

Design Challenge

A Collaboration by 2023




Raissa Almira Febriani,
Raissa Amanda N A,
Sheila Rachmawati
Isu Permasalahan
Gedung C atau biasa dikenal dengan Gedung Paul H. Pandelaki merupakan salah satu gedung utama bagi aktivitas pembelajaran di kampus Arsitektur Undip. Gedung C dilengkapi dengan beberapa jenis ruang, antara lain ruang kelas studio, ruang perpustakaan, ruang kantor dosen, dan beberapa ruang penunjang lainnya. Kemudahan aksesibilitas menuju gedung C tentu sangat perlu diperhatikan guna kenyamanan dan kemudahan aktivias warga DAFT dalam lingkungan kampus.
Saat ini, fasilitas berupa jembatan penghubung antara area Open Theater dengan lantai dua Gedung C masih kurang memaksimalkan bentuk desain yang sesuai dengan fungsinya. Beberapa isu permasalahan yang ditemui berdasarkan pengamatan pribadi kami adalah sebagai berikut :

Lebar Jembatan (dimensi)
Terasa kurang leluasa apabila terdapat dua orang yang berjalan bersebelahan pada jembatan
Kemudahan & Kenyamanan Aksesibilitas Pengguna
Bentuk desain jembatan dengan tangga kurang memberikan kemudahan dan kenyamanan para dosen yang berusia lanjut
Kenyamanan Sekitar
Pemilihan material plat besi cukup menimbulkan bising suara saat jembatan dilewati



Konsep Desain
area publik
Reconnecting

Sebagai jalur yang menghubungkan area Open Theatre (area publik) dengan ruang kelas/studio (area privat)




Mewadahi beberapa aktivitas; fungsi utama, fungsi penunjang Interactive



Konsep Desain
Reconnecting
Reachable
Material
Pemilihan bentuk desain jembatan dengan ramp dibanding tangga
Mempertimbangkan kemudahan dan kenyamanan mobilitas pengguna
Pemilihan material fabrikasi yang banyak dipasaran dan mudah dicari
Ruang diskusi mikro
Interactive

Papan informasi
Penggunaan material fabrikasi yang mudah ditemukan, mudah dipasang, dan memiliki kemampuan sebagai peredam bising sebagai bentuk kontekstual lingkungan sekitar (ruang belajar). Selain itu juga mempermudah pembangunan konstruksi bangunan
Mewadahi aktivitas mahasiswa di dalam kampus yaitu ruangruang untuk berkumpul - dibuat dengan skala mikro
Jembatan sebagai salah satu jalur akses utama dilalui banyak orang, sehinngga papan informasi dapat selalu terlihat


Gubahan Massa



Massa awal terbentuk dari penerapan bentuk logo HMA Amoghasida, yaitu segitiga yang melambangkan bentuk stabilitas
Segitiga : Melambangkan stabilitas


Bentuk segitiga disudutkan lagi dengan bentuk bercabang berdasarkan zoning dua buah aktivitas utama pada area jembatan (sirkulasi penghubung pengguna dan ruang diskusi mikro)

Bentuk atap dibuat lebih fluid dan bentuk miring

Detail penunjang meyesuaikan konteks kebutuhan aktivitas dan lingkungan. Penambahan bangku, papan informasi, penutup teritisan dan railing


Ruang
diskusi
Jembatan
penghubung
Detail Aktivitas Pengguna








Finishing material atap menggunakan polycarbonate sheet 3 mm










Rangka atap menggunakan besi hollow 4x4 cm
Rangka teritisan menggunakan conwood 5x305 cm dengan tebal 2.5 cm
Rangka kanopi menggunakan besi hollow ukuran 5x10 cm
Dinding papan informasi menggunakan plat perforated 0,8 mm dengan ukuran 120x 240 cm

Railing menggunakan conwood 5x305 cm dengan tebal 2.5 cm
Tempat duduk ruang diskusi menggunakan dan kaki bangku menggunakan besi kayu sengon
Finishing material lantai menggunakan decking wood panel composite (WPC)
Kolom struktur menggunakan besi baja WF (Wide


Dimensi Jembatan






(a) Potongan A-A
(b) Potongan B-B
Tampak Jembatan







(a) Barat
(b) Utara
(c) Selatan
(d) Timur
Desain






