Page 1

4

MENELISIK MASTER PLAN UI DALAM PUSARAN ZAMAN

16

GEDUNG PARKIR TERINTEGRASI edisi MEI 2017

Produk Pers Suara Mahasiswa UI

ini

UI!

BONGKAR-PASANG master plan ui Unduh Gerbatama Digital di www.suaramahasiswa.com

Twitter

@sumaUI

GRATIS

81


g er b ata m a 81 // 0 5 - 2 0 17


KONTEN edisi M EI 2 0 1 7

ed i t o r i a l Di usianya yang tak lagi muda, UI mencoba tampil lebih “anggun”; bersolek dengan kemegahan infrastruktur, poles sana-poles sini. Rupanya, UI sedang mencoba menerapkan apa yang dirujuk sebagai master plan (rencana induk) UI. Buku besar yang memuat acuan tata ruang UI sejak tahun 1987 hingga 2026 itu menjadi kiblat utamanya dalam menerapkan lekuk infrastruktur di masa mendatang. Sejak diresmikan pada 1987 silam, nyatanya UI telah melakukan revisi master plan sebanyak tiga kali, yaitu pada 1997, 2008, dan 2016. Menurut Prof. Dr.Ing. Nandy Setiadi Djaya Putra selaku Kepala BPUPL, masalah ketidaksesuaian antara rencana dan realisasi pembangunan menjadi alasan dilakukannya revisi. Beberapa bangunan menjadi “mangkrak” dan menunggu diselesaikan. Sebut saja Rumah Sakit UI yang menurut Nandy seharusnya telah rampung satu tahun yang lalu. Sejalan dengan pembangunan infrastruktur, slogan “World Class University” sontak membayang-bayangi eksistensi UI. Menurut versi Quacquarelli Symonds (QS), elemen peringkat dunia tak hanya sekadar kemegahan infrastuktur, tetapi kualitas pendidikan, penelitian, hingga kualitas lulusan bekerja juga patut diperhitungkan. Lantas sejauh ini, “Apa kabar, UI?”

4

g e r b ata m a 81 / / 0 5 - 2 0 1 7

Laporan Utama: Menelisik Master plan UI dalam Pusaran Zaman Kesehatan: Jazzersice : Dance Jazz dengan Musik Masa Kini

10

Minat & Bakat: Eksistensi Kegiatan Berkuda di UI

Infografis: Persebaran Lahan Universitas Indonesia secara Administrasi

14

12

Opini: Antara Mahasiswa, Pendidikan, dan Tujuan Negara

Liputan Khusus: Gedung Parkir Terin tegrasi : Jawaban dari Tantangan Pembangunan

20

8

16

Resensi: Menjemput “Kebenaran”

Opini Sketsa

21

Advertorial: Female Apartement Griya Pangestu

23

22

24

Galeri Foto

Opini Foto: Danauku Sayang, Danauku Malang

SUara NYATA Orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda yang tidak pernah menua. Tetapi pemuda yang berorientasi pada keamanan, telah menua sejak ia muda”.

‘‘

-Buya Hamka-

Pemimpin Redaksi Huda Shidqie Redaktur Pelaksana Bianca Adriennawati Reporter Aghnia Salsabila, Affifah Tata Tanjung, Ariva Septyawati, Legia Nurul Azmi, Elsa Manora, Eri Tri Anggini Redaktur Litbang Derri Aprianti Litbang Deyan Prashna Redaktur Foto Haydr Suhardy Foto Diana, Cindy Andika Fiona Redaktur Artistik Vega Mylanda Desain Tata Letak dan Pracetak Fitri Nurul Imani Sirkulasi dan Promosi Siti Alifa Chairunnisa


04 LA P O R A N U TA M A

g er b ata m a 81 // 0 5 - 2 0 17

MENELISIK MASTER PLAN UI DALAM PUSARAN ZAMAN Gundukan semen, blok-blok bata di tepi jalan hingga garis hitam-kuning menjadi pemandangan yang biasa sejak Februari lalu. Master plan, rupanya. UI mencoba merunut kembali jalan pembangunannya lewat “buku besar� yang telah dirancang oleh Tim Penataan Lingkungan Kampus (TPLK) dan diketuai oleh Prof. Ir. Gunawan Tjahyono sejak 1987.


g e r b ata m a 81 / / 0 5 - 2 0 1 7

LA P O R A N U TA M A

S

OLEH: AFFIFAH TATA TANJUNG & AGHNIA SALSABILA FOTO: HAYDR SUHARDY

05

yaripudin dan Setiawan, dua pedagang Kantin Tenda Biru (KTB) mengaku merasa terpukul dengan adanya penggusuran KTB oleh pihak Universitas Indonesia pada Februari lalu. “(KTB–red) lebih sepi dan makin kesini tuh makin memburuk ekonomi yang saya rasa kan itu, Pak. Jadi, saat-saat penggusuran ini, buat saya sangat terpukul lah terus terang aja,” ujar Syaripudin yang diamini oleh Setiawan kepada Dr. Ir. Gandjar Kiswanto, M. Eng, selaku Direktur Pengelolaan dan Pemeliharaan Fasilitas (DPPF) pada saat menghadiri audiensi wacana penggusuran KTB dan Kantin Masjid Ukhuwwah Islamiyyah (MUI) di Gedung DPPF UI pada Rabu (1/2) lalu. Keduanya meminta waktu penundaan pengosongan lahan kepada pihak UI dengan dalih menurunnya penghasilan mereka beberapa waktu belakangan. Mereka juga meminta agar dana bantuan dicairkan bersamaan dengan pengosongan lahan sebagai biaya pindahan. Penggusuran serupa juga dialami oleh Supriyadi, salah satu pedagang Kantin MUI. Wacana penggusuran Kantin MUI bermula ketika pedagang mengajukan surat perpanjangan masa sewa Kantin MUI untuk tahun 2017. Pihak UI, pada saat itu, mengirimkan surat kepada mereka agar melakukan pengosongan area Kantin MUI dengan batas waktu yang ditentukan. Menanggapi wacana penggusuran tesebut, Dr. Ir. Gandjar Kiswanto, M. Eng., selaku Direktur DPPF menuturkan bahwa penggusuran area kantin yang dilakukan oleh pihak UI merupakan kebijakan yang mengacu pada master plan (perencanaan) tata kelola UI. “Karena memang UI itu memiliki yang kita sebut master plan (perencanaan–red), di situ mengharuskan segala sesuatunya (lahan milik UI–red) itu sesuai dengan peruntukannya,” ujarnya. Menurut Gandjar, pihak UI memiliki tanggung jawab terhadap pengelolaan aset yang dimiliki UI, termasuk lahan yang selama ini dijadikan lahan KTB maupun Kantin MUI.“Kita liat (dan–red) kita evaluasi beberapa bangunan, yang tidak sesuai dengan peruntukan harus kita kembalikan sesuai dengan peruntukannya,” tam-


06 la p o r a n u ta m a

g er b ata m a 81 // 0 5 - 2 0 17

bahnya. Audiensi tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan, yaitu kesepakatan pembuatan Memorandum of Understanding (MoU) yang menyatakan bahwa pihak DPPF akan membantu pedagang kantin MUI agar dapat berdagang di Kantin Rumah Sakit UI, penundaan penggusuran kantin MUI hingga 30 Juni 2017 serta pembebasan biaya sewa. Untuk pengosongan lahan KTB diundur hingga Selasa (7/2) dengan dana bantuan sebesar lima juta rupiah.

Suharto pada 5 September 1987. Beberapa tahun setelah diresmikan, master plan UI menghadapi masalah dalam merealisasikan rancangannya. Ketidaksesuaian antara pembangunan fisik dengan rancangan master plan kerap terjadi seperti halnya pembangunan gedung Fasilkom, Pusat Studi Jepang (PSJ), dan Asrama UI yang menerapkan pola berbeda dari rancangan awal. Gedung Fasilkom setinggi 6 lantai yang dibuat melingkar dan disatukan dengan

“Ketidaksesuaian antara pembangunan fisik dengan rancangan master plan kerap terjadi seperti halnya pembangunan gedung Fasilkom, Pusat Studi Jepang (PSJ), dan Asrama UI yang menerapkan pola berbeda dari rancangan awal”.

Unjuk Gigi Master Plan UI Berbagai perbaikan infrastruktur, seperti penggusuran KTB, Kantin MUI, perbaikan trotoar, dan Perpustakaan Pusat UI yang sedang digarap UI sejak Februari lalu tak lepas dari kehadiran rencana induk UI atau master plan UI. Sebelumnya, rumusan mengenai master plan UI telah direncanakan sejak tahun 1982—1984. Setelah rancangan tersebut rampung pada tahun 1984, UI memulai pembangunan fisik selama tiga tahun. Setelah pembangunan fisik rampung, Kampus UI Depok yang semula berada di kawasan Rawamangun diresmikan oleh Presiden

Pusat Ilmu Komputer melanggar tata aturan tinggi bangunan. Semula, maksimal tinggi bangunan yang ditetapkan UI hanya 4 lantai saja. Begitu juga dengan Asrama UI yang melanggar pola master plan karena semula Asrama UI tidak direncanakan pembangunannya di dalam area kampus. Menanggapi masalah ketidaksesuaian realisasi rancangan pembangunan tersebut, pihak UI melakukan revisi master plan dari Penyesuaian Rencana Induk 1984 menjadi Rencana Induk Kampus Depok 1997. Kala itu, pembangunan berfokus pada peningkatan daya guna

lahan, bukan perluasan pembangunan ke lahan baru. Setelah UI berganti status menjadi Badan Hukum Milik Negara pada tahun 2008, Rencana Induk 1997 direvisi kembali menjadi Rencana Induk 2008 dan mengarahkan pada tujuan UI: universitas riset berkelas dunia. Seiring berjalan waktu, grafik jumlah mahasiswa meningkat dan kebutuhan pengembangan teknologi dan sumber daya pun menuntut lahan dan perencanaan yang matang. Meningkatnya grafik jumlah mahasiswa juga dilatarbelakangi oleh pembukaan fakultas dan program studi baru, seperti Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) dan Program Studi Geologi dan Geofisika di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). UI pun kembali memperbaiki dan meninjau rencana yang pernah disusun sehingga lahir rencana baru, yaitu Rencana Induk Pengembangan Kampus Universitas Indonesia, 2016—2026. “Makin crowded kan. Makanya kalau begitu, ngebangun minimal 8 lantai. Jadi, enggak ada bangunan yang cuman 4 lantai, 3 lantai. Makanya gedung yang lagi dibangun sekarang ini minimal 8 lantai,” jelas Prof. Dr.Ing.Nandy Setiadi Djaya Putra, Kepala Badan Pengembangan Universitas dan Pengelolaan Logistik (BPUPL). Nandy menjelaskan bahwa pengawasan terhadap jalannya pembangunan dan realisasi rancangan yang sesuai dengan master plan merupakan sebuah tanggung jawabnya sebagai pengawas infrastruktur . “Kami kan pengawas infrastruktur bertugas untuk menjaga ini yang namanya master plan. Jangan sampai ujug-ujug, tiba-tiba ada bangunan di mana itu. Apalagi UI luasnya 300 hektar,“ tuturnya. Menuju Realisasi Master Plan 2016—2018 Saat ditanya oleh tim redaksi Suara Mahasiswa UI pada (20/4) mengenai fokus utama pembangunan UI dalam realisasi master plan, Nandy menyebut gedung Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) akan rampung tahun ini. Setelah itu, kegiatan belajar-mengajar akan dialokasikan ke gedung baru pada 2018 mendatang. “2018 awal, mungkin ini lagi negosiasi. Mudah-muda-


g e r b ata m a 81 / / 0 5 - 2 0 1 7

la P O R A N u TA M A

prof. DR.ING.NANDY setiadi djaya putra, kepala pengembangan universitas dan pengeLOLAAN LOGISTIK (BPUPL) SAAT DIWAWANCARAI OLEH TIM REDAKSI SUARA MAHASISWA

han. Kalau sudah ready, sih”, jelasnya. Sementara menurut Nandy, Gedung Fasilkom lama akan dijadikan sebagai pusat data UI. Hal tersebut diamini oleh Rico Novianto, Anggota Majelis Wali Amanat (MWA) UI Unsur Mahasiswa. “Jadi pada dasarnya tahun 2008 rencana membangunkan (gedung baru–red) Fasilkom itu sudah ada, jadi sudah ada dari lama” jelas Rico. Tahap I pembangunan gedung baru Fasilkom UI telah dimulai pada tahun 2010, tetapi kemudian pembangunan ini sempat terhenti pada tahun 2012. Alokasi dana untuk Fasilkom sebesar 110 miliar telah diberikan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) kepada UI. Akan tetapi, tidak adanya surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pada pembangunan zona akademik dan zona administrasi menjadi kendala yang serius. Ditambah lagi belum adanya Rancangan Anggaran Belanja (RAB) pembangunan, sementara surat dari Kementerian Pekerjaan Umum sudah keluar. ”Sekarang dana sudah ada, dana sudah siap dicairkan, tetapi beberapa dokumen belum lengkap,“ tegas Rico. Ia dapat memastikan bahwa dana sebesar 110 miliar untuk pembangunan gedung baru Fasilkom sudah ada dari pemerintah dan dana tidak akan hangus. Selain Fasilkom, Nandy juga menegaskan bahwa rencana pembangunan ke depan akan difokuskan pula pada pembangunan gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa

(Pusgiwa). Pusgiwa akan mulai dibangun pada Januari 2018 dan diperkirakan akan selesai dalam 9 bulan. Rumah Sakit UI juga direncanakan rampung pada Oktober 2017. Mengenai gedung Art & Culture akan diresmikan dalam waktu dekat dan menunggu keluangan waktu Rektor untuk meresmikan. Merujuk pada buku Rencana Induk Kampus Depok Universitas Indonesia 2016—2016, pengalokasian gedung Fasilkom UI dan pembangunan pada 2018 mendatang tidak terlepas dari perencanaan tata ruang UI yang membagi wilayahnya ke dalam empat zona, yaitu zona inti, zona akademik, zona rekreasi dan olahraga, serta zona enterprising dan penunjang. Zona inti mencakup Pusat Administrasi Universitas, Gedung Rektorat, Balairung, Perpustakaan, Pusat Penelitian, dan Masjid. Selanjutnya zona akademik akan mencakup gedung perkuliahan dan fakultas. Nandy mengandaikan adanya pembangunan taman kaca seperti halnya Garden By the Bay, di Singapura. Rumah kaca tersebut akan ditumbuhi berbagai jenis tanaman dari berbagai belahan dunia. Ia berharap taman tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai tempat riset mahasiswa Ilmu Biologi. “Kita kepengen di dalam sini ada satu dome atau rumah kaca yang bisa ditanami tanaman-tanaman dari subtropis atau yang nggak bisa tumbuh di tropical countries. Misalnya kayak tulip, terus bunga apa yang Jepang itu? Sakura, nanti

07

di dalam situ orang-orang Biologi ngelmu di situ”, jelasnya. Ke depan, UI juga merencanakan pembuatan Museum UI dan Light Rapid Transit (LRT) jenis kapsul sebagai transportasi antarfakultas. Akan tetapi, perencanaan tersebut belum masuk dalam rencana induk UI. Nandy juga menambahkan bahwa perencanaan yang dibuat UI merupakah langkah menuju World Class University. Kepala BPUPL tersebut mengemukakan bahwa rencana pembangunan tersebut tidak terlepas dari rencana pembuatan UI GreenMetric World University Ranking, yaitu survei daring yang gunakan untuk mengukur “kampus hijau” di berbagai universitas dunia pada 2010 silam. UI GreenMetric World University Ranking sendiri memiliki enam kriteria, yaitu pengaturan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, pengolahan air dan limbah, transportasi, serta edukasi. Salah satu langkah untuk memenuhi kriteria tersebut, menurut Nandy, UI merencanakan pembangun parkir terintegrasi dengan mempertimbangkan jumlah kendaraan yang masuk dan polusi udara kendaraan. Sejauh ini, menurut Nandy, masalah anggaran dana menjadi kendala dalam pembangunan. UI membutuhkan dana sekitar 4 Triliun untuk merealisasikan perencanaan yang sesuai dengan standar. Pasalnya, anggaran yang diberikan Negara tidaklah cukup. Alokasi dana Biaya Operasional Pendidikan (BOP) dan biaya mandiri UI untuk menutupi kebutuhan infrastruktur juga dirasa sangat memberatkan. “Tapi kalo dari dana BOP, saya enggak, sangat berat lah nanti, kalo nyari sendiri juga berat juga,” paparnya. Selain dari anggaran yang diberikan negara, Nandy menyatakan bahwa pihaknya juga mendapatkan dana hibah dari Corporate Social Responsibility (CSR) untuk menutupi kebutuhan realisasi pembangunan master plan UI. “Ya udah nanti berharap dari CSR, udah dua dapat kan ini. Dari Balai Purnomo, dari Pak Purnomo dapat, siapa (dari—red) pengusaha Mukhtar Riyadi. Terus beberapa kan kita cari semua, CSR dari Pertamina, dari mana, ya itulah,” paparnya. (HS)


08 K E S E H ATA N

g er b ata m a 81 // 0 5 - 2 0 17

JAZZERCISE:

DANCE FITNESS DENGAN MUSIK MASA KINI Jazzercise, menjadi “primadona�baru dalam dunia dance fitness. Kemunculannya banyak digandrungi wanita dan lelaki di seluruh dunia. Sejak Nopember 2015 lalu, Jazzercise membuka cabang di daerah Cilandak, Jakarta Selatan. Oleh: ERI TRI ANGGINI Foto: Gerard KAWUN

Tak hanya angkutan umum, mobil pribadi pun suka membandel


g e r b ata m a 81 / / 0 5 - 2 0 1 7

K E S E H ATA N

B

ukan Jazzercise namanya kalau tidak identik dengan bersenang-senang. Kelas tari yang diciptakan oleh Judi Sheppard Musset pada tahun 1969 di Chicago ini merambah dari kelas tari biasa hingga menjadi dance fitness company serta memiliki 8.300 instruktur waralaba, 32.000 kelas per minggu, dan 250.000 anggota setiap tahunnya di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Berawal dari pengalamannya mengajar kelas tari untuk Carlsbad Parks and Recreation Department, kata Jazzercise mulai menyebar dan kelas dipenuhi oleh perempuan dari seluruh wilayah. Untuk mengatasi banyaknya peminat, pihak Jazzercise di Callifornia bekerja sama dengan departemen kota untuk mengelola tingkat nomor peserta. Mereka mulai membatasi peserta dengan Carlsbad, CA, dan alamat. Walaupun begitu, peserta yang ingin bergabung tetap mendaftar di kantor pos dan menghadiri kelas tari Jazzercise. Diiringi musik jazz dan koreografi up-tempo, Jazzercise memulai tahapan pemanasan, peregangan, hingga pendinginan. Ditemui oleh tim redaksi Suara Mahasiswa UI di studio latihannya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Helen Irawati, selaku instruktur Jazzercise pertama di Indonesia menjelaskan bahwa Jazzercise mampu membakar 800 kalori, melatih jantung karena terdapat kardiovaskular, membakar lemak, mengencangkan otot dan perut, serta memberikan efek awet muda. Dengan latar belakang sebagai penari yang dimilikinya, ia merasa bahwa olahraga Jazzercise merupakan olahraga berbasis tari yang cocok dengan keahliannya. Sebagai instruktur, Helen diwajibkan mengikuti serangkaian pelatihan yang dimulai dari online test dengan materi kesehatan dan sekitar dunia

09

fitness hingga mendapat sertifikat CPR (cardiopulmonary resuscitation) dan mengikuti audisi di Malaysia. Tidak seperti Zumba yang bebas mengekspresikan gerakan sesuai instruktur, Jazzercise memiliki standar sendiri dalam menentukan arah gerakan. Semua gerakan memiliki fungsi masing-masing dan tidak tidak bisa diubah sesuka hati. Struktur senam yang menggunakan grafik turut menjadikan Jazzercise terlihat berbeda dari dance fitness lainnya “Jadi dari awal gak kenceng. Jadi ada warm up, naik, naik sampai puncak, setelah itu turun lagi pelan-pelan dan ada toning dan strecthing, strength pake alat,” ungkap Helen. Selain struktur, lagu jazz sebagai pengiring lagu turut menjadi nilai tambah bagi Jazzercise dibanding dance fitness lainnya. “Jadi yang membedakan lagu-lagu top 40 yang familiar di kuping orang dan gerakannya yang basic dengan genre jazz. Jadi disebut jazz-excercise, Jazzercise” tambah Helen. Tipe senam Jazzercise cukup “unik” membuat Nisa, salah satu member yang tinggal di Bogor untuk bergabung di Jazzercise. Ia baru sebulan mengikuti Jazzercise dan mengetahui Jazzercise dari membaca berita dan dari temannya, serta kantor yang dekat dari studio latihan. Menurutnya, tujuan utama mengikuti Jazzercise ini agar tubuhnya menjadi lebih sehat dan demi ketahanan tubuh. “Tujuan utama buat sehat, jadi sudah mulai gak gampang flu dan batuk. Kalau badan berisi dan lainnya itu udah manfaat dari Jazzercise ini”. Ia juga berpendapat bahwa ia tidak memiliki keluhan apapun selama bergabung dengan Jazzercise. “Selama ini gak ada keluhan karena ada pemanasan walaupun pakai alat barbel itu gak langsung aja.” (HS)

“Jazzercise mampu membakar 800 kalori, melatih jantung karena terdapat kardiovaskular, membakar lemak, mengencangkan otot dan perut, serta memberikan efek awet muda”


10

g er b ata m a 81 // 0 5 - 2 0 17

M I N AT & B A KAT

EKSISTENSI KEGIATAN BERKUDA DI UI Kegiatan berkuda hadir sebagai olahraga populer yang mengedepankan komunikasi antara penunggang dan kuda. Tak tanggung-tanggung, rektor menjanjikan fasilitas lapangan berkuda dan berencana memasukkannya dalam satuan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Olahraga (MPKO) OLEH: ELSA MANORA FOTO: SUMBER ISTIMEWA

A

da banyak wadah untuk menyalurkan minat dan bakat mahasiswa Universitas Indonesia (UI) salah satunya melalui UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Selain UKM yang berbasis akademik, UI juga memiliki UKM unik dengan bidang yang tak biasa dan jarang dimiliki oleh Universitas lain di Indonesia. Salah satu UKM tak biasa yang ada UI adalah UKM Berkuda atau yang lebih dikenal dengan nama UI Equestrian. UKM ini diketuai oleh Tazkiyannisa, atau yang lebih akrab dipanggil

Tazkiya. Mahasiswa Psikologi Angkatan 2015 ini mengatakan bahwa UI Equestrian sedang populer baik di kalangan mahasiswa UI maupun kompetisi berkuda. UKM Berkuda UI Saat ditemui di Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) pada Sabtu (8/4), Tazkiya menjelaskan bahwa tujuan adanya UKM Berkuda UI ialah untuk meningkatkan minat mahasiswa UI dalam berkuda. Pasalnya, dunia berkuda di Indonesia sendiri tak sepopuler olahraga lain di

Indonesia. Selain misi utama tersebut, pelan-pelan Tazkiya juga ingin mengembangkan UKM Berkuda UI dengan cara mengikuti berbagai kejuaraan berkuda. Seperti UKM UI lainnya, UI Equestrian juga memiliki kegiatan rutin yang dilakukan setiap minggunya yakni latihan berkuda yang dilaksanakan di Anantya Riding Club (ARC), yang bertempat di Bogor, Jawa Barat. Selain itu, terdapat pula kegiatan Ground Class yang dilakukan tiap beberapa bulan sekali. “Ground Class itu semacam coaching clinic


g e r b ata m a 81 / / 0 5 - 2 0 1 7

M I N AT & B A K AT

gitu, itu sih sebenernya tujuan pertamanya buat bounding aja , cuman ya diselip-selipin teori berkuda, kita sharing-sharing kayak pengalaman berkuda, pake kuda ini apa susahnya, pake kuda ini enaknya apa, pelatih ini enaknya apa, kurangnya apa gitu, buat sharing-sharing aja.” Jelas Tazkiya. Ketika memulai kegiatan berkuda, terdapat beberapa peralatan dasar yang wajib dimiliki baik oleh penunggang, maupun bagi kuda. Dilansir dari laman forumsandalwood, peralatan dasar bagi penunggang terdiri atas peralatan keamanan dan pelindung diri antara lain standard safety helmet (helm), sepatu tunggang/boot, pelindung dada, kaca mata (race), serta cemeti (pecut). Sedangkan peralatan dasar bagi kuda terdiri atas pelana/saddle dan peralatan kepala atau disebut Head Bridle. Terlepas dari itu semua, Tazkiya mengatakan bahwa persiapan terpenting dalam berkuda adalah mental. “Soalnya kan kita berhadapan sama makhluk yang kita gak tahu kan, kan kadang-kadang ada kuda yang baik, ada kuda yang rese, jadi harus mental kita-nya aja dulu, selebihnya peralatan-peralatan sih belakangan.” Equestrian sendiri merupakan olahraga ketangkasan berkuda yang mengutamakan kerjasama. Kuda dan atlitnya (rider/penunggang) harus sering berinteraksi agar terjalin kerja sama dan kasih sayang antar keduanya, sehingga tercipta kedisplinan dan kekompakan. Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Tazkiya mengenai manfaat berkuda. Menurutnya, jika melihat manfaat berkuda dari kaca mata fisik yakni sama saja dengan manfaat olahraga lainnya. Namun dalam berkuda, penunggang dituntut untuk dapat mengendalikan kuda dengan cara membangun internal relationship dengan kuda dan berkomunikasi dengan penunggang lainnya tanpa berbicara satu sama lainnya.“ Kita harus mengkomunikasikan ‘gue mau ini nih’, ‘gue mau belok sini’, ‘lo ikutin gue’. Kita juga harus punya cara komunikasi sama kudanya. Dimanamana tuh, sebandel apapun kudanya, harus kita yang menguasai, harus kita yang lebih dominan gitu kan, jadi

“Dalam berkuda, penunggang dituntut untuk dapat mengendalikan kuda dengan cara membangun internal relationship dengan kuda dan berkomunikasi dengan penunggang lainnya tanpa berbicara satu sama lainnya” bagaimana caranya kita harus bisa membalance, kita harus bisa menyampaikan pesan kita.” Atlet Nasional Berkuda UI UI Equestrian memiliki anggota yang juga sekaligus atlet berkuda Nasional. Atlet berkuda tersebut bernama Rosad Febrisamina atau yang lebih dikenal dengan nama “Rosad Natsir” dalam dunia berkuda. Mahasiswa Vokasi Pariwisata 2016 ini juga merupakan atlet kebanggaan Anantya Riding Club (ARC), sebuah klub pelatihan berkuda profesional. Rosad adalah atlet muda pada Kejuaraan Berkuda Ketangkasan CC Cup 2017 di arena Detasemenn Kavelri Berkuda TNI-AD Parongpong, Lembang, Jawa Barat. Pada kejuaraan yang dilangsungkan pada hari Sabtu dan Minggu, 1-2 April 2017 lalu ini, Rosad berhasil mengalahkan beberapa senior yang menjadi lawan mainnya. Sebagai Ketua UI Equestrian, Tazkiya mengatakan bahwa bergabungnya Rosad memberikan dampak positif. “Target gue tahun ini kita cari nama di luar, dan untungnya lagi karena kita punya atlet nasional, misalnya dia ngobrol sama atlet-atlet nasional lainnya yang udah ikut SEA Games, Asean Games, dia memperkenalkan diri dia itu atas nama UI,

11

sekarang dia lomba-lomba juga pake nama UI.” Papar Tazkiya. Label Borju Keunikan UI Equestrian ternyata tak lantas membuatnya memiliki banyak anggota. Tazkiya menuturkan bahwa peminat komunitas berkuda di UI terbilang masih sedikit dengan 33 anggota yang tergabung dari angkatan 2013 – 2016. Sedikitnya minat UKM Berkuda rupanya bukan tanpa alasan, label “borju” yang melekat pada UI Equestrian di kalangan mahasiswa UI menjadi salah satu alasannya. Anggapan borju tersebut salah satunya dikarenakan anggota UI Equestrian dibebankan biaya sebesar 2.520.000,- tiap semester dengan frekuensi latihan sebanyak 14 kali. Tak setuju dengan label tersebut, Tazkiya menjelaskan bahwa biaya yang dibebankan sebenarnya tergolong murah untuk sebuah olahraga berkuda yang membutuhkan banyak peralatan dan fasilitas pendukung. “Sebenernya tuh kalo gue boleh jujur, itu harga paling murah naik kuda se-Indonesia gitu loh. Sebenernya kalo ditempat-tempat biasa tanpa member dan tanpa bawa nama UI dipatok 300.000 untuk sekali berkuda selama 30 menit, Itu paling murah. Apalagi kalo tempattempat bagus, bisa dipatok sampai 500.000.”jelasnya. Pembangunan Lapangan Berkuda UI Melihat rencana kedepan UKM Berkuda UI, Tazkiya mengaku jika pihaknya sudah mengajukan proposal permohonan pembuatan Lapangan berkuda UI sejak tahun 2013. Sampai saat ini, pihak rektorat sudah sampai tahap meng-ACC. “Terus baru diiyain secara lisan tahun ini, walaupun belum secara tertulis, dalam hal administrasinya belum. Ya seengganya udah dapat lampu ijo,” kata Tazkiya. Sejalan dengan rencana pembangunan lapangan berkuda yang berlokasi di belakang Gymanasium nanti , UKM Berkuda mendapatkan mandat dari rektor untuk menjadi MPKO 1 SKS. “Kalo misalnya belum ada lapangan, terus anak-anak mau ngapain. Mmungkin bisa aja sih kelas teori, tapi kan enakan kelas praktek ya.” Tutup Tazkiya.***


12 12 IINNFFOOGGRRAAFFIISS

g er b ata m a 81 // 0 5 - 2 0 17 g e r b ata m a 81 // 0 5 -2 0 17

OLEH: HUDA SHIDQIE


1313

g e r b ata m a 81 / / 0 5 - 2 0 1 7 g e r b ata m a 81 / / 0 5 - 2 0 1 7

DATA : DERRI APRIANTI DESAIN : HUDA SHIDQIE & AFFIFAH TATA TANJUNG

INFOGRAFIS INFOGRAFIS


14

g er b ata m a 81 // 0 5 - 2 0 17

OPINI

ANTARA MAHASISWA, PENDIDIKAN, DAN TUJUAN NEGARA OLEH: NUR FADHILAH, ILMU SEJARAH UI 2014 FOTO : HAYDR SUHARDY

P

endidikan merupakan salah satu aspek yang seringkali menjadi ukuran keberhasilan sebuah bangsa. Pendidikan yang berkualitas akan mampu membawa sebuah bangsa menjadi bangsa yang bermartabat. Bangsa yang maju adalah bangsa yang memposisikan pendidikan pada garis terdepan dan menyelenggarakannya dengan baik. Di Indonesia pendidikan sebenarnya sudah tercantum sebagai tujuan negara

yang tertuang dalam UUD 1945, yakni “mencerdaskan kehidupan bangsa�. Artinya, penyelenggaraan pendidikan yang tepat akan mampu mewujudkan salah satu tujuan negara. Indonesia bertanggung jawab mencerdaskan bangsanya melalui pendidikan yang diperoleh generasi muda. Kesadaran akan pentingnya pendidikan sudah lahir sejak masa pergerakan jauh sebelum Indonesia merdeka. Para pahlawan terdahulu

memaknai pendidikan sebagai suatu hal yang perlu diperjuangkan, sebab mereka sudah menyadari bahwa pendidikanlah yang mampu melepaskan mereka dari kebodohan. Hal ini terlihat dari kehadiran Taman Siswa oleh Bapak Pendidikan, Ki Hajar Dewantara. sebagainya. Pendidikan menjadi penting ketika segala aspek kehidupan menempatkannya sebagai suatu hal yang mampu mengubah indi-


g e r b ata m a 81 / / 0 5 - 2 0 1 7

OPINI

ikan. Berkaca pada kondisi saat ini, agaknya tepat dikatakan jika pendidikan sebagai agen perubahan. Sebab permasalahan-permasalahan sosial, seperti kemiskinan, pengangguran, dan kriminal akan dapat diatasi apabila seluruh masyarakat menyadari pentingnya pendidikan. Peranan pendidikan yang penting nyatanya masih menyisakan persoalan yang terbilang klasik dan terus berulang. Persoalan tersebut terkait biaya pendidikan yang masih menjadi isu utama yang terdengar hingga saat ini. Kenaikan biaya pendidikan khususnya pada jenjang perguruan tinggi justru mendapat tanggapan yang berbeda dari mereka yang menjadi sasaran kenaikan tersebut. Mereka belum atau bahkan tidak siap untuk menerima kenaikan tersebut. Bagi mereka yang masih tinggal dan dibiayai oleh orang tua, akan merasa terbebani oleh karena

vidu menjadi lebih baik. Sebagian masyarakat memahami pendidikan sebagai cara untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik ketika ia berhasil menyelesaikan pendidikannya pada jenjang yang lebih tinggi. Persepsi semacam ini menjadi wajar karena masyarakat hingga saat ini lebih sering dihadapkan pada permasalahan ekonomi. Salah satu cara yang mereka yakini mampu menempatkan kehidupan ekonominya menjadi lebih baik adalah dengan pendid-

“Mahasiswa memiliki kedudukan penting di masyarakat, bahkan dianggap sebagai penyambung lidah rakyat ketika aspirasi tidak mampu dijawab oleh pemerintah� kenaikan biaya pendidikan tidak dibarengi dengan kenaikan gaji orang tua. Kebutuhan yang semakin meningkat serta jumlah anggota keluarga yang ditanggung oleh orang tua menjadi masalah yang sering dijumpai dalam masyarakat. Masalah-masalah tersebut akan muncul ketika mereka yang bukan berasal dari kalangan atas dihadapkan pada kondisi di mana

15

anak-anaknya berkeinginan untuk melanjutkan pendidikannya, sementara gaji yang diperoleh setiap bulannya belum mampu menutupi semua kebutuhan hidupnya. Ketika para pelajar yang latar belakang ekonomi keluarganya kurang memadai dihadapkan pada biaya pendidikan yang semakin meningkat, akan membuat mereka menjadi pesimis untuk dapat melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Inilah yang seharusnya masih perlu digali kembali apa solusi yang paling tepat agar semua pelajar dari berbagai lapisan ekonomi dapat melanjutkan pendidikannya pada tingkat perguruan tinggi. Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan tujuan negara, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan. Dengan menyadari akan pentingnya pendidikan, tidaklah sulit mengatakan jika pendidikan sebagai agen perubahan. Dalam terwujudnya perubahan ke arah yang lebih baik tentu melibatkan pihak-pihak yang menjadi penggerak di dalamnya. Para penggerak yang menjadi representasi pendidikan sebagai agen perubahan adalah mahasiswa. Mahasiswa memiliki kedudukan penting di masyarakat, bahkan dianggap sebagai penyambung lidah rakyat ketika aspirasi tidak mampu dijawab oleh pemerintah. Mahasiswa merupakan tahap di mana pikiran dan intelektualitas setiap individu sudah terbentuk dengan matang. Mahasiswa sebisa mungkin harus memiliki kepekaan terhadap kondisi yang sedang terjadi oleh negaranya. Tak hanya itu, mahasiswa juga dituntut untuk mampu memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan masyarakat. Mahasiswa harus mampu menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat yang selanjutnya menjadi penghubung dengan pemerintah. Mahasiswa diharapkan mampu menempatkan posisinya sebagai bagian dari masyarakat sekaligus pengawas dari setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Sehingga, mahasiswa memiliki peran besar dalam membangun bangsa dan negaranya menjadi lebih baik karena mahasiswa menjadi bagian dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan.***


16

g er b ata m a 81 // 0 5 - 2 0 17

L I P U TA N K H U S U S

GEDUNG PARKIR TERINTEGRASI:

JAWABAN DARI TANTANGAN PEMBANGUNAN Pagi, sore, hingga malam, kampus UI selalu sesak dipenuhi kendaraan besar-kecil, berpelat hitam. Menanggapi hal tersebut, pihak UI berencana untuk membangun parkir terintegrasi sebagai solusi. Pembenahan fisik yang berlangsung terus menerus ini lantas memunculkan pertanyaan: ke mana pembangunan akan bermuara?

OLEH : LEGIA NIUR AZMI Foto: HAYDR SUHARDY & CINDY ANDIKA FIONA

M

erujuk pada buku Rencana Induk Kampus Depok Universitas Indonesia 2016—2026, Universitas Indonesia menetapkan pola dan arah pembangunan infrastrukturnya hingga satu dasawarsa, tepatnya sampai 2026 mendatang. Pembangunan parkir terintegrasi, salah satunya. Menurut Prof. Dr. Ing. Nandy Setiadi Djaya Putra, selaku Kepala Badan Pengembangan Universitas dan Pengelolaan Logistik (BPUPL), pembangunan parkir terintegrasi dilatarbelakangi oleh berbagai hal, di antaranya karena banyaknya jumlah kendaraan yang masuk ke lingkungan kampus UI dan meningkatnya polusi. “Kalau semuanya diizinkan masuk, satu orang bawa berapa meter persegi itu. Satu mobil tuh bisa 4 meter. Untuk dia doang 4 meter persegi. Lahan kita untuk dia 4 meter pesegi. Ya ‘kan habis, Terus polusinya, crowded-

nya. Makanya, kemudian kita buatin parkiran terintegrasi.” papar Nandy. Senada dengan Nandy, Dr. Jachrizal Sumabrata, selaku Kepala Center for Sustainable Infrastructure Development (CSID), menuturkan terdapat 20 ribu mobil yang harus ditampung UI. “Jadi ya dipersiapkanlah lahan parkir untuk 20 ribu mobil juga”. Meningkatnya jumlah kendaraan di lingkungan kampus UI membuat lahan UI semakin menipis karena digunakan sebagai lahan parkir. Dengan demikian, menurut Jachrizal, salah satu cara untuk meminimalisasi penggunaan lahan yaitu dengan membuat gedung parkir terintegrasi yang juga bertujuan agar mahasiswa dan sivitas UI lainnya sadar akan tranformasi yang berkelanjutan, yaitu tranformasi yang tidak hanya memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lain, namun juga menyehatkan. Hal

tersebut difasilitasi dengan adanya pedestrian highway di sepanjang jalan lingkungan kampus UI. Ia menambahkan, banyak hal yang harus dikaji mengenai pembangunan parkir terintegrasi. Sejauh ini, kajian-kajian yang dilakukan belum menyatu dan memiliki pertimbangan yang berbeda-beda. Berdasarkan penuturan Jachrizal, terdapat beberapa pihak yang berpandangan bahwa sebaiknya lahan parkir dibangun di tiap fakultas saja. Akan tetapi, menurutnya pembangunan parkir di tiap fakultas tidak mampu mengurangi polusi hingga 27% sesuai dengan tujuan UI. Selain itu, pembangunan parkir di tiap fakultas juga akan menghabiskan lahan. Rencananya, parkir terintegrasi akan dibangun sebanyak tiga gedung. Dua di antaranya berada di sebalah utara, persis di samping pool bis kuning dan satu gedung lagi akan


g e r b ata m a 81 / / 0 5 - 2 0 1 7

L I P U TA N K H U S U S

dibangun di depan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Setelah memarkirkan kendaraannya, mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan penggunaan bis kuning menuju fakultas masing-masing. “Supaya anak-anak suruh ditaruh (kendaraan pribadi—red) di sana (dan selanjutnya—red) naik bikun, ke dalam shuttle bus. Berarti nanti berikutnya (akan ada—red) pengadaan bis yang kapasistas besar kaya bus way,” papar Nandy. Dr. Jachrizal Sumabrata juga membenarkan bahwa akses sivitas UI dari gedung parkir terintegrasi menuju fakultas masing-masing dengan berjalan kaki, bahkan bis kuning pun tidak diperlukan jika mahasiswa sadar akan pentingnya hidup sehat yaitu dengan berjalan kaki. “Gedung parkir terintegrasi ini hanya untuk darurat saja bagi yang membawa kendaraan kerana

memang di situ parkirnya, kita memprioritaskan orang-orang yang mau sehat, kita tidak melarang seseorang membawa kendaraan tapi kalau bawa kendaraan ya harus parkir di situ dan jalan kaki menuju fakultas,” ujar Jachrizal saat ditemui di ruang dosen Teknik Sipil di Fakultas Teknik. Mengenai rencana pembangunan parkir terintegrasi, Rico Novianto, Anggota Majelis Wali Amanat (MWA) UI Unsur Mahasiswa menambahkan bahwa parkir terintegrasi akan dibangun setinggi 8 lantai tersebut tidak boleh keluar dari tiga hal utama, yaitu keamanan, kenyamanan, dan kecepatan (efisiensi waktu). Mengenai anggaran, Rico memastikan dana yang telah dianggarkan pada tahun 2017 untuk pembangunan parkir terintegrasi kurang lebih 40-50% dari total pendanaan. Meskipun demikian, Nandy mengatakan belum ada rencana

17

yang pasti mengenai kapan pembangunan parkiran terintegrasi tersebut. Satu hal yang pasti menurutnya adalah bahwa gedung ini dibuat untuk menjawab persoalan bertambahnya jumlah kendaraan yang memasuki kawasan UI yang menyebabkan bertambahnya polusi. Selain itu, menurutnya, parkir terintergrasi diharapkan menjadi upaya untuk meminimalisasi penggunaan lahan berlebih untuk tempat parkir. Jika dahulu area parkir membutuhkan lahan yang cukup besar, maka dengan parkiran ini ia berharap dapat menghemat lahan hijau yang ada sehingga dapat mengurangi jumlah polusi yang ada di UI. Ke depannya semua orang harus memarkirkan kendaraan mereka baik sepeda motor ataupun mobil di gedung parkir terintegrasi, setelah itu mereka harus berjalan kaki menuju fakultas masing-masing


18

g er b ata m a 81 // 0 5 - 2 0 17

L I P U TA N K H U S U S

DR. JACHRIZAL SUMABRATA, KEPALA CENTER OF SUSTAINABLE INFRASTUCTURE DEVELOPMENT (CSID) UI FOTO : CINDY ANDIKA FIONA

melewati pedestrian highway yang tengah dibangun saat ini. Nantinya, menurut Nandy, pedestrian highway tersebut akan diberi kanopi untuk melindungi pejalan kaki agar tidak kehujanan. Namun jika lelah berjalan kaki, maka terdapat pilihan fasilitas lain baik bus kuning maupun sepeda kuning. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Litbang Suara Mahasiswa UI, 48,1% mahasiswa UI menggunakan transportasi pribadi sebagai akses menuju kampus UI. Dengan demikian, hampir setengah sivitas akademika UI menggunakan trans-

portasi pribadi sebagai akses menuju kampus dan sebanyak 62% mengalami kepadatan lalu lintas di kawasan kampus UI Depok. Mengenai rencana pembangunan parkir terintegrasi, sebanyak 59.3% menyetujui rencana tersebut dengan beberapa catatan. 49,5% berpendapat bahwa penambahan jumlah moda transportasi kampus merupakan hal yang perlu dibenahi. Pendapat lain mengenai hal yang harus dipersiapkan UI dalam membangun parkir terintegrasi adalah pembangunan jalan yang ramah pejalan kaki, penertiban waktu kedatangan transportasi kampus, dan

tingkat keamanan dengan masingmasing persentase 11.2%, 19.6%, dan 19.6%. Salah satu responden Suara Mahasiswa UI melalui survei Litbang, Rizal Maulana, mahasiswa Fakultas Farmasi (FF) 2016 berharap, “Tempat parkir terintegrasi bisa diwujudkan dengan baik jika dan hanya jika akses transportasi umum (seperti—red) bikun,spekun bisa lebih dimaksimalkan baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya, serta jalur pedestrian (pejalan kaki—red) yang lebih aman dan nyaman”. (HS-BA)

“Menurut Jachrizal, salah satu cara untuk meminimalisasi penggunaan lahan yaitu dengan membuat gedung parkir terintegrasi yang juga bertujuan agar mahasiswa dan sivitas UI lainnya sadar akan tranformasi yang berkelanjutan, yaitu tranformasi yang tidak hanya memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lain, namun juga menyehatkan”.


g e r b ata m a 81 / / 0 5 - 2 0 1 7

L I P U TA N K H U S U S

19

DATA : DERRI APRIANTI DESAIN : VEGA MYLANDA

JAJAK PENDAPAT MAHASISWA SEPUTAR PARKIR TERINTEGRASI


20

g er b ata m a 81 // 0 5 - 2 0 17

RESENSI

MENJEMPUT “KEBENARAN” Judul : I am Michael Sutradara : Justin Kelly Tahun terbit : 2017

OLEH : DERRI APRIANTI

I

’am Michael merupakan film yang disutradari oleh Justin Kelly. Film yang rilis pada awal tahun 2017 ini bercerita tentang Mike (Michael) yang merupakan seorang aktivis homoseksual di San Fransisco, Amerika dan hidup bersama pasangan homoseksual-nya, Bennett. Di awal cerita, film tersebut menggambarkan bagaimana kehidupan homoseksual di Amerika dan bagaimana mereka mengahabiskan waktunya dengan pesta yang dihadiri oleh orang-orang yang berasal dari kalangannya. Bertahun-tahun menjalani hidup sebagai homoseksual, Mike bekerja di sebuah majalah ternama di Amerika. Di sana, ia memperjuangkan hak kebebasan untuk mencintai siapapun tanpa batasan melalui tulisan-tulisannya. Sampai akhirnya Bennett, kekasihnya mendapatkan pekerjaan yang mengharuskan mereka untuk pindah dari San Fransisco. Selama menjalani kehidupan barunya, Mike mulai menyadari ada yang “berbeda” dalam kehidupannya. Ia menderita sakit yang kemudian membuatnya takut dan sadar akan kehidupan setelah kematian. Mike mulai tersadar bahwa apa yang dilakukannya itu tidak sejalan dengan apa yang dikatakan oleh hatinya. Segala yang terjadi turut membawanya pada keingintahuan yang

lebih besar. Mike mulai berupaya untuk menghilangkan kebiasaan lamanya itu dengan mengikuti kelas kedamaian Budha. Akan tetapi, di tempat itu Mike masih melakukan kebiasaan lamanya dan mengencani teman sekelasnya, Nico. Saat Mike kembali melakukan kebiasaan lamanya, ia kembali tersadar bahwa apa yang dilakukannya itu salah dan Tuhan sedang kembali mengujinya hingga ia memutuskan untuk meninggalkan kelas Budha tersebut. Perjuangan Mike untuk berubah tidak berhenti sampai di situ, ia kembali mencoba untuk melakukan ‘penjelajahan spiritual’ dan mendaftar di sekolah Kristen. Di kelas itulah Mike bertemu dengan Rebekah, seorang wanita dengan rambut pirang yang sempat membuat Mike terkecoh apakah dia mencintai Rebekah terkecoh apakah dia mencintai Rebekah hanya untuk melengkapkan rasa percayanya terhadap Tuhan atau benarbenar mencintainya dengan tulus. Setelah melalui hari bersama di kelas Kristen tersebut, Mike mulai menyadari bahwa memandang kedua mata bulat yang dipertegas dengan alis lebatnya mampu membuat Mike semakin mantap dengan perasaannya. Rasa kagumnya terhadap sikap Rebecca semakin bertambah lantaran Rebekah yang dengan rendah hati

dapat menerima masa lalu Mike yang kelam. Di akhir cerita Mike kembali menghubungi Bennette untuk mengabarkan bahwa ia sudah bertunangan dan dalam percakapan tersebut hubungan mereka berakhir sebagai teman. Di film ini banyak pelajaran yang dapat dipetik bahwa alam akan senantiasa menunjukkan semua jalan menuju kebenaran dengan caranya sendiri. Yang terpenting adalah bagaimana manusia bisa terbuka untuk mendengar dan mempelajari kebenaran itu. Tidak ada yang benar-benar “benar” dalam mempelajari kebenaran. Karenanya, mempelajari kebenaran cukup sulit dan butuh waktu yang lama. Akan selalu ada hal yang membuat niat lurus menjadi berbelok. Namun, itulah sebuah proses menuju kebenaran. Namanya ialah kebenaran untuk memperolehnya dibutuhkan niat yang benar-benar tulus.***


21 19

g e r b ata m a 81 / / 0 5 - 2 0 1 7 g e r b ata m a 81 / / 0 5 - 2 0 1 7

O P I N I S K E T SA o p i n i s k e t sa

OLEH: FITRI NURUL IMANI


22 G A L E R I F O T O

g er b ata m a 81 // 0 5 - 2 0 17

GALERI FOTO OLEH : HAYDR SUHARDY


g e r b ata m a 81 / / 0 5 - 2 0 1 7

A D V E RT O R I A L

23

FEMALE APARTEMENT ADHIGRIYA PANGESTU:

HUNIAN NYAMAN KHUSUS WANITA PERTAMA DI INDONESIA

M

enjadi satu-satunya apartemen dengan konsep khusus wanita yang pertama di Indonesia, Female Apartement Adhigrya Pangestu menawarkan nilai safe, secure, comfort dan healthy yang sangat sesuai dengan kebutuhan wanita. Hal tersebut selaras dengan apa yang dipaparkan oleh Djoko Hadi Winarso, Direktur Utama PT Graha Loka Pangestu dalam siaran persnya, Rabu (12/4/) lalu. “Semua itu kami lakukan untuk memenuhi tujuan dari kehadiran apartemen khusus wanita ini yakni rasa aman dan nyaman,� ujarnya. Bertempat di Jalan Margonda, Female Apartement Adhigrya Pangestu menyediakan berbagai fasilitas yang mengakomodasi kebutuhan wanita, di antaranya wireless fidelity (wifi), closed circuit television (CCTV), dan mini market yang siap melayani 24 jam. Selain itu, Female Apartement Adhigrya Pangestu juga menyediakan petugas keamanan wanita yang siap menjaga kawasan dalam apartemen agar penghuni

merasa nyaman dan terjaga. Sedangkan untuk kawasan luar, petugas keamanan terdiri dari campuran antara wanita dan laki-laki yang sigap dan terlatih. Di samping itu, apartemen yang dikelilingi oleh tempattempat strategis seperti universitas, mal, stasiun,dan bahkan rumah sakit ini juga menyediakan fasilitas yang menunjang perawatan tubuh wanita, seperti salon, tempat fitness, dan kolam renang indoor yang bebas dari sengatan sinar matahari. Fasilitas lain seperti exclusive guest, common lounge, sky lounge, fingerprint dan access card, wheelchair friendly access, serta laundry juga menjadi daya tarik yang tidak terelakkan. Dengan mengusung konsep yang khas dan baru, Female Apartment Adhigrya Pangestu dirancang oleh tim yang berpengalaman selama 30 tahun. Menurut Djoko, sebelum membangun proyek apartemen ini, PT Graha Loka Pangestu yang merupakan perusahaan pengembang sudah membangun

dan mengelola hunian eksklusif khusus untuk kaum hawa. Hunian tersebut diperuntukkan bagi para mahasiswi maupun wanita secara umum. Selain menawarkan keunggulan keamanan dan kenyamanan, Female Apartment Adhigrya Pangestu juga menyuguhkan kelebihan dalam hal investasi. Dikutip dari laman resmi femaleapt.co.id, apartemen ini memiliki kelebihan di antaranya harga tipe studio yang biasanya lebih murah daripada rumah tapak tipe 45, fasilitas yang lengkap, dan harga sewa unit yang biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan harga sewa rumah. Dengan berbagai penawaran tersebut, Djoko mengaku yakin bahwa para investor yang berminat investasi dalam bidang bisnis indekos mewah akan merespon proyek ini. Hal itu menurutnya karena bisnis ini sangat menguntungkan jika dilihat dari pasarnya yang jelas dan sudah terbentuk.


24

g er b ata m a 81 // 0 5 - 2 0 17

OPINI FOTO

DANAUKU SAYANG, DANAUKU MALANG DIANA

DAPATKAN KESEMPATAN TULISAN ANDA DIPUBLIKASIKAN DI WEB suaramahasiswa.com & BULETIN Gerbatama : Ini UI! Kirimkan tulisan ke E-mail redaksi.suaramahasiswaui@gmail.com dengan mencantumkan nama lengkap,fakultas, jurusan, nomor pokok mahasiswa dan angkatan.

Gerbatama: ini UI! Edisi 81, "Bongkar-Pasang Master Plan UI"  

Di usianya yang tak lagi muda, UI mencoba tampil lebih “anggun”; bersolek dengan kemegahan infrastruktur, poles sana-poles sini. Rupanya, UI...

Gerbatama: ini UI! Edisi 81, "Bongkar-Pasang Master Plan UI"  

Di usianya yang tak lagi muda, UI mencoba tampil lebih “anggun”; bersolek dengan kemegahan infrastruktur, poles sana-poles sini. Rupanya, UI...

Advertisement