Skip to main content

Wedding at Cana - Painting Reviews

Page 1

Sejarah Desain UTS Semester Ganjil NAMA

PIETER MARDI H. SIALLAGAN

NIM

233303070246


YOU CAN SEE PIETER’S FAVORITE ART PIECE HERE Name of Artwork : The Wedding Feast at Cana By : Paolo Veronese Year : Between 6 June 1562 and 6 October 1563 (Mannerism) Media : Cat minyak di Kanvas, 6,77 meter x 9,94 meter


THE COLORS PHILOSOPHY Lukisan “Perkawinan di Kana” memiliki kombinasi warna yang sangat beragam yang diterapkan ke pakaian yang dikenakan oleh hadirin. Penggunaan warna merah, hijau, dan biru yang pekat, mencerminkan betapa mewahnya acara pernikahan ini. Veronese menggunakan banyak sekali warna, mulai dari pink pastel, biru untuk pewarnaan langit, warna emas yang gelap, biru hijau dan merah gelap, warna yang erat dengan Bumi seperti hijau hutan, dan warna kuning, oranye, coklat untuk pakaian para hadirin. Konsep dibalik pewarnaan ini adalah untuk menyimbolkan inklusivitas bahwa begitu beragamnya orang-orang yang berada di kerajaan Surga. Beragam kepribadian, talenta, maupun keberadaannya di masyarakat, semuanya memiliki tempat yang sama di Surga.


LINE SHAPE AND MATERIALS Lukisan “Pernikahan di Kana” dieksekusi dengan garis-garis yang halus dan lentur untuk mendefinisikan kontur objek, tokoh, dan elemen-elemen di lukisan ini. Garis-garis yang digunakan untuk menggambarkan pakaian dan tekstur juga menurut saya memiliki ketelitian dan detail yang menakjubkan. Menganut gaya Mannerism, lukisan ini menggunakan setting latar yang asimetris dan disusun secara tidak beraturan, dan figur manusia digambarkan terdistorsi, dan berbeda dengan gaya Renaissance yang cenderung realistis. Karakter manusia di lukisan ini dilukis dengan perspektif foreshortened, untuk menggambarkan suasana nyata berbentuk tiga dimensi ke dalam wadah dua dimensi. Tubuh manusianya juga digambarkan bervariasi secara ukuran, untuk memberikan penjelasan status dan peran sosial yang lebih eksplisit dan realistis. Lukisan ini dibuat dengan cat minyak yang diaplikasikan dengan tebal, untuk menciptakan tekstur, dimensi, dan kedalaman warna yang pekat.


STYLE, MOOD AND ATMOSPHERE Suasana yang coba digambarkan oleh Veronese adalah suasana pesta pernikahan yang mewah, dimana orang-orang penting seperti Kaisar Charles V, Ratu Austria, Raja Sulaiman, Kardinal, dan 130 tokoh penting lainnya. Keseluruhan lukisan ini menyimbolkan kenikmatan duniawi dimana orang-orang saling berbincang dan berpesta anggur, dan mencoba menikmati hidup dalam kemewahan. Lukisan The Wedding Feast at Cana menceritakan kebahagiaan, keceriaan, kebersamaan kemanapun mata memandang. Bisa dikatakan bahwa Veronese berhasil menggambarkan adegan yang megah dan berwarna-warni. Kenapa harus ada kesan mewah di lukisan ini? Menurut Alkitab, ini adalah pesta selama 7 hari, dan Yesus melakukan mujizat pertamanya dengan mengubah 60 hingga 108 liter air menjadi anggur. Semua yang hadir di pesta ini harus digambarkan dalam kondisi berbahagia, berpesta, dan mengenakan pakaian mahal dengan warna cerah.


SOCIAL AND CULTURAL FACTOR THAT HAVE INFLUENCED VERONESE The Wedding Feast at Cana karya Veronese dilukis pada tahun 1563 selama Renaisans Italia. Pada periode seni ini, kisah keagamaan menjadi inspirasi utama. Gereja Katolik Roma sangat berpengaruh, dan menyenangkan Gereja dengan karya seni merupakan keuntungan bagi seniman. Veronese memilih subjek Pesta Pernikahan sebagai bentuk penghormatan terhadap Gereja. Veronese dan seniman Renaisans pada umumnya banyak mendapatkan inspirasi dari kisah-kisah keagamaan dan Alkitab. "Pesta Pernikahan di Kana" menggambarkan sebuah peristiwa Alkitab di mana Yesus mengubah air menjadi anggur, yang memiliki relevansi kuat dengan tradisi kekristenan pada masa itu. Lukisan The Wedding Feast at Cana karya Veronese ini kini dipajang di Musée du Louvre di Paris, Prancis.


PIETER’S PERSONAL RESPONSE TO THE ARTWORK Saya mengangkat topi saya dan menunjukkan kekaguman serta apresiasi saya setinggi-tingginya dengan lukisan ini, berhasil menyajikan pemandangan kebersamaan yang sangat menarik, teknik pewarnaan yang cerah dan memikat, serta mengagumi relevansi cerita yang dibawakan oleh Veronese melalui The Wedding Feast at Cana. Pertama kali saya mengagumi lukisan ini, ketika saya menemukan lagu 1-800-273-8255 oleh Logic, yang bercerita tentang mental health dan suicide prevention. Kebetulan lagu ini termasuk dalam album milik Logic bertajuk Everybody, dan memiliki sampul album yang terinspirasi dari The Wedding Feast at Cana. Akhirnya saya mencari sejarah dari lukisan ini, dan memilih lukisan ini sebagai mahakarya favorit saya untuk dibahas di tugas kali ini. Ini adalah sampul album Everybody oleh Logic


1-800-273-8255 adalah layanan hotline pencegahan suicide di US. Untuk wilayah Indonesia, kamu bisa menghubungi +62 811 3855 472. If you’re in difficult situations, please reach for someone that cares for you. Your life matters. We love you.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Wedding at Cana - Painting Reviews by pietermardi - Issuu