menjadi tiga mesin dan dapat mengganti listrik berbahan bakar solar. Kebutuhan listrik di Dompu pun akan semakin tercukupi dan diharapkan akan semakin berkembangnya industri rumah tangga hingga industri berskala besar. Asisten II Setda Dompu, Ir. H. Rusdin, MSI menambahkan, bila pembangunan listrik berbahan baku limbah jagung ini sukses tidak hanya menambah sumber pendapatan bagi petani, tapi juga akan meningkatkan harga jual tanah petani. “Bagaimanapun, PLN untuk membangun lokasi pembangkit listriknya ini membutuhkan lahan sekitar 10 ha dan pasti harga tanah di sekitar itu akan melonjak tinggi dan itu menjadi keuntungan sendiri bagi masyarakat. Belum lagi keuntungan-untungan lainnya,” terangnya. (ula) H. Bambang M. Yasin

DIJUAL PETS SHOP

TANAH DAN BANGUNAN RUMAH 200 JT, SHM LS 180 M2 FAS.LIST,PAM,SUMUR LOKASI DI BTN KOREM PERAMPUAN LABUAPI LOMBOK BARAT HUB. 081236723623/081917496123

BATIK

DIREKTORI BISNIS SUARA NTB HOTEL

PELATIHAN

SANGGAR SENAM

RADIO

(Suara NTB/dok)

Antisipasi Kelangkaan Pupuk


Halaman 8

SUARA NTB Senin, 29 Juli 2013

Bale akan Sisihkan Rekor dan Posisi Ronaldo London – Penyerang Tottenham Hotspur, Gareth Bale tampaknya benar – benar menjadi properti transfer paling panas di bursa transfer musim ini. Kepindahannya dari Tottenham ke Real Madrid tampaknya tidak saja akan memecahkan rekor transfer Cristiano Ronaldo, namun juga akan mengorbankan posisi Ronaldo. Pelatih baru Real Madrid, Carlo Ancelotti, dikabarkan akan menggeser posisi CR7 ke sayap kanan demi memberi Bale posisi idealnya di sayap kiri lini serang Real Madrid. Rencana perubahan itu dibisikkan oleh sumber dari internal Real Madrid. “Bale adalah satu – satunya pemain bintang yang sedang kami buru. Ancelotti akan memainkannya di sayap kiri dan Cristiano Ronaldo di sayap kanan dalam formasi 4-3-3,” ujar sumber tersebut yang dilansir oleh mirror online. Kepindahan Bale, jika terealisasi tidak saja berpeluang menggeser Ronaldo dari posisi idealnya. Lebih dari itu, transfer Bale dari Tottenham ke Real Madrid juga kemungkinan akan memecahkan rekor transfer termahal yang saat ini juga kebetulan tercatat atas nama Ronaldo. CR7 memecahkan rekor tersebut saat ia diboyong Madrid dengan bandrol 80 juta poundsterling dari Manchester United pada 2009 lalu. Sementara itu, SunSport juga mengabarkan bahwa Madrid tengah menyiapkan proposal transfer dengan dana segar sebesar 51 juta poundsterling ditambah dengan dua pemain Madrid, yaitu Angel Di Maria dan Fabio Coentrao. Jika dikalkulasi berdasarkan nilai potensial kedua pemain tersebut, total nilai transfer Bale diperkirakan mencapai 95 juta poundsterling. (aan)

Futsal Siap Dipertandingkan di Porprov 2014 Mataram (Suara NTB) Jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2014 mendatang dipastikan bakal bertambah. Setidaknya satu cabang olahraga, yaitu futsal telah siap dipertandingkan di ajang pesta puncak olahraga Provinsi NTB. Ketua Badan Futsal Daerah (BFD) NTB, Aryanto Prametu, kepada Suara NTB usai acara buka bersama pengurus BDF NTB di Mataram Futsal Center, Jumat (26/7) lalu menjelaskan bahwa futsal sudah memenuhi persyaratan untuk dipertandingkan di Porprov NTB 2014. Sebagai olahraga yang bernaung di dalam organisasi Pesatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) NTB, BFD telah memiliki 10 Biro futsal di Pengcab PSSI tingkat kabupaten/kota di NTB. Itu artinya mereka sudah layak dipertandingkan di Porprov karena telah memiliki 10 wakil/biro di Pengcab PSSI kabupaten/kota di NTB. “Kami sudah memiliki biro-biro di kepengurusan PSSI kabupaten/kota, dan sementara ini biro futsal yang aktif terdapat enam biro, yakni biro futsal PSSI Kota Mataram, Lombok Tengah (Loteng), Kabupaten Lombok Utara (KLU) Kota Bima, Sumbawa dan KSB. Sisa empat Biro lainnya sudah berakhir masa kepengurusannya atau belum diperpanjang,” ucapnya. Sebagaimana disampaikan Ketua Umum KONI NTB, H. MNS. Kasdiono SH sebelumnya, bahwa dalam peraturan Porprov NTB menjelaskan persyaratan cabor yang dapat dipertandingkan di Porprov harus memiliki minimal lima Pengcab atau klub di kabupaten/kota. Sementara di BFD NTB tidak memiliki klub atau pengcab, pasalnya dalam BFD NTB belum berdiri sendiri, dalam hal ini keberadaan kepengurusan BFD NTB ikut di Biro organiasasi PSSI NTB. Pertanyaannya, kenapa tidak dibentuk BFD di kabupaten/ kota, karena kata Aryanto dalam peraturan organisasi PSSI itu tidak ada pengurus BFD kabupaten/kota. “BFD itu hanya ada di Provinsi aja, itu artinya BFD itu tidak ada di kabupaten/kota. Di kabupaten/kota itu hanya ada biro-biro futsal yang masuk dalam kepengurusan PSSI. Saat ini ada enam biro yang masih aktif, yakni biro PSSI Kota Mataram, Loteng, KLU, Sumbawa, KSB dan Kota Bima, sementara sisa empat biro futsal lainnya sudak tak aktif, soalnya priodesasi kepengurusannya sudah berakhir,” jelasnya. Ditempat yang sama, Sekum BFD NTB, Agus Sukmayadi menjelaskan, kepengurusan futsal itu berada dengan cabor lain. Pasalnya pengurus futsal kabupaten/kota sudah masuk di biro kepengurusan PSSI NTB, namanya biro sepak bola usia dini dan futsal di masing-masing pengcab PSSI NTB. sehingga pelantikan biro-biro futsal tersebut mengikuti pelantikan pencab PSSI di masing-masing pencab. (fan)

Prestasi Fadlin dan Iswandi Menurun Mataram (Suara NTB) Prestasi dua atlet NTB, Iswandi dan Fadlin di Kejuaran Atletik di Rusia baru-baru ini cukup mencemaskan. Catatan waktu kedua pelari terbaik yang sukses menyumbangkan dua medali emas di nomor 100 meter dan 200 meter di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau 2012 lalu menurun tajam. Pelari NTB, Fadlin yang dihubungi Suara NTB, via ponselnya, Minggu (28/7) kemarin mengatakan catatan waktu yang diraihnya di kejuaraan atletik di Rusia barubaru ini menurun dari hasil catatan waktu yang diukirnya pada nomor 200 meter pada PON XVIII di Riau 2012 lalu. Pada kejuaraan di Rusia baru-baru ini ia menorehkan catatan watu 21.90 detik. Tore-

han itu terbilang menurun tajam bila dibanding hasil PON Riau 2012 lalu. Pada PON Riau, Fadlin mampu meraih garis finish hanya dalam 21.04 detik. “Catatan waktu saya menurun, begitujuga dengan cataan waktu rekan saya Iswandi yang turun di nomor seratus meter juga menurun,” ucapnya tanpa menyebutkan nominal catatan waktu yang diraih

oleh Iswandi peraih medali emas di nomor 100 meter pada PON XVIII di Riau 2012 lalu. Meski catatan waktu yang diukirnya di kejuaraan Rusia menurun, namun Fadlin mengaku sangat gembira. Menurut Fadlin, bila dikaji dari persiapannya yang belum maksimal dia mengasumsikan prestasi dia dan rekannya di Rusia cukup bagus, pasalnya pada saat tampil di Rusia

mereka belum mencapai pada tahap persiapan puncak, namun Indonesia mengikutsertakan mereka untuk mewakili tim merah putih. Diakui Fadlin, persiapan puncak mereka adalah bulan September, karena fokus mereka adalah mengikuti Kejurnas Atletik di Jakarta September mendatang. “Saat tampil di Rusia persiapan kita belum maksimal. Karena puncak dari persiapan kami mengikuti kejurnas atletik bulan September,” ucapnya. Rencananya, pada kejurnas atletik di Jakarta nanti, Fadlin akan turun di nomor 100 meter, 200 meter dan 4x100

meter, dia akan bersaing ketat dengan rekannya sesama atlet NTB, Iswandi, Safwaturahman di nomor 100 dan 200 meter. Namun demikian Fadlin tetap optimis. Maklum dia membawa misi juara di tiga nomor yang akan diikuti. Terlebih, event tersebut sekaligus menjadi ajang seleksi tim inti nomor atletik yang mewakili Indoensia di SEA Games, di Myanmar, Desember 2013, sehingga ia harus tampil lebih maksimal. “Target saya bisa menjuarai tiga nomor, karena di kejurnas itu juga sebagai ajang seleksi tim inti atletik Indonesia yang ikuti SEA Games,” ucapnya. (fan)

Striker Bandung Raya Sekou Camara Meninggal Bandung (Suara NTB) Striker tim Pelita Bandung Raya asal Mali, Aboulaye Sekou Camara (33), meninggal dunia akibat serangan jantung di RS Halmahera Siaga Kota Bandung, Jawa Barat. Striker jangkung yang baru bergabung dengan Bandung Raya pada paruh kedua itu menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (27/7) pukul 23.48 WIB. Pemain bernomor punggung sembilan tersebut mengalami serangan jantung saat menjalani latihan malam di Stadion Siliwangi Kota Bandung. Camara yang sedang membetulkan tali sepatu terjatuh dan langsung dilarikan ke RS Halmahera. “Sekou Camara tidak tertolong, pihak rumah sakit menyatakan meninggal dunia pukul 23.48 WIB,” kata Marco Gracia Paulo, Direktur PT Kreasi Performa Pasundan, pengelola klub Bandung Raya di Bandung, Minggu. Setelah terjatuh dan pingsan, Sekou Camara langsung dilarikan ke RS Halmahera yang berjarak tidak lebih dari sekilo meter dari stadion milik Kodam III Siliwangi. Latihan yang dijalani Pelita Bandung Raya malam itu merupakan persiapan untuk menghadapi laga tandang melawan PSPS Pekanbaru, Rabu (31/7) mendatang. “Kami sangat terpukul dengan meninggalnya Camara dan mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan.Kami sangat kehilangan karena almarhum merupakan pemain andalan yang memiliki kontribusi besar untuk tim,” kata Marco. Menurut Marco ,manajemen PBR sudah berkomunikasi dengan ibunda Camara melalui agennya, Mamadou, yang kebetulan sedang berada di Mali. Ibunya bisa menerima kepergian Camara dengan ikhlas serta mengucapkan terima kasih kepada PBR yang telah merawat Camara. “Sekarang Camara sudah kembali ke sisi Tuhan. Tugas kami adalah melanjutkan perjuangan dia,” katanya. Saat ini jenazah Sekou Camara disemayamkan di rumah duka RS Boromoeus Kota Bandung di Jalan IR Juanda Kota Bandung. Minggu (28/7) dini hari jenazah Camara dipindahkan ke RS Boromeous untuk mendapatkan pernghormatan terakhir sebelum diterbangkan ke Mali yang rencananya Senin (29/7). Marco mengatakan saat ini manajemen PBR sedang mengurus dokumen yang berkaitan dengan pemulangan jenazah Camara ke negaranya.Semua biaya menjadi tangungan PBR termasuk santunan untuk keluarga Camara. “Rencananya sebelum berangkat akan ada pelepasan khusus dengan cara muslim. Ini merupakan penghormatan kami untuk melepas kepergian seorang sahabat,” kata Direktur PT Kreasi Performa Pasundan itu menambahkan. (ant/bali post)

Sekou Camara (Suara NTB/ist)

DIREKTORI BISNIS SUARA NTB RUMAH MAKAN

Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

KURSUS

JUAL MOBIL/MOTOR CEPAT LAKU

DIKONTRAKKAN

Dimuat didua media sekaligus : Harian Suara NTB dan Radio Global FM Lombok PENGOBATAN

SIARAN TV

Hanya :

Rp. 20.000,-/ 1 x muat Rp. 45.000,-/ 3 x muat Rp. 100.000,-/ 7 x muat

(Iklan maksimum 3 (tiga) baris) BOUTIQUE

SABLON & KONVEKSI

Hubungi : Bagian Iklan Suara NTB Jl. Bangau No.15 Tlp. 0370-639543 Cakranegara-NTB

7 hari belum laku (selanjutnya gratis selama 7 kali)


SUARA NTB

Senin, 29 Juli 2013

Halaman 9

DIREKTORI BISNIS SUARA NTB KURSUS/BIMBEL

KOMPUTER

BAHAN BANGUNAN & INTERIOR

SALON

RADIO

RUMAH MAKAN

JUAL MOBIL

Fax

RUPA-RUPA

TELEVISI

FASHION

HOTEL

PROPERTY

SPARE PART

BENGKEL

PENGOBATAN

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUKO

EVENT ORGANIZER

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

SERVICE

RUPA-RUPA

BANK

BENGKEL

PERAWATAN AC

TRAVEL


Halaman 10

SUARA NTB Senin, 29 Juli 2013

“Ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘slaihi wa sallam, tiba-tiba datanglah seseorang sambil berkata, ‘Celaka, wahai Rasulullah!’ Beliau menjawab, ‘Ada apa denganmu?’ Ia berkata, ‘Aku berhubungan dengan istriku dalam keadaan aku berpuasa.’ Dalam riwayat lain berbunyi, ‘Aku berhubungan dengan istriku di bulan Ramadhan.’ Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Apakah kamu bisa mendapatkan budak untuk dimerdekakan?’ Ia menjawab, ‘Tidak.’ Lalu beliau berkata lagi, ‘Mampukah kamu berpuasa dua bulan berturut-turut?’ Ia menjawab, ‘Tidak.’ Lalu beliau menyatakan lagi, ‘Mampukah kamu memberi makan enam puluh orang miskin?’ Ia menjawab, ‘Tidak’ Lalu Rasulullah diam sebentar. Ketika kami dalam keadaan demikian, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi satu ‘Irq berisi kurma – Al-Irq adalah alat takaran –. Beliau berkata, ‘Mana orang yang bertanya tadi?’ Ia menjawab, ‘Saya.’ Beliau menyatakan lagi, ‘Ambillah ini dan bersedekahlah dengannya!’ Kemudian orang tersebut berkata, ‘Apakah ada yang lebih fakir dariku wahai Rasulullah? Demi Allah tidak ada di dua ujung kota Madinah satu keluarga yang lebih fakir dari keluargaku.’ Mendengar itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa sampai tampak gigi taringnya, kemudian berkata, ‘Berilah makan keluargamu!’” (HR. Muttafaqun ‘alaihi).

Hindari Bibir Kering Selama Berpuasa BIBIR kering dan pecah-pecah tentu sedap dipandang mata. Tak hanya itu, masalah ini juga dapat menimbulkan luka, infeksi dan rasa tidak nyaman. Dikutip dari Kompas.com dari situs kesehatan webmd, bibir kering dan pecah-pecah bisa disebabkan oleh kurangnya hidrasi tubuh, sehingga puasa berpotensi memicunya. Agar ibadah tidak terganggu dengan bibir kering dan pecahpecah, simaklah tips berikut. 1. Jangan menjilat bibir Alih-alih membuat bibir basah, menjilat bibir justru akan membuatnya semakin kering. Ini dikarenakan saliva yang menguap ikut menarik kelembaban alami bibir sehingga bibir pun semakin kehilangan kelembabannya. 2. Gunakan pelembab bibir Pelembab bibir dengan jeli petroleum atau minyak yang berasal dari biji-bijian akan memberikan kelembaban yang dibutuhkan bibir. Sebaiknya pilihlah pelembab yang juga mengandung vitamin E yang membantu mengatasi bibir pecah-pecah. Selain itu, ada pula bahan alami yang bisa digunakan sebagai pelembab bibir yaitu madu dan minyak zaitun. 3. Jangan tarik kulit kering dari bibir Menarik kulit kering pada bibir hanya akan membuat luka yang mungkin berujung pada infeksi. Sebaliknya biarkan kulit kering hilang dengan sendirinya dengan terus memberikan pelembab pada bibir. 4. Gunakan lipstik dengan pelembab dan SPF Jika Anda harus memakai lipstik, maka pastikan lipstik yang dipakai mengandung pelembab dan SPF yang melindungi dari sinar matahari. Bersihkan segera lipstik setelah dipakai agar tidak menimbulkan iritasi. 5. Cukup konsumsi air Air merupakan kebutuhan terpenting untuk menjaga hidrasi tubuh. Saat berpuasa kebutuhan air dapat tercukupi di waktu sahur dan setelah berbuka. Maka pastikan Anda memperoleh asupan air yang cukup, ditambah sayur-sayuran dan buah. (berbagai sumber)

Poteng - Jaje Tujak

Tidak terasa kita sudah memasuki sepuluh hari terakhir kita berpuasa. Banyak di antara kita yang sudah menyiapkan kue atau makanan khas Lebaran untuk keluarga yang datang bersilaturahmi. Bagi sebagian keluarga Lombok, ada makanan atau jajanan yang wajib ada setiap Lebaran. Salah satu contohnya adalah Poteng (tape ketan). Poteng ini akan lebih enak disantap, kalau ada Jaje Tujak. Bahan Poteng (Tape Ketan) : · setengah kg beras ketan · 1 buah ragi tape · Daun katuk Bahan Jaje Tujak : · setengah kg beras ketan putih · 12 buah kelapa (kelapa parut) · Garam secukupnya Cara Pembuatan : Dua hari sebelumnya dimulai pembuatan Poteng. Beras ketan dikukus setengah matang kemudian dicampur dengan perasan daun katuk sebagai pewarna, kemudian dikukus lagi sampai matang dan dinginkan. Setelah dingin taburi ragi, kemudian difermentasi selama kurang lebih dua hari. Pembuatan jaje tujak : Beras ketan dicuci dan dihilangkan kotorannya, kemudian direndam 1-2 jam. Beras ketan bersih dikukus sampai matang kemudian ditambahkan kelapa parut dan sedikit garam kemudian ditumbuk sampai halus. Jaje tujak ini dibentuk seperti lontong atau bentuk lempengan lain. Poteng disajikan bersama dengan jaje tujak, disantap bersamaan. Woi pasti terasa enaknya. Selamat mencoba! (Sumber : BKP NTB)

(Suara NTB/ist)

SAMBUTAN - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh memberi sambutan dalam peringatan Nuzulul Qur’an yang berlangsung di halaman Kantor Walikota Mataram, Sabtu (27/7) malam.

Peringatan Nuzulul Qur’an

Walikota Minta Pejabat Berpedoman pada Al Qur’an

Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengajak seluruh masyarakat kembali berpedoman kepada isi kandungan Al Qur’an. Begitu juga pada pejabat lingkup Pemkot Mataram dalam menjalankan tugas tetap berpedoman pada ajaran Al Qur’an. ‘’Kita harus lebih meningkatkan kecintaan terhadap Al Qur’an. Dengan membaca Al Qur’an saja, sudah mendapat pahala. Apalagi yang benarbenar membaca Al Qur’an, mendapat jaminan hidup bahagia dunia akhirat dan meninggal dalam kondisi syahid,’’ terang Walikota dalam peringatan Nuzulul Quran yang

digelar di Halaman Kantor Walikota Mataram, Sabtu (27/7) malam. Sementara itu, dalam uraian hikmah Nuzulul Qur’an yang disampaikan H. Husnul Khutomi, mengajak seluruh jamaah tidak meragukan kandungan isi Al Qur’an. Menurutnya, saat ini kaum muslimin di seluruh dunia

banyak yang tidak benar-benar membaca Al Qur’an, sehingga mereka dipaksa mengiyakan apa yang disampaikan orang-orang yang tidak berpegang kepada Al Qur’an. Menurutnya, terdapat tiga kelompok manusia yang meninggalkan Al Qur’an. Kelompok pertama adalah orang mengaku mukmin atau muslim

tapi tidak mengerti Al Qur’an. ‘’Tapi golongan semacam ini diyakini semakin berkurang karena pemerintah sudah menggalakkan membaca Al Qur’an,’’ ungkapnya. Golongan kedua, lanjutnya, adalah orang yang membaca Al Qur’an dengan suara yang indah tapi tidak pernah merenungkan isi dan kandungan Al Qur’an. Serta golongan ketiga adalah orang yang membaca Al Qur’an hanya di ujung lisannya dan tidak merenungkan isi maupun kandungan Al Qur’an. ‘’Membaca Al Qur’an

dengan benar, mempermudah kita menuju surga,’’ ujarnya. Melalui peringatan Nuzulul Qur’an, ia berharap semua warga Kota Mataram dijauhkan dari golongan orang-orang yang termasuk katagori meninggalkan Al Qur’an. ‘’Mari kita amalkan isi dan kandungan Al Qur’an mulai dari keluarga ke keluarga kita masingmasing,’’ ujarnya. Peringatan Nuzulul Qur’an tersebut juga dihadiri Wakil Walikota Mataram H Mohan Roliskana beserta segenap jajaran Pemkot Mataram. (fit)

Selama Ramadhan, Kunjungan Wisatawan Tetap Ramai Mataram (Suara NTB) Ramadhan rupanya tidak menghalangi wisatawan untuk berlibur. Sepanjang bulan Ramadhan tahun ini, wisatawan tetap ramai berkunjung ke Pulau Seribu Masjid ini. Kunjungan di bulan puasa ini didominasi wisatawan asing. Demikian disampaikan salah seorang pemandu wisata dari Lombok Adventure Club, Jay Rinjani kepada Suara NTB, Sabtu (27/7). Jay menuturkan saat ini sedang dalam kondisi high season, sehingga angka kunjungan tetap

tinggi walaupun bersamaan dengan bulan Ramadhan. Apalagi bulan Agustus mendatang diprediksi angka kunjungan akan semakin meningkat dan didominasi wisatawan asing. Objek wisata yang menjadi pilihan wisatawan saat ini menurutnya adalah Gunung Rinjani, di samping objek wisata alam lainnya, seperti pantai dan gili. Selama puasa ini Jay mengakui merasa bahagia, karena ramainya wisatawan yang berkunjung. Meskipun puasa restoran jarang yang buka di siang hari,

bagi wisatawan hal itu tidak menjadi masalah. “Mereka sangat respect. Sangat senang. Mereka sangat enjoy menikmati trip di bulan puasa,” ujarnya. Pria yang tinggal di Senggigi ini mengatakan, kawasan Senggigi juga cukup ramai dengan wisatawan. Walaupun diberlakukan larangan penutupan tempat hiburan selama Ramadhan. Hal itu tidak menjadi persoalan bagi wisatawan.“Itutidakberpengaruh. Mereka tetap ikuti aturan. Hal itu tidak dipermasalahkan. Mereka sangat respect,” pungkas Jay. (yan)

PWI Lotim Berbagi di Bulan Ramadhan Selong (Suara NTB) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Lombok Timur (Lotim) ikut berbagi dengan puluhan anak yatim dan orang tua jompo di Desa Tirtanadi Kecamatan Labuhan Haji Lotim, Sabtu (27/7). Penyerahan santunan yang merupakan agenda rutin setiap Ramadhan ini diserahkan secara simbolis Ketua PWI Lotim, Dimyati. Ketua PWI Lotim, Dimyati menjelaskan, santunan yang diberikan PWI tidak seberapa dibandingkan dengan kondisi masyarakat. Meski demikian, ujarnya, para penerima santunan tidak melihat nilai dari apa yang telah diberikan. Papuk Any, salah satu penerima santunan mengaku sangat bersyukur diberikan santunan. Selama ini, warga desa yang baru dua tahun definitif ini belum tersentuh bantuan dana segar berupa pemberian santun secara langsung. Harapannya, lebih banyak lagi orang-orang yang peduli terhadap keluh kesah masyarakat miskin. (rus)

Mengungkap Rahasia Puasa (3) Puasa di Bulan Ramadhan juga memiliki sentuhan terhadap dimensi sosial kemasyarakatan. Selama sebulan penuh umat Islam beribadah banyak diarahkan untuk peduli terhadap sesama.Tumbuh semangat bersedekah, berinfaq dan mengeluarkan zakat. Inilah yang menjadi rahasia selanjutnya di balik menjalankan salah satu rukun Islam, yakni mencetak jiwa sosial masyarakat. TUNTUNAN agar umat ini berjiwa sosial tinggi banyak tertuang dalam dalil nash, utamanya kitab Suci Al Quran. Lebih terinci dalam Hadits Nabi Muhammad, SAW dalam kitab “Fahaail A’mal,”. Kitab ini banyak berisi motivasi umat islam untuk berbuat kebajikan. Menurut TGH. M. Khaeri, MPd, setiap Ramadhan, kitab itu banyak dikaji, baik di pondok-pondok pesantren maupun majelis ta’lim di masjid-

(Suara NTB/rus)

PEMBERIAN SANTUNAN - PWI Lotim memberikan santunan kepada 50 anak yatim dan orang tua jompo di Dusun Penanggak Desa Tirtanadi Kecamatan Labuhan Haji.

masjid yang tersebar di masyarakat. Salah satu hadits yang memotivasi masyarakat berjiwa sosial di bulan puasa sebagaimana tertuang dalam kitab “fadhaail a’mal” tersebut yang artinya “Siapa yang memberi orang berbuka puasa, maka sama nilainya puasa dan akan dapat pahala seperti orang yang diberikan berbuka tanpa kurang sedikitpun,” terangnya pada Suara NTB, Minggu (28/7). Di bulan Ramadhan, ujarnya, praktik terhadap perintah Nabi Muhammad SAW banyak terlihat. Sebagai contoh, aktivitas berbuka puasa bersama yang dirangkai dengan kegiatan tausyiah digelar banyak pihak.

(Suara NTB/nia)

CERAMAH - Lomba ceramah adalah salah satu kegiatan imtaq yang digelar SMPN 18 Mataram selama Ramadhan.

Bentuk Karakter Siswa Lewat Kegiatan Ceramah Mataram (Suara NTB) – Selama bulan Ramadhan, siswa-siswi SMPN 18 Mataram rutin melaksanakan kegiatan imtaq (iman dan taqwa). Kegiatan imtaq ini ditujukan dalam rangka membentuk karakter siswa. Salah satu kegiatan imtaq yang dilakukan adalah lomba ceramah yang diselenggarakan sekolah. Kepala SMPN 18 Mataram Saptadi Akbar kepada Suara NTB belum lama ini, menjelaskan, kegiatan imtaq yang rutin dilakukan sekolah ini dilakukan untuk membentuk karakter siswa. ‘’Kegiatan berceramah ini diharapkan dapat membentuk rasa percaya diri siswa sekaligus membangun

karakter siswa,’’ terangnya. Lomba ini diikuti seluruh siswa baik kelas VII,VIII dan kelas IX SMPN 18 Mataram, sehingga mereka memiliki keberanian tampil di depan umum. Jika sudah seperti ini, ujarnya, siswa akan lebih mudah memahami hal-hal yang lain. Saptadi menyebutkan, kegiatan imtaq ini setiap harinya diakhiri dengan kegiatan Shalat Zuhur berjamaah. Sementara pada hari Jumat, kegiatan imtaq akan diakhiri dengan Shalat Jumat berjamaah. ‘’Dengan kegiatan-kegiatan imtaq ini, sekolah berharap dapat menggairahkan suasana Ramadhan,’’ harapnya. (nia)

Mencetak Jiwa Sosial Masyarakat Tidak hanya itu, para agniyaa’ (orang-orang kaya) begitu murah hati dan berbagi dengan sesama, seperti anak-anak yatim dan orang-orang lain dalam kondisi kekurangan. Semangat rasa kebersamaan, lanjutnya, pun tumbuh. Hal ini terlihat di sela-sela menunggu tiba masa berbuka, bisa terjalin peluang diskusi. Ada peluang komunikasi tentang program kemasyarakatan di masjid. Sementara di perkantoran, komunikasi karyawan dengan atasan juga semakin intens. “Silaturahmi itu lebih intensif, bulan ini benar-benar menjadi peluang pemantapan silaturahmi,” tambahnya. Penilaiannya, semangat sosial masyarakat di bulan puasa terlihat luar biasa. Selain mengajak berbuka bersama, masyarakat banyak termotivasi berikan takjil di masjid-masjid, ponpes dan majelis taklim. Sedekah mengalir begitu lancar. Terlebih di ujung pelaksanaan ibadah puasa ini nantinya, dikeluarkan zakat fitrah, yakni zakat

individu yang diperuntukkan bagi orang-orang miskin. Hal ini dimaksudkan, pada perayaan hari Raya Idul Fitri, tidak boleh ada yang lapar dan tidak merasakan kebahagiaan. Karenanya, di hari fitrah itu diharamkan untuk menjalankan puasa. Dibandingkan dengan bulan selain puasa, jelas sangat jauh berbeda. Bahkan, tidak bisa dibandingkan. Bulan yang lebih baik dari seribu bulan itu benar-benar menjadi bulan penuh berkah dan rahmah (kasih sayang) bagi sesama. ‘’Jiwa sosial yang tinggi harapannya terbentuk pasca pelaksanaan ibadah ini,’’ terangnya. Sedekah terus jalan tanpa mengenal waktu. Rasulullah SAW telah memberikan jaminan melalui haditsnya yang artinya, agar umat Islam menginfaqkan harta yang dimiliki. Nantinya Allah akan mengganti tanpa disangka-sangka. Hadist ini menegaskan, dengan bersedekah, umat Islam tidak akan jatuh miskin. Hanya saja, keluhnya, di bu-

lan Ramadhan, banyak peminta-minta mendatangi rumahrumah orang, mengemis di jalan dengan cara-cara yang tidak dibenarkan dalam ajaran Islam. ‘’Islam mengajarkan, tangan di atas itu jauh lebih baik dari tangan di bawah. Artinya, Islam mengajarkan untuk memberi bukan untuk meminta-minta,’’ tandasnya. Mengatasi problem itu, H.M. Khaeri meminta agar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) ambil bagian. Saat inilah, saat masih bulan Ramadhan hendaknya disalurkan zakat dan infaq itu kepada para fakir miskin dan menyentuh masyarakat miskin. Hal lain yang harus diperhatikan, katanya, pada bulan berkah ini bisa menjadi momentum strategis untuk mencetak prilaku yang selalu peduli bagi kehidupan orang lain yang membutuhkan bantuan. Kebiasaan infaq, sedekah dan zakat selama bulan puasa harapannya bisa mengalir terus di bulan lain. “Tidak mentok Ramadhan saja,” ujarnya mengingatkan. (rus)


SUARA NUSANTARA

SUARA NTB Senin, 29 Juli 2013

Halaman 11

Polisi Selidiki Ambruknya Jembatan Dermaga Merak Merak (Suara NTB) Polisi masih menyelidiki ambruknya jembatan (moveable bridge) di dermaga lima Pelabuhan Merak, Banten, yang menyebabkan sebuah truk berikut muatannya tenggelam ke laut. “Kita sedang melakukan penyelidikan atas robohnya jembatan di dermaga lima itu,” kata Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak, AKP Kamarul Wahyudi, di Merak, Minggu (28/7) kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa robohnya jembatan yang mengubungkan daratan ke galangan kapal itu. ASDP Merak sedang berupaya mengevakuasi truk pengangkut 25 on tepung tapioka itu dari dalam laut. Petugas terus melakukan penyelidikan di lapangan untuk mengetahui penyebab kerusakan jembatan dermaga lima itu. “Kami juga sudah memeriksa sopir dan kenek yang selamat dari kecelakaan itu,” katanya. Menurut dia, pihaknya belum bisa memastikan robohnya jembatan tersebut akibat melebihi tonase atau

kerusakan kondisi jembatan. Kekuatan jembatan itu, kata dia, bisa menampung beban berat 50 ton. “Kami berharap secepatnya bisa terungkap ambruknya jembatan itu,” katanya. Ia menyebutkan, ambruknya jembatan dermaga lima Pelabuhan Merak terjadi sekitar 23.30 WIB, namun saat ini belum diketahui penyebabnya. Meskipun terjadi kerusakan dermaga lima, tetapi arus kendaraan berjalan lancar dengan dilayani empat dermaga. “Kami minta pengemudi jika naik ke atas kapal terlebih dahulu hati-hati untuk menghindari kecelakaan,” ka-

tanya. Kepala Bagian Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Mario Sardadi Oetomo membenarkan bahwa pihaknya sedang mngevakuasi truk yang tenggelam. ASDP Merak terus bekerja keras agar moveable bridge di dermaga lima Pelabuhan Merak bisa secepatnya difungsikan kembali. Selama ini, kata dia, pihaknya belum mengetahui kerusakan jembatan yang roboh di dermaga lima tersebut. “Kami akan berupaya untuk memperbaiki kerusakan jembatan MB agar bisa dipungsikan lima dermaga,” katanya. (ant/ bali post)

RUNTUH - Dermaga Merak Runtuh Teknisi PT ASDP Merak memeriksa Dermaga V yang runtuh, di Merak, Banten, Minggu (28/7). Insiden terjadi Minggu dinihari akibat engsel penahan dermaga patah hingga sebuah truk terjatuh ke laut namun tak ada korban jiwa (ant/bali post)

Demokrat Kantongi 16 Nama Calon Tim Evakuasi Kesulitan Angkat Truk Tenggelam Merak (Suara NTB) – kawat ke bagian lain untuk meKomite Konvensi Capres Tim evakuasi kesulitan mudahkan pengangkatan truk.

Jakarta (Suara NTB) – Wakil Ketua Komite Pengawas DPP Partai Demokrat Suaidi Marasabessy mengatakan Majelis Tinggi Partai Demokrat sampai dengan saat ini telah mengantongi 16 nama calon komite konvensi calon presiden partai tersebut. “Sampai dengan saat ini ada 16 orang. Sembilan orang dari independen dan tujuh orang kader Demokrat. Jumlahnya bisa berubah,” katanya dalam pesan singkat kepada ANTARA, Minggu, saat ditanya mengenai nama-nama komite konvensi yang telah diusulkan. Ia menambahkan, hingga saat ini calon komite konvensi tersebut belum bisa dipublikasikan, menunggu surat keputusan majelis tinggi Partai Demokrat yang rencananya terbit awal Agustus. Dengan demikian, menurut

dia, komite konvensi akan diumumkan pada awal Agustus. Sedangkan nama peserta konvensi akan diumumkan pada awal September. Ia menambahkan, dalam buka puasa bersama yang dilangsungkan di kediaman SBY, Sabtu, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY sempat memberikan penjelasan kepada calon komite konvensi mengenai pelaksanaan konvensi. Sementara itu, seperti diberitakan Partai Demokrat akan melaksanakan konvensi presiden pada awal September mendatang. Sejumlah isu seperti para kontestan yang akan ikutserta masih terus menjadi pemberiataan. Sejumlah nama seperti Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua DPD Irman Gusman, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan mantan Kepala Staf Angka-

tan Darat Pramono Edhie Wibowo disebut-sebut akan turut serta dalam konvensi tersebut. Sementara itu, konvensi ini menurut sejumlah pengamat juga dapat menjadi pendongkrak suara Partai Demokrat bila sukses dilaksanakan. Suara Partai Demokrat sendiri dalam sejumlah jajak pendapat yang dilakukan lembaga survei belakangan ini terus merosot, jauh dari perolehan suara Pemilu 2009 sebesar 20 persen. Dalam survei Lembaga Survei Nasional pada medio Mei 2013, elektabilitas Partai Demokrat hanya 6,1 persen. Sementara dalam survei Center for Strategic and International Studies pada medio April 2013, tingkat elektabilitas Partai Demokrat sebesar 7,1 persen. (ant/bali post)

mengangkat truk yang tenggelam dan tersangkut di jembatan (movable bridge) dermaga lima Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten. “Kami bekerja keras untuk mengangkat truk bermuatan tapaioka seberat 30 ton itu,” kata Humas PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak Mario S Oetomo di Merak, Minggu. Ia mengatakan, petugas evakuasi sejak pagi hingga siang belum berhasil mengangkat truk tronton yang tercebur ke laut itu. Peralatan berat sudah melilitkan kawat ke bagian as kendaraan, namun belum mampu terangkat. Truk tersangkut di jembatan dan terlihat dari daratan. Namun, kata dia, beban truk terlalu berat dan posisinya berada di pinggir tiang beton jembatan. Saat ini, petugas terus bekerja keras dengan melilitkan

Pengikut Akun Twitter Presiden Dekati Tiga Juta Jakarta (Suara NTB) – Jumlah akun twitter yang menjadi pengikut akun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendekati tiga juta setelah diluncurkan sejak April 2013 lalu. Pantauan Antara di Jakarta, Sabtu malam akun twitter yang menjadi “follower” akun @SBYudhoyono mencapai 2.909.130 akun twitter. Tweet Presiden mencapai 696 tweet dengan 87 akun yang diikuti

(following-red) oleh @SBYudhoyono. Dalam sejumlah tweetnya, beberapa kali Presiden memaparkan pandangan mengenai sejumlah hal antara lain mengenai isu-isu nasional, regional dan internasional. Beberapa kali akun twitter Presiden juga mengunggah sejumlah foto kegiatan Presiden. Selain memiliki akun twitter, beberapa bulan lalu, Presiden juga meluncurkan Fan Page Facebook. Hingga Sabtu (27/7) malam ter-

dapat 359.919 akun facebook yang bergabung ke fan page Facebook Presiden Yudhoyono dan 78.385 orang yang terlibat dalam percakapan mengenai fan page ini. Dalam sejumlah kesempatan, Kepala Negara mengatakan, media sosial yang diikutinya kerap memberikan informasi maupun masukan terhadap sejumlah masalah yang kemudian dapat diresponsnya melalui sejumlah kebijakan. (ant/bali post)

(ant/bali post)

Presiden Minta WNI Tidak Terlibat Konflik Mesir Jakarta (Suara NTB) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar warga negara Indonesia yang berada di Mesir terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI dan tidak melibatkan diri dalam konflik di negara tersebut untuk menjaga keselamatan dan keamanan. “Kepada WNI di Mesir, termasuk mahasiswa agar menghindari tempat berbahaya. Pelihara komunikasi dengan KBRI, jangan libatkan diri dalam konflik,” kata Presiden, kembali melalui akun twitternya @SBYudhoyono di Jakarta, Minggu (28/7) kemarin. Presiden mengatakan telah menugaskan duta besar RI di Mesir untuk terus memantau perkembangan situasi dan mengamankan warga negara Indonesia yang berada di Mesir. “Dubes RI di Kairo terus melaporkan perkembangan situasi kepada saya termasuk upaya untuk mengamankan WNI di sana,” kata Presiden dalam tweetnya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga meminta agar Perserikatan Bangsa-Bangsa terlibat dalam menengahi konflik yang terjadi di Mesir untuk mencegah bertambahnya korban jiwa. (ant/bali post)

Susilo Bambang Yudhoyono

Tujuh Siswi SMP Ditangkap Saat akan Pesta Miras Banjarmasin (Suara NTB) – Tujuh siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) ditangkap polisi karena akan menggelar pesta minuman keras dan menghisap lem di dalam sebuah kamar hotel di Banjarmasin. Kepala Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin Kompol Haryono MT di Banjarmasin, Minggu, men-

gatakan tujuh anak itu rata-rata masih duduk di kelas 2 SMP. Mereka semua adalah wanita walau beberapa di antara wanita tersebut berpenampilan seperti anak laki-laki. “Saat dipergoki di dalam kamar, mereka sedang meminum minuman keras oplosan dan menghisap

lem,” kata Kompol Haryono. Razia di hotel itu dilakukan pada Sabtu (27/7) sekitar pukul 23.00 WITA. Polisi juga menjaring enam orang pasangan bukan suami-isteri di beberapa kamar hotel tersebut. Warga yang terkena razia hotel itu kemudian digiring ke Mapolresta Banjarmasin. (ant/bali post)

“Kami berharap sore ini truk yang tenggelam itu bisa terangkat,” katanya. Menurut dia, apabila truk sudah terangkat maka akan dilakukan pemeriksaan terhadap kekuatan jembatan tersebut. Jembatan lintasan di dermaga lima Pelabuhan Merak itu dibangun tahun 1999. Kekuatan tonase jembatan itu bisa menampung beban berat 50 ton. “Kami saat ini belum bisa menyimpulkan ambruknya jembatan lintasan dermaga lima itu,” katanya. Ia menyebutkan, akibat lintasan dermaga lima tidak berpungsi menimbulkan kepadatan kendaraan di sekitar Pelabuhan Merak. Namun, arus kendaraan berjalan lancar karena mengoperasikan sebanyak 28 kapal. “Kami secepatnya untuk melakukan perbaikan jem-

(ant/bali post)

EVAKUASI TRUK - Teknisi PT ASDP Merak memeriksa truk yang jatuh kelaut di Dermaga V di Merak, Bannten, Minggu (28/7). Insiden terjadi Minggu dinihari akibat engsel penahan dermaga patah hingga sebuah truk terjatuh ke laut namun tak ada korban jiwa. batan di dermaga lima dan sebelum Lebaran bisa dipungsikan lagi,” katanya. Sementara pengamanan di dermaga lima Pelabuhan Merak dijaga ketat dengan menerjunkan anggota Kepolisian Daerah Ban-

Ten dilengkapi senjata serbu. “Kami menjaga pengamanan ini sejak malam hingga sekarang,” kata Kepala Kepolisian Sektor Pelabuhan Merak Ajun Komisaris Kamarul Wahyudi. (ant/bali post)


TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

SUARA NTB Senin, 29 Juli 2013 (Suara NTB/ist)

PENDUKUNG MILITER – Para demonstran pendukung rezim militer di Mesir berkumpul di Tahrir Square, Kairo. Korban jiwa terus berjatuhan menyusul pecahnya perang saudara di Mesir.

Kairo Jumlah korban jiwa akibat bentrokan yang meletus pada Jumat (26/7) dan berlanjut sampai Sabtu dini hari di Mesir akibat penggulingan presiden Mohamed Moursi naik jadi 75, kata Kementerian Kesehatan. “Jumlah korban jiwa akibat bentrokan naik jadi 74 sembilan di Iskandariyah

dan 65 di dekat Bundaran Rabiah Al-Adawiyah di Ibu Kota Mesir, Kairo,” kata kantor berita resmi Mesir, MENA, yang mengutip seorang pejabat Kementerian Kesehatan. Ia menyatakan tak kurang dari 748 orang lagi cedera. Pada Sabtu pagi, satu orang tewas dalam bentrokan antara penentang dan pen-

Filipina Siaga Satu Manila Filipina memerintahkan tentara dan polisi meningkatkan kesiagaan, Minggu, setelah serangan di restoran yang menewaskan enam orang di wilayah selatan negara itu pada Jumat malam. Menteri Dalam Negeri Mar Roxas mengatakan penyelidik memeriksa tempat ledakan bom itu untuk mengumpulkan lebih banyak petunjuk tentang serangan pada Jumat malam di kota Cagayan de Oro. “Kami sedang melakukan segala upaya (untuk menetapkan para tersangka). Kami telah mengerahkan polisi di Mindanao, masyarakat intelijen dan tentara berada dalam siaga tinggi untuk mencegah serangan serupa,” kata Roxas di radio DZBB. Penyelidik belum memutuskan tentang bahan peledak yang digunakan dalam serangan itu yang menghantam satu restoran yang dikunjungi setidaknya 100 orang. Sejumlah 48 orang lainnya cedera akibat ledakan itu, kata polisi. Roxas mengatakan para penyelidik tidak menemukan pecahan peluru atau logam di lokasi ledakan. “Menurut para dokter yang melakukan laporan otopsi, tidak ada pecahan peluru yang dapat dikaitkan dengan satu ledakan granat,” kata Roxas. “Bom itu bukan satu IED (bom rakitan) yang dibuat dari mortir atau peluru artileri,” katanya. Para ahli bom menemukan kabel-kabel dan satu baterai yang dapat digunakan sebagai pelatuk. Pernyataan Roxas itu menduga serangan itu tidak mungkin dilakukan kelompok gerilyawan yang beroperasi di bagian-bagian lain selatan yang biasanya menggunakan bom-bom mortir. (ant/bali post)

dukung Moursi di Gubernuran Fayoum di sebelah barat-daya Kairo. Namun, menurut laporan medis dari rumah sakit lapangan di Bundaran Rabiah Al-Adawiyah, tempat pendukung Moursi telah melancarkan aksi duduk sejak 28 Juni, sedikitnya 200 pendukung Moursi tewas dan lebih dari 4.500 lagi ced-

era dalam bentrokan dengan petugas keamanan. Pada Jumat, jutaan orang Mesir di Kairo dan gubernuran lain mengadakan pertemuan terbuka guna mendukung Kepala Angkatan Bersenjata dan Menteri Pertahanan Abdel-Fattah As-Sisi, untuk memperlihatkan dukungan rakyat buat penin-

dasan oleh pasukan keamanan atas apa yang disebut kelompok ekstrem dan teror. Sementara itu, pendukung Moursi menyelenggarakan bermacam pertemuan terbuka di negeri tersebut, demikian laporan Xinhua, Minggu pagi. Mereka menuntut dipulihkannya jabatan Moursi dan mencap

penggulingannya sebagai kudeta militer terhadap keabsahan. Kementerian Dalam Negeri Mesir, Jumat, menyatakan protes berjalan damai di Kairo dan Iskandariyah “sampai pendukung Moursi, terutama kelompok Ikhwanul Muslimin berusaha merusak kegiatan itu”. Juru Bicara Kementeri-

an Dalam Negeri Jenderal Hani Abdel-Latif mengatakan, “Mereka membakar ban sampai mereka bentrok dengan warga di dekat Permukiman Mansheyet Nasser”, dan personel keamanan turun tangan guna mencegah penutupan Jembatan 6 Oktober dan menghentikan bentrokan. (ant/bali post)

Pangeran Harry Ingin Gelar Pesta untuk Keponakannya Jakarta Pangeran Harry dikabarkan ingin menggelar pesta besar-besaran untuk merayakan kehadiran keponakannya, George Alexander Louis, yang lahir hari Senin (22/7). Seperti dilaporkan The Sun, Pangeran Harry begitu antusias menjadi paman dari anak kakaknya, Pangeran William. “Dia sangat antusias dan berencana membuat pesta meriah. William telah menyetujuinya,” kata seorang sumber. Saat kelahiran keponakan pertamanya itu, Pangeran Harry langsung melaju ke rumahnya dari Royal Air Force untuk menyambut Pangeran Cambridge. “Dia begitu bahagia dan bangga menjadi seorang paman,” tambah sumber tersebut. Kate Middleton pun dikabarkan mengizinkan rencana adik iparnya itu. “Kate tidak masalah. Ini kan tradisi.” Seperti diketahui, Pangeran William dan istrinya Kate memilih nama George Alexander Louis untuk putra pertama mereka, yang akan menjadi pewaris tahta Kerajaan Inggris, kata kantor William pada Rabu. Bayi yang lahir pada Senin dan membuat heboh media massa sedunia itu menempati urutan ke tiga pewaris takhta Kerajaan Inggris, dan akan menyandang gelar Yang Mulia Pangeran George dari Cam-

bridge, kata Istana Kensington. Ketiga nama itu memang diunggulkan dalam daftar pilihan nama oleh para petaruh Inggris dan pengumuman nama ini tergolong cepat dibanding tradisi kerajaan. Kerajaan perlu waktu sampai sebulan untuk menamai Pangeran Charles, putra mahkota, dan sepekan untuk mengumumkan nama Pangeran William, putra sulung Charles. Nama George dipakai oleh enam orang raja Inggris. Terakhir nama itu dipakai oleh George VI, ayah Ratu Elizabeth yang bertahta pada 1936 hingga 1952. Alexandra, versi nama perempuan dari Alexander, adalah nama tengah sang Ratu dan juga nama istri Raja Edward VII yang berkuasa pada awal abad lalu. Sementara Louis adalah nama tengah Pangeran William dan merupakan nama yang diambil dari guru dan paman Pangeran Charles, Louis Mounbatten, yang terbunuh dalam serangan gerilya Tentara Nasional Irlandia pada 1979. Namun pemilihan nama itu tidak lantas akan membuat

putra William menjadi Raja George VII. Ayah sang ratu dibaptis dengan nama Albert tetapi memilih nama George VI saat bertahta. “Sangat menarik karena mereka memilih tiga nama tersebut. Sepertinya keluarga kerajaan mendekat ke rakyat, yang cenderung memilih nama tengah lebih pendek dibanding keluarga kerajaan,” kata ahli sejarah Suzannah Lipscomb kepada Sky News. “Ini adalah nama yang siapa saja bisa menerima. George tidak bisa disingkat dengan cara ofensif apapun... mereka mungkin memilih sesuatu yang aman,” katanya seperti dikutip Reuters. Sebagian komentator mengatakan bahwa nama tersebut tidak memiliki kaitan langsung pada leluhur pihak keluarga Kate.

“Mereka membuatnya sederhana dengan tidak mencoba membawa wakil dari kedua keluarga,” kata ahli sejarah kerajaan Tracy Borman kepada Sky News. Pengamat kerajaan mengatakan, William ingin membentengi putranya dari perhatian obsesif seperti yang melekat pada ibunya, Diana, yang terus

menerus dikejar oleh media dan meninggal dunia karena kecelakaan mobil pada 1997 setelah mobilnya dikejar para forografer. “William sangat sadar bahwa putranya adalah makhluk favorit baru dalam sirkus tempat ia tumbuh. Semua langkah yang dia dan Kate lakukan adalah untuk melindunginya,” tulis kolumnis Daily Telegraph, Allison Pearson. (ant/bali post)

Pangeran Harry (Suara NTB/ist)

Pemilu Kamboja Berlangsung Aman Phom Phenh Ketua Centrist Asia Pasific Democrats International (CAPDI) M. Jusuf Kalla mengatakan sejauh ini pelaksanaan pemilu di Kamboja telah berlangsung secara terbuka, aman dan damai. “Sejauh ini apa yang kita lihat, pemilu berjalan dengan baik, teratur, terbuka dan aman, dengan cara yang terorganisir secara baik serta pelaksanaannya sangat simpel. Karena itu saya yakin pemilu akan berlangsung damai,” kata Ketua CAPM. Jusuf Kalla (ant/bali post)

DI M Jusuf Kalla di Phnom Penh, Kamboja, Minggu. Sebelumnya Jusuf Kalla telah melihat langsung tiga Tempat pemungutan Suara (TPS) yang berbeda dan berdialog dengan para pemilih maupun panitia pemilihan untuk mengetahui secara langsung pelaksanaannya. Jusuf Kalla berada di Phnom Penh, Kamboja, atas undangan pemerintah Kamboja sebagai pemantau pemilihan umum di negara tersebut yang berlangsung Minggu. Jusuf Kalla diundang oleh pemerintah Kamboja dalam kapasitasnya sebagai Ketua Centrist Asia Pasific Democrats International (CAPDI).

Pemilu yang dimulai pukul 07.00 waktu setempat terlihat tertib. Pada TPS-TPS terlihat antrian panjang para calon pemilih. Setiap TPS di Kamboja digunakan untuk 800 pemilih, karena itu antrian terlihat sampai panjang. Sementara lokasi TPS semuanya berada di tempat-tempat umum seperti sekolah dan halaman tempat ibadah. Jusuf Kalla juga menjelaskan bahwa pemilu dilakukan dengan cara mencontreng tanda gambar dan nama partainya saja, tidak ada nama calon legslatifnya. Penentuan calon legislatif menjadi kewenangan partai masing-masing. “Di dunia ini hanya tinggal dua negara saja yang pemilunya den-

gan mencoblos, yakni; Indonesia dan Negeria, selebihnya dengan mencontreng,” kata Jusuf Kalla. Ketika ditanyakan adanya keluhan dari oposisi bahwa terdapat kecurangan dalam proses pendaftaran pemilih, Jusuf Kalla mengatakan kemungkinan hal itu bisa saja terjadi, namun alat buktinya sulit didapatkan. Pemilu Kamboja kali ini diikuti oleh delapan partai politik yang akan memperebutkan 123 kursi di parlemen dan diikuti sekitar 9,6 juta pemilih di 19 ribu TPS. Sekitar 40 ribu pengamat nasional dan 291 pemantau internasional juga telah terdaftar ke komisi pemilihan umum Kamboja (NEC). (ant/bali post)


Snt29072013