Issuu on Google+

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 2.500

Rp. 40.000 Rp. 45.000

SUARA NTB

KAMIS, 28 FEBRUARI 2013

Pengemban Pengamal Pancasila

12 HALAMAN NOMOR 301 TAHUN KE 8 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@yahoo.co.id

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Tuntut Otopsi Ulang

Jalan Diblokir, Jenazah Terduga Teroris Urung Dimakamkan Dompu (Suara NTB) Jenazah Sirajuddin (20) warga Woro Baka, Desa Baka Jaya, Kecamatan Woja, Dompu, yang ditembak Densus 88 antiteror Mabes Polri, 5 Januari 2013 lalu karena diduga tersangkut jaringan teroris, diterima keluarga Selasa (26/2) malam sekitar pukul 22.40 Wita. Namun keluarga menolak dan menuntut dilakukan otopsi ulang jenazah korban, Bersambung ke hal 5

Terus terang, saya terkejut melihat jalan di pulau Sumbawa mulus sekali. Dulu sekadar diperbaiki saja sulitnya minta ampun. Jalan rusak dimana-mana puluhan tahun tanpa ada perbaikan berarti. Sekarang, semuanya di hotmix, bahkan beberapa ruas jalan diperlebar. Masyarakat merasakan kemudahan dan kenyaman. Usaha saya di bidang pariwisata ikut terbantu. Makin banyak orang yang datang ke pantai yang saya kelola. Terima kasih saya ucapkan kepada pemerintah NTB, khususnya Tuan Guru Bajang dan Pak Badrul Munir yang mewujudkan semua itu. Untuk Pilkada nanti, saya tak perlu berpikir panjang lagi, pilihan saya tetap TGB. Beliau telah memberikan kerja nyata, membuktikan janjinya lima tahun lalu. (Suara NTB/ula)

BLOKIR JALAN - Warga sempat memblokir jalan, karena cukup lama menunggu rekomendasi dari Kapolres Dompu, untuk permintaan otopsi ulang jenazah Sirajuddin. Sementara salah seorang keluarga membuka peti untuk melihat kondisi jenazah Sirajudin (atas).

Eddy Sudarmin alias Daeng Basso

Pemilik Taman Wisata pantai LaPade, Utan, Sumbawa

Ratusan Buruh Mogok

Lumpuh Total, Pelayanan di Pelabuhan Bongkar Muat Lembar

TO K O H Waspadai Cuaca Buruk

AA. Gde Trikumara

CUACA buruk yang melanda NTB beberapa hari terakhir, disebabkan badai siklon tropis Rusty. Badai ini menyebabkan hujan dan angin dengan intensitas rendah dan sedang. Badai ini masuk kategori tiga di Barat laut Australia dengan pusat tekanan 957 hPa dan tropical low berada pada posisi di Tenggara Sumatera dengan pusat tekanan 997 hPa. Bersambung ke hal 5

Giri Menang (Suara NTB) Protes buruh bongkar muat di Pelabuhan lembar, berlanjut ke aksi mogok, Rabu (27/2). Aksi mogok dilakukan, sebagai bentuk protes karena mata pencaharian mereka sebagai buruh bongkar muat di pelabuhan bongkar muat diambil alih pihak peti kemas. Akibat aksi mogok, praktis pelayanan bongkar muat di pelabuhan itu lumpuh total. Menyusul aksi mogok, Perusahaan Bongkar Muat (PBM) mengadakan pertemuan dengan Pelindo dan Administrator Pelabuhan (Adpel) Lembar. Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Pelindo dihadiri juga perwakilan Pemprov NTB dan perwakilan buruh. Dalam pertemuan itu, pihak manajemen Pelindo bersedia bertanggung jawab terhadap nasib para buruh yang bekerja di pelabu-

han bongkar muat dan akan mencari solusi untuk bisa bekerja di peti kemas tersebut. Ketua Asosiasi Buruh Bongkar Muat, Rusni, menyatakan aksi itu merupakan tindak lanjut dari protes buruh. Pihaknya sendiri tetap pada tuntutan awal agar peti kemas berhenti beroperasi. Karena dengan beroperasinya peti kemas, lahan buruh di sana tidak ada. Namun permintaan itu tidak bisa dipenuhi pihak

Pelindo karena peti kemas ini bersifat nasional dan merupakan kemajuan zaman dari era globalisasi. ‘’Dalam pertemuan lanjutan nanti mudahan ada kesepakatan (draft MOU) yang bisa disepakati dan ditandatangani bersama,’’ harap Rusni. Sementara di luar kantor tempat berlangsungnya rapat itu, buruh yang merasa tidak puas dengan hasil rapat Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/her)

MOGOK - Para buruh mogok di pelabuhan bongkar muat Lembar, kemarin.

Perjuangan Orang Tua Liam Davies

Temui Pemprov, Polda NTB Tingkatkan Kasus ke Penyidikan (Suara NTB/ars)

DIMAKAMKAN - Proses pemakaman kembali jenazah Inaq Mahnun (45) warga Blencong Desa Midang Kecamatan Gunung Sari yang dibongkar orang tak dikenal.

Warga Geger, Kuburan Mayat Perempuan Dibongkar Giri Menang (Suara NTB) Warga Belencong, Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari di gegerkan dengan terbongkarnya sebuah kuburan di areal pekuburan setempat. Polisi yang menyelidiki siapa pelaku pembongkaran, belum menemukan petunjuk. Diketahui, kuburan yang diduga dibongkar itu tempat Inaq Mahnun (45), warga setempat dimakamkan. Menurut perkiraan warga, liang kubur dibongkar dini hari. Tampak dari kondisi tanah yang masih lembab. Terbongkarnya kuburan ini diketahui pertama kali oleh suami almarhum Amaq Muhib (50), usai salat subuh. Muhib datang ke kuburan berniat untuk mendoakan almarhum istrinya. Bersambung ke hal 5

Perjuangan keluarga Liam Davies, warga Australia yang tewas diduga akibat mengkonsumsi minuman keras (miras) oplosan saat merayakan pergantian tahun 2012 di Gili Trawangan belum berhenti. Rabu (27/2) kemarin, didampingi pengacaranya, Timothy Willliam, ayah Liam Davies, mendatangi Pemprov NTB. Kedatangan mereka untuk mendengar secara langsung dari Pemprov NTB dan Polda NTB terkait penanganan kasus yang merenggut nyawa putranya, Liam Davies (19). ASISTEN II Setda NTB, Ir. H. Abdul Haris, MM, M.Sc mengatakan Pemprov NTB cukup serius menangani kasus tersebut.

DATANGI PEMPROV NTB - Timothy William (kiri), orang tua Liam Davies didampingi pengacaranya saat bertemu dengan pejabat Pemprov NTB, kemarin. ‘’Pemerintah Indonesia khususnya Pemprov NTB beserta jajarannya dalam hal ini Polda NTB serius menangani kasus ini,”ujar Haris dalam pertemuan yang juga dihadiri Direktur Narkoba Polda NTB Kombes Pol Ricky Simon Pays, Ketua

Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB Awan Aswinabawa, perwakilan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) NTB dan pejabat terkait lainnya di jajaran Pemprov NTB. Bersambung ke hal 5

LANGGANAN Mataram dan sekitarnya Hubungi :

0370-639543


SUARA NTB Kamis, 28 Februari 2013

SUARA MATARAM PARLEMENTARIA

Halaman 2

KERJASAMA DPRD KOTA MATARAM DENGAN HARIAN SUARA NTB

Tiga Perda Inisiatif Ditetapkan

Dewan Setuju Pengelolaan THR Loang Baloq oleh Pihak Ketiga

Perajin Perlu Pembinaan PERAJIN anyaman dari bahan dasar tali plastik kini terus tumbuh di Kelurahan Sapta Marga. Salah satu lingkungan yang memiliki perajin anyaman tali plastik rol adalah Lingkungan Karang Blumbang yang telah berhasil memproduksi anyaman berupa tudung saji, sokasi, tas dan tempat tisu. ‘’Sayangnya, sampai saat ini kelompok perajin yang berjumlah 10 orang itu belum maksimal dalam memproduksi (Suara NTB/smd) barang kerajinan itu. Persoalan I Nengah Gentur Sudiarsa yang mendasar adalah terkendala modal yang masih minim,’’ ungkap Kepala Lingkungan Karang Blumbang I Nengah Gentur Sudiarsa yang ditemui Suara NTB, Rabu (27/2). Untuk mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi perajin, Sudiarsa mengharapkan adanya pola pembinaan yang dilakukan oleh Pemkot Mataram. Selama ini, dirinya mencoba memberikan bantuan kepada kelompok perajin itu berupa bahan baku. Meski bantuan yang diberikannya bukan gratis, sedikit tidak membantu meringankan beban pembiayaan untuk pembelian bahan baku anyaman tersebut. “Saya menjual ke kelompok itu dengan sistem eceran. Karena tali plastik itu dijual dalam bentuk rol dengan harga tinggi, di saya mereka bisa membelinya dengan cara ngecer,” ungkapnya. Diakuinya, hasil kerajinan dari kelompok anyaman itu sendiri sudah mampu menembus pasar hingga keluar Kota Mataram. Bahkan, penjualan mereka sampai juga ke Bali, karena hampir dalam waktu beberapa minggu sekali, ada pembeli khusus dari Bali yang datang dengan menggunakan truk. “Ini artinya, hasil kerajinan masyarakat Kota Mataram sudah diakui oleh masyarakat luar. Jadi kami harap adanya bantuan permodalan yang diberikan oleh pihak pemerintah,” harapnya. (smd)

Mataram (Suara NTB) – Setelah melalui pembahasan yang cukup panjang, tiga raperda hak inisiatif DPRD Kota Mataram akhirnya rampung. Hal ini ditandai dengan penyampaian laporan hasil kerja pansus pembahasan hak inisiatif di hadapan sidang paripurna DPRD Kota Mataram, Rabu (27/2) kemarin. Dalam kesempatan itu, DPRD Kota Mataram juga menetapkan persetujuan DPRD soal pengelolaan THR (Taman Hiburan Rakyat) oleh pihak ketiga. Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., yang memimpin jalannya sidang paripurna kemarin menyimpulkan terhadap hasil kerja pansus, DPRD Kota Mataram bersama eksekutif dapat menerima dan menyetujui tiga buah raperda hak inisiatif DPRD Kota Mataram, masingmasing tentang penyelenggaraan kesejahteraan sosial, penyelenggaraan pendidikan diniyah ta’miliyah dan raperda tentang hygiene sanitasi pengelolaan makanan, minuman dan tempat-tempat umum untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah (Perda). ‘’Semua saran, harapan, dan imbauan serta tentang pokok-pokok pikiran yang menjadi bagian dari laporan Pansus agar menjadi perhatian eksekutif dalam pelaksanaan,’’ ujarnya saat menyampaikan hasil kesimpulan sementara terhadap laporan hasil kerja pansus. Sebelumnya, juru bicara ketiga pansus pembahasan tiga raperda inisiatif DPRD Kota Mataram, Lalu Putra Wangsa, ST., mengatakan, ketiga pansus telah melakukan proses pengkajian secara mendalam dan pembahasan cukup panjang dengan melakukan studi banding, konsultasi dan rapat-rapat intern panitia. Dari pengkajian dan pembahasan pada rapat intern pansus dan pembahasan antara pansus dengan eksekutif

Jadi Sekolah Sehat

Mataram (Suara NTB) – Penyediaan fasilitas sumur resapan gratis oleh Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Mataram membuat masyarakat tertarik memilikinya, setelah mengetahui manfaatnya. Bahkan, permintaan yang masuk terkait pembangunan sumur resapan gratis ini, melebihi jatah pengadaan setiap tahunnya. Menjawab Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Rabu (27/2) kemarin, KLH Kota Mataram, Ir. H. Mutawalli, mengaku, karena keterbatasan pengadaan setiap tahunnya, maka pembangunan sumur resapan ini, diprioritaskan bagi warga ekonomi menengah ke bawah. Namun demikian, tidak sedikit pula permintaan yang sama justru datang dari masyarakat berada. ‘’Permintaan dari orang kaya ini kita tolak,’’ tegasnya.

Pertimbangannya, selain karena keterbatasan pengadaan setiap tahun, orang kaya pasti mampu membangun sumur resapan itu dengan dana pribadi. ‘’Jadi kalau yang kaya ini, cukup kita kasih contoh-contoh saja, mereka bisa buat sendiri, ’’ imbuhnya. Setiap tahun, dianggarkan rata-rata 50-60 sumur resapan. Hal ini yang membuat KLH Kota Mataram, tidak

(Suara NTB/ist)

HASIL KERJA PANSUS - Juru bicara pansus tiga raperda inisiatif DPRD Kota Mataram, Lalu Putra Wangsa, ST., menyampaikan hasil kerja pansus pembahasan tiga paket raperda inisiatif Dewan di ruang sidang DPRD Kota mataram, Rabu (27/2) kemarin.

(Suara NTB/ist)

PENDAPAT AKHIR - Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menyampaikan pendapat akhir kepala daerah terhadap tiga Perda inisiatif DPRD Kota Mataram dan persetujuan Dewan terhadap kesepakatan kerjasama eksekutif dengan pihak ketiga dalam pengembangan dan pengelolaan THR Loang Baloq. setujuan DPRD Kota Mataram atas telah disetujuinya MoU antara eksekutif dengan investor yang berencana akan melakukan pembangunan di Loang Baloq. ‘’Saya kira ini sebuah pintu masuk awal, tahapan awal bagaimana kita bisa berkomunikasi, bersiner-

gi dengan baik untuk saling memahami tentang rencanarencana besar bagi masyarakat Kota Mataram,’’ terangnya. Ia berharap, dengan disetujuinya kesepakatan tersebut, dapat mempercepat akselerasi pembangunan di THR Loang Baloq. (fit/*)

Istri Nelayan Cari Barang Bekas Cuaca buruk yang terjadi belakangan belum ada tanda-tanda akan berakhir. Akibatnya, para nelayan di sekitar wilayah Kota Mataram dan beberapa kawasan di NTB tak berani melaut. Untuk menyambung hidup, kebanyakan istri para nelayan bekerja serabutan , salah satunya adalah dengan mencari barang bekas ke tepi pantai.

CARI BARANG BEKAS Cuaca buruk yang terjadi belakangan ini membuat para nelayan tak berani melaut. Untuk menyambung hidup, para istri para nelayan terpaksa mencari barang bekas di pinggir pantai.

(Suara NTB/smd)

Rusmini nampaknya tak sendiri. Masih ada beberapa ibu-ibu lainnya yang menyusuri pantai sejak pagi sampai siang hari. “Nanti kita kumpulkan masing-masing dan kita jual,” ungkapnya. Sementara itu, puluhan nelayan yang ada di Lingkungan Banjar Kelurahan Banjar memilih diam di rumah. Bahkan beberapa di antaranya menyatakan tak lagi melaut sejak satu bulan atau awal-awal memburuknya cuaca. Muhli (42) di kediamannya menyatakan, dia sudah satu bulan penuh tak berani menurunkan sampannya. Karena tak berani melaut, dia memilih melakukan aktivitas lain yakni mencari

bisa serta merta langsung mengabulkan setiap permintaan sumur resapan yang masuk padanya. Menindaklanjuti permintaan sumur resapan KLH, sambung Mutawalli, akan melakukan survai terlebih dahulu untuk memastikan layak tidaknya warga tersebut mendapatkan sumur resapan. Yang jelas, KLH tidak melayani permintaan pembangunan sumur resapan untuk peroran-

gan. ‘’Yang kita layani adalah permintaan secara kelompok,’’ cetusnya. Sebab sumur resapan ini bersifat komunal. Artinya, satu sumur resapan dimanfaatkan untuk beberapa rumah. Menurut Mutawali, satu paket pengadaan yang terdiri 1015 sumur resapan dengan kedalaman masing-masing tiga meter menelan anggaran sekitar Rp 40-50 juta. Disamping sumur resapan, KLH juga terus melakukan pengadaan biopori. Rata-rata per tahun, KLH, melakukan pengadaan sekitar 2.000 biopori. Sedangkan sampai saat ini, jumlah biopori yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Mataram, mencapai 5.000 biopori.

Untuk program sumur resapan dan biopori ini, kata Mutawalli, KLH bekerjasama dengan pihak kelurahan. Sehingga permintaan sumur resapan maupun biopori, bisa disampaikan melalui kelurahan atau langsung ke KLH. Dikatakannya, baik sumur resapan maupun biopori yang ada, jumlahnya masih sangat jauh dari yang diharapkan. Untuk itu, meski terbatas, setiap tahun diupayakan tetap ada pengadaan sumur resapan dan biopori. Mutawalli menegaskan, sumur resapan dan biopori ini, orientasinya bukan untuk mengatasi banjir melainkan untuk skala lingkungan. (fit)

Antisipasi DBD, Dikes Lakukan ’’Fogging’’

Dampak Cuaca Buruk

RABU (27/2) siang, beberapa ibu-ibu rumah tangga yang merupakan istri para nelayan menyusuri bibir Pantai Ampenan dengan membawa tas plastik. Sesekali mereka membungkuk untuk memungut barang-barang bekas berupa plastik bekas minuman. Rusmini, warga Pondok Perasi Ampenan menuturkan, aktivitas seperti itu sudah dilakoninya setiap tahun. Namun, mencari barang bekas di pinggir pantai bukanlah pekerjaan setiap hari, melainkan ketika cuaca lagi buruk saja. “Di rumah tidak ada pekerjaan, karena biasanya kita membuat pindang. Tapi semenjak cuaca buruk ini, suami saya tidak saya izinkan pergi,” ujarnya.

umum. Ia menggarisbawahi perda Kota Mataram tentang penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang merupakan tindaklanjut dari UU No. 11/2009, akan memberikan landasan hukum yang jelas bagi Pemkot Mataram dalam melaksanakan program kesejahteraan sosial secara terarah, terpadu dan berkelanjutan. Antara lain dalam bentuk pelayanan sosial yang meliputi rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial dan perlindungan sosial dengan tetap memperhatikan nilai-nilai yang tumbuh di tengah masyarakat. Sehingga penyelenggaraan kesehteraan sosial di Mataram dapat dilaksanakan secara optimal. Begitu juga halnya dengan Perda Diniyah Ta’miliyah ditetapkan dengan maksud untuk membentuk peserta didik yang memahami dan mampu mengamalkan nilainilai ajaran agama Islam dalam rangka mencerdaskan peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia serta diharapkan bisa menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Sedangkan berkaitan dengan Perda Kota Mataram tentang higienis sanitasi tempat pengelolaan makanan, minuman dan tempat-tempat umum, menurut Mohan merupakan amanat dari UU. No. 36/ 2009 tentang kesehatan. Ditetapkannya Perda Kota Mataram ini, lanjut dia, akan membawa implikasi pada meningkatnya rasa tanggung jawab Pemkot Mataram untuk melindungi masyarakat agar tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang tidak aman dan tidak sehat sebagai akibat dari penyediaan makanan dan minuman yang tidak memenuhi syarat-syarat higienitas dan sanitasi yang benar, sehingga akan berdampak pada gangguan kesehatan masyarakat. Pada bagian lain, Wakil Walikota juga menyampaikan terima kasih terhadap per-

KLH Tolak Permintaan Sumur Resapan untuk Orang Kaya

(Suara NTB/nia

MENDAPATKAN penghargaan Sekolah Sehat Sosro tahun 2008, SDN 11 Mataram terus berkomitmen menjadi salah satu model sekolah sehat di Kota Mataram. Hingga saat ini, SDN 11 Mataram terus berupaya menjadi model sekolah sehat, dengan membiasakan siswa untuk berperilaku hidup bersih dan sehat di sekolah. Kepala SDN 11 Mataram Harun, S.Pd, Rabu (27/2), menyebutkan, saat ini SDN 11 Mataram telah menjadi salah satu sekolah binaan inti di Sekolah Sehat Sosro tahun 2012. SDN 11 Mataram patut berbangga, karena menjadi salah satu sekolah dari 12 sekolah se-Indonesia yang menjadi binaan sekolah sehat. “Di Indonesia hanya diambil 12 sekolah. 3 sekolah setingkat SD, 3 sekolah setingkat SMP dan 3 sekolah setingkat SMA/SMK. Kita masuk menjadi sekolah binaan pada angkatan II tahun 2012,” ujarnya bangga. Dipilihnya SDN 11 Mataram menjadi sekolah sehat ini, menurut Harun, karena sekolah dinilai telah memenuhi persyaratan menjadi sekolah sehat. Di antaranya lingkungan bersih, penghijauan, hemat, suasana aman dan damai, dan yang paling penting adalah berkelanjutan. Berkelanjutan, dalam hal ini sekolah tetap menerapkan kebiasaan siswa hidup bersih setelah mendapatkan penghargaan. Harun menjelaskan, untuk membawa SDN 11 Mataram tetap berkomitmen menjadi sekolah sehat tidaklah mudah. Butuh kerjasama semua pihak, terutama para siswa dan guru. Namun sekolah memiliki trik tersendiri untuk membiasakan anak hidup besih dan sehat. ‘’Setiap 5 menit sebelum pelajaran, anak-anak diminta membuang sampah yang masih tercecer di dalam kelas. Ini tetap kita lakukan setiap hari supaya mereka terbiasa,” ungkapnya. Tidak hanya itu, SDN 11 Mataram sering mendapat penghargaan dan dipilih menjadi wakil Kota Mataram. Salah satunya mengikuti seminar Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk mendapatkan penghargaan dari BBPOM untuk kesehatan jajanan di sekolah, hingga bekerjasama dengan Kecamatan Selaparang dalam mensukseskan program Lisan melalui memilah sampah organik dan non organik. (nia) Harun

diperoleh beberapa hal yang merupakan kesepakatan bersama yang ditindaklanjuti oleh eksekutif. Menurut Putra Wangsa, dari hasil pembahasan terhadap tiga raperda inisiatif Dewan yang akan ditetapkan menjadi perda Kota Mataram, merupakan kesepakatan bersama antara pansus dengan eksekutif. Mengacu pada hal-hal tersebut, pada prinsipnya pansus dapat menerima dan menyetujui raperda tentang penyelenggaraan kesejahteraan sosial, penyelenggaraan pendidikan diniyah ta’miliyah dan raperda tentang hygiene sanitasi pengelolaan makanan, minuman dan tempat-tempat umum untuk ditetapkan menjadi Perda Kota Mataram sesuai undang-undang yang berlaku. Kabag Hukum dan Persidangan DPRD Kota Mataram, Lalu Arya Dharma yang mewakili Sekwan, membacakan dua buah konsep keputusan DPRD Kota Mataram. Pertama, menyetujui raperda Kota Mataram menjadi Perda Kota Mataram yaitu Perda Kota Mataram kesejahteraan sosia, Perda Kota Mataram tentang higienis sanitasi tempat pengelolaan makanan, minuman dan tempat-tempat umum serta Perda Kota Mataram tentang penyelenggaraan pendidikan Diniyah Ta’miliyah. Kedua, Dewan memutuskan, menetapkan memberikan persetujuan terhadap perjanjian kerjasama antara Pemkot Mataram dengan PT. Mas Murni Sejahtera tentang pengembangan dan pengelolaan THR Loang Baloq Kota Mataram. Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana dalam sesi pendapat akhir kepala daerah, mengapresiasi ditetapkannya tiga raperda menjadi Perda Kota Mataram tentang penyelenggaraan kesejahteraan sosial, penyelenggaraan pendidikan diniyah ta’miliyah dan raperda tentang hygiene sanitasi pengelolaan makanan, minuman dan tempat-tempat

kayu bakar di pantai yang dibawa oleh arus laut. “Cuaca buruk begini, bunuh diri namanya kalau berani melaut,” ujarnya enteng. Sementara itu, Nuriah (29), warga nelayan di wilayah Pondok Perasi Ampenan mengatakan, cuaca kali ini emang tidak bisa ditebak. Biasanya, di bulan Februari ini cuaca sudah membaik. “Kami juga heran, biasanya sudah selesai. Kami masih menunggu cuaca membaik dulu, baru kita kembali melaut,” tandasnya singkat. Lurah Banjar, Muzzakir Walad yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, akibat ekstremnya cuaca buruk belakangan ini, hampir sekitar 50

kepala keluarga (KK) mata pencahariannya tersendat. Atas kondisi itu, pihaknya sudah menyampaikan hal itu ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram. “Kita akan upayakan adanya bantuan yang diberikan kepada warga kita yang 50 KK itu,” katanya. Adanya kondisi cuaca yang terbilang tak menentu ini, Muzzakir mengimbau kepada masyarakatnya, khususnya para nelayan untuk bisa menahan diri. “Kami hanya bisa mengimbau agar masyarakat nelayan bisa menahan diri untuk tidak melaut. Ini demi keselamatan para nelayan, karena cuacanya kurang bagus,” imbaunya. (smd)

Mataram (Suara NTB) Rabu (27/2) pagi kemarin, Kelurahan Sapta Marga Kecamatan Cakranegara melakukan penyemprotan sarang nyamuk atau fogging di perkampungan warga. Fogging itu dilakukan menyusul adanya salah seorang warga yang terkena demam berdarah dengue (DBD) beberapa waktu lalu. Pantauan Suara NTB di Lingkungan Jagaraga Utara, sebanyak delapan petugas dari Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram diturunkan lengkap dengan alat fogging-nya. Ke delapan petugas tersebut menyisir seluruh perkampungan penduduk, memasuki pekarangan dan menyemprot titik-titik yang dianggap sebagai tempat bersarangnya nyamuk aedes aegypti. Lurah Sapta Marga I Wayan Suarditha mengatakan, fogging yang dilakukan atas bantuan Dikes Kota Mataram merupakan permintaan warga. Apa yang dilakukannya itu sebagai langkah antisipasi bertambahnya korban. Sementara Dikes Kota Mataram mencatat, hingga bulan kedua tahun 2013 jumlah kasus DBD semakin meningkat. Hingga saat ini tercatat 173 kasus DBD di Mataram. Kepala Bidang P2B Dinas Kesehatan Kota Mataram dr.H. Tris Cahyoso Rabu (27/2) kemarin menyebutkan, kasus DBD di Mataram mencapai 173 kasus. Kasus ini tebagi menjadi 73 kasus suspect, 54 kasus DBD dan 10 kasus positif DBD. “Kasus suspect ini mencatat

(Suara NTB/smd)

FOGGING - Sebagai langkah antisipasi menjangkitnya penyakit DBD, Dikes Kota Mataram melakukan fogging di Kelurahan Sapta Marga. Tampak petugas ketika melakukan fogging ke perkampungan penduduk, Rabu (27/2). seluruh pasien yang sakit panas dan dicurigai DBD. Umumnya mengalami panas dan trombositnya masih di bawah 100. Untuk demam dengue, trombosit 100 tetapi tidak ada pendarahan. Sementara untuk DBD ini, trombosit di bawah 100 mengalami panas dan juga pendarahan, seperti bintik merah di len-

gan,” terangnya. Saat ini jumlah kasus DBD hampir merata di Mataram. Kasus tertinggi kasus DBD terjadi di kelurahan Pejanggik, Mataram Timur dan Monjok. Sementara untuk wilayah yang masih kosong kasusnya ada di wilayah Ampenan Utara dan Pagutan. (smd/nia)


SUARA NTB Kamis, 28 Februari 2013

SOLUSI Siaga Darurat SELAMA tahun 2013 ini, sebanyak 20 titik di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terjadi bencana. Antara lain puting beliung, terjangan angin ribut, banjir bandang dan lainnya. Menyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Lotim menyatakan siaga darurat terhadap kemungkinan bencana. Demikian dijelaskan Kepala Dinas (Kadis) Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (STT) Lotim, H. Sirman. Menjawab Suara NTB di Selong, Rabu (27/2) ke(Suara NTB/dok) marin, ia mengharapkan H. Sirman tidak terjadi lagi bencana yang dirasa telah cukup menyusahkan warga. Selama ini, semua kejadian bencana yang menerjang Lotim langsung dapat disikapi. Bantuan logistik langsung tersalurkan ke warga yang menjadi korban bencana. Namun karena keterbatasan, bantuan yang diberikan diakui belum mampu untuk mengembalikan semua kerugian korban. Selain terhadap warga korban, warga pesisir yang mendiami enam kecamatan. Jerowaru, Keruak, Sakra Timur, Labuhan Haji, Pringgabaya dan Sambelia. Sebanyak 20 ton beras sudah dikirimkan. Bantuan untuk warga pesisir, khususnya nelayan yang tidak bisa melaut karena diharap bisa meringankan beban warga. Disadari, selama musim angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir membuat nelayan nganggur. “Harapan kita dengan adanya bantuan itu, warga tidak ada yang lapar karena tidak bisa bekerja,” ungkapnya. Hingga saat ini, disampaikan belum ada bencana yang kelewat parah menerjang Lotim. Prosedurnya, bencana 1118 hari terjadi, Pemkab siap membawakan dapur umum. Namun, pihak Dinas STT Lotim ini tetap siaga. (rus)

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 3

Korban Puting Beliung Keluhkan Lambannya Bantuan Giri Menang (Suara NTB) Korban bencana angin puting beliung di Desa Kediri mengaku was-was dan khawatir adanya angin puting beliung susulan. Sebagian besar warga memilih mengungsi di rumah tetangga dan keluarganya sedang sebagian bertahan di rumah. Korban bencana yang mengungsi tersebut mengeluhkan lambannya bantuan logistik dan berbagai kebutuhan lain dari Pemerintah. Pasalnya hingga sore hari pascakejadian itu bantuan hanya diberikan sekali. Pantuan Suara NTB di tiga titik bencana di Desa Kediri yang terparah, yakni di Dusun Pelolat Selatan, Dusun Karang Bedil Selatan dan Timur hampir semua rumah warga terkena bencana. Ada yang rusak ringan dan sedang bahkan lebih banyak rusak berat. Tampak warga khususnya ibu rumah tangga membereskan sisa bangunan akibat terjangan angin, mereka mengemas barang-barang yang masih bisa digunakan kemudian dibawa ke rumah tetangga dan sanak keluarga terdekat untuk diamankan. Pohon di sekitar rumah warga bertumbangan dan menim-

pa bangunan rumah. “Kemarin sore kejadiannya sekitar jam 4 sore itu, semua warga masih was-was karena takut bencana susulan,” aku Sahlan Efendi, warga RT 4 Dusun Karang Bedil Timur, ditemui Rabu (27/2). Diakuinya, kerusakan akibat bencana paling terparah di dusun setempat. Hampir sekitar 27 unit rumah rusak. Kejadiannya Selasa (26/2) sore sekitar sekitar pukul 16.00 Wita. Sampai Selasa malam angin kencang masih melanda sehingga kebanyakan warga memilih mengungsi. Setelah kejadian itu, petugas BPBD Lombok Barat datang sejam kemudian sekitar

pukul 17.00 Wita. Petugas membantu mengevakauasi warga ke tempat yang aman, selain itu membantu membereskan bangunan rumah warga. Sekitar pukul 02.00 dini hari, petugas mulai mendrop bantuan mie instan dan kecap kepada warga. Selain itu, warga yang atap rumahnya roboh juga diberikan terpal. Namun setelah bantuan pertama itu, hingga sore hari petugas belum memberikan bantuan kembali kepada warga sementara warga mengaku butuh bantuan makanan karena ada yang belum bisa memasak akibat dapurnya roboh. “Kami dari tadi menunggu bantuan makanan, tapi belum ada,” ujarnya. Camat Kediri, Hamka menyatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari pihak desa setempat yang mengalami bencana antara lain desa kediri induk 77 rumah rusak, Kediri selatan sebanyak 35 unit, Gelogor 6, Lelede 2, Montong Are 7 dan Desa Ombe satu rumah. Data ini masih sementara karena pihak desa masih mendata.

(Suara NTB/her)

ROBOH - Atap rumah warga di Desa Kediri roboh diterjang puting beliung. Sementara itu, tampak anak-anak sedang bermain di sekitar rumah tersebut. Kepala BPBD Lobar melalui Kasi Kesiapsiagaan, Tohri mengaku pihaknya dibantu BPBD dan Dinas Sosial Provinsi sudah menyalurkan bantuan kepada 105 KK di Desa Kediri. Rabu kemarin, jelasnya, pihaknya akan men-

drop bantuan makanan siap saji 16 kardus. Pihaknya akan berupaya memenuhi kebutuhan warga. Jika tidak mampu maka provinsi akan diminta turun tangan. “Kita juga menyalurkan sekitar 100 terpal kepada korban,” ujarnya. (her)

Masuk Kawasan Tambang Pasir Besi

Empat Mahasiswa Undip Dihadang Warga Selong (Suara NTB) Empat mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang Jawa Tengah (Jateng) masing-masing bernama Yusuf, Agung, Adi, Budi disandera warga Pohgading Timur Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lotim. Mahasiswa yang mengaku hendak penelitian di pantai kawasan tambang pasir besi ini dihadang warga dan disandera hingga hampir tiga jam. Yakni mulai jam 10.00 sampai 12.30 Wita, Rabu (27/2) kemarin. Menurut pengakuan Deni, salah seorang warga Pohgading Timur, empat mahasiswa yang datang menggunakan mobil Suzuki AVP itu datang ke lokasi tambang tanpa ada izin. Sehingga warga langsung melakukan penghadangan hingga kepolisian setempat turun mengamankan. Kapolsek Pringgabaya, Kompol Eko Mulyadi saat dikonfirmasi membenarkan aksi penghadangan terhadap empat mahasiswa tersebut. Aksi penghadangan warga dilakukan di seputaran jalan jurusan Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur. Warga melakukan aksi penghadangan karena diduga investor tambang pasir besi yang datang ingin melakukan peninjauan. Seperti dilakukan beberapa waktu lalu, warga menghadang setiap kendaraan mewah yang dipandang asing memasuki kawasan tambang pasir besi. Menurut pengakuan mahasiswa Undip, mereka ingin melakukan penelitian biodata laut dan perikanan. Namun gagal dilakukan karena terpaksa berurusan dengan warga. Kedatangan para mahasiswa tersebut, katanya bukan tanpa izin. Sebelumnya, para mahasiswa telah mendapat izin dari Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Lotim di Selong. Setelah diamankan aparat, akhirnya mahasiswa ini dilepas dan dipulangkan. “Sudah selesai dan semua mahasiswa sudah pulang. Tadi kita sudah kawal langsung,” demikian Eko Mulyadi. (rus)

Dicari Hingga Pesisir Sumbawa

Dua Nelayan KLU dan Lotim Diduga Hilang Tanjung (Suara NTB) Dua nelayan masing Riasip (25), warga Dusun Greneng, Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Lombok Utara dan rekannya, Sandi, asal Kekalok, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur belum pulang ke rumah. Keduanya menghilang sejak Rabu (20/2), pekan lalu, setelah terakhir dilihat warga hendak menyisir rumpon untuk menangkap ikan di perairan Bayan. Informasi yang diperoleh media, menyebutkan, Riasip dan Sandi, diduga terseret arus saat cuaca buruk pada kejadian hari Rabu, pekan lalu. Pencarian terhadap keluarganya sudah dilakukan pihak keluarga Riasip, dibantu oleh nelayan lain. Namun hingga kini belum ditemukan. Warga Bayan mengkhwatirkan keselamatan keduanya. Hingga keluarga dan warga nelayan pun melakukan pencarian dengan perahu hingga ke pesisir Pantai Sumbawa. Keluarga korban Riasip, Winadi, kepada media sebelumnya mengutarakan, sangat khawatir sanak familinya terseret arus, dan tenggelam. Apalagi dalam seminggu belakangan ini, cuaca buruk menjadikan nelayan tak berani melaut. “Kami sudah berupaya mencari sampai ke pesisir perairan Pulau Sumbawa, tapi belum menemukan ada tanda-tanda keduanya,” ujarnya sembari mengharapkan bantuan Pemerintah untuk melakukan pencarian. Dikonformasi via telpon, Humas SAR Provinsi NTB, Dedi, kepada wartawan mengakui telah menerima informasi korban hilang dari pihak keluarga dan aparat kepolisian Kecamatan Bayan. Sejak keduanya dilaporkan hilang melalui telpon pada Rabu lalu, Tim SAR sudah melakukan penyisiran selama dua hari. “Kami sudah turun melakukan pencarian selama dua hari sejak menerima laporan. Pantai Bayan sempat kita sisir dengan perahu karet, dipimpin Kasi Opsm.,” ujar Dedi. Hanya saja kata dia, keluarga korban tak menunjuk lokasi terakhir kedua korban saat melaut. Tak adanya informasi titik korban berada otomatis menyulitkan pencarian, mengingat luasnya wilayah perairan laut Bayan. Mengacu kepada prosedur operasional dihentikannya pencarian seminggu sejak kejadian, Dedi, berkilah jika keputusan pencarian dan dihentikannya pencarian sangat tergantung dari instruksi pemimpinnya di lapangan, dalam hal ini Kasi Ops. “Silahkan konfirmasi ke Kasi Ops, apa alasannya sampai distop pencarian dalam dua hari. Tetapi dari Tim SAR sendiri sudah berupaya,” jawab Dedi. (ari)

Jalan Loloan-Bayan

Jalan Raya Bayan Ambrol

Arus Transportasi KLU - Lotim Terancam Putus Tanjung (Suara NTB) Ruas jalur jalan Raya Bayan yang terletak di Desa Loloan, Kecamatan Bayan terancam putus. Pasalnya tepi jalan dalam kondisi sangat parah, berlubang, sepanjang sekitar 10 meter lebih. Ironisnya lagi, jalan beraspal hotmix ini sudah ambrol dan beberapa centimeter lagi menyentuh as jalan. Kades Loloan kepada wartawan, Rabu (27/2), menegaskan apabila ruas jalan ini tidak segera diperbaiki maka akses jalan satu-satunya yang menghubungkan warga

Bayan ke Tanjung dan Bayan ke Lombok Timur ini akan terputus. Pasalnya, kerusakan badan jalan saat ini tengah berpacu dengan waktu yang terus dilanda hujan. Tanah penyangga aspal jalan terus menerus digerogoti arus air yang mengalir ke parit tak berfungsi yang ada di bagian bawah jalan. “Kondisi ini sudah berlangsung sebulan, anehnya tidak ada respon dari Pemerintah meskipun sudah kita informasikan. Kalau jalan ini putus, maka warga Desa Loloan akan terisolir ke Ibukota dan

arus transportasi akan lumpuh total,” kata Kepala Desa Loloan, Raden Nyakrasana, Rabu (27/2). Titik kerusakan jalan ini dikatakan Kades, berada di titik sebelum memasuki perkampungan warga Desa Loloan. Dari titik potensi kerusakan jalan berlubang, setidaknya terdapat 10 titik. Namun kondisi paling parah dialami oleh jalan ini. Pemerintah Desa Loloan dan Warga Bayan berharap, Pemprov NTB selaku penanggung jawab pengelola jalan jalur Provinsi, mengambil

Warga Pengembuk Tuntut TPK PNPM Minta Maaf Tanjung (Suara NTB) Puluhan warga Dusun Pengembuk, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Rabu (27/2) kemarin mendatangi Kantor Desa Sokong. Mereka menuntut Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa setempat meminta maaf atas informasi/pemberitaan yang termuat di Buletin PNPM Edisi III/2012 yang dinilai mencemarkan nama baik warga Dusun setempat. Kornologis permasalahannya, warga tak menerima pemberitaan yang dimuat di Buletin PNPM dengan Judul “Lemah Pengawasan Masyarakat, Material PNPM Digondol Maling”. Warga menolak jika dusunnya diindikasikan tidak aman akibat kasus hilangnya material PNPM. Apalagi hingga saat ini, TPK PNPM tak bisa membuktikan material yang hilang tersebut benar-benar raib. Material PNPM seperti diutarakan mencakup 100 dus keramik, dan beberapa lonjor besi. Oleh TPK PNPM Desa Sokong, material itu dititip di rumah warga, Sumianto, dengan alasan terkendala transportasi. Dari lokasi penitipan, Sumianto dipercaya mengangkut material ke lokasi proyek, yakni rehab bangunan Sekolah Dasar Dusun setempat. Rupanya, Sumianto, mengangkut hanya 90 kotak. 10 kotak dan beberapa lonjor besi dikirim melalui tukang ojek. Diduga, material kiriman kedua tak sampai ke lokasi proyek. Hal itu diketahui dari pengakuan tukang/pekerja

(Suara NTB/ari)

DUDUKI KANTOR DESA - Puluhan warga Dusun Pengembuk menduduki Kantor Desa Sokong meminta nama baiknya dipulihkan. proyek yang memasang keramik sejumlah 90 kotak. “Barang ini jelas tidak dikawal oleh TPK, dan tidak ada cheker apakah barang ini sampai atau tidak, jumlahnya sesuai tidak. Sedianya TPK dengan gentle minta maaf, kemudian berita di Buletin agar diralat. TPK belum punya bukti yang menyatakan material hilang, meski sudah dibuatkan berita acara, karena memang DO (delivery order) barang juga tidak ada,” saran Kepala Desa Sokong, Ripsah, saat menengahi permasalahan. Perwakilan Camat Tanjung, Sutarjo yang hadir pada kesempatan itu menegaskan, TPK PNPM Desa Cokong harus mempertegas permasalahan, apakah benar sisa 10 kotak keramik dibawa oleh ojek suruhan Sumian-

to, yang mana yang bersangkutan juga merupakan fasilitator PNPM Desa. Ketua TPK PNPM Desa Sokong, L. Mamad Mujahid, yang dihadirkan pada kesempatan itu pun tak menampik kurangnya pengawasan atas distribusi barang. Yang bersangkutan sekaligus bertindak sebagai narasumber pada Buletin yang memuat berita dimaksud, kontan mengeluarkan pernyataan maaf. “Saya akui tak melibatkan masyarakat (dalam program perbaikan bangunan SD, red), karena baru jadi TPK. Memang itu salah saya. Tidak ada niat dari awal untuk membuat ketersinggungan warga. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya dan siap mengklarifikasi pemberitaan di media (Buletin PNPM),” aku Mamad. (ari)

langkah cepat untuk mencegah terjadinya putusnya jalur ini secara permanen. Sebab jika tak cepat ditanggulangi, rembesan air hujan yang menganak sungai akan semakin membuat jalan makin parah dan panjang kerusakan jalan semakin bertambah. Ia menuturkan, tanah di bawah aspal jalan sudah membentuk lubang dan mengikis ke badan jalan hingga menyentuh bagian as jalan. Intensitas curah hujan yang cukup tinggi, menyulitkan warga untuk melakukan penanggulangan.

“Warga sudah berupaya dengan cara yang ia bisa. Karung-karung berisi pasir sudah dipakai untuk menimbun, tetapi tetap tidak maksimal karena hujan terus terjadi dengan intensitas tinggi,” tandasnya. Warga Bayan menyayangkan, belum adanya tindakan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan dan Dinas PU Provinsi untuk mengantisipasi kerusakan yang terjadi di jalur tersebut. Warga setidaknya sudah terancam akan terisolir apabila kondisi jalur ini tidak segera diperbaiki. (ari)

Tahapan Pilkada Berpotensi Ganggu Stabilitas Kamtibmas Selong (Suara NTB) Kapolres Lombok Timur (Lotim) AKBP Agus Nugroho, SiK. SH. MH., menyebut semua tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Lotim berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Bahkan acap kali bisa berujung ke arah konflik horizontal. Demikian disampaikan Kapolres Lotim kepada Suara NTB saat ditemui di Selong, Rabu (27/2) kemarin. Ia menegaskan, Polres Lotim sudah inventarisir segala potensi yang mengarah konflik dan gangguan kemanan. Disebutkan, terlihat dari tahapan yang sudah berlalu yakni proses pendaftaran. Dimana ada yang sampai pukul 00.00. Para bakal calon ketika mendaftar sebagian besar membawa massa. “Hal itu kalau tidak diakomodir oleh penyelenggara dengan baik akan menimbulkan gangguan,” ungkapnya. Usai pendaftaran, saat ini terpampang di sejumlah tempat yang dipandang strategis baliho-baliho gambar balon. Tidak sedikit dari baliho tersebut telah menimbulkan gesekan di tengah masyarakat. Ada baliho yang dirusak dan lainnya. “Untungnya masyarakat sudah maklumi,” sebutnya. Tengah berlangsung saat ini, setiap momentum yang dijalankan balon selalu dijadikan kesempatan untuk kampanye.

(Suara NTB/rus)

AKBP Agus Nugroho

Prosesi menarik simpati dan dukungan warga mulai gencar digalakkan. Apapun namanya, mulai dari event olahraga, budaya dan lainnya. Belum lagi pada tahap penentuan nomor urut pasangan calon. Ditambahkan, adanya fanatisme terhadap salah satu pasangan calon juga dipandang bisa menjadi pemicu. Diketahui, berdasarkan tempat-tempat asal calon dan ditengah-tengah penduduk ada kelompok-kelompok yang memiliki arah dukungan masing-masing. Hal itu, lanjutnya menjadi perhatian aparat penegak hukum ini. Kegiatan kampanye, sambung Agus Nugroho, sudah pasti akan menimbulkan gangguan terhadap kegiatan masyarakat. Tidak terkecuali, adanya isu-isu penggembosan terhadap pasangan calon lain. (rus)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Kamis, 28 Februari 2013

12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567

Kerjasama Sekretariat DPRD

PARLEMENTARIA Sumbawa dengan Harian Suara NTB

Soal BLUD RSUD

DPRD Sumbawa Berkunjung ke Wonosari Sumbawa Besar (Suara NTB) Komisi IV DPRD Sumbawa bersama perwakilan dari eksekutif berkunjung ke RSUD Wonosari Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, soal Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Selasa 26 Februari lalu. Untuk kemudian dapat diterapkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa. Rombongan dipimpin Ketua DPRD Sumbawa, H. Farhan Bulkiyah beserta pimpinan dan anggota Komisi IV, Sambirang Ahmadi, M.Si, H. Ilham Mustami, Sambirang Fatah, Syamsuddin, M.Thalib, Faidi Muqaddam, Rusli Manawari, Kabag Humas DPRD, Varian Bintoro. Bersama rombongan eksekutif, Didi Hermansyah dari DPPK dan Lalu Rusmayadi dan M. Husni dari RSUD Sumbawa. Menurut Ketua Komisi IV, Sambirang Ahmadi, RSUD Sumbawa merupakan sarana pelayanan kesehatan yang bersifat rujukan. Hingga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dan atau tuntutan masyarakat, yaitu kepuasan akan pelayanan kesehatan. Kenyataannya, pelayanan RSUD Sumbawa sampai saat ini terkesan kurang baik, dimulai dari tenaga kesehatan sebagai pemberi pelayanan (provider) yang kurang sopan, judes, membeda-bedakan tingkat status pasien, tidak disiplin, fisik yang tidak representatif (kumuh), tidak ekonomis dalam penggunaan anggaran serta keterlambatan dalam pengadaan kebutuhan pelayanan. Berdasarkan permasalahan tersebut, lanjut Sambirang, dapat menjadi faktor penghambat dalam meningkatakan mutu pelayanan RSUD Sumbawa. Di sisi lain, pekembangan sarana kesehatan kian hari kian meningkat baik swasta maupun pemerintah dalam upaya pemberian pelayanana kesehatan yang bermutu. “Apabila RSUD Sumbawa tidak segera melakukan pembenahan, maka akan terjadi tingkat kunjungan pasien/masyarakat dalam pemanfataan sarana RSUD Sumbawa yang semakin menurun. Sementara di sisi lain pembiayaan terus meningkat,” terangnya. Salah satu upaya dalam meningkatkan mutu pelayanan serta efisiensi dalam pengunaan anggaran, maka RSUD Sumbawa harus melakukan pembenahan diri. Yaitu melakukan perubahan satus kelembagaan menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Untuk hal ini, DPRD telah memberikan dukungan anggaran kepada eksekutif khususnya RSUD dalam rangka perubahan status menjadi BLUD. Atas dasar itulah Komisi IV mengajak SKPD terkait untuk studi banding ke RSUD Wonosari untuk mencari formula atau metode-metode peningkatan mutu pelayanan. “Gunung Kidul dipilih karena karakteristik daerahnya hampir sama dengan Sumbawa dan tipe RSUD-nya sama dengan Sumbawa yaitu tipe C,” jelas Sambirang. Percepatan penetapan RSUD Sumbawa menjadi BLUD merupakan suatu keharusan. Disamping upaya peningkatan mutu pelayanan RSUD, juga sebagai persiapan menjelang penerapan UU 24 tahun 2011 tentang BPJS yang akan berlaku mulai Januari 2014. Di mana BPJS hanya dapat dilakukan atau diterapkan oleh RSUD yang sudah menerapkan BLU. Selain itu, pemerintah pusat melalui peraturan perundangundangan No 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit mewajibkan seluruh Rumah Sakit baik RSUD maupun RSUP untuk menerapkan BLU. Perubahan status RS menjadi RS PPK BLUD diharapkan dapat memberikan pelayanan yang baik, berdasarkan Permendagri No 61 tahun 2007 Rumah Sakit dengan BLUD penuh diberikan 13 kewenangan. Di antaranya, pengelolaan pendapatan dan biaya, pengelolaan kas, pengelolaan utang, pengelolaan piutang, pengelolaan investasi, pengadaan barang dan/atau jasa, pengelolaan barang, penyusunan akuntansi, pelaporan dan pertanggungjawaban, pengelolaan surplus dan defisit, kerjasama dengan pihak lain, mempekerjakan tenaga non Pegawai Negeri Sipil (PNS), pengelolaan dana secara langsung. Kemudian, perumusan

(Suara NTB/ist)

H. Farhan, Sambirang Ahmadi dan pengurus RSUD Wonosari foto bersama

(Suara NTB/ist)

Foto bersama rombongan DPRD Sumbawa dengan pimpinan RSUD Wonosari

standar, kebijakan, sistem, dan prosedur pengelolaan keuangan, termasuk mempekerjakan tenaga profesional Non Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dari hasil kunjungan kerja yang dilakukan, diperoleh beberapa poin penting. Pertama, RSUD Wonosari ditetapkan menjadi BLUD sejak tahun 2010. Sebelum menjadi BLUD, Pemda setempat membentuk tim persiapan BLUD yang bekerja selama stahun. Mereka menerapkan sistem BLUD bertahap, bukan BLUD penuh. Artinya sebagian operasionalnya tetap mendapat support dari APBD dan menggunakan mekanisme APBD Namun demikian mereka diberi kewenangan tata kelola keuangan sendiri. “Jadi lebih fleksibel, atau tidak terlalu kaku yang diatur dengan Peraturan Bupati (Perbup),” ujar Sambirang. Kedua, tugas tim adalah menyiapkan Rencana Strategis BLUD, konsep tata kelola, dan Rencana Bisnis Anggaran (RBA) secara matang dan semuanya diatur dengan Perbup. Tercatat sudah ada 5 Perbup yang diterbitkan dalam rangka optimalisasi BLUD. Ketiga, sejak persiapan hingga implementasinya mereka mendapat pendampingan dari BPKP selama 1 tahun. Poin terakhir, ada beberapa manfaat yang dirasakan setelah BLUD. Yakni, pengelolaan anggaran lebih fleksibel baik plafon maupun alokasinya. Kemudian, lebih cepat merespon kebutuhan pelayanan pasien baik logistik maupun alat. Terjadi efisiensi dalam pengadaan. Serta adanya perubahan mindset, pola pikir, dan budaya kerja secara signifikan pada manajemen dan seluruh tenaga RSUD. Secara umum, juga terjadi peningkatan kinerja pelayanan dan keuangan RSUD. “Manfaat itulah yang kita harapkan menjalar ke RSUD Sumbawa ketika menjadi BLUD. Pemkab harus bisa kerja dan belajar cepat untuk ini dan kami siap mendukung sepenuhnya. Sepulang dari Yogya kami akan segera berkordinasi,” demikian Sambirang. (arn/*)

Rumah Transmigran di Tambak Sari Banyak Berpindah Tangan Taliwang (Suara NTB ) Rumah transmigran di unit pemukiman transmigrasi (UPT) Tambak Sari, diduga banyak yang telah berpindah tangan. Hal ini terbukti, masih banyak sertifikat di UPT tersebut belum dibagikan karena penghuninya bukan orang yang atas nama dalam sertifikat. “Sudah mulai dibagikan tapi masih banyak yang belum bisa menerimanya, karena memang bukan atas nama mereka,” jelas kepala desa Tambak Sari, Ahmad kepada wartawan, Rabu (27/2). Diakui Ahmad, meski pada dasarnya lahan transmigrasi tidak dapat dipindah tangangkan dalam bentuk apa pun, terlebih diperjualbelikan, tetapi kondisi di desanya berkata lain.

Sejak beberapa tahun silam banyak warga yang mulai menjual lahan hunian mereka setelah mangkraknya kegiatan tambak udang yang dijadikan tumpuan hidup mereka. “Para warga trans yang datang ke situ kan karena adanya tambak. Karena sudah tidak beroperasi, mereka akhirnya memutuskan untuk pergi dan menjual semua aset mereka, termasuk lahan hunian

jatah transmigrasi mereka,” ujarnya sambil menambahkan pihaknya selaku pemerintah saat itu tak bisa melarang. “Kami memang tahu itu salah. Tapi kami tidak bisa melarang mereka untuk menjual karena kalau dilepas begitu saja maka tetap saja akan ada orang yang memanfaatkan lahan hunian mereka itu,” sambung Ahmad.

Sebagai pemerintah desa, Ahmad mengatakan pihaknya tidak dapat berbuat banyak untuk menuntaskan proses pembagian sertifikat lahan hunian tersebut. Sebab di satu sisi aturan mengharuskan penerima yang namanya tertera dalam sertifikat, namun di sisi lain penghuni saat ini secara fakta telah memiliki lahan tersebut melalui proses jual beli dari pemilik pertama (warga transmigrasi). “Saya tidak ingin berhadapan langsung dengan warga saya sendiri. Jadi kalau memang mau diselesaikan, pemerintah kabupaten harus turun tangan,” tegasnya. (bug)

Halaman 4


RAGAM

SUARA NTB Kamis, 28 Februari 2013

Dari Hal. 1 sempat melakukan aksi blokir jalan masuk menuju pelabuhan barang dengan memarkir truk di tengah jalan. Beberapa lama kemudia, akhirnya aksi demo dan blokir jalan dihentikan, setelah ada kesepakatan antara mandor peti kemas dan tenaga kerja lokal bahwa peti kemas akan berhenti beroperasi hingga ada solusi dari Pelindo. Sementara untuk peti kemas yang sudah turun dari kapal boleh diangkut truk peti kemas sedangkan yang belum dibongkar akan di stop dulu hingga situasi kondusif. Masalah ini awalnya terjadi dipicu mata pencaharian buruh angkut yang akhir-akhir ini mulai diambil alih perusahaan peti kemas sehingga sekitar 600 tenaga kerja kehilangan mata pencahariannya. Awalnya, kontainer peti kemas hanya mengangkut barang komditi terbatas. Namun belakangan mulai mengangkut barang yang seharusnya menjadi bagian para buruh. Bah-

kan semen yang tadinya diangkut kendaraan angkutan mulai dikontainerkan. Disebutkan rinci, jumlah buruh yang bekerja di angkutan semen sebanyak 500 orang. Belum lagi buruh angkutan yang jumlahnya sekitar 150 orang. Para buruh ini sebutnya, hampir semua punya anak dan istri. Jika lahan pencahariannya diambil alih maka sekitar ribuan orang yang kehilangan nafkah hidup. Diakuinya, semenjak beroperasi kontainer peti kemas penghasilan para buruh menurun drastis. Sebelumnya, penghasilan buruh rata-rata per hari mencapai Rp 100 ribu. “Kalau sekarang syukur-syukur bisa Rp 50 ribu sehari. Itupun untuk biaya makan, berapa yang harus dibawa pulang, keluh seorang buruh. Ia menambahkan, seharusnya lokasi itu digunakan untuk dermaga umum kelas III dan bukan dermaga khusus peti kemas. (her)

Jalan Diblokir, Jenazah Terduga Teroris Urung Dimakamkan Dari Hal. 1 setelah menyaksikan jasad Sirajuddin yang sudah dibedah dadanya hingga perut. Warga dan keluarga Sirajuddin pun sempat melakukan aksi pemblokiran jalan utama Desa Baka Jaya karena Kapolres Dompu dinilai lamban mengeluarkan rekomendasi otopsi ulang. Kedatangan jenazah menggunakan ambulans milik RSUP NTB , tiba di rumah duka sekitar pukul 22.40 Wita. Kedatangan jenazah disambut tangis dan bahkan Suharni, ibu kandung Sirajuddin sempat lemas saat peti jenazah disemayamkan sambil menunggu keputusan keluarga . Keluarga memutuskan untuk tidak memakamkan jenazah setelah melihat kondisi jasad Sirajuddin yang tampak ada bekas jahitan yang diduga diotopsi dari atas dada hingga pusar saat peti jenazah dibuka, Rabu (27/2) sekitar pukul 10.00 Wita. Keluarga menginginkan untuk diotopsi ulang karena dikhawatirkan ada organ tubuh yang hilang. ‘’Kalau ini diotopsi, atas izin siapa dokter melakukan otopsi?,’’ tanya Zakariah, keluarga Sirajuddin. Namun surat rekomendasi otopsi ulang dari Kepolisian sempat tidak diberikan Kapolres Dompu. Apalagi kebijakan otopsi terhadap jenazah Sirajuddin dilakukan pihak Mabes Polri. Warga terus mendesak dan akhirnya, rekomendasi otopsi ulang diberikan Kapolres setelah dilaporkan ke Kapolda NTB dan Mabes Polri. Karena lama menunggu rekomendasi, warga sempat memblokir jalan sekitar 1,5 jam, Rabu sore kemarin. Tindakan ini, sebagai bentuk protesnya atas kebijakan Kapolres Dompu yang lamban memenuhi tuntutan warga. Setelah mendapatkan rekomendasi dari Kapolres Dompu, keluarga korban kemudian membawa jenazah ke RSUP NTB di Mataram untuk diotopsi ulang. Baharuddin,keluargaSirajuddin kepada wartawan menegaskan, otopsiulangdilakukanpihaknyajuga untuk menjaga kepentingan proses hukum. Karena pihaknya tidak menginginkan kuburan dibongkar kembalisetelahdimakamkan.Keputusan ini diambil juga untuk menghindari sanksi sosial terhadap Sirajuddin dan keluarganya. Karena sebenarnya, Sirajuddin bukanlah terorisdarijaringanPosodanberidenti-

tas M Faiz, seperti yang selama ini diklaim Mabes Polri. Keluarga juga telah membangun komunikasi dengan Tim Pengacara Muslim (TPM) yang diketuai Achmad Mihdan terkait persoalan ini. Bahkan ketika di Jakarta TPM mendampingi keluarga ke Komisi III DPR RI dan RS Kramat Jati. Kapolres Dompu, AKBP Benny Basir Warmansyah yang dihubungi di kantornya, mengatakan, pihak keluarga tidak mempersoalkan status teroris atau tidak, tapi keluarga ingin mempersoalkan otopsi. Karena bisa saja ada organ tubuh yang hilang dan lainnya. Kalau soal itu, ranahnya Mabes Polri dan pihaknya tidak berkompeten menanggapinya. ‘’Keluarga sudah menerima mayat dan tidak mempersoalkan lagi. Tapi jika ada kejanggalan yang dipersoalkan, dikembalikan lagi ke Mabes Polri. Karena itu dilakukan di Mabes Polri,’’ katanya. Terkait status Sirajuddin dan jaringannya dalam terduga teroris, Benny mengatakan, hal itu telah dirilis oleh Mabes Polri dan pihaknya tidak mengetahuinya. ‘’Kalau soal identitas Faiz asal Poso, itu sesuai identitas yang disampaikan oleh Mabes. Bukan saya,’’ tegas Benny. Sirajuddin alias Eja merupakan satu diantara tiga terduga teroris yang tewas dalam penyergapan oleh Densus 88 di belakang Terminal Ginte Kelurahan Kandai Dua Kecamatan Woja Dompu, 5 Januari 2013 lalu. Keluarga mendapat informasi, bahwa Sirajuddin salah satu korban yang dibawa Densus 88. Keluarga sempat melaporkan dan mencari kebenaran informasi ini ke Polres Dompu dan bahkan meminta difasilitasi DPRD Dompu, namun tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Atas inisiatif sendiri, keluarga mendatangi RS Polri Kramat Jati, Jakarta. Kuburan untuk jenazah Sirajuddin oleh keluarga sudah disiapkan sejak Minggu (24/2) lalu. Tapi karena belum dimakamkan, liang lahat untuk sementara diisi dengan batang pisang dan ditutupi dengan pagar dan kayu. (ula)

Warga Geger, Kuburan Mayat Perempuan Dibongkar Dari Hal. 1 Namun setibanya di radius beberapa meter, ia terkejut setelah melihat batu nisan posisinya beberapa meter dari kuburan dan kuburan berantakan. Kayu yang awalnya dipakai untuk menutup jenazah berserakan di dekat liang lahat. ”Kain kafannya kelihatan. Saya langsung pulang dan beritahu warga,” kata Amaq Muhib dalam bahasa Sasak. Ditanya kecurigaan kearah pelaku, ia tidak tahu persis. Termasuk kaitannya dengan ilmu gaib, ia juga tidak berani memastikan. Tindakan Muhib pagi itu, langsung melapor ke warga. Dalam hitungan detik, kejadian itu menggemparkan warga. mereka berdatangan karena penasaran melihat kondisi kuburan tersebut. Spekulasi merebak, ada warga yang sempat melihat orang gila berjalan menjauh dari areal pekuburan saat subuh. Ada juga yang mengaitkan dengan ilmu gaib, karena ada orang yang membongkar kuburan sebagai syarat mendapat ilmu tertentu. “Kayaknya ini semalam digali, cuma siapa yang gali kami nggak tahu,” kata Sofiyan warga setempat. Fauzi, petugas Babinsa Desa Midang mengaku mendapat laporan dari warga,. “Ini kejadian pertama kalinya di desa ini, tapi kami juga tidak tahu siapa pelakunya,”

kata Fauzi. Tak ingin berlama lama, keluarga pun sepakat menguburkan kembali jenazah tersebut, dengan kayu yang berserakan. Proses penimbunan ulang jenazahberlangsungpukul08.00 Wita,keluargadibantupuluhan warga setempat. Polisi yang tiba di TKP sebenarnya ingin menyelidiki pelaku pembongkaran kuburan itu. Bahkan jenazah sempat diminta untuk di autopsi. Namun pihak keluarga menolak dan mengikhlaskan kejadian itu. “Pihak keluarga ikhlaskan, tidak berniat mencari tahu siapa pelakunya. Sehingga kami tidak lanjutkan penyelidikan,” kata Kapolsek Gunung Sari AKP I Made Regutama kepada Suara NTB. Mengenai penyelidikan sementara, dipastikan tidak ada tanda tanda kekerasan pada tubuh jenazah karena masih utuh. Kecurigaan pelakunya adalah maling, kecil kemungkinan karena tidak ada barang berharga yang dimasukkan di dalam kuburan. Namun mengenai pelakunya untuk tujuan ilmu gaib, menurut kapolsek bisa saja terjadi. “Tapi intinya jenazah sudah dikuburkan kembali, jadi tidak ada masalah, karena keluarga tidak mempersoalkan,” pungkasnya. (ars)

Banjir Rendam Puluhan Rumah di Buin Pandan Sumbawa Besar (Suara NTB) Hujan deras yang mengguyur Sumbawa dalam beberapa hari ini, menyebabkan banjir yang merendam sedikitnya 60 rumah di dusun Buin Pandan desa Karang Dima kecamatan Labuan Badas. Banjir terjadi sejak pukul 16.00 Wita, Selasa (26/2). Pantauan Suara NTB, di lokasi kejadian, air merendam pemukiman penduduk hingga setinggi perut orang dewasa. Kondisi ini menyebabkan barang-barang penduduk ikut terendam dan pemilik rumah harus mengungsi ke rumah tetangganya di daratan yang lebih tinggi. Sumur warga juga terendam air hingga masyarakat kesulitan air bersih. Begitu juga dengan alat memasak. “Masyarakat butuh bantuan air bersih,” kata Kepala Dusun Buin Pandan, Ahmad Husein. Sebenarnya, kata Ahmad, banjir ini berasal dari air gunung Saming Lenang yang tampaknya sudah gundul. Sehingga penahan air hanyalah tersisa pohon jambu yang ditanam warga. Tak heran, kalau lokasi ini sudah menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Bahkan bisa terjadi dua kali dalam setahun. ‘’Dusun kami ini langganan banjir tiap tahunnya,” terangnya.

Usut Penjualan Aset Daerah

Kejati NTB Bidik Pejabat Eksekutif Lobar Mataram (Suara NTB) Amburadulnya pengelolaan aset daerah di Pemkab Lombok Barat (Lobar), kini dilirik penegak hukum. Salah satunya terkait aset daerah berupa tanah pecatu. Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB kini tengah membidik , dugaan keterlibatan aparat desa, kecamatan bahkan sampai ke tingkat eksekutif dalam kasus penjualan tanah pecatu senilai miliaran rupiah. Dalam kasus yang diusut sejak awal 2012 ini, diduga ada konspirasi proses manipulasi data tanah pecatu seluas lebih dari satu hektare di Dusun Ireng Daye Desa Ireng Kecamatan Gunung Sari, Lobar. Modusnya, dengan mencatut nama Kadus Ireng Daye Ahmad Gozali sebagai pemilik lahan. Sebab selama ini Gozali memang menggarap lahan itu, namun status pinjam pakai. “Inilah yang dimanfaatkan oleh para oknum itu, dibuatkan surat surat atas nama Gozali seolah olah sebagai pemilik tanah. Oknum berusaha melegalkan status tanah ini dengan mengusulkan pembuatan sertifikat, kemudian setelah sertifikat terbit, tanah ini dijual ke orang lain,” tegas Wakajati NTB, I Gede Sudiatmaja, SH, MH. Dalam kasus ini, Ahmad Gozali diketahui hanya dimanfaatkan namanya oleh para oknum sebaga pra syarat penerbitan sertifikat.

(Suara NTB/arn)

TERENDAM - Salah satu sudut pemukiman yang terendam banjir di Buin Pandan, kecamatan Badas, Sumbawa. Untuk banjir kali ini, ungkap Ahmad Husein, air naik sekitar pukul 16.00 Wita. Menggenangi sekitar 60 rumah warga dusun Buin Pandan. Ketinggian air bervariasi, bahkan ada yang hingga perut orang dewasa. Air berasal dari gunung Saming Lenang, melalui dua kokar (anak sungai). Untuk penanggulangan banjir ini, pemerintah harusnya membangun drainase tembus hingga Sungai Bangkong. Serta lebih memperbanyak saluran, agar air

tidak menggenangi pemukiman. “Harapan kita drainse diperbanyak,” jelasnya. Tim Penanggulangan Bencana PMI Sumbawa langsung turun ke lokasi. Memantau kondisi air sambil melihat kemungkinan membantu warga. Minimal akan membangun dapur umum dan menyiapkan makanan siap saji, kepada warga yang rumahnya terendam sampai air betul-betul surut. “Kita siap siaga di sini. Terus memantau situasi,” kata Ginhendri dari PMI. (arn)

Pilgub NTB

Lima Pasangan Cagub-Cawagub Belum Serahkan LHKPN Mataram (Suara NTB) Kelima pasangan Calon Gubernur (Cagub)Calon Wakil Gubernur (Cawagub) NTB, belum menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) pada saat mendaftar di KPU NTB beberapa waktu lalu. Anggota KPU NTB, Lalu Aksar Anshori mengatakan pihaknya hanya menerima tanda terima dari para bakal calon bahwa mereka telah melaporkan jumlah harta kekayaan mereka ke KPK. ‘’Kita koordinasi terus dengan KPK,” ujarnya, Rabu (27/2). Berdasarkan hasil koordinasi pihaknya dengan KPK, sebagian besar calon sudah melaporkan harta kekayaannya ke KPK. Sebagian besar bakal calon yang memang merupakan pejabat publik seperti gubernur dan bupati pernah melaporkan harta kekayaannya ke KPK sehingga yang bersangkutan telah memiliki NHK (Nomor Harta Kekayaan). Meskipun sudah tercatat di KPK dan memiliki NHK, namun mereka wajib membuat laporan tambahan dalam bentuk Form B yang disediakan KPK. Aksar menyebutkan bakal calon yang sudah mempunyai NHK seperti Dr.TGH. M. Zainul Majdi, Dr.KH. Zulkifli Muhadli, Suryadi Jaya Purnama, H. M. Amin, Johan Rosihan, dan TGH. Lalu Abdul Muhyi Abidin. “Mereka sudah punya NHK tapi mereka wajib membuat LHKPN dengan model B,” tambahnya. Sementara itu terkait bakal calon yang berstatus PNS, maka harus melampirkan surat

Masyarakat Harus Diingatkan Soal Potensi Konflik Pilkada Selong (Suara NTB) Peluang terjadinya kekacauan mewarnai pilkada berupa konflik serta tindakan anarkis hampir terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Tak terkecuali NTB, khususnya Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Sebagai salah satu wilayah kabupaten dengan jumlah penduduk terbanyak di NTB, Lotim jelas menjadi arena pertarungan politik paling sengit bagi para klandidat. “Oleh karena itu, para pihak harus memberi perhatian ekstra bagi kondusivitas daerah ini menjelang dilaksanakannya pilkada sampai selesai nanti,” ungkap Direktur Bumi Gora Institute (BGI), Samsul Hasan Basri dalam pembukaan sarasehan bertema “Antisipasi Kerawan dan Ancaman Konflik Menuju Pemilukada Damai di Kabupaten Lombok Timur” di Selong Selasa (26/2) lalu. Menurutnya, masyarakat pun sudah jauh-jauh hari perlu diingatkan, terkait adanya potensi konflik akibat memanasnya suhu politik yang mewarnai pemilukada.

pernyataan untuk mengundurkan diri dari jabatan fungsional struktural. Itu merupakan salah satu dari syarat pendaftaran yang terdiri dari 29 item. Jika para bakal calon belum melengkapi atau melampirkan persyaratan-persyaratan tersebut pada saat pendaftaran, maka di masa perbaikan ini mereka diberikan kesempatan untuk memperbaiki dan atau melengkapi kekurangan tersebut. KPU NTB telah mengirimkan hasil verifikasi tahap awal kepada para bakal calon pada tanggal 23 Februari lalu. Selain itu, KPU juga mengimbau kepada seluruh pasangan calon untuk melaporkan penggunaan dana kampanye ke KPU. Belajar dari pengalaman Pilkada tahun 2008 lalu, yang melaporkan dana kampanye hanya pasangan yang menang saja. Sementara pasangan lainnya yang kalah dalam pertarungan politik tersebut tidak melaporkan dana kampanyenya. ‘’Biasanya yang melaporkan dana kampanye itu yang menang saja. Untuk itu kita himbau karena kewajiban itu sebenarnya untuk semua pasangan calon. Kita mengharapkan semua pasangan calon melaporkan pemakaian dana kampanyenya,” ujar Ketua KPU NTB, Fauzan Khalid, S.Ag.,M.Si. Hal ini lanjutnya terkait dengan disiplin administrasi pasangan calon sehingga diharapkan para pasangan calon mentaati hal tersebut. (yan)

Waspadai Cuaca Buruk Dari Hal. 1 Demikian dikatakan Kepala Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mataram, AA. Gde Trikumara dikonfirmasi Suara NTB, Rabu (27/2). Dikatakan, siklon tropis ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan sehingga masyarakat dan nelayan diminta tetap waspada dan dim-

inta tidak melaut. Dijelaskan, akibat badan tropis Rusty tersebut pada tanggal 26 Februari 2013 sekitar pukul 14.45 Wita terjadi angin puting beliung di Kediri Lombok Barat tetapi sifatnya lokal dan sesaat. Kecepatan angin yang terpantau pada hari yang sama di BMKG pukul 14.00 Wita 30 km/jam dan pukul 15.00 wita 85 km/jam. Siklon ini juga yang

memicu tingginya gelombang laut mencapai 4 meter di perairan NTB bagian utara. Sementara, untuk perairan NTB bagian selatan gelombang air laut bisa mencapai 6 meter.”Untuk itu, kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan bagi para nelayan untuk tidak melaut dulu sampai cuaca normal kembali,’’ pesannya. (nas)

Rabu kemarin, dipimpin Kajati NTB Nofarida, SH, MH, kasus itu dilakukan gelar perkara. Kesimpulannya, kasus bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan dan telah dientukan sejumlah tersangka yang akan jadi sasaran. “Saya sampaikan informasi awal. Tersangkanya lebih dari satu orang. Mereka diantaranya, ada dari kalangan perangkat desa, aparatur di kecamatan, juga oknum yang berkaitan dengan aset daerah,” tegas Wakajati. Sebelum pemeriksaan ke arah calon tersangka, kasus ini akan diawali dengan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi saksi, termasuk pihak Badan Pertanahan Nasional yang mengeluarkan sertifikat tahun 2011 lalu. Sementara ini, tambah Wakajati pihaknya baru mengusut penjualan satu bidang tanah saja seluas 4.717 m2 yang diduga dijual sejumlah oknum itu mencapai Rp 300 juta. Luas tanah ini akan bertambah, bahkan akan tembus sampai hektaran sesuai dengan bukti lapangan yang ditemukan. Sejumlah dokumen terkait pembuatan data palsu itu sudah diamankan Kejaksaan dan menjadi barang bukti untuk pengusutan ke tahap penyidikan. “Sementara satu bidang ini dulu yang kami usut. Sudah ada data data lain yang akan menjadi pintu masuk kami,” terangnya. (ars)

Sarasehan Bumi Gora Institute

(Suara NTB/ist)

Lumpuh Total, Pelayanan di Pelabuhan Bongkar Muat Lembar

Halaman 5

“Maka dari itu BGI dalam hal ini memfasilitasi masyarakat untuk bersamasama kita berdiskusi, terkait apa yang menjadi tema besar kita. Dimana nantinya, kami berharap selama proses pelaksanaan pemilukada dapat berjalan lancar,” harapnya. Sementara Sekda Lotim, H. Usman Muhsan, SH dalam sambutannya mengatakan, banyak hal yang membuat konflik dalam pemilukada. “Akan tetapi kembali lagi, kita menuju demokrasi ini menuju tahap penyempurnaan,” ujarnya, seraya berharap dalam pemilukada kali ini tidak ada terjadi konfik. Dari sarasehan ini, ia berharap ada rekomendasi yang diberikan ke KPU sebagai pelaksana pemilukada. Banyak pemikiran jenius yang di hasilkan dari diskusi demi pilkada damai. Sehingga out putnya, apapun hasil dari pemilukada nanti dapat diterima oleh semua pihak. Wakapolres Lotim, Kompol Heni Sri R juga tampil sebagai pembicara dengan materi ‘’Strategi pemerintah (aparat keamanan) mengawal kondusivitas daerah selama proses pemilukada”. Ketua KPU Lotim, Khairul Anwar, dengan materi ‘’Pilkada Damai Cermin Kemapanan Demokrasi”. Akademisi STKIP Hamzanwadi Selong, Robian Bafadal, dengan materi ‘’Peran dan Partisipasi Masyarakat Sipil Dalam Rangka Mewujudkan Pilkada Damai Di Lombok Timur”, dengan moderator Fahrudin Alawi, S.Pd. (ars) Samsul Hasan Basri

Temui Pemprov, Polda NTB Tingkatkan Kasus ke Penyidikan Dari Hal. 1 Dikatakan, berbagai penjelasan yang diminta pemerintah Australia melalui Konsulat Jenderalnya di Bali telah dijawab oleh Pemprov NTB. Dalam rapat koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mengumpulkaan berbagai hasil penelusuran di lapangan menyangkut kematian remaja asal Australia itu. Hasil uji laboratorium yang dilakukan BBPOM terhadap minuman keras yang dikonsumsi Liam Davies bahwa remaja ini mengkonsumsi minuman keras oplosan dan tidak terdaftar. Selain itu, pemerintah Australia melalui Konsulat Jenderalnya di Bali diminta mengingatkan setiap warganya yang datang ke objek-objek wisata di NTB dan Gili Trawangan pada khususnya untuk memenuhi aturan yang berlaku. Sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag), orang yang boleh masuk ke tempat mengkonsumsi minuman keras seperti bar dan lainnya minimal berumur 21 tahun. Haris mengharapkan berbagai penanganan yang dilakukan oleh Pemprov NTB terkait kasus ini bisa diinformasikan keluarga korban ke

media di Australia. Sebab, berita tentang kematian Liam Davies beberapa waktu lalu menjadi berita utama di surat kabar Australia. Sementara dalam kesempatan yang sama, pihak Polda NTB mengatakan bahwa status hukum kasus kematian Liam Davies sudah ditingkatkan ke penyidikan. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Pol Reinhard Silitonga mengatakan, peningkatan status hukum atas kasus kematian Liam Davies tersebut setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. “Kita lakukan penyelidikan awal , kita periksa saksi-saksi, kita interogasi saksi-saksi. Dari hasil interogasi beberapa orang tersebut kita tingkatkan ke tingkatkan kasus ini penyidikan,” ungkapnya. Dikatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang dilakukan, sudah mengerucut ke calon tersangka. Tetapi, pihaknya masih membutuhkan keterangan-keterangan tambahan dari teman-teman korban.”Calon tersangka sudah ada. Oleh karena itu kita masih membutuhkan keterangan-keterangan dari Australia , teman-teman dia (Liam Davies, Red),” jelasnya. Kombes Reinhard mengatakan, penyidikan kasus kema-

tian Davies itu merujuk kepada temuan BBPOM NTB pada sampel minuman yang dikonsumsi remaja Australia itu. Minuman yang dikonsumsi Davies mengandung metanol, bahan yang biasa dipakai dalam industri, dan berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi. Menanggapi hal itu, Timothy William langsung menanyakan siapa atau pihak mana yang dibidik Polda NTB sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kematian putranya itu. Namun, Reinhard enggan menjelaskan secara rinci materi penyidikan tersebut. Ia hanya mengungkapkan bahwa penanganan hukum kematian Davies itu sudah masuk tahap penyidikan. Ditemui wartawan usai rapat koordinasi itu, Reinhard pun enggan menyebut atau menjelaskan pasal hukum yang dikenakan dalam penanganan kasus kematian warga Australia itu. Namun, ia mengaku tengah menjalin kerja sama dengan pihak kepolisian Australia dalam menghimpun data dan keterangan terkait kematian Davies. “Intinya sudah tahap penyidikan. Tidak bisa disampaikan di sini, kalau orangnya lari bagaim-

ana?,” ujar Reinhard ketika didesak siapa yang dibidik penyidik dan pasal apa yang dijerat dalam kasus tersebut. Sementara itu, kuasa hukum keluarga Liam Davies, Lalu Wira mengapresiasi sikap Pemprov NTB terkait penanganan kasus itu. Bahkan, katanya, Pemprov NTB secara jelas telah menegaskan jika ada potensi pelanggaran hukum dalam kasus kematian Liam Davies tersebut maka diserahkan kepada aparat penegak hukum. Untuk itu, katanya, orang tua korban, Liam Davies berterima kasih kepada Pemprov NTB karena kasus itu dilakukan penanganan hukum. Timothy William melalui penerjemah mengatakan kasus yang menimpa anaknya merupakan peristiwa yang cukup tragis karena anaknya meninggal akibat mengkonsumsi methanol. Ia berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali, sebab dapat berpengaruh terhadap pariwisata Lombok. ‘’Untuk itu pemerintah harus memastikan bahwa Lombok itu bersih dari alkohol ilegal, turis bisa datang dan bisa minum dengan aman,” harapnya. Kedatangannya ke Lombok untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab terkait dengan kematian putra pertama

dari tiga bersaudara tersebut. Selain itu, ia meminta pemerintah daerah lebih memperketat lagi peredaran miras tradisional dan ilegal supaya tidak beredar di bar dan tempat-tempat hiburan lainnya . Diketahui, 12 Februari 2013, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, menerima surat resmi dari Konjen Australia di Bali, yang mempertanyakan kejelasan penyebab kematian turis remaja asal Australia, Liam Davies yang sempat kritis hingga akhirnya meninggal setelah mengkonsumsi minuman keras oplosan di Gili Trawangan. Davies meninggal dunia di Rumah Sakit Sir Charles Gairdner, Perth, Australia, 6 Januari 2013, setelah beberapa hari kritis. Remaja kelahiran Selandia Baru itu dilarikan dari Lombok, ke Perth, sehari setelah menjalani pemeriksaan di salah satu rumah sakit di Kota Mataram. Davies diduga keracunan methanol. Orangtua dan sanak keluarga Davies di Australia dan Selandia Baru kemudian meminta negaranya menyikapi permasalahan tersebut, hingga Konjen Australia di Denpasar, Bali, menemui Pemprov NTB dan pihak terkait lainnya. (nas)


SUARA NTB Kamis, 28 Februari 2013

OPINI

Halaman 6

Quo Vadis Kesenian Tradisi ? Oleh :

Tanggap Hadapi Bencana BENCANA merupakan peristiwa yang datangnya tidak bisa diprediksi. Bencana bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa ada yang tahu. Meski demikian, dampak dari bencana yang terjadi itu bisa dihindari. Asalkan ada keseriusan dari aparatur pemerintah dan masyarakat mengantisipasi dampak bencana yang muncul. Angin puting beliung yang menerjang beberapa wilayah di NTB belakangan ini telah menyebabkan adanya korban jiwa dan harta benda. Satu korban jiwa jatuh di Bima dan ratusan rumah rusak parah di daerah itu dan juga di Lombok Barat (Lobar). Begitu juga di Kota Mataram dan hampir seluruh daerah di NTB dilanda angin kencang. Kepala Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mataram, AA Gde Trikumara, menjelaskan, cuaca buruk yang terjadi saat ini diakibatkan adanya siklon tropis Rusty kategori tiga. Siklon tropis ini, lanjutnya, berlangsung selama tiga hari ke depan, sehingga masyarakat dan nelayan diminta tetap waspada dan diminta tidak melaut. Siklon ini juga yang memicu tingginya gelombang laut mencapai 4 meter di perairan NTB bagian utara. Sementara, untuk perairan NTB bagian selatan gelombang air laut bisa mencapai 6 meter. Rusaknya ratusan rumah di NTB akibat puting beliung, harus segera ditangani aparatur pemerintah. Pemerintah dituntut sigap dan tanggap dengan persoalan yang dihadapi warganya. Mereka tidak boleh tinggal diam melihat rakyatnya yang sedang tertimpa bencana. Aparatur pemerintah harus segera memberikan bantuan. Tidak saja bantuan sembako yang memang langsung disalurkan beberapa saat setelah kejadian. Yang tidak kalah pentingnya, bantuan renovasi untuk membangun kembali rumah warga yang rusak. Karena tidak semua warga yang tertimba musibah, kemampuan ekonominya memadai. Langkah Disosdukcapil NTB dengan langsung member bantuan kepada korban puting beliung di wilayah Lobar, patut diapresiasi. Sekarang masyarakat menanti bantuan untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak. Selain itu, warga yang merasakan dampak dari siklon tropis Rusty ini juga tidak boleh dilupakan. Contohnya para nelayan yang tidak bisa melaut. Terlebih sebagian besar nelayan di NTB ini mengandalkan hidup dari mencari ikan di laut. Artinya mereka menjadikan pekerjaan sebagai pencari ikan, sebagai pekerjaan utama dan satu-satunya. Ketika cuaca buruk seperti ini melanda, semestinya para nelayan ini juga menjadi perhatian pemerintah. Memberikan batuan dalam bentuk sembako, memang solusi jangka pendeka. Ke depan, pemerintah mungkin perlu memikirkan, perlunya nelayan dibekali keterampilan lain. Dengan keterampilan alernatif yang dimilikinya, nelayan tidak hanya bertumpu hidup dengan mencari ikan semata. Namun ketika cuaca buruk datang, pekerjaan alternative akan membantunya untuk hidup tanpa membebani siapapun, termasuk pemerintah. (*)

esenian tradisi akan punah bukan hanya karena tidak ada lagi yang tertarik memainkannya. Tetapi juga karena usaha untuk melakukan tranformasi nilai di era kekinian terhalang oleh stigma sakralitas yang terkandung di dalamnya. Di era global ini apa yang disebut sebagai kesenian tradisi sesungguhnya telah menjadi isu yang sangat menarik untuk diperbincangkan. Menarik sebab pertama, kesenian tradisi dipersepsikan sebagai akar kultur lokal yang bila dikomparasikan dengan wacanawacana global dapat menjadi oposisi bagi kemapanan global yang kerap kali disinyalir telah menggerus nilai-nilai kemanusiaan. Ada unsur kultural yang sangat kuat melekat dan mengingatkan masyarakat pada akar dan asalusul keberadaannya. Ketika kegelisahan yang ditimbulkan oleh pola hidup global mulai memperlihatkan dampaknya, masyarakat memerlukan pegangan yang karib dan akrab. Maka menengok ke masa lalu dengan mozaik dan fragmen yang dihadirkannya adalah salah satu cara. Di awal-awal masuknya konsep hidup global, dimana banyak nilai direkonstruksi melalui kemajuan teknologi dan informasi, apa yang menjadi tradisi turun-temurun dipandang sebagai sesuatu yang kolot, ketinggalan zaman dan dengan begitu menjadi enggan dipraktikkan. Individualisasi yang turut dibawa oleh arus global sedikitbanyak telah mengikis tradisi gotong-royong di masyarakat. Begitu pula di teritori seni. Mendengarkan lagu berbahasa daerah, misalnya, kerap dipandang sebagai titik-terendah selera seseorang terhadap musik. Menonton pertunjukan seni tradisi hanya dilakukan oleh orang-orang tua. Sementara anakanak muda menganggap tontonan semacam itu membosankan dan tak bisa dinikmati. Dalam sastra pun memasukkan kata-kata lisan dalam bahasa daerah ke dalam bangunan teks berbahasa Indonesia pernah dilihat sebagai bentuk kekurangmampuan penulis terhadap penguasaan bahasa. Fenomena tersebut bisa dibilang wajar bila melihat bahwa konsep hidup global bak kemungkinan baru yang menawarkan sekian kebebasan dan kenyamanan. Seturut dengan itu akar globalisasi yakni kapitalisme benarbenar menjunjung kekuasaan individu, sehingga dengan modal di tangan orang bisa menguasai sekian banyak aset secara langsung atau tak langsung. Per-

Kiki Sulistyo

(Departemen Sastra Komunitas Akarpohon, Mataram) masalahan yang timbul kemudian adalah, hanya segelintir orang saja yang akhirnya dapat menumpuk kekuasaanya, mengingat sifat kapitalis yang menghalalkan penumpukan modal tanpa batas. Sementara orang-orang lain di bawah kekuasaan itu mulai kehilangan pegangan sebab disekap bosan dan jenuh. Fajar baru tumbuh tapi kesepian menempel di hati banyak orang bagaikan jamur. Maka efek dari semua itu kemudian adalah alienasi, keterasingan yang menggigit sendisendi kemanusiaan. Situasi ini, dalam dimensi yang berbeda, kerap muncul pada sejarah masa lalu ketika perang dianggap sebagai cara atau jalan keluar untuk memenuhi hasrat kuasa. Bedanya bila di masa itu kehancuran fisik akibat perang global telah menghancurkan pula kepercayaan pada banyak hal. Maka sekarang ini yang dihancurkan adalah kultur atau kebudayaan. Akibatnya sama: kita kehilangan orientasi, kepercayaan, dan identitas kultural. Tiba-tiba kita menyadari bahwa perubahan bergerak dengan cepat dan kita berada di tengah-tengahnya, memandang sesuatu yang samar dan kacau di depan serta melihat betapa jauh kita telah meninggalkan identitas kita. Kesadaran terhadap keadaan itu, tampaknya mulai menggeliat di masyarakat. Borok-borok globalisasi mulai kelihatan dan mendorong orang untuk melakukan komparasi. Bila pada era “perang fisik� itu, kesenian merespon situasi dengan lahirnya karya-karya dengan konsep absurd. Maka sekarang ini modus yang dipandang efektif adalah menghidupkan kembali nilai-nilai kultural dari khazanah lokal sebagai budaya tandingan. Kita bisa melihat upaya ke arah sana berlangsung sekarang ini. Di Nusa Tenggara Barat misalnya, beberapa gawe yang diniatkan untuk mendeklarasikan dan menguatkan identitas lokal telah berlangsung. Pembentukan pelbagai struktur organisasi dan pemerintahan adat juga berlangsung. Saya kira, hal ini tak bisa dipandang sebagai sesuatu yang kebetulan saja. Dalam dunia kesenian pun hal seperti itu mulai menjadi dominan. Lagu-lagu berbahasa daerah tanpa malu-malu lagi, telah menjadi pilihan-dengar banyak kalangan. Seni pertunjukan tradisi mendap-

STASIUN RADIO

at perhatian kalangan kritikus dan masyarakat juga mulai menengok dan menggiatkan kembali pertunjukan-pertunjukan tersebut. Dalam sastra unsur lokal menjadi kemungkinan garap yang masih luas dan menantang. Perihal Bentuk Hal kedua yang membuat kesenian tradisi menarik diperbincangkan di era global ini adalah unsur bentuknya. Meskipun kesadaran tentang pentingnya menengok kembali akar kultural dapat tumbuh di masyarakat, tetapi bila tidak diiringi dengan upaya mempertahankannya, tetap saja tidak akan sanggup bertahan diterjang arus deras globalisasi. Dalam hal ini, kesenian menjadi poin penting yang harus mendapat perhatian. Kesenian adalah bagian dari kebudayaan masyarakat kita. Hampir semua kegiatan sosial maupun ritual di masyarakat kita mengandung unsur seni. Dalam upacara-upacara pernikahan, kelahiran, penyambutan atas bulan-bulan penting, bahkan dalam perayaan atas mitologi, masyarakat kita menempatkan kesenian sebagai sesuatu yang harus ada. Sebuah persoalan lama sebenarnya bila kita berbicara perihal bentuk kesenian antara yang sekarang dan yang tradisi. Globalisasi dalam dunia kesenian ditandai dengan hadirnya seni kontemporer. Seni hari ini, seni yang bukan temporer. Salah satu gejala yang dominan dalam seni kontemporer adalah upaya untuk meleburkan batas-batas genre. Maka tak heran berbagai karya seni yang susah disebut genre-nya telah hadir. Gejala ini jelas berhubungan dengan arus global itu. Seni adalah cermin dimana kita bisa membaca gelagat zaman. Dalam posisi seperti itu, kesenian tradisi mengalami tegangan. Para eksplorer kesenian melihat kesenian tradisi dari sisi bentuknya sebagai sesuatu yang menarik untuk digarap dan diblend dengan konsep-konsep bentuk modern. Sementara itu sebagian pelaku seni tradisi masih sangat berpegang pada nilai sakral dari kesenian tradisi tersebut serta menganggap kesenian tradisi tak boleh dicomot sembarangan. Dua pandangan yang berbeda ini semestinya menjadi varian sikap yang tak harus dipertentangkan. Bila hanya menurut salah satunya, akibatnya menjadi mampet. Kesenian tradisi memang mempunyai nilai-nilai yang kuat mengakar di

masyarakat, tetapi bila pandangan kaku itu menyebabkan tak banyak orang berminat padanya, maka pandangan yang lain harus dipertimbangkan. Sebaliknya, jika kesenian tradisi hanya ditempatkan sebagai barang dagangan maka ia akan kehilangan ruh-nya, pada saat itulah kita perlu mempertimbangkan dengan serius nilai-nilai yang mengakar di dalamnya. Alhasil, kesadaran kultural di era globalisasi melalui ruang kesenian ini, menjadi tantangan bagi kedua pendapat di atas. Bagi pelaku tradisional, sudah saatnya untuk membuka pikiran dan memperluas jangkauan dengan menurunkan “ilmunya� pada generasi muda. Sedang bagi pelaku seni kontemporer, sudah saatnya menjadikan kesenian tradisi bukan hanya sebagai tempelan atau tren semata, tetapi juga menggali lebih jauh kemungkinan-kemungkinan yang ada tanpa harus menghilangkan nilai-nilai yang mengakar di masyarakat. Dengan begitu, sebagai budaya tanding keduanya dapat menjadi sekutu yang tangguh bagi arus besar globalisasi. Kemana kesenian tradisi kita akan melangkah? Apakah pelan-pelan akan (dibiarkan) punah sengaja atau tidak sengaja, ataukah akan bertransformasi menjadi bentuk-bentuk baru bersama-sama dengan transformasi nilai yang terjadi di dalamnya. Waktu yang akan menjawabnya.

POJOK Ratusan buruh mogok. Lumpuh total, pelayanan di pelabuhan bongkar muat Lembar Perlu dicari solusi terbaik

*** Tak semua pasar modern di Mataram miliki izin Harus ada sanksi tegas

***

STASIUN RADIO

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M.Haeruzzubaidi, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini, Karnia Septia Kusuma Ningrum. Lombok Barat: Sumada, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 8.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 8.000/mmk. Display F/C : Rp 15.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 5.000./mmk. Iklan 1 kolom (max 100 mmk): Rp 4.000/mmk. Iklan Advertorial : Rp 3.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (30 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 150.000/kavling. Iklan Paket (ukuran max 600 mmk), - 5 kali muat Rp 500/mmk, - 10 kali muat Rp 450/mmk, - 15 kali muat Rp 400/mmk. Pembayaran di muka. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 40.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 45.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 2.500. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB Kamis, 28 Februari 2013

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 7

Kerjasama dengan UMKM Jatim

BPS akan Sensus Produktivitas Pertanian Mataram (Suara NTB) Secara terpusat, pemerintah tahun ini akan melakukan pencacahan (sensus) untuk memastikan produktivitas hasil pertanian dan peternakan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Sebesar Rp 1,4 triliun telah disiapkan anggaran pelaksanaan sensus yang dilaksanakan selama 10 tahun sekali ini. Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Badan (Suara NTB/bul) Pusat Statistik RI, Dudy SuDudy Sulaiman laiman di Mataram, Rabu (27/ 2) menegaskan, saat ini masih dilakukan Rapat Teknis Daerah (Ratekda) dan Rateknas, khususnya di NTB, untuk menyiapkan tim pelaksanana sensus, yang akan dilaksanakan pada pertengahan tahun ini. “Kita sedang menyamakan persepsi, konsolidasi dan mobilisasi dulu dengan semua tim yang akan dilibatkan dalam sensus Pertanian tahun 2013 ini. Terdapat 300 ribu orang yang akan dilibatkan langsung,” katanya menjawab media. Beberapa hal yang menjadi titik fokus kegiatan sensus, yakni potensi pertanian seluruh kabupaten/kota, potensi tanaman pangan, hortikultura, buah-buahan. Dan sensus peternakan terhadap jumlah sapi potong yang produktif dan sapi perah. Secara inti, setelah diketahui potensi pengembangan masing-masing komoditi berdasarkan areal yang digunakan, barulah akan diidentifikasi produktivitas hasil setiap tahunnya. Sehingga diketahui jumlah real setiap komoditi yang ada. “Pada akhirnya, untuk produktivitasnya total, dapat disimpulkan pada tahun 2014 mendatang, yang terpenting data lahannya yang digunakan jelas masuk di pemerintah,” katanya menambahkan. Menurutnya, dari sensus ini akan diketahui berapa jumlah petani yang berproduksi pada lahannya sendiri, dan berapa jumlah petani yang menggunakan lahan orang lain dengan cara diupah, dan berapa petani yang menyewa lahan orang lain. Karena pada sensus pertanian pada tahun sepuluh tahun sebelumnya, diketahui jumlah produksi rata-rata per kapita, kurang dari 0,5 hektar dari semua penduduk yang ada. Pada perubahan pola tanam yang diperkirakan idealnya sepuluh tahun sekali ini, ingin didata juga berapa lahan pertanian yang dikonversi menjadi lahan pembangunan perumahan, pertokoan dan perkantoran. Karena sampai saat ini Dudy sebutkan, belum ada data yang pasti jumlah lahan yang masih tersisa, yang diharapkan oleh pemerintah. Dengan diketemukannya data real, maka dapat disimpulkan langkah yang akan diambil pemerintah dalam menentukan kebijakan arah pembangunan negara dan daerah. Pada taun 2012 ia kemukakan, sudah dilakukan sensus terhadap jumlah perusahan yang bergerak di bidang pertanian, dan berapa kebutuhan setiap pengusaha. Tinggal dengan adanya data produktivitas hasil pertanian ini, dapat dipadukan antara kebutuhan dan produksi dalam negeri. (bul)

(Suara NTB/bul)

PEMPROV NTB sudah menandatangani kesepakatan kerjasama secara resmi dengan pemerintah Jawa Timur beberapa waktu lalu, yang melibatkan Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Kerjasama tersebut kemudian dipererat dengan kesepakatan antara pelaku UMKM kedua daerah. Kepala Perwakilan Dagang Jawa Timur di NTB, Bing Gianto, Rabu (27/2) mengatakan, (Suara NTB/dok) UMKM Jawa Timur telah memBing Gianto buka diri untuk membangun kerjasama dengan Jawa Timur, dalam segala jenis kegiatan usaha. Untuk saat ini, Bing Gianto mengatakan membutuhkan sedikitnya 20 sampai 30 pelaku UMKM di NTB, dengan berbagai jenis komoditi usaha, akan disodorkan kepada pemenerintah daerah Jawa Timur. Dalam hal ini, ia meminta pelaku usaha yang menjadi binaan dinas-dinas terkait, baik dinas Koperasi maupun dinas Perindustrian dan Perdagangan serta dinas Pertanian. Dengan adanya kerjasama antarpelaku UMKM ini, maka UMKM di NTB memiliki kewenangan untuk memasarkan produknya melalui UMKM di Jawa Timur. Demikian sebaliknya. Sehingga dengan pertemuan langsung antarpelaku UMKM ini, maka dapat memutus mata rantai usaha yang dianggap terlalu panjang dalam transaksi di tingkat petani dan pelaku usaha. Bahkan pada kegiatan ini, ia sendiri secara kelembagaan telah menyepakati kerjasama dengan Bank NTB dan Jamkrida, dalam hal penguatan modal UMKM di NTB, yang akan disodorkan sebagai mitra usaha UMKM di Jawa Timur. Setidaknya akan ada penambahan pinjaman khusus minimal Rp 10 juta hinga Rp 30 juta pada UMKM yang menjalin kerjasama nantinya. Demikian halnya dengan pemerintah Jawa Timur yang telah menginstruksikan bank daerahnya, untuk men-support UMKMnya yang bekerjasama dengan UMKM di NTB. Dengan demikian, pemerintah daerah masing-masing telah memberikan kelonggaran dan dukungan dari sisi permodalan kepada UMKM-nya. “Kita akan seleksi dulu, mana UMKM yang akan kita ajak. Kita cari melalui dinas-dinas terkait, kemudian itu yang akan kita serahkan kepada bank di NTB untuk dibantu modalnya. Kemudian banknya sendiri yang kemudian menyeleksi mana UMKM yang kita ajukan yang layak diberikan,” demikian ditegaskan. Meski sebenarnya pasar lelang sudah ada, namun Bing Gianto menyebutkan kegiatan tersebut menjadi bagian program pemerintah secara resmi. Dengan kerjasama antar-UMKM ini diharapkan intensitas jalinan kerjasama antarpengusaha lebih tinggi. Tetapi pada prinsipnya, dengan bertemunya masing-masing pelaku UMKM ini, maka akan mendatangkan keuntungan secara langsung. (bul)

TIANG REKLAME Kesibukan para tim sukses calon kepala daerah mensosialisasikan jagonya melalui gambar, berikut makin tumbuh suburnya beragam usaha di Kota Mataram, membuat peluang reklame luar ruang terus bertambah. Seorang perajin di Kota Mataram sedang menyelesaikan tiang untuk papan reklame pesanan pelanggannya, Rabu (27/2).

PLN Segera Operasikan PLTS Terbesar di Indonesia Mataram (Suara NTB) Diperkirakan bulan April tahun ini, PLN akan segera mengoperasikan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dibangun di Labangka, Sumbawa. PLTS ini merupakan salah satu dari dua pembangkit terbesar yang dibangun di Indonesia, setelah di Bali. Menurut General Manager PLN Wilayah NTB, Akbar Ali kepada Suara NTB, di Mataram Rabu (27/2), PLTS yang merupakan pilot proyek nasional ini, berkapasitas 1 Megawatt (Mw) dan mampu menutupi kebutuhan beberapa wilayah di sekitaranya. “Setelah kemarin PLTS yang sama diresmikan Menteri ESDM, Jero Wacik di Bali, kita di NTB akan dioperasikan bulan April. Karena semua prosesnya sudah rampung,” demikian diterangkannya. Beberapa PLTS sudah dikembangkan katanya, namun tidak sebesar kapasitas yang ada di Sumbawa. Beberapa di antaranya di tiga gili, dan beberapa wilayahwilayah lain yang belum tersentuh jaringan. Bahkan untuk tahun ini, sudah direncanakan di tiga titik pengembangan PLTS, Lombok, Bima dan Sumbawa yang sudah disiapkan perencanaannya, tetapi saat ini masih dilakukan proses pelelangan untuk segera dikerjakan. Dengan diperbanyaknya jumlah PLTS ini, diharapkan NTB tidak lagi mengalami gangguan kemacetan listrik, seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahkan Akbar Ali sendiri menantang kehadiran inves-

(Suara NTB/dok)

Akbar Ali tor yang ingin mengembangkan usahanya di NTB. Apalagi ia katakan ketersediaan listrik secara maksimal adalah salah satu langkah untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di NTB. “PLN sudah siapkan semuanya. Sekarang apa lagi, mana investor-investor itu. Selain itu, kita juga, menginginkan peningkatan IPM secara berkelanjutan,” katanya. Dengan ketersediaan PLTS ini nantinya, semua daerahdaerah yang jauh dari jangkauan jaringan akan bisa terakomodir. Apalagi pada bagian lainnya, PLTU jeranjang tahun ini akan mengoperasi-

kan dua unit pembangkitnya, sementara sisa satu unitnya akan diselesikan pada tahun 2014 mendatang. Diurainya, kebutuhan akan listrik di NTB dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan cukup cepat. Terlihat dari beban puncak sekarang sudah mencapai 160 Mw. Datang dari meningkatnya fasilitas masyarakat yang menggunakan peralatan dengan menggunakan daya listrik. Meski demikian, Akbar Ali mengatakan masih ada sisa daya sebesar 10 Mw. Terlebih, beberapa wilayah untuk pulau Lombok sudah ada pembangkit listrik tenaga diesel, di antaranya di Ampenan berkapasitas 30 Mw, dan Lombok Timur dengan kapasitas 20 Mw. Dan dijaminnya, untuk kebutuhan listrik di daerah ini sudah terpenuhi dengan maksimal. Dikaitkan pengaruh yang muncul dengan rencana kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), Akbar Ali menegaskan pengaruhnya tidak begitu jauh di NTB. Pasalnya, dari semua pelanggan yang terdaftar, hanya 15 persen di antaranya yang terkena dampak. Itu pun menurutnya tidak begitu besar kenaikannya, hanya 15 persen. (bul)

Tak Semua Pasar Modern di Mataram Miliki Izin Mataram (Suara NTB) Keluhan terkait adanya pasar modern atau waralaba di wilayah Kota Mataram mendapat respon dari pemerintah setempat. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengakui tidak semua pasar modern yang ada telah mengantongi izin. Ditemui usai pengukuhan pengurus Asbenindo Kota Mataram di Sayang-Sayang, Rabu (27/2), Walikota menegaskan, dia telah memerintahkan kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk segera turun ke lapangan. Dalam perintahnya itu, Walikota meminta agar Dinas Perindag melakukan inventarisir keberadaan waralaba yang ada, baik itu soal perizinan maupun yang lainnya.

“Tidak semua yang ada saat ini, ada izinnya,” ungkapnya. Selain itu juga, kata dia, Dinas Perindag juga diminta untuk melakukan komunikasi yang komprehensif dengan jajaran pengusaha pasar modern yang masuk di wilayah Kota Mataram ini. “Saya ingin supaya ini diselesaikan secara baik-baik, agar tidak terkesan bahwa berinvestasi di Kota Mataram ini tidak aman,” harapnya. Terkait munculnya polemik terkait keberadaan pasar modern ini, Ahyar Abduh berharap agar pihak-pihak tertentu tidak dengan sengaja membenturkan antara pasar modern dengan pedagang kecil. “Jangan sampai ini terkesan dihadap-hadapkan. Artinya

bagaimana di Kota Mataram ini kita bisa saling menerima,” imbuhnya lagi. Terkait adanya keluhan dan laporan masyarakat yang masuk ke lembaga legislatif beberapa waktu lalu, Walikota mengaku sudah mendengarnya. Dia menegaskan, bahwa pihaknya akan menampung semua keluhan dan laporan yang datang dari masyarakat. Dikatakannya, apa yang diterimanya dari masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi. Kendati demikian, dia tetap berharap agar masyarakat dan semua pihak bisa memberikan ruang kepada investor atau pun pengusaha untuk berinvestasi di Kota Mataram ini. (smd)

NTB akan Aktifkan Kembali Dewan Tembakau Daerah Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB akan mengaktifkan kembali Dewan Tembakau Daerah yang pernah dibentuk di masa lalu, untuk berperan sebagai penilai kualitas tembakau virginia Lombok. “Dewan Tembakau itu yang perludiaktifkanlagi,sehinggatidak perlu lagi membentuk tim terpadu seperti yang dimaksud Direktur Budidaya Tanaman Semusim Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian,” kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi NTB Hj Hartina, di Mataram, Selasa. Pada 21 Februari 2013, Direktur Budidaya Tanaman Semusim Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kemtan) Nurnowo Parijo, memimpin pertemuan koordinasi program intensifikasi tembakau virginia Lombok, di Mataram, NTB. Nurnowo menyarankan Pemprov NTB segera membentuk tim terpadu yang bertugas memberi penilaian terhadap kualitas tembakau virginia yang dihasilkan petani di Pulau Lombok. “NTB perlu bentuk tim terpadu penilaian kualitas tembakau. Tim itu melibatkan semua ‘stakeholder’ terkait agar hasil penilaiannya diakui semua pihak,” ujarnya. Menurut Nurnowo, tim terpadu itu juga melibatkan asosiasi petani tembakau, asosiasi pedagang tembakau, perwakilan perusahaan mitra petani, dan pejabat dari dinas teknis terkait. “Nanti tim itu yang menentukan tingkatan kualitas tembakau, berikut harganya yang disepakati agar tidak terus-menerus menjadi masalah soal ‘grade’ tembakau dan harga jualnya,” ujarnya. Hartina mengakui, pihaknya kesulitan menentukan kualitas tembakau virginia Lombok, karena selama ini indikator kualitasnya sangat tergantung selera perusahaan. “Sulit petugas mengikuti tingkatan kualitas tembakau virginia Lombok, karena masing-masing perusahaan berbe-

da indikatornya, tergantung selera perusahaan,” ujarnya. Disisi lain, petani tembakau virginia Lombok mengeluhkan penentuan kualitas tembakau, yang berpengaruh langsung terhadap harga jualnya. Versi petani, harga tembakau virginia Lombok itu fluktuatif karena adanya peran petugas penentu harga (grader) yang dimiliki perusahaan pengelola tembakau. Petani tembakau virginia mengeluhkan ulah “grader” yang membedakan kualitas tembakau petani, yang menurut pengalaman petani kualitasnya sama namun dibedakan oleh “grader” dan berdampak langsung pada perbedaan harga. Ulah “grader” itu menimbulkan kejanggalan, jenis dan kualitas barang sama namun dibedakan oleh “grader”. Kini, sebanyak 20 perusahaan pengelola tembakau beroperasi di Pulau Lombok, yakni PT Gudang Garam, PT Export Leaf Indonesia (ELI), PT Djarum, dan PT Shadana Arifnusa atau perusahaan milik Sampoerna Group selaku perusahaan mitra petani tembakau di Pulau Lombok yang terbesar. Selanjutnya, PT Tresno Adi, PT IDS, UD Nyoto Permadi, UD Supianto, CV SML, UD Cakrawala, UD Keluarga Sakti, UD Iswanto, UD Sumber Rezeki, UD Jawara, CV Kemuning Sari, CV Stevi, PR Sukun, UD Selaparang, UD Rinjani Maju Bersama, dan PT AOI. (ant/balipost)

RUMAH MAKAN

DIREKTORI BISNIS SUARA NTB PHOTOGRAFI

RUPA-RUPA

OJEK

DIREKTORI BISNIS SUARA NTB

BENGKEL

PENGOBATAN

RUMAH MAKAN

RUKO


Halaman 8

SUARA NTB Kamis, 28 Februari 2013

Pegulat Rusia Kembalikan Medali Emas Olimpiade

MENANG Cristiano Ronaldo disambut rekanrekannya setelah membawa kemenangan Real Madrid atas Barcelona di Piala Raja, Rabu pagi. (Suara NTB/ist)

Piala Raja

Ronaldo Hancurkan Barca Barcelona Cristiano Ronaldo menghancurkan harapan Barcelona ketiga kalinya dengan dua gol saat menang 3-1 pada laga tandang semi final Piala Raja leg kedua Rabu untuk maju ke final menghadapi Atletico Madrid atau Sevilla.

Pemain depan Portugal itu menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam enam “Clasico” berturut-turut ketika dia membaik setelah dijatuhkan oleh Gerard Pique pada menit ke-13 dan berhasil melakukan tendangan penalti keras dan rendah untuk men-

jebol pojok gawang Jose Manuel Pinto, lapor AFP. Barca mendominasi penguasaan bola, namun jarang mengancam dan Ronaldo menggandakan keunggulan ketika dia mengoleksi bola pantulan menit ke-57 dari usaha Angel Di Maria dan menceploskan bola ke

jaring Pinto yang keteteran. Ini merupakan gol ke-12 nya dalam 18 penampilan melawan Barca sejak bergabung dengan Real pada 2009 dan gol ganda kedua di banyak pertandingan di Nou Camp yang terkejut. Real memedihkan musuh

bebuyutan ketika Raphael Varane, yang menyamakan kedudukan seri 1-1 pada leg pertama bulan lalu di Bernabeu, meloncat di atas pemain bertahan pada menit ke-68 dan menanduk bola hingga masuk gawang. Jordi Alba mencetak gol pada menit ke-89 namun sudah terlalu terlambat bagi Barca yang kalah tiga gol melawan Real di kandang untuk pertama kalinya sejak seri 3-3 pada Maret 2007. (ant/bali post)

Tanda-tanda Keruntuhan Barcelona? Inikah tanda-tanda keruntuhan era digdaya Barcelona yang digadanggadang sebagai tim ciamik seantero dunia? Pertanyaan itu mencuat lantaran “Azulgrana” menuai dua kekalahan “memalukan” di ajang berbeda. DI ajang “El Clasico” yang dilabel sebagai laga membara, karena menyimpan dendam sepanjang perjalanan waktu. Barcelona menelan penghinaan karena kalah 1-3 oleh Real Madrid dalam semifinal kedua Piala Raja 2012/ 13 yang digelar di Stadion Camp Nou. Sebelumnya, pasukan Catalan dirangsek 0-2 oleh AC Milan di San Siro pada pertengahan pekan ini. Barca tampak ngos-ngosan menembus pertahanan esktra berlapis dari skuad tuan rumah. Hebat dengan penguasaan bola sampai 73 persen agaknya tidak menjamin Lionel Messi cs.

menerobos lebih dalam kotak penalti lawan. Kekalahan berturut-turut itu tentu membuahkan tanya sarat sangsi, inikah tandatanda keruntuhan Barcelona? Dan kesangsian itu menyeruak ketika perseteruan dua raksasa sepak bola Spanyol itu sedang mencapai titik didih, sebagaimana dikutip dari laman Marca. Masih prematur bila buruburu menyebut bahwa ini jelas keruntuhan Barcelona, karena “El Clasico” kedua akan digelar di Santiago Bernabeu akhir pekan ini (2/3) dalam pekan ke-26 La Liga. Barcelona memang berada di atas angin, karena Madrid relatif sulit mengejar perolehan poin di klasemen Liga Utama Spanyol (La Liga). Madrid tertinggal 16 poin dari Barcelona, meskipun kedua kekalahan pasukan asuhan Jordi Roura itu memantik keraguan publik bola dengan predikat “era keemasan Barcelona”. Lini pertahanan Barca makin banyak disorot, terlebih menghadapi 12 laga ke

depan. Mulai ada kerinduan untuk mengenang kembali kejayaan Barcelona semasa di bawah pelatih Pep Guardiola. Kritik terhadap keampuhan “tiki taka” yang memamerkan penguasaan bola di lini tengah mulai menuai bibit kritik, antara lain buat apa hebat di penguasaan bola bila tidak bisa mencetak gol ke gawang lawan. Pertanyaan seputar nasib Barcelona yang terancam runtuh pada akhirnya mengerucut kepada satu hal saja, pentingnya sebuah kreativitas dan keberanian mengambil keputusan. Kini Barcelona tengah menjalani era paceklik gagasan. Waktu memang masih relatif panjang,

dan Barcelona masih dapat menebar jala harapan di ajang Liga Champions, dengan laga melawan Milan. Satu hal yang pasti: aura Barcelona telah mulai memudar. (ant/ bali post)

LeBron James

Moskow Juara gulat gaya bebas olimpiade asal Rusia Sagid Murtazaliev mengumumkan pada Selasa bahwa ia akan mengembalikan medali emasnya kepada Badan Eksekutif Komite Olimpiade Internasional (IOC) sebagai protes atas eliminasi gulat dari arena olimpiade. “Keputusan mengembalikan medali olimpiade ini sangat berat bagi saya,” kantor berita RIANovosti mengutip juara gulat olimpiade 2000 Sydney, Murtazaliev, melalui suratnya kepada Presiden IOC Jacques Rogge. “Tetapi setelah melalui pemikiran mendalam, saya mengikuti langkah Presiden Federasi Gulat Bulgaria Valentin Iordanov.” katanya dikutip AFP. “Saya membuat langkah ini sebagai bentuk protes terhadap komite eksekutif IOC yang telah menge-

(ant/bali post)

GULAT - Dieliminasinya gulat di Olimpiade mendatang membuat atlet dan pengurus gulat dunia kecewa. Sebagai bentuk protes, mereka mundur dari pengurus gulat atau mengembalikan medali yang diraih. luarkan gulat dari program pertandingan olimpiade” Panel eksekutif IOC menyetujui rekomendasi untuk menghapus gulat dari program pertandingan Olimpiade 2020 dalam pertemuan pada 11 Februari.

Sebelumnya pada bulan ini, juara gulat olimpiade Atlanta 1996 Iordanov mengumumkan keputusannya mengembalikan medali emas yang pernah diraihnya atas protes terhadap keputusan tersebut. (ant/bali post)

Halim Mahfudz Dipecat dari Posisi Sekjen PSSI Jakarta (Suara NTB) Halim Mahfudz secara resmi dipecat dari jabatannya sebagai Sekretaris Jendral PSSI melalui rapat Komite Eksekutif di Kantor PSSI Senayan Jakarta, Rabu. Dengan dipecatnya Halim Mahfudz dari Sekjen PSSI, posisi orang nomor dua di federasi sepak bola Indonesia itu diserahkan pada Hadiyandra yang sebelumnya menjadi Deputi Sekjen Bidang Organisasi. Keputusan mengangkat mantan Sekretaris Pengprov PSSI Jambi itu terbilang cepat. Apalagi hanya didukung enam dari 11 anggota EXCO PSSI, karena lima anggota yang lain tidak hadir pada rapat perdana bersama anggota EXCO yang baru mendapatkan sanksi itu. Enam anggota EXCO yang

hadir dalam rapat kurang dari dua jam itu adalah Djohar Arifin Husin (Ketua Umum PSSI), Mawardi Nurdin, La Nyalla Mattalitti, Erwin Dwi Budiawan, Roberto Rouw dan Tony Aprilani. Lima anggota EXCO lainnya yang juga dikabarkan melakukan rapat tersendiri itu adalah Sihar Sitorus, Bob Hippy, Tuty Dau, Farid Rahman dan Widodo Santoso. “Surat keputusan penghentian Halim Mahfudz sebagai Sekjen akan ditebitkan hari ini juga,” kata Sekjen PSSI baru Hadiyandra usai rapat EXCO PSSI perdana bersama empat EXCO. Menurut dia, dengan ditunjuk menjadi Sekjen dirinya akan langsung bergerak cepat yang salah satunya menjalankan amanat EXCO yaitu menyiapkan pelaksanaan kongres PSSI 17 Maret.

Dalam kongres yang rencananya digelar di Hotel Borobudur Jakarta itu, Hadiyandra juga mendapatkan tanggung jawab sebagai ketua panitia pelaksana kongres PSSI. “Kami juga akan langsung mengirim surat ke FIFA untuk mempertanyakan status kongres. Apalah Kongres Luar Biasa atau Kongres Biasa,” katanya menambahkan. Meski kepemimpinan Djohar Arifin Husin belum genap dua tahun, namun sudah dua kali melakukan penggantian Sekjen. Pada awal menjabat, mantan Sekjen KONI itu mengangkat Tri Goestoro. Setelah hubungannya kurang harmonis mantan Sekjen PSSI di era Agum Gumelar itu digantikan Halim Mahfudz dan CEO Halma Strategic itu digantikan Hadiyandra. (ant/bali post)

Kalahkan King, LeBron Superior Miami LeBron James dan Dwyane Wade menyumbang 79 poin ketika Miami Heat mencetak angka kemenangan 141-129 lewat dua kali penambahan waktu ketika melawan Sacramento Kings pada lanjutan kompetisi bola basket Amerika NBA, Selasa malam. James mendapatkan angka 40 poin, 16 assist dan delapan rebound, sedangkan Wade menambah 39 poin ketika menolong tim pimpinan Wilayah Timur Heat (41-14) dan memberi kemenangan terbanyak - ke-12 kalinya - dalam kompetisi liga, demikian laporan Reuters. Miami memimpin 110-101 ketika waktu tinggal dua menit lagi pada laga kuarter keempat, sebelum tim tamu Sacramento (19-39) menundukkan mereka dengan angka 11-2 termasuk lewat tiga lemparan tiga angka yang dilakukan Marcus Thornton. Lemparan Thornton, termasuk delapan lemparan tiga angka, membuat pemain itu unggul dengan 36 poin, tetapi angka itu masih belum cukup untuk mendinginkan Heat. Setelah kedua tim sama-sama mendapatkan 12 poin pada perpanjangan waktu, James menambah 11 poin pada penambahan waktu kedua, ketika tim tuan rumah mempecundangi Kings 17-5 sampai akhirnya berhak atas gelar pemenang pada pertandingan itu. (ant/bali post) (ant/bali post)

DIREKTORI BISNIS SUARA NTB KURSUS

JUAL MOBIL/MOTOR

CEPAT LAKU RUPA-RUPA

RUMAH MAKAN

Dimuat didua media sekaligus : Harian Suara NTB dan Radio Global FM Lombok Hanya :

PENGOBATAN

KONTRAKAN DIKONTRAKKAN RUMAH DEKAT INDOMARET CEMARA MATARAM

COCOK UNTUK KANTOR Jl. Hos Cokro Aminoto No. 25A Cemara Mataram

Rp. 20.000,-/ 1 x muat Rp. 45.000,-/ 3 x muat Rp. 100.000,-/ 7 x muat

(Iklan maksimum 3 (tiga) baris)

HP. 087 864 023 731 Telp. 0370 - 6677407

BOUTIQUE

RUPA-RUPA

Hubungi : Bagian Iklan Suara NTB Jl. Bangau No.15 Tlp. 0370-639543 Cakranegara-NTB

7 hari belum laku (selanjutnya gratis selama 7 kali)


SUARA NTB

Kamis, 28 Februari 2013

Halaman 9

DIREKTORI BISNIS SUARA NTB RUMAH MAKAN

SALON

KOMPUTER

HP. 081 915 971 761

Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

Fax

PROPERTY

Hub. 081 803 730 764

FASHION

ACCU

PENGOBATAN

HOTEL

TELEVISI

RUPA - RUPA

KOS/KONTRAKAN

RUPA-RUPA

RUPA - RUPA

BANK

RUPA - RUPA

PERAWATAN AC

BENGKEL

TRAVEL


BUDAYA DAN HIBURAN

SUARA NTB Kamis, 28 Februari 2013

Halaman 10

Pelajar Indonesia di Inggris Gelar Kompetisi Seni London Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Inggris mengelar kompetisi “fusion creative industry” dan “Indonesian deep-rooted culture” serta produk yang bertujuan untuk membuat Art Exhibition di London. Kompetisi terbuka untuk seluruh masyarakat baik yang di Tanah Air ataupun di Inggris, demikian Sekjen PPI Inggris, Selasa. Dikatakannya untuk penilaian, panitia akan bekerjasama dengan universitas di Indonesia dan Inggris dalam memberikan penilaian terhadap produk para peserta. Diharapkan akan ada sekitar 10 produk terbaik dan berkompeten akan dikirim dan ditampilkan di London

yang hasil dari kegiatan ini akan membentuk “the very first online mapping of Indonesian Creative Culture Industry”. Dalam acara Rapat Kerja PPI Inggris 2013 dibahas program kerja seperti ISIC 2013 yang merupakan bagian dari kepanitiaan divisi pendidikan, Atdikbud dan Indo Fest dari divisi olahraga dan seni. Rapat kerja PPI Inggris 2013, yang merupakan acara tahunan untuk membahas

program kerja, perkenalan pengurus PPI Inggris dan juga perkenalan ketua/perwakilan dari PPI cabang. Dalam kesempatan itu Badan Pengurus Harian (BPH) PPI UK melakukan tender lokasi acara Raker PPI Inggris 2013 yang berhasil dimenangkan PPI Manchester. Alasan dilakukan tender lokasi Raker 2013 ini, dilandasi keinginan untuk memberika kesempatan kepada PPI cabang berperan aktif dan

berkontribusi dalam setiap kegiatan dan menjalin kesolidaritasan antara PPI cabang dan PPI Inggris. Kepengurusan tahun ini, menghasilkan beberapa program baru, sebagai contoh Indonesian Connection Project Palapa yang merupakan program debutan dari divisi Kewirausahaan dan Karir. Dalam rapat kerja PPIK Inggris juga dihadiri Dubes RI untuk Inggris Raya dan Irlandia, Teuku Mohammad Hamzah Thayeb, Atase Pendidikan KBRI London, TA Fauzi Soelaiman dan Kepala Bidang Penerangan dan Sosial Budaya Dino Kusnadi. (ant/ bali post)

David Bowie

Jakarta (Suara NTB) David Bowie mengajak aktris peraih Oscar, Tilda Swinton, tampil dalam klip video single terbarunya, “The Stars (Are Out Tonight).” Dalam klip video garapan sutradara Floria Sigismondi itu, Swinton berperan sebagai istri Bowie. Video yang dirilis Selasa (26/ 2) lalu itu menampilkan ade-

gan Bowie dan Swinton yang sedang berbelanja dan menonton televisi. “Cerita ini menangkap momen abad 21 dengan era konvergensi, gender, serta pemisahan orang normal dan selebriti,” kata situs resmi David Bowie seperti dikutip laman BBC. Selain Swinton, model androgini Andrej Pejic dan Saskia De Brauw juga tampil dalam klip video itu sementara model asal Nor-

wegia, Iselin Steiro, berperan sebagai Bowie muda. Kritikus pop dan rock the Daily Telegraph, Neil McCormick, menyebut klip video itu “menggoda dengan ide Bowie sebagai pertapa yang menua sekaligus bintang rock yang awet muda.” “Menunjukkan semua hal lain tentang bintang rock ‘n roll star, tua atau muda, bagaimana seharusnya sesuatu dilakukan,” tambahnya. (ant/bali post)

Tampil di Jakarta

Jakarta (Suara NTB) Tanggal 11 Mei nanti musisi Inggris, Mika, akan tampil di Skenoo Hall Gandaria City, Jakarta. Pria bernama asli Michael Holbrook Penniman Jr itu datang ke Indonesia dalam rangka promosi tur album terbarunya, “The Origin of Love”, yang dirilis Oktober lalu. Selain ke Jakarta, Mika juga mengunjungi sejumlah negara Amerika Selatan, Eropa, dan Asia lain. “Target kami adalah 3.500 kapasitas untuk ruang konser,” kata Endo Sasongko, Diatone Asia Produser yang memboyong Mika bersama M-Pro Entertainment dan Variant Entertainment. Tiket dibagi ke dalam dua katagori, green section dan blue section. Khusus hari ini, tiket blue section dijual Rp 450.000 di 7Eleven Panglima Polim. Sementara itu, tiket presale yang

dijual di seluruh outlet 7Eleven Jakarta berharga Rp 650.000 (blue section) dan Rp 900.000 (green section) berlaku hingga 10 April. Harga normal berlaku dari 10 April-11 Mei seharga Rp 1.000.000 (green section) dan Rp 750.000 (blue section). Mika pertama kali merilis Single “Relax, Take it Easy” pada 2006 yang menembus tangga lagu BBC Radio 1 Inggris. Debut albumnya “Life in Cartoon Motion” keluar tahun berikutnya. Pada 2008, Mika membuka konser BRIT Awards di London dengan hits “Love Today”, “Grace Kelly, dan “Standing in the Way of Control”. Penyanyi yang pernah berkolaborasi dengan Boyzone pada “Boyzone: A Tribute to Stephen Gately” itu merilis album kedua “The Boy Who Knew Too Much” tahun 2009, disusul “The Origin of Love” tahun lalu. (ant/bali post)

Mika

(Suara NTB/ist)

No Doubt Masuk Dapur Rekaman

No Doubt

(Suara NTB/ist)

Jakarta (Suara NTB) Band No Doubt kembali masuk dapur rekaman untuk menggarap materi album baru mereka. Seperti yang dikutip dari catatan di Facebook milik No Doubt, band tersebut telah mengerjakan proyek baru mereka pada Januari. “Setelah tiga tahun mengerjakan album terakhir, yang sekarang ini sangat menyenangkan,” kata No Doubt, yang beranggotakan Gwen Stefani, Tony Kanal, Adrian Young, dan Tom Dumont, seperti yang dimuat dalam situs Rolling Stone Tahun lalu No Doubt sibuk mempromosikan album terbaru mereka “Push and Shove”. Demi fokus mengerjakan album baru ini, No Doubt akan menunda rencana tur mereka. “Tujuan kami sebagai band adalah berbagi musik baru kepada kalian secepat mungkin, baik rekaman maupun konser,” tulis band itu. Mereka pun berjanji untuk mengabari penggemar mereka tentang penggarapan album ini dengan mengirimkan foto dan video yang akan diunggah ke jejaring sosial resmi No Doubt. (ant/bali post)

Ingin Jadi Ayah Taipei -

Penyanyi dan aktor Taiwan Vanness Wu mengungkapkan bahwa dia ingin menjadi ayah, demikian seperti dikutip dari media Taiwan. “Saya ingin punya enam anak, tapi saya khawatir saat itu saya akan terlalu tua dan tidak punya energi untuk

Vannes Wu

(Suara NTB/fit)

PRAJA - Tradisi praja sampai saat ini masih dipertahankan. Biasanya tradisi ini hadir saat merayakan syukuran khitanan atau akikah. Seperti nampak dalam gambar, empat remaja putri di Lingkungan Karang Duntal, Gerimax diangkut praja. Mereka diakikah berbarengan lantaran terbentur anggaran.

Chingay Parade

Tiket Mika Dibanderol Hingga Rp 1 Juta

(Suara N TB/ist)

(Suara NTB/ist)

David Bowie Gandeng Aktris Peraih Oscar dalam Klip Terbaru

bermain dengan mereka,” kata pria 34 tahun, menambahkan bahwa kekasihnya “juga sangat mencintai anak-anak”. Meskipun menginginkan kehadiran anak, pria yang berakting dalam serial “Meteor Garden” itu mengaku belum punya rencana menikah, demikian seperti dikutip dari laman Channel News Asia. “Dulu, saya punya rencana untuk menikah pada umur 25, lalu umur 28, tapi pada akhirnya itu tidak terjadi. Jadi sekarang saya tidak mematok target,” kata Wu. Meskipun begitu, mantan anggota boyband F4 itu mengatakan bahwa dia dan kekasihnya, anak dari pebisnis Singapura, sudah punya rencana akan menikah. (ant/ bali post)

Indonesia Tampilkan Eksotik Borneo Kuala Lumpur Indonesia sejak 2008 terus mencatatkan diri sebagai peserta dalam Chingay Parade atau biasa disebut parade jalanan di Singapura yang kali ini menampilkan aneka tarian dan kesenian dalam satu rangkaian yang bertemakan “eksotik borneo”. “Keikutsertaan Indonesia berdampak positif dalam merapatkan hubungan dengan Singapura sekaligus turut mempromosikan pariwisata ke masyarakat dunia,” kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Andri Hadi dalam siaran pers yang diterima, Selasa. Dubes Andri menjelaskan Singapura merupakan penyumbang turis terbesar ke Indonesia dan pada 2012 jumlahnya 1,2 juta turis. Indonesia dalam parade jalanan tersebut menerjunkan 250 penari yang berasal dari Kutai Timur, Sanggar Greget Semarang, Sanggar UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Purwakarta, Asosiasi Pencak Silat Tradisional Banten Indonesia (APTBI), Nusantara Arts Forum (NAF) serta siswa-siswi Sekolah Indonesia Singapura. Mereka membawakan tarian tradisonal masing-masing daerahnya yang digabungkan dengan permainan Bola Api yang ditampilkan oleh APTBI, sehingga terlihat berbagai macam keunikan didalamnya. Permainan bola api ini menampilkan aksi melempar bola, menendang bola, serta sembur api.

Parade Jalanan (Chingay Parade) yang telah berlangsung selama dua hari (22 hingga 23 Februari) di Lintasan Formula Satu, Singapura itu dihadiri tidak kurang dari 300 ribu penonton mancanegara. Sementara itu, Sekretaris Ketiga Fungsi Penerangan, Sosial, Budaya KBRI Singapura, Prairie Maharwati menjelaskan acara parade jalanan itu disiarkan diseluruh dunia dan dibuka oleh Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. Sedangkan acara ditutup keesokan harinya oleh Presiden Singapura Tony Tan, dan juga dihadiri Duta Besar RI Andri Hadi beserta Ibu. KBRI Singapura, kata dia, telah berpartisipasi dalam Chingay Parade sejak tahun 2008, dan menampilkan antara lain Reog Ponorogo, Solo Batik Carnival, Tari Prajuritan dan Sisingaan. “Chingay merupakan tempat yang bagus untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia dan meningkatkan komunikasi antar masyarakat,” ungkapnya. Sedangkan peserta dari Singapura sendiri menampilkan sekitar 400 peserta yang tergabung didalam grup kuliner yang didalamnya terlihat aksi tarian, berselancar menggunakan sepatu roda, dan tentunya memasak. Selain itu terdapat juga tampilan dari ras Melayu, India, dan China. Peserta lainnya yaitu datang dari Jepang, Filipina, Korea Selatan, Malaysia dan Perancis ini dengan jumlah 3000 peserta. (ant/bali post)

Ita Purnamasari akan Rilis Album Baru Jakarta (Suara NTB) Penyanyi yang ngetop pada era 80-an Ita Purnamasari sibuk mempersiapkan album baru yang akan dirilis sebelum memasuki puasa tahun ini. “Album baru saya ini nantinya akan berisi lagu-lagu hits yang dikemas ulang,” ujar Ita di Jakarta, Rabu. Album baru ini akan berisi lagu andalannya, seperti Cintaku Padamu, Penari Ular, Selamat Tinggal Mimpi, Sanggupkah Aku, Biarkanlah, dan lainnya. “Ada sekitar sepuluh lagu. Semuanya adalah hits pada masa itu,” kata dia. Pelantun “Cintaku Padamu” itu mengatakan albumnya akan menjadi album ketigabelasnya dengan tetap berada di jalur pop. “Saat ini baru memulai untuk membuat album baru tersebut,” ujar Ita lagi. Dia mengatakan tidak ada target khusus untuk album barunya ini, kendati dia mengakui kendala utama penjualan album adalah pemasarannya yang disebutnya harus matang dipersiapkan. Pada 2009 Ita mengeluarkan album kumpulan lagulagu andalannya. Dia mengaku jadwalnya tetap padat dan sibuk mengelola sekolah musik rintisannya sejak belasan tahun lalu bersama sang suami Dwiki D h a r mawan. (ant/bali post) (Suara NTB/ist)


SUARA NTB Kamis, 28 Februari 2013

Demokrat Tantang Anas Buktikan Ucapannya Jakarta (Suara NTB) Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua, menantang mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, membuktikan perkataannya tentang aliran uang proyek Hambalang dari mantan Bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Kepada satu televisi nasional pada Selasa malam (26/2), Anas menyebut pertemuan NazaruddindenganKetuaDewanPembinaPartaiDemokratSusiloBambang Yudhoyono di Cikeas dan mengakumengetahuialiranuang (ant/bali post) proyek Hambalang dari NazMax Sopacua aruddin. “Pada waktu itu, Anas jadi panglimanya. Ada M Nazaruddin. Dia tahu lah segalanya,” kata Max di Gedung DPR/MPR/DPD RI Jakarta, Rabu kemarin. “Pak Anas tahu atau tidak, yang penting sekarang ini, harus dibuktikan dulu. Kalau ada datanya, serahkan saja,” kata tambah dia. Bukti-bukti yang dimiliki Anas, lanjut dia, harus diserahkan kepada penegak hukum supaya bisa ditindaklanjuti. “Perlu pembuktian untuk jadi acuan, untuk ditindaklanjuti,” kata Max. Kemarin, KPK juga telah mulai memeriksa saksi untuk kasus penerimaan hadiah terkait proyek pembangunan pusat olahraga di HambalangdengantersangkamantanKetuaUmumPartaiDemokrat,Anas Urbaningrum. “Ignatius Mulyono diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AU (Anas Urbaningrum),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, di Jakarta, Rabu kemarin. Ignatius Mulyono adalah anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat yang disebut-sebut menjadi perantara pengurusan sertifikat tanah untuk pusat olahraga Hambalang. Ignatius tiba di Gedung KPK sekitar pukul 10.00 WIB dan mengatakan tidak membawa bukti baru. “Biasa saja, seperti kemarin, tidak ada yang baru, kita lihat saja nanti,” katanya. Mantan Ketua Divisi Pembinaan Organisasi Partai Demokrat itu kembali membantah keterlibatannya dalam pengurusan sertifikat tanah untuk proyek Hambalang. “Saya tidak mengurus sertifikat, ini saya membawa surat keputusan pemberian hak kepada Menteri Pemuda dan Olahraga dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) baru kemudian diproses menjadi sertifikat, tapi saya tidak tahu siapa yang memproses sertifikat tanah itu,” jelasnya. Pada pemeriksaaan November 2012 di KPK, Ignatius menjelaskan bahwa ia hanya menyampaikan surat keputusan Hak Guna Pakai tanah Hambalang dari Sekretaris Utama BPN, Managam Manurung, kepada Anas dan mantan Bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Menurut dia, Anas Urbaningrum meminta dia untuk mengambil sertifikat tanah milik Kementerian Pemuda dan Olahraga di BPN. Menurut hasil audit BPK, Kepala BPN menerbitkan surat keputusan pemberian hak pakai tertanggal 6 Januari 2010 bagi Kementerian Pemuda dan Olahraga atas tanah seluas 312.448 meter persegi di Desa Hambalang. Padahal, persyaratan berupa surat pelepasan hak dari pemegang hak sebelumnya diduga palsu. (ant/bali post)

Perampok Tewaskan Dua Orang di Ciracas Ditangkap Jakarta (Suara NTB) Petugas Kepolisian Resor Metropolitan (Polrestro) Jakarta Timur menangkap perampok kendaraan bermotor yang diduga menembak dua orang korban hingga tewas di daerah Ciracas. “Polisi telah menangkap tiga orang yang diduga terlibat perampokan dan masih mencari pelaku lainnya,” kata Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Putut Eko Bayuseno di Jakarta, Rabu. Irjen Putut Eko Bayuseno mengatakan satu pelaku ditangkap warga, sedangkan dua tersang(ant/bali post) Putut Eko Bayuseno ka lainnya diringkus polisi di lokasi berbeda. Mantan Kapolda Jawa Barat tersebut menyatakan, jumlah pelaku yang beraksi di Ciracas sebanyak dua orang, namun petugas menemukan indikasi kelompok tersebut memiliki banyak jaringan. Bahkan kerap beraksi di lokasi lain dengan membawa senjata tajam dan senjata api. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Toni Harmanto mengungkapkan dua pelaku yang telah ditangkap petugas, yakni T dan R di wilayah Bekasi, Jawa Barat, sedangkan tersangka DS diciduk warga. Kombes Toni menambahkan, petugas belum pernah menangkap tersangka T dan R, namun keduanya tercatat kerap melakukan aksi kejahatan. Sebelumnya, tersangka DS bersama seorang temannya menggasak sepeda motor bernomor polisi B-3399-TGL milik Kriston Hutagalung di depan rumahnya Jalan Tanah Merdeka, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (24/ 2) sekitar pukul 03.30 WIB. Korban Kriston berteriak “maling” saat memergoki tersangka DS akan mengambil sepeda motor, sehingga teman DS yang membawa senjata api melepaskan tembakan. Adapun DS yang membawa senjata tajam menyabetkannya ke beberapa warga yang berupaya mengejar para tersangka. Akibat kejadian tersebut, Kriston (17) dan Jamhari (30) tewas, sedangkan lima orang lainnya mengalami luka, yakni Histon hutagalung, Norma (52), Yogi Hutagalung (18), Toriq (penjaga warung internet) dan Setiawan. (ant/bali post)

Tim SAR Lanjutkan Pencarian Mahasiswa IPB Bogor (Suara NTB) Tim SAR gabungan pada Rabu melanjutkan upaya pencarian mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang hanyut di Sungai Ciliwung yang ada di Kelurahan Bantarjati Kaum, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat. Tim Delta Brimob Kelapa Dua menyelam dan menyisir daerah aliran sungai serta memasang jaring di sejumlah titik untuk menemukan mahasiswa program diploma Analisis Kimia IPB bernama Adit Wijaya Putra (21) yang dilaporkan jatuh dan hanyut di sungai saat mengambil sampel Selasa (26/2) lalu. “Pemasanganjaringsudahdilakukansejakmalamkemarindisejumlah titik, di dekat tempat kejadian, dan beberapa tempat lainnya,” kata Komandan Regu Pemadam Kebakaran Kota Bogor, Djaya, yang juga tergabung dalam tim SAR. Hingga pukul 11.00 WIB, jasad korban belumditemukan.Regupenyelamatmasihmelakukanpencarian.Warga juga memadati lokasi kejadian untuk menyaksikan proses pencarian. Orang tua korban juga sudah datang dari Lampung pada sejak Selasa malam dan menunggu hasil evakuasi putra mereka. Berdasarkan informasi di lapangan, Didik Wijaya diketahui hanyut sekitar pukul 05.00 WIB. “Infonya sedang ambil sampel air, terpeleset dan jatuh ke sungai,” kata Komandan Regu Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, Djaya. Djaya mengatakan belum mengetahui pasti kronologi kejadian karena pihak mahasiswa enggan memberikan keterangan. Informasi yang berkembang di masyarakat mahasiswa tersebut tengah melakukan penelitian pengambilan sampel air. “Tahunya itu mahasiswa berdua, satu laki-laki dan satu laginya perempuan. Yang hanyut itu laki-laki,” kata Djaya. Tim SAR gabungan Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Brimob Kedung Halang, telah turun ke lokasi melakukan pencarian dengan menggunakan perahu dan alat selam. Pencarian sudah dilakukan sejak informasi jatuhnya korban. Tim SAR melakukan pencarian dengan cara penyusuran sungai, penyisiran dan penyekatan di sejumlah titik mulai dari lokasi jatuh hingga ke arah hilir sejauh sepuluh kilometer. (ant/bali post)

SUARA NUSANTARA

Halaman 11

Kasus Korupsi PON

KPK Periksa Kader Golkar Pekanbaru (Suara NTB) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadualkan pemeriksaan Faisal Aswan, seorang kader Partai Golkar juga terpidana kasus korupsi PON ke XVIII 2012 untuk menguatkan status tersangka Gubernur Riau HM Rusli Zainal. “Hari ini dijadualkan pemeriksaan untuk terpidana M Faisal Aswan,” kata penyidik KPK yang enggan disebut namanya, Rabu pagi. Faisal Aswan sebelumnya divonis bersalah dan terbukti oleh Majelis Hakum pada Pengadilan Tipikor Pekanbaru telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Kader Golkar yang juga mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau ini dijatuhi hukuman empat tahun penjara subsider denda Rp200 juta dan dua bulan kurungan penjara. “Untuk saat ini, Faisal diperiksa sebagai saksi guna menguatkan status tersangka RZ (Rusli Zainal),” kata penyidik.

Juru Bicara KPK Johan Budi dihubungi per telepon juga mengatakan, Faisal Aswan diperiksa memang untuk kasus korupsi atas rencana revisi Peraturan Daerah (Perda) No.6 tahun 2010 tentang Pengikatakan Tahun Jamak Pembangunan Arena Menembak Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau. “Selain di (Faisal) penyidik juga menjadualkan sejumlah saksi lainnya untuk kasus yang sama,” kata dia. Informasi sejumlah sumber menyebutkan, Faisal Aswan merupakan salah satu orang terdekat Gubernur Riau HM Rusli Zainal. Faisal sebelumnya juga sempat menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indo-

nesia (KNPI) Provinsi Riau yang banyak berperan atas penyelenggaraan PON ke XVIII 2012. Kader Golkar ini ditetapkan tersangka setelah tertangkap tangan oleh KPK bersama barang bukti uang tunai senilai Rp 900 juta yang diduga merupakan uang lelah para legislator Riau atas pengesahan revisi Perda tentang PON Riau. KPK juga mencurigai satu unit rumah probadi Gubernur Riau HM Rusli Zainal yang berada di Jalan Utama, Pekanbaru, merupakan hadiah kontraktor rekanan pengerja proyek Stadion Utama. “Kami sudah menggeledah rumah tersebut dan hasilnya cukup mencurigakan,” kata Ketua Tim Penyidik KPK, Kristian,

di Pekanbaru, Rabu pagi. Penyidik KPK tidak menapik adanya kecurigaan rumah pribadi tersebut merupakan “hadiah” yang diberikan pihak rekanan pengerja proyek Stadion Utama PON Riau. “Tidak menutup kemungkinan, dan kecurigaan ke arah sana tentu ada,” kata penyidik. Pantauan di lapangan, rumah pribadi Rusli Zainal yang berlokasi di Jalan Utama, Pekanbaru tersebut tampak megah bertekstur menawan dengan ukiran batik khas melayu pada setiap dinding luar dan bingkai plafonnya. Rumah tersebut juga memiliki halaman yang cukup luas dengan dikelilingi oleh pagar setinggi lebih dari 1,5 meter. Informasi warga, rumah yang telah mencapai kesiapan 90 persen tersebut belum dihuni oleh Rusli ataupun keluarga Gubernur Riau. “Rumah ini kami tahu milik gubernur,

paling mewah di daerah ini,” kata Jusman, seorang warga yang tinggal tidak jauh dari rumah mewah itu. Juru Bicara KPK Johan Budi sebelumnya menyatakan, KPK bakal menyita rumah-rumah Gubernur Riau HM Rusli Zainal jika terbukti atau diduga merupakan aset hasil dari kejahatan tindak pidana korupsi. “Namun saat ini kami masih mendata aset dan kekayaan tersangka RZ dan tentunya akan dilakukan penyitaan kalau itu diduga hasil kejahatan korupsi,” katanya. Dia menjelaskan, penelusuran aset kekayaan Rusli Zainal, tersangka kasus dugaan korupsi kehutanan dan korupsi penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVIII 2012, dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga terkait, khususnya dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). (ant/bali post)

Komisioner Komnas HAM Minta Maaf Kepada TNI

(ant/bali post)

RAPAT TIMWAS CENTURY - Tiga pimpinan KPK Abraham Samad (tengah), Busyro Muqoddas (kanan) dan Zulkarnain (kiri) bersiap mengikuti pertemuan dengan Tim Pengawas Kasus Bank Century DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/ 2). Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda diantaranya perkembangan proses penyidikan pasca ditetapkannya BM dan SF sebagai tersangka Kasus Bank Century dan rencana pemeriksaan saksi-saksi.

KPK Segera Periksa Sri Mulyani Terkait Century Jakarta (Suara NTB) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan segera memeriksa mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, soal dugaan korupsi dalam pengucuran bantuan dana Rp 6,7 triliun untuk Bank Century. “Deputi Pemeriksaan (KPK) telah minta tanda tangan (surat pemeriksaan) untuk memeriksa Sri Mulyani,” kata Ketua KPK, Abraham Samad, di Jakarta, Rabu kemarin. Abraham Samad mengatakan sampai sekarang belum ada kendala yang menghambat rencana KPK memeriksa Sri Mulyani, yang sekarang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia dan berkantor di Amerika Serikat (AS). “Sejauh ini belum ada kendala, jika ada kendala segera kami sampaikan (ke timwas kasus Bank Century). Insya Allah pemeriksaan (Sri Mulyani) segera dapat dilakukan (di AS),” ujar dia. Sebelumnya Abraham menjelaskan, lambatnya penyidikan kasus Bank Century terjadi karena beberapa kendala seperti kurangn-

ya jumlah penyidik dan validasi banyak dokumen yang membutuhkan waktu lama. KPK telah melakukan pemeriksaan terhadap Sri Mulyani sebelumnya. Saat itu dia memberikan keterangan tentang tugas dan kewenangan dirinya selaku Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam proses penanganan kasus Bank Century. KPK juga telah memeriksa anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani soal kasus korupsi Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik. “Diperiksa untuk tersangka BM (Budi Mulya),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, di Jakarta, Selasa (26/2). Firdaus Djaelani menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner dan Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 2008. KPK telah menetapkan mantan Deputi Bidang IV Pengelolaan Devisa Bank Indonesia Budi

Mulya sebagai tersangka dalam kasus Bank Century pada 7 Desember 2012. Sementara mantan Deputi Bidang V Pengawasan Bank Indonesia Siti Chodijah Fajriah dianggap sebagai pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban hukum dalam kasus tersebut. Pemberian pinjaman ke Bank Century bermula saat bank tersebut mengalami kesulitan likuiditas pada Oktober 2008. Manajemen Century mengirim surat kepada Bank Indonesia pada 30 Oktober 2008 untuk meminta fasilitas repo aset senilai Rp 1 triliun. Bank Century mendapatkan fasilitas FPJP meski sebenarnya tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan. Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Bank Century menunjukkan adanya ketidaktegasan Bank Indonesia terhadap bank milik Robert Tantular tersebut dan menduga ada yang sengaja mengotak-atik aturan supaya Century mendapat fasilitas bantuan. (ant/bali post)

124 Warga Myanmar Terdampar di Aceh Utara

(ant/bali post)

TERDAMPAR - Sejumlah warga Myanmar yang terdampar mendapatkan pakaian dan minuman pasca ditolong warga di sebuah pondok di Desa Cot Trueng, Muara Batu, Aceh Utara, Aceh, Selasa (26/2) malam. Banda Aceh (Suara NTB) Sebanyak 124 warga Myanmar pada Selasa (26/2) sekitar pukul 21.30 WIB terdampar di pantai Desa Cot Trueng

Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh. Along (23) salah seorang pengungsi asal Myanmar ke-

pada wartawan, Rabu mengatakan mereka berangkat dari negaranya pada 19 Februari 2013 dengan menggunakan kapal nelayan berukuran sekitar 10 X 4 meter. “Kami pergi dari Myanmar untuk menyelamatkan diri, kami ingin hidup tenang,” kata Along. Ia mengatakan saat berangkat dari negaranya, mereka berjumlah 132 orang, namun dalam perjalanan delapan diantaranya meninggal dunia. Saat baru tiba di daratan, sebanyak 124 warga Myanmar diantaranya dua anakanak dan enam wanita itu ditempatkan pada sebuah bangunan di tepi pantai. Selanjutnya dipindahkan ke Masjid Desa Cot Trueng dengan pengawasan petugas keamanan dan imigrasi. Seluruh warga Myanmar itu telah mendapatkan bantuan tanggap darurat sepeti makanan, pakaian dan pengobatan dari tim kesehatan pelabuhan Kreung Geukuh. (ant/bali post)

Jakarta (Suara NTB) Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada TNI soal pernyataannya yang dianggap melukai keluarga besar TNI. “Momentum saya dalam memberikan pernyataan tidak tepat karena keluarga besar TNI sedang berduka. Oleh karena itu, saya menyampaikan langsung permohonan maaf,” kata Natalius sebelum melakukan pertemuan tertutup dengan Panglima TNI Laksamana, TNI Agus Suhartono, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu kemarin. Ia mengatakan, pernyataannya bahwa prajurit TNI tengah tidur dan nongkrong sebelum terjadi penembakan di Puncak Jaya sebenarnya ditujukan untuk mengingatkan prajurit TNI yang bertugas di daerah konflik untuk meningkatkan kewaspadaan. Kepala Pusat Penerangan TNI, Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul, mengatakan keluarga TNI sudah menerima permohonan maaf dari komisioner Komnas HAM tersebut. “Permohonan maaf diterima,” kata Iskandar, yang sebelumnya mengecam pernyataan Natalius yang disampaikan saat keluarga TNI berduka karena kehilangan delapan prajurit yang sedang bertugas di Papua. Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan TNI, Laksamana TNI Iskandar Sitompul, menegaskan Natalius Pigai harus minta maaf secara nasional atas pernyataannya tentang penembakan delapan prajurit TNI di Papua. Tuntutan TNI itu, katanya, menimbulkan keresahan di berbagai kalangan. “Bayangkan, keluarga mereka ditinggal ke tempat penugasan berbulan-bulan dan bahkan bilangan tahun, kok masih dibilang seperti itu,” katanya. Markas Besar TNI, kata Sitompul, di sisi lain juga menjamin tidak akan membalas dendam atas kematian delapan personelnya. TNI, katanya, sangat menyayangkan pernyataan terbuka anggota Komisi Nasional HAM itu, Natalius Pigai, sesaat setelah terjadi penyerbuan dan penembakan berujung kematian delapan personel TNI AD dan empat warga sipil, Jumat (22/2). Pigai, sebelumnya menyatakan kepada pers, “Para anggota TNI yang menjadi korban

penembakan kelompok sipil bersenjata di Papua karena lalai menjalankan tugas. Sisanya pada tidur dan nongkrong, wajar ditembak.” Keberadaan dan penugasan personel TNI AD di Papua, kata Sitompul, secara umum terbagi menjadi penugasan di daerah rawan dan kewilayahan. Personel Batalion Infantri 753/Arga Viratama yang diserang di Distrik Sinak, Papua, pada pukul 08.30 WIT Jumat (22/ 2), dalam status Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-PNG Markas Besar TNI. Sedangkan tujuh personel TNI AD yang tewas dalam perjalanan menuju bandar udara untuk mengambil logistik, merupakan anggota komando teritorial setempat, bertanggung jawab pada Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih. Secara keseluruhan, delapan personel TNI AD dan empat warga sipil tewas. Korban luka tembak serius meliputi dua perwira TNI AD, dua perwira TNI AU, plus seorang warga sipil yang saat ini dalam keadaan kritis. Mereka adalah Sersan Satu Ramadhan, Sersan Satu M Udin, Sersan Satu Frans Hera, Prajurit Satu Mustofa, Prajurit Satu Ebi Juliana, Prajurit Kepala Jojon Wihardjo, dan Prajurit Kepala Wemprit Tamahihu. Semuanya anggota Komando Rayon Militer dari Komando Distrik Militer 1714/Puncak Jaya, yang diserang pada pukul 10.30 WIT dalam perjalanan mereka ke Bandara Sinak, Papua. Saat diserang di Kampung Tanggulinik, Distrik Sinak, itu mereka tidak bersenjata sebagaimana empat warga sipil, yaitu Yohanis Palimbong, Markus Cavin, Uly, dan Rudy. Seorang warga sipil lain, Yohanis Djoni, terluka dan saat ini kritis. Sejam sebelumnya, para pukul 09.30 WIT, penyerangan bersenjata juga terjadi di Pos Tinggi Nambut, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-PNG Markas Besar TNI, yang saat ini berasal dari Batalion Infantri 753/Arga Viratama. Komandan pos di Distrik Tingginambut itu, Letnan Satu Infantri Reza, terluka tembak. Sedangkan anggotanya, Prajurit Satu Wahyu Prabowo, tewas di tempat. Reza selamat sebagaimana rekannya, Letnan Satu Infantri Yohanis Djoni. (ant/ bali post)

(ant/bali post)

KORBAN PENEMBAKAN – Duka kelurga dan kerabat Almarhum Sertu Muhammad Udin saat pemakaman di Jatim, Senin (25/2).


TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Kamis, 28 Februari 2013

Rakorda KONI NTB Resmi Ditutup

Musorprov KONI NTB Diagendakan Awal April lebih cepat, karena mempertimbangkan berbagai macam ketatnya agenda yang akan digelar di Provinsi NTB pada bulan Mei mendatang. ”Lebih baik Musorprov KONI NTB digelar awal April. Karena bila dikerjakan bulan Mei, kita khawatir akan berbenturan dengan acara Pemilihan Kepala Daerah Provinsi NTB,” ujarnya. Di samping menetapkan jadwal Musorprov KONI NTB, para peserta sidang pleno Rakorda KONI NTB yang dipimpin Andy Hadianto, SH, MH, juga telah memilih 5 orang sebagai tim penjaring yang akan bertugas memverifikasi bakal calon Ketua Umum KONI NTB yang akan mencalonkan diri dalam Musorprov KONI NTB. Lima orang yang masuk dalam tim verifikasi itu TUTUP - Ketua Umum KONI NTB H. MNS Kasdiono saat adalah tiga orang dari pengurus provinsi NTB menutup Rakorda KONI NTB, Rabu (27/2).

(Suara NTB/fan)

Mataram (Suara NTB) Rapat Koordinasi dan Konsultasi (Rakorda) KONI NTB yang dibuka secara resmi Sekda NTB, H. Muhammad Nur, SH, MH, mewakili Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, di Hotel Lombok Plaza

Mataram, 26 Februari lalu, telah ditutup secara resmi oleh Ketua Umum KONI NTB, H.MNS. Kasdiono SH, Rabu (27/2) kemarin. Rapat dengan agenda penyusunan program kerja KONI NTB itu menetapkan agenda penting pemilihan Ketua Umum KONI NTB yang akan dilaksanakan jajaran pengurus KONI NTB pada awal April 2013. Ketua Umum KONI NTB, H. MNS. Kasdiono dalam sambutannya mengungkapkan, rakorda yang berlangsung selama dua hari itu telah menetapkan jadwal pelaksanaan Musorprov KONI NTB dengan agenda pemilihan Ketua Umum KONI NTB periode 2013-2017. Acara Musorprov KONI NTB ini dilaksanakan

dan dua orang lagi dari utusan KONI Kabupaten/Kota serta utusan cabor tingkat provinsi. Dari utusan cabor tingkat provinsi diwakili Ketua Umum Pengprov IMI NTB, M. Nurhaedin S. Sos, kemudian dari utusan KONI kabupaten/kota diwakili Sekretaris Umum (Sekum) KONI Kota Mataram, Mansur, SH. Sementara tiga nama dari KONI Provinsi belum bisa diungkap, karena masih dalam tahap seleksi. Meski demikian, pada kesempatan itu Kasdiono mengingatkan tim penjaring yang terdiri dari lima orang itu agar membuka kesempatan kepada semua figur yang ingin mencalonkan diri dalam acara sebagai ketua KONI NTB dalam Musorprov KONI NTB. Sehingga pelaksanaan Musorprov KONI NTB akan berjalan secara demokratis. “Saya ingin tim penjaring ini bisa membuka kran untuk insan-insan olahraga

(Suara NTB/fan)

NYANYI - Sekda NTB, H. Muhammad Nur (tiga dari kanan) sedang menyanyikan lagu Mars Patriot Olahraga saat Rakorda KONI NTB, Selasa (26/2).

yang ingin mencalonkan diri sebagai ketua KONI NTB. Saya menekan itu supaya pelaksanaan Musorprov KONI NTB nanti bisa berjalan demokratis,” tegasnya. Pantauan Suara NTB di lokasi rakorda yang berlangsung selama dua hari itu dibuka secara resmi oleh Sekda NTB, H.Muhammad Nur pada pukul 15.00 di Hotel Lombok Plaza, Selasa (26/2) lalu dan ditutup secara resmi oleh Ketua Umum KONI NTB, H.MNS. Kasdiono, SH, di tempat yang sama pukul 21.00 wita, Rabu (27/2). Acara dengan agenda penyusunan Program kerja KONI NTB 2013 itu juga dilakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) yang dilakukan Ketua umum KONI NTB, H. MNS. Kasdiono dengan Kepala BNN Provinsi NTB, Kombes Pol. Drs.Mufti Jusnir.

(Suara NTB/fan)

BERSAMA - Ketua Umum KONI NTB, H. MNS. Kasdiono SH, bersama pejabat KONI Pusat dan Sekda NTB, H. Muhammad Nur saat Rakorda KONI NTB di Hotel Lombok Plaza. Penandatangan MoU itu merupakan kerjasama KONI NTB dengan BNN NTB dalam rangka mengantisipasi pereda-

ran dan penyalahgunaan penggunaan narkoba di lingkup pelaku olahraga di NTB. (fan/*)

(Suara NTB/fan)

TANDA TANGAN - Ketua Umum KONI NTB, H.MNS. Kasdiono, SH (kanan) bersama Kepala BNN NTB Kombes Pol. Drs.Mufti Jusnir, menandatangani MoU.

(Suara NTB/fan)

(Suara NTB/fan)

PIMPIN - Ketua Panitia Rakorda KONI NTB, Andy Hadianto (tengah) sedang memimpin acara sidang pleno.

RAKORDA - Ketua Umum, H.MNS. Kasdiono SH (tengah), didampingi Ketua Panitia Rakorda, Andy Hadianto SH (kiri) dan Ketua Litbang Dachlan Bandu, saat memimpin acara pembukaan Rakorda KONI NTB.

(Suara NTB/fan)

PENDAPAT - Salah seorang peserta rakorda menyampaikan pendapat dan usulan pada Rakorda KONI NTB.

Oposisi Mesir akan Boikot Pemilu Kairo Koalisi oposisi utama Mesir, Front Penyelamatan Nasional, mengatakan pihaknya akan memboikot pemilihan parlemen mendatang karena kurangnya jaminan proses yang transparan. “Keputusan Front, bulat, adalah untuk memboikot pemilu,” kata anggota Sameh Ashour kepada wartawan, Selasa, setelah pertemuan NSF, yang be-

ranggotakan kelompok utama partai liberal dan partai-partai kiri serta gerakan-gerakan. Ashour mengatakan keputusan itu terjadi setelah tuntutannya,

termasuk pembentukan pemerintah baru untuk menyelamatkan negara, diabaikan. Dia mengatakan kurangnya jaminan untuk proses pemilu yang transparan juga memberikan kontribusi terhadap keputusan koalisi. NSF mengatakan juga akan memboikot dialog nasional yang diserukan oleh Presiden Mohamed Morsi, yang akan disiarkan langsung di televisi pada Selasa sore menurut presiden. Pemilu parlemen akan dimulai pada 22 April dan berakhir dua bulan kemudian, demikian seperti yang dikutip dari AFP. Sementara itu, Presiden Mesir Mohamed Moursi telah membantah laporan media massa bahwa pihaknya terlibat konflik dengan militer dan lembaga pemerintahan lain. “Tidak benar saya sebagai presiden terlibat konflik dengan militer atau lembaga pemerintahan,” kata Presiden Moursi dalam acara dialog nasional di Istana Negara Al Ettihadiyah, Kairo. Kepala Negara menegaskan pihaknya selalu melakukan kontak intensif dengan pimpinan semua lembaga pemerintahan termasuk militer, kepolisian dan intelijen. “Sesuai undang-undang, saya selaku presiden merupakan komandan tertinggi Angkatan Bersenjata, Kepolisian dan Intelijen negara, dan oleh kare-

na itu setiap saat saya memantau aktivitas mereka untuk menjamin stabilitas keamanan negara,” katanya. Pada pekan lalu, santer beredar rumor di jejaring sosial bahwa Menteri Pertahanan merangkap Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Abdul Fatah Al Sisi mengundurkan diri. Juru Bicara Militer Letkol Ahmed Mohamed Aly membantah rumor pengunduran diri Jenderal Al Sisi tersebut. Bantahan juga muncul dari Istana Al Ettihadiyah melalui Juru Bicara Presiden, Yasser Aly. Rumor pun mereda setelah pada Jumat (22/2) Presiden Moursi menerima Jenderal Al Sisi di Istana Ettihadiyah. Sementara itu, Dialog Nasional bertema “Dialog untuk Jaminan Pemilu Bersih” yang

diprakarsai Presiden Moursi itu dihadiri 13 Partai Politik termasuk Partai Kebebasan dan Keadilan - sayap politik Ikhwanul Muslimin, dan Partai Al Nur - sayap politik Salafi. Kedua partai kubu Islam tersebut pada Pemilu legislatif tahun lalu memenangkan 70 persen suara pemilih. Adapun sejumlah partai oposisi termasuk “Front Penyelamat Bangsa (National Salvation Front/NSF)” memboikot dialog nasional tersebut. NSF beranggotakan tokoh-tokoh oposisi utama seperti Mohamed Elbaredai, dan dua mantan calon presiden yang dikalahkan Moursi, yaitu Amr Moussa dan Hamdun Sibahi. Pemilu parlemen dijadwalkan akan berlangsung empat tahap yang dimulai pada 22

(ant/bali post)

PENENTANG PRESIDEN - Para aktivis penentang Presiden Moursi membentangkan spanduk perlawanan mereka. Koalisi oposisi utama Mesir, Front Penyelamatan Nasional, mengatakan pihaknya akan memboikot pemilihan parlemen mendatang.

April mendatang. Sedianya tahap awal pemilu itu dimulai pada 27 April, namun dimajukan atas permintaan

Gereja Koptik karena bertepatan dengan hari libur umat Koptik. Presiden Moursi mengungkapkan, sejumlah pemantau lokal dan internasional termasuk Uni Eropa dan Carter Center, AS, telah menyatakan kesediaannya untuk memantau pemilu legislatif tersebut. (ant/bali post)


SUARA NTB 28 FEBRUARI 2013