Page 1

Home

Daftar Isi

Kajian Utama

About

Nasional

Our Ideology

Internasional

Akhwat Zone

Analisis

Recent Comment

Kristologi

Stay Connected

Konspirasi

Mobile Version

Mercusuar

Contents

RSS Feed

Wallpaper Islami

Join us on Facebook

Follow us on Twitter

22:14 - Indonesia Terjajah dengan Demokrasi Home / Densus 88 / BNPT Hipokrit Di Tengah Desakan Bubarkan Densus 88

BNPT Hipokrit Di Tengah Desakan Bubarkan Densus 88 Posted by Admin

Densus 88

3:11 PM

Oleh: Abu Zahro Ak tivis Islamic Revivalis di Indonesia Pernyataan Ansyaad Mbai (BNPT) tentang UU Terorisme bisa juga diberlakukan di Papua, terkesan sebagai “bargaining” dan “carmuk” (baca = cari muka).Setelah sebelumnya muncul banyak desakan yang mempertanyakan ketidakadilan penyebutan “kelompok separatis” atau kelompok bersenjata di Papua bukan sebagai “teroris”. Di tengah tampilan kesalahan paradigma (definisi

ANALISIS TNI-Polri Bertikai dan Bermasalah Akibat Presiden Mengabaikannya Ketika Para Pendidik Tak Lagi Jadi Teladan Antiaging, Komoditi Kesehatan a la Kapitalis

Gurita Narkoba Berujung Legalisasi Kepemilikan Ganja

Meski sudah terbukti banyak korban yang berjatuhan baik dari TNI maupun Polri

Republik Zina Menanti Bencana

dalam kurun waktu yang lama dan beruntun tetapi penanganan kasus penembakan di Papua terkesan sangat hati-hati. Padahal secara faktual sudah jelas-jelas penembakan di Papua terindikasi ada kaitan erat dengan perjuangan untuk

Kejahatan Narkoba buah dari Sistem Kapitalis Sekuler

Recent Comment

JAKARTA– Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah mendesak pemerintah RI untuk membubarkan detasemen Khusus (Densus 88) Anti Teror.Hal...

Muslimah Menjadi Korban Tertinggi Kebencian Rasis di Inggris LONDON, - Sebuah saluran telephon aduan Muslim telah menemukan bahw a w anita muslim telah menjadi korban terbesar diskriminasi anti-Islam...

Gereja Swedia Ditinggalkan Warga Kota

Karena Eliyas Bukanlah Ibas

yang disebut teroris sebenarnya masih diduga teroris.

Terpopuler

Hidayatullah desak Pemerintah bubarkan Densus 88

Menang PILKADA Tolak Ukur Kemenangan Dakwah, Benarkah?

Antara Jokowi dan Ahok : Kegagalan Sudah Di Depan Mata

teroris), prosedur maupun tindakan yang biadab oleh densus 88, karena sebagian

Terbaru

Gereja Sw edia kehilangan lebih dari 50.000 jemaatnya pada tahun 2012 dan berkurangnya jumlah jemaat gereja itu terus terjadi sejak...

Ditemukan 20 Jenazah Mengambang di Sungai Syuhada Suriah Mujahidin Suriah mengatakan setidaknya 20 mayat pemuda ditembak oleh pasukan keamanan rezim Assad ditemukan di perairan kecil

memisahkan diri dari wilayah RI. Ada Asing (AS) yang bermain pada kasus

yang...

Papua. AS melakukan intervensi politik dengan halus. AS telah memberikan ruang

Obama Punya Wewenang Gunakan Drone Untuk Membunuh Warga Amerika di Wilayahnya

gerak kepada para aktivis pendukung Papua merdeka (pro-M) seperti Herman Wainggai yang saat ini telah menetap di AS. Meski AS terkenal dengan negara superketat terkait kedatangan orang asing.

Presiden Barack Obama memiliki kew enangan untuk menggunakan serangan pesaw at tak beraw ak untuk

Dalam kasus Papua, AS tidak berdiri sendiri. AS berkolaborasi dengan Inggris,

membunuh w arga AS di dalam negeri...

TNI-Polri Bertikai dan Bermasalah Akibat Presiden Mengabaikannya

Belanda dan Australia. Hillary Clinton (Menlu AS) yang pada November 2 tahun lalu di Hawai (sebagaimana dilansir AFP 11/11/2011) mengatakan bahwa Pemerintah AS telah khawatir atas kekerasan dan pelanggaran HAM di Papua, sehingga pihaknya akan mendorong adanya dialog dan reformasi politik berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan legal rakyat Papua ?(www.hankam.kompasiana.com). AS sering bermuka dua. AS bekerja sama dengan Australia untuk mengontrol separatis. Selain itu juga untuk melindungi kepentingan AS seperti Freeport. Lamban dan hati-hatinya sikap RI terhadap kasus Papua bisa dipahami karena bersinggungan dengan kepentingan Teroris Internasional/Teroris Dunia –

Konflik antara TNI dengan aparat

Translate Select Language Gadgets powered by Google

kepolisian yang berujung pada pembakaran Mapolres OKU, Sumsel, menandakan hubungan dua institusi...

Indonesia Terjajah dengan Demokrasi Jakarta-Sekjen Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Bachtiar Nasir mengatakan apa yang disebut demokrasi dan...

Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya – yang telah menumpahkan darah kaum muslimin di berbagai negara. Pernyataan Ansyaad Mbai bahwa kasus Papua itu bisa jadi dijerat dengan UU Terorisme bertentangan dengan apa yang dia sampaikan sebelumnya. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu memastikan tindakan

Barbarosa Pahlawan Islam Yang Menjadi Korban Propaganda Jahat Barat Anda yang gemar membaca komik Asterix dan anda yang pernah menonton film ‘Pirates of The Carribean’, tentu ingat karakter jahat...

kekacauan di Papua secara objektif dinilai sebagai aksi teror. Meski demikian, ia menegaskan “teror tersebut tak terkait dengan terorisme internasional”seperti

www.globalmuslim.web.id/2013/03/bnpt-hipokrit-di-tengah-desakan.html

Betulkah Dinosaurus Pernah Ada Di Muka Bumi?

1/4


yang dihadapi dunia saat ini. (Sinar Harapan.com). Juga bertolak belakang dengan yang disampaikan oleh Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Letjen Marciano Norman yang menyebut sebagai “kelompok separatis bersenjata” pada kasus penembakan di Kabupaten Puncak, Papua beberapa waktu yang lalu.(Jumat, 22/02/2013 15:45 WIB, detik News). Sembilan orang yang ditangkap di Wamena akhirnya memang hanya dikenakan UU Darurat 12/1951 tentang kepemilikan bahan peledak dan senjata api. (Berita Satu. Com, Selasa, 02 Oktober 2012 | 16:22). Juga berseberangan dengan apa yang disampaikan oleh Menkopolhukam Djoko Suyanto yang menyatakan, tak perlu Instruksi Presiden (Inpres) Keamanan Nasional seperti yang dikemukakan SBY beberapa waktu lalu untuk menuntaskan “masalah penembakan sekelompok orang bersenjata di Papua” . (Rabu, 27/2/2013, Liputan6.com, Jakarta). Pengakuan rencana perubahan penerapan hukum atas kasus Papua dengan UU Terorisme yang pada akhirnya akan memberikan label kelompok separatis Papua sebagai Teroris oleh BNPT mengundang pertanyaan besar berbagai kalangan tentang apa maksud di balik pernyataan Ansyaad Mbai di tengah menguatnya desakan pembubaran Densus 88?. Motivasi di balik sikap hipokrit BNPT Ibarat sebuah permainan maka akan benar-benar diperhitungkan dengan teliti dan seksama siapa menyerang, kapan dan dengan strategi apa. Tetapi itu semua tidak merubah pemahaman dasar tentang bagaimana sebenarnya konteks perang melawan terorisme yang dimaksud oleh AS dan sekutu-sekutunya termasuk pemerintah Indonesia. Dalam konteks Indonesia dengan sistem thogut – Demokrasi – maka penting mendalami beberapa faktor dasar sebagai berikut : Pertama, dokumen Badan Intelijen Nasional AS mendefinisikan terorisme adalah paham yang bercita-cita atau berkeinginan untuk merealisasikan Islam secara formal. Siapapun baik di dalam parlemen maupun di luar parlemen yang berkeinginan untuk menerapkan Islam kaffah secara formal maka termasuk kategori “teroris”. Ini sesuai dengan mindset yang disampaikan oleh Ansyaad Mbai baru-baru ini di Makassar, Rabu 06/03/3013 (Antara News), saat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menilai bahwa UU Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme masih lemah dan belum mengikat sepenuhnya. Diantaranya menurut Ansyaad Mbai ajaran “Jihad” yang disinyalir telah menginspirasi dan menjadi kegiatan-kegiatan awal yang mengarah kepada terorisme belum bisa dijerat oleh UU. Padahal ajaran Islam kaffah tidak bisa dipisahkan dengan Syareah, Jihad dan Khilafah. Mindset Ansyaad Mbai memahami ajaran Islam sama persis dengan mindset negara Kafir Muharibban Fi’lan AS bersama sekutu-sekutunya memandang Islam. Kedua, Jika benar UU Terorisme juga berlaku untuk kasus Papua maka akan berimplikasi tidak saja pada kaum muslimin. Tetapi juga non muslim.Sementara intelectual of reference yang dipergunakan untuk menjalankan Global War On Terrorism berasal dari frame of thingking intelijen AS yang jelas-jelas menembak sasaran kaum muslimin yang berseberangan atau tidak setuju dengan kebijakankebijakan AS di berbagai negara termasuk Indonesia dengan segala bentuk intervensinya. Di sisi lain AS sangat punya kepentingan terhadap Papua yang kaya dengan kekayaan alamnya. Ini senada dengan kegamangan Ansyaad Mbai ditanya tentang kemungkinan UU Terorisme berlaku untuk kasus Papua, di Makassar, Rabu, 06/03/2013. Dia menyampaikan bahwa ini konsekwensi, daripada prinsip demokrasi yang harus di jalankan sebegaimana mestinya. “Pemerintah tidak bisa secara otoriter langsung memperlakukan hal itu karena agenda utama kita sebetulnya bukan soal teroris, tapi bagaimana mempertahankan proses demokrasi di negeri ini”, tandasnya. Berikutnya Ansyad menyampaikan bahwa tergantung situasi yang berkembang di Papua apakah akan diberlakukan di Papua yang bisa saja mengarah kepada aksi terorisme. Ketika berbicara soal Papua maka dia

www.globalmuslim.web.id/2013/03/bnpt-hipokrit-di-tengah-desakan.html

2/4


mengaitkannya dengan agenda demokrasi. Maka sah-sah saja atas nama demokrasi jika pada akhirnya Papua terus bergolak diperkuat oleh tekanan Asing (AS) kemudian mengajukan referendum (jejak pendapat) dan menyatakan diri sebagai Negara Papua Merdeka. Dengan kata lain apapun bentuk perlawanan di negeri yang menerapkan sistem thogut ini sampai dengan perjuangan pemisahan diri dari kesatuan NKRI tidak menjadi masalah.Asalkan tidak membawa kepentingan menerapkan Islam kaffah secara formal dalam penyelenggaraan kehidupan negara. Karena yang dimaksud dengan terorisme adalah terma sesuai dengan yang didiktekan oleh Kafir Muharibban Fi’lan (AS bersama sekutusekutunya) secara frame of intelectual maupun frame of politic. Ketiga, Jadi statemen Ansyad Mbai bahwa dimungkinkan UU Terorisme bisa diberlakukan pada kasus Papua hanyalah sebagai strategi “Balancing of Pschology” saja di tengah desakan perlawanan terhadap kesewenang-wenangan, kebiadaban, kekejaman Densus 88 dan program deradikalisasi aqidah umat Islam ala BNPT yang benar-benar menikam dan merugikan umat islam. Yang mungkin dilakukan dalam konteks kasus Papua adalah dibuatnya “legal of frame” tersendiri biar tidak overlapping dengan kepentingan UU Terorisme sebagai legal aspect GWOT (Global War On Terrorim) alias GWOI (Global War on Islam). Legal of frame yang pernah disinggung oleh SBY beberapa waktu yang lalu dalam bentuk Inpres Keamanan Nasional dan disangggah oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto dengan pertimbangan melihat perkembangan eskalasi politik yang terjadi terlebih dahulu. Pembuatan legal of frame tersendiri untuk kasus Papua akan memudahkan untuk melokalisir peta persoalan yang berada dalam domain perang melawan terorisme yang sejatinya perang melawan umat islam yang berkeinginan menerapkan islam secara kaffah. Dibedakan dengan domain perang melawan sempalan-sempalan non muslim yang selalu ada intervensi Asing seperti Australia dan Portugis di belakang Timor Leste. Dan AS dan Australia di belakang kasus Papua. Jadi apapun yang disampaikan oleh Ansyaad Mbai representasi BNPT sesungguhnya merupakan cerminan garis kebijakan baku rezim yang menerapkan sistem thogut –demokrasi – di negeri ini terhadap GWOT sesuai dengan “frame of policy” negara-negara Kafir Muharibban Fi’lan (Amerika dan Eropa). Yang telah memicu konflik internasional berkepanjangan dengan sasaran negeri-negeri muslim. Termasuk di Indonesia. Biang dari segala bentuk kejahatan Internasional/Dunia di berbagai negeri-negeri muslim sesungguhnya perlakuan sewenang-wenang Barat mengintervensi dan menghancurkan kaum muslimin di berbagai negara dengan segala bentuk baik secara militer, politik, sosial budaya, ekonomi dan semua aspek kehidupan. AS bersama sekutu-sekutunya lah yang layak disebut sebagai “Bapak Terorisme Negara” yang menumpahkan darah kaum muslimin di berbagai negeri muslim. Negara yang patuh mengikuti “frame of policy” nya akan masuk ke dalam skenario penjajahan oleh Kafir Muharibban Fi’lan atas kaum muslimin yang berkeinginan untuk menjalankan keyakinannya –Al Islam – secara kaffah yang memuat ajaran syareah, jihad dan khilafah. Sebuah frame of policy yang melahirkan UU Terorisme, UU Pendanaan Terorisme, UU lain yang terkait, Institusi yang dilahirkan atas amanat UU itu (BNPT dan Densus 88), dan Policy Maker yang sudah mengkristalisasi dan mau menjadi underbow “frame of policy” Kafir Muharibban Fi’lan. Semakin terang dibukanya oleh Allah SWT segala bentuk makar musuh-musuh Allah. Dan sebaik-baik makar adalah Allah SWT. Semoga Allah SWT segera menurunkan Nashrullah-Nya dengan tegaknya syariat dan khilafah ala minhajin nubuwwah. Wallahu ‘alam bis showab. (Dari Bumi Pergolakan dan Musibah/Abu Zahro). [www.globalmuslim.web.id]

Share :

Suka

12

Tw eet

1

0

www.globalmuslim.web.id/2013/03/bnpt-hipokrit-di-tengah-desakan.html

2

3/4


Tulisan Terkait lainnya: Densus 88 Hidayatullah desak Pemerintah bubarkan Densus 88 Dewan Syariah Kota Solo Dukung Pembubaran Densus 88 Dr Muinudinillah: “Terorisme Itu Tak Ada, Umat Islam Jadi Sasaran Rekayasa Asing ” HTI: Ormas Islam harus vokal serukan pembubaran Densus 88 Sebar Data ‘Teroris’ dari Kelompok JAT, Polisi Akui Salah Komnas HAM di Poso, Aksi Brutal Densus 88 Benar Terjadi KH Hasyim Muzadi: ‘Kelompok Kanan Dihadapi dengan Senjata, Islamophobia Diperlakukan Lunak ’ KH.Hasyim Muzadi: Desakan pembubaran Densus 88 karena negara tidak adil kepada Umat Islam Muslimat NU dan 27 Ormas Islam Kembali Desak Bubarkan Densus 88

0 comments for BNPT Hipokrit Di Tengah Desakan Bubarkan Densus 88

Leave comment

Enter your comment...

Comment as: KALAM-UPI (Google) Publish

Sign out

Preview

Newer Post

Subscribe by email

Home

STAY UPDATED Konferensi Rajab 1432 H Foto Kegiatan Multimedia Seputar Syariah Tanya Jawab Kantor Jubir Agenda Dakwah Tentang Khilafah E-Book Mutabbanats

Older Post

FEATURED LINKS

ADVERTISEMENT

Khilafah Movement Hizbut Tahrir Media Office Hizbut Tahrir Indonesia Hizbut Tahrir Pakistan

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan - Template Modification by Jawara.web.id

www.globalmuslim.web.id/2013/03/bnpt-hipokrit-di-tengah-desakan.html

4/4

BNPT Hipokrit Di Tengah Desakan Bubarkan Densus 88  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you