Page 1


Kolom Redaksi

Membangun Pemimpin Muda untuk Indonesia

P

emuda adalah bagian terpenting dalam sebuah bangsa dan peradaban. Keberadaan pemuda sesungguhnya menjadi modal yang besar bagi pembangunan dan kemajuan bangsa. Oleh karena sebuah bangsa yang besar, sesungguhnya bukan hanya diukur dari kekayaan sumber daya alamnya saja. Namun juga diukur dari ketersedian sumber daya manusia yang produktif dalam memberikan kontribusi positif kepada negara. Dan dalam konteks ini, kita bicara tentang para pemuda sebagai pengisi dan bagian dari besarnya sumber daya manusia yang dimiliku Indonesia.

"Dan setiap kali aku menemui masalah-masalah besar, yang kupanggil adalah pemuda.”  (Umar bin Khaththab) Indonesia dengan potensi jumlah sumber daya manusia yang besar sesungguhnya bukan hanya menjadi sebuah kelebihan. Namun juga menjadi tantangan yang mesti dijawab dan diselesaikan. Pendidikan yang masih sulit dijangkau, lapangan pekerjaan yang minim, kerusakan moral, korupsi dan kesenjangan sosial sesungguhnya merupakan bagian dari beberapa masalah yang sering kita temui di kehidupan sehari-hari. Masalah-masalah inilah yang kurang lebih selalu bersentuhan dan dirasakan langsung dampaknya oleh Rakyat Indonesia. Hanya segelintir dari rakyat Indonesia yang terlepas dari pengaruh dan dampak dari masalah-masalah tadi. Dan apakah sampai saat ini kita sudah menemukan jawaban atas permasalahan itu? Dan siapakah yang bisa menyelesaikannya? Al-Quran dan al-Hadits memberikan contoh berbagai model kepemimpinan yang bukan hanya memiliki keunggulan kepribadian yang kuat, tapi juga sesuai dengan tuntutan

2

|

Edisi 100 April - Mei 2017

zamannya. Rasulullah SAW adalah model pemimpin yang menghimpun semua keunggulan tersebut dan senantiasa sesuai dengan tuntutan zaman. Al-Quran sebagai kitab yang memahami betul pentingnya kepemimpinan dalam kehidupan manusia, menawarkan berbagai model dan kriteria bagi seorang pemimpin agar dapat membangun kepemimpinan yang bernilai tinggi. Pada dasarnya setiap orang memiliki talenta kepemimpinan. Talenta sering diartikan juga dengan bakat atau potensi. Diusianya yang beranjak 15 tahun, Rumah Kepemimpinan telah menjadi pilar utama dalam terbentuknya pemudapemuda yang Pemimpin bertalenta Qur’ani serta Rendah, Objektif, Open Mind, Moderat serta Prestatif dan Kontributif (ROOM-PK). Sebab, harapan kita semua adalah akan muncul para pemimpin muda berikutnya yang siap mengabdikan dirinya bagi kemajuan nusa dan bangsa guna menyelesaikan segala persoalan dan problematika yang melanda negeri ini. Sehingga tidak ada lagi masalah kekurangan sumber daya alam, kekurangan pangan, krisis moral, pengangguran, kemiskinan dan kriminalitas yang merjalela yang memang selama ini telah menjadi momok bagi bangsa kita sendiri dan menjadi sebuah gambaran bagaimana buruknya sistem ekonomi dan sosial di bangsa ini.

“Oleh karena itu, sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya”. (Hasan al-Banna).

Salam Redaksi


Kolom Redaksi

Daftar Isi Kolom Redaksi 2 Berita Pusat 4 Gagasan Pemimpin Muda 6 Liputan Utama 8 Kabar Alumni 12 Kabar Mitra 14 Prestasi Pemimpin Muda 16 Laporan Keuangan 18 Sahabat Pemimpin 19

Struktur Pusat Direktur: Bachtiar Firdaus, ST., MPP

Bidang SDM: Nur Ihsan Robbiyanto, S.T

Manajer Oprasional Pembinaan, Pengembangan program, dan Hub. Alumni: Adi Wahyu Adji, S.Si, MM

Bidang Oprasional Pembinaan: Yessy Nur Handayani, SKM, MSi Junasa Andhika I., SE

Manajer SDM, ADM, Keuangan: Muhammad Ichsan, SE Manajer Kemitraan & Fundrising: Fachriadi Tanjung, SE, MSi Bidang Adminkeu: Winursita, SE Lusi Cahya Pertiwi, S.Kep., Ns

Bidang Hubungan Alumni Program: Dini Karunia I., S. Psi Irsyaad Suharyadi, S. H. Int

Struktur Regional

Pengembangan

Bidang kemitraan, Fundraising & Humas: Aqil Wilda, S.T Ibrahim Irsyad, S.I.Kom Enung Azizah M., S. Si Maghfira Puteri A., A.Md Umi Rahmawati, A.Md

Regional I Jakarta Pembina Regional: Dr. Hamid Chalid SH. LLM. Manajer Regional: M. Fathan Mubina Staf Pembinaan: Imam Nawawi & Finna Handafidah

Regional V Bogor Pembina Regional: Dr. Ir. Abdul munif, M.Sc, Agr. Manajer Regional: Pauzi S. Gz Staf Pembinaan: Supriatna

Regional II Bandung Pembina Regional: Dr. Taufikurrahman Manajer Regional: Rio Alfajri Staf Pembinaan: Septiar D. Putra

Regional VI Medan Pembina Regional: Dr. Rudi Hartono Manajer Regional: Andi Pranata, S.Si Staf Pembinaan: Abdullah Nasution, A.Md

Regional III Yogyakarta Pembina Regional: Dr. M. Wazis Wildan, M. Sc Manajer Regional: Chandra Nur Triwiyanto Staf Pembinaan: Hamdan Abdullah & Devi Lukitasari

Regional VII Makasar Pembina Regional: Dr. Yusran Manajer Regional: Arif Atul Mahmudah D, SKM, MKM Staf Pembinaan: Mushaddiq Asri

Regional IV Surabaya Pembina Regional: Dr. Arief Basuki, Sp. An Manajer Regional: Wawan Ismanto, S.Si Staf Pembinaan: Amron Basuki

Edisi 100 April - Mei 2017

|

3


Artikel

BUAH MANIS DARI MUHASABAH

K

etika seseorang melakukan muhasabah maka akan tampak jelas di hadapannya atas dosa-dosa yang dilakukan. Bagaimana mungkin seorang anak cucu Adam dapat melihat dosa dan aibnya tanpa melakukan muhasabah?! Pertanyaan di atas mungkin banyak menghampiri benak seorang muslim, ada di antara mereka yang memilih untuk menyibukkan diri dengan urusan dunianya tanpa memikirkan apa yang akan menjadi bekalnya di akhirat. Ada pula yang beribadah sebagaimana apa yang Allah perintahkan, namun ibadahnya hanyalah sebagai rutinitas. Mereka shalat lima waktu setiap harinya, berpuasa dan mengeluarkan zakat setiap tahunnya akan tetapi semua itu tidak berdampak pada akhlak dan pribadinya, maksiat pun terkadang masih dilakukan. Motivasi untuk memperbaiki amalan-amalan yang ada tak kunjung hadir, penyebabnya satu karena melupakan muhasabah diri sehingga orang-orang seperti ini sudah merasa cukup dengan amalan yang telah dilakukan. Di sinilah pentingya muhasabah, ada beberapa hal lainnya yang menjadi alasan kenapa muhasabah perlu dilakukan, diantaranya:

4

|

Edisi 100 April - Mei 2017

1. Muhasabah merupakan perintah dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.� (QS. AlHasyr: 18). 2. Muhasabah merupakan sifat hamba Allah yang bertaqwa. Seseorang yang bertaqwa adalah mereka yang membawa sebaik-baik bekal, dan dalam perjalanan mencari bekal tersebut tak jarang seseorang merasa lelah dan bosan yang mengakibatkannya tak mawas diri sehingga tergelincir dan terjatuh dalam futur (lemah semangat untuk melakukan amal shalih). Muhasabah akan membantu seseorang untuk menghadapi berbagai rintangan yang ia temukan dalam pencariannya akan bekal tersebut. Maimun bin Mahran rahimahullah berkata: “Tidaklah seorang hamba menjadi bertaqwa sampai dia melakukan muhasabah atas dirinya lebih keras daripada seorang teman kerja yang pelit yang membuat perhitungan dengan


Artikel

temannya”. 3. Buah manis dari muhasabah adalah taubat Ketika seseorang melakukan muhasabah maka akan tampak jelas di hadapannya atas dosa-dosa yang dilakukan. Bagaimana mungkin seorang anak cucu Adam dapat melihat dosa dan aibnya tanpa melakukan muhasabah?! Banyak di antara manusia yang melakukan kemaksiatan, namun Allah masih memberikan nikmat kepadanya, dia tidak menyadari bahwa ini adalah bentuk istidraj (penangguhan menuju kebinasaan) dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala, sebagaimana firman-Nya: “Dan orang-orang yang mendustakan ayatayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangaur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.” (QS. AlA’raf: 182). Orang-orang yang memahami ayat Allah ini, akan takut atas peringatan Allah tersebut dan dia akan senantiasa mengintrospeksi dirinya, jangan sampai nikmat yang Allah berikan kepadanya merupakan bentuk istidraj. Muhasabah yang mengantarkan kepada pertaubatan di awali dengan memasuki gerbang penyesalan. Wallahu A’lam. Sumber: https://muslim.or.id/

Edisi 100 April - Mei 2017

|

5


Gagasan Pemimpin Muda

“AKSELERASI GREEN

MOVEMENT TREND MELALUI COLLABOR ( ACT))ION“ Oleh:

Yoga Rivaldi (Regional 5)

K

esadaran tentang pentingnya gaya hidup yang ramah terhadap lingkungan dalam berbagai aktivitas sehari-hari kita belumlah disadari semua pihak. Hal ini karena banyak dari kita yang masih merasa beberapa unsur penting terkait permasalahan lingkungan yang ada di sekitar kita seperti kebersihan lingkungan dari sampah, pentingnya penghematan pengunaan energi listrik dan bahan-bahan dari alam seperti penggunaan kertas, ataupun penggantian penggunaan plastik melalui pengunaan tumbler dan eco-bag belum menjadi hal yang istimewa bagi setiap pihak. Selain karena manfaat yang tidak

6

|

Edisi 100 April - Mei 2017

dapat dirasakan secara cepat dan langsung, juga karena kurangnya unsur-unsur yang dapat menarik daya tarik masyarakat apalagi pemuda untuk membiasakan gaya hidup yang sesuai dengan aspekaspek lingkungan. Saat ini, kita tahu tidak sedikit sebenarnya gerakan green movement yang dilakukan oleh para pemuda apalagi mahasiswa untuk memajukan aspek-aspek lingkungan. Sayangnya, gerakan-gerakan ini seakan masih dilakukan secara soliter dan belum masif agar telihat menarik sehingga dapat mengajak orang lain yang belum peduli menjadi peduli. Gerakan green movement yang sering kita temui saat ini masih terkesan insidental seperti ditujukan untuk memperingati momen hari-hari lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya inovatif yang berkelanjutan sebagai solusi cerdas yang dapat mengakselerasi kesadaran green living trend di masyarakat, khususnya pemuda sebagai generasi penerus bangsa.


Gagasan Pemimpin Muda

Collabor(Act)ion merupakan konsep yang dapat diterapkam sebagai upaya untuk memasifkan green movement yang telah ada saat ini untuk melakukan kegiatan campaign bersama dalam sebuah kegiatan terkordinasi seperti event lingkungan bersama melalui sebuah rangkaian kompetisi green life style antar kelompok pemuda/mahasiswa untuk mendorong kebiasaan, tren, dan kreatifitas mahasiswa untuk melakukan aktivitas sehari-hari sesuai dengan aspekaspek lingkungan sehingga secara perlahan-perlahan dapat memicu kesadaran akan pentingnya green life style melalui manfaat yang mulai terasa di lingkungan mereka. Selain itu, campaign melalui sosial media berupa challange berantai antar pengguna sosial media pun dapat menjadi salah satu dorongan yang efektif untuk membuat trend dan ajakan kepada setiap orang untuk bergerak melakukan gerakan yang sama sehingga dapat berimplikasinya pada akselerasi perubahan gaya hidup yang sesuai dengan aspek-aspek lingkungan dan berdampak besar manfaatnya, baik bagi lingkungan dan generasi kita kedepannya.

Edisi 100 April - Mei 2017

|

7


Liputan Utama

Evaluasi Semester 1 Peserta Rumah Kepemimpinan Angkatan VIII “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, dan hendaklah setiap diri, mengevaluasi kembali apa yang telah dilakukan untuk menata hari esok. Dan bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan." (QS. Al-Hasyr : 18)

E

nam bulan sudah kita melewati masa pembinaan angkatan VIII. Fase Pembinaan di 6 bulan masa pembinaan yang merupakan periode internalisasi telah terlewati. Seperti yang biasa dilakukan di angkatan sebelumnya, setiap semester akan diadakan evaluasi bagi seluruh peserta pembinaan Rumah Kepemimpinan. Evaluasi semester 1 ini dilakukan di regional masingmasing di Bulan Februari 2017. Evaluasi dilakukan oleh Evaluator Pusat, yang terdiri dari, Bachtiar Firdaus, Muhammad Ichsan, Adi Wahyu Adji, Ahadiyat, Nur Ihsan Robbiyanto dan Andi Junasa Andhika Imanuddin terhadap 260 orang peserta Rumah Kepemimpinan Angkatan VIII. Setiap peserta dievaluasi oleh satu orang Evaluator Pusat dengan berbekal Form Evaluasi Semester 1 yang merupakan hasil coaching peserta dengan Supervisor Asramanya. Form tersebut berisi Roda dari Delapan Kompetensi Dasar yang dipantau perkembangannya pada masing-masing peserta. Sebelumnya peserta telah menyerahkan bahan evaluasi semester berupa form hasil coaching bersama Supervisornya, disertai CV terbaru, Life Plan dan Life Goal. Tidak hanya itu, penilaian dalam evaluasi semester ini ditunjang oleh catatan dan rekomendasi dari supervisor asramanya dilihat dari 6 core values Rumah

8

|

Edisi 100 April - Mei 2017

Kepemimpinan (Rendah Hati, Objektif, Openmind, Moderat, Prestatif dan Kompetitif). Form Coaching yang berisi mengenai Roda Delapan Kompetensi Dasar ini merupakan hal yang baru diterapkan dalam pembinaan peserta angkatan VIII ini. Delapan Kompetensi Dasar ini terdiri dari; Visioner, Leadership, Spirituality, Management, Knowledge, Communication, Network, Fitness. Pada awalnya peserta melakukan penilaian diri sendiri mengenai kedelapan kompetensi tersebut, lalu dilakukan proses coaching di regional oleh Supervisor Asrama untuk memvalidasi penilaian kedelapan kompetensi tersebut sekaligus mensupport pencapaian Life Plan dan Life Goal mereka. Kedua penilaian tersebut serta catatan saat coaching tersebut lah yang menjadi acuan evaluator pusat dalam melakukan evaluasi semester kepada peserta Rumah Kepemimpinan Angkatan VIII. Dari proses evaluasi tersebut keluarlah penilaian evaluator pusat disertai dengan catatan-catatan khusus dari masing-masing evaluator sesuai dengan perkembangan peserta. Masing-masing memiliki evaluator memiliki sudut pandang masing-masing


Liputan Utama mengenai penilaian peserta terutama dari aspek kualitatif dari peserta. Ada yang sukses dan dinyatakan lulus sempurna. Ada yang masih harus menjalani masa percobaan dan ada pula yang ternyata harus meninggalkan Rumah Kepemimpinan karena tidak memenuhi standard evaluasi. Berikut ini ialah hasil evaluasi semester 1 Peserta Rumah Kepemimpinan Angkatan VIII (Gambar.1). Regional

Evaluator

Status L

LB

TL

Jumlah

1 Jakarta Putra

MI

24

6

0

30

1 Jakarta Putri

MI

17

11

1

29

2 Bandung

NIR

22

10

1

33

3 Yogyakarta Putra

BF

19

7

3

29

3 Yogyakarta Putri

BF

19

6

1

26

4 Surabaya

AWA

9

25

0

34

5 Bogor

AHA

19

11

0

30

6 Medan

AWA

16

9

0

25

7 Makassar

AJAI

18

5

1

24

163

90

7

260

Jumlah

Terdapat beberapa peserta yang dinyatakan tidak lulus semester 1. Mereka itu ialah yang penilaian kompetensinya tidak memiliki perkembangan yang signifikan ataupun yang memiliki catatan khusus mengenai kehidupan pembinaan berasrama serta pengamalan core values di regionalnya. Oleh karena itu, mereka harus meninggalkan asrama dan sudah tidak lagi berstatus peserta Rumah Kepemimpinan dengan mekanisme yang telah disepakati bersama. Saat ini peserta Rumah Kepemimpinan memasuki Fase Pembentukan Peserta, dimana peserta tidak hanya diarahkan namun dibentuk untuk melebarkan sayap prestasinya serta didorong untuk menyalurkan segenap kemampuannya untuk peka terhadap kondisi masyarakat sekitar. Tidak hanya prestasi secara individu saja yang patut diraih, namun prestasi kolektif dalam bentuk Leadership Project perlu dikembangkan dalam menunjang proses pembinaan peserta Rumah Kepemimpinan. [YNH]

Edisi 100 April - Mei 2017

|

9


Liputan Utama

Training Basic Skill bersama Andank Kirana: Excellent Services Pada Hari Selasa, 21 Maret 2017 dilaksanakan basic skill dengan tema “excellent services” di Asrama Rumah Kepemimpinan Regional 3 Yogyakarta. Basic skill kali ini diisi oleh Bapak Andank Kirana atau biasa dipanggil Coach Angky. Pak Angky adalah seorang trainer yang juga bekerja sebagai wirausaha, beliau juga aktif dalam pengembangan beasiswa Hoshizora Foundation. Dalam basic skill kali ini, fokus pembahasannya adalah cara memberikan excellent services yang baik kepada orang – orang yang ada di sekitar kita. Acara dimulai pada pukul 20.00 dan berakhir pada pukul 22.00. Penanggungjawab acara ini adalah Timsat 1 yang terdiri dari Urwah Abdurrahman, Fiqih Pranata, Zainal Arifin, Hanifah Nisrina C, Husna Faizah dan Dwiani Kartikasari. Pak Angky menekankan bahwa pada prinsipnya, menjadi pemimpin adalah menjadi pelayan bagi orang – orang yang kita pimpin. Hal ini sesuai dengan ajaran Ki Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha (di depan memberikan teladan yang baik), Ing Madya Mangun Karsa (di tengah memberikan ide atau prakarsa), dan Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan).

10

|

Edisi 100 96 Okt April 2016 - Mei 2017

Negara Indonesia saat ini sedang kehilangan common sense (tepa slira). Common sense adalah cara kita memahami kondisi dari perspektif orang lain. Masyarakat cenderung mengedepankan egosime pribadi dan kelompoknya untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam seni memimpin, hal utama yang harus diperhatikan adalah tentang attitude. Sikap kita terhadap orang lain, cara kita mengharagai dan menghormati orang lain akan sangat menentukan bagaimana seni kepemimpinan kita. Di akhir sesi, Pak Angky memberikan beberapa tips untuk memberikan excellent service yang baik yang terdiri dari respectful, attention, prosedur and process, information access, menjadi ahli, the more you know the customer, the better you can serve they need, Look forward to get YES!, Feed back and follow up, Apologize and Humility, Tangga kesuksesan, dan relationship.


Liputan Utama

Memaksimalkan Bakat Pemimpin bersama Rio Purboyo Senin Malam, 13 Maret 2017 dalam suasana semangat pantang padam, peserta Rumah Kepemimpinan Surabaya merasa beruntung sekali dapat bertemu dengan mas Rio Purboyo, sang ahli trainer. Kegiatan malam itu dilaksanakan di Aula Rumah Kepemimpinan Surabaya. Mas Rio, sapaan akrabnya, membawakan sebuah bahasan yang menarik, lagilagi tentang bakat. Mas Rio mengawali sesi materi dengan pertanyaan, “apa sih pemimpin itu?”. Peserta silih berganti memberikan pendapatnya, hingga Mas Rio memberikan pandangan bahwa pemimpin itu bukan sebuah jabatan atau title, melainkan kompetensi. Pemimpin berarti berani ambil resiko untuk dirinya sendiri. Pertanyaan berikutnya muncul dari beliau, “sedangkan bakat itu apa? Dan bagaimana keterkaitannya dengan seorang pemimpin”. Beliau menjelaskan bahwa bakat itu sangat erat kaitannya dengan potensi, baik sudah diketahui atau belum, terasah atau belum. Dan bakat adalah seni dalam memimpin, cara untuk memimpin. Beliau kemudian mempertegas dimana nantinya kepememimpinan itu akan implementasikan, yaitu pada 3

sektor yang menurut mas Rio akan menjadi tujuan setelah seorang menjalani dunia paska kampus, adalah public sector, private sector dan sektor ketiga (dunia NGO-Non Govermental Organization). Perlu menjadi perhatian bagi setiap orang untuk mengetahui bakat yang ada di dalam diri masing-masing, untuk mengetahui posisi yang tepat untuk diri masing-masing. Selain itu, bakat perlu diketahui untuk menentukan dengan siapa setiap individu dapat berkolaborasi serta menempatkan orang lain sebagai kompetitor kita. Dalam sesi terakhir, Mas Rio menyampaikan pesan pentingnya. Bahwa ketika kita sudah tahu bakat diri kita, pertanyaannya adalah “apakah kita mau untuk memaksimalkan bakat kita atau tidak? Jika iya, maka apakah kita siap untuk merencanakan dan mengeksekusi Bigger Life Project mulai sekarang?” Bekal pengenalan bakat ini harapannya mampu menjadi bekal bagi peserta yang antusias dengan materi ini hingga akhir acara. Setelah ini, tinggal menunggu aksi nyata setiap peserta untuk mengasah sisi tajam dalam dalam dirinya agar semakin berkembang.

Edisi 100 Edisi April 96 - Mei Okt2017 2016

|

11


Kabar Alumni

Ahmad Fikri Alumni Regional 2 Bandung Angkatan 3 Associate di Assegaf Hamzah & Partners (AHP) Law Firm

Profil Lawyer Hits Muda Ahmad Fikri merupakan alumni Rumah Kepemimpinan Regional 2 Bandung angkatan 3. Ia lulus program Master Hukum dari Universitas Melbourne, Australia dengan beasiswa Australia Awards. Sebelumnya, Fikri meraih gelar sarjana dari Fakultas Hukum Universitas Padjajaran. Kerap memenangkan kompetisi Moot Court semenjak mahasiswa, Fikri kini tergabung sebagai Associate di Assegaf Hamzah & Partners (AHP), Rajah & Tann Asia sejak 2012. Ia berfokus pada praktik perbankan syariah dan keuangan, juga perusahaan umum. Selain itu, Fikri memiliki ketertarikan khusus pada proyek-proyek REDD+ dan bekerja pada program investasi hijau yang diinisiasi oleh Departemen Pembangunan Internasional United Kingdom dan Kementerian Keuangan (2009-2010). Ia bertanggungjawab dalam menganalisis kerangka peraturan

12

|

Edisi 100 April - Mei 2017

dan menyusun peraturan pemerintah serta keputusan menteri. Ia pun ambil bagian dalam persiapan struktur dan strategi investasi proyek. Selanjutnya, pria kelahiran Jakarta ini juga memberikan jasa transaksi dan konsultasi di berbagai transaksi keuangan termasuk perusahaan telekomunikasi pada tahun 2014 yang bernama “M&A Deal of the Year� setelah sebelumnya bekerja di DNC Advocates at Work (sekarang AYMP Atelier at Law). Menurut Fikri, hal yang paling berkesan dalam memperoleh pembinaan Rumah Kepemimpinan adalah ajaran Ustadz Musholli mengenai keseimbangan dua unsur yaitu antara kauniyah dan qauliyah. Jangan hanya beribadah qauliyah, ibadah kauniyah juga perlu. Jangan hanya kauniyah, qauliyah juga perlu.


Kabar Alumni

Ia menyebut perumpamaan ketika memasuki dunia pascakampus ibarat seorang petinju yang sesekali perlu menepi ke sudut ring untuk mengembalikan tenaga, introspeksi, dan mengatur strategi seperti Rumah Kepemimpinan yang merupakan tempat kembali untuk mencapai keseimbangan tersebut. Pria yang memiliki moto “Jujur pada Diri Sendiri� ini kedepannya, ingin membuka law firm pribadi agar lebih bebas dalam membangun opini hukum

dan mengatur waktu. Selain itu, ia juga berencana melanjutkan studi mengenai hedging (lindung nilai) yaitu instrumen keuangan yang variasinya belum banyak dieksplorasi di Indonesia tetapi dibutuhkan untuk kestabilan perekonomian. Semua rencana tersebut akan ia lakukan berdasar prinsip ASAP (as soon as possible), yaitu konsisten melakukan satu hal yang mengarah pada implementasi rencana tersebut agar tidak pudar di tengah jalan.

Edisi 100 Edisi April 96 - Mei Okt2017 2016

|

13


Kabar Mitra

Bantu Dunia Pendidikan, IZI Berikan BANDUNG (IZI News) - Melalui dana zakat secara berkesinambungan, Lembaga Amil Zakat Nasional Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) kembali berkontribusi dalam mendukung perkembangan dunia pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia di Indonesia dengan memberikan program beasiswa terhadap mahasiswa berprestasi Institut Teknologi Bandung (ITB). Launching program ‘Beasiswa Mahasiswa ITB’ tersebut bertempat di Wisma Dago Jl Ciung Wanara No.16, Lb. Siliwangi, Coblong Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa sore (14/3/2017). Peresmian program beasiswa mahasiswa tersebut ditandai dengan penyematan pin IZI secara simbolis dari Direktur Edukasi dan Kemitraan Zakat IZI Rully Barlian Thamrin kepada penerima beasiswa Dalam sambutannya, Direktur Edukasi dan Kemitraan Zakat IZI Rully Barlian Thamrin mengatakan program “Beasiswa Mahasiswa” adalah program yang diberikan kepada mahasiswa berprestasi di Indonesia. Kali ini, IZI melanjutkan pemberian beasiswa kepada mahasiswa berprestasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Sementara itu, Direktur Pendayagunaan IZI Nana Sudiana menyebutkan, sebelumnya IZI juga telah memberikan beasiswa kepada 10 mahasiswa Institut Pertanian Bogor serta mahasiswa mahasiswi di wilayah perwakilan IZI di daerah seperti Jawa Tengah (1 Universitas Negeri), Riau (3 Universitas Negeri) dan Sumatera Barat (3 Universitas Negeri). Dikatakan Nana, sejak berdiri, program Beasiswa Mahasiswa IZI sudah hadir sebagai wujud nyata komitmen dalam mendukung pengembangan pendidikan di Indonesia berupa pemberian bantuan beasiswa di bidang pendidikan bagi mahasiswa berprestasi yang membutuhkan dukungan secara finansial.

14

|

Edisi 100 April - Mei 2017

“Dengan adanya program Beasiswa ini para mahasiswa diharapkan dapat lebih termotivasi lagi untuk belajar dan membentuk kompetensi diri yang baik,” ujar Nana Sudiana, di Wisma Dago, Bandung. Program beasiswa ini, lanjut Nana, diharapkan dapat meningkatkan kualitas mahasiswa agar terus berkembang sebagai penerus bangsa yang luar biasa. “Program beasiswa mahasiswa ini sudah berjalan beberapa bulan ini di Indonesia, dengan total mencapai 42 mahasiswa,” ungkap Nana. Program beasiswa ini merupakan komitmen jangka panjang IZI untuk terus mendukung program pendidikan di Indonesia, khususnya untuk mahasiswa mahasiswi berprestasi di Indonesia. Nana berharap dengan adanya program beasiswa mahasiswa ini dapat memberikan kontribusi nyata untuk memajukan Indonesia khususnya di dunia pendidikan. Launching program Beasiswa Mahasiswa IZI ini dihadiri Dr Eng Sandro Mihradi selaku Ketua Lembaga Kemahasiswaan ITB, Ir Endra Susila, MT, Ph.D selaku Perwakilan Pembina Asrama IZI, Nana Sudiana selaku Direktur Pendayagunaan IZI, Haryono selaku Manajer Pemberdayaan IZI, Ferry Suranto selaku General Manager Empowerment PKPU juga dihadiri oleh beberapa perwakilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan penerima beasiswa yang ada di Institut Teknologi Bandung (ITB) serta tamu undangan. Program Beasiswa Mahasiswa atau yang bisa disebut dengan Besma IZI-ITB ini merupakan wilayah ke-2 setelah Besma Intitut Pertanian Bogor (IPB). Besma IZI ITB merupakan beasiswa yang diperuntukan bagi mahasiswa


Kabar Mitra

Beasiswa Kepada 10 Mahasiswa ITB ITB tingkat 2 dan 3 dalam bentuk pembinaan asrama selama dua tahun yang diisi dengan berbagai macam kegiatan harian, pekanan dan bulanan seperti tahajud bersama, shalat subuh berjamaah, intergrity sport serta kegiatan pengembangan diri lainnya. 10 mahasiswa penerima ‘Beasiswa Mahasiswa IZI’ ini masing-masing Iqbal Ridalta (Teknik Perminyakan), Maulana Fikri (Teknik Mesin), M Miftahul Firdaus (Aeronotika dan Astronotika), Chairul Rajib Kusnadi (Teknik Geofisika), Ahmad Ikhbal Zamzami (Teknik Metalurgi), Muhammad Fakhrurrozi (Kimia), Muhammad Bagoes Himawan (Arsitektur), Gilang Farham Ramadhan (Aeronotika dan Astronotika), Galih Fajar Ramdhan (Teknik Biomedis) dan Hengky Syah Putra (Kimia).

Program Beasiswa Mahasiswa ini diharapkan dapat menjadi membentuk SDM yang unggul, dalam budi pekerti intelektualitas, dan kecerdasan sosial sehingga mampu mengembangkan dan memperdayakan potensi di wilayah tempat tinggal melalui tempat yang mereka ambil di masyarakat. Acara launching program Beasiswa Mahasiswa ITB ini ditutup dengan lantunan teater puisi dari 10 mahasiswa penerima beasiswa dan didampingi Fasilitator program Rio Al Fajri. Dilanjutkian kunjungan ke Rumah Inisiatif Beasiswa IZI di Jalan Cigadung Raya Timur No.54 RT 008 RW 12 Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat sekaligus ramah tamah.

Edisi 100 April - Mei 2017

|

15


Prestasi Pemimpin Muda

PRESTASI PESERTA RUMAH KEPEMIMPINAN Angkatan VIII Periode MARET 2017

Hatfan Hizriyan Syaidan

Novia Nurist Naini

Manajemen, FEB, UI 2014

Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, FISIPOL, UGM 2014

Juara 1 PKM GT Student Research Days FEB UI

Delegasi di Asian Urban Youth Assembly, Malaka, Malaysia

Abdullah Aljabir Departemen Teknik Material, FTI, ITS 2014 Best Speaker on Ultra Scientific Event HMMT FTI ITS 2017

16

|

Edisi 100 April - Mei 2017

Hermansyah Keperawatan, USU, 2014 Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Fakultas Keperawatan USU 2017


Prestasi Pemimpin Muda

Yauma Ayu Arista Antropologi, FISIPOL, UGM 2017 Global Youth Summit 3 Maret 2017 di Fiilipina

Dewimasyitoh Ayu Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, FISIPOL, UGM 2015 Delegasi UGM pada Acehnese Development International Conference di IIUM, Kuala Lumpur

M. Faisal Ekonomi Pembangunan, Ekonomi dan Bisnis, USU, 2015 Juara 2 Mahasiswa Berprestasi FEB USU 2017

Parlaungan Iffah Nasution Ilmu Administrasi Negara, FISIP, UNAIR 2014 Juara 1 Lomba Menulis Opini pada acara Temu Ilmiah UKM Penalaran se-Surabaya, 11 Maret 2017

Danu Mandra Pratama MSL, FAPERTA, IPB, 2014 Mahasiswa Berprestasi Fakultas Pertanian IPB 2017 Edisi 100 April - Mei 2017

|

17


Laporan Keuangan NO

URAIAN

A

SALDO AWAL BULAN

B

PENERIMAAN

MARET Rp523.559.151

ZISWAF INSTITUSI

Rp92.000.000

ZISWAF INDIVIDU

Rp399.686.083

PENDAPATAN JASA

Rp-

PENDAPATAN LAINNYA

Rp6.529.081

JUMLAH PENERIMAAN

Rp498.215.164

JUMLAH SUMBER DANA ( A + B ) C

Rp1.021.774.316

PENDAYAGUNAAN C1. BIAYA PUSAT

Rp275.852.676

BIAYA PERSONALIA

Rp6.739.300

BIAYA OPERASIONAL

Rp10.962.112

BIAYA KEMITRAAN

Rp23.188.000

BIAYA SDM

Rp203.489.964

BIAYA PROGRAM

Rp27.050.000

BIAYA KEGIATAN ALUMNI

Rp4.423.300

C2. BIAYA REGIONAL

Rp184.351.784

BIAYA UANG SAKU

Rp127.500.000

BIAYA PROGRAM PEMBINAAN & NLC

Rp-

BIAYA REKRUTMEN

Rp-

BIAYA OPERASIONAL REGIONAL

Rp56.851.784

BIAYA PELATIHAN SDM

Rp-

BIAYA RENOVASI ASRAMA REGIONAL

Rp-

BIAYA SEWA ASRAMA REGIONAL

Rp-

JUMLAH PENDAYAGUNAAN D

PENAMBAHAN HUTANG

E

PEMBAYARAN HUTANG

F

SALDO AKHIR (A+B-C+D-E)

Rp460.204.460

Rp22.827.977

PERUNTUKAN

Rp538.741.879 SISA HUTANG

Pembelian Asrama Regional 4 Surabaya (depan)

Rp1.205.612.812

Pembelian Asrama Regional 4 Surabaya (belakang)

Rp479.766.356

Operasional RK

Rp25.000.000

TOTAL

Rp1.710.379.168

*untuk laporan keuangan lengkap hubungi rumahkepemimpinan .org atau hubungi kami di :021 7888 3828 / 0816 141 3000

18

|

Edisi 100 April - Mei 2017

Laporan Keuangan Periode Maret 2017


Edisi 100 Edisi April 96 97 - Mei Jan2017 2017 Okt 2016

|

19


Seni Kepemimpinan

Persediaan Terbatas

Para Nabi

Buku ini disusun dengan semangat belajar dan meneladani best practices daripada nabi terdahulu dan menguraikannya dalam konteks kekinian, tentang idealisme kepemimpinan menurut isilam. Mengajak kita untuk menyongsong Indonesia bermartabat. lebih baik dan berma

Harga Khusus

Rp. 72.800

Rp. 65.000

CP: Aqil

(085742016165)

Rekening Donasi

Rumah Kepemimpinan Call Center : 021 7888 3828 | 0816 141 3000 rumahkepemimpinan.org

Rumah Kepemimpinan

@ppsdms

Rumah_Kepemimpinan

Rumah Kepemiminan

Newsletter Rumah Kepemimpinan Edisi 100 | April - Mei 2017  

Newsletter Rumah Kepemimpinan Edisi 100 | April - Mei 2017

Newsletter Rumah Kepemimpinan Edisi 100 | April - Mei 2017  

Newsletter Rumah Kepemimpinan Edisi 100 | April - Mei 2017

Advertisement