Issuu on Google+

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK SUMBAWA ECERAN Rp 2.500

Rp. 40.000 Rp. 45.000

SUARA NTB

JUMAT, 19 APRIL 2013

12 HALAMAN NOMOR 38 TAHUN KE 9 Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@yahoo.co.id

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Pengemban Pengamal Pancasila

(Suara NTB/nia)

FOTOCOPI - Petugas Satpam Unram membantu merapikan soal UN yang digandakan dengan cara difotocopi kemarin.

Kurang, Soal UN Terpaksa Difotocopi Mataram (Suara NTB) Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di NTB semrawut. Setelah ditunda tiga hari, saat pelaksanaan hari pertama Kamis (18/4) pun waktunya molor lima jam dari waktu yang dijadwalkan. UN di NTB kemarin baru dimulai pukul 13.00 Wita.

TO K O H Rusak Citra Pendidikan

H. Lalu Moh. Syamsir (Suara NTB/dok)

KISRUH penundaan Ujian Nasional (UN) di beberapa daerah termasuk NTB, adalah bukti ketidakmampuan pemerintah dalam menjalankan sistem pendidikan di negeri ini. Penundaan UN tahun ini baru pertama kali terjadi, tidak hanya diundur, namun pelaksanaan UN yang sedianya dimulai pada pagi hari, diundur kembali menjadi siang hari yaitu pukul 13.00 Wita. Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD NTB, Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/bul)

ROBEK - Abdul Hanan merobek SK sebagai Pengawas UN .

Tidak saja molor, soal UN pun kurang. Panitia akhirnya terpaksa menggandakan soal dengan cara memfotocopi untuk menutupi kekurangan. Penggandaan soal dengan cara fotocopi ini berlangsung di Universitas Mataram (Unram) di bawah penjagaan ketat aparat Polda NTB, pengawas dari Unram dan Dinas Dikpora NTB. Kepala Dinas Dikpora NTB Drs.H.L. Syafi’i, MM usai mengawasi proses fotocopi soal UN tidak menampik penggandaan soal ini, karena hingga kemarin masih ada beberapa sekolah yang belum menerima soal ujian. Setelah mendapat arahan dari Mendikbud, maka Dikpora, Unram dan Kapolda

NTB bersepakat untuk memfotocopi soal ujian untuk menutupi kekurangan soal di beberapa sekolah. “Karena tadi malam informasinya kurang untuk beberapa sekolah, akhirnya dicetak di Polda. Tapi karena di Polda tidak ada alat, akhirnya sepakat dipindah ke Unram. Namun yang jelas seluruh petugas yang ditempatkan disini adalah petugas Polda untuk soal hari ini,” terangnya. Syafi’i menegaskan bahwa proses penggandaan soal ini telah sesuai dengan arahan Mendikbud. Hal ini sesuai dengan surat edaran tanggal 10 April 2013 yang diterima dari BSNP untuk Dikpora NTB. Bersambung ke hal 5

Kecewa, Guru Madrasah Aliyah Sidang Bansos Lobar 2009 BPKP Temukan Indikasi Dana Robek SK Pengawas UN SALAH seorang guru Madrasah Aliyah Dakwah Islamiyah Ponpes Nurul Hakim Kediri, Lombok Barat, Abdul Hanan, S.Pd Kamis (18/4) nekad merobek SK sebagai pengawas Ujian Nasional (UN). Aksi nekad dilakukan di depan Kantor Gubernur NTB, sebagai bentuk kekecewaannya terhadap pelaksanaan UN yang amburadul. Sambil membawa megaphone , Hanan sempat berorasi kemudian ia merobek SK sebagai Pengawas UN. Hanan sempat berorasi dikaw-

al pihak Kepolisian. Dalam orasinya ia mengajak semua pengawas UN untuk mengundurkan diri. Karena menurutnya, kacaunya pelaksanaan UN akibat bobroknya sistem pendidikan. ‘’UN tahun ini gagal mutlak, lebih baik tidak dilaksanakan. Kompensasinya semua siswa peserta UN tahun 2013 ini harus diluluskan,” ujarnya. Aksi nekad Hanan, menjadi tontotan setiap pengendara dan warga yang melintas di ruang Jalan Langko itu. Bersambung ke hal 5

Jamkesmas dan Ponpes Dikorupsi Mataram (Suara NTB) Ternyata ada indikasi penyimpangan lain dalam kasus dana Bansos 2009 Lombok Barat (Lobar). Itu terungkap dalam keterangan saksi ahli Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bali, yang menemukan ada dana bantuan untuk pondok pesantren (ponpes) yang ikut dikorupsi. Setelah ditelusuri, aliran dana itu diduga mengalir ke anggota Dewan.

Dari keterangan saksi ahli BPKP bernama Anom B. Suta, SE, dua item anggaran itu nilainya bervariasi. Untuk dana bantuan ponpes senilai Rp 559 juta lebih. Sedangkan dana Jamkesmas yang raib mencapai Rp 103 juta lebih. Itu semua terjadi saat masa jabatan terdakwa Kepala DPPKAD saat itu H.Ranu, Sekretaris Ahmad Solihan dan Bendahara Juandi Setiawan. Bersambung ke hal 5

TKI Selamat dari Hukuman Mati Mataram (Suara NTB) Ini kabar melegakan dari salah seorang pahlawan devisa yang sedang mendekam di penjara. Setelah melalui upaya pendampingan dan pembelaan, seorang TKI asal NTB bernama Muhammad Bakri (66), dipastikan selamat dari hukuman gantung di Malaysia. TKI asal Kabu-

paten Sumbawa Barat (KSB) itu mendapat pengampunan dari hukuman mati, kendati demikian hukumannya diringankan menjadi 20 tahun penjara. Sementara enam TKI lainnya yang nyawanya diujung tanduk, masih dikonfirmasi sekaligus diperjuangkan upaya yang sama. Penjelasan itu disampaikan lang-

sung aktivis Perkumpulan Panca Karsa (PPK), Endang Susilowati saat dihubungi Suara NTB via ponsel saat berada di Malaysia Kamis (18/4) sore kemarin. Endang mengaku baru saja bertolak dari penjara Sungai Baloh, Selangor Malaysia dan bertemu dengan terpidana asal Labuhan Kertasari Taliwang Sumbawa Barat yang dituduh

membunuh seorang wanita asal Madura tahun 1997 itu ditahan. “Ternyata dia (Muhammad Bakri, red) sudah mendapat pengampunan dari Sultan Serawak, dari hukuman gantung menjadi hukuman penjara selama 20 tahun,” beber Endang. Bersambung ke hal 5

Gubernur di ’’Coffee Break’’ TV One

Pertumbuhan Pariwisata NTB Masuk Tiga Besar Nasional GUBERNUR NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Kamis (18/4) kemarin tampil di acara Coffee Break yang disiarkan langsung TV One. Dipandu dua host TV One, talk show berdurasi 30 menit itu, mengupas tentang potensi pariwisata NTB. Gubernur yang juga calon incumbent Pilgub NTB 2013 ini mengatakan, pertumbuhan sektor pariwisata di daerah ini masuk tiga besar nasional setelah Bali dan Yogyakarta. Kadang-kadang, lanjut gubernur, NTB masuk peringkat kedua. Untuk itu, ke depan Pemprov NTB akan berupaya mempertahankan pertumbuhan pariwisata di daerah ini den-

gan menarik event-event MICE skala nasional supaya diadakan di NTB. Selain itu, saat ini sedang mempersiapkan agenda “Tambora Menyapa Dunia” yang ditargetkan akan menarik ribuan kunjungan wisatawan mancanegara ke NTB. “Upaya kami untuk menggali potensi pariwisata itu terus menerus kita lakukan bersama seluruh elemen masyarakat NTB. Selama beberapa tahun terakhir NTB pertumbuhan wisatanya itu selalu berada di tiga besar yakni setelah Bali, Yogyakarta. Kadang-kadang kita juga kita di posisi ke dua,”kata Zainul Majdi. Bersambung ke hal 5

(Suara NTB/ist)

TALK SHOW - Gubernur NTB, TGH.M. Zainul Majdi, bicara tentang Potensi Pariwisata dalam acara Coffee Break disiarkan langsung di TV One (18/4) kemarin.

LANGGANAN Mataram dan sekitarnya Hubungi :

0370-639543


SUARA NTB Jumat, 19 April 2013

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 3

UN Hari Pertama di Pulau Lombok Kacau

Terlambat Lima Jam, Seorang Siswi Pingsan Pelaksanaan ujian nasional (UN) hari pertama di Lombok Barat kacau. Pasalnya tidak semua peserta UN tingkat SMA/MA di Lombar berhasil melaksanakan ujian dengan serempak. Sekitar 19 sekolah SMA dan MA yang belum melaksanakan ujian mata pelajaran secara lengkap karena belum menerima naskah soal. Akibat keterlambatan naskah soal itu, ratusan siswa terpaksa tidak bisa ikut ujian. Mereka mesti ikut ujian susulan dan harus menunggu jadwal pelaksanaannya dari dinas terkait. HAL ini terungkap pada waktu Bupati melakukan Sidak ke sejumlah sekolah di Lobar, antara lain MAN 1 Gerung, SMAN 2 gerung dan SMA 1 Gerung. Dari data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat, pada hari pertama pelaksanaan ujian terdapat 19 sekolah SMA/MA yang belum lengkap menerima naskah soal. Kebanyakan, sekolah yang kekurangan ini MA khususnya pada jurusan bahasa. Dari 19 sekolah itu, kekeurangan sekitar 1.205 naskah soal, terdiri dari 425 paket soal IPA, jurusan IPS 412 paket soal dan bahasa indonesia 378 paket soal. Pelaksanaan UN hari pertama di Lombok Tengah (Loteng), Kamis (18/4) juga berlangsung kacau. Kekacauan disebabkan, karena hingga pelaksaaan UN, paket soal belum juga lengkap diterima pihak sekolah penyelenggara. Hingga pelaksanaan UN terpaksa harus ditunda hingga lima jam lebih. Parahnya lagi, tidak semua sekolah menyelenggarakan UN pada hari dan jam yang sama. Karena banyak pula sekolah penyelenggara UN tidak melaksanakan UN. Akibat, belum lengkapnya paket soal yang diterima. UN sedianya akan dilaksanakan pada Kamis pagi, sesuai rencana awal setelah adanya penundaan. Akan tetapi, hingga waktu pelaksanaan, soal tidak

kunjung sampai. Melihat kondisi tersebut, pihak Dinas Dikpora Loteng memutuskan untuk menunda pelaksanaan UN hingga pukul 13.00 wita, sembari menunggu paket soal tiba. Di KLU, sebelum UN dimulai pada pukul 13.00 wita, sejumlah siswa maupun guru sempat was-was karena materi soal masih belum lengkap hingga pukul 10.00 wita. Pantauan di beberapa sekolah, Kamis (18/4), beberapa siswa sempat tegang sesaat sebelum UN dimulai. Mereka khawatir jadwal UN diundur lagi. Bahkan di SMAN 1 Tanjung, dikabarkan seorang siswi jurusan IPA, diketahui pingsan karena mendengar UN diundur lagi ke pukul 13.00 Wita. Akibatnya, konsentrasi siswa pun mulai terganggu. “Jelas kami sangat kecewa, karena dengan jadwal diundur terus menerus membuat konsentrasi kami terganggu,” kata salah seorang siswa SMAN 1 Tanjung. Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Tanjung, Moch. Fatkoer Rahman, kepada media mengatakan ujian hari Kamis terpaksa diundur lagi. Tak bisa digelar pagi karena soal belum lengkap. Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2013 ini dinilai sebagian besar orang kacau. Penundaan pelaksanaan hingga tiga kali ini dinilai akan berdampak signifikan pada psikol-

ogis siswa peserta UN. Hal ini dinilai Bupati Lombok Timur (Lotim), H.M. Sukiman Azmy. Ia mengaku sangat menyesalkan terjadinya penundaan UN. Seharusnya, penundaan kekacauan pelaksanaan UN tidak perlu terjadi jika sudah dilakukan persiapan jauh hari. Pemerintah pusat hendaknya bisa mengambil langkah-langkah antisipatif terhadap kacaunya pelaksanan UN. Pelaksana di tingkat pusat yang tidak siap melaksanakan kegiatan nasional tersebut. Ia menyarankan, pemerintah pusat hendaknya segera mengevaluasi pelaksanaan UN 2013 ini sehingga tidak menjadi amburadul. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Lotim, H. Syamsuhaidi menambahkan, terjadinya penundaan memang jelas berdampak besar pada psikologis siswa. Meski ada yang mengaku dengan penundaan akan bisa lebih siap. Harapannya, penundaan UN ini tidak berdampak pada hasil UN nantinya. (her/kir/ari/rus)

(Suara NTB/rus)

UN - Siswa SMAN 1 Pringgabaya akhirnya mengikuti UN setelah terjadi penundaan berulang-ulang, Kamis (18/4) kemarin.

BAWA SOAL Seorang guru membawa paket soal sendirian tanpa ada pengawal dari pihak pengawas atau pihak kepolisian, sesaat sebelum UN dilaksanakan, Kamis (18/4) kemarin.

(Suara NTB/kir)

Jelang Pilkada

Pusat Inventarisir Potensi Konflik di Lotim

Selong (Suara NTB) Menjelang pelaksanaan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati di Lombok Timur (Lotim) pemerintah pusat melalui jajaran Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenpolhukam) RI mulai menginventarisir masalah dan potensi ancaman konflik. Langkah itu dilakukan agar ke depannya di daerah yang menjadi barometer perpolitikan di NTB ini tidak terjadi masalah. Hal ini disampaikan Asdep Pengelolaan Pemilu Kemenpolhukam, Brigjen Toto S. Muerasyad. Menjawab wartawan di sela kunjungannya ke sejumlah instansi terkait di Pendopo Bupati Lotim, Kamis (18/4) kemarin, ia mengatakan Pilkada merupakan pesta demokrasi yang digelar sekali dalam lima tahun. Kegiatan pesta yang digelar tidak diniatkan sama sekali akan terjadi konflik. Baik seperti yang telah terjadi di Palopo maupun Kabupaten Bima beberapa waktu lalu. “Jangans ampai pemilu ini menjadi sumber konflik,” katanya. Pilkada bukanlah tujuan. Tapi cara untuk mencaripemimpin di tingkat daerah.

Pemimpin yang dicari tentunya yang memiliki visi dan misi yang jelas membangun daerah ke arah yang lebih baik. Pemimpin yang memiliki manajerial dan kemampuan untuk memimpin. Akibat adanya Pilkada diakui masyarakat sejauh ini menjadi terpecah belah. Masing-masing memiliki arah dukungan. Hal itu sejatinya tidak diinginkan terjadi. Lebih-lebih sampai terjadi ledakan konflik yang memicu kesedihan. “Pesta itu kan harus gembira, pesta tidak sedih,” tegasnya. Disampaikan, Kabupaten Lotim menjadi sampel provinsi NTB yang secara khusus didatangi jajaran Kemenpolhukam. Kedatangannya ke

(Suara NTB/rus)

PILKADA LOTIM - Asdep Pengelolaan Pemilu Kemenpolhukam Brigjen Toto S Muerasyad saat bersama Bupati Lotim, H.M. Sukiman Azmy di Pendopo Bupati, Kamis kemarin. Pertemuan ini membahas persiapan pelaksanaan Pilkada Lotim. Lotim katanya bukan karena Lotim sebagai daerah yang rawan. “Bukan karena rawan atau tidak rawan,” kilahnya. Hanya saja, kegiatan Pilkada Lotim ini berbarengan dengan Pilkada Gubernur. Secara nasional diambil sampel provinsi-provinsi yang

menggelar Pilkada. Selain NTB, daerah yang didatangi adalah Provinsi Ambon, Ujung Pandang, Bali, Yogyakarta, Palangkaraya dan Palembang. Bupati Lotim, H.M. Sukiman Azmy sebelumnya mengutarakan, guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban

terlebih menjelang Pilkada di Lotim, Pemkab Lotim telah membentuk tim terpadu. Tim yang secara khusus mengkawal proses Pilkada yang bersinergi dengan tim pengamanan yang lain. Hal itu katanya sesuai dnegan instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2013. (rus)

Terkait Pembelian Lahan Parkir BIL

Tuntut Perbaikan Jaringan

AP Lunasi Utang ke Pemkab Loteng

Warga Jagaraga Ancam Mogok Bayar Tagihan PDAM

Praya (Suara NTB) Setelah melalui proses yang cukup panjang, pembelian area parkir Bandara Internasional Lombok (BIL) dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) oleh PT. Angkasa Pura (AP) I, akhirnya tuntas. Akhir Bulan Maret, PT. AP I secara resmi telah melunasi semua tunggakan biaya pengembalian aset tersebut ke Pemkab Loteng. Dengan begitu, saat ini area parkir BIL sudah lepas sepenuhnya. Kabag Aset Setda Loteng, H. Muhammad, yang dikonfirmasi Suara NTB di ruang kerjanya, Kamis (18/4) kemarin, menegaskan kalau saat ini Pemkab Loteng sudah melepas seluruh hak kepemilikannya terhadap area parkir BIL. Setelah PT. AP I melunasi seluruh sisa pembayaran pengembalian area parkir. “Sisa dana pengembalian are parkir BIL sudah disetor oleh PT. AP I ke kas daerah tanggal 28 Maret kemarin, sebesar Rp 14,9 miliar,” sebutnya. Ia menyebutkan, sesuai perjanjian pembayaran pengem-

balian area parkir dilaksanakan secara bertahap dalam tiga tahap pembayaran. Masing-masing pada tahap pertama dan kedua PT. AP I sudah menyetor ke kas daerah Rp 10 miliar. Baru kemudian pada tahap ketiga, disetor sisanya. Sehingga seluruhnya berjumlah Rp 34,9 miliar. “Jadi sekarang Pemkab Loteng sudah tidak memiliki investasi apapun di area parkir BIL,” tegasnya. Kendati demikian, Pemkab Loteng tetap akan memperoleh pemasukan berupa pajak pengelolaan area parkir BIL sebesar 30 persen dari pendapatan yang diperoleh. Karena memang itu sudah diatur oleh peraturan tersendiri Menyinggung arah penggunaan dana hasil penjualan area parkir BIL, Muhammad mengakui sesuai komitmen awal, bahwa seluruh hasil penjualan akan diarahkan untuk menunjang program peningkatan kualitas infrastruktur umum. Terutama infrastruktur berupa jalan yang memang masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat Loteng. (kir)

Giri Menang (Suara NTB) Pelayanan PDAM Giri Menang Mataram lagi-lagi mendapat sorotan dan keluhan warga. Di Desa Jagaraga Indah Lombok Barat, ratusan warga menuntut perbaikan jaringan pipa karena di beberapa lokasi, rusak parah. Sehingga air PDAM di daerah itu sering macet. Jika PDAM tidak turun segera merespon tuntutan itu, warga mengancam tidak akan membayar tunggakan PDAM per bulan. Ditemui Kamis (17/4), Kades Jagaraga Indah, Kasim mengaku warganya sudah lama mengeluhkan jaringan PDAM di daerah setempat karena banyak kerusakan. Hal ini menyebabkan pelayanan dan suplai air terganggu. “Karena itu saya minta warga agar kompak tidak membayar (mogok) bayar tunggakan untuk bulan ini dulu, sampai PDAM mau turun periksa jaringan,’’ ungkap Kades Kasim. Dijelaskan, sekitar 200 pengguna air PDAM di desa itu seringkali mengeluhkan

air. Lebih-lebih sejumlah jaringan pipa PDAM menalami kerusakan, persoalan inipun pernah sampaikan ke pihak PDAM. Namun hingga kini pihak terkait belum merepon permintaan warga untuk memperbaiki jaringan tersebut. Anehnya, bukannya memperbaiki jaringan pipa namun petugas PDAM datang ke rumah salah seorang warga untuk mencabut meteran airnya. Alasan petugas PDAM jelasnya, karena warga belum membayar iuran per bulan. Sontak hal ini mengundang kekecewaan dan kemarahan warga, sehingga mereka sepakat untuk tidak membayar tunggakan air bulan ini. Aksi mogok ini, jelasnya, dilakukan sampai PDAM bersedia memenuhi tuntutan warga. Aksi warga itupun mendapat dukungan dari anggota DPRD dalam hal ini komisi II DPRD Lombok Barat. Dewan sejauh ini mencatat banyak sekali tuntutan dan keluhan warga terhadap pelayanan PDAM. Bahkan, kalangan dewan

menemukan kejanggalan pada pendapatan PDAM Giri Menang. Dari data yang diperoleh anggota dewan, pemasukan per tahun PDAM hampir mencapai Rp 40 miliar lebih, namun peruntukan anggaran itu tidak jelas. Karena berdasarkan data yang diperoleh komisi II, pembagian untuk disetor ke PAD sekitar Rp 4 miliar, gaji pegawai sekitar Rp 7,8 miliar lebih dan biaya pemeliharaan hanya Rp 1,5 miliar. Sementara yang menjadi pertanyaan dan patut diduga ada indikasi korupsi sisa anggaran tersebut setelah dikurangi berbagai item tersebut. Untuk itu, komisi II akan memanggil Dirut PDAM berkaitan dengan permasalahan ini. Komisi II juga akan mengancam akan melapor ke BPK dan Kejaksaan untuk menulusuri persoalan ini. “Kami mendukung aksi warga itu, agar PDAM lebih meningkatkan pelayanannya,” ujarnya Anggota komisi II DPRD Lobar, H. Ahmad Zainuri. (her)

Manfaatkan Produk Lokal BULAN Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke X yang dirangkai dengan gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) ke XI dan HUT PKK ke 41 yang dipusatkan di Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, resmi dibuka Kamis (18/4). Serangkai Agenda tersebut, Pemprov NTB menekankan semua Bupati/Walikota di NTB untuk memanfaatkan produk lokal. “Tujuan otonomi daerah adalah untuk mewujudkan identitas daerah. Tapi dilihat dari fasilitas perabot ruang (Suara NTB/ dok) H. Badrul Munir kerja saja, hanya 2 item produk lokal yang ada di Ruang kerja Gubernur, Wagub, Sekda (NTB). Yang beda hanya Ruang kerja Walikota Mataram, mayoritas produk lokal,” aku Wakil Gubernur NTB, Ir. H. Badrul Munir, MM. Terkesan percuma bagi Badrul Munir, bilamana Pemda baik Provinsi maupuan Kabupaten/Kota berbusa-busa menyemangati masyarakatnya memanfaatkan produk lokal. Tetapi faktanya, dari lingkup aparatur pemerintah sendiri justru terjadi antiklimaks dan anomali. Badrul menegaskan, tidak ada yang keliru dengan ruang kerja Pejabat Daerah jika dilengkapi dengan fasilitas produk buatan masyarakat sendiri. “Memakai produk lokal, tidak akan menurunkan harkat dan martabat kita.” Di sisi lain, Wagub juga memuji fasilitas interior ruang kerja Wali Kota dan Wakil Walikota Mataram. Keduanya dinilai memiliki dan memanfaatkan fasilitas perabot yang bersumber dari buatan lokal paling banyak diantara ruang kerja lain di NTB. Kritik sekaligus motivasi yang diusung Wagub tersebut tak dipungkiri dilatarbelakangi kesulitan yang dihadapi pengrajin maupun pelaku Industri olahan tingkat Ruamh tangga di NTB. Di beberapa kesempatan, pelaku IRT kerap mengeluhkan dua persoalan, yakni bantuan modal dan pasar. Menurut Badrul, peluang pasar di NTB tersedia dalam jumlah besar dengan didukung oleh political will pejabat untuk menggunakan dan mengkonsumsi produk buatan masyarakat lokal. (ari)

Antisipasi Pelaksanaan UN SMP

Dikpora Loteng Perkuat Koordinasi Praya (Suara NTB) Kacaunya pelaksanaan UN untuk SMA sederajat di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) khususnya, memunculkan kekhawatiran bakal berimbas pada pelaksaan UN bagi SMP sederajat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Loteng jauh-jauh hari sudah melakukan langkah antisipasi. Salah satunya dengan terus mengintensifkan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Demikian diakui Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dikpora Loteng, H. Sumum, saat dikonfirmasi, Kamis (18/4) kemarin. Menurut Sumum, pelaksanaan UN SMA yang diwarnai terlambatnya distribusi soal menjadi pelajaran tersendiri. Sehingga pihaknya terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait. Supaya kejadian yang terjadi pada pelaksaan UN SMA tidak terulang pada pelaksaan UN tingkat SMP. Selain itu, persiapan dibawah juga terus dimatangkan. Khususnya terkait kesiapan penyelenggaran di bawah. Pasalnya, ada beberapa sekolah yang ruang ujiannya terbatas. Sehingga harus dilakukan pengaturan ulang. Karena pelaksanaan UN untuk SMP nantinya, bakal bersamaan dengan jadwal pelaksaan UN untuk SMA. “Solusinya bagi sekolah-sekolah yang ruang ujiannya terbatas, ruang ujiannya akan tambah. Dengan cara meminjam ruang kelas sekolah terdekat,” jelasnya. Termasuk untuk penempatan pengawas, juga akan diatur kembali. Mengingat ada beberapa pengawas ujian SMA yang juga ditugaskan sebagai pengawas ujian SMP. Sehingga harus diatur kembali. Jangan sampai pengawas SMP justru kurang. Untuk urusan soal, lanjut Sumum, dari hasil koordinasi yang dilakukan pihaknya, sejauh ini tidak ada masalah. Pihak percetakan mengaku siap mengirimkan soal paling lambat dua hari sebelum pelaksanaan UN. (kir)


SUARA NTB Jumat, 19 April 2013

SUARA MATARAM

Halaman 2

Sebagai Tersangka

PENDATAAN terhadap pihak-pihak yang melanggar lahan parkir terus dilakukan pihak Pemkot Mataram. Jika hal ini tidak lakukan akan membuat pemerintah daerah rugi, karena pendapatan daerah dari segi perparkiran banyak menguap. Kepala Dinas Tata Kota Mataram, Supardi, mengklaim ada 87 titik lahan parkir yang dianggap melakukan pelanggaran, sehingga harus dilakukan penertiban. Diakuinya, pihaknya tidak bisa melakukan penertiban secara menyeluruh mengingat keterbatasan personel. “Dalam rapat dengan dinas instansi terkait kita sudah membahas rencana itu,” ungkapnya pada Suara NTB, Kamis (18/4). Penertiban, lanjutnya, akan dilakukan secara bertahap. Maksudnya, penertiban akan dilakukan mulai dari jenis pelanggaran ringan, sedang dan berat. “Setidaknya 87 titik itu berada di wilayah Kota Mataram, dan itu belum secara menyeluruh,” ungkapnya. Penertiban tersebut, terangnya, sebagai upaya untuk menyadarkan masyarakat tentang keberadaan peraturan di Kota Mataram ini. “Surat sudah kita layangkan, areal parkir jangan disalahgunakan untuk berjualan,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan apresiasinya terhadap pihak-pihak yang sudah sadar dan mengikuti imbauan yang dilayangkan. “Harapan kami semua pihak mengikuti aturan yang ada,” harapnya. (smd) Supardi (Suara NTB/smd)

Seluruh Siswa Diluluskan TERJADINYA penundaan Ujian Nasional (UN) di SMA sederajat ditanggapi serius Komisi II DPRD Kota Mataram. Bahkan, Ketua Komisi II Nyayu Ernawati mendesak pemerintah agar seluruh siswa peserta di NTB diluluskan dalam UN 2013 kali ini. Selain distribusi soal UN yang terlambat, soal pun harus digandakan di daerah. “Kalau kejadiannya sudah seperti ini, soal digandakan di daerah, Saya berharap semua anak kita diluluskan sudah. Karena apa? Karena ini bukan kesalahan mereka,” ujar politisi PDI Perjuangan ini saat memantau pelaksanaan UN di SMAN 6 Mataram, Kamis (18/4). Kekurangan soal yang menyebabkan naskah soal UN terpaksa difotocopy, lanjutnya, merupakan insiden buruk. Meski semuanya sudak diamanatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kenyataannya sudah tidak sesuai dengan prosedurnya. Apalagi ini merupakan dokumen negara yang harus dilindungi kerahasiaannya. “Pukulan buat dunia pendidikan, seharusnya bisa menjadi lebih baik justru menjadi ngak karuan seperti ini,” kritiknya Nyayu menyebutkan pelaksanaan UN kali ini sudah kacau. Mulai dari kekurangan soal yang mengakibatkan penundaanpenundaan yang terus terjadi, dikhawatirkan akan semakin menambah beban psikologis siswa. (nia)

Nyayu Ernawati (Suara NTB/nia)

Mataram (Suara NTB) Tersangka kasus tandon air jilid dua, Muhammad Alwi akhirnya diperiksa untuk pertama kalinya sejak ditangkap beberapa waktu lalu dengan status buron. Pemeriksaan berlangsung Kamis (18/4) sejak Pukul 09.00 Wita hingga pukul 13.00 WITA atau selama lima jam, Alwi dicecar puluhan pertanyaan. Alwi dihadapkan langsung dengan penyidik Ismail, SH. Pemeriksaan berlangsung di ruang Pidsus. Puluhan pertanyaan dilontarkan Ismail terkait dengan aliran dana untuk distribusi air ke Lombok Tengah. Berdasarkan informasi dihimpun, pria yang selalu berkelit

sejak ditangkap ini, dicecar terkait pencairan sembilan kali selama Desember 2012. Uang itu untuk sewa truk selama 26 hari untuk distribusi air bersih ke daerah yang mengalami kekeringan. Total nilai uang yang dicairkan Rp 548.350.200. Oleh tersangka pencairan

diduga dilakukan bertahap sejak tanggal 6 sampai 29 Desember 2012. Total pencairan baru mencapai Rp 365 juta. sehingga masih ada sisa Rp 183.350.200. Pencairan ini diduga tidak lepas dari persetujuan dari Kepala BPBD NTB saat itu Ir.

H. Husnuddin, melalui disposisi. Materi pertanyaan ini juga sempat terungkap di persidangan beberapa waktu lalu. Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB, Made Sutapa, SH, membenarkan pemeriksaan atas terangka Alwi. Pemeriksaan itu dimaksudkan untuk semakin memantapkan berkas atas tersangka kedua setelah Husnuddin ini. “Agar cepat dilakukan pemberkasan, sehingga tersangka kita mintai keterangan hari ini. Bisa jadi akan dijadwal-

kan pemeriksaan lagi. Tergantung penyidik,” kata Sutapa. Sehari sebelumnya, dimintai keterangan Lalu Iski, yang diketahui sebagai pihak BPBD yang di-SK-kan untuk menjadi koordinator distribusi air itu. Lalu Iski diperlukan keterangannya untuk melengkapi berkas tersangka Alwi. Menurut Sutapa, rencananya setelah pemeriksaan tersangka, berkas akan dievaluasi untuk dikaji kekurangannya, sebelum dinaikkan ke tahap kedua. (ars)

Jelang Penilaian Adipura

Sampah Pasar dan Sungai Jadi Ancaman bagi Mataram Mataram (Suara NTB) Menjelang penilaian Adipura tahap III sekitar Bulan Juni mendatang, Pemkot Mataram makin gencar memperbaiki kekurangannya. Meski penilaian tahap III lebih bersifat verifikasi pada hasil pantau I dan pantau II, namun Mataram tetap harus waspada. Ketua Forum Kota Sehat, Suhirman Adita yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (18/ 4) kemarin mengatakan pihaknya cukup terusik pada hasil pantau I dan pantau II dari tim Adipura. Pasalnya, sampah lagi-lagi menjadi kendala. Tim Adipura, kata dia, menyoroti sampah yang menumpuk di pasar, sungai dan saluran drainase. Mengatasi hal ini, Forum Kota Sehat berkoordinasi dengan SKPD terkait lingkup Pemkot Mataram sudah membentuk kelompok pedagang pasar. Dari 19 pasar se-Kota Mataram, baru delapan pasar yang sudah mempunyai kelompok pedagang pasar. Delapan pasar tersebut, masing-masing Pasar Ampenan ACC, Pasar Cakra, Pasar Kebon Roek, Pasar Bertais, Pasar Abian Tubuh, Pasar Dasan Agung, Pasar Cemara dan Pasar Sindu. Kelompok pedagang pasar ini dibekali misi bagaimana mengajak pedagang lainnya atau

warga lingkar pasar supaya membuang sampah pada tempatnya. Sedangkan untuk sungai, demikian Suhirman, Forum Kota Sehat telah menginisiasi terbentuknya 16 kelompok peduli sungai. Jumlah ini sebetulnya masih kurang, melihat banyaknya kelurahan di Mataram yang dilintasi empat sungai besar yang ada, antara lain Sungai Jangkuk, Sungai Unus. Seperti halnya kelompok pedagang pasar, kelompok peduli sungai ini juga bertugas memantau warga yang membuang sampah seenaknya di sungai. Biasanya, demikian Suhirman, perbuatan kurang bertanggung jawab membuang sampah di sungai dilakukan warga pada malam hari. Sehingga keberadaan kelompok peduli sungai ini dinilai cukup strategis. Ke depan, jumlah kelompok peduli sungai ini akan ditambah. Meski demikian, ia optimis piala Adipura bisa kembali diraih Kota Mataram. Sejauh ini, penilaian untuk Kota Mataram setingkat lebih maju dibandingkan tahun lalu. Hadirnya program bank sampah di Mataram turun mendongkrak nilai Kota Mataram, meski jumlah bank sampah ini masih terbatas. ‘’Intinya ada harapan,’’ tandasnya. (fit)

Angka Kematian Bayi dan Ibu Masih Jadi PR Mataram (Suara NTB) Pembangunan bidang kesehatan di NTB beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan. Namun, ada beberapa indikator kesehatan, seperti angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian ibu (AKI) masih menjadi pekerjaan rumah (PR). Untuk itu, para tenaga medis siap kerja yang baru lulus dari perguruan tinggi kesehatan di daerah ini diminta tidak hanya mau bekerja di wilayah perkotaan, tapi juga bisa bekerja di daerah-daerah terpencil (pedesaan). Demikian dikatakan Asisten III Administrasi Umum dan Kesejahteraan Rakyat Setda NTB, Drs. H. Wildan mewakili

gubernur pada acara wisuda ratusan sarjana keperawatan STIKES Mataram, Kamis (18/4). Menurutnya, dalam RPJMD NTB 2009-2013, dari 65 indikator pembangunan bidang sosial, ekonomi dan lainnya, pembangunan bidang kesehatan merupakan salah satu yang menjadi prioritas pemerintah daerah. Dengan berbagai terobosan-terobosan yang dilakukan terkait AKB dan AKI di NTB, katanya, terjadi perubahan dalam mendorong dan menggerakkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. “Sehingga pemda berharap lulusan STIKES Mataram bisa mendorong dan menggerakkan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatannya,”harapnya. Menurut Wildan, kurangnya pemahaman masyarakat tehadap prilaku hidup sehat dan tidak memadainya jumlah tenaga kesehatan menjadi faktor masih rendahnya derajat kesehatan masyarakat. Dikatakan, ketersediaan tenaga kesehatan di daerah terpencil saat ini masih kurang memadai, bukan karena sarana prasarana kesehatannya yang tidak ada. Tetapi, para tenaga kesehatan ini cenderung jarang yang mau tinggal di daerah-daerah terpencil. Di samping itu, dirinya juga berharap petugas kesehatan hendaknya bersikap ramah terhadap para pasien atau masyarakat yang sedang sakit. Dengan pelayanan yang ramah tersebut diharapkan sedikit mengurangi beban pasien, sehingga bisa segera sembuh. (nas)

PANTAU - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh ketika memantau pelaksanaan UN di SMAN 4 Mataram, Kamis (18/4). (Suara NTB/ist)

Tertibkan Lahan Parkir

Alwi Diperiksa Lima Jam

Soal UN Digandakan

Walikota Minta Kerahasiaan Dijamin Mataram (Suara NTB) Kekurangan dan keterlambatan pendistribusian soal ujian nasional (UN) di wilayah Kota Mataram sudah bisa diantisipasi. Pihak panitia penyelenggara mengambil langkah dengan memperbanyak lembaran soal dengan sistem fotocopy. Langkah ini pun mendapat persetujuan Walikota Mataram H. Ahyar Abduh. Asalkan kerahasiaan soal tersebut dijamin. “Saya meminta jaminan kerahasiaan, kalau tidak tentu tidak saya izinkan. Dan pihak panitia menjamin itu,” ungkap Walikota Mataram di sela-sela pantauannya di SMAN 4 Mataram, Kamis (18/4). Selain itu, pihaknya memberikan dukungan terhadap sikap cepat yang diambil pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Saya men-

dukung penuh langkah itu, karena ini sangat ditunggutunggu. Dan satu harapan kami, langkah itu tidak mengganggu kelancaraan pelaksanaan UN,” harapnya. Khusus di Kota Mataram, walikota menegaskan, semua sekolah sudah melaksanakan UN. Meski di satu sisi, ada beberapa sekolah yang mengalami keterlambatan pelaksanaan akibat lambatnya pendistribusian soal. “Memang ada yang terlambat. Tapi yang jelas sudah bisa dilaksanakan semua. Kita bersyukur bisa dilaksanakan walaupun dalam suasana kekecewaan akibat penundaan ini,” imbuhnya. Pada sisi lain, ungkapnya, dirinya hampir saja mengintruksikan agar pelaksanaan UN di Kota Mataram ditunda sampai pendistribusian soal semua dilakukan di seluruh sekolah. “Saya

sempat berpikir seperti itu, tetapi bersyukur ada jaminan UN bisa dilaksanakan,” katanya. Sementara itu, pantauan Suara NTB di beberapa sekolah, siswa-siswa yang mengikuti UN terlihat ada yang mengantuk. Bagaimana tidak, pelaksanaan UN itu dilakukan di siang hari, saat siswa sudah istirahat. Kendati demikian, secara umum pelaksanaan UN tidak menemui kendala, karena sebagian siswa memang sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Walikota yang saat itu melakukan pantauan pun mengelilingi seluruh ruangan kelas di SMAN 4 Mataram dan SMAB 8 Mataram. Agar tak mengganggu jalannya UN, Walikota bersama rombongan tidak masuk ke ruang kelas dan lebih memilih mengawasi dari luar ruang kelas. (smd)

Rumah Pensiunan PNS Dibobol

Perhiasan Senilai Rp 20 Juta Dicuri Mataram (Suara NTB) Rumah seorang pensiunan PNS Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil NTB di Jalan Dieng Mas Lingkungan Pelita Dasan Agung dibobol maling Kamis (18/4) dinihari. Maling yang diduga lebih dari satu orang, menggondol perhiasan berbagai jenis. Korban pun merugi hingga Rp 20 juta lebih. Menurut penuturan korban Hj Nurma, kejadian diperkirakan sekitar Pukul 02.00 dinihari. Saat itu semua penghuni rumah yang sekaligus jadi tempat usaha emas mutiara itu sudah terlelap. Pelaku masuk dengan

membobol tembok bagian barat rumah. Setelah membuat lubang seukuran lingkaran perut orang dewasa, pelaku masuk dan mengacak-acak salah satu etalase yang dipajang perhiasan berbagai jenis. “Saya memang sempat mendengar ada suara seperti ada orang pukul pukul tembok. Tapi saya tidak menyangka, ada maling masuk dengan bobol tembok itu,” kata Nurma. Pagi harinya, ia mendapati etalase terbuka. Kotak perhiasan tercecer di lantai. “Setelah saya perhatikan, ternyata tembok di pojok dibobol,” tuturnya. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Lay-

anan 110. Namun karena dinilai rumit, mereka akhirnya melapor langsung ke penjagaan Polres Mataram. Dari kejadian itu, korban kehilangan berbagai perhiasan seperti liontin, gelang, bros, yang berbahan emas dan mutiara. Total kerugian mencapai Rp 20 juta lebih. Pagi kemarin polisi langsung olah TKP. Tim identifikasi juga turun untuk mengecek sidik jari pelaku. “Kasusnya ditangani Polres Mataram. Pelaku sedang dilidik melalui sidik jarinya. Semoga dalam waktu dekat tertangkap,” kata Kasubag Humas Polres Mataram, AKP Arief Yuswanto. (ars)

Alat Musik Tradisional Terancam Punah Mataram (Suara NTB) Keberadaan alat musik tradisional Sasak di Mataram banyak yang terancam punah. Salah

satunya alat musik tradisional cungklik. Bahkan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mataram, alat musik tersebut nihil. Rencananya, tahun ini, Dinas Budpar Kota Mataram akan melakukan pengadaan alat musik tradisional cungklik. ‘’Kita akan pengadaan tapi nilainya ndak besar cuma Rp 10 juta,’’ sebut Kepala Dinas Budpar Kota Mataram, Drs. Ida Bagus Jayanta kepada Suara NTB di kantornya, Kamis (18/4) kemarin. Menurutnya, keterbatasan anggaran yang dimiliki Dinas Budpar Kota Mataram membuat pengadaan alat musik tradisional cungklik tidak bisa dalam jumlah besar. Dari anggaran sekitar Rp 10 juta itu, pengadaan cungklik hanya bisa dua unit. Selama ini, lanjut dia, setiap kali ada event, pihak Dinas Budpar Kota Mataram menyewa. ‘’Setiap ada event kita nyewa Rp 250 ribu,’’ cetusnya. Sebetulnya tidak hanya cungklik, ada dua alat musik tradisional lainnya yang juga belum dimiliki Dinas Budpar Kota Mataram, yakni klentang

dan genggong. Namun demikian untuk alat musik klentang dan genggong, pengadaannya tidak bisa bersamaan dengan cungklik. Untuk klentang, pengadaannya akan diupayakan pada APBD perubahan. Jayanta berharap, pada tahun 2014 mendatang, pengadaan alat musik tradisional ini sudah rampung. Dikatakan Jayanta, di masyarakat pun, keberadaan alat musik tradisional ini, tidak banyak. Hal ini, menurut dia, sebagai akibat memudarnya minat masyarakat terhadap musik tradisional. Ia mencontohkan, saat ini yang bisa memainkan alat musik tradisional preret bisa dihitung dengan jari. Sehingga, kalau tidak dikader dari sekarang, tidak akan banyak generasi muda mengenal musik tradisional Sasak. Masyarakat sekarang, terlebih generasi muda lebih senang dengan musik modern. Beruntung saat ini bidang budaya sudah masuk ke dalam kurikulum. ‘’Makanya sekarang ini sedikit demi sedikit sudah mulai kita perkenalkan,’’ tandasnya. (fit)


SUARA NTB Jumat, 19 April 2013

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 4

12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456

Kerjasama Program PAUD Dinas Diknas Sumbawa dengan Harian Suara NTB

Monev PAUD di Wilayah Timur, Temukan Sejumlah Kekurangan Sumbawa Besar (Suara NTB) Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Master Of Trainer (MOT) Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sumbawa terhadap beberapa PAUD di wilayah timur Sumbawa, mulai dari kecamatan Maronge, Plampang, Empang hingga Tarano, masih menemukan sejumlah kekurangan di lapangan. Dari soal fisik bangunan, tenaga pendidik hingga bentuk layanan. Sebagaimana disampaikan Kasi PAUD Diknas yang juga bagian dari MOT, Mukhlis, S.Pd, mencatat sejumlah kekurangan pada PAUD yang dikunjungi mulai dari Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Bina Ria Teruntum, terlihat papan nama lembaga yang sudah rapuh. Kemudian ada tenaga pendidik sudah tidak aktif selama satu bulan dengan alasan sakit. Peserta didik yang hadir hanya sebanyak

tujuh orang. Kondisi layanan kurang baik dan tidak dinamis sangat jauh dari kondisi yang ideal. “Selain itu, kesehatan gizi dan Pospa BKB juga masih dipertanyakan,” sebutnya. Beralih ke TPK Sayang Anak desa Simu, tim Monev MOT menemukan kondisi ruangan belajar yang sempit. Gedung Pospa BKB yang dibangun melalui PNPM Generasi Sehat dan Cerdas belum rampung dengan alasan yang tidak jelas. Kunjungan bidan Puskesmas masih minim. Meski demikian, sejauh ini proses belajar berjalan cukup baik. Bahkan, ada kontribusi masyarakat berupa iuran sebesar Rp 5.000/bulan. Kondisi serupa ditemui di TPK Unter Demung. Bahkan, komunikasi dengan ketua TPK sudah tidak ada lagi. Pospa BKB belum terbentuk tetapi Posyandu berjalan baik. Kader Posyandu merangkap sebagai tutor PAUD. Orang tua murid juga membayar iuran sebesar Rp 5.000/bulan. Kesehatan dan gizi masih dipertanyakan.

(Suara NTB/arn)

MONEV MOT - Tiga anggota Monev MOT dari Kabupaten foto bersama dengan pengelola serta tendik PAUD Simpatik desa Labuan Terujung Kecamatan Tarano Selanjutnya, TPK II Tunas Mekar Jompong Plampang, meski BKB belum terbentuk, namun Posyandu berjalan baik. Proses belajar juga berjalan lancar. Sayangnya, TPK jarang ke PAUD. Padahal sudah diintervensi oleh program PNPM GSC untuk honor tendik dan

PMT APE. Ditambah, iuran dari orang tua sebesar Rp 10.000. Persoalan lainnya, tendik mengalami hambatan dalam menghadapi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sebanyak dua orang (bisu). Kondisi serupa ditemui di TPK I Gesit Insani, Muer, Plampang.

(Suara NTB/arn)

MONEV PAUD 1 – Tampak anak-anak bermain di salah satu PAUD di kecamatan Pelampang. Posyandu berjalan baik, meski BKB belum terbentuk. TPK ini juga mendapatkan intervensi program PNPM GSC dan tambahan dana dari iuran orang tua sebesar Rp 10.000/bulan. Berikutnya, TPK Ceria Teluk Santong, dengan kondisi gedung masih belum mendukung sua-

sana belajar yang baik. Keamanan bangunan dan alat-alat belajar masih belum kondusif. Sarana sanitasi tidak higienis dan lingkungan terkesan kotor. Meski Posyandu berjalan baik, tetapi BKB belum aktif. Nantinya, akan ada intervensi PNPM GSC (bantuan dalam bentuk APE

dalam, honor tendik, PMT dan perluasan tempat belajar). Memasuki kecamatan Tarano, Monev MOT mengunjungi TPK Padaelo Labuan Jambu Tarano. Didapati organisasi BKB belum terbentuk dan ada pergantian pengurus TPK. Kreativitas guru cukup baik meski belum semua tendik mendapat insentif. “ Secara umum proses bermain yang bermakna belajar berlangsung baik. Motivasi dan komitmen tenaga pendidik tetap tinggi dalam memberikan layanan bagi anak usia dini. Serta masih perlu adanya upaya yang strategis dalam meningkatkan peran serta dan kontribusi masyarakat untuk pengembangan PAUD ke depan,” demikian Mukhlis. Diketahui, Monev MOT PPAUD Kabupaten Sumbawa, terdiri dari tiga orang. Yakni, Mukhlis,S.Pd, Burhanuddin,S.Pd,M.Pd dan Heni Setiawati, SKM. (arn/*)

Naskah Soal Terpaksa Digandakan

UN di Bima Dimulai Hari Ini Kota Bima (Suara NTB) Sesuai dengan petunjuk Mendikbud, UN tingkat SMA/SMK/SMA mulai dilaksanakan serentak di seluruh Kabupaten/Kota, Kamis (18/4). Namun, Kabupaten Bima terpaksa memundurkan pelaksanaan UN satu hari, lantaran tujuh dari seluruh SMA/SMK dan MA belum mendapatkan distribusi soal sama sekali. Untuk mengantisipasi kelancaran UN hari ini, Dikpora Kabupaten Bima terpaksa menempuh alternatif lain dengan menggandakan soal menggunakan mesin fotokopi. Penggandaan soal ini dilakukan di aula Mapolres Bima. Untuk menggandakan soal tersebut, pihak Dinas Dikpora pun terpaksa mendatangkan empat unit mesin fotokopi milik salah satu perusahaan fotokopi di Bima. Untuk bisa memudahkan penggandaan, Dikpora terpaksa memilah-milah penggandaan. Dua mesin masingmasing untuk tingkat SMA dan soal MA. Sementara dua lainnya untuk menggandakan kekurangan soal yang dialami oleh seluruh sekolah. Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Bima, Drs Zubaer Har yang ditemui di Mapolres Bima menuturkan pihaknya terpaksa mengundurkan pelaksanaan ujian karena alasan jatah soal yang sama sekali belum diterima oleh tujuh sekolah. Di samping itu, dari seluruh sekolah lainnya yang sudah menerima, ternyata terdapat kekurangan dengan total 107 amplop soal. Rencananya pelaksanaan UN dimulai Jumat (19/4) hari ini. Dijelaskannya, pihaknya bukan bermaksud ngotot untuk memaksakan kehendak mengundurkan pelaksanaan ujian. Namun kondisi Kabupaten Bima berbeda dengan daerah lain. Sepengetahuannya, dalam pendistribusian soal di daerah lain, kekurangan terjadi kekurangan hanya satu

atau dua sekolah. Itu pun hanya satu atau dua amplop saja. Sementara di Kabupaten Bima tak demikian. Sehingga dia pun menegaskan untuk kesekian kalinya bahwa di Kabupaten Bima terdapat kekurangan yakni tujuh sekolah yang sama sekali belum mendapat soal dan 107 amplop untuk seluruh sekolah lainnya. “Nah sekarang kalau kita paksakan pelaksanaan ujian hari ini (kemarin, red) tentu tidak akan bisa karena penggandaan belum selesai,” katanya Penggandaan soal dengan cara fotokopi ini, katanya sesuai dengan arahan Mendikbud, Rektor Unram dan Diknas Provinsi NTB. Untuk menggandakan soal tersebut, kemarin pihaknya bekerjasama dengan salah satu perusahaan fotokopi. Namun untuk menjaga profesionalitas dan kerahasiaannya, pihaknya terpaksa mengangkut empat mesin fotokopi ke Mapolres Bima. “Sesuai dengan petunjuk dari Pak Menteri, Rektor Unram dan Dikpora Provinsi NTB, soal yang kurang akhirnya kita gandakan dengan cara difotokopi,” terangnya. Empat mesin fotokopi serta proses penggandaan naskah soal UN tersebut dikawal langsung oleh pihak Kepolisian. Sementara itu, pelaksanaan UN di Kota Bima dimulai pada Kamis pukul 14.00 WITA. Kedispora Kota Bima Drs Suryadin yang dikonfirmasi menuturkan, pelaksanaan UN ini sesuai dengan instruksi Menteri bahwa pelaksanaan dimulai pada

Perbaikan Rumah untuk Warga Miskin di KSB

Newmont Siapkan Dana Rp 24,7 Miliar Jakarta (Suara NTB) PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT), Kamis (18/4) memperbaharui perjanjian kerja sama dengan Kementerian Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Kemenpera) dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebagai bentuk peran serta PTNNT untuk pembangunan rumah baru dan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni bagi MBR di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Perjanjian ini merupakan bentuk realisasi kerja sama antara Kemenpera dengan Pemerintah Daerah KSB dan PTNNT yang bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam membebaskan Kabupaten Sumbawa Barat dari rumah tidak layak huni menjadi layak huni di mana PTNNT berkomitmen untuk menyerahkan dana bantuan Rp 24.7 miliar kepada MBR. Dana bantuan ini akan digunakan untuk pembangunan rumah baru dan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni di 8 kecamatan di KSB yang terdiri dari 3.883 unit rumah, dengan rincian 3.000 rumah akan menerima bantuan masing-masing sebesar Rp 5 juta pada lokasi penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kemenpera sebesar Rp 6 juta, untuk peningkatan kualitas rumah yang telah dilaksanakan pada tahun 2012 dan pembangunan baru (rehab total) 883 rumah Rp 11 juta. “Sebagai bagian dari masyarakat KSB, kami berharap program ini dapat terlaksana tepat sasaran, tepat penggunaan, dan tepat waktu sehingga seluruh masyarakat KSB dapat memiliki rumah yang layak huni,” jelas Presiden Direktur PTNNT, Martiono Hadianto. Ia menambahkan, program ini merupakan salah satu program tanggung jawab sosial perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar tambang Batu Hijau. Deputi Menteri Perumahan Rakyat Bidang Perumahan Swadaya, Jamil Ansari, saat memberikan sambutan pada penandatanganan perjanjian ini mengungkapkan akan terus mengajak perusahaan-perusahaan besar maupun kecil di Indonesia untuk menyalurkan dana CSR yang dimiliki demi terciptanya rumah yang layak huni. “Kami berharap Kabupaten Sumbawa Barat tuntas dalam penanganan rumah tidak layak huni dan perusahaan-perusahaan lain di Indonesia bisa turut berpartisipasi seperti PT Newmont Nusa Tenggara dalam membantu percepatan peningkatan kualitas rumah tak layak huni di seluruh penjuru Indonesia,” jelasnya. (r)

tanggal 18 April. Selama pelaksanaan UN, hampir tak ada kendala berarti. Berdasarkan arahan tersebut, pihaknya pun melakukan persiapan dan mendistribusikan soal. Teknisnya, soal dijemput pagi-pagi oleh masing-masing sekolah dan dikawal oleh aparat Kepolisian. Menurutnya pendistribusian di Kota Bima tidak terdapat masalah lantaran cakupan wilayahnya yang kecil. “Jadi kita koordinasinya enak,” tuturnya. Menurut Suriadi, memang sebelumnya untuk Kota Bima terdapat kekurangan soal. Namun saat ini seluruh soal tersebut sudah lengkap dengan adanya tambahan satu kontainer soal yang diterima pihaknya dan disimpan di Mapolres Bima Kota. “Sudah ada satu kontainer, kalau mau lihat ada di Mapolres,” tandas Suriadi. Ditambahkannya, jumlah siswa SMA/SMK dan MA di Kota Bima yang mengikuti UN tahun 2013 ini sebanyak 3.548 orang siswa. Tidak Mulus Sementara itu, pelaksanaan UN SMA/SMK/MA hari pertama di Sumbawa, Kamis (18/4) kemarin, tak berjalan mulus. Selain waktu pelaksanaannya yang molor, MAN 3 Sumbawa di Empang juga masih kekurangan soal di hari pertama, sehingga bakal mengikuti ujian susulan. Sedianya, UN hari pertama mata pelajaran Kimia dan Biologi dimulai pada 08.00 Wita, tetapi diundur pukul 13.00 Wita. Disebabkan masih adan-

ya Kabupaten lain di NTB yang belum mengaku kekurangan soal. Bahkan ada pula yang belum menerima soal UN hingga Kamis pagi. Hingga berdampak terhadap pelaksanaan UN se- NTB. “Masih ada soal yang tidak ada di dalam dus paket UN di sejumlah Kabupaten. Kenyataannya masih banyak isi dus yang tidak sesuai dengan kebutuhan sekolah. Ini makanya terlambat,” terang Panitia UN Kabupaten yang juga Kasi Kurikulum Dikmen Diknas Sumbawa, Shalahuddin MA, S.H. Untuk Sumbawa, sebenarnya tidak ada persoalan. Kekurangan soal sejumlah sekolah telah diperbanyak dengan difotokopi oleh kepolisian dan Pengawas Satuan Pendidikan dari Perguruan Tinggi (PT), sesuai perintah dari pusat. Hanya untuk MAN 3 Sumbawa, yang memiliki jurusan bahasa, di kecamatan Empang, melaporkan tidak menerima soal antropologi Jurusan Bahasa. Hingga akan mengikuti Ujian susulan. “Sedangkan untuk SMK saat ini ujian teori kejuruan, UN baru akan berlangsung besok (hari ini, red),” sebut Salahuddin. Sementara untuk besok, kekurangan soal untuk mata pelajaran matematika, masih menunggu kiriman dari pusat. Kalau juga tak sampai, maka malamnya akan digandakan. Diketahui, Dalam UN SMA di Sumbawa, tercatat sebanyak 4.809 orang sebagai peserta sedangkan SMK sebanyak 1.305 siswa. Tak Lengkap Di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) naskah soal UN akhirnya dapat didistribusikan tepat waktu sebelum jadwal UN dilaksanakan, Kamis (18/4) kemarin. Meski demiki-

(Suara NTB/use)

DIGANDAKAN – Naskah soal UN untuk Kabupaten Bima tengah digandakan di Mapolres Bima Kota di bawah pengawalan ketat aparat, Kamis (18/4). an, sejumlah berkas soal yang diterima oleh Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) setempat ditemukan tidak dalam keadaan lengkap. “Kita memang ada menemukan ketidaklengkapan soal-soal setelah dilakukan pengecekan,” jelas kepala Dinas Dikbud KSB melalui Kabid Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Drs. Saifullah kepada wartawan di ruang kerjanya. Terdapat dua sekolah yang berkas soal UN-nya tidak lengkap. Pertama berkas soal untuk SMA Negeri 1 Jereweh dan kedua di SMA Negeri 1 Taliwang. Untuk di SMA Negeri 1 Jereweh, Saifullah memaparkan, berkas soal jurusan IPA dari hasil pengecekan diketahui mengalami kekurangan 1 amplop berkas soal pada tiap mata pelajarannya. Sementara di SMA Negeri 1 Taliwang beberapa aplop jumlah isi soalnya tidak lengkap sebanyak 20 soal untuk jurusan IPS-nya. Beruntung kekurangan soal di dua sekolah tersebut dapat terdeteksi dengan cepat. Untuk kekurangan soal di SMA 1

Jereweh, Dinas Dikbud mengetahuinya saat pendistribusian soal ke Mapolsek terdekat untuk masing-masing sekolah. Menurut Saifullah, setelah diketahui terjadi kekurangan pihaknya bersama Polres setempat langsung mengupayakan dengan mencari berkas soal di sekolah-sekolah lain yang jumlahnya lebih. Beruntung usaha tersebut berhasil karena untuk menutupinya jumlah soal di SMA 1 Seteluk mengalami kelebihan. “Sampai jam 3 malam kami bersama Polres mengusahakan agar kekurangan soal di SMA Jereweh itu bisa tertutupi,” tukasnya. Sedang untuk kekurangan berkas soal di SMA 1 Taliwang, baru diketahui pada pagi harinya. Sesaat sebelum dibagikan, pengawas menemukan jika beberapa amplop soal untuk jurusan IPS isinya tidak lengkap 20 berkas. Tetapi lagi-lagi beruntung, setelah Dinas Pendidikan Provinsi NTB menginstruksikan memundurkan jam ujiannya hingga pukul 13.00 Wita, pihak sekolah dan Dinas memiliki waktu untuk mencari

cara menutupi kekurangan soal di SMA terfavorit di KSB itu. “Semua serba kebetulan sehingga kekurangan soal di dua sekolah itu bisa kita penuhi sehingga jalannya kegiatan UN tidak mendapatkan hambatan yang berarti lagi. Begitu siswa masuk kelas mereka sudah bisa langsung menerima lembar soal yang disiapkan,” timpal Saifullah. Sementara itu meski sempat tertunda dan baru dapat dilaksanakan pada siang hari, kegiatan pelaksanaan UN hari pertama di KSB berjalan lancar. Saifullah menyebutkan sementara ini pihaknya belum memperoleh informasi seputar jumlah siswa yang mengikuti UN saat ini. Namun demikian ia optimis jika 1.444 siswa SMA/MA SMK yang masuk dalam Daftar Nominasi Tetap (DNT) saat ini tengah mengikuti ujian tersebut. “Karena belum ada laporan dari tiap sekolah penyelenggara, jadi sementara ini saya belum bisa beri keterangan soal berapa jumlah pastinya,” imbuhya. (use/arn/bug)

Main Judi Domino

Lima Ibu Rumah Tangga Diciduk Polisi Kota Bima (Suara NTB) Lima ibu rumah tangga (IRT) dan seorang pemuda warga Kelurahan NaE, Kecamatan Rasa NaE Barat, Kota Bima terpaksa berurusan dengan aparat Polres Bima Kota. Kelima IRT ini diamankan saat tengah menggelar judi domino di salah

satu rumah kosong di kelurahan setempat. Dari tangan mereka, aparat mengamankan uang yang digunakan untuk berjudi. Penangkapan tersebut dilakukan oleh aparat Polres Bima Kota pukul 14.00 WITA. Mereka masing-masing berinisial Her, Li Sal, Abd (pemuda)

dan dua lainnya yang belum terkonfirmasi namannya. Saat ditangkap, kelimannya tengah asyik bermain kartu domino disertai uang taruhan. Kelima ibu-ibu dan seorang pemuda ini pun dibawa ke Sat Reskrim menggunakan mobil patroli. Salah seorang pelaku, Her

yang ditemui mengakui saat ditangkap tengah main judi kartu. Namun dia berkilah jika perbuatan tersebut baru pertama kali dilakukannya. Itu pun nominal taruhannya tak besar “Taruhannya cuma Rp 500 aja,” tuturnya. Namun saat tengah asyik main aparat datang dan

membawa ke Kantor Polisi. Karena wanita, kelima perempuan ini pun ditangani di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA). Sementara belum didapat keterangan resmi dari aparat Kepolisian terkait kelima ibu-ibu yang tertangkap karena judi ini. (use)

Sempat Pura-pura Pingsan

Tiga Tersangka Pengguna Narkoba Ditangkap Kota Bima (Suara NTB) Sejumlah pengguna jalan dan pengunjung yang tengah menikmati kawasan Taman Ria, Kota Bima, tiba-tiba tertuju pada sebuah mobil yang tengah dihentikan paksa oleh sejumlah pria berpakaian preman. Usut-punya usut, sejumlah orang berpakaian preman tersebut adalah anggota Buser Sat Reskrim Polres Bima Kota yang tengah menangkap penumpang dan sopir yang mengendarai mobil avanza putih karena memiliki narkoba jenis ganja dan bong penghisap dalam mobil. Saat penangkapan, sang sopir sempat pura-pura pingsan untuk mengelabui aparat. Namun aksi sang sopir yang pura-pura pingsan tak digubris aparat setelah dia dan dua penumpang lainnya dibawa ke Sat Narkoba yang jar-

(Suara NTB/use)

TERSANGKA - Salah seorang tersangka pelaku yang diatangkap saat diamankan di Sat Narkoba. Setelah ditangkap ketiga orang tersebut dibawa ke RSUD untuk dilakukan tes urine. aknya sekitar 100 meter dari mobil avanza putih dengan nomor Polisi EA 1534 L di jalan kawasan Taman Ria. Menurut salah seorang sak- Soekarno-Hatta di kawasan si, Sahrul (25), peristiwa terse- Amahami. Sejumlah pengunbut bermula ketika rombongan jung termasuk dia pun mendeaparat Buser menghentikan kat ke kerumunan. Saat itu pun

dia mengetahui tiga orang yang ada dalam mobil termasuk sopir ditangkap karena membawa narkoba jenis ganja. Salah satu dari tiga orang tersebut merupakan wanita. Uniknya, saat penangkapan tersebut terjadi hal unik yakni sang sopir yang pura-pura pingsan. “Yang lucu satu orang yang penuh dengan tato, pura-pura lemas begitu mengetahui ditangkap terkait narkoba,” ujar Sahrul. Saat diperiksa, dalam mobil didapati sejumlah barang bukti berupa ganja dan bong. Tak berapa lama, ketiga orang ini termasuk barang bukti ganja serta termasuk mobil dan handphone milik ketiga pelaku dibawa ke Sat Narkoba untuk dilakukan pengembangan. Belakangan diketahui ketiga orang tersebut masing-masing berinisial Hn

alias One (41), Ni alias Ls (21) dan pria keturunan Arab, Kh (35). Ketiga orang ini berasal dari Kabupaten Dompu. Sementara aparat Kepolisian yang dimintai keterangan terkait kasus ini belum bisa memberikan keterangan resmi karena pemberian keterangan harus satu pintu yakni Kapolres langsung maupun Kasat Narkoba seizin Kapolres. Namun Kasat Narkoba yang ditunggu hingga sore hari tak kunjung datang. Hanya saja, menurut salah seorang anggota setempat bahwa ketiga orang tersebut ditangkap atas kepemilikan narkoba. “Barang buktinya ada ganja, tapi belum tahu beratnya berapa,” tuturnya. Selain itu ada juga ong penghisap. Kemarin, ketiga orang tersebut dibawa ke RSUD Bima untuk dilakukan tes urine. (use)


SUARA NTB Jumat, 19 April 2013

Kurang, Soal UN Terpaksa Difotocopi Dari Hal. 1 Surat ini berisi strategi mengatasi permasalahan yang muncul pada UN tahun 2013. Salah satu poin dalam surat ini disebutkan bahwa jika ada kekurangan soal dalam jumlah banyak, maka petugas di daerah diperbolehkan memfotocopi sejumlah soal yang dibutuhkan. Hal senada disampaikan Rektor Universitas Mataram Prof. Sunarpi Ph.D . Menurutnya, pihak Unram telah menerima surat edaran yang diberikan oleh Balitbang kepada Rektor Unram dan Rektor Universitas Hasanuddin,

untuk membantu penggandaan soal ujian khususnya untuk sekolah yang kekurangan soal. Terutama untuk menjamin kerahasiaannya , harus di bawah pengamanan Polda. Dikpora menjamin dengan langkah yang ditempuh ini, tidak akan mempengaruhi hasil UN siswa. Karena meski menggunakan lembar jawab fotocopian, petugas pemindaian Unram nantinya akan memindahkan jawaban siswa pada lembar jawab asli, sehingga bisa dipindai dan dikirim ke Jakarta. (nia)

BPKP Temukan Indikasi Dana Jamkesmas dan Ponpes Dikorupsi Dari Hal. 1 Dalam penjelasan saksi ahli saat ditanya JPU Nuramin, SH, dana ponpes itu mekanismenya sama dengan dana bansos, yakni melalui pengajuan proposal oleh lembaga ke eksekutif. Tapi dari hasil investigasi, dana itu tidak diterima oleh ponpes. “Temuan kami ini ada pada halaman 66 poin h dokumen audit investigasi,” kata Anom. Sementara untuk aliran dana Jamkesmas, seharusnya diterima oleh Rumah Sakit Sanglah Denpasar Bali dan Rumah Sakit Patut Patuh Patju (Tripat), dengan nilai Rp 103 juta. Mekanisme pencairan dana itu, diawali dengan klaim oleh pihak rumah sakit. “Tapi saat diklaim oleh Rumah Sakit Sanglah dan Rumah Sakit Tripat, uang itu tidak ada,” sebutnya. Anehnya, diantara dana dengan item yang sama, diketahui ada indikasi aliran ke Dewan. Saksi menyebut, yang mengalir ke Dewan bersumber dari item dana Jamkesmas mencapai Rp 200 juta. “Itu berdasarkan bukti yang kami dapatkan dalam investigasi,” terangya, sembari menambahkan, untuk dana ponpes termasuk diantara Rp 559 juta tersebut. Ternyata tidak hanya dua item dana itu, ada anggaran lain yang juga raib. Yakni item anggaran Safari Ramadhan senilai Rp 75 juta. Saat kegiatan itu diadakan, anggaran tidak tersedia di bagian Kesra, sehingga solusinya dicomot melalui dana bansos. “Tapi

saat dana dari Kesra sudah cair, uang yang Rp 75 juta itu tidak dikembalikan ke kas daerah. Tidak jelas dikemanakan uang itu,” sebut saksi. Anggota JPU, Sugiyanta, SH sempat memperdalam penyampaikan saksi. Terkait dengan aliran dana ke Dewan, apakah sudah diklarifikasi langsung? Menurut saksi, ini tidak diklarifikasi ke pihak Dewan, menurutnya itu tidak dilakukan. Melainkan cukup bagi pihaknya dengan bukti pencairan yang ada. Sementara dari hasil investigasi terkait aliran dana bansos mencapai Rp 1,1 miliar lebih. Dari total dana itu, rincian dana yang sama sekali tidak jelas pertanggungjawabannya Rp 279 juta lebih. Sementara yang ada SP2D, mencapai Rp 941 juta, namun bermasalah karena ada yang diduga disunat dan tidak diterima pemilik proposal. Dalam sidang dengan Ketua Majelis Hakim Pastra Joseph Ziraluo, SH,MH itu, ketiga terdakwa hadir lengkap, Ranu, Ahmad Solihan dan Juandi Setiawan. Dalam sidang kali ini, terdakwa hadir dengan tampilan sedikit berbeda. Di badan mereka melekat rompi warna merah marun, tertulis di punggung “Tahanan Tindak Pidana Khusus”. Sidang akan dilanjutkan pekan depan untuk mendengarkan keterangan saksi lainnya. (ars)

TKI Selamat dari Hukuman Mati Dari Hal. 1 Ketetapan itu berlaku mundur, sejak tanggal 5 November 2012 sampai dengan 4 November 2032. Kabar pengampungan ini disambut haru Siti, istri dari Bakri yang ikut bersamanya ke Malaysia Rabu lalu. Pengampunan hukuman pancung menjadi hukuman penjara ini masih mungkin mendapat potogan masa tahanan. Setiap tahunnya, jika berkelakuan baik, maka hukuman Bakri akan mendapat remisi menjadi 1/3 masa tahanan. Sehingga masa tahanannya akan berakhir 5 Maret 2026. Untuk diketahui, potongan ini dijelaskan Endang tidak termasuk masa tahanan yang sudah dijalani, meskipun Bakri sudah menjalani hukuman penjara 15 tahun sejak 1998 lalu. Sementara untuk TKI atas nama Sukardin asal Sondosia Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, belum diketahui perkembangannya. Endang yang juga mengikutsertakan keluarga bernama Khairudin, akan menemui Sukardin besok. Untuk diketahui, ada enam TKI lainnya yang masih nasibnya belum jelas. Mereka tersebar di Malaysia, Arab Saudi dan Cina. Mereka tercatat melakukan tindak pi-

dana kejahatan sejak 2010 dan menjalani hukuman hingga 2011. Selain Sukardin dan Bakri, lima TKI lainnya, Muslihatun Binti Nur, asal Desa Gelembung, Desa Suralaga Lombok Timur. Bekerja di Arab Saudi sebagai pembantu sejak Januari 2008, ia dituduh membunuh anak majikannya yang berumur tiga bulan. Sumartini Binti Manaugi (33), asal Desa Kukin Moyo Utara, bekerja di Arab Saudi dengan tuduhan menggunakan ilmu sihir. Ia dituduh melenyapkan anak majikannya bernama Tisam (17). Alya Andreani (29), bekerja di Makao sebagai pengasuh bayi, asal Gubuk Lantan Desa Pelambek Lombok Tengah. Informasinya, Sumartini ditangkap Juli 2011 lalu di Bea Cukai Shekou Kota Shenzen, Cina. Ia ditutuh menyelundupkan narkoba jenis heroin seberat 795 Kg yang disembunyikan dalam kompor. Fitra Yanti (25), asal Kelurahan Brang Bara Kabupaten Sumbawa , dituduh menenggelamkan anak majikannya bernama Yasir (4). TKI terakhir bernama Heri Bayani, namun pihak PPK tidak mendapat informasi detail tentang kasus TKI ini. (ars)

Pertumbuhan Pariwisata NTB Masuk Tiga Besar Nasional Dari Hal. 1 Untuk mempertahankan pertumbuhan sektor pariwisata tersebut, katanya, pemerintah daerah akan melakukan pembenahan sarana prasana MICE yang ada di daerah baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Untuk saat ini, ujarnya, NTB hanya mampu menyelenggarakan MICE skala kecil dan menengah. Pasalnya, sarana prasarana MICE dengan kapasitas diatas 5000 orang peserta masih belum tersedia. “Dalam satu, dua tahun ini dibangun sarana untuk itu. Kami sangat optimis bahwa Lombok- Sumbawa dengan keindahan alamnya yang sejuk, cukup produktif melaksanakan MICE. Dalam waktu dekat NTB akan menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan Hari Koperasi Nasional yang kira-kira akan dihadiri 15.000-20.000 peserta dari Indonesia,”ungkapnya. Ditambahkan, saat ini di

NTB sudah tersedia 40 hotel berbintang dan 700 lebih hotel melati. Disamping itu, terdapat berbagai restoran dengan variasi kuliner yang ditawarkan dan disediakan. “MICE salah satu perhatian kita, dari MICE ini kemudian peserta bisa mengunjungi destinasi yang lain. Memang dengan MICE itu pertumbuhan wisatawan ke NTB lebih cepat meningkat,”tambahnya. Dipilihnya sektor pariwisata sebagai program unggulan unggulan, kata TGB-sapaan akrab Zainul Majdi, karena memang sangat cepat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat jika dibandingkan dengan sektor lainnya. “Sentra kerajinan akan berkembang. Ternyata pariwisata itu mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperbesar akses masyarakat untuk produktif membuka lapangan kerja,” pungkasnya. (nas)

RAGAM Warga Semaya Temukan Bom Perang Dunia II

Halaman 5

Selong (Suara NTB) Kamis (18/4) kemarin, warga Dusun Semaya, Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur (Lotim), dihebohkan dengan temuan bom jenis mortil 81 yang diduga peninggalan Perang Dunia II. Bom statis dengan daya ledak dahsyat hingga radius 5 km itu ditemukan oleh Taufiq, operator excavator yang tengah mengeruk Sungai Sengurung-urung. Sontak, penemuan bom membuat warga Dusun Semaya ketakutan. Penuturan Taufiq kepada Suara NTB di tempat kejadian perkara (TKP), ia menemukan benda keras dengan panjang 60 cm dan diameter 15 cm itu sekitar pukul 09.00 wita. Bom itu katanya berada dikedalaman 1 meter dari permukaan sungai. Saat melihat benda yang diduga kuat adalah

bom, mesin excavator langsung ia matikan. Amaq Sarimin, warga Semaya kemudian memindahkan bom dari badan sungai. Kata ia takut juga mengangkat benda berbahaya seberat 10 kg itu ke tempat yang dianggap jauh lebih aman dari permukiman warga. Warga melapor ke aparat Polsek Pringgabaya. Selang beberapa lama, Kapolsek Pringgabaya, Kompol Eko Mulyadi langsung meluncur ke lokasi dan memasangkan garis polisi (police line) mengitari bom. Polsek kemudian menghubungi Gegana Satbrimob untuk mengidentifikasi dan mengamankan barang berbahaya tersebut. Sekitar pukul 13.00 Wita, tim dari Brimob Labuhan Haji tiba di TKP dan langsung mengidentifikasi bom. Ko-

mandan Kompi (Danki) II Brimob Labuhan Haji, Iptu Dhanang Prasmoko membenarkan benda berat tersebut merupakan bom. Ia jelaskan, bom tersebut jenis statis yang dijatuhkan dari pesawat. Dilihat dari pemicunya, ia menilai bom itu masih aktif. Jenis bom statis, katanya meledak jika dibenturkan pada benda yang keras. Dugaannya, bom itu jatuh di tempat yang lembek saat dijatuhkan. “Kemungkinannya jatuh di lumpur,” katanya. Terlihat dari ukuran dan jenisnya, daya ledak bom tersebut cukup besar. Yakni hingga radius 5 km. “Ini jenis high (tinggi),” ucapnya. Bom militer buatan Rusia itu katanya banyak dipergunakan saat Perang Dunia II. Oleh Brimob, bom langsung diangkut ke Mapolsek Pring-

(Suara NTB/rus)

BOM - Tim dari Brimob mencoba mengidentifikasi benda yang diduga bom yang ditemukan warga Dusun Semaya Desa Pringgabaya Utara, Kamis kemarin. gabaya guna diidentifikasi lebih lanjut. Menurutnya, bom akan dibawa ke Polda Mataram untuk dijinakkan. “Kita

akan identifikasi lebih lanjut nanti dan hari ini akan kita bawa ke Polda,” demikian Dhanang. (rus)

Paripurna Dewan Bocah Tiga Tahun Tewas Tenggelam Sepi, Pansus Raperda Segera Bekerja Buang Air di Sungai

Praya (Suara NTB) Seorang bocah, Rizki Aditya, warga Dusun Bunratok Desa Darek Praya Barat Daya Lombok Tengah (Loteng), Kamis (18/4) petang kemarin ditemukan tewas. Korban yang baru menginjak usia 3,5 tahun ini, tewas setelah tenggelam disalah satu sungai desa setempat. Saat buang air besar. Informasi yang diperoleh Suara NTB menyebutkan, korban sebelumnya bersama nenek dan bapaknya pergi kesawah. Sekitar satu jam bermain disawah, korban lantas minta ditemani buang air besar sama neneknya. Namun karena tengah sibuk, nenek korban kemudian meminta korban menunggu. Tapi karena sudah tidak tahan, korban lantas pergi

sendirian ke sungai tidak jauh dari tempat neneknya bekerja. Saat tengah baung air itulah, korban diduga terpeleset dan tercebur ke sungai. Sang nenek yang tengah sibuk bekerja disawah, tidak sadar kalau cucunya tercebur ke sungai. Nenek korban baru sadar, setelah korban tidak kunjung kembali. Bersama beberapa orang warga yang kebetulan ada diskeitar lokasi kejadian, nenek korban kemudian berusaha mencari korban. Tetapi usaha sang nenek, tidak kunjung membuahkan hasil. Baru setelah sekitar satu jam menyisir sungai, tubuh korban berhasil ditemukan mengambang. Dengan kondisi sudah tidak bernyawa lagi. Begitu ditemukan, korban langsung dibawa pulang oleh

warga. Kejadian itu sendiri, sempat membuat geger warga setempat. Tidak lama berselang, tim medis dari UPT. Puskemas Darek datang kerumah korban, untuk melakukan visum. Guna mengetahui penyebab kematian korban. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban. “Korban murni meninggal karena tenggalam. Karena ditubuh korban tidak ditemukan, tanda-tanda kekerasan,” aku Munawar, S.Kep., anggota tim medis Puskesmas Darek, kepada Suara NTB. Atas kejadian itu, pihak keluarga korban pun mengaku menerima musibah yang menimpa korban. Dan, meminta untuk tidak dilanjutkan ke penyelidikan. (kir)

UN Hari Pertama Molor

Siswa Terpaksa Dipulangkan, Orang Tua Protes Kisruh Ujian Nasioan (UN) di NTB berlanjut hingga hari pertama ujian digelar Kamis (18/4). Setelah sempat diundur tiga hari, pelaksanaan UN hari pertama kemarin lagi molor hingga lima jam. Dengan alasan distribusi soal, UN pun kembali ditunda dan berlangsung pukul 13.00 Wita. NI WAYAN Fristy I.W, siswi kelas 3 di SMA Katholik Kusuma Mataram hanya mampu terduduk lesu di ruang perpustakaan sekolah bersama beberapa rekannya. Entah apa yang dipikirkannya, yang jelas pagi itu dia nampak sangat kecewa atas kembali ditundanya pelaksanaan UN meskipun setengah hari. “Kecewa itu pasti, tapi mau bagaimana lagi. Kita hanya bisa mengikuti,” demikian ujar manis itu. Dia mengaku, persiapan untuk mengikuti UN sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Bahkan untuk menghadapi ujian di hari pertama ini dia begadang sampai pukul 24.00 Wita dan bangun sekitar pukul 05.00 Wita untuk belajar. Koordinator Seksi UN SMA Kusuma, Drs. Martidi Wibowo yang ditemui di sekolahnya juga sangat menyayangkan kembali tertundanya pelaksanaan UN itu. “Saya pagi-pagi mendapat informasi terjadinya penundaan. Padahal pukul 05.30 Wita saya sudah ada di Polsek untuk menjemput soal. Tapi itulah tugas,” katanya. Untuk distribusi disekolahnya, dia mengaku sudah hampir lengkap. Namun masih ada kekurangan bidang studi Sastra Indonesia untuk Jurusan Program Bahasa di jam ke-2. “Katanya ada satu sekolah yang sudah punya soal. Ini yang akan diperbanyak,’’ katanya. Situasi di SMA 8 Mataram hampir sama dengan sekolahsekolah lain. Pagi kemarin, seluruh siswa yang berjumlah 104 orang dikumpulkan di halaman sekolah oleh Kepala SMA 8 Mataram, Kun Andrasto. “Kita memberi pemahaman ke siswa agar tetap semangat. Mundurnya pelaksanaan ujian ini diharapkan benar-benar dimanfaatkan oleh siswa untuk mempersiapkan diri,” ujarnya. Kun Andrasto membantah, munculnya isu kebocoran soal berkaitan dengan mundurnya pelaksanaan UN. “Tidak ada soal yang bocor meskipun ada kardus yang rusak dan diganti,” ujarnya. Muhammad Wibisono siswa SMAN 5 Mataram misalnya, terpaksa mengulang pelajaran

yang sudah lama dipelajarinya di rumah. Selain merasa kecewa, penundaan ujian yang kesekian kali terjadi di NTB ini diakui sangat berpengaruh terutama pada mental peserta ujian. “Kita sudah belajar ditunda lagi. Sudah datang sesuai hari H lagi ditunda. Turun mental saya jadinya ini, drop kepercayaan diri saya jadinya ini,” terangnya pasrah. Hal senada juga diungkapkan Baiq Nidya, juga merasa kecewa karena sudah persiapan belajar sejak lama. Nindya berharap UN di tahun-tahun berikutnya akan lebih baik. Karena menurutnya, pelaksanaan UN semestinya dilaksanakan serentak dan tidak dilakukan bertahap. Tak hanya siswa, guru dan kepala sekolah pun mengaku sangat kecewa dengan penundaan ini. Guru SMAN 5 Mataram M.Jufrin sangat menyayangkan penundaan ini dan tidak yakin ujian akan berjalan sesuai jadwal. Bahkan ada puluhan siswanya yang menangis karena kecewa. “Ini memang membuat anak gelisah karena beban berpikir, tapi down juga meski sekolah sudah menenangkan,” tegasnya. Kepala SMAN 1 Mataram Fatwir Uzali menilai UN tahun ini merupakan bencana yang memalukan. Pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak, ketika orangtua menanyakan alasan penundaan ujian kemarin. Fatwir pun mengaku tidak yakin akan berjalan sesuai jadwal

karena masih ada lima sekolah di Mataram yang belum mendapatkan soal ujian. Tapi pihaknya berharap, semua musibah ini bisa dilalui dengan naik. “Anak-anak sangat depresi, tapi saya coba berikan pengertian pada anak-anak bahwa ini merupakan musibah yang tidak terduga,”tandasnya. Wali Murid Protes Sementara itu, sejumlah wali murid di beberapa sekolah Kota MataramproteskepanitiaUNatas pengunduranwaktuUNdaripukul 07.30 menjadi pukul 13.00 Wita. Salah seorang wali murid SMAN 3 Mataram, Muhammad Irfan mengatakan diundurnya waktu UN itu telah membuat tanaga, pikiran dan konsentrasi anaknya terkuras seharian. Betapa tidak sejak pukul 05.30 Wita anaknya sudah berada di sekolah, tapi akan mengikuti ujianpukul13.00Witahinggapukul 17.00 Wita. “ Anak saya saja misalnya, setengah lima mau cepat-cepat saja ke sekolah karena mau ujian. Nah ini kan berarti total satu hari ini anak-anak tenaga, pikiran, konsentrasinya terus terkuras semua. Sampaikan usulan saya kalau ujian ini ditunda, jangan start-nya siang. Mulainya besok pagi atau sekali-kali mulainya minggu depan saja,’’ kata Muhammad Irfan. Irfan menambahkan Pemprov NTB hendaknya bersikap tegas untuk berani menunda pelaksanaan UN, seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Samarinda. Ketidakpastian jadwal dan waktu pelaksanaan UN dikhawatirkan dapat merusak mental siswa. Konsentrasi siswa juga dikhawatirkan pecah, akibat tenaga dan pikirannya telah habis terkuras seharian. (smd/nia/ozi/kmb)

Menurut Hanan, pemerintah harus mengambil sikap, bahkan bertanggung jawab atas tekanan psikologis yang diderita seluruh peserta UN di NTB. Abdul Hanan menyoroti

rum. Setelah sidang paripurna tersebut, dua Pansus yang dibentuk untuk membahas dan melakukan sinkronisasi 19 Ranperda (10 usulan dewan dan 9 usulan eksekutif) diharapkan segera bekerja. Mengingat waktunya cukup singkat sekitar delapan hari. Toh, draf Raperda yang ada telah dianggap cukup matang. “Raperda ini sudah matang, tinggal disinkronkan saja. Terutama yang menyangkut kewenangan pusat. Agar ketika nantinya ditetapkan menjadi Perda, tidak lagi muncul persoalan,”tukasnya. Namun, Ketua Komisi III DPRD Sumbawa, Jamaluddin Afifi, S.H, melihat Raperda tersebut masih membutuhkan kajian dan sinkronisasi lebih mendalam. Serta perlunya melakukan perbandingan dengan Perda serupa di daerah lainnya. Seperti Raperda Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dianggapnya masih bersifat umum. Mengingat RTH ini berangkat dari program pengembangan kota hijau, jadi perlu dibatasi wilayahnya, hanya sebatas daerah sekitar kota, yakni 5 kecamatan, bukan pada seluruh kecamatan yang ada di Sumbawa. “Itulah pentingnya Pansus (gabungan legislatif dan eksekutif). Perlu kajian dan studi banding. Tetapi mudah-mudahan Pansus berjalan cukup lancar,”katanya. (arn)

Kasus Bantuan Rumah Kumuh Dompu

Terdakwa Klaim Sudah Kembalikan Uang Negara Mataram (Suara NTB) Setelah melalui sidang perdana pembacaan dakwaan, Kamis (18/4) kemarin, kasus bantuan rumah kumuh Kopermas Kreatif Kabupaten Dompu masuk tahap pledoi terdakwa, Nunung Nurhayati. Dalam poin pembelaannya, terdakwa mengklaim sudah mengembalikan uang negara Rp 200 Juta. Dana Rp 200 juta itu, menurut Nunung dalam pembelaan yang dibacakan tim kuasa hukum Nurdin, SH dan Sukardin, SH, dikembalikan ke kas negara atas dasar rekomendasi BPKP Bali yang melakukan audit atas kasus itu. “Dana sebesar itu dikembalikan berdasarkan rekomendasi BPKP, dari total dana Rp 511 juta yang didakwakan oleh JPU,” kata Nurdin. Sidang dipimpin Hakim Ketua Pastra Joseph Ziraluo, SH, MH itu, pada Senin lalu merupakan agenda pertama pembacaan dakwaan oleh JPU Made Sutapa, SH. Dalam dakwaan sebelumnya, Sutapa menyebut terdakwa

menggelapkan dana negara Rp 511 juta tersebut berdasarkan data fiktif 73 rumah kumuh. Perbuatan terdakwa dinilai memperkaya diri sendiri dan orang lain, dan mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp 511 juta. terdakwa diancam Pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. Mengenai tudingan bantuan fiktif 73 rumah kumuh itu, dibantah terdakwa. Berdasarkan bukti yang diajukannya, seluruh rumah yang disalurkan bantuan dengan sumber dana dari Kementerian Perumahan Rakyat itu, sudah disalurkan seluruhnya sesuai kontrak. “Hasil cek fisik BPKP Denpasar, data administrasi bahwa pembangunan itu sudah mencapai 30 persen sesuai PKO I dan PKO II,” bebernya. Sebaliknya ia menuding dakwaan JPU itu didasarkan data palsu, tendensius dan tidak berdasar. Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda duplik JPU. (ars)

Rusak Citra Pendidikan Dari Hal. 1

(Suara NTB/smd)

DITUNDA - Para siswa menunggu pelaksanaan UN sambil duduk-duduk di depan ruang belajar. Sebagian lainnya ada yang memilih pulang karena UN ditunda hingga siang hari.

Kecewa, Guru Madrasah Aliyah Robek SK Pengawas UN Dari Hal. 1

Sumbawa Besar (Suara NTB) Sidang paripurna lanjutan pembahasan Rapeda usulan DPRD dan eksekutif, Kamis (18/4) kemarin, berlangsung sepi. Sebagian anggota DPRD Sumbawa tidak hadir. Meski demikian, karena dianggap memenuhi kuorum, sidang paripurna tetap dilanjutkan. Pansus yang sudah dibentuk segera bekerja membahas serta melakukan sinkronisasi terhadap 19 Raperda. Agenda paripurna tersebut, penyampaian tanggapan dan atau jawaban Bupati Sumbawa atas pemandangan umum Fraksi –fraksi DPRD Sumbawa, serta penyampaian tanggapan dan jawaban fraksifraksi terhadap jawaban Bupati Sumbawa. Namun, dari pantauan, sejumlah kursi sejumlah anggota DPRD Sumbawa tampak kosong saat paripurna berlangsung. “Hanya 22 anggota dewan yang hadir (dari 40 anggota DPRD Sumbawa). Memang Wakil Ketua I sakit, Wakil Ketua II dan dua anggota lainnya, saya tugaskan ke Mataram. Selebihnya tidak hadir tanpa keterangan,”sebut Ketua DPRD Sumbawa, H. Farhan Bulkiyah, ketika dikonfirmasi terkait hal ini. Meski demikian, sidang paripurna tetap berjalan, karena telah memenuhi kuo-

bagimana perjuangan siswa dan tekanan yang diterima jelang pelaksanaan UN. Bahkan orang tua muridpun ikut menerima tekanan batin secara tidak langsung. Sebagai bentuk tanggung jawabnya selaku pendidik, bah-

kan sebagai seoarang pengawas, ia secara tegas merobek dan menyatakan pengunduran dirinya mengawasi pelaksanaan UN. Aksi Hanan kemudian dihentikan sekitar pukul 11.00 Wita oleh aparat Kepolisian. (bul)

H. Lalu Moh. Syamsir, SH. Menurutnya jika mekanisme pelaksanaan sudah disiapkan, waktu yang disediakan cukup dan sistem berjalan baik maka tidak akan terjadi kekisruhan seperti sekarang. Hal ini menurutnya sangat merugikan para siswa dan merusak citra pendidikan nasional. “Jangan sampai dunia pendidikan ini kena politisasi. Kalau politisasi sudah merasuk ke ruang pendidikan, maka quo vadis pendidikan Indonesia,” terangnya, Kamis (18/4). Menurut politisi PBB ini sistem pendidikan harus dirubah. Pemerintah harus melepaskan kepentingan-kepentingan politis. “Jangan sampai terjadi lagi orang politik yang memegang Menteri Pendidikan. Pemerintah harus berkomitmen untuk

itu,” tegasnya. Menteri Pendidikan seharusnya berasal dari kalangan profesional yang memang mempunyai kapasitas dan kapabilitas di bidang pendidikan. Dalam menentukan Menteri Pendidikan juga harus diawali dengan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test). “Harus betul-betul tokoh pendidikan yang paham, mengerti, punya komitmen di bidang pendidikan,” tambahnya. Pengamanan UN yang super ketat menurutnya akibat dari krisis kejujuran. “Kalau memang kita jujur, pengamanan tidak perlu berlebihan. Mari kita bangun kejujuran,” ujarnya. Dampak penundaan UN akan mengganggu psikologi siswa. Hal ini tegasnya telah membuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah menurun. (yan)


OPINI

SUARA NTB Jumat, 19 April 2013

Halaman 6

Sindrom Konflik Pemilukada Evaluasi Pelaksanaan UN AKHIRNYA Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat berhasil dilaksanakan, Kamis (18/4). Setelah tertunda 3 hari dari jadwal sebelumnya, pelaksanaan UN terlaksana tidak seperti diharapkan. Peserta UN lagi-lagi dihadapkan dengan rasa kecewa, karena jadwal pagi diubah menjadi siang menjelang sore hari. Kondisi ini, secara psikologis berpengaruh besar terhadap mental dan kesiapan peserta didik dalam mengerjakan soal. Peserta UN yang sudah melupakan rasa kecewa dengan peristiwa sebelumnya (tertundanya UN hingga dua kali), kembali bimbang dan konsentrasi buyar. Mereka tidak mampu berbuat banyak, karena UN ditunda hingga siang. Seharusnya, pelaksanaan UN tahun 2013 ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Namun sebaliknya, pelaksanaan UN justru membuat masyarakat kecewa dengan penundaan selama 3 hari. Penundaan UN tahun ini bahkan dikatakan sebagai kecelakaan sejarah. Karena dalam sejarah pelaksanaan UN, belum pernah jadwalnya ditunda apalagi sampai tertunda hingga dua kali karena soal belum kelar dicetak. Apa yang dialami peserta UN di 11 provinsi bisa menjadi catatan bagi pemerintah, agar di masa mendatang pelaksanaan UN yang kacau balau tidak terulang kembali. Dalam arti, pemerintah harus mengevaluasi mengenai pentingnya UN bagi siswa kelas akhir. Atau ada solusi lain yang tentu lebih baik. Tak hanya siswa, guru dan kepala sekolah pun mengaku sangat kecewa dengan penundaan UN. Salah satu tenaga pendidik di SMAN 5 Mataram M.Jufrin menyayangkan adanya penundaan UN, karena membuat mental siswa turun. Apalagi sejak awal siswa sudah mempersiapkan diri dengan baik. Kepala SMAN 1 Mataram Drs. L. Fatwir Uzali, menilai UN tahun ini merupakan bencana yang memalukan. Pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak, ketika orang tua peserta UN menanyakan alasan penundaan UN. Namun sebagai tenaga pendidik, permasalahan seperti ini diharapkan tidak terulang kembali, karena berdampak negatif pada peserta UN. Kacaunya pelaksanaan UN mendapat perhatian dari Komisi X DPR RI yang membidangi masalah pendidikan. Mayoritas anggota Komisi X, seperti disampaikan Ketua Komisi X Asman Abnur di beberapa media nasional sepakat dilakukan penghapusan terhadap pelaksanaan UN. Alasannya, UN boros anggaran dan tidak efektif. Jika UN dihapus anggaran negara yang bisa dihemat mencapai Rp 600 miliar. Bayangkan, jika dana ini dipergunakan untuk pembangunan pendidikan, maka sumber daya manusia Indonesia akan bisa bersaing dan menikmati pendidikan layak. Meski demikian, permasalahan yang terjadi sekarang ini menjadi pelajaran berharga bagi jajaran Kementerian Pendidikan Nasional agar lebih serius lagi mempersiapkan UN. Selain itu, pihak kementerian mesti melakukan kajian lebih mendalam apakah UN harus dihapus atau mungkin ada kebijakan lain. (*)

ERICUHAN dan kerusuhan dalam proses pilkada bukan peristiwa baru di negara kita. Semenjak apa yang sering dianggap sebagai demokrasi terbuka lebar pintunya, peluang munculnya konflik juga turut melebar. Apabila konflik itu bisa disikapi dengan dewasa mungkin tak menjadi masalah. Tapi jika konflik itu dilampiaskan dalam bentuk vandalisme maka kerugian banyak pihak adalah akibatnya. Yang terakhir kita ingat ketika pemilihan Walikota Palopo, Sulawesi Selatanbulanlalu.Hasilputarankedua yang dinilai tidak jujur telah mengapungkanamarahluarbiasa.Sejumlah kantor pemerintah dan kantor redaksi surat kabar setempat dibakar massa. Pada posisi itu polisi, sesuai tugasnya mengamankan, harus bekerja keras untuk memukul mundur massa yang mengamuk itu. Sejauh praktik demokrasi yang prosedural telah dilangsungkan, sedikit sekali terlihat indikasi pendewasaan politik. Bukan hanya pada masyarakat tapi justru lebih pada instrumen-instrumen pelaksana demokrasi tersebut. Politik kepartaian telah demikian kuat membangun skema kerja yang bersifat “silumanistik”. Partai berada di belakang semua gerak dan kerja politik di negara kita. Bahkan sudah merambah lebih jauh dengan turut memengaruhi putusan-putusan hukum dan kebijakan-kebijakan strategis. Partai juga berada di belakang individu-individu dan akan berada di belakang alias tak kelihatan apabila terjadi peristiwa kerusuhan akibat dari konflik. Kericuhan dan kerusuhan pada proses pilkada memang kerap bersumber dari kekecewaan akan hasil. Pada momen itu transparansi dan kejujuran dipertanyakan, tentu saja oleh pihak yang kalah. Di seberangnya pihak yang menang juga tak jarang menyiapkan pula pendukungnya untuk mengantisipasi efek rusuh yang dipakai oleh pihak lawan. Pilkada yang esensinya sebenarnya memilih pemimpin yang dipercaya oleh masyarakat jadi ajang perebutan dan pamer kekuatan. Banyak yang menilai kerusuhan yang terjadi pada proses pilkada adalah bukti ketidaksiapan kita dalam berdemokrasi. Masalahnya adalah demokrasi seperti apa yang sedang kita praktikkan sekarang ini? Demokrasi bukan satu-satunya jalan paling mulia untuk menuju sebuah masyarakat yang ideal. Demokrasi juga bukan kultus tak tergoyahkan yang mesti disembah

Oleh :

Kiki Sulistyo

(Departemen Sastra Komunitas Akarpohon, Mataram)

dan diagung-agungkan. Demokrasi sama dengan sistem lainnya, yang memiliki banyak kelemahan. Dan kelemahan paling tampak adalah pada aplikasinya, pada proses pelaksanaannya. Tuduhan bahwa kita tak siap dengan demokrasi memberi kesan bahwa masyarakat yang tidak siap dengan sistem demokrasi.Sebab dalam konteks kerusuhan pilkada masyarakatlah yang menjadi pelaku, bertindak vandalis dengan melakukan pengrusakan. Ketidaksiapan itu bila ditelisik justru sebenarnya terletak pada para pelaksana demokrasi yang jelas-jelas masih menganggap prosedur demokrasi hanya jalan yang ditempuh untuk menduduki kursi kekuasaan. Dalam hal ini kursi kekuasaan tak berlaku tunggal tapi juga memberi pengaruh bagi posisi-posisi yang lain. Dengan skema seperti itu otomatis pula kebijakan-kebijakan yang bakal dibuat kelak tak boleh mengorbankan kekuasaan tersebut. Kalau perlu masyarakat yang harus dikorbankan. Pada dasarnya para pimpinan adalah panutan. Karena itu apa yang dilakukan oleh pimpinan akan menular ke masyarakat. Kalau masyarakat berprilaku brutal, bisa jadi para pemimpinnya juga brutal. Apabila masyarakat tidak punya kepedulian maka bisa dikatakan para pemimpinnya juga tidak punya kepedulian. Kerusuhan dalam konteks pilkada adalah contohnya. Kerusuhan itu terjadi seolah karena ada “restu” dari pihak yang kalah. Apabila para pimpinan dari seluruh pihak menunjukkan secara langsung sikap mereka yang menolak hadirnya tindak kekerasan, peristiwa kerusuhan setidaknya bisa dicegah dari awal. Titik-Bidik Menjelang pemilukada NTB beberapa simulasi persiapan mengantisipasi kerusuhan sudah dilakukan. Sejumlah celah penyebab timbulnya aksi kekerasan massif juga dianalisis. Misalnya keterlibatan sindikat judi dalam memicu kekecewaan. Tetapi di luar semua itu, harus pula kita melihat sejarah bahwa selama ini setiap kali terjadi kerusuhan, yang saling bersihadap seolah hanyalah masyarakat dan kepolisian. Kerusuhan terjadi seperti tanpa ada yang memicu, terjadi begitu saja. Sebab pemicunya

pada saat seperti itu justru tak muncul di depan. Perubahan politik dari tangan besi ke plastisitas yang lentur menyebabkan politisasi menyusup sampai ke ruang-ruang terkecil. Di satu sisi ini menarik apabila didukung dengan budaya pemikiran dan literasi yang kuat. Di sisi lain sentimen politik rentan menimbulkan separasi apabila hanya bersumber dari asumsi, kasakkusuk atau berita peletupan yang dimunculkan televisi, yang seolaholah tak memihak padahal menjadi kendaraan partai. Setiap kali terjadi kerusuhan pada proses pilkada maupun pemilukada mestinya para kandidat,baik yang kemudian menang maupun yang berada di dasar klasemen, angkat bicara. Apalagi jika kerusuhan memang terbukti dilakukan oleh pendukung calon tertentu maka si calon maupun ketua partai yang mendukungnya harus meminta maaf pada masyarakat. Sebab mereka memang harus memberi contoh yang baik dalam pelaksanaan sebuah sistem yang sama-sama dipercaya. Analis politik Amiruddin al Rahab dalam sebuah tulisan koreksinya menyebutkan beberapa indikasi sehingga kerusuhan pada proses pilkada cepat terjadi. Pertama, koordinasi yang terlambat antara KPUD, peserta pemilihan dan pihak kepolisian. Dalam hal ini kepolisian bukan penyelenggara pemilihan. Kepolisian hanya bertugas mengamankan dan menertibkan proses pemilihan. Komunikasi yang kasip dalam tindakan pengamanan membuat celah bagi potensi rusuh terbuka lebar. Kedua, peserta pemilihan dan partai pendukungnya harus menjadi yang pertama dan terdepan dalam menjaga massa pendukungnya untuk tidak berlaku vandal dan brutal. Peserta pemilihan tak boleh merestui secara diam-diam maupun terang-terangan terhadap tindakan yang merusak dan merugikan. Kalau perlu, apabila terbukti, peserta pemilihan yang merestui tindakan vandal dari pendukungnya bisa dijerat hukum. Ketiga, KPUD sebagai penyelenggara harus bertindak profesional dan tidak melakukan gerak yang terkesan dadakan. KPUD juga harus segera mengklarifikasi apabila muncul desas-desus adanya “main mata” dengan para peserta maupun partai dibelakangnya.

Ketiga poin di atas patut diperhatikan menjelang pemilukada NTB bulan Mei ini. Demokrasi barangkali memang sudah dipercaya sebagai sistem yang mesti ditegakkan. Tetapi pendewasaan politik sebagai bagian dari upaya memanusiakan manusia adalah garis besar yang tak boleh dihapuskan. Tanpa itu politik bisa semakin terjerumus dan kehilangan kemanusiaannya. Yang paling penting dalam proses pemilukada bukanlah siapa yang akan menang dan menduduki kursi kekuasaan. Tetapi bagaimana seluruh proses pemilukada bisa menjadi medan pembelajaran dan evaluasi terhadap sistem yang dipercaya selama ini. Dan di atas semua itu masyarakat seharusnya adalah mereka yang dipertuan. Yang bakal selalu didengar masalah-masalahnya dan dipenuhi kebutuhannya. Bukan menjadikan masyarakat sebagai mereka yang diperhamba,. Meminta mereka memberikan suara kemudian mengabaikan semua suara-suara tuntutan mereka kelak ketika si terpilih telah menduduki kekuasaannya. Karena itu semua proses pemilukada memiliki titik-bidik yang jelas, yakni dalam rangka membangun kehidupan yang lebih baik, lebih mudah dan lebih fair bagi siapa saja di daerah ini.

Kurang, soal UN terpaksa difotocopi Yang penting tidak merugikan siswa

*** Jelang penilaian Adipura,sampah pasar dan sungai jadi ancaman bagi Mataram Kesadaran masyarakat digugah

***

STASIUN RADIO

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M.Haeruzzubaidi, M. Nasir, Hari Aryanti, Akhmad Bulkaini, Karnia Septia Kusuma Ningrum. Lombok Barat: Sumada, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami. Dompu : Nasrullah. Bima : M.Yusrin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaluddin, Wahyu W. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 8.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 8.000/mmk. Display F/C : Rp 15.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 5.000./mmk. Iklan 1 kolom (max 100 mmk): Rp 4.000/mmk. Iklan Advertorial : Rp 3.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 450.000/bulan (30 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 150.000/kavling. Iklan Paket (ukuran max 600 mmk), - 5 kali muat Rp 500/mmk, - 10 kali muat Rp 450/mmk, - 15 kali muat Rp 400/mmk. Pembayaran di muka. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 40.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 45.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 2.500. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT Bali Post.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB Jumat, 19 April 2013

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 7

Kuota BBM NTB Berkurang

LAJU pertumbuhan pelanggan yang terus meningkat, membuat PT. XL Axiata Tbk ( XL ) untuk melakukan banyak inovasi. Selain peningkatan dalam hal kapasitas jaringan maupun layanan yang baik dan berkualitas kepada pelanggan, XL merasa perlu semakin mendekatkan diri kepada pelanggannya. Langkahnya dengan memperbanyak jumlah layanan XL Center. XL kemudian menghadirkan XL Center terbarunya di 3 kota besar di Indonesia Timur, yaitu Mataram yakni XL Center di lantai sua Mataram Mall, Denpasar dan Surabaya. Menurut Regional Sales Operational Manager ( RSOM ) XL NTB R. Wicaksono, di dampingi oleh Manajer XL Center XL East Region, Budi Wahyono dan Hazad Khan, Manager Management Service XL East Region, saat peresmian XL Center Mataram Mall, Kamis (18/4) membeberkan penambahan XL Center ini didorong banyaknya kunjungan pelanggan mengakses layanan melalui XL Center yang ada. Bahkan, pelangganpun harus mengantre hingga berjamjam, terlebih volume kendaraan yang berjubel di pelataran parkir XL Center di Pajang Mataram. Banyaknya layanan ke XL Center, menurut Wicaksono bukan untuk pengaduan, tetapi pembaharuan kartu baru, selain mengakses layanan-layanan terbaru dari XL. Dibukanya XL Center di Mataram Mall, karena memandang banyaknya kunjungan belanja masyarakat, sehingga selain untuk kegiatan belanja, pelanggannyapun bisa langsuang mengunjungi layanannya. (bul)

Kami khawatirnya akan ada penghadangan tangki pengangkut lagi seperti tahun sebelumnya

M. Husni

Galih Pradipta

Edwin Nofiansyah

kepada pemerintah daerah di NTB. Kalaupun ada penurunan, hal itu tidak ditampiknya, karena melihat tren konsumsi BBM pada awal tahun ini relatif menurun dari tahun 2012 lalu. Dilihat pada perbandingan bulan Februari tahun 2012 saja, kebutuhan solar mencapai 25.224 kiloliter, tetapi bulan Februari tahun 2013 ini, menurun menjadi 22.014 kilo-

(Suara NTB/bul)

PENGUMUMAN Dengan berdasarkan Akta tertanggal 18 April 2013, Nomor : 127, dibuat dihadapan FIKRY SAID, SH, Notaris di Mataram, maka segenap pemegang saham PT. SRIWIJAYA PROPINDO UTAMA, berkedudukan di Mataram ( selanjutnya disebut “perseroan”), memutuskan untuk melakukan Pengurangan Modal Dasar, Modal Ditempatkan serta Modal Disetor sehingga kini menjadi Rp.5.000.000.000,-(lima milyar rupiah) Dalam jangka waktu 60 hari terhitung sejak tanggal pengumuman ini,kreditor dapat mengajukan keberatan secara tertulis disertai alasannya kepada perseroan atas keputusan pengurangan modal ini dengan tembusan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Mataram, 19 April 2013 Direksi PT. SRIWIJAYA PROPINDO UTAMA Ttd ADI PUTRA S. THIO

DIREKTORI BISNIS SUARA NTB SANGGAR SENAM

paten-kabupaten lainnya. “Kalaupun tahun ini kuota yang dialokasikan pemerintah pusat menurun dari tahun 2012, gejolak omprongan jangan dikhawatirkan Pertamina, karena sudah ada bahan bakar alternatif. Silakan saja dikawal oleh pihak Kepolisian untuk distribusinya, karena itu tugas mereka (Polisi dan Pertamina),” demikian Husni. (bul)

Harga Daging Sapi Masih Tinggi

MASIH MAHAL - Hj. Nurul Hidayah memperlihatkan daging sapi yang harganya masih mahal.

DIJUAL

liter. Pada periode yang sama, untuk premium Februari tahun lalu kebutuhan di lapangan sebesar 60.701 kiloliter, tetapi pada Februari tahun ini menurun menjadi 57.910 kiloliter. Rata-rata serapan dari kabupaten disebut menurun. Hanya kabupaten Bima dan KSB konsumsinya tinggi, tetapi bisa ditutupi oleh kuota yang tidak diserap oleh kabu-

(Suara NTB/bul)

Hadirkan XL Center di Mataram Mall

nambahan kuota kepada pemerintah pusat. Sehingga, kebutuhan masyarakat bisa teratasi sampai akhir tahun ini. Untuk BBM jenis solar, diketahui permintaannya sudah mulai meningkat dua persen dari rata-rata bulanan sebelumnya. Diperkirakan ada kaitannya dengan kebutuhan untuk omprongan tembakau musim tanam tahun ini. Biasanya konsumsi harian mencapai 825 kiloliter (KL). Sementara kebutuhan bulanannya rata-rata 200 kiloliter/bulan, naik menjadi 245 hingga 250 kiloliter. “Kami khawatirnya akan ada penghadangan tangki pengangkut lagi seperti tahun sebelumnya. Oleh karena itu pemerintah daerah harus mengajukan penambahan kuota lagi. Kalau premium relatif stabil permintaannya,” tuturnya. Menanggapi ini, Kepala Dinas Petambangan dan Energi (Distamben) Provinsi NTB, Ir. M. Husni, M. Si,.dihubungi terpisah menyebutkan, secara resmi memang belum ada surat keputusan yang disampaikan dari Kementerian ESDM

Estimasinya, besaran kuota BBM yang diterima NTB tahun ini berkurang dari tahun 2012

(Suara NTB/bul)

(Suara NTB/bul)

PERESMIAN - Regional Sales Operational Manager (RSOM) XL NTB R. Wicaksono, di dampingi oleh Manajer XL Center XL East Region, Budi Wahyono dan Hazad Khan, Manager Management Service XL East Region, saat peresmian XL Center Mataram Mall, Kamis (18/4).

Dalam surat permintaan tersebut, premium diusulkan penambahan lebih besar 20 persen dari tahun 2012, solar diminta penambahannya sebesar 30 persen. Informasi yang dihimpun Suara NTB menyebutkan, pemerintah pusat sudah mengalokasikan kuota untuk provinsi ini justru berkurang dari jumlah kuota yang diberikan pada tahun 2012 lalu. “Estimasinya, besaran kuota BBM yang diterima NTB tahun ini berkurang dari tahun 2012, tetapi datanya secara resmi belum kita terima langsung,” demikian Senior Representative BBM Pertamina Depo Ampenan, Galih Pradipta, Kamis (18/4). Kepala Penjualan BBM, Edwin Nofiansyah, di kantornya menyebutkan ada penurunan alokasi kuota untuk NTB tahun ini, khususnya pada jenis solar. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak pada stabilitas kebutuhan di lapangan. Oleh karena itu, pemerintah daerah didesak untuk mengajukan permintaan pe-

Silakan saja dikawal oleh pihak Kepolisian untuk distribusinya, karena itu tugas mereka

(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi telah melayangkan surat resmi ke pemerintah pusat, meminta penambahan kuota BBM. Pasalnya, kuota BBM NTB untuk tahun ini diisyaratkan berkurang ketimbang tahun lalu.

FINANCE

PELATIHAN

ANDA PERLU DANA TUNAI HARI INI * Beli Mobil * Biaya Pendidikan * Modal Usaha * Renovasi Rumah, DLL

Mataram (Suara NTB) Harga daging sapi di tingkat pedagang pasar tradisional masih tinggi. Harga daging dengan kisaran Rp 85.000 sampai Rp 90.000/kg tersebut masih bertahan sejak kenaikan beberapa bulan lalu. Tingginya harga daging tersebut terkesan kontraproduktif dengan NTB yang dikenal sebagai daerah yang memiliki populasi ternak cukup tinggi di tataran nasional. Para konsumen kemudian memperhitungkan keinginan membeli daging sapi sebagai konsumsi rutin. Apalagi saat ini, kunjungan ke pasar tradisional mengalami penurunan dari waktu ke waktu, khususnya yang berkepentingan untuk memenuhi kebutuhan dapur. “Bagaimana bisa menjual cepat kalau harga daging dari pejagalnya tinggi. Harga tinggi ini wajar, karena jarang sekali sapi potong di Lombok ini, pedagang pun hanya mendapatkan jatah pembelian seadanya dari jagal,” terang Hj. Nurul Hidayah, salah satu pedagang daging yang masih eksis di pasar Kebon Roek, Mataram, Kamis (18/4). Hj. Nurul Hidayah menyebutkan, jumlah pejagal yang terus menyusut dari waktu ke waktu, mengakibatkan kesulitan mendapatkan jatah pembelian oleh pedagang-

pedagang di pasar. Biasanya, ia mengambil stok dari pejagal sampai 75 kg/ hari, namun kini hanya bisa mendapatkan jatah maksimal 35 kg. Tidak bisa berbuat lebih, karena diketahui stok sapi potong yang semakin melimit. Tak heran katanya, harganyapun masih tetap bertahan hingga Rp 90 ribu. “Jagalnya banyak yang gulung tikar. Dari pada bangkrut terus, beli sapi harganya mahal karena kurang, harga penjualannya mahal, pembeli pasti tidak banyak. Lebih banyak yang memilih tutup jagaljagal tempat kita ngambil,” bebernya. Hal senada disampaikan pedagang lain, yang tak mau menyebutkan namanya. Sulitnya mendapatkan bahan baku daging ini, bahkan pada harihari ramai, pedagang berspekulasi menjual daging hingga Rp 100 ribu. Jika tidak kondisinya karena sulitnya mendapatkan sapi potong oleh pejagal, tentunya akan mempengaruhi harga. “Heran juga, karena semakin hari kita semakin sulit mendapatkan jatah lebih banyak dari pejagal, padahal sapisapi yang ada di Lombok banyak sekali, atau kemungkinan dipindahkan semuanya ke pembeli dari hotel-hotel,” demikian dikeluhkan. (bul)

Tujuh TKI NTB Terancam Hukuman Mati

Pemprov Diminta Bertindak Cepat Mataram (Suara NTB) Tujuh TKI asal NTB yang bekerja di beberapa negara yaitu Malaysia, Cina, dan Arab Saudi terancam hukuman mati setelah dipenjara atas tindak pi-

dana yang dilakukan. Untuk menyelamatkan para TKI agar terhindar dari hukuman mati, maka kalangan Dewan meminta agar pemerintah provinsi dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB proaktif mengkoordinasikan permasalahan tersebut ke pemerintah pusat. “Untuk membantu tujuh TKI tersebut, segera pemerintah provinsi melalui Disnakertrans proaktif dan berangkat ke Jakarta untuk mempertanyakan hal tersebut dan mengupayakan untuk memberikan pembelaan hukum terhadap TKI tersebut via kedutaan besar Indonesia yang ada di ketiga negara itu,” terang Sekretaris Komisi IV (Bidang Ketenagakerjaan) DPRD NTB, Hj. Endang Yuliati, Kamis (18/4). Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan pemerintah harus bertindak cepat agar permasalahan ini segera dapat teratasi dan hukuman bagi para TKI bisa lebih ringan dari ancaman hukuman mati. Pihak pemerintah pun menurutnya harus melakukan identifikasi permasalahan yang dialami ketujuh TKI tersebut sehingga dapat melihat celah untuk meringankan hukuman. (yan)

HUBUNGI : Intensife Multi Multi Finance Finance Intensif Jl. Selaparang No 71 B Cakranegara Telp. 0370 - 621526, 642267

TRUSS

BATIK

ACCESORIES

TRAVEL

HUB. 085792598281


Halaman 8

SUARA NTB Jumat, 19 April 2013

Turnamen Sumo akan Digelar di Jakarta Jakarta (Suara NTB) Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia - Jepang, Rachmat Gobel, mengatakan dalam rangka peringatan 55 tahun hubungan diplomatik kedua negara, akan digelar turnamen sumo (olahraga gulat tradisional Jepang) di Indonesia. “Rencananya nanti 24-25 Agustus nanti di Istora Senanyan, Jakarta,” katanya seusai melaporkan hal itu kepada Wakil Presiden Boediono, di Jakarta, Kamis (18/4). Menurut dia, rencananya sekitar 45 atlet sumo dari berbagai tingkatan dan berbagai negara akan ikut berpartisipasi dalam turnamen tersebut. Ia menambahkan turnamen sumo tersebut penting untuk menjalin persahabatan yang lebih erat antar kedua negara. “Apalagi mengingat sudah menjadi adat di Jepang, dan biasanya sulit untuk di luar negeri, tapi kini nanti akan hadir di Indonesia untuk memperingati 55 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang,” kata dia. Ia menambahkan, penyelenggaraan turnamen sumo tersebut juga diharapkan dapat memicu masyarakat Indonesia untuk lebih mencintai olahraga tradisional yang dimiliki bangsa Indonesia. Hal ini mengingat sumo merupakan olahraga tradisional Jepang yang telah berumur ribuan tahun, tapi masih dipertahankan dan dipelihara dengan baik oleh masyarakatnya. “Jadi kita bisa mencontoh semangat ini,” katanya. Sementara itu, saat melaporkan kegiatan untuk peringatan 55 tahun hubungan diplomatik Indonesia -Jepang, Rachmat Gobel juga didampingi oleh tiga atlet sumo. Tiga orang pesumo tersebut adalah Baruto Kaito (Kaido Hevelson) dari Estonia, Kosaku Satoyama dari Jepang, dan Takayuki Minami. Hadir pula Wakil Duta Besar Jepang Makita Shimokaw, Wakil Dubes Jepang untuk Asean Takako Ito, Presiden Gotanda Denshi Takuji Yoshida sebagai promotor, serta perwakilan Toyota Hideo Suzuki. (ant/bali post)

Heynckes Sebut Messi ’’Pemain Fenomenal’’ Muenchen Manajer Bayern Muenchen, Jupp Heynckes menyebut mesin pencetak gol Barcelona, Lionel Messi sebagai “pemain fenomenal”. Heynckes melontarkan pujian kepada pemain asal Argentina itu dalam sebuah jumpa pers jelang leg pertama semi-final Liga Champions yang digelar pekan depan. Bayern Muenchen akan meladeni Barcelona di Allianz Arena pada 23

April 2013, sebagaimana dikutip dari situs Marca. “Apa yang dicapai oleh Messi sungguh luar biasa, dengan raihan empat penghargaan Ballon d’Or dan mencetak 50 gol dalam musim ini. Prestasinya itu telah melampaui batas dari dunia,” kata manajer dari tim Bavaria itu. “Kata yang paling baik untuk melukiskan Messi adalah sosok ‘yang fenomenal’. Dalam usia yang masih relatif muda, ia mampu menyamai prestasi yang telah diraih oleh Zidane, Pele, Maradona dan Cruyff,” katanya. Heynckes kemudian menyinggung mengenai mantan pelatih Barcelo-

na, Pep Guardiola yang segera hengkang ke Jerman untuk melatih Bayern Muenchen. “Guardiola harus dihormati. Ia telah menuai prestasi fantastis di Barca,” katanya.

Jupp Heynckes

Barcelona siap menurunkan Messi dalam leg pertama semifinal Liga Champions, meski pelatih , Tito Vilanova belum diketahui apakah memasang Messi - dalam laga Liga Spanyol (La Liga) melawan Levante akhir pekan ini. Messi mengala mi cedera dalam leg pertama perempat-final Liga Champions melawan Paris Saint Germain di Parc Des Princes pada 2 April lalu. (ant/bali post)

SUMO - Atlet sumo di Jepang sedang menunjukkan aksinya dalam sebuah laga.

(ant/bali post)

Enam Poin Lagi, MU Juara Manchester -

Manchester United (MU) kini tinggal memerlukan asupan enam poin untuk memenangi gelar Liga Inggris (Premier League) musim kompetisi 2012/13, meski beroleh hasil imbang 2-2 ketika berhadapan dengan West Ham di Upton Park pada Rabu (17/4). Sementara pesaing utamanya MU yang kerapkali dijuluki “tetangga yang berisik” menghajar Wigan Atheletic dengan skor 1-0. Kemenangan City itu boleh dibaca sebagai asa untuk mempertahankan gelar juara, sebagaimana dikutip dari situs whoscored.

Dalam laga melawan West Ham, gol MU dicetak Antonio Valencia (31) dan Robin van Persie (77), sementara gol tuan rumah dicetak Ricardo Vaz Te (16) dan Mohamed Diame (55). Dengan beroleh satu angka, MU masih bertengger di klase-

Yudistira Usman Pimpin PGI NTB Mataram (Suara NTB) Pengprov Persatuan Golf Indonesia (PGI) NTB sudah menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) dengan agenda pemilihan Ketua Umum PGI NTB di Hotel Paradiso Mataram, Minggu (14/4) lalu. Yudistira Usman resmi memimpin Pengprov PGI NTB periode 20132017 menggantikan Edhie Badarudin yang sudah dua periode memimpin PGI NTB. Edhie Badarudin, yang dihubungi Suara NTB, via ponselnya, Kamis (18/4), menjelaskan, Yudistira Usman terpilih secara aklamasi melalui Musprov Pengprov PGI NTB yang diikuti 5 Pengcab dan 4 klub golf di NTB di Hotel Paradiso, Minggu (14/4) lalu.

“Yudistira Usman terpilih secara aklamasi. Ia dipilih 9 Pengcab atau klub golf yang tersebar di lima kabupaten/kota di NTB, yakni Lombok Barat (Lobar), Kabupaten Lombok Utara (KLU), Lombok Tengah (Loteng), Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB),” terangnya. Setelah terpilih secara aklamasi sebagai ketua PGI NTB, Yudistira pun telah rampung membentuk jajaran personalia kepengurusan PGI NTB masa bhakti 2013-2017. Rencananya personalia kepengurusan golf yang berjumlah 18 orang itu akan dilantik bulan Juni 2013, setelah pelaksanaan Musorprov KONI NTB di Hotel Lombok Raya Mataram, 21-23 April mendatang. (fan)

men dengan raupan nilai 81, atau unggul 13 angka dari pesaing terdekat, Manchester City. Sementara West Ham tertahan di peringkat ke-11 dengan nilai 39. Sementara, pasukan asuhan Roberto Mancini hanya mampu menceploskan gol

semata wayang ke gawang Wigan dalam lanjutan Liga Inggris di Etihad Stadium pada Rabu. City cukup ngos-ngosan menghadapi Wigan. “The Citizens” memerluan waktu 83 menit menjebol gawang Wigan lewat gol yang dicetak Carlos Tevez. Dengan capaian hasil ini, laju City tertahan di posisi kedua dengan nilai 68 atau kalah 13 angka dari MU. Wigan masih berada di peringkat ke-18 dengan mengoleksi 13 poin. (ant/bali post)

Kepengurusan Pengprov Pertina NTB Segera Dilantik Mataram (Suara NTB) Kepengurusan Pengprov Pertina NTB di bawah komando Danrem 162/Wira Bhakti Kol. Inf. Zulfardi Junin akan dilantik tanggal 20 April di GOR Selong Lombok Timur. Pelantikan ini yang akan dilakukan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Pertina Reza Ali ini diwarnai pembukaan Kejurnas Tinju Amatir Youth, Junior dan Senior Wakil Sekretaris Pengprov Pertina NTB, Ir. M. Iqbal MP, kepada Suara NTB di Mataram, Kamis (18/4), mengungkapkan, pelantikan jajaran personalia Pengprov Pertina NTB masa bhakti 2013-2017 nanti mengawali ajang

Kejurnas Tinju Amatir Youth, Junior. Selain itu, lanjutnya, pelantikan pengurus Pertina NTB akan dihadiri oleh Gubernur NTB, Dr. KH. Zainul Majdi, Ketua Umum KONI NTB, H. MNS. Kasdiono SH, Bupati Lombok Timur (Lotim) dan sejumlah pejabat Dinas provinsi NTB dan kabupaten Lotim. Pada bagian lain, Sekum Pengcab Pertina Sumbawa, M. Ali yang juga menjabat pelatih tinju Pertina Sumbawa mengatakan, pihak Pertina Sumbawa akan menurunkan sebanyak 16 petinju, jumlah tersebut terdiri dari 8 petinju senior, 4 petinju junior dan sisanya 4 petinju youth (fan)

(ant/bali post)

DIREKTORI BISNIS SUARANTB RUMAH MAKAN Hanya 270.500 Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

KURSUS

JUAL MOBIL/MOTOR

CEPAT LAKU DIKONTRAKKAN

Dimuat didua media sekaligus : Harian Suara NTB dan Radio Global FM Lombok PENGOBATAN

Hanya :

SIARAN TV

Rp. 20.000,-/ 1 x muat Rp. 45.000,-/ 3 x muat Rp. 100.000,-/ 7 x muat

(Iklan maksimum 3 (tiga) baris) BOUTIQUE

RUPA-RUPA

AC std Rp. 270.500

Hubungi : Bagian Iklan Suara NTB Jl. Bangau No.15 Tlp. 0370-639543 Cakranegara-NTB

7 hari belum laku (selanjutnya gratis selama 7 kali)


SUARA NTB

Jumat, 19 April 2013

Halaman 9

DIREKTORI BISNIS SUARA NTB SALON

KURSUS/BIMBEL

KOMPUTER

HP. 081 915 971 761

RUMAH MAKAN

Fax

RUPA-RUPA

TELEVISI

FASHION

HOTEL

PROPERTY

SPARE PART

BENGKEL

PENGOBATAN

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUKO

EVENT ORGANIZER

RUPA - RUPA

PHOTOGRAFI

087 865 633 888 / 087 861 811 999

PENGOBATAN

SERVICE

RUPA-RUPA

BANK

BENGKEL

PERAWATAN AC

TRAVEL


SUARA NTB

Jumat, 19 April 2013

Halaman 10

POSE BERSAMA - Sebagian wisudawan/ti berpose bersama Ketua STIKES Mataram usai wisuda dilaksanakan.

(Suara NTB/ist)

Bertekad Jadi STIKES Pembina di NTB

STIKES Mataram Wisuda 180 S1 Keperawatan

(Suara NTB/ist)

Ketua STIKES Mataram, Drs. H.Sutiman AA memberikan sambutan.

Mataram (Suara NTB) STIKES Mataram kembali mewisuda 180 orang wisudawan/wisudawati jurusan S1 keperawatan di Hotel Lombok Raya, Mataram Kamis (18/4) kemarin. Kegiatan wisuda kali ini merupakan wisuda ke-IX yang telah dilakukan salah satu perguruan tinggi kesehatan. Kedepan, STIKES Mataram bertekad untuk meningkatkan akreditasi C plus yang diperoleh saat ini menjadi akreditasi B sehingga bisa menjadi STIKES Pembina di NTB. Demikian dikatakan Ketua STIKES Mataram, Drs. H. Sutiman AA saat rapat senat terbuka dalam rangka wisuda IX Sarjana Keperawatan STIKES Mataram, kemarin. Disebutkan, hingga tahun 2013 ini STIKES Mataram telah mewisuda 791 sarjana keperawatan dan profesi ners 286 orang. Dari 286 wisudawan profesi ners tersebut saat ini sudah bekerja di berbagai tempat pelayanan kesehatan di NTB, NTT bahkan luar negeri seperti Kanada dan Singapura. “Kedepan kita akan berupaya meningkatkan akreditas yang diperoleh saat ini menjadi yang lebih baik. Sehingga kita bisa menjadi STIKES Pembina di NTB,” kata Sutiman AA. Acara wisuda IX STIKES Mataram tersebut dihadiri Asisten III Administrasi Umum dan Kesejahteraan Rakyat Setda NTB, Drs. H. Wildan, Ketua Kopertis Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nyoman Sucipta, Ketua Yayasan Al Amin, H. Suryatno, SE, M.Kes, civitas akademika STIKES Mataram dan ratusan wakil/orang tua mahasiwa dan tamu undangan lainnya. Sutiman mengatakan, visi misi STIKES Mataram adalah mencetak generasi atau tenaga kesehatan yang relevan dengan kebutuhan lokal dan global yang menjunjung tinggi etika keperawatan/kesehatan. Bukan untuk meluluskan pengangguran baru. Untuk itu, tambahnya, saat ini STIKES Mataram telah membangun fasilitas penunjang seperti membangun dua buah rumah sakit di NTB yang berada di Kota Mataram dan Bima. “Insya Allah Mei mendatang sudah bisa dioperasionalkan. Rumah sakit itu bisa dimanfaatkan oleh lulusan STIKES Mataram yang profesional dan berkualitas untuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,’’ ujarnya. Selain itu, peningkatan kualitas SDM dosen/tenaga pengajar juga dilakukan. Saat ini telah diberikan beasiswa kepada dosen/tenaga pengajar di STIKES Mataram untuk melanjutkan studi ke S2 dan S3 di beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa seperti

Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Diponegoro dan Universitas Padjajaran. Disebutkan, saat ini STIKES Mataram memiliki 70 orang dosen tetap yang memiliki kualifikasi S1, S2, S3 dan Professor. Dari 70 orang dosen tetap tersebut 75 persen sudah berkualifikasi S2, S3 dan professor. Sutiman menambahkan, STIKES Mataram juga bekerjasama dengan Universitas luar negeri seperti Universitas berjaya Malaysia dan Universitas Thailand. Dengan kerjasama ini diharapkan mutu lulusan dan dosen akan semakin meningkat. “Sehingga tahun ini mahasiswa baru yang diterima harus menguasai bahasa inggris,” tandasnya. Kepada para wisudawan ia berpesan supaya jangan lengah. Sebab setelah wisuda semakin kompleks permasalahan yang akan dihadapi di lapangan. Wisuda, katanya merupakan tahap awal bagi para wisudawan untuk dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di STIKES Mataram dalam kehidupan sehari-hari. Asisten III Administrasi Umum dan Kesejahteraan Rakyat Setda NTB, Drs. H. Wildan berharap kepada lulusan STIKES Mataram yang diwisuda saat ini dapat berkontribusi bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat NTB. Pasalnya, pembangunan dalam bidang kesehatan yang dinilai masih cukup berat saat ini adalah mengurangi angka kematian ibu dan anak. Dengan keterlibatan semua stake holder yang ada, katanya maka kendala-kendala yang ada akan bisa diatasi. Sebab, hal tersebut masih berkiatan dengan prilaku masyarakat sehingga memerlukan peran aktif semua stakeholder yang ada. Sementara, Ketua Kopertis Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nyoman Sucipta mengatakan wisuda merupakan tolak ukur keberhasilan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Ia mengatakan wisuda bukan hanya acara formalitas seremonial semata yang semakin kehilangan makna akademisnya di tengah pesatnya perkembangan iptek, derasnya arus informasi dan globalisasi saat ini. “Atas nama pribadi dan kopertis wilayah VIII Indonesia saya mengucapkan selamat attas wisudawan/wisudawati atas kelulusan ini. Gelar akademik yang diraih, saudara memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk berkiprah, meniti karir dan mentapa masa depan yang lebih baik serta berperan aktif dalam membangun bangsa dan negara,” pesannya. (nas/*)

(Suara NTB/ist)

Ketua Kopertis Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nyoman Sucipta.

(Suara NTB/ist)

Asisten III Administrasi Umum dan Kesejahteraan Rakyat Setda NTB, Drs. H. Wildan mewakili Gubernur NTB memberikan sambutan.

Peserta wisuda STIKES Mataram.

(Suara NTB/ist)

(Suara NTB/ist)

Ketua STIKES Mataram, Drs. H.Sutiman AA mewisuda salah satu wisudawati STIKES Mataram.

(Suara NTB/ist)

Para undangan dan orang tua wisudawan/ti STIKES Mataram.

(Suara NTB/ist)

DR. Chairun Nasirin, M.Pd, memberikan ucapan selamat kepada salah satu peserta wisuda.


SUARA NTB Jumat, 19 April 2013

PKB Siap Dukung Mahfud sebagai Capres Depok (Suara NTB) Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyatakan siap mendukung pencalonan Mahfud MD sebagai calon presiden periode 2014-2019. “Ya dia kan kader PKB tentunya kita dukung,” kata Muhaimin usai memberikan kuliah umum di FISIP Universitas Indonesi (UI) Depok, Kamis kemarin. Namun, kata dia, penetapan resmi PKB mengusung siapa capres akan ditentukan setelah dilaksan(ant/bali post) akan pemilu legislatif 2014. Mahfud MD “Kita tunggu saja setelah pemilu legislatif,” ujarnya. Muhaimin yang juga menjabat sebagai menteri tenaga kerja dan transmigrasi ini mengatakan bahwa partainya tidak akan menggelar konvensi untuk menentukan calon presiden. “Tidak kami tidak akan menggelar konvensi,” tegasnya. Mengenai dukungan kepada penyanyi dangdut Rhoma Irama, Muhaimin mengatakan dia mempunyai tugas untuk membantu kampanye dikampung-kampung. Ia mengatakan kehadiran Rhoma Irama diharapkan akan mampu mendongkrak perolehan suara PKB. Sebelumnya, Hasil survei PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Jawa Timur (Jatim) bersama Lembaga Survei “Suprimasi” mencatat mantan Ketua MK Mahfud MD menjadi calon presiden idola bagi nahdliyin Jatim. “Kami bertanya kepada 1.238 responden yang dipilih secara proporsional dengan metode terbuka, sehingga tercatat 26 calon presiden yang disodorkan responden,” kata Wakil Sekretaris ISNU Jatim Faza Dhora Nailufar, di Surabaya. Didampingi Wakil Ketua PW ISNU Jatim Imam Syafii, Dhora yang juga Kepala Laboratorium Ilmu Politik Universitas Brawijaya Malang menjelaskan hasil survei menunjukkan ada lima nama yang memperoleh dukungan lebih dari tiga persen. “Mahfud MD 21,08 persen, Jokowi 12,76 persen, Prabowo 11,15 persen, Dahlan Iskan 6,7 persen, dan ARB 5,33 persen, sedangkan nama lain di bawah tiga persen, di antaranya Jusuf Kalla, Anas Urbaningrum, Mohammad Nuh, Ahmad Dani, Saifullah Yusuf, dan sebagainya,” katanya. Menurut dia, hasil survei itu akan diserahkan ISNU kepada PWNU Jatim dan PBNU. “Ibaratnya, kalau NU selama ini menggunakan suara langit atau istikhoroh dalam pemilihan kepala daerah, ISNU melengkapi dengan suara bumi atau survei,” katanya. Ditanya alasan nama Mahfud MD menduduki posisi teratas di kalangan nahdliyin, ia mengatakan alasan responden umumnya menyebut Mahfud MD sebagai sosok yang tegas dan objektif dalam bertindak, meski ada beberapa pihak yang menentangnya. Alasan yang terekam adalah 36 persen ketegasan, 31 persen bersih dan jujur, 15 persen pengalaman di pemerintahan, empat persen merupakan kader NU, dan 14 persen untuk alasan lain. “Yang menarik, ARB tidak dipilih sama sekali di Sidoarjo. Bisa saja hal itu akibat lumpur Lapindo, namun yang menarik adalah banyak warga NU yang tidak terkena dampak lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, namun mereka memiliki solidaritas yang tinggi kepada korban lumpur,” katanya. Meski ditanya tentang figur capres, katanya, beberapa nahliyin memilih dengan menggandengkan dengan figur lain, di antaranya 29 dari 261 responden yang memilih Mahfud MD menggandengkan dengan figur lain sebagai cawapres. “Sebanyak 20 dari 83 responden yang memilih Dahlan Iskan memasangkannya dengan figur lain, seperti Jokowi dan Mahfud MD, sedangkan 20 dari 158 responden yang memilih Jokowi juga memasangkan dengan figur lain,” katanya. Untuk peta lokasi pemilih/responden, ia mengatakan mayoritas dari 38 kabupaten/kota di Jatim memilih Mahfud MD, namun mayoritas dukungan untuk Mahfud MD dari pemilih Banyuwangi, sedangkan mayoritas pemilih Jokowi ada di Lumajang, Pasuruan, dan Pamekasan. Untuk ARB, mayoritas pendukung dari Pasuruan dan Jember. (ant/bali post)

Presiden Utus Staf dan Gubernur Bantu Tasripin Jakarta (Suara NTB) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengutus Staf Khusus Presiden dan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo untuk membantu Tasripin, bocah berusia 12 tahun yang menjadi buruh tani untuk menghidupi tiga adiknya. “Saya akan segera mengutus Staf Khusus saya, bekerja sama dengan Gubernur Jateng, untuk mengatasi persoalan hidup Tasripin,” tulis Presiden dalam akun jejaring sosial Twitternya, @SBYudhoyono, Kamis siang. Dalam akunnya Presiden mengatakan kisah bocah asal Banyumas itu sungguh menggores hati. “Tasripin terlalu kecil untuk memikul beban dan tanggung jawab ini. Secara moral, saya dan kita semua harus membantunya,” tulis Presiden. Sebagaimana dilaporkan media, Tasripin harus bertahan hidup sambil menghidupi tiga adiknya setelah ditinggal ayahnya bekerja ke luar Jawa, sementara sang ibu meninggal akibat tertimpa longsor dua tahun silam. Tasripin dan ketiga adiknya, Riyanti (9), Dandi (7) dan Daryo (5) tinggal di sebuah rumah terpencil di atas bukit di Dusun Pesawahan, Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok yang berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota dengan kondisi jalan yang cukup terjal. Tasripin yang mestinya duduk di bangku kelas VI SD, harus berhenti sekolah dan menjadi kepala keluarga sekaligus mengurus tiga adiknya. (ant/bali post)

Tasripin dan adik - adiknya

(ant/bali post)

Pasti Ada Solusi Bendera Aceh Jakarta (Suara NTB) Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berpandangan permasalahan bendera Aceh pasti dapat ditemukan jalan keluarnya. “Masalah ini juga bukan hal pelik yang membuat kita menghadapi jalan buntu di ujungnya,” kata Daniel dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis. Seperti diberitakan, Pemerintah Provinsi Aceh menerbitkan qanun (peraturan pemerintah provinsi Aceh) nomor 3/ 2013 tentang lambang dan bendera Aceh. Qanun tersebut menuai kontroversi terkait lambang Aceh yang mirip dengan bendera GAM. Presiden SBY, kata Daniel, mendorong agar semua pihak mengambil hikmah dari setiap sejarah yang dibuat. Daniel mengatakan tidak seorang pun mengambil manfaat karena percekcokan yang tidak signifikan tersebut. “Hari hari yang paling sulit telah dilalui kedua belah pihak,” katanya. (ant/bali post)

SUARA NUSANTARA

Halaman 11

SBY Klarifikasi Pemberitaan Soal Yenny Wahid Jakarta (Suara NTB) Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengklarifikasi pemberitaan terkait Yenny Wahid, anak Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, yang diisukan akan menjabat Wakil Ketua Umum Partai Demokrat. Hal ini dikatakan SBY dalam konferensi pers yang digelar di depan pintu masuk Kantor Presiden, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu malam pukul 21.15 WIB. Menurut Presiden, pemberitaan menyangkut hal itu telah melenceng, seolah-olah Yenny Wahid meminta jabatan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, begitu pula sebaliknya, seolah-olah dirinya juga menawarkan jabatan itu. “Tidak ada sama sekali Mbak Yenny mengharapkan posisi tertentu atau jabatan tertentu, tidak ada. Kalau diberitakan mbak Yenny ingin menjabat Wakil Ketua Umum tidak ada, kasihan beliau.

Demikian juga saya, saya tidak pernah menawarkan (posisi tersebut),” katanya. SBY mengakui, dirinya didampingi Ani Yudhoyono pernah bertemu dengan Yenny Wahid dan ibunya, Sinta Nuriyah Wahid, di kediaman Puri Cikeas, Kabupaten Bogor. Pertemuan itu memperbincangkan kerukunan umat beragama dan pluralisme, nostalgia dengan Gus Dur, serta mengait terkait politik. “Memang ada pembicaraan saya dengan mbak Yenny yang mengait dengan politik masa kini dan masa depan. Dalam pembicaraan itu misalnya, apa dimungkinkan untuk berjuang bersama-sama di arena politik,

apakah harus bersama-sama dalam satu partai politik atau tidak, yang penting kerja sama untuk kepentingan yang baik. Tidak ada sama sekali Mbak Yenny mengharapkan posisi tertentu,” katanya. Dalam kesempatan itu, menurut SBY, Yenny Wahid mengatakan, untuk berjuang dalam satu partai politik maka dirinya harus berkonsultasi dengan para kyai NU. “Dan belakangan saya tahu setelah berkonsultasi dengan kyai NU, dikatakan lebih baik tidak bersama-sama. Saya menghormati pilihan beliau,” katanya. Ia menambahkan, dirinya mengenal baik Yenny Wahid,

baik ketika di masa pemerintahan Gus Dur maupun saat Yenny Wahid menjadi staf khusus Presiden SBY. Menurut dia, pemberitaan yang simpang- siur dan tidak benar terkait Yenny Wahid tersebut merugikan yang bersangkutan maupun dirinya. “Jadi tolong masyarakat luas jangan dibingungkan dengan berita yang simpang siur, yang seolah-olah mbak Yenny menginginkan jabatan tertentu, saya menawarkan jabatan tertentu,” katanya. Ia menambahkan hubungan dirinya dengan keluarga Gus Dur tetap baik dan mendoakan Yenny Wahid agar karir politiknya dapat terus meningkat di masa depan. Staf khusus Presiden bidang komunikasi politik, Daniel Sparringa mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyampai-

kan pernyataannya dengan jelas demi diluruskannya beberapa hal sehubungan polemik tentang Yenny Wahid. “Penegasan Presiden SBY terkait dengan anggapan sebagian kalangan yang menegaskan kesan telah terjadinya pengingkaran kepada sebuah janji yang sebenarnya tidak pernah ada,” ujar Daniel Sparringa dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis. Menurut dia, Presiden perlu mengirim pesan yang jelas kepada publik untuk menegaskan sikap hormat SBY pada niat baik Yenny. “Sikap hormat tersebut untuk memajukan Indonesia atas dasar ikatan idealisme yang mengikat persahabatan di antara kedua belah pihak,Yenny dan SBY. Ini sama sekali bukan soal partai atau politik,” kata dia. (ant/bali post)

Penjagaan Konsulat Asing di Denpasar Diperketat

(ant/bali post)

VONIS - Hakim ad hoc nonaktif Pengadilan Tipikor Semarang, Kartini Julianna Magdalena Marpaung, saat mengikuti sidang dengan agenda pembacaan vonis, di Pengadilan Tipikor Semarang, Jateng, Kamis (18/4).

Hakim Kartini Divonis 8 Tahun Penjara Semarang (Suara NTB) Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang menjatuhkan vonis hukuman delapan tahun penjara kepada hakim ad hoc nonaktif Pengadilan Tipikor Semarang, Kartini Julianna Magdalena Marpaung, karena terbukti menerima suap. Dalam putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Ifa Sudewi, majelis hakim juga mengenakan denda Rp 500 juta subsider lima bulan penjara kepada Kartini, yang dinilai terbukti menerima suap dalam kasus korupsi APBD Kabupaten Grobogan.

Hukuman yang dijatuhkan kepada Kartini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Jaksa menuntut Kartini dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Menurut Ifa, Kartini terbukti melanggar pasal 12 huruf c Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001. Hal yang memberatkan terdakwa dalam perkara ini, menurut Ifa, perbuatan yang bersangkutan telah menjatuhkan citra dan wibawa hakim. “Mencoreng serta mencederai wibawa keadilan serta bertentangan

Djoko Susilo Disidang Selasa Depan Jakarta (Suara NTB) Tersangka kasus korupsi pengadaan alat simulasi roda dua dan empat di Korps Lalu Lintas Polri 2011 dan tindak pidana pencucian uang Irjen Pol Djoko Susilo akan menjalani persidangan pada Selasa (23/4). “Secara resmi kami belum mendapat panggilan, tapi kami mendapat info sidang pada Selasa (23/4), prinsipnya penasehat hukum maupun Pak DS (Djoko Susilo) sudah siap mengikuti proses persidangan,” kata anggota tim penasihat hukum Djoko Susilo, Juniver Girsang di Jakarta, Kamis. Juru bicara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Sudjatmiko mengonfirmasi bahwa sidang Djoko akan dilangsungkan di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) pada Selasa (23/4). “Sudah masuk berkasnya pada Senin (15/4) sore dan sudah ditetapkan majelis hakimnya, ketuanya adalah Pak Suhartoyo dengan hakim anggotanya Amin Ismanto, Matius Samiaji, Anwar dan Hugo, sidang pada Selasa tanggal 23 April pada sekitar pukul 10.00 WIB,” kata Sudjatmiko di Jakarta pada Rabu (17/4). Hakim Suhartoyo adalah ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan pernah menjadi ketua majelis hakim dalam sidang kasus suap terhadap sejumlah anggota Komisi IX DPR periode 19992004 terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, dengan terdakwa Miranda Swaray Goeltom. Dalam persidangan, menurut Juniver, Djoko Susilo akan menjelaskan kasus tersebut dengan terang dan tegas. Seperti diberitakan sebelumnya KPK menyangkakan Djoko pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 Undang-undang No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Ko-

(ant/bali post)

Djoko Susilo

rupsi sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 tentang jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 65 ayat (1) KUHP tentang penyalahgunaan wewenang dan perbuatan memperkaya diri sehingga merugikan keuangan negara dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun. Perhitungan KPK, negara mengalami kerugian total Rp 121 miliar dari proyek dengan anggaran Rp 196,8 miliar tersebut. Sedangkan dalam kasus pencucian uang, KPK menduga Djoko melanggar pasal 3 dan atau 4 Undang-undang No 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan pasal 3 ayat 1 dan atau pasal 6 ayat 1 UU 15 tahun 2002 tentang TPPU dengan pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar. KPK telah menyita lebih dari 33 tanah dan bangunan, ditambah 3 stasiun pengisian bahan bakar umum, 4 mobil serta 6 bus besar milik jenderal bintang dua tersebut dengan nilai sekitar Rp 70 miliar. Aset Djoko yang disita berada di berbagai kota antara lain Jakarta, Depok, Bogor, Solo, Semarang, Yogyakarta, Subang dan Kuta.(ant/bali post)

dengan kode etik hakim,” katanya. Kartini dan penasihat hukumnya menyatakan masih pikir-pikir atas keputusan majelis hakim tersebut. Penasihat hukum Kartini, Sahala Siahaan, menyatakan keberatan atas keputusan tersebut. “Tidak adil jika kesalahan ini hanya dibebankan kepada terdakwa,” katanya. (ant/bali post)

Denpasar (Suara NTB) Penjagaan sejumlah kantor konsulat asing di Kota Denpasar diperketat untuk mengantisipasi aksi terorisme seperti yang terjadi di Boston, Amerika Serikat, Senin (15/4). Penjagaan sejumlah kantor konsulat asing itu melibatkan pihak kepolisian. “Pengamanan kantor konsulat kami laksanakan sesuai prosedur,” kata Wakil Kepala Polda Bali Komisaris Besar Dewa Anom saat ditemui di Sanur, Denpasar, Kamis. Namun dia tidak menyebutkan tingkat eskalasi yang dilakukan untuk mengamankan sejumlah kantor konsulat di Pulau Dewata termasuk berapa jumlah personel yang dikerahkan. “Meningkat atau tidak, itu tidak mesti kami tunjukkan. Kalau disebutkan jumlahnya, jangan sampai nanti bisa mudah diawasi oleh orang yang tak bertanggungjawab,” ujar perwira yang baru dilantik menjadi Wakapolda Bali itu. Dia mengungkapkan bahwa aksi-aksi teroris akan terus menjadi atensi pihak kepolisian dengan meningkatkan kegiatan preventif dan

preentif untuk menjaga keamanan Pulau Dewata. “Teroris itu tidak mencari berapa jumlah korban, tetapi mereka ingin menunjukkan keberadaannya dan mencuri perhatian dunia,” tegasnya. Berdasarkan pantauan di Konsulat Amerika Serikat di kawasan Renon, Denpasar, pengamanan memang tidak begitu mencolok. Namun beberapa personel Polda Bali tetap disiagakan di pos dekat kantor agensi itu. Sejumlah kantor konsulat dan perwakilan negara sahabat mayoritas terletak di kawasan Renon hingga Sanur. Kantor tersebut di antaranya Amerika Serikat, Australia, Jepang, India, Thailand, Prancis, dan Meksiko. Dewa Anom menegaskan bahwa tak hanya sejumlah kantor perwakilan asing yang dijaga namun polisi akan mengamankan seluruh kepentingan nasional termasuk semua warga negara. Tak hanya itu sejumlah kawasan wisata di Pulau Dewata juga tak terlepas dari pengamatan aparat kepolisian, karena banyak dikunjungi turis mancanegara. (ant/bali post)

KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA BIMA

HIMBAUAN NOMOR :

/KPU-Kota-017.433903/2013

Berdasarkan ketentuan BAB VIII LARANGAN DALAM KAMPANYE Pasal 52 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 53 ayat (5) dan Pasal 54 ayat (1) dan ayat (2) Peraturan KPU Nomor 69 Tahun 2009 tentang Pedoman Teknis Kampanye Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan KPU Nomor 14 Tahun 2010, dan sesuai dengan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Bima Nomor : 11/Kpts/KPU-Kota017.433903/2013 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Bima Nomor 21/Kpts/KPU-Kota-017.433903/2012 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Walikota dan Wakil Walikota Bima Tahun 2013, bahwa tahapan kampanye dilaksanakan mulai tanggal 26 April 2013 sampai dengan 9 Mei 2013. Berdasarkan ketentuan tersebut di atas, dengan ini Komisi Pemilihan Umum Kota Bima menghimbau kepada Pasangan Calon dan Tim Kampanye serta Setiap Orang memperhatikan dan mengindahkan hal-hal sebagai berikut : 1. Pasangan Calon dan Tim Kampanye serta Setiap Orang dilarang melakukan kegiatan kampanye pada masa : a. sebelum dimulai masa kampanye; b. dalam masa kampanye, yaitu apabila di luar jadwal yang telah ditentukan untuk pasangan calon; c. 3 (tiga) hari sebelum tanggal dan hari pemungutan suara. 2. Segala kegiatan pasangan calon, termasuk tim kampanye dan pelaksana kampanye yang dilakukan sebelum tanggal dimulainya kampanye, antara lain ulang tahun, kegiatan sosial/kebudayaan, perlombaan, olah raga, kegiatan keagamaan, dan kegiatan lain dengan nama apapun yang bersifat mengumpulkan masa di suatu tempat dapat dikategorikan kampanye. 3. Pasangan calon dilarang melibatkan Pegawai Negeri Sipil, Anggota Tentara Nasional Indonesia, dan Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai peserta kampanye dan juru kampanye dalam pemilihan. 4. Pejabat Negara, Pejabat Struktural dan Fungsional dalam jabatan negeri serta Pegawai Negeri lainnya dilarang mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta Pemilu Walikota dan Wakil Walikota Bima Tahun 2013 sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan atau pemberian barang kepada Pegawai Negeri dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga dan masyarakat. MARI KITA WUJUDKAN BERSAMA Pemilu Walikota dan Wakil Walikota Bima yang JUJUR, ADIL, DAMAI dan BERMARTABAT.

Kota Bima, 5 April 2013 Ketua, TTD Dra. Nurfarhati, M.Si. Alamat : Jalan Gajah Mada Kel. Penatoi Kec. Mpunda Kota Bima, Kode Pos 84113 Telp. (0374) 44865, Fax. (0374) 43074 E-mail: kpu_kobi@yahoo.com, Website: www.kpu-bimakota.go.id


TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

SUARA NTB Jumat, 19 April 2013

Warga AS Lebih Khawatir Serangan Orang Dalam (ant/bali post)

BANTU PENGUNGSI - Tentara Jordania membantu pengungsi Suriah yang meninggalkan wilayah kekerasan di negara mereka setelah berhasil menyeberang perbatasan menuju Jordania bersama keluarga mereka, dekat kota Ramtha.

AS akan Kerahkan Tentara ke Jordania Amman Amerika Serikat berencana untuk mengerahkan 200 tentara ke Jordania karena “situasi yang memburuk” di Suriah yang tengah dilanda perang, kata Menteri Informasi Mohammad Momani. “Penyebaran pasukan tersebut merupakan bagian dari kerja sama militer AS-Jordania untuk meningkatkan angkatan bersenjata Jordania dalam situasi yang memburuk di Suriah,” kata Momani kepada AFP. Dia tidak mengatakan kapan pasukan dijadwalkan tiba di Jordania. “Para pejabat AS dan Jordania telah berhubungan selama dua hari terakhir. Hal ini masih belum jelas apakah peralatan militer dan senjata juga akan tiba dengan kelompok tentara, yang akan datang di kerajaan itu dalam tahap mendatang.” Jordan, satu sekutu penting AS di kawasan itu, mengatakan pihaknya telah menampung sekitar 500.000 pengungsi Suriah. Perdana Menteri Abdullah Ensur mengatakan kepada parlemen pada Minggu bahwa dampak perang Suriah merupakan ancaman terhadap keamanan kerajaan, dan Jordania akan meminta bantuan Dewan Keamanan PBB untuk mengatasi dampak tersebut. Sebelumnya, Jordania Abdullah Ensour telah membantah laporan bahwa pihaknya memberikan pelatihan militer buat orang-orang Suriah yang berada di Jordania. “Tak ada pelatihan militer yang diberikan buat orang Suriah di Jordania ... Saya menekankan tak ada kesatuan militer atau sipil yang memberi pelatihan buat orang Suriah di Kerajaan ini,” kata Perdana Menteri tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua. Ensour mengatakan Jordania akan menyerahkan kepada Dewan Keamanan PBB untuk membahas masalah pengungsi Suriah, dan menyatakan peningkatan arus pengungsi Suriah telah menimbulkan tekanan sangat besar buat Jordania. Menurut laporan resmi, ada lebih dari 480.000 pengungsi Suriah kini berada di Jordania. (ant/bali post)

Korea Utara Tuntut Pencabutan Sanksi PBB Seoul Korea Utara menuntut pencabutan sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas uji nuklir dan peluru kendalinya serta janji Amerika Serikat (AS) tidak terlibat dalam “praktek perang nuklir” dengan Korea Selatan jika Washington benar menghendaki dialog. “Jika Amerika Serikat dan boneka Selatan punya sedikit keinginan untuk menghindari hamtaman palu godam tentara dan rakyat kami ... dan benar-benar mengharapkan dialog dan perundingan, mereka harus membuat keputusan tegas,” demikian pernyataan Komisi Pertahanan Nasional Korea Utara. “Pertama-tama, sanksi-sanksi resolusi Dewan Keamanan PBB yang dibuat dengan alasan yang tidak adil harus ditarik,” kata badan tertinggi militer Korea Utara yang dimuat kantor berita resmi KCNA dan dikutip Reuters. Sebelumnya, KCNA menyebut Komando Tertinggi Militer Korea Utara telah mengeluarkan ultimatum kepada Korea Selatan, menuntut permintaan maaf langsung untuk “semua tindakan bermusuhan besar dan kecil”. Ultimatum, yang dikeluarkan bertepatan dengan “Hari Matahari” menandai ulang tahun pendiri Korea Utara Kim Il-Sung, menyebutkan bahwa Pyongyang akan membalas tanpa peringatan jika Selatan terus melakukan kegiatankegiatan “anti-Korea Utara”-nya. Sebelumnya, Komando tertinggi militer Korea Utara telah mengeluarkan ultimatum kepada Korea Selatan, menuntut permintaan maaf langsung atas “semua tindakan bermusuhan besar dan kecil”, kata kantor berita negara Korean Central News Agency (KCNA) pada Selasa. “Komando tertinggi Tentara Rakyat Korea pada Selasa mengeluarkan ultimatum kepada kelompok boneka Korea Selatan,” demikian pernyataan Korea Utara yang dikutip kantor berita RIA Novosti dari KCNA. Ultimatum yang dikeluarkan bertepatan dengan “Hari Matahari” menandai ulang tahun pendiri Korea Utara Kim Il-Sung itu menyebutkan, Pyongyang akan membalas tanpa peringatan jika Selatan terus melakukan kegiatan-kegiatan “anti-Korea Utara”. “Tindakan balasan kami akan dimulai tanpa pemberitahuan sejak sekarang,” kata pernyataan itu. Ketegangan meningkat tajam di Semenanjung Korea pada Desember setelah Korea Utara menguji peluru kendali jarak jauh Taepodong 2, dan pada Februari ketika melakukan uji nuklir yang ketiga. PBB menanggapi kegiatan-kegiatan itu dengan beberapa sanksi. Awal latihan militer bersama antara Korea Selatan dan Amerika Serikat bulan lalu juga makin membuat jengkel Korea Utara, yang kemudian mengancam akan meluncurkan serangan nuklir ke daratan AS, serta pada pasukan AS di wilayah tersebut. (ant/bali post)

Pesawat Komersial Ditembak Saat Mendarat di Tripoli Tripoli Sebuah pesawat penumpang Libya ditembak saat bersiap mendarat di bandara Tripoli, Rabu malam, namun dilaporkan tidak ada kerusakan berarti. “Ketika pesawat mempersiapkan pendaratan di bandara Tripoli, ada hantaman dari bawah mengenai bagian kamar kecil pesawat. Pesawat berhasil mendarat dengan selamat sesudah itu,” kata sumber dari perusahaan Buraq Air. Seperti diwartakan Reuters, pesawat Buraq Air tersebut berada dalam penerbangan menuju Tripoli dari wilayah timur Libya, di kota Benghazi. Tidak dijelaskan jumlah penumpang dalam pesawat tersebut. (ant/bali post)

New York Kebanyakan warga Amerika Serikat (AS) menilai, ancaman terbesar bagi keamanan umum dari tindakan membabi-buta dari orang dalam negerinya dibanding teroris asing, demikian hasil jajak pendapat Reuters/ Ipsos dua hari pasca-bom di Maraton Boston. Warga Amerika Serikat (AS), sesuai hasil jajak pendapat itu, terdorong lebih waspada. Apalagi, sebelumnya terjadi serangkaian kasus penembakan di gedung bioskop Colorado, kuil Sikh di Wisconsin dan sekolah dasar Connecticut. Ketika menjawab pertanyaan tentang “mana ancaman yang paling besar bagi warga AS secara umum?”, 56 responden menjawab “kekerasan membabi-buta”, seperti tembakan massal yang dilakukan oleh orang AS. Berkaitan dengan pertanyaan itu, sebanyak 32 persen responden menjawab ancaman dari serangan teroris asing, sedangan 13 persen lainnya menilai ancaman kekerasan terkait masalah politik atau kekerasan dengan alasan keagamaan oleh warga AS sendiri. Hampir dua-pertiga responden yakin bahwa peristiwa seperti di Maraton Boston dapat terjadi di wilayahnya.

Sekelompok kecil responden, 42 persen, menjawab bahwa insiden Boston membuat mereka menjadi lebih cemas akan keselamatan diri sendiri dan keluarganya. Jajak pendapat itu berkaitan dengan dua bom meledak di dekat garis finis lomba lari maraton di Boston pada Minggu (14/4), dan dinilai warga AS sebagai serangan terburuk di bumi mereka pascaledakan yang meruntuhkan gedung pencakar langit World Trade Center (WTC) di New York pada 11 September 2001. Tiga orang korban meninggal dunia, 176 cedera dan 10 orang terpaksa diamputasi kaki mereka dalam ledakan bom di Boston. Selain mencemaskan keamanandalam negerinya, warga AS juga memberi tanggapan positif yang besar pada pejabat-pejabat pilihan mereka. Buntut dari peristiwa Boston, ada lebih dari dua pertiga responden dalam jajak penda-

USS Freedom LCS-1 di Singapura Bentengi ”Poros Asia” Singapura USS Freedom LCS-1, kapal perang Amerika Serikat yang dirancang untuk perang di daerah pesisir, tiba di Singapura, Kamis, guna “membentengi” penggelaran di Asia Tenggara, menggarisbawahi fokus strategi baru Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, di Asia. Penggelaran USS Freedom LCS-1terjadi pada saat Semenanjung Korea tegang, dan Cina mengklaim sepihak Laut Cina Selatan. Di sini Cina bersinggungan langsung dengan kepentingan empat negara ASEAN. Di Laut Cina Timur, Cina juga menghadapi hal serupa atas klaim kepemilikan Kepulauan Senkaku, dengan Jepang, yang nota bene sekutu utama Amerika Serikat di kawasan Asia Timur. Para pejabat Angkatan Laut Amerika Serikat mengatakan, USS Freedom berlayar memasuki Pangkalan Angkatan Laut Singapura di Changi pada sekitar pukul 11.00 waktu setempat, sekutu lama Amerika Serikat di Asia Tenggara, selain Filipina dan Thailand. USS Freedom LCS-1 menjadi kapal perang pertama Amerika Serikat yang ditugaskan secara khusus dalam waktu cukup lama di Asia Tenggara dan sementara berpangkalan di Singapura. Secara resmi, kapal khusus pertempuran littoral ini akan terlibat dalam beberapa latihan perang bersama Amerika Serikat dengan negara-negara sekutunya. Pakar keamanan regional, Ian Storey, mengatakan, penggelaran USS Freedom pertanda komitmen Washington menjamin kebebasan perlayaran di kawasan tersebut, yang merupakan tuan rumah beberapa jalur pelayaran tersibuk di dunia. “Penyebaran ke depan kapal ini adalah bagian dari poros AS, menyeimbangkan kembali dari gerakan angkatan laut Irak dan Afghanistan yang mengarah ke Asia,” kata Storey, seorang dosen tamu senior di Institut Studi Asia Tenggara di Singapura. “Ini menunjukkan kepada sekutu Amerika Serikat dan teman-teman yang berkomitmen untuk mempertahankan kehadiran kekuatan di kawasan itu untuk menjamin stabilitas. Dalam istilah an-

gkatan laut, juga mendasari komitmen AS untuk menjamin kebebasan perlayaran,” katanya kepada AFP. Mantan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Leon Panetta, mengumumkan tahun lalu, Washington akan menggeser sebagian besar armada angkatan lautnya ke Pasifik pada tahun 2020, sebagai bagian dari fokus strategi baru di Asia, dimana kekuatan Cina muncul. Cina yang ekspansif dan ambisius, terlibat dalam sengketa maritim dengan empat negara Asia Tenggara - Brunei, Malaysia, Filipina dan Vietnam - atas klaim teritorial di Laut Cina Selatan. Beijing mengklaim sepihak hampir seluruh Laut Cina Selatan. Manila dan Hanoi telah menjadi negara pengklaim yang paling vokal dalam mengritik Cina atas tuduhan beratnya dalam menegakkan klaim-klaimnya. Washington mengatakan bahwa pihaknya memiliki kepentingan di kawasan itu untuk menjamin kebebasan perlayaran. “Kami berencana menghabiskan sebagian besar waktu kita di sini, di Asia Tenggara. Ini akan menjadi lingkungan USS Freedom untuk delapan bulan ke depan,” kata Komandan Angkatan Laut AS Timothy Wilke, komandan kapal tersebut. “Kami sangat ingin bekerja sama dengan angkatan laut regional lainnya dan berbagi praktek terbaik selama pelatihan, kunjungan pelabuhan dan operasi keamanan maritim.” (ant/bali post)

(ant/bali post)

LOKASI SERANGAN - Penyelidik memeriksa lokasi serangan bom di Jalan Boylston sehari setelah dua bom meledak di tengah acara Marathon Boston di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat (AS), Selasa (16/4) lalu. pat itu menyetujui langkah Presiden Barrack Obama dan Gubernur Massachussetts, Deval Patrick, dalam menangani krisis keamanan. Pada saat yang sama, lebih dari separuh suara menya-

takan cemas bila pemboman seperti di Boston itu akan mengarah pada pelanggaran atas hak-hak warga AS. Jajak pendapat itu diselenggarakan dalam jaringan Internet (online) pada 16 dan 17 April

2013, dan diikuti oleh 520 responden. Keabsahan jajak pendapat tersebut diukur dengan menggunakan interval kredibilitas dan akurasi antara 4,9 persen. (ant/bali post)

Setelah Margaret Thatcher Dimakamkan London Pemakaman mantan perdana menteri Inggris Margaret Thatcher melebihi debat keras mengenai warisannya dan menjadi penghormatan yang layak untuk wanita yang pandangan radikalnya telah mengubahInggris,tuliskoran-koran Inggris,Kamis,sepertidikutipAFP. Ratu Elizabeth II memimpin pemakaman itu, sementara 170 negara mengirimkan kata perpisahan terakhir untuk si Wanita Besi dalam pemakaman militer yang diselimuti demonstrasi tersebut. “R.I.P. Mrs T”, tulis tablod populer The Sun dalam headline-nya di bawahfotoyangmemenuhiduahalamantabloidtersebutyangmemperlihatkan konvoi militer membawa petijenasahThatchermasukkeKatedral St Paul di London. “Mereka datang berduyunduyun untuk menandai berpulangnya sang raksasa politik,” tulis tabloid ini lagi. “Namun sebagian besardarimerekadatanguntukmenyampaikan satu pesan sederhana. Di bawah semua kemegahan dan keadaan ini, di akhir khayatnya dia selalu menjadi bagian kita”. The Daily Mail, yang menjadi pendukung fanatik Thatcher, menurunkan foto anak perempuan Thatcher, Carol, berderai air mata dengan keterangan tulisan “Goodbye Mummy”. Editorial koran ini menyebut hari itu sebagai hari terakhir nan megah dan layak untuk Thatcher di mana mayoritas rakyat Inggris memberinya penghormatan dan terimakasih yang sangat layak didapatkannya. The Times yang dimiliki pendukungThatcher,RupertMurdoch, memenuhi halaman depannya dengan foto pemakaman dan menurunkan eulogi di halaman berikutnya. “Negeri ini mengistirahatkan tidak saja seorang negarawati besar tetapi juga konflik di zamannya,” tulis editorial koran ini. Koran tersebut menulis adalah

(ant/bali post)

PEMAKAMAN - Ratu Inggris Elizabeth (depan kiri) dan Mark Thatcher (kanan), putra mendiang perdana menteri Inggris Margaret Thatcher, melihat saat peti jenazah di Katedral St. Paul untuk upacara pemakaman di London, Rabu (17/4). lebih baik membicarakan betapa warisannya telah mempersatukan Inggris, bukan memecah belah Inggris. Daily Telegraph, yang dimiliki Barclay Bersaudara yang menuanrumahi Thatcher dalam hari-hari terakhirnya di Hotel Ritz, menurunkan headline berjudul “Gembiralah sampai akhir.” “PemakamanMargaretThatcher adalah bukan masa untuk debat politik, tetapi untuk menunjukkan kasih sayang,” tulis koran ini. Mengutip kalimat Latin yang dituliskan arsitek Christopher Wren dalam makam St Paul, koran ini mengatakan,“Jikaengkaumencarimonumen, lihatlah sekelilingmu.” Koran-koranberhaluankiriseperti Guardian dan Daily Mirror menurunkan halaman depan yang netral. The Mirror memokuskan pada kehadiran Ratu Elizabeth II, yang adalah untuk pertama kalinya dia menghadiri pemakaman perdana menterinya, sejak terakhir

melakukannya pada pemakaman Winston Churchill. The Guardian menurunkan headline berjudul “Lying here, she is one of us” (Berbaring di sini, dia salah satu dari kita), yang adalah kata-kata yang disampaikan Uskup London Richard Chartres saat pemakaman. Namun editorial Guardian menulis lain tentang warisan Thatcher yang disebutnya tidak mempersatukan, tapi membagi dua Inggris. “Kemarin menandakan akhir dari sembilan hari yang luar biasa. Tapi kini kita semua kembali ke masa depan di mana sejarah tidak hanya ditulis oleh pemenang,” tulis the Guardian dalam editorialnya. Thatcher meninggal dunia 8 April pada usia 87 akibat stroke. Kendati pemakamannya dikhawatirkan bakal dibanjiri demonstran, namun kenyataannya berlangsung dengan damai dan tertib, demikian AFP. (ant/bali post)


SUARA NTB 19 APRIL 2013