Page 1

 š™J’…‰Œˆ‰J³…š³ˆ

suaraGEA Ž…‘Ž…‰’ˆ†J³…š³ˆJ‚³ˆJšˆŒ³‰“Œ³Œ

Applied Geology 

…„ˆƒšJ³…š³— s“š’ˆ„ˆ‘ˆŽšˆŒJpš“J “Œ’“‰J‘J„…Žht Žšˆ‰‘ˆJ³…š³ˆJ ’…‰Œˆ‰J‚³ˆJ Ž…‚Œ³“ŒŒJ ‚…‰…šŒ “’ŒJ ˆŒ„Œ…‘ˆ



”šJJ…„J  ˆ’ˆ

”šJJ…„J  ‘“‘’ˆŒ‚ˆšˆ’—



Foto Cover diambil oleh Revaz Mahardika Jagatlaga



vol. 1 edisi 2016


disusun oleh Departemen Media Eksternal Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi “GEA” Institut Teknologi Bandung

Sekretariat HMTG “GEA” ITB, lt. 2 Gedung Energi ITB, Jln. Ganeca 10, Bandung. kontak kami melalui:



sllzJzolJzlhs . "  #  ! ! %  !  4 ## ) 4   (     .   # ) 3 -  $ " -  0 $ 3  *0 *    #      .   .3$.3# "-#(3       4     .     . "  ! # # +   " #2 3 * #     .    -"(#3" ! #*3(           &     +%$#(-#-3(2 3)%(3 "     "    '   1     $   $##4" *3#(3#1 %        0  2 3 ) % 20 #   +    $     +      ,     (    -      #      " f          *      *     #      .   $     *     $    $     !        )         (                       ,   '      *      (      * 0 20 ! # * "    $       4     (            2       



‹Ž›œŠ–ŠM›=Ž—=–Š–=Š’œž—;= ; = ˜•Ž‘M”‘Š›’—Š“Šœ–’—Ž?E>?D>EE



oleh: Kharina Jasmine Pratiwi - 12013022

Namanya sudah tidak asing lagi dalam bidang geologi terapan dan mitigasi bencana. Lahir di purworejo, 12 Februari 1970. Menyelesaikan S1 di Teknik Geologi ITB (1994), Master di ITB (1998), & Doktor di Universitas Kyushu, Jepang (2004). Sekarang beliau menjabat sebagai Ketua Laboratorium Geologi Rekayasa, Ketua Bidang Geologi Teknik dan Hidrogeologi IAGI, dan Presiden Indonesia National Group IAEG (International Association for Engineering Geology and the Environment) Geologi Teknik Geologi Teknik adalah salah satu aplikasi ilmu geologi untuk bidang keteknikan, yang salah satu kegunaannya adalah untuk menjamin pengaruh faktor-faktor geologi terhadap lokasi, desain, konstruksi, pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan hasil kerja keteknikan. Kebutuhan ahli Geologi Teknik mendapat perhatian dunia pada tahun 1928, saat gagalnya Bendungan St. Francis di California yang menyebabkan hilangnya 426 nyawa. Beberapa kegagalan pekerjaan rekayasa keteknikan pada tahun-tahun berikutnya juga mendorong peningkatan kebutuhan ahli geologi teknik untuk bekerja pada proyek-proyek rekayasa berskala besar. Salah satu ahli geologi teknik di Indonesia adalah beliau, Bapak Imam A. Sadisun. Kehidupan Awal Awal karir beliau dimulai dengan ketidaksengajaan memasuki jurusan Teknik Geologi. “Awalnya saya ingin masuk arsitektur atau teknik sipil, namun malah diterima di geologi.” Beliau berpikir bahwa orang-orang yang masuk ke dalam jurusan geologi adalah orang-orang yang senang mendaki gunung, menyukai kegiatan alam, dan suka bertualang. Dulu geologi belum sepopuler sekarang, sehingga belum banyak orang yang tahu tentang cabang ilmu ini. Karena kurangnya pengetahuan beliau akan pelajaran apa saja yang dipelajari di geologi, beliau merasa tidak betah. Pekerjaan yang memakan waktu banyak dan proyek-proyek yang berada diluar kota membuat beliau enggan melanjutkan studinya. Setelah menjalani kurang lebih empat semester di geologi, beliau memutuskan untuk berpindah jurusan. “Kalau pindah, saya ingin masuk arsitektur atau teknik sipil. Karena saya sangat tertarik terhadap bidang pembangunan dan konstruksi. Kalau nggak bisa, ya saya mau masuk teknik lingkungan. Saya juga tertarik sama ilmu rekayasa lingkungan.” Semenjak itu beliau semakin giat belajar agar mendapat nilai yang bagus dan dapat berpindah ke jurusan yang diinginkan. Hasil yang beliau dapatkan tidak berbohong, nilainya bagus-bagus dan memungkinkan agar beliau dapat berpindah jurusan. Namun sebelum beliau pindah jurusan, beliau konsultasi ke beberapa orang. “Pada saat itu saya berpikir, kalau saya bisa mendapat nilai yang bagus di geologi, untuk apa pindah ke jurusan lain? Nah, baru semester berikutnya ada mata kuliah geologi teknik, dan karena berkaitan dengan kegiatan konstruksi, saya langsung tertarik sama mata kuliah tersebut.” Beliau pun memutuskan untuk tetap bertahan di teknik geologi dan menekuni bidang geologi teknik.

Š¢Š‹Ž›™’”’›;”Š•Šž œŠ¢Š‹’œŠ–Ž—Š™Š —’•Š’¢Š—‹Šžœ’ Ž˜•˜’=ž—ž”Š™Š ™’—Š‘”Ž“ž›žœŠ— •Š’—Yj


Infrastruktur Indonesia Terlibat dalam proyek-proyek infrastruktur merupakan tantangan utama bagi ahli geologi teknik. Ahli geologi teknik memegang banyak peranan penting dalam proyek-proyek pembangunan. Salah satunya adalah dapat menentukan desain konstruksi bangunan yang sesuai dengan jenis tanah atau batuan yang ada. “Jika bawahnya sudah salah, atasnya tidak ada gunanya.� ucap pak Imam. Geologi adalah fondasi, karena jika kita mengatahui permasalahan-permasalahan yang ada di bawah tanah, kita dapat mencegah terjadinya kerusakan pada bangunan jika terjadi bencana alam. Hal tersebut tentu menguntungkan dalam jangka waktu panjang, sehingga tidak membutuhkan biaya yang besar untuk memelihara dan perawatan bangunan. Indonesia masih banyak membangun, terutama pada tahun 2016 ini. Adanya PP no.3 tahun 2016 mengenai percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional juga mendukung perkembangan infrastruktur Indonesia. Mulai dari bendungan, DAM, hingga kereta nusantara yang menyambungkan seluruh pulau-pulau besar di Indonesia sedang dalam tahap perencanaan atau pembangunan. Pembangunan di Indonesia saat ini masih berkisar di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Namun tidak menutup adanya kemungkinan megakonstruksi pada Pulau-Pulau lain, contohnya pada Indonesia Timur, salah satu jembatan monumental yang sudah diselesaikan adalah jembatan Holtekam, dan masih banyak lagi rencana-rencana pembangunan pada Indonesia Timur yang sedang dalam tahap pembangunan. Bencana Alam Sebagai salah satu orang yang ahli dalam bidang geologi terapan, beliau menganggap salah satu pencegahan bencana alam bukan hanya masalah pengetahuan, melainkan tingkat kesadaran masyarakat yang harus ditingkatkan juga. Banyak hal yang dapat dilakukan individu maupun pemerintah, salah satunya adalah pemahaman mengenai mitigasi bencana. Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana alam, ditambah lagi dengan munculnya rasa takut dan panik. Hal tersebut yang harus dapat diatasi oleh pemerintah agar dapat menyelamatkan banyak jiwa jika terjadi bencana alam. Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menangani bencana alam bukan hanya tugas pemerintah, meskipun regulasi pemerintah merupakan salah satu hal yang paling dibutuhkan. Namun kerjasama dengan masyarakat juga dibutuhkan, sehingga tingkat pemahaman akan bahaya dan bencana geologi dapat terus meningkat.

oleh: M. Ghufron - 12012025

Suaragea vol 1 ed 2016