Page 1

Edisi 87 | Juni-Agustus 2015

Semarak

KEMERDEKAAN


D a r i Re da k s i

Pemimpin BerjiwaMerdeka

Bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan, tidak hanya bagi Republik Indonesia (yang diproklamasikan 17 Agustus 1945), melainkan juga untuk bangsa Singapura (9 Agustus 1965) dan Malaysia (31 Agustus 1957). Kemerdekaan Indonesia telah menginspirasi perjuangan bangsa-bangsa lain untuk meraih derajat yang sama. Gelora kemerdekaan sangat terasa di kalangan masyarakat di seluruh penjuru Tanah Air, melalui berbagai macam perlombaan yang melibatkan anak-anak, remaja, orang dewasa hingga kaum tua. Semua mengekspresikan kegembiraan dengan caranya masingmasing. Perjuangan generasi perintis yang mengorbankan segenap harta, tenaga, jiwa dan raga seakan menghasilkan panen harapan bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Tak hanya berlomba dengan gembira, sebagian anak bangsa ada yang mencatat prestasi, memunculkan kreativitas dan inovasi, serta melakukan pengabdian dengan cara yang unik. Lalu, apa arti merdeka? Merdeka berarti bebas mengelola sumber daya alam dan sumber daya manusia kita, tidak tergantung dari kepentingan bangsa lain. Merdeka bermakna bebas menanamkan nilai-nilai ideologi dan menyemai budaya sendiri, bukan sekadar mengadopsi dan mereplikasi nilai-nilai yang dipegang bangsa lain. Merdeka artinya mampu mengembangkan potensi diri secara sadar, tanpa dipaksa atau didikte oleh orang lain. Semangat kemerdekaan harus diterjemahkan oleh tiap orang, keluarga, kelompok dan komunitas warga, agar menjadi energi kolektif. Sumber kemerdekaan yang utama adalah hati dan pikiran (heart and mind), karena kedua faktor itu yang menggerakkan tangan untuk berkarya dan kaki untuk melangkah. Dalam kondisi nasional yang penuh tekanan saat ini, saat mata uang rupiah terpuruk, harga barang kebutuhan pokok membumbung tinggi, nilai ekspor menurun, pemutusan hubungan kerja melonjak di mana-mana, maka kita harus tetap berpikir merdeka. Jangan salahkan pemerintah atau bangsa lain. Semua elemen harus melakukan introspeksi: apakah pola belanja kita sudah efisien, apakah produktivitas nasional terus meningkat, apakah pengelolaan keuangan negara berjalan dengan baik? Setiap orang punya kontribusi untuk memperburuk keadaan, tapi juga berpeluang untuk menawarkan perbaikan. Rumah Kepemimpinan PPSDMS memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke-70, tak hanya mengadakan upacara bendera dan renungan suci, namun juga mendorong kreativitas dan kontribusi para Peserta kepada masyarakat sekitar. Tiap asrama Regional RK memiliki cara atraktif untuk membangkitkan semangat baru. Dengan jiwa merdeka, sosok Pemimpin Muda memandang masa depan penuh gairah. Salam Redaksi

2 Future Leaders | edisi 87 Juni-Agustus 2015

Daftar isi 2 3 5 6 8 10 14 15 16 19

kolom redaksi sekilas program Artikel coretan Peserta prestasi liputan utama kabar Alumni kabar mitra laporan keuangan mitra & Cara Donasi


Sekilas Program

Merayakan Kemerdekaan di Asrama Regional Agenda bulan Agustus 2015 dimulai para Peserta Rumah Kepemimpinan dengan balik ke asrama setelah liburan panjang. Penyambutan dilakukan Manajer Regional masing-masing dengan penuh semangat. Memulai masa pembinaan pada tahun kedua. Regional 1 Jakarta putra dan putri melakukan Homecoming Night sebagai bentuk rasa syukur karena telah dipersatukan selama satu tahun pembinaan dan akan terus melangkah hingga tercapai tujuan. “Untuk menyegarkan kembali orientasi pembinaan kepada Peserta, kami melakukan Spiritual Capital Assesment (SCA) ulang. Sebenarnya di awal masa pembinaan, bahkan saat proses seleksi, semua peserta sudah melakukan SCA,� ungkap Enung Mulyawati selaku Manajer RK Regional 1. Saat ini, SCA diisi ulang untuk mengingatkan: apa tujuan hidup yang akan dicapai Peserta, bagaimana cara mencapai tujuan itu, dan langkah-langkah praktis yang harus didisiplinkan. Karena perjalanan 1.000 mil harus dimulai dari langkah pertama. Sebagai bentuk patriotisme, Peserta RK Regional 1 melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Nasional, Kalibata. Bersama mereka turut serta adik-adik binaan dari Rumah Belajar. Peserta RK Regional 2 Bandung melakukan bersih-bersih asrama dengan prinsip 5 S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke). Itulah penegakan disiplin yang berasal dari budaya perusahaan Jepang: memilah, menyusun, membersihkan, mengatur, dan menjaga agar tetap rapi. Pada malam puncak hari kemerdekaan, Peserta melakukan Tafakur Alam ke Gunung Papandayan. Di malam yang dingin dan syahdu, para Peserta merasakan betapa besar pengorbanan yang telah diberikan para Pahlawan Nasional, sementara kontribusi generasi sekarang masih terlalu kecil. Pada tanggal 17 Agustus, Peserta terlibat dalam pawai dan karnaval kemerdekaan dengan menampilkan UKP penyuluhan sains populer. Kegiatan itu melibatkan semua warga bersama mahasiswa peserta RK di Kelurahan Sadang Serang. Anak-anak muda sibuk menyiapkan berbagai perlengkapan lomba. Uniknya, lomba yang diselenggarakan juga tidak biasa. Ada lomba Goyang Kerupuk, yaitu makan kerupuk sambil bergoyang, Joget Tomat yang mengharuskan peserta menjaga tomat di kepala agar tidak jatuh saat berjoget, bahkan ada lomba makan ketan sebanyak-banyaknya. Setelah menyelesaikan lomba, para warga masyarakat dan panitia langsung menyiapkan bakti sosial. Paket-paket sembako disediakan untuk warga RW. 015 yang kurang mampu. “Dari kegiatan ini, kita dapat mengambil pelajaran bahwa kemerdekaan haruslah bisa dinikmati semua orang dan di situlah semangat berbagi harus ditumbuhkan,� ucap Pimgi Nugraha, Mahasiswa Manajemen Unpad yang menjadi panitia. Future Leaders | edisi 87 Juni-Agustus 2015 3


Sekilas Program

Peserta RK Regional 3 Yogyakarta melakukan Family Gathering dan tukar kado sebagai pembuka masa pembinaan, dan melakukan napak tilas perjuangan para pahlawan di tempat bersejarah. Daerah Istimewa Yogyakarta pernah menjadi Ibukota RI saat Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta harus mengungsi dari Ibukota Jakarta, akibat Perjanjian Linggarjati. RK Regional 4 Surabaya tak mau kalah, sebagai warga Kota Pahlawan memperingati detik-detik hari kemerdekaan di Tugu Pahlawan. Napak tilas ke makam pahlawan Bung Tomo yang mengobarkan semangat juang untuk melawan tentara NICA yang mendompleng pasukan Sekutu Inggris pada bulan November 1945. Regional 5 Bogor mempunyai cara khas memperingati kemerdekaan dengan mencintai dan melestarikan lingkungan. Kegiatan Urban Farming memunculkan kesadaran baru di kalangan anak-anak dan warga kota bahwa banyak cara untuk meningkatkan kualitas hidup. Di Medan, Peserta RK Regional 6 melakukan kunjungan silaturrahim dan jalan bareng ke beberapa rumah Peserta. Disamping itu, ada hari yang sangat berbahagia karena Asisten Manajer Regional, Muhammad Hambali melangsungkan pernikahannya di bulan kemerdekaan pula. Napak tilas ke Makam Pahlawan di kota Medan dilakukan dengan penuh khidmat. RK Regional 7 Makassar merayakan HUT RI dengan kegiatan sosial di salah satu daerah terpencil yang terletak di belakang kampus Unhas, yaitu kelurahan Lakkang, Kecamatan Tallo, Makassar. Kegiatan bertajuk 'Senyum Lakkang untuk Indonesia' tersebut dibuka dengan upacara yang dipimpin Ibu Nuriati, guru pengajar di SD Negeri Lakkang. Setelah itu dilanjutkan dengan beberapa lomba seperti galasin, bom-bom, lompat karet, canke, baca Proklamasi, dan boi-boi. Tidak hanya itu, kegiatan sosial tersebut juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis serta gerakan hibah buku untuk anak-anak sekolah. Semangat anak-anak peserta lomba serta antusiasme warga menyaksikan perlombaan menambah kemeriahan kegiatan tersebut. Nur Amin, ketua RT kelurahan Lakkang mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Kami sangat bersyukur dan senang dengan kegiatan ini, karena anak-anak bisa ikut serta memeriahkan kemerdekaan Indonesia� tutur pak Amin. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti di tahun ini saja, tetapi bisa diadakan setiap tahunnya. Semarak kemerdekaan di pelbagai Regional membuktikan patriotisme yang tak pudar. (SW)

4 Future Leaders | edisi 87 Juni-Agustus 2015


A r t i k e l

Sekolah Manajemen Regional III Rumah Kepemimpinan 2015:

Semangat Baru, Sambut Generasi Baru Jakarta – Memasuki tahun kedua pembinaan Angkatan 7, Rumah Kepemimpinan semakin memantapkan langkah dan konsolidasi bersama para Eksekutif Pusat dan Regional dengan menyelenggarakan Sekolah Manajemen Regional III di Jakarta. Sekolah Manajemen Regional (SMR) III menjadi sarana utama evaluasi bersama review satu tahun pembinaan untuk kemudian disimpulkan menjadi sebuah resolusi yang akan dijalankan bersama di pembinaan tahun kedua Angkatan 7. Selain itu, SMR III ini juga menjadi sarana leverage of knowledge bagi para Eksekutif Regional terutama meningkatkan coaching skill untuk diterapkan kepada para peserta di regional masing-masing. Coaching sendiri adalah salah satu backbone dalam pembinaan para peserta Rumah Kepemimpinan agar perkembangan peserta sesuai life plan atau rencana hidup yang sudah dibuat masing-masing peserta berjalan dengan baik. Coaching dilaksanakan setiap bulan di masing-masing regional dan meliputi seluruh peserta. SMR III juga menjadi langkah awal perumusan dan action plan untuk konsep pembinaan angkatan selanjutnya yaitu Angkatan 8 di tahun 2016.

SMR ketiga selama masa pembinaan Angkatan 7 ini dilaksanakan di Jakarta, tepatnya di dua tempat yaitu Menara Batavia, Jakarta Pusat dan Gedung Pusat Rumah Kepemimpinan di Jakarta Selatan pada tanggal 11 – 14 Agustus 2015. Kegiatan ini dihadiri oleh para Eksekutif Regional dari 7 regional Rumah Kepemimpinan mulai dari Jakarta hingga Makassar. SMR III dimulai dengan Basic Coaching Training sekaligus merasakan pengalaman coaching yang baik dan benar dipandu oleh para certified coach dari Loop Indonesia. Kemudian ada materi tentang Optimalisasi UKP atau Leadership Project yang sekarang sedang berjalan di regional agar lebih impactful dan terorganisir dengan baik bersama Ivan Ahda, Head of Business Development dari Rumah Perubahan dan Maxima Indonesia. SMR kali ini juga diisi dengan sesi setiap bidang yang ada di Rumah Kepemimpinan Pusat agar terjadi sinkronisasi antara PusatRegional dan tercapai tujuan bersama. SMR III ini juga menjadi ajang persiapan dan koordinasi untuk agendaagenda besar Rumah Kepemimpinan seperti Latihan Gabungan Barat dan Timur di November 2015, Leadership Talks Roadshow 2015 di 7 regional di Oktober-Desember 2015, National Leadership Camp 2016 dan tentunya Rekrutmen Angkatan 8 Rumah Kepemimpinan yang akan dimulai pada awal tahun 2016 nanti. Pada SMR kali ini, Pembina YBNF yang menaungi Rumah Kepemimpinan yaitu Drs. Musholli berkesempatan hadir dan memberikan wejangan kepada para Eksekutif Regional agar lebih bersemangat lagi karena membina para pemuda terbaik bangsa saat ini sudah menjadi prioritas utama untuk Indonesia yang lebih baik dan bermartabat. Direktur Eksekutif Rumah Kepemimpinan, Bachtiar Firdaus, MPP dalam kesempatan Welcoming Speech sekaligus membuka kegiatan ini juga menyampaikan bahwa Rumah Kepemimpinan sedang menyongsong era baru sehingga menuntut para eksekutif agar bekerja lebih keras dan profesional serta mengembangkan budaya kerja unggul. (JAI)

Future Leaders | edisi 87 Juni-Agustus 2015 5


Coretan Peserta

Indonesia bersama

Kalian

Negara ini baik, seharusnya baik, jadi sudah cukup kita semua untuk membahas segala keburukan negeri ini. Sudah cukup dan selesai. Walau mungkin kita semua tahu, Indonesia negara yang kaya akan sumber daya alamnya, namun itu semua belum bisa menjamin negara ini negara yang kaya. Entah apa yang salah tapi kekayaan itu masih sebatas potensi yang belum mampu mencapai titik maksimal pemanfaatannya. Selain itu juga banyak media massa yang selalu memberitakan keburukan pemerintahan dan menayangkan berita kriminalitas setiap harinya. Seolah hanya itu kabar yang ada di negara kita. Buruk, kacau, lemah, cacat. Negara ini seharusnya negara yang indah, sejahtera untuk setiap penghuninya, dimana negara yang menjadi rumah mewah bagi setiap yang tinggal di dalamnya. Namun kenapa semua hal baik itu hnya sebatas potensi. Apa yang salah dengan negeri ini? Secara natural mereka semua yang tinggal di negeri ini, berkewajiban menjadi penerus perjuangan bangsa ini. Tujuan bangsa ini tidak berhenti hanya sampai pada kemerdekaan 1945 yang lalu. Justru itu adalah titik awal perjuangan bangsa, masih ada ribuan tujuan yang harus dicapai dan lintasan perjuangan itu jauh dan lama, tidak mulus dan pastinya banyak batu kerikil tajam yang menghadang. Bagi mereka yang memiliki KTP Indonesia sebenarnya adalah manusia unggul yang memiliki kemampuan untuk membawa 6 Future Leaders | edisi 87 Juni-Agustus 2015

negara ini menjadi lebih baik. Dan pertanyaannya adalah apakah setiap individu bangsa Indonesia sadar akan kewajiban dan kemampuannya dalam meneruskan perjuangan mulia pahlawan leluhur kita. Atau justru rasa memikirkan diri sendiri yang lebih dominan dibandingkan rasa ingin berjuang untuk kebaikan sesama? Semua orang sejatinya adalah pemimpin. Sehingga apapun kegiatan yang dilakukan haruslah mengantarkan Indonesia ke arah yang lebih baik. Sesuai dengan kemampuan masing-masing tentunya. Apapun caranya itu, sebesar-besarnya digunakan untuk kepentingan bangsa, bukan untuk kepentingan pribadi dan golongan. Seorang pemimpin yang lahir di Indonesia haruslah memiliki kepribadian bangsanya, kepribadian bangsa Indonesia. Hal pertama, seorang pemimpin Indonesia harus memahami dan mengerti sejarah bangsa ini. Dari mana dan mau kemana bangsa ini akan melangkah. Dan yang kedua bahwa pemimpin harus memahami masyarakat Indonesia secara langsung dan memahami bagaimana berpikir dunia namun bertindak secara lokal. Bertindak dengan mengangkat nilai luhur bangsa yang bermental generasi dunia. Pemimpin bukanlah masalah jabatan dan lamanya ia menduduki jabatan tersebut. pemimpin sejati, bukan pemimpin abadi, haruslah memiliki kesejarahan Indonesia.


Coretan Peserta

Seperti apa yang telah Bung Karno wanti-wantikan kepada generasi-generasi selanjutnya bahwa jangan sekalikali melupakan sejarah atau istilah terkenalnya sering disebut dengan “jas merah�. Sejarah merupakan sebuah pembelajaran. Apa yang terjadi pada bangsa kita saat ini adalah akumulasi dari berbagai sejarah. Yang membangun kita sekarang ini. Begitu pentingnya makna sejarah bagi bangsa ini sampai-sampai presiden pertama kita berpesan hal semacam itu. Namun juga perlu ditekankan bahwa dalam memahami sejarah diperlukan keseragaman dalam berpikir. Jangan sampai menimbulkan kerancuan berpikir dan mengahasilkan pemahaman yang subjektif hasil dari pemikirannya dan mungkin golongannya. Hal ini sangat berbahaya, bukannya membawa bangsa menjadi bangsa yang lebih baik, justru sebaliknya sejarah akan menjadi racun yang meruntuhkan bangsa. Selain mengenal kenangan masa lalu Indonesia. Seorang pemimpin besar bangsa harus mampu berpikir global namun bertindak lokal. Sudah tak bisa dipungkiri lagi bahwa arus globalisasi menghanyutkan seluruh bangsa di dunia ini dalam satu kondisi dimana semua bisa saling tahu. Arus ini membawa angin segar bagi mereka yang ingin bekerja sama di kancah dunia. Namun di satu sisi globalisasi juga membawa bencana bagi siapa saja yang tak siap dengan kompetisi dunia. Apalagi masalah pemikiran, jika tak selektif dalam memilih informasi yang datang kepada kita, maka kemungkinan besar pemikiran itu akan

mengusai dari kita dan jiwa kepemimpinan yang ada pada diri kita akan mengikuti pemikiran itu. Pemikiran yang digunakan sebagai kontrol kemana diri pemimpin itu akan bergerak. Inilah saatnya, sekarang, setiap nyawa yang ada pada raga manusia Indonesia menyadari akan kondisi bangsa ini. Kita wajib sadar, bahwa setiap insan yang lahir di bumi Indonesia ini adalah pemimpin bangsa, bangsanya sendiri. Dengan belajar dari sejarah, nilai kelokalan, dan berpikir dalam segala global, diharap dapat terlahir pemimpin yang berintegritas dan berniat serta bergairah tinggi untuk memperbaiki bangsa ini.

Oleh :

Kholqillah Ardhian Ilman Peserta Rumah Kepemimpinan Reg 3 Yogyakarta Putra

Future Leaders | edisi 87 Juni-Agustus 2015 7


P r e s t a s i

Prestasi Peserta Ardita Rizky Putri Arcanggi Kiki yang bernama lengkap Ardita Rizky Putri Arcanggi ini merupakan mahasiswi Fakultas Teknik UI angkatan 2012 yang dikenal prestatif. Sebut saja bulan lalu ia memenangkan beberapa penghargaan tingkat UI (Best speaker story telling cerita rakyat berjudul "Gold cucumber" yang diadakan oleh rektorat UI), nasional (Juara 2 lomba karya tulis Al-Qur'an Nasional dengan judul karya "Pancake Alfalfa sebagai Inspirasi Al-Quran dalam Sektor Industri Halal" di Institut Teknologi Surabaya, 3-4 Juli 2015) hingga internasional (Paper berjudul "Chlorfress: chlorella sp as air freshner with ground water in phorobioreactor" diterima dalam College of ASEAN Community Studies dan dipresentasikan di Naresuen University, Bangkok, pada 27 Juli 2015). Ia adalah sosok yang keras terhadap dirinya sendiri namun sangat ramah terhadap orang-orang di sekitarnya.

Angga Dunia Saputra Walaupun baru menjadi peserta Rumah Kepemimpinan beberapa waktu lalu, Angga Dunia Saputra telah berhasil membuktikan bahwa ia memang bersungguh-sungguh untuk mengembangkan potensinya melalui pembinaan di asrama. Ia telah menjadi 60 besar finalis ASEAN Countries Enterpreneurial Skills and mindset di YSEALI di Ho Chi Minh City, Vietnam bersama dengan ratusan mahasiswa lainnya dari puluhan negara di dunia.

8 Future Leaders | edisi 87 Juni-Agustus 2015


P r e s t a s i

Said Said, Sang Putra Kebanggaan Makassar ini telah menorehkan berbagai prestasi selama mengikuti program pembinaan di asrama Rumah Kepemimpinan. Bekerja dan berkarya dalam diam layak disandangkan pada Said yang memiliki kecintaan pada dunia jurnalistik. Baru-baru ini, hobinya tersebut telah mengantarkannya menjadi salah satu delegasi Jambore Jurnalistik Nasional (Bali Journalist Week 2015) di Bali.

Diyan Wahyu Pradana Di ujung pulau Jawa tepatnya di Rumah Kepemimpinan Regional Surabaya, 2 (dua) orang Heroboyo juga mencatat prestasi yang tidak kalah hebat dibanding teman-teman lainnya di regional lain. Diyan Wahyu Pradana, mahasiswa Sistem Informasi ITS ini baru saja menjadi Delegasi ASEAN University Youth Summit 2015 di Malaysia bulan Juni lalu.

Hamzah Muhammad H Hamzah Muhammad Hafiq merupakan peserta program Exchange selama satu bulan di Turki pada bulan Ramadhan tahun ini. Calon dokter dari Universitas Gajah Mada ini dikenal sebagai sosok yang tegas, berkemauan kuat, sedikit otoriter namun peduli terhadap kesusahan orang lain.

Future Leaders | edisi 87 Juni-Agustus 2015 9


Liputan Utama

“Mandiri dan Cinta Negeri” Bersama Baznas

Jakarta – Pada tanggal 28 Juni hingga 2 Juli 2015 – bertepatan dengan hadirnya bulan suci Ramadhan – Rumah Kepemimpinan bersama dengan tim Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) Baznas sukses dalam membantu terselenggaranya kegiatan yang bertajuk Jambore Anak Yatim Nusantara (JAYA Nusantara). Kegiatan JAYA Nusantara merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan tiap tahunnya oleh Baznas. Kegiatan ini diikuti lebih kurang 500 anak yatim dari kawasan Jakarta dan sekitarnya. Kegiatan ini dilangsungkan di Ahbaabullaah Centre Bogor. Dengan mengambil tema “Mandiri dan Cinta Negeri”, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kemandirian peserta dan menambahkan kecintaan mereka kepada negeri tercinta Indonesia. Materi demi materi dirancang sedemikian rupa agar berkesesuaian dengan tema kegiatan JAYA Nusantara. Materimateri yang dibuat oleh panitia antara lain, training motivasi keislaman untuk para peserta, mentoring group activity, Shalat tarawih berjama'ah dan kultum, serta workshop mini pembuatan film. Para peserta pun terlihat antusias dalam mengikuti materi yang diberikan. Dari sekian banyak materi yang diberikan kepada para peserta, yang paling berkesan adalah workshop mini pembuatan film yang dibersamai oleh tim Bioskop Sekolah. Pada materi ini peserta diajak untuk dapat berlatih casting untuk selanjutnya memerankan beberapa scene. Ibaratnya pada sesi ini, peserta diperlihatkan bagaimana memproduksi sebuah film, dan tentunya tak lupa diselipkan oleh pengisi materi agar adik-adik peserta mampu untuk membuat film-film berkualitas dan sarat makna. Setelah melalui beberapa hari menyenangkan di Ahbaabullaah Centre, peserta berpindah menuju KRI Banda Aceh yang tengah bersandar di KOLINLAMIL, Tanjung Priok. Di atas kapal, materi-materi yang diberikan lebih dititik-tekankan pada materi-materi yang berguna untuk meningkatkan rasa kecintaan kepada Nusa dan Bangsa. Ketika di atas kapal perang kebanggaan RI tersebut, para peserta tampak senang karena berkesempatan untuk dapat menaiki KRI Banda Aceh. Adapun materi yang disampaikan adalah terkait motivasi kewirausahaan agar nantinya para peserta JAYA Nusantara yang notabene berasal dari keluarga prasejahtera, mampu untuk membuat usaha-usaha agar kelak dapat hidup berkecukupan. Selain itu juga diberikan pengetahuan tentang dunia kemaritiman Negara Indonesia, agar para peserta senantiasa mengerti akan potensi kebangsaan yang luar biasa, sehingga mereka kelak menjadi garda terdepan untuk melindungi potensi-potensi kebangsaan yang ada dengan penuh tanggung jawab. (Aqil)

10 Future Leaders | edisi 87 Juni-Agustus 2015


Liputan Utama

Rumah Kepemimpinan

Berbagi Kebahagiaan

di Desa Ciparay dan Situ Leutik

Bogor, Rumah Kepemimpinan -- Ramadhan tahun ini Rumah Kepemimpinan PPSDMS Regional V Bogor bekerjasama dengan CIMB Niaga Syariah menggelar acara bakti sosial di dua desa berbeda. Kerjasama berupa pembagian sembako kepada 250 warga dan alat tulis kepada 250 siswa di masing-masing desa. Total seluruh penerima manfaat dalam acara ini adalah 1000 dhuafa. Pembagian bingkisan dilakukan di Desa Ciparay, Kabupaten Bandung pada tanggal 9 Juli 2015 dan Desa Situ Leutik, Kabupaten Bogor pada tanggal 11 Juli 2015. Selain pembagian sembako, ada beberapa kegiatan yang diselenggarakan, yaitu: permainan edukatif untuk anak, buka bersama anak-anak, dan tausiyah. Penyerahan secara simbolik bingkisan kepada masyarakat Desa Ciparay diberikan oleh Pimpinan Kantor Cabang CIMB Niaga Syariah Bandung, Novandri Yudha Iskandar. Sedangkan untuk acara di Desa Situ Leutik diwakili oleh CSR Manager Divisi Syariah CIMB Niaga Syariah, Redi Mawardi. Turut mendampingi perwakilan dari Rumah Kepemimpinan yaitu Manager Fundraising, Diani Pratiwi. "Tema acara ini adalah Berbagi Kebahagiaan. Kami berharap, Ramadhan bukan hanya menjadi momen meningkatkan ibadah yang berkaitan dengan individu, melainkan juga menjadi momen berbagi kebermanfaatan kepada sesama sehingga orang lain menjadi bahagia," ujar Diani. Acara ini dimulai pada pukul 14.00 WIB dan berakhir pada pukul 19.00 WIB. Tidak lupa juga para Peserta beasiswa Rumah Kepemimpinan di Regional II Bandung dan Regional V Bogor di masing-masing desa turut berpartisipasi dalam acara ini, membantu penyelenggaraan acara. Saat acara diselenggarakan di Bandung, anak-anak diajak berdongeng bersama, sedangkan anak-anak di Bogor dikenalkan nama-nama hewan di sekitar dengan langsung menghadirkan hewan-hewan tersebut di panggung. Acara di kedua desa sangat meriah. Riuh ramai oleh anak-anak dan warga sekitar yang turut hadir. Pihak desa berharap acara seperti ini dapat dilaksanakan kembali. Dari salah seorang warga, dikatakan bahwa acara besar seperti ini baru ada setelah 16 tahun ia hidup di desa Ciparay. Di sela diskusi, pihak CIMB Niaga Syariah menawarkan: "Bila ada program lain yang ingin dibuat, kami siap membantu, termasuk memberikan beasiswa bagi anak-anak desa Ciparay dan Situ Leutik." Semoga kerjasama CIMB Niaga Syariah dan Rumah Kepemimpinan di masa datang dapat lebih banyak menebar manfaat. Terima kasih kepada CIMB Niaga Syariah dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan sosial ini. (Fatin)

Future Leaders | edisi 87 Juni-Agustus 2015 11


Liputan Utama

Pesantren Kreatif Seminar Wirausaha & Training Desain Grafis

Mengisi waktu Ramadhan dengan suatu kegiatan terkadang menjadi momok yang kurang disukai oleh para pelajar SMA Depok & Jakarta. Selain acara yang ditawarkan oleh sekolah/lingkungan yang kurang sesuai dengan minat & talenta anak-anak pelajar zaman sekarang, mereka juga tidak bisa mendapatkan wawasan & energi baru yang efektif dari kegiatan-kegiatan tersebut. Terutama dalam bidang ilmu Seni & Desain. Rumah Kepemimpinan Program Pembinaan SDM Strategis (PPSDMS) pada bulan juni yang lalu mengadakan Training Desain Grafis & Seminar Wirausaha yang diberi nama Pesantren Kreatif. Pesantren Kreatif ini diadakan dalam rangka mengisi waktu libur pelajar SMA di bulan Ramadhan dengan cara yang berbeda. Acara yang dihadiri oleh 48 siswa dari SMA-SMA Depok, Jakarta dan Bogor ini juga menghadirkan pembicara dan trainer yang handal dari lingkungan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan (TGP), yaitu Nanang Wahyudi selaku dosen yang juga menjadi founder Dampu Design (perusahaan desain di jl Margonda) dan para trainer desain dari tim Comic Club TGP. Acara yang diadakan dari jam 8 pagi hingga sore berbuka puasa dibalut dengan keceriaan dan wawasan baru mengenai desain & wirausaha. Sharing pengalaman wirausaha dari Pak Nanang membuat para pelajar menjadi termotivasi membuat usaha simpel kecil-kecilan yang cukup untuk tidak meminta lagi uang jajan ke orang tua. Setelah itu mereka diberikan kebebasan dengan duduk di lantai dingin di bulan puasa, sambil mengikuti training desain serta menggambar manual menggunakan kertas dan pensil. Sesi terakhir yaitu training desain digital dengan menggunakan aplikasi photoshop para peserta Pesantren Kreatif diberikan arahan untuk membuat 1 output desain berbentuk poster. Sebelum acara berakhir, sambil berbuka puasa para peserta diberikan brief untuk kompetisi desain yang diikuti oleh seluruh peserta Pesantren Kreatif. Hasil-hasil desain yang dilombakan beragam dengan corak seni yang berbeda, dan pada akhirnya menghasilkan 3 juara yang desainnya secara resmi digunakan untuk kartu ucapan lebaran Rumah Kepemimpinan tahun ini. (irs)

12 Future Leaders | edisi 87 Juni-Agustus 2015


Liputan Utama GOWES KEBUDAYAAN :

NAPAK TILAS PERJUANGAN KEMERDEKAAN

SYUHADA YOGYAKARTA Tujuh belasan menjadi ajang para pemuda kampung unjuk kebolehan dalam kompetisi antar kampung yang biasanya diadakan di Balai Desa. Permainan favorit warga tidak lain adalah panjat pinang. Pemaknaan tujuh belasan yang menjadi budaya bangsa ini sangatlah menarik. Namun Rumah Kepemimpinan Regional 3 Yogyakarta mempunyai caranya sendiri dalam memaknai kemerdekaan. Tepat pada tanggal 17 Agustus 2015, para peserta Rumah Kepemimpinan Regional 3 Yogyakarta melakukan konvoy menggunakan sepeda dengan mengelilingi kota Yogyakarta untuk mengenang perjuangan para pejuang pendahulu mereka di Kota Budaya ini. Sekitar 30 pemuda-pemudi berjalan beriringan dari Bunderan UGM di tengah teriknya matahari siang hari itu. Pos pertama yang mereka tuju adalah Masjid Syuhada. Di sini, para peserta diberitahu bahwa Masjid Syuhada dibangun sebagai hadiah kenang-kenangan Presiden Soekarno atas jasa Yogyakarta telah menjadi ibu kota negara sementara ketika Agresi Militer Belanda menyerang Nusantara. Dikisahkan bahwa di tanah tersebut banyak sekali pejuang syuhada yang meninggal ketika memperjuangkan Tanah Air. Untuk mengingatnya, maka lokasi itulah (tepatnya di Kawasan Kota Baru) dipilih untuk menjadi lokasi dibangunnya Masjid Syuhada. Bagian bawah masjid yang sebagian besar kini menjadi tempat shalat bagi akhwat, dulunya adalah perpustakaan dan pusat diskusi mahasiswa dan para pemuda cendekiawan. Sekarang, perpustakannya masih dirawat namun mahasiswa yang berdiskusi seakan hanya tinggal kenangan.

Setelah Shalat Ashar rombongan “merah-putih” melanjutkan perjalanan ke pemberhentian selanjutnya, yaitu Kilometer Nol. Di sana akan diselenggarakan upacara penurunan Bendera Merah Putih sekitar pukul 17.00 WIB. Sembari menunggu upacara penurunan bendera tersebut, para peserta mengenalkan UKP (Unit Kegiatan Peserta) masing-masing dengan programnya yang berbeda-beda. Presentasi per UKP ini cukup menarik perhatian dari pejalan kaki yang sedang menghabiskan senjanya di Kilometer Nol. Tepat pada saat penurunan bendera dimulai, para peserta langsung berbaris dan memberikan hormat kepada Bendera Merah Putih sebagai lambang kesetiaan mereka terhadap Tanah Air. Pos terakhir adalah Masjid Kauman. Masjid tua yang mempunyai sejarah panjang ini telah dibangun sejak masa kepemimpinan Sultan Hamengkubowono I. Arsitekturnya yang sangat kejawen menjadi ciri khas tersendiri masjid ini di tengah masjid-masjid modern yang ada dewasa ini. Para peserta melaksanakan Shalat Maghrib sebelum akhirnya mengakhiri Napak Tilas Kemerdekaan ini. “Alhamdulillah melalui gowes budaya ini nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan terefleksi ke dalam diri peserta Rumah Kepemimpinan.” Ujar Adi, Supervisor Rumah Kepemimpinan Regional 3 Yogyakarta. Acara ini ditutup dengan makan malam bersama yang dipesan dari pedagang nasi kuning di pinggir jalan.

Future Leaders | edisi 87 Juni-Agustus 2015 13


Ka b a r Al um n i

Kisah Sukses Mimpi Itu Kian Nyata Alifah Syamsiyah, sosok Muslimah muda dan berprestasi, ia lahir di Jakarta pada tanggal 31 Juli 1993, sosoknya yang memiliki motivasi untuk terus mengejar ilmu pengetahuan didapatnya dari sejarah Islam yang dahulu pernah mencapai puncak ilmu pengetahuan lewat lahirnya banyak ilmuan. Ilmu seperti filsafat, logika, dan matematika ditekuni oleh ilmuan Muslim. Namun, kini kejayaan ilmu pengetahuan di kalangan kaum Muslimin tinggal kenangan. Kenangan itu yang coba ingin dibangkitkan oleh Lili, begitu ia disapa, Ia ingin menunjukkan kepada dunia jika kaum Muslimin adalah bagian dari mercusuar ilmu pengetahuan. Saat ini Lili menempuh pendidikan master di Free University of Bozen Bolzano Italia. Sebelumnya Lili pernah merasakan satu semester belajar ilmu yang sama di Technische Universitat Dresden, Jerman. Lili memilih Italia sebagai negara tujuan karena University of Bozen adalah tempat terbaik di dunia untuk penelitian bidang ontology-based data access. Lili berkisah bagaimana ia bisa jatuh cinta dengan ilmu Komputer, Lili mengaku awalnya ia adalah sosok yang gagap teknologi (gaptek). Saat ujian computer SMP, ia menyelesaikan soal paling akhir. “Saya ingat saya pernah diejek teman karena membuat guru penjaga ujian komputer menunggu saya selesai mengerjakan ujian,� ujarnya. Namun di sisi lain, ia begitu mencintai matematika. Kecintaannya ini sudah muncul sejak SD. Oleh karena itu, ayahnya menyarankan Lili untuk mengambil jurusan ilmu komputer saat kuliah. Dasar matematika sangat penting dalam komputer. Walaupun awalnya Lili ragu, namun ia menyakinkan diri. Lili pun masuk Fakultas Ilmu Komputer UI tanpa tes. Perjuangannya pun berbuah, ia lulus dengan cepat dalam 3,5 tahun, Lili meraih predikat mahasiswi Fasilkom dengan IPK terbaik yang maju untuk menerima tabung ijazah dari rektor UI saat wisuda. Lili mendapatkan kesempatan master dari Erasmus yang membawanya terbang ke Jerman dan Italia. Lili sadar hidup di negeri orang tidak mudah, terlebih sebagai seorang Muslimah. Lili merasa kesulitan untuk menemukan lingkungan Islami yang positif. Namun Lili bersyukur ia mendapat bekal kemandirian dari Rumah Kepemimpinan PPSDMS saat di Indonesia. Hidup di asrama selama dua tahun membuat mentalnya terbentuk. Ia mendapat bekal tentang kepemimpinan dan rencana hidup. Rumah Kepemimpinan PPSDMS mengajarkan kedisiplinan dan kerapian merencanakan mimpi. Tidak hanya mimpi untuk satu tahun, tetapi juga sampai 50 tahun ke depan. Lili pernah diminta untuk membuat visualisasi mimpinya dalam sebuah video. Salah satu scene dalam video tersebut ia gambarkan bahwa ia sedang berada di suatu perpustakaan di tiga negara berbeda di Eropa. Sebagai bentuk visualisasi lain, ia tempelkan peta Jerman di kamar dan tidak lupa juga ia tempelkan fotonya di Kota Dresden, Jerman. Alhamdulillah Lili benar-benar berada di salah satu perpustakaan di Eropa saat ini. [/Aby] 14 Future Leaders | edisi 87 Juni-Agustus 2015


Kabar Mitra

RUMAH KEPEMIMPINAN

Berpartisipasi dalam Pasar Rakyat Syariah OJK

toritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan gebrakan nasional dengan menggelar Pasar Rakyat Syariah pada tanggal 13-14 Juni 2015. Acara diselenggarakan di Parkir Selatan Senayan, Jakarta dan diikuti oleh lebih dari 150 partisipan dari O berbagai komponen sektor jasa keuangan syariah, seperti perbankan syariah, lembaga keuangan nonbank syariah, pelaku pasar modal syariah, industri kreatif dan usaha kecil, berbagai usaha riil, serta pelajar. Acara dibuka oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Haddad. Presiden RI Joko Widodo ikut memberikan sambutan. Turut hadir Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon, Kepala Eksekutif Pengawas IKNB Firdaus Djaelani, dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto. Acara ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang produk keuangan syariah sekaligus mengkampanyekan keuangan syariah nasional yang disebut dengan program 'Aku Cinta Keuangan Syariah' (ACKS). Rumah Kepemimpinan PPSDMS sebagai institusi yang peduli pada generasi masa depan mendukung dan berpartisipasi dalam acara pasar rakyat syariah dengan menjadi salah satu peserta. Selain itu, dalam acara pembukaan Rumah Kepemimpinan diundang guna menerima bantuan secara simbolik dana kebajikan CIMB Niaga Syariah untuk program Konkretpreneur Indonesia, terutama program pembinaan 20 dhuafa menjadi wirausaha sebesar Rp 200 juta. Penyerahan bantuan ini diberikan Presiden Direktur PT CIMB Niaga Tbk, Tigor M. Siahaan kepada Direktur Rumah Kepemimpinan, Bachtiar Firdaus. “Kami sangat senang berkolaborasi dengan Rumah Kepemimpinan PPSDMS. Kami lihat peserta dan alumninya sangat produktif. Semoga kerjasama ini mampu membina wirausahawan muda yang memperkuat daya saing bangsa,� ujar Presdir CIMB Niaga. Selain menghadirkan produk UKP (Unit Kegiatan Peserta), Rumah Kepemimpinan pun mengajak binaan mitra PT LMS untuk bergabung, yaitu Alif Agro. Alif Agro fokus pada jual beli bibit lele dan pengembangan ternak lele. Pada penutupan acara, Rumah Kepemimpinan memberikan bingkisan produk alumni kepada Fatin Shidqia Lubis dan Ustadz Felix Siauw sebagai tanda mata. Keduanya merasa senang dan mengucapkan terima kasih. (Fatin NW)

Future Leaders | edisi 87 Juni-Agustus 2015 15


Laporan Keuangan

Laporan Keuangan Program Pembinaan Sdm Strategis Bulan Mei 2015 PENERIMAAN

ÍÎ SALDO AWAL BULAN

B

PENERIMAAN

BIAYA PUSAT

C

PENDAYAGUNAAN

BIAYA REGIONAL

D E F

16 Future Leaders | edisi 87 Juni-Agustus 2015

URAIAN

A

MEI 14.796.108

DONASI / ZISWAF INSTITUSI

122.000.000

DONASI / ZISWAF INDIVIDU

173.038.830

DANA KEGIATAN PPSDMS LAINNYA

26.275.005

PENDAPATAN JASA

13.716.000

PENDAPATAN LAINNYA

15.468.020

JUMLAH PENERIMAAN

350.497.855

JUMLAH SUMBER DANA ( A + B ) PENDAYAGUNAAN C1. BIAYA PUSAT BIAYA PERSONALIA BIAYA OPERASIONAL BIAYA KEMITRAAN BIAYA SDM BIAYA PROGRAM BIAYA KONSULTAN DAN JASA C2. BIAYA REGIONAL BIAYA UANG SAKU WORKSHOP BIAYA PROGRAM PEMBINAAN & PKN BIAYA REKRUTMEN BIAYA OPERASIONAL REGIONAL BIAYA INSENTIF PENGURUS REGIONAL & PELATIHAN SDM BIAYA PEMBELIAN AKTIVA REGIONAL BIAYA SEWA ASRAMA REGIONAL C3. ALUMNI & KOMUNITAS C4. PEMBANGUNAN ASRAMA JUMLAH PENDAYAGUNAAN PENAMBAHAN HUTANG PEMBAYARAN HUTANG SALDO AKHIR (A+B-C+D-E)

365.293.963 212.314.673 122.369.914 31.513.500 1.486.000 6.874.034 50.071.225 44.720.378

20.501.344 24.219.034

1.450.000 258.485.051 60.000.000 26.328.177 140.480.735

*untuk laporan keuangan lengkap kunjungi rumahkepemimpinan.org atau hubungi kami di 021 7888 3828 / 0816 141 3000


Laporan Keuangan

Laporan Keuangan Program Pembinaan Sdm Strategis Bulan Juni 2015 ÍÎ

URAIAN

A

SALDO AWAL BULAN

B

PENERIMAAN

JUNI 140.480.735

DONASI / ZISWAF INSTITUSI

117.000.000

DONASI / ZISWAF INDIVIDU

299.977.697

PENERIMAAN

DANA KEGIATAN PPSDMS LAINNYA PENDAPATAN JASA

C

D E F

28.365.600

PENDAPATAN LAINNYA

22.530.800

JUMLAH PENERIMAAN

467.874.097

JUMLAH SUMBER DANA ( A + B ) PENDAYAGUNAAN C1. BIAYA PUSAT BIAYA PERSONALIA BIAYA OPERASIONAL BIAYA KEMITRAAN BIAYA SDM BIAYA PROGRAM BIAYA KONSULTAN DAN JASA C2. BIAYA REGIONAL BIAYA UANG SAKU WORKSHOP BIAYA PROGRAM PEMBINAAN & PKN BIAYA REKRUTMEN BIAYA OPERASIONAL REGIONAL BIAYA INSENTIF PENGURUS REGIONAL & PELATIHAN SDM BIAYA PEMBELIAN AKTIVA REGIONAL BIAYA SEWA ASRAMA REGIONAL C3. ALUMNI & KOMUNITAS C4. PEMBANGUNAN ASRAMA JUMLAH PENDAYAGUNAAN PENAMBAHAN HUTANG PEMBAYARAN HUTANG SALDO AKHIR (A+B-C+D-E)

608.354.832 205.548.040 114.137.500 21.417.379 927.900 9.047.930 60.017.331

BIAYA PUSAT PENDAYAGUNAAN

117.273.005

20.747.133 47.741.022 48.784.850

2.700.000 325.521.045

BIAYA REGIONAL

29.828.377 253.005.410

*untuk laporan keuangan lengkap kunjungi rumahkepemimpinan.org atau hubungi kami di 021 7888 3828 / 0816 141 3000

Future Leaders | edisi 87 Juni-Agustus 2015 17


Laporan Keuangan

Laporan Keuangan Program Pembinaan Sdm Strategis Bulan Juli 2015 PENERIMAAN

ÍÎ

URAIAN

A

SALDO AWAL BULAN

B

PENERIMAAN

JUNI 253.005.410

DONASI / ZISWAF INSTITUSI

178.800.000

DONASI / ZISWAF INDIVIDU

782.602.262

DANA KEGIATAN PPSDMS LAINNYA

74.500.000

PENDAPATAN JASA

BIAYA PUSAT

C

PENDAYAGUNAAN

BIAYA REGIONAL

*untuk laporan keuangan lengkap kunjungi rumahkepemimpinan.org atau hubungi kami di 021 7888 3828 / 0816 141 3000

18 Future Leaders | edisi 87 Juni-Agustus 2015

D E F

1.985.500

PENDAPATAN LAINNYA

4.944.219

JUMLAH PENERIMAAN

1.042.831.981

JUMLAH SUMBER DANA ( A + B ) PENDAYAGUNAAN C1. BIAYA PUSAT BIAYA PERSONALIA BIAYA OPERASIONAL BIAYA KEMITRAAN BIAYA SDM BIAYA PROGRAM BIAYA KONSULTAN DAN JASA C2. BIAYA REGIONAL BIAYA UANG SAKU WORKSHOP BIAYA PROGRAM PEMBINAAN & PKN BIAYA REKRUTMEN BIAYA OPERASIONAL REGIONAL BIAYA INSENTIF PENGURUS REGIONAL & PELATIHAN SDM BIAYA PEMBELIAN AKTIVA REGIONAL BIAYA SEWA ASRAMA REGIONAL C3. PENYALURAN ZAKAT FITRAH C4. PEMBANGUNAN ASRAMA JUMLAH PENDAYAGUNAAN PENAMBAHAN HUTANG PEMBAYARAN HUTANG SALDO AKHIR (A+B-C+D-E)

1.295.837.391 297.409.692 191.429.333 57.579.377 2.484.300 4.046.682 33.870.000 8.000.000 556.272.139 394.500.000 26.450.000 24.793.467 85.528.672 25.000.000 924.800 854.606.631 29.828.377 411.402.383

Catatan Saldo Hutang Per Juli 2015 Ĩ ĜĪ Į Í İ Į ĦĖ Í Operasional & Pemb. Asrama Pembelian Asrama Reg 4 (Depan) Pembelian Asrama Reg 4 ( Belakang ) Operasional PPSDMS TOTAL

SUMBER Lukman / LP3T-NF Bank Muamalat Bank Syariah Mandiri PT.LMS / Arief/ Musoli

SISA HUTANG Rp 2.049.644 Rp 1.535.917.692 Rp 606.021.016 Rp 109.000.000 Rp 2.252.988.352


donasi via ATM Masuk ke Menu Utama Rekening Donasi

Pembayaran

Beasiswa PPSDMS

ZIS & Qurban

Rumah Kepemimpinan

010 857 0945

a.n. Yayasan Bina Nurul Fikri

003 005 8574 a.n. PPSDMS NF rumahkepemimpinan.org

info@ppsdms.org

Masukkan Nominal Pembayaran

Pilih Jenis Rekening

421 3020 903

157 000027 9225

a.n. Yayasan Bina Nurul Fikri

a.n. Yayasan Bina Nurul Fikri

307 00098 15

528 01000 31001

a.n. Yayasan Bina Nurul Fikri

a.n. Yayasan Bina Nurul Fikri

donasi@ppsdms.org

1000 323 91 SYARIAH

Konfirmasi & Selesai

a.n. PPSDMS NF

a.n. Yayasan Bina Nurul Fikri

PPSDMS Nurul Fikri

@ppsdms

rumahkepemimpinan.org

Rumah Kepemimpinan Call Centre : 021 7888 3828| 0816 141 3000

pin

75FC64F3


Newsletter Rumah Kepemimpinan Edisi 87 - Juni - Agustus 2015  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you