Issuu on Google+

SEREMONI

Pontianak Post Senin 15 Juni 2009

5

Advertorial

AIA Indonesia Perkuat Jaringan di Pontianak PT ASURANSI AIA Indonesia makin memperkuat jaringannya di Pontianak. Hal itu dibuktikan dengan pembukaan kantor Independent Agency (IA) di Jalan Sungai Raya Dalam Pontianak, Sabtu (13/6) siang. IA milik Tomi, mitra bisnis AIA Indonesia yang dimanakan IA Grow itu merupakan IA ke-6 yang dibuka di Indonesia. Lima IA sebelumnya dibuka di Jakarta, Denpasar, Kediri, Surabaya dan Yogyakarta. Danil Wong Deputy Chief Agency Officer AIA Indonesia menyatakan, pembukaan kantor IA Grow di Pontianak menjadi salah satu strategi pengembangan AIA Indonesia. Ia percaya keberadaan IA di Pontianak bakal menguntungkan semua pihak, mulai dari nasabah hingga mitra usaha AIA. Danil menilai, kesempatan untuk memberikan pelayanan wealth protection dan accumulation atau asuransi masih terbuka lebar. Sekitar 85 persen potensi asuransi di Indoensia belum digarap, termasuk di Kalimantan Barat. “Kami menargetkan hingga akhir 2010 sudah berdiri 100 IndependentAgency. 50 persennya bakal difokuskan di pulau Jawa, sementara target Kalimantan 15 kantor Independent Agency,” katanya. Sementara itu, Tomi yang juga Agency Manager AIA Indonesia menyatakan, pembukaan IA Grow merupakan niatnya untuk memperluas jaringan pemasaranAIA Indonesia. Mereka juga bakal merekrut lebih banyak tenaga pemasaran yang berdedikasi dan professional. “Kami membuka kesempatan ini bagi siapapun yang ingin bergabung dan bertumbuh bersama,” ujarnya. Walaupun sebagai kantor independen, keberadaan IA Grow sedikit banyak tetap berhubungan dengan AIA Sales Office Pontianak di Jalan Tanjungpura. AIA Pontianak dipimpin Juliahir Barata sebagai Business Development Manager. Ia menyampaikan, keberadaan IA Grow sedikit mengurangi bebannya. “IndependentAgency sangat membantu memperluas pemasaran kami. Saya berharap lebih banyak lagi kantor Independent Agency di sini, tapi tidak hanya di Pontianak melainkan juga pada daerah lain di Kalbar,” katanya. Sementara itu, AIA Indonesia juga membuktikan komitmennya dalam melayani nasabah. AIA Indonesia mendapatkan penghargaan EuromoneyAward untuk kategori Asuransi Terbaik di Indonesia tahun 2009. Penghargaan itu diberikan majalah Euromoney yang merupakan majalah pasar keuangan terkemuka berskala internasional. Euromoney melakukan survey global tahunan dengan mengumpulkan opini para pengambil keputusan penting di perusahaan-perusahaan besar, maupun institusi keuangan terkemuka mengenai perusahaan asuransi. AIA Indonesia turut memenangkan penghargaan untuk subkategori klaim, inovasi produk, harga dan rangkaian produk. (ser3)

Kualitas Makin Meningkat di Usia ke-17 STIK Muhammadiyah Pontianak Gelar Rangkaian Kegiatan HUT

MADE FRANS/PONTIANAK POST

INDEPENDENT AGENCY GROW: (dari kanan) Danil Wong didampingi Tomi dan Juliahir Barata memotong pita pembukaan kantor Independent Agency AIA Indonesia, Pontianak.

Reuni Pertama diikuti 4 angkatan

Polteq Gelar Bazar untuk Peringati HUT ke-7

MADE FRANS/PONTIANAK POST

HUT KE-7: Kegiatan bazar menjadi media bagi Polteq untuk memperigati HUT ke-7 dan membantu dua unit prodinya.

POLITEKNIK Tonggak Equator (Polteq) menggelar kegiatan reuni pertama dan peringatan HUT ke-7. Reuni yang diikuti empat angkatan digelar terlebih dahulu di lingkungan kampus, Sabtu (6/6). Sementara peringatan HUT digelar setelahnya diisi bazar selama tiga hari, 13-15 Juni 2009. Tapi sebelumnya, kegiatan diawali dengan Misa bersama pada 9 Juni. “Melalui bazar, para mahasiswa dapat mempraktekkan apa yang mereka pelajari di kampus. Di sini mereka belajar berbisnis, jual beli

dan cara melayani orang,” kata Dra Juliana Sujadi MEd, Ketua Yayasan Tonggak Equator saat ditemui di selasela kegiatan bazar kemarin (14/6). Ia menambahkan, Polteq sudah dua kali mengadakan bazar dan satu kali reuni. Kebersamaan diantara warga kampus, khususnya diantara mahasiswa sangat ditekankan dalam semua kegiatan itu. Hal itu cukup kentara pada pelaksanaan reuni. Walaupun berlangsung sederhana, keakraban para peserta dapat dilihat. “Untuk target kedepan, Polteq sedang menuju dan mempersiapkan program D4. Selain itu, kami juga telah memiliki tanah di Jalan Sidas untuk bangunan kampus baru. Letaknya stategis di dalam kota tidak jauh dari jalan raya. Kami berharap dan berusaha tahun depan pembangunan gedungnya sudah dapat dimulai. Karenanya kami meminta

dukungan dan doa dari semua pihak,” jelasnya. Saat ditanya, keberadaan kampus baru pasti menambah kapasitas mahasiswa Polteq dan bakal menambah profitnya. Juliana menegaskan hal tidak berlaku bagi Polteq, karena Polteq tetap mempertahankan kualitasnya. Satu kelas tidak akan lebih dari 30 mahasiswa/i. “Itu sudah pasti. Masa waktu SMU dalam satu kelas mereka mesti berjubel dan tidak konsen menerima pelajaran, hal itu terulang saat kuliah. Di Polteq, konsentrasi belajar secara bilingual serta menjaga kualitas lulusan dan dosen, sudah menjadi konsern yang tetap kami jaga dari awal berdiri,” katanya. Mahasiswa Polteq Business English and Management Willy Manalu (angkatan V) yang ditemui di lokasi bazar mengakui hal itu. Ia merasakan arti perkuliahan yang sebenarnya di Polteq. Kualitas tetap dipertahankan dengan dosen-dosen pilihan yang profesional dibidangnya. Mereka mampu memberikan yang terbaik bagi setiap mahasiswanya. “Kami juga dijamin siap bersaing dalam dunia usaha setelah menyelesaikan study di sini,” ujarnya. Sementara itu Ketua Panitia Bazar Ivon menyatakan, pendapatan bazar digunakan untuk membantu membantu unit Budidaya Tanaman Pangan dan Gizi (BTPG), serta Teknologi Pangan (TP). Kegiatan bazar diisi stand dari Sumber Plastik, Cu Pancur Kasih, Benstar Education dan Polteq, serta stand-stand makanan dan minuman. Bazar juga diramaikan dengan pertandingan basket 3 on 3, gambar sketsa wajah dan beberapa games menarik. Antara lain memancing, menara donat, panah, lembar bola dan gelang. (ser3)

ingin pasang iklan di... Pontianak Post Call aja...disini... 735071

SEKOLAH Tinggi Keperawatan (STIK) Muhammadiyah Pontianak menggelar serangkaian kegiatan pada peringatan HUT ke17. Kegiatan berlangsung selama satu minggu, 8-14 Juni 2009. Mayoritas kegiatan dilakukan di lingkungan kampus STIK di Gg Ceria 5 Jalan Sungai Raya Dalam. “Rangkaian kegiatan melibatkan semua warga STIK Muhammadiyah, mulai dari mahasiswa hingga pihak akademik,” ujar NS Hartono SKep, Ketua Panitia Akademik Kegiatan HUT saat ditemui di kampus STIK, Sabtu (13/6) pagi. Keterlibatan semua warga kampus mendorong dibentuknya dua kepanitiaan, yaitu pada tingkat akademik dan mahasiswa. Panitia di tingkat mahasiswa di ketuai Najmi Aulil Faqih, mahasiswa semester empat S1 Keperawatan. Sedangkan rangkaian kegiatan mereka berupa pertandingan futsal, badminton, tenis meja, tarik tambang, lomba masak, tilawah, karya tulis ilmiah, mading, cerdas cermat, mahasiswa berprestasi, gerak jalan sehat, serta parade band. “Untuk gerak jalan kita mengambil rute dari kampus, jalan Sudarso, Adi Sucipto, bundaran Ahmad Yani II dan kembali lagi ke kampus. Sedangkan untuk penutupan besok (kemarin), selain parade band kita juga menggelar sunatan masal bagi 50 anak di Pontianak Timur,” katanya. Nama STIK Muhammadiyah

Pontianak digunakan sejak 2006. Saat berdiri pada 1992, perguruan tinggi itu bernamaAkper Muhammadiyah. Sedangkan, kampus yang awalnya berlokasi di Gedung Universitas Muhammadiyah Pontianak pindah ke Sungai Raya Dalam sejak 1994. Saat ini, STIK Muhammadiyah Pontianak memiliki 637 mahasiswa/i yang terbagi dalam dua prodi, yaitu D3 dan S1 Keperawatan. Ditemui di tempat yang sama, Ketua STIK Muhammadiyah Pontianak Supriadi SKP mengatakan, serangkaian kegiatan digelar untuk membantu meningkatkan prestasi mahasiswa ditingkat non akademik, seperti olahraga. Kegiatan itu juga dapat mempererat silahturahmi semua warga STIK Muhammadiyah. “Secara akademik, kami mengkhususkan pendidikan unggulan dibidang keperawatan luka, stoma, inkontinensia dan kritis,” ujarnya. Pendalaman praktek keperawatan luka dilakukan pada Klinik Pembina Kesejahteraan Umat (PKU) STIK di Jalan KH Wahid Hasyim Pontianak. Klinik serupa rencananya bakal didirikan di Sekadau. “Untuk alumni, saat ini kami sudah meluluskan 570 mahasiswa D3 dan 21 mahasiswa S1. Lulusan S1 memang masih terbilang kecil, tapi itu wajar mengingat program ini baru dijalankan pada 2006. Setiap lulusan kami tekankan untuk dapat bersaing ditingkat lokal hingga internasional,” katanya. (ser3)

MADE FRANS/PONTIANAK POST

TARIK TAMBANG: Mahasiswa mengikuti salah satu kegiatan HUT ke-17 STIK Muhammadiyah Pontianak setelah melepas lelah usai gerak jalan sehat.


Pontianak Post