Issuu on Google+


Pembangunan di Provinsi Kalimantan Selatan, terutama di sektor perekonomian bertujuan untuk menurunkan jumlah kemiskinan, menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan pendapatan penduduk. Pihak swasta mempunyai peranan yang signifikan dalam mengembangkan ekonomi Provinsi Kalimantan Selatan dengan memanfaatkan sumber daya alam. Kegiatan-kegiatan promosi, baik itu melalui media elektronik maupun segala bentuk penerbitan turut berperan serta dalam menarik para investor untuk menanamkan modalnya, Sesuai dengan maksud dan tujuan diterbitkannya “The Window of Business Investment in South Kalimantan� adalah untuk memberikan informasi tentang peluang investasi di Provinsi Kalimantan Selatan bagi mereka yang ingin menanamkan modalnya di daerah ini. Dalam kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasi saya kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusinya dalam penerbitan buku ini. Semoga buku ini bermanfaat untuk kita semua.

Gubernur Kalimantan Selatan

H. RUDY ARIFFIN


The development in the South Kalimantan Province, especially in the sector of the purposeful economy to reduce the amount of poverty, created the field of the new work and increased the income of the inhabitants. Private enterprise's side had the role that was significant in developing South Kalimantan Province economics by making use of nature resources.

The promotion activities, both that went through the electronic media and all the forms of the publication took part in participating in attracting the investors to invest his capital, in accordance with the intention and the aim of the publication of “The Window of Business Investment in South Kalimantan� was to give information about the investment opportunity in the South Kalimantan Province for them who wanted to invest his capital in this area.

In this good opportunity, I wanted to send the feeling thank you and my appreciation to all the sides that gave his contribution in the publication of this book. May this book be useful for all of us.

South Kalimantan Governor

H. RUDY ARIFFIN


Perkembangan pembangunan daerah kota dan kabupaten pasca otonomi daerah yang terus meningkat di Provinsi Kalimantan Selatan telah mendorong percepatan perekonomian yang semakin menggembirakan akhir-akhir ini. Melalui buku ini disajikan berbagai informasi yang dibutuhkan mengenai prospek bisnis dan keunggulan kota/kabupaten yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan yang diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dan panduan dalam memilih investasi yang tepat dan terarah sesuai dengan tuntutan pembangunan. Dengan diterbitkannya buku ini, maka akan terbuka wawasan bagi kalangan investor untuk turut serta menanamkan modalnya di Kalimantan Selatan yang pada akhirnya dapat saling menguntungkan bagi masyarakat. Akhirnya, tak lupa kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu hingga terbitnya buku ini. Dengan harapan semoga buku ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Plt. Kepala BKPMD dan KAPET Provinsi Kalimantan Selatan

Dra. Hj. RATNA FATMAWATI


from the

The development of the development of the area of the city and the regency post autonomy of the area that continued to increase in the South Kalimantan Province pushed the acceleration of the increasingly pleasing economy lately. Through this book was presented by various information that were needed concerning the business prospect and the superiority of the city/the available regency in the South Kalimantan Province that it was hoped could be used as the reference and the escort in choosing exact investment and being directed in accordance with the demand of the development. With the publication of this book, then will be open the concept for the investor's circle to join in as well as invest his capital in South Kalimantan that in the long run could be mutually beneficial for the community. Finally, did not forget we said to thank you and the appreciation that as high as possible to all the sides that helped as far as the appearance of this book. In the hope that it is hoped this book could be useful for all of us.

Task Executive of BKPMD Head and KAPET Province South Kalimantan

Dra. Hj. RATNA FATMAWATI


CHAPTER 1 AT A GLANCE SOUTH KALIMANTAN

[ 3] [ 8] [14] [19] [26] [28] [33]

Sejarah History Sejarah Pemerintahan Goverment History Gambaran Umum General Profile Visi dan Misi Pembangunan Daerah Visi and Mission of Regional Development Perekonomian Economy Perkembangan Penanaman Modal The Profile investment Sarana Pendukung Investasi Investment Support

BAB 2 GAMBARAN MAKRO POTENSI CHAPTER 2 THE PROFILE OF THE MACRO POTENTIALS

[39] [46] [50] [54] [68] [71] [86] [89]

93

BAB 4 SISTEM PELAYANAN PENANAMAN MODAL CHAPTER 2 The Service Investment System

125

Dasar Hukum Really the Law Pola Perijinan The Patern of The Permission Service Ijin Pelaksanaan Penanaman Modal Implementation Permission of Investment Fasilitas Penanaman Modal Investment facilities

design by : sabirmedia

t a b l e

Sektor Pertanian Agriculture Sector Sektor Perkebunan Plantation Sector Sektor Peternakan Husbandry Sector Sektor Perikanan Fishery Sector Sektor Kehutanan Forestry Sector Sektor Pertambangan Mining Sector Sektor Perhubungan Transportation Sector Sektor Industri dan Perdagangan Industry and Trade Sector

o f

CHAPTER 3 BUSINESS PROSPECT & INVESTMENT OPPORTUNITIES

[127] [128] [131] [134]

37

Sektor Pertanian Agriculture Sector Sektor Perkebunan Plantation Sector Sektor Peternakan Husbandry Sector Sektor Perikanan Fishery Sector Sektor Kehutanan Forestry Sector Sektor Pertambangan Mining Sector Sektor Perhubungan Transportation Sector Sektor Industri dan Perdagangan Industry and Trade Sector

BAB 3 PROSPEK USAHA DAN PELUANG INVESTASI [95] [99] [103] [108] [113] [115] [118] [121]

01

c o n t e n t

BAB 1 SELAYANG PANDANG KALIMANTAN SELATAN


i jaman yang serba modern dan teknologi ini, perkembangan sebuah informasi dirasakan cukup pesat sekali, namun informasi yang kita peroleh hendaknya harus bersumber pada informasi yang dapat dipercaya, sehingga kita akan selalu mendapatkan informasi tersebut secara tepat dan akurat.

n the very modern time and this technology, the development of an information was felt to be quite very fast, but information that was received by us preferably must originate in information that could be believed, so as we will always get this information exactly and accurately.

Penerbitan buku ini tentunya mempunyai syarat akan kepentingan sehingga apa yang dicita-cita oleh pemerintah daerah dalam memajukan dan mensejahterakan daerahnya dapat tercapai, di lain pihak melalui media ini diharapkan kepada semua pihak untuk dapat membantu dan memahami setiap langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah daerah dalam meningkatkan dan memajukan daerahnya. Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Kalimantan Selatan adalah badan yang berada dibawah naungan Gubernur Kalimantan Selatan, tentunya sangat berharap sekali dengan adanya penerbitan buku ini akan dapat membantu dalam mempromosikan daerahnya sehingga secara langsung maupun tidak langsung dapat meningkatkan nilai investasi di provinsi ini.

The publication of this book definitely had the condition would the interests so as what was wanted by the regional government in promoting and making his area more prosperous could be reached, on the other hand went through this media it was hoped to all the sides to be able to help and understand each step that was taken by the regional government in increasing and promoting his area. The body of the co-ordination of regional investment (BKPMD) South Kalimantan was the body that was supervised by the protection of South Kalimantan Governor, definitely really hoped very much with the existence of the publication of this book can help in promoting his area so as directly and directly was not able to increase the value of investment in this province.

Kami dari PT. Surya Indotama Persada selaku Tim Penerbit dari buku ini, mengucapkan selamat atas penerbitan buku ini, semoga dengan penerbitan buku ini ak an memberikan manfaat yang luar biasa kepada para pembaca dan stakeholder terutama dalam memperoleh informasi yang jelas dan akurat.

We from PT. Surya Indotama Persada as the Team of the Publisher from this book, said congratulations on the publication of this book, it is hoped with the publication of this book will give the benefit that was extraordinary to the readers and stakeholder especially in receiving clear and accurate information.

Banjarmasin, Desember 2008 TIM PENERBIT / PUBLISHER

ADI SAFRIZAL Direktur


PETA KALIMANTAN SELATAN

PETA PULAU KALIMANTAN

PETA INDONESIA


81 12.

Kaolin Kaolin terjadi dari hasil pelapukan dan dekomposisi batuan beku dan batuan metamorf yang kaya akan aluminium silikat. Di Kalimantan Selatan diketemukan sebagai endapat sedimenter merupakan lempung berkualitas tinggi, warna putih, abu-abu, lunak dan tidak plastis. Lokasi endapan terletak di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Tapin, Banjar, dan Kotabaru. Mutunya cukup baik dengan kandungan Al2O3 = 7,6 – 28,75%. SiO2 = 44,52 – 86,95%; MgO = 0,02 – 0,65%; Fe2O3 = 0,03 – 9,67% dan TiO2 = 0,05 – 0,43 %. Sumberdaya yang sudah diketahui terdapat di Pematang Danau Kabupaten Banjar sebesar 9,6 juta ton, Bitahan Kabupaten Tapin sebesar 2.433.550 ton, Desa Sungai Dua Kabupaten Kotabaru sebasar 100.000 ton dan Benua Hanyar di Kabupaten Hulu Sungai Utara sebesar 988.000 ton. Penggunaan kaolin sebagai bahan filter dan coater industri kertas, bahan keramik, industri tekstil, cat, pasta gigi, batu tahan api dll.

12.

13.

13.

Pasir Kwarsa Pasir kwarsa atau pasir putih terdiri dari kristal-kristal silika yang mempunyai ukuran halus – kasar. Pasir kwarsa terjadi dari pelapukan batuan yang mengandung kristal-kristal kwarsa yang kemudian tertransport dan tercuci secara almi kemudian diendapkan pada tempat yang rendah, misalnya di sungai, danau dan pantai.

Kaolin Kaolin is form as the result of decaying and decomp osition of aluminiumsilicate-rich metamorph rock and frozen rock. Kaolin in South Kalimantan is found as sediment deposit of high quality clay, white and gray in color, soft and non plastic properties. The sediment is found in HSU, Tapin, Banjar and Kotabaru Regencys. The quality is good with Al2O3 content = 7.6 – 28.75%. SiO2 = 44,52 – 86,95%; MgO = 0,02 – 0,65%; Fe2O3 = 0,03 – 9,67% dan TiO2 = 0,05 – 0,43 %.

Known resources are found in Pematang Danau Banjar Regency with deposit of 9.6 million tonnes, Bitahan Tapin 2,4 million tonnes, Sungai Dua Kotabaru 100.000 tonnes and Benua Hanyar HSU = 988.000 tonnes.

Kaolin is used as filter material and coating substances in paper industry, ceramics, textile, pait, tooth paste, fireproof stone, etc. Quartz Sand Quartz sand or white sand consists of fine and coarse silica crystalline. Quartz sand is formed from the decay of rocks that contain quar tz cr ystalline which subsequently transported and bleached naturally and sedimented in low places such as rivers, lakes and coast.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


82 Apabila mengalami kompaksi maka akan berubah menjadi batu pasir. Lokasi endapan terdapat di Kabupaten Banjar, Tapin, Tanah Laut, Kotabaru dan Kabupaten Tabalong. Mutunya cukup baik dengan kadar SiO2 = 88,12 – 99,51% ; Al2O3 = 0,12 – 4,25%; Fe2O3 = 0,03 – 0,71%; TiO2 = 0,05 – 0,68%. Jumlah sumberdaya yang diketahui yaitu sebasar 49,865 juta ton. Penggunaan pasir kwarsa sebagai bahan baku industri gelas, bata tahan api, keramik, ampelas, semen, dll.

When the sediment undergo a compaction process , it will change into sand stone. The sediment can be found in Banjar, Tanah Laut, Tapin, Kotabaru, and Tabalong Regencys. The quality is fairly good with the contents: SiO2 = 88,12 – 99,51% ; Al2O3 = 0,12 – 4,25%; Fe2O3 = 0,03 – 0,71%; TiO2 = 0,05 – 0,68%. Known resource of quartz sand is 49.865 million tonnes. It is used as standard marterial for glass industry, fireproof brick, ceramic, sand paper, cement, etc.

14.

Batugamping Marmeran Batugamping marmeran terdapat juga di Kabupaten Tabalong, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Tapin dan Kabupaten Kotabaru. Penggunaan sebagai batu hias/ornamen. Sumberdaya terindikasi yang diketahui di daerah Bajuin sebanyak 1.167.993 ton, sedangkan sumberdaya hipotetik untuk batugamping marmeran di daerah lain sekitar 3,14 milyard m³.

14.

15.

15.

Batu Gunung Batu gunung secara teknis disebut batuan beku, yaitu merupakan suatu masa batuan yang dihasilkan dari pembekuan magma. Batu gunung secara garis besar dibagi menjadi 3 jenis yaitu batuan beku dalam, batuan beku luar dan batuan beku gang. Jenis batuan beku dalam misalnya granit, granodiorit, diorit, gabro dll. Jenis batuan beku luar misalnya dasit, andesit, ryolit dll. Jenis batuan beku gang adalah

Marble Limestone Marble limestone can be found in Tabalong, HST, HSS, Tapin and Kotabaru Regencys. Utilization of marble limestone is for ornamental stone. Indicated resources is known in Bajuin of 1,167,993 tonnes. Hypothetic resources of marble limestone in other areas is around 3.14 billion m3.

Mountain Rock Mountain rock is technically called frozen rock; it is a mass of rock resulted from magma frozing process. Broadly mountain rocks are divided into three kinds of frozen rock, namely deep frozen rock, outer frozen rock and hallway frozen rock. The kinds of deep frozen rock include granite, granodiorite, diorite, gbro, etc. Outer frozen rock includes dasie, andesite, ryolit, etc. Kinds of hallway frozen

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


83 diorit popiry, granit popiry, andesit porpiry dll. Lokasi endapan terdapat di Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten kotabaru, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten hulu Sungai Utara, Kabupaten Tapin dan Kabupaten Tabalong. Penggunaan batu gunung adalah untuk bahan bangunan dan ornamen/ batu hias. Jumlah sumberdaya hipotetik sebesar 75,44 milyard m².

rock include diorite porpiry, andesite porpyri, etc. locations of the mountain rocks include Banjar, Tanah Laut, Kotabaru, HSS, HST, Tapin and Tabalong Regencys. Mountain rocks are used as construction materials, and ornamental rocks. Hypothetical resources is 75.44 billion m3.

16.

16.

Pasir, Kerikil, Bongkah Batu Merupakan hasil pelapukan dari batuan yang kemudian ditransport dan diendapkan, misalnya pada sungai, danau dan pantai. Selain itu juga dapat dihasilkan dari aktivitas gunung berapi. Lokasi endapan tersebar hampir disemua sungai di Kalimantan Selatan. Pe n g g u n a a n nya s e b a g a i b a h a n bangunan dan cadangannya belum diketahui.

Sand, Gravel and Stones Sand, gravel and stones are products of decaying process of rocks that subsequently be transpor ted and precipitated in rivers, lakes and coasts. They are also produced by volcano eruption. The sediment is found in almost all rivers in South Kalimantan. They are used as construction materials and the amount of the deposit is unknown.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


84

17. Ketenagalistrikan Kondisi kelistrikan yang diukelola oleh PT PLN (Persero) Kalselteng sampai Januari 2007 berdasarkan Neraca Daya Sistem Kelistrikan Kalselteng sebagai berikut :

No. 1. 2. 3. 4. 5.

Type of Power Plant Steam Power Plant / PLTU Water Power Plant / PLTA Diesel Power Plant / PLTD Leased Power Plant / Sewa Purchased Electricity / Beli KwH Total

17.

Electricity The existing condition of electricy supply under the management of PT PLN (Persero) Kalselteng, e sate-owned electric and power company operating and servicing South and Central Kalimantan until January 2007, based on the Kalselteng Power Balance Sheet of Electricity is as follows: Number (unit)

Capacity (MW)

3 3 29

126 28.5 86,45 10,50 9, 50 260,95

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


85 Beban puncak (MW) Januari 2007 = 252,59, Nopember 2007 = 269,13 Melihat kondisi listrik saat ini dimana daya mampu = 260,95 MW, sedangkan beban puncak = 252,59 – 269,13 MW maka kondisi kelistrikan PLN Kalselteng dapat dikatakan kritis, sehingga terjadi p e m a d a m a n b e r g i l i r. A s u m s i pertumbuhan keperluan listrik 6% - 8,1% (Untuk tahun 2005 – 2015) maka beban puncak pada 2010 = 458,06 MW. Rencana pembangunan PLTU Asam-asam 324 dengan daya sebesar 2 x 65 MW pada tahun 2010 tanpa ada tambahan pembangunan pembangkit baru akan terjadi kritis listrik yang cukup besar sampai dengan tahun 2010.

Maximum load (MW) in January 2007 = 252.59, November 2006 = 269.13. The existing capacity = 260.95, while top load varies between 252.59 – 269.13 MW. Based on these figures, the condition of electricity supply in South Kalimantan and Central Kalimantan is now critical, and as a result, there is a consecutive light off. Assuming that the growth of electricity demand is 6 – 8.1 % per year in 2005 – 2015, then the maximum load in 2010 will be 458.08 MW. Development plan for Asam-asam 324 Steam Power Plant with capacity of 2 x 65 MW in 2010, without additional plan to build another plant, only means a big crisis of electicity in 2010.

18. Energi Baru dan Terbarukan

18. New Energy and Renewable Energy The potentials of renewable energy in South Kalimantan (based on the results of a survey conducted by South Kalimantan Mining and Energy Srvices) are as follows:

Potensi Energi terbarukan di Kalimantan Selatan (berdasarkan hasil survey Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi Kalimantan Selatan) adalah sebagai berikut : 1. Air = 561,35 KW (sebagai pembangkit listrik tenaga mikro hidro) 2. Biogas = 6.810.424,61 slm 3. Biomasa : - padi = 14.556.288,10 slm - kelapa = 4.232.369,88 slm - jagung = 2.913.312,46 MWh 4. Energi Surya = radiasi harian matahari rata-rata 8-9 KWh/m2/hari

1. Water = 561,35 KW (as microhydro electric power plant 2. Biogas = 6.810.424,61 slm 3. Biomass : - rice = 14.556.288,10 slm - coconut = 4.232.369,88 slm - corn = 2.913.312,46 MW h 4. Solar Energy = daily radiation of the sun is on average 8-9 KWH/m2/day.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


86 SEKTOR PERHUBUNGAN

TRANSPORTATION SECTOR

Transportasi Darat Angkutan Batubara

Coal Land Transportation

Kalimantan Selatan menempati urutan kedua setelah Kalimantan Timur dalam hal produksi batubara di Indonesia. Data Juni 2003, angka produksi mencapai 26% dari total produksi batubara Indonesia. Pada tahun 1990-an, industri perkayuan yang semula berjaya di Kalimantan Selatan mulai mengalami kemunduran karena keterbatasan pasokan bahan baku kayu dari kawasan hutan yang ada. Hal ini menyebabkan sebagian dari pengusaha mulai m e n g a l i h k a n p e r h at i a n k e p a d a sumberdaya alam lainnya yang ada di Kalimantan Selatan yaitu batubara. Hingga tahun 2005 untuk wilayah Kabupaten Banjar, Tapin dan Hulu Sungai Selatan (HSS) luas lahan yang telah menjadi konsensi untuk pertambangan batubara mencapai 27.496,13 ha.

South Kalimantan comes the second after East Kalimantan in the production of coal in Indonesia. By June 2003, the data show that the production is 26 % of total coal produced by Indonesia. In 1990s timber industries, that once flourish and booming in South Kalimantan, sarted to decline because of the limited supply of timber from the existing forests. This makes some of businessmen start to turn around to look for other resources available in South Kalimantan, namely coal. In 2005, there are 27,496.13 Ha concession area for coal mining in Banjar, Tapin and HSS Regencys.

Tabel. Luas Konsensi Penambangan Batubara The Area of Coal Mining Concession

Kabupaten

Luas (ha)

Banjar Tapin Hulu Sungai Selatan

8.814,80 16.735,93 1.945,40

Jumlah

27.496,13

Sumber: Dinas Pertambangan Prop. Kalimantan Selatan, 2005

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


87 Pengusaha lokal pada awalnya hanya mengeksploitasi batubara yang berada pada bekas areal Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang tidak aktif lagi, dan ternyata usaha ini cukup berhasil. Melihat kondisi ini sebagian dari pengusaha mulai serius menangani dan atau mengeksploitasi batubara, hal ini terlihat dengan munculnya perusahaanperusahaan besar yang memang secara khusus didirikan untuk mengusahakan sumberdaya alam berbasis batubara. Bahkan ada beberapa pemerintah daerah k abupaten yang mengusahak an batubara, salah satunya seper ti Perusahaan Daerah Baramarta milik Pemda Kab. Banjar. Perusahaanperusahaan yang melakukan penambangan di wilayah Kab. Banjar, Tapin dan HSS diberikan pada Tabel berikut ini :

In the early stages of the industry, local businessmen exploited coal in the formerly Forest Exploitation Concession and they were very successful. This is subsequently followed by intensive exploitation of the coal by old and new big companies. Even some local government at Regency level created companies to make exploitation of the coal, for example Perusahaan Daerah Baramarta, the one owned by Banjar Regency Government. The names of companies that make coal exploration in Banjar, Tapin and HSS Regencys are presented in Table as follows

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN


88 Perusahaan Tambang yang Melakukan Penambangan di Wilayah Kab Banjar, Tapin dan HSS Mining Companies Exploitating Coal in Banjar, Tapin and HSS Regencys No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

Perusahaan Penambangan

Kabupaten

PT Kadya Caraka Mulia PT Baramarta PT Tanjung Alam Jaya PT Bangun Banua Persada PT Rahmat Bara Utama CV Makmur Bersama CV Nusantara Citra Jaya Abadi CV Gunung Sambung PT Antang Gunung Maratus PT BCG PT Mega Citra Pratama PT Energi Batubara Lestari Koperasi Bangun Prima Mandiri KUD Makmur KUD Iklas Membangun KUD Karya Lestari PT Bumi Rantau Abadi KUD Penerus Baru PT Sumber Energi Kalimantan KUD Karya Murni KUD Bina Iya

Banjar Banjar Banjar Banjar Banjar Banjar Banjar Banjar Banjar Tapin Tapin Tapin Tapin Tapin Tapin Tapin Tapin Tapin Tapin HSS HSS

Sumber: Dinas Pertambangan Propinsi Kalimantan Selatan, 2005

Pengelolaan tambang batubara sebagaimana dilakukan perusahaan pertambangan besar telah berusaha memenuhi ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah. Ketentuan yang diikuti tersebut antara lain seperti lokasi harus sesuai dengan tata ruang dan peruntukkan lahan yang disyaratkan undang-undang, tempat penambangan, sarana penumpukan, jalan angkutan, dan sarana-sarana lainnya harus jauh dari daerah pemukiman penduduk dan tidak mempergunakan fasilitas umum.

The management of coal mine by big companies have managed to fulfill the requirement and regulations set by the government. Those regulations, among others, that the location must comply with the spatial arrangement and land allocation stipulated by the Law. The mining location, stockpile facilities, transportation road and other facilities and infrastructure must be far enough from people settlement and they do not use public facilities.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


89

SEKTOR INDUSTRI DAN PERDAGANGAN

INDUSTRY AND TRADE SECTOR

1.

1.

INDUSTRI SEMEN

Potensi Bahan Baku a. Batugamping Batugamping atau juga disebut batu kapur adalah berasal dari sisa-sisa kehidupan binatang karang. Di alam diketemukan sebagai endapan gamping terumbu dan sebagian berupa endapan gamping berlapis. Penyebaran endapan batugamping di Kalimantan Selatan cukup luas yaitu pada sayap Barat dan Timur Pegunungan Meratus.

INDUSTRI SEMEN

Standard Matrils a. Limestone Limestone is formed from the remains of dead coral life. In nature, limestone is found as coral limestone sediment and as layered limestone sediment. The distribution of limestone in South Kalimantan is fairly scattered, i.e., in western and eastern wings of Meratus Mountains.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


90

Lokasi endapannya terletak di Kabupaten Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kabupaten Tabalong, Tanah Laut dan Kabupaten Kotabaru. Jumlah sumberdaya hipotetik yang sudah diketahui yaitu sebanyak 8.473.587.625 ton. Mutu batugamping cukup baik dengan kadar CaO = 51,43 – 55,74%; MgO = 0,03 – 1,35% dan Fe2O3 = 0,05 – 0,17%. Pengunaan batugamping pada umumnya sebagai bahan baku semen, bahan bangunan, karbit dalam bidang pertanian untuk menetralisir keasaman tanah dll.

The sediment is found in Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tabalong, Tala and Kotabaru Regencys. The hypothetic amount of the resources that has been known is estimated 8,473,587,625 tonnes. The quality is good with CaO content = 51.43 – 55.74%; MgO = 0.03 – 1.35% and Fe2O3 = 0.05 – 0.17%.

Limestone is generally used as raw material for cement industry, construction material, carbide, and in agriculture for reducing soil acidity, etc.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


91 b.

Lempung Terdapat 2 (dua) macam tanah liat di Kalimantan Selatan: type residual maupun type sedimen. HSU (Sumberdaya tanah liat yang sudah diketahui di Propinsi Kalimantan Selatan sampai saat ini adalah 1.141,21 juta ton, tersebar di beberapa Kabupaten, yaitu Kabupaten Tanah Laut (133,22 juta ton), Kabupaten Banjar (2,05 Juta ton), Kabupaten Tabalong (57,35 juta), Kabupaten Hulu Sungai Selatan (371,77 Juta ton), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (119,82 juta ton), Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru (557 juta ton) dan Kabupaten Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tapin sumberdaya belum diketahui. Hasil analisis kimia beberapa contoh lempung yang diambil dari berbagai daerah di Propinsi Kalimantan Selatan.

b. Clay There are two type of clay in South Kalimantan, namely residual type and sediment type. The amount of clay deposit known until now is 1,141.21 million tones, distributed in several Regencys, namely Tanah Laut Regency (133.22 million tonnes), Banjar (2.05 million tonnes), HST (371.77 million tonnes), Tanah Bumbu (119.82 million tones) and KOtabaru (557 million tones), and HSU and Balangan is unknown. Chemical analysis of some samples of clay taken from several locations in South Kalimantan is as follows:

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


bab 3

PROSPEK USAHA & PELUANG INVESTASI

b

chapter 3 usiness prospects & investment opportunities

SEKTOR PERTANIAN

AGRICULTURE SECTOR

1.

1.

Jagung Bahan baku untuk pengolahan minyak jagung dan turunannya adalah buah jagung. Ketersediaan bahan baku dalam industri pengolahan sangat penting, baik jumlah maupun kontinyuitasnya. Lahan yang dapat digunakan untuk pertanaman jagung terdiri dari lahan kering dan lahan sawah. Lahan kering yang telah dimanfaatk an untuk pertanaman palawija (termasuk jagung) seluas 40.143 ha, namun yang belum dapat dimanfaatkan sampai saat ini

Corn The standard materials for corn oil and its derivatives is corn seeds. The availability of standard materials both in quantity and continuity is very important.

The land available for corn plantations consists of dry land and low / wet land. Dry land that has been utilized for seasonal crops (including corn) is 40,143 ha. There are 667,897 ha available but unutilized land that corn cultivation has a good opportunity. The land is owned by


96 mencapai 667.897 ha. Pengembangan tanaman jagung masih terbuka sangat luas, namun lahan tersebut semua milik petani sehingga untuk investasi pada pengembangan jagung di Kalimantan Selatan harus dilakukan dengan bermitra dengan petani pemilik tanah. Sistem pemasaran produksi jagung saat ini melalui pedagang pengumpul yang tergabung dalam Kajata, selanjutnya pedagang pengumpul menjual kepeternak. Harga jagung ditingkat petani produsen relatif baik yaitu Rp. 1.400,- per kg dengan kadar air 14 – 15 % yang merupakan harga kesepakatan antara petani dengan pedagang pengumpul. Harga tersebut bagi petani cukup kompetitif dan masih menguntungkan untuk usaha tani jagung. Pr o d u k s i j a g u n g p e r t a h u n Kalimantan Selatan mencapai 48.082 ton pipilan kering dengan luas pertanaman 22.446 ha. Produktivitasnya masih sangat rendah yaitu 3,42 ton/ha. Produktivitas ini masih dapat ditingkatkan dengan

the farmers, so that the corn cultivation in South Kalimantan must be in the form of partnership with the farmers.

Marketing system for corn produce is through collectors who have an association called Kajata. The collectors subsequently sell the corn to the breeders. Corn price at producer farmer is relatively good, namely Rp 1,400 per kg with water content of 14 – 15 %. This price is a negotiated price between the farmers and the collectors and it is competitive price and profitable for corn farmers.

South Kalimantan corn production per year is 48,082 tonnes dried torn off corn with cultivation area of 22,446 ha. The productivity is still very

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


97 penerapan teknologi dan penggunaan varietas unggul. Apabila hal tersebut dapat dilakukan maka dengan luas tanam 22.446 ha, dengan produktivitas rata-rata 6,0 ton/ha maka produksi jagung Kalimantan Selatan mencapai 134.676 ton. Disamping itu perluasan areal pertanaman masih dapat dilakukan dengan menanami lahan yang belum dimanfaatkan seluas 667.897 ha, penanaman pada sawah seluas 593.109 ha dan lahan lebak, maka akan diperoleh produksi jagung yang cukup untuk bahan baku. Dengan adanya lahan kering, lahan sawah dan lahan lebak maka pola tanam jagung dapat diatur sedemikian rupa sehingga akan terjadi panen sepanjang tahun. Hal ini diperlukan agar kontinuitas ketersediaan bahan baku dapat dilakukan. Investasi pengolahan minyak jagung dan turunannya, merupakan investasi yang memungkinkan untuk dilakukan. Investasi dapat ditempatkan pada sentra produksi jagung di Kabupaten Tanah Laut, di Desa Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar. Dimana sentra produksi meliputi Kecamatan Batu Ampar, Pelaihari, Panyipatan, Takisung dan Tambang Ulang. Sebagai daerah produksi pendukung meliputi Kabupaten Tanah Bumbu, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah dan Kotabaru.

low, namely 3.42 tonnes / hectare. This productivity can still be lifted by the application of technology and the use of superior variety. If this can be applied, with an area of cultivation of 22,446 hectare, at productivity rate of 6.0 tonnes per hectare, then the production can be enhanced up to 134,676 tonnes. Extension of cultivation area is still possible by utilizing unused area of 667,897 hectare in field and 593,109 hectare in lowland areas.

With dry filed, wet field and lowland areas, planting pattern can be managed so harvest can be continually done along the year so the corn will be available all the time.

Investment in corn oil processing and its deriv atives is a feasible one. Investments can be conducted in corn production centers in Tanah Laut Regencys in Tajau Pecah, Batu Ampar SubRegency, Pelaihari, Penyipatan and Tambang Ulang. Supporting production areas include Tana Bumbu, Banjar, Tapin, HSS, HST and Kotabaru Regencys.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


98 2.

Pisang Ekstensifikasi merupakan upaya peningkatan produksi dengan cara perluasan areal tanam. Hal ini sangat tepat dan memungkinkan mengingat potensi pengembangan pisang talas di Kalimantan Selatan masih terbuka lebar. Selama ini sentra-sentra pisang talas terdapat di Kecamatan Halong dan Juai. Selama ini pemasaran pisang talas dari petani sampai ke tangan konsumen banyak melalui saluran tata niaga yang cukup panjang yakni harus melalui 2 – 3 pedagang pengumpul. Namun demikian dibandingkan sistem tata niaga komoditas lain, prospek usaha dan pemasaran pisang talas justru lebih efisien yang ditunjukan oleh margin pemasaran yang cukup rendah.

2.

Banana Extensification is an effort to lift up the production by extending planting area, since the potentials of developing banana in South Kalimantan is still very good. Halong and Juai are two centers of banana.

T h e marketing of banana from the farmers to the consumers goes through a l o n g marketing chain, i.e., through 2 – 3 collectors. Compared to other commodities marketing chain, however, the banana market and business prospect is more efficient. It is evident from the relatively low marketing margin. 3.

3. Ubi Nagara. Selama ini tanaman ubi nagara dengan produksi tinggi yang dicapai hanya pada lahan rawa yaitu lebak dangkal/watun I, sedangkan potensi lahan rawa di Kabupaten Hulu Sungai Selatan mencapai 35.645 ha dan luas lahan lebak Kalimantan Selatan mencapai 96.548 ha.

Nagara Potato In the past, high yield of nagara potato has been reached only in lowland area, i.e. in the first layer of the field. In Hulu Sungai Selatan, where Nagara located, there is an are of 35,645 hectare lowland field and in South Kalimantan as a whole, there is 96,548 hectare.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


99 SEKTOR PERKEBUNAN

FIELD SECTOR

1.

1.

Prospek Usaha Kajian bisnis karet dan kelapa sawit internasional menunjukkan adanya trend konsumsi yang meningkat pada kedua komoditi tersebut. Permintaan karet diprediksi-kan terus meningkat, dari 16,5 juta ton (th 2005) menjadi 21,5 juta pada tahun 2009(Out look for elastomer 1999/2000). Apabila karet alam memperoleh porsi 40 % dari total konsumsi karet maka ak an terjadi lonjak an permintaan sebesar 2

juta ton per tahun. Hal tersebut akan menjadi peluang yang sangat baik bagi sentra karet di Indonesia termasuk Propinsi Kalimantan Selatan. Pasar karet yang prospektif justru berada di kawasan Asia Pasifik. Prediksi dimaksud sekarang telah terbukti dengan adanya kenaikan permintaan sehingga

Business Prospect Business study on international rubber and oil palm show that there is a trend of increasing consumption of the two commodities. The demand for rubber is predicted to increase continuously, from 16.5 million tonnes in 2005 to 21.5 million tonnes in 2009 (Outlook for elastomer, 1999 / 2000). If natural rubber has a market share of 40% of total rubber consumption, then there will be a raise in demand of 2 million tonnes per year. This is a very good business opportunity for rubber production centers in Indonesia, including South Kalimantan. Prospective rubber market in in Asia Pacific rim. The prediction has now been prooved by the increase in demand and rubber price will increase, that improve the farmers revenue. The same is true of oil palm, with its main product Crude Palm Oil (CPO) that has multifunction in producing product derivatives. The world deman for CPO continue to rise in accordance with the growth of palm oil consumers. In 2002, the world palm oil consumption reached a peak 19.1 million tonnes and this is estimated to continue to rised to 22.5 million tonnes in 2008-2012. This means that opportunity for Indonesia to increase palm oil production.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


100 harga karet diterima petani mengalami peningkatan. Demikian pula kelapa sawit yang produk utamanya CPO dan mempunyai multi fungsi dalam menghasilkan derivatif produk . Permintaan kelapa sawit dunia terus melonjak seiring dengan laju pertumbuhan konsumen minyak kelapa sawit. Tercatat pada tahun 2002 (Oil World, 1998) pangsa konsumsi kelapa sawit dunia mencapai 19,1 juta ton dan akan meningkat menjadi 22,5 juta ton pada 2008-2012. Hal ini berarti pengembangan masih cukup besar.

2. Peluang Investasi

2. Investment Opportunities

Agribisnis Kelapa sawit 1). Perluasan areal. Merupakan kegiatan penanaman kelapa sawit pada areal bukaan baru dengan memanfaatkan lahan budidaya yang tersedia, baik di lahan kering maupun lahan basah/rawa.

Oil palm Agribusiness 1). Area Extension. Cultivation Area extension is an activity of planting oil palm in the newly opened area by utilization of available cultivation land, both in dry fields or in wet fields.

Berdasarkan survey awal yang telah dilakukan, potensi lahan kosong yang belum dimanfaatkan terdapat di Kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu dan Tanah Laut dengan perkiraan luas mencapai Âą 300.000 Ha, yang tersebar di Kecamatan Kelumpang Barat, Kelumpang Hulu, Batu Licin dan Jorong serta Kecamatan Pelaihari.

Based on a survey conducted, the potentials of unutilized land are found in Kotabaru, Tanah Bumbu, Tanah Laut Regencys with an estimated 300,000 hectares, distributed in Kelumpang Barat SubRegency, Kelumpang Hulu, Batulicin, and Jorong and Pelaihari SubRegencys.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


101 2).

Pembangunan Pabrik minyak goreng dan bio diesel

Sebagai usaha untuk meningkatkan nilai tambah dengan memanfaatkan CPO yang dihasilkan dari beberapa PKS. Mengingat asal sumber bahan baku dari PKS yang terdekat dan terbanyak di Kabupaten Kotabaru serta Tanah Bumbu, disarankan lokasi pabrik minyak goreng dibangun pada dua kabupaten tersebut.

2).

Development of Vegetable oil and Biodiesel

These are meant to increase the added value by utilization of CPO produced by several palm oil factories.The fact that the standard material comes mostly from the closest factory and from Kotabaru and Tanah Bumbu Regencys, it is advisable to build the refinery in the two Regencys.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN


102

Agribisnis Karet Penanaman karet pada areal bukaan baru, dengan memanfaatkan lahan budidaya yang masih tersedia, serta berdasarkan hasil survey awal kerjasama antara konsultan PT. KANTA RAYA dengan Dinas Perkebunan Provinsi kalimantan Selatan, potensi lahan kosong yang bisa ditawarkan dominan terdapat didaerah Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah dan tabalong dengan luas Âą 100.000 Ha.

Rubber Agribusiness The planting of rubber trees in newly opened area is to utilize the available cultivation land. Based on the preliminary cooperation survey between consultant PT KANTA RAYA with Kalimantan Selatan Provincial Estate Services, the potential available land to offer to investor are predominantly in Banjar, HST and Tabalong Regencys with an area of + 100,000 hectares.

Agribisnis Kelapa dalam H i n g g a Ta h u n 2 0 0 6 l u a s pertanaman Kelapa Rakyat di kalimantan Selatan mencapai 48.000 Ha sedangkan areal tanaman yang sudah berproduksi mencapai : 39.897, areal produksi yang terluas ada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Barito Kuala dengan produksi per tahun 30.656 Ton. Melimpahnya produksi buah kelapa ini merupakan peluang usaha yang bisa ditawarkan baik pendirian pabrik serat sabut kelapa, maupun pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) dan pembuatan sari kelapa Nata de coco.

Coconut Agribusiness By 2006, the plantation area of people coconut in South Kalimantan is 48,000 hectares while those that have producing coconut is 39,897 hectares. The largest plantation is in Hulu Sungai Selatan and Batola with 30,656 tonnes per year. The abundance of this crop is a good business opportunity to offer to investor, both to utilize the coconut fibre or to produce VCO and nata de coco.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


103 SEKTOR PETERNAKAN

FARMING SECTOR

Berdasarkan potensi sumber daya manusia, sumber daya alam dan tingkat pemanfaatanya serta memperhatikan komoditi peternakan dan situasi pemasarannya, secara umum prospek usaha dan peluang investasi sektor peternakan di Kalimantan Selatan sangat berpeluang untuk dikembangkan terutama :

Based on the human and natural resources potentials, the utilization of resources and marketing situation, businessprospect and investment opportunities in farming sector is very good, in particular in the following business:

1. Sapi Potong Kapasitas tampung lahan potensial ternak sapi masih dapat dikembangkan sampai 675.000 Satuan Ternak atau setara dengan 877.500 ekor sapi potong, sementara ini populasi sapi potong adalah 193.920 ekor atau 22,10 % dari pemanfaatan potensi yang ada. Peluang pengembangan ternak sapi potong di Kalimantan Selatan masih terbuka sebanyak 783.573 ekor. Pemotongan ternak sapi tahun 2006, guna memenuhi konsumsi daging dalam daerah sebesar 31.385 ekor dimana 22 % (6.631 ekor) didatangkan dari daerah lain. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sesuai standar nasional diperlukan jumlah sapi potong sebanyak 64.000 ekor per tahun. Pemeliharaan sapi bibit dilaksanakan dengan sistem intensif dan ekstensif. Kapasitas tampung lahan potensial untuk pemeliharaan sapi bibit sebesar 281.826 ekor sementara kondisi sekarang sebanyak 58.176 ekor.

1.

Beef Cow The capacity of potential land for farming could still be developed to accomodate 675,000 cattle units or equivalent of 877,500 beef cows. Now, the population of beef cow is 193,920 or 22.10% utilization of available potentials. The opportunity of developing beef cow in South Kalimantan is open for 783,573 cows.

The number of beef cow slaughtered in 2006 to fulfill local meat consumption is 31,385, of which 22% (6,631) was taken into South Kalimantan from other provinces. To fulfill people nutrition according to national standard, 64,000 cows must be slaughtered per year.

The nursing of cow breeder is conducted in intensive and extensive ways. The capacity of raising cow breeder is 281,826 while the existing number is 58,176.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


104 Untuk mencapai visi pembangunan peternakan di Kalimantan Selatan yaitu Terwujudnya Kalimantan Selatan sebagai daerah sumber bibit sapi potong tahun 2010 maka dilaksanakan program swasembada ternak sapi potong (STSP) yang merupakan peluang besar untuk investasi usaha ternak sapi dimasa yang akan datang. 2.

Ternak Kambing Ternak kambing merupakan salah satu jenis ternak yang dapat dikembangkan berkaitan dengan potensi hijauan dan lahan. Populasi ternak kambing pada tahun 2006 adalah 107.873 ekor dengan tingkat pertumbuhan per tahun sebesar 8,67 %. Jumlah pemotongan 18.777 ekor dan pengiriman keluar daerah 11.939 ekor per tahun. Potensi pengembangan ternak k a m b i n g te r s e b a r p a d a s e m u a Kabupaten/ Kota se Kalimantan Selatan

To achieve the vision of farming development in South Kalimantan, i.e. To make South Kalimantan a source of beef calf for Kalimantan in 2010, a program of self-supporting in beef cow has been planned, and this is a big investment opportunity for beef cow production in the future. 2.

Goat Goat is one kind among other that can be developed in relation to the available potentials of the greens and land. The population of goat in 2006 is 107,873 with a growth rate of 8.67%. The number of goat slaughtered is 18,777 and traded outside South Kalimantan is 11,939 per year. The potentials of developing goat livestock is distributed in all Regencys / cities, especially in Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut, Kotabaru and Barito Kuala Regencys.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


105 terutama di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut, Kotabaru dan Barito Kuala. Pola pengembangan ternak kambing yang ada saat ini adalah Pola Bagi Hasil, Kerjasama Operasional (KSO) dan Swadaya. Sedangkan pola yang ditawarkan adalah Pola Kemitraan. Pola Kemitraan yang dijalankan mengacu pada perjanjian kerja sama yang akan disepakati antara Investor dengan Peternak, baik untuk usaha budidaya penggemukkan maupun pembibitan. Kemudahan bagi Investor dalam penanaman modal di Kalimantan Selatan : a. Perizinan b. Fasilitasi kemitraan antara Inti (Investor) dengan Plasma/ Peternak c. Penyertaan modal dari pemerintah daerah d. Penyediaan lahan sesuai RTRWP (Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi) Kalimantan Selatan.

The pattern of development of goat farming is production-sharing, operational cooperation and self-help husbandry. The pattern offered is in the form of partnership. The Partnership Model takes reference to the cooperation agreement between investor and the goat raiser, both for feedlot culture and breeding. Facilities offer to the investors in South Kalimantan including the following: a. Business license b. Facilitation of partnership between investor and the raiser c. Co-financing by local government d. Provision of land according to South Kalimantan Regional Spatial Plan.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN


106 3.

Kebijakan Pemerintah di Sektor Peternakan Pe m e r i nt a h b e r p e ra n a k t i f memfasilitasi dan memberikan kemudahan bagi investor terutama yang berkaitan dengan perizinan usaha. Memang diakui bahwa kebijakan pemerintah di sektor peternakan dimaksudkan untuk menciptakan kondisi usaha yang kondusif agar para investor

3.

Government Policy in Farming Sector The government play an active role in facilitating and providing facilities to the investors especially in business licensing. The government policy in farming sector is meant to create conducive business condition so that investors are willing to invest. To support development of business and investment in farming

mau menanamkan modalnya. Dalam rangka mendukung perkembangan usaha dan investasi di sektor peternakan, pemerintah telah menyusun berbagai langkah kebijakan. Antara lain memacu pembangunan peternakan dengan meningkatkan perannya sebagai penghasil protein hewani bernilai tinggi melalui peningkatan produksi ternak, pengamanan ternak, penyediaan kredit

sector, the government has prepared various policies. Among others is to foster development of farming to increase its role as producer of high quality animal protein through the improvement of cattle production, provision of capital and education. Other is by improvement of farmers income by the improvement of quality and productivity of raiser human resources.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


107 dan penyuluhan. Meningkatkan kesejahteraan peternak melalui peningkatan peningkatan pendapatan yang diperoleh dari peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya masyarakat peternak. Kebijakan berupa penetapan sentra-sentra peternakan, terutama di kawasan timur Indonesia seperti sentrasentra produksi bibit dan pakan. Realisasi dari program tersebut yaitu dibangunnya pusat pembibitan dan budidaya ayam buras serta pabrik pakan di 71 kabupaten pada 18 provinsi. Sampai dengan tahun 2000 pemerintah telah mampu menjangkau 649 kelompok peternak dengan melibatkan kurang lebih 16.000 rumah tangga peternak. Khusus kepada investor yang ingin menanamkan modalnya dalam pembibitan ternak potong, pemerintah mengupayakan pemberian fasilitas khusus. Pemberian fasilitas khusus ini, terutama pada peternakan babi, sapi perah, sapi potong, ayam broiler, itik, dan pakan ternak. Kegiatan investasi di subsektor peternakan dapat dilakukan dengan dua macam, yakni didasarkan pada PMA dan PMDN serta nonfasilitas. Hasil dari program tersebut diantaranya telah dimulainya ekspor obat hewan, ternak potong, telur tetas dan itik ke berbagai negara. Antara lain telah diekspor itik ke Timur Tengah, serta daging sapi dan kambing ke Malaysia, Filipina dan Timur Tengah.

The policy to build farming centers, especially in eastern part of Indonesia such as breeding and feed production centers. Realization of the program is the development of breeding centers and non pedigreed chicken culture and feed factories in 71 Regencys and 18 provinces. By 2000, government has reach 649 group of raisers involving around 16,000 housholds.

To investors in butcher stock breeding, the government gives special facilities, especially for pig, milk cow, beef cow, broiler chicken, and duck farming and feed industry. Investments in farming subsector could take two forms, namely as foreign investment and as domestic investment, and non-facility investment. The result is among others, export of veterinary medicines, butcher stock, day old chickens and ducks to Middle East, beef and goat meat to Malaysia, The Philippines and Central East.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


108 SEKTOR PERIKANAN

FISHERY SECTOR

Berdasarkan potensi sumberdaya alam dan tingkat pemanfaatannya serta memperhatikan komoditi, produksi dan situasi pemasarannya, secara umum peluang investasi dan usaha sektor perikanan dan kelautan di Kalimantan Selatan adalah sebagai berikut :

Based on the natural resources potentials, its utilization and commodities and marketing, investment opportuinities in fishery and marine sector is as follows:

1.

Budidaya Air Tawar

Balai Benih Ikan / Usaha Pembenihan Rakyat Dari jumlah luasan usaha budidaya kolam, karamba dan jaring apung dapat diper-hitungkan kebutuhan benih ikan ekonomis penting di Kalimantan Selatan ± 79 juta ekor/tahun. Balai Benih Ikan (BBI) dan Usaha Pembenihan Rakyat (UPR) saat ini baru dapat memenuhi kebutuhan benih tersebut sebesar ± 58 juta ekor/tahun atau 73,4 %, sisanya masih disuplai dari luar Propinsi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut di wilayah Kalimantan Selatan masih sangat berpeluang bagi investasi usaha pembenihan dengan kapasitas produksi ± 23 juta ekor/tahun. Komoditi yang dikembangkan terutama yang diminati pasar.

1.

Fresh Water Culture

Fish Hatchery / People Hatchery Based on the area of fish culture, in water pond, cage and floating net, demand for important fish fry of economic importance in South Kalimantan is + 79 million/year. The Breeding Fish Service and People Breeding Business Unit together can fulfill only + 58 million / year or 73.4%, and the remaing is supplied from outside province. To fulfil the demand in South Kalimantan opportunities for investment is open in breeding fish with a capacity of + 23 million fries per year.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


109 Budidaya di Perairan Umum Dengan tingkat pemanfaatan yang masih rendah, serta masih besarnya permintaan pasar terhadap komoditikomoditi tertentu (lokal ; ikan gabus, mas, nila dsb), (ekspor ; udang galah, nila, betutu) masih membuka peluang bagi pengembangan usaha budidaya karamba/jaring apung atau budidaya ikan di daerah rawa.

Culture in Open Waters Given the low utilization and high market demand for certain commodities (local market demands murrel fish, gold fish, parrot fish, etc., and export market demands shrimp, parrot fish and sucker barb) there is an opportunity for the development of cage culture, floating net culture and swamp fish culture.

2.

2.

Budidaya Air Payau

Tidal Water Culture

Budidaya Tambak Sebagai usaha penghasil komoditi ekspor, peluang pengembangan usaha tambak di Kalimantan Selatan masih sangat besar. Hal ini di dukung pula oleh potensi sumberdaya alam yang cukup besar. Pengembangan usaha budidaya ini dapat melalui pola PIR (Pertambakan Inti Rakyat) untuk pembukaan lahan > 100 Ha ataupun pola usaha perorangan untuk lahan < 100 Ha.

Water Pond Culture As a producer of export commodities, oppor tunities in development of waterpond culture is good. This is supported by natural resources potential. Two modes of development: PIR for > 100 Ha or individual for land < 100 Ha.

Hatchery Guna memenuhi Kebutuhan benih udang (benur) yang semakin meningkat sejalan dengan berkembangnya usaha pertambakan, peluang inventasi usaha pembenihan udang/ hatchery masih layak. Dengan perhitungan kebutuhan benur di Kalimantan Selatan sebesar Âą 196 juta ekor/tahun, maka peluang investasi bagi usaha perbenihan udang ini adalah untuk kapasitas produksi sebesar Âą 181 juta ekor/tahun.

Hatchery To fulfill increasing demands in shrimp fry in accordance with the development of waterpond culture, investment in shrimp fry hatchery is also profitable. Given the demand for shrim fry is around 196 million fries per year, the opportunity is open to supply + 181 million fries per year.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


110 3.

Budidaya Laut Rumput Laut Dalam upaya percepatan pengembangan rumput laut, faktor pasar merupakan kunci utama, karena dengan lan-carnya pemasaran rumput laut, masyarakat pembudidaya akan lebih bergairah me-ngembangkan usahanya baik melalui intensifikasi maupun perluasan areal budidaya. Hal ini sangat memungkinkan karena ditunjang oleh potensi sumberdaya alam yang tersedia masih cukup besar. Salah satu upaya adalah pembangunan pabrik pengolah rumput laut di Kalimantan Selatan. Dengan adanya pabrik pengolah tersebut diharapkan seluruh hasil panenan dapat terserap dengan harga yang wajar.

3.

4.

4.

Penangkapan Di Laut Terbatasnya pemanfaatan perairan lepas pantai Kalimantan Selatan oleh nelayan setempat merupakan peluang bagi usaha kegiatan penangkapan ikan d e n g a n m e m a n f a at k a n p o te n s i sumberdaya ikan secara optimal dan ramah lingkungan. Pe l u a n g i n v e s t a s i m e l a l u i pengembangan armada dengan kemampuan > 30 GT mempunyai prospek yang baik dalam memanfaatkan sumberdaya ikan lepas pantai di seluruh perairan I ndonesa, k arena laut merupakan “Common Property” (milik bersama) dalam pemanfaatannya serta ruaya ikan yang tidak terbatas pada wilayah perairan tertentu.

Marine Culture Sea weed In the effort of accelerating development of sea weed, marketing is a key factor, since good marketing means that the farmers will be motivated to develop their business even more, both through expansion and through intensification. One way of accelerating sea weed development is by building of sea weed processing factory in South Kalimantan so that the crops can be sold at reasonable price.

Marine Catchment Limited utilization of resources in off shore waters of South Kalimantan by local fisherman creates an opportunity for marine catchment using environmentally friendly technologies.

Investment opportunity is open in up scaling of cathment fleet to capabilities of greater than 30 GT for the exploitation of offshore fish potentials in all Indonesia waters since the sea is a ”common property” in the utilization and not confined to certain area only.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


111

Daerah pengembangan ini di Kalimantan Selatan, utamanya di perairan Pulau Sembilan, Masalembo dan sekitarnnya. Usaha penangkapan diperairan tersebut saat ini masih didominasi nelayan “andon” dan sebagian besar mereka mendaratkan hasil tangkapannya di pelabuhan-pelabuhan asal mereka.

The areas for this business are waters of Pulau Sembilan, Masalembo. The fishing in those areas are now dominated by fishermen from other provinces who bring back the catch to their home ports.

5.

5.

Industri Pendukung

Pabrik Es Kebutuhan es bagi penanganan pasca penen, diawali dari proses panen, sampai dengan ke tangan konsumen atau ke proses pengolahan selanjutnya (pembekuan atau pengalengan). Proses tersebut rata-rata memerlukan waktu ± 3 (tiga) hari, jika diperhitungkan secara kasar kebutuhan es untuk 1 kg ikan dalam 1 hari adalah 1 kg es, maka dalam penanganan rantai dingin sampai ke konsumen 1 kg ikan memerlukan 3 kg es.Perkiraan kebutuhan es adalah 240.000 ton/tahun. saat ini kapasitas produksi sebesar ± 48.000 ton/tahun (± 20%).

Supporting Industry

Ice Factory Ice is required for post havest handling of the fish. It is started by the harvest, and continue to keep the fish frozen until it reach the final consumers or subsequently processed (freezing or canning). On average, it takes three days, and for this time period one kg fish requires one kg ice a day, so for each kg of fish catch requires three kgs of ice. Estimated ice requirement is 240.000 tonnes per year. The existingcapacity is around 48,000 / year (+ 20 % of demand). This create an opportunity for supplying + 190,000 tonnes / year or + 530 tonnes per day.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


112 Kondisi seperti ini memberi peluang bagi pengembangan usaha pabrik es dengan kapasitas produksi Âą 190.000 ton/tahun atau Âą 530 ton/hari. Packing / Kemasan S aat ini pemasaran produk perikanan Kalimantan Selatan umumnya masih kalah bersaing dengan daerah/negara lain. Hal ini dikarenakan packing/kemasan yang kurang baik, sehingga berakibat performance/tampilan kurang menarik, berpengaruh pula terhadap mutu dan daya tahan hasil olahan serta kontaminasi aroma ke lingkungan sekitarnya. Diharapkan dengan pakcing yang baik akan membantu meningkatkan volume pemasaran produk ser ta mampu menembus pasaran konsumen menengah ke atas.

Packing Now the marketing of fishing products are inferior compared to other province and other countries. One of the cause is inferior quality of packaging, results in low quality appearance. This in turn influences the quality of the fish products. Good packing is certainly one factor in the succes of marketing the products especially in winning middle to high class market segment. This is another opportunity to be utilized.

6. 6.

Wisata Bahari Potensi kawasan wisata bahari di Kalimantan Selatan pada dasarnya cukup besar, ditunjang oleh keindahan alam kawasan pantai serta keramahan masyarakatnya. Kawasan wisata bahari yang sudah dikembangkan oleh Pemerintah Daerah setempat umumnya masih ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal dan belum banyak dikunjungi wisatawan manca negara, seperti kawasan wisata pantai Takisung, Pantai Swarangan dan Pantai Batak an (Kabupaten Tanah Laut), kawasan Pantai Pagatan (Kabupaten Tanah Bumbu) dan Kawasan Pantai Sarang Tiung (Kabupaten Kotabaru).

Marine Tourism Marine tourism potentials is promising in South Kalimantan, supported by the natural beauty and the hospitality of the people. Marine tourism developed by local government are still favourite beach for domestic as well as foreign tourists. The well known beaches in South Kalimantan include Takisung Beach in Tanah Laut Regency, Pagatan Beach in Tanah Bumbu Regency and Sarang Tiung Beach in Kotabaru Regency

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


113 SEKTOR KEHUTANAN

FORESTRY SECTOR

1.

1.

Kebutuhan Bahan Baku Berdasarkan data kebutuhan Bahan Baku Industri Perkayuan Indonesia tahun 1999 adalah sebesar 35 juta m³ – 60 juta m³, sedangkan yang mampu disediakan hanya sekitar 28 juta m³– 40 juta m³, Di Kalimantan Selatan perkayuan terpasang 1.775.353 m3, sehingga memerlukan bahan baku kayu sebesar 3.550.706 m³– 4.000.000 m³/th, namun kemampuan menyediakan bahan baku hanya 10 % dan luar Provinsi Kalimantan Selatan seperti Kalteng, Kaltim, Sulawesi bahkan dari Ambon dan Papua.

Standard Material Demad The Wood processing industry in Indonesia in 1999 requires 35 – 60 million cubic meter timber a year. The existing capacity is 28 – 40 million cubic meters. In South Kalimantan, capacity is 1,775,353 m3 that requires standard materials of 3,550,706 m3 – 4 million m3 per year, while the supply can only fulfil 10% of the demand. 2.

2.

Jenis Komoditi Tanaman Jenis tanaman yang akan dikembangkan pada Hutan Tanaman Rakyat disesuaikan dengan kesesuaian lahan dan minat masyarakat terhadap jenis yang ak an dikembangk an, disesuaikan dengan kebutuhan industri perkayuan yang ada. Pada saat ini hampir semua jenis komidi tanaman dapat diserap oleh industri perkayuan. 3.

Luas Areal Pencadangan Pengembangan HTR diarahkan pada lahan-lahan kosong dan semak belukar di dalam kawasan hutan yang

The types of Plant Commodities The species to be planted and developed in the People Plantation Forest depend on the land suitability and the people preferences. This is also in accordance with the industrial demands. Nowadays, almost all timber commodities are accepted by industry.

3.

The Allocated Area Development of People Plantation Forest is directed toward utilization of unutilized land and bushland in the forest

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


114 belum dibebani hak. Berdasarkan peta penutupan lahan Provinsi Kalimantan Selatan terdapat tanah kosong dan semak belukar yang tidak dibebani hak pemanfaatan seluas 357.680 ha yang tersebar pada 9 (sembilan ) kabupaten dengan rincian sebagai berikut :

No.

1 2 3 4 5 6 7 8 9

Kabupaten

Balangan Banjar Hulu Sungai Selatan Hulu Sungai Tengah Kotabaru Tabalong Tanah Bumbu Tanah Laut Tapin Jumlah :

are that have not been bearing any rights. There is 357,680 ha unutilized land in 9 (nine) Regencys with the following details:

Hutan Produksi ( ha)

Hutan produksi terbatas (ha)

Total (ha)

18.690 35.074 4.700 7.629 100.463 33.899 81.599 19.535 4.394 305.623

8.236 12.607 148 9.324 8.646 5.448 7.500 149 52.057

28.925 47.681 4.847 16.593 109.109 39.347 89.099 19.684 4.394 357.680

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


115 SEKTOR PERTAMBANGAN

MINING SECTOR

Sebagai penunjang untuk memenuhi kebutuhan pembangunan fisik salah satunya berupa kegiatan industri semen. Secara kebetulan dengan adanya program langit biru di Negara Eropa maupun Negara Asia (Jepang dan Korea), yang menghendaki tidak adanya polusi akibat yang salah satunya adalah industri semen artinya bahwa pendirian industri semen di Negara tersebut sudah dilarang dengan demikian untuk memenuhi kebutuhan akan semen tersebut sangatlah bagus apabila Indonesia akan mengembangan industri semen dimasa mendatang. Di Kalimantan S e l a t a n y a i t u P T. I ndocement Tunggal Prakarsa, Tbk. Walaupun demikian Propinsi Kalimantan Selatan secara potensi masih dimungkinkan untuk berdirinya industri semen. Potensi untuk bahan baku semen di Kalimantan Selatan cukup melimpah berupa batugamping tanah liat, pasir kuarsa, tanah laterit dan batubara. Industri semen memerlukan bahan dasar dengan komposisi sebagai berikut : batugamping + 80 %, tanah liat + 15 %, pasir silica +4 % dan pasir besi/laterit + 1 %.

Cement industry serves as a supporting industry to supply material for construction. Coincidently, the blue sky program in western world, Japan and Korea reqires minimun environmental pollution and reduce and even stop their cement industries. This open new opportunities to develop cement industry in South Kalimantan.

PT Indocement Tunggal Perkasa has operated a cement industry in SOUTH Kalimantan. However, the second factory is still feasible since the standard materials are found in abundance in this area. The materials include limestone, clay, quartz sand, laterite and coal. Cement industr y requiresthe following basic material: limestone + 80%, clay + 15, silica sand + 4% and ironsand / laterite + 1%.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


116 1.

Batugamping Hampir semua kabupaten di Propinsi Kalimantan Selatan dijumpai batugamping, kecuali Kabupaten Barito Kuala. Jumlah sumberdaya terbesar di jumpai di K abupaten Kotabaru (2.976.202.669 ton) dan yang terkecil di Kabupaten Banjar (100.000 ton). Penyelidikan Kanwil Pertambangan dan Energi Propinsi Kalimantan Selatan jumlah galian batugamping adalah 8.914.509.343 ton. Hasil analisis kimia untuk mengetahui mutu batugamping dari beberapa contoh hasil kegiatan adalah sebagai berikut : · · · · ·

CaO MgO Al2O3 Fe2O3 SiO2

= 42,45 – 59,09 % = 0,09 – = 0,06 – = 0,08 – = 0,01 –

5,10 % 3,14 % 1,36 % 3,56 %

2. Lempung Terdapat 2 (dua) macam tanah liat di Kalimantan Selatan baik type residual maupun type sedimen. HSU (Sumberdaya tanah liat yang sudah diketahui di Propinsi Kalimantan Selatan sampai saat ini adalah 1.141,21 juta ton, tersebar di beberapa Kabupaten, yaitu Kabupaten Tanah Laut (133,22 juta ton), Kabupaten Banjar (2,05 Juta ton), Kabupaten Tabalong (57,35 juta), Kabupaten Hulu Sungai Selatan (371,77 Juta ton), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (119,82 juta ton), Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru (557 juta ton) dan Kabupaten Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tapin sumberdaya belum diketahui.

1.

Limstone Almost all Regencys in South Kalimantan has limestone deposit, except Batola Regency. The largest deposit is found in Kotabaru Regency (2,976,202,669 tonnes) and the smallest is foun in Banjar Regency (100,000 tonnes). A study conducted by the former Regional Office of Ministry of Energy and Mineral Resources shows that the deposit of limestone in South Kalimantan amounts to 8,914,509,343 tonnes. Chemical analysis of limestone samples shows the following: · · · · ·

CaO MgO Al2O3 Fe2O3 SiO2

= 42,45 – 59,09 % = 0,09 – = 0,06 – = 0,08 – = 0,01 –

5,10 % 3,14 % 1,36 % 3,56 %

2.

Clay There are two type of clay in South Kalimantan, namely residual type and sediment type. The amount of clay deposit known until now is 1,141.21 million tones, distributed in several Regencys, namely Tanah Laut Regency (133.22 million tonnes), Banjar (2.05 million tonnes), HST (371.77 million tonnes), Tanah Bumbu (119.82 million tones) and KOtabaru (557 million tones), and HSU and Balangan is unknown.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


117 Hasil analisis kimia beberapa contoh lempung yang diambil dari berbagai daerah di Propinsi Kalimantan Selatan. · SiO2 = 31,78 – 71,83 % · Al2O3 = 8,16 – 24,16 % · Fe2O3 = 4,46 – 14,08 % · TiO2 = 0,52 – 0,54 % · CaO = 0,12 – 0,87 % · MgO = 0,30 – 0,81 % HB = 6,10 – 13,31 %

Chemical analysis of some samples of clay taken from several locations in South Kalimantan is as follows: · SiO2 = 31,78 – 71,83 % · Al2O3 = 8,16 – 24,16 % · Fe2O3 = 4,46 – 14,08 % · TiO2 = 0,52 – 0,54 % · CaO = 0,12 – 0,87 % · MgO = 0,30 – 0,81 % · HB = 6,10 – 13,31 %

3.

Pasir kuarsa Sumberdaya pasir kuarsa banyak tersebar di Kalimantan Selatan yaitu di K abupaten Tapin (256.500 ton), Kabupaten Tanah Laut (46.342.658 ton), Kabupaten Kotabaru (112.500 ton), Kabupaten Tabalong (195.000 ton) dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (10,08 juta ton). Hasil analisis kimia contoh pasir kuarsa di bebagai daerah di Propinsi Kalimantan Selatan : · SiO2 = 81,38 – 99,20 % · Al2O3 = 0,12 – 11,20 % · Fe2O3 = 0,04 – 0,30 % · TiO2 = 0,05 – 1,30 %

3.

4.

4.

Laterit Di Kalimantan Selatan bahan galian ini dijumpai di sekitar Pegunungan Meratus. Yang tersebar di bagian Timur mulai dari Kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu sampai ke Kabupaten Kotabaru dan di bagian Barat mulai dari Kabupaten Banjar sampai dengan Tabalong.

Quartz sand Distribution of quartz sand in South Kalimantan includes Tapin (256,500 tonnes), Tanah Laut (46,342,658), Kotabaru (112,500), Tabalong (195,000 tonnes) and HSS (10,08 million tonnes). Chemical analysis of quartz sand samples taken from various locations in South Kalimantan shows the following composition: · SiO2 = 81,38 – 99,20 % · Al2O3 = 0,12 – 11,20 % · Fe2O3 = 0,04 – 0,30 % · TiO2 = 0,05 – 1,30 %

Laterite Laterite in South Kalimantan is found around Meratus mountain areas. It is distributed in the eastern area from Tanah Laut, Tanah Bumbu and Kotabaru Regencys through western areas from B a n j a r a n d Ta b a l o n g R e g e n c y s.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


118 SEKTOR PERHUBUNGAN

TRANSPORTATION SECTOR

1. Transportasi Darat Angkutan Batubara Strategi jangka menengah (waktu pelaksanaan 1 s.d 5 tahun) : - Rehabilitasi, termasuk jalan rusak akibat angkutan batubara dengan sistem overlay (pelapisan ulang) pada kerusakan ringan hingga sedang, dan peningkatan jalan untuk yg rusak berat; - Pembuatan jalan alternative khusus untuk angkutan batubara. Program tersebut meliputi perencanaan pembebasan lahan, sosialisasi rencana kegiatan proyek dan tanggapan balik dari masyarakat, serta beberapa kegiatan lain yang teknis penyelenggaraan; - Menegaskan dan mengharuskan kepada setiap pengusaha batubara untuk membuat suatu perencanaan, transportasi pengangkutan batubara yang lengkap termasuk pelabuhan batubara sendiri.

1.

2.

2.

Jaringan Kereta Api Kalimantan Kalimantan Selatan memprioritaskan pembangunan jaringan kereta api untuk kelancaran angkutan batu bara, dengan lintasan sepanjang kantong-kantong batu bara yang terbentang dari utara ke selatan pada bagian barat dan timur pegunungan Meratus menuju ke pelabuhan untuk pengapalan. Pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan Selatan melalui beberapa tahapan, antara lain:

Land Transportation of Coal Medium range strategies (time horizon 1 â&#x20AC;&#x201C; 5 years) : - Rehabilitation, including road damaged by coal transportation by overlaying to light to moderate damage, and improvement for heavely damaged road. - Provision of alternative road for coal transportation. The program includes planning of land acquisition, socializstion of projects activities to the community as well as gatnering feedback from community, and some other activity regarding implementation. - Stressing and emphasize that each and everyone of the coal businessmen must prepare a comprehensive plan of coal transportationn , including coal port.

Kalimantan Railway Network South Kalimantan give high priority to the development of railway network for coal transportation, passing through coal mining pockets from north to south in western and eastern parts of Meratus mountains heading to shipping ports. The development of the network is planned in several stages as follows:

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


119 Ta h a p Pe r t a m a a d a l a h membangun jaringan rel kereta api yang melintasi lokasi-lokasi tambang di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Tapin dan Kabupaten Banjar yang akan disambung dengan sistem angkutan kanal batubara yang memiliki akses ke sungai Barito (Sistem Transportasi Antarmoda). Lintasan ini menghubungkan Wilayah Pembangunan K a y u Ta n g i d e n g a n W i l a y a h Pembangunan Banua Lima. Tahap Kedua dilakukan dengan mengembangkan sistem angkutan kereta api dari lokasi tambang yang ada di kawasan Timur Kalimantan Selatan (Wilayah Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Kotabaru) untuk mengakses ke pelabuhan Batulicin dan pelabuhan batubara lainnya di sekitar kawasan tersebut. Lintasan ini menghubungkan Wilayah Pembangunan Kayu Tangi dengan Wilayah Pembangunan Tanah Bumbu.

First Phase is the construction railway network passing through coal mining locations in HSS, Tapin and Banjar Regencys. This wil be connected to canal transportation system having access to River Barito (Intermode Transportation system). This line connects Kayu Tangi Development Region with Banua Lima Development Region.

Second Phase develops railway transportation system from coal mining locations in eastern region of South Kalimantan (Tanah Laut and Kotabaru Regencys) to access Batulicin port and other coal port in the region. This transportation line connects Kayu Tangi Development Region with Tanah Bumbu Development Region.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


120 Ta h a p Ke t i g a b e r u p a menyambungkan pembangunan rel kereta api tahap pertama dan kedua agar terhubung Wilayah Pembangunan Tanah Bumbu dengan Wilayah Pembangunan Banua Lima dengan membangun lintasan yang melewati Pegunungan Meratus .

Third Phase continues to construct railway lines developed in Phase and Secon Phase to connects Tanah Bumbu Development Region with Banua Lima Development Region by building a railway line passing through Meratus Mountain

Tahap Keempat dilakukan dengan menyambung pembangunan perkeretaapian Kalimantan Selatan dengan jaringan perkeretaapian Kalimantan yang selanjutnya disambung dengan sistem R ailway Borneo. Dalam rangka untuk mewujudkan rencana tersebut, tahun 2003 Kalimantan Selatan merencanakan melakukan Pra Feasibility Study sambil berupaya mencari investor untuk membiayai kegiatan Feasibility Study dan pembangunannya.

Fourth Phase continue the construction of South Kalimantan railway system and connect it with the Kalimantan railway network and subsequently connected to Borneo Railway system.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


121 SEKTOR INDUSTRI DAN PERDAGANGAN

INDUSTRY AND TRADE SECTOR

1.

1.

INDUSTRI SEMEN

a.

Penentuan lokasi Pabrik Bahan baku yang diperlukan dalam proses pengolahan semen adalah batu bara, batu gamping, pasir besi, pasir silica. Potensi pasir silica, pasir besi, batu kapur dan batu bara, tersedia cukup banyak tersedia didaerah Kalimantan Selatan seperti Kabupaten Kotabaru, Tanah Laut, Banjar, Tapin, Balangan dan Tabalong.

CEMENT INDUSTRY

a.

Establishing Factory Location Standard materials required in the cement treatment process are limestone, iron sand, silica sand. Silica sand, limestone, and coal are available abundantly in South Kalimantan, for instance in Kotabaru, Tanah Laut, Banjar, Tapin, Balangan and Tabalong Regencys.

1).

Tenaga Karja Tenaga kerja yang diperlukan dari bermacam macam disiplin ilmu seperti Tehnik Sipil, Tehnik Lingkungan, Tehnik Mesin, Tehnik Kimia, Te h n i k E l e k t r o , Ekomomi, STM Mesin, Bangunan, Elektro, SMU dan lain lain. Umumnya tenaga kerja yang tersedia di kalimantan Selatan cukup memadai, dan jumlah penduduk Kalimantan Selatan dapat dilihat pada tabel dibawah ini

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN

1). Human Workers H u m a n workers required come from various diciplines such as Civil engineering, environmental engineering, mechanical engineering, c h e m i c a l engineering, electrotechnic, highschool and others. Local Human resources are in general adequate, and the composition of Sout Kalimantan population is as follows:


122 DEWASA

2).

No.

Kab. / Kota

Laki -Laki

Perempuan

Jumlah

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13.

Banjarmasin Barito Kuala Banjarbaru Banjar Tanah Laut Tapin HSS HST HSU Balangan Tabalong Tanah Bumbu Kotabaru JUMLAH

283.078 131.181 74.721 234.618 127.471 75.486 98.338 114.232 98.117 47.787 95.344 109.655 135.809 1.625.837

291.247 132.551 70.869 22.624 126.830 72.152 102.618 119.162 109.546 50.590 89.029 101.062 125.983 1.614.263

574.325 263.732 145.590 467.242 254.301 147.638 200.956 233.394 207.663 98.377 184.373 210.717 261.792 3.250.100

Sarana Pemasaran Sarana dimaksud adalah jalan dan pelabuhan. jalan darat didaerah ini pada tahun 2005 dengan jumlah panjang jalan sebesar 1.818,30 Km yang terdiri atas jalan Negara 864,07 Km dan jalan Propinsi sepanjang 954,53 Km. Sarana Pelabuhan di Kalimantan Selatan terdapat beberapa yaitu Pelabuhan Samudera Trisakti Banjarmasin, Pelabuhan Batulicin Pelabuhan Nusantara yaitu Pelabuhan Martapura Lama dan Martapura Baru di Banjarmasin dan satu buah pelabuhan khusus untuk angkutan Batu Bara di

2).

Marketing Facilities By facilities is meant road and ports. Land road in South Kalimantan in 2005 is as long as 1,818.30 km consisting of state road 864.07 km, provincial road 954.53 km. There are several Ports, namely Trisakti Ocean Port, Batulicin Port, interinsulary port of Old Martapura and New Martapura and one special port for coal transportation in Batulicin. These 5 ports are considered adequate.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


123 Batulicin. Ke 5 pelabuhan ini sampai saat ini masih baik. Berdasarkan pertimbangan faktor diatas maka lokasi pendirian Pabrik Semen di kalimantan Selatan sebaiknya berlokasi di tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Tanah Laut.

Based on the above considerations, the best location for cement factory in South Kalimantan is in three subRegency: Kotabaru, Tanah Bumbu anmd Tanah Laut Regencys.

b.

Faktor Produksi yang mendukung Untuk mendirikan suatu Perusahaan / Pabrik Semen pada prinsipnya perlu dipertimbangkan hal â&#x20AC;&#x201C; hal sebagai berikut :

b.

1).

1).

Bahan Baku

Bahan baku utama atau sebagai Raw Materials yang dipergunakan pada proses pembuatan semen adalah : a. Batu Kapur sebesar 8.583.646.500 ton b. Lempung sebesar 1.221.175.000 ton c. Pasir Besi d. Pasir Silica sebesar 60.500.000 ton e. Sumber daya Batu Bara ( sebagai bahan bakar ) 8.674 Juta ton, sedangkan cadangan 787 Juta ton 2).

Pemasaran Konsumen utama dari produk industri Semen ini tentunya masyarakat Kalimantan Selatan baru regional Kalimantan, terus ke jawa dan Sumatera dan bahkan untuk eksport.

Supporting Production Factor To build a cement factory, the following factors need to take into considerations:

Standard Materials The main standard materials for cement production are: a. Limestone = 8.583.646.500 ton b. Clay = 1.221.175.000 ton c. Iron sand d. Silica sand = 60.500.000 ton e. Coal (for fuel) = 8.674 million ton, with a reserve of 787 Juta ton.

2).

Marketing The main target consumers of cement industry is South Kalimantan people, frollowed by regional Kalimantan, then to Java and Sumatera and even for export.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


124 Kemudian diharapkan kepada Pemerintah Propinsi dan Kabupaten juga dapat menggunakan produk semen yang dihasilkan untuk kegiatan pembangunan gedung atau sarana prasaranmilik Pemerintah Propinsi dan Kabupaten.

Regency and city governments are also expected to utilize the product in the construction of government building and constructioons, botyh at provincial and Regency levels.

2.

2.

INDUSTRI FARMASI

PHARMACEUTICAL INDUSTRY

a.

Marketing Pemasaran pertama ditujukan untuk regional Kalimantan dengan memperhatikan berbagai segmen konsumen dari produk yang akan dihasilkan. Mengingat persaingan ketat di pasar produk industri farmasi, diharapkan Pemerintah Provinsi dan Pe m e r i nt a h K a b u p ate n / K o t a s e Kalimantan Selatan dapat menjadi pengguna pertama di sarana pelayanan kesehatan di daerah ini.

a. Marketing The first taget of marketing is in regional Kalimantan taking into account several consumer segmentation of the product to be produced. Keeping in mind the competitionin pharmaceutical products market, it is considered very supportive if provincial and Regency and city government are willing to be the first users of the product in public health services providers.

b.

b.

Kompetitor Untuk produk kemoterapetika, kompetitor adalah produsen yang telah l e b i h d a h u l u b e r m a i n d i p a s a r. Keunggulan menguasai pasar diyakini tergantung pada kejelian memilih segmen pasar dan ketepatan strategi pemasaran. Untuk produk ekstrak bahan alam dan fitofarmaka, diperkirakan belum banyak pemain dipasar. Untuk produk ekstrak bahan alam, hanya segelintir yang memproduksi secara komersial, itu pun dengan skala terbatas (PT. Indofarma, Tbk Jakarta, PT. Nyonya Meneer, Semarang)

Competitor In the market of chemotherapeutic preparations, the competitors are the producers who have been in the market for long time. The capability to win the market is considerd as depend on the attentiveness in selecting market segment and marketing strategy implemented. Regarding natural extract products and phytopharmaca, it is estimated that there is only a few player in the market. Extract of natural medicinal plants is produced commercially by very few ecxtractor at very limited scale.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


bab 4

I

SISTEM PELAYANAN PENANAMAN MODAL

chapter 4

nvestment service system

DASAR HUKUM

REALLY THE LAW

1. Undang â&#x20AC;&#x201C; Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal 2. Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 2004 tentang Pelayanan Penanaman Modal Dengan Sistem Satu Atap. 3. Peraturan Kepala BKPM Nomor 1/P/2008 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Kepala BKPM Nomor 57/SK/2004 tentang Pedoman dan Permohonan Penanaman Modal yang didirikan dalam rangka PMDN dan PMA. 4. Keputusan Kepala BKPM Nomor 61/SK/2004 tentang Dalak Penanaman Modal jo Nomor 174/SK/2004 IUT tanpa BAP

1. Invited â&#x20AC;&#x201C; invited the number 25 in 2007 about Investment 2. President's decision the number 29 in 2004 about the investment service with the under the same roof system. 3. The head regulation BKPM the number 1/P/2008 about the second change on the decision of the head BKPM the number 57/SK/2004 about the guide and the investment request who were established on the occasion of PMDN and PMA 4. The decision of the Head BKPM the number 61/SK/2004 about the Foundation of Jo's Investment of the number of 174/SK/2004 IUT without BAP.


128 POLA PERIJINAN

THE PATERN OF THE PERMISSION SERVICE

Dalam rangk a member ik an pelayanan perijinan penanama modal PMA/PMDN pola yang digunakan adalah pelayanan langsung kepada penanaman modal/investor yang mengajukan aplikasi melalui front office (FO) dan back office (BO). Selain itu juga digunakan pola tidak langsung melalui pengiriman aplikasi via pos dan pemantauan perkembangan persetujuan melalui website BKPM

In order to give the service of investment permission of PMA/PMDN the pattern that was used was the direct service to investment/the investor who put forward the application through the front office (FO) and the back office (BO). Moreover also was used the pattern indirectly through the sending of the application via the post and the monitoring of the development of the agreement through website BKPM

Pelayanan Langsung P a d a prinsipnya pelayanan perijinan yang dilakuk an berdasarkan azas transparansi yaitu bersifat terbuka, mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan, tentang : a. Alur proses pengajuan aplikasi b. Persyaratan aplikasi c. Bidang Usaha (BU) yang memerlukan persyaratan khusus/teknis d. Bidang Usaha (BU) yang memerlukan rekomendasi e. Bidang Usaha (BU) yang kepemilikan saham asingnya dibatasi.

Direct service

b. c. d. e.

In principle the permission service that was carried out was based on the transparency principle that was open, was easy and could be accessed by all the sides that needed, about: a. T h e p r o c e s s channel of the application submission The condition for the application The efforts field (Ms) that needed the special condition/technical The efforts field (Ms) that needed the recommendation The efforts field (Ms) that ownership of his foreign share was restricted.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


129 Dengan memperhatikan persyaratan tersebut diatas, para pengusaha dapat mempersiapkan aplikasinya secara tepat dan benar. Apabila berkas aplikasi yang diterima dinyatakan lengkap maka diberik an tanda pembenar dan sebaliknya berkas yang tidak lulus verifikasi dikembalikan saat itu juga kepada pengusaha secara tertulis diatas formulir yang disediakan dengan menyebutkan kekurangan permohonan tersebut. Apabila aplikasi telah lengkap dan benar, pengusaha kemudian menerima tanda terima aplikasi dari petugas TU B K PM ya n g mendampingi FO d e n g a n mencantumkan dalam tanda terima mengenai waktu, tanggal dan jam berapa persetujuan per ijinan tersebut dapat diambil oleh investor ke BKPM. Aplikasi yang telah lengkap diteruskan kepada petugas BO untuk diproses penyiapan konsep surat persetujuannya. Melalui sistem FO dan BO BKPM telah dapat mengendalikan proses penyelesaian perijinan dengan efektif karena perkembangan penyelesaian dapat dimonitor oleh investor secara langsung melalui media web site.

With pay attention to this condition above, the businessmen could prepare his application exactly and truly. If the bundle of the application that was accepted was stated complete then was given the justifiable sign vice versa the bundle that did not pass the verification was returned at that time also to the businessman in writing on the form that was provided by naming the lack of this request. If the application was complete and true, the businessman afterwards accepted the receipt of the application from the official TU BKPM that accompanied FO with included in the r e c e i p t concerning time, the date and what time this permission agreement could be taken by the investor to BKPM. The application that has complete was continued to the BO official to be processed by the provisions of the concept of his agreement letter. Through the FO system and BO BKPM could control the process of the permission resolution effectively because the development of the resolution could be monitored by the investor directly through the media web site.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


130 Pelayanan Tidak Langsung Pelayanan tidak langsung ini maksudnya setiap penyampaian aplikasi penanaman modal tidak disampaikan secara tidak langsung oleh pengusaha namun dapat melalui jasa kurir seperti kantor pos atau faximile sehingga pengusaha tidak perlu datang sendiri.

The service Indirectly The service indirectly this his intention to each kind of application delivery of investment was not sent in a manner indirectly by the businessman but could through the courier's service like the post office or faximile so as the businessman might not come personally.

Dengan cara ini setiap aplikasi yang diterima melalui kantor pos atau faximile harus diteruskan ke FO untuk diperiksa dan diverifik asi atas data yang disampaikan. Apabila terdapat ketidak lengkapan data maka petugas FO langsung memberitahu pengusaha melalui surat atau faximile. Khusus pengusaha yang menyampaikan melalui faximile, apabila

By this means each application that was accepted through the post office or faximile must be continued to FO to be checked and in verification on the data that was sent. If being gotten to not the data device then the official FO immediately informed the businessman through the letter or faximile. Especially the businessman that delivered through faximile, if being finished

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


131 telah selesai maka surat ijin asli baru dapat diterima setelah menyerakan permohonan yang asli.

then the original permit could be just received after handing over the original request.

IJIN PELAKSANAAN PENANAMAN MODAL

IMPLEMENTATION PERMISSION OF INVESTMENT

Penanaman modal yang telah m e m p e ro l e h S u rat Pe r s e t u j u a n PMA/PMDN wajib mengajukan permohonan untuk memperoleh Surat Persetujuan PMA dan PMDN wajib mengajuk an permohonan untuk memperoleh ijin pelaksanaan penanaman modal. Penanaman Modal memerlukan pelaksanaan di pusat dan didaerah sebagai realisasi dan tindak lanjut rencana investasi yang telah diajukan dalam Surat Persetujuan penanaman modal PMA dan PMDN tersebut. P o s i s i strategi daerah dalam pelayanan perijinan di daerah pada t i n g k a t kabupaten/kota dan provinsi merupakan factor penentu (key factor) bagi percepatan realisasi proyek investasi. Dengan kata lain surat persetujuan prinsip inestasi tidak mempunyai makna tersebut investor memerlukan bimbingan dan bantuan/pelayanan yang profesional dari

Investment that received the agreement Letter of PMA/PMDN obligatory lodged the request to receive the PMA agreement letter and PMDN obligatory lodged the request to receive implementation permission of investment. Investment needed the implementation in the centre and in area as the realisation and the follow-up of the investment plan that were put forward in the PMA Letter and this PMDN of the investment agreement.

T h e position of the regional strategy in the permission service in the area in the level of the regency/the city and the province was factor the determiners (key factor) for the acceleration of the realisation of the investment project. In other words the letter of investment of the principle agreement did not have this meaning the investor needed the guidance and help/the service that was professional

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


132 pemerintah daerah setempat guna menyelesakan seluruh ijin pelaksanaan yang mereka perlukan. Berdasarkan tempat penyelesaian , perijinan pelaksanna penamnaman modal dapat dibagi dalam 3 bagian yaitu:

from the local regional government in order to completes all implementation permission that was needed by them. Was based on the place of the resolution, implementation permission of investment could be divided into 3 parts that is:

Perijinan Yang Diterbitkan BKPM, berupa : a. Angka Pengenal Importir Terbatas (APIT) b. Ijin Usaha/ijin Usaha tetap/ijin Perluasan c. Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) d. Rekomendasi visa bagi penggunaan tenaga kerja asing (TA.01) e. Ijin Memperkerjakan tenaga Kerja Asing (IMTA) f. Perpanjang IMTA yang bekerja di lebih dari 1 Provinsi g. Fasilitas Keringanan Bea Masuk atas pengimporan Barang Modal (SP Pabean) atau Bahan Baku/Penolong dan fasilitas Fiskal.

Permission that was published by BKPM, take the form of: a. The Identification figure of the limited Importer (APIT) b. Efforts permission / efforts permission continue to/permission expansion c. The ratification of the use plan of foreign manpower. d. The visas recommendation for the use of foreign manpower (TA.01) e. Pe r m i s s i o n e m p l o y e d Fo r e i g n manpower (IMTA) f. Extend IMTA that worked in more than 1 Province g. Lightness facilities of the Import Duty on the importation of capital goods (SP customs) or the Raw Material/the helper and fiscal facilities.

Perijinan Yang Diterbitkan Oleh Pemerintah Provinsi, berupa :

Permission that was published by the government of the province, take the form of: a. The IMTA extension that worked the regency passage/the city in 1 province. b. HGU up to 200 Ha and HGB for the area 2000 M2 up to 15 Ha.

a. Perpanjangan IMTA yang bekerja lintas kabupaten/kota dalam 1 provinsi b. HGU sampai dengan 200 Ha dan HGB untuk luas 2000 M2 s.d 15 Ha

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


133 Perijinan Yang Diterbitkan Oleh Pemerintah Kab/Kota, berupa : a. Ijin Lokasi b. Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) c. Ijin Undang-Undang Gangguan (UUGHO) d. Sertifikat Hak Atas Tanah (SKHAT)

Permission that was published by Regional Government/the city take the form of: a. Location permission b. Permission erected the building (IMB) c. Permission of disturbance regulations (UUG-HO) d. The land rights certificate

Persetujuan Perubahan Penanaman Modal. 1. Perubahan Lokasi Proyek 2. Perubahan Bidang Usaha dan Produksi 3. Perubahan Tenaga Kerja Asing 4. Perubahan Investasi dan Sumber Pembiayaan 5. Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan PMA 6. Perubahan status Perusahaan PMA menjadi PMDN 7. Perubahan status PMDN atau Non PMDN/PMA menjasi PMA 8. Pe r p a n j a n g a n J a n g k a Wa k t u Penyelesaian Proyek 9. Pembelian Saham perusahaan PMDN dan Non PMA/PMDN oleh Asing dan sebaliknya 10. Penggabungan Perusahaan/ merger.

The Change Agreement In Investment 1. The change in the location of the project 2. The change in the efforts field and the production 3. The change in foreign manpower 4. The change in investment and the source of funding 5. The change in ownership of the share of the company PMA 6. The change in the status of the company PMA to PMDN 7. The change in the status PMDN or non PMDN/PMA to PMA 8. The extension of the period of the project resolution 9. The purchase of the share of the company PMDN and non PMA/PMDN by foreign vice versa 10. The merging of the company/the merger.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


134 FASILITAS PENANAMAN MODAL

INVESTMENT FACILITIES

Fasilitas Bea Masuk Impor Barang Modal dan Verivikasi Masterlis

Facilities and the verification of the capital goods import duty masterlis

Fasilitas impor barang modal yang diberikan kepada perusahaan PMA/PMDN berupa fasilitas keringanan bea masuk, berdasarkan SK Menteri Keuangan Nomor 135/KMK.05/2000 tgl

Import facilities of capital goods that were given to the company of PMA/PMDN took the form of lightness facilities of the import duty, was based on SK Finance Minister the number 135/KMK.05/2000 on May 1 2000 Jo No.28/KMK.05/2001 on

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


135 1 Mei 2000 jo No.28/KMK.05/2001 tgl 26 Januari 2001 jo No.456/KMK.04/2002 tgl 30 Oktober 2002 dan Peraturan Menteri Keuangan No.47/PMK.04/2005 tgl 17 Juni 2005 tentang Keringanan Bea Masuk impor mesin, Barang dan Bahan, dalam rangka pembangunan/pengembangan industri / industri jasa, Untuk impor Barang Modal diberikan keringanan Bea Masuk hingga tarif akhir maksimal 5%, apabila tarif akhir diatas 5% dengan masa waktu pengimporan selama 2 tahun serta

January 26 2001 Jo No.456/KMK.04/2002 on October 30 2002 and Finance Minister's Regulation No.47/PMK.04/2005 on June 17 2005 about the lightness of the machine import duty, the thing and the material, in the development/the development of the industry/the service industry, for the import of capital goods was given by the lightness of the import duty as far as the maximal end tariff 5%, if the end tariff on 5% with the period of importation time during 2 years as well as could be extended in

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


136 dapat diperpanjang sesuai jangka waktu penyelesaian proyek dalam surat persetujuan. Surat Persetujuan Pemberian Fasilitas Pembebanan /keringanan Bea Masuk atas Pengimporan Barang Modal (SP Pabean) disertai lampiran daftar Induk Barang Modal, dengan tembusan kepada Dirjen Bea dan Cukai, Dirjen Pajak dan Dirjen Instansi terkait.

accordance with the period of the project resolution in the agreement letter. The letter of loading facilities of the giving agreement/the lightness of the import duty on the importation of capital goods (SP Customs) was accompanied by attachments to the capital goods master list, with the copy to the Director General of the Duty and the Duties, Director General of the Tax and the Director General of the related Agency.

Fasilitas Bea Masuk Impor Bahan Baku dan Verifikasi Masterlis Fasilitas impor barang dan bahan yang diberikan kepada perusahaan PMA/PMDN berupa fasilitas keringanan bea masuk, berdasarkan SK Menteri Keuangan Nomor 135/KMK.04/2002 tgl 1 Mei 2000 jo No.28/KMK.05/2001 tgl 26 Januari 2001 jo No.456/KMK.04/2002 tgl

Facilities and the verification of the raw material import duty masterlis Import facilities of the thing and the material that were given to the company of PMA/PMDN took the form of lightness facilities of the import duty, was based on SK Finance Minister the number 135/KMK.04/2002 on May 1 2000 Jo No.28/KMK.05/2001 on January 26 2001 Jo

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


137

30 Oktober 2002 dan Peraturan Menteri Keuangan No.47/PMK.04/2005 tgl 17 Juni 2005 tentang Keringanan Bea Masuk Impor Mesin, Barang dan Bahan, dalam rangka pembangunan/pengembangan industri / industri jasa. Untuk impor bahan baku diberikan keringanan bea masuk hingga tarif akhir maksimal 5% keringanan bea masuk bahan baku tersebut diberikan untuk kebutuhan selama 2 tahun dapat diperpanjang 1 tahun. Khusus bagi perusahaan yang menggunakan mesin produksi dalam negeri diberikan fasilitas bahan baku untuk masa 4 tahun produksi dengan jangka waktu pengimporan selama 4 tahun. Surat Persetujuan Pemberian Bahan Baku (SP Pabean) disertai lampiran Daftar Induk Bahan Baku dengan tembusan kepada Dirjen Bea dan Cukai, Dirjen Instansi terkait.

No.456/KMK.04/2002 on October 30 2002 and Finance Minister's Regulation No.47/PMK.04/2005 on June 17 2005 about the Lightness of the Machine Import Duty, the Thing and the Material, in the development/the development of the industry/the service industry. For the import of the raw material was given by the lightness of the import duty as far as the maximal end tariff 5% lightness of this raw material import duty were given for the requirement while 2 years could be extended 1 year. Especially for the company that used the domestic production machine was given by raw material facilities for the period 4 production years with the importation period during 4 years. The letter of the raw material of the giving agreement (SP Custom) was accompanied by attachments to the raw material master list with the copy to the Director General of the Duty and the Duties, Director General of the related Agency.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


138 Fasilitas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Impor Barang Modal Fasilitas PPN diberikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No.12 Tahun 2001 tgl 22 Maret 2001 jis No.43 Tahun 2002, No. 46 Tahun 2003 tgl 13 Agustus 2003 yang mengatur tentang impor atau penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu yang bersifat Strategi dan SK Menteri Keuangan No.55/KMK.03/2001 tgl 21 Agustus 203 yang mengatur tentang Pelaksanaan Impor atau penyerahan Barang dibebaskan dari pengenaan PPN atas impor dan Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu yang bersifat Strategis, adalah : a. Barang Modal berupa mesin dan peralatan pabrik, baik dalam keadaan terpasang maupun terlepas, tidak termasuk suku cadang b. Makanan ternak, unggas, dan ikan, dan atau bahan baku untuk pembuatan makanan ternak, unggas dan ikan c. Hasil pertanian yang dipetik langsung oleh petani

f. Listrik kecuali untuk perumahan dengan daya diatas 6600 watt.

Value added tax facilities (PPN) the import of capital goods PPN facilities were given was based on the Government Regulation No.12 in 2001 on March 22 2001 jis No.43 in 2002, No. 46 in 2003 on August 13 2003 that arranged about the import or the surrender of the Thing was subject to the Certain Tax that was shaped like a Strategy and SK Finance Minister No.55/KMK.03/2001 on August 21 2003 that arranged about the Implementation of the Import or the surrender of the Thing was released from the PPN imposition on the import and the Surrender of the Thing was subject to the Certain Tax that was Strategic, was: a. Capital goods took the form of the machine and factory equipment, both in the situation was installed and was freed, not including spare parts b. Livestock food, the poultry, and the fish, and or the raw material for the production of livestock food, the poultry and the fish c. Results of agriculture that was reaped directly by the farmer. d. The seed and or the seed from the agricultural thing, the plantation, the requirement, livestock breeding, breeding or fisheries. e. Clean water that was channelled through the pipe of the drinking water company f. Electricity except for housing with the power above 6600 watt.

S u r a t Pe r s e t u j u a n Pa b e a n diterbitkan oleh BKPM sedangkan Penerbitan Surat Keterangan Beban PPN

The letter of the customs agreement was published by BKPM whereas the publication of the certificate of the PPN

d. Bibit dan atau benih dari barang pertanian, perkebunan, kebutuhan, perternakan, penangkaran atau perikanan e. Air bersih yang dialirkan melalui pipa Perusahaan Air Minum

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


139 atas Impor Barang Modal berupa mesin dan peralatan pabrik dikeluarkan oleh Dirjen Pajak. Pemindahtanganan Barang Modal Pemindahan barang modal dilakukan berdasarkan SK Menteri Keuangan No.289/KMK.01/1977 tgl 4 Juli 1997 dan No.394/KMK.05/1999 tgl 3 Agustus 1999tentang Ketentuan Pemindahtangan Barang Modal bagi Perusahaan PMA dan PMDN dan Perusahaan Non PMA/PMDN dan SK Bea dan Cukai No.Kep./BC/1999 tgl 26 Agustus 1999 te n t a n g Ta t a Cara Pemindahtanganan Barang Modal bagi Perusahaan PMA/PMDN dan Perusahaan Non PMA/PMDN Permohonan diajukan kepada Dirjen Bea dan Cukai cq Fasilitas Kepabeanan. Penerbitan surat ijin pemindah tanganan barang modal dituangkan dalam suatu SK Menteri Keuangan yang ditandatangani oleh Dirjen Bea dan Cukai ub Dir Fasilitas Kepabeanan atas nama Menteri Keuangan. Beberapa Kebijakan Pemerintah di bidang Perpajakan guna mendorong masuknya investasi ke daerah a. Pajak Bumi dan Bangunan Berdasarkan SK Menteri Keuangan N o. 7 4 8 / K M K . 0 4 / 1 9 9 0 t e n t a n g Pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan bagi Investasi di Wilayah tertentu, dibidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pertambangan, kehutanan, perindustrian, realestate, perhotelan, prasarana dan sarana perekonomian

burden on the import of capital goods took the form of the machine and factory equipment was issued by the Director General of the Tax. The transfer of capital goods. The transfer of capital goods was carried out was based on SK Finance Minister No.289/KMK.01/1977 on July 4 1997 and No.394/KMK.05/1999 on August 3 1999 about the provisions of the Transfer of capital goods for the PMA company and PMDN and the company non PMA/PMDN and SK the Duty and the Duties No. Kep. /BC/1999 on August 26 1999 about the conduct of the transfer of capital goods for the company of PMA/PMDN and the company non PMA/PMDN the request was lodged to the Director General of the Duty and the Duties cq Customs facilities. The publication of the transfer permit of capital goods was poured in some of SK Finance Minister who was signed by the Director General of the Duty and the Duties ub Customs Facilities Director on behalf of the Finance Minister. Several policies of the Government in the taxation field in order to pushes the entry of investment to the area a. The Earth tax and the Building Was based on SK Finance Minister No.748/KMK .04/1990 about the imposition of the earth tax and the building for Investment in the certain Territory, in the agricultural field, the plantation, livestock breeding, fisheries, the mining, forestry, the industry, real estate, the hotel business, the infrastructure and economic means as

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN


140 serta jasa angkutan darat, laut dan udara yang dilakukan di wilayah Pulau Kalimantan (Provinsi Kalimantan Brat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan). Pulau Sulawesi, NTB, NTT, Maluku dan Pulau Irian Jaya/Papua, diberik an pengurangan sebesar 50% dari PBB yang terutang, selama 8 tahun sejak diperolehnya ijin peruntukan tanah. b. Perlakuan Perpajakan Atas Biaya Penelitian dan Pengembangan (R&D).Untuk meningkatkan jenis dan mutu produk perusahaan perlu melakukan penelitian dan pengembangan dapat dikurangi dari penghasilan bruto dalam menghitung penghasilan kena pajak. Ketentuan berdasarkan SK Menteri Keuangan No.769/KMK.04/1990. c. Perlakuan Pajak Penghasilan Atas Biaya Latihan Karyawan, Pemagangan dan Bea Siswa perlu ditetapkan perlakuan perpajakan dengan Keputusan M e n t e r i K e u a n g a n No.770/KMK.04/1990.

well as the service, Sea and air that were done in the Kalimantan Island territory (Province West Kalimantan, Central Kalimantan, East Kalimantan and South Kalimantan). Sulawesi Island, NTB, NTT, Moluccas and Irian Jaya Island/Papua, was given by the reduction of 50% from the UN that was owed, for 8 years since being received by him allocation permission of the land. b. The treatment of taxation on the research and development cost (R&D) To increase the kind and the quality of the company's product must carry out research and development could be reduced from the gross production in counting the production was subject to the tax. The provisions were based on SK Finance Minister No.769/KMK.04/1990 c. The treatment of income tax on the cost of the employee's exercise, work exercise and the student's duty must be maintained by the treatment of taxation with Finance Minister's Decision No.770/KMK.04/1990.

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan tersebut yang dimaksud dengan semua biaya yang dikeluarkan oleh wajib pajak untuk keperluan penyelenggaraan : - Program latihan karyawan - program pemagangan - Pemberian bea siswa dengan kontrak keras Merupakan biaya yang dapat dikurangi, dari penghasilan bruto dalam menghitung penghasilan kena pajak.

Was based on Finance Minister's decision that was meant by all the fees that were spent by the tax obligation for the need of the implementation : - The program of the employee's exercise - The program of the work exercise - Giving of the student's duty with the hard contract Was the cost that could be reduced, from the gross production in counting the production was subject to the tax.

THE WINDOW OF BUSINESS INVESTMEN IN SOUTH KALIMANTAN JENDELA BISNIS INVESTASI DI KALIMANTAN SELATAN



south kalimantan