Page 1

Newsletter Edisi 102


Direktur Eksekutif: Bachtiar Firdaus ST., MPP Direktur Pembinaan Peserta & Pemberdayaan Alumni: Adi Wahyu Adji, S.Si, MSM Direktur Sumber Daya Manusia & Administrasi Keuangan: Muhammad Ichsan SE Direktur Kemitraan & Fundraising: Fachriadi Tanjung SE., M.Si Manajer Pembinaan Peserta & Pemberdayaan Alumni: Aqil Wilda Arief Manajer Sumber Daya Manusia & Administrasi Keuangan: Andi Junasa Andhika Manajer Kemitraan & Fundraising: Nur Ihsan Robbiyanto Asisten Manajer Marketing & Komunikasi: Ibrahim Iryad

Salam Redaksi 15 Tahun RK Perhelatan Milad 15 tahun Rumah Kepemimpinan pada 2627 Agustus bersama National Leadership Camp 2017 menjadi momentum berharga untuk segenap keluarga besar pengurus pusat, regional serta dewan pembina dan pengawas Rumah Kepemimpinan. Transformasi panjang dari sebuah Pesantren Mahasiswa menjadi Asrama Peradaban inilah Rumah Kepemimpinan terus hadir sebagai lokomotif penggerak kepemimpinan untuk mencetak agents of transformation dengan nilai-nilai keislaman, kepeloporan dan kemajuan dipadu-serasikan dengan prinsip Nasionalisme.

Inspirasi Tanpa Batas Tokoh-tokoh pemimpin negeri turut hadir dalam prosesi & rangkaian acara Milad Rumah Kepemimpinan sekaligus menjadi asupan semangat dan komitmen kami untuk terus mencetak agen-agen pemimpin Bangsa. Antara lain, Zulkifli Hasan (Ketua MPR-RI), Laskda TNI (Purn) Husein Ibrahim, MA, Ph.D, Dr. Bambang Widjojanto, SH, MH, Nur Mahmudi Ismail, Lakso Anindito dan Rahyang Nusantara. Beberapa alumni Rumah Kepemimpinan yang telah berkiprah untuk Negeri turut hadir mengisi acara dalam prosesi Milad ini seperti M. Faisal Karim & Nur Agis Aulia, Adhil Umarat, dll. Rangkaian perhelatan Milad Rumah Kepemimpinan dan National Leadership pada 26-27 Agustus 2017, yang bertempat di Gedung Rumah Kepemimpinan Pusat Jl. Lenteng Agung Raya ini akan menjadi saksi perjuangan untuk melukis wajah Indonesia. Indonesia dengan pemimpin yang selalu diimpikan, Indonesia yang lebih baik dan bermartabat. Salam Redaksi

Staff Bidang Pembinaan Peserta & Pemberdayaan Alumni: Enung Azizah Mulyawati Huditami Ajeng Widanti Staff Bidang Sumber Daya Manusia & Administrasi Keuangan: Lusi Cahya Pertiwi Fithratun Nuha Tsabita Staff Bidang Kemitraan & Fundraising: Yessy Nur Handayani Irsyaad Suharyadi Staff Bidang Marketing & Komunikasi: Maghfira Puteri Almira Muhammad Nabil Bidang Umum: Fauzan Hendar Yanti Regional 1 Jakarta Pembina Regional: Dr. Hamid Chalid SH. LLM Manajer Regional: M. Fathan Mubina Supervisor Asrama: Arya Adiansyah, Indah Puspita Regional 2 Bandung Pembina Regional: Dr. Taufikurrahman Supervisor Asrama: Septiar D Putra Regional 3 Yogyakarta Pembina Regional: Dr. M. Wazis Wildan M. Sc Manajer Regional: Chandra Nur Triwiyanto Supervisor Asrama: Hamdan Abdullah, Devi Lukitasari Regional 4 Surabaya Pembina Regional: Dr. Arief Basuki, Sp An Manajer Regional: Wawan Ismanto S.Si Supervisor Asrama: Amron Basuki Regional 5 Bogor Pembina Regional: Dr. Abdul Munif M. Sc, Agr Manajer Regional: Pauzi S. Gz Supervisor: Supriatna Regional 6 Medan Pembina Regional: Rudi Hartono Manajer Regional: Andi Pranata, S.Si Staf Pembinaan: Irwansyah Putra Regional 7 Makassar Pembina Regional: Dr. Yusran Manajer Regional: Arifatul Mahmudah D. Supervisor Asrama: Mushaddiq Asri, Ahmad Akbar


4 - Mitra & Daftar Isi

Inspirasi Tokoh

Ketua MPR RI, Bapak Zulkifli Hasan, menyampaikan pidato kebangsaan kepada mahasiswa-mahasiswa terpilih di NLC 2017

08

Pemuda Indonesia, bercita-citalah yang tinggi Hal 08 RK Utama Sambutan oleh Bang Bachtiar Firdaus selaku Direktur Rumah Kepemimpinan dalam kegiatan National Leadership Camp 2017. Hal 12

Qurbanisme Keluarga besar Rumah Kepemimpinan melanjutkan tradisi (millah) Ibrahim dengan pemotongan hewan qurban terbaik di setiap regional. Hal 14

12 14

Komik Kepemimpinan Lembar berisi komik kepemimpinan

Hal 30

30

5

Konsultasi pemimpin

6

Inspirasi Pemimpin muda

10

Inspirasi Kepemimpinan

16

Galeri Aktivitas

18

Prestasi Pemimpin muda

22

RK Partnership

24

RK Alumni

26

Laporan Keuangan

28

Leadership Project


Konsultasi Konsultan Pemimpin - 05 5

Ask Coach #1 Selamat pagi Coach, Perkenalkan saya seorang karyawan yang baru saja naik jabatan menjadi leader dalam sebuah tim/divisi. Skill dan manajerial kepemimpinan seperti apa yang dibutuhkan atau setidaknya yang harus saya asah untuk mengelola organisasi/tim? Terimakasih atas jawabannya :)

Coach Answer #1 ! Selamat atas promosi jabatannya. Sebagai seorang pemimpin, banyak ketrampilan yang harus dikuasai. Karenanya yang pertama kali disadari adalah bahwa proses untuk menguasai ketrampilan kepemimpinan itu sendiri adalah sebuah perjalanan yang membutuhkan waktu, bukan sesuatu yang instant dan dicapai hanya lewat beberapa kali training/pelatihan. Selanjutnya sebagai pimpinan baru berusahalah untuk menyesuaikan diri dengan kondisi tim yang Anda pimpin. Milikilah kedekatan hubungan dengan anak buah atau tim Anda. Tingkatkan kemampuan komunikasi dan kepekaan mendengar Anda. Dari sana, Anda bisa mengetahui hal apa saja yang perlu Anda tingkatkan atau kuasai dalam waktu dekat. Namun demikian, Anda harus paham pula dengan tujuan yang dibebankan kepada Anda sebagai pimpinan. Kepahaman ini akan membantu Anda untuk kemudian disampaikan dengan baik kepada Tim Anda. Harapannya mereka juga akan membantu bersama dengan Anda mewujudkan tujuan tersebut.

Ask Coach #2 Salam pemimpin muda, perkenalkan Coach, saya seorang mahasiswa yang aktif mengikuti pergerakan kampus dan aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Semua itu saya lakukan sebagai bentuk tanggung jawab pergerakan & sosial di masyarakat. Yang ingin saya tanyakan, apa yg harus saya lakukan apabila teman-teman/organisasi tidak dalam 1 frekuensi visi & semangat dengan yang saya rasakan?

Coach Answer #2 ! Kesatuan dan kesamaan visi adalah hal yang penting dalam sebuah Tim. Hal ini pertama kali ditentukan oleh kualitas pimpinan yang baik. Kekuatan visinya adalah energi bagi anggota tim yang lain. Ketika hal ini sudah ada, namun belum memberikan dampak bagi anggota yang lain, maka perlu dilakukan evaluasi, hal apa yang menyebabkannya. Kemungkinan pertama adalah cara penyampaian (delivery) yang belum optimal. Hal ini bisa dilakukan perbaikan dengan menuliskan kembali visi, tujuan atau impian yang diharapkan. Bisa dilakukan sebuah pertemuan yang dihadiri oleh semua anggota untuk dilakukan reorientasi visi. Kemungkinan yang kedua yaitu adanya visi atau tujuan lain yang berbeda dari apa yang diinginkan oleh si pemimpin. Dalam hal ini, pimpinan atau ketua organisasi harus terbuka untuk mendapatkan saran dan masukan dari anggota lainnya. Boleh jadi akan ada beberapa perubahan atau modifikasi visi. Hal ini dimungkinkan selama menjadi kesepakatan bersama dalam tim. Kemungkinan lainnya adalah kondisi internal tim yang tidak sehat. Entah karean ada konflik internal, kejenuhan, dan lain sebagainya. Hilangkanlah masalah-masalah internal tersebut satu per satu. Kemudian lakukan "refreshment" dengan melakukan aktivitas menyenangkan secara bersama-sama.

Konsul Pemimptasi in


6

- Inspirasi Pemimpin Muda

Menuju Kedaulatan Pangan Berbasis Kemaritiman Sejak sekolah dasar, kita mengenal kebutuhan pokok manusia ada tiga, yaitu sandang, pangan, dan papan. Kebutuhan pokok merupakan hak asasi manusia yang wajib dipenuhi oleh negara. Salah satu kebutuhan yang saat ini menjadi trending topic di beberapa media nasional adalah persoalan pangan nasional. Masalah utamanya ada di sektor produksi dan distribusi. Baru-baru ini, terdapat laporan tentang jatuhnya harga gabah dari petani-petani anggota Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) yang terjadi merata di wilayah pulau Jawa. Hal ini tentu saja merugikan jaringan petani AB2TI. Penyebab utama harga gabah jatuh adalah akibat tanam dan panen serentak serta panen pada saat cuaca mendung dan hujan di dua minggu terakhir ini. Fenomena perubahan iklim sedikit banyak berdampak terhadap produksi gabah. Selain fenomena perubahan iklim, adanya fenomena bertambahnya jumlah penduduk akan berpengaruh banyak terhadap kebutuhan pangan dalam skala nasional. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dalam peluncuran buku Proyeksi Penduduk Indonesia (2010-2035) memproyeksikan bahwa akan terjadi peningkatan jumlah penduduk sekitar 28,6 %. Dari sekitar 271,1 juta penduduk di tahun 2020 akan meningkat menjadi 305,6 juta jiwa pada 2035. Implikasi yang ditimbulkan, selain kebutuhan pangan yang semakin tinggi, adalah kebutuhan akan tempat tinggal sehingga banyaknya masyarakat yang mendirikan tempat tinggal justru akan mengurangi lahan

pertanian itu sendiri. Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB, Arif Satriya, mencatat bahwa setidaknya ada 50.000 sampai 100.000 hektare lahan sawah yang hilang setiap tahunnya. Lahan tersebut hilang, baik karena beralih fungsi maupun karena tidak lagi tergarap oleh petani sebab regenerasi yang makin mandek. Ditambah lagi, belum jelasnya data tentang luas lahan secara nasional menyebabkan upaya penegakan hukum menurut UU Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Tanah Berkelanjutan sulit dilakukan. Oleh karena itu, berkurangnya lahan pertanian guna memenuhi pangan nasional akan menjadi titik perhatian penting saya.

Pangan berbasis sumber daya maritim Pada bagian ini, saya akan mencoba mengubah paradigma bahwasanya kebutuhan pangan diperoleh tidak hanya dari pertanian darat, tetapi dapat juga melalui pertanian laut. Salah satu pilar kebijakan maritim yang mendukung terhadap hal tersebut adalah sumber daya laut. Seperti yang kita ketahui, 60% penduduk Indonesian tinggal di wilayah pesisir dan luas wilayah perairan Indonesia, yaitu sekitar 5,8 juta km persegi, menjadi potensi yang menggembirakan. Kepala Staf Umum TNI Laksdya TNI, Dr. Didit Herdiawan, M.PA, M.BA, dalam sebuah kuliah umum di Universitas Airlangga tentang Ketahanan Pangan, Maritim, dan Daya saing Bangsa menjelaskan tujuh strategi pemberdayaan sumber daya laut Indonesia. Pada strategi terakhir ia menjelaskan tentang perubahan paradigma pembangunan nasional dari land based socio economic development menjadi ocean based socio economic development. Strategi terakhir yang menjadi menarik terkait perubahan paradigma

adalah bahwa kebutuhan pokok pangan ke depannya berasal dari sumber daya maritim. Salah satu pandangan mayoritas masyarakat Indonesia, yaitu apabila tidak makan nasi, maka belum disebut makan, perlu kiranya ke depannya diubah. Dengan begitu, dari hal kecil inilah ketahanan pangan dapat benar-benar terwujud. Semua masyarakat Indonesia di setiap waktu memiliki akses untuk memperoleh kecukupan dan keamanan pangan serta sumber-sumber pangan bergizi untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menunjang kesehatan.

Kearifan Lokal Masyarakat Nelayan Upaya konkret pemerintah mulai tampak di awal tahun 2015 ketika kebijakan menenggelamkan kapal asing yang masuk ke perairan Indonesia dilakukan. Kemudian juga dengan adanya bantuan berupa kapal-kapal nelayan. Selain program yang sifatnya bantuan, perlu juga memperhatikan adanya bentuk kearifan lokal. Kearifan lokal masyarakat daerah pesisir ini sangat menunjang ketahanan pangan maritim. Mabeleh adalah tradisi masyarakat wajo yang menangkap ikan dengan menggunakan pagar dari bambu. Hal yang dilakukan oleh masyrakat ini dapat menjaga kelestarian ekosistem danau. Selain itu, ada juga tradisi Sasi, yaitu tradisi masyarakat Maluku berupa larangan memanen atau mengambil dari alam (darat/laut) untuk waktu tertentu. Tradisi ini dapat mencegah adanya eksploitasi berlebihan. Pada hakikatnya, menjaga keseimbangan alam dan manusia menjadi faktor paling penting untuk menunjang ketahanan pangan maritim. ( Parlaungan Iffah Nasution, Administrasi Negara, FISIP UNAIR 2014, Peserta Rumah Kepemimpinan R4 Surabaya ) https://www.selasar. com/jurnal/36910/Menuju-Kedaulatan-Pangan-Berbasis-Kemaritiman


Inspirasi Pemimpin Muda -

Ekspresi Nasionalisme Kawula Muda “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda akan kuguncangkan dunia” – Ir. Soekarno. Pesta demokrasi serta gaduh genderang politik akhir-akhir ini sukses menyita banyak perhatian. Setidaknya publik terbuka matanya, baik secara lahiriah dan batiniah, mengenai posisi serta identitas yang tegas dari setiap individu, kelompok, golongan, organisasi sosial masyarakat, dan bentuk kumpulan lainnya. Tidak hanya kondisi politik saja, arus globalisasi di era digital yang tidak bisa dihindari lagi juga telah mengupas sebagian identitas bangsa. Obsesi imitasi menjadi tren masa kini. Implikasinya bahwa tidak heran para akademisi, bangsawan, negarawan, mahasiswa, dan individu lainnya membahas mengenai kondisi nasionalisme bangsa Indonesia. Praktik korupsi dan politik bangsa ini mempertontonkan kepedulian terhadap bangsa yang tidak begitu ikhlas, melainkan ada kepentingan yang hendak ingin dicapai. Fenomena dan berbagai fakta lainnya hanya akan menjadi sejarah tentang kemunduran bangsa apabila tidak segera dibenahi. Alih-alih menggapai harapan bersama dengan mengusung suksesi Sustainable Development Goals 2030, nyatanya bangsa ini masih perlu berbenah. Pemuda sebagai generasi yang selalu dianggap menjadi “juru penyelamat” bangsa memiliki kewajiban yang sangat berarti. Momen Hari Sumpah Pemuda yang selalu menonjolkan dua kata, pemuda dan nasionalisme, mengindikasikan bahwa anak muda memiliki asa. Mungkin akan banyak menemui tantangan, tapi optimisme peluang yang sangat terbuka lebar harus dimaksimalkan.

Wajah Baru Nasionalisme Memaknai nasionalisme tidak cukup berhenti di level abstrak saja, teori tanpa aksi bisa mati. Semangat pemuda era millenial harus pandai mengonkretkan ide, bukan mengkaji untuk mencari yang ideal. Konsepsi nasionalisme dari Benedict Anderson sederhananya melihat bahwa adanya solidaritas dan rasa persaudaraan yang terbangun meskipun tidak saling mengenal (imagined communities). Fakta unik tentang bangsa Indonesia ini juga yang kemudian diyakini oleh sebagian anak muda untuk berkreasi. Telah lahir dan berkembang banyak platform untuk menjawab kekeliruan perkiraan generasi tua mengenai nasionalisme kaum muda. Indorelawan.org, Change. org, Nulisbuku.com, Kitabisa.com, dan masih banyak lagi. Kini, pemuda hadir sebagai penggagas dan pembawa perubahan (agent of change). Alfatih Timur, founder Kitabisa.com yang juga didaulat sebagai tiga puluh anak muda berpengaruh di Asia versi majalah Forbes pada tahun 2016. Laman tersebut menjadi populer dan berhasil menghimpun dana sampai pada angka tujuh belas miliar yang terealisasi untuk 1.388 kegiatan atau inisiatif. Secara tidak langsung inisiatif seperti ini mampu menggugah kepekaan sosial masyarakat luas untuk bergerak bersama. Sifat anak muda yang kaya akan kreasi dan semangat break the limit merupakan pembeda dari generasi tua. Kolaborasi antara ide, aksi, dan kontribusi seakan menjadi identitas dirinya. Nasionalisme yang berada didalam bayang-bayang komunalisme serta masih melekat kuatnya rasa primordialisme adalah sebuah keniscayaan. Namun, hal tersebut bukan hanya sebuah tantangan, melainkan peluang. Kekhawatiran pembangunan kota-desa yang semakin timpang yang sering dibahas dalam banyak forum, terutama oleh generasi tua yang kemudian mempertanyakan posisi anak muda, mampu di-

7

jawab dengan sebuah kontribusi. Pemuda penggagas desa atau daerah menjadi tren di masa kini. Rumah Imperium yang digagas oleh Reza Zaki, anak muda asal Sumedang, berdiri sebagai lilin pembawa perubahan bagi masyarakatnya. Begitu juga dengan Faldo Maldini menggagas Pulangkampung.com sebagai bentuk kecintaannya atas tanah Minang. Dalu Nuzlul Kirom si anak Dolly, Pemuda ini juga dengan lantangnya membawa perubahan di daerah lokalisasi prostitusi terbesar di Asia Tenggara, Gang Dolly. Dalu memberikan solusi bagi masyarakat setempat untuk tetap berpenghasilan dengan cara yang lebih sehat. Tidak gampang dan penuh tantangan, tetapi menyerah bukanlah sifat kesatria. Optimisme terhadap anak muda tidak hanya melihat apa yang tersaji saat ini. Investasi dalam bentuk regenerasi selalu dinanti. George Saa, sang mutiara hitam milik Indonesia yang di mana daerah asalnya selalu dipandang minoritas berhasil menjadi rebutan banyak negara. Keberhasilannya meraih medali emas dalam ajang “First Step to Nobel Prize in Physics” tidak hanya melambungkan namanya saja, juga mampu mengglobalkan Indonesia. Ketika ditanya tentang rencana masa depan, jawabannya sangat nasionalis, “Fadhli, saya balik ke Indonesia, Papua.” Perlu diyakini bahwa Indonesia bukan hanya memiliki George Saa seorang, masih banyak anak muda lainnya yang siap berkontribusi, tentunya dengan beragam ekspresi. Apakah masih ragu menitipkan bangsa ini pada mereka? Ekspresi diri dalam memaknai nasionalisme tentu tidak selalu sama. Begitu pula dengan anak muda yang dalam beberapa momen memaknai nasionalisme melalui simbol-simbol atau sebuah gerakan. Mungkin tidak banyak terlihat di televisi, tetapi pengaruhnya terasa dalam kehidupan sehari-hari. Di titik ini, nasionalisme perlu dipahami dalam konteks ideologi sebagai mono-identitas bangsa serta diekspresikan dalam bentuk karya karena sejatinya nasionalisme merupakan proyek masa depan bangsa Indonesia milik bersama. ( Yusup Ridwansyah, Sosiologi, FISIP UI 2015, Peserta Rumah Kepemimpinan R1 Jakarta ) https://www.selasar.com/jurnal/37988/Ekspresi-Nasionalisme-Kawula-Muda


8

- Inspirasi Tokoh

Pemuda Indonesia, bercita-citalah yang tinggi

Jakarta (26/8). Ketua MPR RI, bapak Zulkifli Hasan, menyampaikan pidato kebangsaan kepada mahasiswa-mahasiswa terpilih se-Indonesia dalam acara National Leadership Camp 2017 di Auditorium Rumah Kepemimpinan, Jakarta. “Jangan minder kalau kita berasal dari dusun (desa). Kalian punya kempatan yang sama untuk mewujudkan cita-cita. Semua tergantung usaha kalian,” pesan pak Zulkifli Hasan dalam memotivasi para mahasiswa. Pak Zulkifli Hasan pun berpesan agar sejak muda bersungguh-sungguh melatih diri untuk menjadi lebih baik. Selain itu melatih jiwa sejak muda. “Bagaimana melatih jiwa? Memintalah kepada Allah. Saya terlatih oleh orangtua saya untuk sholat malam dan puasa Senin & Kamis,” cerita pak Zulkifli Hasan. “Menjadi manusia yang unggul bukan untuk diri kalian. Camkan itu! Tapi perjuangan kalian belajar sungguh-sungguh dan lain sebagainya adalah untuk mewujudkan Indonesia maju, Indonesia merdeka, serta mewujudkan cita-cita para pejuang dahulu,” pesan beliau diakhir pidatonya. National Leadership Camp 2017 ini diadakan sekaligus sebagai bentuk tasyakuran milad 15 tahun Rumah Kepemimpinan, NGO yang fokus membina mahasiswa-mahasiwa berprestasi seluruh Indonesia.


Inspirasi Tokoh -

9

Kontribusi itu tidak hanya di satu dimensi.

Jakarta (26/8). Diskusi Kebangsaan Kontribusi Membangun Negeri, 11.00 - 12.00 WIB, Auditorium

Rumah Kepemimpinan Nurul Fikri. Dalam sesi ini terbagi menjadi dua narasumber tokoh yaitu Bpk Bambang Widjojanto dan bang Faisal Karim. Pada sesi pertama ini, bang Faisal Karim menyampaikan bahwa terlepas dari berbagai polemik di Indonesia, para pemuda sebenarnya bisa berkontribusi di kancah Internasional. Pertanyaannya adalah apakah kita sudah benar-benar memiliki rasa nasionalisme. Bapak Faisal Karim mengajak untuk melihat kembali G20 kondisi GDP Indonesia hingga ke MUN. Pada hakikatnya, kontribusi itu tidak hanya di satu dimensi. Bang Faisal Karim juga mengemukakan terkait publik intelektual. Umumnya mereka adalah orang-orang yang tampil di media digital. Mereka terkenal atas dasar tulisan pemikiran tanpa disertai kompetensi di bidangnya. Sudah selayaknya seorang pemimpin dapat meningkatkan kompetensi dan menjadi ekspertiis di sekitarnya, khususnya kapasitas intelektual. Pada sesi kedua Bapak Bambang Widjojanto menyampaikan terkait potensi Indonesia yang luar biasa dengan kekayaan alamnya yang berlimpah dan dikenal di dunia. Disampaikan juga mengenai kondisi keuangan Indonesia pasca reformasi meningkat dari 400 T menjadi 2000 T. Kondisi saat ini pemuda Indinesia berjumlah 69 juta jiwa atau 28% penduduk Indonesia. Hal ini menjadikan pemuda menjadi sektor terpentibg dalam. Pembangunan dan upaya pemberantasan masalah di Indonesia. Salah satunya adalah masalah korupsi e-KTP yang menyeret perusahaan asing untuk melakukan suap berkali-kali. Korupsi pun saat ini menjadi masalah yang sangat serius dialami oleh Indonesia. Adanya tindakan politik kartel, oligarki dan dinasti politik menjadikan Indonesia semakin terpuruk akan ketidakadilan dan kesejahteraan. Lantas apa yang harus dilakukan? Bapak Bambang menjelaskan untuk membangun integritas dan kepercayaan. Dalam membangun integritas diperlukan sikap jujur dan amanah, kompetensi, konsistensi, profesional, dan membangun keteladanan. Seorang pemimpin yang memiliki integritas tentunya memiliki tekad dan keyakinan yang teguh, menggunakan kata dan mata hati, serta menjalankan dan menjaga reputasi.


10 - Inspirasi Kepemimpinan

Sumpah Generasi Millenial

“Mereka bertumbuh di tengah-tengah perkembangan teknologi yang demikian pesat. Tidak sedikit dari mereka yang mampu memanfaatkan teknologi untuk kebaikan yang lebih luas�

Negeri kita hari ini sepertinya kembali menemukan titik terang. Harapan akan masa depan negara dan bangsa yang lebih baik, lebih cerah, dan lebih bermatabat nampaknya langkah demi langkah akan segera terwujud. Mengapa bisa demikian? Salah satunya disebabkan karena faktor generasi muda hari ini yang jikalau kita lihat, semakin memunculkan optimisme dan gairah untuk membanggakan ibu pertiwi. Generasi millenial atau generasi Y, begitu banyak orang menyebutnya, kini tengah mewarnai Negeri ini dengan warna-warni aktivitasnya. Generasi millenial adalah generasi yang lahir antara tahun 1980-2000. Berarti jika kita berbicara hari ini, mereka berada pada rentang usia 16-36 tahun. Pertama kali penyebutan generasi millenial ini dipopulerkan oleh penulis bernama William Strauss dan Neil Howe pada tahun 1987. Mereka mengenalkan generasi millenial ini dalam bukunya yang berjudul Generations: The History of America’s Future (1991) dan Millennials Rising: The Next Great Generation (2000). Generasi millenial ini menggantikan generasi baby boomers atau generasi x yang telah mendahuluinya dimana pun. Pembagian generasi ini didasarkan pada kesamaan karakter dan kesamaan kondisi lingkungan yang ada disekitarnya.


Inspirasi Kepemimpinan - 11 Yoris Sebastian - seorang kreatifpreneur menyatakan dalam bukunya, bahwa generasi millenial atau generasi langgas ini memiliki beberapa ciri-ciri yang menonjol dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. Di antaranya adalah kehidupannya yang begitu dipengaruhi oleh orang-orang di sekitarnya (connected & community). Selain itu, generasi millenial juga generasi yang melek teknologi (Tech Savvy). Mereka bertumbuh di tengah-tengah perkembangan teknologi yang demikian pesat. Tidak sedikit dari mereka yang mampu memanfaatkan teknologi untuk kebaikan yang lebih luas.

berdayakan ribuan mitra dengan Go-Jek nya, Achmad Zaki dengan Bukalapak-nya muncul menjadi “pahlawan” UMKM Indonesia, Rama Raditya dengan Qlue-nya menjadi platform pelayanan publik yang digunakan oleh pemprov DKI, Alfatih Timur dengan Kitabisa-nya yang telah menghimpun miliaran dana crowdfunding, Andreas Senjaya dengan i-Grownya yang menyajikan cara investasi yang lebih hijau, Iman Usman dengan RuangGuru-nya yang membuat profesi guru semakin asyik, dan masih banyak nama-nama lainnya yang punya kiprah membanggakan bagi negeri ini.

“Mereka bertumbuh di tengah-tengah perkembangan teknologi yang demikian pesat. Tidak sedikit dari mereka yang mampu memanfaatkan teknologi untuk kebaikan yang lebih luas”

Berita baik dari generasi millenial untuk negeri tidak hanya berasal dari mereka yang sudah berhasil menjadi pemimpin-pemimpin perubahan seperti di atas, tetapi juga didukung oleh lingkungan yang menambah-suburkan iklim untuk saling berkarya, berkiprah, dan berkontribusi untuk negeri ini.

Ada di antara generasi millenial yang dengan persistensi dan ketulusan yang mereka miliki, menjadi tokoh-tokoh perubahan di daerahnya. Menjadi penggerak pemuda di daerah untuk perlahan menguraikan persoalan-persoalan di daerah.

Memiliki energi yang tak cepat habis bagi para generasi millenial, semestinya digunakan untuk menggoreskan karya-karya positif dan berguna bagi Ibu Pertiwi. Semangat positif ini seharusnya menjadi tren kekinian yang dipedomani oleh setiap generasi millenial.

Nama-nama seperti Gamal Albinsaid dari Malang dengan Bank Sampahnya yang mendunia, Goris Mustaqim dari Garut dengan Asgar Muda Foundation-nya yang telah melanglang-buana, M. Reza Zaki dari Sumedang dengan Rumah Imperiumnya, Nur Agis Aulia dari Banten dengan Banten Berdayanya, dan kisah menarik seorang Dalu Kirom dari Gang Doli, Surabaya dengan Gerakan Melukis Harapannya, serta masih banyak generasi millenial lain yang menunjukkan prestasi yang membanggakan di daerah.

“Memiliki energi yang tak cepat habis bagi para generasi millenial, semestinya digunakan untuk menggoreskan karya-karya positif dan berguna bagi Ibu Pertiwi”

Kemudian juga ada di antara mereka yang mengekspresikan kecintaan mereka terhadap negeri dengan memanfaatkan teknologi untuk kebaikan yang lebih luas. Mereka memanfaatkan teknologi untuk lebih memberikan kebermanfaatan, nilai tambah dan tentunya kebanggaan bagi masyarakat. Nama-nama yang tak asing lagi seperti Nadiem Makarim yang begitu fenomenal mem-

Hal ini menjadi investasi bagi mereka, sebelum para generasi millenial ini menjejaki tingkatan kematangan yang lebih tinggi lagi, dalam memimpin perusahaan, mengambil kebijakan dalam pemerintahan, atau menjadi ikon dunia dalam bidang kemanusiaan. Pada akhirnya, tersemailah para generasi millenial menjadi generasi-generasi terbaik Ibu Pertiwi. Mereka berkiprah dan berkarya bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk banyak orang.


12 - RK Utama: Milad 15 Tahun RK

Berkontribusi Untuk Negeri dan Berlari Menuju Allah Pada hari ini Sabtu, 26 Agustus 2017 pukul 09.00 WIB di Auditorium Kantor Pusat Rumah Kepemimpinan disampaikan sambutan oleh Bang Bachtiar Firdaus selaku Direktur Rumah Kepemimpinan dalam kegiatan National Leadership Camp 2017. Beliau memberikan beberapa pesan yang memotivasi seluruh peserta Rumah Kepemimpinan angkatan 8, bahwasanya waktu yang tersisa bagi para peserta untuk mengaktualisasikan diri di bawah binaan Rumah Kepemimpinan hanya tinggal 9 bulan lagi. Beliau mengingatkan kepada peserta tentang hal-hal yang menjadi inti dari pembinaan peserta di Rumah Kepemimpinan. Beliau berkata,�Sudah 13 bulan, 13 bulan kalian di Rumah Kepemimpinan, apakah kalian sudah bertransformasi dari ulat-ulat nakal menjadi kupu-kupu peradaban? Atau dari kurcaci kurcaci menjadi raksasa raksasa? Apakah sudah terinternalisasi makna dari mars Rumah Kepemimpinan dan idealisme kami yang kalian serukan tadi?�. Berjuang di rumah kepemimpinan diibaratkan oleh Bang Bachtiar seperti orang yang sedang berlari, berlari tidak sesederhana yang kita biasa bayangkan, berlari yang baik butuh persiapan, butuh diri yang fokus dan kerja keras, dan berlari sendiri tidak lebih baik daripada berlari bersama-sama dengan tim yang kuat. Hal tersebut selaras dengan ayat yang disampaikan oleh Bang Bachtiar dalam sambutannya, Faffiru ilallah yang artinya: “dan berlarilah menuju Allah� makna dari ayat ini adalah hidup di dunia ini haruslah selalu berusaha berlari menuju Allah, segala peluh lelah dan perjuangan sebagai sosok peserta Rumah Kepemimpinan haruslah ditujukan kepada Allah SWT dan kesimpulan dari sambutan Bang Bachtiar pagi hari ini adalah: bukanlah fasilitas, harta, atau program-program di Rumah Kepemimpinan yang mampu membuat diri peserta hebat, namun motivasi dari dalam diri masing-masing lah yang mampu dan sebaik-baiknya motivasi adalah motivasi untuk selalu ingin dekat dengan Allah.


RK Utama: Milad 15 Tahun RK - 13

Dari Jakarta Menuju Indonesia Jakarta, Sabtu (26/08). Rumah Kepemimpinan di usia yang ke 15 tahun mengadakan National Leadership Camp bertajuk “Kontribusi Untuk Negeri”. Pembukaan awal dengan cahaya remang-remang menjadi penyejuk kalimat demi kalimat malam ini. Pada malam tasyakur ini, beberapa pengurus pusat Rumah Kepemimpinan Nasional dan beberapa donatur tetap hadir untuk menikmati perjalanan 15 tahun Rumah Kepemimpinan. “Saya teringat waktu dulu masih mendirikan satu regional di Jakarta, saya bermimpi akan membangun Rumah Kepemimpinan di provinsi lain. Alhamdulillah diusia yang ke 15 tahun ini sudah ada 9 PTN di 7 regional” Tutur ustad musolli selaku pendiri awal Rumah Kepemimpinan. Sambutan dari beliau dibalas hangat oleh salah satu dewan penasehat Rumah Kepemimpinan yaitu Bapak Jendral Husein Ibrahim. Malam ini menjadi sebuah kenangan awal bagi kedua sahabat itu, teringat awal mereka bertemu ketika Bapak Husein mendaftarkan anaknya untuk mengikuti bimbel di Nurul Fikri. “Saya banyak bergabung diberbagai lembaga, namun Lembaga ini yang paling spesial bagi hidup saya” balas Bapak Husein dengan senyuman hangatnya. Acara selanjutnya dibuka oleh Bang Bachtiar selaku direktur utama Rumah Kepemimpinan Sekaligus pemotongan tumpeng sebagai tanda syukur, Dan diakhiri dengan beberapa testimoni dari donatur Institusi Rumah Kepemimpinan. Salah satu peserta Rumah Kepemimpinan pun juga menyampaikan ungkapan perasaan bangga menjadi pemimpin muda yang nantinya berjuang bersama membangun bangsa Indonesia.


14 - RK Utama: QurbanIsMe

Kepemimpinan Nabi Ibrahim as “Qurban Is Me” bersama Rumah Kepemimpinan Pejalanan Ibrahim dapat dimaknai dalam beberapa fase perjuangan. Dimulai dengan pencarian iman kepada tuhan yang maha kuasa, perlawanan terhadap tirani, pengorbanan diri dan membangun rumah tauhid. Seluruh fase itu menunjukkan proses pembinaan diri bukan jalan mudah, apalagi bagi sosok pemimpin yang menjadi teladan umat manusia. Ibrahim muda bukan tipe yang pasrah menerima tradisi masyarakat apa adanya, namun kritis mempertanyakan: “Apakah tradisi itu masuk akal sehat dan bermanfaat bagi pengembangan manusia?” Masyarakat pada zaman itu masih menyembah berhala. Dan berangkatlah Ibrahim dalam pencarian Tuhan dengan semangat ilmu pengetahuan. Hingga menjalan peristiwa mimpi yang diwahyukan kepadanya. Keluarga besar Rumah Kepemimpinan melanjutkan tradisi (millah) Ibrahim dengan pemotongan hewan qurban terbaik di setiap regional. Lebih jauh dari seketar ritual, peserta RK menghayati semangat berkorban dalam berbagai sektor pengabdian. Bekerja tanpa pamrih, tidak mengharapkan pujian atau ucapan terimakasih. Seperti dalam kutipan “Idealisme Kami” yang mencerminkan seluruh fase perjuangan kepemimpinan Ibrahim, InsyaAllah. QurbanIsMe adalah sebuah gerakan bersama dari Rumah Kepemimpinan untuk melaksanakan kegiatan qurban di 7 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bogor, Medan dan Makassar. QurbanIsme mengartikan bahwa “Qurban adalah (Jiwa) Saya” memiliki tujuan untuk menyalurkan daging-daging qurban dengan banyak pihak terutama saudara kita yang kurang mampu.


16 - Gallery Aktifitas Pusat & Regional

Dialog Tokoh

Galeri Aktifitas Pusat & Regional Latihan Mingguan

Qurban

Taekwondo Rumah Kepemimpinan Yogyakarta (Putra) di Lapangan dinas pemuda dan olahraga kabupaten Sleman bersama Sabeum Nur Widiyanto. 19 Agustus 2017.

Medan, Rabu-(06/09/2017). Keluarga Besar Rumah Kepemimpinan Regional 6 Medan segenap jajarannya melaksanakan pemotongan hewan qurban yang nantinya akan disebar dibeberapa panti asuhan, LSM, mahasiswa dan masyarakat sekitar Kota Medan. Alhamdulillah lima belas ekor kambing ditabur kebermanfaatannya dan menjadi penyemangat Sultan USU.


Gallery Aktifitas Pusat & Regional - 17

Apel Pagi

Apel Pagi Rumah Kepemimpinan Yogyakarta, 19 Agustus 2017. Amanat apel disampaikan oleh Astuti Purwaningsih, Mahasiswi Ilmu Komputer UGM 2014. Topik amanat apelnya adalah tentang ketika kita akan memimpin di masa depan, kita harus bisa membaca kebutuhan di masa depan.

Diskusi Pasca Kampus

Sharing Strategis

Sharing Strategis di Rumah Kepemimpinan Medan bersama alumni muda Fadel Parinduri (R5.7) dan Fauzan Pikri (R4.7), 7 September 2017

Diskusi Pasca Kampus Rumah Kepemimpinan Yogyakarta edisi sektor publik, 6 September 2017. Pada kesempatan kali ini yang menjadi narasumber adalah Trapsi Haryadi, S.IP (R3.2), Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah DIY, dengan tema diskusi "Kontribusi untuk Negeri".


18 - Prestasi Pemimpin Muda


Prestasi Pemimpin Muda - 19


20 - RK Regional

t a m a l Se i

Hardr ekaan

e m e K

17 Agustus 2017, Rumah Kepemimpinan Regional 7 Makassar bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Biologi Universitas Hasanuddin, Pemuda Toraja dan Warga Lolai Toraja Utara Melakukan pengibaran Sang Saka Merah Putih di Puncak Negeri di Atas Awan, Tongkonan Lempe Lolai, Toraja Utara. Pengibaran bendera merah putih dilaksanakan dengan penuh Khitmat meski ditengah terik matahari. proses pengibaran ini merupakan perwujudan dari bentuk kebhinnekaan Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, agama dan ras yang berbeda tapi tetap satu, Dalam kegiatan ini di Ikuti oleh pemuda pemudi dari berbagai daerah, suku dan agama. Seperti Pemuda Islam Gorontallo, Pemudi Kritiani Toraja, Pemuda Pemudi Barru, Makassar, Maros, Gowa dan Belopa. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Diskusi dengan salah satu tokoh masyarakat yang ada di Dusun Lolai. Dalam Diskusi ini beliau menjelaskan tentang kebudayaan asli toraja, seperti kasta-kasta masyarakat toraja, aturan aturan kebudayaan dan Upacara-upacara adat. Hal lain yang dijelaskan dalam diskusi ini adalah sebuah prinsip asli dari masyarakat toraja yaitu “Ketika anda ada didalam maka jadilah seekor Kambing tetapi ketika anda ada diluar maka jadilah seekor Banteng”. Prinsip ini menunjukkan sikap rendah hati dari masyarakat toraja yang dibarengi oleh sikap Kepemimpinan yang tegas, arif dan Bijaksana. Salah satu pelajaran berharga yang dapat dipetik dari masyarakat toraja adalah sikap toleransi, saling menghargai dan menghormati antar umat beragama. “ketika ada ummat lain selain kriten seperti ummat Islam hendak melakukan Ibadah maka kami mengecilkan musik atau mematikan musik tersebut” Ujar Salah Satu Tokoh Masayarakat Dusun Lolai. Sikap masyarakat Toraja dalam hal toleransi, saling menghargai dan menghormat antar ummat beragama, suku dan ras dapat menjadi Contoh bagi seluruh masyarakat diseluruh daerah di Indonesia. “Semoga Kedamaian di Toraja ini dapat tetap terjaga meski kami sekarang terdiri dari berbagai agama, ras dan suku” Harap Salah Satu Tokoh Masayarakat Dusun Lolai yang menjadi Narasumber dalam kegiatan Diskusi waktu itu. ”Perbedaan bukan menjadi penghalang tapi dapat menjadi kekuatan yang Besar ketika kita BERSATU” “Dirgahayu Republik Indonesia ke-72”


RK Regional - 21

n a g n u unj

K timewa Is

Selasa (22/8), Asrama Rumah Kepemimpinan Regional 2 Bandung mendapatkan kunjungan penting langsung oleh Ketua MPR RI Periode 2014-2019, Bpk Dr. (HC) Zulkifli Hasan, S.E., M.M. Pertemuan singkat namun cukup dalam penuh pesan kepada keluarga besar Rumah Kepemimpinan khususnya Regional Bandung. Beliau berpesan agar selalu bersungguh-sungguh, jangan tinggalkan doa dan ibadah malam/Qiyamullail, serta selalu menjaga restu Ibu-Bapak kita agar cita-cita kita semua bisa terkabul. Beliau juga sediki menceritakan pengalaman susahnya Beliau dulu bersekolah di zamannya, Alhamdulillah karena kesungguhannya, Beliau bs sampai sejauh ini. Pertemuan ini berlangsung kurang lebih Âą30 Menit disela-sela agenda beliau di Kota Bandung, langsung di aula asrama Rumah Kepemimpinan Regional 2 Bandung, Jalan Cigadung Raya Timur No. 54, Bandung. Pertemuan ini ditutup dengan pemberian cinderamata dari Rumah Kepemimpinan serta tidak lupa sesi foto bersama dan swafoto bersama Beliau. Prabu Astabhadrika Lantang berkarya! Rumah Kepemimpinan, Beasiswa Pemimpin Indonesia


22 - RK Partnership

Kunjungan Pak Arifin Hassan, seorang International Trainer berfokus pada Change Management mengisi pelatihan kepada seluruh eksekutif pusat Rumah Kepemimpinan.

Kemajuan Malaysia Kini Tidak Bisa Lepas dari Peran Indonesia Jakarta. Selasa (5/9) Rumah Kepemimpinan kehadiran tamu dari Malaysia. Adalah bapak Arifin Hassan, seorang International Trainer berfokus pada Change Management mengisi pelatihan kepada seluruh eksekutif pusat Rumah Kepemimpinan dengan tema Peranan Gerakan Islam dalam Mencorakkan Geo-Strategi Nusantara. Pak Pin, sapaan akrab bapak Arifin Hassan, menyampaikan bahwa organisasi yang baik adalah organisasi yang mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman. “Dengan memahami atau membaca fenomena black swan,organisasi semakin siap menghadapi masa depan,” tambah Pak Pin. Fenomena Black Swan adalah peristiwa yang tidak terduga atau yang tidak pernah terpikirkan, biasanya terjadi dalam kondisi ekstrem. Misalnya fenomena Arab Spring dan Tsunami Aceh tahun 2004 lalu. Pada sesi pelatihan ini Pak Pin mengajak para peserta pelatihan untuk mengimajinasikan fenomena black swan yang akan terjadi pada tahun 2025 baik di level Indonesia maupun dunia. “Sesi mengimaji-

nasikan black swan sungguh menarik, mengajak kita untuk tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan dunia yang ekstrem, melainkan memicu kita untuk menjadi black swan itu sendiri,” kesan Ihsan terhadap sesi Pak Pin. Selain itu, Pak Pin menceritakan tentang peran Indonesia dalam kemajuan Negara Malaysia. “Saat Malaysia mendirikan Universitas Kebangsaan Malaysia, universitas pertama Malaysia dengan bahasa melayu sebagai bahasa pengantar kampusnya. Karena saat itu pendidik di Malaysia lebih terbiasa menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya, maka dimintakanlah pendidik Indonesia mengajar di Universitas Kebangsaan Malaysia. Oleh karenanya, kemajuan Malaysia kini tidak lepas dari peran pendidik Indonesia dahulu,” cerita Pak Pin. Pelatihan dari Pak Pin ini menjadi bagian langkah Rumah Kepemimpinan untuk Go Global. Semoga Rumah Kepemimpinan mampu mewujudkan Islam Rahmatan lil Alamiin baik di Indonesia, Malaysia maupun dunia.


RK Partnership - 23

Post meeting RK-GLGN-Alumni RK penggerak social project. Turut hadir Ibu Mira (co-founder GLGN - direktur PT Asiatech Integrasi), perwakilan dari Telkom DBS, Eksekutif pusat RK, beberapa alumni RK penggerak Social Project (Reza S. Zaki, Adlil Umarat, Devlin Hazrian, Aryo Dwi, Nanda Putu dan beberapa yang lainnya).

Melengkapi dan Menyempurnakan Jejaring bersama Empowering Youth Indonesia - Great Leader Great Nation Jakarta, Kerja sama yang digagas oleh Rumah Kepemimpinan (RK) dan Empowering Youth Indonesia - Great Leader Great Nation (EYI-GLGN) semakin memasuki aksi konkrit. Hal ini ditandai dengan pertemuan lanjutan yang diselenggarakan dengan mengikutsertakan beberapa alumni Rumah Kepemimpinan yang berkecimpung di dunia pemberdayaan masyarakat. Pertemuan ini juga mengundang pihak Telkom DBS, sebagai pihak penyedia sistem informasi untuk platform online mudaberdaya.com. Pertemuan ini terselenggara pada hari kamis, tanggal 31 Agustus 2017 di kantor milik Ibu Mirawati selaku co-founder EYI-GLGN. Pertemuan strategis ini membahas secara detail terkait project-project apa saja yang dijalankan oleh alumni-alumni dan peserta RK. Sebagai informasi, bahwa RK berkesempatan sebagai first-comer dalam

pembuatan platform mudaberdaya.com ini. Tentunya sebagai first-comer begitu banyak keuntungan yang didapatkan darinya. Kedepan akan dilakukan beberapa pertemuan rutin untuk mempersiapkan Grand Launching EYI-GLGN ini bersama dengan platform online-nya juga dengan rencana untuk roadshow di beberapa kota di Indonesia. Kedepan kemitraan strategis ini diharapkan menjadi kolaborasi strategis antara tiga elemen, yakni RK, EYI-GLGN, dan alumni RK itu sendiri. Ketiganya akan saling memadukan dan mensinergikan langkah, berbagi jejaring untuk bisa saling melengkapi dan menyempurnakan. Ini semua dilalui untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.


24 - RK Alumni

Bernas.id - Rahadian Dewandono mempercayai bahwa bekerja sebagai insinyur perangkat lunak bisa mendapatkan 4 L ala Stephen R Covey, yaitu Live: Pekerjaan kita dapat memberikan penghasilan yang layak untuk hidup, Love: Pekerjaan kita dapat meningkatkan social capital kita dalam bermasyarakat, Learn: Pekerjaan kita memastikan kita untuk selalu belajar sesuatu yang baru, dan Leaving a Legacy: Pekerjaan kita memungkinkan kita untuk meninggalkan sesuatu yang berguna bagi generasi setelah kita. “Saya percaya bahwa bekerja sebagai insinyur perangkat lunak bisa mendapatkan keempat L tersebut. Live: Jika melihat data, rata-rata penghasilan profesi di bidang industri perangkat lunak cukup kompetitif. Love: Bekerja sebagai insinyur perangkat lunak juga harus memiliki empati terhadap orang lain (klien, teman kerja satu tim, dll). Learn: Sudah jelas bahwa teknologi di industri ini bergerak dengan sangat cepat. Mau tidak mau agar bisa bertahan dalam industri perangkat lunak, belajar merupakan hal yang wajib. Leaving a Legacy: Insinyur perangkat lunak akan menghasilkan karya yang bermanfaat untuk stakeholder dan tim-tim yang melanjutkannya. Selain itu, sebaik-baiknya orang adalah mereka yang memberikan dampak positif. Industri perangkat lunak saat ini merupakan industri yang paling banyak memberikan dampak positif yang signifikan. Saya ingin berkontribusi di industri

yang paling memberikan dampak tersebut,” ungkapnya ke Bernas (11/8).

Konsekuensinya, saya harus mengurangi waktu pribadi saya,” tuturnya.

Dikatakannya, Ahli IT ini kini bekerja sebagai Senior Software Engineer (Full-Stack) di ABB. Product yang ditangani adalah sistem informasi logistik di industri pertambangan. Ia merasa beruntung, karena tergabung di dalam salah satu proyek besar di ABB, yakni modernisasi produk ke aplikasi berbasis awan (cloud computing).

“Jangan terlalu percaya dengan factor Luck. Sebagian besar kesuksesan pasti didapat dari kerja keras dan kebiasaan-kebiasaan yang positif. Percaya pada hukum alam: hukum sebab-akibat. Untuk saran, berproseslah secara bertahap. Konsistensi lebih berdampak daripada volume, misal membaca buku 30 menit dengan rutin dan kontinyu akan lebih berdampak daripada membaca buku berjam-jam namun tidak kontinyu,”tukasnya.

Ia dapat belajar dan memperoleh pengalaman langsung dengan teknologi-teknologi mutakhir, seperti Microservices Architecture, Serverless Architecture, Modern Front-end Web Development (React JS), dan lain-lain. “Selain itu, sebagai Independent Software Consultant (SUKAWEB.com). Saya ingin agar ilmu dan pengalaman saya tidak hanya berguna bagi perusahaan tempat saya bekerja, tetapi juga kepada organisasi atau lembaga yang mempercayai saya. Sejak 2013 saya bekerja secara part-time sebagai konsultan perangkat lunak independen (SUKAWEB.com). Project yang pernah saya tangani bervariasi, mulai dari pembuatan web sederhana, Agile Transformation, serta pengembangan produk software di travel agency yang berskala Asia Tenggara. Bekerja part-time sebenarnya dapat berkolerasi positif terhadap pekerjaan full-time, asalkan satu jalur dan tidak mengganggu waktu kerja. Tantangannya adalah manajemen waktu dan energi.

Peraih Microsoft Certified Professional in Web Development and Distributed Computing ini membocorkan project dalam waktu dekat dan impian terbesarnya ke depan. “Untuk project, mengembangkan produk perangkat lunak yang nantinya bisa menjadi salah satu sumber pendapat yang bersifat pasif. Untuk impian terbesar ke depan, menjadi software architect, VP Engineering atau CTO di perusahaan yang bergerak dalam bidang perangkat lunak atau konsultan perangkat lunak,” pungkasnya. Kita doakan bang Dewa biar semakin sukses ya sahabat pemimpin !


RK Alumni - 25

Baby Born Barakallaahu atas kelahiran putri keduanya bang Zaky... Semoga kelak ananda menjadi putri yang shalihah, dan menjadi kebanggan kedua orangtuanya... @Regramm from @achmadzaky Selamat datang ke dunia anakku yang kedua, Noura Salima. Lahir dengan cepat dan penuh semangat pagi dini hari tadi di rumah kami sendiri. Seolah tak sabar dan ingin cepat-cepat mengeksplorasi dan menerangi dunia ini, seperti namamu. Sehat terus nak! - #regramm

Marriage Barakallaahu lakuma wa baraka ‘alaikuma wa jama’a bainakuma fii khayr... Telah dilangsungkan pernikahan antara mbak Mustiko Warih (R3.6) dan mas Roisul Akbar pada tanggal 17 September 2017 di Yogyakarta Semoga menjadi pasangan mawaddah wa rahmah.. Bahagia terus hingga jannah... #wedding #alumni #RumahKepemimpinan

sakinah


26 - Laporan Keuangan

LAPORAN K

KEGIATAN - JULI 2017 4%

25%

71%

Pendapatan lainnya Donasi Institusi Donasi Individu LAPORAN KEUANGAN RUMAH KEPEMIMPINAN BULAN JULI 2017

PENERIMAAN

40% 60%

NO A B

Direct Cost Indirect Cost

C

PENDAYAGUNAAN

3% 3%

15% 4%

71% 79%

INDIRECT COST

1%

12% 1%

86%

DIRECT COST

Biaya Personalia Biaya Kemitraan Biaya Operasional Biaya Sdm

D E F

Biaya Operasional Regional Biaya Uang Saku Biaya Kegiatan Alumni Biaya Program

URAIAN SALDO AWAL BULAN PENERIMAAN DONASI INSTITUSI DONASI INDIVIDU PENDAPATAN JASA PENDAPATAN LAINNYA JUMLAH PENERIMAAN JUMLAH SUMBER DANA ( A + B ) PENDAYAGUNAAN INDIRECT COST BIAYA PERSONALIA BIAYA OPERASIONAL BIAYA KEMITRAAN BIAYA SDM DIRECT COST BIAYA UANG SAKU BIAYA PROGRAM BIAYA OPERASIONAL ASRAMA BIAYA ASRAMA (SEWA dan RENOVASI) BIAYA KEGIATAN ALUMNI JUMLAH PENDAYAGUNAAN PENAMBAHAN HUTANG PEMBAYARAN HUTANG SALDO AKHIR (A+B-C+D-E)

Rp

JULI 1.169.639.127

Rp Rp Rp Rp Rp Rp

97.000.000 281.406.086 15.361.279 393.767.365 1.563.406.492

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

221.834.734 7.325.309 32.564.526 7.382.000 174.562.899 146.985.786 126.500.000 1.835.300 17.028.185 1.622.301 368.820.520 22.827.977 1.171.757.995

Rp Rp Rp Rp

SISA HUTANG 1.139.551.836 454.515.424 25.000.000 1.619.067.260

CATATAN SALDO HUTANG JULI 2017 PERUNTUKAN Pembelian Asrama Regional 4 Surabaya (depan) Pembelian Asrama Regional 4 Surabaya (belakang) Operasional RK TOTAL


Laporan Keuangan - 27

KEUANGAN

KEGIATAN - AGUSTUS 2017 2%

Donasi Individu Donasi Institusi Pendapatan Lainnya LAPORAN KEUANGAN RUMAH KEPEMIMPINAN BULAN AGUSTUS 2017 NO A B

C

D E F

URAIAN SALDO AWAL BULAN PENERIMAAN DONASI INSTITUSI DONASI INDIVIDU PENDAPATAN JASA PENDAPATAN LAINNYA JUMLAH PENERIMAAN JUMLAH SUMBER DANA ( A + B ) PENDAYAGUNAAN INDIRECT COST BIAYA PERSONALIA BIAYA OPERASIONAL BIAYA KEMITRAAN BIAYA SDM DIRECT COST BIAYA UANG SAKU BIAYA PROGRAM BIAYA OPERASIONAL ASRAMA BIAYA ASRAMA (SEWA dan RENOVASI) BIAYA KEGIATAN ALUMNI JUMLAH PENDAYAGUNAAN PENAMBAHAN HUTANG PEMBAYARAN HUTANG SALDO AKHIR (A+B-C+D-E)

Rp

AGUSTUS 1.171.757.995

Rp Rp Rp Rp Rp Rp

80.000.000 490.438.467 13.353.940 583.792.407 1.755.550.402

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

250.539.349 5.053.800 18.823.000 6.913.703 219.748.846 557.034.780 125.000.000 368.637.100 63.397.680 807.574.129 22.827.977 925.148.296

Rp Rp Rp Rp

SISA HUTANG 1.123.036.592 448.202.691 25.000.000 1.596.239.283

CATATAN SALDO HUTANG AGUSTUS 2017 PERUNTUKAN Pembelian Asrama Regional 4 Surabaya (depan) Pembelian Asrama Regional 4 Surabaya (belakang) Operasional RK TOTAL

14%

84%

PENERIMAAN

Direct Cost Indirect Cost

31% 69%

PENDAYAGUNAAN

Biaya SDM Biaya Operasional Biaya Kemitraan Biaya Personalia

Biaya Program Biaya Uang Saku Biaya Operasional Asrama

3% 2%

7%

88%

INDIRECT COST

12%

23% 11% 88%

66%

DIRECT COST


28 - Leadership Project

Laskar Pahlawan Laskar Pahlawan merupakan suatu gerakan pengembangan masyarakat yang diinisiasi oleh peserta Rumah Kepemimpinan Regional 4 Surabaya. Laskar Pahlawan berlokasikan di wilayah RW 01 Manyar Kartika, Kelurahan Menur Pumpungan dan mencakup kegiatan di bidang pendidikan, pemberdayaan, ekonomi dan kesehatan. h Laskar Pahlawan berfokus pada program yang berbentuk: - Pengembangan minat-bakat, akhlak, dan literasi - Bersih-bersih kampong, Lestari dan Bank Sampah - Peningkatan taraf kesehatan: sosialisasi perilaku hidup sehat, kesehatan umum dan gigi Pada bulan Agustus lalu, Laskar Pahlawan bermitra dengan PT. Indochito Internasional mengadakan perayaan kemerdekaan bersama anak yatim dan dhuafa di Sidoarjo, selain mengadakan pengajian rutin bersama bapak-bapak dan ibu-ibu dengan tema “10 hari pertama Dzulhijjah�.

FOKUS 1. Pengembangan minat-bakat, akhlak, dan literasi 2. Bersih-bersih kampong, Lestari dan Bank Sampah

Kegiatan LP Bulanan di Graha Tirta bersama adek adek binaan PT. indochito International 19-20 Agustus 2017

Sesi foto bersama kegaiatan LP bulanan di graha tirta bersama adek adek dan seluruh pengurus indochito tanggal 20 Agustus 2017

3. Peningkatan taraf kesehatan: sosialisasi perilaku hidup sehat, kesehatan umum dan gigi

Penyampaian materi pada kegiatan LP Kegiatan LP pekanan yang diadakan di bulanan di rewin tanggal 30 Agustus 2017 Aula asrama Rumah Kepemimpinan

Pantau kegiatan Laskar Pahlawan di: Instagram: @laskarr_pahlawan | Line Official: @buz6213u


Gedung Rumah Kepemimpinan Jalan Lenteng Agung Raya No.20 Srengseng Sawah, Jakarta Selatan 12640 Telp : 021 7888 3828 | 021 7888 3829 info @rumahkepemimpinan.org | rumahkepemimpinan.org

Newsletter Rumah Kepemimpinan Edisi 102  

Cita-cita Pemuda Indonesia

Newsletter Rumah Kepemimpinan Edisi 102  

Cita-cita Pemuda Indonesia

Advertisement