Issuu on Google+

RADAR SULBAR Pertama & Terbesar di Sulawesi Barat

JUMAT, 10 FEBRUARI 2012 HPN 2012

Pers Nasional Harus Membangun Optimisme

www.radar-sulbar.com Tercepat dalam Menyajikan Berita

Rp 3.000

TBC Mewabah, 6 Meninggal

Laporan Naskah M Nabhan, Jambi

Penuh keakraban. Seperti itulah suasana puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2012 yang dilaksanakan di Gedung DPRD Jambi, Kamis, 9 Februari. Bermula ketika Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono memasuki ruang rapat utama Gedung DPRD Jambi. Tepat pukul 14.00 WIB. Lagu Indonesia Raya pun langsung berkumandang. Baca HAL 7 Desa Ratte berada dua kilometer dari aliran Sungai Mandar (sebelah baratnya). Letak Ratte sebelah utara dari Taramanu, jaraknya sekitar 8 kilometer. Sedang dari Tubbi, Ratte terletak di sebelah barat laut. Juga berjarak sekitar 8 kilometer. Dari Tinambung Ratte juga bisa dijangkau dengan jarak 35 kilometer. Untuk menuju Ratte, bisa lewat Malu-nda Kabupaten Majene-Manyamba-Bulobulo-Kabelaan-PasupunganRatte. Jaraknya berki-sar 20 kilometer.

RADAR/RIDWAN ALIMUDDIN.

TUTAR. Inilah Kecamatan Tubi Taramanu (Tutar) Kabupaten Polewali Mandar yang cukup terisolasi.

Seluruh Warga Songi Mengidap TBC, Dinkes Belum Turun Tangan REPORTER: JHAMHUR-AMRI M EDITOR: MAHBUB AMIRUDDIN

POLEWALI -- Warga Dusun Songi, Desa Ratte, Kecamatan Tubi Taramanu (Tutar) Polewali

Baca Hal 15 Infotainment

Pilih Lagu Untuk Wakili Perancis

Humor Kampanye yang Membingungkan Pada masa kampanye pemilukada, seorang calon bupati, berkampanye di salah satu kecamatan guna mempromosikan agar dipilih oleh masyarakat. Dan inilah isi kampanyenya: Calon Bupati: "Bapak-bapak, Ibu-ibu kalau terpilih nanti, saya akan membangun jalan dan jembatan agar akses ke kecamatan ini lebih mudah untuk menjual hasil pertanian ke kota". Salah seorang dari masyarakat yang hadir, nyeletuk "Tapi pak di kampung kita tidak ada sungai, jadi untuk apa dibangun jembatan?" Si calon bupati langsung menjawab pertanyaan itu. "Jangan khawatir! Jika tidak ada sungai di kecamatan ini, saya akan bangun jembatan sekaligus dengan sungainya!" Masyarakat : "!!??##%%!!!" Kirim cerita lucu Anda ke radarsulbar01@gmail.com

atau TBC akut yang butuh penanganan sesegara mungkin. Songi yang berjarak 80 kilometer dari Mapilli, dihuni kurang lebih 30 kepala keluarga atau berkisar ratusan jiwa.

Kakao Sulbar Harus Tembus Pasar Global MAMUJU -- World Cocoa Foundation (WCF) atau yayasan kakao dunia, yang selama ini konsentrasi meningkatkan pendapatan petani dan mengembangkan perkebunan kakao di benua Afrika, mulai menggarap potensi kakao Sulbar. Kehadiran WCF di Sulbar, merupakan buah dari gagasan dan kerjasama Pemprov Sulbar dengan PT Nestle dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitloka) Jember dalam membangun kebun percontohan dan pengembangan pasca panen kakao di Desa Tadui Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju. Sebagai tindak lanjut dari kerjasama ini, kemarin, 9 Februari, President of World Cocoa Foundation, Bill Guiton, mengikuti pertemuan dengan

Kini, semua warga Songi diduga telah terinfeksi TBC. Informasi yang dihimpun Radar Sulbar, dalam waktu tidak kurang dari satu tahun terakhir, TBC sudah memakan korban

enam orang meninggal dunia. Penyebabnya lebih banyak disebabkan, penyakit itu tidak tertangani secara medis. Baca HAL 7

Perpustakaan Majene Telantar, Ribuan Buku Hilang

RADAR/JUNIARDI

BELUM KOMPLIT. Rak buku di Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (KPAD) Majene masih banyak yang kosong. RADAR/MUHAMMAD ALI AKBAR

MINIATUR KAKAO. Presiden WCF, Bill Guiton (dua dari kiri) memegang miniatur kakao sebagai cinderamata Pemprov Sulbar.

jajaran pemerintah daerah se provinsi ini di Kantor Gubernur Sulbar. Pada pertemuan itu, Bill Guyton, menyampaikan jika kehadirannya di dae-

rah ini sebagai bentuk kesungguhan mendukung petani kakao di seluruh dunia. Baca HAL 7

MAJENE -- Fasilitas pendidikan di Kabupaten Majene Sulbar masih jauh dari sempurna. Kabupaten yang diharapkan menjadi pusat pendidikan di Sulbar ini justru menerlantarkan perpustakaannya. Fasilitas penunjang yang

seharusnya dengan mudah diakses kalangan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas pengetahuannya justru mendapat tempat yang tidak refresentatif. Baca HAL 7

Menyambut E-paper Radar Sulbar (2/selesai)

Lebih Ringan dan Memudahkan Pembaca

UNIK

OLEH: Muh. Ridwan Alimuddin

net

INDIA memang unik, dari segala macam kemegahan Bollywood dan keragaman masyarakatnya terselip aktivitas unik yang memancing senyum. Salah satunya adalah armada angkut murid sekolah dasar yang menggunakan sepeda roda tiga modifikasi. w w w. r a d a r - s u l b a r. c o m

Mandar, dihadapkan pada kondisi memprihatinkan dan meresahkan. Dusun kecil paling terpencil di Kecamatan Tutar ini sudah enam tahun terakhir terserang penyakit Tuberculosis

Saat ini belum ada definisi standar tentang e-paper sebagai koran di dunia maya. Tapi bila melihat layanan epaper yang telah diberikan mediamedia besar, baik dalam maupun luar negeri, ada bisa simpulan untuk memberi definisi.

Setidaknya untuk saat ini. Sebab bisa saja apa yang ada sekarang, di masa mendatang mengalami perkembangan, hingga definisi itu berubah; butuh penyesuain.

Dengan kata lain, meski teks berita tersebut ada di dalam komputer (terdigital) atau internet, tidak serta merta bisa dikategorikan sebagai koran elektronik. Baca HAL 7

redaksi: 0426-22138 - email: radarsulbar01@gmail.com


2

Ekonomi

RADAR SULBAR Jumat, 10 Februari 2012 PANC A KAR YA PEMBANGUNAN SULA WESI BARA T PHASE II ANCA KARY SULAWESI BARAT SEBA G AI KEBIJ AKAN S TRA TEGI PEMBANGUNAN PR O VINSI SULA WESI BARA T 20 1 1 - 20 16 KEBIJAKAN STRA TRATEGI PRO SULAWESI BARAT 201 201 SEBAG

1. Peningkatan Profesionalisme Aparatur ( personalcapatcy building) Pemerintahan Daerah Provinsi Sulawesi Barat 2. Peningkatan Kualitas dan Perluasan Ketersediaan Sarana dan Prasarana Ekonomi Vital 3. Peningkatan Promosi dan Kerjasama dengan Pihak Ketiga Baik dalam Negeri maupun Luar Negeri 4. Peningkatan Pemanfaatan Sumber Daya Alam 5. Pengembangan Pemerintahan yang Peduli Lingkungan H. Anwar Adnan Saleh Gubernur

H. Aladin S Mengga Wakil Gubernur

Rumput Laut Terserang Hama Lumut REPORTER: HASAN BASRI EDITOR: SUDIRMAN SAMUAL

MAMUJU -- Produksi rumput laut di wilayah pesisir Pulau Karampuang Mamuju turun hingga sebesar 20 persen. Penurunan produksi tersebut akibat serangan hama lumut bulu sejak beberapa waktu lalu. Hama tersebut bersipat benalu hingga menghambat pertumbuhan rumput laut. Akibat serangan ini, penghasilan warga Pulau Karampuang yang sebagian besar merupakan petani rumput laut jadi ikut menurun. Petani di daerah tersebut mengeluh dan menunggu penanaman berikutnya. Kepala Dusun Karampuang II, Bauddin, mengatakan sebelum terserang hama lumut, produksi rumput laut di Pulau Karampuang bisa mencapai 10 ton sekali panen.

Namun sejak diserang hama, produksi rumput laut hanya mencapai sekira 8 ton. "Selain diserang hama lumut, produksi rumput laut menurun akibat lapa yaitu salah satu hama yang bisa membuat rumput laut tidak bisa berkembang. Mungkin juga disebabkan karena air yang keruh," kata Bauddin kepada Radar Sulbar, saat ditemui di rumahnya, Kamis 9 Februari. Menurut Bauddin, petani yang hanya menggantungkan hidup dari rumput laut hanya bisa memperoleh penghasilan sekali dalam satu bulan. "Sekarang sudah lepas, karena kemarin ini produksi mengalami kegagalan sehingga kami terpaksa memanen dalam waktu yang belum cukup umurnya," tuturnya. Serangan hama ini juga membuat harga rumput laut ikut terkena imbas

karena pembeli dari luar daerah mulai berkurang. Harga rumput laut sebelum turun senilai Rp 10 ribu per kilogram, sedangkan sejak turunnya harga tersebut harga rumput laut hanya mencapai Rp 7 ribu per kilogram. Petani di Pulau Karampuang belum mengetahui bagamana cara mengantisipasi serangan hama lumut pada rumput laut tersebut. "Serangan hama sudah lama terjadi sejak kami buka disini, namun kami tidak tahu apa obatnya. Kami pernah tanyakan pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) pada saat rapat, tapi mereka juga tidak tahu. Jadi kami tidak tahu apa yang harus dilakukan," jelasnya. Serangan hama rumput laut, menurut Bauddin, biasa datang pada bulan Agustus dan Oktober, tetapi serangan itu justru datang pada bulan

Februari. "Kami juga heran kenapa seperti itu, sebab tidak biasanya seperti ini. Jadi sekarang kami berharap sama pemerintah bisa mencarikan solusi dari serangan hama tersebut," paparnya. Sahruddin merupakan salah satu petani rumput laut Dusun Karampuang II. Produksi rumput laut mereka sejak tanaman diserang hama lumut menurun hingga 70 kilogram. Hasil produksi rumput laut Saharuddin sebelum diserang hama lumut bisa mencapai 100 kilogram, namun produksi itu menurun drastis menjadi 30 kilogram per satu kali panen. "Kami harus menunggu penanaman berikutnya, karena rumput laut yang ditanam mengalami kerusakan oleh lumut. Jadi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ini kami pergi memancing ikan," ujanrya. (*)

Speedy Benahi Sambungan Pelanggan MAMUJU -- PT Telkom Mamuju telah melakukan pembenahan terhadap kabel optik jaringan speedy yang terputus akibat kegiatan perbaikan jalan dan pembangunan drainase di beberapa titik jalan di Mamuju beberapa waktu lalu. Sejak awal Januari, PT Telkom Mamuju telah membenahi sambungan hingga 500 kabel pelanggan. Dengan demikian, pelanggan speedy di Mamuju sudah mulai dapat menikmati pelayanan internet melalui speedy. Kepala Supervisor Plasa Telkom Mamuju, Agustinus Kala'padang, mengungkapkan gangguan jaringan akibat penggalian drainase telah rampung dibenahi pekan ini. Ia mengaku sebanyak sekira 500 pelanggan yang sempat terganggu jaringan internet telah mulai normal kembali. "Semua pelanggan sudah menikmati kembali jaringan internet speedy, seperti di sepanjang Jalan RE Martadinata hingga Malik Pattana Endeng dan Jalan Ir Juanda Mamuju. Meskipun tidak dapat dipungkiri masih ada pelanggan sekira satu hingga dua nomor yang belum dapat mengakses internet. Hal ini terjadi akibat pemasangan teknis setiap MRTG (Multi Router Traffic Graper) yang belum maksimal," ungkapnya. (*)

Menelisik Pabrik Roti Mamuju

Berkreasi Untuk Kembangkan Bisnis Oleh: M. SHOLIHIN

Semakin maraknya roti yang diproduksi beberapa perusahaan besar menjadi tantangan bagi pabrik roti milik Usman, sebuah industri rumahan yang hanya mengandalkan alat sederhana. RADAR/ M SOLIHIN

diberi tempat usaha yang uk membuat roti di sib h ga ten n) ma Muslinawati (istri Us ry Mamuju. nama Wardiah Bake

MESKIPUN demikian, Usman (39 tahun) tak ciut nyali dalam bersaing. Ia mempertahankan usaha dengan banyak membuat kreasi rasa roti yang diproduksi. Saat ini roti yang dikembagkan Usman memiliki lima rasa. Padahal sebelumnya usaha yang digeluti sejak empat tahun silam hanya memiliki tiga rasa. Variasi rasa yang ditawarkan dari hasil produksi roti usaha Wardiah Bakery milik Usman antara lain rasa coklat, selai nanas, pisang, kelapa serta kacang. Ia mengaku pengalaman membuat roti tersebut berasal dari orang tuanya. "Saya tidak pernah belajar secara serius untuk usaha ini. Hanya saja, saya mendapat pengala-

DINAS PENDIDIKAN

Dari hasil produksi roti tersebut, Usman optimis usaha ini akan dikembangkan hingga menembus pasar di luar Kota Mamuju. "Rencananya usaha ini akan dikembangkan hingga ke Pasar daerah topoyo dan Tarailu," ungkapnya. Meskipun demikian, Usman mengaku usaha ini masih terkendala akibat kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok. Kenaikan tersebut membuat keuntungan yang diperoleh mengalami penurunan. "Sejumlah bahan pokok seperti terigu dan telur mengalami kenaikan. Padahal bahan tersebut merupakan bahan dasar dalam pembuatan roti," tutupnya. (*)

Kantor Pertanahan

PROVINSI SULAWESI BARAT

Kabupaten Mamuju

Mengucapkan Selamat & Sukses

Mengucapkan Selamat & Sukses

Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke-66

Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke-66 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jambi, 9 Februari 2012

Jambi, 9 Februari 2012

DR. Drs. H. Muh. Jamil Barambangi, M.Pd

Bendhard Sitanggang, SH.,M.Kn

Kepala

INFO SULBAR

man dari usaha roti yang pernah dilakoni orang tua saya," ujar suami Muslinawati memulai percakapan. Setiap hari, Usman bersama sang istri serta tiga karyawannya bangun pukul 05.00 wita. Usai melaksanakan Salat Subuh, Ia bergegas membuat roti hingga pukul 16.00 wita. Ia mengaku setiap hari roti yang mampu diproduksi mencapai 800 bungkus. Hampir setiap hari, semua roti tersebut habis terjual di masyarakat. "Harga yang saya berikan untuk hasil produksi roti hanya Rp 800 per bungkus. Sehingga jika dirata-ratakan omset saya sekira Rp 600 ribu per hari," aku Usman.

Kepala

Rubrik Khusus Humas Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat

RADAR/ MUHAMMAD ALI AKBAR

PERTEMUAN. Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh bersama Wakil Gubernur Sulbar Aladin S Mengga menggelar pertemuan dengan Presiden World Cocoa Foundation (WCF) Bill Guiton dan Perwakilan PT Nestle Indonesia, Wisman dan sejumlah anggota WCF. Kamis 9 Februari 2012.

RADAR/ MUHAMMAD ALI AKBAR

PENJELASAN. Presiden World Cocoa Foundation (WCF) Bill Guiton memberikan penjelasan di samping Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh dan Wakil Gubernur Sulbar Aladin S Mengga yang diikuti perwakilan sejumlah negara anggota WCF dan perwakilan Bupati se-Sulbar, Kamis 9 Februari 2012.


Mamuju 3

RADAR SULBAR Jumat, 10 Februari 2012 VISI PEMERINTAH KABUPATEN MAMUJU

"Gerakan Membangun Mamuju, Menuju Masyarakat Maju dan Mandiri (Gerbang Maju)" MISI II Meningkatkan Perekonomian Daerah melalui pemberdayaan perekonomian rakyat, pemerataan Pendapatan di Masyarakat, Pembangunan daya Tarik, daya tahan dan daya saing perekonomian daerah TUJUAN Mempersiapkan kader enterpreneur yang handal SASARAN Pembinaan SDM kader-kader entrepreneur yang potensial Fasilitas kader enterpreneur yang ada pada lembaga usaha Fasilitas Permodalan dan akses pasar

Drs. H. Suhardi Duka, MM Ir. Bustamin Bausat Drs. H. Habsi Wahid, MM Bupati Mamuju

Wakil Bupati Mamuju

Sekda Mamuju

Poltekkes Sulbar Telan Dana Rp 60 M

Hujan 1 Jam, Jalan di Mamuju Tergenang MAMUJU — Hanya dalam waktu sekira satu jam hujan deras mengguyur Kota Mamuju, sejumlah jalan di Mamuju tergenang air. Genangan ini akibat banyaknya drainase yang tidak berfungsi secara maksimal. Kebuntuan drainase akibat penumpukan material dan endapan pasir sehingga air tidak dapat mengalir dan menggenangi jalan. Air hujan yang melimpah tidak dapat disalurkan ke kanal yang mengarah ke laut dan akhirnya hanya tergenang di jalan. Pantauan Radar Sulbar, Kamis 9 Februari, sekira pukul 12.00 wita atau beberapa saat setelah hujan reda, sejumlah titik seperti Jalan Urip Sumoharjo (depan BNI Mamuju), Jalan KS Tubun (depan Hotel Mamuju Beach), serta Jalan Ahmad Kirang (depan Kodim Mamuju) terjadi genangan yang mengganggu pengendara. "Saya harap ada perhatian serius Pemkab Mamuju atas kondisi ini. Kami sangat terganggu dengan genangan seperti ini karena menghambat kelancaran dalam beraktivitas,” tutur Rudi Dahlan, seorang pekerja swasta yang mengendarai sepeda motor. Seorang warga lain, Rahmawati, menyebutkan khawatir melintasi jalan yang tergenang karena sepeda motornya terancam mati akibat kemasukan air pada bagian mesin. Ia akhirnya memilih berbalik arah dan mencari jalan lain yang tidak tergenang. "Sebenarnya bukan alasan itu saja, tapi genangan ini bisa membuat pakaian kotor kalau ada cipratan saat kita berpapasan dengan pengendara lain yang melintas," imbuhnya. (dir)

EDITOR: SUDIRMAN SAMUAL

MAMUJU -- Sejak dibangun tahun 2009 lalu, kampus Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Sulbar di Desa Bambu Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju telah menelan anggaran yang mencapai sekira Rp 60 miliar. Anggaran yang bersumber dari APBD dan APBN tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan pembebasan lahan seluas lima hektar serta membangun gedung rektorat tiga lantai yang memiliki 12 ruangan. "Untuk pengadaan lahan, kita menggunakan dana dari APBD Sulbar. Sedangkan untuk membangun gedung serta pengadaan

fasilitas lainnya kita memanfaatkan gelontoran dana APBN dalam beberapa tahun terakhir," ungkap Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh kepada sejumlah wartawan usai meninjau kampus dan memberikan arahan kepada civitas akademik Poltekkes Sulbar, Rabu 8 Februari. Anwar yang melakukan kunjungan bersama Ketua DPRD Sulbar Hamzah Hapati Hasan serta Wakil Gubernur Sulbar Aladin S Mengga menyebutkan, Poltekkes Sulbar masih akan mendapatkan kucuran anggaran untuk penyempurnaan pembangunan kampus yang baru mulai difungsikan akhir Januari lalu itu. Sejumlah fasilitas lain seperti sarana listrik, air bersih, perpus-

takaan serta asrama mahasiswa akan dibangun di area tersebut. Selain itu, Pemprov Sulbar juga akan menambah luas areal menjadi 25 hektar atas persetujuan DPRD Sulbar. "Untuk penambahan areal akan kita lakukan bertahap, mungkin mencapai lima hektar setiap tahun. Sementara untuk pengadaan sarana listrik, saya harap dapat dilakukan dalam waktu tidak terlalu lama agar mahasiswa dapat belajar dengan baik karena pendingin ruangan dapat difungsikan. Dananya sudah ada, tinggal pemasangan instalasi," sebut Anwar. Sementara itu, Ketua DPRD Sulbar Hamzah Hapati Hasan menyatakan sangat mendukung upaya pengembangan kampus

tersebut. Olehnya, DPRD Sulbar akan menyetujui pengajuan anggaran pembebasan lahan untuk perluasan areal Poltekkes Sulbar. "DPRD Sulbar sangat fokus dalam mendukung pengembangan pendidikan dan kesehatan di daerah ini. Jadi kalau Pemprov Sulbar meminta lima hektar lagi, kami malah usul agar luasnya sekaligus ditambah 20 hektar," urai Hamzah. Hamzah menegaskan akan terus memantau segala kebutuhan Poltekkes Sulbar agar dapat dibantu jika membutuhkan. “Selama untuk pengembangan pendidikan dan kesehatan, saya bersama teman-teman DPRD Sulbar akan ikut membantu,” kuncinya. (dir)

Nelayan di Tengah Cuaca Buruk

Himpitan Ekonomi, Nelayan Alih Profesi Oleh: HASAN BASRI

Angin kencang disertai hujan deras yang terjadi selama beberapa bulan terakhir membuat sejumlah kapal hanya bersandar di pelabuhan. Selain khawatir akan keselamatan, nelayan enggan melaut karena yakin tidak bakal memperoleh jumlah tangkapan yang memuaskan.

RI RADAR/ HASAN BAS

u nelayan be TERTAMBAT. Perah

rsand

rra Mamuju ar di Pantai Manaka

PENGUMUMAN

Akibat kondisi ini, sejumlah besar nelayan memilih beralih profesi untuk sementara waktu. Himpitan ekonomi keluarga membuat nelayan harus melakoni profesi sebagai tukang batu atau tukan kayu. Beberapa nelayan yang masih merasa belum cukup memenuhi kebutuhan ekonomi, kerap kali harus menjual barang miliknya untuk menyambung hidup. Kondisi ini dialami Umar (30 tahun) asal Dusun Ujung Bulo Pulau Karampuang Mamuju. Sudah lebih dari tiga bulan mereka beralih profesi menjadi buruh bangunan. Sebab mereka selama ini mengalami kerugian sejak tidak lagi dapat melaut sehingga setiap hari pengeluaran lebih besar daripada penghasilan. Penghasilan Umar sebagai bu-

ruh bangunan paling besar Rp 45 ribu per hari, sedangkan saat berprofesi sebagai nelayan semenjak cuaca buruk hanya mampu menghasilkan Rp 100 ribu per bulan. "Kami pindah profesi karena dengan cuaca tidak menentu. Banyak resikonya karena bisa saja saat berada di tengah lautan ombak tiba-tiba besar. Hasil tangkapan juga sangat sedikit, jadi pasti kita merugi karena pengeluaran biaya melaut banyak," kata Umar kepada Radar Sulbar, saat ditemui, Kamis 9 Februari. Namun, bukan berarti dengan profesi sebagai buruh bangunan penghasilan Umar dalam sebulan sudah mencukupi. Sebab, tidak setiap hari Umar menerima panggilan untuk bekerja sehingga juga kerap Ia hanya berdiam di rumah dan menggantungkan hidup pada

orang tua. Hal sama dialami Madda Ali yang beralih profesi dari nelayan jadi petani. Menurutnya, petani tidak menimbulkan banyak resiko dan kerugian. "Jadi nelayan butuh mental yang baik karena harus berani menerima tantangan, seperti terjangan ombak. Itulah makanan keseharian kita. Jadi sekarang saya jadi pekerja kebun saja," ungkapnya. Madda Ali memiliki anak sebanyak sembilan orang. Ia sekarang bekerja sebagai penanam ubi. Hasil tanaman miliknya biasa dijual dengan harga Rp 25 ribu per karung. Walaupun profesi yang ditekuni keuntungannya kecil, Madda Ali tetap jalani, yang penting hasilnya itu bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. (*)

Nomor : KU.03.01/PENG ADD/POKJA-PBL/APBN/SB/II/004

Pasien Keluhkan Pelayanan RSUD Mamuju

Sehubungan dengan paket DPSD RTH KAREMA KAB. MAMUJU & DPSD TRADISIONAL KALIBAMBA KAB. MAMUJU UTARA pada Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Sulawesi Barat Tahun Anggaran 2012, dimana kedua paket tersebut masuk kedalam kegiatan SKPA (tunda), maka diberitahukan kepada rekanan yang sudah mendaftarkan perusahaannya secara manual seperti yang tertuang dalam list di bawah ini : 1. DPSD TRADISIONAL KALEBAMBA KAB. MATRA

2. DPSD RTH KAREMA KAB. MAMUJU

NO. NAMA PERUSAHAAN

NO. NAMA PERUSAHAAN

1. CV. FADEL KARYA REZKY 2. CV. YUNIS 3. CV. ALDY DWI KARYA KONSTURINDO 4. CV. ARYA DWI PUTERA 5. CV. CAHAYA BERINGIN 6. CV. MITA PERSADA 7. CV. KALI JAGA PROPERTINDO 8. CV. BONEPAL 9. CV. T2R KONTRUKSI 10. CV. SRI PUTRI PRATAMA 11. CV. RAMAYANA INDAH 12. CV. MATARAM PUTRA PERSADA 13. CV. MAHKOTA JAYA 14. CV. CITRA ABADI 15. CV. TAURUS 16. CV. SEMBILAN SEMBILAN 17. CV. MAKMUR PUTRA 18. CV. CAKRA MAS 19. CV. FAJAR AGUNG 99

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

CV. ARYA DWI PUTERA CV. ALDY DWI KARYA KONSTURINDO CV. LIMA LIMA CV. MUSTIKA TEKNIK PT. MULTAZAM BERKAH UTAMA CV. LIBRA CV. NUR FADILAH

Agar rekanan yang tertera nama perusahaannya diatas segera mengambil addendum dokumen mulai tgl 10 s/d 13-02 -2012 pada Pokja Satker PBL, Jln. Gatot Subroto No. 1 Lt. 1 Mamuju. Telp 0426-2324792 serta surat pernyataan tidak menuntut ganti rugi apabila dana kedua paket tersebut tidak tersedia dalam DIPA & perubahanhya tahun anggaran 2012.

Mamuju, 09 Februari 2012 Ttd Pokja Satker PBL

EKSEKUTIF MAMUJU

MAMUJU -- Keluhan pasien terhadap pelayanan dari RSUD Mamuju kembali terulang, Kamis 9 Februari. Keluhan tersebut adalah pelayanan petugas jaga yang tidak profesional serta air hujan menggenai lantai kamar pasien. Seorang keluarga pasien di ruang VIP rumah sakit tersebut mengatakan, pasien yang dijaga mengalami gangguan dan terlihat begitu menderita. Nafas pasien tersengal dan terlihat begitu kesakitan. Namun, saat keluarga pasien menghubungi telepon petugas jaga malam tidak ada jawaban sama sekali. Berselang lama, akhirnya keluarga pasien mendatangi ruang perawat jaga dan membangunkan perawat yang bertugas. Sayangnya, bukan pertolongan dari petugas yang diterima melainkan omelan karena telah membangunkan perawat terse-

but. "Perawat itu langsung marahmarah kepada kami, padahal seharusnya mereka langsung menanggapi keluhan pasien. Ini kan namanya tidak profesional," kata keluarga pasien di ruang Anggrek, Rita, kepada Radar Sulbar. Keluhan lain adalah saat hujan terjadi siang kemarin, perawat tak terusik dengan adanya pemandangan air lambat laut meluap dan memasuki ruang perawatan. Setelah air hujan betul-betul membasahi lantai ruang rawat baru sejumlah pasien terlihat sibuk. "Reaksi perawat terlambat, nanti air hujan masuk ke kamar baru mereka (perawat,red) sibuk. Padahal saat air sudah meluap mereka hanya sibuk bercengkrama sambil fotofoto," kata keluarga pasien tersebut. (dir)

RADAR/ MUHAMMAD

Saluran air di ruang Februari 2012.

VIP RSUD Mamu

hujan menggu ju yang meluap saat

ALI AKBAR

yur, Kamis 9

Rubrik Khusus Humas Pemerintah Kabupaten Mamuju

RADAR/ MUHAMMAD ALI AKBAR

PERTEMUAN. Wakil Bupati Mamuju Bustamin Bausat mengikuti pertemuan dengan rombongan World Cocoa Foundation (WCF) di ruang rapat Kantor Gubernur Sulbar, Kamis 9 Februari 2012.


4

Parlementaria

RADAR SULBAR Jumat, 10 Februari 2012

Dewan Minta PLN Serahkan DBH

Timlegda Tambah Dua Ranperda

EDITOR: MUHAMMAD ILHAM

POLEWALI -- Tim legislasi Daerah (Timlegda) Pemkab Polewali Mandar, kembali menambah tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang akan diusulkan masuk ke Program Legislasi Daerah (Prolegda) tahun 2012. Sementara Ranperda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tinggal tunggu diparipurnakan. Dalam pertemuan antara Badan Legislasi (Baleg) DPRD Polewali Mandar dengan Timlegda Rabu, 8 Februari kemarin, Timlegda menyampaikan bahwa diluar dari 10 Ranperda yang telah lebih dahulu disampaikan daftarnya ke Baleg, Timlegda juga akan menambahkan dua Ranperda sehingga berjumlah 13 Ranperda. Kedua Ranperda yang ditambahkan adalah Ranperda Sistim Pelayanan Satu Atap (Sistap), Ranperda Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP). Sementara untuk Ranperda Sumbangan Pihak Ketiga yang telah lebih dahulu dimasukan, ditarik dan digantikan dengan Ranperda Hibah. Ditemui usai pertemuan, anggota Baleg DPRD Polewali Mandar, Amiruddin, menyampaikan jika Timlegda menambah dua Ranperda untuk dimasukan dalam Prolegda, dan mencabut satu Ranperda yakni Ranperda Sumbangan Pihak Ketiga, digantikan dengan Ranperda Hibah. "Jadi Ranperda yang daftarnya telah diserahkan ke Baleg oleh Timlegda sebanyak dua belas Ranperda," kata Amiruddin. Menurut politisi PKB ini, kesepakatan antara Timlegda dengan Baleg dalam pertemuan, Timlegda berjanji paling lambat, Senin pekan depan telah menyerahkan dokumen Ranperda disertai dengan naskah akademik masing masing Ranperda yang diajukan oleh Timlegda sebagai wakil Pemkab Polewali Mandar. "Sehingga paling lambat sebelum program Lemhanas dilaksanakan, DPRD Polewali Mandar telah mensahkan Prolegdanya. Makanya diharapkan kepada Timlegda segera memasukan permintaan Baleg," tutur Amiruddin. Hal yang sama juga disampaikan oleh anggota Baleg lainnya, Abd Halim, bahwa intinya sebelum pertengahan bulan Februari, Timlegda sudah memasukan naskah akademik kedua belas Ranperda untuk dikaji dalam rangka mempercepat pengesahan proglegda. "Jadi intinya Timlegda wajib segera memasukan naskah akademik Ranperdanya, agar kami di Baleg dapat segera melakukan kajian sebelum penetapan," kata Halim. Lanjut Halim, mengenai soal Ranperda BPBD baik Timlegda maupun Baleg sudah bersepakat tidak lagi memasukan dalam bagian pembicaraan. Sebab Ranperda BPBD tinggal tunggu keputusan Bamus kapan diagendakan disahkan. "Kami tidak lagi membicarakannya dalam pertemuan dengan Timlegda, sebab tinggal tunggu pengesahan," kunci Halim. (k1/mkb)

DPRD Minta Pemkab Bertindak

MAMUJU -- Daerah Aliran Sungai (DAS) Mamasa yang dimanfaatkan guna menghasilkan daya pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bakaru Kabupaten Pinrang, Sulsel, seharusnya menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) Sulbar. Sayangnya, potensi tersebut harus lepas sejak terbentuknya Provinsi Sulbar tahun 2004 silam. Sebelum provinsi ini terbentuk, dana bagi hasil (DBH) atas pemanfaatan DAS Mamasa yang diterima Kabupaten Polewali Mamada (Polmas) dari PLN, mencapai Rp2 miliar per tahun. Ketua Komisi II DPRD Sulbar, H Hamid, mengatakan, sejak tahun 2010 pihaknya selalu menyampaikan kepada Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sulbar agar pembagian keuntungan pengelolaan DAS Mamasa untuk PLTA Bakaru, harus tetap dikejar. Makanya baru-baru ini pihaknya bersama Dispenda membahas kembali persoalan tersebut. “Kami sudah sampaikan kepada Dispenda agar masalah ini diseriusi. Sehingga potensi pendapatan daer-

ALI AKB RADAR/ MUHAMMAD

AR

r H Hamid dan Anggota Komisi II H JUMPA PERS. Ketua Komisi II DPRD Sulba 9 Februari 2012. s Kami Amran HB, menggelar jumpa pers,

harus dibicarakan secara rutin sampai ada solusi,” ujar Amran. Jika potensi tersebut tidak diurus dengan baik, ia khawatir proses pembagian dana bagi hasil pemanfatan

DAS Mamasa, tidak akan pernah terealisasi. "Makanya disini dibutuhkan kesungguhan semua pihak, terutama Dispenda Sulbar," sebut Amran. (*)

Disperindag Harus Turun Tangan MAMUJU -- Sejumlah anggota DPRD Mamuju menyayangkan terjadinya kelangkaan gas elpiji tiga kilogram yang terjadi beberapa hari terakhir. Mereka berharap Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mamuju segera turun ke lapangan untuk mencari penyebab kelangkaan. "Disperindag harus mencari apa penyebab kelangkaan gas elpiji tiga kilogram beberapa hari terakhir. Jangan sampai kelangkaan ini karena ada rencana penimbunan gas elpiji untuk menaikkan harga," ungkap anggota Komisi II DPRD Mamuju, Hajrul Malik, kepada Radar Sulbar via ponsel, Kamis 9 Februari. Bahkan, lanjut Hajrul, DPRD Mamuju dalam waktu dekat juga akan tu-

POLEWALI -- Kelangkaan yang terjadi pada pasokan Liquid Petroleum Grenade (LPG) isi 3 Kilogram (Kg) di Polewali Mandar yang telah memasuki dua pekan mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polewali Mandar. Sebab kelangkaan LPG 3 Kg telah mulai menimbulkan keresahan ditingkat warga Polewali Mandar secara massif.

PARLEMENTARIA

ah tidak lepas begitu saja,” kata Hamid, Kamis 9 Februari. Menurut Hamid, Dispenda harus menanyakan hal tersebut di Pemprov Sulsel dan PT PLN Sulsel, Sulbar, Sultra (Sultanbatara). Karena biar bagaimanapun, PLTA Bakaru dapat menghasilkan tenaga listrik karena memanfaatkan DAS Mamasa. Koordinasi tersebut penting, karena sampai saat ini belum ada aturan yang menjelaskan secara detil mengenai bagi hasil pemanfaatan DAS daerah yang satu dengan daerah lain. Terlebih lagi Dispenda Sulbar sudah menyiapkan konsep regulasinya. "Kami di Komisi II akan tetap memberikan dukungan politik dan memback-up agar rencana tersebut terwujud," ujar Hamid. Menggenapkan penyampaian Hamid, Anggota Komisi II DPRD Sulbar, H Amran HB, mengatakan, soal pemanfaatan DAS Mamasa untuk PLTA Bakaru, secara khusus Komisi II belum mendapatkan celah untuk mendapatkan fee dari pemanfaatan DAS tersebut. “Apalagi kami juga belum pernah bertemu satu meja dengan pihak PLN dan Pemprov Sulsel. Sementara ini

run ke pasar menganilisis apa penyebab kelangkaan elpiji tiga kilogram di pengecer. Sehingga jika terlihat jelas penyebabnya maka akan mudah menentukan cara penyelesaiannya. Seperti diketahui, kelangkaan gas elpiji tiga kilogram beberapa hari terakhir di tingkat pengecer belum diketahui oleh pihak Disperindag Mamuju. Olehnya DPRD Mamuju berharap agar ada tindakan cepat dari dinas tersebut. Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Mamuju, Lalu Syamsul Rijal berharap Disperindag segera melakukan pemetaan mengenai kelangkaan gas elpiji tiga kilogram. Selain itu, Lalu berharap Disperindag melakukan koordinasi dengan pengecer men-

Sejumlah anggota dewan di DPRD Polewali Mandar meminta Pemkab Polewali Mandar, mestinya segera mengambil langkah langkah yang terkoordinasi dalam menyikapi kelangkaan LPG 3 Kg di daerah ini. "Ini sudah tidak bisa dianggap enteng, sebab faktanya saat ini, sejumlah masyarakat yang pengguna LPG 3 Kg di Polewali Mandar telah resah, akibat hilangnya

Rubrik Khusus Humas DPRD Sulawesi Barat

genai masalah tersebut. "Harusnya Disperindag selalu berkoordinasi dengan pengecer, sehingga jika terjadi kelangkaan maka Disperindag dapat langsung menangani dan tidak perlu menunggu laporan dari pengecer terhadap keluhan mereka," ungkapnya. Ia juga menyatakan, sebagian pengecer masih memiliki stok gas elpiji tiga kilogram. Sehingga Lalu berharap pihak distributor dapat membagikan gas elpiji tiga kilogram ke tingkat pengecer dengan merata. "Pembagian gas elpiji secara merata bukan berarti dengan memberikan pasokan jumlah elpiji yang sama setiap pengecer. Namun harus diperhatikan jumlah masyarakat yang membutuhkannya di sekitar tempat

pasokan gas isi 3 Kg dipasaran, dan telah berlangsung dua pekan lamanya," ujar Amiruddin, Wakil Ketua Komisi I. Sementara itu, Abd Rahim anggota Komisi III, sangat menyesalkan Pemkab Polewali Mandar yang sampai saat ini belum mengambil langkah preventif dalam rangkah menghindarkan masyarakat pengguna LPG 3 Kg dari keresahan. Sebab ken-

yataannya kelangkaan pasokan LPG 3 Kg ini telah berlangsung nyaris dua pekan. "Jadi Pemkab Polewali Mandar ataupun instansi terkait tidak memiliki kepekaan sebagai alat deteksi dini. Karena masyarakat pengguna LPG 3 Kg tidak mesti menunggu hingga dua pekan dalam keresahaan akibat kelangkaan pasokan LPG 3 Kg," kecam Rahim.

Rubrik Khusus Humas DPRD Kabupaten Mamuju

pengecer tersebut. Langkah ini dilakukan agar pembagian gas elpiji dapat merata sesuai kebutuhan," imbuhnya. Selain itu, Lalu berharap Disperindag melakukan pengawasan terhadap harga gas elpiji tiga kilogram yang beredar di masyarakat. Ia meminta kepada Disperindag memberikan sanksi tegas terhadap pengecer maupun distributor yang memberikan harga jauh dari HET yang berlaku di Mamuju. "Mengenai berapa HET gas elpiji tiga kilogram, saya kira Disperindag lebih paham. Olehnya harus ada tindakan tegas jika ada pengecer maupun distributor memberikan harga jauh dari HET tersebut," tutupnya. (mg6/dir)

Menurut Rahim, keresahan masyarakat pengguna LPG 3 Kg dapat diamini kondisinya. Karena dilapangan memang harga sudah mulai variatif dari Rp20 ribu hingga Rp25 ribu, bahkan meskipun masyarakat memiliki uang sebanyak itu tapi pasokan tidak ada, sudah barang tentu bakal menimbulkan dampak keresahan. (k1/mkb)

LEGISLATIF MAMUJU

Anggota komisi II DPRD Mamuju, Hajrul Malik,memimpin rapat membahas akte kelahiran, Rabu 8 Januari.

HUMAS DPRD SULBAR

ULANG Tahun Ketua IKA DPRD Sulbar (dr. Hj. A. Nur Rakhma Hamzah, Sp.OG MARS), 8 Februari 2012, di Rujab Ketua DPRD Sulbar H. Hamzah Hapati Hasan

RADAR/ M SOLIHIN

Anggota DPRD Mamuju, Ashad Tamborang dan Lalu Syamsul Rijal, mengikuti rapat tentang pentaan adminsitrasi kependudukan.


Pemilukada 5

RADAR SULBAR Jumat, 10 Februari 2012

Hamsi Optimis Terjaring Survei EDITOR: CHAERUL MARFAN

RADAR/ AMRI MAKKARUBA

r Rahmat melakukan sosialisasi melalui BALIHO. Sekkab Polewali Mandar, M Natsi at akan maju sebagai kandidat wakil Rahm r Natsi ya anan Renc . pemasangan baliho . 2013 an bupati di Pemilukada Polm

JAKARTA -- Figur muda Polewali Mandar (Polman) Muh Hamsi menyatakan optimismenya sebagai salah satu bakal calon peserta Pemilukada 2013. Ia merasa yakin dapat terjaring dalam survey yang akan dilakukan beberapa partai politik di Polman. "Iya, untuk Polman kita yakin bisa masuk survey dari partai," ucap Hamsi kepada Radar Sulbar, Rabu 8 Februari. Kepala Perwakilan Sulbar di Makassar dan Jakarta ini juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah membangun komunikasi dengan beberapa partai di Polman. Khususnya para pemilik kursi di DPRD Polman. Ia pun menyebut beberapa partai yang akan memasukkan namanya dalam survey. Yakni PAN, PDK, PPP serta Partai Golkar. "Informasinya bulan depan akan mulai jalan. Insya Allah kita masuk," sebut Hamsi. Keyakinan tersebut, kata dia, juga

Hadapi Survei, Natsir Gencar Sosialisasi

ditandai dengan semakin banyaknya dukungan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. "Makanya kemarin saya banyak berada di Polman, menghadiri pertemuan dengan masyarakat yang mengundang kami," ketus Hamsi. Selain tokoh masyarakat dan Parpol, Hamsi juga gencar membangun komunikasi dengan para tokoh muda Polman. Bahkan menurutnya, sejumlah pendukung telah melakukan sosialisasi melalui MH Comunity yang merupakan singkatan namai Muh Hamsi. Sebelum beraktifitas di dunia birokrasi, Hamsi juga dikenal sebagai aktivis kampus. Pengurus DPP Gerakan Pemuda (GP) Ansor ini menyatakan bahwa pemerataan pembangunan Polman sebagai salah satu pendorong niatnya untuk berperan sebagai pengambil kebijakan di Polman. "Kita bisa mengundang investor untuk menggenjot pembangunan kesejahteraan masyarakat Polman," ujarnya. (*)

APDESI Inginkan Kandidat Komitmen Bangun Desa POLEWALI -- Menjelang pelaksanaan pesta demokrasi di Polewali Mandar 2013 mendatang sudah banyak nama yang bermuculan akan maju dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Polewali Mandar. Tetapi bagi Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Polewali Mandar menginginkan kandidat yang akan bertarung di Pemilukada Polewali Mandar 2013 mendatang harus memiliki komitmen untuk lebih memperhatikan masyarakat ditingkat desa. Hal ini ditegaskan Sekretaris APDESI Polewali Mandar, Abd Rasyid Syamsih, kepada Radar Sulbar, Rabu 8 Februari. Menurutnya sukses tidaknya pemilihan bupati dan wakil bupati Polewali Mandar 2013 mendatang sangat ditentukankinerjaaparatatauperangkat desa bersama masyarakat dilevel paling

bawah. Olehnya, kata Rasyid, APDESI memandang siapapun yang akan maju di Pemilukada Polman yang penting kandidat tersebut merakyat dan mempunyai kepribadian yang merakyat sehingga dalam memimpin Polewali Mandar nanti diterima oleh seluruh lapisan masyarakat Polewali Mandar. "Makanya orang-orang merakyatlah yang nantinya layak menjadi Bupati Polewali Mandar," terang Rasyid. Menjelang Pemilukada Polewali Mandar, APDESI mengimbau kepada seluruh aparat dan perangkat desa untuk tidak terburu-buru menentukan sikap memberikan dukungan kepada siapapun yang menjadi calon. "Siapapun warga negara berhak memilih dan dipilih, artinya siapapun bisa mencalonkan diri menjadi bupati dan wakil bupati Polewali Mandar akan

tetapi tidak banyak orang untuk bisa menjadi bupati dan wakil bupati," terangnya. Rasyid menambahkan untuk melihat kemajuan Polewali Mandar kedepan maka APDESI merapatkan barisan memilih calon yang betul betul memperhatikan rakyat dan merakyat sehingga mereka memiliki perhatian yang besar ke rakyat utamanya masyarakat desa. Ia menambahkan yang terpenting bagi kandidat memiliki komitmen membangun desa artinya mengetahui banyak permasalahan di desa sehingga lebih berupaya memajukan desa sehingga tidak ada lagi daerah yang tertinggal utamanya pembangunan infrastruktur desa. "Yang terpenting siapapun yang menjadi bupati dan wakil bupati dapat menyusun strategi perencanaan pem-

bangunan dan menempatkan orangorang yang duduk dijajaran pemerintahan disesuaikan dengan keahlian dan disiplin ilmunya. Sehingga diharapkan bisa membuat perencanaan dan melaksanakan tugas dengan baik," ujar Kades Suruang Kecamatan Campalagian ini. Terkait masalah Alokasi Dana Desa (ADD) juga harus menjadi komitmen kandidat. Karena apapun alasannya aturan minimal 10 persen dari APBD untuk ADD wajib diwujudkan siapapun yang nantinya menjadi pemimpin di Polewali Mandar. "Pada dasarnya APDESI bukan organisasi politik, tetapi para kades yang menjadi anggotanya dipilih oleh rakyat. Olehnya sebagai anggota APDESI dipilih rakyat maka secara otomatis suaranya akan didengar oleh rakyatnya," tandas Rasyid Syamsih. (mkb)

Natsir : Saya dapat Restu Gubernur POLEWALI -- Setelah gencar disebut sebut beberapa kalangan di Polewali Mandar, sebagai salah satu kandidat yang akan berkompetisi pada perhelatan Pemilukada Polewali Mandar 2013. Akhirnya M Natsir Rahmat yang saat ini menjabat sebagai Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Polewali Mandar menyatakan sikapnya untuk maju sebagai kandidat Calon Wakil Bupati (Cawabup). Sikap akan majunya Natsir Rahmat sebagai salah satu kandidat Cawabup, dilakukan dengan melakukan pemasangan dan penyebaran baliho dan stiker diberbagai sudut kota Polewali Mandar, baik di jalan utama provinsi hingga di tempat strategis yang menjadi tempat konsentrasi warga dalam melaksanakan aktivitas kesehariannya. Natsir Rahmat yang merupakan salah seorang pamong senior di Pemkab Polewali Mandar ketika dihubungi mengakui jika pemasangan dan penyebaran baliho sengaja dilakukannya sebagai bagian dari strategi politiknya menghadapi proses survey yang akan dilakukan oleh sejumlah partai poltik di Pemilukada Polewali Mandar. "Makanya saya tegaskan kembali, bila sikap saya untuk maju memang iya, dan itu hanya target calon Wakil Bupati, tapi lagi lagi kembali juga saya sampaikan kalau keputusan totalnya kembali pada hasil survey nanti," aku Natsir. Untuk itu, Ia dalam menghadapi Pemilukada Polewali Mandar, tidak ingin terburu buru berkampanye secara besar besaran. Tapi satu keuntungan yang Ia telah dapatkan, karena ditengah kunjungannya ke menemui Gubernur Sulbar, Kamis kemarin, dirinya menyampaikan langsung kepada Gubernur Sulbar hajatnya untuk maju menjadi Cawabup. "Dan Alhamdulillah, respon yang ditunjukan oleh Bapak Gubernur atas apa yang saya sampaikan, Pak Gubernur memberikan kesempatan dan dukungan pada kepada saya, artinya beliau juga mendukung saya untuk maju," papar Natsir. Bahkan Natsir juga mengakui jika dirinya tidak punya basis massa sebagai basis politiknya. Namun dengan bekal pengalaman mengabdikan diri sebagai pelayan masyarakat melalui karir Pegawai Negeri Sipil (PNS), Ia yakin jika dalam survey nanti akan mendapatkan tempat yang cukup siqnifikan sebagai modal menjadi Cawabup. "Jadi kita tunggu saja nanti bagaimana hasil survey, karenanya intinya memang survey bagi saya, kalau surveynya bagus yang saya pasti maju," kunci Natsir. (k1/mkb)

RADAR SULBAR Pertama & Terbesar di Sulawesi Barat

Sulbar Ekspres

Mengucapkan Selamat & Sukses Kepada Bapak:

Mengucapkan Selamat & Sukses Kepada Bapak:

DR. Drs H. MUH. JAMIL BARAMBANGI, M. Pd

DR. Drs H. MUH. JAMIL BARAMBANGI, M. Pd

Atas Keberhasilannya meraih gelar Doktor Manajemen Pendidikan

Atas Keberhasilannya meraih gelar Doktor Manajemen Pendidikan

Di Universitas Negeri Jakarta dengan judul disertasi:

Di Universitas Negeri Jakarta dengan judul disertasi:

" Implementasi Otonomi Pendidikan Di Kabupaten Mamuju "

" Implementasi Otonomi Pendidikan Di Kabupaten Mamuju "

Korannya orang Sulbar

Pada Tanggal 09 Februari 2012

Naskah M. Nabhan Direktur

RADAR SULBAR Pertama dan Terbesar di Sulawesi Barat

Terbit Sejak 10 Juni 2004 Dalam melaksanakan tugas Jurnalistik, wartawan Radar Sulbar dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima maupun meminta imbalan dari nara sumber

PARLEMENTARIA

Pada Tanggal 09 Februari 2012

Muhammad Ilham Direktur

Pemimpin Redaksi: Naskah M. Nabhan Wakil Pemimpin Redaksi: Mahbub Amiruddin Redaktur Pelaksana: Muhammad Ilham, Koordinator Liputan: Sudirman Samual Redaktur: Muh. Amri Makkaruba, Chaerul Marfan Dewan Redaksi: H. Syamsu Nur, Naskah M. Nabhan, Mahbub Amiruddin, Muh. Ilham Reporter: Jamhur Anjasmara, Syamsuddin Rahman, Syamsuddin HB, Hasan Basri. Layouter/Desain Grafis: Muhammad Ali Akbar, Shofiandhy BT. IT - Website: Muh. Ridwan Alimuddin, Chalid Mawardi. Percetakan: PT Fajar Utama Intermedia Cabang Sulbar. Harga Langganan: Rp 65.000/Bulan, Harga Eceran: Rp 3.000/Eksamplar. Harga Iklan: Iklan Umum/Display: Berwarna (FC) Rp 25.000/mmk, Hitam Putih (BW) Rp15.000/mmk, Iklan Reguler Rp 6.000/mmk, Iklan Duka Cita Rp 8.000/mmk, Iklan Mungil (FC) Rp 4.000/mmk, Iklan Mungil (BW) Rp 2.000/mmk, Iklan Kolektif Rp1 juta/ktk, Iklan Baris Rp 5.000/baris, Radar Society: 1/2 hal. Rp 5.000.000, 1 hal. Rp 10.000.000.

Rekening Bank: PT. Radar Sulawesi Barat BRI Cabang Mamuju, No. 0218-01-012598-50-9

PENERBIT: PT RADAR SULAWESI BARAT Pembina: HM Alwi Hamu, H Syamsu Nur, Komisaris Utama: H Andi Syafiuddin Makka, Komisaris: HM Subhan Alwi, Irwan Zainuddin Direktur: Naskah M. Nabhan, Wakil Direktur SDM & Produksi: Mahbub Amiruddin Wakil Direktur Pemasaran: Muhammad Ilham, Penasehat Hukum: Ridwan J. Silamma, SH & Parnert, Keuangan: Yuli Sulianti (Manager), Iklan/Sponsorship: Mawarni Simargolang (Manager),

Sirkulasi: Firdaus Paturusi (Koordinator), Rismayanti, Rukman. Alamat Kantor Mamuju: Jl. Jend. Sudirman No. 50, Telp./Fax. 0426-22138 Majene: Jl. Jend. Sudirman No. 167, Telp. 0422-21157 (M. Yunus Alibin), Polewali: Jl. H.A. Depu No. 39, Telp. 0428-23203 (Hasanuddin), Pasangkayu: Jl. Trans Sulawesi No. 52, Telp/HP: 0813 4247 1414, (Andi. Safrin.M), Makassar: Graha Pena, Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Telp. 0411-5238913/085299874232 (Agussalim), Jakarta: Jl. Kebayoran Lama No. 17, Telp. 021- 5322632 (Andi Syamsuri), Surabaya: Jl. Pasar Kembang Ruko Green Flowers Blok B1 No. 20 SBY Telp.081342763676 (Sukri)

Rubrik Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polewali Mandar

HUMAS

KUNJUNGAN KERJA. Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polewali Mandar, saat melakukan kunjungan ke Kecamatan Campalagian, dalam rangka menyerap aspirasi seputar pelaksanaan pembangunan di Polewali Mandar.


6

Opini

RADAR SULBAR Jum’at,10 Februari 2012

Pungutan Liar, Korupsi, dan Ekonomi Biaya Tinggi oleh

Fathur Anas Peneliti di Developing Countries Studies Center (DCSC) Indonesia

S

ejak era otonomi daerah diber lakukan pada tahun 1999, sejum lah daerah berlomba-lomba menerapkan kebijakan untuk meningkatkan investasi di daerah mereka masing-masing. Namun, setelah hampir 13 tahun otonomi daerah berjalan perubahan signifikan belum juga terjadi. Investasi yang diharapkan menjadi denyut nadi pergerakan ekonomi daerah belum menampakkan geliat berarti.

warning

Berdasarkan studi Lembaga Penelitian Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia terhadap lebih dari 2.000 perusahaan di lebih dari 60 kabupaten/ kota di seluruh Indonesia terungkap bahwa alasan utama di balik lonjakan ketidakpastian usaha adalah masih kurangnya kemampuan pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif. Masalahmasalah seperti rendahnya pelayanan publik, kurangnya kepastian hukum, dan peraturan daerah yang tidak probisnis ditenggarai masih menjadi hambatan bagi terciptanya iklim usaha yang kondusif. Kondisi itu diperparah dengan maraknya berbagai pungutan, baik resmi maupun liar, yang harus dibayar perusahaan kepada para petugas, pejabat, dan preman. Praktek pungutan liar semacam ini merupakan salah satu sebab utama ekonomi biaya tinggi (high cost economy) sebagaimana diakui Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dalam berbagai kesempatan. Hal itu tentu melahirkan iklim usaha yang tidak kondusif bagi para investor yang senantiasa menuntut transparansi, profesionalisme, dan akuntabilitas. Dalam refleksi akhir tahun 2011, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengemukakan bahwa akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih cepat apabila ekonomi biaya tinggi dapat diatasi dihapuskan. Meskipun Indonesia telah menyandang status sebagai negara layak investasi (investment grade), tetapi hal itu tidak akan banyak membawa arti bagi peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi selama faktorfaktor penyebab ekonomi biaya tinggi masih terus dipelihara. Tren korupsi sampai dengan tiga tahun ke depan ditenggarai akan tetap tinggi selama sistem anggaran dan pengawasan efektifitas penggunaan

Semua isi artikel/tulisan yang berasal dari luar, sepenuhnya tanggung jawab penulis yang bersangkutan

RADAR SULBAR

anggaran negara tidak segera diperbaiki. Apalagi banyak kasus menunjukkan bahwa pengetahuan tentang UndangUndang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi belum banyak diketahui para penyelenggara pemerintahan di daerah. Berdasarkan PPATK selama tahun 2011 terungkap bahwa dari jumlah total 175 laporan dugaan tindak pidana korupsi, sebanyak 50,3 persen dilakukan oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) Sementara itu, dari 175 laporan dugaan tindak pidana korupsi itu ada 42 kasus dengan jumlah nominal di bawah Rp 1 miliar per transaksi. Lalu 70 kasus dengan jumlah nominal Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar per transaksi, dan ada 33 kasus dengan jumlah nominal Rp2 miliar sampai Rp3 miliar per transaksi. Kita tentu patut miris mendengar laporan PPATK itu. Perilaku korup di lingkungan birokrasi pemerintahan ternyata belum juga mengalami penurunan signifikan pada era reformasi ini. Laporan PPATK ini kian menguatkan dugaan selama ini bahwa reformasi birokrasi merupakan wilayah yang kurang tersentuh gelombang reformasi. Bahkan, boleh jadi di era reformasi ini perilaku korupsi di lingkungan birokrasi pemerintahan menampilkan modus lebih halus dan canggih. Fenomena kasus korupsi berupa skandal penggelapan pajak yang melibatkan Gayus Tambunan memberikan pelajaran berharga pada kita semua bahwa meskipun dilakukan terobosanterobosan sistemik untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi di lingkungan birokrasi pemerintahan, tapi hal itu masih tetap terjadi. Apalagi jika menelisik lebih jauh fakta selama ini bahwa tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh sejumlah oknum PNS berada di sektor pajak, bea dan cukai, retribusi, dan kementeriankementerian yang memiliki alokasi

Pengirim naskah artikel/opini/SdP harus melampirkan foto copy identitas dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Tulisan diterima dalam bentuk flash disk/disket. naskah tulisan/opini minimal 4 halaman.

anggaran besar. Terkait laporan PPATK sebagaimana penulis ungkapkan di atas, kecil kemungkinan jika korupsi di lingkungan birokrasi pemerintahan dilakukan seorang diri. Tidak tertutup kemungkinan bahwa ada proses interaksi dan proses belajar dari sesama rekan kerja di tempat mereka bekerja. Disadari atau tidak sesungguhnya telah terjadi semacam pewarisan budaya korupsi pada lingkungan birokrasi pemerintahan kita di mana para pegawai senior menularkan kebiasaan korupsi yang mereka lakukan kepada para pegawai pemula. Sulit dimungkiri bahwa selama ini hukuman bagi para pelaku tindak pidana korupsi terkesan sangat ringan. Karena itu, tidak mengherankan jika korupsi masih saja terus terjadi, termasuk di lingkungan birokrasi pemerintahan. Pemerintah harus mampu memberikan hukuman berat kepada para pelaku tindak pidana korupsi agar kebocoran anggaran di seluruh instansi pemerintahan dapat berkurang signifikan. Laporan PPATK itu hendaknya dapat menjadi bahan acuan bagi pemerintah dan jajaran aparat penegak hukum untuk mengambil langkahlangkah strategis bagi pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi di lingkungan birokrasi pemerintahan. Akhirnya, perlambatan pertimbuhan ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa harus dapat dimanfaatkan Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kenaikan peringkat investment grade yang dialami Indonesia tidak akan mendatangkan manfaat signifikan bagi peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi jika tidak diiringi pembenahan terhadap faktorfaktor penyebab ekonomi biaya tinggi seperti pungutan liar dan korupsi. (net)

Artikel dapat dikirim via email:radarsulbar01@gmail.com

Tajuk Menolak pembentukan badan khusus haji KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj, menilai rencana DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) membentuk badan untuk mengelola penyelenggaraan ibadah haji belum tentu akan meningkatkan mutu pelayanan bagi jamaah haji Indonesia. Bahkan akan menambah biaya penyelenggaraan haji sehingga menjadi lebih mahal. "Terus terang PBNU tidak sependapat, karena kalau jadi badan lebih mahal, lebih banyak cost-nya," kata Kiai Said kepada wartawan usai acara silaturahmi dengan Menteri Agama Suryadharma Ali di kantor PBNU Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Selasa (7/2) malam. Namun demikian dia mengingatkan agar Kementerian Agama semakin meningkatkan mutu pelayanan jamaah haji. "Kami bisa memaklumi untuk melayani 200 ribu orang itu tidak mudah, tapi kita berharap Kemenag meningkatkan pelayanan," katanya. Seperti terdahulu kita katakan hal yang sama, penyelengara haji harus tetap dipegang oleh Kementerian Agama. Usul DPR ini terkesan seperti tidak memahami masalah yang amat kompleks dalam penyelenggaraan haji, terutama hal yang menyangkut diplomasi dengan Kerajaan Arab Saudi dan berbagai ihwal rumit soal pemondokan, kemah, catering, sampai transportasi yang harus diurus di Saudi, bahkan oleh orangorang Arab Saudi. Lebih dari itu DPR sebaiknya jangan buang enerji percuma atau menghendaki pembentukan badan penyelenggara haji ini sebagai suatu proyek. Sebab, tantangan besar anggota dewan adalah memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerjanya selama ini, atau tentang suka bermewah-mewah dengan banyak fasilitas ini dan itu. Paling tidak kita harus mendengarkan suara publik agar anggota dewan itu merakyat dan benar-benar menjadi wakil rakyat. Kita ingat ketika Ketua DPR Marzuki Ali menjadi pengawas penyelenggaraan haji menerima banyak keluhan dari jamaah namun mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menegaskan penyelenggaraan haji makin tertib admisnistrasi dan pelaksanaannya. Terlepas dari siapa yang lebih berat kebenarannya, namun tidak berarti apa yang ditemukan oleh Marzuki Ali sebagai masalah besar yang merusak atau menjadi bukti atas kelemahan Kementerian Agama. Jelas kita sadar suatu kerja tidak akan ada yang sempurna, namun lebih baik kita berbenah ke dalam lebih dahulu daripada menambah kerjaan baru sementara urusan DPR sendiri banyak digunjing publik. (net)

IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL IKLAN MUNGIL

LOWONGAN KERJA

Radar Sulbar

Sebuah Perusahaan yang tergabung dalam "CMO GROUP" mengadakan ekspansi untuk membuka lowongan KANTOR WILAYAH di SULAWESI BARAT membutuhkan segera Karyawan - karyawati untuk posisi sebagai berikut : 1. Kepala Kantor Wilayah (KKW) 2. Pimpinan Cabang (PC) 3. Staf Keuangan (SK) 4. Kasir (KS) 5. Staf Logistik (SL) Dengan klasifikasi sbb : - Untuk posisi No. 1 Pendidikan Minimal Sarjana Muda - Untuk posisi No. 2 s/d No. 5 Pendidikan minimal SMU Sederajat - Cantumkan Kode Job Jabatan disebelah kiri Amplop Lamaran Dengan menyertakan : 1. Fc. Ijazah Terakhir 2. Surat Lamaran Kerja 3. Daftar Riwayat Hidup singkat 4. Fc. Kartu Tanda Penduduk (KTP) 5. 3 Lembar Foto Ukuran 3 x 4, & 2 Lembar 2 x 3 6. Surat keterangan lain yang dapat mendukung.

Pertama & Terbesar di Sulawesi Barat

Mau Pasang IKLAN

Website ATAU Koran HUBUNGI

Lamaran di antar langsung kepada bagian personalia " CMO GROUP" Alamat Jl. H. Andi Dai No. 23 Mamuju (HOTEL MARANNU GOLDEN HOTEL) Paling lambat 1 (satu) Minggu setelah iklan ini terbit.

081 241 843 180

Office: Jl. Dr. Ratulangi No.3 Pekkabata Polewali Mandar Sulbar Telp: 0428-22284 E-mail: st933fm@telkom.net

KESEMPATAN BERKARIR Multifinance yang telah Go Publik dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dan memiliki lebih dari 130 Cabang di seluruh indonesia membuka kesempatan bagi anda yang memiliki motivasi kerja tinggi, ulet, dan gigih untuk menempati posisi sebagai : SURVEYOR MOBIL (ME) SURVEYOR MOTOR (AE) FIELD COLLECTOR (FC) OPERASIONAL STAFF (ADM) Kualifikasi : - Pendidikan Minimal D3 (khusus AE minimal SMU) - Berpenampilan menarik (pria/wanita) - Leadership, Berjiwa marketing, Komunikatif, Ulet, Energik dan inisiatif - Memiliki SIM (C/A) Aktif ((ME,AE,FC) - Menyerahkan CV (Daftar Riwayat Hidup) FC KTP, FC Ijasah dan transkrip nilai terakhir, - Pas Photo 3x4 = 2 Lembar. Bersedia di tempatkan di daerah SULAWESI BARAT Lamaran beserta CV dikirim ke : PT. BFI Finance Indonesia, Tbk. Jl. Abd Wahab Azasi No. 44 Tlp. 0426-2323899 / Hp 085 255 606 232 Mamuju - Sulawesi Barat 91511 (To : Adi Zuhrah L - HRD)


sambungan 7

RADAR SULBAR Jumat, 10 Februari 2012

Pers Nasional Harus Membangun Optimisme LANJUTAN HALAMAN 1

Selanjutnya sambutan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Margiono. Dengan gaya khasnya, Margiono menyampaikan harapan dan kritik. Seakan tanpa beban, Margiono tampil meyakinkan di depan presiden. Kepada Peserta HPN, Margiono mengingatkan untuk selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara. "Jangan pernah melupakan kondisi dan kepentingan nasional," tegasnya. Untuk itu, Margiono mengajak komunitas pers untuk selalu prihatin terhadap semua persoalan bangsa dan negara. "Rasa prihatin terhadap masalah nasional harus selalu diperhatikan. Dari rasa prihatin itu, pers nasional harus membangkitkan semangat optimisme," ujarnya. Selanjutnya Ketua Dewan Pers Bagir Manan menyampaikan sambutan pencanangan sertifikasi kompetensi wartawan. "Wartawan dituntut untuk selalu profesional," tegasnya. Mencairkan suasana. Seakan tak mau kalah Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring pun mengawali sambutan dengan pantun. Dalam sambutannya, Tifatul menegaskan, bahwa di era kebebasan pers, pemerintah tidak akan membungkan pers. "Walau demikian, pers dituntut pula untuk selalu profesional," tegasnya. Sementara Presiden SBY dalam sambutannya menegaskan pentingnya kemitraan dengan pers. Utamanya dalam pembangunan bangsa, pengembangan demokrasi dan membahas isu-isu nasional. "Rakyat sebenarnya membutuhkan informasi yang akurat. Kalau ada berita tidak berimbang, kita khawatir rakyat menyalahkan bangsa dan negara sendiri," ujarnya. Pemerintah tetap mengharapkan berita yang kritis. "Kontrol terhadap pemerintah adalah kepentingan bersama. Namun demikian kita harus menjunjung tinggi cara menyampaikan kontrol yang benar," tegasnya. Selanjutnya, SBY mengimbau agar pers menjadi bagian dan berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai konflik. "Peran pers sangat dibutuhkan utamanya dalam membantu menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa," harapnya. Pada puncak peringatan HPN 2012, diberikan sejumlah penghargaan kepada komunitas pers. Diantaranya, Anugerah Adinegoro diberikan kepada wartawan terbaik, fotografer terbaik, karikatur terbaik dan tajuk terbaik. HPN 2012 di Jambi ditandai pula dengan penandatanganan sejumlah Memorandum of Understanding (MoU) dalam upaya peningkatan kualitas pers nasional. Tampak hadir sejumlah pejabat negara. Diantaranya Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Perekonomian Hatta Radjasa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, Menpora A Alifian Mallarangeng dan Kapolri Timur Pradopo. Sementara delegasi dari PWI Cabang Sulbar yang mengikuti puncak HPN adalah Ketua dan Sekretaris PWI Cabang Sulbar A Sanif Atjo dan Sulaeman Rahman. Hadir pula Ketua DKD PWI Sulbar Naskah M Nabhan, serta sejumlah pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Cabang Sulbar. Dari legislatif hadir H A Abidin Abdullah mewakili Ketua DPRD Sulbar. (**)

Kakao Sulbar Harus Tembus Pasar Global

Mobil Legislator Sulbar Terbalik di Barru POLEWALI -- Mobil pribadi milik anggota DPRD Sulbar, Irbad Kaimuddin, mengalami kecelakaan lalulintas (Lakalantas) di Takkalasi Kabupaten Barru, Sulsel, Kamis 9 Februari sekira pukul 16.30 Wita. Irbad saat itu hendak melakukan perjalanan dinas ke Makassar selanjutnya ke Jakarta. Salah seorang rekannya, Rahmat, mengatakan, mobil jenis Daihatsu Terrios dengan nomor plat DC 1131 AA yang ditumpanginya itu berangkat dari Polewali menuju ke Makassar untuk mengantar Irbad ke Bandara Hasanuddin Makassar. Namun saat dalam perjalanan di Barru, setir mobil

milik Irbad tersebut tidak dapat berputar, sehingga mobil terperosok ke jurang sedalam tiga meter. Akibatnya mobil itu rusak parah karena terbentur di tiang listrik saat terjungkal ke jurang. Untung tujuh orang penumpang yang merupakan istri dan kerabat Irbad selamat dari kecelakaan tersebut. Rahmat mengatakan, beberapa penumpang mengalami depresi. Apalagi saat kejadian hujan sangat deras sehingga agak menyulitkan proses evakuasi. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, Irbad dan keluarganya tetap dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. (k2/mkb)

ist

TERPEROSOK. Mobil pribadi anggota DPRD Sulbar Irbad Kaimuddin terperosok di Takkalasi Barru, Kamis 9 Februari 2012.

Kemendagri: Semua Calon Sekprov Sulbar Layak JAKARTA -- Seluruh calon Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat dinilai layak menjadi sekprov. Penilaian ini disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Reydonnizar Moenoek di Jakarta, siang ke-

marin. Tiga kandidat sekprov yang telah mengikuti fit and proper test atau uji kelayakan, disebut memiliki peluang sama. "Semua layak, tapi kan ada yang lebih," sebut Donny, sapaan akrab Kapuspen ini, Kamis 9 Februari. Hal ini sekaligus men-

jawab pertanyaan-pertanyaan seputar kelayakan para calon Sekprov Sulbar yang telah diusulkan oleh gubernur Sulbar. Tiga kandidat sekprov Sulbar adalah Agussalim Tanmadjoe, Ismail zainuddin serta Sarjan Lakki. Ketiganya telah menjalani uji kelayakan awal Feb-

ruari ini. Hingga kemarin, kata Donny, hasil penilaian seleksi tersebut belum dapat diketahui. "Setelah memenuhi kriteria pembobotan dan skoring, tentu segera diajukan," terangnya. Tim seleksi uji kelayakan Sekprov Sulbar, dip-

impin Sekretaris Jenderal Kemendagri. Tim ini beranggotakan Dirjen Otonomi Daerah, Inspektur Jendral, Kepala Diklat serta Dirjen Kesbangpol Kemendagri. "Tidak akan sampai satu bulan kemudian diusulkan ke tim penilai akhir," ujarnya. (rul/fmc)

Belum Terima Laporan

"Kami akan mengecek ke Puskesmas Tutar terkait masalah ini. Tetapi memang kami akui medan ke Ratte sangat berat, hanya saja tidak ada alasan petugas kesehatan tidak menjangkaunya apalagi sudah diberikan beberapa fasilitas," terang Syamsiah. Tetapi terkait masalah ini pihaknya akan segera melakukan penelusuran apakah warga Songi betul-betul terserang TBC atau batuk menahun. Harus ada uji laboratorium untuk memastikannya warga terserang TBC atau bukan. "Kami akan segera menindaklanjut informasi ini dan mengecek ke lapangan," tandasnya. (**)

TBC Mewabah, 6 Meninggal LANJUTAN HALAMAN 1

Salah seorang warga Desa Ratte, Hasir, mengatakan, masyarakat setempat awalnya tidak mengetahui jika penyakit yang menginfeksi warga Dusun Songi adalah penyakit paru-paru yang telah menahun atau TBC. Warga menduga kampung mereka terserang wabah di luar kemampuan manusia dan bukan penyakit biasa. "Namun beberapa waktu lalu ada kunjungan petugas kesehatan dari dusun tetangga, melihat ciri-ciri warga Dusun Songi. Melalui mantri kesehatan yang tidak kami ketahui namanya itu, diketahui jika wabah penyakit yang mendera mereka adalah TBC," tutur Hasir.

Meski ada petugas kesehatan yang telah mengetahui kondisi warga Songi, Desa Ratte, tapi hingga kini belum ada perhatian dari pemerintah atau dinas kesehatan. "Kami sebagai dusun tetangga mulai resah dengan kondisi itu. Bukan tidak mungkin virusnya dapat menular melalui angin atau air sungai," kata Hasir. Ia menambahkan, untuk sampai ke Dusun Songi, Desa Ratte butuh perjuangan yang sangat berat. Bila dalam kondisi normal perjalanan bisa memakan waktu hingga sembilan jam dari Kecamatan Mapilli. Tapi bila cuaca tidak bersahabat perjalanan bisa mencapai 12

jam. Berangkat jam 7 pagi tiba pukul 7 malam di Songi. Mungkin dengan alasan inilah jangkauan petugas kesehatan ke Songi sangat kurang. “Akibatnya warga yang memang tingkat pendidikannya jauh dari pas-pasan, kondisinya makin memprihatinkan," imbuh Hasir. Hasir berharap pemerintah maupun instansi terkait segera melakukan penanganan atas kondisi yang dialami warga Dusun Songi. "Paling tidak menghindari penyebaran penyakit TBC ke dusun tetangga, sebab bila telat ditangani, maka akan berakibat fatal bagi ratusan jiwa di Songi," kunci Hasir.

Terkait mewabahnya TBC di Dusun Songi Desa Ratte Kecamatan Tutar, Dinas Kesehatan (Dinkes) Polewali Mandar belum menerima laporan dari pemerintah desa maupun Puskesmas Tutar. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Polewali Mandar, dr Syamsiah saat dihubungi, malam tadi. Ia menyayangkan pihak puskesmas dan pemerintah desa tidak melaporkan keadaan ini. Padahal, dinkes beberapa kali berkunjung ke Tutar dan melakukan pertemuan terkait masalah kesehatan.

LANJUTAN HALAMAN 1

Sebab WCF punya komitmen meningkatkan pendapatan petani, mendorong petani untuk lebih bertanggungjawab dan bisa menjalankan program peningkatan mutu kakao. Sehingga harapan mereka untuk bisa lebih sejahtera dapat tercapai. "Makanya kami hadir dan memberikan petunjuk agar kakao di sini (Sulbar, red) bisa masuk ke pasar internasional," kata Bill Guiton. Ia juga mengungkapkan, pihaknya sangat tertarik untuk mengembangkan kakao Indonesia dengan membuat program yang berkelanjutan, terlebih di Sulbar. "Saya sangat tertarik dengan potensi daerah ini. Dan saya semakin yakin setelah melihat beberapa area pengembangan kakao. Saya juga sangat berterima kasih atas sambutannya. Saya kagum dengan keramahan orang Indonesia," tutur Bill. Dalam pengembangan kakao, tambah Bill Guiton, pemerintah harus menguatkan kemitraan dengan pihak swasta dan kelompok tani dalam skala besar. Pemerintah juga harus mendorong dan memberikan kesempatan kepada kelompok tani untuk lebih berkembang. "Tetapi setelah mendapat kesempatan, kelompok tani mesti serius dan meningkatkan perannya sebagai sebuah badan usaha. Jangan puas jadi kelompok tani saja. Berpikirlah untuk menembus pasar global. Karena kakao adalah masa depan yang sangat menjanjikan," pesan Guyton. Target Latih 6.000 Petani Sulbar Di tempat yang sama, Program Manager Swiss Contact, Manfred Borer, menyatakan target pelatihan petani pada program demplot kakao PT Nestle di Desa Tadui Mamuju sebanyak 6.000 orang. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari Swiss yang khusus bergerak pada bidang pengembangan kakao dunia ini menargetkan pelatihan dapat rampung dalam empat tahun, terhitung dari tahun ini dengan melatih 1.500 petani Sulbar. "Selain kita berharap peningkatan produksi dan mutu kakao, pelatihan juga sebagai upaya mendorong petani membentuk kelompok. Sebab, perdagangan hasil kakao nanti masuk pada wilayah perdagangan internasional dan petani akan berhubungan langsung dengan pembeli termasuk yang ada disini," sebutnya dengan bahasa Indonesia yang cukup fasih. Manfred menambahkan, pelatihan petani tidak hanya pada wilayah teknik penanaman atau pemeliharaan kakao tetapi juga penerapan masalah sosial dan ekonomi sehingga para petani Sulbar mampu bergaul dengan masyarakat dunia. "Kami ingin produksi kakao berkelanjutan, dalam artian hasil panen kakao ini bisa disalurkan secara langsung ke perusahaan-perusahaan besar seperti pembuat coklat PT Nestle," ujarnya. Jika mampu memenuhi target produksi dan mutu sesuai standarisasi PT Nestle, hasil panen akan dibeli perusahaan tersebut untuk jadi berbagai macam produk. Sementara itu, Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh mengatakan Pemprov Sulbar akan terus memberikan kerja sama dalam program kemitraan tersebut. Anwar berharap agar asosiasi kakao dunia itu dapat memberikan kontribusi bagi kesejahteraan petani daerah ini. (ham-dir)

Perpustakaan Majene Telantar, Ribuan Buku Hilang LANJUTAN HALAMAN 1

Salah seorang staf bagian Perpustakaan, Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (KPAD) Majene, Juliani, mengungkapkan, sejak pindah dari kantor lamanya di Lingkungan Lutang Kecamatan Banggae Timur ke Gedung Boyang Assamalewuang di Kecamatan Banggae 2010 lalu, koleksi buku yang dimiliki menyusut hingga 3.800 eksamplar saja. Padahal sebelumnya jumlah buku di KPAD mencapai 5.000 eksamplar. "Kantor perpustakaan sekarang tempatnya sangat

strategis karena berada di tengah-tengah kota. Namun tidak dibarengi dengan suasana yang nyaman serta sangat tidak refresentatif, karena gedung sering digunakan kegiatan formal maupun non formal, sehingga sangat mengganggu konsentrasi pengunjung," ungkap Juliani. Kantor KPAD berada di lantai dua. Sementara di lantai I sering dilaksanakan kegiatan yang sifatnya umum dari pagi hari hingga malam hari. Disinyalir ada oknum yang

memanfaatkan waktu, ketika seluruh staf meninggalkan kantor. "Kami berharap KPAD dipindah ke tempat yang lebih representatif, karena dalam kurun satu tahun saja, buku yang hilang mencapai 1.200 eksamplar. Bila pemda tidak memberikan perhatian secara serius terhadap masalah ini, koleksi buku yang kami miliki akan semakin berkurang," lanjutnya. Mursalim, salah seorang staf lainnya, membenarkan kondisi tersebut. Sampai saat

ini belum ada kejelasan tempat yang diberikan Pemda Majene. Padahal untuk menjadi daerah berkembang, seharusnya prioritas pertama yang dibenahi adalah fasilitas pendidikan termasuk perpustakaan. Tingkat pengunjung ke KPAD selalu meningkat. Namun ketika pengunjung selalu mengeluh jika sudah berada di karena kondisinya yang tidak refresentatif. "Perpustakaan merupakan salah satu instansi yang sangat bersentuhan dengan

masyarakat. Seharusnya perpustakaan tidak dinomorterakhirkan, dari instansi-intansi lain yang dimiliki Pemkab Majene," ungkapnya. Salah seorang pengunjung perpustakaan yang juga merupakan Mahasiswa Unsulbar, Thalib, mengeluhkan buku yang dibutuhkannya tidak ditemukan di KPAD Majene. Padahal tempat tersebut diharapkan menjadi sumber referensi bagi kalangan pelajar yang haus akan pengetahuan. (mg4/mba)

Lebih Ringan dan Memudahkan Pembaca LANJUTAN HALAMAN 1

Pertama, e-paper haruslah memberikan sensasi sebuah koran sebagaimana koran fisik. Yaitu grafis atau layoutnya. Persis seperti koran, yang posisinya portrait (tidak ada koran yang bentuknya landscape). Ini untuk membedakan atau tidak ada kerancuan dengan berita dalam bentuk teks atau gambar di layanan online (portal). Contohnya bisa dibedakan antara tampilan www.radarsulbar.com dengan layanan epaperRadar Sulbar sangat beda penampilannya. Sensasi lainnya, koran itu bisa dibuka-buka. Yang mana ketika membukanya, betulbetul ada terlihat sudut koran atau lidah koran yang melengkung. Untuk hal seperti ini hanya teknis saja, sebab ada yang halamannya naikturun, ada dari kiri-kanan, dan ada yang seperti membuka lembaran koran. E-paper juga harus memudahkan pembacanya, baik saat membuka maupun kala

mengaksesnya. Tidak rumit. Saat diberikan alamat di mana e-paper berada, pembaca langsung melihat. Dengan satu-kali klik saja, dia sudah menikmati membaca koran. Seperti koran tradisional, e-paper harus ringan (mudah dibuka-buka), fleksibel, beresolusi tinggi (mudah dibaca), tidak silau oleh mata, dan terjangkau (jika pun dijual, tidak mahal). Jangan sebaliknya, susah dibuka dan membingungkan. Sebagai sebuah teknologi, koran versi e-paper memang lebihmembantu manusia. Konversi koran fisik ke koran digital adalah aksi nyata mengurangi penggunaan kertas (yang berasal dari pohon) dan tinta (bahan kimia). Artinya, ada penghematan dan signifikan berpengaruh terhadap upaya pengurangan pemanasan global. Ya, koran versi digital ada keuntungannya. Demikian juga kekurangannya. Dua diantaranya adalah, khusus di

negara berkembang yang layanan internet masih kurang (demikian juga kecepatannya terbatas), akses ke pasar terbatas. Sasarannya sepertinya hanya kepada kalangan menengah ke atas yang mempunyai fasilitas internet dan mempunyai telepon genggam yang memiliki kemampuan GPRS atau 3G atau wifi. Meski ada beberapa kekurangan, keuntungan masih lebih banyak. Selain yang telah dikemukakan sebelumnya, keuntungan lain dari e-paper adalah adanya fasilitas teknologi (hyperlink) yang memungkinkan satu koran menggabungkan kekayaan informasinya sendiri dengan informasi-informasi lain dalam internet sehingga informasi yang didapat dari koran digital menjadi semakin lengkap dan aktual. Sebagaimana saat ini, selain mempunyai e-paper, sebelumnya Radar Sulbar juga sudah meluncurkan versi website atau portal,

www.radar-sulbar.com. Isi website bukan hanya teks dan foto, tetapi juga video. Artikel berita pun bisa langsung dihubungkan dengan beritaberita terkait, yang terbit sebelumnya. Itu memudahkan pembaca memahami berita lebih komprehensif. Perusahaan media juga bisa membuat koran yang khusus versi digital bukan versi web� Yang tadinya terbit setiap hari, bisa menjadi setiap beberapa jam mencetak koran. Ya, beritanya selalu terbaru. Tidak seperti edisi cetak yang harian atau mingguan. Jika ada berita baru, langsung dapat diunduh dan diunggah sehingga peristiwa yang disajikan semakin aktual. Dan yang paling membedakan dengan koran fisik adalah metode penyimpanan dan kepraktisannya. Dengan satu tablet saja, bisa disimpan ribuan jilid koran. Bandingkan dengan koran fisik, ratusan jilid saja sudah bisa me-

menuhi kamar. Meskipun ada ribuan jilid di tablet atau komputer, untuk mencarinya amatlah mudah. Dalam hitungan menit saja. Walau tak ada fisiknya (misalnya pembaca Radar Sulbar di Amerika), dia bisa meng-klipping artikel di Radar Sulbar e-paper. Caranya amat gampang, tinggal dicetak dengan mesin printer. Mudah kan? Singkat kata, Radar Sulbar saat ini sedang menuju sebagai koran masa depan. Di mana media yang diberikan memiliki kemampuan multimedia seperti menampilkan grafik, bunyi, dan video klip dalam dokumen digital secara terpadu dan sinkron. Semakin memudahkan pembaca namun tetap berkualitas. Selamat atas diluncurkannya e-paper Radar Sulbar, semoga makin cerdas, kreatif, dan memberi jalan untuk lebih ‘indie’ dalam memuat berita dan bersikap. (**)


8

Radar Polewali

PDAM Segera Layani Warga Sumarrang POLEWALI -- Desa Sumarrang Kecamatan Campalagian yang selama ini belum mendapatkan pelayanan PDAM dalam waktu dekat akan terpenuhi. Direktur PDAM Polewali Mandar, Mustadir, Kamis, 9 Februari menyampaikan, Balai Besar Jeneberang Pompengan (BB JBPB) Makassar pada tahun ini akan membangun sarana instalasi pengolahan air (IPAL) dan embun. Disebutkan, untuk pembangunan Ipal seperti yang terbangun di Binuang saat ini, direncanakan bulan Maret yang akan melayani 2000 pelanggan. Untuk kapasitas Ipal diperkirakan mencapai 2000 liter per detik, dan kapasitas embun yang diperkirakan mencapai 40 liter per detik. "Untuk pembangunan tersebut, kami belum tahu dananya. Sesuai informasi yang diperoleh akan dimulai Maret 2012, dan sebelum pembangunan akan dilakukan sosialisasi ke masyarakat," kata Mustadir. Ia juga mengatakan, dengan pembangunan sarana Ipal tersebut, nantinya akan melayani 12 desa. Untuk pelayanan PDAM di Desa Sumarrang Kecamatan Campalagian, lanjut Mustadir selama ini memang belum terlayani. (afr/mkb)

ABM: PTSP Minimalisir Keluhan Masyarakat POLEWALI -- Penerapan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang dilaksanakan Dinas Pendapatan dan Perizinan Polewali Mandar diharapkan dapat meminimalisir berbagai keluhan yang selama ini muncul terhadap kinerja pelayanan publik di Polewali Mandar. Hal tersebut disampaikan Bupati Polewali Mandar, Ali Baal Masdar, saat sosialisasi implementasi pelayanan perizina di Hotel Lilianto, Kamis, 9 Februari. Ali Baal Masdar juga menyampaikan, dalam pelaksanaan pelayanan perizinan harus sesuai dengan standar pelayanan minimal (SPM). "Yang sangat penting juga harus mengedepankan trasnparansi, khususnya terkait pelayanan dan tarif yang sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan," terang ABM. Ia juga menyampaikan, dalam mewujudkan transparansi, dinas terkait diharapkan aktif mempublikasikan kebijakan PTSP kepada khalayak umum, bisa memanfaatkan instrumen sosialisasi yang ada seperti media sebagai sarana sosialisasi yang cukup efektif, selain upaya lain yang dianggap perlu. Untuk lebih memaksimalkan asas transparansi tersebut, lanjut Bupati ABM mengimbau kepada Dispenda dan Perizinan agar membuka layanan kotak pengaduan yang bisa memberikan ruang bagi masyarakat jika di kemudain hari masih ditemukan kelemahan dalam pelaksanaan PTSP. (afr/mkb)

EKSEKUTIF

RADAR SULBAR Jumat, 10 Februari 2012

Tolak Penggantian Kasek , Siswa MAN Lampa Demo Siswa Ancam Mogok Belajar REPORTER: KADIR TANNIEWA EDITOR: AMRI MAKKARUBA POLEWALI -- Ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lampa Kecamatan Mapilli Kabupaten Polman melakukan aksi unjuk rasa, Kamis, 9 Februari. Aksi ini dipicu rencana mutasi kepala sekolah (Kasek) secara mendadak. Siswa menolak karena alasan mutasi dianggap tidak jelas sedangkan kasek yang dijabat, H Laupa baru berjalan enam bulan. Siswa menilai mutasi tersebut terlalu dini dilakukan sementara kepemimpinan, H Laupa juga dinilai tidak memiliki masalah di sekolah baik terhadap guru ataupun siswa. Apalagi 221 siswa MAN akan menghadapi Ujian Nasional (UN) sehingga dipastikan mutasi itu akan berdampak negatif bagi mereka. Akibatnya seluruh siswa menggelar aksi demonstarsi di halaman sekolah dan menuntut agar penggantian kasek segera dibatalkan untuk ditinjau kembali. Dalam aksi tersebut siswa berorasi di hadapan ruang guru menyampaikan tuntutannya. Sejumlah guru yang menyaksikan hal tersebut tampak kebingungan dan hanya pasrah melihat kondisi yang terjadi.

Salah seorang siswa yang juga mantan Ketua Osis MAN Lampa, Ansar Arif, sangat menyesalkan keputusan Kanwil Kemenag Sulbar yang melakukan mutasi jelang ujian. Proses mutasi berpengaruh terhadap kondisi sekolah yang sedang berjalan baik dan lancar saat ini. Jika mutasi tersebut harus dilakukan, kata Ansar, siswa berharap pengangkatan kasek berasal dari lingkup MAN sendiri. Sebab siswa telah memiliki figur kasek yang sudah mengabdi di sekolah itu selama sepuluh tahun lebih yang dinilai cakap serta cukup berpotensi. Ketua LKS MAN ini mengatakan, jika mutasi tetap dipaksakan maka seluruh siswa akan menggelar aksi mogok belajar. Hal senanda juga disampaikan Ketua Osis, Muhammad Ali Saputra. Saat menerima informasi mutasi kasek sekira pukul 09.00 Kamis pagi kemarin, Siswa langsung menuntut untuk dilakukan rapat bersama guru dan dewan komite. Hasil rapat tersebut melahirkan sejumlah pernyataan sikap. Di antaranya, menolak mutasi kasek dan siswa tetap mempertahankan H Laupa sebagai kasek. Jika mutasi harus dilakukan maka siswa meminta

RADAR/IST

DEMO. Sejumlah siswa MAN Lampa Kabupaten Polewali Mandar melakukan aksi unjuk rasa di sekolahnya, Kamis 9 Februari 2012. Mereka menolak pergantian Kasek secara mendadak oleh Kementerian Agama Sulbar.

agar mutasi dilaksanakan setelah UN selesai. Siswa menuntut pengangkatan kasek harus berasal dari lingkup sekolah. Bila hal tersebut tetap dipaksakan maka 787 siswa MAN mengancam melakukan mogok belajar dan tetap melakukan penolakan terhadap kasek yang diangkat dari luar sekolah. Atas kejadian tersebut Pembina Osis, Rosmiati mengaku tidak berdaya melihat aksi yang digelar siswanya itu. Aksi tersebut mendadak saja terjadi dan diakuinya seluruh siswa merasa kecewa setelah mengetahui adanya keputusan mutasi yang mendadak itu. Ia mengaku keputusan siswa tersebut mere-

sahkan guru sebab jika siswa melakukan aksi mogok belajar tentu saja guru tidak dapat beraktifitas dan otomatis akan mogok mengajar. Terkait adanya mutasi mendadak, Ia bersama guru lainnya mengaku turut merasa kecewa. Sebab kepemimpinan, H Laupa dinilainya sangat baik selama ini dan baru berjalan enam bulan. Menurutnya yang lebih memprihatinkan lagi sebab dilakukan saat menjelang UN, sementara proses perlengkapan administrasi sebelumnya dilakukan H Laupa dan tentunya masih merupakan tanggungjawabnya hingga UN berlangsung. Kasek H Laupa mengatakan,

itu merupakan proses alami yang terjadi di luar sepengetahuan dirinya. Ia tidak menduga akan terjadi demo. "Sebagai bawahan yang taat kemanapun ditempatkan saya tetap menerima keputusan itu. Sebab pada dasarnya kami sebagai orang yang diatur tidak punya alasan untuk menolak," tegas Laupa. Meski demikian ia mengaku menyesalkan adanya mutasi sebelum UN dilaksanakan sebab diakuatirkan mutasi tersebut akan berdampak negatif terhadap siswanya yang akan menghadapi UN. Sesuai dengan keputusan Kanwil Kemenag Sulbar, H Laupa digantikan oleh Syamsuri Halim. (**)

Polman Terapkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu POLEWALI -- Dalam memudahkan pelayanan perizinan di Polewali Mandar dalam waktu dekat akan diterapkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Untuk mewujudkan rencana ini Dinas Pendapatan dan Perizinan sebagai pengelola Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Terpadu Satu Pintu sejak 2011 telah memprogram sistem informasi yang berbasis teknologi informasi (IT) yang pengoperasionalnya telah dilaksanakan pada awal tahun 2012. Terkait pelaksanaan rencana ini, Pemkab Polewali Mandar melakukan sosialisasi Penyelenggaraan Pelayanan terpadu Satu Pintu (PTSP) yang berlangsung di Hotel Lilianto, Kamis, 9 Februari yang diikuti oleh unsur DPRD, staf ahli bupati, pimpinan SKPD, kepala bagian, dan para camat.

RADAR/AMRI MAKKARUBA

PERIZINAN. Kantor Bagian Perizinan Dispenda Polewali Mandar ramai dikunjungi warga setiap hari untuk mengurus perizinan. Pemkab Polewali Mandar menerapkan PTSP untuk memudahkan warga mengurus perizinan.

Kepala Dinas Pendapatan dan Perizinan Polewali Mandar, Suaib Kambo menyampaikan dengan adanya pelayanan perizinan dan non perizinan dapat

meminimalisir berbagai permasalahan perizinan antara lain terlalu banyaknya izin yang harus dipenuhi, proses pengurusan berbelit-belit dan tidak transpar-

ansi, waktu pengurusan izin yang relatif lama dan tidak adanya kejelasan kepastian izin selesai serta banyaknya pintu atau meja yang harus dilalui pemohon. Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekonomi Daerah Kemendagri, W Sigit Pujianto ada beberapa manfaat dengan adanya keberadaan PTSP bagi masyarakat yakni dengan adanya PTSP masyarakat dapat memperoleh pelayanan publik yang lebih baik serta mendapatkan kepastian dan jaminan hukum dari formalitas yang dimiliki. Sedangkan manfaat bagi pemerintah antara lain mengurangi beban administratif karena pelayanan yang lebih efektif dan efisien, meningkatnya daya saing dan kemandirian daerah, terbangunnya citra yang lebih baik, mencegah sejak dini terjadinya

KKN dan pungutan liar dalam proses perizinan dan non perizinan. Selain itu, Wigit juga menyampaikan tujuan penyelenggaraan PTSP antara lain mempercepat waktu pelayanan dengan mengurangi tahapan-tahapan dalam pelayanan yang kurang penting (misalnya:waktu yang dihabiskan oleh pemohon izin untuk mendatangi berbagai instansi, bisa menekan biaya pelayanan, dan menyederhanakan persyaratan. "Dengan mengembangkan sistem pelayanan paralel akan ditemukan persyaratan-persyaratan yang tumpang tindih, sehingga dapat dilakukan penyederhanaan persyaratan yang juga akan berdampak langsung terhadap pengurangan biaya dan waktu," kata Sigit. (afr/mkb)

Rubrik Khusus Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar

poto-poto/humas

BUPATI Polewali Mandar, Ali Baal Masdar menyampaikan sambutan saat membuka sosialisasi Ranperbup Wajar 12 Tahun di Hotel Lilianto, Rabu 8 Februari 2012.

BUPATI Polewali Mandar, Ali Baal Masdar didampingi, Sekretaris Disdikpora, M Ilyas dan Staf Khusus Education Unicef Jakarta, Suheni Kudus saat kegiatan sosialisasi Ranperbup Wajar 12 Tahun di Hotel Lilianto Polewali, Rabu 8 Februari 2012.


RADAR SULBAR

Rubrik Khusus Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulbar

9

JUMAT, 10 Februari 2012

Kunjungan 25 Pengusaha Kakao Dunia BERTEMPAT di meeting room Kantor Gubernur Sulbar, Kamis 9 Februari, sekira 25 orang rombongan pengusaha kakao dunia mengikuti pertemuan dengan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh bersama perwakilan Bupati se-Sulbar dan jajaran Pemprov Sulbar. Pertemuan itu untuk menggagas kerjasama pengembangan serta peningkatan produksi dan mutu kakao Sulbar. Dengan kerjasama itu, kakao Sulbar diharapkan dapat menjadi andalan dan menembus pasar dunia. Melalui pembinaan petani kakao Sulbar, komoditas andalan itu diharapkan menjadi pemasok utama industri pengolahan coklat atau pun jenis produk lain berbahan dasar kakao. Pembinaan akan dilakukan pada demplot seluas lima hektar di Desa Tadui Kecamatan Mamuju. Demplot itu merupakan kerjasama PT Nestle dengan Pemprov Sulbar untuk mengembangbiakkan bibit pilihan serta melatih petani hingga 6.00 orang. (*)


10

Kesehatan

RADAR SULBAR

Jum’at, 10 Februari 2012

Bila Si Buyung Pipis Jongkok

Si Buyung lebih suka pipis sambil jongkok? Jangan-jangan, alat kelaminnya bermasalah. Pernah mendengar cerita tentang seorang pria yang hampir separuh hidupnya “divonis” sebagai seorang wanita? Penyebabnya, karena ia menderita kelainan bawaan yang disebut hipospadia. Setelah dioperasi, barulah ia kembali menjadi “pria tulen”. Menurut dokter spesialis bedah saluran kemih (urologi) dari RS Premier Bintaro , dr. Gideon FP Tampubolon, Sp.U , hipospadia merupakan kelainan abnormal dari perkembangan saluran kencing (uretra) pria, di mana lubang kencing terletak di bagian bawah dari batang penis. Normalnya, lubang kencing berada di ujung depan batang penis. Di Amerika Serikat, angka kejadian hipospadia adalah 1:300. Jadi, dari 300 kelahiran anak laki-laki, satu di antaranya menderita hipospadia. Sementara di Indonesia belum diketahui angka pastinya. Yang jelas, pada anak yang menderita hipospadia, 20 persen kemungkinan anggota keluarganya yang lain juga menderita hipospadia. Jika biasanya penis lurus, maka pada penderita hipospadia, batang penis cenderung membengkok (curved ) akibat adanya semacam jaringan ikat (chordee ) yang membuat batang penis tertarik dan bengkok. Pada orang dewasa, penderita hipospadia dapat mengeluhkan kesulitan mengarahkan pancaran urin. Hipospadia sebetulnya juga bisa terjadi pada wanita. Di mana posisi lubang kencing berada di bawah posisi yang seharusnya. Yang membedakan, gejala hipospadia pada wanita tidak begitu terasa. Sementara, hipospadia pada pria bisa memunculkan persoalan yang sangat bermakna. Lubang kencing yang berada di bawah batang penis akan membuat penderita kesulitan untuk berkemih secara normal. Akibatnya, laki-laki penderita hipospadia lebih senang kencing dalam posisi duduk seperti perempuan. Pada anak-anak, ini akan menimbulkan masalah, karena anak bisa menjadi bahan olok-olok teman-temannya. Masalah lainnya adalah penderita hipospadia akan kesulitan melakukan hubungan seksual secara normal.

Periksa Setelah Lahir Penyebab hipospadia tidak diketahui secara pasti. Beberapa penyebab antara lain faktor genetik, endokrin, dan faktor lingkungan. Salah satu dugaan penyebabnya adalah konsumsi hormon estrogen pada saat hamil. Penelitian menunjukkan, pada ibu-ibu yang diberi hormon estrogen pada saat hamil (untuk kondisi tertentu), angka kejadian hipospadia-nya ternyata meningkat. Bisa juga karena kadar hormon testosteron yang rendah, sehingga pembentukan penis atau alat kelamin pria tidak sempurna. Akibatnya lubang kencing tidak mencapai ke bagian depan batang penis. Menurut jenisnya, hipospadia pada pria, ada yang ringan sampai berat. Pada hipospadia ringan, lubang kencing biasanya berada sedikit di bawah kepala batang penis. Sementara pada hipospadia yang berat, posisi lubang kencing bisa berada di dekat kantung buah zakar atau bahkan di dekat anus. Pada kasus hipospadia ekstrem, kantung buah zakar bisa terbelah, sehingga bentuknya seperti labia mayora pada alat kelamin wanita dan penisnya disangka klitoris. “Akibatnya, anak tersebut dikira wanita padahal ia pria. Untuk memastikan jenis kelamin, harus dilakukan pemeriksaan kromosom. Setelah itu barulah Si Anak dioperasi, apakah jadi seorang pria atau wanita,” lanjut Gideon. Hipospadia sulit didiagnosis pada pemeriksaan ultrasound prenatal. “Jika tidak teridentifikasi sebelum kelahiran, maka biasanya dapat diidentifikasi pada pemeriksaan setelah bayi lahir,” jelas Gideon. Untuk mendeteksi hipospadia, seharusnya setiap bayi lahir wajib diperiksa alat kelaminnya. Khususnya pada bayi laki-laki, harus dicek apakah memiliki buah zakar, apakah letak lubang kencingnya berada di bagian ujung depan batang penis, dan sebagainya. “Kadang-kadang ini tidak terdeteksi. Orangtua baru sadar ketika memandikan anaknya dan melihat ada yang tidak beres pada penis Si Kecil,” lanjutnya. Agar Anak Nyaman Penanganan hipospadia adalah dengan operasi atau pembedahan. Tujuan pembe-

antara lain infeksi karena bekas operasi yang sering kena air kencing. “Penyulit lain, ada kebocoran pada lubang kencing yang baru, sehingga perlu operasi ulang,” ujarnya. Penyebab Mandul? Hipospadia kerap dihubungkan dengan kemandulan (infertilitas). Benarkah? Menurut dr. Gideon, yang terjadi bukanlah infertilitas. “Problem pada penderita hipospadia adalah penisnya yang bengkok, sehingga sulit melakukan penetrasi saat berhubungan seks,” jelas Gideon. Masalah lain, kalau lubang kencing berada di bawah batang penis, maka sperma yang keluar akan menyemprot ke bawah dan tidak masuk ke vagina. Akibatnya tentu proses pembuahan tidak terjadi, sehingga sering disebut mandul. Gideon mengungkapkan, “Oleh karena itu, letak lubang kencing harus dikembalikan ke posisi semestinya, yaitu di ujung depan batang penis.”

dahan ada tiga, yang pertama untuk membuat lubang kencing di tempat yang seharusnya yaitu di ujung depan batang penis. Yang kedua untuk meluruskan batang penis yang bengkok. Ini agar pada saat anak menikah kelak, ia bisa berhubungan seksual secara normal. “Kalau batang penisnya bengkok, tentu hubungan seksual yang normal menjadi sulit,” jelas Gideon. Dan tujuan ketiga adalah untuk kosmetik, yaitu agar secara psikologis anak merasa nyaman. Tujuan kosmetik erat hubungannya dengan timing atau pemilihan waktu operasi. Waktu operasi sebaiknya menunggu anak agak besar. Baiknya sebelum anak sekolah atau usia TK, tapi juga tidak terlalu besar supaya secara psikologis anak tidak terganggu. “Anak-anak, kan, terkadang kencingnya rame-rame . Takutnya, ketika kencing, anak jongkok, sehingga diolok-olok teman-te-

mannya,” jelas Gideon. Di usia ini ukuran penis anak juga sudah cukup besar, sehingga operasi menjadi lebih mudah secara teknis. Kadang-kadang, dokter juga memberikan obat hormonal untuk memperbesar penis dan memudahkan teknis operasi. Untuk hipospadia ringan terkadang tidak diperlukan operasi. “Sebetulnya, hipospadia tidak mengakibatkan komplikasi lain. Yang terganggu hanya fungsi berkemih,” lanjutnya. Operasi biasanya dilakukan sesuai jenis hipospadia. Terkadang, operasi hanya dilakukan dalam satu tahap, tapi bisa juga dua atau tiga tahap. Misalnya, chordee dibersihkan terlebih dahulu, baru kemudian dibuat lubang kencing yang baru. Atau langsung membuat lubang kencing yang baru. Hasilnya sama saja. Faktor penyulit operasi

Kencing Menetes Pada wanita penderita hipospadia, letak lubang kencing yang seharusnya berada di atas vagina, justru berada di dekat vagina atau di dalam vagina. Ini terkadang tidak terdeteksi karena tidak terlalu mengganggu. Kencing juga tetap dengan posisi jongkok. “Salah satu gejalanya, terkadang air kencing keluar lagi pada saat berdiri habis kencing,” jelas dr. Gideon. “Kalau ada gejala ini, kemungkinan dia menderita hipospadia, meskipun belum tentu juga.” Untuk mengetahui secara pasti apakah seorang wanita menderita hipospadia atau tidak, tentu butuh pemeriksaan oleh dokter. Biasanya, wanita datang ke dokter ketika merasa ada masalah di lubang kemaluannya. Nah, pas diperiksa, baru diketahui kalau dia menderita hipospadia. “Secara fungsi sebetulnya tidak ada masalah. Jadi, tidak dioperasi juga tidak apa-apa, kecuali pada kasus ekstrem. Misalnya menyebabkan infeksi, sehingga harus dikoreksi dan lubang kencing dikembalikan ke tempat normalnya.” (net)


Pendidikan 11

RADAR SULBAR

Jum’at, 10 Februari 2012

PTN Diharapkan Jadi Pelopor Pemutus Rantai Kemiskinan Jambi -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengharapkan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi pelopor pemutus rantai kemiskinan di negeri ini. Salah satu caranya yaitu mendukung suksesnya program Bidik Misi di PTN masing-masing. Hal tersebut diutarakan Menteri Nuh dalam acara silaturahmi dengan mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi di Universitas Jambi (UNJA), Kamis (9/2). Sebelum Bidik Misi dijalankan oleh Kemdikbud, persentase mahasiswa dari keluarga miskin sangat kecil. Sebagai contoh di tahun 2008 tercatat hanya 4% mahasiswa dari keluarga miskin yang dapat kuliah di PTN, ujar Menteri Nuh. "Bahkan ada yang bilang bahwa orang miskin dilarang kuliah!" tambah Menteri Nuh. namun setelah Bidik Misi dijalankan dan didukung peraturan agar PTN menerima mahasiswa miskin minimal 20%, saat ini lebih dari 50.000 mahasiswa miskin kuliah di PTN. Lebih lanjut Menteri Nuh menekankan bahwa PTN tidak boleh mengeluarkan mahasiswa dengan alasan tidak memiliki biaya kuliah. "Haram hukumnya PTN mengeluarkan mahasiswa karena alasan tidak memiliki biaya" tegas Menteri Nuh.PTN harus memiliki keramahan sosial dan mencarikan solusi jika ada mahasiswa yang kesulitan membayar kuliah. Rektor UNJA, Aulia Tasman, menyambut baik harapan Mendikbud berkaitan dengan tekad memutus rantai kemiskinan bersama program Bidik Misi. "UNJA menerima lebih dari 600 mahasiswa Bidik Misi dan kami bangga dengan mereka." ungkap Aulia Tasman. Rektor juga berharap mahasiswa penerima Bidik Misi berjuang memanfaatkan peluang untuk kesuksesan masa depan dan membahagiakan orang tua. Dalam acara tersebut Menteri Nuh berkesempatan berdialog langsung dengan beberapa mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi. Menjawab pertanyaan apakah pemerintah tetap memperhatikan mahasiswa penerima Bidik Misi setelah mereka lulus S1, Menteri Nuh menjawah bahwa pemerintah sangat peduli. "Kita telah menyediakan beasiswa S2 dan S3." jelas Menteri Nuh. (net)

Kewajiban Publikasi Karya di Jurnal Ilmiah Dorong Budaya Menulis Jakarta – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Surat Edaran mengenai kewajiban publikasi karya tulis ilmiah sebagai syarat kelulusan mahasiswa S-1, S-2, dan S-3. Ketentuan ini berlaku bagi mahasiswa yang lulus setelah Agustus 2012. Salah satu latar belakang dikeluarkannya kewajiban publikasi di jurnal ilmiah ini adalah untuk mendorong budaya menulis bagi para lulusan perguruan tinggi. Demikian dikatakan Dirjen Dikti, Djoko Santoso, di kantornya, (6/2), saat diwawancarai wartawan. Selain itu, surat edaran tersebut juga dibuat untuk mengejar ketertinggalan Indonesia secara kuantitatif dan kualitatif dalam publikasi karya ilmiah. Djoko mengatakan, saat ini posisi Indonesia dalam penulisan karya ilmiah yang dipublikasikan, masih rendah. Jika dibandingkan dengan negara tetangga, Malaysia, jumlah karya tulis Indonesia baru sepertujuh dari jumlah di Malaysia. Sementara dari segi kualitatif, tujuannya adalah peningkatan kualitas dari lulusan perguruan tinggi. “Kualitas yang baik bisa dilihat dari kemampuan akademiknya yang tinggi. Kemampuan akademik tinggi bisa dilihat dari tulisannya. Tulisannya menunjukkan kemampuan dia berinovasi dan berkreasi sesuai dengan standar akademik,” jelas Djoko. Sesuai Surat Edaran Dirjen Dikti tertanggal 27 Januari 2012, karya ilmiah untuk lulusan program sarjana (S-1) harus dimuat di jurnal ilmiah minimal kampus. Untuk program magister (S-2) harus dimuat dalam jurnal ilmiah nasional yang terakreditasi Dikti. Sedangkan program doktor (S-3) harus dimuat di jurnal internasional. Mengenai hambatan yang dikhawatirkan banyak pihak, yaitu keterbatasan jumlah jurnal ilmiah untuk publikasi, terutama bagi lulusan S-1, kata Djoko, bisa diatasi dengan membuat jurnal ilmiah baru, di setiap kampus, program studi, maupun laboratorium. Selain itu, alternatif lain adalah dengan melalui e-journal. Yaitu bentuk jurnal ilmiah yang sejak awal penulisan, administrasi, sampai publikasinya menggunakan perangkat elektronik (internet). Namun jangan salah, e-journal ini berbeda dengan jurnal online. Jurnal online adalah jurnal ilmiah dalam bentuk cetak yang ditransformasikan ke dalam teknologi informasi. (net)

Unsulbar Lengkapi Senat Universitas Editor : Chaerul Marfan JAKARTA -- Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) mulai melengkapi kepengurusan senat universitas. Awal pekan ini pihak Unsulbar melakukan pemilihan tiga Pembantu Rektor (PR). Yakni PR I bidang akademik, PR II bidang administrasi dan keuangan, dan PR III bidang Kemahasiswaan. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa telah terdapat tiga nama terpilih dalam pemilihan PR yang berlangsung di Makassar

tersebut. Mereka adalah Dekan Fakultas Ekonomi Unsulbar DR Madris terpilih sebagai PR I, Ketua Jurusan Teknik Sipil Unsulbar Basar Bustam terpilih untuk PR II serta posisi PR III akan ditempati Sekretaris Fakultas Perikanan Unsulbar DR Rahmadi. Kepada Radar Sulbar, Rektor Unsulbar Professor Muin Liwa membenarkan hal tersebut. "Iya, kemarin kita ada pemilihan untuk pembantu rektor," ucapnya, Kamis 9 Februari 2012.

Rektor yang juga ketua senat ini mengatakan hasil pemilihan tersebut mesti diserahkan terlebih dulu kepada Ketua Umum Yayasan Universitas Sulawesi Barat (Yapisbar) sebelum ditetapkan. "Kita serahkan dulu kepada ketua umum Yapisbar. Kan masih beliau yang ketua. Nanti akan di SK kan. Tidak akan lama lagi," imbuh Prof Muin. Pemilihan para pembantu rektor Unsulbar ini, dihadiri sebanyak 31 orang anggota senat universitas yang merupakan

pemilik suara. Rapat dipimpin langsung oleh Prof Muin Liwa. Kelengkapan struktur senat universitas merupakan salah satu syarat kelengkapan yang harus dipenuhi dalam rangka pengalihan status Unsulbar menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Hal ini juga menjadi salah satu poin kesepakatan antara mahasiswa Unsulbar dengan Ketua Umum Yapisbar guna meningkatkan pengelolaan kampus di segala bidang. (rul/fmc)

Empat Siswa SMPN 3 Polewali Ikuti Olimpiade Sains POLEWALI -- Empat siswa SMPN 3 Polewali akan mengikuti National Science Olympiade SMP RSBI 2012 yang akan berlangsung di Surakarta, Jawa Tengah. Empat siswa tersebut yaitu Jihan Ashari untuk lomba fisika, Farhana Rahmatillah Ashari untuk lomba

Matematika, Hasriani Nurainun Hasbi untuk lomba biologi dan Jennifer Stephany Suprapto dan lomba Bahasa Inggris. Wakil Kepala SMPN 3 Polewali, Bakri mengatakan, lomba olimpiade sains untuk SMPN RSBI tersebut akan diikuti 325 SMP RSBI di

seluruh Indonesia dengan jumlah peserta 1240 dan memperebutkan 5 medali emas, 10 medali perak dan 20 medali perunggu. "Untuk lomba tersebut, siswa telah mempersiapkan diri dan guru juga melakukan pendampingan untuk bisa meraih medali pada

perlombaan tersebut," kata Bakri. Pada kegiatan tersebut juga akan dihadiri oleh para kepala SMP RSBI untuk mengikuti raker, masingmasing 2 orang guru untuk mengikuti seminar yang akan berlangsung tanggal 13 sampai 16 Februari 2012. (afr/mkb)

Tunjangan Daerah Terpencil Belum Merata MAMUJU -- Sejumlah guru dari SD Sepang Pulau Karampuang mengeluh karena belum pernah menerima tunjangan daerah terpencil. Padahal, Pulau Karampuang merupakan daerah terpencil dan sulit dijangkau masyarakat. Seorang guru SD Sepang Pulau Karampuang Mamuju, Husman Muhammad, mengatakan untuk pergi mengajar, mereka harus berani mendapat resiko dengan naik perahu menuju dan menghadapi

ombak besar. "Setiap hari kita pergi mengajar dengan naik perahu. Walaupun biasa ombak besar, kami tetap kesana karena punya tanggung jawab untuk mengajar. Kami merasa heran kenapa kita tidak mendapatkan tunjangan terpencil," kata Husman Muhammad kepada Radar Sulbar, Kamis 9 Februari. Selain itu, tantangan yang dialami guru jika mereka mau pulang harus menunggu perahu.

"Kami biasa menunggu hingga malam, jika perahu tidak bisa berangkat karena ombak tinggi. Tetapi untung keluarga kami di rumah bisa mengerti," ujarnya. Menurutnya, mereka sering mengajukan usulan penerimaan tunjangan daerah terpencil namun tidak pernah ditanggapi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Mamuju. "Kami sering usulkan, mulai tahun 2010 sampai 2011 tapi

sampai sekarang belum ada juga tanggapan," ujarnya. Hal senada disampaikan guru SD Sepang, Basri, bahwa mereka yang mengajar sejak tahun 2004 belum perna merasakan tunjangan terpencil. "Seharusnya kami disini juga menerima, jangan cuma yang lain," ungkapnya. Mereka berharap, tunjangan daerah terpencil tersebut bisa merata bagi sejumlah guru, karena wilayah Pulau Karampuang termasuk wilayah jauh. (rp2/dir)

SM3T di NTT, Atasi Kendala Kurangnya Guru

Nokia: Kesuksesan Windows Phone Memakan Waktu ESPOO - Chairman Nokia Jorma Ollila mengungkapkan bahwa perangkat Windows Phone besutannya memang belum menunjukkan tanda-tanda penjualan yang baik di awal tahun 2012. Menurutnya, kesuksesan Nokia Windows Phone akan memakan waktu. Dalam laporan di kuartal keempat ini memang Nokia belum memberikan kontribusi yang menguntungkan, terbukti telah terjadi penuruna sekira 73 persen. Kendati demikian, Ollila masih terdengar optimis ketika ia menyebutkan bahwa handset OS WP 7 akan memakan waktu untuk mengambil langkah, tetapi hal itu akan menguntungkan. Kerja sama vendor asal Finlandia itu dengan Microsoft sangat jelas, Nokia selalu mencari ruang lingkup untuk memerangi iPhone Apple dan Google Android. Mengikat dengan Microsoft dapat membantu Nokia untuk menawarkan persaingan ketat dengan para pesaingnya. Walaupun pada kenyataanya sampai saat ini, Nokia Windows Phone masih tertinggal balapan dan belum berhasil memberikan persaingan yang ketat dengan Apple atau Google. Tapi, Ollilia berharap untuk mendominasi adegan peperangan smartphone suatu saat nanti. Menurut dia, Nokia diperlukan waktu. "Ketika melihat gambar yang lebih besar, itu menunjukkan bahwa tiga sistem operasi akan mendominasi dalam waktu dekat dan masing-masing akan memiliki satu produsen yang kuat," katanya, seperti dilansir Reuters. "Dengan Nokia memiliki kesempatan yang sangat bagus untuk menjadi salah satu dari tiga vendor besar tersebu," tambahnya. (net)

NET

Sumba Timur, NTT - Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) baru berusia dua bulan. Program yang diluncurkan pada 10 Desember 2011 di Jatim Expo Surabaya ini bertujuan menjangkau akses peningkatan mutu pendidikan di daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal). Untuk melihat perkembangan dan permasalahan dalam pelaksanaan Program SM3T ini, dilakukan monitoring ke daerah yang menjadi fokus SM3T. Monitoring pertama dilakukan dengan mengunjungi Kabupaten Sumba Timur di Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada 25-27 Januari 2012. Kabupaten Sumba Timur merupakan salah satu kabupaten paling responsif terhadap Program SM3T. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Sumba Timur, Obed Hilungara, men-

gungkapkan bahwa kehadiran SM3T memang diharapkan mampu melapisi kekurangan guru yang selama ini menjadi persoalan pendidikan yang paling mendasar di Sumbawa Timur. “Kalau kita lihat dari segi guru per mata pelajaran, kita mengalami kekurangan sekitar 1030 guru. Dan bila dilihat dari kualifikasi akademik guru di sini, baru 35% yang terkualifikasi D3. Sementara D4 atau S1 sisanya masih berpendidikan SPG setara. Jadi memang program SM3T ini sangat membantu kami dalam pemenuhan kebutuhan guru tersebut,” ucap Obed. Kabupaten Sumba Timur sendiri mendapatkan lebih dari 300 guru SM3T yang terdiri dari 241 peserta asal Universitas Negeri Surabaya (Unesa), 60 peserta asal Universitas Negeri Makassar (UNM) dan 37 peserta dari Universitas Negeri

Manado (Unima). Obed pun berharap dampak positif atas kehadiran guru SM3T ini terus berlanjut hingga digelarnya Ujian Nasional (UN), karena tingkat kelulusan UN di NTT selama ini sangat rendah “Dalam penempatan guru-guru SM3T, rata-rata kita tempatkan di Satap (sekolah satu atap) dan SMP yang memiliki kekurangan pada mata pelajaran yang di UN-kan. Harapan kami dengan program SM3T ini dapat mendongkrak naik lagi tingkat kelulusan di NTT”. Pada kunjungan monitoring di Sumba Timur ini, turut serta Rektor Unesa, Muchlas Samani. Muchlas memaparkan terdapat 241 mahasiswa tamatan Unesa yang ditempatkan di Kabupaten Sumba Timur. Para peserta ini telah lulus seleksi akademis dan mengikuti pelatihan ketahanmalangan selama 2 minggu,

dan belum menikah serta menandatangani surat perjanjian tidak menikah selama masa pengabdian 1 tahun. Para guru peserta ini mendapatkan gaji sebesar 2 juta perbulan dan tunjangan biaya hidup 500 ribu perbulan. Mereka tidak dijanjikan akan diangkat menjadi PNS, namun mendapat kesempatan untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) seusai pengabdian, dan mendapatkan kesempatan sertifikasi. Setelah itu mereka bebas memilih bekerja di mana saja. Program SM3T merupakan rangkaian dari Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi sarjana pendidikan yang diawali dengan pengabdian dan penempatan di daerah 3T selama satu tahun. Tahun ini SM3T difokuskan pada Provinsi Aceh, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Papua, dan Papua Barat. (net)


12

Radar Majene

RADAR SULBAR Jumat, 10 Februari 2012

Disdik Tingkatkan Kinerja

RADAR/JUNIARDI

SALAH satu lapak ayam potong yang ada di pasar sentral Majene

Warga Ancam Bongkar Paksa Lapak Penjual Ayam REPORTER : JUNIARDI EDITOR : AMRI MAKKARUBA MAJENE -- Warga Lingkungan Pakkola Kelurahan Banggae Kecamatan Banggae mengancam akan membongkar paksa lapak penjualan ayam potong yang berada di samping masjid Pasar Sentral Majene. Kepala Lingkungan Pakkola, Fajar Abduh, Kamis 9 Februari, mengungkapkan banyak warga yang mengeluhkan keberadaan lapak penjual ayam potong yang ada di samping masjid. Warga menilai keberadaan lapak tersebut menimbulkan aroma bau busuk yang menyengat. "Beberapa orang warga menemui saya dan menyampikan agar

lapak penjual ayam potong dibongkar, karena sangat mengganggu aktivitas warga. Khususnya warga yang akan melakukan ibadah salat di dalam masjid," ujar Fajar. Fajar mengaku bila dirinya telah melaporkan keluhan warga kepada pihak terkait, khususnya kepada Kepala Pasar serta Dinas Pengelolaan Keuangan Pendapatan Aset Daerah (DPKPAD) Kabupaten Majene. Dalam pertemuan tersebut pihak DPKPAD mengaku akan segera menindak lanjuti laporan tersebut. "Kami sudah melaporkan hal tersebut kepada pihak terkait, namun sampai saat ini belum ada realisasinya, sehingga warga mulai geram dan mengaku akan menemui Bupati Majene,

bila dalam pertemuan nantinya tidak ada solusi yang tercapai, warga mengancam akan melakukan pembongkaran secara paksa," tegasnya. Fajar menyesalkan DPKPAD yang dinilai lamban dalam merespon keluhan warga Lingkungan Pakkola. Padahal beberapa warga sudah geram dan berniat melakukan pembongkaran terhadap lapak penjual ayam potong. Saat dikonfirmasi ke pihak DPKPAD Majene, salah seorang staf Bidang Pendapatan DPKPAD, mengatakan pihak DPKPAD tetap akan memindahkan lapak penjual ayam potong tersebut, namun Ia mengaku tidak tahu secara pasti, kapan rencana itu akan direalisasikan. (*)

Indonesia Mengajar Latih Kepsek MAJENE -- Program Indonesia Mengajar (IM) melakukan pelatihan kepada para kepala sekolah (kepsek) Kabupaten Majene, di ruang pola Kantor Bupati Majene, Kamis 9 Februari. Kegiatan ini dilaksanakan IM bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Majene. Kepala Disdik Majene, Abdul Hamid Haris, mengatakan kegiatan ini merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan kompetensi seluruh kepsek yang ada di Kabupaten Majene. Apalagi Majene telah ditetapkan sebagai pusat pendidikan di Sulbar. "Ini merupakan sebuah terobosan baru yang lahir dari gagasan bersama melalui masukan dari kawan-kawan yang tergabung dalam Indonesia Mengajar. Karena kami menyadari, bila terdapat berbagai macam masalah yang membelit dunia pendidikan di Majene selama ini," ungkapnya. Abdul Hamid mengaku, bila sangat mengapresiasi kesediaan Sekretaris

EKSEKUTIF

Eksekutif Asosiasi Kepala Sekolah seAsean, Zahrah Fajardini memberikan pelatihan kepada Kasek di Majene. Apalagi Majene saat ini membutuhkan sebuah solusi untuk terlepas dari sebuah ambiguitas yang menjadi siklus lingkaran setan yang tidak terputus dari tahun ke tahun. "Saya sangat heran bila fakta yang kita temukan dari tahun ke tahun, Majene selalu berada ditataran paling rendah dari tingkat ketidak lulusan paling tinggi di Sulbar. Padahal jika berkaca pada prestasi individu yang ditorehkan, siswa dari Majene selalu meraih predikat terbaik di Sulbar, bahkan siswa dari Majene selalu mewakili Sulbar diajang nasional," lanjutnya. Abdul Hamid berharap agar seminar tersebut dapat melahirkan sebuaf formula baru dalam melepaskan Majene dari berbagai macam persoalan pendidikan, sehingga perlu ada formula baru untuk direalisasikan dalam sebuah sistem edukasi di Kabupaten Majene. Sementara itu, Bupati Majene, Kalma

Katta, menyampaikan, kemajuan suatu daerah di tentukan oleh empat faktor, diantaranya sumber daya manusian yang baik, fasilitas pendidikan harus terpenuhi, ketersediaan dana, serta pola pendidikan yang lebih inovatif yang perlu diterapkan oleh instansi yang menangani pendidikan. "Kami menyadari bila saat ini terjadi kelebihan tenaga pengajar di wilayah perkotaan hingga 20 persen, serta wilayah pelosok yang masih kekurang 20 persen tenaga guru, utamanya di Kecamatan Malunda dan Ulumanda. Sehingga akan dilakukan pemerataan guru, yang kelebihan di kota akan ditempatkan di wilayah yang masih kekurangan guru," ungkapnya. Bupati Kalma, mengajak agar semua pihak berbesar hati untuk memajukan tingkat kualitas pendidikan di Majene, seperti yang di tunjukkan oleh IM, dengan mengabdikan setiap gagasannya di wilayah pelosok yang jauh dari perkotaan. (mg4/mkb)

MAJENE -- Dinas Pendidikan Kabupaten (Disdik) Majene saat ini terus berbenah dan mulai meninggalkan kebiasaan buruknya terutama menyangkut pelaporan seperti laporan Rencana Kerja (Renja), laporan keuangan maupun laporan penting lainnya yang dibutuhkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Sekretaris Disdik Majene, Rustam Rauf ditemui di ruang kerjanya mengklaim bahwa Disdik saat ini mulai baik dan tidak pernah lagi terlambat melaporkan kegiatan ke Bappeda bahkan telah tergolong salah satu SKPD memasukkan laporan evaluasi kegiatan. "Kalau tahun sebelumnya Diknas selalu terlambat memasukkan laporan rencana kerja, laporan keuangan maupun laporan lainnya, maka berkat kerjasama dan koordinasi yang baik sudah tidak perna lagi terlambat," ungkap Rustam. Menurut Rustam langkah konkrit diterapkan di Disdik adalah turun langsung menjemput laporan, jika ada sekolah terlambat memasukkan datanya ke disdik. "Ada tim teknis yang sengaja dibentuk meraka akan langsung turun lapangan, jika ada sekolah kerepotan menyusun laporan. Tim ini sengaja dibentuk untuk membantu mereka," ujar Rustam. Beberapa tahun sebelumnya disetiap rapat evalauasi program triwulan Disdik selalu terlambat memasukkan laporan ke Bappeda. Bahkan seringkali karena keterlambatan Disdik, Bappeda juga terlambat menyusun laporan untuk disampaikan ke DPRD. Mengenai kedisiplinan pegawai, Rustam juga mengaku telah memberlakukan apel pagi dan sore, jika ada pegawai sampai sepuluh kali lalai mengikuti apel, maka PNS tersebut akan di umumkan sebagai salah satu pegawai yang malas ikut apel. Kemudian dalam waktu tiga bulan laporan itu akan diserahkan kepada Sekretarsi Kabupaten (Sekkab) selaku pembina kepegawaian di daerah. "Kita akan umumkan pegawai yang malas masuk kantor, dengan begitu pasti ada rasa untuk meperbaiki diri, dan bukan cuma itu kami juga akan melaporkan ke pak Sekda selaku pembina kepegawaian. Alhamdulillah mereka sudah mulai belajar disiplin," tutur Rustam. Ia mengatakan, apa yang dilakukan di Disdik akan diterapkan di UPTD kecamatan. "Kalau kedisiplinan pegawai disini sudah baik kita juga akan terapkan di UPTD. Untuk UPTD yang sementara kita lakukan adalah rapat koordinasi setiap tiga bulan dipimpin langsung kepala dinas," jelasnya. (k3/mkb)

2011, Peserta KB Lampaui Target MAJENE -- Animo masyarakat untuk menyukseskan program pemerintah pusat melalui program Keluarga Berencana (KB) cenderung meningkat. Tahun 2011, peserta KB di Majene melampaui target yang direncanakan. Kepala Bidang Keluarga Berencana, BPDPMPKB, Rita Karlina, ketika ditemui kemarin, mengungkapkan tahun 2011 terdapat 15.899 orang warga Majene yang tercatat menggunakan KB, walaupun target yang direncanakan sebelumnya hanya 12.937 orang. "Pengguna KB di Majene tahun lalu mengalami over target, hal tersebut dikarenakan gencarnya dilakukan sosialisasi yang dilakukan hingga ke seluruh pelosok Majene," ungkapnya. Rita menyebutkan, pengguna KB terbanyak terdapat di wilayah perkotaan, khususnya Kecamatan Banggae dengan jumlah pengguan KB sebanyak 3.876, serta di Kecamatan Banggae Timur yang mencapai 2.504. Sementara di beberapa kecamatan lain berkisar 800 hingga 2100 orang. "Selain sosialisasi yang gencar kami lakukan, kesadaran masyarakat akan pentingnya ikut KB juga merupakan faktor lain dari capaian yang kami dapatkan," lanjutnya. Rita berharap agar pengguna KB jangan hanya terbatas pada kalangan wanita saja, tapi kesadaran akan KB juga seharusnya timbul di kalangan pria, karena saat ini telah terdapat cara agar pria juga dapat berpartisipasi dalam program KB. Program vasektomi merupakan program yang telah diterapkan oleh pemerintah pusat diseluruh wilayah Indonesia dan mendapat respon positif, karena memang tidak berdampak negatif bagi setiap orang yang melakukannya. Sehingga diimbau kepada pria yang ingin berkontribusi mensukseskan progaram pemerintah melalui KB, agar mengikuti prorgram vasektomi secara gratis yang akan dilaksanakan bulan ini oleh BKKBN Sulbar yang dipusatkan di Mamuju. (mg4/mkb)

Jalan Terminal Induk Belum Dianggarkan MAJENE -- Meskipun jalan masuk terminal umum Tipe C di Kompleks Lutang Kelurahan Tande Kecamatan Banggae Timur amblas saat dioperasikan pertama November 2011 lalu, namun bukan sebuah pertimbangan untuk dimasukkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2012. Kepala Dinas Perhubungan Telekomunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Majene, Syamsuddin Ahmad mengaku, terminal tipe C Lutang belum mendapat anggaran baik anggaran perbaikan jalan maupun sarana lainnya seperti pembuatan toilet umum, pagar, maupun pembangunan mushollah serta perteduhan penumpang dan kendaraan. Menurut Syamsuddin, pagu anggaran 2012 yang diberikan ke Dishubkominfo belum dapat digunakan untuk membangun fasilitas terminal. "Masih banyak hal yang perlu dibenahi, sarana dan prasarananya terminal disana belum lengkap, apa boleh buat pagu anggaran yang kita punya belum memadai, tapi kita akan tetap berusaha, bahkan kami sudah mengajukan permohonan kepada Kementerian Perhubungan supaya bisa dibantu," kata Syamsuddin. Walau begitu pihaknya tetap berusaha mengoptimalkan jalan masuk keterminal dengan cara setiap saat menimbun jalan berlubang terutama saat musim hujan. "Belum lama ini kita lagi menimbung, cara seperti itulah yang ditempuh dulu supaya semua mobil angkutan umum tetap masuk ke terminal," kuncinya. (k3/mkb)

Rubrik Khusus Pemerintah Kabupaten Majene

RADAR/SYAMSUDDIN RADAR/SYAMSUDDIN

BUPATI Majene Kalma Katta memberikan arahan pada acara seminar forum pengembangan kompetensi kepala sekolah se Kabupaten Majene kegiatan di selenggarakan Indonesia Mengajar kerjasama Dinas Pendidikan Majene

KEPALA Dinas Pendidikan Majene Abdul Hamid memberikan arahan pada acara seminar forum pengembangan kompetensi kepala sekolah se Kabupaten Majene di Ruang Pola Kantor Bupati kemarin, kegiatan di selenggarakan Indonesia Mengajar kerjasama Dinas Pendidikan Majene


Radar Mamasa 13

RADAR SULBAR Jumat, 10 Februari 2012

Visi: Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Mamasa yang Madani Dalam Ikatan Kondosapata Wai Sapalelean

Kabupaten Mamasa Empat Strategi Pembangunan Kabupaten Mamasa

1. Mewujudkan tata kepemerintahan yang baik/goog governance. 2. Meningkatkan Kesejahteraan masyarakat melalui Pembangunan Berbasis Masyarakat (Gerbang Sismark). 3. Mendorong berkembangnya dunia usaha para pelaku ekonomi. 4. Mengaktualisasikan nilai-nilai agama dan norma budaya dalam kehidupan masyarakat.

Pemberhentian Anggota DPRD Mamasa Dinilai Cacat Hukum MAMASA -- Terkait pernyataan Ketua DPRD Mamasa, Muhammadiyah Mansyur yang menyatakan 6 anggota DPRD Mamasa yang pernah terbelit kasus korupsi akibat putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) telah diberhentikan. Tetapi keenam anggota DPRD Mamasa ini dibebaskan dari tuntutan hukum setelah keluarnya pengajuan Peninjauan Kembali (PK) dari MA tanggal 18 Januari 2012 lalu. Kepada Radar Sulbar usai rapat Muspida di Kantor Bupati Mamasa, Rabu 8 Februari menyatakan pemberhentian enam rekannya sudah permanen. Tetapi dapat diaktifkan kembali setelah mendapatkan rekomendasi dari

partainya yang bersangkutan. Tetapi salah seorang dari 6 anggota DPRD Mamasa yang diberhentikan sepihak, Andi Asdar Wahab menanggapi pemberhen-tian tersebut dinilai cacat hukum. Selain cacat hukum kata Ketua PAN Mamasa ini juga karena cacat prosedural dan tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan. "Pemberhentian secara sepihak yang diusulkan oleh Ketua DPRD Mamasa itu bentuk pengkerdilan terhadap Parpol," ujar Asdar via Black Barry Massenger (BBM) kepada Radar Sulbar, Kamis 9 Februari. Menurutnya setelah adanya putusan PK dari MA membuktikan

dirinya tidak bersalah bersama 23 rekannya yang lain termasuk lima diantaranya yang masih aktif di DPRD Mamasa. Mestinya keenam anggota dewan ini langsung melaksanakan tugas seperti biasa karena putusan PK MA telah berkekuatan hukum. Apalagi dalam amar putusan tersebut diminta dikembalikan nama baik, harkat martabak dan kedudukannya. Enam anggota DPRD Mamasa yang terbelit kasus beberapa waktu lalu selain Asdar Wahab dari PAN juga, Sudirman (Golkar), Aco Mea Amri dan Junaedy (PDK), Yohanis Karatong (PDIP) dan H Ridwan (PBB). (*)

EDITOR : AMRI MAKKARUBA

Asdar Wahab

Harga Pesawat Kepresidenan Rp919 Miliar

Untuk Prestise PEKANBARU -- Anggota Fraksi Partai Demokrat di DPR RI, Paula Sinjal menyatakan, pembelian pesawat kepresidenan sebesar Rp919 miliar atau 91.967.754 dolar AS, masih realistis. Pembelian pesawat itu untuk prestise dari kepala negara dari negara besar. "Jadi, pembelian pesawat itu tidak untuk pamer kemewahan, tetapi demi menekan besarnya biaya perjalanan dan terkait upaya memperlancar kinerja kepala negara. Setiap kepala negara memiliki aktivitas yang tinggi, termasuk melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah, baik kunjungan dalam negeri maupun luar negeri," katanya kepada ANTARA Riau, Rabu. Dikatakannya, untuk memperlancar kunjungan kerja inilah, Presiden RI membutuhkan alat transportasi udara yang terjamin keamanannya. "Tahukah kita berapa anggaran kunjungan kerja selama ini ketika pemerintah menggunakan jasa pesawat komersial dari salah satu BUMN? Setiap tahun rata-rata

anggaran carterannya Rp183.935.509.935,- dengan ratarata realisasi Rp162.758.869.545,," ungkapnya. Dengan demikian, menurut dia, jumlah anggaran yang disediakan dalam waktu lima tahun mencapai sebesar Rp919 miliar atau 91.967.754 dolar AS. "Karenanya, dengan membeli pesawat kepresidenan, diharapkan bisa menekan biaya perjalanan dinas Presiden RI sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan," kata Anggota Komisi II DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Utara ini. Paula Sinjal mengatakan, pesawat Boeing Jet-2 yang diperkirakan mulai dipergunakan tahun 2013 sebagai pesawat kepresidenan, pada mulanya dibandrol seharga 62 juta dolar AS. "Akan tetapi, setelah diadakan negosiasi, disepakati harganya jadi 58 juta dolar AS atau sekitar Rp496 miliar dan sebagai uang muka disetujui sebesar Rp200 miliar yang sudah disetujui oleh DPR dalam APBN 2011," ungkap-nya. Menurutnya, kalau kita lihat dari

APBN tahun 2012 saja men-capai sekitar Rp1.300 triliun dan angka itu akan naik sekitar 15 persen per tahunnya. "Jadi, anggaran Rp496 miliar (untuk pesawat kepreside-nan) itu masih realistis, dilihat dari besarnya APBN," ujarnya. Apalagi, demikian Paula, anggaran untuk membeli tidak dibayar sekaligus, tapi bisa dicicil empat hingga lima kali APBN. Paula Sinjal berpendapat, pengadaan pesawat kepresidenan itu sudah mendesak dipakai untuk melayani gerak Presiden RI. Di samping itu, menurut dia, hal ini lebih baik ditinjau sisi keamanan, dibanding kalau carter pesawat yang sering berganti. "Selain itu, ini soal prestise kepala negara dari sebuah negara besar di mata dunia. Misalnya saat pertemuan antarkepala negara di dunia. Masa` hanya Presiden RI saja yang menggunakan pesawat komersial carter, sementara negara-negara lain yang bahkan secara ekonomi masih di bawah kita sudah memiliki pesawat kepresidenan," tuturnya. (net)

Ramlan Badawi Bupati

Tangkap Mafia Anggaran DPR JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyelidiki kasus dugaan korupsi renovasi ruangan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI senilai Rp20 miliar. Meski dianggap terlambat, namun KPK harus berani mengungkap siapa saja yang ikut bermain memanfaatkan proyek ini untuk mengambil keuntungan atau fee. Jika memang terbukti, KPK harus segera memenjarakan anggota DPR yang ikut terlibat tanpa kecuali. "KPK harus berani mengungkap siapa yang bermain dalam proyek ini. Sebab proyek ini adalah bentuk 'perampokan' uang rakyat yang selama ini dilakukan oleh oknum anggota DPR RI. Selain itu, DPR juga harus menguak siapa mafia anggaran yang selama ini mengatur seluruh proyek di DPR termasuk para pimpinan Banggar," kata Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Ucok Sky Khadafi. Menurut Ucok, KPK tidak hanya mengungkap keterlibatan empat pimpinan Banggar, seluruh anggota Banggar dan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI. Tapi juga mengungkap siapa otak yang menyusun anggaran ini karena ini merupakan jaringan mafia anggaran yang selama ini mengatur proyek demi keuntungan mereka. "Mafia anggaran saat ini berkeliaran bebas mencari mangsa. Wakil rakyat diperiksa mereka tertawa terbahakbahak karena tak tersentuh hukum. Mereka sulit ditangkap karena cara kerjanya sangat rapi dan sistematis dalam mengatur seluruh proyek yang menguntungkan mereka. KPK harus membongkar semuanya. Sebab kuat dugaan proyek nasional yang diatur di DPR hanya dinikmati oleh kelompok mereka saja," katanya. Sementara Sekjen Goverment Watch Andy W Syahputra menilai, KPK tidak akan berani mengungkap siapa saja yang terlibat dalam kasus renovasi Ruang Banggar. Kalaupun ada anggota DPR RI yang terlibat, KPK akan mengembalikan nama itu kepada Badan Kehormatan DPR RI. Sekarang tinggal bagaimana BK DPR, apakah berani menindak atau tidak. "Saya pesimis KPK berani mengungkap kasus ini. KPK hanya akan membidik uang negara harus dikembalikan dalam proyek ini lantaran nilainya tidak masuk akal. Soal siapa anggota DPR yang terlibat, KPK tidak akan mengungkapkannya," kata Andi. Dia mengatakan, untuk menjerat dan memenjarakan anggota DPR RI atau anggota Banggar, KPK akan membidiknya melalui pengakuan Mindo Rosalina Manulang, M Nazarudin, Wa Ode, dan lainnya. Sebab di situ ada pengakuan dari para tersangka di mata hukum. "KPK harus memenjarakan para pimpinan Banggar atau anggota DPR lainnya berdasarkan pengaku para tersangka kasus suap. Jika soal Banggar KPK tidak akan berani karena belum ada tersangkanya," katanya. Dihubungi terpisah, Jonson Panjaitan dari Police Watch mengatakan KPK jangan hanya memeriksa renovasi ruang Banggar senilai Rp20 miliar, tapi sekalian membongkar korupsi di Badan Anggaran dan mafia anggaran yang jumlahnya jauh lebih dahsyat. Menurutnya, untuk membongkar korupsi di Banggar sebenarnya lebih mudah karena semua proyek yang dibahas tercatat secara jelas termasuk biayanya. Prosedur sudah baku. "Kasarnya tinggal cross cek apakah pelaksanaan proyek sudah sesuai dengan perencanaan dan aturan atau menyimpang." (net)

>>>>>> HUBUNGI BAGIAN PERIKLANAN: MAWARNI SUMARGOLANG, 0426-22138 Hp: 081241843180

HOT LINE:

E-mail: radarsulbar01@gmail.com

Online: radar-sulbar.com IKLAN BARIS RADAR SULBAR

MAMUJU -- JL. JEND. SUDIRMAN NO. 50,TLP. 0426 -22138. MAJENE -- JL. JEND SUDIRMAN NO. 167,TLP. 0422-21157. POLMAN -- JL. MR.MUH.YAMIN NO. 76,TLP. 0428-23203.

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

DIKONTRAKKAN

DIJUAL TANAH

RENTAL MOBIL

SERBANEKA

DIJUAL Rumah Bersertifiikat Hak Milik (SHM) Luas 112 M2 . Terletak di Jl. Mangga sekitar Pasar Sentral Mamuju. HUB: 082196368995

DIJUAL Rumah : Luas 325 M2 di Jl. H.A. Endeng No.1 Tanah : 610 M2 di Jl. Muh. Husni Thamrin Hub : Hp 081 355 399 133 Alamat: Jl. Urip Sumoharjo No. 51 Mamuju

DIKONTRAKKAN Rumah BTN Axuri Blok D, No.10 Hub : 081 342 594 559

DIJUAL Rumah, Ukuran 7x13 M di Batupannu, Bersertifikat Luas 245 m2.Harga 80 juta (nego) Hub : 085 342 900 751

CV. BINTANG ARIF RENTAL Tersedia semua jenis Mobil Berpengalaman dalam Rental (Harga Damai) Jl. Abd. Syakur, Depan Bank Panin Hp : 085 255 438 888 / 085 340 791 111

KREDIT untuk usaha (Proyek, SPBU- Developer, Konstruksi) Jaminan Sertifikat Hub : 0367-3692481/ 0812 9879 7104

DIJUAL RUMAH

DIJUAL TANAH / PENGINAPAN, LUAS 6 x 26 DENGAN JUMLAH 16 KAMAR PERMANEN DI JL. NELAYAN III MAMUJU, HUB : 081 355 372 037 TANPA PERANTARA

KLINIK KOMPUTER

MAU berbisnis loket pembayaran PLN, TELKOM, dll? software gratis (promo) tel/SMS :083876444333 PT.ABHIMATA

DIJUAL RUMAH DIJUAL Tanah Ukuran 10 X 20 m2 Didaerah Cece, Harga 40 Jt Hub : 085 210 791 333

DIJUAL Rumah+Tanah LB:110 M2 LT:613 M2, Di JL. Cut Nyak Dien Karema Mamuju Kota Berada di zona Exklusif dan cocok untuk Usaha Ruko-Resto Hub : 081 354 699 588 / 082 191 254 686

DIJUAL RUMAH

DIJUAL TANAH

DIJUAL Rumah /Lokasi Jl. WR. Monginsidi No. 33 Sertifikat (SHM) Luas 776 M2 Hub : 085 299 817 758 Telp : 0426-21625

DIJUAL Tanah dan Bangunan ukuran 9x20 di Rangas Mamuju. Kuran lebih 500 m dari Kantor Gubernur Sulbar. Harga Rp. 150 Jt, tanpa perantara. HUB: 085398239889

DIJUAL RUMAH DIJUAL Rumah/Tanah di Jl. Cut Nyak Dien No. 16 Karema Mamuju LB : 100 M2 LT : 613 M2 Harga Nego Hub : 081 354 699 588

DIKONTRAKKAN GRAHA MANDALA HOME STAY Jl. A. Makasau Mamuju-Sulbar (Belakang Kantor BRI Mamuju) menerima kontrakan perbulan/pertahun fasilitas : 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 garasi mobil, 1 pantri, WC, RM, PLN, PDAM, TV kabel. unit terbatas Kontak person: 081342225500-081524000037

Benhard Buntutiboyong Sekkab

SERBA ANEKA TELAH HADIR di Kota Mamuju TOKO ABADI JAYA Grosir Sepatu/Sandal Menjual berbagai macam jenis Merk Sandal, Sepatu, AP Bots DLL Alamat Jl. H. Abd. Syakur (depan pasar baru) HP : 081 241 684 957

LOWONGAN Dibutuhkan: 2 Sales Motorik Syarat : Pria, Lulusan Min SMA/ Sederat, Berpenampilan menarik, 2 Driver, Syarat : Pria, Memiliki Sim B1, Siap di tempatkan di Luar Kota Lamaran Diantar langsung ke PT. Cakraguna Karya Nusa Alamat : Jl. Tuna No. 50/52 (samping Pabrik Es)

DIJUAL RUMAH

DIJUAL TANAH DIJUAL Tanah kurang lebih 1 ha Jl. Martadinata Hub : 081 342 209 050/0426-22451 Harga : 300.000 permeter

DIJUAL TANAH DIJUAL TANAH Ukuran 10x15 M2 di Jl. Sallang Baru Manding Polewali (Belakang Perumahan Taman Manding Raya) Hrg. 25 juta (nego). Hub: 081355051455

DIJUAL TANAH DIJUAL TANAH UKURAN 2.400 M² LOKASI ¹500 M DARI PERSIMANGAN LIMA. ARAH KE KALI MAMUJU (DEPAN INSTALASI 1 PDAM) TANPA PERANTARA. HUB : 081354683755

DIJUAL RUKO DI JUAL RUKO 1 Lantai 2 Petak, Luas 7 X 15m Dengan Harga 500 juta ( Bisa Nego) Terletak di Jl. Cik Ditiro HUB : 081 343 984 005 / 085 242 959 161 (Tanpa Perantara)

KLINIK KOMPUTER Service, Hardware & Meintenance Hp : 081 341 664 727 / 082 189 155 444/ 085 255 554 409 Alamat : Pasar Baru, Mamuju

DIJUAL TANAH

BENGKEL LAS

DIJUAL Tanah Perumahan ukuran 10 x 15 m2 dekat Villa Gubernur Sul-Bar di Jalan Tueke Rangas. Harga Rp 13 Juta tanpa perantara Hub : 085255506373 081241200073

DIJUAL TANAH DIJUAL TANAH DENGAN UKURAN 17x35 DI JALAN POROS TAMPA PADANG (400 M DARI BANDARA) HUB : 081 343 900 351

CHEK UP PANGGIL

JUAL TANAH. + Ukuran 4,4 Hektar Di Jalan Baru (Jalur Dua) Hub; 08124252975

CHECK UP PANGGIL. Gula Darah 15 RB, Asam Urat 20 RB, Kolesterol 30 RB Triglycerd 30 RB. Hub:085242396953/ 081245672169

SERBANEKA

LOWONGAN

TOKO HARAPAN JAYA Grosir Pakaian Jadi, Alamat: Ruko Blok A. No. 16 Pasar Baru MamujuSulbar, HP. 081 210 174 222

DIBUTUHKAN : Sekretaris Administrasi, Driver Lamaran diantar Langsung ke UKM CENTRE Jl. Teuku Umar No1 Mamuju

DIJUAL TANAH

Bengkel Las Masagena Steel Mengerjakan Steel Construction, Pagar Tempa, ralis, Stainless, Canopy, Aluminum Dll Hub : Muhammad Bahri, 085 299 299 559 Alamat : Jl. Pababari No. 77 Mamuju-Sulbar

VITAMIN OTAK VITAMIN OTAK Buktikan anda menjadi lebih cerdas dengan mengkomsumsi Vitabrain Optimasi Otak. Garansi 110 % Hub : dr. Fadly S. Hp. 085 242 477 011 085 656 210 118

SERBANEKA ALAT PERAGA DAK SD & SMP ready stok (100%) sesuai juknis 2010, rekanan yg menang tender / uji petik 085214141201 / 081519464055 - kdn.co.id

MAU BISNIS

DIJUAL TANAH DIJUAL TANAH Dengan Ukuran 30x60 = 1800 M2, Terletak di Jl. Poros Kalukku- Tasiuk. Desa Salulayo HUB : 081355212555/082189917971

BURSA OTOMOTIF DIJUAL Cepat Kijang Innoa Biru 2007. Harga 180 Juta (bisa nego) masih berasuransi All Risk Hub : 081241457790 082191504944

DIJUAL RUKO DIJUAL Ruko 1 Lantai, Luas 6 x 13 lengkap dengan Usaha (ATK Swalayan) di Jl. Diponegoro (Depan Alya Nayab ATK Mart) Hub: 081241457790 082191504944

DIJUAL TANAH DIJUAL Tanah dengan ukuran 10 x 45 = 450 m2 Terletak di Jalan Poros Kalukku Tasiuk Hub: 081355038844 - 082191606888

Pasang Iklan Sekarang Juga


14

Radar Pasangkayu Sistem Manusia Alam Ruang Teknologi

RADAR SULBAR Jumat, 10 Februari 2012

MAMUJU UTARA SMART

Pembenahan dan Penyempurnaan Sistem Penyelanggaraan Pemerintahan, Kebijakan dan Regulasi, Program dan Kegiatan, Infrastruktur Keuangan Daerah. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas SDM Aparatur, Masyarakat dan Private Sektor. Mengelola dan Memanfaatkan Sumber Daya Alam dengan Arif, Adil, dan Bijak untuk Kemakmuran Rakyat dan Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Daerah. Konsisten Melakukan Penataan Ruang, dan Wilayah dengan Mengacu pada Kebijakan dan Regulasi Serta Berwawasan Lingkungan Menggembangakan dan Memanfaatkan Tekhnologi Tepat Guna yang Selaras dengan Perkembangan dan Kebutuhan

Kinerja DPR Buruk Angka PT Jadi Alasan JAKARTA - Ketua Komisi II DPR Agun Gunanjar Sudarsa menyatakan, opsi lima persen ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold/PT) adalah angka yang paling rasional untuk penyederhanaan multipartai dan efektifitas DPR. "Opsi lima persen Parliamentary Threshold (PT) adalah angka yang paling rasional untuk penyederhanaan multipartai," kata Agun Gunanjar Sudarsa saat diskusi "Membedah Pasal-Pasal Krusial RUU Pemilu", di press room DPR, Senayan,Kamis (9/2). Selain untuk mendorong penyederhanaan partai, opsi lima persen tersebut juga bertujuan untuk memperbaiki kinerja kelembagaan DPR yang akhir-akhir ini semakin disorot masyarakat. Ambang batas parlemen yang dipakai dalam Pemilu 2009, menurut politisi Partai Golkar itu, berimplikasi terhadap kinerja Dewan karena banyak diantara anggota fraksi-fraksi yang terpaksa tugas ganda di sejumlah alat-alat kelengkapan kerja DPR, seperti komisi-komisi dan badan-badan. "Karena jumlah anggota fraksinya tidak mencukupi sementara agenda DPR sangat banyak, yang terjadi sulit bagi suatu rapat-rapat DPR untuk memulai tepat waktu karena tidak qorum," kata Agun. Tapi dengan PT 5 persen, diperhitungan semua anggotaanggota fraksi akan menempati seluruh alat-alat kelengkapan kerja dan mengurangi tumpang-tindih dalam bekerja. "Partai-partai dengan kinerja baik pasti akan diberi kepercayaan oleh rakyat. Sebaliknya, partai yang kini diposisi besar tapi kalau kinerjanya tidak baik pasti akan ditinggal masyarakat. Mekanismenya ada di Pemilu," tegas Agun Gunanjar Sudarsa. (jpnn)

DPR Berharap Ada Temuan Baru KPK JAKARTA - Wakil Ketua DPR, Pramono Anung berharap ada temuan baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait laporan dugaan korupsi proyek renovasi ruang Badan Anggaran (Banggar) DPR. "Karena ini sudah menjadi ranah KPK, maka Pimpinan DPR hanya bisa berharap akan ada temuan baru yang berkaitan dengan Ruang Banggar tersebut. Jadi silakan saja kita yang minta," kata Pramono kepada wartawan di Jakarta, Kamis (9/6). Pramono menegaskan, KPK tidak perlu surat resmi untuk masuk melakukan penyelidikan dan penyidikan di lingkungan DPR. "Ya, kalau mau melakukan penyelidikan dan penyidikan, ada atau tidak ada surat sebenarnya sudah masuk. Dan tidak perlu ada surat resmi," katanya. Mantan Sekjen PDI Perjuangan itu menambahkan kalau ada surat resmi malah akan ketahuan. "Jadi yang resmi-resmi itu memang untuk ditutup-tutupi," katanya. Dalam pertemuan Badan Kehormatan (BK) dan Pimpinan DPR salah satu poin utamanya memang ditenggarai ada pelanggaran etika. "Cuma kan pelanggaran itu belum sampai kepana nama siapa pelakunya," ujarnya. (jpnn)

POTRET PASANGKAYU

H. MUHAMMAD SAAL WAKIL BUPATI

H. AGUS AMBO DJIWA BUPATI HM. NATSIR. MM SEKKAB

Warga Manfaatkan Air Bor Bawah Tanah REPORTER : SYAMSUDDIN HB EDITOR: MAHBUB AMIRUDDIN PASANGKAYU -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Utara (Matra) meresmikan penggunaan mesin bor bawah tanah dari Badan Geologi Lingkungan dan Bawah Tanah Bandung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Desa Pajalele Kecamatan Tikke Raya awal pekan ini. Bupati Matra Agus Ambo Djiwa, mengatakan, bantuan dari kementerian ini tidak terlepas dari upaya yang dilakukan pemerintah daerah sesuai dengan visi dan misi. "Memberi fasilitas air bersih kepada masyarakat adalah salah satu program prioritas pemerintah daerah'' kata Agus. Upaya untuk melancarkan bantuan mesin air bersih akan terus dilakukan. "Insya Allah di tahun ini juga masih ada dua bantuan air bersih yakni mesin bor bawah tanah dari Kementerian ESDM. Dikarenakan belum bisa disalurkan di setiap desa pihak pemerintah akan melihat desa mana yang saat ini konsumsi air yang sangat memprihatinkan,"

lanjut Agus. Ia berharap mesin bor bawah tanah ini bisa terpelihara dengan baik karena mesin ini untuk kepentingan bersama dalam

bermasyarakat. Terpisah, Kepala Bidang Geologi dan Pertambangan Dinas ESDM Matra, Syahril, mengatakan, bantuan mesin bor bawah tanah

ini dengan kedalaman pipa 250 meter bisa menghasilkan air bersih sebanyak dua liter per detik dan bisa digunakan kurang lebih 1.500 kepala keluarga. (**)

NET

Realisasi Perda Nomor 3 Tahun 2012 Perlu Dipertegas PASANGKAYU -- Realisasi pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tahun 2010 tentang Penertiban Ternak Kabupaten Mamuju Utara (Matra) perlu dipertegas. Sanksi tegas harus diberikan agar perda berjalan efektif. Unsur pimpinan DPRD Matra, Uksin Djamaluddin, mengatakan,

Rubrik Khusus Humas Pemkab Mamuju Utara

perda nomor 3 tahun 2010 tentang penertiban ternak sudah disahkan setahun lalu. Namun perlu dipertanyakan apa indikator sehingga hal tersebut baru dijalankan. "Ini yang perlu diketahui," ujar Ketua DPD PAN Matra ini di ruang kerjanya, Kamis 9 Februari. Uksin berharap, perda ternak

dapat dijalankan secara optimal dengan pemberian sanksi tegas sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya. "Perlu penerapan sanksi tegas," harap Uksin. Terpisah, Kepala Satpol PP Matra Surya Amin, mengakui, lemahnya pelaksanaan perda ternak. Alasannya sarana penun-

LEGISLATIF MATRA

jang yang masih sangat terbatas sehingga realisasi perda di lapangan belum optimal. Kendati dinilai masih kurang, petugas satpol PP Matra tetap melaksanakan tugas tersebut. "Walaupun sarana penunjang masih terbatas, kami tetap laksanakan perda itu," ungkapnya. (sym/mba)

Rubrik Khusus DPRD Kabupaten Mamuju Utara

RADAR/ANDI SAFRIN

RADAR/SYAMSUDDIN HB

RAPAT. Ny Erni Agus saat memimpin rapat pemantapan lomba desa tingkat kabupaten di ruang rapat Bupatri Matra.

WAKIL Ketua DPRD Matra Uksin djamaluddin saat melayat di Desa Karya bersama.


Infotainment 15

Jumat, 10 Februari 2012 RADAR SULBAR

Anggun Pilih Lagu untuk Wakili Perancis JAKARTA - Seperti diberitakan sebelumnya, penyanyi dan pencipta lagu Indonesia yang kini menjadi warga negara Prancis, Anggun akan mewakili negara mode tersebut dalam kontes lagu paling bergengsi di Eropa, Eurovision, pada 26 Mei 2012 di Baku, Azerbaijan. Kini Anggun telah menentukan lagu yang akan dibawakannya dalam kompetisi lagu pop tahunan tersebut, yaitu “Echo (You and I)” yang diproduseri oleh William Rousseau dan JeanPierre Pilot, dua musisi kenama-

an Prancis. Selain menyanyi, Anggun juga terlibat dalam penulisan lirik lagu yang terdiri dari bahasa Prancis dan Inggris ini. Adapun posisi penata rekaman dipercayakan kepada Veronica Ferraro, yang dikenal sebagai kolaborator DJ dan produser papan atas dunia, David Guetta. Menurut rilis pers yang diterima Rolling Stone, “Echo (You and I)” berbeda dengan mayoritas lagu festival dikarenakan nada-nada yang lebih akrab di telinga sehingga diharapkan dapat menarik perhatian dewan juri dan pemirsa. Selain itu, respon positif juga diberikan publik Prancis saat lagu tersebut diputar untuk pertama kalinya di stasiun televisi. Berbagai persiapan sudah dilakukan oleh Anggun dan manajemennya guna mendorong keberhasilan di Eurovision, salah satunya adalah rangkaian tur lima belas negara mulai Februari ini dalam rangka promosi album terbarunya, Echoes, sekaligus mengenalkan lagu “Echo (You and I)” ke khalayak ramai. Anggun pun telah menyiapkan strategi khusus untuk mendukung penampilannya di Eurovision, yaitu campur tangan perancang busana ternama, Jean Paul Gaultier, sebagai desainer gaun yang akan dikenakan penyanyi bernama lengkap Anggun Cipta Sasmi ini nantinya. Eurovision Song Contest sendiri adalah sebuah kompetisi

lagu pop tahunan yang digelar di antara negara-negara yang aktif sebagai anggota European Broadcasting Union (EBU). Setiap negara mendaftarkan sebuah lagu yang akan ditampilkan di televisi secara live oleh grup atau musisi yang telah dipilih dan lalu melakukan pemungutan suara guna menentukan lagu paling populer dalam kompetisi tersebut. Kontes lagu populer ini selalu disiarkan secara meluas sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 1956 dan merupakan salah satu program televisi paling lama bertahan di seluruh dunia. Dengan jumlah penonton yang berada di antara 100 hingga 600 juta penonton, Eurovision Song Contest juga merupakan salah satu acara non-olahraga paling banyak ditonton di seluruh dunia. Beberapa nama yang telah menjadi pemenang Eurovision Song Contest di antaranya adalah ABBA yang mewakili Swedia pada 1974 dengan lagu “Waterloo” dan Celine Dion yang mewakili Swiss pada 1988 dengan lagu “Ne partez pas sans moi.” Negara yang menduduki posisi paling atas dan langganan menjadi juara adalah Irlandia dengan tujuh kali juara, disusul Prancis, Luksemburg, dan Britania Raya yang ketiganya telah menjadi juara sebanyak lima kali. Prancis terakhir kali memenangkan konser tersebut pada tahun 1977 melalui lagu “L’Oiseau et L’Enfant” yang dinyanyikan Marie Myriam. (net)

Sutradara Beberkan Untold Story di Amazing Spider-Man JAKARTA - Ketika diwawancara majalah Comic-Con, sutradara Marc Webb bicara blak-blakan tentang maksud untold story dalam kampanye promosi film 'The Amazing Spiderman'. Apa jawaban Webb? "Sangat penting bagi kami untuk memberitahukan bahwa film ini bukan remake dari film Sam Raimi. Ada teritorial baru, musuh baru, dan Peter Parker yang berbeda," ujar sutradara berusia 37 tahun itu. Ketika ditanya alasannya memilih Gwen Stacy daripada Mary Jane sebagai pemeran utama wanita, ia menjawab "Kita sudah pernah melihat Mary Jane. Aku juga berpikir Gwen Stacy adalah ilmuan muda yang sangat pintar, mungkin sedikit lebih pintar daripada Peter Parker,' tambahnya. Webb mengaku sangat suka dengan dinamika yang terjadi antardua karakter tersebut. Menurutnya, chemistry antara Emma Stone dan Andrew Garfield terlihat dengan cara yang menyenangkan dan

intim. Menjelaskan sisi gelap untuk film tersebut, Webb mengaku akan tetap menyertakan unsur humor, namun ia ingin membuatnya tetap realistis. "Kami ingin humor yang datang dari tempat yang nyata," tambahnya. "Saya ingin menciptakan sebuah dunia di mana Anda bisa merasakan semua emosi. Tentu saja ada yang lebih gelap, perasaan yang lebih intens dalam film ini. Ada pengkhianatan, ada tragedi tapi ada juga humor dan percintaan. Anda harus mendapatkan emosi yang berbeda," paparnya. Adapun mengenai sang penjahat super, Dr Curt Connors alias Lizard, Webb menjelaskan tentang hubungannya dengan Parker. Curt Connors adalah teman Peter Parker yang kemudian menjadi musuh. "The Amazing Spider-Man" berpusat pada Peter Parker. Seperti kebanyakan

remaja seusianya, ia mencoba untuk mencari tahu siapa dia dan bagaimana dia menjadi bisa menjadi dirinya seperti sekarang ini. Dalam perjalanannya untuk menempatkan potongan-potongan masa lalunya, ia mengungkapkan sebuah rahasia. Rahasia tersebut pada akhirnya akan membentuk takdir Peter Parker sebagai Spider-Man. Andrew Garfield terpilih memainkan karakter Peter Parker alias Spider-Man, sementara pacarnya di kehidupan nyata, Emma Stone sebagai Gwen Stacy. Bintang lainnya adalah Rhys Ifans, Sally Field, Martin Sheen dan Denis Leary. Film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop AS pada 3 Juli mendatang. (net)

Java Jive Gelar Konser JAKARTA - Grup band Java Jive siap menggelar konser saat Hari Valentine yang jatuh pada 14 Februari mendatang. Fatur Cs akan tampil di konser bertajuk 'Spectacular Romance of Valentine with Java Jive' di Yogyakarta. "Kita kebetulan juga memiliki lagu yang berjudul Valentine. Lagu itu akan kita bawakan juga bersama-sama dengan single terbaru kami 'Teman Sehati'," ujar sang bassis, Noey saat ditemui di Jakarta, Rabu 8 Februari 2012 malam. Selain beberapa single anyar, band asal Bandung itu tentunya juga akan membawakan kembali deretan lagu hits mereka seperti 'Gadis Malam', 'Gerangan Cinta' dan 'Kau yang Terindah'. Konser tersebut juga akan menjadi konser nostalgia

bagi Java Jive. "Sudah lama kita nggak main juga di sana, terakhir kita tampil di sana itu tahun 2000. Bakal istimewa," janjinya. Menurut sang promotor, Rajawali Indonesia, konser tersebut memang akan sangat romantis karena perpaduan tema dan tempat. "Karena tema Valentine, lagu-lagu dan tempatnya yang indah di Bogey's Teras tentu akan memberikan suasana triple romantis buat pertunjukan Java Jive nanti," kata CEO Rajawali, Anas Syahrul Alimi. Tiket konser Valentine Java Jive di Yogyakarta tersebut dibanderol promotor mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 400 ribu. (net)

Film Negeri 5 Menara Mulai Tayang di Bioskop 1 Maret 2012 JAKARTA - Setelah melewati perjalanan panjang dari casting, open casting, dan persiapan produksi pada tahun 2010, film Negeri 5 Menara yang diadaptasi dari novel best-seller karya penulis Ahmad Fuadi akhirnya menemukan tanggal tayang di bioskop mulai 1 Maret 2012. Disutradarai oleh Affandi Abdul Rachman dan diadaptasi ke naskah film oleh Salman Aristo, film ini akan menceritakan kisah sekelompok pemuda Sekolah Menengah Atas dalam menjalani kehidupannya sebagai murid Pondok Madani, sebuah pesantren di sudut kota Ponorogo, Jawa Timur. Ada pun para aktor yang turut serta meramaikan film ini meliputi Donny Alamsyah, Lulu Tobing, David Chalik, Ikang Fawzi, Andhika Pratama, dan juga aktor-aktor muda seperti Gazza Zubizareta, Billy Sandy, Ernest Samudera, Rizki Ramdani, Jiofani Lubis, Aris Putra, dan Eriska Rein.

Million Pictures selaku pihak yang menggarap film Negeri 5 Menara menggaet iB Perbankan Syariah sebagai sponsor utama. Menurut rilis pers yang diterima Rolling Stone, langkah yang diambil iB Perbankan Syariah dalam menjadi sponsor merupakan wujud apresiasi terhadap sinema karya anak bangsa yang dengan indah mengartikulasikan nilai-nilai kerja keras, kesungguhan dalam berusaha, dan persaudaraan universal. Sutradara Affandi Abdul Rachman sendiri sebelumnya menjabat sebagai sutradara untuk film Pencarian Terakhir, Heart-Break.com, Aku atau Dia, dan The Perfect House. Ia merupakan lulusan magna cum laude dari Columbia College of Hollywood, Los Angeles, California untuk jurusan penyutradaraan dan sinematografi. Patut digarisbawahi bahwa novel

Negeri 5 Menara telah dicetak ulang sebanyak dua belas kali dengan oplah lebih dari dua ratus ribu eksemplar. Fakta itu membuat buku pertama Ahmad Fuadi tersebut tercatat sebagai pemegang rekor buku lokal paling banyak dicetak oleh Gramedia Pustaka Utama, yang sudah eksis sejak dua puluh tujuh tahun lalu. Negeri 5 Menara dicanangkan sebagai sebuah trilogi oleh Fuadi dan jilid kedua dari trilogi tersebut, Ranah 3 Warna, telah diterbitkan awal tahun 2011. Dalam satu bulan, Ranah 3 Warna telah dicetak sebanyak tiga kali dengan oplah tujuh puluh ribu eksemplar. Hak penerbitan Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna bahkan telah dibeli oleh penerbit terpandang di Malaysia, PTS Litera, serta mencatat penjualan sangat baik di sana. Edisi bahasa Inggris Negeri 5 Menara juga telah diluncurkan pada 5 Oktober 2011 di tengah-tengah acara Ubud Writer Festival. (net)

Sigur Ros Tur Kembali Setelah Vakum

JAKARTA - Band post-rock asal Islandia, Sigur Ros akan kembali menjalani tur setelah vakum hampir empat tahun. Kabar ini didapatkan melalui laman resmi mereka, www.sigurros.co.uk, Jnsi Birgisson cs akan menjadi headliner pada 9 September, hari terakhir Bestival berlangsung. Menurut fan page resmi Sigur Ros di Facebook, penampilan mereka di Bestival ini adalah penampilan mereka satu-satunya di Britania Raya di tahun 2012 ini, dan dilanjutkan tur ke berbagai negara. Di bentuk pada tahun 1994, Sigur Ros vakum setelah mengadakan tur terakhirnya pada tahun 2009. Dikabarkan akan merilis album terbarunya, drummer Orri Pll Drason menjelaskan kepada The Wall Street Journal tahun lalu, bahwa album ini akan menjadi album yang penuh suasana dan seperti ‘lepas landas secara lambat menuju sesuatu’. Bestival adalah festival musik yang berlangsung selama empat hari di Robin Hill Park, Inggris. Selain Sigur Ros, Bestival akan dimeriahkan beberapa band ternama seperti Justice, The XX, Two Door Cinema Club, Hot Chip, Soulwax, The Horrors, dan Warpaint.(net)

All Time Low Siapkan Album Baru

JAKARTA - Vokalis All Time Low, Alex Gaskarth mengaku bahwa ia sudah “setengah jalan” menciptakan lagu-lagu untuk album terbaru bandnya tersebut. “Saya sudah ‘setengah jalan’ dalam proses menulis untuk album selanjutnya. Kami telah kembali dari tur dan saya menyadari bahwa banyak hal yang bisa saya katakan. Saya akan menulis 10 atau 11 lainnya ketika kami kembali lagi,” ujar Alex kepada NME. Alex juga bercerita bahwa lagu-lagu yang ia tulis sangat jujur terhadap dirinya. “Ketika orang-orang menganggapmu sebagai seniman, itu akan membuatnya menjadi lebih mudah,” lanjutnya. “Para pendengar kami jauh lebih pintar daripada yang orang-orang sangka. Mereka tidak mau hanya diberikan kebisingan dan hal yang diulang-ulang.” Kata Alex menghubungkan album terbarunya dengan penggemar All Time Low. Band yang batal menggelar konser di Indonesia tahun lalu tersebut juga mempunyai beberapa rencana yang berbeda untuk album terbaru, salah satunya adalah hanya menggunakan seorang produser saja. (net)

Single Baru Armada Tetang Cinta, Harta, Dan Tahta TEMBANG Hargai Aku dipilih menjadi single pertama dari album terbaru Armada. Single ini pun sudah dibuat video klip-nya, yang mengambil tema sama persis seperti lagunya, tentang tiga hal dalam kehidupan ini, yaitu cinta, harta, dan tahta. "Tema lagu 3 story, cinta, harta, tahta. Jadi liriknya benar-benar orang yang merasa direndahkan, dan yang merendahkan bangga dengan apa dipunya sekarang," ungkap Armada saat dijumpai di kantor E-Motion, Blora, Jakarta Pusat, pada hari Rabu (8/2). Lagu mereka ini ditulis secara bersamasama pada hari pertama bulan puasa lalu. Dengan aransemen musik yang dipegang oleh Mai, jadilah lagu Hargai Aku yang menjadi single pertama album baru mereka. Armada selalu menulis lagu dari pengalaman pribadi atau cerita teman. "Misalnya kita mau deketin cewek yang kaya. Intinya berusaha agar mereka yang menilai, kita gak bisa," imbuh grup band pelantun tembang Mau Dibawa Ke Mana ini tentang isi cerita dalam single terbaru mereka.(net)


16

PARIWARA

RADAR SULBAR Jumat, 10 Februari 2012

KELUARGA BESAR DINAS PENDIDIKAN NASIONAL PROVINSI SULAWESI BARAT Mengucapkan Selamat & Sukses Kepada Bapak :

DR.Drs. H. MUH. JAMIL BARAMBANGI, M. Pd Atas Keberhasilannya meraih gelar Doktor Manajemen Pendidikan Di Universitas Negeri Jakarta dengan judul disertasi:

" Implementasi Otonomi Pendidikan Di Kabupaten Mamuju " Pada Tanggal 09 Februari 2012

Drs.H. Saharuddin Tinggi Sekretaris

H. Amil Ahmad, S. Pd., M.Si

Drs. Muh. Sayuti, MM

Kepala Bidang Dikdas dan PLB

Kepala Bidang PNFI

Drs. M. Yusuf Djahidin, M. Pd

M. Ilyas, S.Pd., MM

Kepala Bidang Pendidikan Menengah

Kepala BPKB

Drs. H.M. Ridwan Idu

Drs. Wahyu

Kepala Bidang PMPTK

Kepala BPTKP


Radar Sulbar