Page 1


Kolom Redaksi

Daftar Isi Kolom Redaksi 2 Berita Pusat 4 Gagasan Pemimpin Muda 6 Liputan Utama 8 Kabar Alumni 12 Kabar Mitra 14 Prestasi Pemimpin Muda 16 Laporan Keuangan 18 Sahabat Pemimpin 19

Struktur Pusat Direktur Eksekutif: Bachtiar Firdaus, ST., MPP

Bidang SDM: Nur Ihsan Robbiyanto, S.T

Manajer Oprasional Pembinaan, Pengembangan program, dan Hub. Alumni: Adi Wahyu Adji, S.Si, MM

Bidang Oprasional Pembinaan: Yessy Nur Handayani, SKM, MSi Junasa Andhika I., SE

Manajer SDM, ADM, Keuangan: Muhammad Ichsan, SE Manajer Kemitraan & Fundrising: Fachriadi Tanjung, SE, MSi Bidang Adminkeu: Winursita, SE Lusi Cahya Pertiwi, S.Kep., Ns

2

|

Bidang Hubungan Alumni Program: Dini Karunia I., S. Psi Irsyaad Suharyadi, S. H. Int

Struktur Regional

Pengembangan

Bidang kemitraan, Fundraising & Humas: Aqil Wilda, S.T Ibrahim Irsyad, S.I.Kom Enung Azizah M., S. Si Maghfira Puteri A., A.Md Umi Rahmawati, A.Md

Edisi 99 Maret - April 2017

Regional I Jakarta Pembina Regional: Dr. Hamid Chalid SH. LLM. Manajer Regional: M. Fathan Mubina Staf Pembinaan: Imam Nawawi & Finna Handafidah

Regional V Bogor Pembina Regional: Dr. Ir. Abdul munif, M.Sc, Agr. Manajer Regional: Pauzi S. Gz Staf Pembinaan: Supriatna

Regional II Bandung Pembina Regional: Dr. Taufikurrahman Manajer Regional: Rio Alfajri Staf Pembinaan: Septiar D. Putra

Regional VI Medan Pembina Regional: Dr. Rudi Hartono Manajer Regional: Andi Pranata, S.Si Staf Pembinaan: Abdullah Nasution, A.Md

Regional III Yogyakarta Pembina Regional: Dr. M. Wazis Wildan, M. Sc Manajer Regional: Chandra Nur Triwiyanto Staf Pembinaan: Hamdan Abdullah & Devi Lukitasari

Regional VII Makasar Pembina Regional: Dr. Yusran Manajer Regional: Arif Atul Mahmudah D, SKM, MKM Staf Pembinaan: Mushaddiq Asri

Regional IV Surabaya Pembina Regional: Dr. Arief Basuki, Sp. An Manajer Regional: Wawan Ismanto, S.Si Staf Pembinaan: Amron Basuki


Kolom Redaksi

Smbutan Redaksi Republik Indonesia terutama Jakarta saat ini berada pada momentum krusial. Siapapun kandidat terpilih, kita berharap akan membawa bangsa ini menjadi lebih baik di masa datang. Kita tidak ingin tampil pemimpin yang bekerja apa adanya (business as usual) dan menyukai zona nyaman (status quo). Sebab tantangan yang kita hadapi sebagai bangsa sungguh luar biasa dan lingkungan strategis yang kita alami berubah dengan cepat, setiap saat. Pakar kepemimpinan James MacGregor Burns (1978) memperkenalkan konsep Kepemimpinan Transformasional. Yakni, kepemimpinan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat atau organisasi yang dikendalikannya. Kepemimpinan pada hakikatnya bukan hanya terdiri dari Pemimpin (leader) tapi juga Pengikut (followers) dan lingkungan sekitar. Kondisi masyarakat saat ini sudah sangat berdaya, sehingga batas kapasitas antara Pemimpin dan Pengikut sangat tipis. Rakyat sudah banyak yang pintar dan kritis berkat kemajuan pendidikan dan penyebaran informasi sampai pelosok desa. Pemimpin yang merasa serba bisa dan bersikap instruksionis, apalagi otoriterian: akan

ditinggalkan. Burns membandingkan Kepemimpinan Transformasional dengan Kepemimpinan Transaksional, di mana sang pemimpin melakukan “tawar menawar” dengan orang yang dipimpin, bertukar sesuatu yang bernilai dengan sesuatu lain. Misal, memberikan imbalan atas kerja rutin bawahan. Sehingga para pengikut akan bekerja pas‐pasan, terutama saat berhadapan dengan pimpinan. Di luar tugas rutin, mereka tak punya motivasi untuk meraih prestasi lebih tinggi. Rumah Kepemimpinan menanamkan kepada para Peserta yang berasal dari latar belakang beragam untuk memahami “Idealisme Kami” sebagai shared values. Dari interaksi pembinaan selama dua tahun terbentuk karakter: rendah hati, berpikiran terbuka dan berjiwa moderat dalam spirit kebersamaan. Kami berharap dengan modal itu tak hanya lahir Pemimpin‐pemimpin Masa Depan yang membawa perubahan, namun juga cikal‐bakal masyarakat yang maju dan beretos kerja tinggi. Masa evaluasi peserta semester pertama ini merupakan wujud regenerasi dan transformasi kelembagaan pula. Salam Redaksi

Edisi 99 Maret - April 2017

|

3


Artikel

Perbekalan Diri Seorang Pemimpin Dr. Bambang Priantono, MT Pada hakikatnya, setiap manusia adalah pemimpin; pemimpin negara, pemimpin masyarakat, pemimpin perusahaan, pemimpin suatu komunitas, pemimpin keluarga dan minimal pemimpin bagi diri sendiri. Menjadi pemimpin bukanlah satu hal yang mudah. Pemimpin harus mempunyai perbekalan yang cukup berupa berbagai pengalaman dan pelajaran yang didapat dari setiap jenjang kehidupannya. Perbekalan yang cukup dalam mencapai citacita dan menjalankan aktivitasnya saat ini didapatkan di dunia kampus. Dunia kampus merupakan sarana pembekalan yang sangat bermanfaat bagi dunia kerja dan kehidupan kita. Sangat beruntung orang-orang yang mengenyam perguruan tinggi, ditambah lagi dengan menjadi peserta pembinaan di Rumah Kepemimpinan. Ini adalah sarana pembekalan khusus perjalanan panjang yang memberikan banyak sekali pelajaran dan pengalaman menarik. Namun, pertanyaan yang kemudian timbul dan harus kita jawab adalah: Bagaimana cara kita memanfaatkan prbekalan yang sudah dimiliki? Jawaban yang ada bisa jadi cukup beragam karena setiap orang mempunyai

4

|

Edisi 99 Maret - April 2017

caranya sendiri perbekalan itu.

dalam

memanfaatkan

Pendidikan yang diperoleh di perguruan tinggi atau di Rumah Kepemimpinan belum dapat menghasilkan apapun, jika perbekalan atau modal yang dimiliki belum diasah atau dikembangkan dengan baik di masyarakat. Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah terkadang kita sering terlena dalam memanfaatkan pilihan itu, Artinya, tidak jarang orang salah memanfaatkan perbekalan yang mereka miliki - salah memberdayakan diri dan menempatkan posisi sesuai dengan potensi yang dimiliki. Oleh karena itu, kewajiban kita dalah memilih bidang kita masng-masing yang sesuai dengan perbekalan dan potensi yang kita miliki. Setiap orang harus mempunyai rencana kerja atau career palnning yang jelas. Namun, itu juga tidak cukup. Setiap orang juga harus mempersiapkan Plan B, apabila kenyataan tidak sesuai dengan apa yang sudah kita rencanakan. Selain itu, kita harus selalu fokus atas apa yang kita kerjakan dan juga selalu siap menghadapi perubahan lingkungan di sekitar kita yang bisa terjadi


Artikel

kapan pun. Pemimpin berbeda dengan orang biasa. Ada ilustrasi menarik, di padang pasir, seekor unta pengangkut adalah hewan yang sangat berharga dan bermanfaat. Karena selain digunakan untuk mengangkut barangbarang, unta tersebut juga dapat menampung air segar dipunuknya sehingga unta sanggup bertahan dua minggu tanpa minum. Unta jenis ini jelas bukan merupakan unta sembarangan. Berbeda halnya dengan unta jenis biasa yang digunakan untuk disembelih. Begitu halnya dengan pemimpin. Pada dasarnya, manusia hanya cukup meluangkan 30-40% dari waktu dan tenaga yang ada untuk hanya sekadar memenuhi kepentingan diri sendiri. Akan tetapi pemimpin mempunyai beban yang lebih dari hanya sekedar memenuhi kepentingan diri sendiri ataupun keluarga. Pemimpin itu seperti unta pengangkut. Kita semua harus memahami bahwa hidup kita tidak hanya digunakan untuk diri kita sendiri dan keluarga kita saja, tetapi juga digunakan untuk umat, bangsa dan negara. Kita tidak hanya berbuat sesuai untuk

diri kita sendiri. Pemimpin memiliki kewajiban yang lebih dibandingkan orang-orang biasa. Di pundak para pemimpin terletak harapanharapan banyak orang. Ada dua syarat utama yang harus dimiliki seorang pemimpin. Pertama, keteladanan. Seseorang tidak akan sanggup untuk menjadi pemimpin, apabila ia tidak mampu memberikan keteladanan pada orang lain. Pemimpin adalah orang yang selalu melakukan apa yang ia ucapkan, dan hal ini jelas tidak mudah. Kedua, pemimpin adalah orang yang mampu menciptakan kesempatan untuk menebar kebaikan kepada orang lain. Pada dasarnya, setiap manusia adalah konsumen kebaikan dari manusia lain. Kita hidup karena kebaikan orang lain. Oleh karena itu, jelas masuk akal apabila manusia dikatakan sebagai makhluk sosial. Nah, pertanyaannya adalah sebagai pemimpin, kebaikan apa yang akan kita berikan untuk orang lain?

Edisi 99 Maret - April 2017

|

5


Gagasan Pemimpin Muda

Nilai: Navigator Sebuah Sistem Organisasi

“Jika kalian cek indeks harga saham dalam bursa efek Indonesia, sepuluh perusahaan teratas pastilah perusahaan yang berbasis nilai.� -Bapak Palgunadi

Oleh:

Latifa Ayu Lestari (Regional 1)

K

utipan di atas menggambarkan betapa pentinganya nilai sebagai petunjuk arah (navigator) sebuah sistem organisasi. Bapak Palgunadi adalah salah satu perumus Catu Dharma Astra Internasional yang sukses menginspirasi ratusan ribu anggotanya hingga perusahaan tersebut Berjaya dan

6

|

Edisi 99 Maret - April 2017

terus berkembang pesat hingga kini. Sebelum membahas lebih dalam betapa pentingnya nilai, mari kita definisikan terlebih dahulu apa arti organisasi yang sesungguhnya. Jika dilihat dari pengertian KBBI organisasi adalah kesatuan yang terdiri atas bagian-bagian dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu. Nilai merupakan hal yang dianggap benar dalam suatu lingkungan. Nilai penting untuk mempelajari perilaku organisasi karena nilai menjadi dasar untuk memahami sikap dan motivasi karena nilai mempengaruhi persepsi manusia. Nilai umumnya mempengaruhi sikap dan perilaku, sebagai contoh seseorang yang memasuki organisasi dengan keyakinan bahwa penentuan


Gagasan Pemimpin Muda

gaji berdasarkan kinerja bukan berdasarkan senioritas dan kenyataanya orang tersebut mendapati organisasi dengan penentuan gaji berdasarkan senioritas tentunya orang tersebut kecewa. Rasa kecewa inilah yang akan menimbulkan ketidakpuasan kerja, berbeda jika nilai-nilai orang tersebut selaras dengan kebijakan upah. Nilai-nilai dalam organisasi akan membentuk budaya organisasi. Budaya organisasi akan membentuk identitas serta karakter organisasi. Identitas serta karakter organisasi sangat diperlukan untuk menumbuhkan rasa memiliki yang akan mengembangkan budaya kerja. Budaya kerja yang terbentuk secara kuat di dalam sistem organisasi tidak hanya meningkatkan kinerja organisasi tetapi juga membentuk citra baik organisasi. Budaya yang kuat ditandai dengan nilai-nilai inti organisasi yang dipegang kuat, dijiwai dan disepakati secara luas. Semakin banyak anggota organisasi yang menerima nilainilai inti dan semakin besar komitmen mereka terhadap nilai-nilai tersebut, semakin kuat suatu budaya. Sejalan dengan defenisi ini, suatu budaya yang kuat jelas sekali akan memiliki pengaruh yang besar dalam sikap anggota organisasi dibandingkan dengan budaya yang

lemah. Hasil spesifik dari suatu budaya yang kuat adalah keluar masuknya pekerja yang rendah (minimum turnover). Suatu budaya yang kuat akan memperlihatkan kesepakatan yang tinggi mengenai tujuan organisasi diantara anggotaanggotanya. Ketika nilai-nilai dalam budaya organisasi yang terinternalisasi dengan baik pada setiap anggotanya menjadi budaya pribadi, maka anggota akan merasa identik dengan organisasinya, merasa menyatu dan tidak ada halangan untuk mencapai kinerja yang optimal. Ini adalah kondisi yang saling menguntungkan, baik bagi orgnisasi maupun anggota. Budaya yang kuat dapat menghasilkan efek yang sangat mempengaruhi individu dan kinerja, bahkan dalam suatu lingkungan bersaing pengaruh tersebut dapat lebih besar daripada faktorfaktor lain seperti struktur organisasi, alat analisis keuangan, kepemimpinan dan lain –lain. Hal ini adalah kunci kesuksesan dan keberlanjutan organisasi yang terus menerus karena organisasi tersebut memiliki arahan yang jelas dan mengakar.

Edisi 99 Maret - April 2017

|

7


Liputan Utama

Bedah Buku :

Seni Kepemimpinan

akarta - Rumah Kepemimpinan berkesempatan menyelenggarakan kegiatan Launching dan Bedah Buku Seni Kepemimpinan Para Nabi pada hari Sabtu siang tanggal 25 Februari 2017 di Gramedia Matraman. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara Rumah Kepemimpinan dan Toko Buku Gramedia Matraman. Bagi Rumah Kepemimpinan, ini adalah kali pertama terlaksananya kegiatan peluncuran buku dengan bekerja sama dengan Toko Buku Gramedia.

Pada kesempatan bedah buku Seni Kepemimpinan Para Nabi ini, bertindak sebagai pembedah adalah Bapak Shofwan Al Banna dan Bapak Taufan Akbari. Bapak Shofwan adalah seorang pengamat sosial dan politik yang sehari-hari beraktivitas sebagai Kepala Program Studi Hubungan Internasional Universitas Indonesia, membedah buku ini dari aspek sosio-politik dan relevansi pada kehidupan hari ini dalam lingkup nasional dan internasional.

J

Buku Seni Kepemimpinan Para Nabi ini adalah hasil karya dari Direktur Eksekutif Rumah Kepemimpinan – Bapak Bachtiar Firdaus yang dikumpulkan dari materi pelatihan kepemimpinan yang beliau ampu bagi peserta pembinaan Rumah Kepemimpinan. Ini adalah buku kedua beliau yang diterbitkan setelah sebelumnya menerbitkan buku Prophetic Leadership. Hadirnya buku Seni Kepemimpinan Para Nabi ini melengkapi buku sebelumnya pada beberapa bagiannya.

8

|

Edisi 99 Maret - April 2017

Pembedah kedua, yakni Bapak Taufan Akbari membedah buku Seni Kepemimpinan Para Nabi dari aspek kepemimpinan pemuda dan relevansi buku terhadap praktik-praktik kepemimpinan di organisasi dan komunitas pemuda. Bapak Taufan Akbari dalam kesehariannya adalah seorang pemerhati pemuda dan komunitas pemuda yang juga beraktivitas sebagai Dekan di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta.


Liputan Utama

Para Nabi Antusiasme terlihat dari para audiens yang berjumlah lebih kurang 50 orang di Function Room Gramedia Matraman. Mayoritas audiens adalah dari kalangan mahasiswa dan pemuda. Memang hadirnya buku ini diperuntukkan untuk kalangan pemuda (mahasiswa dan eksekutif muda). Pertanyaan demi pertanyaan dilayangkan oleh beberapa audiens kepada penulis dan juga pembedah. Banyak dari pertanyaan yang mengarah pada relevansi kepemimpinan yang dipraktikkan oleh pemimpin-pemimpin di Indonesia dewasa ini. Sedianya para Nabi-Nabi terdahulu telah mencontohkan dengan gamblang bagaimana seharusnya seorang pemimpin. Tinggal selanjutnya, bagaimana kita mau atau tidaknya mengambil pelajaran dari para Nabi-Nabi terdahulu. Dengan hadirnya buku ini, diharapkan dapat memberikan referensi kepada khalayak terkait praktik kepemimpinan yang ideal dari para Nabi-Nabi terdahulu. Mengajak para pemuda Indonesia mengambil role model keteladanan praktik kepemimpinan para Nabi untuk mulai belajar diterapkan di hari ini.

Edisi 99 Maret - April 2017

|

9


Liputan Utama

Berbagi Inspirasi Meraih Kebahagiaan di Dunia dan di Akhirat Medan, 8 Februari 2017. Rumah Kepemimpinan Regional 6 Medan menyelenggarakan agenda “Sharing Alumni”. Abangda Rainal Suni atau yang lebih dikenal dengan panggilan bang Icun sebagai pembicara pada kesempatan kali ini. Beliau adalah alumni Rumah Kepemimpinan Regional 6 Medan angkatan ke-7 dan saat ini menjabat sebagai Ketua Kaderisasi UKMI Ad-Dakwah Universitas Sumatera Utara. Banyak pengalaman beliau yang membuat kami sangat antusias dan terkagum-kagum. Beliau menceritakan pengalaman ketika awal mula memasuki asrama RK, tentang prestasi yang beliau raih ketika di RK, dan tentang prinsip hidup yang dipegang teguh oleh beliau hingga saat ini. Sangat bersyukur dan berbahagia ketika bisa bergabung bersama RK ini, karena dapat memupuk prinsip yang telah dipegang teguh. “Rumah Kepemimpinan di mata saya merupakan satusatunya rumah yang memberi inspirasi untuk meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat” ungkap beliau.

Para peserta sangat antusias mendengarkan pengalaman beliau. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh peserta. Salah satu diantaranya dari Saudara Hadi Prabowo yang bertanya tentang bagaimana menjaga konsistensi pada diri ini. Semua pertanyaan dijawab berdasarkan pengalaman-pengalaman beliau. Di akhir sesi acara, beliau menyampaikan suatu kata yang sangat menginspirasi bagi semua peserta Rumah Kepemimpinan Medan ke-8. “Setiap insan memiliki arti tersendiri terkait makna sukses, dan setiap insan berhak untuk sukses dunia dan akhirat berdasarkan prinsipnya masing-masing” ungkapnya. Ungkapan ini sangat membuka pikiran bagi semua peserta dan memotivasi semua peserta untuk berprestasi.

“Rumah Kepemimpinan di mata saya merupakan satu-satunya rumah yang memberi inspirasi untuk meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat” - Bang Icun -

10

|

Edisi 99 96 Maret Okt 2016 - April 2017


Liputan Utama

Menutup Semester Pembinaan dengan Leaders Coaching Forum - Reg 2 Bandung Pada hari Senin (27 Feb 2017) Aula Asrama RK Bandung kembali kedatangan seorang coach handal, beliau adalah Nur Ihsan Robbiyanto atau yang lebih akrab disapa Bang Obi. Loop Certified Professional Coach adalah salah satu dari sekian sertifikasi yang telah didapatkannya. Kini, ia menjalani waktunya sebagai Human Resource Officer Rumah Kepemimpinan. Kali ini, Bang Obi membawa materi mengenai Self Mastery. Tak jarang kita merasa kesulitan menghadapi masalah-masalah keseharian. Sulit mengambil keputusan, dan enggan memulai tindakan adalah beberapa saja dengan skala masalahnya mulai dari kecil hingga besar. Jika ingin seluruh dunia wangi, cukup pasang pengharum di dekat hidung kita, dan jika ingin melihat seluruh dunia berwarna hijau, pakailah kaca mata hijau. Dari contoh sederhana itu, beliau mengatakan bahwa kita dapat memanipulasi kejadian di hidup kita dengan mengatur cara pandang, it’s mostly a matter of perspective. Tapi sebelum itu, cobalah kenali diri. Seberapa kenal kita dengan diri kita sendiri, apa saja masalah yang kita hadapi dan sebab-sebabnya. Talk to yourself, tanyalah dirimu sendiri, apa masalah yang sedang dihadapi atau dengan kata lain, merenung dan kontemplasi. Make peace with your past, maafkan dan lupakan masa lalu. Terkadang kita terlalu terkekang oleh kesalahan dan kelemahan

kita yang lama, padahal tentu sangat mungkin bagi kita untuk berkembang dan berubah. Challenge, tantang diri, coba raih suatu pencapaian baru, tentunya untuk lebih meningkatkan kapasitas diri. 360 degrees, melihat dari berbagai sudut pandang. Jangan terkekang oleh persepsi kita sendiri, coba tanya teman dan orang disekitar kita, lihatlah dengan lebih objektif. Audit yourself, jujurlah pada diri dan pahami kekuatan dan kelemahanmu. Problem Tree, identifikasilah masalahmasalah yang ada di sekitarmu. List berbagai masalah tersebut dengan menggunakan sebuah Problem Tree, apa saja dampaknya, masalah utamanya dan sebab awal-mulanya. Sebagai penutup, beliau memberikan sepenggal kata “Dengan self mastery, kita menjadi orang yang tidak reaktif, tapi produktif�. Dipahami sudah betapa pentingnya memiliki penguasaan pada diri sendiri sebelum beranjak pada tindaka besar lain. (Royyan) Pemimpin Muda, Siap!

Edisi 99 Maret - April 2017 Edisi 96 Okt 2016

|

11


Kabar Alumni

Fauzan Zidni

Fauzan Zidni merupakan alumni Rumah Kepemimpinan Regional 1 Jakarta angkatan 2. Ia lulus program master dari Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore dan sebelumnya meraih gelar sarjana dari jurusan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Berprofesi sebagai produser, banyak capaian yang telah ia raih. Pada tahun 2012, Zidni memproduseri film Republik Twitter besutan sutradara Kuntz Agus yang dibintangi oleh Laura Basuki dan Abimana Aryasatya. Selain itu, Ia juga menjadi produser film Peculiar Vacation and Other Illnesses (Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya) yang diputar dalam ajang kompetisi Festival Film Internasional Locarno ke-65 di Swiss. Zidni kemudian bertemu dengan sutradara Mouly Surya dan produser Rama Adi dalam Film Festival di Cannes dan bersamasama menggarap film What They Don't Talk About When They Talk About Love. Film tersebut terpilih dalam Festival Film Sundance di Utah, Amerika Serikat, pada tahun 2013. Penghargaan film terbaik Asia NETPAC pun diraih pada Festival Film Internasional Rotterdam di tahun yang sama

12

|

Edisi 99 Maret - April 2017


Kabar Alumni dan memenangkan kategori musik terbaik pada Festival Film Asia Pasifik. Proyek terbaru Zidni adalah film Interchange, sebuah produksi Indonesia-Malaysia karya sutradara Dain Said dengan bintang Nicholas Saputra dan Prisia Nasution. Film ini sudah diputar perdana dalam Festival Film Internasional Locarno di hadapan 8000 penonton, salah satu bioskop dengan ruangan terbuka terbesar di dunia. Film tersebut juga masuk seleksi Festival Film Internasional Toronto dan membuka Festival Film Internasional Singapura.

Di Rumah Kepemimpinan, Zidni memperoleh jejaring orang-orang terpilih dan kompetitif di bidang masing-masing. Ia juga mengingat betul nasihat Direktur RK, ‘Abach’, begitu sapaan akrabnya, bahwa alumni RK harus menempati posisiposisi strategis seperti di asosiasiasosiasi profesi. Ia kini dipercaya sebagai Ketua Umum Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI)

periode 2016-2019. Adapun moto organisasi tersebut ialah bekerja bersama berkontribusi yang mana tiga nilai tersebut banyak ia dapatkan dari Rumah Kepemimpinan. Baginya, film telah menjadi bagian dari hidupannya. Terlebih, dunia film memberinya wadah untuk berkarya dan membuat sesuatu yang belum pernah dibuat oleh orang lain.

Kini, ia tengah mempersiapkan film terbaru bersama Mouly Surya berjudul Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak. Melalui mitra dengan produser asal Prancis, film tersebut berhasil mendapatkan subsidi Aide aux cinemas du monde dari Kementerian Komunikasi dan Kebudayaan dan Kementerian Luar Negeri Prancis. Marlina berpartisipasi dalam Asian Project Market di Festival Film Busan 2015 dan Cinefondation L’Atelier di Festival Film Cannes. Proyek ini juga terpilih sebagai salah satu penerima Next Masters Support Program dalam ajang Talents Tokyo 2015 . Edisi 99 Maret Edisi 96 - April Okt 2016 2017

|

13


Kabar Mitra

Mengawali Langkah di Kancah Internasional, RK Luaskan Cakupan Kebermanfaatan

J

akarta - Kabar baik bagi institusi Rumah Kepemimpinan di akhir bulan Februari ini. Rumah Kepemimpinan secara resmi tergabung sebagai anggota dalam Sustainable Development Solutions Network - Youth Initiative (SDSN Youth). Rumah Kepemimpinan dinyatakan resmi bergabung tertanggal 27 Februari lalu dari surat elektronik balasan dari John Farrugia selaku Project Leader Network SDSN Youth atas aplikasi yang sebelumnya dikirimkan oleh pihak Rumah Kepemimpinan. SDSN Youth merupakan inisiatif yang dibentuk oleh Sustainable Development Solutions Network Sebuah Badan bentukan PBB - dalam mengakselerasi pencapaian Target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di kalangan pemuda. SDSN Youth mengedukasi serta membuat jejaring antar pemuda di seluruh dunia untuk turut serta dalam pencapaian SDGs. Sebagaimana yang kita ketahui, SDGs dengan 17 goalsnya hendaknya dicapai dengan melibatkan banyak pihak. Oleh karenanya, elemen kolaborasi menjadi penting untuk diangkat dalam aktivitas pencapaian ini. Hal ini berkesesuaian dengan apa yang dilakukan oleh Rumah Kepemimpinan sejak tahun 2002. Rumah Kepemimpinan membina dan memberdayakan pemuda Indonesia untuk menjadi problem solver dan penggerak perubahan dimanapun mereka berkiprah. Tentunya ketika hari ini SDGs menjadi target pembangunan yang ditetapkan oleh PBB untuk setiap Negara, panduan untuk memahami SDGs secara

14

|

Edisi 99 Maret - April 2017

lebih mendalam menjadi salah satu manfaat yang diharapkan dari keanggotaan ini. Selain itu, manfaat lain dari status keanggotaan ini adalah terbukanya jejaring mancanegara bagi lembaga yang terdaftar sebagai anggota. Sebagai jejaring yang diinisiasi oleh PBB, SDSN Youth diharapkan dapat mampu mengakselerasi penacapaian SDGs dengan peran serta para pemuda dan komunitasnya seperti yang dilakukan oleh Rumah Kepemimpinan. Seperti yang dikatakan oleh John Farrugia, “Kami senang atas bergabungnya Rumah Kepemimpinan dalam jejaring kami, dan berharap untuk dapat bekerja bersama-sama untuk memberdayakan pemuda secara global untuk menuju pencapaian SDGs�. Kedepan, Rumah Kepemimpinan bersama dengan organisasi kepemudaan yang lain akan bersama-sama berkontribusi dalam pencapaian SDGs, terutama di kawasan regional Indonesia. Bachtiar Firdaus selaku Direktur Rumah Kepemimpinan juga mengatakan bahwa bergabungnya Rumah Kepemimpinan dalam jejaring SDSN Youth adalah sebuah tanda bahwa level kontribusi harus sedianya ditingkatkan, dari skala nasional menjadi skala internasional. Keanggotaan ini berarti banyak bagi Rumah Kepemimpinan dimana Rumah Kepemimpinan akan terhubung dengan institusi yang memiliki visi yang sama untuk mengembangkan dan memberdayakan pemuda sebagai problem solver dan penggerak perubahan. Dengan demikian kemanfaatan Rumah Kepemimpinan dapat meluas.


Kabar Mitra

Edisi 99 Maret - April 2017

|

15


Prestasi Pemimpin Muda

PRESTASI PESERTA RUMAH KEPEMIMPINAN Angkatan VIII Periode FEBRUARI 2017

Dio Mukti Kuncoro

Dirga Utama M.

Transportasi Laut, FTK, ITS 2014

Ilmu Pemerintahan, FISIP, UNHAS 2014

(a) Delegation & Group Leader in Kumamoto Universit Spring Program 2017. (b) Speaker in Seatrans International Culture and Language Club (SICLC)

Ketua UKM KPI Unhas Periode 2017-2018

Gunawan

Ilhamsyah Putra

Ekonomi Sumberdaya Pembangunan, FEM, IPB 2014

Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Pertanian, USU, 2014

Accepted to be Delegation The Youth Leadership Event and 3nd South East Asia Leadership Summit 2017, Jakarta

Menerbitkan satu buku karya pribadi: “Awal Perjalanan Pena”

16

|

Edisi 99 Maret - April 2017


Prestasi Pemimpin Muda

Kinanti Indah Safitri

Mutsla Qonitah

Ilmu Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, FISIPOL, UGM 2014

Ilmu Komunikasi, FISIP, UI 2014

Peserta Young Asean Leader Policy Initiative Chulalongkorn University Thailand

Student Exchange Indonesia - Korea

M. Radhiyan Pasopati

Rizky Anwari

Ilmu Politik, FISIP, UI 2014

Matematika, FMIPA, UGM 2015

Delegasi Harvard MUN

Ketua Himpunan Mahasiswa Matematika Periode JanuariDesember 2017 Edisi 99 Maret - April 2017

|

17


Laporan Keuangan NO

URAIAN

A

SALDO AWAL BULAN

B

PENERIMAAN

FEBRUARI Rp340.405.882

ZISWAF INSTITUSI

Rp375.612.493

ZISWAF INDIVIDU

Rp379.384.770

PENDAPATAN JASA

-

PENDAPATAN LAINNYA

Rp5.590.823

JUMLAH PENERIMAAN

Rp760.588.086

JUMLAH SUMBER DANA ( A + B ) C

Rp1.100.993.967

PENDAYAGUNAAN C1. BIAYA PUSAT

Rp347.592.286

BIAYA PERSONALIA

Rp70.724.143

BIAYA OPERASIONAL

Rp9.242.000

BIAYA KEMITRAAN

Rp8.191.500

BIAYA SDM

Rp198.746.788

BIAYA PROGRAM

Rp53.373.500

BIAYA KEGIATAN ALUMNI

Rp7.314.355

C2. BIAYA REGIONAL

Rp207.014.553

BIAYA UANG SAKU

Rp125.500.000

BIAYA PROGRAM PEMBINAAN & NLC

-

BIAYA REKRUTMEN

-

BIAYA OPERASIONAL REGIONAL

Rp11.514.553

BIAYA PELATIHAN SDM

-

BIAYA RENOVASI ASRAMA REGIONAL

-

BIAYA SEWA ASRAMA REGIONAL

Rp70.000.000

JUMLAH PENDAYAGUNAAN D

PENAMBAHAN HUTANG

E

PEMBAYARAN HUTANG

F

SALDO AKHIR (A+B-C+D-E)

Rp554.606.839

Rp22.827.977

PERUNTUKAN

Rp523.559.151 SISA HUTANG

Pembelian Asrama Regional 4 Surabaya (depan)

Rp1.222.128.056

Pembelian Asrama Regional 4 Surabaya (belakang)

Rp486.079.089

Operasional PPSDMS

Rp25.000.000

TOTAL

Rp1.733.207.145

*untuk laporan keuangan lengkap hubungi rumahkepemimpinan .org atau hubungi kami di :021 7888 3828 / 0816 141 3000

18

|

Edisi 99 Maret - April 2017

Laporan Keuangan Periode Februari 2017


Galeri Kegiatan

Apel

Apel pagi

Awarding Morning

Diskusi paska kampus

Diskusi tokoh

Sharing alumni

Tae Kwon do

Tahsin dan Tahfidz Qur an

Tahsin Tahfidz Edisi 99 Maret 97 - April Jan 2017 2017 Edisi 96 Okt 2016

|

19


Seni Kepemimpinan

Persediaan Terbatas

Para Nabi

Buku ini disusun dengan semangat belajar dan meneladani best practices daripada nabi terdahulu dan menguraikannya dalam konteks kekinian, tentang idealisme kepemimpinan menurut isilam. Mengajak kita untuk menyongsong Indonesia bermartabat. lebih baik dan berma

Harga Khusus

Rp. 72.800

Rp. 65.000

CP: Aqil

(085742016165)

Rekening Donasi

Rumah Kepemimpinan Call Center : 021 7888 3828 | 0816 141 3000 rumahkepemimpinan.org

Rumah Kepemimpinan

@ppsdms

Rumah_Kepemimpinan

Rumah Kepemiminan

Newsletter Rumah Kepemimpinan Edisi 99 | Maret - April 2017  
Newsletter Rumah Kepemimpinan Edisi 99 | Maret - April 2017  
Advertisement