Issuu on Google+

DAPATKAN VOUCHER DISKON SENILAI Rp 4,25 JUTA! • info BERLANGGANAN 021-86360376

monthly travel magazine

EDISI AWAL TAHUN 2011

3 Must-Visit Places

in London Menaklukkan

Subway Beijing

Menara Nabi Isa

Perfect Days in

Sydney

di Damaskus

Menyemai Rindu di

Puncak Rinjani Hujan Makanan Enak di

Kota Hujan

22

24

34

50

h.

h.

h.

h.

100 places

Made in jakarta

diary vesta

city

to go before you die

bee there, bee healthy!

berlibur di sarang macan

chronicles top 5 kairo


Asuransi perjalanan, pembuatan paspor, porter pribadi, makan/minum diluar yang tersebut di jadwal, perlengkapan pribadi, dan lain-lain yang tidak tercantum di dalam jadwal.


hi, travelers!

Kalender Sakti

Lomba Foto

dan Orang Baru

Di Gereja Katedral Jakarta Teguh Sudarisman

M

editor-in-chief@pristamedia.com

enjelang akhir tahun kemarin, sebagian orang pasti melakukan hal ini: mencari kalender tahun 2011. Begitu tahun yang baru sudah berjalan, kelihatanlah kemudian kalender itu sudah penuh oleh lingkaran-lingkaran yang menandakan ke mana saja ia akan pergi tahun ini. Ada seorang teman yang begitu padat jadwal liburannya, sampai-sampai setiap kali saya mau minta tolong untuk suatu acara, beberapa kali ia menolak setelah melihat ‘kalender saktinya’ itu. “Oh, tanggal itu aku ke Ternate”, “Oh,

aku sama beberapa teman mau ke Raja Ampat”, atau “Aku mau ke Myanmar tuh, sudah aku rencanakan dari tahun lalu”. Hmmhh… [ngeces mode on] Bersyukurlah bagi orang yang punya jadwal sepadat itu. Artinya, tentu, ia punya dana yang cukup untuk mendukung semua acara liburan itu. Tapi, kalau anda tidak ‘segila’ teman saya itu, santai saja. Yang penting sehat, begitu kata orang Jawa kalau menghibur diri. Tempattempat yang dekat saja masih banyak kok, yang bagus tapi belum dieksplorasi. Pesan saya bagi yang akan berlibur itu biasanya cuma satu, tolong deh, please, buat cerita dan foto-foto yang bagus dari tempat itu, dan kirim ke LIBURAN. Terusterang, kami masih kesulitan memperoleh artikel dan foto-foto yang bagus. Nggak lucu kan, kalau majalah ini isinya cuma tulisan dan foto-foto saya, hihihi! Untuk mendorong teman-teman

menulis dan memotret yang lebih bagus, selain saya sendiri mem­ berikan seminar travel writing & photography melalui komu­ nitas Penulis Pengelana, tahun ini kami juga akan banyak mengadakan lomba foto dan artikel per­jalan­an. Tunggu saja! Oh ya, untuk mengatasi problem telat terbit yang masih sering kami alami, di tahun baru ini kami juga mempunyai satu staf baru, Viviana Asri, yang selain meng­handel escape! Indonesia –saudara LIBURAN– juga akan mem­ bantu menulis di majalah ini. Karyanya bisa anda lihat di rubrik Fiesta! edisi ini. Yuk, liburan lagi!

surat cinta

Ingin Jadi Kontributor Saya mulai membaca Liburan sejak edisi Garuda Travel Fair 2010. Ternyata isinya makin lengkap ya. Saya ingin tanya, bagaimana cara menjadi kontributor LIBURAN? Untuk satu artikel, berapa jumlah foto yang diperlukan, dan kalau dimuat apakah ada honornya? [Putri – Tanjung Priok, Jakarta] Halo Putri, banyak rubrik yang bisa diisi di LIBURAN. Untuk cara kirim dan honornya, silakan baca di Page Majalah LIBURAN di Facebook, di sini: http://www. facebook.com/note.php?note_ id=190992354247739

Lomba Foto

Destinasi Plus Review

Wah, LIBURAN semakin keren aja nih. Saya sempat membaca tentang Lomba Foto LIBURAN di sebuah milis wisata. Bagaimana caranya kalau mau ikut? Apa harus pakai kamera SLR? Terus apakah perlu diedit lagi ataukah harus asli? [Peter Simorangkir – Bekasi]

Saya mau ngasih usul nih. Misalnya LIBURAN lagi membahas tentang sebuah destinasi, bisa nggak sekalian ditampilkan review tempat makan dan hotelnya? Jadi pembaca nggak bingung lagi, karena panduannya lengkap. [Shinta – Yogya]

Penjelasan lengkap lomba foto tersebut ada di sini, Mas Peter: http://www.facebook.com/album.php?aid=32094& id=149081731797964. Peserta boleh memakai kamera apa saja, termasuk ponsel. Foto boleh diedit seperlunya, tapi tidak boleh dibuat Black & White atau Infrared.

LIBURAN in English Saya pembaca setia LIBURAN. Sebulan lalu ada teman saya dari Amerika berlibur ke Indonesia. Dia sangat suka dengan artikel-artikel destinasi di LIBURAN (tentu saja setelah saya menerjemahkannya). Saya mau usul, bagaimana kalau LIBURAN dibuat dalam bahasa Indonesia dan Inggris, supaya membantu para wisatawan yang sedang berwisata di Indonesia? [M. Linda – Jakarta] Terima kasih atas usul anda. Akan kami pertimbangkan dulu ya.

Usulan yang bagus, Shinta. Sebisa mungkin kami usahakan ada review-nya.

kalau cinta, kirimlah surat...

K

arena ada hadiahnya! Kirim ke editor@ pristamedia.com. Satu surat atau e-mail yang kami anggap bagus akan mendapat hadiah buku novel aksi Nibiru dan Kesatria Atlantis!

Foto cover: Courtesy of Tourism Australia

monthly travel magazine

Majalah LIBURAN

LIBURANmagazine

LIBURAN online: majalahliburan.com

PUBLISHER Panca R. Sarungu TECHNICAL ADVISOR Riana Bismarak EDITOR-IN-Chief Teguh Sudarisman WRITER R. Sekar Wireni, Viviana Asri ART DIRECTOR Iskandar GRAPHIC DESIGNER Didy Hardyansyah EXECUTIVE SECRETARY Intan Nuari HEAD OF SALES Intan Pulungan ACCOUNT MANAGER Johnny V Bussert JR. ACCOUNT MANAGER Akbar Riza Putra GROUP BD MANAGER Walid Salim SALES SUPPORT Githa Anasthasia, Yanti (Bali) FINANCE Reni Maya Tadung, Junita Embong Pasak IT MANAGER Windy Agustian HEAD OFFICE Ruko Permata Timur, Jl. Curug Raya No. 7E , Kalimalang - Jakarta 13450, [P] +62 21 8636 0376, 7090 8871, 9282 1263, 3403 8297 [F] +62 21 8690 5677 BALI OFFICE Jl. Banda No. 21, Denpasar 6 Liburan, edisi tahun - Bali 80113, [P]awal +62 361 2252011 530, +62 817 008 4119 EMAIL liburan@pristamedia.com PRINTER PT. Indonesia Printer


DUNIA LIBURAN Menginap Gratis di Westin Bali Mau menginap gratis di Bali? Kesempatan langka ini bisa diraih dengan mudah. Cukup bergabung ke Fan Page Facebook Westin Bali, dan mengajak temanteman untuk bergabung. Secara acak, Westin Bali akan mengundinya, dan memberikan hadiah menginap gratis 3 malam di Bali Executive Suite - The Westin Resort Nusa Dua untuk 2 orang. Termasuk di dalamnya makan pagi di SuperfoodRx. Program ini berlangsung 20 Desember 2010 hingga 31 Januari 2011. Klik www.facebook/westinbali.

Singapore Airlines Terbangi Sao Paulo Singapore Airlines akan mulai terbang ke Sao Paulo-Brasil pada 28 Maret, bekerjasama dengan Spanair. Penerbangan dilakukan 3 kali per minggu, dengan jadwal Singapura-Barcelona-Sao Paulo pada Senin, Kamis, Sabtu. Sebaliknya, dari Sao Paulo-Barcelona-Singapura hari Selasa, Jumat, Minggu. Rute pertama SIA ke Amerika Latin ini menggunakan pesawat Boeing 777-300ER, yang mempunyai tempat tidur fully flat-bed paling besar, kursi kelas bisnis yang paling lebar, serta kursi kelas ekonomi yang baru. Para penumpang di ketiga kelas akan dihibur oleh lebih dari 1.000 pilihan in-flight entertainment.

festival

21–31 Januari 2011 Christchurch, New Zealand

WORLD BUSKERS’ FESTIVAL

Dipandang sebagai salah satu festival jalanan terbesar di dunia. Perayaan yang ke-17 ini menampilkan 500 artis dari berbagai negara, dan berlangsung selama 10 hari. Sekitar 300 ribu penonton diperkirakan menghadiri festival musim ini. Info: www. worldbuskersfestival.com

1–30 Januari 2011 Harbin, China

HARBIN INTERNATIONAL ICE FESTIVAL Ibu kota Propinsi Heilongjiang, yang terletak di daerah paling utara di China timur, akan menjelma menjadi wonderland di bulan Januari. Anda dapat menyaksikan istana dan patungpatung salju dan es raksasa. Anda juga bisa bermain ski atau berpesta kembang api saat suhu 0 °C.

Fly-Thru AA Penumpang AirAsia yang melakukan perjalanan dari Indonesia menuju sejumlah destinasi luar negeri melalui KL kini dipermudah dengan layanan Fly-Thru AirAsia. Penumpang dapat meneruskan penerbangan ke destinasi yang dituju tanpa perlu mengurus perpindahan bagasi, serta bebas dari immigration clearance  dan checkin ulang. Jadi setiba di KL, penumpang diberi akses menuju Terminal Transit yang terhubung langsung dengan terminal keberangkatan. Layanan ini tersedia bagi penumpang AA yang melakukan perjalanan jarak pendek maupun jarak panjang menggunakan AirAsia X.

Amazing Thailand Goes Mobile Tourism Authority of Thailand memperkenalkan aplikasi mobile Amazing Thailand yang bisa berjalan di iPhone, BlackBerry, Android, dan perangkat populer seperti iPad dan iPod Touch.  Di aplikasi ini tersedia 10.000 lembar informasi tentang pariwisata Thailand, menyoroti 10 tujuan utama dan menunjukkan 89 tujuan lain di seluruh Thailand. Setiap panduan terdiri dari bagaimana menuju ke sana, ke mana harus pergi, di mana tinggal, tempat makan, dan belanja. Diharapkan akan ada 100.000 download aplikasi ini pada tahun 2011. Link download aplikasi mobile itu bisa dilihat di http://www.facebook.com/AmazingThailand. 8 Liburan, edisi awal tahun 2011

7-13 Februari 2011 Sapporo, Jepang 

SNOW FESTIVAL Selama seminggu, Sapporo berubah menjadi sebuah museum salju!  Sebagai festival internasional dan juga festival salju terbesar di Jepang,  deretan patung salju kecil dan besar dipajang di tiga lokasi di Sapporo selama festival ini. Tahun lalu festival ini dikunjungi 2 juta orang termasuk wisatawan luar negeri. 

15 Februari 2011 Macau

LANTERN FESTIVAL Setelah merayakan Tahun Baru China, Macau melanjutkan dengan Festival Lentera, yang diadakan 15 Februari, atau sama dengan perayaan Valentine’s Day. Di malam hari, semua lentera yang berwarna-warni dinyalakan dan menerangi seluruh kota. Para penduduk membuat penganan dari beras ketan yang dibentuk seperti bola-bola kecil dan disajikan sebagai hidangan pencuci mulut. Ini merupakan perlambang persahabatan, kekerabatan dan keberuntungan bagi orang China.


TEMAN JALAN

Superzoom Baru Kodak

Victorinox Presentation Master Victorinox tak hanya membuat pisau lipat dan jam tangan berkualitas tinggi, namun juga USB Flash multifungsi. Kapasitas datanya hingga 32 GB, dan bisa diproteksi dengan password atau tanda sidik jari. USB ini punya laser penunjuk, pisau, pemotong kuku, obeng, gunting, dan Bluetooth. Yang versi Victorinox Slim Flight berkapasitas hingga 64 GB dan tanpa dilengkapi pisau sehingga aman saat diperiksa di bandara.

Meneruskan kesuksesan seri Z980, Kodak hadir lagi dengan Z981, kamera prosumer superzoom 14 MP yang punya lensa 26-676mm atau setara dengan optical zoom 26x, plus 4x digital zoom.  Superzoom ini sangat berguna untuk foto-foto candid. Layar LCD-nya yang 3 inchi terlihat besar dan cerah dengan 230.000 piksel. Agar 4 baterai alkali yang digunakannya tahan lama, LCD ini bisa dimatikan dan anda menggunakan jendela bidik EVF yang punya bidang pandang 100%. Z981 dilengkapi mode pemotretan yang lengkap, penyimpanan file format RAW, image stabilization, dan perekaman video HD.

Android di PICOpad Tablet PC makin beragam setelah Axioo meluncurkan PICOpad yang berlayar 7 inchi dan berplatform Android 2.2. PICOpad dilengkapi fitur messaging (SMS, MMS, Email, Push Mail, IM, RSS), fitur produktivitas (pengolah kata, spreadsheet, presentasi), e-Book reader, dan banyak lagi. Berat PICOpad hanya 375 gram dengan baterai, dan ditawarkan seharga Rp 4 juta.

Yendo Sentuh Empat Sudut Memutar musik dan melakukan berbagai hal, di Yendo cukup dengan sentuhan ujung jari saja. Ponsel Walkman sentuh keluaran Sony Ericsson ini juga dilengkapi fitur Facebook, Twitter, dan Orkut, serta kamera 2MP, Bluetooth, FM radio dan 3,5mm audio jack. Kelebihan Yendo ada pada menu intuitif di keempat sudut layarnya, memudahkan pengguna mengaksesnya hanya dengan ujung jari.

E-PL2 yang Makin Cantik Kamera saku berkemampuan SLR adalah impian banyak orang. Olympus EPL-2 ini merupakan produk yang sudah dinanti-nanti. Dilengkapi sensor 12 MP dan lensa 14-42mm serta in-body image stabilization, mengambil gambar dan video HD di kondisi minim cahaya tak masalah lagi. EPL-2 dilengkapi 6 efek Art Filter, termasuk Dramatic Tone Filter yang semula hanya ada di kamera profesional. Tersedia dalam 4 pilihan warna: champagne gold, red, black dan white.

Si Tangguh GD-100

Stay White under The Sun Traveling tanpa noda hitam sinar matahari? Bawa selalu Citra Lasting White Extra, yang bisa memutihkan kulit secara merata, membuat kulit bersinar, dan membantu memudarkan bagian kulit yang tampak lebih hitam. Citra Lasting White Extra mengandung bubuk mutiara alami dari China dan tabir surya., serta sesuai untuk semua jenis kulit.

10 Liburan, edisi awal tahun 2011

Casio menghadirkan GD-100, seri G-SHOCK yang makin tangguh dan tak akan pecah jika terjatuh. GD-100 dilengkapi Elektro Luminescence (EL) dan Light Emitting Diode (LED), memungkinkan kita melihat jam saat gelap. Baterainya tahan 7 tahun. GD-100 juga dilengkapi fitur waktu dari 48 negara di dunia, 5 waktu alarm, stopwatch, dan alat penghitung waktu.


postcards GREEN CANYON, PANGANDARAN Mumpung pagi cerah, berperahu ke Green Canyon pun dihabiskan dengan berfotofoto. [Dita Malano (depan) – Jakarta]

KUTA, BALI Biarpun panas, berfoto-foto jalan terus, mumpung pantainya sepi.

WESTMINSTER BRIDGE, LONDON

[Vie Lee Yong Ki – Jakarta]

Saya berfoto di atas Sungai Thames, dengan latar belakang London Eye dan London City County Hall. [Suko Hadi – Jakarta]

SCIENCE CENTER, SINGAPORE Bukan sulap bukan sihir, tapi di Head on a Platter ini kita bisa foto tampak kepala saja, sementara badannya entah ke mana.

TAMAN SAFARI BALI, BALI

[Eliana Ipung – Jakarta]

[Ika – Jakarta Timur]

12 Liburan, edisi awal tahun 2011

Mau berpetualang dulu ke ujung dunia di wahana Jungle Cruise.


PT RAPTIM INDONESIA TOURS & TRAVEL BIRO PERJALANAN MILIK KONFERENSI WALI GEREJA INDONESIA

PROGRAM TOUR ZIARAH 2011 HADIAH TOTAL SENILAI USD 10,000 AKAN DIUNDI UNTUK 5 PEMENANG DI AKHIR TAHUN 2011* JUGA DAPATKAN DOOR PRIZE MENARIK SELAMA PERJALANAN ANDA HOLYLAND 8 HARI Dep. 4 Mar, 17 Apr Didampingi Pembimbing Rohani

HOLY PETRA 11 HARI Dep. 21 Mar, 18 Apr Didampingi Pembimbing Rohani

HOLY TURKI 13 HARI Dep. 02 Mar, 20 Apr Didampingi Pembimbing Rohani

HOLY EUROPE 17 HARI Dep. 11 Apr, 16 Mei Didampingi Pembimbing Rohani

TURKI 7 CHURCHES 11 HARI Dep. 11 Mar, 15 Apr

ROMA-LOURDES 13 HARI

FATIMA-LOURDES 13 HARI Didampingi Pembimbing Rohani

ZIARAH KE SANTO PIO 15 HARI Dep. 28 Mar, 15 Apr, 09 Mei Didampingi Pembimbing Rohani

FATIMA-LOURDES-ROMA 17 HARI Dep. 19 Apr Didampingi Pembimbing Rohani

EAST EUROPE-LOURDES 17 HARI Dep. 09 Apr Didampingi Pembimbing Rohani

EAST EUROPE-MEDJUGORJE 15 HARI Dep. 28 Mar, 09 Mei Didampingi Pembimbing Rohani

EAST EUROPE-ROMA 14 HARI Dep. 28 Mar, 09 Mei Didampingi Pembimbing Rohani

MT. TITLIS-LOURDES 13 HARI Dep. 22 Mei Didampingi Pembimbing Rohani

SWISS-LOURDES 15 HARI Dep. 19 Apr, 10 Mei Didampingi Pembimbing Rohani

ZIARAH & WISATA DOMESTIK MEDAN / MANADO / BANGKA SETIAP BULAN

Dep. 27 Mar, 15 Apr, 10 Mei, 11 Mei

Didampingi Pembimbing Rohani

Dep. 28 Mar, 16 Apr, 09 Mei Didampingi Pembimbing Rohani

INFORMASI DAN PENDAFTARAN HOTLINE : 021-3146210 / 021-31927941 / 021-3147780 MOBILE : 0812-1893522 (YULIUS) / 0813-15563013 (SUTIKNO) EMAIL : pilgrimagetour@raptim-indonesia.co.id info@raptim-indonesia.co.id *SYARAT DAN KETENTUAN BERLAKU


postcardS

PULAU TENGAH, KARIMUNJAWA BADUY, BANTEN Senangnya bisa berteman dengan Kang Sanif yang asli Suku Baduy sewaktu trip ke Dusun Gajeboh, Baduy Luar.

Snorkeling dan berfoto-foto underwater dengan terumbu karang, anemon, dan ikan-ikan yang lucu, membuat saya kangen ingin kembali. [Vincentius Andy – Jakarta]

[Stevany Suryaputra – Bogor]

STONEHENGE, SALISBURY Konon batu-batu megalitikum di Stonehenge dekat Salisbury, Inggris ini berasal dari masa 2.500 tahun sebelum Masehi. [Satiawan Soegiarto – Medan]

PULAU KOMODO, NTB Saya sangat beruntung bisa berfoto dengan sepasang komodo yang sedang berkelahi memperebutkan pasangan. [Briem Samodra – Jakarta]

KWAN SING BIO, TUBAN Dalam perjalanan Semarang-Surabaya, saya mampir dulu di Kelenteng Kwan Sing Bio, Tuban, yang terkenal dengan ikon kepitingnya. [Rudy Kurniawan – Semarang]

DANAU TOBA, PARAPAT Menyenangkan sekali bisa menikmati suasana pagi yang indah biru di tepi Danau Toba. [Danis Wijaksana – Bandung]

14 Liburan, edisi awal tahun 2011


summit 2011

The Most Comprehensive Travel Marketing Summit in Indonesia’s Tourism Comprising sales marketing, Revenue Technology, and online travel agent in Indonesia’s Tourism Industry

Jakarta, 2-3 February Bali, 2-3 March

*) IETS is formerly known as Indonesia Hotel and Travel Distribution Summit (IHTDS) held in Bali, March 2010

www.rajamice.com

info@rajamice.com


best shotS

BERIRINGAN

Para ibu di Pasar Terapung Lok Baintan di Kalimantan Selatan, menuju ke satu titik untuk bertransaksi. Tak hanya mengunakan uang, tapi ada juga yang barter.

MAHAMERU, HERE WE COME!

Kami baru sampai di Padang Ayeg-ayeg, di atas Ranu Kumbolo. Dari kejauhan, Mahameru sudah menyambut kami dengan ‘batuk’-nya. KAMERA: Canon EOS 650, FILM: Kodak EBX, ISO: 100

KAMERA: Nikon D40, LENSA: Nikon 55-200mm VR at 185mm, KECEPATAN: 1/400s, DIAFRAGMA: f/5.6, ISO: 200

SORE DI KATEDRAL NOTRE DAME Katedral yang cantik, taman yang indah, menjadikannya tempat favorit bagi penduduk Ho Chi Minh City untuk menghabiskan sore hari.

KAMERA: Nikon D60, LENSA: 18-55mm VR, KECEPATAN: 1/125s, DIAFRAGMA: f/3.5, ISO: 100 [Tie Tambunan – Jakarta]

[Dudi Iskandar – Jakarta]

[Imelda Suryaningsih – Jakarta]

KIRANA DI UJUNG HARI

MENATAP HARI BARU

KAMERA: Canon EOS 400D, LENSA: Canon 18-55mm at 23mm, KECEPATAN: 25s, DIAFRAGMA: f/6.3, ISO: 100, FLASH: On

KAMERA: Nikon D70, LENSA: Kit 18-55mm VR at 18mm, KECEPATAN: 1/100s, DIAFRAGMA: f/8.0, ISO: 200

[Agil Nuraini – Jakarta]

[Hanudiyan Salindratmo – Jakarta]

Bianglala DuFan terlihat cantik di senja hari. Saya menunggu sejak jam 5 sore dan memotretnya hingga warna biru di langit senja menghilang.

16 Liburan, edisi awal tahun 2011

Seorang anak pengunjung Pulau Tidung menanti datangnya mentari pagi yang hangat dari balik karamba.


CHECK-IN

Pesona Masa Lalu

The Phoenix

Menginaplah dan nikmati kemewahan klasik di pusat kota Jogja.

J

ika kita berjalan-jalan ke Tugu Jogja, maka The Phoenix Hotel Yogyakarta pasti tak akan terlewat, karena bangunan hotel yang putih anggun ini berada tak jauh dari landmark Kota Gudeg itu. Menjadi hotel pertama di Indonesia yang tergabung dalam MGallery Collection, The Phoenix memberikan sentuhan khas yang tidak bisa dilupakan oleh mereka yang menginap. Pesona masa lalu yang dimiliki bangunan kuno itu tetap dipertahankan keasliannya meski telah beralih fungsi menjadi hotel. Perpaduan ornamen bernuansa Belanda, Jawa dan China yang dihadirkan di seluruh penjuru bangunan memberikan kesan mewah yang historikal. The Phoenix menawarkan 144 kamar, yang terdiri dari kamar superior, deluxe, executive, dan 10 kamar suite yang masing-masing memiliki balkon pribadi. Seluruh kamar memiliki desain interior yang modern, dengan tetap menampilkan unsur Jawa dan China di setiap sudutnya. Setiap kamar diilengkapi pula dengan fasilitas koneksi WiFi, TV satelit dan sambungan telepon internasional.

Setelah lelah seharian berbelanja atau berjalan-jalan mengelilingi Jogja, nikmati sensasi relaksasi perawatan tubuh di My Spa, perpaduan perawatan khas klasik Jawa dan kontemporer yang dilakukan oleh terapis yang ramah dan terlatih. Pijat­an lembut di tubuh anda dan harumnya massage oil akan menghilangkan segala penat dan stres. Manfaatkan pula fitness center dan kolam renang untuk menyegarkan tubuh selama anda menginap di sini. Hotel ini juga menawarkan berbagai fasilitas bisnis, termasuk ruang pertemuan dengan kapasitas sampai 600 orang, akses koneksi WiFi, serta layanan kesekretariatan dan bisnis dengan fasilitas yang modern. The Phoenix Hotel Yogyakarta Jl. Jendral Sudirman No. 9 Yogyakarta 55233 Indonesia Tel. 0274-566617 Fax. 0274-566856 Email: info@thephoenixyogya.com

Aston Soll Marina Hadir di Bangka Restoran Paprika di hotel ini mem­punyai dapur terbuka dan suasana yang cozy, menawarkan hidangan Indonesia dan Barat. Restoran ini me­nawar­kan paket chef table bagi anda yang ter­tarik untuk menyaksikan bagaimana chef ber­aksi menyiapkan sajian lezat untuk anda. Bagi penggemar makanan laut, di Restoran Paprika menyajikan menu khusus seafood lover di setiap Jumat se­lama bulan Januari ini. anda juga bisa menyantap menu pilihan seperti Homemade Faguttini, yakni homemade pasta berisi saus kental daging yang di­saji­­kan dengan ikan salmon panggang. Ingin duduk santai berbincang dengan teman atau kolega? Di 1918’s Terrace Cafe tempatnya, sambil menikmati minuman khas racikan turun-temurun, Gin Sling, yang akan mengantar anda merasakan sensasi pesta masa lalu yang sering di­adakan di tempat ini. Tak jauh dari sini ada pula Vino Bar untuk mereka yang ingin menghabiskan malamnya dengan alun­an musik dan berbagai pilihan wine.

Aston International membuka hotel pertama grup ini di kepulauan BangkaBelitung, yakni Aston Soll Marina Hotel & Conference Center, di Bangka. Soll Marina adalah hotel bintang 3 plus, yang menawarkan 115 kamar tamu dan suite, ruang pertemuan dan banquet yang dapat menampung hingga 600 tamu, serta berbagai fasilitas rekreasi seperti spa, dan kolam renang luar ruang terbesar di Bangka. Hotel ini terletak di jantung daerah komersial Bangka Tengah, yaitu di Jl. Koba, hanya 5 menit dari bandara serta kota Pangkal Pinang. Meskipun lokasinya di tengah kota, hotel ini berada di tengah rimbunan pohon tropis yang hijau.

Amanpuri Tambah 3 Kolam Renang Pribadi Amanpuri Phuket menambahkan kolam renang pribadi pada tiga Pool Pavilion di resor ini. Setelah dilengkapi dek yang luas dan kolam pribadi selebar 3 meter dan panjang 7-10 meter, ketiga paviliun itu pun kini mempunyai tarif yang baru. Garden Pool Pavilion menjadi US$ 1,500/malam, Partial Ocean Pool Pavilion US$ 1,700/malam, dan Pool Pavilion US$ 2,550/ malam. Kesemua paviliun ini ber­dekatan letaknya dengan Aman Spa. Ke­ seluruh­an, Amanpuri yang terletak di Pantai Pansea ini mempunyai 40 paviliun bergaya Thailand dan 30 vila pribadi.

18 Liburan, edisi awal tahun 2011


Bulanmadu.com dan Grand Indonesia Mall mempersembahkan:


wallpaper DHANANG P. dhepe_29@yahoo.com Mahasiswa Pascasarjana Magister Biologi, UKSW Salatiga ini sehari-hari bergelut di laboratorium mikrobiologi dan sedang menjalani riset tesis. Di sela kesibukannya, ia masih menjalani hobi kegiatan alam bebas dan traveling. Kunjungi blognya di www. dhave.co.nr.

Merapi pagi

Menyambut

Pagi yang cerah dan biru, namun Merapi me­nyambut­nya dengan cara berbeda. Ia meletus dengan hebat, yang terlihat sangat jelas dari Desa Sambisari, Ampel-Boyolali, yang berjarak 12 km dari puncak. Dari sisi timur laut Merapi ini, kepulan asap solfatara jelas terlihat karena arah angin menuju ke barat. Untungnya, fenomena alam yang terjadi selama November lalu, dan menjadi tragedi bagi warga di sekitar Gunung Merapi, kini telah mereda. Merapi perlahan-lahan kembali ‘tenang’. Bekas-bekas letusan yang ditimbulkannya kini menjadi wisata vulkanologi yang unik, di mana para pengunjung bisa menyaksikan betapa dahsyatnya kekuatan alam.

Ini rubrik khusus Photo Story, setiap edisi hanya akan diisi satu foto terbaik. Anda bisa? Kirimkan ke editor-in-chief@pristamedia.com. Tersedia hadiah 1 voucher senilai Rp 200.000 dari Sour Sally.

20 Liburan, edisi awal tahun 2011


travel gal Diah Ayu Laras (27), Sekretaris, Single yeyen nursjid Twitter: @YenCeu http://yenceu.multiply.com

Wanita nggak Bisa Baca Peta? Suka traveling, tapi nggak tahu arah. Bagaimana bisa?

P

ernah nggak sih punya teman jalan pria yang putus asa menanyakan arah ke kita, kaum wanita, karena kita selalu njawab, ‘Nggak tau’, ‘Nggak ingat’, ‘Pokoknya naik taksi aja deh, lebih gampang!’. Kata Allan & Barbara Pease dalam bukunya Why Men Don’t Listen and Women Can’t Read Maps, membaca peta dan mengerti di mana posisi anda berada merupakan keterampilan ruang. Dan sayangnya, menurut buku ini, hanya 10 persen wanita saja yang memiliki kemampuan ruang sebaik kaum pria. Tapi, apa iya ya? Padahal, yang sekarang lebih banyak traveling kan, wanita. Entah bepergian sendiri atau dengan teman-teman ceweknya, tanpa takut nyasar. Bagaimana caranya supaya tidak tersesat meski –memang benar– nggak ngerti baca peta?

Wenny Oktora (31), Marcom, Menikah Saya bisa baca peta asalkan peta itu dilihat mengikuti arah saya berjalan. Yang biasa saya andalkan adalah peta wisata, karena jelas dan besar tulisannya. Saya tidak bisa menggunakan GPS, karena beneran gaptek. Kadang saya juga kesulitan membaca peta. Nah kalau sudah begini biasanya saya langsung mengikuti papan penunjuk yg ada di jalan, atau paling mudahnya bertanya ke orang.

Citra Savitri (28), Account Manager, Single Kata siapa cewek tidak bisa baca peta? Saya bisa, apalagi kalau petanya komplit, wah makin jago bacanya! Repotnya ya kalau petanya tidak komplit, akhirnya ya bertanya saja ke orang. Lebih baik lagi kalau orang itu menggambarkan petunjuk arahnya di kertas, bukannya diceritain. Biasanya akan lebih cepat ketemu. Saya tidak pernah menggunakan GPS, ribet.

R. Prista Devina (29), Pengacara, Single Sejak kecil saya dibiasakan membaca dan mengerti peta, baik peta pulau maupun jalan. Jadi tidak terlalu masalah kalau berlibur hanya bermodalkan peta. Namun kadang ada beberapa jalan baru –entah jalan pintas maupun jalan besar– yg belum tertera di peta. Penolongnya? Saya aktifkan Google Maps (GPS) untuk mengetahui lokasi saya berada, lalu cari cara menuju ke tempat yang saya inginkan. Tapi GPS kan masih tergantung sinyal juga, jadi yang paling sering saya lakukan adalah tanya warga setempat, tanpa tergantung sinyal. 22 Liburan, edisi awal tahun 2011

Dengan berat hati harus saya akui bahwa saya memang gagap peta sama sekali. Saya baru menyadarinya ketika menyusun itinerary setahun lalu, ketika harus mencari hotel yang dekat dengan keramaian dan pusat perbelanjaan. Ternyata saya butuh waktu lama untuk membaca peta, kebanyakan zoom in dan zoom out saja di google map, dan akhirnya tetap lho tidak ketemu apa yang saya cari! Saya menyerah kalau melihat peta jalanan, pusing dengan berbagai macam garis yang meliuk-liuk di peta. Kalau ada petunjuk jalan khusus dengan keterangan yang jelas mungkin masih lebih mudah dimengerti. Untuk mengantisipasi kegagapan saya itu, biasanya saya sebelum bepergian saya banyak bertanya ke teman yang sudah pernah ke sana, lalu memantau milis traveling dan tidak malu bertanya ke sesama anggota. Saya juga menelepon ke hotel tempat saya menginap, bertanya rute agar tidak salah arah. Yang pasti, googling untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Cara terakhir kalau tetap gagap arah di hari-H, ya, langsung bertanya ke orang setempat.

Hani Novitri Dewi (32), Sekertaris, Menikah Terus-terang saya kalau disuruh baca peta suka salah-salah, bingung lagi ada di mana. Jadi walaupun sudah bermodalkan peta atau panduan traveling, saya juga mengandalkan teman seperjalanan, dong. Yang repot itu kalau kita semua sudah mentok bingungnya, alias nyasar. Ya kalau sudah begini the best guide adalah masyarakat setempat. Saya akan langsung turun menghampiri orang di pinggir jalan, dan biasanya mereka akan menunjukkan arahnya kok. Bahkan kadang kita bisa mendapat info lebih, karena mereka biasanya lebih tahu tempat-tempat yang belum terlalu ramai dan jauh lebih indah. Intinya ya jangan malu bertanya biar tak sesat di jalan.

romantic travel yopi rismayady GM Bulanmadu.com

BULAN MADU KE BUNAKEN T: Saya ingin berbulan madu ke Manado, kota asal orangtua saya. Saya sangat penasaran dengan Taman Laut Bunaken. Bagaimana saya bisa ke sana? [Rosie - Jakarta] J: Kami sudah menyediakan paket bulan madu ke Manado di website kami www.bulanmadu. com. Selain hotel terpilih yang tentunya sangat cocok untuk berbulan madu, paket kami juga sudah kami isi dengan tur Manado, termasuk di antaranya snorkeling di Taman Laut Bunaken. Apabila anda memiliki sertifikat diving, anda juga bisa menikmati keindahan dalam laut Bunaken dengan menyelam. Saran saya, kunjungi juga daerah kota bunga Tomohon yang sejuk, berkunjung ke pasarnya yang unik, atau mampir ke Danau Linow yang hijau eksotik. Sambil menuju ke kora ini, anda bisa berfoto sebentar di Patung Yesus Memberkati yang menjadi ikon baru pariwisata Manado. DAPAT APA DENGAN RP 6 JUTA? T: Saya punya bujet Rp 6 juta di luar tiket untuk berbulan madu kedua di Bali. Apa yang bisa saya dapatkan? [Intan – Jakarta] J: Mbak Intan, itu bujet yang sangat cukup untuk tinggal di vila pribadi yang lengkap dengan kolam renang pribadi yang eksklusif.

Kombinasikan misalnya antara menginap di Ubud selama 3 hari 2 malam, lanjutkan 2 hari 1 malam di daerah Kuta. Di Kuta, anda bisa menginap di hotel biasa yang bersih. Kalau anda ingin hanya berbulan madu, habiskan lebih banyak masa-masa indah itu di desa nan eksotis, Ubud. Banyak pilihan vila kami di bawah Rp 5 juta di Ubud, lengkap dengan paket berupa breakfast untuk berdua, honeymoon room set up, welcome drink, romantic candlelight dinner, spa treatment, antarjemput ke bandara, dan lain-lain. Lalu sisakan selebihnya untuk menginap di hotel di Kuta dan puaskan hobi berbelanja suvenir di sana.

* Bulanmadu.com adalah jasa perjalanan roman­tis pertama di Indonesia, yang me­layani se­mua perjalanan romantis seperti bulan madu, ulang tahun pernikahan, atau pun sekedar meng­habis­kan waktu dengan se­seorang yang anda sayangi. Kun­jungi www.bulanmadu.com dan rencanakan per­­jalanan romantis anda ber­sama kami. [p] +62 21 7090 8871 [m] +62 878 8820 2112, +62 21 6044 8808 (Esia) [e] coo@bulanmadu.com @yopirismayady & @BulanmaduDotCom


100 places before you 10

Great Barrier Reef - Australia

Tourism Australia

Disebut-sebut sebagai struktur terbesar di dunia yang dibuat oleh makhluk hidup, Great Barrier Reef terletak di Queensland di Timur Laut Australia. Gugus karang ini memanjang 2.600 km dari selatan ke utara hingga mendekati Papua Nugini, dan terdiri dari 2.900 karang serta 900 pulau. Untuk menjaga kelestariannya, sebagian besar gugus karang ini dilindungi dari kegiatan mencari ikan maupun wisata. Sebagian kecil lainnya menjadi lokasi favorit para penyelam karena memiliki ribuan terumbu karang dengan berbagai makhluk laut yang langka.

9 Air Terjun Victoria - Zimbabwe

only_point_five

Berada di perbatasan antara Zambia dan Zimbabwe, Victoria Falls terletak di Sungai Zambezi. Lebarnya sekitar 1,6 km dengan tinggi 128 meter. Air terjun ini menjadi bagian dari dua taman nasional, Mosi – oa – Tunya National Park di Zambia dan Victoria Falls National Park di Zimbabwe. Taman Nasional ini merupakan perpaduan antara hutan lebat, air terjun, tebing, batu-batu besar dan sungai. Penasaran ingin mendengar suara air terjun yang bergemuruh? Berjalanlah mulai dari arah patung David Livingstone, petualang asal Skotlandia yang ‘menemukan’ air terjun ini.

8 Tembok Besar China - China

Teguh Sudarisman

Argenberg

Merupakan bangunan terpanjang di dunia yang pernah dibuat oleh manusia. Tembok berukuran panjang 6.400 km dan tinggi sekitar 8 meter ini membentang dari daerah Lop Nur di ujung barat, hingga menyentuh laut di kota Shanhaiguan di ujung timur. Tembok yang paling dekat dengan Beijing -sekitar 50 km sebelah utara- adalah di Badaling. Zaman dahulu, tembok ini digunakan sebagai benteng untuk mencegah serbuan bangsa Mongol. Di tembok ini terdapat banyak menara pengintai yang tingginya sekitar 11-12 meter.

7 Petra di Nabatean - Yordania

Africa Dream Safaris

Situs arkeologi ini terletak di antara gunung-gunung yang membentuk sayap timur Wadi Araba, lembah besar yang membentang dari Laut Mati hingga Teluk Aqaba. Petra memiliki keunikan tersendiri, karena kota in didirikan oleh suku Nabatean dengan cara memahat dinding-dinding batu gunung. Di sini terdapat terowongan dan bilik air yang digunakan untuk menyalurkan air bersih ke seluruh kota, sehingga dapat mencegah banjir. Di Petra juga terdapat sebuah teater berkapasitas sekitar 400 orang.

5 6

Grand Canyon - Colorado

24 Liburan, edisi awal tahun 2011

fozylet

Taman Serengeti - Tanzania Taman Serengeti yang ada di Tanzania, merupakan tempat berlindung banyak satwa liar. Karena memiliki iklim yang kering, rumput-rumput yang tumbuh di sini mengumpulkan energi dari matahari, sekaligus menyediakan makanan bagi binatang-binatang yang hidup.

Grand Canyon merupakan lembah-lembah curam yang salah satunya dilalui Sungai Colorado. Grand Canyon ini salah satu Taman Nasional yang pertama di Amerika Serikat. Memiliki panjang sekitar 446 km, lebarnya mencapai 29 km dengan kedalaman mencapai 1,83 km.


s to go u die 4

Piramida - Mesir

Abe World

Hingga tahun 2008 lalu, sudah ditemukan 138 piramida di Mesir. Piramida-piramida ini umumnya dibangun untuk makam raja Firaun dan istrinya. Piramida paling tua adalah piramida Djoser di Saqqara, yang diperkirakan dibangun pada 2630-2611 SM. Keunikannya, di masingmasing makam disertakan perhiasan atau artefak yang dipercaya dapat digunakan di alam baka. Pembangunannya yang memakan waktu hingga 20 tahun mempekerjakan lebih dari 10 ribu pekerja.

3 Taj Mahal - India

Abe World

Merupakan masjid yang terletak di Agra, India. Merupakan hadiah dari Mughal Shah Jahan kepada istri tercintanya, Mumtaz Mahal. Dalam bahas Urdu, bangunan ini memiliki arti yakni bangunan mahkota. Taj Mahal menghadirkan gabungan antara desain Islam, Indian dan Persia. Mulai dibangun tahun 1632 selesai dan 1653, pengerjaannya melibatkan ribuan pengerajin dan tukang bangunan.

2 Air Terjun Iguazu Argentina

ewanr

Air terjun ini terletak di Sungai Iguazu di perbatasan antara Parana di Brazil dengan Misiones di Argentina. Dengan lebar sekitar 2,7 km dan tinggi 82 meter, air terjun ini mengaliri daerah-daerah di sekitarnya. Di dekat air terjun terdapat Taman Nasional Iguazu, yang merupakan tempat perlindungan beberapa hewan mamalia dan berbagai jenis tanaman.

1 Machu Picchu - Peru Berada di ketinggian sekitar 2.430 meter di atas permukaan laut, Machu Picchu terletak di atas pegunungan Urubamba. Machu Picchu merupakan bangunan suku Inca yang dibangun pada abad ke-15 untuk istana Kaisar Pachacuti. Tempat ini baru dikenal secara internasional sejak ‘ditemukan’ oleh sejarawan Amerika Hiram Bingham. Karena tempat ini tidak terjamah oleh penaklukkan Spanyol, Machu Picchu bisa disebut peninggalan Inca yang utuh, dan telah ditetapkan sebagai World Heritage Site oleh UNESCO pada 1983. edisi awal tahun 2011, Liburan 25 Hector de Pereda


made in jakarta

there Bee Bee

Made Wahyuni made_wahyunie@yahoo.com

S

etiap kali keluar pintu tol Cibubur dari Jakarta, di sebelah kiri jalan pandangan saya pasti terantuk pada kalimat ‘Taman Wisata Lebah’ yang ada di depan sebuah bangunan yang rimbun dilingkupi pepohonan. “Ada apa ya, di sana?” saya ber­ tanya-tanya dalam hati. Didorong rasa penasaran, saya pun berkunjung ke Taman Wisata Lebah ini. Tempatnya termasuk dalam wilayah Bumi Perkemahan Cibubur. Ketika me­­­­­­­lewati pintu gerbang masuk saya hanya melihat Toko Madu Pramuka dan kantor pengelola­ nya saja. “Lebahnya mana ya?” pikir saya. Setelah bertemu salah satu pengurus, Pak Nurrohman, saya diajak ke areal samping seluas 2 hektar yang dipenuhi sekitar 50 kotak-kotak tertutup. Di sinilah lokasi peternakan Lebah Madu Pramuka. Peternakan Lebah Madu yang dikelola PT Madu Pramuka ini ternyata sudah ada sejak tahun 1971! Dulu tempat ini ber­ nama Lebah Madu Apiari, yang berasal dari kata Apis (lebah) dan Arium (tempat). Lebah yang di­ternakkan di sini lebah ‘impor’ berjenis Apis mellifera atau Lebah Madu Barat. Sebenarnya ada beberapa jenis lebah penghasil madu. Ada yang di­ sebut Lebah Hutan yang ber­­­jenis Apis dorsata. Lebah Hutan ini sulit di­ternak­kan karena terkenal ganas. Ada lagi Lebah Madu jenis Apis cerana (Lebah Madu Timur) yang suka ber­­sarang di rumahrumah. Lebah jenis ini bisa di­ ternakkan namun kuantitas madu­nya kurang meng­­untung­

Punya penyakit

healthy!

rematik, nyeri saraf, atau bahkan ingin

menghaluskan kulit dan menurunkan berat badan? Cobalah ke sini. kan dan lebahnya mudah hijrah dan ber­pindah sarang. PT Madu Pramuka pun me­ milih lebah madu jenis unggul yang didatangkan langsung dari Australia, yang relatif lebih mudah untuk diternakkan. Pertama kali lebah madu ini di­ kembangbiakkan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dan hingga kini, lebah madu Apis mellifera milik PT Madu Pramuka ini sudah ber­kembang men­jadi ribuan koloni di seluruh Indonesia. Apis mellifera diternakkan di dalam wadah kotak tertutup. Dari luar tidak terlihat kotak itu merupakan sarang lebah. Karena hanya ada beberapa lebah saja yang terbang ber­ seliwer­­an. Tetapi ketika tutup kotak diangkat, mulailah terlihat kawanan lebah mengerubung. Di dalam kotak terdapat 6 frame kayu yang nantinya akan diguna­ kan sebagai wadah sarang lebah. Pak Nurrohman meng­angkat salah satu frame kayu yang ter­ dapat di dalam kotak. Wow, saya terkesima melihat ribuan lebah yang ada di situ. Satu kotak sarang lebah bisa memuat hingga 20 ribu ekor lebah madu yang terdiri dari satu lebah ratu, 100 ekor lebah jantan dan sisa­­ nya adalah lebah pekerja. Lebah pekerja yang ber­­ jenis kelamin betina namun tidak sem­purna ini ber­tugas men­­cari makan dan membuat sarang. Jadi, para lebah pekerja akan membuat sarang yang ber­ bentuk sel-sel dari getah pohon di atas frame kayu yang sudah disediakan. Lebah jantan, sudah tentu, ber­tugas mengawini sang lebah ratu. Yang paling enak

tugas­nya ya, si lebah ratu, yang ‘hanya’ ber­telur saja. Lebah ratu yang merupakan pemimpin koloni, bentuknya memang berbeda. Tubuhnya paling besar dan paling panjang, namun memiliki sayap hanya se­­tengah dari tubuhnya. Lebah ratu juga punya siklus hidup yang lebih panjang, ber­umur hingga 2 tahun. Lebah jantan umurnya lebih pendek, 3 bulan. Yang paling ngenes sih, lebah pekerja. Umurnya hanya 6 minggu. Kasihan ya, sudah kerja berat tapi umurnya paling pendek.

Penyuka Musim Bunga Budidaya lebah madu me­ merlukan lahan yang luas dan banyak terdapat tanaman yang berbunga, terutama tanaman buah. Di dalam bunga tersebut terkandung cairan nektar yang me­rupakan makan­an lebah madu. Nektar ini di­hisap oleh lebah, lalu diproses di dalam tubuh sehingga men­jadi madu, yang kemudian di­keluar­

kan dan disimpan di sarang lebah. Biasanya lebah-lebah digembalakan ke tempat yang banyak tanaman bunganya. Lebah pekerja sanggup terbang hingga 2 km untuk men­cari makan­an. Kalau sedang musim bunga mekar, dalam dua minggu madu sudah bisa dipanen. Madu yang bisa dipanen adalah madu yang ter­­dapat di sarang lebah yang selnya sudah tertutup. Jika penuh, satu kotak bisa meng­ hasil­kan hingga dua kilo madu. Madu Pramuka termasuk madu yang alami. Cara pengolah­ an madunya sederhana. Sarang yang berisi madu yang siap panen, akan dimasukkan ke dalam alat khusus yang bernama extractor dan diputar sehingga cairan madu keluar dari sel-sel sarang­nya. Setelah terkumpul, madu langsung dibotolkan se­ hingga keaslian madu benarbenar terjaga. Seru ya! Berminat untuk beternak lebah madu? Taman Wisata Lebah me­nyedia­ kan train­ing untuk per­orangan mau­pun kelompok tentang tata cara be­­­ternak lebah madu. Biaya traning­­­­­nya berkisar dari Rp 750.000-2.500.000.

Peng­obatan apitherapy ini ber­ asal dari China yang akhirnya sampai di Indonesia. Lebah yang diguna­­kan untuk pengobatan ini adalah lebah pekerja. Peng­ obatan sengat lebah ini akan meng­obati penyakit yang berasal dari alir­an darah yang tidak lan­car atau sistem saraf tubuh yang ter­­­ganggu. Punya pe­nyakit rematik, nyeri saraf atau­­pun ingin menurunkan be­ rat badan? Coba pe­ng­­­­­o­bat­­an sengat Lebah ini. Cara pengobatannya cukup unik. Di titik-titik tertentu tubuh pasien akan disengatkan lebah pekerja. Setelah disengat, pasien akan merasakan panas dan nyeri yang luar biasa, yang berangsur hilang dalam be­berapa detik. Jumlah sengatan maksimal 30 sengat­­­an sekali pengobatan. Gibral, salah seorang pasien, mengaku men­dapat banyak manfaat dari pe­ng­­obatan ini. Kakinya yang tadi­nya tidak bisa digerakkan akibat ter­jatuh, setelah dua kali men­jalani pengobatan sengat lebah sudah mulai bisa digerak­kan, bah­kan sudah bisa berjalan. Biaya peng­obatan ini cukup murah, Rp 50.000 untuk sekali datang. Di hari Sabtu dan Minggu pasien­nya biasa­­nya membludak. Untung­nya di sini ada 4 petugas terapis. Kalau mau berkunjung atau­pun berobat, pulangnya jangan lupa membeli Madu Pramuka se­­bagai buah tangan.

Sengat Lebah Di Taman Wisata Lebah juga terdapat tempat peng­obat­an unik yaitu Pengobatan Sengat Lebah (apitherapy) yang meng­ gunakan ilmu dasar akupunktur. 26 Liburan, edisi awal tahun 2011

Taman Wisata Lebah Kompleks Wiladatika Cibubur (sebelah kiri pintu keluar tol Cibubur dari arah Jakarta) Tel. 021-8445104, 84598457


Bulanmadu.com

BulanmaduDotCom

Bulanmadu.com

A

Romantic Travel Services Honeymoon Package in sumatera • jawa •

and

dalah layanan perjalanan romantis pertama dan terkemuka di Indonesia. Dengan lebih dari 100 hotel dan resort romantis di Indonesia dan Asia, kami selalu memiliki lokasi baru untuk memberikan kejutan terindah untuk Anda dan pasangan. Jadi, jika anda berencana untuk berbulanmadu atau perjalanan romatis yang tak terlupakan, berbicaralah dengan salah satu konsultan perjalanan kami hari ini di +62 21 7090 8871 atau email ke info@bulanmadu.com

Bali

Lombok • OTHERS

Kunjungi website kami:

www.bulanmadu.com


Let’s go

Yudasmoro Minasiani *) mahavishnu8@yahoo.com

*) Yudasmoro Minasiani adalah travel writer muda yang sangat produktif menghasilkan tulisan. Karya-karyanya tersebar di berbagai media travel.

Menjadi Turis ‘bonek’

di Kota Buaya Sehabis menjelajahi

museum tembakau dan

keringetan di kapal selam, saatnya memakai peci Taliban dan mencicipi air zamzam tanpa harus ke Mekkah.

H

anya ada dua hal di benak saya kalau mendengar nama ‘Surabaya’. Per­tama adalah bonek (bondo nekat) dan kedua adalah cuaca panas. Tapi sebagai kota yang me­nyimpan banyak sejarah dan kota kedua terbesar setelah Jakarta, Surabaya pasti menarik untuk dijelajahi, meski saya tak punya banyak waktu saat ber­ kun­jung ke kota asal dagelan Srimulat ini.

Thank You for Smoking! Perhatian pertama saya ter­ tuju pada House of Sampoerna, sebuah gabungan antara mu­ seum rokok dari perusaha­an Sampoerna dan pabrik pelinting­ an rokok yang unik. Terletak di kawasan Jembatan Merah, gedung House of Sampoerna yang bergaya art deco ini sudah terlihat keunikannya. Empat buah pilar besar di depan 28 Liburan, edisi awal tahun 2011

gedung­nya didesain mirip batang rokok dengan merk “234” di ujung atasnya. Meski saya bukan perokok, namun aroma wangi tembakau yang menyambut begitu saya masuk gedung membuat saya merasa amat nyaman. Udara AC yang dingin, area lobi yang mirip hotel berbintang, ditambah wangi tembakau itu tadi, mem­ buat saya berpikir bahwa tempat ini lebih terlihat seperti sebuah klub elit penggemar cerutu dari­ pada sebuah museum. Gedung yang dibangun tahun 1862 oleh pemerintah kumpeni ini awalnya berfungsi se­bagai panti asuhan. Tahun 1932, Liem Seeng Tee, sang pendiri Sampoerna, membelinya dan menjadikannya sebagai tem­ pat industri rokok Sampoerna. Di bagian dalam ter­dapat banyak sekali barang-barang me­narik yang menjadi koleksi Sampoerna. Di bagian lobi

utama, sebuah air mancur mini dengan beberapa ikan hias yang be­renang menjadi penyambut pengunjung yang baru datang. Di sebelah kiri, sebuah replika warung lengkap dengan tiruan barang-barang dagangan mem­ buat saya seperti berada di se­ buah desa.

ATAS: Gedung House of Sampoerna KANAN: Menikmati House of Sampoerna

Selain berfungsi sebagai museum, gedung ini juga me­ miliki kios, galeri seni dan kafé yang terletak di samping gedung. Tak cuma itu, di gedung ini pengunjung bisa me­­lihat ke­cepatan luar biasa para pe­ lin­ting rokok yang bisa me­lin­ ting 325 batang rokok lebih dalam 1 jam. Sayanganya mulai setahun ini pihak Sampoerna melarang pengunjung memotret dan berinteraksi dengan para pekerja ini. Tak ingin cepat-cepat pergi! Itulah perasaan saya ke­tika me­­nikmati keunikan House of Sampoerna. Tak cuma mem­ pe­­lajari sejarah dengan men­­ jelajahi museum, di area kafé, saya juga ditawari petugas museum untuk ikut dalam tur Surabaya Heritage Track. Salah satu kelebihan tur ini adalah pe­ngunjung bisa ikut dengan cuma-cuma, tanpa bayar sama sekali. Sebuah bis berbentuk trem tempo dulu berwarna merah

cerah siap mengantar saya untuk ber­keliling Surabaya. Setelah men­­dapat penjelasan dari pe­ tugas registrasi dan selesai men­ daftar, tak lama kemudian bis pun berangkat. Rute dari tur ini adalah mengunjungi daerahdaerah kota tua di Surabaya. Yang menarik adalah bis ini juga berhenti di titik-titik se­ jarah Surabaya seperti di area Jembatan Merah yang diyakini sebagai titik tempat tewas­ nya Brigjen Mallaby saat per­ tempuran 10 November ber­ langsung. Bis ini juga berjalan me­nyusuri daerah Pecinan yang cukup luas. Saya dapat melihat kesibukan para warga yang masih tinggal di bangunanbangun­an tua. Dulunya bangun­ an itu memang tempat ber­ dagang para saudagar China. Hingga kini meski banyak bangun­an yang tampak kusam, namun kesibukan dan fungsinya masih belum berubah. Saya juga sempat berhenti di klenteng Hong Tiek Han untuk sekedar ber­­foto. Dalam sehari, bis ini men­ jalani 3 kali trip dimulai pukul 10.00-11.30, 13.00-14.30 dan 15.00-16.30. Jangan sungkan untuk mecoba tur ini. Selain bis yang nyaman, guide yang ramah juga akan me­nemani dan men­ jelas­kan dengan lengkap tentang sejarah Surabaya sepanjang per­ jalanan.

Menjadi Captain Nemo Melewati tengah hari, saya melanjutkan perjalanan menuju lokasi wisata lain di Surabaya, yakni ke sebuah monumen unik yang terletak di tengah kota, salah satu ikon wisata andalan Surabaya. Apa lagi, kalau bukan Monkasel (Monumen Kapal Selam). Monumen yang memang


Let’s go dua porsi nasi, pecel lele dan jus duren memenuhi isi perut saya.

Kawasan Ampel

Periskop kapal selam Monkasel

be­­­rupa kapal selam asli yang pernah digunakan TNI AL dalam operasi perebutan Irian Barat ini me­nawarkan sensasi tersendiri. Kapal selam buatan Russia tahun 1952 ini masih menawarkan kegarangannya meski kini hanya ber­­fungsi untuk kunjungan turis. Dengan membayar tiket se­ harga Rp 5.000 saya sudah dapat menikmati dan merasakan bagaimana rasanya menjadi awak kapal selam berjenis SS Type Wishkey ini. Ruangan dalam­­­nya cukup sempit dengan ber­­­bagai pipa dan panel yang ber­­tebaran disana-sini. Ruang pertama yang saya masuki adalah ruang torpedo depan. Di sini saya dapat melihat juga sebuah contoh peluru torpedo yang ada di samping lubang pe­ nembakan. Ruangan perwira terlihat cukup sempit dengan beberapa tempat tidur yang menggantung di samping dinding kapal selam. Membayangkannya saja saya sudah terasa pengap, apalagi harus bertugas di kapal ini selama berbulan-bulan! Ruang­ an lain yang juga dapat saya saksi­kan adalah ruang sonar, ruang komandan, ruang anak buah kapal dan ruang penggerak diesel. Sayangnya akses menuju ke ruang anjungan sudah ter­ tutup. Sebuah periskop yang kondisi kacanya sudah kusam masih bisa menghibur saya. Meski sudah tak bisa diputar lagi, namun dari kaca pengintai saya dapat melihat dengan jelas Hotel Sahid yang terletak di samping Monkasel. Saya memang bukan se­ orang pelaut atau marinir. Tapi dengan mengunjungi Monkasel, boleh­lah saya berandai-andai men­­jadi seorang Kapten Nemo, sang penjelajah dasar laut yang legenda­ris itu.

Suramadu Berkunjung ke Surabaya rasa­­nya tak lengkap kalau belum mengunjungi Jembatan

Suramadu yang kini menjadi ikon baru wisata Surabaya. Jembatan se­panjang 6 kilometer yang meng­­­hubungkan Surabaya dan Madura ini memang memiliki peran­­an penting baik untuk masya­rakat, perekonomian, poli­tik hingga pariwisata. Memotret Suramadu me­ miliki tantangan tersendiri. Dari segi kenyamanan, lebih baik me­­­motret dari sisi Madura di mana saya bisa berdiri langsung di sisi jalan tol dan mengambil foto dengan bebas. Tapi cara ini memerlukan kewaspadaan serius karena angin yang kencang dari mobil yang melintas sering mem­buat saya susah konsentrasi me­motret. Bagi pengunjung yang ingin menikmati jembatan ini dari laut, tersedia sampansampan yang disewakan untuk se­kedar berputar-putar di se­ kitar jembatan. Untuk harga se­wanya, keahlian menawar sa­ ngat diperlukan.

Icip-icip di Ria Kawasan Ria, Tegalsari ada­­lah salah satu kawasan wisata kuliner yang terkenal di Surabaya. Terletak di Jalan Tegal­ sari dan kebetulan letak­nya tak jauh dari hotel saya me­ng­inap, berbagai menu khas Surabaya seperti sop kikil, nasi goreng mawut dan segelas jus duren menjadi menu santapan saya malam hari itu. Nama Ria ini sebenarnya berasal dari nama restoran yang berada di sam­ ping jalan ini, yaitu Restoran Ria. Jalan satu arah yang agak sempit ini dipenuhi banyak se­ kali rumah makan di kedua sisi jalan. Hampir semua makanan khas Surabaya ada di sini. Sate kambing, sop kikil, tahu campur, sate kelinci, sate kerang dan sate kelapa tersedia dengan harga terjangkau. Saat malam minggu tiba, kawsasan ini benar-benar dipenuhi oleh para pelanggannya, mulai dari anak muda, orang tua, dan keluarga. Malam itu, seporsi sop kikil,

Ingin berwisata religi sambil mborong suvenir? Kawasan wisata religi Sunan Ampel ada­lah tempat yang paling tepat. Meng­ ikuti tradisi Islam sejak dahulu kala, Masjid Ampel memang ber­fungsi tidak hanya sebagai tempat sembahyang, tapi juga se­bagai pusat kegiatan masya­ rakat. Segala diskusi tentang per­masalahan, mulai dari sosial, politik hingga rumahtangga, di­ pusat­kan di masjid ini. Letak per­kampungan Arab yang ber­ damping­an langsung dengan daerah Pecinan menunjukkan bahwa sejak zaman dulu memang terjalin hubungan erat antar­bangsa dan kepercayaan. Cuaca panas menemani saya menelusuri labirin di kawasan ini. Banyak sekali toko yang men­ jual perlengkapan ibadah dan suvenir yang bernuansa religi. Mulai dari pakaian, kosmetik, makan­an hingga obat-obatan dari Arab. Jika biasanya saya hanya melihat buah kurma di bulan Ramadan, di sini setiap saat saya bisa melihat buah kurma begitu berlimpah dijual di hampir semua toko. Tak tahan dengan naluri turis, saya pun mem­beli sebuah peci bergaya Taliban yang agak sulit saya temui di Jakarta. Dengan waktu yang sangat terbatas, tentu saja saya tak bisa mengeksplor semuanya. Namun dengan menjajal dua hingga tiga gang saja saya sudah bisa me­ rasa­kan atmosfer kehidupan warga Ampel yang rukun. Tak ada sampah yang berserakan di sepan­jang gang dan semua orang saling bertegur-sapa. Karena letaknya yang ber­ ada di pusat perkampungan,

pe­ngun­jung tak bisa melihat Masjid Ampel dari jalan besar, namun harus masuk dulu ke dalam perkampungan untuk dapat melihat bentuk masjid ini seutuhnya.Dibangun tahun 1421 oleh Raden Mohammad Ali Rahmatullah, interior masjid ini begitu menakjubkan. Atap masjid dan beberapa tiang­nya yang terbuat dari kayu mem­ buat saya terpana akan ilmu arsitektur Islam zaman dulu. Di bagian tengah terdapat sebuah tangga dari kayu yang menuju ke atap masjid. Saat saya mem­ perhatikan lebih dalam, semua struktur kayu di sini juga tak me­ miliki sambungan! Tak sembarangan dengan desain, detil interior di sini me­ miliki makna yang ber­hubungan dengan Islam. Jumlah tiang pe­ nyangga yang antik adalah enam belas tiang dengan tinggi tujuh belas meter yang melambangkan 17 rakaat dalam salat setiap hari. Lima buah gapura yang menuju masjid melambangkan 5 rukun Islam yang harus dipenuhi. Menurut catatan sejarah, bentuk bangunan yang mirip dengan pendopo Jawa ini adalah untuk menghormati kejayaan Majapahit di masa lampau. Hingga saat ini bangunan masjid yang selalu padat dikunjungi pe­ziarah ini sudah mengalami be­berapa kali renovasi. Namun saya masih bisa melihat keaslian masjid ini secara keseluruhan. Bentuk pintu yang antik, tiangtiang penyangga yang terbuat dari kayu jati hingga gang-gang labirin yang mengelilingi masjid ini. Keunikan lain adalah adanya sebuah sumur di dekat makam Sunan Ampel yang dipercaya me­miliki khasiat yang sama dengan air zamzam. Banyak pe­ ziarah yang datang kemari dan

mengambil air sumur ini untuk dibawa pulang. Tak sesulit se­ perti yang dibayangkan, untuk meng­­ambil air ini peziarah sudah dipermudah dengan kran dan beberapa gentong air di dekat makam Sunan. Tak perlu repot menimba air lagi. Yang jelas, mengunjungi kawas­an wisata religi Ampel memang seperti tak mengenal waktu. Tempat yang saya eksplor seperti tak ada habisnya dan saya juga merasa betah untuk ber­lama-lama. Sayang saya harus se­gera pulang ke Jakarta… Menginap di Mana? Untuk para budget traveler dan yang mengaku backpacker, cobalah Sparkling Backpacker Hotel di Jalan Kayun 2AB (0315321388), atau Hotel Gubeng (031-5031603) di dengan Stasiun Gubeng. Untuk kelas midrange, suasana yang nyaman dapat ditemui di Hotel Bisanta Bidakara (031-5457007) di Jalan Tegalsari 77-85. Selain suasana yang tenang, hotel ini berdekatan dengan kawasan kuliner Ria. Achtung! • Mengikuti Surabaya Heritage Track pada hari libur cukup padat. Tanyakan dulu pada petugas museum House of Sampoerna untuk pendaftaran sebelum jalanjalan ke dalam museum • Mengunjungi Monkasel memang sangat menarik, tapi disarankan memakai pakaian kasual yang menyerap keringat. Sebab meski kapal selam ini dilengkapi AC, namun udaranya tetap terasa pengap • Berpakaianlah yang rapi dan sopan saat ke kawasan Ampel karena nuansa religi di sini begitu kuat. Pengunjung sebaiknya menghormati adat istiadat setempat.

Interior Mesjid Ampel

edisi awal tahun 2011, Liburan 29


beautiful bali NOVIETA TOURISIA http://novietatourisia.multiply.com Twitter: @novietatourisia

*) Penulis adalah kontributor tetap rubrik Bookworm dan Widescreen LIBURAN.

ARMA

one stop cultural learning Saat ke ubud, sempatkan untuk

mengunjungi salah satu kekayaan Kota Budaya ini.

Teks Novieta Tourisia, Foto Novieta, Dok. Arma Museum

K

alau saya ditanya kawas­an mana yang men­jadi favorit saya selama setahun tinggal di Bali, Ubud-lah jawaban­nya. Banyak yang bisa dilihat dan dilakukan di tempat yang dinobatkan majalah Conde Nast Traveler sebagai Kota Terbaik se-Asia 2009 ini, dengan seni dan budaya sebagai aspek unggulannya. Ubud memang surganya karya seni di Bali. Mulai dari seni pahat, lukis, hingga busana karya desainer lokal dan internasional tersedia di sini. Salah satu pusat dokumentasi seni dan budaya yang –untungnya– sempat saya kunjungi sebelum kembali ke Jakarta adalah Agung Rai Museum of Art (ARMA), di Jalan Raya Pengosekan, Ubud. Dari halaman depan, bangunan ARMA tampak seperti rumah biasa. Namun begitu memasuki lobi, interior dan pernak-pernik di dalamnya segera menciptakan kesan kuat sebuah museum. Dengan membayar Rp 40.000 sebagai harga tiket masuk, pengunjung diberikan akses untuk mengeksplorasi bangunanbangunan dalam kompleks museum yang memiliki area seluas lima hektar ini. Resepsionis membekali saya dengan selembar brosur yang berfungsi sebagai panduan singkat seputar ARMA.

30 Liburan, edisi awal tahun 2011

Sesudah membayar tiket masuk, saya melewati sudut yang digunakan sebagai toko suvenir. Buku-buku yang terkait dengan seni dan budaya ada di sini. Di sekitar ruangan berjajar rapi aneka ragam alat musik tradisional Bali, dan beberapa koleksi lukisan turut menghiasi dinding. Di halaman belakang, sebuah jembatan dengan rangkaian tanaman merambat di atasnya menjadi aksen eksterior gedung ini. Jembatan ini merupakan penghubung ke Bale Daja, gedung seluas 3.300 meter persegi yang merupakan salah satu gedung utama di kompleks museum ini. Kolam-kolam kecil, tanaman hias, dan pepohonan rindang mendominasi halaman kompleks. Pada salah satu taman berdiri patung Sri Chinmoy, seorang guru spiritual dan filsuf India (1931-2007), sebagai lambang perdamaian. Beberapa spesies anggrek cantik bermekaran di sekeliling patung. Perpaduan ini men­ cipta­kan suasana sejuk dan harmonis bagi siapa saja yang berada di sekitarnya. ARMA selesai dibangun pada 27 Desember 1989, dan dibuka secara resmi pada 9 Juni 1996 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada saat itu, Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro. Selain museum –yang di dalamnya terdapat kafe– ARMA juga memiliki resor yang terdiri dari 23 unit vila. Resor ini diresmikan tahun 1982 dan sempat mengalami pergantian nama sebelum menjadi ARMA Resort pada tahun 2002. Tujuan dibangunnya resor ini adalah sebagai sumber dana bagi museum, yang seluruhnya berada di bawah naungan ARMA Foundation. Museum ARMA memiliki koleksi lukisan dari berbagai era, baik hasil karya seniman Indonesia maupun seniman asing ternama seperti Walter Spies, Adrien Jean Le Mayeur, dan Willem Gerrad Hofker. Namun tentu saja yang menjadi daya tarik utama adalah lukisan karya seniman lokal. Ida Bagus Made Tibah, Ida Bagus Made Raka, I Ketut

Madra, I Wayan Turun, I Ketut Liyer, dan Mangku Mura, adalah beberapa dari banyak seniman Bali yang karyanya tersimpan di museum ini. Karya seni masing-masing seniman itu memiliki ciri khas sendiri, baik tradisional maupun kontemporer. Ada yang materialnya meng­gunakan ink on paper, watercolour on paper, acrylic on canvas, hingga lukisan klasik dari Kamasan yang dibuat di atas kulit kayu. Setiap lukisan bernarasi dengan cara­ nya sendiri. Contohnya, lukisan karya Ida Bagus Nyoman Rai yang berjudul Rajapala, dilukis tahun 1980an dengan material ink on paper, menggambarkan tujuh perempuan dan satu lelaki, berlatar air dan pedesaan. Kisahnya tentang Rajapala yang mencuri selendang Ken Sulasih, salah satu dari tujuh bidadari yang sedang mandi di sungai, membuat Ken Sulasih harus tetap tinggal di bumi. Kisah ini tentu mengingatkan kita pada Jaka Tarub dan 7 Bidadari, cerita rakyat dari Jawa. Di area belakang museum terdapat panggung terbuka yang berfungsi sebagai tempat pergelaran mingguan sendratari dan teater tradisional. Pertunjukan yang rutin digelar antara lain Tari Legong Klasik, Tari Pendet, Tari Oleg, Tari Legong Lasem, Tari Baris, Tari Kecak, dan Satya Brasta. Hampir seluruh pertunjukan di ARMA diadakan petang hari, biasanya pukul 19:30 WITA. Selain untuk menggelar pertunjukan, panggung terbuka ini juga dapat berfungsi sebagai venue pesta kebun pada waktu-waktu tertentu. ARMA memang bukan museum biasa. Di sini, pengunjung juga dapat mengikuti cultural workshop yang ditujukan untuk umum. Program ini sangat bervariasi. Dalam Balinese Painting, peserta workshop akan dibawa berkeliling museum untuk melihat koleksi lukisan yang berada di Bale Daja dan Bale Dauh. Informasi mendalam mengenai sejarah dan aliran seni lukis di Indonesia pun ada di dalam program ini. Jika gemar memasak makanan Indonesia, tak ada salahnya mengikuti program Balinese Cooking. Atau pelajari sisi unik lainnya melalui program Offering Making, yaitu cara membuat banten, atau kita sering menyebutnya sebagai sesajen.

Program-program lainnya ada seperti Painting Class, Balinese Music Gamelan, Balinese Dance, Wood Carving, Balinese Astrology and Numerology, Traditional Balinese Architecture, Balinese Batik, Lontar Leaf Painting, Hinduism in Bali, History of Bali, Modernity in Bali, serta Yoga and Meditation Class. Setelah menikmati berbagai koleksi museum, saya melipir ke Kafe ARMA untuk duduk sebentar dan istirahat. Rupanya, tiket masuk museum dapat ditukar dengan secangkir kopi di kafe ini. Saat saya berkunjung, langit di Ubud sedang cerah, maka cocoklah bila kopi dengan kayu manis menjadi teman pada pagi itu.

Agung Rai Museum of Art

Jalan Pengosekan, Ubud, Bali, Indonesia Tel. 0361-976659, E-mail: info@armamuseum.com Mau ke ARMA? Tidak ada angkutan umum di kawasan Ubud, kecuali shuttle bus yang dikelola oleh Perama Tour. Rutenya antara lain pp Ubud – Kuta/Sanur/Padangbai/Candi Dasa/ Lovina, harga tiket berkisar Rp 40.000100.000. Cek www.peramatour.com untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan. Jika berkendara dengan mobil atau motor dari Denpasar, ambil rute ke Jalan Raya Batu Bulan, lalu ambil jalur Singapadu, lurus melalui Lod Tunduh. Di pertigaan yang menuju ke Nyuh Kuning, lurus saja ke arah Ubud, masuk Jalan Raya Pengosekan. Sekitar 100 meter, kemudian belok kanan. Kompleks ARMA berada di kiri jalan.


fiesta viviana asri julizar vivianaasri@yahoo.com

*) Viviana Asri Julizar, pehobi fotografi dan mendaki gunung, sekarang menjadi staf penulis di Liburan dan escape! Indonesia.

I

ni memang pemandangan pagi yang tidak biasa. Tapi aktivitas makan di makam ini merupakan salah satu ritual wajib warga Desa Ngadas, saat mereka menyambut Hari Raya Karo. Hari raya ini dirayakan setiap tahun oleh masyarakat adat suku Tengger di kawasan Taman Nasional BromoTengger-Semeru (TNBTS) pada bulan Karo, salah satu bulan dalam kalender adat Tengger, yang tahun ini bertepatan dengan minggu terakhir bulan Oktober. Saya berkunjung ke Desa Ngadas, yang masuk kawasan TNBTS ini, pada hari terakhir perayaan. Agak merugi se­benar­ nya, karena menurut seorang teman, prosesi sejak awal hari raya sudah me­ narik untuk disaksikan. Namun karena waktu perayaan yang cukup lama, satu minggu, membuat saya sulit melakukan kun­jung­an sejak awal. Meski demikian, hari terakhir pun cukup membuat saya terkagum-kagum. Kegiatan di hari terakhir perayaan meliputi ziarah ke pemakaman umum desa yang dilakukan secara perorangan. Lalu berziarah ke makam Mbah Sedek -pendiri Desa Ngadas- yang dilakukan oleh pejabat desa dan dukun adat. Selesai ber­ziarah, di halaman rumah kepala desa dilaksanakan pembacaan doa dan mantra yang dilakukan oleh dukun adat, di hadapan sesaji yang disebut tumpeng gede, yang disiapkan untuk kebutuhan pe­rayaan desa. Terakhir, ditampilkan beberapa atraksi kesenian yang dilakukan oleh warga seperti jaran kecak, bantengan dan jaranan yang mengiringi rombongan pejabat desa dan para warga menuju ke pemakaman umum untuk melakukan pro­sesi sadranan. Yang menarik, sebelum mengikuti sadran­an ini warga desa termasuk para pe­tingginya wajib berganti pakaian atau salin dengan pakaian terbaik yang

Merayakan

Karo di Ngadas Orang-orang datang ke pemakaman umum,

meletakkan sesaji, lalu… makan bersama. mereka miliki. Ini sebagai simbol bahwa setiap warga telah menjadi suci dan bersih kembali di Hari Raya Karo ini. Nah, sadranan ini juga unik, karena ziarah ini dilakukan bersama-sama oleh se­ luruh warga desa. Mereka berdoa ber­ sama dipimpin oleh dukun adat, lalu di­akhiri dengan menyantap makanan dan minuman yang dibawa dari rumah. Semua aktivitas ini dilakukan di area pe­ makam­an umum! Perayaan ditutup dengan ujungujungan, pertandingan yang dilakukan oleh dua laki-laki dewasa dengan men­ cambukkan rotan ke bagian tubuh lawan­ nya. Masing-masing dipersenjatai tongkat rotan sebagai perisai dan pemukul. Se­

belum dimulai, kedua pemain tawarme­nawar jumlah pukulan yang akan di­ laku­kan, biasanya tiga kali. Jadi masingmasing pemain berhak memukul tiga kali, lawannya berusaha menangkis. Pemain yang paling banyak kena pukul dan tidak bisa menangkis dinyatakan kalah. Layaknya perayaan hari raya lain, di setiap rumah tersaji makanan dan minuman di atas meja. Mereka mem­ persila­kan siapapun untuk bertandang sekedar mengicipi hidangan yang ter­ sedia. Di rumah kepala desa, saya dan be­ berapa teman “dipaksa” makan hidang­an yang sudah disiapkan. Ya, kami pelancong yang dianggap tamu. Menyenangkan. Saya sarapan di rumah pak kepala desa dengan menu rawon, dan ini pertama

berdoa,

kalinya saya menyantap rawon. Menu rawon pun berlanjut hingga makan siang dan makan sore! Menolak jamuan makan sebaiknya tidak dilakukan, karena tawar­ an mereka bukan basa-basi. Tapi kalau sampai tiga kali makan di rumah kepala desa, mungkin itu rezeki saya selama ber­ kunjung ke Ngadas. Di seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan, tampak keakraban yang be­ gitu kental di antara warga desa. Meski me­reka menganut kepercayaan yang ber­­beda, namun saat pelaksanaan ritual adat, mereka bersatu dan mengikuti se­ tiap prosesi dengan penuh kepatuhan dan keikhlasan.

edisi awal tahun 2011, Liburan 31


dine out

Sentuhan Kelezatan di

R

Golden Ming teks Yeyen Nursjid Foto Norman Hasiholan

esto yang ada di lantai dasar The Acacia Hotel ini setiap hari tampak selalu sibuk dengan para tamu, baik di saat makan siang maupun makan malam. Ini pertanda baik, karena berarti masakan yang disajikan resto ini pasti lezat. Setiap hari, Golden Ming Chinese Restaurant yang berkapasitas 110 tempat duduk ini menyajikan hidangan Cantonese dan Szechuan, dengan harga makanan yang cukup bervariasi. Khusus untuk dim sum tersedia paket All You Can Eat mulai Rp 45.000++ per orang,

32 Liburan, edisi awal tahun 2011

untuk minimal 4 orang. Para tamu bisa menikmati variasi dimsum yang lezat sepuasnya. Dim sum, dalam dialek Cantonese atau Dianxin secara harfiah berarti ‘sedikit dari hati’, ‘menyentuh hatimu’, atau bisa diartikan ‘sedikit tanda mata’. Secara umum, dim sum berarti camilan ringan. Makanan ini sudah populer sejak ribuan tahun lalu sebagai teman minum teh sore. Nah, di Golden Ming ini ada lebih dari 32 varian dimsum, seperti siew may, ba pau, cak we, lo may kay, to sa pau, ‘kaki ayam’, lumpia, dan banyak lagi pilihan lainnya.

Golden Ming juga punya banyak menu ala carte. Braised Shark’s Fin Soup with Crab, misalnya, sangat cocok sebagai makanan pembuka. Tekstur dagingnya segar, apalagi ditambah kecap asin dan cabe rawit sebagai perasa tambahan pada sup. Sauted Fresh Scallop with Spicy Sauce, yakni tumis kerang kapak dengan saus pedas, termasuk menu andalan di resto ini. Rasa lembut kerangnya sangat terasa, ditambah saus pedas ala Szechuan yang menggugah selera. Ada lagi Curry Fish, hidangan ikan nila kari yang aman bagi yang punya kolesterol tinggi, karena kuah supnya dibuat dari susu rendah lemak. Rasanya dijamin sama dengan kuah kari santan,

ditambah bumbu khas kari pedas yang menambah nikmat hidangan ini. Masih ada lagi Shrimp with Mayonaise, makanan utama yang sangat diminati para tamu Golden Ming. Juga Deep Fried Soka Crab with Chili and Pepper, hidangan kepiting soka pedas yang disajikan dengan potongan cabai merah. Rasa daging kepitingnya sangat lembut dan gurih. Cobalah bersantap di Golden Ming, dan rasakan sentuhan kelezatannya. Golden Ming Chinese Restaurant The Acacia jakarta Jl. Kramat Raya No. 81, Jakarta 10450 Tel. 021-3903030 www.acacia-hotel.com


dine out Pasta ala Pastis Nikmati homemade pasta yang istimewa di Pastis Kitchen & Bar, di Aston at Kuningan Suites. Bulan ini Pastis menawarkan pasta bercita rasa Mediterania dan Asia. Berbagai menu menggoda selera seperti Potato Gnocchi, Tortellini, Agnolotti dan Tagliolini, disajikan. Pilihan saus Italia bermutu tinggi mengiringi menumenu ini. Misalnya saus Pastis Special, saus keju biru, Salmon Cream, Bolognaise, hingga All’amatriciana, Pesto, dan Arrabiata. Tersedia juga pilihan menu red meat, mulai dari Wagyu Beef Sirloin, Grilled Lamb chops Australia, atau Australia Veal Shan. Kontak: Malinda (0215260260) Baked Mascarpone Cheese di Millennium Apa kue paling enak yang pernah anda cicipi? Konon, Baked Mascarpone Cheese yang dibuat oleh Art & Bakery Corner di Millennium Hotel Sirih Jakarta rasanya ribuan kali lebih lezat dari kue favorit anda itu. Kue keju ini sangat renyah di bagian luar, namun lembut dan lembap di lapisan tengahnya. Terlebih lagi kue istimewa ini disajikan bersama saus stoberi yang manis. Selain menyajikan Baked Mascarpone Cheese seharga Rp 30.000++ per slice ini, toko roti yang berhias lukisan-lukisan cantik ini juga menyajikan teh, kopi, cake yang hangat, dan kue-kue pastri. Kontak: Imuthia (021-2303636).

tahun

untuk

Segenggam Kacang Jenis kacang tertentu kadang mahal sekali, dan baru tahu sebabnya setelah membaca asal-usulnya. Kacang Makadamia Kalau suka cokelat, kacang ini pasti sudah tidak asing lagi. Coba saja ke supermarket dan semua merek cokelat pasti punya varian macadamia nut ini. Meski, di Indonesia sendiri, sukar menemukan orang menanam jenis kacang ini. Kacang makadamia sudah dikonsumsi sejak ribuan tahun lalu oleh suku Aborigin di Australia, yang memanennya dari pohon makadamia yang mereka sebut kindal kindal. Namun dunia kuliner Barat agak terlambat ‘menemukannya’, yakni tahun 1857, ketika dua ahli tanaman masuk hutan di Queensland-Autralia dan menemukan kacang ini. Baron Ferdinand von Mueller mencatat pohonnya dari sisi botani, sedangkan Dr. Walter Hill menamainya sesuai nama apoteker Dr. John Macadam. Kacang yang susah dipecah kulitnya ini kemudian mulai dibudidayakan kecil-kecilan. Orang Hawaii memulai usaha perkebunan skala besar pada 1882, dan kini menguasai 90% produksi makadamia dunia.

Deluxe Chinese BBQ di Lumire Sambut Tahun Baru China 2562 dengan Deluxe Chinese BBQ, Shark Fin Soup dengan aneka seafood, Steam Fish dengan garlic superior dan soya sauce, serta manisan Imlek sebagai makanan penutup. Semuanya hanya Rp 225.000++ per orang, di Lumire Hotel & Convention Center. Menu ini khusus untuk menyambut perayaan malam tahun baru yang jatuh pada 2 Februari 2011. Penyanyi internasional Cao Feng dari Beijing, penyanyi professional Ms. Sin Sin, atraksi topeng 1000 wajah, illusionist, tarian Barongsai, juga akan tampil untuk meramaikan datangnya Tahun Kelinci ini. Kontak: Ila Said (021-3442828). Burger Fiesta Grand Flora Ingin mencoba burger yang tidak ‘biasa’? Coba promo Burger Fiesta dari Grand Flora Hotel Kemang, Jakarta. Ada 9 variasi rasa burger, mulai dari Mexican Burgen, Flora Burger, German Frikadellen Burger, Middle Eastern Burger, Mushroom Swiss Burger, Classical Burger, Crunchy Chicken Burger, Beef Rendang Burger dan Vegetarian Burger. Harganya cuma Rp 65.000 nett. Selama promo, tersedia free soft drink dan juga free delivery untuk wilayah Kemang, plus gratis 1 porsi untuk setiap pembelian 10 porsi. Kontak: 021-7198000

barefood Macadamia integrifolia dan Macadamia tetraphylla merupakan jenis yang banyak dikonsumsi dan ditanam para petani. Kacang makadamia bisa dimakan tawar atau diasinkan, namun bisa juga menjadi campuran biskuit, cake, es krim, cokelat, atau dijadikan mentega dan selai kacang. Rasanya: mellow alias lembut di mulut seperti mentega. Makadamia paling tepat dimakan dengan sedikit garam halus.

Kacang Pinus Pine nut mempunyai bentuk yang kecil lancip, dengan warna kuning gading. Kacang ini sudah dihargai citarasanya sejak zaman prasejarah. Orang Yunani dan Romawi Kuno dikenal sangat suka kacang ini. Tak heran kacang ini juga ditemukan para ahli sejarah di reruntuhan kota Pompeii. Negara-negara iklim subtropis seperti Afganistan, Pakistan, Cina, Korea, Amerika, Meksiko, meng­hasilkan jenis kacang pinus ini. Namun dari ber­bagai varietas kacang pinus di seluruh dunia, hanya beberapa jenis saja yang bisa dimakan, misal pinus batu mediterania, pinus pinea, pinus ponyon, pinus pignolia. Pinus mediterania dan pinea bisa butuh waktu sampai berumur 25 tahun se­belum bisa berbuah. Masih butuh 7 tahun lagi supaya buah pinus ini cukup masak dan jatuh untuk diambil kacangnya. Tak heran kalau harganya mahal. Pada hidangan Italia, kacang pinus di­campur­kan dalam saus pesto dan dipadukan dengan kemangi. Di hidangan Mediterania lainnya, kacang ini dicampur dengan kismis dan bayam, atau ditambahkan ke dalam salad dan sayur-sayuran. Kacang pinus mengandung protein yang tinggi serta lemak yang baik untuk kesehatan, namun karena cepat berbau tengik, kacang ini lebih baik disimpan dalam lemari es. Rasanya: begitu lembut, teksturnya seperti susu padat, berasa manis seperti mentega. Saat dipanggang tanpa minyak, kacang pinus melepaskan aromanya yang sangat mengundang selera, dan teksturnya menjadi renyah. edisi awal tahun 2011, Liburan 33


Kota hujan

yang dihujani

banyak makanan enak

Foto Ismurtyanto & Hafida M.

K

ota Bogor memang lebih terkenal dengan Kebun Raya Bogor, Istana Bogornya dan belakangan ini juga terkenal dengan factory outlet yang mulai menjamur. Banyak orang Jakarta yang main ke Bogor untuk menghirup udanya yang relatif lebih segar dan dingin dibanding Jakarta. Bogor perlahan lahan mulai menyaingi Bandung sebagai kota tujuan wisata kuliner. Banyak tempat tempat yang enak yang bisa didatangi di Bogor mulai dari toge goreng, doclang, dan soto kuning khas Bogor sampai jenis makanan ‘pendatang baru’ seperti sangu tutug oncom, sate maranggi sampai es bubur buah. Beberapa warung makan yang dibahas di sini hanya sebagian kecil tujuan kuliner Bogor. The journey of happy tummy begins now!

Hafida Meutia hafidameutia@yahoo.com

Mie Sehat Resto

Sangu tutug oncom

Jl. Suryakencana (Gg. Aut), Telp: 0251-8380114

Jl. Binamarga No. 13, Baranangsiang. Telp: 0251 323392, Jam buka 11.00 – 17.00 WIB

Kebersihan: ***** Kenyamanan: **** Pelayanan: ***** Kelezatan: ***** Resto ini dinamakan mie sehat resto karena memang andalan resto ini adalah mie sehatnya yang dibuat dengan campuran ekstrak sayuran. Ada mie hijau yang terdiri dari ekstrak bayam, mie orange yang terdiri dari ekstrak wortel, dan ungu yang merupakan ekstrak bit. Mie sehat ini diklaim memiliki khasiat khasiat tertentu sesuai dengan ekstrak yang men­jadi cam­pur­an­­nya dan juga di­­klaim tidak meng­­­ gunakan msg, bahan kimia ataupun air abu. Se­telah anda me­mutus­ kan ingin mie dengan warna atau ekstrak apa, barulah anda memilih mie ayam saja atau mie ayam bakso atau mie ayam special yang terdiri dari bakso sapi, bakso ikan, dan pangsit rebus. Karena warna favorit saya adalah ungu maka tentu saja mie ayam ungu special (24k) menjadi pilihan makan siang

saat itu. Mie ungu yang dibuat di dapur resto ini sendiri disajikan cantik di dalam mangkuk. Tekstur mienya kenyal namun lembut dan rasanya enak. Bumbu lada dan bawang putihnya sangat terasa. Jadi jangan takut dengan warna mienya yang mungkin sedikit mengagetkan ketika per­ tama kali me­lihatnya. Oh ya, satu infor­ masi lagi, pangsit rebus di­sini super lembut se­hingga anda hanya perlu me­ nye­ruput per­lahan saja untuk dapat me­­masuk­ annya ke dalam mulut Anda. Sungguh lezat di­ makan ber­sama kuah­nya yang hangat. Di lemari pendingin ada beragam bahan makanan yang organik juga. Mie Sehat Resto ini juga menjual bahan makanan organic seperti susu ke­delai, minyak goreng, beras putih, beras merah dan beras hitam, kecap asin, sayuran hijau segar dan tahu kuning kunyit.

Sate Maranggi Ki Agah Jl. Raya Pajajaran No. 54, Telp: 0251-8348824. Jam buka: 08.00 – 23.00

Kebersihan: **** Kenyamanan: *** Pelayanan: ***** Kelezatan: ***** Sate maranggi yang saya tahu ber­ asal dari Cianjur karena disitulah saya me­ngenal dan mencicipi sate maranggi untuk per­tama kalinya, tapi ada juga beberapa orang yang bilang kalau sate ini berasal dari Purwakarta. Satu hal yang sama semua meyakini sate ini berasal dari bumi parahyangan. Sate maranggi Ki Agah begitu yang tertera di papan warungnya, mungkin satu satunya sate maranggi di kota Bogor. Sate maranggi yang bisa dipilih disini berupa daging ayam, daging sapi dengan lemak atau untuk anda yang tidak suka lemak anda bisa memesan maranggi yang hanya terdiri dari potongan daging 34 Liburan, edisi awal tahun 2011

saja., Karena daging yang sudah baluri bumbu seperti merica ketumbar garam dan bawang dan direndam semalam, daging­nya menjadi lebih empuk dan gurih. Sate sapi tanpa lemak dihargai 2,3k per tusuknya sedangkan sate sapi dengan lemak dihargai 1,8 k per tusuknya. Teman makan sate maranggi yang paling mantap tentu saja ketan bakar dan sambal oncom pedas­nya. Ketan bakarnya yang dibuat denga menggunakan santan kelapa ini gurih sekali dan garing sedikit kecoklat­ an karena dibakar bersama sama dengan sate maranggi. Sambal oncomnya pun enak dengan rasa pedas asin dan manisnya yang pas dan tentu saja harum baunya karena tambahan kencur dan potongan daun kemangi. Saya sekarang jadi tahu oleh oleh kalau pulang ke kampung halaman menemui Bapak saya.

Kapasitas 30 orang, Kebersihan: **** Kenyamanan: *** Pelayananan: ***** Kelezatan: ***** Warung makan yang lebih mirip halaman depan rumah ini terkenal dengan sangu tutug oncomnya dan memang menu utama yang tersedia hanya sangu tutug oncom (20k). Sangu berasal dari bahasa Sunda yang artinya nasi dan tutug artinya ditumbuk. Kita bisa memilih salah satu dari tiga lauk yang diberikan untuk teman makan sangu tutug oncom ini. Pilihan lauknya adalah empal, ayam goreng, dan jambal. Saya memilih jambal sebagai lauknya karena ikan asin adalah teman yang paling cocok untuk sangu tutug oncom ini. Proses persiapan sangu tutug oncom ini juga lumayan unik. Nasi putih baru akan dicampur dengan oncom hitam bakar yang sudah dibaluri bumbu terasi, kencur, bawang putih dan garam jika ada pelanggan yang memesannya. Rasa nasi tutug oncom ini sungguh lezat. Rasa kencurnya sangat terasa di rongga rongga lidah. Bagi yang belum pernah mencoba hidangan dengan aroma kencur yang kuat akan membutuhkan sedikit waktu untuk membiasakan diri dengan rasa kencur ini. Oncom bakarnya tidak langu sangat pas dimakan dengan nasi putihnya yang diatasnya ditaburi remehan kerupuk opak. Tekstur tahu kuning yang juga jadi teman makan sangu tutug oncom ini sangat lembut khas tahu Jawa Barat. Satu tips dari saya adalah kalau bisa jangan makan di bawah pohon di halaman rumahnya karena bukan tidak mungkin lauk anda akan bertambah dengan jatuhan ranting pohon.

Rahat café Jl. Raya Sudirman No. 51 Bogor. Delivery order: 0251 399177, Jam buka: 10.30 – 24.00

Kapasitas 50 orang, Kebersihan: ***** Kenyamanan: ***** Pelayanan: ***** Kelezatan: **** Menu utama café ini adalah es bubur buah vanilla (12 k) dan es buah salju (12k). Es yang kuat dengan rasa tape ini sungguh menyegarkan dan untungnya tidak ter­lalu manis dikarena­ kan campuran tape singkong­nya yang cukup banyak. Irisan irisan buah nangka, alpukat, strawberry, alpukat, jambu biji cukup mem­buat keramaian yang meriah pada es bubur ini. Es buah saljunya juga patut di­coba buat mereka yang menyukai ke­ segaran es tanpa embel embel susu

ataupun santan kelapa. Bagian atas es buahnya ditutupi oleh es krim vanilla seperti gundukan salju diatas es buah. Tampilan­nya sangat cantik dan menarik. Iris­an buahnya sama dengan es bubur nya. Satu hal yang bisa di­ tingkat­kan kualitasnya dari hidangan es es ini adalah mencari cara agar strawberry mereka tetap segar sehingga tidak perlu meng­hidangkan potongan strawberry beku.


bookworm Rick Steves’ Italian Phrase Book and Dictionary

NOVIETA TOURISIA http://novietatourisia.multiply.com Twitter: @novietatourisia

Rick Steves, Avalon Travel Publishing, US$ 8.95 Very useful and practical. Rick Steves memang ahlinya dalam menulis panduan wisata Eropa. Kali ini percakapan bahasa dan kamus Italia menjadi pilihannya. Buku ini menyajikan frase dan kata kunci yang dapat digunakan seorang traveler dalam menghadapi berbagai situasi, berikut panduan pengucapan agar lebih mudah berbicara, serta kamus English-Italian dan ItalianEnglish. Tak ketinggalan informasi terbaru mengenai rail transportation dan mata uang di Eropa. Ukurannya mini dan muat disimpan dalam kantong baju atau tas kecil, sangat mudah untuk dibawa.

Essential Italy: Rome, Florence, Venice & the Top Spots in Between Fodor’s, US$ 22 Travel guide terbitan Fodor’s ini sangat pas kalau anda berencana menelusuri tiga destinasi terpopuler di Italia: Roma, Florence, dan Venice. Isinya meliputi pilihan objek wisata, hotel, dan restoran; informasi unik seputar karya seni, kerajinan tangan, dan kuliner tradisional; tips dari destination experts dan fellow travelers yang pernah berkunjung; serta feature tentang Sistine Chapel, Tuscan Wine Country, dan the Cinque Terre. Kelebihan lainnya, tersedia simple planning tools yang dapat digunakan untuk merancang perjalanan, dan rangkaian ide menarik untuk memaksimalkan kegiatan. Seluruh halaman buku ini full color, plus suguhan foto-foto cantik dan 46 peta yang memudahkan perjalanan.

Head over Heel to

Italy

Italian Survival Guide: The Language and Culture You Need to Travel with Confidence in Italy

Elizabeth Bingham, World Prospect Press, US$ 14 Seperti apa kebudayaan sehari-hari di Italia? Bagaimana cara menghindari topik tabu saat bercakap dengan penduduk setempat? Coba tilik buku setebal 192 halaman ini. Elizabeth Bingham mengajak pembaca untuk mengenal Italia lebih dalam melalui aspek bahasa dan kebudayaan. Isinya antara lain pembelajaran kebudayaan dan bahasa yang disertai optional exercises, survival summaries yang bisa ‘dicontek’ travelers selama bepergian, juga kamus Italian-English dan English-Italian. Buku ini bisa membantu traveler agar tetap maksimal dalam mengeksplorasi beragam tempat dan kegiatan menarik di Italia meskipun terbentur perbedaan budaya dan keterbatasan bahasa.

Sicily Day by Day Adele Evans, Frommer’s Travel Guides Wiley Publishing, Inc., US$ 8.40

Head Over Heel: Seduced by Southern Italy

Lupakan pasta dan Menara Pisa sejenak. Italia juga punya Sicilia, pulau terbesar di kawasan Laut Mediterania. ‘To have seen Italy without seeing Sicily is not to have seen Italy at all – for Sicily is the key to everything’, begitu kata Goethe.

Chris Harrison, Nicholas Brealey Publishing, £13.84 Judul buku ini memang menarik... dan ‘menggoda’. Chris sedang dalam perjalanan ke Dublin ketika ia bertemu dengan gadis Italia yang menawan – Daniela. Ia jatuh cinta lantas mengikuti sang gadis ke kampung halamannya di Andrano, Italia Selatan. Perjalanan Chris dalam merangkai cintanya mengantarkan kita pada berbagai episode kehidupan yang tak selalu mulus dan penuh rintangan, namun menggugah, mencerahkan, dan terkadang menggelikan. Sembari hanyut dalam kisah perjalanan Chris, buku ini juga membawa kita berkeliling Andrano, desa nelayan yang indah di Puglia.

Sicily Day by Day menawarkan panduan traveling di Sicilia. Pada bab 20 Favorite Moments, banyak pilihan aktivitas seperti berpetualang di Parco Naturale Regionale delle Madonie atau mencicipi cokelat tradisional di Modica. Strategies for Seeing Sicily memberi kemudahan dalam merencanakan dan melakukan perjalanan di Sicilia. Sementara bab-bab lain menyajikan pilihan tur berdasarkan waktu, jenis kegiatan, serta kota tujuan. Buku ini dilengkapi dengan informasi umum, yaitu before you go, getting there and around, history, useful phrases and menu terms, dan Sicilian cuisine.

Roman Holiday (DVD) Paramount Pictures, US$ 8.99

The Tourist Columbia Pictures

Di tengah kunjungan kenegaraan di Roma, Princess Ann (Audrey Hepburn) melarikan diri karena merasa tertekan oleh padatnya tugas dan tanggungjawab sebagai putri raja. Seorang jurnalis Amerika, Joe Bradley (Gregory Peck), menemukannya ketika ia tertidur di pinggir jalan dan membawa Ann ke apartemennya demi keselamatan gadis tersebut. Ia baru menyadari bahwa Ann adalah putri raja keesokan hari saat bosnya menunjukkan foto wajah di koran. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapat berita eksklusif, Joe berpura-pura tak mengenalinya, lantas mengajak Ann berkeliling Roma serta mengunjungi The Colosseum dan Bocca della Verita “Mouth of Truth”. Perlahan-lahan mereka pun saling jatuh cinta. Tempattempat menarik lainnya yang turut menghiasi latar film ini antara lain Fontana di Trevi, Spanish Steps, dan Castel Sant’ Angelo.

Elise Clifton-Ward (Angelina Jolie) adalah agen rahasia Inggris yang menjalin cinta dengan seorang buronan 14 negara, Alexander Pearce. Ia memanfaatkan Frank Taylor (Johnny Depp), turis Amerika yang ia temukan dalam perjalanan menuju Venice, agar interpol Scotland Yard mengira bahwa lelaki tersebut adalah Pearce. Serangkaian aksi menegangkan – termasuk kejar-kejaran dengan sekelompok musuh lain yang berlangsung di atas boat– memenuhi film ini. Sebagai daur ulang film Prancis, Anthony Zimmer, The Tourist termasuk tontonan menghibur dengan campuran action, drama, juga sedikit unsur komedi, yang didominasi latar keindahan Canal Grande dan arsitektur di Venice.

widescreen

edisi awal tahun 2011, Liburan 35


diary vesta

amalla vesta Email: SwankyTraveler@gmail.com Twitter: @SwankyTraveler

Berlibur di Sarang Macan Foto Dok. Vesta, Helmy, Herman & Budy Gunawan

Menyenangkan sekali rasanya berlibur akhir pekan dengan ‘menguasai’ dua pulau cantik. hijau muda. Rasanya nggak sabar ingin segera nyebur ke laut. Dalam hati saya berkata, I’m in heaven! Dan ternyata surga itu jaraknya hanya 1,5 jam dari Jakarta. Kami langsung menuju Main Hut dan The Club House. Main Hut adalah area sofa yang menyambung dengan meja makan panjang di atas dek utama. Sedangkan The Club House adalah sebuah area makan yang memiliki teras dan meja biliar. Di situ kami berkenalan dengan Mark sebagai salah satu pengurus resor Pulau Macan. Mark yg warga negara Swiss dan berdarah campuran Swiss–Indonesia, mengajak kami tour de island. Pulau Macan ini tidak memiliki pantai dan ukurannya juga tidak terlalu luas. Dalam waktu singkat kami sudah selesai mengitari seluruh area pulau. Pulau Macan ini terdiri dari dua pulau, yakni pulau utama dan pulau kecil yang masih kosong dan terletak di seberang pulau utama. Dengan jumlah peserta trip 28 orang dan kapasitas pulau hanya untuk 30 orang, bisa dibilang seluruh Pulau Macan adalah milik kami. Nggak ada tamu lain selain kami. Asyik ya, serasa punya pulau pribadi, hehehe!

“V

es, get ready. Tomorrow we’ll go to Pulau Macan.” Sebuah sms dari teman baik saya, Jansen, mengejutkan saya. What, Pulau Macan? Kaget dan senang rasanya, karena akhirnya saya jadi juga ke pulau ini. Sudah lama saya ingin trip ke pulau di Kepulaun Seribu ini, tapi belum ketemu momen yang pas. Sekarang, saya diajak ke sana, mana bisa menolak? Apalagi ramai-ramai dengan teman-teman saya semasa di AC Nielsen. Walaupun saya sudah ‘alumnus’, tapi kami memang seperti sebuah keluarga, masih berteman dekat. Can’t wait for tomorrow! Saya semangat banget packing, dan nggak lupa wetsuit plus alat snorkel juga masuk ke dalam tas saya.

36 Liburan, edisi awal tahun 2011

Day 1 – Jumat, 1 Oktober 2010 Pagi ini pukul 08.30 tepat, kami berkumpul di Dermaga 6 Marina Ancol. Jumlah peserta trip kali ini sebanyak 28 orang. Speedboat yang kami gunakan lumayan keren, tapi sayang kami lupa membawa CD/DVD utk memutar musik atau film, padahal di dalam boat ada CD/ DVD player. Terpaksa deh kami ndengerin koleksi pengelola boat, musiknya mendayu-dayu entah nyanyian siapa, hehehe! Perjalanan ditempuh dalam waktu 90 menit, dengan pemandangan pulau-pulau yang tersebar di Kepulauan Seribu ini. Saat tiba di Pulau Macan, boat merapat di sebuah dermaga kecil, dan kami disambut oleh Hanna dan Doug, warga Inggris yang sedang menjadi relawan. O ow! Indah sekali pulau ini, airnya jernih berwarna

Mark juga menunjukkan kamarkamar tidur serta kamar mandi yang akan kami gunakan. Jenis kamar yang dimiliki pulau ini berbeda-beda. Ada yang terbuat dari tembok bata, kayu, bahkan ada yang hanya ditutupi oleh krey kayu. Salah satu kamar yang paling unik adalah Sunset Hut yg berlokasi di pinggir laut. Ini adalah area utk menikmati sunset, namun juga bisa digunakan sebagai ruang tidur semi open air. Ada tiga tempat tidur ukuran sedang yang terdapat di Sunset Hut ini, dan semua dilindungi dengan kelambu. Sesuai pembagian kamar yang sudah diatur oleh teman saya Sicilia, saya akan tidur di Tropical Island Bungalow, sebuah bangunan kayu seperti rumah panggung yang terletak di tengah pulau, dan terbagi menjadi dua ruang kamar besar. Kamar mandi terletak di bagian bawah rumah panggung ini. Satu kamar besar ini bisa diisi oleh sekitar 5-6 orang dengan tambahan extra bed. Saya sekamar dengan Vina, Chacha, Silva, dan Teni. Jam menunjukkan pukul 11 siang, lapar mulai menyerang. Kami disuguhi snack berupa sandwich yang disediakan di The Club House. O ya, di sini ada


diary vesta dalam air. Wah, senangnya kami bisa be­renang sambil menikmati keindahan bawah laut di sekitar Pulau Macan. Kami be­renang dari sundeck ke sebuah kayu ter­apung berukuran kecil di tengah laut lalu melompat ke air. Sebagian dari kami juga mencoba mengayuh papan luncur dan kayak untuk mengitari pulau. Seru banget! Pukul 13.00 kami berhenti bermain di laut dan naik ke pulau untuk segera makan siang. Menu kali ini adalah soto ayam plus tempe goreng kering dan perkedel kentang. Saat makan, kami berkenalan dengan Roderick yang menjadi pemilik resor di Pulau Macan ini. Lahap banget

Stone Fish, ikan dengan warna menye­ rupai batu di dasar laut, kemudian ber­ temu ikan kecil biru cantik (kalau di film Finding Nemo, dia bernama Dori). Tapi sayang kami nggak ketemu Nemo alias clown fish. Lalu, perahu menjemput kami di tengah laut dan membawa kami ke dekat pulau kecil di seberang Pulau Macan. Saya dan beberapa teman diturunkan di tengah laut untuk kemudian snorkeling dan berenang kembali ke Pulau Macan. Tampak­nya saja dekat, tapi sewaktu be­ renang kembali ke Pulau Macan, nafas saya serasa hampir habis! Pukul 17.45, setelah membersihkan

meja biliar, dan di depannya terdapat hammock dan area bermain bola voli. Waktu lunch kami siang ini adalah pukul 13.00, karena pukul 12.00 mereka akan menerima kedatangan anak-anak sekolah dari Jakarta International School yg akan makan siang dan study tour di Pulau Macan. Rasanya sudah nggak sabar nih mau main-main di air. Saya segera berganti pakai­an renang, mengambil snorkel di tas dan meminjam masker serta fin dari Equipment Hut yg terletak di depan The Club House. Di Equipment Hut juga ter­ dapat jaket pelampung, papan luncur, inflatable boat, dan kayak. Semua fasilitas ini bisa kita gunakan dengan bebas. Kami diberitahu bahwa banyak sekali Bulu Babi (Sea Urchin) di sekitar perairan Pulau Macan, jadi kami harus selalu me­ ngena­kan alas kaki ketika bermain di laut, dan berhati-hati ketika berjalan di

deh kami makan, karena lapar dan sudah tidak sabar untuk segera bermain air kembali. Kali ini kami akan bermain air di sekitar Sunset Hut, yg memiliki semacam balkon berupa dek dan di situ ada tangga untuk turun ke laut. Pukul 14.30 kami diajak Mark naik perahu dan snorkeling di sebuah pulau dekat Pulau Macan. Sekitar 10 orang ikut naik perahu kayu, dan kami mengarungi laut sekitar 10 menit untuk menuju Pulau Tongkeng. Setelah perahu merapat, kami lang­sung menuju ujung dermaga dan me­ loncat ke air. Byur! Mark menjadi guide dan membawa kami ke spot yang bagus terumbu karang dan ikan-ikannya. Nggak lupa sambil snorkeling kami juga foto-foto meng­guna­ kan underwater camera. Kami me­lihat warna-warni terumbu karang yang cantik ber­bagai bentuk. Sempat juga me­lihat

diri, kami semua berkumpul di Sunset Hut. Ada yang berfoto bersama, ngobrol, bermain uno stakko, mendengarkan musik, membaca, bahkan tidur. It feels so relaxing. Pukul 19.30 kami menuju ke Main Hut untuk makan malam. Menu kali ini adalah fresh salad, sate ayam, ikan bakar. Kami makan bersama di atas dek dengan pe­mandangan langsung ke laut lepas. Selesai makan, ada beberapa games seru ber­kelompok yang kami mainkan, hingga menjelang tengah malam. Kantuk pun menyerang. Saya mencari teman untuk kembali ke kamar, takut ah lewat ‘hutan’ sendirian malam-malam, hehehe!

Day 2 – Sabtu, 2 Oktober 2010 Bangun pukul 6 pagi, saya langsung mandi, lalu menuju ke The Club House untuk mencari cemilan. Nggak buang-

buang waktu lagi, saya langsung berganti pakaian renang, dan mulai main-main di laut, mengelilingi pulau sambil mengayuh papan luncur, bersama beberapa teman yang juga sudah bangun. Setengah jam kemudian, temanteman yang sedang santai di dek mem­ beri­tahu bahwa sarapan sudah siap. Langsung deh kami merapat ke dek dan makan di The Club House. Menu sarapan kali ini adalah nasi goreng, telur mata sapi, dan crepes with blue cheese. Baru main air sebentar tapi rasanya sudah lapar seperti belum makan seharian, hehehe! Selesai makan, beberapa teman me­ngajak main lagi ke pulau kecil di seberang Pulau Macan. Ok, let’s go! Kami mengambil jaket pelampung dan peralatan snorkeling di Equipment Hut, lalu menyiapkan papan luncur, serta inflatable boat dengan kayuhnya. Rombongan kami pagi ini: 3 orang me­ ngayuh papan luncur, 2 orang mengayuh inflatable boat, dan 2 orang berenang. Semua bersemangat menyeberangi laut menuju pulau kecil yang cantik itu. Di tengah laut kami beberapa kali berhenti untuk snorkeling sebelum akhirnya ‘ter­ dampar’ di pulau kecil ini. Pulau tidak berpenghuni yang masih merupakan bagian dari Pulau Macan ini memiliki pasir putih sehalus bedak bayi. Dipadu dengan air jernih berwarna biru muda, pas banget untuk ajang foto-foto. Pukul 9.30 kami kembali ke pulau utama untuk packing dan bersiap kem­ bali ke Jakarta karena jadwal checkout rombongan kami adalah pukul 10. Hmm, sebuah pengalaman akhir pekan yang indah, tinggal di sebuah pulau cantik dengan teman-teman yang menyenangkan. Apa lagi yang kurang? Terima kasih banyak kepada Roderick, Mark, Hannah dan Doug. Sampai bertemu lagi, segera! Tips Berlibur ke Pulau Macan 1. Lihat info lengkapnya di www. pulaumacan.com. 2. The more the merrier sangat berlaku jika ingin berlibur ke pulau ini. Maklum, kegiatan di malam hari saat sudah tidak bisa main di laut lebih asyik jika kita beramai-ramai dengan teman. 3. Banyak minum air putih selama berada di pulau. Kadang kita tidak merasa haus, tapi sebetulnya tubuh dehidrasi. 4. Kalau punya alat snorkel sendiri, sebaiknya jangan lupa dibawa. 5. Bawa lotion anti nyamuk, walaupun setiap tempat tidur ada kelambu, tidak ada salahnya berjaga-jaga. 6. Hemat menggunakan air pada saat mandi dan gosok gigi, karena air bersih di pulau ini hasil ‘impor’ dari Jakarta dan pulau lain 7. Jangan lupa minta staf Pulau Macan untuk menangkap Bulu Babi dan memasaknya. Saya dengar rasanya enak. Mereka mematok harga Rp 100.000 per porsi. Try something new, eh? edisi awal tahun 2011, Liburan 37


Dapatkan potongan harga

Rp 1.000.000

Dapatkan potongan harga

Rp 500.000

untuk voucher menginap di

untuk voucher menginap di

pita maha resort Bali

Hotel Patra Bali 1N/2D

1N/2D

Dapatkan potongan harga

Dapatkan potongan harga

untuk voucher menginap di

untuk voucher menginap di

tanjung lesung bay villas banten

hotel kalicaa tanjung lesung

Rp 500.000

Rp 1.000.000

1N/2D

1N/2D

Dapatkan potongan harga

Rp 1.000.000

Potongan Paket Bulan Madu Wedding Anniversary Trip atau Romantic Weekend Escape

untuk produk kecantikan

Euromedica skin jakarta

Rp 100.000

Dapatkan Potongan Harga

Rp 50.000

Dapatkan Potongan Harga

Rp 100.000

Gunting voucher ini, dan kirim ke PRISTA MEDIA, Ruko Permata Timur - Jl. Curug Raya No. 7E, Kalimalang, Jakarta Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi MARINI di nomor telepon 021-7090 8871 (* Syarat dan ketentuan berlaku)


th:

in conjunction wi

INDONESIA

days Now in 4 Visitors : Trade 31 Mar r : Public 1-3 Ap

1 1 0 2 l i r p A 3 h c r a M 31

Post Show Summary Of Deep And Extreme Indonesia 2010 Total Attendance

14.000 VISITORS Total Companies

155 COMPANIES Total Area

4500 Sqm

all ter AssemblyCH ention Cen v n o a t r a Jak

ST ARCHIPELAGO E G R LA ’S LD R O W E H T KETS OF GATEWAY TO THE MAR

TOP 5 REASONS TO EXHIBIT AND VISIT DEEP AND EXTREME INDONESIA 2011 The one and only exhibition showcasing diving, water sports and adventure travel combined with extreme sports, outdoor and eco tourism in this region 2 Shows under 1 roof, providing tremendous opportunity for networking The only comprehensive platform to tap into the huge potential market of Indonesia’s growing adventure sports industry Your company’s branding and positioning opportunities to a population of more than 9 million people in Jakarta Organized by a dedicated and passionate team of experts that has many years of experience in the international exhibition industry

www.deepandextremeindonesia.com email : info@xnetindonesia.com supported by :

official publication :

supporting publication :

organized by :

creative networking

media partner :

in association with :

official TV : supporting media online :


Let’s go

Haiyaaa…

Chinatown! Teks & Foto Teguh Sudarisman

Menjelang Imlek dan Cap Go Meh, surga hunting foto di Jakarta ini pasti bakal tambah crowded lagi.

M

eski orang-orang Tionghoa sudah tinggal dan membuka usaha per­­dagangan di Jakarta sejak abad ke-12, dan perkampungan etnis Tionghoa sudah ada di daerah Glodok sejak tahun 1619 di era Gubernur Jenderal VOC Jan Pieterzoon Coen, masih banyak orang Jakarta yang tidak tahu di mana letak Pecinan. Sebagian orang meng­identikkan Harco Glodok yang ada

40 Liburan, edisi awal tahun 2011

di Jalan Hayamwuruk-Gajahmada se­­ bagai Pecinan. Tentu saja, ini hanya se­ paruh benar, karena pusat elektronik itu hanya bagian kecil dari Pecinan Jakarta, yang meliputi daerah Kalibaru,

Asemka, Pancoran, Petak Sembilan, dan Glodok. Semua daerah ini masuk wilayah Kotamadya Jakarta Barat. Kawasan Pecinan yang lain di Jakarta juga ada, yakni di daerah Pasar Baru,

Jatinegara, Pasar Senen, dan Tanah Abang. Namun hingga kini yang tetap identik dengan Pecinan Jakarta memang daerah sekitar Glodok, dengan pusat keramaian­nya ada di sepanjang Jalan


Let’s go

Pancoran (jangan dikacaukan dengan Pancoran di daerah Jalan Gatot Subroto ataupun Pancoran Depok). Jalan yang membentang dari timur ke barat ini, meski jika dilihat dari Harco Glodok nampak sepi, namun jika disusuri dengan berjalan kaki, orang yang baru pertama ke sini akan terkejut dengan begitu banyaknya warung dan toko yang menjual obat, makanan, serta pernakpernik khas Tionghoa. Pasar tradisional dan pusat-pusat belanjanya juga penuh pengunjung, yang tentu saja, sebagian besar merupakan etnis Tionghoa. Mau mencari obat tradisional Cina? Toko-toko kuno di sisi utara Jalan Pancoran menyediakan semuanya. Sirip ikan hiu, sarang burung walet, lampion, dupa, lilin, amplop angpao, ada di pertokoan Gloria, di kompleks Pasar Pagi di sebelah barat toko-toko obat. Manisan, kue keranjang, bebek dan babi panggang, sup pi-oh (daging kura-kura), dan aneka masakan oriental, juga tersedia di banyak warung kopi dan pedagang kaki lima di pasar ini. Jika menyusuri terus Jalan Pancoran hingga membelok ke utara, kita akan menemui Pasar Asemka. Pasar ini merupakan tempat favorit para pedagang asongan, karena di sini mereka bisa membeli barang secara kiloan untuk dijual kembali per satuan dengan harga berkali lipat.

Jika dari Jalan Pancoran kita terus ke barat melewati Sungai Kalibaru Besar, kita akan sampai ke Jalan Perniagaan, di mana terletak Sekolah Tionghoa yang kini menjadi SMA 19. Bangunan kuno sekolah ini dulu dipakai sebagai markas organisasi Tiong Hoa Hwee Koan (Perhimpunan Tionghoa), yang berdiri 17 Maret 1900. Organisasi ini merupakan salah satu perhimpunan modern yang paling awal ada di Indonesia. Di sisi selatan Jalan Pancoran, di ganggang di belakang Chandra Building, para penduduk etnis Tionghoa menjajakan aneka produk di depan rumah mereka, dari kue apem hingga DVD lagu-lagu oriental. Menyusuri gang-gang ini me­ nyadar­kan kita bahwa etnis ini tak seluruh­nya berisi orang-orang kaya. Ujung dari gang-gang ini di sisi timur adalah Jalan Kemenangan –yang lebih populer disebut Gang Petak Sembilan– dan di sisi barat daya adalah Jalan Kemenangan 3. Di pertemuan kedua jalan inilah terletak Klenteng Kim Tek Ie atau Vihara Dharma Bhakti, atau yang juga populer disebut Klenteng Jin De Yuan. Klenteng yang menjadi pusat persembahyangan untuk memuja Dewi Kwan Im ini didirikan tahun 1650, menjadikannya salah satu klenteng tertua di Jakarta. Kompleks klenteng ini cukup luas, dan tidak hanya terdapat satu klenteng, melainkan tiga. Di sisi selatan klenteng utama ada Vihara Dharma Sakti dan Klenteng Hu Tek Bio. Klenteng-klenteng ini menjadi sangat ramai mulai 15 hari sebelum Imlek, hingga 15 hari sesudahnya, ketika tiba perayaan Cap Go Meh. Tahun ini, Imlek jatuh pada 3 Februari, dan Cap Go Meh sekitar 18 Februari. Tak hanya ramai oleh etnis Tionghoa yang bersembahyang, namun klenteng juga ramai oleh para pengemis yang mencari rezeki, dan para… fotografer! Sekitar 100 meter ke barat dari kompleks klenteng ini, di Jalan Kemenangan 3, kita akan menjumpai Gereja Santa Maria De Fatima. Gereja

yang dulunya merupakan rumah seorang pembesar ini masih kental bernuansa Tionghoa, baik dari segi bentuk bangunan maupun ornamen-ornamen di dalamnya. Mengikuti misa di gereja ini –yang diberikan dalam Bahasa Indonesia atau Mandarin– kita akan terkejut dengan begitu banyaknya jemaat yang hampir seluruhnya dari etnis Tionghoa. Tak jauh di utara gereja ini, ada satu lagi klenteng yang terkenal, yakni Klenteng Toa Sai Bio (atau Toa Se Bio). Disebut demikian karena dewa utama di klenteng ini adalah Toa Sai Kong atau Paduka Duta Besar. Klenteng ini dibangun oleh orang Hokkian, dan tempat hio di ruang utama klenteng ini yang berangka tahun 1751 menunjukkan bahwa klenteng ini dibangun sekitar tahun itu. Dulu, saat perayaan Cap Go Meh tiba, klenteng yang cukup sempit ini menjadi makin sesak karena dari sinilah dimulainya arak-arakan joli (tandu) yang berisi figur dewa-dewa Kong Hu Cu. Diawali dengan permainan liong dan barongsai, sekitar pukul 2 siang arak-arakan patung dewadewi ini mulai bergerak dari depan klenteng, mengelilingi kawasan Petak Sembilan, hingga sampai ke Jalan Gajah Mada, lalu kembali lagi ke kelenteng Toa Se Bio. Namun sekarang ini arak-arakan dimulai dari Jalan Toko Tiga, sekitar 100 meter arah barat klenteng ini. Kembali ke Jalan Pancoran, saat malam tiba, kawasan ini berubah menjadi pusat pedagang kaki lima. Hampir semua jenis makanan kaki lima ada, mulai dari aneka mi, rujak shanghai, rujak

juhi, bubur kacang merah, hingga sate madura. Bukan hal yang aneh juga jika di sini orang-orang Tionghoa tetap asyik menyantap makanan, sementara di dekat mereka, suara speaker dari masjid berkumandang melantunkan azan.

edisi awal tahun 2011, Liburan 41


cover story

Perfect Days in

Sydney Teks Rosalia Sekar Wireni Foto Tourism Australia, Istimewa

Opera House? Sudah pasti. Tapi Sydney punya banyak tawaran menarik lain untuk dinikmati.

42 Liburan, edisi awal tahun 2011

an menuju Mercure Hotel, tempat kami menginap selama lima hari. Perjalanan tidak butuh waktu lama, karena letak hotel yang di pusat kota dan tidak jauh dari bandara. Dari hotel, kami bisa menikmati pemandangan Darling Harbour, Chinatown, Central Railway Square, dan juga tempat belanja yang paling di­­minati wisatawan, Paddy’s Market. Setelah menyimpan barang-barang, kami memulai kun­jung­an hari ini. Meski se­ benar­­nya agak lelah karena tadi malam harus menempuh per­ jalan­an 5 jam, namun berjalan ber­­sama teman-teman baru sambil bercanda-tawa membuat saya tak merasakan kelelahan itu. Kami diajak menyaksikan ke­ indah­an kota Sydney dari dekat. Kami menuju bukit The Rock,

di sana kami ke sebuah tempat ber­nama Mrs. Macquarie’s Point yang ada di ujung timur Royal Botanic Gardens. Ter­ nyata tempat ini banyak di­ kun­jungi para wisatawan dari ber­­­bagai negara. Dari sini, di se­belah selatan nampak pe­ man­dang­an Darling Harbour dan pegunungan, sementara di sebelah utara dan timur, kami dapat melihat Kirribili House, Pulau Pinchgut dan galang­an kapal angkatan laut di Woolloomooloo. Saat hari ber­­anjak siang, kami bersantap siang di Star City Garden Buffet Res­tau­rant. Ada lebih dari 130 aneka hidangan tersaji di sini. Kunjungan berikutnya ada­ lah menuju salah satu bangun­ an ikon Sydney, yakni Sydney Opera House. Kami me­nge­ lilingi bangunan megah ini dan

me­masuki beberapa ruang­an yang biasa dijadikan tempat per­tunjukan kesenian. Karena ter­letak di Bennelong Point di Sydney Harbour, dekat Sydney Harbour Bridge, tidak meng­ heran­­kan jika berada di sini kita akan merasakan hembusan angin yang cukup kencang. Agar lebih fokus dalam mendengarkan pen­

jelas­an tentang gedung opera ini, kami mengenakan headset lengkap dengan mikrofon se­ hing­ga memudahkan kani ber­ komunikasi dengan tour guide.

Membonceng ‘Big Boy’ Aktivitas selanjutnya adalah yang paling kami tunggu-tunggu. Se­telah puas mengelilingi

by: Tourism Australia

S

aat pesawat yang saya tumpangi ber­ sama rombong­an Fam Trip Garuda Indonesia mendarat di Bandara Udara Internasional Kingsford Smith Sydney, udara yang hangat terasa menerpa. Mungkin sedikit mengherankan karena di bulan November, negara-negara Eropa mengalami musim dingin, dan negara-negara Asia banyak yang mengalami musim hujan. Saat beberapa negara utara tengah kedinginan, Australia yang ter­ letak di belahan bumi selatan justru mengalami musim panas. Suhu di sini sekarang sekitar 1627° Celsius. Meski musim panas, sinar matahari tidak terlalu menyengat, karena puncaknya baru dimulai sekitar Februari. Jam menunjuk pukul 08.30 pagi. Kami meneruskan perjalan­


cover story

Hunting Anggur & Cokelat Hari kedua, kami melakukan kunjungan ke Hunter Valley Garden, sekitar 2,5 jam ber­ kendara dari Sydney. Daerah ini ter­kenal dengan perkebunan dan pabrik anggurnya yang meng­ hasilkan wine nomor satu di Australia. Hunter Valley Garden memiliki luas sekitar 60 hektar, termasuk di dalamnya Rose Garden dan Storybook Garden, yang menggambarkan cerita tentang Alice in Wonderland. Ber­buru cokelat dan aneka suvenir? Jangan khawatir, di sini ter­sedia toko suvenir yang me­ nyediakan penganan kecil dan juga aneka suvenir khas benua Australia. Tidak jauh dari Hunter Valley Garden, kami mengunjungi Hunter Resort & Winery. Di sini ada pabrik pembuatan anggur terbesar sekaligus yang per­ tama di Hunter Valley, yang ber­­diri 40 tahun lalu. Setelah men­­dapat penjelasan mengenai proses pembuatan wine, kami masuk ke Hunter Valley Wine Theatre. Di sini kami mendapat ‘pelajaran’ mulai dari pemilihan bibit anggur, proses pembuatan dan pengemasan wine ke dalam

botol, serta mempelajari ber­ bagai karakteristik wine. Kami me­nikmati makan siang ditemani 4 gelas wine yang berbeda rasa, yang menghangatkan tubuh. Perjalanan dilanjutkan ke daerah Port Stephens untuk me­rasa­kan salah satu atraksi baru, yakni Port Stephens 4WD. Kami melihat bukit pasir Teluk Stockton, bukit pasir terbesar di New South Wales yang mem­ punyai panjang 32 km. Saat ber­ ada di sini, saya dan beberapa teman mencoba berseluncur dari atas bukit. Sangat mendebarkan. Bayang­kan, dari atas ketinggian, kami berseluncur dengan papan seluncur, tanpa pengaman. Saat meluncur, kami dianjurkan untuk memejamkan mata dan

me­­nutup mulut agar butiran pasir halus tidak masuk ke ke­ rong­kong­an. Sementara untuk me­­nahan agar tidak terjatuh, kita harus meletakkan tangan di samping kiri dan kanan. Kami menginap di Oaks Pacific Blue Resort di Port Stephens, karena tempat wisata yang akan kami kunjungi besok masih di daerah ini. Hari kedua, kami meng­ awali­­nya dengan menikmati per­­­tunjuk­an lumba-lumba dari

Tourism Australia

di­desain dengan gaya arsitek­tur kuno. Jendela-jendela­nya ber­ ukur­an besar sehingga para tamu dapat menikmati pe­­mandangan laut lepas yang me­ngagum­kan. Ruang­an kapal di­lengkapi AC dan panggung. Banyak hidangan di­saji­kan di sini, namun yang paling asyik tentu hidangan utama­nya, lobster dan steak.

by: Tourism Australia

by: Tourism Australia

Sydney Opera House, kami di­ ajak menelusuri kota dengan mem­­bonceng motor Harley Davidson. Pertama kali melihat para pengendara klub motor Harley ini, saya mendapat kesan mereka galak dan sombong. Apa­lagi melihat banyaknya tato di tubuh mereka. Namun, se­­telah dibonceng, kesan itu lama-kelamaan menghilang. Mereka sangat ramah dan banyak memberikan penjelasan kepada saya tentang jalan-jalan yang kami lalui. Hingga akhirnya sampai­lah kami di Bondi Beach. Musim panas adalah saat yang tepat untuk menikmati pantai. Bondi Beach, sekitar 7 km timur kota, adalah salah satu spot favorit para wisatawan. Banyak sekali wisatawan baik penduduk Sydney maupun dari negara lain mengunjungi pantai ini. Berenang, surfing, atau se­ kadar berjemur merupakan akti­vitas yang banyak dilakukan. Se­lain dipenuhi pengunjung, pantai ini diramaikan kafe-kafe yang berjejeran. Saya tentu saja tidak melewatkannya untuk mem­beli es krim. Tidak terasa hari sudah men­ jelang petang. Kami kembali ke hotel untuk mempersiapkan diri menikmati makan malam. Kali ini, kami akan makan malam di tengah suasana yang sangat ber­­beda, yakni di atas kapal pesiar! Sekitar pukul 18.30, kami menuju kapal Sydney Showboats, yang terkenal dengan hidangannya yang lezat dan per­tunjukan kabaretnya yang memukau. Resto kapal yang dapat menampung 430 tamu ini

edisi awal tahun 2011, Liburan 43


cover story Fakta Sydney Iklim Agar acara liburan tidak terganggu, pilihlah berkunjung ke Sydney saat musim panas. November-Desember merupakan waktu yang tepat karena saat ini udara belum terlalu panas. Bulan terpanas di sini, adalah Februari-Maret. Maret-akhir Mei merupakan musim gugur yang juga bagus untuk berkunjung. Zona Waktu Waktu di Sydney lebih cepat 1 jam dari Jakarta.

Tourism Australia

Kurs Uang Mata uang yang banyak dipakai adalah dolar Amerika dan dolar Australia, yang nilai tukar keduanya dengan rupiah kini hampir sama, sekitar Rp 8.9009.125.

atas kapal Moonshadow Dolphin Watch Cruise. Di bagian be­ lakang para penumpang dan anak-anak dapat berenang, dengan pengaman jaring-jaring. Kita bisa merasakan kedekat­ an dengan lumba-lumba ter­ sebut. Ramai sekali. Kami me­ nutup kunjungan itu dengan me­nikmati makan siang dengan menu-menu seafood di kapal, se­belum kemudian bergerak ke The Australian Shark & Ray Centre. Merupakan tempat pe­ nangkar­an ikan-ikan laut, ter­ masuk hiu dan pari. Beberapa teman memberanikan diri masuk ke dalam kolam dan mem­­beri makan dari dekat. Pada awalnya mungkin terasa me­nakut­kan, karena tak lama setelah masuk kolam, ikan-ikan akan mengelilingi, seakan meng­ gelitik. Namun, mereka tidak akan menggigit.

Kembali kami mengunjungi daerah perkebunan anggur yang juga terkenal, Port Stephens Winery and Murray’s Brewery. Sama seperti di Hunter Valley, kami diajak mengetahui selukbeluk penanaman anggur, di­ akhiri mencicipi kue-kue kecil sem­bari menikmati teh, kopi, susu, serta wine. Kunjungan ter­ akhir di Port Stephens adalah Australian Reptile Park. Kami me­nyaksi­kan koleksi hewanhewan reptil yang dilindungi di sini, seperti buaya, ular, kadal dan sebagainya. Beberapa pe­ serta sempat berfoto dengan me­ngalungi ular. Hewan lain yang juga dilindungi adalah koala dan kanguru. Namun, sayang sekali saat kami sampai di sini, anak-anak kanguru yang biasa digendong oleh induknya telah dimasukkan ke dalam kandang. Namun, keceriaan tidak berkurang, karena kami dapat memberi makan langsung be­berapa kanguru.

Kalau kebetulan ke Sydney ber­­sama keluarga, mampirlah ke Sydney Aquarium. Di sini saya berjalan-jalan di akuarium yang berbentuk terowogan. Tidak jauh dari sini ada Sydney Wildlife World. Hewan-hewan yang di­pe­­ lihara hampir sama dengan di Australian Reptile Park, hanya saja di sini pengunjung tidak di­ per­­bolehkan menyentuh lang­ sung hewan-hewan ter­sebut. Dari sini, kami mencoba atraksi yang menantang, yakni me­rasakan naik kapal cepat Sydney Jet. Kami disarankan untuk mengenakan jas hujan pan­jang agar pakaian tidak basah, dan mengenakan sabuk pe­ngaman sehingga tidak ter­­­jatuh saat kapal berjalan miring atau berputar. Kapal ini melaju sangat cepat, dan saya tak melepaskan tangan dari berpegangan di sandaran

depan. Sebuah pengalaman yang menegangkan dan tak ter­ lupakan. Bebrapa kali mata ter­ kena cipratan air saat kapal me­ laju dengan kecepatan tinggi.

Beli Suvenir di Paddy’s Acara terakhir adalah ber­ belanja dan makan-makan. Makan­­an yang kami cicipi ada­­lah menu seafood di Fish Market. Jangan membayangkan pasar ikan ini seperti yang di Jakarta. Fish Market Sydney ini begitu bersih, bau amisnya tidak me­ nyengat dan rasa masakannya juga lezat. Suvenir khas Australia bisa dibeli di Paddy’s Market, pusat perbelanjaan tradisional yang menawarkan barangbarang khas Australia. Jangan lang­sung tergiur dengan harga yang ditawarkan, karena bisa jadi di toko sebelah harganya lebih murah.

Menuju Sydney Garuda Indonesia terbang setiap hari ke Sydney dari Jakarta maupun Denpasar dengan beberapa skedul, baik yang langsung Jakarta-Sydney atau Denpasar-Sydney, maupun Jakarta-Denpasar-Sydney. Cek skedul penerbangan yang sesuai di www.garuda-indonesia.com. Tempat Menginap • Mercure Sydney (4*) 818-820 George Street Sydney, NSW 2000, Australia • Oaks Pacific Blue Resort (4*) 265 Sandy Point Road Salamander Bay, NSW 2317

Acara hari terakhir ditutup dengan menikmati makan malam di Waterfront Restaurant di dekat Darling Harbour. Menu favorit di sini adalah Seafood Platter dengan lobster dan juga wine yang berkualitas. Rasanya kami masih ingin berlama-lama di sini menikmati pemandangan Sydney Opera House yang ter­ lihat memukau diterangi lampulampu, sebab besok pagi kami sudah harus pulang.

Kami kembali menuju Sydney. Kunjungan pertama ada­ lah Sydney Tower, salah satu ikon kota Sydney juga. Di sini ter­dapat ruang pengamatan. Dari atas ke­ tinggi­an, kami menyaksikan pe­ mandangan keseluruhan kota. Dalam bangunan ini juga ter­ dapat restoran berputar, hanya saja saat kami ke sana sedang dalam perbaikan. 44 Liburan, edisi awal tahun 2011

Tourism Australia

Menguji Nyali dengan Sydney Jet


PASPOR

3 in London

must-visit places

Satiawan Soegiarto iwan_pattani@yahoo.com *) Satiawan Soegiarto, traveler yang menyebut dirinya tidak pernah merencanakan traveling, melainkan spontan ‘on the spot’ saja. Penulis yang tinggal di Medan ini bercitacita ingin bisa keliling Indonesia.

Kalau hanya mampir 1-2 hari di London, yang lain boleh

dilewatkan, kecuali tiga tempat ini.

46 Liburan, edisi awal tahun 2011

Photolibrary

M

ungkin se­bagi­ an orang sudah mempunyai gam­bar­an ter­ sendiri tentang London, kota yang berhasil memadukan sisasisa sejarah dan modernisasi dengan baik. Lihatlah bagaimana indahnya sinematografi London besutan sutradara Ron Howard dalam salah satu adegan The Da Vinci Code yang berlokasi di Gereja Westminster. Atau dari film Closer yang berlokasi mulai dari St. Bartholomeus Hospital, Whiteley Bayswater, London Aquarium sampai peep show di Soho, sampai bagaimana Maia Estianty mengadopsi gaya berpakaian anak muda di Camden Town sebagai inspirasi pakai­an panggungnya. Bagi yang ingin berkunjung ke London tapi tidak cukup banyak waktu, tempat-tempat di atas mungkin mustahil dapat di­kunjungi semuanya. Tapi jangan khawatir, dengan waktu yang singkat dan transportasi yang mudah difahami, beberapa tem­pat yang saya datangi ini adalah pilihan terbaik untuk

‘me­ngesah­kan’ Anda sudah ke London - dalam waktu singkat. Waktu terbaik mengunjungi Inggris idealnya dilakukan di pertenghan tahun, antara AprilSeptember di masa peralihan

dari musim semi-panas-gugur. Sehingga bisa merasakan sejuk­ nya udara pada pagi hari, dan hangatnya matahari di waktu siang. Jangan lewatkan feno­ mena daylight saving time

(DST) saat musim panas tiba. Karena selama masa DST, semua jam dirubah satu jam lebih cepat daripada waktu se­benar­nya, sehingga secara efektif memindahkan satu jam (ke­adaan terang) dari siang ke malam hari. Tujuannya adalah untuk memanfaatkan sebaik mung­kin kondisi waktu siang yang lebih panjang daripada waktu malam. Betapa takjubnya saya ketika melihat jam 8 malam masih seperti jam 12 siang! Berbekal London Map dan Tube Map –kereta cepat bawah tanah– saya berniat menyusuri kota London, sendirian. Tidak terlalu susah kok menghafal rute trans­portasinya, karena negara ini sangat menghargai para peng­­guna transportasi massal dengan menyediakan brosur, peta ataupun papan informasi pe­­nunjuk arah di setiap ruang publik. Bahkan di setiap pem­ber­ henti­an –baik train atau tube–

sudah diatur sedemikian rupa, sehingga selalu berada tak jauh dari tempat-tempat yang se­ring dikunjungi banyak orang. Ok, tujuan pertama saya ada­lah British Museum di Great Russell Street. Perjalanan dimulai dari Gatwick menuju London Victoria Station, kurang lebih 45 menit meng­gunakan train. London Victoria adalah terminal besar kereta api di pusat kota London, yang menjadi stasiun kereta api tersibuk kedua di London dan Inggris setelah Waterloo. Suasana di Gatwick cukup ramai, se­bab Gatwick juga berfungsi se­­bagai salah satu dari lima bandara yang dimiliki Inggris. Meskipun sudah mulai me­ masuki musim panas, dingin masih terasa menusuk tubuh. “23 °C,” ucap seorang wanita pen­jual tiket, ketika saya me­ nanya­kan suhu udara disini, seraya memberikan Day Traveler


PASPOR

Card seharga £12. Day Traveler Card adalah ‘id card’ yang bisa digunakan untuk segala jenis transportasi darat, seperti bus, train dan tube selama satu hari untuk zona tertentu. Cukup mahal memang, karena saya mem­beli­nya di atas jam 8 pagi. Dari London Victoria, per­ jalanan disambung dengan meng­gunakan tube underground ke Tottenham Court Road, stasiun bawah tanah yang paling dekat dengan British Museum, sekitar 300 meter berjalan kaki.

British Museum Saya memasuki sebuah ba­ ngun­an klasik khas Inggris de­ ngan pilar-pilar tinggi men­julang dan sangat luas. Hal per­tama yang saya lakukan adalah men­ cari brosur yang berisi denah lokasi British Museum. Jangan khawatir soal biaya. Tidak ada

entry charge untuk mengunjungi British Museum, kecuali untuk per­tunjukan khusus. British Museum didirikan tahun 1753, dan menjadi salah satu museum terbesar di Inggris dengan koleksi artefak sepanjang sejarah yang menakjubkan. Anda bisa menyaksikan batu Rosetta, tembikar Aztec, topeng tanah liat Fenisia, peti mati Romawi, mumi Cleopatra ratu cantik dari Mesir, koin Eropa abad pertengahan, Elgin Marbles dari Parthenon, dan bermacam perhiasan dari seluruh dunia di sini. British Museum merupakan salah satu pustaka terbesar di dunia, de­ ngan literatur berjumlah juta­ an item dan memuat sejarah dunia mulai sejak 2 juta tahun lalu. Karena itu, spot ini adalah a must visit! Saya bertemu dengan be­ berapa rombongan tur dari ber­

bagai belahan dunia, terlihat dari barisan yang mengikuti arah bendera mini yang dikibarkibar­kan ke udara oleh sang pe­mandu. Ada pula pria paruh baya yang menggunakan kursi roda serius memperhatikan ke­ ramik bertuliskan aksara arab. “Mungkin dia pernah hidup di zaman itu,” saya menduga-duga. Kalau berencana mengun­ jungi British Museum, siapkan kaki yang sehat dan sepatu yang nyaman. Karena areanya yang sangat luas, cukup membuat kaki terasa pegal. Tapi jangan kha­­watir, banyak disediakan bangku-bangku untuk ber­ is­ti­rahat di beberapa sudut museum. Bagian penting lain yang tak boleh terlewati adalah toko suvenir yang menjual berbagai miniatur dari beberapa artefak dalam bentuk magnet dan gantungan kunci, serta kartupos bergambar kebudayaan dari beberapa negara seharga £1 untuk 10 lembar!

jejer di kanan-kiri menjual mer­ chandise khas Inggris. Di sini toko-toko berdesain mencolok ber­jejer, tattoo shop lengkap dengan soundnya yang berisik, per­tunjukan jalanan, kafe dan be­berapa restoran cepat saji. Banyak ras Asia saya jumpai, mem­buat saya merasa lebih familiar di sini. Saya sampai di ujung blok Camden Town, yang menjual ber­bagai macam makanan untuk lunch. Mulai dari masakan Asia, Timur Tengah sampai Eropa.

depan kapsul, setelah membeli tiket masuk seharga £17. London Eye terdiri dari 32 kapsul kaca yang berputar per­ lahan, berlangsung sekitar 30 menit. Penumpang dengan sa­ ngat jelas dapat melihat pe­ mandang­an spektakuler be­ berapa landmark London, se­­­perti Big Ben, Buckingham Palace, Katedral St Paul, Wesminster Abbey dan Trafalgar Square. “Awesome!” pekik se­ orang wisatawan yang berada dalam satu kapsul bersama saya.

Selama di Inggris, baru di sini saya menemukan nasi dan lauk pauk­nya. Saya memuaskan jiwa kuliner dengan mencoba masak­ an khas Spanyol paela, sejenis nasi kuning yang dicampur dengan beragam makanan laut: udang, cumi, dan kerang. Bagi lidah Indonesia saya, makanan ini ‘sangat Asia’, kaya rempah, gurih dan lezat.

Ya, pemandangan London dari kapsul ini benar-benar indah luar biasa! Melihat lansekap London dari ketinggian benar-benar merupa­kan pengalaman ber­ kesan. Terlebih, pada saat posisi kapsul berada pada level paling tinggi, menyaksikan betapa in­ dah­nya ciptaan Sang Kuasa dan adrenalin menyatu jadi satu. Hanya saja, buat anda yang fobia dengan ketinggian, tidak di­­saran­kan menaiki wahana ini, kecuali kalau mau duduk manis di dalam kapsul dan tidak men­ coba melihat pemandangan ke bawah, sebab pijakan di dalam kapsul pun hanya berupa kaca tebal yang tembus pandang!

Camden Town Saya menuju Holborn, stasiun bawah tanah lainnya yang berdekatan dengan British Museum (500 meter berjalan kaki) untuk selanjutnya memilih jalur northern menuju Camden Town. Begitu keluar dari stasiun bawah tanah Camden Town, atmosfer bohemian sudah sangat terasa. Baik dari ben­ tuk bangunan, maupun gaya berpakaian orang yang berlalulalang. Coba perhatikan bagai­­­­­mana penampilan Amy Winehouse, begitulah kirakira gam­baran style anak muda Camden. Camden Town berlokasi di distrik utara London, penuh dengan bermacam toko. Me­ lewati Camden Lock yang men­­jadi landmark Camden, Inverness Street Market ber­ isi stand-stand kecil yang ber­

London Eye Berkunjung ke London kurang lengkap tanpa menjajal London Eye yang memiliki ke­ tinggi­an 135 meter. Lucky me, loket karcis tidak terlalu ramai dengan antrian, sehingga saya bisa langsung menunggu di

edisi awal tahun 2011, Liburan 47


PASPOR

Menaklukkan

Subway

Beijing Praktis, murah dan cepat, tapi juga salah jalur, terdampar, dan panik.

M

atahari ber­sinar cerah di Senin pagi itu, tapi tak bisa juga mengurangi rasa dingin yang tibatiba menyergap begitu keluar dari Hotel FuramaXpress. Be­berapa orang berjalan menuju kantor dengan tergesa-gesa, semua­nya memakai jas panjang hingga ke lutut, me­makai sarung tangan, tutup kepala, dan syal yang melingkari leher. Meski mereka penduduk Beijing, tampak­ nya tidak tahan juga dengan suhu pagi yang men­capai 7 derajat Celsius ini. Saya berjalan cepat ke arah kanan dari hotel, menyusuri jalan pinggir Sungai Liang Ma yang kering, untuk mencari jembatan supaya bisa menyeberang ke Lufthansa Center. Kemarin pemandu kami Mr. Harry bilang, di depan mal baru ini ada stasiun subway Liang Ma Qiao, yang dari situ saya bisa menjelajah ke segala arah Beijing. Tapi pagi tadi Mr. Harry harus mengantar rombongan teman dari fam trip Garuda yang mau pulang duluan, jadi saya mesti jalan sendirian di Beijing ini, sampai Rabu lusa. Berbekal kamera poket dan buku kecil Top 10 Beijing yang mempunyai

48 Liburan, edisi awal tahun 2011

peta jalur subway, tujuan saya pagi itu adalah ke Forbidden City, yang terletak tak jauh dari stasiun subway Tiananmen Timur dan Tiananmen Barat, di Jalur Subway 1. Kemarin kami hanya sampai di lapangannya saja, jadi menggunakan waktu sisa sebelum check-out dari hotel, saya menyempatkan diri untuk menerus­ kan kunjungan kemarin itu, sekalian men­ coba subway Beijing. Untuk ke Forbidden City dari Liang Ma Qiao yang ada di Jalur Subway 10, saya mesti ke Guomao dulu, stasiun pertemuan Jalur 1 dan 10, lalu pindah kereta menuju Tiananmen Timur/Barat. Ada 9 jalur subway yang saling ber­ hubung­an di Beijing, salah satunya jalur ekspres menuju bandara dari stasiun San Yuan Qiao (Jalur 10) dan Dong Zhi Men (Jalur 13). Dibanding Bangkok yang hanya mempunyai 1 jalur subway yang terhubung dengan 2 jalur skytrain, subway Beijing ini sudah lebih maju. Subway Beijing juga lebih mudah, tinggal mem­beli tiket magnetik seharga 2 yuan (Rp 2.600) di loket. Tidak perlu beli tiket lagi jika kita pindah jalur ke-7 jalur subway lain, kecuali kalau mau pindah ke

jalur ekspres menuju bandara, yang mesti bayar lagi 25 yuan sekali jalan. Saya sempat keliru memilih jalur ke Bagou, yang berlawanan arah dengan Guomao. Untungnya begitu hendak sampai di stasiun berikutnya, garis lampu hijau yang ada di atas pintu kereta –yang menunjukkan arah jalan kereta– me­ nyadar­kan saya. Tidak usah panik, tinggal keluar dari kereta, lalu naik kereta dari jalur sebaliknya. Saat suhu dingin seperti ini, stasiun dan kereta subway adalah tempat paling nyaman untuk meng­

hangat­kan diri, meskipun tak ada penjual makan­an atau kopi di sini. Dan tampaknya semua orang juga tidak ada yang makan atau minum. Guomau merupakan stasiun transit yang sibuk, dan saya tenggelam dalam arus ribuan penumpang yang semuanya berjalan cepat di lorong perpindahan jalur. Konon, subway Beijing ini meng­ angkut 4 juta penumpang setiap hari. Untung­nya para penumpang di sini juga sama tertibnya seperti di Bangkok, dan kereta­nya juga datang hampir tiap 3 menit, jadi tidak perlu berebutan. Saya ber­diri di sepanjang perjalanan karena kereta penuh penumpang, tapi okelah, karena ini masih jauh lebih baik daripada naik KRL ke Bogor saat jam sibuk. Keluar dari stasiun Tiananmen Barat, pandang­an saya terantuk pada Gedung Teater Besar Nasional yang kubahnya seperti telur raksasa, di seberang jalan. Tapi saya tidak ke sana, melainkan me­ nyusuri trotoar ke arah timur (terus-terang saya disorientasi, saya mengiranya ber­ jalan ke utara) hingga trotoar makin ramai oleh orang yang lalu-lalang dan berfotofoto di halaman Gerbang Tiananmen, pintu utama menuju Forbidden City. Gerbang berpintu lima ini dijaga dua tentara yang mengapit pintu tengah yang tertutup dan di atasnya tergantung foto Mao Zedong. Para pengunjung masuk me­lalui pintu di samping pintu utama. Di balik gerbang ini ada halaman yang luas dan dipenuhi para pengunjung serta penjual asongan yang ternyata juga


PASPOR kucing-kucingan dengan para petugas pen­jaga istana. Memasuki gerbang kedua, pengun­ jung belum dikenai karcis. Di halaman ini ada toko-toko suvenir, dan bangunan di sisi kanan saya yang menempel ke tembok tinggi tampaknya sedang ada pameran lukis­an dari Universitas Xian. Saya pun masuk ke sini untuk menghangatkan diri. Mr. Jacky, salah satu dosen sekaligus pelukis, dengan senang hati menjelaskan berbagai aliran karya-karya lukis yang dipamerkan. Yang menarik saya adalah lukisan-lukisan berkarakter China namun ber­gaya Picasso, meski akhirnya saya mem­beli lukisan Great Wall berselimut salju yang bergaya tradisional, karena harganya yang masih ‘wajar’, 200 yuan. Di depan gerbang ketiga, barulah para pengunjung membeli tiket masuk seharga 40 yuan, dan tambah lagi 40 yuan kalau mau ditemani pemandu elektronik berupa headphone dan pemutar rekaman suara. Sayangnya, waktu sudah semakin siang, sementara saya harus kembali ke hotel dan check-out untuk pindah ke resor Aman at Summer Palace. Kalau diteruskan masuk ke Forbidden City, yang luasnya 75 hektar dan dengan 980 bangun­an di dalamnya, bisa-bisa sampai besok siang juga saya tidak akan keluar dari sini. Saya membeli jagung rebus 3 yuan untuk melawan dingin, dan berjalan keluar istana melalui pintu taman samping. Uhh… ternyata taman ini saja luas sekali dan untuk keluar dari sini saya mesti berjalan cepat sampai tersengalsengal! Masalah timbul lagi ketika akhirnya saya sampai di stasiun subway Liang Ma Qiao. Keluar dari stasiun, ternyata saya ‘terdampar’di depan Hotel Westin, tanpa ada tanda-tanda sama sekali mal Lufthansa Center. Bertanya ke orangorang ternyata tidak membantu karena mereka tidak bisa berbahasa Inggris. Masuk lagi ke stasiun dan keluar dari pintu lainnya, tidak terlihat juga gedung mal itu. Saya panik, dan keluar lagi melalui pintu yang berakhir di depan Westin. Saya sekenanya saja menyeberang perempat­ an jalan menuju ke bawah flyover. Dan…

ya ampuun, ternyata mal Lufthansa Center itu tadi tidak terlihat karena ter­ tutup flyover yang kini ada di atas kepala saya! Check-out dari Furama, saya ke stasiun ‘favorit’ ini lagi dengan sedikit repot karena harus menarik kopor saya yang berat sambil mencangklong tas kamera SLR serta memegang gulungan lukisan yang saya beli tadi, yang dibungkus kotak karton panjang. Sebenarnya pihak Aman sudah menawari saya untuk menjemput di hotel, tapi saya menolak karena saya ingin menggunakan kesempatan ke Beijing ini untuk sekaligus mempelajari jalur subway. Kalau saya bisa memahami sistem subway ini, lain kali saya akan lebih mudah lagi menjelajahi kota yang luasnya hampir 2 kali Jakarta ini. Resor Aman at Summer Palace ter­ letak persis di samping pintu timur Istana Musim Panas, dan istana ini sendiri ter­ letak 15 km di luar kota Beijing. Untuk me­nuju ke sini dengan subway (teorinya) cukup mudah. Dari Liang Ma Qiao tinggal naik Subway Jalur 10 yang ke arah Bagou, turun di stasiun Haidian Huang Zhuang. Pindah ke Subway Jalur 4 yang ke arah North Anhe Qiao, turun di stasiun Xi Yuan atau Bei Gong Men. Terus-terang saya merasa belum pasti harus turun di stasiun mana, karena dari searching di Google maupun portal wisata Trip Advisor, saya tidak menemukan informasi yang jelas tentang cara menuju resor ini kalau memakai subway. Mau bertanya ke Aman tapi kok rasanya gengsi ya. Di jalan, baru kemudian saya me­ nya­dari, ya jelas saja informasi ke sini simpang-siur, karena umumnya tamu yang menginap di resor mewah ini langsung diantar-jemput dari bandara me­makai Mercy. Cuma tamu ‘aneh’ saja yang menuju ke resor ini memakai angkut­an umum! Di internet, stasiun Xi Yuan dikatakan dekat dengan Summer Palace, tinggal jalan kaki ke barat dan utara sekitar 300 meter, maka saya pun turun di stasiun ini. Stasiun Xi Yuan tampaknya masih baru, dan sepi. Saya keluar melalui pintu C2, dan lagi-lagi saya terdampar di pinggir jalan

raya, yang kali ini lengang, cuma berhias pohon-pohon coklat kusam meranggas. Dua hari lalu saya memang ke Summer Palace bersama rombongan tur, tapi itu memakai bis, dan sekarang ini saya tidak me­nemukan tanda-tanda pintu gerbang seperti yang kemarin kami masuki. Se­ sekali tukang ojek sepeda lewat, tapi tidak bisa membantu saya. Dan karena saya kemana-mana –baik ke gunung atau ke laut– tidak pernah membawa kompas atau GPS, sementara saat ini saya tidak tahu sedang menghadap ke mana, yang bisa saya lakukan adalah menebak-nebak. Terlebih hari ini sudah sore, dan matahari bersembunyi entah di mana. Saya pun berjalan ke arah kiri, me­ nyusuri trotoar lebar sambil menyeret kopor saya. Beberapa puluh langkah ber­ lalu, tapi saya belum menemukan pe­tunjuk arah ke Summer Palace. Untung kemudian saya berpapasan dengan se­orang laki-laki yang sepertinya cukup intelek karena memakai jas. Saya tunjuk­kan alamat Aman di Gongmenqian Street Nomor 1, yang ditulis dengan huruf latin maupun China. “Yang Aman ini saya tidak tahu, tapi kalau Summer Palace tinggal jalan saja terus,” katanya.

Alhamdulillah, berarti saya tidak tersesat! Langkah saya berakhir di sebuah jalan melingkar yang menjadi putaran bis-bis, dan ada penunjuk bertuliskan Summer Palace. Ini pasti pintu timur, pikir saya. Tapi kok berbeda ya suasananya dengan pintu Summer Palace yang dua hari lalu saya masuki? Saya terus saja berjalan menuju warung-warung suvenir, dan bertanya kepada seorang pedagang wanita. Nah, di sinilah lagi-lagi saya melakukan kesalahan. Bukan­nya rasis atau bias jender, tapi dari berkali-kali pengalaman, saya selalu tambah pusing kalau menanyakan arah kepada kaum wanita. Dan di sini saya meng­ulangi lagi kesalahan yang sama. Si ibu itu berpikir keras membaca alamat Aman itu. Ia berkali-kali menggumamkan kata-kata yang tidak jelas, sebuah tanda bahwa ia tidak tahu alamat itu. Wanita itu menunjukkan kertas alamat itu kepada seorang lelaki yang tengah berjalan menuntun sepeda. Seperti­nya laki-laki muda itu seorang satpam yang hendak pulang dari kerja. Hanya sedetik, laki-laki itu melambaikan tangan ke saya untuk mengikutinya. Kami berjalan tanpa bicara menyusuri jalan aspal yang dibatasi tembok tinggi di sisi kiri kami. Kira-kira 100 meter kemudian, pandang­an mata saya terantuk pada pelat nama berwarna emas di samping sebuah pintu gerbang, yang bertuliskan… Aman at Summer Palace! Akhirnya, saya sudah (di) Aman sekarang…. [Bersambung]

Aman at Summer Palace

edisi awal tahun 2011, Liburan 49


PASPOR

6

Hari di

Damaskus

Esti Murdiastuti murdiastuti@yahoo.com

*) Esti Murdiastuti bekerja sebagai wartawan berita politik di RRI Pro 3 Jakarta, menyukai traveling dan fotografi.

B

eberapa menit se­ belum mendarat di Damaskus, dari jen­ dela pesawat saya sempat melihat, ibukota Suriah ini seperti dikelilingi oleh gurun pasir serta tanah lapang yang luas dan gersang. Dalam pikiran segera terbayang cuaca panas yang bakal menemani hari-hari saya di sini. Padahal, sebelum­ nya saya sempat membacabaca, Suriah beriklim sub-tropis dan bulan November ini mulai masuk musim dingin dengan suhu udara sekitar 5-20 derajat Celsius. Mudah-mudahan ini yang lebih benar.

50 Liburan, edisi awal tahun 2011

Pesawat Emirates yang mem­­­bawa kami ke Damaskus men­­­darat mulus di Bandara Internasional Damaskus pada pukul 08.00 pagi setempat, atau pukul 13.00 WIB. Dan ternyata, yang saya rasakan adalah udara yang sejuk, karena saat itu suhu udara sekitar 15 derajat Celsius. Brrrr… Di VIP Lounge, kami di­ sambut pihak KBRI yang lalu meng­­­antarkan kami ke Hotel Ebla Cham, tempat kami akan me­ng­inap selama 6 hari. Saya memang ikut dalam rombongan yang terdiri dari beberapa anggota DPR, staf ahli, dan

Foto Esti, Ade Yulida, Istimewa

Menikmati nasi yasmin di resto terbesar di dunia, mengunjungi menara tempat turun Nabi Isa, makam John The Baptist, dan ke gereja yang jemaahnya masih berbahasa Aramaic.

wartawan, yang akan mengikuti dan meliput APA (Asian Parliamentary Assembly) atau per­­­temu­an parlemen se-Asia di Damaskus. Hotel Ebla Cham yang berbintang 5 ini berada di luar kota, sekitar 5-10 menit dari bandara. Tarif per kamarnya tidak kira-kira. Kamar standar dengan dua tempat tidur tarif­ nya 175 Euro atau Rp 2 juta lebih per malam. Setelah beristirahat dua jam, kami makan siang di restoran yang masuk dalam Guinness Book of Records sebagai restor­ an terbesar dan terluas di dunia bernama Damascus Gate. Makan­an yang disajikan mulai dari salad segar dengan saus perasan jeruk nipis sebagai pem­buka. Dilanjutkan makanan utama berupa iga dan daging kambing, ayam dan ikan yang di goreng maupun dibakar, plus berbagai macam saus seperti mayonaise dan yoghurt. Iga atau kambing bakar yang di­ beri nama Castaleta, dan Nasi Yasmin serta ayam bakar arang seperti­nya menjadi menu utama masyarakat Suriah. Konon, masyarakat Suriah bisa meng­ habis­­­kan waktu 3 jam untuk makan, mulai dari pembuka hingga penutup yang biasanya di­isi dengan minum teh, kopi, atau makan buah-buahan.

Masjid Agung Umayya Malam hari, saya me­nyem­ pat­kan jalan-jalan ke Masjid Agung Umayya. Khusus perem­ pu­an, baik yang ber­busana muslim atau tidak, di­wajib­­kan me­ngena­kan jubah berwarnaabu-abu yang di­pinjam­­kan oleh pen­jaga masjid di depan pintu masuk. Bangunan masjid ini sangat megah dan luas. Masjid Agung Umayya adalah masjid per­ tama di dunia yang memiliki

bangunan menara secara per­ manen dan menjadikannya se­ bagai bagian dari arsitektur masjid. Sebelumnya, menara tidak­­­lah mencerminkan tradisi Islam. Dimulai dari masjid inilah, menara kini menjadi ikon yang identik dengan bangunan masjid dan menjadi arsitektur Islam yang tak terpisahkan dari setiap bangun­­­an masjid. Kompleks masjid ini terdiri dari ruang salat utama, ditambah halam­an tengah yang dapat me­­nampung ratusan jemaah sekaligus. Tata letak masjid me­ rujuk kepada bangunan Masjid Nabawi di Madinah. Sementara ruang salat ketiga sepanjang 150 meter bagian plafonnya dilapisi kayu berukir, dipadu dengan tiang kolom dari reruntuhan bangun­an kuil Romawi dan dari Gereja Maria di Antiok. Terlihat banyak kaca mozaik berlapis emas. Kabarnya, masjid ini mem­ punyai mozaik berlapis emas ter­ besar di dunia, dengan lebih dari 400 meter persegi mozaik. Masjid Umayya sudah be­ berapa kali mengalami renovasi

dan perbaikan karena kebakaran pada tahun 1069, 1401 dan 1893 M. Walau begitu, beberapa mozaik asli dari abad ke-8 masih dapat dilihat di sini. Tahun 1340 dan 1488 Khalifah Khalid bin Walid dan penerusnya me­ rekons­truksi menara di sebelah tenggara masjid yang disebut se­bagai Menara Isa Almasih. Percaya atau tidak, konon di menara inilah nanti Nabi Isa Almasih akan turun kembali ke dunia pada akhir zaman.

Makam Salahuddin dan Nabi Yahya Di dalam kompleks Masjid Umayya ini terdapat makam tokoh terkenal Islam, Salahuddin Al-Ayubi. Dia adalah pang­­­lima Islam dari Suku Kurdi yang dilahirkan di Takrit -saat ini masuk dalam wilayah Irak- tahun 1137. Tahun 1167, beliau ber­ sama pasukan perangnya mem­ bebas­kan Palestina dan Masjidil Aqsa dalam Perang Salib. Di dalam masjid ini juga ter­ dapat makam Nabi Yahya, putra Nabi Zakaria. Nabi Yahya oleh


PASPOR

umat Nasrani disebut sebagai John The Baptist. Tak heran, masjid ini tidak hanya ramai di­ kunjungi umat Islam tapi juga oleh umat Nasrani yang hendak berziarah. Jenazah Nabi Yahya kabarnya ditemukan di bawah reruntuhan gereja ketika proses pembangunan masjid ber­ langsung. Masjid ini juga menjadi saksi sejarah menyakitkan bagi umat Islam, ketika Khalifah Bani Umayyah di bawah pimpin­ an Yazid bin Muawiyyah me­ merintah­­kan untuk membunuh Imam Husein bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW di Karbala, Irak. Kepala Husein di­bawa ke Damaskus, kemudian di­pamer­ kan dalam peti kaca di masjid ini oleh Yazid. Tidak jauh dari Masjid Agung Umayya terdapat pasar yang

daerah tandus dan gersang namun suhu udara sangat dingin. Rumah-rumah terlihat semua­ nya berbentuk kubus, di­selingi menara-menara masjid yang men­julang. Kondisi itu dikarena­ kan Suriah merupakan negara sosialis yang menertibkan setiap bangun­an dengan bentuk dan cat bangunan yang sama. Akhirnya kami sampai juga di Gereja dan Biara Santo Sergius. Gereja ini dibangun tahun 325 M dan merupakan salah satu gereja tertua di dunia. Legenda setempat menceritakan bahwa Sergius atau Sarkis adalah se­ orang tentara Romawi yang di­ hukum mati karena memeluk agama Kristen dan menolak untuk membuat korban per­ sembah­an bagi Dewa Jupiter. Kerangka pintu kayu yang rendah, yang  membawa pe­ ngun­­­jung masuk ke bagian dalam biara, telah berusia lebih dari 2000 tahun. Namun bagian paling menarik dari gereja ini ada­lah ruang ibadah kecil yang ada di dalamnya, yang masih me­ miliki ciri-ciri kuil penyembah­an dewa yang dulu pernah ada di sini. Beberapa ikon-ikon indah di dalam ruang ibadah merupakan benda bersejarah yang berasal dari abad ke-17. Pengunjung

memanjang sekitar 600 meter, diberi nama Pasar Hamidiyyeh. Pasar yang memanjang seperti Pasar Baru di Jakarta ini di­ bangun oleh Sultan Abdul Hamid pada tahun 1863 M. Pasar ini tempat belanja masya­ rakat dari berbagai kalang­an, dan juga tempat turis men­ cari oleh-oleh. Berbagai macam barang kerajinan dan barang tra­disional dijual di pasar ini. Mulai dari sajadah tenun ala Suriah dijual  300 Lira (Rp 60 ribu), taplak meja 100 Lira (Rp 20 ribu), sarung bantal 50 Lira (Rp 10 ribu). Bahkan suvenir-suvenir kecil bisa didapat dengan harga Rp 20-100 ribu. Di Hamidiyyeh, jangan lupa mampir ke Bakdash Ice Cream, toko es krim yang ramai di­ kunjungi orang, karena me­nyaji­­ kan es krim dengan citarasa yang berbeda dari umumnya. Porsi­nya besar, bertabur kacang, di­padu dengan susu kambing. Unik­nya, es krim ini terlihat lengket dan padat.

yang datang tidak diperbolehkan me­ng­ambil gambar di tempat ini.   Di gereja dan biara ini­ lah,  bahasa Aramaic masih di­­­­­guna­­­­­­kan dengan aktif dan baik. Semua jemaat gereja dapat ber­bahasa Aramaic, dan hampir seluruh ibadah ge­reja dilaksanakan dalam bahasa itu. Konon jemaat gereja ini merupakan setengah dari seluruh populasi dunia yang dapat berbahasa Aramaic! Hmm, enam hari rasanya tidak cukup untuk menjelajah begitu banyaknya peninggalan ber­­sejarah di Damaskus. Saya sempat sedih karena tidak jadi ber­kunjung ke situs peninggal­ an Romawi di Bosra, 100 km selatan Damaskus. Saya cuma bisa berharap, mudah-mudahan suatu saat ada yang meng­ undang saya kembali ke sana….

Gereja & Biara Santo Sergius, Maalula Hari terakhir menjelang ke­ pulang­an ke Indonesia, saya me­­­­nyempat­­kan berkunjung ke Desa Maalula. Desa ini pen­­­duduk­nya mayoritas ber­ agama Katolik Yunani. Desa ini merupakan salah satu dari tiga desa di dunia yang masih meng­­­guna­kan bahasa Aramaic, bahasa yang dulu digunakan oleh Yesus Kristus dan memiliki kesama­an dengan bahasa Arab dan Ibrani. Bahasa Aramaic dulu pernah tersebar luas dan umum di­gunakan di Timur Tengah, dengan puncak penyebarannya sekitar tahun 500 SM. Sekarang Aramaic merupakan salah satu bahasa tertua yang masih di­ guna­­kan di dunia, meski jumlah peng­­gunanya makin menurun dan upaya-upaya pelestariannya tengah dilakukan. Perjalanan dari Damaskus ke Maalula sekitar 1 jam meng­ guna­kan mobiil. Sepanjang per­ jalanan, kami hanya melihat

Damaskus, Syam, Lira Damaskus merupakan ibukota Suriah atau Syria, yang di zaman dulu dikenal juga sebagai Negeri Syam. Penduduk Suriah sekitar 22 juta jiwa dengan berbagai etnis suku bangsa: Arab, Kurdi, Armenia dan Sarkas. Damaskus, yang punya julukan City of Jasmine, mempunyai populasi sekitar 1,7 juta jiwa. Masyarakat Suriah terkenal dengan keramahannya, dan menganggap diri mereka berbeda dengan bangsa Arab lainnya. Sayang, mereka sangat minim berbahasa Inggris, sehingga saya mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Dalam berpakaian, seperti pada umumnya negara Timur Tengah, banyak perempuan Suriah menggunakan jubah hitam ketika berada di luar rumah. Tapi sebagai negara sekuler, Suriah membebaskan para perempuan menggunakan pakaian yang sewajarnya tanpa meninggalkan kesopanan. Mata uang Syria adalah Syrian Pound atau Lira. Tidak mudah menemukan money changer di sini. Lebih baik bawalah dolar Amerika atau Euro dan tukarkan saat transit di Dubai atau Doha (Qatar).

edisi awal tahun 2011, Liburan 51


CITY CHRONICLES

Top 5

kairo

Kota ini memadukan past and present, timur dan barat, serta debu gurun dan kemeriahan

pasar souq.

T

anpa bermaksud melebih-lebihkan, Kairo memang punya banyak hal untuk semua orang. Dalam satu hari, kita dapat melihat tempat-tempat bersejarah dengan monumen-monumen zaman Firaun yang megah menjulang. Di hari berikutnya, kita dapat menginap di bawah bintang di Gurun Sahara. Di hari lain, naik pesawat domestik, dan dalam waktu satu jam kita sudah siap untuk diving di jernihnya air Laut Merah. Kairo memiliki penduduk 18 juta orang, dengan 2 juta lainnya keluar masuk kota untuk bekerja. Sekitar 90 persen penduduk Kairo adalah Muslim, sisanya Kristen Koptik. Orang Mesir mempunyai keramahan yang alami, hangat, dan selalu siap memberikan bantuan. Sejarah Kairo bermula di era Kekaisaran Romawi, namun kota ini baru dibangun pada 969 Masehi. Saat ini Kairo menjadi pusat politik dan juga kota terbesar di dunia Arab. Untuk melihat Kairo seutuhnya, 5 tempat ini adalah prioritas utama untuk dikunjungi:

1. Piramid di Giza Tidak ada satu pun turis atau traveler yang akan melewatkan piramid di Giza. Tempat ini adalah salah satu keajaiban dunia, dan hingga sekarang para ilmuwan masih berdebat tentang bagaimana orang zaman dulu membuatnya. Sphinx yang berada di dekat piramid, adalah ikon Mesir lainnya. Tidak seperti piramid yang ‘dibangun’, Sphinx terbuat dari batu yang diukir. Kalau sebagian besar wisatawan lebih suka menikmati saat senja dengan beristirahat di kafe-kafe, pilihan yang jauh lebih baik adalah naik kuda menjelang matahari terbenam dengan piramid sebagai latar belakangnya. Luas dan terbukanya gurun pasir membuat kita bisa berkuda sambil menikmati angin. Benar-benar sebuah pengalaman penuh kebebasan. Klub Equestrian Internasional di dekat piramid memiliki kuda-kuda terlatih yang bagus untuk disewa.

2. The Egyptian Museum Kairo adalah harta karun artefak dan karya arsitektur kuno, dan semua koleksi di museum ini tak bisa dilihat hanya dalam sehari. Namun ada koleksi yang jangan sampai terlewat, yakni topeng emas Raja Tutankhamun, dan juga sarkofagus atau peti mati Sang Firaun, dengan ‘kafan’ penutupnya seberat 110 kilogram yang terbuat dari emas.

3. Citadel & Masjid Ali Pasha Tidak jauh dari Egyptian Museum terletak Citadel, benteng abad ke-12 yang mengagumkan, bangunan bergaya Ottoman dengan sebuah masjid yang terbuat dari batu pualam di dalamnya, yang dikenal sebagai masjid Mohamed Ali Pasha. Pengunjung wanita diharuskan untuk berbusana sopan, kalau tidak mesti memakai baju plastik hijau yang disediakan di sini . Citadel terletak di

52 Liburan, edisi awal tahun 2011

puncak Bukit Mokattam, dan dari sini kita dapat melihat pemandangan sekitar benteng ini. Masjid lain yang menarik dikunjungi adalah Masjid Al-Azhar dan Masjid Sayyidina al-Hussein, cucu Nabi Muhammad SAW. Masjid ini dianggap situs paling suci di Kairo.

4. Khan El Khalili Ke Kairo tak lengkap tanpa pergi ke Khan el Khalili, sebuah bazaar yang menjual hampir semuanya. Pastinya, banyak perangkap di sini bagi wisatawan. Tetapi jika kita pandai menawar, kita akan mendapatkan apa yang diinginkan. Ada banyak sekali kerudung berwarna-warni, shisha, perhiasan perak yang rumit, lampu kuningan, kaos turis murah, bahkan sekotak bumbu-bumbu dan teh. Tawarlah maksimal setengah dari harga yang pedagang berikan. Jangan takut untuk pergi menginggalkan si pedagang, karena kita bisa menemukan barang yang sama di toko lain.

5. Koptik Kairo Ini adalah kawasan Kristen Koptik, dan mempunyai peninggalan-peninggalan bersejarah yang penting, sebagian berumur setua ketika Santo Markus mengenalkan agama Kristen pertama kali ke Mesir. Ada sangat banyak gereja di sini, yang terbesar adalah Church of St. George, sementara yang tertua adalah Church of St. Sergius. Museum Koptik juga menampilkan koleksi-koleksi seni Koptik terbaik di dunia. • MENUJU KAIRO Etihad, penerbangan nasional Uni Emirat Arab, terbang dari Jakarta ke Kairo setiap hari dan menawarkan promo tiket terendah di hari tertenu. Cek di www.etihadairways.com. • MATA UANG Mata uang Mesir adalah Egyptian Pounds (EGP). Sebagian besar money changer hanya menerima dolar Amerika, Euro dan Poundsterling. 10 EGP = Rp 15. 800. • ZONA WAKTU Waktu Kairo adalah GMT+2, atau 5 jam lebih lambat dari Jakarta. • VISA Perlu visa untuk masuk Mesir. Visa berlaku untuk 3 bulan, biaya sekitar Rp 450.000. Kontak Kedubes Mesir, Jl. Teuku Umar 68, Jakarta Pusat, Tel. 021-3143440 • WAKTU TERBAIK BERKUNJUNG Cuaca terbaik dan paling nyaman adalah April-Mei dan September-Oktober. Musim dingin antara Desember-Februari, dengan suhu udara sampai 7 oC di malam hari. • EVENT TERDEKAT The International Nile Song Festival for Children, 27 Januari 2011, di Cairo International Conference Centre. Festival tahunan ini diikuti anak-anak usia 5-15 tahun dari 18 negara. Tahun 2008, penyanyi Indonesia Gita Gutawa meraih juara I di festival ini.


Pacoa Jara, pacuan kuda tradisi khas Sumbawa, dengan joki cilik berusia 5-7 tahun. Saksikan di Domu dan Bima pada bulan April dan Mei.

Barapan Kebo, karapan kerbau yang menjadi tradisi Suku Samawa di Sumbawa Barat untuk menyambut musim hujan, sekaligus memulai musim tanam padi.

Jelajahi keunikan Taman Nasional Gunung Rinjani dan taklukkan puncaknya yang menjulang setinggi 3.726 meter.

ADDRESS: Jl. Dahlia No.1B Pelembak, Ampenan - Lombok. Indonesia T. +62 370 621717 F. +62 370 621718 E. lomboksumbawa@kinimail.com www.lomboksumbawa.com

Kunjungi Sekotong di Lombok Barat, nikmati keindahan pantai pasir putih dan bawah laut Gili Sudak, Gili Tangkong dan Gili Nanggu.


rindu

ADVENTURE

Menyemai di puncak Rinjani

Rasawulan S. Widuri rsw_iya@yahoo.com *) Rasawulan S. Widuri adalah seorang penikmat alam dan menjadi anggota tim Panda (Pendaki Honda) serta Komunitas Jejak.

A

khirnnya saya men­ jejakkan kaki juga di Desa Selong, Lombok Timur, pukul 10 malam, dan langsung me­­ng­inap di wisma haji di desa ini. Saya perlu istirahat malam ini, setelah menempuh perjalanan darat dari Jakarta selama 2 hari 2 malam yang melelahkan ber­ sama rombongan satu bus. Ya, saya dan rombongan dari Komunitas Jejak sampai di desa ini karena kami akan men­ daki Gunung Rinjani, gunung ke­bangga­an Pulau Lombok. Menurut rencana, rombongan kami akan mendaki Rinjani me­ lalui jalur Sembalun dari timur, lalu pulangnya akan me­lalui jalur Senaru di sisi utara. Pendakian Rinjani ini di­ maju­­kan dari rencana semula di akhir tahun 2010 menjadi

54 Liburan, edisi awal tahun 2011

Perjalanan yang panjang melelahkan, terbayar tuntas setelah melewati jalur penyesalan dan penyiksaan. se­sudah Idul Fitri, sehingga per­ siap­an yang saya lakukan pun sangat seadanya. Bahkan karena ter­­bentur puasa Ramadan, agen­da saya untuk lari pagi rutin se­­­belum pendakian pun tidak dapat terlaksana. Namun tekad saya untuk menaklukkan Rinjani sudah bulat. Pagi hari, kami melakukan cek ulang untuk semua per­ bekal­an yang harus dibawa se­ lama pendakian. Kami masih mem­punyai waktu beberapa jam, jadi kami gunakan untuk mem­beli perlengkapan tambah­ an terutama bahan makanan di pasar terdekat. Alangkah ter­­kejut­nya saya karena harga makan­­an di Lombok menurut saya sangat mahal! Saya pun ber­­pikir, jika nanti saya kembali men­­daki Rinjani, untuk makanan men­tah lebih baik saya membeli di Jakarta. Pukul 9 pagi, kami mulai ber­­kumpul dan berdoa semoga perjalanan kami kali ini berjalan lancar. Rombongan kami dibantu

klub pencinta alam dari Lombok Timur yaitu ORPLAS sebagai pe­ mandu lokal. Total jumlah pen­ daki sekarang menjadi 50 orang termasuk dua anak balita. Kami meluncur mengguna­ kan elf sewaan ke Desa Bawak Enau yang berada di ketinggian 1.156 mdpl (mdpl = meter di atas permukaan laut). Jalur ke desa ini memotong jalur utama dari Desa Sembalun dan menghemat waktu 2-3 jam. Lumayan kan? Ada lagi hal yang menarik jika kita mendaki Rinjani. Di sini mudah sekali ditemukan porter yang benar-benar profesional. Mungkin karena jalur pendakian ini selalu ramai dan banyak diminati oleh pendaki lokal maupun mancanegara. Tarif untuk satu porter per hari ada­lah Rp 200.000. Menurut saya harga ini sesuai dengan pekerja­an yang dilakukan porter dari mulai membawa keril, memasang tenda, memasak, sampai mengambil air. Bagi yang merasa kurang fit secara

fisik, porter adalah alternatif untuk meringankan beban per­ lengkapan kita. Sampai di Bawak Enau, usai salat zuhur, kami melanjutkan per­jalanan melalui jalur padang savana. Perjalanan di siang hari dan cuaca yang sangat terik mem­buat saya dan temanteman cepat merasa kelelah­ an. Fase tiga jam pertama pen­ daki­­an ini adalah fase adaptasi dengan alam di mana kita akan me­rasa haus dan lelah. Biasanya saya me­nyebutnya sebagai per­­ tarung­an fisik karena fase be­

rikut­­nya adalah fase bertarung dengan mental kita sendiri. Di setiap bukit yang dilewati saya me­rasa semakin lelah. Apalagi jika melihat masih adanya bukit di depan kita. Walhasil se­panjang perjalanan itu saya meng­habiskan air minum hampir 2 liter. Untungnya semua itu ter­ bayar dengan pemandangan Pulau Lombok yang terhampar be­gitu indah. Setelah melewati Pos 1 Pemantauan (1.300 mdpl) dan Pos 2 Tengengean (1.500 mdpl), tiba­lah saya di Pos 3 Padabalong


ADVENTURE di ketinggian 1.800 mdpl. Pos ini menjadi camp pertama kami. Total waktu yang kami habiskan sekitar 5 jam dari Bawak Enau tadi. Kami memasang tenda di sekitar batu cadas yang besar. Udara malam yang dingin mem­ buat saya dan teman-teman ingin segera beristirahat setelah me­­nyantap hidangan makan malam wajib yaitu nasi dan mi instan. Pos ini cukup luas se­ hingga kami dapat mendirikan tenda sekitar 12 buah dan ter­ dapat sumber mata air yang cukup. Pagi hari, kami melanjutkan per­jalanan menuju tujuan Pos Plawangan. Jalur yang dilalui masih sama seperti kemarin, be­rupa padang savana yang sangat panjang. Sekitar delapan bukit harus kami lalui untuk mencapai tujuan. Dan salah satu yang kurang menyenangkan pada saat men­daki di siang hari adalah betapa jauh dan tinggi­ nya jarak yang harus ditempuh. Namun hari kedua ini saya isi dengan ber­jalan santai sambil

Menikmati matahari ter­ benam me­rupa­kan momen yang harus diabadi­kan. Maka pada saat matahari mulai ter­benam, kami langsung berfoto bersama. Tampak siluet kuning jingga jauh di sana. Untunglah cuaca hari itu cukup cerah sehingga pemandangan ini bisa di­abadi­ kan. Namun jangan lupa untuk mengena­kan jaket yang tebal karena suhu udara di Plawangan bisa mencapai 0 derajat Celsius di malam hari. Setelah briefing sebentar, kami harus menyiapkan stamina untuk pendakian ke puncak Rinjani. Saya berdoa mudahmudahan saya dapat me­nakluk­ kan mental saya. Setelah makan malam, kami langsung tidur. Sekitar pukul 1 dini hari, kami sudah mulai bersiap-siap me­ mulai pendakian utama. Kami hanya mem­bawa perlengkapan yang sangat penting dalam satu daypack. Medan akan berat, se­ hingga beban yang dibawa harus di­minimal­isasi. Satu hal penting, setiap orang wajib membawa air

bercanda dengan teman-teman. Saya ber­kelakar kalau ini me­ rupa­kan ’wisata pendakian’ se­ hingga saya tidak perlu ngoyo. Meng­hemat energi adalah hal yang paling penting. Sore hari saya sudah mulai memasuki Pos Plawangan. Kabut yang mulai turun membuat jarak pandang hanya sekitar 3 meter dan membuat saya harus ekstra hati-hati karena berada di sisi jurang yang dalam. Pos Plawangan lebih luas dari pos sebelumnya dan jika tidak ada kabut kita dapat melihat Danau Sagara Anak yang terbentang luas. Namun menurut informasi pen­duduk sekitar, di sini masih banyak terdapat hewan se­ hingga di­saran­kan untuk tidak meninggalkan makanan sem­ barang­an. Kondisi yang meng­ kha­watir­­kan pada saat saya ke sini adalah banyak­nya sampah ber­serakan. Mudah-mudahan para pendaki me­nya­dari akan hal ini.

minum minimal 1,5 liter untuk meng­antisipasi mengalami ke­ haus­­an di tengah perjalanan se­ perti yang pernah saya alami di pendakian Gunung Semeru.

Mendaki ke-100 Kali Pukul 2 dini hari, rombongan kami mulai melakukan pen­daki­ an. Rute yang kami lewati per­ tama kali adalah hutan berbatubatu, lalu jalur pasir yang sangat membutuhkan kesabaran ekstra untuk men­­jalaninya. Hampir di setiap saya me­­­langkah sebanyak dua langkah, saya harus mundur lagi satu langkah. Inilah yang me­nyita waktu saya dan temanteman. Selanjutnya adalah jalur kerikil di se­panjang tepian jurang. Jalur ke puncak Rinjani ini mirip dengan jalur ke puncak Semeru hanya waktu yang di­ perlu­­kan tiga kali lipat lebih banyak. Di tengah perjalanan kami menemui satu jalur trek yang datar dan disebut sebagai ’jalur bonus’ karena setelah

itu medan pen­daki­an semakin berat. Jalur yang semakin terjal se­ makin saya rasakan, sehingga saya menyiasatinya dengan me­­ngunyah cokelat sebanyak mungkin. Dan ternyata hal ini sangat mem­­bantu. Untunglah salah satu anggota ORPLAS, Mang Achin, menemani saya se­lama perjalanan. Pendakian ke puncak Rinjani kali ini merupa­kan yang ke-100 kali­nya bagi beliau. Hebat sekali. Mang Achin sudah menjalani profesi se­bagai pemandu sejak 10 tahun yang lalu. Tak heran, saya lihat stamina beliau sangat kuat. Saya sempat putus asa di jalur ter­­akhir yang sangatlah terjal. Namun Mang Achin berkata bahwa semua rasa lelah ini akan terbayar apabila saya telah sampai di puncak. Dan dengan melangkah satu demi satu, saya meneruskan pendakian dan berkata bahwa saya pasti bisa men­capai puncak Rinjani. Sekitar pukul 5 pagi, se­ bagian teman saya sudah berada di puncak. Melihat lampu me­ nyala di atas, membuat saya se­makin bersemangat untuk segera men­capai ke puncak. Satu siluet matahari terbit sempat saya abadikan meng­ guna­­kan kamera poket yang saya simpan di daypack. Akhirnya tepat pukul 6.30 pagi, saya mencapai puncak Rinjani di ketinggian 3.726 mdpl. Masya Allah, pemandangan yang terbentang di depan mata saya amat mengagumkan! Saya dapat memandang Danau Sagara Anak yang membentang luas. Dari salah satu view terlihat pula pulau Gili Trawangan dan Pulau Bali dengan jelas. Semua rasa lelah saya ter­bayar seketika. Setelah puas memandang dan ber­diri di puncak Rinjani, serta tidak lupa meng­abadi­kan­ nya dengan beragam gaya, kami pun bergerak pulang. Sebab ter­nyata semakin lama kami berdiri, suhu udara semakin dingin meskipun cuaca se­makin panas. Aneh kan? Tapi itulah yang terjadi di sini. Perjalanan pulang menuju Pos Plawangan kami lakukan dengan sedikit ter­gesa karena cuaca yang mulai tidak ber­ sahabat. Sepanjang perjalan ini kami melihat hamparan Danau Sagara Anak yang begitu indah di bawah kami. Setelah tiba di Plawangan, kami bergegas me­ lanjut­­­kan perjalanan menuju

Danau Sagara Anak. Hujan yang cukup deras dan jalur turun me­lalui batu yang terjal mem­ buat kami menghabiskan waktu se­kitar 5 jam untuk mencapai danau. Malam setelah pendaki­ an, saya langsung ber­istirahat.

Jalur Penyesalan vs Penyiksaan Kami akan menghabiskan waktu satu se­tengah hari di Danau Sagara Anak yang ber­ ada di ketinggian 2.010 mdpl ini. Jadi esok harinya kami habis­kan dengan memancing di danau. Hanya dengan meng­guna­­kan umpan roti, kami bisa me­ mancing ikan berplastik-plastik. Bah­­kan menurut penduduk, jika sedang musim hujan, ikan-ikan tersebut ter­dam­par di sisi danau. Walhasil, hari itu menu utama kami adalah ikan goreng dan ikan bakar. Tak lupa pula kami berendam di air terjun hangat yang merupakan kegiatan wajib bagi pendaki Rinjani. Esok­nya kami akan melakukan per­jalan­ an pulang me­lalui jalur Senaru. Sebelum pulang kami me­­­nyanyi­ kan lagu Lombok I Love You milik Amtenar, salah satu band lokal Lombok. Terasa sekali ke­­ bersamaan kami. Kami mulai mengitari Danau Sagara Anak lalu memasuki hutan terjal be­batu­an. Kami harus melewati bukit batu cadas untuk mencapai puncak Senaru. Para pendaki menyebut jalur ini sebagai ’jalur penyesalan’ sedang­­kan jalur Sembalun se­ bagai ’jalur penyiksaan’. Hal ini dikarekan berbedanya trek yang harus dilalui. Tepat pukul 12 siang setelah men­daki serta menggunakan tambang untuk menaiki tebing, kami tiba di Puncak Desa Senaru 2.641 mdpl. Dari sini kami dapat me­lihat Danau Sagara Anak yang warna­nya hijau ke­biruan serta Anak Gunung Baru Jari yang merupakan hasil letusan di tahun 2009. Para pendaki manca­negara memilih meng­ abadi­kan momen di puncak ini jika pergi melalui jalur Senaru.

Tempat ini dijadikan pula camp apa­­bila berangkat dari Desa Senaru. Perjalanan turun merupakan per­jalan­an panjang dengan jalur tanah merah. Hujan membuat tanah licin dan kami harus ekstra hati-hati. Selanjutnya kami mulai memasuki hutan tropis se­lama 4 jam perjalanan. Namun hujan tidak menyurutkan langkah kami untuk segera menuju pintu gerbang. Tepat pukul 5 sore kami telah sampai di pintu gerbang Senaru yang langsung kami rayakan dengan meminum softdrink dingin di satu warung di pintu masuk. Hmm, rasanya semua lelah sudah selesai. Seperti­nya, saya akan segera merasa rindu untuk kembali ke Rinjani lagi...

Tips Pendakian Rinjani 1. Bawa perlengkapan ke­ lompok dan pri­badi se­cukup­­ nya, terutama per­leng­kap­­an mendaki/camping, jaket tebal, serta sepatu kets/hiking. 2. Jika stamina tidak cukup kuat, sewa porter untuk mem­bawa barang bawa­an, kecuali air minum harus dibawa sen­diri untuk antisipasi kehausan di per­jalanan. 3. Bawa sunblock untuk men­ cegah kulit terbakar matahari, yang biasanya ter­jadi setelah pendakian ke puncak Rinjani. 4. Persiapkan mental dan stamina sebaik mungkin. 5. Pilih rute perjalanan yang sesuai dengan stamina kita, jika perlu dapat men­cari melalui internet. 6. Tarif porter untuk pendaki lokal adalah sama dan harganya memang sesuai. 7. Rute perjalanan wisata di Lombok adalah pendakian terlebih dahulu baru di­ lanjutkan wisata pantai dan belanja di Lombok.

edisi awal tahun 2011, Liburan 55


events InterContinental Bali Sabet Emas Tahun 2010 merupakan tahun yang membahagiakan InterContinental Bali Resort, karena berhasil menyabet penghargaan emas Tri Hita Karana Tourism Awards. Ajang ini memilih hotel, resor dan vila yang masih membudayakan nilai-nilai sosial dan spiritual Tri Hita Karana. Filosofi Hindu Bali ini perwujudan dari keyakinan bahwa kesejahteraan fisik dan rohani bisa dicapai melalui keharmonisan antara manusia, lingkungan, dan Tuhan YME. InterContinental dinilai berhasil mempertahankan hubungan harmonis itu. Dalam perayaan-perayaan penting Hindu, misalnya, InterContinental Bali Resort turut memperingatinya. InterContinental juga dianggap mampu mempertahankan tingkat integritas bisnis tertinggi di dunia perhotelan.

Wonderful Indonesia Kejar 7,7 Juta Wisman Mulai 1 Januari 2011, Indonesia punya branding wisata baru,  Wonderful Indonesia. “Kata wonderful dipilih karena dianggap paling mewakili Indonesia,” ujar Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Ir. Jero Wacik. Wonderful Indonesia  itu dijabarkan lagi menjadi Wonderful Nature, Wonderful Culture, Wonderful Food, Wonderful People  dan  Wonderful Value for Money. Sejalan dengan branding baru ini, pemerintah juga menargetkan kunjungan 7,7 juta wisatawan mancanegara tahun ini, naik 10 persen dari target tahun lalu, yakni 7 juta wisman.

Hard Rock Bali Gelar ROCK N’ RUN Ke-10

Gran Melia Jakarta mengawali tahun baru dengan membuka restoran Jepang baru bernama YOSHI IZAKAYA, 11 Januari lalu. Acara pembukaan yang dihadiri 400 undangan itu diresmikan dengan pemotongan pita, dilanjutkan peragaan busana oleh KENZO dan Glow Living Beauty. Para tamu lalu menikmati hidangan seperti robatayaki, sushi dan sashimi, shabu-shabu, teppanyaki, rempura dan sukiyaki, yang disiapkan Chef Ito Tomoaki dan timnya. Selain menyajikan masakan Jepang otentik, IZAKAYA juga mempunyai Sake Bar, tempat untuk melepas lelah sepulang dari kerja dengan menikmati berbagai minuman dan makanan kecil sebelum makan malam.

INTI Pergelarkan Wayang Kulit Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) 22 Desember lalu mem­­pergelar­kan pertunjukan wayang kulit di Resto Raja Kuring, Jakarta Utara. Cerita yang diangkat adalah fragmen dilema Dewi Kunti men­jelang perang Baratayudha. Tanggal 22 Desember dipilih karena bertepatan dengan Hari Ibu dalam sejarah Indonesia dan Hari Raya Dong Zhi, saat di mana China mengalami waktu terdingin dalam siklus tahunan. Masyarakat di sana menggunakannya sebagai saat untuk berkumpul bersama keluarga sambil menikmati hidangan hangat. Yang menarik, dalang pertunjukan ini adalah seorang keturunan Tionghoa, Tee Thiam Hauw. Undangan yang hadir tak hanya kalangan Tionghoa tetapi dari berbagai latar belakang etnis dan agama. Ignatius Ferry

Gran Opening YOSHI IZAKAYA

Rock N’ Run merupakan event sosial tahunan yang diadakan oleh Hard Rock Hotel Bali, sebagai perwujudan motto Take Time To Be Kind. Lebih dari 350 orang Indonesia, Australia, Jepang, dan New Zealand berpartisipasi dalam lomba lari ini, dan 450 orang lainnya memberikan sumbangan. Hasil sumbangan yang terkumpul diberikan kepada Rotary Club of Bali - Seminyak untuk membantu Yayasan Rumah Senyum yang bergerak membantu operasi anak-anak berbibir sumbing. Sponsor acara ini selain Hard Rock Group (hotel, kafe, radio) juga dari banyak hotel, resor, resto, kafe, dan berbagai kalangan yang peduli di Bali.

Swiss-Belhotel Raih Hotel Favorit Jaringan hotel Swiss-Belhotel Internasional meraih penghargaan sebagai Hotel Bintang 4 Terfavorit pilihan konsumen, dalam ajang Indonesia Tourism Award yang diadakan Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata 2010 lalu. Hasil itu didapat dari survei untuk mencari indeks kepuasan konsumen dan rekomendasi mereka terhadap hotel-hotel. Penghargaan itu diterima oleh Emmanuel Guillard, Senior Vice President, Operations and Development of Swiss-Belhotel International Indonesia & Malaysia.

56 Liburan, edisi awal tahun 2011


SUBSCRIBE PILIHAN BERLANGGANAN:

6 edisi

Rp 97.000 (Wilayah Jakarta)

jab

ode

gra tabek ong tis ko

12 edisi

Rp 194.000 (Wilayah Jakarta)

kirim s

MULAI EDISI: ....................................... BERLANGGANAN MELALUI: ❑ FAX ❑ PAMERAN ..................

Nama

Untuk pengiriman di luar kota dikenakan biaya tambahan Rp 25.000/edisi

Tanggal Lahir Jenis Kelamin

- Harga langganan di atas sudah langsung men­dapat diskon 15% dari harga normal. - Bonus langsung 1 tiket Snowbay senilai Rp 120.000 - Diskon untuk pembelian tiket Snowbay berikutnya menjadi Rp 50.000

c

Alamat

E-mail

Transfer biaya langganan ke: C/O PRISTA TEHNOLOGI INDONESIA - BCA CABANG KALIMALANG A/C NO: 230 300 4700

c

Pekerjaan No. Tlp/Hp

Kirim atau fax bukti transfer beserta formulir berlangganan ke: langganan@pristamedia.com, FAX: +62 21 8690 5677

g

Majalah dikirim ke alamat

Info lebih lanjut hubungi: GITHA +62 857 1429 6216 / +62 21 8636 0376

PRISTA MEDIA - RUKO PERMATA 7E, Jl. Curug Raya Kalimalang, JAKARTA, Telp. +62 21 8636 0376, Fax. +62 21 8690 5677

! z n o rat

g

10 pelanggan Majalah Liburan yang beruntung mendapatkan @2 Voucher Seaworld Kadiono – 0813 17362xxx Juklie – 0816 1194xxx Helen – 0815 8210xxx

! z n o rat

Abhi Saputra – 0856 115xxx

Edi Siregar – 0816 4814 xxx

Dadan Priambodo – 0811 136 xxx

Rismawati Mangunsong – 0812 9563xxx

Virgina Papuko - 0838 96029xxx

Ellen Eliawaty – 021 5855xxx

Adi Lazuardi – 0817 6483xxx

Bagi pelanggan yang beruntung, untuk info lebih lanjut mengenai hadiah dapat menghubungi Githa di (021) 8636 0376 atau 0857. 14296216

*Syarat dan ketentuan berlaku

Formulir Undian Pengunjung

PAMERAN WISATA RELIGI INDONESIA

PAMERAN WISATA

RELIGI INDONESIA NAMA : ................................................................................................................. Indonesia Pilgrimage Travel Fair Kartika Expo Centre, 21-23 January 2011 JENIS KELAMIN : A. PRIA B. WANITA TGL LAHIR : ........................................................................................................................................................ NO KTP/SIM : ........................................................................................................................................................ ALAMAT : ........................................................................................................................................................ TELEPON/HP : ........................................................................................................................................................ EMAIL : ........................................................................................................................................................ PEKERJAAN : ........................................................................................................................................................ APAKAH ANDA PERNAH MEMBACA MAJALAH LIBURAN: A. YA B. TIDAK APAKAH ARTI LIBURAN UNTUK ANDA: ....................................................................................................................... ...................................................................................................................................................................................... SEBUTKAN TEMPAT LIBURAN FAVORIT: ...................................................................................................................... ......................................................................................................................................................................................

Note: 1. Isilah lengkap formulir undian ini dan masukkan ke kotak di booth Majalah Liburan (lokasi terlampir di map) 2. Pemenang undian akan diumumkan pada edisi selanjutnya. Pemenang akan dihubungi via telepon 3. Untuk informasi lebih lanjut hubungi GITHA +62 857 1429 6216 / +62 21 8636 0376


reading point HOTEL Acacia Hotel, Jakarta Arion Swiss-Belhotel Bandung Aston Marina, Jakarta Aston Rasuna, Jakarta Aston Braga, Bandung Aston Pasteur, Bandung Balista , Jakarta Ciputra Hotel Jakarta Grand Swiss-Belhotel Medan Gumilang Regency, Bandung Harmony Hotel, Bali Harrads Hotel, Bali Le Grandeur Hotel Mercure Convention Centre, Jakarta Palais Dago, Bandung Sparks Hotel, Jakarta AIRPORT LOUNGES JW Lounge Bandara SoekarnoHatta JW Lounge Bandara Hang Nadin, Batam JW Lounge Bandara Ngurah Rai, Denpasar JW Lounge Bandara Polonia, Medan Ferry International Batam Center Point TRAVEL AGENT Air Asia Tour Anta Tour Bayu Buana Tour Jakarta BRL Express Tour Dwidaya Tour Jakarta Genta Tour Jakarta Hawai Tour Hira Tour Jakarta Kharisma Tour Mei Wisata Mutiara Holiday Perdana Express Prima Tour Smailing Tour Suhaica Wisata Tower Tour and Travel Trophy Tour STARBUCKS COFFEE Bali Discovery Mall Bandung Indah Plaza Bandung Supermall Botany Square, Bogor Cambrigde City Square, Medan Cibubur Junction Cilandak Town Square, GF Citraland, UG Ciwalk, Bandung Debenhams Karawaci, LG Discovery Mall, Bali Dunia Fantasi Ancol Emporium Pluit, GF Formule 1 FX Lifestyle X’nter Galaxy, Surabaya Graha Niaga Sudirman Grand Indonesia 1, GF Grand Indonesia 2, GF Hard Rock Cafe, Bali Jakarta Stock Exchange 2nd Tower, GF Kamome Supermarket Melawai Kemang Square Kemang Village La Piazza Legian, Bali Mal Artha Gading, GF Mal Kelapa Gading, 1st fl Mall Puri Indah Mall Taman Anggrek, GF Margo City Depok Medan Cambridge City Metropolitan Mall Bekasi Nusa Dua, Bali Oakwood Residences, GF Pacific Place, 4th fl Pakuwon, Surabaya Paris Van Java, Bandung Pasaraya Grande, GF Plaza Ambarukmo,Yogyakarta, GF Plaza Indonesia, 1st fl Plaza Indonesia-EX, 2nd fl Plaza Kampung Kemang Plaza Semanggi, GF Plaza Senayan, GF Plaza Senayan, Kinokuniya 4th fl Pluit Junction, GF Pluit Village, 1st fl Pondok Indah Mal 2 Pondok Indah Mal, GF Sampoerna Strategic Building Senayan City, 2nd fl Senayan City, GF Setiabudi, 1st Fl Skyline Menara Cakrawala Summarecon Serpong Sun Plaza, Medan Surabaya Town Square Teras Kota, BSD, GF TIS Square Tebet Tunjungan Plaza 3, Surabaya Tunjungan Plaza 4, Surabaya Wisma BNI 46 Wisma GKBI Wisma Metropolitan Building, GF Wisma Mulia, Citywalk Building UG COFFEE BEAN & TEA LEAF Bandung Super Mall (BSM) Benton Junction, Tangerang Blok M Plaza Discovery Mall Bali Galaxy Mall 2, Surabaya Grand Indonesia Grand Indonesia 3A Kuta Square Shopping Complex, Bali Makassar Trans Square Makassar Trans Studio Mal Taman Anggrek Mall Kelapa Gading Mid Plaza Building 1 Pacific Place Pondok Indah Mal, Metro Plaza Indonesia Entertainment X’nter

Plaza Indonesia Shopping Center Plaza Kemang 88 Plaza Senayan Mall Plaza Tunjungan III Shopping Center Pluit Junction Pondok Indah Mall 2 Royal Taruma Hospital Senayan City Serpong Mall Sudirman Plaza Tebet Indraya Square (TIS) Town Square Cilandak Trans TV Building Wisma GKBI Wisma Mulia, Citywalk Building SOUR SALLY Bandung Supermal, GF Central Park, LG Discovery Shopping Mal Emporium Pluit Mal, 4th fl FX Lifestyle X’nter, 4th FX Lifestyle X’nter, Upper GF Galaxy Mal 3rd fl, Surabaya Grand Indonesia, LG Istana Plaza, Bandung La Codefin, GF La Piazza, GF Mal Bali Galeria, 1st fl Mal Puri Indah, GF Mal Taman Anggrek, 3rd fl Pacific Place, LG Paris Van Java, Bandung Pejaten Village, GF Plaza Indonesia, LG Plaza Semanggi, 1st fl Senayan City, LG Summarecon Mal Serpong Supermal Karawaci, LG Supermal Pakuwon, Surabaya, LG Tunjungan Plaza 3, 3rd fl, Surabaya GRAND INDONESIA Aroma Pondok Sunda Beppu Black Steer Blitz Megaplex Cafe d Excelso Cafe O La La Chopstix Coffee World Dansei Caffe Fish Therapy Gelare Gelato Bar Jittlada Jun Njan Seafood Kenny Rogers Roasters Kiyadon Krispy Kreme Macau Che Jian My Hanoi House NYDC Pasta de Waraku Pepper Lunch Secret Recipe Sega Fredo Sumpit Sushi Groove Sushi Tei Takigawa World Wind Suki Y&Y PONDOK INDAH MALL I American Grill Beppu Menkan Chopstix Dim Sum Lamian Hanamasa Jco Donuts Kafe Regal Outback Steak House Platinum Pronto Red Bean Regal Coffee Sapo Oriental Secret Recipe Spaghetty House Thai & I PONDOK INDAH MALL 2 Bakerzin Bistro Deliferance Cartel Cafe Cinnzeo Death By Chocolate Din Tai Fung Duck King Fish N Co Gelare Gelatissimo Hanei Heavenly Blush Jittlada Kenny Rogers Roasters Krispy Kreme NYDC Pasta De Waraku Pasta Matrix PHO 2000 Red Tomato Regal Coffee Seoul Garden Shabu Tei Sushi Groove Takigawa PLAZA SEMANGGI Bricks Kitchen and Lounge Liv Loving Hut Malay Village Nathan Coffee Red Bean Shabu Tei The Buffet PLAZA SENAYAN & ARCADIA Bakerzin Black Cat Jazz Supper Club Cafe O La la Canton Bay Noodle Place & BBQ Chatter Box, Sogo Lt. 5 Coffee Club

58 Liburan, edisi awal tahun 2011

Crystal Jade Dallas Road House Din Tai Fung Haagen Dazs Hacienda, Arcadia Kafe Victoria Lu Vaze MOS Burger Nanini Grill Paxi Barbershop Regal Cafe Rustique Sate Khas Senayan Express Shasbu Bistro Tator Cafe Tony & Guy Vin + Yogurt Farm PLAZA INDONESIA & EX Bakerzin Beppu Menkan California Pizza Kitchen Chatter Box Chosptix Cinnamon & Coffee Courtyard Dairy Queen Cafe de Excelso Dome En Japanese Restaurant Fat Burger Fazio Fish N Co Gelare Gloria Jean’s Coffee Hard Rock Cafe Honeymoon Dessert Katsu Sei Kenny Rogers Roasters Krispy Kreme Kuppa Thai Resto La Moda Cafe Le Privee Cafe Lu Vaze Marmalade Pantry Miitem Pancious Papparazi Pattiserie Franc Penang Palace Pepper Lunch Pizza Boutique Pizza E Birra Red Tomato Saint Cinammon Sandwich Time Sausage World Secret Recipe Shabu Shabu House Soup Restaurant Spincity Bowling The Burger Spot Tony & Guy Trattoria Yakun Kaya Toast SENAYAN CITY Abs Store Aroma Pondok Sunda Avenue Pizza & Soho Music Cafe Brew House Burger King Cafe de Excelso Cafe O La La Chewy Junior Coffee King Cold Stone Dairy Queen D’Glam En Japanese Dining Bar Foodism Gelato Bar Han Gang Head Quarter Hot Shots Kenko Kiddy Cuts Kiyadon Ming Village Mr. Puff Ootoya Pho 2000 Pizza Marzano Pom pom Frites Raja’s Secret Recipe Shabu Shabu House Sing Sing Ramen Spageddies Strip Waxing Sushi Tei Takigawa Takemori Tator Thai Express The Duck King Urban Kitchen X KTV Zhuma CILANDAK TOWN SQUARE Amadeus Avenue Pizza & Soho Music Cafe Bakerzin Bistro Delli Brew N Co Cafe de Excelso Chatter Box Chopstix D Palace Dixie Easy Dining Dome Double Decker Fish N Co Frankfurter Gloria Jean’s Izzi Pizza Kafe Pisa Kafe Regal Kopi Luwak Mangkok Putih Mister Bean SCORE! Jakarta FX LIFESTYLE X’NTER Alessi Kafe Amadeus

Anantha Wellness Centre Bistro Deliferance Bloeming Blue Elephant Cafe Cartels Calli Delli Coffee & Cake Coffee World Cold Stone Cosi Cupcakes De Cruise Dome Farmers Market Foodism FX Music Indochine Jollytime Popcorn Kopi Luwak Mangkok Putih Minus 2 Mother’s Cook Only 1 Panini House Pizza Marzanno Plastic Culture PlayLand Red Duck Sega Fredo Societie Talisa Family Massage The Muffin House Zhuma MAL KELAPA GADING 1, 2, 3, 5 & LA PIAZZA Ali Baba Steak American Grill Bakerzin Barrels Bengawan Solo Cafe de Excelso Charmy Taiwan Noodles Chatter Box, La Piazza Cinnzeo Coffee Corner Cold Stone Cuppa Coffee Dante Coffee Eleventh Hour Fiesta Steak Glosis Golden Jade Haagen Dazs Happy Kitchen Harmonies Barrack Honeymoon Dessert Komachi Kopi Luwak La Porchetta La Terazza Lite ’n Sassy Loy Kee My Hanoi House Nav Karaoke Obagi Pancious Platinum Premium Bean Raacha Secret Recipe Sushi Groove Sushi Tei Tamani Cafe Tea Gallery The Duck King Tony and Guy Wendy’s Win Lab MAL OF INDONESIA Bakoel Desa Bengawan Solo Coffee Bread Papa Charmant Health & Beauty Chewy Junior Hunan Home Ichiban Sushi Iki Kuwi Jun Njan King Chef Meji Mejiku Red Shark Ta Yang Suki Tutti Frutti MAL TAMAN ANGGREK Ah Tuan Ee’s Ajisen Ramen American Grill Beppu Menkan Cafe de Excelso Cafe Gayo Cafe O Lala Celebritz Dian Xiaoer Deliferance Bistro Fiesta Steak Fish N Co Glosis Head Quarters Honeymoon Dessert Imperial Cake Johan Dessert and Cake Jose Alexandre Kiyadon Le Brazze Salon Little Penang Lu Vaze Noodles Cafe Pasta De Waraku Pronto Red Bean Samudra Suki Secret Recipe Sky Rink Sushi Groove Sushi Hana SARINAH, MENTENG, THAMRIN AREA After Hours Blue Erawan Cafe O La La Chilli’s Galeri Indosat Sarinah Hong Kong Cafe Hot Planet

Kafe Pisa Manchaster United Nanaban Tei Penang Bistro The Harvest PACIFIC PLACE Ajitei A Presto Bakerz In Bengawan Solo Coffee Cafe Bon Francais Cafe O La La Canton Bay Cinnzeo Coffee Club Coffee World Cosi Crystal Jade Fish N Co Gyu Kaku Haagen Dazs Hang Gang Jazz Ice Cream Stage Kenko Fish Spa Kidzania Kopi Luwak Le Seminyak Little Black Cafe Magenta Kitchen Ootoya Pancious PanO Q Box Coffee Raffles Ramen 38 Secret Recipe Segafredo Sour Sally Spaghetti House Tator Coffee Ta Wan The Canteen The Muffin House Urban Kitchen Ya Kun Kaya Toast Y &Y CITIWALK & SUDIRMAN AREA Bengawan Solo Kafe Blossomnails, Intercontinental Hotel Boon Chang Kee, Citiwalk Dante Jco Donuts and Coffee Kembang Goela Mangkok Putih Miitem Mie Thai Orange, Citiwalk Panini House Pizza Marzano Izzi Pizza, BEJ Tower Sumpit Sushi Groove, City Walk Tamani Kafe, City Walk Tong Tau Fu Ultimo Aesthetic & Dental Center Waroeng Kampung Warung Kita Warung Leko DHARMAWANGSA SQUARE & KEBAYORAN 71 Sandwich House Alfons, Panglima Polim Anomali Coffee, Senopati Blossomnails Banana Kafe Best Cut Salon Cafe Etcetera, Darmawangsa Square Cafe O La La, Darmawangsa Square Cazasuki, Mahakam Cdb, Wijaya Citrus Cafe, Dharmawangsa Corica, Mahakam D’ananta Bistro, Panglima Polim Dapur Cokelat, Wijaya Eaton Gelato Bar, Darmawangsa Square Gon Myong I, Panglima Polim Grand Canyon Gusnaldi, Wijaya Hanamasa, Mahakam Hang Gang Helen’s Hwangsil, Wijaya Izzi Pizza, Mahakam Kafe Pisa Mahakam Koi & Gallery, Mahakam Pand’or, Wijaya Penang Bistro Pisa Kafe, Mahakam Poke Sushi, Darmawangsa Q Smoke House Factory, Panglima Polim Queen Dome Rogers Salon, Wolter Mongensidi Rogers Salon, Senopati Saung Galah Sindang Reret, Wijaya Soeryo Cafe & Steak, The Promanade Level 1 Spa Baby Sumpit Takigawa, Panglima Polim Tea Addict, Senopati Tee Box Wijaya The Harvest, Senopati The Tee Box, Wijaya Tator Tobey, Wijaya Torigen, Wijaya Zenbu, Senopati KEMANG, BANGKA & CIPETE Bakoel Kafe BarCode, La Codefin Black Canyon Coffee, Cipete Raya BREWWW, Kemang Raya Cafe Amor, Kemang Raya Cafe D Amour Cafe de Excelso, La Codefin Cafe de Paris, La Codefin

Cafe O La La, La Codefin Casa, Kemang Raya Chopstix Cold Stone, La Codefin Cubica D’ Cost Dijan’s FJ’L, Kemang Raya Gloria Jean’s Gourmet World Healthy Choice Itje Her Salon, Cipete Raya Izzi Pizza, Kemang Raya Jpc kemang KeKu:n, Jl. Bangka Raya No. 99 A Koffie Huis Koi & Gallery, Kemang Raya Lifestyle Resto Loca Mix Grill Nu China Bar Oenpao Pawon Cilik, La Codefin Populo Spinach, Jl. Kemang 1 No. 12 Sumo Sushi, La Codefin Sushi Mise, La Codefin Tamani Cafe,Kemang Raya Tamnak Thai The Edge The Secrets, Jl. Benda Tornado Coffee, Kemang Utara Vin +, Jln. Kemang Raya Vino Embassy, Kemang Raya Warung Kita, La Codefin Warung Pasta Warung Tekko SETIA BUDI BUILDING, RASUNA SAID, MENTENG & KUNINGAN AREA 2C, Bellagio Amadeus, Setiabudi I Amigos, Bellagio Auntum, Setiabudi I Cafe O Lala Cafe, Menteng Chatter Box, Setiabudi I Chopstix, Setiabudi I Coffee World, Setiabudi I Cork & Screw, Menara Kodel Cream & Fudge, Setiabudi I Dabu Dabu, Setiabudi I Dapur Cokelat, Menteng Destination, Setiabudi I Double Dipps Douggers Fit By Beat, Setiabudi I Frankfurter, Setiabudi Building 1 Glossis, Setiabudi I Goku Shabu, Setiabudi I Golden Century, Setiabudi I Imperial, Setiabudi I Izzi Pizza, Menteng Kafe Betawi, Setiabudi I Kafe Pisa, Setiabudi I Krispy Kreme, Setiabudi Building I La Forca Pool & Lounge, Setiabudi Building I Lemon Tree, Bellagio Mangkok putih, Setiabudi I Marco’s Buffet, Setiabudi I Melacca Mie Thai, Setiabudi I Ming Seafood, Setiabudi I Mr. Pancake, Setiabudi I Panini House, Setiabudi I Papa Ron’s, Bellagio Penang Bistro, Oakwood Residences Penang Village, Setiabudi I Pisa Cafe, Setiabudi I Pizza Marzano, Formule 1 Platters, Setiabudi I Royal Kitchen Shisa Cafe, Menteng Spinelli, Setiabudi Building I Sushi Groove, Setiabudi I Ta Wan Resto, Setiabudi I Takara Takigawa, Setiabudi I Tomodachi XL Center, Gd. Menara Rajawali Ya Kun Kaya Toast, Setiabudi I TIS SQUARE Citrus Cafe Dome Hema Kedai Tiga Nyonya Marengo Sushi Ya FASHION OUTLETS Big Price Cut Blossom Branded Club Carla Cargo Clover Edward Forrer Episode Glamour Grande Heritage Jetset Level Rumah Mode TheSecret The Summit The Uptown Unusual Victoria BALI Baker’s Corner Blue Fin Flapjacks Nero Bali Resto Rama Restaurant Group Seafood House Stadium Cafe Bali Kuta Resort Harris Pop City Hotel MEDAN Kartika Airlines Kesawan Square


next edition

travel to

Romantis

Eksotika Langkawi

Cable car-nya yang mendebarkan jantung, resor-resornya yang tersembunyi dan eksklusif, sampai mencari berkah ke Danau Dayang Bunting.

North Bali’s Hidden Gems Tak hanya mempunyai pura yang cantik-cantik, Bali Utara memiliki hotel dan resor yang hip, serta peternakan mutiara dan taman laut yang luar biasa.

jangan lewatkan:

* Keaslian Shenzhen Si Kota Palsu * Siem Reap, Gerbang Menuju Angkor Wat * Aroma Prancis di CasablancaMaroko * Memacu Adrenalin di Loksado * Istana Bogor Inside Out

INDONESIA

210X280 TACTICAL(E).pdf

1

7/8/10

10:23 AM

escape! INDONESIA MAGAZINE

escape! INDONESIA MAGAZINE

escape! INDONESIA MAGAZINE

INDONESIA

www.escapemagazine.co.id

Cara Menjelajah

Terpikat Keindahan

Tempat Impian Bulan Madu di Dunia

ROMANSA PESISIR PANTAI

CALIFORNIA

MUSIM PANAS DI

Venezia

WWW.ESCAPEMAGAZINE.CO.ID

WWW.ESCAPEMAGAZINE.CO.ID

WWW.ESCAPEMAGAZINE.CO.ID

Amsterdam

Hokkaido

Vol. 4 Issue 1

Vol. 3 Issue. 1

Vol. 1 Issue. 1

About & Around

Spa-spa yang

NORWEGIA

Spektakuler

SENTUHAN KLASIK DI SUSSEX • INGGRIS Vol. 3 Issue. 1 Rp. 39.000.-

Intip Alsace

ISSN 2086-6771

kota tertua di Prancis ISSN 2086-6771

r n Vouche Dapatka ilai Total Gratis Sen

00.-

Rp. 425.0

DALI, KOTA TUA YANG ROMANTIS • CHINA MENEMUKAN SURGA DI MALADEWA • MALADEWA 4 TEMPAT BELANJA ASYIK DI MUMBAI JAKARTA HERITAGE, KOTA TUA YANG MENAWAN

Rp. 39.000.ISSN 2086-6771

Rp 39.000 ISSN 2086-6771

SIHIR SIEM REAP

PARA PENIKMAT SENJA DI SEOUL

7 RESTO DIM SUM FAVORIT DI HONG KONG OKTOBER - NOVEMBER 2010

Rp. 39.000.-

MUSIM DINGIN DI KOTA-KOTA IMPIAN • PRAHA, BUDAPEST, WINA

AGUSTUS - SEPTEMBER 2010

APRIL - MAY 2010

Vol. 2 Issue. 1 Vol. 1 Issue. 1

Vol. 4 Issue 1

KOPI, TAMAN DAN BELANJA DI VANCOUVER TAILOR MADE ALA SHANGHAI

www.thaiairways.com cover hokkaido-indonesia.indd 1

Subscribe

Now

cover indonesia.indd 1

8/25/10 11:31 AM

11/5/10 6:56 PM

Dapatkan Free 1 Tiket WATERBOM Jakarta + diskon 70% untuk pembelian tiket Contact Person: Waterbom Jakarta selanjutnya, jika membeli melalui ESCAPE! INDONESIA. Ms. Ghita Contact Person: Ms.T.Ghita 0857Anastasia 1429 6216 / 021 8636 0376, T. (021) 7090 8871, 9282 1263, E. langganan@pristamedia.com edisi awal tahun 2011, Liburan 59

E. langganan@pristamedia.com


responsible traveler

Rumah Penduduk

“Hotel” Kehidupan

Jangan bicara kualitas kalau menginap di homestay atau rumah

penduduk. Pengalaman dan persaudaraanlah ukurannya.

Endro Catur Nugroho endrocn@yahoo.com http://endrocn.wordpress.com

T

ujuh pasang mata di dalam bemo menuju Lamalera itu tak ber­ henti memper­hatikan saya. Selain buku pandu­ an per­jalanan yang sedang saya baca, penampilan saya sebenarnya tak beda jauh dengan mereka, orang Lembata. “Mas mau ke Lamalera? Menginap di mana?” tanya seorang bapak yang sedari tadi berusaha membaca judul buku di tangan saya. Saya mengangguk. “Belum tahu. Nanti saya cari kalau sudah sampai di sana,” jawab saya. “Tinggal di rumah saya saja,” tawarnya antusias. “Penginapan kan mesti bayar.” Saya sudah hampir tiga bulan di Nusa Tenggara Timur, dan sudah mulai terbiasa dengan keramahan penduduknya. Saya tahu, Bapak Yos Keraf ini serius dan rasanya kurang sopan kalau saya menolak tawaran baiknya. Saya pun mengangguk dan mengucapkan terima kasih. Sore harinya, sembari jalan-jalan keliling desa, saya sempat ngobrol dengan sepasang turis Inggris yang menginap di homestay terkenal dekat pantai. “Kok bisa, tinggal di rumah penduduk?” tanya mereka, setengah tidak percaya. Saya mengangkat bahu. Saya memang beruntung. Tapi, merunut ke belakang,

60 Liburan, edisi awal tahun 2011

ternyata 70 persen malam di NTT saya habiskan di rumah penduduk. Sebagian karena beruntung, misalnya bertemu Pak Yos Keraf tadi, sebagian karena saya tak punya pilihan lain –biasanya karena tidak ada penginapan– dan sebagian lagi karena saya memang merencanakannya. Tinggal dengan penduduk setempat sudah ‘setengah wajib’ hukumnya sejak saya hobi jalan-jalan beberapa tahun lalu. Jangan bicarakan kualitas, dan memang bukan itu yang saya cari. Seluruh fasilitas di rumah yang saya inapi ya, layaknya di rumah sendiri alias do it yourself. Mulai dari merapikan tempat tidur hingga mengambil air di sumur. Walau mereka sering ingin melakukannya untuk saya, sebisa mungkin saya mengerjakan sendiri hal-hal yang mereka kerjakan sehari-hari. Seorang teman bertanya bagaimana caranya menginap gratis di rumah penduduk. Saya tercenung, memikirkan kata ‘gratis’. Mereka yang rumahnya saya inapi memang senang menerima tamu atau kasihan melihat saya tak tahu harus menginap dimana. Tapi saya tak mau dibilang tamu tak tahu diri. Jika ada rezeki lebih biasanya saya menghadiahi barang produktif untuk keluarga yang saya tumpangi itu. Atau –jika tak ada pilihan lain– sejumlah uang. “Untuk bantu-bantu uang sekolah anak-anak,” begitu biasanya saya bilang. Saya senang menjadi backpacker dan bisa menekan anggaran jalan-jalan. Tapi backpacker juga manusia, yang bisa menghargai mereka yang membantu per­­

jalanannya. Di Belu, saya yang baru saja kehilangan dompet, tak bisa mem­­berikan bingkisan apapun untuk tuan rumah saya. Untuk membayar ojek pun saya terpaksa berhutang ke tuan rumah yang baru saja saya kenal. Kadung sudah di tempat itu, tanpa uang di tangan pun saya harus menikmati per­jalanan. Setiap kali bertemu warga, Pak Kepala Desa selalu membuka percakapan dengan keprihatinannya atas musibah yang menimpa saya. Pernah, dalam satu hari saya diajak makan siang di rumah penduduk hingga empat kali, dengan alasan yang sama “Cuma ini yang bisa kami bantu.” Ah, saya begitu terkesan dengan pengalaman ini. Tanpa uang malah membuat interaksi saya dengan warga desa layaknya dua orang ber­saudara. Tapi terkadang saya sedang ingin me­nikmati kesendirian saat jalan-jalan. Karena menginap di rumah penduduk

artinya sama dengan mengikuti ritme kehidupan mereka, saya pun sesekali tinggal di penginapan agar lebih leluasa. Di Pulau Bunaken, di antara deretan penginapan mewah yang dimiliki oleh investor lokal maupun asing, saya dan beberapa teman malah memilih sebuah homestay sangat sederhana. Lokasinya paling ujung, terlindungi pepohonan sangat rimbun. Pondok-pondok kayunya bersih tapi terlihat usang. Saat menikmati matahari terbenam, kami menyaksikan serombongan turis Indonesia yang baru merapat di pantai, berlomba-lomba memilih kamar di penginapan mewah tak jauh dari gapura Taman Nasional Bunaken. Penginapan itu konon dimiliki investor Jerman. Sebagian besar pekerjanya diimpor dari Manado. Di penginapan kami, saya melihat sendiri pemiliknya, Om Randy Montolalu dan Tante Anna, mempekerjakan pen­ duduk pulau untuk membersihkan pondok, memelihara kapal kecilnya atau se­kedar mencari air untuk mandi tamu. Ikan yang kami makan malam itu pun di­ beli langsung dari nelayan pulau, bukan dibawa dari Pasar Jengki, kota Manado. Selain lebih segar, harga ikan bakar jadi lebih murah. Lagipula, kalau dipikir-pikir, beli ikan langsung dari nelayan pulau sama dengan menambah penghasilan mereka. Walau cuma menginap semalam, saya lega karena uang kami yang jumlahnya tak seberapa itu sebagian besar masuk ke dalam saku penduduk, bukan pergi ke kota atau bahkan ke luar negeri. Setidaknya, itulah yang kami bisa lakukan untuk membantu penduduk pulau supaya bisa terus merawat dan menjaga Bunaken agar tetap layak dikunjungi pelancong berikutnya.


The 6th Indonesia Travel and Holiday Fair 2011 Grand Ballroom - Central Park

31 March - 3 April

Organized by:

Venue:

Official Streaming:

Media Partner:

For more information: SAKTI/ERWIN+62 21 7090 8871, E. info@rajamice.com

www.indonesiatravelfair.com


Liburan Magazine 09