Page 1

Edisi 98 | Februari - Maret 2017

Kembali Ke Rumah Bersama Kajian Bulanan Kepemimpinan Islam

Gagasan Pemimpin Muda

Kabar Alumni

Ahli Monitoring & Evaluasi Pendidikan Untuk Pembangunan Sosial Membangun Kesadaran Aries Budiono Dasril Guntara


Kolom Redaksi

Musuh utama berkembang K

Daftar Isi Kolom Redaksi 2 Berita Pusat 4 Gagasan Pemimpin Muda 6 Liputan Utama 8 Kabar Alumni 12 Kabar Mitra 14 Prestasi Pemimpin Muda 16 Laporan Keuangan 18 Sahabat Pemimpin 19

arena manusia adalah makhluk yang unik, diberikan segala sarana (jasadi, aqli, dan qalbi) untuk mencerna dan mengatasi tantangan di sekitarnya. Bahkan, manusia mampu mengubah tantangan dan hambatan menjadi peluang dan pemicu. Seperti kembali mengingatkan tentang kisah Ahmad Safi’i siswa SMK Negeri 1 Tuban yang menjadi peraih nilai tertinggi Ujian Nasional tingkat SLTA se-Provinsi Jawa Timur. Ayahnya, Pujianto (45), seorang kuli bangunan dan ibunya, Masriati (39), seorang penjual jasa katering. Safi’i tinggal di rumah sederhana di Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding. Dengan segala keterbatasannya Safi’i belajar menguasai pengetahuan dan keterampilan serta melepaskan diri dari rasa minder. Hasilnya, Safi’i mendapat nilai tertinggi 38,70 dari 4 mata pelajaran yang diujikan. Safi’i mengalahkan ratusan ribu siswa yang hidup lebih mapan dan berkecukupan. Saat dikunjungi Menteri Sosial Salim Segaf al Jufri, Safi’i punya permintaan sederhana, agar bisa melanjutkan kuliah dengan gratis dan bekerja untuk membantu adik-adiknya. Karena takdir Allah baru saja menimpa ayahnya terkena strum tegangan tinggi,

2

|

Edisi 98 Feb-Mar 2017


Kolom Redaksi

manusia untuk maju dan adalah dirinya sendiri saat memperbaiki sebuah rumah, dan saat ini tak bisa bekerja lagi. Alhamdulillah, sudah ada tawaran beasiswa dari PT Semen Indonesia yang beroperasi di Tuban dan Kementerian Sosial siap meluncurkan program pemberdayaan keluarga tak mampu. Mensos memberi semangat Safi’i dengan menyitir perjuangan Imam Syafi’i, salah seorang intelektual besar sepanjang sejarah Islam. Imam Syafi’i belajar dari ibunya di pinggiran kota Gaza, Palestina, dalam kemiskinan manusia bisa belajar mencintai al Qur’an dan ilmu pengetahuan. Dari situlah, salah satu fondasi peradaban Islam dibangun dan calon pemimpin dilahirkan.

Struktur Pusat Direktur Eksekutif: Bachtiar Firdaus, ST., MPP

Bidang SDM: Nur Ihsan Robbiyanto, S.T

Manajer Oprasional Pembinaan, Pengembangan program, dan Hub. Alumni: Adi Wahyu Adji, S.Si

Bidang Oprasional Pembinaan: Yessy Nur Handayani, SKM, MSi Junasa Andhika I., SE

Manajer SDM, ADM, Keuangan: Muhammad Ichsan, SE Manajer Kemitraan & Fundrising: Fachriadi Tanjung, SE, MSi Bidang Adminkeu: Winursita, SE Lusi Cahya Pertiwi, S.Kep., Ns

Bidang Hubungan Alumni Pengembangan Program: Dini Karunia I., S. Psi Irsyaad Suharyadi, S. H. Int Bidang kemitraan, Fundraising & Humas: Aqil Wilda, S.T Ibrahim Irsyad, S.I.Kom Enung Azizah M., S. Si Maghfira Puteri A., A.Md Umi Rahmawati, A.Md

Peserta dan Alumni Rumah Kepemimpinan menyadari kekuatan dan kelemahan diri sendiri sebagai titik tolak untuk pengembangan potensi yang mahadahsyat. Training Pengembangan Diri bukan hanya teori, namun praktek untuk jadi panduan sehari-hari (self mastery). Demikian pula Training Leaders n Leadership dan Inspiring Youth Leaders Forum (IYLF) yang akan di adakan Februari ini, benih kepemimpinan pun disemai. Salam Redaksi

Struktur Regional Regional I Jakarta Pembina Regional: Dr. Hamid Chalid SH. LLM. Manajer Regional: M. Fathan Mubina Staf Pembinaan: Imam Nawawi & Finna Handafidah

Regional V Bogor Pembina Regional: Dr. Ir. Abdul munif, M.Sc, Agr. Manajer Regional: Pauzi S. Gz Staf Pembinaan: Supriatna

Regional II Bandung Pembina Regional: Dr. Taufikurrahman Manajer Regional: Rio Alfajri Staf Pembinaan: Septiar D. Putra

Regional VI Medan Pembina Regional: Dr. Rudi Hartono Manajer Regional: Andi Pranata, S.Si Staf Pembinaan: Abdullah Nasution, A.Md

Regional III Yogyakarta Pembina Regional: Dr. M. Wazis Wildan, M. Sc Manajer Regional: Chandra Nur Triwiyanto Staf Pembinaan: Hamdan Abdullah & Devi Lukitasari

Regional VII Makasar Pembina Regional: Dr. Yusran Manajer Regional: Arif Atul Mahmudah D, SKM, MKM Staf Pembinaan: Mushaddiq Asri

Regional IV Surabaya Pembina Regional: Dr. Arief Basuki, Sp. An Manajer Regional: Wawan Ismanto, S.Si Staf Pembinaan: Amron Basuki

Edisi 98 Feb-Mar 2017

|

3


Artikel

“Pemimpin Itu Dibentuk dan Dibina, Tidak Dilahirkan Begitu Saja�

Kemampuan dan Keterampilan Dasar Pemimpin Pertama, adalah vision building atau kemampuan untuk memandang jauh ke depan. Sepintas lalu ini kelihatan seperti sebuah keahlian cenayang yang diturunkan seperti wangsit. Namun, dalam ilmu manajemen modern, visi atau impian dapat dijabarkan dan dibangun. Menggali dan memunculkan visi adalah beasiswa awal seorang pemimpin, seperti sebuah kalimat bijak yang mengatakan, bahwa kepemimpinan berawal dari sebuah visi. Akan tetapi, kemampuan ini juga harus diiringi dengan kemampuan untuk menerjemahkan dan mendistribusikan visi kepada seluruh anggota organisasi atau tim. Kedua, decision making atau kemampuan untuk mengambil keputusan. Mengambil keputusan adalah sifat alami seorang pemimpin.

4

|

Edisi 98 Feb-Mar 2017

Seorang pemimpin hidup dari satu keputusan ke keputusan lainnya sepanjang hari. Naluri mengambil keputusan ini seringkali tidak dapat diajarkan, tetapi dicontohkan. Saya yakin, seorang Anthoni Salim, tanpa mengabaikan latar belakang pendidikan akademiknya, semenjak kecil sudah terasah dengan melihat, mendengar, dan mengalami sendiri bagaimana ayahnya, Taipan Sudono Salim, mengambil keputusan-keputusan bisnis. Ketiga, conducting meeting atau beasiswa untuk memimpin jalannya rapat. Rapat adalah makanan sehari-hari seorang pemimpin dalam bidang apa pun. Memimpin rapat atau pertemuan adalah sebuah beasiswa yang dapat dipelajari. Kedengaran sangat sepele memang, tetapi coba bayangkan berapa banyak jam-jam yang terbuang sepanjang hari akibat rapatrapat yang tidak efektif? Seorang pemimpin piawai dan efektif dalam mengelola rapat untuk menghasilkan keputusan.


Artikel

Seorang pemimpin juga perlu memiliki beasiswa untuk menangani konflik atau conflict resolution. Pekerjaan seorang pemimpin berkaitan dengan manusia, dan manusia sangat rawan terjadi konflik. Kemampuan untuk mengolah konflik menjadi sesuatu yang justru bermanfaat untuk kemajuan organisasi adalah keunggulan seorang pemimpin.

Memotivasi dan menggerakkan bukan sematamata menjadi cheerleader, tetapi membutuhkan banyak pemahaman akan sifat dasar manusia. Syukur dan terima kasih kepada perkembangan ilmu pengetahuan di bidang peri laku manusia, teori psikoanalisa, dan neurologi, sehingga berbagai karakter dan perilaku manusia dapat dipelajari, serta diajarkan kembali dengan berbagai cara.

Terakhir adalah pulling the team together atau menggerakkan tim bersama-sama menuju ke target yang ingin dicapai. Ini adalah sebuah beasiswa untuk memotivasi dan mendorong sekelompok orang untuk melakukan sesuatu. Bukan karena diperintah, tetapi karena mereka memang menginginkannya.

Dengan demikian, kita tak perlu berkecil hati jika merasa tak membawa gen atau silsilah pemimpin dalam pohon keluarga, “karena seorang pemimpin tak hanya dilahirkan. Namun, seorang pemimpin juga dibentuk melalui pengalaman hidup, pemberdayaan, dan pengkondisian.�

Seorang pemimpin yang hebat mampu mengenali setiap anggota timnya, dan tahu cara terbaik untuk menggerakkan mereka.

(Harry Xiao, pendiri Great-Life Resources)

Edisi 98 Feb-Mar 2017

|

5


Gagasan Pemimpin Muda

“ Pendidikan Untuk Membangun Kesadaran " M

ungkin ini adalah sebuah tulisan yang mewakili perasaan dan harapan rakyat kecil pada umumnya. Hari ini saya menyelesaikan untuk menyaksikan sebuah film dokumenter perjuangan masyarakat Kendeng dalam melawan pembangunan pabrik semen di daerah mereka. Seketika itu juga saya ingat akan pernyataan Gubernur Jawa Tengah beberapa hari lalu yang tetap memberikan ijin bahwa pembangunan pabrik semen akan terus lanjut. Karena yang dipermasalahkan adalah terkait ijin lingkungan. Mengingat sebelumnya pengadilan mengabulkan gugatan masyarakat menolak pembangunan pabrik, tentunya apa yang dilakukan sang Gubernur akan sangat menyakiti perasaan rakyatnya. Dalih peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan pembangunan industri adalah hal yang selalu mengemuka. Adalah benar adanya jika indeks kemajuan suatu negara saat ini salah satunya dilihat dari pembangunan industrinya. Dengan adanya industry dalam negeri diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dan mampu melakukan impor sehingga akan akan meningkatkan GNP (Gross National Product). Namun perlu dikaji kembali dengan pemikiran yang objektif dan rasional, bahwa pembangunan pabrik semen di Kendeng adalah suatu hal yang terkesan dipaksakan dan melupakan aspek sosial cultural yang ada. Masyarakat sekitar pegunungan Kendeng sebagian besar

6

|

Edisi 98 Feb-Mar 2017

adalah masyarakat Samin. Mereka memegang teguh ajaran nenek moyang mereka, termasuk dengan cara bertahan hidup. Bertani adalah satu-satunya cara yang diajarkan nenek moyang mereka untuk bertahan hidup dan tidak boleh ada pekerjaan lain selain itu. Perlu untuk diketahui juga bahwa daerah sekitar pegunungan kendeng adalah daerah yang subur dan menyimpan potensi air melimpah yang dihasilkan dari kawasan karst, sehingga pembangunan pabrik bukan hanya akan mengganggu wilayah ekologis saja namun juga keberadaan masyarakat sekitarnya. Adalah salah pula jika menganggap masyarakat petani peegunungan Kendeng adalah masyarakat miskin yang perlu dibantu kesejahteraan ekonominya. Apalagi menganggap bahwa penolakan terhadap pembangunan pabrik yang dilakukan oleh masyarakat adalah semata eksistensi budaya dan tidak ada sumber hukumnya. Lebih dari itu, masyarakat Kendeng menghendaki kehidupan yang sejahtera dengan cara-cara yang sederhana pula. Bertani adalah tugas mulia untuk memberikan kehidupan bagi seluruh rakyat. Maka sudah seharusnya kita perlu berterimaksih terhadap para petani atas jasanya. Bukan malah menindas mereka dengan meminta lahannya, dan menganggap mereka semua miskin sehingga perlu ada alih profesi ke sector industry. Mungkin terdapat pula pertanyaan yang menggelitik, “bukankah


Gagasan Pemimpin Muda untuk pemerataan pembangunan diperlukan semen untuk membangun infrastruktur ?�. jawabnya adalah “ya�. Tapi, bukankah kebutuhan utama manusia adalah makan untuk tetap terus melanjutkan pembangunan pula ? Belajar dari Aksi Masyarakat Kendeng. Masyarakat pegunungan Kendeng yang merasa terancam dengan pembangunan pabrik semen tidak tinggal diam dalam menunut keadilan. Masyarakat terus melakukan aksi dan melawan ketidakadilan. Mungkin masyarakat menganggap bahwa pemerintah sudah tidak amanah lagi terjadap janji membangun kesejahteraan rakyat. Buktinya pemerintah membiarkan pembangunan pabrik yang jelasjelas tidak pro rakyat dan melawan putusan pengadilan. Namun biarlah ketidakadilan itu datang yang penting kita terus melawan. Mungkin demikianlah perasaan masyarakat Kendeng yang terus melakukan perlawan melalui aksi-aksi yang dilakukan. Menarik memang jika melihat aksi yang dilakukan oleh masyarakat. Demonstrasi dengan orasi-orasi membara, berkemah setiap hari di depan pintu masuk pabrik, hingga aksi di depan istana dilanjutkan dengan aksi menyemen kaki. Menariknya adalah dari sejumlah aksi yang terjadi, semuanya dilakukan oleh perempuan. Bukan bermaksud melanggengkan budaya patriarkis ditengah ketidakadilan, melainkan menampilkan sisi humanis dari aksi penolakan. Filosofi cantik yang ditampilkan oleh masyarakat Kendeng adalah bahwa alam dan pertanian bagaikan ibu yang memberikan kehidupan bagi anak-anaknya melalui kemurahan hati dan kasih sayangnya. Sehingga aksi penolakan dominan dilakukan oleh perempuan. Apakah efektif dengan cara demikian ?. Buktinya pemerintah tetap tidak menghentikan pembangunan. Namun setidaknya aksi demikian memperoleh simpati public atau mungkin diketahui pemerintah secara tidak sengaja.

Namun aksi yang dilakukan tidak hanya menunjukkan aksi humanis dari perempuan. Melainkan juga sebuah teguran bagi kaum terpelajar untuk menciptakan suatu kondisi sejahtera dan penuh dengan kedamaian. Perjuangan masyarakat Kendeng tidak boleh dimakanai sebatas keegoisan mereka mempertahankan sumber ekonomiannya. Kondisi masyarakat kelas bawah yang penuh dengan tekanan, dan eksploitasi penguasa juga tidak lepas dari kesalahan para kaum terpelajar, khususnya adalah lembaga pendidikan. Bukankah para penguasa yang saat ini menikmati kursi negara dihasilkan dari lembagalembaga pendidikan. Lalu apa fungsi pendidikan jika hanya hanya mengajarkan untuk memintarkan diri sendiri, tanpa mau melihat kebodohan masyarakat sekitarnya. Jika demikian adanya fungsi pendidikan adalah hanya untuk mereproduksi kesenjangan yang nyata. Selalu akan tercipta yang dieksploitasi dan yang mengeksploitasi. Sudah seharusnya sebuah proses pendidikan harus menekankan pada proses penyadaran. Sadar untuk apa dia berpendidikan dan sadar akan tanggung jawab sebagai kaum terdidik. Bukan malah abai dengan yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya, apalagi bekerja sama dengan para penjajah demi untuk memperkaya diri sendiri. Proses pendidikan juga seharusnya menekankan pada aksi sosial yang berpihak terhadap kepentingan rakyat, sehingga melahirkan sebuah kebermanfaatan yang nyata demi tercapainya kesejahteraan dan kedamaian. Oleh:

Aries Budiono Peserta Rumah Kepemimpinan Angkatan 8 Regional 4 Surabaya

Edisi 98 Feb-Mar 2017

|

7


Liputan Utama

KEMBALI KE “RUMAH” LEWAT KABUKI Kajian Bulanan Kepemimpin Islam

Jakarta, Ahad (29/1) - Rumah Kepemimpinan semakin mengokohkan komitmennya untuk terus bergerak dan berkarya dalam membangun aspek kepemimpinan di Indonesia dengan memperkenalkan sebuah program baru yang bertajuk Kajian Bulanan Kepemimpinan Islam. Bertempat di Auditorium Gedung RK, Jl. Lenteng Agung Raya No. 20 Jakarta, seri pertama dari kajian strategis ini mengangkat tema “Kepemimpinan dan Korupsi” dan menghadirkan 3 orang narasumber. Kajian Islam Bulanan atau “KABUKI” ini rencanaya akan menjadi agenda rutin Rumah Kepemimpinan bersama dengan Ikatan Alumni untuk kembali menyediakan wadah atau “Rumah” dalam mengkaji ilmu Islam dalam konteks kekinian dan kedisinan di Indonesia. Acara yang berlangsung dari jam 9 pagi di sesi pertama menghadirkan Direktur Rumah Kepemimpinan, Bachtiar Firdaus, MPP. sekaligus membedah buku beliau berjudul Seni Kepemimpinan Para Nabi. Dalam materinya, beliau menekankan bahwa visi misi keilahian membuat kepemimpinan kita menjadi lebih jangka panjang dan memudahkan untuk bersinergi.

8

|

Edisi 98 Feb-Mar 2017

Di Sesi Kedua, Ust. Musholli menekankan pentingnya kita membangun sistem perubahan sehingga perubahan itu sendiri jadi bersifat jangka panjang dan efektif efisien. Sesi Ketiga narasumber Sudirman Said, MBA, yang merupakan Menteri ESDM RI 2014-2016 dan salah satu menteri berprestasi karena berhasil mempraktikkan anti korupsi di bidang ESDM menegaskan kembali apa yang disampaikan oleh Pak Bachtiar dengan kalimat,”If you’re not prophetic, so you aren’t leader.” Beliau juga menjelaskan terkait praktik korupsi yang terjadi dan memberikan saran untuk mem- bangun diri agar bebas dari korupsi. Selain menjadi wadah sharing ilmu dari para tokoh dan silaturahim antar keluarga alumni, disediakan pula beberapa mainan & kolam bola untuk bermain anakanak alumni. Dengan dibantu beberapa peserta Rumah Kepemimpinan Angkatan 8, suasana menjadi lebih kondusif didalam auditorium untuk para orang tua mendengarkan materi KABUKI yang disampaikan.


Liputan Utama

Edisi 98 Feb-Mar 2017

|

9


Liputan Utama

“Menimba Ilmu Sampai ke Negeri China” Untuk Menjadi Agen Perubahan Bagi Bangsa Dialog Pasca Kampus bersama Fathan Asadudin Sembiring S,Sos., M.I.B. Medan, 05 Januari 2017. Di awal tahun ini, Rumah Kepemimpinan Regional 6 Medan kembali mengadakan agenda sharing alumni yang mendatangkan salah satu Alumni Terbaik yaitu Abangda Fathan Asadudin Sembiring S,Sos., M.I.B. Terhitung sejak tahun 2012 beliau telah menjejaki Negeri China untuk menimbah ilmu demi membawa misi bersama, membawa perubahan bagi Bangsa. Sudah hampir 5 tahun lamanya beliau menjelajahi pelosok Negeri China dan berkecimpung dalam segala sistem dan birokrasi pemerintahnnya, mulai dari budaya, pendidikan, sosial bahkan ekonomi. Suatu kebanggan, Rumah Kepemimpinan Regional 6 Medan menajdi salah satu rumah peradaban yang ingin sekali beliau kunjungi, karena beliau sangat yakin akan lahir pemuda bangsa yang nantinya akan bercita-cita tinggi untuk terus meningkatkan jenjang pendidikan di negara-negara Asia seperti China atau bahkan Eropa.

bergaul dan berinteraksi dengan baik oleh masyarakat di suatu negara adalah dengan mengetahui sejarah negara tersebut. China adalah salah satu negara yang sangat menjunjung tingi nilai pendidikan, walaupun masih ada sisi kecil yang tidak jauh dengan permasalahn pendidikan di Indonesia. Masyarakat China cenderung bersifat paragmatisme, high mobility dan menganut kultur turun-temurun. Tetapi, China sangat mengutamakan sisi kemanusian untuk bebas dalam memilih metode hidup, salah satunya kebebasan rakyat muslim untuk melakukan ibadah mereka. Setidaknya terdapat 30.000 mesjid dengan jumlah penduduk muslim 20-30 juta, tentunya hal ini memperlihatkan bahwa China sangat menghargai sisi kemanusian. Perihal penyampaian ini sangat menarik hati teman-teman Sultan USU untuk lebih dekat lagi mengenal sisitem kehidupan di Negeri China.

“Tidak peduli kucing hitam atau putih asalkan bisa menangkap tikus” tegas beliau ketika menyampaikan sistem kebudayaan masyarakat China. Untuk dapat

“Kalian adalah harapan bangsa, hanya ada dua hal yang akan kalian pilih, menjadi agen perubahan bangsa atau membiarkan bangsa ini berubah”.

10

|

Edisi 98 96 Feb-Mar Okt 20162017


Liputan Utama

Gerakan Mahasiswa Kini Dan Nanti Sharing Alumni Regional 3 Yogyakarta Ahad, 29 Januari 2017 Regional 3 Yogyakarta mengadakan Sharing Alumni. Bersama Satria Triputra Wisnumurti (Alumni R3 Angkatan 6) yang merupakan Presiden Mahasiswa BEM KM UGM tahun 2015. Tema yang dibahas pada sharing kali ini mengenai Kepemimpinan Mahasiswa. Beliau menyampaikan bahwa mahasiswa merupakan sekelompok orang terdidik dengan keseuaian umur produktif yang paham akan realitas yang mulai menyadari mana yang benar dan tidak, serta mulai melekat idelaisme pada pola pikir. Gerakan merupakan wujud nyata dari penyikapan terhadap suatu hal. Terdapat beberapa ciri gerakan mahasiswa, yakni sebagai kelompok penekan, sebagai gerakan politik nilai, dan sebagai gerakan berbasis isu. Gerakan politik nilai jelas beda dengan gerakan politik praktis. Jika gerakan politik nilai, maka tujuannya adalah untuk menghidupkan kebijakan yang seharusnya. Sedangkan gerakan politik praktis hanya bertujuan untuk menghidupi diri sendiri. Kuliah membentuk karakter/sikap yang tidak dimiliki oleh orang yang tidak kuliah. Salah satu contoh simpelnya, orang kuliah berbicara berdasarkan teori dan

menggunakan ilmu. Mereka menggunakan dasar yang jelas dalam menentukan sikap atas sebuah isu. Terdapat tiga hal yang menjadi ciri khas arah pergerakan mahasiswa, yakni pelayanan, intelektual, dan pencerdasan. Namun dalam pergerakannya, gerakan mahasiswa seringkali memiliki beberapa tantangan. Misalnya, aktivitas yang belum berkarakter dan masih terbawa romantisme masa lalu. Mestinya, mahasiswa kini tak lagi mengagung-agungkan peristiwa reformasi. Mahasiswa sekarang mestinya memiliki inovasi dengan isu dan masalah yang memang sedang terjadi di masa ini. Tantangan kedua, banyak hal yang salah, tapi dianggap biasa. Misalnya, gerakan mahasiswa yang terlalu fokus mengurus apa yang terdapat di dalam kampus, sehingga lupa dengan apa yang ada di luar. Banyak bukan yang seperti itu? Sebetulnya salah, tetapi dianggap sebagai suatu hal yang biasa. Mestinya, mahasiswa mampu memberikan inovasi dalam pergerakannya, seperti terjun ke masyarakat yang bermasalah. Karena selama ini yang banyak terjadi adalah pemberdayaan terhadap desa yang sudah cukup baik. Jarang sekali ada yang berani terjun ke masyarakat yang bermasalah. EdisiEdisi 98 Feb-Mar 2017 96 Okt 2016

|

11


Kabar Alumni

Dasril Guntara: Ahli Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Sosial “Saya ingin menjadi simpul bagi semua benang tanpa harus membedakan warna dan bentuk�

D

asril Guntara ialah seorang individual consultant di bidang social development. Ia kerap menangani proyek terkait monitoring dan evaluasi (monev) serta program sosial baik berskala lokal maupun internasional yang memiliki dampak masif bagi masyarakat. Ia tergabung dalam Asosiasi Praktisi Monev atau Indonesian Development Evaluation Community (INDEC). Sejak tahun 2008 sebelum lulus kuliah, ia sudah terlibat dalam dunia riset seperti di Pulau Miangas, Manado, Sulawesi dan Papua. Lelaki pecinta riset ini baru saja menyelesaikan proyek bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Daerah Kabupaten Krayan, Kalimantan Utara untuk melakukan kajian akademik rencana pemekaran. Kini, ia tengah menjalankan empat proyek penelitian; 1. Bersama Wafa Foundation (NGO internasional) mengenai capasity gap assesment terhadap lembaga pendidikan dan NGO di tiga kota di Indonesia (Jakarta, Yogyakarta dan Bandung) 2. Bersama LPDP mengaji manajemen alumni 3. Bersama BPN (Badan Pertanahan Nasional) mengenai peraturan pemerintah terkait redistribusi tanah yang merupakan bagian dari reforma agraria, Dasril sebagai tenaga ahli di bidang sosial 4. Bersama Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) yaitu memfasilitasi desa broadband (desa berbasis

12

|

Edisi 98 Feb-Mar 2017

informasi teknologi) di tujuh provinsi 3T untuk memberdayakan masyarakat dan memberi akses terhadap informasi luar untuk akses industrinya. Sejak lulus kuliah tergabung dalam Lembaga Kemitraan Pembangunan Sosial (LKPS). Di sini ia belajar untuk bekerjasama dengan beberapa NGO internasional dan belajar mengenai pola-pola manajemen proyek. Lambat laun Dasril tak hanya mengerjakan penelitian, ia mulai mengerjakan manajemen proyek hingga terlibat dengan banyak proyek berskala lokal dan internasional. Berbagai pengalaman yang diperoleh membuatnya memutuskan untuk mengambil S2 di


Kabar Alumni bidang perencanan dan evaluasi program-program sosial. Dasril “menjual� kemampuan monitoring dan evaluasi sebagai salah satu framework yang digunakan dalam proyek PBB maupun bank dunia untuk mengukur pencapaian suatu program. Pengalaman yang sangat berkesan baginya ialah ketika bisa masuk ke lingkungan yang benar-benar berbeda dengan kesehariannya yaitu saat bekerjasama dengan NGO internasional World Vision berbasis gereja. Dasril banyak belajar dari NGO ini tentang bagaimana cara mereka mengkader, membangun menejemen hingga menjadi besar. Sesuatu yang jauh sekali jika dibandingkan dengan lembaga zakat di Indonesia misalnya. Pada tahun 2010, Ia juga pernah bergabung dengan UMCOR (United Methodist Committee On Relief) yang juga termasuk lembaga gereja. Di sana Ia menjalankan program rekonstruksi pascasunami Aceh yaitu sanitasi, income tentation, dan pendidikan. Dalam kerja-kerjanya tersebut, tak jarang ia bersinggungan dengan atribut-atribut agama lain.

Kini, Ia tengah membuat sebuah lembaga bersama Dosen Vokasi UI dan Dosen Universitas Melbourne yaitu Center for Policy and Social Development Studies atau biasa disebut sinkronik yang menginginkan adanya riset kolaboratif yang hidup, sesuatu yang di luar negeri sudah sangat biasa sedangkan di Indonesia masih kental dengan ego sektoral atau disiplin ilmu. Persinggungannya dengan Rumah Kepemimpinan, membuatnya belajar “bagaimana kita bersama teman-teman mencari titik temu melalui pengasramaan untuk proses ideologisasi yang sesungguhnya�. Membentuk rasa komunitas adalah pengalaman yang paling mengesankan. Bagaimana membangun konsep trust dan respect adalah hal yang paling berkesan ketika di Rumah Kepemimpinan dan sangat aplikatif sehingga bisa adaptif dengan berbagai lingkungan.

EdisiEdisi 98 Feb-Mar 96 Okt 2016 2017

|

13


Kabar Mitra

Jalinan Kemitraan Strategis Bersama Rumah Zakat

D

i hari Jumat (13/1) yang penuh dengan keberkahan, Rumah Kepemimpinan (RK) melakukan kunjungan institusi guna menjalin hubungan kemitraan strategis. Kali ini mitra yang dikunjungi adalah Rumah Zakat (RZ). Bertempat di Kantor Perwakilan Rumah Zakat Jawa Barat, jalinan kemitraan itu dimulai. Dari Rumah Kepemimpinan yang berkesempatan hadir ada Fachri Tanjung sebagai Manajer Kemitraan dan Fundraising pusat, Aqil Wilda sebagai Staff Kemitraan dan Fundraising, serta Rio Alfajri sebagai Manajer Rumah Kepemimpinan Regional Bandung. Pihak Rumah Zakat yang menyambut dengan hangat diwakili oleh Noor Yahya Muhammad sebagai Chief Program Officer dan Dang Heppy H. Apriadi sebagai Corporate Secretary RZ. 14

|

Edisi 98 Feb-Mar 2017

Peluang untuk membuka kerjasama pun hadir dari diskusi hangat yang mengalir. Dimulai dengan keterbukaan kerjasama di bidang Gerakan Inovasi Sosial yang bertajuk Leadership Project dari peserta ataupun alumni RK, peluang RZ menjadi Channel untuk beasiswa Sahabat Pemimpin, penyediaan beasiswa untuk siswa, donasi untuk mahasiswa dengan kriteria pendidikan tertentu, hingga pelaksanaan program kerjasama RZ dan RK yang berupa SBMPTN Camp. Alhamdulillah, semoga dengan dibangunnya jalinan kemitraan ini dapat terwujud cita-cita besar Rumah Kepemimpinan yaitu menjadikan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.


Kabar Mitra

Kunjugan Strategis Dengan Bpk. Lukman Tanjung Alhamdulillah pada hari Rabu (1/2) pengurus KF pusat dan Manager R5 Rumah Kepemimpinan berkesempatan untuk silaturrahim dengan salah satu donatur Sahabat Pemimpin, Bpk. Lukman Tanjung di kantor beliau PT Wijaya Equity. Aqil Wirda (SPV Corporate Relation RK) dan Pauzi (Manager R5) disambut dengan hangat oleh Bpk. Lukman Tanjung (LT). Selama 2 jam lebih pertemuan berlangsung terjadi banyak diskusi dan juga sharing dengan pak LT. Dalam kesempatan ini perwakilan RK juga banyak berkesempatan memaparkan RK secara mendalam sehingga LT dapat lebih in deep dengan Rumah Kepemimpinan. Beberapa poin dari pertemuan hari tersebut yaitu, Pak Lukman Tanjung selaku Donatur SP sangat menyambut sekali program SP ini dan beliau sangat terkesan dengan model pembinaan yg ditawarkan RK kepada generasi Muda. "Nanti silahkan diatur saja waktu ketemunya dan siapa anaknya, saya percayakan kepada mas Pauzi. Insya Allah saya siap asuh". Ucap LT

Bapak Lukman Tanjung juga secara langsung menyatakan turut senang, bangga dan berbahagia bisa menjadi donatur SP karena bisa menjadi representasi perjalanan beliau dari keadaannya dahulu yg begitu sulit hingga mampu memimpin beberapa bisnis beliau. Mulai dari aktivitas beliau di ranah trading, mendirikan perusahaan sekuritas, PT. Wijaya Equity, PT. Putra Pangan dll. Dalam penyampaian annual report yg berisi banyak profile alumni dan segala aktivitas pembinaan di RK. Beliau juga sangat antusias sekali dan menyampaikan apresiasi yg tinggi atas kinerja RK dalam mendidik dan melahirkan pemimpinpemimpin muda yg tangguh dan berkarakter. Dan yang terakhir Bapak Lukman Tanjung menyampaikan salam hormat kepada seluruh pengurus RK, khususnya pak Bachtiar Firdaus selaku Direktur. Semoga selalu diberi kesehatan dan semangat untuk meneruskan perjuangan dalam mencetak pemimpin-pemimpin muda dimasa depan. Pertemuan ini ditutup dengan sholat Maghrib berjamaah di Equity Tower.

Edisi 98 Feb-Mar 2017

|

15


Prestasi Pemimpin Muda

PRESTASI PESERTA RUMAH KEPEMIMPINAN Anditha Nur Nina Abdulllah Al Muzaki

Sastra China, FIB, UI 2014.

FKM, UI 2014.

Delegasi UI untuk Kongres Nasional ILDKB.

Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI 2017

Muhammad Rafki Muhamad Fathan Mubin

Psikologi, UGM 2015.

Ekonomi Syariah, FEM, IPB, 2015.

(1) Penghargaan Mahasiswa Prestasi Penganugerahan Dies Natalis - Fakultas Psikologi UGM - 11 Januari 2017 - Fakultas Psikologi UGM. (2) Lolos paper/delegasi - International Conference on Cognition and Learning Methods - Holiday Inn Atrium, Singapore - 8 s.d. 9 Januari 2017

Lolos menjadi delegasi dalam National Youth Business Convention, Filipina 2017

16

|

Edisi 98 Feb-Mar 2017


Prestasi Pemimpin Muda

Angkatan VIII Periode Januari 2017 Asbi Syahreza Putra Annisa Nur Purnama Sari

FISIPOL UGM 2015.

Kesehatan Masyarakat, FKM, USU, 2014.

Lolos Asean Student Youth Camp Thailand 25-29 Januari 2017

Student Exchange Ke Singapore

Rindan Taufiqih Muh. Rizky Eka Arlin

Informatika FT, UNHAS 2014.

Teknik Sistem Perkapalan FTK ITS 2014.

Delegation Indonesia Youth Academy, Malaysia.

Delegate of ASEAN Startup Accelerator Network 1st Class, Kuala Lumpur Malaysia.

Edisi 98 Feb-Mar 2017

|

17


Laporan Keuangan NO

URAIAN

A

SALDO AWAL BULAN

B

PENERIMAAN

JANUARI Rp56.866.745

ZISWAF INSTITUSI

Rp459.305.000

ZISWAF INDIVIDU

Rp407.083.855

PENDAPATAN JASA

-

PENDAPATAN LAINNYA

C

Rp21.311.967

JUMLAH PENERIMAAN

Rp887.700.822

JUMLAH SUMBER DANA ( A + B )

Rp944.567.567

PENERIMAAN ZISWAF INSTITUSI ZISWAF INDIVIDU PENDAPATAN LAINNYA

PENDAYAGUNAAN C1. BIAYA PUSAT

Rp180.299.924

BIAYA PERSONALIA

Rp17.151.659

BIAYA OPERASIONAL

Rp14.802.500

BIAYA KEMITRAAN

Rp26.262.100

BIAYA SDM

Rp102.398.115

BIAYA PROGRAM

Rp18.157.000

BIAYA KEGIATAN ALUMNI

Rp401.033.784

BIAYA UANG SAKU

Rp368.700.000

BIAYA PROGRAM PEMBINAAN & NLC

-

BIAYA REKRUTMEN

-

BIAYA PELATIHAN SDM

Rp31.833.784 Rp500.000

BIAYA RENOVASI ASRAMA REGIONAL

-

BIAYA SEWA ASRAMA REGIONAL JUMLAH PENDAYAGUNAAN D

PENAMBAHAN HUTANG

E

PEMBAYARAN HUTANG

F

SALDO AKHIR (A+B-C+D-E)

BIAYA PUSAT BIAYA REGIONAL

Rp581.333.708

BIAYA PUSAT BIAYA PERSONALIA BIAYA OPERASIONAL BIAYA KEMITRAAN BIAYA SDM BIAYA PROGRAM BIAYA KEGIATAN ALUMNI

Rp22.827.977

PERUNTUKAN Pembelian Asrama Regional 4 Surabaya (depan)

Rp340.405.882 SISA HUTANG Rp1.238.643.300

Pembelian Asrama Regional 4 Surabaya (belakang)

Rp492.391.822

Operasional PPSDMS

Rp25.000.000

TOTAL

Rp1.756.035.122

*untuk laporan keuangan lengkap hubungi rumahkepemimpinan .org atau hubungi kami di :021 7888 3828 / 0816 141 3000

|

PENDAYAGUNAAN

Rp1.528.550

C2. BIAYA REGIONAL

BIAYA OPERASIONAL REGIONAL

18

Laporan Keuangan Periode Januari 2017

Edisi 98 Feb-Mar 2017

PENERIMAAN BIAYA UANG SAKU BIAYA OPERASIONAL REGIONAL BIAYA PELATIHAN SDM


Galeri Kegiatan

EdisiEdisi 98 Feb-Mar 97 Okt Jan 2017 2017 96 2016

|

19


TABUNGAN

Seni Kepemimpinan

Persediaan Terbatas

RUMAH KEPEMIMPINAN

Para Nabi

“SEMUA BISA MENABUNG QURBAN DARI SEKARANG�

Buku ini disusun dengan semangat belajar dan meneladani best practices daripada nabi terdahulu dan menguraikannya dalam konteks kekinian, tentang idealisme kepemimpinan menurut isilam. Mengajak kita untuk

#QurbanBeken menyongsong Indonesia bermartabat. lebih baik dan berma #QurbanBerbagiKeberkahan

Harga Khusus

INFO & PEMESANAN CP:

Rp. 72.800

Rp. 65.000

085794522670

CP: Aqil

(085742016165)

Rekening Donasi

Rumah Kepemimpinan Call Center : 021 7888 3828 | 0816 141 3000 rumahkepemimpinan.org

Rumah Kepemimpinan

@ppsdms

Rumah_Kepemimpinan

Rumah Kepemiminan

Newsletter Rumah Kepemimpinan Edisi 98 | Februari -Maret  
Newsletter Rumah Kepemimpinan Edisi 98 | Februari -Maret  
Advertisement